2006

Laporan Tahunan

Daftar Isi
3 4 6 8 10 14 22 29 30 49 57 59 60 61 62 64 65 70 72 80 84 90 96 102 106 112 124 132 136 138 144 146 147 Warisan Tak Ternilai Penghargaan Ikhtisar Keuangan Sambutan Komisaris Utama Dewan Komisaris Sambutan Direktur Utama Direksi Struktur Organisasi Pembahasan Umum dan Analisis Manajemen Good Corporate Governance Laporan Komite Audit Laporan Komite Nominasi dan Remunerasi Laporan Komite Kebijakan Risiko Laporan Komite Good Corporate Governance Anggota Komite Non Komisaris dan Corporate Secretary Finance & Strategy Ikhtisar Strategic Business Unit (SBU) Change Management Office Corporate Banking Commercial Banking Consumer Finance Micro & Retail Banking Treasury & International Banking Special Asset Management Produk & Jasa Manajemen Risiko Compliance & Human Capital Technology & Operations Corporate Social Responsibility Informasi Pemegang Saham Manajemen Pernyataan Komisaris Pernyataan Direksi

Rp 267,5 triliun 15,2%

Total Aktiva per 31 Desember 2006

Pangsa Pasar Dana Pihak Ketiga

25,3%

Capital Adequacy Ratio (CAR)

menjadikan kami sebagai bank terpercaya pilihan Anda

Prosper with Us Visi & Misi Bank Terpercaya Pilihan Anda misi kami • • • • • Berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pasar Mengembangkan sumber daya manusia profesional Memberi keuntungan yang maksimal bagi stakeholder Melaksanakan manajemen terbuka Peduli terhadap kepentingan masyarakat dan lingkungan .

Bank Negara Indonesia Unit IV beralih menjadi Bank Bumi Daya. perbankan syariah serta bancassurance. sebuah bank industri yang didirikan pada tahun 1951 dengan misi untuk mendukung pengembangan sektor-sektor ekonomi tertentu.’ dimana persetujuan kredit dipisahkan dari kegiatan pemasaran dan business unit kami. Tingkatan tertinggi dari manajemen eksekutif adalah Direksi. Pada tahun 1970. Bank Mandiri menyediakan solusi keuangan yang menyeluruh bagi perusahaan swasta maupun milik Negara. transportasi dan pariwisata. Kami mewarisi sembilan sistem perbankan dari keempat legacy bank. Nasabah corporate kami merupakan penggerak utama perekonomian Indonesia. empat bank milik Pemerintah yaitu Bank Bumi Daya. konstruksi. Berdasarkan sektor usaha. Keempat Bank tersebut telah turut membentuk riwayat perkembangan perbankan di Indonesia dimana sejarahnya berawal pada lebih dari 140 tahun yang lalu. industri dan pertambangan. infrastruktur teknologi informasi kami sudah mampu memfasilitasi straightthrough processing dan interface yang seragam untuk nasabah. Salah satu pencapaian penting adalah penggantian secara menyeluruh platform teknologi kami. Chartered Bank (sebelumnya adalah bank milik Inggris) juga dinasionalisasi. Bank Mandiri juga berhasil mencetak kemajuan yang signifikan dalam melayani Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan nasabah ritel. Bapindo dibentuk sebagai bank milik negara dan BIN kemudian digabung dengan Bank Bapindo. sebuah bank Pemerintah yang membiayai sektor industri dan pertambangan. Nederlansche Handels Maatschappij yang didirikan pada tahun 1824 dan mengembangkan kegiatannya di sektor perbankan pada tahun 1870.V. Sejarah Bank Ekspor Impor Indonesia berawal dari perusahaan dagang Belanda N. khususnya perkebunan. dimana selanjutnya pada tahun 1960 dinasionalisasikan serta berubah nama menjadi Bank Dagang Negara. Masing-masing dari empat bank bergabung telah memainkan peranan yang penting dalam pembangunan ekonomi. kami mulai melaksanakan program penggantian platform yang berlangsung selama tiga tahun dengan investasi USD 200 juta. di mana program pengganti tersebut difokuskan untuk kegiatan consumer banking. Internal Audit dan Corporate Secretary.620.000 menjadi 17. Bapindo ditugaskan untuk membantu pembangunan nasional melalui pembiayaan jangka menengah dan jangka panjang pada sektor manufaktur. Setelah investasi awal untuk konsolidasi sistem yang berbeda tersebut. Sebagai bagian dari penerapan good corporate governance. Pada bulan Juli 1999. Bank Ekspor Impor Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia. yang akhirnya menjadi Bank Exim. Bank Mandiri kemudian memulai proses konsolidasi. Kini. sedangkan kredit kepada nasabah consumer sebesar 11. salah satunya adalah Bank Negara Indonesia Unit II Divisi Expor-Impor. nasabah kami bergerak di bidang usaha yang sangat beragam khususnya makanan dan minuman. Pada tahun 1968. Konsolidasi dan Integrasi Setelah selesainya proses merger. Bank Umum Negara digabungkan ke dalam Bank Negara Indonesia dan berganti nama menjadi Bank Negara Indonesia Unit IV. Bank Mandiri disupervisi oleh Komisaris yang terdiri dari orang-orang yang menonjol di komunitas keuangan yang ditunjuk oleh pemegang saham termasuk Menteri Negara BUMN. dan selanjutnya pada tahun 1965 perusahaan ini digabung dengan Bank Negara Indonesia menjadi Bank Negara Indonesia Unit II. Kemudian pada tahun 1968. komersial. Bank Mandiri membentuk Compliance Group. Bank Mandiri terus bertekad untuk membentuk tim manajemen yang handal dan profesional serta bekerja berdasarkan prinsip-prinsip good corporate governance. Pada 31 Desember 2006. berkat kerja keras lebih dari 21. bergabung menjadi Bank Mandiri. Bank Negara Indonesia Unit II dipecah menjadi dua unit.01% dari total kredit. porsi kredit kepada nasabah UKM dan mikro sebesar 39. Bank Dagang Negara. kimia dan tekstil. pertama kali dibentuk dengan nama Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij di Batavia (Jakarta) pada tahun 1857. Di antaranya kami menutup 194 kantor cabang yang saling tumpang tindih dan mengurangi jumlah pegawai dari 26. Pada bulan Desember 1999. pemerintah Indonesia menasionalisasi perusahaan ini. menjadi Bank Umum Negara pada tahun 1959. Pada tahun 1960. dan juga dari waktu ke waktu diperiksa oleh Bank Indonesia dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). jumlah kredit kepada nasabah corporate sebesar 87% dari total kredit. Pada tahun 1960. Pada saat ini. warisan tak ternilai  . Pada tahun 1964. Bank Dagang Negara merupakan salah satu bank tertua di Indonesia. pengawasan dan kepatuhan yang sesuai standar internasional. pertanian. Pada saat ini. dan Bank Umum Negara diberi hak untuk melanjutkan operasi bank tersebut.000 karyawan yang tersebar di 924 kantor cabang dalam negeri dan 5 cabang luar negeri termasuk perwakilannya dan didukung oleh anak perusahaan yang bergerak di bidang investment banking. Direksi kami terdiri dari para bankir yang berasal dari legacy bank dan juga para bankir profesional dari bank lain. Persetujuan kredit dan pengawasan dilaksanakan dengan prinsip ‘four eyes. serta diaudit setiap tahunnya oleh Auditor Independen. usaha kecil dan mikro serta nasabah consumer. Sejak didirikan. bank pemerintah yang membiayai kegiatan ekspor dan impor. yang diketuai oleh Direktur Utama. Proses panjang pendirian Bank Bumi Daya bermula dari nasionalisasi sebuah perusahaan Belanda De Nationale Handelsbank NV. Bank Mandiri menjadi penerus suatu tradisi layanan jasa perbankan dan keuangan yang telah berpengalaman selama lebih dari 140 tahun.45%. jumlah kredit kepada nasabah corporate mencakup 49. Selanjutnya diikuti dengan peluncuran single brand di seluruh jaringan melalui iklan dan promosi.54%.Warisan Tak Ternilai Bank Mandiri berdiri pada tanggal 2 Oktober 1998 sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia. Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) berawal dari Bank Industri Negara (BIN). Pada tahun 1949 namanya berubah menjadi Escomptobank NV. Pada tahun 1965.

BCA 2.40) .Installment Saving Terbaik (no.40) .74) . 2 nilai 85.92) .56) .2 nilai 65. 2 nilai 42.Produk Tabungan Terbaik (no. Bank Niaga) Runner up Untuk Sektor Keuangan dengan predikat ‘terpercaya’ dan menjadi salah satu The Best of top 10 GCG Perception Index 2006 The Best Credit Card in Marketing Communications The Best Credit Card in Pricing - Mandiri Visa Card mendapatkan penghargaan sebagai ‘The best loyalty program in 2005’ - Peringkat pertama kepuasaan pelanggan di industri jasa untuk bidang Priority Banking E-Learning Award 2006: The Best E-Learning Provider Kelompok Perusahaan Asiamoney 2005 FX Poll for Indonesia–Corporate - Best for innovative FX products and structured ideas 2005 - Best FX prime booking services for Asian Clients .Kartu Debet Terbaik (no. 2 nilai 66.Mobile Bank Terbaik (no.Best for currency strategy - Best post-trade services. 2 nilai 85. 2 nilai 74.Kartu ATM Terbaik (no.Internet Banking Terbaik (no. Bank Mandiri 3.Layanan Perbankan Terbaik (no. 2 nilai 72. 2 nilai 63.16) .76) .penghargaan majalah/institusi penghargaan Survey Consumer Banking Excellent– Bank Mandiri sebagai Bank Masa Depan Posisi Bank Mandiri sbb: . including back–office Asiamoney 2006 FX Poll for Indonesia–Financial Institutions Best domestic providers of FX services Asiamoney 2006 Corporate Governance Poll for Indonesia - Overall Best Company in Indonesia for Corporate Governance 2006 Best Company in Indonesia - for Disclosure and Transparency 2006 Best Domestic FX Provider as voted by Corporates 2006 - Best for FX Sales - Best FX Prime Broking Services for Asian Clients - Best for Macroeconomics Research Best Local Cash Management Banker as voted by Corporates 2006 - Best overall domestic cash management for small business - Best overall domestic cash management for large business - Best overall cross border cash management for medium business - Most innovative cash management solutions for small business Posisi 3 untuk kategori Merchant Outlets versi Member Ranking and Card & Merchant Statistical Report The Outstanding Achiever–Larger Issuer Award 2005 The Best Cash Management System 2006  penghargaan .24) - Pemenang Overall (no.Mesin ATM Terbaik (no.42 posisi 1. 2 nilai 80.

dengan nilai indeks kepuasan nasabah 4. Limit kredit (plafon) terbesar yang diberikan kepada BPR 3. Pada tahun 1999. Hal ini merupakan landasan bagi tahap transformasi berikutnya menjadi Regional Champion Bank. Banking Service Excellence Award 2006– Best Overall Performance Indonesian Bank Loyalty Champion Kategori Credit Card Bank BUMN dengan strategi suku bunga yang inovatif dan kompetitif . Bank Dagang Negara.  Baki debit (outstanding) terbesar yang diberikan kepada BPR 4. Pada bulan Agustus. penghargaan  .045. berjangka waktu 5 tahun yang dicatatkan di Bursa Efek Singapura. Pemerintah Republik Indonesia melakukan divestasi lanjutan atas 10% kepemilikan di Bank Mandiri. Bank Ekspor Impor Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia secara legal bergabung ke Bank Mandiri pada tanggal 31 Juli 1999. 2004 Pada tanggal 11 Maret 2004. Selanjutnya Bank Bumi Daya. yang merupakan sistem core banking baru. J umlah linkage (kemitraan) terbesar dengan BPR 2. Pemerintah menambah penyertaan modal kepada Bank Mandiri melalui penerbitan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah sebesar Rp178 triliun.Learning Center ISO 9001: 2000 Untuk Bidang Compliance dan Treasury Operation Department–Central Operations Group milestone 1999 Bank Mandiri didirikan pada tanggal 2 Oktober 1998. Pada bulan April. Bank Mandiri menyelesaikan implementasi eMAS (Enterprise Mandiri Advance System). 2003 Pada tanggal 14 Juli 2003. Bank Mandiri menerbitkan Medium Term Notes (MTN) sebesar USD 300 juta. berdasarkan survei yang dilakukan pada tahun 2005. Pemerintah Republik Indonesia melakukan divestasi sebesar 20% atas kepemilikan saham di Bank Mandiri melalui penawaran umum perdana (IPO).Kriya Pranala Award sebagai bank umum dengan total aset diatas Rp 100 triliyun untuk kategori 1.  Penyebaran wilayah atau propinsi terbanyak Linkage Program Award Call Center Award 2006 Service Quality Award 2007 Kategori Banking Services: Regular Banking and Priority Banking for Domestic Banking The Best Online Banking tahun 2005 dari untuk layanan Internet Banking Indonesia Best Website 2006 untuk kategori Internet Banking The Best Investor Relations in Banking Sector ISO 9001:2000 Badan Sertifikasi Lloyd’s Register Indonesia The Best Performance Bank tahun 2005 untuk kategori layanan mobile/SMS Banking dengan jumlah user terbanyak dan fitur terlengkap Award of Achievement in Highest Increase in Number of Activated Locations Posisi ATM Bank Mandiri berada di peringkat kedua ICSA (Indonesia Customer Satisfaction Award).Call Center Banking .

004 117.176 26.070 (1.6% 42.955 2.100) 178.2% 2.7% 20.071) 184.436 13.0% 23.341 29.5% 15.9% 48.289 240.5% 2.453 696 404 (14) 314 269 Pendapatan Operasional [2] Beban Overhead [3] Beban Penyisihan/(Pembalikan) Penghapusan Aktiva Produktif dan Komitmen & Kontinjensi Beban Penyisihan/(Pembalikan) Penghapusan Lainnya Laba (Rugi) Sebelum Taksiran Pajak Penghasilan dan Hak Minoritas Laba (Rugi) Bersih NERACA Jumlah Aktiva Aktiva Produktif—Bruto Aktiva Produktif—Neto Kredit yang diberikan Penyisihan Penghapusan Kredit Jumlah Dana Pihak Ketiga Jumlah Kewajiban Jumlah Ekuitas RASIO-RASIO KEUANGAN Imbal Hasil Rata-rata Aktiva (ROA)—Sebelum Pajak [5] Imbal Hasil Rata-rata Ekuitas (ROE)—Setelah Pajak [6] Marjin Pendapatan Bunga Bersih Rasio Pendapatan Selain Bunga terhadap Pendapatan Operasional Rasio Beban Overhead terhadap Pendapatan Operasional [7] Rasio Beban Overhead terhadap Jumlah Aktiva Rasio Kredit Bermasalah (Non Performing Loan/NPL)—Bruto Rasio Kredit Bermasalah (Non Performing Loan/NPL)—Neto Penyisihan Penghapusan Kredit terhadap Kredit Bermasalah (Non Performing Loan/NPL) Rasio Kredit terhadap Dana Pihak Ketiga–Non Bank Rasio Kecukupan Modal Inti (Tier 1 Capital Ratio) [8] [4] 250.057) 1.831 2.517 245.746 11.214 94.525 5.078 6.114 235.8% 139.581 5.586 9.634 (129) 2.007 3.935 263.8% 23.ikthisar keuangan 2002 Rp miliar Diaudit LABA RUGI Pendapatan Bunga Bersih Pendapatan Selain Bunga [1] 2003 Rp miliar Diaudit 2004 Rp miliar Diaudit 2005 Rp miliar Diaudit 2006 Rp miliar Diaudit 2006 USD juta 6.4% 2.395 248.824) 206.4% 7.495 3.671 (14.7% 1.3% 0.2% 7.6% 3.7% 18.0% 4.3% Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) [8]  ikhtisar keuangan .807 75.436 230.8% 57.626 1.233 603 10.0% 51.037 20.3% 45.926 2.3% 1.7% 18.489 11.6% 2.1% 10.6% 25.4% 30.256 8.9% 74.3% 26.708 241.714 27.534 4.389) 205.1% 42.6% 1.269 3.059 106.4% 27.9% 2.2% 23.4% 35.395 237.169 23.345 2.6% 190.215 267.3% 16.8% 53.862 3.403 (8.149 304 1.636) 175.811 229.7% 3.9% 40.8% 1.3% 5.5% 19.156 214.391 333 (309) 7.8% 4.032 4.267 4.047 13.2% 15.170 218.915 538 (321) 7.668 226.811 3.598) 22.1% 1.788 2.957 14.733 13.633 10.702 229.433 65.1% 21.9% 34.1% 22.291 25.226 231 5.586 8.156 225.444 6.849 26.218 24.943 (9.4% 1.753 3.445 (1.2% 2.6% 25.838 223.6% 8.7% 55.693 (11.417 (9.4% 31.4% 25.2% 19.383 244.421 1.6% 128.435 249.147 229.3% 44.5% 4.

2003. periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 30 April 2003 (setelah kuasi reorganisasi) dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2002 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono. [9] Ikhtisar keuangan tahun 2006. [6] Laba bersih dibagi rata-rata saldo triwulanan jumlah ekuitas pada tahun yang bersangkutan.800 JUMLAH ATM 06 Periode 18. [4] Termasuk pendapatan yang ditangguhkan atas kredit yang dibeli dari BPPN. 31 Desember 2004.425 9.003 4.062 19.693 jumlah pegawai 02 03 04 05 JUMLAH KANTOR CABANG DALAM NEGERI 2.000 6.025 9.265 6.735 2.559 924 909 730 687 789 ikhtisar keuangan  . [8] Perhitungan rasio kecukupan modal inti (Tier I Capital Ratio) dan rasio kecukupan modal (CAR) berdasarkan angka bank saja. 21. [2] Pendapatan bunga bersih + Pendapatan selain bunga.285 JUMLAH ATM-LINK NILAI TUKAR Rp /usd (per 31 desember) 02 03 04 05 06 Periode 02 03 04 05 06 Periode 2-560 05 2.716 5. 2004 dan 2005 telah direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian informasi keuangan tahun 2006. dan 2002 diatas.830 8. 31 Desember 2005. Sarwoko & Sandjaja. 2004. Sarwoko & Sandjaja. [3] Beban umum dan administrasi + Beban gaji & tunjangan pegawai. oleh sebab itu bukan merupakan penyajian yang lengkap.catatan [1] Termasuk keuntungan dari kenaikan nilai dan penjualan surat-surat berharga dan Obligasi Pemerintah. Untuk tujuan perbandingan. diambil dan/atau dihitung dari laporan keuangan konsolidasian PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.950 8. periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003.192 17. [5] Laba sebelum taksiran pajak penghasilan dan hak minoritas dibagi dengan rata-rata saldo triwulanan jumlah aktiva pada tahun yang bersangkutan. 2005. [7] Beban overhead dibagi Pendapatan Operasional tidak termasuk keuntungan dari kenaikan nilai dan penjualan surat-surat berharga dan Obligasi Pemerintah.397 21.022 1. beberapa informasi keuangan untuk tahun 2002. anggota Ernst & Young Global. dan Anak-anak Perusahaan per tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006. 2003. Terdapat reklasifikasi sebesar Rp 201 miliar di tahun 2005 dari pendapatan selain bunga ke pendapatan bunga. anggota Ernst & Young Global (31 Desember 2006) dan Prasetio.537 9.470 04 02 03 04 05 06 Periode 06 Periode 02 03 4.

edwin gerungan • Komisaris Utama dan Komisaris Independen  sambutan komisaris utama .sambutan komisaris utama Kami tetap berkomitmen untuk senantiasa mengarahkan Bank memberikan shareholder value yang tumbuh berkesinambungan dengan berlandaskan penerapan prinsip-prinsip good corporate governance serta berusaha merefleksikan etika dan budaya tata kelola yang baik dalam setiap struktur dan kebijakan yang kami ambil.

pengawasan strategi dan manajemen risiko serta penguatan manajemen untuk menciptakan dan mendorong budaya berorientasi kinerja. baik untuk kepentingan karyawan maupun Bank Mandiri itu sendiri. saya ingin menyampaikan penghargaan atas hasil luar biasa yang telah dicapai seluruh karyawan Bank Mandiri dalam meningkatkan mutu pelayanan. Kami saat ini telah berada di jalan yang tepat untuk mewujudkan aspirasi kami untuk menjadi pelaku utama (leading driver) dari konsolidasi industri perbankan Indonesia yang pada akhirnya menjadi Regional Champion Bank. Pemegang Saham serta Masyarakat. Di tahun 2006. Kebijakan Risiko. Dengan fokus arahan pada konsolidasi dan pertumbuhan jangka panjang. Kami juga berupaya untuk memastikan bahwa manajemen risiko Bank Mandiri diterapkan dengan efektif dan efisien dengan mengkaji risiko kredit. Seperti telah kami kemukakan pada Laporan Tahunan tahun lalu. Survei yang dilaksanakan oleh majalah Asiamoney di tahun 2006 menobatkan Bank Mandiri selaku The Overall Best Company in Indonesia for Corporate Governance dan juga The Best Company in Indonesia for Disclosure & Transparency 2006. risiko pasar dan risiko operasional secara periodik serta memantau efektivitas pengawasan internal untuk menekan fraud. jaringan distribusi yang luas berskala nasional dan kecakapan manajemen yang luar biasa. sampai dengan pelaksanaan program-program untuk mencapai efisiensi operasional. dimana tiga diantaranya bergabung setelah menempuh perjalanan karir panjang di berbagai institusi keuangan lainnya. Laporan dari masing-masing komite tersebut beserta perananannya dalam kerangka tata kelola kami bisa kita ikuti di bagian lain dari Laporan Tahunan ini. Kami diberi amanat untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip good corporate governance diterapkan secara komprehensif. nasehat dan kesabarannya. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.Kepada para Stakeholder. Dalam peranan ini. Audit dan Nominasi dan Remunerasi. visi Dewan Komisaris adalah: Menjalankan langkah-langkah proaktif dalam melaksanakan fungsi-fungsi dan peran kami di dalam pengawasan kebijakan Bank. infrastruktur yang menakjubkan. Dewan Komisaris melaksanakan peran utamanya dalam penyusunan tim manajemen yang kompeten dan cakap melalui Komite Nominasi dan Remunerasi. kami dengan gembira menyambut lima anggota Direksi baru. Pengawasan kami terhadap strategi Bank dimulai sejak penyusunan rencana bisnis dan aliansi strategisnya. Pengawasan tersebut berlanjut dengan pemantauan kinerja manajemen dalam melaksanakan rencana-rencana bisnis tersebut. manajemen senior dan seluruh karyawan pada bulan-bulan dan tahun-tahun mendatang dalam rangka mengeksplorasi potensi-potensi para nasabah yang loyal. di tahun 2006 ini kami fokus pada efektivitas penerapan GCG. Pada tahun 2006. Usaha-usaha kami mewujudkan good corporate governance telah memberikan imbal hasil (return) yang sangat baik bagi para Pemegang Saham. Edwin Gerungan Komisaris Utama dan Komisaris Independen sambutan komisaris utama  . Dengan adanya komite tersebut serta melalui komunikasi secara teratur dengan Dewan Direksi. Kami tetap berkomitmen untuk senantiasa mengarahkan Bank dalam memberikan shareholder value yang tumbuh berkesinambungan dengan berlandaskan penerapan prinsip-prinsip good corporate governance. kami membukukan peningkatan laba bersih sebesar 301%. bersamaan dengan membaiknya kualitas aktiva produktif dan meningkatnya kualitas pelayanan kami kepada nasabah. kami melaksanakan fungsi pengawasan kebijakan dan penatalaksanaan untuk memastikan bahwa Bank dikelola sesuai dengan peraturan yang berlaku dan manajemen telah merumuskan. Kami sangat antusias untuk bekerja sama dengan Dewan Direksi. manajemen risiko dan kualitas aktiva kami. Atas nama Dewan Komisaris. yang diangkat pada tahun 2006. tanggung jawab kami selaku Dewan Komisaris semakin berpusat pada pengawasan kebijakan dan penatalayanan. Kemajuan dalam transformasi itu tetap mengharuskan kami melakukan perbaikan di antaranya mengenai tata kelola perusahaan (corporate governance). Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder Bank Mandiri atas dukungan. Kami bertanggung jawab atas seleksi kandidat direksi. Walaupun transformasi Bank Mandiri masih dalam tahapan awal. Kami berusaha untuk merefleksikan etika dan budaya tata kelola yang baik dalam setiap struktur dan kebijakan yang kami ambil. manajemen risiko dijalankan secara efektif dan efisien serta pengembangan manajemen dan sistem sumber daya manusia yang menunjang terciptanya lingkungan kerja yang kondusif dalam pengembangan profesionalisme. mensosialisasikan dan melaksanakan standard operating procedures yang memadai untuk memastikan kepatuhan Bank Mandiri secara keseluruhan serta telah menetapkan dan membentuk prinsip-prinsip good corporate governance. Bila di tahun 2005 kami berkonsentrasi untuk menjabarkan kebijakan yang berlandaskan Piagam GCG kami. Bank Mandiri berhasil mencatat kemajuan dalam perjalanan transformasinya yang dimulai pertengahan 2005. Kami melaksanakan amanat tersebut dengan bantuan empat Komite yang bertanggung jawab atas Corporate Governance. memperbaiki tata kelola dan menempatkan Bank Mandiri dalam jalur yang kokoh untuk meraih profitabilitas dan pertumbuhan yang berkesinambungan setelah masa-masa transisional yang sulit selama 2005. arahan dan visi Dewan Direksi serta jajaran manajemen senior memberi keyakinan kepada kami bahwa Bank Mandiri akan mewujudkan visi transformasi tersebut. Komitmen kami terhadap prinsip-prinsip GCG dan kemajuan dalam implementasinya telah mengundang penghargaan dari masyarakat internasional. dan melaksanakan review atas seluruh calon yang direkomendasikan kepada pemegang saham berdasarkan kebutuhan organisasi dan keahlian masing-masing kandidat direksi.

Bergabung dengan Atlantic Richfield tahun 1997. Beliau memulai karir sebagai Pengajar (Dosen) di Fakultas Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember. dan pada bulan Mei 2005. Illinois pada bulan Juni 1972 dan bergabung dengan Citibank N. kemudian menjadi Koordinator Pencatatan Efek (Listing Committee) Bursa Efek Surabaya (BES). Dari tahun 1990 sampai tahun 1996. perbankan. Tahun 1999. sebagai Senior Advisor. Tahun 1998 sampai tahun 1999. Surabaya tahun 1978. Tahun 1982.A. beliau menduduki posisi Komisaris PT IEF Consultan. Perancis tahun 1984. beliau ditunjuk menjadi Komisaris Utama Bank Mandiri. beliau menjabat sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR-RI). memperoleh gelar Master tahun 1983. Tahun 2000 sampai tahun 2001. beliau ditunjuk sebagai Wakil Ketua Jurusan Fakultas Teknik Kimia sampai dengan tahun 1984. beliau terpilih sebagai Wakil Ketua KPKPN selama tiga tahun. Surabaya tahun 1979. beliau ditunjuk menjadi Komisaris Bank Mandiri. Puncak karir beliau selama 25 tahun di Citibank pada saat menduduki posisi jabatan Head of Treasury and Financial Markets. Beliau menduduki posisi sebagai Komisaris Utama Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 tahun 2003.dewan komisaris 1 Edwin Gerungan Komisaris Utama dan Komisaris Independen Edwin Gerungan Komisaris Utama dan Komisaris Independen Menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar sarjana dari Principia College. Muchayat Wakil Komisaris Utama Menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Kimia dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember. beliau ditunjuk menjadi Komisaris Bank Central Asia. Jabatan profesional lainnya meliputi Wakil Ketua KADIN tahun 2004 dan Ketua Ikatan Konsultan nasional Indonesia dari tahun 1997 sampai dengan tahun 2002. Tahun 2001. 2 Muchayat Wakil Komisaris Utama 3 Soedarjono Komisaris 4 Richard Claproth Komisaris 5 Gunarni Soeworo Komisaris Independen 6 Pradjoto Komisaris Independen 7 Yap Tjay Soen Komisaris Independen 10 dewan komisaris . Tahun 1996. beliau kembali berkarir di dunia perbankan dan bergabung dengan Bank Mandiri menduduki posisi Executive Vice President— Treasury & International. program penjaminan serta penjualan aset yang berkaitan dengan program penyehatan sektor perbankan pada saat itu. pada bulan Agustus 1972. dan Certificate Industrial Management dari Institut National Polytechnique de Lorraine (INPL) di Nancy. Tahun 2002. beliau diberi kepercayaan sebagai Kepala BPPN yang melaksanakan restrukturisasi perusahaan. Beliau juga menjabat sebagai Komisaris Bank Danamon pada kurun waktu September 2003 sampai dengan Mei 2005. Pada bulan Mei 2005. beliau menjabat Komisaris Utama PT Surabaya Artha Selaras Sekuritas di Surabaya.

4 2 3 7 5 6 1 dewan komisaris 11 .

Tahun 1998 sampai 2003. dan dipromosikan sebagai Kepala Humas Departemen Pertambangan dan Energi pada tahun 1991. Australia tahun 1988. Beliau merupakan anggota Dewan Ekonomi Nasional dan sebelumnya juga merupakan anggota Komite Pengawas BPPN. dan ditunjuk sebagai Direktur Utama sejak tahun 1994 selama jangka waktu 5 tahun. beliau menjabat Komisaris Utama PT Danareksa (Persero) dan ditunjuk kembali menjadi Komisaris Bank Mandiri pada bulan Mei 2005. Sejak tahun 2004. dan pada bulan Mei 2005 ditunjuk sebagai Komisaris Independen Bank Mandiri. ditunjuk sebagai Kepala BPKP dan menjabat selama 6 tahun. USA pada tahun 1992. Memulai karir sebagai Kepala Seksi di Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral tahun 1989. dan Anggota Bankers Club Indonesia. Dipromosikan sebagai Direktur Bank Niaga membawahi Marketing and Credit Directorate pada tahun 1989. dan menjadi Deputi Kepala BPKP pada tahun 1991. dan dimutasikan ke Kantor Pusat Citibank NA. Beliau juga terpilih sebagai Wakil Ketua IRPA (Indonesian Risk Professional Association).dewan komisaris Soedarjono Komisaris Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi dari Universitas Indonesia tahun 1965 dan memulai karir sebagai Akuntan di kantor Akuntan Negara Yogyakarta tahun 1966. ia menjabat sebagai Sekretaris Kementerian BUMN dari tahun 2004 sampai tahun 2005 dan menjabat Anggota Tim Ekonomi Lemhanas. Beliau juga Kepala Bapeksta untuk Fasilitas Ekspor di Departemen Keuangan dari tahun 1991 sampai dengan tahun 1993. Jakarta sebagai Senior Vice President and Group Head. Sekembalinya dari Amerika Serikat sebagai visiting Professor untuk Program Post Graduate Ekonomi di Graduate School of International Economics. Tahun 1998. Brandeis University. Beliau juga pernah memegang posisi penting di berbagai organisasi profesi lainnya termasuk sebagai Ketua Ikatan Akuntan Indonesia dari tahun 1994 sampai dengan tahun 1998. 12 dewan komisaris . Tahun 1999 sampai tahun 2004. Beberapa kali menerima penghargaan dari Pemerintah Indonesia termasuk diantaranya Satya Lencana Karya Satya 10 Tahun pada tahun 1993. juga menjabat Ketua Tim Pengawas Bank International Indonesia dari tahun 2002 sampai tahun 2003. Terpilih sebagai Ketua Perbanas sejak tahun 1999 sampai tahun 2003 dan memimpin bidang perbankan Kamar Dagang dan Industri. Marketing & Credit. Credit Department Head. beliau ditunjuk sebagai Wakil Komisaris Utama di Bank Niaga. New York tahun 1976 sebagai Risk Assets Reviewer. beliau bergabung dengan Bank Niaga. Pada tahun 1993. Pada tahun 2005 ditetapkan sebagai Komisaris di Bank Mandiri. Bergabung dengan Citibank NA. Tahun 1987. dan pada tahun 1979 menjadi Kepala Sub Direktorat Perencanaan dan Analisa di Direktorat Jenderal Pengawasan Keuangan Negara (DJPKN). Satya Lencana Wira Karya pada tahun 1996 dan Bintang Jasa Pratama pada tahun 1998. diangkat menjadi Asisten Menteri Koordinator Bidang Ekuin dan kemudian menjadi Deputi Menteri Koordinator Bidang Ekuin untuk berbagai bidang tanggung jawab dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2001. Jakarta tahun 1970 sebagai Pro-Manager. Bandung tahun 1968 dan bergabung dengan PT Unilever di bidang penjualan pada tahun yang sama. beliau juga menjabat Penasehat dan Dewan Kehormatan Institut Bankir Indonesia. beliau menjadi Kepala Kantor Akuntan Negara Jember. Tahun 1999 sampai tahun 2005. beliau menjabat sebagai Komisaris Bank Mandiri serta juga menjabat sebagai Ketua Komite Audit. Beliau tetap berkarir di DJPKN setelah berganti nama menjadi Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Post graduate Fellowship di John Kennedy School of Government. Beliau kembali ke Jakarta tahun 1978 menduduki posisi Vice President and Division Head of Corporate Banking Group. Tahun 1972. Richard Claproth Komisaris Memperoleh gelar Sarjana Teknik Geologi dari Institut Teknologi Bandung tahun 1981. Ditunjuk menjadi Kepala Biro Sistem Informasi Energi & Pertambangan di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada tahun 1993 dimana ia berkarir selama 5 tahun. Post Graduate di bidang Geothermal Science dari International Institute of Geothermal Research tahun 1982 dan gelar Doktor di bidang Earth Science dari Universitas Wollongong. Gunarni Soeworo Komisaris Independen Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjadjaran. Saat ini. beliau menjabat Wakil Ketua Komite Nasional Good Corporate Governance. Harvard University. Beliau menjabat Komisaris Utama Bank Danamon dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2002.

Jogjakarta. Pada tahun 2005. Tahun 1992. menjadi tenaga pengajar pada Program Magister Manajemen Universitas Atmajaya. Ketua Ombudsman BPPN dan anggota Oversight Committee BPPN. Indonesia tahun 1981 setelah bergabung dengan Citibank sebagai Executive Trainee tahun 1980. beliau ditunjuk menjadi Presiden Direktur PT Tuban Petrochemical Industries dan pada tahun yang sama ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Aneka Tambang. mendirikan Kantor Konsultan Hukum Pradjoto & Associates. membawahkan bidang loans & deposits. Treasury and Financial Controls. menjadi anggota Tim Gabungan Tindak Pidana Korupsi (TGTPK). Bergabung dengan Asia Food & Properties (Singapore) sebagai Chief Operating Officer tahun 1998 dan berkarir di Bank International Indonesia sebagai Deputy President Director tahun 1999. Kanada tahun 1976 dan memperoleh gelar MBA Finance. accounting & electronic data processing dan menjabat sebagai Executive Coordinator untuk Sumber Daya Manusia. Memulai karir sebagai Loan & Foreign Exchange Department Head di Citibank NA.Pradjoto Komisaris Independen Menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia tahun 1981 dan berkarir di PT Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) selama dua belas tahun. beliau menjadi Presiden Direktur PT Astra Sedaya Finance. kemudian melanjutkan pendidikan Master di Faculty of Economy Kyoto University tahun 1986–1988. trade. Accounting & Investor Relations. remittances and counter services. Pada tahun 2005 ditunjuk sebagai Penasehat Dewan Gubernur BI. dan tahun 1993 ditunjuk sebagai CEO untuk Auto 2000 Group sampai dengan tahun 1998. Bergabung dengan Astra Group tahun 1989 dan ditunjuk sebagai Direktur PT Toyota Astra Motor membawahkan bidang finance. Tahun 2003 dan 2004. Beliau ditunjuk sebagai Komisaris Independen Bank BNI 46 tahun 2003 sampai dengan Mei 2005. Tahun 2000. Sejak Mei 2005 bergabung dengan Bank Mandiri sebagai Komisaris Independen. juga dari McGill University pada tahun 1980. Di tahun 2002. Tahun 2001. Pada tahun 2002. Pada bulan Mei 2005. ditunjuk sebagai tenaga ahli Kejaksaan Agung RI dan sekaligus anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi). ditetapkan menjadi Komisaris Independen di Bank Mandiri. beliau ditugaskan untuk membangun local joint venture. menjadi anggota Tim Independen Divestasi Bank Danamon dan Bank Permata serta anggota Tim Panel Arsitektur Perbankan Indonesia (API). membawahkan bidang Finance. membawahkan bidang Operations. leasing operations. Dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2001. cash & tellers. dewan komisaris 13 . Yap Tjay Soen Komisaris Independen Memperoleh gelar BSc Mechanical Engineering dari McGill University di Montreal. beliau bergabung sebagai anggota Himpunan Konsultan Pasar Modal dan terpilih sebagai anggota Tim Panel IMF masalah Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Kembali berkarir di Citibank Corporate Banking tahun 1985 untuk menyelesaikan non-performing loans dan membangun Transactional Product Business Unit tahun 1986. transit clearing. Tahun 1994. dan menjadi Tim Perumus Perubahan UU Kepailitan dan juga adalah anggota Komisi Ombudsman Nasional dan Komite Ombudsman BPPN. terpilih menjadi anggota Komisi Hukum Nasional Republik Indonesia. Beliau mencapai puncak karir di Citibank pada tahun 1988 sebagai Vice President and Production Head in Operations. Citicorp Leasing Indonesia. Tahun 1982.

dan implementasi client service teams. dan merupakan sesuatu yang membedakan Bank Mandiri dari pesaingnya. memberikan potensi pertumbuhan bisnis di masa mendatang. AGUS MARTOWARDOJO • Direktur Utama 14 sambutan direktur utama .sambutan direktur utama Kami memiliki peluang untuk meningkatkan bisnis melalui aliansi strategis. Strategi sinergi ini. cross-selling.

dan ketiga adalah ‘Shaping the end game’ – dimana kami mengantisipasi Bank memiliki peranan aktif dalam proses konsolidasi Sektor Perbankan Indonesia. berkurangnya jumlah simpanan yang dijamin akan memberi peluang bagi Bank Mandiri untuk bisa terus sambutan direktur utama 15 . Kedua adalah tahap ‘Building momentum’ dimana diharapkan kami dapat tumbuh signifikan di semua segmen. kredit perbankan dapat tumbuh 14. serta indikator makro ekonomi lainnya yang terus membaik telah membangkitkan harapan bahwa sektor perbankan dapat meningkatkan peranan aktif fungsi intermediasinya. Melihat keseriusan Bank Indonesia dalam mendorong terciptanya konsolidasi di sektor perbankan. sistem dan proses untuk mencapai sasaran dalam rencana jangka menengah ini. yaitu bank milik publik yang terkemuka di kawasan Asia Tenggara dengan nilai kapitalisasi pasar yang mencapai setidaknya USD 10 miliar. 2.8/14/PBI/2006 tentang pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum. kami menyampaikan hasil kerja keras dan kinerja yang diperoleh pada tahun 2006 yang baru saja berlalu. Undang-undang ini mengamanatkan bahwa jumlah maksimum yang dijamin akan secara bertahap dikurangi menjadi sebesar Rp 100 juta untuk setiap nasabah pada satu bank. termasuk didalamnya untuk mempercepat konsolidasi perbankan melalui Peraturan Bank Indonesia: 1. Sebagai bank milik pemerintah yang umumnya dipersepsikan relatif lebih aman. Commercial. Sementara itu.Pemegang saham yang terhormat. sertifikat deposito. Menurunnya suku bunga terutama di semester kedua 2006. kami memberikan komitmen untuk berupaya agar Bank Mandiri dapat menjadi Dominant Multi-Specialist Bank di tahun 2010. ‘Menjadi Bank Terpercaya Pilihan Anda.421 triliun menunjukkan bahwa program transformasi yang mulai kami jalankan di tahun 2006 telah mulai menunjukkan hasil. Tumbuh menjadi Dominant Multi-Specialist Bank dengan menguasai pangsa pasar pendapatan (market share revenue) sebesar 20%–30% di segmen bisnis Corporate. Sebagai bank terbesar dengan modal yang kuat serta pengalaman merger sebelumnya. Upaya Transformasi Bank Mandiri ini dibagi dalam 3 tahap yaitu: tahap pertama ‘Back-on track’ – dimana fokus kami adalah untuk membenahi dan membangun dasar-dasar pertumbuhan di masa datang. No. Dari dari 14 peraturan tersebut terdapat 11 peraturan yang dimaksudkan untuk meningkatkan peranan intermediasi perbankan. tercermin dari penurunan tingkat bunga yang cukup siginifikan. Perkembangan di tahun 2006 dengan peningkatan laba setelah pajak sebesar lebih dari 301% menjadi Rp 2. Kondisi dan Regulasi Perbankan Nasional Kondisi sektor perbankan Nasional di tahun 2006 mengalami perkembangan yang positif. No. Dalam rangka untuk lebih meningkatkan fungsi intermediasi perbankan. Begitu juga kinerja perbankan yang menunjukkan peningkatan laba dan penguatan balance sheet.24 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di tahun 2004. tercermin dalam Margin Bunga Bersih (Net Interest Margin atau NIM) meningkat dari 5. Sejalan dengan dengan visi kami.3% selama setahun. Program Transformasi 5 tahun tersebut akan dijalankan sesuai empat tema berikut ini: 1. Laporan tahunan 2006 telah menunjukkan indikasi bahwa Bank Mandiri kembali back-on-track untuk menuju kinerja yang telah ditargetkan sesuai dengan rencana transformasi 5 tahun.  Mempersiapkan diri menjadi Regional Champion Bank. Apabila kita menengok kembali perkembangan perekonomian Indonesia dan sektor perbankan sepanjang tahun 2006 serta beberapa pencapaian kami di tahun yang lalu. Didorong pertumbuhan kredit yang kuat pada kuartal terakhir. Kami berharap bahwa kondisi dan kinerja keuangan yang kelak menjadi lebih baik di tahun 2006 membangun momentum yang lebih baik dan mempercepat pertumbuhan peningkatan keuntungan dan tranformasi pada tahun 2007. tabungan atau bentuk lain yang dipersamakan dan tercatat di bank tanpa membedakan kepemilikan. Dengan berbahagia. Micro & Retail dan Consumer Finance dengan menetapkan strategi yang sesuai di masing-masing segmen dengan terus meningkatkan sinergi yang dihasilkan antar Business Unit yang mengelola berbagai segmen.80% tahun 2006. deposito.  Membangun organisasi dengan budaya berbasis kinerja.  Memperkuat Manajemen Risiko dan Operasi dan peningkatan kualitas aktiva produktif.’ strategi 5 tahun untuk menjadi Dominant Multi-Specialist Bank di Indonesia tersebut lebih lanjut kami terjemahkan dalam beberapa ukuran dan milestone yang diharapkan akan dicapai pada 2010: 1.8/16/PBI/2006 tentang kepemilikan tunggal pada perbankan Indonesia. No. serta program kerja yang telah kami susun untuk tahun mendatang. Dalam rencana transformasi 5 tahun yang kami susun di tahun 2005 yang lalu. Bank Indonesia juga mengeluarkan beberapa kebijakan untuk membangun sektor perbankan sesuai dengan Arsitektur Perbankan Indonesia yang dimaksudkan untuk menciptakan industri perbankan yang lebih sehat dan kuat. Bank Mandiri tentunya berpeluang untuk menjadi pendorong utama (leading driver) dari konsolidasi industri perbankan Indonesia. 2. 4. nampaknya kita perlu optimis akan apa yang akan dapat kami capai di tahun 2007. Tahun 2006 adalah tahun pertama dalam rencana transformasi ini dan kami telah berupaya untuk meletakkan pondasi yang kuat melalui pengembangan organisasi. 3. Peraturan lainnya yang mempengaruhi persaingan di sektor perbankan adalah pengurangan program penjaminan simpanan yang dilakukan secara bertahap semenjak diberlakukannya Undang-undang RI No. 2. Bank Mandiri tentunya perlu mempersiapkan diri untuk dapat berpartisipasi secara aktif dalam proses tersebut. dimana maksimum penjaminan sebesar Rp 100 juta berlaku untuk giro.8/17/PBI/2006 tentang insentif dalam rangka konsolidasi perbankan 3.  Mengembangkan aliansi strategis internal maupun eksternal. pada bulan Oktober 2006 Bank Indonesia mengeluarkan Paket Kebijakan yang terdiri dari 14 (empat belas) Peraturan Bank Indonesia.  Memperbaiki kualitas pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan segmen yang dilayani. Pengurangan jumlah yang dijamin di tahap akhir ini akan efektif mulai berlaku pada tanggal 22 Maret 2007.8/4/PBI/2006 sebagaimana diubah dengan No. Kami juga menyambut baik rencana Bank Indonesia untuk mengkaji berbagai kebijaksanaan terkait dengan klasifikasi kolektibilitas aktiva produktif seperti yang telah disampaikan sebelumnya.63% menjadi 5.

tumbuh dari angka 19.66%. terdapat kemungkinan meningkatnya tekanan inflasi di tahun 2007 sebagai akibat dari kenaikan biayabiaya dan meningkatnya permintaan domestik.75%–9.5%. kebijakan pemerintah yang baik termasuk kebijakan moneter dan fiskal mampu mendorong turunnya inflasi hingga sebesar 6. yaitu harga minyak dunia yang tinggi. dimana perekonomian Indonesia mulai terlihat arahnya menuju perkembangan yang semakin membaik.27%. Tahun 2007 merupakan tahun yang penting bagi perbankan dengan adanya beberapa kebijakan perbankan.469. Salah satu dampaknya. kebijakan penjaminan pembayaran kewajiban bank (blanket guarantee) 16 sambutan direktur utama . berlandaskan pada prinsip kehati-hatian dan manajemen resiko yang ditujukan untuk meningkatkan kinerja menuju Arsitektur Perbankan Indonesia (API).56%. Melambatnya kondisi ekonomi yang terjadi tahun lalu banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal.26 miliar di akhir tahun 2006. namun secara keseluruhan kondisi perekonomian di sepanjang tahun 2006 menunjukkan tren ke arah perbaikan dengan ekspektasi pertumbuhan ekonomi di 2007 lebih dari 6%. khususnya perbankan.56%. perkembangan Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan masih menunjukkan perbaikan hingga tahun 2006 mencapai 61. dari sisi eksternal. Penurunan suku bunga yang bertahap dan terencana juga telah mampu mendorong pertumbuhan kredit sampai dengan akhir tahun 2006 yang tumbuh sebesar 14%. Sementara itu. Pertama. Rata-rata inflasi diperkirakan akan tetap terjaga pada level 6. Permodalan pun meningkat cukup pesat. keyakinan akan pertumbuhan ekonomi yang tumbuh lebih baik di tahun 2007 terus berlangsung. Meskipun demikian.perkembangan ekonomi makro Meskipun pertumbuhan ekonomi di tahun 2006 hanya tercatat tumbuh sebesar 5. Kebijakan yang tepat tersebut mampu mendorong ekspektasi mengenai perbaikan kondisi ekonomi. sisi pengeluaran pemerintah terkait belanja modal dan belanja barang yang tepat waktu dan tepat sasaran masih akan berkontribusi pada pembangunan ekonomi di tahun 2007.64%.85 triliun meningkat cukup pesat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1.12% di awal tahun 2006. Momentum perbaikan terlihat di paruh kedua 2006.5% dengan suku bunga yang akan turun pada level 8. Kondisi tersebut memaksa Pemerintah merekstukturisasi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) Domestik di pertengahan tahun 2005 yang kemudian diikuti oleh kenaikan inflasi headline pada level 2 digit di bulan Oktober 2005.00% di akhir tahun. Semakin meningkatnya porsi ekspor non-migas disertai perkembangan tingginya harga komoditas dan energi di dunia menjadikan surplus neraca perdagangan dan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dengan rekor nilai ekspor mencapai USD 100 miliar. Suku bunga yang sebelumnya naik sampai dengan level 12. Inflasi yang terus menurun memberi ruang bagi otoritas moneter untuk menurunkan suku bunganya secara bertahap. Beberapa faktor yang menjadi pendorong peningkatan kegiatan ekonomi tersebut antara lain adalah kenaikan konsumsi rumah tangga yang didorong oleh membaiknya daya beli masyarakat seiring dengan inflasi yang terjaga dan masih adanya ruang bagi suku bunga untuk turun lagi di tahun 2007. nilai rupiah cenderung terus menguat seiring dengan aliran modal masuk ke dalam negeri. Selain itu. dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 21. Sementara itu.75% di awal tahun 2006 untuk menekan laju inflasi. sampai dengan akhir tahun dapat diturunkan sebesar 300 bps pada level 9. lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang berada pada angka 59.55% di tahun 2005.07% di akhir tahun 2006. Bank Indonesia telah mengeluarkan serangkaian kebijakan untuk menciptakan sistem perbankan yang kuat dan efisien. Perbaikan kondisi ekonomi juga dilakukan dari sisi keuangan. membaik dari tahun sebelumnya yang berada pada angka 7. kondisi perbankan di tahun 2006 menunjukkan pertumbuhan seperti tercermin pada pertumbuhan total aset perbankan yang meningkat menjadi Rp 1.6% di akhir tahun 2006 dari level sebesar 17. kebijakan moneter di beberapa negera masih menunjukkan siklus kebijakan moneter yang ketat dengan pertimbangan adanya ketidakpastian dari fluktuasi harga minyak dunia dan meningkatnya ketidakseimbangan global.83 triliun. rasio kredit bermasalah (non performing loans/NPL) perbankan tercatat sebesar 6.75%.30% di tahun 2005. meningkat dari angka 2. dari segi profitabilitas Return on Assets (ROA) tahun 2006 dapat tumbuh menjadi 2. Di tahun 2007 kebijakan moneter diperkirakan akan dijalankan secara lebih hati-hati dikarenakan menghadapi beberapa faktor yang perlu diwasapadai. Namun.693. Kinerja bank umum menunjukkan perbaikan secara keseluruhan. Tren pertumbuhan ekonomi juga dipacu oleh masih tingginya pengeluaran pemerintah dan membaiknya kinerja ekspor. Dari sisi internal. sehingga cadangan devisa Indonesia mencapai level tertinggi sebesar USD 43. Dari sisi intermediasi. Secara umum.

Rp 9. khususnya pasca pembekuan kegiatan usaha Bank Global di bulan Desember 2004.572 Rp 9. Salah satu program tersebut adalah program penguatan struktur perbankan nasional yang ditujukan untuk memperkuat permodalan bank umum.93 9. Berbagai program dilaksanakan untuk mewujudkan visi API dan tantangan yang akan dihadapi oleh perbankan ke depan. Dengan adanya skema ini.11 12.318 15. memasuki tahap akhirnya pada 22 Maret 2007 ini dengan skema kewajiban bank yang dijamin meliputi simpanan paling tinggi sebesar Rp 100 juta.75 suku bunga SBi 1 Bulan (%) 4Q-02 4Q-03 4Q-04 4Q-05 4Q-06 Kemudian. maka strategi diatas diharapkan mampu meningkatkan permodalan serta menciptakan struktur perbankan yang lebih optimal dalam jangka waktu sepuluh sampai dengan lima belas tahun mendatang.2 3.9 02 03 04 05 06 Periode 02 03 17.6 6.34 7.712 4.melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) diyakini telah mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan.53 8.3 6. perbankan akan terpacu untuk meningkatkan kinerja dan kondisi kesehatannya untuk menjadi lembaga keuangan paling terpercaya bagi para nasabah penyimpan dana.1 04 2. Rp 9.5 pertumbuhan PDB (%) 06 Periode 7.025 Rp 8.936 Rp 8. yaitu sebesar Rp 80 miliar di akhir tahun 2007 dari sebesar Rp 100 miliar pada akhir tahun 2010.9 5.31 7. Dengan peran aktif dari perbankan umum. Pemerintah mengurangi penjaminan blanket guarantee secara bertahap.9 nilai tukar rupiah (rata-rata) Rp/USD 5.4 inflasi headline (%) 02 03 04 05 06 Periode Sektor Konsumsi Investasi Impor 9.25 9.43 8. Dengan pertimbangan kondisi perekonomian nasional dan perbankan yang sudah berangsur normal.1 9. akhir tahun 2007 merupakan milestone penting dalam Arsitektur Perbankan Indonesia.. Bagi perbankan yang memiliki modal dibawah Rp 100 miliar.6 laju pertumbuhan PDB menurut sektor (%) 5.4 4.2 5.50 12.2 9. Bank Indonesia juga telah memberikan arah kebijakan bagi konsolidasi perbankan secara umum melalui penetapan kriteria Bank Kinerja Baik (BKB) serta Bank Jangkar (Anchor Bank). Strategi peningkatan permodalan bank umum ini ditandai dengan penetapan pencapaian modal inti minimum secara bertahap.7 05 Pemerintah Ekspor sambutan direktur utama 17 .75 12. Kebijakan LPS yang dimulai sejak tahun 2004.

Keberhasilan dalam pengelolaan kredit bermasalah khususnya tidak terlepas dari upaya untuk mendapatkan kerjasama dari para debitur bermasalah tersebut. Lebih lanjut. 2.3% pada akhir 2006. Menteri Keuangan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. Menyadari kesulitan yang dihadapi oleh para BUMN. Sementara itu rasio total cadangan penurunan kualitas aktiva kredit termasuk dengan memperhitungkan agunan dibandingkan dengan total kredit bermasalah telah mencapai 150.4%.8% dibanding target dalam rencana kerja. Kedua regulasi ini diharapkan dapat mempercepat resolusi atas masalah-masalah NPL di BUMN.7%. kemajuan yang dapat dicapai lebih cepat dibanding yang kami bayangkan sebelumnya. pada tanggal 9 Oktober 2006. (Undang-undang No. kami secara khusus menyebutkan bahwa salah satu hambatan penyelesaian NPL adalah keterbatasan pilihan untuk menyelesaikan permasalahan NPL sesuai dengan mekanisme penyelesaian piutang Negara seperti yang selama ini dihadapi BUMN. pertumbuhan yang berpotensi melambat serta masih rendahnya keuntungan terutama karena masalah kualitas aktiva yang dihadapi.8 triliun di akhir 2006. Bahkan untuk beberapa hal. Dapat juga kami sampaikan dalam kesempatan ini bahwa hampir semua target kinerja (bank saja) yang kita tetapkan untuk tahun 2006 telah dapat kita lampui.  Pelaksanaan Program Penyelesaian Kredit Macet Bank Mandiri (PPKM) yang diharapkan dapat dimulai pada tahun 2007. Cadangan penyisihan kualitas aktiva produktif yang berhasil ditingkatkan secara signifikan tersebut juga menunjukkan prinsip kehatihatian kami dalam mengelola aktiva produktif khususnya kredit.1 triliun selama setahun kemarin. Laba setelah pajak yang pencapaian targetnya adalah sebesar 159. menunjukkan bahwa transformasi yang kami jalankan telah membuahkan hasil. Selain itu recovery dari kredit hapus buku yang mencapai Rp 1. 33/2006 mengatur bahwa penyelesaian piutang perusahaan negara/daerah dilakukan sesuai dengan peraturan dan regulasi perseroan terbatas dan BUMN.  Penandatanganan kontrak kinerja dengan pemerintah Republik Indonesia dengan fokus penyelesaian dan penanganan kredit bermasalah. Untuk itu. khususnya Bank BUMN dalam menyelesaikan piutang yang termasuk kredit. Dalam Peraturan Pemerintah ini kembali ditegaskan bahwa piutang BUMN (termasuk didalamnya Bank Mandiri) adalah bukan termasuk piutang negara. 19 tahun 2003). Bank Mandiri mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) untuk mempersiapkan pelaksanaan PP No. 2. 33/2006 dan PMK No. buruknya persepsi publik. pada 22 Desember 2006. 3. maka pada tanggal 6 Oktober 2006 pemerintah mengeluarkan PP No. walaupun telah dilakukan hapus buku. NPL dari 30 obligor bermasalah yang sempat mencapai 75% dari keseluruhan permasalahan NPL dengan nilai tertinggi sebesar Rp 18.  Program PPKM diprioritaskan untuk kredit kecil dan menengah. untuk dapat melaksanakan akselerasi penyelesaian kredit macet. dalam kesempatan ini kami ingin berterima kasih kepada para stakeholder yang senantiasa memberikan dukungannya dalam upaya restrukturisasi dan penyelesaian kredit bermasalah yang telah memungkinkan menurunnya permasalahan NPL secara signifikan.  dibandingkan yang ditargetkan. Peningkatan Kualitas Kredit Kualitas aktiva produktif khususnya kredit memperlihatkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pencapaian 2006 Sewaktu kami dipercaya untuk memimpin Bank ini di tahun 2005.1%.  Dalam pelaksanaan program di atas kami dapat menggunakan plafon hapus tagih yang dalam RUPS sebelumya sudah disetujui sebesar maksimum Rp 5 triliun untuk digunakan dalam program ini. 14/2005 tentang Tata Cara Penghapusan Piutang Negara/Daerah. tapi tidak menutup kemungkinan untuk debitur besar dengan recovery minimum tidak boleh kurang dari 15%. dapat ditingkatkan hingga mencapai 74. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemegang saham yang telah memberikan dukungan dan persetujuannya untuk: 1. Gross Non-Performing Loan (NPL) tahun 2006 turun secara drastis dari 25. Total dana murah yang tumbuh dengan pencapaian adalah sebesar 113. 4. Kesamaan Perlakuan Dalam Penyelesaian Piutang dan Kredit Dalam laporan tahunan sebelumnya. 87/2006 mengenai pengurusan piutang perusahaan negara/ daerah. 87/2006 yang kami sebutkan di atas. Peraturan pemerintah tersebut juga mendapat konfirmasi melalui pendapat dari Mahkamah Agung. beberapa di antaranya adalah: Net NPL yang dapat diturunkan lebih rendah 1. Kami sambut baik rencana Pemerintah Republik Indonesia membentuk Oversight Committe (OC) yang akan mengawasi pelaksanaan program percepatan penyelesaian kredit bermasalah. corporate governance dan risiko manajemen yang belum efektif. PP No. yang dapat memberikan kesempatan kepada kami untuk mendapatkan recovery yang lebih baik dari kredit yang telah dihapus buku dan juga kredit bermasalah dengan kolektibilitas 5 secara selektif. Salah satu kunci keberhasilan dalam peningkatan kualitas pinjaman adalah keberhasilan penanganan atas 30 obligor terbesar yang dilakukan secara fokus. oleh karena itu piutang BUMN penyelesaiannya dapat dilakukan sesuai perundang-undangan perseroan terbatas.meningkatkan dana masyarakat yang dihimpun. Berdasarkan pencapaian 2006. kami melihat perbaikan-perbaikan yang berarti dalam setiap dimensi permasalahan yang sebelumnya kami hadapi.4% pada akhir 2006.4 triliun di bulan Juni 2005 telah menurun menjadi Rp 7.3% pada awal 2005 menjadi 16. teridentifikasi terdapat 7 masalah utama yang perlu segera diperbaiki yaitu NPL serta risiko kredit yang tinggi. 3. rasio total cadangan penurunan kualitas aktiva kredit terhadap total kredit bermasalah yang pada akhir tahun 2005 hanyalah sebesar 44. Dengan menurunnya kredit bermasalah yang dimiliki pada tahun 2005. mereview kebijakan internal dan regulasi yang 18 sambutan direktur utama . menunjukkan kegigihan kami dalam memperoleh recovery dari debitur macet. budaya perusahaan yang belum menyatu dalam organisasi. 33/2006 sebagai revisi atas PP No. Setelah diterbitkannya Peraturan Pemerintah tersebut. 1 tahun 1995 dan Undang-undang No.

target kami adalah meningkatkan keuntungan di semua segmen yang kami fokuskan.dapat menghambat percepatan penyelesaian kredit bermasalah di bank-bank pemerintah serta melakukan sosialisasi PP No.  Shared Services. terutama nilai Excellence. Peningkatan NIM dan Dana Murah Serta Pengendalian Biaya Pertumbuhan tajam dana murah pada tahun 2006 menunjukkan kemampuan pengembangan bisnis yang tetap berlangsung. hal penting yang dicapai adalah keberhasilan dalam penerapan pricing strategy yang tepat dalam penghimpunan dana masyarakat sehingga mendorong peningkatan efisiensi pengelolaan dana masyarakat yang tercermin dari perbaikan cost of fund dan Net Interest Margin (NIM).4% di Triwulan IV 2006. Micro & Retail Banking.7% di tahun 2006. yaitu Corporate Banking. Penurunan ini mendorong pelebaran NIM dari sebesar 4. Pada tahun 2006 Bank Mandiri menghadapi tantangan yang lebih berat karena bank-bank pesaing tentunya akan berupaya keras untuk dapat merebut posisi tersebut.6% dibanding dari tahun sebelumnya. Membangun Kultur Berbasis Kinerja dengan Organisasi SBU Sesuai visi untuk menjadi Dominant MultiSpecialist Bank. 3.’ Pencapaian ini merupakan quantum leap yang luar biasa mengingat pada tahun 2004 berada pada peringkat 11. Transformasi organisasi berbasis SBU merupakan salah satu platform penting bagi kami dalam mencapai aspirasi untuk menjadi Dominant Multispecialist Bank karena diharapkan akan: 1. pada tahun 2005 kami berhasil menempati peringkat ketiga dalam ‘Bank Service Excellence Monitor 2006. Hal ini perlu didukung dengan kultur kinerja yang merupakan bagian dari transformasi organisasi menuju organisasi berbasis Strategic Business Unit (SBU) sesuai dengan salah satu dari 4 tema transformasi kami. Commercial Banking.6% pada tahun 2005 menjadi 48.12 triliun yang naik 16. Total tabungan meningkat dari Rp 47.8%. penghimpunan dana murah mencapai 53% dari total dana pihak ketiga yang didorong oleh tabungan dan giro dengan total Rp 109. Peningkatan Kualitas Pelayanan dan Penerapan Good Corporate Governance Proses transformasi Bank Mandiri mencapai visinya menjadi Dominant Multi-Specialist Bank dan Regional Champion Bank juga membutuhkan penguatan kembali Corporate Culture Bank Mandiri agar sejalan dengan kondisi saat ini dan tantangan dimasa datang.71 triliun.  Meningkatkan skala operasional bank dan efisiensi biaya transaksi melalui konsolidasi Shared Services unit dalam satu direktorat 3. Meskipun pada saat yang lalu diperlukan fokus pada penyelesaian NPL. kami juga telah menetapkan target untuk dapat memposisikan Bank Mandiri sebagai service leader dalam peta persaingan perbankan nasional.  utama pengembangan bisnis bank yang terdiri dari 6 (enam) Direktorat. Setiap group Business Unit diminta untuk memaparkan hasil pencapaian kinerjanya masing-masing dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan serta diminta untuk menjelaskan apabila ada target serta rencana kerja yang belum dapat dicapai atau dilampui serta menyampaikan rencana langkah perbaikan.  Meningkatkan akuntabilitas dan meningkatkan motivasi masing-masing SBU untuk mencapai target pertumbuhan dalam volume dan profitabilitas 2. setiap bulannya secara disiplin kami melaksanakan pertemuan Performance Review.3 triliun di akhir tahun 2006 atau tumbuh 27. Sampai dengan akhir tahun 2006.9% pada tahun 2006. yang dijalankan oleh Direktorat Technology & Operations. kami masih mampu untuk meningkatkan peringkat pelayanan menjadi posisi ke-2 terbaik. Itu sebabnya kami cukup bergembira sewaktu kami memperoleh penghargaan dari pihak yang independen bahwa penerapan Good Corporate Governance Bank Mandiri dinilai merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia. Corporate Center yang berfungsi untuk 2. yakni supporting unit yang berfungsi untuk mendukung operasional bank secara keseluruhan.2 triliun di tahun 2005 menjadi Rp 60. Compliance & Human Capital dan Finance & Strategy. Total dana yang berhasil kami peroleh selama tahun 2006 adalah sebesar Rp 205. pada bulan Juni 2006. Sebagai langkah awal menuju organisasi berbasis SBU.  Meningkatkan fleksibilitas dalam merespon kondisi persaingan di setiap segmen yang akan memungkinkan setiap SBU bersaing dengan lebih baik Selain implementasi struktur organisasi berbasis SBU. bahkan pada tahun 2003 masih diperingkat 16 dan belum ada Bank BUMN yang mampu menembus Top 10 Service Excellence dalam 10 tahun terakhir hasil survei Marketing Research Indonesia (MRI). untuk menerapkan budaya berbasis kinerja di setiap lini organisasi. Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Utama dan dihadiri bukan hanya oleh Direktur Business Unit namun juga oleh para Group Head Business Unit. sambutan direktur utama 19 . yaitu: Business Unit yang berfungsi sebagai motor 1. telah dilakukan reorganisasi dimana organisasi Bank Mandiri dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok. Sebagai indikasi internalisasi corporate values baru yang cukup baik. Jika pada Triwulan I 2006 cost of fund Bank Mandiri masih sebesar 7. 33/2006 dan PMK No. Profesionalisme (Profesionalism). Perbaikan penerapan Good Corporate Governance merupakan salah satu upaya yang umumnya membutuhkan perubahan sikap dan budaya kerja para karyawan dan karyawati.  menangani kebijakan dan strategi level korporasi yang tediri dari 3 (tiga) Direktorat yaitu Risk Management. sehingga umumnya membutuhkan waktu yang cukup lama. kami juga melakukan berbagai inisiatif pengendalian biaya operasional selama tahun 2006 untuk menahan kenaikan biaya overhead tidak lebih dari 1%.1% di tahun 2005 menjadi 4. Selain pengendalian biaya dana. Consumer Finance.8% dalam kurun satu tahun. Treasury & International Banking dan Special Asset Management. 87/2006 serta implikasinya pada penyelesaian kredit macet dan kredit bermasalah di bank-bank BUMN kepada berbagai pihak yang terlibat terutama para penegak hukum. Hal ini memungkinkan adanya perbaikan Cost Efficiency Ratio (CER) dari 55. Integritas (Integrity). Di tengah persaingan kualitas pelayanan yang semakin ketat tersebut. Corporate Culture tersebut kami rumuskan melalui 5 (lima) Corporate Value yang mencakup nilai-nilai: Kepercayaan (Trust). Dari segi pengelolaan bisnis. Di sisi lain. Fokus pada pelanggan (Customer Focus) dan Kesempurnaan (Excellence) atau disingkat dengan TIPCE. Customer Focus dan Professionalism. maka sepanjang tahun 2006 telah terjadi penurunan hingga mencapai 6.

atau mengalami peningkatan sebesar 76. Fokus untuk Pertumbuhan di Masa Datang Sejalan dengan membaiknya kualitas kredit sesuai dengan harapan. kami memperoleh penghargaaan dari Asia Money sebagai ‘Best Overall for Corporate Governance’ dan ‘Best for Disclosure & Transparency’ di Indonesia. 87/2006 serta untuk mendapatkan persetujuan atas pelaksanaan PPKM.0%. Prosentase peningkatan ini jauh berada di atas peningkatan IHSG pada periode yang sama yang hanya mengalami peningkatan sebesar 55. Kinerja keuangan yang membaik serta kepercayaan investor yang direfleksikan dalam ekspektasi atas kinerja yang membaik di masa datang. Laba setelah pajak tumbuh 301. untuk melaksanakan keputusan RUPS LB pada tanggal 22 Desember 2006 yang lalu Bank Mandiri telah memulai berbagai persiapan internal maupun eksternal untuk menjalankan Program Penyelesaian Kredit Macet (PPKM). tantangan kami berikutnya adalah akselerasi pertumbuhan bisnis yang berkualitas. dan ROE dapat ditingkatkan sehingga dapat kembali mencapai double digit yaitu 10. dengan target pengembangan 20 sambutan direktur utama .  Mempertahankan dominasi di segmen Corporate baik untuk product asset dan liabilities serta meningkatkan feebased income produk Treasury sebagai Cash Generator. Total laba setelah pajak meningkat dari sebesar Rp 604 miliar di tahun 2005 menjadi Rp 2. proses yang saat ini sedang dalam pelaksanaan adalah: 1.  Menilai aset-aset yang terkait dengan kredit akan diikut sertakan dalam PPKM. Secara internal. Penurunan NPL tersebut akan diperoleh melalui pelaksanaan restrukturisasi kredit dan upgrade serta pelunasan.Pada akhir tahun 2006. Meskipun program kerja kami yang masih menekankan pada perbaikan berkelanjutan pada perbaikan kualitas kredit namun kami akan memberi perhatian lebih pada pertumbuhan bisnis di semua segmen dibandingkan tahun sebelumnya dengan meningkatkan kolaborasi antar Business Unit (BU). yaitu: 1. Penghargaan ini menunjukkan keseriusan Bank Mandiri dalam melaksanakan prinsip-prinsip Good Corporate Governance selama ini. 3. Suatu performa yang tidak mudah diperoleh. Pada akhir tahun 2005. Perkembangan ini menunjukkan secara nyata bahwa seluruh upaya perbaikan internal yang dilakukan sepanjang tahun 2006 dapat dipahami dan direspon oleh seluruh pemegang saham dengan sangat positif. 33/2006 dan PMK No. 3. 2. Harga saham yang telah meningkat ini juga merefleksikan nilai kapitalisasi pasar di atas Rp 58 triliun. Selain itu pencapaian tersebut juga merefleksikan kepercayaan nasabah dan harapan investor terhadap prospek Bank Mandiri ke depan sebagai bank terbesar di Indonesia. tetapi merupakan sebuah hasil kerja keras bersama yang sudah berhasil dibuktikan Bank Mandiri khususnya dalam melaksanakan prinsip-prinsip keterbukaan/ transparansi.  Meningkatkan asset dan liabilities di segmen Commercial sebagai Emerging Business sebagai bisnis yang telah mulai mapan dengan pangsa yang signifikan. kami optimis kondisi makro ekonomi akan membaik melihat tren berbagai indikator yang ada.8%. Target dan Rencana di Tahun 2007 Pada tahun 2007 ini.  Melakukan review NPL untuk menentukan dapat dimasukkan dalam acceleration program. harga saham Bank Mandiri masih tercatat sebesar Rp 1. Harus dipastikan tidak ada permasalahan legal yang terkait dalam kredit.640/lembar.3%. Perkembangan regulasi di sektor perbankan serta penyelesaian piutang dan kredit bagi Bank BUMN memberikan optimisme atas kinerja yang lebih baik lagi di tahun 2007 mendatang. Saat ini pertumbuhan akan difokuskan pada 3 (tiga) kelompok unit pengembangan bisnis Bank Mandiri. Berdasarkan progress sampai saat ini. Bersamaan dengan itu. Program ini akan mempercepat penyelesaian kredit bermasalah baik yang masih dibukukan on balance sheet maupun yang telah dihapus buku dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian perbankan. 2.  Penyusunan Standard Operating Procedures (SOP). kami berharap bahwa setelah net NPL mencapai dibawah 5% maka kami dapat meraih target Gross NPL dibawah 10% pada akhir tahun 2007 mendatang. Selain persiapan internal. terlihat dari harga saham Bank Mandiri yang di tahun 2006 menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Berdasarkan evaluasi internal dalam kondisi persaingan yang semakin meningkat maka akselerasi pertumbuhan di masa datang membutuhkan inisiatif peningkatan kemampuan yang dalam tahun 2007 mendatang akan difokuskan pada 3 hal berikut: 1. namun pada akhir tahun 2006 telah mencapai harga di kisaran Rp 2. Bank Mandiri bersamasama dengan Oversight Committee (OC) yang dibentuk oleh pemerintah akan terus berupaya untuk melakukan sosialiasi atas PP No.5%. Kegiatan sales dan marketing yang lebih terfokus.900/lembar. yang berarti telah dicapai lebih dari separuh perjalanan untuk mencapai nilai kapitalisasi pasar untuk menjadi Regional Champion Bank sesuai visi jangka panjang Bank Mandiri yaitu sebesar USD 10 miliar. Profitabilitas dan Penciptaan Nilai Bagi Pemegang Saham Berbagai upaya dan pencapaian tersebut di atas memungkinkan adanya perbaikan yang berarti pada kinerja keuangan kami.  Pengembangan produk pendanaan dan fee-based Income dari segmen retail serta Consumer Finance sebagai Future Engine Growth atau motor penggerak utama pertumbuhan di masa datang. termasuk penilaian kembali agunan yang dimiliki. kami masih melihat pentingnya untuk tetap fokus dalam penanganan debitur-debitur terbesar di tahun 2007 mendatang. Melanjutkan Fokus pada Perbaikan Kualitas Kredit Meskipun kredit bermasalah yang berasal dari 30 obligor terbesar telah menurun secara signifikan. Rendahnya suku bunga akan memberikan dampak positif dan kondusif terhadap pertumbuhan kredit secara umum.421 miliar.

pencapaian pangsa pasar pendapatan sebesar 30% di semua segmen fokus sesuai aspirasi untuk menjadi dominant multi-specialist bank rasanya akan sulit dicapai tanpa pertumbuhan non-organik. Pengembangan bisnis melalui kolaborasi atau aliansi internal merupakan kekuatan Bank Mandiri untuk mengembangkan core business di masa mendatang.B. kepada Sdr.’ Membangun Kolaborasi Antar unit bisnis dan Aliansi Eksternal Salah satu pendorong pertumbuhan bisnis di masa mendatang adalah aliansi dan kolaborasi antara Business Unit (BU). secara khusus kami ingin sampaikan penghargaan dan terima kasih atas jasa dan pengabdiannya pada bank yang kita cintai ini.  Melengkapi masing-masing SBU dengan fungsi pengendalian keuangan (controller/ decision support) dan pengelolaan sumber daya manusia. Keberhasilan kegiatan sales dan marketing secara terfokus tersebut akan sangat membutuhkan peningkatan pengetahuan mengenai pasar dan customer base yang kami miliki. Selain pertumbuhan organik. kami berharap Bank Mandiri akan segera dapat memenuhi kriteria sebagai Bank Berkinerja Baik untuk dapat berpartisipasi aktif dalam konsolidasi sektor perbankan seperti yang digariskan oleh Bank Indonesia dalam Arsitektur Perbankan Indonesia. banyak nasabah Corporate Bank Mandiri yang memiliki supplier yang berpotensi untuk menjadi nasabah segmen Commercial atau pegawai yang berpotensi untuk menjadi nasabah Consumer Finance. 6. Sebagai contoh. kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada para stakeholder dan nasabah yang telah bersabar dalam masa-masa yang sulit di tahun 2005 dan 2006 yang lalu dan terusmenerus memberikan dukungan kepada kami. Kendarto yang memasuki masa purna jabatan pada tanggal 22 Mei 2006 dan telah mengabdi selama 26 tahun sejak bergabung dengan legacy Bank Ekspor Impor Indonesia pada tahun 1980 hingga bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun 1999.  Penyelarasan kebijakan dan strategi pengembangan sumber daya manusia yang akan memberikan dukungan landasan bagi pengembangan bisnis. khususnya di tahun 2007 yang akan kita jalani bersama. industri dan jenis nasabah tertentu. 2. Terima kasih juga kepada komisaris serta berbagai komite komisaris yang telah memberikan masukan dan kontribusi lainnya dalam memberikan arahan sepanjang tahun ini. Atas nama Direksi. J. Sejalan dengan penyelesaian kredit bermasalah. 3.  Penerapan Talent Management yang terintegrasi dengan keseluruhan program transformasi.’ 5.  Penyelarasan sumber daya manusia kebutuhan pekerjaan dengan memastikan ‘The right person at the right place. Terus-menerus mempersingkat proses yang dibutuhkan untuk dapat memenuhi kebutuhan para customer termasuk di antaranya dalam memproses aplikasi pinjaman serta dalam pengembangan berbagai produk dan jasa pelayanan. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. salah satunya dengan penempatan personell berdasarkan ‘The right person at the right role.  Penyelarasan antara sistem insentif dengan performance management system untuk meningkatkan motivasi di seluruh jajaran organisasi. kami akan mampu menjawab semua tantangan dan mewujudkan visi kami untuk menjadi Dominant Multi-Specialist Bank. Kami yakin dengan kemampuan dan komitmen dari seluruh staff dan manajemen Bank Mandiri dan dukungan penuh dari seluruh stakeholder. Pelaksanaan aliansi internal sangat penting bagi pertumbuhan karena basis nasabah yang sudah cukup besar di masing-masing segmen pada saat ini. Dengan kolaborasi antar BU maka dimungkinkan untuk memanfaatkan basis nasabah di segmen bisnis tertentu untuk memperoleh kesempatan bisnis di segmen lainnya. 3.  Peningkatan transparansi dan akuntabilitas Business Unit atas pencapaian kinerja sehingga mampu menciptakan dan mendorong kultur kinerja di masing-masing Business Unit. Bank terpercaya pilihan Anda. 4.  Meningkatkan produktifitas dan kemampuan daya jual para Account Managers di CBC dan corporate banking center serta tenaga front line di cabang-cabang dan outlet kami yang lain seperti Small Business District Center (SBDC) dan Micro Banking District Center (MBDC). Bank Mandiri akan mampu untuk memenuhi harapan anda semua. Terakhir. 2. Saya juga ingin berterima kasih kepada seluruh karyawan dan karyawati Bank Mandiri atas usaha-usahanya dalam membangun Bank Mandiri sehingga menjadi seperti saat ini. Melanjutkan Transformasi Budaya berbasis Kinerja Untuk memastikan transformasi organisasi serta internalisasi performance culture maka di tahun 2007 akan terus dilanjutkan program transformasi organisasi berbasis SBU dengan cakupan beberapa hal berikut: 1.segmen. Inisiatif aliansi strategis internal serta cross selling antar segmen terutama akan dikoordinasikasikan oleh para client service teams. Kami sangat menghargai dukungan Anda dan tentunya akan berupaya bahwa di masa datang. Agus Martowardojo Direktur Utama sambutan direktur utama 21 .

