P. 1
OTORITAS JASA KEUANGAN

OTORITAS JASA KEUANGAN

|Views: 56|Likes:
Dipublikasikan oleh Ryan Boong

More info:

Published by: Ryan Boong on Apr 07, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/18/2013

pdf

text

original

OTORITAS JASA KEUANGAN (OJK

)

Otoritas Jasa Keuangan adalah lembaga yang bertugas menjalankan fungsi pengaturan dan pengawasan, baik itu dalam sektor perbankan, pasar modal, maupun sektor perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya. OJK dibentuk dengan maksud untuk menciptakan stabilitas sistem keuangan melalui koordinasi yang lebih efektif dalam menangani masalah – masalah yang timbul. Selain itu, pembentukan OJK juga dimaksudkan agar pengaturan dan pengawasan terhadap jasa keuangan dapat terintegrasi. Dalam menjalankan tugasnya, OJK akan berkoordinasi dengan BI dan LPS. Untuk itu, baik OJK, BI dan LPS wajib membangun dan memelihara sarana pertukaran informasi secara terintegrasi. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dewan komisioner (pimpinan tertinggi OJK) juga terdiri dari ex-officio dari BI dan Kementrian Keuangan. Dalam menjalankan tugasnya, OJK memiliki wewenang : Terkait Khusus Pengawasan dan Pengaturan Lembaga Jasa Keuangan Bank yang meliputi :  Perizinan untuk pendirian bank, pembukaan kantor bank, anggaran dasar, rencana kerja, kepemilikan, kepengurusan dan sumber daya manusia, merger, konsolidasi dan akuisisi bank, serta pencabutan izin usaha bank; Kegiatan usaha bank, antara lain sumber dana, penyediaan dana, produk hibridasi, dan aktivitas di bidang jasa; Pengaturan dan pengawasan mengenai kesehatan bank yang meliputi: likuiditas, rentabilitas, solvabilitas, kualitas aset, rasio kecukupan modal minimum, batas maksimum pemberian kredit, rasio pinjaman terhadap simpanan, dan pencadangan bank; laporan bank yang terkait dengan kesehatan dan kinerja bank; sistem informasi debitur; pengujian kredit (credit testing); dan standar akuntansi bank; Pengaturan dan pengawasan mengenai aspek kehati-hatian bank, meliputi: manajemen risiko; tata kelola bank; prinsip mengenal nasabah dan anti pencucian uang; dan pencegahan pembiayaan terorisme dan kejahatan perbankan; dan pemeriksaan bank.

 

Terkait Pengaturan Lembaga Jasa Keuangan (Bank dan Non-Bank) yang meliputi :        Menetapkan peraturan dan keputusan OJK; Menetapkan peraturan mengenai pengawasan di sektor jasa keuangan; Menetapkan kebijakan mengenai pelaksanaan tugas OJK Menetapkan peraturan mengenai tata cara penetapan perintah tertulis terhadap Lembaga Jasa Keuangan dan pihak tertentu; Menetapkan peraturan mengenai tata cara penetapan pengelola statuter pada Lembaga Jasa Keuangan; Menetapkan struktur organisasi dan infrastruktur, serta mengelola, memelihara, dan menatausahakan kekayaan dan kewajiban; dan Menetapkan peraturan mengenai tata cara pengenaan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan.

surat tanda terdaftar.Terkait Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (Bank dan Non-Bank) yang meliputi :    Menetapkan kebijakan operasional pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan. Menetapkan sanksi administratif terhadap pihak yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan.      Sesuai dengan uraian wewenang OJK dalam melaksanakan tugas di atas. izin orang perseorangan. dan/atau penunjang kegiatan jasa keuangan sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan. perlindungan Konsumen. maka diharapkan dengan kehadiran OJK sistem jasa keuangan di Indonesia lebih maju dan terintegritas serta dapat memberikan perlindungan yang lebih kepada masyarakat selaku konsumen dalam jasa keuangan. penyidikan. dan Memberikan dan/atau mencabut: izin usaha. persetujuan atau penetapan pembubaran dan penetapan lain. Mengawasi pelaksanaan tugas pengawasan yang dilaksanakan oleh Kepala Eksekutif. pengesahan. Melakukan penunjukan pengelola statuter. Menetapkan penggunaan pengelola statuter. Memberikan perintah tertulis kepada Lembaga Jasa Keuangan dan/atau pihak tertentu. efektifnya pernyataan pendaftaran. pelaku. . persetujuan melakukan kegiatan usaha. Melakukan pengawasan. dan tindakan lain terhadap Lembaga Jasa Keuangan. pemeriksaan.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->