2006

Laporan Tahunan

Daftar Isi
3 4 6 8 10 14 22 29 30 49 57 59 60 61 62 64 65 70 72 80 84 90 96 102 106 112 124 132 136 138 144 146 147 Warisan Tak Ternilai Penghargaan Ikhtisar Keuangan Sambutan Komisaris Utama Dewan Komisaris Sambutan Direktur Utama Direksi Struktur Organisasi Pembahasan Umum dan Analisis Manajemen Good Corporate Governance Laporan Komite Audit Laporan Komite Nominasi dan Remunerasi Laporan Komite Kebijakan Risiko Laporan Komite Good Corporate Governance Anggota Komite Non Komisaris dan Corporate Secretary Finance & Strategy Ikhtisar Strategic Business Unit (SBU) Change Management Office Corporate Banking Commercial Banking Consumer Finance Micro & Retail Banking Treasury & International Banking Special Asset Management Produk & Jasa Manajemen Risiko Compliance & Human Capital Technology & Operations Corporate Social Responsibility Informasi Pemegang Saham Manajemen Pernyataan Komisaris Pernyataan Direksi

Rp 267,5 triliun 15,2%

Total Aktiva per 31 Desember 2006

Pangsa Pasar Dana Pihak Ketiga

25,3%

Capital Adequacy Ratio (CAR)

menjadikan kami sebagai bank terpercaya pilihan Anda

Prosper with Us Visi & Misi Bank Terpercaya Pilihan Anda misi kami • • • • • Berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pasar Mengembangkan sumber daya manusia profesional Memberi keuntungan yang maksimal bagi stakeholder Melaksanakan manajemen terbuka Peduli terhadap kepentingan masyarakat dan lingkungan .

menjadi Bank Umum Negara pada tahun 1959. Di antaranya kami menutup 194 kantor cabang yang saling tumpang tindih dan mengurangi jumlah pegawai dari 26. pengawasan dan kepatuhan yang sesuai standar internasional.’ dimana persetujuan kredit dipisahkan dari kegiatan pemasaran dan business unit kami. Nasabah corporate kami merupakan penggerak utama perekonomian Indonesia. Pada 31 Desember 2006. Bank Mandiri menyediakan solusi keuangan yang menyeluruh bagi perusahaan swasta maupun milik Negara. Bank Mandiri disupervisi oleh Komisaris yang terdiri dari orang-orang yang menonjol di komunitas keuangan yang ditunjuk oleh pemegang saham termasuk Menteri Negara BUMN. bergabung menjadi Bank Mandiri. Bank Umum Negara digabungkan ke dalam Bank Negara Indonesia dan berganti nama menjadi Bank Negara Indonesia Unit IV. Bank Ekspor Impor Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia. Persetujuan kredit dan pengawasan dilaksanakan dengan prinsip ‘four eyes. jumlah kredit kepada nasabah corporate mencakup 49. Sejarah Bank Ekspor Impor Indonesia berawal dari perusahaan dagang Belanda N. yang akhirnya menjadi Bank Exim. Bank Dagang Negara.000 menjadi 17.V. Direksi kami terdiri dari para bankir yang berasal dari legacy bank dan juga para bankir profesional dari bank lain. Chartered Bank (sebelumnya adalah bank milik Inggris) juga dinasionalisasi.54%. Pada tahun 1960. Sejak didirikan. Pada tahun 1960. sebuah bank Pemerintah yang membiayai sektor industri dan pertambangan. empat bank milik Pemerintah yaitu Bank Bumi Daya. Pada saat ini. Internal Audit dan Corporate Secretary. Salah satu pencapaian penting adalah penggantian secara menyeluruh platform teknologi kami. Sebagai bagian dari penerapan good corporate governance. berkat kerja keras lebih dari 21. Pada bulan Juli 1999. Bank Mandiri terus bertekad untuk membentuk tim manajemen yang handal dan profesional serta bekerja berdasarkan prinsip-prinsip good corporate governance. Bank Dagang Negara merupakan salah satu bank tertua di Indonesia. Pada tahun 1970. industri dan pertambangan. Bapindo ditugaskan untuk membantu pembangunan nasional melalui pembiayaan jangka menengah dan jangka panjang pada sektor manufaktur. Setelah investasi awal untuk konsolidasi sistem yang berbeda tersebut. jumlah kredit kepada nasabah corporate sebesar 87% dari total kredit. komersial. sebuah bank industri yang didirikan pada tahun 1951 dengan misi untuk mendukung pengembangan sektor-sektor ekonomi tertentu. dan selanjutnya pada tahun 1965 perusahaan ini digabung dengan Bank Negara Indonesia menjadi Bank Negara Indonesia Unit II. Bank Negara Indonesia Unit IV beralih menjadi Bank Bumi Daya. warisan tak ternilai  . Pada tahun 1949 namanya berubah menjadi Escomptobank NV. Masing-masing dari empat bank bergabung telah memainkan peranan yang penting dalam pembangunan ekonomi. Pada tahun 1965. Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) berawal dari Bank Industri Negara (BIN). Keempat Bank tersebut telah turut membentuk riwayat perkembangan perbankan di Indonesia dimana sejarahnya berawal pada lebih dari 140 tahun yang lalu.Warisan Tak Ternilai Bank Mandiri berdiri pada tanggal 2 Oktober 1998 sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia. di mana program pengganti tersebut difokuskan untuk kegiatan consumer banking. Bank Mandiri menjadi penerus suatu tradisi layanan jasa perbankan dan keuangan yang telah berpengalaman selama lebih dari 140 tahun. Bank Mandiri juga berhasil mencetak kemajuan yang signifikan dalam melayani Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan nasabah ritel. yang diketuai oleh Direktur Utama. khususnya perkebunan. bank pemerintah yang membiayai kegiatan ekspor dan impor. dan Bank Umum Negara diberi hak untuk melanjutkan operasi bank tersebut. Selanjutnya diikuti dengan peluncuran single brand di seluruh jaringan melalui iklan dan promosi. dimana selanjutnya pada tahun 1960 dinasionalisasikan serta berubah nama menjadi Bank Dagang Negara. Tingkatan tertinggi dari manajemen eksekutif adalah Direksi. Pada bulan Desember 1999. Kami mewarisi sembilan sistem perbankan dari keempat legacy bank. nasabah kami bergerak di bidang usaha yang sangat beragam khususnya makanan dan minuman.000 karyawan yang tersebar di 924 kantor cabang dalam negeri dan 5 cabang luar negeri termasuk perwakilannya dan didukung oleh anak perusahaan yang bergerak di bidang investment banking. perbankan syariah serta bancassurance. Nederlansche Handels Maatschappij yang didirikan pada tahun 1824 dan mengembangkan kegiatannya di sektor perbankan pada tahun 1870. Pada tahun 1968. Pada saat ini. Proses panjang pendirian Bank Bumi Daya bermula dari nasionalisasi sebuah perusahaan Belanda De Nationale Handelsbank NV. pemerintah Indonesia menasionalisasi perusahaan ini. kimia dan tekstil. Pada tahun 1964. dan juga dari waktu ke waktu diperiksa oleh Bank Indonesia dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Bank Mandiri kemudian memulai proses konsolidasi. Kemudian pada tahun 1968. Konsolidasi dan Integrasi Setelah selesainya proses merger. Bank Negara Indonesia Unit II dipecah menjadi dua unit. Kini. infrastruktur teknologi informasi kami sudah mampu memfasilitasi straightthrough processing dan interface yang seragam untuk nasabah. transportasi dan pariwisata. Berdasarkan sektor usaha. porsi kredit kepada nasabah UKM dan mikro sebesar 39. sedangkan kredit kepada nasabah consumer sebesar 11.620.45%. konstruksi. pertama kali dibentuk dengan nama Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij di Batavia (Jakarta) pada tahun 1857. usaha kecil dan mikro serta nasabah consumer. serta diaudit setiap tahunnya oleh Auditor Independen. Bank Mandiri membentuk Compliance Group. Bapindo dibentuk sebagai bank milik negara dan BIN kemudian digabung dengan Bank Bapindo. pertanian. salah satunya adalah Bank Negara Indonesia Unit II Divisi Expor-Impor. kami mulai melaksanakan program penggantian platform yang berlangsung selama tiga tahun dengan investasi USD 200 juta.01% dari total kredit.

Layanan Perbankan Terbaik (no. 2 nilai 85.40) .Produk Tabungan Terbaik (no.Kartu ATM Terbaik (no.76) .Internet Banking Terbaik (no.Kartu Debet Terbaik (no. 2 nilai 66.2 nilai 65. Bank Niaga) Runner up Untuk Sektor Keuangan dengan predikat ‘terpercaya’ dan menjadi salah satu The Best of top 10 GCG Perception Index 2006 The Best Credit Card in Marketing Communications The Best Credit Card in Pricing - Mandiri Visa Card mendapatkan penghargaan sebagai ‘The best loyalty program in 2005’ - Peringkat pertama kepuasaan pelanggan di industri jasa untuk bidang Priority Banking E-Learning Award 2006: The Best E-Learning Provider Kelompok Perusahaan Asiamoney 2005 FX Poll for Indonesia–Corporate - Best for innovative FX products and structured ideas 2005 - Best FX prime booking services for Asian Clients . 2 nilai 72.Installment Saving Terbaik (no. BCA 2.74) . Bank Mandiri 3.Mesin ATM Terbaik (no.Mobile Bank Terbaik (no.24) - Pemenang Overall (no.penghargaan majalah/institusi penghargaan Survey Consumer Banking Excellent– Bank Mandiri sebagai Bank Masa Depan Posisi Bank Mandiri sbb: . 2 nilai 42. 2 nilai 63. including back–office Asiamoney 2006 FX Poll for Indonesia–Financial Institutions Best domestic providers of FX services Asiamoney 2006 Corporate Governance Poll for Indonesia - Overall Best Company in Indonesia for Corporate Governance 2006 Best Company in Indonesia - for Disclosure and Transparency 2006 Best Domestic FX Provider as voted by Corporates 2006 - Best for FX Sales - Best FX Prime Broking Services for Asian Clients - Best for Macroeconomics Research Best Local Cash Management Banker as voted by Corporates 2006 - Best overall domestic cash management for small business - Best overall domestic cash management for large business - Best overall cross border cash management for medium business - Most innovative cash management solutions for small business Posisi 3 untuk kategori Merchant Outlets versi Member Ranking and Card & Merchant Statistical Report The Outstanding Achiever–Larger Issuer Award 2005 The Best Cash Management System 2006  penghargaan .56) .Best for currency strategy - Best post-trade services. 2 nilai 74. 2 nilai 80. 2 nilai 85.40) .16) .42 posisi 1.92) .

Bank Mandiri menyelesaikan implementasi eMAS (Enterprise Mandiri Advance System). Limit kredit (plafon) terbesar yang diberikan kepada BPR 3. Bank Dagang Negara.Learning Center ISO 9001: 2000 Untuk Bidang Compliance dan Treasury Operation Department–Central Operations Group milestone 1999 Bank Mandiri didirikan pada tanggal 2 Oktober 1998. Pada tahun 1999. berdasarkan survei yang dilakukan pada tahun 2005. Hal ini merupakan landasan bagi tahap transformasi berikutnya menjadi Regional Champion Bank. berjangka waktu 5 tahun yang dicatatkan di Bursa Efek Singapura. Pemerintah menambah penyertaan modal kepada Bank Mandiri melalui penerbitan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah sebesar Rp178 triliun. Selanjutnya Bank Bumi Daya. yang merupakan sistem core banking baru.Kriya Pranala Award sebagai bank umum dengan total aset diatas Rp 100 triliyun untuk kategori 1. Pemerintah Republik Indonesia melakukan divestasi sebesar 20% atas kepemilikan saham di Bank Mandiri melalui penawaran umum perdana (IPO). 2004 Pada tanggal 11 Maret 2004. dengan nilai indeks kepuasan nasabah 4. Pemerintah Republik Indonesia melakukan divestasi lanjutan atas 10% kepemilikan di Bank Mandiri. Pada bulan Agustus.045. J umlah linkage (kemitraan) terbesar dengan BPR 2.Call Center Banking . Pada bulan April. Bank Ekspor Impor Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia secara legal bergabung ke Bank Mandiri pada tanggal 31 Juli 1999. 2003 Pada tanggal 14 Juli 2003.  Penyebaran wilayah atau propinsi terbanyak Linkage Program Award Call Center Award 2006 Service Quality Award 2007 Kategori Banking Services: Regular Banking and Priority Banking for Domestic Banking The Best Online Banking tahun 2005 dari untuk layanan Internet Banking Indonesia Best Website 2006 untuk kategori Internet Banking The Best Investor Relations in Banking Sector ISO 9001:2000 Badan Sertifikasi Lloyd’s Register Indonesia The Best Performance Bank tahun 2005 untuk kategori layanan mobile/SMS Banking dengan jumlah user terbanyak dan fitur terlengkap Award of Achievement in Highest Increase in Number of Activated Locations Posisi ATM Bank Mandiri berada di peringkat kedua ICSA (Indonesia Customer Satisfaction Award). Banking Service Excellence Award 2006– Best Overall Performance Indonesian Bank Loyalty Champion Kategori Credit Card Bank BUMN dengan strategi suku bunga yang inovatif dan kompetitif . penghargaan  . Bank Mandiri menerbitkan Medium Term Notes (MTN) sebesar USD 300 juta.  Baki debit (outstanding) terbesar yang diberikan kepada BPR 4.

634 (129) 2.1% 10.534 4.6% 128.444 6.114 235.256 8.733 13.6% 190.445 (1.6% 8.3% 0.9% 74.453 696 404 (14) 314 269 Pendapatan Operasional [2] Beban Overhead [3] Beban Penyisihan/(Pembalikan) Penghapusan Aktiva Produktif dan Komitmen & Kontinjensi Beban Penyisihan/(Pembalikan) Penghapusan Lainnya Laba (Rugi) Sebelum Taksiran Pajak Penghasilan dan Hak Minoritas Laba (Rugi) Bersih NERACA Jumlah Aktiva Aktiva Produktif—Bruto Aktiva Produktif—Neto Kredit yang diberikan Penyisihan Penghapusan Kredit Jumlah Dana Pihak Ketiga Jumlah Kewajiban Jumlah Ekuitas RASIO-RASIO KEUANGAN Imbal Hasil Rata-rata Aktiva (ROA)—Sebelum Pajak [5] Imbal Hasil Rata-rata Ekuitas (ROE)—Setelah Pajak [6] Marjin Pendapatan Bunga Bersih Rasio Pendapatan Selain Bunga terhadap Pendapatan Operasional Rasio Beban Overhead terhadap Pendapatan Operasional [7] Rasio Beban Overhead terhadap Jumlah Aktiva Rasio Kredit Bermasalah (Non Performing Loan/NPL)—Bruto Rasio Kredit Bermasalah (Non Performing Loan/NPL)—Neto Penyisihan Penghapusan Kredit terhadap Kredit Bermasalah (Non Performing Loan/NPL) Rasio Kredit terhadap Dana Pihak Ketiga–Non Bank Rasio Kecukupan Modal Inti (Tier 1 Capital Ratio) [8] [4] 250.746 11.943 (9.495 3.070 (1.6% 42.391 333 (309) 7.3% 16.9% 48.269 3.6% 3.708 241.6% 25.156 225.233 603 10.267 4.586 8.047 13.436 13.935 263.788 2.176 26.147 229.6% 1.170 218.ikthisar keuangan 2002 Rp miliar Diaudit LABA RUGI Pendapatan Bunga Bersih Pendapatan Selain Bunga [1] 2003 Rp miliar Diaudit 2004 Rp miliar Diaudit 2005 Rp miliar Diaudit 2006 Rp miliar Diaudit 2006 USD juta 6.4% 25.218 24.435 249.3% Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) [8]  ikhtisar keuangan .581 5.3% 44.433 65.395 248.838 223.693 (11.598) 22.0% 4.8% 53.149 304 1.811 229.169 23.9% 40.7% 1.395 237.8% 4.0% 23.811 3.955 2.671 (14.071) 184.807 75.3% 45.2% 23.753 3.0% 51.1% 21.389) 205.849 26.7% 55.1% 1.7% 20.5% 15.078 6.100) 178.5% 19.156 214.345 2.291 25.436 230.4% 27.4% 2.1% 22.2% 2.214 94.5% 4.831 2.714 27.862 3.226 231 5.7% 3.915 538 (321) 7.383 244.032 4.2% 7.3% 26.6% 2.8% 139.341 29.057) 1.3% 1.626 1.2% 2.7% 18.957 14.4% 31.2% 19.9% 2.2% 15.702 229.8% 57.8% 23.4% 30.215 267.004 117.007 3.417 (9.7% 18.636) 175.8% 1.926 2.6% 25.633 10.525 5.1% 42.4% 1.037 20.421 1.586 9.668 226.059 106.9% 34.824) 206.4% 35.403 (8.289 240.3% 5.5% 2.489 11.4% 7.517 245.

diambil dan/atau dihitung dari laporan keuangan konsolidasian PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 2004. 21.025 9. anggota Ernst & Young Global. oleh sebab itu bukan merupakan penyajian yang lengkap. [9] Ikhtisar keuangan tahun 2006.425 9. Sarwoko & Sandjaja. periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003. 2004 dan 2005 telah direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian informasi keuangan tahun 2006. [7] Beban overhead dibagi Pendapatan Operasional tidak termasuk keuntungan dari kenaikan nilai dan penjualan surat-surat berharga dan Obligasi Pemerintah.800 JUMLAH ATM 06 Periode 18.192 17.950 8.062 19.397 21.735 2. [6] Laba bersih dibagi rata-rata saldo triwulanan jumlah ekuitas pada tahun yang bersangkutan. periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 30 April 2003 (setelah kuasi reorganisasi) dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2002 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono. [4] Termasuk pendapatan yang ditangguhkan atas kredit yang dibeli dari BPPN. 31 Desember 2005.265 6. beberapa informasi keuangan untuk tahun 2002.catatan [1] Termasuk keuntungan dari kenaikan nilai dan penjualan surat-surat berharga dan Obligasi Pemerintah. 2003. 31 Desember 2004.022 1. 2005.000 6. Sarwoko & Sandjaja.830 8.285 JUMLAH ATM-LINK NILAI TUKAR Rp /usd (per 31 desember) 02 03 04 05 06 Periode 02 03 04 05 06 Periode 2-560 05 2. [8] Perhitungan rasio kecukupan modal inti (Tier I Capital Ratio) dan rasio kecukupan modal (CAR) berdasarkan angka bank saja. [5] Laba sebelum taksiran pajak penghasilan dan hak minoritas dibagi dengan rata-rata saldo triwulanan jumlah aktiva pada tahun yang bersangkutan. anggota Ernst & Young Global (31 Desember 2006) dan Prasetio.537 9.003 4.559 924 909 730 687 789 ikhtisar keuangan  . Untuk tujuan perbandingan.693 jumlah pegawai 02 03 04 05 JUMLAH KANTOR CABANG DALAM NEGERI 2. [3] Beban umum dan administrasi + Beban gaji & tunjangan pegawai. [2] Pendapatan bunga bersih + Pendapatan selain bunga.716 5. 2003. dan 2002 diatas. dan Anak-anak Perusahaan per tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006.470 04 02 03 04 05 06 Periode 06 Periode 02 03 4. Terdapat reklasifikasi sebesar Rp 201 miliar di tahun 2005 dari pendapatan selain bunga ke pendapatan bunga.

edwin gerungan • Komisaris Utama dan Komisaris Independen  sambutan komisaris utama .sambutan komisaris utama Kami tetap berkomitmen untuk senantiasa mengarahkan Bank memberikan shareholder value yang tumbuh berkesinambungan dengan berlandaskan penerapan prinsip-prinsip good corporate governance serta berusaha merefleksikan etika dan budaya tata kelola yang baik dalam setiap struktur dan kebijakan yang kami ambil.

visi Dewan Komisaris adalah: Menjalankan langkah-langkah proaktif dalam melaksanakan fungsi-fungsi dan peran kami di dalam pengawasan kebijakan Bank. Pemegang Saham serta Masyarakat. Pada tahun 2006. Walaupun transformasi Bank Mandiri masih dalam tahapan awal. Pengawasan tersebut berlanjut dengan pemantauan kinerja manajemen dalam melaksanakan rencana-rencana bisnis tersebut. Dengan fokus arahan pada konsolidasi dan pertumbuhan jangka panjang. Survei yang dilaksanakan oleh majalah Asiamoney di tahun 2006 menobatkan Bank Mandiri selaku The Overall Best Company in Indonesia for Corporate Governance dan juga The Best Company in Indonesia for Disclosure & Transparency 2006. Bank Mandiri berhasil mencatat kemajuan dalam perjalanan transformasinya yang dimulai pertengahan 2005. Kami bertanggung jawab atas seleksi kandidat direksi. Usaha-usaha kami mewujudkan good corporate governance telah memberikan imbal hasil (return) yang sangat baik bagi para Pemegang Saham. kami membukukan peningkatan laba bersih sebesar 301%. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder Bank Mandiri atas dukungan. dan melaksanakan review atas seluruh calon yang direkomendasikan kepada pemegang saham berdasarkan kebutuhan organisasi dan keahlian masing-masing kandidat direksi. bersamaan dengan membaiknya kualitas aktiva produktif dan meningkatnya kualitas pelayanan kami kepada nasabah. kami dengan gembira menyambut lima anggota Direksi baru. Kami berusaha untuk merefleksikan etika dan budaya tata kelola yang baik dalam setiap struktur dan kebijakan yang kami ambil. Kami melaksanakan amanat tersebut dengan bantuan empat Komite yang bertanggung jawab atas Corporate Governance. Dewan Komisaris melaksanakan peran utamanya dalam penyusunan tim manajemen yang kompeten dan cakap melalui Komite Nominasi dan Remunerasi. kami melaksanakan fungsi pengawasan kebijakan dan penatalaksanaan untuk memastikan bahwa Bank dikelola sesuai dengan peraturan yang berlaku dan manajemen telah merumuskan. dimana tiga diantaranya bergabung setelah menempuh perjalanan karir panjang di berbagai institusi keuangan lainnya. arahan dan visi Dewan Direksi serta jajaran manajemen senior memberi keyakinan kepada kami bahwa Bank Mandiri akan mewujudkan visi transformasi tersebut. Di tahun 2006. Kami juga berupaya untuk memastikan bahwa manajemen risiko Bank Mandiri diterapkan dengan efektif dan efisien dengan mengkaji risiko kredit. Komitmen kami terhadap prinsip-prinsip GCG dan kemajuan dalam implementasinya telah mengundang penghargaan dari masyarakat internasional. jaringan distribusi yang luas berskala nasional dan kecakapan manajemen yang luar biasa. memperbaiki tata kelola dan menempatkan Bank Mandiri dalam jalur yang kokoh untuk meraih profitabilitas dan pertumbuhan yang berkesinambungan setelah masa-masa transisional yang sulit selama 2005. pengawasan strategi dan manajemen risiko serta penguatan manajemen untuk menciptakan dan mendorong budaya berorientasi kinerja. risiko pasar dan risiko operasional secara periodik serta memantau efektivitas pengawasan internal untuk menekan fraud. Laporan dari masing-masing komite tersebut beserta perananannya dalam kerangka tata kelola kami bisa kita ikuti di bagian lain dari Laporan Tahunan ini. mensosialisasikan dan melaksanakan standard operating procedures yang memadai untuk memastikan kepatuhan Bank Mandiri secara keseluruhan serta telah menetapkan dan membentuk prinsip-prinsip good corporate governance. tanggung jawab kami selaku Dewan Komisaris semakin berpusat pada pengawasan kebijakan dan penatalayanan. di tahun 2006 ini kami fokus pada efektivitas penerapan GCG. Kami tetap berkomitmen untuk senantiasa mengarahkan Bank dalam memberikan shareholder value yang tumbuh berkesinambungan dengan berlandaskan penerapan prinsip-prinsip good corporate governance. Kami saat ini telah berada di jalan yang tepat untuk mewujudkan aspirasi kami untuk menjadi pelaku utama (leading driver) dari konsolidasi industri perbankan Indonesia yang pada akhirnya menjadi Regional Champion Bank. sampai dengan pelaksanaan program-program untuk mencapai efisiensi operasional. Seperti telah kami kemukakan pada Laporan Tahunan tahun lalu. saya ingin menyampaikan penghargaan atas hasil luar biasa yang telah dicapai seluruh karyawan Bank Mandiri dalam meningkatkan mutu pelayanan. infrastruktur yang menakjubkan. Bila di tahun 2005 kami berkonsentrasi untuk menjabarkan kebijakan yang berlandaskan Piagam GCG kami. yang diangkat pada tahun 2006. nasehat dan kesabarannya. Atas nama Dewan Komisaris. manajemen risiko dan kualitas aktiva kami. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Kebijakan Risiko. Dalam peranan ini. Kami sangat antusias untuk bekerja sama dengan Dewan Direksi. manajemen senior dan seluruh karyawan pada bulan-bulan dan tahun-tahun mendatang dalam rangka mengeksplorasi potensi-potensi para nasabah yang loyal.Kepada para Stakeholder. Edwin Gerungan Komisaris Utama dan Komisaris Independen sambutan komisaris utama  . manajemen risiko dijalankan secara efektif dan efisien serta pengembangan manajemen dan sistem sumber daya manusia yang menunjang terciptanya lingkungan kerja yang kondusif dalam pengembangan profesionalisme. Kemajuan dalam transformasi itu tetap mengharuskan kami melakukan perbaikan di antaranya mengenai tata kelola perusahaan (corporate governance). baik untuk kepentingan karyawan maupun Bank Mandiri itu sendiri. Dengan adanya komite tersebut serta melalui komunikasi secara teratur dengan Dewan Direksi. Audit dan Nominasi dan Remunerasi. Kami diberi amanat untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip good corporate governance diterapkan secara komprehensif. Pengawasan kami terhadap strategi Bank dimulai sejak penyusunan rencana bisnis dan aliansi strategisnya.

Illinois pada bulan Juni 1972 dan bergabung dengan Citibank N. Bergabung dengan Atlantic Richfield tahun 1997. Tahun 2000 sampai tahun 2001. beliau diberi kepercayaan sebagai Kepala BPPN yang melaksanakan restrukturisasi perusahaan. Tahun 2001. Tahun 1998 sampai tahun 1999. beliau menduduki posisi Komisaris PT IEF Consultan. Muchayat Wakil Komisaris Utama Menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Kimia dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Beliau juga menjabat sebagai Komisaris Bank Danamon pada kurun waktu September 2003 sampai dengan Mei 2005. Surabaya tahun 1978. Beliau menduduki posisi sebagai Komisaris Utama Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 tahun 2003. beliau ditunjuk menjadi Komisaris Utama Bank Mandiri. dan pada bulan Mei 2005. Tahun 1996. Dari tahun 1990 sampai tahun 1996. beliau kembali berkarir di dunia perbankan dan bergabung dengan Bank Mandiri menduduki posisi Executive Vice President— Treasury & International. beliau menjabat sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR-RI). sebagai Senior Advisor. Surabaya tahun 1979. beliau ditunjuk menjadi Komisaris Bank Central Asia. beliau ditunjuk menjadi Komisaris Bank Mandiri. Puncak karir beliau selama 25 tahun di Citibank pada saat menduduki posisi jabatan Head of Treasury and Financial Markets. kemudian menjadi Koordinator Pencatatan Efek (Listing Committee) Bursa Efek Surabaya (BES). beliau ditunjuk sebagai Wakil Ketua Jurusan Fakultas Teknik Kimia sampai dengan tahun 1984. Perancis tahun 1984.A. program penjaminan serta penjualan aset yang berkaitan dengan program penyehatan sektor perbankan pada saat itu. dan Certificate Industrial Management dari Institut National Polytechnique de Lorraine (INPL) di Nancy. Tahun 1982. 2 Muchayat Wakil Komisaris Utama 3 Soedarjono Komisaris 4 Richard Claproth Komisaris 5 Gunarni Soeworo Komisaris Independen 6 Pradjoto Komisaris Independen 7 Yap Tjay Soen Komisaris Independen 10 dewan komisaris . Beliau memulai karir sebagai Pengajar (Dosen) di Fakultas Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember. pada bulan Agustus 1972. Tahun 1999. memperoleh gelar Master tahun 1983. Jabatan profesional lainnya meliputi Wakil Ketua KADIN tahun 2004 dan Ketua Ikatan Konsultan nasional Indonesia dari tahun 1997 sampai dengan tahun 2002. beliau terpilih sebagai Wakil Ketua KPKPN selama tiga tahun. Tahun 2002. beliau menjabat Komisaris Utama PT Surabaya Artha Selaras Sekuritas di Surabaya. perbankan.dewan komisaris 1 Edwin Gerungan Komisaris Utama dan Komisaris Independen Edwin Gerungan Komisaris Utama dan Komisaris Independen Menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar sarjana dari Principia College. Pada bulan Mei 2005.

4 2 3 7 5 6 1 dewan komisaris 11 .

Sekembalinya dari Amerika Serikat sebagai visiting Professor untuk Program Post Graduate Ekonomi di Graduate School of International Economics. beliau ditunjuk sebagai Wakil Komisaris Utama di Bank Niaga. Australia tahun 1988. Beberapa kali menerima penghargaan dari Pemerintah Indonesia termasuk diantaranya Satya Lencana Karya Satya 10 Tahun pada tahun 1993. beliau menjadi Kepala Kantor Akuntan Negara Jember. ia menjabat sebagai Sekretaris Kementerian BUMN dari tahun 2004 sampai tahun 2005 dan menjabat Anggota Tim Ekonomi Lemhanas. dan dimutasikan ke Kantor Pusat Citibank NA. beliau menjabat Komisaris Utama PT Danareksa (Persero) dan ditunjuk kembali menjadi Komisaris Bank Mandiri pada bulan Mei 2005. 12 dewan komisaris . beliau menjabat Wakil Ketua Komite Nasional Good Corporate Governance. USA pada tahun 1992. beliau bergabung dengan Bank Niaga. Memulai karir sebagai Kepala Seksi di Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral tahun 1989. dan ditunjuk sebagai Direktur Utama sejak tahun 1994 selama jangka waktu 5 tahun. Tahun 1998 sampai 2003. Sejak tahun 2004. Pada tahun 2005 ditetapkan sebagai Komisaris di Bank Mandiri. Post graduate Fellowship di John Kennedy School of Government. Beliau tetap berkarir di DJPKN setelah berganti nama menjadi Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Credit Department Head. Gunarni Soeworo Komisaris Independen Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjadjaran. Beliau juga terpilih sebagai Wakil Ketua IRPA (Indonesian Risk Professional Association). dan Anggota Bankers Club Indonesia.dewan komisaris Soedarjono Komisaris Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi dari Universitas Indonesia tahun 1965 dan memulai karir sebagai Akuntan di kantor Akuntan Negara Yogyakarta tahun 1966. Satya Lencana Wira Karya pada tahun 1996 dan Bintang Jasa Pratama pada tahun 1998. Saat ini. Dipromosikan sebagai Direktur Bank Niaga membawahi Marketing and Credit Directorate pada tahun 1989. Pada tahun 1993. juga menjabat Ketua Tim Pengawas Bank International Indonesia dari tahun 2002 sampai tahun 2003. New York tahun 1976 sebagai Risk Assets Reviewer. Beliau merupakan anggota Dewan Ekonomi Nasional dan sebelumnya juga merupakan anggota Komite Pengawas BPPN. Tahun 1999 sampai tahun 2004. beliau juga menjabat Penasehat dan Dewan Kehormatan Institut Bankir Indonesia. dan dipromosikan sebagai Kepala Humas Departemen Pertambangan dan Energi pada tahun 1991. Tahun 1998. Tahun 1987. Beliau juga Kepala Bapeksta untuk Fasilitas Ekspor di Departemen Keuangan dari tahun 1991 sampai dengan tahun 1993. Beliau menjabat Komisaris Utama Bank Danamon dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2002. Brandeis University. diangkat menjadi Asisten Menteri Koordinator Bidang Ekuin dan kemudian menjadi Deputi Menteri Koordinator Bidang Ekuin untuk berbagai bidang tanggung jawab dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2001. dan pada tahun 1979 menjadi Kepala Sub Direktorat Perencanaan dan Analisa di Direktorat Jenderal Pengawasan Keuangan Negara (DJPKN). Terpilih sebagai Ketua Perbanas sejak tahun 1999 sampai tahun 2003 dan memimpin bidang perbankan Kamar Dagang dan Industri. Jakarta tahun 1970 sebagai Pro-Manager. Marketing & Credit. Bandung tahun 1968 dan bergabung dengan PT Unilever di bidang penjualan pada tahun yang sama. Post Graduate di bidang Geothermal Science dari International Institute of Geothermal Research tahun 1982 dan gelar Doktor di bidang Earth Science dari Universitas Wollongong. Beliau juga pernah memegang posisi penting di berbagai organisasi profesi lainnya termasuk sebagai Ketua Ikatan Akuntan Indonesia dari tahun 1994 sampai dengan tahun 1998. dan menjadi Deputi Kepala BPKP pada tahun 1991. Tahun 1972. Richard Claproth Komisaris Memperoleh gelar Sarjana Teknik Geologi dari Institut Teknologi Bandung tahun 1981. Bergabung dengan Citibank NA. Tahun 1999 sampai tahun 2005. dan pada bulan Mei 2005 ditunjuk sebagai Komisaris Independen Bank Mandiri. Jakarta sebagai Senior Vice President and Group Head. Ditunjuk menjadi Kepala Biro Sistem Informasi Energi & Pertambangan di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada tahun 1993 dimana ia berkarir selama 5 tahun. ditunjuk sebagai Kepala BPKP dan menjabat selama 6 tahun. Harvard University. Beliau kembali ke Jakarta tahun 1978 menduduki posisi Vice President and Division Head of Corporate Banking Group. beliau menjabat sebagai Komisaris Bank Mandiri serta juga menjabat sebagai Ketua Komite Audit.

Sejak Mei 2005 bergabung dengan Bank Mandiri sebagai Komisaris Independen. Citicorp Leasing Indonesia. membawahkan bidang Operations. Jogjakarta. Di tahun 2002. beliau bergabung sebagai anggota Himpunan Konsultan Pasar Modal dan terpilih sebagai anggota Tim Panel IMF masalah Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Tahun 1994. Kembali berkarir di Citibank Corporate Banking tahun 1985 untuk menyelesaikan non-performing loans dan membangun Transactional Product Business Unit tahun 1986. beliau ditugaskan untuk membangun local joint venture. Yap Tjay Soen Komisaris Independen Memperoleh gelar BSc Mechanical Engineering dari McGill University di Montreal. kemudian melanjutkan pendidikan Master di Faculty of Economy Kyoto University tahun 1986–1988. mendirikan Kantor Konsultan Hukum Pradjoto & Associates. Tahun 1982. Accounting & Investor Relations. cash & tellers. Pada tahun 2005. dan menjadi Tim Perumus Perubahan UU Kepailitan dan juga adalah anggota Komisi Ombudsman Nasional dan Komite Ombudsman BPPN. Beliau mencapai puncak karir di Citibank pada tahun 1988 sebagai Vice President and Production Head in Operations. Tahun 2003 dan 2004. Ketua Ombudsman BPPN dan anggota Oversight Committee BPPN. trade. dan tahun 1993 ditunjuk sebagai CEO untuk Auto 2000 Group sampai dengan tahun 1998. transit clearing. menjadi anggota Tim Gabungan Tindak Pidana Korupsi (TGTPK). ditunjuk sebagai tenaga ahli Kejaksaan Agung RI dan sekaligus anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi).Pradjoto Komisaris Independen Menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia tahun 1981 dan berkarir di PT Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) selama dua belas tahun. Tahun 1992. Tahun 2000. juga dari McGill University pada tahun 1980. terpilih menjadi anggota Komisi Hukum Nasional Republik Indonesia. Pada tahun 2002. menjadi tenaga pengajar pada Program Magister Manajemen Universitas Atmajaya. beliau ditunjuk menjadi Presiden Direktur PT Tuban Petrochemical Industries dan pada tahun yang sama ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Aneka Tambang. Bergabung dengan Astra Group tahun 1989 dan ditunjuk sebagai Direktur PT Toyota Astra Motor membawahkan bidang finance. Memulai karir sebagai Loan & Foreign Exchange Department Head di Citibank NA. accounting & electronic data processing dan menjabat sebagai Executive Coordinator untuk Sumber Daya Manusia. remittances and counter services. Pada tahun 2005 ditunjuk sebagai Penasehat Dewan Gubernur BI. membawahkan bidang loans & deposits. Indonesia tahun 1981 setelah bergabung dengan Citibank sebagai Executive Trainee tahun 1980. Dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2001. Beliau ditunjuk sebagai Komisaris Independen Bank BNI 46 tahun 2003 sampai dengan Mei 2005. ditetapkan menjadi Komisaris Independen di Bank Mandiri. leasing operations. Pada bulan Mei 2005. dewan komisaris 13 . Tahun 2001. Bergabung dengan Asia Food & Properties (Singapore) sebagai Chief Operating Officer tahun 1998 dan berkarir di Bank International Indonesia sebagai Deputy President Director tahun 1999. Treasury and Financial Controls. membawahkan bidang Finance. Kanada tahun 1976 dan memperoleh gelar MBA Finance. menjadi anggota Tim Independen Divestasi Bank Danamon dan Bank Permata serta anggota Tim Panel Arsitektur Perbankan Indonesia (API). beliau menjadi Presiden Direktur PT Astra Sedaya Finance.

dan merupakan sesuatu yang membedakan Bank Mandiri dari pesaingnya. memberikan potensi pertumbuhan bisnis di masa mendatang. dan implementasi client service teams. AGUS MARTOWARDOJO • Direktur Utama 14 sambutan direktur utama . cross-selling. Strategi sinergi ini.sambutan direktur utama Kami memiliki peluang untuk meningkatkan bisnis melalui aliansi strategis.

Perkembangan di tahun 2006 dengan peningkatan laba setelah pajak sebesar lebih dari 301% menjadi Rp 2. pada bulan Oktober 2006 Bank Indonesia mengeluarkan Paket Kebijakan yang terdiri dari 14 (empat belas) Peraturan Bank Indonesia.80% tahun 2006.  Mengembangkan aliansi strategis internal maupun eksternal. Commercial. Apabila kita menengok kembali perkembangan perekonomian Indonesia dan sektor perbankan sepanjang tahun 2006 serta beberapa pencapaian kami di tahun yang lalu. Pengurangan jumlah yang dijamin di tahap akhir ini akan efektif mulai berlaku pada tanggal 22 Maret 2007. sistem dan proses untuk mencapai sasaran dalam rencana jangka menengah ini.  Membangun organisasi dengan budaya berbasis kinerja. No. 2. kami memberikan komitmen untuk berupaya agar Bank Mandiri dapat menjadi Dominant Multi-Specialist Bank di tahun 2010. termasuk didalamnya untuk mempercepat konsolidasi perbankan melalui Peraturan Bank Indonesia: 1. Undang-undang ini mengamanatkan bahwa jumlah maksimum yang dijamin akan secara bertahap dikurangi menjadi sebesar Rp 100 juta untuk setiap nasabah pada satu bank. berkurangnya jumlah simpanan yang dijamin akan memberi peluang bagi Bank Mandiri untuk bisa terus sambutan direktur utama 15 .8/14/PBI/2006 tentang pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum. tercermin dalam Margin Bunga Bersih (Net Interest Margin atau NIM) meningkat dari 5. Peraturan lainnya yang mempengaruhi persaingan di sektor perbankan adalah pengurangan program penjaminan simpanan yang dilakukan secara bertahap semenjak diberlakukannya Undang-undang RI No.8/17/PBI/2006 tentang insentif dalam rangka konsolidasi perbankan 3. Kondisi dan Regulasi Perbankan Nasional Kondisi sektor perbankan Nasional di tahun 2006 mengalami perkembangan yang positif. Tahun 2006 adalah tahun pertama dalam rencana transformasi ini dan kami telah berupaya untuk meletakkan pondasi yang kuat melalui pengembangan organisasi. dan ketiga adalah ‘Shaping the end game’ – dimana kami mengantisipasi Bank memiliki peranan aktif dalam proses konsolidasi Sektor Perbankan Indonesia. nampaknya kita perlu optimis akan apa yang akan dapat kami capai di tahun 2007. 3. sertifikat deposito. Kedua adalah tahap ‘Building momentum’ dimana diharapkan kami dapat tumbuh signifikan di semua segmen. yaitu bank milik publik yang terkemuka di kawasan Asia Tenggara dengan nilai kapitalisasi pasar yang mencapai setidaknya USD 10 miliar. Melihat keseriusan Bank Indonesia dalam mendorong terciptanya konsolidasi di sektor perbankan.63% menjadi 5. Dalam rencana transformasi 5 tahun yang kami susun di tahun 2005 yang lalu. Didorong pertumbuhan kredit yang kuat pada kuartal terakhir. 4. kami menyampaikan hasil kerja keras dan kinerja yang diperoleh pada tahun 2006 yang baru saja berlalu. tabungan atau bentuk lain yang dipersamakan dan tercatat di bank tanpa membedakan kepemilikan.24 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di tahun 2004. Kami juga menyambut baik rencana Bank Indonesia untuk mengkaji berbagai kebijaksanaan terkait dengan klasifikasi kolektibilitas aktiva produktif seperti yang telah disampaikan sebelumnya.Pemegang saham yang terhormat.  Mempersiapkan diri menjadi Regional Champion Bank.  Memperkuat Manajemen Risiko dan Operasi dan peningkatan kualitas aktiva produktif. Begitu juga kinerja perbankan yang menunjukkan peningkatan laba dan penguatan balance sheet. Sementara itu. Bank Indonesia juga mengeluarkan beberapa kebijakan untuk membangun sektor perbankan sesuai dengan Arsitektur Perbankan Indonesia yang dimaksudkan untuk menciptakan industri perbankan yang lebih sehat dan kuat. serta indikator makro ekonomi lainnya yang terus membaik telah membangkitkan harapan bahwa sektor perbankan dapat meningkatkan peranan aktif fungsi intermediasinya. serta program kerja yang telah kami susun untuk tahun mendatang. No.8/4/PBI/2006 sebagaimana diubah dengan No. tercermin dari penurunan tingkat bunga yang cukup siginifikan. Micro & Retail dan Consumer Finance dengan menetapkan strategi yang sesuai di masing-masing segmen dengan terus meningkatkan sinergi yang dihasilkan antar Business Unit yang mengelola berbagai segmen.  Memperbaiki kualitas pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan segmen yang dilayani. Bank Mandiri tentunya perlu mempersiapkan diri untuk dapat berpartisipasi secara aktif dalam proses tersebut. Tumbuh menjadi Dominant Multi-Specialist Bank dengan menguasai pangsa pasar pendapatan (market share revenue) sebesar 20%–30% di segmen bisnis Corporate. Dengan berbahagia.421 triliun menunjukkan bahwa program transformasi yang mulai kami jalankan di tahun 2006 telah mulai menunjukkan hasil. Sebagai bank terbesar dengan modal yang kuat serta pengalaman merger sebelumnya. dimana maksimum penjaminan sebesar Rp 100 juta berlaku untuk giro. Dalam rangka untuk lebih meningkatkan fungsi intermediasi perbankan. 2. Laporan tahunan 2006 telah menunjukkan indikasi bahwa Bank Mandiri kembali back-on-track untuk menuju kinerja yang telah ditargetkan sesuai dengan rencana transformasi 5 tahun. 2. kredit perbankan dapat tumbuh 14.8/16/PBI/2006 tentang kepemilikan tunggal pada perbankan Indonesia.’ strategi 5 tahun untuk menjadi Dominant Multi-Specialist Bank di Indonesia tersebut lebih lanjut kami terjemahkan dalam beberapa ukuran dan milestone yang diharapkan akan dicapai pada 2010: 1. Kami berharap bahwa kondisi dan kinerja keuangan yang kelak menjadi lebih baik di tahun 2006 membangun momentum yang lebih baik dan mempercepat pertumbuhan peningkatan keuntungan dan tranformasi pada tahun 2007.3% selama setahun. Dari dari 14 peraturan tersebut terdapat 11 peraturan yang dimaksudkan untuk meningkatkan peranan intermediasi perbankan. Bank Mandiri tentunya berpeluang untuk menjadi pendorong utama (leading driver) dari konsolidasi industri perbankan Indonesia. Upaya Transformasi Bank Mandiri ini dibagi dalam 3 tahap yaitu: tahap pertama ‘Back-on track’ – dimana fokus kami adalah untuk membenahi dan membangun dasar-dasar pertumbuhan di masa datang. Sejalan dengan dengan visi kami. Sebagai bank milik pemerintah yang umumnya dipersepsikan relatif lebih aman. Program Transformasi 5 tahun tersebut akan dijalankan sesuai empat tema berikut ini: 1. Menurunnya suku bunga terutama di semester kedua 2006. ‘Menjadi Bank Terpercaya Pilihan Anda. No. deposito.

Tren pertumbuhan ekonomi juga dipacu oleh masih tingginya pengeluaran pemerintah dan membaiknya kinerja ekspor. Dari sisi intermediasi. Momentum perbaikan terlihat di paruh kedua 2006. kebijakan moneter di beberapa negera masih menunjukkan siklus kebijakan moneter yang ketat dengan pertimbangan adanya ketidakpastian dari fluktuasi harga minyak dunia dan meningkatnya ketidakseimbangan global.12% di awal tahun 2006. Kondisi tersebut memaksa Pemerintah merekstukturisasi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) Domestik di pertengahan tahun 2005 yang kemudian diikuti oleh kenaikan inflasi headline pada level 2 digit di bulan Oktober 2005. Sementara itu. rasio kredit bermasalah (non performing loans/NPL) perbankan tercatat sebesar 6.85 triliun meningkat cukup pesat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1. kebijakan pemerintah yang baik termasuk kebijakan moneter dan fiskal mampu mendorong turunnya inflasi hingga sebesar 6. Rata-rata inflasi diperkirakan akan tetap terjaga pada level 6. dimana perekonomian Indonesia mulai terlihat arahnya menuju perkembangan yang semakin membaik.64%. Secara umum. dari segi profitabilitas Return on Assets (ROA) tahun 2006 dapat tumbuh menjadi 2.07% di akhir tahun 2006.75%. dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 21. Namun. Melambatnya kondisi ekonomi yang terjadi tahun lalu banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal. nilai rupiah cenderung terus menguat seiring dengan aliran modal masuk ke dalam negeri.75% di awal tahun 2006 untuk menekan laju inflasi. Perbaikan kondisi ekonomi juga dilakukan dari sisi keuangan.469.56%. keyakinan akan pertumbuhan ekonomi yang tumbuh lebih baik di tahun 2007 terus berlangsung.75%–9.66%. Selain itu. terdapat kemungkinan meningkatnya tekanan inflasi di tahun 2007 sebagai akibat dari kenaikan biayabiaya dan meningkatnya permintaan domestik. dari sisi eksternal. membaik dari tahun sebelumnya yang berada pada angka 7. Inflasi yang terus menurun memberi ruang bagi otoritas moneter untuk menurunkan suku bunganya secara bertahap. Tahun 2007 merupakan tahun yang penting bagi perbankan dengan adanya beberapa kebijakan perbankan. Permodalan pun meningkat cukup pesat. Dari sisi internal. tumbuh dari angka 19. Beberapa faktor yang menjadi pendorong peningkatan kegiatan ekonomi tersebut antara lain adalah kenaikan konsumsi rumah tangga yang didorong oleh membaiknya daya beli masyarakat seiring dengan inflasi yang terjaga dan masih adanya ruang bagi suku bunga untuk turun lagi di tahun 2007. khususnya perbankan.26 miliar di akhir tahun 2006. sampai dengan akhir tahun dapat diturunkan sebesar 300 bps pada level 9.6% di akhir tahun 2006 dari level sebesar 17. sisi pengeluaran pemerintah terkait belanja modal dan belanja barang yang tepat waktu dan tepat sasaran masih akan berkontribusi pada pembangunan ekonomi di tahun 2007. Sementara itu.693. Penurunan suku bunga yang bertahap dan terencana juga telah mampu mendorong pertumbuhan kredit sampai dengan akhir tahun 2006 yang tumbuh sebesar 14%. Di tahun 2007 kebijakan moneter diperkirakan akan dijalankan secara lebih hati-hati dikarenakan menghadapi beberapa faktor yang perlu diwasapadai. Salah satu dampaknya.00% di akhir tahun. Kinerja bank umum menunjukkan perbaikan secara keseluruhan.55% di tahun 2005. Kebijakan yang tepat tersebut mampu mendorong ekspektasi mengenai perbaikan kondisi ekonomi. perkembangan Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan masih menunjukkan perbaikan hingga tahun 2006 mencapai 61. Bank Indonesia telah mengeluarkan serangkaian kebijakan untuk menciptakan sistem perbankan yang kuat dan efisien. lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang berada pada angka 59.27%. namun secara keseluruhan kondisi perekonomian di sepanjang tahun 2006 menunjukkan tren ke arah perbaikan dengan ekspektasi pertumbuhan ekonomi di 2007 lebih dari 6%. berlandaskan pada prinsip kehati-hatian dan manajemen resiko yang ditujukan untuk meningkatkan kinerja menuju Arsitektur Perbankan Indonesia (API).5% dengan suku bunga yang akan turun pada level 8.83 triliun. sehingga cadangan devisa Indonesia mencapai level tertinggi sebesar USD 43. Semakin meningkatnya porsi ekspor non-migas disertai perkembangan tingginya harga komoditas dan energi di dunia menjadikan surplus neraca perdagangan dan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dengan rekor nilai ekspor mencapai USD 100 miliar. Suku bunga yang sebelumnya naik sampai dengan level 12.5%. kebijakan penjaminan pembayaran kewajiban bank (blanket guarantee) 16 sambutan direktur utama . kondisi perbankan di tahun 2006 menunjukkan pertumbuhan seperti tercermin pada pertumbuhan total aset perbankan yang meningkat menjadi Rp 1.30% di tahun 2005. Pertama.56%. yaitu harga minyak dunia yang tinggi.perkembangan ekonomi makro Meskipun pertumbuhan ekonomi di tahun 2006 hanya tercatat tumbuh sebesar 5. Meskipun demikian. meningkat dari angka 2.

1 04 2. Rp 9.melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) diyakini telah mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan. Pemerintah mengurangi penjaminan blanket guarantee secara bertahap.31 7.2 5.4 inflasi headline (%) 02 03 04 05 06 Periode Sektor Konsumsi Investasi Impor 9.53 8.572 Rp 9. Dengan adanya skema ini.34 7. maka strategi diatas diharapkan mampu meningkatkan permodalan serta menciptakan struktur perbankan yang lebih optimal dalam jangka waktu sepuluh sampai dengan lima belas tahun mendatang.11 12. Dengan pertimbangan kondisi perekonomian nasional dan perbankan yang sudah berangsur normal. Bank Indonesia juga telah memberikan arah kebijakan bagi konsolidasi perbankan secara umum melalui penetapan kriteria Bank Kinerja Baik (BKB) serta Bank Jangkar (Anchor Bank).9 nilai tukar rupiah (rata-rata) Rp/USD 5. memasuki tahap akhirnya pada 22 Maret 2007 ini dengan skema kewajiban bank yang dijamin meliputi simpanan paling tinggi sebesar Rp 100 juta. akhir tahun 2007 merupakan milestone penting dalam Arsitektur Perbankan Indonesia.318 15.9 5. Dengan peran aktif dari perbankan umum. khususnya pasca pembekuan kegiatan usaha Bank Global di bulan Desember 2004.1 9.2 9.6 laju pertumbuhan PDB menurut sektor (%) 5. Salah satu program tersebut adalah program penguatan struktur perbankan nasional yang ditujukan untuk memperkuat permodalan bank umum. yaitu sebesar Rp 80 miliar di akhir tahun 2007 dari sebesar Rp 100 miliar pada akhir tahun 2010.025 Rp 8. Rp 9.50 12.43 8.75 12.75 suku bunga SBi 1 Bulan (%) 4Q-02 4Q-03 4Q-04 4Q-05 4Q-06 Kemudian..712 4.93 9.6 6.5 pertumbuhan PDB (%) 06 Periode 7. perbankan akan terpacu untuk meningkatkan kinerja dan kondisi kesehatannya untuk menjadi lembaga keuangan paling terpercaya bagi para nasabah penyimpan dana.3 6.9 02 03 04 05 06 Periode 02 03 17.936 Rp 8. Berbagai program dilaksanakan untuk mewujudkan visi API dan tantangan yang akan dihadapi oleh perbankan ke depan.4 4.25 9.2 3.7 05 Pemerintah Ekspor sambutan direktur utama 17 . Strategi peningkatan permodalan bank umum ini ditandai dengan penetapan pencapaian modal inti minimum secara bertahap. Kebijakan LPS yang dimulai sejak tahun 2004. Bagi perbankan yang memiliki modal dibawah Rp 100 miliar.

NPL dari 30 obligor bermasalah yang sempat mencapai 75% dari keseluruhan permasalahan NPL dengan nilai tertinggi sebesar Rp 18. (Undang-undang No. kemajuan yang dapat dicapai lebih cepat dibanding yang kami bayangkan sebelumnya. Berdasarkan pencapaian 2006. Peningkatan Kualitas Kredit Kualitas aktiva produktif khususnya kredit memperlihatkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.3% pada akhir 2006.  Penandatanganan kontrak kinerja dengan pemerintah Republik Indonesia dengan fokus penyelesaian dan penanganan kredit bermasalah. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemegang saham yang telah memberikan dukungan dan persetujuannya untuk: 1. Peraturan pemerintah tersebut juga mendapat konfirmasi melalui pendapat dari Mahkamah Agung. Selain itu recovery dari kredit hapus buku yang mencapai Rp 1. 1 tahun 1995 dan Undang-undang No. 3. pada 22 Desember 2006. Kesamaan Perlakuan Dalam Penyelesaian Piutang dan Kredit Dalam laporan tahunan sebelumnya. menunjukkan kegigihan kami dalam memperoleh recovery dari debitur macet. kami melihat perbaikan-perbaikan yang berarti dalam setiap dimensi permasalahan yang sebelumnya kami hadapi. 33/2006 mengatur bahwa penyelesaian piutang perusahaan negara/daerah dilakukan sesuai dengan peraturan dan regulasi perseroan terbatas dan BUMN.4 triliun di bulan Juni 2005 telah menurun menjadi Rp 7. yang dapat memberikan kesempatan kepada kami untuk mendapatkan recovery yang lebih baik dari kredit yang telah dihapus buku dan juga kredit bermasalah dengan kolektibilitas 5 secara selektif.4%. Sementara itu rasio total cadangan penurunan kualitas aktiva kredit termasuk dengan memperhitungkan agunan dibandingkan dengan total kredit bermasalah telah mencapai 150. Setelah diterbitkannya Peraturan Pemerintah tersebut.  dibandingkan yang ditargetkan.3% pada awal 2005 menjadi 16. Salah satu kunci keberhasilan dalam peningkatan kualitas pinjaman adalah keberhasilan penanganan atas 30 obligor terbesar yang dilakukan secara fokus. maka pada tanggal 6 Oktober 2006 pemerintah mengeluarkan PP No. Kedua regulasi ini diharapkan dapat mempercepat resolusi atas masalah-masalah NPL di BUMN.1%. 2. pada tanggal 9 Oktober 2006. Menteri Keuangan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. Cadangan penyisihan kualitas aktiva produktif yang berhasil ditingkatkan secara signifikan tersebut juga menunjukkan prinsip kehatihatian kami dalam mengelola aktiva produktif khususnya kredit. Laba setelah pajak yang pencapaian targetnya adalah sebesar 159. teridentifikasi terdapat 7 masalah utama yang perlu segera diperbaiki yaitu NPL serta risiko kredit yang tinggi. mereview kebijakan internal dan regulasi yang 18 sambutan direktur utama . tapi tidak menutup kemungkinan untuk debitur besar dengan recovery minimum tidak boleh kurang dari 15%. Dapat juga kami sampaikan dalam kesempatan ini bahwa hampir semua target kinerja (bank saja) yang kita tetapkan untuk tahun 2006 telah dapat kita lampui. Lebih lanjut. Total dana murah yang tumbuh dengan pencapaian adalah sebesar 113. PP No. kami secara khusus menyebutkan bahwa salah satu hambatan penyelesaian NPL adalah keterbatasan pilihan untuk menyelesaikan permasalahan NPL sesuai dengan mekanisme penyelesaian piutang Negara seperti yang selama ini dihadapi BUMN. menunjukkan bahwa transformasi yang kami jalankan telah membuahkan hasil. beberapa di antaranya adalah: Net NPL yang dapat diturunkan lebih rendah 1. 3. oleh karena itu piutang BUMN penyelesaiannya dapat dilakukan sesuai perundang-undangan perseroan terbatas. budaya perusahaan yang belum menyatu dalam organisasi. 19 tahun 2003). 2. corporate governance dan risiko manajemen yang belum efektif. 33/2006 dan PMK No. Bank Mandiri mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) untuk mempersiapkan pelaksanaan PP No.8% dibanding target dalam rencana kerja.  Pelaksanaan Program Penyelesaian Kredit Macet Bank Mandiri (PPKM) yang diharapkan dapat dimulai pada tahun 2007.4% pada akhir 2006. buruknya persepsi publik. 87/2006 mengenai pengurusan piutang perusahaan negara/ daerah. Untuk itu. rasio total cadangan penurunan kualitas aktiva kredit terhadap total kredit bermasalah yang pada akhir tahun 2005 hanyalah sebesar 44. khususnya Bank BUMN dalam menyelesaikan piutang yang termasuk kredit.  Program PPKM diprioritaskan untuk kredit kecil dan menengah. pertumbuhan yang berpotensi melambat serta masih rendahnya keuntungan terutama karena masalah kualitas aktiva yang dihadapi. 14/2005 tentang Tata Cara Penghapusan Piutang Negara/Daerah. 4.8 triliun di akhir 2006.1 triliun selama setahun kemarin. Bahkan untuk beberapa hal. Kami sambut baik rencana Pemerintah Republik Indonesia membentuk Oversight Committe (OC) yang akan mengawasi pelaksanaan program percepatan penyelesaian kredit bermasalah. Dengan menurunnya kredit bermasalah yang dimiliki pada tahun 2005. Pencapaian 2006 Sewaktu kami dipercaya untuk memimpin Bank ini di tahun 2005. walaupun telah dilakukan hapus buku. Dalam Peraturan Pemerintah ini kembali ditegaskan bahwa piutang BUMN (termasuk didalamnya Bank Mandiri) adalah bukan termasuk piutang negara. dalam kesempatan ini kami ingin berterima kasih kepada para stakeholder yang senantiasa memberikan dukungannya dalam upaya restrukturisasi dan penyelesaian kredit bermasalah yang telah memungkinkan menurunnya permasalahan NPL secara signifikan. 33/2006 sebagai revisi atas PP No.  Dalam pelaksanaan program di atas kami dapat menggunakan plafon hapus tagih yang dalam RUPS sebelumya sudah disetujui sebesar maksimum Rp 5 triliun untuk digunakan dalam program ini.7%. 87/2006 yang kami sebutkan di atas. dapat ditingkatkan hingga mencapai 74. Menyadari kesulitan yang dihadapi oleh para BUMN. untuk dapat melaksanakan akselerasi penyelesaian kredit macet. Keberhasilan dalam pengelolaan kredit bermasalah khususnya tidak terlepas dari upaya untuk mendapatkan kerjasama dari para debitur bermasalah tersebut. Gross Non-Performing Loan (NPL) tahun 2006 turun secara drastis dari 25.meningkatkan dana masyarakat yang dihimpun.

Hal ini perlu didukung dengan kultur kinerja yang merupakan bagian dari transformasi organisasi menuju organisasi berbasis Strategic Business Unit (SBU) sesuai dengan salah satu dari 4 tema transformasi kami.  Meningkatkan akuntabilitas dan meningkatkan motivasi masing-masing SBU untuk mencapai target pertumbuhan dalam volume dan profitabilitas 2. Penurunan ini mendorong pelebaran NIM dari sebesar 4. Hal ini memungkinkan adanya perbaikan Cost Efficiency Ratio (CER) dari 55. kami juga telah menetapkan target untuk dapat memposisikan Bank Mandiri sebagai service leader dalam peta persaingan perbankan nasional. Fokus pada pelanggan (Customer Focus) dan Kesempurnaan (Excellence) atau disingkat dengan TIPCE. Sampai dengan akhir tahun 2006. Consumer Finance. bahkan pada tahun 2003 masih diperingkat 16 dan belum ada Bank BUMN yang mampu menembus Top 10 Service Excellence dalam 10 tahun terakhir hasil survei Marketing Research Indonesia (MRI). Perbaikan penerapan Good Corporate Governance merupakan salah satu upaya yang umumnya membutuhkan perubahan sikap dan budaya kerja para karyawan dan karyawati. Treasury & International Banking dan Special Asset Management. hal penting yang dicapai adalah keberhasilan dalam penerapan pricing strategy yang tepat dalam penghimpunan dana masyarakat sehingga mendorong peningkatan efisiensi pengelolaan dana masyarakat yang tercermin dari perbaikan cost of fund dan Net Interest Margin (NIM). Selain pengendalian biaya dana. Commercial Banking. telah dilakukan reorganisasi dimana organisasi Bank Mandiri dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok. kami juga melakukan berbagai inisiatif pengendalian biaya operasional selama tahun 2006 untuk menahan kenaikan biaya overhead tidak lebih dari 1%.3 triliun di akhir tahun 2006 atau tumbuh 27.  utama pengembangan bisnis bank yang terdiri dari 6 (enam) Direktorat. Itu sebabnya kami cukup bergembira sewaktu kami memperoleh penghargaan dari pihak yang independen bahwa penerapan Good Corporate Governance Bank Mandiri dinilai merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia. Meskipun pada saat yang lalu diperlukan fokus pada penyelesaian NPL. Corporate Culture tersebut kami rumuskan melalui 5 (lima) Corporate Value yang mencakup nilai-nilai: Kepercayaan (Trust). Total tabungan meningkat dari Rp 47. 3. Total dana yang berhasil kami peroleh selama tahun 2006 adalah sebesar Rp 205. Pada tahun 2006 Bank Mandiri menghadapi tantangan yang lebih berat karena bank-bank pesaing tentunya akan berupaya keras untuk dapat merebut posisi tersebut.dapat menghambat percepatan penyelesaian kredit bermasalah di bank-bank pemerintah serta melakukan sosialisasi PP No. Di tengah persaingan kualitas pelayanan yang semakin ketat tersebut. Dari segi pengelolaan bisnis.71 triliun. Transformasi organisasi berbasis SBU merupakan salah satu platform penting bagi kami dalam mencapai aspirasi untuk menjadi Dominant Multispecialist Bank karena diharapkan akan: 1.8%. target kami adalah meningkatkan keuntungan di semua segmen yang kami fokuskan. pada bulan Juni 2006. Peningkatan Kualitas Pelayanan dan Penerapan Good Corporate Governance Proses transformasi Bank Mandiri mencapai visinya menjadi Dominant Multi-Specialist Bank dan Regional Champion Bank juga membutuhkan penguatan kembali Corporate Culture Bank Mandiri agar sejalan dengan kondisi saat ini dan tantangan dimasa datang.7% di tahun 2006. yaitu Corporate Banking.’ Pencapaian ini merupakan quantum leap yang luar biasa mengingat pada tahun 2004 berada pada peringkat 11. penghimpunan dana murah mencapai 53% dari total dana pihak ketiga yang didorong oleh tabungan dan giro dengan total Rp 109.9% pada tahun 2006.  Shared Services. 87/2006 serta implikasinya pada penyelesaian kredit macet dan kredit bermasalah di bank-bank BUMN kepada berbagai pihak yang terlibat terutama para penegak hukum. 33/2006 dan PMK No. sehingga umumnya membutuhkan waktu yang cukup lama. kami masih mampu untuk meningkatkan peringkat pelayanan menjadi posisi ke-2 terbaik.  Meningkatkan fleksibilitas dalam merespon kondisi persaingan di setiap segmen yang akan memungkinkan setiap SBU bersaing dengan lebih baik Selain implementasi struktur organisasi berbasis SBU.  Meningkatkan skala operasional bank dan efisiensi biaya transaksi melalui konsolidasi Shared Services unit dalam satu direktorat 3. Setiap group Business Unit diminta untuk memaparkan hasil pencapaian kinerjanya masing-masing dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan serta diminta untuk menjelaskan apabila ada target serta rencana kerja yang belum dapat dicapai atau dilampui serta menyampaikan rencana langkah perbaikan.12 triliun yang naik 16. Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Utama dan dihadiri bukan hanya oleh Direktur Business Unit namun juga oleh para Group Head Business Unit.  menangani kebijakan dan strategi level korporasi yang tediri dari 3 (tiga) Direktorat yaitu Risk Management. Peningkatan NIM dan Dana Murah Serta Pengendalian Biaya Pertumbuhan tajam dana murah pada tahun 2006 menunjukkan kemampuan pengembangan bisnis yang tetap berlangsung. Customer Focus dan Professionalism.1% di tahun 2005 menjadi 4. Membangun Kultur Berbasis Kinerja dengan Organisasi SBU Sesuai visi untuk menjadi Dominant MultiSpecialist Bank. maka sepanjang tahun 2006 telah terjadi penurunan hingga mencapai 6. Jika pada Triwulan I 2006 cost of fund Bank Mandiri masih sebesar 7.2 triliun di tahun 2005 menjadi Rp 60. yaitu: Business Unit yang berfungsi sebagai motor 1. yakni supporting unit yang berfungsi untuk mendukung operasional bank secara keseluruhan.6% dibanding dari tahun sebelumnya. Micro & Retail Banking. Profesionalisme (Profesionalism). Di sisi lain. yang dijalankan oleh Direktorat Technology & Operations. pada tahun 2005 kami berhasil menempati peringkat ketiga dalam ‘Bank Service Excellence Monitor 2006. Compliance & Human Capital dan Finance & Strategy.6% pada tahun 2005 menjadi 48. terutama nilai Excellence. Sebagai indikasi internalisasi corporate values baru yang cukup baik. Integritas (Integrity). setiap bulannya secara disiplin kami melaksanakan pertemuan Performance Review. Sebagai langkah awal menuju organisasi berbasis SBU. sambutan direktur utama 19 .8% dalam kurun satu tahun. untuk menerapkan budaya berbasis kinerja di setiap lini organisasi. Corporate Center yang berfungsi untuk 2.4% di Triwulan IV 2006.

Selain persiapan internal. Pada akhir tahun 2005. kami masih melihat pentingnya untuk tetap fokus dalam penanganan debitur-debitur terbesar di tahun 2007 mendatang.0%. Prosentase peningkatan ini jauh berada di atas peningkatan IHSG pada periode yang sama yang hanya mengalami peningkatan sebesar 55.5%. 3. Perkembangan ini menunjukkan secara nyata bahwa seluruh upaya perbaikan internal yang dilakukan sepanjang tahun 2006 dapat dipahami dan direspon oleh seluruh pemegang saham dengan sangat positif. terlihat dari harga saham Bank Mandiri yang di tahun 2006 menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Kegiatan sales dan marketing yang lebih terfokus. yang berarti telah dicapai lebih dari separuh perjalanan untuk mencapai nilai kapitalisasi pasar untuk menjadi Regional Champion Bank sesuai visi jangka panjang Bank Mandiri yaitu sebesar USD 10 miliar.  Melakukan review NPL untuk menentukan dapat dimasukkan dalam acceleration program. Berdasarkan progress sampai saat ini. Rendahnya suku bunga akan memberikan dampak positif dan kondusif terhadap pertumbuhan kredit secara umum. Melanjutkan Fokus pada Perbaikan Kualitas Kredit Meskipun kredit bermasalah yang berasal dari 30 obligor terbesar telah menurun secara signifikan. Secara internal. Profitabilitas dan Penciptaan Nilai Bagi Pemegang Saham Berbagai upaya dan pencapaian tersebut di atas memungkinkan adanya perbaikan yang berarti pada kinerja keuangan kami. Harus dipastikan tidak ada permasalahan legal yang terkait dalam kredit. 2. dengan target pengembangan 20 sambutan direktur utama . Laba setelah pajak tumbuh 301. Saat ini pertumbuhan akan difokuskan pada 3 (tiga) kelompok unit pengembangan bisnis Bank Mandiri.  Mempertahankan dominasi di segmen Corporate baik untuk product asset dan liabilities serta meningkatkan feebased income produk Treasury sebagai Cash Generator. yaitu: 1. tantangan kami berikutnya adalah akselerasi pertumbuhan bisnis yang berkualitas. tetapi merupakan sebuah hasil kerja keras bersama yang sudah berhasil dibuktikan Bank Mandiri khususnya dalam melaksanakan prinsip-prinsip keterbukaan/ transparansi. 33/2006 dan PMK No. Perkembangan regulasi di sektor perbankan serta penyelesaian piutang dan kredit bagi Bank BUMN memberikan optimisme atas kinerja yang lebih baik lagi di tahun 2007 mendatang.  Meningkatkan asset dan liabilities di segmen Commercial sebagai Emerging Business sebagai bisnis yang telah mulai mapan dengan pangsa yang signifikan. termasuk penilaian kembali agunan yang dimiliki. Suatu performa yang tidak mudah diperoleh. kami memperoleh penghargaaan dari Asia Money sebagai ‘Best Overall for Corporate Governance’ dan ‘Best for Disclosure & Transparency’ di Indonesia. 87/2006 serta untuk mendapatkan persetujuan atas pelaksanaan PPKM. Meskipun program kerja kami yang masih menekankan pada perbaikan berkelanjutan pada perbaikan kualitas kredit namun kami akan memberi perhatian lebih pada pertumbuhan bisnis di semua segmen dibandingkan tahun sebelumnya dengan meningkatkan kolaborasi antar Business Unit (BU). dan ROE dapat ditingkatkan sehingga dapat kembali mencapai double digit yaitu 10. Bersamaan dengan itu.  Menilai aset-aset yang terkait dengan kredit akan diikut sertakan dalam PPKM. 2. namun pada akhir tahun 2006 telah mencapai harga di kisaran Rp 2. harga saham Bank Mandiri masih tercatat sebesar Rp 1. Program ini akan mempercepat penyelesaian kredit bermasalah baik yang masih dibukukan on balance sheet maupun yang telah dihapus buku dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian perbankan.8%. Kinerja keuangan yang membaik serta kepercayaan investor yang direfleksikan dalam ekspektasi atas kinerja yang membaik di masa datang. atau mengalami peningkatan sebesar 76. Selain itu pencapaian tersebut juga merefleksikan kepercayaan nasabah dan harapan investor terhadap prospek Bank Mandiri ke depan sebagai bank terbesar di Indonesia.3%.  Pengembangan produk pendanaan dan fee-based Income dari segmen retail serta Consumer Finance sebagai Future Engine Growth atau motor penggerak utama pertumbuhan di masa datang. kami optimis kondisi makro ekonomi akan membaik melihat tren berbagai indikator yang ada. Penurunan NPL tersebut akan diperoleh melalui pelaksanaan restrukturisasi kredit dan upgrade serta pelunasan.421 miliar. Target dan Rencana di Tahun 2007 Pada tahun 2007 ini.900/lembar.  Penyusunan Standard Operating Procedures (SOP).Pada akhir tahun 2006. proses yang saat ini sedang dalam pelaksanaan adalah: 1. Fokus untuk Pertumbuhan di Masa Datang Sejalan dengan membaiknya kualitas kredit sesuai dengan harapan. Harga saham yang telah meningkat ini juga merefleksikan nilai kapitalisasi pasar di atas Rp 58 triliun. Total laba setelah pajak meningkat dari sebesar Rp 604 miliar di tahun 2005 menjadi Rp 2. Bank Mandiri bersamasama dengan Oversight Committee (OC) yang dibentuk oleh pemerintah akan terus berupaya untuk melakukan sosialiasi atas PP No. Berdasarkan evaluasi internal dalam kondisi persaingan yang semakin meningkat maka akselerasi pertumbuhan di masa datang membutuhkan inisiatif peningkatan kemampuan yang dalam tahun 2007 mendatang akan difokuskan pada 3 hal berikut: 1.640/lembar. Penghargaan ini menunjukkan keseriusan Bank Mandiri dalam melaksanakan prinsip-prinsip Good Corporate Governance selama ini. 3. untuk melaksanakan keputusan RUPS LB pada tanggal 22 Desember 2006 yang lalu Bank Mandiri telah memulai berbagai persiapan internal maupun eksternal untuk menjalankan Program Penyelesaian Kredit Macet (PPKM). kami berharap bahwa setelah net NPL mencapai dibawah 5% maka kami dapat meraih target Gross NPL dibawah 10% pada akhir tahun 2007 mendatang.