Corporate Banking Head. membawahkan bidang Treasury & International Banking. beliau ditunjuk menjadi Direktur di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo). Sentausa Direktur Risk Management 8 Bambang Setiawan Direktur Compliance & Human Capital 9 Riswinandi Direktur Special Asset Management 10 Thomas Arifin Direktur Treasury & International Banking 11 Budi G. beliau ditunjuk untuk menduduki posisi puncak di Bank Mandiri sebagai Direktur Utama sampai sekarang. beliau ditunjuk menjadi Executive Vice President membawahkan bidang Risk Management sampai dengan bulan Juli 2001. Corporate Banking Group selama kurang lebih delapan tahun. Beliau memulai karir perbankan sebagai International Loan Officer di Bank of America Cabang Jakarta selama tiga tahun. kemudian menjabat Kepala Bagian Kredit di BBD Denpasar pada tahun 1980. beliau ditunjuk menjadi Senior Executive Vice President Coordinator Human Resources. beliau ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Bank Permata Tbk. Sadikin Direktur Micro & Retail Banking 12 Pahala Nugraha Mansury Executive Vice President Koordinator Finance & Strategy dan Chief Financial Officer 13 Haryanto Tiara Budiman Executive Vice President Koordinator Change Management Office 22 direksi . Beliau memulai karir di Bank Bumi Daya (BBD) sebagai Analis Kredit. 2 Wayan Agus Mertayasa Wakil Direktur Utama 3 Omar Sjawaldy Anwar Direktur Consumer Finance 4 Zulkifli Zaini 5 Sasmita Direktur Commercial Banking Direktur Technology & Operations 6 Abdul Rachman Direktur Corporate Banking 7 Sentot A. WAYAN AGUS MERTAYASA Wakil Direktur Utama Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Brawijaya Malang tahun 1973. Selama kurun waktu tahun 1999 sampai dengan 2002. beliau ditunjuk menjadi Managing Director Human Resources. Tahun 2001 sampai dengan 2004. Financial Accounting and Credit Restructuring. Retail Banking dan Operations.Mei 2006. Beliau terpilih sebagai Ketua Ikatan Bankir Indonesia pada bulan Desember 2005 dan hingga saat ini menjabat Ketua Umum HIMBARA sejak bulan Juni 2006. menduduki posisi sebagai Vice President. PT Bank Prima Ekspres. setelah menjabat sebagai Penasehat untuk Chairman BPPN. Pada tahun 1994 sampai dengan tahun 1999. Pada tahun 2006. Bulan April 2003. beliau dipromosikan menjadi General Manager Bank Bumi Daya Los Angeles AS. Beliau juga menjabat sebagai Ketua Bankers Club Indonesia dari tahun 2000 sampai dengan 2003. Pada bulan Oktober 2002. Bank Patriot). menjadi Chief Executive BBD International Finance HongKong dan juga merangkap sebagai Chief Representative BBD HongKong. dan terakhir bidang Human Resources and Support Services. Tahun 2002. beliau dipromosikan menjadi Wakil Direktur Utama merangkap Chief Financial Officer Finance & Strategy dan masih menjabat Wakil Direktur Utama sampai sekarang. Pada bulan Mei 2005. dipromosikan menduduki posisi jabatan Wakil Kepala Cabang dan Kepala Cabang di berbagai cabang Bank Bumi Daya. Beliau menjabat sebagai Ketua Perbanas periode 2003 . Bank Media. Pada tahun 1995. Sejak tanggal 1 Juli 1999. beliau ditunjuk sebagai Managing Director Bank Mandiri yang membawahkan bidang Risk Management and Credit Restructuring. Sejak bulan Agustus 2001. Pada tahun 1991. (merger dari PT Bank Bali Tbk.. Beliau juga merupakan Ketua Dewan Penasihat Perbanas sejak bulan Juni 2006. beliau ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Bank Bumiputera dan pada tahun 1998 ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Bank Ekspor Impor Indonesia (Persero)..direksi 1 Agus Martowardojo Direktur Utama AGUS MARTOWARDOJO Direktur Utama Menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 1984. beliau merupakan anggota Dewan Nasional Institut Bankir Indonesia. PT Bank Universal Tbk. Compliance and Corporate Secretary. Bulan Mei 2005. Tahun 1993. Compliance and Corporate Secretary. Tahun 1983 sampai tahun 1991. beliau ditunjuk menjadi Managing Director membawahkan bidang Risk Management. kembali ke Amerika Serikat dan menduduki posisi sebagai General Manager Bank Bumi Daya New York sampai dengan tahun 1994. Tahun 1992 dimutasikan ke HongKong. Bergabung dengan Bank Niaga pada tahun 1986. terpilih oleh Asiamoney sebagai Best Indonesian Executive dan memperoleh Leadership Achievement Award dari The Asian Banker.

Mendapatkan Sertifikasi Chartered Financial Consultant dan Certified Life Underwriter dari Singapore Insurance Institute pada tahun 2004. beliau bergabung dengan PT Bimantara Citra Tbk. Jakarta sebagai Wakil Direktur. Tahun 1996.OMAR SJAWALDY ANWAR Direktur Consumer Finance Menyelesaikan studi dan memperoleh gelar Bachelor of Science di bidang Accounting dari University of Maryland USA tahun 1980 dan memperoleh beasiswa penuh dari RMHI Inc. Houston Texas USA dan di PT Huffco Indonesia dari tahun 1983 sampai dengan tahun 1988. Beliau ditunjuk sebagai Senior Executive Vice President Consumer Banking pada bulan Januari 2003 dan kemudian menduduki posisi jabatan Managing Director Consumer Banking Bank Mandiri pada bulan April 2003. Beliau memulai karir sebagai akuntan dan analis di RMHI Inc. untuk meraih gelar MBA di bidang Finance dari George Washington University USA pada tahun 1982. beliau menjabat Vice President. Pada bulan Mei 2006 beliau ditunjuk menjadi Direktur Consumer Finance sampai sekarang.A. Jakarta tahun 1989 sebagai Manager of the Quality Assurance Unit. Sales and Investment Product Development. Bulan Juli 1999 bergabung dengan Bank Mandiri sebagai Senior Vice President Bank Mandiri bidang Products & Business Development dan kemudian menjadi Senior Executive Vice President Retail & Commercial Banking Bank Mandiri pada tahun 2001. dan kembali berkarir di dunia perbankan saat menjabat sebagai Vice President of Consumer Banking ABN AMRO Jakarta. Tahun 1998. dan menjadi Assistant Vice President of Operations tahun 1991 serta menjabat Pimpinan Cabang Surabaya tahun 1993. Corporate Finance. Bergabung dengan Citibank N.. 3 5 6 10 .

11

2

1

13

8

9

12 7

4

direksi

24

ZULKIFLI ZAINI
Direktur Commercial Banking Menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung tahun 1980 dan memperoleh gelar MBA Finance dari Washington University USA pada tahun 1994. Beliau memulai karir sebagai Civil & Structural Engineer pada Wiratman and Associate tahun 1980. Pada tahun 1983, beliau menduduki jabatan Project Engineer Civil & Structural Supervisor pada PT. Wahana Muda Indonesia. Memulai karir perbankan sebagai Account Officer pada Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) tahun 1988 sampai tahun 1991. Setelah menyelesaikan pendidikan S2, beliau ditugaskan sebagai Staf Perbankan dan Jasa Keuangan di Bank Pembangunan Indonesia Jakarta. Tahun 1994 sampai tahun 1996, beliau menjabat Head of Project Finance Bapindo Cabang Surabaya kemudian dimutasikan ke Bandung dan menjabat sebagai Wakil Kepala Cabang Bapindo Cabang Bandung dari tahun 1996 sampai tahun 1998. Pada tahun yang sama beliau dimutasikan ke Jambi dan menjabat sebagai Kepala Cabang. Seiring proses merger Bank Mandiri, beliau menduduki posisi Senior Manager dan Team Leader, Credit Risk Management. Pada bulan September 1999 sampai dengan Januari 2003 beliau ditunjuk sebagai Vice President and Division Head, Government Relationship Management RM 03 sampai tahun 2003. Pada bulan Januari 2003, beliau menjabat Senior Vice President dan Group Head Retail Risk Management, dan pada bulan September 2003, Pak Zulkifli ditunjuk sebagai Managing Director & Senior Executive Vice President, Distribution Network. Pada bulan Juni 2006, beliau ditunjuk sebagai Direktur Commercial Banking sampai sekarang.

SASMITA
Direktur Technology & Operations Menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar sarjana muda dari Akademi Akuntansi Indonesia Jakarta tahun 1975 dan memulai karir di Bank Dagang Negara (BDN) Jakarta tahun 1974 di Divisi Accounting. Beliau dimutasikan ke Divisi Perbankan Internasional BDN pada tahun 1980 dan menjabat Kepala Seksi Sistim & Prosedur Urusan Luar Negeri tahun 1987, dan menjadi Kepala Bagian pada tahun 1988. Tahun 1991 sampai dengan tahun 1994 beliau menjabat sebagai Operation Manager Staco International Finance Ltd. Hongkong dan ditunjuk menjadi Assistant Managing Director Staco International Finance Ltd Hongkong pada tahun 1994 selama 3 tahun. Tahun 1997, beliau kembali ke Indonesia menduduki posisi Kepala Cabang Bank Dagang Negara Kota Baja Cilegon kemudian terpilih menjadi Tim Manajemen Bank Modern Jakarta tahun 1998. Dan tahun 1999 bergabung dengan Tim Merger Bank Mandiri sebagai wakil dari Bank Dagang Negara. Seiring proses merger Bank Mandiri, beliau ditunjuk sebagai Division Head Operation & Branch Operation System Bank Mandiri Jakarta sampai tahun 2001. Pada tahun 2001 juga terpilih menjadi Tim Pengelola Bank International Indonesia (BII) sampai dengan awal tahun 2002. Di tahun 2002 sampai dengan tahun 2004, menjabat sebagai Group Head Central Operations. Tahun 2004, beliau ditunjuk menjadi Group Head Jakarta Network dan pada bulan Mei 2005 ditunjuk sebagai Managing Director Bank Mandiri membawahi bidang Small Business & Micro Banking Directorate. Menjelang akhir tahun beliau juga mengkoordinasikan Direktorat Human Capital and Compliance. Sejak bulan Mei 2006 hingga sekarang, beliau ditunjuk menjadi Direktur Technology & Operations.

25

direksi

ABDUL RACHMAN
Direktur Corporate Banking Lulus dengan menyandang gelar Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi dari Universitas Padjadjaran Bandung pada tahun 1980 dan gelar MBA jurusan Financial Management dari Kansas State University USA tahun 1989. Mengikuti short course dalam dan luar negeri antara lain: Pacific Rim Bankers Program, USA dan Advance Management Course Insead, France. Beliau bergabung dengan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) Jakarta sebagai staf pengawasan kredit pada tahun 1981. Setelah menyelesaikan pendidikan S2-nya, beliau ditunjuk menduduki posisi Business Development Manager di Bapindo Cabang Hong Kong dari tahun 1990 sampai dengan tahun 1992. Tahun 1992 beliau ditunjuk menjadi Deputy General Manager Hong Kong Branch dan pada tahun 1993 dipromosikan menjadi General Manager Hong Kong Branch Bapindo sampai dengan tahun 1995. Tahun 1995, beliau dimutasikan ke Bapindo Cabang Surabaya menduduki posisi Kepala Cabang, dan kemudian dimutasikan ke Kantor Pusat Bapindo Jakarta tahun 1996 untuk menduduki posisi Deputy Kepala Divisi Perbankan Internasional. Tahun 1997 sampai dengan tahun 1999 beliau menjabat Kepala Divisi Perbankan Internasional. Seiring proses merger Bank Mandiri tahun 1999, beliau ditunjuk sebagai Senior Vice President Corporate Banking Bank Mandiri Jakarta, dan pada tahun 2001 ditunjuk menjadi Group Head & Senior Vice President, Corporate Banking Bank Mandiri Jakarta. Bulan Mei 2005, beliau ditunjuk menjadi Managing Director & Senior Executive Vice President Corporate Banking sampai sekarang. Bulan April 2003 sampai dengan Agustus 2004, beliau ditunjuk sebagai Komisaris PT Mandiri Sekuritas Jakarta. Beliau juga ditunjuk sebagai Komisaris Bank Syariah Mandiri sejak Februari 2004 sampai dengan bulan Mei 2005. Beliau menjabat sebagai Ketua Financial Institution Club (FI Club) sejak tahun 2001 sampai sekarang. Tahun 2000–2003, beliau menjadi pengajar di Institut Bankir Indonesia (SESPIBANK) Jakarta.

Sentot A. Sentausa
Direktur Risk Management Menyelesaikan pendidikan Sarjana jurusan Statistik dari Universitas Padjajaran Bandung tahun 1983 dan memperoleh gelar MBA dari Monash University, Melbourne tahun 1994. Tahun 1983 sampai tahun 1985, berkarir sebagai Analis Sistem Planologi di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Mengawali karir di dunia perbankan tahun 1986 sebagai Officer di Divisi Riset dan Pengembangan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) sampai dengan tahun 1989. Beliau dimutasikan ke Direktorat Treasury tahun 1996 bidang Assets & Liabilities Committee (ALCO). Tahun 1997, beliau ditunjuk menjadi Wakil Kepala Cabang Bapindo Palembang, dan ditunjuk menduduki jabatan Kepala Cabang di dua cabang lainnya sampai tahun 1999. Seiring merger Bank Mandiri merger tahun 1999, beliau menjabat Vice President and Division Head, Global Markets & Treasury Controlling dibawah Direktorat Finance. Beliau ditunjuk Vice President and Division Head Market, Operational and Legal Risk tahun 2000, dan sebagai Vice President dan Division Head untuk Procurement and Fixed Assets pada tahun 2001. Tahun 2001, beliau ditunjuk sebagai Vice President and Regional Risk Manager, di Bank Mandiri Wilayah VIII di Surabaya. Kembali ke Kantor Pusat tahun 2003, beliau menduduki jabatan Group Head and Senior Vice President untuk Procurement & Fixed Assets. Tahun 2004, beliau ditunjuk sebagai Senior Vice President & Group Head Consumer Risk Group, dan dimutasikan untuk jabatan yang sama sebagai Portfolio and Operational Risk Group pada awal tahun 2005. Bulan Juni 2005, beliau ditunjuk sebagai Coordinator, Risk Management Directorate, merangkap sebagai Group Head Portfolio and Operational Risk. Pada bulan Mei 2006, beliau ditunjuk menjadi Direktur Risk Management sampai sekarang.

BAMBANG SETIAWAN
Direktur Compliance & Human Capital Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi di Universitas Airlangga Surabaya pada tahun 1984 dan melanjutkan pendidikan Master serta memperoleh gelar Master of Business Administration in Accounting dari Temple University, Philadelphia, Pennsylvania pada tahun 1993. Beliau memulai karir di Bank Bumi Daya (BBD) pada tahun 1985 sebagai Tata Usaha Satuan Kerja Audit Intern dan menjadi Asisten Kepala Seksi Satuan Kerja Intern pada tahun 1987. Tahun 1991–1994, beliau mendapat tugas belajar untuk melanjutkan studi Master of Business Administration (Accounting) di Temple University, Philadelphia, Pennsylvania, AS. Tahun 1994–1999, beliau ditugaskan untuk menduduki berbagai posisi jabatan mulai dari Kepala Seksi hingga Kepala Bagian pada berbagai bidang, yaitu Sumber Daya Manusia, Pendidikan Dan Pelatihan serta Akuntansi Keuangan di Kantor Pusat Bank Bumi Daya. Seiring proses merger Bank Mandiri beliau ditunjuk sebagai Group Head Accounting dari bulan Juli 1999 sampai dengan Januari 2001 dan kemudian beliau ditunjuk untuk menduduki posisi Project Head of Financial Control. Pada tahun 2003, beliau ditunjuk sebagai Group Head Compliance dan menjabat sampai dengan Juli 2004. Pada bulan Juli 2004, beliau memperoleh penugasan dari Presiden RI menjadi Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan dan menduduki posisi tersebut sampai dengan tahun 2005. Pada bulan November 2005, beliau kembali ke Bank Mandiri menduduki posisi Group Head Accounting. Sejak bulan Februari 2006 beliau ditugaskan sebagai Executive Vice President Coordinator Information and Technology merangkap Group Head Accounting hingga Mei 2006 Pada tanggal 22 Mei 2006 oleh RUPS beliau ditunjuk menjadi Direktur Bank Mandiri dan berdasarkan keputusan Komisaris tanggal 5 Juni 2006, beliau ditugaskan selaku Direktur yang membidangi Compliance, Legal, Learning and Human Capital sampai sekarang.

Bulan September 2003. Sekarang. beliau ditunjuk menjadi Assistant Vice President. Selanjutnya. Tahun 1992. Beliau memperoleh beasiswa dari European Community dan ASEAN Countries untuk melanjutkan pendidikan Master di European University. Seiring proses merger PT Bank Bali Tbk. menjadi PT Bank Permata Tbk. Kemudian melanjutkan karirnya di IBM Indonesia dengan jabatan terakhir sebagai Systems Integration & Professional Services Manager pada tahun 1994. beliau dipromosikan menjadi First Vice President. Tahun 2004. beliau ditunjuk menjadi Vice President.. beliau ditunjuk sebagai Direktur Special Asset Management Bank Mandiri sampai saat ini. beliau bergabung dengan PT Bank Danamon Tbk. dan terakhir menjabat sebagai Direktur Bank Danamon sampai dengan Juni 2003. beliau aktif sebagai Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Bankir Indonesia dan Wakil Bendahara Persatuan Insinyur Indonesia. Mendapatkan Sertifikasi Chartered Financial Consultant dan Certified Life Underwriter dari Singapore Insurance Institute pada tahun 2004. Japan. Beliau bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun 2006 dan menjabat sebagai Direktur Micro & Retail Banking sampai sekarang. Tokyo. pada tahun 2003–2006. sebagai Executive Vice President Consumer Banking dan Direktur Adira Quantum Multi Finance. jabatan terakhir beliau adalah Senior Vice President. beliau bergabung dengan Bank Mandiri dan menjabat sebagai Direktur Treasury & International Banking sampai sekarang. Tahun 1992. juga menjabat sebagai Anggota Komisaris PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero) terhitung Oktober 2004 sampai dengan Mei 2006. Mulai Oktober 2005. Beliau menjabat sebagai anggota Dewan Nasional Ikatan Bankir Indonesia dari tahun 2001 sampai dengan 2004. Perancis dan memperoleh gelar Master of Business Administration (International Business) pada tahun 1993. General Manager PT Bank Bali Tbk. Tahun 2001 beliau menjabat sebagai Executive Vice President–Corporate Lending Division pada Bank Danamon. Risk Management Group PT Bank Permata Tbk.. Mengawali karir pada tahun 1986 sebagai Account Officer dan Marketing Team Leader PT Bank Bali Tbk. Tahun 1999 beliau bekerja di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dengan jabatan terakhir sebagai Senior Vice President–Loan Work Out & Collection Division Head di BPPN sampai dengan tahun 2001. Los Angeles Branch. Bergabung dengan PT Bank Bali Tbk. beliau mendapatkan promosi jabatan sebagai Senior Manager. THOMAS ARIFIN Direktur Treasury & International Banking Menyelesaikan pendidikan Sarjana Matematika dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1985. beliau ditunjuk sebagai Komisaris Independen Bank Mandiri sampai dengan Mei 2005. BUDI G.. beliau menjabat sebagai First Vice President. Mengawali karir pada tahun 1988 sebagai Information Technology Officer di IBM AsiaPacific Headquarter. Tahun 1997. Deputy Main Branch Manager. beliau ditunjuk sebagai General Manager. beliau bertugas sebagai Group Head–Credit Recovery II Bank Mandiri dan pada bulan Mei 2006. SADIKIN Direktur Micro & Retail Banking Menyelesaikan pendidikan sarjana fisika nuklir dari Institut Teknologi Bandung tahun 1988. USA dan menjabat sampai dengan tahun 2002. beliau bergabung dengan ABN AMRO Bank Indonesia. General Manager Risk Assets Management Support and Head of Investor Relations. International Banking Group Head PT Bank Bali Tbk. Disamping itu. Memulai karir sebagai Senior Assistant pada SGV Utomo pada tahun 1984. Toulouse. dan berturut-turut menjabat sebagai General Manager Electronic Banking. Pada tahun 2006. Pada tahun 2003. Director of Consumer & Commercial Banking ABN AMRO Indonesia & Malaysia hingga tahun 2004. Chief General Manager Wilayah Jakarta. Corporate Banking Department sampai dengan tahun 1993. direksi 27 .RISWINANDI Direktur Special Asset Management Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Trisakti Jakarta pada tahun 1983. Selanjutnya tahun 1986 mulai berkarir di Bank Niaga selama kurun waktu 13 tahun dan terakhir menjabat sebagai Vice President Human Resources (Group Head). Tahun 1994. sampai dengan tahun 1991. pendidikan Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi dari Universitas Parahyangan pada tahun 1986 dan menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi jurusan Manajemen dari Universitas Indonesia pada tahun 1990. dan Chief General Manager Human Resources hingga tahun 1999.

Pada tahun 1998. beliau menjabat sebagai Project Leader pada The Boston Consulting Group sampai dengan tahun 2003. ditugaskan di Amerika Serikat. Indonesia. dan manajemen operasional di berbagai perusahaan besar (termasuk institusiinstitusi keuangan terkemuka) di negara-negara tersebut. Tahun 1999. USA pada tahun 1999. Malaysia. Haryanto Tiara Budiman Executive Vice President (EVP) Koordinator Direktorat Change Management Office Menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik (B. Jabatan terakhirnya di McKinsey adalah sebagai Associate Partner dan Direktur di PT McKinsey Indonesia. dengan penugasan di berbagai proyek di sektor perbankan.) di Texas A&M University dan melanjutkan pendidikan Master of Science (M. Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 2006 dan menduduki posisi jabatan Executive Vice President (EVP) Koordinator di Direktorat Change Management Office. Sejak tahun 2006. Selama bergabung dengan McKinsey selama 10 tahun. New York University.PAHALA NUGRAHA MANSURY Executive Vice President (EVP) Koordinator Finance & Strategy dan Chief Financial Officer Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi dari Universitas Indonesia dan memperoleh gelar MBA Finance dari Stern School of Business. bekerja pada perusahaan pengelolaan investasi secara paruh waktu di New York. Beliau bergabung dengan Bank Mandiri dan menduduki posisi Group Head Corporate Development/Change Management Office dalam kurun waktu 2003 sampai dengan tahun 2006. Beliau memulai karir sebagai Change Management Consultant di Andersen Consulting Jakarta sampai dengan tahun 1997. Amerika Serikat. organisasi.) dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Amerika Serikat pada tahun 1996. beliau menduduki jabatan sebagai EVP Coordinator Finance & Strategy.Sc) dari Virginia Polytechnic Institute and State University. beliau menduduki jabatan Senior Consultant di Booz Allen Hamilton selama satu tahun.Sc. Korea Selatan. Pada tahun yang sama. dan Singapura di bidang strategi.D. Mengawali karir di perusahaan konsultan McKinsey & Company. Beliau meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph. Australia. India. 28 direksi .

Services IT Infrastructure & Operations Corporate Banking III Mass Banking Bank Syariah Mandiri Bank Mandiri Europe Limited (BMEL) Compliance Strategy & Performance Mandiri Sekuritas Wealth Management Legal Commercial Risk I Procurement & Fixed Asset IT Information & Knowledge Management Electronic Banking Commercial Risk II Chief Economist Central Operations Small Business Consumer Risk Credit Operations Micro Business Consumer Collection Assets Management AXA Mandiri Financial Services Customer Care Risk and Capital Committee Information Technology Committee Personnel Policy Committee Board of Commisioner Board of Director Group Head Deputy Group Head Subsidiaries struktur organisasi 29 . & Overseas Network Treasury Human Capital Market Risk Investor Relations Change Management Office IT Planning & Security Credit Recovery II Corporate Banking II Regional Network Consumer Loans Learning Center Portfolio & Operational Risk Corporate Risk Accounting IT Business Solutions & Appl.struktur organisasi Board of Commissioners Audit Committee Risk Policy Committee Nomination & Remuneration Committee Good Corporate Governance Committee President Director Deputy President Director Special Asset Management Corporate Banking Commercial Banking Micro & Retail Banking Consumer Finance Treasury & International Banking Compliance & Human Capital Risk Management Finance & Strategy Change Management Office Technology & Operations Internal Audit Corporate Secretary Credit Recovery I Corporate Banking I Jakarta Commercial Sales Regional Commercial Sales Product Management Jakarta Network Consumer Card Financial Inst.

pembahasan umum & analisis manajemen .

6% menjadi Rp 1.150 pada akhir 2005. dikarenakan laba bersih di tahun 2006 meningkat 301.295 per 31 Desember 2006 dari Rp 1.421 miliar dari Rp 603 miliar di tahun 2005.Laba per saham tahun 2006 sebesar Rp 119 meningkat dibandingkan tahun 2005 sebesar Rp 30. Nilai buku per lembar saham juga meningkat 12. wayan agus mertayasa • Wakil Direktur Utama .5% menjadi Rp 2.

Laporan keuangan tersebut telah di audit oleh auditor independen Ernst & Young Purwantono. Kecuali dinyatakan lain. Kilasan ini juga menyajikan kinerja dan kondisi keuangan Bank Pemerintah dan Bank Swasta lainnya. yang disajikan pada halaman selanjutnya. untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 ini sebaiknya dibaca bersama-sama dengan Laporan Keuangan yang lengkap. Hasil Usaha Memberikan kajian mengenai kinerja keuangan yang disusun berdasarkan Laporan Laba Rugi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005. Kondisi Keuangan Memberikan kajian mengenai kinerja keuangan yang disusun berdasarkan Neraca.003.Pembahasan umum dan analisis manajemen mengenai hasil usaha dan keuangan Bahasan serta analisis tentang hasil usaha dan kondisi keuangan Bank Mandiri Bahasan mengenai operasional Bank Mandiri. Bahasan ini disusun berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Bank yang disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia (PSAK) untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006. 32 pembahasan umum & analisis manajemen . Data keuangan tahun 2006 juga disajikan dalam US Dollar dengan menggunakan kurs pada tanggal 31 Desember 2006 yaitu USD1 = Rp 9. Laporan Arus Kas serta Laporan Komitmen dan Kontinjensi. Pembahasan yang lebih rinci atas kinerja dan kondisi keuangan tersebut disajikan pada bagian lain pembahasan umum dan analisis manajemen mengenai hasil usaha dan kondisi keuangan. semua informasi keuangan yang berhubungan dengan Bank Mandiri dinyatakan atas dasar konsolidasi sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. termasuk catatan-catatan di dalamnya yang terdapat pada bab berikutnya. Bahasan serta analisis tentang hasil usaha dan kondisi keuangan ini disajikan dalam 3 bagian sebagai berikut: Kilasan mengenai Kinerja dan Kondisi Keuangan Memberikan kilasan mengenai 12 (duabelas) kinerja & kondisi keuangan utama. Sarwoko & Sandjaja.

3%. Sekilas tentang kinerja dan kondisi keuangan Bank Mandiri 1 Bank Mandiri Bank Lain 10 8 6 4 2 0 01 02 03 04 05 06 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta Marjin pendapatan bunga -  Marjin pendapatan bunga bersih pada -  tahun 2006 mengalami peningkatan bersih Bank Pemerintah pada menjadi 4. yang cukup signifikan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.0% dibandingkan dengan tahun - ROE Bank Mandiri paling rendah sebelumnya yaitu 2. .2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 6. memberi kontribusi 89. 2. peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.8% dan 2.1%) dan Bank Swasta disebabkan peningkatan laba bersih lain (20.1% dibandingkan dengan dibandingkan dengan tahun sebelumnya masing-masing menjadi tahun sebelumnya sebesar 0.9% dari Rp 4.589 miliar. - Efisiensi yang dilakukan Bank Mandiri serta perbaikan pendapatan operasional menyebabkan terjadi penurunan rasio biaya terhadap pendapatan bersih yang cukup signifikan dari 56.5%. Swasta pada tahun 2006 mengalami kenaikan yang cukup signifikan menjadi 7.2% masih lebih baik dibandingkan dengan Bank Pemerintah lainnya yaitu 49. marjin pendapatan bunga bersih 50 40 30 20 0 -20 01 02 03 04 05 06 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta imbal hasil rata-rata ekuitas (ROE) 4 3 2 1 0 -1 01 02 03 04 05 06 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta imbal hasil rata-rata aktiva (roa) 60 50 40 30 20 0 01 02 03 04 05 06 rasio biaya terhadap pendapatan bersih 2 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta pembahasan umum & analisis manajemen 33 . - Imbal Hasil Rata-rata Ekuitas (ROE) - Kenaikan laba bersih sebagian pada tahun 2006 mengalami besar bank utama menyebabkan peningkatan yang cukup baik menjadi meningkatnya ROE di tahun 2006 10. tahun sebelumnya.7% dari 4. bila dibandingkan dengan Bank -  Peningkatan tersebut terutama Pemerintah (25. yang semula 2. - Rasio biaya terhadap pendapatan bersih Bank Swasta sebesar 44.4%.9% terhadap laba operasional tahun 2006 (sebelum provisi) sebesar Rp 6.1% pada tahun 2006 mengalami sedikit penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.9%.335 miliar di tahun 2005 menjadi Rp 5. -  Peningkatan tersebut terutama disebabkan peningkatan laba bersih - Rata-rata ROA perbankan pada yang cukup signifikan dibandingkan tahun 2006 mengalami sedikit dengan tahun 2005.Core earnings di tahun 2006 meningkat 28.8%).216 miliar.  Peningkatan tersebut terutama disebabkan komposisi dana pihak -  Marjin pendapatan bunga bersih Bank ketiga yang lebih baik.6%. - Imbal Hasil Rata-rata Aktiva (ROA) - ROA Bank Pemerintah maupun Bank tahun 2006 meningkat sebesar 120% Swasta mengalami sedikit penurunan menjadi 1.9% pada tahun 2006.2% menjadi 2.6% menjadi 48.5%.

9%.7%.3%) yang lebih tinggi dibandingkan dengan Bank Pemerintah lainnya (93.8%. .1%. -  Bank Swasta lebih konservatif dalam pembentukan PPAP dibandingkan dengan Bank Mandiri maupun Bank Pemerintah lainnya. 30 25 20 15 10 0 01 02 03 04 05 06 rasio kredit kolektibilitas dpk terhadap total kredit Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta - Rasio Kredit Bermasalah–Bruto pada tahun 2006 mengalami perbaikan yang cukup signifikan dari 25. .2% dan 6.  Hal ini ditunjukkan oleh rasio PPAP terhadap NPL (104. - Rasio kredit bermasalah bruto Bank Pemerintah lainnya mengalami penurunan dari 8. - Sementara itu.2%.9%.3% karena recovery/collection dan upgrade.- Rasio kredit dalam perhatian khusus di tahun 2006 mengalami peningkatan dari 12. - Rasio kredit dalam perhatian khusus Bank Pemerintah maupun Bank Swasta mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya masing-masing menjadi 10.8%. Rasio Kredit Bermasalah–Neto pada tahun 2006 sebesar 5. Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga Bank Pemerintah lainnya sebesar 62. 250 200 150 100 50 0 01 02 03 04 05 06 penyisihan penghapusan kredit terhadap kredit bermasalah Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta - Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga–non Bank tahun 2006 mengalami peningkatan dari 51.3% menjadi 6. 30 25 20 15 10 0 01 02 03 04 05 06 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta rasio kredit bermasalah– bruto -  Penyisihan penghapusan kredit terhadap kredit bermasalah mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya dari 44.3%).0% lebih tinggi dibandingkan dengan Bank Swasta yaitu sebesar 56.8% pada tahun 2005 menjadi 57.4% menjadi 74. -  Hal ini menunjukkan komitmen Bank Mandiri untuk meningkatkan peran intermediasi.3% pada tahun 2005 menjadi 16.5%.6% pada tahun 2005 menjadi 14. Hal ini terutama disebabkan upgrade kredit yang sebelumnya dikategorikan sebagai NPL ke kolektibilitas dalam perhatian khusus. - Rasio kredit bermasalah bruto Bank Swasta tahun 2006 sedikit mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 2. 70 60 50 40 30 0 01 02 03 04 05 06 rasio kredit terhadap dana pihak ketiga– non bank Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta 34 pembahasan umum & analisis manajemen .

bahkan lebih rendah dibandingkan Bank Pemerintah lainnya maupun Bank Swasta. efisiensi dan komposisi aktiva termasuk Obligasi Pemerintah yang jumlahnya besar. semua jenis bank  mengalami peningkatan CAR di tahun 2006 dan jauh di atas kebutuhan modal menurut regulasi (8%). komposisi dana mahal tahun 2006 mengalami penurunan Bank Pemerintah lainnya maupun yang cukup signifikan dibandingkan Bank Swasta mengalami sedikit dengan tahun 2005 menjadi 47. lebih tinggi dibandingkan Bank Pemerintah lainnya dan Bank Swasta. Sebagai bank terbesar. - Rata-rata Rasio Kecukupan Modal Inti perbankan mengalami peningkatan menjadi 16. - Sistem perbankan memiliki kecukupan modal yang sangat baik untuk mengantisipasi kebutuhan pertumbuhan. -  Dengan CAR yang cukup tinggi tersebut memungkinkan Bank Mandiri untuk memperbaiki kualitas aktiva produktif dan juga mengembangkan usaha. - Rasio beban overhead terhadap aktiva Bank Swasta lainnya juga mengalami sedikit penurunan dari 3. Bank Mandiri memiliki keunggulan komparatif dalam skala operasi.- Rasio beban overhead terhadap jumlah aktiva relatif stabil (2. 30 25 20 15 10 0 01 02 03 04 05 06 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta rasio kecukupan modal (CAR) Catatan : 1. Bank Lippo dan Bank Niaga yaitu 5 bank swasta terbesar menurut total aktiva yang datanya tersedia semenjak tahun 2001. Rasio Biaya terhadap pendapatan bersih=beban overhead/pendapatan operasional (tidak termasuk pendapatan kenaikan nilai dan keuntungan penjualan surat berharga dan Obligasi Pemerintah) pembahasan umum & analisis manajemen 35 . sedangkan data Bank Swasta merupakan rata-rata data keuangan BCA. - Rasio beban overhead terhadap aktiva Bank Pemerintah mengalami sedikit penurunan dari 4. -  Hal ini disebabkan perbaikan profitabilitas yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR) menunjukkan modal yang masih sangat solid mengantisipasi pertumbuhan. merupakan rata-rata data keuangan BRI.3%. . -  Hal ini disebabkan terjadi penurunan yang cukup signifikan pada -  Peningkatan rasio dana mahal deposito berjangka.2% menjadi 3. - Rasio Kecukupan Modal (CAR) Bank Mandiri pada tahun 2006 sebesar 25. 25 20 15 10 5 0 01 02 03 04 05 06 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta rasio kecukupan modal inti . BII. peningkatan dibandingkan dengan tahun 2005. BNI dan BTN.6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 18.  Data untuk Bank Pemerintah.7% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 15.6% pada tahun 2006.0%. 5 4 3 2 1 0 01 02 03 04 05 06 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta rasio beban overhead terhadap jumlah aktiva - Rasio dana mahal Bank Mandiri pada - Secara umum. rata-rata Bank Swasta lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan rasio Bank Pemerintah lainnya. Bank Danamon.0%. 2.3%).0% pada tahun 2005 menjadi 3. Secara umum.1% periode yang sama.2% . 70 60 50 40 30 0 01 02 03 04 05 06 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta rasio dana mahal - Rasio Kecukupan Modal Inti mengalami peningkatan menjadi 19.

menguasai pangsa pasar revenue 20%– 30% di setiap segmen yang dimasuki dengan distinctive strategies di setiap unit dan synergy capture dari berbagai segmen yang berbeda • Menjadi bank pilihan nasabah yang utama karena mampu menyediakan the most extensive products dan the most convenient access corporate Menjadi dominant wholesale bank yang menyediakan pelayanan transaksi terintegrasi dan produk kredit serta capital market yang lengkap untuk perusahaan besar yang beroperasi di Indonesia (lokal) commercial Menjadi primary commercial bank yang mengoptimalkan dominasi di segmen korporasi untuk melayani nasabah SMEs up–serta mata rantai value chain dari segmen tersebut consumer • Menjadi bank pilihan utama untuk affluent segment dan ‘transaction bank’ untuk mass affluent • Menjadi bank penyedia layanan pembayaran ternyaman dan mitra utama consumer finance player micro Mengelola posisi bisnis saat ini dengan tetap mempertimbangkan kemungkinan pengembangan lebih lanjut 36 pembahasan umum & analisis manajemen .dominant multi–specialist bank model • Menjadi bank lokal yang dominan.

9%) 222.33 49.078 (3.078 miliar Ringkasan Perhitungan Laba (Rugi) untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005 & 31 Desember 2006 2005 Rp miliar 2006 Rp miliar USD Juta % Perubahan Pendapatan Bunga Beban Bunga Pendapatan Bunga–bersih Pendapatan Provisi.970 miliar.755 380 138 109 351 13. (3. Komisi dan Fee Pendapatan Transaksi Valuta Asing Keuntungan Penjualan Surat Berharga & Obligasi Pemerintah Keuntungan (Kerugian) atas penurunan nilai Surat Berharga & Obligasi Pemerintah Pendapatan Lainnya Pendapatan Operasional Beban penyisihan penghapusan aktiva produktif dan komitmen & kontinjensi serta lainnya (net) Beban Umum & Administrasi Beban Personalia Beban Operasional Lainnya–Beban Lainnya Laba Operasional Pendapatan (Beban) Non Operasional–Bersih Laba sebelum pajak dan Hak Minoritas Laba Bersih 20.839 miliar menjadi Rp 69.5% (45.968 miliar.505) 2.3% menjadi Rp 1.5% pembahasan umum & analisis manajemen 37 .00 95.5% menjadi Rp 2.916 miliar pada tahun 2006.421 miliar •  Pendapatan provisi.345 1.999 (12.577 74 255 (89) 672 11.251) (3.99 99.916) 10.261 miliar pada tahun 2006 dan sebesar 32.831 2.826 miliar menjadi Rp 29.044 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 15.3% 413.5% Pendapatan bunga bersih Pendapatan bunga bersih meningkat sebesar 15.2% 15.755 miliar •  Jumlah pendapatan operasional sebesar Rp 13.261 (15.2% menjadi 13.421 (361) (335) (66) 301 13 314 269 5.955 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 10.044) 8.999 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 26.018) (593) 2.Daftar anak perusahaan PER 31 DESEMBER 2006 No Nama Perusahaan Bidang Usaha Kepemilikan (%) 1 Bank Mandiri (Europe) Limited (BMEL) 2 PT Bank Syariah Mandiri (BSM) 3 PT Usaha Gedung Bank Dagang Negara 4 PT Mandiri Sekuritas 5 PT Bumi Daya Plaza 6 PT AXA Mandiri Financial Services 7 PT Sarana Bersama Pembiayaan Indonesia 8 PT Pisita Wisata 9 PT Kustodian Sentral Efek Indonesia 10 PT Bapindo Bumi Sekuritas Perbankan Perbankan Syariah Pengelolaan Properti Sekuritas Pengelolaan Properti Asuransi Perusahaan Induk Pariwisata Depository Sekuritas 100.1% 32.5% (47.68 95.6% 301.8%) 14.21 10.444 (3.188 45 1.345 miliar pada tahun 2006.2% dari Rp 12. Peningkatan tersebut disebabkan oleh kenaikan pendapatan maupun beban bunga masingmasing sebesar 25.00 3.99 Hasil Operasional TAHUN 2006 • Laba per saham (EPS) sebesar Rp 119 • Laba bersih meningkat 301.6% menjadi 4.1% dari Rp 20.5% dari Rp 8.3%) 128.0%. sementara nominal rata-rata mengalami kenaikan untuk kredit rupiah dari Rp 62.00 16.917 (1.955 1.7% 129.388) 26.3%) (1.7%.711 120 2. Nominal rata-rata kredit valas pada tahun 2006 menurun dibandingkan dengan tahun 2005 dari Rp 32.768) 1.080) (3.233 603 (3. Yield pendapatan bunga kredit rupiah pada tahun 2006 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2005 dari 12.5% 11.00 34. sedangkan yield pendapatan bunga kredit valas menurun dari 5.149 195 42 15 12 39 1.453 (389) 25. komisi dan fee meningkat 11.187) (601) 1.3% 3.6% (5.00 99.2% 166.

041 6.1% 7.622 9.239 91.6%.841 miliar pada tahun 2006 sejalan dengan meningkatnya volume rata-rata Obligasi Pemerintah (bank saja) dari Rp 91.6%   4.3% 4.6% 4.58%.887   28.693 511 416 7. Pada akhir tahun 2006 sebesar 13.7%   5.791   330 615 415 1.970 11.15% . Surat Berharga d.   Total (1)   Kewajiban Nominal rata-rata Biaya % p.415 519 104 2.591 176.767 16.738 2.839 2.572 211. Yield pendapatan bunga Obligasi Pemerintah (bank saja) pada tahun 2006 mengalami kenaikan dari 8.621 305 9.2% 69.736 4.6% 3.004   19.419 168.8%.174 45.498 1.a Rupiah a.5% 3.826 8.5% pada tahun 2005 menjadi 11.23% pada tahun 2005 menjadi 4.387   1.a Rupiah a.339   32.095 222 10.a Nominal rata-rata Pendapatan % p.9% 7.2% 17.067 1.0% 16. Obligasi Pemerintah Sub Total 05 06 05 06 62.0% 9.3% 4.313   213.907 47.58% pada tahun 2006.9% 5.841 22.097 1.340 177.820   12.683 2005 12.765 8. Penempatan pada Bank lain c.129 3. Kredit yang diberikan b.1% 7.269 5. Suku bunga rupiah meningkat 232 basis points sementara valas meningkat sebesar 7 basis point.44% 12.6%   30. Suku bunga atas Obligasi Pemerintah dengan suku bunga tetap berkisar 13.9% Sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.061 2.727 15. Meningkatnya yield kredit khususnya rupiah terutama disebabkan penurunan kredit bermasalah (Non Performing Loans–NPL).995 11.4% dari kredit rupiah merupakan NPL yang sebelumnya sebesar 19. Giro b.231   982 2.554   3.772 165.569 11.591 miliar pada tahun 2005 serta meningkatnya portfolio Obligasi Pemerintah dengan suku bunga tetap yaitu dari 4. sedangkan kredit valas sebesar 25.099 80.3% 3. Deposito Berjangka c.907   29.507 232 13.038 832   25.5% 4. Obligasi Lindung Nilai Sub Total Lainnya Provisi.0%   1.652 45.353   3. Kredit yang diberikan b. Komisi & Fee dan lainnya Valas Rupiah Rata-rata Base Lending Rate kredit rupiah maupun valas pada tahun 2006 lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya.360 202 15.40% 6.a Nominal rata-rata Biaya % p.1% 3.715   219.3%   7.968 13.8% 12.8% 8.0% dari Rp 7.5% 9.1% 38 pembahasan umum & analisis manajemen .086 91.070 10.659   12. Tabungan c.1% 9.842 269 146 35 2.985   229 452 888 1.775 11.12% 6.219   1.247 42.15.089 2006 13.6% 8.442 15.697 94.109 2.850 40.1% 6.1% 3. pendapatan bunga kredit untuk kolektibilitas 4 dan 5 harus dibukukan sebagai pengurang pokok kredit.5% 8. Pendapatan bunga Obligasi Pemerintah mengalami kenaikan sebesar 39.7% 4.2% 7.0% 7.0% 2.(2) 205.8% 2.5% 11.8%   11.9% 11.1% 5.8%   2.042 9.576 33.3% merupakan NPL yang sebelumnya sebesar 48. Lainnya Sub Total Lainnya Total (2) Net (1) . sedangkan suku bunga mengambang adalah SBI 3 bulan.419 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 91.292 1.47% Analisa pendapatan bunga bersih (bank saja) selama tahun 2005 & 2006 2005 Aktiva Nominal rata-rata Pendapatan Rp miliar 2006 % p.4% Valuta Asing a. Penempatan pada Bank lain c.802 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 10.391 9.448 7.RATA-RATA BASE LENDING RATE 14.3% 8.652   7. Deposito Berjangka d. Lainnya Sub Total Valuta Asing a. Giro b. Surat Berharga d.018 2.4% 4.

6% dari Rp 10.775 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 15.0% penempatan pada BI & Bank lain 2. Penurunan tersebut terutama terjadi pada Deposito Berjangka dari Rp 15.7% Lainnya 41.1% Obligasi pemerintah 49.3% pada tahun 2006.77% Suku Bunga Mengambang 4.6% pada tahun 2005 menjadi 43.1% dari Rp 156.9% Tabungan 72% Deposito Berjangka 2.4% Surat Berharga 0.1% pada tahun 2006. 2005 2006 2.8% Pinjaman Subordinasi 1.319 miliar pada tahun 2006.916 miliar pada tahun 2006. Jumlah rata-rata simpanan valuta asing (bank saja) menurun sebesar 0.1% Kredit yang diberikan 6.938 miliar pada tahun 2006.0% Provisi & komisi atas kredit yang diberikan 1.6% Surat Berharga 0.23% Suku Bunga Tetap 95.7% Pinjaman Subordinasi 3. pendapatan bunga kredit yang diberikan meningkat sebesar 8.6% Pinjaman yang Diterima 0.1% pada tahun 2006.42% Suku Bunga Mengambang Komposisi pendapatan bunga pada tahun 2005 & 2006 2005 2006 37.3% pada tahun 2005 menjadi 55.6% Kredit yang diberikan 4.269 miliar.3% pada tahun 2005 menjadi 11.419 pada tahun 2005 menjadi Rp 11.5% Modal Pinjaman 2.62% Diperdagangkan 29.58% Suku Bunga Tetap 95.665 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 99.9% Beban Pendanaan Lainnya 1.8% menjadi 93. terutama disebabkan oleh peningkatan jumlah rata-rata kredit yang diberikan serta membaiknya kualitas kredit.5% Lainnya 8.5% Deposito Berjangka 3.8% dari Rp 28. Beban bunga meningkat sebesar 32.01% Diperdagangkan 31. Sejalan dengan meningkatnya suku bunga rata-rata Deposito Berjangka Rupiah dari 8.3% Giro 12.1% pada tahun 2005 menjadi 41.996 miliar pada tahun 2006.048 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 170.4% Lainnya pembahasan umum & analisis manajemen 39 .319 miliar pada tahun 2006.2%.5% pada tahun 2006. Beban bunga simpanan terhadap total beban bunga meningkat dari sebelumnya 86.3% Provisi & komisi atas kredit yang diberikan 3.67% Tersedia untuk Dijual 66.217 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 27.8% penempatan pada BI & Bank lain 3. komposisi Deposito Berjangka Rupiah terhadap total simpanan rupiah juga meningkat dari 51.4% Giro 16.67% Dimiliki Hingga Jatuh tempo Portfolio Obligasi Pemerintah2005 Portfolio Obligasi Pemerintah 2006 4.5% Beban Pendanaan Lainnya 2.0% Lainnya Komposisi beban bunga pada tahun 2005 & 2006 2005 2006 10.1% Pinjaman yang Diterima 0. Jumlah rata-rata kredit yang diberikan (bank saja) meningkat dari Rp 95.3% Surat berharga yang dimiliki 4.Komposisi pendapatan bunga portfolio Obligasi Pemerintah tahun 2005 & 2006 Jumlah pendapatan bunga Obligasi Pemerintah yang dimiliki terhadap total pendapatan bunga meningkat dari 37.9% Tabungan 59.8% pada tahun 2006. Jumlah rata-rata simpanan Rupiah (bank saja) meningkat sebesar 9.044 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 15.2% pada tahun 2005 menjadi 26.32% Dimiliki Hingga Jatuh tempo 1.3% Obligasi pemerintah 43. Secara nominal.8% Surat berharga yang dimiliki 3. Sedangkan jumlah pendapatan bunga kredit terhadap total pendapatan bunga menurun dari 49. meskipun pada akhir tahun jumlah tabungan meningkat sehingga komposisi deposito terhadap total simpanan menurun. Sedangkan komposisi tabungan terhadap total simpanan rupiah menurun dari 30.71% Tersedia untuk Dijual 68.1% dari Rp 12.

445 (1.6% Lainnya 8.335 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 5.6% Transfer.2% Pembukaan L/C dan Bank Garansi 8. Inkaso.6% Lainnya 11.9%.9% pada tahun 2005 menjadi 70.057) 3. Peningkatan tersebut disebabkan meningkatnya semua komponen Laba Operasional sebelum penyisihan penghapusan.575 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 6. pendapatan provisi. Kliring & Referensi Bank 7.3% dari Rp 1.589 380 247 6.3% Adiministrasi kredit & simpanan 22.861 584 4.545 4.323 1. Bank Mandiri sepenuhnya mengikuti ketentuan Bank Indonesia dalam pembentukan penyisihan penghapusan aktiva produktif untuk kredit yang diberikan.021 6.505 40 pembahasan umum & analisis manajemen . Pendapatan provisi dan komisi lainnya meningkat sebesar 11.031 5. Kontribusi provisi dan komisi lainnya terhadap total pendapatan operasional lainnya pada tahun 2006 meningkat dari 67.651 7.323 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 2.5% dari Rp 74 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 380 miliar pada tahun 2006.6% Anak Perusahaan 19. Kebijakan Bank Mandiri dalam pembentukan PPAP kredit Kolektibilitas 1 2 3 4 5 Laba Operasional sebelum penyisihan penghapusan 2002 2003 2004 2005 Rp miliar 2006 Pendapatan Inti (Core Earnings) * Pendapatan (Kerugian) Transaksi Valas Laba Kenaikan Nilai & Penjualan Obligasi Pemerintah & Surat Berharga Total Laba Operasional sebelum penyisihan penghapusan 4.8% dari Rp 672 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 351 miliar pada tahun 2006.0% Transfer.388 4.Pendapatan inti (core earnings) pada tahun 2006 mengalami peningkatan sebesar 28. Kliring & Referensi Bank 5. Pendapatan operasional lainnya pada tahun 2006 mengalami peningkatan dari sebesar Rp 2.5% Adiministrasi kredit & simpanan 21.072 7.9% dari sebesar Rp 4. Penurunan tersebut terutama disebabkan karena di tahun 2006 tidak terdapat pendapatan dari peningkatan nilai atas jaminan dan penurunan efektif atas pokok pinjaman SUFRN.672 (167) 3.577 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 1.159 (487) 3.486 2.9% Anak Perusahaan 17.755 1.6% (Penyisihan)/Pembalikan Penyisihan Sejak 31 Maret 2005.6% Kartu Kredit 32.0% Kartu Kredit Penyisihan penghapusan aktiva produktif & penyisihan lainnya per 31 Desember 2005 & 2006 2005 Rp miliar 2006 Sebelum 31 Maret 2005 Setelah 31 Maret 2005 2% 15% 50% 100% 100% 1% 5% 15% 50% 100% Penyisihan penghapusan kredit (Pembalikan)/penyisihan aktiva produktif lainnya Jumlah penyisihan penghapusan aktiva produktif (Pembalikan)/penyisihan lainnya dan estimasi kerugian atas komitmen dan kontinjensi Jumlah penyisihan penghapusan bersih 3.030 4.2% Pembukaan L/C dan Bank Garansi 9.216 Catatan: * Terdiri dari pendapatan bunga bersih. komisi dan fee serta pendapatan lainnya dikurangi dengan biaya overhead dan biaya operasional lainnya. Laba Operasional sebelum penyisihan penghapusan pada tahun 2006 mengalami peningkatan.034 (25) 2. Laba bersih atas selisih kurs meningkat sebesar 413.216 miliar.486 miliar.577 380 672 351 74 Laba selisih kurs–bersih Provisi & komisi lainnya Lain-lain Jumlah pendapatan operasional lainnya 05 06 05 06 06 05 05 06 Pendapatan provisi dan komisi lainnya untuk tahun 2005 & 2006 Pendapatan Provisi & Komisi 2005 Pendapatan Provisi & Komisi 2006 36. Pendapatan OPERASIONAL LAINNYA (Rp miliar) 2.755 miliar pada tahun 2006.845 114 2.575 5.335 74 166 4. Inkaso.492 402 1. dari Rp 4.589 miliar. Pendapatan lain-lain menurun sebesar 47. dan memberikan kontribusi terhadap laba operasional sebelum penyisihan penghapusan sebesar 89.

334 Tunjangan 456 Post Employement Benefits* 115 Training 273 Anak Perusahaan 1.057 pada tahun 2005 menjadi sebesar Rp 129 miliar pada tahun 2006 yang diimbangi dengan penurunan penyisihan penghapusan aktiva produktif dari Rp 4. sedangkan total penjualan pada tahun 2005 sebesar Rp 2.852 miliar (nilai nominal).544 miliar (nilai nominal).018 Beban gaji dan tunjangan 593 Lain-lain–bersih (1) Catatan: (1 Termasuk biaya yang berhubungan dengan penjaminan atas dana pihak ketiga dalam Program Penjaminan Pemerintah. Penurunan tersebut terutama disebabkan sedikitnya Obligasi Pemerintah yang dijual selama tahun 2006 yaitu sebesar Rp 1.5% dari Rp 3. Keuntungan/(kerugian) dari Penjualan Surat Berharga dan Obligasi Pemerintah Bank Mandiri memperoleh keuntungan dari penjualan surat berharga dan Obligasi Pemerintah sebesar Rp 138 miliar pada tahun 2006 dan Rp 255 miliar miliar pada tahun 2005. Jumlah yang dicadangkan pada tahun 2006 dan 2005 masing-masing sebesar Rp 490 miliar dan Rp 376 miliar. sedangkan beban gaji dan tunjangan mengalami penurunan sebesar 5.187 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 3.251 Beban umum dan administrasi 3.254 Tunjangan 338 Post Employement Benefits* 123 Training 279 Anak Perusahaan Catatan: *  Mulai tahun 2005.388 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 3.187 Beban gaji dan tunjangan 601 Lain-lain–bersih (1) 3. Beban umum dan administrasi mengalami kenaikan sebesar 5. Rincian biaya overhead untuk tahun 2005 & 2006 (Rp miliar) Beban Umum & Administrasi 2005 Beban Umum & Administrasi 2006 798 IT & Telekomunikasi 843 Occupancy Related 384 Promosi & Sponsorship 268 Transportasi & Biaya Perjalanan 304 Jasa Professional & Lainnya 203 Employee Related 279 Anak Perusahaan 822 IT & Telekomunikasi 914 Occupancy Related 437 Promosi & Sponsorship 270 Transportasi & Biaya Perjalanan 281 Jasa Professional & Lainnya 225 Employee Related 302 Anak Perusahaan Beban Gaji & Tunjangan 2005 Beban Gaji & Tunjangan 2006 1. Beban operasional lainnya sedikit menurun dari Rp 6. Pada tahun 2006 keuntungan atas penjualan Obligasi Pemerintah sebesar Rp 43 miliar menurun dibandingkan dengan tahun 2005 sebesar Rp 257 miliar. kami mengakui cadangan atas manfaat Masa Bebas Tugas (MBT).672 miliar pada tahun 2006. Beban Operasional Lain 2005 Beban Operasional Lain 2006 3.010 Gaji Kotor 1. tunjangan cuti. Keuntungan/(kerugian) atas perubahan nilai Surat-surat Berharga dan Obligasi Pemerintah Keuntungan atas perubahan nilai surat berharga dan obligasi pemerintah pada tahun 2006 sebesar Rp 109 miliar meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2005 rugi sebesar Rp 89 miliar.3% dari Rp 3.445 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 3. Peningkatan tersebut terutama disebabkan adanya kenaikan keuntungan perubahan nilai Obligasi Pemerintah dari rugi sebesar Rp 66 miliar menjadi untung Rp 101 miliar. Beban lain-lain–bersih mengalami penurunan dari Rp 601 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 593 miliar pada tahun 2006.080 Beban umum dan administrasi 3. THR dll.862 miliar pada tahun 2006.505 miliar pada tahun 2006.Beban Operasional Lainnya (Rp miliar) Jumlah beban penyisihan penghapusan bersih mengalami kenaikan sebesar 3. Kenaikan tersebut terutama disebabkan berkurangnya pembalikan penyisihan lainnya dari sebesar Rp 1.018 miliar pada tahun 2006.024 Gaji Kotor 1.080 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 3.6% dari Rp 3. pembahasan umum & analisis manajemen 41 .252 miliar pada tahun 2006.868 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 6. yaitu suatu jangka tertentu sebelum usia pensiun yang membebaskan pegawai dari tugas-tugas rutin dengan tetap memperoleh fasilitas kepegawaian yang ditentukan meliputi gaji.

849 5.118 2.150 pada akhir tahun 2005.9 (14.565. Penyusutan aktiva tetap b.472 22.7 8.934 2. Penyisihan biaya pegawai c.797 11.3) 13.3 23.468 2.215 26.591 26.6 6.070 10.822 1.282 205.LABA & NILAI BUKU PER SAHAM (Rupiah) 1.334.566 16.190 6.4 (28.203) 9.729 2.854 8.486 miliar pada tahun 2006. sedangkan pada tahun 2005 sebesar Rp 30.056 2. Laba per Saham (EPS) adalah laba bersih dibagi dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh pada tahun berjalan.5) (61.422 6.6% menjadi Rp 1. Aktiva Pajak Tangguhan–bersih pada 31 Desember 2006 adalah sebesar Rp 3.054 4. Nilai Buku per saham Bank Mandiri per 31 Desember 2006 meningkat 12.095 106.955 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 10. Metode ini juga mengakui adanya manfaat pajak di masa datang seperti rugi menurut pajak yang belum digunakan apabila kemungkinan besar manfaat tersebut dapat direalisasikan di masa yang akan datang.136 (1.153 112.813 60.693 79.786 13.986 4.5% dari Rp 603 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 2.3) 10. aktiva dan hutang pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer (temporary differences) antara nilai aktiva dan kewajiban yang tercatat di neraca dengan dasar pengenaan pajak atas aktiva dan kewajiban tersebut setiap tanggal pelaporan.3) 5.150 1.215 10. Penyisihan kerugian atas kasus hukum e.889 (11.2 27.027 92. sedangkan pada 31 Desember 2005 sebesar Rp 2.1 (1.421 miliar pada tahun 2006.794 3.065 lembar dan pada tahun 2005 sebanyak 20. Laba bersih untuk tahun 2006 meningkat sebesar 301.229 (14.926 1.289 46.633 410 9.9) 0. berdasarkan tarif pajak yang berlaku.295 119 30 Ringkasan Neraca per 31 Desember 2005 & 2006 2005 (Rp miliar) USD Juta 2006 (Rp miliar) USD Juta % Perubahan Total Aktiva Kas & Penempatan pada BI Giro & Penempatan pada Bank Lain–Neto Surat Berharga yang dimiliki–Neto Obligasi Pemerintah 05 06 05 06 263.875 9.182.383 37.726 23.698 10.714 4. Kenaikan laba bersih terutama disebabkan meningkatnya pendapatan bunga bersih dari Rp 8.231 miliar.735 (1.708 48.108 448 10.869 206.  Penyisihan penghapusan aktiva produktif dan komitmen & kontinjensi d.9 (0.365 218 2. 42 pembahasan umum & analisis manajemen .429 1. Jumlah rata-rata tertimbang lembar saham beredar yang digunakan sebagai pembagi dalam menghitung laba per saham pada tahun 2006 sebanyak 20.1) (0.144 28. Bank Mandiri menerapkan metode kewajiban (liability method) untuk menentukan beban pajak penghasilan.721 4.362 267. Laba per saham pada tahun 2006 adalah sebesar Rp 119. Penyisihan untuk Pajak Penghasilan Penyisihan pajak penghasilan menurun sebesar 35% dari Rp 629 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 409 miliar pada tahun 2006.096.295 dari Rp 1. Pos-pos yang dapat dikategorikan sebagai perbedaan temporer (temporary differences) adalah: a.295 miliar.410 47.031 90.932 6.517 39.341 29.719 61. Pada metode ini.323 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 2.657 lembar.973 4.5) 21.804 26.069 93 3.304 96.442 19.648 834 28.818 61.345 miliar pada tahun 2006 dan kenaikan pendapatan operasional lainnya dari Rp 2.389) 103.598) 11.671 98.824) 94. Keuntungan (kerugian) atas kenaikan/ penurunan nilai surat berharga dan Obligasi Pemerintah Aktiva dan hutang pajak penghasilan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan diterapkan pada periode aktiva atau kewajiban tersebut direalisasi atau diselesaikan.095 117.651 20.5 - Diperdagangkan - Tersedia untuk Dijual - Dimiliki hingga jatuh tempo Kredit yang diberikan - Performing - Non Performing Penyisihan Penghapusan Kredit – Neto Total Simpanan–Non Bank - Giro - Tabungan -  Deposito Berjangka & Sertifikat Deposito Ekuitas Laba per saham Nilai buku per saham Pendapatan Non Operasional Bersih Pendapatan Non Operasional Bersih menurun dari sebesar Rp 45 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 120 miliar pada tahun 2006.2 (37.

Peningkatan tersebut terutama disebabkan meningkatnya penempatan pada Bank Indonesia dari Rp 35.648 miliar (nilai wajar).9% dari total aktiva Bank.031miliar pada tanggal 31 Desember 2006.2% Lebih dari 10 tahun Jumlah aktiva mengalami sedikit kenaikan yaitu sebesar 1.Obligasi Pemerintah Berdasarkan portfolio dan suku bunga Tersedia untuk Dimiliki hingga Diperdagangkan Dijual jatuh tempo Total Rp miliar % dari total Suku Bunga Tetap Suku Bunga Mengambang Total % dari total 784 50 834 0.4% dari total portfolio Obligasi Pemerintah. terutama disebabkan penurunan penempatan pada Bank lain dari Rp 15.498 90.9% dari Rp 16.350 59. jumlah kredit yang diberikan bruto Bank Mandiri secara konsolidasi adalah sebesar Rp 117.909 miliar per 31 Desember 2006.4 100. Per 31 Desember 2006 porsi obligasi bunga mengambang sebesar 95.7 1. sedangkan obligasi bunga mengambang memiliki tingkat suku bunga sebesar tingkat suku bunga SBI 3 (tiga) bulan. 43.016 26.745 61. Bank Mandiri membukukan keuntungan atas penjualan Obligasi Pemerintah sebesar Rp 43 miliar.043 miliar per 31 Desember 2005 menjadi Rp 35. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 10. Jumlah Obligasi Pemerintah yang dijual selama tahun 2006 sebesar Rp 1.305 miliar pada tanggal 31 Desember 2005 menjadi Rp 21.095 67.477 miliar pada tanggal 31 Desember 2005 menjadi Rp 14.875 miliar per 31 Desember 2006.648 100.6% dari Rp 263.566 miliar per 31 Desember 2005 menjadi Rp 39. Kas dan Penempatan pada Bank Indonesia Kas dan penempatan pada Bank Indonesia meningkat sebesar 6.6 95.0 Berdasarkan jatuh tempo 0% Kurang dari 1 tahun 2.027 miliar pada tanggal 31 Desember 2005 menjadi Rp 4.0% 49.973 miliar pada tanggal 31 Desember 2006.852 miliar (nilai nominal). Pada tanggal 31 Desember 2006.719 31.330 miliar.4 4.2% dari Rp 6.054 miliar pada tanggal 31 Desember 2005 menjadi Rp 9. Giro dan Penempatan pada Bank Lain Giro dan Penempatan pada Bank Lain menurun sebesar 37.424 miliar pada tanggal 31 Desember 2006.671 miliar atau 44.1% 06 pembahasan umum & analisis manajemen 43 .9 2.150 86. yang merupakan 33. Obligasi Pemerintah yang diperdagangkan dan tersedia untuk dijual. Giro pada Bank Indonesia meningkat dari Rp 20. Pada tahun 2006. Atas portfolio tersebut.383 miliar pada tanggal 31 Desember 2005 menjadi Rp 267. Obligasi Pemerintah Per 31 Desember 2006 Bank Mandiri memiliki Obligasi Pemerintah sebesar Rp 90.348 miliar pada tanggal 31 Desember 2005 menjadi Rp 9. Surat Berharga yang dimiliki Surat Berharga yang dimiliki–bersih mengalami sedikit kenaikan dari Rp 4.0% dari total aktiva bank. Obligasi tersebut terdiri dari obligasi bunga tetap dan obligasi bunga mengambang.6% 05 40.15% sampai 15.9% 1–5 tahun 30.3 % dibandingkan dengan 31 Desember 2005 yaitu sebesar Rp 106. Sedangkan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) pada tanggal 31 Desember 2006 mengalami kenaikan sebesar 121.579 miliar pada tanggal 31 Desember 2006. keuntungan yang belum direalisasi atas Obligasi Pemerintah sebesar Rp 101 miliar meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar rugi Rp 66 miliar.5% 05 06 Rasio kredit terhadap total aktiva Rasio pendapatan bunga kredit terhadap total pendapatan bunga bulannya sedangkan untuk Obligasi Pemerintah yang dimiliki hingga jatuh tempo dicatat berdasarkan harga perolehan.2% dari Rp 37. obligasi bunga tetap memiliki tingkat suku bunga antara 13.693 miliar.9% 5–10 tahun 66.703 28. dinilai berdasarkan nilai wajar (fair value) setiap KREDIT YANG DIBERIKAN 44. Sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.517 miliar pada 31 Desember 2006.58% per tahun.0 4.

2 Rp miliar 26.339 78.617 22.677 Subtotal Commercial Non performing loan Small & Micro 1 2 3 4 5 18.624 27.0 10.933 309 20 3.945 80 110 332 12.9 2.154 80.347) 90.627 4.552 4.6 3.818) 6.391 13.953 9.360 5.583 853 0.5 1.548 853 31 4 0 0 0 35 0 8.7 8.2 0.752 824 71 7.579 2.1 59 117 677 10.4 9.6 32.621 11.476) 1.482 33.6 4.5 75.5 1 2 3 4 5 Subtotal Small & Micro Non performing loan Consumer 8.9 1.398) (4.8 10.4 80 110 332 522 0.313 19.818 (6.1 0.373 886 185 3 7.308 1.628 69.635 2.946 720 206 9.378 2 3 4 5 Subtotal Corporate Non performing loan Commercial 32.263 4.Dibawah ini kami sajikan pertumbuhan kredit performing dan non performing (bank saja) selama tahun 2006 sebagai berikut: Kredit berdasarkan segmentasi Bersama ini kami sajikan rincian kredit yang diberikan berdasarkan segmentasi pada 31 Desember 2006 (bank saja) sebagai berikut: Baki Debet Segmen Corporate Kol Rupiah Valas Total % Kredit Performing Saldo 31 Desember 2005 Downgrade ke NPL Upgrade dari NPL Net disbursement Pengaruh kurs Saldo 31 Desember 2006 Kredit Non Performing Saldo 31 Desember 2005 Downgrade ke NPL Upgrade dari NPL Penerimaan kembali Penghapusbukuan Net disbursement Pengaruh kurs Saldo 31 Desember 2006 Rp miliar 73.387 59 117 677 10.071 (1.990 21.613 49.257 17.132 91 2.257) (2.539 (4.650 (1.1 1 10.8 6.060 535 203 24.945 15.8 1.5 2.1 2.090 17.898 109.064 18.380 44 pembahasan umum & analisis manajemen .287) 18.615 60.237 12.429 6.6 1.6 0.076 2.465 5.685 19.132 2 3 4 5 Subtotal Consumer Non performing loan Total Kredit 1.2 2.985 4.0 53.564 29.599 522 22 0 0 0 0 22 0 10.350 26.702 1 20.1 12.1 6.

Mutasi kredit yang direstrukturisasi selama tahun 2006 Saldo Awal Tambahan restrukturisasi Pembayaran Penghapusbukuan Lain-lain* Saldo akhir Rp miliar 19.5% 11.8% 24.411) 1.5% 17.476 (3.427 1.622 22.tabel komposisi kredit (berdasarkan angka bank) per 31 Desember 2006 Jumlah Rekening NPL Ukuran Kredit (Rp miliar) Total Rekening % Total Jumlah Saldo (Rp miliar) NPL % < 25 >= 25 s.622 4. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 7.456 (817) 456 22.991 24.0% 12.8% 25.484 39.d < 1.380 5.914 miliar merupakan kredit yang direstrukturisasi.240 19.8% atau Rp 20. selisih kurs karena penjabaran mata uang asing dan fluktuasi kredit modal kerja.336 miliar) dari kredit yang telah dihapusbukukan sebelum dan selama tahun 2006.0% 15.914 7.812 502 149 17 4 306.677 14.1 100 Catatan: 1 Skema restrukturisasi lain-lain terutama terdiri dari penurunan tingkat suku bunga.0% 17.d < 500 >= 500 s. Saldo kredit yang dihapusbukukan per 31 Desember 2006 sebesar Rp 24.587 12. Bank Mandiri menghapusbukukan kredit yang diberikan sebesar Rp 4.529 20.527 1.064 4.370 5.716 109.427 miliar.476 miliar (bank saja) dan menerima kembali kredit yang telah dihapusbukukan sebesar Rp 3.568 511 9.9% 38.859 5.9% 24.914 * Termasuk pembayaran sebagian.7% dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2005 yaitu Rp 19.5% 22. MUTASI KREDIT YANG TELAH DIHAPUSBUKU TAHUN 2005 & 2006 (BANK SAJA) (Rp miliar) 2005 2006 Saldo awal tahun Penghapusbukuan Penerimaan kembali (1) Lain-Lain (2) Saldo akhir tahun 21.754 5.255 18.749 4.484 2.557 1.000 >= 1.810 11.8% 11. penjadualan kembali bunga yang tertunggak dan perpanjangan jangka waktu pembayaran bunga tertunggak.336 20.758 miliar.004 28.758 pembahasan umum & analisis manajemen 45 .3 1.000 TOTAL 305. sebesar 17.1% Kredit yang direstrukturisasi Dari total kredit yang diberikan per 31 Desember 2006.573 (10.427 5.4 12.7 21.701) (721) 7. Skema & jumlah kredit yang direstrukturisasi tahun 2005 & 2006 2005 2006 Rp miliar % Kredit jangka panjang dengan opsi saham (KJPOS) Fasilitas kredit tambahan Perpanjangan jangka waktu kredit Perpanjangan jangka waktu & penurunan suku bunga Perpanjangan jangka waktu & skema restrukturisasi lain-lain Jumlah 1 1.5 57.071 24.362 1.435 123 26 2 1 39. Portfolio kredit yang telah dihapusbuku tersebut tidak dicatat dalam laporan keuangan.d < 100 >= 100 s.738 2.518 319 12. Kredit yang dihapusbukukan Pada tahun 2006.411 miliar (termasuk pencatatan kembali kredit yang telah dihapusbuku sebesar Rp 2.

816 120.591 miliar.890 8.4%.050 miliar.771 160 807 209 12 3.068 6. Ekuitas Total ekuitas mengalami peningkatan sebesar 13.6% 471 2.113 miliar pada tanggal 31 Desember 2006.2% dari Rp 46. Bank mencatat selisih antara nilai pokok kredit dengan harga pembelian sebagai penyisihan penghapusan aktiva produktif.249 24.215 miliar pada tanggal 31 Desember 2005 menjadi Rp 26.5% dari Rp 23. Kredit yang dibeli dari BPPN pada 31 Desember 2005 & 2006 (Rp miliar) No Keterangan 2005 2006 1 2 3 4 5 Baki Debet Pendapatan yang ditangguhkan PPAP Pendapatan bunga & pendapatan lain yang terkait dengan kredit yang dibeli dari BPPN Tambahan penyediaan dana 4.9% dari Rp 47. komposisi simpanan per 31 Desember 2005 dan 2006 Jenis Simpanan 2005 Jenis Simpanan 2006 22.726 miliar menjadi Rp 96.962 7.813 miliar. Giro mengalami peningkatan sebesar 5. Rasio dana murah terhadap total simpanan meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang semula 45.378 8.496 3.415 15.0%.893 27.7% Giro 29.165 19.142 52. Sepanjang telah dilakukan pengikatan kredit baru atas kredit tersebut.955 5.289 miliar menjadi Rp 205. berdasarkan komposisi simpanan per 31 Desember 2006. Penurunan tersebut terutama disebabkan menurunnya deposito berjangka yang cukup signifikan sebesar 14.614 40.567 111.9% Tabungan 54.3% dari Rp 112.525 6.6% dibandingkan dengan periode sebelumnya.121 4.6% Simpanan Pada 31 Desember 2006 jumlah simpanan sedikit mengalami penurunan dari sebesar Rp 206.977 4.204 12.3% Tabungan 47% Deposito berjangka & Sertifikat Deposito Komposisi simpanan ( bank saja) berdasarkan segmentasi per 31 Desember 2006 Simpanan Valuta Giro Deposito Tabungan Rp miliar Total Corporate Jumlah Commercial Jumlah Consumer Jumlah Rp Valuta Asing Rp Valuta Asing Rp Valuta Asing 18. sedangkan deposito berjangka mengalami penurunan sebesar 7.706 46 pembahasan umum & analisis manajemen .774 4. Kenaikan ini terutama disebabkan meningkatnya saldo laba dari Rp 4.024 12.708 miliar.Kredit yang dibeli dari BPPN Termasuk dalam saldo kredit yang diberikan per 31 Desember 2006 adalah kredit yang dibeli dari BPPN sebesar Rp 3.5% Giro 22. Sehingga.073 6 500 3.6% Deposito berjangka & Sertifikat Deposito 23.614 57.341 miliar pada tanggal 31 Desember 2006.050 16.005 miliar pada tanggal 31 Desember 2005 menjadi Rp 6.304 miliar.153 miliar menjadi Rp 60.793 24. yang diimbangi dengan meningkatnya Tabungan sebesar 27.771 77.412 57. giro dan tabungan mengalami kenaikan masing-masing sebesar 1.050 86 379 139 11 Kolektibilitas kredit yang dibeli dari BPPN per 31 Desember 2005 dan 2006 Kolektibilitas 2005 Rp miliar 2006 Lancar Dalam Perhatian Khusus Kurang Lancar Diragukan Macet Total NPL 631 436 571 156 2.680 21.2% dan 6.155 4.5% menjadi 53.410 miliar menjadi Rp 48.656 52.278 1.911 2.291 56.

Pada tahun 2005.891 miliar terutama berkaitan dengan penurunan surat-surat berharga yang dikategorikan sebagai dimiliki hingga jatuh tempo dan tersedia untuk dijual sebesar Rp 1.928 miliar serta penurunan Obligasi Pemerintah yang dikategorikan sebagai tersedia untuk dijual dan dimiliki hingga jatuh tempo sebesar Rp 1.554 miliar terutama berasal dari pendapatan bunga sebesar Rp 19. Arus Kas dari Aktivitas Investasi Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi pada tahun 2006 adalah sebesar Rp 7. pembahasan umum & analisis manajemen 47 .638 miliar terutama berkaitan dengan kenaikan surat-surat berharga yang dikategorikan sebagai tersedia untuk dijual dan dimiliki hingga jatuh tempo sebesar Rp 6. Juni 2007. Januari 2008. pembelian kembali surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali sebesar Rp 867 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi pada tahun 2005 adalah sebesar Rp 3.7% 25.190 miliar.210 miliar dan peningkatan giro dan deposito berjangka sebesar Rp 31.414 miliar.496 per lembar saham atau secara total masing-masing sebesar Rp 302 miliar dan Rp 2. Arus kas dari dana pihak ketiga juga secara signifikan mempengaruhi posisi likuiditas bank. meskipun mengalami arus kas keluar dari deposito berjangka.035 miliar.122 30.935 miliar. penjualan Obligasi Pemerintah. Bank Mandiri juga mempertahankan cadangan likuiditas.319 miliar. yang biasanya berjumlah lebih besar daripada Giro Wajib Minimum Bank Indonesia. pembayaran pinjaman subordinasi sebesar Rp 245 miliar. giro pada Bank Indonesia. yang diimbangi dengan arus kas keluar dari beban bunga sebesar Rp 11. arus kas keluar bersih dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 8. pembayaran dividen. pembayaran pinjaman subordinasi sebesar Rp 2. giro pada bank-bank lain.644 miliar. Arus kas masuk bersih juga dipengaruhi oleh penerimaan provisi dan komisi sebesar Rp 2. tambahan pemberian kredit sebesar Rp 12. serta biaya umum dan administrasi). dan pembayaran biaya operasional (termasuk biaya gaji dan tunjangan. Pada tahun 2005.380 miliar.783 miliar. penerimaan dari eksekusi hak opsi saham sebesar Rp 415 miliar serta pembayaran dividen dan Dana Program Bina Lingkungan sebesar Rp 314 miliar. Selain itu.419 miliar.628 miliar. arus kas masuk bersih dari aktivitas operasi adalah sebesar Rp 12. bank dan lembaga keuangan lain. tambahan pemberian kredit sebesar Rp 15.522 miliar.2% 52. cadangan umum serta Dana Program Bina Lingkungan.121 miliar serta penurunan tabungan sebesar Rp 6.3% 27. Arus kas masuk bersih juga dipengaruhi oleh penerimaan provisi dan komisi sebesar Rp 2. Bank Mandiri juga menggunakan portfolio Obligasi Pemerintah untuk mendukung likuiditas dan meningkatkan aktiva produktif melalui collateral fund borrowing. Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan serta tantiem sebesar Rp 2. pemberian kredit dan pembayaran kembali pinjaman yang diterima.853 dan Rp 130. Bank Mandiri telah melaksanakan pembayaran dividen tahun buku 2005 dan 2004 masing-masing sebesar Rp 14. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Pada tahun 2006 arus kas keluar bersih dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 2.678 miliar serta pembelian aktiva tetap sebesar Rp 264 miliar yang diimbangi dengan penerimaan dari penjualan aktiva tetap sebesar Rp 65 miliar. untuk mengantisipasi penarikan simpanan dalam jumlah besar oleh nasabah. Bank Mandiri menggunakan sebagian besar dananya untuk pembayaran beban bunga atas dana pihak ketiga dan pinjaman yang diterima.760 miliar.6% Catatan: (1) Aktiva lancar terdiri dari: kas. Sumber Modal dan Likuiditas Kegiatan usaha Bank Mandiri selama tahun 2006 sebagian besar didanai oleh kombinasi penerimaan dari pendapatan bunga atas kredit yang diberikan. di mana kredit yang diberikan memberikan pendapatan sebesar Rp 10.240 miliar terutama berasal dari pendapatan bunga sebesar Rp 25. penempatan pada pasar uang antar bank. Bank Mandiri memiliki arus kas masuk dari peningkatan jumlah tabungan dan giro.860 miliar dengan janji untuk dibeli kembali pada bulan Januari 2007. Bank Mandiri telah memanfaatkan pasar uang antar bank.POSISI LIKUIDITAS BANK MANDIRI per 31 DESEMBER 2005 & 2006 2005 Rp miliar 2006 Aktiva Lancar (1) Obligasi Pemerintah yang dimiliki untuk diperdagangkan dan tersedia untuk dijual Rasio kredit terhadap simpanan (2) Aktiva lancar terhadap jumlah aktiva Aktiva lancar terhadap simpanan (2) 56. Pada tahun 2006.874 miliar serta penurunan deposito berjangka sebesar Rp 15. Bank Mandiri telah menjual Obligasi Pemerintah sebesar Rp 1.880 miliar. di mana kredit yang diberikan memberikan pendapatan sebesar Rp 11.553 57. dan peningkatan jumlah simpanan terutama giro dan tabungan. komisi dan provisi. Arus Kas dari Aktivitas Operasi Pada tahun 2006. transaksi penjualan dengan janji dibeli kembali serta outright sales. yang diimbangi dengan arus kas keluar dari beban bunga sebesar Rp 15.995 miliar yang di antaranya digunakan untuk membayar pinjaman yang diterima sebesar Rp 3.589 29.359 miliar dan peningkatan giro dan tabungan sebesar Rp 17.7% 21.497 miliar.759 miliar. arus kas masuk bersih dari aktivitas operasi adalah sebesar Rp 9.2% 19. serta surat-surat berharga (tidak termasuk Obligasi Pemerintah) dalam portfolio diperdagangkan dan tersedia untuk dijual) (2) Simpanan tidak termasuk simpanan dari bank lain. Nopember 2009 dan Mei 2010. penempatan pada Bank Indonesia. pembelian surat berharga dengan janji dijual kembali sebesar Rp 187 miliar.961 51.535 miliar.042 miliar yang antara lain digunakan untuk membayar pinjaman yang diterima sebesar Rp 1. Pendistribusian laba bersih tahun 2005 yang dilaksanakan pada tahun 2006 adalah pembayaran dividen.

0% 0.5% Catatan: (1)  B  eban operasional termasuk beban bunga & beban PPAP serta beban penyisihan lainnya dibagi pendapatan operasional termasuk pendapatan bunga (2) Perhitungan devisa netto termasuk akun neraca dan rekening administratif 48 pembahasan umum & analisis manajemen .867 10.0% 0.0% 0.024 4.890 3.797 892 3. Penurunan tersebut terutama disebabkan menurunnya komitmen & kontinjensi dalam valuta asing.1% 0.0% 95.1% 103. Rp 438 miliar untuk peralatan kantor.7% 107.3% 6. yang terdiri dari: Rp 17 miliar untuk perluasan jaringan cabang dan renovasi. sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia.0% 0.639 604 3.489 15.0% 0.7% 4.401 Mata uang asing: Letters of Credit yang tidak dapat dibatalkan Bank Garansi yang diterbitkan Standby Letters of Credit 3. BELANJA MODAL KONSOLIDASI TAHUN 2005 & 2006 (Rp miliar) 264 412 192 337 64 68 11 4 Tanah & bangunan Peralatan kantor.426 15.3% 2.3% 6.6% 8.0% 11. komputer & perangkat lunak Kendaraan Jumlah 05 06 05 06 05 06 05 06 Komitmen & Kontinjensi Jumlah Komitmen & Kontinjensi yang mempunyai risiko kredit per 31 Desember 2006 mengalami penurunan sebesar 5.0% 0. Penyisihan penghapusan komitmen dan kontinjensi yang telah dibentuk pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 masing-masing sebesar Rp 514 miliar dan Rp 594 miliar.0% 11. Komitmen dan Kontinjensi yang mempunyai risiko kredit per 31 desember 2005 & 2006 2005 Rp miliar 2006 Rupiah: Letters of Credit yang tidak dapat dibatalkan Bank Garansi yang diterbitkan Standby Letters of Credit 4. RASIO KEUANGAN LAINNYA (BANK SAJA) Tabel berikut menyajikan rasio keuangan lainnya.557 11.696 3.2% dibandingkan dengan tahun 2005.236 4.747 KOLEKTIBILITAS KOMITMEN & KONTINJENSI PER 31 DESEMBER 2005 & 2006 2005 Rp miliar 2006 RASIO KEUANGAN LAINNYA (BANK SAJA) Rasio 2005 2006 Performing Non Performing 15.251 639 14. komputer dan perangkat lunak dan Rp 45 miliar untuk lain-lain.065 4.8% 90.535 2.0% 0.926 139 Aktiva Produktif Bermasalah Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif terhadap Aktiva Produktif Pemenuhan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (1) Persentase Pelanggaran BMPK - Pihak Terkait - Pihak Tidak Terkait Persentase Pelampauan BMPK - Pihak Terkait - Pihak Tidak Terkait Giro Wajib Minimum Rupiah Posisi Devisa Netto (2) 12.Belanja Modal Bank Mandiri menganggarkan belanja modal sekitar Rp 500 miliar pada tahun 2007.

kunjungan ke wilayah-wilayah. Penilaian Penerapan Good Corporate Governance Untuk memastikan adanya peningkatan kualitas penerapan GCG secara berkesinambungan ke dalam proses bisnis. Pembentukan Komite Good Corporate Governance Bank Mandiri telah menyadari pentingnya penerapan GCG sebelum dikeluarkannya PBI No.’ Peringkat ini telah mengalami peningkatan yang signifikan dari CGPI 2004 yaitu peringkat keenam. Survei Dengan Metode Self AssesSment Sebelum dikeluarkannya PBI No. yaitu Standard and Poor’s. serta para Manager di Wilayah dan Cabang. Bank Mandiri mendapat peringkat runner-up untuk kategori sektor keuangan dengan predikat ‘terpercaya.8/4/PBI/2006. efisiensi dan pelayanan kepada stakeholders.  Meningkatnya kinerja Bank. 117/M-MBU/2002 tentang Penerapan Praktek Good Corporate Governance Pada BUMN serta peraturan BUMN terkait. Pembentukan Komite GCG di level Komisaris sejalan dengan tugas Komisaris dalam melakukan pengawasan atas jalannya pengurusan perseroan oleh Direksi termasuk memantau efektivitas implementasi GCG beserta praktekpraktek terbaik. antara lain melalui forum-forum Corporate Governance seperti Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG). Sosialisasi Good Corporate Governance Sosialisasi prinsip-prinsip dan praktek-praktek terbaik GCG serta kebijakan terkait lainnya. akuntabilitas. situs Bank Mandiri. 3. Disamping itu.  Meningkatnya kesungguhan manajemen dalam menerapkan prinsip-prinsip keterbukaan.  Mengembalikan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Disamping itu. Asiamoney menanyakan beberapa hal. dan media komunikasi lainnya sehingga diharapkan pelaksanaan GCG di Bank Mandiri dapat mudah diketahui oleh seluruh pemangku kepentingan. Dalam sosialisasi kepada Unit Kerja Kantor Pusat dan Wilayah. sejak tahun 2003 Bank Mandiri setiap tahun menugasi lembaga independen untuk melakukan penilaian terhadap impementasi GCG. Sebelum dikeluarkannya PBI No. dan Pedoman Good Corporate Governance yang dikeluarkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG). merupakan Badan hukum yang highly regulated sehingga implementasi GCG beserta praktek-praktek terbaiknya di Bank Mandiri mengacu tidak hanya pada aturan Bank Indonesia. Dalam penilaian yang diikuti beberapa bank dan perusahaan non-keuangan. Terlindunginya Bank dari intervensi eksternal dan tuntutan hukum. Group Head. Hasil penilaian yang dilakukan oleh IICG sejak Maret 2006 telah diumumkan pada bulan Desember 2006. Manajemen berkeyakinan bahwa penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) merupakan salah satu prasyarat mutlak dalam proses transformasi ini. maka responden internal Bank Mandiri yang dilibatkan dalam survei adalah Komisaris. Komite Audit. kewajaran dan kehati-hatian dalam pengelolaan Bank. Bank Mandiri berhasil meraih dua penghargaan dari Asiamoney yaitu The Best Corporate Governance Award dan The Best Disclosure & Transparency yang penghargaannya diserahkan pada tanggal 24 Januari 2007. Survei tersebut dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana prinsip-prinsip dan praktek-praktek terbaik GCG telah diterapkan oleh Bank Mandiri. 5. seperti buletin internal Bank Mandiri. focus group. diskusi rutin yang diselenggarakan oleh perusahaan-perusahaan BUMN dan seminar GCG berskala nasional maupun internasional. Department Head. 8/4/PBI/2006 yang mengharuskan Bank untuk melakukan penilaian sendiri secara internal (internal self assessment) terhadap pelaksanaan GCG.  Mempermudah perolehan dana pembiayaan yang lebih murah yang pada akhirnya akan meningkatkan shareholder’s values. Secara keseluruhan Bank Mandiri menempati posisi ketiga dalam 10 Good Corporate Governance Perception Index 2006. Audit Internal. tetapi juga pada Undang-undang Perseroan Terbatas.GOOD CORPORATE GOVERNANCE Komisaris dan Direksi Bank Mandiri berkomitmen untuk menegakkan sistem perbankan yang sehat dan kuat di Indonesia dan mentransformasi Bank Mandiri menjadi bank publik terkemuka (Blue Chip Company) di kawasan Asia Tenggara (Regional Champion Bank). antara lain sosialisasi secara langsung melalui Forum Sosialisasi di Kantor Pusat. untuk good corporate governance 49 . dalam training/workshop. Selain itu. intranet Bank Mandiri yang dapat diakses oleh seluruh pegawai Bank Mandiri. Selain sosialisasi kepada pihak internal. sosialisasi dilakukan pula kepada pemangku kepentingan lainnya. 8/4/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum beserta PBI No. PricewaterhouseCoopers dan The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG). seperti corporate values dan corporate behaviours dilaksanakan kepada seluruh jajaran Bank Mandiri melalui berbagai cara. Agar hasil survei dapat mewakili seluruh jajaran di Bank Mandiri. dengan status perusahaan publik dan perusahaan terbuka. 6. perlakuan terhadap pemegang saham serta hubungan dengan investor. Bank Mandiri percaya bahwa penerapan prinsipprinsip dan praktek-praktek terbaik GCG yang konsisten akan memberikan manfaat baik bagi Bank maupun para pemangku kepentingan lainnya dengan: 1. seluruh anggota Komite GCG terlibat secara langsung dalam menyiapkan dan menyampaikan materi sosialisasi. maupun sosialisasi melalui media. dan melalui Knowledge-Based Management System (KMS). sosialisasi dilakukan juga melalui pemuatan materi GCG dalam Laporan Tahunan Bank Mandiri.  Meningkatnya minat dan kepercayaan investor. antara lain adalah masalah keterbukaan dan transparansi. 8/14/PBI/2006 tentang Perubahan atas PBI No. Direksi. Bank Mandiri sebagai Bank Umum yang merupakan BUMN. 4. pertanggungjawaban manajemen dan direksi. Kepada para responden. independensi. forum investor. Keputusan Menteri BUMN No. Tujuan sosialisasi adalah agar seluruh jajaran Bank dapat memahami dan melaksanakan prinsipprinsip dan praktek-praktek terbaik GCG dalam menjalankan tugas. 2. Peraturan BAPEPAM. 8/4/PBI/2006 tersebut. Hal ini terbukti dengan telah dibentuknya Komite Good Corporate Governance di level Komisaris pada tanggal 18 Juli 2005. tanggung jawab. Penerapan prinsip secara baik akan meningkatkan kepercayaan investor dan merupakan nilai tambah bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. Komite GCG telah melakukan survei dengan menggunakan metode tersebut.

memperoleh pandangan yang lebih objektif, maka selain responden internal ditetapkan pula responden dari pihak eksternal Bank Mandiri, yang terdiri dari para pejabat di Bapepam, BEJ dan BES, investor, rekanan, vendor dan pihak lain yang dianggap kompeten untuk memberikan penilaian terhadap implementasi GCG di Bank Mandiri. Penghargaan lainnya yang Diperoleh Di samping prestasi dan penghargaan yang telah disebutkan di atas Bank Mandiri juga memperoleh penghargaan dari Badan Sertifikasi Lloyd’s Register Indonesia berupa sertifikat ISO 9001: 2000 untuk Bidang Compliance dan Treasury Operation Department-Central Operations Group. Prinsip-prinsip Good Corporate Governance di Bank Mandiri: a. Keterbukaan (Transparency) •  Bank mengungkapkan informasi secara tepat waktu, memadai, jelas, akurat dan dapat diperbandingkan serta dapat diakses oleh stakeholders sesuai dengan haknya. • Informasi tersebut meliputi visi, misi, sasaran usaha, strategi Bank, kondisi keuangan, susunan dan kompensasi pengurus, pemegang saham pengendali, cross shareholding, pejabat eksekutif, pengelolaan risiko, sistem pengawasan dan pengendalian intern, status kepatuhan, sistem dan implementasi GCG serta informasi dan fakta material yang dapat mempengaruhi keputusan pemodal. •  Prinsip keterbukaan itu tetap memperhatikan ketentuan rahasia bank, rahasia jabatan dan hak-hak pribadi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. • Kebijakan bank harus tertulis dan dikomunikasikan kepada stakeholders yang berhak memperoleh informasi tentang kebijakan tersebut. Bank Mandiri menyampaikan laporan kepada Bank Indonesia, Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK), Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya, serta mengumumkan kepada publik mengenai

terjadinya suatu peristiwa, informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga atau nilai efek atau keputusan investasi pemodal secara tepat waktu dan obyektif berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. PBI No.8/4/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum beserta perubahannya PBI No.8/14/PBI/2006 tentang Perubahan atas PBI No.8/4/PBI/2006 mewajibkan Bank Mandiri untuk melaporkan pelaksanaan GCG pada setiap akhir tahun buku dimulai pertama kali untuk posisi laporan akhir Desember 2007. b. Akuntabilitas (Accountability) •  Bank menetapkan tanggung jawab yang jelas dari masing-masing organ Bank yang selaras dengan visi, misi, sasaran usaha dan strategi Bank dan menetapkan kompetensi kepada organ tersebut sesuai tanggung jawab masing-masing. •  Dalam pengelolaannya, Bank menetapkan check and balance system. •  Bank juga memiliki ukuran kinerja dari semua jajaran berdasarkan ukuran yang disepakati konsisten dengan nilai perusahaan (corporate values), sasaran usaha dan strategi bank serta memiliki reward and punishment system. •  Bank meyakini bahwa semua organ organisasi Bank mempunyai kompetensi sesuai dengan tanggung jawabnya dan memahami perannya dalam implementasi GGC. c. Tanggung Jawab (Responsibility) •  Bank berpegang pada prinsip kehatihatian (prudential banking practices) dan menjamin kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. •  Bank sebagai good corporate citizen peduli terhadap lingkungan dan melaksanakan tanggung jawab sosial secara wajar. d. Independensi (Independency) •  Bank menghindari terjadinya dominasi yang tidak wajar oleh stakeholders manapun dan tidak terpengaruh oleh kepentingan sepihak serta terbebas dari benturan kepentingan (conflict of interest). •  Bank mengambil keputusan secara obyektif dan bebas dari segala tekanan dari pihak manapun.

e. Kewajaran (Fairness) •  Bank memperhatikan kepentingan seluruh stakeholders berdasarkan asas kesetaraan dan kewajaran (equal treatment). •  Bank memberikan kesempatan kepada seluruh stakeholders untuk memberikan masukan dan menyampaikan pendapat bagi kepentingan Bank serta mempunyai akses terhadap informasi sesuai dengan prinsip keterbukaan. Dalam rangka menerapkan prinsip kewajaran (Fairness) Bank Mandiri memperhatikan hak-hak dan perlakuan yang sama terhadap semua pemegang saham sesuai dengan klasifikasi. Sebagai perusahaan publik, Bank memperhatikan kepentingan pemegang saham minoritas, yang antara lain diwujudkan dalam: a.  Memberikan hak kepada pemegang saham yang mewakili sekurang-kurangnya 1/10 bagian dari jumlah saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan untuk mengajukan usulan. b.  Jika terdapat transaksi benturan kepentingan sesuai dengan Peraturan Bapepam No. KEP-32/PM/2000 tentang Perubahan Peraturan No. IX.E.1 Tentang Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu, maka harus disetujui oleh para Pemegang Saham Independen atau wakil mereka yang diberi wewenang untuk itu dalam RUPS. c. Apabila terdapat transaksi material sesuai dengan Peraturan Bapepam No. KEP-02/ PM/2001 tentang Perubahan Peraturan No. IX.E.2 Tentang Transaksi Material, maka harus disetujui terlebih dahulu oleh RUPS. Struktur Corporate Governance Struktur Corporate Governance di Bank Mandiri adalah sebagai berikut: a. Komisaris Berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh pemegang saham, Komite Nominasi dan Remunerasi merekomendasikan calon Komisaris. Dari rekomendasi tersebut pemegang saham memilih Komisaris dalam RUPS melalui proses yang transparan. Demikian pula pemberhentian Komisaris hanya bisa dilakukan oleh pemegang saham dalam RUPS.

50

good corporate governance

Karena Bank Mandiri adalah suatu Badan Usaha Milik Negara yang juga merupakan perusahaan publik, Anggaran Dasar Bank menetapkan bahwa pengangkatan Komisaris oleh RUPS harus disetujui oleh pemegang saham Dwiwarna Seri A (Negara Republik Indonesia). Lebih lanjut Anggaran Dasar menegaskan bahwa hanya pemegang saham Dwiwarna Seri A yang berhak mengajukan pencalonan Komisaris dan Direktur kepada RUPS. Calon-calon tersebut efektif setelah mereka lulus fit and proper test Bank Indonesia. PBI nomor 8/4/PBI/2006 mengatur bahwa anggota Komisaris suatu bank minimal 3 orang dan paling banyak sama dengan jumlah anggota Dewan Direksi. Sejak RUPS bulan Mei 2005, jumlah anggota Komisaris Bank Mandiri sebanyak tujuh orang. Tanggung jawab dan kewajiban Komisaris: a. Komisaris bertanggung jawab terhadap terlaksananya tugas Komisaris yang diatur dalam Anggaran Dasar Bank secara efektif dan efisien serta terpeliharanya efektivitas komunikasi antara Komisaris dengan Direksi, auditor eksternal dan otoritas pengawas bank dan pasar modal. b. Komisaris bertanggung jawab dalam mematuhi ketentuan perundang-undangan dan memantau efektivitas praktek GCG. c. Komisaris wajib melakukan tindak lanjut hasil pengawasan dan rekomendasi yang diberikan dalam hal terjadi penyimpangan terhadap perundang-undangan, anggaran dasar dan prudential banking practices. d. Komisaris memiliki Tata Tertib Komisaris yang mengikat dan ditaati oleh semua komisaris. Tata tertib tersebut antara lain mengatur mengenai Rapat Komisaris. e. Komisaris wajib mengungkapkan kepemilikan saham Bank maupun perusahaan lainnya sesuai peraturan pasar modal. f. Komisaris dilarang memanfaatkan Bank untuk kepentingan pribadi, keluarga, perusahaan atau kelompok usahanya dengan cara yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan kewajaran di bidang perbankan.

b. Komisaris Independen Keberadaan Komisaris Independen dimaksudkan untuk dapat mendorong terciptanya iklim dan lingkungan kerja yang lebih obyektif dan menempatkan kewajaran (fairness) dan kesetaraan di antara berbagai kepentingan termasuk kepentingan pemegang saham minoritas dan Stakeholders lainnya. Selaku Komisaris Independen dan Pihak Independen harus dapat terlepas dari benturan kepentingan (conflict of interest). Dalam rangka mendukung pelaksanaan GCG Bank, pemegang saham dalam RUPS menetapkan Komisaris Independen dengan jumlah dan persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan guna menjalankan tugas pengawasan terhadap Bank dan kelompok usaha Bank yang tidak melakukan kegiatan usaha Bank. Selain itu, dalam PBI No.8/14/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum disebutkan bahwa Komisaris Independen adalah anggota Komisaris yang tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Komisaris lainnya, Direksi dan/atau pemegang saham pengendali atau hubungan lain yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen. PBI tersebut juga mengatur bahwa paling kurang 50% dari jumlah anggota Komisaris adalah komisaris independen. Salah satu komisaris independen ditetapkan sebagai Ketua Komite Audit. Saat ini 4 (empat) dari 7 (tujuh) anggota Komisaris Bank Mandiri merupakan Komisaris Independen, salah satunya yaitu Ibu Gunarni Soeworo adalah Ketua Komite Audit. c. Komite-komite Di Bawah Komisaris Dalam menjalankan tugasnya, Komisaris membentuk komite-komite: 1. Komite Audit, membantu Komisaris dalam pengawasan atas hal-hal yang terkait dengan informasi keuangan, sistem pengendalian internal dan efektivitas pemeriksaan oleh auditor eksternal dan internal. 2. Komite Nominasi dan Remunerasi, membantu Komisaris dalam menjalankan

fungsi pengawasan atas hal-hal yang terkait dengan penetapan kualifikasi dan proses nominasi serta remunerasi Komisaris, Direksi dan para pejabat eksekutif. 3. Komite Kebijakan Risiko membantu Komisaris dalam menjalankan fungsi pengawasan kebijakan risiko usaha. 4. Komite GCG, membantu Komisaris dalam memberikan rekomendasi arah kebijakan implementasi prinsip-prinsip GCG. d. Direksi PBI No. 8/4/PBI/2006 menetapkan bahwa usulan penggantian dan/atau pengangkatan anggota Direksi oleh Komisaris kepada RUPS harus memperhatikan rekomendasi Komite Remunerasi dan Nominasi. Kemudian para pemegang saham berdasarkan rekomendasi tersebut memilih Direksi dalam RUPS yang terbuka dan transparan. Seperti halnya pemberhentian Komisaris, pemberhentian Direksi hanya bisa dilakukan oleh pemegang saham dalam RUPS. Karena Bank Mandiri adalah suatu Badan Usaha Milik Negara yang telah Terbuka, Anggaran Dasar Bank mengatur bahwa pengangkatan Direksi oleh RUPS harus disetujui oleh pemegang saham Dwiwarna Seri A (Negara Republik Indonesia). Lebih lanjut Anggaran Dasar mengatakan bahwa hanya pemegang saham Dwiwarna Seri A yang berhak mengajukan pencalonan kepada RUPS. Penunjukan tersebut efektif setelah Direksi terpilih lulus fit and proper test Bank Indonesia. Sesuai dengan PBI 8/4/PBI/2006 disebutkan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi: a.  Bertanggungjawab penuh atas pelaksanaan kepengurusan Bank. b.  Mengelola Bank sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Peraturan perundang-undangan yang berlaku. c.  Melaksanakan prinsip-prinsip Good Corporate Governance dalam setiap kegiatan usaha Bank pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi. d.  Menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari satuan kerja audit intern Bank, auditor eksternal, hasil pengawasan Bank Indonesia dan/atau hasil pengawasan otoritas lainnya.

good corporate governance

51

e. Membentuk satuan kerja: - Satuan Kerja Audit Intern - Satuan Kerja Manajemen Risiko dan Komite Manajemen Risiko - Satuan Kerja Kepatuhan f.  Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham. g.  Mengungkapkan kepada pegawai kebijakan Bank yang bersifat strategis di bidang kepegawaian. h.  Menyediakan informasi yang akurat, relevan dan tepat waktu kepada Komisaris. i.  Memiliki pedoman dan tata tertib kerja yang bersifat mengikat bagi setiap anggota Direksi. e. Hubungan Komisaris dan Direksi Hubungan kerja antara Komisaris dan Direksi adalah check and balances serta konsultatif. Komisaris dan Direksi sesuai dengan fungsinya masing-masing bertanggung jawab atas kelangsungan usaha Bank dalam jangka panjang. Hal ini tercermin pada: a. Terpeliharanya kesehatan Bank sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan kriteria yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. b. Terlaksananya dengan baik manajemen risiko maupun sistim pengendalian internal. c. Tercapainya imbal hasil yang wajar bagi pemegang saham. d. Terlindunginya kepentingan stakeholders secara wajar. e. Terpenuhinya implementasi GCG. f. Terlaksananya suksesi kepemimpinan dan kontinuitas manajemen di semua lini organisasi. Untuk dapat memenuhi tanggung jawab dan melaksanakan pola hubungan check and balances tersebut, Komisaris dan Direksi telah menyepakati hal-hal sebagai berikut: a.  Visi, misi dan nilai-nilai perusahaan b. Rencana jangka panjang, Strategi, Sasaran usaha, maupun rencana kerja dan anggaran tahunan. c. Kebijakan dalam memenuhi ketentuan perundang-undangan, anggaran dasar dan prudential banking practices termasuk komitmen untuk menghindari segala bentuk benturan kepentingan. d. Kebijakan dan metode penilaian kinerja Bank, unit-unit kerja dalam Bank dan personalianya.

Rapat Komisaris periode 1 Januari–31 Desember 2006
No Nama Jabatan Jumlah Rapat Tidak Hadir % hadir

1 2 3 4 5 6 7

Edwin Gerungan* Muchayat Soedarjono Richard Claproth Gunarni Soeworo* Pradjoto* Yap Tjay Soen*

Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris

27 27 27 27 27 27 27

1 2 2 6 5 17 2

96% 93% 93% 78% 81% 37% 93%

* Merupakan Komisaris Independen

Rapat Komite Audit Periode 1 Januari–31 Desember 2006
No Nama Jabatan Jumlah Rapat Tidak Hadir % hadir

1 2 3 4 5

Gunarni Soeworo Soedarjono Yap Tjay Soen Zulkifli Djaelani Imam Sukarno

Ketua Anggota Anggota Anggota Anggota

26 26 26 26 26

3 2 9 -

88% 92% 65% 100% 100%

Rapat Komite Kebijakan Risiko Periode 1 Januari–31 Desember 2006
No Nama Jabatan Jumlah Rapat Tidak Hadir % hadir

1 2 3 4 5

Soedarjono Gunarni Soeworo Edwin Gerungan Tama Widjaja Pardi Soedrajat

Ketua Anggota Anggota Anggota Sekretaris

9 9 9 6 9

2 1 -

100% 78% 89% 100% 100%

Rapat Komite GCG Periode 1 Januari–31 Desember 2006
No Nama Jabatan Jumlah Rapat Tidak Hadir % hadir

1 2 3 4 5

Muchayat Richard Claproth Yap Tjay Soen Anwar Isham Mustaslimah

Ketua Anggota Anggota Anggota Sekretaris

16 16 16 16 16

2 5 6 1 -

88% 69% 63% 94% 100%

Rapat Komite Nominasi dan Remunerasi Periode 1 Januari–31 Desember 2006
No Nama Jabatan Jumlah Rapat Tidak Hadir % hadir

1 2 3 4

Edwin Gerungan Muchayat Yap Tjay Soen Kustiawan

Ketua Anggota Anggota Sekretaris

7 7 7 7

-

100% 100% 100% 100%

Catatan: Ketidakhadiran dalam rapat terutama karena dinas.

52

good corporate governance

673 12.935 7. Komisaris dibantu oleh komite-komite yaitu Komite Audit. Komite Nominasi & Remunerasi. DIRUT/107/2006 tanggal 9 Juni 2006 perihal Laporan Perubahan Susunan Pengurus dan Permohonan Persetujuan Penunjukkan Direktur Kepatuhan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.406 28. Bank Mandiri telah mengajukan permohonan persetujuan Direktur Kepatuhan kepada Dewan Gubernur Bank Indonesia melalui surat No.Rapat Direksi periode 1 Januari–31 Desember 2006 No Nama Jumlah Rapat Tidak Hadir % hadir 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Agus Martowardojo Wayan Agus Mertayasa Omar S.273 61.588 2. Sadikin* 84 84 84 84 84 84 51 51 51 51 51 14 10 18 5 7 9 5 8 4 15 5 83% 88% 79% 94% 92% 89% 90% 84% 92% 71% 90% e. f. 1/6/PBI/1999 tanggal 20 September 1999 tentang Penugasan Direktur Kepatuhan (Compliance Director) dan Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum yang mengatur tata cara penugasan anggota Direksi sebagai Direktur Kepatuhan.  Melaksanakan rapat gabungan Komisaris dan Direksi sekurang-kurangnya tiga bulan sekali.751 812 24. Group Head Human Capital sebagai Sekretaris Komite Nominasi dan Remunerasi. Direksi dan anggota komite audit selain komisaris selama 2006 (dalam jutaan rupiah) Jumlah Anggota Gaji Tunjangan Bonus Jumlah Komisaris Direksi Komite Audit Executive Vice President.668 37. f. Mengacu pada PBI No.242 good corporate governance 53 . *M  enjabat sejak 22 Mei 2006 Catatan: Ketidakhadiran dalam rapat terutama karena dinas.935 3. Dalam struktur keanggotaannya.199 177 4. SVP dan Advisor Jumlah 7 11 2 45 65 4.719 3. yaitu Group Head Internal Audit sebagai sekretaris Komite Audit.733 16.670 19. Direktur Kepatuhan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Perseroan yang diselenggarakan pada tanggal 22 Mei 2006. Group Head Portfolio & Operational Risk Group sebagai Sekretaris Komite Kebijakan Risiko dan Group Head Compliance sebagai Sekretaris Komite Good Corporate Governance. komite dibantu oleh Sekretaris Komite yang diangkat dari Group Head yang terkait. Remunerasi Komisaris.552 635 15. Anwar Zulkifli Zaini Abdul Rachman Sasmita Sentot A. Sentausa* Bambang Setiawan* Riswinandi* Thomas Arifin* Budi G. Struktur organisasi ditingkat eksekutif yang mampu mendukung tercapainya sasaran usaha Bank. Dalam melaksanakan tugasnya. telah menetapkan perubahan susunan pengurus Perseroan dan memberikan kewenangan kepada Komisaris untuk menetapkan pembagian tugas dan wewenang di antara para anggota Direksi dengan merujuk pada anggaran dasar perseroan. Komite Kebijakan Risiko dan Komite Good Corporate Governance.

038 60.785.348 2. untuk menjaga independensi Direktur Kepatuhan tidak boleh merangkap sebagai Direktur Utama.785. Bank Mandiri minimal sekali dalam satu tahun mengikuti pemeringkatan atas pelaksanaan GCG. memahami peraturan perundang-undangan serta mampu bekerja secara independen.115 2.115 2.422.148. Dalam kapasitasnya tersebut.115 2. Anwar Bambang Setiawan Sentot A.515 2. Sentausa Sasmita Zulkifli Zaini Riswinandi Budi G.562 499.853 2.707.985 49.038 259 - 176 105.677 998.422. Pemeringkatan tersebut dilakukan oleh independent external reviewers. tidak membawahi kegiatan operasional. Akuntan Publik tersebut akan melakukan audit umum untuk memberikan pernyataan pendapat mengenai kewajaran Laporan Keuangan bank. Sesuai ketentuan Bank Indonesia yang berlaku. Kepemilikan saham dan opsi saham Bank Mandiri oleh Komisaris.836.345.562 - . Selain itu. akuntansi dan/atau Satuan Kerja Audit Intern (SKAI).153 444 - 2. 8/79/GBI/DPIP/ Rahasia tanggal 30 Juni 2006 telah memberikan persetujuan atas penunjukkan Sdr. Akuntan Publik yang diusulkan adalah yang telah memperoleh lisensi dari Departemen Keuangan RI dan terdaftar di BAPEPAM-LK.153 10 Thomas Arifin Anggota Komite Selain Komisaris 54 good corporate governance .507 2.853 2.750.422.000 225.3.422.Menindaklanjuti permohonan tersebut. g.422.000 185 - - - - 8 415.115 2.399 8 2. Sadikin Zulkifli Djaelani + Imam Sukarno + Tama Widjaja * Anwar Isham # - Komite Nominasi & Remunerasi # Komite GCG * Komite Kebijakan Risiko + Komite Audit 57 49.515 2.422.179. Direksi & anggota komite selain komisaris per 31 Desember 2006 No Nama Saham Bonus Diskon MSOP01 MSOP02 Total Saham Opsi Komisaris 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 8 9 11 1 2 3 4 Edwin Gerungan * Muchayat # Soedarjono * + Richard Claproth # Goenarni Soeworo * + Pradjoto Yap Tjay Soen # + Direktur Agus Martowardojo Wayan Agus Mertayasa Abdul Rachman Omar S. hubungan pelaporan Direktur Kepatuhan adalah langsung kepada Bank Indonesia selain juga kepada Direktur Utama dan Komisaris.985 60.148. Laporan Keuangan Konsolidasi Bank disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.677 2.399 3.692 2.179. Bambang Setiawan sebagai Direktur Kepatuhan Bank Mandiri (Persero) Tbk.482.436 115. Auditor Eksternal dan Independent Reviewer Anggaran Dasar Bank menegaskan bahwa Komisaris wajib mengusulkan kepada RUPS Akuntan Publik yang akan memeriksa pembukuan Bank.115 - 415.854 2. Bank Indonesia melalui surat No.

/003/2004 tanggal 28 Desember 2004 tentang Pedoman Penerapan Sistem Pengendalian Intern PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.Rapat Gabungan periode 1 Januari s. good corporate governance 55 . Corporate Secretary memfasilitasi komunikasi yang efektif dan memastikan tersedianya informasi untuk berbagai pihak serta berperan sebagai penghubung utama antara Bank. maka SPI tersebut telah dituangkan dalam suatu ‘Pedoman. Sentausa * Bambang Setiawan * Riswinandi * Thomas Arifin * Budi G. Sadikin * 9 9 9 9 9 9 3 3 3 3 3 2 1 2 100% 78% 100% 100% 89% 100% 100% 100% 100% 33% 100% h. Bank telah menerapkan suatu Sistem Pengendalian Intern (SPI). Agar penerapannya dapat dilakukan secara efektif.’ yang ditetapkan oleh Komisaris dan Direksi dalam Surat Keputusan Bersama No. Pedoman tersebut menjadi acuan bagi seluruh jajaran Bank dalam melakukan aktivitas operasional sehari-hari. Anwar Zulkifli Zaini Abdul Rachman Sasmita Sentot A. Bank Mandiri sebagai perusahaan publik membentuk Corporate Secretary yang berperan sebagai penghubung Bank dengan para investor.KOM. regulator dan juga para pengamat. I. pelaku pasar modal.d. corporate secretary Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pemodal. Sistim Pengendalian Intern Dalam rangka mengelola Bank secara efektif dan efisien serta sebagai dasar kegiatan operasional yang sehat dan aman. 31 Desember 2006  No Nama Jumlah Rapat Tidak Hadir % hadir Komisaris 1 2 3 4 5 6 7 Edwin Gerungan*) Muchayat Soedarjono Richard Claproth Gunarni Soeworo*) Pradjoto*) Yap Tjay Soen*) *) Komisaris Independen 9 9 9 9 9 9 9 3 2 2 4 1 100% 67% 100% 78% 78% 56% 89% Direksi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Agus Martowardojo Wayan Agus Mertayasa Omar S. KEP. *) M  enjabat sejak 22 Mei 2006 Catatan: Ketidakhadiran dalam rapat terutama karena dinas.DIR. BAPEPAM-LK dan publik. Bank Mandiri telah melaporkan penunjukan Corporate Secretary kepada BAPEPAM-LK dan Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya serta mengumumkannya di salah satu harian nasional.

Bank Mandiri menghadapi berbagai risiko usaha dan untuk mengurangi risiko usaha tersebut Bank Mandiri menerapkan prinsip kehati-hatian. Apabila di dalam on-desk review diketahui adanya pemahaman personil unit kerja yang belum memadai terhadap penerapan prinsip KYC/AML. Integrity/Integritas: Setiap saat berpikir.Nilai-Nilai dan Perilaku Bank Mandiri Manajemen Bank Mandiri bertekad untuk menerapkan nilai-nilai kebersamaan sebagai berikut: Trust/Kepercayaan: Membangun 1. salah satunya melalui penerapan prinsip Know Your Customer/Anti Money Laundering (KYC/AML). pemisahan tugas dan tanggung jawab. sistem pengawasan intern dan pelatihan karyawan. Inovatif. proaktif dan cepat tanggap 8. mekanisme tanggung jawab pejabat khusus ini berada langsung di bawah Direktur Kepatuhan. Efektivitas penerapan prinsip KYC/AML di Bank Mandiri dipantau oleh unit kerja khusus setingkat Departemen di dalam unit kerja Compliance Group.  Senantiasa menjadikan pelanggan sebagai mitra utama yang saling menguntungkan untuk tumbuh secara berkesinambungan. Memberikan solusi dan hasil terbaik 7. Jujur. penerapan prinsip KYC/AML di Bank Mandiri saat ini mendapat penilaian dari pihak otoritas dengan peringkat cukup baik dan sistem informasi manajemen dikategorikan baik. On-desk review dilakukan berdasarkan laporan yang diterima dari seluruh unit kerja yang kemudian ditindaklanjuti dan dilaporkan kepada pihak otoritas. 2. Saling menghargai dan bekerja sama 2. Peduli lingkungan Know Your Customer (KYC)/ Anti Money Laundering (AML) Dalam menjalankan kegiatan usaha. Secara berkesinambungan Bank Mandiri terus melakukan penyempurnaan terhadap Customer Information Files (CIF) untuk meningkatkan keakurasian dan kelengkapan data nasabah agar sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia dan standar internasional. memantau dan menyediakan laporan mengenai transaksi pencucian uang yang dilakukan oleh nasabah kepada pihak otoritas. Sedangkan on-site review dilaksanakan dengan memperhatikan ‘faktor risiko unit kerja’ dan atau ‘pemahaman personil unit kerja. juga diberikan kembali training/ pelatihan kepada front liners.  Mengutamakan pelayanan dan kepuasan pelanggan 9. Kompeten dan bertanggung jawab 6. tulus dan terbuka 3. Berpikir. 56 good corporate governance . Kebijakan dan prosedur manajemen risiko yang berkaitan dengan prinsip KYC/AML merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kebijakan dan prosedur Bank secara keseluruhan dengan memasukkan unsur-unsur yang meliputi pengawasan oleh pengurus Bank. menganalisis.  berkata dan berperilaku terpuji. pendelegasian wewenang. Excellence/Kesempurnaaan: 5. Professionalism/Profesionalisme: 3. Selain itu manajemen juga telah merumuskan Pedoman Sepuluh Perilaku Utama bagi insan Mandiri sebagai berikut: 1.  Berkomitmen untuk bekerja tuntas dan akurat atas dasar kompetensi terbaik dengan penuh tanggung jawab.  keyakinan dan sangka baik di antara stakeholders dalam hubungan yang tulus dan terbuka berdasarkan kehandalan. berkata dan bertindak terpuji 5. Selain itu juga Bank Mandiri saat ini telah mengembangkan dan memiliki sistem informasi yang memadai untuk dapat mengidentifikasi. menjaga martabat serta menjunjung tinggi kode etik profesi. Unit ini disebut sebagai Departemen Know Your Customer/Anti Money Laundering (KYC/AML). Penerapan prinsip KYC/AML ini juga senantiasa merupakan obyek pemeriksaan Internal Audit.’ Faktor risiko unit kerja pada umumnya didasarkan kepada volume transaksi suatu unit kerja yang sangat tinggi sehingga pengawasan melekat pada front liners berkurang yang pada akhirnya berpotensi untuk menyebabkan kurang sempurnanya penerapan prinsip KYC/AML.  Orientasi pada nilai tambah dan perbaikan terus menerus 10. Secara umum. Bank Indonesia dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Pemantauan yang dilakukan terhadap penerapan prinsip KYC/AML di lapangan dilakukan secara on-desk review dan on-site review. Unit kerja ini bertanggung jawab kepada Compliance Group Head–selaku Pejabat Khusus yang ditunjuk oleh Direksi dan sesuai dengan peraturan Bank Indonesia. Disiplin dan konsisten 4.  Mengembangkan dan melakukan perbaikan di segala bidang untuk mendapatkan nilai tambah optimal dan hasil terbaik secara terus menerus. Customer focus/Fokus pada pelanggan: 4. maka selain diadakan on-site review.

•  Perkembangan pelaksanaan audit (audit progress) Bank Mandiri tahun buku 2006. No. dalam tahun 2006 Komite Audit telah melakukan kegiatankegiatan sebagai berikut: 1. sistem & prosedur. •  ‘Time Table & Scope of Work’ untuk audit Laporan Keuangan Bank Mandiri Tahun Buku 2006. • Laporan Realisasi Rencana Bisnis/RKAP bulanan dan triwulanan.laporan komite audit Pemegang Saham yang terhormat. antara lain penelaahan atas Laporan Pelaksanaan dan Pokok-Pokok Hasil Audit Intern dan Laporan Pengawasan Rencana Bisnis Bank Semester I/2006 yang harus disampaikan Komisaris kepada Bank Indonesia. Tujuan Pembentukan Komite Audit Komite Audit Bank Mandiri dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara dan Keputusan Ketua Badan Pengawasan Pasar Modal dengan tujuan untuk membantu dan memfasilitasi Komisaris dalam menjalankan tugas dan fungsi pengawasan atas hal-hal yang terkait dengan informasi keuangan.  Melakukan 6 (enam) kali pertemuan dengan Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) untuk membahas antara lain mengenai: • Rencana Kerja tahun 2006 dan Realisasi Rencana Kerja tahun 2005. • Laporan Keuangan Publikasi triwulanan. •  Melakukan review atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sesuai dengan laporan triwulanan yang disampaikan kepada Komisaris. 5.  Melakukan penelaahan atas Laporan Hasil Audit Rutin tahun 2006 berdasarkan hasil pemeriksaan Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) terhadap unit-unit kerja berikut: Market Risk Group. 3.  Melakukan 5 (lima) kali pertemuan dengan KAP yang ditetapkan memeriksa Bank Mandiri untuk membicarakan: •  Perkembangan pelaksanaan audit (audit progress) Bank Mandiri tahun buku 2005. • Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan–Republik Indonesia. 4. 6. 013/KEP/KOM/1999 dan diperbaharui berdasarkan Keputusan Komisaris PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku serta tindak lanjut auditee. •  Melakukan review atas efektivitas pelaksanaan dan hasil pemeriksaan oleh Satuan Kerja Audit Intern/Internal Audit Group.  Melakukan tugas dan kegiatan lain yang diberikan Komisaris. 62 yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005. • Implementasi Risk Based Audit. Komite Audit PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. antara lain sebagai berikut: Credit Recovery Group mengenai •  pengelolaan/penyelesaian kredit bermasalah.  Melakukan 18 (delapan belas) kali pertemuan dengan unit-unit kerja. efektivitas pelaksanaan manajemen risiko serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Commercial Banking Center (12 unit). Consumer Cards Group. •  Melakukan review atas efektivitas pelaksanaan pengendalian intern (internal control). serta mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Komisaris dengan cara: •  Melakukan review atas semua informasi keuangan yang disajikan manajemen. No. • Revisi Internal Audit Charter. sistem pengendalian intern. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit Komite Audit bertugas dan bertanggung jawab untuk memberikan pendapat kepada Komisaris mengenai laporan dan atau hal-hal lain yang disampaikan Direksi. • DirektoratTechnology   & Operations mengenai hal-hal yang terkait dengan masalah-masalah Teknologi Informasi dan Operasional. efektivitas pemeriksaan auditor eksternal dan internal. good corporate governance 57 . •  Melakukan review dan melaporkan berbagai risiko yang potensial akan terjadi. Accounting Group mengenai •  perkembangan penyelesaian pos-pos terbuka (open items) dan suspense accounts. • Melakukan review atas: − Independensi dan objektivitas Kantor Akuntan Publik (KAP) yang akan mengikuti tender. Small •  Business District Center (7 unit) dan Micro Business District Center (13 unit). Consumer Cards Group dan Consumer Loans •  Group mengenai perkembangan bisnis kartu kredit dan kredit konsumer. Corporate Banking Group dan Commercial •  Banking Group mengenai perkembangan kredit dan 25 debitur terbesar. 001/KEP/KOM/2005 tanggal 1 Juli 2005.  Melakukan penelaahan atas data dan informasi keuangan yang terdiri dari: • Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2006. sudah dibentuk sejak tanggal 19 Agustus 1999 berdasarkan Keputusan Komisaris PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. • Temuan-temuan signifikan hasil pemeriksaan SKAI dan Kantor Akuntan Publik (KAP) yang terkait dengan implementasi kebijakan. −  Biaya jasa audit dan cakupan audit yang diajukan KAP terpilih − Laporan hasil audit KAP terpilih. • Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Bank Indonesia tahun 2005. •  Central Operations Group dan Procurement & Fixed Assets Group. • Laporan Pelaksanaan Pernyataan Standar Auditing (PSA) No. Consumer Collection Group mengenai •  perkembangan penagihan Kredit Konsumer dan Kartu Kredit bermasalah. • Kantor Hub (39 unit) yang membawahi 300 Kantor Spoke. • Laporan Keuangan Konsolidasian triwulanan. • Kantor Cabang Hong Kong dan Singapore. 2. •  Biaya audit Laporan Keuangan Bank Mandiri Tahun Buku 2006.

•  Bank telah memiliki sistem pengendalian intern yang memadai.Berdasarkan penelaahan dan pembahasan dalam pertemuan-pertemuan yang telah dilakukan seperti tersebut di atas. Komite Audit Gunarni Soeworo Ketua Soedarjono Anggota Yap Tjay Soen Anggota Zulkifli Djaelani Anggota Imam Sukarno Anggota 58 good corporate governance . •  Bank telah memiliki kebijakan dan sistem yang memadai dalam melakukan pemantauan atas kepatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Komite Audit berpendapat bahwa: •  Penyajian laporan keuangan yang dipublikasikan telah memenuhi azas keterbukaan. Sehubungan dengan itu maka tidak ada masalah-masalah signifikan yang perlu ditambahkan dalam laporan.

Pada bulan Januari 2006. Komite percaya bahwa bila pengangkatan tersebut berdasarkan proses pencalonan yang sistematis dan obyektif. Terakhir. Selain itu. Sesuai amanat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tanggal 16 Mei 2005. Komite di tahun 2007 akan tetap melaksanakan program kerjanya untuk memastikan berjalannya fungsi pengawasan Dewan Komisaris. Komite telah membahas dan mengevaluasi analisa Ruang Lingkup dan Tanggung Jawab Direksi beserta struktur remunerasinya. Di tahun 2006. (2) kriteria komisaris independen. Pada bulan September 2006 Komite telah membahas usulan penyempurnaan organisasi dari Dewan Direksi. Ini berarti Komite bertanggung jawab untuk melakukan evaluasi kinerja direksi secara periodik serta mengusulkan paket remunerasi bagi direksi dan komisaris yang sepadan dengan kinerjanya.laporan komite nominasi dan remunerasi Para Pemegang Saham yang terhormat. Komite menominasikan calon-calon direksi kepada Dewan Komisaris untuk mengemban tanggung jawab mengikuti perubahan struktur organisasi perusahaan. Komite Nominasi dan Remunerasi Edwin Gerungan Ketua good corporate governance 59 . keputusan pengangkatan dan pemberhentian Direksi dan Komisaris adalah wewenang penuh pemegang saham Seri A Dwiwarna. Komite menyadari bahwa Bank Mandiri selaku bank milik negara yang telah terbuka. Komite Nominasi dan Remunerasi (Komite) diamanatkan untuk menelaah dan mengidentifikasi individu-individu unggul dan berkualitas untuk dicalonkan sebagai anggota Direksi sesuai dengan kriteria dan persyaratan yang tercantum dalam Piagam Komite. Dalam pengusulan tersebut. (1) Pasal 11 ayat 6 Anggaran Dasar Perseroan perihal Tantiem kepada Pengurus. Walaupun begitu. selama tahun 2006 Komite juga telah melakukan pembahasan beberapa hal antara lain. Di bulan April 2006 juga. Komite sudah melakukan seleksi dan proses fit and proper test terhadap calon direksi sesuai rencana kerja. (4) talent pool program. (3) tata tertib Komite. maka akan mempengaruhi akuntabilitas secara positip. Berdasarkan evaluasi ini Komite mengajukan usulan kenaikan gaji/honorarium bagi Direksi/ Komisaris kepada Dewan Komisaris. berdasarkan proses nominasi yang sistematis. di bulan April 2006 Komite membahas pelaksanaan Program Management Stock Option Plan Tahap 2. berdasarkan rangkuman hasil survei imbalan bagi Direksi tahun 2005. (5) serta program kerja komisaris. Selain itu Komite diberi mandat untuk menyusun pedoman untuk mengevaluasi kinerja direksi dan juga pedoman untuk mengevaluasi secara self-assessment kinerja komisaris. obyektif dan handal. Komite telah menyampaikan pendapat atas usulan tersebut kepada Dewan Komisaris. Komite harus memastikan bahwa kepentingan manajemen tersebut sejalan dengan kepentingan pemegang saham serta prioritas strategis Bank Mandiri. Komite juga harus menelaah perumusan Ruang Lingkup dan Tanggung Jawab Direksi.

 Mempelajari dan mengkaji ulang kebijakan dan peraturan-peraturan internal tentang kebijakan manajemen risiko.laporan komite kebijakan risiko Para Pemegang Saham yang terhormat.  Mendiskusikan dengan direksi atau unit kerja terkait dengan manajemen risiko.  Mempertimbangkan aspek risiko produk dan perubahan keadaaan atau kejadian yang berasal dari internal maupun eksternal Bank. Komite Kebijakan Risiko di tahun 2006 telah memformalkan aturan keanggotaan. 6. tugas. Berdasarkan rekomendasi tersebut Dewan Komisaris mengambil keputusan berupa pendapat atas suatu masalah yang menyangkut risiko. Pertemuan tersebut merupakan rapat yang sah dan dapat mengambil keputusan yang berupa rekomendasi kepada Dewan Komisaris.  Mengkaji konsep laporan triwulanan profil risiko Bank secara individual dan konsolidasi serta menyampaikan masukan kepada komisaris atas hal-hal yang perlu didiskusikan lebih lanjut dengan direksi. 4. Secara periodik mengkaji manajemen risiko dan pedoman pelaksanaannya dan penyesuaiannya. Dalam rapat tersebut Komite dapat mengundang pihak-pihak yang dianggap relevan dan terkait dengan masalah risiko yang akan dibahas. 2. Selama 2006 Komite dengan intensif telah membahas dengan pihak-pihak terkait mengenai risiko dan manajemennya.  Mengevaluasi akurasi model dan validitas data pengukuran risiko. tanggung jawab dan imbal jasa bagi Komite. menguji pelaksanaan kebijakan manajemen risiko dan membahasnya dalam rapat komisaris atau rapat gabungan komisaris dan direksi. 3.  Mengikuti dan mempelajari keputusan Risk and Capital Committee. 5. Komite Kebijakan Risiko Soedarjono Ketua 60 good corporate governance . 7.  Memberikan masukan kepada komisaris dalam penyusunan dan perbaikan kebijakan manajemen risiko. Aturan tersebut mengatur bahwa tugas dan tanggung jawab Komite adalah: 1. 8. wewenang. Komite telah sepakat untuk bertemu sekurangkurangnya satu kali dalam sebulan.

serta memberikan masukan dalam rangka perbaikan secara terus menerus. Regional Commercial Sales. Selain sosialisasi di wilayah dan focus group tersebut. Direksi. Selanjutnya. Untuk tahun 2007. program self assessment GCG yang telah diselesaikan dan dilaporkan pada awal tahun 2006 bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman para responden terhadap implementasi GCG di Bank Mandiri. Komite GCG telah menyusun Program Kerja yang lebih fokus pada implementasi prinsip-prinsip & praktek-praktek terbaik Corporate Governance dalam aktivitasaktivitas utama bank. Corporate Banking. Komite Good Corporate Governance Muchayat Ketua good corporate governance 61 . Asset Management. Forum Komunikasi Direktur Kepatuhan Perbankan (FKDKP) dan Forum Komisaris bank-bank Umum mengenai praktek-praktek terbaik Corporate Governance. mengenai : • Kebijakan & penyelenggaraan RUPS • Tata tertib komisaris •  Penyempurnaan struktur organisasi Bank Mandiri •  Penyempurnaan beberapa kebijakan dan prosedur Bank Mandiri lainnya Untuk mengetahui penilaian pihak independen terhadap implementasi GCG di Bank Mandiri. Komite GCG telah secara aktif memberikan masukan-masukan kepada Bank Indonesia. Sosialisasi terhadap focus group yang telah terlaksana antara lain di unit Procurement. Jakarta Commercial Sales. Tahun 2006 merupakan tahun yang kedua sejak terbentuknya Komite Good Corporate Governance (GCG) oleh Komisaris pada tanggal 18 Juli 2005. Secara berurutan responden yang memiliki tingkat pemahaman dan persepsi tertinggi sampai terendah diinternal Bank Mandiri adalah Komisaris. Di samping itu. Komite GCG telah melakukan tinjau ulang dan memberikan masukan. Perbanas. kami ucapkan terima kasih. Peserta SDP dan ODP tersebut merupakan pegawai-pegawai baru sebagai calon pimpinan bank di masa yang mendatang. Demikianlah penyampaian kami.laporan komite good corporate governance Pemegang Saham yang terhormat. manajemen memperoleh banyak umpan balik guna perbaikan dan penyempurnaan sistem dan prosedur untuk mencerminkan prinsip-prinsip GCG. antara lain: perkreditan. antara lain. Komite juga secara aktif memberikan pemahaman tentang materi GCG kepada para peserta program pelatihan calon pegawai pimpinan yaitu program Staff Development Program (SDP). Sosialisasi GCG di wilayah dan focus group di kantor Pusat dilakukan untuk memberikan pemahaman atas prinsip-prinsip GCG yang harus diimplementasikan oleh seluruh lini di Bank Mandiri. Tahun 2005 merupakan periode penetapan kerangka dasar kebijakan GCG sebagaimana dituangkan dalam Charter GCG. atas perhatian dan dukungan semua pihak terhadap pelaksanaan tugas-tugas Komite GCG selama ini. Internal Audit. Himbara. Kemudian. Dengan sosialisasi tersebut. Hal ini dibuktikan melalui dua penghargaan yang diraih oleh Bank Mandiri pada awal tahun 2007 yaitu Overall Best Company in Indonesia for Corporate Governance 2006 dan The Best Company in Indonesia for Disclosure & Transparency 2006 dari Asiamoney. Komitmen dan upaya Bank Mandiri dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip GCG dinilai sangat positif dan mendapat apresiasi dari dunia internasional. Bank Mandiri telah mengikuti Corporate Governance Perception Index pada tahun 2005 (CGPI 2005) yang diselenggarakan oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) dan menempati posisi Runner Up untuk sektor keuangan dengan predikat ‘Terpercaya’ dan menjadi salah satu The Best of Top GCG Perception Index 2006 pada peringkat ketiga. Komite memandang penting dan sangat relevan untuk memberikan pemahaman GCG secara dini kepada mereka. Oleh karena itu. sementara tahun 2006 merupakan periode yang lebih fokus pada pengawasan efektivitas implementasi GCG serta terciptanya mekanisme check & balance pada aktivitas Perseroan. manajemen risiko dan human capital. Product Management dan Small & Micro Banking. Kantor Wilayah dan Group Kantor Pusat. untuk membangun budaya patuh (sense of compliance) terhadap regulasi. program Officer Development Program (ODP) dalam forum Sharing Experience.

Tama WiDjaJa Anggota Komite Kebijakan Risiko Menyelesaikan pendidikannya di Fort Hays State University. Tbk. Beliau diangkat sebagai anggota Komite GCG PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Memulai karir di Bank Bumi Daya pada tahun 1983. beliau pernah menjabat sebagai Direktur Pengawasan Bank Perkreditan Rakyat pada tahun 1998–2000. sebelum diangkat sebagai anggota Komite Kebijakan Risiko PT Bank Mandiri (Persero). 62 good corporate governance . Memulai karir di Bagian Neraca Pembayaran & Moneter–Urusan Ekonomi & Statistik tahun 1975. Dalam perjalanan karirnya. Direktur Direktorat Perizinan & Informasi Perbankan pada tahun 2000–2002 serta Team Pengawas Bank Universal pada tahun 2002. Mulai memasuki dunia perbankan pada tahun 1983 di Bank of America sebagai Financial Controller dan tahun 1989 beliau ditunjuk sebagai Finance & Planning Manager. Mengawali karirnya di perbankan pada tahun 1987 sebagai Treasury Manager di PT Bank Niaga. Tahun 2003 beliau ditunjuk sebagai anggota Komite Audit AJB Bumiputera 1912 dan menjadi wakil ketua Tim Penerapan GCG AJB Bumiputera 1912. Dalam perjalanan karirnya beliau sempat menjabat sebagai Regional Manager kemudian menjadi Group Head Commercial Risk dan saat ini sebagai Corporate Secretary. pada tahun 2006. Pada tahun 1993 beliau ditunjuk sebagai Presiden Direktur PT Mega Search. Sejak tahun 2003 sampai dengan sekarang beliau menjabat sebagai anggota Komite Audit PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Sejak tahun 1999 beliau menjabat sebagai anggota Komite Audit PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.. Nasution Corporate Secretary Menyelesaikan pendidikan S1 dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 1981 dan S2 dari University of Colorado pada tahun 1991. Anwar Isham Anggota Komite GCG Menyelesaikan pendidikan di Universitas Negeri Jakarta dan meraih gelar Doktor pada bulan Maret 2004. Dalam perjalanan karirnya. Beliau memulai karir sebagai Junior Auditor di Drs. Zulkifli Djaelani Anggota Komite Audit Menyelesaikan pendidikan S1 dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia–Jakarta tahun 1975. Pada tahun 1993 beliau menjadi General Manager.anggota komite non komisaris & corporate secretary Imam Sukarno Anggota Komite Audit Menyelesaikan pendidikan S1 dari Universitas 17 Agustus 1945 pada tahun 1973 dan Master Management dari Asian Institute of Management–Manila tahun 1985. beliau pernah menjabat sebagai pimpinan cabang dan pemimpin wilayah di Bank Niaga antara tahun 1986–1994 sebelum akhirnya menjabat sebagai Direktur Operasi & Sumber Daya Manusia. Utomo. Memulai karir sebagai Assistant Accountant PT Rohm & Haas Indonesia pada tahun 1975. Bank Niaga pada tahun 1994. PT Bank Bumi Putera Indonesia Tbk. Kansas. pada tahun 2005. Mansyur S. Group Treasury. Mulia & Co. PT Raja Garuda Mas dan pada tahun 2001 beliau sempat menjabat sebagai Senior Vice President Treasury & International Banking Group Head.

SMS dan internet) tahun 2006. telepon. Jumlah ini jauh melampaui transaksi konvensional di cabang-cabang Bank Mandiri di seluruh Indonesia 312. kami menangani 50.3% dari seluruh settlement pembayaran transaksi saham di BEJ 82 % 63 strategic business unit . terbesar di bandingkan bank pesaing lainnya 90detik micro & retail banking 312 juta transaksi dilayani oleh e-channel (ATM.Rp 555triliun corporate banking Rp 555 triliun adalah nilai kapitalisasi pasar nasabah korporasi Bank Mandiri yang merupakan 20 Perusahaan Publik terbesar di Bursa Efek Jakarta 29% consumer finance Jika Anda menelepon dari Balikpapan. Layanan ini tersedia di 10 kota melalui Call Center 14000 dengan menggunakan Consumer Scoring System commercial banking 29% dari seluruh ekspor non-migas Indonesia menggunakan L/C di proses oleh Bank Mandiri.000.000 50. hanya 90 detik waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan ‘in principal approval’ kredit perorangan.3% special asset management 82% dari outstanding debitur yang direstrukturisasi telah berhasil diupgrade menjadi performing loan treasury & international banking Sebagai bank pembayaran utama.

•  Dengan perbaikan-perbaikan yang akan dilaksanakan lebih jauh di tahun 2007. Pendapatan Corporate Banking 59. lebih adil serta transparan dalam mengalokasikan biaya serta mengakomodasi perubahan di dalam organisasi. Ini merupakan perubahan yang signifikan bagi para SBU tersebut yang sebelumnya lebih memiliki fokus pada pencapaian target volume. Implikasi dari penerapan organisasi berbasis SBU adalah: •  Desentralisasi penentuan strategi. kolaborasi antara Treasury dan Corporate Banking bukan hanya akan memperkuat hubungan bisnis dengan corporate client kami namun juga untuk meningkatkan profitabilitas nasabah corporate. khususnya profitabilitas. merupakan cash generator business kami yang diharapkan dapat menghasilkan laba yang diperlukan untuk memperkuat emerging business yang sudah ada maupun bagi investasi pengembangan future growth engine business.finance & strategy Keenam Strategic Business Unit akan berperan sebagai pendorong utama untuk mewujudkan budaya kerja berbasis kinerja dengan meningkatkan akuntabilitas setiap bisnis unit atas profitabilitas dan pertumbuhan. Kinerja Business Unit dan Corporate Strategy Meskipun tahun 2006 merupakan tahun pertama di mana kami mulai menerapkan pelaporan kontribusi laba yang dihasilkan setiap SBU. emerging business dan future growth engine business. dengan laba sebelum pajak tahun 2006 sebesar Rp 948 miliar.1 triliun. 11. Treasury & International Banking. kami akan melanjutkan penggunaan pendekatan balanced scorecard.6% merupakan fee based income dan 28. Commercial. dengan laba sebelum pajak tahun 2006 kurang lebih Rp 2. •  Penyempurnaan Performance Management System sehingga dapat mengukur profitabilitas dengan lebih baik. merupakan elemen penting dalam corporate strategy kami. Selain untuk meningkatkan fee based income di masa yang akan datang. pahala Nugraha mansury EVP Koordinator dan Chief Financial Officer Tahun 2006 merupakan tahun penting bagi Bank Mandiri dengan dimulainya tonggak organisasi berbasis Strategic Business Unit (SBU) pada bulan Juni 2006 sebagai upaya transformasi organisasi yang memiliki budaya berbasis kinerja. Bank Mandiri mereorganisasi struktur direktoratnya menjadi 6 Direktorat Strategic Business Units (SBU). direktorat corporate center dan shared services akan fokus pada peningkatan efisiensi biaya serta menyediakan kebijakan dan proses bisnis yang kritikal serta dukungan sistem bagi SBU. Micro & Retail. kami bergembira untuk melaporkan bahwa ke 5 SBU kami yang berfokus pada pengembangan usaha–yaitu Corporate. yang memang dibentuk secara khusus untuk menangani penyelesaian kredit bermasalah serta asset recoveries. kami mengklasifikasi kelima SBU tersebut dalam 3 tahap pengembangan yaitu unit yang diklasifikasikan sebagai cash generator. perencanaan dan budget ke masingmasing SBU. Satusatunya SBU yang menghasilkan kontribusi negatif adalah Special Asset Management. 3 Direktorat Corporate Center dan satu Direktorat Shared Services. Pada saat bersamaan. Corporate Banking.8% berasal dari produk simpanan.6% berasal dari aktivitas pinjaman. namun Key Performance Indicator (KPI atau Indikator Kinerja Utama) setiap SBU akan lebih ditekankan pada ukuranukuran kinerja finansial. Berdasarkan kontribusi laba dari masingmasing SBU. Transisi ini merupakan tahap pertama dalam pengembangan value center dengan akuntabilitas pada imbal hasil berbasis risiko. Treasury & International dan Consumer Finance seluruhnya menghasilkan kontribusi laba sebelum pajak (umumnya disebut contribution margin) yang positif. Peranan corporate center dalam pembentukan strategi dan perencanaan adalah memastikan setiap SBU membuat perencanaan yang kredibel dalam peningkatan profitabilitas dan pertumbuhan secara bank-wide. Hal ini menunjukkan FINANCE & STRATEGY strategic business unit 64 70 . sehingga tidak berfokus pada pengembangan usaha. Keenam SBU tersebut akan berperan sebagai pendorong utama untuk mewujudkan budaya kerja berbasis kinerja dengan meningkatkan akuntabilitas setiap bisnis unit untuk menghasilkan profitabilitas dan pertumbuhan yang nyata. sementara ukuran kinerja corporate center dan shared services bertumpu pada efisiensi dan level of services untuk memberi dukungan pada SBU. menunjukkan pentingnya penawaran cross-selling kepada nasabah kami dalam peningkatan pendapatan.

Mandiri SEBELUMNYA Ukuran Volume Net Interest Income Fee Income Loan and deposit volume Marketshare Mandiri JANGKA PENDEK Ukuran Profitabilitas Bank-wide operating profit Bank-wide net income Business unit operating profit Business unit net income MANDIRI JANGKA MENENGAH Ukuran Value Creation Total shareholder return (TSR) Total Business Return (TBR) Return on Capital (ROC) Economic Profit Berapa besar volume bisnis? Ukuran. fee dan bisnis consumer finance dimasa mendatang. metodologi dan perangkat sehingga central planning dan performance management group dapat merencanakan dan memantau profitabilitas dan target pertumbuhan yang dicapai oleh unit bisnis. Fee yang dihasilkan dari bisnis Micro & Retail pada tahun 2006 adalah sebesar Rp 1. revenue-sharing dan pembentukan struktur yang mendukung koordinasi dan kolaborasi antar SBU seperti Client Service Teams (CSTs). Menggali bisnis tambahan lainnya dari nasabah corporate dan retail yang sudah ada akan menjadi faktor keberhasilan yang penting dalam pertumbuhan simpanan ritel.6% (angka bank saja). yaitu bisnis dimana kami telah mulai menunjukkan adanya pangsa yang signifikan dibanding pesaing. Micro & Retail memberi contribution margin sebesar Rp 1. Commercial Banking yang di tahun 2006 menghasilkan contribution margin sebesar Rp 1.51 triliun. •  Meningkatkan peran central planning group untuk secara aktif mengelola neraca dan permodalan bank dan anak perusahaannya. •  Meningkatkan dukungan informasi serta fungsi research untuk memberikan dukungan dalam pengambilan keputusan manajemen terutama oleh setiap business unit. pangsa pasar dalam setiap segmen Berapa keuntungan yang dihasilkan? Kemampuan bisnis dalam menghasilkan cash flow dan keuntungan Berapa imbal hasil atas modal? Perubahan nilai bisnis ditambah dividen dibandingkan modal yang digunakan pentingnya kolaborasi di antara SBU sebagai bagian dari strategi Bank Mandiri. Selain itu. atau merupakan 26. •  Otomasi pelaporan kinerja untuk meningkatkan aksesibilitas dan informasi kinerja yang relevan bagi manajemen secara tepat waktu untuk memonitor dan mengelola bisnis dengan lebih baik. termasuk: •  Penyempurnaan sistem akuntansi dan sistem pelaporan untuk memberikan laporan yang lebih akurat dan berkualitas • Berupaya untuk menurunkan biaya overhead dengan meningkatkan efisiensi fungsi central procurement serta koordinasi dalam implementasi inisiatif pengendalian biaya.17 triliun. yang didorong melalui pengukuran-pengukuran yang selaras dengan strategi tersebut seperti crossreferrals. e& Mi il eta /R cro Banking C po or e& rat Consumer Fivvanc Treasury Building Future Growth Engine Optimizing Synergies Across Business Unit Leveraging on Our Cash Generator Strengthen Emerging Business 67 69 strategic FINANCE & business STRATEGY unit Commercial Bankin g . sebagai salah satu corporate center. Consumer Finance menghasilkan contribution margin sebesar Rp 412 miliar. sebagai tindak lanjut dari organisasi berbasis SBU.9 triliun merupakan emerging business. sebagian besar berasal dari kredit konsumer dan kartu kredit. kami merencanakan untuk mengimplementasikan beberapa inisiatif sebagai berikut: •  Penyempurnaan Performance Management System untuk mengembangkan kerangka manajemen ber-basis nilai (value based management). mempertajam pengukuran unit bisnis dari profitabilitas menjadi risk adjusted return on capital.8% dari total pendapatan SBU. Inisiatif Tahun 2007 Di tahun 2007. •  Menyiapkan proses. Direktorat Finance & Strategy berupaya untuk menjalankan beberapa inisiatif untuk dapat membantu Bank Mandiri dalam meningkatkan kinerja keuangannya serta memberikan pelayanan pada unit kerja lainnya. dimana hampir 74% berasal dari produk simpanan yang disebabkan pertumbuhan tabungan sebesar 27. Di masa datang Commercial Banking diharapkan dapat meningkatkan keuntungan melalui cross-selling kepada supplier dan pelanggan dari nasabah corporate kami. Sementara itu Consumer Finance dan Micro & Retail diharapkan mampu menjadi mesin penggerak pertumbuhan di masa depan. volume.

pemerintah daerah 19.Description Total Loans/Recap bonds (Rp triliun) 120 90 60 30 0 CORPORATE BANKING •  Perusahaan dengan gross annual sales di atas Rp 300 miliar.212 11. untuk keperluan konsumtif 0.435 CONSUMER FINANCE Kredit kepada perorangan. posisi devisa netto.035 9. • Institusi pemerintah pusat termasuk dana pensiun milik perusahaan dan BUMN 14.920 4.831 COMMERCIAL BANKING •  Perusahaan dengan gross annual sales Rp 5–300 miliar • Dana debitur.022 12.223 Treasury & INTERNATIONAL BANKING •  Mengelola likuiditas bank.913 SPECIAL ASSET MANAGEMENT Mengelola debitur kol 3. posisi perdagangan (trading book) •  Memberi layanan di bidang correspondent banking dan capital market 90.289 21.599 Retail & Micro BANKING •  Kredit untuk usaha produktif yang memiliki gross annual sales sampai dengan Rp 5 miliar atau total pinjaman dibawah Rp 2 miliar • Melayani nasabah dana perorangan 0. debitur macet ekstrakomptable serta aktiva tetap bank 14.636 0.4 dan 5 (debitur NPL).900 Valas Loans Rupiah Loans Recap Bonds 63 65 strategic business unit .

5% 0 4.8%) 37.012 1.14% 111.33% 73.0% (1.Total Deposits (Rp triliun) 30 60 90 120 NPLs (%) Loan/Recap Bond full-year yield (%) 0 10 20 30 1-Year Loan/Recap Bond Growth (%) 10.1%) 4.3%) 1.7% 8.279 8.74% 5.9% 19.0% 1.5% 2.0% 19.0% 0 2.26% 58.3% 0 9.7% (0.4% 14.0% 0 Valas Deposits Rupiah Deposits 4.636 7.973 3.0% Valas full-year loan yield Rupiah full-year loan yield Recap Bonds full-year yield .69% - 21.4% 10.3% 17.19% 4.547 15.34% 16.4%) 12.0% 12.7% 137.863 1.764 (1.6% 8.62% 39.2% 1.5% (23.367 8.

6%) 1.7% 81 6.9%) 2.176 9.2% 65.8% Rupiah miliar 1-Year Change 37 139 2.7% 8.2% 268 (10.0% 43 45 238 3.4% 8.6% 7.0% (32.4% 1.0% 1.8% - 90 64 26 Personnel General & Administrative Valas full-year deposit cost Rupiah full-year deposit cost .6% 3.8% (17.7% 99 16.3% 762 137.8%) (9.9% 65 7.Deposit Rates (%) 0 5 10 1-Year Deposit Growth (%) Fee Income Overhead Expenses 0 100 250 500 1000 1500 3.534 7.3% 138 11.7%) 127 71.315 2.

7% (4.362 merchant EDC.6%) 8.1% 3.0%) (10. 2 Commercial Floor.6% (18. 13 Micro Business Distric Center (MBDC). 1.4% 41. Corporate Floor di Medan dan Surabaya. 916 Consumer Loan Point of Sales (Scoring Branch). Surabaya dan Makasar.1-Year Overhead Expenses Growth (%) Contribution 0 1000 2000 1-Year Contribution Growth (%) Distribution (8. 3 Trade Service Center (TSC) di Jakarta.6% Personnel 1-Year Change G & A 1-Year Change 2. 948 41.0%) Kantor pusat.957 34. 412 (1.509 20.2% 12 SBDC (Small Business Distric Center). 924 cabang. 1.1%) 15. n/a 10 Regional Credit Recovery (RCR).4%) (4.091 (24. 27 Outlet Mandiri Prioritas.3% 8. 200 Micro Business Unit. Medan Bandung 6 Kantor Luar Negeri.8%) (3. 2. 17.800 ATM.1%) 1. strategic strategicbusiness businessunitS unit 68 66 .0% 17 Commercial Banking Center (CBC).2% 3 Regional Treasury Marketing (RTM) di Surabaya.9%) 54 Consumer Loan Processing Center.

serta (3) Program Penyelesaian Kredit Macet (PPKM) Bank Mandiri sebagai tindak lanjut dari PP33/2006 dan PMK87/2006. termasuk penyelarasan berbagai kebijakan personalia. tata-kelola dan pengambilan keputusan. Dengan adanya proses sosialiasi yang juga didukung oleh publikasi di majalah internal Bank Mandiri. Tim implementasi bertugas untuk menjabarkan secara lebih rinci struktur organisasi yang disusun oleh konsultan (termasuk job description. yaitu: Corporate Banking. diharapkan adanya kesamaan pandang dari seluruh karyawan Bank Mandiri. serta membantu manajemen dalam pelaksanaan serta dalam proses sosialisasi di unit kerja masing-masing. telah dilakukan proses sosialisasi yang dipimpin langsung oleh Direktorat CMO ke unit-unit kerja terkait. Di dalam struktur yang baru. sampai ke level yang di bawahnya. atas perlunya melakukan proses perubahan tersebut. 1. Micro & Retail Banking. Tugas dari Direktorat CMO adalah memantau bahkan menjalankan. inisiatif-inisiatif strategis untuk mendukung proses transformasi Bank Mandiri. akan dijabarkan tiga inisiatif yang dipimpin langsung oleh Direktorat CMO. optimalisasi jaringan distribusi ritel. telah pula dibentuk tim implementasi di masing-masing unit kerja yang dipimpin langsung oleh seorang Group Head dari masing-masing direktorat yang bertindak sebagai liaison officer untuk implementasi program dimaksud. KPI). yaitu: (1) Perubahan organisasi berbasis Strategic Business Units (SBUs). beserta sistem dan proses pemantauannya. Technology & Operations.  Dalam perubahan yang besar seperti ini. 2. Dalam uraian ini. di mana langkah-langkah mitigasi risiko yang dijalankan disampaikan secara berkala ke Komite Audit di Dewan Komisaris. telah disusun program mitigasi risiko implementasi.  Penjajakan Pertumbuhan Non-Organik melalui Merger. dan aliansi. Bank Mandiri juga perlu menjajaki peluang untuk tumbuh secara non-organik melalui 68 70 CHANGE MANAGEMENT OFFICE . Haryanto tiara budiman EVP Koordinator Untuk mendukung proses transformasi Bank Mandiri menjadi Dominant Multi-Specialist Bank. (2) Penjajakan pertumbuhan non-organik melalui merger. untuk menyusun blueprint dan detil dari organisasi yang baru tersebut Bank Mandiri dibantu oleh konsultan independen. Melalui kerja sama dengan Direktorat Risk Management. Commercial Banking.  Mengingat banyaknya perubahan yang perlu dilakukan. Untuk menunjang pelaksanaannya. mencakup penerapan model bisnis baru untuk segmen corporate. akuisisi. Compliance & Human Capital. termasuk di dalamnya Business Units dan juga Support/ Shared Services Units. Treasury & International Banking. tugas dan tanggung jawab dari masingmasing unit kerja. Berdasarkan kajian dan rekomendasi dari konsultan. Performance Management System. dan Aliansi Selain upaya-upaya untuk meningkatkan value dari perusahaan melalui inisiatif-inisiatif lintas direktorat yang dinamakan aliansi strategis. baik yang berada di Kantor Pusat maupun di Wilayah. atau yang sering disebut perubahan DNA dari sebuah organisasi.Change Management Office Kami menyempurnakan strategi bisnis untuk mendapatkan porsi pendapatan yang dominan di setiap segmen nasabah. struktur organisasi yang baru telah disetujui oleh Direksi dan kemudian oleh Dewan Komisaris pada tanggal 22 Desember 2006 untuk di-implementasikan mulai awal January 2007. Consumer Finance. terjadi perubahan pada struktur organisasi. baik di Kantor Pusat. yang pada akhirnya menjadi Regional Champion Bank. maupun di wilayah. Dalam hal tersebut. dan Finance & Strategy. Sebagai persiapan dari implementasi. Disamping itu. Untuk itu. Risk Management sebagai bagian dari Business Enabler. dan pembentukan dan penerapan targeted sales and services. Bank Mandiri memiliki 5 Business Units. kewenangan. serta Change Management Office sebagai bagian dari Corporate Center/ Shared-Services Units. Akuisisi.  Perubahan Organisasi Berbasis Strategic Business Units (SBUs) Organisasi yang berbasis pada SBU adalah organisasi yang berbasis pada kinerja dari masing-masing unit kerja. Seluruh tim implementasi di koordinasikan langsung oleh Direktorat CMO di mana telah disusun sistem dan proses pemantauan yang baku guna memonitor perkembangan serta meng-identifikasi segala permasalahan yang timbul. risiko-risiko implementasi perlu juga untuk di-identifikasi dan kemudian disusun cara penanganannya (mitigasi risiko) agar supaya dampak negatifnya dapat diminimalisir. sistem kompensasi sehingga berbasis pada kinerja. diperlukan perubahan yang sangat fundamental. serta penempatan orang-orang yang tepat di posisi-posisi kunci. dibentuklah Direktorat khusus di Bank Mandiri yang dinamakan Direktorat Change Management Office (CMO) yang berada langsung dibawah Presiden Direktur dan dipimpin oleh seorang EVP Koordinator. serta Special Asset Management.

3. Selain Financial Advisor. Dapat kami sampaikan bahwa. perusahaan-perusahaan pembiayaan (multi finance) baik untuk pembiayaan kendaraan bermotor. P  rogram Penyelesaian Kredit Macet (PPKM) Bank Mandiri sebagai tindak lanjut dari PP33/2006 dan PMK87/2006. pemegang saham sudah memberikan persetujuan atas pelaksanaan PPKM Mandiri. Pemerintah mengeluarkan PP33/2006 dan PMK87/2006. karena satu atau lain hal. apabila penyelesaian langsung oleh debitur.akusisi atas bank yang memiliki keunggulan khusus di segmen atau etnis tertentu. Kajian-kajian atas peluang untuk tumbuh secara non-organik akan terus dilanjutkan dan dipertajam di tahun 2007. melalui Surat Keputusan Bersama dengan Bank Indonesia di bulan Juli 2006. Bank Mandiri melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di mana Bank Mandiri memaparkan kepada pemegang saham tentang rencana kerja PPKM Mandiri. Dengan dikeluarkannya peraturan-peraturan tersebut. Bank Indonesia). termasuk meng-identifikasi potensi dari sinergi serta nilai tambah yang bisa diperoleh dari rencana tersebut. Meskipun langkah-langkah persiapan telah mulai dilaksanakan oleh Bank Mandiri sejak dikeluarkannya PP33/2006 dan PMK 87/2006. Bank Mandiri sudah menunjuk Financial Advisor yang akan menyusun strategi pelaksanaannya serta melakukan analisa untuk menyaring serta meng-identifikasi account-account yang bisa diselesaikan melalui program tersebut. CHANGE MANAGEMENT OFFICE 71 . mengingat pada tahun 2006. serta pihak pemeriksa (BPK. serta meminta persetujuan dari pemegang saham atas rencana kerja tersebut. Untuk meng-implementasikan PP33/2006 dan PMK87/2006. tingkat kredit bermasalah di Bank Mandiri masih berada di atas 5% (secara netto). termasuk persetujuan atas infrastruktur pendukungnya. menyatakan bahwa akan dibentuk suatu Oversight Committee yang salah-satu tugasnya adalah memimpin proses sosialisasi dengan seluruh pemangkukepentingan. termasuk pihak legislatif (DPR). Bank Mandiri siap membantu Oversight Committee dalam melaksanakan program sosialisasi dimaksud. Pemerintah. serta perubahan atas beberapa pasal di Anggaran Dasar Bank Mandiri untuk memungkinkan pelaksanaan program tersebut. Pada tanggal 22 Desember 2006. di dalam RUPSLB pada tanggal 22 Desember 2006 tersebut. plafond hapus tagih yang bisa digunakan. yang isinya antara lain: (1) menegaskan bahwa piutang BUMN tidak termasuk ke dalam piutang negara. Namun demikian. Tim Pengentasan Tindak Pidana Korupsi). untuk masuk ke tahap implementasi masih diperlukannya kesamaan pandang dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). Kejaksaan Agung. Di tahun 2006. dan karena itu belum diperkenankan untuk meng-implementasikan rencana pertumbuhan non-organik dimaksud. Apabila kredit bermasalah di Bank Mandiri sudah berada di bawah 5% (secara netto) dan Bank Indonesia sudah secara formal menyatakan bahwa Bank Mandiri sudah memiliki status sebagai bank yang berkinerja baik. Di awal Oktober 2006. Bank Mandiri siap untuk melaksanakan pertumbuhan non-organik untuk mencapai aspirasinya sebagai bank yang disegani di kawasan Asia Tenggara atau yang dinamakan Regional Champion Bank. seperti plafond hapus tagih yang diperbolehkan beserta modifikasi dari beberapa pasal di Anggaran Dasar Bank Mandiri. Bank Mandiri juga sudah menunjuk legal advisor dan perusahaanperusahaan penilai (independent appraisal) untuk menilai ulang jaminan-jaminan yang sudah diserahkan oleh debitur kepada Bank Mandiri. Bank Mandiri masih berada dalam Pengawasan Intensif oleh Bank Indonesia. Bank-Bank BUMN diperkenankan untuk melakukan opsi-opsi non-konvesional (termasuk dengan memberikan pengurangan pokok) dalam menyelesaikan kredit bermasalahnya. yang akan dilaksanakan melalui penyelesaian langsung oleh debitur yang beritikad baik (dengan atau tanpa pengurangan pokok) dan proses pengalihan ke pihak ketiga (investor). Bank Mandiri sudah melakukan kajian-kajian tentang rencana pertumbuhan non-organik tersebut. secara theory. tidak dapat terlaksana. Sebagai bagian dari langkah-langkah persiapan. pihak penegak hukum (Kepolisian. Bank Mandiri di tahun 2006 sudah menyusun program yang dinamakan Program Penyelesaian Kredit Macet (PPKM) Mandiri. maupun barang-barang kebutuhan rumah tangga. dan (2) memberikan kewenangan kepada BUMN untuk melakukan penyelesaian piutang sesuai dengan koridor hukum korporasi. serta aliansi dengan partner-partner institusi keuangan lainnya baik di dalam maupun di luar negeri.

strategic business unit corporate banking 72 strategic business unit • corporate banking .

Melalui program-program yang strategis. mewujudkan visi Corporate Banking ‘to be the dominant wholesale bank.’ abdul rachman • Direktur . Corporate Banking akan mampu menyediakan pelayanan transaksi yang komprehensif dan produk kredit serta capital market yang lengkap untuk perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Indonesia.

9 triliun) masih berstatus Performing Loan.strategic business unit corporate banking akhir tahun 2006 Volume Pinjaman Volume Simpanan Volume Bisnis Jumlah Debitur CL Jumlah Debitur NCL Jumlah Nasabah Dana Jumlah Pegawai Ratio NPL Gross Profitability Rp 36.4% 11. Sementara itu hasil survey pengukuran tingkat kepuasan nasabah terhadap pelayanan Corporate Banking yang dilakukan oleh MarkPlus Research memperoleh skor 4.0% 3.6% 3.121.299 miliar.5%). Volume kredit meningkat 21%.228.7% Pendapatan Bunga Bersih Kontribusi Laba (sebelum PPAP) Kontribusi Laba (setelah PPAP) Pendapatan Fee Yield & Spread Kinerja Volume bisnis Corporate Banking (dana pihak ketiga serta pinjaman) mencapai Rp 86.4 miliar 14. Corporate Banking berhasil mempertahankan nasabah corporate yang memiliki rating B hingga AAA mencapai 100%. Pencapaian Selama tahun 2006 dengan program kerja customer retention yang dilaksanakan.392 miliar Rp 2. Pada tahun 2006 ekspansi kredit disalurkan terutama untuk sektor-sektor yang termasuk kriteria sangat menarik dan menarik seperti: Oil & Gas (25.839 214 5.3% 2.3% 0. Yield of Loan–Rp Yield of Loan–Fx CoF–Rp Giro Deposito Berjangka CoF–Fx Giro Deposito Berjangka Spread Pinjaman Rp Pinjaman Fx Giro Rp Giro Fx Deposito Berjangka Rp Deposito Berjangka Fx 74 strategic business unit • corporate banking .0% 2.4%).3 triliun pada 31 Desember 2006.8% 0. Asuransi (11.6% di tahun 2005 menjadi 48% di tahun 2006.6%).6%) dan telekomunikasi (8. sedangkan pendapatan fee base sebesar Rp 268 miliar. Perkebunan (20.97% Rp 2. Selama tahun 2006 pendapatan bunga bersih yang diperoleh adalah sebesar Rp 2.299.4% 4. Penurunan volume simpanan tersebut sejalan dengan strategi peningkatan proporsi dana murah.6 miliar.64 miliar 216 83 1.3% 8.90 miliar Rp 86.66 miliar Rp 2. yang meningkat dari 41.38 untuk deposito berjangka.350.74 miliar Rp 50. dimana sebagian besar diperoleh dari transaksi impor senilai Rp 123.091 miliar Rp 268. Sampai dengan akhir 2006 seluruh kredit baru senilai Rp 4.1% 8. sementara volume simpanan (terutama deposito mahal) menurun 16%.4 triliun diantara ekspansi kredit gross (dengan total Rp 14.1% 2.

sasaran Untuk mempertahankan posisi kami sebagai maket leader di segmen Corporate kami akan terus melaksanakan ekspansi kredit pada sektor-sektor yang prospektif. food & beverages. 14 Client Service Team (CST) serta penambahan beberapa Corporate Floor pada sentra-sentra nasabah Corporate Banking diharapkan mampu memperbesar share of wallet Bank Mandiri pada nasabah existing maupun meraih nasabah-nasabah baru.Peningkatan kepuasan nasabah juga tercermin dengan adanya peningkatan rasio product holdings per nasabah dari 3. Penggunaan product cash management system juga telah meningkat hampir empat kali lipat dari 107 pengguna selama tahun 2005 menjadi 399 pengguna cash management system. Untuk dapat mempercepat proses bisnis dan mengefektifkan pengawasannya. Imam Bonjol No 7 Medan 20112 strategic business unit • corporate banking 75 . kerjasama jasa collection service melalui eBiz card dengan PT Ultrajaya. Kami bekerja sama dengan Mandiri Sekuritas untuk memberikan solusi kepada nasabah yang akan memasuki pasar modal sehingga dapat diperoleh struktur pendanaan yang paling optimal. 4. pertambangan. 3 Jl. Corporate Collection System dan Sales Tools (Macstools) Implementasi Syndication & Structured Finance Desk.20 untuk kredit non tunai (dengan kisaran 1–6). Di sisi lain untuk memenuhi kebutuhan banyak nasabah. infrastruktur. pengembangan modul penerimaan negara melalui e-Channel untuk kepentingan Depkeu. Selain itu juga dengan model CST yang ada akan dilakukan aliansi strategis dengan unit bisnis lainnya sehingga bank dapat melayani seluruh kebutuhan finansial nasabah dan memberikan solusi yang tepat melalui kerjasama secara aktif. Kami juga terus berupaya memperbaiki organisasi Corporate Banking dengan melakukan reorganisasi Corporate Banking untuk menjadi “an organization of specialist” dengan mengembangkan model bisnis yang berbasis Client Service Team (CST) dan Funding Team serta mengembangkan organisasi Syndication and Structured Finance Desk. Corporate Banking Floor Surabaya Kanwil VIII Jl.26 di tahun 2006. kami akan meningkatkan serta mengoptimalkan dukungan teknologi informasi melalui implementasi Loan Origination System. PGN dan BPUI.19 di tahun 2005 menjadi 4. Bank Mandiri juga memiliki komitmen untuk berpartisipasi aktif dalam pembiayaan insfrastuktur. Basuki Rachmat No. namun dengan tetap mempertahankan prinsip kehati-hatian. diharapkan kami dapat mewujudkan visi Corporate Banking “to be the dominant wholesale bank” yaitu Corporate Banking yang mampu menyediakan pelayanan transaksi yang terintegrasi dan menyediakan produk kredit serta capital market yang lengkap untuk perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Indonesia. telekomunikasi.16 untuk kredit tunai serta 4. kerjasama Cobranding ATM dengan KTA IPHI dan kerjasama sistem pembayaran BHP Frekuensi Radio. Sementara untuk menjangkau nasabah-nasabah yang memiliki jaringan di luar area Jakarta telah dibentuk Corporate Banking floor. maka Corporate Banking juga telah menjual produk short term loan (kredit jangka pendek) yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Selama tahun 2006 juga telah dilaksanakan berbagai kerjasama dan pengembangan bisnis dengan beberapa nasabah seperti pembuatan Gaz Card untuk Pertamina. perkebunan & industri turunannya. Selama tahun 2006 telah dibuka dua Corporate Banking Floor yakni di Medan dan Surabaya.26 di tahun 2006. 127–129 Surabaya 60271 2. seperti: oil & gas . Melalui langkah-langkah tersebut. kerjasama sistem pembayaran Host to Host dengan Pertamina. Peningkatan kepuasan nasabah juga tercermin dengan adanya peningkatan rasio product holdings per nasabah dari 3. Corporate Banking Floor 1. Corporate Banking Floor Medan Kanwil I Lt.19 di tahun 2005 menjadi 4.

76 strategic business unit • corporate banking .Kami terus berupaya memperbaiki organisasi Corporate Banking dengan melakukan reorganisasi Corporate Banking untuk menjadi ‘an organization of specialist ’ dengan mengembangkan model bisnis yang berbasis Client Service Team (CST).

347 10.973 11. Capital Markets dan Manajemen Investasi. baik sebagai penjual dalam emisi efek hutang dan ekuitas maupun sebagai pedagang perantara transaksi obligasi di bursa efek surabaya 2006 No.3% 2.0% strategic business unit • corporate banking 77 . Berbagai jenis transaksi penting telah diselesaikan Mandiri Sekuritas selama tahun 2006 dengan hasil memuaskan antara lain: penjaminan emisi obligasi PT Bank BTN (Persero) dan PT Astra Sedaya Finance dengan nilai emisi masing-masing sebesar Rp 1 triliun dan Rp 575 miliar.926 10. senilai Rp 480 miliar dimana Mandiri Sekuritas bertindak sebagai sole bookrunner dan placement agent.6% 2.3% 4.307 1.284 7. Mandiri Sekuritas juga bertindak sebagai sole arranger & placement agent pada penerbitan MTN PT Pembangunan Perumahan (Persero) sebesar Rp 100 miliar.029 9. Transaksi penting lainnya yang tercatat selama 2006 yaitu divestasi kepemilikan saham PT Jasa Marga (Persero) di PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk.2% 6. data diolah. corporate finance dan penasehat keuangan.mandiri sekuritas Sebagai anak perusahaan Bank Mandiri yang bergerak di industri pasar modal.489 6.6% 3.043 428. Investment Banking Merupakan unit usaha penyedia jasa yang berhubungan dengan penjaminan emisi efek.562 6.549 33% 14% 8% 7% 6% 6% 5% 4% 3% 2% 12% 100% transaksi Saham broker lokal di bursa efek Jakarta 2006 No.915 3. semakin membuktikan kemampuan Mandiri Sekuritas dalam menangani beragam jenis transaksi pasar modal. 31. Perusahaan Efek Volume (miliar Rp) Pangsa Pasar 1 Mandiri Sekuritas 2 CIMB-GK Securities Indonesia 3 Bahana Securities 4 Arab-Malaysian Capital 5 Trimegah Securities Tbk 6 KIM ENG Securities 7 Andalan Artha Advisindo 8 Danpac Sekuritas 9 Binaartha Parama 10 NISP Sekuritas Lainnya Total Sumber: Bursa Efek Surabaya.403 3. Mandiri Sekuritas terjun langsung dalam kancah persaingan bisnis di tiga lini usaha yaitu Investment Banking.124 19.930 241.897 28. Broker* Nilai (miliar Rp) Pangsa Pasar 1 Danareksa Sekuritas 2 Bahana Securities 3 Trimegah Securities Tbk 4 Mandiri Sekuritas 5 Danatama Makmur 6 Lautandhana Securindo 7 Sarijaya Permana Sekuritas 8 Sinarmas Sekuritas 9 Nusadana 10 Indo Premier Lainnya Total * Broker lokal Sumber: Bursa Efek Jakarta. Mandiri Sekuritas juga terus memantapkan posisinya sebagai salah satu pemain utama di industrinya dengan peningkatan kinerja yang mengesankan dari tahun ke tahun. Disamping itu.576 13.7% 6. Berbagai jenis transaksi yang ditangani ini.3% 56.875 4. 43.3% 100.855 27.377 95. Capital Markets Unit usaha yang menyediakan jasa.6% 2. data diolah.667 11.029 12.0% 3.0% 2.018 5.420 10.345 13.

Mandiri Manajemen Investasi akan terus mengembangkan variasi produk yang ditawarkan serta meningkatkan kerja sama yang telah dibina selama ini baik dengan jaringan cabang Bank Mandiri maupun dengan pihak lain dalam hal pendistribusian produk. diantaranya sebagai Best Investment Bank dari Global Finance.186 2. Mandiri Sekuritas juga tercatat sebagai salah satu broker teraktif yang bertransaksi seiring dengan kondisi bullish yang terjadi di pasar saham. Di tahun mendatang. Surabaya dan Medan.215 2. namun juga dengan dukungan para profesional berpengalaman serta berbagai fasilitas pendukung seperti perdagangan jarak jauh dan informasi pasar secara real-time. Selama tahun 2006. Mandiri Investment Gallery telah hadir di tiga kota yaitu Jakarta. 2.308 3. serta guna lebih mendekatkan diri dan meningkatkan pelayanan kepada para investor. Mandiri Sekuritas berhasil membukukan volume perdagangan obligasi sebesar Rp 31. Atas berbagai aktifitas dan pencapaian tersebut.” Saat ini. membuat nilai Asset Under Management (AUM) Mandiri Manajemen Investasi meningkat cukup signifikan selama tahun 2006. Best Domestic Bond House dan #3 Best Local Broker dari Asiamoney serta Anggota Bursa Teraktif untuk perdagangan SUN selama tahun 2006 dari Bursa Efek Surabaya Sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha untuk menjadi penyedia jasa keuangan terkemuka.34 triliun dengan pangsa pasar 33%. Mandiri Sekuritas berada pada posisi ke 4 diantara broker lokal anggota Bursa Efek Jakarta dengan pangsa pasar sebesar 4.769 3.57 triliun selama tahun 2006. Nilai tersebut menempatkan Mandiri Manajemen Investasi pada posisi ke 7 dari 94 manajer investasi yang terdaftar di Bapepam-LK.221 1. Mandiri Sekuritas juga telah membuka beberapa kantor cabang yang biasa disebut dengan “Mandiri Investment Gallery.252 1. Sebagai anggota Bursa Efek Jakarta.92 triliun atau naik sebesar 822% dibandingkan posisi Januari yang sebesar Rp 317 miliar. Mandiri Sekuritas berhasil memperoleh pengakuan secara luas atas prestasinya yang ditandai dengan keberhasilannya memperoleh sejumlah penghargaan baik dari dalam maupun luar negeri. Sampai akhir Desember nilai AUM tercatat sebesar Rp 2. 78 strategic business unit • corporate banking .923 Des 2.6%.717 559 295 316 317 (miliar Rp) nilai aum mandiri manajemen investasi 2006 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sept Okt Nov Mulai pulihnya kepercayaan masyarakat terhadap produk reksa dana seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi secara umum.(broker) dalam transaksi di pasar sekunder. Nilai tersebut menempatkan Mandiri Sekuritas pada posisi pertama diantara perusahan efek anggota Bursa Efek Surabaya lainnya dalam hal perdagangan obligasi. Hal tersebut dapat terwujud tidak hanya berkat basis klien yang luas yang mencakup baik investor institusi maupun ritel. Dengan total nilai transaksi sebesar Rp 19. Mandiri Sekuritas juga merupakan salah satu perusahaan efek yang memelopori era perdagangan jarak jauh (remote trading) yang telah dimulai sejak tahun 2003. Investment Management Unit usaha Investment Management yang saat ini telah menjadi perusahaan yang berdiri sendiri dengan nama PT Mandiri Manajemen Investasi aktif melakukan kegiatan pengelolaan investasi baik dalam bentuk reksa dana maupun pengelolaan investasi yang bersifat discretionary serta jasa investment advisory. Mandiri Sekuritas tercatat sebagai salah satu anggota Bursa Efek Surabaya teraktif dalam perdagangan obligasi baik obligasi pemerintah maupun obligasi korporasi.

Untuk informasi lebih jauh. Sole Bookrunner & Placement Agent December 2006 strategic business unit • corporate banking 79 . Mandiri Sekuritas juga berencana untuk membuka beberapa kantor cabang baru di berbagai lokasi serta melanjutkan kerjasama dengan Wealth Management Group.00 billion IDR 1.00 billion Joint Lead Underwriter June 2006 Most Active SSX member for Government Bond Trading Sole Arranger & Placement Agent December 2006 #3 best Local Broker PT jasa marga (Persero) PT Bank tabungan negara (persero) Placement of Jasa Marga Shares in Citra Marga Nusaphala Persada Bonds IDR 480.00 billion IDR 575.00 trillion Joint Lead Underwriter September 2006 Kedepannya.co. silahkan menghubungi Corporate Secretary Mandiri Sekuritas pada alamat e-mail: corsec@ mandirisek. seperti saham. obligasi dan reksa dana.Penghargaan yang diperoleh dalam 2006 majalah/institusi penghargaan beberapa transaksi yang diselesaikan selama 2006 Best Investment Bank in Indonesia PT PP (Persero) PT astra sedaya finance Best Domestic Bond House in Indonesia MTN Bonds IDR 100. Bank Mandiri khususnya dalam layanan priority banking di seluruh Indonesia guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk investasi pasar modal.id.

strategic business unit commercial banking 80 strategic business unit • commercial banking .

zulkifli zaini • Direktur .’ ‘loan monitoring system.’ memperkuat ‘trade checking.’ serta penerapan proses keputusan kredit melalui sistem Komite Kredit. marketing & monitoring kredit menjadi pendekatan ‘targeted customer.Kami menyempurnakan proses sales.

355 miliar Rp 28. konstruksi dan telekomunikasi melalui pengembangan strategi aliansi (value chain financing).259 miliar Rp 12.840 miliar Rp 24.strategic business unit commercial banking Kami juga telah mengembangkan beberapa skema pembiayaan yang terutama kami fokuskan pada pemanfaatan bisnis di sektor agrobisnis. akhir tahun 2006 Volume Bisnis Volume Pinjaman Volume Simpanan • Giro • Deposito Pendapatan Fee Pendapatan Bunga bersih Pendapatan Operasional Profitability Rp 52.957 triliun 850 16% 8% 3% 11% 2% 4% Kontribusi Laba # Nasabah CMS Spread YoL–Rp YoL–Valas CoF–Rp Giro Deposito CoF–Fx Giro Deposit0 82 strategic business unit • commercial banking .484 miliar Rp 16.048 miliar Rp 1.225 miliar Rp 128 miliar Rp 2.111 miliar Rp 2.

Integrity.957 triliun atau naik 56. Pada periode yang sama juga terdapat pelunasan kredit sebesar Rp 2.688.977. Pertumbuhan dana yang cukup baik selama tahun ini juga diikuti dengan perbaikan struktur dana (funding mix) secara signifikan. terdapat 323 nasabah CMS baru sehingga pada akhir tahun 2006 ada sebanyak 850 nasabah yang telah menggunakan CMS Mandiri.3% dari total pendapatan operasional Bank Mandiri (diluar biaya PPAP). Selain itu.753.3 miliar atau tumbuh 4.9 miliar. yaitu: 1. meningkatkan pengetahuan dan kemampuan sales force kami. Dana giro meningkat sebesar 30.504.Tahun 2006.9% dibanding tahun sebelumnya. kami juga telah mengembangkan beberapa skema pembiayaan yang terutama kami fokuskan pada pemanfaatan bisnis di sektor agrobisnis. Customer Focus. marketing & monitoring kredit melalui pendekatan targeted customer. Adapun kontribusi laba yang dapat dibukukan segmen komersial mencapai Rp 1. strategic business unit • commercial banking 83 . Pencapaian Saat ini kami memiliki 17 Commercial Banking Center (CBC) yang tersebar di Jakarta dan sembilan kota besar lainnya. segmen komersial mampu membukukan pendapatan bunga bersih sebesar Rp 2.9% menjadi Rp 12.776. memperkuat trade checking. Surabaya. Dengan demikian kami berharap dapat memenangkan persaingan bisnis serta mengembangkan bisnis secara sehat dan berkesinambungan. Kinerja Di tahun 2006. dan Makasar. Disamping itu kami juga berupaya untuk mencapai pertumbuhan bisnis yang sehat melalui program aliansi secara aktif. Tentu hal ini juga harus diikuti dengan penerapan nilai-nilai budaya Bank Mandiri (Trust.0 miliar.8%. kami akan menata kembali sumber daya sesuai dengan tujuan strategis kami yang baru.9% dibanding tahun sebelumnya.484.1 miliar terdiri dari nasabah baru sebesar Rp 1.Pertumbuhan tersebut didukung oleh ekspansi kredit gross sebesar Rp 6.0 miliar.111.0 miliar atau 33. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap portfolio kami pada akhir tahun. pendapatan fee-based juga meningkat signifikan yaitu mencapai Rp 128 miliar atau mengalami kenaikan 72. Ditahun 2006. Loan Monitoring System. pelaksanaan workshop perkreditan. Kami akan senantiasa meningkatkan kapabilitas dan volume transaksi bisnis serta mengoptimalkan operasional end-to-end. konstruksi dan telekomunikasi melalui pengembangan strategi aliansi (value chain financing). Hal ini menunjukkan bahwa Bank Mandiri semakin berperan didalam pelayanan transaksi bisnis pada segmen ini.1% menjadi Rp 28. dalam rangka mendukung pengembangan bisnis. sejalan dengan kondisi sektor riil yang belum sepenuhnya membaik menyebabkan penurunan kolektibilitas kredit (non-performing loan) mencapai Rp 4. dan evaluasi terhadap manning pegawai dengan penempatan pegawai sesuai bidang keahliannya. 2. sasaran Kami telah menetapkan serangkaian inisiatif strategis sebagai pedoman bagi pengembangan Direktorat Commercial Banking untuk mencapai tujuan organisasi berbasis SBU yang baru. Sementara dana tumbuh sebesar 16. Tahun 2006. Dari perspektif organisasi. terdapat 323 nasabah baru CMS sehingga pada akhir tahun 2006 nasabah yang telah menggunakan CMS Mandiri sebanyak 850 nasabah. dimana enam diantaranya berada di luar pulau Jawa.1 miliar dan nasabah existing sebesar Rp 4. kami memperluas jaringan distribusi Commercial Banking dengan menambah 2 (dua) Commercial Floor di Batam dan Balikpapan serta membentuk 3 (tiga) Trade Servicing Center (TSC) di Jakarta. serta menetapkan fungsi pengelolaan nasabah secara tersendiri.9 miliar. Sejalan dengan meningkatnya volume bisnis di tahun 2006. Watch List.  Kami menyempurnakan proses sales.048. dan dengan demikian meningkatkan portfolio kredit secara keseluruhan. Disisi lain. beberapa inisiatif yang telah kami lakukan diantaranya melaksanakan pengembangan Cash Management System (CMS) Mandiri dan Customer Access untuk pelayanan trade services. Dari sisi pengelolaan portfolio kredit agar tetap memberikan hasil yang optimal dengan risiko yang dapat diminimalisir (risk acceptable) berbagai upaya telah kami lakukan. pengetatan proses disbursment dan administrasi kredit serta penerapan proses keputusan kredit melalui sistem Komite Kredit. Inisiatif ini telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pendapatan fee-based dan jumlah nasabah.7 miliar dengan total kontribusi laba operasional (diluar biaya PPAP) sebesar Rp 2. Selain itu. Dari sisi layanan. Excellence) secara konsisten. Pelaksanaan inisiatif strategis tersebut tentunya akan meningkatakan standar layanan kami dan produktifitas sumber daya manusia.259 miliar dan dana deposito juga meningkat sebesar 0.225 miliar.9% menjadi Rp 16.840. volume bisnis segmen Commercial mencapai Rp 52.  Penyempurnaan organisasi dan peningkatkan kualitas SDM melalui pelaksanaan competency assessment. Professionalism.

strategic business unit consumer finance 84 strategic business unit • consumer banking .

strategi suku bunga yang tepat dengan fokus pada produk yang menguntungkan dan mempertahankan posisi Brand yang kuat. omar sjawaldy anwar • Direktur .Perhatian utama kami adalah pada pemilihan target market yang cermat. serta dukungan komitmen dari jaringan cabang yang luas.

33 Triliun dengan jumlah debitur sebanyak 169. Untuk menangkap potensi yang ada telah dibentuk Direktorat Consumer Finance dengan fokus pada pengelolaan kredit perorangan. Beberapa inisiatif strategis yang telah dilaksanakan pada tahun 2006 untuk mendukung fokus baru tersebut adalah sebagai berikut: •  Mengembangkan produk kartu kredit berdasarkan segmen young adult dengan meluncurkan kartu kredit Everyday Card.61 triliun Rp 3. tersedianya tenaga Kontribusi Laba Spread YoL–Rp YoL–Valas 86 strategic business unit • consumer banking . •  Mengembangkan produk kredit perorangan melalui peluncuran produk dan fitur baru KPR Flexible.209 rekening sampai dengan 31 Desember 2006. KPR Top Up dan KPR Duo.293 miliar 872 ribu Rp 412 miliar 16% 4% KINERJA Sampai dengan 31 Desember 2006. Bank Mandiri telah menyalurkan kredit dengan baki debet sebesar Rp 11. •  Meningkatkan penetrasi produk kredit perorangan melalui implementasi program pemasaran yang agresif.3% dari posisi 31 Desember 2005. •  Mengembangkan fitur kartu kredit melalui peluncuran Power Buy di jaringan EDC. kartu kredit dan Bank Syariah Mandiri yang merupakan salah satu anak perusahaan Bank Mandiri. baik untuk jumlah pemegang kartu maupun outstanding balance. Dengan peningkatan ini Bank Mandiri menduduki peringkat ke-1 sebagai penerbit kartu kredit Visa dan peringkat ke-3 untuk volume penjualan (Member Ranking Report-Quarter December 2006.180 Rp 1. pencapaian Pada tahun 2006 terjadi perubahan struktur organisasi Bank Mandiri.strategic business unit consumer finance akhir tahun 2006 Volume Pinjaman • KPR Mandiri • Multiguna Mandiri # debitur # profesional sales Volume kartu kredit # kartu kredit Profitability Rp 11.67 triliun 169 ribu 1. Pangsa pasar Mandiri Visa meningkat menjadi 19%. Baki debet tersebut meningkat sebesar 11. Direktorat Consumer Finance membukukan pendapatan bunga bersih sebesar Rp 771 miliar dan memberikan kontribusi sebesar Rp 412 miliar. Visa International).33 triliun Rp 3.

telah dilakukan pengembangan produk kartu kredit dengan merk yang baru. peluncuran produk baru yang inovatif dan percepatan proses persetujuan kredit merupakan faktor-faktor yang mendukung peningkatan kinerja unit kerja di bawah kelolaan Direktorat Consumer Finance. KARTU KREDIT Jumlah kartu kredit yang telah diterbitkan berdasarkan posisi per akhir Desember 2006 adalah sebesar 872. PT Inco. Proses penjualan produk ini difokuskan kepada perusahaan yang telah menjadi nasabah Bank Mandiri.67 Triliun per 31 Desember 2006. Selain itu.4% dari 31 Desember 2005. telah dilakukan pula program Member Get Member dan Add On untuk para pemegang kartu Mandiri Visa. dimana baki debet penggunaan kartu kredit pada tahun 2006 tercatat sebesar Rp 1.5%. Consumer Loan didukung lebih dari 1.96%. tingkat kepuasan pelanggan pada tahun 2006 meningkat dibandingkan tahun 2005 yaitu dari 85% menjadi 88. cara mudah isi pulsa/prepaid telco melalui SMS. pada tahun 2006 Bank Mandiri memperoleh penghargaan sebagai Bank BUMN dengan Strategi Suku Bunga yang Inovatif dari Majalah Property & Bank.46% dibandingkan dengan tahun 2005.61 Triliun dan Multiguna Mandiri sebesar Rp 3. Pengembangan fitur-fitur baru. Kantor Cabang Bank Mandiri dan Aliansi Strategis dengan nasabah potensial Bank Mandiri. Program Top Up.180 tenaga penjualan yang membantu memasarkan produkproduk kredit konsumtif. seperti Power Buy.6%.200 merchant partner dan kerjasama transaksi dengan lebih dari 11 bill payment partner secara reguler serta melaksanakan lebih dari 800 kegiatan program promosi yang bertujuan untuk meningkatkan transaksi penggunaan kartu dan loyalitas pemegang kartu. berdampak pada usaha pertumbuhan kredit. serta penerbitan affinity card dengan institusi pendidikan dan secondline embossing card dengan beberapa perusahaan.293 triliun menurun sebesar 5. Selama tahun 2006 telah diluncurkan beberapa produk dan fitur baru antara lain KPR Flexible. Namun demikian kartu kredit tetap mampu menghasilkan laba bersih yang positif bagi Bank Mandiri. program dana tunai dengan bunga 1. Seluruh manfaat dari kombinasi yang diberikan tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan penjualan dan frekuensi penggunaan kartu yang pada akhirnya memberikan kontribusi pada portofolio Kartu Kredit Bank Mandiri.Kami bekerjasama dengan lebih dari 245 proyek perumahan dari pengembang-pengembang di seluruh Indonesia. Program Discount 50% untuk pemegang kartu Everyday dan Titanium Card. Program Mandiri Siswa Sejahtera bekerjasama dengan AXA Mandiri menawarkan program EduPlan kombinasi dengan Unit Links. Telemarketing. seperti PT Samudra Indonesia. Power Cash. Bank Mandiri telah bekerjasama dengan lebih dari 630 perusahaan dalam menyalurkan produk ini. Dengan adanya pengembangan dalam proses pelayanan. maka sesuai hasil survei CSI (Customer Satisfaction Index) yang dilaksanakan oleh sebuah lembaga survei independen. •  Meningkatkan penyaluran kredit perorangan. Untuk mempercepat pertumbuhan jumlah kartu kredit.480 kartu atau meningkat sebesar 15. KPR Top Up dan programprogram pemasaran yang bekerjasama dengan pengembang mitra Bank Mandiri. melalui penyederhanaan dokumen dan proses persetujuan kredit. Berbagai penghargaan telah diperoleh Bank Mandiri atas program-program pemasaran dan loyalitas yang dilakukan selama tahun 2006 antara lain: Outstanding Achiever-Large Issuer dari strategic business unit • consumer banking 87 . Produk ini adalah produk kredit perorangan yang diberikan kepada karyawan perusahaan yang telah menyalurkan pembayaran gaji melalui jasa payroll Bank Mandiri. Bank Mandiri bekerjasama dengan MasterCard World Wide meluncurkan Everyday Card dan Titanium Card untuk memperluas pasar di young adult dan upper segment. KPR Duo. Dalam tahun 2006. Selain itu produk Mitrakarya Mandiri mengalami pertumbuhan baki debet yang sangat pesat sebesar 81. program belanja cicilan dengan bunga 0%. Bank Mandiri menawarkan manfaat terbaik untuk nasabah kartu kredit dengan mengembangkan berbagai kombinasi fitur dan program yang inovatif sesuai dengan kebutuhan segmen pasar yang dituju. Selanjutnya baki debet KPR Mandiri juga tumbuh cukup baik sebesar 18. Consumer Loan didukung oleh 13 Consumer Loan Processing Center dan 41 Consumer Loan Processing Outlet yang tersebar di seluruh Indonesia dengan menggunakan sistem komputerisasi yang on-line. dan PT Pertamina.9% dari posisi 31 Desember 2005. Faktor makro ekonomi serta peningkatan pembayaran karena adanya peraturan baru mengenai kewajiban minimal pembayaran menjadi 10%. Sepanjang tahun 2006 telah dilakukan kerjasama program penggunaan kartu dengan lebih dari 1. Guna memproses aplikasi dari nasabah. Pemasaran kartu kredit dilakukan melalui saluran pemasaran utama yaitu Direct Sales. Kami juga bekerjasama dengan lebih dari 245 proyek perumahan dari pengembang-pengembang di seluruh Indonesia. Branch Sales Contest dan penjualan silang kepada nasabah dana dan pinjaman Bank Mandiri dengan pembebasan iuran tahunan. penjualan yang handal di setiap titik penjualan dan penjualan silang yang agresif terhadap nasabah potensial Bank Mandiri. PT Indo Pasific. KREDIT PERORANGAN Besarnya kredit perorangan masih didominasi oleh produk KPR Mandiri dengan baki debet Rp 3.

Selain mengembangkan program loyalitas melalui penambahan fitur Power Mileage.Kami meningkatkan penetrasi produk melalui implementasi tele sales yang agresif dan tersedianya tenaga penjual yang handal di setiap titik penjualan guna meningkatkan pangsa pasar. memperkuat keberadaan pelayanan Bank Mandiri di setiap titik penjualan. SASARAN Di tahun mendatang. Direktorat Consumer Finance akan melanjutkan penajaman dalam penawaran dan pemasaran produk pada segmen yang menguntungkan. strategi suku bunga yang tepat dan fokus pada produk yang menguntungkan. namun dengan pemilihan target market yang cermat. 88 strategic business unit • consumer banking . menerbitkan produk kartu kredit baru untuk segmen-segmen yang belum digarap secara optimal seperti corporate card. mengimplementasikan Euro Mastercard Visa (EMV) dan teknologi contactless. kapabilitas sumber daya manusia dan kapasitas infrastruktur pendukung akan mampu meningkatkan pertumbuhan kredit konsumtif dan memberi kontribusi positif terhadap kinerja bank secara keseluruhan. serta didukung komitmen cabang. Visa International. The Best Credit Card in Pricing dan the Third Winner of the Best Credit Card in Marketing Communication dari Swasembada dan Synovate serta Indonesian Bank Loyalty Champion dari MarkPlus Insight dan Info Bank. termasuk di dalamnya mengembangkan travel & entertainment reporting dan co-branding dengan institusi yang memiliki akses terhadap segmen yang dituju. Masuknya institusi keuangan asing ke dalam segmen kredit konsumtif mengakibatkan persaingan meningkat secara signifikan. penjualan silang produk-produk kepada nasabah Bank Mandiri. memperkuat efektifitas dan produktifitas dari jaringan sales dan pemasaran sehingga lebih efisien.

perdagangan retail dan perumahan. • Indonesian Bank Loyalty Award (IBLA). dan jasa-jasa. Juli 2006.08 triliun pada tahun 2006. Dana pihak ketiga berjumlah sebesar Rp 8. trade service and financing. kecil dan menengah). Pangsa pasar BSM di industri perbankan syariah Indonesia mencapai 35. BSM juga menawarkan produk-produk jasa yang lengkap. dan giro.661 ATM dalam jaringan ATM milik Bank Mandiri dan 10. antara lain: Golden Award dari Majalah Infobank. BSM menghasilkan pendapatan operasional Rp 1. •  Selama lima tahun berturut-turut berhasil mempertahankan predikat Sangat Bagus.22 triliun atau merupakan 4% dari jumlah dana pihak ketiga Bank Mandiri. Nasabah dapat memanfaatkan jaringan ATM milik Bank Syariah Mandiri yang terdiri dari 53 ATM serta dapat mengakses ke 2. pembayaran pajak on-line. May 2006: The Best of Indonesian Bank Loyalty Champion: Category Sharia Banking. Pada akhir tahun 2006. transfer valas. 36. BSM mulai beroperasi sejak 1 November 1999. pertanian.76%. Jaringan pelayanan dilakukan melalui 212 outlet kantor Bank Syariah Mandiri di 24 propinsi di Indonesia.20% dari segi pembiayaan. BSM merupakan bank syariah dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia.000 nasabah perorangan dan perusahaan telah memanfaatkan fasilitas pembiayaan dari BSM. Sepanjang tahun 2006. penghargaan dan pengakuan pun telah diraih Bank Syariah Mandiri. industri.40 triliun yang merupakan 6. Dengan demikian di tahun 2006. antara lain: sentra bayar (payment point). strategic business unit • consumer banking 89 .bank syariah mandiri PT Bank Syariah Mandiri (BSM) adalah salah satu dari tiga bank umum syariah dan 20 Unit Usaha Syariah di Indonesia yang menawarkan produk pembiayaan dan simpanan berdasarkan prinsip syariah.97% dari segi aset. Produk pembiayaan mencakup beberapa sektor termasuk sektor perdagangan grosir. BSM memiliki beragam produk pendanaan. produk pembiayaan. deposito.903 ATM MEPS (Malaysian Electronic Payment System). disamping 2. sedangkan atas dasar pendanaan mencapai 39. modal kerja dan pembiayaan perorangan serta pembiayaan UMKM (usaha mikro. dan RTGS. lebih dari 32. Produk pembiayaan ini meliputi pembiayaan investasi. kami memiliki lebih dari 728. total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp 7.3% dari jumlah portofolio kredit konsolidasi Bank Mandiri. sarana dan prasarana umum termasuk telekomunikasi. serta tabungan pendidikan dan tabungan haji. Pada akhir tahun 2006. Produk pendanaan Bank Syariah Mandiri antara lain berupa tabungan.388 ATM dalam jaringan ATM Bersama. Per 31 Desember 2006.000 nasabah perorangan dan perusahaan yang mempunyai rekening pendanaan. intercity clearing.

strategic business unit micro & retail banking 90 strategic business unit • micro & retail banking .

sadikin • Direktur . dan stabil) dan menyalurkan pinjaman produktif bagi wirausahawan Mikro & Kecil melalui 924 cabang dan 200 unit Mikro di seluruh Indonesia. murah.Fokus utama kami ialah menciptakan struktur pendanaan yang kokoh (besar. budi g.

94 triliun tumbuh sebesar 12% dibandingkan tahun lalu. Pengembangan jaringan cabang diikuti pula dengan penambahan jumlah ATM menjadi 2.75 juta kartu. 17. Sementara itu.26 triliun Rp 7. ekspansi jaringan cabang senantiasa dilakukan dengan penambahan 17 kantor baru di tahun 2006 sehingga jumlah cabang mencapai 924 outlet untuk melayani nasabah reguler.02 triliun Rp 55. dimana dana Giro dan Tabungan tumbuh sebesar 9. jasa dan industri rumah tangga.28 triliun.800 unit. Bank Mandiri fokus pada pertumbuhan dana murah.714 ATM. Dibidang bisnis ritel. 2 Cash Deposit Machine (CDM).92 triliun Rp 57.60 triliun atau tumbuh 9. melampaui transaksi cabang yang sebesar 8 juta transaksi per bulan.51 triliun 126 ribu 5. sedangkan untuk nasabah segmen mass affluent dan affluent dilayani melalui 25 outlet prioritas dan 17 priority lounge yang tersebar di 17 kota besar di Indonesia.strategic business unit micro & retail banking akhir tahun 2006 Volume Pinjaman • Pinjaman Usaha Kecil • Pinjaman Mikro Volume Simpanan • Giro • Tabungan • Deposito Kontribusi Laba Jumlah Nasabah pinjaman Kecil & Mikro Jumlah pemegang ATM Rp 9. Seiring dengan peningkatan jumlah kartu diikuti pula dengan peningkatan jumlah transaksi e-channel menjadi 26 juta transaksi per bulan atau meningkat 33% dari tahun lalu.96 triliun Rp 8.7% dibanding posisi tahun lalu yang terdiri dari pinjaman sebesar Rp 7.7% sehingga memperbaiki rasio dana murah menjadi 53% terhadap total dana masyarakat diikuti dengan peningkatan jumlah kartu ATM mandiri yang beredar sebesar 29.94 triliun Rp 120. 92 strategic business unit • micro & retail banking . Dari jumlah tersebut 69% portofolio kredit disalurkan ke sektor perdagangan dan selebihnya disalurkan ke sektor perkebunan. Volume Usaha Mikro mencapai 1.8% dibandingkan dengan tahun 2005 menjadi 5.3% dan 28. Seiring dengan perkembangan bisnis.75 juta Kinerja Pada akhir tahun 2006 Direktorat Micro & Retail Banking telah membiayai 126.02 triliun Rp 1.362 merchant EDC dan kerjasama dengan ATM Bersama dan ATM Link untuk memperluas jangkauan pelayanan menjadi 13.541 wirausahawan kecil dan mikro dengan Volume Usaha Kecil mencapai Rp 8.32 triliun dan simpanan sebesar 1.32 triliun Rp 1.

Bank Mandiri telah berhasil mengalihkan sebagian besar transaksi di cabang yang berbiaya transaksi tinggi ke e-channel yang memiliki biaya transaksi lebih murah seperti melalui ATM. Strategi hybrid ini diharapkan mampu menggerakkan bisnis mikro sehingga portofolio kredit yang disalurkan melalui BPR maupun unit mikro meningkat. PLN. Skim Pelayanan Pembiayaan Pertanian (SP3). Perbaikan kualitas pelayanan yang secara konsisten terus dilakukan.000 petani. Telkom. Kredit Ketahanan Pangan (KKP). Call Center Award 2006 oleh Center for Customer Satisfaction and Loyalty (CCSL). Retail banking Pertumbuhan dana tabungan didorong melalui program-program terintegrasi. Beberapa award lain yang telah dicapai antara lain The Best Online Banking di Indonesia versi majalah PC Magazine. (2) Nilai Plafond Awal Linkage Program Terbesar.200 SPBU merupakan wujud realisasi komitmen Bank Mandiri kepada usaha kecil yang bergerak disektor ini. Peningkatan produktivitas dilakukan melalui pengalihan transaksi ke channel yang lebih murah.001 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) atau lebih dari 30% dari total BPR di Indonesia telah bekerjasama melalui linkage program dengan Bank Mandiri melalui pola executing dan chanelling. Rantai bisnis dalam distribusi bahan bakar minyak Pertamina mempunyai volume bisnis yang besar dan akan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya. Top 3 Indonesian Bank Loyalty Index untuk tabungan oleh Mark Plus Insight. Khusus kredit dengan Pola Inti Plasma telah dilakukan penandatanganan dengan Menteri Keuangan di Bulan Desember 2006 dimana Bank Mandiri ditunjuk sebagai Bank pelaksana penyaluran Kredit Pengembangan Energi Nabati-Revitalisasi Perkebunan (KPEN-RP). Program promosi dilakukan secara berkesinambungan untuk menjaga awareness nasabah dan masyarakat untuk tetap mempercayakan dananya kepada Bank Mandiri. antara lain melalui pengembangan layanan secara end-to-end nasabah korporat dan BUMN yang memiliki perputaran dana dan jumlah pelanggan besar seperti Indosat. kemudahan pelayanan rekening dan kemudahan akses produk-produk perbankan. Pertumbuhan volume bisnis diiringi pula dengan perbaikan kualitas layanan nasabah. Program Mandiri Fiesta merupakan wujud penghargaan terhadap nasabah yang menyimpan dananya di Bank Mandiri yang dilaksanakan secara nasional. Upaya perbaikan kualitas layanan secara berkesinambungan terus dilakukan dan hal ini ditunjukkan dengan diraihnya sertifikasi ISO 9001: 2000 untuk Call Center. Internet Banking. sementara itu untuk menyesuaikan dengan karakter dan kultur berbagai daerah di Indonesia dilaksanakan pula program promosi yang spesifik di setiap daerah. Pertamina. SMS Banking dan Call Center. menempatkan Bank Mandiri sebagai peringkat ke-2 dalam service excellence periode tahun 2006 berdasarkan hasil survey MRI dan majalah Infobank yang dipublikasikan pada awal bulan April 2007. merupakan Bank BUMN yang memiliki kualitas layanan terbaik ditahun 2005. KUMK-Surat Utang Pemerintah (SUP-005). Modul Penerimaan Negara Departemen Keuangan dan beberapa kerjasama pembayaran tagihan dengan PT Kereta Api Indonesia. Sebagai contoh. Sektor migas juga menjadi salah satu fokus dalam pengembangan kredit usaha kecil. kredit dengan pola inti plasma dan kredit program antara lain Kredit kepada Koperasi Primer untuk Anggotanya (KKPA). Dengan keberhasilan ini maka Bank Indonesia memberikan 4 (empat) penghargaan “Kriya Pranala Award“ yang mencakup kategori: (1) Jumlah BPR Linkage Terbanyak. Sulawesi Utara. Pertumbuhan tabungan didukung pula melalui program penetrasi di area bisnis utama di Jakarta seperti Pasar Tanah Abang dan Mangga Dua dan akan dikembangkan di 7 kota besar lainnya di Indonesia.Guna mendukung program tersebut saat ini telah diluncurkan tabungan bisnis yang fiturnya disesuaikan dengan kebutuhan nasabah wirasusahawan dan pedagang serta dilakukan penambahan 10 fitur e-channel yang memberikan kemudahan pembayaran. Sebanyak 1.268 hektar dengan alokasi kredit sebesar Rp 11 triliun yang akan disalurkan kepada 160.Bank Mandiri siap membiayai perkebunan kelapa sawit rakyat seluas 321. Bank Mandiri telah menjalin kerjasama dengan Pertamina yang mencakup pembiayaan dan penyediaan layanan perbankan yang umum maupun spesifik antara lain Host to Host untuk pembayaran Pertamina dan Cash Management System. modal kerja usaha dan talangan pembayaran delivery order kepada Pertamina. Pencapaian Mikro & Small Business Total kredit perkebunan Bank Mandiri pada tahun 2006 telah mencapai 36% dari total kredit perkebunan nasional. Pembiayaan kepada 393 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Utama (SPBU) dari total 3. Layanan payroll untuk nasabah korporat dan commercial juga dikembangkan sebagai salah satu solusi layanan kepada nasabah perusahaan. kredit investasi. Penyaluran kredit usaha kecil yang terkait dengan perkebunan diberikan dalam bentuk kredit modal kerja. Perusahaan Gas Negara dan Universitas Gajah Mada. dimana Bank Mandiri dinobatkan sebagai “Top 3 in Banking Service Excellence” oleh majalah Infobank bersama dengan lembaga riset independen MRI. Peningkatan produktivitas didukung pula dengan penambahan dan relokasi jaringan ATM dari area yang kurang menguntungkan ke area-area yang memiliki potensi transaksi tinggi. strategic business unit • micro & retail banking 93 . Maksimal pembiayaan yang diberikan sebesar Rp 2 miliar yang ditujukan untuk investasi pembangunan maupun peremajaan SPBU. Dalam melakukan ekspansi di segmen mikro. Bank Mandiri menerapkan strategi hybrid melalui BPR Linkage Program dan pengembangan jaringan Micro Business Unit (MBU) yang saat ini berjumlah 200 MBU. NTT. (3) Total Baki Debet Linkage Terbesar dan (4) Cakupan Wilayah BPR Linkage Terluas yang tersebar di 24 Propinsi dan menjangkau wilayah terjauh seperti Aceh.

maupun pengembangan paket kredit untuk segmen spesifik.000 pengecer di seluruh Indonesia yang membutuhkan bantuan permodalan. gas card.75 triliun per tahunnya. pemanfaatan areal SPBU dan kredit untuk dealer/distributor dispenser SPBU. Sasaran Untuk melanjutkan apa yang telah kami lakukan pada tahun 2006.268 hektar dengan alokasi kredit sebesar Rp 11 triliun yang akan disalurkan kepada 160.000 orang TKI per tahun yang membutuhkan pembiayaan lebih dari Rp 3. pembiayaan koperasi. 94 strategic business unit • micro & retail banking . meliputi transaksi ATM. Sebagai contoh saat ini terdapat lebih dari 17. pembiayaan peremajaan dispenser.Jumlah transaksi e-channel. Pembukaan unit mikro dilakukan secara agresif dengan memanfaatkan infrastruktur kantor cabang Bank Mandiri yang sudah ada maupun outlet tersendiri dengan rencana penambahan 100 Micro Business Unit (MBU). Internet Banking. Penajaman segmentasi nasabah dilakukan melalui program mitra binaan.000 pangkalan dan 80. agen minyak tanah. Untuk selanjutnya kerjasama dengan perusahaan yang bergerak di sektor migas akan terus ditingkatkan dalam bentuk kredit modal kerja.000 petani secara bertahap sesuai kebutuhan penanaman dan pemeliharaan tanaman melalui program KPEN-RP (Kredit Pengembangan Energi Nabati dan Revitalisasi Perkebunan). renovasi layout. Bank Mandiri terus menambah jaringan Micro Business Unit (MBU) di sentra-sentra yang memiliki potensi bisnis mikro. Pembiayaan kredit kepada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) merupakan salah satu fokus utama pembiayaan di tahun mendatang khususnya di 5 negara tujuan utama. program take over. melampaui transaksi cabang yang sebesar 8 juta transaksi per bulan. kredit investasi. agen elpiji. Diperkirakan jumlah pemberangkatan TKI akan mencapai 750. SMS Banking dan Call Center mencapai 26 juta transaksi per bulan. Untuk mendekatkan diri kepada nasabah. Bank mandiri akan mengalokasikan pembiayaan kepada para TKI yang disalurkan melalui perusahaan Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS). Bank Mandiri siap membiayai perkebunan kelapa sawit rakyat seluas 321.

Melalui layanan ini. AXA Mandiri telah meluncurkan satu lagi yang disebut sebagai Mobile Financial Advisor. AXA Mandiri terus berupaya mengembangkan aktivitas usahanya dengan memanfaatkan sumber-sumber daya yang ada di Bank Mandiri. Sementara itu. Dengan menempatkan lebih dari 800 Financial Advisor. seperti satu.88% dari seluruh perusahaan asuransi jiwa di Indonesia yang memiliki produk unit-linked. dana pendidikan ataupun dana multi-guna. Ini merupakan suatu prestasi yang membanggakan. AXA Mandiri juga memiliki produk asuransi tradisional Mandiri Jiwa Sejahtera yang memberikan proteksi tinggi dan variasi dalam memilih periode asuransi. kami menawarkan tiga jenis produk unit-linked.PT AXA Mandiri Financial Services PT AXA Mandiri Financial Services (AMFS) merupakan perusahaan patungan milik PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (49%) dan AXA (51%) yang beroperasi sejak Desember 2003. Sementara untuk bisnis grup. AXA Mandiri telah berhasil memperoleh pendapatan premi sebesar Rp 827 miliar. Financial Advisor AXA Mandiri merupakan sales force yang paling produktif di Indonesia. AXA Mandiri memiliki peluang untuk melayani 70% calon nasabah yang sudah jarang bertransaksi langsung di Bank karena kemajuan ebanking (ATM. Saat ini. Internet Banking. Produk unit-linked tersebut memiliki beragam pilihan yang fleksibel dengan tingkat keuntungan yang relatif tinggi untuk memenuhi beragam kebutuhan. dan hingga akhir 2006 telah ada di lebih dari 650 cabang Bank Mandiri yang tersebar di sepuluh wilayah. AXA Mandiri juga berencana mengembangkan produkproduk sesuai dengan kebutuhan nasabah dengan meluncurkan produk Mandiri Rencana Sejahtera.000 selama tahun 2006. Untuk bisnis individu (ritel). dengan pendapatan bersih Rp 66 miliar. dengan rasio kecukupan modal (RBC/risk based capital) sebesar 1293%. Di masa mendatang. RBC yang dimiliki AXA Mandiri ini jauh melebihi ketentuan minimum dari Departemen Keuangan. Mandiri Investasi Sejahtera yang menyediakan kemudahan dalam melakukan kesempatan berinvestasi serta menambah atau menarik dana kapan saja yang ditambah dengan perlindungan asuransi jiwa. AXA Mandiri menawarkan layanan perencanaan keuangan dan manajemen kekayaan melalui produk-produk asuransi dan investasi yang memberikan nilai tambah kepada nasabah Bank Mandiri. AXA Mandiri juga menyediakan perlindungan asuransi bagi nasabah pemegang kartu kredit Mandiri Visa (Mandiri Protection) dan nasabah consumer loan Bank Mandiri. Disamping produk-produk unit-linked tersebut. AXA Mandiri juga menawarkan pilihan perlindungan tambahan yang dapat memperluas manfaat produk dasar tersebut. Mandiri Dana Sejahtera yang menyediakan kemudahan untuk menabung secara berkala serta menambah atau menarik dana kapan saja yang ditambah dengan perlindungan asuransi jiwa. karena tidak banyak perusahaan yang dapat melakukan hal ini. Berdasarkan data pendapatan premi baru individu dari produk unit-linked (unit-linked new business premium) kuartal III 2006 dari Dewan Asuransi Indonesia (DAI). AXA Mandiri menduduki posisi ke-2 dengan pangsa pasar sebesar 20. SMS Banking) yang dikembangkan oleh Bank Mandiri. RBC merupakan salah satu parameter yang menunjukkan apakah suatu perusahaan asuransi jiwa dalam kondisi yang sehat atau tidak. yaitu perlindungan kesehatan. perlindungan pembayaran premi dan perlindungan terhadap penyakit kritis (Prima Sejahtera). strategic business unit • micro & retail banking 95 . perlindungan kecelakaan. seperti tabungan hari tua. dengan jumlah total case lebih dari 67. asset AXA Mandiri per 31 Desember 2006 tercatat senilai Rp 1.7 triliun. yaitu 120%. Selama tahun 2006. lima atau sepuluh tahun. Selain itu. Selain Financial Advisor yang bertugas di cabang-cabang Bank Mandiri dan layanan Worksite Marketing yang melayani karyawan perusahaan-perusahaan yang merupakan nasabah dari Bank Mandiri. AXA Mandiri menawarkan kombinasi investasi dan asuransi (unit-linked). Mandiri Siswa Sejahtera menyediakan kemudahan menabung dalam mempersiapkan dana pendidikan anak.

strategic business unit treasury & international banking 96 strategic business unit • treasury & international BANKING .

trade finance dan funding sources terus dikembangkan agar Bank Mandiri dapat menyediakan solusi bagi semua kebutuhan nasabah dimana kami berusaha untuk menjadi pemain utama dalam jaringan transaksi internasional di Indonesia. Thomas arifin • Direktur . remittance.Layanan terpadu treasury. trade service.

2% meliputi kerjasama trade finance.13% dari ketentuan Bank Indonesia sebesar 11%.83% dan 3. risk sharing dan pembiayaan bilateral.73 miliar. kerjasama remittansi. sementara itu volume transaksi foreign exchange dengan nasabah interbank mencapai USD 42.6% namun dalam penyaluran transaksi impor kepada bank- 98 strategic business unit • treasury & international BANKING . Sementara itu. Bank Mandiri memaksimumkan jaringan kerjasama berbasis resiprokal dengan 1.strategic business unit treasury & international banking kinerja keuangan international banking & capital market services group untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2006 Jumlah Aktiva Produktif (saldo rata-rata) Dana Pihak Ketiga & Pinjaman yang Diterima (saldo rata-rata) Pendapatan Bunga Fee Based Income Kontribusi Laba Rp 913 miliar Rp 3. Kami juga berhasil mempertahankan prinsipprinsip kepatuhan terhadap peraturan Bank Indonesia mengenai Giro Wajib Minimum dan Posisi Devisa Netto sepanjang tahun 2006.75 miliar. Laba yang diperoleh dari transaksi foreign exchange ini mencapai Rp 337 miliar. realisasi Posisi Devisa Netto Neraca rata-rata tahunan sebesar 14.98% untuk Posisi Devisa Netto Keseluruhan. pangsa pasar penyaluran transaksi ekspor bank-bank koresponden meningkat sebesar 5.117 bank koresponden di 102 negara dan mengelola rekening nostro sebanyak 35 account sehingga menghasilkan peningkatan kerjasama bisnis sebesar 28. Perbankan Internasional: Pada tahun 2006. Total fee based income mencapai Rp 572 miliar yang melampaui pencapaian target tahun 2006. Realisasi Giro Wajib Minimum Rupiah rata-rata adalah 11.007 miliar Rp 402 miliar Rp 194 miliar Rp 454 miliar Kinerja Treasury: Volume transaksi foreign exchange dengan nasabah perusahaan dan individu di tahun 2006 mencapai USD 23. Dalam kegiatan trade services. Angka tersebut cukup rendah dibandingkan dengan ketentuan Bank Indonesia yaitu sebesar 20% dari modal bank.

d 4. Realisasi fee based income jasa kustodian dan wali amanat meningkat sebesar Rp 7. Pencapaian Treasury: Usaha keras kami sepanjang tahun akhirnya berbuah manis. Selanjutnya. Kegiatan jasa Export Bills Collection melalui KLN Cayman Islands mengalami peningkatan sebesar 43. Hasil survey kepada anggota bursa menyimpulkan layanan jasa payment Bank Mandiri memuaskan dengan score 3.869. calon dealer tersebut kami latih dengan etika.1 miliar di tahun 2005 menjadi Rp 2. kemampuan.596.8 triliun dan USD 100 juta.383. Selain itu berfungsi sebagai bank pembayar pada Bursa Efek Jakarta dan memberikan pembiayaan transaksi surat berharga. agen pembayaran dan security agent.3 miliar atau 22. kami telah memperkokoh peran dan kapabilitas jasa kustodian melalui penambahan produk securities lending & borrowing.9% dari Rp 1. kami telah memiliki sebuah dealing room Treasury terbaik di Jakarta. strategic business unit • treasury & international BANKING 99 . Ini adalah anugerah kedua setelah pada tahun 2005 kami mendapat penghargaan serupa yaitu The Best FX Provider for Interbank Customers. Rata-rata harian pemberian fasilitas intraday melonjak sebesar 88.5 miliar di tahun 2006. bank koresponden mengalami penurunan sebesar 38.08 atau meningkat sebesar 18. Total portofolio surat berharga yang disimpan kustodian menjadi sebesar Rp 73. Penyediaan pembiayaan dan fasilitas payment bank meningkat dari 74 customer di tahun 2005 menjadi 78 customer di tahun 2006. Bank Mandiri Cabang Hong Kong telah menambah 1 (satu) kantor remittance baru untuk melayani rnasabah TKI di Hong Kong. dan pengetahuan yang diperlukan untuk dapat menjadi dealer yang terbaik dan kompeten. Fee based income yang diperoleh dari pelaksanaan transaksi dari jasa trade services termasuk penerbitan bank garansi atas dasar counter garansi dan remittansi meningkat sebesar 12. Keberhasilan ini merupakan hasil dari peningkatan kepuasan pelanggan yang tercermin dari hasil survei kepuasan pelanggan layanan jasa kustodian dan wali amanat menunjukan hasil rata-rata ‘Baik’ (skala 3 dari 4 skala yang ditetapkan). Asiamoney memberikan penghargaan sebagai The Best Domestic FX Provider for Corporate Customers di tahun 2006. Disamping itu Bank Mandiri juga telah mengembangkan sistem pelayanan terintegrasi berupa remittance dan tabungan oleh Tenaga Kerja Indonesia (TKI). jasa wali amanat. Jasa Pasar Modal: Dengan komitmen peningkatan layanan dan produk.4% sehingga fee based income remitansi TKI meningkat sebesar 25. Jasa Pasar Modal: Bank Mandiri menyediakan beragam jasa pasar modal yang meliputi jasa kustodian (umum. dengan memastikan calon yang terbaik yang dipilih.05 miliar di tahun 2005 menjadi Rp 119. dan menyediakan fasilitas intraday transaksi saham reguler. sub registry.117 bank koresponden di 102 negara dan mengelola rekening nostro sebanyak 35 account sehingga menghasilkan peningkatan kerjasama bisnis sebesar 28. Euroclear. escrow agent.3%.4 pada tahun 2006 dari skala 1 s. sedangkan portfolio jasa wali amanat sebesar Rp 9. Perbankan Internasional: Bank Mandiri telah merintis kerjasama pembiayaan jangka panjang dengan bank koresponden dalam mengantisipasi kebutuhan pendanaan untuk mendukung proyek nasabah korporasi antara lain melalui pemanfaatan Export Credit Agency (ECA) Guaranteed Supplier’s Credit maupun sumber pembiayaan pinjaman bilateral. dimana kustodian berperan sebagai intermediator bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dalam meningkatkan nilai tambah surat berharga yang disimpan di kustodian Bank Mandiri.884 juta dan USD 395. Dalam rangka meningkatkan transaksi remitansi internasional.Bank Mandiri memaksimumkan jaringan kerjasama berbasis resiprokal dengan 1.3 % dibanding tahun sebelumnya. forex line.2%.5%. Total volume remitansi internasional tahun 2006 meningkat 20. harga kompetitif dan network yang sangat mendukung. Surat Utang Negara (SUN) dan OTC dalam menunjang fungsi Bank Mandiri sebagai Bank Pembayaran (Payment Bank) di Bursa Efek Jakarta.0% dibandingkan tahun 2005. Volume remitansi internasional yang berasal dari TKI di tahun 2006 meningkat sebesar 56. prioritas kerjasama Bank Mandiri diarahkan pada peningkatan volume dan penghimpunan fee based income baik yang berasal dari TKI maupun Non-TKI.12 miliar pada tahun 2006.6% dari tahun 2005.5 % per Desember 2006. Kunci keberhasilan kami adalah pelayanan prima melalui kecepatan.9% dari Rp 63.7% dari tahun 2005. Kami juga melanjutkan proses rekrutmen dealer yang sangat selektif. Dalam kegiatan jasa remitansi. Pada bulan November 2006. konversi ADR/GDR. Pendapatan dari bisnis jasa pasar modal sebagai payment bank meningkat 130. reksadana). dengan mengirimkan mereka ke lembaga treasury perbankan terbaik manca negara.

Dengan otonomi yang lebih luas dan organisasi yang lebih sederhana. kerjasama training terus dikembangkan agar Bank Mandiri dapat menyediakan solusi bagi semua kebutuhan bank koresponden domestik. Selain itu penekanan pada product control dan manajemen risiko akan ditingkatkan guna menjaga akuntabilitas. Layanan terpadu treasury. trade services. trade finance.Kami mengambil inisiatif memasuki pasar produk derivatif. kami mengambil inisiatif memasuki pasar produk derivatif. melakukan ekspansi Regional Treasury Marketing (RTM) ke beberapa kota besar di Indonesia dan mengembangkan pangsa pasar konsumen. Penerapan model Strategic Business Unit (SBU) dalam Direktorat Treasury & International Banking meningkatkan keyakinan kami untuk dapat bergerak leluasa dalam mencapat target. remitansi. melakukan ekspansi Regional Treasury Marketing (RTM) ke beberapa kota besar di Indonesia. tahun 2007 Bank Mandiri sedang meluncurkan produk Mandiri Direct Settlement (MDS) yang diharapkan meningkatkan layanan remitansi USD antar Bank domestik disamping meningkatkan fee based income dari transaksi remitansi. sasaran Treasury: Kami akan mempertahankan bahkan meningkatkan kinerja di tahun 2007 dengan menekankan pada kepuasan nasabah. Dari sisi pengembangan produk. 100 strategic business unit • treasury & international BANKING . merekrut dan mengembangkan lebih banyak sumber daya yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja. Perbankan Internasional: Sasaran Bank Mandiri di tahun 2007 dan tahun berikutnya adalah meningkatkan customer focus sebagai upaya untuk menjadi main correspondent bagi bank koresponden dalam negeri. funding sources.

Kami juga melanjutkan proses roll out program standarisasi sistem operasional untuk meningkatkan integrasi transaksi antar Kantor Luar Negeri (KLN) maupun dengan jaringan kantor dalam negeri yang telah dimulai pada tahun 2004. Proses implementasi tersebut sudah dimulai dari Cabang Singapore dan secara bertahap akan diterapkan pada Kantor Luar Negeri lainnya dengan memperhatikan urgensi. serta pendirian Settlement Company untuk meningkatkan fee based income atas jasa internasional remittansi. kami sedang meningkatkan kapabilitas system kustodian melalui layanan on line custody kepada nasabah yang memungkinkan nasabah untuk mengakses rekening surat berharganya secara online. Sedangkan fasilitas intraday diperluas penggunaannya untuk pasar negosiasi (OTC) saham dan corporate bond sehingga meningkatkan cross selling dengan jasa kustodi Bank Mandiri. Penyediaan jasa pembiayaan dan pengembangan fasilitas pasar modal difokuskan pada pembiayaan jangka pendek (money market line dan kredit jangka pendek). Melalui CLS diharapkan akan diperoleh data yang lebih akurat secara real time dari seluruh unit bisnis pengguna limit serta memaksimalkan kapasitas monitoring utilitisasi limit untuk nasabah dan bank koresponden. Jasa Pasar Modal: Dalam rangka peningkatan pelayanan kepada nasabah dan efesiensi proses. Tujuan sistem baru tersebut adalah meningkatkan integrasi. strategic business unit • treasury & international BANKING 101 . monitoring utilisasi limit maupun analisa bisnis resiprokal. kebutuhan transaksi dan kompleksitas operasionalnya. Bank Mandiri akan meningkatkan status Representative Office Shanghai menjadi Kantor Operasional. Proses mengintegrasikan system-system yang dipergunakan oleh kustodian juga sedang dilakukan sehingga akan meningkatkan proses straight through dalam layanan operasional jasa kustodian. Penjajakan untuk membuka Representative Office di Timur Tengah.Kami akan menyelesaikan implementasi Central Liabilities System (CLS) guna meningkatkan kapabilitas monitoring exposure dengan bank koresponden. standarisasi dan keamanan layanan Kantor Luar Negeri menjadi sejajar dengan sistem operasi pelayanan perbankan internasional. Vietnam dan Malaysia disamping pengembangan Remittance Office/Kiosk di Hong Kong untuk pelayanan TKI diluar negeri merupakan bagian dari strategi pengembangan jaringan layanan luar negeri.

strategic business unit special asset management 102 strategic business unit • special asset management .

agar Bank Mandiri dapat berperan sebagai Anchor Bank. Kami melakukan pelatihan intensif terhadap sumber daya untuk menangani kredit bermasalah secara efektif dan efisien demi mendukung posisi Bank menjadi Dominant Multi-Specialist Bank riswinandi • Direktur strategic business unit • special asset management 103 . restrukturisasi dan penyelesaian kredit bermasalah berhasil diakselerasi sehingga mampu mencapai target penurunan Non Performing Loan (NPL) dan mengoptimalkan tingkat recovery.Selama 2006.

16 (4.05 miliar.85 miliar.56) 521.074. sehingga pada akhir tahun 2006 portofolio NPL dapat ditekan dari sebesar Rp 26.625. yaitu sebesar 25.10) (1.75) 18.649.475.366.16% debitur Consumer 11. Untuk menghadapi permasalahan tersebut.3% (gross) atau 15.060. Perbaikan NPL selama tahun 2006 merupakan hasil restrukturisasi dan collection sehingga terjadi perbaikan kolektibilitas dan pelunasan sebesar Rp 11.98 (1.40 Kinerja Tahun 2006 dimulai dengan tingginya kredit bermasalah yang dikelola Bank.21 (9.06% 104 strategic business unit • special asset management .12 (8.strategic business unit special asset management Kami secara intensif melakukan restrukturisasi dan penyelesaian NPL.92 miliar dan Rp 93.677 miliar.246.153.86% debitur Corporate.492.68 (521.13 592.221.59 2.312.751. credit recovery bank only Total Corporate Commercial *) (RP Miliar) Consumer Gross NPL Saldo 31 Desember 2005 Tambahan selama periode 2006 Upgrade & pelunasan Write-back Gross NPL sebelum hapus buku Hapus buku Saldo 31 Desember 2006 PPAP Saldo 31 Desember 2005 Hapus Buku PPAP selama periode 2006 Penagihan **) Lain-lain ***) Saldo 31 Desember 2006 Net NPL Saldo 31 Desember 2005 Pengurangan gross NPL Tambahan Provisi NPL Saldo 31 Desember 2006 Persentase Nett NPL Catatan: *) Commercial termasuk Small dan Micro **) Termasuk Write-back ***) Termasuk dampak dari perubahan nilai kurs 26.51 miliar pada tahun 2005 menjadi sebesar Rp 18.677.76) 10. Rp 1.313.92) 11. dimana Direktorat Special Asset Management mengelola lebih dari 80% portofolio NPL Bank Mandiri.43) 7.51 5.65 (3.40 11.336.408.751.023.853. Selama tahun 2006.677. yang terdiri dari 20.705.41 3. 71.3% (nett) dari total portfolio kredit. merupakan unit kerja yang terpisah dari unit kerja pemberi kredit.366.703.79 9.853.336. yang terdiri dari debitur Corporate.05) 841. Bank Mandiri telah melakukan hapusbuku terhadap debitur sebesar Rp 4.40 23.192.22 342.88 (93.75) 4.41 miliar. Commercial dan Consumer.85) 2.75 miliar.98% debitur Commercial dan 7. masing-masing sebesar Rp 9.35) 6. sehingga pada akhir tahun 2006 portofolio NPL dapat ditekan dari sebesar Rp 26.81 (4.96 (320.475.07 (11.82 miliar. Dalam menangani kredit bermasalah.751 miliar pada tahun 2005 menjadi sebesar Rp 18.475.084.41 16. dan khusus menangani Non Performing Loan (NPL) segmen Corporate dan Commercial.379.313.843.82) 2.46) 14. Bank Mandiri secara intensif melakukan restrukturisasi dan penyelesaian NPL.79 2.55 (933.725.69 16. Manajemen membentuk Direktorat Special Asset Management yang mulai efektif sejak bulan Mei 2006 dengan tujuan agar pelaksanaan restrukturisasi dan penyelesaian kredit bermasalah dapat dilaksanakan dengan lebih efisien dan terfokus.064. Sedangkan untuk NPL segmen Consumer dikelola oleh Consumer Collection Group yang berada dibawah Direktorat Risk Management.67 6. Direktorat Special Asset Management yang membawahi Credit Recovery I Group dan Credit Recovery II Group (setelah sebelumnya tergabung dalam Direktorat Treasury and International).

16%). misalnya Pupuk Iskandar Muda. dimana penyelesaiannya bersumber dari penjualan aktiva tetap/agunan kredit. dimana ditegaskan bahwa piutang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak termasuk dalam piutang negara dan penyelesaian piutang perusahaan negara tidak lagi melalui Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN). dimana baki debet per 31 Desember 2006 adalah sebesar Rp 7.46 triliun. Loan restructuring diterapkan bagi debitur yang masih memiliki prospek usaha yang baik. dan Anggaran Dasar Bank Mandiri. restrukturisasi atas 3 (tiga) perusahaan yang tergabung dalam Group “Riau Complex” telah ditandatangani dan efektif pada tanggal 19 Oktober 2006 dengan total fasilitas per 30 September 2006 sebesar USD 1. Restrukturisasi kredit diterapkan bagi debitur yang masih memiliki prospek usaha yang baik. Eterindo Group dan Apac Inti Corpora. penyelesaian NPL di Bank BUMN dapat dilakukan dengan menggunakan koridor hukum korporasi yang diatur dalam Undang-Undang Perseroan Perbatas (PT). namun mengalami kesulitan dalam pemenuhan kewajibannya. dan sejak itu debitur selalu memenuhi komitmennya dengan baik. namun kolektibilitasnya belum bisa ditingkatkan mengingat adanya faktor regulasi. Kewajiban untuk bulan Oktober. 33/2006 dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. sehingga diharapkan dapat dicapai “level playing field” yang sama dengan bank swasta atau asing lainnya. November dan Desember 2006 sesuai perjanjian di atas telah dipenuhi dengan baik dan tepat waktu.51 miliar (51. akan menjadi prioritas Bank Mandiri dengan penanganan difokuskan pada sisa Top 30 NPL Obligor Terbesar dan Debitur lain dengan kontribusi terbesar terhadap NPL yang masih dalam tahap restrukturisasi maupun penyelesaian. Rp 548.1% (Bank saja) dan collection kredit hapusbuku sebesar Rp 1. Sedangkan loan maintenance diterapkan bagi debitur pasca restrukturisasi yang masih memerlukan pengawasan dalam pemenuhan syarat restrukturisasi. yaitu Argo Pantes dan Raja Garuda Mas dengan ringkasan sebagai berikut: • Argo Pantes memiliki eksposur sebesar Rp 2. Sedangkan strategi utama penanganan debitur NPL difokuskan melalui tiga hal yaitu loan restructuring. PERKEMBANGAN TOP 30 NPL OBLIGOR TERBESAR DESEMBER 2005– DESEMBER 2006 1.072. Sasaran Target penurunan gross NPL menjadi dibawah 10 % atau nett dibawah 5% pada tahun 2007.15%) dan Consumer Rp 28. Pembayaran dan pelunasan dari beberapa obligor lainnya juga memberikan kontribusi dalam penurunan NPL disamping perbaikan kolektibilitas dari hasil restrukturisasi atas beberapa Obligor Top 30 lainnya. Dengan demikian. Selama tahun 2006 penanganan terhadap Top 30 NPL Obligor Terbesar telah menunjukkan kemajuan yang signifikan seperti dijabarkan dalam diagram. Penurunan NPL yang signifikan terutama terjadi setelah dicapai dan dilaksanakannya kesepakatan restrukturisasi kredit atas 2 obligor terbesar. dan loan maintenance.28 triliun dimana perjanjian restrukturisasi dan penyelesaian kreditnya telah ditandatangani pada tanggal 18 Oktober 2006. 87/2006 yang mengatur tentang Tata Cara Pengurusan dan Penghapusan Piutang Perusahaan Negara/Daerah yang merupakan revisi atas PP 14/2005 dan PMK 31/2005.97 miliar (46. Anugerah Inti Gema Nusa. Sedangkan collection dari debitur hapus buku sebesar Rp 1. telah terbit Peraturan Pemerintah (PP) No. mengalami penurunan signifikan bila dibandingkan dengan posisi Desember 2005 yang sebesar Rp 16. namun mengalami kesulitan dalam pemenuhan kewajibannya. Penurunan NPL pada tahun 2006. antara lain didorong oleh progress penanganan Top 30 NPL Obligor Terbesar.81 miliar (2. strategic business unit • special asset management 105 .112.29 miliar (atau mencapai 107. • Sedangkan Raja Garuda Mas. refinancing atau mencari investor strategis. exit policy.Pencapaian Keberhasilan pencapaian rasio nett NPL Bank Mandiri diakhir 2006 menjadi 6. diperoleh dari penagihan dan pelaksanaan lelang atas debitur segmen Corporate dan Commercial masingmasing sebesar Rp 494.330. Exit policy (penghapusbukuan) diterapkan bagi debitur yang sudah tidak memiliki prospek atau tidak mempunyai kemampuan pembayaran serta telah dilakukan berbagai upaya penyelamatan dan penagihan namun tidak berhasil.22% dari target) tidak terlepas dari kontribusi dan keberhasilan Direktorat Special Asset Management dalam menerapkan strateginya.032 Disamping itu.69%).072. Sesuai perjanjian tersebut sebagian kreditnya akan diselesaikan dari hasil penjualan property asset & non-core asset.93 juta).00 triliun. Undang-Undang Badan Usaha Milik Negara (BUMN).29 miliar.43 miliar (dimana porsi Bank Mandiri sebesar USD589.

produk & jasa Corporate Kredit Sindikasi Treasury Kredit Modal Kerja Kredit Investasi Jaminan Tunai Arranger Facility Agent Security Agent Escrow Agent Revolving Underwriting Facility Cash Transaction/Foreign Currency Trading Derivative transactions -  Foreign Exchange Transaction Service (Forward. Interest Rate Cap) Forex Line commercial Kredit Cash Management Services Trade Services Kredit Modal Kerja Kredit Investasi Jaminan Tunai Immediate Cash Mass Transaction System Cash Management System Cash Management Bank Services Cash Pooling Notional Pooling Ekspor Advising Pre-export Financing Forfaiting Bill Purchasing Bill Collection Impor LC/SKBDN (Issuance/UPAS) Trust Receipt Shipping Guarantee Customized Loan Bid Bond Advance Payment Bond Performance Bond Maintenance Bond Custom Bond Payment Bond Standby L/C Pembiayaan Kontraktor Pertambangan - KMK–Kontraktor Pertambangan - Kredit Investasi–Kontraktor Pertambangan - Fasilitas Impor–Kontraktor Pertambangan - Garansi Bank–Kontraktor Pertambangan Telekomunikasi - KMK–Telekomunikasi - Kredit Investasi–Telekomunikasi - Fasilitas Impor–Telekomunikasi - Garansi Bank–Telekomunikasi Kredit Modal Kerja Komoditas Kredit melalui/kepada perusahaan Multi Finance KMK dengan fasilitas e-Biz Card Mandiri Kredit Multi Guna Usaha Fasilitas Kredit kepada Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus Kredit Serbaguna Mikro (KSM) Pinjaman kepada BPR: - BPR Mitra Mandiri - BPR Proyek Kredit Mikro Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Kredit Usaha Mikro–Layak Tanpa Agunan Kredit Mikro Kredit Usaha Mikro (KUM): - KUM–Mandiri - KUM–Mapan - KUM–Prima 106 produk & jasa . Option) - Interest RateTransaction (Interest Rate Swap. Interest Rate Floor. Swap.

Today. Tomorrow for IDR/USD and major currencies Dual Currency Deposits Deposito Swap Forward Yen Jasa Lainnya Dedicated Personal bankers Upscale Premises Airport Executive Lounge Exclusive Loyalty Programs Airport Handling Services Flexible ATM limit Safe Deposit Box Travel Related Services Reksa Dana Reksa Dana Pasar Uang Reksa Dana Pendapatan Tetap Reksa Dana Campuran Reksa Dana Saham Reksa Dana Terproteksi Mandiri Transfer valas Mandiri Transfer Rp Real Time Gross Settlement Kliring Mandiri Bank Draft Mandiri Western Union Mandiri Collection Rp Mandiri Collection Fx Mandiri Bill Payment Mandiri Payroll Package Safe Deposit Box mandiri Mandiri Travellers Cheque Traveller Cheque Valas Bank Reference Penerimaan Setoran Pajak Authorized Money Changer Standing Instruction Kredit Consumer KPR Graha Mandiri Kredit Multiguna Mandiri Kredit Agunan Deposito Mandiri Kredit Mitrakarya Mandiri Kredit Bebas Agunan Mandiri KPM Kendara Mandiri produk & jasa 107 .Retail Simpanan Electronic Banking Merchant Acquiring Business Tabungan Giro Rupiah Giro Valas Mandiri Dolar Deposito Rupiah Deposito Valas Deposit on Call Tabungan Haji Tabungan Rencana Mandiri Tabungan Bisnis Tabungan TKI Tabungan Micro Tabungan Kapel Bancassurance Kartu Mandiri ATM Mandiri Call Mandiri SMS Banking Mandiri Internet Banking Mandiri mATM Electronic Data Capture (EDC) Transaksi Valuta Asing Mandiri Prioritas Mandiri Dana Sejahtera Mandiri Siswa Sejahtera Mandiri Investasi Sejahtera Mandiri Jiwa Sejahtera Perlindungan Tambahan (riders) Banknotes Sale/Purchase Currency Options Spot.

Securities Depository (KSEI) KMK Cash Collateral for Securities Company. Bonds & SBI Local Custody for ADR/GDR Mutual Funds Administration Sub Custody Euroclear Securities Lending & Borrowing Payment Agent Security Agent Escrow Agent Receiving Bank Counter Guarantee Stand by L/C International Remittance International Cheque Collection Mandiri Transfer Indonesia Vostro Account Interbank Risk Participation Financial Advisory Bank Reference Intra-day Facility Payment Bank for Indonesian Central. 108 produk & jasa .Treasury Foreign Exchange & Money Market Hedging Products Investment Products Placement & Borrowing SBI Auction & Repo Currency Spot Currency Forwaed. Option & Swap Interest Rate Forward & Swap Foreign Exchange Linked Deposit: - Deposito Dinamis Mandiri Single Range - Dual Currency Deposit Mandiri Interest Rate Linked Deposit Bonds: - Governement Bond - Corporate Bond - Bond Repo and Reverse Repo - Retail Bond International Trade Finance Trade Services Assets Products Export Usance Bills Discounting Export L/C Renegotiation Forfaiting Trust Receipt Usance Payable at Sight (UPAS) L/C Refinancing GSM 102 Program ECA Covered Buyer’s Credit Islamic Trade Finance Custody Service L/C Issuance & Amendment L/C Advising L/C Negotiation L/C Confirmation Inter Mandiri Transaction Export Bills Collection Documentary Collection Trustee Call Loan Syndicated Loan Investment Loan Working Capital Loan Two-Step Loans Ship Scrapping Business Banker’s Acceptance Financing Other services General Custody Sub Registry Govt.

Small Business Kredit Kredit Program Trade Service Kredit Modal Kerja Kredit Investasi Kredit Usaha Kecil Mandiri Kredit Koperasi Mandiri KMK dgn fasilitas eBiz Card Mandiri Kredit Tempat Usaha Mandiri Jaminan Tunai Kredit Ketahanan Pangan KKPA KIK Pasca Konversi PIR Trans Kredit SUP005 Skim Pelayanan Pembiyaan Pertanian Ekspor Pre-export Financing Forfeiting Bill Purchasing/Discounting Bill Collection Impor L/C Issuance (sight/ Usance/ UPAS) SKBDN Trust Receipt Shipping Guarantee Bank Guarantee - Bid Bond - Advance Payment Bond - Performance Bond - Maintenance Bond - BG for Tobacco Duty - BG for trade BG for Deferral of Duty Standby L/C produk & jasa 109 .

halaman ini sengaja dikosongkan 110 .

corporate center dan shared services 111 .

corporate center

manajemen risiko

112

corporate center • manajemen risiko

Enterprise Risk Management (ERM) merupakan inisiatif strategis yang dikembangkan pada tahun 2006 dimaksudkan agar pengelolaan manajemen risiko di Bank dapat terintegrasi dan menjadi proses yang embedded dalam proses bisnis Bank.
sentot a. sentausa • Direktur

corporate center

manajemen risiko

Bank menerapkan perhitungan tingkat suku bunga berdasarkan risiko (risk based pricing). Struktur penetapan suku bunga terdiri dari Cost of Funds, Overhead Costs, Cost of Allocated Capital dan Risk Premium. Risk Premium tergantung dari penggolongan debitur atau segmen kredit berdasarkan tingkat risiko masing-masing.

Enterprise Risk Management dan Risk Based Performance Enterprise Risk Management (ERM) merupakan inisiatif strategis yang dikembangkan pada tahun 2006 dimaksudkan agar pengelolaan manajemen risiko di Bank dapat terintegrasi dan menjadi proses yang ‘embedded’ dalam proses bisnis Bank, khususnya untuk menunjang rencana organisasi berbentuk Strategic Business Unit (SBU) yang dimulai pada tahun 2007, sehingga dapat memberikan nilai tambah (value added) bagi Bank dan stakeholders Bank. Dengan Basel II sebagai katalis, implementasi ERM ditujukan untuk melihat hasil akhir dari kinerja bank berbasis risiko (Risk Based Performance). Risk Based Performance adalah perhitungan kinerja berdasarkan risiko yang diambil oleh masing-masing segmen bisnis, sehingga tolok ukur keberhasilan sebuah SBU akan disesuaikan dengan risiko yang diambil oleh SBU tersebut.

Dengan sistem ini pemegang saham dapat melihat apakah manajemen dalam periode kerja tertentu berhasil memberikan nilai tambah yang memadai bagi Bank. Parameter yang dipakai antara lain EVA (Economic Value Added) atau RAROC (Risk Adjusted Return on Capital). Karena rumusan EVA dan RAROC mengandung unsur modal, dan modal diperlukan untuk meng-cover risiko pasar, risiko kredit dan risiko operasional, maka sistim ERM harus mempunyai kemampuan untuk menghitung modal untuk meng-cover risiko-risiko tersebut. EVA atau RAROC bank-wide selanjutnya diuraikan dalam masing-masing SBU, sehingga pada akhirnya Bank akan dapat menilai dengan tepat SBU yang memberikan nilai tambah paling tinggi bagi Bank, dan SBU yang mengurangi nilai perusahaan. Aspirasi Bank untuk dapat memberikan nilai tambah yang optimal membutuhkan best practice capital management bagi para shareholders.

PERHITUNGAN INCOME BERDASARKAN RISIKO
fund transfer pricing (ftp) Gross Income Capital Benefit

Produces NII after transfer of A/L mismatch risk to Group ALM taking into account: -  Yield curve and maturity, and - Optionally and indeterminate maturities Activity-justified transfer pricing (AJTP) Allocate expenses based on true usage resources

Net Interest Income Capital Benefit Other (NIR) - Expected Loss - Expenses = Risk–adjusted profit : Economic Capital (ECap) = RAROC (%) X ECap-(cost of capital x ECap = Economic Profit (Rm)

Notional return on economic capital allocated Expected Loss (EL) Substitutes for volatile accounting impairements Economic Capital (ECap) Bottom up internal measurements of risk consumed by businesses Capital Asset pricing Model (CAPM) primarily used for determining the cost of capital

114

corporate center • manajemen risiko

Untuk menentukan sensitivitas perubahan nilai ekuitas terhadap perubahan bunga. sejak tahun 2004 Bank telah memulai pembentukan Enterprise Risk Management (ERM) melalui pembentukan Basel II Compliance Committee dengan berbagai inisiatif yang dicanangkan sampai dengan tahun 2010. Untuk model internal. limit trading. adalah sebagai berikut: Risiko Pasar Pengelolaan risiko pasar Bank difokuskan pada risiko yang timbul karena pergerakan nilai tukar dan suku bunga yang dapat merugikan Bank. bank juga melakukan prosedur stress-testing secara reguler sesuai ketentuan Basel. Dengan mengukur besarnya risiko tersebut.32% dari target NII Rupiah dan 0. Bank dapat menghitung besarnya modal yang dibutuhkan untuk mengcover risiko pasar (capital charge) terutama atas seluruh aktivitas trading Bank. Bank menggunakan metode variance-covariance dengan holding period 1 (satu) hari dan tingkat keyakinan 99%.Sejalan dengan tujuan ini dan dalam rangka memenuhi ketentuan Basel II. Sebagai upaya pengendalian risiko. Tujuan dari pengelolaan risiko pasar adalah meminimalkan kerugian dengan melakukan hedge untuk risiko yang tidak dikehendaki. Limit VAR menjadi dasar bagi penetapan limit nominal trading (dealer limit). terlihat bahwa model VAR yang digunakan masih dinilai baik. Bank menggunakan metodologi Repricing Gap. Bank menggunakan pendekatan statistik untuk menentukan earning at risk dan capital at risk berdasarkan data historis volatilitas suku bunga.81% dari ekuitas. bank menggunakan Duration Gap. risiko kredit dan risiko operasional. Earning at Risk (EaR) dan Capital at Risk (CaR).03% dari equity.75% dari ekuitas. Besarnya modal tersebut selanjutnya dialokasikan kepada masing-masing unit bisnis yang menciptakan risiko tersebut. yang memberikan nilai CaR (Capital at Risk). yang memberikan nilai EaR (Earning at Risk). surat utang negara (SUN). Perhitungan Modal Untuk Mengcover Risiko Untuk dapat mengukur nilai tambah Bank. Bank telah menetapkan VAR Limit berdasarkan toleransi risiko dan target laba bisnis Treasury. monitoring risiko dan mitigasi risiko pasar. terlebih dahulu perlu dihitung kebutuhan modal untuk mengcover risiko. Pengukuran risiko pada trading book dilakukan dengan menggunakan standard model sesuai ketentuan regulator (Bank Indonesia). Dengan demikian. Berdasarkan back testing yang dilakukan per Desember 2006. dan mengoptimalkan penggunaan modal yang dialokasikan untuk risiko pasar residual. identifikasi risiko. pengukuran berbasis risiko perlu masukan berupa besar pendapatan. Model simulasi dan teknik estimasi digunakan untuk menilai sensitivitas pendapatan bunga bersih dan modal terhadap perubahan yield curve. sejak tahun 2006 Bank juga menerapkan metode Historical Simulation pada instrument derivatif dan structured product yang risikonya bersifat tidak linier. pengukuran risiko. sedangkan capital at risk untuk periode satu tahun sebesar 1. Dengan demikian perlu dihitung berapa modal yang dibutuhkan untuk mengcover risiko yang timbul dari aktivitas bisnis yang dijalankan. Posisi Banking book terdiri dari antara lain posisi kredit. Adapun proses pengukuran risiko serta alokasi modal untuk masing-masing jenis risiko. Untuk mengukur sensitivitas NII terhadap perubahan suku bunga. sebagai dasar bagi Bank untuk mengukur kinerja berbasis risiko yang akan diimplementasikan sejalan dengan penerapan sistim SBU. deposito dan giro) dan dana pinjaman. pengendalian biaya dan biaya modal. Dari nilai VAR dapat ditentukan modal yang diperlukan untuk mengcover risiko pasar. yaitu dampak perubahan nilai ekonomis ekuitas akibat perubahan bunga Risiko suku bunga dikelola dan dimitigasi dengan menggunakan limit internal yang ditetapkan oleh ALCO. seperti maximum open position dan loss limit yang bertujuan untuk meminimalisir terjadinya eksposure yang berlebihan terhadap risiko pasar. Risiko Suku Bunga (Banking Book) Risiko suku bunga timbul karena adanya gap pada posisi portfolio pada banking book yang sensitif terhadap perubahan suku bunga. Sesuai dengan rencana bank untuk mengembangkan aktivitas perdagangan derivatif.80% dari target NII valas serta EVE sebesar 2. Bank juga melakukan simulasi untuk menghitung sensitivitas pendapatan dan nilai ekuitas Bank terhadap perubahan suku bunga dalam corporate center • manajemen risiko 115 . paralel dengan perhitungan internal model. Pengukuran sensitivitas dari pendapatan bunga bersih dan ekuitas terhadap perubahan suku bunga dilakukan dengan melakukan rate shocks sebesar 100 bps selama periode 12 bulan. dana pihak ketiga (tabungan. sensitivitas Economic Value of Equity (EVE). seperti pada gambar dibawah. Trading Book Pengelolaan risiko pasar dilakukan melalui penetapan kebijakan. yaitu dampak perubahan NII terhadap perubahan bunga. Per Desember 2006 earning at risk untuk periode 3 bulan sebesar 0. Limit yang digunakan pada banking book meliputi limit repricing gap. saat ini untuk produk plain vanilla. yaitu risiko pasar. Agar validasi model terjaga Bank telah melakukan proses back-testing dan untuk dapat memperhitungkan kondisi stres. Hasil analisa sensitivitas menunjukkan bahwa perubahan suku bunga Rupiah dan valas akan berdampak terhadap NII 12 bulan sebesar 1. yaitu Value at Risk (VAR) untuk kepentingan pengelolaan internal Bank. baik yang terdapat pada portfolio perdagangan (trading book) maupun banking book.

Sesuai ketentuan Bank Indonesia. merancang analisa skenario (scenario analysis) dan contingency plan.000.00 20. Kebijakan pengelolaan risiko likuiditas disusun sesuai dengan aktivitas bisnis yang dilaksanakan unit bisnis. penetapan strategi pendanaan serta memelihara akses pasar yang mencukupi.96 30.57) 70.59 15.00) (40. Ketidakmampuan untuk menghimpun dana dengan biaya wajar akan berdampak kepada profitabilitas Bank.000.000.00 60. Untuk menhindarkan dari risiko yang tidak dikehendaki. Bank wajib memelihara GWM secara harian minimum sebesar 11% dari dana pihak ketiga Rupiah (untuk Bank dengan total dana masyarakat di atas Rp 50 triliun dan Loan to Deposit Ratio antara 50% s.000. Kebijakan pengelolaan risiko likuiditas mencakup antara lain pemeliharaan cadangan likuiditas yang optimal.Value at Risk per 31 Desember 2006 (dalam Rp miliar) Value at Risk Year End Maximum Minimum Average FX VAR Interest Rate VAR Correlation Effect Comprehensive VAR Credit Spread VAR Total VAR 9.00) (60. sehingga dapat dilakukan langkah mitigasi secara proaktif.13 (7.97 57.39 82. Likuiditas Bank saat ini diukur melalui posisi primary reserve dan secondary reserve.00 PL (20.00) 12 26 9 23 6 20 6 20 3 17 1 15 29 12 26 des des jan jan feb feb mar mar apr apr may may may jun jun 05 05 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 10 jul 06 24 7 21 4 18 2 16 30 13 27 11 25 jul aug aug sep sep oct oct oct nov nov des des 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 back testing per 31 desember 2006 Net Revenue Value at Risk Periode 116 corporate center • manajemen risiko .85 21.28) 20. Bank memelihara primary reserves dalam bentuk Giro Wajib Minimum (GWM) di Bank Indonesia dan kas di cabang-cabang. penempatan 80. Bank mengelola risiko likuiditas agar dapat memenuhi setiap kewajiban finansial yang sudah diperjanjikan secara tepat waktu. Secondary reserve Bank ditempatkan dalam Sertifikat Bank Indonesia (SBI).000. dan agar senantiasa dapat memelihara tingkat likuiditas yang memadai dan optimal.53 0.96 1.12 1. Per 31 Desember 2006 Bank memelihara GWM sebesar 11. 60%) dan minimum 3% dari dana pihak ketiga valuta asing.11 28. pengukuran dan penetapan limit risiko likuiditas.25 (4.77 kondisi ekstrim (stress test). Risiko Likuiditas Posisi dana pihak ketiga.30 5.81 5.60 (15. Bank menggunakan instrumen derivatif.82 8.08 1.000.73% untuk Rupiah dan 3. swaps dan options dengan tujuan untuk melindungi exposure Bank terhadap perubahan suku bunga.58) 24.27 18.00 40.51 9. kewajiban kepada counter-parties dan komitmen kredit kepada nasabah debitur merupakan potensi risiko likuiditas bagi Bank. likuiditas asset. seperti transaksi forward.14 12.d.14 14.000.000. Bank memelihara primary reserve dan secondary reserve untuk memenuhi kebutuhan operasional harian serta sebagai cadangan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas baik penarikan dana tidak terduga maupun ekspansi aktiva.01% untuk valuta asing.00) (80.

Disamping itu bagi Bank dengan pengembangan scoring khusus untuk pengusaha kecil akan membuka kemungkinan pertumbuhan pangsa pasar kredit baru (new targeted customer) yang lebih sehat. Demikian pula pengembangan scoring khusus untuk segmen tertentu seperti kepada nasabah TKI diharapkan dapat membantu tenaga kerja indonesia yang akan berangkat ke luar negeri untuk diberikan kemudahan dalam rangka membantu mereka memenuhi persyaratan finansialnya. Hal ini diharapkan akan memperlancar proses keberangkatannya. seperti transaksi forward. Selain pengembangan sistem scoring untuk nasabah TKI. Untuk upaya meningkatkan kontrol terhadap risiko kredit. Cost of Allocated Capital dan Risk Premium. Risiko Nilai Tukar Bank mengelola risiko nilai tukar struktural untuk menilai pengaruh perubahan nilai tukar terhadap pendapatan dan modal Bank. yang merupakan proyeksi kelebihan/kekurangan likuiditas atas dasar jatuh tempo asset/liability. swaps dan options. Bank dapat memenuhi kebutuhan likuiditas melalui sumbersumber dana alternatif seperti repurchase agreements. secara internal Bank juga menetapkan PDN intern sebesar 10% dari modal.43% dari total dana masyarakat sebesar Rp 203. corporate center • manajemen risiko 117 . Per 31 Desember 2006 PDN absolut Bank adalah sebesar 5. Untuk mengetahui kemampuan Bank dalam menghadapi situasi likuiditas yang berbeda. Posisi valuta asing Bank didominasi valuta US Dollar yang sebagian besar terdiri dari dana pihak ketiga (giro dan deposito) dan dana pinjaman di sisi pasiva dan penempatan inter bank. surat berharga dan kredit di sisi aktiva. proyeksi likuiditas Bank berada dalam kondisi surplus untuk periode 12 bulan ke depan. Sistem scoring digunakan untuk debitur segmen UKM (Small Medium Enterprise) dan micro melalui sistem SME Scoring System (SMESS) dan Sistem Rating digunakan untuk debitur korporasi dan komersial besar (large commercial). Per 31 Desember 2006 Bank memelihara secondary reserve sebesar Rp 23. Bank melakukan serangkaian skenario likuiditas yang mencakup kondisi normal dan tidak normal termasuk kondisi ekstrim/krisis dan selanjutnya menyusun contingency plan. collateralized facility agreements. Sistem rating yang digunakan untuk debitur korporasi dan large commercial secara periodik dilakukan kalibrasi terhadap model ratingnya dan terus disempurnakan agar faktor-faktor kualitatif dalam penilaian kredit lebih obyektif.00% dari modal. ataupun melalui penjualan surat berharga seperti Surat Utang Negara (government bonds). Bank menetapkan limit internal untuk secondary reserve minimal 5% dari dana masyarakat. • Risk Based Pricing  Bank menerapkan perhitungan tingkat suku bunga berdasarkan risiko (risk based pricing). meningkatkan kontrol untuk memperkecil risiko kredit. Bank melaksanakan inisiatif antara lain: Proses pemberian kredit baru atau perpanjangan • Sistem Scoring dan Rating. Nilai NPL yang terkendali pada akhirnya dapat meminimalkan kerugian dan mengoptimalkan penggunaan modal yang dialokasikan untuk risiko kredit. Pemberian kredit dan penempatan dalam valuta asing diutamakan dibiayai oleh sumber dana dalam valuta yang sama. Kebijakan limit PDN internal ditetapkan oleh ALCO dengan berpedoman pada prediksi Bank mengenai arah pergerakan nilai tukar. Perbedaan perlakuan tersebut bisa berupa antara lain: - Jumlah fasilitas kredit - Tingkat suku bunga (risk based pricing) - Tarif - Persyaratan kredit (covenant) - Proses pemutusan Perbedaan perlakuan tersebut akan dapat meningkatkan hubungan bisnis yang saling menguntungkan bagi nasabah dan Bank. fasilitas kredit dapat diberikan sesuai kebutuhan dengan hanya menyampaikan data/informasi yang relatif sederhana dan mudah untuk dipenuhi calon pemohon dibandingkan dengan scoring untuk UKM maupun middle commercial.03 triliun. pengembangan scoring system untuk bisnis mikro lainnya akan terus dilakukan. pendanaan bilateral. Melalui scoring. Potensi risiko likuiditas yang akan dihadapi Bank di masa mendatang diukur melalui analisa liquidity gap. Selain berpedoman pada ketentuan BI. Struktur penetapan suku bunga terdiri dari Cost of Funds. sedangkan untuk melindungi posisi terbuka nilai tukar dalam jumlah signifikan dilakukan lindung nilai (hedging) dengan menggunakan instrumen derivatif. Posisi Devisa Neto (PDN) Bank dipelihara untuk selalu memenuhi ketentuan Bank Indonesia yang mensyaratkan bahwa PDN (absolut) secara konsolidasi untuk semua mata uang asing tidak melebihi 20% modal (modal inti dan modal pelengkap). misalnya scoring system dalam pemberian fasilitas kredit kepada pengecer/ depo minyak tanah dimana konsumen utamanya adalah pengguna akhir minyak tanah tersebut. Risiko Kredit Pengelolaan risiko kredit Bank terutama diarahkan untuk meningkatkan ekspansi kredit yang sehat dan mengelola kredit yang telah diberikan agar terhindar dari penurunan kualitas atau menjadi Non Performing Loan (NPL). Overhead Costs. dan menghitung kebutuhan modal untuk mengcover risiko kredit residual. Penerapan scoring dan rating tools yang lebih obyektif dapat membedakan nasabahnasabah yang berisiko rendah untuk mendapatkan perlakuan (treatment) yang berbeda dibandingkan dengan nasabah yang berisiko tinggi.antar bank dan surat berharga yang mudah diperjualbelikan (portofolio yang diperdagangkan dan yang tersedia untuk dijual). Berdasarkan rencana bisnis Bank dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan 2007. setelah memperhitungkan kebutuhan untuk ekspansi bisnis. Proyeksi defisit likuiditas dibatasi limit maximum cumulative outflow (MCO) berdasarkan proyeksi liquidity gap. Penerapan scoring khusus untuk Kredit Usaha Mikro sangat membantu pengusaha kecil yang umumnya tidak memiliki data/ informasi usaha yang memadai sehingga harus diupayakan agar proses kredit tidak berbelit-belit.20 triliun atau 11. foreign exchange swaps. Selain melalui dana pihak ketiga. Sistem scoring dan rating terus disempurnakan agar terjaga kemampuan model dengan membandingkan realitas default yang terjadi. Proses manajemen risiko kredit dimulai dari identifikasi risiko kredit. sehingga diharapkan memberikan tambahan keuntungan dalam bentuk pendapatan bunga dan fee.

data yang detail dan kontinyu mutlak dibutuhkan untuk pengelolaan risiko dan pembuatan model sesuai Basel II. juga lebih menjamin proses data capture yang detail dan berkesinambungan. kajian dan penyempurnaan PPK dan juga Kebijakan Perkreditan Bank Mandiri (KPBM) selalu mengacu kepada ketentuan dan kebutuhan bisnis Bank yang tentunya juga harus selalu sejalan dengan prinsip kehati-hatian. Risk Premium tergantung dari penggolongan debitur atau segmen kredit berdasarkan tingkat risiko masing-masing. Pedoman Pelaksanaan Kredit (PPK) Bank bukan merupakan pedoman yang statis. Sistem ini dimaksudkan untuk memonitor secara intensif debitur-debitur 118 corporate center • manajemen risiko . Pricing strategy bertujuan menjaga tingkat profitabilitas bank dan menetapkan suku bunga yang kompetitif dalam rangka mendukung unit bisnis untuk melakukan ekspansi kredit. Consumer.Pengelolaan risiko yang terpadu merupakan dasar penetapan alokasi kebutuhan modal sesuai risikonya sehingga unit bisnis diukur kinerjanya atas dasar tingkat risiko yang diambil/dipilih. Penggunaan LOS ini selain menjamin proses pemutusan kredit menjadi lebih tertib dan terukur waktu penyelesaiannya. Dalam hal ini. melainkan merupakan bagian yang dinamis dari aktivitas perkreditan Bank. Bank melakukan insiatif sebagai berikut: • Sistem Watch List Debitur yang intensif. • Penerapan Loan Origination System (LOS) terus dikembangkan untuk segmen SME/Micro. Pemeliharaan kredit dalam portfolio Bank Untuk memelihara kualitas portfolio. Commercial dan Corporate. • Revisi Pedoman Pelaksanaan Kredit (PPK) dan Kebijakan Perkreditan Bank Mandiri (KPBM). •  Bank menetapkan Required Yield sebagai tingkat imbal hasil minimum dalam menetapkan suku bunga kredit. Seperti diketahui.

Untuk maksud tersebut. MLED direncanakan terimplementasi diseluruh unit kerja di Bank Mandiri pada akhir tahun 2008. semesteran dan tahunan) dan laporan credit risk profile secara periodik pula. kebutuhan modal akan dapat ditentukan sampai tingkat akun debitur. sehingga unit kerja dapat melakukan assessment terhadap risiko-risiko yang ada di unit kerja dengan bantuan fasilitator dan dilakukan voting terhadap hasil assesment. •  Untuk mitigasi risiko akibat produk baru atau penggantian proses dan sistim kerja yang signifikan. Dalam proyek ERM yang saat ini sedang dalam proses pembangunan. wilayah. Palembang dan Surabaya. Bank juga berupaya mengendalikan kerugian akibat risiko operasional. Sistem telah berjalan efektif dengan sosialisasi yang intensif ke seluruh unit perkreditan. Risiko Operasional Selain risiko pasar dan risiko kredit. Kesempurnaan data sangat diperlukan sebagai input kepada sistem ERM Bank yang pada gilirannya diharapkan menjadi ‘embedded’ ke dalam proses bisnis Bank dan memenuhi ketentuan Basel II. dikategorikan menurut penyebabnya. Makasar. Proses ini antara lain sudah dilakukan di Kantor cabang dan Bill Processing Center (BPC) di Bandung.  Di tingkat portofolio. kemudian dikonsolidasikan per unit kerja. Bank telah memiliki rencana komprehensif yang berisi langkah-langkah yang harus diambil sebelum. dimana bank mengumpulkan data kerugian historis. Loan Portfolio Management dilengkapi dengan •  Analisa Portfolio yang dilakukan secara periodik (bulanan.’ dan untuk meningkatkan risk awareness pada unit kerja dan mengetahui level risiko operasional yang dihadapi. Melalui deteksi awal ini dapat segera dilakukan tindakan pencegahan. Untuk meminimalkan risiko. sehingga penurunan kualitas kredit dapat dihindari. sehingga diperoleh level risiko operasional berdasarkan hasil penilaian unit kerja.  Disadari bahwa data sangat berperan sebagai dasar pengambilan keputusan. Loan Portfolio Management dan •  penyempurnaan Portfolio Guideline. bank sedang dalam proses membangun metode standar. Kedua alat ini juga berfungsi sebagai alat early warning tools atas ekspansi dan posisi perkreditan Bank. Bank melaksanakan inisiatif antara lain: Identifikasi dan pengukuran risiko •  Untuk risiko operasional yang ‘forward looking. Bank juga terus menerus melakukan back test terhadap model Portfolio Guideline yang telah diterapkan sejak tahun 2005. per group dan bank wide untuk memperoleh Bank wide credit risk capital charge. sistem dan faktor eksternal yang kemudian dikonsolidasikan pada level group. Medan. Inisiatif ini dapat menghindari konsentrasi risiko yang terlalu tinggi pada suatu industri. segmen atau sektor ekonomi tertentu. Perhitungan kebutuhan modal dan capital charge Penghitungan credit capital charge untuk masingmasing segmen yang dilakukan secara stand alone system. Terhadap situasi yang demikian. dan dalam proses persiapan penerapan pengelolaan risiko operasional dengan pendekatan Advanced Measurement Approach (AMA). • Sistem collection kredit untuk segmen consumer termasuk kartu kredit dan segmen micro terus dikembangkan sejalan dengan ekspansi kredit yang akan terus tumbuh dan berkembang • Penyempurnaan Credit Risk Datamart.yang masih berada di kolektibilitas 1 dan 2 agar dapat dideteksi sejak awal kemungkinan penurunan kolektibilitas. Manajemen risiko operasional dimulai dengan proses identifikasi dan pengukuran risiko operasional disetiap unit kerja. sehingga Bank melakukan upaya yang sungguh-sungguh dan terus menerus agar data perkreditan menjadi lebih lengkap (comprehensive). model menjadi lebih akurat untuk digunakan sebagai acuan dalam ekspansi kredit ke sektor-sektor yang prospektif. Untuk risiko residual. sesuai dengan International Best Practice. selama dan setelah terjadinya suatu corporate center • manajemen risiko 119 . Melalui back test yang dilakukan. Samarinda. proses. direktorat dan bank wide. bank harus memiliki pedoman dan prosedur tertulis yang berisikan langkah-langkah yang harus diambil oleh suatu Unit Kerja untuk tetap dapat menjalankan operasionalnya dalam situasi/keadaan disaster. sejak tahun 2004 Bank telah mengembangkan proses Risk & Control Self Assessment (RCSA). Penerapan Portfolio Guideline diharapkan dapat mengendalikan alokasi pada sektor yang kurang prospektif dan meningkatkan alokasi pada sektor yang prospektif. •  Untuk risiko operasional yang sudah terjadi. secara periodik dikaji mengenai rencana aksi dengan tujuan menurunkan tingkat risiko operasional. akurat (accurate) dan dapat dipercaya (reliable). Bank menetapkan kebijakan prosedur yang disebut dengan Kebijakan Produk dan Aktivitas Baru (PAB) yang diterbitkan tahun 2005. disediakan modal untuk mengcover risiko tersebut. yaitu faktor manusia. Bank menerapkan Mandiri Loss Event Database (MLED). Perhitungan modal risiko operasional Selain metode basic indicator. Business Continuity Planning (BCP) dan Disaster Recovery Center (DRC) Dalam operasionalnya Bank senantiasa berpotensi berhadapan dengan situasi/keadaan yang dapat mengganggu jalannya operasional bank secara normal.

modal juga diperlukan untuk maksud sebagai penyangga modal dalam rencana ekspansi bisnis dan pertumbuhan non organik.keadaan darurat secara terdokumentasi. scenario analysis dan stress testing.02% Operational 33.71% Market 6.04% 100% 120 corporate center • manajemen risiko . Hal ini menjadi dasar dari proses alokasi modal pada unit kerja. Bank mengalokasikan modal untuk mengcover risiko utama yang melekat pada kegiatan perbankan (yaitu risiko kredit. Dengan adanya DRP. teruji untuk menjamin kelangsungan operasional Bank dalam bentuk Kebijakan Business Continuity Planning (BCP).37% 21.10% Credit 10. Penggunaan modal akan menimbulkan biaya modal (cost of capital) yang akan dibebankan kepada tiap unit bisnis.01% 12.77% 2.05% 20.19% Credit 6. apabila terjadi hal ekstrim seperti gempa.89% 5.02% 10. Hal ini untuk memastikan bahwa risiko dan tingkat imbal hasil bagi pemegang saham terkendali dan konsisten pada tingkat risiko yang diinginkan (risk appetite). total capital at risk by risk type 31 Dec 2005 & 31 dec 2006 Capital Allocation 2005 Capital Allocation 2006 50. risiko pasar dan risiko operasional).03% 17. Bank sudah membentuk Disaster Recovery Plan (DRP) dan pembentukan Disaster Recovery Center (DRC) sejak tahun 2003.17% Business 49. Risk Capital digunakan sebagai ukuran risiko sehingga dapat dilakukan komparasi antara aktivitas bisnis dan risiko yang berbeda. Tingkat risk capital mengindikasikan kecenderungan peningkatan risiko dan tingkat imbal hasil perlu disesuaikan dengan besar risiko dan modal.36% 9.59% 6.67% 18.6% Market 3. Selain risk capital. Risk Capital Pengelolaan risiko terintegrasi dengan pengelolaan modal dan strategi bank.90% 100% 28.91% Operational 40.87% 20. maka Bank dalam waktu singkat akan dapat beroperasi kembali melayani nasabah.42% 2. Pengelolaan risiko terintegrasi didukung oleh tingkat Risk Capital. dan pengukuran kinerja berbasis risiko.30% Business total capital at risk by operating group 31 Dec 2005 & 31 dec 2006 Capital at Risk by Operating Group 31 Dec 2005 31 Dec 2006 Corporate Banking Commercial Banking Consumer Banking Micro Banking Treasury & International Banking Small Business CR Recovery Total 24.

73 91.67 382. dengan memperhatikan arahan dari Dewan Komisaris.73 221. Group 2006 24% Corporate Banking 21% Commercial Banking 10% Consumer Banking 2% Micro Banking 18% Treasury & International Banking 6% Small Business 19% Credit Recovery 29% Corporate Banking 20% Commercial Banking 10% Consumer Banking 2% Micro Banking 13% Treasury & International Banking 6% Small Business 20% Credit Recovery total capital at risk by operating group as at 31 Dec 2006 & 31 dec 2005 2005 Segmentation Market Risk Credit Risk Op.694.05 16. pelaksanaan pengawasan atas praktik pengelolaan risiko oleh Manajemen dilakukan melalui Risk & Policy Committee.67 59.60 Credit Risk Op.925.86 1. Risk Total Corporate Banking Commercial Banking Consumer Banking Micro Banking Treasury & International Banking Small Business Credit Recovery 3.06 432.41 240. memonitor dan mengontrol risiko yang timbul dari aktivitas bisnis bank.763.581.31 1.09 141.461.67 1.390.57 92.870. Risk & Capital Committee (RCC).52 2006 Segmentation Market Risk 4.44 3.45 18.579.105.20 116. beranggotakan para manajemen senior dan mempunyai tanggung jawab membantu Direktur Utama dalam hal mengidentifikasi.55 283.71 3.38 932.010.47 1.605.05 154. Group 2005 Cap. Komite Manajemen Risiko (Risk Management Committee).07 280. Di tingkat Komisaris. at Risk by Op.552.01 4. Risk Total Corporate Banking Commercial Banking Consumer Banking Micro Banking Treasury & International Banking Small Business Credit Recovery 1.42 1.089. Direksi menetapkan risk appetite dan kebijakan Risiko bank.52 131.06 3. Direksi.20 3.99 3.07 429.024.26 1.870. Tatakelola risiko Bank Mandiri secara terpadu merupakan tanggung jawab bersama dari Dewan Komisaris.91 340.609.47 3. at Risk by Op.836.107.26 1.98 3.38 14.74 1.71 1.88 236. yang merupakan sub-komite dari Risk & Capital Committee.065.total capital at risk by risk type 31 Dec 2005 & 31 dec 2006 Organisasi Tatakelola Risiko Perhitungan dan pengelolaan risiko sebagaimana diuraikan di atas dilaksanakan oleh Organisasi Tatakelola Risiko (risk governance).15 3.48 92.82 3.37 corporate center • manajemen risiko 121 .885.66 4.131.089. Di tingkat pelaksanaan pengelolaan risiko.014.12 4. Cap.793.010.26 141.47 4. mengukur.67 144.87 2.150.43 248.600.330.388.19 14.362. unit risk management dan dan juga unit bisnis.10 923.

Kebijakan Manajemen Risiko Bank merupakan payung bagi penyusunan kebijakan-kebijakan lainnya yang lebih spesifik bagi unit bisnis dan unit risiko. Struktur organisasi RCC terdiri dari beberapa sub-komite yaitu Risk Management Committee [RMC]. risiko kredit. yaitu risiko pasar. • Menerapkan pengambilan keputusan bisnis yang sehat. Action plan tersebut dimaksudkan untuk dapat menekan inherent risk sehingga diharapkan pada periode berikutnya penilaian risiko menjadi lebih baik. Dalam pengelolaan system limit. RCC telah menetapkan limit yang digunakan untuk memitigasi risiko likuiditas. risiko suku bunga. risiko hukum. Risk & Capital Committee melakukan pertemuan sekurang-kurangnya sekali sebulan dan melapor langsung ke Dewan Direksi dan Dewan Komisaris. LPR menilai 8 (delapan) jenis risiko didalam tiap unit bisnis. penyempurnaan penerapan majemen risiko dan rekomendasi kepada Direktur Utama pabila diperlukan adanya suatu justifikasi bisnis berdasarkan pertimbangan bisnis dan hasil analisis terkait. Asset & Liability Committee [ALCO] dan Investment & Capital Committee [CIC]. Kebijakan & Limit RCC menetapkan kebijakan. RCC dipimpin oleh Direktur Utama dan beranggotakan Direksi dan Manajemen Senior dari unit bisnis dan unit risk management. Tabel Risk Governance Organizational menunjukkan beberapa limit yang ditetapkan oleh RCC. risiko likuiditas. prosedur dan limit dalam rangka untuk memitigasi risiko. PBI 5/8/PBI/2003. risiko operasional. mengacu pada ketentuan BI. Untuk meningkatkan kemampuan manajemen risiko. • Memenuhi standard manajemen risiko yang telah ditetapkan dalam rangka penilaian dan pengambilan risiko. selambatlambatnya pada tahun 2010. risiko reputasi dan risiko kepatuhan. semua manajer risiko dan manajer-manajer unit lainnya yang terkait dengan risiko diharuskan memenuhi sertifikasi manajemen risiko yang dikeluarkan oleh Badan Sertifikasi Manajemen Risiko dan GARP. Profil Risiko Bank telah menyusun Laporan Profil Risiko (LPR) untuk melihat risiko yang melekat pada aktivitas bisnis (inherent risk) dibandingkan dengan kontrol yang melekat pada aktivitas tersebut (risk control). seperti misalnya kebijakan ALMA dan Kebijakan Trading Book. risiko strategik. Bank mengandalkan kompetensi dan pengalaman dari tenaga-tenaga profesional Bank untuk: • Mempromosikan budaya risiko yang kuat yang sangat menghargai kedisiplinan dan efektifitas dari proses dan kontrol manajemen risiko. risiko nilai tukar dan risiko trading. Tenaga Profesional dibidang Risiko Dalam rangka membangun dan memelihara sistem manajemen risiko bank. 122 corporate center • manajemen risiko .RISK GOVERNANCE ORGANIZATIONAL Board of Commissioners Board of DIRECTORS RISK & CAPITAL COMMITTEE RISK MANAGEMENT COMMITTEE • MARKET RISK • CREDIT RISK • OPERATIONAL RISK • LEGAL RISK • REPUTATION RISK • STRATEGIC RISK • COMPLIANCE RISK • NEW PRODUCT ACTIVITIES ASSET & LIABILITY COMMITTEE • INTEREST RATE RISK • LIQUIDITY RISK • FOREX RISK CAPITAL & INVESTMENT COMMITTEE STRATEGY AND POLICY ON CAPITAL & INVESMENT ALLOCATION SBU’s Risk & Capital Committee (RCC) merupakan komite yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab memberikan rekomendasi kepada Direktur Utama yang sekurang-kurangnya meliputi penyusunan kebijakan manajemen risiko termasuk strategi dan contingency plan. Penilaian Profil Risiko dilengkapi dengan action plan yang akan dilaksanakan oleh SBU dan Unit Risiko terkait dengan masing-masing jenis risiko.

Net Interest Income Sensitivity 2. Loan to Deposit Ratio (LDR) 4. Attached to ERM System (2007) Subsidiary Consolidation: Mandiri Sekuritas. Apr.Risk limit A.50% of 3rd party Fund 3. Consumer (Q3 2006) CLD Pilot Jan 2005 LED Data Coll. Dec 2007 ERM Next phase Op Risk Standardized Capital Calculation (LED. Cash Loan. 2005 New Product & Activities Policy. Earning at Risk 4. Consumer Segments (Juni 2004) 2005 Credit Risk Management Policy Des-2005 AML Solutions. Capital at Risk C. Aug 2006 2008 Portfolio Guideline (Juni 2005) Scoring for Consumer Loan  (April-2002) Credit Risk Management – Standardized & IRB (in progress) April-2005 market Risk Internal Model – OPICS Risk (Jul 2004) Scenario Analysis. 7 working days PBI No. Statutory Reserves 2.01% of 3rd party Fund 12% of 3rd party Fund < 75% < 10% of 3rd party Fund 1. Economic Value pf Equity Sensitivity 3. Limit  (Des 2004) Market Risk Management – Standard & Internal Model Approach (Jan 2005) ERM Kick Off Standard Model (KPMM) Volatility & Correlation (Market Factor) Des 2005 Board Approval Data Preparation Data Migration OP Risk AMA Capital Calculation (2009) Operational Risk Datamart Development QIS QIS QIS Risk Datamart. 2003 Proses & Sistem Risk Self Assessment Juli 2004 Opr. Secondary Reserves to 3rd Party Fund 3. Rating Risk Datamart: Subsidiary & Overseas Branches Consolidation operational Risk Operational Risk Policy Bab VII KMRBM BCP & DRC Policy. foreign exchange risk management < 10% of Total Earning Assets < 5% of Total Equity < 15% of Total Equity < 10% of Total Equity 10% of Total Capital Rp 80 billion 1. Risk Basic Indicator Approach BIA. Statutory Reserves - Rupiah - Foreign Currency 2. Maximum Cumulative Outflow (MCO) 6. Feb 2006 2006 Scoring for Consumer & Card. MLED. Commercial. Single Largest Customer Fund to Total Deposit 5. Non Cash Loan. liquidity risk management approved limit limit risiko manajemen risiko likuiditas 1. Trading book. BSM. New COA. 3 Months Earning at Risk 2. KRI (select units) • Active Portfolio Management • Limit Monitoring • Risk Profile 2002–2004 Credit Risk Mapping segment Basel Rating for Corporate & Commercial (Jan-2003) LOS – Corporate. KRI. RCSA. Economic Value of Equity Sensitivity a. Cummulative Dynamic Repricing Gap for IDR+Foreign CCY < 12 Months bucket b. Overnight Borrowing manajemen risiko suku bunga 1. NPA) Credit Risk-IRB. Repricing & Duration Gap (Sendero) Okt 2005 Procurement Process – ERM Pre-requisite ERM ERM Phase I. trading risk VAR Total VAR Total Treasury Group - Unit Trading FX & MM - Unit Sales - Unit Securities - Unit Liquidity - Consumer Banking Treasury (CBT) 2007 • Market & Credit Risk Datamart • Credit Risk Capital Charge (Stdz App) • RCSA. Secondary Reserves to 3rd Party Fund 3. Mapping Gross Income. KORC.RCSA Mar. Net Interest Income Sensitivity a. 2004 OPRisk Profile . 2005 EXTRA WORKS BY BANK MANDIRI CLS (Q3 2006) Credit Risk Definition: Default. Mei 2008 Policies ALM. Segmentasi. Single Largest Customer Fund to Total Deposit B. 8/6/ PBI/2006 BI-Credit Risk: Standardized BI-Ops. Des. Collateral Management. Risk: Basic Indicator corporate center • manajemen risiko 123 . Capital at Risk manajemen risiko nilai tukar Net Open Position risiko perdagangan Net Open Position D. Derivatif. Duration Gap Limit (Maximum EVE Changes) b. interest rate risk management 12. Loan to Deposit Ratio (LDR) 4.Market Risk Standard Model Jan 2005 BI Risk Profile Report. Commercial. 2005 ORM Information System (2007) Include System Application Live BI . Des. Account Strategy (Q1 2006) OpsRisk Working Group Formation: Set-up 8 busness line. AXA Mandiri (Des 2006) OpsRisk (Q3 2006) Credit Risk PD Enhancement: Corporate.

corporate center compliance & human capital 124 corporate center • COMPLIANCE & HUman capital .

Implementasi organisasi berbasis SBU ini akan berdasarkan Performance Management System (PMS) dengan Key Performance Indicator (KPI) yang lebih tajam dan terkait langsung dengan Value Based Management. bambang setiawan • Direktur .

Untuk menjadi ‘Dominant Multi-specialist Bank’ untuk kemudian menjadi ‘Regional Champion Bank.  Business Unit yang berfungsi sebagai motor utama pengembangan bisnis bank yang terdiri dari 6 direktorat. Ini berarti Bank Mandiri harus memiliki sumber daya manusia dengan produktifitas dan kapabilitas terbaik di bidangnya. dan Finance & Strategy. Commercial Banking. Bank Mandiri harus memenuhi prasyarat utama berupa kemampuan menggerakkan dan memberdayakan seluruh perangkat organisasi secara optimal. 126 corporate center • COMPLIANCE & HUman capital . pada Juni 2006 Bank Mandiri telah melakukan reorganisasi unit kerjanya yang secara garis besar dibagi menjadi tiga kelompok. Compliance & Human Capital. • Menginternalisasikan budaya perusahaan yang baru dan mendorong penerapan standar etika yang tinggi.’ Bank Mandiri harus mengembangkan bisnisnya yang secara signifikan melebihi tingkat pertumbuhan pasar maupun pesaing. • Pengembangan kemampuan sumber daya manusia. • Mendorong kinerja optimal melalui Talent Management. Consumer Finance. Oleh karena itu fungsi dan peran manajemen sumber daya manusia telah bergeser ke arah yang lebih strategis yaitu membangun competitive advantage bagi Bank. Bank Mandiri saat ini sedang mentransformasi dirinya untuk menjadi organisasi dengan budaya kerja yang berbasis kinerja dengan menggunakan model bisnis Strategic Business Unit (SBU). Treasury & International Banking dan Special Asset Management. Untuk mencapai tujuan tersebut di tahun 2006 Bank Mandiri telah menempuh beberapa langkah antara lain: • Penataan organisasi dalam rangka transformasi menuju organisasi yang berbasis SBU. special project assignment.corporate center Compliance & human capital Talent Management dilakukan dengan program pengembangan khusus kepada para talent berupa penempatan pada posisi menantang. Untuk mencapai hal tersebut. program sertifikasi serta special training & development program. yaitu: a. Corporate Center yang berfungsi untuk menangani kebijakan dan strategi level korporasi yang terdiri dari 3 direktorat. terutama sumber daya manusianya. yaitu Risk Management. • Menata ulang Performance Management System (PMS). yaitu Corporate Banking. Untuk mencapai aspirasi strategis tersebut. Penataan organisasi dalam rangka transformasi Sebagai langkah awal proses menuju organisasi berbasis SBU. Micro & Retail Banking. b.

infrastruktur serta kebijakan unit bisnis dengan strategi serta tantangan persaingan yang dihadapi oleh masing-masing unit bisnis c. Mengidentifikasi dan menyelenggarakan program akselerasi kepada pegawai dengan kinerja baik dan potensial dari level Officer hingga Group Head. Implementasi awal organisasi berbasis SBU tersebut bertujuan untuk: a. Professionalism. Memberikan program pengembangan khusus kepada para talent berupa penempatan pada posisi menantang. Sejalan dengan hal tersebut. Customer Focus dan Excellence sebagai budaya perusahaan terus diinternalisasikan kepada seluruh insan Bank Mandiri melalui program-program: a. Talent Management Bank Mandiri sebagai organisasi berbasis kinerja harus mampu mengidentifikasi. maka budaya kerja harus lebih dipertajam sehingga lebih selaras dan mendukung upaya pencapaian cita-cita tersebut. special project assignment. Optimalisasi dari platform operasi serta infrastruktur teknologi yang dapat digunakan oleh semua segmen/business unit dan Corporate Center. Penyelarasan kebijakan dan strategi Corporate Center yang akan memberikan dukungan landasan bagi pengembangan bisnis. Meningkatkan transparansi. b. Integrity. Change Agent sebagai motor perubahan budaya Melalui para change agent yang telah dibekali pengetahuan tentang budaya dan corporate center • COMPLIANCE & HUman capital 127 . c. Sistem penilaian kinerja ini akan dikaitkan secara erat dengan sistem insentif yang nantinya didasarkan pada value yang dikontribusikan oleh masing-masing SBU. Hal ini merupakan upaya Bank untuk menjaga dan mengembangkan para top talent untuk berkontribusi lebih maksimal dan tidak pindah ke organisasi lain. Menata ulang Performance Management System (PMS) Implementasi organisasi berbasis SBU ini akan diiringi dengan Performance Management System (PMS) yang berdasarkan Key Performance Indicator (KPI) yang lebih tajam dan berorientasi pada Value Based Management. Mengharuskan seluruh kepala unit kerja menyusun perencanaan pengembangan kompetensi dan kinerja setiap pegawai melalui Individual Development Plan (IDP). Penajaman Individual KPI setiap pegawai pada level officer yang mendukung dan sejalan dengan KPI unit kerjanya berdasarkan Balanced Scorecard. maka dilakukan talent management melalui upaya-upaya sebagai berikut: a. Shared Services sebagai unit yang berfungsi mendukung operasional bank secara keseluruhan. b.c. Melakukan penyelarasan sumber daya. mengelola dan menghargai lebih pegawai yang memiliki kinerja dan kompetensi di atas rata-rata secara khusus. yang dijalankan oleh Direktorat Technology & Operations. Trust. program sertifikasi serta special training & development program. d. b. Melakukan proses penjejakan. evaluasi dan pemberian feedback pelaksanaan Individual KPI melalui kepala unit kerja secara periodik. Pengkaitan KPI dengan value creation tersebut diupayakan melalui: a. akuntabilitas dan kinerja unit bisnis yang akan menciptakan dan mendorong performance driven culture di masing-masing unit bisnis. Internalisasi budaya perusahaan dan penerapan standar etika Sejalan dengan keinginan menjadi Dominant Multispecialist Bank.

• Melaksanakan program khusus untuk mendukung efisiensi dan produktifitas serta Learning Organization. Sampai akhir 2006 Bank Mandiri telah memiliki 1560 orang change agent. c. forum-forum perbankan dan programprogram lain yang terkait dengan bank. poster. email dan lain-lain. Consumer/ Retail dan Micro Banking. • Meningkatkan Leadership Skill bagi para pimpinan unit kerja. Culture Workshop: pelaksanaan workshop •  dan seminar budaya kerja baik secara internal dan eksternal.062 orang pegawai. • Employee Promotion Media: mengkomunikasikan nilai budaya TIPCE melalui media advertisement. mengembangkan jaringan bisnis dan distribusi sesuai kebutuhan organisasi dengan tetap meningkatkan efektifitas organisasi. pertunjukan. baik untuk segmen Corporate. Komposisi Sumber Daya Manusia Bank Mandiri per 31 Desember 2006 memiliki 21. e-Learning. Sosialisasi dan komunikasi budaya perusahaan Pelaksanaan sosialisasi dan komunikasi budaya perusahaan dilakukan melalui eventevent dan media: Culture Fair & Championship. Bank Mandiri menyadari pentingnya pengembangan kemampuan sumber daya manusia yang dimiliki. Jumlah ini mengalami penurunan sebanyak 130 orang dibandingkan dengan tahun 2005 yang berjumlah 21. masing-masing Direksi banyak mengikuti/berpartisipasi dalam seminar nasional dan internasional. Commercial. Kemampuan sumber daya manusia Sebagai organisasi berbasis SBU.teknik-teknik change management melalui pelatihan change agent oleh Learning Center. PC desktop. Karenanya. antara lain: •  Dalam rangka menambah wawasan dan meningkatkan kompetensi. Corporate Magazine: penerbitan artikel •  artikel terkait budaya perusahaan melalui Buletin Mandiri secara berkala. b. selama 2006 Bank Mandiri juga telah melaksanakan pelatihan yang mendukung peningkatan kemampuan dan keunggulan kompetitif sumber daya manusianya. sehingga budaya perusahaan dapat terimplementasi dengan baik.192  orang. kampanye. program •  sosialisasi dan komunikasi budaya melalui acara eksibisi. spanduk. Program Values Recognition Program ini merupakan bentuk penghargaan bagi pegawai ataupun unit kerja yang dianggap telah berhasil mengeksternalisasikan nilai-nilai budaya TIPCE di lingkungan Bank. Tujuannya adalah menstimulasi dan mendorong agar setiap insan Bank Mandiri berlomba-lomba menerapkan nilai budaya TIPCE secara berkesinambungan. gathering dan perlombaan culture innovation antar unit kerja. diharapkan dapat terjadi proses cascading nilai-nilai dan perilaku budaya kepada rekan-rekan kerja di unit kerjanya. dari level Section Head hingga Group Head. • Melaksanakan program training khusus bagi Frontliners dalam upaya meningkatkan service dan layanan cabang. Adapun komposisi jumlah pegawai tahun 2006 adalah sbb: 128 corporate center • COMPLIANCE & HUman capital . Bank Mandiri terus berupaya untuk meningkatkan tingkat pelayanan. Dengan komposisi sumber daya yang ada. • Meningkatkan kompetensi perkreditan bagi seluruh pegawai yang terkait langsung dengan permasalahan kredit.

S2. S3) 14% Sarjana Muda/Diploma 30% SMU 2% SMP/SD 58% Sarjana (S1. S2.Komposisi pegawai menurut level jabatan per direktorat (31 Desember 2006)   Level Jabatan Corporate Commercial Consumer Finance Micro & Treasury & Retail Int’l SAM Risk Mgt Compliance & HC Finance & Strategy Tech & Ops CMO Audit & Others 1 2 3 4 5 6 7   Direksi/EVP/ Coordinator Group Head Department Head Pimpinan Senior Pimpinan Pelaksana Non Pelaksana   1 3 13 29 99 48 6 199 1 4 5 51 447 157 2 667 1 2 12 147 50 130 2 334 1 17 64 202 4. S3) 13. S3) 15% Sarjana Muda/Diploma 35% SMU 2% SMP/SD 50% Sarjana (S1.0% Sarjana Muda/Diploma 25. S2.665 11. S3) 13% Sarjana Muda/Diploma 27% SMU 2% SMP/SD 60.6% SMP/SD corporate center • COMPLIANCE & HUman capital 129 . S3) 15% Sarjana Muda/Diploma 32% SMU 2% SMP/SD 2004 2005 2006 54% Sarjana (S1.345 572 16.2% SMU 1. S2. S2. S2.2% Sarjana (S1. S3) 15% Sarjana Muda/Diploma 39% SMU 3% SMP/SD 48% Sarjana (S1.866 1 2 10 24 119 63 8 227 1 2 8 11 235 118 9 384 1 4 27 35 216 68 5 356 1 4 22 29 313 86 16 471 1 5 17 3 144 379 25 574 1 7 22 21 266 305 24 646 1 2 3 18 6 30 2 2 13 48 149 57 27 298 Komposisi Perkembangan Pegawai Menurut Jenjang Pendidikan Per 31 Desember 2001 2002 2003 43% Sarjana (S1.

83% Non Pelaksana 48.00 0.33 100.23 0.44 32.19% Non Pelaksana 57.264 5.24 45.46 7.00 100.02% Pelaksana 34.74 0.00 0.589 5.682 3.062 30.36% Non Pelaksana 66.651 613 18.00 100.881 2.04 3.29 0.91 25.26% Pelaksana 16.927 2.84% Manager 1.00 0.92 9.00   8.408 17.540 133.00   206 22 1 192 421 30.87 30.779 3.00   Komposisi pegawai yang pernah mengikuti training berdasarkan level jabatan 2002 2003 7.755 8.287 6.00 0.00 0.01 1.889 2.00 100.616 1.23 0.51 100.24 19.99 56.00 100.200 56.090 2.949 0.89% Pimpinan 12.43% Pimpinan 15.00   37.968 1.68 0.00 0.00   4.93 5.103 3.Program Pelatihan dan Pengembangan Pegawai 2001 Program Jumlah % 2002 Jumlah % 2003 Jumlah % 2004 Jumlah % 2005 Jumlah % (Satuan Peserta) 2006 Jumlah % Inhouse–Intern Inhouse–Extern Sosialisasi Public Class E-mas Training Special Project Sub Total Lainnya 4.77 0.69% Pimpinan 3.127 417 41 2 613 38.97 5.61 100.51 3.901   49.22% Pelaksana 28.69 15.00 100.88 100.421 1.566 0.72% Manager 130 corporate center • COMPLIANCE & HUman capital .59 7.58% Non Pelaksana 43.22 0.872 2.803 0.19 1.60 100.00 0.74 0.684 919 27.94% Pimpinan 16.139   39.507 2.145   6.38 22.02 0.00   119.00   E-Learning ODP S2 S3 SDP Sub Total Jumlah 43 43 14.185 240 23 2 90 110.717   25.52% Pimpinan 8.00   110.01% Non Pelaksana 63.00   48 -LK 48 27.01 14.619 14.78 11.760   33.00 0.00   4.00 48.28% Manager 1.978   37.00 100.37 0.24 7.518 99.08 100.00   1.00   13.49 17.28 100.74% Manager 2004 2005 2006 0.47% Pelaksana 33.553 450 6 2 1.00 0.01 20.215 98.720 3.59 21.11 0.00 8.88 6.82% Manager 2.917 97.955 22.76 34.616 866 34 482 11.31 4.60 0.00 100.20% Pelaksana 37.179 5.065 121.202 0 1.076 132.19 20.09 0.00 0.

82% 10–14 hari 2.95% 15–19 hari 1.50% 1–4 hari 17.29% 1–4 hari 20.00% 5–9 hari 2.33% 5–9 hari 10.41% >=20 hari 65.39% Kurang dari 1 hari 32.75% 10–14 hari 0.33% 15–19 hari 0.35% >=20 hari 42.97% >=20 hari 2004 2005 2006 45.66% 5–9 hari 4.53% 10–14 hari 0.76% Kurang dari 1 hari 52.24% Kurang dari 1 hari 31.71% 15–19 hari 0.70% 10–14 hari 0.88% 15–19 hari 0.24% >=20 hari corporate center • COMPLIANCE & HUman capital 131 .62% 1–4 hari 30.50% 5–9 hari 1.29% 5–9 hari 4.51% 1–4 hari 22.71% Kurang dari 1 hari 21.43% 15–19 hari 0.82% Kurang dari 1 hari 34.Komposisi pegawai atas dasar lamanya training 2002 2003 20.57% 1–4 hari 10.75% 10–14 hari 0.99% >=20 hari 18.

shared service technology & operations 132 shared services • TECHNOLOGY & OPERATIONS .

sasmita • Direktur shared services • TECHNOLOGY & OPERATIONS 133 . melalui pengelolaan platform teknologi dan operasional yang terpadu. tersentralisasi.Kami memiliki komitmen untuk memastikan nasabah memiliki akses atas seluruh produk dan layanan 24 x 7. efektif dan efisien.

Peningkatan layanan transaksi telah kami wujudkan antara lain dengan penambahan jam layanan kliring diseluruh Indonesia melalui otomasi Sistem Kliring Nasional (SKN) yang terpadu. dibentuk Direktorat Technology & Operations bersama seluruh potensi yang dimiliki. Untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada debitur. serta meningkatkan efektifitas operasional agar memperoleh ‘Strategic Value of Shared Services. Kami juga berkomitmen menyediakan produk dan layanan secara end to end kepada nasabah corporate dan commercial seperti produk Cash Management. transaksi yang di proses mencapai 1. bisnis dan nasabah secara cepat. Peningkatan Kapabilitas di Tahun 2006 Untuk Melayani Nasabah Untuk kenyamanan nasabah consumer. tabungan.’ Keduanya merupakan landasan kuat untuk melakukan sinergi antara teknologi dan operasional. akurat dan efisien. biaya pendidikan dan lain-lain yang didukung dengan pengamanan berjenjang. Sementara itu.’ Tahapan evolusi selanjutnya. mempersingkat ‘time to market’ produk dan layanan bank. sentralisasi operasional serta perluasan jaringan distribusi domestik dan internasional mulai mencapai ‘economies of scale. 134 shared services • TECHNOLOGY & OPERATIONS . meningkatkan kualitas service excellence.633 triliun. pinjaman. Visi tersebut bertujuan menyediakan layanan operasional berbiaya rendah yang kompetitif. Upaya tersebut mendukung tujuan korporasi sebagai ‘Dominant Multispecialist Bank’ menuju Regional Champion Bank. Di tahun 2006. tiket. kemudian mempercepat ‘time to change’ untuk strategic growth dan value creation bagi bank.122 miliar termasuk 476 juta transaksi finansial senilai Rp 14. kartu kredit serta investasi. Sedangkan untuk peningkatan pengelolaan exposure debitur secara terpadu. kami lakukan monitoring melalui Central Liability System (CLS). transaksi melalui Host to Host menggunakan Service Oriented Architecture (SOA) sehingga proses lebih cepat. yang dilengkapi berbagai fitur dan transaksi pembayaran/pembelian dengan pihak ketiga seperti listrik. kartu kredit.shared services technology & operations Selama tahun 2006. Evolusi dalam Pengembangan Technology & Operations Platform teknologi kami telah memiliki kemampuan untuk memproses volume transaksi dalam jumlah besar dengan akurasi tinggi. kami penuhi kebutuhannya dengan beragam produk seperti deposito. memenuhi perubahan kebutuhan pasar. kami menyediakan layanan same day services pada transaksi Trades Services dan Real Time On Line pada transaksi payment dengan konsep Straight Through Processing (STP). dengan visi menyediakan layanan bersifat ‘utility based processing’ yang agile dan efisien. kami juga menyediakan dukungan teknologi dengan Scoring System dan aplikasi Loan Origination System (LOS). Untuk pelayanan perdagangan nasional dan internasional. telepon.

7% dari rata-rata 30. Pada tahun 2006 ini. Untuk menambah jumlah dan memelihara loyalitas nasabah. Domestic & International Payment.’ Direktorat Technology & Operation akan terus melakukan penyempurnaan dan pengembangan aplikasi dengan mengacu pada International Best Practice. kami tetap melanjutkan sentralisasi operations secara optimal. Untuk mempercepat pencapaian ‘time to market’ dan ‘time to change. Sehingga kami dapat melayani nasabah di kantor luar negeri untuk bertransaksi secara Real Time On Line dengan nasabah di Indonesia dan sebaliknya. dan akan dilanjutkan dengan kantor luar negeri lainnya. maka manfaatnya akan kami kembalikan kepada nasabah berupa. Kami juga bertekad menjadi service leader di industri perbankan dengan menciptakan dan menerapkan standar layanan prima secara konsisten. menunjukan komitmen kami dalam kualitas pelayanan. Upaya untuk memindahkan transaksi ke e-channel yang berbiaya lebih murah telah menunjukkan hasil positif. Self Service Passbook Printer) serta transaksi pembayaran/ pembelian dengan pihak ketiga. Penurunan biaya transaksi terus diupayakan melalui pelaksanaan program efisiensi dan pengeluaran biaya yang ketat. dengan fokus pada biaya komunikasi dan investasi serta mengelola biaya pemeliharaan secara lebih optimal. harga yang bersaing. Seiring dengan terus tumbuhnya volume bisnis dan peningkatan efisiensi. Clearing Processing Center. proses yang lebih cepat dan waktu layanan yang lebih panjang. business process re-engineering (BPR) untuk proses internal dan hubbing kantor luar negeri.7 juta transaksi finansial per bulan di tahun 2006 meningkat 29. CDM. Volume transaksi finansial nasabah di e-channel dibanding dengan transaksi finansial cabang berada di rasio 73:27 pada tahun 2006 meningkat dari tahun sebelumnya 67:33. meningkatkan kapabilitas ‘tailormade’ dan memperluas back office support antara lain untuk Cash Management dan Host to Host serta terus mengoptimalkan penggunaan SOA. menjadi katalisator dalam peningkatan sinergi bisnis dengan memperkaya fungsi dan fitur. Triple Data Encryption Standard (3DES) serta Basel II. sehingga makin memudahkan nasabah bertransaksi. Secara konsisten kami terus menjaga pemenuhan compliance dan regulatory domestik maupun internasional dengan menerapkan aturan PBI. kami telah melakukan sertifikasi ISO 9001:2000 untuk Data Center Operations. Pada tahun 2006 kami berhasil terus meningkatkan peringkat kualitas pelayanan kami untuk menjadi kedua terbaik. Efisiensi dilaksanakan melalui peluang penggunaan teknologi baru yang berbiaya rendah. menunjukkan komitmen kami dalam memberikan layanan prima kepada nasabah. Keberhasilan Bank Mandiri memperoleh penghargaan dari Infobank dan MRI dalam Banking Service Excellence Monitor Awards 2005 sebagai peringkat 3 Best Overall Performance yang meningkat tajam dari peringkat 11 di tahun 2004. Euro Master Visa (EMV). PSAK31. kami juga meningkatkan pelaksanaan good corporate governance untuk proses e-bidding dan budget monitoring melalui aplikasi Enterprise Resource Planning.6 juta transaksi per bulan di tahun 2005. Sasaran Tahun 2007 Pada tahun mendatang Direktorat Technology & Operations. Total transaksi finansial yang diproses sistem mencapai rata-rata 39. Disamping itu untuk pengelolaan teknologi dan operasional yang memiliki standar mutu internasional. selain mendukung penambahan dan peremajaan infrastruktur customer points of contacts (Outlet. kami membentuk unit khusus customer care yang fokus pada peningkatan standar kualitas layanan dan single contact center agar penyelesaian pengaduan nasabah menjadi lebih baik.Kami secara berkesinambungan meningkatkan coverage area layanan melalui penambahan Cabang dan ATM sebagai customer points of contacts serta penambahan delivery channel baru seperti Cash Deposit Machine (CDM) dan Self Service Passbook Printer disamping e-channel yang sudah tersedia. ATM. serta memberikan nilai tambah kepada stakeholder. shared services • TECHNOLOGY & OPERATIONS 135 . Di tahun 2006. serta Treasury Operations. Bank Mandiri berhasil melaksanakan perubahan sistem stand alone di Cabang Singapore menjadi Real Time On Line dengan core banking system di Indonesia menggunakan konsep hubbing.

Melalui kegiatan ini diharapkan Bank Mandiri dapat memperkuat reputasinya sebagai perusahaan yang secara konsisten menunjukkan kepedulian pada masyarakat. Mandiri Peduli Pendidikan Tingginya tingkat kemiskinan di Indonesia mengakibatkan rendahnya kemampuan masyarakat dalam mengecap dunia pendidikan. Langkah ini bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan prestasi di bidang olah raga. Bahkan. Selain itu untuk mengembangkan sarana dan prasaranan sekolah. dengan menerima kunjungan mahasiswa tersebut di Bank Mandiri. serta melakukan khitanan massal terhadap 16. Untuk alasan ini Bank Mandiri memilih pendidikan sebagai dasar utama untuk memajukan bangsa. pembelian drinking machine. Mandiri Peduli Olah Raga. bahkan ada yang roboh sehingga tidak dapat digunakan secara maksimal. memberikan inspirasi kepada stakeholders untuk melakukan kegiatan dalam kepedulian masyarakat serta menggalang kesatuan diantara insan Bank Mandiri. Program CSR merupakan salah satu perwujudan misi Bank Mandiri.corporate social responsibility Corporate Social Responsibility (CSR) telah menjadi fenomena dunia dan merupakan bagian penting dari kegiatan perusahaan. Bantuan lainnya berupa penyediaan 36. Selain itu Bank Mandiri juga membantu pembangunan fasilitas gedung sekolah yang tidak memenuhi syarat.5 Juta. yaitu peduli pada kepentingan masyarakat dan lingkungan. Bank Mandiri antara lain memberikan beasiswa kepada 31 pemenang Lomba Karya Ilmiah dan penghargaan kepada 231 guru teladan bekerjasama dengan DIKNAS dengan total dana Rp 1. Mandiri Peduli Kesehatan Bank Mandiri mendukung Pemerintah dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat. Untuk membantu penanggulangan sampah. Mandiri Peduli Olah Raga Dunia olahraga merupakan salah satu kegiatan yang dipilih Bank Mandiri dalam upaya melakukan kepedulian terhadap masyarakat. Tujuan utama kegiatan CSR Bank Mandiri antara lain adalah meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat Indonesia umumnya dilihat dari aspek sosial. Program Mandiri Peduli Pendidikan merupakan bentuk tanggung jawab sosial Bank Mandiri terhadap pendidikan kepada masyarakat tidak mampu yang putra putrinya memiliki prestasi di sekolah namun tidak dapat bersekolah karena ketiadaan biaya serta mahasiswa yang berprestasi.000 anak di seluruh Indonesia. Bank Mandiri ikut serta mensponsori kegiatan Lomba Lari Tugu Monas 10 K.000 buku tulis bagi 3000 anak di Banten. pelatihan petani rumput laut. Mandiri Peduli Lingkungan dan Mandiri Peduli Budaya. Bank Mandiri juga aktif dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pelatihan seni kertas daur ulang Yayasan Sekar.3 Miliar. Mandiri Peduli Usaha Kecil. Untuk tahun 2006. serta memberikan pengajaran tentang perbankan pada mahasiswa. Mandiri Peduli Kesehatan. Sejalan dengan program PBB untuk menurunkan angka kematian anak. 1600 paket perlengkapan sekolah juga telah disalurkan. dan sekolah lainnya senilai Rp 132 Juta. khususnya di sekitar lingkungan kantor Bank Mandiri. Selama tahun 2006. Bank Mandiri memberikan bantuan 40 komputer dan printer untuk mendukung Program OSOL (One School One Computer Laboratory) melalui Menko Kesra dan Menkominfo senilai lebih dari Rp 500 Juta. Selain itu diberikan juga laptop dan desktop untuk beberapa fakultas pada universitas negeri pilihan senilai total Rp 1 Miliar. pendidikan dan kesehatan. Bank Mandiri telah memberikan hibah 3 truk sampah masing-masing untuk kota Jambi dan Bandarlampung serta Jakarta senilai Rp 293. turnamen Sepak Bola 4 Besar LIGINA 136 corporate social responsibility . Bank Mandiri ikut memperbaiki prasarana dan sarana beberapa balai pengobatan di kota Malang. penyelenggaraan workshop audio visual seni budaya. Selama tahun 2006 realisasi kegiatan Mandiri Peduli lebih dari Rp 15 Miliar yang mencakup kegiatan Mandiri Peduli Pendidikan.

Tahun 2006 ini Bank Mandiri sudah menyalurkan dana Program Kemitraan dalam bentuk hibah sebesar Rp 5. pengadaan pompa air. melakukan pembinaan kepada kelompok Usaha Mikro dan Kecil (termasuk Koperasi). Bank Mandiri telah menyalurkan dana sebesar Rp 708 Juta. dan pemasaran. Mandiri Peduli Lingkungan Program Mandiri Peduli Lingkungan merupakan wujud perhatian terhadap lingkungan serta upaya mendukung program Pemerintah dalam melestarikan lingkungan. pesantren. Sementara untuk sarana & prasarana ibadah. beserta peralatan adatnya sebesar Rp 89 Juta. tanggul penahan banjir.8 Miliar. rehabilitasi jembatan. Bank Mandiri juga ikut dalam 19th Asian Tenpi Bowling Championship di Jakarta. Pembinaan yang dilakukan ditujukan untuk meningkatkan ketrampilan produksi. pakaian adat. Kegiatan yang telah dilaksanakan selama tahun 2006 ini antara lain renovasi Istana Silinduang Bulan di Tanah Datar. Perwujudan kegiatan ini di tahun 2006 antara lain penyaluran bantuan bagi korban bencana alam senilai total Rp 1.4 miliar dan pinjaman sebesar lebih dari Rp 56 miliar. Kegiatan lain yang dilakukan adalah Pagelaran Busana Batik Jawa Barat di Sunaryo Art Bandung. Bukit Tinggi. Baik untuk pengembangan seni budaya Indonesia. dan fasilitas sosial dan umum lainnya senilai lebih dari Rp 1. sarana dan prasarana seni budaya. kejuaraan Bola Basket “Indonesia Muda Bola Basket”. Untuk pembangunan fasilitas umum yang diwujudkan melalui pembuatan MCK. seni musik dan tari. rumah adat. Mandiri Peduli Usaha Kecil Bank Mandiri secara sendiri atau bekerjasama dengan lembaga atau instansi lain. Bantuan kepada usaha mikro dan usaha kecil diberikan dalam bentuk bantuan modal maupun hibah.2 Miliar.2006. dan lain-lain. rumah adat. Bank Mandiri ikut memberikan dukungan bagi upaya pelestarian budaya Indonesia. Bank Mandiri mengharapkan agar kelompok Usaha Mikro dan Kecil (termasuk Koperasi) dapat berkembang lebih baik lagi dan mampu bersaing menghadapi kondisi pasar yang berkembang pesat. manajemen. corporate social responsibility 137 . pembangunan instalasi air bersih. Mandiri Peduli Budaya Pada program ini. Melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

 2. 138 informasi pemegang saham .311. 2. Menyetujui Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005 dan mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Prasetio. Sarwoko & Sandjaja (afiliasi dari Ernst & Young) sebagaimana ternyata dari laporannya tanggal 9 Maret 2006 No.  50% dari laba bersih Perseroan tahun buku 2005 atau sebesar Rp 301.000 000 di Bank Indonesia. sejauh: a. S-412/MBU/2004 tanggal 10 Agustus 2004. 4. Keputusan Agenda Ke 4 Menetapkan gaji.684.232.800. 4. RPC-5087.000. Menyetujui Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005 yang telah diaudit oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi DKI Jakarta II. Sarwoko & Sandjaja (afiliasi dari Ernst & Young) sebagai Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi untuk mengatur tata cara pembayaran dividen tunai tersebut serta mengumumkannya sesuai ketentuan yang berlaku.00.223.03 dialokasikan untuk Program Bina Lingkungan.  Fasilitas dan tunjangan bagi anggota Direksi dan Komisaris ditetapkan sesuai dengan dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang diadakan pada tanggal 14 Juni 2002 dan Surat Menteri Badan Usaha Milik Negara No.  Keputusan Agenda ke 2 Menyetujui dan menetapkan penggunaan Laba Bersih Perseroan tahun buku 2005 sebesar Rp 603. Khusus dividen bagian Pemerintah yang berasal dari 14 miliar saham akan disetorkan ke rekening Bendahara Umum Negara (BUN) No.084. b. Keputusan Agenda Ke 3 1. b. Tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Keuangan Tahunan Konsolidasi Perseroan serta Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005.5% dari laba bersih Perseroan tahun buku 2005 atau sebesar Rp 15. 2. Memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada segenap anggota Direksi dan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah mereka jalankan selama tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005.78 digunakan sebagai Cadangan Umum.  2% dari laba bersih Perseroan tahun buku 2005 atau sebesar Rp 12.369.575.778. Penunjukan Kantor Akuntan Publik Purwantono. 3.informasi pemegang saham Aksi Korporasi Tahun 2006 Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan tanggal 22 Mei 2006 memutuskan sebagai berikut: 1.80 per saham yang akan dibayarkan kemudian dengan ketentuan sebagai berikut: a.151.  Besarnya gaji anggota Direksi dan honorarium anggota Komisaris Perseroan tidak mengalami kenaikan dan oleh karenanya besarnya gaji dan honorarium tersebut tetap sama sesuai dengan besarnya gaji dan honorarium yang telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang diadakan pada tanggal 16 Mei 2005. 3. 2.573. 3. Keputusan Agenda ke 1 1. fasilitas dan santunan purna jabatan Direksi dan Komisaris adalah sebagai berikut: 1. 2.502.5% dari laba bersih Perseroan tahun buku 2005 atau sebesar Rp 274.386.655.000. Sisanya sebesar 45. 2. Tindakan tersebut bukan merupakan tindak pidana.067.39 sebagai berikut: 1. Penggunaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) tersebut selanjutnya harus dilaporkan kepada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan mendatang untuk mendapat persetujuan dan pengesahan.533. Penunjukan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Propinsi DKI Jakarta II untuk mengaudit Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006.70 dibagikan sebagai dividen tunai kepada para pemegang saham atau minimal sebesar Rp 14. Sedangkan untuk pelaksanaan Program Kemitraan akan menggunakan sisa anggaran tahun sebelumnya sebesar Rp 115.036.88 ditetapkan sebagai Laba Ditahan/Retained Earnings.

Bambang Setiawan dan Sdr. Edwin Gerungan • Wakil Komisaris Utama: Sdr.416.215 opsi atau 1. Sdr. Agus Martowardojo • Wakil Direktur Utama: Sdr. Sasmita Selanjutnya setelah pengangkatan Sdr. Thomas Arifin. I Wayan Agus Mertayasa • Direktur: Sdr. Agus Martowardojo • Wakil Direktur Utama: Sdr. Sdr. khususnya peraturan No. Sdr. Kep-305/BEJ/07/2004 tanggal 19 Juli 2004. Riswinandi. Keputusan Agenda ke 6 1. Thomas Arifin. Sasmita • Direktur: Sdr. masing-masing selaku Direktur Perseroan yang baru. Riswinandi. Sdr. dengan ketentuan setiap 1 (satu) opsi memberi hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) saham Seri B baru Perseroan. I Wayan Agus Mertayasa • Direktur: Sdr. yaitu dengan ketentuan masa jabatan dari para anggota Direksi yang baru tersebut baru berlaku efektif sejak diperolehnya persetujuan Bank Indonesia (tentang Uji Kelayakan dan Kepatuhan) atas pengangkatan tersebut dan berlaku sampai dengan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang akan diadakan dalam tahun 2011. b. Omar Sjawaldy Anwar • Direktur: Sdr. Bambang Setiawan dan Sdr. 3. Sentot A. 5. Sentausa • Direktur: Sdr. Thomas Arifin • Direktur: Sdr. Sehingga susunan anggota Direksi Perseroan setelah ditutupnya Rapat adalah sebagai berikut: • Direktur Utama: Sdr. Menetapkan harga dan tata cara pelaksanaan MSOP tahap-III tunduk pada Keputusan Direksi Bursa Efek Jakarta No. Sentot A. Santunan purna jabatan bagi anggota Direksi dan Komisaris ditetapkan sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan yang diadakan pada tanggal 22 Januari 2003. 1-A. Sentausa. Sentausa. Sentot A. 3. 2. Keputusan Agenda Ke 5 1. Budi Gunadi Sadikin. Menetapkan Sdr. Sdr. Budi G. Zulkifli Zaini • Direktur: Sdr. Pemberhentian dengan hormat Sdr. Zulkifli Zaini • Direktur: Sdr. Sdr. Melakukan peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor Perseroan yang diikuti dengan perubahan pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 Anggaran Dasar Perseroan dalam hal terdapat pelaksanaan opsi dengan membeli saham Seri B baru Perseroan. Johanes Bambang Kendarto dari jabatannya selaku Direktur Perseroan terhitung sejak ditutupnya Rapat ini dan mengucapkan terima kasih atas jasa yang telah diberikan selama menjabat dalam Perseroan. Sadikin. Menetapkan kebijakan pelaksanaan dan pengawasan program MSOP tahap-III termasuk penetapan penerima opsi dan melaporkannya pada Rapat Umum Pemegang Saham yang akan datang. Abdul Rachman • Direktur: Sdr. Sehingga susunan selengkapnya anggota Komisaris Perseroan adalah sebagai berikut: • Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Sdr. 6. Omar Sjawaldy Anwar • Direktur: Sdr. maka susunan selengkapnya anggota Direksi Perseroan adalah sebagai berikut: • Direktur Utama: Sdr. Pengangkatan Sdr. Abdul Rachman • Direktur: Sdr. masingmasing selaku Direktur Perseroan yang baru telah memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia. Edwin Gerungan yang menjabat sebagai Komisaris Utama Perseroan juga menjabat sebagai Komisaris Independen. Menyetujui pemberian opsi tahap-III sebanyak 309. Soedarjono • Komisaris: Sdr.55% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada saat IPO. 2. Richard Claproth informasi pemegang saham 139 . Budi Gunadi Sadikin 3. Riswinandi • Direktur: Sdr. Bambang Setiawan • Direktur: Sdr. Muchayat • Komisaris: Sdr. Menyetujui pemberian wewenang kepada Komisaris untuk: a.

Keputusan Agenda ke 1 Menyetujui tindakan Direksi untuk melakukan akselerasi penyelesaian kredit bermasalah antara lain melalui Program Penyelesaian Kredit Macet Bank Mandiri (”PPKM Mandiri”) yang pokok-pokoknya telah diuraikan dalam RUPS-LB ini. dengan jumlah (limit) yang akan dihapus tagih yaitu sebesar selisih antara nilai pokok dan harga pengalihan. sehubungan dengan optimalisasi aset termasuk piutang Perseroan. Mengubah Pasal 12 ayat 6 huruf f Anggaran Dasar Perseroan yang semula berbunyi: ”Perbuatan untuk tidak menagih lagi piutang pokok macet yang telah dihapusbukukan. dalam upaya menjadi bank berkinerja baik sebagaimana disyaratkan Bank Indonesia. kriteria. Melakukan pengalihan termasuk pelepasan atau penjualan kredit bermasalah di bawah nilai pokok kepada investor.” 3. dan/atau ongkos-ongkos dalam rangka restrukturisasi dan/atau penyelesaian kredit yang selanjutnya dilaporkan kepada Komisaris. sebagaimana ditetapkan RUPS dari waktu ke waktu. Menambahkan satu ketentuan baru pada Pasal 15 yaitu ayat 9 Anggaran Dasar Perseroan yang berbunyi: ”Komisaris berhak dan berwenang untuk menyetujui kebijakan Direksi mengenai penetapan mekanisme. dalam rangka optimalisasi aset termasuk kredit Perseroan. Menandatangani Performance Management Contract dengan Pemerintah sebagai pelaksanaan Surat Keputusan Bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Mengubah Pasal 12 ayat 6 Anggaran Dasar Perseroan yang semula berbunyi: ”Perbuatan-perbuatan Direksi dibawah ini harus mendapat persetujuan tertulis dari Komisaris dengan mengindahkan peraturan yang berlaku” menjadi: ”Perbuatan-perbuatan Direksi dibawah ini harus mendapat persertujuan tertulis dari Komisaris” 2. Melimpahkan wewenang kepada Komisaris Perseroan untuk menetapkan pembagian tugas dan wewenang diantara para anggota Direksi Perseroan dengan memperhatikan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan. yang jumlahnya dari waktu ke waktu ditetapkan oleh RUPS. 4. termasuk PPKM Mandiri. dan pendelegasian wewenang. Gubernur Bank Indonesia tentang Paket Kebijakan Sektor Keuangan tanggal 5 Juli 2006. Yap Tjay Soen Masa jabatan seluruh anggota Komisaris Perseroan tersebut di atas adalah sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang akan diadakan dalam tahun 2010. mengalihkan atau melepaskan hak untuk menagih atas piutang pokok macet yang telah dihapusbukukan. iii. Menteri Keuangan. denda. Pradjoto • Komisaris Independen: Sdr.” menjadi: 140 informasi pemegang saham . Menggunakan jumlah (limit) hapus tagih atas piutang pokok macet yang telah dihapus buku sebagaimana telah ditetapkan dalam RUPS-LB Perseroan tanggal 29 September 2003 dan RUPS-LB Perseroan. Perbuatan-perbuatan lain dalam rangka optimalisasi aset termasuk piutang Perseroan dengan mengindahkan ketentuan Pasal 15 ayat 9. Menambahkan satu ketentuan baru pada Pasal 12 ayat 6 yaitu huruf g Anggaran Dasar Perseroan yang berbunyi: g. ”Perbuatan untuk tidak menagih lagi.” 2. Gunarni Soeworo • Komisaris Independen: Sdr. dengan memberikan kewenangan kepada Direksi untuk: i. RUPS Luar Biasa tanggal 22 Desember 2006 memutuskan sebagai berikut: 1. dengan melakukan hapus tagih atas piutang pokok macet dan atau hapus tagih atas selisih antara nilai pokok dan harga pengalihan. ii. 5. dengan ketentuan dari waktu ke waktu Rapat Umum Pemegang Saham menetapkan jumlah hapus tagih yang dapat dipergunakan. Memindahkan ketentuan Pasal 12 ayat 6 huruf g Anggaran Dasar Perseroan ke Pasal 12 ayat 14 huruf b menjadi butir vii (baru) Anggaran Dasar Perseroan yang berbunyi: ”tidak menagih lagi piutang berupa bunga.” 4. tanggal 21 Desember 2005 dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp 5 triliun. baik untuk hapus tagih piutang pokok macet yang telah dihapus buku maupun hapus tagih atas selisih antara nilai pokok dengan nilai pengalihan atau pelepasan hak atas piutang pokok macet yang telah dihapus buku. Menteri Negara BUMN. • Komisaris Independen: Sdr. Keputusan Agenda ke 2 1.

000 Rp 3.500 2.325 1.785 312.690 1.900 2.Management Stock Option Plan MSOP Harga (Rp/Saham) Jumlah opsi/Saham yang diterbitkan Jumlah opsi yang belum dilaksanakan per 31 Desember 2006 Tahap I Tahap II Tahap III 742.000 Rp 2.000 Rp 3.925 2.050 1.325 1.056 1.566.375 1.586 2.741 2.600 2.225 2.082 7.500 Rp 1.900 2.416.640 1.500 Rp 2.416.500 1.215 51.980 1.925 1.520 1.236 309.583.08 378.495.977 2.810 2.730 grafik harga saham juta 500 450 400 350 300 250 200 150 100 50 0 Jan 06 Rp 500 Rp 0 Feb 06 Mar 06 Apr 06 Jun 06 Jul 06 Agt 06 Sep 06 Okt 06 Des 06 Rp 1.5 1.800.190.000.720 1.215 ikhtisar saham bank mandiri 2005 Harga Penutupan Saham Bank Mandiri (Rp) Setahun Penuh Setahun Penuh Triwulan I 2006 Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Tertinggi Terendah Akhir Periode Rata-rata 2.5 1.000 309.100 1.500 Volume Perdagangan Harga Penutupan informasi pemegang saham 141 .

853 per saham dan telah dibayarkan pada 30 Juni 2006.508.000.000. Sedangkan MSOP diberikan kepada Direksi dan manajemen senior pada tingkatan tertentu sebagai insentif bagi kinerja yang berkelanjutan. Selain keputusan untuk melaksanakan divestasi melalui penawaran perdana.000 lembar saham atau 20% dari jumlah saham Bank Mandiri yang Ditempatkan dan Disetor Penuh dengan nominal Rp 500 dan harga penawaran perdana Rp 675 per lembar saham.Pelaksanaan Pembagian Dividen Dalam RUPS Tahunan tanggal 22 Mei 2006. Seluruh opsi tersebut terbagi menjadi tiga tahap dimana MSOP—Tahap 1 terdiri dari 378. Sampai dengan 31 Desember 2006 sejumlah 327.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp 500 per lembar saham. • RUPS sehubungan dengan pembubaran dan likuidasi harus dihadiri dan disetujui oleh pemegang saham Seri A Dwiwarna.215 lembar saham dengan nilai nominal Rp 500 per lembar saham.000.999 lembar Saham Biasa Atas Nama Seri B dan dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta & Bursa Efek Surabaya sebanyak 19. Direksi menjadi pengelola dan pelaksana program ESA dan MSOP dibawah pengawasan Komisaris. peleburan dan pengambilalihan harus dihadiri dan disetujui oleh pemegang saham Seri A Dwiwarna. Jumlah saham Bank Mandiri yang Ditempatkan dan Disetor Penuh terdiri dari 1 (satu) lembar saham Seri A Dwiwarna dan 19. Pada RUPS Tahunan tanggal 22 Mei 2006 pemegang saham telah menyetujui pemberian MSOP—Tahap 3 sebanyak 309.7% dari seluruh pemegang saham tercatat yang merupakan pegawai Bank Mandiri. Pemerintah melakukan program divestasi lanjutan atas saham Bank Mandiri melalui penawaran sekunder sejumlah 2.800.450 per lembar saham. pemegang saham Bank Mandiri dalam RUPS-LB tanggal 29 Mei 2003 juga menyetujui rencana kepemilikan saham oleh pegawai dan manajemen melalui Program Penjatahan Saham (Employee Stock Allocation (ESA) dan Pemberian Opsi Pembelian Saham kepada Manajemen (Management Stock Option Plan (MSOP). ESA terdiri dari (i) Pemberian Bonus Saham (Bonus Share Plan) dan (ii) Penjatahan Saham Dengan Diskon (Share Purchase at Discount) sebesar 80% dari harga penawaran perdana.500.882.000 lembar saham.S-1065/ BEJ.70. Bank Mandiri telah melakukan pencatatan pre-list sebanyak 1. Saham Seri A Dwiwarna dimiliki oleh Negara Republik Indonesia dan tidak dapat dipindahtangankan. • RUPS sehubungan dengan perubahan Anggaran Dasar harus dihadiri dan disetujui oleh pemegang saham Seri A Dwiwarna.600 pemegang saham.703 lembar opsi telah dikonversi menjadi saham dimana 71.JKT-023/ LIST-EMITEN/BES/VII/2004 tanggal 13 Juli 2004.000.120 pemegang saham lokal dan 492 pemegang saham asing. pemegang saham telah menyetujui pemberian MSOP—Tahap 2 sebanyak 312. Ada 41. Kemudian pada tanggal 11 Maret 2004. Kronologis Penambahan dan Pencatatan Saham Saham yang dikeluarkan Bank Mandiri terdiri dari satu Saham Seri A Dwiwarna dan Saham Biasa Atas Nama Seri B. • RUPS untuk mengangkat dan memberhentikan anggota Direksi dan Komisaris harus dihadiri dan disetujui oleh pemegang saham Seri A Dwiwarna.339 lembar opsi diantaranya dieksekusi selama 2006.999.575.017. Pada saat divestasi melalui penawaran perdana tanggal 14 Juli 2003.000. Sampai dengan 31 Desember 2006 MSOP—Tahap 3 ini belum ada yang dikonversi menjadi saham.684.655. Pemegang Saham Bank Mandiri Pada akhir 2006 Bank Mandiri dimiliki lebih dari 22. Pada RUPS Tahunan tanggal 16 Mei 2005. Pelaksanaan MSOP dilakukan melalui penerbitan saham baru. 142 informasi pemegang saham .851.000. pemegang saham Bank Mandiri menyetujui pembagian dividen tunai 50% dari laba bersih tahun 2005 atau sebesar Rp 301. • RUPS sehubungan dengan penggabungan. Jumlah tersebut terdiri dari 22.000. Konversi ini mengakibatkan peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 152.099.000. Saham Seri A Dwiwarna adalah saham yang memberikan hak istimewa kepada pemegangnya dalam hal sebagai berikut: • RUPS sehubungan dengan peningkatan modal harus dihadiri dan disetujui oleh pemegang saham Seri A Dwiwarna.000 lembar saham biasa Seri B atau 10% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran sebesar Rp 1.785 lembar saham dengan nilai nominal Rp 500 per lembar saham. sampai dengan 31 Desember 2006 sejumlah 304.416.000.999.PSJ/P/07-2004 tanggal 13 Juli 2004 dan oleh Bursa Efek Surabaya melalui surat No.199. Konversi ini mengakibatkan peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp163. Pemerintah menawarkan saham biasa Seri B sejumlah 4. Jumlah ini setara dengan Rp 14.764 lembar opsi telah dikonversi menjadi saham.300.000 lembar opsi saham yang telah disetujui oleh Bursa Efek Jakarta melalui suratnya No.583.

co. Jakarta 12190.bes. 24 Jl.co.75% Karyawan 0. Pemuda 27 –31.ey.88% Perorangan Indonesia 0.05% Ritel 25. Sudirman Kav 52 –53. 5 Jl. Jakarta 12930.Dalam administrasinya.id Kepemilikan Saham per 31 Desember 2006 Kepemilikan Saham: Jumlah Saham Domestik 67. Jend.49% Perseroan Terbatas 1. Jend. Jakarta 12190. Indonesia Tel: 62-21-526-6210 Fax: 62-21-526-6702.51% Asuransi 1.co.000 67. Jakarta 12190.com Akuntan Publik Purwantono.02% Yayasan 0.65% Dana Pensiun 0. Indonesia Tel: 62-21-5289-5000 Fax: 62-21-5289-4100 www.datindo.nasution@bankmandiri. biro administrasi efek mencatat Setiap rekening nominee sebagai satu pemegang saham.com Informasi bagi Investor Corporate Secretary Mansyur Nasution Tel: 62-21-526-5045 Fax: 62-21-5296-4024 mansyur. Lt.86% 143 . Indonesia Tel: 61-21-570-9009 Fax: 62-21-526-6702 www.86% Pemerintah RI 1.jsx.35% Institusional Pemegang Saham Tercatat yang Memiliki lebih dari 5%. anggota Ernst & Young Global Gedung Bursa Efek Jakarta Menara 2 Lt. Jend. Indonesia Tel: 62-31-531-0646 Fax: 62-31-531-9490 Kantor Operasional Menara II Plaza Bapindo. Informasi Perdagangan dan Pencatatan Saham Bursa Efek Jakarta Gedung Bursa Efek Jakarta.Sudirman Kav 54 –55. Lt. Sudirman Kav 34 –35. Sarwoko & Sandjaja.id Head of Investor Relations Jonathan Zax Tel: 62-21-3002-3172 Fax: 62-21-5290-4249 ir@bankmandiri. 62-21-526-6219 www.id Bursa Efek Surabaya Kantor Pusat Gedung Medan Pemuda. Indonesia Tel: 62-21-515-0515 Fax: 62-21-515-0550 www.44% Reksadana Internasional 0.co. 4 Jl. 7 Jl. per 31 Desember 2006: No Nama Jumlah saham % 1 Pemerintah Republik Indonesia 14.000. Sudirman Kav 52 –53.id Biro Administrasi Efek Datindo Entrycom Wisma Diners Club Annex Jl. Surabaya 60271. Lt. Jend.000.

manajemen dewan komisaris Edwin Gerungan Muchayat Soedarjono Richard Claproth Gunarni Soeworo Pradjoto Yap Tjay Soen Komisaris Utama & Komisaris Independen Wakil Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen komite dibawah komisaris Komite Audit Gunarni Soeworo Soedarjono Yap Tjay Soen Zulkifli Djaelani Imam Sukarno Komite Kebijakan Risiko direksi Agus Martowardojo Wayan Agus Mertayasa Omar Sjawaldy Anwar Zulkifli Zaini Sasmita Abdul Rachman Sentot A. Sentausa Bambang Setiawan Riswinandi Thomas Arifin Budi G. Sadikin Pahala Nugraha Mansury Haryanto Tiara Budiman Direktur Utama Wakil Direktur Utama Direktur Consumer Finance Direktur Commercial Banking Direktur Technology & Operations Direktur Corporate Banking Direktur Risk Management Direktur Compliance & Human Capital Direktur Special Asset Management Direktur Treasury & International Banking Direktur Micro & Retail Banking EVP Koordinator Finance & Strategy EVP Koordinator Change Management Office Soedarjono Gunarni Soeworo Edwin Gerungan Tama Widjaja Komite Good Corporate Governance Muchayat Richard Claproth Yap Tjay Soen Anwar Isham Komite Nominasi dan Remunerasi Edwin Gerungan Muchayat Yap Tjay Soen Komite Di Bawah Direksi Risk and Capital Committee Information Technology Committee Personnel Policy Committee 144 manajemen .

Harry Pudjiatmoko Mohammad Guntur Basuvitri Manugrahani* Chrisna Pranoto Buntoro Ogi Prastomiyono Mansyur S. Jusi Widhayati Dharmawan Heri Gunardi Handayani Sarastri Baskoro Gatut Subadio Sugiharto I Nengah Rentaya Bambang Ari Prasodjo Mustaslimah Ridzki Juniadi Pardi Sudradjat* Riyani T. Nasution Martin Panggabean Credit Recovery I Group Credit Recovery II Group Corporate Banking I Group Corporate Banking II Group Corporate Banking III Group Jakarta Commercial Sales Group Regional Commercial Sales Group Product Management Group Jakarta Network Group Regional Network Group Micro Business Group Small Business Group Electronic Banking Group Mass Banking Group Wealth Management Group Consumer Card Group Consumer Loan Group Financial Institution & Overseas Network Group Treasury Group Human Capital Group Learning Center Group Compliance Group Legal Group Market Risk Group Portfolio & Operational Risk Group Corporate Risk Group Commercial Risk I Group Commercial Risk II Group Consumer Risk Group Consumer Collection Group Investor Relations Group Strategy & Performance Group Accounting Group Procurement & Fixed Assets Group IT Planning & Security Group IT Business Solutions & Application Services Group IT Infrastructure Operations Group IT Information & Knowledge Management Group Central Operations Group Customer Care Group Credit Operations Group Asset Management Group Internal Audit Group Corporate Secretary Group Chief of Economist Catatan: * perangkapan jabatan manajemen 145 . Kaduhu Sasrayudha C. Wiseto Baroto Tardi Suwhono Rustam Sirait Dasa Sutantio Fransisca Nelwan Mok A. Bondan Kartini Sally* Santaputra Pita* Jonathan Zax Kartika Wirjoatmodjo Budi Sulistio Raizal Munir Denny Aritonang Suresh Gummalam O.Group Head E. Paul Tehusijarana Maryono Marwan Budiarsyah Sukoriyanto Saputro Kresno Sediarsi Inkawan D.C.

H. Yos Sudarso No. Cokroaminoto No.T. 4532111. 41375 (0622) 21540. 21 Jl. PT Arun Ngl Co Komplek PT Arun NGL Co. Brigjen Zain Hamid No. Brigjend. Daud Beureuh No. Jend. 7333984 (0622) 22035 (0634) 21032 (0631) 21376. 16 D Jl. Jend. Cactus Raya Blok K No. DR. Teuku H. 284 Jl. Gunung Krakatau No. 21591 (0624) 21434 (0623) 41855. I Jl. 32881.220 Jl. Sudirman No. Jend. M. Yamin. 12-14 Jl. Cirebon No. Cut Meutia No. Jend. 109 Jl. 7 Jl. Dr. 140 Jl.10 A Jl. 133 A Jl. 6871030 (061) 8826000 (061) 4567162. Balaikota No. Merdeka No. 7944944 (061) 6643507. 21 A. Teuku Nyak Arief Kampus Unsyiah Darussalam Jl. 97-99 Jl. Cut Nyak Dhien No.10 Jl. 4157547 (061) 4515064. 40-42 Jl. 653158 (0645) 393119. 8445232 (061) 7333981. Ahmad Yani No. 20 Perumahan Taman Setiabudi Indah. 36 G Jl. Jend. Merdeka No. 4515068. Ahmad Yani No. Jl. Sudirman No. 7864298. 6629000 (061) 7368798 (061) 7353907. Yos Sudarso Blok A No. Sudirman No. Pelabuhan II Kotak Pos 15 Jl. 7352629 45385666 4517644 4512459 6941733 611100 6871049 8828064 4157246 4515065 8210548 4537282 8445230 7333983 23211 21238 22313 21091 41857 23446 21713 597142 322432 20926 496431 28683. 94-95 Jl. Imam Bonjol No.128 Jl. Jl.23. Balaikota No. Sutomo No. Kapten Muslim No. Panyabungan Jl. Universitas. 105.17 G.6. Kabanjahe Jl. Yos Sudarso No. 32223 (0765) 31088 (0765) 91170 (0769) 22070. KH Zainul Arifin No. 7 G-H Jl. Teuku Umar No. Iskandar Muda No. 567985 (061) 4150600 (0620) 21000. 323357 FAKSIMILI 4153273 4527365. 28-30 Jl. 21490 (0651) 23981 (0645)40082 (0641) 21023 (061) 8200636. 65 Jl. Point A Landing Jl. 8219445 4566626 4538471 45338383 4155269 20087 43062 333499 4526613 6613930 4552406 7864598 7944977 6643505 8912240 51809 23575 652711 653971 393177 41552209.289-292 Jl. 6643508 (061) 8910691. 33500. 8221189. Kirana Raya No. Pulau Batam No. 7 Komplek Pertamina Sumbagut Jl.M. 1 Jl. 4532262 (061) 8445229. Haryono No. Adam Malik No. H. Jl. 4150600. 32403. 30-32 Jl.. Imam Bonjol No. 139 Jl. (061) 4551162 (061) 4519666. 333155 (061) 4529059 (061) 6617848 (061) 4552406 (061) 7863298. 97 C-D Jl. Imam Bonjol No.daftar cabang bank mandiri KOTAMADYA/ KABUPATEN Medan Medan Pangkalan Brandan Banda Aceh Lhokseumawe Langsa Medan Medan Medan Medan Medan Tanah Karo Lhokseumawe Aceh Tamiang Medan Medan Medan Medan Deli Serdang Medan Langkat Banda Aceh Banda Aceh Blang Lancang Batuphat Lhoksukon Medan Tebing Tinggi Medan Medan Medan Medan Medan Medan Belawan Medan Medan Binjai Medan Medan Medan Medan Medan Medan Pematangsiantar Padang Sidempuan Sibolga Rantau Prapat Kisaran Pematangsiantar Rantau Prapat Tanjung Balai Balige Mandailing Natal Rantau Prapat Pekanbaru Dumai Duri Rengat KK PEMBUKAAN CABANG BARU JARINGAN KANTOR WILAYAH I/ MEDAN HUB MEDAN IMAM BONJOL Medan Imam Bonjol Pangkalan Brandan Banda Aceh Lhokseumawe Merdeka Langsa Medan Taman Setiabudi Medan Gatot Subroto Medan Tiara Medan Zainul Arifin Medan Kirana Kabanjahe Lhokseumawe Pendopo Kuala Simpang Medan Dharma Agung Medan PLN Wilayah II Medan Pertamina Medan Katamso Medan Tanjung Morawa Medan Adam Malik Stabat Banda Aceh Unsyiah Darussalam Banda Aceh Cut Meutia Blang Lancang Batuphat Lhoksukon ALAMAT KANTOR Jl. Gelanggang Mahasiswa USU. Kompleks Mobil Oil Inc. Jend. 135 C Jl. Sudirman No. 4155385 20190 636154 42922 21212 800121. Kuala Simpang Jl. 4515070 (061) 8200361. Tanjung Morawa Jl. 8912239 (0651) 51809 (0651) 23370. Bukit No. 2 Main Office Bld. 4518477 (061) 4538555 (061) 4157555 (0628) 323977 (0645) 43702 (0641) 31000. Letkol. Katamso No. Martinus Lubis 11 Jl. Jend. Kota Pinang Jl. 735433 (061) 4538122 (061) 4531164 (061) 4536800 (061) 6941152 (061) 6610033 (061) 6871050. 14 Jl. 43 Jl. Lubis Tanjung Balai Balige Panyabungan Kota Pinang Pekanbaru Sudirman Bawah Dumai Sudirman Duri Rengat WILAYAH HUB HUB PEMATANGSIANTAR SUDIRMAN HUB PEKANBARU SUDIRMAN BAWAH 146 daftar cabang bank mandiri . 46920 31097 91137 21382/ 21383 HUB MEDAN BALAIKOTA Medan Balaikota Tebing Tinggi Medan Gunung Krakatau Medan Asia Medan Letda Sujono Medan Lapangan Merdeka Medan Pusat Pasar Medan Ahmad Yani Medan Belawan Medan Pulo Brayan Medan KIM Binjai Medan Jalan Cirebon Medan Iskandar Muda Medan Universitas Medan M. Imam Bonjol No. 17 Jl.55 A-B Jl. 48-54 Jl. Pulo Brayan Wisma Kawasan Industri Medan. 8218183. Universitas Syah Kuala. 397 Jl. 7875729 (061) 7944866. Ahmad Yani No. 15 H Jl. 1 Jl. 4577691 21093 6619540 7361897 7356219. Patuan Nagari No. 11 KC KCP KODE POS 20112 20112 20857 23123 24301 24416 20132 20112 20152 20112 20112 20303 24315 24475 20153 20112 20112 20158 20362 20114 20811 23111 23242 24352 24352 24381 20111 20633 20239 20214 20371 20111 20212 20111 20411 20116 20242 20711 20212 20153 20155 20234 20124 20217 21117 22718 22522 21415 21215 21115 21412 21312 22313 22913 21464 28113 28812 28884 29319 TELEPON (061) 4153396. Yamin Medan Kapten Muslim Medan Sisingamangaraja Pematangsiantar Sudirman Padang Sidempuan Sibolga Rantau Prapat Ahmad Yani Kisaran Pematangsiantar Sutomo Rantau Prapat M.24 A-B Jl. 2 Jl. Sudirman No. Batam No. Veteran No. 28 Kompleks Perkebunan PTP Nusantara II (Persero). 23381. Gatot Subroto No. Sutomo No. 393120 (061) 4524900 (0621) 21723 (061) 6619000. 8445231. 8-10 Jl.1A. Jend. Willem Iskandar No. KL. 7333982. SH No. Hangtuah No. 32. Letda Sujono No. Asia No. Kampus USU Sumatera Utara Jl. Pusat Pasar No. H. Stabat Gedung AAC Prof. 16 Jl. 8210548 (061) 4532609. Jend. Dayan Dawood. Prof. 21211 (0624) 21712 (0623) 93137 (0632) 322431 (0636) 20925 (0624) 496351 (0761) 31786. 8-10 Jl. Sisingamangaraja No. 23686 (0645) 654252 (0645) 653157.

Sofwan. 28940. 20 Jl. Batang Arau No. 61477 (0751) 32726. Ahmad Yani Jl. Pematang Kandis Jl. 62 J Jl. 598791 (0778) 454444. K. Lintas Sumatera KM 1 Jl. Sudirman No. Sudirman Kav. Jend. Teuku Umar No. 859581 (0765) 32203-4 (0765) 51093. Telanaipura Jl. Komplek Tiban Garden Blok C No. Jenderal Sudirman No. 3120417. 22864 (0745) 91318. 42 Jl. 22202 (0741) 34374. 796786 (0754) 61144. 85 Jl. Rasamala No. Jend. 21805 (0778) 458159 (0778) 322126 (0778) 456717. 456824. 431740 28047 457830 322474 457988. Raya Perawang Kilometer 5 Jl. 419 Jl. W 27. 20687 (0717) 432385 (0719) 21011. 327389. 493906 (0761) 859381.39 Batam Industrial Park. 456842 (0778) 611666. Lintas Sumatra Km. Jend. Kapten A. 190-192 Kompleks PT Caltex Pasific Indonesia. 1 Kawasan Industri Panbil. 310053 (0778) 327177.M. Aur Kuning Jl. 61620 (0761) 31021-5. 452607. Jend. 358325 (0734) 451033-35 (0735) 20688. Bagindo Aziz Chan No. Sungai Pakning. Dr. Sudirman No. 21412 . Abunjani No. 23644 21137 62292 22202. 12 Jl. 21464 (0761) 693426 (0761) 493696. 458280 (0771) 22437. 1 Jl. Batuaji Jl. 1.54 Jl. Lintas Sumatera No. SH No. Sam Ratulangi No. 27. Tuanku Tambusai No. 21 Jl. Desa Sengeti. 2A Jl. 3. 583394 (0711) 311177. Duri Jl. P. Tiban Raya. 859580. Sungai Pakning Kompleks PT Caltex Pasific Indonesia. Permaisuri No. Bagan Sinembah Jl. Sungai Rumbai Jl. Jend. Rumbai.1 Jl. Jl. 430295 611333 371281 327669 81008 761317 462216 322765 310053 323264 HUB BATAM IMAM BONJOL Batam Imam Bonjol Tanjungpinang Batam Lubuk Baja Batam Sekupang Martadinata Batam Raja Ali Haji Batam Industrial Park Batam Panbil Tanjung Balai Karimun Tanjung Uban Batam Bandara Hang Nadim Batam Center Batam Batuaji Batam Pulau Sambu Batam Tiban WILAYAH II/ PALEMBANG HUB JAMBI GATOT SUBROTO Jambi Gatot Subroto Muara Bungo Jambi Telanaipura Jambi Sam Ratulangi Jambi Dr. Pekanbaru Komplek Lancang Kuning SquareJl. 36726 626406 20169 777620 31571 28332 34036 796789 61422 32749 627879 583395 310393 451036 23576 432623 21600 Jl. Jend.JARINGAN KANTOR Pekanbaru Nangka Pekanbaru Ahmad Yani Ujungbatu Pekanbaru Sudirman Atas Siak Perawang Pangkalan Kerinci Pekanbaru Jalan Riau Dumai Syarif Kasim Baganbatu Bengkalis Air Molek Pekanbaru Rumbai Pekanbaru Minas Pekanbaru Tuanku Tambusai Pertamina Sungai Pakning Duri Caltex Duri Sudirman ALAMAT KANTOR Jl. Riau No. Martadinata. 6 Jambi Muara Bungo Jambi Jambi Jambi Sarolangon Bangko Bajubang Jambi Jambi Padang Bukittinggi Solok Padang Padang Padang Padang Payakumbuh Sawahlunto Padang Bukittinggi Sawahlunto Palembang Tanjungenim Baturaja Pangkalpinang Tanjungpandan 36138 37212 36122 36113 36113 37381 37314 21366 36381 36129 31505 26111 27322 25237 25001 25211 25215 26211 27421 22115 26131 27584 30134 31711 32116 33128 33411 (0741) 31581-2. Pekanbaru Main Office PT Caltex Pasific Indonesia. Batam Center Komplek Saguling Mas Indah Blok A No. Kol. 371284 (0777) 327668. Yani No.Box 14 Jl. 91546 (0746) 323224 (0743) 21366 (0741) 51900 (0741) 61042 (0751) 31501-2 (0752) 626401 (0755) 21123 (0751) 777618. 109 Jl. 4269 (0765) 996156 (0765) 598795. R. 993895 (0761) 859848. Sudirman No. Jend. 72333 (0751) 26940. 1008 Palembang 30135 (0711) 364008 . Sutomo.13 310992. 33840 (0751) 33331 (0751) 34872 (0752) 796783 s. Sudirman No. Ahmad Yani Jl. 12 D-E Jl. Akhmad Dahlan Social Center PT Semen Padang Jl. Rivai No. Sultan Syarif Kasim No. Harapan Business Center Blok I No. 61146. 611444 (0778) 371283. Raya Lintas Timur Jl. 326877 FAKSIMILI 572623 38003 61148 36383 693468 493719 47764 32302 51092 22773 41074 594398 43177 859868 391777 995500 598796 452606. 61636. 462264 (0778) 392040. 777619.42. 51091 (0766) 22771-2 (0769) 41075 (0761) 592190 (0761) 993894. 452 Jl. Jend. 18 E-F Jl.9 Jl. Sudirman. 859858 (0766) 91220 . Jl. 32748 (0752) 627880. A. Raya By Pass No. Komp. 26915 34185 91443 323225 20066 51900 668691 31505.22 Ext. Sudirman No. 219. Raja Ali Haji No. 81006 (0778) 761318 (0778) 462048. Jl. Serma Zakaria No. 627881 (0754) 583393. 21012 HUB PADANG LAPANGAN IMAM BONJOL HUB PALEMBANG SUDIRMAN daftar cabang bank mandiri 147 . 374279 20066. Bajubang Jalan Lintas Timur Km. Sri S. 21138 (0741) 62184. Ahmad Yani No.418 (0747) 21188. 35-37 Jl. 3 Bandara Hang Nadim Gedung Otorita Batam. 14 Kompleks Saringan No. Bagindo Aziz Chan No.35. Dr. 2. Cendana. Jend. Perintis Kemerdekaan No. Jend. Tuanku Tambusai No. 322047 (0778) 310059.20 KOTAMADYA/ KABUPATEN Pekanbaru Pekanbaru Ujungbatu Pekanbaru Siak Pangkalan Kerinci Pekanbaru Dumai Bengkalis Bengkalis Air Molek Pekanbaru Pekanbaru Pekanbaru Dumai Duri Duri Batam Tanjungpinang Batam Batam Batam Batam Batam Tanjung Balai Karimun Tanjung Uban Batam Batam Batam Pukau Sambu Batam KODE POS 28282 28115 28454 28115 28772 28381 28292 28812 28992 28712 29352 28271 28885 28283 28700 28884 28884 29432 29111 29432 29422 29432 29434 29433 29161 29152 29431 29432 29422 29411 29421 TELEPON (0761) 571610 (0761) 24888 (0762) 61147.8 Jl.E. Prof. 63267 (0741) 31089. Sutomo Sarolangon Bangko Bajubang Sengeti Jambi Sipin Padang Lapangan Imam Bonjol Bukittinggi Solok Padang Indarung Padang Sudirman Padang Bagindo Aziz Chan Padang Muara Payakumbuh Sawahlunto Padang Veteran Bukittinggi Aur Kuning Sungai Rumbai Palembang Sudirman Tanjungenim Baturaja Pangkalpinang Tanjungpandan Jl.O. 99 Jl. Veteran No. Dr. Merdeka No. Gatot Soebroto No.3 Jl.15 Jl. Sudirman No. Pasar Jl. Imam Bonjol. Minas. 90 Jl. Jend. Jl. Sudirman No.H. 23 Jl. Imam Bonjol No. 458137. Teuku Umar No.d. Lubuk Baja Jl. 7 Jl. 327078 (0771) 81007. Soekarno Hatta Jl. 60 A Jl.144 Kompleks Pertamina. Pramuka No. Muaro Jambi Jl.

27 Jl. Jl. Soekamto No. Parman Palembang Plaju Palembang A. Arteri Mangga Dua Raya Komplek Puri Deltamas Blok J 1-2 Jl. 6603884 (021) 6601602/5. Bukit Tinggi No. Jl. 6683566 (021) 6685553. 2600506 (021) 6625325-8. 356436 (0733) 325350. 39 Jl. 31-35 Jl. 357496 (0711) 90204 (0713) 20868 (0736) 346890 (0721) 481222. Raden Intan No. 9. 21611 (0721) 486087 (0721) 255167 (0721) 481945 (0721) 486942-3 (0721) 251414 (0725) 41363 (0729) 24452. 66694402. Jend. 66 A.7-8. 364020 (O731) 323700. Jl. Ruko K3 No. Jl. 6603087 (021) 6670909. Pangeran Jayakarta No.U Lahat Sungailiat Mentok Palembang Sako Kenten Muara Enim ALAMAT KANTOR Jl. S. 5483595 (021) 5506744. 73 Ruko Mega Mal Pluit No. 6903715 (021) 66694401. Ahmad Yani No. 326094 (0736) 22881. Merdeka Lk I. Jend. 22916 (0714) 322900-2 (0711) 410150 (0711) 364025 (0711) 364013. Kapten A. Kurnia Jl. 31942 (0711) 810771 (0734) 424148. Parman Jakarta Bandara Soekarno-HattaTerminal D Jakarta R. 36. Jl. W. Parman Kav. 38-SEB.9. 321925 (0711) 354144. Supratman No. 149 B-C Jl. 5507283 (021) 5306783-4 (021) 53672756.5 Jl. Garuda No. Gedung YDPK Jl. 44 Jl. T. 20464 352432 312016 311481 326095 22882 322904 420183 372233 312477 357670 350013 90808 21515 346891 489064. Bengkulu Jl. Pringsewu Jl. 1008 Jl. Jl. Jl. 421363 (0711) 310952. Yos Sudarso No. Pangeran Antasari No. 30012234. Slipi Bandara Soekarno-Hatta. Sudirman No. 297 B. 321013. Letjend. 6690602 6697201 6399070 6683565 6678048 6630936 6601608 6336440 62371073 66992630 6019257 62300267 6123134 30012227 62312971 6909647 6930105 5347012 5501383 5480027 5482003 HUB JAKARTA S. 486146. 326093. Aipda KS Tubun 92-94.1. 46 Jl. Pasar Ikan Ruko Glodok Plaza Blok H No. 69-70 Jl. Muara Karang Blok O / VIII Timur No. 1 / 78 Terminal Sako Kenten. Mayor Ruslan Jl. Mayor Ruslan Blok A No. 7 Jl. 357472. Laksamana Malahayati No. Mangga ITC Mangga Dua Lt. 6926655 (021) 6930104 (021) 5346627. Sudirman Km. 6127048 (021) 30012229. 354245 (0711) 711023. 21539. 352346. Jl. Rustam Effendi No.JARINGAN KANTOR Palembang Pusat Dagang Lubuk Linggau Palembang Atmo Palembang Pusri Palembang R. Jl. 51-53 Pasar Glodok Lt. Jl. 6127049. Salak Raya No. Veteran No. Laksamana Malahayati No. Proklamator No. Bandengan Selatan No. 21244 (0711) 352432 (0711) 313455. Ahmad Yani No. 30 Jl. 93-95 Jl.118 Jl. 6264215 (021) 6670926. Kav. 3. Sako Kenten Jl. Lapangan Stasiun No. 322226 (O713) 326000. 373271 (0736) 20016. Tambora Wisma Barito Pacific. 322381. Pejagalan Raya No. 66694407 (021) 6019948 (021) 62300268.45-46. Muara Karang Raya No.85 F/C. 27. Teuku Umar No. 3 Jl. 5. 117 Jl.47 Jl. Pasar Pagi Jl. Jend. Kolonel Atmo No. Rivai No. 2 A. Pintu Kecil III No. 481431 (0724) 21392. 9. Kartini No.R. 2 Komplek Pertokoan Mitra Bahari Blok E No. PARMAN Jakarta S. Cut Meutiah No. 165-167 Jl. 321012. 43 Jl. Mangga Dua Raya WTC Mangga Dua Lantai 5 Blok D No. Raya Pluit Kencana No. 54. Lapangan Stasiun No. 62-63. 62300269 (021) 6123135. 60 Petro Muba Building Jl. 132 KOTAMADYA/ KABUPATEN Palembang Lubuk Linggau Palembang Palembang Palembang Lahat Sungailiat Mentok Palembang Muara Enim Palembang Bengkulu Plaju Palembang Palembang Prabumulih Bengkulu Musi Banyuasin Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Pendopo Prabumulih Bengkulu Bandarlampung Kotabumi Bandarlampung Tanjungkarang Bandarlampung Bandarlampung Tanjungkarang Metro Tanggamus Bandarlampung Bandarlampung Lampung Tengah Bandarlampung KODE POS 30125 31616 30125 30118 30126 31411 32111 33311 30762 31315 30129 38223 20368 30135 30122 31121 38115 30711 30152 30113 30137 30114 30113 31211 31122 38226 35221 34516 35214 35114 34223 35111 35111 34111 35373 35141 35133 34163 35118 TELEPON (0711) 313767. 7-8 Jl. Bandar Jaya Jl. Jenderal Sudirman No. 313627 21361. 473752 21975.Badaruddin II Jl. 550 Jl.LO2 BKS039. Sudirman No. Petamburan Jl. Rivai Palembang Pasar 16 Ilir Prabumulih Sudirman Bengkulu Ahmad Yani Sekayu Palembang Bandara Sultan Badaruddin Palembang Uniba Palembang Gedung Kanwil Palembang R. Kapten A.S. 2 Jakarta Barat 11110 (021) 6922004. Mangga Dua Raya No. 183 Pertamina UEP III. Mayor Zen No. 70 Jl. Jalan Pinangsia II No. 6012024. 24453 (0721) 774653 (0721) 782555. 22138.P. 6601609 (021) 6336120. 6670101 (021) 6299030. 251510 FAKSIMILI 310873 325680 313655 710994 313977 323600 92233 21194 810772 423338 313379. 79 Jl. Taman Sari Jalan Pluit Karang Utara No. Pasar 16 Ilir No. 21489 483849 268602 486847 485684 252796 41860 21472 771692 782333 529127 51510 HUB PALEMBANG ARIEF Palembang Arief Bengkulu S. 39 A Jl. Kapten A. 8 Mangga Dua Square Blok B No. Jend. 30012235 (021) 62312970 (021) 6916434. 8-9 Jl. 92416 (0717) 21194. 6628061 (021) 6603482. Jl. 6627901 (021) 6291486. Rivai No. Taman Anggrek-Kemanggisan Jaya KC KCP KK Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Pusat Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Pusat Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat 11110 14440 11180 10730 14450 14450 10730 14450 14440 14450 14450 11120 11110 14450 14430 14430 10730 14430 14430 11230 11110 11410 19100 11410 11480 (021) 2600500. MG 46 . 322383 (0717) 92233. Pelni Jakarta Gedung Pusri WILAYAH HUB PEMBUKAAN CABANG BARU 148 daftar cabang bank mandiri . Penjaringan Gedung Pusat Perdagangan Grosir Mangga Dua Blok KA No. Mangga Dua Raya Ruko Agung Sedayu Blok N No. Sekayu Bandara Sultan Mahmud. Terminal D & E Departures Jl. Pramuka Jl. S. 2600500 6922006 Jl. Pinangsia Raya Arkade Dusit Mangga Dua No. Sukamto Palembang Veteran Pendopo Prabumulih Bengkulu Panorama Bandarlampung Malahayati Kotabumi Bandarlampung Cut Meutia Tanjungkarang Bambu Kuning Bandarlampung Telukbetung Bandarlampung Supratman Tanjungkarang Kartini Metro Pringsewu Bandarlampung Teuku Umar Bandarlampung Antasari Bandar Jaya Bandarlampung Raden Intan HUB BANDARLAMPUNG MALAHAYATI WILAYAH III/ JAKARTA KOTA HUB JAKARTA KOTA Jakarta Kota Jakarta Mitra Bahari Jakarta Glodok Plaza Jakarta Mangga Dua Jakarta Bandengan Jakarta Pluit Selatan Jakarta Pangeran Jayakarta Jakarta Mega Mal Pluit Jakarta Muara Karang Dalam Jakarta Muara Karang Raya Jakarta Pluit Kencana Jakarta Glodok Sky Jakarta Pinangsia Jakarta Pluit Karang Baru Jakarta Pasar Pagi Mangga Dua Jakarta ITC Mangga Dua Jakarta Harco Mangga Dua Jakarta WTC Mangga Dua Jakarta Mangga Dua Square Jakarta Pasar Pagi Lama Jakarta Pejagalan Jl. 3 D. 311556 (O711) 318511. 21 D Jl. Simpang Patal Jl. Sudirman No. 53672801 2600505. A-8 Komplek Pertamina II. Parman No. 322131 (0711) 360808 (0711) 374004. 2600508 6625327 6281937 6127624 66603981. 770163 (0725) 529999 (0721) 251312.43 Jl. Rivai No.79. I Blok B/13-14. 18 Jl. 6281936 (021) 6127623-4 (021) 6603086. R. Cemara 18 Pertamina UEP II.12A-14.Jl. Gunung Sahari Raya 1 Jl. Raya Pluit Selatan No. 33 A. 6336320 (021) 6011029. 711023 (0711) 313498.S. Sudirman No.

Penjaringan Ruko Jelambar BaruJl. Kapuk Muara Ruko Teluk Mas Jl. Jl. Parman Kav. Jl. Jelambar Baru Raya No. 3 Ruko Karang Anyar Blok C / 26 Gedung 16 Lantai Departemen Keuangan Jl.25. 56 A-B Jl.18. Parman Kav. Parman Kav. No. Kamal Muara Jl. 2 Jl. Meruya Ilir Blok A No.H. Penjaringan Ruko Taman Duta Mas Blok A3/46. Gatot Subroto Kav. Agave Kedoya Ruko Galeri Niaga Mediterania Blok X-3 Kav No. Prof. Grogol Petamburan Gedung Roxy Square. K. 21. Panjang No. 25 Kantor Pusat PT MNA. Mansyur No. 5459397 (021) 5822723. Boulevar Taman Palem Lestari Blok D1 No. Ir. DR. Hasyim Ashari No. 20 Jl. 20 Jl. 14 Komplek Mal Puri Indah.Petamburan Ruko Taman Permata Buana Jl. 6544906 (021) 2310380.5 A. Jimbaran Blok 7 B No. Kyai Tapa No. Dr.47. H. Penjaringan Ruko Duta Harapan Indah Blok I No. Jembatan Dua No. 73-75 Komplek Ketapang Indah. Ir. Grogol . Jl. Teluk Gong No. Kencana Utama Raya Blok L6/G Ruko Agave Blok B1/12A. Outer Ring Road Kamal.62. 125 Jl. Kemanggisan Jl. 18 Jl. Krekot Bunder Raya No.11 Blok A-3 Jl. Lantai Lower Ground Blok C3 No. 3815339 (021) 2311443. 99 Jl. Cengkareng Jl. 19 Jl. 5450258-9 (021) 5689044/47 (021) 5824408-9 (021) 5824804 (021) 5656646-7 (021) 5666503. 9 B.1.18 E. Harapan Kita Jakarta Garuda Sentra Operasi Jakarta Slipi Jaya Jakarta Bandara Soekarno-Hatta Gedung Angkasa Pura Jakarta R. S. S. Jend. 5865075 (021) 55964740 (021) 66605630 (021) 66698324 (021) 70708601 (021) 53666265 (021) 5634614 (021) 5360735-7 (021) 5647439. Arteri Kedoya Jl. 3842654 (021) 2600025. Kebon Jeruk Jl. Mangga Raya Blok Y No. K.6B. Gedung 601 KOTAMADYA/ KABUPATEN Jakarta Barat Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat KODE POS 19101 10260 11420 19110 11480 19120 TELEPON (021) 5501260. Juanda No. Slipi Taman Niaga Soewarna Lantai Dasar Blok B Lot 1-5. Moch. Pulau Bira III Blok D1 Kav. 1.S. 5327472. 55911242 (021) 5327262. Lantai Dasar Unit 70 C. Kebon Jeruk Kompleks Intercon Megah Blok W. 32 Kampus A Universitas Trisakti.7 A-B. S. Perjuangan No. 1 Jl. Zainal Arifin Blok A1 Jl. 2310593 (021) 2310203.17 E Jl.Lapangan Banteng Timur No. 17-18. Jl. Kembangan Jl. Kyai Tapa No. Angkasa Blok B-15 Kav.15 A. Latumetten No. 5590370 (021) 5356830. 2600170 (021) 2311508. 22 Jl. Peta Selatan No. Dr Muwardi II No. 54353584 5606252 5450257 5689048 5824410 5824806 5656645 5666552 55955410 5445098 5459827 5822302 5808383 5823111 55964739 56998574 54353122 HUB JAKARTA GAMBIR Jakarta Gambir Jakarta Gunung Sahari Jakarta Krekot Jakarta Juanda Jakarta Angkasa Jakarta KP Pertamina Jakarta Pasar Baru Jakarta Mangga Besar Jakarta Ketapang Indah Jakarta KPKN II Jakarta Karang Anyar Jakarta Departemen Keuangan Jakarta Krekot Bunder Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat 10120 10720 10710 10110 10720 10110 10710 11170 11140 10710 10740 10710 10710 (021) 3808367-9. 5864951. Letjend. Samanhudi No. Perwira No. 46 Jl.5C. Kapuk Muara Mal Taman Anggrek Ground Level C 13A&C 13Z Jl. Wahidin II No. Kalideres Grenvil Real Estate Blok BG 31-36 Jl.JARINGAN KANTOR Jakarta Bandara Soekarno-Hatta Cargo Jakarta Design Center Jakarta R. H.62 B. 6310068 (021) 56968006. Puri Indah Raya Ruko Blok I / 1 Rukan Golden Green No. 6336601 (021) 3850160 (021) 6247384 (021) 3522074 (021) 3841665 3808357 2600236 2310314 2310311 6540705 2310509 2310318 6391113 6349340. 6A-6B. Kampung Gusti Blok M No. 5822778 (021) 5819878 (021) 5822882 (021) 55964740 (021) 56998570-8572 (021) 54353574. Mohammad Mansyur No. Kanker Dharmais Tangerang Taman Niaga Soewarna Jakarta Jalan Panjang Jakarta Pos Pengumben Jakarta Pantai Indah Selatan Jakarta Duta Harapan Indah Jakarta Teluk Mas Jakarta Kapuk Raya Jakarta Kemanggisan ALAMAT KANTOR Bandara Soekarno-Hatta. Cengkareng Jl. 5495144 (021) 5681153 (021) 5590369. Pangeran Tubagus Angke No. 6340164 3850159 6249405 3522072 3809826 daftar cabang bank mandiri 149 . Kapuk Raya No. Pejagalan Ruko Kapuk RayaJl. K.A-8F. 5507172 (021) 5495136-8.3 No. H. Dharma Kencana Blok H No. 2-3 Jl. Jl. KH. Budi Raya No. H. Mangga Besar Raya No. 2-4 Ruko Krekot BunderJl. Jl. Industri No. 7-8 Jl. 87 Bandara Soekarno-Hatta. Sawah Besar Jakarta Barat Tangerang Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Barat 11420 11109 11530 11640 14460 14460 14450 14460 11480 11440 11520 11460 10150 11650 11210 11430 11440 11330 14440 11460 14450 11460 11610 10140 11460 11440 (021) 5681573 (021) 55911440. 10 Jl. 5327393 (021) 5864931. Bandara International Soekarno Hatta Jl. 5669125 (021) 55955409 (021) 5407035-6 (021) 54381659. Kyai Tapa No.H. Grogol . 53-54 Jl. 5356802 (021) 5501240/1378/2426 FAKSIMILI 5501289 5495139 56963325 5590369 5356917 5502427 Jl. Letjend.Petamburan Ruko Jembatan DuaJl. 5665804 (021) 6329512 (021) 5304300. 56968281 (021) 5636771 (021) 6343303 (021) 6606262. S. 6603040 (021) 5643966 (021) 6619596 (021) 56942316 (021) 58355045 (021) 63857527 (021) 58355045 (021) 56954494 56943406 55911441 5322397 5864448 55964739 66605631 66698325 5562102 53666264 5634613 5348757 5675890 6329487 5304127 6306112 56968284 5636527 63851739 6602987 56963916 6620392 56942339 58304247 63857509 58304247 56954514 HUB JAKARTA KYAI TAPA Jakarta Kyai Tapa Jakarta Kebon Jeruk Perjuangan Jakarta Jelambar Jakarta Roxy Mas Jakarta Taman Kebon Jeruk Jakarta Jembatan Lima Jakarta Tomang Jakarta Universitas Trisakti Jakarta Latumetten Jakarta Taman Permata Indah Jakarta Jelambar Baru Jakarta Jembatan Dua Jakarta Taman Duta Mas Jakarta Taman Permata Buana Jakarta Mohammad Mansyur Jakarta Grogol Muwardi Jakarta Roxy Square HUB JAKARTA DAAN MOGOT Jakarta Daan Mogot Jakarta Kalideres Jakarta Grenvil Jakarta Puri Indah Jakarta Kedoya Jakarta Kepa Duri Jakarta Tanjungduren Jakarta Taman Palem Lestari Jakarta Taman Semanan Indah Jakarta Daan Mogot Baru Jakarta Mal Puri Indah Jakarta Puri Kencana Jakarta Taman Kedoya Baru Jakarta Galeria Niaga Mediterania Jakarta Mal Taman Anggrek Jakarta Mutiara Taman Palem Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Barat 11460 11840 11510 11610 11520 11510 11470 11730 11750 11840 11610 11610 11520 14460 11470 11730 (021) 56961890. Pantai Indah Selatan I Blok D-A Kav.S. Letjend. 5674669 (021) 54391549. Grogol Jl.21 Ruko Mutiara Taman Palem Blok A2 No. 21 Pertokoan Daan Mogot Baru. 2 AB Jl. Jl. Samanhudi No. Puri Agung. Daan Mogot Jl. 19 Komplek Perumahan Taman Semanan Indah. 84-88. Tanjungduren Raya No. Tomang Raya No. Gedung Slipi Jaya Bandara Soekarno-Hatta. 2310455 (021) 6540703. Cargo Area Gedung 501 Jl. 1 Jl. 2310277 (021) 2600044 (021) 6336461. Jl. Parman Kav. Juanda No. Puri Indah Komplek Puri BugarJl. 222 Jl.H. 5868489 (021) 6306118.

Banda No. 65830952 (021) 5523618. Ruko Gading Serpong Blok AA4 No 38. Fakrudin No. Boulevard Ruko Sutera Niaga I No. 65835034. 6514681. Sunter Jl. 5462330 (021) 53124348. Jakarta Jl. Blok F Ruko Prima Sunter Jl. Enggano No. Fachrudin No.H. Maulana Hasanuddin No. M. Griya Utama Blok A No. Hayam Wuruk No. K. 4. 1-4 Jl.H. Ciledug Raya No. 43903236 (021) 43904578 (021) 4300489. Jl. 5510 (021) 23571745. Kav. 87 Komplek Pertokoan Duta Merlin. Suryopranoto No.8BJl. 821. Tanah Abang Jakarta Gedung Pelni Jl. 32 Jl.JARINGAN KANTOR Jakarta Pademangan Jakarta KP BPKP Jakarta Pasar Mobil Kemayoran Jakarta Gedung Askrindo Jakarta Hayam Wuruk Jakarta Batu Ceper Jakarta Tanjungpriok Enggano Jakarta Cakung Jakarta Sunter Permai Jakarta Tanjungpriok Yos Sudarso Jakarta Sunter Paradise Jakarta Tanjungpriok Tawes Jakarta Ahmad Yani Jakarta Perumpel Tanjungpriok Jakarta Ancol Jakarta Tanjungpriok Bea & Cukai Jakarta Pertamina DPKK Jakarta Tanjungpriok Departemen Agama Jakarta Griya Inti Sentosa Jakarta Taman Sunter Indah Jakarta Sunter Agung Utara Jakarta Mal Sunter Jakarta Plumpang Jakarta Pasar Seni Ancol Jakarta Prima Sunter Tangerang Ki Samaun Cilegon Anyer Serang Tangerang Ahmad Yani Tangerang Merdeka Tangerang Cikokol Tangerang Ciledug Tangerang Daan Mogot Cilegon Merak Tangerang Cikupa Tangerang Pinangsia Karawaci Tangerang Kota Modern Tangerang Gading Serpong Tangerang Alam Sutera Cilegon Pasar Anyar Cilegon Krakatau Steel Serang Cikande Serang Pasar Lama ALAMAT KANTOR Jl. Cikokol Jl. Lodan Timur. 4416566 (021) 6408751. 2310216 5900647 3857935 6342220 2303146 6307748 2301338 63857742 23571746 3456373 30035469 3840918 2310141 3520678 3512122 2303744. Pademangan IV Gang 6 No. 43930230. Gajah Mada No. Raya Serpong Jl. Jl. 77.108. 21 Jakarta Gedung Depparpostel Jl. 6409588 (021) 3866724 (021) 6540806 (021) 6546550 (021) 6009371 (021) 3500229. Raya Anyer No. 57 B KOTAMADYA/ KABUPATEN Jakarta Utara Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Utara Jakarta Pusat Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Pusat Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Tangerang Cilegon Serang Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Cilegon Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Serang Cilegon Serang Serang KODE POS 14410 10120 10260 10610 11160 10120 14310 14410 14350 14210 14350 14310 10510 14310 14430 14310 14320 14210 14350 14350 14350 14350 14230 14420 14350 15118 42431 42111 15111 15113 15117 15154 15111 42431 15710 15139 15117 15333 15325 42166 42431 42186 42112 TELEPON (021) 6409587. 3446955 (021) 2311525 (021) 3914859. Lippo Karawaci Perumahan Modernland Blok BR No. Jl.8 Jl. 2301488 (021) 6335770. Cabang Pelabuhan Tanjungpriok. Merdeka Barat No. 5963003 (021) 5516058. 5516959 (021) 5543218 (021) 7325200. Yos Sudarso No. 23. Jl. 31930396 (021) 2303860 (021) 2300272. 13-14 Jakarta Gedung Indosat Jl. 65836181. Diponogero No. Jendral Sudirman. Batu Ceper No. 65832299.15. 2302567 39899056 2302841 2300316 Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat 10110 10220 10150 10130 10250 10130 10250 10130 10250 10250 10230 10110 10110 10110 10110 10340 10350 10340 10250 (021) 2311800. Yos Sudarso No. 65835133. Jl. Raya Serang Km 14.19 DEF Jl.Jl. Raya Merak No. Sunter Paradise Blok F20 No. 3 Jl. Depot Pertamina UPPDN III Plumpang Jl. 490617 (021) 6459934. Plumpang Raya Semper No. Wahid Hasyim No. Jl. Gajah Mada No. Blok A/26-28. Sunda No. Budi Kemuliaan Jakarta Pusat 10340 (021) 39832922. 931234 (0254) 201260 (021) 5522206. 71. 3512474 (021) 4351168-9. Ciledug Jl. 628 (021) 5900645. Ki Samaun No. 17 Jakarta Caltex Pacific Indonesia Gedung Sarana Jaya. Angkasa Blok B-9 Kav. 45-A/B. 14 Jakarta Pasar Tanah Abang Pasar Regional Tanah Abang Blok ALantai Basement 2 Blok A Blok F No. Danau Sunter Utara Blok A Kav No. 214 Jl. 5524965 (021) 5517019.S-044A. TamansariJakarta 11160 Wisma Tigris Jl. 1-2. 5515745 (021) 55749147-8 (021) 5462297. 5 THAMRIN HUB JAKARTA KEBON SIRIH Jakarta Kebon Sirih Jakarta Wisma Bisnis Indonesia Jakarta Cideng Jakarta Duta Merlin Jl. Pasoso No. 6307747 (021) 2311079. Jend.85-86. 34830689 (021) 3802614 (021) 3867496 (021) 3512124 (021) 2302411 (021) 2300473.H. Kemayoran Jl. 5900646 (021) 3850658. Tanjungpriok Jl. 3914860 (021) 6304431-2. M. 6500587 (021) 65835132.3. 1. 83 Jl. 2300718.25 Mal Sunter Lantai Dasar No. 65832395 (021) 43906859/61 (021) 6413614.8 Ruko Pinangsia Blok A-39.96A. Jl. Jl. 30035458 (021) 3828403/05. Merdeka Barat No.19. Cilincing Jl. Kebon Sirih No. 3442873.H. 53124349 (0254) 603515 (0254) 372124 (0254) 404102-4 (0254-220404-6 FAKSIMILI 6411910 3866724 6543016 6546550 6009375 3512435 493637 44820937 6408763 490980 686453 4300182 4249658 4304952 6927821 43903237 497827 4300733 6516285 6500719 64715602 65831994 43906860 682210 65830953 5525344 391396 217723 5525004 5523718 5543048 5847827 5521047 391606 5961708 5588869 55749149 5462220 5398754 603516 400439 201224 HUB JAKARTA TANJUNGPRIOK ENGGANO HUB TANGERANG KI SAMAUN WILAYAH IV/ JAKARTA Jl. Thamrin Kav. 6-7 Jl. Komplek Ruko Modern Cikande Blok B No. 43904547 (021) 6909447-9 (021) 43903235. Cideng Barat No. K.. 103. 391133 (021) 5960561. Sunter Permai Raya No. 44820942 (021) 4304953. 1. Raya Anyer No. 4304572.H. Thamrin No.15 Jl. Thamrin No. Hayam Wuruk Pasar Mobil Kemayoran Blok C No. Jl. Jl. 492500 (021) 4211167.18. M. 2 Gedung Pulau Laut.52 Ruko Griya Inti SentosaJl. 2300412 39832917-8. Raya Cakung. Parang Tritis No. Daan Mogot No. Gedung ADB Krakatau Steel Kawasan Industri Modern Cikande. 65835014. Jl. Yos Sudarso. 48 C-D Jakarta Fakhrudin Jl.116-117 Jakarta Suryopranoto Jl. 6408862 (021) 65836180. 4 Kantor Gudang Persediaan. 12 KC KCP KK PEMBUKAAN CABANG BARU 150 daftar cabang bank mandiri .187-189 Jakarta Departemen Hankam Jl. Jalan Merdeka 53 Mahkota Mas Blok C / 14-15. 629 HUB JAKARTA THAMRIN Jakarta Thamrin Jakarta Jalan Sunda Jakarta Menara Thamrin Jakarta Gedung Jaya WILAYAH HUB Jl. Danau Sunter Utara Jl. Tanah Abang Timur No. 4300821 (021) 65835033. 3 Pertokoan Cikupa Blok B No. 8 Jl. Kebon Jati No. Medan Merdeka Barat No. 2 Jl. Jakarta Tanah Abang Bukit Pasar Tanah Abang Bukit Blok B No. 498274 (021) 44820957. KH. Komplek Ruko No. 65835035 (021) 6514680. 23571748 (021) 3456372. 1 Jl. 65835229 (021) 65832298. Tawes No. 42 Komplek PT KBN. 12 A Jl.39 KP BPKP. Anyer Kawasan Industri Berat Cilegon. Jl. 3-5 Jakarta Kebon Jati Jl. 4304944. Mas Mansyur No. 9 Plaza Sinar Merdeka Mas Blok A2 No. 31908817 (021) 30035457. 6503701 (021) 4300138. 32-34 Kantor Departemen Agama Kota Jakarta Utara. 36 Jakarta Metro Tanah Abang Gedung Pusat Grosir Metro Tanah Abang Lantai 6 No. 5510120 (0254) 391577. Taman Sunter Indah Blok KI-1 No. Raya Cikande. 5521818 (0254) 391515. Ahmad Yani No. 7-8. 1-2 Wisma Bisnis Indonesia. 750 Jl.1 Jl. Ahmad Yani No. Jl. Sunter Agung Utara Blok A 36D No. 39832923 2310604. 6408766 (021) 4371946.3 Jl.22 Ruko Taman Sunter Indah Jl. Tanjungpriok Jl. Jend. 4308769. 5847825 (021) 5521050/58.

Gedung Enterprise Jl. 8 A-B Jl. Letjend. 4. Jakarta Jakarta Bendungan Hilir Jakarta Cik Ditiro Jakarta Wisma Indosemen Jakarta Berdharma Jakarta Mid Plaza Jakarta Kebun Melati Jakarta Wisma Metropolitan Jakarta Plaza Indonesia Jakarta Menteng Jakarta Plaza Dua Mutiara ALAMAT KANTOR Jl. 3505964. Salemba Tengah No. M. Rasuna Said Kav. Matraman Raya No. Satrio Jl. Jend. Casablanca Kav. M. Kramat Raya No. Seulawah Raya. Supomo. 1240 (021) 52964180. Thamrin Kav. 52964282 (021) 8308035. KH. 71 Jl. Pegambiran No. 28-30 Jl.R. Jatinegara Timur No. 25 Jl. 1 Jl. B-3 Jl. 3919736 (021) 2300644 (021) 2311533. H.R.H. B-9. 5705386 (021) 2300766 (021) 3928625 (021) 5208915/7 (021) 31931732 (021) 3907605 (021) 2300361 (021) 3161941. Cempaka Putih Cempaka Putih Permai Blok A No. Jl. 3510691 (021) 34831074. Thamrin No.29 Jl. Tebet Timur Dalam Raya No.5. H. 2. Diponegoro No. Cikini Raya No.9A Jl. 155-156. D III. 58 Jl.H. Rawasari Selatan No. H. Jend. 82 Jl.R. 4 B Jl. Pondok Bambu Jl. Ikhwan Ridwan Rais No. M.R. 5712288 2300320 3143413 5208913 327002 3913331 2301511 3161946 2301586 4263946 4259339 4205880 42802567 3925876 4206683 4256537 42802852 42873090 42906759 39840413 8317011 5209325 83700178 8291001 5200301 2501249. C-5. Soeprapto. 2312029 (021) 3454001. Sudirman Kav. Sudirman Kav. 3161938 (021) 3927781-3 (021) 42800153-4. X-1. 32-33 Jl. Sultan Agung No.H. Letjend. Tebet Barat IX No. 101 Jl. 3847101 (021) 3852370 (021) 3505963. Prapatan No. Letjend. 24 Gedung Bimantara. Suprapto Departemen Kesehatan Direktorat Jenderal PPM & PL Jl. SH No. 5721672 (021) 2300955. 34-36 Jl. Cempaka Putih Tengah 1 Jl. Jl. Gereja Theresia No. 59 Jl. Billy Moon. Sudirman Kav. Bendungan Hilir Raya No.26. Jl. Rasuna Said Kav. 2300291 2510380 5706563 5746474 3907384. Jatiwaringin Jl. Rawamangun Jl. Stasiun Senen No. Panjaitan Kav. 3907278 5701647. Letjend. No. 83792659 (021) 8301180-81 (021) 5207075. Sudirman Kav. 57930971-72 (021) 5208814 (021) 8290675. 115 Jl. Suprapto Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok E1/1 Jl. 42802853. 8290721 (021) 8310117 (021) 2800033 (021) 8645943-4 (021) 8623403 (021) 86600854-5 (021) 8610456-67 (021) 4702841 (021) 2800088 (021) 8503181. H. 29 Jl. Thamrin No. 5720710 (021) 3907390 (021) 5253208. Ki S. Pahlawan Revolusi No. 1-2. D. 8508805 (021) 8645173 (021) 8608169. Thamrin No. Denpasar Kav. Suprapto. Kebun Sirih 17-19 Jl. Prof. Gedung RNI Kompleks Gajah Unit F & G. Raya Tarum Barat Blok M I No. Imam Bonjol No. Jend. Jl. 45 Plaza Mutiara Jl. 8608232 FAKSIMILI 334947 325285 2300720 2310175 3453880 3847110 3852369 3505967 3920017 3504132 42887731 2300433. Jl. 16 Jl. Dr. Ikhwan Ridwan Rais No. Suprapto Jl.S. Kramat Raya No. Buaran Raya Blok A KOTAMADYA/ KABUPATEN Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusaat Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur KODE POS 10310 10340 10340 10110 10110 10410 10410 10410 10340 10710 10410 10310 10430 12930 10210 10310 12910 10220 10220 10230 12920 10350 10350 12920 10330 10440 10330 10450 10340 10640 10510 10510 10560 10450 10510 10510 10570 10640 10640 10440 12870 12920 12810 12180 12920 12920 12950 12840 12950 12810 12970 12940 12940 12820 12810 13310 13450 13470 13620 13430 13220 13340 13150 13320 13450 13470 TELEPON (021) 39000909 (021) 3919931. Senen Raya No. Jl. Tebet Jl. Tarum Barat Km. Rasuna Said Kav. Percetakan Negara No. Puri Sentra Niaga Blok C-50. Kebon Sirih No. Rasuna Said Kav. Kalimalang Ruko Taman Buaran IndahJl. 56 Jl. 42889322 (021) 39842765 (021) 8317028-29-32 (021) 5209343-5 (021) 83700179. 2300927 3100145 5710329 5711671 2300837. Jl. 20-21. 70-71 Jl. 8503183 (021) 8199747. 59 D Mall Ambassador. Letjend. 83791681 8315687 57930973 8298464 8291788 8310208 2800056-57 8656511 8625120 8604829 8612422 4750071 8195074 8502389 8508807 8655418 86611127 HUB JAKARTA IMAM BONJOL HUB JAKARTA CIKINI Jakarta Cikini Jakarta Salemba Raya Jakarta Taman Ismail Marzuki Jakarta Kramat Raya Jakarta Cut Meutia Jakarta Cempaka Mas Jakarta Universitas Yarsi Jakarta Cempaka Putih Permai Jakarta Percetakan Negara Jakarta Pertamina UPMS III Jakarta R. 5207887 (021) 2501256. 59 Jl. 42874774 (021) 42889320. 16 Kompleks Pertokoan Graha Cempaka Mas Blok A 24-25. Dr. Jend. Jl. M. Jalan Abdul Rachman Saleh No. 11 Jl. 956 (021) 2510381 (021) 5701916 (021) 5704560. 3505966 (021) 3920105 (021) 3504143-153-156 (021) 42887720 (021) 2300300. Suprapto. 4. 42802851. Tebet Jl. Sudirman Kav. 4263947 (021) 4262540. 2501250 52964179 8318593 2522853 8282349.I. C 8/9 Jl.I. Mangunsarkoro No. Rasuna Said Kav. Gedung Menara Duta Jl.R. Gedung Wika Jl. Lapangan Banteng No. Cut Meutiah No. 61 Jl. 8290521. Abdullah Syafie No. 125 F/G. 368 (021) 4256546 42801640. 10-11 Jl. 135 RSPAD Gatot Subroto. Jatinegara Barat No. Jend. Pahlawan Revolusi No. 94-96 Jl. 4259277/85 (021) 4203363-4 (021) 42802567 (021) 3100242 . Cempaka Putih Jl. 30 Ruko Segitiga Senen Blok E-21/22. 31 Jl. 49 Jl. 18 Jl. Cikini Raya No.H. Kramat Raya No. Kalimalang Jl. 42876943. 49 Jl. 3-4 Jl. M. M. Kemayoran Gedung Kenari Mas Lantai 2 Blok G-5. 3909217 (021) 5732241-43 (021) 5711658. 111 Jl. 42889321. 83795438. Sudirman Kav. 8308065 (021) 2522852/55 (021) 8293567-8 (021) 8294959 (021) 57930970. Jend. Kav. Tebet Raya No. 2301555 (021) 3908574. Pondok Bambu Jl. Prof. 43. 57 .JARINGAN KANTOR Jakarta Wisma Nusantara Jakarta Sabang Jakarta Sarinah Jakarta Wisma Alia Jakarta PLN Gambir Jakarta Prapatan Jakarta Atrium Senen Jakarta RSPAD Gatot Subroto Jakarta Gedung Bimantara Jakarta Departemen Agama Jakarta Stasiun Senen Jakarta Imam Bonjol Jakarta RSCM R. 10-18 Jl. Tebet Jl.S. Dr. H. Panjaitan Jakarta Matraman Jakarta Jatinegara Barat Jakarta Pondok Kelapa Jakarta Buaran HUB JAKARTA JATINEGARA TIMUR daftar cabang bank mandiri 151 . 142 AB Jl. Graha Irama Lantai Dasar Jl.45E.3925876-77 (021) 4250451 Ext. Letjend. 73 Jl. 29 ITC Cempaka Mas Mega Grosir LG No. 42802854 (021) 42874324. Saharjo No. Islam Jakarta Jakarta Taspen Jakarta Rawasari Jakarta ITC Cempaka Mas Jakarta Mega Grosir Cempaka Mas Jakarta Kenari Mas HUB JAKARTA CASABLANCA Jakarta Casablanca Jakarta Gedung Tira Jakarta Tebet Barat Jakarta Tebet Supomo Jakarta Kuningan Jakarta Rasuna Said Jakarta Graha Irama Jakarta Asem Baris Jakarta Mega Kuningan Jakarta Saharjo Jakarta Pasar Rumput Jakarta Ambassador Jakarta Wisma Tugu Jakarta Tebet Timur Jakarta Tebet Raya Jakarta Jatinegara Timur Jakarta Kalimalang Jakarta Pahlawan Revolusi Jakarta Puri Sentra Niaga Jakarta Pondok Bambu Jakarta Rawamangun Pegambiran Jakarta D. 9.

55 Timur Jakarta Kelapa Gading Bolevar Jl. Ahmad Yani. Matraman Raya No. Jl. Gatot Subroto Kav. Jl. 7. Haryono Kav.Juanda Bekasi Grand Mal Komplek Ruko Grand Mal Bekasi Kaveling B No. 2. 8291043-4 (021) 5227994 (021) 5222185-6 PEMBUKAAN CABANG BARU 152 daftar cabang bank mandiri . 46833624. 5255155 (021) 83792003. Bulevar Raya Blok M. Jl. 4600081 (021) 4520245. Raya Bekasi Km. Jend. 22 Jl. 2 Jl. 22-23. Ir. 64 Komplek Ruko Mega Indah Blok A3 Jl. Raya Jati Makmur No.A1 Jakarta Rawamangun Pemuda Jl. Bolevar Raya Blok L No. Jl. Balai Pustaka Timur No. 17 Gedung Patrajasa. Juanda No. 5207277 7983422 52961513 5221632 8297223 5227993. 61 Jl. 52962256-7 (021) 5201885. Mampang Prapatan No. 32-34 Grha Citra Caraka/Witel IV.10. 88956575. 88958059 (021) 8814241. Ahmad Yani. Bolevar Raya Blok LA 6 No.39. Jend. 45856866. Ir. 3 Jl. 10. 4535910. Gatot Subroto Kav. Cakung Bekasi Pondok Ungu Pertokoan Naga Swalayan Blok A 17. 8215488 (021) 88353563.12A Jakarta Kelapa Gading Bolevar Jl. Lippo Cikarang Cikarang Jababeka Ruko Roxy Ruko Roxy Blok B No. 88355577 (021) 84978016 (021) 8461731. 7980695 (021) 2520051-3 (021) 83793115-9 (021) 5200683. 4520474 (021) 86601823-4 (021) 45841815-6 (021) 4509076-7 (021 ) 45856278. 46833482 (021) 88852531-32 (021) 45853740-2 (021) 45847771-2 (021) 88872211. 1 Bekasi Villa Galaxi Jl. Sentra Niaga Kalimalang Blok A3 No.151 Bandara Halim Perdanakusuma No. 5263756 7989909 2520054 83793120 5204338. P. 2. Cikarang Utara Bekasi Mega Hypermall Bekasi Mega Hypermall Lantai 1 No. Jend. Ahmad Yani No. 3 A Bekasi Jatibening Rukan Villa Jatibening Toll Kaveling No. Jl. Raya Sudirman Bekasi Taman Galaxi Komplek Pertokoan Taman Galaxi. Raya Boulevard Artha Gading Bekasi Harapan Indah Ruko Sentra Niaga Blok SN 07. 8. Pondok Gede Bekasi Cibitung Kawasan Industri MM 2100. 45856279.84 (021) 88956375. Gatot Subroto Kav. 8462059 (021) 8981217 (021) 89902333. 5252265 5203868 Jl. Pemuda No. Lantai 1. 86902268 (021) 2800064 (021) 8564421 (021) 86612125-7 (021) 8199377. Letjend. 4535911 (021) 45856822. Bulevar Barat Raya Blok A No. Jend. Kav. Pramuka Raya Kav. Pondok Gede Bekasi Cikarang Ruko Union Blok E No. 5221261-2 (021) 7983377 (021) 52961514. No. 45866154 (021) 4535909. 45856823. 6-7 Bekasi Ahmad Yani Jl. 45856315. Raya Bolevar Timur Blok NB I No. 25-26 Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bogor Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Cikarang 17112 17141 17141 17114 17414 17411 17550 17550 17144 17112 17135 17147 17148 16969 17113 17412 17421 17520 17550 17550 (021) 8803023 (021) 8853507 (021) 8848683 (021) 8271328 (021) 8485643. Sultan Agung Jakarta Mal Kelapa Gading Mal Kelapa Gading 3. Bulevar Artha Gading Kav. Raya Cikarang . 79 Jl. 21/HT Gedung Graha Marba.II No. 8465362 (021) 89909420-1 (021) 89840781 . M.25 Villa Nusa Indah Komplek Perumahan Villa Nusa Indah IBlok U3 No. 50 B. Raya Pasar Minggu No. 82425850 (021) 8214349. 45856277 4757451. H. Galaxi Raya Blok G No. 45856867 (021) 4757450 (021) 4714814-5.12A. 36-38 Jl.79 Blok A Jakarta Pulomas Komplek Artamas.A-05. Kelapa Gading Graha Rekso Building Ground & 3rd Floor Jl.T. Kemang Pratama Raya Blok MM-02 Bekasi Plaza Pondok Gede Jl. Gatot Subroto Kav.3 . Boulevard Hijau. Otto Iskandardinata No. Jl.3AJl. Kelapa Gading Bolevar Blok TB2 No. Jl.T. M.53 B. Bulevar Raya Blok PD9 No. Raya Pondok Kelapa. 45866153. Jl. Pulobuaran No. Jend. 82424919 (021) 82425777. 263. 8485645 (021) 84972840. Bolevar Barat Raya Blok LC-7 No. Jend. 155 Bekasi Sentra Niaga Kalimalang Jl. Jatibening. Jl.17-18 Bekasi Kemang Pratama Ruko Kemang Pratama. Kelapa Gading Jl. H. 82425306.10-11 Raya HUB BEKASI JUANDA Bekasi Juanda Jl. 45856824 4602875. 4602879 46825364 4520203 86601828 4504788 4520566 45856266. Jl. 45859416 (021) 45866152. Blok D. 8461991. 88872266 (021) 45859414.8710-15 5267371. Pulogadung Jl. Jend. Cibitung. Kasuari Raya.1. 242 Jl. Raya Jatiwaringin No. Jend. Rawamangun Jl. 5267365 5263656. 8814593 (021) 88854988-9 (021) 82424918. 8564666 (021) 80889951 (021) 85904114. 2 Jakarta Permata Ujung Menteng Ruko Permata Ujung Menteng Blok B1 Jl.4 Bekasi Kalimas Ruko Kalimas. Pulogadung KOTAMADYA/ KABUPATEN Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur KODE POS 13450 13310 13340 13470 13120 13610 13450 13220 TELEPON (021) 86900803. I Gusti Ngurah Rai Gedung IS Plaza. Klender Jl. Jl. Jl. Pusat Perdagangan Kalimalang Blok A VIII No. Jl. Biru Laut X Kav. Menara Jamsostek Jl. Kompleks Perumahan Harapan Indah Jakarta Kelapa Gading Inkopal Pertokoan dan Kantor Inkopal Jl. Gatot Subroto Kav. 89903742 (021) 89832280-81 8800881 8862613 8846716 8271326 8482936 8473566 89909422 89840780 88957674 8814002 88854987 8205212 82426013 8213763 8810036 84993901 8461819 8980344 89901502 89832282 WILAYAH V/JAKARTA Jl. Bekasi Fajar Cikarang Ruko Sentra Ruko Sentra Cikarang Blok C No.H. 86902849. Cawang Kompleks Ruko Blok B1 No.JARINGAN KANTOR Jakarta Pondok Kelapa Kavling DKI Jakarta Pasar Jatinegara Jakarta Waskita Karya Jakarta Klender Jakarta Pramuka Jakarta Halim Perdanakusuma Jakarta Otto Iskandardinata Jakarta Rawamangun Balai Pustaka ALAMAT KANTOR Jl. 4705267 47868923 46820527 88852533 45853745 45847773 88875533 45851022 4525827 45865866 4530510 Jl. Gatot Subroto Kav. 71-73 Jl. Jend. Jl. Jend. 21. 52 KC KCP KK Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan 12190 12790 12930 12870 12170 12780 12710 12930 12810 12950 12710 (021) 5263553 (021) 7995559. Gatot Subroto No. Gatot Subroto No.5 C-D. Kelapa Gading Permai Jakarta Artha Gading Rukan Artha Gading Niaga Blok A.23Jl. Ahmad Yani No. Raya Bekasi Km 25. Ruko Commercial Blok A. 88872244. Kelapa Gading Barat Jakarta Kelapa Gading Hibrida Jl. Sudirman Kav. Raya Teratai Putih Blok 19 No. 85903837 (021) 47861964 FAKSIMILI 86902294 2800072 8564422 86612129 8199341 80889950 85903966 47861964 HUB JAKARTA PULOGADUNG Jakarta Pulogadung Jakarta Kawasan Industri Pulogadung Jakarta Kelapa Gading Bolevar Jakarta Perumnas Klender Jakarta Kelapa Gading Barat Jakarta Kelapa Gading Jakarta Graha Rekso Jakarta Utara Jakarta Timur Jakarta Utara Jakarta Timur Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Bekasi Jakarta Utara Jakarta Utara Bekasi Jakarta Utara Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur 14250 13930 14240 13460 14240 14240 14240 13220 13210 13910 17132 14240 14240 17131 14240 14250 14250 14240 (021) 4602877 (021) 46826936. Gede Bekasi Jati Asih Jl. Pulo Ribung Raya Blok AR No. Pondok Gede Jakarta Jatiwaringin Jl. Jend. 38 Jl.17 A Ged.1 Bekasi Bulak Kapal Ruko Juanda Elok No. Jl.17. 54 Jl.6. 45856317.Cibarusah Cikarang Jababeka Kawasan Industri Cikarang. 47865223 (021) 46833623. Jend. 6-8. 45859415. Thamrin. Jl. Jl. Jend. Chairil Anwar Blok C No. Raya Pondok Gede No. Kelapa Gading Jl. 54-55 SUDIRMAN HUB JAKARTA PLAZA MANDIRI Jakarta Plaza Mandiri Jakarta Mampang Jakarta Wisma Argo Manunggal Jakarta Gedung Bidakara Jakarta Wisma Baja Jakarta Pancoran Jakarta Gatot Subroto Jakarta Gedung Jamsostek Jakarta M. 8215078. Haryono Jakarta Gedung Patrajasa Jakarta Grha Citra Caraka WILAYAH HUB Jakarta Selatan 12190 (021) 5266566 ext. Caman Raya. 8814844. Unit LG 47.

KP Departemen Pertanian Jl. Metro Pondok Indah Lebak Bulus Poins Square Blok A 55. Jend. Kebayoran Baru Jl. Pondok Indah Jl. Kebayoran Baru Kemang Plaza.T. 7812373 (021) 7507208-9. Lebak Bulus Pertokoan Pondok Pinang Center Blok A 36/38/40. Jl. Ir. 7512071 7507213 7691845 7507365 7533985. Gedung D. Radio Dalam Raya No. 7231358 5732972. Kawasan Komersial Cilandak Gedung III Jl. Metro Pondok Indah Kav. Kemang Raya No. Palmerah Barat No. Kebayoran Baru Perkantoran Ratu Plaza Unit GB 2A & 2B. Sultan Iskandar Muda No. 7698778 2702867 7444812 2700627 7506721 7512061. Panglima Polim Raya No. Jend. 12-14. 17 No. Cirendeu Raya. Juanda No. 7397730 2700019 2700938 7190448 2702716. Kebayoran Baru Ruko Grand ITC Permata Hijau Blok Emerald G 28 Jl. 192 Blok A. 7812372. Arteri Simprug. 66 Jl. Kebayoran Baru Jl. Trunojoyo M 1 No. Jl. Kebayoran Lama Selatan Kompk. Gatot Subroto Kav.S. 7233487 (021) 2700851. Jl. Gatot Subroto Gedung Bursa Efek Jakarta. Jend. 32-33 Jl. Dewi Sartika No. 7987186. Haryono No. 6. 53663951 (021) 51401090 (021) 2700501-3 (021) 2700106. Ciputat Pertokoan Ciputat Center. 222 Jl. T. R. T. Pondok Indah Jl. 5715400 (021) 5153003-4 (021) 7231355. Gandaria Tengah III No. Manggala Wanabakti Jl. Wolter Monginsidi No. 5703246 (021) 5200208. Raya Pasar Minggu Km. 43. Cawang Jl.G 33 CJl. Rawajati Timur. 25 Jl. 7980666 (021) 7890989 (021) 78831183-4 (021) 7248700.44 Jl.11-11A Jl.S. Kebayoran Baru Jl. 24-27. Melawai Raya No.A. 7251091 (021) 2700107 (021) 7199123-7 (021) 2702711-3 (021) 2700346 (021) 7255467. 75. 74701727 (021) 7493125 (021) 7503057 (021) 2701173-5 (021) 7542646 (021) 75920455 (021) 75921384. RS. Kartini KOTAMADYA/ KABUPATEN Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Tangerang Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Depok Jakarta Selatan Tangerang Tangerang Jakarta Selatan Jakarta Selatan Depok Jakarta Selatan Jakarta Selatan KODE POS 13630 13630 12190 12820 12190 12120 10270 10270 12190 12240 10270 12190 12210 10270 12730 12120 12210 12190 12160 12000 12740 12510 12180 12110 12160 12160 12370 12160 12160 12110 12120 12790 12750 12560 12310 12130 15419 12140 12310 12310 12310 12440 12310 16514 12220 15412 15412 12310 12240 16514 12310 12440 TELEPON (021) 8094755 (021) 8096961 (021) 5225828-9 (021) 8294717 (021) 5266527 (021) 7233486. 2 Jl. Kebayoran Baru Jl. Haryono Kav. 7818880. Pakubuwono VI No. Letjend. Garuda No. 7692324 (021) 75816558-9 (021) 7805441. Fatmawati No. 20. 7980932 (021) 7812371. Jl. Sudirman Kav. 10 Jl. Bona Indah Blok A2/B7. Falatehan I No. 727988815 (021) 7940450 (021) 75905080 (021) 7811469. 48-50 Jl. Gatot Subroto.JARINGAN KANTOR Jakarta Dewi Sartika Jakarta Nindya Karya Jakarta BKPM Jakarta Wisma IKPT ALAMAT KANTOR Jl. 6 A1-2. Jl. Ciputat Raya Jl. Pondok Labu Gedung PT AAF. Jl. 5200234 (021) 5346918.8 Jl. Harsono RM No. R. Sudirman Kav. 89 J. 7219288 (021) 71794582. Jend. Kyai Maja No. Sudirman Kav. 18 A Graha Iskandarsyah. Jend.S. 2700119 (021) 7945427-8 (021) 79190338-9 (021) 2702861-3 (021) 2700017 (021) 72794359. Pejaten Jl. 7509191 (021) 7236142-5 (021) 78831247. Kramat No. M. Warung Buncit Raya No. Simatupang Kav. Cinere Raya Kav. Kebayoran Baru Jl. Warung Jati Barat No.71794583. 78835622 7504326. X Jl.4-5 Plaza Bapindo. 15 Mal Pondok Indah 2 No. 39. 7547565 2700606. 18 Jl.20Jl. Wisma Ritra Jl. Jl.39 Gedung AKA Lantai Dasar. 75921402 FAKSIMILI 8094754 8096961 5225828 8353987 5266528-29 7233715 2700854 5701275 5153012. T. Raya Cilandak KKO. 8A. 5154165 7253787. Jl. 52-53 Jl. Simatupang Kav. 7692063 (021) 7507366-7 (021) 7541916.II UA No. 7253780 (021) 5703265. Raya Pasar Minggu No. Wijaya Grand Center Blok B 1-3 Jl. Pusat Pertamina Jakarta Kemang Plaza Jakarta Kalibata Rawajati Jakarta Kemang Selatan Jakarta Pondok Indah Jakarta Gandaria Jakarta Cirendeu Jakarta Radio Dalam Jakarta Mal Pondok Indah Jakarta Aminta Plaza Jakarta Plaza Pondok Indah Jakarta Lebak Bulus Jakarta Pondok Pinang Center Cinere Jakarta Kebayoran Lama Tangerang Graha Karnos Jakarta Ciputat Center Jakarta Pondok Indah Metro Jakarta Arteri Pondok Indah Cinere PLN Gandul Jakarta Mal Pondok Indah 2 Jakarta Lebak Bulus Poins Square HUB JAKARTA PONDOK INDAH HUB JAKARTA FATMAWATI Jakarta Fatmawati Jakarta Cipete Jakarta Pejaten Jakarta Pondok Labu Jakarta Simatupang Jakarta Ragunan Jakarta Kawasan Komersial Cilandak Jakarta Warung Buncit Raya Jakarta Jatipadang Jakarta Gedung Elnusa Jakarta ITC Fatmawati Jakarta Mampang Imigrasi Jakarta Fatmawati Cenderawasih Jakarta Cilandak KKO Jl. Pondok Indah Mal Blok B/2 Gedung Aminta Plaza. Kalibata Gedung Haery Jl.17 Jl. 7506793 (021) 7512062-67 (021) 7507213-4 (021) 7692733-34. Karang Tengah. 9 Gedung MPR/DPR RI Senayan. 2700016 2700352. 78831086 (021) 75816903. Pejaten Jl. 39A. .II UA No.151 Jl. 5346981 (021) 5308376 (021) 71790829 (021) 7223462-63 (021) 53663322. 135. Kyai Maja No.B. 75 Jl. Metro Pondok Indah Kav. Simatupang Kav. 53663950.B.32 Jl. R. 7505045 (021) 2702865-7 (021) 7444809-810 (021) 2700439-626-440 (021) 7506717-9. 15 A. 8 . 75921401. Jl. Komp. Raya Ragunan No.T. Kemang Selatan Raya No. Metro Pondok Indah. 2702690 74705316 7491621 7653061 7396772 7533209 75920452 75921218 HUB JAKARTA SUDIRMAN Jakarta Sudirman Jakarta Mayestik Jakarta Ratu Plaza Jakarta DPR RI Jakarta Bursa Efek Jakarta Simprug Jakarta Gedung Pusat Kehutanan Jakarta Puncak Emas Jakarta Permata Hijau Jakarta Palmerah Jakarta Gedung AKA Jakarta Pakubuwono Jakarta ITC Permata Hijau Jakarta Plaza ABDA HUB JAKARTA FALATEHAN Jakarta Falatehan Jakarta Panglima Polim Jakarta Kalibata Jakarta Pasar Minggu Jakarta Wolter Monginsidi Jakarta Departemen PU Jakarta PLN Pusat Jakarta Grand Wijaya Jakarta Kemang Raya Jakarta Iskandarsyah Jakarta Melawai Jakarta Mabes Polri Jakarta R.3. 5202464 5485627 5308376 7198430 72790837 53663622 51401091 2700516. 8. Jl. 2700853 (021) 5701274. Iskandarsyah Raya No. Fatmawati Jl. Letjend. Jl. Sudirman No. Kebayoran Baru Jl. Cipete Jl. Kebayoran Lama Jl. 2700299 (021) 2700347. H. Kemang Raya No. II UA 36-37. 7692309 7236141 78831127 7699803 75816560 7805116 7801479 7980644 78845753 78831184 7392522 7972146 75912911 7811409 daftar cabang bank mandiri 153 . 2700202 2700122 7945429 79190337 2702864 2700018. Pertokoan Prima Indah No. 74701726. 71794585 (021) 7987185. 2700324 2700300 2700347 71790789 7987152 7814737 7694850. 7805184 (021) 7801478.15 A. Fatmawati No. Jl. Ciputat Raya No. Bangka Raya No. 5 Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan 12430 12410 12550 12430 12430 12550 12560 12740 12520 12560 12150 12760 12420 12560 (021) 7504791. 1 B Ruko ITC Fatmawati No.302 H Jl. Letjend. 3-7 Gedung BKPM. 61-62 Pertokoan Permata Hijau Blok DC No. Arteri Permata Hijau Plaza ABDAJl. Warung Buncit Raya No. Patimura No.184 A. Jl. Taman Duta Kav. Jend. 7543844 (021) 2700602-5 (021) 74701725. Jl. 44 Wisma IKPT Jl. Fatmawati No. Raya Kebayoran Lama No. Letjend. Sudirman Kav. R. Kantor PLN (Persero) UBS P3B. M. 3. Cilandak Jl. Jend. 54-55 Jl. 15C Ruko Kalibata Indah Blok K No. Raya Cilandak KKO No. 7802464 (021) 7970906. Wijaya II. Cilandak Gedung Chase Worth. 8 D Graha Elnusa. 5711204 5202462. Jl. Jend.S. Cendrawasih I No. 21.B. 57. 5 A-C. Trunojoyo No. Jl. Kebayoran Baru Jl.

8. Cinere Kampus Universitas Indonesia. Jati Murni. Raya Jakarta Bogor Km. 486 Bandung 40266 (022) 7506242. 25 AB Pertokoan ITC Depok No. Cibubur Time Square Cibubur.7-8. 2502549. Bintaro Jaya Jl. Lapangan Tembak. Jl. Gunung Rinjani No. Kramatjati Jakarta Pasar Induk Kramatjati Pasar Induk Kramatjati Blok B.6. Margonda Raya Jl. 3 Jl. Raya Pondok Gede No. Thamrin Jl. 57 Jl. Ruko Madison Square B3-3A. 7715432 (021) 87712226 (021) 8734224. 87942283. Siliwangi No.5 Komplek TMII. 88 C. Jl. 7891226 (021) 8441076. Perumahan Kota Wisata. 23 . Raya Bogor Km. 73886679 (021) 8403957. 7425635 (021) 2700298. 51 Jl. Srenseng Sawah Jl. Simatupang No.11-12 Komplek Cibubur Point Automotive Center Blok A 12 Jl. Raya Ciledug No.H. A-22-23 Ruko Bukit Sawangan Indah Blok F 2 No.6. Citeureup Komplek Ruko Sukmajaya No. 59 Plaza PP.6. Jl. Asia Afrika No. Soekarno Hatta No. 80876863 8090324 84592910 84300086 87794915 8714954 8008963 8400879 HUB JAKARTA PASAR REBO Jakarta Pasar Rebo Jakarta Gedung Aneka Tambang Jakarta Cilangkap Jakarta Kramatjati Jakarta Plaza Kramatjati Indah Cibubur Automotive Center Cibubur Citra Grand Jakarta Cijantung Jakarta Taman Mini Indonesia Indah Jakarta R. Asia Afrika No. Pahlawan Seribu Ruko ITC BSD No. Soekarno Hatta No. 132-B Jl. Raya Alternatif Cibubur – Cileungsi Km. Raya Bogor. 17 Jakarta Condet Bekasi Ujung Aspal Cibubur Kota Wisata Cibubur Time Square Jl. PPPTMGB Lemigas. 87794874. 15.4. Petukangan Ruko Pasar Modern BSDSektor Commercial I Blok R No. Depok II Timur Jl. 8446542 (021) 84596942. 4203461. Sektor II. 5406674. 7511478 7505810. Jamika No. Cisalak Jl. 15. Margonda Raya No. Proklamasi Raya Blok A No. 84303649. Sawangan Jl. 2 Jl. Bintaro Utama. Pondok Gede Ruko Sentra Eropa Blok A No. Cimanggis Jl. Asia Afrika No. Pertokoan Ramayana Blok A No. 8414446 7892953 8711447 8000378. 4262346. Alternatif Km. Soekarno Hatta No. Letjend. Jl. Transyogi Km. Raya Lenteng Agung. 268 Jl. 42-43 Sektor III. Pertokoan Cibubur Indah Blok. Simatupang. 87909462 (021) 7715427. 77829381.120 (021) 7536364. Bintaro Jaya Sektor I Komplek Pertokoan Pamulang Permai Jl. Mayor Oking No. Pondok Gede Gedung BP2TKI Lantai 1. Kelapa Dua. 73887620. 33 C Jl. Ciputat Kanpus. 5406693 (022) 4240282 (022) 7508202 (022) 7562950 (022) 2506858.49Jl. 77205270 (021) 77202319. Soekarno Hatta No.59. Bintaro Utama 3 A Blok D No. 23. Serpong Simpang Tiga Puspitek Serpong Ruko Pondok Aren. 78849076 7762684 8710776 8703106 604908 87942683 7715441 87712226 8734220 77205361 77202356 77830194 78880410 7536368 78849074 WILAYAH VI/ BANDUNG Jl.15 Jl. Raya Condet No.B 3.49 (021) 7560948-9 (021) 73887963. Raya BogorKm 31 No. Dewi Sartika No.4 Jl. Pungkur No. 118-120 Jl. Raya Ceger No. Tanjung Barat Komplek Mabes ABRI Cilangkap Kokan Anggatra PUSDIKKES No. M. Sektor IV Bumi Serpong Damai Ruko Mutiara Center CiputatJl. Gedung Sasana Kriya No. Jl.AKS/001. Raya Parung Ruko Sentra Menteng. Raya Akses UI No.B. 162 Jl.35. 84303650 80878727 84592091 84935675 84302578 HUB DEPOK Depok Jakarta Cimanggis Jakarta Cibubur Depok Bukit Sawangan Citeureup Depok Tengah Depok Kelapa Dua Depok Cisalak Depok I Depok ITC Depok Timur Jakarta Universitas Pancasila Depok Cinere Limo Depok Universitas Indonesia Depok Jakarta Timur Jakarta Timur Depok Bogor Depok Depok Depok Depok Depok Depok Jakarta Selatan Depok Depok 16432 13710 13720 16518 16810 16411 16951 16416 16432 16431 16417 12640 16514 16424 (021) 7520569 (021) 8710013. Raya Parung KM. Burangrang No. 80878731 (021) 84592090. T. 35-D Jl. Jl. 7425932. 87100775 (021) 87704204-6 (0251) 604904. 77202325 (021) 77831443. 80882150 (021) 8090364 (021) 84592909. 84930635 (021) 84302577. 8711748 (021) 8000455. 28 Jl.B. 5409846 4240281 7562091 7562944 2531940.PP8-A1 dan PP9-A1. 53158542 (021) 53161747 . Depok II Tengah Jl. 23 Bintaro Jl. 95 Jl. Soekarno Hatta No. Jl.97 B KC KCP KK Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung 40112 40281 40264 40235 40261 40286 40266 40132 40226 40001 40231 40222 40262 40251 (022) 4207026. 7374758 (021) 73887739.JARINGAN KANTOR HUB JAKARTA BINTARO JAYA Jakarta Bintaro Jaya Jakarta Pamulang Tangerang Bintaro Jakarta Bintaro Burung Gereja Tangerang Bumi Serpong Damai Tangerang Pasar Ciputat Jakarta Gedung Lemigas Tangerang Pondok Cabe Mutiara Tangerang Bintaro Sentra Menteng Jakarta Bintaro Veteran Jakarta Petukangan Tangerang BSD Modern Tangerang ITC BSD Tangerang Serpong Tangerang Jurangmangu ALAMAT KANTOR Jl.1. (022) 5425541-3 (022) 4205555 (022) 6403199 (022) 6046262 (022) 7333999 (022) 4262345.18 Jl. 4262347 PEMBUKAAN CABANG BARU 154 daftar cabang bank mandiri . Jl. Bintaro Jaya Sektor VII Blok MN 29 Jl. 7351265. Pahlawan Seribu. 7362404 (021) 7357272. Tole Iskandar. Jl. Burung Gereja Blok B2 HS 2 No. 8408283 (021) 7892955-7. 72795635 (021) 7490389 (021) 74864018-9 (021) 73889818. 604905 (021) 87942420. 73887964. Nusantara Raya No. Bintaro Jaya Jl. 4336693 (022) 7273046 (022) 7320854-5 (022) 5422366. 80878730. Jl. Fakultas Ekonomi Jakarta Timur Bekasi Bogor Bekasi 13520 17431 16968 17435 (021) 80878729. Raya Alternatif Cibubur-Cileungsi Komplek Citra Grand Ruko 2 No. Jl.S. T. Raya Terusan Kopo 228 A Jl.10-11.18 B. 2531942 5410568 4205312 6403199 6046261 7333995 4262348 HUB BANDUNG ASIA-AFRIKA UTARA Bandung Asia Afrika Utara Bandung Kiaracondong Bandung Buah Batu Bandung Binacitra Bandung Asia Afrika Selatan Bandung Metro Bandung Soekarno-Hatta Bandung Siliwangi Bandung Kopo Bandung Alun-alun Bandung Jamika Bandung Sumbersari Bandung Burangrang Bandung Pungkur WILAYAH HUB Jl. Jl. Raya Bogor Km. Raya Hankam No. 486 Jl. RS C. 87794902 (021) 8403190 (021) 8096791 (021) 8400248. 77827453 (021) 7270086 ext. Ciledug Raya Komplek Pertokoan Pondok Cabe Mutiara Blok B-3A. 84596941 87794824. 107 Jl. 84930634. 87781739 FAKSIMILI 7364068-9 7421009 7375884 7357318 5376769 7426021 2700298 7424976 74863971 7351303 7372450 53158543 53161781 7560950 73886485 8403961. Cinere Raya No. 8734117 (021) 77205078. Letjend. Raya Bogor Km.18 B-C. 7506632 4206998. 7357277 (021) 5376767/68 (021) 7426545.13 Blok R-G. Kiara Condong No.17Jl. Jl. 4233546 7205633 7300369 5411336. Buah Batu No. 73887702 (021) 53158541. 638 Jl. 2531941. B 16 KOTAMADYA/ KABUPATEN Jakarta Selatan Tangerang Tangerang Jakarta Selatan Tangerang Tangerang Jakarta Selatan Tangerang Tangerang Jakarta Selatan Jakarta Selatan Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Jakarta Timur Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Depok Bekasi Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur KODE POS 12330 15417 15225 12330 15311 15411 12230 15418 15225 12330 12270 15318 15322 15310 15222 13760 12530 13870 13510 13510 16954 17435 13750 13560 13550 13540 TELEPON (021) 7340924-8 (021) 7421007-8 (021) 7362419. 7536360 (021) 78849075.5 C. Veteran No. 84597382 (021) 84935699. Serpong.

403127 (0264) 316140 (022) 2042575 (022) 6644628 (022) 6020295-6 (0264) 201505 (022) 6018862. Raya Dangdeur No. Jl.172 Jl. 210277 (0265) 333328 (0265) 323261 (0265) 771538 (022) 7512480 (022) 7791010. 51 Jl. 730. 663010 (0234) 351450. 8310259.S. Cicurug Jalan Siliwangi No. 1 Jl. Cikutra No. 310 Jl. 48 Jl. D. 155 A Jl. 88 Jl. 324836 (0266) 221319 (0251) 381136. 414944 316385 203184. Raya Padalarang No. Otto Iskandardinata No.39-40 Jl. Jend Gatot Subroto No. Mustofa No. Junjunan No. Raya Soreang No. Pamanukan Jl. Ahmad Yani No. 294 Jl. 124. 6002019 2034958 551357 416665 6634659 2007496 4237271 6631643 2041073 6808213 611623 323967. Bangkong Plaza B 4-6 Semarang Semarang Kudus Semarang Semarang Semarang 50139 50139 59301 50137 50134 50242 (024) 3520486. 295 A Jalan Jend. 2031762. 20 Q. 67 Gedung Kantor Pusat PT Telkom. Jend. Suria Sumantri Jl. Sukajadi No. Siliwangi No. 8 Pertokoan Siliwangi No. Juanda No. Ahmad Yani No. 47 Cibinong Jl. 204 A Jl. 1 Jl. 7791001 (022) 7207437 (022) 7320412 (022) 7218551. 73 Jl. 4241436 331824 7213708 4204991 7815020 706562 232675 210565 333336 335059 771384 7207501 7791001 7207437 7313469 7210764 2043997 744719 4204444. 12 Jl. 287 B.5 Jl. Raya Balongan (Depo Pertamina) Jl. 439278 3544184 8414125 8414346 daftar cabang bank mandiri 155 . Ahmad Yani No. Jend. 6032301 (022) 2041933 (0260) 554555 (0260) 417773. Rancaekek Jl. Siliwangi Jl. 4. Jalan Raya Pajajaran Jl. Raya Cipanas No.T. 125 Jl.JARINGAN KANTOR Bandung BKR Bandung Soreang Bandung Taman Kopo Indah ALAMAT KANTOR Jl. Ahmad Yani No. Ion Martasasmita No. Jend. Pandanaran No. Kepodang No. 73 Jl. 7210866 (022) 2043996 (0265) 742466 (022) 4236030 (0267) 402353. Raya Cimahi No. 6808206 (0264) 316386 (0251) 313644.124 A Jl. 210 Jl. 438768 (024) 3544181 (024) 8310325. 3520487. Pemuda No. Mayor Dasuki No. 4. Martadinata No. 351440 (0234) 28475 (0234) 325438. M. Ahmad Yani No. 1-B Jl. Suryakencana No. 11 Jl.S. 317 Jalan Cihampelas No. 8414263 3520485 3545365 438769. Pemuda No. 164 Jl. Surapati No. 434654 (0251) 380733. Raya Cimindi No. 3517349 (024) 3514321. 382401 221236 381134. Jend. 2 Jl. Haryono No.35. Siliwangi No. 380763 (0251) 387356 (0251) 329512 (0263) 261730 (0231) 205506-7. A. 206204 (0231) 203025 (0231) 202125 (0231) 321260. Sutisna Senjaya No. 402679. Hasan Sadikin Cimahi Bandung Pasteur Purwakarta Bandung Pajajaran Bandung Setiabudi Pamanukan Subang Baros Lewigajah Bandung Setrasari Plaza Bandung Otista Bandung Cimindi Bandung Sukajadi Padalarang Cikampek GKB PT Pupuk Kujang HUB BOGOR JUANDA Bogor Juanda Sukabumi Sudirman Bogor Suryakencana Bogor Kapten Muslihat Cibinong Sukabumi Ahmad Yani Cianjur Cipanas Cicurug Pelabuhan Ratu Bogor Warung Jambu Bogor Tajur Bogor Pajajaran Cianjur Cokroaminoto Cirebon Yos Sudarso Cirebon Jalan Kantor Cirebon Siliwangi Cirebon Tegalwangi Indramayu Panjaitan Kuningan Majalengka Kadipaten Jatibarang Indramayu Balongan Cirebon Plered HUB CIREBON YOS SUDARSO WILAYAH VII/ SEMARANG HUB SEMARANG PEMUDA Semarang Pemuda Kudus Semarang Kepodang Semarang Pandanaran Semarang Bangkong Plaza Jl. 176 Jl.99 Jl. Raya Timur No. Pasteur No. Ahmad Yani No. 58 Jl. HOS Cokroaminoto No. 8312807. 4 Jl. Pajajaran No. Raya Tajur No. Komp. 44 Jl. Jend. 2043311 6644628 6020360 201507 6032296.92 Jl. Panjaitan No.5 Ruko Taman Pondok Mas Indah No. 663008. Raya Panembahan No. 43. Ahmad Yani (Pupuk Kujang) Jl. Braga No. 21 Komplek STT Telkom. Ir. Kantor No. Otto Iskandardinata No. Kadipaten Jl. Plered KOTAMADYA/ KABUPATEN Bandung Bandung Bandung Bandung Tasikmalaya Bandung Bandung Bandung Bandung Garut Sumedang Tasikmalaya Tasikmalaya Ciamis Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Ciamis Bandung Karawang Cikampek Bandung Bandung Bandung Purwakarta Bandung Bandung Subang Subang Cimahi Bandung Bandung Bandung Bandung Padalarang Cikampek Bogor Sukabumi Bogor Bogor Bogor Sukabumi Cianjur Cianjur Sukabumi Sukabumi Bogor Bogor Bogor Cianjur Cirebon Cirebon Cirebon Cirebon Indramayu Kuningan Majalengka Jatibarang Indramayu Cirebon KODE POS 40254 40377 40226 40115 46113 40282 40115 40611 40133 44115 45323 46125 46114 46211 40133 40394 40125 40274 40121 40131 43622 40111 41314 41373 40161 40525 40173 41115 40174 40141 41254 41211 40532 40146 40251 40175 40161 40553 41373 16121 43132 16123 16121 16916 43131 43211 43553 43159 43363 16153 16720 16143 43214 45111 45112 45124 45154 45212 45511 45453 45273 45217 45154 TELEPON (022) 5222752 (022) 5892828 (022) 5421777 (022) 4241411 (0265) 331821 (022) 7213707 (022) 4209093 (022) 7800135 (022) 706661 (0262) 231698 (0261) 210275. Mayor Abdurachman No. H. Dr. 210276.51.E. Raya Tegalwangi Km. 38 Jl. Suwarto No. BKR No. 416445. Ahmad Yani No. R. 416550 (022) 6634666 (022) 2002465 (022) 4224728.103 Jl. Jl. By Pass Jl. Jend. 612 Jl. 8310719 (024) 8312736. 325439 FAKSIMILI 5226925 5896133 5421505 4207552.I. Yos Sudarso No. Raya Pajajaran No. H. 24 Jl. 32-34 Jl. 133 Jl.152 D Jl. 353104 326852 87916724 221116 266078 511039 736364 434652 390287 319825 350085 261749 203084 201596 207021 321026 22901 871742 662004 353569 28722 321345 HUB BANDUNG SURAPATI Bandung Surapati Tasikmalaya Otto Iskandardinata Bandung Ahmad Yani Bandung Martadinata Bandung Ujungberung Bandung Kanpus Telkom Garut Sumedang Tasikmalaya Mustofa Tasikmalaya Sutisna Ciamis Bandung STT Telkom Bandung Rancaekek Bandung Jamsostek Bandung Gatot Subroto Bandung Cibeunying Bandung Cihampelas Ciamis Banjar HUB BANDUNG BRAGA Bandung Braga Karawang Dawuan Cikampek Bandung R. Jl. Letjend.H. 9 No. Gerbang Puri Tirta Kencana Jl. 329611 (0251) 311129 (021) 87916724 (0266) 222801 (0263) 268383 (0263) 511037 (0266) 732512 (0266) 434651. 4224730 (022) 6631642. 3514327 (0291) 432974.465 A Kawasan PT Pupuk Kujang Jl.457 Komplek Taman Kopo Indah II Ruko IB No. Baros Setrasari Plaza Blok A No. Pelabuhan Ratu Jl. 137. Kapten Muslihat No. Sudirman No. 876557 (0233) 663007. 124 Jl. 182 Jl. 6631663 (022) 2037944. 320008. Sudirman No. Raya Bogor Km. 2042734 (022) 6808214. 19 Jl. Japati No. Pacet Jl. 23450-1.104 Jl. 62. 130 Ruko Bantar Kemang No. Suroso No. 17 Jl.270 Jl. 321513 (0234) 22001 (0232) 876457. Japati No. 293 Jl. 139 Jl. 4238129 402853. Setiabudi No. 864-866. 26 Jl. Sudirman No. Nasution No.

Suryotomo No. Jl.H. Sugiyopranoto No. 366763 (024) 3522790 (024) 3544031-3. 10 Jl. 241 Jl. Diponegoro No. 31 Jl. 3542041-2 (024) 8312141. 329 Jl. 132 Jl. Haryono No. Maos Kidul KC KCP KK KOTAMADYA/ KABUPATEN Semarang Salatiga Semarang Semarang Jepara Blora Cepu Pati Semarang Semarang Semarang Kudus Semarang Magelang Semarang Semarang Semarang Semarang Temanggung Weleri Purwodadi Muntilan Wonosobo Kutoarjo Temanggung Semarang Semarang Semarang Magelang Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyajarta Yogyakarta Bantul Yogyakarta Sleman Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Solo Solo Solo Solo Klaten Sragen Boyolali Solo Wonogiri Karanganyar Kartosuro Tegal Purwokerto Cilacap Pekalongan Pemalang Tegal Gombong Brebes Tegal Banjarnegara Purbalingga Kroya Pekalongan Purwokerto Cilacap KODE POS 50231 50711 50241 50191 59417 58215 58312 59112 50174 50232 50263 59312 50241 56126 50246 50010 50232 50511 56254 51355 58111 56414 56311 54212 56213 50184 50136 50137 56115 55232 55281 55283 55231 55281 55121 55213 55711 55281 55511 55121 55281 55121 55284 55281 57141 57142 57111 57115 57413 57211 57316 57157 57611 57771 57162 52123 53114 53212 51111 52313 52131 54411 52212 52194 53411 53312 53282 51119 53124 57232 TELEPON (024) 8412503. 868405 Ex.5 No. HR. 36 A-B Jl. 534826 (0285) 425131-33 (0284) 321647. 109 Jl. Jend.285 (0274) 376428 (0274) 486163 (0274) 515621 (0274) 518671 (0274) 889645. 424670 (0281) 642555. 387 Jl. Sudirman No. 16 Jl. Ruko Sultan Agung Jl. Seturan Hotel Limaran. Jend. 203 Jl. Sumbing No. Jl. Condong Catur Jl. Pemuda Jl.32.5 Jl. 596598. 54 Plaza Atrium Blokc C-D. Kates. Komplek Pertokoan Rejotumoto Jl. Adisucipto No. Sekip Blok L-6 Jl. 673536. Dr. G 62 E & F Jl. Jaten Jl. 11 Jl Yos Sudarso No. Candi Raya Blok F1E No. Jl. 463 Jl. 8314441 psw 8826 (024) 7461192. Brigjend. 28.S. Rajiman Jl. 889646 (0271) 715455 (0271) 711161 (0271) 644911 (0271) 642925 (0272) 327844. Jl.S. Pangeran Diponegoro No. 424632. 324030. 25 Kampus STIE YKPN. 8453529 (0298) 321002. 422085. 671 E-F Jl. 439904 (024) 8415362 (0293) 364012. Alun-alun Selatan No. 198 Jl. 10 A Jl. Sardjito Yogyakarta Kaliurang HUB YOGYAKARTA SUDIRMAN HUB SOLO SRIWEWDARI Solo Sriwedari Solo Purwotomo Solo Slamet Riyadi Solo Pasar Klewer Klaten Sragen Boyolali Solo Baru Wonogiri Palur Kartosuro Tegal Arif Rahman Hakim Purwokerto Cilacap Pekalongan Imam Bonjol Pemalang Tegal Sudirman Gombong Brebes Tegal Banjaran Adiwerna Banjarnegara Purbalingga Kroya Pekalongan Hayam Wuruk Purwokerto Unsoed Cilacap Maos WILAYAH HUB HUB TEGAL ARIF RAHMAN HAKIM PEMBUKAAN CABANG BARU 156 daftar cabang bank mandiri . Pahlawan No. Mpu Tantular No. Utama Tengah No.T. 148 (0274) 368469. 26 Jl. 356211. Pahlawan No. 14. Ahmad Dahlan No. Ahmad Yani No. S. 364989. 60 Pertokoan Plaza Puri Blok A No. 323917 (024) 8442595. Arief Rahman Hakim No. Prof. 473115 (0283) 673535. Slamet Riyadi No. Jend. 302-304 Jl. 6725704 (0291) 591555 (0296) 5100091. Majapahit No. 10 Jl. 551654 415388. Jend. 3586268 (024) 3510537. Sutomo No.419 Jl. 560921 543029 562878 543031. 584140 (0274) 584758. 439903. 591999 (0281) 895555 (0282) 492086. 100 Jl. 642148 (0292) 425061 (0293) 586066 (0286) 322474 (0275) 642000 (0293) 493862. Jl. 55 K. 415389 565475 368470 548956 865566 376428 487657 515621 518671 889657 711888 713896 645500 635018 321277 894611 325029 645586 323658 827589 784240 353628 636687 535408 425134 321433 351309.165 Jl. DR. Ahmad Yani No. 41 Gedung PT Telkom (Persero). Yos Sudarso No. Hayam Wuruk No. 15 Komplek Pertamina Depot Maos. Gejayan No. Kariadi Salatiga Semarang Gedung Telkom Semarang Majapahit Jepara Blora Cepu Pati Semarang Pelindo Semarang Patrajasa Semarang Srondol Kudus Alun-alun ALAMAT KANTOR Jl.1-2 Jl. 642010.10. Adiwerna Jl. Sleman Jl. Pulisan Jl. Gatot Subroto No. Slamet Riyadi No. 28. 5 Jl. 586432 560920. 342156 (0287) 473620. 26. 8445672 (024) 6725702. Jend. 7461216 (0291) 439902. 368470 (0274) 521412 (0274) 865123. 3304210 (0283) 442255. Gang Pinggir No. 294 Jl. 321980. Boenyamin No. 8314450.97 A-B Kompleks Ruko Muntilan Plaza. 424737 (0295) 385909. Setiabudi No. 6644096 (0273) 323656. Sudirman No. Jenderal Sudirman No. 415670. 562415 (0274) 543032 (0274) 415392. 114 Jl. Imam Bonjol No. 323657 (0271) 827029 (0271) 780822 (0283) 351181. Pahlawan No. 533806. 18 Jl. 422550. Jl. 492105 (0285) 424671.3 C Jl. Parman No. 9 Jl. 3512929. 60 Jl. 342155. Nusantara. 327840. 7606342. 1 Jl. Raya Magelang Km. 10 Kompleks Ruko Majapahit. K. 442377 (0286) 591333. 597227 (0294) 644009. 473621. 566353 ext. 324880 (0283) 351391. 664407. Jl. R. 107 Jl. 357411 (0281) 632222 . 3551921 (0293) 314503 (0274) 586425 (0274) 560915 s/d 560919 (0274) 584041. 34 Jl. Jend Sudirman No. 53 Jl. Malioboro No. Kaliurang Km. Jl. 69 B Hotel Garuda.JARINGAN KANTOR Semarang R. 351310. Raya Banjaran No. 322194 472695 3308880 445545 591839 891977 492087 421501 642557 695009 HUB SEMARANG PAHLAWAN Semarang Pahlawan Magelang Semarang Sugiyopranoto Semarang Mpu Tantular Semarang Candi Baru Ungaran Parakan Weleri Purwodadi Muntilan Wonosobo Kutoarjo Temanggung Semarang Kawasan Industri Candi Semarang MT Haryono Semarang Gang Pinggir Magelang A Yani Yogyakarta Sudirman Yogyakarta Wisma PU Yogyakarta Gejayan Yogyakarta Diponegoro Yogyakarta UGM Yogyakarta Katamso Yogyakarta Malioboro Bantul Yogyakarta Gedung Magister UGM Sleman Yogyakarta Ahmad Dahlan Yogyakarta STIE YKPN Yogyakarta Suryotomo Yogyakarta R. M. Katamso No. Slamet Riyadi No. S. 8413191. Laksda. Raya Sukowati No. Bantul Lobby Gedung Magister UGM.13A Jl. 6-7 Kompleks Pelabuhan Tanjung Emas. Sudirman No. Dr. 31 Jl. Sudirman No. Pemuda Tengah No. Kotak Pos 21 Jl. Jend. 424631.A5 C. Parman No. Brigjend.7612381 (024) 3586267. Jendral Sudirman No. Raya Palur No. Bulak Sumur Jl. Jl. 8303005. Jl.1 Kawasan Industri CandiJl. Jl. 19 Jl. Ahmad Yani No. 386067 (024) 3585382 (024) 8505673. Sudirman No. Ahmad Yani No. Brigjen. Tentara Pelajar No. 415616. 339 Jl. 921989 (0293) 596471-73. Depok. 8442550 (024) 6924296.5 (0282) 533193. 4 Jl. Condongcatur. 493863 (024) 7606303. 3 Jl. 19 Jl. 5100092 (296) 424627. Pangeran Diponegoro No. Mgr. 415672 (0274) 561556. Pertamina. Parakan Jl. Brigjend. Coaster No. 327841 (0271) 890585 (0276) 322702 (0271) 663542. Kesehatan Sekip. Sisingamangaraja Jl. Suprapto No. HOS Cokroaminoto No.6. 16 Komplek Pasar Klewer Los E 27-29. Pemuda No. Gajah Mada No. 358151. Jenderal Sudirman No. Kaliurang. 7461215. 642556 (0282) 695026 FAKSIMILI 8317546 321331 8445710 6725703 591666 531547 424625 385065 3563450 8505672 7461191 439901 8311366 64282 3585084 3517337 8505501 6924295 596239 643460 425062 586065 322460 642652 491012 7604357 3586939 3551918 314546 561893.

8557402 (031) 3823303. Jend. 159 Jl. Klampis Jaya No. 130 Jl. A.105 A Jl. 5981670 (031) 5685574.1 Kios A1-2 Jl. 8285823 (031) 8474247. 8982376. Jl. Pahlawan No. 217 A Jl. Perak Timur No. 8499773 (031) 5345620 (031) 3298482 (031) 8420753-54 (031) 319944. Lamongrejo No. Dr. 3981745 ext. 5617389 7344472 8410435 8941577 324302 8922283 5026330 3531796 8971304 8671661 7328525 7344071 7860004 842323 8554113 3823297 7344679 5316778. 5669892. 41 Menara BBD. Prof.81 Jl.1 Stand No. Raya Porong No.R. 3 KOTAMADYA/ KABUPATEN Pekalongan KODE POS 51101 TELEPON (0285) 421758. 3292354 3550576 3522653 3530561 3981442 320787 892114 318773 8499031 5345603 329848 840754 3719944 3984608 3292354 5623963 5462852 3737468 5484393 5316716. Mojopahit No. 331436.45 Jl. Wiyung Jl. Ruko Rungkut Megah Raya Blok E-5-6 Kompleks Pertokoan Darmo Park I Blok V No. 3737471 (031) 5484379. Dinoyo No. 8287728 (031) 5990060 5990061 (031) 8484490. Suroyo No. 892113 (0322) 318200. 129-137 Jl. Gedung Panti Tjahaya Armada Basis TNI AL Ujung Jl. 27-31 Ruko Cempaka Mas Blok A 1-2. 3-9 Kantor Pusat PT. 5685891. 8484491 (0331) 486671 (0335) 421205 HUB SURABAYA GENTENGKALI HUB SURABAYA BASUKI RAHMAT HUB JEMBER ALUN-ALUN Jember Alun-alun Probolinggo daftar cabang bank mandiri 157 . 330806 (031) 8922634 (031) 5020126. 5669893 (031) 5624701 (031) 5030765 (031) 5999869. Jl. Krian Bandara Juanda Kompleks Ruko Darmo Indah Timur. 107-109 Jl.2 AB Jl.23. 120 Jl. Raya Mulyosari. Jl. Stasiun Kota No. Jembatan Merah No.168-170 Jl. 512 Blok H3-H4 Jl. Babatan Pantai No.1001T-1002T. 7344708 (031) 7860003. 5046746 (031) 5674347. 422212. 7860005 (0343) 842324. 3 Jl. Jl. 3717529 (031) 3978504. 5323880 (031) 3298333. Pahlawan Jl. 106 Jl. Darmo Indah Timur Blok SS No. 487704 422303 Jl. Palem TC 1 / 12. 3823273 (031) 7344674. 2 Jl. Mayjend. Sungkono No. Basuki Rachmat No. 7 Jl. 5484383. 5462853 (031) 3737469. 425240. Panglima Sudirman No. Kembang Jepun No. Raya Bukit Darmo Boulevard No. Soekarno Hatta No. Raya Diponegoro No. 121 F Jl. Pertokoan Sutorejo Prima I Blok PC-21 Jl. Darmo Raya No. Raya Margorejo Indah Kav. Plaza Manyar Megah Indah Blok J 5-6 Jl. Undaan Kulon No. H. Mayjend. Bunguran No.60 C-D Kav. 5478401 5678075 5926432 8707941 5672987. Raya Rungkut. Ruko Permata Blok B-1 Jl. 3533029 3530951 3294234 3293579 3525779 5313298 3294675.28 Pusat Perbelanjaan Pasar Atom. Ngagek Jaya Selatan. 5662853. 210 Jl. 10 Jl. 5320631. 8688419 (031) 7328524. 5-6. Kedungdoro No. 3737467. Raya Krian No. 23 Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Gresik Tuban Bojonegoro Lamongan Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Gresik Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Sidoarjo Pamekasan Sidoarjo Surabaya Surabaya Sidoarjo Surabaya Surabaya Surabaya Sidoarjo Sidoarjo Sidoarjo Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Mojokerto Surabaya Jombang Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Jember Probolinggo 60175 60160 60165 60164 60175 60136 60177 60162 60176 60174 61122 62317 62113 62213 60238 60174 60155 60243 60141 61121 60155 60265 60251 60133 60274 60275 60225 60113 60293 60256 60226 60293 61219 69315 61213 60282 60161 61262 61253 60187 60226 61257 61274 61256 60113 60189 60271 61256 60131 60241 60284 60281 32190 60625 60261 61321 60271 61481 60222 60245 60231 60243 60117 60241 68118 67211 (031) 3524223-6 (031) 3530293 (031) 3295924 (031) 3293568. 129-137 Surabaya 60271 (031) 5316760-66 5316776. 42 . Sepanjang Jl.43 Jl.160 Ruko Gateway Blok C-7. Yani Komplek Mandiri Menanggal C1-C2 Jl.84 Jl. 45 Jl. 423990 FAKSIMILI 421780 WILAYAH VIII/ SURABAYA HUB SURABAYA NIAGA Surabaya Niaga Surabaya Stasiun Kota Surabaya Pelabuhan Tanjungperak Surabaya Tanjungperak Surabaya Jembatan Merah Surabaya Kusuma Bangsa Surabaya Baruna Surabaya Kembang Jepun Surabaya Indrapura Surabaya Pahlawan Gresik Tuban Bojonegoro Lamongan Surabaya Margorejo Surabaya Pasar Turi Surabaya PT. No. Waru Ruko Kenjeran IndahJl.50 Darmo Trade Center Lt. 8 Jl. Jemursari No.06 Jl.10 Jl. 318774 (031) 8499502. 842325 (031) 8557335. Dharmahusada Indah No. 5484384 (031) 5319511-15 (031) 5663045 (031) 5927468 (031) 8720705-6 (031) 5661745. 5316597 3547571. Sungkono Jl.A. 8673866 5034988 5662839. 5686756. A No. Veteran Markas Komando TNI AL.JARINGAN KANTOR Pekalongan Alun-alun ALAMAT KANTOR Jl.131-132 Kompleks Pertokoan Dupak Megah Blok B-6. Jl. 8474458 (031) 8287568. PAL Surabaya Pertamina Jagir Surabaya Kapasan Gedung Utama Semen Gresik Surabaya Armada Timur Surabaya Unika Widya Mandala Surabaya Kedungdoro Surabaya Kapas Krampung Surabaya Undaan Surabaya Gentengkali Surabaya Sungkono Surabaya Mulyosari Surabaya Rungkut Megah Raya Surabaya Darmo Park Surabaya Darmo Permai Surabaya Rungkut Sidoarjo Pamekasan Sidoarjo Pahlawan Surabaya Pucang Anom Surabaya Pasar Atom Sidoarjo Krian Surabaya Bandara Juanda Surabaya Darmo Indah Surabaya Pakuwon Sidoarjo Sepanjang Sidoarjo Porong Sidoarjo Gateway Surabaya Kenjeran Surabaya Kupang Jaya Surabaya Basuki Rahmat Surabaya Pondok Chandra Surabaya PDAM Surabaya Diponegoro Surabaya Bratang Binangun Surabaya Gubeng Surabaya Kertajaya Surabaya Darmo Raya Surabaya Swandayani Mojokerto Surabaya Pemuda Jombang Surabaya Wiyung Surabaya Telkom Ketintang Surabaya Jemursari Surabaya Menanggal Surabaya Klampis Surabaya Darmo Trade Center Jl. Kusuma Bangsa No. Wonokromo Jl. 25-27 Jl. Bebekan No. 3 Jl. Kupang Jaya A I No. 47. 207. 3293578 (031) 3520091-99 (031) 5323642. 55 Jl. 7317618 (031) 7344049. Indrapura No. Pemuda No. 3294481 (031) 3550091 (031) 3535715 (031) 3534072-74 (031) 3981300 (0356) 320786. 5320641. 5661816 (031) 7344473-4 (031) 8439581 (031) 8921327 (0324) 331000. Perak Timur No. Ketintang No. 8982377 (031) 2986422. Jagir. Lt. 398 Jl. 8292314. Basuki Rahmat No. 5020701 (031) 3531820. 7664559 (031) 8292659. Pucang Anom Timur No.67 Kav. PAL Jl. Basuki Rahmat No. 331437 (0353) 892110. 42-44 Jl. Rungkut Industri Raya No. 375 A-B Jl. Muhammad 36.44 Jl.151 Ruko Pondok Mutiara Indah Blok N-01 Jl. Ahmad Yani No. Perak Barat No. Kalimantan No. 7344693 (031) 5316760-66 (031) 8663363 (031) 5046745.8-G Jl. 8667596. 2-4 Jl. 318300.2077 (031) 3281075 (031) 5624344 (031) 5462851. 155 Jl. Dupak No. Raya Menganti No. Veteran No. Alun-alun No. 5674348 5043702 5035346 5981622 5677843 5311305 323093 5311432 875542 7668423 8285713 8474376 8288144 5995025 8484493 485461.1 dan 2 Jl. 93-95 Jl. Pondok Chandra Indah Jl. 5687458 (031) 5311303-4 (0321) 323086 (031) 5340756 (0321) 875141. Gentengkali No. Jl. Moestopo No. Ahmad Yani No. Kapas Krampung No. 875541 (031) 7660056. Basuki Rahmat No. Wonokromo Raya Jl. R. 3531825 (031) 8982375. Kapasan No. Komp.156 Jl. Kartini No. Pangeran Diponegoro No. 120 Jl. 330803.

54 A Jl. 736522 733672 35755 24973 737454 722859 4367856. Dr. Jaksa Agung Suprapto 65 Jl. Diponegoro No. 3366051 2021079 21781 HUB BANJARMASIN LAMBUNG MANGKURAT Banjarmasin Lambung Mangkurat Jl. 420555 (0341) 480461. Pahlawan No. Jl. Panglima Sudirman No.Penumpang. 6-8 Jl. 2021898. I Gusti Ngurah Rai Jl. Jl. 736943. 636422 (0341) 364961-2 (0354) 681396.H. 3352510. 416833 (0341) 325658 (0341) 368691 (0341) 592998. 102 Jl. Merdeka No. Raya Rogojampi No. 812654. 2-4. 768330 391294 631151. Muhammad Hatta No.119 Jl.42. 638585 (0341) 399858 (0341) 422999. Rogojampi Jl.9 A Jl. Kepanjen Ruko Istana Lawang Blok A5. 33 Jl. 4366759 (0526) 2021575. Raya Kuta No. 342102 681629 463482 322571 426875 366959 364665 512335 404301 898444 484207 813548 639493 399855 422998 480460 334890 558143 395489 224077 631810 833818 752221 257567 234646 772097 231277 723552 24543 815364 751894 94792 948567 37118 832460 21535 753416 975889 281240 418133 294729 255715 427599 756497 HUB MALANG WAHID HAKIM HUB DENPASAR VETERAN Denpasar Veteran Mataram Cakranegara Kupang Urip Sumoharjo Kuta Raya Denpasar Teuku Umar Denpasar Gajah Mada Nusa Dua Denpasar Udayana Pelabuhan Benoa Singaraja Tabanan Legian Singaraja Seririt Gianyar Ngurah Rai Mataram AA Gde Ngurah Kupang M. Pejanggik No. Merdeka No. Suprapto No. Lambung Mangkurat No. 24969 (0561) 737454 (0561) 743883 (0511) 3357140. 3 Tanjung Palangkaraya WILAYAH HUB Jl. Pare Jl. Gajah Mada No. 631190 734147 734752. Manggar No. 426876. Veteran No. Kartika Plaza Jl. Panglima Sudirman No. Semeru Selatan No. 22702 52249.3 & 5. 734153 (0561) 734464. Ambulu Jl. 326477. 631389. Gatot Subroto No. Jend.E. 5-7 Jl. 9. 3 Pertokoan Niaga Nusa Dua No. 428666. 102 Jl. 636071 (0380) 833216 (0361) 752060. 1 Jl. 881118 (0335) 844399 (0333) 636419. 20-22. 754241 (0361) 257566 (0361) 224705 (0361) 772095. 94795 (0361) 948976. 422687 (0334) 886866 (0333) 845375 (0332) 420800. 975946 (0361) 283485. Letjen. 778052 (0361) 223511 (0361) 723551 (0362) 25222 (0361) 812217. 78-79 Jl. Bondowoso Jl. Jend. Dr.64 (0352) 488909. Jend. Cakranegara Jl. Wijaya Kusuma No. Jend. 55 Jl. 17 Jl. 11 Jl. Panglima Besar Sudirman No. 365767/69/70/71 (0561) 769769. 64-66. 948945 (0370) 21481 (0380) 832459 (0389) 21688 (0361) 755522. Gajah Mada No. Merdeka Barat No. I Gusti Ngurah Rai No. Ahmad Yani No. Pramuka No. 2023473 (0536) 21378. Teuku Umar No. 294991 (0361) 246647. 420844 (0336) 88117. 43. Hatta Atambua Kuta Discovery Mall Ubud Denpasar Sanur Denpasar Gatot Subroto Gianyar Sukowati Denpasar Merdeka Denpasar Pasar Kumbasari Denpasar Bandara Ngurah Rai WILAYAH IX/ Jl. 283885 (0361) 418807. Danau Tamblingan No. 1 Jl. Pangeran Antasari No. Batu Ruko Griya Shanta Blok MP-53. Wahidin Sudiro Husodo No. 94794. 180 X Jl. 2 Jl. Jl. K.7 Discovery Shopping Mall A-3A Jl. 753390 (0361) 977022. Jend. Diponegoro No. 253. Ahmad Yani No. Legian . Jl. 512334 (0341) 404300 (0341) 898461 . Lambung Mangkurat No. Ubud Jl. No. 424815 (0331) 484691 (0331) 486096-8. Gajah Mada No. R. Jend. AA Gde Ngurah No. 681480 (0351) 462557. 596534.1 Jl. 94793. 772096. Nusa Dua Jl. Dampit Jl. Jend. Urip Sumoharjo No. 12-12A. 29 Jl. Wahid Hasyim Komp. Soekarno -Hatta Jl. 1 Jl. 3 BANJARMASIN HUB PONTIANAK DIPONEGORO Pontianak Diponegoro Sambas Singkawang Pontianak Ngurah Rai Pontianak Tanjungpura Pontianak Sidas Ketapang Sintang Pontianak RS Santo Antonius Pontianak Bandara Supadio Jl. 631735 (0561) 734247. 763412 (0362) 94790. 456 Rukan Denpasar Business Center Blok C. Mas Tirto Haryono Jl. Ahmad Yani No. Dewi Sartika No. 637546. 418133 (0361) 294810. 43 Jl.H. Ahmad Yani No. 7762586. Sidas No. 813547 (0343) 638444. Raya Legian No. 22961. Tanjungpura No. 21969. By Pass I Gusti Ngurah Rai. 35844 (0565) 24967. 392567 (0561) 631335. Genteng Jl. Ahmad Yani No. Humaera B Jl. Jl. 24968. Jend. Urip Sumoharjo No. 27 Jl. 20 Jl. 60 Jl. 494 E. 480462.2-3. 11 Jl. 48 A-B Jl. 732886 (0561) 734670. 62 A. 480463 (0341) 364441. Raya Pelabuhan Benoa Jl. 488910 (0342) 813546. 121-14. 747495 (0534) 35822. 398401 (0361) 226761-3 (0370) 631813. 51403. 110 Jl. Panglima Sudirman No. 2 Jl. R. Sudirman No. 15 Wisti Sabha Building Lantai 1 / 6 KOTAMADYA/ KABUPATEN Situbondo Banyuwangi Jember Jember Lumajang Banyuwangi Bondowoso Jember Kraksaan Banyuwangi Malang Kediri Madiun Tulungagung Pasuruan Malang Malang Malang Malang Malang Ponorogo Blitar Pandaan Malang Lawang Malang Malang Malang Kediri Denpasar Mataram Kupang Kuta Denpasar Denpasar Badung Denpasar Denpasar Singaraja Tabanan Badung Singaraja Gianyar Mataram Kupang Atambua Kuta Gianyar Denpasar Denpasar Gianyar Denpasar Denpasar Denpasar KODE POS 68311 68411 68137 68118 67311 68465 68211 68172 67282 68462 65119 64123 63116 66219 67115 65119 65112 65315 65142 65181 63411 66112 67156 65163 65213 65125 65127 65141 64212 80111 83231 85229 80361 80114 80112 80362 80112 80222 81116 82171 80361 81153 80511 83231 85112 85700 80361 80561 80228 80116 80582 80226 80118 80031 TELEPON (0338) 671853 (0333) 424674. 736390 (0562) 391208. Ahmad Yani No. 1-2 Jl. 30 Kompleks Pandaan Delta Permai A 18-19 Jl. Jl.50 C-D Jl. MT Haryono No. 23. 39. 35833. 451598 (0355) 326543-44 (0343) 420221. Kediri Jl. Bandara Supadio/Term. Kramat No. Martadinata No. Seririt Komplek Pertokoan Pasar Gianyar Blok I No. 70 KC KCP KK PEMBUKAAN CABANG BARU 158 daftar cabang bank mandiri .JARINGAN KANTOR Situbondo Banyuwangi Jember Ahmad Yani Jember Wijaya Kusuma Lumajang Genteng Bondowoso Jember Ambulu Probolinggo Kraksaan Banyuwangi Rogojampi Malang Wahid Hasyim Kediri Madiun Tulungagung Pasuruan Malang Merdeka Malang Suprapto Batu Malang Griya Shanta Malang Dampit Ponorogo Blitar Pandaan Kepanjen Lawang Malang Ahmad Yani Malang Gatot Subroto Malang MT Haryono Pare ALAMAT KANTOR Jl. Udayana No. Gatot Subroto No. Merdeka Jl. Wahid Hasyim No. Sudirman No. 577252 (0354) 398400. 328391 (0341) 558140 . 16 Jl. 45. 17 Jl. Raya Sukawati Komplek Graha Merdeka No. 14. 131 Jl. 636420. Raya Ubud No. Ahmad Yani No. 263451 (0361) 434812 (0361) 756497 FAKSIMILI 671854 423257 486094 484370 882151 845827 428888 882549 844895 636421 364977. 391138. 66719 Pontianak Sambas Singkawang Pontianak Pontianak Pontianak Pontianak Sintang Pontianak Pontianak Banjarmasin Tanjung Palangkaraya 78123 79162 79122 78117 78117 78111 78812 78614 78115 78391 70111 71513 73111 733767. 2 . K. 737053. 99 X. 815363 (0361) 762589. Desa Arang Lingung Banjarmasin 70111 (0511) 51405. 248827.Badung Jl. Soetomo Jl.

JARINGAN KANTOR
Sampit Kuala Kapuas Banjarmasin A. Yani Banjarmasin Pangeran Samudera Banjarmasin Mitra Plaza Banjarbaru Batulicin Barabai

ALAMAT KANTOR
Jl. M.T. Haryono No. 81 A Jl. Jend. Sudirman No. 32 Jl. Achmad Yani No. 13 - 17 Jl. Lambung Mangkurat No. 4

KOTAMADYA/ KABUPATEN
Sampit Kuala Kapuas Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarbaru Kota Baru Barabai Pangkalan Bun Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin

KODE POS
74322 73513 70233 70111 70234 70713 72171 71311 74113 70724 70119 70234

TELEPON
(0531) 21035, 21322, 30850, 21098 (0513) 21132, 21695, 22727 (0511) 264261, 263333, 262690-92 (0511) 54339, 66303, 66636, 66316, 54298 (0511) 267748, 267749 (0511) 4777058, 4780926, 4773002 (0518) 71480 - 83 (0517) 43702, 44240, 44250 (0532) 24255, 22779 (0511) 705277 ext.296, 705203 (0511) 364965, 366354 (0511) 360900, 361948

FAKSIMILI
21632, 22622 21028 257278, 257281 50928 267751 4780777 71484 43701 22710 705203 366345 361949

Jl. Pangeran Antasari, Mitra Plaza Blok B-I No.37-38 Jl. A. Yani Km.34 No.31D RT.04/01 Loktabat Jl. Raya Btulicin, Kabupaten Kota Baru Pusat Perbelanjaan Murakata Blok D1, Site 1 Lantai 2, Jl. P.H.M. Noor Pangkalan Bun Jl. Pangeran Antasari No. 41 Banjarmasin Bandara Syamsuddin Bandara Syamsuddin Noor, Jl. Landasan Ulin Noor Banjarmasin Pelindo III/ Trisakti Pelabuhan Trisakti, Jl. Barito Hilir No. 6 Banjarmasin Sentra Antasari Pusat Perbelanjaan Sentra Antasari Blok DT.001 Ltantai 2, Jl. Pangeran Antasari

HUB SAMARINDA MULAWARMAN
Samarinda Mulawarman Tarakan Yos Sudarso Bontang Samarinda Sudirman Samarinda Kesuma Bangsa Tanjungredeb Tenggarong Samarinda Irian Samarinda A Yani Sangatta Lhoktuan Bontang Ahmad Yani Tarakan Simpang Tiga Pulau Bunyu Balikpapan Ahmad Yani Balikpapan Sudirman Balikpapan Klandasan Balikpapan Suprapto Balikpapan Muara Rapak Balikpapan Batakan Balikpapan Telkom Divre VI Balikpapan Baru Jl. Mulawarman No. 23 Jl. Yos Sudarso No. 80 Jl. Angkasa No. 1, Airport Road, Komp. PT Badak Jl. Jend. Sudirman No. 9 Jl. Kesuma Bangsa No. 76 Jl. Jend. Sudirman No. 747 Jl. K.H. Akhmad Muksin No. 36 Jl. Irian No. 16 C Jl. Hasan Basri Blok A No.1 Jl. Yos Sudarso II No. 2, Sangatta Wisma KIE PT Pupuk Kaltim, Lhoktuan, Jl. Pakuaji Kav. 79 Jl. Ahmad Yani No. 37 Jl. Yos Sudarso No. 25 Jl. Pangkalan, RT 01, Pulau Bunyu Jl. Jend. Ahmad Yani No. 15 Kompleks Ruko Balikpapan Permai, Jl. Jend. Sudirman No. 62 Jl. Jend. Sudirman No. 71 Jl. Letjend. Suprapto No. 1 Jl. Jend. Ahmad Yani, Komp. Pertokoan Muara Rapak D-04 Jl. Mulawarman No. 122 Gedung Telkom, Jl. MT. Haryono No. 169 - Ring Road Kompleks Ruko Balikpapan Baru Blok D.6 No. 2 Samarinda Tarakan Bontang Samarinda Samarinda Tanjungredeb Tenggarong Samarinda Samarinda Kutai Timur Bontang Utara Bontang Tarakan Tarakan Balikpapan Balikpapan Balikpapan Balikpapan Balikpapan Balikpapan Balikpapan Balikpapan 75112 77113 75324 75111 75121 77312 75512 75111 75117 75611 75313 75311 71112 77181 76113 76114 76112 76131 76125 76115 76114 76114 (0541) 742097, 741464, 741462 (0551) 25960-63, 51141, 51444 (0548) 21490, 21492, 26309 (0541) 200836-7, 731531, 731529, 743402 (0541) 742549, 743915, 743049, 745095-96 (0554) 26031, 26032, 26033 (0541) 662150, 661945 (0541) 742066, 67731696, 742102, 743455 (0541) 736514, 736587 (0549) 25084, 25085 (0548) 41558, 41559, 41410, 41217 (0548) 20332, 21913 (0551) 21933, 21700, 21358, 25936 (0551) 24318, 25001 EXT. 2544, 2343 (0542) 422882, 424994 (0542) 731257, 733860 (0542) 422821, 422900, 422822 (0542) 427000, 422840, 422842, 424511 (0542) 421559 (0541) 771191 (0542) 872588 (0542) 871584, 876614 742855, 205720 21340 21489 731530 743777, 749075 26030 664103 731718 736291 25086 41219, 41535 27453 21359 24318 422109, 424933 732249, 410555 422902 424523 421559 771447 872588 877976

HUB BALIKPAPAN AHMAD YANI

WILAYAH X/ MAKASSAR
Manado Datu Lolong Lasut Kotamobagu Bitung Gorontalo Tahuna Ternate Manado Sam Ratulangi Manado Toar Manado Sudirman Tomohon Marisa Limboto Manado Boulevard Ternate Mononutu

Jl. R.A. Kartini No. 12-14
Jl. Dotulolong Lasut No. 15 Jl. Ahmad Yani No. 51 Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 51 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 28 Jl. Dr. Sutomo No. 1 Jl. Nukila No. 51 Komp. Wanea Plaza Blok I No. 8, Jl. Sam Ratulangi Jl. Toar No. 4-6 Jl. Jend. Sudirman No. 47 Kompleks RS Bethesda, Jl. Raya Tomohon Jl. Trans Sulawesi No.29, Marisa Jl. Jend. Sudirman No. 35, Limboto Komplek Megamas, Blom 1 A No.23 Jl. Piere Tendean, Boulevard Jl. A. Mononutu No. 91 Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 60 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 132 Jl. W.R. Supratman No. 1 Jl. Hasanuddin No. 13, Poso Jl. Imam Bonjol No. 88 Jl. Sultan Hasanuddin No. 35 Jl. Moro No. 78 Jl. Trans Sulawesi No. 117 Jl. R.A. Kartini No. 12-14 Jl. M.H. Thamrin No. 10 Jl. Andi Isa No. 5 Jl. Jend. Sudirman No. 123 Jl. Gamalama Kav. 2 Jl. H. Abdullah Silondae 45, Mondonga Komplek Aneka Tambang, Jl. Ahmad Yani Jl. Pantai Mardika

Makassar
Manado Kotamobagu Bitung Gorontalo Tahuna Ternate Manado Manado Manado Tomohon Pohuwato Gorontalo Manado Ternate Palu Luwuk Toli Toli Poso Palu Palu Donggala Parigi Makassar Watampone Pare Pare Palopo Soroako Kendari Pomalaa Ambon

90111
95122 95711 95521 96112 95813 97721 95117 95112 95122 95362 96266 96211 95111 97712 94111 94711 94514 94616 94223 94112 94351 94371 90111 92713 91114 91921 91984 93111 93562 97123

(0411) 329097, 323547
(0431) 866228, 863477 (0434) 22820, 21580, 24250 (0438) 21022 (0435) 823551, 824131 (0432) 21051 (0921) 22778 (0431) 876195, 876196, 876312, 876400 (0431) 863079, 866950 (0431) 824312, 860570 (0431) 354951 (0443) 210071, 210371 (0435) 880512, 880653 (0431) 858407 (0921) 327304, 327358, 24604 (0451) 424971, 423975, 423942 (0461) 21143 (0453) 21360 (0452) 21367, 21467, 21567, 21704 (0451) 421480-2 (0451) 4215880 (0457) 71175 (0450) 22244 - 47 (0411) 319443, 324095 (0481) 21330, 21227 (0421) 21046, 24339, 25339, 25439, 21339 (0471) 22123, 23672 (0475) 321042, 321043, (021) 5249860-2 (0401) 327708 (0405) 310572, 310317 (0911) 354572-5

329095
857579, 863577 21696 21763 824305 21457 21040 876500 863677 851877 353844 210522 882363 858652 327072 424766 22038 21760 21767 421483 424975 71161 22248 310778, 335741, 21938 21416 23674 321044, (021) 5249584 322386 310562 354578

HUB MANADO DATU LOLONG LASUT

HUB PALU SAM RATULANGI
Palu Sam Ratulangi Luwuk Toli Toli Poso Palu Imam Bonjol Palu Hasanudin Donggala Parigi

HUB MAKASSAR KARTINI
Makassar Kartini Watampone Pare Pare Palopo Soroako Kendari Mesjid Agung Pomalaa Ambon Pantai Mardika

daftar cabang bank mandiri

159

JARINGAN KANTOR
Ambon Pattimura Makassar Slamet Riyadi Makassar Sulawesi Makassar Cokroaminoto Sungguminasa Makassar Cenderawasih Makassar Tanjung Bunga Makassar Panakkukang Bulukumba Makassar Daya Sengkang Pinrang Polewali Mandar Makassar Kampus IKIP Makassar Andalas Makassar Veteran Semen Tonasa Makassar RS Stella Maris Kendari Soekarno Kolaka Jayapura Ahmad Yani Manokwari Merauke Nabire Serui Fak Fak Biak Sorong Ahmad Yani Timika Wamena Jayapura Abepura Tembagapura Kuala Kencana Jayapura Sentani Jayapura Waena Jayapura Sentra Bisnis Pasifik Sorong Basuki Rahmat Tembagapura Shopping Centre

ALAMAT KANTOR
Jl. Raya Pattimura No. SK.2 / 1 Jl. Brigjend. Slamet Riyadi No. 8 Jl. Sulawesi No. 81 Jl. HOS Cokroaminoto No. 3 Kompleks Graha Satelit Blok 12 A, Jl. Sultan Hasanuddin Jl. Cenderawasih No. 185 Mall GTC Tanjung Bunga No. 22 Jl. Bolevar 89 F Jl. Sam Ratulangi No.90 Kompleks Bukit Khatulistiwa Blok B/9, Jl. Bau Mahmud No. 1 Jl. Durian No.24-26 Jl. Jend. Sudirman No. 132, Wonomulyo Kampus IKIP Gedung 4C, Jl. Bontolangkasa, Gunungsari Baru Jl. Andalas No. 116 F Jl. Veteran Utara No. 220 Komplek PT Semen Tonasa I, Kotak pos 114 Komplek RS. Stella Maris Jl. Somba Opu No.273 Jl. Soekarno No. 37 Jl. Repelita No. 1 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 35 Jl. Yos Sudarso No. 61 Jl. Raya Mandala No. 1 Jl. Pepera No. 19 Jl. Diponegoro Jl. Izak Telussa No. 26 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 99 Jl. Yos Sudarso No. 30 Jl. Trikora No. 92 Jl. Raya Abepura, Abepura Jl. Numfor Jl. Mandala Raya Selatan Jl. Raya Kemiri, Sentani Pertokoan Topaz ,Jl. Raya Waena Sentani No. 231 Kompleks Ruko Pasifik Permai Blok D No.5 Jl. Reklamasi Pantai Apo Jl. Basuki Rahmat No. 22 Family Shopping Center Tembagapura

KOTAMADYA/ KABUPATEN
Ambon Makassar Makassar Makassar Gowa Makassar Makassar Makassar Bulukumba Makassar Sengkang Pinrang Polewali Mandar Makassar Makassar Makassar Tonasa Makassar Kendari Kolaka Jayapura Manokwari Merauke Nabire Serui Fak-fak Biak Sorong Timika Wamena Jayapura Tembagapura Kuala Kencana Jayapura Jayapura Jayapura Sorong Tembagapura

KODE POS
90172 90111 90174 90174 92111 90133 90134 90231 92512 90241 90913 91211 91352 90221 90155 90145 90662 90001 93127 93560 99111 98311 99613 98801 98212 98601 98112 98414 98663 99511 99351 98100 99920 99352 99351 99112 98401 98100

TELEPON
(0911) 345587, 353122 (0411) 319963-4 (0411) 317378, 317388 (0411) 323809, 317545 (0411) 840133 (0411) 837609 (0411) 838841 (0411) 425290, 441605 (0413) 2587965, 2587966, 2587967 (0411) 591255, 591256 (0485) 324333, 324222 (0421) 921367, 922145 (0428) 51985, 51987, 51988 (0411) 874744 (0411) 334023, 310164 (0411) 319981. 332354 (0411) 320672 (0411) 854289 (0401) 331211, 321477 (0405) 22225 (0967) 531028, 534186/9, 533919 (0986) 213567, 211102 (0971) 321333, 321128 (0984) 21135, 21045 (0963) 31535-7 (0956) 22119, 22124, 22480, 22120 (0981) 22000, 21527, 22528 (0951) 323200, 323111, 323222 (0901) 321727, 321145, 321045 (0969) 31033, 31010 (0967) 581397, 587183 (0901) 351125, 351027, 404225 (0901) 302265, 302266 (0967) 591668 (0967) 572813, 572816 (0967) 535166, 535177 (0951) 323845, 323844, 321440 (0901) 352707, 403122

FAKSIMILI
352208 317854 320629, 320473 316488 840134 837609 838842 443777 2587968 591257 324111 921878 51986 874747 310372 332354 311973 854289 331210 22226 534494, 531836 211222 322094 21683, 23170 31636, 31179 22636 21557 323400, 323981 321515 32520, 33646 587182 351155 302264 593624 572817 535178 321113 407625

HUB JAYAPURA AHMAD YANI

WILAYAH HUB

KC KCP

KK PEMBUKAAN CABANG BARU

160

daftar cabang bank mandiri

kantor luar negeri/perwakilan Jaringan Kantor
Bank Mandiri Cayman Island

Alamat Kantor
Cardinal Plaza 3rd Floor #30 Cardinal Avenue, George Town Grand Cayman, Cayman Island PO BOX 10198 APO

Telepon
1-345-945-8891 (3 lines)

Faksimili
1-345-945-8892

SWIFT
BEIIKYKY

Telex
4206 EXIMCAY

website
-

Bank Mandiri Dili - Timor Leste

Jl. Ave Presidente Nicolau Lobato No. 12 Colmera, Dili, Timor Leste

670-390-317-555 or 777 Lokal: 5263769 Satelit: +086815000123

670-3317-444 /190/192

-

-

-

Bank Mandiri Hong Kong Branch

7th Floor, Far East Finance Centre 16 Harcourt Road, HongKong

852-2527-6611, 852-2877-3632

852-2529-8131, 852-2877-0735

BBUDHKHH

70663 / 71360 MDRIHX www.bankmandirihk.com

Bank Mandiri Singapore Branch

9 Raffles Place #35 - 01 / 02 Republic Plaza, Singapore 048619

65-6213-5588 (General) 65-6213-5880 (Dealer) 65-6532-6086 (Dealer Board)

65-6438-3363 (General) 65-6536-3008 (Dealers)

BEIISGSG

RS23697 MDRISQ (General) RS23699 MDRIFX (Dealers)

www.ptbankmandiri.com.sg

Bank Mandiri Europe Limited

Cardinal Court (2nd Floor) 23 Thomas More Street London EIW IYY, United Kingdom

44-207-553-8688

44-207-553-8699

BEIIGB2LA

8813270

www.bkmandiri.co.uk

Bank Mandiri 3401, Bank of China Tower Shanghai 200 Yin Cheng (M) Road, (Representative Office) Pudong New Area, Shanghai 200120, People’s Republic of China

86-21-5037-2509

86-21-5037-2507

-

-

-

161

Jakarta Timur 13320 Ruko Segitiga Senen Blok E-21/22 Jl. Ahmad Yani. 59 D. Pusat Pasar No. Zainal Arifin Blok A1.daftar MBU. K. H. Lubuk Baja. Jakarta Selatan 12970 phone (0778) 432315 (0778) 327842 (061) 4143990 (061) 6643696 (061) 4523509 (061) 6940246 (061) 6642658 (061) 7864298 faX (0778) 457830 (0778) 322474 (061) 4517644 (061) 6611100 (061) 4155269 (061) 6941768 (061) 8828064 (061) 6619540 (061) 7864598 (0721) 483212 (0725) 48269 (0721) 241998 (0751) 33124 (0752) 625035 (0741) 7551066 (0711) 7063376 (0711) 7063378 (0711) 7068155 (0713) 7000031 (021) 4371948 (021) 69833165 (021) 92694422 (021) 926 94425 (021) 92694421 (021) 70974118 (021) 3864028 (021) 40706202 (021) 70972293 (021) 70972292 (021) 4405213 (021) 70770600 (021) 70970235 (021) 92694419 (021) 92694420 (021) 5866499 (021) 5689044-6 (0254) 201260 (021) 70637223 (021) 70759125 (021) 55755791 (0254) 437194815 (021) 5516142 (021) 70917154 (021) 7020066 (021) 92694223 (021) 92694427 (021) 70950705 (021) 70995199 (021) 70950768 (021) 70988472 (021) 70992877 (021) 70920521 (021) 70986304 (021) 70985974 (021) 3868112 - (0721) 485082 (0725) 41860 (0721) 241998 (0751) 33124 (0752) 625035 (0741) 7550082 (0711) 313655 (0711) 719882 (0711) 310873 (0713) 326005 (021) 43930980 (021) 69833167 (021) 2310318 (021) 6592683 (021) 6625327 (021) 5647439 (021) 3864031 (021) 4898109 (021) 6349340 (021) 6306112 (021) 44820937 (021) 6399070 (021) 5376769 (021) 5525004 (021) 92752304 (021) 5866499 (021) 5689048 (0254) 217723 (021) 5450257 (021) 5666552 (021) 5543048 (0254) 4392616 (021) 5523718 (021) 5480027 (021) 89902878 (021) 2301338 (021) 8862613 (021) 325285 (021) 4504788 (021) 89902878 (021) 5711671 (021) 4602875.1.292. 94 A.9 Gedung YDPK. Sudirman No. Jakarta Utara 14410 Jl. Jend. 550. Samanhudi No. Rustam Effendi No. 5 Jl.7. Kelapa Gading. 142 AB. Jakarta Pusat 10710 Arkade Dusit Mangga Dua No. 1–2. Komp. 18. Bukit Tinggi 26111 Jl. 73. Petamburan. 73. Jakarta Utara 14250 Jl. Jakarta Barat 11210 Komplek PT KBN. Jend. 10. Jl. Medan 20158 Alamat Booking Kredit: KC Imam Bonjol Jl. Medan 20239 Jl. Pangeran Tubagus Angke No. Sumatera Selatan 31121 Jl. Senen Raya No. 118. Jakarta Barat 11460 Jl. Yos Sudarso Blok A No. 18.17–18. Jakarta Pusat 10250 Jl. K. Imam Bonjol No. Medan 20116 Jl. Arteri Mangga Dua Raya. Tangerang 15111 Jl. Yos Sudarso No. Martadinata.H. Jakarta Barat 11110 Jl. Jakarta Timur 13210 Komplek Ketapang Indah. Jakarta Barat 11470 Jl.116–117 Jakarta Pusat 10250 Jl. Laksamana Malahayati No. 750. 1. 8868401 (021) 2303146 (021) 8508807 (021) 3868114 (021) 8315687 162 daftar alamat mbu. Lapangan Stasiun No. Jatinegara Barat No. Padang 25211 Jl Perintis Kemerdekaan No. Bendungan Hilir No. Palembang 30125 Jl. Mayor Zein No.P. Tangerang 15133 Jl. Jakarta Utara 14240 Ruko Roxy Blok E No. Pasar Ikan. M. Parman Prabumulih Sudirman Jakarta Tanjuk Priok Yos Sudarso Jakarta Kota Jakarta Pasar Baru Jakarta Mangga Dua Jakarta Mitra Bahari Jakarta Jelambar Jakarta Gambir Jakarta PuloMas Jakarta Ketapang Indah Jakarta Jembatan Lima Jakarta Cakung Jakarta Pangeran Jayakarta Tangerang Bumi Serpong Damai Tangerang Ahmad Yani Jakarta Puri Indah Tangerang Ciledug Jakarta Grenvil Serang Jakarta Kali Deres Jakarta Tanjungduren Tangerang Cikokol Cilegon Merak Tangerang Merdeka Jakarta RS. Medan 20112 Jl.H. Binjai 20711 Jl. Prabumulih. Jakarta Utara 14210 Jl. Kebon Sirih No. Mansyur No. 79. M. Juanda No. Jend. 2. Puri Indah Raya Ruko Blok I/1. Harapan Business Center Blok I No. Ahmad Yani No. H. K. Jend. Serang 42112 Jl Utama Raya Blok A/B No 57 B Cengkareng. Kartini No. Moch. Merdeka No. Raya Merak No. 3. Gunung Rinjani No. Jakarta Barat 11610 Jl. S. Jakarta Pusat 10730 Jl. Batam 29432 Jl. 7 G–H. 28. Raya Bekasi Km. Imam Bonjol. 40–42. Ahmad Yani. 1 Jl. Aipda KS Tubun 92–94. Kolonel Atmo No. Pangeran Jayakarta No. Pusat Perdagangan Kalimalang Blok A VIII No. 452. Cilincing. Tangerang 15311 Jl. 77 Kav. Komplek Ruko No.7–8.18. Tanjungduren Raya No. Lippo Cikarang. Jend. Jakarta Pusat 10410 Jl. CBC & SDBC . 21. 9. Jl. MBDC. Tanjungkarang 35111 Jl. Pelni Bekasi Cikarang 1 Jakarta Fakhrudin Bekasi Sentra Niaga Kalimalang Jakarta Sabang Jakarta Kelapa Gading Barat Bekasi Cikarang II Jakarta Bendungan Hilir Pulogadung Bekasi Ahmad Yani Kebon Jati Jakarta Jatinegara Barat Jakarta Atrium Senen Jakarta Pasar Rumput MBDC Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin ALAMAT Jl. 56 A–B. Ciledug Raya No. Sudirman No. Jend.H. Palembang 30125 Jl. Jakarta Pusat 10210 Jl. 183. Ir.13 Blok R-G Sektor IV Bumi Serpong Damai. Kirana Raya No. Bekasi 17141 Jl. Bekasi 17550 Jl. Cilegon 42431 Jl. Sutomo No. mbdc.H. Kebon Jati No.E. Jl. Gunung Krakatau No. Metro 34111 Jl. Raya Cakung.03 Lt. Tangerang 42431 Grenvil Real Estate Blok BG 31–36 Jl. 30. Jl.Sutomo Palembang Atmo Palembang PUSRI Palembang Pusat Dagang Bengkulu S. 46. T. Raya MH Thamrin Ruko Mahkota Mas Diamond(The BEST) Blok J No. Bandarlampung 34223 Jl. Sudirman No.15. 7.H. LetJend. Thamrin. Diponegoro No. Bekasi 17550 Jl. Pelabuhan II Kotak Pos 15. Batam 29422 Jl. Jend. Palembang 30118 Jl. Bagindo Aziz Chan No. Pekanbaru 28115 Jl. Thamrin. Medan Jl. Ahmad Yani No. Jakarta 10120 Komplek Artamas. Pematang Siantar 21117 Jl. Medan 20212 Jl. CBC & SBDC LOKASI Daftar MBU Batam Lubuk Baja Batam Sekupang Martadinata Medan Pusat Pasar Medan Pulo Brayan Medan Kirana Medan Belawan Binjai Medan Gunung Krakatau Medan Katamso Pekanbaru Sudirman Atas Pematang Siantar Pangkal Pinang Bandar Lampung Teluk Betung Metro Tanjung Karang Kartini Padang Bagindo Aziz Chan Bukit Tinggi Jambi Dr. Pulogadung. 16. 6 7. Sudirman No. Belawan 20411 Jl. Jakarta Pusat 10340 Jl. Jambi 36113 Jl. Lippo Cikarang. Jl.II.167 D. 21. Sultan Agung No.1A Pulo Brayan. Ciledug. 117. Pusat Perdagangan Kalimalang Blok A 3 No. Jend. Sutomo Kotak Pos 14. 135. Jakarta Barat 11140 Jl. Dr. Bengkulu 38223 Jl. 39 A. Bekasi 17141 Jl. Tanah Abang. Bolevar Barat Raya Blok LC-7 No.No. 4602879 (021) 8846716.8. Jakarta Barat Jl. Pangkal Pinang 33128 Jl. R. Jakarta Barat 11410 Ruko Roxy Blok E . Jakarta Utara 14440 Jl. Brigjen Zain Hamid No. Jakarta Pusat 10730 Komplek Pertokoan Mitra Bahari Blok E No. Fakrudin No. 22–23. Parman No.4-5 Tangerang Cikokol 15117 Jl. Sudirman No. 94–95. 2.

8. Suroso No. Bogor 16121 Jl. Siliwangi No. Ahmad Yani No. T. Fatmawati No.5. Margonda Raya No. 125. Juanda No. Depok 16432 Alamat Booking Kredit: Hub Pasar Rebo Plaza PP. Dr. 293. Jakarta Timur 13310 Komplek Gajah Unit F & G.E. Cirendeu Raya. 88. Garut 44115 Jl. 32–33. 10. R. 24. Melawai Raya No. Billy Moon. Nusantara Raya No. Cilandak. Soekarno Hatta No. Raya Bogor. Cirebon 45111 Jl. Bogor 16121 Jl. Jl. Jakarta Selatan 12120 Jl. Bandung 40525 Jl. 17. Jakarta Selatan 12430 Jl. Ciamis 46211 Jl. Raya Cimahi No. Jakarta Timur 13760 Komplek Ruko Sukmajaya No. 25 AB. Depok II Tengah. 133. Cianjur 43211 Jl. Jakarta Timur 13450 Jl. Bandung 40173 Jl. 21. 162. Braga No. Bandung 40235 Jl. Surya Kencana No.134.22–23. Pertokoan Prima Indah No. Braga No. Pajajaran No.LOKASI Jakarta Pahlawan Revolusi Jakarta Pasar Jatinegara Jakarta Saharjo Jakarta Rawamangun Pemuda Jakarta Kalimalang Pondok Kelapa Jakarta Kramat Raya Jakarta Cimanggis Jakarta Plaza Kramat Jati Indah Jakarta Cirendeu Jakarta Cibubur Bekasi Plaza Pondok Gede Depok Cinere Depok I MBDC Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman ALAMAT Jl. Otto Iskandardinata No. Bintaro Jaya Sektor I. Simatupang No. Sudirman Kav. Pahlawan Revolusi No. Jl. 155 A. 92694412 (021) 92694413 (021) 92694416 (021) 7764715 faX (021) 8632073 (021) 2800072 (021) 8282349 (021) 47882420 (021) 8656511 (021) 8652418 (021) 3161946 (021) 87713945. Raya Ujungberung No. T. Kramat Raya No. Pemuda No. 57. Bandung 40235 Alamat Booking Kredit: Hub Bandung Asia Afrika Utara Jl. Kalimalang. Raya Tegalwangi Km. Matraman Raya No. 2. Junjunan No. Jakarta Selatan 12240 Jl. 11. Jakarta Timur 13220 Jl. 44. Tole Iskandar. 612. Bandung 40174 Jl. Kalimalang Jl. 58. Bandung 40111 Jl. Dewi Sartika Ciputat Tangerang Jl. Sukabumi 43131 Jl. Saharjo No. Palmerah Barat No.103 . Bandung 40281 Jl. Pertokoan Cibubur Indah Blok A.12–14. 89 J. Depok 16514 Jl. Ahmad Yani No. Jend. Kapten Muslihat No. Tarum Barat Km. 310. 132 B. 28. Jl. 124. Yos Sudarso No. 736406869 (021) 5308376 Jakarta Kebayoran Lama Tangerang Ciputat Center Jakarta Simprug Purwakarta Bandung Alun-alun Bandung Siliwangi (Lapangan Raya) Bandung Braga Bandung Padjajaran Bandung Pasteur Bandung Otista Bandung Kiara Condong Cimahi Bandung Sukarno Hatta Bandung Buah Batu Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung (021) 725 6917 (021) 7400352 (021) 7397958 (0264) 207185 (022) 4205555 (022) 2506858 (022) 70831973 (022) 91142244 (022) 70840361 (022) 70838293 (022) 7213891 (022) 6645209 (022) 70284145 (022) 70725682 (021) 72791036 (021) 7426021 (021) 7231358 (0264) 201507 (022) 4205312 (022) 2531940 (022) 4204444 (022) 6002019 (022) 6020361 (022) 4237271 (022) 7205633 (022) 6645209 (022) 7562944 (022) 6046261 Bandung Bina Citra Sumedang Bandung Ujung Berung Bandung Ahmad Yani Bandung Martadinata Garut Bandung Kopo Bogor Kapten Muslihat Bogor Suryakencana(Siliwangi) Cianjur Cipanas Bogor Juanda Sukabumi Ahmad Yani Tasikmalaya Otto Iskandardinata Tasikmalaya Sutisna Ciamis Cirebon Yos Sudarso Cirebon Tegal Wangi Cirebon Siliwangi Majalengka Kadipaten Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung (022) 70687389 (0261) 201523 (022) 7834976 (022) 7278151 (022) 4267694 (0262) 243971 (022) 5425541 (0251) 352529 (0251) 7165499 (0263) 270891 (0263) 524467 (0251) 357018 (0266) 237393 (0265) 313582 (0265) 332422 (0265) 771383 (0231) 246655 (0231) 325480 (0231) 3387057 (0233) 664511 (022) 5409846 (0261) 201523 (022) 7834977 (022) 7213708 (022) 4204991 (0262) 232675 (022)4204991 (0251) 356037 (022) 381134 (0263) 270891 (0263) 511039 (0251) 356037 (0266) 2211160 (0265) 331824 (0265) 332422 (0265) 771384 (0231) 223421 (0231) 321026 (0231) 206343 (0233) 662004 daftar alamat mbu. 11–14. Sumedang Jl. 57. Arteri Simprug. Otto Iskandardinata No. CBC & SDBC 163 . 57. Pertokoan Ramayana Blok A No. 39. 139.11–12. Pondok Bambu. 2. Ir. Dr. 94–96. Jakarta Pusat 10450 Jl. Pejaten. 3. Jakarta Timur 13720 Jl. Jend. 26. Kebayoran Baru. 222. Tasikmalaya 46114 Jl. Kiara Condong No. Bandung 40261 Jl. Kramat No. Kyai Maja No. Majalengka 45453 phone (021) 70980933/12 (021) 92694424 (021) 92694411 (021) 92694426 (021) 70975943 (021) 70268090 (021) 3161938 (021) 70973988 (021) 84977412. Purwakarta 41115 Jl. 107. Bandung 40266 Jl Soekarno Hatta No. Cirebon 45124 Jl. Kebayoran Lama. 15. 92694412 (021) 92694415 (021) 92694414 (021) 84977412. Bandung 40251 Alamat Booking Kredit: Hub Bandung Braga. Siliwangi No. LetJend. mbdc. 730. Bandung 40132 Jl. Raya Pasar Minggu No. Jakarta 12810 Jl. Raya Tarum Barat Blok M I No. Raya Pondok Gede No. Martadinata No. Jakarta Timur 13470 Jl. Gerbang Puri Tirta Kencana. Raya Cipanas No. 242. 87711803 (021) 8482936 (021) 7444812 (021) 87704206 (021) 8482936 (021) 7762684 (021) 7547565 (021) 7764715 Depok Tengah Jakarta Sudirman (021) 77823438 (021) 7715441 Jakarta Mayestik Jakarta Pasar Minggu Jakarta Melawai Jakarta Pamulang Jakarta Fatmawati Jakarta Bintaro Jaya Jakarta Palmerah Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman (021) 70978006 (021) 70625334 (021) 92694417 (021) 92718230 (021) 92715040 (021) 7375187 (021) 5307758 (021) 7233715 (021) 79192536 (021) 2700352 (021) 74713028 (021) 7692309 (021) 7374537. Asia Afrika No. 12. 54–55 Jakarta Selatan 12190 Jl. Jakarta Selatan 12510 Jl. LetJend. Bogor 10123 Jl. Ahmad Yani No. 73. 51. 9 No. 6 A1–2. H. Bandung 40111 Jl. 51. Kadipaten. Lapangan Tembak. Sutisna Senjaya No. Jakarta Pusat 10270 Alamat Booking Kredit: Plaza Bapindo. 95. Pacet. Asia Afrika No. Bandung 40612 Jl.S. 111. Jakarta Timur 13760 Jl. Depok 16411 Alamat Booking Kredit: Hub Pasar Rebo Plaza PP.B. Jakarta Timur 13710 Jl. Jakarta Selatan 12220 Ruko Mutiara Center B/3 Jl. 43. Simatupang No. Jakarta Timur 13510 Jl. Jl. Jl.B. Abdul Rahman No. Bekasi 17414 Jl. Depok 16432 Jl. 133. 99. 486. 50 B. Bandung 40115 Jl. Cirebon 45154 Jl. Cianjur 43553 Jl. Jl. Raya Kebayoran Lama No. Tasikmalaya 46113 Jl. Raya Timur No. Tangerang 15419 Jl. Cinere Raya Kav. Raya Terusan Kopo 228 A. Bintaro Utama. Jakarta Selatan 12330 Jl. Bandung 40112 Jl. 176. Bandung 40282 Jl. Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12160 Komplek Pertokoan Pamulang Permai Blok SH IX Kav. Tangerang 15417 Jl. Kav. Bandung 40226 Jl. Sudirman No. Soekarno Hatta No. Raya Jakarta Bogor Km. 5 A–C. 4. Ahmad Yani No. Pondok Gede. R.

463. 48 A–B. S. Mayjend. 7. Solo 57142 Jl. Surabaya 60271 Jl. Sugiyopranoto No. Brigjend. Rungkut Industri Raya No. Pangeran Diponegoro No. 2. Parakan. Majapahit No. 7. Klaten 57414 Jl. 107 Yogyakarta 55231 Jl. Ahmad Yani No. Mojokerto 61321 Ruko Cempaka Mas Blok A 1–2. Arief Rahman Hakim No. Jl. 26. 11. Kepodang No. 5. Batu Jl. Kuta Raya No. Pamekasan 69315 Jl. Panglima Sudirman No. 17. 45. Jend. 36 A–B. Pertokoan Sutorejo Prima Blok PC 21. 55. Purwokerto 53114 Jl. Katamso No. Jend. Sidoarjo 61262 Alamat Booking Kredit: Spoke Sidoarjo Jl. 19. Pemuda. Surabaya 60281 Jl. Malang 65119 Jl.I. Laksda Adisucipto No. Jl. Dr.5 Surabaya 60293 Jl. Temanggung 56254 Spoke Yogyakarta Diponegoro Jl.168–170. Surabaya 60293 Jl. 36 A–B. H. Denpasar 80361 Jl. 11. Semarang 50246 Jl. R. Plaza Manyar Megah Indah Blok J 5–6. mbdc. Kaliurang. 210. Lamongrejo No. Yos Sudarso No. 69 B. 2–4 Surabaya 60261 Jl. Soekarno-Hatta No. Sudirman No. Yogyakarta 55281 Jl. Mojopahit No. Surabaya 60284 Jl. Jend.151. 165 Yogyakarta 55281 Jl. 8.eral Sudirman No. Yogyakarta 55213 Alamat Booking Kredit: KC Wisma PU. CBC & SDBC . Mataram 83235 phone (0234)-356535 faX (0234) 353569 Magelang Yogyakarta Sudirman Yogyakarta STIE YKPN Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta (0293) 312480 (0274) 586425 (0274) 486164 (0293) 364282 (0274) 561893 (0274) 486164 Yogyakarta Diponegoro 1 Yogyakarta Katamso Yogyakarta UGM Parakan Yogyakarta Diponegoro 2 Muntilan Solo Purwotomo Solo Slamet Riyadi 1 Solo Slamet Riyadi 2 Klaten Purwokerto Gombong Cilacap Kutoarjo Banjarnegara Semarang Pahlawan Semarang Sugiyopranoto 1 Semarang Candi Baru Semarang Sugiyopranoto 2 Semarang Kepodang Ungaran Kudus Salatiga Semarang Majapahit Tegal Arif Rahman Hakim Tegal Sudirman Brebes Pekalongan Hayam Wuruk 1 Pekalongan Hayam Wuruk 2 Surabaya Sungkono Surabaya Rungkut Megah Raya Surabaya Rungkut SIER Sidoarjo Sidoarjo Porong Sidoarjo Krian Surabaya Bratang Binangun Surabaya Pemuda Surabaya Gubeng Mojokerto Jombang Surabaya Stasiun Kota Bojonegoro Surabaya Kembang Jepun Surabaya Indrapura Surabaya Tanjungperak Tuban Gresik Lamongan Pamekasan Surabaya Mulyosari Surabaya Swandayani Malang Merdeka Madiun Jember Alun alun Probolinggo Situbondo Banyuwangi Pasuruan Kediri Malang Suprapto Batu Tulungagung Denpasar Gajah Mada Kuta Raya Denpasar Udayana Mataram AA Gde Ngurah Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Denpasar Denpasar Denpasar Denpasar (0274) 586731 (0274) 415681 (0274) 541909 (0293) 596598 (0274) 368275 (0293) 585985 (0271) 717786 (0271) 661638 (0271) 669817 (0272) 325743 (0281) 642624 (0287) 5500111 (0282) 534898 (0275) 641306 (0286) 592375 (024) 8450527 (024) 70702520 (024) 70709465 (024) 70702540 (024) 3544401 (024) 70784004 (0283) 342155 (0298) 313464 (024) 70780650 (0283) 3319277 (0283) 342155 (0283) 3319266 (0285) 422550 (0285) 422550 (031) 5632909 (031) 8704910 (031) 8472974 (031) 8959290 (0343) 842808 (031) 8982377 (031) 5054765 (031) 5312253 (031) 5025345 (0321) 330725 (0321) 875142 (031) 3525307 (0353) 892110 (031) 3557150 (031) 3293553 (0356) 333204 (031) 3972835 (0322) 316581 (0324) 330803 (031) 5962282 (031) 5460855 (0341) 335292 (0351) 472472 (0331) 427884 (0335) 423822 (0338) 676543 (0333) 421577 (0343) 432303 (0354) 699328 (0341) 331212 (0341) 512577 (0355) 328155 (0361) 262983 (0361) 7464685 (0361) 233971 (0274) 562878 (0274) 415388 (0274) 541908 (0293) 596598 (0274) 562878 (0293) 585985 (0271) 712864.329. Ahmad Yani No. No. Madiun 63116 Jl. Ruko Sultan Agung. 5. Komplek Pertokoan Rejotumoto. 107. Pangeran Diponegoro No. Udayana No. 375 A–B. 120. S. Tegal 52123 Jl. 55 K.456. Sudirman No.LOKASI Jatibarang MBDC Bandung ALAMAT Jl. Surabaya 60113 Menara BBD. BrigJend. Surabaya 60162 Jl. Kembang Jepun No. Jl. Raya Porong No. Saubari No. Semarang 50232 Jl. Wahidin Sudiro Husodo No. Pekalongan 51119 Jl. Sungkono No. 31. Bojonegoro 62113 Jl. Krian. Basuki Rahmat No. Ahmad Yani No. 671 E–F. Pemuda No. Denpasar 80112 Jl. Jatibarang Alamat Booking Kredit: Spoke Indramayu Panjaitan Jl. 100. Tegal 52131 Plaza Dedy Jaya. Sidoarjo 61219 Jl. Hayam Wuruk No. D. Banyuwangi 68411 Jl. Stasiun Kota No. Soekarno Hatta Kotak Pos 27. Surabaya 60176 Jl. 398. Kartini No. Ahmad Yani No. Probolinggo 67211 Jl. Pasuruan 67112 Jl. Yogyakarta 55121 Jl. Sugiyopranoto No. BrigJend. Parman No. 55. 27–31. 645500 (0272) 321277 (0281) 642934 (0287) 474020. Hayam Wuruk No. 45. Pangeran Diponegoro No. Tuban 62317 Jl. Kudus 59301 Jl. Indrapura No. Jl. Solo 57111 Jl. 16. Situbondo 68311 Jl. 32–34. Jl. 29. 3. Gajah Mada No. Jend. Semarang 50246 Jl.1 dan 2. Pahlawan No. 115. Pekalongan 51119 Jl. Salatiga 50711 Kompleks Ruko Majapahit. 645500 (0271) 661638. Panjaitan No. Diponegoro No. Parman No. Magelang 56126 Jl. 472695 (0282) 535408 (0275) 641306 (0286) 592375 (024) 9311366 (024) 3585084 (024) 8505501 (024) 3585084 (024) 355184 (024) 6924295 (0291) 438769 (0298) 316011 (024) 8505501 (0283) 353628 (0283) 322194 (0283) 673535 (0285) 435087 (0285) 435087 (031) 5678075 (031) 8704910 (031) 8472974 (031) 8941577 (0343) 842323 (031) 8971304 (031) 5054765 (031) 5311429 (031) 5035346 (0321) 323093 (0321) 875542 (031) 3530951 (0353) 892114 (031) 3550576 (031) 3544319 (031) 3293579 (0356) 892114 (031) 3981442 (0322) 318773 (0324) 324302 (031) 5926432 (031) 5311305 (0341) 335291 (0351) 463482 (0331) 485461 (0335) 422303 (0338) 671854 (0333) 423257 (0343) 432305 (0354) 681629 (0341) 364665 (0341) 512335 (0355) 329834 (0361) 234646 (0361) 752221 (0361) 231277 164 daftar alamat mbu. Slamet Riyadi No.10. Gombong 54411 Jl. Jombang 61481 Jl. Jaksa Agung Suprapto 65. 16. Slamet Riyadi No. Banjarnegara 53411 Jl. 26.A. Yogyakarta 55232 Kampus STIE YKPN. Pemuda Utara No. 94. Denpasar 80112 Jl. Lamongan 62213 Jl. Basuki Rachmat No. Kediri 64123 Jl. 7. Diponegoro No. 3. 107–109. Malang 65112 Jl. Raya Mulyosari No. Gresik 61122 Jl. Jl. Semarang 50511 Jl. 1. Raya Kali Rungkut No. 121 F. Raya Krian No. Sudirman No. 114. Gatot Subroto No. 92. Jember 68118 Jl. Sidoarjo 61219 Jl. Seturan. Jend. Brebes 52212 Jl. Sidoarjo 61274 Alamat Booking Kredit: Spoke Sidoarjo Jl. 41. 164. Semarang 50191 Jl. Sudirman No. Dewi Sartika No. 160. Jend. Kalimantan No.60 C-D Kav. 102. Merdeka Barat No. Pangeran Diponegoro No. Jl. Sudirman No. Tulungangung 66219 Jl. Yogyakarta 55231 Kompleks Ruko Muntilan Plaza. Solo 57111 Jl. Mayor Dasuki No. Jend. Pahlawan No. Jl. Sidoarjo 61219 Jl. 47. 23. 109. Sekip Blok L 6.10. Surabaya 60164 Jl. Sudirman No. Ahmad Yani No. Perak Timur No. Ngagel Jaya Selatan. Brigjend. Kutoarjo 54212 Jl. Jend. Jend. 245. Suroyo No. Indramayu 54212 Jl. Semarang 50137 Jl. 3. Ahmad Yani No. 10. 339. Semarang 50241 Jl. AA Gde Ngurah No. Surabaya 60160 Jl. Slamet Riyadi No. 713896 (0271) 661638. Surabaya 60225 Komplek Pertokoan Rungkut Megah Raya Blok E/5-6. Muntilan 56414 Jl. Cilacap 53212 Jl. 3.

(223 296) (0511) 3269626. Kalimantan Selatan 70713 Jl. Malang 65119 (021) 230 2926. Makassar 90241 Alamat Booking Kredit: Hub Makassar Kartini. 31 D. 3(Lt. Imam Bonjol No. 356 436. 4. Jend. Sulawesi No. 129 137. 3. 1. Makassar 90174 Jl. DM(021) 5266 936 (021) 3983 3059 (022) 421 8911. Asia Afrika No. Palembang/Pusat Dagang Jl. Surabaya 60271 Jl. Surapati No. Jakarta Selatan 12190 (061) 453 6661 (0711) 313 767. Samarinda 75111 Jl. Yani Banjar Baru Samarinda Sudirman Balikpapan Suprapto Makassar Kartini Sungguminasa Makassar Cendrawasih Makassar Sulawesi Manado Datu Lolong Lasut Bitung Makassar Daya MBDC Denpasar Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar ALAMAT Jl. Balikpapan 76131 Jl. 81. 4. A. 4 5. 335 292 (061) 451 6837 (0711) 368 510 (021) 691 0681. Suprapto No. Achmad Yani KM 2 No. 12-14. 7.13. RA Kartini No. Perintis Kemerdekaan Km. 421 8722.34 No. flexi 706 3877 (021) 691 6533. Dr. Jl. Gowa 92111 Jl. 326 2540 (0411) 323809. Kebon Sirih No. Jl. Jl. Cenderawasih No. Merdeka Barat No. Manado 95122 Jl.eral Ahmad Yani Km. Lambung Mangkurat No. Jl. 841 9758. Sudirman No. Rustam Effendi No 550. 698 33167 / 64 (021) 5266 940 Jakarta Thamrin Bandung Semarang Surabaya Denpasar Banjarmasin Makassar Yogyakarta Malang Menara BDN Lt. Lapangan Stasiun No. mbdc. 390 8322 (022) 421 8797 (024) 841 9759 (031) 535 6372 (0361) 238082. 317345. Jakarta Pusat 10340 Jl. RA Kartini No. Makassar 90111 phone (0511)3361154 (0511)3269626 (0511)7473729 faX (0511) 3361154. Basuki Rachmat No. 263333. Jl. 51. Banjarbaru. TP. 15. 319467 (0274) 561 923 (0341) 335 291 daftar alamat mbu. Sudirman Kav. 107. 83. 355 190. 2. 421 8733.54-55.LOKASI Singaraja Banjarmasin Pangeran Samudra Banjarmasin A. Sam Ratulangi No. Bitung 95521 Komplek Bukit Khatulistiwa Blok B/9. Achmad Yani No. Banjarmasin 70111 Jl. Yogyakarta 55231 Jl. Cokroaminoto No. 185. 262690. 3350928 (0511) 3257278 (0511) 4780777 (0411) 3650401 (0411) 864226 (0411) 8112628 (0411) 320473 (0411) 333455 (0411) 864226 (0411) 8112628 (0411) 320473 (0411) 4772368 (0411) 4772368 Daftar MBDC (Micro Banking District Center) Medan Palembang Jakarta Kota Jakarta Sudirman Bank Mandiri Cab. Jend. 51 Bandung 40001 Jl. Banjarmasin 70233 Jl.1. Jl. Jend. 45. Banjarmasin 70233 Jl. 421 8765 (024) 841 9757. Denpasar 80232 Jl. 698 33162 / 63 / 66 (021) 5266 566 ext 1112-1114. Jend. Pahlawan No. Makassar 90133 Jl. 319 442 (0274) 586731 (0341) 335 290. Yani No. Makassar 90174 Jl. 12–14. Dotu Lolong Lasut No. 4. 257281 (0411) 316488. Jend. Jakarta Barat 11110 Gedung Plaza Bapindo Lt. 60 Singaraja 81116 Jl. Semarang 50243 Gedung Bumi Mandiri Lt 11. (024) 841 9756(DM) (031) 534 8808 ext.2). Sultan Hasanuddin. CBC & SDBC 165 . 15. Medan Jl. 226 / 5321819 (0361) 238083 ext 216 (0511) 326 2540. 257278. Jl. Zainul Arifin. 16 D. Diponegoro No. HOS. Makassar 90111 Kompleks Graha Satelit Blok 12 A.

Jend. Kartini No. Pemuda No 73 Semarang 50139 Jl. Jl. Kebon Sirih No. Medan 20112 Jl. Jakarta 12190 TELEPON 021 6910705 021 39832879 021 39832817 021 5268118 021 5245029 021 45856250 021 8813200 021 5245026 FAKSIMILI 021 6917029 021 39832832 021 39832891 021 5268119 021 5274343 (021) 45856230 021 8821100 021 52963012 REGIONAL COMMERCIAL SALES GROUP Commercial Banking Center Medan Commercial Banking Center Pekanbaru Commercial Banking Center Palembang Commercial Banking Center Bandung Commercial Banking Center Semarang Commercial Banking Center Surabaya Commercial Banking Center Denpasar Commercial Banking Center Makassar Commercial Banking Center Banjarmasin Jl. Jl. A Yani No 85 Pekanbaru 28115 Telepon 022 4240286 031 5348880 0411 312984 0711 312500 061 4154600 0361 238083 0511 9965484 021 5268115 024 3514321 021 39832879 021 6915478 0761 839267 Faksimili 022.Gatot Subroto Kav. Kapten Rivai No.39 Palembang 30135 Gedung Dana Pensiun Satu(Lantai 3).83 Jakarta Pusat 10340 Bank Mandiri Tower Lantai 5.Lambung Mangkurat No. Sudirman Kav.129-137 Surabaya 60271 Jl.12 Kelapa Gading Jakarta 14240 Gedung Spoke Bekasi Juanda. Lambung Mangkurat No.19. Lapangan Stasiun No 2 Jakarta Barat 11110 Jl. Imam Bonjol No. Jl. Jl. Jend. Kebon Sirih No. Jl.2 No. Jl. A Rivai No 39 Palembang 30135 Jln. Makassar 90111 Jl. Jl.Jend. Lapangan Stasiun No.8. H Juanda No. 129 137 Surabaya 60271 Jln.Pemuda No. Jl.83 Jakarta Pusat 10340 Gedung Menara BDN Lantai 3. 118 120 Bandung 40261 Jl.54-55 Jakarta 12190 Plaza Mandiri Lantai 19. Yani No. Jend.15.73 Semarang 50139 Gedung Bumi Mandiri Lantai 11.DAFTAR CBC Jakarta Commercial Sales Group Commercial Banking Center Jakarta Kota Commercial Banking Center Jakarta Thamrin I Commercial Banking Center Jakarta Thamrin II Commercial Banking Center Jkt Sudirman Commercial Banking Center Jkt Plaza Mandiri Commercial Banking Center Jkt Kelapa Gading Commercial Banking Center Bekasi Commercial Banking Center Plaza Mandiri ALAMAT Jl. 54-55. Boulevard Artha Gading Kav. Kapt.2. MH Thamrin No 5 Jakarta Pusat 10340 Jl. 7. Kapten Rivai No.4209328 031 5480731 0411 312595 0711 360361 061 4155385 0361 244342 0511 3363082 021 5267549 024 3580579 021 39832891 021 2600508 0761 856732 166 daftar alamat mbu. Denpasar 80232 Bali Jl.A. Jl. Asia Afrika no. Jakarta Barat 11110 Gedung Menara BDN Lantai 3. Jakarta Selatan 12190 Jl.85. Imam Bonjol No 7 Medan 20112 Jl. mbdc.118-120 Bandung 40261 Gedung Kanwil VII/ Lantai 3. R.39 Spoke Palembang A. Banjarmasin 70111 061 4153393 0761 856743 0711 355399 022 4220595 024 3520053 031 5320642 0361 244336 0411 311752 0511 4366792 061 4155385 0761 856732 0711 360361 022 4209328 024 3580579 031 5480731 0361 238082 0411 312595 0511 4366793 DAFTAR SDBC SDBC SBDC Bandung SBDC Surabaya SBDC Makassar SBDC Palembang SBDC Medan SBDC Denpasar SBDC Banjarmasin SBDC Jkt Sudirman SBDC Semarang SBDC Jkt Thamrin SBDC Jkt Kota SBDC Pekanbaru Alamat Jl. Kartini No. Basuki Rahmat No. Jl.39.36-38 Jakarta 12190 Gedung Graha Rekso Lantai 3. Jl.A1 Blok CN.Suropati no.Sudirman Kav. Asia Afrika No. Jl.155 Bekasi 17112 Plaza Mandiri Lantai 29. Basuki Rachmat No. 8 Banjarmasin Jl. CBC & SDBC .Rivai No. A.36-38.Gatot Subroto Kav. Surapati No 15 Denpasar 80232 Jl. 19 Makassar 90111 Jl. Ir.

pernyataan komisaris Menyatakan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dewan komisaris Edwin Gerungan Komisaris Utama Muchayat Wakil Komisaris Utama Soedarjono Komisaris Richard Claproth Komisaris Gunarni Soewarno Komisaris Independen Pradjoto Komisaris Independen Yap Tjay Soen Komisaris Independen 167 .

Sentausa Direktur Risk Management Bambang Setiawan Direktur Compliance & Human Capital Riswinandi Direktur Special Asset Management Thomas Arifin Direktur Treasury & International Banking Budi G. Sadikin Direktur Micro & Retail Banking Pahala Nugraha Mansury EVP Coordinator Finance & Strategy Haryanto Tiara Budiman EVP Coordinator Change Management Office 168 . dewan direksi Agus Martowardojo Direktur Utama Wayan Agus Mertayasa Wakil Direktur Utama Omar Sjawaldy Anwar Direktur Consumer Finance Zulkifli Zaini Direktur Commercial Banking Sasmita Direktur Technology & Operations Abdul Rachman Direktur Corporate Banking Sentot A.pernyataan direksi Menyatakan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

21) 526 5045. Jl. 5299 7777 Fax.www. Indonesia Tel. 36–38 Jakarta 12190.21) 5296 4024 . (+62. Jend.bankmandiri. Gatot Subroto Kav.co.id PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Plaza Mandiri. (+62.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful