2006

Laporan Tahunan

Daftar Isi
3 4 6 8 10 14 22 29 30 49 57 59 60 61 62 64 65 70 72 80 84 90 96 102 106 112 124 132 136 138 144 146 147 Warisan Tak Ternilai Penghargaan Ikhtisar Keuangan Sambutan Komisaris Utama Dewan Komisaris Sambutan Direktur Utama Direksi Struktur Organisasi Pembahasan Umum dan Analisis Manajemen Good Corporate Governance Laporan Komite Audit Laporan Komite Nominasi dan Remunerasi Laporan Komite Kebijakan Risiko Laporan Komite Good Corporate Governance Anggota Komite Non Komisaris dan Corporate Secretary Finance & Strategy Ikhtisar Strategic Business Unit (SBU) Change Management Office Corporate Banking Commercial Banking Consumer Finance Micro & Retail Banking Treasury & International Banking Special Asset Management Produk & Jasa Manajemen Risiko Compliance & Human Capital Technology & Operations Corporate Social Responsibility Informasi Pemegang Saham Manajemen Pernyataan Komisaris Pernyataan Direksi

Rp 267,5 triliun 15,2%

Total Aktiva per 31 Desember 2006

Pangsa Pasar Dana Pihak Ketiga

25,3%

Capital Adequacy Ratio (CAR)

menjadikan kami sebagai bank terpercaya pilihan Anda

Prosper with Us Visi & Misi Bank Terpercaya Pilihan Anda misi kami • • • • • Berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pasar Mengembangkan sumber daya manusia profesional Memberi keuntungan yang maksimal bagi stakeholder Melaksanakan manajemen terbuka Peduli terhadap kepentingan masyarakat dan lingkungan .

Bank Mandiri membentuk Compliance Group. pemerintah Indonesia menasionalisasi perusahaan ini. Kemudian pada tahun 1968. menjadi Bank Umum Negara pada tahun 1959.000 menjadi 17. berkat kerja keras lebih dari 21. Salah satu pencapaian penting adalah penggantian secara menyeluruh platform teknologi kami. Konsolidasi dan Integrasi Setelah selesainya proses merger. Pada bulan Desember 1999.01% dari total kredit.45%. Kini. Kami mewarisi sembilan sistem perbankan dari keempat legacy bank.620. bank pemerintah yang membiayai kegiatan ekspor dan impor. Sejak didirikan. Tingkatan tertinggi dari manajemen eksekutif adalah Direksi. sebuah bank Pemerintah yang membiayai sektor industri dan pertambangan. yang akhirnya menjadi Bank Exim. jumlah kredit kepada nasabah corporate mencakup 49. industri dan pertambangan. Direksi kami terdiri dari para bankir yang berasal dari legacy bank dan juga para bankir profesional dari bank lain. Bank Negara Indonesia Unit II dipecah menjadi dua unit. Pada tahun 1965. dimana selanjutnya pada tahun 1960 dinasionalisasikan serta berubah nama menjadi Bank Dagang Negara. pengawasan dan kepatuhan yang sesuai standar internasional. Pada tahun 1964. Internal Audit dan Corporate Secretary. Proses panjang pendirian Bank Bumi Daya bermula dari nasionalisasi sebuah perusahaan Belanda De Nationale Handelsbank NV. Sejarah Bank Ekspor Impor Indonesia berawal dari perusahaan dagang Belanda N. Pada tahun 1960. porsi kredit kepada nasabah UKM dan mikro sebesar 39. serta diaudit setiap tahunnya oleh Auditor Independen. Pada tahun 1960. dan Bank Umum Negara diberi hak untuk melanjutkan operasi bank tersebut. Berdasarkan sektor usaha. Bank Mandiri disupervisi oleh Komisaris yang terdiri dari orang-orang yang menonjol di komunitas keuangan yang ditunjuk oleh pemegang saham termasuk Menteri Negara BUMN. perbankan syariah serta bancassurance. Bank Mandiri menjadi penerus suatu tradisi layanan jasa perbankan dan keuangan yang telah berpengalaman selama lebih dari 140 tahun. Pada tahun 1968. Keempat Bank tersebut telah turut membentuk riwayat perkembangan perbankan di Indonesia dimana sejarahnya berawal pada lebih dari 140 tahun yang lalu. usaha kecil dan mikro serta nasabah consumer. pertama kali dibentuk dengan nama Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij di Batavia (Jakarta) pada tahun 1857. jumlah kredit kepada nasabah corporate sebesar 87% dari total kredit. Setelah investasi awal untuk konsolidasi sistem yang berbeda tersebut. sebuah bank industri yang didirikan pada tahun 1951 dengan misi untuk mendukung pengembangan sektor-sektor ekonomi tertentu. Chartered Bank (sebelumnya adalah bank milik Inggris) juga dinasionalisasi. infrastruktur teknologi informasi kami sudah mampu memfasilitasi straightthrough processing dan interface yang seragam untuk nasabah. Pada bulan Juli 1999. Selanjutnya diikuti dengan peluncuran single brand di seluruh jaringan melalui iklan dan promosi. komersial. bergabung menjadi Bank Mandiri.54%. dan juga dari waktu ke waktu diperiksa oleh Bank Indonesia dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). salah satunya adalah Bank Negara Indonesia Unit II Divisi Expor-Impor. konstruksi. dan selanjutnya pada tahun 1965 perusahaan ini digabung dengan Bank Negara Indonesia menjadi Bank Negara Indonesia Unit II. Sebagai bagian dari penerapan good corporate governance. Bank Dagang Negara. Pada tahun 1949 namanya berubah menjadi Escomptobank NV. Bank Mandiri kemudian memulai proses konsolidasi. transportasi dan pariwisata. Pada tahun 1970. Nederlansche Handels Maatschappij yang didirikan pada tahun 1824 dan mengembangkan kegiatannya di sektor perbankan pada tahun 1870. Pada saat ini.Warisan Tak Ternilai Bank Mandiri berdiri pada tanggal 2 Oktober 1998 sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia. Bank Mandiri terus bertekad untuk membentuk tim manajemen yang handal dan profesional serta bekerja berdasarkan prinsip-prinsip good corporate governance. pertanian. warisan tak ternilai  . Pada 31 Desember 2006. Masing-masing dari empat bank bergabung telah memainkan peranan yang penting dalam pembangunan ekonomi.000 karyawan yang tersebar di 924 kantor cabang dalam negeri dan 5 cabang luar negeri termasuk perwakilannya dan didukung oleh anak perusahaan yang bergerak di bidang investment banking. kami mulai melaksanakan program penggantian platform yang berlangsung selama tiga tahun dengan investasi USD 200 juta. Bank Negara Indonesia Unit IV beralih menjadi Bank Bumi Daya. Pada saat ini. sedangkan kredit kepada nasabah consumer sebesar 11. Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) berawal dari Bank Industri Negara (BIN). Bank Dagang Negara merupakan salah satu bank tertua di Indonesia. Bapindo ditugaskan untuk membantu pembangunan nasional melalui pembiayaan jangka menengah dan jangka panjang pada sektor manufaktur. Bank Mandiri menyediakan solusi keuangan yang menyeluruh bagi perusahaan swasta maupun milik Negara. nasabah kami bergerak di bidang usaha yang sangat beragam khususnya makanan dan minuman.V. Nasabah corporate kami merupakan penggerak utama perekonomian Indonesia. Bapindo dibentuk sebagai bank milik negara dan BIN kemudian digabung dengan Bank Bapindo. di mana program pengganti tersebut difokuskan untuk kegiatan consumer banking. Bank Ekspor Impor Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia. Persetujuan kredit dan pengawasan dilaksanakan dengan prinsip ‘four eyes. Bank Mandiri juga berhasil mencetak kemajuan yang signifikan dalam melayani Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan nasabah ritel. kimia dan tekstil. Bank Umum Negara digabungkan ke dalam Bank Negara Indonesia dan berganti nama menjadi Bank Negara Indonesia Unit IV. empat bank milik Pemerintah yaitu Bank Bumi Daya.’ dimana persetujuan kredit dipisahkan dari kegiatan pemasaran dan business unit kami. Di antaranya kami menutup 194 kantor cabang yang saling tumpang tindih dan mengurangi jumlah pegawai dari 26. khususnya perkebunan. yang diketuai oleh Direktur Utama.

2 nilai 85. 2 nilai 42. 2 nilai 74. Bank Mandiri 3. including back–office Asiamoney 2006 FX Poll for Indonesia–Financial Institutions Best domestic providers of FX services Asiamoney 2006 Corporate Governance Poll for Indonesia - Overall Best Company in Indonesia for Corporate Governance 2006 Best Company in Indonesia - for Disclosure and Transparency 2006 Best Domestic FX Provider as voted by Corporates 2006 - Best for FX Sales - Best FX Prime Broking Services for Asian Clients - Best for Macroeconomics Research Best Local Cash Management Banker as voted by Corporates 2006 - Best overall domestic cash management for small business - Best overall domestic cash management for large business - Best overall cross border cash management for medium business - Most innovative cash management solutions for small business Posisi 3 untuk kategori Merchant Outlets versi Member Ranking and Card & Merchant Statistical Report The Outstanding Achiever–Larger Issuer Award 2005 The Best Cash Management System 2006  penghargaan .Best for currency strategy - Best post-trade services.76) .Installment Saving Terbaik (no. 2 nilai 63.56) .Produk Tabungan Terbaik (no.Internet Banking Terbaik (no.40) . BCA 2. 2 nilai 66.92) . Bank Niaga) Runner up Untuk Sektor Keuangan dengan predikat ‘terpercaya’ dan menjadi salah satu The Best of top 10 GCG Perception Index 2006 The Best Credit Card in Marketing Communications The Best Credit Card in Pricing - Mandiri Visa Card mendapatkan penghargaan sebagai ‘The best loyalty program in 2005’ - Peringkat pertama kepuasaan pelanggan di industri jasa untuk bidang Priority Banking E-Learning Award 2006: The Best E-Learning Provider Kelompok Perusahaan Asiamoney 2005 FX Poll for Indonesia–Corporate - Best for innovative FX products and structured ideas 2005 - Best FX prime booking services for Asian Clients .Mobile Bank Terbaik (no.Kartu ATM Terbaik (no. 2 nilai 85.2 nilai 65.16) .42 posisi 1.Layanan Perbankan Terbaik (no.penghargaan majalah/institusi penghargaan Survey Consumer Banking Excellent– Bank Mandiri sebagai Bank Masa Depan Posisi Bank Mandiri sbb: .74) .40) .Mesin ATM Terbaik (no. 2 nilai 72. 2 nilai 80.24) - Pemenang Overall (no.Kartu Debet Terbaik (no.

Bank Ekspor Impor Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia secara legal bergabung ke Bank Mandiri pada tanggal 31 Juli 1999. Hal ini merupakan landasan bagi tahap transformasi berikutnya menjadi Regional Champion Bank. Pada bulan April. Limit kredit (plafon) terbesar yang diberikan kepada BPR 3. yang merupakan sistem core banking baru. Pada bulan Agustus. 2003 Pada tanggal 14 Juli 2003. berjangka waktu 5 tahun yang dicatatkan di Bursa Efek Singapura. Bank Dagang Negara. Selanjutnya Bank Bumi Daya.Kriya Pranala Award sebagai bank umum dengan total aset diatas Rp 100 triliyun untuk kategori 1. 2004 Pada tanggal 11 Maret 2004.  Penyebaran wilayah atau propinsi terbanyak Linkage Program Award Call Center Award 2006 Service Quality Award 2007 Kategori Banking Services: Regular Banking and Priority Banking for Domestic Banking The Best Online Banking tahun 2005 dari untuk layanan Internet Banking Indonesia Best Website 2006 untuk kategori Internet Banking The Best Investor Relations in Banking Sector ISO 9001:2000 Badan Sertifikasi Lloyd’s Register Indonesia The Best Performance Bank tahun 2005 untuk kategori layanan mobile/SMS Banking dengan jumlah user terbanyak dan fitur terlengkap Award of Achievement in Highest Increase in Number of Activated Locations Posisi ATM Bank Mandiri berada di peringkat kedua ICSA (Indonesia Customer Satisfaction Award). Pemerintah menambah penyertaan modal kepada Bank Mandiri melalui penerbitan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah sebesar Rp178 triliun.045. Pemerintah Republik Indonesia melakukan divestasi lanjutan atas 10% kepemilikan di Bank Mandiri. Banking Service Excellence Award 2006– Best Overall Performance Indonesian Bank Loyalty Champion Kategori Credit Card Bank BUMN dengan strategi suku bunga yang inovatif dan kompetitif . Pada tahun 1999.  Baki debit (outstanding) terbesar yang diberikan kepada BPR 4.Learning Center ISO 9001: 2000 Untuk Bidang Compliance dan Treasury Operation Department–Central Operations Group milestone 1999 Bank Mandiri didirikan pada tanggal 2 Oktober 1998. penghargaan  . dengan nilai indeks kepuasan nasabah 4. Pemerintah Republik Indonesia melakukan divestasi sebesar 20% atas kepemilikan saham di Bank Mandiri melalui penawaran umum perdana (IPO). Bank Mandiri menyelesaikan implementasi eMAS (Enterprise Mandiri Advance System). Bank Mandiri menerbitkan Medium Term Notes (MTN) sebesar USD 300 juta.Call Center Banking . J umlah linkage (kemitraan) terbesar dengan BPR 2. berdasarkan survei yang dilakukan pada tahun 2005.

7% 18.824) 206.3% 16.955 2.9% 34.1% 22.007 3.147 229.5% 2.586 9.495 3.5% 15.059 106.6% 25.788 2.746 11.2% 2.1% 10.6% 25.2% 15.4% 27.0% 4.6% 8.6% 3.753 3.1% 1.807 75.6% 190.256 8.9% 74.534 4.733 13.100) 178.435 249.445 (1.8% 1.5% 4.3% 1.114 235.3% 5.417 (9.9% 48.671 (14.215 267.634 (129) 2.8% 4.811 229.057) 1.581 5.0% 51.383 244.626 1.3% Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) [8]  ikhtisar keuangan .6% 1.6% 42.5% 19.218 24.9% 2.3% 45.926 2.1% 42.7% 1.4% 25.156 225.6% 128.1% 21.2% 2.8% 57.ikthisar keuangan 2002 Rp miliar Diaudit LABA RUGI Pendapatan Bunga Bersih Pendapatan Selain Bunga [1] 2003 Rp miliar Diaudit 2004 Rp miliar Diaudit 2005 Rp miliar Diaudit 2006 Rp miliar Diaudit 2006 USD juta 6.433 65.708 241.0% 23.395 248.149 304 1.838 223.214 94.233 603 10.4% 31.267 4.7% 55.636) 175.702 229.849 26.831 2.586 8.169 23.156 214.7% 3.078 6.170 218.943 (9.3% 44.525 5.517 245.421 1.389) 205.3% 0.047 13.935 263.269 3.633 10.395 237.7% 18.345 2.811 3.032 4.444 6.4% 30.8% 139.7% 20.862 3.9% 40.037 20.289 240.598) 22.436 13.668 226.4% 35.071) 184.2% 23.070 (1.957 14.489 11.8% 23.391 333 (309) 7.2% 19.714 27.004 117.403 (8.693 (11.436 230.8% 53.2% 7.915 538 (321) 7.6% 2.226 231 5.453 696 404 (14) 314 269 Pendapatan Operasional [2] Beban Overhead [3] Beban Penyisihan/(Pembalikan) Penghapusan Aktiva Produktif dan Komitmen & Kontinjensi Beban Penyisihan/(Pembalikan) Penghapusan Lainnya Laba (Rugi) Sebelum Taksiran Pajak Penghasilan dan Hak Minoritas Laba (Rugi) Bersih NERACA Jumlah Aktiva Aktiva Produktif—Bruto Aktiva Produktif—Neto Kredit yang diberikan Penyisihan Penghapusan Kredit Jumlah Dana Pihak Ketiga Jumlah Kewajiban Jumlah Ekuitas RASIO-RASIO KEUANGAN Imbal Hasil Rata-rata Aktiva (ROA)—Sebelum Pajak [5] Imbal Hasil Rata-rata Ekuitas (ROE)—Setelah Pajak [6] Marjin Pendapatan Bunga Bersih Rasio Pendapatan Selain Bunga terhadap Pendapatan Operasional Rasio Beban Overhead terhadap Pendapatan Operasional [7] Rasio Beban Overhead terhadap Jumlah Aktiva Rasio Kredit Bermasalah (Non Performing Loan/NPL)—Bruto Rasio Kredit Bermasalah (Non Performing Loan/NPL)—Neto Penyisihan Penghapusan Kredit terhadap Kredit Bermasalah (Non Performing Loan/NPL) Rasio Kredit terhadap Dana Pihak Ketiga–Non Bank Rasio Kecukupan Modal Inti (Tier 1 Capital Ratio) [8] [4] 250.341 29.4% 2.4% 7.3% 26.4% 1.291 25.176 26.

062 19. beberapa informasi keuangan untuk tahun 2002. 21.003 4.285 JUMLAH ATM-LINK NILAI TUKAR Rp /usd (per 31 desember) 02 03 04 05 06 Periode 02 03 04 05 06 Periode 2-560 05 2. Untuk tujuan perbandingan.470 04 02 03 04 05 06 Periode 06 Periode 02 03 4. Sarwoko & Sandjaja. [4] Termasuk pendapatan yang ditangguhkan atas kredit yang dibeli dari BPPN. [8] Perhitungan rasio kecukupan modal inti (Tier I Capital Ratio) dan rasio kecukupan modal (CAR) berdasarkan angka bank saja. [6] Laba bersih dibagi rata-rata saldo triwulanan jumlah ekuitas pada tahun yang bersangkutan.397 21. 2005. Terdapat reklasifikasi sebesar Rp 201 miliar di tahun 2005 dari pendapatan selain bunga ke pendapatan bunga.830 8. [2] Pendapatan bunga bersih + Pendapatan selain bunga. 2004.735 2.192 17. [5] Laba sebelum taksiran pajak penghasilan dan hak minoritas dibagi dengan rata-rata saldo triwulanan jumlah aktiva pada tahun yang bersangkutan.catatan [1] Termasuk keuntungan dari kenaikan nilai dan penjualan surat-surat berharga dan Obligasi Pemerintah.425 9.265 6. [9] Ikhtisar keuangan tahun 2006. dan 2002 diatas. [3] Beban umum dan administrasi + Beban gaji & tunjangan pegawai.950 8.693 jumlah pegawai 02 03 04 05 JUMLAH KANTOR CABANG DALAM NEGERI 2. dan Anak-anak Perusahaan per tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006.800 JUMLAH ATM 06 Periode 18. 2003. diambil dan/atau dihitung dari laporan keuangan konsolidasian PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. anggota Ernst & Young Global (31 Desember 2006) dan Prasetio. anggota Ernst & Young Global.000 6. periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003. periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 30 April 2003 (setelah kuasi reorganisasi) dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2002 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono.716 5.559 924 909 730 687 789 ikhtisar keuangan  . [7] Beban overhead dibagi Pendapatan Operasional tidak termasuk keuntungan dari kenaikan nilai dan penjualan surat-surat berharga dan Obligasi Pemerintah. oleh sebab itu bukan merupakan penyajian yang lengkap.537 9.022 1. 2004 dan 2005 telah direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian informasi keuangan tahun 2006. 31 Desember 2004. Sarwoko & Sandjaja. 2003.025 9. 31 Desember 2005.

sambutan komisaris utama Kami tetap berkomitmen untuk senantiasa mengarahkan Bank memberikan shareholder value yang tumbuh berkesinambungan dengan berlandaskan penerapan prinsip-prinsip good corporate governance serta berusaha merefleksikan etika dan budaya tata kelola yang baik dalam setiap struktur dan kebijakan yang kami ambil. edwin gerungan • Komisaris Utama dan Komisaris Independen  sambutan komisaris utama .

Bank Mandiri berhasil mencatat kemajuan dalam perjalanan transformasinya yang dimulai pertengahan 2005. di tahun 2006 ini kami fokus pada efektivitas penerapan GCG. dan melaksanakan review atas seluruh calon yang direkomendasikan kepada pemegang saham berdasarkan kebutuhan organisasi dan keahlian masing-masing kandidat direksi. Audit dan Nominasi dan Remunerasi. bersamaan dengan membaiknya kualitas aktiva produktif dan meningkatnya kualitas pelayanan kami kepada nasabah. Di tahun 2006. mensosialisasikan dan melaksanakan standard operating procedures yang memadai untuk memastikan kepatuhan Bank Mandiri secara keseluruhan serta telah menetapkan dan membentuk prinsip-prinsip good corporate governance. Usaha-usaha kami mewujudkan good corporate governance telah memberikan imbal hasil (return) yang sangat baik bagi para Pemegang Saham. Kami juga berupaya untuk memastikan bahwa manajemen risiko Bank Mandiri diterapkan dengan efektif dan efisien dengan mengkaji risiko kredit. Pemegang Saham serta Masyarakat. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Kemajuan dalam transformasi itu tetap mengharuskan kami melakukan perbaikan di antaranya mengenai tata kelola perusahaan (corporate governance). Kami melaksanakan amanat tersebut dengan bantuan empat Komite yang bertanggung jawab atas Corporate Governance. manajemen risiko dan kualitas aktiva kami. Komitmen kami terhadap prinsip-prinsip GCG dan kemajuan dalam implementasinya telah mengundang penghargaan dari masyarakat internasional. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder Bank Mandiri atas dukungan. Pengawasan tersebut berlanjut dengan pemantauan kinerja manajemen dalam melaksanakan rencana-rencana bisnis tersebut. kami melaksanakan fungsi pengawasan kebijakan dan penatalaksanaan untuk memastikan bahwa Bank dikelola sesuai dengan peraturan yang berlaku dan manajemen telah merumuskan. Atas nama Dewan Komisaris. memperbaiki tata kelola dan menempatkan Bank Mandiri dalam jalur yang kokoh untuk meraih profitabilitas dan pertumbuhan yang berkesinambungan setelah masa-masa transisional yang sulit selama 2005. tanggung jawab kami selaku Dewan Komisaris semakin berpusat pada pengawasan kebijakan dan penatalayanan. arahan dan visi Dewan Direksi serta jajaran manajemen senior memberi keyakinan kepada kami bahwa Bank Mandiri akan mewujudkan visi transformasi tersebut. Seperti telah kami kemukakan pada Laporan Tahunan tahun lalu. Dewan Komisaris melaksanakan peran utamanya dalam penyusunan tim manajemen yang kompeten dan cakap melalui Komite Nominasi dan Remunerasi. baik untuk kepentingan karyawan maupun Bank Mandiri itu sendiri. sampai dengan pelaksanaan program-program untuk mencapai efisiensi operasional. Pengawasan kami terhadap strategi Bank dimulai sejak penyusunan rencana bisnis dan aliansi strategisnya. Kebijakan Risiko. manajemen risiko dijalankan secara efektif dan efisien serta pengembangan manajemen dan sistem sumber daya manusia yang menunjang terciptanya lingkungan kerja yang kondusif dalam pengembangan profesionalisme. Dengan adanya komite tersebut serta melalui komunikasi secara teratur dengan Dewan Direksi. Edwin Gerungan Komisaris Utama dan Komisaris Independen sambutan komisaris utama  . Survei yang dilaksanakan oleh majalah Asiamoney di tahun 2006 menobatkan Bank Mandiri selaku The Overall Best Company in Indonesia for Corporate Governance dan juga The Best Company in Indonesia for Disclosure & Transparency 2006. Kami saat ini telah berada di jalan yang tepat untuk mewujudkan aspirasi kami untuk menjadi pelaku utama (leading driver) dari konsolidasi industri perbankan Indonesia yang pada akhirnya menjadi Regional Champion Bank. manajemen senior dan seluruh karyawan pada bulan-bulan dan tahun-tahun mendatang dalam rangka mengeksplorasi potensi-potensi para nasabah yang loyal. pengawasan strategi dan manajemen risiko serta penguatan manajemen untuk menciptakan dan mendorong budaya berorientasi kinerja. kami dengan gembira menyambut lima anggota Direksi baru. Dalam peranan ini. dimana tiga diantaranya bergabung setelah menempuh perjalanan karir panjang di berbagai institusi keuangan lainnya. Laporan dari masing-masing komite tersebut beserta perananannya dalam kerangka tata kelola kami bisa kita ikuti di bagian lain dari Laporan Tahunan ini. Kami berusaha untuk merefleksikan etika dan budaya tata kelola yang baik dalam setiap struktur dan kebijakan yang kami ambil.Kepada para Stakeholder. jaringan distribusi yang luas berskala nasional dan kecakapan manajemen yang luar biasa. Pada tahun 2006. infrastruktur yang menakjubkan. saya ingin menyampaikan penghargaan atas hasil luar biasa yang telah dicapai seluruh karyawan Bank Mandiri dalam meningkatkan mutu pelayanan. Kami diberi amanat untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip good corporate governance diterapkan secara komprehensif. Bila di tahun 2005 kami berkonsentrasi untuk menjabarkan kebijakan yang berlandaskan Piagam GCG kami. visi Dewan Komisaris adalah: Menjalankan langkah-langkah proaktif dalam melaksanakan fungsi-fungsi dan peran kami di dalam pengawasan kebijakan Bank. nasehat dan kesabarannya. Walaupun transformasi Bank Mandiri masih dalam tahapan awal. Kami tetap berkomitmen untuk senantiasa mengarahkan Bank dalam memberikan shareholder value yang tumbuh berkesinambungan dengan berlandaskan penerapan prinsip-prinsip good corporate governance. risiko pasar dan risiko operasional secara periodik serta memantau efektivitas pengawasan internal untuk menekan fraud. Dengan fokus arahan pada konsolidasi dan pertumbuhan jangka panjang. Kami sangat antusias untuk bekerja sama dengan Dewan Direksi. Kami bertanggung jawab atas seleksi kandidat direksi. kami membukukan peningkatan laba bersih sebesar 301%. yang diangkat pada tahun 2006.

beliau menjabat sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR-RI). beliau menduduki posisi Komisaris PT IEF Consultan. Tahun 2002. Illinois pada bulan Juni 1972 dan bergabung dengan Citibank N. beliau diberi kepercayaan sebagai Kepala BPPN yang melaksanakan restrukturisasi perusahaan. program penjaminan serta penjualan aset yang berkaitan dengan program penyehatan sektor perbankan pada saat itu. Tahun 2001. Beliau menduduki posisi sebagai Komisaris Utama Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 tahun 2003. beliau ditunjuk menjadi Komisaris Bank Central Asia. Jabatan profesional lainnya meliputi Wakil Ketua KADIN tahun 2004 dan Ketua Ikatan Konsultan nasional Indonesia dari tahun 1997 sampai dengan tahun 2002. perbankan. Surabaya tahun 1978. kemudian menjadi Koordinator Pencatatan Efek (Listing Committee) Bursa Efek Surabaya (BES). Surabaya tahun 1979.A. beliau ditunjuk menjadi Komisaris Utama Bank Mandiri. Tahun 2000 sampai tahun 2001. Muchayat Wakil Komisaris Utama Menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Kimia dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Pada bulan Mei 2005. Beliau memulai karir sebagai Pengajar (Dosen) di Fakultas Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember. dan pada bulan Mei 2005. Puncak karir beliau selama 25 tahun di Citibank pada saat menduduki posisi jabatan Head of Treasury and Financial Markets. dan Certificate Industrial Management dari Institut National Polytechnique de Lorraine (INPL) di Nancy. beliau terpilih sebagai Wakil Ketua KPKPN selama tiga tahun. 2 Muchayat Wakil Komisaris Utama 3 Soedarjono Komisaris 4 Richard Claproth Komisaris 5 Gunarni Soeworo Komisaris Independen 6 Pradjoto Komisaris Independen 7 Yap Tjay Soen Komisaris Independen 10 dewan komisaris . Tahun 1996. beliau kembali berkarir di dunia perbankan dan bergabung dengan Bank Mandiri menduduki posisi Executive Vice President— Treasury & International. pada bulan Agustus 1972. sebagai Senior Advisor. memperoleh gelar Master tahun 1983. beliau ditunjuk sebagai Wakil Ketua Jurusan Fakultas Teknik Kimia sampai dengan tahun 1984. Bergabung dengan Atlantic Richfield tahun 1997. Tahun 1998 sampai tahun 1999. Tahun 1999. beliau menjabat Komisaris Utama PT Surabaya Artha Selaras Sekuritas di Surabaya. Tahun 1982. Perancis tahun 1984. beliau ditunjuk menjadi Komisaris Bank Mandiri. Dari tahun 1990 sampai tahun 1996. Beliau juga menjabat sebagai Komisaris Bank Danamon pada kurun waktu September 2003 sampai dengan Mei 2005.dewan komisaris 1 Edwin Gerungan Komisaris Utama dan Komisaris Independen Edwin Gerungan Komisaris Utama dan Komisaris Independen Menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar sarjana dari Principia College.

4 2 3 7 5 6 1 dewan komisaris 11 .

Beliau kembali ke Jakarta tahun 1978 menduduki posisi Vice President and Division Head of Corporate Banking Group. dan ditunjuk sebagai Direktur Utama sejak tahun 1994 selama jangka waktu 5 tahun. diangkat menjadi Asisten Menteri Koordinator Bidang Ekuin dan kemudian menjadi Deputi Menteri Koordinator Bidang Ekuin untuk berbagai bidang tanggung jawab dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2001. Beliau menjabat Komisaris Utama Bank Danamon dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2002. Tahun 1972. beliau bergabung dengan Bank Niaga. beliau menjadi Kepala Kantor Akuntan Negara Jember. Tahun 1998 sampai 2003. Ditunjuk menjadi Kepala Biro Sistem Informasi Energi & Pertambangan di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada tahun 1993 dimana ia berkarir selama 5 tahun. Beberapa kali menerima penghargaan dari Pemerintah Indonesia termasuk diantaranya Satya Lencana Karya Satya 10 Tahun pada tahun 1993. Bandung tahun 1968 dan bergabung dengan PT Unilever di bidang penjualan pada tahun yang sama. beliau menjabat sebagai Komisaris Bank Mandiri serta juga menjabat sebagai Ketua Komite Audit. Gunarni Soeworo Komisaris Independen Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjadjaran. Marketing & Credit. dan menjadi Deputi Kepala BPKP pada tahun 1991. Beliau juga pernah memegang posisi penting di berbagai organisasi profesi lainnya termasuk sebagai Ketua Ikatan Akuntan Indonesia dari tahun 1994 sampai dengan tahun 1998. Jakarta tahun 1970 sebagai Pro-Manager. Tahun 1999 sampai tahun 2004. dan dipromosikan sebagai Kepala Humas Departemen Pertambangan dan Energi pada tahun 1991. beliau ditunjuk sebagai Wakil Komisaris Utama di Bank Niaga. Post Graduate di bidang Geothermal Science dari International Institute of Geothermal Research tahun 1982 dan gelar Doktor di bidang Earth Science dari Universitas Wollongong. beliau menjabat Wakil Ketua Komite Nasional Good Corporate Governance.dewan komisaris Soedarjono Komisaris Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi dari Universitas Indonesia tahun 1965 dan memulai karir sebagai Akuntan di kantor Akuntan Negara Yogyakarta tahun 1966. ditunjuk sebagai Kepala BPKP dan menjabat selama 6 tahun. dan dimutasikan ke Kantor Pusat Citibank NA. Pada tahun 2005 ditetapkan sebagai Komisaris di Bank Mandiri. Jakarta sebagai Senior Vice President and Group Head. Australia tahun 1988. 12 dewan komisaris . Beliau tetap berkarir di DJPKN setelah berganti nama menjadi Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Satya Lencana Wira Karya pada tahun 1996 dan Bintang Jasa Pratama pada tahun 1998. Bergabung dengan Citibank NA. ia menjabat sebagai Sekretaris Kementerian BUMN dari tahun 2004 sampai tahun 2005 dan menjabat Anggota Tim Ekonomi Lemhanas. Tahun 1987. Pada tahun 1993. Beliau juga Kepala Bapeksta untuk Fasilitas Ekspor di Departemen Keuangan dari tahun 1991 sampai dengan tahun 1993. juga menjabat Ketua Tim Pengawas Bank International Indonesia dari tahun 2002 sampai tahun 2003. beliau menjabat Komisaris Utama PT Danareksa (Persero) dan ditunjuk kembali menjadi Komisaris Bank Mandiri pada bulan Mei 2005. dan pada bulan Mei 2005 ditunjuk sebagai Komisaris Independen Bank Mandiri. Beliau juga terpilih sebagai Wakil Ketua IRPA (Indonesian Risk Professional Association). Brandeis University. Tahun 1999 sampai tahun 2005. Post graduate Fellowship di John Kennedy School of Government. Dipromosikan sebagai Direktur Bank Niaga membawahi Marketing and Credit Directorate pada tahun 1989. Sekembalinya dari Amerika Serikat sebagai visiting Professor untuk Program Post Graduate Ekonomi di Graduate School of International Economics. Harvard University. dan Anggota Bankers Club Indonesia. Tahun 1998. dan pada tahun 1979 menjadi Kepala Sub Direktorat Perencanaan dan Analisa di Direktorat Jenderal Pengawasan Keuangan Negara (DJPKN). Saat ini. New York tahun 1976 sebagai Risk Assets Reviewer. beliau juga menjabat Penasehat dan Dewan Kehormatan Institut Bankir Indonesia. Credit Department Head. USA pada tahun 1992. Memulai karir sebagai Kepala Seksi di Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral tahun 1989. Terpilih sebagai Ketua Perbanas sejak tahun 1999 sampai tahun 2003 dan memimpin bidang perbankan Kamar Dagang dan Industri. Richard Claproth Komisaris Memperoleh gelar Sarjana Teknik Geologi dari Institut Teknologi Bandung tahun 1981. Beliau merupakan anggota Dewan Ekonomi Nasional dan sebelumnya juga merupakan anggota Komite Pengawas BPPN. Sejak tahun 2004.

mendirikan Kantor Konsultan Hukum Pradjoto & Associates. beliau bergabung sebagai anggota Himpunan Konsultan Pasar Modal dan terpilih sebagai anggota Tim Panel IMF masalah Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). membawahkan bidang Finance. Yap Tjay Soen Komisaris Independen Memperoleh gelar BSc Mechanical Engineering dari McGill University di Montreal. beliau ditunjuk menjadi Presiden Direktur PT Tuban Petrochemical Industries dan pada tahun yang sama ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Aneka Tambang. remittances and counter services. Di tahun 2002. menjadi anggota Tim Gabungan Tindak Pidana Korupsi (TGTPK). Memulai karir sebagai Loan & Foreign Exchange Department Head di Citibank NA. menjadi tenaga pengajar pada Program Magister Manajemen Universitas Atmajaya. Beliau ditunjuk sebagai Komisaris Independen Bank BNI 46 tahun 2003 sampai dengan Mei 2005.Pradjoto Komisaris Independen Menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia tahun 1981 dan berkarir di PT Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) selama dua belas tahun. Tahun 2001. Jogjakarta. Accounting & Investor Relations. ditetapkan menjadi Komisaris Independen di Bank Mandiri. Pada bulan Mei 2005. terpilih menjadi anggota Komisi Hukum Nasional Republik Indonesia. leasing operations. membawahkan bidang loans & deposits. dewan komisaris 13 . beliau ditugaskan untuk membangun local joint venture. Kanada tahun 1976 dan memperoleh gelar MBA Finance. Tahun 1992. dan tahun 1993 ditunjuk sebagai CEO untuk Auto 2000 Group sampai dengan tahun 1998. Pada tahun 2005 ditunjuk sebagai Penasehat Dewan Gubernur BI. Dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2001. Bergabung dengan Asia Food & Properties (Singapore) sebagai Chief Operating Officer tahun 1998 dan berkarir di Bank International Indonesia sebagai Deputy President Director tahun 1999. Tahun 2000. trade. Tahun 2003 dan 2004. Ketua Ombudsman BPPN dan anggota Oversight Committee BPPN. accounting & electronic data processing dan menjabat sebagai Executive Coordinator untuk Sumber Daya Manusia. Citicorp Leasing Indonesia. Kembali berkarir di Citibank Corporate Banking tahun 1985 untuk menyelesaikan non-performing loans dan membangun Transactional Product Business Unit tahun 1986. juga dari McGill University pada tahun 1980. Treasury and Financial Controls. Sejak Mei 2005 bergabung dengan Bank Mandiri sebagai Komisaris Independen. Pada tahun 2005. kemudian melanjutkan pendidikan Master di Faculty of Economy Kyoto University tahun 1986–1988. Indonesia tahun 1981 setelah bergabung dengan Citibank sebagai Executive Trainee tahun 1980. Beliau mencapai puncak karir di Citibank pada tahun 1988 sebagai Vice President and Production Head in Operations. Bergabung dengan Astra Group tahun 1989 dan ditunjuk sebagai Direktur PT Toyota Astra Motor membawahkan bidang finance. menjadi anggota Tim Independen Divestasi Bank Danamon dan Bank Permata serta anggota Tim Panel Arsitektur Perbankan Indonesia (API). Tahun 1994. dan menjadi Tim Perumus Perubahan UU Kepailitan dan juga adalah anggota Komisi Ombudsman Nasional dan Komite Ombudsman BPPN. Tahun 1982. beliau menjadi Presiden Direktur PT Astra Sedaya Finance. cash & tellers. transit clearing. Pada tahun 2002. membawahkan bidang Operations. ditunjuk sebagai tenaga ahli Kejaksaan Agung RI dan sekaligus anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi).

Strategi sinergi ini. dan merupakan sesuatu yang membedakan Bank Mandiri dari pesaingnya.sambutan direktur utama Kami memiliki peluang untuk meningkatkan bisnis melalui aliansi strategis. memberikan potensi pertumbuhan bisnis di masa mendatang. dan implementasi client service teams. cross-selling. AGUS MARTOWARDOJO • Direktur Utama 14 sambutan direktur utama .

4. Dari dari 14 peraturan tersebut terdapat 11 peraturan yang dimaksudkan untuk meningkatkan peranan intermediasi perbankan.’ strategi 5 tahun untuk menjadi Dominant Multi-Specialist Bank di Indonesia tersebut lebih lanjut kami terjemahkan dalam beberapa ukuran dan milestone yang diharapkan akan dicapai pada 2010: 1. Bank Mandiri tentunya perlu mempersiapkan diri untuk dapat berpartisipasi secara aktif dalam proses tersebut. berkurangnya jumlah simpanan yang dijamin akan memberi peluang bagi Bank Mandiri untuk bisa terus sambutan direktur utama 15 . Perkembangan di tahun 2006 dengan peningkatan laba setelah pajak sebesar lebih dari 301% menjadi Rp 2. Melihat keseriusan Bank Indonesia dalam mendorong terciptanya konsolidasi di sektor perbankan. serta program kerja yang telah kami susun untuk tahun mendatang. Didorong pertumbuhan kredit yang kuat pada kuartal terakhir. Kondisi dan Regulasi Perbankan Nasional Kondisi sektor perbankan Nasional di tahun 2006 mengalami perkembangan yang positif. Sebagai bank terbesar dengan modal yang kuat serta pengalaman merger sebelumnya. Peraturan lainnya yang mempengaruhi persaingan di sektor perbankan adalah pengurangan program penjaminan simpanan yang dilakukan secara bertahap semenjak diberlakukannya Undang-undang RI No. Sejalan dengan dengan visi kami.80% tahun 2006. kredit perbankan dapat tumbuh 14. Kami juga menyambut baik rencana Bank Indonesia untuk mengkaji berbagai kebijaksanaan terkait dengan klasifikasi kolektibilitas aktiva produktif seperti yang telah disampaikan sebelumnya.  Mempersiapkan diri menjadi Regional Champion Bank. Begitu juga kinerja perbankan yang menunjukkan peningkatan laba dan penguatan balance sheet. serta indikator makro ekonomi lainnya yang terus membaik telah membangkitkan harapan bahwa sektor perbankan dapat meningkatkan peranan aktif fungsi intermediasinya. tercermin dalam Margin Bunga Bersih (Net Interest Margin atau NIM) meningkat dari 5. ‘Menjadi Bank Terpercaya Pilihan Anda. Program Transformasi 5 tahun tersebut akan dijalankan sesuai empat tema berikut ini: 1. yaitu bank milik publik yang terkemuka di kawasan Asia Tenggara dengan nilai kapitalisasi pasar yang mencapai setidaknya USD 10 miliar. 2.24 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di tahun 2004. tercermin dari penurunan tingkat bunga yang cukup siginifikan. Undang-undang ini mengamanatkan bahwa jumlah maksimum yang dijamin akan secara bertahap dikurangi menjadi sebesar Rp 100 juta untuk setiap nasabah pada satu bank.8/16/PBI/2006 tentang kepemilikan tunggal pada perbankan Indonesia. deposito.Pemegang saham yang terhormat.63% menjadi 5. Dalam rangka untuk lebih meningkatkan fungsi intermediasi perbankan.3% selama setahun. sertifikat deposito. No.8/17/PBI/2006 tentang insentif dalam rangka konsolidasi perbankan 3. Kedua adalah tahap ‘Building momentum’ dimana diharapkan kami dapat tumbuh signifikan di semua segmen. Sementara itu. No. termasuk didalamnya untuk mempercepat konsolidasi perbankan melalui Peraturan Bank Indonesia: 1. Commercial.8/14/PBI/2006 tentang pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum. 3. Bank Indonesia juga mengeluarkan beberapa kebijakan untuk membangun sektor perbankan sesuai dengan Arsitektur Perbankan Indonesia yang dimaksudkan untuk menciptakan industri perbankan yang lebih sehat dan kuat. pada bulan Oktober 2006 Bank Indonesia mengeluarkan Paket Kebijakan yang terdiri dari 14 (empat belas) Peraturan Bank Indonesia. kami memberikan komitmen untuk berupaya agar Bank Mandiri dapat menjadi Dominant Multi-Specialist Bank di tahun 2010. Dengan berbahagia. 2.  Mengembangkan aliansi strategis internal maupun eksternal. sistem dan proses untuk mencapai sasaran dalam rencana jangka menengah ini. Kami berharap bahwa kondisi dan kinerja keuangan yang kelak menjadi lebih baik di tahun 2006 membangun momentum yang lebih baik dan mempercepat pertumbuhan peningkatan keuntungan dan tranformasi pada tahun 2007. nampaknya kita perlu optimis akan apa yang akan dapat kami capai di tahun 2007. dan ketiga adalah ‘Shaping the end game’ – dimana kami mengantisipasi Bank memiliki peranan aktif dalam proses konsolidasi Sektor Perbankan Indonesia.  Memperbaiki kualitas pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan segmen yang dilayani.8/4/PBI/2006 sebagaimana diubah dengan No. kami menyampaikan hasil kerja keras dan kinerja yang diperoleh pada tahun 2006 yang baru saja berlalu. Tumbuh menjadi Dominant Multi-Specialist Bank dengan menguasai pangsa pasar pendapatan (market share revenue) sebesar 20%–30% di segmen bisnis Corporate. Dalam rencana transformasi 5 tahun yang kami susun di tahun 2005 yang lalu.  Membangun organisasi dengan budaya berbasis kinerja. Tahun 2006 adalah tahun pertama dalam rencana transformasi ini dan kami telah berupaya untuk meletakkan pondasi yang kuat melalui pengembangan organisasi. No. Laporan tahunan 2006 telah menunjukkan indikasi bahwa Bank Mandiri kembali back-on-track untuk menuju kinerja yang telah ditargetkan sesuai dengan rencana transformasi 5 tahun. Pengurangan jumlah yang dijamin di tahap akhir ini akan efektif mulai berlaku pada tanggal 22 Maret 2007. Apabila kita menengok kembali perkembangan perekonomian Indonesia dan sektor perbankan sepanjang tahun 2006 serta beberapa pencapaian kami di tahun yang lalu. Menurunnya suku bunga terutama di semester kedua 2006. Bank Mandiri tentunya berpeluang untuk menjadi pendorong utama (leading driver) dari konsolidasi industri perbankan Indonesia. Upaya Transformasi Bank Mandiri ini dibagi dalam 3 tahap yaitu: tahap pertama ‘Back-on track’ – dimana fokus kami adalah untuk membenahi dan membangun dasar-dasar pertumbuhan di masa datang. Micro & Retail dan Consumer Finance dengan menetapkan strategi yang sesuai di masing-masing segmen dengan terus meningkatkan sinergi yang dihasilkan antar Business Unit yang mengelola berbagai segmen.421 triliun menunjukkan bahwa program transformasi yang mulai kami jalankan di tahun 2006 telah mulai menunjukkan hasil. Sebagai bank milik pemerintah yang umumnya dipersepsikan relatif lebih aman.  Memperkuat Manajemen Risiko dan Operasi dan peningkatan kualitas aktiva produktif. 2. dimana maksimum penjaminan sebesar Rp 100 juta berlaku untuk giro. tabungan atau bentuk lain yang dipersamakan dan tercatat di bank tanpa membedakan kepemilikan.

26 miliar di akhir tahun 2006. Kebijakan yang tepat tersebut mampu mendorong ekspektasi mengenai perbaikan kondisi ekonomi.00% di akhir tahun. Suku bunga yang sebelumnya naik sampai dengan level 12. Sementara itu. namun secara keseluruhan kondisi perekonomian di sepanjang tahun 2006 menunjukkan tren ke arah perbaikan dengan ekspektasi pertumbuhan ekonomi di 2007 lebih dari 6%. rasio kredit bermasalah (non performing loans/NPL) perbankan tercatat sebesar 6. yaitu harga minyak dunia yang tinggi. keyakinan akan pertumbuhan ekonomi yang tumbuh lebih baik di tahun 2007 terus berlangsung.12% di awal tahun 2006. terdapat kemungkinan meningkatnya tekanan inflasi di tahun 2007 sebagai akibat dari kenaikan biayabiaya dan meningkatnya permintaan domestik. Meskipun demikian.75% di awal tahun 2006 untuk menekan laju inflasi. sisi pengeluaran pemerintah terkait belanja modal dan belanja barang yang tepat waktu dan tepat sasaran masih akan berkontribusi pada pembangunan ekonomi di tahun 2007. Tren pertumbuhan ekonomi juga dipacu oleh masih tingginya pengeluaran pemerintah dan membaiknya kinerja ekspor. dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 21.469. Inflasi yang terus menurun memberi ruang bagi otoritas moneter untuk menurunkan suku bunganya secara bertahap.6% di akhir tahun 2006 dari level sebesar 17.5% dengan suku bunga yang akan turun pada level 8.27%. Penurunan suku bunga yang bertahap dan terencana juga telah mampu mendorong pertumbuhan kredit sampai dengan akhir tahun 2006 yang tumbuh sebesar 14%. Kondisi tersebut memaksa Pemerintah merekstukturisasi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) Domestik di pertengahan tahun 2005 yang kemudian diikuti oleh kenaikan inflasi headline pada level 2 digit di bulan Oktober 2005. Sementara itu. dari sisi eksternal. Selain itu. Kinerja bank umum menunjukkan perbaikan secara keseluruhan.66%. sampai dengan akhir tahun dapat diturunkan sebesar 300 bps pada level 9.5%.56%. khususnya perbankan. Salah satu dampaknya. Permodalan pun meningkat cukup pesat.56%. sehingga cadangan devisa Indonesia mencapai level tertinggi sebesar USD 43.85 triliun meningkat cukup pesat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1.30% di tahun 2005. Momentum perbaikan terlihat di paruh kedua 2006. membaik dari tahun sebelumnya yang berada pada angka 7. Dari sisi internal. Bank Indonesia telah mengeluarkan serangkaian kebijakan untuk menciptakan sistem perbankan yang kuat dan efisien. Secara umum. Pertama. kebijakan penjaminan pembayaran kewajiban bank (blanket guarantee) 16 sambutan direktur utama .693. kebijakan pemerintah yang baik termasuk kebijakan moneter dan fiskal mampu mendorong turunnya inflasi hingga sebesar 6. dimana perekonomian Indonesia mulai terlihat arahnya menuju perkembangan yang semakin membaik.07% di akhir tahun 2006. Semakin meningkatnya porsi ekspor non-migas disertai perkembangan tingginya harga komoditas dan energi di dunia menjadikan surplus neraca perdagangan dan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dengan rekor nilai ekspor mencapai USD 100 miliar. Dari sisi intermediasi.75%.perkembangan ekonomi makro Meskipun pertumbuhan ekonomi di tahun 2006 hanya tercatat tumbuh sebesar 5. lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang berada pada angka 59. tumbuh dari angka 19. kondisi perbankan di tahun 2006 menunjukkan pertumbuhan seperti tercermin pada pertumbuhan total aset perbankan yang meningkat menjadi Rp 1.55% di tahun 2005. meningkat dari angka 2. Beberapa faktor yang menjadi pendorong peningkatan kegiatan ekonomi tersebut antara lain adalah kenaikan konsumsi rumah tangga yang didorong oleh membaiknya daya beli masyarakat seiring dengan inflasi yang terjaga dan masih adanya ruang bagi suku bunga untuk turun lagi di tahun 2007. Tahun 2007 merupakan tahun yang penting bagi perbankan dengan adanya beberapa kebijakan perbankan. Perbaikan kondisi ekonomi juga dilakukan dari sisi keuangan. berlandaskan pada prinsip kehati-hatian dan manajemen resiko yang ditujukan untuk meningkatkan kinerja menuju Arsitektur Perbankan Indonesia (API).64%. nilai rupiah cenderung terus menguat seiring dengan aliran modal masuk ke dalam negeri.75%–9.83 triliun. Rata-rata inflasi diperkirakan akan tetap terjaga pada level 6. Namun. Di tahun 2007 kebijakan moneter diperkirakan akan dijalankan secara lebih hati-hati dikarenakan menghadapi beberapa faktor yang perlu diwasapadai. perkembangan Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan masih menunjukkan perbaikan hingga tahun 2006 mencapai 61. Melambatnya kondisi ekonomi yang terjadi tahun lalu banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal. kebijakan moneter di beberapa negera masih menunjukkan siklus kebijakan moneter yang ketat dengan pertimbangan adanya ketidakpastian dari fluktuasi harga minyak dunia dan meningkatnya ketidakseimbangan global. dari segi profitabilitas Return on Assets (ROA) tahun 2006 dapat tumbuh menjadi 2.

Rp 9. Bagi perbankan yang memiliki modal dibawah Rp 100 miliar.9 02 03 04 05 06 Periode 02 03 17.5 pertumbuhan PDB (%) 06 Periode 7.1 04 2.4 inflasi headline (%) 02 03 04 05 06 Periode Sektor Konsumsi Investasi Impor 9. perbankan akan terpacu untuk meningkatkan kinerja dan kondisi kesehatannya untuk menjadi lembaga keuangan paling terpercaya bagi para nasabah penyimpan dana.7 05 Pemerintah Ekspor sambutan direktur utama 17 .43 8.1 9.025 Rp 8. maka strategi diatas diharapkan mampu meningkatkan permodalan serta menciptakan struktur perbankan yang lebih optimal dalam jangka waktu sepuluh sampai dengan lima belas tahun mendatang.3 6.9 nilai tukar rupiah (rata-rata) Rp/USD 5.936 Rp 8. Strategi peningkatan permodalan bank umum ini ditandai dengan penetapan pencapaian modal inti minimum secara bertahap. memasuki tahap akhirnya pada 22 Maret 2007 ini dengan skema kewajiban bank yang dijamin meliputi simpanan paling tinggi sebesar Rp 100 juta.318 15. khususnya pasca pembekuan kegiatan usaha Bank Global di bulan Desember 2004.2 5.50 12.75 suku bunga SBi 1 Bulan (%) 4Q-02 4Q-03 4Q-04 4Q-05 4Q-06 Kemudian.25 9. Berbagai program dilaksanakan untuk mewujudkan visi API dan tantangan yang akan dihadapi oleh perbankan ke depan.9 5. Rp 9.34 7. Kebijakan LPS yang dimulai sejak tahun 2004.melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) diyakini telah mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan.2 3. Pemerintah mengurangi penjaminan blanket guarantee secara bertahap. Dengan peran aktif dari perbankan umum.6 6.2 9. akhir tahun 2007 merupakan milestone penting dalam Arsitektur Perbankan Indonesia.11 12.93 9. Bank Indonesia juga telah memberikan arah kebijakan bagi konsolidasi perbankan secara umum melalui penetapan kriteria Bank Kinerja Baik (BKB) serta Bank Jangkar (Anchor Bank).4 4.75 12. Dengan pertimbangan kondisi perekonomian nasional dan perbankan yang sudah berangsur normal. yaitu sebesar Rp 80 miliar di akhir tahun 2007 dari sebesar Rp 100 miliar pada akhir tahun 2010.53 8. Dengan adanya skema ini.572 Rp 9.31 7.6 laju pertumbuhan PDB menurut sektor (%) 5.. Salah satu program tersebut adalah program penguatan struktur perbankan nasional yang ditujukan untuk memperkuat permodalan bank umum.712 4.

33/2006 sebagai revisi atas PP No. oleh karena itu piutang BUMN penyelesaiannya dapat dilakukan sesuai perundang-undangan perseroan terbatas. Kami sambut baik rencana Pemerintah Republik Indonesia membentuk Oversight Committe (OC) yang akan mengawasi pelaksanaan program percepatan penyelesaian kredit bermasalah. corporate governance dan risiko manajemen yang belum efektif. Menyadari kesulitan yang dihadapi oleh para BUMN. Dengan menurunnya kredit bermasalah yang dimiliki pada tahun 2005. 33/2006 dan PMK No. 3.  Dalam pelaksanaan program di atas kami dapat menggunakan plafon hapus tagih yang dalam RUPS sebelumya sudah disetujui sebesar maksimum Rp 5 triliun untuk digunakan dalam program ini. dapat ditingkatkan hingga mencapai 74. teridentifikasi terdapat 7 masalah utama yang perlu segera diperbaiki yaitu NPL serta risiko kredit yang tinggi. maka pada tanggal 6 Oktober 2006 pemerintah mengeluarkan PP No.  Pelaksanaan Program Penyelesaian Kredit Macet Bank Mandiri (PPKM) yang diharapkan dapat dimulai pada tahun 2007. Salah satu kunci keberhasilan dalam peningkatan kualitas pinjaman adalah keberhasilan penanganan atas 30 obligor terbesar yang dilakukan secara fokus. khususnya Bank BUMN dalam menyelesaikan piutang yang termasuk kredit. kemajuan yang dapat dicapai lebih cepat dibanding yang kami bayangkan sebelumnya. pada tanggal 9 Oktober 2006. Kedua regulasi ini diharapkan dapat mempercepat resolusi atas masalah-masalah NPL di BUMN.4 triliun di bulan Juni 2005 telah menurun menjadi Rp 7. dalam kesempatan ini kami ingin berterima kasih kepada para stakeholder yang senantiasa memberikan dukungannya dalam upaya restrukturisasi dan penyelesaian kredit bermasalah yang telah memungkinkan menurunnya permasalahan NPL secara signifikan. kami secara khusus menyebutkan bahwa salah satu hambatan penyelesaian NPL adalah keterbatasan pilihan untuk menyelesaikan permasalahan NPL sesuai dengan mekanisme penyelesaian piutang Negara seperti yang selama ini dihadapi BUMN. rasio total cadangan penurunan kualitas aktiva kredit terhadap total kredit bermasalah yang pada akhir tahun 2005 hanyalah sebesar 44. Untuk itu. 1 tahun 1995 dan Undang-undang No. untuk dapat melaksanakan akselerasi penyelesaian kredit macet. mereview kebijakan internal dan regulasi yang 18 sambutan direktur utama . menunjukkan kegigihan kami dalam memperoleh recovery dari debitur macet. 4. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemegang saham yang telah memberikan dukungan dan persetujuannya untuk: 1.4%. Total dana murah yang tumbuh dengan pencapaian adalah sebesar 113.1%. 3. Bank Mandiri mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) untuk mempersiapkan pelaksanaan PP No.  Program PPKM diprioritaskan untuk kredit kecil dan menengah. buruknya persepsi publik. Dapat juga kami sampaikan dalam kesempatan ini bahwa hampir semua target kinerja (bank saja) yang kita tetapkan untuk tahun 2006 telah dapat kita lampui. 14/2005 tentang Tata Cara Penghapusan Piutang Negara/Daerah. 33/2006 mengatur bahwa penyelesaian piutang perusahaan negara/daerah dilakukan sesuai dengan peraturan dan regulasi perseroan terbatas dan BUMN. NPL dari 30 obligor bermasalah yang sempat mencapai 75% dari keseluruhan permasalahan NPL dengan nilai tertinggi sebesar Rp 18. (Undang-undang No.meningkatkan dana masyarakat yang dihimpun. Setelah diterbitkannya Peraturan Pemerintah tersebut.7%.3% pada awal 2005 menjadi 16. pertumbuhan yang berpotensi melambat serta masih rendahnya keuntungan terutama karena masalah kualitas aktiva yang dihadapi. beberapa di antaranya adalah: Net NPL yang dapat diturunkan lebih rendah 1. 87/2006 mengenai pengurusan piutang perusahaan negara/ daerah. kami melihat perbaikan-perbaikan yang berarti dalam setiap dimensi permasalahan yang sebelumnya kami hadapi. Kesamaan Perlakuan Dalam Penyelesaian Piutang dan Kredit Dalam laporan tahunan sebelumnya.8% dibanding target dalam rencana kerja. Peningkatan Kualitas Kredit Kualitas aktiva produktif khususnya kredit memperlihatkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Cadangan penyisihan kualitas aktiva produktif yang berhasil ditingkatkan secara signifikan tersebut juga menunjukkan prinsip kehatihatian kami dalam mengelola aktiva produktif khususnya kredit.  Penandatanganan kontrak kinerja dengan pemerintah Republik Indonesia dengan fokus penyelesaian dan penanganan kredit bermasalah. 19 tahun 2003). 2.1 triliun selama setahun kemarin. Pencapaian 2006 Sewaktu kami dipercaya untuk memimpin Bank ini di tahun 2005. budaya perusahaan yang belum menyatu dalam organisasi. tapi tidak menutup kemungkinan untuk debitur besar dengan recovery minimum tidak boleh kurang dari 15%.4% pada akhir 2006. Bahkan untuk beberapa hal.3% pada akhir 2006. PP No. Berdasarkan pencapaian 2006. yang dapat memberikan kesempatan kepada kami untuk mendapatkan recovery yang lebih baik dari kredit yang telah dihapus buku dan juga kredit bermasalah dengan kolektibilitas 5 secara selektif. Sementara itu rasio total cadangan penurunan kualitas aktiva kredit termasuk dengan memperhitungkan agunan dibandingkan dengan total kredit bermasalah telah mencapai 150. walaupun telah dilakukan hapus buku. Menteri Keuangan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. Selain itu recovery dari kredit hapus buku yang mencapai Rp 1. menunjukkan bahwa transformasi yang kami jalankan telah membuahkan hasil. Dalam Peraturan Pemerintah ini kembali ditegaskan bahwa piutang BUMN (termasuk didalamnya Bank Mandiri) adalah bukan termasuk piutang negara. pada 22 Desember 2006. Gross Non-Performing Loan (NPL) tahun 2006 turun secara drastis dari 25. Keberhasilan dalam pengelolaan kredit bermasalah khususnya tidak terlepas dari upaya untuk mendapatkan kerjasama dari para debitur bermasalah tersebut. Laba setelah pajak yang pencapaian targetnya adalah sebesar 159. 2.  dibandingkan yang ditargetkan. Peraturan pemerintah tersebut juga mendapat konfirmasi melalui pendapat dari Mahkamah Agung.8 triliun di akhir 2006. 87/2006 yang kami sebutkan di atas. Lebih lanjut.

Dari segi pengelolaan bisnis.  Meningkatkan fleksibilitas dalam merespon kondisi persaingan di setiap segmen yang akan memungkinkan setiap SBU bersaing dengan lebih baik Selain implementasi struktur organisasi berbasis SBU. Penurunan ini mendorong pelebaran NIM dari sebesar 4.1% di tahun 2005 menjadi 4.3 triliun di akhir tahun 2006 atau tumbuh 27.dapat menghambat percepatan penyelesaian kredit bermasalah di bank-bank pemerintah serta melakukan sosialisasi PP No.8%. yakni supporting unit yang berfungsi untuk mendukung operasional bank secara keseluruhan. Corporate Center yang berfungsi untuk 2. 33/2006 dan PMK No. Hal ini perlu didukung dengan kultur kinerja yang merupakan bagian dari transformasi organisasi menuju organisasi berbasis Strategic Business Unit (SBU) sesuai dengan salah satu dari 4 tema transformasi kami. Hal ini memungkinkan adanya perbaikan Cost Efficiency Ratio (CER) dari 55. Integritas (Integrity). Pada tahun 2006 Bank Mandiri menghadapi tantangan yang lebih berat karena bank-bank pesaing tentunya akan berupaya keras untuk dapat merebut posisi tersebut. Consumer Finance. maka sepanjang tahun 2006 telah terjadi penurunan hingga mencapai 6. Peningkatan Kualitas Pelayanan dan Penerapan Good Corporate Governance Proses transformasi Bank Mandiri mencapai visinya menjadi Dominant Multi-Specialist Bank dan Regional Champion Bank juga membutuhkan penguatan kembali Corporate Culture Bank Mandiri agar sejalan dengan kondisi saat ini dan tantangan dimasa datang. telah dilakukan reorganisasi dimana organisasi Bank Mandiri dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok. Sampai dengan akhir tahun 2006. setiap bulannya secara disiplin kami melaksanakan pertemuan Performance Review.9% pada tahun 2006.6% dibanding dari tahun sebelumnya.8% dalam kurun satu tahun.4% di Triwulan IV 2006. Profesionalisme (Profesionalism).  menangani kebijakan dan strategi level korporasi yang tediri dari 3 (tiga) Direktorat yaitu Risk Management. Sebagai indikasi internalisasi corporate values baru yang cukup baik. yang dijalankan oleh Direktorat Technology & Operations. Commercial Banking. Transformasi organisasi berbasis SBU merupakan salah satu platform penting bagi kami dalam mencapai aspirasi untuk menjadi Dominant Multispecialist Bank karena diharapkan akan: 1. Peningkatan NIM dan Dana Murah Serta Pengendalian Biaya Pertumbuhan tajam dana murah pada tahun 2006 menunjukkan kemampuan pengembangan bisnis yang tetap berlangsung. terutama nilai Excellence. Total tabungan meningkat dari Rp 47. pada tahun 2005 kami berhasil menempati peringkat ketiga dalam ‘Bank Service Excellence Monitor 2006.12 triliun yang naik 16.  utama pengembangan bisnis bank yang terdiri dari 6 (enam) Direktorat.7% di tahun 2006.’ Pencapaian ini merupakan quantum leap yang luar biasa mengingat pada tahun 2004 berada pada peringkat 11. Di tengah persaingan kualitas pelayanan yang semakin ketat tersebut. Jika pada Triwulan I 2006 cost of fund Bank Mandiri masih sebesar 7. yaitu Corporate Banking. kami juga telah menetapkan target untuk dapat memposisikan Bank Mandiri sebagai service leader dalam peta persaingan perbankan nasional. sambutan direktur utama 19 . bahkan pada tahun 2003 masih diperingkat 16 dan belum ada Bank BUMN yang mampu menembus Top 10 Service Excellence dalam 10 tahun terakhir hasil survei Marketing Research Indonesia (MRI). kami juga melakukan berbagai inisiatif pengendalian biaya operasional selama tahun 2006 untuk menahan kenaikan biaya overhead tidak lebih dari 1%. Membangun Kultur Berbasis Kinerja dengan Organisasi SBU Sesuai visi untuk menjadi Dominant MultiSpecialist Bank. Di sisi lain. 3. Perbaikan penerapan Good Corporate Governance merupakan salah satu upaya yang umumnya membutuhkan perubahan sikap dan budaya kerja para karyawan dan karyawati. Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Utama dan dihadiri bukan hanya oleh Direktur Business Unit namun juga oleh para Group Head Business Unit. Sebagai langkah awal menuju organisasi berbasis SBU. 87/2006 serta implikasinya pada penyelesaian kredit macet dan kredit bermasalah di bank-bank BUMN kepada berbagai pihak yang terlibat terutama para penegak hukum. untuk menerapkan budaya berbasis kinerja di setiap lini organisasi.  Meningkatkan akuntabilitas dan meningkatkan motivasi masing-masing SBU untuk mencapai target pertumbuhan dalam volume dan profitabilitas 2. Fokus pada pelanggan (Customer Focus) dan Kesempurnaan (Excellence) atau disingkat dengan TIPCE. Compliance & Human Capital dan Finance & Strategy. target kami adalah meningkatkan keuntungan di semua segmen yang kami fokuskan. hal penting yang dicapai adalah keberhasilan dalam penerapan pricing strategy yang tepat dalam penghimpunan dana masyarakat sehingga mendorong peningkatan efisiensi pengelolaan dana masyarakat yang tercermin dari perbaikan cost of fund dan Net Interest Margin (NIM).  Meningkatkan skala operasional bank dan efisiensi biaya transaksi melalui konsolidasi Shared Services unit dalam satu direktorat 3. Selain pengendalian biaya dana.6% pada tahun 2005 menjadi 48. Total dana yang berhasil kami peroleh selama tahun 2006 adalah sebesar Rp 205. Itu sebabnya kami cukup bergembira sewaktu kami memperoleh penghargaan dari pihak yang independen bahwa penerapan Good Corporate Governance Bank Mandiri dinilai merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia. kami masih mampu untuk meningkatkan peringkat pelayanan menjadi posisi ke-2 terbaik. Customer Focus dan Professionalism. sehingga umumnya membutuhkan waktu yang cukup lama.2 triliun di tahun 2005 menjadi Rp 60.71 triliun.  Shared Services. yaitu: Business Unit yang berfungsi sebagai motor 1. Setiap group Business Unit diminta untuk memaparkan hasil pencapaian kinerjanya masing-masing dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan serta diminta untuk menjelaskan apabila ada target serta rencana kerja yang belum dapat dicapai atau dilampui serta menyampaikan rencana langkah perbaikan. Micro & Retail Banking. pada bulan Juni 2006. Treasury & International Banking dan Special Asset Management. Corporate Culture tersebut kami rumuskan melalui 5 (lima) Corporate Value yang mencakup nilai-nilai: Kepercayaan (Trust). Meskipun pada saat yang lalu diperlukan fokus pada penyelesaian NPL. penghimpunan dana murah mencapai 53% dari total dana pihak ketiga yang didorong oleh tabungan dan giro dengan total Rp 109.

Melanjutkan Fokus pada Perbaikan Kualitas Kredit Meskipun kredit bermasalah yang berasal dari 30 obligor terbesar telah menurun secara signifikan. Berdasarkan evaluasi internal dalam kondisi persaingan yang semakin meningkat maka akselerasi pertumbuhan di masa datang membutuhkan inisiatif peningkatan kemampuan yang dalam tahun 2007 mendatang akan difokuskan pada 3 hal berikut: 1. Penghargaan ini menunjukkan keseriusan Bank Mandiri dalam melaksanakan prinsip-prinsip Good Corporate Governance selama ini. Kinerja keuangan yang membaik serta kepercayaan investor yang direfleksikan dalam ekspektasi atas kinerja yang membaik di masa datang. Perkembangan regulasi di sektor perbankan serta penyelesaian piutang dan kredit bagi Bank BUMN memberikan optimisme atas kinerja yang lebih baik lagi di tahun 2007 mendatang.  Mempertahankan dominasi di segmen Corporate baik untuk product asset dan liabilities serta meningkatkan feebased income produk Treasury sebagai Cash Generator.3%. 3.8%.  Melakukan review NPL untuk menentukan dapat dimasukkan dalam acceleration program. termasuk penilaian kembali agunan yang dimiliki. atau mengalami peningkatan sebesar 76. kami masih melihat pentingnya untuk tetap fokus dalam penanganan debitur-debitur terbesar di tahun 2007 mendatang. dan ROE dapat ditingkatkan sehingga dapat kembali mencapai double digit yaitu 10. Penurunan NPL tersebut akan diperoleh melalui pelaksanaan restrukturisasi kredit dan upgrade serta pelunasan. kami berharap bahwa setelah net NPL mencapai dibawah 5% maka kami dapat meraih target Gross NPL dibawah 10% pada akhir tahun 2007 mendatang. Berdasarkan progress sampai saat ini. Rendahnya suku bunga akan memberikan dampak positif dan kondusif terhadap pertumbuhan kredit secara umum. untuk melaksanakan keputusan RUPS LB pada tanggal 22 Desember 2006 yang lalu Bank Mandiri telah memulai berbagai persiapan internal maupun eksternal untuk menjalankan Program Penyelesaian Kredit Macet (PPKM). kami optimis kondisi makro ekonomi akan membaik melihat tren berbagai indikator yang ada. tetapi merupakan sebuah hasil kerja keras bersama yang sudah berhasil dibuktikan Bank Mandiri khususnya dalam melaksanakan prinsip-prinsip keterbukaan/ transparansi. Bersamaan dengan itu. Laba setelah pajak tumbuh 301. Meskipun program kerja kami yang masih menekankan pada perbaikan berkelanjutan pada perbaikan kualitas kredit namun kami akan memberi perhatian lebih pada pertumbuhan bisnis di semua segmen dibandingkan tahun sebelumnya dengan meningkatkan kolaborasi antar Business Unit (BU). 2. 3.  Penyusunan Standard Operating Procedures (SOP). Suatu performa yang tidak mudah diperoleh. Target dan Rencana di Tahun 2007 Pada tahun 2007 ini. Harus dipastikan tidak ada permasalahan legal yang terkait dalam kredit. yang berarti telah dicapai lebih dari separuh perjalanan untuk mencapai nilai kapitalisasi pasar untuk menjadi Regional Champion Bank sesuai visi jangka panjang Bank Mandiri yaitu sebesar USD 10 miliar. harga saham Bank Mandiri masih tercatat sebesar Rp 1. proses yang saat ini sedang dalam pelaksanaan adalah: 1. dengan target pengembangan 20 sambutan direktur utama .  Meningkatkan asset dan liabilities di segmen Commercial sebagai Emerging Business sebagai bisnis yang telah mulai mapan dengan pangsa yang signifikan.Pada akhir tahun 2006. yaitu: 1.640/lembar.  Menilai aset-aset yang terkait dengan kredit akan diikut sertakan dalam PPKM. 87/2006 serta untuk mendapatkan persetujuan atas pelaksanaan PPKM.0%. 2. Kegiatan sales dan marketing yang lebih terfokus. 33/2006 dan PMK No. Bank Mandiri bersamasama dengan Oversight Committee (OC) yang dibentuk oleh pemerintah akan terus berupaya untuk melakukan sosialiasi atas PP No. Prosentase peningkatan ini jauh berada di atas peningkatan IHSG pada periode yang sama yang hanya mengalami peningkatan sebesar 55. Fokus untuk Pertumbuhan di Masa Datang Sejalan dengan membaiknya kualitas kredit sesuai dengan harapan. Secara internal. namun pada akhir tahun 2006 telah mencapai harga di kisaran Rp 2. Perkembangan ini menunjukkan secara nyata bahwa seluruh upaya perbaikan internal yang dilakukan sepanjang tahun 2006 dapat dipahami dan direspon oleh seluruh pemegang saham dengan sangat positif. Selain itu pencapaian tersebut juga merefleksikan kepercayaan nasabah dan harapan investor terhadap prospek Bank Mandiri ke depan sebagai bank terbesar di Indonesia. Saat ini pertumbuhan akan difokuskan pada 3 (tiga) kelompok unit pengembangan bisnis Bank Mandiri.421 miliar. kami memperoleh penghargaaan dari Asia Money sebagai ‘Best Overall for Corporate Governance’ dan ‘Best for Disclosure & Transparency’ di Indonesia. Profitabilitas dan Penciptaan Nilai Bagi Pemegang Saham Berbagai upaya dan pencapaian tersebut di atas memungkinkan adanya perbaikan yang berarti pada kinerja keuangan kami. Harga saham yang telah meningkat ini juga merefleksikan nilai kapitalisasi pasar di atas Rp 58 triliun.  Pengembangan produk pendanaan dan fee-based Income dari segmen retail serta Consumer Finance sebagai Future Engine Growth atau motor penggerak utama pertumbuhan di masa datang. Selain persiapan internal. terlihat dari harga saham Bank Mandiri yang di tahun 2006 menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. tantangan kami berikutnya adalah akselerasi pertumbuhan bisnis yang berkualitas.900/lembar. Program ini akan mempercepat penyelesaian kredit bermasalah baik yang masih dibukukan on balance sheet maupun yang telah dihapus buku dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian perbankan. Pada akhir tahun 2005.5%. Total laba setelah pajak meningkat dari sebesar Rp 604 miliar di tahun 2005 menjadi Rp 2.

 Penyelarasan sumber daya manusia kebutuhan pekerjaan dengan memastikan ‘The right person at the right place. Sebagai contoh. Agus Martowardojo Direktur Utama sambutan direktur utama 21 .  Meningkatkan produktifitas dan kemampuan daya jual para Account Managers di CBC dan corporate banking center serta tenaga front line di cabang-cabang dan outlet kami yang lain seperti Small Business District Center (SBDC) dan Micro Banking District Center (MBDC). Terakhir. khususnya di tahun 2007 yang akan kita jalani bersama.  Penerapan Talent Management yang terintegrasi dengan keseluruhan program transformasi. Terus-menerus mempersingkat proses yang dibutuhkan untuk dapat memenuhi kebutuhan para customer termasuk di antaranya dalam memproses aplikasi pinjaman serta dalam pengembangan berbagai produk dan jasa pelayanan. kami akan mampu menjawab semua tantangan dan mewujudkan visi kami untuk menjadi Dominant Multi-Specialist Bank. Selain pertumbuhan organik. Kendarto yang memasuki masa purna jabatan pada tanggal 22 Mei 2006 dan telah mengabdi selama 26 tahun sejak bergabung dengan legacy Bank Ekspor Impor Indonesia pada tahun 1980 hingga bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun 1999. Sejalan dengan penyelesaian kredit bermasalah. kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada para stakeholder dan nasabah yang telah bersabar dalam masa-masa yang sulit di tahun 2005 dan 2006 yang lalu dan terusmenerus memberikan dukungan kepada kami. Melanjutkan Transformasi Budaya berbasis Kinerja Untuk memastikan transformasi organisasi serta internalisasi performance culture maka di tahun 2007 akan terus dilanjutkan program transformasi organisasi berbasis SBU dengan cakupan beberapa hal berikut: 1. 3. industri dan jenis nasabah tertentu. kami berharap Bank Mandiri akan segera dapat memenuhi kriteria sebagai Bank Berkinerja Baik untuk dapat berpartisipasi aktif dalam konsolidasi sektor perbankan seperti yang digariskan oleh Bank Indonesia dalam Arsitektur Perbankan Indonesia. Saya juga ingin berterima kasih kepada seluruh karyawan dan karyawati Bank Mandiri atas usaha-usahanya dalam membangun Bank Mandiri sehingga menjadi seperti saat ini. Inisiatif aliansi strategis internal serta cross selling antar segmen terutama akan dikoordinasikasikan oleh para client service teams.segmen. 3. secara khusus kami ingin sampaikan penghargaan dan terima kasih atas jasa dan pengabdiannya pada bank yang kita cintai ini. 2. Kami yakin dengan kemampuan dan komitmen dari seluruh staff dan manajemen Bank Mandiri dan dukungan penuh dari seluruh stakeholder. banyak nasabah Corporate Bank Mandiri yang memiliki supplier yang berpotensi untuk menjadi nasabah segmen Commercial atau pegawai yang berpotensi untuk menjadi nasabah Consumer Finance.  Peningkatan transparansi dan akuntabilitas Business Unit atas pencapaian kinerja sehingga mampu menciptakan dan mendorong kultur kinerja di masing-masing Business Unit. Terima kasih juga kepada komisaris serta berbagai komite komisaris yang telah memberikan masukan dan kontribusi lainnya dalam memberikan arahan sepanjang tahun ini. salah satunya dengan penempatan personell berdasarkan ‘The right person at the right role.’ Membangun Kolaborasi Antar unit bisnis dan Aliansi Eksternal Salah satu pendorong pertumbuhan bisnis di masa mendatang adalah aliansi dan kolaborasi antara Business Unit (BU). Keberhasilan kegiatan sales dan marketing secara terfokus tersebut akan sangat membutuhkan peningkatan pengetahuan mengenai pasar dan customer base yang kami miliki. pencapaian pangsa pasar pendapatan sebesar 30% di semua segmen fokus sesuai aspirasi untuk menjadi dominant multi-specialist bank rasanya akan sulit dicapai tanpa pertumbuhan non-organik. kepada Sdr. Dengan kolaborasi antar BU maka dimungkinkan untuk memanfaatkan basis nasabah di segmen bisnis tertentu untuk memperoleh kesempatan bisnis di segmen lainnya. Pelaksanaan aliansi internal sangat penting bagi pertumbuhan karena basis nasabah yang sudah cukup besar di masing-masing segmen pada saat ini.  Penyelarasan antara sistem insentif dengan performance management system untuk meningkatkan motivasi di seluruh jajaran organisasi.  Melengkapi masing-masing SBU dengan fungsi pengendalian keuangan (controller/ decision support) dan pengelolaan sumber daya manusia. Bank Mandiri akan mampu untuk memenuhi harapan anda semua. Kami sangat menghargai dukungan Anda dan tentunya akan berupaya bahwa di masa datang. 4.’ 5. Bank terpercaya pilihan Anda. Atas nama Direksi. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 6. 2. J. Pengembangan bisnis melalui kolaborasi atau aliansi internal merupakan kekuatan Bank Mandiri untuk mengembangkan core business di masa mendatang.B.  Penyelarasan kebijakan dan strategi pengembangan sumber daya manusia yang akan memberikan dukungan landasan bagi pengembangan bisnis.

Bulan Mei 2005. beliau ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Bank Bumiputera dan pada tahun 1998 ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Bank Ekspor Impor Indonesia (Persero). kembali ke Amerika Serikat dan menduduki posisi sebagai General Manager Bank Bumi Daya New York sampai dengan tahun 1994. Sadikin Direktur Micro & Retail Banking 12 Pahala Nugraha Mansury Executive Vice President Koordinator Finance & Strategy dan Chief Financial Officer 13 Haryanto Tiara Budiman Executive Vice President Koordinator Change Management Office 22 direksi . Corporate Banking Head. Sejak tanggal 1 Juli 1999. (merger dari PT Bank Bali Tbk. Beliau juga menjabat sebagai Ketua Bankers Club Indonesia dari tahun 2000 sampai dengan 2003. Pada tahun 1991. terpilih oleh Asiamoney sebagai Best Indonesian Executive dan memperoleh Leadership Achievement Award dari The Asian Banker. menjadi Chief Executive BBD International Finance HongKong dan juga merangkap sebagai Chief Representative BBD HongKong. Compliance and Corporate Secretary. beliau merupakan anggota Dewan Nasional Institut Bankir Indonesia. Beliau menjabat sebagai Ketua Perbanas periode 2003 . beliau ditunjuk menjadi Executive Vice President membawahkan bidang Risk Management sampai dengan bulan Juli 2001. Tahun 1983 sampai tahun 1991. beliau ditunjuk menjadi Direktur di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo). beliau ditunjuk menjadi Managing Director membawahkan bidang Risk Management. Financial Accounting and Credit Restructuring. beliau ditunjuk sebagai Managing Director Bank Mandiri yang membawahkan bidang Risk Management and Credit Restructuring. setelah menjabat sebagai Penasehat untuk Chairman BPPN. Pada tahun 1994 sampai dengan tahun 1999. Pada tahun 1995. Tahun 1993. Tahun 2002. Bank Patriot). menduduki posisi sebagai Vice President. Corporate Banking Group selama kurang lebih delapan tahun. WAYAN AGUS MERTAYASA Wakil Direktur Utama Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Brawijaya Malang tahun 1973. Bank Media.. membawahkan bidang Treasury & International Banking.direksi 1 Agus Martowardojo Direktur Utama AGUS MARTOWARDOJO Direktur Utama Menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 1984. Pada bulan Mei 2005. Beliau memulai karir di Bank Bumi Daya (BBD) sebagai Analis Kredit.Mei 2006. Beliau juga merupakan Ketua Dewan Penasihat Perbanas sejak bulan Juni 2006. Compliance and Corporate Secretary. beliau ditunjuk menjadi Managing Director Human Resources. beliau dipromosikan menjadi General Manager Bank Bumi Daya Los Angeles AS.. dan terakhir bidang Human Resources and Support Services. Sentausa Direktur Risk Management 8 Bambang Setiawan Direktur Compliance & Human Capital 9 Riswinandi Direktur Special Asset Management 10 Thomas Arifin Direktur Treasury & International Banking 11 Budi G. PT Bank Prima Ekspres. Bulan April 2003. beliau dipromosikan menjadi Wakil Direktur Utama merangkap Chief Financial Officer Finance & Strategy dan masih menjabat Wakil Direktur Utama sampai sekarang. kemudian menjabat Kepala Bagian Kredit di BBD Denpasar pada tahun 1980. Pada tahun 2006. Tahun 2001 sampai dengan 2004. Retail Banking dan Operations. Tahun 1992 dimutasikan ke HongKong. beliau ditunjuk menjadi Senior Executive Vice President Coordinator Human Resources. Sejak bulan Agustus 2001. Beliau memulai karir perbankan sebagai International Loan Officer di Bank of America Cabang Jakarta selama tiga tahun. dipromosikan menduduki posisi jabatan Wakil Kepala Cabang dan Kepala Cabang di berbagai cabang Bank Bumi Daya. beliau ditunjuk untuk menduduki posisi puncak di Bank Mandiri sebagai Direktur Utama sampai sekarang. beliau ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Bank Permata Tbk. Beliau terpilih sebagai Ketua Ikatan Bankir Indonesia pada bulan Desember 2005 dan hingga saat ini menjabat Ketua Umum HIMBARA sejak bulan Juni 2006. PT Bank Universal Tbk. Bergabung dengan Bank Niaga pada tahun 1986. Selama kurun waktu tahun 1999 sampai dengan 2002. 2 Wayan Agus Mertayasa Wakil Direktur Utama 3 Omar Sjawaldy Anwar Direktur Consumer Finance 4 Zulkifli Zaini 5 Sasmita Direktur Commercial Banking Direktur Technology & Operations 6 Abdul Rachman Direktur Corporate Banking 7 Sentot A. Pada bulan Oktober 2002.

Houston Texas USA dan di PT Huffco Indonesia dari tahun 1983 sampai dengan tahun 1988. Bergabung dengan Citibank N. beliau menjabat Vice President. Jakarta tahun 1989 sebagai Manager of the Quality Assurance Unit. dan kembali berkarir di dunia perbankan saat menjabat sebagai Vice President of Consumer Banking ABN AMRO Jakarta. Tahun 1996. Beliau ditunjuk sebagai Senior Executive Vice President Consumer Banking pada bulan Januari 2003 dan kemudian menduduki posisi jabatan Managing Director Consumer Banking Bank Mandiri pada bulan April 2003. Pada bulan Mei 2006 beliau ditunjuk menjadi Direktur Consumer Finance sampai sekarang. Corporate Finance.. 3 5 6 10 . Bulan Juli 1999 bergabung dengan Bank Mandiri sebagai Senior Vice President Bank Mandiri bidang Products & Business Development dan kemudian menjadi Senior Executive Vice President Retail & Commercial Banking Bank Mandiri pada tahun 2001. dan menjadi Assistant Vice President of Operations tahun 1991 serta menjabat Pimpinan Cabang Surabaya tahun 1993. Tahun 1998. Jakarta sebagai Wakil Direktur.A. Beliau memulai karir sebagai akuntan dan analis di RMHI Inc. beliau bergabung dengan PT Bimantara Citra Tbk.OMAR SJAWALDY ANWAR Direktur Consumer Finance Menyelesaikan studi dan memperoleh gelar Bachelor of Science di bidang Accounting dari University of Maryland USA tahun 1980 dan memperoleh beasiswa penuh dari RMHI Inc. Sales and Investment Product Development. untuk meraih gelar MBA di bidang Finance dari George Washington University USA pada tahun 1982. Mendapatkan Sertifikasi Chartered Financial Consultant dan Certified Life Underwriter dari Singapore Insurance Institute pada tahun 2004.

11

2

1

13

8

9

12 7

4

direksi

24

ZULKIFLI ZAINI
Direktur Commercial Banking Menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung tahun 1980 dan memperoleh gelar MBA Finance dari Washington University USA pada tahun 1994. Beliau memulai karir sebagai Civil & Structural Engineer pada Wiratman and Associate tahun 1980. Pada tahun 1983, beliau menduduki jabatan Project Engineer Civil & Structural Supervisor pada PT. Wahana Muda Indonesia. Memulai karir perbankan sebagai Account Officer pada Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) tahun 1988 sampai tahun 1991. Setelah menyelesaikan pendidikan S2, beliau ditugaskan sebagai Staf Perbankan dan Jasa Keuangan di Bank Pembangunan Indonesia Jakarta. Tahun 1994 sampai tahun 1996, beliau menjabat Head of Project Finance Bapindo Cabang Surabaya kemudian dimutasikan ke Bandung dan menjabat sebagai Wakil Kepala Cabang Bapindo Cabang Bandung dari tahun 1996 sampai tahun 1998. Pada tahun yang sama beliau dimutasikan ke Jambi dan menjabat sebagai Kepala Cabang. Seiring proses merger Bank Mandiri, beliau menduduki posisi Senior Manager dan Team Leader, Credit Risk Management. Pada bulan September 1999 sampai dengan Januari 2003 beliau ditunjuk sebagai Vice President and Division Head, Government Relationship Management RM 03 sampai tahun 2003. Pada bulan Januari 2003, beliau menjabat Senior Vice President dan Group Head Retail Risk Management, dan pada bulan September 2003, Pak Zulkifli ditunjuk sebagai Managing Director & Senior Executive Vice President, Distribution Network. Pada bulan Juni 2006, beliau ditunjuk sebagai Direktur Commercial Banking sampai sekarang.

SASMITA
Direktur Technology & Operations Menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar sarjana muda dari Akademi Akuntansi Indonesia Jakarta tahun 1975 dan memulai karir di Bank Dagang Negara (BDN) Jakarta tahun 1974 di Divisi Accounting. Beliau dimutasikan ke Divisi Perbankan Internasional BDN pada tahun 1980 dan menjabat Kepala Seksi Sistim & Prosedur Urusan Luar Negeri tahun 1987, dan menjadi Kepala Bagian pada tahun 1988. Tahun 1991 sampai dengan tahun 1994 beliau menjabat sebagai Operation Manager Staco International Finance Ltd. Hongkong dan ditunjuk menjadi Assistant Managing Director Staco International Finance Ltd Hongkong pada tahun 1994 selama 3 tahun. Tahun 1997, beliau kembali ke Indonesia menduduki posisi Kepala Cabang Bank Dagang Negara Kota Baja Cilegon kemudian terpilih menjadi Tim Manajemen Bank Modern Jakarta tahun 1998. Dan tahun 1999 bergabung dengan Tim Merger Bank Mandiri sebagai wakil dari Bank Dagang Negara. Seiring proses merger Bank Mandiri, beliau ditunjuk sebagai Division Head Operation & Branch Operation System Bank Mandiri Jakarta sampai tahun 2001. Pada tahun 2001 juga terpilih menjadi Tim Pengelola Bank International Indonesia (BII) sampai dengan awal tahun 2002. Di tahun 2002 sampai dengan tahun 2004, menjabat sebagai Group Head Central Operations. Tahun 2004, beliau ditunjuk menjadi Group Head Jakarta Network dan pada bulan Mei 2005 ditunjuk sebagai Managing Director Bank Mandiri membawahi bidang Small Business & Micro Banking Directorate. Menjelang akhir tahun beliau juga mengkoordinasikan Direktorat Human Capital and Compliance. Sejak bulan Mei 2006 hingga sekarang, beliau ditunjuk menjadi Direktur Technology & Operations.

25

direksi

ABDUL RACHMAN
Direktur Corporate Banking Lulus dengan menyandang gelar Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi dari Universitas Padjadjaran Bandung pada tahun 1980 dan gelar MBA jurusan Financial Management dari Kansas State University USA tahun 1989. Mengikuti short course dalam dan luar negeri antara lain: Pacific Rim Bankers Program, USA dan Advance Management Course Insead, France. Beliau bergabung dengan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) Jakarta sebagai staf pengawasan kredit pada tahun 1981. Setelah menyelesaikan pendidikan S2-nya, beliau ditunjuk menduduki posisi Business Development Manager di Bapindo Cabang Hong Kong dari tahun 1990 sampai dengan tahun 1992. Tahun 1992 beliau ditunjuk menjadi Deputy General Manager Hong Kong Branch dan pada tahun 1993 dipromosikan menjadi General Manager Hong Kong Branch Bapindo sampai dengan tahun 1995. Tahun 1995, beliau dimutasikan ke Bapindo Cabang Surabaya menduduki posisi Kepala Cabang, dan kemudian dimutasikan ke Kantor Pusat Bapindo Jakarta tahun 1996 untuk menduduki posisi Deputy Kepala Divisi Perbankan Internasional. Tahun 1997 sampai dengan tahun 1999 beliau menjabat Kepala Divisi Perbankan Internasional. Seiring proses merger Bank Mandiri tahun 1999, beliau ditunjuk sebagai Senior Vice President Corporate Banking Bank Mandiri Jakarta, dan pada tahun 2001 ditunjuk menjadi Group Head & Senior Vice President, Corporate Banking Bank Mandiri Jakarta. Bulan Mei 2005, beliau ditunjuk menjadi Managing Director & Senior Executive Vice President Corporate Banking sampai sekarang. Bulan April 2003 sampai dengan Agustus 2004, beliau ditunjuk sebagai Komisaris PT Mandiri Sekuritas Jakarta. Beliau juga ditunjuk sebagai Komisaris Bank Syariah Mandiri sejak Februari 2004 sampai dengan bulan Mei 2005. Beliau menjabat sebagai Ketua Financial Institution Club (FI Club) sejak tahun 2001 sampai sekarang. Tahun 2000–2003, beliau menjadi pengajar di Institut Bankir Indonesia (SESPIBANK) Jakarta.

Sentot A. Sentausa
Direktur Risk Management Menyelesaikan pendidikan Sarjana jurusan Statistik dari Universitas Padjajaran Bandung tahun 1983 dan memperoleh gelar MBA dari Monash University, Melbourne tahun 1994. Tahun 1983 sampai tahun 1985, berkarir sebagai Analis Sistem Planologi di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Mengawali karir di dunia perbankan tahun 1986 sebagai Officer di Divisi Riset dan Pengembangan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) sampai dengan tahun 1989. Beliau dimutasikan ke Direktorat Treasury tahun 1996 bidang Assets & Liabilities Committee (ALCO). Tahun 1997, beliau ditunjuk menjadi Wakil Kepala Cabang Bapindo Palembang, dan ditunjuk menduduki jabatan Kepala Cabang di dua cabang lainnya sampai tahun 1999. Seiring merger Bank Mandiri merger tahun 1999, beliau menjabat Vice President and Division Head, Global Markets & Treasury Controlling dibawah Direktorat Finance. Beliau ditunjuk Vice President and Division Head Market, Operational and Legal Risk tahun 2000, dan sebagai Vice President dan Division Head untuk Procurement and Fixed Assets pada tahun 2001. Tahun 2001, beliau ditunjuk sebagai Vice President and Regional Risk Manager, di Bank Mandiri Wilayah VIII di Surabaya. Kembali ke Kantor Pusat tahun 2003, beliau menduduki jabatan Group Head and Senior Vice President untuk Procurement & Fixed Assets. Tahun 2004, beliau ditunjuk sebagai Senior Vice President & Group Head Consumer Risk Group, dan dimutasikan untuk jabatan yang sama sebagai Portfolio and Operational Risk Group pada awal tahun 2005. Bulan Juni 2005, beliau ditunjuk sebagai Coordinator, Risk Management Directorate, merangkap sebagai Group Head Portfolio and Operational Risk. Pada bulan Mei 2006, beliau ditunjuk menjadi Direktur Risk Management sampai sekarang.

BAMBANG SETIAWAN
Direktur Compliance & Human Capital Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi di Universitas Airlangga Surabaya pada tahun 1984 dan melanjutkan pendidikan Master serta memperoleh gelar Master of Business Administration in Accounting dari Temple University, Philadelphia, Pennsylvania pada tahun 1993. Beliau memulai karir di Bank Bumi Daya (BBD) pada tahun 1985 sebagai Tata Usaha Satuan Kerja Audit Intern dan menjadi Asisten Kepala Seksi Satuan Kerja Intern pada tahun 1987. Tahun 1991–1994, beliau mendapat tugas belajar untuk melanjutkan studi Master of Business Administration (Accounting) di Temple University, Philadelphia, Pennsylvania, AS. Tahun 1994–1999, beliau ditugaskan untuk menduduki berbagai posisi jabatan mulai dari Kepala Seksi hingga Kepala Bagian pada berbagai bidang, yaitu Sumber Daya Manusia, Pendidikan Dan Pelatihan serta Akuntansi Keuangan di Kantor Pusat Bank Bumi Daya. Seiring proses merger Bank Mandiri beliau ditunjuk sebagai Group Head Accounting dari bulan Juli 1999 sampai dengan Januari 2001 dan kemudian beliau ditunjuk untuk menduduki posisi Project Head of Financial Control. Pada tahun 2003, beliau ditunjuk sebagai Group Head Compliance dan menjabat sampai dengan Juli 2004. Pada bulan Juli 2004, beliau memperoleh penugasan dari Presiden RI menjadi Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan dan menduduki posisi tersebut sampai dengan tahun 2005. Pada bulan November 2005, beliau kembali ke Bank Mandiri menduduki posisi Group Head Accounting. Sejak bulan Februari 2006 beliau ditugaskan sebagai Executive Vice President Coordinator Information and Technology merangkap Group Head Accounting hingga Mei 2006 Pada tanggal 22 Mei 2006 oleh RUPS beliau ditunjuk menjadi Direktur Bank Mandiri dan berdasarkan keputusan Komisaris tanggal 5 Juni 2006, beliau ditugaskan selaku Direktur yang membidangi Compliance, Legal, Learning and Human Capital sampai sekarang.

menjadi PT Bank Permata Tbk. Toulouse. jabatan terakhir beliau adalah Senior Vice President. SADIKIN Direktur Micro & Retail Banking Menyelesaikan pendidikan sarjana fisika nuklir dari Institut Teknologi Bandung tahun 1988. Deputy Main Branch Manager. beliau aktif sebagai Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Bankir Indonesia dan Wakil Bendahara Persatuan Insinyur Indonesia. Tahun 1999 beliau bekerja di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dengan jabatan terakhir sebagai Senior Vice President–Loan Work Out & Collection Division Head di BPPN sampai dengan tahun 2001. Tahun 1997. beliau ditunjuk sebagai Komisaris Independen Bank Mandiri sampai dengan Mei 2005. Disamping itu. Chief General Manager Wilayah Jakarta. Selanjutnya tahun 1986 mulai berkarir di Bank Niaga selama kurun waktu 13 tahun dan terakhir menjabat sebagai Vice President Human Resources (Group Head). Tahun 2004. USA dan menjabat sampai dengan tahun 2002. Tahun 1992. pada tahun 2003–2006. beliau ditunjuk menjadi Vice President. General Manager Risk Assets Management Support and Head of Investor Relations. Tahun 2001 beliau menjabat sebagai Executive Vice President–Corporate Lending Division pada Bank Danamon. Beliau bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun 2006 dan menjabat sebagai Direktur Micro & Retail Banking sampai sekarang. THOMAS ARIFIN Direktur Treasury & International Banking Menyelesaikan pendidikan Sarjana Matematika dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1985. beliau ditunjuk menjadi Assistant Vice President. Tahun 1994.. Mengawali karir pada tahun 1988 sebagai Information Technology Officer di IBM AsiaPacific Headquarter. dan berturut-turut menjabat sebagai General Manager Electronic Banking. beliau bergabung dengan PT Bank Danamon Tbk. Mendapatkan Sertifikasi Chartered Financial Consultant dan Certified Life Underwriter dari Singapore Insurance Institute pada tahun 2004. beliau bergabung dengan ABN AMRO Bank Indonesia. Beliau memperoleh beasiswa dari European Community dan ASEAN Countries untuk melanjutkan pendidikan Master di European University. Selanjutnya. Mulai Oktober 2005. General Manager PT Bank Bali Tbk. beliau bergabung dengan Bank Mandiri dan menjabat sebagai Direktur Treasury & International Banking sampai sekarang. juga menjabat sebagai Anggota Komisaris PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero) terhitung Oktober 2004 sampai dengan Mei 2006. Bulan September 2003. Sekarang. sampai dengan tahun 1991. Tokyo. Japan. Risk Management Group PT Bank Permata Tbk. Beliau menjabat sebagai anggota Dewan Nasional Ikatan Bankir Indonesia dari tahun 2001 sampai dengan 2004. Kemudian melanjutkan karirnya di IBM Indonesia dengan jabatan terakhir sebagai Systems Integration & Professional Services Manager pada tahun 1994. Mengawali karir pada tahun 1986 sebagai Account Officer dan Marketing Team Leader PT Bank Bali Tbk. Corporate Banking Department sampai dengan tahun 1993.. Tahun 1992. beliau bertugas sebagai Group Head–Credit Recovery II Bank Mandiri dan pada bulan Mei 2006. Memulai karir sebagai Senior Assistant pada SGV Utomo pada tahun 1984. beliau dipromosikan menjadi First Vice President. beliau ditunjuk sebagai General Manager. sebagai Executive Vice President Consumer Banking dan Direktur Adira Quantum Multi Finance. dan terakhir menjabat sebagai Direktur Bank Danamon sampai dengan Juni 2003. Bergabung dengan PT Bank Bali Tbk. pendidikan Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi dari Universitas Parahyangan pada tahun 1986 dan menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi jurusan Manajemen dari Universitas Indonesia pada tahun 1990.RISWINANDI Direktur Special Asset Management Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Trisakti Jakarta pada tahun 1983.. International Banking Group Head PT Bank Bali Tbk. dan Chief General Manager Human Resources hingga tahun 1999. Seiring proses merger PT Bank Bali Tbk. Pada tahun 2003. Pada tahun 2006. BUDI G. direksi 27 . Director of Consumer & Commercial Banking ABN AMRO Indonesia & Malaysia hingga tahun 2004. Los Angeles Branch. beliau ditunjuk sebagai Direktur Special Asset Management Bank Mandiri sampai saat ini. Perancis dan memperoleh gelar Master of Business Administration (International Business) pada tahun 1993. beliau menjabat sebagai First Vice President. beliau mendapatkan promosi jabatan sebagai Senior Manager.

dan Singapura di bidang strategi. ditugaskan di Amerika Serikat. organisasi. dengan penugasan di berbagai proyek di sektor perbankan. Pada tahun yang sama.) di Texas A&M University dan melanjutkan pendidikan Master of Science (M. Pada tahun 1998. Korea Selatan. dan manajemen operasional di berbagai perusahaan besar (termasuk institusiinstitusi keuangan terkemuka) di negara-negara tersebut. Amerika Serikat. USA pada tahun 1999. Jabatan terakhirnya di McKinsey adalah sebagai Associate Partner dan Direktur di PT McKinsey Indonesia. Haryanto Tiara Budiman Executive Vice President (EVP) Koordinator Direktorat Change Management Office Menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik (B. beliau menduduki jabatan sebagai EVP Coordinator Finance & Strategy. Beliau memulai karir sebagai Change Management Consultant di Andersen Consulting Jakarta sampai dengan tahun 1997. beliau menduduki jabatan Senior Consultant di Booz Allen Hamilton selama satu tahun. Australia.PAHALA NUGRAHA MANSURY Executive Vice President (EVP) Koordinator Finance & Strategy dan Chief Financial Officer Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi dari Universitas Indonesia dan memperoleh gelar MBA Finance dari Stern School of Business.D. Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 2006 dan menduduki posisi jabatan Executive Vice President (EVP) Koordinator di Direktorat Change Management Office. bekerja pada perusahaan pengelolaan investasi secara paruh waktu di New York. Beliau bergabung dengan Bank Mandiri dan menduduki posisi Group Head Corporate Development/Change Management Office dalam kurun waktu 2003 sampai dengan tahun 2006.Sc. Indonesia. Selama bergabung dengan McKinsey selama 10 tahun. India. Sejak tahun 2006. beliau menjabat sebagai Project Leader pada The Boston Consulting Group sampai dengan tahun 2003. Malaysia. Tahun 1999. New York University.) dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Amerika Serikat pada tahun 1996. Beliau meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.Sc) dari Virginia Polytechnic Institute and State University. 28 direksi . Mengawali karir di perusahaan konsultan McKinsey & Company.

struktur organisasi Board of Commissioners Audit Committee Risk Policy Committee Nomination & Remuneration Committee Good Corporate Governance Committee President Director Deputy President Director Special Asset Management Corporate Banking Commercial Banking Micro & Retail Banking Consumer Finance Treasury & International Banking Compliance & Human Capital Risk Management Finance & Strategy Change Management Office Technology & Operations Internal Audit Corporate Secretary Credit Recovery I Corporate Banking I Jakarta Commercial Sales Regional Commercial Sales Product Management Jakarta Network Consumer Card Financial Inst. & Overseas Network Treasury Human Capital Market Risk Investor Relations Change Management Office IT Planning & Security Credit Recovery II Corporate Banking II Regional Network Consumer Loans Learning Center Portfolio & Operational Risk Corporate Risk Accounting IT Business Solutions & Appl. Services IT Infrastructure & Operations Corporate Banking III Mass Banking Bank Syariah Mandiri Bank Mandiri Europe Limited (BMEL) Compliance Strategy & Performance Mandiri Sekuritas Wealth Management Legal Commercial Risk I Procurement & Fixed Asset IT Information & Knowledge Management Electronic Banking Commercial Risk II Chief Economist Central Operations Small Business Consumer Risk Credit Operations Micro Business Consumer Collection Assets Management AXA Mandiri Financial Services Customer Care Risk and Capital Committee Information Technology Committee Personnel Policy Committee Board of Commisioner Board of Director Group Head Deputy Group Head Subsidiaries struktur organisasi 29 .

pembahasan umum & analisis manajemen .

421 miliar dari Rp 603 miliar di tahun 2005.6% menjadi Rp 1. Nilai buku per lembar saham juga meningkat 12.5% menjadi Rp 2. dikarenakan laba bersih di tahun 2006 meningkat 301. wayan agus mertayasa • Wakil Direktur Utama .295 per 31 Desember 2006 dari Rp 1.150 pada akhir 2005.Laba per saham tahun 2006 sebesar Rp 119 meningkat dibandingkan tahun 2005 sebesar Rp 30.

003. termasuk catatan-catatan di dalamnya yang terdapat pada bab berikutnya. Laporan Arus Kas serta Laporan Komitmen dan Kontinjensi. Bahasan ini disusun berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Bank yang disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia (PSAK) untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006. untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 ini sebaiknya dibaca bersama-sama dengan Laporan Keuangan yang lengkap. yang disajikan pada halaman selanjutnya. Kecuali dinyatakan lain. Sarwoko & Sandjaja. Data keuangan tahun 2006 juga disajikan dalam US Dollar dengan menggunakan kurs pada tanggal 31 Desember 2006 yaitu USD1 = Rp 9. 32 pembahasan umum & analisis manajemen . Hasil Usaha Memberikan kajian mengenai kinerja keuangan yang disusun berdasarkan Laporan Laba Rugi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005. Kilasan ini juga menyajikan kinerja dan kondisi keuangan Bank Pemerintah dan Bank Swasta lainnya. Laporan keuangan tersebut telah di audit oleh auditor independen Ernst & Young Purwantono. Kondisi Keuangan Memberikan kajian mengenai kinerja keuangan yang disusun berdasarkan Neraca. Pembahasan yang lebih rinci atas kinerja dan kondisi keuangan tersebut disajikan pada bagian lain pembahasan umum dan analisis manajemen mengenai hasil usaha dan kondisi keuangan. Bahasan serta analisis tentang hasil usaha dan kondisi keuangan ini disajikan dalam 3 bagian sebagai berikut: Kilasan mengenai Kinerja dan Kondisi Keuangan Memberikan kilasan mengenai 12 (duabelas) kinerja & kondisi keuangan utama. semua informasi keuangan yang berhubungan dengan Bank Mandiri dinyatakan atas dasar konsolidasi sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.Pembahasan umum dan analisis manajemen mengenai hasil usaha dan keuangan Bahasan serta analisis tentang hasil usaha dan kondisi keuangan Bank Mandiri Bahasan mengenai operasional Bank Mandiri.

2% menjadi 2.216 miliar.0% dibandingkan dengan tahun - ROE Bank Mandiri paling rendah sebelumnya yaitu 2.9% terhadap laba operasional tahun 2006 (sebelum provisi) sebesar Rp 6. - Imbal Hasil Rata-rata Aktiva (ROA) - ROA Bank Pemerintah maupun Bank tahun 2006 meningkat sebesar 120% Swasta mengalami sedikit penurunan menjadi 1.6%.  Peningkatan tersebut terutama disebabkan komposisi dana pihak -  Marjin pendapatan bunga bersih Bank ketiga yang lebih baik. yang cukup signifikan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.4%. - Imbal Hasil Rata-rata Ekuitas (ROE) - Kenaikan laba bersih sebagian pada tahun 2006 mengalami besar bank utama menyebabkan peningkatan yang cukup baik menjadi meningkatnya ROE di tahun 2006 10.5%.1% pada tahun 2006 mengalami sedikit penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 2. - Efisiensi yang dilakukan Bank Mandiri serta perbaikan pendapatan operasional menyebabkan terjadi penurunan rasio biaya terhadap pendapatan bersih yang cukup signifikan dari 56.8%). memberi kontribusi 89. bila dibandingkan dengan Bank -  Peningkatan tersebut terutama Pemerintah (25. tahun sebelumnya. peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. - Rasio biaya terhadap pendapatan bersih Bank Swasta sebesar 44.7% dari 4.1% dibandingkan dengan dibandingkan dengan tahun sebelumnya masing-masing menjadi tahun sebelumnya sebesar 0. . -  Peningkatan tersebut terutama disebabkan peningkatan laba bersih - Rata-rata ROA perbankan pada yang cukup signifikan dibandingkan tahun 2006 mengalami sedikit dengan tahun 2005.3%.Core earnings di tahun 2006 meningkat 28.9% pada tahun 2006. yang semula 2. Sekilas tentang kinerja dan kondisi keuangan Bank Mandiri 1 Bank Mandiri Bank Lain 10 8 6 4 2 0 01 02 03 04 05 06 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta Marjin pendapatan bunga -  Marjin pendapatan bunga bersih pada -  tahun 2006 mengalami peningkatan bersih Bank Pemerintah pada menjadi 4.2% masih lebih baik dibandingkan dengan Bank Pemerintah lainnya yaitu 49. marjin pendapatan bunga bersih 50 40 30 20 0 -20 01 02 03 04 05 06 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta imbal hasil rata-rata ekuitas (ROE) 4 3 2 1 0 -1 01 02 03 04 05 06 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta imbal hasil rata-rata aktiva (roa) 60 50 40 30 20 0 01 02 03 04 05 06 rasio biaya terhadap pendapatan bersih 2 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta pembahasan umum & analisis manajemen 33 .2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 6. Swasta pada tahun 2006 mengalami kenaikan yang cukup signifikan menjadi 7.6% menjadi 48.8% dan 2.9% dari Rp 4.9%.1%) dan Bank Swasta disebabkan peningkatan laba bersih lain (20.335 miliar di tahun 2005 menjadi Rp 5.589 miliar.5%.

Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga Bank Pemerintah lainnya sebesar 62. - Rasio kredit bermasalah bruto Bank Pemerintah lainnya mengalami penurunan dari 8. - Rasio kredit dalam perhatian khusus Bank Pemerintah maupun Bank Swasta mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya masing-masing menjadi 10.9%.8%.8%.3% karena recovery/collection dan upgrade. Rasio Kredit Bermasalah–Neto pada tahun 2006 sebesar 5.2%.8% pada tahun 2005 menjadi 57. - Rasio kredit bermasalah bruto Bank Swasta tahun 2006 sedikit mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 2.0% lebih tinggi dibandingkan dengan Bank Swasta yaitu sebesar 56.6% pada tahun 2005 menjadi 14. 30 25 20 15 10 0 01 02 03 04 05 06 rasio kredit kolektibilitas dpk terhadap total kredit Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta - Rasio Kredit Bermasalah–Bruto pada tahun 2006 mengalami perbaikan yang cukup signifikan dari 25.3% pada tahun 2005 menjadi 16.3%) yang lebih tinggi dibandingkan dengan Bank Pemerintah lainnya (93.4% menjadi 74. - Sementara itu.3%).- Rasio kredit dalam perhatian khusus di tahun 2006 mengalami peningkatan dari 12.5%. 250 200 150 100 50 0 01 02 03 04 05 06 penyisihan penghapusan kredit terhadap kredit bermasalah Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta - Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga–non Bank tahun 2006 mengalami peningkatan dari 51.1%. Hal ini terutama disebabkan upgrade kredit yang sebelumnya dikategorikan sebagai NPL ke kolektibilitas dalam perhatian khusus.2% dan 6.3% menjadi 6.7%. .9%. 30 25 20 15 10 0 01 02 03 04 05 06 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta rasio kredit bermasalah– bruto -  Penyisihan penghapusan kredit terhadap kredit bermasalah mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya dari 44.  Hal ini ditunjukkan oleh rasio PPAP terhadap NPL (104. 70 60 50 40 30 0 01 02 03 04 05 06 rasio kredit terhadap dana pihak ketiga– non bank Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta 34 pembahasan umum & analisis manajemen . -  Bank Swasta lebih konservatif dalam pembentukan PPAP dibandingkan dengan Bank Mandiri maupun Bank Pemerintah lainnya. -  Hal ini menunjukkan komitmen Bank Mandiri untuk meningkatkan peran intermediasi. .

- Rasio beban overhead terhadap aktiva Bank Pemerintah mengalami sedikit penurunan dari 4. - Rasio beban overhead terhadap aktiva Bank Swasta lainnya juga mengalami sedikit penurunan dari 3.6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 18.1% periode yang sama. Bank Lippo dan Bank Niaga yaitu 5 bank swasta terbesar menurut total aktiva yang datanya tersedia semenjak tahun 2001. -  Hal ini disebabkan terjadi penurunan yang cukup signifikan pada -  Peningkatan rasio dana mahal deposito berjangka. komposisi dana mahal tahun 2006 mengalami penurunan Bank Pemerintah lainnya maupun yang cukup signifikan dibandingkan Bank Swasta mengalami sedikit dengan tahun 2005 menjadi 47.- Rasio beban overhead terhadap jumlah aktiva relatif stabil (2. - Rata-rata Rasio Kecukupan Modal Inti perbankan mengalami peningkatan menjadi 16.  Data untuk Bank Pemerintah. 5 4 3 2 1 0 01 02 03 04 05 06 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta rasio beban overhead terhadap jumlah aktiva - Rasio dana mahal Bank Mandiri pada - Secara umum.3%. semua jenis bank  mengalami peningkatan CAR di tahun 2006 dan jauh di atas kebutuhan modal menurut regulasi (8%). Sebagai bank terbesar. Bank Mandiri memiliki keunggulan komparatif dalam skala operasi. - Rasio Kecukupan Modal (CAR) Bank Mandiri pada tahun 2006 sebesar 25. - Sistem perbankan memiliki kecukupan modal yang sangat baik untuk mengantisipasi kebutuhan pertumbuhan. lebih tinggi dibandingkan Bank Pemerintah lainnya dan Bank Swasta. 25 20 15 10 5 0 01 02 03 04 05 06 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta rasio kecukupan modal inti . 2.2% .0%.3%).0% pada tahun 2005 menjadi 3. peningkatan dibandingkan dengan tahun 2005. 70 60 50 40 30 0 01 02 03 04 05 06 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta rasio dana mahal - Rasio Kecukupan Modal Inti mengalami peningkatan menjadi 19. merupakan rata-rata data keuangan BRI. 30 25 20 15 10 0 01 02 03 04 05 06 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta rasio kecukupan modal (CAR) Catatan : 1. sedangkan data Bank Swasta merupakan rata-rata data keuangan BCA. .7% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 15. rata-rata Bank Swasta lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan rasio Bank Pemerintah lainnya.6% pada tahun 2006.2% menjadi 3. efisiensi dan komposisi aktiva termasuk Obligasi Pemerintah yang jumlahnya besar.0%. bahkan lebih rendah dibandingkan Bank Pemerintah lainnya maupun Bank Swasta. -  Hal ini disebabkan perbaikan profitabilitas yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR) menunjukkan modal yang masih sangat solid mengantisipasi pertumbuhan. -  Dengan CAR yang cukup tinggi tersebut memungkinkan Bank Mandiri untuk memperbaiki kualitas aktiva produktif dan juga mengembangkan usaha. Secara umum. Rasio Biaya terhadap pendapatan bersih=beban overhead/pendapatan operasional (tidak termasuk pendapatan kenaikan nilai dan keuntungan penjualan surat berharga dan Obligasi Pemerintah) pembahasan umum & analisis manajemen 35 . BNI dan BTN. Bank Danamon. BII.

dominant multi–specialist bank model • Menjadi bank lokal yang dominan. menguasai pangsa pasar revenue 20%– 30% di setiap segmen yang dimasuki dengan distinctive strategies di setiap unit dan synergy capture dari berbagai segmen yang berbeda • Menjadi bank pilihan nasabah yang utama karena mampu menyediakan the most extensive products dan the most convenient access corporate Menjadi dominant wholesale bank yang menyediakan pelayanan transaksi terintegrasi dan produk kredit serta capital market yang lengkap untuk perusahaan besar yang beroperasi di Indonesia (lokal) commercial Menjadi primary commercial bank yang mengoptimalkan dominasi di segmen korporasi untuk melayani nasabah SMEs up–serta mata rantai value chain dari segmen tersebut consumer • Menjadi bank pilihan utama untuk affluent segment dan ‘transaction bank’ untuk mass affluent • Menjadi bank penyedia layanan pembayaran ternyaman dan mitra utama consumer finance player micro Mengelola posisi bisnis saat ini dengan tetap mempertimbangkan kemungkinan pengembangan lebih lanjut 36 pembahasan umum & analisis manajemen .

421 miliar •  Pendapatan provisi.5% (47.00 95.9%) 222.917 (1. (3.5% pembahasan umum & analisis manajemen 37 .8%) 14.7% 129.999 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 26.2% 15.261 (15.444 (3.2% dari Rp 12.505) 2.6% menjadi 4.955 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 10.6% 301.5% 11.078 miliar Ringkasan Perhitungan Laba (Rugi) untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005 & 31 Desember 2006 2005 Rp miliar 2006 Rp miliar USD Juta % Perubahan Pendapatan Bunga Beban Bunga Pendapatan Bunga–bersih Pendapatan Provisi.453 (389) 25.99 Hasil Operasional TAHUN 2006 • Laba per saham (EPS) sebesar Rp 119 • Laba bersih meningkat 301.2% menjadi 13. Nominal rata-rata kredit valas pada tahun 2006 menurun dibandingkan dengan tahun 2005 dari Rp 32.078 (3.1% dari Rp 20.839 miliar menjadi Rp 69.00 3.188 45 1.149 195 42 15 12 39 1. komisi dan fee meningkat 11.955 1.0%.3% menjadi Rp 1. Peningkatan tersebut disebabkan oleh kenaikan pendapatan maupun beban bunga masingmasing sebesar 25.080) (3.044) 8.018) (593) 2.5% (45.755 miliar •  Jumlah pendapatan operasional sebesar Rp 13.5% menjadi Rp 2.421 (361) (335) (66) 301 13 314 269 5. sedangkan yield pendapatan bunga kredit valas menurun dari 5.6% (5.2% 166.999 (12.826 miliar menjadi Rp 29.99 99.916) 10. sementara nominal rata-rata mengalami kenaikan untuk kredit rupiah dari Rp 62.261 miliar pada tahun 2006 dan sebesar 32.044 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 15.831 2.00 16.3% 3.00 34.968 miliar.5% Pendapatan bunga bersih Pendapatan bunga bersih meningkat sebesar 15.1% 32.345 miliar pada tahun 2006.755 380 138 109 351 13.3%) (1.577 74 255 (89) 672 11.345 1.3% 413.5% dari Rp 8.768) 1.7%.33 49.Daftar anak perusahaan PER 31 DESEMBER 2006 No Nama Perusahaan Bidang Usaha Kepemilikan (%) 1 Bank Mandiri (Europe) Limited (BMEL) 2 PT Bank Syariah Mandiri (BSM) 3 PT Usaha Gedung Bank Dagang Negara 4 PT Mandiri Sekuritas 5 PT Bumi Daya Plaza 6 PT AXA Mandiri Financial Services 7 PT Sarana Bersama Pembiayaan Indonesia 8 PT Pisita Wisata 9 PT Kustodian Sentral Efek Indonesia 10 PT Bapindo Bumi Sekuritas Perbankan Perbankan Syariah Pengelolaan Properti Sekuritas Pengelolaan Properti Asuransi Perusahaan Induk Pariwisata Depository Sekuritas 100.251) (3.00 99.388) 26.68 95. Yield pendapatan bunga kredit rupiah pada tahun 2006 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2005 dari 12.21 10.233 603 (3.3%) 128.187) (601) 1.711 120 2. Komisi dan Fee Pendapatan Transaksi Valuta Asing Keuntungan Penjualan Surat Berharga & Obligasi Pemerintah Keuntungan (Kerugian) atas penurunan nilai Surat Berharga & Obligasi Pemerintah Pendapatan Lainnya Pendapatan Operasional Beban penyisihan penghapusan aktiva produktif dan komitmen & kontinjensi serta lainnya (net) Beban Umum & Administrasi Beban Personalia Beban Operasional Lainnya–Beban Lainnya Laba Operasional Pendapatan (Beban) Non Operasional–Bersih Laba sebelum pajak dan Hak Minoritas Laba Bersih 20.970 miliar.916 miliar pada tahun 2006.

269 5.715   219.061 2. Tabungan c.576 33.839 2.8% 8. Suku bunga rupiah meningkat 232 basis points sementara valas meningkat sebesar 7 basis point.0% 9.736 4.15% .3% 3.018 2.042 9.3% 4.572 211.8%   11.802 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 10.3% merupakan NPL yang sebelumnya sebesar 48.089 2006 13.775 11.820   12.591 miliar pada tahun 2005 serta meningkatnya portfolio Obligasi Pemerintah dengan suku bunga tetap yaitu dari 4.5% 4. pendapatan bunga kredit untuk kolektibilitas 4 dan 5 harus dibukukan sebagai pengurang pokok kredit.9% 7. Pada akhir tahun 2006 sebesar 13.9% 11.591 176.a Nominal rata-rata Biaya % p.693 511 416 7.8%   2.7% 4.231   982 2.1% 5.683 2005 12.004   19.070 10.9% 5. Deposito Berjangka d.1% 6.391 9. Yield pendapatan bunga Obligasi Pemerintah (bank saja) pada tahun 2006 mengalami kenaikan dari 8.5% 9.448 7.0% 2. Pendapatan bunga Obligasi Pemerintah mengalami kenaikan sebesar 39.58% pada tahun 2006.907   29.738 2.041 6.47% Analisa pendapatan bunga bersih (bank saja) selama tahun 2005 & 2006 2005 Aktiva Nominal rata-rata Pendapatan Rp miliar 2006 % p.1% 38 pembahasan umum & analisis manajemen .697 94. Lainnya Sub Total Lainnya Total (2) Net (1) .826 8.1% 7.1% 3.0%   1.8% 2.554   3.6%   30.5% 3.40% 6.313   213.765 8.095 222 10.9% Sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku. Obligasi Lindung Nilai Sub Total Lainnya Provisi.6% 4.652   7.339   32.0% dari Rp 7.569 11. Penempatan pada Bank lain c.067 1. Suku bunga atas Obligasi Pemerintah dengan suku bunga tetap berkisar 13. sedangkan kredit valas sebesar 25.659   12.2% 69.038 832   25.415 519 104 2.841 miliar pada tahun 2006 sejalan dengan meningkatnya volume rata-rata Obligasi Pemerintah (bank saja) dari Rp 91.842 269 146 35 2.907 47.239 91. Komisi & Fee dan lainnya Valas Rupiah Rata-rata Base Lending Rate kredit rupiah maupun valas pada tahun 2006 lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya.099 80.3% 8.109 2.4% dari kredit rupiah merupakan NPL yang sebelumnya sebesar 19.a Rupiah a.086 91.4% Valuta Asing a.850 40.58%.622 9.174 45. Meningkatnya yield kredit khususnya rupiah terutama disebabkan penurunan kredit bermasalah (Non Performing Loans–NPL).6%. Kredit yang diberikan b. Penempatan pada Bank lain c.097 1.4% 4. sedangkan suku bunga mengambang adalah SBI 3 bulan.6% 3.968 13. Giro b.841 22.0% 16.1% 7.8% 12. Surat Berharga d.340 177.2% 17.(2) 205.498 1.970 11. Deposito Berjangka c.1% 3.360 202 15.3% 4.727 15.129 3.1% 9.RATA-RATA BASE LENDING RATE 14.985   229 452 888 1.353   3.887   28.12% 6.247 42.8%.767 16.772 165.7%   5.2% 7.15.419 168.292 1. Lainnya Sub Total Valuta Asing a.44% 12.0% 7.387   1.5% pada tahun 2005 menjadi 11.a Nominal rata-rata Pendapatan % p. Surat Berharga d.   Total (1)   Kewajiban Nominal rata-rata Biaya % p.419 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 91.507 232 13.791   330 615 415 1.219   1.6%   4.a Rupiah a.23% pada tahun 2005 menjadi 4.5% 8.995 11.442 15. Kredit yang diberikan b.5% 11.6% 8. Giro b.652 45. Obligasi Pemerintah Sub Total 05 06 05 06 62.3%   7.621 305 9.

3% Giro 12.3% Obligasi pemerintah 43.1% Pinjaman yang Diterima 0.269 miliar.77% Suku Bunga Mengambang 4.217 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 27.2% pada tahun 2005 menjadi 26.8% penempatan pada BI & Bank lain 3.775 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 15. 2005 2006 2. pendapatan bunga kredit yang diberikan meningkat sebesar 8.3% pada tahun 2005 menjadi 55. terutama disebabkan oleh peningkatan jumlah rata-rata kredit yang diberikan serta membaiknya kualitas kredit.6% pada tahun 2005 menjadi 43.01% Diperdagangkan 31.916 miliar pada tahun 2006.4% Lainnya pembahasan umum & analisis manajemen 39 .62% Diperdagangkan 29.1% pada tahun 2006.9% Tabungan 72% Deposito Berjangka 2.5% Lainnya 8. Penurunan tersebut terutama terjadi pada Deposito Berjangka dari Rp 15. Sedangkan jumlah pendapatan bunga kredit terhadap total pendapatan bunga menurun dari 49.58% Suku Bunga Tetap 95.7% Pinjaman Subordinasi 3.23% Suku Bunga Tetap 95. meskipun pada akhir tahun jumlah tabungan meningkat sehingga komposisi deposito terhadap total simpanan menurun.71% Tersedia untuk Dijual 68. komposisi Deposito Berjangka Rupiah terhadap total simpanan rupiah juga meningkat dari 51.9% Beban Pendanaan Lainnya 1. Beban bunga simpanan terhadap total beban bunga meningkat dari sebelumnya 86.996 miliar pada tahun 2006.8% pada tahun 2006.665 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 99.8% Surat berharga yang dimiliki 3.319 miliar pada tahun 2006.5% Deposito Berjangka 3.044 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 15. Sedangkan komposisi tabungan terhadap total simpanan rupiah menurun dari 30. Secara nominal. Beban bunga meningkat sebesar 32. Jumlah rata-rata simpanan valuta asing (bank saja) menurun sebesar 0.7% Lainnya 41.42% Suku Bunga Mengambang Komposisi pendapatan bunga pada tahun 2005 & 2006 2005 2006 37.4% Surat Berharga 0.3% Surat berharga yang dimiliki 4.319 miliar pada tahun 2006.6% dari Rp 10.8% dari Rp 28.1% dari Rp 12.6% Surat Berharga 0.8% Pinjaman Subordinasi 1. Jumlah rata-rata kredit yang diberikan (bank saja) meningkat dari Rp 95.048 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 170.0% Lainnya Komposisi beban bunga pada tahun 2005 & 2006 2005 2006 10.0% Provisi & komisi atas kredit yang diberikan 1.3% pada tahun 2005 menjadi 11.5% Modal Pinjaman 2.3% Provisi & komisi atas kredit yang diberikan 3.Komposisi pendapatan bunga portfolio Obligasi Pemerintah tahun 2005 & 2006 Jumlah pendapatan bunga Obligasi Pemerintah yang dimiliki terhadap total pendapatan bunga meningkat dari 37.3% pada tahun 2006.4% Giro 16.938 miliar pada tahun 2006.2%.32% Dimiliki Hingga Jatuh tempo 1.1% pada tahun 2005 menjadi 41.1% Kredit yang diberikan 6.1% Obligasi pemerintah 49.9% Tabungan 59.8% menjadi 93.6% Kredit yang diberikan 4.67% Tersedia untuk Dijual 66.6% Pinjaman yang Diterima 0. Sejalan dengan meningkatnya suku bunga rata-rata Deposito Berjangka Rupiah dari 8.67% Dimiliki Hingga Jatuh tempo Portfolio Obligasi Pemerintah2005 Portfolio Obligasi Pemerintah 2006 4.0% penempatan pada BI & Bank lain 2.1% pada tahun 2006.5% Beban Pendanaan Lainnya 2.419 pada tahun 2005 menjadi Rp 11. Jumlah rata-rata simpanan Rupiah (bank saja) meningkat sebesar 9.1% dari Rp 156.5% pada tahun 2006.

Kontribusi provisi dan komisi lainnya terhadap total pendapatan operasional lainnya pada tahun 2006 meningkat dari 67.9% pada tahun 2005 menjadi 70.388 4. Pendapatan operasional lainnya pada tahun 2006 mengalami peningkatan dari sebesar Rp 2.755 1.755 miliar pada tahun 2006. pendapatan provisi.0% Kartu Kredit Penyisihan penghapusan aktiva produktif & penyisihan lainnya per 31 Desember 2005 & 2006 2005 Rp miliar 2006 Sebelum 31 Maret 2005 Setelah 31 Maret 2005 2% 15% 50% 100% 100% 1% 5% 15% 50% 100% Penyisihan penghapusan kredit (Pembalikan)/penyisihan aktiva produktif lainnya Jumlah penyisihan penghapusan aktiva produktif (Pembalikan)/penyisihan lainnya dan estimasi kerugian atas komitmen dan kontinjensi Jumlah penyisihan penghapusan bersih 3.589 miliar.159 (487) 3. Penurunan tersebut terutama disebabkan karena di tahun 2006 tidak terdapat pendapatan dari peningkatan nilai atas jaminan dan penurunan efektif atas pokok pinjaman SUFRN.575 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 6.031 5. Kliring & Referensi Bank 5.492 402 1.2% Pembukaan L/C dan Bank Garansi 9. dari Rp 4.2% Pembukaan L/C dan Bank Garansi 8. Inkaso. Pendapatan OPERASIONAL LAINNYA (Rp miliar) 2.3% dari Rp 1.545 4.861 584 4.505 40 pembahasan umum & analisis manajemen .3% Adiministrasi kredit & simpanan 22.575 5.6% Lainnya 8.577 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 1.034 (25) 2.9% dari sebesar Rp 4.335 74 166 4.6% Lainnya 11. Laba Operasional sebelum penyisihan penghapusan pada tahun 2006 mengalami peningkatan. Pendapatan provisi dan komisi lainnya meningkat sebesar 11.6% (Penyisihan)/Pembalikan Penyisihan Sejak 31 Maret 2005.8% dari Rp 672 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 351 miliar pada tahun 2006.323 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 2.445 (1. Kebijakan Bank Mandiri dalam pembentukan PPAP kredit Kolektibilitas 1 2 3 4 5 Laba Operasional sebelum penyisihan penghapusan 2002 2003 2004 2005 Rp miliar 2006 Pendapatan Inti (Core Earnings) * Pendapatan (Kerugian) Transaksi Valas Laba Kenaikan Nilai & Penjualan Obligasi Pemerintah & Surat Berharga Total Laba Operasional sebelum penyisihan penghapusan 4.216 miliar. dan memberikan kontribusi terhadap laba operasional sebelum penyisihan penghapusan sebesar 89.486 miliar.6% Kartu Kredit 32.323 1.651 7.Pendapatan inti (core earnings) pada tahun 2006 mengalami peningkatan sebesar 28. komisi dan fee serta pendapatan lainnya dikurangi dengan biaya overhead dan biaya operasional lainnya. Bank Mandiri sepenuhnya mengikuti ketentuan Bank Indonesia dalam pembentukan penyisihan penghapusan aktiva produktif untuk kredit yang diberikan.9%. Inkaso.486 2. Peningkatan tersebut disebabkan meningkatnya semua komponen Laba Operasional sebelum penyisihan penghapusan.057) 3.216 Catatan: * Terdiri dari pendapatan bunga bersih.672 (167) 3.589 380 247 6.577 380 672 351 74 Laba selisih kurs–bersih Provisi & komisi lainnya Lain-lain Jumlah pendapatan operasional lainnya 05 06 05 06 06 05 05 06 Pendapatan provisi dan komisi lainnya untuk tahun 2005 & 2006 Pendapatan Provisi & Komisi 2005 Pendapatan Provisi & Komisi 2006 36.845 114 2.030 4.072 7.0% Transfer. Pendapatan lain-lain menurun sebesar 47.021 6.335 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 5.6% Transfer. Laba bersih atas selisih kurs meningkat sebesar 413.5% dari Rp 74 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 380 miliar pada tahun 2006.5% Adiministrasi kredit & simpanan 21.9% Anak Perusahaan 17.6% Anak Perusahaan 19. Kliring & Referensi Bank 7.

Beban Operasional Lainnya (Rp miliar) Jumlah beban penyisihan penghapusan bersih mengalami kenaikan sebesar 3. tunjangan cuti. THR dll.544 miliar (nilai nominal).334 Tunjangan 456 Post Employement Benefits* 115 Training 273 Anak Perusahaan 1. Keuntungan/(kerugian) dari Penjualan Surat Berharga dan Obligasi Pemerintah Bank Mandiri memperoleh keuntungan dari penjualan surat berharga dan Obligasi Pemerintah sebesar Rp 138 miliar pada tahun 2006 dan Rp 255 miliar miliar pada tahun 2005. Penurunan tersebut terutama disebabkan sedikitnya Obligasi Pemerintah yang dijual selama tahun 2006 yaitu sebesar Rp 1.187 Beban gaji dan tunjangan 601 Lain-lain–bersih (1) 3. Keuntungan/(kerugian) atas perubahan nilai Surat-surat Berharga dan Obligasi Pemerintah Keuntungan atas perubahan nilai surat berharga dan obligasi pemerintah pada tahun 2006 sebesar Rp 109 miliar meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2005 rugi sebesar Rp 89 miliar.862 miliar pada tahun 2006.868 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 6.505 miliar pada tahun 2006. Beban lain-lain–bersih mengalami penurunan dari Rp 601 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 593 miliar pada tahun 2006.018 miliar pada tahun 2006.080 Beban umum dan administrasi 3.024 Gaji Kotor 1.080 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 3.852 miliar (nilai nominal).010 Gaji Kotor 1. yaitu suatu jangka tertentu sebelum usia pensiun yang membebaskan pegawai dari tugas-tugas rutin dengan tetap memperoleh fasilitas kepegawaian yang ditentukan meliputi gaji. sedangkan total penjualan pada tahun 2005 sebesar Rp 2. sedangkan beban gaji dan tunjangan mengalami penurunan sebesar 5.445 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 3. pembahasan umum & analisis manajemen 41 . Rincian biaya overhead untuk tahun 2005 & 2006 (Rp miliar) Beban Umum & Administrasi 2005 Beban Umum & Administrasi 2006 798 IT & Telekomunikasi 843 Occupancy Related 384 Promosi & Sponsorship 268 Transportasi & Biaya Perjalanan 304 Jasa Professional & Lainnya 203 Employee Related 279 Anak Perusahaan 822 IT & Telekomunikasi 914 Occupancy Related 437 Promosi & Sponsorship 270 Transportasi & Biaya Perjalanan 281 Jasa Professional & Lainnya 225 Employee Related 302 Anak Perusahaan Beban Gaji & Tunjangan 2005 Beban Gaji & Tunjangan 2006 1. Peningkatan tersebut terutama disebabkan adanya kenaikan keuntungan perubahan nilai Obligasi Pemerintah dari rugi sebesar Rp 66 miliar menjadi untung Rp 101 miliar.187 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 3.057 pada tahun 2005 menjadi sebesar Rp 129 miliar pada tahun 2006 yang diimbangi dengan penurunan penyisihan penghapusan aktiva produktif dari Rp 4.672 miliar pada tahun 2006. Pada tahun 2006 keuntungan atas penjualan Obligasi Pemerintah sebesar Rp 43 miliar menurun dibandingkan dengan tahun 2005 sebesar Rp 257 miliar. Kenaikan tersebut terutama disebabkan berkurangnya pembalikan penyisihan lainnya dari sebesar Rp 1.252 miliar pada tahun 2006.254 Tunjangan 338 Post Employement Benefits* 123 Training 279 Anak Perusahaan Catatan: *  Mulai tahun 2005.6% dari Rp 3. Beban umum dan administrasi mengalami kenaikan sebesar 5.388 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 3.251 Beban umum dan administrasi 3.5% dari Rp 3. Jumlah yang dicadangkan pada tahun 2006 dan 2005 masing-masing sebesar Rp 490 miliar dan Rp 376 miliar.3% dari Rp 3. kami mengakui cadangan atas manfaat Masa Bebas Tugas (MBT).018 Beban gaji dan tunjangan 593 Lain-lain–bersih (1) Catatan: (1 Termasuk biaya yang berhubungan dengan penjaminan atas dana pihak ketiga dalam Program Penjaminan Pemerintah. Beban operasional lainnya sedikit menurun dari Rp 6. Beban Operasional Lain 2005 Beban Operasional Lain 2006 3.

565.824) 94.383 37.875 9.5) (61. Metode ini juga mengakui adanya manfaat pajak di masa datang seperti rugi menurut pajak yang belum digunakan apabila kemungkinan besar manfaat tersebut dapat direalisasikan di masa yang akan datang.973 4. Kenaikan laba bersih terutama disebabkan meningkatnya pendapatan bunga bersih dari Rp 8.1) (0.190 6.153 112.3) 13.804 26.2 (37.9) 0.934 2. 42 pembahasan umum & analisis manajemen .095 117.708 48.486 miliar pada tahun 2006.150 pada akhir tahun 2005.323 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 2.9 (14. Penyusutan aktiva tetap b.065 lembar dan pada tahun 2005 sebanyak 20.341 29.591 26.LABA & NILAI BUKU PER SAHAM (Rupiah) 1.136 (1. Laba per Saham (EPS) adalah laba bersih dibagi dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh pada tahun berjalan.215 26. Penyisihan biaya pegawai c.657 lembar.813 60.794 3.721 4.7 8. Bank Mandiri menerapkan metode kewajiban (liability method) untuk menentukan beban pajak penghasilan.4 (28.410 47.797 11.096.215 10.726 23.027 92.869 206.389) 103.926 1.070 10.849 5.729 2.889 (11.150 1.304 96. Aktiva Pajak Tangguhan–bersih pada 31 Desember 2006 adalah sebesar Rp 3.295 119 30 Ringkasan Neraca per 31 Desember 2005 & 2006 2005 (Rp miliar) USD Juta 2006 (Rp miliar) USD Juta % Perubahan Total Aktiva Kas & Penempatan pada BI Giro & Penempatan pada Bank Lain–Neto Surat Berharga yang dimiliki–Neto Obligasi Pemerintah 05 06 05 06 263.566 16.229 (14. Pada metode ini.069 93 3.3 23. sedangkan pada tahun 2005 sebesar Rp 30.468 2.822 1.231 miliar.295 dari Rp 1.144 28.182.365 218 2.698 10.108 448 10.  Penyisihan penghapusan aktiva produktif dan komitmen & kontinjensi d.472 22. Keuntungan (kerugian) atas kenaikan/ penurunan nilai surat berharga dan Obligasi Pemerintah Aktiva dan hutang pajak penghasilan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan diterapkan pada periode aktiva atau kewajiban tersebut direalisasi atau diselesaikan. berdasarkan tarif pajak yang berlaku.818 61.334.3) 10.955 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 10. aktiva dan hutang pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer (temporary differences) antara nilai aktiva dan kewajiban yang tercatat di neraca dengan dasar pengenaan pajak atas aktiva dan kewajiban tersebut setiap tanggal pelaporan.854 8. Penyisihan kerugian atas kasus hukum e.3) 5.986 4.633 410 9.693 79. Laba per saham pada tahun 2006 adalah sebesar Rp 119.056 2.421 miliar pada tahun 2006.9 (0. Jumlah rata-rata tertimbang lembar saham beredar yang digunakan sebagai pembagi dalam menghitung laba per saham pada tahun 2006 sebanyak 20.714 4.651 20.786 13.517 39.932 6.118 2.422 6.031 90.345 miliar pada tahun 2006 dan kenaikan pendapatan operasional lainnya dari Rp 2. Pos-pos yang dapat dikategorikan sebagai perbedaan temporer (temporary differences) adalah: a.5 - Diperdagangkan - Tersedia untuk Dijual - Dimiliki hingga jatuh tempo Kredit yang diberikan - Performing - Non Performing Penyisihan Penghapusan Kredit – Neto Total Simpanan–Non Bank - Giro - Tabungan -  Deposito Berjangka & Sertifikat Deposito Ekuitas Laba per saham Nilai buku per saham Pendapatan Non Operasional Bersih Pendapatan Non Operasional Bersih menurun dari sebesar Rp 45 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 120 miliar pada tahun 2006.429 1. Laba bersih untuk tahun 2006 meningkat sebesar 301.1 (1.6% menjadi Rp 1. Nilai Buku per saham Bank Mandiri per 31 Desember 2006 meningkat 12. Penyisihan untuk Pajak Penghasilan Penyisihan pajak penghasilan menurun sebesar 35% dari Rp 629 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 409 miliar pada tahun 2006. sedangkan pada 31 Desember 2005 sebesar Rp 2.5% dari Rp 603 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 2.289 46.6 6.598) 11.735 (1.095 106.5) 21.054 4.282 205.2 27.442 19.719 61.295 miliar.203) 9.671 98.648 834 28.362 267.

4 4. Pada tanggal 31 Desember 2006. sedangkan obligasi bunga mengambang memiliki tingkat suku bunga sebesar tingkat suku bunga SBI 3 (tiga) bulan. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 10.15% sampai 15. Per 31 Desember 2006 porsi obligasi bunga mengambang sebesar 95.973 miliar pada tanggal 31 Desember 2006.517 miliar pada 31 Desember 2006.330 miliar. Peningkatan tersebut terutama disebabkan meningkatnya penempatan pada Bank Indonesia dari Rp 35. Obligasi Pemerintah yang diperdagangkan dan tersedia untuk dijual. Pada tahun 2006.4 100. keuntungan yang belum direalisasi atas Obligasi Pemerintah sebesar Rp 101 miliar meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar rugi Rp 66 miliar.2% dari Rp 6.016 26. dinilai berdasarkan nilai wajar (fair value) setiap KREDIT YANG DIBERIKAN 44.6% 05 40. Bank Mandiri membukukan keuntungan atas penjualan Obligasi Pemerintah sebesar Rp 43 miliar.027 miliar pada tanggal 31 Desember 2005 menjadi Rp 4.0% 49.648 100.703 28.648 miliar (nilai wajar).043 miliar per 31 Desember 2005 menjadi Rp 35. Surat Berharga yang dimiliki Surat Berharga yang dimiliki–bersih mengalami sedikit kenaikan dari Rp 4.424 miliar pada tanggal 31 Desember 2006.5% 05 06 Rasio kredit terhadap total aktiva Rasio pendapatan bunga kredit terhadap total pendapatan bunga bulannya sedangkan untuk Obligasi Pemerintah yang dimiliki hingga jatuh tempo dicatat berdasarkan harga perolehan. obligasi bunga tetap memiliki tingkat suku bunga antara 13.9% 1–5 tahun 30. terutama disebabkan penurunan penempatan pada Bank lain dari Rp 15.0% dari total aktiva bank.579 miliar pada tanggal 31 Desember 2006. Atas portfolio tersebut.477 miliar pada tanggal 31 Desember 2005 menjadi Rp 14. Sedangkan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) pada tanggal 31 Desember 2006 mengalami kenaikan sebesar 121.031miliar pada tanggal 31 Desember 2006. Obligasi tersebut terdiri dari obligasi bunga tetap dan obligasi bunga mengambang.Obligasi Pemerintah Berdasarkan portfolio dan suku bunga Tersedia untuk Dimiliki hingga Diperdagangkan Dijual jatuh tempo Total Rp miliar % dari total Suku Bunga Tetap Suku Bunga Mengambang Total % dari total 784 50 834 0.9% dari total aktiva Bank.6 95.875 miliar per 31 Desember 2006.383 miliar pada tanggal 31 Desember 2005 menjadi Rp 267.150 86.745 61.58% per tahun. Jumlah Obligasi Pemerintah yang dijual selama tahun 2006 sebesar Rp 1.350 59.9% 5–10 tahun 66.693 miliar.909 miliar per 31 Desember 2006. Kas dan Penempatan pada Bank Indonesia Kas dan penempatan pada Bank Indonesia meningkat sebesar 6. yang merupakan 33. Giro pada Bank Indonesia meningkat dari Rp 20.0 Berdasarkan jatuh tempo 0% Kurang dari 1 tahun 2.348 miliar pada tanggal 31 Desember 2005 menjadi Rp 9.671 miliar atau 44.852 miliar (nilai nominal).1% 06 pembahasan umum & analisis manajemen 43 .498 90.4% dari total portfolio Obligasi Pemerintah.566 miliar per 31 Desember 2005 menjadi Rp 39.7 1.6% dari Rp 263. Giro dan Penempatan pada Bank Lain Giro dan Penempatan pada Bank Lain menurun sebesar 37.3 % dibandingkan dengan 31 Desember 2005 yaitu sebesar Rp 106. jumlah kredit yang diberikan bruto Bank Mandiri secara konsolidasi adalah sebesar Rp 117.2% dari Rp 37.9% dari Rp 16.0 4.305 miliar pada tanggal 31 Desember 2005 menjadi Rp 21.719 31.9 2. Sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. 43.054 miliar pada tanggal 31 Desember 2005 menjadi Rp 9.2% Lebih dari 10 tahun Jumlah aktiva mengalami sedikit kenaikan yaitu sebesar 1.095 67. Obligasi Pemerintah Per 31 Desember 2006 Bank Mandiri memiliki Obligasi Pemerintah sebesar Rp 90.

398) (4.650 (1.599 522 22 0 0 0 0 22 0 10.154 80.6 1.257) (2.350 26.339 78.898 109.9 2.946 720 206 9.1 6.076 2.583 853 0.677 Subtotal Commercial Non performing loan Small & Micro 1 2 3 4 5 18.564 29.2 0.6 4.429 6.287) 18.132 91 2.1 0.090 17.060 535 203 24.064 18.8 10.579 2.752 824 71 7.628 69.1 59 117 677 10.071 (1.378 2 3 4 5 Subtotal Corporate Non performing loan Commercial 32.5 75.985 4.132 2 3 4 5 Subtotal Consumer Non performing loan Total Kredit 1.6 3.945 80 110 332 12.624 27.308 1.635 2.7 8.702 1 20.9 1.685 19.5 2.1 2.945 15.6 32.1 1 10.313 19.0 53.6 0.617 22.476) 1.4 9.548 853 31 4 0 0 0 35 0 8.552 4.627 4.391 13.933 309 20 3.621 11.0 10.615 60.465 5.818 (6.990 21.347) 90.953 9.2 Rp miliar 26.373 886 185 3 7.2 2.380 44 pembahasan umum & analisis manajemen .4 80 110 332 522 0.8 1.237 12.1 12.263 4.Dibawah ini kami sajikan pertumbuhan kredit performing dan non performing (bank saja) selama tahun 2006 sebagai berikut: Kredit berdasarkan segmentasi Bersama ini kami sajikan rincian kredit yang diberikan berdasarkan segmentasi pada 31 Desember 2006 (bank saja) sebagai berikut: Baki Debet Segmen Corporate Kol Rupiah Valas Total % Kredit Performing Saldo 31 Desember 2005 Downgrade ke NPL Upgrade dari NPL Net disbursement Pengaruh kurs Saldo 31 Desember 2006 Kredit Non Performing Saldo 31 Desember 2005 Downgrade ke NPL Upgrade dari NPL Penerimaan kembali Penghapusbukuan Net disbursement Pengaruh kurs Saldo 31 Desember 2006 Rp miliar 73.387 59 117 677 10.818) 6.5 1 2 3 4 5 Subtotal Small & Micro Non performing loan Consumer 8.257 17.482 33.613 49.8 6.539 (4.5 1.360 5.

4 12.758 pembahasan umum & analisis manajemen 45 .336 20.3 1.484 2.8% 25. Skema & jumlah kredit yang direstrukturisasi tahun 2005 & 2006 2005 2006 Rp miliar % Kredit jangka panjang dengan opsi saham (KJPOS) Fasilitas kredit tambahan Perpanjangan jangka waktu kredit Perpanjangan jangka waktu & penurunan suku bunga Perpanjangan jangka waktu & skema restrukturisasi lain-lain Jumlah 1 1.568 511 9.427 miliar.411) 1.d < 1.255 18.0% 12.456 (817) 456 22.7 21. MUTASI KREDIT YANG TELAH DIHAPUSBUKU TAHUN 2005 & 2006 (BANK SAJA) (Rp miliar) 2005 2006 Saldo awal tahun Penghapusbukuan Penerimaan kembali (1) Lain-Lain (2) Saldo akhir tahun 21.677 14.9% 24. Portfolio kredit yang telah dihapusbuku tersebut tidak dicatat dalam laporan keuangan.427 5.1 100 Catatan: 1 Skema restrukturisasi lain-lain terutama terdiri dari penurunan tingkat suku bunga.8% 24.d < 500 >= 500 s.370 5.8% 11.587 12.000 >= 1.991 24.5% 17.8% atau Rp 20.622 4.738 2.0% 15.380 5.476 miliar (bank saja) dan menerima kembali kredit yang telah dihapusbukukan sebesar Rp 3.527 1.9% 38.7% dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2005 yaitu Rp 19.758 miliar.1% Kredit yang direstrukturisasi Dari total kredit yang diberikan per 31 Desember 2006.622 22.557 1.427 1.411 miliar (termasuk pencatatan kembali kredit yang telah dihapusbuku sebesar Rp 2.859 5. Kredit yang dihapusbukukan Pada tahun 2006.914 7.914 miliar merupakan kredit yang direstrukturisasi.5 57.914 * Termasuk pembayaran sebagian.484 39.d < 100 >= 100 s.716 109.810 11.000 TOTAL 305.004 28. Mutasi kredit yang direstrukturisasi selama tahun 2006 Saldo Awal Tambahan restrukturisasi Pembayaran Penghapusbukuan Lain-lain* Saldo akhir Rp miliar 19.064 4.749 4.435 123 26 2 1 39. Saldo kredit yang dihapusbukukan per 31 Desember 2006 sebesar Rp 24.5% 22.362 1.240 19.754 5.tabel komposisi kredit (berdasarkan angka bank) per 31 Desember 2006 Jumlah Rekening NPL Ukuran Kredit (Rp miliar) Total Rekening % Total Jumlah Saldo (Rp miliar) NPL % < 25 >= 25 s. Bank Mandiri menghapusbukukan kredit yang diberikan sebesar Rp 4. selisih kurs karena penjabaran mata uang asing dan fluktuasi kredit modal kerja.0% 17.5% 11.573 (10. sebesar 17.701) (721) 7. penjadualan kembali bunga yang tertunggak dan perpanjangan jangka waktu pembayaran bunga tertunggak.518 319 12.336 miliar) dari kredit yang telah dihapusbukukan sebelum dan selama tahun 2006.812 502 149 17 4 306.071 24.476 (3.529 20. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 7.

2% dan 6.962 7.6% Deposito berjangka & Sertifikat Deposito 23.9% dari Rp 47. Kenaikan ini terutama disebabkan meningkatnya saldo laba dari Rp 4.412 57.793 24.955 5.726 miliar menjadi Rp 96.614 40.249 24.9% Tabungan 54.911 2.215 miliar pada tanggal 31 Desember 2005 menjadi Rp 26.5% menjadi 53.304 miliar.5% dari Rp 23.771 160 807 209 12 3.893 27.113 miliar pada tanggal 31 Desember 2006.7% Giro 29.6% Simpanan Pada 31 Desember 2006 jumlah simpanan sedikit mengalami penurunan dari sebesar Rp 206.4%.050 16.680 21. sedangkan deposito berjangka mengalami penurunan sebesar 7.706 46 pembahasan umum & analisis manajemen .708 miliar.155 4.816 120.378 8. Ekuitas Total ekuitas mengalami peningkatan sebesar 13.2% dari Rp 46.410 miliar menjadi Rp 48.774 4.121 4. komposisi simpanan per 31 Desember 2005 dan 2006 Jenis Simpanan 2005 Jenis Simpanan 2006 22.0%.142 52.5% Giro 22. yang diimbangi dengan meningkatnya Tabungan sebesar 27.591 miliar.6% dibandingkan dengan periode sebelumnya.3% Tabungan 47% Deposito berjangka & Sertifikat Deposito Komposisi simpanan ( bank saja) berdasarkan segmentasi per 31 Desember 2006 Simpanan Valuta Giro Deposito Tabungan Rp miliar Total Corporate Jumlah Commercial Jumlah Consumer Jumlah Rp Valuta Asing Rp Valuta Asing Rp Valuta Asing 18. Bank mencatat selisih antara nilai pokok kredit dengan harga pembelian sebagai penyisihan penghapusan aktiva produktif.068 6.813 miliar. Sepanjang telah dilakukan pengikatan kredit baru atas kredit tersebut.656 52.567 111.278 1.165 19.890 8.496 3. Penurunan tersebut terutama disebabkan menurunnya deposito berjangka yang cukup signifikan sebesar 14.204 12.050 86 379 139 11 Kolektibilitas kredit yang dibeli dari BPPN per 31 Desember 2005 dan 2006 Kolektibilitas 2005 Rp miliar 2006 Lancar Dalam Perhatian Khusus Kurang Lancar Diragukan Macet Total NPL 631 436 571 156 2.977 4.771 77.291 56. giro dan tabungan mengalami kenaikan masing-masing sebesar 1.614 57. Sehingga. Rasio dana murah terhadap total simpanan meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang semula 45. Giro mengalami peningkatan sebesar 5.Kredit yang dibeli dari BPPN Termasuk dalam saldo kredit yang diberikan per 31 Desember 2006 adalah kredit yang dibeli dari BPPN sebesar Rp 3.073 6 500 3.005 miliar pada tanggal 31 Desember 2005 menjadi Rp 6.3% dari Rp 112.341 miliar pada tanggal 31 Desember 2006.024 12.525 6.415 15. berdasarkan komposisi simpanan per 31 Desember 2006.289 miliar menjadi Rp 205.153 miliar menjadi Rp 60. Kredit yang dibeli dari BPPN pada 31 Desember 2005 & 2006 (Rp miliar) No Keterangan 2005 2006 1 2 3 4 5 Baki Debet Pendapatan yang ditangguhkan PPAP Pendapatan bunga & pendapatan lain yang terkait dengan kredit yang dibeli dari BPPN Tambahan penyediaan dana 4.6% 471 2.050 miliar.

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Pada tahun 2006 arus kas keluar bersih dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 2. pembelian surat berharga dengan janji dijual kembali sebesar Rp 187 miliar.496 per lembar saham atau secara total masing-masing sebesar Rp 302 miliar dan Rp 2.644 miliar.190 miliar. transaksi penjualan dengan janji dibeli kembali serta outright sales. arus kas masuk bersih dari aktivitas operasi adalah sebesar Rp 12.380 miliar.995 miliar yang di antaranya digunakan untuk membayar pinjaman yang diterima sebesar Rp 3.638 miliar terutama berkaitan dengan kenaikan surat-surat berharga yang dikategorikan sebagai tersedia untuk dijual dan dimiliki hingga jatuh tempo sebesar Rp 6.497 miliar. yang diimbangi dengan arus kas keluar dari beban bunga sebesar Rp 15. dan peningkatan jumlah simpanan terutama giro dan tabungan. Juni 2007.419 miliar. Arus Kas dari Aktivitas Operasi Pada tahun 2006. penempatan pada pasar uang antar bank.759 miliar.3% 27. untuk mengantisipasi penarikan simpanan dalam jumlah besar oleh nasabah.414 miliar.553 57. Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan serta tantiem sebesar Rp 2.853 dan Rp 130. Pada tahun 2005. pemberian kredit dan pembayaran kembali pinjaman yang diterima. giro pada bank-bank lain. cadangan umum serta Dana Program Bina Lingkungan.359 miliar dan peningkatan giro dan tabungan sebesar Rp 17.121 miliar serta penurunan tabungan sebesar Rp 6. Bank Mandiri juga mempertahankan cadangan likuiditas. arus kas masuk bersih dari aktivitas operasi adalah sebesar Rp 9.122 30.7% 21. Pada tahun 2005. Bank Mandiri telah memanfaatkan pasar uang antar bank.2% 52. serta biaya umum dan administrasi). di mana kredit yang diberikan memberikan pendapatan sebesar Rp 11. Pada tahun 2006. Arus Kas dari Aktivitas Investasi Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi pada tahun 2006 adalah sebesar Rp 7. Selain itu. penerimaan dari eksekusi hak opsi saham sebesar Rp 415 miliar serta pembayaran dividen dan Dana Program Bina Lingkungan sebesar Rp 314 miliar. pembelian kembali surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali sebesar Rp 867 miliar.319 miliar. arus kas keluar bersih dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 8. pembahasan umum & analisis manajemen 47 .2% 19. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi pada tahun 2005 adalah sebesar Rp 3. dan pembayaran biaya operasional (termasuk biaya gaji dan tunjangan. meskipun mengalami arus kas keluar dari deposito berjangka.554 miliar terutama berasal dari pendapatan bunga sebesar Rp 19.783 miliar. Arus kas dari dana pihak ketiga juga secara signifikan mempengaruhi posisi likuiditas bank.860 miliar dengan janji untuk dibeli kembali pada bulan Januari 2007.628 miliar.928 miliar serta penurunan Obligasi Pemerintah yang dikategorikan sebagai tersedia untuk dijual dan dimiliki hingga jatuh tempo sebesar Rp 1.589 29. yang biasanya berjumlah lebih besar daripada Giro Wajib Minimum Bank Indonesia. pembayaran dividen.POSISI LIKUIDITAS BANK MANDIRI per 31 DESEMBER 2005 & 2006 2005 Rp miliar 2006 Aktiva Lancar (1) Obligasi Pemerintah yang dimiliki untuk diperdagangkan dan tersedia untuk dijual Rasio kredit terhadap simpanan (2) Aktiva lancar terhadap jumlah aktiva Aktiva lancar terhadap simpanan (2) 56. yang diimbangi dengan arus kas keluar dari beban bunga sebesar Rp 11. Arus kas masuk bersih juga dipengaruhi oleh penerimaan provisi dan komisi sebesar Rp 2. Bank Mandiri telah melaksanakan pembayaran dividen tahun buku 2005 dan 2004 masing-masing sebesar Rp 14.880 miliar. Arus kas masuk bersih juga dipengaruhi oleh penerimaan provisi dan komisi sebesar Rp 2.535 miliar. Pendistribusian laba bersih tahun 2005 yang dilaksanakan pada tahun 2006 adalah pembayaran dividen. penempatan pada Bank Indonesia.6% Catatan: (1) Aktiva lancar terdiri dari: kas.891 miliar terutama berkaitan dengan penurunan surat-surat berharga yang dikategorikan sebagai dimiliki hingga jatuh tempo dan tersedia untuk dijual sebesar Rp 1. tambahan pemberian kredit sebesar Rp 12.522 miliar. Bank Mandiri telah menjual Obligasi Pemerintah sebesar Rp 1.874 miliar serta penurunan deposito berjangka sebesar Rp 15. komisi dan provisi. giro pada Bank Indonesia. Sumber Modal dan Likuiditas Kegiatan usaha Bank Mandiri selama tahun 2006 sebagian besar didanai oleh kombinasi penerimaan dari pendapatan bunga atas kredit yang diberikan.7% 25.961 51. Bank Mandiri juga menggunakan portfolio Obligasi Pemerintah untuk mendukung likuiditas dan meningkatkan aktiva produktif melalui collateral fund borrowing. Bank Mandiri menggunakan sebagian besar dananya untuk pembayaran beban bunga atas dana pihak ketiga dan pinjaman yang diterima. Nopember 2009 dan Mei 2010.678 miliar serta pembelian aktiva tetap sebesar Rp 264 miliar yang diimbangi dengan penerimaan dari penjualan aktiva tetap sebesar Rp 65 miliar. penjualan Obligasi Pemerintah. Januari 2008.042 miliar yang antara lain digunakan untuk membayar pinjaman yang diterima sebesar Rp 1.240 miliar terutama berasal dari pendapatan bunga sebesar Rp 25.210 miliar dan peningkatan giro dan deposito berjangka sebesar Rp 31. pembayaran pinjaman subordinasi sebesar Rp 245 miliar.035 miliar.935 miliar. di mana kredit yang diberikan memberikan pendapatan sebesar Rp 10. bank dan lembaga keuangan lain. Bank Mandiri memiliki arus kas masuk dari peningkatan jumlah tabungan dan giro. serta surat-surat berharga (tidak termasuk Obligasi Pemerintah) dalam portfolio diperdagangkan dan tersedia untuk dijual) (2) Simpanan tidak termasuk simpanan dari bank lain.760 miliar. pembayaran pinjaman subordinasi sebesar Rp 2. tambahan pemberian kredit sebesar Rp 15.

890 3.7% 107.747 KOLEKTIBILITAS KOMITMEN & KONTINJENSI PER 31 DESEMBER 2005 & 2006 2005 Rp miliar 2006 RASIO KEUANGAN LAINNYA (BANK SAJA) Rasio 2005 2006 Performing Non Performing 15. Komitmen dan Kontinjensi yang mempunyai risiko kredit per 31 desember 2005 & 2006 2005 Rp miliar 2006 Rupiah: Letters of Credit yang tidak dapat dibatalkan Bank Garansi yang diterbitkan Standby Letters of Credit 4.0% 11.489 15. komputer & perangkat lunak Kendaraan Jumlah 05 06 05 06 05 06 05 06 Komitmen & Kontinjensi Jumlah Komitmen & Kontinjensi yang mempunyai risiko kredit per 31 Desember 2006 mengalami penurunan sebesar 5.0% 0.3% 2.1% 0.024 4.0% 0.639 604 3.0% 95.0% 0. komputer dan perangkat lunak dan Rp 45 miliar untuk lain-lain.401 Mata uang asing: Letters of Credit yang tidak dapat dibatalkan Bank Garansi yang diterbitkan Standby Letters of Credit 3.236 4.251 639 14. sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia.3% 6.696 3. Rp 438 miliar untuk peralatan kantor.2% dibandingkan dengan tahun 2005.0% 0.0% 0.867 10.1% 103.065 4.797 892 3. Penyisihan penghapusan komitmen dan kontinjensi yang telah dibentuk pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 masing-masing sebesar Rp 514 miliar dan Rp 594 miliar.535 2. RASIO KEUANGAN LAINNYA (BANK SAJA) Tabel berikut menyajikan rasio keuangan lainnya. BELANJA MODAL KONSOLIDASI TAHUN 2005 & 2006 (Rp miliar) 264 412 192 337 64 68 11 4 Tanah & bangunan Peralatan kantor.5% Catatan: (1)  B  eban operasional termasuk beban bunga & beban PPAP serta beban penyisihan lainnya dibagi pendapatan operasional termasuk pendapatan bunga (2) Perhitungan devisa netto termasuk akun neraca dan rekening administratif 48 pembahasan umum & analisis manajemen . Penurunan tersebut terutama disebabkan menurunnya komitmen & kontinjensi dalam valuta asing.557 11.426 15.6% 8.0% 0.926 139 Aktiva Produktif Bermasalah Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif terhadap Aktiva Produktif Pemenuhan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (1) Persentase Pelanggaran BMPK - Pihak Terkait - Pihak Tidak Terkait Persentase Pelampauan BMPK - Pihak Terkait - Pihak Tidak Terkait Giro Wajib Minimum Rupiah Posisi Devisa Netto (2) 12.0% 0.0% 11.7% 4.3% 6.Belanja Modal Bank Mandiri menganggarkan belanja modal sekitar Rp 500 miliar pada tahun 2007. yang terdiri dari: Rp 17 miliar untuk perluasan jaringan cabang dan renovasi.8% 90.

8/4/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum beserta PBI No. Bank Mandiri berhasil meraih dua penghargaan dari Asiamoney yaitu The Best Corporate Governance Award dan The Best Disclosure & Transparency yang penghargaannya diserahkan pada tanggal 24 Januari 2007. 8/4/PBI/2006 yang mengharuskan Bank untuk melakukan penilaian sendiri secara internal (internal self assessment) terhadap pelaksanaan GCG. Komite Audit.GOOD CORPORATE GOVERNANCE Komisaris dan Direksi Bank Mandiri berkomitmen untuk menegakkan sistem perbankan yang sehat dan kuat di Indonesia dan mentransformasi Bank Mandiri menjadi bank publik terkemuka (Blue Chip Company) di kawasan Asia Tenggara (Regional Champion Bank). Hasil penilaian yang dilakukan oleh IICG sejak Maret 2006 telah diumumkan pada bulan Desember 2006. yaitu Standard and Poor’s. akuntabilitas. pertanggungjawaban manajemen dan direksi. Dalam sosialisasi kepada Unit Kerja Kantor Pusat dan Wilayah. Komite GCG telah melakukan survei dengan menggunakan metode tersebut. intranet Bank Mandiri yang dapat diakses oleh seluruh pegawai Bank Mandiri. Penerapan prinsip secara baik akan meningkatkan kepercayaan investor dan merupakan nilai tambah bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. Disamping itu. perlakuan terhadap pemegang saham serta hubungan dengan investor. dan media komunikasi lainnya sehingga diharapkan pelaksanaan GCG di Bank Mandiri dapat mudah diketahui oleh seluruh pemangku kepentingan. Pembentukan Komite GCG di level Komisaris sejalan dengan tugas Komisaris dalam melakukan pengawasan atas jalannya pengurusan perseroan oleh Direksi termasuk memantau efektivitas implementasi GCG beserta praktekpraktek terbaik. Survei tersebut dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana prinsip-prinsip dan praktek-praktek terbaik GCG telah diterapkan oleh Bank Mandiri. 5. Penilaian Penerapan Good Corporate Governance Untuk memastikan adanya peningkatan kualitas penerapan GCG secara berkesinambungan ke dalam proses bisnis.’ Peringkat ini telah mengalami peningkatan yang signifikan dari CGPI 2004 yaitu peringkat keenam. dalam training/workshop. Sebelum dikeluarkannya PBI No. efisiensi dan pelayanan kepada stakeholders. Bank Mandiri percaya bahwa penerapan prinsipprinsip dan praktek-praktek terbaik GCG yang konsisten akan memberikan manfaat baik bagi Bank maupun para pemangku kepentingan lainnya dengan: 1. 2. Asiamoney menanyakan beberapa hal. Direksi. Kepada para responden. Peraturan BAPEPAM. untuk good corporate governance 49 . Disamping itu. Bank Mandiri mendapat peringkat runner-up untuk kategori sektor keuangan dengan predikat ‘terpercaya. diskusi rutin yang diselenggarakan oleh perusahaan-perusahaan BUMN dan seminar GCG berskala nasional maupun internasional. sosialisasi dilakukan juga melalui pemuatan materi GCG dalam Laporan Tahunan Bank Mandiri. Survei Dengan Metode Self AssesSment Sebelum dikeluarkannya PBI No. Sosialisasi Good Corporate Governance Sosialisasi prinsip-prinsip dan praktek-praktek terbaik GCG serta kebijakan terkait lainnya. seluruh anggota Komite GCG terlibat secara langsung dalam menyiapkan dan menyampaikan materi sosialisasi. Tujuan sosialisasi adalah agar seluruh jajaran Bank dapat memahami dan melaksanakan prinsipprinsip dan praktek-praktek terbaik GCG dalam menjalankan tugas.8/4/PBI/2006. Terlindunginya Bank dari intervensi eksternal dan tuntutan hukum. antara lain melalui forum-forum Corporate Governance seperti Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG). kunjungan ke wilayah-wilayah.  Meningkatnya kinerja Bank. Department Head.  Mengembalikan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Bank Mandiri sebagai Bank Umum yang merupakan BUMN. maka responden internal Bank Mandiri yang dilibatkan dalam survei adalah Komisaris. Agar hasil survei dapat mewakili seluruh jajaran di Bank Mandiri. Pembentukan Komite Good Corporate Governance Bank Mandiri telah menyadari pentingnya penerapan GCG sebelum dikeluarkannya PBI No. Hal ini terbukti dengan telah dibentuknya Komite Good Corporate Governance di level Komisaris pada tanggal 18 Juli 2005.  Mempermudah perolehan dana pembiayaan yang lebih murah yang pada akhirnya akan meningkatkan shareholder’s values. Manajemen berkeyakinan bahwa penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) merupakan salah satu prasyarat mutlak dalam proses transformasi ini. sejak tahun 2003 Bank Mandiri setiap tahun menugasi lembaga independen untuk melakukan penilaian terhadap impementasi GCG. Group Head.  Meningkatnya kesungguhan manajemen dalam menerapkan prinsip-prinsip keterbukaan. antara lain adalah masalah keterbukaan dan transparansi. Secara keseluruhan Bank Mandiri menempati posisi ketiga dalam 10 Good Corporate Governance Perception Index 2006. serta para Manager di Wilayah dan Cabang. antara lain sosialisasi secara langsung melalui Forum Sosialisasi di Kantor Pusat.  Meningkatnya minat dan kepercayaan investor. Selain itu. focus group. Dalam penilaian yang diikuti beberapa bank dan perusahaan non-keuangan. 8/4/PBI/2006 tersebut. merupakan Badan hukum yang highly regulated sehingga implementasi GCG beserta praktek-praktek terbaiknya di Bank Mandiri mengacu tidak hanya pada aturan Bank Indonesia. dengan status perusahaan publik dan perusahaan terbuka. maupun sosialisasi melalui media. dan melalui Knowledge-Based Management System (KMS). seperti buletin internal Bank Mandiri. Selain sosialisasi kepada pihak internal. PricewaterhouseCoopers dan The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG). 117/M-MBU/2002 tentang Penerapan Praktek Good Corporate Governance Pada BUMN serta peraturan BUMN terkait. seperti corporate values dan corporate behaviours dilaksanakan kepada seluruh jajaran Bank Mandiri melalui berbagai cara. 6. 3. 4. sosialisasi dilakukan pula kepada pemangku kepentingan lainnya. kewajaran dan kehati-hatian dalam pengelolaan Bank. independensi. forum investor. situs Bank Mandiri. Audit Internal. dan Pedoman Good Corporate Governance yang dikeluarkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG). 8/14/PBI/2006 tentang Perubahan atas PBI No. Keputusan Menteri BUMN No. tanggung jawab. tetapi juga pada Undang-undang Perseroan Terbatas.

memperoleh pandangan yang lebih objektif, maka selain responden internal ditetapkan pula responden dari pihak eksternal Bank Mandiri, yang terdiri dari para pejabat di Bapepam, BEJ dan BES, investor, rekanan, vendor dan pihak lain yang dianggap kompeten untuk memberikan penilaian terhadap implementasi GCG di Bank Mandiri. Penghargaan lainnya yang Diperoleh Di samping prestasi dan penghargaan yang telah disebutkan di atas Bank Mandiri juga memperoleh penghargaan dari Badan Sertifikasi Lloyd’s Register Indonesia berupa sertifikat ISO 9001: 2000 untuk Bidang Compliance dan Treasury Operation Department-Central Operations Group. Prinsip-prinsip Good Corporate Governance di Bank Mandiri: a. Keterbukaan (Transparency) •  Bank mengungkapkan informasi secara tepat waktu, memadai, jelas, akurat dan dapat diperbandingkan serta dapat diakses oleh stakeholders sesuai dengan haknya. • Informasi tersebut meliputi visi, misi, sasaran usaha, strategi Bank, kondisi keuangan, susunan dan kompensasi pengurus, pemegang saham pengendali, cross shareholding, pejabat eksekutif, pengelolaan risiko, sistem pengawasan dan pengendalian intern, status kepatuhan, sistem dan implementasi GCG serta informasi dan fakta material yang dapat mempengaruhi keputusan pemodal. •  Prinsip keterbukaan itu tetap memperhatikan ketentuan rahasia bank, rahasia jabatan dan hak-hak pribadi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. • Kebijakan bank harus tertulis dan dikomunikasikan kepada stakeholders yang berhak memperoleh informasi tentang kebijakan tersebut. Bank Mandiri menyampaikan laporan kepada Bank Indonesia, Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK), Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya, serta mengumumkan kepada publik mengenai

terjadinya suatu peristiwa, informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga atau nilai efek atau keputusan investasi pemodal secara tepat waktu dan obyektif berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. PBI No.8/4/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum beserta perubahannya PBI No.8/14/PBI/2006 tentang Perubahan atas PBI No.8/4/PBI/2006 mewajibkan Bank Mandiri untuk melaporkan pelaksanaan GCG pada setiap akhir tahun buku dimulai pertama kali untuk posisi laporan akhir Desember 2007. b. Akuntabilitas (Accountability) •  Bank menetapkan tanggung jawab yang jelas dari masing-masing organ Bank yang selaras dengan visi, misi, sasaran usaha dan strategi Bank dan menetapkan kompetensi kepada organ tersebut sesuai tanggung jawab masing-masing. •  Dalam pengelolaannya, Bank menetapkan check and balance system. •  Bank juga memiliki ukuran kinerja dari semua jajaran berdasarkan ukuran yang disepakati konsisten dengan nilai perusahaan (corporate values), sasaran usaha dan strategi bank serta memiliki reward and punishment system. •  Bank meyakini bahwa semua organ organisasi Bank mempunyai kompetensi sesuai dengan tanggung jawabnya dan memahami perannya dalam implementasi GGC. c. Tanggung Jawab (Responsibility) •  Bank berpegang pada prinsip kehatihatian (prudential banking practices) dan menjamin kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. •  Bank sebagai good corporate citizen peduli terhadap lingkungan dan melaksanakan tanggung jawab sosial secara wajar. d. Independensi (Independency) •  Bank menghindari terjadinya dominasi yang tidak wajar oleh stakeholders manapun dan tidak terpengaruh oleh kepentingan sepihak serta terbebas dari benturan kepentingan (conflict of interest). •  Bank mengambil keputusan secara obyektif dan bebas dari segala tekanan dari pihak manapun.

e. Kewajaran (Fairness) •  Bank memperhatikan kepentingan seluruh stakeholders berdasarkan asas kesetaraan dan kewajaran (equal treatment). •  Bank memberikan kesempatan kepada seluruh stakeholders untuk memberikan masukan dan menyampaikan pendapat bagi kepentingan Bank serta mempunyai akses terhadap informasi sesuai dengan prinsip keterbukaan. Dalam rangka menerapkan prinsip kewajaran (Fairness) Bank Mandiri memperhatikan hak-hak dan perlakuan yang sama terhadap semua pemegang saham sesuai dengan klasifikasi. Sebagai perusahaan publik, Bank memperhatikan kepentingan pemegang saham minoritas, yang antara lain diwujudkan dalam: a.  Memberikan hak kepada pemegang saham yang mewakili sekurang-kurangnya 1/10 bagian dari jumlah saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan untuk mengajukan usulan. b.  Jika terdapat transaksi benturan kepentingan sesuai dengan Peraturan Bapepam No. KEP-32/PM/2000 tentang Perubahan Peraturan No. IX.E.1 Tentang Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu, maka harus disetujui oleh para Pemegang Saham Independen atau wakil mereka yang diberi wewenang untuk itu dalam RUPS. c. Apabila terdapat transaksi material sesuai dengan Peraturan Bapepam No. KEP-02/ PM/2001 tentang Perubahan Peraturan No. IX.E.2 Tentang Transaksi Material, maka harus disetujui terlebih dahulu oleh RUPS. Struktur Corporate Governance Struktur Corporate Governance di Bank Mandiri adalah sebagai berikut: a. Komisaris Berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh pemegang saham, Komite Nominasi dan Remunerasi merekomendasikan calon Komisaris. Dari rekomendasi tersebut pemegang saham memilih Komisaris dalam RUPS melalui proses yang transparan. Demikian pula pemberhentian Komisaris hanya bisa dilakukan oleh pemegang saham dalam RUPS.

50

good corporate governance

Karena Bank Mandiri adalah suatu Badan Usaha Milik Negara yang juga merupakan perusahaan publik, Anggaran Dasar Bank menetapkan bahwa pengangkatan Komisaris oleh RUPS harus disetujui oleh pemegang saham Dwiwarna Seri A (Negara Republik Indonesia). Lebih lanjut Anggaran Dasar menegaskan bahwa hanya pemegang saham Dwiwarna Seri A yang berhak mengajukan pencalonan Komisaris dan Direktur kepada RUPS. Calon-calon tersebut efektif setelah mereka lulus fit and proper test Bank Indonesia. PBI nomor 8/4/PBI/2006 mengatur bahwa anggota Komisaris suatu bank minimal 3 orang dan paling banyak sama dengan jumlah anggota Dewan Direksi. Sejak RUPS bulan Mei 2005, jumlah anggota Komisaris Bank Mandiri sebanyak tujuh orang. Tanggung jawab dan kewajiban Komisaris: a. Komisaris bertanggung jawab terhadap terlaksananya tugas Komisaris yang diatur dalam Anggaran Dasar Bank secara efektif dan efisien serta terpeliharanya efektivitas komunikasi antara Komisaris dengan Direksi, auditor eksternal dan otoritas pengawas bank dan pasar modal. b. Komisaris bertanggung jawab dalam mematuhi ketentuan perundang-undangan dan memantau efektivitas praktek GCG. c. Komisaris wajib melakukan tindak lanjut hasil pengawasan dan rekomendasi yang diberikan dalam hal terjadi penyimpangan terhadap perundang-undangan, anggaran dasar dan prudential banking practices. d. Komisaris memiliki Tata Tertib Komisaris yang mengikat dan ditaati oleh semua komisaris. Tata tertib tersebut antara lain mengatur mengenai Rapat Komisaris. e. Komisaris wajib mengungkapkan kepemilikan saham Bank maupun perusahaan lainnya sesuai peraturan pasar modal. f. Komisaris dilarang memanfaatkan Bank untuk kepentingan pribadi, keluarga, perusahaan atau kelompok usahanya dengan cara yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan kewajaran di bidang perbankan.

b. Komisaris Independen Keberadaan Komisaris Independen dimaksudkan untuk dapat mendorong terciptanya iklim dan lingkungan kerja yang lebih obyektif dan menempatkan kewajaran (fairness) dan kesetaraan di antara berbagai kepentingan termasuk kepentingan pemegang saham minoritas dan Stakeholders lainnya. Selaku Komisaris Independen dan Pihak Independen harus dapat terlepas dari benturan kepentingan (conflict of interest). Dalam rangka mendukung pelaksanaan GCG Bank, pemegang saham dalam RUPS menetapkan Komisaris Independen dengan jumlah dan persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan guna menjalankan tugas pengawasan terhadap Bank dan kelompok usaha Bank yang tidak melakukan kegiatan usaha Bank. Selain itu, dalam PBI No.8/14/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum disebutkan bahwa Komisaris Independen adalah anggota Komisaris yang tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Komisaris lainnya, Direksi dan/atau pemegang saham pengendali atau hubungan lain yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen. PBI tersebut juga mengatur bahwa paling kurang 50% dari jumlah anggota Komisaris adalah komisaris independen. Salah satu komisaris independen ditetapkan sebagai Ketua Komite Audit. Saat ini 4 (empat) dari 7 (tujuh) anggota Komisaris Bank Mandiri merupakan Komisaris Independen, salah satunya yaitu Ibu Gunarni Soeworo adalah Ketua Komite Audit. c. Komite-komite Di Bawah Komisaris Dalam menjalankan tugasnya, Komisaris membentuk komite-komite: 1. Komite Audit, membantu Komisaris dalam pengawasan atas hal-hal yang terkait dengan informasi keuangan, sistem pengendalian internal dan efektivitas pemeriksaan oleh auditor eksternal dan internal. 2. Komite Nominasi dan Remunerasi, membantu Komisaris dalam menjalankan

fungsi pengawasan atas hal-hal yang terkait dengan penetapan kualifikasi dan proses nominasi serta remunerasi Komisaris, Direksi dan para pejabat eksekutif. 3. Komite Kebijakan Risiko membantu Komisaris dalam menjalankan fungsi pengawasan kebijakan risiko usaha. 4. Komite GCG, membantu Komisaris dalam memberikan rekomendasi arah kebijakan implementasi prinsip-prinsip GCG. d. Direksi PBI No. 8/4/PBI/2006 menetapkan bahwa usulan penggantian dan/atau pengangkatan anggota Direksi oleh Komisaris kepada RUPS harus memperhatikan rekomendasi Komite Remunerasi dan Nominasi. Kemudian para pemegang saham berdasarkan rekomendasi tersebut memilih Direksi dalam RUPS yang terbuka dan transparan. Seperti halnya pemberhentian Komisaris, pemberhentian Direksi hanya bisa dilakukan oleh pemegang saham dalam RUPS. Karena Bank Mandiri adalah suatu Badan Usaha Milik Negara yang telah Terbuka, Anggaran Dasar Bank mengatur bahwa pengangkatan Direksi oleh RUPS harus disetujui oleh pemegang saham Dwiwarna Seri A (Negara Republik Indonesia). Lebih lanjut Anggaran Dasar mengatakan bahwa hanya pemegang saham Dwiwarna Seri A yang berhak mengajukan pencalonan kepada RUPS. Penunjukan tersebut efektif setelah Direksi terpilih lulus fit and proper test Bank Indonesia. Sesuai dengan PBI 8/4/PBI/2006 disebutkan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi: a.  Bertanggungjawab penuh atas pelaksanaan kepengurusan Bank. b.  Mengelola Bank sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Peraturan perundang-undangan yang berlaku. c.  Melaksanakan prinsip-prinsip Good Corporate Governance dalam setiap kegiatan usaha Bank pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi. d.  Menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari satuan kerja audit intern Bank, auditor eksternal, hasil pengawasan Bank Indonesia dan/atau hasil pengawasan otoritas lainnya.

good corporate governance

51

e. Membentuk satuan kerja: - Satuan Kerja Audit Intern - Satuan Kerja Manajemen Risiko dan Komite Manajemen Risiko - Satuan Kerja Kepatuhan f.  Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham. g.  Mengungkapkan kepada pegawai kebijakan Bank yang bersifat strategis di bidang kepegawaian. h.  Menyediakan informasi yang akurat, relevan dan tepat waktu kepada Komisaris. i.  Memiliki pedoman dan tata tertib kerja yang bersifat mengikat bagi setiap anggota Direksi. e. Hubungan Komisaris dan Direksi Hubungan kerja antara Komisaris dan Direksi adalah check and balances serta konsultatif. Komisaris dan Direksi sesuai dengan fungsinya masing-masing bertanggung jawab atas kelangsungan usaha Bank dalam jangka panjang. Hal ini tercermin pada: a. Terpeliharanya kesehatan Bank sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan kriteria yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. b. Terlaksananya dengan baik manajemen risiko maupun sistim pengendalian internal. c. Tercapainya imbal hasil yang wajar bagi pemegang saham. d. Terlindunginya kepentingan stakeholders secara wajar. e. Terpenuhinya implementasi GCG. f. Terlaksananya suksesi kepemimpinan dan kontinuitas manajemen di semua lini organisasi. Untuk dapat memenuhi tanggung jawab dan melaksanakan pola hubungan check and balances tersebut, Komisaris dan Direksi telah menyepakati hal-hal sebagai berikut: a.  Visi, misi dan nilai-nilai perusahaan b. Rencana jangka panjang, Strategi, Sasaran usaha, maupun rencana kerja dan anggaran tahunan. c. Kebijakan dalam memenuhi ketentuan perundang-undangan, anggaran dasar dan prudential banking practices termasuk komitmen untuk menghindari segala bentuk benturan kepentingan. d. Kebijakan dan metode penilaian kinerja Bank, unit-unit kerja dalam Bank dan personalianya.

Rapat Komisaris periode 1 Januari–31 Desember 2006
No Nama Jabatan Jumlah Rapat Tidak Hadir % hadir

1 2 3 4 5 6 7

Edwin Gerungan* Muchayat Soedarjono Richard Claproth Gunarni Soeworo* Pradjoto* Yap Tjay Soen*

Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris

27 27 27 27 27 27 27

1 2 2 6 5 17 2

96% 93% 93% 78% 81% 37% 93%

* Merupakan Komisaris Independen

Rapat Komite Audit Periode 1 Januari–31 Desember 2006
No Nama Jabatan Jumlah Rapat Tidak Hadir % hadir

1 2 3 4 5

Gunarni Soeworo Soedarjono Yap Tjay Soen Zulkifli Djaelani Imam Sukarno

Ketua Anggota Anggota Anggota Anggota

26 26 26 26 26

3 2 9 -

88% 92% 65% 100% 100%

Rapat Komite Kebijakan Risiko Periode 1 Januari–31 Desember 2006
No Nama Jabatan Jumlah Rapat Tidak Hadir % hadir

1 2 3 4 5

Soedarjono Gunarni Soeworo Edwin Gerungan Tama Widjaja Pardi Soedrajat

Ketua Anggota Anggota Anggota Sekretaris

9 9 9 6 9

2 1 -

100% 78% 89% 100% 100%

Rapat Komite GCG Periode 1 Januari–31 Desember 2006
No Nama Jabatan Jumlah Rapat Tidak Hadir % hadir

1 2 3 4 5

Muchayat Richard Claproth Yap Tjay Soen Anwar Isham Mustaslimah

Ketua Anggota Anggota Anggota Sekretaris

16 16 16 16 16

2 5 6 1 -

88% 69% 63% 94% 100%

Rapat Komite Nominasi dan Remunerasi Periode 1 Januari–31 Desember 2006
No Nama Jabatan Jumlah Rapat Tidak Hadir % hadir

1 2 3 4

Edwin Gerungan Muchayat Yap Tjay Soen Kustiawan

Ketua Anggota Anggota Sekretaris

7 7 7 7

-

100% 100% 100% 100%

Catatan: Ketidakhadiran dalam rapat terutama karena dinas.

52

good corporate governance

Group Head Human Capital sebagai Sekretaris Komite Nominasi dan Remunerasi.273 61. Sadikin* 84 84 84 84 84 84 51 51 51 51 51 14 10 18 5 7 9 5 8 4 15 5 83% 88% 79% 94% 92% 89% 90% 84% 92% 71% 90% e. DIRUT/107/2006 tanggal 9 Juni 2006 perihal Laporan Perubahan Susunan Pengurus dan Permohonan Persetujuan Penunjukkan Direktur Kepatuhan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 1/6/PBI/1999 tanggal 20 September 1999 tentang Penugasan Direktur Kepatuhan (Compliance Director) dan Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum yang mengatur tata cara penugasan anggota Direksi sebagai Direktur Kepatuhan. SVP dan Advisor Jumlah 7 11 2 45 65 4.Rapat Direksi periode 1 Januari–31 Desember 2006 No Nama Jumlah Rapat Tidak Hadir % hadir 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Agus Martowardojo Wayan Agus Mertayasa Omar S.673 12.242 good corporate governance 53 . f. Sentausa* Bambang Setiawan* Riswinandi* Thomas Arifin* Budi G.668 37. Direksi dan anggota komite audit selain komisaris selama 2006 (dalam jutaan rupiah) Jumlah Anggota Gaji Tunjangan Bonus Jumlah Komisaris Direksi Komite Audit Executive Vice President. yaitu Group Head Internal Audit sebagai sekretaris Komite Audit.935 7. Bank Mandiri telah mengajukan permohonan persetujuan Direktur Kepatuhan kepada Dewan Gubernur Bank Indonesia melalui surat No. Struktur organisasi ditingkat eksekutif yang mampu mendukung tercapainya sasaran usaha Bank.719 3.552 635 15. Komite Nominasi & Remunerasi. Anwar Zulkifli Zaini Abdul Rachman Sasmita Sentot A.199 177 4. Dalam struktur keanggotaannya. telah menetapkan perubahan susunan pengurus Perseroan dan memberikan kewenangan kepada Komisaris untuk menetapkan pembagian tugas dan wewenang di antara para anggota Direksi dengan merujuk pada anggaran dasar perseroan. Remunerasi Komisaris. Komite Kebijakan Risiko dan Komite Good Corporate Governance.406 28. *M  enjabat sejak 22 Mei 2006 Catatan: Ketidakhadiran dalam rapat terutama karena dinas. Komisaris dibantu oleh komite-komite yaitu Komite Audit. Dalam melaksanakan tugasnya.935 3.  Melaksanakan rapat gabungan Komisaris dan Direksi sekurang-kurangnya tiga bulan sekali. Mengacu pada PBI No. f.670 19. komite dibantu oleh Sekretaris Komite yang diangkat dari Group Head yang terkait. Group Head Portfolio & Operational Risk Group sebagai Sekretaris Komite Kebijakan Risiko dan Group Head Compliance sebagai Sekretaris Komite Good Corporate Governance. Direktur Kepatuhan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Perseroan yang diselenggarakan pada tanggal 22 Mei 2006.733 16.751 812 24.588 2.

677 2. Bank Indonesia melalui surat No. memahami peraturan perundang-undangan serta mampu bekerja secara independen.179.153 10 Thomas Arifin Anggota Komite Selain Komisaris 54 good corporate governance .507 2.750.985 60.836. Sadikin Zulkifli Djaelani + Imam Sukarno + Tama Widjaja * Anwar Isham # - Komite Nominasi & Remunerasi # Komite GCG * Komite Kebijakan Risiko + Komite Audit 57 49.148. Direksi & anggota komite selain komisaris per 31 Desember 2006 No Nama Saham Bonus Diskon MSOP01 MSOP02 Total Saham Opsi Komisaris 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 8 9 11 1 2 3 4 Edwin Gerungan * Muchayat # Soedarjono * + Richard Claproth # Goenarni Soeworo * + Pradjoto Yap Tjay Soen # + Direktur Agus Martowardojo Wayan Agus Mertayasa Abdul Rachman Omar S.115 2.482.785.436 115.515 2.115 2. untuk menjaga independensi Direktur Kepatuhan tidak boleh merangkap sebagai Direktur Utama. tidak membawahi kegiatan operasional.422.562 - .038 60. hubungan pelaporan Direktur Kepatuhan adalah langsung kepada Bank Indonesia selain juga kepada Direktur Utama dan Komisaris. Selain itu. 8/79/GBI/DPIP/ Rahasia tanggal 30 Juni 2006 telah memberikan persetujuan atas penunjukkan Sdr. Kepemilikan saham dan opsi saham Bank Mandiri oleh Komisaris.Menindaklanjuti permohonan tersebut.345.000 185 - - - - 8 415.854 2.422.422.422.422. Bambang Setiawan sebagai Direktur Kepatuhan Bank Mandiri (Persero) Tbk.115 2. g. Akuntan Publik yang diusulkan adalah yang telah memperoleh lisensi dari Departemen Keuangan RI dan terdaftar di BAPEPAM-LK.153 444 - 2.399 8 2.853 2.562 499.677 998.692 2.399 3. Sesuai ketentuan Bank Indonesia yang berlaku. Auditor Eksternal dan Independent Reviewer Anggaran Dasar Bank menegaskan bahwa Komisaris wajib mengusulkan kepada RUPS Akuntan Publik yang akan memeriksa pembukuan Bank. Bank Mandiri minimal sekali dalam satu tahun mengikuti pemeringkatan atas pelaksanaan GCG.853 2. Dalam kapasitasnya tersebut.785.422.115 - 415.038 259 - 176 105.148.000 225. Sentausa Sasmita Zulkifli Zaini Riswinandi Budi G. Akuntan Publik tersebut akan melakukan audit umum untuk memberikan pernyataan pendapat mengenai kewajaran Laporan Keuangan bank. Anwar Bambang Setiawan Sentot A. Pemeringkatan tersebut dilakukan oleh independent external reviewers.515 2. akuntansi dan/atau Satuan Kerja Audit Intern (SKAI). Laporan Keuangan Konsolidasi Bank disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.348 2.115 2.707.179.985 49.3.

maka SPI tersebut telah dituangkan dalam suatu ‘Pedoman. BAPEPAM-LK dan publik. Sentausa * Bambang Setiawan * Riswinandi * Thomas Arifin * Budi G. *) M  enjabat sejak 22 Mei 2006 Catatan: Ketidakhadiran dalam rapat terutama karena dinas. pelaku pasar modal. Bank Mandiri sebagai perusahaan publik membentuk Corporate Secretary yang berperan sebagai penghubung Bank dengan para investor.KOM. Anwar Zulkifli Zaini Abdul Rachman Sasmita Sentot A. Bank telah menerapkan suatu Sistem Pengendalian Intern (SPI). Agar penerapannya dapat dilakukan secara efektif.d. 31 Desember 2006  No Nama Jumlah Rapat Tidak Hadir % hadir Komisaris 1 2 3 4 5 6 7 Edwin Gerungan*) Muchayat Soedarjono Richard Claproth Gunarni Soeworo*) Pradjoto*) Yap Tjay Soen*) *) Komisaris Independen 9 9 9 9 9 9 9 3 2 2 4 1 100% 67% 100% 78% 78% 56% 89% Direksi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Agus Martowardojo Wayan Agus Mertayasa Omar S.’ yang ditetapkan oleh Komisaris dan Direksi dalam Surat Keputusan Bersama No. Pedoman tersebut menjadi acuan bagi seluruh jajaran Bank dalam melakukan aktivitas operasional sehari-hari. Sistim Pengendalian Intern Dalam rangka mengelola Bank secara efektif dan efisien serta sebagai dasar kegiatan operasional yang sehat dan aman. regulator dan juga para pengamat. Sadikin * 9 9 9 9 9 9 3 3 3 3 3 2 1 2 100% 78% 100% 100% 89% 100% 100% 100% 100% 33% 100% h. good corporate governance 55 . corporate secretary Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pemodal.DIR. I. KEP./003/2004 tanggal 28 Desember 2004 tentang Pedoman Penerapan Sistem Pengendalian Intern PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Corporate Secretary memfasilitasi komunikasi yang efektif dan memastikan tersedianya informasi untuk berbagai pihak serta berperan sebagai penghubung utama antara Bank.Rapat Gabungan periode 1 Januari s. Bank Mandiri telah melaporkan penunjukan Corporate Secretary kepada BAPEPAM-LK dan Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya serta mengumumkannya di salah satu harian nasional.

Customer focus/Fokus pada pelanggan: 4. Selain itu juga Bank Mandiri saat ini telah mengembangkan dan memiliki sistem informasi yang memadai untuk dapat mengidentifikasi. Kompeten dan bertanggung jawab 6. Selain itu manajemen juga telah merumuskan Pedoman Sepuluh Perilaku Utama bagi insan Mandiri sebagai berikut: 1. Saling menghargai dan bekerja sama 2. Integrity/Integritas: Setiap saat berpikir. Unit ini disebut sebagai Departemen Know Your Customer/Anti Money Laundering (KYC/AML). Apabila di dalam on-desk review diketahui adanya pemahaman personil unit kerja yang belum memadai terhadap penerapan prinsip KYC/AML. maka selain diadakan on-site review. berkata dan bertindak terpuji 5. On-desk review dilakukan berdasarkan laporan yang diterima dari seluruh unit kerja yang kemudian ditindaklanjuti dan dilaporkan kepada pihak otoritas.  Orientasi pada nilai tambah dan perbaikan terus menerus 10. salah satunya melalui penerapan prinsip Know Your Customer/Anti Money Laundering (KYC/AML). Peduli lingkungan Know Your Customer (KYC)/ Anti Money Laundering (AML) Dalam menjalankan kegiatan usaha. Inovatif. Efektivitas penerapan prinsip KYC/AML di Bank Mandiri dipantau oleh unit kerja khusus setingkat Departemen di dalam unit kerja Compliance Group. tulus dan terbuka 3.  berkata dan berperilaku terpuji. Kebijakan dan prosedur manajemen risiko yang berkaitan dengan prinsip KYC/AML merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kebijakan dan prosedur Bank secara keseluruhan dengan memasukkan unsur-unsur yang meliputi pengawasan oleh pengurus Bank. Penerapan prinsip KYC/AML ini juga senantiasa merupakan obyek pemeriksaan Internal Audit. pemisahan tugas dan tanggung jawab.Nilai-Nilai dan Perilaku Bank Mandiri Manajemen Bank Mandiri bertekad untuk menerapkan nilai-nilai kebersamaan sebagai berikut: Trust/Kepercayaan: Membangun 1. penerapan prinsip KYC/AML di Bank Mandiri saat ini mendapat penilaian dari pihak otoritas dengan peringkat cukup baik dan sistem informasi manajemen dikategorikan baik. Disiplin dan konsisten 4.’ Faktor risiko unit kerja pada umumnya didasarkan kepada volume transaksi suatu unit kerja yang sangat tinggi sehingga pengawasan melekat pada front liners berkurang yang pada akhirnya berpotensi untuk menyebabkan kurang sempurnanya penerapan prinsip KYC/AML. juga diberikan kembali training/ pelatihan kepada front liners. Berpikir.  Senantiasa menjadikan pelanggan sebagai mitra utama yang saling menguntungkan untuk tumbuh secara berkesinambungan. sistem pengawasan intern dan pelatihan karyawan. pendelegasian wewenang.  Berkomitmen untuk bekerja tuntas dan akurat atas dasar kompetensi terbaik dengan penuh tanggung jawab. menganalisis.  Mengutamakan pelayanan dan kepuasan pelanggan 9. 56 good corporate governance . menjaga martabat serta menjunjung tinggi kode etik profesi. Pemantauan yang dilakukan terhadap penerapan prinsip KYC/AML di lapangan dilakukan secara on-desk review dan on-site review.  keyakinan dan sangka baik di antara stakeholders dalam hubungan yang tulus dan terbuka berdasarkan kehandalan. proaktif dan cepat tanggap 8. Unit kerja ini bertanggung jawab kepada Compliance Group Head–selaku Pejabat Khusus yang ditunjuk oleh Direksi dan sesuai dengan peraturan Bank Indonesia. Bank Mandiri menghadapi berbagai risiko usaha dan untuk mengurangi risiko usaha tersebut Bank Mandiri menerapkan prinsip kehati-hatian. mekanisme tanggung jawab pejabat khusus ini berada langsung di bawah Direktur Kepatuhan. Memberikan solusi dan hasil terbaik 7. Jujur. Excellence/Kesempurnaaan: 5. Secara berkesinambungan Bank Mandiri terus melakukan penyempurnaan terhadap Customer Information Files (CIF) untuk meningkatkan keakurasian dan kelengkapan data nasabah agar sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia dan standar internasional. memantau dan menyediakan laporan mengenai transaksi pencucian uang yang dilakukan oleh nasabah kepada pihak otoritas. Bank Indonesia dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Secara umum. Professionalism/Profesionalisme: 3. 2. Sedangkan on-site review dilaksanakan dengan memperhatikan ‘faktor risiko unit kerja’ dan atau ‘pemahaman personil unit kerja.  Mengembangkan dan melakukan perbaikan di segala bidang untuk mendapatkan nilai tambah optimal dan hasil terbaik secara terus menerus.

Consumer Cards Group. • Kantor Hub (39 unit) yang membawahi 300 Kantor Spoke. •  Central Operations Group dan Procurement & Fixed Assets Group. •  Biaya audit Laporan Keuangan Bank Mandiri Tahun Buku 2006. •  ‘Time Table & Scope of Work’ untuk audit Laporan Keuangan Bank Mandiri Tahun Buku 2006. −  Biaya jasa audit dan cakupan audit yang diajukan KAP terpilih − Laporan hasil audit KAP terpilih. Tujuan Pembentukan Komite Audit Komite Audit Bank Mandiri dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara dan Keputusan Ketua Badan Pengawasan Pasar Modal dengan tujuan untuk membantu dan memfasilitasi Komisaris dalam menjalankan tugas dan fungsi pengawasan atas hal-hal yang terkait dengan informasi keuangan. Corporate Banking Group dan Commercial •  Banking Group mengenai perkembangan kredit dan 25 debitur terbesar. 2. efektivitas pelaksanaan manajemen risiko serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. • Laporan Pelaksanaan Pernyataan Standar Auditing (PSA) No. sistem & prosedur. 013/KEP/KOM/1999 dan diperbaharui berdasarkan Keputusan Komisaris PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. •  Melakukan review atas efektivitas pelaksanaan pengendalian intern (internal control).  Melakukan 6 (enam) kali pertemuan dengan Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) untuk membahas antara lain mengenai: • Rencana Kerja tahun 2006 dan Realisasi Rencana Kerja tahun 2005. •  Melakukan review dan melaporkan berbagai risiko yang potensial akan terjadi.  Melakukan penelaahan atas Laporan Hasil Audit Rutin tahun 2006 berdasarkan hasil pemeriksaan Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) terhadap unit-unit kerja berikut: Market Risk Group.  Melakukan penelaahan atas data dan informasi keuangan yang terdiri dari: • Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2006. • Temuan-temuan signifikan hasil pemeriksaan SKAI dan Kantor Akuntan Publik (KAP) yang terkait dengan implementasi kebijakan. Small •  Business District Center (7 unit) dan Micro Business District Center (13 unit). • DirektoratTechnology   & Operations mengenai hal-hal yang terkait dengan masalah-masalah Teknologi Informasi dan Operasional. Consumer Collection Group mengenai •  perkembangan penagihan Kredit Konsumer dan Kartu Kredit bermasalah. No. • Laporan Keuangan Publikasi triwulanan. • Laporan Keuangan Konsolidasian triwulanan.  Melakukan 5 (lima) kali pertemuan dengan KAP yang ditetapkan memeriksa Bank Mandiri untuk membicarakan: •  Perkembangan pelaksanaan audit (audit progress) Bank Mandiri tahun buku 2005.laporan komite audit Pemegang Saham yang terhormat. dalam tahun 2006 Komite Audit telah melakukan kegiatankegiatan sebagai berikut: 1. • Laporan Realisasi Rencana Bisnis/RKAP bulanan dan triwulanan. Commercial Banking Center (12 unit). 3. • Revisi Internal Audit Charter.  Melakukan 18 (delapan belas) kali pertemuan dengan unit-unit kerja. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit Komite Audit bertugas dan bertanggung jawab untuk memberikan pendapat kepada Komisaris mengenai laporan dan atau hal-hal lain yang disampaikan Direksi. No. 001/KEP/KOM/2005 tanggal 1 Juli 2005. 6. good corporate governance 57 . sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku serta tindak lanjut auditee. Consumer Cards Group dan Consumer Loans •  Group mengenai perkembangan bisnis kartu kredit dan kredit konsumer. Accounting Group mengenai •  perkembangan penyelesaian pos-pos terbuka (open items) dan suspense accounts. serta mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Komisaris dengan cara: •  Melakukan review atas semua informasi keuangan yang disajikan manajemen. • Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Bank Indonesia tahun 2005. sudah dibentuk sejak tanggal 19 Agustus 1999 berdasarkan Keputusan Komisaris PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. • Implementasi Risk Based Audit. 62 yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005. •  Melakukan review atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. efektivitas pemeriksaan auditor eksternal dan internal. Sesuai dengan laporan triwulanan yang disampaikan kepada Komisaris. 4. 5. • Kantor Cabang Hong Kong dan Singapore. Komite Audit PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. •  Melakukan review atas efektivitas pelaksanaan dan hasil pemeriksaan oleh Satuan Kerja Audit Intern/Internal Audit Group. antara lain sebagai berikut: Credit Recovery Group mengenai •  pengelolaan/penyelesaian kredit bermasalah. • Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan–Republik Indonesia. •  Perkembangan pelaksanaan audit (audit progress) Bank Mandiri tahun buku 2006.  Melakukan tugas dan kegiatan lain yang diberikan Komisaris. sistem pengendalian intern. • Melakukan review atas: − Independensi dan objektivitas Kantor Akuntan Publik (KAP) yang akan mengikuti tender. antara lain penelaahan atas Laporan Pelaksanaan dan Pokok-Pokok Hasil Audit Intern dan Laporan Pengawasan Rencana Bisnis Bank Semester I/2006 yang harus disampaikan Komisaris kepada Bank Indonesia.

•  Bank telah memiliki sistem pengendalian intern yang memadai. Komite Audit Gunarni Soeworo Ketua Soedarjono Anggota Yap Tjay Soen Anggota Zulkifli Djaelani Anggota Imam Sukarno Anggota 58 good corporate governance . Komite Audit berpendapat bahwa: •  Penyajian laporan keuangan yang dipublikasikan telah memenuhi azas keterbukaan.Berdasarkan penelaahan dan pembahasan dalam pertemuan-pertemuan yang telah dilakukan seperti tersebut di atas. •  Bank telah memiliki kebijakan dan sistem yang memadai dalam melakukan pemantauan atas kepatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Sehubungan dengan itu maka tidak ada masalah-masalah signifikan yang perlu ditambahkan dalam laporan.

berdasarkan proses nominasi yang sistematis. Komite telah menyampaikan pendapat atas usulan tersebut kepada Dewan Komisaris. obyektif dan handal. Komite menominasikan calon-calon direksi kepada Dewan Komisaris untuk mengemban tanggung jawab mengikuti perubahan struktur organisasi perusahaan. Di bulan April 2006 juga. (2) kriteria komisaris independen. (4) talent pool program. Sesuai amanat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tanggal 16 Mei 2005. Walaupun begitu.laporan komite nominasi dan remunerasi Para Pemegang Saham yang terhormat. Di tahun 2006. Ini berarti Komite bertanggung jawab untuk melakukan evaluasi kinerja direksi secara periodik serta mengusulkan paket remunerasi bagi direksi dan komisaris yang sepadan dengan kinerjanya. Berdasarkan evaluasi ini Komite mengajukan usulan kenaikan gaji/honorarium bagi Direksi/ Komisaris kepada Dewan Komisaris. Selain itu Komite diberi mandat untuk menyusun pedoman untuk mengevaluasi kinerja direksi dan juga pedoman untuk mengevaluasi secara self-assessment kinerja komisaris. (1) Pasal 11 ayat 6 Anggaran Dasar Perseroan perihal Tantiem kepada Pengurus. selama tahun 2006 Komite juga telah melakukan pembahasan beberapa hal antara lain. maka akan mempengaruhi akuntabilitas secara positip. Komite menyadari bahwa Bank Mandiri selaku bank milik negara yang telah terbuka. Selain itu. Komite juga harus menelaah perumusan Ruang Lingkup dan Tanggung Jawab Direksi. Komite di tahun 2007 akan tetap melaksanakan program kerjanya untuk memastikan berjalannya fungsi pengawasan Dewan Komisaris. berdasarkan rangkuman hasil survei imbalan bagi Direksi tahun 2005. Komite Nominasi dan Remunerasi Edwin Gerungan Ketua good corporate governance 59 . Pada bulan September 2006 Komite telah membahas usulan penyempurnaan organisasi dari Dewan Direksi. Komite harus memastikan bahwa kepentingan manajemen tersebut sejalan dengan kepentingan pemegang saham serta prioritas strategis Bank Mandiri. keputusan pengangkatan dan pemberhentian Direksi dan Komisaris adalah wewenang penuh pemegang saham Seri A Dwiwarna. Komite percaya bahwa bila pengangkatan tersebut berdasarkan proses pencalonan yang sistematis dan obyektif. Pada bulan Januari 2006. Komite telah membahas dan mengevaluasi analisa Ruang Lingkup dan Tanggung Jawab Direksi beserta struktur remunerasinya. (5) serta program kerja komisaris. Komite Nominasi dan Remunerasi (Komite) diamanatkan untuk menelaah dan mengidentifikasi individu-individu unggul dan berkualitas untuk dicalonkan sebagai anggota Direksi sesuai dengan kriteria dan persyaratan yang tercantum dalam Piagam Komite. Komite sudah melakukan seleksi dan proses fit and proper test terhadap calon direksi sesuai rencana kerja. Dalam pengusulan tersebut. di bulan April 2006 Komite membahas pelaksanaan Program Management Stock Option Plan Tahap 2. (3) tata tertib Komite. Terakhir.

menguji pelaksanaan kebijakan manajemen risiko dan membahasnya dalam rapat komisaris atau rapat gabungan komisaris dan direksi. 6. Aturan tersebut mengatur bahwa tugas dan tanggung jawab Komite adalah: 1.  Memberikan masukan kepada komisaris dalam penyusunan dan perbaikan kebijakan manajemen risiko. Secara periodik mengkaji manajemen risiko dan pedoman pelaksanaannya dan penyesuaiannya. 4. Komite Kebijakan Risiko Soedarjono Ketua 60 good corporate governance .  Mengevaluasi akurasi model dan validitas data pengukuran risiko. Pertemuan tersebut merupakan rapat yang sah dan dapat mengambil keputusan yang berupa rekomendasi kepada Dewan Komisaris.  Mengkaji konsep laporan triwulanan profil risiko Bank secara individual dan konsolidasi serta menyampaikan masukan kepada komisaris atas hal-hal yang perlu didiskusikan lebih lanjut dengan direksi. 2. wewenang. Berdasarkan rekomendasi tersebut Dewan Komisaris mengambil keputusan berupa pendapat atas suatu masalah yang menyangkut risiko.laporan komite kebijakan risiko Para Pemegang Saham yang terhormat.  Mempelajari dan mengkaji ulang kebijakan dan peraturan-peraturan internal tentang kebijakan manajemen risiko.  Mempertimbangkan aspek risiko produk dan perubahan keadaaan atau kejadian yang berasal dari internal maupun eksternal Bank. Komite telah sepakat untuk bertemu sekurangkurangnya satu kali dalam sebulan. 7. Dalam rapat tersebut Komite dapat mengundang pihak-pihak yang dianggap relevan dan terkait dengan masalah risiko yang akan dibahas. tanggung jawab dan imbal jasa bagi Komite.  Mendiskusikan dengan direksi atau unit kerja terkait dengan manajemen risiko. tugas. Selama 2006 Komite dengan intensif telah membahas dengan pihak-pihak terkait mengenai risiko dan manajemennya. Komite Kebijakan Risiko di tahun 2006 telah memformalkan aturan keanggotaan. 5.  Mengikuti dan mempelajari keputusan Risk and Capital Committee. 3. 8.

program Officer Development Program (ODP) dalam forum Sharing Experience. Direksi. Internal Audit. Tahun 2005 merupakan periode penetapan kerangka dasar kebijakan GCG sebagaimana dituangkan dalam Charter GCG. serta memberikan masukan dalam rangka perbaikan secara terus menerus. untuk membangun budaya patuh (sense of compliance) terhadap regulasi. Sosialisasi GCG di wilayah dan focus group di kantor Pusat dilakukan untuk memberikan pemahaman atas prinsip-prinsip GCG yang harus diimplementasikan oleh seluruh lini di Bank Mandiri. Secara berurutan responden yang memiliki tingkat pemahaman dan persepsi tertinggi sampai terendah diinternal Bank Mandiri adalah Komisaris. sementara tahun 2006 merupakan periode yang lebih fokus pada pengawasan efektivitas implementasi GCG serta terciptanya mekanisme check & balance pada aktivitas Perseroan. mengenai : • Kebijakan & penyelenggaraan RUPS • Tata tertib komisaris •  Penyempurnaan struktur organisasi Bank Mandiri •  Penyempurnaan beberapa kebijakan dan prosedur Bank Mandiri lainnya Untuk mengetahui penilaian pihak independen terhadap implementasi GCG di Bank Mandiri. Komite GCG telah melakukan tinjau ulang dan memberikan masukan. Komitmen dan upaya Bank Mandiri dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip GCG dinilai sangat positif dan mendapat apresiasi dari dunia internasional. Asset Management. Peserta SDP dan ODP tersebut merupakan pegawai-pegawai baru sebagai calon pimpinan bank di masa yang mendatang. kami ucapkan terima kasih. Forum Komunikasi Direktur Kepatuhan Perbankan (FKDKP) dan Forum Komisaris bank-bank Umum mengenai praktek-praktek terbaik Corporate Governance. Regional Commercial Sales. Kemudian. Himbara. Komite GCG telah menyusun Program Kerja yang lebih fokus pada implementasi prinsip-prinsip & praktek-praktek terbaik Corporate Governance dalam aktivitasaktivitas utama bank. Dengan sosialisasi tersebut. Komite memandang penting dan sangat relevan untuk memberikan pemahaman GCG secara dini kepada mereka. Untuk tahun 2007.laporan komite good corporate governance Pemegang Saham yang terhormat. Selanjutnya. atas perhatian dan dukungan semua pihak terhadap pelaksanaan tugas-tugas Komite GCG selama ini. manajemen risiko dan human capital. Perbanas. antara lain. Tahun 2006 merupakan tahun yang kedua sejak terbentuknya Komite Good Corporate Governance (GCG) oleh Komisaris pada tanggal 18 Juli 2005. antara lain: perkreditan. Selain sosialisasi di wilayah dan focus group tersebut. Hal ini dibuktikan melalui dua penghargaan yang diraih oleh Bank Mandiri pada awal tahun 2007 yaitu Overall Best Company in Indonesia for Corporate Governance 2006 dan The Best Company in Indonesia for Disclosure & Transparency 2006 dari Asiamoney. Di samping itu. Jakarta Commercial Sales. manajemen memperoleh banyak umpan balik guna perbaikan dan penyempurnaan sistem dan prosedur untuk mencerminkan prinsip-prinsip GCG. Product Management dan Small & Micro Banking. program self assessment GCG yang telah diselesaikan dan dilaporkan pada awal tahun 2006 bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman para responden terhadap implementasi GCG di Bank Mandiri. Kantor Wilayah dan Group Kantor Pusat. Komite juga secara aktif memberikan pemahaman tentang materi GCG kepada para peserta program pelatihan calon pegawai pimpinan yaitu program Staff Development Program (SDP). Demikianlah penyampaian kami. Oleh karena itu. Bank Mandiri telah mengikuti Corporate Governance Perception Index pada tahun 2005 (CGPI 2005) yang diselenggarakan oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) dan menempati posisi Runner Up untuk sektor keuangan dengan predikat ‘Terpercaya’ dan menjadi salah satu The Best of Top GCG Perception Index 2006 pada peringkat ketiga. Komite GCG telah secara aktif memberikan masukan-masukan kepada Bank Indonesia. Sosialisasi terhadap focus group yang telah terlaksana antara lain di unit Procurement. Komite Good Corporate Governance Muchayat Ketua good corporate governance 61 . Corporate Banking.

. Mengawali karirnya di perbankan pada tahun 1987 sebagai Treasury Manager di PT Bank Niaga. Anwar Isham Anggota Komite GCG Menyelesaikan pendidikan di Universitas Negeri Jakarta dan meraih gelar Doktor pada bulan Maret 2004. Memulai karir di Bank Bumi Daya pada tahun 1983. beliau pernah menjabat sebagai pimpinan cabang dan pemimpin wilayah di Bank Niaga antara tahun 1986–1994 sebelum akhirnya menjabat sebagai Direktur Operasi & Sumber Daya Manusia. Dalam perjalanan karirnya beliau sempat menjabat sebagai Regional Manager kemudian menjadi Group Head Commercial Risk dan saat ini sebagai Corporate Secretary. Utomo. Beliau memulai karir sebagai Junior Auditor di Drs. Bank Niaga pada tahun 1994. Tbk. pada tahun 2006. pada tahun 2005. Nasution Corporate Secretary Menyelesaikan pendidikan S1 dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 1981 dan S2 dari University of Colorado pada tahun 1991. Direktur Direktorat Perizinan & Informasi Perbankan pada tahun 2000–2002 serta Team Pengawas Bank Universal pada tahun 2002. Group Treasury.anggota komite non komisaris & corporate secretary Imam Sukarno Anggota Komite Audit Menyelesaikan pendidikan S1 dari Universitas 17 Agustus 1945 pada tahun 1973 dan Master Management dari Asian Institute of Management–Manila tahun 1985. Sejak tahun 2003 sampai dengan sekarang beliau menjabat sebagai anggota Komite Audit PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Tahun 2003 beliau ditunjuk sebagai anggota Komite Audit AJB Bumiputera 1912 dan menjadi wakil ketua Tim Penerapan GCG AJB Bumiputera 1912. Tama WiDjaJa Anggota Komite Kebijakan Risiko Menyelesaikan pendidikannya di Fort Hays State University. Mulia & Co. Memulai karir di Bagian Neraca Pembayaran & Moneter–Urusan Ekonomi & Statistik tahun 1975. Mansyur S. Memulai karir sebagai Assistant Accountant PT Rohm & Haas Indonesia pada tahun 1975. Pada tahun 1993 beliau ditunjuk sebagai Presiden Direktur PT Mega Search. Dalam perjalanan karirnya. beliau pernah menjabat sebagai Direktur Pengawasan Bank Perkreditan Rakyat pada tahun 1998–2000. 62 good corporate governance . sebelum diangkat sebagai anggota Komite Kebijakan Risiko PT Bank Mandiri (Persero). Zulkifli Djaelani Anggota Komite Audit Menyelesaikan pendidikan S1 dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia–Jakarta tahun 1975. Beliau diangkat sebagai anggota Komite GCG PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Dalam perjalanan karirnya. Pada tahun 1993 beliau menjadi General Manager. Sejak tahun 1999 beliau menjabat sebagai anggota Komite Audit PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Bank Bumi Putera Indonesia Tbk. Kansas. Mulai memasuki dunia perbankan pada tahun 1983 di Bank of America sebagai Financial Controller dan tahun 1989 beliau ditunjuk sebagai Finance & Planning Manager. PT Raja Garuda Mas dan pada tahun 2001 beliau sempat menjabat sebagai Senior Vice President Treasury & International Banking Group Head.

SMS dan internet) tahun 2006.Rp 555triliun corporate banking Rp 555 triliun adalah nilai kapitalisasi pasar nasabah korporasi Bank Mandiri yang merupakan 20 Perusahaan Publik terbesar di Bursa Efek Jakarta 29% consumer finance Jika Anda menelepon dari Balikpapan.000 50.000. hanya 90 detik waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan ‘in principal approval’ kredit perorangan. kami menangani 50.3% dari seluruh settlement pembayaran transaksi saham di BEJ 82 % 63 strategic business unit . terbesar di bandingkan bank pesaing lainnya 90detik micro & retail banking 312 juta transaksi dilayani oleh e-channel (ATM.3% special asset management 82% dari outstanding debitur yang direstrukturisasi telah berhasil diupgrade menjadi performing loan treasury & international banking Sebagai bank pembayaran utama. Jumlah ini jauh melampaui transaksi konvensional di cabang-cabang Bank Mandiri di seluruh Indonesia 312. Layanan ini tersedia di 10 kota melalui Call Center 14000 dengan menggunakan Consumer Scoring System commercial banking 29% dari seluruh ekspor non-migas Indonesia menggunakan L/C di proses oleh Bank Mandiri. telepon.

dengan laba sebelum pajak tahun 2006 kurang lebih Rp 2. Keenam SBU tersebut akan berperan sebagai pendorong utama untuk mewujudkan budaya kerja berbasis kinerja dengan meningkatkan akuntabilitas setiap bisnis unit untuk menghasilkan profitabilitas dan pertumbuhan yang nyata. Hal ini menunjukkan FINANCE & STRATEGY strategic business unit 64 70 .6% berasal dari aktivitas pinjaman. Corporate Banking. Selain untuk meningkatkan fee based income di masa yang akan datang. Satusatunya SBU yang menghasilkan kontribusi negatif adalah Special Asset Management. pahala Nugraha mansury EVP Koordinator dan Chief Financial Officer Tahun 2006 merupakan tahun penting bagi Bank Mandiri dengan dimulainya tonggak organisasi berbasis Strategic Business Unit (SBU) pada bulan Juni 2006 sebagai upaya transformasi organisasi yang memiliki budaya berbasis kinerja. yang memang dibentuk secara khusus untuk menangani penyelesaian kredit bermasalah serta asset recoveries. Ini merupakan perubahan yang signifikan bagi para SBU tersebut yang sebelumnya lebih memiliki fokus pada pencapaian target volume. Kinerja Business Unit dan Corporate Strategy Meskipun tahun 2006 merupakan tahun pertama di mana kami mulai menerapkan pelaporan kontribusi laba yang dihasilkan setiap SBU. Implikasi dari penerapan organisasi berbasis SBU adalah: •  Desentralisasi penentuan strategi. perencanaan dan budget ke masingmasing SBU. direktorat corporate center dan shared services akan fokus pada peningkatan efisiensi biaya serta menyediakan kebijakan dan proses bisnis yang kritikal serta dukungan sistem bagi SBU. sementara ukuran kinerja corporate center dan shared services bertumpu pada efisiensi dan level of services untuk memberi dukungan pada SBU. emerging business dan future growth engine business. Pendapatan Corporate Banking 59. menunjukkan pentingnya penawaran cross-selling kepada nasabah kami dalam peningkatan pendapatan. namun Key Performance Indicator (KPI atau Indikator Kinerja Utama) setiap SBU akan lebih ditekankan pada ukuranukuran kinerja finansial. kami akan melanjutkan penggunaan pendekatan balanced scorecard. Commercial. lebih adil serta transparan dalam mengalokasikan biaya serta mengakomodasi perubahan di dalam organisasi. Bank Mandiri mereorganisasi struktur direktoratnya menjadi 6 Direktorat Strategic Business Units (SBU). Treasury & International dan Consumer Finance seluruhnya menghasilkan kontribusi laba sebelum pajak (umumnya disebut contribution margin) yang positif. •  Dengan perbaikan-perbaikan yang akan dilaksanakan lebih jauh di tahun 2007.8% berasal dari produk simpanan.finance & strategy Keenam Strategic Business Unit akan berperan sebagai pendorong utama untuk mewujudkan budaya kerja berbasis kinerja dengan meningkatkan akuntabilitas setiap bisnis unit atas profitabilitas dan pertumbuhan. 3 Direktorat Corporate Center dan satu Direktorat Shared Services. sehingga tidak berfokus pada pengembangan usaha.6% merupakan fee based income dan 28. kami mengklasifikasi kelima SBU tersebut dalam 3 tahap pengembangan yaitu unit yang diklasifikasikan sebagai cash generator. dengan laba sebelum pajak tahun 2006 sebesar Rp 948 miliar. •  Penyempurnaan Performance Management System sehingga dapat mengukur profitabilitas dengan lebih baik. Berdasarkan kontribusi laba dari masingmasing SBU. kami bergembira untuk melaporkan bahwa ke 5 SBU kami yang berfokus pada pengembangan usaha–yaitu Corporate. Transisi ini merupakan tahap pertama dalam pengembangan value center dengan akuntabilitas pada imbal hasil berbasis risiko. kolaborasi antara Treasury dan Corporate Banking bukan hanya akan memperkuat hubungan bisnis dengan corporate client kami namun juga untuk meningkatkan profitabilitas nasabah corporate. merupakan elemen penting dalam corporate strategy kami. 11. Peranan corporate center dalam pembentukan strategi dan perencanaan adalah memastikan setiap SBU membuat perencanaan yang kredibel dalam peningkatan profitabilitas dan pertumbuhan secara bank-wide. Pada saat bersamaan. khususnya profitabilitas. merupakan cash generator business kami yang diharapkan dapat menghasilkan laba yang diperlukan untuk memperkuat emerging business yang sudah ada maupun bagi investasi pengembangan future growth engine business.1 triliun. Micro & Retail. Treasury & International Banking.

Micro & Retail memberi contribution margin sebesar Rp 1. metodologi dan perangkat sehingga central planning dan performance management group dapat merencanakan dan memantau profitabilitas dan target pertumbuhan yang dicapai oleh unit bisnis.9 triliun merupakan emerging business. termasuk: •  Penyempurnaan sistem akuntansi dan sistem pelaporan untuk memberikan laporan yang lebih akurat dan berkualitas • Berupaya untuk menurunkan biaya overhead dengan meningkatkan efisiensi fungsi central procurement serta koordinasi dalam implementasi inisiatif pengendalian biaya. volume. Inisiatif Tahun 2007 Di tahun 2007. dimana hampir 74% berasal dari produk simpanan yang disebabkan pertumbuhan tabungan sebesar 27. Fee yang dihasilkan dari bisnis Micro & Retail pada tahun 2006 adalah sebesar Rp 1. kami merencanakan untuk mengimplementasikan beberapa inisiatif sebagai berikut: •  Penyempurnaan Performance Management System untuk mengembangkan kerangka manajemen ber-basis nilai (value based management). Sementara itu Consumer Finance dan Micro & Retail diharapkan mampu menjadi mesin penggerak pertumbuhan di masa depan. pangsa pasar dalam setiap segmen Berapa keuntungan yang dihasilkan? Kemampuan bisnis dalam menghasilkan cash flow dan keuntungan Berapa imbal hasil atas modal? Perubahan nilai bisnis ditambah dividen dibandingkan modal yang digunakan pentingnya kolaborasi di antara SBU sebagai bagian dari strategi Bank Mandiri. Commercial Banking yang di tahun 2006 menghasilkan contribution margin sebesar Rp 1. revenue-sharing dan pembentukan struktur yang mendukung koordinasi dan kolaborasi antar SBU seperti Client Service Teams (CSTs). mempertajam pengukuran unit bisnis dari profitabilitas menjadi risk adjusted return on capital. yang didorong melalui pengukuran-pengukuran yang selaras dengan strategi tersebut seperti crossreferrals. atau merupakan 26. sebagian besar berasal dari kredit konsumer dan kartu kredit. fee dan bisnis consumer finance dimasa mendatang. •  Meningkatkan dukungan informasi serta fungsi research untuk memberikan dukungan dalam pengambilan keputusan manajemen terutama oleh setiap business unit.6% (angka bank saja).17 triliun. •  Menyiapkan proses. sebagai salah satu corporate center. Di masa datang Commercial Banking diharapkan dapat meningkatkan keuntungan melalui cross-selling kepada supplier dan pelanggan dari nasabah corporate kami. yaitu bisnis dimana kami telah mulai menunjukkan adanya pangsa yang signifikan dibanding pesaing. Direktorat Finance & Strategy berupaya untuk menjalankan beberapa inisiatif untuk dapat membantu Bank Mandiri dalam meningkatkan kinerja keuangannya serta memberikan pelayanan pada unit kerja lainnya.8% dari total pendapatan SBU. Selain itu.51 triliun.Mandiri SEBELUMNYA Ukuran Volume Net Interest Income Fee Income Loan and deposit volume Marketshare Mandiri JANGKA PENDEK Ukuran Profitabilitas Bank-wide operating profit Bank-wide net income Business unit operating profit Business unit net income MANDIRI JANGKA MENENGAH Ukuran Value Creation Total shareholder return (TSR) Total Business Return (TBR) Return on Capital (ROC) Economic Profit Berapa besar volume bisnis? Ukuran. Consumer Finance menghasilkan contribution margin sebesar Rp 412 miliar. sebagai tindak lanjut dari organisasi berbasis SBU. e& Mi il eta /R cro Banking C po or e& rat Consumer Fivvanc Treasury Building Future Growth Engine Optimizing Synergies Across Business Unit Leveraging on Our Cash Generator Strengthen Emerging Business 67 69 strategic FINANCE & business STRATEGY unit Commercial Bankin g . •  Meningkatkan peran central planning group untuk secara aktif mengelola neraca dan permodalan bank dan anak perusahaannya. •  Otomasi pelaporan kinerja untuk meningkatkan aksesibilitas dan informasi kinerja yang relevan bagi manajemen secara tepat waktu untuk memonitor dan mengelola bisnis dengan lebih baik. Menggali bisnis tambahan lainnya dari nasabah corporate dan retail yang sudah ada akan menjadi faktor keberhasilan yang penting dalam pertumbuhan simpanan ritel.

• Institusi pemerintah pusat termasuk dana pensiun milik perusahaan dan BUMN 14. debitur macet ekstrakomptable serta aktiva tetap bank 14. untuk keperluan konsumtif 0. pemerintah daerah 19. posisi devisa netto.223 Treasury & INTERNATIONAL BANKING •  Mengelola likuiditas bank.022 12.Description Total Loans/Recap bonds (Rp triliun) 120 90 60 30 0 CORPORATE BANKING •  Perusahaan dengan gross annual sales di atas Rp 300 miliar.599 Retail & Micro BANKING •  Kredit untuk usaha produktif yang memiliki gross annual sales sampai dengan Rp 5 miliar atau total pinjaman dibawah Rp 2 miliar • Melayani nasabah dana perorangan 0.913 SPECIAL ASSET MANAGEMENT Mengelola debitur kol 3.035 9.212 11.831 COMMERCIAL BANKING •  Perusahaan dengan gross annual sales Rp 5–300 miliar • Dana debitur.289 21.4 dan 5 (debitur NPL).900 Valas Loans Rupiah Loans Recap Bonds 63 65 strategic business unit .920 4. posisi perdagangan (trading book) •  Memberi layanan di bidang correspondent banking dan capital market 90.435 CONSUMER FINANCE Kredit kepada perorangan.636 0.

4% 14.863 1.Total Deposits (Rp triliun) 30 60 90 120 NPLs (%) Loan/Recap Bond full-year yield (%) 0 10 20 30 1-Year Loan/Recap Bond Growth (%) 10.0% 0 2.3% 0 9.2% 1.14% 111.33% 73.0% 0 Valas Deposits Rupiah Deposits 4.7% (0.0% Valas full-year loan yield Rupiah full-year loan yield Recap Bonds full-year yield .9% 19.34% 16.367 8.62% 39.5% 2.636 7.0% 19.4%) 12.012 1.973 3.547 15.74% 5.7% 137.6% 8.3% 17.4% 10.3%) 1.19% 4.8%) 37.1%) 4.5% (23.69% - 21.764 (1.26% 58.0% 12.5% 0 4.279 8.7% 8.0% (1.0% 1.

8% - 90 64 26 Personnel General & Administrative Valas full-year deposit cost Rupiah full-year deposit cost .9%) 2.8% (17.315 2.2% 268 (10.6% 3.6%) 1.0% (32.0% 1.4% 8.7% 99 16.6% 7.2% 65.Deposit Rates (%) 0 5 10 1-Year Deposit Growth (%) Fee Income Overhead Expenses 0 100 250 500 1000 1500 3.7% 8.176 9.4% 1.7% 81 6.8% Rupiah miliar 1-Year Change 37 139 2.3% 138 11.0% 43 45 238 3.3% 762 137.534 7.8%) (9.9% 65 7.7%) 127 71.

1%) 1.2% 12 SBDC (Small Business Distric Center). 2. Corporate Floor di Medan dan Surabaya.9%) 54 Consumer Loan Processing Center.6%) 8. 916 Consumer Loan Point of Sales (Scoring Branch). 924 cabang.3% 8. 3 Trade Service Center (TSC) di Jakarta.0%) (10.957 34. Surabaya dan Makasar. 13 Micro Business Distric Center (MBDC).4%) (4.0%) Kantor pusat.091 (24.2% 3 Regional Treasury Marketing (RTM) di Surabaya. Medan Bandung 6 Kantor Luar Negeri. 2 Commercial Floor.362 merchant EDC.8%) (3.1% 3.1-Year Overhead Expenses Growth (%) Contribution 0 1000 2000 1-Year Contribution Growth (%) Distribution (8. 27 Outlet Mandiri Prioritas.6% Personnel 1-Year Change G & A 1-Year Change 2. 200 Micro Business Unit.509 20. 17.1%) 15. 948 41. strategic strategicbusiness businessunitS unit 68 66 . 1.7% (4. 412 (1.4% 41. 1.0% 17 Commercial Banking Center (CBC).800 ATM. n/a 10 Regional Credit Recovery (RCR).6% (18.

Bank Mandiri memiliki 5 Business Units. Risk Management sebagai bagian dari Business Enabler. tata-kelola dan pengambilan keputusan. mencakup penerapan model bisnis baru untuk segmen corporate. Akuisisi. sistem kompensasi sehingga berbasis pada kinerja. akan dijabarkan tiga inisiatif yang dipimpin langsung oleh Direktorat CMO. serta membantu manajemen dalam pelaksanaan serta dalam proses sosialisasi di unit kerja masing-masing. baik di Kantor Pusat. dan Finance & Strategy.  Mengingat banyaknya perubahan yang perlu dilakukan. Dengan adanya proses sosialiasi yang juga didukung oleh publikasi di majalah internal Bank Mandiri. Melalui kerja sama dengan Direktorat Risk Management. Sebagai persiapan dari implementasi. diperlukan perubahan yang sangat fundamental. Micro & Retail Banking. termasuk penyelarasan berbagai kebijakan personalia. telah pula dibentuk tim implementasi di masing-masing unit kerja yang dipimpin langsung oleh seorang Group Head dari masing-masing direktorat yang bertindak sebagai liaison officer untuk implementasi program dimaksud. kewenangan. yaitu: (1) Perubahan organisasi berbasis Strategic Business Units (SBUs). dan pembentukan dan penerapan targeted sales and services.Change Management Office Kami menyempurnakan strategi bisnis untuk mendapatkan porsi pendapatan yang dominan di setiap segmen nasabah. terjadi perubahan pada struktur organisasi. akuisisi. atas perlunya melakukan proses perubahan tersebut. Compliance & Human Capital. dan aliansi. Disamping itu. serta Special Asset Management. baik yang berada di Kantor Pusat maupun di Wilayah. Bank Mandiri juga perlu menjajaki peluang untuk tumbuh secara non-organik melalui 68 70 CHANGE MANAGEMENT OFFICE . atau yang sering disebut perubahan DNA dari sebuah organisasi.  Perubahan Organisasi Berbasis Strategic Business Units (SBUs) Organisasi yang berbasis pada SBU adalah organisasi yang berbasis pada kinerja dari masing-masing unit kerja. Haryanto tiara budiman EVP Koordinator Untuk mendukung proses transformasi Bank Mandiri menjadi Dominant Multi-Specialist Bank. yaitu: Corporate Banking. sampai ke level yang di bawahnya. Technology & Operations. Dalam uraian ini. Untuk itu. Dalam hal tersebut. struktur organisasi yang baru telah disetujui oleh Direksi dan kemudian oleh Dewan Komisaris pada tanggal 22 Desember 2006 untuk di-implementasikan mulai awal January 2007. serta Change Management Office sebagai bagian dari Corporate Center/ Shared-Services Units. dibentuklah Direktorat khusus di Bank Mandiri yang dinamakan Direktorat Change Management Office (CMO) yang berada langsung dibawah Presiden Direktur dan dipimpin oleh seorang EVP Koordinator. risiko-risiko implementasi perlu juga untuk di-identifikasi dan kemudian disusun cara penanganannya (mitigasi risiko) agar supaya dampak negatifnya dapat diminimalisir. Performance Management System.  Penjajakan Pertumbuhan Non-Organik melalui Merger. beserta sistem dan proses pemantauannya. inisiatif-inisiatif strategis untuk mendukung proses transformasi Bank Mandiri. Di dalam struktur yang baru. diharapkan adanya kesamaan pandang dari seluruh karyawan Bank Mandiri. (2) Penjajakan pertumbuhan non-organik melalui merger. optimalisasi jaringan distribusi ritel. Berdasarkan kajian dan rekomendasi dari konsultan. Seluruh tim implementasi di koordinasikan langsung oleh Direktorat CMO di mana telah disusun sistem dan proses pemantauan yang baku guna memonitor perkembangan serta meng-identifikasi segala permasalahan yang timbul. maupun di wilayah. Treasury & International Banking. Tugas dari Direktorat CMO adalah memantau bahkan menjalankan. Consumer Finance.  Dalam perubahan yang besar seperti ini. termasuk di dalamnya Business Units dan juga Support/ Shared Services Units. untuk menyusun blueprint dan detil dari organisasi yang baru tersebut Bank Mandiri dibantu oleh konsultan independen. Tim implementasi bertugas untuk menjabarkan secara lebih rinci struktur organisasi yang disusun oleh konsultan (termasuk job description. Commercial Banking. Untuk menunjang pelaksanaannya. di mana langkah-langkah mitigasi risiko yang dijalankan disampaikan secara berkala ke Komite Audit di Dewan Komisaris. 2. serta penempatan orang-orang yang tepat di posisi-posisi kunci. tugas dan tanggung jawab dari masingmasing unit kerja. telah dilakukan proses sosialisasi yang dipimpin langsung oleh Direktorat CMO ke unit-unit kerja terkait. yang pada akhirnya menjadi Regional Champion Bank. 1. dan Aliansi Selain upaya-upaya untuk meningkatkan value dari perusahaan melalui inisiatif-inisiatif lintas direktorat yang dinamakan aliansi strategis. serta (3) Program Penyelesaian Kredit Macet (PPKM) Bank Mandiri sebagai tindak lanjut dari PP33/2006 dan PMK87/2006. KPI). telah disusun program mitigasi risiko implementasi.

seperti plafond hapus tagih yang diperbolehkan beserta modifikasi dari beberapa pasal di Anggaran Dasar Bank Mandiri. plafond hapus tagih yang bisa digunakan. dan (2) memberikan kewenangan kepada BUMN untuk melakukan penyelesaian piutang sesuai dengan koridor hukum korporasi. Kejaksaan Agung. karena satu atau lain hal. serta meminta persetujuan dari pemegang saham atas rencana kerja tersebut. di dalam RUPSLB pada tanggal 22 Desember 2006 tersebut. Tim Pengentasan Tindak Pidana Korupsi). serta aliansi dengan partner-partner institusi keuangan lainnya baik di dalam maupun di luar negeri. untuk masuk ke tahap implementasi masih diperlukannya kesamaan pandang dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).akusisi atas bank yang memiliki keunggulan khusus di segmen atau etnis tertentu. Meskipun langkah-langkah persiapan telah mulai dilaksanakan oleh Bank Mandiri sejak dikeluarkannya PP33/2006 dan PMK 87/2006. yang akan dilaksanakan melalui penyelesaian langsung oleh debitur yang beritikad baik (dengan atau tanpa pengurangan pokok) dan proses pengalihan ke pihak ketiga (investor). maupun barang-barang kebutuhan rumah tangga. Bank Mandiri sudah menunjuk Financial Advisor yang akan menyusun strategi pelaksanaannya serta melakukan analisa untuk menyaring serta meng-identifikasi account-account yang bisa diselesaikan melalui program tersebut. Untuk meng-implementasikan PP33/2006 dan PMK87/2006. Di awal Oktober 2006. Bank Mandiri melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di mana Bank Mandiri memaparkan kepada pemegang saham tentang rencana kerja PPKM Mandiri. Bank Mandiri siap membantu Oversight Committee dalam melaksanakan program sosialisasi dimaksud. pemegang saham sudah memberikan persetujuan atas pelaksanaan PPKM Mandiri. Pada tanggal 22 Desember 2006. pihak penegak hukum (Kepolisian. Di tahun 2006. Dengan dikeluarkannya peraturan-peraturan tersebut. dan karena itu belum diperkenankan untuk meng-implementasikan rencana pertumbuhan non-organik dimaksud. Namun demikian. Bank Indonesia). apabila penyelesaian langsung oleh debitur. menyatakan bahwa akan dibentuk suatu Oversight Committee yang salah-satu tugasnya adalah memimpin proses sosialisasi dengan seluruh pemangkukepentingan. CHANGE MANAGEMENT OFFICE 71 . 3. Kajian-kajian atas peluang untuk tumbuh secara non-organik akan terus dilanjutkan dan dipertajam di tahun 2007. Dapat kami sampaikan bahwa. Bank Mandiri siap untuk melaksanakan pertumbuhan non-organik untuk mencapai aspirasinya sebagai bank yang disegani di kawasan Asia Tenggara atau yang dinamakan Regional Champion Bank. termasuk persetujuan atas infrastruktur pendukungnya. serta perubahan atas beberapa pasal di Anggaran Dasar Bank Mandiri untuk memungkinkan pelaksanaan program tersebut. serta pihak pemeriksa (BPK. yang isinya antara lain: (1) menegaskan bahwa piutang BUMN tidak termasuk ke dalam piutang negara. Bank Mandiri juga sudah menunjuk legal advisor dan perusahaanperusahaan penilai (independent appraisal) untuk menilai ulang jaminan-jaminan yang sudah diserahkan oleh debitur kepada Bank Mandiri. secara theory. Apabila kredit bermasalah di Bank Mandiri sudah berada di bawah 5% (secara netto) dan Bank Indonesia sudah secara formal menyatakan bahwa Bank Mandiri sudah memiliki status sebagai bank yang berkinerja baik. Bank Mandiri sudah melakukan kajian-kajian tentang rencana pertumbuhan non-organik tersebut. melalui Surat Keputusan Bersama dengan Bank Indonesia di bulan Juli 2006. Selain Financial Advisor. tidak dapat terlaksana. Bank Mandiri di tahun 2006 sudah menyusun program yang dinamakan Program Penyelesaian Kredit Macet (PPKM) Mandiri. Bank-Bank BUMN diperkenankan untuk melakukan opsi-opsi non-konvesional (termasuk dengan memberikan pengurangan pokok) dalam menyelesaikan kredit bermasalahnya. P  rogram Penyelesaian Kredit Macet (PPKM) Bank Mandiri sebagai tindak lanjut dari PP33/2006 dan PMK87/2006. Sebagai bagian dari langkah-langkah persiapan. Pemerintah mengeluarkan PP33/2006 dan PMK87/2006. Pemerintah. mengingat pada tahun 2006. Bank Mandiri masih berada dalam Pengawasan Intensif oleh Bank Indonesia. termasuk meng-identifikasi potensi dari sinergi serta nilai tambah yang bisa diperoleh dari rencana tersebut. perusahaan-perusahaan pembiayaan (multi finance) baik untuk pembiayaan kendaraan bermotor. termasuk pihak legislatif (DPR). tingkat kredit bermasalah di Bank Mandiri masih berada di atas 5% (secara netto).

strategic business unit corporate banking 72 strategic business unit • corporate banking .

Melalui program-program yang strategis. Corporate Banking akan mampu menyediakan pelayanan transaksi yang komprehensif dan produk kredit serta capital market yang lengkap untuk perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Indonesia. mewujudkan visi Corporate Banking ‘to be the dominant wholesale bank.’ abdul rachman • Direktur .

Asuransi (11.90 miliar Rp 86.228.strategic business unit corporate banking akhir tahun 2006 Volume Pinjaman Volume Simpanan Volume Bisnis Jumlah Debitur CL Jumlah Debitur NCL Jumlah Nasabah Dana Jumlah Pegawai Ratio NPL Gross Profitability Rp 36.0% 2.7% Pendapatan Bunga Bersih Kontribusi Laba (sebelum PPAP) Kontribusi Laba (setelah PPAP) Pendapatan Fee Yield & Spread Kinerja Volume bisnis Corporate Banking (dana pihak ketiga serta pinjaman) mencapai Rp 86.4% 11.1% 8. Yield of Loan–Rp Yield of Loan–Fx CoF–Rp Giro Deposito Berjangka CoF–Fx Giro Deposito Berjangka Spread Pinjaman Rp Pinjaman Fx Giro Rp Giro Fx Deposito Berjangka Rp Deposito Berjangka Fx 74 strategic business unit • corporate banking .4%).5%).6 miliar.392 miliar Rp 2.350.4 miliar 14.3% 0.4 triliun diantara ekspansi kredit gross (dengan total Rp 14.299.6% di tahun 2005 menjadi 48% di tahun 2006. Sementara itu hasil survey pengukuran tingkat kepuasan nasabah terhadap pelayanan Corporate Banking yang dilakukan oleh MarkPlus Research memperoleh skor 4.839 214 5. Pada tahun 2006 ekspansi kredit disalurkan terutama untuk sektor-sektor yang termasuk kriteria sangat menarik dan menarik seperti: Oil & Gas (25. yang meningkat dari 41.6%) dan telekomunikasi (8. Corporate Banking berhasil mempertahankan nasabah corporate yang memiliki rating B hingga AAA mencapai 100%.3% 2.9 triliun) masih berstatus Performing Loan.4% 4.091 miliar Rp 268.74 miliar Rp 50. Pencapaian Selama tahun 2006 dengan program kerja customer retention yang dilaksanakan. Volume kredit meningkat 21%.0% 3. sementara volume simpanan (terutama deposito mahal) menurun 16%.6% 3. dimana sebagian besar diperoleh dari transaksi impor senilai Rp 123.121.66 miliar Rp 2.6%).8% 0.38 untuk deposito berjangka. sedangkan pendapatan fee base sebesar Rp 268 miliar. Selama tahun 2006 pendapatan bunga bersih yang diperoleh adalah sebesar Rp 2.299 miliar. Sampai dengan akhir 2006 seluruh kredit baru senilai Rp 4.3% 8. Penurunan volume simpanan tersebut sejalan dengan strategi peningkatan proporsi dana murah.1% 2.3 triliun pada 31 Desember 2006. Perkebunan (20.64 miliar 216 83 1.97% Rp 2.

20 untuk kredit non tunai (dengan kisaran 1–6). sasaran Untuk mempertahankan posisi kami sebagai maket leader di segmen Corporate kami akan terus melaksanakan ekspansi kredit pada sektor-sektor yang prospektif. Untuk dapat mempercepat proses bisnis dan mengefektifkan pengawasannya.26 di tahun 2006. infrastruktur. telekomunikasi. Imam Bonjol No 7 Medan 20112 strategic business unit • corporate banking 75 . 14 Client Service Team (CST) serta penambahan beberapa Corporate Floor pada sentra-sentra nasabah Corporate Banking diharapkan mampu memperbesar share of wallet Bank Mandiri pada nasabah existing maupun meraih nasabah-nasabah baru. kerjasama sistem pembayaran Host to Host dengan Pertamina. kami akan meningkatkan serta mengoptimalkan dukungan teknologi informasi melalui implementasi Loan Origination System. Corporate Collection System dan Sales Tools (Macstools) Implementasi Syndication & Structured Finance Desk. Basuki Rachmat No. Peningkatan kepuasan nasabah juga tercermin dengan adanya peningkatan rasio product holdings per nasabah dari 3. 127–129 Surabaya 60271 2. 4. Selama tahun 2006 juga telah dilaksanakan berbagai kerjasama dan pengembangan bisnis dengan beberapa nasabah seperti pembuatan Gaz Card untuk Pertamina. Corporate Banking Floor Surabaya Kanwil VIII Jl. seperti: oil & gas . kerjasama jasa collection service melalui eBiz card dengan PT Ultrajaya. Selama tahun 2006 telah dibuka dua Corporate Banking Floor yakni di Medan dan Surabaya. Kami bekerja sama dengan Mandiri Sekuritas untuk memberikan solusi kepada nasabah yang akan memasuki pasar modal sehingga dapat diperoleh struktur pendanaan yang paling optimal. Corporate Banking Floor 1. 3 Jl. Di sisi lain untuk memenuhi kebutuhan banyak nasabah. PGN dan BPUI. Bank Mandiri juga memiliki komitmen untuk berpartisipasi aktif dalam pembiayaan insfrastuktur. food & beverages. kerjasama Cobranding ATM dengan KTA IPHI dan kerjasama sistem pembayaran BHP Frekuensi Radio. Kami juga terus berupaya memperbaiki organisasi Corporate Banking dengan melakukan reorganisasi Corporate Banking untuk menjadi “an organization of specialist” dengan mengembangkan model bisnis yang berbasis Client Service Team (CST) dan Funding Team serta mengembangkan organisasi Syndication and Structured Finance Desk.26 di tahun 2006.16 untuk kredit tunai serta 4. Melalui langkah-langkah tersebut. pengembangan modul penerimaan negara melalui e-Channel untuk kepentingan Depkeu. Selain itu juga dengan model CST yang ada akan dilakukan aliansi strategis dengan unit bisnis lainnya sehingga bank dapat melayani seluruh kebutuhan finansial nasabah dan memberikan solusi yang tepat melalui kerjasama secara aktif.19 di tahun 2005 menjadi 4. diharapkan kami dapat mewujudkan visi Corporate Banking “to be the dominant wholesale bank” yaitu Corporate Banking yang mampu menyediakan pelayanan transaksi yang terintegrasi dan menyediakan produk kredit serta capital market yang lengkap untuk perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Indonesia. perkebunan & industri turunannya. Sementara untuk menjangkau nasabah-nasabah yang memiliki jaringan di luar area Jakarta telah dibentuk Corporate Banking floor. maka Corporate Banking juga telah menjual produk short term loan (kredit jangka pendek) yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. namun dengan tetap mempertahankan prinsip kehati-hatian. Penggunaan product cash management system juga telah meningkat hampir empat kali lipat dari 107 pengguna selama tahun 2005 menjadi 399 pengguna cash management system.Peningkatan kepuasan nasabah juga tercermin dengan adanya peningkatan rasio product holdings per nasabah dari 3.19 di tahun 2005 menjadi 4. Corporate Banking Floor Medan Kanwil I Lt. pertambangan.

76 strategic business unit • corporate banking .Kami terus berupaya memperbaiki organisasi Corporate Banking dengan melakukan reorganisasi Corporate Banking untuk menjadi ‘an organization of specialist ’ dengan mengembangkan model bisnis yang berbasis Client Service Team (CST).

31.930 241.875 4. senilai Rp 480 miliar dimana Mandiri Sekuritas bertindak sebagai sole bookrunner dan placement agent. Capital Markets dan Manajemen Investasi.043 428.489 6.0% 2. 43.576 13. data diolah. Broker* Nilai (miliar Rp) Pangsa Pasar 1 Danareksa Sekuritas 2 Bahana Securities 3 Trimegah Securities Tbk 4 Mandiri Sekuritas 5 Danatama Makmur 6 Lautandhana Securindo 7 Sarijaya Permana Sekuritas 8 Sinarmas Sekuritas 9 Nusadana 10 Indo Premier Lainnya Total * Broker lokal Sumber: Bursa Efek Jakarta.345 13.667 11.926 10.562 6. Capital Markets Unit usaha yang menyediakan jasa.0% 3. Perusahaan Efek Volume (miliar Rp) Pangsa Pasar 1 Mandiri Sekuritas 2 CIMB-GK Securities Indonesia 3 Bahana Securities 4 Arab-Malaysian Capital 5 Trimegah Securities Tbk 6 KIM ENG Securities 7 Andalan Artha Advisindo 8 Danpac Sekuritas 9 Binaartha Parama 10 NISP Sekuritas Lainnya Total Sumber: Bursa Efek Surabaya.3% 2. corporate finance dan penasehat keuangan.6% 3.6% 2.403 3.915 3. Berbagai jenis transaksi penting telah diselesaikan Mandiri Sekuritas selama tahun 2006 dengan hasil memuaskan antara lain: penjaminan emisi obligasi PT Bank BTN (Persero) dan PT Astra Sedaya Finance dengan nilai emisi masing-masing sebesar Rp 1 triliun dan Rp 575 miliar.420 10.347 10. baik sebagai penjual dalam emisi efek hutang dan ekuitas maupun sebagai pedagang perantara transaksi obligasi di bursa efek surabaya 2006 No.897 28.307 1. Berbagai jenis transaksi yang ditangani ini.2% 6.855 27.0% strategic business unit • corporate banking 77 . Mandiri Sekuritas juga bertindak sebagai sole arranger & placement agent pada penerbitan MTN PT Pembangunan Perumahan (Persero) sebesar Rp 100 miliar.284 7.973 11.3% 4.029 9. data diolah.377 95.3% 56.549 33% 14% 8% 7% 6% 6% 5% 4% 3% 2% 12% 100% transaksi Saham broker lokal di bursa efek Jakarta 2006 No.018 5. semakin membuktikan kemampuan Mandiri Sekuritas dalam menangani beragam jenis transaksi pasar modal.6% 2. Disamping itu. Mandiri Sekuritas juga terus memantapkan posisinya sebagai salah satu pemain utama di industrinya dengan peningkatan kinerja yang mengesankan dari tahun ke tahun. Transaksi penting lainnya yang tercatat selama 2006 yaitu divestasi kepemilikan saham PT Jasa Marga (Persero) di PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk.7% 6.029 12. Investment Banking Merupakan unit usaha penyedia jasa yang berhubungan dengan penjaminan emisi efek.124 19.mandiri sekuritas Sebagai anak perusahaan Bank Mandiri yang bergerak di industri pasar modal.3% 100. Mandiri Sekuritas terjun langsung dalam kancah persaingan bisnis di tiga lini usaha yaitu Investment Banking.

6%. Mandiri Sekuritas berhasil memperoleh pengakuan secara luas atas prestasinya yang ditandai dengan keberhasilannya memperoleh sejumlah penghargaan baik dari dalam maupun luar negeri. Investment Management Unit usaha Investment Management yang saat ini telah menjadi perusahaan yang berdiri sendiri dengan nama PT Mandiri Manajemen Investasi aktif melakukan kegiatan pengelolaan investasi baik dalam bentuk reksa dana maupun pengelolaan investasi yang bersifat discretionary serta jasa investment advisory.(broker) dalam transaksi di pasar sekunder.717 559 295 316 317 (miliar Rp) nilai aum mandiri manajemen investasi 2006 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sept Okt Nov Mulai pulihnya kepercayaan masyarakat terhadap produk reksa dana seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi secara umum. 2.252 1. diantaranya sebagai Best Investment Bank dari Global Finance.92 triliun atau naik sebesar 822% dibandingkan posisi Januari yang sebesar Rp 317 miliar.57 triliun selama tahun 2006.923 Des 2. Atas berbagai aktifitas dan pencapaian tersebut. Sampai akhir Desember nilai AUM tercatat sebesar Rp 2. Mandiri Sekuritas berhasil membukukan volume perdagangan obligasi sebesar Rp 31. Mandiri Sekuritas berada pada posisi ke 4 diantara broker lokal anggota Bursa Efek Jakarta dengan pangsa pasar sebesar 4. Mandiri Manajemen Investasi akan terus mengembangkan variasi produk yang ditawarkan serta meningkatkan kerja sama yang telah dibina selama ini baik dengan jaringan cabang Bank Mandiri maupun dengan pihak lain dalam hal pendistribusian produk. Mandiri Sekuritas juga tercatat sebagai salah satu broker teraktif yang bertransaksi seiring dengan kondisi bullish yang terjadi di pasar saham. Surabaya dan Medan. Dengan total nilai transaksi sebesar Rp 19. 78 strategic business unit • corporate banking .186 2. Mandiri Investment Gallery telah hadir di tiga kota yaitu Jakarta. Nilai tersebut menempatkan Mandiri Manajemen Investasi pada posisi ke 7 dari 94 manajer investasi yang terdaftar di Bapepam-LK. Mandiri Sekuritas tercatat sebagai salah satu anggota Bursa Efek Surabaya teraktif dalam perdagangan obligasi baik obligasi pemerintah maupun obligasi korporasi.215 2. membuat nilai Asset Under Management (AUM) Mandiri Manajemen Investasi meningkat cukup signifikan selama tahun 2006. Mandiri Sekuritas juga telah membuka beberapa kantor cabang yang biasa disebut dengan “Mandiri Investment Gallery.” Saat ini. Selama tahun 2006. serta guna lebih mendekatkan diri dan meningkatkan pelayanan kepada para investor. namun juga dengan dukungan para profesional berpengalaman serta berbagai fasilitas pendukung seperti perdagangan jarak jauh dan informasi pasar secara real-time. Di tahun mendatang.769 3. Hal tersebut dapat terwujud tidak hanya berkat basis klien yang luas yang mencakup baik investor institusi maupun ritel. Sebagai anggota Bursa Efek Jakarta. Nilai tersebut menempatkan Mandiri Sekuritas pada posisi pertama diantara perusahan efek anggota Bursa Efek Surabaya lainnya dalam hal perdagangan obligasi.34 triliun dengan pangsa pasar 33%. Best Domestic Bond House dan #3 Best Local Broker dari Asiamoney serta Anggota Bursa Teraktif untuk perdagangan SUN selama tahun 2006 dari Bursa Efek Surabaya Sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha untuk menjadi penyedia jasa keuangan terkemuka. Mandiri Sekuritas juga merupakan salah satu perusahaan efek yang memelopori era perdagangan jarak jauh (remote trading) yang telah dimulai sejak tahun 2003.221 1.308 3.

00 billion IDR 1.00 billion IDR 575.id.Penghargaan yang diperoleh dalam 2006 majalah/institusi penghargaan beberapa transaksi yang diselesaikan selama 2006 Best Investment Bank in Indonesia PT PP (Persero) PT astra sedaya finance Best Domestic Bond House in Indonesia MTN Bonds IDR 100. Untuk informasi lebih jauh. Sole Bookrunner & Placement Agent December 2006 strategic business unit • corporate banking 79 .co. obligasi dan reksa dana. silahkan menghubungi Corporate Secretary Mandiri Sekuritas pada alamat e-mail: corsec@ mandirisek. Mandiri Sekuritas juga berencana untuk membuka beberapa kantor cabang baru di berbagai lokasi serta melanjutkan kerjasama dengan Wealth Management Group. Bank Mandiri khususnya dalam layanan priority banking di seluruh Indonesia guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk investasi pasar modal.00 billion Joint Lead Underwriter June 2006 Most Active SSX member for Government Bond Trading Sole Arranger & Placement Agent December 2006 #3 best Local Broker PT jasa marga (Persero) PT Bank tabungan negara (persero) Placement of Jasa Marga Shares in Citra Marga Nusaphala Persada Bonds IDR 480.00 trillion Joint Lead Underwriter September 2006 Kedepannya. seperti saham.

strategic business unit commercial banking 80 strategic business unit • commercial banking .

’ memperkuat ‘trade checking.’ ‘loan monitoring system. zulkifli zaini • Direktur .’ serta penerapan proses keputusan kredit melalui sistem Komite Kredit.Kami menyempurnakan proses sales. marketing & monitoring kredit menjadi pendekatan ‘targeted customer.

957 triliun 850 16% 8% 3% 11% 2% 4% Kontribusi Laba # Nasabah CMS Spread YoL–Rp YoL–Valas CoF–Rp Giro Deposito CoF–Fx Giro Deposit0 82 strategic business unit • commercial banking .strategic business unit commercial banking Kami juga telah mengembangkan beberapa skema pembiayaan yang terutama kami fokuskan pada pemanfaatan bisnis di sektor agrobisnis.048 miliar Rp 1. konstruksi dan telekomunikasi melalui pengembangan strategi aliansi (value chain financing). akhir tahun 2006 Volume Bisnis Volume Pinjaman Volume Simpanan • Giro • Deposito Pendapatan Fee Pendapatan Bunga bersih Pendapatan Operasional Profitability Rp 52.840 miliar Rp 24.484 miliar Rp 16.225 miliar Rp 128 miliar Rp 2.111 miliar Rp 2.355 miliar Rp 28.259 miliar Rp 12.

terdapat 323 nasabah CMS baru sehingga pada akhir tahun 2006 ada sebanyak 850 nasabah yang telah menggunakan CMS Mandiri.840.688. Adapun kontribusi laba yang dapat dibukukan segmen komersial mencapai Rp 1. dimana enam diantaranya berada di luar pulau Jawa.977.9 miliar. beberapa inisiatif yang telah kami lakukan diantaranya melaksanakan pengembangan Cash Management System (CMS) Mandiri dan Customer Access untuk pelayanan trade services. 2. terdapat 323 nasabah baru CMS sehingga pada akhir tahun 2006 nasabah yang telah menggunakan CMS Mandiri sebanyak 850 nasabah. kami juga telah mengembangkan beberapa skema pembiayaan yang terutama kami fokuskan pada pemanfaatan bisnis di sektor agrobisnis. Excellence) secara konsisten. Dari sisi pengelolaan portfolio kredit agar tetap memberikan hasil yang optimal dengan risiko yang dapat diminimalisir (risk acceptable) berbagai upaya telah kami lakukan.957 triliun atau naik 56.Pertumbuhan tersebut didukung oleh ekspansi kredit gross sebesar Rp 6. Integrity.0 miliar.048. meningkatkan pengetahuan dan kemampuan sales force kami. Selain itu.  Kami menyempurnakan proses sales. sasaran Kami telah menetapkan serangkaian inisiatif strategis sebagai pedoman bagi pengembangan Direktorat Commercial Banking untuk mencapai tujuan organisasi berbasis SBU yang baru. yaitu: 1. Sementara dana tumbuh sebesar 16. sejalan dengan kondisi sektor riil yang belum sepenuhnya membaik menyebabkan penurunan kolektibilitas kredit (non-performing loan) mencapai Rp 4.776.Tahun 2006.9 miliar. Customer Focus.  Penyempurnaan organisasi dan peningkatkan kualitas SDM melalui pelaksanaan competency assessment. pengetatan proses disbursment dan administrasi kredit serta penerapan proses keputusan kredit melalui sistem Komite Kredit. pelaksanaan workshop perkreditan.504. Tahun 2006. Kami akan senantiasa meningkatkan kapabilitas dan volume transaksi bisnis serta mengoptimalkan operasional end-to-end. memperkuat trade checking.1% menjadi Rp 28. Dari perspektif organisasi. Kinerja Di tahun 2006. Dana giro meningkat sebesar 30. Tentu hal ini juga harus diikuti dengan penerapan nilai-nilai budaya Bank Mandiri (Trust. Pencapaian Saat ini kami memiliki 17 Commercial Banking Center (CBC) yang tersebar di Jakarta dan sembilan kota besar lainnya.9% menjadi Rp 12. Professionalism. segmen komersial mampu membukukan pendapatan bunga bersih sebesar Rp 2.0 miliar atau 33. dalam rangka mendukung pengembangan bisnis. Surabaya.9% dibanding tahun sebelumnya. Watch List. kami akan menata kembali sumber daya sesuai dengan tujuan strategis kami yang baru.1 miliar terdiri dari nasabah baru sebesar Rp 1. marketing & monitoring kredit melalui pendekatan targeted customer. Dengan demikian kami berharap dapat memenangkan persaingan bisnis serta mengembangkan bisnis secara sehat dan berkesinambungan. serta menetapkan fungsi pengelolaan nasabah secara tersendiri. Pada periode yang sama juga terdapat pelunasan kredit sebesar Rp 2. Inisiatif ini telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pendapatan fee-based dan jumlah nasabah. Disamping itu kami juga berupaya untuk mencapai pertumbuhan bisnis yang sehat melalui program aliansi secara aktif.9% dibanding tahun sebelumnya. pendapatan fee-based juga meningkat signifikan yaitu mencapai Rp 128 miliar atau mengalami kenaikan 72.3% dari total pendapatan operasional Bank Mandiri (diluar biaya PPAP).0 miliar. dan Makasar.259 miliar dan dana deposito juga meningkat sebesar 0.484. strategic business unit • commercial banking 83 . Ditahun 2006. kami memperluas jaringan distribusi Commercial Banking dengan menambah 2 (dua) Commercial Floor di Batam dan Balikpapan serta membentuk 3 (tiga) Trade Servicing Center (TSC) di Jakarta.9% menjadi Rp 16. Selain itu. Pelaksanaan inisiatif strategis tersebut tentunya akan meningkatakan standar layanan kami dan produktifitas sumber daya manusia.3 miliar atau tumbuh 4.225 miliar. Dari sisi layanan. konstruksi dan telekomunikasi melalui pengembangan strategi aliansi (value chain financing).1 miliar dan nasabah existing sebesar Rp 4. Pertumbuhan dana yang cukup baik selama tahun ini juga diikuti dengan perbaikan struktur dana (funding mix) secara signifikan. Loan Monitoring System. volume bisnis segmen Commercial mencapai Rp 52. dan dengan demikian meningkatkan portfolio kredit secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan bahwa Bank Mandiri semakin berperan didalam pelayanan transaksi bisnis pada segmen ini.8%. dan evaluasi terhadap manning pegawai dengan penempatan pegawai sesuai bidang keahliannya.753. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap portfolio kami pada akhir tahun.7 miliar dengan total kontribusi laba operasional (diluar biaya PPAP) sebesar Rp 2. Disisi lain.111. Sejalan dengan meningkatnya volume bisnis di tahun 2006.

strategic business unit consumer finance 84 strategic business unit • consumer banking .

Perhatian utama kami adalah pada pemilihan target market yang cermat. omar sjawaldy anwar • Direktur . strategi suku bunga yang tepat dengan fokus pada produk yang menguntungkan dan mempertahankan posisi Brand yang kuat. serta dukungan komitmen dari jaringan cabang yang luas.

180 Rp 1. Visa International). Beberapa inisiatif strategis yang telah dilaksanakan pada tahun 2006 untuk mendukung fokus baru tersebut adalah sebagai berikut: •  Mengembangkan produk kartu kredit berdasarkan segmen young adult dengan meluncurkan kartu kredit Everyday Card.33 triliun Rp 3. pencapaian Pada tahun 2006 terjadi perubahan struktur organisasi Bank Mandiri. Direktorat Consumer Finance membukukan pendapatan bunga bersih sebesar Rp 771 miliar dan memberikan kontribusi sebesar Rp 412 miliar.209 rekening sampai dengan 31 Desember 2006.3% dari posisi 31 Desember 2005. baik untuk jumlah pemegang kartu maupun outstanding balance.strategic business unit consumer finance akhir tahun 2006 Volume Pinjaman • KPR Mandiri • Multiguna Mandiri # debitur # profesional sales Volume kartu kredit # kartu kredit Profitability Rp 11. kartu kredit dan Bank Syariah Mandiri yang merupakan salah satu anak perusahaan Bank Mandiri. •  Mengembangkan produk kredit perorangan melalui peluncuran produk dan fitur baru KPR Flexible.67 triliun 169 ribu 1. Pangsa pasar Mandiri Visa meningkat menjadi 19%. •  Meningkatkan penetrasi produk kredit perorangan melalui implementasi program pemasaran yang agresif. Untuk menangkap potensi yang ada telah dibentuk Direktorat Consumer Finance dengan fokus pada pengelolaan kredit perorangan.61 triliun Rp 3. tersedianya tenaga Kontribusi Laba Spread YoL–Rp YoL–Valas 86 strategic business unit • consumer banking . Bank Mandiri telah menyalurkan kredit dengan baki debet sebesar Rp 11. KPR Top Up dan KPR Duo. Dengan peningkatan ini Bank Mandiri menduduki peringkat ke-1 sebagai penerbit kartu kredit Visa dan peringkat ke-3 untuk volume penjualan (Member Ranking Report-Quarter December 2006. •  Mengembangkan fitur kartu kredit melalui peluncuran Power Buy di jaringan EDC.293 miliar 872 ribu Rp 412 miliar 16% 4% KINERJA Sampai dengan 31 Desember 2006.33 Triliun dengan jumlah debitur sebanyak 169. Baki debet tersebut meningkat sebesar 11.

Kami juga bekerjasama dengan lebih dari 245 proyek perumahan dari pengembang-pengembang di seluruh Indonesia. Bank Mandiri menawarkan manfaat terbaik untuk nasabah kartu kredit dengan mengembangkan berbagai kombinasi fitur dan program yang inovatif sesuai dengan kebutuhan segmen pasar yang dituju. Bank Mandiri bekerjasama dengan MasterCard World Wide meluncurkan Everyday Card dan Titanium Card untuk memperluas pasar di young adult dan upper segment. Produk ini adalah produk kredit perorangan yang diberikan kepada karyawan perusahaan yang telah menyalurkan pembayaran gaji melalui jasa payroll Bank Mandiri. tingkat kepuasan pelanggan pada tahun 2006 meningkat dibandingkan tahun 2005 yaitu dari 85% menjadi 88.61 Triliun dan Multiguna Mandiri sebesar Rp 3. Kantor Cabang Bank Mandiri dan Aliansi Strategis dengan nasabah potensial Bank Mandiri.5%.Kami bekerjasama dengan lebih dari 245 proyek perumahan dari pengembang-pengembang di seluruh Indonesia. Seluruh manfaat dari kombinasi yang diberikan tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan penjualan dan frekuensi penggunaan kartu yang pada akhirnya memberikan kontribusi pada portofolio Kartu Kredit Bank Mandiri. Selama tahun 2006 telah diluncurkan beberapa produk dan fitur baru antara lain KPR Flexible. Berbagai penghargaan telah diperoleh Bank Mandiri atas program-program pemasaran dan loyalitas yang dilakukan selama tahun 2006 antara lain: Outstanding Achiever-Large Issuer dari strategic business unit • consumer banking 87 . pada tahun 2006 Bank Mandiri memperoleh penghargaan sebagai Bank BUMN dengan Strategi Suku Bunga yang Inovatif dari Majalah Property & Bank. cara mudah isi pulsa/prepaid telco melalui SMS. peluncuran produk baru yang inovatif dan percepatan proses persetujuan kredit merupakan faktor-faktor yang mendukung peningkatan kinerja unit kerja di bawah kelolaan Direktorat Consumer Finance. serta penerbitan affinity card dengan institusi pendidikan dan secondline embossing card dengan beberapa perusahaan.480 kartu atau meningkat sebesar 15. Program Top Up. Sepanjang tahun 2006 telah dilakukan kerjasama program penggunaan kartu dengan lebih dari 1. Pemasaran kartu kredit dilakukan melalui saluran pemasaran utama yaitu Direct Sales. Selain itu. Consumer Loan didukung lebih dari 1. Dalam tahun 2006. PT Inco. Faktor makro ekonomi serta peningkatan pembayaran karena adanya peraturan baru mengenai kewajiban minimal pembayaran menjadi 10%.67 Triliun per 31 Desember 2006. Branch Sales Contest dan penjualan silang kepada nasabah dana dan pinjaman Bank Mandiri dengan pembebasan iuran tahunan.9% dari posisi 31 Desember 2005. Guna memproses aplikasi dari nasabah. dimana baki debet penggunaan kartu kredit pada tahun 2006 tercatat sebesar Rp 1. seperti PT Samudra Indonesia.180 tenaga penjualan yang membantu memasarkan produkproduk kredit konsumtif. Program Discount 50% untuk pemegang kartu Everyday dan Titanium Card. KREDIT PERORANGAN Besarnya kredit perorangan masih didominasi oleh produk KPR Mandiri dengan baki debet Rp 3. melalui penyederhanaan dokumen dan proses persetujuan kredit. Proses penjualan produk ini difokuskan kepada perusahaan yang telah menjadi nasabah Bank Mandiri. Program Mandiri Siswa Sejahtera bekerjasama dengan AXA Mandiri menawarkan program EduPlan kombinasi dengan Unit Links.200 merchant partner dan kerjasama transaksi dengan lebih dari 11 bill payment partner secara reguler serta melaksanakan lebih dari 800 kegiatan program promosi yang bertujuan untuk meningkatkan transaksi penggunaan kartu dan loyalitas pemegang kartu. program dana tunai dengan bunga 1. telah dilakukan pula program Member Get Member dan Add On untuk para pemegang kartu Mandiri Visa. KARTU KREDIT Jumlah kartu kredit yang telah diterbitkan berdasarkan posisi per akhir Desember 2006 adalah sebesar 872. PT Indo Pasific.293 triliun menurun sebesar 5. KPR Top Up dan programprogram pemasaran yang bekerjasama dengan pengembang mitra Bank Mandiri. Bank Mandiri telah bekerjasama dengan lebih dari 630 perusahaan dalam menyalurkan produk ini. Telemarketing. Pengembangan fitur-fitur baru. maka sesuai hasil survei CSI (Customer Satisfaction Index) yang dilaksanakan oleh sebuah lembaga survei independen. dan PT Pertamina. Untuk mempercepat pertumbuhan jumlah kartu kredit. Power Cash. Namun demikian kartu kredit tetap mampu menghasilkan laba bersih yang positif bagi Bank Mandiri.6%. Dengan adanya pengembangan dalam proses pelayanan. telah dilakukan pengembangan produk kartu kredit dengan merk yang baru. KPR Duo. penjualan yang handal di setiap titik penjualan dan penjualan silang yang agresif terhadap nasabah potensial Bank Mandiri. Selanjutnya baki debet KPR Mandiri juga tumbuh cukup baik sebesar 18. Selain itu produk Mitrakarya Mandiri mengalami pertumbuhan baki debet yang sangat pesat sebesar 81. Consumer Loan didukung oleh 13 Consumer Loan Processing Center dan 41 Consumer Loan Processing Outlet yang tersebar di seluruh Indonesia dengan menggunakan sistem komputerisasi yang on-line. berdampak pada usaha pertumbuhan kredit.46% dibandingkan dengan tahun 2005.4% dari 31 Desember 2005. seperti Power Buy.96%. •  Meningkatkan penyaluran kredit perorangan. program belanja cicilan dengan bunga 0%.

menerbitkan produk kartu kredit baru untuk segmen-segmen yang belum digarap secara optimal seperti corporate card. penjualan silang produk-produk kepada nasabah Bank Mandiri. strategi suku bunga yang tepat dan fokus pada produk yang menguntungkan.Kami meningkatkan penetrasi produk melalui implementasi tele sales yang agresif dan tersedianya tenaga penjual yang handal di setiap titik penjualan guna meningkatkan pangsa pasar. mengimplementasikan Euro Mastercard Visa (EMV) dan teknologi contactless. Direktorat Consumer Finance akan melanjutkan penajaman dalam penawaran dan pemasaran produk pada segmen yang menguntungkan. The Best Credit Card in Pricing dan the Third Winner of the Best Credit Card in Marketing Communication dari Swasembada dan Synovate serta Indonesian Bank Loyalty Champion dari MarkPlus Insight dan Info Bank. termasuk di dalamnya mengembangkan travel & entertainment reporting dan co-branding dengan institusi yang memiliki akses terhadap segmen yang dituju. serta didukung komitmen cabang. namun dengan pemilihan target market yang cermat. Visa International. kapabilitas sumber daya manusia dan kapasitas infrastruktur pendukung akan mampu meningkatkan pertumbuhan kredit konsumtif dan memberi kontribusi positif terhadap kinerja bank secara keseluruhan. memperkuat keberadaan pelayanan Bank Mandiri di setiap titik penjualan. Selain mengembangkan program loyalitas melalui penambahan fitur Power Mileage. Masuknya institusi keuangan asing ke dalam segmen kredit konsumtif mengakibatkan persaingan meningkat secara signifikan. 88 strategic business unit • consumer banking . memperkuat efektifitas dan produktifitas dari jaringan sales dan pemasaran sehingga lebih efisien. SASARAN Di tahun mendatang.

Jaringan pelayanan dilakukan melalui 212 outlet kantor Bank Syariah Mandiri di 24 propinsi di Indonesia. BSM merupakan bank syariah dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia. industri. penghargaan dan pengakuan pun telah diraih Bank Syariah Mandiri. Pada akhir tahun 2006.08 triliun pada tahun 2006. transfer valas. • Indonesian Bank Loyalty Award (IBLA). dan RTGS. Sepanjang tahun 2006. kecil dan menengah). BSM mulai beroperasi sejak 1 November 1999.000 nasabah perorangan dan perusahaan telah memanfaatkan fasilitas pembiayaan dari BSM. Pada akhir tahun 2006. sedangkan atas dasar pendanaan mencapai 39. dan jasa-jasa.20% dari segi pembiayaan. Nasabah dapat memanfaatkan jaringan ATM milik Bank Syariah Mandiri yang terdiri dari 53 ATM serta dapat mengakses ke 2. sarana dan prasarana umum termasuk telekomunikasi.661 ATM dalam jaringan ATM milik Bank Mandiri dan 10. Dana pihak ketiga berjumlah sebesar Rp 8. lebih dari 32. Produk pendanaan Bank Syariah Mandiri antara lain berupa tabungan. •  Selama lima tahun berturut-turut berhasil mempertahankan predikat Sangat Bagus. produk pembiayaan.bank syariah mandiri PT Bank Syariah Mandiri (BSM) adalah salah satu dari tiga bank umum syariah dan 20 Unit Usaha Syariah di Indonesia yang menawarkan produk pembiayaan dan simpanan berdasarkan prinsip syariah. BSM memiliki beragam produk pendanaan.3% dari jumlah portofolio kredit konsolidasi Bank Mandiri. trade service and financing. Dengan demikian di tahun 2006. antara lain: Golden Award dari Majalah Infobank. Produk pembiayaan ini meliputi pembiayaan investasi. BSM juga menawarkan produk-produk jasa yang lengkap. total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp 7.40 triliun yang merupakan 6. Per 31 Desember 2006. strategic business unit • consumer banking 89 . Produk pembiayaan mencakup beberapa sektor termasuk sektor perdagangan grosir. modal kerja dan pembiayaan perorangan serta pembiayaan UMKM (usaha mikro. May 2006: The Best of Indonesian Bank Loyalty Champion: Category Sharia Banking. pertanian. intercity clearing.76%. kami memiliki lebih dari 728. disamping 2. antara lain: sentra bayar (payment point).97% dari segi aset. 36.000 nasabah perorangan dan perusahaan yang mempunyai rekening pendanaan. perdagangan retail dan perumahan. pembayaran pajak on-line. BSM menghasilkan pendapatan operasional Rp 1.903 ATM MEPS (Malaysian Electronic Payment System). Pangsa pasar BSM di industri perbankan syariah Indonesia mencapai 35. Juli 2006.22 triliun atau merupakan 4% dari jumlah dana pihak ketiga Bank Mandiri. serta tabungan pendidikan dan tabungan haji.388 ATM dalam jaringan ATM Bersama. deposito. dan giro.

strategic business unit micro & retail banking 90 strategic business unit • micro & retail banking .

sadikin • Direktur .Fokus utama kami ialah menciptakan struktur pendanaan yang kokoh (besar. budi g. dan stabil) dan menyalurkan pinjaman produktif bagi wirausahawan Mikro & Kecil melalui 924 cabang dan 200 unit Mikro di seluruh Indonesia. murah.

sedangkan untuk nasabah segmen mass affluent dan affluent dilayani melalui 25 outlet prioritas dan 17 priority lounge yang tersebar di 17 kota besar di Indonesia. Volume Usaha Mikro mencapai 1.541 wirausahawan kecil dan mikro dengan Volume Usaha Kecil mencapai Rp 8.28 triliun. Seiring dengan perkembangan bisnis. Bank Mandiri fokus pada pertumbuhan dana murah.32 triliun Rp 1. 2 Cash Deposit Machine (CDM).714 ATM.3% dan 28.02 triliun Rp 55. Seiring dengan peningkatan jumlah kartu diikuti pula dengan peningkatan jumlah transaksi e-channel menjadi 26 juta transaksi per bulan atau meningkat 33% dari tahun lalu.60 triliun atau tumbuh 9. Dibidang bisnis ritel. Pengembangan jaringan cabang diikuti pula dengan penambahan jumlah ATM menjadi 2. ekspansi jaringan cabang senantiasa dilakukan dengan penambahan 17 kantor baru di tahun 2006 sehingga jumlah cabang mencapai 924 outlet untuk melayani nasabah reguler.7% dibanding posisi tahun lalu yang terdiri dari pinjaman sebesar Rp 7.strategic business unit micro & retail banking akhir tahun 2006 Volume Pinjaman • Pinjaman Usaha Kecil • Pinjaman Mikro Volume Simpanan • Giro • Tabungan • Deposito Kontribusi Laba Jumlah Nasabah pinjaman Kecil & Mikro Jumlah pemegang ATM Rp 9.75 juta Kinerja Pada akhir tahun 2006 Direktorat Micro & Retail Banking telah membiayai 126. jasa dan industri rumah tangga. Dari jumlah tersebut 69% portofolio kredit disalurkan ke sektor perdagangan dan selebihnya disalurkan ke sektor perkebunan. 17.8% dibandingkan dengan tahun 2005 menjadi 5.94 triliun Rp 120. melampaui transaksi cabang yang sebesar 8 juta transaksi per bulan.92 triliun Rp 57.94 triliun tumbuh sebesar 12% dibandingkan tahun lalu.02 triliun Rp 1. dimana dana Giro dan Tabungan tumbuh sebesar 9. Sementara itu. 92 strategic business unit • micro & retail banking .75 juta kartu.96 triliun Rp 8.26 triliun Rp 7.7% sehingga memperbaiki rasio dana murah menjadi 53% terhadap total dana masyarakat diikuti dengan peningkatan jumlah kartu ATM mandiri yang beredar sebesar 29.32 triliun dan simpanan sebesar 1.51 triliun 126 ribu 5.800 unit.362 merchant EDC dan kerjasama dengan ATM Bersama dan ATM Link untuk memperluas jangkauan pelayanan menjadi 13.

(3) Total Baki Debet Linkage Terbesar dan (4) Cakupan Wilayah BPR Linkage Terluas yang tersebar di 24 Propinsi dan menjangkau wilayah terjauh seperti Aceh. Penyaluran kredit usaha kecil yang terkait dengan perkebunan diberikan dalam bentuk kredit modal kerja.200 SPBU merupakan wujud realisasi komitmen Bank Mandiri kepada usaha kecil yang bergerak disektor ini. Beberapa award lain yang telah dicapai antara lain The Best Online Banking di Indonesia versi majalah PC Magazine. strategic business unit • micro & retail banking 93 . Telkom. Pertamina. Bank Mandiri telah berhasil mengalihkan sebagian besar transaksi di cabang yang berbiaya transaksi tinggi ke e-channel yang memiliki biaya transaksi lebih murah seperti melalui ATM. Retail banking Pertumbuhan dana tabungan didorong melalui program-program terintegrasi.000 petani. Upaya perbaikan kualitas layanan secara berkesinambungan terus dilakukan dan hal ini ditunjukkan dengan diraihnya sertifikasi ISO 9001: 2000 untuk Call Center. Top 3 Indonesian Bank Loyalty Index untuk tabungan oleh Mark Plus Insight. Layanan payroll untuk nasabah korporat dan commercial juga dikembangkan sebagai salah satu solusi layanan kepada nasabah perusahaan. Perusahaan Gas Negara dan Universitas Gajah Mada.Bank Mandiri siap membiayai perkebunan kelapa sawit rakyat seluas 321. Strategi hybrid ini diharapkan mampu menggerakkan bisnis mikro sehingga portofolio kredit yang disalurkan melalui BPR maupun unit mikro meningkat. Skim Pelayanan Pembiayaan Pertanian (SP3). Pertumbuhan tabungan didukung pula melalui program penetrasi di area bisnis utama di Jakarta seperti Pasar Tanah Abang dan Mangga Dua dan akan dikembangkan di 7 kota besar lainnya di Indonesia. Perbaikan kualitas pelayanan yang secara konsisten terus dilakukan. Internet Banking. PLN. Khusus kredit dengan Pola Inti Plasma telah dilakukan penandatanganan dengan Menteri Keuangan di Bulan Desember 2006 dimana Bank Mandiri ditunjuk sebagai Bank pelaksana penyaluran Kredit Pengembangan Energi Nabati-Revitalisasi Perkebunan (KPEN-RP). menempatkan Bank Mandiri sebagai peringkat ke-2 dalam service excellence periode tahun 2006 berdasarkan hasil survey MRI dan majalah Infobank yang dipublikasikan pada awal bulan April 2007.Guna mendukung program tersebut saat ini telah diluncurkan tabungan bisnis yang fiturnya disesuaikan dengan kebutuhan nasabah wirasusahawan dan pedagang serta dilakukan penambahan 10 fitur e-channel yang memberikan kemudahan pembayaran. (2) Nilai Plafond Awal Linkage Program Terbesar.268 hektar dengan alokasi kredit sebesar Rp 11 triliun yang akan disalurkan kepada 160. kredit investasi. modal kerja usaha dan talangan pembayaran delivery order kepada Pertamina. Pembiayaan kepada 393 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Utama (SPBU) dari total 3. Bank Mandiri menerapkan strategi hybrid melalui BPR Linkage Program dan pengembangan jaringan Micro Business Unit (MBU) yang saat ini berjumlah 200 MBU. antara lain melalui pengembangan layanan secara end-to-end nasabah korporat dan BUMN yang memiliki perputaran dana dan jumlah pelanggan besar seperti Indosat. Program promosi dilakukan secara berkesinambungan untuk menjaga awareness nasabah dan masyarakat untuk tetap mempercayakan dananya kepada Bank Mandiri. Kredit Ketahanan Pangan (KKP). KUMK-Surat Utang Pemerintah (SUP-005). Call Center Award 2006 oleh Center for Customer Satisfaction and Loyalty (CCSL). Dengan keberhasilan ini maka Bank Indonesia memberikan 4 (empat) penghargaan “Kriya Pranala Award“ yang mencakup kategori: (1) Jumlah BPR Linkage Terbanyak. Sulawesi Utara.001 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) atau lebih dari 30% dari total BPR di Indonesia telah bekerjasama melalui linkage program dengan Bank Mandiri melalui pola executing dan chanelling. Pencapaian Mikro & Small Business Total kredit perkebunan Bank Mandiri pada tahun 2006 telah mencapai 36% dari total kredit perkebunan nasional. Peningkatan produktivitas didukung pula dengan penambahan dan relokasi jaringan ATM dari area yang kurang menguntungkan ke area-area yang memiliki potensi transaksi tinggi. SMS Banking dan Call Center. Bank Mandiri telah menjalin kerjasama dengan Pertamina yang mencakup pembiayaan dan penyediaan layanan perbankan yang umum maupun spesifik antara lain Host to Host untuk pembayaran Pertamina dan Cash Management System. sementara itu untuk menyesuaikan dengan karakter dan kultur berbagai daerah di Indonesia dilaksanakan pula program promosi yang spesifik di setiap daerah. Maksimal pembiayaan yang diberikan sebesar Rp 2 miliar yang ditujukan untuk investasi pembangunan maupun peremajaan SPBU. Sebagai contoh. Program Mandiri Fiesta merupakan wujud penghargaan terhadap nasabah yang menyimpan dananya di Bank Mandiri yang dilaksanakan secara nasional. Dalam melakukan ekspansi di segmen mikro. Sektor migas juga menjadi salah satu fokus dalam pengembangan kredit usaha kecil. Modul Penerimaan Negara Departemen Keuangan dan beberapa kerjasama pembayaran tagihan dengan PT Kereta Api Indonesia. kemudahan pelayanan rekening dan kemudahan akses produk-produk perbankan. merupakan Bank BUMN yang memiliki kualitas layanan terbaik ditahun 2005. Pertumbuhan volume bisnis diiringi pula dengan perbaikan kualitas layanan nasabah. Rantai bisnis dalam distribusi bahan bakar minyak Pertamina mempunyai volume bisnis yang besar dan akan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya. NTT. Peningkatan produktivitas dilakukan melalui pengalihan transaksi ke channel yang lebih murah. dimana Bank Mandiri dinobatkan sebagai “Top 3 in Banking Service Excellence” oleh majalah Infobank bersama dengan lembaga riset independen MRI. kredit dengan pola inti plasma dan kredit program antara lain Kredit kepada Koperasi Primer untuk Anggotanya (KKPA). Sebanyak 1.

Bank Mandiri siap membiayai perkebunan kelapa sawit rakyat seluas 321. SMS Banking dan Call Center mencapai 26 juta transaksi per bulan. pemanfaatan areal SPBU dan kredit untuk dealer/distributor dispenser SPBU. Diperkirakan jumlah pemberangkatan TKI akan mencapai 750. Bank mandiri akan mengalokasikan pembiayaan kepada para TKI yang disalurkan melalui perusahaan Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS). gas card. pembiayaan peremajaan dispenser. meliputi transaksi ATM.Jumlah transaksi e-channel. Pembukaan unit mikro dilakukan secara agresif dengan memanfaatkan infrastruktur kantor cabang Bank Mandiri yang sudah ada maupun outlet tersendiri dengan rencana penambahan 100 Micro Business Unit (MBU). Untuk selanjutnya kerjasama dengan perusahaan yang bergerak di sektor migas akan terus ditingkatkan dalam bentuk kredit modal kerja.000 pangkalan dan 80.000 pengecer di seluruh Indonesia yang membutuhkan bantuan permodalan. Sasaran Untuk melanjutkan apa yang telah kami lakukan pada tahun 2006. melampaui transaksi cabang yang sebesar 8 juta transaksi per bulan.268 hektar dengan alokasi kredit sebesar Rp 11 triliun yang akan disalurkan kepada 160. agen elpiji. Internet Banking. Sebagai contoh saat ini terdapat lebih dari 17. pembiayaan koperasi.000 petani secara bertahap sesuai kebutuhan penanaman dan pemeliharaan tanaman melalui program KPEN-RP (Kredit Pengembangan Energi Nabati dan Revitalisasi Perkebunan). program take over. Pembiayaan kredit kepada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) merupakan salah satu fokus utama pembiayaan di tahun mendatang khususnya di 5 negara tujuan utama. Penajaman segmentasi nasabah dilakukan melalui program mitra binaan. Untuk mendekatkan diri kepada nasabah. maupun pengembangan paket kredit untuk segmen spesifik. agen minyak tanah. 94 strategic business unit • micro & retail banking . Bank Mandiri terus menambah jaringan Micro Business Unit (MBU) di sentra-sentra yang memiliki potensi bisnis mikro.000 orang TKI per tahun yang membutuhkan pembiayaan lebih dari Rp 3.75 triliun per tahunnya. renovasi layout. kredit investasi.

AXA Mandiri terus berupaya mengembangkan aktivitas usahanya dengan memanfaatkan sumber-sumber daya yang ada di Bank Mandiri. Di masa mendatang. Mandiri Dana Sejahtera yang menyediakan kemudahan untuk menabung secara berkala serta menambah atau menarik dana kapan saja yang ditambah dengan perlindungan asuransi jiwa.PT AXA Mandiri Financial Services PT AXA Mandiri Financial Services (AMFS) merupakan perusahaan patungan milik PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (49%) dan AXA (51%) yang beroperasi sejak Desember 2003. yaitu 120%. RBC yang dimiliki AXA Mandiri ini jauh melebihi ketentuan minimum dari Departemen Keuangan. AXA Mandiri juga menawarkan pilihan perlindungan tambahan yang dapat memperluas manfaat produk dasar tersebut. yaitu perlindungan kesehatan. seperti tabungan hari tua. dan hingga akhir 2006 telah ada di lebih dari 650 cabang Bank Mandiri yang tersebar di sepuluh wilayah. dengan rasio kecukupan modal (RBC/risk based capital) sebesar 1293%. kami menawarkan tiga jenis produk unit-linked. Melalui layanan ini. asset AXA Mandiri per 31 Desember 2006 tercatat senilai Rp 1. seperti satu. karena tidak banyak perusahaan yang dapat melakukan hal ini. AXA Mandiri juga menyediakan perlindungan asuransi bagi nasabah pemegang kartu kredit Mandiri Visa (Mandiri Protection) dan nasabah consumer loan Bank Mandiri. dengan pendapatan bersih Rp 66 miliar. Mandiri Investasi Sejahtera yang menyediakan kemudahan dalam melakukan kesempatan berinvestasi serta menambah atau menarik dana kapan saja yang ditambah dengan perlindungan asuransi jiwa. dana pendidikan ataupun dana multi-guna. AXA Mandiri menduduki posisi ke-2 dengan pangsa pasar sebesar 20. AXA Mandiri menawarkan layanan perencanaan keuangan dan manajemen kekayaan melalui produk-produk asuransi dan investasi yang memberikan nilai tambah kepada nasabah Bank Mandiri. perlindungan kecelakaan. Selama tahun 2006. AXA Mandiri juga memiliki produk asuransi tradisional Mandiri Jiwa Sejahtera yang memberikan proteksi tinggi dan variasi dalam memilih periode asuransi. RBC merupakan salah satu parameter yang menunjukkan apakah suatu perusahaan asuransi jiwa dalam kondisi yang sehat atau tidak. AXA Mandiri menawarkan kombinasi investasi dan asuransi (unit-linked). AXA Mandiri telah berhasil memperoleh pendapatan premi sebesar Rp 827 miliar. Selain itu. dengan jumlah total case lebih dari 67.88% dari seluruh perusahaan asuransi jiwa di Indonesia yang memiliki produk unit-linked. AXA Mandiri memiliki peluang untuk melayani 70% calon nasabah yang sudah jarang bertransaksi langsung di Bank karena kemajuan ebanking (ATM. perlindungan pembayaran premi dan perlindungan terhadap penyakit kritis (Prima Sejahtera). Sementara untuk bisnis grup. lima atau sepuluh tahun. Ini merupakan suatu prestasi yang membanggakan. Selain Financial Advisor yang bertugas di cabang-cabang Bank Mandiri dan layanan Worksite Marketing yang melayani karyawan perusahaan-perusahaan yang merupakan nasabah dari Bank Mandiri. Mandiri Siswa Sejahtera menyediakan kemudahan menabung dalam mempersiapkan dana pendidikan anak. Financial Advisor AXA Mandiri merupakan sales force yang paling produktif di Indonesia. Saat ini. Berdasarkan data pendapatan premi baru individu dari produk unit-linked (unit-linked new business premium) kuartal III 2006 dari Dewan Asuransi Indonesia (DAI). AXA Mandiri juga berencana mengembangkan produkproduk sesuai dengan kebutuhan nasabah dengan meluncurkan produk Mandiri Rencana Sejahtera. strategic business unit • micro & retail banking 95 .000 selama tahun 2006. Untuk bisnis individu (ritel). SMS Banking) yang dikembangkan oleh Bank Mandiri. Internet Banking. Disamping produk-produk unit-linked tersebut. Produk unit-linked tersebut memiliki beragam pilihan yang fleksibel dengan tingkat keuntungan yang relatif tinggi untuk memenuhi beragam kebutuhan.7 triliun. Sementara itu. Dengan menempatkan lebih dari 800 Financial Advisor. AXA Mandiri telah meluncurkan satu lagi yang disebut sebagai Mobile Financial Advisor.

strategic business unit treasury & international banking 96 strategic business unit • treasury & international BANKING .

remittance. trade finance dan funding sources terus dikembangkan agar Bank Mandiri dapat menyediakan solusi bagi semua kebutuhan nasabah dimana kami berusaha untuk menjadi pemain utama dalam jaringan transaksi internasional di Indonesia. trade service.Layanan terpadu treasury. Thomas arifin • Direktur .

007 miliar Rp 402 miliar Rp 194 miliar Rp 454 miliar Kinerja Treasury: Volume transaksi foreign exchange dengan nasabah perusahaan dan individu di tahun 2006 mencapai USD 23.117 bank koresponden di 102 negara dan mengelola rekening nostro sebanyak 35 account sehingga menghasilkan peningkatan kerjasama bisnis sebesar 28.75 miliar. Angka tersebut cukup rendah dibandingkan dengan ketentuan Bank Indonesia yaitu sebesar 20% dari modal bank. pangsa pasar penyaluran transaksi ekspor bank-bank koresponden meningkat sebesar 5.73 miliar.13% dari ketentuan Bank Indonesia sebesar 11%.strategic business unit treasury & international banking kinerja keuangan international banking & capital market services group untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2006 Jumlah Aktiva Produktif (saldo rata-rata) Dana Pihak Ketiga & Pinjaman yang Diterima (saldo rata-rata) Pendapatan Bunga Fee Based Income Kontribusi Laba Rp 913 miliar Rp 3. kerjasama remittansi. risk sharing dan pembiayaan bilateral. realisasi Posisi Devisa Netto Neraca rata-rata tahunan sebesar 14. sementara itu volume transaksi foreign exchange dengan nasabah interbank mencapai USD 42. Laba yang diperoleh dari transaksi foreign exchange ini mencapai Rp 337 miliar.2% meliputi kerjasama trade finance. Kami juga berhasil mempertahankan prinsipprinsip kepatuhan terhadap peraturan Bank Indonesia mengenai Giro Wajib Minimum dan Posisi Devisa Netto sepanjang tahun 2006. Sementara itu. Realisasi Giro Wajib Minimum Rupiah rata-rata adalah 11.6% namun dalam penyaluran transaksi impor kepada bank- 98 strategic business unit • treasury & international BANKING . Perbankan Internasional: Pada tahun 2006. Bank Mandiri memaksimumkan jaringan kerjasama berbasis resiprokal dengan 1. Total fee based income mencapai Rp 572 miliar yang melampaui pencapaian target tahun 2006.98% untuk Posisi Devisa Netto Keseluruhan. Dalam kegiatan trade services.83% dan 3.

Dalam rangka meningkatkan transaksi remitansi internasional.12 miliar pada tahun 2006. reksadana). Total volume remitansi internasional tahun 2006 meningkat 20. Kami juga melanjutkan proses rekrutmen dealer yang sangat selektif.3 % dibanding tahun sebelumnya. agen pembayaran dan security agent. Jasa Pasar Modal: Bank Mandiri menyediakan beragam jasa pasar modal yang meliputi jasa kustodian (umum. Perbankan Internasional: Bank Mandiri telah merintis kerjasama pembiayaan jangka panjang dengan bank koresponden dalam mengantisipasi kebutuhan pendanaan untuk mendukung proyek nasabah korporasi antara lain melalui pemanfaatan Export Credit Agency (ECA) Guaranteed Supplier’s Credit maupun sumber pembiayaan pinjaman bilateral. kemampuan.5 miliar di tahun 2006.884 juta dan USD 395. dimana kustodian berperan sebagai intermediator bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dalam meningkatkan nilai tambah surat berharga yang disimpan di kustodian Bank Mandiri.2%.7% dari tahun 2005. Pendapatan dari bisnis jasa pasar modal sebagai payment bank meningkat 130.3%. Jasa Pasar Modal: Dengan komitmen peningkatan layanan dan produk. Realisasi fee based income jasa kustodian dan wali amanat meningkat sebesar Rp 7.08 atau meningkat sebesar 18. bank koresponden mengalami penurunan sebesar 38.d 4. Asiamoney memberikan penghargaan sebagai The Best Domestic FX Provider for Corporate Customers di tahun 2006.6% dari tahun 2005.869. Total portofolio surat berharga yang disimpan kustodian menjadi sebesar Rp 73.9% dari Rp 63. Hasil survey kepada anggota bursa menyimpulkan layanan jasa payment Bank Mandiri memuaskan dengan score 3.596. Selain itu berfungsi sebagai bank pembayar pada Bursa Efek Jakarta dan memberikan pembiayaan transaksi surat berharga. kami telah memperkokoh peran dan kapabilitas jasa kustodian melalui penambahan produk securities lending & borrowing. strategic business unit • treasury & international BANKING 99 . escrow agent.1 miliar di tahun 2005 menjadi Rp 2.Bank Mandiri memaksimumkan jaringan kerjasama berbasis resiprokal dengan 1.4% sehingga fee based income remitansi TKI meningkat sebesar 25.05 miliar di tahun 2005 menjadi Rp 119. dengan memastikan calon yang terbaik yang dipilih. Selanjutnya.9% dari Rp 1. Penyediaan pembiayaan dan fasilitas payment bank meningkat dari 74 customer di tahun 2005 menjadi 78 customer di tahun 2006. Kunci keberhasilan kami adalah pelayanan prima melalui kecepatan. Volume remitansi internasional yang berasal dari TKI di tahun 2006 meningkat sebesar 56. dengan mengirimkan mereka ke lembaga treasury perbankan terbaik manca negara. dan menyediakan fasilitas intraday transaksi saham reguler.5 % per Desember 2006. harga kompetitif dan network yang sangat mendukung. Bank Mandiri Cabang Hong Kong telah menambah 1 (satu) kantor remittance baru untuk melayani rnasabah TKI di Hong Kong. Kegiatan jasa Export Bills Collection melalui KLN Cayman Islands mengalami peningkatan sebesar 43. Keberhasilan ini merupakan hasil dari peningkatan kepuasan pelanggan yang tercermin dari hasil survei kepuasan pelanggan layanan jasa kustodian dan wali amanat menunjukan hasil rata-rata ‘Baik’ (skala 3 dari 4 skala yang ditetapkan). Pencapaian Treasury: Usaha keras kami sepanjang tahun akhirnya berbuah manis. Disamping itu Bank Mandiri juga telah mengembangkan sistem pelayanan terintegrasi berupa remittance dan tabungan oleh Tenaga Kerja Indonesia (TKI). sedangkan portfolio jasa wali amanat sebesar Rp 9. forex line. Rata-rata harian pemberian fasilitas intraday melonjak sebesar 88.383. Ini adalah anugerah kedua setelah pada tahun 2005 kami mendapat penghargaan serupa yaitu The Best FX Provider for Interbank Customers. calon dealer tersebut kami latih dengan etika. Dalam kegiatan jasa remitansi. sub registry. Euroclear. Surat Utang Negara (SUN) dan OTC dalam menunjang fungsi Bank Mandiri sebagai Bank Pembayaran (Payment Bank) di Bursa Efek Jakarta.8 triliun dan USD 100 juta.117 bank koresponden di 102 negara dan mengelola rekening nostro sebanyak 35 account sehingga menghasilkan peningkatan kerjasama bisnis sebesar 28.0% dibandingkan tahun 2005. jasa wali amanat.4 pada tahun 2006 dari skala 1 s. dan pengetahuan yang diperlukan untuk dapat menjadi dealer yang terbaik dan kompeten. kami telah memiliki sebuah dealing room Treasury terbaik di Jakarta. konversi ADR/GDR.5%. Pada bulan November 2006. Fee based income yang diperoleh dari pelaksanaan transaksi dari jasa trade services termasuk penerbitan bank garansi atas dasar counter garansi dan remittansi meningkat sebesar 12. prioritas kerjasama Bank Mandiri diarahkan pada peningkatan volume dan penghimpunan fee based income baik yang berasal dari TKI maupun Non-TKI.3 miliar atau 22.

Selain itu penekanan pada product control dan manajemen risiko akan ditingkatkan guna menjaga akuntabilitas. sasaran Treasury: Kami akan mempertahankan bahkan meningkatkan kinerja di tahun 2007 dengan menekankan pada kepuasan nasabah. remitansi.Kami mengambil inisiatif memasuki pasar produk derivatif. Penerapan model Strategic Business Unit (SBU) dalam Direktorat Treasury & International Banking meningkatkan keyakinan kami untuk dapat bergerak leluasa dalam mencapat target. 100 strategic business unit • treasury & international BANKING . melakukan ekspansi Regional Treasury Marketing (RTM) ke beberapa kota besar di Indonesia. merekrut dan mengembangkan lebih banyak sumber daya yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja. trade finance. tahun 2007 Bank Mandiri sedang meluncurkan produk Mandiri Direct Settlement (MDS) yang diharapkan meningkatkan layanan remitansi USD antar Bank domestik disamping meningkatkan fee based income dari transaksi remitansi. trade services. kami mengambil inisiatif memasuki pasar produk derivatif. Perbankan Internasional: Sasaran Bank Mandiri di tahun 2007 dan tahun berikutnya adalah meningkatkan customer focus sebagai upaya untuk menjadi main correspondent bagi bank koresponden dalam negeri. kerjasama training terus dikembangkan agar Bank Mandiri dapat menyediakan solusi bagi semua kebutuhan bank koresponden domestik. funding sources. Layanan terpadu treasury. Dengan otonomi yang lebih luas dan organisasi yang lebih sederhana. melakukan ekspansi Regional Treasury Marketing (RTM) ke beberapa kota besar di Indonesia dan mengembangkan pangsa pasar konsumen. Dari sisi pengembangan produk.

Vietnam dan Malaysia disamping pengembangan Remittance Office/Kiosk di Hong Kong untuk pelayanan TKI diluar negeri merupakan bagian dari strategi pengembangan jaringan layanan luar negeri.Kami akan menyelesaikan implementasi Central Liabilities System (CLS) guna meningkatkan kapabilitas monitoring exposure dengan bank koresponden. Proses implementasi tersebut sudah dimulai dari Cabang Singapore dan secara bertahap akan diterapkan pada Kantor Luar Negeri lainnya dengan memperhatikan urgensi. Penyediaan jasa pembiayaan dan pengembangan fasilitas pasar modal difokuskan pada pembiayaan jangka pendek (money market line dan kredit jangka pendek). strategic business unit • treasury & international BANKING 101 . monitoring utilisasi limit maupun analisa bisnis resiprokal. Kami juga melanjutkan proses roll out program standarisasi sistem operasional untuk meningkatkan integrasi transaksi antar Kantor Luar Negeri (KLN) maupun dengan jaringan kantor dalam negeri yang telah dimulai pada tahun 2004. Jasa Pasar Modal: Dalam rangka peningkatan pelayanan kepada nasabah dan efesiensi proses. kebutuhan transaksi dan kompleksitas operasionalnya. serta pendirian Settlement Company untuk meningkatkan fee based income atas jasa internasional remittansi. Tujuan sistem baru tersebut adalah meningkatkan integrasi. Proses mengintegrasikan system-system yang dipergunakan oleh kustodian juga sedang dilakukan sehingga akan meningkatkan proses straight through dalam layanan operasional jasa kustodian. kami sedang meningkatkan kapabilitas system kustodian melalui layanan on line custody kepada nasabah yang memungkinkan nasabah untuk mengakses rekening surat berharganya secara online. standarisasi dan keamanan layanan Kantor Luar Negeri menjadi sejajar dengan sistem operasi pelayanan perbankan internasional. Penjajakan untuk membuka Representative Office di Timur Tengah. Bank Mandiri akan meningkatkan status Representative Office Shanghai menjadi Kantor Operasional. Sedangkan fasilitas intraday diperluas penggunaannya untuk pasar negosiasi (OTC) saham dan corporate bond sehingga meningkatkan cross selling dengan jasa kustodi Bank Mandiri. Melalui CLS diharapkan akan diperoleh data yang lebih akurat secara real time dari seluruh unit bisnis pengguna limit serta memaksimalkan kapasitas monitoring utilitisasi limit untuk nasabah dan bank koresponden.

strategic business unit special asset management 102 strategic business unit • special asset management .

Kami melakukan pelatihan intensif terhadap sumber daya untuk menangani kredit bermasalah secara efektif dan efisien demi mendukung posisi Bank menjadi Dominant Multi-Specialist Bank riswinandi • Direktur strategic business unit • special asset management 103 .Selama 2006. restrukturisasi dan penyelesaian kredit bermasalah berhasil diakselerasi sehingga mampu mencapai target penurunan Non Performing Loan (NPL) dan mengoptimalkan tingkat recovery. agar Bank Mandiri dapat berperan sebagai Anchor Bank.

Bank Mandiri secara intensif melakukan restrukturisasi dan penyelesaian NPL. Perbaikan NPL selama tahun 2006 merupakan hasil restrukturisasi dan collection sehingga terjadi perbaikan kolektibilitas dan pelunasan sebesar Rp 11.12 (8.751.312. yang terdiri dari debitur Corporate.69 16.16 (4.703. sehingga pada akhir tahun 2006 portofolio NPL dapat ditekan dari sebesar Rp 26.725.853.92 miliar dan Rp 93.3% (nett) dari total portfolio kredit.677 miliar. Selama tahun 2006.51 5.82 miliar.313. 71.98% debitur Commercial dan 7.56) 521.246.41 16.313. Sedangkan untuk NPL segmen Consumer dikelola oleh Consumer Collection Group yang berada dibawah Direktorat Risk Management. Direktorat Special Asset Management yang membawahi Credit Recovery I Group dan Credit Recovery II Group (setelah sebelumnya tergabung dalam Direktorat Treasury and International).751.084.85 miliar.79 2.81 (4.475.strategic business unit special asset management Kami secara intensif melakukan restrukturisasi dan penyelesaian NPL.475.3% (gross) atau 15.192. Untuk menghadapi permasalahan tersebut.41 miliar. masing-masing sebesar Rp 9.96 (320.79 9.75) 18.68 (521.336.13 592. Commercial dan Consumer.649. credit recovery bank only Total Corporate Commercial *) (RP Miliar) Consumer Gross NPL Saldo 31 Desember 2005 Tambahan selama periode 2006 Upgrade & pelunasan Write-back Gross NPL sebelum hapus buku Hapus buku Saldo 31 Desember 2006 PPAP Saldo 31 Desember 2005 Hapus Buku PPAP selama periode 2006 Penagihan **) Lain-lain ***) Saldo 31 Desember 2006 Net NPL Saldo 31 Desember 2005 Pengurangan gross NPL Tambahan Provisi NPL Saldo 31 Desember 2006 Persentase Nett NPL Catatan: *) Commercial termasuk Small dan Micro **) Termasuk Write-back ***) Termasuk dampak dari perubahan nilai kurs 26. sehingga pada akhir tahun 2006 portofolio NPL dapat ditekan dari sebesar Rp 26.366.51 miliar pada tahun 2005 menjadi sebesar Rp 18.43) 7.75) 4. merupakan unit kerja yang terpisah dari unit kerja pemberi kredit.408.379. Rp 1.98 (1.05 miliar.336.853.35) 6.705. Dalam menangani kredit bermasalah.76) 10.65 (3. Bank Mandiri telah melakukan hapusbuku terhadap debitur sebesar Rp 4. yaitu sebesar 25.05) 841. dimana Direktorat Special Asset Management mengelola lebih dari 80% portofolio NPL Bank Mandiri.074.064.85) 2.92) 11.366.75 miliar.16% debitur Consumer 11.59 2.677.40 11.55 (933.86% debitur Corporate.88 (93.677.40 23.843.06% 104 strategic business unit • special asset management .475. yang terdiri dari 20.153.46) 14. Manajemen membentuk Direktorat Special Asset Management yang mulai efektif sejak bulan Mei 2006 dengan tujuan agar pelaksanaan restrukturisasi dan penyelesaian kredit bermasalah dapat dilaksanakan dengan lebih efisien dan terfokus.492. dan khusus menangani Non Performing Loan (NPL) segmen Corporate dan Commercial.751 miliar pada tahun 2005 menjadi sebesar Rp 18.060.40 Kinerja Tahun 2006 dimulai dengan tingginya kredit bermasalah yang dikelola Bank.41 3.67 6.023.21 (9.07 (11.221.82) 2.625.22 342.10) (1.

00 triliun.43 miliar (dimana porsi Bank Mandiri sebesar USD589.16%).112. Rp 548. dimana ditegaskan bahwa piutang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak termasuk dalam piutang negara dan penyelesaian piutang perusahaan negara tidak lagi melalui Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN). yaitu Argo Pantes dan Raja Garuda Mas dengan ringkasan sebagai berikut: • Argo Pantes memiliki eksposur sebesar Rp 2. Sedangkan collection dari debitur hapus buku sebesar Rp 1. namun mengalami kesulitan dalam pemenuhan kewajibannya. namun mengalami kesulitan dalam pemenuhan kewajibannya. Kewajiban untuk bulan Oktober. Sesuai perjanjian tersebut sebagian kreditnya akan diselesaikan dari hasil penjualan property asset & non-core asset. 87/2006 yang mengatur tentang Tata Cara Pengurusan dan Penghapusan Piutang Perusahaan Negara/Daerah yang merupakan revisi atas PP 14/2005 dan PMK 31/2005. telah terbit Peraturan Pemerintah (PP) No. Selama tahun 2006 penanganan terhadap Top 30 NPL Obligor Terbesar telah menunjukkan kemajuan yang signifikan seperti dijabarkan dalam diagram.072. dimana baki debet per 31 Desember 2006 adalah sebesar Rp 7. Dengan demikian.97 miliar (46. Eterindo Group dan Apac Inti Corpora. restrukturisasi atas 3 (tiga) perusahaan yang tergabung dalam Group “Riau Complex” telah ditandatangani dan efektif pada tanggal 19 Oktober 2006 dengan total fasilitas per 30 September 2006 sebesar USD 1. antara lain didorong oleh progress penanganan Top 30 NPL Obligor Terbesar. Sasaran Target penurunan gross NPL menjadi dibawah 10 % atau nett dibawah 5% pada tahun 2007. sehingga diharapkan dapat dicapai “level playing field” yang sama dengan bank swasta atau asing lainnya.81 miliar (2. Exit policy (penghapusbukuan) diterapkan bagi debitur yang sudah tidak memiliki prospek atau tidak mempunyai kemampuan pembayaran serta telah dilakukan berbagai upaya penyelamatan dan penagihan namun tidak berhasil.28 triliun dimana perjanjian restrukturisasi dan penyelesaian kreditnya telah ditandatangani pada tanggal 18 Oktober 2006. strategic business unit • special asset management 105 .93 juta).69%). 33/2006 dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.072. Pembayaran dan pelunasan dari beberapa obligor lainnya juga memberikan kontribusi dalam penurunan NPL disamping perbaikan kolektibilitas dari hasil restrukturisasi atas beberapa Obligor Top 30 lainnya. November dan Desember 2006 sesuai perjanjian di atas telah dipenuhi dengan baik dan tepat waktu. Penurunan NPL pada tahun 2006. refinancing atau mencari investor strategis. akan menjadi prioritas Bank Mandiri dengan penanganan difokuskan pada sisa Top 30 NPL Obligor Terbesar dan Debitur lain dengan kontribusi terbesar terhadap NPL yang masih dalam tahap restrukturisasi maupun penyelesaian.22% dari target) tidak terlepas dari kontribusi dan keberhasilan Direktorat Special Asset Management dalam menerapkan strateginya.Pencapaian Keberhasilan pencapaian rasio nett NPL Bank Mandiri diakhir 2006 menjadi 6. penyelesaian NPL di Bank BUMN dapat dilakukan dengan menggunakan koridor hukum korporasi yang diatur dalam Undang-Undang Perseroan Perbatas (PT). mengalami penurunan signifikan bila dibandingkan dengan posisi Desember 2005 yang sebesar Rp 16. Penurunan NPL yang signifikan terutama terjadi setelah dicapai dan dilaksanakannya kesepakatan restrukturisasi kredit atas 2 obligor terbesar. dimana penyelesaiannya bersumber dari penjualan aktiva tetap/agunan kredit. Loan restructuring diterapkan bagi debitur yang masih memiliki prospek usaha yang baik. Anugerah Inti Gema Nusa. misalnya Pupuk Iskandar Muda.1% (Bank saja) dan collection kredit hapusbuku sebesar Rp 1. dan sejak itu debitur selalu memenuhi komitmennya dengan baik. PERKEMBANGAN TOP 30 NPL OBLIGOR TERBESAR DESEMBER 2005– DESEMBER 2006 1. Restrukturisasi kredit diterapkan bagi debitur yang masih memiliki prospek usaha yang baik.330. • Sedangkan Raja Garuda Mas. exit policy.46 triliun.15%) dan Consumer Rp 28. Sedangkan loan maintenance diterapkan bagi debitur pasca restrukturisasi yang masih memerlukan pengawasan dalam pemenuhan syarat restrukturisasi. Undang-Undang Badan Usaha Milik Negara (BUMN). dan loan maintenance. namun kolektibilitasnya belum bisa ditingkatkan mengingat adanya faktor regulasi.51 miliar (51. Sedangkan strategi utama penanganan debitur NPL difokuskan melalui tiga hal yaitu loan restructuring.29 miliar. dan Anggaran Dasar Bank Mandiri.032 Disamping itu.29 miliar (atau mencapai 107. diperoleh dari penagihan dan pelaksanaan lelang atas debitur segmen Corporate dan Commercial masingmasing sebesar Rp 494.

Swap. Interest Rate Floor. Interest Rate Cap) Forex Line commercial Kredit Cash Management Services Trade Services Kredit Modal Kerja Kredit Investasi Jaminan Tunai Immediate Cash Mass Transaction System Cash Management System Cash Management Bank Services Cash Pooling Notional Pooling Ekspor Advising Pre-export Financing Forfaiting Bill Purchasing Bill Collection Impor LC/SKBDN (Issuance/UPAS) Trust Receipt Shipping Guarantee Customized Loan Bid Bond Advance Payment Bond Performance Bond Maintenance Bond Custom Bond Payment Bond Standby L/C Pembiayaan Kontraktor Pertambangan - KMK–Kontraktor Pertambangan - Kredit Investasi–Kontraktor Pertambangan - Fasilitas Impor–Kontraktor Pertambangan - Garansi Bank–Kontraktor Pertambangan Telekomunikasi - KMK–Telekomunikasi - Kredit Investasi–Telekomunikasi - Fasilitas Impor–Telekomunikasi - Garansi Bank–Telekomunikasi Kredit Modal Kerja Komoditas Kredit melalui/kepada perusahaan Multi Finance KMK dengan fasilitas e-Biz Card Mandiri Kredit Multi Guna Usaha Fasilitas Kredit kepada Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus Kredit Serbaguna Mikro (KSM) Pinjaman kepada BPR: - BPR Mitra Mandiri - BPR Proyek Kredit Mikro Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Kredit Usaha Mikro–Layak Tanpa Agunan Kredit Mikro Kredit Usaha Mikro (KUM): - KUM–Mandiri - KUM–Mapan - KUM–Prima 106 produk & jasa . Option) - Interest RateTransaction (Interest Rate Swap.produk & jasa Corporate Kredit Sindikasi Treasury Kredit Modal Kerja Kredit Investasi Jaminan Tunai Arranger Facility Agent Security Agent Escrow Agent Revolving Underwriting Facility Cash Transaction/Foreign Currency Trading Derivative transactions -  Foreign Exchange Transaction Service (Forward.

Today.Retail Simpanan Electronic Banking Merchant Acquiring Business Tabungan Giro Rupiah Giro Valas Mandiri Dolar Deposito Rupiah Deposito Valas Deposit on Call Tabungan Haji Tabungan Rencana Mandiri Tabungan Bisnis Tabungan TKI Tabungan Micro Tabungan Kapel Bancassurance Kartu Mandiri ATM Mandiri Call Mandiri SMS Banking Mandiri Internet Banking Mandiri mATM Electronic Data Capture (EDC) Transaksi Valuta Asing Mandiri Prioritas Mandiri Dana Sejahtera Mandiri Siswa Sejahtera Mandiri Investasi Sejahtera Mandiri Jiwa Sejahtera Perlindungan Tambahan (riders) Banknotes Sale/Purchase Currency Options Spot. Tomorrow for IDR/USD and major currencies Dual Currency Deposits Deposito Swap Forward Yen Jasa Lainnya Dedicated Personal bankers Upscale Premises Airport Executive Lounge Exclusive Loyalty Programs Airport Handling Services Flexible ATM limit Safe Deposit Box Travel Related Services Reksa Dana Reksa Dana Pasar Uang Reksa Dana Pendapatan Tetap Reksa Dana Campuran Reksa Dana Saham Reksa Dana Terproteksi Mandiri Transfer valas Mandiri Transfer Rp Real Time Gross Settlement Kliring Mandiri Bank Draft Mandiri Western Union Mandiri Collection Rp Mandiri Collection Fx Mandiri Bill Payment Mandiri Payroll Package Safe Deposit Box mandiri Mandiri Travellers Cheque Traveller Cheque Valas Bank Reference Penerimaan Setoran Pajak Authorized Money Changer Standing Instruction Kredit Consumer KPR Graha Mandiri Kredit Multiguna Mandiri Kredit Agunan Deposito Mandiri Kredit Mitrakarya Mandiri Kredit Bebas Agunan Mandiri KPM Kendara Mandiri produk & jasa 107 .

108 produk & jasa . Bonds & SBI Local Custody for ADR/GDR Mutual Funds Administration Sub Custody Euroclear Securities Lending & Borrowing Payment Agent Security Agent Escrow Agent Receiving Bank Counter Guarantee Stand by L/C International Remittance International Cheque Collection Mandiri Transfer Indonesia Vostro Account Interbank Risk Participation Financial Advisory Bank Reference Intra-day Facility Payment Bank for Indonesian Central.Securities Depository (KSEI) KMK Cash Collateral for Securities Company.Treasury Foreign Exchange & Money Market Hedging Products Investment Products Placement & Borrowing SBI Auction & Repo Currency Spot Currency Forwaed. Option & Swap Interest Rate Forward & Swap Foreign Exchange Linked Deposit: - Deposito Dinamis Mandiri Single Range - Dual Currency Deposit Mandiri Interest Rate Linked Deposit Bonds: - Governement Bond - Corporate Bond - Bond Repo and Reverse Repo - Retail Bond International Trade Finance Trade Services Assets Products Export Usance Bills Discounting Export L/C Renegotiation Forfaiting Trust Receipt Usance Payable at Sight (UPAS) L/C Refinancing GSM 102 Program ECA Covered Buyer’s Credit Islamic Trade Finance Custody Service L/C Issuance & Amendment L/C Advising L/C Negotiation L/C Confirmation Inter Mandiri Transaction Export Bills Collection Documentary Collection Trustee Call Loan Syndicated Loan Investment Loan Working Capital Loan Two-Step Loans Ship Scrapping Business Banker’s Acceptance Financing Other services General Custody Sub Registry Govt.

Small Business Kredit Kredit Program Trade Service Kredit Modal Kerja Kredit Investasi Kredit Usaha Kecil Mandiri Kredit Koperasi Mandiri KMK dgn fasilitas eBiz Card Mandiri Kredit Tempat Usaha Mandiri Jaminan Tunai Kredit Ketahanan Pangan KKPA KIK Pasca Konversi PIR Trans Kredit SUP005 Skim Pelayanan Pembiyaan Pertanian Ekspor Pre-export Financing Forfeiting Bill Purchasing/Discounting Bill Collection Impor L/C Issuance (sight/ Usance/ UPAS) SKBDN Trust Receipt Shipping Guarantee Bank Guarantee - Bid Bond - Advance Payment Bond - Performance Bond - Maintenance Bond - BG for Tobacco Duty - BG for trade BG for Deferral of Duty Standby L/C produk & jasa 109 .

halaman ini sengaja dikosongkan 110 .

corporate center dan shared services 111 .

corporate center

manajemen risiko

112

corporate center • manajemen risiko

Enterprise Risk Management (ERM) merupakan inisiatif strategis yang dikembangkan pada tahun 2006 dimaksudkan agar pengelolaan manajemen risiko di Bank dapat terintegrasi dan menjadi proses yang embedded dalam proses bisnis Bank.
sentot a. sentausa • Direktur

corporate center

manajemen risiko

Bank menerapkan perhitungan tingkat suku bunga berdasarkan risiko (risk based pricing). Struktur penetapan suku bunga terdiri dari Cost of Funds, Overhead Costs, Cost of Allocated Capital dan Risk Premium. Risk Premium tergantung dari penggolongan debitur atau segmen kredit berdasarkan tingkat risiko masing-masing.

Enterprise Risk Management dan Risk Based Performance Enterprise Risk Management (ERM) merupakan inisiatif strategis yang dikembangkan pada tahun 2006 dimaksudkan agar pengelolaan manajemen risiko di Bank dapat terintegrasi dan menjadi proses yang ‘embedded’ dalam proses bisnis Bank, khususnya untuk menunjang rencana organisasi berbentuk Strategic Business Unit (SBU) yang dimulai pada tahun 2007, sehingga dapat memberikan nilai tambah (value added) bagi Bank dan stakeholders Bank. Dengan Basel II sebagai katalis, implementasi ERM ditujukan untuk melihat hasil akhir dari kinerja bank berbasis risiko (Risk Based Performance). Risk Based Performance adalah perhitungan kinerja berdasarkan risiko yang diambil oleh masing-masing segmen bisnis, sehingga tolok ukur keberhasilan sebuah SBU akan disesuaikan dengan risiko yang diambil oleh SBU tersebut.

Dengan sistem ini pemegang saham dapat melihat apakah manajemen dalam periode kerja tertentu berhasil memberikan nilai tambah yang memadai bagi Bank. Parameter yang dipakai antara lain EVA (Economic Value Added) atau RAROC (Risk Adjusted Return on Capital). Karena rumusan EVA dan RAROC mengandung unsur modal, dan modal diperlukan untuk meng-cover risiko pasar, risiko kredit dan risiko operasional, maka sistim ERM harus mempunyai kemampuan untuk menghitung modal untuk meng-cover risiko-risiko tersebut. EVA atau RAROC bank-wide selanjutnya diuraikan dalam masing-masing SBU, sehingga pada akhirnya Bank akan dapat menilai dengan tepat SBU yang memberikan nilai tambah paling tinggi bagi Bank, dan SBU yang mengurangi nilai perusahaan. Aspirasi Bank untuk dapat memberikan nilai tambah yang optimal membutuhkan best practice capital management bagi para shareholders.

PERHITUNGAN INCOME BERDASARKAN RISIKO
fund transfer pricing (ftp) Gross Income Capital Benefit

Produces NII after transfer of A/L mismatch risk to Group ALM taking into account: -  Yield curve and maturity, and - Optionally and indeterminate maturities Activity-justified transfer pricing (AJTP) Allocate expenses based on true usage resources

Net Interest Income Capital Benefit Other (NIR) - Expected Loss - Expenses = Risk–adjusted profit : Economic Capital (ECap) = RAROC (%) X ECap-(cost of capital x ECap = Economic Profit (Rm)

Notional return on economic capital allocated Expected Loss (EL) Substitutes for volatile accounting impairements Economic Capital (ECap) Bottom up internal measurements of risk consumed by businesses Capital Asset pricing Model (CAPM) primarily used for determining the cost of capital

114

corporate center • manajemen risiko

identifikasi risiko. adalah sebagai berikut: Risiko Pasar Pengelolaan risiko pasar Bank difokuskan pada risiko yang timbul karena pergerakan nilai tukar dan suku bunga yang dapat merugikan Bank. seperti maximum open position dan loss limit yang bertujuan untuk meminimalisir terjadinya eksposure yang berlebihan terhadap risiko pasar. Hasil analisa sensitivitas menunjukkan bahwa perubahan suku bunga Rupiah dan valas akan berdampak terhadap NII 12 bulan sebesar 1. yang memberikan nilai EaR (Earning at Risk). Bank menggunakan pendekatan statistik untuk menentukan earning at risk dan capital at risk berdasarkan data historis volatilitas suku bunga. pengukuran risiko. Bank telah menetapkan VAR Limit berdasarkan toleransi risiko dan target laba bisnis Treasury. Untuk model internal. Agar validasi model terjaga Bank telah melakukan proses back-testing dan untuk dapat memperhitungkan kondisi stres. bank juga melakukan prosedur stress-testing secara reguler sesuai ketentuan Basel. yaitu dampak perubahan nilai ekonomis ekuitas akibat perubahan bunga Risiko suku bunga dikelola dan dimitigasi dengan menggunakan limit internal yang ditetapkan oleh ALCO. dana pihak ketiga (tabungan. Bank juga melakukan simulasi untuk menghitung sensitivitas pendapatan dan nilai ekuitas Bank terhadap perubahan suku bunga dalam corporate center • manajemen risiko 115 .81% dari ekuitas. Bank dapat menghitung besarnya modal yang dibutuhkan untuk mengcover risiko pasar (capital charge) terutama atas seluruh aktivitas trading Bank.32% dari target NII Rupiah dan 0. yaitu Value at Risk (VAR) untuk kepentingan pengelolaan internal Bank. terlebih dahulu perlu dihitung kebutuhan modal untuk mengcover risiko. Sebagai upaya pengendalian risiko. limit trading. Perhitungan Modal Untuk Mengcover Risiko Untuk dapat mengukur nilai tambah Bank. seperti pada gambar dibawah. Tujuan dari pengelolaan risiko pasar adalah meminimalkan kerugian dengan melakukan hedge untuk risiko yang tidak dikehendaki. Berdasarkan back testing yang dilakukan per Desember 2006. sensitivitas Economic Value of Equity (EVE). Besarnya modal tersebut selanjutnya dialokasikan kepada masing-masing unit bisnis yang menciptakan risiko tersebut. pengukuran berbasis risiko perlu masukan berupa besar pendapatan. Limit VAR menjadi dasar bagi penetapan limit nominal trading (dealer limit). Per Desember 2006 earning at risk untuk periode 3 bulan sebesar 0. Dengan demikian perlu dihitung berapa modal yang dibutuhkan untuk mengcover risiko yang timbul dari aktivitas bisnis yang dijalankan. yang memberikan nilai CaR (Capital at Risk). Model simulasi dan teknik estimasi digunakan untuk menilai sensitivitas pendapatan bunga bersih dan modal terhadap perubahan yield curve. Pengukuran sensitivitas dari pendapatan bunga bersih dan ekuitas terhadap perubahan suku bunga dilakukan dengan melakukan rate shocks sebesar 100 bps selama periode 12 bulan. sejak tahun 2004 Bank telah memulai pembentukan Enterprise Risk Management (ERM) melalui pembentukan Basel II Compliance Committee dengan berbagai inisiatif yang dicanangkan sampai dengan tahun 2010.Sejalan dengan tujuan ini dan dalam rangka memenuhi ketentuan Basel II. deposito dan giro) dan dana pinjaman. Sesuai dengan rencana bank untuk mengembangkan aktivitas perdagangan derivatif. monitoring risiko dan mitigasi risiko pasar. Untuk mengukur sensitivitas NII terhadap perubahan suku bunga. Dari nilai VAR dapat ditentukan modal yang diperlukan untuk mengcover risiko pasar. Earning at Risk (EaR) dan Capital at Risk (CaR).75% dari ekuitas. Limit yang digunakan pada banking book meliputi limit repricing gap. sedangkan capital at risk untuk periode satu tahun sebesar 1.80% dari target NII valas serta EVE sebesar 2. Risiko Suku Bunga (Banking Book) Risiko suku bunga timbul karena adanya gap pada posisi portfolio pada banking book yang sensitif terhadap perubahan suku bunga. paralel dengan perhitungan internal model. Untuk menentukan sensitivitas perubahan nilai ekuitas terhadap perubahan bunga. baik yang terdapat pada portfolio perdagangan (trading book) maupun banking book. Dengan demikian. sejak tahun 2006 Bank juga menerapkan metode Historical Simulation pada instrument derivatif dan structured product yang risikonya bersifat tidak linier. surat utang negara (SUN). sebagai dasar bagi Bank untuk mengukur kinerja berbasis risiko yang akan diimplementasikan sejalan dengan penerapan sistim SBU. Trading Book Pengelolaan risiko pasar dilakukan melalui penetapan kebijakan.03% dari equity. Adapun proses pengukuran risiko serta alokasi modal untuk masing-masing jenis risiko. dan mengoptimalkan penggunaan modal yang dialokasikan untuk risiko pasar residual. bank menggunakan Duration Gap. Bank menggunakan metodologi Repricing Gap. risiko kredit dan risiko operasional. saat ini untuk produk plain vanilla. Posisi Banking book terdiri dari antara lain posisi kredit. yaitu risiko pasar. Bank menggunakan metode variance-covariance dengan holding period 1 (satu) hari dan tingkat keyakinan 99%. Pengukuran risiko pada trading book dilakukan dengan menggunakan standard model sesuai ketentuan regulator (Bank Indonesia). pengendalian biaya dan biaya modal. Dengan mengukur besarnya risiko tersebut. terlihat bahwa model VAR yang digunakan masih dinilai baik. yaitu dampak perubahan NII terhadap perubahan bunga.

sehingga dapat dilakukan langkah mitigasi secara proaktif. Bank memelihara primary reserves dalam bentuk Giro Wajib Minimum (GWM) di Bank Indonesia dan kas di cabang-cabang.Value at Risk per 31 Desember 2006 (dalam Rp miliar) Value at Risk Year End Maximum Minimum Average FX VAR Interest Rate VAR Correlation Effect Comprehensive VAR Credit Spread VAR Total VAR 9. Kebijakan pengelolaan risiko likuiditas disusun sesuai dengan aktivitas bisnis yang dilaksanakan unit bisnis.000. Bank mengelola risiko likuiditas agar dapat memenuhi setiap kewajiban finansial yang sudah diperjanjikan secara tepat waktu.00) (40. Untuk menhindarkan dari risiko yang tidak dikehendaki.53 0.00) (60.00 60. likuiditas asset.000.01% untuk valuta asing.08 1.25 (4. dan agar senantiasa dapat memelihara tingkat likuiditas yang memadai dan optimal. Sesuai ketentuan Bank Indonesia. merancang analisa skenario (scenario analysis) dan contingency plan.00 40.d.30 5. penetapan strategi pendanaan serta memelihara akses pasar yang mencukupi.00 20.96 30.000.97 57.73% untuk Rupiah dan 3. 60%) dan minimum 3% dari dana pihak ketiga valuta asing. Bank memelihara primary reserve dan secondary reserve untuk memenuhi kebutuhan operasional harian serta sebagai cadangan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas baik penarikan dana tidak terduga maupun ekspansi aktiva.96 1.77 kondisi ekstrim (stress test). kewajiban kepada counter-parties dan komitmen kredit kepada nasabah debitur merupakan potensi risiko likuiditas bagi Bank. pengukuran dan penetapan limit risiko likuiditas.14 14. Ketidakmampuan untuk menghimpun dana dengan biaya wajar akan berdampak kepada profitabilitas Bank.39 82. Secondary reserve Bank ditempatkan dalam Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Kebijakan pengelolaan risiko likuiditas mencakup antara lain pemeliharaan cadangan likuiditas yang optimal.000. Bank wajib memelihara GWM secara harian minimum sebesar 11% dari dana pihak ketiga Rupiah (untuk Bank dengan total dana masyarakat di atas Rp 50 triliun dan Loan to Deposit Ratio antara 50% s.00 PL (20.000.13 (7.57) 70.51 9.000.12 1.28) 20.00) (80.00) 12 26 9 23 6 20 6 20 3 17 1 15 29 12 26 des des jan jan feb feb mar mar apr apr may may may jun jun 05 05 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 10 jul 06 24 7 21 4 18 2 16 30 13 27 11 25 jul aug aug sep sep oct oct oct nov nov des des 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 back testing per 31 desember 2006 Net Revenue Value at Risk Periode 116 corporate center • manajemen risiko .000. Per 31 Desember 2006 Bank memelihara GWM sebesar 11.85 21.60 (15.81 5.58) 24.11 28.27 18.59 15. swaps dan options dengan tujuan untuk melindungi exposure Bank terhadap perubahan suku bunga. Likuiditas Bank saat ini diukur melalui posisi primary reserve dan secondary reserve. penempatan 80.82 8. Risiko Likuiditas Posisi dana pihak ketiga.000. seperti transaksi forward.14 12. Bank menggunakan instrumen derivatif.

Penerapan scoring khusus untuk Kredit Usaha Mikro sangat membantu pengusaha kecil yang umumnya tidak memiliki data/ informasi usaha yang memadai sehingga harus diupayakan agar proses kredit tidak berbelit-belit. Penerapan scoring dan rating tools yang lebih obyektif dapat membedakan nasabahnasabah yang berisiko rendah untuk mendapatkan perlakuan (treatment) yang berbeda dibandingkan dengan nasabah yang berisiko tinggi. Sistem scoring dan rating terus disempurnakan agar terjaga kemampuan model dengan membandingkan realitas default yang terjadi. Demikian pula pengembangan scoring khusus untuk segmen tertentu seperti kepada nasabah TKI diharapkan dapat membantu tenaga kerja indonesia yang akan berangkat ke luar negeri untuk diberikan kemudahan dalam rangka membantu mereka memenuhi persyaratan finansialnya. fasilitas kredit dapat diberikan sesuai kebutuhan dengan hanya menyampaikan data/informasi yang relatif sederhana dan mudah untuk dipenuhi calon pemohon dibandingkan dengan scoring untuk UKM maupun middle commercial. Proyeksi defisit likuiditas dibatasi limit maximum cumulative outflow (MCO) berdasarkan proyeksi liquidity gap.20 triliun atau 11.00% dari modal.antar bank dan surat berharga yang mudah diperjualbelikan (portofolio yang diperdagangkan dan yang tersedia untuk dijual). Melalui scoring. sedangkan untuk melindungi posisi terbuka nilai tukar dalam jumlah signifikan dilakukan lindung nilai (hedging) dengan menggunakan instrumen derivatif. Kebijakan limit PDN internal ditetapkan oleh ALCO dengan berpedoman pada prediksi Bank mengenai arah pergerakan nilai tukar. Selain melalui dana pihak ketiga. foreign exchange swaps. pengembangan scoring system untuk bisnis mikro lainnya akan terus dilakukan. Per 31 Desember 2006 PDN absolut Bank adalah sebesar 5. • Risk Based Pricing  Bank menerapkan perhitungan tingkat suku bunga berdasarkan risiko (risk based pricing). Nilai NPL yang terkendali pada akhirnya dapat meminimalkan kerugian dan mengoptimalkan penggunaan modal yang dialokasikan untuk risiko kredit. Berdasarkan rencana bisnis Bank dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan 2007. Per 31 Desember 2006 Bank memelihara secondary reserve sebesar Rp 23. setelah memperhitungkan kebutuhan untuk ekspansi bisnis. yang merupakan proyeksi kelebihan/kekurangan likuiditas atas dasar jatuh tempo asset/liability. Untuk upaya meningkatkan kontrol terhadap risiko kredit. ataupun melalui penjualan surat berharga seperti Surat Utang Negara (government bonds). corporate center • manajemen risiko 117 . Risiko Kredit Pengelolaan risiko kredit Bank terutama diarahkan untuk meningkatkan ekspansi kredit yang sehat dan mengelola kredit yang telah diberikan agar terhindar dari penurunan kualitas atau menjadi Non Performing Loan (NPL). dan menghitung kebutuhan modal untuk mengcover risiko kredit residual. Sistem scoring digunakan untuk debitur segmen UKM (Small Medium Enterprise) dan micro melalui sistem SME Scoring System (SMESS) dan Sistem Rating digunakan untuk debitur korporasi dan komersial besar (large commercial). collateralized facility agreements. Perbedaan perlakuan tersebut bisa berupa antara lain: - Jumlah fasilitas kredit - Tingkat suku bunga (risk based pricing) - Tarif - Persyaratan kredit (covenant) - Proses pemutusan Perbedaan perlakuan tersebut akan dapat meningkatkan hubungan bisnis yang saling menguntungkan bagi nasabah dan Bank. surat berharga dan kredit di sisi aktiva. misalnya scoring system dalam pemberian fasilitas kredit kepada pengecer/ depo minyak tanah dimana konsumen utamanya adalah pengguna akhir minyak tanah tersebut. Potensi risiko likuiditas yang akan dihadapi Bank di masa mendatang diukur melalui analisa liquidity gap. meningkatkan kontrol untuk memperkecil risiko kredit. seperti transaksi forward. Proses manajemen risiko kredit dimulai dari identifikasi risiko kredit. Bank dapat memenuhi kebutuhan likuiditas melalui sumbersumber dana alternatif seperti repurchase agreements. Bank melakukan serangkaian skenario likuiditas yang mencakup kondisi normal dan tidak normal termasuk kondisi ekstrim/krisis dan selanjutnya menyusun contingency plan. Bank menetapkan limit internal untuk secondary reserve minimal 5% dari dana masyarakat. Cost of Allocated Capital dan Risk Premium. Pemberian kredit dan penempatan dalam valuta asing diutamakan dibiayai oleh sumber dana dalam valuta yang sama. Sistem rating yang digunakan untuk debitur korporasi dan large commercial secara periodik dilakukan kalibrasi terhadap model ratingnya dan terus disempurnakan agar faktor-faktor kualitatif dalam penilaian kredit lebih obyektif. Untuk mengetahui kemampuan Bank dalam menghadapi situasi likuiditas yang berbeda. proyeksi likuiditas Bank berada dalam kondisi surplus untuk periode 12 bulan ke depan. Bank melaksanakan inisiatif antara lain: Proses pemberian kredit baru atau perpanjangan • Sistem Scoring dan Rating. Posisi valuta asing Bank didominasi valuta US Dollar yang sebagian besar terdiri dari dana pihak ketiga (giro dan deposito) dan dana pinjaman di sisi pasiva dan penempatan inter bank. Selain pengembangan sistem scoring untuk nasabah TKI. Posisi Devisa Neto (PDN) Bank dipelihara untuk selalu memenuhi ketentuan Bank Indonesia yang mensyaratkan bahwa PDN (absolut) secara konsolidasi untuk semua mata uang asing tidak melebihi 20% modal (modal inti dan modal pelengkap). secara internal Bank juga menetapkan PDN intern sebesar 10% dari modal. Overhead Costs. pendanaan bilateral. sehingga diharapkan memberikan tambahan keuntungan dalam bentuk pendapatan bunga dan fee. Disamping itu bagi Bank dengan pengembangan scoring khusus untuk pengusaha kecil akan membuka kemungkinan pertumbuhan pangsa pasar kredit baru (new targeted customer) yang lebih sehat. Selain berpedoman pada ketentuan BI. Struktur penetapan suku bunga terdiri dari Cost of Funds. Risiko Nilai Tukar Bank mengelola risiko nilai tukar struktural untuk menilai pengaruh perubahan nilai tukar terhadap pendapatan dan modal Bank.03 triliun. swaps dan options.43% dari total dana masyarakat sebesar Rp 203. Hal ini diharapkan akan memperlancar proses keberangkatannya.

Pricing strategy bertujuan menjaga tingkat profitabilitas bank dan menetapkan suku bunga yang kompetitif dalam rangka mendukung unit bisnis untuk melakukan ekspansi kredit. Penggunaan LOS ini selain menjamin proses pemutusan kredit menjadi lebih tertib dan terukur waktu penyelesaiannya. Commercial dan Corporate. Pedoman Pelaksanaan Kredit (PPK) Bank bukan merupakan pedoman yang statis. Pemeliharaan kredit dalam portfolio Bank Untuk memelihara kualitas portfolio. •  Bank menetapkan Required Yield sebagai tingkat imbal hasil minimum dalam menetapkan suku bunga kredit. data yang detail dan kontinyu mutlak dibutuhkan untuk pengelolaan risiko dan pembuatan model sesuai Basel II. Risk Premium tergantung dari penggolongan debitur atau segmen kredit berdasarkan tingkat risiko masing-masing. juga lebih menjamin proses data capture yang detail dan berkesinambungan. Sistem ini dimaksudkan untuk memonitor secara intensif debitur-debitur 118 corporate center • manajemen risiko . melainkan merupakan bagian yang dinamis dari aktivitas perkreditan Bank.Pengelolaan risiko yang terpadu merupakan dasar penetapan alokasi kebutuhan modal sesuai risikonya sehingga unit bisnis diukur kinerjanya atas dasar tingkat risiko yang diambil/dipilih. • Revisi Pedoman Pelaksanaan Kredit (PPK) dan Kebijakan Perkreditan Bank Mandiri (KPBM). Seperti diketahui. Dalam hal ini. Consumer. kajian dan penyempurnaan PPK dan juga Kebijakan Perkreditan Bank Mandiri (KPBM) selalu mengacu kepada ketentuan dan kebutuhan bisnis Bank yang tentunya juga harus selalu sejalan dengan prinsip kehati-hatian. Bank melakukan insiatif sebagai berikut: • Sistem Watch List Debitur yang intensif. • Penerapan Loan Origination System (LOS) terus dikembangkan untuk segmen SME/Micro.

bank sedang dalam proses membangun metode standar.  Disadari bahwa data sangat berperan sebagai dasar pengambilan keputusan. Loan Portfolio Management dilengkapi dengan •  Analisa Portfolio yang dilakukan secara periodik (bulanan. Untuk meminimalkan risiko. Bank melaksanakan inisiatif antara lain: Identifikasi dan pengukuran risiko •  Untuk risiko operasional yang ‘forward looking. Kedua alat ini juga berfungsi sebagai alat early warning tools atas ekspansi dan posisi perkreditan Bank. Perhitungan modal risiko operasional Selain metode basic indicator. proses. Untuk maksud tersebut. sehingga unit kerja dapat melakukan assessment terhadap risiko-risiko yang ada di unit kerja dengan bantuan fasilitator dan dilakukan voting terhadap hasil assesment. Bank juga berupaya mengendalikan kerugian akibat risiko operasional. akurat (accurate) dan dapat dipercaya (reliable). Sistem telah berjalan efektif dengan sosialisasi yang intensif ke seluruh unit perkreditan. bank harus memiliki pedoman dan prosedur tertulis yang berisikan langkah-langkah yang harus diambil oleh suatu Unit Kerja untuk tetap dapat menjalankan operasionalnya dalam situasi/keadaan disaster.  Di tingkat portofolio. Penerapan Portfolio Guideline diharapkan dapat mengendalikan alokasi pada sektor yang kurang prospektif dan meningkatkan alokasi pada sektor yang prospektif. Samarinda. dan dalam proses persiapan penerapan pengelolaan risiko operasional dengan pendekatan Advanced Measurement Approach (AMA). Business Continuity Planning (BCP) dan Disaster Recovery Center (DRC) Dalam operasionalnya Bank senantiasa berpotensi berhadapan dengan situasi/keadaan yang dapat mengganggu jalannya operasional bank secara normal. Untuk risiko residual. dimana bank mengumpulkan data kerugian historis. • Sistem collection kredit untuk segmen consumer termasuk kartu kredit dan segmen micro terus dikembangkan sejalan dengan ekspansi kredit yang akan terus tumbuh dan berkembang • Penyempurnaan Credit Risk Datamart. yaitu faktor manusia. secara periodik dikaji mengenai rencana aksi dengan tujuan menurunkan tingkat risiko operasional. MLED direncanakan terimplementasi diseluruh unit kerja di Bank Mandiri pada akhir tahun 2008. selama dan setelah terjadinya suatu corporate center • manajemen risiko 119 . wilayah. sesuai dengan International Best Practice. semesteran dan tahunan) dan laporan credit risk profile secara periodik pula. Melalui back test yang dilakukan. sistem dan faktor eksternal yang kemudian dikonsolidasikan pada level group. Bank telah memiliki rencana komprehensif yang berisi langkah-langkah yang harus diambil sebelum. Makasar. per group dan bank wide untuk memperoleh Bank wide credit risk capital charge.’ dan untuk meningkatkan risk awareness pada unit kerja dan mengetahui level risiko operasional yang dihadapi. sehingga penurunan kualitas kredit dapat dihindari. Dalam proyek ERM yang saat ini sedang dalam proses pembangunan. Proses ini antara lain sudah dilakukan di Kantor cabang dan Bill Processing Center (BPC) di Bandung. sehingga diperoleh level risiko operasional berdasarkan hasil penilaian unit kerja. kebutuhan modal akan dapat ditentukan sampai tingkat akun debitur. Manajemen risiko operasional dimulai dengan proses identifikasi dan pengukuran risiko operasional disetiap unit kerja.yang masih berada di kolektibilitas 1 dan 2 agar dapat dideteksi sejak awal kemungkinan penurunan kolektibilitas. segmen atau sektor ekonomi tertentu. sejak tahun 2004 Bank telah mengembangkan proses Risk & Control Self Assessment (RCSA). model menjadi lebih akurat untuk digunakan sebagai acuan dalam ekspansi kredit ke sektor-sektor yang prospektif. Terhadap situasi yang demikian. Loan Portfolio Management dan •  penyempurnaan Portfolio Guideline. Palembang dan Surabaya. Bank menetapkan kebijakan prosedur yang disebut dengan Kebijakan Produk dan Aktivitas Baru (PAB) yang diterbitkan tahun 2005. Bank menerapkan Mandiri Loss Event Database (MLED). direktorat dan bank wide. Risiko Operasional Selain risiko pasar dan risiko kredit. Bank juga terus menerus melakukan back test terhadap model Portfolio Guideline yang telah diterapkan sejak tahun 2005. sehingga Bank melakukan upaya yang sungguh-sungguh dan terus menerus agar data perkreditan menjadi lebih lengkap (comprehensive). •  Untuk mitigasi risiko akibat produk baru atau penggantian proses dan sistim kerja yang signifikan. Melalui deteksi awal ini dapat segera dilakukan tindakan pencegahan. •  Untuk risiko operasional yang sudah terjadi. dikategorikan menurut penyebabnya. disediakan modal untuk mengcover risiko tersebut. Medan. kemudian dikonsolidasikan per unit kerja. Kesempurnaan data sangat diperlukan sebagai input kepada sistem ERM Bank yang pada gilirannya diharapkan menjadi ‘embedded’ ke dalam proses bisnis Bank dan memenuhi ketentuan Basel II. Inisiatif ini dapat menghindari konsentrasi risiko yang terlalu tinggi pada suatu industri. Perhitungan kebutuhan modal dan capital charge Penghitungan credit capital charge untuk masingmasing segmen yang dilakukan secara stand alone system.

Selain risk capital.42% 2. maka Bank dalam waktu singkat akan dapat beroperasi kembali melayani nasabah.02% Operational 33. scenario analysis dan stress testing.87% 20.03% 17. Hal ini untuk memastikan bahwa risiko dan tingkat imbal hasil bagi pemegang saham terkendali dan konsisten pada tingkat risiko yang diinginkan (risk appetite).01% 12.keadaan darurat secara terdokumentasi. Bank mengalokasikan modal untuk mengcover risiko utama yang melekat pada kegiatan perbankan (yaitu risiko kredit. Risk Capital Pengelolaan risiko terintegrasi dengan pengelolaan modal dan strategi bank. modal juga diperlukan untuk maksud sebagai penyangga modal dalam rencana ekspansi bisnis dan pertumbuhan non organik. apabila terjadi hal ekstrim seperti gempa.04% 100% 120 corporate center • manajemen risiko . total capital at risk by risk type 31 Dec 2005 & 31 dec 2006 Capital Allocation 2005 Capital Allocation 2006 50. dan pengukuran kinerja berbasis risiko.36% 9. risiko pasar dan risiko operasional).89% 5.67% 18. Pengelolaan risiko terintegrasi didukung oleh tingkat Risk Capital.90% 100% 28. teruji untuk menjamin kelangsungan operasional Bank dalam bentuk Kebijakan Business Continuity Planning (BCP).91% Operational 40.30% Business total capital at risk by operating group 31 Dec 2005 & 31 dec 2006 Capital at Risk by Operating Group 31 Dec 2005 31 Dec 2006 Corporate Banking Commercial Banking Consumer Banking Micro Banking Treasury & International Banking Small Business CR Recovery Total 24. Tingkat risk capital mengindikasikan kecenderungan peningkatan risiko dan tingkat imbal hasil perlu disesuaikan dengan besar risiko dan modal.02% 10.37% 21.10% Credit 10. Penggunaan modal akan menimbulkan biaya modal (cost of capital) yang akan dibebankan kepada tiap unit bisnis. Bank sudah membentuk Disaster Recovery Plan (DRP) dan pembentukan Disaster Recovery Center (DRC) sejak tahun 2003.17% Business 49.71% Market 6.19% Credit 6.6% Market 3. Dengan adanya DRP.77% 2. Hal ini menjadi dasar dari proses alokasi modal pada unit kerja.05% 20. Risk Capital digunakan sebagai ukuran risiko sehingga dapat dilakukan komparasi antara aktivitas bisnis dan risiko yang berbeda.59% 6.

885.793.014.42 1.67 59.105.99 3. Di tingkat pelaksanaan pengelolaan risiko. mengukur. Komite Manajemen Risiko (Risk Management Committee).48 92.089.26 141.330.67 1.91 340.41 240.461.107.870.362.836. at Risk by Op.05 154.47 1.10 923. Group 2005 Cap.06 432.total capital at risk by risk type 31 Dec 2005 & 31 dec 2006 Organisasi Tatakelola Risiko Perhitungan dan pengelolaan risiko sebagaimana diuraikan di atas dilaksanakan oleh Organisasi Tatakelola Risiko (risk governance).47 3.763.05 16.82 3. Cap. at Risk by Op.52 131.73 221.694.552.581.73 91.20 116. Direksi.609.09 141.600.925.88 236.26 1.579.98 3.47 4.26 1.43 248.71 1. beranggotakan para manajemen senior dan mempunyai tanggung jawab membantu Direktur Utama dalam hal mengidentifikasi.06 3.131. unit risk management dan dan juga unit bisnis.870.12 4.605.74 1. Di tingkat Komisaris.31 1. Risk Total Corporate Banking Commercial Banking Consumer Banking Micro Banking Treasury & International Banking Small Business Credit Recovery 3. yang merupakan sub-komite dari Risk & Capital Committee. memonitor dan mengontrol risiko yang timbul dari aktivitas bisnis bank. pelaksanaan pengawasan atas praktik pengelolaan risiko oleh Manajemen dilakukan melalui Risk & Policy Committee.37 corporate center • manajemen risiko 121 .15 3.67 382.01 4.07 280.44 3.010.38 14.66 4.38 932.089.60 Credit Risk Op.20 3.55 283. Group 2006 24% Corporate Banking 21% Commercial Banking 10% Consumer Banking 2% Micro Banking 18% Treasury & International Banking 6% Small Business 19% Credit Recovery 29% Corporate Banking 20% Commercial Banking 10% Consumer Banking 2% Micro Banking 13% Treasury & International Banking 6% Small Business 20% Credit Recovery total capital at risk by operating group as at 31 Dec 2006 & 31 dec 2005 2005 Segmentation Market Risk Credit Risk Op.67 144.57 92.19 14.71 3.87 2.065. Direksi menetapkan risk appetite dan kebijakan Risiko bank.390. Risk Total Corporate Banking Commercial Banking Consumer Banking Micro Banking Treasury & International Banking Small Business Credit Recovery 1.45 18. dengan memperhatikan arahan dari Dewan Komisaris.86 1. Risk & Capital Committee (RCC).52 2006 Segmentation Market Risk 4.388.024.150. Tatakelola risiko Bank Mandiri secara terpadu merupakan tanggung jawab bersama dari Dewan Komisaris.010.07 429.

risiko operasional. • Menerapkan pengambilan keputusan bisnis yang sehat. Penilaian Profil Risiko dilengkapi dengan action plan yang akan dilaksanakan oleh SBU dan Unit Risiko terkait dengan masing-masing jenis risiko. yaitu risiko pasar. Dalam pengelolaan system limit. Kebijakan Manajemen Risiko Bank merupakan payung bagi penyusunan kebijakan-kebijakan lainnya yang lebih spesifik bagi unit bisnis dan unit risiko. RCC telah menetapkan limit yang digunakan untuk memitigasi risiko likuiditas. risiko likuiditas. risiko suku bunga. • Memenuhi standard manajemen risiko yang telah ditetapkan dalam rangka penilaian dan pengambilan risiko. mengacu pada ketentuan BI.RISK GOVERNANCE ORGANIZATIONAL Board of Commissioners Board of DIRECTORS RISK & CAPITAL COMMITTEE RISK MANAGEMENT COMMITTEE • MARKET RISK • CREDIT RISK • OPERATIONAL RISK • LEGAL RISK • REPUTATION RISK • STRATEGIC RISK • COMPLIANCE RISK • NEW PRODUCT ACTIVITIES ASSET & LIABILITY COMMITTEE • INTEREST RATE RISK • LIQUIDITY RISK • FOREX RISK CAPITAL & INVESTMENT COMMITTEE STRATEGY AND POLICY ON CAPITAL & INVESMENT ALLOCATION SBU’s Risk & Capital Committee (RCC) merupakan komite yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab memberikan rekomendasi kepada Direktur Utama yang sekurang-kurangnya meliputi penyusunan kebijakan manajemen risiko termasuk strategi dan contingency plan. Untuk meningkatkan kemampuan manajemen risiko. risiko reputasi dan risiko kepatuhan. Tabel Risk Governance Organizational menunjukkan beberapa limit yang ditetapkan oleh RCC. RCC dipimpin oleh Direktur Utama dan beranggotakan Direksi dan Manajemen Senior dari unit bisnis dan unit risk management. Kebijakan & Limit RCC menetapkan kebijakan. Risk & Capital Committee melakukan pertemuan sekurang-kurangnya sekali sebulan dan melapor langsung ke Dewan Direksi dan Dewan Komisaris. selambatlambatnya pada tahun 2010. 122 corporate center • manajemen risiko . Profil Risiko Bank telah menyusun Laporan Profil Risiko (LPR) untuk melihat risiko yang melekat pada aktivitas bisnis (inherent risk) dibandingkan dengan kontrol yang melekat pada aktivitas tersebut (risk control). seperti misalnya kebijakan ALMA dan Kebijakan Trading Book. PBI 5/8/PBI/2003. Struktur organisasi RCC terdiri dari beberapa sub-komite yaitu Risk Management Committee [RMC]. prosedur dan limit dalam rangka untuk memitigasi risiko. Asset & Liability Committee [ALCO] dan Investment & Capital Committee [CIC]. risiko hukum. Tenaga Profesional dibidang Risiko Dalam rangka membangun dan memelihara sistem manajemen risiko bank. Bank mengandalkan kompetensi dan pengalaman dari tenaga-tenaga profesional Bank untuk: • Mempromosikan budaya risiko yang kuat yang sangat menghargai kedisiplinan dan efektifitas dari proses dan kontrol manajemen risiko. risiko nilai tukar dan risiko trading. Action plan tersebut dimaksudkan untuk dapat menekan inherent risk sehingga diharapkan pada periode berikutnya penilaian risiko menjadi lebih baik. semua manajer risiko dan manajer-manajer unit lainnya yang terkait dengan risiko diharuskan memenuhi sertifikasi manajemen risiko yang dikeluarkan oleh Badan Sertifikasi Manajemen Risiko dan GARP. risiko kredit. risiko strategik. penyempurnaan penerapan majemen risiko dan rekomendasi kepada Direktur Utama pabila diperlukan adanya suatu justifikasi bisnis berdasarkan pertimbangan bisnis dan hasil analisis terkait. LPR menilai 8 (delapan) jenis risiko didalam tiap unit bisnis.

Single Largest Customer Fund to Total Deposit B. 2005 New Product & Activities Policy.RCSA Mar. 2003 Proses & Sistem Risk Self Assessment Juli 2004 Opr. Derivatif. Mei 2008 Policies ALM. BSM. liquidity risk management approved limit limit risiko manajemen risiko likuiditas 1. Repricing & Duration Gap (Sendero) Okt 2005 Procurement Process – ERM Pre-requisite ERM ERM Phase I.Market Risk Standard Model Jan 2005 BI Risk Profile Report. AXA Mandiri (Des 2006) OpsRisk (Q3 2006) Credit Risk PD Enhancement: Corporate.Risk limit A. Capital at Risk manajemen risiko nilai tukar Net Open Position risiko perdagangan Net Open Position D. trading risk VAR Total VAR Total Treasury Group - Unit Trading FX & MM - Unit Sales - Unit Securities - Unit Liquidity - Consumer Banking Treasury (CBT) 2007 • Market & Credit Risk Datamart • Credit Risk Capital Charge (Stdz App) • RCSA. Earning at Risk 4. Maximum Cumulative Outflow (MCO) 6. Consumer (Q3 2006) CLD Pilot Jan 2005 LED Data Coll. Collateral Management. Cummulative Dynamic Repricing Gap for IDR+Foreign CCY < 12 Months bucket b. Single Largest Customer Fund to Total Deposit 5. Economic Value of Equity Sensitivity a. 8/6/ PBI/2006 BI-Credit Risk: Standardized BI-Ops. Limit  (Des 2004) Market Risk Management – Standard & Internal Model Approach (Jan 2005) ERM Kick Off Standard Model (KPMM) Volatility & Correlation (Market Factor) Des 2005 Board Approval Data Preparation Data Migration OP Risk AMA Capital Calculation (2009) Operational Risk Datamart Development QIS QIS QIS Risk Datamart. Mapping Gross Income. KRI. Dec 2007 ERM Next phase Op Risk Standardized Capital Calculation (LED. foreign exchange risk management < 10% of Total Earning Assets < 5% of Total Equity < 15% of Total Equity < 10% of Total Equity 10% of Total Capital Rp 80 billion 1. Statutory Reserves - Rupiah - Foreign Currency 2. Rating Risk Datamart: Subsidiary & Overseas Branches Consolidation operational Risk Operational Risk Policy Bab VII KMRBM BCP & DRC Policy.50% of 3rd party Fund 3. Aug 2006 2008 Portfolio Guideline (Juni 2005) Scoring for Consumer Loan  (April-2002) Credit Risk Management – Standardized & IRB (in progress) April-2005 market Risk Internal Model – OPICS Risk (Jul 2004) Scenario Analysis.01% of 3rd party Fund 12% of 3rd party Fund < 75% < 10% of 3rd party Fund 1. 2004 OPRisk Profile . Secondary Reserves to 3rd Party Fund 3. interest rate risk management 12. Risk: Basic Indicator corporate center • manajemen risiko 123 . Commercial. Commercial. Duration Gap Limit (Maximum EVE Changes) b. 7 working days PBI No. Overnight Borrowing manajemen risiko suku bunga 1. Loan to Deposit Ratio (LDR) 4. 2005 ORM Information System (2007) Include System Application Live BI . Des. Attached to ERM System (2007) Subsidiary Consolidation: Mandiri Sekuritas. RCSA. NPA) Credit Risk-IRB. Net Interest Income Sensitivity 2. Non Cash Loan. Apr. Capital at Risk C. 3 Months Earning at Risk 2. MLED. Economic Value pf Equity Sensitivity 3. Risk Basic Indicator Approach BIA. Des. KRI (select units) • Active Portfolio Management • Limit Monitoring • Risk Profile 2002–2004 Credit Risk Mapping segment Basel Rating for Corporate & Commercial (Jan-2003) LOS – Corporate. Loan to Deposit Ratio (LDR) 4. Trading book. Segmentasi. 2005 EXTRA WORKS BY BANK MANDIRI CLS (Q3 2006) Credit Risk Definition: Default. Consumer Segments (Juni 2004) 2005 Credit Risk Management Policy Des-2005 AML Solutions. Statutory Reserves 2. Net Interest Income Sensitivity a. New COA. Cash Loan. Secondary Reserves to 3rd Party Fund 3. KORC. Feb 2006 2006 Scoring for Consumer & Card. Account Strategy (Q1 2006) OpsRisk Working Group Formation: Set-up 8 busness line.

corporate center compliance & human capital 124 corporate center • COMPLIANCE & HUman capital .

Implementasi organisasi berbasis SBU ini akan berdasarkan Performance Management System (PMS) dengan Key Performance Indicator (KPI) yang lebih tajam dan terkait langsung dengan Value Based Management. bambang setiawan • Direktur .

Untuk mencapai hal tersebut. Untuk mencapai aspirasi strategis tersebut. pada Juni 2006 Bank Mandiri telah melakukan reorganisasi unit kerjanya yang secara garis besar dibagi menjadi tiga kelompok. Compliance & Human Capital. • Pengembangan kemampuan sumber daya manusia. yaitu Risk Management. yaitu Corporate Banking. dan Finance & Strategy. Penataan organisasi dalam rangka transformasi Sebagai langkah awal proses menuju organisasi berbasis SBU. Ini berarti Bank Mandiri harus memiliki sumber daya manusia dengan produktifitas dan kapabilitas terbaik di bidangnya. Corporate Center yang berfungsi untuk menangani kebijakan dan strategi level korporasi yang terdiri dari 3 direktorat. terutama sumber daya manusianya.corporate center Compliance & human capital Talent Management dilakukan dengan program pengembangan khusus kepada para talent berupa penempatan pada posisi menantang. Untuk mencapai tujuan tersebut di tahun 2006 Bank Mandiri telah menempuh beberapa langkah antara lain: • Penataan organisasi dalam rangka transformasi menuju organisasi yang berbasis SBU. b. program sertifikasi serta special training & development program. Oleh karena itu fungsi dan peran manajemen sumber daya manusia telah bergeser ke arah yang lebih strategis yaitu membangun competitive advantage bagi Bank. Micro & Retail Banking. Bank Mandiri harus memenuhi prasyarat utama berupa kemampuan menggerakkan dan memberdayakan seluruh perangkat organisasi secara optimal. Untuk menjadi ‘Dominant Multi-specialist Bank’ untuk kemudian menjadi ‘Regional Champion Bank. 126 corporate center • COMPLIANCE & HUman capital . Bank Mandiri saat ini sedang mentransformasi dirinya untuk menjadi organisasi dengan budaya kerja yang berbasis kinerja dengan menggunakan model bisnis Strategic Business Unit (SBU). yaitu: a. Consumer Finance. • Menginternalisasikan budaya perusahaan yang baru dan mendorong penerapan standar etika yang tinggi. Commercial Banking. • Menata ulang Performance Management System (PMS). • Mendorong kinerja optimal melalui Talent Management.’ Bank Mandiri harus mengembangkan bisnisnya yang secara signifikan melebihi tingkat pertumbuhan pasar maupun pesaing. Treasury & International Banking dan Special Asset Management. special project assignment.  Business Unit yang berfungsi sebagai motor utama pengembangan bisnis bank yang terdiri dari 6 direktorat.

Meningkatkan transparansi. Shared Services sebagai unit yang berfungsi mendukung operasional bank secara keseluruhan. program sertifikasi serta special training & development program. evaluasi dan pemberian feedback pelaksanaan Individual KPI melalui kepala unit kerja secara periodik. Customer Focus dan Excellence sebagai budaya perusahaan terus diinternalisasikan kepada seluruh insan Bank Mandiri melalui program-program: a. Melakukan penyelarasan sumber daya. Hal ini merupakan upaya Bank untuk menjaga dan mengembangkan para top talent untuk berkontribusi lebih maksimal dan tidak pindah ke organisasi lain. Trust. c. Mengharuskan seluruh kepala unit kerja menyusun perencanaan pengembangan kompetensi dan kinerja setiap pegawai melalui Individual Development Plan (IDP). maka budaya kerja harus lebih dipertajam sehingga lebih selaras dan mendukung upaya pencapaian cita-cita tersebut. maka dilakukan talent management melalui upaya-upaya sebagai berikut: a. Memberikan program pengembangan khusus kepada para talent berupa penempatan pada posisi menantang. Optimalisasi dari platform operasi serta infrastruktur teknologi yang dapat digunakan oleh semua segmen/business unit dan Corporate Center. infrastruktur serta kebijakan unit bisnis dengan strategi serta tantangan persaingan yang dihadapi oleh masing-masing unit bisnis c. Change Agent sebagai motor perubahan budaya Melalui para change agent yang telah dibekali pengetahuan tentang budaya dan corporate center • COMPLIANCE & HUman capital 127 . Sejalan dengan hal tersebut. Pengkaitan KPI dengan value creation tersebut diupayakan melalui: a. Talent Management Bank Mandiri sebagai organisasi berbasis kinerja harus mampu mengidentifikasi. Penyelarasan kebijakan dan strategi Corporate Center yang akan memberikan dukungan landasan bagi pengembangan bisnis. Mengidentifikasi dan menyelenggarakan program akselerasi kepada pegawai dengan kinerja baik dan potensial dari level Officer hingga Group Head. b. d. akuntabilitas dan kinerja unit bisnis yang akan menciptakan dan mendorong performance driven culture di masing-masing unit bisnis. Melakukan proses penjejakan. b. Implementasi awal organisasi berbasis SBU tersebut bertujuan untuk: a. yang dijalankan oleh Direktorat Technology & Operations. Penajaman Individual KPI setiap pegawai pada level officer yang mendukung dan sejalan dengan KPI unit kerjanya berdasarkan Balanced Scorecard. Professionalism. Menata ulang Performance Management System (PMS) Implementasi organisasi berbasis SBU ini akan diiringi dengan Performance Management System (PMS) yang berdasarkan Key Performance Indicator (KPI) yang lebih tajam dan berorientasi pada Value Based Management. mengelola dan menghargai lebih pegawai yang memiliki kinerja dan kompetensi di atas rata-rata secara khusus. b. Internalisasi budaya perusahaan dan penerapan standar etika Sejalan dengan keinginan menjadi Dominant Multispecialist Bank. Integrity. special project assignment.c. Sistem penilaian kinerja ini akan dikaitkan secara erat dengan sistem insentif yang nantinya didasarkan pada value yang dikontribusikan oleh masing-masing SBU.

Adapun komposisi jumlah pegawai tahun 2006 adalah sbb: 128 corporate center • COMPLIANCE & HUman capital . program •  sosialisasi dan komunikasi budaya melalui acara eksibisi. PC desktop. • Melaksanakan program training khusus bagi Frontliners dalam upaya meningkatkan service dan layanan cabang. Commercial. • Melaksanakan program khusus untuk mendukung efisiensi dan produktifitas serta Learning Organization. poster. Culture Workshop: pelaksanaan workshop •  dan seminar budaya kerja baik secara internal dan eksternal. • Meningkatkan Leadership Skill bagi para pimpinan unit kerja. sehingga budaya perusahaan dapat terimplementasi dengan baik. Sampai akhir 2006 Bank Mandiri telah memiliki 1560 orang change agent. mengembangkan jaringan bisnis dan distribusi sesuai kebutuhan organisasi dengan tetap meningkatkan efektifitas organisasi. Bank Mandiri terus berupaya untuk meningkatkan tingkat pelayanan. diharapkan dapat terjadi proses cascading nilai-nilai dan perilaku budaya kepada rekan-rekan kerja di unit kerjanya. Consumer/ Retail dan Micro Banking. c. selama 2006 Bank Mandiri juga telah melaksanakan pelatihan yang mendukung peningkatan kemampuan dan keunggulan kompetitif sumber daya manusianya. Kemampuan sumber daya manusia Sebagai organisasi berbasis SBU. forum-forum perbankan dan programprogram lain yang terkait dengan bank. Komposisi Sumber Daya Manusia Bank Mandiri per 31 Desember 2006 memiliki 21. dari level Section Head hingga Group Head. Corporate Magazine: penerbitan artikel •  artikel terkait budaya perusahaan melalui Buletin Mandiri secara berkala. email dan lain-lain. Program Values Recognition Program ini merupakan bentuk penghargaan bagi pegawai ataupun unit kerja yang dianggap telah berhasil mengeksternalisasikan nilai-nilai budaya TIPCE di lingkungan Bank. b. Bank Mandiri menyadari pentingnya pengembangan kemampuan sumber daya manusia yang dimiliki.teknik-teknik change management melalui pelatihan change agent oleh Learning Center. • Employee Promotion Media: mengkomunikasikan nilai budaya TIPCE melalui media advertisement. antara lain: •  Dalam rangka menambah wawasan dan meningkatkan kompetensi. Tujuannya adalah menstimulasi dan mendorong agar setiap insan Bank Mandiri berlomba-lomba menerapkan nilai budaya TIPCE secara berkesinambungan. kampanye. pertunjukan. Karenanya. • Meningkatkan kompetensi perkreditan bagi seluruh pegawai yang terkait langsung dengan permasalahan kredit. spanduk. e-Learning.192  orang. Dengan komposisi sumber daya yang ada. Jumlah ini mengalami penurunan sebanyak 130 orang dibandingkan dengan tahun 2005 yang berjumlah 21. masing-masing Direksi banyak mengikuti/berpartisipasi dalam seminar nasional dan internasional. baik untuk segmen Corporate. Sosialisasi dan komunikasi budaya perusahaan Pelaksanaan sosialisasi dan komunikasi budaya perusahaan dilakukan melalui eventevent dan media: Culture Fair & Championship. gathering dan perlombaan culture innovation antar unit kerja.062 orang pegawai.

0% Sarjana Muda/Diploma 25. S2. S2. S3) 14% Sarjana Muda/Diploma 30% SMU 2% SMP/SD 58% Sarjana (S1.665 11. S3) 13.2% Sarjana (S1. S2.866 1 2 10 24 119 63 8 227 1 2 8 11 235 118 9 384 1 4 27 35 216 68 5 356 1 4 22 29 313 86 16 471 1 5 17 3 144 379 25 574 1 7 22 21 266 305 24 646 1 2 3 18 6 30 2 2 13 48 149 57 27 298 Komposisi Perkembangan Pegawai Menurut Jenjang Pendidikan Per 31 Desember 2001 2002 2003 43% Sarjana (S1.345 572 16. S3) 13% Sarjana Muda/Diploma 27% SMU 2% SMP/SD 60.Komposisi pegawai menurut level jabatan per direktorat (31 Desember 2006)   Level Jabatan Corporate Commercial Consumer Finance Micro & Treasury & Retail Int’l SAM Risk Mgt Compliance & HC Finance & Strategy Tech & Ops CMO Audit & Others 1 2 3 4 5 6 7   Direksi/EVP/ Coordinator Group Head Department Head Pimpinan Senior Pimpinan Pelaksana Non Pelaksana   1 3 13 29 99 48 6 199 1 4 5 51 447 157 2 667 1 2 12 147 50 130 2 334 1 17 64 202 4. S2. S2. S3) 15% Sarjana Muda/Diploma 35% SMU 2% SMP/SD 50% Sarjana (S1. S3) 15% Sarjana Muda/Diploma 32% SMU 2% SMP/SD 2004 2005 2006 54% Sarjana (S1. S2.6% SMP/SD corporate center • COMPLIANCE & HUman capital 129 . S3) 15% Sarjana Muda/Diploma 39% SMU 3% SMP/SD 48% Sarjana (S1.2% SMU 1.

28% Manager 1.02% Pelaksana 34.566 0.421 1.22 0.60 0.103 3.955 22.49 17.00 8.00 100.200 56.062 30.00   4.684 919 27.69% Pimpinan 3.29 0.01 1.69 15.46 7.00 100.02 0.889 2.19 20.33 100.00 100.51 100.065 121.616 1.540 133.Program Pelatihan dan Pengembangan Pegawai 2001 Program Jumlah % 2002 Jumlah % 2003 Jumlah % 2004 Jumlah % 2005 Jumlah % (Satuan Peserta) 2006 Jumlah % Inhouse–Intern Inhouse–Extern Sosialisasi Public Class E-mas Training Special Project Sub Total Lainnya 4.23 0.682 3.51 3.91 25.83% Non Pelaksana 48.24 19.179 5.19 1.59 7.99 56.00 0.19% Non Pelaksana 57.74 0.408 17.20% Pelaksana 37.720 3.949 0.145   6.00 0.47% Pelaksana 33.77 0.00   37.00   4.507 2.01 14.93 5.00 0.92 9.24 45.08 100.881 2.589 5.84% Manager 1.553 450 6 2 1.89% Pimpinan 12.518 99.00   119.00 100.88 6.076 132.68 0.00 0.82% Manager 2.76 34.78 11.872 2.00   206 22 1 192 421 30.760   33.00   13.04 3.58% Non Pelaksana 43.37 0.00 0.717   25.00 0.917 97.616 866 34 482 11.00   1.72% Manager 130 corporate center • COMPLIANCE & HUman capital .00 48.61 100.139   39.31 4.01 20.215 98.202 0 1.185 240 23 2 90 110.43% Pimpinan 15.09 0.01% Non Pelaksana 63.00 100.00 0.60 100.28 100.00   Komposisi pegawai yang pernah mengikuti training berdasarkan level jabatan 2002 2003 7.927 2.00   E-Learning ODP S2 S3 SDP Sub Total Jumlah 43 43 14.88 100.59 21.803 0.11 0.00 100.44 32.090 2.00   8.00 0.00   48 -LK 48 27.264 5.74% Manager 2004 2005 2006 0.00 100.52% Pimpinan 8.00 0.901   49.978   37.779 3.38 22.97 5.755 8.94% Pimpinan 16.619 14.00   110.87 30.23 0.22% Pelaksana 28.36% Non Pelaksana 66.968 1.287 6.651 613 18.127 417 41 2 613 38.74 0.26% Pelaksana 16.00 0.24 7.

62% 1–4 hari 30.88% 15–19 hari 0.66% 5–9 hari 4.71% 15–19 hari 0.00% 5–9 hari 2.75% 10–14 hari 0.43% 15–19 hari 0.53% 10–14 hari 0.33% 15–19 hari 0.Komposisi pegawai atas dasar lamanya training 2002 2003 20.33% 5–9 hari 10.39% Kurang dari 1 hari 32.75% 10–14 hari 0.82% 10–14 hari 2.51% 1–4 hari 22.95% 15–19 hari 1.76% Kurang dari 1 hari 52.29% 1–4 hari 20.97% >=20 hari 2004 2005 2006 45.50% 5–9 hari 1.70% 10–14 hari 0.24% >=20 hari corporate center • COMPLIANCE & HUman capital 131 .35% >=20 hari 42.99% >=20 hari 18.29% 5–9 hari 4.50% 1–4 hari 17.71% Kurang dari 1 hari 21.24% Kurang dari 1 hari 31.41% >=20 hari 65.57% 1–4 hari 10.82% Kurang dari 1 hari 34.

shared service technology & operations 132 shared services • TECHNOLOGY & OPERATIONS .

melalui pengelolaan platform teknologi dan operasional yang terpadu. efektif dan efisien.Kami memiliki komitmen untuk memastikan nasabah memiliki akses atas seluruh produk dan layanan 24 x 7. tersentralisasi. sasmita • Direktur shared services • TECHNOLOGY & OPERATIONS 133 .

Peningkatan Kapabilitas di Tahun 2006 Untuk Melayani Nasabah Untuk kenyamanan nasabah consumer. Sementara itu. 134 shared services • TECHNOLOGY & OPERATIONS .’ Tahapan evolusi selanjutnya. sentralisasi operasional serta perluasan jaringan distribusi domestik dan internasional mulai mencapai ‘economies of scale. kami menyediakan layanan same day services pada transaksi Trades Services dan Real Time On Line pada transaksi payment dengan konsep Straight Through Processing (STP). kartu kredit serta investasi. kami lakukan monitoring melalui Central Liability System (CLS). Di tahun 2006. kartu kredit. kami penuhi kebutuhannya dengan beragam produk seperti deposito. Untuk pelayanan perdagangan nasional dan internasional.’ Keduanya merupakan landasan kuat untuk melakukan sinergi antara teknologi dan operasional. Upaya tersebut mendukung tujuan korporasi sebagai ‘Dominant Multispecialist Bank’ menuju Regional Champion Bank. memenuhi perubahan kebutuhan pasar. kami juga menyediakan dukungan teknologi dengan Scoring System dan aplikasi Loan Origination System (LOS). akurat dan efisien. tiket. tabungan. Peningkatan layanan transaksi telah kami wujudkan antara lain dengan penambahan jam layanan kliring diseluruh Indonesia melalui otomasi Sistem Kliring Nasional (SKN) yang terpadu. bisnis dan nasabah secara cepat. serta meningkatkan efektifitas operasional agar memperoleh ‘Strategic Value of Shared Services. Untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada debitur. transaksi yang di proses mencapai 1. biaya pendidikan dan lain-lain yang didukung dengan pengamanan berjenjang. dibentuk Direktorat Technology & Operations bersama seluruh potensi yang dimiliki. Kami juga berkomitmen menyediakan produk dan layanan secara end to end kepada nasabah corporate dan commercial seperti produk Cash Management. transaksi melalui Host to Host menggunakan Service Oriented Architecture (SOA) sehingga proses lebih cepat. dengan visi menyediakan layanan bersifat ‘utility based processing’ yang agile dan efisien. Visi tersebut bertujuan menyediakan layanan operasional berbiaya rendah yang kompetitif. pinjaman. Evolusi dalam Pengembangan Technology & Operations Platform teknologi kami telah memiliki kemampuan untuk memproses volume transaksi dalam jumlah besar dengan akurasi tinggi.shared services technology & operations Selama tahun 2006. Sedangkan untuk peningkatan pengelolaan exposure debitur secara terpadu. yang dilengkapi berbagai fitur dan transaksi pembayaran/pembelian dengan pihak ketiga seperti listrik.633 triliun. meningkatkan kualitas service excellence. telepon. mempersingkat ‘time to market’ produk dan layanan bank.122 miliar termasuk 476 juta transaksi finansial senilai Rp 14. kemudian mempercepat ‘time to change’ untuk strategic growth dan value creation bagi bank.

kami juga meningkatkan pelaksanaan good corporate governance untuk proses e-bidding dan budget monitoring melalui aplikasi Enterprise Resource Planning.7% dari rata-rata 30. Untuk menambah jumlah dan memelihara loyalitas nasabah. shared services • TECHNOLOGY & OPERATIONS 135 . Untuk mempercepat pencapaian ‘time to market’ dan ‘time to change. harga yang bersaing. Penurunan biaya transaksi terus diupayakan melalui pelaksanaan program efisiensi dan pengeluaran biaya yang ketat. serta Treasury Operations. Self Service Passbook Printer) serta transaksi pembayaran/ pembelian dengan pihak ketiga. Di tahun 2006. meningkatkan kapabilitas ‘tailormade’ dan memperluas back office support antara lain untuk Cash Management dan Host to Host serta terus mengoptimalkan penggunaan SOA. Sasaran Tahun 2007 Pada tahun mendatang Direktorat Technology & Operations. Triple Data Encryption Standard (3DES) serta Basel II. Sehingga kami dapat melayani nasabah di kantor luar negeri untuk bertransaksi secara Real Time On Line dengan nasabah di Indonesia dan sebaliknya. Upaya untuk memindahkan transaksi ke e-channel yang berbiaya lebih murah telah menunjukkan hasil positif. Seiring dengan terus tumbuhnya volume bisnis dan peningkatan efisiensi. business process re-engineering (BPR) untuk proses internal dan hubbing kantor luar negeri. Clearing Processing Center. Euro Master Visa (EMV).6 juta transaksi per bulan di tahun 2005. Domestic & International Payment. kami tetap melanjutkan sentralisasi operations secara optimal. menjadi katalisator dalam peningkatan sinergi bisnis dengan memperkaya fungsi dan fitur. Keberhasilan Bank Mandiri memperoleh penghargaan dari Infobank dan MRI dalam Banking Service Excellence Monitor Awards 2005 sebagai peringkat 3 Best Overall Performance yang meningkat tajam dari peringkat 11 di tahun 2004. Bank Mandiri berhasil melaksanakan perubahan sistem stand alone di Cabang Singapore menjadi Real Time On Line dengan core banking system di Indonesia menggunakan konsep hubbing. ATM. menunjukan komitmen kami dalam kualitas pelayanan. PSAK31. Total transaksi finansial yang diproses sistem mencapai rata-rata 39. selain mendukung penambahan dan peremajaan infrastruktur customer points of contacts (Outlet. kami membentuk unit khusus customer care yang fokus pada peningkatan standar kualitas layanan dan single contact center agar penyelesaian pengaduan nasabah menjadi lebih baik. Efisiensi dilaksanakan melalui peluang penggunaan teknologi baru yang berbiaya rendah. Secara konsisten kami terus menjaga pemenuhan compliance dan regulatory domestik maupun internasional dengan menerapkan aturan PBI. Volume transaksi finansial nasabah di e-channel dibanding dengan transaksi finansial cabang berada di rasio 73:27 pada tahun 2006 meningkat dari tahun sebelumnya 67:33. Kami juga bertekad menjadi service leader di industri perbankan dengan menciptakan dan menerapkan standar layanan prima secara konsisten. CDM.’ Direktorat Technology & Operation akan terus melakukan penyempurnaan dan pengembangan aplikasi dengan mengacu pada International Best Practice. proses yang lebih cepat dan waktu layanan yang lebih panjang.7 juta transaksi finansial per bulan di tahun 2006 meningkat 29. sehingga makin memudahkan nasabah bertransaksi. Pada tahun 2006 ini. menunjukkan komitmen kami dalam memberikan layanan prima kepada nasabah. dengan fokus pada biaya komunikasi dan investasi serta mengelola biaya pemeliharaan secara lebih optimal. Disamping itu untuk pengelolaan teknologi dan operasional yang memiliki standar mutu internasional. kami telah melakukan sertifikasi ISO 9001:2000 untuk Data Center Operations. maka manfaatnya akan kami kembalikan kepada nasabah berupa. serta memberikan nilai tambah kepada stakeholder. dan akan dilanjutkan dengan kantor luar negeri lainnya.Kami secara berkesinambungan meningkatkan coverage area layanan melalui penambahan Cabang dan ATM sebagai customer points of contacts serta penambahan delivery channel baru seperti Cash Deposit Machine (CDM) dan Self Service Passbook Printer disamping e-channel yang sudah tersedia. Pada tahun 2006 kami berhasil terus meningkatkan peringkat kualitas pelayanan kami untuk menjadi kedua terbaik.

Langkah ini bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan prestasi di bidang olah raga. pendidikan dan kesehatan.5 Juta. 1600 paket perlengkapan sekolah juga telah disalurkan. Mandiri Peduli Pendidikan Tingginya tingkat kemiskinan di Indonesia mengakibatkan rendahnya kemampuan masyarakat dalam mengecap dunia pendidikan. khususnya di sekitar lingkungan kantor Bank Mandiri. Bank Mandiri ikut memperbaiki prasarana dan sarana beberapa balai pengobatan di kota Malang. bahkan ada yang roboh sehingga tidak dapat digunakan secara maksimal. Selain itu diberikan juga laptop dan desktop untuk beberapa fakultas pada universitas negeri pilihan senilai total Rp 1 Miliar. Bank Mandiri telah memberikan hibah 3 truk sampah masing-masing untuk kota Jambi dan Bandarlampung serta Jakarta senilai Rp 293. Melalui kegiatan ini diharapkan Bank Mandiri dapat memperkuat reputasinya sebagai perusahaan yang secara konsisten menunjukkan kepedulian pada masyarakat. Mandiri Peduli Kesehatan Bank Mandiri mendukung Pemerintah dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat. serta melakukan khitanan massal terhadap 16. pelatihan petani rumput laut. Untuk alasan ini Bank Mandiri memilih pendidikan sebagai dasar utama untuk memajukan bangsa. dengan menerima kunjungan mahasiswa tersebut di Bank Mandiri. Bank Mandiri antara lain memberikan beasiswa kepada 31 pemenang Lomba Karya Ilmiah dan penghargaan kepada 231 guru teladan bekerjasama dengan DIKNAS dengan total dana Rp 1. memberikan inspirasi kepada stakeholders untuk melakukan kegiatan dalam kepedulian masyarakat serta menggalang kesatuan diantara insan Bank Mandiri. penyelenggaraan workshop audio visual seni budaya. Sejalan dengan program PBB untuk menurunkan angka kematian anak.000 anak di seluruh Indonesia. pembelian drinking machine. serta memberikan pengajaran tentang perbankan pada mahasiswa. Mandiri Peduli Olah Raga Dunia olahraga merupakan salah satu kegiatan yang dipilih Bank Mandiri dalam upaya melakukan kepedulian terhadap masyarakat. Bank Mandiri memberikan bantuan 40 komputer dan printer untuk mendukung Program OSOL (One School One Computer Laboratory) melalui Menko Kesra dan Menkominfo senilai lebih dari Rp 500 Juta. Mandiri Peduli Lingkungan dan Mandiri Peduli Budaya.000 buku tulis bagi 3000 anak di Banten. Mandiri Peduli Usaha Kecil. Program CSR merupakan salah satu perwujudan misi Bank Mandiri. yaitu peduli pada kepentingan masyarakat dan lingkungan.corporate social responsibility Corporate Social Responsibility (CSR) telah menjadi fenomena dunia dan merupakan bagian penting dari kegiatan perusahaan. Tujuan utama kegiatan CSR Bank Mandiri antara lain adalah meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat Indonesia umumnya dilihat dari aspek sosial. Mandiri Peduli Kesehatan. Bahkan. Bantuan lainnya berupa penyediaan 36. Untuk membantu penanggulangan sampah. Selama tahun 2006. Bank Mandiri juga aktif dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pelatihan seni kertas daur ulang Yayasan Sekar. Selama tahun 2006 realisasi kegiatan Mandiri Peduli lebih dari Rp 15 Miliar yang mencakup kegiatan Mandiri Peduli Pendidikan. turnamen Sepak Bola 4 Besar LIGINA 136 corporate social responsibility . dan sekolah lainnya senilai Rp 132 Juta. Untuk tahun 2006. Mandiri Peduli Olah Raga. Program Mandiri Peduli Pendidikan merupakan bentuk tanggung jawab sosial Bank Mandiri terhadap pendidikan kepada masyarakat tidak mampu yang putra putrinya memiliki prestasi di sekolah namun tidak dapat bersekolah karena ketiadaan biaya serta mahasiswa yang berprestasi. Selain itu untuk mengembangkan sarana dan prasaranan sekolah. Selain itu Bank Mandiri juga membantu pembangunan fasilitas gedung sekolah yang tidak memenuhi syarat.3 Miliar. Bank Mandiri ikut serta mensponsori kegiatan Lomba Lari Tugu Monas 10 K.

Melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). kejuaraan Bola Basket “Indonesia Muda Bola Basket”. Bank Mandiri ikut memberikan dukungan bagi upaya pelestarian budaya Indonesia.8 Miliar. Bantuan kepada usaha mikro dan usaha kecil diberikan dalam bentuk bantuan modal maupun hibah. rehabilitasi jembatan. Bukit Tinggi. Untuk pembangunan fasilitas umum yang diwujudkan melalui pembuatan MCK. Mandiri Peduli Usaha Kecil Bank Mandiri secara sendiri atau bekerjasama dengan lembaga atau instansi lain.2 Miliar. pesantren. dan pemasaran.4 miliar dan pinjaman sebesar lebih dari Rp 56 miliar. melakukan pembinaan kepada kelompok Usaha Mikro dan Kecil (termasuk Koperasi). Kegiatan yang telah dilaksanakan selama tahun 2006 ini antara lain renovasi Istana Silinduang Bulan di Tanah Datar. pengadaan pompa air. pakaian adat. Pembinaan yang dilakukan ditujukan untuk meningkatkan ketrampilan produksi.2006. Perwujudan kegiatan ini di tahun 2006 antara lain penyaluran bantuan bagi korban bencana alam senilai total Rp 1. Kegiatan lain yang dilakukan adalah Pagelaran Busana Batik Jawa Barat di Sunaryo Art Bandung. corporate social responsibility 137 . rumah adat. rumah adat. pembangunan instalasi air bersih. dan lain-lain. Mandiri Peduli Budaya Pada program ini. Sementara untuk sarana & prasarana ibadah. beserta peralatan adatnya sebesar Rp 89 Juta. tanggul penahan banjir. dan fasilitas sosial dan umum lainnya senilai lebih dari Rp 1. Baik untuk pengembangan seni budaya Indonesia. Tahun 2006 ini Bank Mandiri sudah menyalurkan dana Program Kemitraan dalam bentuk hibah sebesar Rp 5. Bank Mandiri mengharapkan agar kelompok Usaha Mikro dan Kecil (termasuk Koperasi) dapat berkembang lebih baik lagi dan mampu bersaing menghadapi kondisi pasar yang berkembang pesat. Bank Mandiri telah menyalurkan dana sebesar Rp 708 Juta. Bank Mandiri juga ikut dalam 19th Asian Tenpi Bowling Championship di Jakarta. manajemen. seni musik dan tari. sarana dan prasarana seni budaya. Mandiri Peduli Lingkungan Program Mandiri Peduli Lingkungan merupakan wujud perhatian terhadap lingkungan serta upaya mendukung program Pemerintah dalam melestarikan lingkungan.

Tindakan tersebut bukan merupakan tindak pidana. 2.  Fasilitas dan tunjangan bagi anggota Direksi dan Komisaris ditetapkan sesuai dengan dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang diadakan pada tanggal 14 Juni 2002 dan Surat Menteri Badan Usaha Milik Negara No. 2.573.067. Keputusan Agenda ke 1 1.70 dibagikan sebagai dividen tunai kepada para pemegang saham atau minimal sebesar Rp 14.655.78 digunakan sebagai Cadangan Umum.778.  50% dari laba bersih Perseroan tahun buku 2005 atau sebesar Rp 301.  2% dari laba bersih Perseroan tahun buku 2005 atau sebesar Rp 12. 138 informasi pemegang saham .000 000 di Bank Indonesia.369.502. Keputusan Agenda Ke 4 Menetapkan gaji.000.311.232. fasilitas dan santunan purna jabatan Direksi dan Komisaris adalah sebagai berikut: 1. 4. Tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Keuangan Tahunan Konsolidasi Perseroan serta Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005.000. b.  2. Memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada segenap anggota Direksi dan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah mereka jalankan selama tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005. sejauh: a.03 dialokasikan untuk Program Bina Lingkungan. RPC-5087. 4.386.80 per saham yang akan dibayarkan kemudian dengan ketentuan sebagai berikut: a. 3.5% dari laba bersih Perseroan tahun buku 2005 atau sebesar Rp 15. Menyetujui Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005 dan mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Prasetio. b. Penunjukan Kantor Akuntan Publik Purwantono.036.084.informasi pemegang saham Aksi Korporasi Tahun 2006 Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan tanggal 22 Mei 2006 memutuskan sebagai berikut: 1.  Besarnya gaji anggota Direksi dan honorarium anggota Komisaris Perseroan tidak mengalami kenaikan dan oleh karenanya besarnya gaji dan honorarium tersebut tetap sama sesuai dengan besarnya gaji dan honorarium yang telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang diadakan pada tanggal 16 Mei 2005. Keputusan Agenda Ke 3 1.151. Penunjukan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Propinsi DKI Jakarta II untuk mengaudit Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006. 2.575.  Keputusan Agenda ke 2 Menyetujui dan menetapkan penggunaan Laba Bersih Perseroan tahun buku 2005 sebesar Rp 603. 3. Sarwoko & Sandjaja (afiliasi dari Ernst & Young) sebagai Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006.39 sebagai berikut: 1. 3. 2. Sedangkan untuk pelaksanaan Program Kemitraan akan menggunakan sisa anggaran tahun sebelumnya sebesar Rp 115. S-412/MBU/2004 tanggal 10 Agustus 2004.5% dari laba bersih Perseroan tahun buku 2005 atau sebesar Rp 274. 2.684.00.88 ditetapkan sebagai Laba Ditahan/Retained Earnings.533.800. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi untuk mengatur tata cara pembayaran dividen tunai tersebut serta mengumumkannya sesuai ketentuan yang berlaku. Penggunaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) tersebut selanjutnya harus dilaporkan kepada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan mendatang untuk mendapat persetujuan dan pengesahan.223. Khusus dividen bagian Pemerintah yang berasal dari 14 miliar saham akan disetorkan ke rekening Bendahara Umum Negara (BUN) No. Sarwoko & Sandjaja (afiliasi dari Ernst & Young) sebagaimana ternyata dari laporannya tanggal 9 Maret 2006 No. Sisanya sebesar 45. Menyetujui Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005 yang telah diaudit oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi DKI Jakarta II.

Sentausa. 5. Sasmita Selanjutnya setelah pengangkatan Sdr. Richard Claproth informasi pemegang saham 139 . Budi G. 2. Edwin Gerungan yang menjabat sebagai Komisaris Utama Perseroan juga menjabat sebagai Komisaris Independen. Thomas Arifin • Direktur: Sdr. Keputusan Agenda Ke 5 1. Sdr. Sehingga susunan anggota Direksi Perseroan setelah ditutupnya Rapat adalah sebagai berikut: • Direktur Utama: Sdr. 3. 2.215 opsi atau 1. Sentot A. 1-A. Sasmita • Direktur: Sdr. Budi Gunadi Sadikin 3. 6. yaitu dengan ketentuan masa jabatan dari para anggota Direksi yang baru tersebut baru berlaku efektif sejak diperolehnya persetujuan Bank Indonesia (tentang Uji Kelayakan dan Kepatuhan) atas pengangkatan tersebut dan berlaku sampai dengan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang akan diadakan dalam tahun 2011. Zulkifli Zaini • Direktur: Sdr. maka susunan selengkapnya anggota Direksi Perseroan adalah sebagai berikut: • Direktur Utama: Sdr. Menetapkan harga dan tata cara pelaksanaan MSOP tahap-III tunduk pada Keputusan Direksi Bursa Efek Jakarta No. Agus Martowardojo • Wakil Direktur Utama: Sdr. Menyetujui pemberian opsi tahap-III sebanyak 309. Sdr. Abdul Rachman • Direktur: Sdr. Pemberhentian dengan hormat Sdr. I Wayan Agus Mertayasa • Direktur: Sdr. b. Melakukan peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor Perseroan yang diikuti dengan perubahan pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 Anggaran Dasar Perseroan dalam hal terdapat pelaksanaan opsi dengan membeli saham Seri B baru Perseroan. Menyetujui pemberian wewenang kepada Komisaris untuk: a. Sdr. Zulkifli Zaini • Direktur: Sdr. Santunan purna jabatan bagi anggota Direksi dan Komisaris ditetapkan sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan yang diadakan pada tanggal 22 Januari 2003. Thomas Arifin. khususnya peraturan No. masingmasing selaku Direktur Perseroan yang baru telah memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia. Budi Gunadi Sadikin. Muchayat • Komisaris: Sdr. Bambang Setiawan dan Sdr. Omar Sjawaldy Anwar • Direktur: Sdr. masing-masing selaku Direktur Perseroan yang baru. Sdr. dengan ketentuan setiap 1 (satu) opsi memberi hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) saham Seri B baru Perseroan. Menetapkan kebijakan pelaksanaan dan pengawasan program MSOP tahap-III termasuk penetapan penerima opsi dan melaporkannya pada Rapat Umum Pemegang Saham yang akan datang. Omar Sjawaldy Anwar • Direktur: Sdr. Riswinandi. Pengangkatan Sdr. I Wayan Agus Mertayasa • Direktur: Sdr. Menetapkan Sdr. Sentot A. Sentausa • Direktur: Sdr. Sdr. Edwin Gerungan • Wakil Komisaris Utama: Sdr. Sehingga susunan selengkapnya anggota Komisaris Perseroan adalah sebagai berikut: • Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Sdr. Kep-305/BEJ/07/2004 tanggal 19 Juli 2004. Sdr. Riswinandi • Direktur: Sdr. Bambang Setiawan dan Sdr. Thomas Arifin. Riswinandi. Soedarjono • Komisaris: Sdr. Keputusan Agenda ke 6 1. Sentausa.416. Johanes Bambang Kendarto dari jabatannya selaku Direktur Perseroan terhitung sejak ditutupnya Rapat ini dan mengucapkan terima kasih atas jasa yang telah diberikan selama menjabat dalam Perseroan. 3. Bambang Setiawan • Direktur: Sdr. Agus Martowardojo • Wakil Direktur Utama: Sdr. Sentot A.55% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada saat IPO. Sadikin. Abdul Rachman • Direktur: Sdr.

dengan memberikan kewenangan kepada Direksi untuk: i. Pradjoto • Komisaris Independen: Sdr. Memindahkan ketentuan Pasal 12 ayat 6 huruf g Anggaran Dasar Perseroan ke Pasal 12 ayat 14 huruf b menjadi butir vii (baru) Anggaran Dasar Perseroan yang berbunyi: ”tidak menagih lagi piutang berupa bunga. RUPS Luar Biasa tanggal 22 Desember 2006 memutuskan sebagai berikut: 1. Menteri Keuangan. Keputusan Agenda ke 2 1. denda. Melakukan pengalihan termasuk pelepasan atau penjualan kredit bermasalah di bawah nilai pokok kepada investor. dengan jumlah (limit) yang akan dihapus tagih yaitu sebesar selisih antara nilai pokok dan harga pengalihan. • Komisaris Independen: Sdr.” 2. Menambahkan satu ketentuan baru pada Pasal 12 ayat 6 yaitu huruf g Anggaran Dasar Perseroan yang berbunyi: g. Gubernur Bank Indonesia tentang Paket Kebijakan Sektor Keuangan tanggal 5 Juli 2006. Perbuatan-perbuatan lain dalam rangka optimalisasi aset termasuk piutang Perseroan dengan mengindahkan ketentuan Pasal 15 ayat 9. tanggal 21 Desember 2005 dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp 5 triliun. ”Perbuatan untuk tidak menagih lagi. Gunarni Soeworo • Komisaris Independen: Sdr.” 4. iii. Menggunakan jumlah (limit) hapus tagih atas piutang pokok macet yang telah dihapus buku sebagaimana telah ditetapkan dalam RUPS-LB Perseroan tanggal 29 September 2003 dan RUPS-LB Perseroan. dan/atau ongkos-ongkos dalam rangka restrukturisasi dan/atau penyelesaian kredit yang selanjutnya dilaporkan kepada Komisaris. 4.” 3. Mengubah Pasal 12 ayat 6 Anggaran Dasar Perseroan yang semula berbunyi: ”Perbuatan-perbuatan Direksi dibawah ini harus mendapat persetujuan tertulis dari Komisaris dengan mengindahkan peraturan yang berlaku” menjadi: ”Perbuatan-perbuatan Direksi dibawah ini harus mendapat persertujuan tertulis dari Komisaris” 2. sebagaimana ditetapkan RUPS dari waktu ke waktu. Menambahkan satu ketentuan baru pada Pasal 15 yaitu ayat 9 Anggaran Dasar Perseroan yang berbunyi: ”Komisaris berhak dan berwenang untuk menyetujui kebijakan Direksi mengenai penetapan mekanisme. Mengubah Pasal 12 ayat 6 huruf f Anggaran Dasar Perseroan yang semula berbunyi: ”Perbuatan untuk tidak menagih lagi piutang pokok macet yang telah dihapusbukukan. dengan melakukan hapus tagih atas piutang pokok macet dan atau hapus tagih atas selisih antara nilai pokok dan harga pengalihan. dan pendelegasian wewenang. termasuk PPKM Mandiri. ii.” menjadi: 140 informasi pemegang saham . Menandatangani Performance Management Contract dengan Pemerintah sebagai pelaksanaan Surat Keputusan Bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. 5. yang jumlahnya dari waktu ke waktu ditetapkan oleh RUPS. dalam rangka optimalisasi aset termasuk kredit Perseroan. kriteria. Melimpahkan wewenang kepada Komisaris Perseroan untuk menetapkan pembagian tugas dan wewenang diantara para anggota Direksi Perseroan dengan memperhatikan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan. dengan ketentuan dari waktu ke waktu Rapat Umum Pemegang Saham menetapkan jumlah hapus tagih yang dapat dipergunakan. Yap Tjay Soen Masa jabatan seluruh anggota Komisaris Perseroan tersebut di atas adalah sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang akan diadakan dalam tahun 2010. Keputusan Agenda ke 1 Menyetujui tindakan Direksi untuk melakukan akselerasi penyelesaian kredit bermasalah antara lain melalui Program Penyelesaian Kredit Macet Bank Mandiri (”PPKM Mandiri”) yang pokok-pokoknya telah diuraikan dalam RUPS-LB ini. dalam upaya menjadi bank berkinerja baik sebagaimana disyaratkan Bank Indonesia. baik untuk hapus tagih piutang pokok macet yang telah dihapus buku maupun hapus tagih atas selisih antara nilai pokok dengan nilai pengalihan atau pelepasan hak atas piutang pokok macet yang telah dihapus buku. sehubungan dengan optimalisasi aset termasuk piutang Perseroan. Menteri Negara BUMN. mengalihkan atau melepaskan hak untuk menagih atas piutang pokok macet yang telah dihapusbukukan.

225 2.000 Rp 3.215 51.640 1.925 1.5 1.000 Rp 2.Management Stock Option Plan MSOP Harga (Rp/Saham) Jumlah opsi/Saham yang diterbitkan Jumlah opsi yang belum dilaksanakan per 31 Desember 2006 Tahap I Tahap II Tahap III 742.050 1.375 1.500 Rp 1.416.977 2.5 1.000 Rp 3.600 2.980 1.800.925 2.495.566.520 1.810 2.100 1.416.056 1.000 309.900 2.325 1.741 2.500 Rp 2.785 312.900 2.500 2.000.215 ikhtisar saham bank mandiri 2005 Harga Penutupan Saham Bank Mandiri (Rp) Setahun Penuh Setahun Penuh Triwulan I 2006 Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Tertinggi Terendah Akhir Periode Rata-rata 2.583.500 1.325 1.500 Volume Perdagangan Harga Penutupan informasi pemegang saham 141 .236 309.720 1.690 1.190.082 7.730 grafik harga saham juta 500 450 400 350 300 250 200 150 100 50 0 Jan 06 Rp 500 Rp 0 Feb 06 Mar 06 Apr 06 Jun 06 Jul 06 Agt 06 Sep 06 Okt 06 Des 06 Rp 1.08 378.586 2.

000.851.099. Pada RUPS Tahunan tanggal 16 Mei 2005.199.583.300. Ada 41. Konversi ini mengakibatkan peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 152. Saham Seri A Dwiwarna adalah saham yang memberikan hak istimewa kepada pemegangnya dalam hal sebagai berikut: • RUPS sehubungan dengan peningkatan modal harus dihadiri dan disetujui oleh pemegang saham Seri A Dwiwarna.999.017. • RUPS sehubungan dengan penggabungan. Kronologis Penambahan dan Pencatatan Saham Saham yang dikeluarkan Bank Mandiri terdiri dari satu Saham Seri A Dwiwarna dan Saham Biasa Atas Nama Seri B.215 lembar saham dengan nilai nominal Rp 500 per lembar saham. Jumlah ini setara dengan Rp 14. Jumlah saham Bank Mandiri yang Ditempatkan dan Disetor Penuh terdiri dari 1 (satu) lembar saham Seri A Dwiwarna dan 19.000.800. Selain keputusan untuk melaksanakan divestasi melalui penawaran perdana.70. Pada saat divestasi melalui penawaran perdana tanggal 14 Juli 2003. Pemerintah menawarkan saham biasa Seri B sejumlah 4. pemegang saham Bank Mandiri dalam RUPS-LB tanggal 29 Mei 2003 juga menyetujui rencana kepemilikan saham oleh pegawai dan manajemen melalui Program Penjatahan Saham (Employee Stock Allocation (ESA) dan Pemberian Opsi Pembelian Saham kepada Manajemen (Management Stock Option Plan (MSOP).764 lembar opsi telah dikonversi menjadi saham. Kemudian pada tanggal 11 Maret 2004.703 lembar opsi telah dikonversi menjadi saham dimana 71. • RUPS untuk mengangkat dan memberhentikan anggota Direksi dan Komisaris harus dihadiri dan disetujui oleh pemegang saham Seri A Dwiwarna.000. Seluruh opsi tersebut terbagi menjadi tiga tahap dimana MSOP—Tahap 1 terdiri dari 378.600 pemegang saham. Bank Mandiri telah melakukan pencatatan pre-list sebanyak 1.000.575.339 lembar opsi diantaranya dieksekusi selama 2006. • RUPS sehubungan dengan perubahan Anggaran Dasar harus dihadiri dan disetujui oleh pemegang saham Seri A Dwiwarna. Konversi ini mengakibatkan peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp163. Saham Seri A Dwiwarna dimiliki oleh Negara Republik Indonesia dan tidak dapat dipindahtangankan.785 lembar saham dengan nilai nominal Rp 500 per lembar saham.PSJ/P/07-2004 tanggal 13 Juli 2004 dan oleh Bursa Efek Surabaya melalui surat No. Sedangkan MSOP diberikan kepada Direksi dan manajemen senior pada tingkatan tertentu sebagai insentif bagi kinerja yang berkelanjutan.508.684. ESA terdiri dari (i) Pemberian Bonus Saham (Bonus Share Plan) dan (ii) Penjatahan Saham Dengan Diskon (Share Purchase at Discount) sebesar 80% dari harga penawaran perdana. Pada RUPS Tahunan tanggal 22 Mei 2006 pemegang saham telah menyetujui pemberian MSOP—Tahap 3 sebanyak 309.000 lembar saham biasa Seri B atau 10% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran sebesar Rp 1.655. pemegang saham Bank Mandiri menyetujui pembagian dividen tunai 50% dari laba bersih tahun 2005 atau sebesar Rp 301.Pelaksanaan Pembagian Dividen Dalam RUPS Tahunan tanggal 22 Mei 2006. 142 informasi pemegang saham . peleburan dan pengambilalihan harus dihadiri dan disetujui oleh pemegang saham Seri A Dwiwarna.999 lembar Saham Biasa Atas Nama Seri B dan dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta & Bursa Efek Surabaya sebanyak 19.000 lembar saham atau 20% dari jumlah saham Bank Mandiri yang Ditempatkan dan Disetor Penuh dengan nominal Rp 500 dan harga penawaran perdana Rp 675 per lembar saham.000.450 per lembar saham. pemegang saham telah menyetujui pemberian MSOP—Tahap 2 sebanyak 312. Pemerintah melakukan program divestasi lanjutan atas saham Bank Mandiri melalui penawaran sekunder sejumlah 2. Sampai dengan 31 Desember 2006 MSOP—Tahap 3 ini belum ada yang dikonversi menjadi saham.000.120 pemegang saham lokal dan 492 pemegang saham asing.416.000 lembar saham.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp 500 per lembar saham. sampai dengan 31 Desember 2006 sejumlah 304. Direksi menjadi pengelola dan pelaksana program ESA dan MSOP dibawah pengawasan Komisaris.JKT-023/ LIST-EMITEN/BES/VII/2004 tanggal 13 Juli 2004.999.500. Pelaksanaan MSOP dilakukan melalui penerbitan saham baru. Pemegang Saham Bank Mandiri Pada akhir 2006 Bank Mandiri dimiliki lebih dari 22.000. Jumlah tersebut terdiri dari 22.000.882. • RUPS sehubungan dengan pembubaran dan likuidasi harus dihadiri dan disetujui oleh pemegang saham Seri A Dwiwarna.000. Sampai dengan 31 Desember 2006 sejumlah 327.000 lembar opsi saham yang telah disetujui oleh Bursa Efek Jakarta melalui suratnya No.S-1065/ BEJ.7% dari seluruh pemegang saham tercatat yang merupakan pegawai Bank Mandiri.853 per saham dan telah dibayarkan pada 30 Juni 2006.

Informasi Perdagangan dan Pencatatan Saham Bursa Efek Jakarta Gedung Bursa Efek Jakarta. Sarwoko & Sandjaja. Jakarta 12930.88% Perorangan Indonesia 0. Jend.51% Asuransi 1. Sudirman Kav 52 –53. Indonesia Tel: 62-31-531-0646 Fax: 62-31-531-9490 Kantor Operasional Menara II Plaza Bapindo.44% Reksadana Internasional 0.nasution@bankmandiri. 7 Jl.id Biro Administrasi Efek Datindo Entrycom Wisma Diners Club Annex Jl. Indonesia Tel: 62-21-515-0515 Fax: 62-21-515-0550 www.49% Perseroan Terbatas 1. Lt.id Bursa Efek Surabaya Kantor Pusat Gedung Medan Pemuda. Jakarta 12190.bes. Jend. Surabaya 60271. Lt. 5 Jl.000.75% Karyawan 0.id Head of Investor Relations Jonathan Zax Tel: 62-21-3002-3172 Fax: 62-21-5290-4249 ir@bankmandiri.co.Dalam administrasinya.Sudirman Kav 54 –55. per 31 Desember 2006: No Nama Jumlah saham % 1 Pemerintah Republik Indonesia 14.co.000.com Informasi bagi Investor Corporate Secretary Mansyur Nasution Tel: 62-21-526-5045 Fax: 62-21-5296-4024 mansyur.co. biro administrasi efek mencatat Setiap rekening nominee sebagai satu pemegang saham. Indonesia Tel: 62-21-5289-5000 Fax: 62-21-5289-4100 www.000 67. Sudirman Kav 34 –35. Indonesia Tel: 61-21-570-9009 Fax: 62-21-526-6702 www. Jend. 24 Jl.35% Institusional Pemegang Saham Tercatat yang Memiliki lebih dari 5%.co. Jakarta 12190. Indonesia Tel: 62-21-526-6210 Fax: 62-21-526-6702.ey.com Akuntan Publik Purwantono.02% Yayasan 0.jsx.86% 143 . 4 Jl. Pemuda 27 –31. Sudirman Kav 52 –53.05% Ritel 25. 62-21-526-6219 www.id Kepemilikan Saham per 31 Desember 2006 Kepemilikan Saham: Jumlah Saham Domestik 67.datindo. Lt.86% Pemerintah RI 1. anggota Ernst & Young Global Gedung Bursa Efek Jakarta Menara 2 Lt.65% Dana Pensiun 0. Jakarta 12190. Jend.

Sentausa Bambang Setiawan Riswinandi Thomas Arifin Budi G.manajemen dewan komisaris Edwin Gerungan Muchayat Soedarjono Richard Claproth Gunarni Soeworo Pradjoto Yap Tjay Soen Komisaris Utama & Komisaris Independen Wakil Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen komite dibawah komisaris Komite Audit Gunarni Soeworo Soedarjono Yap Tjay Soen Zulkifli Djaelani Imam Sukarno Komite Kebijakan Risiko direksi Agus Martowardojo Wayan Agus Mertayasa Omar Sjawaldy Anwar Zulkifli Zaini Sasmita Abdul Rachman Sentot A. Sadikin Pahala Nugraha Mansury Haryanto Tiara Budiman Direktur Utama Wakil Direktur Utama Direktur Consumer Finance Direktur Commercial Banking Direktur Technology & Operations Direktur Corporate Banking Direktur Risk Management Direktur Compliance & Human Capital Direktur Special Asset Management Direktur Treasury & International Banking Direktur Micro & Retail Banking EVP Koordinator Finance & Strategy EVP Koordinator Change Management Office Soedarjono Gunarni Soeworo Edwin Gerungan Tama Widjaja Komite Good Corporate Governance Muchayat Richard Claproth Yap Tjay Soen Anwar Isham Komite Nominasi dan Remunerasi Edwin Gerungan Muchayat Yap Tjay Soen Komite Di Bawah Direksi Risk and Capital Committee Information Technology Committee Personnel Policy Committee 144 manajemen .

Paul Tehusijarana Maryono Marwan Budiarsyah Sukoriyanto Saputro Kresno Sediarsi Inkawan D. Kaduhu Sasrayudha C. Harry Pudjiatmoko Mohammad Guntur Basuvitri Manugrahani* Chrisna Pranoto Buntoro Ogi Prastomiyono Mansyur S. Nasution Martin Panggabean Credit Recovery I Group Credit Recovery II Group Corporate Banking I Group Corporate Banking II Group Corporate Banking III Group Jakarta Commercial Sales Group Regional Commercial Sales Group Product Management Group Jakarta Network Group Regional Network Group Micro Business Group Small Business Group Electronic Banking Group Mass Banking Group Wealth Management Group Consumer Card Group Consumer Loan Group Financial Institution & Overseas Network Group Treasury Group Human Capital Group Learning Center Group Compliance Group Legal Group Market Risk Group Portfolio & Operational Risk Group Corporate Risk Group Commercial Risk I Group Commercial Risk II Group Consumer Risk Group Consumer Collection Group Investor Relations Group Strategy & Performance Group Accounting Group Procurement & Fixed Assets Group IT Planning & Security Group IT Business Solutions & Application Services Group IT Infrastructure Operations Group IT Information & Knowledge Management Group Central Operations Group Customer Care Group Credit Operations Group Asset Management Group Internal Audit Group Corporate Secretary Group Chief of Economist Catatan: * perangkapan jabatan manajemen 145 . Bondan Kartini Sally* Santaputra Pita* Jonathan Zax Kartika Wirjoatmodjo Budi Sulistio Raizal Munir Denny Aritonang Suresh Gummalam O. Jusi Widhayati Dharmawan Heri Gunardi Handayani Sarastri Baskoro Gatut Subadio Sugiharto I Nengah Rentaya Bambang Ari Prasodjo Mustaslimah Ridzki Juniadi Pardi Sudradjat* Riyani T.Group Head E.C. Wiseto Baroto Tardi Suwhono Rustam Sirait Dasa Sutantio Fransisca Nelwan Mok A.

7 Jl.1A.289-292 Jl.. 94-95 Jl.6. Cactus Raya Blok K No. Sudirman No. 6643508 (061) 8910691. 30-32 Jl. 21490 (0651) 23981 (0645)40082 (0641) 21023 (061) 8200636. 7 Komplek Pertamina Sumbagut Jl. 105. 36 G Jl. Jend. Willem Iskandar No. 32223 (0765) 31088 (0765) 91170 (0769) 22070. H.24 A-B Jl. Prof. Jl. 7 G-H Jl. Asia No. 4150600. 12-14 Jl. Patuan Nagari No. Merdeka No. Iskandar Muda No. Sudirman No. Cokroaminoto No. 4515068. Sudirman No. Sutomo No. 135 C Jl. Imam Bonjol No. Balaikota No. Cut Nyak Dhien No. 46920 31097 91137 21382/ 21383 HUB MEDAN BALAIKOTA Medan Balaikota Tebing Tinggi Medan Gunung Krakatau Medan Asia Medan Letda Sujono Medan Lapangan Merdeka Medan Pusat Pasar Medan Ahmad Yani Medan Belawan Medan Pulo Brayan Medan KIM Binjai Medan Jalan Cirebon Medan Iskandar Muda Medan Universitas Medan M. Pulau Batam No. Cirebon No. 41375 (0622) 21540. Tanjung Morawa Jl. KH Zainul Arifin No.23. Universitas. Panyabungan Jl. 28-30 Jl. Teuku Umar No. Kompleks Mobil Oil Inc. 333155 (061) 4529059 (061) 6617848 (061) 4552406 (061) 7863298. 17 Jl.10 A Jl. Brigjend. Jend. Cut Meutia No. 32881. 16 D Jl. 2 Jl. 109 Jl. DR. Katamso No. Letda Sujono No. Haryono No. 7333984 (0622) 22035 (0634) 21032 (0631) 21376. Sudirman No. 7875729 (061) 7944866. 8-10 Jl. Hangtuah No. 323357 FAKSIMILI 4153273 4527365. 65 Jl. Imam Bonjol No. 8219445 4566626 4538471 45338383 4155269 20087 43062 333499 4526613 6613930 4552406 7864598 7944977 6643505 8912240 51809 23575 652711 653971 393177 41552209. Jend. 139 Jl. Teuku H. 7944944 (061) 6643507. KL. 8221189. Jl. Kabanjahe Jl. Imam Bonjol No. 6629000 (061) 7368798 (061) 7353907. Ahmad Yani No. Yos Sudarso Blok A No. 393120 (061) 4524900 (0621) 21723 (061) 6619000. 4532262 (061) 8445229. 8210548 (061) 4532609. Veteran No. Pelabuhan II Kotak Pos 15 Jl.220 Jl. Yamin Medan Kapten Muslim Medan Sisingamangaraja Pematangsiantar Sudirman Padang Sidempuan Sibolga Rantau Prapat Ahmad Yani Kisaran Pematangsiantar Sutomo Rantau Prapat M. Teuku Nyak Arief Kampus Unsyiah Darussalam Jl. 28 Kompleks Perkebunan PTP Nusantara II (Persero).55 A-B Jl. 8445232 (061) 7333981. 7864298. 97 C-D Jl. Imam Bonjol No. (061) 4551162 (061) 4519666. 397 Jl. 15 H Jl.10 Jl. H. Kota Pinang Jl. 8218183. 21 A. 43 Jl. Sudirman No. 4532111. Sutomo No. 653158 (0645) 393119. 48-54 Jl. SH No.daftar cabang bank mandiri KOTAMADYA/ KABUPATEN Medan Medan Pangkalan Brandan Banda Aceh Lhokseumawe Langsa Medan Medan Medan Medan Medan Tanah Karo Lhokseumawe Aceh Tamiang Medan Medan Medan Medan Deli Serdang Medan Langkat Banda Aceh Banda Aceh Blang Lancang Batuphat Lhoksukon Medan Tebing Tinggi Medan Medan Medan Medan Medan Medan Belawan Medan Medan Binjai Medan Medan Medan Medan Medan Medan Pematangsiantar Padang Sidempuan Sibolga Rantau Prapat Kisaran Pematangsiantar Rantau Prapat Tanjung Balai Balige Mandailing Natal Rantau Prapat Pekanbaru Dumai Duri Rengat KK PEMBUKAAN CABANG BARU JARINGAN KANTOR WILAYAH I/ MEDAN HUB MEDAN IMAM BONJOL Medan Imam Bonjol Pangkalan Brandan Banda Aceh Lhokseumawe Merdeka Langsa Medan Taman Setiabudi Medan Gatot Subroto Medan Tiara Medan Zainul Arifin Medan Kirana Kabanjahe Lhokseumawe Pendopo Kuala Simpang Medan Dharma Agung Medan PLN Wilayah II Medan Pertamina Medan Katamso Medan Tanjung Morawa Medan Adam Malik Stabat Banda Aceh Unsyiah Darussalam Banda Aceh Cut Meutia Blang Lancang Batuphat Lhoksukon ALAMAT KANTOR Jl. Jend. 23686 (0645) 654252 (0645) 653157. 40-42 Jl. 4155385 20190 636154 42922 21212 800121. 8912239 (0651) 51809 (0651) 23370.128 Jl. 11 KC KCP KODE POS 20112 20112 20857 23123 24301 24416 20132 20112 20152 20112 20112 20303 24315 24475 20153 20112 20112 20158 20362 20114 20811 23111 23242 24352 24352 24381 20111 20633 20239 20214 20371 20111 20212 20111 20411 20116 20242 20711 20212 20153 20155 20234 20124 20217 21117 22718 22522 21415 21215 21115 21412 21312 22313 22913 21464 28113 28812 28884 29319 TELEPON (061) 4153396. 6871030 (061) 8826000 (061) 4567162. 2 Main Office Bld. Jend. 21211 (0624) 21712 (0623) 93137 (0632) 322431 (0636) 20925 (0624) 496351 (0761) 31786. Bukit No. Pusat Pasar No. Gatot Subroto No. 8445231. 7333982. 32. Yos Sudarso No. Jend. 735433 (061) 4538122 (061) 4531164 (061) 4536800 (061) 6941152 (061) 6610033 (061) 6871050. Kirana Raya No.T. Kampus USU Sumatera Utara Jl. Stabat Gedung AAC Prof. 1 Jl. 97-99 Jl. 7352629 45385666 4517644 4512459 6941733 611100 6871049 8828064 4157246 4515065 8210548 4537282 8445230 7333983 23211 21238 22313 21091 41857 23446 21713 597142 322432 20926 496431 28683. Lubis Tanjung Balai Balige Panyabungan Kota Pinang Pekanbaru Sudirman Bawah Dumai Sudirman Duri Rengat WILAYAH HUB HUB PEMATANGSIANTAR SUDIRMAN HUB PEKANBARU SUDIRMAN BAWAH 146 daftar cabang bank mandiri . 4515070 (061) 8200361. 567985 (061) 4150600 (0620) 21000. Dayan Dawood. Gunung Krakatau No. Yamin. 21591 (0624) 21434 (0623) 41855. Letkol. H. 32403. Gelanggang Mahasiswa USU. Jl. Ahmad Yani No. Kuala Simpang Jl. 4518477 (061) 4538555 (061) 4157555 (0628) 323977 (0645) 43702 (0641) 31000. Kapten Muslim No. 33500. Balaikota No. Pulo Brayan Wisma Kawasan Industri Medan. M. Universitas Syah Kuala. Point A Landing Jl. Jend. 4157547 (061) 4515064. Daud Beureuh No. Sisingamangaraja No. Dr. Jend. 284 Jl. 1 Jl. Brigjen Zain Hamid No. PT Arun Ngl Co Komplek PT Arun NGL Co. 8-10 Jl. 140 Jl. 16 Jl.M. Jend. 14 Jl. 23381. 20 Perumahan Taman Setiabudi Indah. 21 Jl. Merdeka No. Adam Malik No. Martinus Lubis 11 Jl.17 G. Yos Sudarso No. I Jl. 133 A Jl. 4577691 21093 6619540 7361897 7356219. Ahmad Yani No. Batam No.

R. Sutomo. Jenderal Sudirman No. 62 J Jl. Telanaipura Jl. Bagan Sinembah Jl. Jend. Lintas Sumatera No. 20 Jl. 14 Kompleks Saringan No. Raja Ali Haji No. K. Rasamala No. Sutomo Sarolangon Bangko Bajubang Sengeti Jambi Sipin Padang Lapangan Imam Bonjol Bukittinggi Solok Padang Indarung Padang Sudirman Padang Bagindo Aziz Chan Padang Muara Payakumbuh Sawahlunto Padang Veteran Bukittinggi Aur Kuning Sungai Rumbai Palembang Sudirman Tanjungenim Baturaja Pangkalpinang Tanjungpandan Jl. Jend. 993895 (0761) 859848. Pramuka No. 1 Kawasan Industri Panbil. 99 Jl. Yani No.20 KOTAMADYA/ KABUPATEN Pekanbaru Pekanbaru Ujungbatu Pekanbaru Siak Pangkalan Kerinci Pekanbaru Dumai Bengkalis Bengkalis Air Molek Pekanbaru Pekanbaru Pekanbaru Dumai Duri Duri Batam Tanjungpinang Batam Batam Batam Batam Batam Tanjung Balai Karimun Tanjung Uban Batam Batam Batam Pukau Sambu Batam KODE POS 28282 28115 28454 28115 28772 28381 28292 28812 28992 28712 29352 28271 28885 28283 28700 28884 28884 29432 29111 29432 29422 29432 29434 29433 29161 29152 29431 29432 29422 29411 29421 TELEPON (0761) 571610 (0761) 24888 (0762) 61147. Sofwan. Rumbai. 430295 611333 371281 327669 81008 761317 462216 322765 310053 323264 HUB BATAM IMAM BONJOL Batam Imam Bonjol Tanjungpinang Batam Lubuk Baja Batam Sekupang Martadinata Batam Raja Ali Haji Batam Industrial Park Batam Panbil Tanjung Balai Karimun Tanjung Uban Batam Bandara Hang Nadim Batam Center Batam Batuaji Batam Pulau Sambu Batam Tiban WILAYAH II/ PALEMBANG HUB JAMBI GATOT SUBROTO Jambi Gatot Subroto Muara Bungo Jambi Telanaipura Jambi Sam Ratulangi Jambi Dr. 35-37 Jl. Sudirman. Kapten A. 18 E-F Jl. 1. Riau No. 51091 (0766) 22771-2 (0769) 41075 (0761) 592190 (0761) 993894. Kol. 23644 21137 62292 22202. 21138 (0741) 62184. SH No. Sultan Syarif Kasim No. 21 Jl. Sudirman No.54 Jl.H.35. 61477 (0751) 32726. Akhmad Dahlan Social Center PT Semen Padang Jl. Tiban Raya. Sungai Rumbai Jl. Sudirman No.JARINGAN KANTOR Pekanbaru Nangka Pekanbaru Ahmad Yani Ujungbatu Pekanbaru Sudirman Atas Siak Perawang Pangkalan Kerinci Pekanbaru Jalan Riau Dumai Syarif Kasim Baganbatu Bengkalis Air Molek Pekanbaru Rumbai Pekanbaru Minas Pekanbaru Tuanku Tambusai Pertamina Sungai Pakning Duri Caltex Duri Sudirman ALAMAT KANTOR Jl. Perintis Kemerdekaan No.418 (0747) 21188. Komp. Jend. W 27. Cendana. Prof. Jend. 72333 (0751) 26940. Jend. 458137.3 Jl. Sudirman No. 21012 HUB PADANG LAPANGAN IMAM BONJOL HUB PALEMBANG SUDIRMAN daftar cabang bank mandiri 147 . Lintas Sumatera KM 1 Jl. 22202 (0741) 34374. Martadinata. Veteran No. 28940. 310053 (0778) 327177. Sudirman No. Jend.8 Jl. Pematang Kandis Jl.42. 583394 (0711) 311177. 796786 (0754) 61144. Rivai No. Batam Center Komplek Saguling Mas Indah Blok A No. 327389. Jl. 90 Jl. Jl. Raya By Pass No. Merdeka No. 27. Pekanbaru Komplek Lancang Kuning SquareJl. 12 Jl. Lintas Sumatra Km. 7 Jl. Pasar Jl.Box 14 Jl. Harapan Business Center Blok I No. Teuku Umar No. P. 493906 (0761) 859381. Jend. Sam Ratulangi No. 374279 20066. 21412 . Dr. 61636. 91546 (0746) 323224 (0743) 21366 (0741) 51900 (0741) 61042 (0751) 31501-2 (0752) 626401 (0755) 21123 (0751) 777618. 22864 (0745) 91318. Batang Arau No. Imam Bonjol No. Jl. 327078 (0771) 81007. Soekarno Hatta Jl. Sri S. Jend.O.39 Batam Industrial Park. Lubuk Baja Jl. A. 23 Jl. Ahmad Yani Jl. 322047 (0778) 310059. 63267 (0741) 31089. 611444 (0778) 371283. Bajubang Jalan Lintas Timur Km. 627881 (0754) 583393. 777619. Teuku Umar No. Imam Bonjol. 4269 (0765) 996156 (0765) 598795.144 Kompleks Pertamina.13 310992. Serma Zakaria No. Desa Sengeti. Aur Kuning Jl.22 Ext. 358325 (0734) 451033-35 (0735) 20688. 20687 (0717) 432385 (0719) 21011. Komplek Tiban Garden Blok C No.E. 458280 (0771) 22437. Dr.d. Gatot Soebroto No. 452607. Raya Perawang Kilometer 5 Jl. Ahmad Yani Jl. 1 Jl. 326877 FAKSIMILI 572623 38003 61148 36383 693468 493719 47764 32302 51092 22773 41074 594398 43177 859868 391777 995500 598796 452606. Pekanbaru Main Office PT Caltex Pasific Indonesia. Bagindo Aziz Chan No. Batuaji Jl. Abunjani No. 109 Jl. 371284 (0777) 327668. Permaisuri No. 431740 28047 457830 322474 457988. 859858 (0766) 91220 . 12 D-E Jl. 61146.1 Jl. 2.9 Jl. 859581 (0765) 32203-4 (0765) 51093. 456824. 33840 (0751) 33331 (0751) 34872 (0752) 796783 s. Jl. 81006 (0778) 761318 (0778) 462048. Jend. 859580. 32748 (0752) 627880. Sudirman Kav. Muaro Jambi Jl. Sudirman No. 21464 (0761) 693426 (0761) 493696. Jend. 419 Jl. Raya Lintas Timur Jl. Tuanku Tambusai No. 85 Jl. 2A Jl. Sungai Pakning Kompleks PT Caltex Pasific Indonesia. 190-192 Kompleks PT Caltex Pasific Indonesia. Sungai Pakning. Bagindo Aziz Chan No. 36726 626406 20169 777620 31571 28332 34036 796789 61422 32749 627879 583395 310393 451036 23576 432623 21600 Jl. 61620 (0761) 31021-5. Ahmad Yani No. 21805 (0778) 458159 (0778) 322126 (0778) 456717. 3.15 Jl. 26915 34185 91443 323225 20066 51900 668691 31505. 456842 (0778) 611666. 3120417. Minas. 60 A Jl. Duri Jl. Tuanku Tambusai No. 219. 452 Jl. 598791 (0778) 454444. 6 Jambi Muara Bungo Jambi Jambi Jambi Sarolangon Bangko Bajubang Jambi Jambi Padang Bukittinggi Solok Padang Padang Padang Padang Payakumbuh Sawahlunto Padang Bukittinggi Sawahlunto Palembang Tanjungenim Baturaja Pangkalpinang Tanjungpandan 36138 37212 36122 36113 36113 37381 37314 21366 36381 36129 31505 26111 27322 25237 25001 25211 25215 26211 27421 22115 26131 27584 30134 31711 32116 33128 33411 (0741) 31581-2. Jend. 462264 (0778) 392040. Dr. Sudirman No. Sudirman No. 3 Bandara Hang Nadim Gedung Otorita Batam.M. 1008 Palembang 30135 (0711) 364008 . 42 Jl.

Jl. 31942 (0711) 810771 (0734) 424148. Aipda KS Tubun 92-94. 66694402.LO2 BKS039. Jl.P. 66694407 (021) 6019948 (021) 62300268. 117 Jl. Teuku Umar No. Pasar Pagi Jl. Pinangsia Raya Arkade Dusit Mangga Dua No.85 F/C. 33 A. 36. R. 66 A. 27. 313627 21361. Sudirman No. 22916 (0714) 322900-2 (0711) 410150 (0711) 364025 (0711) 364013. Rustam Effendi No. 321012.7-8. Kapten A. Mangga Dua Raya No.43 Jl. Merdeka Lk I. Simpang Patal Jl. 54.R. Pramuka Jl. 165-167 Jl. Raya Pluit Kencana No. 6281936 (021) 6127623-4 (021) 6603086. 1008 Jl. Lapangan Stasiun No. Ahmad Yani No. Pelni Jakarta Gedung Pusri WILAYAH HUB PEMBUKAAN CABANG BARU 148 daftar cabang bank mandiri . Jl. Supratman No. Cut Meutiah No. 27 Jl. Garuda No. 92416 (0717) 21194. 770163 (0725) 529999 (0721) 251312. 421363 (0711) 310952. Jl. 20464 352432 312016 311481 326095 22882 322904 420183 372233 312477 357670 350013 90808 21515 346891 489064. 30012234. 149 B-C Jl. 93-95 Jl. Sudirman No. Salak Raya No. 6628061 (021) 6603482. 297 B. 311556 (O711) 318511. 473752 21975. Jl. 251510 FAKSIMILI 310873 325680 313655 710994 313977 323600 92233 21194 810772 423338 313379. 322226 (O713) 326000. 6670101 (021) 6299030. Sekayu Bandara Sultan Mahmud. 9. 53672801 2600505. Sako Kenten Jl.Badaruddin II Jl. Jend. 321925 (0711) 354144. 7-8 Jl. Kav. Proklamator No. 481431 (0724) 21392. Mangga Dua Raya Ruko Agung Sedayu Blok N No.45-46. 6127048 (021) 30012229. 6690602 6697201 6399070 6683565 6678048 6630936 6601608 6336440 62371073 66992630 6019257 62300267 6123134 30012227 62312971 6909647 6930105 5347012 5501383 5480027 5482003 HUB JAKARTA S. I Blok B/13-14. Jend. 5. 357472. Kolonel Atmo No. 21611 (0721) 486087 (0721) 255167 (0721) 481945 (0721) 486942-3 (0721) 251414 (0725) 41363 (0729) 24452. Cemara 18 Pertamina UEP II. W.JARINGAN KANTOR Palembang Pusat Dagang Lubuk Linggau Palembang Atmo Palembang Pusri Palembang R. Jl. 322381. PARMAN Jakarta S. Mayor Ruslan Jl. Yos Sudarso No. Jl. Sudirman No. 79 Jl. 354245 (0711) 711023. S. 2 Komplek Pertokoan Mitra Bahari Blok E No. 3.118 Jl.12A-14. Bukit Tinggi No. Jl. Pringsewu Jl. 24453 (0721) 774653 (0721) 782555. 6903715 (021) 66694401. Pangeran Jayakarta No. 2600500 6922006 Jl. Parman No. Gedung YDPK Jl. 2 Jakarta Barat 11110 (021) 6922004. Terminal D & E Departures Jl. Sudirman Km. 30012235 (021) 62312970 (021) 6916434. 39 A Jl. 2600506 (021) 6625325-8. 31-35 Jl. 18 Jl. Raden Intan No. Rivai No. 3 D. Rivai No. Jl. 62-63. 21489 483849 268602 486847 485684 252796 41860 21472 771692 782333 529127 51510 HUB PALEMBANG ARIEF Palembang Arief Bengkulu S. 2600508 6625327 6281937 6127624 66603981. 2 A. 5483595 (021) 5506744. 73 Ruko Mega Mal Pluit No. Pintu Kecil III No. Letjend. Bengkulu Jl. Sukamto Palembang Veteran Pendopo Prabumulih Bengkulu Panorama Bandarlampung Malahayati Kotabumi Bandarlampung Cut Meutia Tanjungkarang Bambu Kuning Bandarlampung Telukbetung Bandarlampung Supratman Tanjungkarang Kartini Metro Pringsewu Bandarlampung Teuku Umar Bandarlampung Antasari Bandar Jaya Bandarlampung Raden Intan HUB BANDARLAMPUNG MALAHAYATI WILAYAH III/ JAKARTA KOTA HUB JAKARTA KOTA Jakarta Kota Jakarta Mitra Bahari Jakarta Glodok Plaza Jakarta Mangga Dua Jakarta Bandengan Jakarta Pluit Selatan Jakarta Pangeran Jayakarta Jakarta Mega Mal Pluit Jakarta Muara Karang Dalam Jakarta Muara Karang Raya Jakarta Pluit Kencana Jakarta Glodok Sky Jakarta Pinangsia Jakarta Pluit Karang Baru Jakarta Pasar Pagi Mangga Dua Jakarta ITC Mangga Dua Jakarta Harco Mangga Dua Jakarta WTC Mangga Dua Jakarta Mangga Dua Square Jakarta Pasar Pagi Lama Jakarta Pejagalan Jl. Bandengan Selatan No. 321013. 711023 (0711) 313498. 322131 (0711) 360808 (0711) 374004. 6926655 (021) 6930104 (021) 5346627. Laksamana Malahayati No. 322383 (0717) 92233. Taman Sari Jalan Pluit Karang Utara No.S. 51-53 Pasar Glodok Lt. Parman Palembang Plaju Palembang A. 46 Jl.S. Mayor Zen No.1. 43 Jl. 44 Jl. Rivai Palembang Pasar 16 Ilir Prabumulih Sudirman Bengkulu Ahmad Yani Sekayu Palembang Bandara Sultan Badaruddin Palembang Uniba Palembang Gedung Kanwil Palembang R. 6601609 (021) 6336120. Kapten A. Ruko K3 No. 38-SEB. 6603884 (021) 6601602/5. 5507283 (021) 5306783-4 (021) 53672756. Pasar Ikan Ruko Glodok Plaza Blok H No. 6127049. 6627901 (021) 6291486. 326093. 357496 (0711) 90204 (0713) 20868 (0736) 346890 (0721) 481222. Laksamana Malahayati No. Pangeran Antasari No. Penjaringan Gedung Pusat Perdagangan Grosir Mangga Dua Blok KA No. MG 46 . Tambora Wisma Barito Pacific. 21 D Jl. Pasar 16 Ilir No. 364020 (O731) 323700. Pejagalan Raya No. 132 KOTAMADYA/ KABUPATEN Palembang Lubuk Linggau Palembang Palembang Palembang Lahat Sungailiat Mentok Palembang Muara Enim Palembang Bengkulu Plaju Palembang Palembang Prabumulih Bengkulu Musi Banyuasin Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Pendopo Prabumulih Bengkulu Bandarlampung Kotabumi Bandarlampung Tanjungkarang Bandarlampung Bandarlampung Tanjungkarang Metro Tanggamus Bandarlampung Bandarlampung Lampung Tengah Bandarlampung KODE POS 30125 31616 30125 30118 30126 31411 32111 33311 30762 31315 30129 38223 20368 30135 30122 31121 38115 30711 30152 30113 30137 30114 30113 31211 31122 38226 35221 34516 35214 35114 34223 35111 35111 34111 35373 35141 35133 34163 35118 TELEPON (0711) 313767. Mangga Dua Raya WTC Mangga Dua Lantai 5 Blok D No. S. 3 Jl. 8 Mangga Dua Square Blok B No. Parman Kav.47 Jl. Jl. 6012024. Muara Karang Raya No. 373271 (0736) 20016. Gunung Sahari Raya 1 Jl. 62300269 (021) 6123135. 22138. Jenderal Sudirman No. Arteri Mangga Dua Raya Komplek Puri Deltamas Blok J 1-2 Jl. 6336320 (021) 6011029. Mayor Ruslan Blok A No. 183 Pertamina UEP III. Bandar Jaya Jl. Jend. Kurnia Jl. Muara Karang Blok O / VIII Timur No. Ahmad Yani No. T. 1 / 78 Terminal Sako Kenten. 69-70 Jl. 8-9 Jl. Lapangan Stasiun No. 21244 (0711) 352432 (0711) 313455. Kartini No.79. Rivai No. 7 Jl. 21539. 550 Jl. Kapten A. Petamburan Jl.U Lahat Sungailiat Mentok Palembang Sako Kenten Muara Enim ALAMAT KANTOR Jl. A-8 Komplek Pertamina II. 6683566 (021) 6685553. Raya Pluit Selatan No. Mangga ITC Mangga Dua Lt.5 Jl. 326094 (0736) 22881. 352346. Soekamto No. 9. 356436 (0733) 325350. Jend. Parman Jakarta Bandara Soekarno-HattaTerminal D Jakarta R. 70 Jl.9. Slipi Bandara Soekarno-Hatta. 39 Jl. 6264215 (021) 6670926. Veteran No. 486146. Taman Anggrek-Kemanggisan Jaya KC KCP KK Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Pusat Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Pusat Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat 11110 14440 11180 10730 14450 14450 10730 14450 14440 14450 14450 11120 11110 14450 14430 14430 10730 14430 14430 11230 11110 11410 19100 11410 11480 (021) 2600500.Jl. 60 Petro Muba Building Jl. Jalan Pinangsia II No. 6603087 (021) 6670909. Jl. 30 Jl. Sudirman No.

Kamal Muara Jl. Kebon Jeruk Jl. Kapuk Muara Mal Taman Anggrek Ground Level C 13A&C 13Z Jl. Penjaringan Ruko Jelambar BaruJl. Penjaringan Ruko Taman Duta Mas Blok A3/46. 2310455 (021) 6540703. Kebon Jeruk Kompleks Intercon Megah Blok W. Grogol Jl. K. Jl. Kampung Gusti Blok M No. Kalideres Grenvil Real Estate Blok BG 31-36 Jl. Hasyim Ashari No. Kencana Utama Raya Blok L6/G Ruko Agave Blok B1/12A. Parman Kav. 5865075 (021) 55964740 (021) 66605630 (021) 66698324 (021) 70708601 (021) 53666265 (021) 5634614 (021) 5360735-7 (021) 5647439. 5495144 (021) 5681153 (021) 5590369. 2-4 Ruko Krekot BunderJl. Mohammad Mansyur No. Tomang Raya No. Lantai Dasar Unit 70 C. Juanda No.21 Ruko Mutiara Taman Palem Blok A2 No.Petamburan Ruko Jembatan DuaJl. 2600170 (021) 2311508. Agave Kedoya Ruko Galeri Niaga Mediterania Blok X-3 Kav No. Samanhudi No. 2-3 Jl. 5356802 (021) 5501240/1378/2426 FAKSIMILI 5501289 5495139 56963325 5590369 5356917 5502427 Jl. Gatot Subroto Kav. 19 Komplek Perumahan Taman Semanan Indah. 84-88. Peta Selatan No. Letjend.62. Perjuangan No.15 A. 2 Jl. Gedung Slipi Jaya Bandara Soekarno-Hatta. Letjend. Harapan Kita Jakarta Garuda Sentra Operasi Jakarta Slipi Jaya Jakarta Bandara Soekarno-Hatta Gedung Angkasa Pura Jakarta R. 6336601 (021) 3850160 (021) 6247384 (021) 3522074 (021) 3841665 3808357 2600236 2310314 2310311 6540705 2310509 2310318 6391113 6349340. Parman Kav. Wahidin II No. Angkasa Blok B-15 Kav.7 A-B. 19 Jl. 2 AB Jl. Latumetten No. 22 Jl. Mansyur No. Kapuk Muara Ruko Teluk Mas Jl. Parman Kav. 5868489 (021) 6306118. Kyai Tapa No. Moch. Letjend. Parman Kav. 6340164 3850159 6249405 3522072 3809826 daftar cabang bank mandiri 149 . 6310068 (021) 56968006. Jl.H. 55911242 (021) 5327262. 5327472.H. Arteri Kedoya Jl. 18 Jl. 3842654 (021) 2600025. Panjang No. S. 5507172 (021) 5495136-8. H. Outer Ring Road Kamal. Pejagalan Ruko Kapuk RayaJl.H. 5864951. 7-8 Jl. Daan Mogot Jl. Penjaringan Ruko Duta Harapan Indah Blok I No. Kapuk Raya No. Jl. Pulau Bira III Blok D1 Kav. Kyai Tapa No. Kembangan Jl. K. KH. Slipi Taman Niaga Soewarna Lantai Dasar Blok B Lot 1-5. Grogol . 2310593 (021) 2310203.S. Krekot Bunder Raya No. 1 Jl. Ir.S.3 No. Jelambar Baru Raya No. 6544906 (021) 2310380. Jl. Prof. DR. Jimbaran Blok 7 B No. No. Mangga Raya Blok Y No. 21. 56968281 (021) 5636771 (021) 6343303 (021) 6606262.18 E. Pantai Indah Selatan I Blok D-A Kav. Industri No.Lapangan Banteng Timur No.25.47.18. 5450258-9 (021) 5689044/47 (021) 5824408-9 (021) 5824804 (021) 5656646-7 (021) 5666503. Tanjungduren Raya No. 3815339 (021) 2311443. Lantai Lower Ground Blok C3 No. 14 Komplek Mal Puri Indah. Pangeran Tubagus Angke No. S. K. Grogol . Zainal Arifin Blok A1 Jl. Puri Agung.62 B. 5327393 (021) 5864931. Dr Muwardi II No.A-8F.11 Blok A-3 Jl. 20 Jl. Jl. S. 99 Jl. Kyai Tapa No. Teluk Gong No. Boulevar Taman Palem Lestari Blok D1 No. 5674669 (021) 54391549.5 A. 3 Ruko Karang Anyar Blok C / 26 Gedung 16 Lantai Departemen Keuangan Jl. 222 Jl. 56 A-B Jl. Budi Raya No. Dharma Kencana Blok H No. Bandara International Soekarno Hatta Jl. 5590370 (021) 5356830. Kemanggisan Jl. 25 Kantor Pusat PT MNA. 6A-6B.6B. 125 Jl. Juanda No. Puri Indah Komplek Puri BugarJl. Samanhudi No. 54353584 5606252 5450257 5689048 5824410 5824806 5656645 5666552 55955410 5445098 5459827 5822302 5808383 5823111 55964739 56998574 54353122 HUB JAKARTA GAMBIR Jakarta Gambir Jakarta Gunung Sahari Jakarta Krekot Jakarta Juanda Jakarta Angkasa Jakarta KP Pertamina Jakarta Pasar Baru Jakarta Mangga Besar Jakarta Ketapang Indah Jakarta KPKN II Jakarta Karang Anyar Jakarta Departemen Keuangan Jakarta Krekot Bunder Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat 10120 10720 10710 10110 10720 10110 10710 11170 11140 10710 10740 10710 10710 (021) 3808367-9. Puri Indah Raya Ruko Blok I / 1 Rukan Golden Green No. Jl. Grogol Petamburan Gedung Roxy Square. Cengkareng Jl. S. Cargo Area Gedung 501 Jl.17 E Jl. H. 6603040 (021) 5643966 (021) 6619596 (021) 56942316 (021) 58355045 (021) 63857527 (021) 58355045 (021) 56954494 56943406 55911441 5322397 5864448 55964739 66605631 66698325 5562102 53666264 5634613 5348757 5675890 6329487 5304127 6306112 56968284 5636527 63851739 6602987 56963916 6620392 56942339 58304247 63857509 58304247 56954514 HUB JAKARTA KYAI TAPA Jakarta Kyai Tapa Jakarta Kebon Jeruk Perjuangan Jakarta Jelambar Jakarta Roxy Mas Jakarta Taman Kebon Jeruk Jakarta Jembatan Lima Jakarta Tomang Jakarta Universitas Trisakti Jakarta Latumetten Jakarta Taman Permata Indah Jakarta Jelambar Baru Jakarta Jembatan Dua Jakarta Taman Duta Mas Jakarta Taman Permata Buana Jakarta Mohammad Mansyur Jakarta Grogol Muwardi Jakarta Roxy Square HUB JAKARTA DAAN MOGOT Jakarta Daan Mogot Jakarta Kalideres Jakarta Grenvil Jakarta Puri Indah Jakarta Kedoya Jakarta Kepa Duri Jakarta Tanjungduren Jakarta Taman Palem Lestari Jakarta Taman Semanan Indah Jakarta Daan Mogot Baru Jakarta Mal Puri Indah Jakarta Puri Kencana Jakarta Taman Kedoya Baru Jakarta Galeria Niaga Mediterania Jakarta Mal Taman Anggrek Jakarta Mutiara Taman Palem Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Barat 11460 11840 11510 11610 11520 11510 11470 11730 11750 11840 11610 11610 11520 14460 11470 11730 (021) 56961890. 1 Jl. 9 B. Perwira No. Jembatan Dua No. 20 Jl. 17-18. Ir. 53-54 Jl. Gedung 601 KOTAMADYA/ KABUPATEN Jakarta Barat Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat KODE POS 19101 10260 11420 19110 11480 19120 TELEPON (021) 5501260. Cengkareng Jl. 32 Kampus A Universitas Trisakti. 5669125 (021) 55955409 (021) 5407035-6 (021) 54381659. Dr. 73-75 Komplek Ketapang Indah. 5459397 (021) 5822723. 1. 21 Pertokoan Daan Mogot Baru. H. Jend.JARINGAN KANTOR Jakarta Bandara Soekarno-Hatta Cargo Jakarta Design Center Jakarta R. Sawah Besar Jakarta Barat Tangerang Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Barat 11420 11109 11530 11640 14460 14460 14450 14460 11480 11440 11520 11460 10150 11650 11210 11430 11440 11330 14440 11460 14450 11460 11610 10140 11460 11440 (021) 5681573 (021) 55911440. Jl. Jl. 46 Jl. Mangga Besar Raya No.Petamburan Ruko Taman Permata Buana Jl. 10 Jl. 5822778 (021) 5819878 (021) 5822882 (021) 55964740 (021) 56998570-8572 (021) 54353574.1. H. 2310277 (021) 2600044 (021) 6336461. Kanker Dharmais Tangerang Taman Niaga Soewarna Jakarta Jalan Panjang Jakarta Pos Pengumben Jakarta Pantai Indah Selatan Jakarta Duta Harapan Indah Jakarta Teluk Mas Jakarta Kapuk Raya Jakarta Kemanggisan ALAMAT KANTOR Bandara Soekarno-Hatta. 87 Bandara Soekarno-Hatta. 5665804 (021) 6329512 (021) 5304300. Meruya Ilir Blok A No.5C.

32 Jl.15. 5963003 (021) 5516058. 4308769. 45-A/B. 931234 (0254) 201260 (021) 5522206.25 Mal Sunter Lantai Dasar No. 4304944. Jl. 1-2. 42 Komplek PT KBN. 6-7 Jl. 65835014. Raya Serpong Jl. 65835035 (021) 6514680. 3512474 (021) 4351168-9. Jl. 5 THAMRIN HUB JAKARTA KEBON SIRIH Jakarta Kebon Sirih Jakarta Wisma Bisnis Indonesia Jakarta Cideng Jakarta Duta Merlin Jl. Kav. K. Ciledug Jl. Jl.116-117 Jakarta Suryopranoto Jl. 43930230. 6307747 (021) 2311079.S-044A. 6409588 (021) 3866724 (021) 6540806 (021) 6546550 (021) 6009371 (021) 3500229.. Jl. 4416566 (021) 6408751. Yos Sudarso. 1. 9 Plaza Sinar Merdeka Mas Blok A2 No. 5847825 (021) 5521050/58. Sunter Jl. Sunter Agung Utara Blok A 36D No. Tanjungpriok Jl. Thamrin No. 23571748 (021) 3456372. 39832923 2310604. Merdeka Barat No. 628 (021) 5900645. Cabang Pelabuhan Tanjungpriok. Tanjungpriok Jl. 2302567 39899056 2302841 2300316 Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat 10110 10220 10150 10130 10250 10130 10250 10130 10250 10250 10230 10110 10110 10110 10110 10340 10350 10340 10250 (021) 2311800. Lippo Karawaci Perumahan Modernland Blok BR No. 498274 (021) 44820957. Raya Anyer No. Tanah Abang Jakarta Gedung Pelni Jl. 65835229 (021) 65832298.108. Banda No. 13-14 Jakarta Gedung Indosat Jl.39 KP BPKP. Blok F Ruko Prima Sunter Jl. 36 Jakarta Metro Tanah Abang Gedung Pusat Grosir Metro Tanah Abang Lantai 6 No. Cideng Barat No. Hayam Wuruk No. Angkasa Blok B-9 Kav. Thamrin No. 4. 14 Jakarta Pasar Tanah Abang Pasar Regional Tanah Abang Blok ALantai Basement 2 Blok A Blok F No. Griya Utama Blok A No. K. Ki Samaun No. Fakrudin No. 4304572. 3914860 (021) 6304431-2. M. 12 A Jl. Jend. 5510 (021) 23571745. 2301488 (021) 6335770.8 Ruko Pinangsia Blok A-39. 31908817 (021) 30035457.Jl. Jendral Sudirman.1 Jl. 30035458 (021) 3828403/05. Enggano No. Cilincing Jl. 65832299. 6408766 (021) 4371946. Ruko Gading Serpong Blok AA4 No 38. Danau Sunter Utara Jl. 53124349 (0254) 603515 (0254) 372124 (0254) 404102-4 (0254-220404-6 FAKSIMILI 6411910 3866724 6543016 6546550 6009375 3512435 493637 44820937 6408763 490980 686453 4300182 4249658 4304952 6927821 43903237 497827 4300733 6516285 6500719 64715602 65831994 43906860 682210 65830953 5525344 391396 217723 5525004 5523718 5543048 5847827 5521047 391606 5961708 5588869 55749149 5462220 5398754 603516 400439 201224 HUB JAKARTA TANJUNGPRIOK ENGGANO HUB TANGERANG KI SAMAUN WILAYAH IV/ JAKARTA Jl.52 Ruko Griya Inti SentosaJl. 65835034. 4 Kantor Gudang Persediaan. Hayam Wuruk Pasar Mobil Kemayoran Blok C No. Anyer Kawasan Industri Berat Cilegon. 1-2 Wisma Bisnis Indonesia. 5462330 (021) 53124348. Gedung ADB Krakatau Steel Kawasan Industri Modern Cikande. Jl. Gajah Mada No. Yos Sudarso No. Taman Sunter Indah Blok KI-1 No. TamansariJakarta 11160 Wisma Tigris Jl.85-86. 1. Ciledug Raya No. 2300412 39832917-8. Jalan Merdeka 53 Mahkota Mas Blok C / 14-15. Jl. 5524965 (021) 5517019.H. Blok A/26-28. Boulevard Ruko Sutera Niaga I No. Jakarta Tanah Abang Bukit Pasar Tanah Abang Bukit Blok B No. Ahmad Yani No. Plumpang Raya Semper No. Mas Mansyur No. Jl. Diponogero No. 57 B KOTAMADYA/ KABUPATEN Jakarta Utara Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Utara Jakarta Pusat Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Pusat Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Tangerang Cilegon Serang Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Cilegon Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Serang Cilegon Serang Serang KODE POS 14410 10120 10260 10610 11160 10120 14310 14410 14350 14210 14350 14310 10510 14310 14430 14310 14320 14210 14350 14350 14350 14350 14230 14420 14350 15118 42431 42111 15111 15113 15117 15154 15111 42431 15710 15139 15117 15333 15325 42166 42431 42186 42112 TELEPON (021) 6409587. 6500587 (021) 65835132. Komplek Ruko Modern Cikande Blok B No. M. Raya Serang Km 14. 6503701 (021) 4300138. Kebon Sirih No. 17 Jakarta Caltex Pacific Indonesia Gedung Sarana Jaya. 83 Jl.3 Jl.18.96A. Jl. Medan Merdeka Barat No. Jl.H. Fachrudin No. 490617 (021) 6459934. Komplek Ruko No.H. M.22 Ruko Taman Sunter Indah Jl. 65830952 (021) 5523618. Kemayoran Jl. 3-5 Jakarta Kebon Jati Jl. 2310216 5900647 3857935 6342220 2303146 6307748 2301338 63857742 23571746 3456373 30035469 3840918 2310141 3520678 3512122 2303744. Batu Ceper No. 5900646 (021) 3850658. 65836181. 1-4 Jl. Sunter Permai Raya No.JARINGAN KANTOR Jakarta Pademangan Jakarta KP BPKP Jakarta Pasar Mobil Kemayoran Jakarta Gedung Askrindo Jakarta Hayam Wuruk Jakarta Batu Ceper Jakarta Tanjungpriok Enggano Jakarta Cakung Jakarta Sunter Permai Jakarta Tanjungpriok Yos Sudarso Jakarta Sunter Paradise Jakarta Tanjungpriok Tawes Jakarta Ahmad Yani Jakarta Perumpel Tanjungpriok Jakarta Ancol Jakarta Tanjungpriok Bea & Cukai Jakarta Pertamina DPKK Jakarta Tanjungpriok Departemen Agama Jakarta Griya Inti Sentosa Jakarta Taman Sunter Indah Jakarta Sunter Agung Utara Jakarta Mal Sunter Jakarta Plumpang Jakarta Pasar Seni Ancol Jakarta Prima Sunter Tangerang Ki Samaun Cilegon Anyer Serang Tangerang Ahmad Yani Tangerang Merdeka Tangerang Cikokol Tangerang Ciledug Tangerang Daan Mogot Cilegon Merak Tangerang Cikupa Tangerang Pinangsia Karawaci Tangerang Kota Modern Tangerang Gading Serpong Tangerang Alam Sutera Cilegon Pasar Anyar Cilegon Krakatau Steel Serang Cikande Serang Pasar Lama ALAMAT KANTOR Jl. 6514681. Tanah Abang Timur No. Jakarta Jl. 103. 43903236 (021) 43904578 (021) 4300489. Jl.3. 31930396 (021) 2303860 (021) 2300272. Tawes No. 1 Jl.H. 77. Cikokol Jl. Sunda No.8 Jl. 2300718. 7-8. Jl. 21 Jakarta Gedung Depparpostel Jl. Jend. Raya Cikande. Wahid Hasyim No. 23. 5515745 (021) 55749147-8 (021) 5462297. 492500 (021) 4211167. Parang Tritis No. 629 HUB JAKARTA THAMRIN Jakarta Thamrin Jakarta Jalan Sunda Jakarta Menara Thamrin Jakarta Gedung Jaya WILAYAH HUB Jl. 12 KC KCP KK PEMBUKAAN CABANG BARU 150 daftar cabang bank mandiri . 4300821 (021) 65835033. Danau Sunter Utara Blok A Kav No. Budi Kemuliaan Jakarta Pusat 10340 (021) 39832922.8BJl. 2 Jl.19.15 Jl. Maulana Hasanuddin No. 6408862 (021) 65836180. 65832395 (021) 43906859/61 (021) 6413614. 48 C-D Jakarta Fakhrudin Jl. Daan Mogot No. Kebon Jati No. 3 Pertokoan Cikupa Blok B No. 8 Jl. Lodan Timur. Pasoso No. 391133 (021) 5960561. 3446955 (021) 2311525 (021) 3914859. Sunter Paradise Blok F20 No. 3 Jl. Pademangan IV Gang 6 No. Raya Merak No. 71. 34830689 (021) 3802614 (021) 3867496 (021) 3512124 (021) 2302411 (021) 2300473. Depot Pertamina UPPDN III Plumpang Jl. 750 Jl. Ahmad Yani No. Jl. Merdeka Barat No. 32-34 Kantor Departemen Agama Kota Jakarta Utara. 2 Gedung Pulau Laut. 214 Jl. 87 Komplek Pertokoan Duta Merlin. Yos Sudarso No. 821. KH.19 DEF Jl. Gajah Mada No. 5516959 (021) 5543218 (021) 7325200. 3442873. 5521818 (0254) 391515. 65835133. Suryopranoto No. Raya Cakung. 5510120 (0254) 391577.H. 44820942 (021) 4304953. Thamrin Kav. Jl.187-189 Jakarta Departemen Hankam Jl. Raya Anyer No. 43904547 (021) 6909447-9 (021) 43903235.

Jend.R. Rasuna Said Kav. Kramat Raya No. Gedung Menara Duta Jl. Rawasari Selatan No. 3505966 (021) 3920105 (021) 3504143-153-156 (021) 42887720 (021) 2300300. KH. Seulawah Raya. M. Buaran Raya Blok A KOTAMADYA/ KABUPATEN Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusaat Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur KODE POS 10310 10340 10340 10110 10110 10410 10410 10410 10340 10710 10410 10310 10430 12930 10210 10310 12910 10220 10220 10230 12920 10350 10350 12920 10330 10440 10330 10450 10340 10640 10510 10510 10560 10450 10510 10510 10570 10640 10640 10440 12870 12920 12810 12180 12920 12920 12950 12840 12950 12810 12970 12940 12940 12820 12810 13310 13450 13470 13620 13430 13220 13340 13150 13320 13450 13470 TELEPON (021) 39000909 (021) 3919931. 3919736 (021) 2300644 (021) 2311533.26. 29 Jl. H. M. Thamrin No. Jatinegara Timur No. Ki S. SH No. H. Kav. 5207887 (021) 2501256. 4. Cikini Raya No.H.JARINGAN KANTOR Jakarta Wisma Nusantara Jakarta Sabang Jakarta Sarinah Jakarta Wisma Alia Jakarta PLN Gambir Jakarta Prapatan Jakarta Atrium Senen Jakarta RSPAD Gatot Subroto Jakarta Gedung Bimantara Jakarta Departemen Agama Jakarta Stasiun Senen Jakarta Imam Bonjol Jakarta RSCM R.S. 59 Jl. Kebun Sirih 17-19 Jl. Jend. Prof. Kalimalang Jl. 42889322 (021) 39842765 (021) 8317028-29-32 (021) 5209343-5 (021) 83700179. 43. Jend. 42802854 (021) 42874324. Ikhwan Ridwan Rais No. Gedung RNI Kompleks Gajah Unit F & G. 956 (021) 2510381 (021) 5701916 (021) 5704560. Jend. 4 B Jl. 101 Jl. 4. Tebet Jl. 49 Jl. 45 Plaza Mutiara Jl. 42876943. 83791681 8315687 57930973 8298464 8291788 8310208 2800056-57 8656511 8625120 8604829 8612422 4750071 8195074 8502389 8508807 8655418 86611127 HUB JAKARTA IMAM BONJOL HUB JAKARTA CIKINI Jakarta Cikini Jakarta Salemba Raya Jakarta Taman Ismail Marzuki Jakarta Kramat Raya Jakarta Cut Meutia Jakarta Cempaka Mas Jakarta Universitas Yarsi Jakarta Cempaka Putih Permai Jakarta Percetakan Negara Jakarta Pertamina UPMS III Jakarta R. 2301555 (021) 3908574. Cempaka Putih Tengah 1 Jl. Stasiun Senen No. Jl.9A Jl. Pahlawan Revolusi No. 135 RSPAD Gatot Subroto. Suprapto Jl. 25 Jl. 30 Ruko Segitiga Senen Blok E-21/22. Gedung Wika Jl. Sudirman Kav. B-9. 3-4 Jl. Diponegoro No. D III. 115 Jl. Letjend. Graha Irama Lantai Dasar Jl. 3510691 (021) 34831074. 10-11 Jl. 8503183 (021) 8199747. Supomo. Islam Jakarta Jakarta Taspen Jakarta Rawasari Jakarta ITC Cempaka Mas Jakarta Mega Grosir Cempaka Mas Jakarta Kenari Mas HUB JAKARTA CASABLANCA Jakarta Casablanca Jakarta Gedung Tira Jakarta Tebet Barat Jakarta Tebet Supomo Jakarta Kuningan Jakarta Rasuna Said Jakarta Graha Irama Jakarta Asem Baris Jakarta Mega Kuningan Jakarta Saharjo Jakarta Pasar Rumput Jakarta Ambassador Jakarta Wisma Tugu Jakarta Tebet Timur Jakarta Tebet Raya Jakarta Jatinegara Timur Jakarta Kalimalang Jakarta Pahlawan Revolusi Jakarta Puri Sentra Niaga Jakarta Pondok Bambu Jakarta Rawamangun Pegambiran Jakarta D. 2300927 3100145 5710329 5711671 2300837. 71 Jl. Percetakan Negara No. Letjend. 1 Jl. 1240 (021) 52964180.R. 34-36 Jl. Pondok Bambu Jl. 8608232 FAKSIMILI 334947 325285 2300720 2310175 3453880 3847110 3852369 3505967 3920017 3504132 42887731 2300433.R. 70-71 Jl. 1-2. Letjend. Tebet Raya No. Abdullah Syafie No. 56 Jl. Tebet Jl. 2. Dr. Tebet Jl. 5712288 2300320 3143413 5208913 327002 3913331 2301511 3161946 2301586 4263946 4259339 4205880 42802567 3925876 4206683 4256537 42802852 42873090 42906759 39840413 8317011 5209325 83700178 8291001 5200301 2501249. M. 3909217 (021) 5732241-43 (021) 5711658. Rasuna Said Kav. 8 A-B Jl. 28-30 Jl. Kramat Raya No. 111 Jl.5. Tebet Timur Dalam Raya No. 3161938 (021) 3927781-3 (021) 42800153-4. 16 Jl. M.45E. Bendungan Hilir Raya No. 11 Jl. H. 4259277/85 (021) 4203363-4 (021) 42802567 (021) 3100242 . Dr. 59 D Mall Ambassador.I. 125 F/G. C 8/9 Jl. 155-156. 32-33 Jl. D. Lapangan Banteng No.3925876-77 (021) 4250451 Ext. 5721672 (021) 2300955. 59 Jl. 49 Jl. Kramat Raya No. Sudirman Kav. 83795438. 5705386 (021) 2300766 (021) 3928625 (021) 5208915/7 (021) 31931732 (021) 3907605 (021) 2300361 (021) 3161941. Senen Raya No. Prof. Jend. Soeprapto. Cempaka Putih Cempaka Putih Permai Blok A No. 4263947 (021) 4262540. Jl.I. No. 8290721 (021) 8310117 (021) 2800033 (021) 8645943-4 (021) 8623403 (021) 86600854-5 (021) 8610456-67 (021) 4702841 (021) 2800088 (021) 8503181. Jl. Rasuna Said Kav. Dr. Jl. Sultan Agung No. Panjaitan Kav. Kalimalang Ruko Taman Buaran IndahJl. 142 AB Jl.R. Thamrin Kav. Billy Moon. Puri Sentra Niaga Blok C-50. 18 Jl. Raya Tarum Barat Blok M I No. 42802853. Saharjo No. 2312029 (021) 3454001. Tarum Barat Km. Suprapto. 20-21. Cut Meutiah No. 2501250 52964179 8318593 2522853 8282349. Rasuna Said Kav. Pondok Bambu Jl. Matraman Raya No.S. 61 Jl. C-5. Tebet Barat IX No. 42889321. 8290521. 42802851. Sudirman Kav. Casablanca Kav. Thamrin No. Rawamangun Jl. Jatiwaringin Jl. Gedung Enterprise Jl. 16 Kompleks Pertokoan Graha Cempaka Mas Blok A 24-25. 368 (021) 4256546 42801640. Kebon Sirih No. Letjend.R. Satrio Jl. Pegambiran No. Jl. Ikhwan Ridwan Rais No. M. Jl. Gereja Theresia No. Jl. 31 Jl. 10-18 Jl. Jatinegara Barat No. 94-96 Jl. Imam Bonjol No. 9.H. 8508805 (021) 8645173 (021) 8608169. 24 Gedung Bimantara. Mangunsarkoro No. 58 Jl. Jend. Cempaka Putih Jl. Jalan Abdul Rachman Saleh No. Cikini Raya No. 29 ITC Cempaka Mas Mega Grosir LG No. 73 Jl. 3847101 (021) 3852370 (021) 3505963. Letjend. B-3 Jl. 57930971-72 (021) 5208814 (021) 8290675. 83792659 (021) 8301180-81 (021) 5207075. 82 Jl. 2300291 2510380 5706563 5746474 3907384. 3505964. Rasuna Said Kav. 5720710 (021) 3907390 (021) 5253208. H. Suprapto Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok E1/1 Jl. Thamrin No. M. Kemayoran Gedung Kenari Mas Lantai 2 Blok G-5. Sudirman Kav. Panjaitan Jakarta Matraman Jakarta Jatinegara Barat Jakarta Pondok Kelapa Jakarta Buaran HUB JAKARTA JATINEGARA TIMUR daftar cabang bank mandiri 151 . 42874774 (021) 42889320. Jakarta Jakarta Bendungan Hilir Jakarta Cik Ditiro Jakarta Wisma Indosemen Jakarta Berdharma Jakarta Mid Plaza Jakarta Kebun Melati Jakarta Wisma Metropolitan Jakarta Plaza Indonesia Jakarta Menteng Jakarta Plaza Dua Mutiara ALAMAT KANTOR Jl. Suprapto. Jl. 3907278 5701647. Prapatan No.H. Sudirman Kav. Suprapto Departemen Kesehatan Direktorat Jenderal PPM & PL Jl. Denpasar Kav. H.H. 8308065 (021) 2522852/55 (021) 8293567-8 (021) 8294959 (021) 57930970. Pahlawan Revolusi No. X-1. Letjend.29 Jl. Sudirman Kav. 52964282 (021) 8308035. Salemba Tengah No. 57 .

45856823. Raya Jatiwaringin No. Jend.17 A Ged.6. Biru Laut X Kav. Menara Jamsostek Jl. 8465362 (021) 89909420-1 (021) 89840781 . 88872266 (021) 45859414. 45856317. Jl. H. Lippo Cikarang Cikarang Jababeka Ruko Roxy Ruko Roxy Blok B No. 242 Jl. Cikarang Utara Bekasi Mega Hypermall Bekasi Mega Hypermall Lantai 1 No. 50 B. H. 36-38 Jl.17-18 Bekasi Kemang Pratama Ruko Kemang Pratama. Jl. 86902849. Ahmad Yani. Jl. 10. 7980695 (021) 2520051-3 (021) 83793115-9 (021) 5200683. Raya Teratai Putih Blok 19 No. Jl. Raya Pondok Kelapa. 45866153. Gede Bekasi Jati Asih Jl.A1 Jakarta Rawamangun Pemuda Jl.12A Jakarta Kelapa Gading Bolevar Jl. 7. I Gusti Ngurah Rai Gedung IS Plaza. 17 Gedung Patrajasa. Lantai 1. 5263756 7989909 2520054 83793120 5204338. Pramuka Raya Kav. Jend. 8. Ir. Mampang Prapatan No. 52962256-7 (021) 5201885. Jl. 88355577 (021) 84978016 (021) 8461731.T. Klender Jl. 86902268 (021) 2800064 (021) 8564421 (021) 86612125-7 (021) 8199377. Sudirman Kav.53 B. Raya Boulevard Artha Gading Bekasi Harapan Indah Ruko Sentra Niaga Blok SN 07. 45856315. Kasuari Raya. 4600081 (021) 4520245. 54 Jl. Bolevar Raya Blok L No.39. Gatot Subroto Kav. Kelapa Gading Bolevar Blok TB2 No. 2 Jakarta Permata Ujung Menteng Ruko Permata Ujung Menteng Blok B1 Jl. Balai Pustaka Timur No. Raya Pasar Minggu No. Otto Iskandardinata No. Gatot Subroto Kav. Raya Pondok Gede No.25 Villa Nusa Indah Komplek Perumahan Villa Nusa Indah IBlok U3 No. Jend. 88872244. 4535910. M.Juanda Bekasi Grand Mal Komplek Ruko Grand Mal Bekasi Kaveling B No.JARINGAN KANTOR Jakarta Pondok Kelapa Kavling DKI Jakarta Pasar Jatinegara Jakarta Waskita Karya Jakarta Klender Jakarta Pramuka Jakarta Halim Perdanakusuma Jakarta Otto Iskandardinata Jakarta Rawamangun Balai Pustaka ALAMAT KANTOR Jl. 45856867 (021) 4757450 (021) 4714814-5.151 Bandara Halim Perdanakusuma No. 85903837 (021) 47861964 FAKSIMILI 86902294 2800072 8564422 86612129 8199341 80889950 85903966 47861964 HUB JAKARTA PULOGADUNG Jakarta Pulogadung Jakarta Kawasan Industri Pulogadung Jakarta Kelapa Gading Bolevar Jakarta Perumnas Klender Jakarta Kelapa Gading Barat Jakarta Kelapa Gading Jakarta Graha Rekso Jakarta Utara Jakarta Timur Jakarta Utara Jakarta Timur Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Bekasi Jakarta Utara Jakarta Utara Bekasi Jakarta Utara Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur 14250 13930 14240 13460 14240 14240 14240 13220 13210 13910 17132 14240 14240 17131 14240 14250 14250 14240 (021) 4602877 (021) 46826936.79 Blok A Jakarta Pulomas Komplek Artamas.12A. Pondok Gede Bekasi Cikarang Ruko Union Blok E No. 22 Jl. Bulevar Artha Gading Kav. Caman Raya. Ir. 22-23. Jend. Jl.23Jl. 82425850 (021) 8214349. 47865223 (021) 46833623. 21/HT Gedung Graha Marba. Juanda No. Kelapa Gading Jl. Haryono Kav. Jl. Kelapa Gading Graha Rekso Building Ground & 3rd Floor Jl. 2 Jl. Boulevard Hijau. Thamrin. Bolevar Barat Raya Blok LC-7 No. 32-34 Grha Citra Caraka/Witel IV. 45859415. Pondok Gede Jakarta Jatiwaringin Jl.II No. Chairil Anwar Blok C No. Raya Sudirman Bekasi Taman Galaxi Komplek Pertokoan Taman Galaxi.5 C-D. 3 A Bekasi Jatibening Rukan Villa Jatibening Toll Kaveling No. 5255155 (021) 83792003. 8215488 (021) 88353563. Jl. Haryono Jakarta Gedung Patrajasa Jakarta Grha Citra Caraka WILAYAH HUB Jakarta Selatan 12190 (021) 5266566 ext.H. 79 Jl. 3 Jl. 88958059 (021) 8814241. 61 Jl. Pulo Ribung Raya Blok AR No. Pulobuaran No. Blok D. 8485645 (021) 84972840.17. Ahmad Yani. 4520474 (021) 86601823-4 (021) 45841815-6 (021) 4509076-7 (021 ) 45856278. 6-7 Bekasi Ahmad Yani Jl. 45859416 (021) 45866152. Bolevar Raya Blok LA 6 No. 5207277 7983422 52961513 5221632 8297223 5227993.A-05. 45856824 4602875. 45866154 (021) 4535909. Jl. Gatot Subroto Kav. 88956575.T. Jl. Jend. 263. Bekasi Fajar Cikarang Ruko Sentra Ruko Sentra Cikarang Blok C No. 155 Bekasi Sentra Niaga Kalimalang Jl. 52 KC KCP KK Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan 12190 12790 12930 12870 12170 12780 12710 12930 12810 12950 12710 (021) 5263553 (021) 7995559. 46833482 (021) 88852531-32 (021) 45853740-2 (021) 45847771-2 (021) 88872211. Pulogadung Jl. Gatot Subroto Kav. 8461991. 64 Komplek Ruko Mega Indah Blok A3 Jl. 54-55 SUDIRMAN HUB JAKARTA PLAZA MANDIRI Jakarta Plaza Mandiri Jakarta Mampang Jakarta Wisma Argo Manunggal Jakarta Gedung Bidakara Jakarta Wisma Baja Jakarta Pancoran Jakarta Gatot Subroto Jakarta Gedung Jamsostek Jakarta M. M. 45856279.1. Raya Bolevar Timur Blok NB I No. Cibitung. Pondok Gede Bekasi Cibitung Kawasan Industri MM 2100. Raya Cikarang . Bulevar Raya Blok PD9 No.4 Bekasi Kalimas Ruko Kalimas. Jl. Letjend. Pusat Perdagangan Kalimalang Blok A VIII No. Gatot Subroto No. Kelapa Gading Barat Jakarta Kelapa Gading Hibrida Jl.10-11 Raya HUB BEKASI JUANDA Bekasi Juanda Jl. 8462059 (021) 8981217 (021) 89902333. 5267365 5263656. 2. 21.3 . 38 Jl. Jl. 71-73 Jl. Pemuda No. P. Raya Bekasi Km 25. Galaxi Raya Blok G No. Jend. Matraman Raya No. 8291043-4 (021) 5227994 (021) 5222185-6 PEMBUKAAN CABANG BARU 152 daftar cabang bank mandiri .3AJl. Raya Jati Makmur No. Jend.55 Timur Jakarta Kelapa Gading Bolevar Jl.Cibarusah Cikarang Jababeka Kawasan Industri Cikarang. 46833624. Kav. 45856277 4757451. Jend. 25-26 Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bogor Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Cikarang 17112 17141 17141 17114 17414 17411 17550 17550 17144 17112 17135 17147 17148 16969 17113 17412 17421 17520 17550 17550 (021) 8803023 (021) 8853507 (021) 8848683 (021) 8271328 (021) 8485643. Rawamangun Jl. Pulogadung KOTAMADYA/ KABUPATEN Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur KODE POS 13450 13310 13340 13470 13120 13610 13450 13220 TELEPON (021) 86900803. Gatot Subroto Kav. Jend. Ahmad Yani No. 1 Bekasi Villa Galaxi Jl. Kelapa Gading Permai Jakarta Artha Gading Rukan Artha Gading Niaga Blok A.10. 89903742 (021) 89832280-81 8800881 8862613 8846716 8271326 8482936 8473566 89909422 89840780 88957674 8814002 88854987 8205212 82426013 8213763 8810036 84993901 8461819 8980344 89901502 89832282 WILAYAH V/JAKARTA Jl. Sentra Niaga Kalimalang Blok A3 No. Jl. Sultan Agung Jakarta Mal Kelapa Gading Mal Kelapa Gading 3. 82424919 (021) 82425777. Ruko Commercial Blok A. 8814593 (021) 88854988-9 (021) 82424918. Gatot Subroto Kav. 5252265 5203868 Jl. Jl. Jl. Kemang Pratama Raya Blok MM-02 Bekasi Plaza Pondok Gede Jl.1 Bekasi Bulak Kapal Ruko Juanda Elok No. Jend. Jend. 8215078.84 (021) 88956375. 82425306. 8814844. 8564666 (021) 80889951 (021) 85904114. Jend. No. 4535911 (021) 45856822. Raya Bekasi Km. Jl. Ahmad Yani No.8710-15 5267371. Cawang Kompleks Ruko Blok B1 No. Bulevar Raya Blok M. Gatot Subroto No. 6-8. Jl. 2. Jend. Cakung Bekasi Pondok Ungu Pertokoan Naga Swalayan Blok A 17. Kelapa Gading Jl. Unit LG 47. Bulevar Barat Raya Blok A No. 45856866. 5221261-2 (021) 7983377 (021) 52961514. 4705267 47868923 46820527 88852533 45853745 45847773 88875533 45851022 4525827 45865866 4530510 Jl. Jatibening. Kompleks Perumahan Harapan Indah Jakarta Kelapa Gading Inkopal Pertokoan dan Kantor Inkopal Jl. 4602879 46825364 4520203 86601828 4504788 4520566 45856266.

17 No. Iskandarsyah Raya No. 7543844 (021) 2700602-5 (021) 74701725. Jl. 135. Wolter Monginsidi No.39 Gedung AKA Lantai Dasar. 2702690 74705316 7491621 7653061 7396772 7533209 75920452 75921218 HUB JAKARTA SUDIRMAN Jakarta Sudirman Jakarta Mayestik Jakarta Ratu Plaza Jakarta DPR RI Jakarta Bursa Efek Jakarta Simprug Jakarta Gedung Pusat Kehutanan Jakarta Puncak Emas Jakarta Permata Hijau Jakarta Palmerah Jakarta Gedung AKA Jakarta Pakubuwono Jakarta ITC Permata Hijau Jakarta Plaza ABDA HUB JAKARTA FALATEHAN Jakarta Falatehan Jakarta Panglima Polim Jakarta Kalibata Jakarta Pasar Minggu Jakarta Wolter Monginsidi Jakarta Departemen PU Jakarta PLN Pusat Jakarta Grand Wijaya Jakarta Kemang Raya Jakarta Iskandarsyah Jakarta Melawai Jakarta Mabes Polri Jakarta R. H. 7980932 (021) 7812371. 2700299 (021) 2700347. Haryono No. Gedung D. Kebayoran Baru Perkantoran Ratu Plaza Unit GB 2A & 2B. Kebayoran Baru Jl. 9 Gedung MPR/DPR RI Senayan.G 33 CJl. 54-55 Jl.44 Jl. KP Departemen Pertanian Jl. Pondok Labu Gedung PT AAF. 7219288 (021) 71794582.15 A. 57. Jl. Kebayoran Baru Jl. 5 A-C. 3-7 Gedung BKPM. Juanda No. Garuda No.T. 5 Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan 12430 12410 12550 12430 12430 12550 12560 12740 12520 12560 12150 12760 12420 12560 (021) 7504791. 7547565 2700606. Kebayoran Baru Ruko Grand ITC Permata Hijau Blok Emerald G 28 Jl. Falatehan I No. Jend. 39. Warung Buncit Raya No. Letjend. 12-14. 25 Jl. Jend. Metro Pondok Indah Kav. Kramat No. Rawajati Timur. 7512071 7507213 7691845 7507365 7533985. Jend. 75. Jend. Manggala Wanabakti Jl. Kebayoran Baru Jl. 222 Jl. Taman Duta Kav. Ciputat Raya Jl.17 Jl. 7253780 (021) 5703265. Kebayoran Baru Jl. 2700119 (021) 7945427-8 (021) 79190338-9 (021) 2702861-3 (021) 2700017 (021) 72794359. T. 78835622 7504326. 89 J. Letjend. Jl. Pertokoan Prima Indah No. Gandaria Tengah III No. 53663951 (021) 51401090 (021) 2700501-3 (021) 2700106. 78831086 (021) 75816903. 15 A. 6 A1-2. Cilandak Jl. Kyai Maja No. 20.S. 74701726. Metro Pondok Indah. Ciputat Pertokoan Ciputat Center. Letjend. Pondok Indah Jl. Fatmawati No. Raya Pasar Minggu No. 61-62 Pertokoan Permata Hijau Blok DC No. Bona Indah Blok A2/B7. R. Radio Dalam Raya No. Palmerah Barat No. Arteri Permata Hijau Plaza ABDAJl. 32-33 Jl.B. Kemang Selatan Raya No. 2700016 2700352. T. Kebayoran Baru Jl. Wijaya II. Dewi Sartika No.B. 6. Cawang Jl. Fatmawati Jl. 24-27. Arteri Simprug. Raya Kebayoran Lama No. Raya Pasar Minggu Km. 5346981 (021) 5308376 (021) 71790829 (021) 7223462-63 (021) 53663322. 2700324 2700300 2700347 71790789 7987152 7814737 7694850. 7397730 2700019 2700938 7190448 2702716.151 Jl. R. Jend. 7805184 (021) 7801478. Raya Cilandak KKO. Pondok Indah Mal Blok B/2 Gedung Aminta Plaza. Trunojoyo M 1 No. Gatot Subroto. II UA 36-37. Pejaten Jl. Jend. Simatupang Kav. Trunojoyo No.32 Jl. Raya Cilandak KKO No. Jl. Jl. Simatupang Kav. 7233487 (021) 2700851. Jl. Jl. Cilandak Gedung Chase Worth. M. 727988815 (021) 7940450 (021) 75905080 (021) 7811469. Kartini KOTAMADYA/ KABUPATEN Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Tangerang Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Depok Jakarta Selatan Tangerang Tangerang Jakarta Selatan Jakarta Selatan Depok Jakarta Selatan Jakarta Selatan KODE POS 13630 13630 12190 12820 12190 12120 10270 10270 12190 12240 10270 12190 12210 10270 12730 12120 12210 12190 12160 12000 12740 12510 12180 12110 12160 12160 12370 12160 12160 12110 12120 12790 12750 12560 12310 12130 15419 12140 12310 12310 12310 12440 12310 16514 12220 15412 15412 12310 12240 16514 12310 12440 TELEPON (021) 8094755 (021) 8096961 (021) 5225828-9 (021) 8294717 (021) 5266527 (021) 7233486.II UA No. Jl. 21. Haryono Kav. . 7698778 2702867 7444812 2700627 7506721 7512061. 7506793 (021) 7512062-67 (021) 7507213-4 (021) 7692733-34. 15C Ruko Kalibata Indah Blok K No. 18 Jl. Fatmawati No. Metro Pondok Indah Lebak Bulus Poins Square Blok A 55. Panglima Polim Raya No. Sudirman No. 8. Karang Tengah.3. Kemang Raya No. 7987186. 74701727 (021) 7493125 (021) 7503057 (021) 2701173-5 (021) 7542646 (021) 75920455 (021) 75921384.302 H Jl. Cinere Raya Kav. Sudirman Kav. Wisma Ritra Jl. Cendrawasih I No. 7692309 7236141 78831127 7699803 75816560 7805116 7801479 7980644 78845753 78831184 7392522 7972146 75912911 7811409 daftar cabang bank mandiri 153 . Pejaten Jl. 3. Kantor PLN (Persero) UBS P3B. Bangka Raya No. Raya Ragunan No. Patimura No. Kyai Maja No. Kebayoran Baru Kemang Plaza.A.JARINGAN KANTOR Jakarta Dewi Sartika Jakarta Nindya Karya Jakarta BKPM Jakarta Wisma IKPT ALAMAT KANTOR Jl. Cipete Jl.S. Jl. Pakubuwono VI No. Letjend. 7802464 (021) 7970906. Jl. 7251091 (021) 2700107 (021) 7199123-7 (021) 2702711-3 (021) 2700346 (021) 7255467.11-11A Jl. Sudirman Kav. 1 B Ruko ITC Fatmawati No. Ciputat Raya No. Jl. R. 71794585 (021) 7987185. 7980666 (021) 7890989 (021) 78831183-4 (021) 7248700.S. M.T.B. 18 A Graha Iskandarsyah. 7505045 (021) 2702865-7 (021) 7444809-810 (021) 2700439-626-440 (021) 7506717-9. Sudirman Kav. 7692063 (021) 7507366-7 (021) 7541916. Jl. Kebayoran Baru Jl. 7692324 (021) 75816558-9 (021) 7805441. 5200234 (021) 5346918. 8A. 48-50 Jl. Ir. 5711204 5202462. 75 Jl. RS. 8 . Pusat Pertamina Jakarta Kemang Plaza Jakarta Kalibata Rawajati Jakarta Kemang Selatan Jakarta Pondok Indah Jakarta Gandaria Jakarta Cirendeu Jakarta Radio Dalam Jakarta Mal Pondok Indah Jakarta Aminta Plaza Jakarta Plaza Pondok Indah Jakarta Lebak Bulus Jakarta Pondok Pinang Center Cinere Jakarta Kebayoran Lama Tangerang Graha Karnos Jakarta Ciputat Center Jakarta Pondok Indah Metro Jakarta Arteri Pondok Indah Cinere PLN Gandul Jakarta Mal Pondok Indah 2 Jakarta Lebak Bulus Poins Square HUB JAKARTA PONDOK INDAH HUB JAKARTA FATMAWATI Jakarta Fatmawati Jakarta Cipete Jakarta Pejaten Jakarta Pondok Labu Jakarta Simatupang Jakarta Ragunan Jakarta Kawasan Komersial Cilandak Jakarta Warung Buncit Raya Jakarta Jatipadang Jakarta Gedung Elnusa Jakarta ITC Fatmawati Jakarta Mampang Imigrasi Jakarta Fatmawati Cenderawasih Jakarta Cilandak KKO Jl.II UA No. 192 Blok A. 5202464 5485627 5308376 7198430 72790837 53663622 51401091 2700516. Pondok Indah Jl. Sultan Iskandar Muda No. Cirendeu Raya. Kebayoran Baru Jl. 52-53 Jl. Jl. 39A.20Jl. Kemang Raya No. Kebayoran Lama Jl. 44 Wisma IKPT Jl. Kebayoran Lama Selatan Kompk. Jl. 2 Jl. 5703246 (021) 5200208. Gatot Subroto Kav. 43. Jend. Warung Jati Barat No. 5715400 (021) 5153003-4 (021) 7231355. Sudirman Kav. 7509191 (021) 7236142-5 (021) 78831247. 8 D Graha Elnusa.4-5 Plaza Bapindo. 53663950. Lebak Bulus Pertokoan Pondok Pinang Center Blok A 36/38/40. 10 Jl. 7812372. Kawasan Komersial Cilandak Gedung III Jl. Harsono RM No. X Jl.184 A. Kalibata Gedung Haery Jl. Wijaya Grand Center Blok B 1-3 Jl. 2700202 2700122 7945429 79190337 2702864 2700018. 75921402 FAKSIMILI 8094754 8096961 5225828 8353987 5266528-29 7233715 2700854 5701275 5153012. 75921401.S. T.71794583. Metro Pondok Indah Kav. 7812373 (021) 7507208-9. R. Fatmawati No. 15 Mal Pondok Indah 2 No. Jend.8 Jl. Warung Buncit Raya No. Jl. 7818880. Jl. Simatupang Kav. 66 Jl. 7231358 5732972. Gatot Subroto Gedung Bursa Efek Jakarta. 2700853 (021) 5701274. Komp. Melawai Raya No. 5154165 7253787.

2531941. Sektor II. Cimanggis Jl. Jl. Ciputat Kanpus. 486 Bandung 40266 (022) 7506242. 486 Jl. Veteran No. 87781739 FAKSIMILI 7364068-9 7421009 7375884 7357318 5376769 7426021 2700298 7424976 74863971 7351303 7372450 53158543 53161781 7560950 73886485 8403961. Gedung Sasana Kriya No. Cinere Raya No. Raya Parung Ruko Sentra Menteng. Jl. Kramatjati Jakarta Pasar Induk Kramatjati Pasar Induk Kramatjati Blok B.4. 77205270 (021) 77202319. Raya Bogor Km. Serpong Simpang Tiga Puspitek Serpong Ruko Pondok Aren. Buah Batu No. Pertokoan Ramayana Blok A No. Sektor IV Bumi Serpong Damai Ruko Mutiara Center CiputatJl. 80882150 (021) 8090364 (021) 84592909. Jl. Jamika No. 604905 (021) 87942420. Jl. 17 Jakarta Condet Bekasi Ujung Aspal Cibubur Kota Wisata Cibubur Time Square Jl. Raya Hankam No. 132-B Jl. Pondok Gede Gedung BP2TKI Lantai 1. Burangrang No. Raya BogorKm 31 No. Depok II Tengah Jl. Pahlawan Seribu. 35-D Jl. 84930635 (021) 84302577. B 16 KOTAMADYA/ KABUPATEN Jakarta Selatan Tangerang Tangerang Jakarta Selatan Tangerang Tangerang Jakarta Selatan Tangerang Tangerang Jakarta Selatan Jakarta Selatan Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Jakarta Timur Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Depok Bekasi Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur KODE POS 12330 15417 15225 12330 15311 15411 12230 15418 15225 12330 12270 15318 15322 15310 15222 13760 12530 13870 13510 13510 16954 17435 13750 13560 13550 13540 TELEPON (021) 7340924-8 (021) 7421007-8 (021) 7362419. 8408283 (021) 7892955-7. Margonda Raya Jl. 7425635 (021) 2700298.S.JARINGAN KANTOR HUB JAKARTA BINTARO JAYA Jakarta Bintaro Jaya Jakarta Pamulang Tangerang Bintaro Jakarta Bintaro Burung Gereja Tangerang Bumi Serpong Damai Tangerang Pasar Ciputat Jakarta Gedung Lemigas Tangerang Pondok Cabe Mutiara Tangerang Bintaro Sentra Menteng Jakarta Bintaro Veteran Jakarta Petukangan Tangerang BSD Modern Tangerang ITC BSD Tangerang Serpong Tangerang Jurangmangu ALAMAT KANTOR Jl. A-22-23 Ruko Bukit Sawangan Indah Blok F 2 No. Ruko Madison Square B3-3A.18 B. 28 Jl. 4262347 PEMBUKAAN CABANG BARU 154 daftar cabang bank mandiri .6. Raya Lenteng Agung. 8711748 (021) 8000455. Asia Afrika No. 77827453 (021) 7270086 ext. Kelapa Dua. Soekarno Hatta No. 84303650 80878727 84592091 84935675 84302578 HUB DEPOK Depok Jakarta Cimanggis Jakarta Cibubur Depok Bukit Sawangan Citeureup Depok Tengah Depok Kelapa Dua Depok Cisalak Depok I Depok ITC Depok Timur Jakarta Universitas Pancasila Depok Cinere Limo Depok Universitas Indonesia Depok Jakarta Timur Jakarta Timur Depok Bogor Depok Depok Depok Depok Depok Depok Jakarta Selatan Depok Depok 16432 13710 13720 16518 16810 16411 16951 16416 16432 16431 16417 12640 16514 16424 (021) 7520569 (021) 8710013.15 Jl.PP8-A1 dan PP9-A1. Raya Akses UI No.10-11. 87909462 (021) 7715427. 84303649. 15. Bintaro Jaya Sektor I Komplek Pertokoan Pamulang Permai Jl. Jl. Soekarno Hatta No. Gunung Rinjani No. Soekarno Hatta No. 80878730. Raya Ceger No. Perumahan Kota Wisata. Jl. Mayor Oking No. Asia Afrika No. Cibubur Time Square Cibubur. 78849076 7762684 8710776 8703106 604908 87942683 7715441 87712226 8734220 77205361 77202356 77830194 78880410 7536368 78849074 WILAYAH VI/ BANDUNG Jl. Pungkur No. Tanjung Barat Komplek Mabes ABRI Cilangkap Kokan Anggatra PUSDIKKES No. Letjend. 87794902 (021) 8403190 (021) 8096791 (021) 8400248. 84597382 (021) 84935699.120 (021) 7536364.5 C. Letjend. 88 C. Depok II Timur Jl. Jl.18 B-C.17Jl. 7536360 (021) 78849075. Jl. Cinere Kampus Universitas Indonesia. 23 . 638 Jl. 80876863 8090324 84592910 84300086 87794915 8714954 8008963 8400879 HUB JAKARTA PASAR REBO Jakarta Pasar Rebo Jakarta Gedung Aneka Tambang Jakarta Cilangkap Jakarta Kramatjati Jakarta Plaza Kramatjati Indah Cibubur Automotive Center Cibubur Citra Grand Jakarta Cijantung Jakarta Taman Mini Indonesia Indah Jakarta R. 57 Jl. Jl. 73887620.1. 7891226 (021) 8441076.49 (021) 7560948-9 (021) 73887963. Simatupang No. 87942283. 80878731 (021) 84592090. 118-120 Jl. Lapangan Tembak. T. Jl. 77202325 (021) 77831443. 7511478 7505810. 8734117 (021) 77205078. 5406674. 7374758 (021) 73887739. Raya Ciledug No.B 3. Bintaro Jaya Sektor VII Blok MN 29 Jl. Jl. Bintaro Jaya Jl. 87794874.AKS/001.35. 7425932. 2502549. Bintaro Utama 3 A Blok D No. Thamrin Jl. Srenseng Sawah Jl.5 Komplek TMII. Raya Alternatif Cibubur-Cileungsi Komplek Citra Grand Ruko 2 No. Raya Condet No.49Jl. Proklamasi Raya Blok A No. 4203461. 7351265. 5406693 (022) 4240282 (022) 7508202 (022) 7562950 (022) 2506858. 25 AB Pertokoan ITC Depok No. Raya Jakarta Bogor Km. 4262346. 8. T. Soekarno Hatta No. Pahlawan Seribu Ruko ITC BSD No.97 B KC KCP KK Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung 40112 40281 40264 40235 40261 40286 40266 40132 40226 40001 40231 40222 40262 40251 (022) 4207026.4 Jl. Petukangan Ruko Pasar Modern BSDSektor Commercial I Blok R No. 7506632 4206998. Raya Parung KM. 53158542 (021) 53161747 .H. 23. 7362404 (021) 7357272. 3 Jl. 77829381. Cisalak Jl. 59 Plaza PP. 23 Bintaro Jl. Serpong. Fakultas Ekonomi Jakarta Timur Bekasi Bogor Bekasi 13520 17431 16968 17435 (021) 80878729. Raya Alternatif Cibubur – Cileungsi Km.11-12 Komplek Cibubur Point Automotive Center Blok A 12 Jl. Raya Bogor Km. Ciledug Raya Komplek Pertokoan Pondok Cabe Mutiara Blok B-3A. Pondok Gede Ruko Sentra Eropa Blok A No. Siliwangi No. Raya Pondok Gede No. 4233546 7205633 7300369 5411336. Dewi Sartika No. 33 C Jl. Citeureup Komplek Ruko Sukmajaya No. Kiara Condong No. 268 Jl. RS C. Raya Bogor Km. 73886679 (021) 8403957.13 Blok R-G.6. M.6. Raya Terusan Kopo 228 A Jl. 107 Jl. Simatupang.59. Tole Iskandar. PPPTMGB Lemigas. 72795635 (021) 7490389 (021) 74864018-9 (021) 73889818. 73887964.B. Sawangan Jl. Asia Afrika No. Alternatif Km.B.18 Jl. Jati Murni. Margonda Raya No. Raya Bogor. 5409846 4240281 7562091 7562944 2531940. 51 Jl. 7715432 (021) 87712226 (021) 8734224. Bintaro Jaya Jl. 2531942 5410568 4205312 6403199 6046261 7333995 4262348 HUB BANDUNG ASIA-AFRIKA UTARA Bandung Asia Afrika Utara Bandung Kiaracondong Bandung Buah Batu Bandung Binacitra Bandung Asia Afrika Selatan Bandung Metro Bandung Soekarno-Hatta Bandung Siliwangi Bandung Kopo Bandung Alun-alun Bandung Jamika Bandung Sumbersari Bandung Burangrang Bandung Pungkur WILAYAH HUB Jl. Transyogi Km. Bintaro Utama. 7357277 (021) 5376767/68 (021) 7426545. Nusantara Raya No. 8446542 (021) 84596942. 8414446 7892953 8711447 8000378. Pertokoan Cibubur Indah Blok. 162 Jl. Jl. Soekarno Hatta No. Jl. 87100775 (021) 87704204-6 (0251) 604904. 95 Jl. Burung Gereja Blok B2 HS 2 No. (022) 5425541-3 (022) 4205555 (022) 6403199 (022) 6046262 (022) 7333999 (022) 4262345. 73887702 (021) 53158541. 84930634. 84596941 87794824. 15. 42-43 Sektor III. 4336693 (022) 7273046 (022) 7320854-5 (022) 5422366. 2 Jl.7-8.

351440 (0234) 28475 (0234) 325438. Sutisna Senjaya No. 416550 (022) 6634666 (022) 2002465 (022) 4224728. 206204 (0231) 203025 (0231) 202125 (0231) 321260. 21 Komplek STT Telkom. Nasution No. 864-866. 32-34 Jl. Suroso No. Pajajaran No. 137. Suria Sumantri Jl. Pemuda No. Ahmad Yani No.103 Jl. Sukajadi No. 125 Jl. 2031762. Siliwangi No. Jalan Raya Pajajaran Jl. 19 Jl. Mayor Abdurachman No. 380763 (0251) 387356 (0251) 329512 (0263) 261730 (0231) 205506-7. Siliwangi No. Komp. Raya Tegalwangi Km.124 A Jl. 353104 326852 87916724 221116 266078 511039 736364 434652 390287 319825 350085 261749 203084 201596 207021 321026 22901 871742 662004 353569 28722 321345 HUB BANDUNG SURAPATI Bandung Surapati Tasikmalaya Otto Iskandardinata Bandung Ahmad Yani Bandung Martadinata Bandung Ujungberung Bandung Kanpus Telkom Garut Sumedang Tasikmalaya Mustofa Tasikmalaya Sutisna Ciamis Bandung STT Telkom Bandung Rancaekek Bandung Jamsostek Bandung Gatot Subroto Bandung Cibeunying Bandung Cihampelas Ciamis Banjar HUB BANDUNG BRAGA Bandung Braga Karawang Dawuan Cikampek Bandung R. Suryakencana No. 663010 (0234) 351450.270 Jl. 210276.152 D Jl. 612 Jl.S. 12 Jl. 164 Jl. 402679. Pelabuhan Ratu Jl. 321513 (0234) 22001 (0232) 876457. 382401 221236 381134.51. 9 No. Mustofa No.465 A Kawasan PT Pupuk Kujang Jl. Setiabudi No. Ahmad Yani No. 124.104 Jl. 48 Jl. Ahmad Yani No. 439278 3544184 8414125 8414346 daftar cabang bank mandiri 155 . Raya Cimindi No. 325439 FAKSIMILI 5226925 5896133 5421505 4207552. 210277 (0265) 333328 (0265) 323261 (0265) 771538 (022) 7512480 (022) 7791010. Yos Sudarso No. 38 Jl. Ir. Ahmad Yani No. Jend. 3520487. Raya Padalarang No. 8414263 3520485 3545365 438769. Juanda No. BKR No. Ahmad Yani (Pupuk Kujang) Jl. 23450-1.T. 133 Jl. 4224730 (022) 6631642. Ahmad Yani No. 4 Jl. Rancaekek Jl. Bangkong Plaza B 4-6 Semarang Semarang Kudus Semarang Semarang Semarang 50139 50139 59301 50137 50134 50242 (024) 3520486. Raya Dangdeur No. HOS Cokroaminoto No.H. 1 Jl. 329611 (0251) 311129 (021) 87916724 (0266) 222801 (0263) 268383 (0263) 511037 (0266) 732512 (0266) 434651. 7791001 (022) 7207437 (022) 7320412 (022) 7218551. Letjend. Baros Setrasari Plaza Blok A No.5 Jl. Jend. 6002019 2034958 551357 416665 6634659 2007496 4237271 6631643 2041073 6808213 611623 323967.I. Raya Cimahi No. Pandanaran No. H. Jend. 403127 (0264) 316140 (022) 2042575 (022) 6644628 (022) 6020295-6 (0264) 201505 (022) 6018862. 155 A Jl.457 Komplek Taman Kopo Indah II Ruko IB No. Junjunan No. Dr. 182 Jl. 4238129 402853. Raya Cipanas No. 438768 (024) 3544181 (024) 8310325. Otto Iskandardinata No. 2 Jl.5 Ruko Taman Pondok Mas Indah No. Hasan Sadikin Cimahi Bandung Pasteur Purwakarta Bandung Pajajaran Bandung Setiabudi Pamanukan Subang Baros Lewigajah Bandung Setrasari Plaza Bandung Otista Bandung Cimindi Bandung Sukajadi Padalarang Cikampek GKB PT Pupuk Kujang HUB BOGOR JUANDA Bogor Juanda Sukabumi Sudirman Bogor Suryakencana Bogor Kapten Muslihat Cibinong Sukabumi Ahmad Yani Cianjur Cipanas Cicurug Pelabuhan Ratu Bogor Warung Jambu Bogor Tajur Bogor Pajajaran Cianjur Cokroaminoto Cirebon Yos Sudarso Cirebon Jalan Kantor Cirebon Siliwangi Cirebon Tegalwangi Indramayu Panjaitan Kuningan Majalengka Kadipaten Jatibarang Indramayu Balongan Cirebon Plered HUB CIREBON YOS SUDARSO WILAYAH VII/ SEMARANG HUB SEMARANG PEMUDA Semarang Pemuda Kudus Semarang Kepodang Semarang Pandanaran Semarang Bangkong Plaza Jl. 434654 (0251) 380733. Ahmad Yani No. Jend Gatot Subroto No. Pemuda No. 139 Jl. Cicurug Jalan Siliwangi No. 43. Jl. Sudirman No. 67 Gedung Kantor Pusat PT Telkom. Raya Tajur No.S. 663008. Pacet Jl. 204 A Jl. Raya Balongan (Depo Pertamina) Jl. 730. A. 1-B Jl. 4. Raya Bogor Km. 73 Jl. 414944 316385 203184. 6808206 (0264) 316386 (0251) 313644. 8310719 (024) 8312736. Ahmad Yani No. 293 Jl. Jend. 8310259. Braga No. 6631663 (022) 2037944. R. 73 Jl.172 Jl. Sudirman No. 47 Cibinong Jl. 4. Otto Iskandardinata No. 2043311 6644628 6020360 201507 6032296. 876557 (0233) 663007. Japati No. 324836 (0266) 221319 (0251) 381136. 176 Jl. Kantor No. 7210866 (022) 2043996 (0265) 742466 (022) 4236030 (0267) 402353. 295 A Jalan Jend. Ion Martasasmita No. Panjaitan No. 130 Ruko Bantar Kemang No. Cikutra No.JARINGAN KANTOR Bandung BKR Bandung Soreang Bandung Taman Kopo Indah ALAMAT KANTOR Jl.35. Martadinata No. 310 Jl. Kapten Muslihat No. By Pass Jl. 3517349 (024) 3514321. Raya Panembahan No. 24 Jl. 88 Jl. 44 Jl. 6032301 (022) 2041933 (0260) 554555 (0260) 417773. Kadipaten Jl. Jend.92 Jl. 58 Jl. Jl. Mayor Dasuki No. Surapati No. 17 Jl.E. 4241436 331824 7213708 4204991 7815020 706562 232675 210565 333336 335059 771384 7207501 7791001 7207437 7313469 7210764 2043997 744719 4204444. Jl. 210 Jl. Raya Soreang No. 124 Jl. Haryono No. Raya Timur No. Pamanukan Jl. 416445.39-40 Jl. 62. Pasteur No. 20 Q.99 Jl. 26 Jl. Jend. H. 8312807. Raya Pajajaran No. 320008. 8 Pertokoan Siliwangi No. 294 Jl. 287 B. Suwarto No. Plered KOTAMADYA/ KABUPATEN Bandung Bandung Bandung Bandung Tasikmalaya Bandung Bandung Bandung Bandung Garut Sumedang Tasikmalaya Tasikmalaya Ciamis Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Ciamis Bandung Karawang Cikampek Bandung Bandung Bandung Purwakarta Bandung Bandung Subang Subang Cimahi Bandung Bandung Bandung Bandung Padalarang Cikampek Bogor Sukabumi Bogor Bogor Bogor Sukabumi Cianjur Cianjur Sukabumi Sukabumi Bogor Bogor Bogor Cianjur Cirebon Cirebon Cirebon Cirebon Indramayu Kuningan Majalengka Jatibarang Indramayu Cirebon KODE POS 40254 40377 40226 40115 46113 40282 40115 40611 40133 44115 45323 46125 46114 46211 40133 40394 40125 40274 40121 40131 43622 40111 41314 41373 40161 40525 40173 41115 40174 40141 41254 41211 40532 40146 40251 40175 40161 40553 41373 16121 43132 16123 16121 16916 43131 43211 43553 43159 43363 16153 16720 16143 43214 45111 45112 45124 45154 45212 45511 45453 45273 45217 45154 TELEPON (022) 5222752 (022) 5892828 (022) 5421777 (022) 4241411 (0265) 331821 (022) 7213707 (022) 4209093 (022) 7800135 (022) 706661 (0262) 231698 (0261) 210275. Gerbang Puri Tirta Kencana Jl. M. 1 Jl. 11 Jl. D. 51 Jl. Siliwangi Jl. 2042734 (022) 6808214. Sudirman No. 3514327 (0291) 432974. Kepodang No. 317 Jalan Cihampelas No. Japati No.

198 Jl. 591999 (0281) 895555 (0282) 492086. Adiwerna Jl. 109 Jl.6. 324030.5 (0282) 533193. Pahlawan No. 493863 (024) 7606303. 6725704 (0291) 591555 (0296) 5100091. Jl. 10 Jl. Coaster No.7612381 (024) 3586267. Suprapto No. 3 Jl. 422550. Laksda. 302-304 Jl. Jl. Rajiman Jl. Jendral Sudirman No. 6644096 (0273) 323656. 53 Jl. Pulisan Jl. Condongcatur. 4 Jl. Suryotomo No. Ahmad Yani No. 3586268 (024) 3510537. Katamso No. S. Jend. 351310. Pemuda Jl.419 Jl.32. 7461216 (0291) 439902. Jend. 3542041-2 (024) 8312141. 8314441 psw 8826 (024) 7461192.1 Kawasan Industri CandiJl. 28. 368470 (0274) 521412 (0274) 865123.A5 C. 41 Gedung PT Telkom (Persero). Parman No. Jl. Malioboro No. 5100092 (296) 424627. 19 Jl. Raya Banjaran No. 586432 560920. Utama Tengah No. Jl. Kaliurang. 584140 (0274) 584758. 534826 (0285) 425131-33 (0284) 321647. 439904 (024) 8415362 (0293) 364012. 294 Jl. G 62 E & F Jl.285 (0274) 376428 (0274) 486163 (0274) 515621 (0274) 518671 (0274) 889645. 473621. Jl. Jl. Jend. Sudirman No. Jenderal Sudirman No. Jl. Parman No.165 Jl. 10 A Jl. 492105 (0285) 424671. Jend. Slamet Riyadi No. Sudirman No. Slamet Riyadi No. Haryono No. 533806. 10 Jl. 3512929. Kariadi Salatiga Semarang Gedung Telkom Semarang Majapahit Jepara Blora Cepu Pati Semarang Pelindo Semarang Patrajasa Semarang Srondol Kudus Alun-alun ALAMAT KANTOR Jl. Jend. 339 Jl. Pahlawan No. 31 Jl. 322194 472695 3308880 445545 591839 891977 492087 421501 642557 695009 HUB SEMARANG PAHLAWAN Semarang Pahlawan Magelang Semarang Sugiyopranoto Semarang Mpu Tantular Semarang Candi Baru Ungaran Parakan Weleri Purwodadi Muntilan Wonosobo Kutoarjo Temanggung Semarang Kawasan Industri Candi Semarang MT Haryono Semarang Gang Pinggir Magelang A Yani Yogyakarta Sudirman Yogyakarta Wisma PU Yogyakarta Gejayan Yogyakarta Diponegoro Yogyakarta UGM Yogyakarta Katamso Yogyakarta Malioboro Bantul Yogyakarta Gedung Magister UGM Sleman Yogyakarta Ahmad Dahlan Yogyakarta STIE YKPN Yogyakarta Suryotomo Yogyakarta R. Komplek Pertokoan Rejotumoto Jl. 356211. Pemuda No. 25 Kampus STIE YKPN. 15 Komplek Pertamina Depot Maos. 1 Jl. 642148 (0292) 425061 (0293) 586066 (0286) 322474 (0275) 642000 (0293) 493862. Ahmad Dahlan No. Dr. 321980. Jaten Jl. Alun-alun Selatan No. 357411 (0281) 632222 . Prof. 11 Jl Yos Sudarso No. Raya Palur No. Sudirman No. Brigjend. 60 Pertokoan Plaza Puri Blok A No. 439903. Sisingamangaraja Jl. Gajah Mada No.1-2 Jl. Sekip Blok L-6 Jl. 387 Jl. 26. 36 A-B Jl. Sudirman No. Pangeran Diponegoro No. 596598. 8453529 (0298) 321002. 8442550 (024) 6924296.97 A-B Kompleks Ruko Muntilan Plaza. 562415 (0274) 543032 (0274) 415392. 342155. 132 Jl. Jl. Kaliurang Km. 7606342. Seturan Hotel Limaran.5 No. Mpu Tantular No. 16 Komplek Pasar Klewer Los E 27-29. 8445672 (024) 6725702. Kotak Pos 21 Jl. 329 Jl. Bulak Sumur Jl. 60 Jl. 671 E-F Jl. Brigjend. 358151. Gejayan No. Ahmad Yani No. R. 18 Jl. 3304210 (0283) 442255. 5 Jl. 148 (0274) 368469. HR.13A Jl. 19 Jl. Ahmad Yani No. Sardjito Yogyakarta Kaliurang HUB YOGYAKARTA SUDIRMAN HUB SOLO SRIWEWDARI Solo Sriwedari Solo Purwotomo Solo Slamet Riyadi Solo Pasar Klewer Klaten Sragen Boyolali Solo Baru Wonogiri Palur Kartosuro Tegal Arif Rahman Hakim Purwokerto Cilacap Pekalongan Imam Bonjol Pemalang Tegal Sudirman Gombong Brebes Tegal Banjaran Adiwerna Banjarnegara Purbalingga Kroya Pekalongan Hayam Wuruk Purwokerto Unsoed Cilacap Maos WILAYAH HUB HUB TEGAL ARIF RAHMAN HAKIM PEMBUKAAN CABANG BARU 156 daftar cabang bank mandiri . 7461215. 415389 565475 368470 548956 865566 376428 487657 515621 518671 889657 711888 713896 645500 635018 321277 894611 325029 645586 323658 827589 784240 353628 636687 535408 425134 321433 351309. 442377 (0286) 591333. Pangeran Diponegoro No. 100 Jl. Jenderal Sudirman No. Jl. 473115 (0283) 673535. 463 Jl. 54 Plaza Atrium Blokc C-D. 3551921 (0293) 314503 (0274) 586425 (0274) 560915 s/d 560919 (0274) 584041. Candi Raya Blok F1E No. 424632. 28. Tentara Pelajar No. Condong Catur Jl. 323917 (024) 8442595. 415670. Imam Bonjol No. 327840. 6-7 Kompleks Pelabuhan Tanjung Emas. 424737 (0295) 385909. Jend. 26 Jl. 323657 (0271) 827029 (0271) 780822 (0283) 351181. 241 Jl. 8303005. Ahmad Yani No. Arief Rahman Hakim No. Adisucipto No. 597227 (0294) 644009. HOS Cokroaminoto No. 55 K. 415672 (0274) 561556. Brigjen.S. DR. 10 Kompleks Ruko Majapahit. Jl. Kates. 8413191. Yos Sudarso No. 424631. M. 327841 (0271) 890585 (0276) 322702 (0271) 663542. Jl.T. 560921 543029 562878 543031. Kesehatan Sekip.JARINGAN KANTOR Semarang R. Maos Kidul KC KCP KK KOTAMADYA/ KABUPATEN Semarang Salatiga Semarang Semarang Jepara Blora Cepu Pati Semarang Semarang Semarang Kudus Semarang Magelang Semarang Semarang Semarang Semarang Temanggung Weleri Purwodadi Muntilan Wonosobo Kutoarjo Temanggung Semarang Semarang Semarang Magelang Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyajarta Yogyakarta Bantul Yogyakarta Sleman Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Solo Solo Solo Solo Klaten Sragen Boyolali Solo Wonogiri Karanganyar Kartosuro Tegal Purwokerto Cilacap Pekalongan Pemalang Tegal Gombong Brebes Tegal Banjarnegara Purbalingga Kroya Pekalongan Purwokerto Cilacap KODE POS 50231 50711 50241 50191 59417 58215 58312 59112 50174 50232 50263 59312 50241 56126 50246 50010 50232 50511 56254 51355 58111 56414 56311 54212 56213 50184 50136 50137 56115 55232 55281 55283 55231 55281 55121 55213 55711 55281 55511 55121 55281 55121 55284 55281 57141 57142 57111 57115 57413 57211 57316 57157 57611 57771 57162 52123 53114 53212 51111 52313 52131 54411 52212 52194 53411 53312 53282 51119 53124 57232 TELEPON (024) 8412503.10. Pertamina. 642556 (0282) 695026 FAKSIMILI 8317546 321331 8445710 6725703 591666 531547 424625 385065 3563450 8505672 7461191 439901 8311366 64282 3585084 3517337 8505501 6924295 596239 643460 425062 586065 322460 642652 491012 7604357 3586939 3551918 314546 561893. 31 Jl. 34 Jl. Boenyamin No. 69 B Hotel Garuda. Raya Sukowati No. Depok. Ruko Sultan Agung Jl. 114 Jl. 366763 (024) 3522790 (024) 3544031-3. 14. 386067 (024) 3585382 (024) 8505673. Brigjend. Mgr.3 C Jl. Pemuda Tengah No. 422085. 415616. 16 Jl. Sugiyopranoto No. 364989. 642010. Diponegoro No. 424670 (0281) 642555.S. 9 Jl. 868405 Ex. Sleman Jl. Pahlawan No. Sutomo No. Sumbing No. 566353 ext. Raya Magelang Km. 551654 415388. Jend Sudirman No. 324880 (0283) 351391. Gatot Subroto No. Nusantara. Bantul Lobby Gedung Magister UGM. Setiabudi No. K.H.5 Jl. Gang Pinggir No. 107 Jl. 921989 (0293) 596471-73. Sudirman No. 664407. Majapahit No. Hayam Wuruk No. Dr. 8314450. 889646 (0271) 715455 (0271) 711161 (0271) 644911 (0271) 642925 (0272) 327844. 203 Jl. 673536. Slamet Riyadi No. 342156 (0287) 473620. Parakan Jl. S.

5981670 (031) 5685574.105 A Jl. 3717529 (031) 3978504. 23 Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Gresik Tuban Bojonegoro Lamongan Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Gresik Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Sidoarjo Pamekasan Sidoarjo Surabaya Surabaya Sidoarjo Surabaya Surabaya Surabaya Sidoarjo Sidoarjo Sidoarjo Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Mojokerto Surabaya Jombang Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Jember Probolinggo 60175 60160 60165 60164 60175 60136 60177 60162 60176 60174 61122 62317 62113 62213 60238 60174 60155 60243 60141 61121 60155 60265 60251 60133 60274 60275 60225 60113 60293 60256 60226 60293 61219 69315 61213 60282 60161 61262 61253 60187 60226 61257 61274 61256 60113 60189 60271 61256 60131 60241 60284 60281 32190 60625 60261 61321 60271 61481 60222 60245 60231 60243 60117 60241 68118 67211 (031) 3524223-6 (031) 3530293 (031) 3295924 (031) 3293568.1 dan 2 Jl. Perak Timur No. Stasiun Kota No. 3293578 (031) 3520091-99 (031) 5323642. Ahmad Yani No. Bunguran No. 5669892. Ruko Rungkut Megah Raya Blok E-5-6 Kompleks Pertokoan Darmo Park I Blok V No. 129-137 Jl. Kembang Jepun No. 375 A-B Jl. 5686756. 8 Jl. Indrapura No. Soekarno Hatta No. 5484384 (031) 5319511-15 (031) 5663045 (031) 5927468 (031) 8720705-6 (031) 5661745. Sungkono No. Muhammad 36.160 Ruko Gateway Blok C-7.1001T-1002T. Darmo Indah Timur Blok SS No. Sungkono Jl. 8292314. Rungkut Industri Raya No. Darmo Raya No. Veteran Markas Komando TNI AL. 5316597 3547571. 5685891.A. 121 F Jl. Jl. 7 Jl.1 Stand No. 5323880 (031) 3298333. 3 Jl. Ruko Permata Blok B-1 Jl. Mayjend. Wonokromo Jl. Basuki Rachmat No. Wiyung Jl. Kartini No. 3533029 3530951 3294234 3293579 3525779 5313298 3294675.2 AB Jl. 8667596. 129-137 Surabaya 60271 (031) 5316760-66 5316776. R. A. 2-4 Jl. Jend. 5669893 (031) 5624701 (031) 5030765 (031) 5999869. Sepanjang Jl.168-170 Jl. Jagir. Jl. 130 Jl. 398 Jl.2077 (031) 3281075 (031) 5624344 (031) 5462851. 5484383.8-G Jl. Suroyo No. Krian Bandara Juanda Kompleks Ruko Darmo Indah Timur. 8557402 (031) 3823303. 106 Jl. Alun-alun No. 8673866 5034988 5662839. Klampis Jaya No. 423990 FAKSIMILI 421780 WILAYAH VIII/ SURABAYA HUB SURABAYA NIAGA Surabaya Niaga Surabaya Stasiun Kota Surabaya Pelabuhan Tanjungperak Surabaya Tanjungperak Surabaya Jembatan Merah Surabaya Kusuma Bangsa Surabaya Baruna Surabaya Kembang Jepun Surabaya Indrapura Surabaya Pahlawan Gresik Tuban Bojonegoro Lamongan Surabaya Margorejo Surabaya Pasar Turi Surabaya PT.67 Kav. 3981745 ext. 5462853 (031) 3737469. Raya Bukit Darmo Boulevard No. Pangeran Diponegoro No. 5662853.44 Jl. Perak Timur No. 42 . Jl. Moestopo No. 45 Jl.84 Jl. 318774 (031) 8499502.28 Pusat Perbelanjaan Pasar Atom. 7860005 (0343) 842324. Plaza Manyar Megah Indah Blok J 5-6 Jl. 8285823 (031) 8474247. Raya Menganti No. 7344708 (031) 7860003.131-132 Kompleks Pertokoan Dupak Megah Blok B-6. 8982377 (031) 2986422. Kusuma Bangsa No.1 Kios A1-2 Jl. Panglima Sudirman No. Dr. Dinoyo No.156 Jl. 5320631. 5661816 (031) 7344473-4 (031) 8439581 (031) 8921327 (0324) 331000. 159 Jl.60 C-D Kav. 875541 (031) 7660056. 8688419 (031) 7328524. Lt. Raya Margorejo Indah Kav. Kapas Krampung No. Raya Krian No.81 Jl. 425240. 5-6. 207. Gentengkali No. 107-109 Jl. Mayjend. Prof. 318300. 5046746 (031) 5674347. Pucang Anom Timur No. 3-9 Kantor Pusat PT. Jl. Komp.151 Ruko Pondok Mutiara Indah Blok N-01 Jl. Gedung Panti Tjahaya Armada Basis TNI AL Ujung Jl. 8982376. Raya Diponegoro No. 8474458 (031) 8287568. Basuki Rahmat No. 10 Jl.43 Jl. Pertokoan Sutorejo Prima I Blok PC-21 Jl.06 Jl. 55 Jl. Perak Barat No.JARINGAN KANTOR Pekalongan Alun-alun ALAMAT KANTOR Jl. Lamongrejo No. 120 Jl. Palem TC 1 / 12. Pemuda No. 93-95 Jl. 8484491 (0331) 486671 (0335) 421205 HUB SURABAYA GENTENGKALI HUB SURABAYA BASUKI RAHMAT HUB JEMBER ALUN-ALUN Jember Alun-alun Probolinggo daftar cabang bank mandiri 157 . 842325 (031) 8557335. Waru Ruko Kenjeran IndahJl. 42-44 Jl. H. Yani Komplek Mandiri Menanggal C1-C2 Jl.45 Jl. 331437 (0353) 892110. 330803. Kapasan No. 25-27 Jl. Babatan Pantai No. Pahlawan Jl. 47. 8287728 (031) 5990060 5990061 (031) 8484490. 3 KOTAMADYA/ KABUPATEN Pekalongan KODE POS 51101 TELEPON (0285) 421758. Undaan Kulon No.50 Darmo Trade Center Lt. Jl.R. 3 Jl. 3737467. 892113 (0322) 318200. Jembatan Merah No. 422212. Pahlawan No. Ketintang No. 41 Menara BBD. Dharmahusada Indah No. 210 Jl. Veteran No. Ahmad Yani No. No. PAL Jl. 217 A Jl. 330806 (031) 8922634 (031) 5020126. Dupak No. 120 Jl. Raya Mulyosari. Kedungdoro No. 3737471 (031) 5484379. 487704 422303 Jl. Basuki Rahmat No. 5478401 5678075 5926432 8707941 5672987. 512 Blok H3-H4 Jl. Pondok Chandra Indah Jl. Raya Porong No. 3823273 (031) 7344674. Ngagek Jaya Selatan. 3531825 (031) 8982375. 331436. PAL Surabaya Pertamina Jagir Surabaya Kapasan Gedung Utama Semen Gresik Surabaya Armada Timur Surabaya Unika Widya Mandala Surabaya Kedungdoro Surabaya Kapas Krampung Surabaya Undaan Surabaya Gentengkali Surabaya Sungkono Surabaya Mulyosari Surabaya Rungkut Megah Raya Surabaya Darmo Park Surabaya Darmo Permai Surabaya Rungkut Sidoarjo Pamekasan Sidoarjo Pahlawan Surabaya Pucang Anom Surabaya Pasar Atom Sidoarjo Krian Surabaya Bandara Juanda Surabaya Darmo Indah Surabaya Pakuwon Sidoarjo Sepanjang Sidoarjo Porong Sidoarjo Gateway Surabaya Kenjeran Surabaya Kupang Jaya Surabaya Basuki Rahmat Surabaya Pondok Chandra Surabaya PDAM Surabaya Diponegoro Surabaya Bratang Binangun Surabaya Gubeng Surabaya Kertajaya Surabaya Darmo Raya Surabaya Swandayani Mojokerto Surabaya Pemuda Jombang Surabaya Wiyung Surabaya Telkom Ketintang Surabaya Jemursari Surabaya Menanggal Surabaya Klampis Surabaya Darmo Trade Center Jl. Basuki Rahmat No. 3294481 (031) 3550091 (031) 3535715 (031) 3534072-74 (031) 3981300 (0356) 320786. 5320641. Mojopahit No. 5020701 (031) 3531820. Kalimantan No. Jemursari No. 7317618 (031) 7344049. 3292354 3550576 3522653 3530561 3981442 320787 892114 318773 8499031 5345603 329848 840754 3719944 3984608 3292354 5623963 5462852 3737468 5484393 5316716. Kupang Jaya A I No. 5687458 (031) 5311303-4 (0321) 323086 (031) 5340756 (0321) 875141. A No. Jl. Wonokromo Raya Jl. 5674348 5043702 5035346 5981622 5677843 5311305 323093 5311432 875542 7668423 8285713 8474376 8288144 5995025 8484493 485461. Raya Rungkut. 8499773 (031) 5345620 (031) 3298482 (031) 8420753-54 (031) 319944. 7344693 (031) 5316760-66 (031) 8663363 (031) 5046745. 27-31 Ruko Cempaka Mas Blok A 1-2. 155 Jl.10 Jl. 5617389 7344472 8410435 8941577 324302 8922283 5026330 3531796 8971304 8671661 7328525 7344071 7860004 842323 8554113 3823297 7344679 5316778. 2 Jl.23. 7664559 (031) 8292659. Bebekan No.

24969 (0561) 737454 (0561) 743883 (0511) 3357140. Jl. 392567 (0561) 631335. 1 Jl. Dr. 420555 (0341) 480461. 248827.JARINGAN KANTOR Situbondo Banyuwangi Jember Ahmad Yani Jember Wijaya Kusuma Lumajang Genteng Bondowoso Jember Ambulu Probolinggo Kraksaan Banyuwangi Rogojampi Malang Wahid Hasyim Kediri Madiun Tulungagung Pasuruan Malang Merdeka Malang Suprapto Batu Malang Griya Shanta Malang Dampit Ponorogo Blitar Pandaan Kepanjen Lawang Malang Ahmad Yani Malang Gatot Subroto Malang MT Haryono Pare ALAMAT KANTOR Jl. 27 Jl. Panglima Sudirman No. 328391 (0341) 558140 . 16 Jl.Penumpang. 948945 (0370) 21481 (0380) 832459 (0389) 21688 (0361) 755522.9 A Jl. 326477. 734153 (0561) 734464. 1 Jl. 9. Jend. 24968. 17 Jl. 5-7 Jl. Martadinata No. 768330 391294 631151. 4366759 (0526) 2021575. 263451 (0361) 434812 (0361) 756497 FAKSIMILI 671854 423257 486094 484370 882151 845827 428888 882549 844895 636421 364977. 99 X. 2 Jl. 54 A Jl. 12-12A. Merdeka No. Merdeka No. Tanjungpura No. Manggar No. 636071 (0380) 833216 (0361) 752060. Rogojampi Jl. Danau Tamblingan No. 813547 (0343) 638444. Dewi Sartika No. 975946 (0361) 283485. 2 Jl. Raya Sukawati Komplek Graha Merdeka No. 636420. 456 Rukan Denpasar Business Center Blok C. 39. 121-14. Lambung Mangkurat No. 60 Jl. Batu Ruko Griya Shanta Blok MP-53.H. 638585 (0341) 399858 (0341) 422999. 66719 Pontianak Sambas Singkawang Pontianak Pontianak Pontianak Pontianak Sintang Pontianak Pontianak Banjarmasin Tanjung Palangkaraya 78123 79162 79122 78117 78117 78111 78812 78614 78115 78391 70111 71513 73111 733767. 94795 (0361) 948976. Gajah Mada No. 3366051 2021079 21781 HUB BANJARMASIN LAMBUNG MANGKURAT Banjarmasin Lambung Mangkurat Jl. Jl. Sudirman No. Raya Ubud No. 772096. 15 Wisti Sabha Building Lantai 1 / 6 KOTAMADYA/ KABUPATEN Situbondo Banyuwangi Jember Jember Lumajang Banyuwangi Bondowoso Jember Kraksaan Banyuwangi Malang Kediri Madiun Tulungagung Pasuruan Malang Malang Malang Malang Malang Ponorogo Blitar Pandaan Malang Lawang Malang Malang Malang Kediri Denpasar Mataram Kupang Kuta Denpasar Denpasar Badung Denpasar Denpasar Singaraja Tabanan Badung Singaraja Gianyar Mataram Kupang Atambua Kuta Gianyar Denpasar Denpasar Gianyar Denpasar Denpasar Denpasar KODE POS 68311 68411 68137 68118 67311 68465 68211 68172 67282 68462 65119 64123 63116 66219 67115 65119 65112 65315 65142 65181 63411 66112 67156 65163 65213 65125 65127 65141 64212 80111 83231 85229 80361 80114 80112 80362 80112 80222 81116 82171 80361 81153 80511 83231 85112 85700 80361 80561 80228 80116 80582 80226 80118 80031 TELEPON (0338) 671853 (0333) 424674. 62 A. 17 Jl. 480463 (0341) 364441. Sidas No. 451598 (0355) 326543-44 (0343) 420221. Urip Sumoharjo No.1 Jl.119 Jl.42. Bondowoso Jl. Suprapto No. 732886 (0561) 734670. 94794. Gajah Mada No. Pare Jl. Ahmad Yani No. 494 E.50 C-D Jl. 7762586. 11 Jl. 253. Ubud Jl. 424815 (0331) 484691 (0331) 486096-8. Dr. Jend. MT Haryono No. 398401 (0361) 226761-3 (0370) 631813. Jl. 14. 70 KC KCP KK PEMBUKAAN CABANG BARU 158 daftar cabang bank mandiri .E. Raya Kuta No. 22961. Muhammad Hatta No. Kepanjen Ruko Istana Lawang Blok A5. 512334 (0341) 404300 (0341) 898461 . 631190 734147 734752. 43. Bandara Supadio/Term. 48 A-B Jl.2-3. Diponegoro No. 422687 (0334) 886866 (0333) 845375 (0332) 420800. 736522 733672 35755 24973 737454 722859 4367856. 596534. Gatot Subroto No. 45. 365767/69/70/71 (0561) 769769. 43 Jl. 1 Jl. Dampit Jl. Panglima Sudirman No. 102 Jl. Raya Pelabuhan Benoa Jl. Gatot Subroto No. Mas Tirto Haryono Jl. 11 Jl. 2-4. 131 Jl. 480462. Panglima Sudirman No. Pejanggik No. 1-2 Jl. 94793. Kediri Jl. Ahmad Yani No. 110 Jl. K. Merdeka Jl. Ahmad Yani No. Sudirman No. 35844 (0565) 24967. Raya Legian No. Ahmad Yani No. Jend. 763412 (0362) 94790.64 (0352) 488909. 428666. AA Gde Ngurah No. Hatta Atambua Kuta Discovery Mall Ubud Denpasar Sanur Denpasar Gatot Subroto Gianyar Sukowati Denpasar Merdeka Denpasar Pasar Kumbasari Denpasar Bandara Ngurah Rai WILAYAH IX/ Jl. 391138. Letjen. K. Kramat No. 294991 (0361) 246647. 416833 (0341) 325658 (0341) 368691 (0341) 592998. 78-79 Jl. Jend. Urip Sumoharjo No. Pangeran Antasari No.H. 33 Jl. 3 Pertokoan Niaga Nusa Dua No. Jend. 778052 (0361) 223511 (0361) 723551 (0362) 25222 (0361) 812217. Veteran No. 747495 (0534) 35822. 577252 (0354) 398400. 30 Kompleks Pandaan Delta Permai A 18-19 Jl. 636422 (0341) 364961-2 (0354) 681396. 22702 52249. 20 Jl. 3 BANJARMASIN HUB PONTIANAK DIPONEGORO Pontianak Diponegoro Sambas Singkawang Pontianak Ngurah Rai Pontianak Tanjungpura Pontianak Sidas Ketapang Sintang Pontianak RS Santo Antonius Pontianak Bandara Supadio Jl. 737053. Soetomo Jl. Soekarno -Hatta Jl. 64-66. Nusa Dua Jl. Jl. Merdeka Barat No. 753390 (0361) 977022. Jaksa Agung Suprapto 65 Jl. 2021898. Jl. Humaera B Jl. Wahidin Sudiro Husodo No. Jend. Jl. Desa Arang Lingung Banjarmasin 70111 (0511) 51405. Ahmad Yani No. 681480 (0351) 462557. R. 55 Jl. 420844 (0336) 88117. Jend. By Pass I Gusti Ngurah Rai. I Gusti Ngurah Rai No. 631735 (0561) 734247. Gajah Mada No. Ambulu Jl. Pramuka No. R. 6-8 Jl. 815363 (0361) 762589. 35833. 812654. 20-22. 426876. Udayana No. Pahlawan No. Cakranegara Jl. Genteng Jl. 283885 (0361) 418807. 754241 (0361) 257566 (0361) 224705 (0361) 772095. Jend. 418133 (0361) 294810. Seririt Komplek Pertokoan Pasar Gianyar Blok I No.Badung Jl. 180 X Jl.7 Discovery Shopping Mall A-3A Jl. Wijaya Kusuma No. Ahmad Yani No. 3352510. 21969. Wahid Hasyim No. Diponegoro No. 3 Tanjung Palangkaraya WILAYAH HUB Jl. 881118 (0335) 844399 (0333) 636419. Lambung Mangkurat No. 736943. Raya Rogojampi No. 342102 681629 463482 322571 426875 366959 364665 512335 404301 898444 484207 813548 639493 399855 422998 480460 334890 558143 395489 224077 631810 833818 752221 257567 234646 772097 231277 723552 24543 815364 751894 94792 948567 37118 832460 21535 753416 975889 281240 418133 294729 255715 427599 756497 HUB MALANG WAHID HAKIM HUB DENPASAR VETERAN Denpasar Veteran Mataram Cakranegara Kupang Urip Sumoharjo Kuta Raya Denpasar Teuku Umar Denpasar Gajah Mada Nusa Dua Denpasar Udayana Pelabuhan Benoa Singaraja Tabanan Legian Singaraja Seririt Gianyar Ngurah Rai Mataram AA Gde Ngurah Kupang M. No. 102 Jl. Teuku Umar No. 2023473 (0536) 21378. Panglima Besar Sudirman No. 29 Jl. 23. 637546. 488910 (0342) 813546. Semeru Selatan No. 631389. I Gusti Ngurah Rai Jl. Wahid Hasyim Komp. Ahmad Yani No. 51403. Kartika Plaza Jl. 736390 (0562) 391208.3 & 5. 2 . Legian .

JARINGAN KANTOR
Sampit Kuala Kapuas Banjarmasin A. Yani Banjarmasin Pangeran Samudera Banjarmasin Mitra Plaza Banjarbaru Batulicin Barabai

ALAMAT KANTOR
Jl. M.T. Haryono No. 81 A Jl. Jend. Sudirman No. 32 Jl. Achmad Yani No. 13 - 17 Jl. Lambung Mangkurat No. 4

KOTAMADYA/ KABUPATEN
Sampit Kuala Kapuas Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarbaru Kota Baru Barabai Pangkalan Bun Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin

KODE POS
74322 73513 70233 70111 70234 70713 72171 71311 74113 70724 70119 70234

TELEPON
(0531) 21035, 21322, 30850, 21098 (0513) 21132, 21695, 22727 (0511) 264261, 263333, 262690-92 (0511) 54339, 66303, 66636, 66316, 54298 (0511) 267748, 267749 (0511) 4777058, 4780926, 4773002 (0518) 71480 - 83 (0517) 43702, 44240, 44250 (0532) 24255, 22779 (0511) 705277 ext.296, 705203 (0511) 364965, 366354 (0511) 360900, 361948

FAKSIMILI
21632, 22622 21028 257278, 257281 50928 267751 4780777 71484 43701 22710 705203 366345 361949

Jl. Pangeran Antasari, Mitra Plaza Blok B-I No.37-38 Jl. A. Yani Km.34 No.31D RT.04/01 Loktabat Jl. Raya Btulicin, Kabupaten Kota Baru Pusat Perbelanjaan Murakata Blok D1, Site 1 Lantai 2, Jl. P.H.M. Noor Pangkalan Bun Jl. Pangeran Antasari No. 41 Banjarmasin Bandara Syamsuddin Bandara Syamsuddin Noor, Jl. Landasan Ulin Noor Banjarmasin Pelindo III/ Trisakti Pelabuhan Trisakti, Jl. Barito Hilir No. 6 Banjarmasin Sentra Antasari Pusat Perbelanjaan Sentra Antasari Blok DT.001 Ltantai 2, Jl. Pangeran Antasari

HUB SAMARINDA MULAWARMAN
Samarinda Mulawarman Tarakan Yos Sudarso Bontang Samarinda Sudirman Samarinda Kesuma Bangsa Tanjungredeb Tenggarong Samarinda Irian Samarinda A Yani Sangatta Lhoktuan Bontang Ahmad Yani Tarakan Simpang Tiga Pulau Bunyu Balikpapan Ahmad Yani Balikpapan Sudirman Balikpapan Klandasan Balikpapan Suprapto Balikpapan Muara Rapak Balikpapan Batakan Balikpapan Telkom Divre VI Balikpapan Baru Jl. Mulawarman No. 23 Jl. Yos Sudarso No. 80 Jl. Angkasa No. 1, Airport Road, Komp. PT Badak Jl. Jend. Sudirman No. 9 Jl. Kesuma Bangsa No. 76 Jl. Jend. Sudirman No. 747 Jl. K.H. Akhmad Muksin No. 36 Jl. Irian No. 16 C Jl. Hasan Basri Blok A No.1 Jl. Yos Sudarso II No. 2, Sangatta Wisma KIE PT Pupuk Kaltim, Lhoktuan, Jl. Pakuaji Kav. 79 Jl. Ahmad Yani No. 37 Jl. Yos Sudarso No. 25 Jl. Pangkalan, RT 01, Pulau Bunyu Jl. Jend. Ahmad Yani No. 15 Kompleks Ruko Balikpapan Permai, Jl. Jend. Sudirman No. 62 Jl. Jend. Sudirman No. 71 Jl. Letjend. Suprapto No. 1 Jl. Jend. Ahmad Yani, Komp. Pertokoan Muara Rapak D-04 Jl. Mulawarman No. 122 Gedung Telkom, Jl. MT. Haryono No. 169 - Ring Road Kompleks Ruko Balikpapan Baru Blok D.6 No. 2 Samarinda Tarakan Bontang Samarinda Samarinda Tanjungredeb Tenggarong Samarinda Samarinda Kutai Timur Bontang Utara Bontang Tarakan Tarakan Balikpapan Balikpapan Balikpapan Balikpapan Balikpapan Balikpapan Balikpapan Balikpapan 75112 77113 75324 75111 75121 77312 75512 75111 75117 75611 75313 75311 71112 77181 76113 76114 76112 76131 76125 76115 76114 76114 (0541) 742097, 741464, 741462 (0551) 25960-63, 51141, 51444 (0548) 21490, 21492, 26309 (0541) 200836-7, 731531, 731529, 743402 (0541) 742549, 743915, 743049, 745095-96 (0554) 26031, 26032, 26033 (0541) 662150, 661945 (0541) 742066, 67731696, 742102, 743455 (0541) 736514, 736587 (0549) 25084, 25085 (0548) 41558, 41559, 41410, 41217 (0548) 20332, 21913 (0551) 21933, 21700, 21358, 25936 (0551) 24318, 25001 EXT. 2544, 2343 (0542) 422882, 424994 (0542) 731257, 733860 (0542) 422821, 422900, 422822 (0542) 427000, 422840, 422842, 424511 (0542) 421559 (0541) 771191 (0542) 872588 (0542) 871584, 876614 742855, 205720 21340 21489 731530 743777, 749075 26030 664103 731718 736291 25086 41219, 41535 27453 21359 24318 422109, 424933 732249, 410555 422902 424523 421559 771447 872588 877976

HUB BALIKPAPAN AHMAD YANI

WILAYAH X/ MAKASSAR
Manado Datu Lolong Lasut Kotamobagu Bitung Gorontalo Tahuna Ternate Manado Sam Ratulangi Manado Toar Manado Sudirman Tomohon Marisa Limboto Manado Boulevard Ternate Mononutu

Jl. R.A. Kartini No. 12-14
Jl. Dotulolong Lasut No. 15 Jl. Ahmad Yani No. 51 Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 51 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 28 Jl. Dr. Sutomo No. 1 Jl. Nukila No. 51 Komp. Wanea Plaza Blok I No. 8, Jl. Sam Ratulangi Jl. Toar No. 4-6 Jl. Jend. Sudirman No. 47 Kompleks RS Bethesda, Jl. Raya Tomohon Jl. Trans Sulawesi No.29, Marisa Jl. Jend. Sudirman No. 35, Limboto Komplek Megamas, Blom 1 A No.23 Jl. Piere Tendean, Boulevard Jl. A. Mononutu No. 91 Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 60 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 132 Jl. W.R. Supratman No. 1 Jl. Hasanuddin No. 13, Poso Jl. Imam Bonjol No. 88 Jl. Sultan Hasanuddin No. 35 Jl. Moro No. 78 Jl. Trans Sulawesi No. 117 Jl. R.A. Kartini No. 12-14 Jl. M.H. Thamrin No. 10 Jl. Andi Isa No. 5 Jl. Jend. Sudirman No. 123 Jl. Gamalama Kav. 2 Jl. H. Abdullah Silondae 45, Mondonga Komplek Aneka Tambang, Jl. Ahmad Yani Jl. Pantai Mardika

Makassar
Manado Kotamobagu Bitung Gorontalo Tahuna Ternate Manado Manado Manado Tomohon Pohuwato Gorontalo Manado Ternate Palu Luwuk Toli Toli Poso Palu Palu Donggala Parigi Makassar Watampone Pare Pare Palopo Soroako Kendari Pomalaa Ambon

90111
95122 95711 95521 96112 95813 97721 95117 95112 95122 95362 96266 96211 95111 97712 94111 94711 94514 94616 94223 94112 94351 94371 90111 92713 91114 91921 91984 93111 93562 97123

(0411) 329097, 323547
(0431) 866228, 863477 (0434) 22820, 21580, 24250 (0438) 21022 (0435) 823551, 824131 (0432) 21051 (0921) 22778 (0431) 876195, 876196, 876312, 876400 (0431) 863079, 866950 (0431) 824312, 860570 (0431) 354951 (0443) 210071, 210371 (0435) 880512, 880653 (0431) 858407 (0921) 327304, 327358, 24604 (0451) 424971, 423975, 423942 (0461) 21143 (0453) 21360 (0452) 21367, 21467, 21567, 21704 (0451) 421480-2 (0451) 4215880 (0457) 71175 (0450) 22244 - 47 (0411) 319443, 324095 (0481) 21330, 21227 (0421) 21046, 24339, 25339, 25439, 21339 (0471) 22123, 23672 (0475) 321042, 321043, (021) 5249860-2 (0401) 327708 (0405) 310572, 310317 (0911) 354572-5

329095
857579, 863577 21696 21763 824305 21457 21040 876500 863677 851877 353844 210522 882363 858652 327072 424766 22038 21760 21767 421483 424975 71161 22248 310778, 335741, 21938 21416 23674 321044, (021) 5249584 322386 310562 354578

HUB MANADO DATU LOLONG LASUT

HUB PALU SAM RATULANGI
Palu Sam Ratulangi Luwuk Toli Toli Poso Palu Imam Bonjol Palu Hasanudin Donggala Parigi

HUB MAKASSAR KARTINI
Makassar Kartini Watampone Pare Pare Palopo Soroako Kendari Mesjid Agung Pomalaa Ambon Pantai Mardika

daftar cabang bank mandiri

159

JARINGAN KANTOR
Ambon Pattimura Makassar Slamet Riyadi Makassar Sulawesi Makassar Cokroaminoto Sungguminasa Makassar Cenderawasih Makassar Tanjung Bunga Makassar Panakkukang Bulukumba Makassar Daya Sengkang Pinrang Polewali Mandar Makassar Kampus IKIP Makassar Andalas Makassar Veteran Semen Tonasa Makassar RS Stella Maris Kendari Soekarno Kolaka Jayapura Ahmad Yani Manokwari Merauke Nabire Serui Fak Fak Biak Sorong Ahmad Yani Timika Wamena Jayapura Abepura Tembagapura Kuala Kencana Jayapura Sentani Jayapura Waena Jayapura Sentra Bisnis Pasifik Sorong Basuki Rahmat Tembagapura Shopping Centre

ALAMAT KANTOR
Jl. Raya Pattimura No. SK.2 / 1 Jl. Brigjend. Slamet Riyadi No. 8 Jl. Sulawesi No. 81 Jl. HOS Cokroaminoto No. 3 Kompleks Graha Satelit Blok 12 A, Jl. Sultan Hasanuddin Jl. Cenderawasih No. 185 Mall GTC Tanjung Bunga No. 22 Jl. Bolevar 89 F Jl. Sam Ratulangi No.90 Kompleks Bukit Khatulistiwa Blok B/9, Jl. Bau Mahmud No. 1 Jl. Durian No.24-26 Jl. Jend. Sudirman No. 132, Wonomulyo Kampus IKIP Gedung 4C, Jl. Bontolangkasa, Gunungsari Baru Jl. Andalas No. 116 F Jl. Veteran Utara No. 220 Komplek PT Semen Tonasa I, Kotak pos 114 Komplek RS. Stella Maris Jl. Somba Opu No.273 Jl. Soekarno No. 37 Jl. Repelita No. 1 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 35 Jl. Yos Sudarso No. 61 Jl. Raya Mandala No. 1 Jl. Pepera No. 19 Jl. Diponegoro Jl. Izak Telussa No. 26 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 99 Jl. Yos Sudarso No. 30 Jl. Trikora No. 92 Jl. Raya Abepura, Abepura Jl. Numfor Jl. Mandala Raya Selatan Jl. Raya Kemiri, Sentani Pertokoan Topaz ,Jl. Raya Waena Sentani No. 231 Kompleks Ruko Pasifik Permai Blok D No.5 Jl. Reklamasi Pantai Apo Jl. Basuki Rahmat No. 22 Family Shopping Center Tembagapura

KOTAMADYA/ KABUPATEN
Ambon Makassar Makassar Makassar Gowa Makassar Makassar Makassar Bulukumba Makassar Sengkang Pinrang Polewali Mandar Makassar Makassar Makassar Tonasa Makassar Kendari Kolaka Jayapura Manokwari Merauke Nabire Serui Fak-fak Biak Sorong Timika Wamena Jayapura Tembagapura Kuala Kencana Jayapura Jayapura Jayapura Sorong Tembagapura

KODE POS
90172 90111 90174 90174 92111 90133 90134 90231 92512 90241 90913 91211 91352 90221 90155 90145 90662 90001 93127 93560 99111 98311 99613 98801 98212 98601 98112 98414 98663 99511 99351 98100 99920 99352 99351 99112 98401 98100

TELEPON
(0911) 345587, 353122 (0411) 319963-4 (0411) 317378, 317388 (0411) 323809, 317545 (0411) 840133 (0411) 837609 (0411) 838841 (0411) 425290, 441605 (0413) 2587965, 2587966, 2587967 (0411) 591255, 591256 (0485) 324333, 324222 (0421) 921367, 922145 (0428) 51985, 51987, 51988 (0411) 874744 (0411) 334023, 310164 (0411) 319981. 332354 (0411) 320672 (0411) 854289 (0401) 331211, 321477 (0405) 22225 (0967) 531028, 534186/9, 533919 (0986) 213567, 211102 (0971) 321333, 321128 (0984) 21135, 21045 (0963) 31535-7 (0956) 22119, 22124, 22480, 22120 (0981) 22000, 21527, 22528 (0951) 323200, 323111, 323222 (0901) 321727, 321145, 321045 (0969) 31033, 31010 (0967) 581397, 587183 (0901) 351125, 351027, 404225 (0901) 302265, 302266 (0967) 591668 (0967) 572813, 572816 (0967) 535166, 535177 (0951) 323845, 323844, 321440 (0901) 352707, 403122

FAKSIMILI
352208 317854 320629, 320473 316488 840134 837609 838842 443777 2587968 591257 324111 921878 51986 874747 310372 332354 311973 854289 331210 22226 534494, 531836 211222 322094 21683, 23170 31636, 31179 22636 21557 323400, 323981 321515 32520, 33646 587182 351155 302264 593624 572817 535178 321113 407625

HUB JAYAPURA AHMAD YANI

WILAYAH HUB

KC KCP

KK PEMBUKAAN CABANG BARU

160

daftar cabang bank mandiri

kantor luar negeri/perwakilan Jaringan Kantor
Bank Mandiri Cayman Island

Alamat Kantor
Cardinal Plaza 3rd Floor #30 Cardinal Avenue, George Town Grand Cayman, Cayman Island PO BOX 10198 APO

Telepon
1-345-945-8891 (3 lines)

Faksimili
1-345-945-8892

SWIFT
BEIIKYKY

Telex
4206 EXIMCAY

website
-

Bank Mandiri Dili - Timor Leste

Jl. Ave Presidente Nicolau Lobato No. 12 Colmera, Dili, Timor Leste

670-390-317-555 or 777 Lokal: 5263769 Satelit: +086815000123

670-3317-444 /190/192

-

-

-

Bank Mandiri Hong Kong Branch

7th Floor, Far East Finance Centre 16 Harcourt Road, HongKong

852-2527-6611, 852-2877-3632

852-2529-8131, 852-2877-0735

BBUDHKHH

70663 / 71360 MDRIHX www.bankmandirihk.com

Bank Mandiri Singapore Branch

9 Raffles Place #35 - 01 / 02 Republic Plaza, Singapore 048619

65-6213-5588 (General) 65-6213-5880 (Dealer) 65-6532-6086 (Dealer Board)

65-6438-3363 (General) 65-6536-3008 (Dealers)

BEIISGSG

RS23697 MDRISQ (General) RS23699 MDRIFX (Dealers)

www.ptbankmandiri.com.sg

Bank Mandiri Europe Limited

Cardinal Court (2nd Floor) 23 Thomas More Street London EIW IYY, United Kingdom

44-207-553-8688

44-207-553-8699

BEIIGB2LA

8813270

www.bkmandiri.co.uk

Bank Mandiri 3401, Bank of China Tower Shanghai 200 Yin Cheng (M) Road, (Representative Office) Pudong New Area, Shanghai 200120, People’s Republic of China

86-21-5037-2509

86-21-5037-2507

-

-

-

161

Sutomo No. Raya Merak No. T. Jl. Ahmad Yani No.8. Palembang 30125 Jl.17–18. 16. Lubuk Baja. Kelapa Gading.18. Bandarlampung 34223 Jl. Imam Bonjol No.7–8. Batam 29422 Jl. 3. 10. Jakarta Barat 11460 Jl. Jakarta Pusat 10210 Jl. Binjai 20711 Jl. H. 94 A. Ahmad Yani. Martadinata.03 Lt. 1. 6 7. R. Jakarta Utara 14410 Jl. Jakarta Pusat 10730 Jl. Thamrin. Petamburan. Jakarta 10120 Komplek Artamas. Ahmad Yani. Medan Jl. Juanda No. Jakarta Utara 14240 Ruko Roxy Blok E No. 79. Jend. 452. 142 AB. M.H. Bukit Tinggi 26111 Jl. Batam 29432 Jl. Jakarta Pusat 10410 Jl. Jend. Tangerang 15133 Jl. K. Sudirman No. Pangeran Tubagus Angke No. Bagindo Aziz Chan No. K. Jakarta Barat Jl. Jakarta Barat 11110 Jl. 8868401 (021) 2303146 (021) 8508807 (021) 3868114 (021) 8315687 162 daftar alamat mbu.E. Pulogadung. Jend. Raya MH Thamrin Ruko Mahkota Mas Diamond(The BEST) Blok J No. 56 A–B. Cilincing. Jend. Cilegon 42431 Jl. Thamrin. Pematang Siantar 21117 Jl. 1–2. M. 28. Lapangan Stasiun No. Arteri Mangga Dua Raya. 30. Yos Sudarso No. CBC & SDBC .Sutomo Palembang Atmo Palembang PUSRI Palembang Pusat Dagang Bengkulu S. 39 A. Harapan Business Center Blok I No. Medan 20212 Jl. Bekasi 17141 Jl. 750. Ir. Samanhudi No. 73. Diponegoro No. Jakarta Timur 13210 Komplek Ketapang Indah. Komp. Jl. Dr. Sudirman No. 2. 73. Pasar Ikan. Jakarta Pusat 10730 Komplek Pertokoan Mitra Bahari Blok E No. Ciledug Raya No. Fakrudin No. Metro 34111 Jl. Jakarta Barat 11210 Komplek PT KBN. Jl. Parman Prabumulih Sudirman Jakarta Tanjuk Priok Yos Sudarso Jakarta Kota Jakarta Pasar Baru Jakarta Mangga Dua Jakarta Mitra Bahari Jakarta Jelambar Jakarta Gambir Jakarta PuloMas Jakarta Ketapang Indah Jakarta Jembatan Lima Jakarta Cakung Jakarta Pangeran Jayakarta Tangerang Bumi Serpong Damai Tangerang Ahmad Yani Jakarta Puri Indah Tangerang Ciledug Jakarta Grenvil Serang Jakarta Kali Deres Jakarta Tanjungduren Tangerang Cikokol Cilegon Merak Tangerang Merdeka Jakarta RS. Bengkulu 38223 Jl. Kartini No. Serang 42112 Jl Utama Raya Blok A/B No 57 B Cengkareng. Sultan Agung No. Ahmad Yani No.292.H. Kebon Sirih No. Merdeka No.4-5 Tangerang Cikokol 15117 Jl. Aipda KS Tubun 92–94. 21.1. Jend. Lippo Cikarang. Raya Bekasi Km. Jakarta Selatan 12970 phone (0778) 432315 (0778) 327842 (061) 4143990 (061) 6643696 (061) 4523509 (061) 6940246 (061) 6642658 (061) 7864298 faX (0778) 457830 (0778) 322474 (061) 4517644 (061) 6611100 (061) 4155269 (061) 6941768 (061) 8828064 (061) 6619540 (061) 7864598 (0721) 483212 (0725) 48269 (0721) 241998 (0751) 33124 (0752) 625035 (0741) 7551066 (0711) 7063376 (0711) 7063378 (0711) 7068155 (0713) 7000031 (021) 4371948 (021) 69833165 (021) 92694422 (021) 926 94425 (021) 92694421 (021) 70974118 (021) 3864028 (021) 40706202 (021) 70972293 (021) 70972292 (021) 4405213 (021) 70770600 (021) 70970235 (021) 92694419 (021) 92694420 (021) 5866499 (021) 5689044-6 (0254) 201260 (021) 70637223 (021) 70759125 (021) 55755791 (0254) 437194815 (021) 5516142 (021) 70917154 (021) 7020066 (021) 92694223 (021) 92694427 (021) 70950705 (021) 70995199 (021) 70950768 (021) 70988472 (021) 70992877 (021) 70920521 (021) 70986304 (021) 70985974 (021) 3868112 - (0721) 485082 (0725) 41860 (0721) 241998 (0751) 33124 (0752) 625035 (0741) 7550082 (0711) 313655 (0711) 719882 (0711) 310873 (0713) 326005 (021) 43930980 (021) 69833167 (021) 2310318 (021) 6592683 (021) 6625327 (021) 5647439 (021) 3864031 (021) 4898109 (021) 6349340 (021) 6306112 (021) 44820937 (021) 6399070 (021) 5376769 (021) 5525004 (021) 92752304 (021) 5866499 (021) 5689048 (0254) 217723 (021) 5450257 (021) 5666552 (021) 5543048 (0254) 4392616 (021) 5523718 (021) 5480027 (021) 89902878 (021) 2301338 (021) 8862613 (021) 325285 (021) 4504788 (021) 89902878 (021) 5711671 (021) 4602875. 1 Jl.II. Pusat Perdagangan Kalimalang Blok A 3 No. Sudirman No. Jakarta Utara 14210 Jl. Bekasi 17141 Jl. Mansyur No. K. Bekasi 17550 Jl. Yos Sudarso Blok A No. Pangeran Jayakarta No. Puri Indah Raya Ruko Blok I/1. Bekasi 17550 Jl.7.1A Pulo Brayan. 2. S. 4602879 (021) 8846716. Brigjen Zain Hamid No. Moch.9 Gedung YDPK.15. Tangerang 42431 Grenvil Real Estate Blok BG 31–36 Jl. MBDC.H. Jambi 36113 Jl. 5 Jl. Jakarta Barat 11410 Ruko Roxy Blok E . Jend. Mayor Zein No. Jakarta Pusat 10710 Arkade Dusit Mangga Dua No. Jl. Gunung Rinjani No. Laksamana Malahayati No. Sudirman No. Jakarta Pusat 10250 Jl. Sutomo Kotak Pos 14. Pusat Pasar No.13 Blok R-G Sektor IV Bumi Serpong Damai. 18. Rustam Effendi No.116–117 Jakarta Pusat 10250 Jl. Sumatera Selatan 31121 Jl. 118.No. Tangerang 15111 Jl. Jakarta Barat 11140 Jl. Medan 20239 Jl. Komplek Ruko No. 21. Palembang 30125 Jl. Jakarta Utara 14250 Jl.H. Jakarta Pusat 10340 Jl. 7 G–H. Belawan 20411 Jl. Jakarta Barat 11470 Jl. Senen Raya No. Kolonel Atmo No. Ciledug. Pelabuhan II Kotak Pos 15. Medan 20158 Alamat Booking Kredit: KC Imam Bonjol Jl. Medan 20116 Jl. Palembang 30118 Jl. 18. Medan 20112 Jl. Kirana Raya No.daftar MBU. Gunung Krakatau No.167 D. Padang 25211 Jl Perintis Kemerdekaan No. Pusat Perdagangan Kalimalang Blok A VIII No. Lippo Cikarang. Jend. 77 Kav. 183. Tangerang 15311 Jl. 117. Jatinegara Barat No. 94–95. Pangkal Pinang 33128 Jl. Raya Cakung.H. Jakarta Utara 14440 Jl. CBC & SBDC LOKASI Daftar MBU Batam Lubuk Baja Batam Sekupang Martadinata Medan Pusat Pasar Medan Pulo Brayan Medan Kirana Medan Belawan Binjai Medan Gunung Krakatau Medan Katamso Pekanbaru Sudirman Atas Pematang Siantar Pangkal Pinang Bandar Lampung Teluk Betung Metro Tanjung Karang Kartini Padang Bagindo Aziz Chan Bukit Tinggi Jambi Dr. mbdc. Jend. Tanah Abang. Imam Bonjol. 22–23. Sudirman No. Kebon Jati No. Pekanbaru 28115 Jl. Tanjungkarang 35111 Jl. H. Prabumulih. Bendungan Hilir No. Jakarta Barat 11610 Jl. Zainal Arifin Blok A1. Jl. 9. Pelni Bekasi Cikarang 1 Jakarta Fakhrudin Bekasi Sentra Niaga Kalimalang Jakarta Sabang Jakarta Kelapa Gading Barat Bekasi Cikarang II Jakarta Bendungan Hilir Pulogadung Bekasi Ahmad Yani Kebon Jati Jakarta Jatinegara Barat Jakarta Atrium Senen Jakarta Pasar Rumput MBDC Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin ALAMAT Jl. 46. Bolevar Barat Raya Blok LC-7 No. 550. LetJend.P. Jakarta Timur 13320 Ruko Segitiga Senen Blok E-21/22 Jl. Tanjungduren Raya No. 7. 135. 59 D. Parman No. 40–42.

Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12160 Komplek Pertokoan Pamulang Permai Blok SH IX Kav. Raya Cimahi No. 4. 54–55 Jakarta Selatan 12190 Jl. Bandung 40174 Jl. Cianjur 43211 Jl. 242. Bandung 40115 Jl. Jakarta Selatan 12220 Ruko Mutiara Center B/3 Jl. Pertokoan Cibubur Indah Blok A.B. Otto Iskandardinata No. Kiara Condong No. Martadinata No. Bintaro Utama. Jl. Raya Cipanas No. 612. Garut 44115 Jl. Majalengka 45453 phone (021) 70980933/12 (021) 92694424 (021) 92694411 (021) 92694426 (021) 70975943 (021) 70268090 (021) 3161938 (021) 70973988 (021) 84977412. 155 A. Jend. mbdc. Bandung 40266 Jl Soekarno Hatta No. 10. Tarum Barat Km. Cianjur 43553 Jl. Otto Iskandardinata No. Kalimalang Jl. Bogor 16121 Jl. T. Bandung 40173 Jl. Jl. Raya Kebayoran Lama No. Pahlawan Revolusi No. 73. 88.134. Jakarta Timur 13510 Jl. Sukabumi 43131 Jl.11–12. Jakarta Selatan 12510 Jl. 24. Asia Afrika No. Jakarta Timur 13310 Komplek Gajah Unit F & G. Kyai Maja No. Bandung 40132 Jl. Jakarta Selatan 12430 Jl. Tangerang 15417 Jl. Kapten Muslihat No. Ahmad Yani No. Cirebon 45154 Jl. Siliwangi No. Ciamis 46211 Jl. 99.103 . Kebayoran Baru. Asia Afrika No. Kadipaten.5. 92694412 (021) 92694415 (021) 92694414 (021) 84977412. 176. Jakarta Selatan 12330 Jl. R. 3. 87711803 (021) 8482936 (021) 7444812 (021) 87704206 (021) 8482936 (021) 7762684 (021) 7547565 (021) 7764715 Depok Tengah Jakarta Sudirman (021) 77823438 (021) 7715441 Jakarta Mayestik Jakarta Pasar Minggu Jakarta Melawai Jakarta Pamulang Jakarta Fatmawati Jakarta Bintaro Jaya Jakarta Palmerah Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman (021) 70978006 (021) 70625334 (021) 92694417 (021) 92718230 (021) 92715040 (021) 7375187 (021) 5307758 (021) 7233715 (021) 79192536 (021) 2700352 (021) 74713028 (021) 7692309 (021) 7374537. Bandung 40235 Alamat Booking Kredit: Hub Bandung Asia Afrika Utara Jl. 57. Jakarta Timur 13220 Jl. Saharjo No. 133. T. Tole Iskandar. Bandung 40261 Jl. 94–96. Ahmad Yani No. Raya Tarum Barat Blok M I No. Jakarta Pusat 10270 Alamat Booking Kredit: Plaza Bapindo. Cirebon 45124 Jl. Jl. Bandung 40612 Jl. Bandung 40111 Jl. Tangerang 15419 Jl. Jl.S. Palmerah Barat No. Bogor 10123 Jl.12–14. Sudirman No. Dewi Sartika Ciputat Tangerang Jl. LetJend. Gerbang Puri Tirta Kencana. Melawai Raya No.B. 5 A–C. Pemuda No. Pacet. 730. 310. Jakarta Timur 13450 Jl. Margonda Raya No. Tasikmalaya 46113 Jl. 293. Cirendeu Raya. Arteri Simprug. Bogor 16121 Jl. Ahmad Yani No. 111. 51. 51. Juanda No. Kalimalang. Soekarno Hatta No. 8. Bintaro Jaya Sektor I. 486. 89 J. Kramat Raya No. Abdul Rahman No. 25 AB. 50 B. Raya Tegalwangi Km. 2. CBC & SDBC 163 . 28. Kramat No. 21. Soekarno Hatta No. 736406869 (021) 5308376 Jakarta Kebayoran Lama Tangerang Ciputat Center Jakarta Simprug Purwakarta Bandung Alun-alun Bandung Siliwangi (Lapangan Raya) Bandung Braga Bandung Padjajaran Bandung Pasteur Bandung Otista Bandung Kiara Condong Cimahi Bandung Sukarno Hatta Bandung Buah Batu Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung (021) 725 6917 (021) 7400352 (021) 7397958 (0264) 207185 (022) 4205555 (022) 2506858 (022) 70831973 (022) 91142244 (022) 70840361 (022) 70838293 (022) 7213891 (022) 6645209 (022) 70284145 (022) 70725682 (021) 72791036 (021) 7426021 (021) 7231358 (0264) 201507 (022) 4205312 (022) 2531940 (022) 4204444 (022) 6002019 (022) 6020361 (022) 4237271 (022) 7205633 (022) 6645209 (022) 7562944 (022) 6046261 Bandung Bina Citra Sumedang Bandung Ujung Berung Bandung Ahmad Yani Bandung Martadinata Garut Bandung Kopo Bogor Kapten Muslihat Bogor Suryakencana(Siliwangi) Cianjur Cipanas Bogor Juanda Sukabumi Ahmad Yani Tasikmalaya Otto Iskandardinata Tasikmalaya Sutisna Ciamis Cirebon Yos Sudarso Cirebon Tegal Wangi Cirebon Siliwangi Majalengka Kadipaten Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung (022) 70687389 (0261) 201523 (022) 7834976 (022) 7278151 (022) 4267694 (0262) 243971 (022) 5425541 (0251) 352529 (0251) 7165499 (0263) 270891 (0263) 524467 (0251) 357018 (0266) 237393 (0265) 313582 (0265) 332422 (0265) 771383 (0231) 246655 (0231) 325480 (0231) 3387057 (0233) 664511 (022) 5409846 (0261) 201523 (022) 7834977 (022) 7213708 (022) 4204991 (0262) 232675 (022)4204991 (0251) 356037 (022) 381134 (0263) 270891 (0263) 511039 (0251) 356037 (0266) 2211160 (0265) 331824 (0265) 332422 (0265) 771384 (0231) 223421 (0231) 321026 (0231) 206343 (0233) 662004 daftar alamat mbu. Suroso No. Pertokoan Prima Indah No. Raya Bogor. Raya Jakarta Bogor Km. Ahmad Yani No. Bandung 40111 Jl. Sumedang Jl. Surya Kencana No. 11. Pejaten. Jakarta Selatan 12240 Jl. Cirebon 45111 Jl. Tasikmalaya 46114 Jl. 133. Jl. Jakarta Timur 13710 Jl. 11–14. Simatupang No. 57. Jakarta Pusat 10450 Jl. 139. Pondok Bambu. 39. Ir. Bandung 40112 Jl. Siliwangi No. 222. Sutisna Senjaya No. Raya Terusan Kopo 228 A. Dr. Kav. Raya Pondok Gede No. 107. Jakarta Timur 13760 Komplek Ruko Sukmajaya No. Simatupang No. Jakarta Timur 13720 Jl. 132 B. LetJend. Jl. Pertokoan Ramayana Blok A No. Fatmawati No. Bandung 40282 Jl. Depok 16432 Jl. Depok II Tengah. 162. 95. 92694412 (021) 92694413 (021) 92694416 (021) 7764715 faX (021) 8632073 (021) 2800072 (021) 8282349 (021) 47882420 (021) 8656511 (021) 8652418 (021) 3161946 (021) 87713945. 6 A1–2. Jakarta Timur 13470 Jl. 32–33. Depok 16411 Alamat Booking Kredit: Hub Pasar Rebo Plaza PP. Pondok Gede. Jakarta Selatan 12120 Jl. Jakarta 12810 Jl. H. 124. 43. Raya Pasar Minggu No. Dr. Nusantara Raya No. Jakarta Timur 13760 Jl. Raya Timur No. 44. Jend. 2. Braga No. 17. 15.22–23. Raya Ujungberung No. Matraman Raya No. Bandung 40281 Jl. Cinere Raya Kav. Depok 16514 Jl.LOKASI Jakarta Pahlawan Revolusi Jakarta Pasar Jatinegara Jakarta Saharjo Jakarta Rawamangun Pemuda Jakarta Kalimalang Pondok Kelapa Jakarta Kramat Raya Jakarta Cimanggis Jakarta Plaza Kramat Jati Indah Jakarta Cirendeu Jakarta Cibubur Bekasi Plaza Pondok Gede Depok Cinere Depok I MBDC Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman ALAMAT Jl. Bekasi 17414 Jl. Sudirman Kav. 12. Pajajaran No.E. Bandung 40235 Jl. Kebayoran Lama. Billy Moon. Depok 16432 Alamat Booking Kredit: Hub Pasar Rebo Plaza PP. Yos Sudarso No. 57. Bandung 40525 Jl. 125. Purwakarta 41115 Jl. 9 No. Lapangan Tembak. 26. Bandung 40251 Alamat Booking Kredit: Hub Bandung Braga. Cilandak. R. Bandung 40226 Jl. Junjunan No. 58. Braga No.

Mayor Dasuki No. Tuban 62317 Jl. Situbondo 68311 Jl. 55 K. 69 B. Jend. Pahlawan No. Ahmad Yani No. Semarang 50241 Jl. Surabaya 60160 Jl. Pekalongan 51119 Jl. Sudirman No. Jaksa Agung Suprapto 65. 45. 10. Perak Timur No. Temanggung 56254 Spoke Yogyakarta Diponegoro Jl. 55. Jend. Kuta Raya No. Sudirman No. Gombong 54411 Jl. Jl. 245. Kediri 64123 Jl. 115. Surabaya 60164 Jl. 671 E–F. Raya Krian No.A. Dr. Indrapura No. Pahlawan No. Tegal 52131 Plaza Dedy Jaya. Probolinggo 67211 Jl. Hayam Wuruk No. Surabaya 60225 Komplek Pertokoan Rungkut Megah Raya Blok E/5-6. Surabaya 60176 Jl. Jend. Jl. 3. 7. Surabaya 60271 Jl. 92. 107. 2–4 Surabaya 60261 Jl.1 dan 2. Surabaya 60281 Jl. Pekalongan 51119 Jl. 11. Solo 57111 Jl. BrigJend. Soekarno-Hatta No. Yogyakarta 55232 Kampus STIE YKPN. Banjarnegara 53411 Jl. 41. Pamekasan 69315 Jl. Raya Kali Rungkut No. Panglima Sudirman No. Parman No. 472695 (0282) 535408 (0275) 641306 (0286) 592375 (024) 9311366 (024) 3585084 (024) 8505501 (024) 3585084 (024) 355184 (024) 6924295 (0291) 438769 (0298) 316011 (024) 8505501 (0283) 353628 (0283) 322194 (0283) 673535 (0285) 435087 (0285) 435087 (031) 5678075 (031) 8704910 (031) 8472974 (031) 8941577 (0343) 842323 (031) 8971304 (031) 5054765 (031) 5311429 (031) 5035346 (0321) 323093 (0321) 875542 (031) 3530951 (0353) 892114 (031) 3550576 (031) 3544319 (031) 3293579 (0356) 892114 (031) 3981442 (0322) 318773 (0324) 324302 (031) 5926432 (031) 5311305 (0341) 335291 (0351) 463482 (0331) 485461 (0335) 422303 (0338) 671854 (0333) 423257 (0343) 432305 (0354) 681629 (0341) 364665 (0341) 512335 (0355) 329834 (0361) 234646 (0361) 752221 (0361) 231277 164 daftar alamat mbu. Brebes 52212 Jl. mbdc. Komplek Pertokoan Rejotumoto. Surabaya 60113 Menara BBD. Suroyo No.10. Ahmad Yani No. 121 F. BrigJend. Muntilan 56414 Jl. 55. Jend. Sudirman No. Sugiyopranoto No. 2. Raya Mulyosari No. 463. Denpasar 80112 Jl. 164. Yogyakarta 55231 Kompleks Ruko Muntilan Plaza. Yogyakarta 55121 Jl. Semarang 50511 Jl. Madiun 63116 Jl. Gajah Mada No. Jl. Sudirman No. Pasuruan 67112 Jl. Slamet Riyadi No. Jember 68118 Jl. Semarang 50191 Jl. Brigjend. Jl. Indramayu 54212 Jl. Slamet Riyadi No. Sudirman No. 23. Kutoarjo 54212 Jl. Solo 57142 Jl. Diponegoro No. Kembang Jepun No. Sudirman No. Arief Rahman Hakim No.LOKASI Jatibarang MBDC Bandung ALAMAT Jl. Pemuda No. 26. Semarang 50232 Jl. Lamongrejo No. Sidoarjo 61219 Jl. 29. Mojokerto 61321 Ruko Cempaka Mas Blok A 1–2. Plaza Manyar Megah Indah Blok J 5–6. Surabaya 60293 Jl. Soekarno Hatta Kotak Pos 27. Mojopahit No.I. Gresik 61122 Jl. 31. Sugiyopranoto No. S. Kartini No. Jl. 8. Surabaya 60162 Jl. 47. 7. Pangeran Diponegoro No. 713896 (0271) 661638. Pertokoan Sutorejo Prima Blok PC 21. Sungkono No. D. Sekip Blok L 6. Semarang 50137 Jl. Ahmad Yani No. Rungkut Industri Raya No. Jend. 102. 3. Mayjend. 5. 375 A–B. Ngagel Jaya Selatan. Lamongan 62213 Jl. 210. 114. 36 A–B. Semarang 50246 Jl.10. Yogyakarta 55213 Alamat Booking Kredit: KC Wisma PU. Diponegoro No. Surabaya 60284 Jl. 48 A–B. 16. Sidoarjo 61219 Jl. Jend. Jl. Yos Sudarso No. 7. Stasiun Kota No. S. AA Gde Ngurah No. Udayana No. Kalimantan No. R. 160. Malang 65119 Jl. Brigjend. Jend. Parakan. 94. Kepodang No. Malang 65112 Jl.eral Sudirman No. Jl. Ahmad Yani No. 109. Basuki Rachmat No. Ahmad Yani No. 11. Tulungangung 66219 Jl.60 C-D Kav. Denpasar 80112 Jl. Jend. Denpasar 80361 Jl. Laksda Adisucipto No. 27–31. Jend. Jatibarang Alamat Booking Kredit: Spoke Indramayu Panjaitan Jl. Tegal 52123 Jl. Panjaitan No. Magelang 56126 Jl. Pemuda Utara No. Gatot Subroto No. 120. Banyuwangi 68411 Jl.168–170. 26. Krian. Wahidin Sudiro Husodo No. Sidoarjo 61274 Alamat Booking Kredit: Spoke Sidoarjo Jl. No. Semarang 50246 Jl. Purwokerto 53114 Jl. 107–109. Pangeran Diponegoro No. CBC & SDBC . 107 Yogyakarta 55231 Jl. 100. Katamso No. Bojonegoro 62113 Jl. Hayam Wuruk No. 32–34. 19. Majapahit No. Raya Porong No. Parman No. Batu Jl. Kudus 59301 Jl. Jombang 61481 Jl. Dewi Sartika No. Seturan. 645500 (0271) 661638. Cilacap 53212 Jl. Saubari No. 3. 45. Ahmad Yani No. Jl. Solo 57111 Jl.456. 398. Pangeran Diponegoro No. Sidoarjo 61262 Alamat Booking Kredit: Spoke Sidoarjo Jl. H. 165 Yogyakarta 55281 Jl. Merdeka Barat No. Klaten 57414 Jl. Basuki Rahmat No. 339. Sidoarjo 61219 Jl. 17. Slamet Riyadi No. 645500 (0272) 321277 (0281) 642934 (0287) 474020. Kaliurang. Salatiga 50711 Kompleks Ruko Majapahit.151.329. 16. 5. Pangeran Diponegoro No. 3. Mataram 83235 phone (0234)-356535 faX (0234) 353569 Magelang Yogyakarta Sudirman Yogyakarta STIE YKPN Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta (0293) 312480 (0274) 586425 (0274) 486164 (0293) 364282 (0274) 561893 (0274) 486164 Yogyakarta Diponegoro 1 Yogyakarta Katamso Yogyakarta UGM Parakan Yogyakarta Diponegoro 2 Muntilan Solo Purwotomo Solo Slamet Riyadi 1 Solo Slamet Riyadi 2 Klaten Purwokerto Gombong Cilacap Kutoarjo Banjarnegara Semarang Pahlawan Semarang Sugiyopranoto 1 Semarang Candi Baru Semarang Sugiyopranoto 2 Semarang Kepodang Ungaran Kudus Salatiga Semarang Majapahit Tegal Arif Rahman Hakim Tegal Sudirman Brebes Pekalongan Hayam Wuruk 1 Pekalongan Hayam Wuruk 2 Surabaya Sungkono Surabaya Rungkut Megah Raya Surabaya Rungkut SIER Sidoarjo Sidoarjo Porong Sidoarjo Krian Surabaya Bratang Binangun Surabaya Pemuda Surabaya Gubeng Mojokerto Jombang Surabaya Stasiun Kota Bojonegoro Surabaya Kembang Jepun Surabaya Indrapura Surabaya Tanjungperak Tuban Gresik Lamongan Pamekasan Surabaya Mulyosari Surabaya Swandayani Malang Merdeka Madiun Jember Alun alun Probolinggo Situbondo Banyuwangi Pasuruan Kediri Malang Suprapto Batu Tulungagung Denpasar Gajah Mada Kuta Raya Denpasar Udayana Mataram AA Gde Ngurah Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Denpasar Denpasar Denpasar Denpasar (0274) 586731 (0274) 415681 (0274) 541909 (0293) 596598 (0274) 368275 (0293) 585985 (0271) 717786 (0271) 661638 (0271) 669817 (0272) 325743 (0281) 642624 (0287) 5500111 (0282) 534898 (0275) 641306 (0286) 592375 (024) 8450527 (024) 70702520 (024) 70709465 (024) 70702540 (024) 3544401 (024) 70784004 (0283) 342155 (0298) 313464 (024) 70780650 (0283) 3319277 (0283) 342155 (0283) 3319266 (0285) 422550 (0285) 422550 (031) 5632909 (031) 8704910 (031) 8472974 (031) 8959290 (0343) 842808 (031) 8982377 (031) 5054765 (031) 5312253 (031) 5025345 (0321) 330725 (0321) 875142 (031) 3525307 (0353) 892110 (031) 3557150 (031) 3293553 (0356) 333204 (031) 3972835 (0322) 316581 (0324) 330803 (031) 5962282 (031) 5460855 (0341) 335292 (0351) 472472 (0331) 427884 (0335) 423822 (0338) 676543 (0333) 421577 (0343) 432303 (0354) 699328 (0341) 331212 (0341) 512577 (0355) 328155 (0361) 262983 (0361) 7464685 (0361) 233971 (0274) 562878 (0274) 415388 (0274) 541908 (0293) 596598 (0274) 562878 (0293) 585985 (0271) 712864. Ruko Sultan Agung. 1. Yogyakarta 55281 Jl. Pemuda. 36 A–B.5 Surabaya 60293 Jl.

841 9758. Sulawesi No. 421 8733. Suprapto No. Kalimantan Selatan 70713 Jl. Jl. 698 33167 / 64 (021) 5266 940 Jakarta Thamrin Bandung Semarang Surabaya Denpasar Banjarmasin Makassar Yogyakarta Malang Menara BDN Lt. 1. Cokroaminoto No. Makassar 90174 Jl. Achmad Yani No. 51. 2. 319467 (0274) 561 923 (0341) 335 291 daftar alamat mbu. Yani No. Sudirman Kav. 45. Asia Afrika No. Yani Banjar Baru Samarinda Sudirman Balikpapan Suprapto Makassar Kartini Sungguminasa Makassar Cendrawasih Makassar Sulawesi Manado Datu Lolong Lasut Bitung Makassar Daya MBDC Denpasar Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar ALAMAT Jl. Jend. Makassar 90241 Alamat Booking Kredit: Hub Makassar Kartini. 15. 7. 319 442 (0274) 586731 (0341) 335 290. 12-14. 263333. 4.(223 296) (0511) 3269626. Sam Ratulangi No. Medan Jl. Achmad Yani KM 2 No. 335 292 (061) 451 6837 (0711) 368 510 (021) 691 0681. mbdc. (024) 841 9756(DM) (031) 534 8808 ext.2). 81. Makassar 90174 Jl. Basuki Rachmat No. TP. 129 137.13. Dr. flexi 706 3877 (021) 691 6533. Banjarbaru. Jend. Perintis Kemerdekaan Km.34 No. 12–14. Samarinda 75111 Jl. Jl. Jl. Jend. 4. CBC & SDBC 165 . 226 / 5321819 (0361) 238083 ext 216 (0511) 326 2540. Rustam Effendi No 550. RA Kartini No. Denpasar 80232 Jl. 698 33162 / 63 / 66 (021) 5266 566 ext 1112-1114. 355 190.54-55. Bitung 95521 Komplek Bukit Khatulistiwa Blok B/9. 262690. Jakarta Barat 11110 Gedung Plaza Bapindo Lt. Surabaya 60271 Jl. Makassar 90111 phone (0511)3361154 (0511)3269626 (0511)7473729 faX (0511) 3361154. 83. 185. Jl. Jl. Makassar 90133 Jl. Banjarmasin 70233 Jl. 421 8722. RA Kartini No. Banjarmasin 70111 Jl.1. 326 2540 (0411) 323809. Jakarta Selatan 12190 (061) 453 6661 (0711) 313 767. Lambung Mangkurat No. Yogyakarta 55231 Jl. 31 D. 390 8322 (022) 421 8797 (024) 841 9759 (031) 535 6372 (0361) 238082. Banjarmasin 70233 Jl. 4 5. Sultan Hasanuddin. 421 8765 (024) 841 9757. 51 Bandung 40001 Jl. Jakarta Pusat 10340 Jl. DM(021) 5266 936 (021) 3983 3059 (022) 421 8911. Diponegoro No.eral Ahmad Yani Km. Jend. 3(Lt. 3350928 (0511) 3257278 (0511) 4780777 (0411) 3650401 (0411) 864226 (0411) 8112628 (0411) 320473 (0411) 333455 (0411) 864226 (0411) 8112628 (0411) 320473 (0411) 4772368 (0411) 4772368 Daftar MBDC (Micro Banking District Center) Medan Palembang Jakarta Kota Jakarta Sudirman Bank Mandiri Cab. Dotu Lolong Lasut No. 4. Imam Bonjol No. A. HOS. Balikpapan 76131 Jl. Makassar 90111 Kompleks Graha Satelit Blok 12 A. Lapangan Stasiun No. Pahlawan No. Malang 65119 (021) 230 2926. 356 436. Sudirman No. 317345. 15. Manado 95122 Jl. 257278. Jl. Merdeka Barat No.LOKASI Singaraja Banjarmasin Pangeran Samudra Banjarmasin A. 107. 257281 (0411) 316488. Jl. Kebon Sirih No. Palembang/Pusat Dagang Jl. 16 D. Cenderawasih No. Gowa 92111 Jl. 3. Zainul Arifin. Semarang 50243 Gedung Bumi Mandiri Lt 11. Jend. 60 Singaraja 81116 Jl. Surapati No.

A. Makassar 90111 Jl. R.Gatot Subroto Kav. Jl.Gatot Subroto Kav. Kebon Sirih No. Jl.4209328 031 5480731 0411 312595 0711 360361 061 4155385 0361 244342 0511 3363082 021 5267549 024 3580579 021 39832891 021 2600508 0761 856732 166 daftar alamat mbu. A Rivai No 39 Palembang 30135 Jln. MH Thamrin No 5 Jakarta Pusat 10340 Jl.Lambung Mangkurat No. Kapten Rivai No. Basuki Rahmat No. Jakarta Selatan 12190 Jl. Jend. 7.155 Bekasi 17112 Plaza Mandiri Lantai 29.12 Kelapa Gading Jakarta 14240 Gedung Spoke Bekasi Juanda. Jl. Jend.A. Asia Afrika no. 54-55. Banjarmasin 70111 061 4153393 0761 856743 0711 355399 022 4220595 024 3520053 031 5320642 0361 244336 0411 311752 0511 4366792 061 4155385 0761 856732 0711 360361 022 4209328 024 3580579 031 5480731 0361 238082 0411 312595 0511 4366793 DAFTAR SDBC SDBC SBDC Bandung SBDC Surabaya SBDC Makassar SBDC Palembang SBDC Medan SBDC Denpasar SBDC Banjarmasin SBDC Jkt Sudirman SBDC Semarang SBDC Jkt Thamrin SBDC Jkt Kota SBDC Pekanbaru Alamat Jl. 8 Banjarmasin Jl. Imam Bonjol No.73 Semarang 50139 Gedung Bumi Mandiri Lantai 11. 129 137 Surabaya 60271 Jln. Asia Afrika No. 19 Makassar 90111 Jl. Kapten Rivai No. Jl. Kebon Sirih No. Jakarta Barat 11110 Gedung Menara BDN Lantai 3.Suropati no. Jl.83 Jakarta Pusat 10340 Bank Mandiri Tower Lantai 5.19. A Yani No 85 Pekanbaru 28115 Telepon 022 4240286 031 5348880 0411 312984 0711 312500 061 4154600 0361 238083 0511 9965484 021 5268115 024 3514321 021 39832879 021 6915478 0761 839267 Faksimili 022. Basuki Rachmat No. Sudirman Kav.DAFTAR CBC Jakarta Commercial Sales Group Commercial Banking Center Jakarta Kota Commercial Banking Center Jakarta Thamrin I Commercial Banking Center Jakarta Thamrin II Commercial Banking Center Jkt Sudirman Commercial Banking Center Jkt Plaza Mandiri Commercial Banking Center Jkt Kelapa Gading Commercial Banking Center Bekasi Commercial Banking Center Plaza Mandiri ALAMAT Jl.129-137 Surabaya 60271 Jl. Kapt. Denpasar 80232 Bali Jl. CBC & SDBC . Jl.39.8. Ir. H Juanda No. Pemuda No 73 Semarang 50139 Jl. Yani No.2.Jend. Jl. Lapangan Stasiun No 2 Jakarta Barat 11110 Jl.85. Jl. Imam Bonjol No 7 Medan 20112 Jl.39 Spoke Palembang A. Jakarta 12190 TELEPON 021 6910705 021 39832879 021 39832817 021 5268118 021 5245029 021 45856250 021 8813200 021 5245026 FAKSIMILI 021 6917029 021 39832832 021 39832891 021 5268119 021 5274343 (021) 45856230 021 8821100 021 52963012 REGIONAL COMMERCIAL SALES GROUP Commercial Banking Center Medan Commercial Banking Center Pekanbaru Commercial Banking Center Palembang Commercial Banking Center Bandung Commercial Banking Center Semarang Commercial Banking Center Surabaya Commercial Banking Center Denpasar Commercial Banking Center Makassar Commercial Banking Center Banjarmasin Jl.54-55 Jakarta 12190 Plaza Mandiri Lantai 19.36-38. Jl. Jl. Jl. Medan 20112 Jl. Surapati No 15 Denpasar 80232 Jl.Jend. Boulevard Artha Gading Kav. Jl.39 Palembang 30135 Gedung Dana Pensiun Satu(Lantai 3).Pemuda No. Lapangan Stasiun No. Kartini No. mbdc.A1 Blok CN. Kartini No. 118 120 Bandung 40261 Jl.83 Jakarta Pusat 10340 Gedung Menara BDN Lantai 3.2 No.36-38 Jakarta 12190 Gedung Graha Rekso Lantai 3. Lambung Mangkurat No.Sudirman Kav.118-120 Bandung 40261 Gedung Kanwil VII/ Lantai 3.Rivai No.15.

pernyataan komisaris Menyatakan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dewan komisaris Edwin Gerungan Komisaris Utama Muchayat Wakil Komisaris Utama Soedarjono Komisaris Richard Claproth Komisaris Gunarni Soewarno Komisaris Independen Pradjoto Komisaris Independen Yap Tjay Soen Komisaris Independen 167 .

dewan direksi Agus Martowardojo Direktur Utama Wayan Agus Mertayasa Wakil Direktur Utama Omar Sjawaldy Anwar Direktur Consumer Finance Zulkifli Zaini Direktur Commercial Banking Sasmita Direktur Technology & Operations Abdul Rachman Direktur Corporate Banking Sentot A.pernyataan direksi Menyatakan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Sadikin Direktur Micro & Retail Banking Pahala Nugraha Mansury EVP Coordinator Finance & Strategy Haryanto Tiara Budiman EVP Coordinator Change Management Office 168 . Sentausa Direktur Risk Management Bambang Setiawan Direktur Compliance & Human Capital Riswinandi Direktur Special Asset Management Thomas Arifin Direktur Treasury & International Banking Budi G.

Jend. (+62.21) 5296 4024 . 5299 7777 Fax.co.www.21) 526 5045.id PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Plaza Mandiri. 36–38 Jakarta 12190. Jl.bankmandiri. Indonesia Tel. Gatot Subroto Kav. (+62.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.