J.  Penyelarasan antara sistem insentif dengan performance management system untuk meningkatkan motivasi di seluruh jajaran organisasi. kami akan mampu menjawab semua tantangan dan mewujudkan visi kami untuk menjadi Dominant Multi-Specialist Bank. 3. Agus Martowardojo Direktur Utama sambutan direktur utama 21 . 2.  Penyelarasan kebijakan dan strategi pengembangan sumber daya manusia yang akan memberikan dukungan landasan bagi pengembangan bisnis. Bank terpercaya pilihan Anda. Kendarto yang memasuki masa purna jabatan pada tanggal 22 Mei 2006 dan telah mengabdi selama 26 tahun sejak bergabung dengan legacy Bank Ekspor Impor Indonesia pada tahun 1980 hingga bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun 1999. salah satunya dengan penempatan personell berdasarkan ‘The right person at the right role. secara khusus kami ingin sampaikan penghargaan dan terima kasih atas jasa dan pengabdiannya pada bank yang kita cintai ini. banyak nasabah Corporate Bank Mandiri yang memiliki supplier yang berpotensi untuk menjadi nasabah segmen Commercial atau pegawai yang berpotensi untuk menjadi nasabah Consumer Finance. Atas nama Direksi. Kami sangat menghargai dukungan Anda dan tentunya akan berupaya bahwa di masa datang.’ 5. Pengembangan bisnis melalui kolaborasi atau aliansi internal merupakan kekuatan Bank Mandiri untuk mengembangkan core business di masa mendatang.  Penyelarasan sumber daya manusia kebutuhan pekerjaan dengan memastikan ‘The right person at the right place. kepada Sdr. Kami yakin dengan kemampuan dan komitmen dari seluruh staff dan manajemen Bank Mandiri dan dukungan penuh dari seluruh stakeholder. Terima kasih juga kepada komisaris serta berbagai komite komisaris yang telah memberikan masukan dan kontribusi lainnya dalam memberikan arahan sepanjang tahun ini.  Melengkapi masing-masing SBU dengan fungsi pengendalian keuangan (controller/ decision support) dan pengelolaan sumber daya manusia. industri dan jenis nasabah tertentu. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Inisiatif aliansi strategis internal serta cross selling antar segmen terutama akan dikoordinasikasikan oleh para client service teams. Sejalan dengan penyelesaian kredit bermasalah. Sebagai contoh. Terus-menerus mempersingkat proses yang dibutuhkan untuk dapat memenuhi kebutuhan para customer termasuk di antaranya dalam memproses aplikasi pinjaman serta dalam pengembangan berbagai produk dan jasa pelayanan.  Penerapan Talent Management yang terintegrasi dengan keseluruhan program transformasi.’ Membangun Kolaborasi Antar unit bisnis dan Aliansi Eksternal Salah satu pendorong pertumbuhan bisnis di masa mendatang adalah aliansi dan kolaborasi antara Business Unit (BU). kami berharap Bank Mandiri akan segera dapat memenuhi kriteria sebagai Bank Berkinerja Baik untuk dapat berpartisipasi aktif dalam konsolidasi sektor perbankan seperti yang digariskan oleh Bank Indonesia dalam Arsitektur Perbankan Indonesia. Dengan kolaborasi antar BU maka dimungkinkan untuk memanfaatkan basis nasabah di segmen bisnis tertentu untuk memperoleh kesempatan bisnis di segmen lainnya. Keberhasilan kegiatan sales dan marketing secara terfokus tersebut akan sangat membutuhkan peningkatan pengetahuan mengenai pasar dan customer base yang kami miliki. 4. Saya juga ingin berterima kasih kepada seluruh karyawan dan karyawati Bank Mandiri atas usaha-usahanya dalam membangun Bank Mandiri sehingga menjadi seperti saat ini. 6. 3. Terakhir. Selain pertumbuhan organik.B. Pelaksanaan aliansi internal sangat penting bagi pertumbuhan karena basis nasabah yang sudah cukup besar di masing-masing segmen pada saat ini. khususnya di tahun 2007 yang akan kita jalani bersama. Melanjutkan Transformasi Budaya berbasis Kinerja Untuk memastikan transformasi organisasi serta internalisasi performance culture maka di tahun 2007 akan terus dilanjutkan program transformasi organisasi berbasis SBU dengan cakupan beberapa hal berikut: 1.segmen.  Meningkatkan produktifitas dan kemampuan daya jual para Account Managers di CBC dan corporate banking center serta tenaga front line di cabang-cabang dan outlet kami yang lain seperti Small Business District Center (SBDC) dan Micro Banking District Center (MBDC). pencapaian pangsa pasar pendapatan sebesar 30% di semua segmen fokus sesuai aspirasi untuk menjadi dominant multi-specialist bank rasanya akan sulit dicapai tanpa pertumbuhan non-organik. 2. Bank Mandiri akan mampu untuk memenuhi harapan anda semua.  Peningkatan transparansi dan akuntabilitas Business Unit atas pencapaian kinerja sehingga mampu menciptakan dan mendorong kultur kinerja di masing-masing Business Unit. kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada para stakeholder dan nasabah yang telah bersabar dalam masa-masa yang sulit di tahun 2005 dan 2006 yang lalu dan terusmenerus memberikan dukungan kepada kami.

. Beliau juga merupakan Ketua Dewan Penasihat Perbanas sejak bulan Juni 2006. PT Bank Universal Tbk. Beliau menjabat sebagai Ketua Perbanas periode 2003 . Pada tahun 2006.direksi 1 Agus Martowardojo Direktur Utama AGUS MARTOWARDOJO Direktur Utama Menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 1984. Bulan Mei 2005. Sadikin Direktur Micro & Retail Banking 12 Pahala Nugraha Mansury Executive Vice President Koordinator Finance & Strategy dan Chief Financial Officer 13 Haryanto Tiara Budiman Executive Vice President Koordinator Change Management Office 22 direksi . Retail Banking dan Operations. Compliance and Corporate Secretary. Bergabung dengan Bank Niaga pada tahun 1986. beliau ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Bank Bumiputera dan pada tahun 1998 ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Bank Ekspor Impor Indonesia (Persero). Compliance and Corporate Secretary. beliau ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Bank Permata Tbk. terpilih oleh Asiamoney sebagai Best Indonesian Executive dan memperoleh Leadership Achievement Award dari The Asian Banker. beliau ditunjuk menjadi Senior Executive Vice President Coordinator Human Resources. beliau ditunjuk sebagai Managing Director Bank Mandiri yang membawahkan bidang Risk Management and Credit Restructuring. WAYAN AGUS MERTAYASA Wakil Direktur Utama Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Brawijaya Malang tahun 1973. Corporate Banking Head. Beliau memulai karir perbankan sebagai International Loan Officer di Bank of America Cabang Jakarta selama tiga tahun. beliau merupakan anggota Dewan Nasional Institut Bankir Indonesia. dipromosikan menduduki posisi jabatan Wakil Kepala Cabang dan Kepala Cabang di berbagai cabang Bank Bumi Daya. 2 Wayan Agus Mertayasa Wakil Direktur Utama 3 Omar Sjawaldy Anwar Direktur Consumer Finance 4 Zulkifli Zaini 5 Sasmita Direktur Commercial Banking Direktur Technology & Operations 6 Abdul Rachman Direktur Corporate Banking 7 Sentot A. Pada tahun 1991. (merger dari PT Bank Bali Tbk. Tahun 2001 sampai dengan 2004. dan terakhir bidang Human Resources and Support Services. Beliau memulai karir di Bank Bumi Daya (BBD) sebagai Analis Kredit. Pada tahun 1994 sampai dengan tahun 1999. kembali ke Amerika Serikat dan menduduki posisi sebagai General Manager Bank Bumi Daya New York sampai dengan tahun 1994. PT Bank Prima Ekspres. Tahun 1993.. membawahkan bidang Treasury & International Banking. Bank Media. setelah menjabat sebagai Penasehat untuk Chairman BPPN. beliau ditunjuk menjadi Managing Director Human Resources. Sentausa Direktur Risk Management 8 Bambang Setiawan Direktur Compliance & Human Capital 9 Riswinandi Direktur Special Asset Management 10 Thomas Arifin Direktur Treasury & International Banking 11 Budi G. Bank Patriot). Beliau terpilih sebagai Ketua Ikatan Bankir Indonesia pada bulan Desember 2005 dan hingga saat ini menjabat Ketua Umum HIMBARA sejak bulan Juni 2006. Tahun 1983 sampai tahun 1991. Tahun 1992 dimutasikan ke HongKong. beliau dipromosikan menjadi General Manager Bank Bumi Daya Los Angeles AS. beliau ditunjuk menjadi Managing Director membawahkan bidang Risk Management. menduduki posisi sebagai Vice President. Pada bulan Oktober 2002. Beliau juga menjabat sebagai Ketua Bankers Club Indonesia dari tahun 2000 sampai dengan 2003. beliau ditunjuk menjadi Direktur di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo). Financial Accounting and Credit Restructuring. Bulan April 2003. Selama kurun waktu tahun 1999 sampai dengan 2002.Mei 2006. beliau ditunjuk menjadi Executive Vice President membawahkan bidang Risk Management sampai dengan bulan Juli 2001. Corporate Banking Group selama kurang lebih delapan tahun. Pada bulan Mei 2005. Pada tahun 1995. beliau dipromosikan menjadi Wakil Direktur Utama merangkap Chief Financial Officer Finance & Strategy dan masih menjabat Wakil Direktur Utama sampai sekarang. Sejak bulan Agustus 2001. Sejak tanggal 1 Juli 1999. kemudian menjabat Kepala Bagian Kredit di BBD Denpasar pada tahun 1980. beliau ditunjuk untuk menduduki posisi puncak di Bank Mandiri sebagai Direktur Utama sampai sekarang. menjadi Chief Executive BBD International Finance HongKong dan juga merangkap sebagai Chief Representative BBD HongKong. Tahun 2002.

Sales and Investment Product Development.OMAR SJAWALDY ANWAR Direktur Consumer Finance Menyelesaikan studi dan memperoleh gelar Bachelor of Science di bidang Accounting dari University of Maryland USA tahun 1980 dan memperoleh beasiswa penuh dari RMHI Inc. Jakarta tahun 1989 sebagai Manager of the Quality Assurance Unit. Jakarta sebagai Wakil Direktur.. dan menjadi Assistant Vice President of Operations tahun 1991 serta menjabat Pimpinan Cabang Surabaya tahun 1993. untuk meraih gelar MBA di bidang Finance dari George Washington University USA pada tahun 1982. Tahun 1996. 3 5 6 10 . Bergabung dengan Citibank N. beliau menjabat Vice President. dan kembali berkarir di dunia perbankan saat menjabat sebagai Vice President of Consumer Banking ABN AMRO Jakarta. Beliau ditunjuk sebagai Senior Executive Vice President Consumer Banking pada bulan Januari 2003 dan kemudian menduduki posisi jabatan Managing Director Consumer Banking Bank Mandiri pada bulan April 2003. Corporate Finance. Beliau memulai karir sebagai akuntan dan analis di RMHI Inc. Bulan Juli 1999 bergabung dengan Bank Mandiri sebagai Senior Vice President Bank Mandiri bidang Products & Business Development dan kemudian menjadi Senior Executive Vice President Retail & Commercial Banking Bank Mandiri pada tahun 2001. beliau bergabung dengan PT Bimantara Citra Tbk.A. Houston Texas USA dan di PT Huffco Indonesia dari tahun 1983 sampai dengan tahun 1988. Pada bulan Mei 2006 beliau ditunjuk menjadi Direktur Consumer Finance sampai sekarang. Tahun 1998. Mendapatkan Sertifikasi Chartered Financial Consultant dan Certified Life Underwriter dari Singapore Insurance Institute pada tahun 2004.

11

2

1

13

8

9

12 7

4

direksi

24

ZULKIFLI ZAINI
Direktur Commercial Banking Menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung tahun 1980 dan memperoleh gelar MBA Finance dari Washington University USA pada tahun 1994. Beliau memulai karir sebagai Civil & Structural Engineer pada Wiratman and Associate tahun 1980. Pada tahun 1983, beliau menduduki jabatan Project Engineer Civil & Structural Supervisor pada PT. Wahana Muda Indonesia. Memulai karir perbankan sebagai Account Officer pada Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) tahun 1988 sampai tahun 1991. Setelah menyelesaikan pendidikan S2, beliau ditugaskan sebagai Staf Perbankan dan Jasa Keuangan di Bank Pembangunan Indonesia Jakarta. Tahun 1994 sampai tahun 1996, beliau menjabat Head of Project Finance Bapindo Cabang Surabaya kemudian dimutasikan ke Bandung dan menjabat sebagai Wakil Kepala Cabang Bapindo Cabang Bandung dari tahun 1996 sampai tahun 1998. Pada tahun yang sama beliau dimutasikan ke Jambi dan menjabat sebagai Kepala Cabang. Seiring proses merger Bank Mandiri, beliau menduduki posisi Senior Manager dan Team Leader, Credit Risk Management. Pada bulan September 1999 sampai dengan Januari 2003 beliau ditunjuk sebagai Vice President and Division Head, Government Relationship Management RM 03 sampai tahun 2003. Pada bulan Januari 2003, beliau menjabat Senior Vice President dan Group Head Retail Risk Management, dan pada bulan September 2003, Pak Zulkifli ditunjuk sebagai Managing Director & Senior Executive Vice President, Distribution Network. Pada bulan Juni 2006, beliau ditunjuk sebagai Direktur Commercial Banking sampai sekarang.

SASMITA
Direktur Technology & Operations Menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar sarjana muda dari Akademi Akuntansi Indonesia Jakarta tahun 1975 dan memulai karir di Bank Dagang Negara (BDN) Jakarta tahun 1974 di Divisi Accounting. Beliau dimutasikan ke Divisi Perbankan Internasional BDN pada tahun 1980 dan menjabat Kepala Seksi Sistim & Prosedur Urusan Luar Negeri tahun 1987, dan menjadi Kepala Bagian pada tahun 1988. Tahun 1991 sampai dengan tahun 1994 beliau menjabat sebagai Operation Manager Staco International Finance Ltd. Hongkong dan ditunjuk menjadi Assistant Managing Director Staco International Finance Ltd Hongkong pada tahun 1994 selama 3 tahun. Tahun 1997, beliau kembali ke Indonesia menduduki posisi Kepala Cabang Bank Dagang Negara Kota Baja Cilegon kemudian terpilih menjadi Tim Manajemen Bank Modern Jakarta tahun 1998. Dan tahun 1999 bergabung dengan Tim Merger Bank Mandiri sebagai wakil dari Bank Dagang Negara. Seiring proses merger Bank Mandiri, beliau ditunjuk sebagai Division Head Operation & Branch Operation System Bank Mandiri Jakarta sampai tahun 2001. Pada tahun 2001 juga terpilih menjadi Tim Pengelola Bank International Indonesia (BII) sampai dengan awal tahun 2002. Di tahun 2002 sampai dengan tahun 2004, menjabat sebagai Group Head Central Operations. Tahun 2004, beliau ditunjuk menjadi Group Head Jakarta Network dan pada bulan Mei 2005 ditunjuk sebagai Managing Director Bank Mandiri membawahi bidang Small Business & Micro Banking Directorate. Menjelang akhir tahun beliau juga mengkoordinasikan Direktorat Human Capital and Compliance. Sejak bulan Mei 2006 hingga sekarang, beliau ditunjuk menjadi Direktur Technology & Operations.

25

direksi

ABDUL RACHMAN
Direktur Corporate Banking Lulus dengan menyandang gelar Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi dari Universitas Padjadjaran Bandung pada tahun 1980 dan gelar MBA jurusan Financial Management dari Kansas State University USA tahun 1989. Mengikuti short course dalam dan luar negeri antara lain: Pacific Rim Bankers Program, USA dan Advance Management Course Insead, France. Beliau bergabung dengan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) Jakarta sebagai staf pengawasan kredit pada tahun 1981. Setelah menyelesaikan pendidikan S2-nya, beliau ditunjuk menduduki posisi Business Development Manager di Bapindo Cabang Hong Kong dari tahun 1990 sampai dengan tahun 1992. Tahun 1992 beliau ditunjuk menjadi Deputy General Manager Hong Kong Branch dan pada tahun 1993 dipromosikan menjadi General Manager Hong Kong Branch Bapindo sampai dengan tahun 1995. Tahun 1995, beliau dimutasikan ke Bapindo Cabang Surabaya menduduki posisi Kepala Cabang, dan kemudian dimutasikan ke Kantor Pusat Bapindo Jakarta tahun 1996 untuk menduduki posisi Deputy Kepala Divisi Perbankan Internasional. Tahun 1997 sampai dengan tahun 1999 beliau menjabat Kepala Divisi Perbankan Internasional. Seiring proses merger Bank Mandiri tahun 1999, beliau ditunjuk sebagai Senior Vice President Corporate Banking Bank Mandiri Jakarta, dan pada tahun 2001 ditunjuk menjadi Group Head & Senior Vice President, Corporate Banking Bank Mandiri Jakarta. Bulan Mei 2005, beliau ditunjuk menjadi Managing Director & Senior Executive Vice President Corporate Banking sampai sekarang. Bulan April 2003 sampai dengan Agustus 2004, beliau ditunjuk sebagai Komisaris PT Mandiri Sekuritas Jakarta. Beliau juga ditunjuk sebagai Komisaris Bank Syariah Mandiri sejak Februari 2004 sampai dengan bulan Mei 2005. Beliau menjabat sebagai Ketua Financial Institution Club (FI Club) sejak tahun 2001 sampai sekarang. Tahun 2000–2003, beliau menjadi pengajar di Institut Bankir Indonesia (SESPIBANK) Jakarta.

Sentot A. Sentausa
Direktur Risk Management Menyelesaikan pendidikan Sarjana jurusan Statistik dari Universitas Padjajaran Bandung tahun 1983 dan memperoleh gelar MBA dari Monash University, Melbourne tahun 1994. Tahun 1983 sampai tahun 1985, berkarir sebagai Analis Sistem Planologi di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Mengawali karir di dunia perbankan tahun 1986 sebagai Officer di Divisi Riset dan Pengembangan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) sampai dengan tahun 1989. Beliau dimutasikan ke Direktorat Treasury tahun 1996 bidang Assets & Liabilities Committee (ALCO). Tahun 1997, beliau ditunjuk menjadi Wakil Kepala Cabang Bapindo Palembang, dan ditunjuk menduduki jabatan Kepala Cabang di dua cabang lainnya sampai tahun 1999. Seiring merger Bank Mandiri merger tahun 1999, beliau menjabat Vice President and Division Head, Global Markets & Treasury Controlling dibawah Direktorat Finance. Beliau ditunjuk Vice President and Division Head Market, Operational and Legal Risk tahun 2000, dan sebagai Vice President dan Division Head untuk Procurement and Fixed Assets pada tahun 2001. Tahun 2001, beliau ditunjuk sebagai Vice President and Regional Risk Manager, di Bank Mandiri Wilayah VIII di Surabaya. Kembali ke Kantor Pusat tahun 2003, beliau menduduki jabatan Group Head and Senior Vice President untuk Procurement & Fixed Assets. Tahun 2004, beliau ditunjuk sebagai Senior Vice President & Group Head Consumer Risk Group, dan dimutasikan untuk jabatan yang sama sebagai Portfolio and Operational Risk Group pada awal tahun 2005. Bulan Juni 2005, beliau ditunjuk sebagai Coordinator, Risk Management Directorate, merangkap sebagai Group Head Portfolio and Operational Risk. Pada bulan Mei 2006, beliau ditunjuk menjadi Direktur Risk Management sampai sekarang.

BAMBANG SETIAWAN
Direktur Compliance & Human Capital Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi di Universitas Airlangga Surabaya pada tahun 1984 dan melanjutkan pendidikan Master serta memperoleh gelar Master of Business Administration in Accounting dari Temple University, Philadelphia, Pennsylvania pada tahun 1993. Beliau memulai karir di Bank Bumi Daya (BBD) pada tahun 1985 sebagai Tata Usaha Satuan Kerja Audit Intern dan menjadi Asisten Kepala Seksi Satuan Kerja Intern pada tahun 1987. Tahun 1991–1994, beliau mendapat tugas belajar untuk melanjutkan studi Master of Business Administration (Accounting) di Temple University, Philadelphia, Pennsylvania, AS. Tahun 1994–1999, beliau ditugaskan untuk menduduki berbagai posisi jabatan mulai dari Kepala Seksi hingga Kepala Bagian pada berbagai bidang, yaitu Sumber Daya Manusia, Pendidikan Dan Pelatihan serta Akuntansi Keuangan di Kantor Pusat Bank Bumi Daya. Seiring proses merger Bank Mandiri beliau ditunjuk sebagai Group Head Accounting dari bulan Juli 1999 sampai dengan Januari 2001 dan kemudian beliau ditunjuk untuk menduduki posisi Project Head of Financial Control. Pada tahun 2003, beliau ditunjuk sebagai Group Head Compliance dan menjabat sampai dengan Juli 2004. Pada bulan Juli 2004, beliau memperoleh penugasan dari Presiden RI menjadi Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan dan menduduki posisi tersebut sampai dengan tahun 2005. Pada bulan November 2005, beliau kembali ke Bank Mandiri menduduki posisi Group Head Accounting. Sejak bulan Februari 2006 beliau ditugaskan sebagai Executive Vice President Coordinator Information and Technology merangkap Group Head Accounting hingga Mei 2006 Pada tanggal 22 Mei 2006 oleh RUPS beliau ditunjuk menjadi Direktur Bank Mandiri dan berdasarkan keputusan Komisaris tanggal 5 Juni 2006, beliau ditugaskan selaku Direktur yang membidangi Compliance, Legal, Learning and Human Capital sampai sekarang.

. Mengawali karir pada tahun 1988 sebagai Information Technology Officer di IBM AsiaPacific Headquarter. Tahun 1994. pada tahun 2003–2006. Toulouse. General Manager PT Bank Bali Tbk. Disamping itu. Selanjutnya tahun 1986 mulai berkarir di Bank Niaga selama kurun waktu 13 tahun dan terakhir menjabat sebagai Vice President Human Resources (Group Head). juga menjabat sebagai Anggota Komisaris PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero) terhitung Oktober 2004 sampai dengan Mei 2006. direksi 27 . Beliau memperoleh beasiswa dari European Community dan ASEAN Countries untuk melanjutkan pendidikan Master di European University. Bulan September 2003.RISWINANDI Direktur Special Asset Management Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Trisakti Jakarta pada tahun 1983. dan berturut-turut menjabat sebagai General Manager Electronic Banking. Beliau bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun 2006 dan menjabat sebagai Direktur Micro & Retail Banking sampai sekarang. Bergabung dengan PT Bank Bali Tbk. Tahun 2004. Tahun 2001 beliau menjabat sebagai Executive Vice President–Corporate Lending Division pada Bank Danamon. beliau dipromosikan menjadi First Vice President. Director of Consumer & Commercial Banking ABN AMRO Indonesia & Malaysia hingga tahun 2004. Memulai karir sebagai Senior Assistant pada SGV Utomo pada tahun 1984. Corporate Banking Department sampai dengan tahun 1993. pendidikan Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi dari Universitas Parahyangan pada tahun 1986 dan menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi jurusan Manajemen dari Universitas Indonesia pada tahun 1990. Selanjutnya. beliau bergabung dengan ABN AMRO Bank Indonesia. Kemudian melanjutkan karirnya di IBM Indonesia dengan jabatan terakhir sebagai Systems Integration & Professional Services Manager pada tahun 1994. Los Angeles Branch. Mendapatkan Sertifikasi Chartered Financial Consultant dan Certified Life Underwriter dari Singapore Insurance Institute pada tahun 2004. beliau ditunjuk menjadi Vice President. Seiring proses merger PT Bank Bali Tbk. Perancis dan memperoleh gelar Master of Business Administration (International Business) pada tahun 1993.. dan Chief General Manager Human Resources hingga tahun 1999. Tahun 1999 beliau bekerja di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dengan jabatan terakhir sebagai Senior Vice President–Loan Work Out & Collection Division Head di BPPN sampai dengan tahun 2001. Pada tahun 2006. beliau bergabung dengan PT Bank Danamon Tbk.. beliau aktif sebagai Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Bankir Indonesia dan Wakil Bendahara Persatuan Insinyur Indonesia. Tahun 1997. BUDI G. beliau ditunjuk menjadi Assistant Vice President. Tokyo. dan terakhir menjabat sebagai Direktur Bank Danamon sampai dengan Juni 2003. beliau bergabung dengan Bank Mandiri dan menjabat sebagai Direktur Treasury & International Banking sampai sekarang. Japan. Pada tahun 2003. THOMAS ARIFIN Direktur Treasury & International Banking Menyelesaikan pendidikan Sarjana Matematika dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1985. Mengawali karir pada tahun 1986 sebagai Account Officer dan Marketing Team Leader PT Bank Bali Tbk. Mulai Oktober 2005. SADIKIN Direktur Micro & Retail Banking Menyelesaikan pendidikan sarjana fisika nuklir dari Institut Teknologi Bandung tahun 1988. beliau menjabat sebagai First Vice President. beliau ditunjuk sebagai General Manager. sampai dengan tahun 1991. beliau ditunjuk sebagai Komisaris Independen Bank Mandiri sampai dengan Mei 2005. beliau bertugas sebagai Group Head–Credit Recovery II Bank Mandiri dan pada bulan Mei 2006. Risk Management Group PT Bank Permata Tbk. beliau mendapatkan promosi jabatan sebagai Senior Manager. International Banking Group Head PT Bank Bali Tbk. menjadi PT Bank Permata Tbk. Deputy Main Branch Manager. sebagai Executive Vice President Consumer Banking dan Direktur Adira Quantum Multi Finance. Chief General Manager Wilayah Jakarta. General Manager Risk Assets Management Support and Head of Investor Relations. Tahun 1992. jabatan terakhir beliau adalah Senior Vice President. Sekarang. Tahun 1992. USA dan menjabat sampai dengan tahun 2002. Beliau menjabat sebagai anggota Dewan Nasional Ikatan Bankir Indonesia dari tahun 2001 sampai dengan 2004. beliau ditunjuk sebagai Direktur Special Asset Management Bank Mandiri sampai saat ini.

Pada tahun 1998.D.) dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Amerika Serikat pada tahun 1996. dan Singapura di bidang strategi. Beliau bergabung dengan Bank Mandiri dan menduduki posisi Group Head Corporate Development/Change Management Office dalam kurun waktu 2003 sampai dengan tahun 2006. Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 2006 dan menduduki posisi jabatan Executive Vice President (EVP) Koordinator di Direktorat Change Management Office. New York University. Beliau memulai karir sebagai Change Management Consultant di Andersen Consulting Jakarta sampai dengan tahun 1997. Beliau meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.) di Texas A&M University dan melanjutkan pendidikan Master of Science (M. Mengawali karir di perusahaan konsultan McKinsey & Company. 28 direksi . USA pada tahun 1999.Sc. Tahun 1999. Australia. Indonesia.PAHALA NUGRAHA MANSURY Executive Vice President (EVP) Koordinator Finance & Strategy dan Chief Financial Officer Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi dari Universitas Indonesia dan memperoleh gelar MBA Finance dari Stern School of Business. Amerika Serikat. bekerja pada perusahaan pengelolaan investasi secara paruh waktu di New York. dan manajemen operasional di berbagai perusahaan besar (termasuk institusiinstitusi keuangan terkemuka) di negara-negara tersebut. Jabatan terakhirnya di McKinsey adalah sebagai Associate Partner dan Direktur di PT McKinsey Indonesia. India. dengan penugasan di berbagai proyek di sektor perbankan. beliau menjabat sebagai Project Leader pada The Boston Consulting Group sampai dengan tahun 2003.Sc) dari Virginia Polytechnic Institute and State University. Selama bergabung dengan McKinsey selama 10 tahun. Korea Selatan. beliau menduduki jabatan sebagai EVP Coordinator Finance & Strategy. Haryanto Tiara Budiman Executive Vice President (EVP) Koordinator Direktorat Change Management Office Menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik (B. organisasi. ditugaskan di Amerika Serikat. Sejak tahun 2006. beliau menduduki jabatan Senior Consultant di Booz Allen Hamilton selama satu tahun. Pada tahun yang sama. Malaysia.

& Overseas Network Treasury Human Capital Market Risk Investor Relations Change Management Office IT Planning & Security Credit Recovery II Corporate Banking II Regional Network Consumer Loans Learning Center Portfolio & Operational Risk Corporate Risk Accounting IT Business Solutions & Appl. Services IT Infrastructure & Operations Corporate Banking III Mass Banking Bank Syariah Mandiri Bank Mandiri Europe Limited (BMEL) Compliance Strategy & Performance Mandiri Sekuritas Wealth Management Legal Commercial Risk I Procurement & Fixed Asset IT Information & Knowledge Management Electronic Banking Commercial Risk II Chief Economist Central Operations Small Business Consumer Risk Credit Operations Micro Business Consumer Collection Assets Management AXA Mandiri Financial Services Customer Care Risk and Capital Committee Information Technology Committee Personnel Policy Committee Board of Commisioner Board of Director Group Head Deputy Group Head Subsidiaries struktur organisasi 29 .struktur organisasi Board of Commissioners Audit Committee Risk Policy Committee Nomination & Remuneration Committee Good Corporate Governance Committee President Director Deputy President Director Special Asset Management Corporate Banking Commercial Banking Micro & Retail Banking Consumer Finance Treasury & International Banking Compliance & Human Capital Risk Management Finance & Strategy Change Management Office Technology & Operations Internal Audit Corporate Secretary Credit Recovery I Corporate Banking I Jakarta Commercial Sales Regional Commercial Sales Product Management Jakarta Network Consumer Card Financial Inst.

pembahasan umum & analisis manajemen .

Nilai buku per lembar saham juga meningkat 12.Laba per saham tahun 2006 sebesar Rp 119 meningkat dibandingkan tahun 2005 sebesar Rp 30. wayan agus mertayasa • Wakil Direktur Utama .295 per 31 Desember 2006 dari Rp 1.150 pada akhir 2005. dikarenakan laba bersih di tahun 2006 meningkat 301.421 miliar dari Rp 603 miliar di tahun 2005.5% menjadi Rp 2.6% menjadi Rp 1.

Pembahasan yang lebih rinci atas kinerja dan kondisi keuangan tersebut disajikan pada bagian lain pembahasan umum dan analisis manajemen mengenai hasil usaha dan kondisi keuangan. yang disajikan pada halaman selanjutnya. Kondisi Keuangan Memberikan kajian mengenai kinerja keuangan yang disusun berdasarkan Neraca.Pembahasan umum dan analisis manajemen mengenai hasil usaha dan keuangan Bahasan serta analisis tentang hasil usaha dan kondisi keuangan Bank Mandiri Bahasan mengenai operasional Bank Mandiri. Bahasan ini disusun berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Bank yang disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia (PSAK) untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006. Bahasan serta analisis tentang hasil usaha dan kondisi keuangan ini disajikan dalam 3 bagian sebagai berikut: Kilasan mengenai Kinerja dan Kondisi Keuangan Memberikan kilasan mengenai 12 (duabelas) kinerja & kondisi keuangan utama. semua informasi keuangan yang berhubungan dengan Bank Mandiri dinyatakan atas dasar konsolidasi sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Kilasan ini juga menyajikan kinerja dan kondisi keuangan Bank Pemerintah dan Bank Swasta lainnya. termasuk catatan-catatan di dalamnya yang terdapat pada bab berikutnya. 32 pembahasan umum & analisis manajemen . Laporan keuangan tersebut telah di audit oleh auditor independen Ernst & Young Purwantono. untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 ini sebaiknya dibaca bersama-sama dengan Laporan Keuangan yang lengkap.003. Data keuangan tahun 2006 juga disajikan dalam US Dollar dengan menggunakan kurs pada tanggal 31 Desember 2006 yaitu USD1 = Rp 9. Laporan Arus Kas serta Laporan Komitmen dan Kontinjensi. Kecuali dinyatakan lain. Hasil Usaha Memberikan kajian mengenai kinerja keuangan yang disusun berdasarkan Laporan Laba Rugi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005. Sarwoko & Sandjaja.

-  Peningkatan tersebut terutama disebabkan peningkatan laba bersih - Rata-rata ROA perbankan pada yang cukup signifikan dibandingkan tahun 2006 mengalami sedikit dengan tahun 2005. 2. - Imbal Hasil Rata-rata Aktiva (ROA) - ROA Bank Pemerintah maupun Bank tahun 2006 meningkat sebesar 120% Swasta mengalami sedikit penurunan menjadi 1.9% terhadap laba operasional tahun 2006 (sebelum provisi) sebesar Rp 6. marjin pendapatan bunga bersih 50 40 30 20 0 -20 01 02 03 04 05 06 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta imbal hasil rata-rata ekuitas (ROE) 4 3 2 1 0 -1 01 02 03 04 05 06 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta imbal hasil rata-rata aktiva (roa) 60 50 40 30 20 0 01 02 03 04 05 06 rasio biaya terhadap pendapatan bersih 2 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta pembahasan umum & analisis manajemen 33 .216 miliar. yang cukup signifikan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.  Peningkatan tersebut terutama disebabkan komposisi dana pihak -  Marjin pendapatan bunga bersih Bank ketiga yang lebih baik. yang semula 2. tahun sebelumnya. - Imbal Hasil Rata-rata Ekuitas (ROE) - Kenaikan laba bersih sebagian pada tahun 2006 mengalami besar bank utama menyebabkan peningkatan yang cukup baik menjadi meningkatnya ROE di tahun 2006 10.9%.6%. bila dibandingkan dengan Bank -  Peningkatan tersebut terutama Pemerintah (25.1% dibandingkan dengan dibandingkan dengan tahun sebelumnya masing-masing menjadi tahun sebelumnya sebesar 0.3%. peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.2% menjadi 2.1% pada tahun 2006 mengalami sedikit penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.0% dibandingkan dengan tahun - ROE Bank Mandiri paling rendah sebelumnya yaitu 2.1%) dan Bank Swasta disebabkan peningkatan laba bersih lain (20.4%.589 miliar.5%. - Efisiensi yang dilakukan Bank Mandiri serta perbaikan pendapatan operasional menyebabkan terjadi penurunan rasio biaya terhadap pendapatan bersih yang cukup signifikan dari 56.8% dan 2.Core earnings di tahun 2006 meningkat 28.335 miliar di tahun 2005 menjadi Rp 5.9% dari Rp 4.7% dari 4. . Sekilas tentang kinerja dan kondisi keuangan Bank Mandiri 1 Bank Mandiri Bank Lain 10 8 6 4 2 0 01 02 03 04 05 06 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta Marjin pendapatan bunga -  Marjin pendapatan bunga bersih pada -  tahun 2006 mengalami peningkatan bersih Bank Pemerintah pada menjadi 4.2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 6.9% pada tahun 2006. memberi kontribusi 89.5%. - Rasio biaya terhadap pendapatan bersih Bank Swasta sebesar 44.2% masih lebih baik dibandingkan dengan Bank Pemerintah lainnya yaitu 49. Swasta pada tahun 2006 mengalami kenaikan yang cukup signifikan menjadi 7.6% menjadi 48.8%).

3% karena recovery/collection dan upgrade.3% pada tahun 2005 menjadi 16.0% lebih tinggi dibandingkan dengan Bank Swasta yaitu sebesar 56.8%. Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga Bank Pemerintah lainnya sebesar 62.4% menjadi 74. Hal ini terutama disebabkan upgrade kredit yang sebelumnya dikategorikan sebagai NPL ke kolektibilitas dalam perhatian khusus. - Rasio kredit bermasalah bruto Bank Swasta tahun 2006 sedikit mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 2.3%) yang lebih tinggi dibandingkan dengan Bank Pemerintah lainnya (93. - Sementara itu.1%.3%). -  Bank Swasta lebih konservatif dalam pembentukan PPAP dibandingkan dengan Bank Mandiri maupun Bank Pemerintah lainnya.9%.6% pada tahun 2005 menjadi 14. Rasio Kredit Bermasalah–Neto pada tahun 2006 sebesar 5.5%. . -  Hal ini menunjukkan komitmen Bank Mandiri untuk meningkatkan peran intermediasi.3% menjadi 6. 30 25 20 15 10 0 01 02 03 04 05 06 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta rasio kredit bermasalah– bruto -  Penyisihan penghapusan kredit terhadap kredit bermasalah mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya dari 44.9%.8%. 70 60 50 40 30 0 01 02 03 04 05 06 rasio kredit terhadap dana pihak ketiga– non bank Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta 34 pembahasan umum & analisis manajemen .7%.  Hal ini ditunjukkan oleh rasio PPAP terhadap NPL (104. .8% pada tahun 2005 menjadi 57. 250 200 150 100 50 0 01 02 03 04 05 06 penyisihan penghapusan kredit terhadap kredit bermasalah Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta - Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga–non Bank tahun 2006 mengalami peningkatan dari 51.- Rasio kredit dalam perhatian khusus di tahun 2006 mengalami peningkatan dari 12.2% dan 6.2%. - Rasio kredit bermasalah bruto Bank Pemerintah lainnya mengalami penurunan dari 8. 30 25 20 15 10 0 01 02 03 04 05 06 rasio kredit kolektibilitas dpk terhadap total kredit Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta - Rasio Kredit Bermasalah–Bruto pada tahun 2006 mengalami perbaikan yang cukup signifikan dari 25. - Rasio kredit dalam perhatian khusus Bank Pemerintah maupun Bank Swasta mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya masing-masing menjadi 10.

2% menjadi 3. Bank Danamon. 30 25 20 15 10 0 01 02 03 04 05 06 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta rasio kecukupan modal (CAR) Catatan : 1. 25 20 15 10 5 0 01 02 03 04 05 06 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta rasio kecukupan modal inti . 2. Sebagai bank terbesar. 70 60 50 40 30 0 01 02 03 04 05 06 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta rasio dana mahal - Rasio Kecukupan Modal Inti mengalami peningkatan menjadi 19. -  Hal ini disebabkan terjadi penurunan yang cukup signifikan pada -  Peningkatan rasio dana mahal deposito berjangka. lebih tinggi dibandingkan Bank Pemerintah lainnya dan Bank Swasta. Rasio Biaya terhadap pendapatan bersih=beban overhead/pendapatan operasional (tidak termasuk pendapatan kenaikan nilai dan keuntungan penjualan surat berharga dan Obligasi Pemerintah) pembahasan umum & analisis manajemen 35 .7% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 15.0% pada tahun 2005 menjadi 3.  Data untuk Bank Pemerintah.0%. -  Dengan CAR yang cukup tinggi tersebut memungkinkan Bank Mandiri untuk memperbaiki kualitas aktiva produktif dan juga mengembangkan usaha. sedangkan data Bank Swasta merupakan rata-rata data keuangan BCA. bahkan lebih rendah dibandingkan Bank Pemerintah lainnya maupun Bank Swasta. peningkatan dibandingkan dengan tahun 2005. Bank Lippo dan Bank Niaga yaitu 5 bank swasta terbesar menurut total aktiva yang datanya tersedia semenjak tahun 2001. 5 4 3 2 1 0 01 02 03 04 05 06 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta rasio beban overhead terhadap jumlah aktiva - Rasio dana mahal Bank Mandiri pada - Secara umum. Secara umum. - Rata-rata Rasio Kecukupan Modal Inti perbankan mengalami peningkatan menjadi 16. semua jenis bank  mengalami peningkatan CAR di tahun 2006 dan jauh di atas kebutuhan modal menurut regulasi (8%). - Rasio beban overhead terhadap aktiva Bank Swasta lainnya juga mengalami sedikit penurunan dari 3.1% periode yang sama.6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 18. . -  Hal ini disebabkan perbaikan profitabilitas yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR) menunjukkan modal yang masih sangat solid mengantisipasi pertumbuhan.3%). BII. - Sistem perbankan memiliki kecukupan modal yang sangat baik untuk mengantisipasi kebutuhan pertumbuhan.3%. komposisi dana mahal tahun 2006 mengalami penurunan Bank Pemerintah lainnya maupun yang cukup signifikan dibandingkan Bank Swasta mengalami sedikit dengan tahun 2005 menjadi 47. rata-rata Bank Swasta lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan rasio Bank Pemerintah lainnya.2% .0%. efisiensi dan komposisi aktiva termasuk Obligasi Pemerintah yang jumlahnya besar. - Rasio Kecukupan Modal (CAR) Bank Mandiri pada tahun 2006 sebesar 25. merupakan rata-rata data keuangan BRI.- Rasio beban overhead terhadap jumlah aktiva relatif stabil (2. Bank Mandiri memiliki keunggulan komparatif dalam skala operasi. BNI dan BTN. - Rasio beban overhead terhadap aktiva Bank Pemerintah mengalami sedikit penurunan dari 4.6% pada tahun 2006.

menguasai pangsa pasar revenue 20%– 30% di setiap segmen yang dimasuki dengan distinctive strategies di setiap unit dan synergy capture dari berbagai segmen yang berbeda • Menjadi bank pilihan nasabah yang utama karena mampu menyediakan the most extensive products dan the most convenient access corporate Menjadi dominant wholesale bank yang menyediakan pelayanan transaksi terintegrasi dan produk kredit serta capital market yang lengkap untuk perusahaan besar yang beroperasi di Indonesia (lokal) commercial Menjadi primary commercial bank yang mengoptimalkan dominasi di segmen korporasi untuk melayani nasabah SMEs up–serta mata rantai value chain dari segmen tersebut consumer • Menjadi bank pilihan utama untuk affluent segment dan ‘transaction bank’ untuk mass affluent • Menjadi bank penyedia layanan pembayaran ternyaman dan mitra utama consumer finance player micro Mengelola posisi bisnis saat ini dengan tetap mempertimbangkan kemungkinan pengembangan lebih lanjut 36 pembahasan umum & analisis manajemen .dominant multi–specialist bank model • Menjadi bank lokal yang dominan.

916) 10.188 45 1. (3.5% Pendapatan bunga bersih Pendapatan bunga bersih meningkat sebesar 15.917 (1.2% 15.080) (3.2% 166.261 (15.99 99.7%.8%) 14.955 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 10.3% 413.5% (45.577 74 255 (89) 672 11.345 miliar pada tahun 2006.453 (389) 25.1% 32.99 Hasil Operasional TAHUN 2006 • Laba per saham (EPS) sebesar Rp 119 • Laba bersih meningkat 301.044 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 15.388) 26.3% menjadi Rp 1.2% menjadi 13.0%.68 95.044) 8.5% pembahasan umum & analisis manajemen 37 .6% (5.826 miliar menjadi Rp 29.755 380 138 109 351 13.21 10.018) (593) 2.999 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 26.831 2.6% 301.3%) 128.505) 2.5% dari Rp 8.916 miliar pada tahun 2006. komisi dan fee meningkat 11.251) (3.421 miliar •  Pendapatan provisi.3%) (1.421 (361) (335) (66) 301 13 314 269 5.233 603 (3.Daftar anak perusahaan PER 31 DESEMBER 2006 No Nama Perusahaan Bidang Usaha Kepemilikan (%) 1 Bank Mandiri (Europe) Limited (BMEL) 2 PT Bank Syariah Mandiri (BSM) 3 PT Usaha Gedung Bank Dagang Negara 4 PT Mandiri Sekuritas 5 PT Bumi Daya Plaza 6 PT AXA Mandiri Financial Services 7 PT Sarana Bersama Pembiayaan Indonesia 8 PT Pisita Wisata 9 PT Kustodian Sentral Efek Indonesia 10 PT Bapindo Bumi Sekuritas Perbankan Perbankan Syariah Pengelolaan Properti Sekuritas Pengelolaan Properti Asuransi Perusahaan Induk Pariwisata Depository Sekuritas 100.968 miliar.9%) 222.00 34.078 miliar Ringkasan Perhitungan Laba (Rugi) untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005 & 31 Desember 2006 2005 Rp miliar 2006 Rp miliar USD Juta % Perubahan Pendapatan Bunga Beban Bunga Pendapatan Bunga–bersih Pendapatan Provisi.00 3. sedangkan yield pendapatan bunga kredit valas menurun dari 5.00 16.5% menjadi Rp 2.33 49.955 1.444 (3.345 1.00 95.768) 1.839 miliar menjadi Rp 69. Nominal rata-rata kredit valas pada tahun 2006 menurun dibandingkan dengan tahun 2005 dari Rp 32. sementara nominal rata-rata mengalami kenaikan untuk kredit rupiah dari Rp 62.970 miliar.00 99.755 miliar •  Jumlah pendapatan operasional sebesar Rp 13. Peningkatan tersebut disebabkan oleh kenaikan pendapatan maupun beban bunga masingmasing sebesar 25.149 195 42 15 12 39 1. Komisi dan Fee Pendapatan Transaksi Valuta Asing Keuntungan Penjualan Surat Berharga & Obligasi Pemerintah Keuntungan (Kerugian) atas penurunan nilai Surat Berharga & Obligasi Pemerintah Pendapatan Lainnya Pendapatan Operasional Beban penyisihan penghapusan aktiva produktif dan komitmen & kontinjensi serta lainnya (net) Beban Umum & Administrasi Beban Personalia Beban Operasional Lainnya–Beban Lainnya Laba Operasional Pendapatan (Beban) Non Operasional–Bersih Laba sebelum pajak dan Hak Minoritas Laba Bersih 20.6% menjadi 4.261 miliar pada tahun 2006 dan sebesar 32.711 120 2.3% 3.5% (47.2% dari Rp 12.999 (12.5% 11.078 (3.187) (601) 1. Yield pendapatan bunga kredit rupiah pada tahun 2006 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2005 dari 12.7% 129.1% dari Rp 20.

099 80.738 2.772 165.715   219.47% Analisa pendapatan bunga bersih (bank saja) selama tahun 2005 & 2006 2005 Aktiva Nominal rata-rata Pendapatan Rp miliar 2006 % p.7% 4.8%.2% 7.841 22. Meningkatnya yield kredit khususnya rupiah terutama disebabkan penurunan kredit bermasalah (Non Performing Loans–NPL).041 6.6% 8.765 8.591 miliar pada tahun 2005 serta meningkatnya portfolio Obligasi Pemerintah dengan suku bunga tetap yaitu dari 4.841 miliar pada tahun 2006 sejalan dengan meningkatnya volume rata-rata Obligasi Pemerintah (bank saja) dari Rp 91. Tabungan c.569 11. Suku bunga rupiah meningkat 232 basis points sementara valas meningkat sebesar 7 basis point.0% 7.4% Valuta Asing a.3% 8.5% pada tahun 2005 menjadi 11.622 9.842 269 146 35 2.572 211.3% 4.174 45.6% 3.1% 5.089 2006 13. Surat Berharga d. Suku bunga atas Obligasi Pemerintah dengan suku bunga tetap berkisar 13.907 47.1% 7.554   3.683 2005 12.231   982 2.419 168.415 519 104 2.6%.0% 16.621 305 9.095 222 10. sedangkan kredit valas sebesar 25.659   12.RATA-RATA BASE LENDING RATE 14.12% 6.15. Kredit yang diberikan b. Pada akhir tahun 2006 sebesar 13.5% 3.038 832   25.109 2.4% 4.3%   7.887   28.907   29.767 16. Obligasi Lindung Nilai Sub Total Lainnya Provisi.6% 4.791   330 615 415 1.507 232 13.5% 8. Giro b.693 511 416 7.576 33.a Nominal rata-rata Biaya % p.292 1.0% 2.219   1.1% 6.498 1.7%   5.3% 3. Yield pendapatan bunga Obligasi Pemerintah (bank saja) pada tahun 2006 mengalami kenaikan dari 8.1% 3.23% pada tahun 2005 menjadi 4.313   213. Deposito Berjangka d.995 11.1% 7.970 11.15% .839 2.0% 9.391 9. Kredit yang diberikan b.736 4.8%   11.8% 12.061 2. Lainnya Sub Total Lainnya Total (2) Net (1) .129 3.9% 5.850 40.360 202 15.0% dari Rp 7.387   1. pendapatan bunga kredit untuk kolektibilitas 4 dan 5 harus dibukukan sebagai pengurang pokok kredit.6%   30.652   7. Lainnya Sub Total Valuta Asing a.339   32. Surat Berharga d.a Rupiah a. sedangkan suku bunga mengambang adalah SBI 3 bulan.802 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 10.1% 9.2% 17. Komisi & Fee dan lainnya Valas Rupiah Rata-rata Base Lending Rate kredit rupiah maupun valas pada tahun 2006 lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya.5% 11.1% 38 pembahasan umum & analisis manajemen .269 5.a Rupiah a.9% 7.985   229 452 888 1.8% 8.448 7.042 9.442 15.820   12.a Nominal rata-rata Pendapatan % p.1% 3. Deposito Berjangka c.8% 2.9% Sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.775 11.340 177.9% 11.239 91.697 94.40% 6.(2) 205.652 45.067 1.   Total (1)   Kewajiban Nominal rata-rata Biaya % p. Pendapatan bunga Obligasi Pemerintah mengalami kenaikan sebesar 39.968 13.826 8. Obligasi Pemerintah Sub Total 05 06 05 06 62.2% 69.5% 9.8%   2. Penempatan pada Bank lain c.727 15.070 10.44% 12.086 91.0%   1. Penempatan pada Bank lain c.3% merupakan NPL yang sebelumnya sebesar 48.58% pada tahun 2006.419 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 91.3% 4.247 42.097 1.4% dari kredit rupiah merupakan NPL yang sebelumnya sebesar 19.018 2.58%. Giro b.6%   4.591 176.004   19.353   3.5% 4.

938 miliar pada tahun 2006. Jumlah rata-rata simpanan valuta asing (bank saja) menurun sebesar 0. pendapatan bunga kredit yang diberikan meningkat sebesar 8.3% pada tahun 2005 menjadi 55.62% Diperdagangkan 29.665 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 99.3% Surat berharga yang dimiliki 4. Sedangkan jumlah pendapatan bunga kredit terhadap total pendapatan bunga menurun dari 49.916 miliar pada tahun 2006.58% Suku Bunga Tetap 95.1% dari Rp 156. Jumlah rata-rata simpanan Rupiah (bank saja) meningkat sebesar 9.319 miliar pada tahun 2006.7% Lainnya 41.6% dari Rp 10.5% Beban Pendanaan Lainnya 2. Beban bunga meningkat sebesar 32.8% Surat berharga yang dimiliki 3.1% pada tahun 2006.3% Provisi & komisi atas kredit yang diberikan 3.67% Dimiliki Hingga Jatuh tempo Portfolio Obligasi Pemerintah2005 Portfolio Obligasi Pemerintah 2006 4.6% Surat Berharga 0. Sejalan dengan meningkatnya suku bunga rata-rata Deposito Berjangka Rupiah dari 8.044 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 15.3% pada tahun 2006.9% Tabungan 72% Deposito Berjangka 2.1% dari Rp 12.3% Obligasi pemerintah 43.32% Dimiliki Hingga Jatuh tempo 1.5% Modal Pinjaman 2.8% dari Rp 28.6% pada tahun 2005 menjadi 43.8% menjadi 93.775 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 15. 2005 2006 2. Penurunan tersebut terutama terjadi pada Deposito Berjangka dari Rp 15. komposisi Deposito Berjangka Rupiah terhadap total simpanan rupiah juga meningkat dari 51.23% Suku Bunga Tetap 95.2% pada tahun 2005 menjadi 26.048 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 170.3% pada tahun 2005 menjadi 11.996 miliar pada tahun 2006.4% Lainnya pembahasan umum & analisis manajemen 39 . Secara nominal.8% Pinjaman Subordinasi 1.6% Kredit yang diberikan 4.8% pada tahun 2006.4% Giro 16.01% Diperdagangkan 31.71% Tersedia untuk Dijual 68.77% Suku Bunga Mengambang 4.5% Deposito Berjangka 3. Beban bunga simpanan terhadap total beban bunga meningkat dari sebelumnya 86.1% Kredit yang diberikan 6.0% Provisi & komisi atas kredit yang diberikan 1.67% Tersedia untuk Dijual 66.5% pada tahun 2006.7% Pinjaman Subordinasi 3. terutama disebabkan oleh peningkatan jumlah rata-rata kredit yang diberikan serta membaiknya kualitas kredit.5% Lainnya 8. Sedangkan komposisi tabungan terhadap total simpanan rupiah menurun dari 30.419 pada tahun 2005 menjadi Rp 11.1% pada tahun 2005 menjadi 41.9% Tabungan 59.217 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 27.1% Pinjaman yang Diterima 0.8% penempatan pada BI & Bank lain 3.42% Suku Bunga Mengambang Komposisi pendapatan bunga pada tahun 2005 & 2006 2005 2006 37.319 miliar pada tahun 2006.1% Obligasi pemerintah 49. meskipun pada akhir tahun jumlah tabungan meningkat sehingga komposisi deposito terhadap total simpanan menurun.6% Pinjaman yang Diterima 0.9% Beban Pendanaan Lainnya 1.3% Giro 12.0% penempatan pada BI & Bank lain 2.1% pada tahun 2006.2%. Jumlah rata-rata kredit yang diberikan (bank saja) meningkat dari Rp 95.0% Lainnya Komposisi beban bunga pada tahun 2005 & 2006 2005 2006 10.4% Surat Berharga 0.269 miliar.Komposisi pendapatan bunga portfolio Obligasi Pemerintah tahun 2005 & 2006 Jumlah pendapatan bunga Obligasi Pemerintah yang dimiliki terhadap total pendapatan bunga meningkat dari 37.

9% dari sebesar Rp 4.6% (Penyisihan)/Pembalikan Penyisihan Sejak 31 Maret 2005.545 4.2% Pembukaan L/C dan Bank Garansi 9.672 (167) 3.861 584 4.6% Kartu Kredit 32. Pendapatan operasional lainnya pada tahun 2006 mengalami peningkatan dari sebesar Rp 2.575 5.445 (1.159 (487) 3.3% Adiministrasi kredit & simpanan 22. Kliring & Referensi Bank 5.335 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 5. dari Rp 4. Pendapatan provisi dan komisi lainnya meningkat sebesar 11.030 4.Pendapatan inti (core earnings) pada tahun 2006 mengalami peningkatan sebesar 28.6% Anak Perusahaan 19.8% dari Rp 672 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 351 miliar pada tahun 2006.216 miliar.216 Catatan: * Terdiri dari pendapatan bunga bersih.6% Lainnya 11.031 5.057) 3.072 7. Laba Operasional sebelum penyisihan penghapusan pada tahun 2006 mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut disebabkan meningkatnya semua komponen Laba Operasional sebelum penyisihan penghapusan.5% dari Rp 74 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 380 miliar pada tahun 2006. Kebijakan Bank Mandiri dalam pembentukan PPAP kredit Kolektibilitas 1 2 3 4 5 Laba Operasional sebelum penyisihan penghapusan 2002 2003 2004 2005 Rp miliar 2006 Pendapatan Inti (Core Earnings) * Pendapatan (Kerugian) Transaksi Valas Laba Kenaikan Nilai & Penjualan Obligasi Pemerintah & Surat Berharga Total Laba Operasional sebelum penyisihan penghapusan 4.755 miliar pada tahun 2006.575 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 6.021 6.589 miliar.323 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 2.589 380 247 6. Inkaso. Bank Mandiri sepenuhnya mengikuti ketentuan Bank Indonesia dalam pembentukan penyisihan penghapusan aktiva produktif untuk kredit yang diberikan.0% Transfer.0% Kartu Kredit Penyisihan penghapusan aktiva produktif & penyisihan lainnya per 31 Desember 2005 & 2006 2005 Rp miliar 2006 Sebelum 31 Maret 2005 Setelah 31 Maret 2005 2% 15% 50% 100% 100% 1% 5% 15% 50% 100% Penyisihan penghapusan kredit (Pembalikan)/penyisihan aktiva produktif lainnya Jumlah penyisihan penghapusan aktiva produktif (Pembalikan)/penyisihan lainnya dan estimasi kerugian atas komitmen dan kontinjensi Jumlah penyisihan penghapusan bersih 3.845 114 2.505 40 pembahasan umum & analisis manajemen .335 74 166 4.577 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 1.388 4.577 380 672 351 74 Laba selisih kurs–bersih Provisi & komisi lainnya Lain-lain Jumlah pendapatan operasional lainnya 05 06 05 06 06 05 05 06 Pendapatan provisi dan komisi lainnya untuk tahun 2005 & 2006 Pendapatan Provisi & Komisi 2005 Pendapatan Provisi & Komisi 2006 36.5% Adiministrasi kredit & simpanan 21.034 (25) 2.2% Pembukaan L/C dan Bank Garansi 8.6% Lainnya 8. pendapatan provisi.9% pada tahun 2005 menjadi 70.9% Anak Perusahaan 17. Laba bersih atas selisih kurs meningkat sebesar 413. Pendapatan OPERASIONAL LAINNYA (Rp miliar) 2. Penurunan tersebut terutama disebabkan karena di tahun 2006 tidak terdapat pendapatan dari peningkatan nilai atas jaminan dan penurunan efektif atas pokok pinjaman SUFRN. Kontribusi provisi dan komisi lainnya terhadap total pendapatan operasional lainnya pada tahun 2006 meningkat dari 67. dan memberikan kontribusi terhadap laba operasional sebelum penyisihan penghapusan sebesar 89. Kliring & Referensi Bank 7.486 2.6% Transfer.651 7. Pendapatan lain-lain menurun sebesar 47. komisi dan fee serta pendapatan lainnya dikurangi dengan biaya overhead dan biaya operasional lainnya.492 402 1.486 miliar.3% dari Rp 1.9%.755 1. Inkaso.323 1.

Beban umum dan administrasi mengalami kenaikan sebesar 5. tunjangan cuti. pembahasan umum & analisis manajemen 41 .868 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 6.544 miliar (nilai nominal).018 Beban gaji dan tunjangan 593 Lain-lain–bersih (1) Catatan: (1 Termasuk biaya yang berhubungan dengan penjaminan atas dana pihak ketiga dalam Program Penjaminan Pemerintah.057 pada tahun 2005 menjadi sebesar Rp 129 miliar pada tahun 2006 yang diimbangi dengan penurunan penyisihan penghapusan aktiva produktif dari Rp 4.187 Beban gaji dan tunjangan 601 Lain-lain–bersih (1) 3.862 miliar pada tahun 2006. Kenaikan tersebut terutama disebabkan berkurangnya pembalikan penyisihan lainnya dari sebesar Rp 1. Pada tahun 2006 keuntungan atas penjualan Obligasi Pemerintah sebesar Rp 43 miliar menurun dibandingkan dengan tahun 2005 sebesar Rp 257 miliar. Keuntungan/(kerugian) dari Penjualan Surat Berharga dan Obligasi Pemerintah Bank Mandiri memperoleh keuntungan dari penjualan surat berharga dan Obligasi Pemerintah sebesar Rp 138 miliar pada tahun 2006 dan Rp 255 miliar miliar pada tahun 2005.080 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 3.018 miliar pada tahun 2006. Rincian biaya overhead untuk tahun 2005 & 2006 (Rp miliar) Beban Umum & Administrasi 2005 Beban Umum & Administrasi 2006 798 IT & Telekomunikasi 843 Occupancy Related 384 Promosi & Sponsorship 268 Transportasi & Biaya Perjalanan 304 Jasa Professional & Lainnya 203 Employee Related 279 Anak Perusahaan 822 IT & Telekomunikasi 914 Occupancy Related 437 Promosi & Sponsorship 270 Transportasi & Biaya Perjalanan 281 Jasa Professional & Lainnya 225 Employee Related 302 Anak Perusahaan Beban Gaji & Tunjangan 2005 Beban Gaji & Tunjangan 2006 1.5% dari Rp 3.010 Gaji Kotor 1.252 miliar pada tahun 2006.Beban Operasional Lainnya (Rp miliar) Jumlah beban penyisihan penghapusan bersih mengalami kenaikan sebesar 3.3% dari Rp 3.672 miliar pada tahun 2006. Peningkatan tersebut terutama disebabkan adanya kenaikan keuntungan perubahan nilai Obligasi Pemerintah dari rugi sebesar Rp 66 miliar menjadi untung Rp 101 miliar.251 Beban umum dan administrasi 3. sedangkan total penjualan pada tahun 2005 sebesar Rp 2.187 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 3.080 Beban umum dan administrasi 3. Penurunan tersebut terutama disebabkan sedikitnya Obligasi Pemerintah yang dijual selama tahun 2006 yaitu sebesar Rp 1.254 Tunjangan 338 Post Employement Benefits* 123 Training 279 Anak Perusahaan Catatan: *  Mulai tahun 2005. Beban operasional lainnya sedikit menurun dari Rp 6. kami mengakui cadangan atas manfaat Masa Bebas Tugas (MBT). Keuntungan/(kerugian) atas perubahan nilai Surat-surat Berharga dan Obligasi Pemerintah Keuntungan atas perubahan nilai surat berharga dan obligasi pemerintah pada tahun 2006 sebesar Rp 109 miliar meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2005 rugi sebesar Rp 89 miliar.024 Gaji Kotor 1.445 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 3. sedangkan beban gaji dan tunjangan mengalami penurunan sebesar 5.6% dari Rp 3. Jumlah yang dicadangkan pada tahun 2006 dan 2005 masing-masing sebesar Rp 490 miliar dan Rp 376 miliar. yaitu suatu jangka tertentu sebelum usia pensiun yang membebaskan pegawai dari tugas-tugas rutin dengan tetap memperoleh fasilitas kepegawaian yang ditentukan meliputi gaji. Beban lain-lain–bersih mengalami penurunan dari Rp 601 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 593 miliar pada tahun 2006.388 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 3.505 miliar pada tahun 2006.334 Tunjangan 456 Post Employement Benefits* 115 Training 273 Anak Perusahaan 1. THR dll.852 miliar (nilai nominal). Beban Operasional Lain 2005 Beban Operasional Lain 2006 3.

472 22.9) 0. sedangkan pada 31 Desember 2005 sebesar Rp 2.295 119 30 Ringkasan Neraca per 31 Desember 2005 & 2006 2005 (Rp miliar) USD Juta 2006 (Rp miliar) USD Juta % Perubahan Total Aktiva Kas & Penempatan pada BI Giro & Penempatan pada Bank Lain–Neto Surat Berharga yang dimiliki–Neto Obligasi Pemerintah 05 06 05 06 263.5) (61.295 dari Rp 1.3) 5.869 206.289 46.468 2. Pada metode ini. Laba per saham pada tahun 2006 adalah sebesar Rp 119.6% menjadi Rp 1.282 205.566 16.7 8.410 47.2 27.054 4.070 10.973 4.2 (37.5 - Diperdagangkan - Tersedia untuk Dijual - Dimiliki hingga jatuh tempo Kredit yang diberikan - Performing - Non Performing Penyisihan Penghapusan Kredit – Neto Total Simpanan–Non Bank - Giro - Tabungan -  Deposito Berjangka & Sertifikat Deposito Ekuitas Laba per saham Nilai buku per saham Pendapatan Non Operasional Bersih Pendapatan Non Operasional Bersih menurun dari sebesar Rp 45 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 120 miliar pada tahun 2006.295 miliar.854 8.9 (0.804 26. Laba bersih untuk tahun 2006 meningkat sebesar 301.849 5.031 90.4 (28.389) 103.648 834 28. Keuntungan (kerugian) atas kenaikan/ penurunan nilai surat berharga dan Obligasi Pemerintah Aktiva dan hutang pajak penghasilan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan diterapkan pada periode aktiva atau kewajiban tersebut direalisasi atau diselesaikan.108 448 10.096.955 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 10.095 106. Jumlah rata-rata tertimbang lembar saham beredar yang digunakan sebagai pembagi dalam menghitung laba per saham pada tahun 2006 sebanyak 20.565.633 410 9.517 39.1) (0.714 4.657 lembar. berdasarkan tarif pajak yang berlaku.598) 11.215 10.932 6.027 92.334.934 2.9 (14.3 23.442 19. Bank Mandiri menerapkan metode kewajiban (liability method) untuk menentukan beban pajak penghasilan.813 60. Penyisihan biaya pegawai c.136 (1. Penyisihan untuk Pajak Penghasilan Penyisihan pajak penghasilan menurun sebesar 35% dari Rp 629 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 409 miliar pada tahun 2006. Nilai Buku per saham Bank Mandiri per 31 Desember 2006 meningkat 12.875 9. Laba per Saham (EPS) adalah laba bersih dibagi dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh pada tahun berjalan. Penyusutan aktiva tetap b.698 10.LABA & NILAI BUKU PER SAHAM (Rupiah) 1.651 20.056 2.786 13. Kenaikan laba bersih terutama disebabkan meningkatnya pendapatan bunga bersih dari Rp 8.362 267.095 117.3) 13.486 miliar pada tahun 2006.304 96.229 (14. Penyisihan kerugian atas kasus hukum e.422 6.150 pada akhir tahun 2005. Aktiva Pajak Tangguhan–bersih pada 31 Desember 2006 adalah sebesar Rp 3.341 29.429 1.824) 94.182.735 (1.719 61.215 26.726 23.345 miliar pada tahun 2006 dan kenaikan pendapatan operasional lainnya dari Rp 2.203) 9.889 (11.5) 21.065 lembar dan pada tahun 2005 sebanyak 20.926 1.729 2.190 6.150 1.3) 10. 42 pembahasan umum & analisis manajemen . Pos-pos yang dapat dikategorikan sebagai perbedaan temporer (temporary differences) adalah: a.671 98.721 4. Metode ini juga mengakui adanya manfaat pajak di masa datang seperti rugi menurut pajak yang belum digunakan apabila kemungkinan besar manfaat tersebut dapat direalisasikan di masa yang akan datang.421 miliar pada tahun 2006. sedangkan pada tahun 2005 sebesar Rp 30.231 miliar.323 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 2.708 48.818 61.822 1.794 3.144 28.069 93 3.5% dari Rp 603 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 2.591 26.797 11.6 6. aktiva dan hutang pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer (temporary differences) antara nilai aktiva dan kewajiban yang tercatat di neraca dengan dasar pengenaan pajak atas aktiva dan kewajiban tersebut setiap tanggal pelaporan.1 (1.  Penyisihan penghapusan aktiva produktif dan komitmen & kontinjensi d.383 37.153 112.118 2.986 4.365 218 2.693 79.

424 miliar pada tanggal 31 Desember 2006.693 miliar.330 miliar. Giro pada Bank Indonesia meningkat dari Rp 20.027 miliar pada tanggal 31 Desember 2005 menjadi Rp 4. 43. sedangkan obligasi bunga mengambang memiliki tingkat suku bunga sebesar tingkat suku bunga SBI 3 (tiga) bulan.0 4. Sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.2% dari Rp 37.305 miliar pada tanggal 31 Desember 2005 menjadi Rp 21. Sedangkan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) pada tanggal 31 Desember 2006 mengalami kenaikan sebesar 121. Bank Mandiri membukukan keuntungan atas penjualan Obligasi Pemerintah sebesar Rp 43 miliar.9% 5–10 tahun 66.4% dari total portfolio Obligasi Pemerintah.1% 06 pembahasan umum & analisis manajemen 43 .0% 49. Peningkatan tersebut terutama disebabkan meningkatnya penempatan pada Bank Indonesia dari Rp 35.350 59. obligasi bunga tetap memiliki tingkat suku bunga antara 13. Atas portfolio tersebut.517 miliar pada 31 Desember 2006. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 10.3 % dibandingkan dengan 31 Desember 2005 yaitu sebesar Rp 106.5% 05 06 Rasio kredit terhadap total aktiva Rasio pendapatan bunga kredit terhadap total pendapatan bunga bulannya sedangkan untuk Obligasi Pemerintah yang dimiliki hingga jatuh tempo dicatat berdasarkan harga perolehan.0% dari total aktiva bank.745 61.031miliar pada tanggal 31 Desember 2006.9% dari total aktiva Bank.909 miliar per 31 Desember 2006.648 miliar (nilai wajar).7 1.043 miliar per 31 Desember 2005 menjadi Rp 35.973 miliar pada tanggal 31 Desember 2006. keuntungan yang belum direalisasi atas Obligasi Pemerintah sebesar Rp 101 miliar meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar rugi Rp 66 miliar.875 miliar per 31 Desember 2006. Obligasi Pemerintah yang diperdagangkan dan tersedia untuk dijual.6% dari Rp 263.0 Berdasarkan jatuh tempo 0% Kurang dari 1 tahun 2.852 miliar (nilai nominal). Obligasi Pemerintah Per 31 Desember 2006 Bank Mandiri memiliki Obligasi Pemerintah sebesar Rp 90.6 95. Per 31 Desember 2006 porsi obligasi bunga mengambang sebesar 95.150 86.9 2.6% 05 40. Pada tahun 2006. dinilai berdasarkan nilai wajar (fair value) setiap KREDIT YANG DIBERIKAN 44.579 miliar pada tanggal 31 Desember 2006.4 4.719 31.9% dari Rp 16. terutama disebabkan penurunan penempatan pada Bank lain dari Rp 15.4 100. Obligasi tersebut terdiri dari obligasi bunga tetap dan obligasi bunga mengambang. Surat Berharga yang dimiliki Surat Berharga yang dimiliki–bersih mengalami sedikit kenaikan dari Rp 4.054 miliar pada tanggal 31 Desember 2005 menjadi Rp 9. Kas dan Penempatan pada Bank Indonesia Kas dan penempatan pada Bank Indonesia meningkat sebesar 6. Giro dan Penempatan pada Bank Lain Giro dan Penempatan pada Bank Lain menurun sebesar 37.016 26.671 miliar atau 44.Obligasi Pemerintah Berdasarkan portfolio dan suku bunga Tersedia untuk Dimiliki hingga Diperdagangkan Dijual jatuh tempo Total Rp miliar % dari total Suku Bunga Tetap Suku Bunga Mengambang Total % dari total 784 50 834 0.703 28. yang merupakan 33.566 miliar per 31 Desember 2005 menjadi Rp 39.383 miliar pada tanggal 31 Desember 2005 menjadi Rp 267.2% Lebih dari 10 tahun Jumlah aktiva mengalami sedikit kenaikan yaitu sebesar 1.477 miliar pada tanggal 31 Desember 2005 menjadi Rp 14.348 miliar pada tanggal 31 Desember 2005 menjadi Rp 9. Pada tanggal 31 Desember 2006.498 90.15% sampai 15. Jumlah Obligasi Pemerintah yang dijual selama tahun 2006 sebesar Rp 1.58% per tahun.2% dari Rp 6.648 100.9% 1–5 tahun 30.095 67. jumlah kredit yang diberikan bruto Bank Mandiri secara konsolidasi adalah sebesar Rp 117.

898 109.4 9.360 5.Dibawah ini kami sajikan pertumbuhan kredit performing dan non performing (bank saja) selama tahun 2006 sebagai berikut: Kredit berdasarkan segmentasi Bersama ini kami sajikan rincian kredit yang diberikan berdasarkan segmentasi pada 31 Desember 2006 (bank saja) sebagai berikut: Baki Debet Segmen Corporate Kol Rupiah Valas Total % Kredit Performing Saldo 31 Desember 2005 Downgrade ke NPL Upgrade dari NPL Net disbursement Pengaruh kurs Saldo 31 Desember 2006 Kredit Non Performing Saldo 31 Desember 2005 Downgrade ke NPL Upgrade dari NPL Penerimaan kembali Penghapusbukuan Net disbursement Pengaruh kurs Saldo 31 Desember 2006 Rp miliar 73.617 22.350 26.2 Rp miliar 26.818) 6.8 10.090 17.1 1 10.8 6.132 91 2.308 1.702 1 20.8 1.1 0.650 (1.6 3.373 886 185 3 7.429 6.5 75.685 19.237 12.1 12.990 21.0 10.5 1.391 13.347) 90.2 2.339 78.257) (2.624 27.945 80 110 332 12.465 5.287) 18.313 19.539 (4.076 2.628 69.627 4.1 59 117 677 10.154 80.263 4.9 2.071 (1.621 11.398) (4.1 2.5 2.946 720 206 9.564 29.953 9.945 15.579 2.599 522 22 0 0 0 0 22 0 10.985 4.5 1 2 3 4 5 Subtotal Small & Micro Non performing loan Consumer 8.635 2.548 853 31 4 0 0 0 35 0 8.2 0.482 33.0 53.378 2 3 4 5 Subtotal Corporate Non performing loan Commercial 32.583 853 0.1 6.6 1.060 535 203 24.4 80 110 332 522 0.933 309 20 3.064 18.615 60.613 49.6 32.476) 1.6 4.677 Subtotal Commercial Non performing loan Small & Micro 1 2 3 4 5 18.257 17.752 824 71 7.818 (6.7 8.380 44 pembahasan umum & analisis manajemen .552 4.6 0.387 59 117 677 10.132 2 3 4 5 Subtotal Consumer Non performing loan Total Kredit 1.9 1.

4 12. selisih kurs karena penjabaran mata uang asing dan fluktuasi kredit modal kerja. sebesar 17.3 1.1 100 Catatan: 1 Skema restrukturisasi lain-lain terutama terdiri dari penurunan tingkat suku bunga.071 24.476 miliar (bank saja) dan menerima kembali kredit yang telah dihapusbukukan sebesar Rp 3. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 7.914 miliar merupakan kredit yang direstrukturisasi.5% 17.622 4.738 2.1% Kredit yang direstrukturisasi Dari total kredit yang diberikan per 31 Desember 2006. penjadualan kembali bunga yang tertunggak dan perpanjangan jangka waktu pembayaran bunga tertunggak.7% dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2005 yaitu Rp 19.568 511 9.d < 100 >= 100 s.573 (10.758 miliar.754 5.0% 12.5% 22. Portfolio kredit yang telah dihapusbuku tersebut tidak dicatat dalam laporan keuangan.5 57. MUTASI KREDIT YANG TELAH DIHAPUSBUKU TAHUN 2005 & 2006 (BANK SAJA) (Rp miliar) 2005 2006 Saldo awal tahun Penghapusbukuan Penerimaan kembali (1) Lain-Lain (2) Saldo akhir tahun 21.427 5.000 >= 1.370 5.476 (3.701) (721) 7.8% 25.362 1. Kredit yang dihapusbukukan Pada tahun 2006.0% 15.435 123 26 2 1 39.518 319 12.411) 1.0% 17.527 1.336 miliar) dari kredit yang telah dihapusbukukan sebelum dan selama tahun 2006.9% 24.529 20.255 18.914 * Termasuk pembayaran sebagian.484 39.d < 1.427 1.7 21.622 22.004 28.991 24.380 5. Mutasi kredit yang direstrukturisasi selama tahun 2006 Saldo Awal Tambahan restrukturisasi Pembayaran Penghapusbukuan Lain-lain* Saldo akhir Rp miliar 19.557 1.tabel komposisi kredit (berdasarkan angka bank) per 31 Desember 2006 Jumlah Rekening NPL Ukuran Kredit (Rp miliar) Total Rekening % Total Jumlah Saldo (Rp miliar) NPL % < 25 >= 25 s.5% 11.749 4.240 19.9% 38.914 7.587 12.8% atau Rp 20. Saldo kredit yang dihapusbukukan per 31 Desember 2006 sebesar Rp 24.d < 500 >= 500 s.411 miliar (termasuk pencatatan kembali kredit yang telah dihapusbuku sebesar Rp 2.484 2.427 miliar.064 4.8% 11. Bank Mandiri menghapusbukukan kredit yang diberikan sebesar Rp 4.456 (817) 456 22.000 TOTAL 305.812 502 149 17 4 306.677 14.336 20.758 pembahasan umum & analisis manajemen 45 .859 5. Skema & jumlah kredit yang direstrukturisasi tahun 2005 & 2006 2005 2006 Rp miliar % Kredit jangka panjang dengan opsi saham (KJPOS) Fasilitas kredit tambahan Perpanjangan jangka waktu kredit Perpanjangan jangka waktu & penurunan suku bunga Perpanjangan jangka waktu & skema restrukturisasi lain-lain Jumlah 1 1.716 109.810 11.8% 24.

962 7.142 52. yang diimbangi dengan meningkatnya Tabungan sebesar 27.911 2.6% 471 2.3% dari Rp 112.068 6.113 miliar pada tanggal 31 Desember 2006.0%.955 5.3% Tabungan 47% Deposito berjangka & Sertifikat Deposito Komposisi simpanan ( bank saja) berdasarkan segmentasi per 31 Desember 2006 Simpanan Valuta Giro Deposito Tabungan Rp miliar Total Corporate Jumlah Commercial Jumlah Consumer Jumlah Rp Valuta Asing Rp Valuta Asing Rp Valuta Asing 18.774 4.121 4.567 111. Sepanjang telah dilakukan pengikatan kredit baru atas kredit tersebut. Penurunan tersebut terutama disebabkan menurunnya deposito berjangka yang cukup signifikan sebesar 14.771 160 807 209 12 3. komposisi simpanan per 31 Desember 2005 dan 2006 Jenis Simpanan 2005 Jenis Simpanan 2006 22.6% dibandingkan dengan periode sebelumnya.4%.591 miliar.977 4.304 miliar.9% dari Rp 47.893 27.410 miliar menjadi Rp 48. giro dan tabungan mengalami kenaikan masing-masing sebesar 1. Ekuitas Total ekuitas mengalami peningkatan sebesar 13.5% dari Rp 23. Sehingga. Kredit yang dibeli dari BPPN pada 31 Desember 2005 & 2006 (Rp miliar) No Keterangan 2005 2006 1 2 3 4 5 Baki Debet Pendapatan yang ditangguhkan PPAP Pendapatan bunga & pendapatan lain yang terkait dengan kredit yang dibeli dari BPPN Tambahan penyediaan dana 4.656 52.6% Deposito berjangka & Sertifikat Deposito 23. sedangkan deposito berjangka mengalami penurunan sebesar 7.525 6.614 40.415 15.204 12.073 6 500 3.726 miliar menjadi Rp 96.2% dan 6.249 24.708 miliar. Bank mencatat selisih antara nilai pokok kredit dengan harga pembelian sebagai penyisihan penghapusan aktiva produktif.050 86 379 139 11 Kolektibilitas kredit yang dibeli dari BPPN per 31 Desember 2005 dan 2006 Kolektibilitas 2005 Rp miliar 2006 Lancar Dalam Perhatian Khusus Kurang Lancar Diragukan Macet Total NPL 631 436 571 156 2.5% Giro 22.378 8.005 miliar pada tanggal 31 Desember 2005 menjadi Rp 6. Giro mengalami peningkatan sebesar 5.024 12.706 46 pembahasan umum & analisis manajemen .793 24.7% Giro 29.9% Tabungan 54.165 19. berdasarkan komposisi simpanan per 31 Desember 2006.289 miliar menjadi Rp 205.5% menjadi 53.813 miliar.215 miliar pada tanggal 31 Desember 2005 menjadi Rp 26.278 1.496 3.771 77.Kredit yang dibeli dari BPPN Termasuk dalam saldo kredit yang diberikan per 31 Desember 2006 adalah kredit yang dibeli dari BPPN sebesar Rp 3.2% dari Rp 46. Rasio dana murah terhadap total simpanan meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang semula 45.050 miliar.816 120.890 8. Kenaikan ini terutama disebabkan meningkatnya saldo laba dari Rp 4.412 57.341 miliar pada tanggal 31 Desember 2006.614 57.155 4.6% Simpanan Pada 31 Desember 2006 jumlah simpanan sedikit mengalami penurunan dari sebesar Rp 206.291 56.680 21.153 miliar menjadi Rp 60.050 16.

7% 21.928 miliar serta penurunan Obligasi Pemerintah yang dikategorikan sebagai tersedia untuk dijual dan dimiliki hingga jatuh tempo sebesar Rp 1.874 miliar serta penurunan deposito berjangka sebesar Rp 15. Arus Kas dari Aktivitas Investasi Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi pada tahun 2006 adalah sebesar Rp 7. pembayaran dividen.121 miliar serta penurunan tabungan sebesar Rp 6.891 miliar terutama berkaitan dengan penurunan surat-surat berharga yang dikategorikan sebagai dimiliki hingga jatuh tempo dan tersedia untuk dijual sebesar Rp 1. penjualan Obligasi Pemerintah. Pada tahun 2005. Bank Mandiri telah melaksanakan pembayaran dividen tahun buku 2005 dan 2004 masing-masing sebesar Rp 14. arus kas masuk bersih dari aktivitas operasi adalah sebesar Rp 12. tambahan pemberian kredit sebesar Rp 15.240 miliar terutama berasal dari pendapatan bunga sebesar Rp 25.522 miliar. Selain itu. transaksi penjualan dengan janji dibeli kembali serta outright sales. Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan serta tantiem sebesar Rp 2. di mana kredit yang diberikan memberikan pendapatan sebesar Rp 10.042 miliar yang antara lain digunakan untuk membayar pinjaman yang diterima sebesar Rp 1. Pendistribusian laba bersih tahun 2005 yang dilaksanakan pada tahun 2006 adalah pembayaran dividen.POSISI LIKUIDITAS BANK MANDIRI per 31 DESEMBER 2005 & 2006 2005 Rp miliar 2006 Aktiva Lancar (1) Obligasi Pemerintah yang dimiliki untuk diperdagangkan dan tersedia untuk dijual Rasio kredit terhadap simpanan (2) Aktiva lancar terhadap jumlah aktiva Aktiva lancar terhadap simpanan (2) 56. pembayaran pinjaman subordinasi sebesar Rp 245 miliar. Juni 2007. dan peningkatan jumlah simpanan terutama giro dan tabungan.3% 27.628 miliar. Sumber Modal dan Likuiditas Kegiatan usaha Bank Mandiri selama tahun 2006 sebagian besar didanai oleh kombinasi penerimaan dari pendapatan bunga atas kredit yang diberikan.2% 19. cadangan umum serta Dana Program Bina Lingkungan.210 miliar dan peningkatan giro dan deposito berjangka sebesar Rp 31.6% Catatan: (1) Aktiva lancar terdiri dari: kas. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi pada tahun 2005 adalah sebesar Rp 3.359 miliar dan peningkatan giro dan tabungan sebesar Rp 17. bank dan lembaga keuangan lain. untuk mengantisipasi penarikan simpanan dalam jumlah besar oleh nasabah.419 miliar.860 miliar dengan janji untuk dibeli kembali pada bulan Januari 2007. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Pada tahun 2006 arus kas keluar bersih dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 2.678 miliar serta pembelian aktiva tetap sebesar Rp 264 miliar yang diimbangi dengan penerimaan dari penjualan aktiva tetap sebesar Rp 65 miliar. serta biaya umum dan administrasi).961 51. penempatan pada Bank Indonesia. tambahan pemberian kredit sebesar Rp 12. pembayaran pinjaman subordinasi sebesar Rp 2. Januari 2008.035 miliar. pembahasan umum & analisis manajemen 47 . Arus kas masuk bersih juga dipengaruhi oleh penerimaan provisi dan komisi sebesar Rp 2. Nopember 2009 dan Mei 2010. komisi dan provisi. yang biasanya berjumlah lebih besar daripada Giro Wajib Minimum Bank Indonesia.760 miliar. Bank Mandiri juga menggunakan portfolio Obligasi Pemerintah untuk mendukung likuiditas dan meningkatkan aktiva produktif melalui collateral fund borrowing. giro pada bank-bank lain. meskipun mengalami arus kas keluar dari deposito berjangka. Bank Mandiri menggunakan sebagian besar dananya untuk pembayaran beban bunga atas dana pihak ketiga dan pinjaman yang diterima. di mana kredit yang diberikan memberikan pendapatan sebesar Rp 11.638 miliar terutama berkaitan dengan kenaikan surat-surat berharga yang dikategorikan sebagai tersedia untuk dijual dan dimiliki hingga jatuh tempo sebesar Rp 6.935 miliar.2% 52. Bank Mandiri juga mempertahankan cadangan likuiditas.380 miliar. arus kas masuk bersih dari aktivitas operasi adalah sebesar Rp 9.496 per lembar saham atau secara total masing-masing sebesar Rp 302 miliar dan Rp 2. arus kas keluar bersih dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 8.589 29.497 miliar. Pada tahun 2006.553 57. Arus Kas dari Aktivitas Operasi Pada tahun 2006.880 miliar. serta surat-surat berharga (tidak termasuk Obligasi Pemerintah) dalam portfolio diperdagangkan dan tersedia untuk dijual) (2) Simpanan tidak termasuk simpanan dari bank lain. yang diimbangi dengan arus kas keluar dari beban bunga sebesar Rp 15.414 miliar. penempatan pada pasar uang antar bank.535 miliar.190 miliar.853 dan Rp 130. pembelian surat berharga dengan janji dijual kembali sebesar Rp 187 miliar. pemberian kredit dan pembayaran kembali pinjaman yang diterima. pembelian kembali surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali sebesar Rp 867 miliar. Pada tahun 2005.995 miliar yang di antaranya digunakan untuk membayar pinjaman yang diterima sebesar Rp 3.122 30.759 miliar. penerimaan dari eksekusi hak opsi saham sebesar Rp 415 miliar serta pembayaran dividen dan Dana Program Bina Lingkungan sebesar Rp 314 miliar. Bank Mandiri telah menjual Obligasi Pemerintah sebesar Rp 1. Bank Mandiri memiliki arus kas masuk dari peningkatan jumlah tabungan dan giro. yang diimbangi dengan arus kas keluar dari beban bunga sebesar Rp 11.783 miliar. Arus kas masuk bersih juga dipengaruhi oleh penerimaan provisi dan komisi sebesar Rp 2. Arus kas dari dana pihak ketiga juga secara signifikan mempengaruhi posisi likuiditas bank.644 miliar. dan pembayaran biaya operasional (termasuk biaya gaji dan tunjangan.7% 25.319 miliar. giro pada Bank Indonesia. Bank Mandiri telah memanfaatkan pasar uang antar bank.554 miliar terutama berasal dari pendapatan bunga sebesar Rp 19.

747 KOLEKTIBILITAS KOMITMEN & KONTINJENSI PER 31 DESEMBER 2005 & 2006 2005 Rp miliar 2006 RASIO KEUANGAN LAINNYA (BANK SAJA) Rasio 2005 2006 Performing Non Performing 15. komputer & perangkat lunak Kendaraan Jumlah 05 06 05 06 05 06 05 06 Komitmen & Kontinjensi Jumlah Komitmen & Kontinjensi yang mempunyai risiko kredit per 31 Desember 2006 mengalami penurunan sebesar 5.1% 0.0% 0.0% 95.696 3.024 4.0% 0.0% 0. RASIO KEUANGAN LAINNYA (BANK SAJA) Tabel berikut menyajikan rasio keuangan lainnya.251 639 14.0% 0.0% 0.0% 0.3% 2.401 Mata uang asing: Letters of Credit yang tidak dapat dibatalkan Bank Garansi yang diterbitkan Standby Letters of Credit 3.890 3.557 11.3% 6.3% 6.426 15. komputer dan perangkat lunak dan Rp 45 miliar untuk lain-lain. yang terdiri dari: Rp 17 miliar untuk perluasan jaringan cabang dan renovasi.867 10.7% 4. Rp 438 miliar untuk peralatan kantor.Belanja Modal Bank Mandiri menganggarkan belanja modal sekitar Rp 500 miliar pada tahun 2007. Komitmen dan Kontinjensi yang mempunyai risiko kredit per 31 desember 2005 & 2006 2005 Rp miliar 2006 Rupiah: Letters of Credit yang tidak dapat dibatalkan Bank Garansi yang diterbitkan Standby Letters of Credit 4.7% 107.797 892 3.065 4.926 139 Aktiva Produktif Bermasalah Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif terhadap Aktiva Produktif Pemenuhan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (1) Persentase Pelanggaran BMPK - Pihak Terkait - Pihak Tidak Terkait Persentase Pelampauan BMPK - Pihak Terkait - Pihak Tidak Terkait Giro Wajib Minimum Rupiah Posisi Devisa Netto (2) 12.639 604 3.8% 90. Penurunan tersebut terutama disebabkan menurunnya komitmen & kontinjensi dalam valuta asing. Penyisihan penghapusan komitmen dan kontinjensi yang telah dibentuk pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 masing-masing sebesar Rp 514 miliar dan Rp 594 miliar. BELANJA MODAL KONSOLIDASI TAHUN 2005 & 2006 (Rp miliar) 264 412 192 337 64 68 11 4 Tanah & bangunan Peralatan kantor.5% Catatan: (1)  B  eban operasional termasuk beban bunga & beban PPAP serta beban penyisihan lainnya dibagi pendapatan operasional termasuk pendapatan bunga (2) Perhitungan devisa netto termasuk akun neraca dan rekening administratif 48 pembahasan umum & analisis manajemen .236 4.2% dibandingkan dengan tahun 2005.0% 11. sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia.0% 11.6% 8.489 15.535 2.1% 103.0% 0.

independensi. maupun sosialisasi melalui media. Bank Mandiri percaya bahwa penerapan prinsipprinsip dan praktek-praktek terbaik GCG yang konsisten akan memberikan manfaat baik bagi Bank maupun para pemangku kepentingan lainnya dengan: 1. antara lain sosialisasi secara langsung melalui Forum Sosialisasi di Kantor Pusat.’ Peringkat ini telah mengalami peningkatan yang signifikan dari CGPI 2004 yaitu peringkat keenam. 3. Terlindunginya Bank dari intervensi eksternal dan tuntutan hukum. focus group. 5. 2. Dalam sosialisasi kepada Unit Kerja Kantor Pusat dan Wilayah. Agar hasil survei dapat mewakili seluruh jajaran di Bank Mandiri. situs Bank Mandiri. intranet Bank Mandiri yang dapat diakses oleh seluruh pegawai Bank Mandiri.  Meningkatnya kinerja Bank. forum investor. 117/M-MBU/2002 tentang Penerapan Praktek Good Corporate Governance Pada BUMN serta peraturan BUMN terkait. seperti buletin internal Bank Mandiri. Department Head. 6. Komite GCG telah melakukan survei dengan menggunakan metode tersebut.8/4/PBI/2006. 8/4/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum beserta PBI No. Dalam penilaian yang diikuti beberapa bank dan perusahaan non-keuangan.  Mengembalikan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Peraturan BAPEPAM. Hal ini terbukti dengan telah dibentuknya Komite Good Corporate Governance di level Komisaris pada tanggal 18 Juli 2005. yaitu Standard and Poor’s. 8/4/PBI/2006 tersebut. diskusi rutin yang diselenggarakan oleh perusahaan-perusahaan BUMN dan seminar GCG berskala nasional maupun internasional.  Mempermudah perolehan dana pembiayaan yang lebih murah yang pada akhirnya akan meningkatkan shareholder’s values. Bank Mandiri sebagai Bank Umum yang merupakan BUMN.  Meningkatnya minat dan kepercayaan investor. akuntabilitas. Sosialisasi Good Corporate Governance Sosialisasi prinsip-prinsip dan praktek-praktek terbaik GCG serta kebijakan terkait lainnya. kunjungan ke wilayah-wilayah. Selain sosialisasi kepada pihak internal. kewajaran dan kehati-hatian dalam pengelolaan Bank. Survei tersebut dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana prinsip-prinsip dan praktek-praktek terbaik GCG telah diterapkan oleh Bank Mandiri. pertanggungjawaban manajemen dan direksi. Komite Audit. 4. Keputusan Menteri BUMN No. Penilaian Penerapan Good Corporate Governance Untuk memastikan adanya peningkatan kualitas penerapan GCG secara berkesinambungan ke dalam proses bisnis. sosialisasi dilakukan juga melalui pemuatan materi GCG dalam Laporan Tahunan Bank Mandiri. sejak tahun 2003 Bank Mandiri setiap tahun menugasi lembaga independen untuk melakukan penilaian terhadap impementasi GCG. Survei Dengan Metode Self AssesSment Sebelum dikeluarkannya PBI No. Manajemen berkeyakinan bahwa penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) merupakan salah satu prasyarat mutlak dalam proses transformasi ini. Tujuan sosialisasi adalah agar seluruh jajaran Bank dapat memahami dan melaksanakan prinsipprinsip dan praktek-praktek terbaik GCG dalam menjalankan tugas. 8/14/PBI/2006 tentang Perubahan atas PBI No. dan media komunikasi lainnya sehingga diharapkan pelaksanaan GCG di Bank Mandiri dapat mudah diketahui oleh seluruh pemangku kepentingan. antara lain adalah masalah keterbukaan dan transparansi. 8/4/PBI/2006 yang mengharuskan Bank untuk melakukan penilaian sendiri secara internal (internal self assessment) terhadap pelaksanaan GCG. dengan status perusahaan publik dan perusahaan terbuka. perlakuan terhadap pemegang saham serta hubungan dengan investor. Disamping itu. efisiensi dan pelayanan kepada stakeholders. Secara keseluruhan Bank Mandiri menempati posisi ketiga dalam 10 Good Corporate Governance Perception Index 2006. PricewaterhouseCoopers dan The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG). Bank Mandiri mendapat peringkat runner-up untuk kategori sektor keuangan dengan predikat ‘terpercaya. untuk good corporate governance 49 . tanggung jawab. antara lain melalui forum-forum Corporate Governance seperti Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG). maka responden internal Bank Mandiri yang dilibatkan dalam survei adalah Komisaris. Direksi. sosialisasi dilakukan pula kepada pemangku kepentingan lainnya. dan melalui Knowledge-Based Management System (KMS). seperti corporate values dan corporate behaviours dilaksanakan kepada seluruh jajaran Bank Mandiri melalui berbagai cara. dan Pedoman Good Corporate Governance yang dikeluarkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG). Selain itu. merupakan Badan hukum yang highly regulated sehingga implementasi GCG beserta praktek-praktek terbaiknya di Bank Mandiri mengacu tidak hanya pada aturan Bank Indonesia. Pembentukan Komite Good Corporate Governance Bank Mandiri telah menyadari pentingnya penerapan GCG sebelum dikeluarkannya PBI No. Group Head. Sebelum dikeluarkannya PBI No. Disamping itu.GOOD CORPORATE GOVERNANCE Komisaris dan Direksi Bank Mandiri berkomitmen untuk menegakkan sistem perbankan yang sehat dan kuat di Indonesia dan mentransformasi Bank Mandiri menjadi bank publik terkemuka (Blue Chip Company) di kawasan Asia Tenggara (Regional Champion Bank). Pembentukan Komite GCG di level Komisaris sejalan dengan tugas Komisaris dalam melakukan pengawasan atas jalannya pengurusan perseroan oleh Direksi termasuk memantau efektivitas implementasi GCG beserta praktekpraktek terbaik. Hasil penilaian yang dilakukan oleh IICG sejak Maret 2006 telah diumumkan pada bulan Desember 2006. Kepada para responden. Bank Mandiri berhasil meraih dua penghargaan dari Asiamoney yaitu The Best Corporate Governance Award dan The Best Disclosure & Transparency yang penghargaannya diserahkan pada tanggal 24 Januari 2007.  Meningkatnya kesungguhan manajemen dalam menerapkan prinsip-prinsip keterbukaan. Audit Internal. Asiamoney menanyakan beberapa hal. Penerapan prinsip secara baik akan meningkatkan kepercayaan investor dan merupakan nilai tambah bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. tetapi juga pada Undang-undang Perseroan Terbatas. serta para Manager di Wilayah dan Cabang. seluruh anggota Komite GCG terlibat secara langsung dalam menyiapkan dan menyampaikan materi sosialisasi. dalam training/workshop.

memperoleh pandangan yang lebih objektif, maka selain responden internal ditetapkan pula responden dari pihak eksternal Bank Mandiri, yang terdiri dari para pejabat di Bapepam, BEJ dan BES, investor, rekanan, vendor dan pihak lain yang dianggap kompeten untuk memberikan penilaian terhadap implementasi GCG di Bank Mandiri. Penghargaan lainnya yang Diperoleh Di samping prestasi dan penghargaan yang telah disebutkan di atas Bank Mandiri juga memperoleh penghargaan dari Badan Sertifikasi Lloyd’s Register Indonesia berupa sertifikat ISO 9001: 2000 untuk Bidang Compliance dan Treasury Operation Department-Central Operations Group. Prinsip-prinsip Good Corporate Governance di Bank Mandiri: a. Keterbukaan (Transparency) •  Bank mengungkapkan informasi secara tepat waktu, memadai, jelas, akurat dan dapat diperbandingkan serta dapat diakses oleh stakeholders sesuai dengan haknya. • Informasi tersebut meliputi visi, misi, sasaran usaha, strategi Bank, kondisi keuangan, susunan dan kompensasi pengurus, pemegang saham pengendali, cross shareholding, pejabat eksekutif, pengelolaan risiko, sistem pengawasan dan pengendalian intern, status kepatuhan, sistem dan implementasi GCG serta informasi dan fakta material yang dapat mempengaruhi keputusan pemodal. •  Prinsip keterbukaan itu tetap memperhatikan ketentuan rahasia bank, rahasia jabatan dan hak-hak pribadi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. • Kebijakan bank harus tertulis dan dikomunikasikan kepada stakeholders yang berhak memperoleh informasi tentang kebijakan tersebut. Bank Mandiri menyampaikan laporan kepada Bank Indonesia, Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK), Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya, serta mengumumkan kepada publik mengenai

terjadinya suatu peristiwa, informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga atau nilai efek atau keputusan investasi pemodal secara tepat waktu dan obyektif berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. PBI No.8/4/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum beserta perubahannya PBI No.8/14/PBI/2006 tentang Perubahan atas PBI No.8/4/PBI/2006 mewajibkan Bank Mandiri untuk melaporkan pelaksanaan GCG pada setiap akhir tahun buku dimulai pertama kali untuk posisi laporan akhir Desember 2007. b. Akuntabilitas (Accountability) •  Bank menetapkan tanggung jawab yang jelas dari masing-masing organ Bank yang selaras dengan visi, misi, sasaran usaha dan strategi Bank dan menetapkan kompetensi kepada organ tersebut sesuai tanggung jawab masing-masing. •  Dalam pengelolaannya, Bank menetapkan check and balance system. •  Bank juga memiliki ukuran kinerja dari semua jajaran berdasarkan ukuran yang disepakati konsisten dengan nilai perusahaan (corporate values), sasaran usaha dan strategi bank serta memiliki reward and punishment system. •  Bank meyakini bahwa semua organ organisasi Bank mempunyai kompetensi sesuai dengan tanggung jawabnya dan memahami perannya dalam implementasi GGC. c. Tanggung Jawab (Responsibility) •  Bank berpegang pada prinsip kehatihatian (prudential banking practices) dan menjamin kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. •  Bank sebagai good corporate citizen peduli terhadap lingkungan dan melaksanakan tanggung jawab sosial secara wajar. d. Independensi (Independency) •  Bank menghindari terjadinya dominasi yang tidak wajar oleh stakeholders manapun dan tidak terpengaruh oleh kepentingan sepihak serta terbebas dari benturan kepentingan (conflict of interest). •  Bank mengambil keputusan secara obyektif dan bebas dari segala tekanan dari pihak manapun.

e. Kewajaran (Fairness) •  Bank memperhatikan kepentingan seluruh stakeholders berdasarkan asas kesetaraan dan kewajaran (equal treatment). •  Bank memberikan kesempatan kepada seluruh stakeholders untuk memberikan masukan dan menyampaikan pendapat bagi kepentingan Bank serta mempunyai akses terhadap informasi sesuai dengan prinsip keterbukaan. Dalam rangka menerapkan prinsip kewajaran (Fairness) Bank Mandiri memperhatikan hak-hak dan perlakuan yang sama terhadap semua pemegang saham sesuai dengan klasifikasi. Sebagai perusahaan publik, Bank memperhatikan kepentingan pemegang saham minoritas, yang antara lain diwujudkan dalam: a.  Memberikan hak kepada pemegang saham yang mewakili sekurang-kurangnya 1/10 bagian dari jumlah saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan untuk mengajukan usulan. b.  Jika terdapat transaksi benturan kepentingan sesuai dengan Peraturan Bapepam No. KEP-32/PM/2000 tentang Perubahan Peraturan No. IX.E.1 Tentang Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu, maka harus disetujui oleh para Pemegang Saham Independen atau wakil mereka yang diberi wewenang untuk itu dalam RUPS. c. Apabila terdapat transaksi material sesuai dengan Peraturan Bapepam No. KEP-02/ PM/2001 tentang Perubahan Peraturan No. IX.E.2 Tentang Transaksi Material, maka harus disetujui terlebih dahulu oleh RUPS. Struktur Corporate Governance Struktur Corporate Governance di Bank Mandiri adalah sebagai berikut: a. Komisaris Berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh pemegang saham, Komite Nominasi dan Remunerasi merekomendasikan calon Komisaris. Dari rekomendasi tersebut pemegang saham memilih Komisaris dalam RUPS melalui proses yang transparan. Demikian pula pemberhentian Komisaris hanya bisa dilakukan oleh pemegang saham dalam RUPS.

50

good corporate governance

Karena Bank Mandiri adalah suatu Badan Usaha Milik Negara yang juga merupakan perusahaan publik, Anggaran Dasar Bank menetapkan bahwa pengangkatan Komisaris oleh RUPS harus disetujui oleh pemegang saham Dwiwarna Seri A (Negara Republik Indonesia). Lebih lanjut Anggaran Dasar menegaskan bahwa hanya pemegang saham Dwiwarna Seri A yang berhak mengajukan pencalonan Komisaris dan Direktur kepada RUPS. Calon-calon tersebut efektif setelah mereka lulus fit and proper test Bank Indonesia. PBI nomor 8/4/PBI/2006 mengatur bahwa anggota Komisaris suatu bank minimal 3 orang dan paling banyak sama dengan jumlah anggota Dewan Direksi. Sejak RUPS bulan Mei 2005, jumlah anggota Komisaris Bank Mandiri sebanyak tujuh orang. Tanggung jawab dan kewajiban Komisaris: a. Komisaris bertanggung jawab terhadap terlaksananya tugas Komisaris yang diatur dalam Anggaran Dasar Bank secara efektif dan efisien serta terpeliharanya efektivitas komunikasi antara Komisaris dengan Direksi, auditor eksternal dan otoritas pengawas bank dan pasar modal. b. Komisaris bertanggung jawab dalam mematuhi ketentuan perundang-undangan dan memantau efektivitas praktek GCG. c. Komisaris wajib melakukan tindak lanjut hasil pengawasan dan rekomendasi yang diberikan dalam hal terjadi penyimpangan terhadap perundang-undangan, anggaran dasar dan prudential banking practices. d. Komisaris memiliki Tata Tertib Komisaris yang mengikat dan ditaati oleh semua komisaris. Tata tertib tersebut antara lain mengatur mengenai Rapat Komisaris. e. Komisaris wajib mengungkapkan kepemilikan saham Bank maupun perusahaan lainnya sesuai peraturan pasar modal. f. Komisaris dilarang memanfaatkan Bank untuk kepentingan pribadi, keluarga, perusahaan atau kelompok usahanya dengan cara yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan kewajaran di bidang perbankan.

b. Komisaris Independen Keberadaan Komisaris Independen dimaksudkan untuk dapat mendorong terciptanya iklim dan lingkungan kerja yang lebih obyektif dan menempatkan kewajaran (fairness) dan kesetaraan di antara berbagai kepentingan termasuk kepentingan pemegang saham minoritas dan Stakeholders lainnya. Selaku Komisaris Independen dan Pihak Independen harus dapat terlepas dari benturan kepentingan (conflict of interest). Dalam rangka mendukung pelaksanaan GCG Bank, pemegang saham dalam RUPS menetapkan Komisaris Independen dengan jumlah dan persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan guna menjalankan tugas pengawasan terhadap Bank dan kelompok usaha Bank yang tidak melakukan kegiatan usaha Bank. Selain itu, dalam PBI No.8/14/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum disebutkan bahwa Komisaris Independen adalah anggota Komisaris yang tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Komisaris lainnya, Direksi dan/atau pemegang saham pengendali atau hubungan lain yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen. PBI tersebut juga mengatur bahwa paling kurang 50% dari jumlah anggota Komisaris adalah komisaris independen. Salah satu komisaris independen ditetapkan sebagai Ketua Komite Audit. Saat ini 4 (empat) dari 7 (tujuh) anggota Komisaris Bank Mandiri merupakan Komisaris Independen, salah satunya yaitu Ibu Gunarni Soeworo adalah Ketua Komite Audit. c. Komite-komite Di Bawah Komisaris Dalam menjalankan tugasnya, Komisaris membentuk komite-komite: 1. Komite Audit, membantu Komisaris dalam pengawasan atas hal-hal yang terkait dengan informasi keuangan, sistem pengendalian internal dan efektivitas pemeriksaan oleh auditor eksternal dan internal. 2. Komite Nominasi dan Remunerasi, membantu Komisaris dalam menjalankan

fungsi pengawasan atas hal-hal yang terkait dengan penetapan kualifikasi dan proses nominasi serta remunerasi Komisaris, Direksi dan para pejabat eksekutif. 3. Komite Kebijakan Risiko membantu Komisaris dalam menjalankan fungsi pengawasan kebijakan risiko usaha. 4. Komite GCG, membantu Komisaris dalam memberikan rekomendasi arah kebijakan implementasi prinsip-prinsip GCG. d. Direksi PBI No. 8/4/PBI/2006 menetapkan bahwa usulan penggantian dan/atau pengangkatan anggota Direksi oleh Komisaris kepada RUPS harus memperhatikan rekomendasi Komite Remunerasi dan Nominasi. Kemudian para pemegang saham berdasarkan rekomendasi tersebut memilih Direksi dalam RUPS yang terbuka dan transparan. Seperti halnya pemberhentian Komisaris, pemberhentian Direksi hanya bisa dilakukan oleh pemegang saham dalam RUPS. Karena Bank Mandiri adalah suatu Badan Usaha Milik Negara yang telah Terbuka, Anggaran Dasar Bank mengatur bahwa pengangkatan Direksi oleh RUPS harus disetujui oleh pemegang saham Dwiwarna Seri A (Negara Republik Indonesia). Lebih lanjut Anggaran Dasar mengatakan bahwa hanya pemegang saham Dwiwarna Seri A yang berhak mengajukan pencalonan kepada RUPS. Penunjukan tersebut efektif setelah Direksi terpilih lulus fit and proper test Bank Indonesia. Sesuai dengan PBI 8/4/PBI/2006 disebutkan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi: a.  Bertanggungjawab penuh atas pelaksanaan kepengurusan Bank. b.  Mengelola Bank sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Peraturan perundang-undangan yang berlaku. c.  Melaksanakan prinsip-prinsip Good Corporate Governance dalam setiap kegiatan usaha Bank pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi. d.  Menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari satuan kerja audit intern Bank, auditor eksternal, hasil pengawasan Bank Indonesia dan/atau hasil pengawasan otoritas lainnya.

good corporate governance

51

e. Membentuk satuan kerja: - Satuan Kerja Audit Intern - Satuan Kerja Manajemen Risiko dan Komite Manajemen Risiko - Satuan Kerja Kepatuhan f.  Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham. g.  Mengungkapkan kepada pegawai kebijakan Bank yang bersifat strategis di bidang kepegawaian. h.  Menyediakan informasi yang akurat, relevan dan tepat waktu kepada Komisaris. i.  Memiliki pedoman dan tata tertib kerja yang bersifat mengikat bagi setiap anggota Direksi. e. Hubungan Komisaris dan Direksi Hubungan kerja antara Komisaris dan Direksi adalah check and balances serta konsultatif. Komisaris dan Direksi sesuai dengan fungsinya masing-masing bertanggung jawab atas kelangsungan usaha Bank dalam jangka panjang. Hal ini tercermin pada: a. Terpeliharanya kesehatan Bank sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan kriteria yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. b. Terlaksananya dengan baik manajemen risiko maupun sistim pengendalian internal. c. Tercapainya imbal hasil yang wajar bagi pemegang saham. d. Terlindunginya kepentingan stakeholders secara wajar. e. Terpenuhinya implementasi GCG. f. Terlaksananya suksesi kepemimpinan dan kontinuitas manajemen di semua lini organisasi. Untuk dapat memenuhi tanggung jawab dan melaksanakan pola hubungan check and balances tersebut, Komisaris dan Direksi telah menyepakati hal-hal sebagai berikut: a.  Visi, misi dan nilai-nilai perusahaan b. Rencana jangka panjang, Strategi, Sasaran usaha, maupun rencana kerja dan anggaran tahunan. c. Kebijakan dalam memenuhi ketentuan perundang-undangan, anggaran dasar dan prudential banking practices termasuk komitmen untuk menghindari segala bentuk benturan kepentingan. d. Kebijakan dan metode penilaian kinerja Bank, unit-unit kerja dalam Bank dan personalianya.

Rapat Komisaris periode 1 Januari–31 Desember 2006
No Nama Jabatan Jumlah Rapat Tidak Hadir % hadir

1 2 3 4 5 6 7

Edwin Gerungan* Muchayat Soedarjono Richard Claproth Gunarni Soeworo* Pradjoto* Yap Tjay Soen*

Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris

27 27 27 27 27 27 27

1 2 2 6 5 17 2

96% 93% 93% 78% 81% 37% 93%

* Merupakan Komisaris Independen

Rapat Komite Audit Periode 1 Januari–31 Desember 2006
No Nama Jabatan Jumlah Rapat Tidak Hadir % hadir

1 2 3 4 5

Gunarni Soeworo Soedarjono Yap Tjay Soen Zulkifli Djaelani Imam Sukarno

Ketua Anggota Anggota Anggota Anggota

26 26 26 26 26

3 2 9 -

88% 92% 65% 100% 100%

Rapat Komite Kebijakan Risiko Periode 1 Januari–31 Desember 2006
No Nama Jabatan Jumlah Rapat Tidak Hadir % hadir

1 2 3 4 5

Soedarjono Gunarni Soeworo Edwin Gerungan Tama Widjaja Pardi Soedrajat

Ketua Anggota Anggota Anggota Sekretaris

9 9 9 6 9

2 1 -

100% 78% 89% 100% 100%

Rapat Komite GCG Periode 1 Januari–31 Desember 2006
No Nama Jabatan Jumlah Rapat Tidak Hadir % hadir

1 2 3 4 5

Muchayat Richard Claproth Yap Tjay Soen Anwar Isham Mustaslimah

Ketua Anggota Anggota Anggota Sekretaris

16 16 16 16 16

2 5 6 1 -

88% 69% 63% 94% 100%

Rapat Komite Nominasi dan Remunerasi Periode 1 Januari–31 Desember 2006
No Nama Jabatan Jumlah Rapat Tidak Hadir % hadir

1 2 3 4

Edwin Gerungan Muchayat Yap Tjay Soen Kustiawan

Ketua Anggota Anggota Sekretaris

7 7 7 7

-

100% 100% 100% 100%

Catatan: Ketidakhadiran dalam rapat terutama karena dinas.

52

good corporate governance

Rapat Direksi periode 1 Januari–31 Desember 2006 No Nama Jumlah Rapat Tidak Hadir % hadir 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Agus Martowardojo Wayan Agus Mertayasa Omar S. Mengacu pada PBI No. yaitu Group Head Internal Audit sebagai sekretaris Komite Audit. Komite Nominasi & Remunerasi. Direksi dan anggota komite audit selain komisaris selama 2006 (dalam jutaan rupiah) Jumlah Anggota Gaji Tunjangan Bonus Jumlah Komisaris Direksi Komite Audit Executive Vice President.733 16. Sadikin* 84 84 84 84 84 84 51 51 51 51 51 14 10 18 5 7 9 5 8 4 15 5 83% 88% 79% 94% 92% 89% 90% 84% 92% 71% 90% e. *M  enjabat sejak 22 Mei 2006 Catatan: Ketidakhadiran dalam rapat terutama karena dinas. Remunerasi Komisaris. Sentausa* Bambang Setiawan* Riswinandi* Thomas Arifin* Budi G.751 812 24.406 28. Dalam melaksanakan tugasnya. f. komite dibantu oleh Sekretaris Komite yang diangkat dari Group Head yang terkait.273 61.935 7. DIRUT/107/2006 tanggal 9 Juni 2006 perihal Laporan Perubahan Susunan Pengurus dan Permohonan Persetujuan Penunjukkan Direktur Kepatuhan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.719 3. 1/6/PBI/1999 tanggal 20 September 1999 tentang Penugasan Direktur Kepatuhan (Compliance Director) dan Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum yang mengatur tata cara penugasan anggota Direksi sebagai Direktur Kepatuhan. f.588 2. Group Head Portfolio & Operational Risk Group sebagai Sekretaris Komite Kebijakan Risiko dan Group Head Compliance sebagai Sekretaris Komite Good Corporate Governance. Direktur Kepatuhan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Perseroan yang diselenggarakan pada tanggal 22 Mei 2006.670 19. Struktur organisasi ditingkat eksekutif yang mampu mendukung tercapainya sasaran usaha Bank. Dalam struktur keanggotaannya.668 37.242 good corporate governance 53 . Group Head Human Capital sebagai Sekretaris Komite Nominasi dan Remunerasi.935 3. Bank Mandiri telah mengajukan permohonan persetujuan Direktur Kepatuhan kepada Dewan Gubernur Bank Indonesia melalui surat No.199 177 4. Komite Kebijakan Risiko dan Komite Good Corporate Governance.552 635 15. telah menetapkan perubahan susunan pengurus Perseroan dan memberikan kewenangan kepada Komisaris untuk menetapkan pembagian tugas dan wewenang di antara para anggota Direksi dengan merujuk pada anggaran dasar perseroan. Komisaris dibantu oleh komite-komite yaitu Komite Audit. SVP dan Advisor Jumlah 7 11 2 45 65 4.673 12.  Melaksanakan rapat gabungan Komisaris dan Direksi sekurang-kurangnya tiga bulan sekali. Anwar Zulkifli Zaini Abdul Rachman Sasmita Sentot A.

115 2. Pemeringkatan tersebut dilakukan oleh independent external reviewers.148.785. Direksi & anggota komite selain komisaris per 31 Desember 2006 No Nama Saham Bonus Diskon MSOP01 MSOP02 Total Saham Opsi Komisaris 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 8 9 11 1 2 3 4 Edwin Gerungan * Muchayat # Soedarjono * + Richard Claproth # Goenarni Soeworo * + Pradjoto Yap Tjay Soen # + Direktur Agus Martowardojo Wayan Agus Mertayasa Abdul Rachman Omar S.482. Anwar Bambang Setiawan Sentot A. Bank Mandiri minimal sekali dalam satu tahun mengikuti pemeringkatan atas pelaksanaan GCG. Dalam kapasitasnya tersebut.153 444 - 2.115 2.422.153 10 Thomas Arifin Anggota Komite Selain Komisaris 54 good corporate governance .3. Sentausa Sasmita Zulkifli Zaini Riswinandi Budi G. Bambang Setiawan sebagai Direktur Kepatuhan Bank Mandiri (Persero) Tbk. Laporan Keuangan Konsolidasi Bank disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.507 2.562 499.853 2. Sadikin Zulkifli Djaelani + Imam Sukarno + Tama Widjaja * Anwar Isham # - Komite Nominasi & Remunerasi # Komite GCG * Komite Kebijakan Risiko + Komite Audit 57 49.345. Selain itu.399 8 2. akuntansi dan/atau Satuan Kerja Audit Intern (SKAI).985 60.422.000 225.038 60.677 998. hubungan pelaporan Direktur Kepatuhan adalah langsung kepada Bank Indonesia selain juga kepada Direktur Utama dan Komisaris.422.515 2.985 49.115 2.038 259 - 176 105.854 2.853 2.692 2.Menindaklanjuti permohonan tersebut. g. Sesuai ketentuan Bank Indonesia yang berlaku.785.179.707.836.115 - 415.348 2. 8/79/GBI/DPIP/ Rahasia tanggal 30 Juni 2006 telah memberikan persetujuan atas penunjukkan Sdr.422.148. untuk menjaga independensi Direktur Kepatuhan tidak boleh merangkap sebagai Direktur Utama.677 2.750. tidak membawahi kegiatan operasional.422.000 185 - - - - 8 415. Akuntan Publik tersebut akan melakukan audit umum untuk memberikan pernyataan pendapat mengenai kewajaran Laporan Keuangan bank.399 3.436 115. Akuntan Publik yang diusulkan adalah yang telah memperoleh lisensi dari Departemen Keuangan RI dan terdaftar di BAPEPAM-LK.515 2. Bank Indonesia melalui surat No. memahami peraturan perundang-undangan serta mampu bekerja secara independen.562 - .115 2. Auditor Eksternal dan Independent Reviewer Anggaran Dasar Bank menegaskan bahwa Komisaris wajib mengusulkan kepada RUPS Akuntan Publik yang akan memeriksa pembukuan Bank. Kepemilikan saham dan opsi saham Bank Mandiri oleh Komisaris.179.422.

pelaku pasar modal. Pedoman tersebut menjadi acuan bagi seluruh jajaran Bank dalam melakukan aktivitas operasional sehari-hari. Agar penerapannya dapat dilakukan secara efektif. KEP.d.’ yang ditetapkan oleh Komisaris dan Direksi dalam Surat Keputusan Bersama No. BAPEPAM-LK dan publik. Anwar Zulkifli Zaini Abdul Rachman Sasmita Sentot A. Bank Mandiri telah melaporkan penunjukan Corporate Secretary kepada BAPEPAM-LK dan Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya serta mengumumkannya di salah satu harian nasional. *) M  enjabat sejak 22 Mei 2006 Catatan: Ketidakhadiran dalam rapat terutama karena dinas. Corporate Secretary memfasilitasi komunikasi yang efektif dan memastikan tersedianya informasi untuk berbagai pihak serta berperan sebagai penghubung utama antara Bank. good corporate governance 55 . corporate secretary Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pemodal.DIR. maka SPI tersebut telah dituangkan dalam suatu ‘Pedoman. Sadikin * 9 9 9 9 9 9 3 3 3 3 3 2 1 2 100% 78% 100% 100% 89% 100% 100% 100% 100% 33% 100% h. 31 Desember 2006  No Nama Jumlah Rapat Tidak Hadir % hadir Komisaris 1 2 3 4 5 6 7 Edwin Gerungan*) Muchayat Soedarjono Richard Claproth Gunarni Soeworo*) Pradjoto*) Yap Tjay Soen*) *) Komisaris Independen 9 9 9 9 9 9 9 3 2 2 4 1 100% 67% 100% 78% 78% 56% 89% Direksi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Agus Martowardojo Wayan Agus Mertayasa Omar S. I. Sistim Pengendalian Intern Dalam rangka mengelola Bank secara efektif dan efisien serta sebagai dasar kegiatan operasional yang sehat dan aman.KOM./003/2004 tanggal 28 Desember 2004 tentang Pedoman Penerapan Sistem Pengendalian Intern PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Bank telah menerapkan suatu Sistem Pengendalian Intern (SPI).Rapat Gabungan periode 1 Januari s. regulator dan juga para pengamat. Sentausa * Bambang Setiawan * Riswinandi * Thomas Arifin * Budi G. Bank Mandiri sebagai perusahaan publik membentuk Corporate Secretary yang berperan sebagai penghubung Bank dengan para investor.

 Mengembangkan dan melakukan perbaikan di segala bidang untuk mendapatkan nilai tambah optimal dan hasil terbaik secara terus menerus.  berkata dan berperilaku terpuji.  Berkomitmen untuk bekerja tuntas dan akurat atas dasar kompetensi terbaik dengan penuh tanggung jawab. On-desk review dilakukan berdasarkan laporan yang diterima dari seluruh unit kerja yang kemudian ditindaklanjuti dan dilaporkan kepada pihak otoritas. mekanisme tanggung jawab pejabat khusus ini berada langsung di bawah Direktur Kepatuhan. Unit ini disebut sebagai Departemen Know Your Customer/Anti Money Laundering (KYC/AML). maka selain diadakan on-site review. Pemantauan yang dilakukan terhadap penerapan prinsip KYC/AML di lapangan dilakukan secara on-desk review dan on-site review. juga diberikan kembali training/ pelatihan kepada front liners. Secara umum. berkata dan bertindak terpuji 5.  Senantiasa menjadikan pelanggan sebagai mitra utama yang saling menguntungkan untuk tumbuh secara berkesinambungan. memantau dan menyediakan laporan mengenai transaksi pencucian uang yang dilakukan oleh nasabah kepada pihak otoritas. Kompeten dan bertanggung jawab 6. 2. Berpikir. 56 good corporate governance . Saling menghargai dan bekerja sama 2. sistem pengawasan intern dan pelatihan karyawan. Integrity/Integritas: Setiap saat berpikir. Unit kerja ini bertanggung jawab kepada Compliance Group Head–selaku Pejabat Khusus yang ditunjuk oleh Direksi dan sesuai dengan peraturan Bank Indonesia. Inovatif. pemisahan tugas dan tanggung jawab. Efektivitas penerapan prinsip KYC/AML di Bank Mandiri dipantau oleh unit kerja khusus setingkat Departemen di dalam unit kerja Compliance Group. Sedangkan on-site review dilaksanakan dengan memperhatikan ‘faktor risiko unit kerja’ dan atau ‘pemahaman personil unit kerja. Excellence/Kesempurnaaan: 5.  Orientasi pada nilai tambah dan perbaikan terus menerus 10. Kebijakan dan prosedur manajemen risiko yang berkaitan dengan prinsip KYC/AML merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kebijakan dan prosedur Bank secara keseluruhan dengan memasukkan unsur-unsur yang meliputi pengawasan oleh pengurus Bank. tulus dan terbuka 3. Selain itu manajemen juga telah merumuskan Pedoman Sepuluh Perilaku Utama bagi insan Mandiri sebagai berikut: 1.Nilai-Nilai dan Perilaku Bank Mandiri Manajemen Bank Mandiri bertekad untuk menerapkan nilai-nilai kebersamaan sebagai berikut: Trust/Kepercayaan: Membangun 1. Selain itu juga Bank Mandiri saat ini telah mengembangkan dan memiliki sistem informasi yang memadai untuk dapat mengidentifikasi. Professionalism/Profesionalisme: 3. Penerapan prinsip KYC/AML ini juga senantiasa merupakan obyek pemeriksaan Internal Audit. Secara berkesinambungan Bank Mandiri terus melakukan penyempurnaan terhadap Customer Information Files (CIF) untuk meningkatkan keakurasian dan kelengkapan data nasabah agar sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia dan standar internasional.  Mengutamakan pelayanan dan kepuasan pelanggan 9. proaktif dan cepat tanggap 8. penerapan prinsip KYC/AML di Bank Mandiri saat ini mendapat penilaian dari pihak otoritas dengan peringkat cukup baik dan sistem informasi manajemen dikategorikan baik.’ Faktor risiko unit kerja pada umumnya didasarkan kepada volume transaksi suatu unit kerja yang sangat tinggi sehingga pengawasan melekat pada front liners berkurang yang pada akhirnya berpotensi untuk menyebabkan kurang sempurnanya penerapan prinsip KYC/AML. salah satunya melalui penerapan prinsip Know Your Customer/Anti Money Laundering (KYC/AML). Peduli lingkungan Know Your Customer (KYC)/ Anti Money Laundering (AML) Dalam menjalankan kegiatan usaha. Customer focus/Fokus pada pelanggan: 4. menjaga martabat serta menjunjung tinggi kode etik profesi. Jujur. Bank Mandiri menghadapi berbagai risiko usaha dan untuk mengurangi risiko usaha tersebut Bank Mandiri menerapkan prinsip kehati-hatian. pendelegasian wewenang. Bank Indonesia dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Disiplin dan konsisten 4.  keyakinan dan sangka baik di antara stakeholders dalam hubungan yang tulus dan terbuka berdasarkan kehandalan. Apabila di dalam on-desk review diketahui adanya pemahaman personil unit kerja yang belum memadai terhadap penerapan prinsip KYC/AML. Memberikan solusi dan hasil terbaik 7. menganalisis.

• Implementasi Risk Based Audit. • Kantor Cabang Hong Kong dan Singapore.laporan komite audit Pemegang Saham yang terhormat. antara lain sebagai berikut: Credit Recovery Group mengenai •  pengelolaan/penyelesaian kredit bermasalah. •  ‘Time Table & Scope of Work’ untuk audit Laporan Keuangan Bank Mandiri Tahun Buku 2006.  Melakukan 5 (lima) kali pertemuan dengan KAP yang ditetapkan memeriksa Bank Mandiri untuk membicarakan: •  Perkembangan pelaksanaan audit (audit progress) Bank Mandiri tahun buku 2005. Commercial Banking Center (12 unit). Sesuai dengan laporan triwulanan yang disampaikan kepada Komisaris. No.  Melakukan tugas dan kegiatan lain yang diberikan Komisaris. 6. antara lain penelaahan atas Laporan Pelaksanaan dan Pokok-Pokok Hasil Audit Intern dan Laporan Pengawasan Rencana Bisnis Bank Semester I/2006 yang harus disampaikan Komisaris kepada Bank Indonesia. • Temuan-temuan signifikan hasil pemeriksaan SKAI dan Kantor Akuntan Publik (KAP) yang terkait dengan implementasi kebijakan. Small •  Business District Center (7 unit) dan Micro Business District Center (13 unit). • Kantor Hub (39 unit) yang membawahi 300 Kantor Spoke. • Melakukan review atas: − Independensi dan objektivitas Kantor Akuntan Publik (KAP) yang akan mengikuti tender. Komite Audit PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. • DirektoratTechnology   & Operations mengenai hal-hal yang terkait dengan masalah-masalah Teknologi Informasi dan Operasional. −  Biaya jasa audit dan cakupan audit yang diajukan KAP terpilih − Laporan hasil audit KAP terpilih. Corporate Banking Group dan Commercial •  Banking Group mengenai perkembangan kredit dan 25 debitur terbesar. • Laporan Keuangan Publikasi triwulanan. •  Melakukan review atas efektivitas pelaksanaan pengendalian intern (internal control). efektivitas pelaksanaan manajemen risiko serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Consumer Collection Group mengenai •  perkembangan penagihan Kredit Konsumer dan Kartu Kredit bermasalah. • Laporan Pelaksanaan Pernyataan Standar Auditing (PSA) No. good corporate governance 57 . •  Melakukan review atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. efektivitas pemeriksaan auditor eksternal dan internal. • Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Bank Indonesia tahun 2005.  Melakukan 6 (enam) kali pertemuan dengan Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) untuk membahas antara lain mengenai: • Rencana Kerja tahun 2006 dan Realisasi Rencana Kerja tahun 2005. Accounting Group mengenai •  perkembangan penyelesaian pos-pos terbuka (open items) dan suspense accounts. serta mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Komisaris dengan cara: •  Melakukan review atas semua informasi keuangan yang disajikan manajemen. 4. 2. 001/KEP/KOM/2005 tanggal 1 Juli 2005. 5. 3.  Melakukan penelaahan atas Laporan Hasil Audit Rutin tahun 2006 berdasarkan hasil pemeriksaan Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) terhadap unit-unit kerja berikut: Market Risk Group.  Melakukan 18 (delapan belas) kali pertemuan dengan unit-unit kerja.  Melakukan penelaahan atas data dan informasi keuangan yang terdiri dari: • Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2006. •  Melakukan review dan melaporkan berbagai risiko yang potensial akan terjadi. sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku serta tindak lanjut auditee. • Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan–Republik Indonesia. Consumer Cards Group dan Consumer Loans •  Group mengenai perkembangan bisnis kartu kredit dan kredit konsumer. •  Perkembangan pelaksanaan audit (audit progress) Bank Mandiri tahun buku 2006. dalam tahun 2006 Komite Audit telah melakukan kegiatankegiatan sebagai berikut: 1. • Laporan Realisasi Rencana Bisnis/RKAP bulanan dan triwulanan. sistem & prosedur. •  Central Operations Group dan Procurement & Fixed Assets Group. •  Biaya audit Laporan Keuangan Bank Mandiri Tahun Buku 2006. 62 yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005. •  Melakukan review atas efektivitas pelaksanaan dan hasil pemeriksaan oleh Satuan Kerja Audit Intern/Internal Audit Group. Consumer Cards Group. No. 013/KEP/KOM/1999 dan diperbaharui berdasarkan Keputusan Komisaris PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Tujuan Pembentukan Komite Audit Komite Audit Bank Mandiri dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara dan Keputusan Ketua Badan Pengawasan Pasar Modal dengan tujuan untuk membantu dan memfasilitasi Komisaris dalam menjalankan tugas dan fungsi pengawasan atas hal-hal yang terkait dengan informasi keuangan. • Laporan Keuangan Konsolidasian triwulanan. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit Komite Audit bertugas dan bertanggung jawab untuk memberikan pendapat kepada Komisaris mengenai laporan dan atau hal-hal lain yang disampaikan Direksi. • Revisi Internal Audit Charter. sudah dibentuk sejak tanggal 19 Agustus 1999 berdasarkan Keputusan Komisaris PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. sistem pengendalian intern.

Berdasarkan penelaahan dan pembahasan dalam pertemuan-pertemuan yang telah dilakukan seperti tersebut di atas. •  Bank telah memiliki kebijakan dan sistem yang memadai dalam melakukan pemantauan atas kepatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan yang berlaku. •  Bank telah memiliki sistem pengendalian intern yang memadai. Komite Audit Gunarni Soeworo Ketua Soedarjono Anggota Yap Tjay Soen Anggota Zulkifli Djaelani Anggota Imam Sukarno Anggota 58 good corporate governance . Komite Audit berpendapat bahwa: •  Penyajian laporan keuangan yang dipublikasikan telah memenuhi azas keterbukaan. Sehubungan dengan itu maka tidak ada masalah-masalah signifikan yang perlu ditambahkan dalam laporan.

Pada bulan Januari 2006. Komite sudah melakukan seleksi dan proses fit and proper test terhadap calon direksi sesuai rencana kerja. (1) Pasal 11 ayat 6 Anggaran Dasar Perseroan perihal Tantiem kepada Pengurus. (2) kriteria komisaris independen. (3) tata tertib Komite. Komite juga harus menelaah perumusan Ruang Lingkup dan Tanggung Jawab Direksi. Terakhir.laporan komite nominasi dan remunerasi Para Pemegang Saham yang terhormat. (4) talent pool program. Berdasarkan evaluasi ini Komite mengajukan usulan kenaikan gaji/honorarium bagi Direksi/ Komisaris kepada Dewan Komisaris. Komite Nominasi dan Remunerasi (Komite) diamanatkan untuk menelaah dan mengidentifikasi individu-individu unggul dan berkualitas untuk dicalonkan sebagai anggota Direksi sesuai dengan kriteria dan persyaratan yang tercantum dalam Piagam Komite. keputusan pengangkatan dan pemberhentian Direksi dan Komisaris adalah wewenang penuh pemegang saham Seri A Dwiwarna. di bulan April 2006 Komite membahas pelaksanaan Program Management Stock Option Plan Tahap 2. Komite harus memastikan bahwa kepentingan manajemen tersebut sejalan dengan kepentingan pemegang saham serta prioritas strategis Bank Mandiri. berdasarkan proses nominasi yang sistematis. Komite telah membahas dan mengevaluasi analisa Ruang Lingkup dan Tanggung Jawab Direksi beserta struktur remunerasinya. Komite di tahun 2007 akan tetap melaksanakan program kerjanya untuk memastikan berjalannya fungsi pengawasan Dewan Komisaris. Dalam pengusulan tersebut. Di tahun 2006. maka akan mempengaruhi akuntabilitas secara positip. berdasarkan rangkuman hasil survei imbalan bagi Direksi tahun 2005. Selain itu. Di bulan April 2006 juga. (5) serta program kerja komisaris. Komite percaya bahwa bila pengangkatan tersebut berdasarkan proses pencalonan yang sistematis dan obyektif. Komite menyadari bahwa Bank Mandiri selaku bank milik negara yang telah terbuka. Komite telah menyampaikan pendapat atas usulan tersebut kepada Dewan Komisaris. Komite Nominasi dan Remunerasi Edwin Gerungan Ketua good corporate governance 59 . obyektif dan handal. Komite menominasikan calon-calon direksi kepada Dewan Komisaris untuk mengemban tanggung jawab mengikuti perubahan struktur organisasi perusahaan. Ini berarti Komite bertanggung jawab untuk melakukan evaluasi kinerja direksi secara periodik serta mengusulkan paket remunerasi bagi direksi dan komisaris yang sepadan dengan kinerjanya. Sesuai amanat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tanggal 16 Mei 2005. Pada bulan September 2006 Komite telah membahas usulan penyempurnaan organisasi dari Dewan Direksi. Walaupun begitu. selama tahun 2006 Komite juga telah melakukan pembahasan beberapa hal antara lain. Selain itu Komite diberi mandat untuk menyusun pedoman untuk mengevaluasi kinerja direksi dan juga pedoman untuk mengevaluasi secara self-assessment kinerja komisaris.

 Mempertimbangkan aspek risiko produk dan perubahan keadaaan atau kejadian yang berasal dari internal maupun eksternal Bank. Secara periodik mengkaji manajemen risiko dan pedoman pelaksanaannya dan penyesuaiannya. 2.  Mendiskusikan dengan direksi atau unit kerja terkait dengan manajemen risiko. 3. Komite telah sepakat untuk bertemu sekurangkurangnya satu kali dalam sebulan. Komite Kebijakan Risiko di tahun 2006 telah memformalkan aturan keanggotaan. 6. Berdasarkan rekomendasi tersebut Dewan Komisaris mengambil keputusan berupa pendapat atas suatu masalah yang menyangkut risiko. Selama 2006 Komite dengan intensif telah membahas dengan pihak-pihak terkait mengenai risiko dan manajemennya. wewenang. Dalam rapat tersebut Komite dapat mengundang pihak-pihak yang dianggap relevan dan terkait dengan masalah risiko yang akan dibahas. 8.  Mengkaji konsep laporan triwulanan profil risiko Bank secara individual dan konsolidasi serta menyampaikan masukan kepada komisaris atas hal-hal yang perlu didiskusikan lebih lanjut dengan direksi.  Mempelajari dan mengkaji ulang kebijakan dan peraturan-peraturan internal tentang kebijakan manajemen risiko. Pertemuan tersebut merupakan rapat yang sah dan dapat mengambil keputusan yang berupa rekomendasi kepada Dewan Komisaris.  Mengikuti dan mempelajari keputusan Risk and Capital Committee.laporan komite kebijakan risiko Para Pemegang Saham yang terhormat. menguji pelaksanaan kebijakan manajemen risiko dan membahasnya dalam rapat komisaris atau rapat gabungan komisaris dan direksi. 4. Komite Kebijakan Risiko Soedarjono Ketua 60 good corporate governance .  Mengevaluasi akurasi model dan validitas data pengukuran risiko.  Memberikan masukan kepada komisaris dalam penyusunan dan perbaikan kebijakan manajemen risiko. 5. Aturan tersebut mengatur bahwa tugas dan tanggung jawab Komite adalah: 1. 7. tanggung jawab dan imbal jasa bagi Komite. tugas.

Forum Komunikasi Direktur Kepatuhan Perbankan (FKDKP) dan Forum Komisaris bank-bank Umum mengenai praktek-praktek terbaik Corporate Governance. Regional Commercial Sales. manajemen risiko dan human capital. Komitmen dan upaya Bank Mandiri dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip GCG dinilai sangat positif dan mendapat apresiasi dari dunia internasional. Asset Management. Di samping itu. program Officer Development Program (ODP) dalam forum Sharing Experience. mengenai : • Kebijakan & penyelenggaraan RUPS • Tata tertib komisaris •  Penyempurnaan struktur organisasi Bank Mandiri •  Penyempurnaan beberapa kebijakan dan prosedur Bank Mandiri lainnya Untuk mengetahui penilaian pihak independen terhadap implementasi GCG di Bank Mandiri. antara lain: perkreditan. Sosialisasi GCG di wilayah dan focus group di kantor Pusat dilakukan untuk memberikan pemahaman atas prinsip-prinsip GCG yang harus diimplementasikan oleh seluruh lini di Bank Mandiri. Selain sosialisasi di wilayah dan focus group tersebut. Komite Good Corporate Governance Muchayat Ketua good corporate governance 61 . Corporate Banking. Untuk tahun 2007. Demikianlah penyampaian kami. Internal Audit. Komite GCG telah secara aktif memberikan masukan-masukan kepada Bank Indonesia. Oleh karena itu. sementara tahun 2006 merupakan periode yang lebih fokus pada pengawasan efektivitas implementasi GCG serta terciptanya mekanisme check & balance pada aktivitas Perseroan. Perbanas. Komite GCG telah menyusun Program Kerja yang lebih fokus pada implementasi prinsip-prinsip & praktek-praktek terbaik Corporate Governance dalam aktivitasaktivitas utama bank. antara lain. Kemudian. Sosialisasi terhadap focus group yang telah terlaksana antara lain di unit Procurement. Tahun 2006 merupakan tahun yang kedua sejak terbentuknya Komite Good Corporate Governance (GCG) oleh Komisaris pada tanggal 18 Juli 2005. Komite memandang penting dan sangat relevan untuk memberikan pemahaman GCG secara dini kepada mereka. Hal ini dibuktikan melalui dua penghargaan yang diraih oleh Bank Mandiri pada awal tahun 2007 yaitu Overall Best Company in Indonesia for Corporate Governance 2006 dan The Best Company in Indonesia for Disclosure & Transparency 2006 dari Asiamoney. Product Management dan Small & Micro Banking. Himbara. untuk membangun budaya patuh (sense of compliance) terhadap regulasi. Kantor Wilayah dan Group Kantor Pusat. program self assessment GCG yang telah diselesaikan dan dilaporkan pada awal tahun 2006 bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman para responden terhadap implementasi GCG di Bank Mandiri. Komite GCG telah melakukan tinjau ulang dan memberikan masukan. Dengan sosialisasi tersebut. atas perhatian dan dukungan semua pihak terhadap pelaksanaan tugas-tugas Komite GCG selama ini. manajemen memperoleh banyak umpan balik guna perbaikan dan penyempurnaan sistem dan prosedur untuk mencerminkan prinsip-prinsip GCG. Bank Mandiri telah mengikuti Corporate Governance Perception Index pada tahun 2005 (CGPI 2005) yang diselenggarakan oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) dan menempati posisi Runner Up untuk sektor keuangan dengan predikat ‘Terpercaya’ dan menjadi salah satu The Best of Top GCG Perception Index 2006 pada peringkat ketiga. kami ucapkan terima kasih. Jakarta Commercial Sales. serta memberikan masukan dalam rangka perbaikan secara terus menerus. Secara berurutan responden yang memiliki tingkat pemahaman dan persepsi tertinggi sampai terendah diinternal Bank Mandiri adalah Komisaris.laporan komite good corporate governance Pemegang Saham yang terhormat. Peserta SDP dan ODP tersebut merupakan pegawai-pegawai baru sebagai calon pimpinan bank di masa yang mendatang. Direksi. Selanjutnya. Tahun 2005 merupakan periode penetapan kerangka dasar kebijakan GCG sebagaimana dituangkan dalam Charter GCG. Komite juga secara aktif memberikan pemahaman tentang materi GCG kepada para peserta program pelatihan calon pegawai pimpinan yaitu program Staff Development Program (SDP).

Mulai memasuki dunia perbankan pada tahun 1983 di Bank of America sebagai Financial Controller dan tahun 1989 beliau ditunjuk sebagai Finance & Planning Manager. Memulai karir di Bank Bumi Daya pada tahun 1983. Direktur Direktorat Perizinan & Informasi Perbankan pada tahun 2000–2002 serta Team Pengawas Bank Universal pada tahun 2002. beliau pernah menjabat sebagai Direktur Pengawasan Bank Perkreditan Rakyat pada tahun 1998–2000. Memulai karir sebagai Assistant Accountant PT Rohm & Haas Indonesia pada tahun 1975. Sejak tahun 1999 beliau menjabat sebagai anggota Komite Audit PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Utomo. PT Raja Garuda Mas dan pada tahun 2001 beliau sempat menjabat sebagai Senior Vice President Treasury & International Banking Group Head. Mulia & Co. Beliau diangkat sebagai anggota Komite GCG PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Nasution Corporate Secretary Menyelesaikan pendidikan S1 dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 1981 dan S2 dari University of Colorado pada tahun 1991. Kansas.anggota komite non komisaris & corporate secretary Imam Sukarno Anggota Komite Audit Menyelesaikan pendidikan S1 dari Universitas 17 Agustus 1945 pada tahun 1973 dan Master Management dari Asian Institute of Management–Manila tahun 1985. Group Treasury. pada tahun 2006. sebelum diangkat sebagai anggota Komite Kebijakan Risiko PT Bank Mandiri (Persero). Bank Niaga pada tahun 1994. Tbk. Dalam perjalanan karirnya. Tama WiDjaJa Anggota Komite Kebijakan Risiko Menyelesaikan pendidikannya di Fort Hays State University. Dalam perjalanan karirnya beliau sempat menjabat sebagai Regional Manager kemudian menjadi Group Head Commercial Risk dan saat ini sebagai Corporate Secretary. Pada tahun 1993 beliau ditunjuk sebagai Presiden Direktur PT Mega Search. Mansyur S. Beliau memulai karir sebagai Junior Auditor di Drs. Sejak tahun 2003 sampai dengan sekarang beliau menjabat sebagai anggota Komite Audit PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Dalam perjalanan karirnya. Memulai karir di Bagian Neraca Pembayaran & Moneter–Urusan Ekonomi & Statistik tahun 1975. Tahun 2003 beliau ditunjuk sebagai anggota Komite Audit AJB Bumiputera 1912 dan menjadi wakil ketua Tim Penerapan GCG AJB Bumiputera 1912. PT Bank Bumi Putera Indonesia Tbk. 62 good corporate governance .. Pada tahun 1993 beliau menjadi General Manager. Mengawali karirnya di perbankan pada tahun 1987 sebagai Treasury Manager di PT Bank Niaga. beliau pernah menjabat sebagai pimpinan cabang dan pemimpin wilayah di Bank Niaga antara tahun 1986–1994 sebelum akhirnya menjabat sebagai Direktur Operasi & Sumber Daya Manusia. Zulkifli Djaelani Anggota Komite Audit Menyelesaikan pendidikan S1 dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia–Jakarta tahun 1975. pada tahun 2005. Anwar Isham Anggota Komite GCG Menyelesaikan pendidikan di Universitas Negeri Jakarta dan meraih gelar Doktor pada bulan Maret 2004.

Jumlah ini jauh melampaui transaksi konvensional di cabang-cabang Bank Mandiri di seluruh Indonesia 312. terbesar di bandingkan bank pesaing lainnya 90detik micro & retail banking 312 juta transaksi dilayani oleh e-channel (ATM. hanya 90 detik waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan ‘in principal approval’ kredit perorangan. telepon. SMS dan internet) tahun 2006. Layanan ini tersedia di 10 kota melalui Call Center 14000 dengan menggunakan Consumer Scoring System commercial banking 29% dari seluruh ekspor non-migas Indonesia menggunakan L/C di proses oleh Bank Mandiri.000.3% dari seluruh settlement pembayaran transaksi saham di BEJ 82 % 63 strategic business unit . kami menangani 50.3% special asset management 82% dari outstanding debitur yang direstrukturisasi telah berhasil diupgrade menjadi performing loan treasury & international banking Sebagai bank pembayaran utama.Rp 555triliun corporate banking Rp 555 triliun adalah nilai kapitalisasi pasar nasabah korporasi Bank Mandiri yang merupakan 20 Perusahaan Publik terbesar di Bursa Efek Jakarta 29% consumer finance Jika Anda menelepon dari Balikpapan.000 50.

khususnya profitabilitas. Ini merupakan perubahan yang signifikan bagi para SBU tersebut yang sebelumnya lebih memiliki fokus pada pencapaian target volume.finance & strategy Keenam Strategic Business Unit akan berperan sebagai pendorong utama untuk mewujudkan budaya kerja berbasis kinerja dengan meningkatkan akuntabilitas setiap bisnis unit atas profitabilitas dan pertumbuhan. Transisi ini merupakan tahap pertama dalam pengembangan value center dengan akuntabilitas pada imbal hasil berbasis risiko.6% merupakan fee based income dan 28.8% berasal dari produk simpanan. Berdasarkan kontribusi laba dari masingmasing SBU. lebih adil serta transparan dalam mengalokasikan biaya serta mengakomodasi perubahan di dalam organisasi. yang memang dibentuk secara khusus untuk menangani penyelesaian kredit bermasalah serta asset recoveries. merupakan elemen penting dalam corporate strategy kami. sehingga tidak berfokus pada pengembangan usaha. Corporate Banking. Kinerja Business Unit dan Corporate Strategy Meskipun tahun 2006 merupakan tahun pertama di mana kami mulai menerapkan pelaporan kontribusi laba yang dihasilkan setiap SBU. emerging business dan future growth engine business. Peranan corporate center dalam pembentukan strategi dan perencanaan adalah memastikan setiap SBU membuat perencanaan yang kredibel dalam peningkatan profitabilitas dan pertumbuhan secara bank-wide. Keenam SBU tersebut akan berperan sebagai pendorong utama untuk mewujudkan budaya kerja berbasis kinerja dengan meningkatkan akuntabilitas setiap bisnis unit untuk menghasilkan profitabilitas dan pertumbuhan yang nyata. Micro & Retail. •  Dengan perbaikan-perbaikan yang akan dilaksanakan lebih jauh di tahun 2007. pahala Nugraha mansury EVP Koordinator dan Chief Financial Officer Tahun 2006 merupakan tahun penting bagi Bank Mandiri dengan dimulainya tonggak organisasi berbasis Strategic Business Unit (SBU) pada bulan Juni 2006 sebagai upaya transformasi organisasi yang memiliki budaya berbasis kinerja. dengan laba sebelum pajak tahun 2006 kurang lebih Rp 2. Implikasi dari penerapan organisasi berbasis SBU adalah: •  Desentralisasi penentuan strategi. Satusatunya SBU yang menghasilkan kontribusi negatif adalah Special Asset Management. kolaborasi antara Treasury dan Corporate Banking bukan hanya akan memperkuat hubungan bisnis dengan corporate client kami namun juga untuk meningkatkan profitabilitas nasabah corporate. Treasury & International dan Consumer Finance seluruhnya menghasilkan kontribusi laba sebelum pajak (umumnya disebut contribution margin) yang positif. namun Key Performance Indicator (KPI atau Indikator Kinerja Utama) setiap SBU akan lebih ditekankan pada ukuranukuran kinerja finansial. Commercial. Selain untuk meningkatkan fee based income di masa yang akan datang. kami akan melanjutkan penggunaan pendekatan balanced scorecard. 11. kami bergembira untuk melaporkan bahwa ke 5 SBU kami yang berfokus pada pengembangan usaha–yaitu Corporate. Pendapatan Corporate Banking 59. kami mengklasifikasi kelima SBU tersebut dalam 3 tahap pengembangan yaitu unit yang diklasifikasikan sebagai cash generator. Bank Mandiri mereorganisasi struktur direktoratnya menjadi 6 Direktorat Strategic Business Units (SBU). dengan laba sebelum pajak tahun 2006 sebesar Rp 948 miliar. sementara ukuran kinerja corporate center dan shared services bertumpu pada efisiensi dan level of services untuk memberi dukungan pada SBU. Pada saat bersamaan. 3 Direktorat Corporate Center dan satu Direktorat Shared Services.6% berasal dari aktivitas pinjaman. Treasury & International Banking. merupakan cash generator business kami yang diharapkan dapat menghasilkan laba yang diperlukan untuk memperkuat emerging business yang sudah ada maupun bagi investasi pengembangan future growth engine business. Hal ini menunjukkan FINANCE & STRATEGY strategic business unit 64 70 .1 triliun. direktorat corporate center dan shared services akan fokus pada peningkatan efisiensi biaya serta menyediakan kebijakan dan proses bisnis yang kritikal serta dukungan sistem bagi SBU. perencanaan dan budget ke masingmasing SBU. •  Penyempurnaan Performance Management System sehingga dapat mengukur profitabilitas dengan lebih baik. menunjukkan pentingnya penawaran cross-selling kepada nasabah kami dalam peningkatan pendapatan.

revenue-sharing dan pembentukan struktur yang mendukung koordinasi dan kolaborasi antar SBU seperti Client Service Teams (CSTs).51 triliun. Direktorat Finance & Strategy berupaya untuk menjalankan beberapa inisiatif untuk dapat membantu Bank Mandiri dalam meningkatkan kinerja keuangannya serta memberikan pelayanan pada unit kerja lainnya. termasuk: •  Penyempurnaan sistem akuntansi dan sistem pelaporan untuk memberikan laporan yang lebih akurat dan berkualitas • Berupaya untuk menurunkan biaya overhead dengan meningkatkan efisiensi fungsi central procurement serta koordinasi dalam implementasi inisiatif pengendalian biaya. dimana hampir 74% berasal dari produk simpanan yang disebabkan pertumbuhan tabungan sebesar 27. Micro & Retail memberi contribution margin sebesar Rp 1. •  Meningkatkan dukungan informasi serta fungsi research untuk memberikan dukungan dalam pengambilan keputusan manajemen terutama oleh setiap business unit. Fee yang dihasilkan dari bisnis Micro & Retail pada tahun 2006 adalah sebesar Rp 1. sebagai tindak lanjut dari organisasi berbasis SBU. Inisiatif Tahun 2007 Di tahun 2007. kami merencanakan untuk mengimplementasikan beberapa inisiatif sebagai berikut: •  Penyempurnaan Performance Management System untuk mengembangkan kerangka manajemen ber-basis nilai (value based management). atau merupakan 26. pangsa pasar dalam setiap segmen Berapa keuntungan yang dihasilkan? Kemampuan bisnis dalam menghasilkan cash flow dan keuntungan Berapa imbal hasil atas modal? Perubahan nilai bisnis ditambah dividen dibandingkan modal yang digunakan pentingnya kolaborasi di antara SBU sebagai bagian dari strategi Bank Mandiri. Commercial Banking yang di tahun 2006 menghasilkan contribution margin sebesar Rp 1. metodologi dan perangkat sehingga central planning dan performance management group dapat merencanakan dan memantau profitabilitas dan target pertumbuhan yang dicapai oleh unit bisnis. volume. e& Mi il eta /R cro Banking C po or e& rat Consumer Fivvanc Treasury Building Future Growth Engine Optimizing Synergies Across Business Unit Leveraging on Our Cash Generator Strengthen Emerging Business 67 69 strategic FINANCE & business STRATEGY unit Commercial Bankin g . yang didorong melalui pengukuran-pengukuran yang selaras dengan strategi tersebut seperti crossreferrals. yaitu bisnis dimana kami telah mulai menunjukkan adanya pangsa yang signifikan dibanding pesaing.6% (angka bank saja). fee dan bisnis consumer finance dimasa mendatang.8% dari total pendapatan SBU.Mandiri SEBELUMNYA Ukuran Volume Net Interest Income Fee Income Loan and deposit volume Marketshare Mandiri JANGKA PENDEK Ukuran Profitabilitas Bank-wide operating profit Bank-wide net income Business unit operating profit Business unit net income MANDIRI JANGKA MENENGAH Ukuran Value Creation Total shareholder return (TSR) Total Business Return (TBR) Return on Capital (ROC) Economic Profit Berapa besar volume bisnis? Ukuran. •  Menyiapkan proses. •  Meningkatkan peran central planning group untuk secara aktif mengelola neraca dan permodalan bank dan anak perusahaannya. sebagai salah satu corporate center. Selain itu. Menggali bisnis tambahan lainnya dari nasabah corporate dan retail yang sudah ada akan menjadi faktor keberhasilan yang penting dalam pertumbuhan simpanan ritel. sebagian besar berasal dari kredit konsumer dan kartu kredit. •  Otomasi pelaporan kinerja untuk meningkatkan aksesibilitas dan informasi kinerja yang relevan bagi manajemen secara tepat waktu untuk memonitor dan mengelola bisnis dengan lebih baik.9 triliun merupakan emerging business. Di masa datang Commercial Banking diharapkan dapat meningkatkan keuntungan melalui cross-selling kepada supplier dan pelanggan dari nasabah corporate kami. Sementara itu Consumer Finance dan Micro & Retail diharapkan mampu menjadi mesin penggerak pertumbuhan di masa depan.17 triliun. mempertajam pengukuran unit bisnis dari profitabilitas menjadi risk adjusted return on capital. Consumer Finance menghasilkan contribution margin sebesar Rp 412 miliar.

223 Treasury & INTERNATIONAL BANKING •  Mengelola likuiditas bank. • Institusi pemerintah pusat termasuk dana pensiun milik perusahaan dan BUMN 14.920 4.Description Total Loans/Recap bonds (Rp triliun) 120 90 60 30 0 CORPORATE BANKING •  Perusahaan dengan gross annual sales di atas Rp 300 miliar.4 dan 5 (debitur NPL).435 CONSUMER FINANCE Kredit kepada perorangan. pemerintah daerah 19.900 Valas Loans Rupiah Loans Recap Bonds 63 65 strategic business unit .831 COMMERCIAL BANKING •  Perusahaan dengan gross annual sales Rp 5–300 miliar • Dana debitur.599 Retail & Micro BANKING •  Kredit untuk usaha produktif yang memiliki gross annual sales sampai dengan Rp 5 miliar atau total pinjaman dibawah Rp 2 miliar • Melayani nasabah dana perorangan 0.022 12. posisi perdagangan (trading book) •  Memberi layanan di bidang correspondent banking dan capital market 90. debitur macet ekstrakomptable serta aktiva tetap bank 14.035 9. posisi devisa netto.636 0.212 11. untuk keperluan konsumtif 0.289 21.913 SPECIAL ASSET MANAGEMENT Mengelola debitur kol 3.

0% Valas full-year loan yield Rupiah full-year loan yield Recap Bonds full-year yield .69% - 21.547 15.279 8.0% 0 2.0% 0 Valas Deposits Rupiah Deposits 4.0% 19.19% 4.26% 58.14% 111.5% 0 4.33% 73.0% (1.4%) 12.34% 16.4% 14.0% 12.012 1.Total Deposits (Rp triliun) 30 60 90 120 NPLs (%) Loan/Recap Bond full-year yield (%) 0 10 20 30 1-Year Loan/Recap Bond Growth (%) 10.973 3.5% 2.8%) 37.4% 10.3% 17.7% 8.3%) 1.7% (0.62% 39.5% (23.863 1.3% 0 9.1%) 4.2% 1.6% 8.7% 137.636 7.9% 19.0% 1.367 8.74% 5.764 (1.

2% 65.6% 7.8% - 90 64 26 Personnel General & Administrative Valas full-year deposit cost Rupiah full-year deposit cost .3% 138 11.8% Rupiah miliar 1-Year Change 37 139 2.Deposit Rates (%) 0 5 10 1-Year Deposit Growth (%) Fee Income Overhead Expenses 0 100 250 500 1000 1500 3.8% (17.4% 8.0% (32.534 7.176 9.7% 81 6.0% 1.7%) 127 71.9%) 2.6%) 1.315 2.3% 762 137.6% 3.4% 1.8%) (9.7% 8.9% 65 7.2% 268 (10.0% 43 45 238 3.7% 99 16.

200 Micro Business Unit. 924 cabang. strategic strategicbusiness businessunitS unit 68 66 .3% 8.1% 3.6% Personnel 1-Year Change G & A 1-Year Change 2. 17.4% 41. Medan Bandung 6 Kantor Luar Negeri. Surabaya dan Makasar.4%) (4.1-Year Overhead Expenses Growth (%) Contribution 0 1000 2000 1-Year Contribution Growth (%) Distribution (8.509 20. 916 Consumer Loan Point of Sales (Scoring Branch).091 (24.2% 3 Regional Treasury Marketing (RTM) di Surabaya. n/a 10 Regional Credit Recovery (RCR).8%) (3.9%) 54 Consumer Loan Processing Center. 1.7% (4. 948 41.6% (18.0% 17 Commercial Banking Center (CBC).2% 12 SBDC (Small Business Distric Center).957 34. 13 Micro Business Distric Center (MBDC).1%) 15. 2. 3 Trade Service Center (TSC) di Jakarta.362 merchant EDC.0%) (10.1%) 1.0%) Kantor pusat.800 ATM. 1. 412 (1. 2 Commercial Floor. 27 Outlet Mandiri Prioritas.6%) 8. Corporate Floor di Medan dan Surabaya.

Consumer Finance.  Dalam perubahan yang besar seperti ini. baik yang berada di Kantor Pusat maupun di Wilayah. serta Special Asset Management. dan aliansi. telah dilakukan proses sosialisasi yang dipimpin langsung oleh Direktorat CMO ke unit-unit kerja terkait.Change Management Office Kami menyempurnakan strategi bisnis untuk mendapatkan porsi pendapatan yang dominan di setiap segmen nasabah. maupun di wilayah. telah disusun program mitigasi risiko implementasi. yaitu: Corporate Banking. Tugas dari Direktorat CMO adalah memantau bahkan menjalankan. Dalam hal tersebut. serta Change Management Office sebagai bagian dari Corporate Center/ Shared-Services Units. dan pembentukan dan penerapan targeted sales and services. Bank Mandiri juga perlu menjajaki peluang untuk tumbuh secara non-organik melalui 68 70 CHANGE MANAGEMENT OFFICE . Performance Management System. inisiatif-inisiatif strategis untuk mendukung proses transformasi Bank Mandiri. tugas dan tanggung jawab dari masingmasing unit kerja. Akuisisi. untuk menyusun blueprint dan detil dari organisasi yang baru tersebut Bank Mandiri dibantu oleh konsultan independen. dan Finance & Strategy. Untuk itu. Melalui kerja sama dengan Direktorat Risk Management. Disamping itu. Seluruh tim implementasi di koordinasikan langsung oleh Direktorat CMO di mana telah disusun sistem dan proses pemantauan yang baku guna memonitor perkembangan serta meng-identifikasi segala permasalahan yang timbul. Bank Mandiri memiliki 5 Business Units. Commercial Banking. Sebagai persiapan dari implementasi. Dalam uraian ini. serta membantu manajemen dalam pelaksanaan serta dalam proses sosialisasi di unit kerja masing-masing. diharapkan adanya kesamaan pandang dari seluruh karyawan Bank Mandiri. Dengan adanya proses sosialiasi yang juga didukung oleh publikasi di majalah internal Bank Mandiri. yang pada akhirnya menjadi Regional Champion Bank. Untuk menunjang pelaksanaannya. diperlukan perubahan yang sangat fundamental. Haryanto tiara budiman EVP Koordinator Untuk mendukung proses transformasi Bank Mandiri menjadi Dominant Multi-Specialist Bank. telah pula dibentuk tim implementasi di masing-masing unit kerja yang dipimpin langsung oleh seorang Group Head dari masing-masing direktorat yang bertindak sebagai liaison officer untuk implementasi program dimaksud. Risk Management sebagai bagian dari Business Enabler. serta penempatan orang-orang yang tepat di posisi-posisi kunci. 1. yaitu: (1) Perubahan organisasi berbasis Strategic Business Units (SBUs). mencakup penerapan model bisnis baru untuk segmen corporate. akuisisi. 2. Micro & Retail Banking. struktur organisasi yang baru telah disetujui oleh Direksi dan kemudian oleh Dewan Komisaris pada tanggal 22 Desember 2006 untuk di-implementasikan mulai awal January 2007. baik di Kantor Pusat. risiko-risiko implementasi perlu juga untuk di-identifikasi dan kemudian disusun cara penanganannya (mitigasi risiko) agar supaya dampak negatifnya dapat diminimalisir. KPI). (2) Penjajakan pertumbuhan non-organik melalui merger. dibentuklah Direktorat khusus di Bank Mandiri yang dinamakan Direktorat Change Management Office (CMO) yang berada langsung dibawah Presiden Direktur dan dipimpin oleh seorang EVP Koordinator. kewenangan.  Perubahan Organisasi Berbasis Strategic Business Units (SBUs) Organisasi yang berbasis pada SBU adalah organisasi yang berbasis pada kinerja dari masing-masing unit kerja. terjadi perubahan pada struktur organisasi. Di dalam struktur yang baru. Compliance & Human Capital. Treasury & International Banking. sistem kompensasi sehingga berbasis pada kinerja. serta (3) Program Penyelesaian Kredit Macet (PPKM) Bank Mandiri sebagai tindak lanjut dari PP33/2006 dan PMK87/2006. atau yang sering disebut perubahan DNA dari sebuah organisasi. termasuk di dalamnya Business Units dan juga Support/ Shared Services Units. tata-kelola dan pengambilan keputusan. Tim implementasi bertugas untuk menjabarkan secara lebih rinci struktur organisasi yang disusun oleh konsultan (termasuk job description. dan Aliansi Selain upaya-upaya untuk meningkatkan value dari perusahaan melalui inisiatif-inisiatif lintas direktorat yang dinamakan aliansi strategis. optimalisasi jaringan distribusi ritel. sampai ke level yang di bawahnya. Technology & Operations. akan dijabarkan tiga inisiatif yang dipimpin langsung oleh Direktorat CMO.  Penjajakan Pertumbuhan Non-Organik melalui Merger. Berdasarkan kajian dan rekomendasi dari konsultan. atas perlunya melakukan proses perubahan tersebut.  Mengingat banyaknya perubahan yang perlu dilakukan. termasuk penyelarasan berbagai kebijakan personalia. beserta sistem dan proses pemantauannya. di mana langkah-langkah mitigasi risiko yang dijalankan disampaikan secara berkala ke Komite Audit di Dewan Komisaris.

plafond hapus tagih yang bisa digunakan. apabila penyelesaian langsung oleh debitur. Pada tanggal 22 Desember 2006. maupun barang-barang kebutuhan rumah tangga. Pemerintah. Bank Mandiri siap untuk melaksanakan pertumbuhan non-organik untuk mencapai aspirasinya sebagai bank yang disegani di kawasan Asia Tenggara atau yang dinamakan Regional Champion Bank. termasuk pihak legislatif (DPR). dan karena itu belum diperkenankan untuk meng-implementasikan rencana pertumbuhan non-organik dimaksud. Apabila kredit bermasalah di Bank Mandiri sudah berada di bawah 5% (secara netto) dan Bank Indonesia sudah secara formal menyatakan bahwa Bank Mandiri sudah memiliki status sebagai bank yang berkinerja baik. pihak penegak hukum (Kepolisian. Untuk meng-implementasikan PP33/2006 dan PMK87/2006. Bank Indonesia). Bank Mandiri melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di mana Bank Mandiri memaparkan kepada pemegang saham tentang rencana kerja PPKM Mandiri. Bank Mandiri di tahun 2006 sudah menyusun program yang dinamakan Program Penyelesaian Kredit Macet (PPKM) Mandiri. Bank Mandiri sudah melakukan kajian-kajian tentang rencana pertumbuhan non-organik tersebut. yang isinya antara lain: (1) menegaskan bahwa piutang BUMN tidak termasuk ke dalam piutang negara. di dalam RUPSLB pada tanggal 22 Desember 2006 tersebut. Bank Mandiri siap membantu Oversight Committee dalam melaksanakan program sosialisasi dimaksud. Bank Mandiri juga sudah menunjuk legal advisor dan perusahaanperusahaan penilai (independent appraisal) untuk menilai ulang jaminan-jaminan yang sudah diserahkan oleh debitur kepada Bank Mandiri. tidak dapat terlaksana. tingkat kredit bermasalah di Bank Mandiri masih berada di atas 5% (secara netto). menyatakan bahwa akan dibentuk suatu Oversight Committee yang salah-satu tugasnya adalah memimpin proses sosialisasi dengan seluruh pemangkukepentingan. Bank Mandiri sudah menunjuk Financial Advisor yang akan menyusun strategi pelaksanaannya serta melakukan analisa untuk menyaring serta meng-identifikasi account-account yang bisa diselesaikan melalui program tersebut. untuk masuk ke tahap implementasi masih diperlukannya kesamaan pandang dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). Di awal Oktober 2006. Bank Mandiri masih berada dalam Pengawasan Intensif oleh Bank Indonesia. Tim Pengentasan Tindak Pidana Korupsi). serta pihak pemeriksa (BPK. Pemerintah mengeluarkan PP33/2006 dan PMK87/2006. Namun demikian. Di tahun 2006. seperti plafond hapus tagih yang diperbolehkan beserta modifikasi dari beberapa pasal di Anggaran Dasar Bank Mandiri. Meskipun langkah-langkah persiapan telah mulai dilaksanakan oleh Bank Mandiri sejak dikeluarkannya PP33/2006 dan PMK 87/2006. Kejaksaan Agung. melalui Surat Keputusan Bersama dengan Bank Indonesia di bulan Juli 2006. CHANGE MANAGEMENT OFFICE 71 . serta perubahan atas beberapa pasal di Anggaran Dasar Bank Mandiri untuk memungkinkan pelaksanaan program tersebut. mengingat pada tahun 2006. Selain Financial Advisor. 3. karena satu atau lain hal. Dapat kami sampaikan bahwa. yang akan dilaksanakan melalui penyelesaian langsung oleh debitur yang beritikad baik (dengan atau tanpa pengurangan pokok) dan proses pengalihan ke pihak ketiga (investor). Bank-Bank BUMN diperkenankan untuk melakukan opsi-opsi non-konvesional (termasuk dengan memberikan pengurangan pokok) dalam menyelesaikan kredit bermasalahnya. termasuk persetujuan atas infrastruktur pendukungnya. Kajian-kajian atas peluang untuk tumbuh secara non-organik akan terus dilanjutkan dan dipertajam di tahun 2007. dan (2) memberikan kewenangan kepada BUMN untuk melakukan penyelesaian piutang sesuai dengan koridor hukum korporasi. serta aliansi dengan partner-partner institusi keuangan lainnya baik di dalam maupun di luar negeri.akusisi atas bank yang memiliki keunggulan khusus di segmen atau etnis tertentu. Dengan dikeluarkannya peraturan-peraturan tersebut. termasuk meng-identifikasi potensi dari sinergi serta nilai tambah yang bisa diperoleh dari rencana tersebut. serta meminta persetujuan dari pemegang saham atas rencana kerja tersebut. Sebagai bagian dari langkah-langkah persiapan. perusahaan-perusahaan pembiayaan (multi finance) baik untuk pembiayaan kendaraan bermotor. P  rogram Penyelesaian Kredit Macet (PPKM) Bank Mandiri sebagai tindak lanjut dari PP33/2006 dan PMK87/2006. pemegang saham sudah memberikan persetujuan atas pelaksanaan PPKM Mandiri. secara theory.

strategic business unit corporate banking 72 strategic business unit • corporate banking .

Melalui program-program yang strategis. Corporate Banking akan mampu menyediakan pelayanan transaksi yang komprehensif dan produk kredit serta capital market yang lengkap untuk perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Indonesia.’ abdul rachman • Direktur . mewujudkan visi Corporate Banking ‘to be the dominant wholesale bank.

5%).0% 3.228.97% Rp 2.3% 0.839 214 5.091 miliar Rp 268.64 miliar 216 83 1.4%). Perkebunan (20.4 miliar 14.299. sedangkan pendapatan fee base sebesar Rp 268 miliar.299 miliar. sementara volume simpanan (terutama deposito mahal) menurun 16%.1% 2.1% 8.38 untuk deposito berjangka. Volume kredit meningkat 21%.4% 4. Sampai dengan akhir 2006 seluruh kredit baru senilai Rp 4.3% 2.3 triliun pada 31 Desember 2006.6%) dan telekomunikasi (8.6 miliar.121. Pada tahun 2006 ekspansi kredit disalurkan terutama untuk sektor-sektor yang termasuk kriteria sangat menarik dan menarik seperti: Oil & Gas (25.8% 0.350. Sementara itu hasil survey pengukuran tingkat kepuasan nasabah terhadap pelayanan Corporate Banking yang dilakukan oleh MarkPlus Research memperoleh skor 4. Yield of Loan–Rp Yield of Loan–Fx CoF–Rp Giro Deposito Berjangka CoF–Fx Giro Deposito Berjangka Spread Pinjaman Rp Pinjaman Fx Giro Rp Giro Fx Deposito Berjangka Rp Deposito Berjangka Fx 74 strategic business unit • corporate banking .0% 2. Asuransi (11.392 miliar Rp 2.6% di tahun 2005 menjadi 48% di tahun 2006.3% 8. Penurunan volume simpanan tersebut sejalan dengan strategi peningkatan proporsi dana murah.4 triliun diantara ekspansi kredit gross (dengan total Rp 14. Pencapaian Selama tahun 2006 dengan program kerja customer retention yang dilaksanakan.4% 11.strategic business unit corporate banking akhir tahun 2006 Volume Pinjaman Volume Simpanan Volume Bisnis Jumlah Debitur CL Jumlah Debitur NCL Jumlah Nasabah Dana Jumlah Pegawai Ratio NPL Gross Profitability Rp 36.90 miliar Rp 86. dimana sebagian besar diperoleh dari transaksi impor senilai Rp 123. Corporate Banking berhasil mempertahankan nasabah corporate yang memiliki rating B hingga AAA mencapai 100%.6% 3.6%).74 miliar Rp 50. Selama tahun 2006 pendapatan bunga bersih yang diperoleh adalah sebesar Rp 2. yang meningkat dari 41.9 triliun) masih berstatus Performing Loan.7% Pendapatan Bunga Bersih Kontribusi Laba (sebelum PPAP) Kontribusi Laba (setelah PPAP) Pendapatan Fee Yield & Spread Kinerja Volume bisnis Corporate Banking (dana pihak ketiga serta pinjaman) mencapai Rp 86.66 miliar Rp 2.

26 di tahun 2006. telekomunikasi. seperti: oil & gas . infrastruktur. PGN dan BPUI. Kami juga terus berupaya memperbaiki organisasi Corporate Banking dengan melakukan reorganisasi Corporate Banking untuk menjadi “an organization of specialist” dengan mengembangkan model bisnis yang berbasis Client Service Team (CST) dan Funding Team serta mengembangkan organisasi Syndication and Structured Finance Desk.19 di tahun 2005 menjadi 4.20 untuk kredit non tunai (dengan kisaran 1–6). kerjasama Cobranding ATM dengan KTA IPHI dan kerjasama sistem pembayaran BHP Frekuensi Radio. Kami bekerja sama dengan Mandiri Sekuritas untuk memberikan solusi kepada nasabah yang akan memasuki pasar modal sehingga dapat diperoleh struktur pendanaan yang paling optimal. maka Corporate Banking juga telah menjual produk short term loan (kredit jangka pendek) yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Corporate Banking Floor Surabaya Kanwil VIII Jl.26 di tahun 2006. pengembangan modul penerimaan negara melalui e-Channel untuk kepentingan Depkeu.19 di tahun 2005 menjadi 4. Selama tahun 2006 juga telah dilaksanakan berbagai kerjasama dan pengembangan bisnis dengan beberapa nasabah seperti pembuatan Gaz Card untuk Pertamina. 14 Client Service Team (CST) serta penambahan beberapa Corporate Floor pada sentra-sentra nasabah Corporate Banking diharapkan mampu memperbesar share of wallet Bank Mandiri pada nasabah existing maupun meraih nasabah-nasabah baru. Bank Mandiri juga memiliki komitmen untuk berpartisipasi aktif dalam pembiayaan insfrastuktur. kerjasama jasa collection service melalui eBiz card dengan PT Ultrajaya. 3 Jl. Sementara untuk menjangkau nasabah-nasabah yang memiliki jaringan di luar area Jakarta telah dibentuk Corporate Banking floor. kerjasama sistem pembayaran Host to Host dengan Pertamina. 4. diharapkan kami dapat mewujudkan visi Corporate Banking “to be the dominant wholesale bank” yaitu Corporate Banking yang mampu menyediakan pelayanan transaksi yang terintegrasi dan menyediakan produk kredit serta capital market yang lengkap untuk perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Indonesia. Peningkatan kepuasan nasabah juga tercermin dengan adanya peningkatan rasio product holdings per nasabah dari 3. Untuk dapat mempercepat proses bisnis dan mengefektifkan pengawasannya. Corporate Collection System dan Sales Tools (Macstools) Implementasi Syndication & Structured Finance Desk. Imam Bonjol No 7 Medan 20112 strategic business unit • corporate banking 75 . namun dengan tetap mempertahankan prinsip kehati-hatian.16 untuk kredit tunai serta 4. kami akan meningkatkan serta mengoptimalkan dukungan teknologi informasi melalui implementasi Loan Origination System. perkebunan & industri turunannya. Penggunaan product cash management system juga telah meningkat hampir empat kali lipat dari 107 pengguna selama tahun 2005 menjadi 399 pengguna cash management system.Peningkatan kepuasan nasabah juga tercermin dengan adanya peningkatan rasio product holdings per nasabah dari 3. Corporate Banking Floor 1. Corporate Banking Floor Medan Kanwil I Lt. Melalui langkah-langkah tersebut. pertambangan. 127–129 Surabaya 60271 2. sasaran Untuk mempertahankan posisi kami sebagai maket leader di segmen Corporate kami akan terus melaksanakan ekspansi kredit pada sektor-sektor yang prospektif. Di sisi lain untuk memenuhi kebutuhan banyak nasabah. food & beverages. Selain itu juga dengan model CST yang ada akan dilakukan aliansi strategis dengan unit bisnis lainnya sehingga bank dapat melayani seluruh kebutuhan finansial nasabah dan memberikan solusi yang tepat melalui kerjasama secara aktif. Basuki Rachmat No. Selama tahun 2006 telah dibuka dua Corporate Banking Floor yakni di Medan dan Surabaya.

76 strategic business unit • corporate banking .Kami terus berupaya memperbaiki organisasi Corporate Banking dengan melakukan reorganisasi Corporate Banking untuk menjadi ‘an organization of specialist ’ dengan mengembangkan model bisnis yang berbasis Client Service Team (CST).

403 3. data diolah.307 1. Perusahaan Efek Volume (miliar Rp) Pangsa Pasar 1 Mandiri Sekuritas 2 CIMB-GK Securities Indonesia 3 Bahana Securities 4 Arab-Malaysian Capital 5 Trimegah Securities Tbk 6 KIM ENG Securities 7 Andalan Artha Advisindo 8 Danpac Sekuritas 9 Binaartha Parama 10 NISP Sekuritas Lainnya Total Sumber: Bursa Efek Surabaya.7% 6.3% 2. 31.489 6.915 3. Berbagai jenis transaksi yang ditangani ini.562 6. Berbagai jenis transaksi penting telah diselesaikan Mandiri Sekuritas selama tahun 2006 dengan hasil memuaskan antara lain: penjaminan emisi obligasi PT Bank BTN (Persero) dan PT Astra Sedaya Finance dengan nilai emisi masing-masing sebesar Rp 1 triliun dan Rp 575 miliar. Disamping itu. Mandiri Sekuritas juga bertindak sebagai sole arranger & placement agent pada penerbitan MTN PT Pembangunan Perumahan (Persero) sebesar Rp 100 miliar.973 11.3% 4.2% 6. senilai Rp 480 miliar dimana Mandiri Sekuritas bertindak sebagai sole bookrunner dan placement agent.926 10. Mandiri Sekuritas juga terus memantapkan posisinya sebagai salah satu pemain utama di industrinya dengan peningkatan kinerja yang mengesankan dari tahun ke tahun.897 28. Capital Markets Unit usaha yang menyediakan jasa.043 428.875 4. data diolah.018 5. corporate finance dan penasehat keuangan. Capital Markets dan Manajemen Investasi.6% 2.029 9.667 11.3% 56. Broker* Nilai (miliar Rp) Pangsa Pasar 1 Danareksa Sekuritas 2 Bahana Securities 3 Trimegah Securities Tbk 4 Mandiri Sekuritas 5 Danatama Makmur 6 Lautandhana Securindo 7 Sarijaya Permana Sekuritas 8 Sinarmas Sekuritas 9 Nusadana 10 Indo Premier Lainnya Total * Broker lokal Sumber: Bursa Efek Jakarta.6% 3.124 19.345 13. Investment Banking Merupakan unit usaha penyedia jasa yang berhubungan dengan penjaminan emisi efek.284 7.0% 2.855 27. semakin membuktikan kemampuan Mandiri Sekuritas dalam menangani beragam jenis transaksi pasar modal. Transaksi penting lainnya yang tercatat selama 2006 yaitu divestasi kepemilikan saham PT Jasa Marga (Persero) di PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk.mandiri sekuritas Sebagai anak perusahaan Bank Mandiri yang bergerak di industri pasar modal.576 13.0% strategic business unit • corporate banking 77 . 43. Mandiri Sekuritas terjun langsung dalam kancah persaingan bisnis di tiga lini usaha yaitu Investment Banking.029 12.6% 2.420 10.3% 100.0% 3.347 10. baik sebagai penjual dalam emisi efek hutang dan ekuitas maupun sebagai pedagang perantara transaksi obligasi di bursa efek surabaya 2006 No.549 33% 14% 8% 7% 6% 6% 5% 4% 3% 2% 12% 100% transaksi Saham broker lokal di bursa efek Jakarta 2006 No.377 95.930 241.

Sebagai anggota Bursa Efek Jakarta.923 Des 2. Nilai tersebut menempatkan Mandiri Manajemen Investasi pada posisi ke 7 dari 94 manajer investasi yang terdaftar di Bapepam-LK. Selama tahun 2006.186 2. 2. Nilai tersebut menempatkan Mandiri Sekuritas pada posisi pertama diantara perusahan efek anggota Bursa Efek Surabaya lainnya dalam hal perdagangan obligasi. Sampai akhir Desember nilai AUM tercatat sebesar Rp 2. Hal tersebut dapat terwujud tidak hanya berkat basis klien yang luas yang mencakup baik investor institusi maupun ritel. serta guna lebih mendekatkan diri dan meningkatkan pelayanan kepada para investor.34 triliun dengan pangsa pasar 33%. namun juga dengan dukungan para profesional berpengalaman serta berbagai fasilitas pendukung seperti perdagangan jarak jauh dan informasi pasar secara real-time. Mandiri Sekuritas tercatat sebagai salah satu anggota Bursa Efek Surabaya teraktif dalam perdagangan obligasi baik obligasi pemerintah maupun obligasi korporasi. diantaranya sebagai Best Investment Bank dari Global Finance.6%.57 triliun selama tahun 2006. Mandiri Sekuritas berada pada posisi ke 4 diantara broker lokal anggota Bursa Efek Jakarta dengan pangsa pasar sebesar 4.” Saat ini. Mandiri Investment Gallery telah hadir di tiga kota yaitu Jakarta.221 1. Mandiri Sekuritas juga telah membuka beberapa kantor cabang yang biasa disebut dengan “Mandiri Investment Gallery. Dengan total nilai transaksi sebesar Rp 19.308 3. Investment Management Unit usaha Investment Management yang saat ini telah menjadi perusahaan yang berdiri sendiri dengan nama PT Mandiri Manajemen Investasi aktif melakukan kegiatan pengelolaan investasi baik dalam bentuk reksa dana maupun pengelolaan investasi yang bersifat discretionary serta jasa investment advisory.252 1.717 559 295 316 317 (miliar Rp) nilai aum mandiri manajemen investasi 2006 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sept Okt Nov Mulai pulihnya kepercayaan masyarakat terhadap produk reksa dana seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi secara umum. Di tahun mendatang. 78 strategic business unit • corporate banking .215 2.(broker) dalam transaksi di pasar sekunder. Mandiri Sekuritas juga tercatat sebagai salah satu broker teraktif yang bertransaksi seiring dengan kondisi bullish yang terjadi di pasar saham. Atas berbagai aktifitas dan pencapaian tersebut. Mandiri Sekuritas berhasil memperoleh pengakuan secara luas atas prestasinya yang ditandai dengan keberhasilannya memperoleh sejumlah penghargaan baik dari dalam maupun luar negeri. Surabaya dan Medan. Best Domestic Bond House dan #3 Best Local Broker dari Asiamoney serta Anggota Bursa Teraktif untuk perdagangan SUN selama tahun 2006 dari Bursa Efek Surabaya Sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha untuk menjadi penyedia jasa keuangan terkemuka. membuat nilai Asset Under Management (AUM) Mandiri Manajemen Investasi meningkat cukup signifikan selama tahun 2006.769 3. Mandiri Manajemen Investasi akan terus mengembangkan variasi produk yang ditawarkan serta meningkatkan kerja sama yang telah dibina selama ini baik dengan jaringan cabang Bank Mandiri maupun dengan pihak lain dalam hal pendistribusian produk. Mandiri Sekuritas berhasil membukukan volume perdagangan obligasi sebesar Rp 31. Mandiri Sekuritas juga merupakan salah satu perusahaan efek yang memelopori era perdagangan jarak jauh (remote trading) yang telah dimulai sejak tahun 2003.92 triliun atau naik sebesar 822% dibandingkan posisi Januari yang sebesar Rp 317 miliar.

00 billion IDR 575.Penghargaan yang diperoleh dalam 2006 majalah/institusi penghargaan beberapa transaksi yang diselesaikan selama 2006 Best Investment Bank in Indonesia PT PP (Persero) PT astra sedaya finance Best Domestic Bond House in Indonesia MTN Bonds IDR 100.00 billion Joint Lead Underwriter June 2006 Most Active SSX member for Government Bond Trading Sole Arranger & Placement Agent December 2006 #3 best Local Broker PT jasa marga (Persero) PT Bank tabungan negara (persero) Placement of Jasa Marga Shares in Citra Marga Nusaphala Persada Bonds IDR 480. seperti saham.co. Bank Mandiri khususnya dalam layanan priority banking di seluruh Indonesia guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk investasi pasar modal.id. Untuk informasi lebih jauh.00 billion IDR 1. Sole Bookrunner & Placement Agent December 2006 strategic business unit • corporate banking 79 .00 trillion Joint Lead Underwriter September 2006 Kedepannya. silahkan menghubungi Corporate Secretary Mandiri Sekuritas pada alamat e-mail: corsec@ mandirisek. Mandiri Sekuritas juga berencana untuk membuka beberapa kantor cabang baru di berbagai lokasi serta melanjutkan kerjasama dengan Wealth Management Group. obligasi dan reksa dana.

strategic business unit commercial banking 80 strategic business unit • commercial banking .

zulkifli zaini • Direktur .Kami menyempurnakan proses sales.’ ‘loan monitoring system.’ memperkuat ‘trade checking.’ serta penerapan proses keputusan kredit melalui sistem Komite Kredit. marketing & monitoring kredit menjadi pendekatan ‘targeted customer.

048 miliar Rp 1.840 miliar Rp 24.strategic business unit commercial banking Kami juga telah mengembangkan beberapa skema pembiayaan yang terutama kami fokuskan pada pemanfaatan bisnis di sektor agrobisnis. akhir tahun 2006 Volume Bisnis Volume Pinjaman Volume Simpanan • Giro • Deposito Pendapatan Fee Pendapatan Bunga bersih Pendapatan Operasional Profitability Rp 52.484 miliar Rp 16.355 miliar Rp 28.225 miliar Rp 128 miliar Rp 2.957 triliun 850 16% 8% 3% 11% 2% 4% Kontribusi Laba # Nasabah CMS Spread YoL–Rp YoL–Valas CoF–Rp Giro Deposito CoF–Fx Giro Deposit0 82 strategic business unit • commercial banking .259 miliar Rp 12.111 miliar Rp 2. konstruksi dan telekomunikasi melalui pengembangan strategi aliansi (value chain financing).

Watch List.9% dibanding tahun sebelumnya. dimana enam diantaranya berada di luar pulau Jawa.225 miliar. Dari sisi layanan. Sementara dana tumbuh sebesar 16. sejalan dengan kondisi sektor riil yang belum sepenuhnya membaik menyebabkan penurunan kolektibilitas kredit (non-performing loan) mencapai Rp 4.9 miliar. Pencapaian Saat ini kami memiliki 17 Commercial Banking Center (CBC) yang tersebar di Jakarta dan sembilan kota besar lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa Bank Mandiri semakin berperan didalam pelayanan transaksi bisnis pada segmen ini.977. pengetatan proses disbursment dan administrasi kredit serta penerapan proses keputusan kredit melalui sistem Komite Kredit. konstruksi dan telekomunikasi melalui pengembangan strategi aliansi (value chain financing).0 miliar.7 miliar dengan total kontribusi laba operasional (diluar biaya PPAP) sebesar Rp 2. dan Makasar.  Kami menyempurnakan proses sales. kami memperluas jaringan distribusi Commercial Banking dengan menambah 2 (dua) Commercial Floor di Batam dan Balikpapan serta membentuk 3 (tiga) Trade Servicing Center (TSC) di Jakarta.753. Selain itu. Dari sisi pengelolaan portfolio kredit agar tetap memberikan hasil yang optimal dengan risiko yang dapat diminimalisir (risk acceptable) berbagai upaya telah kami lakukan. sasaran Kami telah menetapkan serangkaian inisiatif strategis sebagai pedoman bagi pengembangan Direktorat Commercial Banking untuk mencapai tujuan organisasi berbasis SBU yang baru. dalam rangka mendukung pengembangan bisnis. kami juga telah mengembangkan beberapa skema pembiayaan yang terutama kami fokuskan pada pemanfaatan bisnis di sektor agrobisnis. Pelaksanaan inisiatif strategis tersebut tentunya akan meningkatakan standar layanan kami dan produktifitas sumber daya manusia. Adapun kontribusi laba yang dapat dibukukan segmen komersial mencapai Rp 1. Selain itu. Integrity. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap portfolio kami pada akhir tahun.1% menjadi Rp 28. Pada periode yang sama juga terdapat pelunasan kredit sebesar Rp 2. Dana giro meningkat sebesar 30. Ditahun 2006.776.Tahun 2006. Loan Monitoring System. Excellence) secara konsisten. terdapat 323 nasabah CMS baru sehingga pada akhir tahun 2006 ada sebanyak 850 nasabah yang telah menggunakan CMS Mandiri.840.1 miliar dan nasabah existing sebesar Rp 4.504.3 miliar atau tumbuh 4. volume bisnis segmen Commercial mencapai Rp 52.111. Professionalism. terdapat 323 nasabah baru CMS sehingga pada akhir tahun 2006 nasabah yang telah menggunakan CMS Mandiri sebanyak 850 nasabah. Tahun 2006. pelaksanaan workshop perkreditan. pendapatan fee-based juga meningkat signifikan yaitu mencapai Rp 128 miliar atau mengalami kenaikan 72. memperkuat trade checking. Pertumbuhan dana yang cukup baik selama tahun ini juga diikuti dengan perbaikan struktur dana (funding mix) secara signifikan. Inisiatif ini telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pendapatan fee-based dan jumlah nasabah.688. dan evaluasi terhadap manning pegawai dengan penempatan pegawai sesuai bidang keahliannya. Kinerja Di tahun 2006. Sejalan dengan meningkatnya volume bisnis di tahun 2006.9% menjadi Rp 16.957 triliun atau naik 56.  Penyempurnaan organisasi dan peningkatkan kualitas SDM melalui pelaksanaan competency assessment. Kami akan senantiasa meningkatkan kapabilitas dan volume transaksi bisnis serta mengoptimalkan operasional end-to-end. 2. kami akan menata kembali sumber daya sesuai dengan tujuan strategis kami yang baru.8%.048. marketing & monitoring kredit melalui pendekatan targeted customer. Customer Focus. meningkatkan pengetahuan dan kemampuan sales force kami. Surabaya.9 miliar. beberapa inisiatif yang telah kami lakukan diantaranya melaksanakan pengembangan Cash Management System (CMS) Mandiri dan Customer Access untuk pelayanan trade services.3% dari total pendapatan operasional Bank Mandiri (diluar biaya PPAP).1 miliar terdiri dari nasabah baru sebesar Rp 1. dan dengan demikian meningkatkan portfolio kredit secara keseluruhan. yaitu: 1.9% dibanding tahun sebelumnya. Tentu hal ini juga harus diikuti dengan penerapan nilai-nilai budaya Bank Mandiri (Trust.259 miliar dan dana deposito juga meningkat sebesar 0.9% menjadi Rp 12.484. serta menetapkan fungsi pengelolaan nasabah secara tersendiri.0 miliar. Disisi lain. Dari perspektif organisasi. Disamping itu kami juga berupaya untuk mencapai pertumbuhan bisnis yang sehat melalui program aliansi secara aktif. segmen komersial mampu membukukan pendapatan bunga bersih sebesar Rp 2. Dengan demikian kami berharap dapat memenangkan persaingan bisnis serta mengembangkan bisnis secara sehat dan berkesinambungan.0 miliar atau 33. strategic business unit • commercial banking 83 .Pertumbuhan tersebut didukung oleh ekspansi kredit gross sebesar Rp 6.

strategic business unit consumer finance 84 strategic business unit • consumer banking .

omar sjawaldy anwar • Direktur . strategi suku bunga yang tepat dengan fokus pada produk yang menguntungkan dan mempertahankan posisi Brand yang kuat.Perhatian utama kami adalah pada pemilihan target market yang cermat. serta dukungan komitmen dari jaringan cabang yang luas.

33 Triliun dengan jumlah debitur sebanyak 169. Untuk menangkap potensi yang ada telah dibentuk Direktorat Consumer Finance dengan fokus pada pengelolaan kredit perorangan.3% dari posisi 31 Desember 2005.33 triliun Rp 3.293 miliar 872 ribu Rp 412 miliar 16% 4% KINERJA Sampai dengan 31 Desember 2006.209 rekening sampai dengan 31 Desember 2006. kartu kredit dan Bank Syariah Mandiri yang merupakan salah satu anak perusahaan Bank Mandiri.180 Rp 1. Dengan peningkatan ini Bank Mandiri menduduki peringkat ke-1 sebagai penerbit kartu kredit Visa dan peringkat ke-3 untuk volume penjualan (Member Ranking Report-Quarter December 2006. tersedianya tenaga Kontribusi Laba Spread YoL–Rp YoL–Valas 86 strategic business unit • consumer banking . Direktorat Consumer Finance membukukan pendapatan bunga bersih sebesar Rp 771 miliar dan memberikan kontribusi sebesar Rp 412 miliar. baik untuk jumlah pemegang kartu maupun outstanding balance. Visa International). •  Meningkatkan penetrasi produk kredit perorangan melalui implementasi program pemasaran yang agresif. Bank Mandiri telah menyalurkan kredit dengan baki debet sebesar Rp 11. KPR Top Up dan KPR Duo.67 triliun 169 ribu 1. Baki debet tersebut meningkat sebesar 11. pencapaian Pada tahun 2006 terjadi perubahan struktur organisasi Bank Mandiri.61 triliun Rp 3. Beberapa inisiatif strategis yang telah dilaksanakan pada tahun 2006 untuk mendukung fokus baru tersebut adalah sebagai berikut: •  Mengembangkan produk kartu kredit berdasarkan segmen young adult dengan meluncurkan kartu kredit Everyday Card. Pangsa pasar Mandiri Visa meningkat menjadi 19%. •  Mengembangkan fitur kartu kredit melalui peluncuran Power Buy di jaringan EDC. •  Mengembangkan produk kredit perorangan melalui peluncuran produk dan fitur baru KPR Flexible.strategic business unit consumer finance akhir tahun 2006 Volume Pinjaman • KPR Mandiri • Multiguna Mandiri # debitur # profesional sales Volume kartu kredit # kartu kredit Profitability Rp 11.

Dalam tahun 2006. Program Discount 50% untuk pemegang kartu Everyday dan Titanium Card.293 triliun menurun sebesar 5. Untuk mempercepat pertumbuhan jumlah kartu kredit. Pengembangan fitur-fitur baru. Program Top Up. Faktor makro ekonomi serta peningkatan pembayaran karena adanya peraturan baru mengenai kewajiban minimal pembayaran menjadi 10%.46% dibandingkan dengan tahun 2005. telah dilakukan pengembangan produk kartu kredit dengan merk yang baru.67 Triliun per 31 Desember 2006. KPR Top Up dan programprogram pemasaran yang bekerjasama dengan pengembang mitra Bank Mandiri. Bank Mandiri menawarkan manfaat terbaik untuk nasabah kartu kredit dengan mengembangkan berbagai kombinasi fitur dan program yang inovatif sesuai dengan kebutuhan segmen pasar yang dituju. dimana baki debet penggunaan kartu kredit pada tahun 2006 tercatat sebesar Rp 1.5%.4% dari 31 Desember 2005. Kantor Cabang Bank Mandiri dan Aliansi Strategis dengan nasabah potensial Bank Mandiri. program belanja cicilan dengan bunga 0%. Program Mandiri Siswa Sejahtera bekerjasama dengan AXA Mandiri menawarkan program EduPlan kombinasi dengan Unit Links.480 kartu atau meningkat sebesar 15. tingkat kepuasan pelanggan pada tahun 2006 meningkat dibandingkan tahun 2005 yaitu dari 85% menjadi 88. Branch Sales Contest dan penjualan silang kepada nasabah dana dan pinjaman Bank Mandiri dengan pembebasan iuran tahunan. Berbagai penghargaan telah diperoleh Bank Mandiri atas program-program pemasaran dan loyalitas yang dilakukan selama tahun 2006 antara lain: Outstanding Achiever-Large Issuer dari strategic business unit • consumer banking 87 . Selama tahun 2006 telah diluncurkan beberapa produk dan fitur baru antara lain KPR Flexible.9% dari posisi 31 Desember 2005. pada tahun 2006 Bank Mandiri memperoleh penghargaan sebagai Bank BUMN dengan Strategi Suku Bunga yang Inovatif dari Majalah Property & Bank. Produk ini adalah produk kredit perorangan yang diberikan kepada karyawan perusahaan yang telah menyalurkan pembayaran gaji melalui jasa payroll Bank Mandiri. telah dilakukan pula program Member Get Member dan Add On untuk para pemegang kartu Mandiri Visa. cara mudah isi pulsa/prepaid telco melalui SMS. Telemarketing. Sepanjang tahun 2006 telah dilakukan kerjasama program penggunaan kartu dengan lebih dari 1. melalui penyederhanaan dokumen dan proses persetujuan kredit. maka sesuai hasil survei CSI (Customer Satisfaction Index) yang dilaksanakan oleh sebuah lembaga survei independen. Pemasaran kartu kredit dilakukan melalui saluran pemasaran utama yaitu Direct Sales. PT Indo Pasific. •  Meningkatkan penyaluran kredit perorangan. Guna memproses aplikasi dari nasabah. serta penerbitan affinity card dengan institusi pendidikan dan secondline embossing card dengan beberapa perusahaan. seperti Power Buy. KPR Duo. peluncuran produk baru yang inovatif dan percepatan proses persetujuan kredit merupakan faktor-faktor yang mendukung peningkatan kinerja unit kerja di bawah kelolaan Direktorat Consumer Finance. program dana tunai dengan bunga 1.Kami bekerjasama dengan lebih dari 245 proyek perumahan dari pengembang-pengembang di seluruh Indonesia. dan PT Pertamina. berdampak pada usaha pertumbuhan kredit. Consumer Loan didukung lebih dari 1. penjualan yang handal di setiap titik penjualan dan penjualan silang yang agresif terhadap nasabah potensial Bank Mandiri. Bank Mandiri telah bekerjasama dengan lebih dari 630 perusahaan dalam menyalurkan produk ini. Consumer Loan didukung oleh 13 Consumer Loan Processing Center dan 41 Consumer Loan Processing Outlet yang tersebar di seluruh Indonesia dengan menggunakan sistem komputerisasi yang on-line. Proses penjualan produk ini difokuskan kepada perusahaan yang telah menjadi nasabah Bank Mandiri.61 Triliun dan Multiguna Mandiri sebesar Rp 3. KREDIT PERORANGAN Besarnya kredit perorangan masih didominasi oleh produk KPR Mandiri dengan baki debet Rp 3.6%. Selanjutnya baki debet KPR Mandiri juga tumbuh cukup baik sebesar 18.96%. Dengan adanya pengembangan dalam proses pelayanan. Power Cash. Namun demikian kartu kredit tetap mampu menghasilkan laba bersih yang positif bagi Bank Mandiri. Seluruh manfaat dari kombinasi yang diberikan tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan penjualan dan frekuensi penggunaan kartu yang pada akhirnya memberikan kontribusi pada portofolio Kartu Kredit Bank Mandiri. Bank Mandiri bekerjasama dengan MasterCard World Wide meluncurkan Everyday Card dan Titanium Card untuk memperluas pasar di young adult dan upper segment. Selain itu. KARTU KREDIT Jumlah kartu kredit yang telah diterbitkan berdasarkan posisi per akhir Desember 2006 adalah sebesar 872.180 tenaga penjualan yang membantu memasarkan produkproduk kredit konsumtif.200 merchant partner dan kerjasama transaksi dengan lebih dari 11 bill payment partner secara reguler serta melaksanakan lebih dari 800 kegiatan program promosi yang bertujuan untuk meningkatkan transaksi penggunaan kartu dan loyalitas pemegang kartu. seperti PT Samudra Indonesia. Kami juga bekerjasama dengan lebih dari 245 proyek perumahan dari pengembang-pengembang di seluruh Indonesia. PT Inco. Selain itu produk Mitrakarya Mandiri mengalami pertumbuhan baki debet yang sangat pesat sebesar 81.

mengimplementasikan Euro Mastercard Visa (EMV) dan teknologi contactless. serta didukung komitmen cabang. namun dengan pemilihan target market yang cermat. Masuknya institusi keuangan asing ke dalam segmen kredit konsumtif mengakibatkan persaingan meningkat secara signifikan. Visa International. 88 strategic business unit • consumer banking . Direktorat Consumer Finance akan melanjutkan penajaman dalam penawaran dan pemasaran produk pada segmen yang menguntungkan. memperkuat efektifitas dan produktifitas dari jaringan sales dan pemasaran sehingga lebih efisien. The Best Credit Card in Pricing dan the Third Winner of the Best Credit Card in Marketing Communication dari Swasembada dan Synovate serta Indonesian Bank Loyalty Champion dari MarkPlus Insight dan Info Bank. SASARAN Di tahun mendatang. penjualan silang produk-produk kepada nasabah Bank Mandiri. termasuk di dalamnya mengembangkan travel & entertainment reporting dan co-branding dengan institusi yang memiliki akses terhadap segmen yang dituju. memperkuat keberadaan pelayanan Bank Mandiri di setiap titik penjualan. menerbitkan produk kartu kredit baru untuk segmen-segmen yang belum digarap secara optimal seperti corporate card.Kami meningkatkan penetrasi produk melalui implementasi tele sales yang agresif dan tersedianya tenaga penjual yang handal di setiap titik penjualan guna meningkatkan pangsa pasar. strategi suku bunga yang tepat dan fokus pada produk yang menguntungkan. kapabilitas sumber daya manusia dan kapasitas infrastruktur pendukung akan mampu meningkatkan pertumbuhan kredit konsumtif dan memberi kontribusi positif terhadap kinerja bank secara keseluruhan. Selain mengembangkan program loyalitas melalui penambahan fitur Power Mileage.

36. BSM mulai beroperasi sejak 1 November 1999. dan giro.20% dari segi pembiayaan. Jaringan pelayanan dilakukan melalui 212 outlet kantor Bank Syariah Mandiri di 24 propinsi di Indonesia. total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp 7. Nasabah dapat memanfaatkan jaringan ATM milik Bank Syariah Mandiri yang terdiri dari 53 ATM serta dapat mengakses ke 2. Dana pihak ketiga berjumlah sebesar Rp 8. strategic business unit • consumer banking 89 . Pada akhir tahun 2006. Juli 2006. antara lain: Golden Award dari Majalah Infobank. BSM merupakan bank syariah dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia. penghargaan dan pengakuan pun telah diraih Bank Syariah Mandiri. kami memiliki lebih dari 728. •  Selama lima tahun berturut-turut berhasil mempertahankan predikat Sangat Bagus. kecil dan menengah).000 nasabah perorangan dan perusahaan telah memanfaatkan fasilitas pembiayaan dari BSM. sarana dan prasarana umum termasuk telekomunikasi. Produk pembiayaan ini meliputi pembiayaan investasi. dan jasa-jasa. dan RTGS. deposito. Dengan demikian di tahun 2006. trade service and financing. disamping 2. serta tabungan pendidikan dan tabungan haji. industri. lebih dari 32.bank syariah mandiri PT Bank Syariah Mandiri (BSM) adalah salah satu dari tiga bank umum syariah dan 20 Unit Usaha Syariah di Indonesia yang menawarkan produk pembiayaan dan simpanan berdasarkan prinsip syariah. Pangsa pasar BSM di industri perbankan syariah Indonesia mencapai 35.40 triliun yang merupakan 6. BSM juga menawarkan produk-produk jasa yang lengkap.3% dari jumlah portofolio kredit konsolidasi Bank Mandiri.903 ATM MEPS (Malaysian Electronic Payment System). Sepanjang tahun 2006. intercity clearing. pembayaran pajak on-line.76%. perdagangan retail dan perumahan. antara lain: sentra bayar (payment point).661 ATM dalam jaringan ATM milik Bank Mandiri dan 10. BSM menghasilkan pendapatan operasional Rp 1. pertanian.97% dari segi aset.000 nasabah perorangan dan perusahaan yang mempunyai rekening pendanaan. Produk pendanaan Bank Syariah Mandiri antara lain berupa tabungan.22 triliun atau merupakan 4% dari jumlah dana pihak ketiga Bank Mandiri. Per 31 Desember 2006. May 2006: The Best of Indonesian Bank Loyalty Champion: Category Sharia Banking. Produk pembiayaan mencakup beberapa sektor termasuk sektor perdagangan grosir. transfer valas. produk pembiayaan. modal kerja dan pembiayaan perorangan serta pembiayaan UMKM (usaha mikro. sedangkan atas dasar pendanaan mencapai 39.08 triliun pada tahun 2006. • Indonesian Bank Loyalty Award (IBLA). BSM memiliki beragam produk pendanaan.388 ATM dalam jaringan ATM Bersama. Pada akhir tahun 2006.

strategic business unit micro & retail banking 90 strategic business unit • micro & retail banking .

budi g. sadikin • Direktur . dan stabil) dan menyalurkan pinjaman produktif bagi wirausahawan Mikro & Kecil melalui 924 cabang dan 200 unit Mikro di seluruh Indonesia.Fokus utama kami ialah menciptakan struktur pendanaan yang kokoh (besar. murah.

7% dibanding posisi tahun lalu yang terdiri dari pinjaman sebesar Rp 7.96 triliun Rp 8. Sementara itu.800 unit. ekspansi jaringan cabang senantiasa dilakukan dengan penambahan 17 kantor baru di tahun 2006 sehingga jumlah cabang mencapai 924 outlet untuk melayani nasabah reguler.362 merchant EDC dan kerjasama dengan ATM Bersama dan ATM Link untuk memperluas jangkauan pelayanan menjadi 13. Dari jumlah tersebut 69% portofolio kredit disalurkan ke sektor perdagangan dan selebihnya disalurkan ke sektor perkebunan.26 triliun Rp 7. Bank Mandiri fokus pada pertumbuhan dana murah. sedangkan untuk nasabah segmen mass affluent dan affluent dilayani melalui 25 outlet prioritas dan 17 priority lounge yang tersebar di 17 kota besar di Indonesia. Volume Usaha Mikro mencapai 1.02 triliun Rp 55. Seiring dengan perkembangan bisnis.51 triliun 126 ribu 5. Pengembangan jaringan cabang diikuti pula dengan penambahan jumlah ATM menjadi 2.714 ATM.3% dan 28.75 juta Kinerja Pada akhir tahun 2006 Direktorat Micro & Retail Banking telah membiayai 126.32 triliun Rp 1.8% dibandingkan dengan tahun 2005 menjadi 5.92 triliun Rp 57.28 triliun. melampaui transaksi cabang yang sebesar 8 juta transaksi per bulan.94 triliun tumbuh sebesar 12% dibandingkan tahun lalu.7% sehingga memperbaiki rasio dana murah menjadi 53% terhadap total dana masyarakat diikuti dengan peningkatan jumlah kartu ATM mandiri yang beredar sebesar 29. Dibidang bisnis ritel.94 triliun Rp 120. jasa dan industri rumah tangga. dimana dana Giro dan Tabungan tumbuh sebesar 9.75 juta kartu.02 triliun Rp 1. Seiring dengan peningkatan jumlah kartu diikuti pula dengan peningkatan jumlah transaksi e-channel menjadi 26 juta transaksi per bulan atau meningkat 33% dari tahun lalu. 92 strategic business unit • micro & retail banking .32 triliun dan simpanan sebesar 1. 2 Cash Deposit Machine (CDM).60 triliun atau tumbuh 9.541 wirausahawan kecil dan mikro dengan Volume Usaha Kecil mencapai Rp 8.strategic business unit micro & retail banking akhir tahun 2006 Volume Pinjaman • Pinjaman Usaha Kecil • Pinjaman Mikro Volume Simpanan • Giro • Tabungan • Deposito Kontribusi Laba Jumlah Nasabah pinjaman Kecil & Mikro Jumlah pemegang ATM Rp 9. 17.

Bank Mandiri siap membiayai perkebunan kelapa sawit rakyat seluas 321. Peningkatan produktivitas didukung pula dengan penambahan dan relokasi jaringan ATM dari area yang kurang menguntungkan ke area-area yang memiliki potensi transaksi tinggi. Skim Pelayanan Pembiayaan Pertanian (SP3). menempatkan Bank Mandiri sebagai peringkat ke-2 dalam service excellence periode tahun 2006 berdasarkan hasil survey MRI dan majalah Infobank yang dipublikasikan pada awal bulan April 2007. Top 3 Indonesian Bank Loyalty Index untuk tabungan oleh Mark Plus Insight. Dalam melakukan ekspansi di segmen mikro. Perbaikan kualitas pelayanan yang secara konsisten terus dilakukan. Strategi hybrid ini diharapkan mampu menggerakkan bisnis mikro sehingga portofolio kredit yang disalurkan melalui BPR maupun unit mikro meningkat. Pencapaian Mikro & Small Business Total kredit perkebunan Bank Mandiri pada tahun 2006 telah mencapai 36% dari total kredit perkebunan nasional. Bank Mandiri telah menjalin kerjasama dengan Pertamina yang mencakup pembiayaan dan penyediaan layanan perbankan yang umum maupun spesifik antara lain Host to Host untuk pembayaran Pertamina dan Cash Management System. Program promosi dilakukan secara berkesinambungan untuk menjaga awareness nasabah dan masyarakat untuk tetap mempercayakan dananya kepada Bank Mandiri. Sulawesi Utara. kemudahan pelayanan rekening dan kemudahan akses produk-produk perbankan. Layanan payroll untuk nasabah korporat dan commercial juga dikembangkan sebagai salah satu solusi layanan kepada nasabah perusahaan. Penyaluran kredit usaha kecil yang terkait dengan perkebunan diberikan dalam bentuk kredit modal kerja.000 petani.001 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) atau lebih dari 30% dari total BPR di Indonesia telah bekerjasama melalui linkage program dengan Bank Mandiri melalui pola executing dan chanelling. Internet Banking. Pembiayaan kepada 393 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Utama (SPBU) dari total 3. modal kerja usaha dan talangan pembayaran delivery order kepada Pertamina. (3) Total Baki Debet Linkage Terbesar dan (4) Cakupan Wilayah BPR Linkage Terluas yang tersebar di 24 Propinsi dan menjangkau wilayah terjauh seperti Aceh. (2) Nilai Plafond Awal Linkage Program Terbesar. Sebanyak 1. SMS Banking dan Call Center. Program Mandiri Fiesta merupakan wujud penghargaan terhadap nasabah yang menyimpan dananya di Bank Mandiri yang dilaksanakan secara nasional. kredit dengan pola inti plasma dan kredit program antara lain Kredit kepada Koperasi Primer untuk Anggotanya (KKPA). Beberapa award lain yang telah dicapai antara lain The Best Online Banking di Indonesia versi majalah PC Magazine. Maksimal pembiayaan yang diberikan sebesar Rp 2 miliar yang ditujukan untuk investasi pembangunan maupun peremajaan SPBU. sementara itu untuk menyesuaikan dengan karakter dan kultur berbagai daerah di Indonesia dilaksanakan pula program promosi yang spesifik di setiap daerah. Sektor migas juga menjadi salah satu fokus dalam pengembangan kredit usaha kecil. KUMK-Surat Utang Pemerintah (SUP-005). PLN.Guna mendukung program tersebut saat ini telah diluncurkan tabungan bisnis yang fiturnya disesuaikan dengan kebutuhan nasabah wirasusahawan dan pedagang serta dilakukan penambahan 10 fitur e-channel yang memberikan kemudahan pembayaran. kredit investasi. antara lain melalui pengembangan layanan secara end-to-end nasabah korporat dan BUMN yang memiliki perputaran dana dan jumlah pelanggan besar seperti Indosat. Call Center Award 2006 oleh Center for Customer Satisfaction and Loyalty (CCSL). Pertamina. Upaya perbaikan kualitas layanan secara berkesinambungan terus dilakukan dan hal ini ditunjukkan dengan diraihnya sertifikasi ISO 9001: 2000 untuk Call Center.268 hektar dengan alokasi kredit sebesar Rp 11 triliun yang akan disalurkan kepada 160. Khusus kredit dengan Pola Inti Plasma telah dilakukan penandatanganan dengan Menteri Keuangan di Bulan Desember 2006 dimana Bank Mandiri ditunjuk sebagai Bank pelaksana penyaluran Kredit Pengembangan Energi Nabati-Revitalisasi Perkebunan (KPEN-RP). Telkom. dimana Bank Mandiri dinobatkan sebagai “Top 3 in Banking Service Excellence” oleh majalah Infobank bersama dengan lembaga riset independen MRI. Pertumbuhan volume bisnis diiringi pula dengan perbaikan kualitas layanan nasabah. Rantai bisnis dalam distribusi bahan bakar minyak Pertamina mempunyai volume bisnis yang besar dan akan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya. NTT. Sebagai contoh. Bank Mandiri menerapkan strategi hybrid melalui BPR Linkage Program dan pengembangan jaringan Micro Business Unit (MBU) yang saat ini berjumlah 200 MBU. Retail banking Pertumbuhan dana tabungan didorong melalui program-program terintegrasi. merupakan Bank BUMN yang memiliki kualitas layanan terbaik ditahun 2005. Pertumbuhan tabungan didukung pula melalui program penetrasi di area bisnis utama di Jakarta seperti Pasar Tanah Abang dan Mangga Dua dan akan dikembangkan di 7 kota besar lainnya di Indonesia.200 SPBU merupakan wujud realisasi komitmen Bank Mandiri kepada usaha kecil yang bergerak disektor ini. Perusahaan Gas Negara dan Universitas Gajah Mada. Kredit Ketahanan Pangan (KKP). Bank Mandiri telah berhasil mengalihkan sebagian besar transaksi di cabang yang berbiaya transaksi tinggi ke e-channel yang memiliki biaya transaksi lebih murah seperti melalui ATM. Peningkatan produktivitas dilakukan melalui pengalihan transaksi ke channel yang lebih murah. strategic business unit • micro & retail banking 93 . Dengan keberhasilan ini maka Bank Indonesia memberikan 4 (empat) penghargaan “Kriya Pranala Award“ yang mencakup kategori: (1) Jumlah BPR Linkage Terbanyak. Modul Penerimaan Negara Departemen Keuangan dan beberapa kerjasama pembayaran tagihan dengan PT Kereta Api Indonesia.

000 petani secara bertahap sesuai kebutuhan penanaman dan pemeliharaan tanaman melalui program KPEN-RP (Kredit Pengembangan Energi Nabati dan Revitalisasi Perkebunan). Diperkirakan jumlah pemberangkatan TKI akan mencapai 750. melampaui transaksi cabang yang sebesar 8 juta transaksi per bulan.Jumlah transaksi e-channel.000 pengecer di seluruh Indonesia yang membutuhkan bantuan permodalan.000 pangkalan dan 80. Pembukaan unit mikro dilakukan secara agresif dengan memanfaatkan infrastruktur kantor cabang Bank Mandiri yang sudah ada maupun outlet tersendiri dengan rencana penambahan 100 Micro Business Unit (MBU). pembiayaan peremajaan dispenser. Bank Mandiri terus menambah jaringan Micro Business Unit (MBU) di sentra-sentra yang memiliki potensi bisnis mikro. Untuk selanjutnya kerjasama dengan perusahaan yang bergerak di sektor migas akan terus ditingkatkan dalam bentuk kredit modal kerja. Bank Mandiri siap membiayai perkebunan kelapa sawit rakyat seluas 321. Pembiayaan kredit kepada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) merupakan salah satu fokus utama pembiayaan di tahun mendatang khususnya di 5 negara tujuan utama. Penajaman segmentasi nasabah dilakukan melalui program mitra binaan. Sasaran Untuk melanjutkan apa yang telah kami lakukan pada tahun 2006. Sebagai contoh saat ini terdapat lebih dari 17. pemanfaatan areal SPBU dan kredit untuk dealer/distributor dispenser SPBU. Untuk mendekatkan diri kepada nasabah. agen minyak tanah. renovasi layout. Bank mandiri akan mengalokasikan pembiayaan kepada para TKI yang disalurkan melalui perusahaan Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS). program take over. gas card. Internet Banking. pembiayaan koperasi. maupun pengembangan paket kredit untuk segmen spesifik. 94 strategic business unit • micro & retail banking . meliputi transaksi ATM. kredit investasi.000 orang TKI per tahun yang membutuhkan pembiayaan lebih dari Rp 3. agen elpiji.268 hektar dengan alokasi kredit sebesar Rp 11 triliun yang akan disalurkan kepada 160.75 triliun per tahunnya. SMS Banking dan Call Center mencapai 26 juta transaksi per bulan.

Disamping produk-produk unit-linked tersebut. Di masa mendatang. kami menawarkan tiga jenis produk unit-linked. RBC merupakan salah satu parameter yang menunjukkan apakah suatu perusahaan asuransi jiwa dalam kondisi yang sehat atau tidak. seperti tabungan hari tua. AXA Mandiri terus berupaya mengembangkan aktivitas usahanya dengan memanfaatkan sumber-sumber daya yang ada di Bank Mandiri. Selama tahun 2006. perlindungan kecelakaan.88% dari seluruh perusahaan asuransi jiwa di Indonesia yang memiliki produk unit-linked. AXA Mandiri juga berencana mengembangkan produkproduk sesuai dengan kebutuhan nasabah dengan meluncurkan produk Mandiri Rencana Sejahtera. Melalui layanan ini. AXA Mandiri juga memiliki produk asuransi tradisional Mandiri Jiwa Sejahtera yang memberikan proteksi tinggi dan variasi dalam memilih periode asuransi. Mandiri Investasi Sejahtera yang menyediakan kemudahan dalam melakukan kesempatan berinvestasi serta menambah atau menarik dana kapan saja yang ditambah dengan perlindungan asuransi jiwa. SMS Banking) yang dikembangkan oleh Bank Mandiri. AXA Mandiri juga menawarkan pilihan perlindungan tambahan yang dapat memperluas manfaat produk dasar tersebut. karena tidak banyak perusahaan yang dapat melakukan hal ini. AXA Mandiri menawarkan kombinasi investasi dan asuransi (unit-linked).000 selama tahun 2006. Selain itu. Mandiri Siswa Sejahtera menyediakan kemudahan menabung dalam mempersiapkan dana pendidikan anak. dana pendidikan ataupun dana multi-guna. Untuk bisnis individu (ritel).7 triliun. Produk unit-linked tersebut memiliki beragam pilihan yang fleksibel dengan tingkat keuntungan yang relatif tinggi untuk memenuhi beragam kebutuhan. asset AXA Mandiri per 31 Desember 2006 tercatat senilai Rp 1. dengan jumlah total case lebih dari 67. AXA Mandiri telah meluncurkan satu lagi yang disebut sebagai Mobile Financial Advisor. Mandiri Dana Sejahtera yang menyediakan kemudahan untuk menabung secara berkala serta menambah atau menarik dana kapan saja yang ditambah dengan perlindungan asuransi jiwa. Ini merupakan suatu prestasi yang membanggakan. Dengan menempatkan lebih dari 800 Financial Advisor. Internet Banking. AXA Mandiri juga menyediakan perlindungan asuransi bagi nasabah pemegang kartu kredit Mandiri Visa (Mandiri Protection) dan nasabah consumer loan Bank Mandiri. yaitu perlindungan kesehatan. AXA Mandiri telah berhasil memperoleh pendapatan premi sebesar Rp 827 miliar. seperti satu. AXA Mandiri menawarkan layanan perencanaan keuangan dan manajemen kekayaan melalui produk-produk asuransi dan investasi yang memberikan nilai tambah kepada nasabah Bank Mandiri. Sementara untuk bisnis grup. Berdasarkan data pendapatan premi baru individu dari produk unit-linked (unit-linked new business premium) kuartal III 2006 dari Dewan Asuransi Indonesia (DAI). AXA Mandiri memiliki peluang untuk melayani 70% calon nasabah yang sudah jarang bertransaksi langsung di Bank karena kemajuan ebanking (ATM. Saat ini. AXA Mandiri menduduki posisi ke-2 dengan pangsa pasar sebesar 20. RBC yang dimiliki AXA Mandiri ini jauh melebihi ketentuan minimum dari Departemen Keuangan. yaitu 120%. dengan rasio kecukupan modal (RBC/risk based capital) sebesar 1293%. lima atau sepuluh tahun.PT AXA Mandiri Financial Services PT AXA Mandiri Financial Services (AMFS) merupakan perusahaan patungan milik PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (49%) dan AXA (51%) yang beroperasi sejak Desember 2003. perlindungan pembayaran premi dan perlindungan terhadap penyakit kritis (Prima Sejahtera). Sementara itu. Selain Financial Advisor yang bertugas di cabang-cabang Bank Mandiri dan layanan Worksite Marketing yang melayani karyawan perusahaan-perusahaan yang merupakan nasabah dari Bank Mandiri. strategic business unit • micro & retail banking 95 . dan hingga akhir 2006 telah ada di lebih dari 650 cabang Bank Mandiri yang tersebar di sepuluh wilayah. dengan pendapatan bersih Rp 66 miliar. Financial Advisor AXA Mandiri merupakan sales force yang paling produktif di Indonesia.

strategic business unit treasury & international banking 96 strategic business unit • treasury & international BANKING .

Thomas arifin • Direktur . trade service. remittance.Layanan terpadu treasury. trade finance dan funding sources terus dikembangkan agar Bank Mandiri dapat menyediakan solusi bagi semua kebutuhan nasabah dimana kami berusaha untuk menjadi pemain utama dalam jaringan transaksi internasional di Indonesia.

13% dari ketentuan Bank Indonesia sebesar 11%.2% meliputi kerjasama trade finance.6% namun dalam penyaluran transaksi impor kepada bank- 98 strategic business unit • treasury & international BANKING . Realisasi Giro Wajib Minimum Rupiah rata-rata adalah 11. Angka tersebut cukup rendah dibandingkan dengan ketentuan Bank Indonesia yaitu sebesar 20% dari modal bank. Kami juga berhasil mempertahankan prinsipprinsip kepatuhan terhadap peraturan Bank Indonesia mengenai Giro Wajib Minimum dan Posisi Devisa Netto sepanjang tahun 2006. Sementara itu. sementara itu volume transaksi foreign exchange dengan nasabah interbank mencapai USD 42. Laba yang diperoleh dari transaksi foreign exchange ini mencapai Rp 337 miliar. pangsa pasar penyaluran transaksi ekspor bank-bank koresponden meningkat sebesar 5.98% untuk Posisi Devisa Netto Keseluruhan. realisasi Posisi Devisa Netto Neraca rata-rata tahunan sebesar 14.117 bank koresponden di 102 negara dan mengelola rekening nostro sebanyak 35 account sehingga menghasilkan peningkatan kerjasama bisnis sebesar 28. kerjasama remittansi. risk sharing dan pembiayaan bilateral. Dalam kegiatan trade services. Total fee based income mencapai Rp 572 miliar yang melampaui pencapaian target tahun 2006.strategic business unit treasury & international banking kinerja keuangan international banking & capital market services group untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2006 Jumlah Aktiva Produktif (saldo rata-rata) Dana Pihak Ketiga & Pinjaman yang Diterima (saldo rata-rata) Pendapatan Bunga Fee Based Income Kontribusi Laba Rp 913 miliar Rp 3. Bank Mandiri memaksimumkan jaringan kerjasama berbasis resiprokal dengan 1.007 miliar Rp 402 miliar Rp 194 miliar Rp 454 miliar Kinerja Treasury: Volume transaksi foreign exchange dengan nasabah perusahaan dan individu di tahun 2006 mencapai USD 23. Perbankan Internasional: Pada tahun 2006.73 miliar.75 miliar.83% dan 3.

117 bank koresponden di 102 negara dan mengelola rekening nostro sebanyak 35 account sehingga menghasilkan peningkatan kerjasama bisnis sebesar 28.12 miliar pada tahun 2006. reksadana).4% sehingga fee based income remitansi TKI meningkat sebesar 25. Pendapatan dari bisnis jasa pasar modal sebagai payment bank meningkat 130. Ini adalah anugerah kedua setelah pada tahun 2005 kami mendapat penghargaan serupa yaitu The Best FX Provider for Interbank Customers. Total portofolio surat berharga yang disimpan kustodian menjadi sebesar Rp 73. bank koresponden mengalami penurunan sebesar 38. Pencapaian Treasury: Usaha keras kami sepanjang tahun akhirnya berbuah manis. jasa wali amanat. dengan mengirimkan mereka ke lembaga treasury perbankan terbaik manca negara. Dalam rangka meningkatkan transaksi remitansi internasional.Bank Mandiri memaksimumkan jaringan kerjasama berbasis resiprokal dengan 1. Selain itu berfungsi sebagai bank pembayar pada Bursa Efek Jakarta dan memberikan pembiayaan transaksi surat berharga. calon dealer tersebut kami latih dengan etika. Rata-rata harian pemberian fasilitas intraday melonjak sebesar 88. kami telah memperkokoh peran dan kapabilitas jasa kustodian melalui penambahan produk securities lending & borrowing. harga kompetitif dan network yang sangat mendukung.383. agen pembayaran dan security agent. Kegiatan jasa Export Bills Collection melalui KLN Cayman Islands mengalami peningkatan sebesar 43. Pada bulan November 2006. dimana kustodian berperan sebagai intermediator bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dalam meningkatkan nilai tambah surat berharga yang disimpan di kustodian Bank Mandiri.08 atau meningkat sebesar 18. Fee based income yang diperoleh dari pelaksanaan transaksi dari jasa trade services termasuk penerbitan bank garansi atas dasar counter garansi dan remittansi meningkat sebesar 12. Volume remitansi internasional yang berasal dari TKI di tahun 2006 meningkat sebesar 56. kami telah memiliki sebuah dealing room Treasury terbaik di Jakarta. strategic business unit • treasury & international BANKING 99 . Dalam kegiatan jasa remitansi. Bank Mandiri Cabang Hong Kong telah menambah 1 (satu) kantor remittance baru untuk melayani rnasabah TKI di Hong Kong.3 miliar atau 22. sub registry. forex line.3 % dibanding tahun sebelumnya. Selanjutnya.596. Surat Utang Negara (SUN) dan OTC dalam menunjang fungsi Bank Mandiri sebagai Bank Pembayaran (Payment Bank) di Bursa Efek Jakarta. Realisasi fee based income jasa kustodian dan wali amanat meningkat sebesar Rp 7. Asiamoney memberikan penghargaan sebagai The Best Domestic FX Provider for Corporate Customers di tahun 2006.3%. dengan memastikan calon yang terbaik yang dipilih.6% dari tahun 2005.2%. Hasil survey kepada anggota bursa menyimpulkan layanan jasa payment Bank Mandiri memuaskan dengan score 3.05 miliar di tahun 2005 menjadi Rp 119.7% dari tahun 2005. kemampuan. Jasa Pasar Modal: Dengan komitmen peningkatan layanan dan produk.1 miliar di tahun 2005 menjadi Rp 2. Perbankan Internasional: Bank Mandiri telah merintis kerjasama pembiayaan jangka panjang dengan bank koresponden dalam mengantisipasi kebutuhan pendanaan untuk mendukung proyek nasabah korporasi antara lain melalui pemanfaatan Export Credit Agency (ECA) Guaranteed Supplier’s Credit maupun sumber pembiayaan pinjaman bilateral.9% dari Rp 1. Total volume remitansi internasional tahun 2006 meningkat 20.869.5%.d 4. dan menyediakan fasilitas intraday transaksi saham reguler. Jasa Pasar Modal: Bank Mandiri menyediakan beragam jasa pasar modal yang meliputi jasa kustodian (umum.8 triliun dan USD 100 juta.4 pada tahun 2006 dari skala 1 s.5 % per Desember 2006.9% dari Rp 63. sedangkan portfolio jasa wali amanat sebesar Rp 9. Penyediaan pembiayaan dan fasilitas payment bank meningkat dari 74 customer di tahun 2005 menjadi 78 customer di tahun 2006.0% dibandingkan tahun 2005. Kami juga melanjutkan proses rekrutmen dealer yang sangat selektif. konversi ADR/GDR.5 miliar di tahun 2006.884 juta dan USD 395. Kunci keberhasilan kami adalah pelayanan prima melalui kecepatan. dan pengetahuan yang diperlukan untuk dapat menjadi dealer yang terbaik dan kompeten. Euroclear. Keberhasilan ini merupakan hasil dari peningkatan kepuasan pelanggan yang tercermin dari hasil survei kepuasan pelanggan layanan jasa kustodian dan wali amanat menunjukan hasil rata-rata ‘Baik’ (skala 3 dari 4 skala yang ditetapkan). escrow agent. Disamping itu Bank Mandiri juga telah mengembangkan sistem pelayanan terintegrasi berupa remittance dan tabungan oleh Tenaga Kerja Indonesia (TKI). prioritas kerjasama Bank Mandiri diarahkan pada peningkatan volume dan penghimpunan fee based income baik yang berasal dari TKI maupun Non-TKI.

tahun 2007 Bank Mandiri sedang meluncurkan produk Mandiri Direct Settlement (MDS) yang diharapkan meningkatkan layanan remitansi USD antar Bank domestik disamping meningkatkan fee based income dari transaksi remitansi. funding sources. Selain itu penekanan pada product control dan manajemen risiko akan ditingkatkan guna menjaga akuntabilitas. Dari sisi pengembangan produk. 100 strategic business unit • treasury & international BANKING . merekrut dan mengembangkan lebih banyak sumber daya yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja. Dengan otonomi yang lebih luas dan organisasi yang lebih sederhana. trade finance. melakukan ekspansi Regional Treasury Marketing (RTM) ke beberapa kota besar di Indonesia dan mengembangkan pangsa pasar konsumen. sasaran Treasury: Kami akan mempertahankan bahkan meningkatkan kinerja di tahun 2007 dengan menekankan pada kepuasan nasabah. kami mengambil inisiatif memasuki pasar produk derivatif.Kami mengambil inisiatif memasuki pasar produk derivatif. trade services. Layanan terpadu treasury. Perbankan Internasional: Sasaran Bank Mandiri di tahun 2007 dan tahun berikutnya adalah meningkatkan customer focus sebagai upaya untuk menjadi main correspondent bagi bank koresponden dalam negeri. remitansi. kerjasama training terus dikembangkan agar Bank Mandiri dapat menyediakan solusi bagi semua kebutuhan bank koresponden domestik. melakukan ekspansi Regional Treasury Marketing (RTM) ke beberapa kota besar di Indonesia. Penerapan model Strategic Business Unit (SBU) dalam Direktorat Treasury & International Banking meningkatkan keyakinan kami untuk dapat bergerak leluasa dalam mencapat target.

Penyediaan jasa pembiayaan dan pengembangan fasilitas pasar modal difokuskan pada pembiayaan jangka pendek (money market line dan kredit jangka pendek). Penjajakan untuk membuka Representative Office di Timur Tengah. monitoring utilisasi limit maupun analisa bisnis resiprokal. Melalui CLS diharapkan akan diperoleh data yang lebih akurat secara real time dari seluruh unit bisnis pengguna limit serta memaksimalkan kapasitas monitoring utilitisasi limit untuk nasabah dan bank koresponden. Proses mengintegrasikan system-system yang dipergunakan oleh kustodian juga sedang dilakukan sehingga akan meningkatkan proses straight through dalam layanan operasional jasa kustodian.Kami akan menyelesaikan implementasi Central Liabilities System (CLS) guna meningkatkan kapabilitas monitoring exposure dengan bank koresponden. Bank Mandiri akan meningkatkan status Representative Office Shanghai menjadi Kantor Operasional. serta pendirian Settlement Company untuk meningkatkan fee based income atas jasa internasional remittansi. Sedangkan fasilitas intraday diperluas penggunaannya untuk pasar negosiasi (OTC) saham dan corporate bond sehingga meningkatkan cross selling dengan jasa kustodi Bank Mandiri. Kami juga melanjutkan proses roll out program standarisasi sistem operasional untuk meningkatkan integrasi transaksi antar Kantor Luar Negeri (KLN) maupun dengan jaringan kantor dalam negeri yang telah dimulai pada tahun 2004. Proses implementasi tersebut sudah dimulai dari Cabang Singapore dan secara bertahap akan diterapkan pada Kantor Luar Negeri lainnya dengan memperhatikan urgensi. Tujuan sistem baru tersebut adalah meningkatkan integrasi. Vietnam dan Malaysia disamping pengembangan Remittance Office/Kiosk di Hong Kong untuk pelayanan TKI diluar negeri merupakan bagian dari strategi pengembangan jaringan layanan luar negeri. standarisasi dan keamanan layanan Kantor Luar Negeri menjadi sejajar dengan sistem operasi pelayanan perbankan internasional. kami sedang meningkatkan kapabilitas system kustodian melalui layanan on line custody kepada nasabah yang memungkinkan nasabah untuk mengakses rekening surat berharganya secara online. strategic business unit • treasury & international BANKING 101 . Jasa Pasar Modal: Dalam rangka peningkatan pelayanan kepada nasabah dan efesiensi proses. kebutuhan transaksi dan kompleksitas operasionalnya.

strategic business unit special asset management 102 strategic business unit • special asset management .

Selama 2006. Kami melakukan pelatihan intensif terhadap sumber daya untuk menangani kredit bermasalah secara efektif dan efisien demi mendukung posisi Bank menjadi Dominant Multi-Specialist Bank riswinandi • Direktur strategic business unit • special asset management 103 . restrukturisasi dan penyelesaian kredit bermasalah berhasil diakselerasi sehingga mampu mencapai target penurunan Non Performing Loan (NPL) dan mengoptimalkan tingkat recovery. agar Bank Mandiri dapat berperan sebagai Anchor Bank.

dimana Direktorat Special Asset Management mengelola lebih dari 80% portofolio NPL Bank Mandiri. Bank Mandiri telah melakukan hapusbuku terhadap debitur sebesar Rp 4.69 16.35) 6.192.67 6.92 miliar dan Rp 93.51 miliar pada tahun 2005 menjadi sebesar Rp 18. Untuk menghadapi permasalahan tersebut.56) 521.084.475.677.68 (521.79 2.625.85 miliar.649. Dalam menangani kredit bermasalah. dan khusus menangani Non Performing Loan (NPL) segmen Corporate dan Commercial. sehingga pada akhir tahun 2006 portofolio NPL dapat ditekan dari sebesar Rp 26.13 592.246.75) 4.81 (4.10) (1.76) 10.98% debitur Commercial dan 7.16 (4.751.05 miliar.92) 11. masing-masing sebesar Rp 9.313.853.853. Sedangkan untuk NPL segmen Consumer dikelola oleh Consumer Collection Group yang berada dibawah Direktorat Risk Management.492.366.65 (3.41 16.79 9. Selama tahun 2006.379. Direktorat Special Asset Management yang membawahi Credit Recovery I Group dan Credit Recovery II Group (setelah sebelumnya tergabung dalam Direktorat Treasury and International). yaitu sebesar 25.98 (1.12 (8.22 342.705.86% debitur Corporate.55 (933.96 (320.46) 14.41 miliar.023.43) 7. Bank Mandiri secara intensif melakukan restrukturisasi dan penyelesaian NPL.843.3% (gross) atau 15.85) 2. yang terdiri dari 20. Commercial dan Consumer.336. Perbaikan NPL selama tahun 2006 merupakan hasil restrukturisasi dan collection sehingga terjadi perbaikan kolektibilitas dan pelunasan sebesar Rp 11. merupakan unit kerja yang terpisah dari unit kerja pemberi kredit.725. Manajemen membentuk Direktorat Special Asset Management yang mulai efektif sejak bulan Mei 2006 dengan tujuan agar pelaksanaan restrukturisasi dan penyelesaian kredit bermasalah dapat dilaksanakan dengan lebih efisien dan terfokus. credit recovery bank only Total Corporate Commercial *) (RP Miliar) Consumer Gross NPL Saldo 31 Desember 2005 Tambahan selama periode 2006 Upgrade & pelunasan Write-back Gross NPL sebelum hapus buku Hapus buku Saldo 31 Desember 2006 PPAP Saldo 31 Desember 2005 Hapus Buku PPAP selama periode 2006 Penagihan **) Lain-lain ***) Saldo 31 Desember 2006 Net NPL Saldo 31 Desember 2005 Pengurangan gross NPL Tambahan Provisi NPL Saldo 31 Desember 2006 Persentase Nett NPL Catatan: *) Commercial termasuk Small dan Micro **) Termasuk Write-back ***) Termasuk dampak dari perubahan nilai kurs 26.751.07 (11.51 5.751 miliar pada tahun 2005 menjadi sebesar Rp 18.475.3% (nett) dari total portfolio kredit.05) 841.40 23. 71.88 (93.366.677.40 11.677 miliar.06% 104 strategic business unit • special asset management .408.336.82) 2.312.064.41 3.16% debitur Consumer 11.21 (9.40 Kinerja Tahun 2006 dimulai dengan tingginya kredit bermasalah yang dikelola Bank. sehingga pada akhir tahun 2006 portofolio NPL dapat ditekan dari sebesar Rp 26. yang terdiri dari debitur Corporate.82 miliar.703.221.153. Rp 1.475.75) 18.313.strategic business unit special asset management Kami secara intensif melakukan restrukturisasi dan penyelesaian NPL.060.074.59 2.75 miliar.

93 juta).072. akan menjadi prioritas Bank Mandiri dengan penanganan difokuskan pada sisa Top 30 NPL Obligor Terbesar dan Debitur lain dengan kontribusi terbesar terhadap NPL yang masih dalam tahap restrukturisasi maupun penyelesaian. misalnya Pupuk Iskandar Muda. Undang-Undang Badan Usaha Milik Negara (BUMN). November dan Desember 2006 sesuai perjanjian di atas telah dipenuhi dengan baik dan tepat waktu.43 miliar (dimana porsi Bank Mandiri sebesar USD589.28 triliun dimana perjanjian restrukturisasi dan penyelesaian kreditnya telah ditandatangani pada tanggal 18 Oktober 2006. diperoleh dari penagihan dan pelaksanaan lelang atas debitur segmen Corporate dan Commercial masingmasing sebesar Rp 494. dan loan maintenance. penyelesaian NPL di Bank BUMN dapat dilakukan dengan menggunakan koridor hukum korporasi yang diatur dalam Undang-Undang Perseroan Perbatas (PT). 33/2006 dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 87/2006 yang mengatur tentang Tata Cara Pengurusan dan Penghapusan Piutang Perusahaan Negara/Daerah yang merupakan revisi atas PP 14/2005 dan PMK 31/2005. Penurunan NPL pada tahun 2006. antara lain didorong oleh progress penanganan Top 30 NPL Obligor Terbesar. Sedangkan loan maintenance diterapkan bagi debitur pasca restrukturisasi yang masih memerlukan pengawasan dalam pemenuhan syarat restrukturisasi.1% (Bank saja) dan collection kredit hapusbuku sebesar Rp 1. sehingga diharapkan dapat dicapai “level playing field” yang sama dengan bank swasta atau asing lainnya. strategic business unit • special asset management 105 . Rp 548. Loan restructuring diterapkan bagi debitur yang masih memiliki prospek usaha yang baik. Sasaran Target penurunan gross NPL menjadi dibawah 10 % atau nett dibawah 5% pada tahun 2007. Kewajiban untuk bulan Oktober. dimana penyelesaiannya bersumber dari penjualan aktiva tetap/agunan kredit. namun kolektibilitasnya belum bisa ditingkatkan mengingat adanya faktor regulasi. Eterindo Group dan Apac Inti Corpora.112. yaitu Argo Pantes dan Raja Garuda Mas dengan ringkasan sebagai berikut: • Argo Pantes memiliki eksposur sebesar Rp 2.Pencapaian Keberhasilan pencapaian rasio nett NPL Bank Mandiri diakhir 2006 menjadi 6.22% dari target) tidak terlepas dari kontribusi dan keberhasilan Direktorat Special Asset Management dalam menerapkan strateginya. exit policy.97 miliar (46. Dengan demikian. dimana baki debet per 31 Desember 2006 adalah sebesar Rp 7. mengalami penurunan signifikan bila dibandingkan dengan posisi Desember 2005 yang sebesar Rp 16. dan Anggaran Dasar Bank Mandiri.81 miliar (2.072.330. Sesuai perjanjian tersebut sebagian kreditnya akan diselesaikan dari hasil penjualan property asset & non-core asset. Restrukturisasi kredit diterapkan bagi debitur yang masih memiliki prospek usaha yang baik. namun mengalami kesulitan dalam pemenuhan kewajibannya.29 miliar. restrukturisasi atas 3 (tiga) perusahaan yang tergabung dalam Group “Riau Complex” telah ditandatangani dan efektif pada tanggal 19 Oktober 2006 dengan total fasilitas per 30 September 2006 sebesar USD 1. Anugerah Inti Gema Nusa. Exit policy (penghapusbukuan) diterapkan bagi debitur yang sudah tidak memiliki prospek atau tidak mempunyai kemampuan pembayaran serta telah dilakukan berbagai upaya penyelamatan dan penagihan namun tidak berhasil. refinancing atau mencari investor strategis. Selama tahun 2006 penanganan terhadap Top 30 NPL Obligor Terbesar telah menunjukkan kemajuan yang signifikan seperti dijabarkan dalam diagram. dan sejak itu debitur selalu memenuhi komitmennya dengan baik. dimana ditegaskan bahwa piutang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak termasuk dalam piutang negara dan penyelesaian piutang perusahaan negara tidak lagi melalui Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN). Sedangkan strategi utama penanganan debitur NPL difokuskan melalui tiga hal yaitu loan restructuring. Penurunan NPL yang signifikan terutama terjadi setelah dicapai dan dilaksanakannya kesepakatan restrukturisasi kredit atas 2 obligor terbesar.69%). Pembayaran dan pelunasan dari beberapa obligor lainnya juga memberikan kontribusi dalam penurunan NPL disamping perbaikan kolektibilitas dari hasil restrukturisasi atas beberapa Obligor Top 30 lainnya.51 miliar (51.00 triliun.29 miliar (atau mencapai 107.032 Disamping itu.16%). PERKEMBANGAN TOP 30 NPL OBLIGOR TERBESAR DESEMBER 2005– DESEMBER 2006 1. Sedangkan collection dari debitur hapus buku sebesar Rp 1.46 triliun. namun mengalami kesulitan dalam pemenuhan kewajibannya. telah terbit Peraturan Pemerintah (PP) No. • Sedangkan Raja Garuda Mas.15%) dan Consumer Rp 28.

Swap. Interest Rate Floor. Interest Rate Cap) Forex Line commercial Kredit Cash Management Services Trade Services Kredit Modal Kerja Kredit Investasi Jaminan Tunai Immediate Cash Mass Transaction System Cash Management System Cash Management Bank Services Cash Pooling Notional Pooling Ekspor Advising Pre-export Financing Forfaiting Bill Purchasing Bill Collection Impor LC/SKBDN (Issuance/UPAS) Trust Receipt Shipping Guarantee Customized Loan Bid Bond Advance Payment Bond Performance Bond Maintenance Bond Custom Bond Payment Bond Standby L/C Pembiayaan Kontraktor Pertambangan - KMK–Kontraktor Pertambangan - Kredit Investasi–Kontraktor Pertambangan - Fasilitas Impor–Kontraktor Pertambangan - Garansi Bank–Kontraktor Pertambangan Telekomunikasi - KMK–Telekomunikasi - Kredit Investasi–Telekomunikasi - Fasilitas Impor–Telekomunikasi - Garansi Bank–Telekomunikasi Kredit Modal Kerja Komoditas Kredit melalui/kepada perusahaan Multi Finance KMK dengan fasilitas e-Biz Card Mandiri Kredit Multi Guna Usaha Fasilitas Kredit kepada Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus Kredit Serbaguna Mikro (KSM) Pinjaman kepada BPR: - BPR Mitra Mandiri - BPR Proyek Kredit Mikro Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Kredit Usaha Mikro–Layak Tanpa Agunan Kredit Mikro Kredit Usaha Mikro (KUM): - KUM–Mandiri - KUM–Mapan - KUM–Prima 106 produk & jasa . Option) - Interest RateTransaction (Interest Rate Swap.produk & jasa Corporate Kredit Sindikasi Treasury Kredit Modal Kerja Kredit Investasi Jaminan Tunai Arranger Facility Agent Security Agent Escrow Agent Revolving Underwriting Facility Cash Transaction/Foreign Currency Trading Derivative transactions -  Foreign Exchange Transaction Service (Forward.

Retail Simpanan Electronic Banking Merchant Acquiring Business Tabungan Giro Rupiah Giro Valas Mandiri Dolar Deposito Rupiah Deposito Valas Deposit on Call Tabungan Haji Tabungan Rencana Mandiri Tabungan Bisnis Tabungan TKI Tabungan Micro Tabungan Kapel Bancassurance Kartu Mandiri ATM Mandiri Call Mandiri SMS Banking Mandiri Internet Banking Mandiri mATM Electronic Data Capture (EDC) Transaksi Valuta Asing Mandiri Prioritas Mandiri Dana Sejahtera Mandiri Siswa Sejahtera Mandiri Investasi Sejahtera Mandiri Jiwa Sejahtera Perlindungan Tambahan (riders) Banknotes Sale/Purchase Currency Options Spot. Tomorrow for IDR/USD and major currencies Dual Currency Deposits Deposito Swap Forward Yen Jasa Lainnya Dedicated Personal bankers Upscale Premises Airport Executive Lounge Exclusive Loyalty Programs Airport Handling Services Flexible ATM limit Safe Deposit Box Travel Related Services Reksa Dana Reksa Dana Pasar Uang Reksa Dana Pendapatan Tetap Reksa Dana Campuran Reksa Dana Saham Reksa Dana Terproteksi Mandiri Transfer valas Mandiri Transfer Rp Real Time Gross Settlement Kliring Mandiri Bank Draft Mandiri Western Union Mandiri Collection Rp Mandiri Collection Fx Mandiri Bill Payment Mandiri Payroll Package Safe Deposit Box mandiri Mandiri Travellers Cheque Traveller Cheque Valas Bank Reference Penerimaan Setoran Pajak Authorized Money Changer Standing Instruction Kredit Consumer KPR Graha Mandiri Kredit Multiguna Mandiri Kredit Agunan Deposito Mandiri Kredit Mitrakarya Mandiri Kredit Bebas Agunan Mandiri KPM Kendara Mandiri produk & jasa 107 . Today.

Treasury Foreign Exchange & Money Market Hedging Products Investment Products Placement & Borrowing SBI Auction & Repo Currency Spot Currency Forwaed. Bonds & SBI Local Custody for ADR/GDR Mutual Funds Administration Sub Custody Euroclear Securities Lending & Borrowing Payment Agent Security Agent Escrow Agent Receiving Bank Counter Guarantee Stand by L/C International Remittance International Cheque Collection Mandiri Transfer Indonesia Vostro Account Interbank Risk Participation Financial Advisory Bank Reference Intra-day Facility Payment Bank for Indonesian Central.Securities Depository (KSEI) KMK Cash Collateral for Securities Company. 108 produk & jasa . Option & Swap Interest Rate Forward & Swap Foreign Exchange Linked Deposit: - Deposito Dinamis Mandiri Single Range - Dual Currency Deposit Mandiri Interest Rate Linked Deposit Bonds: - Governement Bond - Corporate Bond - Bond Repo and Reverse Repo - Retail Bond International Trade Finance Trade Services Assets Products Export Usance Bills Discounting Export L/C Renegotiation Forfaiting Trust Receipt Usance Payable at Sight (UPAS) L/C Refinancing GSM 102 Program ECA Covered Buyer’s Credit Islamic Trade Finance Custody Service L/C Issuance & Amendment L/C Advising L/C Negotiation L/C Confirmation Inter Mandiri Transaction Export Bills Collection Documentary Collection Trustee Call Loan Syndicated Loan Investment Loan Working Capital Loan Two-Step Loans Ship Scrapping Business Banker’s Acceptance Financing Other services General Custody Sub Registry Govt.

Small Business Kredit Kredit Program Trade Service Kredit Modal Kerja Kredit Investasi Kredit Usaha Kecil Mandiri Kredit Koperasi Mandiri KMK dgn fasilitas eBiz Card Mandiri Kredit Tempat Usaha Mandiri Jaminan Tunai Kredit Ketahanan Pangan KKPA KIK Pasca Konversi PIR Trans Kredit SUP005 Skim Pelayanan Pembiyaan Pertanian Ekspor Pre-export Financing Forfeiting Bill Purchasing/Discounting Bill Collection Impor L/C Issuance (sight/ Usance/ UPAS) SKBDN Trust Receipt Shipping Guarantee Bank Guarantee - Bid Bond - Advance Payment Bond - Performance Bond - Maintenance Bond - BG for Tobacco Duty - BG for trade BG for Deferral of Duty Standby L/C produk & jasa 109 .

halaman ini sengaja dikosongkan 110 .

corporate center dan shared services 111 .

corporate center

manajemen risiko

112

corporate center • manajemen risiko

Enterprise Risk Management (ERM) merupakan inisiatif strategis yang dikembangkan pada tahun 2006 dimaksudkan agar pengelolaan manajemen risiko di Bank dapat terintegrasi dan menjadi proses yang embedded dalam proses bisnis Bank.
sentot a. sentausa • Direktur

corporate center

manajemen risiko

Bank menerapkan perhitungan tingkat suku bunga berdasarkan risiko (risk based pricing). Struktur penetapan suku bunga terdiri dari Cost of Funds, Overhead Costs, Cost of Allocated Capital dan Risk Premium. Risk Premium tergantung dari penggolongan debitur atau segmen kredit berdasarkan tingkat risiko masing-masing.

Enterprise Risk Management dan Risk Based Performance Enterprise Risk Management (ERM) merupakan inisiatif strategis yang dikembangkan pada tahun 2006 dimaksudkan agar pengelolaan manajemen risiko di Bank dapat terintegrasi dan menjadi proses yang ‘embedded’ dalam proses bisnis Bank, khususnya untuk menunjang rencana organisasi berbentuk Strategic Business Unit (SBU) yang dimulai pada tahun 2007, sehingga dapat memberikan nilai tambah (value added) bagi Bank dan stakeholders Bank. Dengan Basel II sebagai katalis, implementasi ERM ditujukan untuk melihat hasil akhir dari kinerja bank berbasis risiko (Risk Based Performance). Risk Based Performance adalah perhitungan kinerja berdasarkan risiko yang diambil oleh masing-masing segmen bisnis, sehingga tolok ukur keberhasilan sebuah SBU akan disesuaikan dengan risiko yang diambil oleh SBU tersebut.

Dengan sistem ini pemegang saham dapat melihat apakah manajemen dalam periode kerja tertentu berhasil memberikan nilai tambah yang memadai bagi Bank. Parameter yang dipakai antara lain EVA (Economic Value Added) atau RAROC (Risk Adjusted Return on Capital). Karena rumusan EVA dan RAROC mengandung unsur modal, dan modal diperlukan untuk meng-cover risiko pasar, risiko kredit dan risiko operasional, maka sistim ERM harus mempunyai kemampuan untuk menghitung modal untuk meng-cover risiko-risiko tersebut. EVA atau RAROC bank-wide selanjutnya diuraikan dalam masing-masing SBU, sehingga pada akhirnya Bank akan dapat menilai dengan tepat SBU yang memberikan nilai tambah paling tinggi bagi Bank, dan SBU yang mengurangi nilai perusahaan. Aspirasi Bank untuk dapat memberikan nilai tambah yang optimal membutuhkan best practice capital management bagi para shareholders.

PERHITUNGAN INCOME BERDASARKAN RISIKO
fund transfer pricing (ftp) Gross Income Capital Benefit

Produces NII after transfer of A/L mismatch risk to Group ALM taking into account: -  Yield curve and maturity, and - Optionally and indeterminate maturities Activity-justified transfer pricing (AJTP) Allocate expenses based on true usage resources

Net Interest Income Capital Benefit Other (NIR) - Expected Loss - Expenses = Risk–adjusted profit : Economic Capital (ECap) = RAROC (%) X ECap-(cost of capital x ECap = Economic Profit (Rm)

Notional return on economic capital allocated Expected Loss (EL) Substitutes for volatile accounting impairements Economic Capital (ECap) Bottom up internal measurements of risk consumed by businesses Capital Asset pricing Model (CAPM) primarily used for determining the cost of capital

114

corporate center • manajemen risiko

Untuk menentukan sensitivitas perubahan nilai ekuitas terhadap perubahan bunga. yaitu Value at Risk (VAR) untuk kepentingan pengelolaan internal Bank. Pengukuran sensitivitas dari pendapatan bunga bersih dan ekuitas terhadap perubahan suku bunga dilakukan dengan melakukan rate shocks sebesar 100 bps selama periode 12 bulan. Earning at Risk (EaR) dan Capital at Risk (CaR). Bank telah menetapkan VAR Limit berdasarkan toleransi risiko dan target laba bisnis Treasury. sensitivitas Economic Value of Equity (EVE). yaitu dampak perubahan NII terhadap perubahan bunga. Bank menggunakan metodologi Repricing Gap. baik yang terdapat pada portfolio perdagangan (trading book) maupun banking book. yang memberikan nilai CaR (Capital at Risk). Besarnya modal tersebut selanjutnya dialokasikan kepada masing-masing unit bisnis yang menciptakan risiko tersebut. bank juga melakukan prosedur stress-testing secara reguler sesuai ketentuan Basel. Pengukuran risiko pada trading book dilakukan dengan menggunakan standard model sesuai ketentuan regulator (Bank Indonesia). Bank dapat menghitung besarnya modal yang dibutuhkan untuk mengcover risiko pasar (capital charge) terutama atas seluruh aktivitas trading Bank. pengendalian biaya dan biaya modal. sebagai dasar bagi Bank untuk mengukur kinerja berbasis risiko yang akan diimplementasikan sejalan dengan penerapan sistim SBU. yaitu risiko pasar. Hasil analisa sensitivitas menunjukkan bahwa perubahan suku bunga Rupiah dan valas akan berdampak terhadap NII 12 bulan sebesar 1. Tujuan dari pengelolaan risiko pasar adalah meminimalkan kerugian dengan melakukan hedge untuk risiko yang tidak dikehendaki. terlihat bahwa model VAR yang digunakan masih dinilai baik. yang memberikan nilai EaR (Earning at Risk). Per Desember 2006 earning at risk untuk periode 3 bulan sebesar 0. seperti pada gambar dibawah. surat utang negara (SUN). Limit VAR menjadi dasar bagi penetapan limit nominal trading (dealer limit). Posisi Banking book terdiri dari antara lain posisi kredit. risiko kredit dan risiko operasional. monitoring risiko dan mitigasi risiko pasar.80% dari target NII valas serta EVE sebesar 2.75% dari ekuitas. Bank menggunakan metode variance-covariance dengan holding period 1 (satu) hari dan tingkat keyakinan 99%. Risiko Suku Bunga (Banking Book) Risiko suku bunga timbul karena adanya gap pada posisi portfolio pada banking book yang sensitif terhadap perubahan suku bunga. bank menggunakan Duration Gap. adalah sebagai berikut: Risiko Pasar Pengelolaan risiko pasar Bank difokuskan pada risiko yang timbul karena pergerakan nilai tukar dan suku bunga yang dapat merugikan Bank. Untuk mengukur sensitivitas NII terhadap perubahan suku bunga.32% dari target NII Rupiah dan 0. dan mengoptimalkan penggunaan modal yang dialokasikan untuk risiko pasar residual. Limit yang digunakan pada banking book meliputi limit repricing gap. Dengan mengukur besarnya risiko tersebut. Bank menggunakan pendekatan statistik untuk menentukan earning at risk dan capital at risk berdasarkan data historis volatilitas suku bunga. Untuk model internal. saat ini untuk produk plain vanilla. Berdasarkan back testing yang dilakukan per Desember 2006. seperti maximum open position dan loss limit yang bertujuan untuk meminimalisir terjadinya eksposure yang berlebihan terhadap risiko pasar. Trading Book Pengelolaan risiko pasar dilakukan melalui penetapan kebijakan. Perhitungan Modal Untuk Mengcover Risiko Untuk dapat mengukur nilai tambah Bank. Adapun proses pengukuran risiko serta alokasi modal untuk masing-masing jenis risiko. dana pihak ketiga (tabungan. Bank juga melakukan simulasi untuk menghitung sensitivitas pendapatan dan nilai ekuitas Bank terhadap perubahan suku bunga dalam corporate center • manajemen risiko 115 . Agar validasi model terjaga Bank telah melakukan proses back-testing dan untuk dapat memperhitungkan kondisi stres. sejak tahun 2004 Bank telah memulai pembentukan Enterprise Risk Management (ERM) melalui pembentukan Basel II Compliance Committee dengan berbagai inisiatif yang dicanangkan sampai dengan tahun 2010.Sejalan dengan tujuan ini dan dalam rangka memenuhi ketentuan Basel II. yaitu dampak perubahan nilai ekonomis ekuitas akibat perubahan bunga Risiko suku bunga dikelola dan dimitigasi dengan menggunakan limit internal yang ditetapkan oleh ALCO. sedangkan capital at risk untuk periode satu tahun sebesar 1. sejak tahun 2006 Bank juga menerapkan metode Historical Simulation pada instrument derivatif dan structured product yang risikonya bersifat tidak linier. Sebagai upaya pengendalian risiko.81% dari ekuitas. pengukuran berbasis risiko perlu masukan berupa besar pendapatan. deposito dan giro) dan dana pinjaman. Sesuai dengan rencana bank untuk mengembangkan aktivitas perdagangan derivatif. pengukuran risiko. identifikasi risiko. Dari nilai VAR dapat ditentukan modal yang diperlukan untuk mengcover risiko pasar. limit trading.03% dari equity. Model simulasi dan teknik estimasi digunakan untuk menilai sensitivitas pendapatan bunga bersih dan modal terhadap perubahan yield curve. Dengan demikian perlu dihitung berapa modal yang dibutuhkan untuk mengcover risiko yang timbul dari aktivitas bisnis yang dijalankan. Dengan demikian. paralel dengan perhitungan internal model. terlebih dahulu perlu dihitung kebutuhan modal untuk mengcover risiko.

00) (40. seperti transaksi forward.96 30. likuiditas asset.01% untuk valuta asing.73% untuk Rupiah dan 3.000.d.000.11 28. dan agar senantiasa dapat memelihara tingkat likuiditas yang memadai dan optimal. pengukuran dan penetapan limit risiko likuiditas. Per 31 Desember 2006 Bank memelihara GWM sebesar 11.30 5.00) (60.00) 12 26 9 23 6 20 6 20 3 17 1 15 29 12 26 des des jan jan feb feb mar mar apr apr may may may jun jun 05 05 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 10 jul 06 24 7 21 4 18 2 16 30 13 27 11 25 jul aug aug sep sep oct oct oct nov nov des des 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 back testing per 31 desember 2006 Net Revenue Value at Risk Periode 116 corporate center • manajemen risiko .00 40.000. Bank memelihara primary reserve dan secondary reserve untuk memenuhi kebutuhan operasional harian serta sebagai cadangan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas baik penarikan dana tidak terduga maupun ekspansi aktiva.00 60.58) 24.27 18. sehingga dapat dilakukan langkah mitigasi secara proaktif.000. Bank menggunakan instrumen derivatif.Value at Risk per 31 Desember 2006 (dalam Rp miliar) Value at Risk Year End Maximum Minimum Average FX VAR Interest Rate VAR Correlation Effect Comprehensive VAR Credit Spread VAR Total VAR 9.000.25 (4.14 12.000. Secondary reserve Bank ditempatkan dalam Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Untuk menhindarkan dari risiko yang tidak dikehendaki. Likuiditas Bank saat ini diukur melalui posisi primary reserve dan secondary reserve.53 0.77 kondisi ekstrim (stress test). Ketidakmampuan untuk menghimpun dana dengan biaya wajar akan berdampak kepada profitabilitas Bank. Sesuai ketentuan Bank Indonesia.59 15. kewajiban kepada counter-parties dan komitmen kredit kepada nasabah debitur merupakan potensi risiko likuiditas bagi Bank. Kebijakan pengelolaan risiko likuiditas disusun sesuai dengan aktivitas bisnis yang dilaksanakan unit bisnis. Bank memelihara primary reserves dalam bentuk Giro Wajib Minimum (GWM) di Bank Indonesia dan kas di cabang-cabang.81 5.28) 20.000.39 82.12 1. Bank wajib memelihara GWM secara harian minimum sebesar 11% dari dana pihak ketiga Rupiah (untuk Bank dengan total dana masyarakat di atas Rp 50 triliun dan Loan to Deposit Ratio antara 50% s.000.00) (80.00 20. penetapan strategi pendanaan serta memelihara akses pasar yang mencukupi. Risiko Likuiditas Posisi dana pihak ketiga. 60%) dan minimum 3% dari dana pihak ketiga valuta asing. swaps dan options dengan tujuan untuk melindungi exposure Bank terhadap perubahan suku bunga.00 PL (20.85 21.51 9. Bank mengelola risiko likuiditas agar dapat memenuhi setiap kewajiban finansial yang sudah diperjanjikan secara tepat waktu.60 (15.08 1.82 8.14 14. penempatan 80.57) 70. Kebijakan pengelolaan risiko likuiditas mencakup antara lain pemeliharaan cadangan likuiditas yang optimal.96 1.13 (7.97 57. merancang analisa skenario (scenario analysis) dan contingency plan.

meningkatkan kontrol untuk memperkecil risiko kredit. Nilai NPL yang terkendali pada akhirnya dapat meminimalkan kerugian dan mengoptimalkan penggunaan modal yang dialokasikan untuk risiko kredit. Posisi Devisa Neto (PDN) Bank dipelihara untuk selalu memenuhi ketentuan Bank Indonesia yang mensyaratkan bahwa PDN (absolut) secara konsolidasi untuk semua mata uang asing tidak melebihi 20% modal (modal inti dan modal pelengkap).43% dari total dana masyarakat sebesar Rp 203. Per 31 Desember 2006 Bank memelihara secondary reserve sebesar Rp 23. surat berharga dan kredit di sisi aktiva. corporate center • manajemen risiko 117 . pendanaan bilateral. swaps dan options. Sistem rating yang digunakan untuk debitur korporasi dan large commercial secara periodik dilakukan kalibrasi terhadap model ratingnya dan terus disempurnakan agar faktor-faktor kualitatif dalam penilaian kredit lebih obyektif.20 triliun atau 11. Perbedaan perlakuan tersebut bisa berupa antara lain: - Jumlah fasilitas kredit - Tingkat suku bunga (risk based pricing) - Tarif - Persyaratan kredit (covenant) - Proses pemutusan Perbedaan perlakuan tersebut akan dapat meningkatkan hubungan bisnis yang saling menguntungkan bagi nasabah dan Bank. setelah memperhitungkan kebutuhan untuk ekspansi bisnis. fasilitas kredit dapat diberikan sesuai kebutuhan dengan hanya menyampaikan data/informasi yang relatif sederhana dan mudah untuk dipenuhi calon pemohon dibandingkan dengan scoring untuk UKM maupun middle commercial. • Risk Based Pricing  Bank menerapkan perhitungan tingkat suku bunga berdasarkan risiko (risk based pricing). misalnya scoring system dalam pemberian fasilitas kredit kepada pengecer/ depo minyak tanah dimana konsumen utamanya adalah pengguna akhir minyak tanah tersebut. secara internal Bank juga menetapkan PDN intern sebesar 10% dari modal. Proses manajemen risiko kredit dimulai dari identifikasi risiko kredit. Per 31 Desember 2006 PDN absolut Bank adalah sebesar 5. dan menghitung kebutuhan modal untuk mengcover risiko kredit residual.antar bank dan surat berharga yang mudah diperjualbelikan (portofolio yang diperdagangkan dan yang tersedia untuk dijual). Berdasarkan rencana bisnis Bank dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan 2007. sedangkan untuk melindungi posisi terbuka nilai tukar dalam jumlah signifikan dilakukan lindung nilai (hedging) dengan menggunakan instrumen derivatif. Selain berpedoman pada ketentuan BI. ataupun melalui penjualan surat berharga seperti Surat Utang Negara (government bonds). Cost of Allocated Capital dan Risk Premium. Sistem scoring dan rating terus disempurnakan agar terjaga kemampuan model dengan membandingkan realitas default yang terjadi. Selain pengembangan sistem scoring untuk nasabah TKI. Bank melakukan serangkaian skenario likuiditas yang mencakup kondisi normal dan tidak normal termasuk kondisi ekstrim/krisis dan selanjutnya menyusun contingency plan. Penerapan scoring khusus untuk Kredit Usaha Mikro sangat membantu pengusaha kecil yang umumnya tidak memiliki data/ informasi usaha yang memadai sehingga harus diupayakan agar proses kredit tidak berbelit-belit.03 triliun. Risiko Nilai Tukar Bank mengelola risiko nilai tukar struktural untuk menilai pengaruh perubahan nilai tukar terhadap pendapatan dan modal Bank. Posisi valuta asing Bank didominasi valuta US Dollar yang sebagian besar terdiri dari dana pihak ketiga (giro dan deposito) dan dana pinjaman di sisi pasiva dan penempatan inter bank. foreign exchange swaps. Bank dapat memenuhi kebutuhan likuiditas melalui sumbersumber dana alternatif seperti repurchase agreements. Kebijakan limit PDN internal ditetapkan oleh ALCO dengan berpedoman pada prediksi Bank mengenai arah pergerakan nilai tukar. Bank menetapkan limit internal untuk secondary reserve minimal 5% dari dana masyarakat. collateralized facility agreements. Bank melaksanakan inisiatif antara lain: Proses pemberian kredit baru atau perpanjangan • Sistem Scoring dan Rating. Hal ini diharapkan akan memperlancar proses keberangkatannya. Melalui scoring. Overhead Costs.00% dari modal. sehingga diharapkan memberikan tambahan keuntungan dalam bentuk pendapatan bunga dan fee. Penerapan scoring dan rating tools yang lebih obyektif dapat membedakan nasabahnasabah yang berisiko rendah untuk mendapatkan perlakuan (treatment) yang berbeda dibandingkan dengan nasabah yang berisiko tinggi. Untuk upaya meningkatkan kontrol terhadap risiko kredit. Potensi risiko likuiditas yang akan dihadapi Bank di masa mendatang diukur melalui analisa liquidity gap. Risiko Kredit Pengelolaan risiko kredit Bank terutama diarahkan untuk meningkatkan ekspansi kredit yang sehat dan mengelola kredit yang telah diberikan agar terhindar dari penurunan kualitas atau menjadi Non Performing Loan (NPL). proyeksi likuiditas Bank berada dalam kondisi surplus untuk periode 12 bulan ke depan. Untuk mengetahui kemampuan Bank dalam menghadapi situasi likuiditas yang berbeda. Pemberian kredit dan penempatan dalam valuta asing diutamakan dibiayai oleh sumber dana dalam valuta yang sama. Proyeksi defisit likuiditas dibatasi limit maximum cumulative outflow (MCO) berdasarkan proyeksi liquidity gap. Sistem scoring digunakan untuk debitur segmen UKM (Small Medium Enterprise) dan micro melalui sistem SME Scoring System (SMESS) dan Sistem Rating digunakan untuk debitur korporasi dan komersial besar (large commercial). Struktur penetapan suku bunga terdiri dari Cost of Funds. Demikian pula pengembangan scoring khusus untuk segmen tertentu seperti kepada nasabah TKI diharapkan dapat membantu tenaga kerja indonesia yang akan berangkat ke luar negeri untuk diberikan kemudahan dalam rangka membantu mereka memenuhi persyaratan finansialnya. seperti transaksi forward. Selain melalui dana pihak ketiga. pengembangan scoring system untuk bisnis mikro lainnya akan terus dilakukan. yang merupakan proyeksi kelebihan/kekurangan likuiditas atas dasar jatuh tempo asset/liability. Disamping itu bagi Bank dengan pengembangan scoring khusus untuk pengusaha kecil akan membuka kemungkinan pertumbuhan pangsa pasar kredit baru (new targeted customer) yang lebih sehat.

data yang detail dan kontinyu mutlak dibutuhkan untuk pengelolaan risiko dan pembuatan model sesuai Basel II. Dalam hal ini. •  Bank menetapkan Required Yield sebagai tingkat imbal hasil minimum dalam menetapkan suku bunga kredit. Seperti diketahui. juga lebih menjamin proses data capture yang detail dan berkesinambungan. Pedoman Pelaksanaan Kredit (PPK) Bank bukan merupakan pedoman yang statis. • Penerapan Loan Origination System (LOS) terus dikembangkan untuk segmen SME/Micro.Pengelolaan risiko yang terpadu merupakan dasar penetapan alokasi kebutuhan modal sesuai risikonya sehingga unit bisnis diukur kinerjanya atas dasar tingkat risiko yang diambil/dipilih. Pemeliharaan kredit dalam portfolio Bank Untuk memelihara kualitas portfolio. Risk Premium tergantung dari penggolongan debitur atau segmen kredit berdasarkan tingkat risiko masing-masing. • Revisi Pedoman Pelaksanaan Kredit (PPK) dan Kebijakan Perkreditan Bank Mandiri (KPBM). Pricing strategy bertujuan menjaga tingkat profitabilitas bank dan menetapkan suku bunga yang kompetitif dalam rangka mendukung unit bisnis untuk melakukan ekspansi kredit. kajian dan penyempurnaan PPK dan juga Kebijakan Perkreditan Bank Mandiri (KPBM) selalu mengacu kepada ketentuan dan kebutuhan bisnis Bank yang tentunya juga harus selalu sejalan dengan prinsip kehati-hatian. Bank melakukan insiatif sebagai berikut: • Sistem Watch List Debitur yang intensif. Penggunaan LOS ini selain menjamin proses pemutusan kredit menjadi lebih tertib dan terukur waktu penyelesaiannya. Commercial dan Corporate. Consumer. Sistem ini dimaksudkan untuk memonitor secara intensif debitur-debitur 118 corporate center • manajemen risiko . melainkan merupakan bagian yang dinamis dari aktivitas perkreditan Bank.

Medan. sistem dan faktor eksternal yang kemudian dikonsolidasikan pada level group. Makasar. dan dalam proses persiapan penerapan pengelolaan risiko operasional dengan pendekatan Advanced Measurement Approach (AMA). Manajemen risiko operasional dimulai dengan proses identifikasi dan pengukuran risiko operasional disetiap unit kerja. Untuk maksud tersebut.  Di tingkat portofolio. secara periodik dikaji mengenai rencana aksi dengan tujuan menurunkan tingkat risiko operasional. per group dan bank wide untuk memperoleh Bank wide credit risk capital charge. Bank menetapkan kebijakan prosedur yang disebut dengan Kebijakan Produk dan Aktivitas Baru (PAB) yang diterbitkan tahun 2005. Inisiatif ini dapat menghindari konsentrasi risiko yang terlalu tinggi pada suatu industri. Untuk meminimalkan risiko. sehingga diperoleh level risiko operasional berdasarkan hasil penilaian unit kerja. Dalam proyek ERM yang saat ini sedang dalam proses pembangunan. wilayah. Risiko Operasional Selain risiko pasar dan risiko kredit. Business Continuity Planning (BCP) dan Disaster Recovery Center (DRC) Dalam operasionalnya Bank senantiasa berpotensi berhadapan dengan situasi/keadaan yang dapat mengganggu jalannya operasional bank secara normal. Samarinda. Sistem telah berjalan efektif dengan sosialisasi yang intensif ke seluruh unit perkreditan. disediakan modal untuk mengcover risiko tersebut. Untuk risiko residual. sehingga Bank melakukan upaya yang sungguh-sungguh dan terus menerus agar data perkreditan menjadi lebih lengkap (comprehensive). direktorat dan bank wide. model menjadi lebih akurat untuk digunakan sebagai acuan dalam ekspansi kredit ke sektor-sektor yang prospektif. selama dan setelah terjadinya suatu corporate center • manajemen risiko 119 .’ dan untuk meningkatkan risk awareness pada unit kerja dan mengetahui level risiko operasional yang dihadapi. dikategorikan menurut penyebabnya. proses. Proses ini antara lain sudah dilakukan di Kantor cabang dan Bill Processing Center (BPC) di Bandung. sehingga penurunan kualitas kredit dapat dihindari. Kesempurnaan data sangat diperlukan sebagai input kepada sistem ERM Bank yang pada gilirannya diharapkan menjadi ‘embedded’ ke dalam proses bisnis Bank dan memenuhi ketentuan Basel II. Bank telah memiliki rencana komprehensif yang berisi langkah-langkah yang harus diambil sebelum. akurat (accurate) dan dapat dipercaya (reliable). Penerapan Portfolio Guideline diharapkan dapat mengendalikan alokasi pada sektor yang kurang prospektif dan meningkatkan alokasi pada sektor yang prospektif. Perhitungan kebutuhan modal dan capital charge Penghitungan credit capital charge untuk masingmasing segmen yang dilakukan secara stand alone system. segmen atau sektor ekonomi tertentu. Palembang dan Surabaya. Loan Portfolio Management dan •  penyempurnaan Portfolio Guideline. Bank melaksanakan inisiatif antara lain: Identifikasi dan pengukuran risiko •  Untuk risiko operasional yang ‘forward looking. semesteran dan tahunan) dan laporan credit risk profile secara periodik pula.yang masih berada di kolektibilitas 1 dan 2 agar dapat dideteksi sejak awal kemungkinan penurunan kolektibilitas. MLED direncanakan terimplementasi diseluruh unit kerja di Bank Mandiri pada akhir tahun 2008. Kedua alat ini juga berfungsi sebagai alat early warning tools atas ekspansi dan posisi perkreditan Bank. Melalui back test yang dilakukan. Loan Portfolio Management dilengkapi dengan •  Analisa Portfolio yang dilakukan secara periodik (bulanan. sejak tahun 2004 Bank telah mengembangkan proses Risk & Control Self Assessment (RCSA). kebutuhan modal akan dapat ditentukan sampai tingkat akun debitur. •  Untuk mitigasi risiko akibat produk baru atau penggantian proses dan sistim kerja yang signifikan. bank harus memiliki pedoman dan prosedur tertulis yang berisikan langkah-langkah yang harus diambil oleh suatu Unit Kerja untuk tetap dapat menjalankan operasionalnya dalam situasi/keadaan disaster. Bank juga terus menerus melakukan back test terhadap model Portfolio Guideline yang telah diterapkan sejak tahun 2005. Bank menerapkan Mandiri Loss Event Database (MLED). • Sistem collection kredit untuk segmen consumer termasuk kartu kredit dan segmen micro terus dikembangkan sejalan dengan ekspansi kredit yang akan terus tumbuh dan berkembang • Penyempurnaan Credit Risk Datamart.  Disadari bahwa data sangat berperan sebagai dasar pengambilan keputusan. Terhadap situasi yang demikian. sesuai dengan International Best Practice. kemudian dikonsolidasikan per unit kerja. yaitu faktor manusia. Bank juga berupaya mengendalikan kerugian akibat risiko operasional. Melalui deteksi awal ini dapat segera dilakukan tindakan pencegahan. dimana bank mengumpulkan data kerugian historis. •  Untuk risiko operasional yang sudah terjadi. sehingga unit kerja dapat melakukan assessment terhadap risiko-risiko yang ada di unit kerja dengan bantuan fasilitator dan dilakukan voting terhadap hasil assesment. Perhitungan modal risiko operasional Selain metode basic indicator. bank sedang dalam proses membangun metode standar.

17% Business 49.01% 12.02% Operational 33. scenario analysis dan stress testing.77% 2. Penggunaan modal akan menimbulkan biaya modal (cost of capital) yang akan dibebankan kepada tiap unit bisnis.42% 2. apabila terjadi hal ekstrim seperti gempa. Tingkat risk capital mengindikasikan kecenderungan peningkatan risiko dan tingkat imbal hasil perlu disesuaikan dengan besar risiko dan modal.36% 9.05% 20. Risk Capital digunakan sebagai ukuran risiko sehingga dapat dilakukan komparasi antara aktivitas bisnis dan risiko yang berbeda. Selain risk capital.37% 21.03% 17.02% 10.19% Credit 6.89% 5.90% 100% 28. Dengan adanya DRP. total capital at risk by risk type 31 Dec 2005 & 31 dec 2006 Capital Allocation 2005 Capital Allocation 2006 50. maka Bank dalam waktu singkat akan dapat beroperasi kembali melayani nasabah. Bank sudah membentuk Disaster Recovery Plan (DRP) dan pembentukan Disaster Recovery Center (DRC) sejak tahun 2003.87% 20. teruji untuk menjamin kelangsungan operasional Bank dalam bentuk Kebijakan Business Continuity Planning (BCP).91% Operational 40.keadaan darurat secara terdokumentasi. Risk Capital Pengelolaan risiko terintegrasi dengan pengelolaan modal dan strategi bank.6% Market 3.71% Market 6. dan pengukuran kinerja berbasis risiko. Hal ini menjadi dasar dari proses alokasi modal pada unit kerja. modal juga diperlukan untuk maksud sebagai penyangga modal dalam rencana ekspansi bisnis dan pertumbuhan non organik.59% 6. Pengelolaan risiko terintegrasi didukung oleh tingkat Risk Capital. Hal ini untuk memastikan bahwa risiko dan tingkat imbal hasil bagi pemegang saham terkendali dan konsisten pada tingkat risiko yang diinginkan (risk appetite). risiko pasar dan risiko operasional).30% Business total capital at risk by operating group 31 Dec 2005 & 31 dec 2006 Capital at Risk by Operating Group 31 Dec 2005 31 Dec 2006 Corporate Banking Commercial Banking Consumer Banking Micro Banking Treasury & International Banking Small Business CR Recovery Total 24.04% 100% 120 corporate center • manajemen risiko .67% 18. Bank mengalokasikan modal untuk mengcover risiko utama yang melekat pada kegiatan perbankan (yaitu risiko kredit.10% Credit 10.

43 248.38 14. unit risk management dan dan juga unit bisnis. Direksi menetapkan risk appetite dan kebijakan Risiko bank.089.605.99 3.82 3.71 1. memonitor dan mengontrol risiko yang timbul dari aktivitas bisnis bank. at Risk by Op.836. Di tingkat Komisaris.01 4. dengan memperhatikan arahan dari Dewan Komisaris.20 3.73 221.579.552. Tatakelola risiko Bank Mandiri secara terpadu merupakan tanggung jawab bersama dari Dewan Komisaris.793.71 3. mengukur.86 1. Group 2005 Cap.60 Credit Risk Op. Komite Manajemen Risiko (Risk Management Committee).52 2006 Segmentation Market Risk 4. beranggotakan para manajemen senior dan mempunyai tanggung jawab membantu Direktur Utama dalam hal mengidentifikasi.065.09 141.150.925.74 1.15 3.19 14.05 16. pelaksanaan pengawasan atas praktik pengelolaan risiko oleh Manajemen dilakukan melalui Risk & Policy Committee. Group 2006 24% Corporate Banking 21% Commercial Banking 10% Consumer Banking 2% Micro Banking 18% Treasury & International Banking 6% Small Business 19% Credit Recovery 29% Corporate Banking 20% Commercial Banking 10% Consumer Banking 2% Micro Banking 13% Treasury & International Banking 6% Small Business 20% Credit Recovery total capital at risk by operating group as at 31 Dec 2006 & 31 dec 2005 2005 Segmentation Market Risk Credit Risk Op. Risk Total Corporate Banking Commercial Banking Consumer Banking Micro Banking Treasury & International Banking Small Business Credit Recovery 3.010. Direksi.131.26 1.010. Cap.600.26 1.763.41 240.107.06 432.388.105.885.45 18.609.total capital at risk by risk type 31 Dec 2005 & 31 dec 2006 Organisasi Tatakelola Risiko Perhitungan dan pengelolaan risiko sebagaimana diuraikan di atas dilaksanakan oleh Organisasi Tatakelola Risiko (risk governance). at Risk by Op. Risk & Capital Committee (RCC).26 141.47 4.73 91.694.44 3.87 2.55 283.67 59.12 4.014. yang merupakan sub-komite dari Risk & Capital Committee.52 131.66 4.10 923.05 154.024.37 corporate center • manajemen risiko 121 .362.07 280.06 3.91 340.581.67 144.38 932.98 3.57 92.390. Risk Total Corporate Banking Commercial Banking Consumer Banking Micro Banking Treasury & International Banking Small Business Credit Recovery 1.47 1.870.48 92.870. Di tingkat pelaksanaan pengelolaan risiko.07 429.47 3.31 1.089.67 1.67 382.88 236.20 116.461.330.42 1.

risiko operasional. RCC telah menetapkan limit yang digunakan untuk memitigasi risiko likuiditas. • Memenuhi standard manajemen risiko yang telah ditetapkan dalam rangka penilaian dan pengambilan risiko. 122 corporate center • manajemen risiko . Dalam pengelolaan system limit. Kebijakan Manajemen Risiko Bank merupakan payung bagi penyusunan kebijakan-kebijakan lainnya yang lebih spesifik bagi unit bisnis dan unit risiko. semua manajer risiko dan manajer-manajer unit lainnya yang terkait dengan risiko diharuskan memenuhi sertifikasi manajemen risiko yang dikeluarkan oleh Badan Sertifikasi Manajemen Risiko dan GARP. risiko hukum. Untuk meningkatkan kemampuan manajemen risiko. Action plan tersebut dimaksudkan untuk dapat menekan inherent risk sehingga diharapkan pada periode berikutnya penilaian risiko menjadi lebih baik. Profil Risiko Bank telah menyusun Laporan Profil Risiko (LPR) untuk melihat risiko yang melekat pada aktivitas bisnis (inherent risk) dibandingkan dengan kontrol yang melekat pada aktivitas tersebut (risk control). risiko kredit. LPR menilai 8 (delapan) jenis risiko didalam tiap unit bisnis. risiko suku bunga. Asset & Liability Committee [ALCO] dan Investment & Capital Committee [CIC]. mengacu pada ketentuan BI. PBI 5/8/PBI/2003. • Menerapkan pengambilan keputusan bisnis yang sehat. risiko likuiditas. risiko reputasi dan risiko kepatuhan. selambatlambatnya pada tahun 2010. Kebijakan & Limit RCC menetapkan kebijakan. Penilaian Profil Risiko dilengkapi dengan action plan yang akan dilaksanakan oleh SBU dan Unit Risiko terkait dengan masing-masing jenis risiko. Bank mengandalkan kompetensi dan pengalaman dari tenaga-tenaga profesional Bank untuk: • Mempromosikan budaya risiko yang kuat yang sangat menghargai kedisiplinan dan efektifitas dari proses dan kontrol manajemen risiko. Struktur organisasi RCC terdiri dari beberapa sub-komite yaitu Risk Management Committee [RMC]. yaitu risiko pasar. Tenaga Profesional dibidang Risiko Dalam rangka membangun dan memelihara sistem manajemen risiko bank. penyempurnaan penerapan majemen risiko dan rekomendasi kepada Direktur Utama pabila diperlukan adanya suatu justifikasi bisnis berdasarkan pertimbangan bisnis dan hasil analisis terkait. Tabel Risk Governance Organizational menunjukkan beberapa limit yang ditetapkan oleh RCC. RCC dipimpin oleh Direktur Utama dan beranggotakan Direksi dan Manajemen Senior dari unit bisnis dan unit risk management. prosedur dan limit dalam rangka untuk memitigasi risiko. risiko strategik.RISK GOVERNANCE ORGANIZATIONAL Board of Commissioners Board of DIRECTORS RISK & CAPITAL COMMITTEE RISK MANAGEMENT COMMITTEE • MARKET RISK • CREDIT RISK • OPERATIONAL RISK • LEGAL RISK • REPUTATION RISK • STRATEGIC RISK • COMPLIANCE RISK • NEW PRODUCT ACTIVITIES ASSET & LIABILITY COMMITTEE • INTEREST RATE RISK • LIQUIDITY RISK • FOREX RISK CAPITAL & INVESTMENT COMMITTEE STRATEGY AND POLICY ON CAPITAL & INVESMENT ALLOCATION SBU’s Risk & Capital Committee (RCC) merupakan komite yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab memberikan rekomendasi kepada Direktur Utama yang sekurang-kurangnya meliputi penyusunan kebijakan manajemen risiko termasuk strategi dan contingency plan. seperti misalnya kebijakan ALMA dan Kebijakan Trading Book. risiko nilai tukar dan risiko trading. Risk & Capital Committee melakukan pertemuan sekurang-kurangnya sekali sebulan dan melapor langsung ke Dewan Direksi dan Dewan Komisaris.

01% of 3rd party Fund 12% of 3rd party Fund < 75% < 10% of 3rd party Fund 1. Attached to ERM System (2007) Subsidiary Consolidation: Mandiri Sekuritas. RCSA. Collateral Management. Economic Value of Equity Sensitivity a. Risk: Basic Indicator corporate center • manajemen risiko 123 . KRI (select units) • Active Portfolio Management • Limit Monitoring • Risk Profile 2002–2004 Credit Risk Mapping segment Basel Rating for Corporate & Commercial (Jan-2003) LOS – Corporate. KRI. Mei 2008 Policies ALM. 2005 ORM Information System (2007) Include System Application Live BI . Repricing & Duration Gap (Sendero) Okt 2005 Procurement Process – ERM Pre-requisite ERM ERM Phase I. Account Strategy (Q1 2006) OpsRisk Working Group Formation: Set-up 8 busness line. foreign exchange risk management < 10% of Total Earning Assets < 5% of Total Equity < 15% of Total Equity < 10% of Total Equity 10% of Total Capital Rp 80 billion 1. liquidity risk management approved limit limit risiko manajemen risiko likuiditas 1. Net Interest Income Sensitivity a. Secondary Reserves to 3rd Party Fund 3. Risk Basic Indicator Approach BIA. Segmentasi. Commercial. 2005 EXTRA WORKS BY BANK MANDIRI CLS (Q3 2006) Credit Risk Definition: Default. Rating Risk Datamart: Subsidiary & Overseas Branches Consolidation operational Risk Operational Risk Policy Bab VII KMRBM BCP & DRC Policy. Statutory Reserves 2. Cummulative Dynamic Repricing Gap for IDR+Foreign CCY < 12 Months bucket b. Maximum Cumulative Outflow (MCO) 6. Consumer (Q3 2006) CLD Pilot Jan 2005 LED Data Coll.Risk limit A. Des. 3 Months Earning at Risk 2. Mapping Gross Income. Statutory Reserves - Rupiah - Foreign Currency 2. trading risk VAR Total VAR Total Treasury Group - Unit Trading FX & MM - Unit Sales - Unit Securities - Unit Liquidity - Consumer Banking Treasury (CBT) 2007 • Market & Credit Risk Datamart • Credit Risk Capital Charge (Stdz App) • RCSA. Secondary Reserves to 3rd Party Fund 3. AXA Mandiri (Des 2006) OpsRisk (Q3 2006) Credit Risk PD Enhancement: Corporate. Economic Value pf Equity Sensitivity 3. Overnight Borrowing manajemen risiko suku bunga 1. Cash Loan. Des. Commercial. interest rate risk management 12. Feb 2006 2006 Scoring for Consumer & Card. KORC. Loan to Deposit Ratio (LDR) 4. Dec 2007 ERM Next phase Op Risk Standardized Capital Calculation (LED. Trading book.50% of 3rd party Fund 3. Non Cash Loan. Earning at Risk 4. Single Largest Customer Fund to Total Deposit B. NPA) Credit Risk-IRB. Apr.Market Risk Standard Model Jan 2005 BI Risk Profile Report. Limit  (Des 2004) Market Risk Management – Standard & Internal Model Approach (Jan 2005) ERM Kick Off Standard Model (KPMM) Volatility & Correlation (Market Factor) Des 2005 Board Approval Data Preparation Data Migration OP Risk AMA Capital Calculation (2009) Operational Risk Datamart Development QIS QIS QIS Risk Datamart. Consumer Segments (Juni 2004) 2005 Credit Risk Management Policy Des-2005 AML Solutions. 2004 OPRisk Profile . 2003 Proses & Sistem Risk Self Assessment Juli 2004 Opr. 2005 New Product & Activities Policy. Net Interest Income Sensitivity 2. BSM. Capital at Risk C. New COA. Single Largest Customer Fund to Total Deposit 5. Duration Gap Limit (Maximum EVE Changes) b. Aug 2006 2008 Portfolio Guideline (Juni 2005) Scoring for Consumer Loan  (April-2002) Credit Risk Management – Standardized & IRB (in progress) April-2005 market Risk Internal Model – OPICS Risk (Jul 2004) Scenario Analysis. Loan to Deposit Ratio (LDR) 4. Derivatif. Capital at Risk manajemen risiko nilai tukar Net Open Position risiko perdagangan Net Open Position D.RCSA Mar. 7 working days PBI No. MLED. 8/6/ PBI/2006 BI-Credit Risk: Standardized BI-Ops.

corporate center compliance & human capital 124 corporate center • COMPLIANCE & HUman capital .

Implementasi organisasi berbasis SBU ini akan berdasarkan Performance Management System (PMS) dengan Key Performance Indicator (KPI) yang lebih tajam dan terkait langsung dengan Value Based Management. bambang setiawan • Direktur .

Consumer Finance. Oleh karena itu fungsi dan peran manajemen sumber daya manusia telah bergeser ke arah yang lebih strategis yaitu membangun competitive advantage bagi Bank. Penataan organisasi dalam rangka transformasi Sebagai langkah awal proses menuju organisasi berbasis SBU. Untuk mencapai aspirasi strategis tersebut. • Mendorong kinerja optimal melalui Talent Management. pada Juni 2006 Bank Mandiri telah melakukan reorganisasi unit kerjanya yang secara garis besar dibagi menjadi tiga kelompok. terutama sumber daya manusianya. • Menginternalisasikan budaya perusahaan yang baru dan mendorong penerapan standar etika yang tinggi. Untuk mencapai hal tersebut.’ Bank Mandiri harus mengembangkan bisnisnya yang secara signifikan melebihi tingkat pertumbuhan pasar maupun pesaing. Bank Mandiri harus memenuhi prasyarat utama berupa kemampuan menggerakkan dan memberdayakan seluruh perangkat organisasi secara optimal. Ini berarti Bank Mandiri harus memiliki sumber daya manusia dengan produktifitas dan kapabilitas terbaik di bidangnya. Bank Mandiri saat ini sedang mentransformasi dirinya untuk menjadi organisasi dengan budaya kerja yang berbasis kinerja dengan menggunakan model bisnis Strategic Business Unit (SBU).corporate center Compliance & human capital Talent Management dilakukan dengan program pengembangan khusus kepada para talent berupa penempatan pada posisi menantang. b. yaitu: a. • Menata ulang Performance Management System (PMS). Untuk mencapai tujuan tersebut di tahun 2006 Bank Mandiri telah menempuh beberapa langkah antara lain: • Penataan organisasi dalam rangka transformasi menuju organisasi yang berbasis SBU. Untuk menjadi ‘Dominant Multi-specialist Bank’ untuk kemudian menjadi ‘Regional Champion Bank. yaitu Risk Management. Micro & Retail Banking. special project assignment. Treasury & International Banking dan Special Asset Management. 126 corporate center • COMPLIANCE & HUman capital . Compliance & Human Capital. dan Finance & Strategy. program sertifikasi serta special training & development program. Corporate Center yang berfungsi untuk menangani kebijakan dan strategi level korporasi yang terdiri dari 3 direktorat. Commercial Banking. • Pengembangan kemampuan sumber daya manusia.  Business Unit yang berfungsi sebagai motor utama pengembangan bisnis bank yang terdiri dari 6 direktorat. yaitu Corporate Banking.

Implementasi awal organisasi berbasis SBU tersebut bertujuan untuk: a. Pengkaitan KPI dengan value creation tersebut diupayakan melalui: a. Trust. d. yang dijalankan oleh Direktorat Technology & Operations. Melakukan penyelarasan sumber daya. maka budaya kerja harus lebih dipertajam sehingga lebih selaras dan mendukung upaya pencapaian cita-cita tersebut. Professionalism. Change Agent sebagai motor perubahan budaya Melalui para change agent yang telah dibekali pengetahuan tentang budaya dan corporate center • COMPLIANCE & HUman capital 127 . b. infrastruktur serta kebijakan unit bisnis dengan strategi serta tantangan persaingan yang dihadapi oleh masing-masing unit bisnis c. Talent Management Bank Mandiri sebagai organisasi berbasis kinerja harus mampu mengidentifikasi. Internalisasi budaya perusahaan dan penerapan standar etika Sejalan dengan keinginan menjadi Dominant Multispecialist Bank. Memberikan program pengembangan khusus kepada para talent berupa penempatan pada posisi menantang. b. Hal ini merupakan upaya Bank untuk menjaga dan mengembangkan para top talent untuk berkontribusi lebih maksimal dan tidak pindah ke organisasi lain. Customer Focus dan Excellence sebagai budaya perusahaan terus diinternalisasikan kepada seluruh insan Bank Mandiri melalui program-program: a. Mengharuskan seluruh kepala unit kerja menyusun perencanaan pengembangan kompetensi dan kinerja setiap pegawai melalui Individual Development Plan (IDP). program sertifikasi serta special training & development program. Optimalisasi dari platform operasi serta infrastruktur teknologi yang dapat digunakan oleh semua segmen/business unit dan Corporate Center. special project assignment.c. Sejalan dengan hal tersebut. maka dilakukan talent management melalui upaya-upaya sebagai berikut: a. Menata ulang Performance Management System (PMS) Implementasi organisasi berbasis SBU ini akan diiringi dengan Performance Management System (PMS) yang berdasarkan Key Performance Indicator (KPI) yang lebih tajam dan berorientasi pada Value Based Management. Mengidentifikasi dan menyelenggarakan program akselerasi kepada pegawai dengan kinerja baik dan potensial dari level Officer hingga Group Head. b. Penajaman Individual KPI setiap pegawai pada level officer yang mendukung dan sejalan dengan KPI unit kerjanya berdasarkan Balanced Scorecard. Integrity. c. Sistem penilaian kinerja ini akan dikaitkan secara erat dengan sistem insentif yang nantinya didasarkan pada value yang dikontribusikan oleh masing-masing SBU. Meningkatkan transparansi. Penyelarasan kebijakan dan strategi Corporate Center yang akan memberikan dukungan landasan bagi pengembangan bisnis. mengelola dan menghargai lebih pegawai yang memiliki kinerja dan kompetensi di atas rata-rata secara khusus. akuntabilitas dan kinerja unit bisnis yang akan menciptakan dan mendorong performance driven culture di masing-masing unit bisnis. Shared Services sebagai unit yang berfungsi mendukung operasional bank secara keseluruhan. evaluasi dan pemberian feedback pelaksanaan Individual KPI melalui kepala unit kerja secara periodik. Melakukan proses penjejakan.

gathering dan perlombaan culture innovation antar unit kerja. Bank Mandiri menyadari pentingnya pengembangan kemampuan sumber daya manusia yang dimiliki. Jumlah ini mengalami penurunan sebanyak 130 orang dibandingkan dengan tahun 2005 yang berjumlah 21. baik untuk segmen Corporate. b. spanduk. • Employee Promotion Media: mengkomunikasikan nilai budaya TIPCE melalui media advertisement. selama 2006 Bank Mandiri juga telah melaksanakan pelatihan yang mendukung peningkatan kemampuan dan keunggulan kompetitif sumber daya manusianya. email dan lain-lain. Sampai akhir 2006 Bank Mandiri telah memiliki 1560 orang change agent. • Melaksanakan program khusus untuk mendukung efisiensi dan produktifitas serta Learning Organization. • Meningkatkan kompetensi perkreditan bagi seluruh pegawai yang terkait langsung dengan permasalahan kredit. Tujuannya adalah menstimulasi dan mendorong agar setiap insan Bank Mandiri berlomba-lomba menerapkan nilai budaya TIPCE secara berkesinambungan. forum-forum perbankan dan programprogram lain yang terkait dengan bank. mengembangkan jaringan bisnis dan distribusi sesuai kebutuhan organisasi dengan tetap meningkatkan efektifitas organisasi. sehingga budaya perusahaan dapat terimplementasi dengan baik. kampanye. pertunjukan. Kemampuan sumber daya manusia Sebagai organisasi berbasis SBU. masing-masing Direksi banyak mengikuti/berpartisipasi dalam seminar nasional dan internasional. Corporate Magazine: penerbitan artikel •  artikel terkait budaya perusahaan melalui Buletin Mandiri secara berkala. Consumer/ Retail dan Micro Banking. Karenanya. Program Values Recognition Program ini merupakan bentuk penghargaan bagi pegawai ataupun unit kerja yang dianggap telah berhasil mengeksternalisasikan nilai-nilai budaya TIPCE di lingkungan Bank.192  orang. diharapkan dapat terjadi proses cascading nilai-nilai dan perilaku budaya kepada rekan-rekan kerja di unit kerjanya. antara lain: •  Dalam rangka menambah wawasan dan meningkatkan kompetensi. • Meningkatkan Leadership Skill bagi para pimpinan unit kerja.teknik-teknik change management melalui pelatihan change agent oleh Learning Center. c. Komposisi Sumber Daya Manusia Bank Mandiri per 31 Desember 2006 memiliki 21. Adapun komposisi jumlah pegawai tahun 2006 adalah sbb: 128 corporate center • COMPLIANCE & HUman capital . dari level Section Head hingga Group Head.062 orang pegawai. Culture Workshop: pelaksanaan workshop •  dan seminar budaya kerja baik secara internal dan eksternal. poster. Dengan komposisi sumber daya yang ada. Sosialisasi dan komunikasi budaya perusahaan Pelaksanaan sosialisasi dan komunikasi budaya perusahaan dilakukan melalui eventevent dan media: Culture Fair & Championship. e-Learning. program •  sosialisasi dan komunikasi budaya melalui acara eksibisi. • Melaksanakan program training khusus bagi Frontliners dalam upaya meningkatkan service dan layanan cabang. PC desktop. Bank Mandiri terus berupaya untuk meningkatkan tingkat pelayanan. Commercial.

S2.2% SMU 1.0% Sarjana Muda/Diploma 25. S2. S2.2% Sarjana (S1. S3) 14% Sarjana Muda/Diploma 30% SMU 2% SMP/SD 58% Sarjana (S1. S3) 13% Sarjana Muda/Diploma 27% SMU 2% SMP/SD 60. S3) 15% Sarjana Muda/Diploma 32% SMU 2% SMP/SD 2004 2005 2006 54% Sarjana (S1. S2. S3) 13. S3) 15% Sarjana Muda/Diploma 35% SMU 2% SMP/SD 50% Sarjana (S1. S3) 15% Sarjana Muda/Diploma 39% SMU 3% SMP/SD 48% Sarjana (S1.866 1 2 10 24 119 63 8 227 1 2 8 11 235 118 9 384 1 4 27 35 216 68 5 356 1 4 22 29 313 86 16 471 1 5 17 3 144 379 25 574 1 7 22 21 266 305 24 646 1 2 3 18 6 30 2 2 13 48 149 57 27 298 Komposisi Perkembangan Pegawai Menurut Jenjang Pendidikan Per 31 Desember 2001 2002 2003 43% Sarjana (S1.345 572 16.6% SMP/SD corporate center • COMPLIANCE & HUman capital 129 . S2.Komposisi pegawai menurut level jabatan per direktorat (31 Desember 2006)   Level Jabatan Corporate Commercial Consumer Finance Micro & Treasury & Retail Int’l SAM Risk Mgt Compliance & HC Finance & Strategy Tech & Ops CMO Audit & Others 1 2 3 4 5 6 7   Direksi/EVP/ Coordinator Group Head Department Head Pimpinan Senior Pimpinan Pelaksana Non Pelaksana   1 3 13 29 99 48 6 199 1 4 5 51 447 157 2 667 1 2 12 147 50 130 2 334 1 17 64 202 4.665 11. S2.

901   49.00 0.264 5.200 56.127 417 41 2 613 38.00   37.02 0.779 3.978   37.00 100.00   110.38 22.00 100.955 22.94% Pimpinan 16.616 1.00   13.04 3.01 1.19% Non Pelaksana 57.540 133.00 0.720 3.065 121.518 99.68 0.52% Pimpinan 8.51 3.717   25.00 0.202 0 1.179 5.19 1.28 100.684 919 27.00   48 -LK 48 27.37 0.00   4.949 0.589 5.760   33.93 5.00 100.24 45.74% Manager 2004 2005 2006 0.43% Pimpinan 15.421 1.651 613 18.00 100.00   E-Learning ODP S2 S3 SDP Sub Total Jumlah 43 43 14.23 0.72% Manager 130 corporate center • COMPLIANCE & HUman capital .00 0.61 100.139   39.44 32.89% Pimpinan 12.74 0.91 25.88 6.69 15.076 132.507 2.24 19.Program Pelatihan dan Pengembangan Pegawai 2001 Program Jumlah % 2002 Jumlah % 2003 Jumlah % 2004 Jumlah % 2005 Jumlah % (Satuan Peserta) 2006 Jumlah % Inhouse–Intern Inhouse–Extern Sosialisasi Public Class E-mas Training Special Project Sub Total Lainnya 4.58% Non Pelaksana 43.00   Komposisi pegawai yang pernah mengikuti training berdasarkan level jabatan 2002 2003 7.00 100.49 17.92 9.76 34.00 0.69% Pimpinan 3.00 0.185 240 23 2 90 110.145   6.619 14.00 48.08 100.88 100.287 6.24 7.01 20.00   1.87 30.23 0.60 100.77 0.47% Pelaksana 33.872 2.408 17.062 30.00 0.00   4.29 0.215 98.59 7.00 0.00   8.889 2.26% Pelaksana 16.22% Pelaksana 28.00   206 22 1 192 421 30.83% Non Pelaksana 48.46 7.36% Non Pelaksana 66.20% Pelaksana 37.917 97.22 0.01% Non Pelaksana 63.84% Manager 1.968 1.00   119.82% Manager 2.755 8.103 3.28% Manager 1.51 100.00 100.00 0.74 0.616 866 34 482 11.090 2.97 5.682 3.09 0.02% Pelaksana 34.78 11.33 100.803 0.59 21.881 2.60 0.99 56.00 0.11 0.00 8.566 0.31 4.00 100.19 20.553 450 6 2 1.927 2.01 14.

00% 5–9 hari 2.75% 10–14 hari 0.41% >=20 hari 65.35% >=20 hari 42.57% 1–4 hari 10.71% Kurang dari 1 hari 21.51% 1–4 hari 22.99% >=20 hari 18.62% 1–4 hari 30.29% 5–9 hari 4.66% 5–9 hari 4.50% 1–4 hari 17.Komposisi pegawai atas dasar lamanya training 2002 2003 20.29% 1–4 hari 20.97% >=20 hari 2004 2005 2006 45.95% 15–19 hari 1.71% 15–19 hari 0.76% Kurang dari 1 hari 52.53% 10–14 hari 0.82% Kurang dari 1 hari 34.24% >=20 hari corporate center • COMPLIANCE & HUman capital 131 .33% 5–9 hari 10.39% Kurang dari 1 hari 32.24% Kurang dari 1 hari 31.82% 10–14 hari 2.50% 5–9 hari 1.43% 15–19 hari 0.75% 10–14 hari 0.88% 15–19 hari 0.33% 15–19 hari 0.70% 10–14 hari 0.

shared service technology & operations 132 shared services • TECHNOLOGY & OPERATIONS .

melalui pengelolaan platform teknologi dan operasional yang terpadu. efektif dan efisien.Kami memiliki komitmen untuk memastikan nasabah memiliki akses atas seluruh produk dan layanan 24 x 7. sasmita • Direktur shared services • TECHNOLOGY & OPERATIONS 133 . tersentralisasi.

akurat dan efisien. telepon.’ Keduanya merupakan landasan kuat untuk melakukan sinergi antara teknologi dan operasional.shared services technology & operations Selama tahun 2006. yang dilengkapi berbagai fitur dan transaksi pembayaran/pembelian dengan pihak ketiga seperti listrik. bisnis dan nasabah secara cepat. Kami juga berkomitmen menyediakan produk dan layanan secara end to end kepada nasabah corporate dan commercial seperti produk Cash Management. transaksi melalui Host to Host menggunakan Service Oriented Architecture (SOA) sehingga proses lebih cepat. tiket.’ Tahapan evolusi selanjutnya. Peningkatan layanan transaksi telah kami wujudkan antara lain dengan penambahan jam layanan kliring diseluruh Indonesia melalui otomasi Sistem Kliring Nasional (SKN) yang terpadu. memenuhi perubahan kebutuhan pasar. kami penuhi kebutuhannya dengan beragam produk seperti deposito. dengan visi menyediakan layanan bersifat ‘utility based processing’ yang agile dan efisien. pinjaman. Evolusi dalam Pengembangan Technology & Operations Platform teknologi kami telah memiliki kemampuan untuk memproses volume transaksi dalam jumlah besar dengan akurasi tinggi. tabungan. kami juga menyediakan dukungan teknologi dengan Scoring System dan aplikasi Loan Origination System (LOS). mempersingkat ‘time to market’ produk dan layanan bank. meningkatkan kualitas service excellence. kami lakukan monitoring melalui Central Liability System (CLS). serta meningkatkan efektifitas operasional agar memperoleh ‘Strategic Value of Shared Services. kartu kredit. transaksi yang di proses mencapai 1. Peningkatan Kapabilitas di Tahun 2006 Untuk Melayani Nasabah Untuk kenyamanan nasabah consumer. Sedangkan untuk peningkatan pengelolaan exposure debitur secara terpadu. biaya pendidikan dan lain-lain yang didukung dengan pengamanan berjenjang. Untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada debitur. dibentuk Direktorat Technology & Operations bersama seluruh potensi yang dimiliki.633 triliun. kemudian mempercepat ‘time to change’ untuk strategic growth dan value creation bagi bank. Upaya tersebut mendukung tujuan korporasi sebagai ‘Dominant Multispecialist Bank’ menuju Regional Champion Bank. sentralisasi operasional serta perluasan jaringan distribusi domestik dan internasional mulai mencapai ‘economies of scale. Sementara itu. Di tahun 2006. Visi tersebut bertujuan menyediakan layanan operasional berbiaya rendah yang kompetitif. Untuk pelayanan perdagangan nasional dan internasional. 134 shared services • TECHNOLOGY & OPERATIONS . kami menyediakan layanan same day services pada transaksi Trades Services dan Real Time On Line pada transaksi payment dengan konsep Straight Through Processing (STP). kartu kredit serta investasi.122 miliar termasuk 476 juta transaksi finansial senilai Rp 14.

Triple Data Encryption Standard (3DES) serta Basel II.6 juta transaksi per bulan di tahun 2005. meningkatkan kapabilitas ‘tailormade’ dan memperluas back office support antara lain untuk Cash Management dan Host to Host serta terus mengoptimalkan penggunaan SOA. Euro Master Visa (EMV).7% dari rata-rata 30. proses yang lebih cepat dan waktu layanan yang lebih panjang. Disamping itu untuk pengelolaan teknologi dan operasional yang memiliki standar mutu internasional. Bank Mandiri berhasil melaksanakan perubahan sistem stand alone di Cabang Singapore menjadi Real Time On Line dengan core banking system di Indonesia menggunakan konsep hubbing. kami membentuk unit khusus customer care yang fokus pada peningkatan standar kualitas layanan dan single contact center agar penyelesaian pengaduan nasabah menjadi lebih baik. Pada tahun 2006 kami berhasil terus meningkatkan peringkat kualitas pelayanan kami untuk menjadi kedua terbaik. harga yang bersaing. Untuk menambah jumlah dan memelihara loyalitas nasabah. CDM. kami telah melakukan sertifikasi ISO 9001:2000 untuk Data Center Operations. Keberhasilan Bank Mandiri memperoleh penghargaan dari Infobank dan MRI dalam Banking Service Excellence Monitor Awards 2005 sebagai peringkat 3 Best Overall Performance yang meningkat tajam dari peringkat 11 di tahun 2004.’ Direktorat Technology & Operation akan terus melakukan penyempurnaan dan pengembangan aplikasi dengan mengacu pada International Best Practice. Self Service Passbook Printer) serta transaksi pembayaran/ pembelian dengan pihak ketiga. Upaya untuk memindahkan transaksi ke e-channel yang berbiaya lebih murah telah menunjukkan hasil positif. Di tahun 2006. Domestic & International Payment. menunjukan komitmen kami dalam kualitas pelayanan. Secara konsisten kami terus menjaga pemenuhan compliance dan regulatory domestik maupun internasional dengan menerapkan aturan PBI. ATM. Efisiensi dilaksanakan melalui peluang penggunaan teknologi baru yang berbiaya rendah.7 juta transaksi finansial per bulan di tahun 2006 meningkat 29. menunjukkan komitmen kami dalam memberikan layanan prima kepada nasabah. dengan fokus pada biaya komunikasi dan investasi serta mengelola biaya pemeliharaan secara lebih optimal. kami juga meningkatkan pelaksanaan good corporate governance untuk proses e-bidding dan budget monitoring melalui aplikasi Enterprise Resource Planning. Sehingga kami dapat melayani nasabah di kantor luar negeri untuk bertransaksi secara Real Time On Line dengan nasabah di Indonesia dan sebaliknya. kami tetap melanjutkan sentralisasi operations secara optimal. Clearing Processing Center. shared services • TECHNOLOGY & OPERATIONS 135 .Kami secara berkesinambungan meningkatkan coverage area layanan melalui penambahan Cabang dan ATM sebagai customer points of contacts serta penambahan delivery channel baru seperti Cash Deposit Machine (CDM) dan Self Service Passbook Printer disamping e-channel yang sudah tersedia. sehingga makin memudahkan nasabah bertransaksi. Seiring dengan terus tumbuhnya volume bisnis dan peningkatan efisiensi. serta memberikan nilai tambah kepada stakeholder. Total transaksi finansial yang diproses sistem mencapai rata-rata 39. maka manfaatnya akan kami kembalikan kepada nasabah berupa. Volume transaksi finansial nasabah di e-channel dibanding dengan transaksi finansial cabang berada di rasio 73:27 pada tahun 2006 meningkat dari tahun sebelumnya 67:33. Sasaran Tahun 2007 Pada tahun mendatang Direktorat Technology & Operations. Kami juga bertekad menjadi service leader di industri perbankan dengan menciptakan dan menerapkan standar layanan prima secara konsisten. Penurunan biaya transaksi terus diupayakan melalui pelaksanaan program efisiensi dan pengeluaran biaya yang ketat. Untuk mempercepat pencapaian ‘time to market’ dan ‘time to change. PSAK31. menjadi katalisator dalam peningkatan sinergi bisnis dengan memperkaya fungsi dan fitur. business process re-engineering (BPR) untuk proses internal dan hubbing kantor luar negeri. selain mendukung penambahan dan peremajaan infrastruktur customer points of contacts (Outlet. dan akan dilanjutkan dengan kantor luar negeri lainnya. serta Treasury Operations. Pada tahun 2006 ini.

Untuk membantu penanggulangan sampah. Tujuan utama kegiatan CSR Bank Mandiri antara lain adalah meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat Indonesia umumnya dilihat dari aspek sosial. Program CSR merupakan salah satu perwujudan misi Bank Mandiri. Bank Mandiri ikut memperbaiki prasarana dan sarana beberapa balai pengobatan di kota Malang. serta memberikan pengajaran tentang perbankan pada mahasiswa. bahkan ada yang roboh sehingga tidak dapat digunakan secara maksimal. turnamen Sepak Bola 4 Besar LIGINA 136 corporate social responsibility . Untuk alasan ini Bank Mandiri memilih pendidikan sebagai dasar utama untuk memajukan bangsa. Mandiri Peduli Lingkungan dan Mandiri Peduli Budaya. dengan menerima kunjungan mahasiswa tersebut di Bank Mandiri. Bank Mandiri ikut serta mensponsori kegiatan Lomba Lari Tugu Monas 10 K. penyelenggaraan workshop audio visual seni budaya. Selama tahun 2006 realisasi kegiatan Mandiri Peduli lebih dari Rp 15 Miliar yang mencakup kegiatan Mandiri Peduli Pendidikan. memberikan inspirasi kepada stakeholders untuk melakukan kegiatan dalam kepedulian masyarakat serta menggalang kesatuan diantara insan Bank Mandiri. dan sekolah lainnya senilai Rp 132 Juta. Selain itu untuk mengembangkan sarana dan prasaranan sekolah. Mandiri Peduli Kesehatan. Bantuan lainnya berupa penyediaan 36. Mandiri Peduli Pendidikan Tingginya tingkat kemiskinan di Indonesia mengakibatkan rendahnya kemampuan masyarakat dalam mengecap dunia pendidikan. Langkah ini bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan prestasi di bidang olah raga. yaitu peduli pada kepentingan masyarakat dan lingkungan. Untuk tahun 2006.corporate social responsibility Corporate Social Responsibility (CSR) telah menjadi fenomena dunia dan merupakan bagian penting dari kegiatan perusahaan.5 Juta. pembelian drinking machine. pendidikan dan kesehatan. Mandiri Peduli Olah Raga. Mandiri Peduli Usaha Kecil. 1600 paket perlengkapan sekolah juga telah disalurkan. Bank Mandiri juga aktif dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pelatihan seni kertas daur ulang Yayasan Sekar. Bank Mandiri antara lain memberikan beasiswa kepada 31 pemenang Lomba Karya Ilmiah dan penghargaan kepada 231 guru teladan bekerjasama dengan DIKNAS dengan total dana Rp 1.3 Miliar. Selama tahun 2006. Bank Mandiri memberikan bantuan 40 komputer dan printer untuk mendukung Program OSOL (One School One Computer Laboratory) melalui Menko Kesra dan Menkominfo senilai lebih dari Rp 500 Juta. Program Mandiri Peduli Pendidikan merupakan bentuk tanggung jawab sosial Bank Mandiri terhadap pendidikan kepada masyarakat tidak mampu yang putra putrinya memiliki prestasi di sekolah namun tidak dapat bersekolah karena ketiadaan biaya serta mahasiswa yang berprestasi. Mandiri Peduli Kesehatan Bank Mandiri mendukung Pemerintah dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat.000 anak di seluruh Indonesia. Mandiri Peduli Olah Raga Dunia olahraga merupakan salah satu kegiatan yang dipilih Bank Mandiri dalam upaya melakukan kepedulian terhadap masyarakat. Selain itu Bank Mandiri juga membantu pembangunan fasilitas gedung sekolah yang tidak memenuhi syarat. Bahkan. serta melakukan khitanan massal terhadap 16. Selain itu diberikan juga laptop dan desktop untuk beberapa fakultas pada universitas negeri pilihan senilai total Rp 1 Miliar.000 buku tulis bagi 3000 anak di Banten. Sejalan dengan program PBB untuk menurunkan angka kematian anak. pelatihan petani rumput laut. khususnya di sekitar lingkungan kantor Bank Mandiri. Bank Mandiri telah memberikan hibah 3 truk sampah masing-masing untuk kota Jambi dan Bandarlampung serta Jakarta senilai Rp 293. Melalui kegiatan ini diharapkan Bank Mandiri dapat memperkuat reputasinya sebagai perusahaan yang secara konsisten menunjukkan kepedulian pada masyarakat.

pakaian adat. Baik untuk pengembangan seni budaya Indonesia. melakukan pembinaan kepada kelompok Usaha Mikro dan Kecil (termasuk Koperasi). Bank Mandiri ikut memberikan dukungan bagi upaya pelestarian budaya Indonesia. dan lain-lain. Pembinaan yang dilakukan ditujukan untuk meningkatkan ketrampilan produksi. Bank Mandiri juga ikut dalam 19th Asian Tenpi Bowling Championship di Jakarta. sarana dan prasarana seni budaya. Mandiri Peduli Lingkungan Program Mandiri Peduli Lingkungan merupakan wujud perhatian terhadap lingkungan serta upaya mendukung program Pemerintah dalam melestarikan lingkungan. seni musik dan tari. dan fasilitas sosial dan umum lainnya senilai lebih dari Rp 1. pembangunan instalasi air bersih.2 Miliar. Kegiatan lain yang dilakukan adalah Pagelaran Busana Batik Jawa Barat di Sunaryo Art Bandung. kejuaraan Bola Basket “Indonesia Muda Bola Basket”. corporate social responsibility 137 . Mandiri Peduli Budaya Pada program ini. rumah adat. Bukit Tinggi. pengadaan pompa air. Bank Mandiri telah menyalurkan dana sebesar Rp 708 Juta. Sementara untuk sarana & prasarana ibadah. Tahun 2006 ini Bank Mandiri sudah menyalurkan dana Program Kemitraan dalam bentuk hibah sebesar Rp 5. dan pemasaran. pesantren. Melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).2006. Bantuan kepada usaha mikro dan usaha kecil diberikan dalam bentuk bantuan modal maupun hibah. Kegiatan yang telah dilaksanakan selama tahun 2006 ini antara lain renovasi Istana Silinduang Bulan di Tanah Datar. Mandiri Peduli Usaha Kecil Bank Mandiri secara sendiri atau bekerjasama dengan lembaga atau instansi lain. rehabilitasi jembatan. Untuk pembangunan fasilitas umum yang diwujudkan melalui pembuatan MCK. manajemen. beserta peralatan adatnya sebesar Rp 89 Juta.8 Miliar. rumah adat. Bank Mandiri mengharapkan agar kelompok Usaha Mikro dan Kecil (termasuk Koperasi) dapat berkembang lebih baik lagi dan mampu bersaing menghadapi kondisi pasar yang berkembang pesat. tanggul penahan banjir. Perwujudan kegiatan ini di tahun 2006 antara lain penyaluran bantuan bagi korban bencana alam senilai total Rp 1.4 miliar dan pinjaman sebesar lebih dari Rp 56 miliar.

Penunjukan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Propinsi DKI Jakarta II untuk mengaudit Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006. Keputusan Agenda Ke 4 Menetapkan gaji.386.232. 2. Tindakan tersebut bukan merupakan tindak pidana. Sarwoko & Sandjaja (afiliasi dari Ernst & Young) sebagai Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006. 2. 2.575.084.502. 3. Khusus dividen bagian Pemerintah yang berasal dari 14 miliar saham akan disetorkan ke rekening Bendahara Umum Negara (BUN) No.80 per saham yang akan dibayarkan kemudian dengan ketentuan sebagai berikut: a. Sisanya sebesar 45. 4. Menyetujui Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005 yang telah diaudit oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi DKI Jakarta II.39 sebagai berikut: 1.000 000 di Bank Indonesia. Keputusan Agenda ke 1 1. fasilitas dan santunan purna jabatan Direksi dan Komisaris adalah sebagai berikut: 1. 138 informasi pemegang saham .655.5% dari laba bersih Perseroan tahun buku 2005 atau sebesar Rp 15. RPC-5087.311.  Besarnya gaji anggota Direksi dan honorarium anggota Komisaris Perseroan tidak mengalami kenaikan dan oleh karenanya besarnya gaji dan honorarium tersebut tetap sama sesuai dengan besarnya gaji dan honorarium yang telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang diadakan pada tanggal 16 Mei 2005. S-412/MBU/2004 tanggal 10 Agustus 2004.533.informasi pemegang saham Aksi Korporasi Tahun 2006 Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan tanggal 22 Mei 2006 memutuskan sebagai berikut: 1. 2.369.573. b.70 dibagikan sebagai dividen tunai kepada para pemegang saham atau minimal sebesar Rp 14.03 dialokasikan untuk Program Bina Lingkungan. 3. Tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Keuangan Tahunan Konsolidasi Perseroan serta Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005.  2% dari laba bersih Perseroan tahun buku 2005 atau sebesar Rp 12.223.5% dari laba bersih Perseroan tahun buku 2005 atau sebesar Rp 274.00. Menyetujui Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005 dan mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Prasetio.800.  50% dari laba bersih Perseroan tahun buku 2005 atau sebesar Rp 301. b.151.778. Sarwoko & Sandjaja (afiliasi dari Ernst & Young) sebagaimana ternyata dari laporannya tanggal 9 Maret 2006 No.  2.684. Keputusan Agenda Ke 3 1. 3.88 ditetapkan sebagai Laba Ditahan/Retained Earnings.067. Penunjukan Kantor Akuntan Publik Purwantono. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi untuk mengatur tata cara pembayaran dividen tunai tersebut serta mengumumkannya sesuai ketentuan yang berlaku.  Fasilitas dan tunjangan bagi anggota Direksi dan Komisaris ditetapkan sesuai dengan dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang diadakan pada tanggal 14 Juni 2002 dan Surat Menteri Badan Usaha Milik Negara No.036.  Keputusan Agenda ke 2 Menyetujui dan menetapkan penggunaan Laba Bersih Perseroan tahun buku 2005 sebesar Rp 603. 2. Sedangkan untuk pelaksanaan Program Kemitraan akan menggunakan sisa anggaran tahun sebelumnya sebesar Rp 115. Penggunaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) tersebut selanjutnya harus dilaporkan kepada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan mendatang untuk mendapat persetujuan dan pengesahan.000. 4. Memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada segenap anggota Direksi dan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah mereka jalankan selama tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005.78 digunakan sebagai Cadangan Umum.000. sejauh: a.

Menetapkan harga dan tata cara pelaksanaan MSOP tahap-III tunduk pada Keputusan Direksi Bursa Efek Jakarta No. Menetapkan kebijakan pelaksanaan dan pengawasan program MSOP tahap-III termasuk penetapan penerima opsi dan melaporkannya pada Rapat Umum Pemegang Saham yang akan datang. Riswinandi. Sdr. I Wayan Agus Mertayasa • Direktur: Sdr. Thomas Arifin. Thomas Arifin • Direktur: Sdr. Muchayat • Komisaris: Sdr. Kep-305/BEJ/07/2004 tanggal 19 Juli 2004. 3. Omar Sjawaldy Anwar • Direktur: Sdr. 3. Sentot A.416. Abdul Rachman • Direktur: Sdr. Edwin Gerungan • Wakil Komisaris Utama: Sdr.215 opsi atau 1. Melakukan peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor Perseroan yang diikuti dengan perubahan pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 Anggaran Dasar Perseroan dalam hal terdapat pelaksanaan opsi dengan membeli saham Seri B baru Perseroan. Bambang Setiawan dan Sdr. Sentausa. Keputusan Agenda ke 6 1. Thomas Arifin. Budi Gunadi Sadikin 3. Sehingga susunan selengkapnya anggota Komisaris Perseroan adalah sebagai berikut: • Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Sdr. 6. khususnya peraturan No. Sdr. Riswinandi. Sasmita Selanjutnya setelah pengangkatan Sdr. Keputusan Agenda Ke 5 1. Omar Sjawaldy Anwar • Direktur: Sdr. dengan ketentuan setiap 1 (satu) opsi memberi hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) saham Seri B baru Perseroan. Sentausa.55% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada saat IPO. Agus Martowardojo • Wakil Direktur Utama: Sdr. Richard Claproth informasi pemegang saham 139 . Menyetujui pemberian opsi tahap-III sebanyak 309. Soedarjono • Komisaris: Sdr. Sdr. Abdul Rachman • Direktur: Sdr. Sehingga susunan anggota Direksi Perseroan setelah ditutupnya Rapat adalah sebagai berikut: • Direktur Utama: Sdr. Santunan purna jabatan bagi anggota Direksi dan Komisaris ditetapkan sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan yang diadakan pada tanggal 22 Januari 2003. 2. 2. Edwin Gerungan yang menjabat sebagai Komisaris Utama Perseroan juga menjabat sebagai Komisaris Independen. Menetapkan Sdr. Sdr. Pengangkatan Sdr. 1-A. Zulkifli Zaini • Direktur: Sdr. Sdr. Johanes Bambang Kendarto dari jabatannya selaku Direktur Perseroan terhitung sejak ditutupnya Rapat ini dan mengucapkan terima kasih atas jasa yang telah diberikan selama menjabat dalam Perseroan. Sentot A. Menyetujui pemberian wewenang kepada Komisaris untuk: a. 5. Sentot A. Pemberhentian dengan hormat Sdr. Bambang Setiawan dan Sdr. I Wayan Agus Mertayasa • Direktur: Sdr. Budi G. masingmasing selaku Direktur Perseroan yang baru telah memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia. Sdr. Bambang Setiawan • Direktur: Sdr. Agus Martowardojo • Wakil Direktur Utama: Sdr. yaitu dengan ketentuan masa jabatan dari para anggota Direksi yang baru tersebut baru berlaku efektif sejak diperolehnya persetujuan Bank Indonesia (tentang Uji Kelayakan dan Kepatuhan) atas pengangkatan tersebut dan berlaku sampai dengan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang akan diadakan dalam tahun 2011. Riswinandi • Direktur: Sdr. b. Sentausa • Direktur: Sdr. masing-masing selaku Direktur Perseroan yang baru. Zulkifli Zaini • Direktur: Sdr. Sasmita • Direktur: Sdr. Sadikin. Budi Gunadi Sadikin. maka susunan selengkapnya anggota Direksi Perseroan adalah sebagai berikut: • Direktur Utama: Sdr.

iii. termasuk PPKM Mandiri. Mengubah Pasal 12 ayat 6 huruf f Anggaran Dasar Perseroan yang semula berbunyi: ”Perbuatan untuk tidak menagih lagi piutang pokok macet yang telah dihapusbukukan. Keputusan Agenda ke 2 1.” 2. 4. RUPS Luar Biasa tanggal 22 Desember 2006 memutuskan sebagai berikut: 1. sehubungan dengan optimalisasi aset termasuk piutang Perseroan.” 3. sebagaimana ditetapkan RUPS dari waktu ke waktu. baik untuk hapus tagih piutang pokok macet yang telah dihapus buku maupun hapus tagih atas selisih antara nilai pokok dengan nilai pengalihan atau pelepasan hak atas piutang pokok macet yang telah dihapus buku. Menggunakan jumlah (limit) hapus tagih atas piutang pokok macet yang telah dihapus buku sebagaimana telah ditetapkan dalam RUPS-LB Perseroan tanggal 29 September 2003 dan RUPS-LB Perseroan. Melakukan pengalihan termasuk pelepasan atau penjualan kredit bermasalah di bawah nilai pokok kepada investor. 5. Menandatangani Performance Management Contract dengan Pemerintah sebagai pelaksanaan Surat Keputusan Bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Melimpahkan wewenang kepada Komisaris Perseroan untuk menetapkan pembagian tugas dan wewenang diantara para anggota Direksi Perseroan dengan memperhatikan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan. Menambahkan satu ketentuan baru pada Pasal 12 ayat 6 yaitu huruf g Anggaran Dasar Perseroan yang berbunyi: g. ”Perbuatan untuk tidak menagih lagi. ii. dengan ketentuan dari waktu ke waktu Rapat Umum Pemegang Saham menetapkan jumlah hapus tagih yang dapat dipergunakan. Menteri Negara BUMN. dalam rangka optimalisasi aset termasuk kredit Perseroan. dan pendelegasian wewenang. Yap Tjay Soen Masa jabatan seluruh anggota Komisaris Perseroan tersebut di atas adalah sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang akan diadakan dalam tahun 2010. kriteria. Pradjoto • Komisaris Independen: Sdr. Gunarni Soeworo • Komisaris Independen: Sdr.” 4. • Komisaris Independen: Sdr. dengan memberikan kewenangan kepada Direksi untuk: i. mengalihkan atau melepaskan hak untuk menagih atas piutang pokok macet yang telah dihapusbukukan. Gubernur Bank Indonesia tentang Paket Kebijakan Sektor Keuangan tanggal 5 Juli 2006. dan/atau ongkos-ongkos dalam rangka restrukturisasi dan/atau penyelesaian kredit yang selanjutnya dilaporkan kepada Komisaris.” menjadi: 140 informasi pemegang saham . dengan jumlah (limit) yang akan dihapus tagih yaitu sebesar selisih antara nilai pokok dan harga pengalihan. denda. Memindahkan ketentuan Pasal 12 ayat 6 huruf g Anggaran Dasar Perseroan ke Pasal 12 ayat 14 huruf b menjadi butir vii (baru) Anggaran Dasar Perseroan yang berbunyi: ”tidak menagih lagi piutang berupa bunga. dengan melakukan hapus tagih atas piutang pokok macet dan atau hapus tagih atas selisih antara nilai pokok dan harga pengalihan. yang jumlahnya dari waktu ke waktu ditetapkan oleh RUPS. Keputusan Agenda ke 1 Menyetujui tindakan Direksi untuk melakukan akselerasi penyelesaian kredit bermasalah antara lain melalui Program Penyelesaian Kredit Macet Bank Mandiri (”PPKM Mandiri”) yang pokok-pokoknya telah diuraikan dalam RUPS-LB ini. tanggal 21 Desember 2005 dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp 5 triliun. Mengubah Pasal 12 ayat 6 Anggaran Dasar Perseroan yang semula berbunyi: ”Perbuatan-perbuatan Direksi dibawah ini harus mendapat persetujuan tertulis dari Komisaris dengan mengindahkan peraturan yang berlaku” menjadi: ”Perbuatan-perbuatan Direksi dibawah ini harus mendapat persertujuan tertulis dari Komisaris” 2. dalam upaya menjadi bank berkinerja baik sebagaimana disyaratkan Bank Indonesia. Menambahkan satu ketentuan baru pada Pasal 15 yaitu ayat 9 Anggaran Dasar Perseroan yang berbunyi: ”Komisaris berhak dan berwenang untuk menyetujui kebijakan Direksi mengenai penetapan mekanisme. Perbuatan-perbuatan lain dalam rangka optimalisasi aset termasuk piutang Perseroan dengan mengindahkan ketentuan Pasal 15 ayat 9. Menteri Keuangan.

800.050 1.900 2.000 Rp 3.586 2.215 ikhtisar saham bank mandiri 2005 Harga Penutupan Saham Bank Mandiri (Rp) Setahun Penuh Setahun Penuh Triwulan I 2006 Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Tertinggi Terendah Akhir Periode Rata-rata 2.000 Rp 3.5 1.495.583.500 Rp 2.375 1.500 2.640 1.977 2.416.056 1.925 1.720 1.520 1.000.900 2.600 2.100 1.082 7.810 2.925 2.730 grafik harga saham juta 500 450 400 350 300 250 200 150 100 50 0 Jan 06 Rp 500 Rp 0 Feb 06 Mar 06 Apr 06 Jun 06 Jul 06 Agt 06 Sep 06 Okt 06 Des 06 Rp 1.215 51.000 Rp 2.785 312.980 1.225 2.500 1.500 Volume Perdagangan Harga Penutupan informasi pemegang saham 141 .190.Management Stock Option Plan MSOP Harga (Rp/Saham) Jumlah opsi/Saham yang diterbitkan Jumlah opsi yang belum dilaksanakan per 31 Desember 2006 Tahap I Tahap II Tahap III 742.690 1.566.325 1.325 1.08 378.000 309.741 2.236 309.416.500 Rp 1.5 1.

416. Saham Seri A Dwiwarna adalah saham yang memberikan hak istimewa kepada pemegangnya dalam hal sebagai berikut: • RUPS sehubungan dengan peningkatan modal harus dihadiri dan disetujui oleh pemegang saham Seri A Dwiwarna.785 lembar saham dengan nilai nominal Rp 500 per lembar saham.853 per saham dan telah dibayarkan pada 30 Juni 2006. ESA terdiri dari (i) Pemberian Bonus Saham (Bonus Share Plan) dan (ii) Penjatahan Saham Dengan Diskon (Share Purchase at Discount) sebesar 80% dari harga penawaran perdana. Selain keputusan untuk melaksanakan divestasi melalui penawaran perdana. Pemerintah menawarkan saham biasa Seri B sejumlah 4.000.000 lembar saham.000 lembar saham atau 20% dari jumlah saham Bank Mandiri yang Ditempatkan dan Disetor Penuh dengan nominal Rp 500 dan harga penawaran perdana Rp 675 per lembar saham.7% dari seluruh pemegang saham tercatat yang merupakan pegawai Bank Mandiri. • RUPS untuk mengangkat dan memberhentikan anggota Direksi dan Komisaris harus dihadiri dan disetujui oleh pemegang saham Seri A Dwiwarna. peleburan dan pengambilalihan harus dihadiri dan disetujui oleh pemegang saham Seri A Dwiwarna.199. Konversi ini mengakibatkan peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp163.000. Sedangkan MSOP diberikan kepada Direksi dan manajemen senior pada tingkatan tertentu sebagai insentif bagi kinerja yang berkelanjutan.500.999 lembar Saham Biasa Atas Nama Seri B dan dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta & Bursa Efek Surabaya sebanyak 19.684. pemegang saham telah menyetujui pemberian MSOP—Tahap 2 sebanyak 312. Seluruh opsi tersebut terbagi menjadi tiga tahap dimana MSOP—Tahap 1 terdiri dari 378. Pada RUPS Tahunan tanggal 16 Mei 2005.508.Pelaksanaan Pembagian Dividen Dalam RUPS Tahunan tanggal 22 Mei 2006.000.655. Sampai dengan 31 Desember 2006 sejumlah 327.000.000.575.339 lembar opsi diantaranya dieksekusi selama 2006.583.70. Pelaksanaan MSOP dilakukan melalui penerbitan saham baru. Pada RUPS Tahunan tanggal 22 Mei 2006 pemegang saham telah menyetujui pemberian MSOP—Tahap 3 sebanyak 309.000.851. Kemudian pada tanggal 11 Maret 2004. Kronologis Penambahan dan Pencatatan Saham Saham yang dikeluarkan Bank Mandiri terdiri dari satu Saham Seri A Dwiwarna dan Saham Biasa Atas Nama Seri B.300. Sampai dengan 31 Desember 2006 MSOP—Tahap 3 ini belum ada yang dikonversi menjadi saham.000. Jumlah saham Bank Mandiri yang Ditempatkan dan Disetor Penuh terdiri dari 1 (satu) lembar saham Seri A Dwiwarna dan 19. Ada 41. Pemegang Saham Bank Mandiri Pada akhir 2006 Bank Mandiri dimiliki lebih dari 22.099.764 lembar opsi telah dikonversi menjadi saham. Direksi menjadi pengelola dan pelaksana program ESA dan MSOP dibawah pengawasan Komisaris. sampai dengan 31 Desember 2006 sejumlah 304.999.JKT-023/ LIST-EMITEN/BES/VII/2004 tanggal 13 Juli 2004. Pada saat divestasi melalui penawaran perdana tanggal 14 Juli 2003. pemegang saham Bank Mandiri dalam RUPS-LB tanggal 29 Mei 2003 juga menyetujui rencana kepemilikan saham oleh pegawai dan manajemen melalui Program Penjatahan Saham (Employee Stock Allocation (ESA) dan Pemberian Opsi Pembelian Saham kepada Manajemen (Management Stock Option Plan (MSOP). • RUPS sehubungan dengan perubahan Anggaran Dasar harus dihadiri dan disetujui oleh pemegang saham Seri A Dwiwarna.600 pemegang saham.450 per lembar saham.215 lembar saham dengan nilai nominal Rp 500 per lembar saham.000.999. • RUPS sehubungan dengan pembubaran dan likuidasi harus dihadiri dan disetujui oleh pemegang saham Seri A Dwiwarna.000.S-1065/ BEJ.017.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp 500 per lembar saham. Pemerintah melakukan program divestasi lanjutan atas saham Bank Mandiri melalui penawaran sekunder sejumlah 2. • RUPS sehubungan dengan penggabungan.PSJ/P/07-2004 tanggal 13 Juli 2004 dan oleh Bursa Efek Surabaya melalui surat No. Jumlah tersebut terdiri dari 22. 142 informasi pemegang saham . Bank Mandiri telah melakukan pencatatan pre-list sebanyak 1.882. pemegang saham Bank Mandiri menyetujui pembagian dividen tunai 50% dari laba bersih tahun 2005 atau sebesar Rp 301.000 lembar opsi saham yang telah disetujui oleh Bursa Efek Jakarta melalui suratnya No. Konversi ini mengakibatkan peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 152. Saham Seri A Dwiwarna dimiliki oleh Negara Republik Indonesia dan tidak dapat dipindahtangankan.703 lembar opsi telah dikonversi menjadi saham dimana 71.120 pemegang saham lokal dan 492 pemegang saham asing. Jumlah ini setara dengan Rp 14.800.000 lembar saham biasa Seri B atau 10% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran sebesar Rp 1.

Pemuda 27 –31. anggota Ernst & Young Global Gedung Bursa Efek Jakarta Menara 2 Lt.86% 143 .51% Asuransi 1.75% Karyawan 0.com Informasi bagi Investor Corporate Secretary Mansyur Nasution Tel: 62-21-526-5045 Fax: 62-21-5296-4024 mansyur. Lt. Sarwoko & Sandjaja. Informasi Perdagangan dan Pencatatan Saham Bursa Efek Jakarta Gedung Bursa Efek Jakarta. 5 Jl. Indonesia Tel: 61-21-570-9009 Fax: 62-21-526-6702 www.id Head of Investor Relations Jonathan Zax Tel: 62-21-3002-3172 Fax: 62-21-5290-4249 ir@bankmandiri. per 31 Desember 2006: No Nama Jumlah saham % 1 Pemerintah Republik Indonesia 14. Jakarta 12190.Dalam administrasinya.id Kepemilikan Saham per 31 Desember 2006 Kepemilikan Saham: Jumlah Saham Domestik 67.co.datindo.id Bursa Efek Surabaya Kantor Pusat Gedung Medan Pemuda. Sudirman Kav 34 –35.co.88% Perorangan Indonesia 0.id Biro Administrasi Efek Datindo Entrycom Wisma Diners Club Annex Jl.com Akuntan Publik Purwantono. Jend. Jakarta 12930. Surabaya 60271.Sudirman Kav 54 –55.86% Pemerintah RI 1.000. biro administrasi efek mencatat Setiap rekening nominee sebagai satu pemegang saham. Lt.02% Yayasan 0. 4 Jl.nasution@bankmandiri. 62-21-526-6219 www. 7 Jl.co.000. Indonesia Tel: 62-31-531-0646 Fax: 62-31-531-9490 Kantor Operasional Menara II Plaza Bapindo.05% Ritel 25. Sudirman Kav 52 –53.65% Dana Pensiun 0. Indonesia Tel: 62-21-526-6210 Fax: 62-21-526-6702. Jakarta 12190. Jend.jsx.49% Perseroan Terbatas 1. Jakarta 12190. Indonesia Tel: 62-21-515-0515 Fax: 62-21-515-0550 www.co.bes. Sudirman Kav 52 –53.ey. Jend. Jend.44% Reksadana Internasional 0.000 67. 24 Jl. Indonesia Tel: 62-21-5289-5000 Fax: 62-21-5289-4100 www. Lt.35% Institusional Pemegang Saham Tercatat yang Memiliki lebih dari 5%.

Sadikin Pahala Nugraha Mansury Haryanto Tiara Budiman Direktur Utama Wakil Direktur Utama Direktur Consumer Finance Direktur Commercial Banking Direktur Technology & Operations Direktur Corporate Banking Direktur Risk Management Direktur Compliance & Human Capital Direktur Special Asset Management Direktur Treasury & International Banking Direktur Micro & Retail Banking EVP Koordinator Finance & Strategy EVP Koordinator Change Management Office Soedarjono Gunarni Soeworo Edwin Gerungan Tama Widjaja Komite Good Corporate Governance Muchayat Richard Claproth Yap Tjay Soen Anwar Isham Komite Nominasi dan Remunerasi Edwin Gerungan Muchayat Yap Tjay Soen Komite Di Bawah Direksi Risk and Capital Committee Information Technology Committee Personnel Policy Committee 144 manajemen . Sentausa Bambang Setiawan Riswinandi Thomas Arifin Budi G.manajemen dewan komisaris Edwin Gerungan Muchayat Soedarjono Richard Claproth Gunarni Soeworo Pradjoto Yap Tjay Soen Komisaris Utama & Komisaris Independen Wakil Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen komite dibawah komisaris Komite Audit Gunarni Soeworo Soedarjono Yap Tjay Soen Zulkifli Djaelani Imam Sukarno Komite Kebijakan Risiko direksi Agus Martowardojo Wayan Agus Mertayasa Omar Sjawaldy Anwar Zulkifli Zaini Sasmita Abdul Rachman Sentot A.

Bondan Kartini Sally* Santaputra Pita* Jonathan Zax Kartika Wirjoatmodjo Budi Sulistio Raizal Munir Denny Aritonang Suresh Gummalam O. Nasution Martin Panggabean Credit Recovery I Group Credit Recovery II Group Corporate Banking I Group Corporate Banking II Group Corporate Banking III Group Jakarta Commercial Sales Group Regional Commercial Sales Group Product Management Group Jakarta Network Group Regional Network Group Micro Business Group Small Business Group Electronic Banking Group Mass Banking Group Wealth Management Group Consumer Card Group Consumer Loan Group Financial Institution & Overseas Network Group Treasury Group Human Capital Group Learning Center Group Compliance Group Legal Group Market Risk Group Portfolio & Operational Risk Group Corporate Risk Group Commercial Risk I Group Commercial Risk II Group Consumer Risk Group Consumer Collection Group Investor Relations Group Strategy & Performance Group Accounting Group Procurement & Fixed Assets Group IT Planning & Security Group IT Business Solutions & Application Services Group IT Infrastructure Operations Group IT Information & Knowledge Management Group Central Operations Group Customer Care Group Credit Operations Group Asset Management Group Internal Audit Group Corporate Secretary Group Chief of Economist Catatan: * perangkapan jabatan manajemen 145 . Harry Pudjiatmoko Mohammad Guntur Basuvitri Manugrahani* Chrisna Pranoto Buntoro Ogi Prastomiyono Mansyur S.C. Paul Tehusijarana Maryono Marwan Budiarsyah Sukoriyanto Saputro Kresno Sediarsi Inkawan D. Wiseto Baroto Tardi Suwhono Rustam Sirait Dasa Sutantio Fransisca Nelwan Mok A. Kaduhu Sasrayudha C.Group Head E. Jusi Widhayati Dharmawan Heri Gunardi Handayani Sarastri Baskoro Gatut Subadio Sugiharto I Nengah Rentaya Bambang Ari Prasodjo Mustaslimah Ridzki Juniadi Pardi Sudradjat* Riyani T.

4532111. Jend. Pelabuhan II Kotak Pos 15 Jl. Sudirman No. Jl. 7 G-H Jl. 28-30 Jl. 15 H Jl. 16 Jl. Pulau Batam No. Patuan Nagari No. Ahmad Yani No. Imam Bonjol No. (061) 4551162 (061) 4519666. 1 Jl. Letkol. Sutomo No. Dr. Jend. 4577691 21093 6619540 7361897 7356219. 140 Jl. Teuku H. Balaikota No. 4515068. 6643508 (061) 8910691. 8-10 Jl. 94-95 Jl. Kirana Raya No. 8218183. I Jl. 36 G Jl. Cactus Raya Blok K No. H. 4150600. 21211 (0624) 21712 (0623) 93137 (0632) 322431 (0636) 20925 (0624) 496351 (0761) 31786. Jend. Cut Meutia No. Yos Sudarso No. Kabanjahe Jl. 23686 (0645) 654252 (0645) 653157. Jend. Cut Nyak Dhien No. 7333984 (0622) 22035 (0634) 21032 (0631) 21376. Kuala Simpang Jl. 393120 (061) 4524900 (0621) 21723 (061) 6619000. 653158 (0645) 393119. 40-42 Jl. Jend. 8219445 4566626 4538471 45338383 4155269 20087 43062 333499 4526613 6613930 4552406 7864598 7944977 6643505 8912240 51809 23575 652711 653971 393177 41552209. Bukit No. Universitas. Brigjen Zain Hamid No. 17 Jl. 4155385 20190 636154 42922 21212 800121. Sudirman No. Sisingamangaraja No. 1 Jl. Yamin. 41375 (0622) 21540. 7 Komplek Pertamina Sumbagut Jl. KH Zainul Arifin No.daftar cabang bank mandiri KOTAMADYA/ KABUPATEN Medan Medan Pangkalan Brandan Banda Aceh Lhokseumawe Langsa Medan Medan Medan Medan Medan Tanah Karo Lhokseumawe Aceh Tamiang Medan Medan Medan Medan Deli Serdang Medan Langkat Banda Aceh Banda Aceh Blang Lancang Batuphat Lhoksukon Medan Tebing Tinggi Medan Medan Medan Medan Medan Medan Belawan Medan Medan Binjai Medan Medan Medan Medan Medan Medan Pematangsiantar Padang Sidempuan Sibolga Rantau Prapat Kisaran Pematangsiantar Rantau Prapat Tanjung Balai Balige Mandailing Natal Rantau Prapat Pekanbaru Dumai Duri Rengat KK PEMBUKAAN CABANG BARU JARINGAN KANTOR WILAYAH I/ MEDAN HUB MEDAN IMAM BONJOL Medan Imam Bonjol Pangkalan Brandan Banda Aceh Lhokseumawe Merdeka Langsa Medan Taman Setiabudi Medan Gatot Subroto Medan Tiara Medan Zainul Arifin Medan Kirana Kabanjahe Lhokseumawe Pendopo Kuala Simpang Medan Dharma Agung Medan PLN Wilayah II Medan Pertamina Medan Katamso Medan Tanjung Morawa Medan Adam Malik Stabat Banda Aceh Unsyiah Darussalam Banda Aceh Cut Meutia Blang Lancang Batuphat Lhoksukon ALAMAT KANTOR Jl. Point A Landing Jl. 20 Perumahan Taman Setiabudi Indah. 7352629 45385666 4517644 4512459 6941733 611100 6871049 8828064 4157246 4515065 8210548 4537282 8445230 7333983 23211 21238 22313 21091 41857 23446 21713 597142 322432 20926 496431 28683.128 Jl.23. Batam No. 33500. Letda Sujono No. Iskandar Muda No. Universitas Syah Kuala. H. Katamso No. Balaikota No. 4532262 (061) 8445229. 48-54 Jl. Sudirman No.6. 32881. Sudirman No. 735433 (061) 4538122 (061) 4531164 (061) 4536800 (061) 6941152 (061) 6610033 (061) 6871050. 8912239 (0651) 51809 (0651) 23370. 139 Jl. M. Pulo Brayan Wisma Kawasan Industri Medan. Stabat Gedung AAC Prof. DR. Kapten Muslim No. 97 C-D Jl. Sudirman No. Panyabungan Jl.10 A Jl. 2 Main Office Bld. 133 A Jl. 2 Jl.220 Jl. 21591 (0624) 21434 (0623) 41855.. 284 Jl. 4518477 (061) 4538555 (061) 4157555 (0628) 323977 (0645) 43702 (0641) 31000. Jend. 8445231. 65 Jl. PT Arun Ngl Co Komplek PT Arun NGL Co. Lubis Tanjung Balai Balige Panyabungan Kota Pinang Pekanbaru Sudirman Bawah Dumai Sudirman Duri Rengat WILAYAH HUB HUB PEMATANGSIANTAR SUDIRMAN HUB PEKANBARU SUDIRMAN BAWAH 146 daftar cabang bank mandiri . Jend. 32. 8210548 (061) 4532609. 323357 FAKSIMILI 4153273 4527365. Willem Iskandar No. 7 Jl. Kota Pinang Jl. Yamin Medan Kapten Muslim Medan Sisingamangaraja Pematangsiantar Sudirman Padang Sidempuan Sibolga Rantau Prapat Ahmad Yani Kisaran Pematangsiantar Sutomo Rantau Prapat M. 7875729 (061) 7944866. 105. Dayan Dawood. Tanjung Morawa Jl. 8221189. 32223 (0765) 31088 (0765) 91170 (0769) 22070.M. H.T. Kompleks Mobil Oil Inc. KL. 109 Jl. Kampus USU Sumatera Utara Jl. Gunung Krakatau No. Yos Sudarso No. Jend. Haryono No. Teuku Umar No. 16 D Jl. Imam Bonjol No. Merdeka No. 333155 (061) 4529059 (061) 6617848 (061) 4552406 (061) 7863298.55 A-B Jl. Hangtuah No. Cirebon No. 23381. 7333982. 97-99 Jl. 12-14 Jl. Ahmad Yani No. 21 Jl. 21 A. Imam Bonjol No. 397 Jl. 135 C Jl. Teuku Nyak Arief Kampus Unsyiah Darussalam Jl. 28 Kompleks Perkebunan PTP Nusantara II (Persero). 43 Jl.1A. Jl. 8445232 (061) 7333981. 6871030 (061) 8826000 (061) 4567162. Gatot Subroto No. Jl. Gelanggang Mahasiswa USU. 21490 (0651) 23981 (0645)40082 (0641) 21023 (061) 8200636. Asia No. SH No. 7944944 (061) 6643507. Sutomo No. 567985 (061) 4150600 (0620) 21000. Imam Bonjol No. 8-10 Jl. 32403.24 A-B Jl. 14 Jl. 6629000 (061) 7368798 (061) 7353907. 30-32 Jl. 4157547 (061) 4515064. Veteran No. Pusat Pasar No. Yos Sudarso Blok A No. Jend. Merdeka No. 46920 31097 91137 21382/ 21383 HUB MEDAN BALAIKOTA Medan Balaikota Tebing Tinggi Medan Gunung Krakatau Medan Asia Medan Letda Sujono Medan Lapangan Merdeka Medan Pusat Pasar Medan Ahmad Yani Medan Belawan Medan Pulo Brayan Medan KIM Binjai Medan Jalan Cirebon Medan Iskandar Muda Medan Universitas Medan M. 4515070 (061) 8200361. 11 KC KCP KODE POS 20112 20112 20857 23123 24301 24416 20132 20112 20152 20112 20112 20303 24315 24475 20153 20112 20112 20158 20362 20114 20811 23111 23242 24352 24352 24381 20111 20633 20239 20214 20371 20111 20212 20111 20411 20116 20242 20711 20212 20153 20155 20234 20124 20217 21117 22718 22522 21415 21215 21115 21412 21312 22313 22913 21464 28113 28812 28884 29319 TELEPON (061) 4153396. Martinus Lubis 11 Jl. Daud Beureuh No. Adam Malik No. Brigjend.289-292 Jl. Ahmad Yani No. Cokroaminoto No. 7864298.10 Jl.17 G. Prof.

419 Jl. Sam Ratulangi No. Desa Sengeti. 20687 (0717) 432385 (0719) 21011. 322047 (0778) 310059. Yani No. 62 J Jl. 21412 . P. 21805 (0778) 458159 (0778) 322126 (0778) 456717. Sultan Syarif Kasim No. 456824. 63267 (0741) 31089. 35-37 Jl. Pasar Jl. 14 Kompleks Saringan No. Pekanbaru Main Office PT Caltex Pasific Indonesia. Pramuka No. Lubuk Baja Jl. 99 Jl. Sutomo. Jl. Jl.d. Dr. 60 A Jl.M. 36726 626406 20169 777620 31571 28332 34036 796789 61422 32749 627879 583395 310393 451036 23576 432623 21600 Jl. Telanaipura Jl. Abunjani No. 583394 (0711) 311177. Pekanbaru Komplek Lancang Kuning SquareJl. Jl. 611444 (0778) 371283. Perintis Kemerdekaan No. 190-192 Kompleks PT Caltex Pasific Indonesia. 452607. A. Akhmad Dahlan Social Center PT Semen Padang Jl. 493906 (0761) 859381.22 Ext.418 (0747) 21188. 32748 (0752) 627880. Teuku Umar No. Tuanku Tambusai No. 61146. 22864 (0745) 91318. Martadinata. 85 Jl. Kapten A. 3 Bandara Hang Nadim Gedung Otorita Batam.144 Kompleks Pertamina. Jend. Sudirman No. Sudirman No. Batang Arau No. Lintas Sumatera No. Imam Bonjol. Pematang Kandis Jl. Dr. Jenderal Sudirman No. Sutomo Sarolangon Bangko Bajubang Sengeti Jambi Sipin Padang Lapangan Imam Bonjol Bukittinggi Solok Padang Indarung Padang Sudirman Padang Bagindo Aziz Chan Padang Muara Payakumbuh Sawahlunto Padang Veteran Bukittinggi Aur Kuning Sungai Rumbai Palembang Sudirman Tanjungenim Baturaja Pangkalpinang Tanjungpandan Jl. 26915 34185 91443 323225 20066 51900 668691 31505. Rivai No. Sudirman No.15 Jl. Minas. Jend. Permaisuri No. 20 Jl. Aur Kuning Jl. Komplek Tiban Garden Blok C No. Tuanku Tambusai No. 326877 FAKSIMILI 572623 38003 61148 36383 693468 493719 47764 32302 51092 22773 41074 594398 43177 859868 391777 995500 598796 452606. Muaro Jambi Jl.3 Jl. 81006 (0778) 761318 (0778) 462048. Riau No. 374279 20066. K. 3.JARINGAN KANTOR Pekanbaru Nangka Pekanbaru Ahmad Yani Ujungbatu Pekanbaru Sudirman Atas Siak Perawang Pangkalan Kerinci Pekanbaru Jalan Riau Dumai Syarif Kasim Baganbatu Bengkalis Air Molek Pekanbaru Rumbai Pekanbaru Minas Pekanbaru Tuanku Tambusai Pertamina Sungai Pakning Duri Caltex Duri Sudirman ALAMAT KANTOR Jl. 61477 (0751) 32726. 2. Ahmad Yani No.54 Jl. 61636. 859858 (0766) 91220 . Sofwan. Merdeka No. Jl. Kol. 51091 (0766) 22771-2 (0769) 41075 (0761) 592190 (0761) 993894. Sudirman No. Jend. Batam Center Komplek Saguling Mas Indah Blok A No. 993895 (0761) 859848. 627881 (0754) 583393. Raja Ali Haji No. SH No. 796786 (0754) 61144. Jend. 4269 (0765) 996156 (0765) 598795. 458280 (0771) 22437.Box 14 Jl. Jend. Raya Lintas Timur Jl. Imam Bonjol No. 21138 (0741) 62184. 6 Jambi Muara Bungo Jambi Jambi Jambi Sarolangon Bangko Bajubang Jambi Jambi Padang Bukittinggi Solok Padang Padang Padang Padang Payakumbuh Sawahlunto Padang Bukittinggi Sawahlunto Palembang Tanjungenim Baturaja Pangkalpinang Tanjungpandan 36138 37212 36122 36113 36113 37381 37314 21366 36381 36129 31505 26111 27322 25237 25001 25211 25215 26211 27421 22115 26131 27584 30134 31711 32116 33128 33411 (0741) 31581-2. Jend. Jend. Teuku Umar No. Tiban Raya. 28940. Sungai Rumbai Jl. 452 Jl. Bagan Sinembah Jl. 1008 Palembang 30135 (0711) 364008 . Rasamala No. 431740 28047 457830 322474 457988. 358325 (0734) 451033-35 (0735) 20688. 371284 (0777) 327668.39 Batam Industrial Park. Bagindo Aziz Chan No.E. Sudirman. 1. 456842 (0778) 611666. Raya By Pass No. Sungai Pakning Kompleks PT Caltex Pasific Indonesia. Gatot Soebroto No. 27. 23 Jl. 3120417. Sudirman No. 2A Jl. 462264 (0778) 392040. Ahmad Yani Jl. 109 Jl. Sudirman No. Soekarno Hatta Jl. Cendana. Ahmad Yani Jl. Bajubang Jalan Lintas Timur Km.9 Jl. R. Dr. Raya Perawang Kilometer 5 Jl.13 310992.H. 310053 (0778) 327177. 327389. 1 Jl. Duri Jl.1 Jl. W 27. 72333 (0751) 26940. 458137. 90 Jl.42.O. 12 Jl. 23644 21137 62292 22202. Sri S. 22202 (0741) 34374. 219. 859581 (0765) 32203-4 (0765) 51093. Lintas Sumatera KM 1 Jl. Harapan Business Center Blok I No. Jend. 21464 (0761) 693426 (0761) 493696. Batuaji Jl. 21 Jl. 42 Jl. Sudirman Kav. Jend. 598791 (0778) 454444. 61620 (0761) 31021-5. 21012 HUB PADANG LAPANGAN IMAM BONJOL HUB PALEMBANG SUDIRMAN daftar cabang bank mandiri 147 . 33840 (0751) 33331 (0751) 34872 (0752) 796783 s. Sudirman No. Veteran No. Lintas Sumatra Km. 91546 (0746) 323224 (0743) 21366 (0741) 51900 (0741) 61042 (0751) 31501-2 (0752) 626401 (0755) 21123 (0751) 777618. Jend. Rumbai. Bagindo Aziz Chan No. 859580.35. Sungai Pakning. 12 D-E Jl. Serma Zakaria No.8 Jl. 1 Kawasan Industri Panbil. 7 Jl. Komp. Prof. 18 E-F Jl. 327078 (0771) 81007. 430295 611333 371281 327669 81008 761317 462216 322765 310053 323264 HUB BATAM IMAM BONJOL Batam Imam Bonjol Tanjungpinang Batam Lubuk Baja Batam Sekupang Martadinata Batam Raja Ali Haji Batam Industrial Park Batam Panbil Tanjung Balai Karimun Tanjung Uban Batam Bandara Hang Nadim Batam Center Batam Batuaji Batam Pulau Sambu Batam Tiban WILAYAH II/ PALEMBANG HUB JAMBI GATOT SUBROTO Jambi Gatot Subroto Muara Bungo Jambi Telanaipura Jambi Sam Ratulangi Jambi Dr. 777619. Jend.20 KOTAMADYA/ KABUPATEN Pekanbaru Pekanbaru Ujungbatu Pekanbaru Siak Pangkalan Kerinci Pekanbaru Dumai Bengkalis Bengkalis Air Molek Pekanbaru Pekanbaru Pekanbaru Dumai Duri Duri Batam Tanjungpinang Batam Batam Batam Batam Batam Tanjung Balai Karimun Tanjung Uban Batam Batam Batam Pukau Sambu Batam KODE POS 28282 28115 28454 28115 28772 28381 28292 28812 28992 28712 29352 28271 28885 28283 28700 28884 28884 29432 29111 29432 29422 29432 29434 29433 29161 29152 29431 29432 29422 29411 29421 TELEPON (0761) 571610 (0761) 24888 (0762) 61147.

711023 (0711) 313498. 2600500 6922006 Jl. 20464 352432 312016 311481 326095 22882 322904 420183 372233 312477 357670 350013 90808 21515 346891 489064. 66694407 (021) 6019948 (021) 62300268. 6690602 6697201 6399070 6683565 6678048 6630936 6601608 6336440 62371073 66992630 6019257 62300267 6123134 30012227 62312971 6909647 6930105 5347012 5501383 5480027 5482003 HUB JAKARTA S. 60 Petro Muba Building Jl. Parman Palembang Plaju Palembang A. Sudirman No. 44 Jl. Rivai No. 1 / 78 Terminal Sako Kenten.S. Kapten A. Jl. 322381. Jl. 6627901 (021) 6291486.5 Jl.Jl. Muara Karang Blok O / VIII Timur No. 73 Ruko Mega Mal Pluit No. 421363 (0711) 310952. 2 Komplek Pertokoan Mitra Bahari Blok E No. 132 KOTAMADYA/ KABUPATEN Palembang Lubuk Linggau Palembang Palembang Palembang Lahat Sungailiat Mentok Palembang Muara Enim Palembang Bengkulu Plaju Palembang Palembang Prabumulih Bengkulu Musi Banyuasin Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Pendopo Prabumulih Bengkulu Bandarlampung Kotabumi Bandarlampung Tanjungkarang Bandarlampung Bandarlampung Tanjungkarang Metro Tanggamus Bandarlampung Bandarlampung Lampung Tengah Bandarlampung KODE POS 30125 31616 30125 30118 30126 31411 32111 33311 30762 31315 30129 38223 20368 30135 30122 31121 38115 30711 30152 30113 30137 30114 30113 31211 31122 38226 35221 34516 35214 35114 34223 35111 35111 34111 35373 35141 35133 34163 35118 TELEPON (0711) 313767. Jl. Supratman No. 8-9 Jl.S.JARINGAN KANTOR Palembang Pusat Dagang Lubuk Linggau Palembang Atmo Palembang Pusri Palembang R. 6603087 (021) 6670909. 297 B. Ahmad Yani No. Mangga ITC Mangga Dua Lt. Pintu Kecil III No. Mayor Ruslan Blok A No. MG 46 . 6127048 (021) 30012229. Pasar 16 Ilir No. I Blok B/13-14. Pangeran Antasari No. 8 Mangga Dua Square Blok B No. Simpang Patal Jl. 322131 (0711) 360808 (0711) 374004. 9. A-8 Komplek Pertamina II. 486146. 6903715 (021) 66694401.R. 66 A. 30012234. Raya Pluit Selatan No. 9. 30 Jl. 6012024. 21489 483849 268602 486847 485684 252796 41860 21472 771692 782333 529127 51510 HUB PALEMBANG ARIEF Palembang Arief Bengkulu S. Penjaringan Gedung Pusat Perdagangan Grosir Mangga Dua Blok KA No. 69-70 Jl. 21611 (0721) 486087 (0721) 255167 (0721) 481945 (0721) 486942-3 (0721) 251414 (0725) 41363 (0729) 24452.LO2 BKS039. 39 A Jl. Slipi Bandara Soekarno-Hatta. 183 Pertamina UEP III. 62300269 (021) 6123135. 1008 Jl. Bandengan Selatan No. 6601609 (021) 6336120. 770163 (0725) 529999 (0721) 251312. Jend. Veteran No. 22138. 357472. Parman Jakarta Bandara Soekarno-HattaTerminal D Jakarta R. Cemara 18 Pertamina UEP II. 36. 27. W. PARMAN Jakarta S. 51-53 Pasar Glodok Lt. 22916 (0714) 322900-2 (0711) 410150 (0711) 364025 (0711) 364013. 18 Jl. Salak Raya No. R. 6683566 (021) 6685553. Terminal D & E Departures Jl. 3 D. Gunung Sahari Raya 1 Jl.1.U Lahat Sungailiat Mentok Palembang Sako Kenten Muara Enim ALAMAT KANTOR Jl. Sukamto Palembang Veteran Pendopo Prabumulih Bengkulu Panorama Bandarlampung Malahayati Kotabumi Bandarlampung Cut Meutia Tanjungkarang Bambu Kuning Bandarlampung Telukbetung Bandarlampung Supratman Tanjungkarang Kartini Metro Pringsewu Bandarlampung Teuku Umar Bandarlampung Antasari Bandar Jaya Bandarlampung Raden Intan HUB BANDARLAMPUNG MALAHAYATI WILAYAH III/ JAKARTA KOTA HUB JAKARTA KOTA Jakarta Kota Jakarta Mitra Bahari Jakarta Glodok Plaza Jakarta Mangga Dua Jakarta Bandengan Jakarta Pluit Selatan Jakarta Pangeran Jayakarta Jakarta Mega Mal Pluit Jakarta Muara Karang Dalam Jakarta Muara Karang Raya Jakarta Pluit Kencana Jakarta Glodok Sky Jakarta Pinangsia Jakarta Pluit Karang Baru Jakarta Pasar Pagi Mangga Dua Jakarta ITC Mangga Dua Jakarta Harco Mangga Dua Jakarta WTC Mangga Dua Jakarta Mangga Dua Square Jakarta Pasar Pagi Lama Jakarta Pejagalan Jl. 321012. 2 A. Sudirman No. Kurnia Jl. 311556 (O711) 318511. Bandar Jaya Jl. 7-8 Jl. 550 Jl.85 F/C. 322383 (0717) 92233. Sekayu Bandara Sultan Mahmud. 2600508 6625327 6281937 6127624 66603981. 6926655 (021) 6930104 (021) 5346627. Jend. 66694402. 356436 (0733) 325350. Pejagalan Raya No. Soekamto No. 473752 21975.45-46. 354245 (0711) 711023. 364020 (O731) 323700. Pangeran Jayakarta No. S. Jl. Kolonel Atmo No. Kartini No. Sudirman No. 33 A. Pasar Ikan Ruko Glodok Plaza Blok H No. Ruko K3 No. 79 Jl. Jl. Mangga Dua Raya Ruko Agung Sedayu Blok N No. 38-SEB. Jl. Bukit Tinggi No. 481431 (0724) 21392. 6603884 (021) 6601602/5. 92416 (0717) 21194. Jl. Ahmad Yani No. 326093. Kapten A. Pinangsia Raya Arkade Dusit Mangga Dua No.47 Jl. Mayor Zen No. Sako Kenten Jl. Sudirman No. 165-167 Jl. 5507283 (021) 5306783-4 (021) 53672756. 149 B-C Jl.118 Jl. Pelni Jakarta Gedung Pusri WILAYAH HUB PEMBUKAAN CABANG BARU 148 daftar cabang bank mandiri . 313627 21361.P. 62-63. Kav. 31-35 Jl. Pramuka Jl.79. 3 Jl. 43 Jl.Badaruddin II Jl. Jl. 21539. T. 70 Jl. Gedung YDPK Jl. Raden Intan No. Proklamator No. Petamburan Jl. 46 Jl. 53672801 2600505. Lapangan Stasiun No. Pringsewu Jl. 321013. Merdeka Lk I. Yos Sudarso No. 6264215 (021) 6670926. Rivai No. Jl. 30012235 (021) 62312970 (021) 6916434.43 Jl. Jalan Pinangsia II No. Muara Karang Raya No. 7 Jl. 321925 (0711) 354144. Mangga Dua Raya No. 322226 (O713) 326000. 21244 (0711) 352432 (0711) 313455. 24453 (0721) 774653 (0721) 782555. Tambora Wisma Barito Pacific. Parman No. Garuda No. 6336320 (021) 6011029. Mayor Ruslan Jl. Bengkulu Jl. 2600506 (021) 6625325-8. 93-95 Jl.9. Jend. Taman Sari Jalan Pluit Karang Utara No. Rustam Effendi No. Kapten A. 39 Jl. 357496 (0711) 90204 (0713) 20868 (0736) 346890 (0721) 481222. S. Aipda KS Tubun 92-94. Sudirman Km. Laksamana Malahayati No. Rivai No. Taman Anggrek-Kemanggisan Jaya KC KCP KK Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Pusat Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Pusat Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat 11110 14440 11180 10730 14450 14450 10730 14450 14440 14450 14450 11120 11110 14450 14430 14430 10730 14430 14430 11230 11110 11410 19100 11410 11480 (021) 2600500. Letjend. 5483595 (021) 5506744. 27 Jl. Rivai Palembang Pasar 16 Ilir Prabumulih Sudirman Bengkulu Ahmad Yani Sekayu Palembang Bandara Sultan Badaruddin Palembang Uniba Palembang Gedung Kanwil Palembang R. Mangga Dua Raya WTC Mangga Dua Lantai 5 Blok D No. Jl. 373271 (0736) 20016. 352346. 6670101 (021) 6299030. 6281936 (021) 6127623-4 (021) 6603086. 3. 117 Jl. 326094 (0736) 22881. Raya Pluit Kencana No.12A-14. Teuku Umar No.7-8. 5. 54. Jenderal Sudirman No. Laksamana Malahayati No. 251510 FAKSIMILI 310873 325680 313655 710994 313977 323600 92233 21194 810772 423338 313379. Cut Meutiah No. 2 Jakarta Barat 11110 (021) 6922004. Jl. 21 D Jl. Jend. Arteri Mangga Dua Raya Komplek Puri Deltamas Blok J 1-2 Jl. Lapangan Stasiun No. Pasar Pagi Jl. 6628061 (021) 6603482. 6127049. 31942 (0711) 810771 (0734) 424148. Parman Kav.

Daan Mogot Jl. Industri No. Jl. 5327393 (021) 5864931. Boulevar Taman Palem Lestari Blok D1 No. 14 Komplek Mal Puri Indah. Jembatan Dua No. Samanhudi No. 17-18. Kyai Tapa No. H.JARINGAN KANTOR Jakarta Bandara Soekarno-Hatta Cargo Jakarta Design Center Jakarta R. Letjend. 5459397 (021) 5822723. 2 Jl. Jimbaran Blok 7 B No. Parman Kav. Outer Ring Road Kamal.H. Pangeran Tubagus Angke No. 1 Jl. Wahidin II No. 3 Ruko Karang Anyar Blok C / 26 Gedung 16 Lantai Departemen Keuangan Jl. Jend. 20 Jl. 73-75 Komplek Ketapang Indah. S. 5669125 (021) 55955409 (021) 5407035-6 (021) 54381659. 2310455 (021) 6540703. 87 Bandara Soekarno-Hatta. Dr Muwardi II No. Budi Raya No. 6336601 (021) 3850160 (021) 6247384 (021) 3522074 (021) 3841665 3808357 2600236 2310314 2310311 6540705 2310509 2310318 6391113 6349340. Juanda No. Ir. 6A-6B. Gatot Subroto Kav. 5327472. 6310068 (021) 56968006. Juanda No. 55911242 (021) 5327262.21 Ruko Mutiara Taman Palem Blok A2 No. 32 Kampus A Universitas Trisakti. Bandara International Soekarno Hatta Jl. Ir. Perjuangan No.S. 21. 222 Jl. Harapan Kita Jakarta Garuda Sentra Operasi Jakarta Slipi Jaya Jakarta Bandara Soekarno-Hatta Gedung Angkasa Pura Jakarta R. Moch. 5590370 (021) 5356830. 56 A-B Jl. 3815339 (021) 2311443. 5864951.11 Blok A-3 Jl. Mangga Raya Blok Y No. 53-54 Jl.15 A. 10 Jl. 84-88. 22 Jl. Kalideres Grenvil Real Estate Blok BG 31-36 Jl.S. 20 Jl.H. Tanjungduren Raya No. 6340164 3850159 6249405 3522072 3809826 daftar cabang bank mandiri 149 .Petamburan Ruko Jembatan DuaJl. Grogol . Kapuk Muara Ruko Teluk Mas Jl. 99 Jl. Dharma Kencana Blok H No. Pulau Bira III Blok D1 Kav. 1 Jl. H. Kampung Gusti Blok M No. 6603040 (021) 5643966 (021) 6619596 (021) 56942316 (021) 58355045 (021) 63857527 (021) 58355045 (021) 56954494 56943406 55911441 5322397 5864448 55964739 66605631 66698325 5562102 53666264 5634613 5348757 5675890 6329487 5304127 6306112 56968284 5636527 63851739 6602987 56963916 6620392 56942339 58304247 63857509 58304247 56954514 HUB JAKARTA KYAI TAPA Jakarta Kyai Tapa Jakarta Kebon Jeruk Perjuangan Jakarta Jelambar Jakarta Roxy Mas Jakarta Taman Kebon Jeruk Jakarta Jembatan Lima Jakarta Tomang Jakarta Universitas Trisakti Jakarta Latumetten Jakarta Taman Permata Indah Jakarta Jelambar Baru Jakarta Jembatan Dua Jakarta Taman Duta Mas Jakarta Taman Permata Buana Jakarta Mohammad Mansyur Jakarta Grogol Muwardi Jakarta Roxy Square HUB JAKARTA DAAN MOGOT Jakarta Daan Mogot Jakarta Kalideres Jakarta Grenvil Jakarta Puri Indah Jakarta Kedoya Jakarta Kepa Duri Jakarta Tanjungduren Jakarta Taman Palem Lestari Jakarta Taman Semanan Indah Jakarta Daan Mogot Baru Jakarta Mal Puri Indah Jakarta Puri Kencana Jakarta Taman Kedoya Baru Jakarta Galeria Niaga Mediterania Jakarta Mal Taman Anggrek Jakarta Mutiara Taman Palem Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Barat 11460 11840 11510 11610 11520 11510 11470 11730 11750 11840 11610 11610 11520 14460 11470 11730 (021) 56961890. Teluk Gong No. Jelambar Baru Raya No. Kencana Utama Raya Blok L6/G Ruko Agave Blok B1/12A. 5674669 (021) 54391549. Lantai Dasar Unit 70 C. 46 Jl. 5868489 (021) 6306118.17 E Jl. Letjend. 54353584 5606252 5450257 5689048 5824410 5824806 5656645 5666552 55955410 5445098 5459827 5822302 5808383 5823111 55964739 56998574 54353122 HUB JAKARTA GAMBIR Jakarta Gambir Jakarta Gunung Sahari Jakarta Krekot Jakarta Juanda Jakarta Angkasa Jakarta KP Pertamina Jakarta Pasar Baru Jakarta Mangga Besar Jakarta Ketapang Indah Jakarta KPKN II Jakarta Karang Anyar Jakarta Departemen Keuangan Jakarta Krekot Bunder Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat 10120 10720 10710 10110 10720 10110 10710 11170 11140 10710 10740 10710 10710 (021) 3808367-9. Puri Indah Komplek Puri BugarJl.5C. Penjaringan Ruko Taman Duta Mas Blok A3/46. No. Dr. Cargo Area Gedung 501 Jl. Jl. 3842654 (021) 2600025. 1.6B. Grogol Petamburan Gedung Roxy Square. Pantai Indah Selatan I Blok D-A Kav.62. Penjaringan Ruko Duta Harapan Indah Blok I No. Mohammad Mansyur No. Prof. Puri Agung. Jl. S. 2-3 Jl. 9 B.1. Jl. Kemanggisan Jl. Kebon Jeruk Jl. Kyai Tapa No. Kyai Tapa No. Kebon Jeruk Kompleks Intercon Megah Blok W. Zainal Arifin Blok A1 Jl. Parman Kav. Jl. 25 Kantor Pusat PT MNA. H. 18 Jl. Meruya Ilir Blok A No. 5665804 (021) 6329512 (021) 5304300. Angkasa Blok B-15 Kav. 5450258-9 (021) 5689044/47 (021) 5824408-9 (021) 5824804 (021) 5656646-7 (021) 5666503. Mangga Besar Raya No. 19 Jl.5 A. 5356802 (021) 5501240/1378/2426 FAKSIMILI 5501289 5495139 56963325 5590369 5356917 5502427 Jl. 5865075 (021) 55964740 (021) 66605630 (021) 66698324 (021) 70708601 (021) 53666265 (021) 5634614 (021) 5360735-7 (021) 5647439. H. Kamal Muara Jl. 56968281 (021) 5636771 (021) 6343303 (021) 6606262. DR. Kembangan Jl. Sawah Besar Jakarta Barat Tangerang Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Barat 11420 11109 11530 11640 14460 14460 14450 14460 11480 11440 11520 11460 10150 11650 11210 11430 11440 11330 14440 11460 14450 11460 11610 10140 11460 11440 (021) 5681573 (021) 55911440. 5822778 (021) 5819878 (021) 5822882 (021) 55964740 (021) 56998570-8572 (021) 54353574. Kanker Dharmais Tangerang Taman Niaga Soewarna Jakarta Jalan Panjang Jakarta Pos Pengumben Jakarta Pantai Indah Selatan Jakarta Duta Harapan Indah Jakarta Teluk Mas Jakarta Kapuk Raya Jakarta Kemanggisan ALAMAT KANTOR Bandara Soekarno-Hatta. Peta Selatan No. Lantai Lower Ground Blok C3 No. K. Krekot Bunder Raya No. Parman Kav. Gedung 601 KOTAMADYA/ KABUPATEN Jakarta Barat Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat KODE POS 19101 10260 11420 19110 11480 19120 TELEPON (021) 5501260.H. 5507172 (021) 5495136-8.25. Arteri Kedoya Jl. 2600170 (021) 2311508. 2 AB Jl. K. 5495144 (021) 5681153 (021) 5590369. Cengkareng Jl. Slipi Taman Niaga Soewarna Lantai Dasar Blok B Lot 1-5. Letjend. 2310277 (021) 2600044 (021) 6336461. Panjang No. Penjaringan Ruko Jelambar BaruJl.Lapangan Banteng Timur No.A-8F. Cengkareng Jl. Parman Kav. 125 Jl. Samanhudi No. Pejagalan Ruko Kapuk RayaJl.3 No.18. KH. Grogol . 19 Komplek Perumahan Taman Semanan Indah.7 A-B. S. K. Latumetten No.Petamburan Ruko Taman Permata Buana Jl. Kapuk Raya No. Puri Indah Raya Ruko Blok I / 1 Rukan Golden Green No. Agave Kedoya Ruko Galeri Niaga Mediterania Blok X-3 Kav No. Jl. Tomang Raya No. Hasyim Ashari No. 2-4 Ruko Krekot BunderJl. Jl. Jl. 21 Pertokoan Daan Mogot Baru. Mansyur No. 2310593 (021) 2310203. S.62 B. 7-8 Jl. Kapuk Muara Mal Taman Anggrek Ground Level C 13A&C 13Z Jl.18 E. 6544906 (021) 2310380. Gedung Slipi Jaya Bandara Soekarno-Hatta. Perwira No.47. Grogol Jl.

187-189 Jakarta Departemen Hankam Jl. 45-A/B. 5847825 (021) 5521050/58.52 Ruko Griya Inti SentosaJl. 42 Komplek PT KBN. 65830952 (021) 5523618. Tanah Abang Jakarta Gedung Pelni Jl. 23571748 (021) 3456372. 77.15 Jl. 21 Jakarta Gedung Depparpostel Jl. 2301488 (021) 6335770. 43903236 (021) 43904578 (021) 4300489. 1-2. Gedung ADB Krakatau Steel Kawasan Industri Modern Cikande. Raya Serang Km 14. Danau Sunter Utara Blok A Kav No.18. 5515745 (021) 55749147-8 (021) 5462297. Sunter Jl.85-86. 3512474 (021) 4351168-9. 12 KC KCP KK PEMBUKAAN CABANG BARU 150 daftar cabang bank mandiri . 6500587 (021) 65835132. Tawes No. Danau Sunter Utara Jl. 6503701 (021) 4300138. K. Jl. M. Komplek Ruko No. Fakrudin No. Lodan Timur.19 DEF Jl. 31930396 (021) 2303860 (021) 2300272. 4 Kantor Gudang Persediaan. 44820942 (021) 4304953. 6408766 (021) 4371946.1 Jl. Thamrin Kav. Jl.Jl. 5 THAMRIN HUB JAKARTA KEBON SIRIH Jakarta Kebon Sirih Jakarta Wisma Bisnis Indonesia Jakarta Cideng Jakarta Duta Merlin Jl. 4300821 (021) 65835033. Medan Merdeka Barat No. 4. K. Taman Sunter Indah Blok KI-1 No. Suryopranoto No. 3 Jl. Jl.3 Jl. Tanjungpriok Jl. 4304944. 2300412 39832917-8. 6307747 (021) 2311079. 3-5 Jakarta Kebon Jati Jl. Plumpang Raya Semper No. Cideng Barat No. Ahmad Yani No. 628 (021) 5900645. 2300718. Merdeka Barat No. Raya Serpong Jl.96A. Jl. Raya Anyer No. Cilincing Jl. 30035458 (021) 3828403/05. 5521818 (0254) 391515. Diponogero No. 3 Pertokoan Cikupa Blok B No. Blok A/26-28. Yos Sudarso No. Blok F Ruko Prima Sunter Jl. 7-8. 43904547 (021) 6909447-9 (021) 43903235. Cabang Pelabuhan Tanjungpriok. Ciledug Raya No. Jakarta Jl. 4304572.H. 9 Plaza Sinar Merdeka Mas Blok A2 No. 65832299. 1-4 Jl. Thamrin No.S-044A. Sunter Permai Raya No. 13-14 Jakarta Gedung Indosat Jl. Jl. 17 Jakarta Caltex Pacific Indonesia Gedung Sarana Jaya. Sunter Paradise Blok F20 No. 629 HUB JAKARTA THAMRIN Jakarta Thamrin Jakarta Jalan Sunda Jakarta Menara Thamrin Jakarta Gedung Jaya WILAYAH HUB Jl. 5510120 (0254) 391577. 8 Jl. 5516959 (021) 5543218 (021) 7325200. 34830689 (021) 3802614 (021) 3867496 (021) 3512124 (021) 2302411 (021) 2300473. 5900646 (021) 3850658. Pasoso No. 750 Jl.8 Jl. Merdeka Barat No. Anyer Kawasan Industri Berat Cilegon. 3914860 (021) 6304431-2. 83 Jl. Yos Sudarso No. 821.22 Ruko Taman Sunter Indah Jl. KH. Ki Samaun No. Raya Cikande.3. 6-7 Jl. 1. 6408862 (021) 65836180.. 65835035 (021) 6514680. Banda No. TamansariJakarta 11160 Wisma Tigris Jl. Mas Mansyur No. 57 B KOTAMADYA/ KABUPATEN Jakarta Utara Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Utara Jakarta Pusat Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Pusat Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Tangerang Cilegon Serang Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Cilegon Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Serang Cilegon Serang Serang KODE POS 14410 10120 10260 10610 11160 10120 14310 14410 14350 14210 14350 14310 10510 14310 14430 14310 14320 14210 14350 14350 14350 14350 14230 14420 14350 15118 42431 42111 15111 15113 15117 15154 15111 42431 15710 15139 15117 15333 15325 42166 42431 42186 42112 TELEPON (021) 6409587.8 Ruko Pinangsia Blok A-39. Jend. Cikokol Jl. Jl. Kav. Tanjungpriok Jl. 5524965 (021) 5517019. Fachrudin No. 32 Jl. Jendral Sudirman. Raya Merak No. Hayam Wuruk No. 1-2 Wisma Bisnis Indonesia. 65835133. 31908817 (021) 30035457.H. Jl. 5963003 (021) 5516058.H. Daan Mogot No. 490617 (021) 6459934. 71. Maulana Hasanuddin No. Jl.JARINGAN KANTOR Jakarta Pademangan Jakarta KP BPKP Jakarta Pasar Mobil Kemayoran Jakarta Gedung Askrindo Jakarta Hayam Wuruk Jakarta Batu Ceper Jakarta Tanjungpriok Enggano Jakarta Cakung Jakarta Sunter Permai Jakarta Tanjungpriok Yos Sudarso Jakarta Sunter Paradise Jakarta Tanjungpriok Tawes Jakarta Ahmad Yani Jakarta Perumpel Tanjungpriok Jakarta Ancol Jakarta Tanjungpriok Bea & Cukai Jakarta Pertamina DPKK Jakarta Tanjungpriok Departemen Agama Jakarta Griya Inti Sentosa Jakarta Taman Sunter Indah Jakarta Sunter Agung Utara Jakarta Mal Sunter Jakarta Plumpang Jakarta Pasar Seni Ancol Jakarta Prima Sunter Tangerang Ki Samaun Cilegon Anyer Serang Tangerang Ahmad Yani Tangerang Merdeka Tangerang Cikokol Tangerang Ciledug Tangerang Daan Mogot Cilegon Merak Tangerang Cikupa Tangerang Pinangsia Karawaci Tangerang Kota Modern Tangerang Gading Serpong Tangerang Alam Sutera Cilegon Pasar Anyar Cilegon Krakatau Steel Serang Cikande Serang Pasar Lama ALAMAT KANTOR Jl.19. Tanah Abang Timur No. 3442873. 2302567 39899056 2302841 2300316 Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat 10110 10220 10150 10130 10250 10130 10250 10130 10250 10250 10230 10110 10110 10110 10110 10340 10350 10340 10250 (021) 2311800. Kemayoran Jl. 2 Jl. 6514681. Depot Pertamina UPPDN III Plumpang Jl. 3446955 (021) 2311525 (021) 3914859. 931234 (0254) 201260 (021) 5522206. 5510 (021) 23571745. Jl.39 KP BPKP. Ahmad Yani No. 4416566 (021) 6408751. Lippo Karawaci Perumahan Modernland Blok BR No. 2310216 5900647 3857935 6342220 2303146 6307748 2301338 63857742 23571746 3456373 30035469 3840918 2310141 3520678 3512122 2303744. 65832395 (021) 43906859/61 (021) 6413614.H. Gajah Mada No. Jl. Jl. Boulevard Ruko Sutera Niaga I No. 1 Jl.H. 65835229 (021) 65832298. Jl. Jalan Merdeka 53 Mahkota Mas Blok C / 14-15. M.116-117 Jakarta Suryopranoto Jl. Angkasa Blok B-9 Kav. 103. 39832923 2310604. 1. Enggano No. 14 Jakarta Pasar Tanah Abang Pasar Regional Tanah Abang Blok ALantai Basement 2 Blok A Blok F No. 87 Komplek Pertokoan Duta Merlin. M. 391133 (021) 5960561. 6409588 (021) 3866724 (021) 6540806 (021) 6546550 (021) 6009371 (021) 3500229. Komplek Ruko Modern Cikande Blok B No. Kebon Sirih No. Griya Utama Blok A No. Kebon Jati No. Ciledug Jl. 43930230. 36 Jakarta Metro Tanah Abang Gedung Pusat Grosir Metro Tanah Abang Lantai 6 No.108. 65836181.15. Ruko Gading Serpong Blok AA4 No 38. 23. Hayam Wuruk Pasar Mobil Kemayoran Blok C No. 492500 (021) 4211167. Gajah Mada No.8BJl. 48 C-D Jakarta Fakhrudin Jl. Budi Kemuliaan Jakarta Pusat 10340 (021) 39832922. 498274 (021) 44820957. 214 Jl. 4308769. Batu Ceper No. 65835034. Raya Cakung. Sunter Agung Utara Blok A 36D No. 65835014. Parang Tritis No. Sunda No. Wahid Hasyim No. 32-34 Kantor Departemen Agama Kota Jakarta Utara. 5462330 (021) 53124348. Thamrin No. Jakarta Tanah Abang Bukit Pasar Tanah Abang Bukit Blok B No. 2 Gedung Pulau Laut. Yos Sudarso. 53124349 (0254) 603515 (0254) 372124 (0254) 404102-4 (0254-220404-6 FAKSIMILI 6411910 3866724 6543016 6546550 6009375 3512435 493637 44820937 6408763 490980 686453 4300182 4249658 4304952 6927821 43903237 497827 4300733 6516285 6500719 64715602 65831994 43906860 682210 65830953 5525344 391396 217723 5525004 5523718 5543048 5847827 5521047 391606 5961708 5588869 55749149 5462220 5398754 603516 400439 201224 HUB JAKARTA TANJUNGPRIOK ENGGANO HUB TANGERANG KI SAMAUN WILAYAH IV/ JAKARTA Jl. Jend. Jl.25 Mal Sunter Lantai Dasar No. Raya Anyer No. 12 A Jl. Pademangan IV Gang 6 No.

101 Jl. 45 Plaza Mutiara Jl. Sudirman Kav.H. Panjaitan Jakarta Matraman Jakarta Jatinegara Barat Jakarta Pondok Kelapa Jakarta Buaran HUB JAKARTA JATINEGARA TIMUR daftar cabang bank mandiri 151 . Mangunsarkoro No. 3161938 (021) 3927781-3 (021) 42800153-4. Ki S. 83791681 8315687 57930973 8298464 8291788 8310208 2800056-57 8656511 8625120 8604829 8612422 4750071 8195074 8502389 8508807 8655418 86611127 HUB JAKARTA IMAM BONJOL HUB JAKARTA CIKINI Jakarta Cikini Jakarta Salemba Raya Jakarta Taman Ismail Marzuki Jakarta Kramat Raya Jakarta Cut Meutia Jakarta Cempaka Mas Jakarta Universitas Yarsi Jakarta Cempaka Putih Permai Jakarta Percetakan Negara Jakarta Pertamina UPMS III Jakarta R. Tebet Jl. No. 49 Jl. 135 RSPAD Gatot Subroto. Graha Irama Lantai Dasar Jl. Rasuna Said Kav. Suprapto Departemen Kesehatan Direktorat Jenderal PPM & PL Jl.9A Jl. 25 Jl. Jakarta Jakarta Bendungan Hilir Jakarta Cik Ditiro Jakarta Wisma Indosemen Jakarta Berdharma Jakarta Mid Plaza Jakarta Kebun Melati Jakarta Wisma Metropolitan Jakarta Plaza Indonesia Jakarta Menteng Jakarta Plaza Dua Mutiara ALAMAT KANTOR Jl. Sultan Agung No. Tebet Barat IX No. Suprapto. 42889322 (021) 39842765 (021) 8317028-29-32 (021) 5209343-5 (021) 83700179. B-9. 5720710 (021) 3907390 (021) 5253208. Kemayoran Gedung Kenari Mas Lantai 2 Blok G-5. 52964282 (021) 8308035. Gedung Enterprise Jl. Casablanca Kav. Diponegoro No. 2. 11 Jl. Sudirman Kav. Jatinegara Barat No. Kramat Raya No. 73 Jl. 2501250 52964179 8318593 2522853 8282349. 2300291 2510380 5706563 5746474 3907384. Gereja Theresia No. Senen Raya No. 57 . M. 56 Jl. Tebet Jl. 9.R. 42874774 (021) 42889320. Rasuna Said Kav. Rasuna Said Kav. 3505964.JARINGAN KANTOR Jakarta Wisma Nusantara Jakarta Sabang Jakarta Sarinah Jakarta Wisma Alia Jakarta PLN Gambir Jakarta Prapatan Jakarta Atrium Senen Jakarta RSPAD Gatot Subroto Jakarta Gedung Bimantara Jakarta Departemen Agama Jakarta Stasiun Senen Jakarta Imam Bonjol Jakarta RSCM R. Jalan Abdul Rachman Saleh No. Cikini Raya No. Cempaka Putih Cempaka Putih Permai Blok A No.26. Tebet Raya No. Thamrin No. Kebun Sirih 17-19 Jl. 94-96 Jl. 83795438. 30 Ruko Segitiga Senen Blok E-21/22. M.I. Kebon Sirih No. Jl. Gedung Menara Duta Jl. 29 ITC Cempaka Mas Mega Grosir LG No. 32-33 Jl. 4 B Jl. Pondok Bambu Jl. Panjaitan Kav.29 Jl. Rasuna Said Kav. Kramat Raya No. 59 Jl. Supomo. D III.H.45E. KH. 5721672 (021) 2300955. 42876943.R. Pondok Bambu Jl. Prof. 4259277/85 (021) 4203363-4 (021) 42802567 (021) 3100242 .R. 4. 58 Jl. Satrio Jl. 8503183 (021) 8199747. Percetakan Negara No. Jend. Jend. Ikhwan Ridwan Rais No. 2312029 (021) 3454001. 59 D Mall Ambassador. Stasiun Senen No. 70-71 Jl. 8290521. Letjend. Matraman Raya No. Tarum Barat Km. Jl. Ikhwan Ridwan Rais No. Thamrin No. Letjend. B-3 Jl. Billy Moon. Cikini Raya No. Dr. 4. 71 Jl. Abdullah Syafie No.I. 42802853. Jend. 10-18 Jl. 3919736 (021) 2300644 (021) 2311533. Jatiwaringin Jl. 42802854 (021) 42874324. Cempaka Putih Tengah 1 Jl. Rasuna Said Kav. C-5. Kalimalang Jl. 8608232 FAKSIMILI 334947 325285 2300720 2310175 3453880 3847110 3852369 3505967 3920017 3504132 42887731 2300433. 2301555 (021) 3908574. 42802851. 956 (021) 2510381 (021) 5701916 (021) 5704560.S. 3909217 (021) 5732241-43 (021) 5711658. Rawasari Selatan No.H. Suprapto. 1-2. 2300927 3100145 5710329 5711671 2300837. 4263947 (021) 4262540.H. Pegambiran No. 1 Jl. Cempaka Putih Jl. 16 Kompleks Pertokoan Graha Cempaka Mas Blok A 24-25.5. 142 AB Jl. Kav. 368 (021) 4256546 42801640. Islam Jakarta Jakarta Taspen Jakarta Rawasari Jakarta ITC Cempaka Mas Jakarta Mega Grosir Cempaka Mas Jakarta Kenari Mas HUB JAKARTA CASABLANCA Jakarta Casablanca Jakarta Gedung Tira Jakarta Tebet Barat Jakarta Tebet Supomo Jakarta Kuningan Jakarta Rasuna Said Jakarta Graha Irama Jakarta Asem Baris Jakarta Mega Kuningan Jakarta Saharjo Jakarta Pasar Rumput Jakarta Ambassador Jakarta Wisma Tugu Jakarta Tebet Timur Jakarta Tebet Raya Jakarta Jatinegara Timur Jakarta Kalimalang Jakarta Pahlawan Revolusi Jakarta Puri Sentra Niaga Jakarta Pondok Bambu Jakarta Rawamangun Pegambiran Jakarta D. M. H. 111 Jl.R. 1240 (021) 52964180. Jend. Sudirman Kav. Raya Tarum Barat Blok M I No. Kramat Raya No. Jatinegara Timur No. Saharjo No. Jend. Prof. Gedung RNI Kompleks Gajah Unit F & G. 155-156. C 8/9 Jl. M. SH No. 3510691 (021) 34831074. 49 Jl. 115 Jl. 8508805 (021) 8645173 (021) 8608169. 61 Jl. 29 Jl. 34-36 Jl. Bendungan Hilir Raya No. 57930971-72 (021) 5208814 (021) 8290675. Letjend. 3847101 (021) 3852370 (021) 3505963. Lapangan Banteng No. Jl. 8308065 (021) 2522852/55 (021) 8293567-8 (021) 8294959 (021) 57930970. Dr. 28-30 Jl. 5712288 2300320 3143413 5208913 327002 3913331 2301511 3161946 2301586 4263946 4259339 4205880 42802567 3925876 4206683 4256537 42802852 42873090 42906759 39840413 8317011 5209325 83700178 8291001 5200301 2501249. Pahlawan Revolusi No. Dr. Denpasar Kav. Tebet Timur Dalam Raya No. Gedung Wika Jl.R. Suprapto Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok E1/1 Jl. Imam Bonjol No. Seulawah Raya. 8290721 (021) 8310117 (021) 2800033 (021) 8645943-4 (021) 8623403 (021) 86600854-5 (021) 8610456-67 (021) 4702841 (021) 2800088 (021) 8503181. Sudirman Kav. D. Prapatan No. Suprapto Jl. 125 F/G. 5705386 (021) 2300766 (021) 3928625 (021) 5208915/7 (021) 31931732 (021) 3907605 (021) 2300361 (021) 3161941. 31 Jl. X-1. 3-4 Jl. 43. H. Buaran Raya Blok A KOTAMADYA/ KABUPATEN Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusaat Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur KODE POS 10310 10340 10340 10110 10110 10410 10410 10410 10340 10710 10410 10310 10430 12930 10210 10310 12910 10220 10220 10230 12920 10350 10350 12920 10330 10440 10330 10450 10340 10640 10510 10510 10560 10450 10510 10510 10570 10640 10640 10440 12870 12920 12810 12180 12920 12920 12950 12840 12950 12810 12970 12940 12940 12820 12810 13310 13450 13470 13620 13430 13220 13340 13150 13320 13450 13470 TELEPON (021) 39000909 (021) 3919931. 3907278 5701647. Jl. Letjend. Jl. 83792659 (021) 8301180-81 (021) 5207075. Jl. Soeprapto. Thamrin Kav. Salemba Tengah No. Kalimalang Ruko Taman Buaran IndahJl. 3505966 (021) 3920105 (021) 3504143-153-156 (021) 42887720 (021) 2300300. Sudirman Kav. Jl. 24 Gedung Bimantara. Pahlawan Revolusi No. Tebet Jl. M. M. 20-21. Thamrin No. H.S. 18 Jl. Rawamangun Jl. Cut Meutiah No. H. 42889321. 16 Jl. Letjend. 5207887 (021) 2501256.3925876-77 (021) 4250451 Ext. 82 Jl. 8 A-B Jl. Jend. 59 Jl. Letjend. 10-11 Jl. Jl. Sudirman Kav. Puri Sentra Niaga Blok C-50. H.

52 KC KCP KK Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan 12190 12790 12930 12870 12170 12780 12710 12930 12810 12950 12710 (021) 5263553 (021) 7995559. Ir. 7. Jl. H. 82425850 (021) 8214349. Jend. Raya Cikarang . 88355577 (021) 84978016 (021) 8461731. 86902849. Ahmad Yani. Raya Pondok Kelapa. 4602879 46825364 4520203 86601828 4504788 4520566 45856266. Kemang Pratama Raya Blok MM-02 Bekasi Plaza Pondok Gede Jl. Sultan Agung Jakarta Mal Kelapa Gading Mal Kelapa Gading 3. Kelapa Gading Permai Jakarta Artha Gading Rukan Artha Gading Niaga Blok A. Jl. Menara Jamsostek Jl. Pemuda No. Pulo Ribung Raya Blok AR No. Pulogadung KOTAMADYA/ KABUPATEN Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur KODE POS 13450 13310 13340 13470 13120 13610 13450 13220 TELEPON (021) 86900803. 6-8. Cakung Bekasi Pondok Ungu Pertokoan Naga Swalayan Blok A 17. Cibitung. Bolevar Raya Blok L No. Jl. 89903742 (021) 89832280-81 8800881 8862613 8846716 8271326 8482936 8473566 89909422 89840780 88957674 8814002 88854987 8205212 82426013 8213763 8810036 84993901 8461819 8980344 89901502 89832282 WILAYAH V/JAKARTA Jl. 3 Jl.5 C-D. Gede Bekasi Jati Asih Jl.17 A Ged. Jl. 4520474 (021) 86601823-4 (021) 45841815-6 (021) 4509076-7 (021 ) 45856278. Kelapa Gading Bolevar Blok TB2 No.10. 45856866.53 B. Sentra Niaga Kalimalang Blok A3 No. Jl.1. Bulevar Barat Raya Blok A No. Sudirman Kav. Raya Bekasi Km 25. Jend. M. Jl.39. Kelapa Gading Graha Rekso Building Ground & 3rd Floor Jl. Gatot Subroto Kav. 45856824 4602875. 8564666 (021) 80889951 (021) 85904114.84 (021) 88956375. Jl. Bulevar Raya Blok PD9 No. Pondok Gede Bekasi Cikarang Ruko Union Blok E No. Jatibening. Letjend. Ahmad Yani No.II No. Kelapa Gading Jl. 54 Jl. Jl. 21.4 Bekasi Kalimas Ruko Kalimas. 86902268 (021) 2800064 (021) 8564421 (021) 86612125-7 (021) 8199377. 79 Jl. 4705267 47868923 46820527 88852533 45853745 45847773 88875533 45851022 4525827 45865866 4530510 Jl.T.8710-15 5267371. Jl. 8814593 (021) 88854988-9 (021) 82424918.55 Timur Jakarta Kelapa Gading Bolevar Jl. Gatot Subroto Kav. Kav. 8215488 (021) 88353563. Jl. Galaxi Raya Blok G No. Pulobuaran No. Bulevar Artha Gading Kav. 4535910. Jl. Jl. Ir. 88956575. 45856823. Haryono Kav. Boulevard Hijau. M. 5221261-2 (021) 7983377 (021) 52961514.T. 22 Jl. 242 Jl. Ruko Commercial Blok A. Pusat Perdagangan Kalimalang Blok A VIII No. Kompleks Perumahan Harapan Indah Jakarta Kelapa Gading Inkopal Pertokoan dan Kantor Inkopal Jl. 38 Jl. Pulogadung Jl. Ahmad Yani. Jend. Jend. Raya Boulevard Artha Gading Bekasi Harapan Indah Ruko Sentra Niaga Blok SN 07. 45866153. Jl. Jend. 10. 85903837 (021) 47861964 FAKSIMILI 86902294 2800072 8564422 86612129 8199341 80889950 85903966 47861964 HUB JAKARTA PULOGADUNG Jakarta Pulogadung Jakarta Kawasan Industri Pulogadung Jakarta Kelapa Gading Bolevar Jakarta Perumnas Klender Jakarta Kelapa Gading Barat Jakarta Kelapa Gading Jakarta Graha Rekso Jakarta Utara Jakarta Timur Jakarta Utara Jakarta Timur Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Bekasi Jakarta Utara Jakarta Utara Bekasi Jakarta Utara Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur 14250 13930 14240 13460 14240 14240 14240 13220 13210 13910 17132 14240 14240 17131 14240 14250 14250 14240 (021) 4602877 (021) 46826936. Balai Pustaka Timur No.Cibarusah Cikarang Jababeka Kawasan Industri Cikarang. Gatot Subroto Kav. H. 5255155 (021) 83792003. Kelapa Gading Jl. 1 Bekasi Villa Galaxi Jl. Cawang Kompleks Ruko Blok B1 No.H.A-05. Ahmad Yani No. Biru Laut X Kav. Cikarang Utara Bekasi Mega Hypermall Bekasi Mega Hypermall Lantai 1 No. P. Kelapa Gading Barat Jakarta Kelapa Gading Hibrida Jl. Bolevar Raya Blok LA 6 No. Matraman Raya No. 5207277 7983422 52961513 5221632 8297223 5227993. 2.6. Gatot Subroto No. 8291043-4 (021) 5227994 (021) 5222185-6 PEMBUKAAN CABANG BARU 152 daftar cabang bank mandiri . Bulevar Raya Blok M. 88872266 (021) 45859414. 6-7 Bekasi Ahmad Yani Jl. 47865223 (021) 46833623. 17 Gedung Patrajasa. 50 B. Pondok Gede Bekasi Cibitung Kawasan Industri MM 2100. Jl.12A. Raya Sudirman Bekasi Taman Galaxi Komplek Pertokoan Taman Galaxi. Gatot Subroto Kav. 82424919 (021) 82425777. 2. 5252265 5203868 Jl. Klender Jl. No. Mampang Prapatan No. Jend. 22-23. Jend. Jend. 45859415. 7980695 (021) 2520051-3 (021) 83793115-9 (021) 5200683.79 Blok A Jakarta Pulomas Komplek Artamas. 8215078.17-18 Bekasi Kemang Pratama Ruko Kemang Pratama. 64 Komplek Ruko Mega Indah Blok A3 Jl. Raya Jati Makmur No. 21/HT Gedung Graha Marba.12A Jakarta Kelapa Gading Bolevar Jl. 61 Jl. 32-34 Grha Citra Caraka/Witel IV. 3 A Bekasi Jatibening Rukan Villa Jatibening Toll Kaveling No. Otto Iskandardinata No. 88958059 (021) 8814241.3AJl. Gatot Subroto Kav. Kasuari Raya. 8461991. 54-55 SUDIRMAN HUB JAKARTA PLAZA MANDIRI Jakarta Plaza Mandiri Jakarta Mampang Jakarta Wisma Argo Manunggal Jakarta Gedung Bidakara Jakarta Wisma Baja Jakarta Pancoran Jakarta Gatot Subroto Jakarta Gedung Jamsostek Jakarta M. 155 Bekasi Sentra Niaga Kalimalang Jl. 4600081 (021) 4520245.25 Villa Nusa Indah Komplek Perumahan Villa Nusa Indah IBlok U3 No. Chairil Anwar Blok C No. Jl. Thamrin. 45856315. 4535911 (021) 45856822.23Jl. Raya Jatiwaringin No. Jl. 36-38 Jl. 45856279. Juanda No. Jend. Jend. 8814844. 46833624. Gatot Subroto No. Jl. 25-26 Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bogor Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Cikarang 17112 17141 17141 17114 17414 17411 17550 17550 17144 17112 17135 17147 17148 16969 17113 17412 17421 17520 17550 17550 (021) 8803023 (021) 8853507 (021) 8848683 (021) 8271328 (021) 8485643.151 Bandara Halim Perdanakusuma No. 45859416 (021) 45866152. 8485645 (021) 84972840. Raya Teratai Putih Blok 19 No. Bekasi Fajar Cikarang Ruko Sentra Ruko Sentra Cikarang Blok C No. I Gusti Ngurah Rai Gedung IS Plaza. Blok D. 45866154 (021) 4535909.3 .10-11 Raya HUB BEKASI JUANDA Bekasi Juanda Jl. Unit LG 47. 5267365 5263656. 8. 8462059 (021) 8981217 (021) 89902333. 71-73 Jl.17. Gatot Subroto Kav. Haryono Jakarta Gedung Patrajasa Jakarta Grha Citra Caraka WILAYAH HUB Jakarta Selatan 12190 (021) 5266566 ext. 45856277 4757451. Jend. Raya Pasar Minggu No. Lippo Cikarang Cikarang Jababeka Ruko Roxy Ruko Roxy Blok B No. Jend. Raya Bolevar Timur Blok NB I No. 8465362 (021) 89909420-1 (021) 89840781 . 82425306. Pramuka Raya Kav. Caman Raya. Raya Pondok Gede No. 52962256-7 (021) 5201885. Rawamangun Jl. Jend. 88872244. 5263756 7989909 2520054 83793120 5204338. Lantai 1.1 Bekasi Bulak Kapal Ruko Juanda Elok No.JARINGAN KANTOR Jakarta Pondok Kelapa Kavling DKI Jakarta Pasar Jatinegara Jakarta Waskita Karya Jakarta Klender Jakarta Pramuka Jakarta Halim Perdanakusuma Jakarta Otto Iskandardinata Jakarta Rawamangun Balai Pustaka ALAMAT KANTOR Jl. Pondok Gede Jakarta Jatiwaringin Jl. 263. 45856867 (021) 4757450 (021) 4714814-5. Raya Bekasi Km. Bolevar Barat Raya Blok LC-7 No. 45856317. 2 Jakarta Permata Ujung Menteng Ruko Permata Ujung Menteng Blok B1 Jl. 2 Jl.Juanda Bekasi Grand Mal Komplek Ruko Grand Mal Bekasi Kaveling B No.A1 Jakarta Rawamangun Pemuda Jl. 46833482 (021) 88852531-32 (021) 45853740-2 (021) 45847771-2 (021) 88872211.

Jl. 7397730 2700019 2700938 7190448 2702716.B. Bona Indah Blok A2/B7.II UA No. Kebayoran Baru Jl. Sudirman Kav. Pejaten Jl. Kalibata Gedung Haery Jl. Lebak Bulus Pertokoan Pondok Pinang Center Blok A 36/38/40. Pakubuwono VI No. Raya Pasar Minggu No. 3-7 Gedung BKPM. Pondok Indah Jl. 192 Blok A. 75921402 FAKSIMILI 8094754 8096961 5225828 8353987 5266528-29 7233715 2700854 5701275 5153012. 2700119 (021) 7945427-8 (021) 79190338-9 (021) 2702861-3 (021) 2700017 (021) 72794359. H. 135. 7543844 (021) 2700602-5 (021) 74701725. Taman Duta Kav. Dewi Sartika No. 5 A-C. Bangka Raya No. Ciputat Raya Jl. Kebayoran Lama Jl. 54-55 Jl. Jend. 7509191 (021) 7236142-5 (021) 78831247. 52-53 Jl. 71794585 (021) 7987185.184 A.T. 2700016 2700352. 5715400 (021) 5153003-4 (021) 7231355. Wisma Ritra Jl. 75921401. Jl. M. 5346981 (021) 5308376 (021) 71790829 (021) 7223462-63 (021) 53663322. Gatot Subroto Gedung Bursa Efek Jakarta. 7692063 (021) 7507366-7 (021) 7541916. Kebayoran Baru Perkantoran Ratu Plaza Unit GB 2A & 2B. R. Kebayoran Baru Jl. Jl.B.20Jl. Kyai Maja No.S. Jend. Kemang Raya No. Fatmawati No. Kebayoran Baru Jl.71794583. 7802464 (021) 7970906. Jl.4-5 Plaza Bapindo. Letjend. Gedung D. Metro Pondok Indah Kav. Jend. Haryono Kav. Jend. Jend. Kebayoran Baru Jl. Pondok Indah Mal Blok B/2 Gedung Aminta Plaza. 74701727 (021) 7493125 (021) 7503057 (021) 2701173-5 (021) 7542646 (021) 75920455 (021) 75921384. 61-62 Pertokoan Permata Hijau Blok DC No. 7512071 7507213 7691845 7507365 7533985. 727988815 (021) 7940450 (021) 75905080 (021) 7811469. 2700324 2700300 2700347 71790789 7987152 7814737 7694850.8 Jl. Fatmawati No. 66 Jl. Simatupang Kav. Ir. R. 43. 24-27. 7253780 (021) 5703265. 18 A Graha Iskandarsyah. 53663950. 53663951 (021) 51401090 (021) 2700501-3 (021) 2700106. Juanda No. 2702690 74705316 7491621 7653061 7396772 7533209 75920452 75921218 HUB JAKARTA SUDIRMAN Jakarta Sudirman Jakarta Mayestik Jakarta Ratu Plaza Jakarta DPR RI Jakarta Bursa Efek Jakarta Simprug Jakarta Gedung Pusat Kehutanan Jakarta Puncak Emas Jakarta Permata Hijau Jakarta Palmerah Jakarta Gedung AKA Jakarta Pakubuwono Jakarta ITC Permata Hijau Jakarta Plaza ABDA HUB JAKARTA FALATEHAN Jakarta Falatehan Jakarta Panglima Polim Jakarta Kalibata Jakarta Pasar Minggu Jakarta Wolter Monginsidi Jakarta Departemen PU Jakarta PLN Pusat Jakarta Grand Wijaya Jakarta Kemang Raya Jakarta Iskandarsyah Jakarta Melawai Jakarta Mabes Polri Jakarta R. 7812373 (021) 7507208-9. Raya Cilandak KKO No. 5200234 (021) 5346918. Arteri Permata Hijau Plaza ABDAJl. 7231358 5732972.39 Gedung AKA Lantai Dasar. Melawai Raya No. Wijaya II. 7692324 (021) 75816558-9 (021) 7805441. 10 Jl. Gatot Subroto Kav. Pejaten Jl. Trunojoyo No. Warung Buncit Raya No.S. 75 Jl. 18 Jl.11-11A Jl.44 Jl. 8 . Sudirman Kav. Kebayoran Baru Jl. 8. . Cilandak Jl. 7980666 (021) 7890989 (021) 78831183-4 (021) 7248700. Pondok Labu Gedung PT AAF. 15 A. 2 Jl. T. Kebayoran Baru Kemang Plaza. 17 No. Jl.II UA No. Cendrawasih I No. 39. 21. 78831086 (021) 75816903. 44 Wisma IKPT Jl.A. Panglima Polim Raya No. Metro Pondok Indah Lebak Bulus Poins Square Blok A 55. Kemang Selatan Raya No. Trunojoyo M 1 No. II UA 36-37. 2700853 (021) 5701274. 7692309 7236141 78831127 7699803 75816560 7805116 7801479 7980644 78845753 78831184 7392522 7972146 75912911 7811409 daftar cabang bank mandiri 153 . Cilandak Gedung Chase Worth. 2700202 2700122 7945429 79190337 2702864 2700018. Sultan Iskandar Muda No. 5711204 5202462.151 Jl. 48-50 Jl. 5 Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan 12430 12410 12550 12430 12430 12550 12560 12740 12520 12560 12150 12760 12420 12560 (021) 7504791.S. 5202464 5485627 5308376 7198430 72790837 53663622 51401091 2700516. Jend. Letjend.S. 5703246 (021) 5200208. 25 Jl. Harsono RM No.17 Jl. 15 Mal Pondok Indah 2 No. Kramat No. 7980932 (021) 7812371. Palmerah Barat No. Jl. Kebayoran Lama Selatan Kompk. Metro Pondok Indah Kav. Radio Dalam Raya No. Kyai Maja No.3. 7547565 2700606.15 A. R. Cirendeu Raya. 222 Jl. X Jl. Simatupang Kav. Jl. Wolter Monginsidi No. M. Letjend. Jl. Raya Ragunan No. R. Jl. Kartini KOTAMADYA/ KABUPATEN Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Tangerang Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Depok Jakarta Selatan Tangerang Tangerang Jakarta Selatan Jakarta Selatan Depok Jakarta Selatan Jakarta Selatan KODE POS 13630 13630 12190 12820 12190 12120 10270 10270 12190 12240 10270 12190 12210 10270 12730 12120 12210 12190 12160 12000 12740 12510 12180 12110 12160 12160 12370 12160 12160 12110 12120 12790 12750 12560 12310 12130 15419 12140 12310 12310 12310 12440 12310 16514 12220 15412 15412 12310 12240 16514 12310 12440 TELEPON (021) 8094755 (021) 8096961 (021) 5225828-9 (021) 8294717 (021) 5266527 (021) 7233486. T. 2700299 (021) 2700347. Jend. Sudirman No. Jl. Jl. 12-14. Gatot Subroto. 74701726. Warung Jati Barat No. 15C Ruko Kalibata Indah Blok K No. 8 D Graha Elnusa. RS.32 Jl. 7698778 2702867 7444812 2700627 7506721 7512061. Pusat Pertamina Jakarta Kemang Plaza Jakarta Kalibata Rawajati Jakarta Kemang Selatan Jakarta Pondok Indah Jakarta Gandaria Jakarta Cirendeu Jakarta Radio Dalam Jakarta Mal Pondok Indah Jakarta Aminta Plaza Jakarta Plaza Pondok Indah Jakarta Lebak Bulus Jakarta Pondok Pinang Center Cinere Jakarta Kebayoran Lama Tangerang Graha Karnos Jakarta Ciputat Center Jakarta Pondok Indah Metro Jakarta Arteri Pondok Indah Cinere PLN Gandul Jakarta Mal Pondok Indah 2 Jakarta Lebak Bulus Poins Square HUB JAKARTA PONDOK INDAH HUB JAKARTA FATMAWATI Jakarta Fatmawati Jakarta Cipete Jakarta Pejaten Jakarta Pondok Labu Jakarta Simatupang Jakarta Ragunan Jakarta Kawasan Komersial Cilandak Jakarta Warung Buncit Raya Jakarta Jatipadang Jakarta Gedung Elnusa Jakarta ITC Fatmawati Jakarta Mampang Imigrasi Jakarta Fatmawati Cenderawasih Jakarta Cilandak KKO Jl. Warung Buncit Raya No. Pondok Indah Jl. Gandaria Tengah III No. 57. Iskandarsyah Raya No.B. 7251091 (021) 2700107 (021) 7199123-7 (021) 2702711-3 (021) 2700346 (021) 7255467. Ciputat Pertokoan Ciputat Center. 7506793 (021) 7512062-67 (021) 7507213-4 (021) 7692733-34. 75. 8A. Pertokoan Prima Indah No. 32-33 Jl. T. Simatupang Kav. 7505045 (021) 2702865-7 (021) 7444809-810 (021) 2700439-626-440 (021) 7506717-9. 3.302 H Jl. Letjend. 7233487 (021) 2700851. Fatmawati Jl. Kebayoran Baru Jl. 7987186. 7818880. Raya Pasar Minggu Km. Cipete Jl. Raya Kebayoran Lama No. Jl. Jl. 9 Gedung MPR/DPR RI Senayan. 7805184 (021) 7801478. Falatehan I No. Jl. Arteri Simprug. 7219288 (021) 71794582. Jend. 89 J. Kemang Raya No. Karang Tengah. 39A. 6 A1-2. 20. Jl. Cinere Raya Kav. Kantor PLN (Persero) UBS P3B.G 33 CJl. Garuda No. Ciputat Raya No. Sudirman Kav. Cawang Jl. Kebayoran Baru Jl. Haryono No. KP Departemen Pertanian Jl. Komp.JARINGAN KANTOR Jakarta Dewi Sartika Jakarta Nindya Karya Jakarta BKPM Jakarta Wisma IKPT ALAMAT KANTOR Jl. Jl. Fatmawati No.T. Wijaya Grand Center Blok B 1-3 Jl. Raya Cilandak KKO. 5154165 7253787. Manggala Wanabakti Jl. 7812372. Sudirman Kav. 78835622 7504326. Rawajati Timur. 6. Kawasan Komersial Cilandak Gedung III Jl. Kebayoran Baru Ruko Grand ITC Permata Hijau Blok Emerald G 28 Jl. 1 B Ruko ITC Fatmawati No. Patimura No. Metro Pondok Indah.

Serpong Simpang Tiga Puspitek Serpong Ruko Pondok Aren. Letjend. Jl. Jati Murni. Raya Hankam No. 4233546 7205633 7300369 5411336. Transyogi Km. Fakultas Ekonomi Jakarta Timur Bekasi Bogor Bekasi 13520 17431 16968 17435 (021) 80878729. 4203461. Siliwangi No. A-22-23 Ruko Bukit Sawangan Indah Blok F 2 No. Petukangan Ruko Pasar Modern BSDSektor Commercial I Blok R No.5 Komplek TMII. Cisalak Jl. Raya Lenteng Agung.6. 87909462 (021) 7715427. Depok II Tengah Jl.7-8. Asia Afrika No.4 Jl. 2502549. Burung Gereja Blok B2 HS 2 No. Bintaro Jaya Jl. 7536360 (021) 78849075. 53158542 (021) 53161747 . 80878730. Bintaro Jaya Sektor I Komplek Pertokoan Pamulang Permai Jl. Gunung Rinjani No. Jl. 87781739 FAKSIMILI 7364068-9 7421009 7375884 7357318 5376769 7426021 2700298 7424976 74863971 7351303 7372450 53158543 53161781 7560950 73886485 8403961. Kramatjati Jakarta Pasar Induk Kramatjati Pasar Induk Kramatjati Blok B. Gedung Sasana Kriya No. 8446542 (021) 84596942. Bintaro Jaya Jl. 5406674.13 Blok R-G. 73886679 (021) 8403957. 132-B Jl. Jl. PPPTMGB Lemigas. Raya Alternatif Cibubur-Cileungsi Komplek Citra Grand Ruko 2 No. 23. Dewi Sartika No.49Jl. Asia Afrika No. 638 Jl. Sawangan Jl. 268 Jl. Raya Terusan Kopo 228 A Jl. 35-D Jl. Lapangan Tembak.B. Depok II Timur Jl.17Jl. Bintaro Jaya Sektor VII Blok MN 29 Jl. 107 Jl. 77827453 (021) 7270086 ext. Bintaro Utama. M. 162 Jl. Jl. 57 Jl. 84303650 80878727 84592091 84935675 84302578 HUB DEPOK Depok Jakarta Cimanggis Jakarta Cibubur Depok Bukit Sawangan Citeureup Depok Tengah Depok Kelapa Dua Depok Cisalak Depok I Depok ITC Depok Timur Jakarta Universitas Pancasila Depok Cinere Limo Depok Universitas Indonesia Depok Jakarta Timur Jakarta Timur Depok Bogor Depok Depok Depok Depok Depok Depok Jakarta Selatan Depok Depok 16432 13710 13720 16518 16810 16411 16951 16416 16432 16431 16417 12640 16514 16424 (021) 7520569 (021) 8710013. Raya Ceger No. Pungkur No. Pahlawan Seribu. Soekarno Hatta No. Jl. 7374758 (021) 73887739. 87794902 (021) 8403190 (021) 8096791 (021) 8400248. 15. 2531942 5410568 4205312 6403199 6046261 7333995 4262348 HUB BANDUNG ASIA-AFRIKA UTARA Bandung Asia Afrika Utara Bandung Kiaracondong Bandung Buah Batu Bandung Binacitra Bandung Asia Afrika Selatan Bandung Metro Bandung Soekarno-Hatta Bandung Siliwangi Bandung Kopo Bandung Alun-alun Bandung Jamika Bandung Sumbersari Bandung Burangrang Bandung Pungkur WILAYAH HUB Jl. Jl. 7506632 4206998. 73887964. 59 Plaza PP. Raya Pondok Gede No. Sektor II. Cinere Kampus Universitas Indonesia. Margonda Raya No. 7362404 (021) 7357272. Soekarno Hatta No. Jamika No. 87100775 (021) 87704204-6 (0251) 604904. Kelapa Dua.1. Burangrang No.AKS/001. Raya Akses UI No. Mayor Oking No. Pertokoan Ramayana Blok A No. 51 Jl. Serpong.15 Jl. 7425635 (021) 2700298. 3 Jl. 4262347 PEMBUKAAN CABANG BARU 154 daftar cabang bank mandiri . 604905 (021) 87942420. 84930635 (021) 84302577. Perumahan Kota Wisata.18 Jl. 5409846 4240281 7562091 7562944 2531940. 7425932. 4336693 (022) 7273046 (022) 7320854-5 (022) 5422366. (022) 5425541-3 (022) 4205555 (022) 6403199 (022) 6046262 (022) 7333999 (022) 4262345. 77205270 (021) 77202319. 87942283. Raya Parung KM. Kiara Condong No. Pertokoan Cibubur Indah Blok. Citeureup Komplek Ruko Sukmajaya No. Raya Jakarta Bogor Km. Tanjung Barat Komplek Mabes ABRI Cilangkap Kokan Anggatra PUSDIKKES No.120 (021) 7536364. Proklamasi Raya Blok A No.5 C. Jl. 80878731 (021) 84592090. Pondok Gede Ruko Sentra Eropa Blok A No.18 B-C.S.B. Soekarno Hatta No.59. Srenseng Sawah Jl. Jl. 486 Bandung 40266 (022) 7506242. 77829381. Pondok Gede Gedung BP2TKI Lantai 1. 5406693 (022) 4240282 (022) 7508202 (022) 7562950 (022) 2506858. B 16 KOTAMADYA/ KABUPATEN Jakarta Selatan Tangerang Tangerang Jakarta Selatan Tangerang Tangerang Jakarta Selatan Tangerang Tangerang Jakarta Selatan Jakarta Selatan Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Jakarta Timur Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Depok Bekasi Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur KODE POS 12330 15417 15225 12330 15311 15411 12230 15418 15225 12330 12270 15318 15322 15310 15222 13760 12530 13870 13510 13510 16954 17435 13750 13560 13550 13540 TELEPON (021) 7340924-8 (021) 7421007-8 (021) 7362419. RS C. 84597382 (021) 84935699. 486 Jl. 42-43 Sektor III. 2 Jl. Letjend. 87794874.35. T. 78849076 7762684 8710776 8703106 604908 87942683 7715441 87712226 8734220 77205361 77202356 77830194 78880410 7536368 78849074 WILAYAH VI/ BANDUNG Jl. 28 Jl. 15. Bintaro Utama 3 A Blok D No.JARINGAN KANTOR HUB JAKARTA BINTARO JAYA Jakarta Bintaro Jaya Jakarta Pamulang Tangerang Bintaro Jakarta Bintaro Burung Gereja Tangerang Bumi Serpong Damai Tangerang Pasar Ciputat Jakarta Gedung Lemigas Tangerang Pondok Cabe Mutiara Tangerang Bintaro Sentra Menteng Jakarta Bintaro Veteran Jakarta Petukangan Tangerang BSD Modern Tangerang ITC BSD Tangerang Serpong Tangerang Jurangmangu ALAMAT KANTOR Jl. Ruko Madison Square B3-3A.B 3.49 (021) 7560948-9 (021) 73887963. 7357277 (021) 5376767/68 (021) 7426545.6. 8. Veteran No.11-12 Komplek Cibubur Point Automotive Center Blok A 12 Jl. Cimanggis Jl. Ciledug Raya Komplek Pertokoan Pondok Cabe Mutiara Blok B-3A. 88 C. 80882150 (021) 8090364 (021) 84592909. 23 . Pahlawan Seribu Ruko ITC BSD No. 73887620. 95 Jl. Jl. Raya Parung Ruko Sentra Menteng. Cibubur Time Square Cibubur.10-11. 8414446 7892953 8711447 8000378. 8408283 (021) 7892955-7. Soekarno Hatta No. Raya Bogor. 73887702 (021) 53158541. 84930634. Cinere Raya No. 84596941 87794824. 72795635 (021) 7490389 (021) 74864018-9 (021) 73889818. 8734117 (021) 77205078.PP8-A1 dan PP9-A1. Raya Alternatif Cibubur – Cileungsi Km. 77202325 (021) 77831443. Jl. 17 Jakarta Condet Bekasi Ujung Aspal Cibubur Kota Wisata Cibubur Time Square Jl. T. Margonda Raya Jl. Raya Condet No. 7715432 (021) 87712226 (021) 8734224. Raya Bogor Km.H. Raya Bogor Km. 8711748 (021) 8000455. Soekarno Hatta No. 7511478 7505810. Raya Ciledug No.97 B KC KCP KK Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung 40112 40281 40264 40235 40261 40286 40266 40132 40226 40001 40231 40222 40262 40251 (022) 4207026. Raya Bogor Km. Raya BogorKm 31 No.6. Tole Iskandar. 118-120 Jl. Jl. 33 C Jl. Simatupang. Ciputat Kanpus. Alternatif Km. 7891226 (021) 8441076. Jl. 84303649. 25 AB Pertokoan ITC Depok No. Sektor IV Bumi Serpong Damai Ruko Mutiara Center CiputatJl. 23 Bintaro Jl. Simatupang No. Thamrin Jl. 2531941. Asia Afrika No. Nusantara Raya No. Jl. 7351265. 4262346.4. Buah Batu No.18 B. 80876863 8090324 84592910 84300086 87794915 8714954 8008963 8400879 HUB JAKARTA PASAR REBO Jakarta Pasar Rebo Jakarta Gedung Aneka Tambang Jakarta Cilangkap Jakarta Kramatjati Jakarta Plaza Kramatjati Indah Cibubur Automotive Center Cibubur Citra Grand Jakarta Cijantung Jakarta Taman Mini Indonesia Indah Jakarta R.

2043311 6644628 6020360 201507 6032296. 17 Jl. Komp. Pemuda No.T. 124. 38 Jl.35. 730. Raya Cimindi No. 287 B. 663010 (0234) 351450. 26 Jl. Ahmad Yani (Pupuk Kujang) Jl.457 Komplek Taman Kopo Indah II Ruko IB No. Pamanukan Jl. 382401 221236 381134. 438768 (024) 3544181 (024) 8310325. Mustofa No.S. Ahmad Yani No. Juanda No.H. 295 A Jalan Jend. Jend. Jalan Raya Pajajaran Jl. 139 Jl. 24 Jl. Pelabuhan Ratu Jl. 4238129 402853. H. 6032301 (022) 2041933 (0260) 554555 (0260) 417773. 47 Cibinong Jl. Sudirman No. 864-866. Cikutra No. 3520487. 320008. 130 Ruko Bantar Kemang No.5 Jl. 8414263 3520485 3545365 438769. 210276. Mayor Dasuki No. Kapten Muslihat No. By Pass Jl. Cicurug Jalan Siliwangi No. Martadinata No. 7210866 (022) 2043996 (0265) 742466 (022) 4236030 (0267) 402353. Jend.104 Jl. Raya Cipanas No. Junjunan No. Suroso No.E. 137. HOS Cokroaminoto No. Bangkong Plaza B 4-6 Semarang Semarang Kudus Semarang Semarang Semarang 50139 50139 59301 50137 50134 50242 (024) 3520486. 12 Jl.152 D Jl. 155 A Jl. 182 Jl. Suria Sumantri Jl. 23450-1. 351440 (0234) 28475 (0234) 325438. 876557 (0233) 663007. Haryono No. Jl. 321513 (0234) 22001 (0232) 876457. Ahmad Yani No. M. 4. 32-34 Jl. 3517349 (024) 3514321. Sudirman No. Ahmad Yani No.465 A Kawasan PT Pupuk Kujang Jl. 21 Komplek STT Telkom. 6002019 2034958 551357 416665 6634659 2007496 4237271 6631643 2041073 6808213 611623 323967. Mayor Abdurachman No. 67 Gedung Kantor Pusat PT Telkom. Dr. Jend. 210277 (0265) 333328 (0265) 323261 (0265) 771538 (022) 7512480 (022) 7791010. Kantor No. 8310259. Raya Dangdeur No. 324836 (0266) 221319 (0251) 381136. Plered KOTAMADYA/ KABUPATEN Bandung Bandung Bandung Bandung Tasikmalaya Bandung Bandung Bandung Bandung Garut Sumedang Tasikmalaya Tasikmalaya Ciamis Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Ciamis Bandung Karawang Cikampek Bandung Bandung Bandung Purwakarta Bandung Bandung Subang Subang Cimahi Bandung Bandung Bandung Bandung Padalarang Cikampek Bogor Sukabumi Bogor Bogor Bogor Sukabumi Cianjur Cianjur Sukabumi Sukabumi Bogor Bogor Bogor Cianjur Cirebon Cirebon Cirebon Cirebon Indramayu Kuningan Majalengka Jatibarang Indramayu Cirebon KODE POS 40254 40377 40226 40115 46113 40282 40115 40611 40133 44115 45323 46125 46114 46211 40133 40394 40125 40274 40121 40131 43622 40111 41314 41373 40161 40525 40173 41115 40174 40141 41254 41211 40532 40146 40251 40175 40161 40553 41373 16121 43132 16123 16121 16916 43131 43211 43553 43159 43363 16153 16720 16143 43214 45111 45112 45124 45154 45212 45511 45453 45273 45217 45154 TELEPON (022) 5222752 (022) 5892828 (022) 5421777 (022) 4241411 (0265) 331821 (022) 7213707 (022) 4209093 (022) 7800135 (022) 706661 (0262) 231698 (0261) 210275. Raya Tajur No. 8 Pertokoan Siliwangi No. 11 Jl. 416445. 20 Q. Japati No. 176 Jl. Sudirman No. Raya Panembahan No. 663008. 353104 326852 87916724 221116 266078 511039 736364 434652 390287 319825 350085 261749 203084 201596 207021 321026 22901 871742 662004 353569 28722 321345 HUB BANDUNG SURAPATI Bandung Surapati Tasikmalaya Otto Iskandardinata Bandung Ahmad Yani Bandung Martadinata Bandung Ujungberung Bandung Kanpus Telkom Garut Sumedang Tasikmalaya Mustofa Tasikmalaya Sutisna Ciamis Bandung STT Telkom Bandung Rancaekek Bandung Jamsostek Bandung Gatot Subroto Bandung Cibeunying Bandung Cihampelas Ciamis Banjar HUB BANDUNG BRAGA Bandung Braga Karawang Dawuan Cikampek Bandung R. 133 Jl. 124 Jl. 7791001 (022) 7207437 (022) 7320412 (022) 7218551. Pandanaran No. 48 Jl. 8312807. Raya Tegalwangi Km. Jend. Raya Cimahi No. Ahmad Yani No. Kepodang No. Pajajaran No. 380763 (0251) 387356 (0251) 329512 (0263) 261730 (0231) 205506-7. Ahmad Yani No. Japati No. 439278 3544184 8414125 8414346 daftar cabang bank mandiri 155 . Sutisna Senjaya No. Sukajadi No. 6808206 (0264) 316386 (0251) 313644. 414944 316385 203184. Nasution No.103 Jl. Ir. 204 A Jl. 1-B Jl. Siliwangi No.92 Jl. Siliwangi Jl. Otto Iskandardinata No.124 A Jl.99 Jl. Raya Padalarang No. Raya Balongan (Depo Pertamina) Jl. 402679. 1 Jl. Kadipaten Jl. 9 No. Jend. 73 Jl.5 Ruko Taman Pondok Mas Indah No. 293 Jl. Surapati No. 2042734 (022) 6808214. Panjaitan No.51. 612 Jl. Pemuda No.270 Jl. Baros Setrasari Plaza Blok A No. Otto Iskandardinata No. 317 Jalan Cihampelas No. 4241436 331824 7213708 4204991 7815020 706562 232675 210565 333336 335059 771384 7207501 7791001 7207437 7313469 7210764 2043997 744719 4204444. Ion Martasasmita No. 2 Jl. 58 Jl. 310 Jl. 6631663 (022) 2037944. Raya Soreang No. BKR No. 2031762. 434654 (0251) 380733.I. 403127 (0264) 316140 (022) 2042575 (022) 6644628 (022) 6020295-6 (0264) 201505 (022) 6018862. 44 Jl. 164 Jl. 329611 (0251) 311129 (021) 87916724 (0266) 222801 (0263) 268383 (0263) 511037 (0266) 732512 (0266) 434651. R. 51 Jl. 8310719 (024) 8312736. Raya Bogor Km. 88 Jl. 416550 (022) 6634666 (022) 2002465 (022) 4224728. A. Jl.S. Suwarto No. Siliwangi No. 4 Jl. 325439 FAKSIMILI 5226925 5896133 5421505 4207552. Rancaekek Jl. Setiabudi No. 206204 (0231) 203025 (0231) 202125 (0231) 321260. Raya Timur No. 1 Jl.39-40 Jl. 125 Jl. Jend. Braga No. 4224730 (022) 6631642. 294 Jl. Raya Pajajaran No. D. Yos Sudarso No. Ahmad Yani No. 43. 62. Letjend. Suryakencana No. Pacet Jl. 73 Jl. Jl. 3514327 (0291) 432974.JARINGAN KANTOR Bandung BKR Bandung Soreang Bandung Taman Kopo Indah ALAMAT KANTOR Jl. Jend Gatot Subroto No. H. Hasan Sadikin Cimahi Bandung Pasteur Purwakarta Bandung Pajajaran Bandung Setiabudi Pamanukan Subang Baros Lewigajah Bandung Setrasari Plaza Bandung Otista Bandung Cimindi Bandung Sukajadi Padalarang Cikampek GKB PT Pupuk Kujang HUB BOGOR JUANDA Bogor Juanda Sukabumi Sudirman Bogor Suryakencana Bogor Kapten Muslihat Cibinong Sukabumi Ahmad Yani Cianjur Cipanas Cicurug Pelabuhan Ratu Bogor Warung Jambu Bogor Tajur Bogor Pajajaran Cianjur Cokroaminoto Cirebon Yos Sudarso Cirebon Jalan Kantor Cirebon Siliwangi Cirebon Tegalwangi Indramayu Panjaitan Kuningan Majalengka Kadipaten Jatibarang Indramayu Balongan Cirebon Plered HUB CIREBON YOS SUDARSO WILAYAH VII/ SEMARANG HUB SEMARANG PEMUDA Semarang Pemuda Kudus Semarang Kepodang Semarang Pandanaran Semarang Bangkong Plaza Jl. Gerbang Puri Tirta Kencana Jl. 19 Jl. 210 Jl. Pasteur No. Ahmad Yani No.172 Jl. 4.

Raya Sukowati No.JARINGAN KANTOR Semarang R. Ahmad Dahlan No. Jl. Brigjen. 671 E-F Jl. Katamso No. Utama Tengah No. Laksda.S. 36 A-B Jl. 642556 (0282) 695026 FAKSIMILI 8317546 321331 8445710 6725703 591666 531547 424625 385065 3563450 8505672 7461191 439901 8311366 64282 3585084 3517337 8505501 6924295 596239 643460 425062 586065 322460 642652 491012 7604357 3586939 3551918 314546 561893. Haryono No. Slamet Riyadi No. Pahlawan No. Pangeran Diponegoro No. 31 Jl. Jl. 203 Jl. 424632. Maos Kidul KC KCP KK KOTAMADYA/ KABUPATEN Semarang Salatiga Semarang Semarang Jepara Blora Cepu Pati Semarang Semarang Semarang Kudus Semarang Magelang Semarang Semarang Semarang Semarang Temanggung Weleri Purwodadi Muntilan Wonosobo Kutoarjo Temanggung Semarang Semarang Semarang Magelang Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyajarta Yogyakarta Bantul Yogyakarta Sleman Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Solo Solo Solo Solo Klaten Sragen Boyolali Solo Wonogiri Karanganyar Kartosuro Tegal Purwokerto Cilacap Pekalongan Pemalang Tegal Gombong Brebes Tegal Banjarnegara Purbalingga Kroya Pekalongan Purwokerto Cilacap KODE POS 50231 50711 50241 50191 59417 58215 58312 59112 50174 50232 50263 59312 50241 56126 50246 50010 50232 50511 56254 51355 58111 56414 56311 54212 56213 50184 50136 50137 56115 55232 55281 55283 55231 55281 55121 55213 55711 55281 55511 55121 55281 55121 55284 55281 57141 57142 57111 57115 57413 57211 57316 57157 57611 57771 57162 52123 53114 53212 51111 52313 52131 54411 52212 52194 53411 53312 53282 51119 53124 57232 TELEPON (024) 8412503. Dr. Jend. 493863 (024) 7606303. 10 Jl. 7606342. Sardjito Yogyakarta Kaliurang HUB YOGYAKARTA SUDIRMAN HUB SOLO SRIWEWDARI Solo Sriwedari Solo Purwotomo Solo Slamet Riyadi Solo Pasar Klewer Klaten Sragen Boyolali Solo Baru Wonogiri Palur Kartosuro Tegal Arif Rahman Hakim Purwokerto Cilacap Pekalongan Imam Bonjol Pemalang Tegal Sudirman Gombong Brebes Tegal Banjaran Adiwerna Banjarnegara Purbalingga Kroya Pekalongan Hayam Wuruk Purwokerto Unsoed Cilacap Maos WILAYAH HUB HUB TEGAL ARIF RAHMAN HAKIM PEMBUKAAN CABANG BARU 156 daftar cabang bank mandiri . 424631. 415389 565475 368470 548956 865566 376428 487657 515621 518671 889657 711888 713896 645500 635018 321277 894611 325029 645586 323658 827589 784240 353628 636687 535408 425134 321433 351309. Sisingamangaraja Jl. Jend. Sleman Jl. Jenderal Sudirman No. 5100092 (296) 424627. 26. 586432 560920. 100 Jl. 597227 (0294) 644009. 148 (0274) 368469. 868405 Ex. Suprapto No. 3304210 (0283) 442255. Nusantara. Kaliurang. 492105 (0285) 424671. Jl. 8453529 (0298) 321002. 534826 (0285) 425131-33 (0284) 321647. Sudirman No. Hayam Wuruk No. Ahmad Yani No.6. 16 Komplek Pasar Klewer Los E 27-29. 34 Jl. Depok. Jend Sudirman No. Jl. Brigjend. 473115 (0283) 673535. 366763 (024) 3522790 (024) 3544031-3. 422550. 14. 15 Komplek Pertamina Depot Maos. Adisucipto No. 60 Jl. 439904 (024) 8415362 (0293) 364012. Gajah Mada No. 323917 (024) 8442595. 533806. 584140 (0274) 584758. Pahlawan No. 329 Jl. Raya Palur No. 6-7 Kompleks Pelabuhan Tanjung Emas. Boenyamin No. Jendral Sudirman No. 18 Jl. Rajiman Jl. Kariadi Salatiga Semarang Gedung Telkom Semarang Majapahit Jepara Blora Cepu Pati Semarang Pelindo Semarang Patrajasa Semarang Srondol Kudus Alun-alun ALAMAT KANTOR Jl. 321980. 6725704 (0291) 591555 (0296) 5100091. 8303005. 596598. 342156 (0287) 473620. 424737 (0295) 385909. 114 Jl. Adiwerna Jl. 55 K. Jl. 463 Jl. 3542041-2 (024) 8312141. Jl. Jl. Setiabudi No. 26 Jl. S.H.3 C Jl. 10 Jl. Brigjend. 342155. Jend.T. Jend. 473621. 10 Kompleks Ruko Majapahit. Jl. 386067 (024) 3585382 (024) 8505673. Pertamina. 16 Jl. 642148 (0292) 425061 (0293) 586066 (0286) 322474 (0275) 642000 (0293) 493862. 364989. Sudirman No. Candi Raya Blok F1E No. 54 Plaza Atrium Blokc C-D. 41 Gedung PT Telkom (Persero). Jaten Jl. 1 Jl. 673536. Coaster No. Ahmad Yani No. Tentara Pelajar No. 6644096 (0273) 323656. 9 Jl. 551654 415388.7612381 (024) 3586267. Jenderal Sudirman No. 415616.165 Jl. 5 Jl. Imam Bonjol No. Ruko Sultan Agung Jl. Jend. 132 Jl. 3 Jl. G 62 E & F Jl. 368470 (0274) 521412 (0274) 865123. 60 Pertokoan Plaza Puri Blok A No. 339 Jl. 566353 ext. 7461216 (0291) 439902.S.285 (0274) 376428 (0274) 486163 (0274) 515621 (0274) 518671 (0274) 889645. Pulisan Jl. Sumbing No. Raya Magelang Km. 560921 543029 562878 543031. 25 Kampus STIE YKPN. 642010. Parman No.419 Jl. Jl.1 Kawasan Industri CandiJl. 3586268 (024) 3510537. 4 Jl. 3512929. DR. Sekip Blok L-6 Jl. Jl. Pemuda No. Slamet Riyadi No. 442377 (0286) 591333. 7461215. 324880 (0283) 351391. 664407. 302-304 Jl. Gatot Subroto No. Parman No.1-2 Jl. HOS Cokroaminoto No. Ahmad Yani No.13A Jl. 3551921 (0293) 314503 (0274) 586425 (0274) 560915 s/d 560919 (0274) 584041. Bulak Sumur Jl. Komplek Pertokoan Rejotumoto Jl. 198 Jl. Sudirman No. Kotak Pos 21 Jl. 351310. 11 Jl Yos Sudarso No. Arief Rahman Hakim No. 562415 (0274) 543032 (0274) 415392. 28. Pemuda Tengah No.5 (0282) 533193. Slamet Riyadi No. 69 B Hotel Garuda. 241 Jl. Mgr. 107 Jl.A5 C. 424670 (0281) 642555. Pemuda Jl.32. Mpu Tantular No. Majapahit No.97 A-B Kompleks Ruko Muntilan Plaza. HR. Pangeran Diponegoro No. 422085. Malioboro No. Sugiyopranoto No. 591999 (0281) 895555 (0282) 492086. Brigjend. Bantul Lobby Gedung Magister UGM. Sutomo No. 8413191. Kaliurang Km. Gang Pinggir No. Suryotomo No. 324030. 28. Kesehatan Sekip. Pahlawan No. Alun-alun Selatan No. 327840.10. Ahmad Yani No. 10 A Jl. 889646 (0271) 715455 (0271) 711161 (0271) 644911 (0271) 642925 (0272) 327844. Jend. 19 Jl. Dr. 19 Jl.5 Jl. Condong Catur Jl. Sudirman No. 322194 472695 3308880 445545 591839 891977 492087 421501 642557 695009 HUB SEMARANG PAHLAWAN Semarang Pahlawan Magelang Semarang Sugiyopranoto Semarang Mpu Tantular Semarang Candi Baru Ungaran Parakan Weleri Purwodadi Muntilan Wonosobo Kutoarjo Temanggung Semarang Kawasan Industri Candi Semarang MT Haryono Semarang Gang Pinggir Magelang A Yani Yogyakarta Sudirman Yogyakarta Wisma PU Yogyakarta Gejayan Yogyakarta Diponegoro Yogyakarta UGM Yogyakarta Katamso Yogyakarta Malioboro Bantul Yogyakarta Gedung Magister UGM Sleman Yogyakarta Ahmad Dahlan Yogyakarta STIE YKPN Yogyakarta Suryotomo Yogyakarta R. M.5 No. Prof. Parakan Jl. Sudirman No. Yos Sudarso No. 8314450. K. 327841 (0271) 890585 (0276) 322702 (0271) 663542. 8442550 (024) 6924296. 356211. 8314441 psw 8826 (024) 7461192. 323657 (0271) 827029 (0271) 780822 (0283) 351181. 109 Jl. Diponegoro No. S. Gejayan No. R. 921989 (0293) 596471-73. 8445672 (024) 6725702. 31 Jl. Jl. 415670. 439903. Condongcatur. Seturan Hotel Limaran. 357411 (0281) 632222 . Kates. 387 Jl. Raya Banjaran No. 415672 (0274) 561556. 294 Jl. 53 Jl. 358151.

331436. 8499773 (031) 5345620 (031) 3298482 (031) 8420753-54 (031) 319944. Darmo Indah Timur Blok SS No. 27-31 Ruko Cempaka Mas Blok A 1-2. Mayjend. Dupak No. Basuki Rahmat No. Basuki Rahmat No.81 Jl. Pahlawan No.60 C-D Kav. 422212. 8285823 (031) 8474247. 120 Jl. 5-6. Perak Barat No. 5046746 (031) 5674347. 47. Bebekan No. 93-95 Jl. 55 Jl. Jl. Pemuda No. Ngagek Jaya Selatan. Lamongrejo No.JARINGAN KANTOR Pekalongan Alun-alun ALAMAT KANTOR Jl. 5617389 7344472 8410435 8941577 324302 8922283 5026330 3531796 8971304 8671661 7328525 7344071 7860004 842323 8554113 3823297 7344679 5316778. 207. Kapasan No. Darmo Raya No. 8484491 (0331) 486671 (0335) 421205 HUB SURABAYA GENTENGKALI HUB SURABAYA BASUKI RAHMAT HUB JEMBER ALUN-ALUN Jember Alun-alun Probolinggo daftar cabang bank mandiri 157 . Pangeran Diponegoro No. Gentengkali No. Lt. 330803. 7344708 (031) 7860003. 5320631. 5661816 (031) 7344473-4 (031) 8439581 (031) 8921327 (0324) 331000. Basuki Rachmat No. Ahmad Yani No. 423990 FAKSIMILI 421780 WILAYAH VIII/ SURABAYA HUB SURABAYA NIAGA Surabaya Niaga Surabaya Stasiun Kota Surabaya Pelabuhan Tanjungperak Surabaya Tanjungperak Surabaya Jembatan Merah Surabaya Kusuma Bangsa Surabaya Baruna Surabaya Kembang Jepun Surabaya Indrapura Surabaya Pahlawan Gresik Tuban Bojonegoro Lamongan Surabaya Margorejo Surabaya Pasar Turi Surabaya PT.23. Rungkut Industri Raya No. No. Raya Diponegoro No. 10 Jl.67 Kav. 5323880 (031) 3298333. 7344693 (031) 5316760-66 (031) 8663363 (031) 5046745. 7317618 (031) 7344049. 3-9 Kantor Pusat PT. 5669893 (031) 5624701 (031) 5030765 (031) 5999869.06 Jl. 3294481 (031) 3550091 (031) 3535715 (031) 3534072-74 (031) 3981300 (0356) 320786.1001T-1002T. Raya Krian No. Raya Margorejo Indah Kav. 3 Jl. Dr. Perak Timur No. 210 Jl. H. Yani Komplek Mandiri Menanggal C1-C2 Jl. 45 Jl. 106 Jl.43 Jl. Waru Ruko Kenjeran IndahJl. 5687458 (031) 5311303-4 (0321) 323086 (031) 5340756 (0321) 875141. 8982377 (031) 2986422. 331437 (0353) 892110. Indrapura No. 2-4 Jl. Jend. 375 A-B Jl. 8673866 5034988 5662839. 5316597 3547571. 842325 (031) 8557335. Jemursari No.45 Jl. Soekarno Hatta No. 41 Menara BBD. Sungkono No. Wonokromo Raya Jl. Jl. Jl. Wonokromo Jl. Kedungdoro No. Kartini No.131-132 Kompleks Pertokoan Dupak Megah Blok B-6.28 Pusat Perbelanjaan Pasar Atom. 3981745 ext. 2 Jl. 5020701 (031) 3531820. 318774 (031) 8499502. Kapas Krampung No. 5484384 (031) 5319511-15 (031) 5663045 (031) 5927468 (031) 8720705-6 (031) 5661745. Mojopahit No. 487704 422303 Jl.151 Ruko Pondok Mutiara Indah Blok N-01 Jl. PAL Jl. Mayjend. 3293578 (031) 3520091-99 (031) 5323642. 3531825 (031) 8982375. Moestopo No.160 Ruko Gateway Blok C-7. 8982376. 8667596. 42 .1 dan 2 Jl. 155 Jl. 5686756.10 Jl. 217 A Jl. 3292354 3550576 3522653 3530561 3981442 320787 892114 318773 8499031 5345603 329848 840754 3719944 3984608 3292354 5623963 5462852 3737468 5484393 5316716.1 Stand No.168-170 Jl.156 Jl. 425240. Klampis Jaya No. Wiyung Jl. Stasiun Kota No. 5674348 5043702 5035346 5981622 5677843 5311305 323093 5311432 875542 7668423 8285713 8474376 8288144 5995025 8484493 485461. 5669892. Babatan Pantai No. 5462853 (031) 3737469. 121 F Jl. 512 Blok H3-H4 Jl. 7664559 (031) 8292659. 5320641. 318300. Kembang Jepun No. Kusuma Bangsa No. 5484383. Bunguran No. 3533029 3530951 3294234 3293579 3525779 5313298 3294675. Pucang Anom Timur No. Perak Timur No. 129-137 Surabaya 60271 (031) 5316760-66 5316776. 25-27 Jl.A. Raya Menganti No. 8688419 (031) 7328524. 7860005 (0343) 842324. Raya Bukit Darmo Boulevard No. Sungkono Jl. Palem TC 1 / 12.44 Jl. 159 Jl. 5981670 (031) 5685574. Undaan Kulon No. Raya Porong No. 5662853. Plaza Manyar Megah Indah Blok J 5-6 Jl. 8292314. Raya Rungkut. Jl. 875541 (031) 7660056. 892113 (0322) 318200. Jl. 398 Jl. 8474458 (031) 8287568. Panglima Sudirman No. Basuki Rahmat No. 23 Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Gresik Tuban Bojonegoro Lamongan Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Gresik Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Sidoarjo Pamekasan Sidoarjo Surabaya Surabaya Sidoarjo Surabaya Surabaya Surabaya Sidoarjo Sidoarjo Sidoarjo Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Mojokerto Surabaya Jombang Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Jember Probolinggo 60175 60160 60165 60164 60175 60136 60177 60162 60176 60174 61122 62317 62113 62213 60238 60174 60155 60243 60141 61121 60155 60265 60251 60133 60274 60275 60225 60113 60293 60256 60226 60293 61219 69315 61213 60282 60161 61262 61253 60187 60226 61257 61274 61256 60113 60189 60271 61256 60131 60241 60284 60281 32190 60625 60261 61321 60271 61481 60222 60245 60231 60243 60117 60241 68118 67211 (031) 3524223-6 (031) 3530293 (031) 3295924 (031) 3293568. 3717529 (031) 3978504. Dinoyo No. 130 Jl. Muhammad 36. A No.8-G Jl.105 A Jl. Ruko Permata Blok B-1 Jl. Komp. 3737471 (031) 5484379. Jagir. 107-109 Jl. Jl. Prof. 129-137 Jl.1 Kios A1-2 Jl. 8287728 (031) 5990060 5990061 (031) 8484490.50 Darmo Trade Center Lt. PAL Surabaya Pertamina Jagir Surabaya Kapasan Gedung Utama Semen Gresik Surabaya Armada Timur Surabaya Unika Widya Mandala Surabaya Kedungdoro Surabaya Kapas Krampung Surabaya Undaan Surabaya Gentengkali Surabaya Sungkono Surabaya Mulyosari Surabaya Rungkut Megah Raya Surabaya Darmo Park Surabaya Darmo Permai Surabaya Rungkut Sidoarjo Pamekasan Sidoarjo Pahlawan Surabaya Pucang Anom Surabaya Pasar Atom Sidoarjo Krian Surabaya Bandara Juanda Surabaya Darmo Indah Surabaya Pakuwon Sidoarjo Sepanjang Sidoarjo Porong Sidoarjo Gateway Surabaya Kenjeran Surabaya Kupang Jaya Surabaya Basuki Rahmat Surabaya Pondok Chandra Surabaya PDAM Surabaya Diponegoro Surabaya Bratang Binangun Surabaya Gubeng Surabaya Kertajaya Surabaya Darmo Raya Surabaya Swandayani Mojokerto Surabaya Pemuda Jombang Surabaya Wiyung Surabaya Telkom Ketintang Surabaya Jemursari Surabaya Menanggal Surabaya Klampis Surabaya Darmo Trade Center Jl. R.R. 8557402 (031) 3823303. Suroyo No. Ketintang No. Krian Bandara Juanda Kompleks Ruko Darmo Indah Timur.84 Jl. 3737467. Jembatan Merah No. 3 KOTAMADYA/ KABUPATEN Pekalongan KODE POS 51101 TELEPON (0285) 421758. Pahlawan Jl. Ahmad Yani No. 7 Jl. Gedung Panti Tjahaya Armada Basis TNI AL Ujung Jl. Kupang Jaya A I No. 330806 (031) 8922634 (031) 5020126. 8 Jl. Ruko Rungkut Megah Raya Blok E-5-6 Kompleks Pertokoan Darmo Park I Blok V No.2 AB Jl. 3 Jl. 5685891. Alun-alun No. A. Veteran No. 3823273 (031) 7344674. 42-44 Jl. Pondok Chandra Indah Jl. Pertokoan Sutorejo Prima I Blok PC-21 Jl. 120 Jl.2077 (031) 3281075 (031) 5624344 (031) 5462851. Veteran Markas Komando TNI AL. 5478401 5678075 5926432 8707941 5672987. Sepanjang Jl. Kalimantan No. Dharmahusada Indah No. Raya Mulyosari.

Merdeka No. Suprapto No. 326477. 2-4.64 (0352) 488909. 21969. 45. Merdeka Barat No.119 Jl. Humaera B Jl.9 A Jl. Kramat No. 102 Jl. 54 A Jl. 3352510. Lambung Mangkurat No. 17 Jl. 577252 (0354) 398400. Martadinata No. 121-14. 39. 681480 (0351) 462557. 416833 (0341) 325658 (0341) 368691 (0341) 592998. 732886 (0561) 734670. Jl. Ahmad Yani No. Pahlawan No. 637546. 734153 (0561) 734464. 263451 (0361) 434812 (0361) 756497 FAKSIMILI 671854 423257 486094 484370 882151 845827 428888 882549 844895 636421 364977. Raya Sukawati Komplek Graha Merdeka No. Soekarno -Hatta Jl. 812654.42. 24968. 43. K. 328391 (0341) 558140 . 283885 (0361) 418807. Jend. Pramuka No. Sudirman No. 451598 (0355) 326543-44 (0343) 420221. Jend. 596534. 881118 (0335) 844399 (0333) 636419. By Pass I Gusti Ngurah Rai. 51403. Teuku Umar No. Jl. 2 Jl. Dr. 60 Jl. 22702 52249. 3 Tanjung Palangkaraya WILAYAH HUB Jl.E. Jl. 422687 (0334) 886866 (0333) 845375 (0332) 420800. Bondowoso Jl. Jend. 1-2 Jl. 420555 (0341) 480461. 754241 (0361) 257566 (0361) 224705 (0361) 772095. Gatot Subroto No. AA Gde Ngurah No. Ahmad Yani No. K. Cakranegara Jl. Tanjungpura No. Sidas No. 102 Jl.Badung Jl. Genteng Jl. Raya Kuta No. Bandara Supadio/Term.3 & 5. Raya Legian No. 2 Jl. 55 Jl. 78-79 Jl. Gajah Mada No. 736390 (0562) 391208. 638585 (0341) 399858 (0341) 422999. Manggar No. R. Pejanggik No. Udayana No. No. 35833. 813547 (0343) 638444. Pangeran Antasari No. 2023473 (0536) 21378. 456 Rukan Denpasar Business Center Blok C. Merdeka Jl. MT Haryono No. Jaksa Agung Suprapto 65 Jl. Raya Ubud No. Legian . Panglima Sudirman No. 15 Wisti Sabha Building Lantai 1 / 6 KOTAMADYA/ KABUPATEN Situbondo Banyuwangi Jember Jember Lumajang Banyuwangi Bondowoso Jember Kraksaan Banyuwangi Malang Kediri Madiun Tulungagung Pasuruan Malang Malang Malang Malang Malang Ponorogo Blitar Pandaan Malang Lawang Malang Malang Malang Kediri Denpasar Mataram Kupang Kuta Denpasar Denpasar Badung Denpasar Denpasar Singaraja Tabanan Badung Singaraja Gianyar Mataram Kupang Atambua Kuta Gianyar Denpasar Denpasar Gianyar Denpasar Denpasar Denpasar KODE POS 68311 68411 68137 68118 67311 68465 68211 68172 67282 68462 65119 64123 63116 66219 67115 65119 65112 65315 65142 65181 63411 66112 67156 65163 65213 65125 65127 65141 64212 80111 83231 85229 80361 80114 80112 80362 80112 80222 81116 82171 80361 81153 80511 83231 85112 85700 80361 80561 80228 80116 80582 80226 80118 80031 TELEPON (0338) 671853 (0333) 424674. 975946 (0361) 283485. 20-22. Nusa Dua Jl. Gatot Subroto No. Diponegoro No. 110 Jl. 43 Jl. I Gusti Ngurah Rai No. Danau Tamblingan No. 636071 (0380) 833216 (0361) 752060. 768330 391294 631151. 27 Jl. 6-8 Jl. Semeru Selatan No. Letjen. Ahmad Yani No. Urip Sumoharjo No. 736943. 3 Pertokoan Niaga Nusa Dua No. 4366759 (0526) 2021575. Wahid Hasyim No. Dewi Sartika No. 2 .1 Jl. 778052 (0361) 223511 (0361) 723551 (0362) 25222 (0361) 812217.H. 62 A. 7762586. 1 Jl. Desa Arang Lingung Banjarmasin 70111 (0511) 51405. 948945 (0370) 21481 (0380) 832459 (0389) 21688 (0361) 755522. 22961. 48 A-B Jl. 64-66. 2021898. 20 Jl. 737053. Panglima Besar Sudirman No. Kartika Plaza Jl. 33 Jl. Dr.H. 772096. 16 Jl. Batu Ruko Griya Shanta Blok MP-53. Pare Jl. Kepanjen Ruko Istana Lawang Blok A5. Ubud Jl. 11 Jl. Muhammad Hatta No. 66719 Pontianak Sambas Singkawang Pontianak Pontianak Pontianak Pontianak Sintang Pontianak Pontianak Banjarmasin Tanjung Palangkaraya 78123 79162 79122 78117 78117 78111 78812 78614 78115 78391 70111 71513 73111 733767. 488910 (0342) 813546.2-3. 631735 (0561) 734247. Sudirman No. 30 Kompleks Pandaan Delta Permai A 18-19 Jl. 747495 (0534) 35822. 29 Jl. Wahid Hasyim Komp. 398401 (0361) 226761-3 (0370) 631813.JARINGAN KANTOR Situbondo Banyuwangi Jember Ahmad Yani Jember Wijaya Kusuma Lumajang Genteng Bondowoso Jember Ambulu Probolinggo Kraksaan Banyuwangi Rogojampi Malang Wahid Hasyim Kediri Madiun Tulungagung Pasuruan Malang Merdeka Malang Suprapto Batu Malang Griya Shanta Malang Dampit Ponorogo Blitar Pandaan Kepanjen Lawang Malang Ahmad Yani Malang Gatot Subroto Malang MT Haryono Pare ALAMAT KANTOR Jl.50 C-D Jl. 365767/69/70/71 (0561) 769769.Penumpang. Urip Sumoharjo No. 94794. 736522 733672 35755 24973 737454 722859 4367856. 131 Jl. Mas Tirto Haryono Jl. Lambung Mangkurat No. Ambulu Jl. 294991 (0361) 246647. Jl. 253. 3 BANJARMASIN HUB PONTIANAK DIPONEGORO Pontianak Diponegoro Sambas Singkawang Pontianak Ngurah Rai Pontianak Tanjungpura Pontianak Sidas Ketapang Sintang Pontianak RS Santo Antonius Pontianak Bandara Supadio Jl. 636420. I Gusti Ngurah Rai Jl. Jl. 636422 (0341) 364961-2 (0354) 681396. Seririt Komplek Pertokoan Pasar Gianyar Blok I No. 763412 (0362) 94790. Jend. Gajah Mada No. 1 Jl. 12-12A. 420844 (0336) 88117. 426876. 392567 (0561) 631335. Kediri Jl. 94795 (0361) 948976. Jend. Jend. 180 X Jl. Wijaya Kusuma No. 5-7 Jl. Veteran No. 24969 (0561) 737454 (0561) 743883 (0511) 3357140. 512334 (0341) 404300 (0341) 898461 . 428666. 23. 1 Jl. 14. 480463 (0341) 364441. 391138. Dampit Jl. Wahidin Sudiro Husodo No. Raya Pelabuhan Benoa Jl. 70 KC KCP KK PEMBUKAAN CABANG BARU 158 daftar cabang bank mandiri . Ahmad Yani No. Ahmad Yani No. 753390 (0361) 977022. 815363 (0361) 762589. 631190 734147 734752. Rogojampi Jl. Raya Rogojampi No. 424815 (0331) 484691 (0331) 486096-8. Gajah Mada No. Panglima Sudirman No. 11 Jl. 494 E. 342102 681629 463482 322571 426875 366959 364665 512335 404301 898444 484207 813548 639493 399855 422998 480460 334890 558143 395489 224077 631810 833818 752221 257567 234646 772097 231277 723552 24543 815364 751894 94792 948567 37118 832460 21535 753416 975889 281240 418133 294729 255715 427599 756497 HUB MALANG WAHID HAKIM HUB DENPASAR VETERAN Denpasar Veteran Mataram Cakranegara Kupang Urip Sumoharjo Kuta Raya Denpasar Teuku Umar Denpasar Gajah Mada Nusa Dua Denpasar Udayana Pelabuhan Benoa Singaraja Tabanan Legian Singaraja Seririt Gianyar Ngurah Rai Mataram AA Gde Ngurah Kupang M. 418133 (0361) 294810. 35844 (0565) 24967. Ahmad Yani No. Jend. R. 99 X. 17 Jl. Ahmad Yani No. Diponegoro No. Jl. Jend. Merdeka No. 480462. 631389.7 Discovery Shopping Mall A-3A Jl. Hatta Atambua Kuta Discovery Mall Ubud Denpasar Sanur Denpasar Gatot Subroto Gianyar Sukowati Denpasar Merdeka Denpasar Pasar Kumbasari Denpasar Bandara Ngurah Rai WILAYAH IX/ Jl. 94793. 3366051 2021079 21781 HUB BANJARMASIN LAMBUNG MANGKURAT Banjarmasin Lambung Mangkurat Jl. 248827. Panglima Sudirman No. 9. Soetomo Jl.

JARINGAN KANTOR
Sampit Kuala Kapuas Banjarmasin A. Yani Banjarmasin Pangeran Samudera Banjarmasin Mitra Plaza Banjarbaru Batulicin Barabai

ALAMAT KANTOR
Jl. M.T. Haryono No. 81 A Jl. Jend. Sudirman No. 32 Jl. Achmad Yani No. 13 - 17 Jl. Lambung Mangkurat No. 4

KOTAMADYA/ KABUPATEN
Sampit Kuala Kapuas Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarbaru Kota Baru Barabai Pangkalan Bun Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin

KODE POS
74322 73513 70233 70111 70234 70713 72171 71311 74113 70724 70119 70234

TELEPON
(0531) 21035, 21322, 30850, 21098 (0513) 21132, 21695, 22727 (0511) 264261, 263333, 262690-92 (0511) 54339, 66303, 66636, 66316, 54298 (0511) 267748, 267749 (0511) 4777058, 4780926, 4773002 (0518) 71480 - 83 (0517) 43702, 44240, 44250 (0532) 24255, 22779 (0511) 705277 ext.296, 705203 (0511) 364965, 366354 (0511) 360900, 361948

FAKSIMILI
21632, 22622 21028 257278, 257281 50928 267751 4780777 71484 43701 22710 705203 366345 361949

Jl. Pangeran Antasari, Mitra Plaza Blok B-I No.37-38 Jl. A. Yani Km.34 No.31D RT.04/01 Loktabat Jl. Raya Btulicin, Kabupaten Kota Baru Pusat Perbelanjaan Murakata Blok D1, Site 1 Lantai 2, Jl. P.H.M. Noor Pangkalan Bun Jl. Pangeran Antasari No. 41 Banjarmasin Bandara Syamsuddin Bandara Syamsuddin Noor, Jl. Landasan Ulin Noor Banjarmasin Pelindo III/ Trisakti Pelabuhan Trisakti, Jl. Barito Hilir No. 6 Banjarmasin Sentra Antasari Pusat Perbelanjaan Sentra Antasari Blok DT.001 Ltantai 2, Jl. Pangeran Antasari

HUB SAMARINDA MULAWARMAN
Samarinda Mulawarman Tarakan Yos Sudarso Bontang Samarinda Sudirman Samarinda Kesuma Bangsa Tanjungredeb Tenggarong Samarinda Irian Samarinda A Yani Sangatta Lhoktuan Bontang Ahmad Yani Tarakan Simpang Tiga Pulau Bunyu Balikpapan Ahmad Yani Balikpapan Sudirman Balikpapan Klandasan Balikpapan Suprapto Balikpapan Muara Rapak Balikpapan Batakan Balikpapan Telkom Divre VI Balikpapan Baru Jl. Mulawarman No. 23 Jl. Yos Sudarso No. 80 Jl. Angkasa No. 1, Airport Road, Komp. PT Badak Jl. Jend. Sudirman No. 9 Jl. Kesuma Bangsa No. 76 Jl. Jend. Sudirman No. 747 Jl. K.H. Akhmad Muksin No. 36 Jl. Irian No. 16 C Jl. Hasan Basri Blok A No.1 Jl. Yos Sudarso II No. 2, Sangatta Wisma KIE PT Pupuk Kaltim, Lhoktuan, Jl. Pakuaji Kav. 79 Jl. Ahmad Yani No. 37 Jl. Yos Sudarso No. 25 Jl. Pangkalan, RT 01, Pulau Bunyu Jl. Jend. Ahmad Yani No. 15 Kompleks Ruko Balikpapan Permai, Jl. Jend. Sudirman No. 62 Jl. Jend. Sudirman No. 71 Jl. Letjend. Suprapto No. 1 Jl. Jend. Ahmad Yani, Komp. Pertokoan Muara Rapak D-04 Jl. Mulawarman No. 122 Gedung Telkom, Jl. MT. Haryono No. 169 - Ring Road Kompleks Ruko Balikpapan Baru Blok D.6 No. 2 Samarinda Tarakan Bontang Samarinda Samarinda Tanjungredeb Tenggarong Samarinda Samarinda Kutai Timur Bontang Utara Bontang Tarakan Tarakan Balikpapan Balikpapan Balikpapan Balikpapan Balikpapan Balikpapan Balikpapan Balikpapan 75112 77113 75324 75111 75121 77312 75512 75111 75117 75611 75313 75311 71112 77181 76113 76114 76112 76131 76125 76115 76114 76114 (0541) 742097, 741464, 741462 (0551) 25960-63, 51141, 51444 (0548) 21490, 21492, 26309 (0541) 200836-7, 731531, 731529, 743402 (0541) 742549, 743915, 743049, 745095-96 (0554) 26031, 26032, 26033 (0541) 662150, 661945 (0541) 742066, 67731696, 742102, 743455 (0541) 736514, 736587 (0549) 25084, 25085 (0548) 41558, 41559, 41410, 41217 (0548) 20332, 21913 (0551) 21933, 21700, 21358, 25936 (0551) 24318, 25001 EXT. 2544, 2343 (0542) 422882, 424994 (0542) 731257, 733860 (0542) 422821, 422900, 422822 (0542) 427000, 422840, 422842, 424511 (0542) 421559 (0541) 771191 (0542) 872588 (0542) 871584, 876614 742855, 205720 21340 21489 731530 743777, 749075 26030 664103 731718 736291 25086 41219, 41535 27453 21359 24318 422109, 424933 732249, 410555 422902 424523 421559 771447 872588 877976

HUB BALIKPAPAN AHMAD YANI

WILAYAH X/ MAKASSAR
Manado Datu Lolong Lasut Kotamobagu Bitung Gorontalo Tahuna Ternate Manado Sam Ratulangi Manado Toar Manado Sudirman Tomohon Marisa Limboto Manado Boulevard Ternate Mononutu

Jl. R.A. Kartini No. 12-14
Jl. Dotulolong Lasut No. 15 Jl. Ahmad Yani No. 51 Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 51 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 28 Jl. Dr. Sutomo No. 1 Jl. Nukila No. 51 Komp. Wanea Plaza Blok I No. 8, Jl. Sam Ratulangi Jl. Toar No. 4-6 Jl. Jend. Sudirman No. 47 Kompleks RS Bethesda, Jl. Raya Tomohon Jl. Trans Sulawesi No.29, Marisa Jl. Jend. Sudirman No. 35, Limboto Komplek Megamas, Blom 1 A No.23 Jl. Piere Tendean, Boulevard Jl. A. Mononutu No. 91 Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 60 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 132 Jl. W.R. Supratman No. 1 Jl. Hasanuddin No. 13, Poso Jl. Imam Bonjol No. 88 Jl. Sultan Hasanuddin No. 35 Jl. Moro No. 78 Jl. Trans Sulawesi No. 117 Jl. R.A. Kartini No. 12-14 Jl. M.H. Thamrin No. 10 Jl. Andi Isa No. 5 Jl. Jend. Sudirman No. 123 Jl. Gamalama Kav. 2 Jl. H. Abdullah Silondae 45, Mondonga Komplek Aneka Tambang, Jl. Ahmad Yani Jl. Pantai Mardika

Makassar
Manado Kotamobagu Bitung Gorontalo Tahuna Ternate Manado Manado Manado Tomohon Pohuwato Gorontalo Manado Ternate Palu Luwuk Toli Toli Poso Palu Palu Donggala Parigi Makassar Watampone Pare Pare Palopo Soroako Kendari Pomalaa Ambon

90111
95122 95711 95521 96112 95813 97721 95117 95112 95122 95362 96266 96211 95111 97712 94111 94711 94514 94616 94223 94112 94351 94371 90111 92713 91114 91921 91984 93111 93562 97123

(0411) 329097, 323547
(0431) 866228, 863477 (0434) 22820, 21580, 24250 (0438) 21022 (0435) 823551, 824131 (0432) 21051 (0921) 22778 (0431) 876195, 876196, 876312, 876400 (0431) 863079, 866950 (0431) 824312, 860570 (0431) 354951 (0443) 210071, 210371 (0435) 880512, 880653 (0431) 858407 (0921) 327304, 327358, 24604 (0451) 424971, 423975, 423942 (0461) 21143 (0453) 21360 (0452) 21367, 21467, 21567, 21704 (0451) 421480-2 (0451) 4215880 (0457) 71175 (0450) 22244 - 47 (0411) 319443, 324095 (0481) 21330, 21227 (0421) 21046, 24339, 25339, 25439, 21339 (0471) 22123, 23672 (0475) 321042, 321043, (021) 5249860-2 (0401) 327708 (0405) 310572, 310317 (0911) 354572-5

329095
857579, 863577 21696 21763 824305 21457 21040 876500 863677 851877 353844 210522 882363 858652 327072 424766 22038 21760 21767 421483 424975 71161 22248 310778, 335741, 21938 21416 23674 321044, (021) 5249584 322386 310562 354578

HUB MANADO DATU LOLONG LASUT

HUB PALU SAM RATULANGI
Palu Sam Ratulangi Luwuk Toli Toli Poso Palu Imam Bonjol Palu Hasanudin Donggala Parigi

HUB MAKASSAR KARTINI
Makassar Kartini Watampone Pare Pare Palopo Soroako Kendari Mesjid Agung Pomalaa Ambon Pantai Mardika

daftar cabang bank mandiri

159

JARINGAN KANTOR
Ambon Pattimura Makassar Slamet Riyadi Makassar Sulawesi Makassar Cokroaminoto Sungguminasa Makassar Cenderawasih Makassar Tanjung Bunga Makassar Panakkukang Bulukumba Makassar Daya Sengkang Pinrang Polewali Mandar Makassar Kampus IKIP Makassar Andalas Makassar Veteran Semen Tonasa Makassar RS Stella Maris Kendari Soekarno Kolaka Jayapura Ahmad Yani Manokwari Merauke Nabire Serui Fak Fak Biak Sorong Ahmad Yani Timika Wamena Jayapura Abepura Tembagapura Kuala Kencana Jayapura Sentani Jayapura Waena Jayapura Sentra Bisnis Pasifik Sorong Basuki Rahmat Tembagapura Shopping Centre

ALAMAT KANTOR
Jl. Raya Pattimura No. SK.2 / 1 Jl. Brigjend. Slamet Riyadi No. 8 Jl. Sulawesi No. 81 Jl. HOS Cokroaminoto No. 3 Kompleks Graha Satelit Blok 12 A, Jl. Sultan Hasanuddin Jl. Cenderawasih No. 185 Mall GTC Tanjung Bunga No. 22 Jl. Bolevar 89 F Jl. Sam Ratulangi No.90 Kompleks Bukit Khatulistiwa Blok B/9, Jl. Bau Mahmud No. 1 Jl. Durian No.24-26 Jl. Jend. Sudirman No. 132, Wonomulyo Kampus IKIP Gedung 4C, Jl. Bontolangkasa, Gunungsari Baru Jl. Andalas No. 116 F Jl. Veteran Utara No. 220 Komplek PT Semen Tonasa I, Kotak pos 114 Komplek RS. Stella Maris Jl. Somba Opu No.273 Jl. Soekarno No. 37 Jl. Repelita No. 1 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 35 Jl. Yos Sudarso No. 61 Jl. Raya Mandala No. 1 Jl. Pepera No. 19 Jl. Diponegoro Jl. Izak Telussa No. 26 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 99 Jl. Yos Sudarso No. 30 Jl. Trikora No. 92 Jl. Raya Abepura, Abepura Jl. Numfor Jl. Mandala Raya Selatan Jl. Raya Kemiri, Sentani Pertokoan Topaz ,Jl. Raya Waena Sentani No. 231 Kompleks Ruko Pasifik Permai Blok D No.5 Jl. Reklamasi Pantai Apo Jl. Basuki Rahmat No. 22 Family Shopping Center Tembagapura

KOTAMADYA/ KABUPATEN
Ambon Makassar Makassar Makassar Gowa Makassar Makassar Makassar Bulukumba Makassar Sengkang Pinrang Polewali Mandar Makassar Makassar Makassar Tonasa Makassar Kendari Kolaka Jayapura Manokwari Merauke Nabire Serui Fak-fak Biak Sorong Timika Wamena Jayapura Tembagapura Kuala Kencana Jayapura Jayapura Jayapura Sorong Tembagapura

KODE POS
90172 90111 90174 90174 92111 90133 90134 90231 92512 90241 90913 91211 91352 90221 90155 90145 90662 90001 93127 93560 99111 98311 99613 98801 98212 98601 98112 98414 98663 99511 99351 98100 99920 99352 99351 99112 98401 98100

TELEPON
(0911) 345587, 353122 (0411) 319963-4 (0411) 317378, 317388 (0411) 323809, 317545 (0411) 840133 (0411) 837609 (0411) 838841 (0411) 425290, 441605 (0413) 2587965, 2587966, 2587967 (0411) 591255, 591256 (0485) 324333, 324222 (0421) 921367, 922145 (0428) 51985, 51987, 51988 (0411) 874744 (0411) 334023, 310164 (0411) 319981. 332354 (0411) 320672 (0411) 854289 (0401) 331211, 321477 (0405) 22225 (0967) 531028, 534186/9, 533919 (0986) 213567, 211102 (0971) 321333, 321128 (0984) 21135, 21045 (0963) 31535-7 (0956) 22119, 22124, 22480, 22120 (0981) 22000, 21527, 22528 (0951) 323200, 323111, 323222 (0901) 321727, 321145, 321045 (0969) 31033, 31010 (0967) 581397, 587183 (0901) 351125, 351027, 404225 (0901) 302265, 302266 (0967) 591668 (0967) 572813, 572816 (0967) 535166, 535177 (0951) 323845, 323844, 321440 (0901) 352707, 403122

FAKSIMILI
352208 317854 320629, 320473 316488 840134 837609 838842 443777 2587968 591257 324111 921878 51986 874747 310372 332354 311973 854289 331210 22226 534494, 531836 211222 322094 21683, 23170 31636, 31179 22636 21557 323400, 323981 321515 32520, 33646 587182 351155 302264 593624 572817 535178 321113 407625

HUB JAYAPURA AHMAD YANI

WILAYAH HUB

KC KCP

KK PEMBUKAAN CABANG BARU

160

daftar cabang bank mandiri

kantor luar negeri/perwakilan Jaringan Kantor
Bank Mandiri Cayman Island

Alamat Kantor
Cardinal Plaza 3rd Floor #30 Cardinal Avenue, George Town Grand Cayman, Cayman Island PO BOX 10198 APO

Telepon
1-345-945-8891 (3 lines)

Faksimili
1-345-945-8892

SWIFT
BEIIKYKY

Telex
4206 EXIMCAY

website
-

Bank Mandiri Dili - Timor Leste

Jl. Ave Presidente Nicolau Lobato No. 12 Colmera, Dili, Timor Leste

670-390-317-555 or 777 Lokal: 5263769 Satelit: +086815000123

670-3317-444 /190/192

-

-

-

Bank Mandiri Hong Kong Branch

7th Floor, Far East Finance Centre 16 Harcourt Road, HongKong

852-2527-6611, 852-2877-3632

852-2529-8131, 852-2877-0735

BBUDHKHH

70663 / 71360 MDRIHX www.bankmandirihk.com

Bank Mandiri Singapore Branch

9 Raffles Place #35 - 01 / 02 Republic Plaza, Singapore 048619

65-6213-5588 (General) 65-6213-5880 (Dealer) 65-6532-6086 (Dealer Board)

65-6438-3363 (General) 65-6536-3008 (Dealers)

BEIISGSG

RS23697 MDRISQ (General) RS23699 MDRIFX (Dealers)

www.ptbankmandiri.com.sg

Bank Mandiri Europe Limited

Cardinal Court (2nd Floor) 23 Thomas More Street London EIW IYY, United Kingdom

44-207-553-8688

44-207-553-8699

BEIIGB2LA

8813270

www.bkmandiri.co.uk

Bank Mandiri 3401, Bank of China Tower Shanghai 200 Yin Cheng (M) Road, (Representative Office) Pudong New Area, Shanghai 200120, People’s Republic of China

86-21-5037-2509

86-21-5037-2507

-

-

-

161

Moch. 21. Jakarta Utara 14440 Jl. 59 D. Jakarta 10120 Komplek Artamas. CBC & SDBC . Ahmad Yani. K. 94 A. Raya Cakung. Jakarta Pusat 10340 Jl. Jend. 30. Jatinegara Barat No.1A Pulo Brayan. Lubuk Baja. Diponegoro No. 2.7–8. Jakarta Barat 11410 Ruko Roxy Blok E . K. Pusat Pasar No. Ahmad Yani No. Jakarta Barat 11610 Jl. Pusat Perdagangan Kalimalang Blok A 3 No. Harapan Business Center Blok I No. Medan Jl. Sumatera Selatan 31121 Jl. 7 G–H. Jend. Gunung Rinjani No. Raya Merak No. Mansyur No. H. Brigjen Zain Hamid No. Jend. Serang 42112 Jl Utama Raya Blok A/B No 57 B Cengkareng. Imam Bonjol. Ahmad Yani. 28. Sutomo No. Gunung Krakatau No. Bandarlampung 34223 Jl.P. T. Pelni Bekasi Cikarang 1 Jakarta Fakhrudin Bekasi Sentra Niaga Kalimalang Jakarta Sabang Jakarta Kelapa Gading Barat Bekasi Cikarang II Jakarta Bendungan Hilir Pulogadung Bekasi Ahmad Yani Kebon Jati Jakarta Jatinegara Barat Jakarta Atrium Senen Jakarta Pasar Rumput MBDC Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin ALAMAT Jl. Bekasi 17550 Jl. Thamrin. Dr. Sultan Agung No. Palembang 30125 Jl. 18. 1 Jl. Jl. Parman Prabumulih Sudirman Jakarta Tanjuk Priok Yos Sudarso Jakarta Kota Jakarta Pasar Baru Jakarta Mangga Dua Jakarta Mitra Bahari Jakarta Jelambar Jakarta Gambir Jakarta PuloMas Jakarta Ketapang Indah Jakarta Jembatan Lima Jakarta Cakung Jakarta Pangeran Jayakarta Tangerang Bumi Serpong Damai Tangerang Ahmad Yani Jakarta Puri Indah Tangerang Ciledug Jakarta Grenvil Serang Jakarta Kali Deres Jakarta Tanjungduren Tangerang Cikokol Cilegon Merak Tangerang Merdeka Jakarta RS. Lapangan Stasiun No. Jakarta Timur 13320 Ruko Segitiga Senen Blok E-21/22 Jl. Jend. Pangeran Jayakarta No. Jl. M.Sutomo Palembang Atmo Palembang PUSRI Palembang Pusat Dagang Bengkulu S.No. 73. Komplek Ruko No.116–117 Jakarta Pusat 10250 Jl. Lippo Cikarang. 39 A. Ciledug Raya No.H. 183. Jakarta Barat 11470 Jl.17–18. Jakarta Pusat 10250 Jl. Samanhudi No. Jambi 36113 Jl. mbdc. Jl. Jend. Jend. 452. Sudirman No. Padang 25211 Jl Perintis Kemerdekaan No. Jakarta Barat Jl. Jakarta Barat 11210 Komplek PT KBN.15. 94–95. Jend. 56 A–B. Aipda KS Tubun 92–94.7. Parman No. Tangerang 15311 Jl.H. Pasar Ikan. Zainal Arifin Blok A1. Tangerang 15133 Jl. Batam 29432 Jl. Jakarta Utara 14210 Jl. Jend. Bolevar Barat Raya Blok LC-7 No. Bendungan Hilir No. Medan 20239 Jl. Pangkal Pinang 33128 Jl. Lippo Cikarang. Senen Raya No. Arteri Mangga Dua Raya. R. 550.daftar MBU. Tanjungduren Raya No. 16. Jakarta Pusat 10710 Arkade Dusit Mangga Dua No. H. Medan 20158 Alamat Booking Kredit: KC Imam Bonjol Jl. Puri Indah Raya Ruko Blok I/1. Sudirman No. Juanda No. 135. 5 Jl. Prabumulih. M. 117. 8868401 (021) 2303146 (021) 8508807 (021) 3868114 (021) 8315687 162 daftar alamat mbu. Rustam Effendi No.18. Tangerang 42431 Grenvil Real Estate Blok BG 31–36 Jl. Pulogadung. Mayor Zein No. S. 1. Jakarta Barat 11460 Jl.E. Jakarta Utara 14410 Jl. K. Martadinata.4-5 Tangerang Cikokol 15117 Jl. 750. Kartini No. Raya Bekasi Km.H.H. Sutomo Kotak Pos 14. Bekasi 17141 Jl. Yos Sudarso No. Jakarta Barat 11140 Jl. Sudirman No. Kirana Raya No. Jl. Tanjungkarang 35111 Jl. Fakrudin No.292. Yos Sudarso Blok A No. Cilegon 42431 Jl. Jakarta Utara 14250 Jl. Jl. Kebon Jati No. Jakarta Pusat 10730 Komplek Pertokoan Mitra Bahari Blok E No. Jakarta Utara 14240 Ruko Roxy Blok E No. Thamrin. Palembang 30118 Jl. Jakarta Pusat 10730 Jl. 3. Cilincing. Petamburan. Bengkulu 38223 Jl. 2. 6 7. Medan 20112 Jl. Bagindo Aziz Chan No. Tangerang 15111 Jl. Belawan 20411 Jl. 22–23. Ir. 118. Metro 34111 Jl. LetJend. 46. Binjai 20711 Jl. Pelabuhan II Kotak Pos 15. Tanah Abang. Bukit Tinggi 26111 Jl. Merdeka No.II. Jakarta Selatan 12970 phone (0778) 432315 (0778) 327842 (061) 4143990 (061) 6643696 (061) 4523509 (061) 6940246 (061) 6642658 (061) 7864298 faX (0778) 457830 (0778) 322474 (061) 4517644 (061) 6611100 (061) 4155269 (061) 6941768 (061) 8828064 (061) 6619540 (061) 7864598 (0721) 483212 (0725) 48269 (0721) 241998 (0751) 33124 (0752) 625035 (0741) 7551066 (0711) 7063376 (0711) 7063378 (0711) 7068155 (0713) 7000031 (021) 4371948 (021) 69833165 (021) 92694422 (021) 926 94425 (021) 92694421 (021) 70974118 (021) 3864028 (021) 40706202 (021) 70972293 (021) 70972292 (021) 4405213 (021) 70770600 (021) 70970235 (021) 92694419 (021) 92694420 (021) 5866499 (021) 5689044-6 (0254) 201260 (021) 70637223 (021) 70759125 (021) 55755791 (0254) 437194815 (021) 5516142 (021) 70917154 (021) 7020066 (021) 92694223 (021) 92694427 (021) 70950705 (021) 70995199 (021) 70950768 (021) 70988472 (021) 70992877 (021) 70920521 (021) 70986304 (021) 70985974 (021) 3868112 - (0721) 485082 (0725) 41860 (0721) 241998 (0751) 33124 (0752) 625035 (0741) 7550082 (0711) 313655 (0711) 719882 (0711) 310873 (0713) 326005 (021) 43930980 (021) 69833167 (021) 2310318 (021) 6592683 (021) 6625327 (021) 5647439 (021) 3864031 (021) 4898109 (021) 6349340 (021) 6306112 (021) 44820937 (021) 6399070 (021) 5376769 (021) 5525004 (021) 92752304 (021) 5866499 (021) 5689048 (0254) 217723 (021) 5450257 (021) 5666552 (021) 5543048 (0254) 4392616 (021) 5523718 (021) 5480027 (021) 89902878 (021) 2301338 (021) 8862613 (021) 325285 (021) 4504788 (021) 89902878 (021) 5711671 (021) 4602875.03 Lt.9 Gedung YDPK. Jakarta Timur 13210 Komplek Ketapang Indah. Kolonel Atmo No. Pangeran Tubagus Angke No.167 D. Bekasi 17550 Jl.1.13 Blok R-G Sektor IV Bumi Serpong Damai. 7. Pekanbaru 28115 Jl. 10. Jakarta Barat 11110 Jl. Sudirman No. Jakarta Pusat 10210 Jl. Komp. Kebon Sirih No. 79. Pusat Perdagangan Kalimalang Blok A VIII No.8. 40–42. Jakarta Pusat 10410 Jl. 18. 142 AB. 4602879 (021) 8846716. Imam Bonjol No. 73. Kelapa Gading. Batam 29422 Jl. Pematang Siantar 21117 Jl. Ahmad Yani No. Medan 20116 Jl. CBC & SBDC LOKASI Daftar MBU Batam Lubuk Baja Batam Sekupang Martadinata Medan Pusat Pasar Medan Pulo Brayan Medan Kirana Medan Belawan Binjai Medan Gunung Krakatau Medan Katamso Pekanbaru Sudirman Atas Pematang Siantar Pangkal Pinang Bandar Lampung Teluk Betung Metro Tanjung Karang Kartini Padang Bagindo Aziz Chan Bukit Tinggi Jambi Dr. Medan 20212 Jl. Sudirman No. Raya MH Thamrin Ruko Mahkota Mas Diamond(The BEST) Blok J No. Laksamana Malahayati No. MBDC.H. 1–2. Bekasi 17141 Jl. Ciledug. 77 Kav. 21. 9. Palembang 30125 Jl.

Tasikmalaya 46113 Jl. Raya Cipanas No. Bekasi 17414 Jl. Jakarta Pusat 10450 Jl. 162. Jakarta 12810 Jl. 2. 43. Matraman Raya No. Jend. Sudirman No. Tasikmalaya 46114 Jl. 54–55 Jakarta Selatan 12190 Jl. Jakarta Timur 13720 Jl. Cirebon 45111 Jl. H. mbdc. Saharjo No. Ahmad Yani No. Soekarno Hatta No. 28. Bintaro Utama. 11–14. 58. Jakarta Selatan 12330 Jl. Depok 16514 Jl. Bandung 40266 Jl Soekarno Hatta No. Raya Terusan Kopo 228 A. 51. Surya Kencana No. Raya Kebayoran Lama No. 44. Depok II Tengah. 176. Jl. Jl.103 . Bandung 40612 Jl. Jakarta Selatan 12510 Jl. 92694412 (021) 92694413 (021) 92694416 (021) 7764715 faX (021) 8632073 (021) 2800072 (021) 8282349 (021) 47882420 (021) 8656511 (021) 8652418 (021) 3161946 (021) 87713945. 4. Jakarta Timur 13760 Jl. Raya Tegalwangi Km. 222. Kyai Maja No. 139. 133. 612. Pondok Bambu. Nusantara Raya No. Bandung 40261 Jl. 39. Tangerang 15417 Jl. Lapangan Tembak. 242. Kebayoran Baru. Dr. Pejaten. 95. Pahlawan Revolusi No. 125. Sukabumi 43131 Jl. Tangerang 15419 Jl. 10. Pemuda No. Cirebon 45124 Jl. Raya Cimahi No. Depok 16432 Jl. Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12160 Komplek Pertokoan Pamulang Permai Blok SH IX Kav. Bogor 10123 Jl. Abdul Rahman No. 132 B. 26. Cilandak. Bandung 40111 Jl. Kramat Raya No. Sutisna Senjaya No. 24.22–23. Arteri Simprug. 73.134. 155 A. 11. 293. 5 A–C. Jakarta Timur 13510 Jl. Jakarta Selatan 12240 Jl. Dewi Sartika Ciputat Tangerang Jl. Sumedang Jl. Ir. Bandung 40112 Jl. 32–33. Pacet. 51. Pondok Gede. Ahmad Yani No. Jl. Depok 16432 Alamat Booking Kredit: Hub Pasar Rebo Plaza PP. Billy Moon. Kalimalang. Pajajaran No. 486. 107. Kalimalang Jl. Bintaro Jaya Sektor I. Kiara Condong No. Otto Iskandardinata No. Raya Jakarta Bogor Km. Asia Afrika No. 12. Bandung 40226 Jl. Tarum Barat Km. Ciamis 46211 Jl. 9 No. Majalengka 45453 phone (021) 70980933/12 (021) 92694424 (021) 92694411 (021) 92694426 (021) 70975943 (021) 70268090 (021) 3161938 (021) 70973988 (021) 84977412. Bandung 40525 Jl. Cianjur 43211 Jl. 99.11–12. Gerbang Puri Tirta Kencana. Raya Pondok Gede No. Jl. 6 A1–2. Pertokoan Cibubur Indah Blok A. Purwakarta 41115 Jl. Jend.B. Cirebon 45154 Jl. 92694412 (021) 92694415 (021) 92694414 (021) 84977412.5. 57. Margonda Raya No. Simatupang No. 133. Jakarta Timur 13470 Jl. Palmerah Barat No. 310.E. Jl. Sudirman Kav. Garut 44115 Jl. Bandung 40174 Jl. Soekarno Hatta No. Martadinata No. Cianjur 43553 Jl. 111. Kadipaten. Otto Iskandardinata No. Braga No. Dr. Yos Sudarso No. Jakarta Timur 13450 Jl. R. Cinere Raya Kav. Bandung 40173 Jl.12–14. 15. 21. Jl. LetJend. Jakarta Selatan 12430 Jl. 25 AB. R. Bandung 40111 Jl. Raya Timur No. Raya Tarum Barat Blok M I No. 57. Ahmad Yani No. Braga No. Junjunan No. CBC & SDBC 163 . Kapten Muslihat No. T. Bandung 40132 Jl. 730. 94–96. Bandung 40251 Alamat Booking Kredit: Hub Bandung Braga.S.LOKASI Jakarta Pahlawan Revolusi Jakarta Pasar Jatinegara Jakarta Saharjo Jakarta Rawamangun Pemuda Jakarta Kalimalang Pondok Kelapa Jakarta Kramat Raya Jakarta Cimanggis Jakarta Plaza Kramat Jati Indah Jakarta Cirendeu Jakarta Cibubur Bekasi Plaza Pondok Gede Depok Cinere Depok I MBDC Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman ALAMAT Jl. Fatmawati No. Tole Iskandar. Melawai Raya No. Juanda No. Jakarta Timur 13710 Jl. Jakarta Timur 13220 Jl. Raya Pasar Minggu No. Bogor 16121 Jl. 124. Pertokoan Ramayana Blok A No. 88. Jakarta Pusat 10270 Alamat Booking Kredit: Plaza Bapindo. 89 J. 17. 2. Pertokoan Prima Indah No. Simatupang No. 57. Suroso No. Kav. T. 87711803 (021) 8482936 (021) 7444812 (021) 87704206 (021) 8482936 (021) 7762684 (021) 7547565 (021) 7764715 Depok Tengah Jakarta Sudirman (021) 77823438 (021) 7715441 Jakarta Mayestik Jakarta Pasar Minggu Jakarta Melawai Jakarta Pamulang Jakarta Fatmawati Jakarta Bintaro Jaya Jakarta Palmerah Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman (021) 70978006 (021) 70625334 (021) 92694417 (021) 92718230 (021) 92715040 (021) 7375187 (021) 5307758 (021) 7233715 (021) 79192536 (021) 2700352 (021) 74713028 (021) 7692309 (021) 7374537. Siliwangi No. Kramat No. Jakarta Selatan 12120 Jl. 8. Bandung 40282 Jl. Depok 16411 Alamat Booking Kredit: Hub Pasar Rebo Plaza PP. 736406869 (021) 5308376 Jakarta Kebayoran Lama Tangerang Ciputat Center Jakarta Simprug Purwakarta Bandung Alun-alun Bandung Siliwangi (Lapangan Raya) Bandung Braga Bandung Padjajaran Bandung Pasteur Bandung Otista Bandung Kiara Condong Cimahi Bandung Sukarno Hatta Bandung Buah Batu Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung (021) 725 6917 (021) 7400352 (021) 7397958 (0264) 207185 (022) 4205555 (022) 2506858 (022) 70831973 (022) 91142244 (022) 70840361 (022) 70838293 (022) 7213891 (022) 6645209 (022) 70284145 (022) 70725682 (021) 72791036 (021) 7426021 (021) 7231358 (0264) 201507 (022) 4205312 (022) 2531940 (022) 4204444 (022) 6002019 (022) 6020361 (022) 4237271 (022) 7205633 (022) 6645209 (022) 7562944 (022) 6046261 Bandung Bina Citra Sumedang Bandung Ujung Berung Bandung Ahmad Yani Bandung Martadinata Garut Bandung Kopo Bogor Kapten Muslihat Bogor Suryakencana(Siliwangi) Cianjur Cipanas Bogor Juanda Sukabumi Ahmad Yani Tasikmalaya Otto Iskandardinata Tasikmalaya Sutisna Ciamis Cirebon Yos Sudarso Cirebon Tegal Wangi Cirebon Siliwangi Majalengka Kadipaten Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung (022) 70687389 (0261) 201523 (022) 7834976 (022) 7278151 (022) 4267694 (0262) 243971 (022) 5425541 (0251) 352529 (0251) 7165499 (0263) 270891 (0263) 524467 (0251) 357018 (0266) 237393 (0265) 313582 (0265) 332422 (0265) 771383 (0231) 246655 (0231) 325480 (0231) 3387057 (0233) 664511 (022) 5409846 (0261) 201523 (022) 7834977 (022) 7213708 (022) 4204991 (0262) 232675 (022)4204991 (0251) 356037 (022) 381134 (0263) 270891 (0263) 511039 (0251) 356037 (0266) 2211160 (0265) 331824 (0265) 332422 (0265) 771384 (0231) 223421 (0231) 321026 (0231) 206343 (0233) 662004 daftar alamat mbu. Jakarta Timur 13310 Komplek Gajah Unit F & G. Bandung 40115 Jl. Bandung 40235 Jl. Raya Ujungberung No. Jakarta Timur 13760 Komplek Ruko Sukmajaya No. Jakarta Selatan 12220 Ruko Mutiara Center B/3 Jl. Siliwangi No.B. 50 B. Asia Afrika No. 3. LetJend. Bogor 16121 Jl. Bandung 40281 Jl. Cirendeu Raya. Raya Bogor. Ahmad Yani No. Kebayoran Lama. Bandung 40235 Alamat Booking Kredit: Hub Bandung Asia Afrika Utara Jl.

Mojokerto 61321 Ruko Cempaka Mas Blok A 1–2. 55. Kembang Jepun No. 121 F. 463. AA Gde Ngurah No. Kudus 59301 Jl. Majapahit No. 31. Yos Sudarso No. Ahmad Yani No. Pekalongan 51119 Jl. Sidoarjo 61219 Jl. Gatot Subroto No. 102. Dewi Sartika No. Ahmad Yani No. Raya Krian No. Soekarno-Hatta No. Basuki Rachmat No. Raya Mulyosari No. Surabaya 60293 Jl. Ruko Sultan Agung. Batu Jl. Merdeka Barat No. Slamet Riyadi No. R. Jl. Raya Porong No. 94. 713896 (0271) 661638. Jl. Yogyakarta 55231 Kompleks Ruko Muntilan Plaza. Surabaya 60176 Jl. Komplek Pertokoan Rejotumoto. 3. Parakan. 92. 23. Indrapura No. Panglima Sudirman No. Pangeran Diponegoro No. 109. Udayana No. 2. Sudirman No. 645500 (0272) 321277 (0281) 642934 (0287) 474020. Surabaya 60225 Komplek Pertokoan Rungkut Megah Raya Blok E/5-6. Brebes 52212 Jl. Parman No. Pemuda. Basuki Rahmat No. Jend. Krian. Wahidin Sudiro Husodo No. 16. Surabaya 60281 Jl. Surabaya 60162 Jl. Rungkut Industri Raya No. Arief Rahman Hakim No. 160. mbdc. Sugiyopranoto No. 17. 69 B. Yogyakarta 55213 Alamat Booking Kredit: KC Wisma PU. BrigJend. 210. Stasiun Kota No. Sudirman No. Jaksa Agung Suprapto 65. Surabaya 60164 Jl. Soekarno Hatta Kotak Pos 27.eral Sudirman No. Lamongrejo No.60 C-D Kav. 107. H. Perak Timur No. Probolinggo 67211 Jl. Denpasar 80112 Jl. Magelang 56126 Jl.10. Jl. 671 E–F. Pasuruan 67112 Jl. Yogyakarta 55281 Jl. 7. Sudirman No. Jend. Jend. 48 A–B. Bojonegoro 62113 Jl. Surabaya 60113 Menara BBD. Kartini No.LOKASI Jatibarang MBDC Bandung ALAMAT Jl. Sugiyopranoto No. Semarang 50246 Jl. Salatiga 50711 Kompleks Ruko Majapahit. Sudirman No. Slamet Riyadi No. Mayjend. Surabaya 60160 Jl.151. Semarang 50137 Jl. Solo 57142 Jl. 100. 645500 (0271) 661638. 3. 1. Brigjend.A. Pahlawan No. Laksda Adisucipto No.168–170. Tulungangung 66219 Jl. 120. Semarang 50511 Jl. Jl. Cilacap 53212 Jl. 29. Hayam Wuruk No. Jend. Klaten 57414 Jl. D. Yogyakarta 55232 Kampus STIE YKPN. Jend. Saubari No. Pangeran Diponegoro No. Mataram 83235 phone (0234)-356535 faX (0234) 353569 Magelang Yogyakarta Sudirman Yogyakarta STIE YKPN Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta (0293) 312480 (0274) 586425 (0274) 486164 (0293) 364282 (0274) 561893 (0274) 486164 Yogyakarta Diponegoro 1 Yogyakarta Katamso Yogyakarta UGM Parakan Yogyakarta Diponegoro 2 Muntilan Solo Purwotomo Solo Slamet Riyadi 1 Solo Slamet Riyadi 2 Klaten Purwokerto Gombong Cilacap Kutoarjo Banjarnegara Semarang Pahlawan Semarang Sugiyopranoto 1 Semarang Candi Baru Semarang Sugiyopranoto 2 Semarang Kepodang Ungaran Kudus Salatiga Semarang Majapahit Tegal Arif Rahman Hakim Tegal Sudirman Brebes Pekalongan Hayam Wuruk 1 Pekalongan Hayam Wuruk 2 Surabaya Sungkono Surabaya Rungkut Megah Raya Surabaya Rungkut SIER Sidoarjo Sidoarjo Porong Sidoarjo Krian Surabaya Bratang Binangun Surabaya Pemuda Surabaya Gubeng Mojokerto Jombang Surabaya Stasiun Kota Bojonegoro Surabaya Kembang Jepun Surabaya Indrapura Surabaya Tanjungperak Tuban Gresik Lamongan Pamekasan Surabaya Mulyosari Surabaya Swandayani Malang Merdeka Madiun Jember Alun alun Probolinggo Situbondo Banyuwangi Pasuruan Kediri Malang Suprapto Batu Tulungagung Denpasar Gajah Mada Kuta Raya Denpasar Udayana Mataram AA Gde Ngurah Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Denpasar Denpasar Denpasar Denpasar (0274) 586731 (0274) 415681 (0274) 541909 (0293) 596598 (0274) 368275 (0293) 585985 (0271) 717786 (0271) 661638 (0271) 669817 (0272) 325743 (0281) 642624 (0287) 5500111 (0282) 534898 (0275) 641306 (0286) 592375 (024) 8450527 (024) 70702520 (024) 70709465 (024) 70702540 (024) 3544401 (024) 70784004 (0283) 342155 (0298) 313464 (024) 70780650 (0283) 3319277 (0283) 342155 (0283) 3319266 (0285) 422550 (0285) 422550 (031) 5632909 (031) 8704910 (031) 8472974 (031) 8959290 (0343) 842808 (031) 8982377 (031) 5054765 (031) 5312253 (031) 5025345 (0321) 330725 (0321) 875142 (031) 3525307 (0353) 892110 (031) 3557150 (031) 3293553 (0356) 333204 (031) 3972835 (0322) 316581 (0324) 330803 (031) 5962282 (031) 5460855 (0341) 335292 (0351) 472472 (0331) 427884 (0335) 423822 (0338) 676543 (0333) 421577 (0343) 432303 (0354) 699328 (0341) 331212 (0341) 512577 (0355) 328155 (0361) 262983 (0361) 7464685 (0361) 233971 (0274) 562878 (0274) 415388 (0274) 541908 (0293) 596598 (0274) 562878 (0293) 585985 (0271) 712864. 55 K. 165 Yogyakarta 55281 Jl. 10. Denpasar 80112 Jl. Denpasar 80361 Jl. 32–34. Tuban 62317 Jl. Slamet Riyadi No. BrigJend. Tegal 52131 Plaza Dedy Jaya. 27–31. Parman No. 41. Situbondo 68311 Jl. 398. Kepodang No. No. Temanggung 56254 Spoke Yogyakarta Diponegoro Jl. Semarang 50246 Jl. Jend. 3. 8. 164. Kuta Raya No. 45.5 Surabaya 60293 Jl. Diponegoro No. 3. Suroyo No. Ahmad Yani No. Plaza Manyar Megah Indah Blok J 5–6. Mojopahit No. 19.1 dan 2. 115. 114. 36 A–B. Solo 57111 Jl. 26. 5. Surabaya 60284 Jl. Ahmad Yani No. 2–4 Surabaya 60261 Jl. 5. Semarang 50232 Jl. 339. 375 A–B. Pertokoan Sutorejo Prima Blok PC 21.I. Purwokerto 53114 Jl. Kalimantan No. Jl. Semarang 50191 Jl. Sidoarjo 61219 Jl. 107 Yogyakarta 55231 Jl. Jatibarang Alamat Booking Kredit: Spoke Indramayu Panjaitan Jl. Brigjend. Kutoarjo 54212 Jl. Jombang 61481 Jl. Jend. 7. Pahlawan No. 472695 (0282) 535408 (0275) 641306 (0286) 592375 (024) 9311366 (024) 3585084 (024) 8505501 (024) 3585084 (024) 355184 (024) 6924295 (0291) 438769 (0298) 316011 (024) 8505501 (0283) 353628 (0283) 322194 (0283) 673535 (0285) 435087 (0285) 435087 (031) 5678075 (031) 8704910 (031) 8472974 (031) 8941577 (0343) 842323 (031) 8971304 (031) 5054765 (031) 5311429 (031) 5035346 (0321) 323093 (0321) 875542 (031) 3530951 (0353) 892114 (031) 3550576 (031) 3544319 (031) 3293579 (0356) 892114 (031) 3981442 (0322) 318773 (0324) 324302 (031) 5926432 (031) 5311305 (0341) 335291 (0351) 463482 (0331) 485461 (0335) 422303 (0338) 671854 (0333) 423257 (0343) 432305 (0354) 681629 (0341) 364665 (0341) 512335 (0355) 329834 (0361) 234646 (0361) 752221 (0361) 231277 164 daftar alamat mbu. 107–109. Muntilan 56414 Jl. Indramayu 54212 Jl. Surabaya 60271 Jl. Pemuda Utara No. Jember 68118 Jl. Raya Kali Rungkut No. Sidoarjo 61274 Alamat Booking Kredit: Spoke Sidoarjo Jl. Sungkono No. Sudirman No. Banjarnegara 53411 Jl. Jend. Malang 65119 Jl. Kediri 64123 Jl. Seturan. 45. Malang 65112 Jl. Sudirman No. Ahmad Yani No. Panjaitan No. 7. Jl. Ngagel Jaya Selatan. CBC & SDBC .10. Kaliurang.329. 47. 11. Sidoarjo 61219 Jl. Diponegoro No. Katamso No. 26. Pemuda No. Solo 57111 Jl. Gombong 54411 Jl. Tegal 52123 Jl. Gajah Mada No. 245. Sidoarjo 61262 Alamat Booking Kredit: Spoke Sidoarjo Jl.456. S. 55. Pamekasan 69315 Jl. S. Yogyakarta 55121 Jl. Banyuwangi 68411 Jl. Sekip Blok L 6. 11. Lamongan 62213 Jl. 16. Madiun 63116 Jl. Pangeran Diponegoro No. Ahmad Yani No. Dr. Jend. Mayor Dasuki No. Semarang 50241 Jl. Jl. 36 A–B. Pangeran Diponegoro No. Pekalongan 51119 Jl. Jl. Gresik 61122 Jl. Hayam Wuruk No.

Jl.1. 185. RA Kartini No. Pahlawan No. Perintis Kemerdekaan Km. 4. Jl. Makassar 90241 Alamat Booking Kredit: Hub Makassar Kartini.(223 296) (0511) 3269626. 31 D. Sultan Hasanuddin. 841 9758. 12–14. Manado 95122 Jl. Imam Bonjol No. Kebon Sirih No. 317345. Jend. 698 33162 / 63 / 66 (021) 5266 566 ext 1112-1114. Jl. Cokroaminoto No. Diponegoro No. Palembang/Pusat Dagang Jl. 326 2540 (0411) 323809. 3(Lt. 335 292 (061) 451 6837 (0711) 368 510 (021) 691 0681. 1. HOS.34 No. 390 8322 (022) 421 8797 (024) 841 9759 (031) 535 6372 (0361) 238082. 257281 (0411) 316488. Banjarmasin 70233 Jl. Jakarta Barat 11110 Gedung Plaza Bapindo Lt. 3350928 (0511) 3257278 (0511) 4780777 (0411) 3650401 (0411) 864226 (0411) 8112628 (0411) 320473 (0411) 333455 (0411) 864226 (0411) 8112628 (0411) 320473 (0411) 4772368 (0411) 4772368 Daftar MBDC (Micro Banking District Center) Medan Palembang Jakarta Kota Jakarta Sudirman Bank Mandiri Cab. 4 5.eral Ahmad Yani Km. Semarang 50243 Gedung Bumi Mandiri Lt 11. Yani Banjar Baru Samarinda Sudirman Balikpapan Suprapto Makassar Kartini Sungguminasa Makassar Cendrawasih Makassar Sulawesi Manado Datu Lolong Lasut Bitung Makassar Daya MBDC Denpasar Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar ALAMAT Jl. 15. Bitung 95521 Komplek Bukit Khatulistiwa Blok B/9. Zainul Arifin. Jend. 421 8765 (024) 841 9757. Makassar 90174 Jl. mbdc. Jend. Medan Jl. 15. 60 Singaraja 81116 Jl. (024) 841 9756(DM) (031) 534 8808 ext. Sam Ratulangi No. 698 33167 / 64 (021) 5266 940 Jakarta Thamrin Bandung Semarang Surabaya Denpasar Banjarmasin Makassar Yogyakarta Malang Menara BDN Lt. Banjarbaru. Dotu Lolong Lasut No. Jl. 421 8722. 81. Banjarmasin 70111 Jl. 7. 3. Rustam Effendi No 550. 51 Bandung 40001 Jl. RA Kartini No. 16 D. Surabaya 60271 Jl. Jend. 421 8733. Sudirman Kav. Makassar 90174 Jl. Malang 65119 (021) 230 2926. Makassar 90133 Jl. Banjarmasin 70233 Jl. 263333.54-55.LOKASI Singaraja Banjarmasin Pangeran Samudra Banjarmasin A. 262690. Lambung Mangkurat No. 319467 (0274) 561 923 (0341) 335 291 daftar alamat mbu. Lapangan Stasiun No. Kalimantan Selatan 70713 Jl. Jakarta Selatan 12190 (061) 453 6661 (0711) 313 767. 45. Jl. Yogyakarta 55231 Jl. Asia Afrika No. Jl. 4. 107. Samarinda 75111 Jl. A. 257278. 4. Makassar 90111 Kompleks Graha Satelit Blok 12 A. Jl. Merdeka Barat No. 355 190. Sulawesi No. Surapati No. Achmad Yani No. 51.13. Denpasar 80232 Jl. DM(021) 5266 936 (021) 3983 3059 (022) 421 8911.2). 319 442 (0274) 586731 (0341) 335 290. Balikpapan 76131 Jl. CBC & SDBC 165 . 2. Sudirman No. Suprapto No. 83. Achmad Yani KM 2 No. Jend. 129 137. 226 / 5321819 (0361) 238083 ext 216 (0511) 326 2540. Yani No. Jakarta Pusat 10340 Jl. Basuki Rachmat No. Gowa 92111 Jl. flexi 706 3877 (021) 691 6533. Makassar 90111 phone (0511)3361154 (0511)3269626 (0511)7473729 faX (0511) 3361154. TP. 356 436. 12-14. Dr. Cenderawasih No.

85. Jakarta 12190 TELEPON 021 6910705 021 39832879 021 39832817 021 5268118 021 5245029 021 45856250 021 8813200 021 5245026 FAKSIMILI 021 6917029 021 39832832 021 39832891 021 5268119 021 5274343 (021) 45856230 021 8821100 021 52963012 REGIONAL COMMERCIAL SALES GROUP Commercial Banking Center Medan Commercial Banking Center Pekanbaru Commercial Banking Center Palembang Commercial Banking Center Bandung Commercial Banking Center Semarang Commercial Banking Center Surabaya Commercial Banking Center Denpasar Commercial Banking Center Makassar Commercial Banking Center Banjarmasin Jl. Pemuda No 73 Semarang 50139 Jl. Makassar 90111 Jl. Jl. 54-55. Basuki Rachmat No.4209328 031 5480731 0411 312595 0711 360361 061 4155385 0361 244342 0511 3363082 021 5267549 024 3580579 021 39832891 021 2600508 0761 856732 166 daftar alamat mbu.Gatot Subroto Kav.39 Spoke Palembang A.12 Kelapa Gading Jakarta 14240 Gedung Spoke Bekasi Juanda. Jakarta Barat 11110 Gedung Menara BDN Lantai 3.2 No.8. Jl.15.19. Boulevard Artha Gading Kav. mbdc. Asia Afrika No.Gatot Subroto Kav. Sudirman Kav. Basuki Rahmat No. 129 137 Surabaya 60271 Jln. Ir. H Juanda No.54-55 Jakarta 12190 Plaza Mandiri Lantai 19.2.A1 Blok CN.129-137 Surabaya 60271 Jl. Jend.36-38.39.A. Jl. A.Rivai No. 118 120 Bandung 40261 Jl. Kebon Sirih No.Pemuda No. Kapten Rivai No.Sudirman Kav. Surapati No 15 Denpasar 80232 Jl. Jl. Imam Bonjol No. Yani No. Denpasar 80232 Bali Jl. Jl. 19 Makassar 90111 Jl.Jend. R.Lambung Mangkurat No. Kartini No. Jend.Jend. Kapt.39 Palembang 30135 Gedung Dana Pensiun Satu(Lantai 3). Jl. Jakarta Selatan 12190 Jl. 8 Banjarmasin Jl. Jl. Kartini No.DAFTAR CBC Jakarta Commercial Sales Group Commercial Banking Center Jakarta Kota Commercial Banking Center Jakarta Thamrin I Commercial Banking Center Jakarta Thamrin II Commercial Banking Center Jkt Sudirman Commercial Banking Center Jkt Plaza Mandiri Commercial Banking Center Jkt Kelapa Gading Commercial Banking Center Bekasi Commercial Banking Center Plaza Mandiri ALAMAT Jl.36-38 Jakarta 12190 Gedung Graha Rekso Lantai 3. Jl. Banjarmasin 70111 061 4153393 0761 856743 0711 355399 022 4220595 024 3520053 031 5320642 0361 244336 0411 311752 0511 4366792 061 4155385 0761 856732 0711 360361 022 4209328 024 3580579 031 5480731 0361 238082 0411 312595 0511 4366793 DAFTAR SDBC SDBC SBDC Bandung SBDC Surabaya SBDC Makassar SBDC Palembang SBDC Medan SBDC Denpasar SBDC Banjarmasin SBDC Jkt Sudirman SBDC Semarang SBDC Jkt Thamrin SBDC Jkt Kota SBDC Pekanbaru Alamat Jl. Lapangan Stasiun No 2 Jakarta Barat 11110 Jl.Suropati no. A Rivai No 39 Palembang 30135 Jln. Medan 20112 Jl. Jl. Jl. Kapten Rivai No. MH Thamrin No 5 Jakarta Pusat 10340 Jl. Lapangan Stasiun No. Asia Afrika no. Jl.118-120 Bandung 40261 Gedung Kanwil VII/ Lantai 3.73 Semarang 50139 Gedung Bumi Mandiri Lantai 11.83 Jakarta Pusat 10340 Bank Mandiri Tower Lantai 5. Lambung Mangkurat No. Imam Bonjol No 7 Medan 20112 Jl. CBC & SDBC . Kebon Sirih No.155 Bekasi 17112 Plaza Mandiri Lantai 29.83 Jakarta Pusat 10340 Gedung Menara BDN Lantai 3. Jl. A Yani No 85 Pekanbaru 28115 Telepon 022 4240286 031 5348880 0411 312984 0711 312500 061 4154600 0361 238083 0511 9965484 021 5268115 024 3514321 021 39832879 021 6915478 0761 839267 Faksimili 022. 7.

dewan komisaris Edwin Gerungan Komisaris Utama Muchayat Wakil Komisaris Utama Soedarjono Komisaris Richard Claproth Komisaris Gunarni Soewarno Komisaris Independen Pradjoto Komisaris Independen Yap Tjay Soen Komisaris Independen 167 .pernyataan komisaris Menyatakan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Sentausa Direktur Risk Management Bambang Setiawan Direktur Compliance & Human Capital Riswinandi Direktur Special Asset Management Thomas Arifin Direktur Treasury & International Banking Budi G. Sadikin Direktur Micro & Retail Banking Pahala Nugraha Mansury EVP Coordinator Finance & Strategy Haryanto Tiara Budiman EVP Coordinator Change Management Office 168 .pernyataan direksi Menyatakan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dewan direksi Agus Martowardojo Direktur Utama Wayan Agus Mertayasa Wakil Direktur Utama Omar Sjawaldy Anwar Direktur Consumer Finance Zulkifli Zaini Direktur Commercial Banking Sasmita Direktur Technology & Operations Abdul Rachman Direktur Corporate Banking Sentot A.

(+62.id PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Plaza Mandiri. 5299 7777 Fax. 36–38 Jakarta 12190.21) 526 5045. Jl. Gatot Subroto Kav. Jend.bankmandiri.www. Indonesia Tel. (+62.21) 5296 4024 .co.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful