Anda di halaman 1dari 6

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Klasifikasi Kennedy kelas 1 Desain gigi tiruan sebagian lepasan untuk kelas 1 Kennedy adalah daerah tak bergigi (edentulous area) terletak dibagian posterior dari gigi yang masih ada (gigi asli) dan berada pada kedua sisi rahang (bilateral free end). Klasifikasi Kennedy kelas 1 mempunyai modifikasi setiap adanya jumlah tambahan daerah edentulous dan luas dari modifikasi tidak masuk dalam pertimbangkan (Lovely M, 2005). Hal yang perlu diperhatikan pada desain gigi tiruan untuk Kennedy kelas 1 yaitu : a. Dianjurkan untuk menaikkan plat akrilik (konektor mayor) hingga diatas cingulum gigi-gigi anterior, yang bertujuan untuk memperkuat plat dan support (Hanum, 2012). b. Pada desain Kennedy kelas 1 terdapat perbedaan komprebilitas antara jaringan periodontal gigi penjangkaran dan jaringan sub-mukosa edentulous ridge dan denture bearing area rahang bawah lebih sempit daripada rahang atas (Ardan, 2007). c. Indirect retainer dapat digunakan untuk menghindari pergerakan gigi tiruan pada bagian saddle kea rah oklusal (Ardan, 2007). d. Gigi penyangga (abutment) lebih baik digunakan sebagai support dibandingkan dengan mukosa pada daerah edentulous (Ardan, 2007).

Gambar 1. Kelas 1 Klasifikasi Kennedy (Jeff S, 2008)

2.2.Klamer Klamer atau cengkraman merupakan bagian GTSL yang terletak di abutment yang berfungsi sebagai retainer langsung dan menstabilkan dengan cara berkontak di sekeliling atau

mengelilingi sebagian gigi penyangganya (Narlas, 1995). Fungsi klamer dalam GTSL adalah sebagai retensi (menahan protesa agar tidak terangkat atau bergerak ke oklusal), stabilisasi (menahan protesa agar tidak bergerak oleh gaya horizontal), dan meneruskan beban kunyah ke gigi penyangga (oklusal rest) (Mc Cord dkk, 2002).

2.2.1 Klamer kawat Klamer pada GTSL akrilik memiliki bagian-bagian untuk mendukung agar klamer dapat berfungsi sebagai retensi, stabilisasi dan dapat meneruskan beban kunyah ke gigi penyangga. Bagian-bagian dari klamer GTSL akrilik seperti : a. Lengan klamer Merupakan bagian dari klamer kawat yang terletak atau melingkari bagian bukal atau lingual gigi penyangga. Sifatnya yang agak lentur dan berfungsi sebagai retensi juga stabilisasi. b. Jari klamer Merupakan bagian dari lengan klamer yang terletak dibawah lingkaran terbesar gigi, bersifat lentur atau fleksibel. Berfungsi sebagai retensi atau menahan protesa agar tidak terangkat atau bergerak ke arah oklusal. c. Bahu klamer Merupakan bagian dari lengan klamer yang terletak di atas lingkaran terbesar dari gigi dan bersifat kaku. Bahu klamer berfungsi sebagai stabilisasi yaitu menahan gaya-gaya bukolingual. d. Badan klamer Merupakan bagian dari klamer kawat yang terletak di atas titik kontak gigi daerah aproksimal dan bersifat kaku. Bersifat sebagai stabilisasi untuk menahan gaya anteroposterior. e. Oklusal rest Merupakan bagian dari cengkram kawat yang terletak dibagian oklusal gigi dan bersifat kaku. Memiliki panjang sekitar 1/3 lebar mesiodistal gigi dan berfungsi untuk meneruskan beban kunyah ke gigipenyangga. Dan yang terakhir adalah retensi dalam akrilik, merupakan bagiandari cengkram kawat yang tertanam dalam basis akrilik f. Kaki klamer (retensi dalam akrilik) yang tertanam dalam basis akrilik

Syarat-syarat klamer kawat yaitu ( G u n a d i d k k , 1 9 9 5 ) : 1. Kontak klamer dengan permukaan gigi penyangga merupakan kontak kontiniu dan berupa kontak garis bila penampangnya bulat dan kontak bidang bila penampangnya setengah bulat 2. Lengan klamer harus melewati garis survai, biasanya 1-2 mm di atas tepi gingival (cukup 1 mm saja, bila sadaran oklusal mampu menahan gaya pemindahan kea rah gingival) 3. Badan klamer sirkumferensial harus terletak di atas titik kontak gigi penyangga 4. Sandaran dan badan tidak boleh mengganggu oklusi maupun artikulasi 5. Ujung lengan klamer harus dibulatkan dan tidak boleh menyentuh gigi tetangga dan melukai jaringan lunak 6. Pada permukaan klamer tidak boleh ada tanda bekas tang. Tanda ini menunjukkan kurang baiknya maipulasi pembengkokan, sehingga akan mempengaruhi daya tahan klamer.

Keuntungan pemakaian klamer kawat yaitu ( G u n a d i d k k , 1 9 9 5 ) : 1. Lentur. Penampang bulat lengan klamer lebih lentur dalam segala arah, sehingga mengurangi gaya torsi pada gigi penyangga. Dengan demikian klamer ini dapat dipakai pada kasus dimana dibutuhkan kelenturan maksimal, seperti pada gigi penyangga yang berdesakan dengan sadel berujung bebas, lemah ataupun miring 2. Retensinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan 3. Sesuai dengan struktur kawatnya, klamer dapat dibuat dengan diameter lebih kecil tanpa resiko mudah patah. Diameter kecil ini juga member efek estetik lebih baik 4. Penutupan permukaan gigi lebih minim dibandingkan dengan klamer tuang 5. Indikasi pemakaian lengan retentive klamer kawat lebih luas, misalnya pada gigi penyangga yang berdesakan dengan basis ujung bebas, miring, lemah atau banyak gerong 6. Teknik pembuatan lebih mudah, kecuali pada penyoldiran lengan pada sandaran oklusal

Kerugian pemakaian klamer kawat yaitu ( G u n a d i d k k , 1 9 9 5 ) : 1. Mudah menjadi distorsi. Ada kecenderungan penderita melepas geligi tiruan dari mulut dengan menarik lengan retentifnya. Kebiasaan ini memudahkan klamer berubah bentuk atau patah

2. Mudah patah, bila manipulasi pembuatannya kurang hati-hati sehingga banyak bekas tang pada permukaan kawat 3. Kelenturan dan tidak dipreparasinya sandaran oklusal kurang memberikan dukungan yang memuaskan, sehingga geligi tiruan seolah-olah menjadi protesa dukungan jaringan. Dalam jangka waktu panjang, hal ini menyebabkan terkelupasnya tepi gingival, gigi menjadi goyang dan makanan mudah terselip 4. Lengan kawat yang lentur kurang atau tidak mampu menaha gaya horizontal atau lateral.

2.2.1.1 Desain klamer Menurut fungsinya, desain klamer GTSL akrilik dibagi menjadi 2 bagian yaitu : 1. Klamer paradental (tooth borne) Klamer paradental merupakan klamer yang fungsinya selain sebagai retensi dan stabilisasi protesa, klamer ini juga sebagai alat untuk meneruskan beban kunyah yang diterima gigi tiruan ke gigi penyangganya. Klamer paradental harus mempunyai bagian yang melalui bagian oklusal gigi penyangga atau titik kontak antara gigi penyangga dengan gigi sebelahnya 2. Klamer gingival (mucosa borne) Klamer gingival merupakan klamer yang berfungsi hanya sebagai retensi dan stabilisasi protesa. Jadi karena tidak berfungsi untuk meneruskan beban kunyah yang diterima protesa ke gigi penyangga, maka cengkram ini tidak mempunyai bagian yang melalui bagian oklusal gigi penyangga, bisa diatas permukaan oklusal.

Macam-macam desain klamer paradental yaitu : 1. Klamer Jackson Disain klamer ini mulai dari palatal/lingual, terus ke oklusal di atas titik kontak, turun ke bukal melalui di bawah lingkaran terbesar, naik lagi ke oklusal di atas titik kontak, turun ke lingual masuk retensi akrilik. Indikasi gigi molar, premolar yang mempunyai kontak yang baik di bagian mesial dan distalnya Bila gigi penjangkaran terlalu cembung, seringkali klamer ini sulit masuk pada waktu pemasangan protesa (Phoenix, 2002).

Gambar 3. Klamer Jackson

2. Klamer 3 jari Berbentuk seperti akers clasp, klamer ini dibentuk dengan jalan menyoldir lengan-lengan kawat pada sandaran atau menanamnya ke dalam basis. Indikasi: gigi molar dan premolar. Klamer 3 jari terdiri dari: (Phoenix, 2002).

lengan bukal dan lingual body bahu oklusal rest bagian retensi dalam akrilik

Gambar 4. Klamer 3 jari

3. Klamer jackson paradental Disainnya mulai dari bukal terus ke oklusal di atas titik kontak, turun ke lingual dan terus ke retensi akrilik. Indikasi: gigi molar dan premolar gigi terlalu cembung sehingga cengkeram jackson sulit melaluinya ada titik kontak yang baik di anatar 2 gigi (Phoenix, 2002).

Gambar 5. Klamer jackson paradental

Macam-macam desain klamer gingival : 1. Klamer 2 jari Disainnya sama dengan cengkeram 3 jari, hanya tidak mempunyai rest. Indikasi: gigi molar dan premolar (Phoenix, 2002)

Gambar 6. Klamer 2 jari

2. Klamer gillet Hampir sama dengan cengkeram jacson paradental bedanya cengkeram ini melalui bagian proksimal dekat diastema dan di bagian lingual lurus ke bawah, tetap di tepi lingual. Indikasi: gigi molar,premolar dan kaninus. (Phoenix, 2002).
Dapus Lovely M. 2005. Review of removable partial denture. 1 ed. New Delhi: Jitendar P Vij. Hal 11-12