2006

Laporan Tahunan

Daftar Isi
3 4 6 8 10 14 22 29 30 49 57 59 60 61 62 64 65 70 72 80 84 90 96 102 106 112 124 132 136 138 144 146 147 Warisan Tak Ternilai Penghargaan Ikhtisar Keuangan Sambutan Komisaris Utama Dewan Komisaris Sambutan Direktur Utama Direksi Struktur Organisasi Pembahasan Umum dan Analisis Manajemen Good Corporate Governance Laporan Komite Audit Laporan Komite Nominasi dan Remunerasi Laporan Komite Kebijakan Risiko Laporan Komite Good Corporate Governance Anggota Komite Non Komisaris dan Corporate Secretary Finance & Strategy Ikhtisar Strategic Business Unit (SBU) Change Management Office Corporate Banking Commercial Banking Consumer Finance Micro & Retail Banking Treasury & International Banking Special Asset Management Produk & Jasa Manajemen Risiko Compliance & Human Capital Technology & Operations Corporate Social Responsibility Informasi Pemegang Saham Manajemen Pernyataan Komisaris Pernyataan Direksi

Rp 267,5 triliun 15,2%

Total Aktiva per 31 Desember 2006

Pangsa Pasar Dana Pihak Ketiga

25,3%

Capital Adequacy Ratio (CAR)

menjadikan kami sebagai bank terpercaya pilihan Anda

Prosper with Us Visi & Misi Bank Terpercaya Pilihan Anda misi kami • • • • • Berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pasar Mengembangkan sumber daya manusia profesional Memberi keuntungan yang maksimal bagi stakeholder Melaksanakan manajemen terbuka Peduli terhadap kepentingan masyarakat dan lingkungan .

Warisan Tak Ternilai Bank Mandiri berdiri pada tanggal 2 Oktober 1998 sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia.’ dimana persetujuan kredit dipisahkan dari kegiatan pemasaran dan business unit kami. pertama kali dibentuk dengan nama Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij di Batavia (Jakarta) pada tahun 1857. nasabah kami bergerak di bidang usaha yang sangat beragam khususnya makanan dan minuman.45%. industri dan pertambangan. Nasabah corporate kami merupakan penggerak utama perekonomian Indonesia. jumlah kredit kepada nasabah corporate mencakup 49. pengawasan dan kepatuhan yang sesuai standar internasional. salah satunya adalah Bank Negara Indonesia Unit II Divisi Expor-Impor.V. Sejarah Bank Ekspor Impor Indonesia berawal dari perusahaan dagang Belanda N. sebuah bank industri yang didirikan pada tahun 1951 dengan misi untuk mendukung pengembangan sektor-sektor ekonomi tertentu. dimana selanjutnya pada tahun 1960 dinasionalisasikan serta berubah nama menjadi Bank Dagang Negara.01% dari total kredit. empat bank milik Pemerintah yaitu Bank Bumi Daya. Salah satu pencapaian penting adalah penggantian secara menyeluruh platform teknologi kami. Pada saat ini. Bank Mandiri menyediakan solusi keuangan yang menyeluruh bagi perusahaan swasta maupun milik Negara. Konsolidasi dan Integrasi Setelah selesainya proses merger. menjadi Bank Umum Negara pada tahun 1959. Setelah investasi awal untuk konsolidasi sistem yang berbeda tersebut. Pada tahun 1964. Pada tahun 1949 namanya berubah menjadi Escomptobank NV. Bank Mandiri membentuk Compliance Group. Masing-masing dari empat bank bergabung telah memainkan peranan yang penting dalam pembangunan ekonomi. dan Bank Umum Negara diberi hak untuk melanjutkan operasi bank tersebut. Kini. usaha kecil dan mikro serta nasabah consumer. dan selanjutnya pada tahun 1965 perusahaan ini digabung dengan Bank Negara Indonesia menjadi Bank Negara Indonesia Unit II. Bank Dagang Negara. sedangkan kredit kepada nasabah consumer sebesar 11. kimia dan tekstil.620. Pada bulan Desember 1999. Sebagai bagian dari penerapan good corporate governance. Bank Umum Negara digabungkan ke dalam Bank Negara Indonesia dan berganti nama menjadi Bank Negara Indonesia Unit IV. Tingkatan tertinggi dari manajemen eksekutif adalah Direksi. komersial. Bank Mandiri juga berhasil mencetak kemajuan yang signifikan dalam melayani Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan nasabah ritel. Bank Mandiri kemudian memulai proses konsolidasi. Pada tahun 1970. Pada bulan Juli 1999. konstruksi. Di antaranya kami menutup 194 kantor cabang yang saling tumpang tindih dan mengurangi jumlah pegawai dari 26. di mana program pengganti tersebut difokuskan untuk kegiatan consumer banking. Bank Negara Indonesia Unit IV beralih menjadi Bank Bumi Daya. Keempat Bank tersebut telah turut membentuk riwayat perkembangan perbankan di Indonesia dimana sejarahnya berawal pada lebih dari 140 tahun yang lalu. yang diketuai oleh Direktur Utama.54%. Bapindo dibentuk sebagai bank milik negara dan BIN kemudian digabung dengan Bank Bapindo. Bank Negara Indonesia Unit II dipecah menjadi dua unit. Pada tahun 1965. Selanjutnya diikuti dengan peluncuran single brand di seluruh jaringan melalui iklan dan promosi.000 menjadi 17. Kami mewarisi sembilan sistem perbankan dari keempat legacy bank. Pada saat ini. sebuah bank Pemerintah yang membiayai sektor industri dan pertambangan. Bank Mandiri terus bertekad untuk membentuk tim manajemen yang handal dan profesional serta bekerja berdasarkan prinsip-prinsip good corporate governance. Sejak didirikan. bank pemerintah yang membiayai kegiatan ekspor dan impor. perbankan syariah serta bancassurance. Chartered Bank (sebelumnya adalah bank milik Inggris) juga dinasionalisasi. khususnya perkebunan. porsi kredit kepada nasabah UKM dan mikro sebesar 39. Proses panjang pendirian Bank Bumi Daya bermula dari nasionalisasi sebuah perusahaan Belanda De Nationale Handelsbank NV. infrastruktur teknologi informasi kami sudah mampu memfasilitasi straightthrough processing dan interface yang seragam untuk nasabah. Bank Ekspor Impor Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia. Internal Audit dan Corporate Secretary. Bank Dagang Negara merupakan salah satu bank tertua di Indonesia. Direksi kami terdiri dari para bankir yang berasal dari legacy bank dan juga para bankir profesional dari bank lain. Kemudian pada tahun 1968.000 karyawan yang tersebar di 924 kantor cabang dalam negeri dan 5 cabang luar negeri termasuk perwakilannya dan didukung oleh anak perusahaan yang bergerak di bidang investment banking. jumlah kredit kepada nasabah corporate sebesar 87% dari total kredit. warisan tak ternilai  . Berdasarkan sektor usaha. Pada tahun 1960. Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) berawal dari Bank Industri Negara (BIN). pemerintah Indonesia menasionalisasi perusahaan ini. dan juga dari waktu ke waktu diperiksa oleh Bank Indonesia dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). transportasi dan pariwisata. berkat kerja keras lebih dari 21. Bank Mandiri disupervisi oleh Komisaris yang terdiri dari orang-orang yang menonjol di komunitas keuangan yang ditunjuk oleh pemegang saham termasuk Menteri Negara BUMN. pertanian. Pada tahun 1960. yang akhirnya menjadi Bank Exim. Nederlansche Handels Maatschappij yang didirikan pada tahun 1824 dan mengembangkan kegiatannya di sektor perbankan pada tahun 1870. Bank Mandiri menjadi penerus suatu tradisi layanan jasa perbankan dan keuangan yang telah berpengalaman selama lebih dari 140 tahun. serta diaudit setiap tahunnya oleh Auditor Independen. Persetujuan kredit dan pengawasan dilaksanakan dengan prinsip ‘four eyes. Pada 31 Desember 2006. Pada tahun 1968. kami mulai melaksanakan program penggantian platform yang berlangsung selama tiga tahun dengan investasi USD 200 juta. Bapindo ditugaskan untuk membantu pembangunan nasional melalui pembiayaan jangka menengah dan jangka panjang pada sektor manufaktur. bergabung menjadi Bank Mandiri.

Bank Mandiri 3.2 nilai 65. 2 nilai 72.42 posisi 1.24) - Pemenang Overall (no. 2 nilai 85. including back–office Asiamoney 2006 FX Poll for Indonesia–Financial Institutions Best domestic providers of FX services Asiamoney 2006 Corporate Governance Poll for Indonesia - Overall Best Company in Indonesia for Corporate Governance 2006 Best Company in Indonesia - for Disclosure and Transparency 2006 Best Domestic FX Provider as voted by Corporates 2006 - Best for FX Sales - Best FX Prime Broking Services for Asian Clients - Best for Macroeconomics Research Best Local Cash Management Banker as voted by Corporates 2006 - Best overall domestic cash management for small business - Best overall domestic cash management for large business - Best overall cross border cash management for medium business - Most innovative cash management solutions for small business Posisi 3 untuk kategori Merchant Outlets versi Member Ranking and Card & Merchant Statistical Report The Outstanding Achiever–Larger Issuer Award 2005 The Best Cash Management System 2006  penghargaan .76) .Mesin ATM Terbaik (no.74) . 2 nilai 66. Bank Niaga) Runner up Untuk Sektor Keuangan dengan predikat ‘terpercaya’ dan menjadi salah satu The Best of top 10 GCG Perception Index 2006 The Best Credit Card in Marketing Communications The Best Credit Card in Pricing - Mandiri Visa Card mendapatkan penghargaan sebagai ‘The best loyalty program in 2005’ - Peringkat pertama kepuasaan pelanggan di industri jasa untuk bidang Priority Banking E-Learning Award 2006: The Best E-Learning Provider Kelompok Perusahaan Asiamoney 2005 FX Poll for Indonesia–Corporate - Best for innovative FX products and structured ideas 2005 - Best FX prime booking services for Asian Clients .Produk Tabungan Terbaik (no.Installment Saving Terbaik (no. 2 nilai 74.Kartu ATM Terbaik (no.40) .Layanan Perbankan Terbaik (no.Kartu Debet Terbaik (no. 2 nilai 85. 2 nilai 80. BCA 2.40) .Internet Banking Terbaik (no.Best for currency strategy - Best post-trade services.Mobile Bank Terbaik (no.92) . 2 nilai 63.16) .56) .penghargaan majalah/institusi penghargaan Survey Consumer Banking Excellent– Bank Mandiri sebagai Bank Masa Depan Posisi Bank Mandiri sbb: . 2 nilai 42.

 Baki debit (outstanding) terbesar yang diberikan kepada BPR 4. Hal ini merupakan landasan bagi tahap transformasi berikutnya menjadi Regional Champion Bank. Limit kredit (plafon) terbesar yang diberikan kepada BPR 3.Call Center Banking . Pemerintah menambah penyertaan modal kepada Bank Mandiri melalui penerbitan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah sebesar Rp178 triliun.Learning Center ISO 9001: 2000 Untuk Bidang Compliance dan Treasury Operation Department–Central Operations Group milestone 1999 Bank Mandiri didirikan pada tanggal 2 Oktober 1998. Pada tahun 1999. yang merupakan sistem core banking baru. Bank Dagang Negara. J umlah linkage (kemitraan) terbesar dengan BPR 2. Bank Mandiri menyelesaikan implementasi eMAS (Enterprise Mandiri Advance System). Pemerintah Republik Indonesia melakukan divestasi sebesar 20% atas kepemilikan saham di Bank Mandiri melalui penawaran umum perdana (IPO). Selanjutnya Bank Bumi Daya. Bank Ekspor Impor Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia secara legal bergabung ke Bank Mandiri pada tanggal 31 Juli 1999. Pemerintah Republik Indonesia melakukan divestasi lanjutan atas 10% kepemilikan di Bank Mandiri. 2003 Pada tanggal 14 Juli 2003. berjangka waktu 5 tahun yang dicatatkan di Bursa Efek Singapura.Kriya Pranala Award sebagai bank umum dengan total aset diatas Rp 100 triliyun untuk kategori 1. berdasarkan survei yang dilakukan pada tahun 2005. Banking Service Excellence Award 2006– Best Overall Performance Indonesian Bank Loyalty Champion Kategori Credit Card Bank BUMN dengan strategi suku bunga yang inovatif dan kompetitif .  Penyebaran wilayah atau propinsi terbanyak Linkage Program Award Call Center Award 2006 Service Quality Award 2007 Kategori Banking Services: Regular Banking and Priority Banking for Domestic Banking The Best Online Banking tahun 2005 dari untuk layanan Internet Banking Indonesia Best Website 2006 untuk kategori Internet Banking The Best Investor Relations in Banking Sector ISO 9001:2000 Badan Sertifikasi Lloyd’s Register Indonesia The Best Performance Bank tahun 2005 untuk kategori layanan mobile/SMS Banking dengan jumlah user terbanyak dan fitur terlengkap Award of Achievement in Highest Increase in Number of Activated Locations Posisi ATM Bank Mandiri berada di peringkat kedua ICSA (Indonesia Customer Satisfaction Award). 2004 Pada tanggal 11 Maret 2004. dengan nilai indeks kepuasan nasabah 4.045. Bank Mandiri menerbitkan Medium Term Notes (MTN) sebesar USD 300 juta. Pada bulan Agustus. Pada bulan April. penghargaan  .

811 229.714 27.8% 1.100) 178.862 3.598) 22.636) 175.047 13.495 3.3% 5.586 9.078 6.403 (8.218 24.156 214.417 (9.3% 45.3% 16.7% 20.3% 1.435 249.433 65.0% 4.7% 55.935 263.6% 25.626 1.2% 7.391 333 (309) 7.8% 23.6% 190.4% 31.1% 22.753 3.838 223.7% 3.389) 205.267 4.633 10.341 29.395 248.9% 74.3% 0.453 696 404 (14) 314 269 Pendapatan Operasional [2] Beban Overhead [3] Beban Penyisihan/(Pembalikan) Penghapusan Aktiva Produktif dan Komitmen & Kontinjensi Beban Penyisihan/(Pembalikan) Penghapusan Lainnya Laba (Rugi) Sebelum Taksiran Pajak Penghasilan dan Hak Minoritas Laba (Rugi) Bersih NERACA Jumlah Aktiva Aktiva Produktif—Bruto Aktiva Produktif—Neto Kredit yang diberikan Penyisihan Penghapusan Kredit Jumlah Dana Pihak Ketiga Jumlah Kewajiban Jumlah Ekuitas RASIO-RASIO KEUANGAN Imbal Hasil Rata-rata Aktiva (ROA)—Sebelum Pajak [5] Imbal Hasil Rata-rata Ekuitas (ROE)—Setelah Pajak [6] Marjin Pendapatan Bunga Bersih Rasio Pendapatan Selain Bunga terhadap Pendapatan Operasional Rasio Beban Overhead terhadap Pendapatan Operasional [7] Rasio Beban Overhead terhadap Jumlah Aktiva Rasio Kredit Bermasalah (Non Performing Loan/NPL)—Bruto Rasio Kredit Bermasalah (Non Performing Loan/NPL)—Neto Penyisihan Penghapusan Kredit terhadap Kredit Bermasalah (Non Performing Loan/NPL) Rasio Kredit terhadap Dana Pihak Ketiga–Non Bank Rasio Kecukupan Modal Inti (Tier 1 Capital Ratio) [8] [4] 250.708 241.8% 4.6% 42.9% 2.6% 8.693 (11.421 1.824) 206.170 218.668 226.807 75.070 (1.6% 128.176 26.5% 2.4% 7.6% 3.955 2.6% 1.345 2.4% 2.3% 26.445 (1.831 2.943 (9.2% 19.233 603 10.6% 2.214 94.032 4.169 23.1% 10.004 117.7% 18.581 5.5% 15.114 235.5% 19.849 26.1% 42.0% 23.534 4.2% 15.037 20.2% 23.6% 25.5% 4.1% 1.444 6.9% 34.4% 35.8% 53.489 11.915 538 (321) 7.436 13.0% 51.4% 1.007 3.9% 48.057) 1.8% 139.147 229.788 2.059 106.2% 2.383 244.671 (14.517 245.269 3.746 11.215 267.ikthisar keuangan 2002 Rp miliar Diaudit LABA RUGI Pendapatan Bunga Bersih Pendapatan Selain Bunga [1] 2003 Rp miliar Diaudit 2004 Rp miliar Diaudit 2005 Rp miliar Diaudit 2006 Rp miliar Diaudit 2006 USD juta 6.702 229.149 304 1.289 240.7% 1.291 25.071) 184.8% 57.926 2.7% 18.2% 2.4% 27.3% 44.957 14.395 237.256 8.1% 21.733 13.4% 30.226 231 5.3% Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) [8]  ikhtisar keuangan .9% 40.4% 25.525 5.156 225.811 3.634 (129) 2.586 8.436 230.

2004 dan 2005 telah direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian informasi keuangan tahun 2006. dan 2002 diatas. 2004. 21.425 9.192 17. periode empat bulan yang berakhir pada tanggal 30 April 2003 (setelah kuasi reorganisasi) dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2002 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono.397 21.062 19. [3] Beban umum dan administrasi + Beban gaji & tunjangan pegawai. anggota Ernst & Young Global (31 Desember 2006) dan Prasetio.022 1.830 8. [5] Laba sebelum taksiran pajak penghasilan dan hak minoritas dibagi dengan rata-rata saldo triwulanan jumlah aktiva pada tahun yang bersangkutan.716 5.470 04 02 03 04 05 06 Periode 06 Periode 02 03 4. anggota Ernst & Young Global.735 2. dan Anak-anak Perusahaan per tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006. 31 Desember 2005. [7] Beban overhead dibagi Pendapatan Operasional tidak termasuk keuntungan dari kenaikan nilai dan penjualan surat-surat berharga dan Obligasi Pemerintah.559 924 909 730 687 789 ikhtisar keuangan  . 2005. Sarwoko & Sandjaja.800 JUMLAH ATM 06 Periode 18.950 8. [4] Termasuk pendapatan yang ditangguhkan atas kredit yang dibeli dari BPPN. 2003. [6] Laba bersih dibagi rata-rata saldo triwulanan jumlah ekuitas pada tahun yang bersangkutan. Untuk tujuan perbandingan. oleh sebab itu bukan merupakan penyajian yang lengkap. periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003. 2003.003 4.537 9.025 9. [9] Ikhtisar keuangan tahun 2006.285 JUMLAH ATM-LINK NILAI TUKAR Rp /usd (per 31 desember) 02 03 04 05 06 Periode 02 03 04 05 06 Periode 2-560 05 2. Terdapat reklasifikasi sebesar Rp 201 miliar di tahun 2005 dari pendapatan selain bunga ke pendapatan bunga. [2] Pendapatan bunga bersih + Pendapatan selain bunga. [8] Perhitungan rasio kecukupan modal inti (Tier I Capital Ratio) dan rasio kecukupan modal (CAR) berdasarkan angka bank saja. beberapa informasi keuangan untuk tahun 2002.693 jumlah pegawai 02 03 04 05 JUMLAH KANTOR CABANG DALAM NEGERI 2.265 6. Sarwoko & Sandjaja.000 6. diambil dan/atau dihitung dari laporan keuangan konsolidasian PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 31 Desember 2004.catatan [1] Termasuk keuntungan dari kenaikan nilai dan penjualan surat-surat berharga dan Obligasi Pemerintah.

sambutan komisaris utama Kami tetap berkomitmen untuk senantiasa mengarahkan Bank memberikan shareholder value yang tumbuh berkesinambungan dengan berlandaskan penerapan prinsip-prinsip good corporate governance serta berusaha merefleksikan etika dan budaya tata kelola yang baik dalam setiap struktur dan kebijakan yang kami ambil. edwin gerungan • Komisaris Utama dan Komisaris Independen  sambutan komisaris utama .

Kami tetap berkomitmen untuk senantiasa mengarahkan Bank dalam memberikan shareholder value yang tumbuh berkesinambungan dengan berlandaskan penerapan prinsip-prinsip good corporate governance. jaringan distribusi yang luas berskala nasional dan kecakapan manajemen yang luar biasa. Kami sangat antusias untuk bekerja sama dengan Dewan Direksi. Kebijakan Risiko. Dengan fokus arahan pada konsolidasi dan pertumbuhan jangka panjang. dan melaksanakan review atas seluruh calon yang direkomendasikan kepada pemegang saham berdasarkan kebutuhan organisasi dan keahlian masing-masing kandidat direksi. Pemegang Saham serta Masyarakat. Kami diberi amanat untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip good corporate governance diterapkan secara komprehensif. Kami juga berupaya untuk memastikan bahwa manajemen risiko Bank Mandiri diterapkan dengan efektif dan efisien dengan mengkaji risiko kredit. kami dengan gembira menyambut lima anggota Direksi baru. saya ingin menyampaikan penghargaan atas hasil luar biasa yang telah dicapai seluruh karyawan Bank Mandiri dalam meningkatkan mutu pelayanan. memperbaiki tata kelola dan menempatkan Bank Mandiri dalam jalur yang kokoh untuk meraih profitabilitas dan pertumbuhan yang berkesinambungan setelah masa-masa transisional yang sulit selama 2005. bersamaan dengan membaiknya kualitas aktiva produktif dan meningkatnya kualitas pelayanan kami kepada nasabah. manajemen risiko dijalankan secara efektif dan efisien serta pengembangan manajemen dan sistem sumber daya manusia yang menunjang terciptanya lingkungan kerja yang kondusif dalam pengembangan profesionalisme. pengawasan strategi dan manajemen risiko serta penguatan manajemen untuk menciptakan dan mendorong budaya berorientasi kinerja. baik untuk kepentingan karyawan maupun Bank Mandiri itu sendiri. Survei yang dilaksanakan oleh majalah Asiamoney di tahun 2006 menobatkan Bank Mandiri selaku The Overall Best Company in Indonesia for Corporate Governance dan juga The Best Company in Indonesia for Disclosure & Transparency 2006. Edwin Gerungan Komisaris Utama dan Komisaris Independen sambutan komisaris utama  . Laporan dari masing-masing komite tersebut beserta perananannya dalam kerangka tata kelola kami bisa kita ikuti di bagian lain dari Laporan Tahunan ini. Kami saat ini telah berada di jalan yang tepat untuk mewujudkan aspirasi kami untuk menjadi pelaku utama (leading driver) dari konsolidasi industri perbankan Indonesia yang pada akhirnya menjadi Regional Champion Bank. Dalam peranan ini. Di tahun 2006. Walaupun transformasi Bank Mandiri masih dalam tahapan awal. Pengawasan kami terhadap strategi Bank dimulai sejak penyusunan rencana bisnis dan aliansi strategisnya. kami melaksanakan fungsi pengawasan kebijakan dan penatalaksanaan untuk memastikan bahwa Bank dikelola sesuai dengan peraturan yang berlaku dan manajemen telah merumuskan. Pada tahun 2006. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder Bank Mandiri atas dukungan.Kepada para Stakeholder. Audit dan Nominasi dan Remunerasi. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mensosialisasikan dan melaksanakan standard operating procedures yang memadai untuk memastikan kepatuhan Bank Mandiri secara keseluruhan serta telah menetapkan dan membentuk prinsip-prinsip good corporate governance. visi Dewan Komisaris adalah: Menjalankan langkah-langkah proaktif dalam melaksanakan fungsi-fungsi dan peran kami di dalam pengawasan kebijakan Bank. Pengawasan tersebut berlanjut dengan pemantauan kinerja manajemen dalam melaksanakan rencana-rencana bisnis tersebut. Seperti telah kami kemukakan pada Laporan Tahunan tahun lalu. manajemen senior dan seluruh karyawan pada bulan-bulan dan tahun-tahun mendatang dalam rangka mengeksplorasi potensi-potensi para nasabah yang loyal. tanggung jawab kami selaku Dewan Komisaris semakin berpusat pada pengawasan kebijakan dan penatalayanan. yang diangkat pada tahun 2006. manajemen risiko dan kualitas aktiva kami. nasehat dan kesabarannya. sampai dengan pelaksanaan program-program untuk mencapai efisiensi operasional. risiko pasar dan risiko operasional secara periodik serta memantau efektivitas pengawasan internal untuk menekan fraud. Kami bertanggung jawab atas seleksi kandidat direksi. Bank Mandiri berhasil mencatat kemajuan dalam perjalanan transformasinya yang dimulai pertengahan 2005. infrastruktur yang menakjubkan. Dengan adanya komite tersebut serta melalui komunikasi secara teratur dengan Dewan Direksi. Atas nama Dewan Komisaris. Bila di tahun 2005 kami berkonsentrasi untuk menjabarkan kebijakan yang berlandaskan Piagam GCG kami. dimana tiga diantaranya bergabung setelah menempuh perjalanan karir panjang di berbagai institusi keuangan lainnya. Komitmen kami terhadap prinsip-prinsip GCG dan kemajuan dalam implementasinya telah mengundang penghargaan dari masyarakat internasional. Kami berusaha untuk merefleksikan etika dan budaya tata kelola yang baik dalam setiap struktur dan kebijakan yang kami ambil. Usaha-usaha kami mewujudkan good corporate governance telah memberikan imbal hasil (return) yang sangat baik bagi para Pemegang Saham. arahan dan visi Dewan Direksi serta jajaran manajemen senior memberi keyakinan kepada kami bahwa Bank Mandiri akan mewujudkan visi transformasi tersebut. Kemajuan dalam transformasi itu tetap mengharuskan kami melakukan perbaikan di antaranya mengenai tata kelola perusahaan (corporate governance). kami membukukan peningkatan laba bersih sebesar 301%. Kami melaksanakan amanat tersebut dengan bantuan empat Komite yang bertanggung jawab atas Corporate Governance. Dewan Komisaris melaksanakan peran utamanya dalam penyusunan tim manajemen yang kompeten dan cakap melalui Komite Nominasi dan Remunerasi. di tahun 2006 ini kami fokus pada efektivitas penerapan GCG.

Beliau memulai karir sebagai Pengajar (Dosen) di Fakultas Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Dari tahun 1990 sampai tahun 1996. Tahun 1982. Jabatan profesional lainnya meliputi Wakil Ketua KADIN tahun 2004 dan Ketua Ikatan Konsultan nasional Indonesia dari tahun 1997 sampai dengan tahun 2002. sebagai Senior Advisor. Tahun 1996. beliau kembali berkarir di dunia perbankan dan bergabung dengan Bank Mandiri menduduki posisi Executive Vice President— Treasury & International. Beliau juga menjabat sebagai Komisaris Bank Danamon pada kurun waktu September 2003 sampai dengan Mei 2005. beliau menjabat Komisaris Utama PT Surabaya Artha Selaras Sekuritas di Surabaya. Pada bulan Mei 2005. beliau ditunjuk menjadi Komisaris Utama Bank Mandiri. Surabaya tahun 1979. beliau menduduki posisi Komisaris PT IEF Consultan. memperoleh gelar Master tahun 1983. beliau diberi kepercayaan sebagai Kepala BPPN yang melaksanakan restrukturisasi perusahaan. Tahun 2001. kemudian menjadi Koordinator Pencatatan Efek (Listing Committee) Bursa Efek Surabaya (BES). Bergabung dengan Atlantic Richfield tahun 1997. beliau terpilih sebagai Wakil Ketua KPKPN selama tiga tahun. perbankan. beliau ditunjuk menjadi Komisaris Bank Central Asia. beliau menjabat sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR-RI). Tahun 1999. Tahun 2000 sampai tahun 2001. dan pada bulan Mei 2005. Puncak karir beliau selama 25 tahun di Citibank pada saat menduduki posisi jabatan Head of Treasury and Financial Markets. beliau ditunjuk sebagai Wakil Ketua Jurusan Fakultas Teknik Kimia sampai dengan tahun 1984. Beliau menduduki posisi sebagai Komisaris Utama Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 tahun 2003. 2 Muchayat Wakil Komisaris Utama 3 Soedarjono Komisaris 4 Richard Claproth Komisaris 5 Gunarni Soeworo Komisaris Independen 6 Pradjoto Komisaris Independen 7 Yap Tjay Soen Komisaris Independen 10 dewan komisaris .dewan komisaris 1 Edwin Gerungan Komisaris Utama dan Komisaris Independen Edwin Gerungan Komisaris Utama dan Komisaris Independen Menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar sarjana dari Principia College. Tahun 1998 sampai tahun 1999. pada bulan Agustus 1972.A. Surabaya tahun 1978. Illinois pada bulan Juni 1972 dan bergabung dengan Citibank N. Perancis tahun 1984. beliau ditunjuk menjadi Komisaris Bank Mandiri. program penjaminan serta penjualan aset yang berkaitan dengan program penyehatan sektor perbankan pada saat itu. dan Certificate Industrial Management dari Institut National Polytechnique de Lorraine (INPL) di Nancy. Tahun 2002. Muchayat Wakil Komisaris Utama Menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Kimia dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

4 2 3 7 5 6 1 dewan komisaris 11 .

Pada tahun 2005 ditetapkan sebagai Komisaris di Bank Mandiri. dan Anggota Bankers Club Indonesia. Tahun 1998. Dipromosikan sebagai Direktur Bank Niaga membawahi Marketing and Credit Directorate pada tahun 1989. juga menjabat Ketua Tim Pengawas Bank International Indonesia dari tahun 2002 sampai tahun 2003. dan menjadi Deputi Kepala BPKP pada tahun 1991. Terpilih sebagai Ketua Perbanas sejak tahun 1999 sampai tahun 2003 dan memimpin bidang perbankan Kamar Dagang dan Industri. Gunarni Soeworo Komisaris Independen Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjadjaran. dan pada tahun 1979 menjadi Kepala Sub Direktorat Perencanaan dan Analisa di Direktorat Jenderal Pengawasan Keuangan Negara (DJPKN). Post graduate Fellowship di John Kennedy School of Government. New York tahun 1976 sebagai Risk Assets Reviewer. Marketing & Credit. dan dimutasikan ke Kantor Pusat Citibank NA. Beliau tetap berkarir di DJPKN setelah berganti nama menjadi Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Beliau menjabat Komisaris Utama Bank Danamon dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2002. Satya Lencana Wira Karya pada tahun 1996 dan Bintang Jasa Pratama pada tahun 1998. Credit Department Head. Beliau juga terpilih sebagai Wakil Ketua IRPA (Indonesian Risk Professional Association). Pada tahun 1993. Saat ini. dan dipromosikan sebagai Kepala Humas Departemen Pertambangan dan Energi pada tahun 1991. beliau menjabat Wakil Ketua Komite Nasional Good Corporate Governance. Bandung tahun 1968 dan bergabung dengan PT Unilever di bidang penjualan pada tahun yang sama. Jakarta tahun 1970 sebagai Pro-Manager. Beliau juga pernah memegang posisi penting di berbagai organisasi profesi lainnya termasuk sebagai Ketua Ikatan Akuntan Indonesia dari tahun 1994 sampai dengan tahun 1998. beliau menjabat Komisaris Utama PT Danareksa (Persero) dan ditunjuk kembali menjadi Komisaris Bank Mandiri pada bulan Mei 2005. beliau menjadi Kepala Kantor Akuntan Negara Jember. Richard Claproth Komisaris Memperoleh gelar Sarjana Teknik Geologi dari Institut Teknologi Bandung tahun 1981. dan ditunjuk sebagai Direktur Utama sejak tahun 1994 selama jangka waktu 5 tahun. beliau bergabung dengan Bank Niaga. USA pada tahun 1992. Bergabung dengan Citibank NA. Sejak tahun 2004. Brandeis University. dan pada bulan Mei 2005 ditunjuk sebagai Komisaris Independen Bank Mandiri. Memulai karir sebagai Kepala Seksi di Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral tahun 1989. Harvard University. Sekembalinya dari Amerika Serikat sebagai visiting Professor untuk Program Post Graduate Ekonomi di Graduate School of International Economics. beliau menjabat sebagai Komisaris Bank Mandiri serta juga menjabat sebagai Ketua Komite Audit. ia menjabat sebagai Sekretaris Kementerian BUMN dari tahun 2004 sampai tahun 2005 dan menjabat Anggota Tim Ekonomi Lemhanas. 12 dewan komisaris . Tahun 1987. beliau juga menjabat Penasehat dan Dewan Kehormatan Institut Bankir Indonesia. Ditunjuk menjadi Kepala Biro Sistem Informasi Energi & Pertambangan di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada tahun 1993 dimana ia berkarir selama 5 tahun.dewan komisaris Soedarjono Komisaris Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi dari Universitas Indonesia tahun 1965 dan memulai karir sebagai Akuntan di kantor Akuntan Negara Yogyakarta tahun 1966. Beliau kembali ke Jakarta tahun 1978 menduduki posisi Vice President and Division Head of Corporate Banking Group. diangkat menjadi Asisten Menteri Koordinator Bidang Ekuin dan kemudian menjadi Deputi Menteri Koordinator Bidang Ekuin untuk berbagai bidang tanggung jawab dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2001. Jakarta sebagai Senior Vice President and Group Head. Tahun 1998 sampai 2003. Beliau juga Kepala Bapeksta untuk Fasilitas Ekspor di Departemen Keuangan dari tahun 1991 sampai dengan tahun 1993. Tahun 1972. Beliau merupakan anggota Dewan Ekonomi Nasional dan sebelumnya juga merupakan anggota Komite Pengawas BPPN. ditunjuk sebagai Kepala BPKP dan menjabat selama 6 tahun. beliau ditunjuk sebagai Wakil Komisaris Utama di Bank Niaga. Tahun 1999 sampai tahun 2004. Beberapa kali menerima penghargaan dari Pemerintah Indonesia termasuk diantaranya Satya Lencana Karya Satya 10 Tahun pada tahun 1993. Tahun 1999 sampai tahun 2005. Australia tahun 1988. Post Graduate di bidang Geothermal Science dari International Institute of Geothermal Research tahun 1982 dan gelar Doktor di bidang Earth Science dari Universitas Wollongong.

ditunjuk sebagai tenaga ahli Kejaksaan Agung RI dan sekaligus anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi). Pada tahun 2002. dan tahun 1993 ditunjuk sebagai CEO untuk Auto 2000 Group sampai dengan tahun 1998. dewan komisaris 13 . Tahun 2003 dan 2004. membawahkan bidang Finance. Dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2001. Kanada tahun 1976 dan memperoleh gelar MBA Finance. kemudian melanjutkan pendidikan Master di Faculty of Economy Kyoto University tahun 1986–1988. Ketua Ombudsman BPPN dan anggota Oversight Committee BPPN. Tahun 1992. Bergabung dengan Astra Group tahun 1989 dan ditunjuk sebagai Direktur PT Toyota Astra Motor membawahkan bidang finance. ditetapkan menjadi Komisaris Independen di Bank Mandiri. cash & tellers. Memulai karir sebagai Loan & Foreign Exchange Department Head di Citibank NA. beliau bergabung sebagai anggota Himpunan Konsultan Pasar Modal dan terpilih sebagai anggota Tim Panel IMF masalah Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). beliau ditugaskan untuk membangun local joint venture. Jogjakarta. Treasury and Financial Controls. menjadi anggota Tim Gabungan Tindak Pidana Korupsi (TGTPK). Bergabung dengan Asia Food & Properties (Singapore) sebagai Chief Operating Officer tahun 1998 dan berkarir di Bank International Indonesia sebagai Deputy President Director tahun 1999. Indonesia tahun 1981 setelah bergabung dengan Citibank sebagai Executive Trainee tahun 1980. menjadi anggota Tim Independen Divestasi Bank Danamon dan Bank Permata serta anggota Tim Panel Arsitektur Perbankan Indonesia (API). Beliau ditunjuk sebagai Komisaris Independen Bank BNI 46 tahun 2003 sampai dengan Mei 2005. Tahun 1994. trade. juga dari McGill University pada tahun 1980. membawahkan bidang Operations. Pada bulan Mei 2005. transit clearing. Tahun 2001. leasing operations. dan menjadi Tim Perumus Perubahan UU Kepailitan dan juga adalah anggota Komisi Ombudsman Nasional dan Komite Ombudsman BPPN. Tahun 1982. Kembali berkarir di Citibank Corporate Banking tahun 1985 untuk menyelesaikan non-performing loans dan membangun Transactional Product Business Unit tahun 1986. Beliau mencapai puncak karir di Citibank pada tahun 1988 sebagai Vice President and Production Head in Operations. Tahun 2000. Pada tahun 2005 ditunjuk sebagai Penasehat Dewan Gubernur BI. membawahkan bidang loans & deposits. Yap Tjay Soen Komisaris Independen Memperoleh gelar BSc Mechanical Engineering dari McGill University di Montreal. Accounting & Investor Relations. menjadi tenaga pengajar pada Program Magister Manajemen Universitas Atmajaya. Citicorp Leasing Indonesia. beliau ditunjuk menjadi Presiden Direktur PT Tuban Petrochemical Industries dan pada tahun yang sama ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Aneka Tambang. mendirikan Kantor Konsultan Hukum Pradjoto & Associates. terpilih menjadi anggota Komisi Hukum Nasional Republik Indonesia. remittances and counter services. accounting & electronic data processing dan menjabat sebagai Executive Coordinator untuk Sumber Daya Manusia. beliau menjadi Presiden Direktur PT Astra Sedaya Finance.Pradjoto Komisaris Independen Menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia tahun 1981 dan berkarir di PT Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) selama dua belas tahun. Sejak Mei 2005 bergabung dengan Bank Mandiri sebagai Komisaris Independen. Di tahun 2002. Pada tahun 2005.

dan implementasi client service teams. AGUS MARTOWARDOJO • Direktur Utama 14 sambutan direktur utama .sambutan direktur utama Kami memiliki peluang untuk meningkatkan bisnis melalui aliansi strategis. dan merupakan sesuatu yang membedakan Bank Mandiri dari pesaingnya. cross-selling. Strategi sinergi ini. memberikan potensi pertumbuhan bisnis di masa mendatang.

 Memperbaiki kualitas pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan segmen yang dilayani. kredit perbankan dapat tumbuh 14.’ strategi 5 tahun untuk menjadi Dominant Multi-Specialist Bank di Indonesia tersebut lebih lanjut kami terjemahkan dalam beberapa ukuran dan milestone yang diharapkan akan dicapai pada 2010: 1. Sejalan dengan dengan visi kami. kami menyampaikan hasil kerja keras dan kinerja yang diperoleh pada tahun 2006 yang baru saja berlalu. Pengurangan jumlah yang dijamin di tahap akhir ini akan efektif mulai berlaku pada tanggal 22 Maret 2007. Menurunnya suku bunga terutama di semester kedua 2006. Laporan tahunan 2006 telah menunjukkan indikasi bahwa Bank Mandiri kembali back-on-track untuk menuju kinerja yang telah ditargetkan sesuai dengan rencana transformasi 5 tahun.  Mengembangkan aliansi strategis internal maupun eksternal.8/17/PBI/2006 tentang insentif dalam rangka konsolidasi perbankan 3. Program Transformasi 5 tahun tersebut akan dijalankan sesuai empat tema berikut ini: 1. 3. Tahun 2006 adalah tahun pertama dalam rencana transformasi ini dan kami telah berupaya untuk meletakkan pondasi yang kuat melalui pengembangan organisasi. 2. tabungan atau bentuk lain yang dipersamakan dan tercatat di bank tanpa membedakan kepemilikan. tercermin dari penurunan tingkat bunga yang cukup siginifikan. 2. tercermin dalam Margin Bunga Bersih (Net Interest Margin atau NIM) meningkat dari 5. No. Sebagai bank terbesar dengan modal yang kuat serta pengalaman merger sebelumnya. serta indikator makro ekonomi lainnya yang terus membaik telah membangkitkan harapan bahwa sektor perbankan dapat meningkatkan peranan aktif fungsi intermediasinya. sertifikat deposito. Dari dari 14 peraturan tersebut terdapat 11 peraturan yang dimaksudkan untuk meningkatkan peranan intermediasi perbankan. Kondisi dan Regulasi Perbankan Nasional Kondisi sektor perbankan Nasional di tahun 2006 mengalami perkembangan yang positif. dimana maksimum penjaminan sebesar Rp 100 juta berlaku untuk giro. No. Bank Mandiri tentunya perlu mempersiapkan diri untuk dapat berpartisipasi secara aktif dalam proses tersebut. Bank Mandiri tentunya berpeluang untuk menjadi pendorong utama (leading driver) dari konsolidasi industri perbankan Indonesia. Sebagai bank milik pemerintah yang umumnya dipersepsikan relatif lebih aman.  Membangun organisasi dengan budaya berbasis kinerja. Peraturan lainnya yang mempengaruhi persaingan di sektor perbankan adalah pengurangan program penjaminan simpanan yang dilakukan secara bertahap semenjak diberlakukannya Undang-undang RI No.24 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di tahun 2004. Apabila kita menengok kembali perkembangan perekonomian Indonesia dan sektor perbankan sepanjang tahun 2006 serta beberapa pencapaian kami di tahun yang lalu. termasuk didalamnya untuk mempercepat konsolidasi perbankan melalui Peraturan Bank Indonesia: 1. Begitu juga kinerja perbankan yang menunjukkan peningkatan laba dan penguatan balance sheet. Tumbuh menjadi Dominant Multi-Specialist Bank dengan menguasai pangsa pasar pendapatan (market share revenue) sebesar 20%–30% di segmen bisnis Corporate. serta program kerja yang telah kami susun untuk tahun mendatang.  Memperkuat Manajemen Risiko dan Operasi dan peningkatan kualitas aktiva produktif.8/4/PBI/2006 sebagaimana diubah dengan No.8/14/PBI/2006 tentang pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum. ‘Menjadi Bank Terpercaya Pilihan Anda. sistem dan proses untuk mencapai sasaran dalam rencana jangka menengah ini.80% tahun 2006. Micro & Retail dan Consumer Finance dengan menetapkan strategi yang sesuai di masing-masing segmen dengan terus meningkatkan sinergi yang dihasilkan antar Business Unit yang mengelola berbagai segmen.  Mempersiapkan diri menjadi Regional Champion Bank.Pemegang saham yang terhormat. deposito. Upaya Transformasi Bank Mandiri ini dibagi dalam 3 tahap yaitu: tahap pertama ‘Back-on track’ – dimana fokus kami adalah untuk membenahi dan membangun dasar-dasar pertumbuhan di masa datang. Commercial. Dalam rangka untuk lebih meningkatkan fungsi intermediasi perbankan. No. Bank Indonesia juga mengeluarkan beberapa kebijakan untuk membangun sektor perbankan sesuai dengan Arsitektur Perbankan Indonesia yang dimaksudkan untuk menciptakan industri perbankan yang lebih sehat dan kuat. Melihat keseriusan Bank Indonesia dalam mendorong terciptanya konsolidasi di sektor perbankan. Dalam rencana transformasi 5 tahun yang kami susun di tahun 2005 yang lalu. Kedua adalah tahap ‘Building momentum’ dimana diharapkan kami dapat tumbuh signifikan di semua segmen. 2. Undang-undang ini mengamanatkan bahwa jumlah maksimum yang dijamin akan secara bertahap dikurangi menjadi sebesar Rp 100 juta untuk setiap nasabah pada satu bank. Dengan berbahagia. nampaknya kita perlu optimis akan apa yang akan dapat kami capai di tahun 2007. yaitu bank milik publik yang terkemuka di kawasan Asia Tenggara dengan nilai kapitalisasi pasar yang mencapai setidaknya USD 10 miliar. Kami berharap bahwa kondisi dan kinerja keuangan yang kelak menjadi lebih baik di tahun 2006 membangun momentum yang lebih baik dan mempercepat pertumbuhan peningkatan keuntungan dan tranformasi pada tahun 2007.63% menjadi 5.421 triliun menunjukkan bahwa program transformasi yang mulai kami jalankan di tahun 2006 telah mulai menunjukkan hasil.8/16/PBI/2006 tentang kepemilikan tunggal pada perbankan Indonesia. kami memberikan komitmen untuk berupaya agar Bank Mandiri dapat menjadi Dominant Multi-Specialist Bank di tahun 2010. pada bulan Oktober 2006 Bank Indonesia mengeluarkan Paket Kebijakan yang terdiri dari 14 (empat belas) Peraturan Bank Indonesia. Perkembangan di tahun 2006 dengan peningkatan laba setelah pajak sebesar lebih dari 301% menjadi Rp 2. dan ketiga adalah ‘Shaping the end game’ – dimana kami mengantisipasi Bank memiliki peranan aktif dalam proses konsolidasi Sektor Perbankan Indonesia. Didorong pertumbuhan kredit yang kuat pada kuartal terakhir. Sementara itu.3% selama setahun. 4. berkurangnya jumlah simpanan yang dijamin akan memberi peluang bagi Bank Mandiri untuk bisa terus sambutan direktur utama 15 . Kami juga menyambut baik rencana Bank Indonesia untuk mengkaji berbagai kebijaksanaan terkait dengan klasifikasi kolektibilitas aktiva produktif seperti yang telah disampaikan sebelumnya.

kebijakan penjaminan pembayaran kewajiban bank (blanket guarantee) 16 sambutan direktur utama . Dari sisi internal.6% di akhir tahun 2006 dari level sebesar 17. membaik dari tahun sebelumnya yang berada pada angka 7. yaitu harga minyak dunia yang tinggi. kondisi perbankan di tahun 2006 menunjukkan pertumbuhan seperti tercermin pada pertumbuhan total aset perbankan yang meningkat menjadi Rp 1. kebijakan moneter di beberapa negera masih menunjukkan siklus kebijakan moneter yang ketat dengan pertimbangan adanya ketidakpastian dari fluktuasi harga minyak dunia dan meningkatnya ketidakseimbangan global.00% di akhir tahun.66%.75% di awal tahun 2006 untuk menekan laju inflasi. terdapat kemungkinan meningkatnya tekanan inflasi di tahun 2007 sebagai akibat dari kenaikan biayabiaya dan meningkatnya permintaan domestik. Namun. kebijakan pemerintah yang baik termasuk kebijakan moneter dan fiskal mampu mendorong turunnya inflasi hingga sebesar 6. Bank Indonesia telah mengeluarkan serangkaian kebijakan untuk menciptakan sistem perbankan yang kuat dan efisien.83 triliun. dari sisi eksternal. dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 21. berlandaskan pada prinsip kehati-hatian dan manajemen resiko yang ditujukan untuk meningkatkan kinerja menuju Arsitektur Perbankan Indonesia (API). Tahun 2007 merupakan tahun yang penting bagi perbankan dengan adanya beberapa kebijakan perbankan. Selain itu.55% di tahun 2005.07% di akhir tahun 2006. namun secara keseluruhan kondisi perekonomian di sepanjang tahun 2006 menunjukkan tren ke arah perbaikan dengan ekspektasi pertumbuhan ekonomi di 2007 lebih dari 6%.perkembangan ekonomi makro Meskipun pertumbuhan ekonomi di tahun 2006 hanya tercatat tumbuh sebesar 5. Secara umum. Melambatnya kondisi ekonomi yang terjadi tahun lalu banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal. sampai dengan akhir tahun dapat diturunkan sebesar 300 bps pada level 9.12% di awal tahun 2006.5%.30% di tahun 2005. rasio kredit bermasalah (non performing loans/NPL) perbankan tercatat sebesar 6. nilai rupiah cenderung terus menguat seiring dengan aliran modal masuk ke dalam negeri. Perbaikan kondisi ekonomi juga dilakukan dari sisi keuangan.27%. Momentum perbaikan terlihat di paruh kedua 2006. Kondisi tersebut memaksa Pemerintah merekstukturisasi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) Domestik di pertengahan tahun 2005 yang kemudian diikuti oleh kenaikan inflasi headline pada level 2 digit di bulan Oktober 2005. Inflasi yang terus menurun memberi ruang bagi otoritas moneter untuk menurunkan suku bunganya secara bertahap.26 miliar di akhir tahun 2006.56%. Sementara itu. Di tahun 2007 kebijakan moneter diperkirakan akan dijalankan secara lebih hati-hati dikarenakan menghadapi beberapa faktor yang perlu diwasapadai.75%. Semakin meningkatnya porsi ekspor non-migas disertai perkembangan tingginya harga komoditas dan energi di dunia menjadikan surplus neraca perdagangan dan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dengan rekor nilai ekspor mencapai USD 100 miliar. Sementara itu. sisi pengeluaran pemerintah terkait belanja modal dan belanja barang yang tepat waktu dan tepat sasaran masih akan berkontribusi pada pembangunan ekonomi di tahun 2007. Salah satu dampaknya. Permodalan pun meningkat cukup pesat. Beberapa faktor yang menjadi pendorong peningkatan kegiatan ekonomi tersebut antara lain adalah kenaikan konsumsi rumah tangga yang didorong oleh membaiknya daya beli masyarakat seiring dengan inflasi yang terjaga dan masih adanya ruang bagi suku bunga untuk turun lagi di tahun 2007. Kebijakan yang tepat tersebut mampu mendorong ekspektasi mengenai perbaikan kondisi ekonomi.85 triliun meningkat cukup pesat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1. Tren pertumbuhan ekonomi juga dipacu oleh masih tingginya pengeluaran pemerintah dan membaiknya kinerja ekspor. Meskipun demikian.469. Kinerja bank umum menunjukkan perbaikan secara keseluruhan.64%. Rata-rata inflasi diperkirakan akan tetap terjaga pada level 6.5% dengan suku bunga yang akan turun pada level 8. dari segi profitabilitas Return on Assets (ROA) tahun 2006 dapat tumbuh menjadi 2. meningkat dari angka 2. Penurunan suku bunga yang bertahap dan terencana juga telah mampu mendorong pertumbuhan kredit sampai dengan akhir tahun 2006 yang tumbuh sebesar 14%. keyakinan akan pertumbuhan ekonomi yang tumbuh lebih baik di tahun 2007 terus berlangsung. Pertama.75%–9.693. khususnya perbankan. Suku bunga yang sebelumnya naik sampai dengan level 12. sehingga cadangan devisa Indonesia mencapai level tertinggi sebesar USD 43. tumbuh dari angka 19.56%. lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang berada pada angka 59. perkembangan Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan masih menunjukkan perbaikan hingga tahun 2006 mencapai 61. Dari sisi intermediasi. dimana perekonomian Indonesia mulai terlihat arahnya menuju perkembangan yang semakin membaik.

9 02 03 04 05 06 Periode 02 03 17.936 Rp 8.025 Rp 8.31 7. Dengan adanya skema ini. Strategi peningkatan permodalan bank umum ini ditandai dengan penetapan pencapaian modal inti minimum secara bertahap. Berbagai program dilaksanakan untuk mewujudkan visi API dan tantangan yang akan dihadapi oleh perbankan ke depan.3 6.7 05 Pemerintah Ekspor sambutan direktur utama 17 .53 8. yaitu sebesar Rp 80 miliar di akhir tahun 2007 dari sebesar Rp 100 miliar pada akhir tahun 2010.25 9. Dengan pertimbangan kondisi perekonomian nasional dan perbankan yang sudah berangsur normal.melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) diyakini telah mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan.318 15.6 laju pertumbuhan PDB menurut sektor (%) 5.43 8.34 7.75 12.4 inflasi headline (%) 02 03 04 05 06 Periode Sektor Konsumsi Investasi Impor 9. khususnya pasca pembekuan kegiatan usaha Bank Global di bulan Desember 2004. Salah satu program tersebut adalah program penguatan struktur perbankan nasional yang ditujukan untuk memperkuat permodalan bank umum. perbankan akan terpacu untuk meningkatkan kinerja dan kondisi kesehatannya untuk menjadi lembaga keuangan paling terpercaya bagi para nasabah penyimpan dana.93 9. Rp 9. Bank Indonesia juga telah memberikan arah kebijakan bagi konsolidasi perbankan secara umum melalui penetapan kriteria Bank Kinerja Baik (BKB) serta Bank Jangkar (Anchor Bank).5 pertumbuhan PDB (%) 06 Periode 7.1 04 2.2 3. Dengan peran aktif dari perbankan umum. akhir tahun 2007 merupakan milestone penting dalam Arsitektur Perbankan Indonesia.572 Rp 9. Rp 9. maka strategi diatas diharapkan mampu meningkatkan permodalan serta menciptakan struktur perbankan yang lebih optimal dalam jangka waktu sepuluh sampai dengan lima belas tahun mendatang. memasuki tahap akhirnya pada 22 Maret 2007 ini dengan skema kewajiban bank yang dijamin meliputi simpanan paling tinggi sebesar Rp 100 juta.6 6.9 5. Kebijakan LPS yang dimulai sejak tahun 2004.1 9. Bagi perbankan yang memiliki modal dibawah Rp 100 miliar.2 9. Pemerintah mengurangi penjaminan blanket guarantee secara bertahap.75 suku bunga SBi 1 Bulan (%) 4Q-02 4Q-03 4Q-04 4Q-05 4Q-06 Kemudian.2 5..9 nilai tukar rupiah (rata-rata) Rp/USD 5.4 4.11 12.712 4.50 12.

87/2006 yang kami sebutkan di atas. Peraturan pemerintah tersebut juga mendapat konfirmasi melalui pendapat dari Mahkamah Agung.4 triliun di bulan Juni 2005 telah menurun menjadi Rp 7. tapi tidak menutup kemungkinan untuk debitur besar dengan recovery minimum tidak boleh kurang dari 15%. 19 tahun 2003). Menyadari kesulitan yang dihadapi oleh para BUMN. Gross Non-Performing Loan (NPL) tahun 2006 turun secara drastis dari 25. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemegang saham yang telah memberikan dukungan dan persetujuannya untuk: 1. budaya perusahaan yang belum menyatu dalam organisasi. kami melihat perbaikan-perbaikan yang berarti dalam setiap dimensi permasalahan yang sebelumnya kami hadapi. 87/2006 mengenai pengurusan piutang perusahaan negara/ daerah.  Dalam pelaksanaan program di atas kami dapat menggunakan plafon hapus tagih yang dalam RUPS sebelumya sudah disetujui sebesar maksimum Rp 5 triliun untuk digunakan dalam program ini. kami secara khusus menyebutkan bahwa salah satu hambatan penyelesaian NPL adalah keterbatasan pilihan untuk menyelesaikan permasalahan NPL sesuai dengan mekanisme penyelesaian piutang Negara seperti yang selama ini dihadapi BUMN.  Program PPKM diprioritaskan untuk kredit kecil dan menengah. Berdasarkan pencapaian 2006. Lebih lanjut. rasio total cadangan penurunan kualitas aktiva kredit terhadap total kredit bermasalah yang pada akhir tahun 2005 hanyalah sebesar 44. menunjukkan kegigihan kami dalam memperoleh recovery dari debitur macet. 4.1%. Cadangan penyisihan kualitas aktiva produktif yang berhasil ditingkatkan secara signifikan tersebut juga menunjukkan prinsip kehatihatian kami dalam mengelola aktiva produktif khususnya kredit. Kesamaan Perlakuan Dalam Penyelesaian Piutang dan Kredit Dalam laporan tahunan sebelumnya. Untuk itu.3% pada awal 2005 menjadi 16. Laba setelah pajak yang pencapaian targetnya adalah sebesar 159. pada tanggal 9 Oktober 2006. PP No. buruknya persepsi publik. 33/2006 sebagai revisi atas PP No. mereview kebijakan internal dan regulasi yang 18 sambutan direktur utama . Peningkatan Kualitas Kredit Kualitas aktiva produktif khususnya kredit memperlihatkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.meningkatkan dana masyarakat yang dihimpun. dalam kesempatan ini kami ingin berterima kasih kepada para stakeholder yang senantiasa memberikan dukungannya dalam upaya restrukturisasi dan penyelesaian kredit bermasalah yang telah memungkinkan menurunnya permasalahan NPL secara signifikan. walaupun telah dilakukan hapus buku. maka pada tanggal 6 Oktober 2006 pemerintah mengeluarkan PP No.4% pada akhir 2006. Selain itu recovery dari kredit hapus buku yang mencapai Rp 1. teridentifikasi terdapat 7 masalah utama yang perlu segera diperbaiki yaitu NPL serta risiko kredit yang tinggi.1 triliun selama setahun kemarin. pertumbuhan yang berpotensi melambat serta masih rendahnya keuntungan terutama karena masalah kualitas aktiva yang dihadapi.8 triliun di akhir 2006. Dapat juga kami sampaikan dalam kesempatan ini bahwa hampir semua target kinerja (bank saja) yang kita tetapkan untuk tahun 2006 telah dapat kita lampui. 33/2006 dan PMK No. beberapa di antaranya adalah: Net NPL yang dapat diturunkan lebih rendah 1. Bank Mandiri mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) untuk mempersiapkan pelaksanaan PP No. Dengan menurunnya kredit bermasalah yang dimiliki pada tahun 2005. untuk dapat melaksanakan akselerasi penyelesaian kredit macet. Kami sambut baik rencana Pemerintah Republik Indonesia membentuk Oversight Committe (OC) yang akan mengawasi pelaksanaan program percepatan penyelesaian kredit bermasalah. 33/2006 mengatur bahwa penyelesaian piutang perusahaan negara/daerah dilakukan sesuai dengan peraturan dan regulasi perseroan terbatas dan BUMN.8% dibanding target dalam rencana kerja. Sementara itu rasio total cadangan penurunan kualitas aktiva kredit termasuk dengan memperhitungkan agunan dibandingkan dengan total kredit bermasalah telah mencapai 150. NPL dari 30 obligor bermasalah yang sempat mencapai 75% dari keseluruhan permasalahan NPL dengan nilai tertinggi sebesar Rp 18. Total dana murah yang tumbuh dengan pencapaian adalah sebesar 113.  Pelaksanaan Program Penyelesaian Kredit Macet Bank Mandiri (PPKM) yang diharapkan dapat dimulai pada tahun 2007.4%. 2. 2. pada 22 Desember 2006. yang dapat memberikan kesempatan kepada kami untuk mendapatkan recovery yang lebih baik dari kredit yang telah dihapus buku dan juga kredit bermasalah dengan kolektibilitas 5 secara selektif. 14/2005 tentang Tata Cara Penghapusan Piutang Negara/Daerah. kemajuan yang dapat dicapai lebih cepat dibanding yang kami bayangkan sebelumnya. khususnya Bank BUMN dalam menyelesaikan piutang yang termasuk kredit. dapat ditingkatkan hingga mencapai 74.7%. 3. 3.3% pada akhir 2006. Keberhasilan dalam pengelolaan kredit bermasalah khususnya tidak terlepas dari upaya untuk mendapatkan kerjasama dari para debitur bermasalah tersebut.  dibandingkan yang ditargetkan. Bahkan untuk beberapa hal. Dalam Peraturan Pemerintah ini kembali ditegaskan bahwa piutang BUMN (termasuk didalamnya Bank Mandiri) adalah bukan termasuk piutang negara. menunjukkan bahwa transformasi yang kami jalankan telah membuahkan hasil. (Undang-undang No. 1 tahun 1995 dan Undang-undang No. Menteri Keuangan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. oleh karena itu piutang BUMN penyelesaiannya dapat dilakukan sesuai perundang-undangan perseroan terbatas. Kedua regulasi ini diharapkan dapat mempercepat resolusi atas masalah-masalah NPL di BUMN. Salah satu kunci keberhasilan dalam peningkatan kualitas pinjaman adalah keberhasilan penanganan atas 30 obligor terbesar yang dilakukan secara fokus. corporate governance dan risiko manajemen yang belum efektif.  Penandatanganan kontrak kinerja dengan pemerintah Republik Indonesia dengan fokus penyelesaian dan penanganan kredit bermasalah. Setelah diterbitkannya Peraturan Pemerintah tersebut. Pencapaian 2006 Sewaktu kami dipercaya untuk memimpin Bank ini di tahun 2005.

Consumer Finance. Membangun Kultur Berbasis Kinerja dengan Organisasi SBU Sesuai visi untuk menjadi Dominant MultiSpecialist Bank. hal penting yang dicapai adalah keberhasilan dalam penerapan pricing strategy yang tepat dalam penghimpunan dana masyarakat sehingga mendorong peningkatan efisiensi pengelolaan dana masyarakat yang tercermin dari perbaikan cost of fund dan Net Interest Margin (NIM). Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Utama dan dihadiri bukan hanya oleh Direktur Business Unit namun juga oleh para Group Head Business Unit. Sebagai langkah awal menuju organisasi berbasis SBU.  Meningkatkan fleksibilitas dalam merespon kondisi persaingan di setiap segmen yang akan memungkinkan setiap SBU bersaing dengan lebih baik Selain implementasi struktur organisasi berbasis SBU. Treasury & International Banking dan Special Asset Management. Peningkatan NIM dan Dana Murah Serta Pengendalian Biaya Pertumbuhan tajam dana murah pada tahun 2006 menunjukkan kemampuan pengembangan bisnis yang tetap berlangsung. 33/2006 dan PMK No. penghimpunan dana murah mencapai 53% dari total dana pihak ketiga yang didorong oleh tabungan dan giro dengan total Rp 109.  Meningkatkan skala operasional bank dan efisiensi biaya transaksi melalui konsolidasi Shared Services unit dalam satu direktorat 3. Selain pengendalian biaya dana. Itu sebabnya kami cukup bergembira sewaktu kami memperoleh penghargaan dari pihak yang independen bahwa penerapan Good Corporate Governance Bank Mandiri dinilai merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia.12 triliun yang naik 16. Setiap group Business Unit diminta untuk memaparkan hasil pencapaian kinerjanya masing-masing dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan serta diminta untuk menjelaskan apabila ada target serta rencana kerja yang belum dapat dicapai atau dilampui serta menyampaikan rencana langkah perbaikan. Hal ini perlu didukung dengan kultur kinerja yang merupakan bagian dari transformasi organisasi menuju organisasi berbasis Strategic Business Unit (SBU) sesuai dengan salah satu dari 4 tema transformasi kami. Dari segi pengelolaan bisnis. Fokus pada pelanggan (Customer Focus) dan Kesempurnaan (Excellence) atau disingkat dengan TIPCE. Corporate Culture tersebut kami rumuskan melalui 5 (lima) Corporate Value yang mencakup nilai-nilai: Kepercayaan (Trust). yang dijalankan oleh Direktorat Technology & Operations. Penurunan ini mendorong pelebaran NIM dari sebesar 4. Total tabungan meningkat dari Rp 47.’ Pencapaian ini merupakan quantum leap yang luar biasa mengingat pada tahun 2004 berada pada peringkat 11. target kami adalah meningkatkan keuntungan di semua segmen yang kami fokuskan. Perbaikan penerapan Good Corporate Governance merupakan salah satu upaya yang umumnya membutuhkan perubahan sikap dan budaya kerja para karyawan dan karyawati. pada bulan Juni 2006. Peningkatan Kualitas Pelayanan dan Penerapan Good Corporate Governance Proses transformasi Bank Mandiri mencapai visinya menjadi Dominant Multi-Specialist Bank dan Regional Champion Bank juga membutuhkan penguatan kembali Corporate Culture Bank Mandiri agar sejalan dengan kondisi saat ini dan tantangan dimasa datang. Sampai dengan akhir tahun 2006. Di tengah persaingan kualitas pelayanan yang semakin ketat tersebut. Commercial Banking. yaitu Corporate Banking. Corporate Center yang berfungsi untuk 2. Compliance & Human Capital dan Finance & Strategy. Total dana yang berhasil kami peroleh selama tahun 2006 adalah sebesar Rp 205.3 triliun di akhir tahun 2006 atau tumbuh 27. terutama nilai Excellence.4% di Triwulan IV 2006. yaitu: Business Unit yang berfungsi sebagai motor 1. setiap bulannya secara disiplin kami melaksanakan pertemuan Performance Review.  utama pengembangan bisnis bank yang terdiri dari 6 (enam) Direktorat. Meskipun pada saat yang lalu diperlukan fokus pada penyelesaian NPL.8% dalam kurun satu tahun.  menangani kebijakan dan strategi level korporasi yang tediri dari 3 (tiga) Direktorat yaitu Risk Management. pada tahun 2005 kami berhasil menempati peringkat ketiga dalam ‘Bank Service Excellence Monitor 2006. sehingga umumnya membutuhkan waktu yang cukup lama. Pada tahun 2006 Bank Mandiri menghadapi tantangan yang lebih berat karena bank-bank pesaing tentunya akan berupaya keras untuk dapat merebut posisi tersebut.6% dibanding dari tahun sebelumnya.7% di tahun 2006.2 triliun di tahun 2005 menjadi Rp 60. Hal ini memungkinkan adanya perbaikan Cost Efficiency Ratio (CER) dari 55. Integritas (Integrity).1% di tahun 2005 menjadi 4. Customer Focus dan Professionalism. Micro & Retail Banking. kami masih mampu untuk meningkatkan peringkat pelayanan menjadi posisi ke-2 terbaik. bahkan pada tahun 2003 masih diperingkat 16 dan belum ada Bank BUMN yang mampu menembus Top 10 Service Excellence dalam 10 tahun terakhir hasil survei Marketing Research Indonesia (MRI).dapat menghambat percepatan penyelesaian kredit bermasalah di bank-bank pemerintah serta melakukan sosialisasi PP No.  Meningkatkan akuntabilitas dan meningkatkan motivasi masing-masing SBU untuk mencapai target pertumbuhan dalam volume dan profitabilitas 2.9% pada tahun 2006. 87/2006 serta implikasinya pada penyelesaian kredit macet dan kredit bermasalah di bank-bank BUMN kepada berbagai pihak yang terlibat terutama para penegak hukum.71 triliun. Transformasi organisasi berbasis SBU merupakan salah satu platform penting bagi kami dalam mencapai aspirasi untuk menjadi Dominant Multispecialist Bank karena diharapkan akan: 1.6% pada tahun 2005 menjadi 48. yakni supporting unit yang berfungsi untuk mendukung operasional bank secara keseluruhan. Sebagai indikasi internalisasi corporate values baru yang cukup baik.  Shared Services.8%. Profesionalisme (Profesionalism). maka sepanjang tahun 2006 telah terjadi penurunan hingga mencapai 6. kami juga telah menetapkan target untuk dapat memposisikan Bank Mandiri sebagai service leader dalam peta persaingan perbankan nasional. kami juga melakukan berbagai inisiatif pengendalian biaya operasional selama tahun 2006 untuk menahan kenaikan biaya overhead tidak lebih dari 1%. Jika pada Triwulan I 2006 cost of fund Bank Mandiri masih sebesar 7. sambutan direktur utama 19 . untuk menerapkan budaya berbasis kinerja di setiap lini organisasi. telah dilakukan reorganisasi dimana organisasi Bank Mandiri dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok. 3. Di sisi lain.

Selain persiapan internal. Harga saham yang telah meningkat ini juga merefleksikan nilai kapitalisasi pasar di atas Rp 58 triliun. Fokus untuk Pertumbuhan di Masa Datang Sejalan dengan membaiknya kualitas kredit sesuai dengan harapan.  Menilai aset-aset yang terkait dengan kredit akan diikut sertakan dalam PPKM.  Meningkatkan asset dan liabilities di segmen Commercial sebagai Emerging Business sebagai bisnis yang telah mulai mapan dengan pangsa yang signifikan. kami optimis kondisi makro ekonomi akan membaik melihat tren berbagai indikator yang ada. tantangan kami berikutnya adalah akselerasi pertumbuhan bisnis yang berkualitas. Harus dipastikan tidak ada permasalahan legal yang terkait dalam kredit. Bersamaan dengan itu. Berdasarkan evaluasi internal dalam kondisi persaingan yang semakin meningkat maka akselerasi pertumbuhan di masa datang membutuhkan inisiatif peningkatan kemampuan yang dalam tahun 2007 mendatang akan difokuskan pada 3 hal berikut: 1.3%. Bank Mandiri bersamasama dengan Oversight Committee (OC) yang dibentuk oleh pemerintah akan terus berupaya untuk melakukan sosialiasi atas PP No. Penurunan NPL tersebut akan diperoleh melalui pelaksanaan restrukturisasi kredit dan upgrade serta pelunasan. dengan target pengembangan 20 sambutan direktur utama . Selain itu pencapaian tersebut juga merefleksikan kepercayaan nasabah dan harapan investor terhadap prospek Bank Mandiri ke depan sebagai bank terbesar di Indonesia. untuk melaksanakan keputusan RUPS LB pada tanggal 22 Desember 2006 yang lalu Bank Mandiri telah memulai berbagai persiapan internal maupun eksternal untuk menjalankan Program Penyelesaian Kredit Macet (PPKM). Secara internal. Kinerja keuangan yang membaik serta kepercayaan investor yang direfleksikan dalam ekspektasi atas kinerja yang membaik di masa datang. proses yang saat ini sedang dalam pelaksanaan adalah: 1. Penghargaan ini menunjukkan keseriusan Bank Mandiri dalam melaksanakan prinsip-prinsip Good Corporate Governance selama ini.  Melakukan review NPL untuk menentukan dapat dimasukkan dalam acceleration program. Target dan Rencana di Tahun 2007 Pada tahun 2007 ini. Perkembangan regulasi di sektor perbankan serta penyelesaian piutang dan kredit bagi Bank BUMN memberikan optimisme atas kinerja yang lebih baik lagi di tahun 2007 mendatang.  Penyusunan Standard Operating Procedures (SOP).8%.  Mempertahankan dominasi di segmen Corporate baik untuk product asset dan liabilities serta meningkatkan feebased income produk Treasury sebagai Cash Generator. Total laba setelah pajak meningkat dari sebesar Rp 604 miliar di tahun 2005 menjadi Rp 2. Melanjutkan Fokus pada Perbaikan Kualitas Kredit Meskipun kredit bermasalah yang berasal dari 30 obligor terbesar telah menurun secara signifikan. 2. dan ROE dapat ditingkatkan sehingga dapat kembali mencapai double digit yaitu 10.5%. termasuk penilaian kembali agunan yang dimiliki. terlihat dari harga saham Bank Mandiri yang di tahun 2006 menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. 33/2006 dan PMK No. 2. namun pada akhir tahun 2006 telah mencapai harga di kisaran Rp 2. Saat ini pertumbuhan akan difokuskan pada 3 (tiga) kelompok unit pengembangan bisnis Bank Mandiri. atau mengalami peningkatan sebesar 76.Pada akhir tahun 2006. Kegiatan sales dan marketing yang lebih terfokus.  Pengembangan produk pendanaan dan fee-based Income dari segmen retail serta Consumer Finance sebagai Future Engine Growth atau motor penggerak utama pertumbuhan di masa datang.900/lembar.0%. yaitu: 1. harga saham Bank Mandiri masih tercatat sebesar Rp 1. Profitabilitas dan Penciptaan Nilai Bagi Pemegang Saham Berbagai upaya dan pencapaian tersebut di atas memungkinkan adanya perbaikan yang berarti pada kinerja keuangan kami. yang berarti telah dicapai lebih dari separuh perjalanan untuk mencapai nilai kapitalisasi pasar untuk menjadi Regional Champion Bank sesuai visi jangka panjang Bank Mandiri yaitu sebesar USD 10 miliar. kami masih melihat pentingnya untuk tetap fokus dalam penanganan debitur-debitur terbesar di tahun 2007 mendatang.421 miliar. Suatu performa yang tidak mudah diperoleh. Prosentase peningkatan ini jauh berada di atas peningkatan IHSG pada periode yang sama yang hanya mengalami peningkatan sebesar 55. Meskipun program kerja kami yang masih menekankan pada perbaikan berkelanjutan pada perbaikan kualitas kredit namun kami akan memberi perhatian lebih pada pertumbuhan bisnis di semua segmen dibandingkan tahun sebelumnya dengan meningkatkan kolaborasi antar Business Unit (BU). Berdasarkan progress sampai saat ini. tetapi merupakan sebuah hasil kerja keras bersama yang sudah berhasil dibuktikan Bank Mandiri khususnya dalam melaksanakan prinsip-prinsip keterbukaan/ transparansi. 3. kami berharap bahwa setelah net NPL mencapai dibawah 5% maka kami dapat meraih target Gross NPL dibawah 10% pada akhir tahun 2007 mendatang.640/lembar. Pada akhir tahun 2005. 3. Rendahnya suku bunga akan memberikan dampak positif dan kondusif terhadap pertumbuhan kredit secara umum. 87/2006 serta untuk mendapatkan persetujuan atas pelaksanaan PPKM. Laba setelah pajak tumbuh 301. Perkembangan ini menunjukkan secara nyata bahwa seluruh upaya perbaikan internal yang dilakukan sepanjang tahun 2006 dapat dipahami dan direspon oleh seluruh pemegang saham dengan sangat positif. kami memperoleh penghargaaan dari Asia Money sebagai ‘Best Overall for Corporate Governance’ dan ‘Best for Disclosure & Transparency’ di Indonesia. Program ini akan mempercepat penyelesaian kredit bermasalah baik yang masih dibukukan on balance sheet maupun yang telah dihapus buku dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian perbankan.

 Peningkatan transparansi dan akuntabilitas Business Unit atas pencapaian kinerja sehingga mampu menciptakan dan mendorong kultur kinerja di masing-masing Business Unit. kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada para stakeholder dan nasabah yang telah bersabar dalam masa-masa yang sulit di tahun 2005 dan 2006 yang lalu dan terusmenerus memberikan dukungan kepada kami. 3.  Penerapan Talent Management yang terintegrasi dengan keseluruhan program transformasi. Keberhasilan kegiatan sales dan marketing secara terfokus tersebut akan sangat membutuhkan peningkatan pengetahuan mengenai pasar dan customer base yang kami miliki. Pengembangan bisnis melalui kolaborasi atau aliansi internal merupakan kekuatan Bank Mandiri untuk mengembangkan core business di masa mendatang.  Melengkapi masing-masing SBU dengan fungsi pengendalian keuangan (controller/ decision support) dan pengelolaan sumber daya manusia. Agus Martowardojo Direktur Utama sambutan direktur utama 21 . Terakhir. Kami yakin dengan kemampuan dan komitmen dari seluruh staff dan manajemen Bank Mandiri dan dukungan penuh dari seluruh stakeholder. Dengan kolaborasi antar BU maka dimungkinkan untuk memanfaatkan basis nasabah di segmen bisnis tertentu untuk memperoleh kesempatan bisnis di segmen lainnya. kami akan mampu menjawab semua tantangan dan mewujudkan visi kami untuk menjadi Dominant Multi-Specialist Bank. Kendarto yang memasuki masa purna jabatan pada tanggal 22 Mei 2006 dan telah mengabdi selama 26 tahun sejak bergabung dengan legacy Bank Ekspor Impor Indonesia pada tahun 1980 hingga bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun 1999.  Penyelarasan antara sistem insentif dengan performance management system untuk meningkatkan motivasi di seluruh jajaran organisasi. kepada Sdr. Melanjutkan Transformasi Budaya berbasis Kinerja Untuk memastikan transformasi organisasi serta internalisasi performance culture maka di tahun 2007 akan terus dilanjutkan program transformasi organisasi berbasis SBU dengan cakupan beberapa hal berikut: 1.  Penyelarasan sumber daya manusia kebutuhan pekerjaan dengan memastikan ‘The right person at the right place.B. Kami sangat menghargai dukungan Anda dan tentunya akan berupaya bahwa di masa datang. salah satunya dengan penempatan personell berdasarkan ‘The right person at the right role. Bank Mandiri akan mampu untuk memenuhi harapan anda semua. secara khusus kami ingin sampaikan penghargaan dan terima kasih atas jasa dan pengabdiannya pada bank yang kita cintai ini. Saya juga ingin berterima kasih kepada seluruh karyawan dan karyawati Bank Mandiri atas usaha-usahanya dalam membangun Bank Mandiri sehingga menjadi seperti saat ini. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Inisiatif aliansi strategis internal serta cross selling antar segmen terutama akan dikoordinasikasikan oleh para client service teams. Pelaksanaan aliansi internal sangat penting bagi pertumbuhan karena basis nasabah yang sudah cukup besar di masing-masing segmen pada saat ini. 6. Sebagai contoh. 4. Terus-menerus mempersingkat proses yang dibutuhkan untuk dapat memenuhi kebutuhan para customer termasuk di antaranya dalam memproses aplikasi pinjaman serta dalam pengembangan berbagai produk dan jasa pelayanan. Terima kasih juga kepada komisaris serta berbagai komite komisaris yang telah memberikan masukan dan kontribusi lainnya dalam memberikan arahan sepanjang tahun ini. 2. Bank terpercaya pilihan Anda. Atas nama Direksi.’ Membangun Kolaborasi Antar unit bisnis dan Aliansi Eksternal Salah satu pendorong pertumbuhan bisnis di masa mendatang adalah aliansi dan kolaborasi antara Business Unit (BU). J. 3. Selain pertumbuhan organik.  Meningkatkan produktifitas dan kemampuan daya jual para Account Managers di CBC dan corporate banking center serta tenaga front line di cabang-cabang dan outlet kami yang lain seperti Small Business District Center (SBDC) dan Micro Banking District Center (MBDC). kami berharap Bank Mandiri akan segera dapat memenuhi kriteria sebagai Bank Berkinerja Baik untuk dapat berpartisipasi aktif dalam konsolidasi sektor perbankan seperti yang digariskan oleh Bank Indonesia dalam Arsitektur Perbankan Indonesia. pencapaian pangsa pasar pendapatan sebesar 30% di semua segmen fokus sesuai aspirasi untuk menjadi dominant multi-specialist bank rasanya akan sulit dicapai tanpa pertumbuhan non-organik. khususnya di tahun 2007 yang akan kita jalani bersama.segmen. banyak nasabah Corporate Bank Mandiri yang memiliki supplier yang berpotensi untuk menjadi nasabah segmen Commercial atau pegawai yang berpotensi untuk menjadi nasabah Consumer Finance.  Penyelarasan kebijakan dan strategi pengembangan sumber daya manusia yang akan memberikan dukungan landasan bagi pengembangan bisnis.’ 5. Sejalan dengan penyelesaian kredit bermasalah. 2. industri dan jenis nasabah tertentu.

beliau ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Bank Bumiputera dan pada tahun 1998 ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Bank Ekspor Impor Indonesia (Persero). Pada bulan Mei 2005. Sejak bulan Agustus 2001. Beliau juga merupakan Ketua Dewan Penasihat Perbanas sejak bulan Juni 2006. dipromosikan menduduki posisi jabatan Wakil Kepala Cabang dan Kepala Cabang di berbagai cabang Bank Bumi Daya. Compliance and Corporate Secretary. Bergabung dengan Bank Niaga pada tahun 1986. membawahkan bidang Treasury & International Banking. Bulan April 2003. beliau ditunjuk menjadi Senior Executive Vice President Coordinator Human Resources. Financial Accounting and Credit Restructuring. beliau ditunjuk menjadi Managing Director membawahkan bidang Risk Management. Tahun 1993. beliau ditunjuk menjadi Executive Vice President membawahkan bidang Risk Management sampai dengan bulan Juli 2001. Pada tahun 1994 sampai dengan tahun 1999. Beliau memulai karir di Bank Bumi Daya (BBD) sebagai Analis Kredit. Bank Media. WAYAN AGUS MERTAYASA Wakil Direktur Utama Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Brawijaya Malang tahun 1973. Bank Patriot). Corporate Banking Group selama kurang lebih delapan tahun. kemudian menjabat Kepala Bagian Kredit di BBD Denpasar pada tahun 1980. Beliau terpilih sebagai Ketua Ikatan Bankir Indonesia pada bulan Desember 2005 dan hingga saat ini menjabat Ketua Umum HIMBARA sejak bulan Juni 2006. beliau ditunjuk menjadi Managing Director Human Resources. Sentausa Direktur Risk Management 8 Bambang Setiawan Direktur Compliance & Human Capital 9 Riswinandi Direktur Special Asset Management 10 Thomas Arifin Direktur Treasury & International Banking 11 Budi G. PT Bank Prima Ekspres. Tahun 2001 sampai dengan 2004.. PT Bank Universal Tbk. setelah menjabat sebagai Penasehat untuk Chairman BPPN.Mei 2006. beliau ditunjuk menjadi Direktur di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo). 2 Wayan Agus Mertayasa Wakil Direktur Utama 3 Omar Sjawaldy Anwar Direktur Consumer Finance 4 Zulkifli Zaini 5 Sasmita Direktur Commercial Banking Direktur Technology & Operations 6 Abdul Rachman Direktur Corporate Banking 7 Sentot A. beliau ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Bank Permata Tbk. Pada bulan Oktober 2002. Pada tahun 1991. Tahun 1983 sampai tahun 1991. Beliau juga menjabat sebagai Ketua Bankers Club Indonesia dari tahun 2000 sampai dengan 2003. Sadikin Direktur Micro & Retail Banking 12 Pahala Nugraha Mansury Executive Vice President Koordinator Finance & Strategy dan Chief Financial Officer 13 Haryanto Tiara Budiman Executive Vice President Koordinator Change Management Office 22 direksi . Retail Banking dan Operations. beliau dipromosikan menjadi Wakil Direktur Utama merangkap Chief Financial Officer Finance & Strategy dan masih menjabat Wakil Direktur Utama sampai sekarang. dan terakhir bidang Human Resources and Support Services. menjadi Chief Executive BBD International Finance HongKong dan juga merangkap sebagai Chief Representative BBD HongKong. Compliance and Corporate Secretary. Beliau memulai karir perbankan sebagai International Loan Officer di Bank of America Cabang Jakarta selama tiga tahun. (merger dari PT Bank Bali Tbk. beliau ditunjuk sebagai Managing Director Bank Mandiri yang membawahkan bidang Risk Management and Credit Restructuring. beliau ditunjuk untuk menduduki posisi puncak di Bank Mandiri sebagai Direktur Utama sampai sekarang. menduduki posisi sebagai Vice President. Bulan Mei 2005. kembali ke Amerika Serikat dan menduduki posisi sebagai General Manager Bank Bumi Daya New York sampai dengan tahun 1994.direksi 1 Agus Martowardojo Direktur Utama AGUS MARTOWARDOJO Direktur Utama Menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 1984. beliau dipromosikan menjadi General Manager Bank Bumi Daya Los Angeles AS.. Pada tahun 2006. Tahun 1992 dimutasikan ke HongKong. terpilih oleh Asiamoney sebagai Best Indonesian Executive dan memperoleh Leadership Achievement Award dari The Asian Banker. Pada tahun 1995. Selama kurun waktu tahun 1999 sampai dengan 2002. Corporate Banking Head. Beliau menjabat sebagai Ketua Perbanas periode 2003 . beliau merupakan anggota Dewan Nasional Institut Bankir Indonesia. Sejak tanggal 1 Juli 1999. Tahun 2002.

Jakarta sebagai Wakil Direktur. Houston Texas USA dan di PT Huffco Indonesia dari tahun 1983 sampai dengan tahun 1988. Bergabung dengan Citibank N. 3 5 6 10 . dan menjadi Assistant Vice President of Operations tahun 1991 serta menjabat Pimpinan Cabang Surabaya tahun 1993. Bulan Juli 1999 bergabung dengan Bank Mandiri sebagai Senior Vice President Bank Mandiri bidang Products & Business Development dan kemudian menjadi Senior Executive Vice President Retail & Commercial Banking Bank Mandiri pada tahun 2001. dan kembali berkarir di dunia perbankan saat menjabat sebagai Vice President of Consumer Banking ABN AMRO Jakarta. Beliau ditunjuk sebagai Senior Executive Vice President Consumer Banking pada bulan Januari 2003 dan kemudian menduduki posisi jabatan Managing Director Consumer Banking Bank Mandiri pada bulan April 2003..OMAR SJAWALDY ANWAR Direktur Consumer Finance Menyelesaikan studi dan memperoleh gelar Bachelor of Science di bidang Accounting dari University of Maryland USA tahun 1980 dan memperoleh beasiswa penuh dari RMHI Inc. Jakarta tahun 1989 sebagai Manager of the Quality Assurance Unit. untuk meraih gelar MBA di bidang Finance dari George Washington University USA pada tahun 1982.A. Tahun 1996. Corporate Finance. beliau bergabung dengan PT Bimantara Citra Tbk. Pada bulan Mei 2006 beliau ditunjuk menjadi Direktur Consumer Finance sampai sekarang. beliau menjabat Vice President. Tahun 1998. Sales and Investment Product Development. Beliau memulai karir sebagai akuntan dan analis di RMHI Inc. Mendapatkan Sertifikasi Chartered Financial Consultant dan Certified Life Underwriter dari Singapore Insurance Institute pada tahun 2004.

11

2

1

13

8

9

12 7

4

direksi

24

ZULKIFLI ZAINI
Direktur Commercial Banking Menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung tahun 1980 dan memperoleh gelar MBA Finance dari Washington University USA pada tahun 1994. Beliau memulai karir sebagai Civil & Structural Engineer pada Wiratman and Associate tahun 1980. Pada tahun 1983, beliau menduduki jabatan Project Engineer Civil & Structural Supervisor pada PT. Wahana Muda Indonesia. Memulai karir perbankan sebagai Account Officer pada Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) tahun 1988 sampai tahun 1991. Setelah menyelesaikan pendidikan S2, beliau ditugaskan sebagai Staf Perbankan dan Jasa Keuangan di Bank Pembangunan Indonesia Jakarta. Tahun 1994 sampai tahun 1996, beliau menjabat Head of Project Finance Bapindo Cabang Surabaya kemudian dimutasikan ke Bandung dan menjabat sebagai Wakil Kepala Cabang Bapindo Cabang Bandung dari tahun 1996 sampai tahun 1998. Pada tahun yang sama beliau dimutasikan ke Jambi dan menjabat sebagai Kepala Cabang. Seiring proses merger Bank Mandiri, beliau menduduki posisi Senior Manager dan Team Leader, Credit Risk Management. Pada bulan September 1999 sampai dengan Januari 2003 beliau ditunjuk sebagai Vice President and Division Head, Government Relationship Management RM 03 sampai tahun 2003. Pada bulan Januari 2003, beliau menjabat Senior Vice President dan Group Head Retail Risk Management, dan pada bulan September 2003, Pak Zulkifli ditunjuk sebagai Managing Director & Senior Executive Vice President, Distribution Network. Pada bulan Juni 2006, beliau ditunjuk sebagai Direktur Commercial Banking sampai sekarang.

SASMITA
Direktur Technology & Operations Menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar sarjana muda dari Akademi Akuntansi Indonesia Jakarta tahun 1975 dan memulai karir di Bank Dagang Negara (BDN) Jakarta tahun 1974 di Divisi Accounting. Beliau dimutasikan ke Divisi Perbankan Internasional BDN pada tahun 1980 dan menjabat Kepala Seksi Sistim & Prosedur Urusan Luar Negeri tahun 1987, dan menjadi Kepala Bagian pada tahun 1988. Tahun 1991 sampai dengan tahun 1994 beliau menjabat sebagai Operation Manager Staco International Finance Ltd. Hongkong dan ditunjuk menjadi Assistant Managing Director Staco International Finance Ltd Hongkong pada tahun 1994 selama 3 tahun. Tahun 1997, beliau kembali ke Indonesia menduduki posisi Kepala Cabang Bank Dagang Negara Kota Baja Cilegon kemudian terpilih menjadi Tim Manajemen Bank Modern Jakarta tahun 1998. Dan tahun 1999 bergabung dengan Tim Merger Bank Mandiri sebagai wakil dari Bank Dagang Negara. Seiring proses merger Bank Mandiri, beliau ditunjuk sebagai Division Head Operation & Branch Operation System Bank Mandiri Jakarta sampai tahun 2001. Pada tahun 2001 juga terpilih menjadi Tim Pengelola Bank International Indonesia (BII) sampai dengan awal tahun 2002. Di tahun 2002 sampai dengan tahun 2004, menjabat sebagai Group Head Central Operations. Tahun 2004, beliau ditunjuk menjadi Group Head Jakarta Network dan pada bulan Mei 2005 ditunjuk sebagai Managing Director Bank Mandiri membawahi bidang Small Business & Micro Banking Directorate. Menjelang akhir tahun beliau juga mengkoordinasikan Direktorat Human Capital and Compliance. Sejak bulan Mei 2006 hingga sekarang, beliau ditunjuk menjadi Direktur Technology & Operations.

25

direksi

ABDUL RACHMAN
Direktur Corporate Banking Lulus dengan menyandang gelar Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi dari Universitas Padjadjaran Bandung pada tahun 1980 dan gelar MBA jurusan Financial Management dari Kansas State University USA tahun 1989. Mengikuti short course dalam dan luar negeri antara lain: Pacific Rim Bankers Program, USA dan Advance Management Course Insead, France. Beliau bergabung dengan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) Jakarta sebagai staf pengawasan kredit pada tahun 1981. Setelah menyelesaikan pendidikan S2-nya, beliau ditunjuk menduduki posisi Business Development Manager di Bapindo Cabang Hong Kong dari tahun 1990 sampai dengan tahun 1992. Tahun 1992 beliau ditunjuk menjadi Deputy General Manager Hong Kong Branch dan pada tahun 1993 dipromosikan menjadi General Manager Hong Kong Branch Bapindo sampai dengan tahun 1995. Tahun 1995, beliau dimutasikan ke Bapindo Cabang Surabaya menduduki posisi Kepala Cabang, dan kemudian dimutasikan ke Kantor Pusat Bapindo Jakarta tahun 1996 untuk menduduki posisi Deputy Kepala Divisi Perbankan Internasional. Tahun 1997 sampai dengan tahun 1999 beliau menjabat Kepala Divisi Perbankan Internasional. Seiring proses merger Bank Mandiri tahun 1999, beliau ditunjuk sebagai Senior Vice President Corporate Banking Bank Mandiri Jakarta, dan pada tahun 2001 ditunjuk menjadi Group Head & Senior Vice President, Corporate Banking Bank Mandiri Jakarta. Bulan Mei 2005, beliau ditunjuk menjadi Managing Director & Senior Executive Vice President Corporate Banking sampai sekarang. Bulan April 2003 sampai dengan Agustus 2004, beliau ditunjuk sebagai Komisaris PT Mandiri Sekuritas Jakarta. Beliau juga ditunjuk sebagai Komisaris Bank Syariah Mandiri sejak Februari 2004 sampai dengan bulan Mei 2005. Beliau menjabat sebagai Ketua Financial Institution Club (FI Club) sejak tahun 2001 sampai sekarang. Tahun 2000–2003, beliau menjadi pengajar di Institut Bankir Indonesia (SESPIBANK) Jakarta.

Sentot A. Sentausa
Direktur Risk Management Menyelesaikan pendidikan Sarjana jurusan Statistik dari Universitas Padjajaran Bandung tahun 1983 dan memperoleh gelar MBA dari Monash University, Melbourne tahun 1994. Tahun 1983 sampai tahun 1985, berkarir sebagai Analis Sistem Planologi di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Mengawali karir di dunia perbankan tahun 1986 sebagai Officer di Divisi Riset dan Pengembangan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) sampai dengan tahun 1989. Beliau dimutasikan ke Direktorat Treasury tahun 1996 bidang Assets & Liabilities Committee (ALCO). Tahun 1997, beliau ditunjuk menjadi Wakil Kepala Cabang Bapindo Palembang, dan ditunjuk menduduki jabatan Kepala Cabang di dua cabang lainnya sampai tahun 1999. Seiring merger Bank Mandiri merger tahun 1999, beliau menjabat Vice President and Division Head, Global Markets & Treasury Controlling dibawah Direktorat Finance. Beliau ditunjuk Vice President and Division Head Market, Operational and Legal Risk tahun 2000, dan sebagai Vice President dan Division Head untuk Procurement and Fixed Assets pada tahun 2001. Tahun 2001, beliau ditunjuk sebagai Vice President and Regional Risk Manager, di Bank Mandiri Wilayah VIII di Surabaya. Kembali ke Kantor Pusat tahun 2003, beliau menduduki jabatan Group Head and Senior Vice President untuk Procurement & Fixed Assets. Tahun 2004, beliau ditunjuk sebagai Senior Vice President & Group Head Consumer Risk Group, dan dimutasikan untuk jabatan yang sama sebagai Portfolio and Operational Risk Group pada awal tahun 2005. Bulan Juni 2005, beliau ditunjuk sebagai Coordinator, Risk Management Directorate, merangkap sebagai Group Head Portfolio and Operational Risk. Pada bulan Mei 2006, beliau ditunjuk menjadi Direktur Risk Management sampai sekarang.

BAMBANG SETIAWAN
Direktur Compliance & Human Capital Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi di Universitas Airlangga Surabaya pada tahun 1984 dan melanjutkan pendidikan Master serta memperoleh gelar Master of Business Administration in Accounting dari Temple University, Philadelphia, Pennsylvania pada tahun 1993. Beliau memulai karir di Bank Bumi Daya (BBD) pada tahun 1985 sebagai Tata Usaha Satuan Kerja Audit Intern dan menjadi Asisten Kepala Seksi Satuan Kerja Intern pada tahun 1987. Tahun 1991–1994, beliau mendapat tugas belajar untuk melanjutkan studi Master of Business Administration (Accounting) di Temple University, Philadelphia, Pennsylvania, AS. Tahun 1994–1999, beliau ditugaskan untuk menduduki berbagai posisi jabatan mulai dari Kepala Seksi hingga Kepala Bagian pada berbagai bidang, yaitu Sumber Daya Manusia, Pendidikan Dan Pelatihan serta Akuntansi Keuangan di Kantor Pusat Bank Bumi Daya. Seiring proses merger Bank Mandiri beliau ditunjuk sebagai Group Head Accounting dari bulan Juli 1999 sampai dengan Januari 2001 dan kemudian beliau ditunjuk untuk menduduki posisi Project Head of Financial Control. Pada tahun 2003, beliau ditunjuk sebagai Group Head Compliance dan menjabat sampai dengan Juli 2004. Pada bulan Juli 2004, beliau memperoleh penugasan dari Presiden RI menjadi Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan dan menduduki posisi tersebut sampai dengan tahun 2005. Pada bulan November 2005, beliau kembali ke Bank Mandiri menduduki posisi Group Head Accounting. Sejak bulan Februari 2006 beliau ditugaskan sebagai Executive Vice President Coordinator Information and Technology merangkap Group Head Accounting hingga Mei 2006 Pada tanggal 22 Mei 2006 oleh RUPS beliau ditunjuk menjadi Direktur Bank Mandiri dan berdasarkan keputusan Komisaris tanggal 5 Juni 2006, beliau ditugaskan selaku Direktur yang membidangi Compliance, Legal, Learning and Human Capital sampai sekarang.

Mendapatkan Sertifikasi Chartered Financial Consultant dan Certified Life Underwriter dari Singapore Insurance Institute pada tahun 2004. Sekarang. juga menjabat sebagai Anggota Komisaris PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero) terhitung Oktober 2004 sampai dengan Mei 2006. Seiring proses merger PT Bank Bali Tbk. Tahun 1992. beliau mendapatkan promosi jabatan sebagai Senior Manager. beliau bergabung dengan ABN AMRO Bank Indonesia. Mulai Oktober 2005. beliau ditunjuk sebagai Direktur Special Asset Management Bank Mandiri sampai saat ini. Perancis dan memperoleh gelar Master of Business Administration (International Business) pada tahun 1993. Tokyo. BUDI G. Bulan September 2003. Mengawali karir pada tahun 1986 sebagai Account Officer dan Marketing Team Leader PT Bank Bali Tbk. Beliau menjabat sebagai anggota Dewan Nasional Ikatan Bankir Indonesia dari tahun 2001 sampai dengan 2004. Tahun 1997.RISWINANDI Direktur Special Asset Management Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Trisakti Jakarta pada tahun 1983. Beliau bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun 2006 dan menjabat sebagai Direktur Micro & Retail Banking sampai sekarang. Tahun 1994. sebagai Executive Vice President Consumer Banking dan Direktur Adira Quantum Multi Finance. pendidikan Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi dari Universitas Parahyangan pada tahun 1986 dan menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi jurusan Manajemen dari Universitas Indonesia pada tahun 1990. direksi 27 . dan Chief General Manager Human Resources hingga tahun 1999. Tahun 1992. beliau ditunjuk menjadi Assistant Vice President.. Japan. Disamping itu. pada tahun 2003–2006. Tahun 2001 beliau menjabat sebagai Executive Vice President–Corporate Lending Division pada Bank Danamon. Toulouse. Chief General Manager Wilayah Jakarta. Selanjutnya. Beliau memperoleh beasiswa dari European Community dan ASEAN Countries untuk melanjutkan pendidikan Master di European University. beliau bertugas sebagai Group Head–Credit Recovery II Bank Mandiri dan pada bulan Mei 2006. sampai dengan tahun 1991. beliau dipromosikan menjadi First Vice President. dan berturut-turut menjabat sebagai General Manager Electronic Banking. beliau ditunjuk sebagai General Manager. menjadi PT Bank Permata Tbk. Director of Consumer & Commercial Banking ABN AMRO Indonesia & Malaysia hingga tahun 2004. Risk Management Group PT Bank Permata Tbk. beliau ditunjuk menjadi Vice President. beliau menjabat sebagai First Vice President. jabatan terakhir beliau adalah Senior Vice President. Pada tahun 2003. beliau bergabung dengan Bank Mandiri dan menjabat sebagai Direktur Treasury & International Banking sampai sekarang. THOMAS ARIFIN Direktur Treasury & International Banking Menyelesaikan pendidikan Sarjana Matematika dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1985. beliau ditunjuk sebagai Komisaris Independen Bank Mandiri sampai dengan Mei 2005. SADIKIN Direktur Micro & Retail Banking Menyelesaikan pendidikan sarjana fisika nuklir dari Institut Teknologi Bandung tahun 1988. Selanjutnya tahun 1986 mulai berkarir di Bank Niaga selama kurun waktu 13 tahun dan terakhir menjabat sebagai Vice President Human Resources (Group Head). Deputy Main Branch Manager. Kemudian melanjutkan karirnya di IBM Indonesia dengan jabatan terakhir sebagai Systems Integration & Professional Services Manager pada tahun 1994.. beliau bergabung dengan PT Bank Danamon Tbk. Mengawali karir pada tahun 1988 sebagai Information Technology Officer di IBM AsiaPacific Headquarter. USA dan menjabat sampai dengan tahun 2002. Corporate Banking Department sampai dengan tahun 1993. Los Angeles Branch. General Manager Risk Assets Management Support and Head of Investor Relations. dan terakhir menjabat sebagai Direktur Bank Danamon sampai dengan Juni 2003. Pada tahun 2006. Bergabung dengan PT Bank Bali Tbk. International Banking Group Head PT Bank Bali Tbk. Memulai karir sebagai Senior Assistant pada SGV Utomo pada tahun 1984. General Manager PT Bank Bali Tbk. Tahun 2004. beliau aktif sebagai Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Bankir Indonesia dan Wakil Bendahara Persatuan Insinyur Indonesia.. Tahun 1999 beliau bekerja di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dengan jabatan terakhir sebagai Senior Vice President–Loan Work Out & Collection Division Head di BPPN sampai dengan tahun 2001.

Amerika Serikat. Indonesia.) di Texas A&M University dan melanjutkan pendidikan Master of Science (M. Beliau bergabung dengan Bank Mandiri dan menduduki posisi Group Head Corporate Development/Change Management Office dalam kurun waktu 2003 sampai dengan tahun 2006. Beliau meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph. beliau menduduki jabatan Senior Consultant di Booz Allen Hamilton selama satu tahun. dan manajemen operasional di berbagai perusahaan besar (termasuk institusiinstitusi keuangan terkemuka) di negara-negara tersebut.Sc) dari Virginia Polytechnic Institute and State University. Jabatan terakhirnya di McKinsey adalah sebagai Associate Partner dan Direktur di PT McKinsey Indonesia. Pada tahun 1998. Tahun 1999. New York University. 28 direksi . bekerja pada perusahaan pengelolaan investasi secara paruh waktu di New York.Sc. beliau menjabat sebagai Project Leader pada The Boston Consulting Group sampai dengan tahun 2003.D.PAHALA NUGRAHA MANSURY Executive Vice President (EVP) Koordinator Finance & Strategy dan Chief Financial Officer Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi dari Universitas Indonesia dan memperoleh gelar MBA Finance dari Stern School of Business. USA pada tahun 1999. dengan penugasan di berbagai proyek di sektor perbankan. ditugaskan di Amerika Serikat. beliau menduduki jabatan sebagai EVP Coordinator Finance & Strategy. Sejak tahun 2006. Beliau memulai karir sebagai Change Management Consultant di Andersen Consulting Jakarta sampai dengan tahun 1997. Haryanto Tiara Budiman Executive Vice President (EVP) Koordinator Direktorat Change Management Office Menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik (B. India. Pada tahun yang sama. Australia.) dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Amerika Serikat pada tahun 1996. Korea Selatan. Malaysia. dan Singapura di bidang strategi. Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 2006 dan menduduki posisi jabatan Executive Vice President (EVP) Koordinator di Direktorat Change Management Office. Mengawali karir di perusahaan konsultan McKinsey & Company. Selama bergabung dengan McKinsey selama 10 tahun. organisasi.

& Overseas Network Treasury Human Capital Market Risk Investor Relations Change Management Office IT Planning & Security Credit Recovery II Corporate Banking II Regional Network Consumer Loans Learning Center Portfolio & Operational Risk Corporate Risk Accounting IT Business Solutions & Appl.struktur organisasi Board of Commissioners Audit Committee Risk Policy Committee Nomination & Remuneration Committee Good Corporate Governance Committee President Director Deputy President Director Special Asset Management Corporate Banking Commercial Banking Micro & Retail Banking Consumer Finance Treasury & International Banking Compliance & Human Capital Risk Management Finance & Strategy Change Management Office Technology & Operations Internal Audit Corporate Secretary Credit Recovery I Corporate Banking I Jakarta Commercial Sales Regional Commercial Sales Product Management Jakarta Network Consumer Card Financial Inst. Services IT Infrastructure & Operations Corporate Banking III Mass Banking Bank Syariah Mandiri Bank Mandiri Europe Limited (BMEL) Compliance Strategy & Performance Mandiri Sekuritas Wealth Management Legal Commercial Risk I Procurement & Fixed Asset IT Information & Knowledge Management Electronic Banking Commercial Risk II Chief Economist Central Operations Small Business Consumer Risk Credit Operations Micro Business Consumer Collection Assets Management AXA Mandiri Financial Services Customer Care Risk and Capital Committee Information Technology Committee Personnel Policy Committee Board of Commisioner Board of Director Group Head Deputy Group Head Subsidiaries struktur organisasi 29 .

pembahasan umum & analisis manajemen .

5% menjadi Rp 2.295 per 31 Desember 2006 dari Rp 1. dikarenakan laba bersih di tahun 2006 meningkat 301. wayan agus mertayasa • Wakil Direktur Utama .Laba per saham tahun 2006 sebesar Rp 119 meningkat dibandingkan tahun 2005 sebesar Rp 30.6% menjadi Rp 1.421 miliar dari Rp 603 miliar di tahun 2005.150 pada akhir 2005. Nilai buku per lembar saham juga meningkat 12.

yang disajikan pada halaman selanjutnya. Bahasan ini disusun berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Bank yang disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia (PSAK) untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006. semua informasi keuangan yang berhubungan dengan Bank Mandiri dinyatakan atas dasar konsolidasi sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Laporan Arus Kas serta Laporan Komitmen dan Kontinjensi. Kecuali dinyatakan lain. 32 pembahasan umum & analisis manajemen . Sarwoko & Sandjaja. untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 ini sebaiknya dibaca bersama-sama dengan Laporan Keuangan yang lengkap. Data keuangan tahun 2006 juga disajikan dalam US Dollar dengan menggunakan kurs pada tanggal 31 Desember 2006 yaitu USD1 = Rp 9. termasuk catatan-catatan di dalamnya yang terdapat pada bab berikutnya. Pembahasan yang lebih rinci atas kinerja dan kondisi keuangan tersebut disajikan pada bagian lain pembahasan umum dan analisis manajemen mengenai hasil usaha dan kondisi keuangan.Pembahasan umum dan analisis manajemen mengenai hasil usaha dan keuangan Bahasan serta analisis tentang hasil usaha dan kondisi keuangan Bank Mandiri Bahasan mengenai operasional Bank Mandiri. Kilasan ini juga menyajikan kinerja dan kondisi keuangan Bank Pemerintah dan Bank Swasta lainnya. Laporan keuangan tersebut telah di audit oleh auditor independen Ernst & Young Purwantono. Kondisi Keuangan Memberikan kajian mengenai kinerja keuangan yang disusun berdasarkan Neraca. Hasil Usaha Memberikan kajian mengenai kinerja keuangan yang disusun berdasarkan Laporan Laba Rugi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005. Bahasan serta analisis tentang hasil usaha dan kondisi keuangan ini disajikan dalam 3 bagian sebagai berikut: Kilasan mengenai Kinerja dan Kondisi Keuangan Memberikan kilasan mengenai 12 (duabelas) kinerja & kondisi keuangan utama.003.

tahun sebelumnya. - Rasio biaya terhadap pendapatan bersih Bank Swasta sebesar 44.2% masih lebih baik dibandingkan dengan Bank Pemerintah lainnya yaitu 49.9% terhadap laba operasional tahun 2006 (sebelum provisi) sebesar Rp 6.0% dibandingkan dengan tahun - ROE Bank Mandiri paling rendah sebelumnya yaitu 2.6%.3%.1%) dan Bank Swasta disebabkan peningkatan laba bersih lain (20.  Peningkatan tersebut terutama disebabkan komposisi dana pihak -  Marjin pendapatan bunga bersih Bank ketiga yang lebih baik.5%.9% dari Rp 4.9%. memberi kontribusi 89.8%). . - Efisiensi yang dilakukan Bank Mandiri serta perbaikan pendapatan operasional menyebabkan terjadi penurunan rasio biaya terhadap pendapatan bersih yang cukup signifikan dari 56.216 miliar. peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sekilas tentang kinerja dan kondisi keuangan Bank Mandiri 1 Bank Mandiri Bank Lain 10 8 6 4 2 0 01 02 03 04 05 06 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta Marjin pendapatan bunga -  Marjin pendapatan bunga bersih pada -  tahun 2006 mengalami peningkatan bersih Bank Pemerintah pada menjadi 4.335 miliar di tahun 2005 menjadi Rp 5.5%.7% dari 4.2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 6. Swasta pada tahun 2006 mengalami kenaikan yang cukup signifikan menjadi 7.2% menjadi 2. yang semula 2. yang cukup signifikan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.9% pada tahun 2006. -  Peningkatan tersebut terutama disebabkan peningkatan laba bersih - Rata-rata ROA perbankan pada yang cukup signifikan dibandingkan tahun 2006 mengalami sedikit dengan tahun 2005.1% dibandingkan dengan dibandingkan dengan tahun sebelumnya masing-masing menjadi tahun sebelumnya sebesar 0. 2.4%.Core earnings di tahun 2006 meningkat 28. marjin pendapatan bunga bersih 50 40 30 20 0 -20 01 02 03 04 05 06 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta imbal hasil rata-rata ekuitas (ROE) 4 3 2 1 0 -1 01 02 03 04 05 06 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta imbal hasil rata-rata aktiva (roa) 60 50 40 30 20 0 01 02 03 04 05 06 rasio biaya terhadap pendapatan bersih 2 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta pembahasan umum & analisis manajemen 33 .1% pada tahun 2006 mengalami sedikit penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. - Imbal Hasil Rata-rata Aktiva (ROA) - ROA Bank Pemerintah maupun Bank tahun 2006 meningkat sebesar 120% Swasta mengalami sedikit penurunan menjadi 1.589 miliar. - Imbal Hasil Rata-rata Ekuitas (ROE) - Kenaikan laba bersih sebagian pada tahun 2006 mengalami besar bank utama menyebabkan peningkatan yang cukup baik menjadi meningkatnya ROE di tahun 2006 10.6% menjadi 48. bila dibandingkan dengan Bank -  Peningkatan tersebut terutama Pemerintah (25.8% dan 2.

5%.8%.3% karena recovery/collection dan upgrade.0% lebih tinggi dibandingkan dengan Bank Swasta yaitu sebesar 56.8%.3%). - Rasio kredit bermasalah bruto Bank Pemerintah lainnya mengalami penurunan dari 8. -  Hal ini menunjukkan komitmen Bank Mandiri untuk meningkatkan peran intermediasi. . Rasio Kredit Bermasalah–Neto pada tahun 2006 sebesar 5.2% dan 6. - Rasio kredit dalam perhatian khusus Bank Pemerintah maupun Bank Swasta mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya masing-masing menjadi 10. 30 25 20 15 10 0 01 02 03 04 05 06 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta rasio kredit bermasalah– bruto -  Penyisihan penghapusan kredit terhadap kredit bermasalah mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya dari 44. 250 200 150 100 50 0 01 02 03 04 05 06 penyisihan penghapusan kredit terhadap kredit bermasalah Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta - Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga–non Bank tahun 2006 mengalami peningkatan dari 51. 70 60 50 40 30 0 01 02 03 04 05 06 rasio kredit terhadap dana pihak ketiga– non bank Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta 34 pembahasan umum & analisis manajemen .7%. -  Bank Swasta lebih konservatif dalam pembentukan PPAP dibandingkan dengan Bank Mandiri maupun Bank Pemerintah lainnya.2%. - Rasio kredit bermasalah bruto Bank Swasta tahun 2006 sedikit mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 2.3%) yang lebih tinggi dibandingkan dengan Bank Pemerintah lainnya (93. Hal ini terutama disebabkan upgrade kredit yang sebelumnya dikategorikan sebagai NPL ke kolektibilitas dalam perhatian khusus.3% pada tahun 2005 menjadi 16.8% pada tahun 2005 menjadi 57. .  Hal ini ditunjukkan oleh rasio PPAP terhadap NPL (104.1%.- Rasio kredit dalam perhatian khusus di tahun 2006 mengalami peningkatan dari 12.4% menjadi 74.3% menjadi 6. - Sementara itu.9%.9%.6% pada tahun 2005 menjadi 14. 30 25 20 15 10 0 01 02 03 04 05 06 rasio kredit kolektibilitas dpk terhadap total kredit Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta - Rasio Kredit Bermasalah–Bruto pada tahun 2006 mengalami perbaikan yang cukup signifikan dari 25. Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga Bank Pemerintah lainnya sebesar 62.

-  Hal ini disebabkan perbaikan profitabilitas yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR) menunjukkan modal yang masih sangat solid mengantisipasi pertumbuhan.2% . 25 20 15 10 5 0 01 02 03 04 05 06 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta rasio kecukupan modal inti .0% pada tahun 2005 menjadi 3.3%). BNI dan BTN. Rasio Biaya terhadap pendapatan bersih=beban overhead/pendapatan operasional (tidak termasuk pendapatan kenaikan nilai dan keuntungan penjualan surat berharga dan Obligasi Pemerintah) pembahasan umum & analisis manajemen 35 . - Rasio Kecukupan Modal (CAR) Bank Mandiri pada tahun 2006 sebesar 25. Bank Danamon. lebih tinggi dibandingkan Bank Pemerintah lainnya dan Bank Swasta.- Rasio beban overhead terhadap jumlah aktiva relatif stabil (2.6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 18. sedangkan data Bank Swasta merupakan rata-rata data keuangan BCA.0%. -  Dengan CAR yang cukup tinggi tersebut memungkinkan Bank Mandiri untuk memperbaiki kualitas aktiva produktif dan juga mengembangkan usaha. . Bank Mandiri memiliki keunggulan komparatif dalam skala operasi. - Sistem perbankan memiliki kecukupan modal yang sangat baik untuk mengantisipasi kebutuhan pertumbuhan. semua jenis bank  mengalami peningkatan CAR di tahun 2006 dan jauh di atas kebutuhan modal menurut regulasi (8%).3%. 70 60 50 40 30 0 01 02 03 04 05 06 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta rasio dana mahal - Rasio Kecukupan Modal Inti mengalami peningkatan menjadi 19. 5 4 3 2 1 0 01 02 03 04 05 06 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta rasio beban overhead terhadap jumlah aktiva - Rasio dana mahal Bank Mandiri pada - Secara umum. - Rasio beban overhead terhadap aktiva Bank Pemerintah mengalami sedikit penurunan dari 4. - Rasio beban overhead terhadap aktiva Bank Swasta lainnya juga mengalami sedikit penurunan dari 3. -  Hal ini disebabkan terjadi penurunan yang cukup signifikan pada -  Peningkatan rasio dana mahal deposito berjangka. bahkan lebih rendah dibandingkan Bank Pemerintah lainnya maupun Bank Swasta. rata-rata Bank Swasta lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan rasio Bank Pemerintah lainnya.2% menjadi 3.6% pada tahun 2006.  Data untuk Bank Pemerintah. BII. 30 25 20 15 10 0 01 02 03 04 05 06 Bank Mandiri Bank Pemerintah Bank Swasta rasio kecukupan modal (CAR) Catatan : 1. Sebagai bank terbesar. peningkatan dibandingkan dengan tahun 2005.7% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 15. 2. Bank Lippo dan Bank Niaga yaitu 5 bank swasta terbesar menurut total aktiva yang datanya tersedia semenjak tahun 2001. merupakan rata-rata data keuangan BRI. efisiensi dan komposisi aktiva termasuk Obligasi Pemerintah yang jumlahnya besar.0%. Secara umum. - Rata-rata Rasio Kecukupan Modal Inti perbankan mengalami peningkatan menjadi 16.1% periode yang sama. komposisi dana mahal tahun 2006 mengalami penurunan Bank Pemerintah lainnya maupun yang cukup signifikan dibandingkan Bank Swasta mengalami sedikit dengan tahun 2005 menjadi 47.

dominant multi–specialist bank model • Menjadi bank lokal yang dominan. menguasai pangsa pasar revenue 20%– 30% di setiap segmen yang dimasuki dengan distinctive strategies di setiap unit dan synergy capture dari berbagai segmen yang berbeda • Menjadi bank pilihan nasabah yang utama karena mampu menyediakan the most extensive products dan the most convenient access corporate Menjadi dominant wholesale bank yang menyediakan pelayanan transaksi terintegrasi dan produk kredit serta capital market yang lengkap untuk perusahaan besar yang beroperasi di Indonesia (lokal) commercial Menjadi primary commercial bank yang mengoptimalkan dominasi di segmen korporasi untuk melayani nasabah SMEs up–serta mata rantai value chain dari segmen tersebut consumer • Menjadi bank pilihan utama untuk affluent segment dan ‘transaction bank’ untuk mass affluent • Menjadi bank penyedia layanan pembayaran ternyaman dan mitra utama consumer finance player micro Mengelola posisi bisnis saat ini dengan tetap mempertimbangkan kemungkinan pengembangan lebih lanjut 36 pembahasan umum & analisis manajemen .

3% 413.5% dari Rp 8.970 miliar.345 1.917 (1.251) (3.99 Hasil Operasional TAHUN 2006 • Laba per saham (EPS) sebesar Rp 119 • Laba bersih meningkat 301.9%) 222.2% dari Rp 12.5% 11.388) 26.3% menjadi Rp 1.8%) 14.018) (593) 2. sementara nominal rata-rata mengalami kenaikan untuk kredit rupiah dari Rp 62.505) 2.0%. Yield pendapatan bunga kredit rupiah pada tahun 2006 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2005 dari 12.00 34.5% (45.044 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 15.711 120 2. Peningkatan tersebut disebabkan oleh kenaikan pendapatan maupun beban bunga masingmasing sebesar 25.233 603 (3.968 miliar.999 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 26.3%) (1.7% 129.Daftar anak perusahaan PER 31 DESEMBER 2006 No Nama Perusahaan Bidang Usaha Kepemilikan (%) 1 Bank Mandiri (Europe) Limited (BMEL) 2 PT Bank Syariah Mandiri (BSM) 3 PT Usaha Gedung Bank Dagang Negara 4 PT Mandiri Sekuritas 5 PT Bumi Daya Plaza 6 PT AXA Mandiri Financial Services 7 PT Sarana Bersama Pembiayaan Indonesia 8 PT Pisita Wisata 9 PT Kustodian Sentral Efek Indonesia 10 PT Bapindo Bumi Sekuritas Perbankan Perbankan Syariah Pengelolaan Properti Sekuritas Pengelolaan Properti Asuransi Perusahaan Induk Pariwisata Depository Sekuritas 100.261 (15.080) (3.345 miliar pada tahun 2006.999 (12.826 miliar menjadi Rp 29. komisi dan fee meningkat 11.444 (3.577 74 255 (89) 672 11.6% menjadi 4. Komisi dan Fee Pendapatan Transaksi Valuta Asing Keuntungan Penjualan Surat Berharga & Obligasi Pemerintah Keuntungan (Kerugian) atas penurunan nilai Surat Berharga & Obligasi Pemerintah Pendapatan Lainnya Pendapatan Operasional Beban penyisihan penghapusan aktiva produktif dan komitmen & kontinjensi serta lainnya (net) Beban Umum & Administrasi Beban Personalia Beban Operasional Lainnya–Beban Lainnya Laba Operasional Pendapatan (Beban) Non Operasional–Bersih Laba sebelum pajak dan Hak Minoritas Laba Bersih 20.421 miliar •  Pendapatan provisi.916) 10.755 miliar •  Jumlah pendapatan operasional sebesar Rp 13. sedangkan yield pendapatan bunga kredit valas menurun dari 5.21 10.68 95. Nominal rata-rata kredit valas pada tahun 2006 menurun dibandingkan dengan tahun 2005 dari Rp 32.916 miliar pada tahun 2006.078 (3.755 380 138 109 351 13.1% dari Rp 20.7%.3%) 128.2% 166.5% menjadi Rp 2.955 1.2% menjadi 13.188 45 1.078 miliar Ringkasan Perhitungan Laba (Rugi) untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005 & 31 Desember 2006 2005 Rp miliar 2006 Rp miliar USD Juta % Perubahan Pendapatan Bunga Beban Bunga Pendapatan Bunga–bersih Pendapatan Provisi. (3.1% 32.6% (5.187) (601) 1.839 miliar menjadi Rp 69.831 2.00 3.5% Pendapatan bunga bersih Pendapatan bunga bersih meningkat sebesar 15.6% 301.453 (389) 25.149 195 42 15 12 39 1.5% pembahasan umum & analisis manajemen 37 .768) 1.261 miliar pada tahun 2006 dan sebesar 32.044) 8.33 49.955 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 10.421 (361) (335) (66) 301 13 314 269 5.00 16.00 99.2% 15.99 99.3% 3.00 95.5% (47.

3% merupakan NPL yang sebelumnya sebesar 48.841 miliar pada tahun 2006 sejalan dengan meningkatnya volume rata-rata Obligasi Pemerintah (bank saja) dari Rp 91.4% dari kredit rupiah merupakan NPL yang sebelumnya sebesar 19.2% 69.018 2.23% pada tahun 2005 menjadi 4.40% 6.042 9.5% 11.   Total (1)   Kewajiban Nominal rata-rata Biaya % p.841 22.58% pada tahun 2006.0% 9.1% 6. Lainnya Sub Total Lainnya Total (2) Net (1) .622 9. Surat Berharga d.095 222 10. sedangkan kredit valas sebesar 25.089 2006 13.907   29. Yield pendapatan bunga Obligasi Pemerintah (bank saja) pada tahun 2006 mengalami kenaikan dari 8.6% 8. Pendapatan bunga Obligasi Pemerintah mengalami kenaikan sebesar 39.5% 3.1% 38 pembahasan umum & analisis manajemen .219   1.697 94.6% 3.736 4.9% 5. Giro b.12% 6.970 11.839 2.6%   4.507 232 13.767 16.6%.907 47. sedangkan suku bunga mengambang adalah SBI 3 bulan.292 1.8%   11.1% 5.5% 8. Penempatan pada Bank lain c.968 13. Meningkatnya yield kredit khususnya rupiah terutama disebabkan penurunan kredit bermasalah (Non Performing Loans–NPL).231   982 2.985   229 452 888 1.0% 16.995 11.174 45.727 15.419 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 91.1% 3.738 2.8% 8.0% 7.591 176.3% 4.269 5.887   28.448 7.2% 7.391 9.47% Analisa pendapatan bunga bersih (bank saja) selama tahun 2005 & 2006 2005 Aktiva Nominal rata-rata Pendapatan Rp miliar 2006 % p.591 miliar pada tahun 2005 serta meningkatnya portfolio Obligasi Pemerintah dengan suku bunga tetap yaitu dari 4.8%.a Rupiah a.313   213.9% Sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.5% 4.715   219.652 45.387   1.693 511 416 7.659   12.572 211.772 165.0% 2.442 15.239 91. pendapatan bunga kredit untuk kolektibilitas 4 dan 5 harus dibukukan sebagai pengurang pokok kredit.58%.8% 12. Suku bunga rupiah meningkat 232 basis points sementara valas meningkat sebesar 7 basis point.802 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 10.15% .339   32.(2) 205.498 1.0%   1. Pada akhir tahun 2006 sebesar 13.067 1.a Nominal rata-rata Biaya % p.099 80.791   330 615 415 1.15.086 91.826 8.4% 4.a Nominal rata-rata Pendapatan % p.340 177.775 11.6%   30.3% 8. Deposito Berjangka d.097 1.683 2005 12.4% Valuta Asing a.2% 17.419 168.a Rupiah a.8% 2. Kredit yang diberikan b.765 8.041 6.038 832   25. Deposito Berjangka c. Giro b.1% 9.554   3.353   3.3%   7.109 2.129 3.9% 7.415 519 104 2.850 40.3% 4.842 269 146 35 2. Suku bunga atas Obligasi Pemerintah dengan suku bunga tetap berkisar 13.44% 12. Surat Berharga d.1% 7.3% 3.1% 7.7% 4. Kredit yang diberikan b. Komisi & Fee dan lainnya Valas Rupiah Rata-rata Base Lending Rate kredit rupiah maupun valas pada tahun 2006 lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya.9% 11.820   12.247 42.652   7.7%   5.360 202 15.5% pada tahun 2005 menjadi 11.5% 9.8%   2. Lainnya Sub Total Valuta Asing a.070 10. Obligasi Lindung Nilai Sub Total Lainnya Provisi.061 2.576 33.6% 4.569 11.1% 3. Penempatan pada Bank lain c. Tabungan c.RATA-RATA BASE LENDING RATE 14. Obligasi Pemerintah Sub Total 05 06 05 06 62.0% dari Rp 7.004   19.621 305 9.

1% Pinjaman yang Diterima 0.77% Suku Bunga Mengambang 4. Sedangkan jumlah pendapatan bunga kredit terhadap total pendapatan bunga menurun dari 49.62% Diperdagangkan 29.1% dari Rp 156.044 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 15. Jumlah rata-rata kredit yang diberikan (bank saja) meningkat dari Rp 95.58% Suku Bunga Tetap 95. Sedangkan komposisi tabungan terhadap total simpanan rupiah menurun dari 30.71% Tersedia untuk Dijual 68.269 miliar. Jumlah rata-rata simpanan Rupiah (bank saja) meningkat sebesar 9.8% dari Rp 28.9% Tabungan 59.217 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 27.1% Obligasi pemerintah 49. Sejalan dengan meningkatnya suku bunga rata-rata Deposito Berjangka Rupiah dari 8.319 miliar pada tahun 2006.5% Lainnya 8.6% dari Rp 10.0% Lainnya Komposisi beban bunga pada tahun 2005 & 2006 2005 2006 10. komposisi Deposito Berjangka Rupiah terhadap total simpanan rupiah juga meningkat dari 51.5% pada tahun 2006.9% Tabungan 72% Deposito Berjangka 2. Beban bunga simpanan terhadap total beban bunga meningkat dari sebelumnya 86.665 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 99.8% menjadi 93. meskipun pada akhir tahun jumlah tabungan meningkat sehingga komposisi deposito terhadap total simpanan menurun.0% penempatan pada BI & Bank lain 2.4% Giro 16.3% pada tahun 2005 menjadi 55.6% Surat Berharga 0.7% Pinjaman Subordinasi 3.Komposisi pendapatan bunga portfolio Obligasi Pemerintah tahun 2005 & 2006 Jumlah pendapatan bunga Obligasi Pemerintah yang dimiliki terhadap total pendapatan bunga meningkat dari 37.23% Suku Bunga Tetap 95.2%.3% Giro 12.319 miliar pada tahun 2006.775 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 15. Secara nominal.5% Modal Pinjaman 2.3% pada tahun 2006.8% Surat berharga yang dimiliki 3.5% Beban Pendanaan Lainnya 2.01% Diperdagangkan 31.3% pada tahun 2005 menjadi 11.1% pada tahun 2006.4% Surat Berharga 0.8% Pinjaman Subordinasi 1.42% Suku Bunga Mengambang Komposisi pendapatan bunga pada tahun 2005 & 2006 2005 2006 37.1% pada tahun 2006.3% Provisi & komisi atas kredit yang diberikan 3.916 miliar pada tahun 2006.5% Deposito Berjangka 3.4% Lainnya pembahasan umum & analisis manajemen 39 .996 miliar pada tahun 2006. Penurunan tersebut terutama terjadi pada Deposito Berjangka dari Rp 15.0% Provisi & komisi atas kredit yang diberikan 1.6% pada tahun 2005 menjadi 43.8% pada tahun 2006.7% Lainnya 41.67% Tersedia untuk Dijual 66.32% Dimiliki Hingga Jatuh tempo 1.2% pada tahun 2005 menjadi 26.938 miliar pada tahun 2006.3% Surat berharga yang dimiliki 4.3% Obligasi pemerintah 43.6% Kredit yang diberikan 4.6% Pinjaman yang Diterima 0.1% Kredit yang diberikan 6.67% Dimiliki Hingga Jatuh tempo Portfolio Obligasi Pemerintah2005 Portfolio Obligasi Pemerintah 2006 4. Jumlah rata-rata simpanan valuta asing (bank saja) menurun sebesar 0.9% Beban Pendanaan Lainnya 1. pendapatan bunga kredit yang diberikan meningkat sebesar 8. 2005 2006 2.1% pada tahun 2005 menjadi 41. terutama disebabkan oleh peningkatan jumlah rata-rata kredit yang diberikan serta membaiknya kualitas kredit.048 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 170.419 pada tahun 2005 menjadi Rp 11.8% penempatan pada BI & Bank lain 3.1% dari Rp 12. Beban bunga meningkat sebesar 32.

9%.445 (1. Kebijakan Bank Mandiri dalam pembentukan PPAP kredit Kolektibilitas 1 2 3 4 5 Laba Operasional sebelum penyisihan penghapusan 2002 2003 2004 2005 Rp miliar 2006 Pendapatan Inti (Core Earnings) * Pendapatan (Kerugian) Transaksi Valas Laba Kenaikan Nilai & Penjualan Obligasi Pemerintah & Surat Berharga Total Laba Operasional sebelum penyisihan penghapusan 4. Pendapatan operasional lainnya pada tahun 2006 mengalami peningkatan dari sebesar Rp 2.6% (Penyisihan)/Pembalikan Penyisihan Sejak 31 Maret 2005.8% dari Rp 672 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 351 miliar pada tahun 2006.159 (487) 3. Kliring & Referensi Bank 5.335 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 5.0% Transfer.6% Lainnya 8.575 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 6.388 4.072 7.031 5.545 4. Kliring & Referensi Bank 7. Pendapatan lain-lain menurun sebesar 47.6% Transfer.216 miliar.9% dari sebesar Rp 4.6% Lainnya 11. Peningkatan tersebut disebabkan meningkatnya semua komponen Laba Operasional sebelum penyisihan penghapusan.486 2.3% Adiministrasi kredit & simpanan 22.323 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 2.021 6.577 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 1.672 (167) 3. Laba Operasional sebelum penyisihan penghapusan pada tahun 2006 mengalami peningkatan.577 380 672 351 74 Laba selisih kurs–bersih Provisi & komisi lainnya Lain-lain Jumlah pendapatan operasional lainnya 05 06 05 06 06 05 05 06 Pendapatan provisi dan komisi lainnya untuk tahun 2005 & 2006 Pendapatan Provisi & Komisi 2005 Pendapatan Provisi & Komisi 2006 36.2% Pembukaan L/C dan Bank Garansi 8.9% pada tahun 2005 menjadi 70. Inkaso.5% dari Rp 74 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 380 miliar pada tahun 2006. Pendapatan provisi dan komisi lainnya meningkat sebesar 11.2% Pembukaan L/C dan Bank Garansi 9.589 380 247 6. Kontribusi provisi dan komisi lainnya terhadap total pendapatan operasional lainnya pada tahun 2006 meningkat dari 67.057) 3.486 miliar. pendapatan provisi. komisi dan fee serta pendapatan lainnya dikurangi dengan biaya overhead dan biaya operasional lainnya.030 4.5% Adiministrasi kredit & simpanan 21.6% Kartu Kredit 32. dari Rp 4. Laba bersih atas selisih kurs meningkat sebesar 413.575 5.Pendapatan inti (core earnings) pada tahun 2006 mengalami peningkatan sebesar 28.505 40 pembahasan umum & analisis manajemen .6% Anak Perusahaan 19.335 74 166 4. Pendapatan OPERASIONAL LAINNYA (Rp miliar) 2.3% dari Rp 1.755 miliar pada tahun 2006.651 7.492 402 1.589 miliar.034 (25) 2.0% Kartu Kredit Penyisihan penghapusan aktiva produktif & penyisihan lainnya per 31 Desember 2005 & 2006 2005 Rp miliar 2006 Sebelum 31 Maret 2005 Setelah 31 Maret 2005 2% 15% 50% 100% 100% 1% 5% 15% 50% 100% Penyisihan penghapusan kredit (Pembalikan)/penyisihan aktiva produktif lainnya Jumlah penyisihan penghapusan aktiva produktif (Pembalikan)/penyisihan lainnya dan estimasi kerugian atas komitmen dan kontinjensi Jumlah penyisihan penghapusan bersih 3.216 Catatan: * Terdiri dari pendapatan bunga bersih.9% Anak Perusahaan 17. Penurunan tersebut terutama disebabkan karena di tahun 2006 tidak terdapat pendapatan dari peningkatan nilai atas jaminan dan penurunan efektif atas pokok pinjaman SUFRN. dan memberikan kontribusi terhadap laba operasional sebelum penyisihan penghapusan sebesar 89.323 1.861 584 4.755 1. Inkaso. Bank Mandiri sepenuhnya mengikuti ketentuan Bank Indonesia dalam pembentukan penyisihan penghapusan aktiva produktif untuk kredit yang diberikan.845 114 2.

Beban umum dan administrasi mengalami kenaikan sebesar 5. sedangkan beban gaji dan tunjangan mengalami penurunan sebesar 5.388 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 3. pembahasan umum & analisis manajemen 41 . Rincian biaya overhead untuk tahun 2005 & 2006 (Rp miliar) Beban Umum & Administrasi 2005 Beban Umum & Administrasi 2006 798 IT & Telekomunikasi 843 Occupancy Related 384 Promosi & Sponsorship 268 Transportasi & Biaya Perjalanan 304 Jasa Professional & Lainnya 203 Employee Related 279 Anak Perusahaan 822 IT & Telekomunikasi 914 Occupancy Related 437 Promosi & Sponsorship 270 Transportasi & Biaya Perjalanan 281 Jasa Professional & Lainnya 225 Employee Related 302 Anak Perusahaan Beban Gaji & Tunjangan 2005 Beban Gaji & Tunjangan 2006 1.5% dari Rp 3. Jumlah yang dicadangkan pada tahun 2006 dan 2005 masing-masing sebesar Rp 490 miliar dan Rp 376 miliar.3% dari Rp 3. Keuntungan/(kerugian) atas perubahan nilai Surat-surat Berharga dan Obligasi Pemerintah Keuntungan atas perubahan nilai surat berharga dan obligasi pemerintah pada tahun 2006 sebesar Rp 109 miliar meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2005 rugi sebesar Rp 89 miliar. Keuntungan/(kerugian) dari Penjualan Surat Berharga dan Obligasi Pemerintah Bank Mandiri memperoleh keuntungan dari penjualan surat berharga dan Obligasi Pemerintah sebesar Rp 138 miliar pada tahun 2006 dan Rp 255 miliar miliar pada tahun 2005.544 miliar (nilai nominal).187 Beban gaji dan tunjangan 601 Lain-lain–bersih (1) 3.057 pada tahun 2005 menjadi sebesar Rp 129 miliar pada tahun 2006 yang diimbangi dengan penurunan penyisihan penghapusan aktiva produktif dari Rp 4.010 Gaji Kotor 1. Kenaikan tersebut terutama disebabkan berkurangnya pembalikan penyisihan lainnya dari sebesar Rp 1.445 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 3.6% dari Rp 3. yaitu suatu jangka tertentu sebelum usia pensiun yang membebaskan pegawai dari tugas-tugas rutin dengan tetap memperoleh fasilitas kepegawaian yang ditentukan meliputi gaji.Beban Operasional Lainnya (Rp miliar) Jumlah beban penyisihan penghapusan bersih mengalami kenaikan sebesar 3.251 Beban umum dan administrasi 3. Beban operasional lainnya sedikit menurun dari Rp 6.254 Tunjangan 338 Post Employement Benefits* 123 Training 279 Anak Perusahaan Catatan: *  Mulai tahun 2005. kami mengakui cadangan atas manfaat Masa Bebas Tugas (MBT). Penurunan tersebut terutama disebabkan sedikitnya Obligasi Pemerintah yang dijual selama tahun 2006 yaitu sebesar Rp 1.334 Tunjangan 456 Post Employement Benefits* 115 Training 273 Anak Perusahaan 1.852 miliar (nilai nominal).252 miliar pada tahun 2006.024 Gaji Kotor 1.018 miliar pada tahun 2006. THR dll. Pada tahun 2006 keuntungan atas penjualan Obligasi Pemerintah sebesar Rp 43 miliar menurun dibandingkan dengan tahun 2005 sebesar Rp 257 miliar.868 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 6.080 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 3.672 miliar pada tahun 2006.187 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 3.862 miliar pada tahun 2006. tunjangan cuti. Peningkatan tersebut terutama disebabkan adanya kenaikan keuntungan perubahan nilai Obligasi Pemerintah dari rugi sebesar Rp 66 miliar menjadi untung Rp 101 miliar. Beban Operasional Lain 2005 Beban Operasional Lain 2006 3.505 miliar pada tahun 2006. sedangkan total penjualan pada tahun 2005 sebesar Rp 2.080 Beban umum dan administrasi 3. Beban lain-lain–bersih mengalami penurunan dari Rp 601 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 593 miliar pada tahun 2006.018 Beban gaji dan tunjangan 593 Lain-lain–bersih (1) Catatan: (1 Termasuk biaya yang berhubungan dengan penjaminan atas dana pihak ketiga dalam Program Penjaminan Pemerintah.

818 61.698 10. Penyisihan kerugian atas kasus hukum e. Keuntungan (kerugian) atas kenaikan/ penurunan nilai surat berharga dan Obligasi Pemerintah Aktiva dan hutang pajak penghasilan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan diterapkan pada periode aktiva atau kewajiban tersebut direalisasi atau diselesaikan.144 28.065 lembar dan pada tahun 2005 sebanyak 20.203) 9.118 2. 42 pembahasan umum & analisis manajemen . Nilai Buku per saham Bank Mandiri per 31 Desember 2006 meningkat 12.3 23.231 miliar.955 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 10.4 (28.056 2.7 8.282 205.095 106.095 117.3) 13. Laba per Saham (EPS) adalah laba bersih dibagi dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh pada tahun berjalan. Laba bersih untuk tahun 2006 meningkat sebesar 301.633 410 9.657 lembar.708 48.6 6.027 92. sedangkan pada 31 Desember 2005 sebesar Rp 2.714 4.365 218 2.797 11.6% menjadi Rp 1.934 2.341 29.786 13.973 4.5) 21.735 (1. Kenaikan laba bersih terutama disebabkan meningkatnya pendapatan bunga bersih dari Rp 8.295 miliar.215 10.295 119 30 Ringkasan Neraca per 31 Desember 2005 & 2006 2005 (Rp miliar) USD Juta 2006 (Rp miliar) USD Juta % Perubahan Total Aktiva Kas & Penempatan pada BI Giro & Penempatan pada Bank Lain–Neto Surat Berharga yang dimiliki–Neto Obligasi Pemerintah 05 06 05 06 263.468 2.429 1.295 dari Rp 1.421 miliar pada tahun 2006.323 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 2.804 26.849 5.150 pada akhir tahun 2005.889 (11. Pada metode ini.229 (14.070 10.875 9.5 - Diperdagangkan - Tersedia untuk Dijual - Dimiliki hingga jatuh tempo Kredit yang diberikan - Performing - Non Performing Penyisihan Penghapusan Kredit – Neto Total Simpanan–Non Bank - Giro - Tabungan -  Deposito Berjangka & Sertifikat Deposito Ekuitas Laba per saham Nilai buku per saham Pendapatan Non Operasional Bersih Pendapatan Non Operasional Bersih menurun dari sebesar Rp 45 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 120 miliar pada tahun 2006.824) 94.932 6.854 8.986 4.566 16. Pos-pos yang dapat dikategorikan sebagai perbedaan temporer (temporary differences) adalah: a.  Penyisihan penghapusan aktiva produktif dan komitmen & kontinjensi d.096.591 26.3) 5.721 4.719 61. sedangkan pada tahun 2005 sebesar Rp 30.410 47. Laba per saham pada tahun 2006 adalah sebesar Rp 119.9) 0.9 (14.693 79. Penyisihan untuk Pajak Penghasilan Penyisihan pajak penghasilan menurun sebesar 35% dari Rp 629 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 409 miliar pada tahun 2006.598) 11. Metode ini juga mengakui adanya manfaat pajak di masa datang seperti rugi menurut pajak yang belum digunakan apabila kemungkinan besar manfaat tersebut dapat direalisasikan di masa yang akan datang.304 96.729 2.153 112.422 6.334. Penyusutan aktiva tetap b.289 46.813 60. berdasarkan tarif pajak yang berlaku.182.389) 103.136 (1.517 39.486 miliar pada tahun 2006.150 1.9 (0. aktiva dan hutang pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer (temporary differences) antara nilai aktiva dan kewajiban yang tercatat di neraca dengan dasar pengenaan pajak atas aktiva dan kewajiban tersebut setiap tanggal pelaporan.362 267.472 22.190 6.442 19. Aktiva Pajak Tangguhan–bersih pada 31 Desember 2006 adalah sebesar Rp 3.5% dari Rp 603 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 2.LABA & NILAI BUKU PER SAHAM (Rupiah) 1.069 93 3.926 1.383 37.726 23.671 98. Bank Mandiri menerapkan metode kewajiban (liability method) untuk menentukan beban pajak penghasilan.822 1.5) (61.565.648 834 28.215 26.345 miliar pada tahun 2006 dan kenaikan pendapatan operasional lainnya dari Rp 2. Jumlah rata-rata tertimbang lembar saham beredar yang digunakan sebagai pembagi dalam menghitung laba per saham pada tahun 2006 sebanyak 20.651 20.054 4.3) 10.1) (0.1 (1.869 206.794 3.108 448 10.2 27. Penyisihan biaya pegawai c.2 (37.031 90.

Atas portfolio tersebut.671 miliar atau 44.4 100.6% dari Rp 263. Bank Mandiri membukukan keuntungan atas penjualan Obligasi Pemerintah sebesar Rp 43 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2006. Sedangkan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) pada tanggal 31 Desember 2006 mengalami kenaikan sebesar 121.330 miliar.Obligasi Pemerintah Berdasarkan portfolio dan suku bunga Tersedia untuk Dimiliki hingga Diperdagangkan Dijual jatuh tempo Total Rp miliar % dari total Suku Bunga Tetap Suku Bunga Mengambang Total % dari total 784 50 834 0.2% dari Rp 37.383 miliar pada tanggal 31 Desember 2005 menjadi Rp 267.9% 1–5 tahun 30. obligasi bunga tetap memiliki tingkat suku bunga antara 13.2% Lebih dari 10 tahun Jumlah aktiva mengalami sedikit kenaikan yaitu sebesar 1.031miliar pada tanggal 31 Desember 2006.424 miliar pada tanggal 31 Desember 2006. sedangkan obligasi bunga mengambang memiliki tingkat suku bunga sebesar tingkat suku bunga SBI 3 (tiga) bulan. 43. Kas dan Penempatan pada Bank Indonesia Kas dan penempatan pada Bank Indonesia meningkat sebesar 6.719 31.852 miliar (nilai nominal).350 59. Per 31 Desember 2006 porsi obligasi bunga mengambang sebesar 95.2% dari Rp 6.703 28. Obligasi tersebut terdiri dari obligasi bunga tetap dan obligasi bunga mengambang. Giro dan Penempatan pada Bank Lain Giro dan Penempatan pada Bank Lain menurun sebesar 37.9% dari Rp 16.745 61. Surat Berharga yang dimiliki Surat Berharga yang dimiliki–bersih mengalami sedikit kenaikan dari Rp 4. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 10.517 miliar pada 31 Desember 2006.305 miliar pada tanggal 31 Desember 2005 menjadi Rp 21.027 miliar pada tanggal 31 Desember 2005 menjadi Rp 4. Obligasi Pemerintah yang diperdagangkan dan tersedia untuk dijual.9 2.566 miliar per 31 Desember 2005 menjadi Rp 39. dinilai berdasarkan nilai wajar (fair value) setiap KREDIT YANG DIBERIKAN 44.0% 49.348 miliar pada tanggal 31 Desember 2005 menjadi Rp 9.875 miliar per 31 Desember 2006. yang merupakan 33. Giro pada Bank Indonesia meningkat dari Rp 20. Peningkatan tersebut terutama disebabkan meningkatnya penempatan pada Bank Indonesia dari Rp 35.0 Berdasarkan jatuh tempo 0% Kurang dari 1 tahun 2.016 26.4 4. Pada tahun 2006.973 miliar pada tanggal 31 Desember 2006. keuntungan yang belum direalisasi atas Obligasi Pemerintah sebesar Rp 101 miliar meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar rugi Rp 66 miliar.648 100.477 miliar pada tanggal 31 Desember 2005 menjadi Rp 14. jumlah kredit yang diberikan bruto Bank Mandiri secara konsolidasi adalah sebesar Rp 117.5% 05 06 Rasio kredit terhadap total aktiva Rasio pendapatan bunga kredit terhadap total pendapatan bunga bulannya sedangkan untuk Obligasi Pemerintah yang dimiliki hingga jatuh tempo dicatat berdasarkan harga perolehan.9% dari total aktiva Bank.9% 5–10 tahun 66.58% per tahun.043 miliar per 31 Desember 2005 menjadi Rp 35.6 95.1% 06 pembahasan umum & analisis manajemen 43 . Sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.4% dari total portfolio Obligasi Pemerintah.3 % dibandingkan dengan 31 Desember 2005 yaitu sebesar Rp 106.648 miliar (nilai wajar).15% sampai 15.693 miliar.579 miliar pada tanggal 31 Desember 2006.7 1.095 67.909 miliar per 31 Desember 2006.150 86.498 90. Obligasi Pemerintah Per 31 Desember 2006 Bank Mandiri memiliki Obligasi Pemerintah sebesar Rp 90.6% 05 40.0 4. terutama disebabkan penurunan penempatan pada Bank lain dari Rp 15. Jumlah Obligasi Pemerintah yang dijual selama tahun 2006 sebesar Rp 1.0% dari total aktiva bank.054 miliar pada tanggal 31 Desember 2005 menjadi Rp 9.

6 4.2 2.347) 90.237 12.621 11.990 21.8 6.060 535 203 24.0 53.818 (6.6 1.387 59 117 677 10.650 (1.5 1.818) 6.8 1.482 33.9 1.702 1 20.391 13.953 9.263 4.615 60.624 27.1 0.257 17.373 886 185 3 7.1 59 117 677 10.552 4.985 4.339 78.5 75.548 853 31 4 0 0 0 35 0 8.2 0.064 18.1 2.076 2.5 2.945 15.090 17.154 80.360 5.627 4.132 2 3 4 5 Subtotal Consumer Non performing loan Total Kredit 1.4 9.257) (2.5 1 2 3 4 5 Subtotal Small & Micro Non performing loan Consumer 8.583 853 0.2 Rp miliar 26.287) 18.677 Subtotal Commercial Non performing loan Small & Micro 1 2 3 4 5 18.898 109.429 6.579 2.539 (4.476) 1.6 3.0 10.132 91 2.Dibawah ini kami sajikan pertumbuhan kredit performing dan non performing (bank saja) selama tahun 2006 sebagai berikut: Kredit berdasarkan segmentasi Bersama ini kami sajikan rincian kredit yang diberikan berdasarkan segmentasi pada 31 Desember 2006 (bank saja) sebagai berikut: Baki Debet Segmen Corporate Kol Rupiah Valas Total % Kredit Performing Saldo 31 Desember 2005 Downgrade ke NPL Upgrade dari NPL Net disbursement Pengaruh kurs Saldo 31 Desember 2006 Kredit Non Performing Saldo 31 Desember 2005 Downgrade ke NPL Upgrade dari NPL Penerimaan kembali Penghapusbukuan Net disbursement Pengaruh kurs Saldo 31 Desember 2006 Rp miliar 73.635 2.4 80 110 332 522 0.6 0.685 19.8 10.599 522 22 0 0 0 0 22 0 10.617 22.071 (1.613 49.465 5.6 32.313 19.933 309 20 3.1 6.628 69.7 8.752 824 71 7.564 29.9 2.946 720 206 9.945 80 110 332 12.350 26.398) (4.1 1 10.378 2 3 4 5 Subtotal Corporate Non performing loan Commercial 32.1 12.380 44 pembahasan umum & analisis manajemen .308 1.

Skema & jumlah kredit yang direstrukturisasi tahun 2005 & 2006 2005 2006 Rp miliar % Kredit jangka panjang dengan opsi saham (KJPOS) Fasilitas kredit tambahan Perpanjangan jangka waktu kredit Perpanjangan jangka waktu & penurunan suku bunga Perpanjangan jangka waktu & skema restrukturisasi lain-lain Jumlah 1 1.7 21.622 4.9% 38.0% 17.914 * Termasuk pembayaran sebagian.8% atau Rp 20.427 1.529 20.d < 1.d < 100 >= 100 s. selisih kurs karena penjabaran mata uang asing dan fluktuasi kredit modal kerja.914 7.573 (10.476 miliar (bank saja) dan menerima kembali kredit yang telah dihapusbukukan sebesar Rp 3.8% 11.677 14.336 miliar) dari kredit yang telah dihapusbukukan sebelum dan selama tahun 2006.427 miliar.810 11.758 miliar.622 22. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 7.716 109. Portfolio kredit yang telah dihapusbuku tersebut tidak dicatat dalam laporan keuangan.456 (817) 456 22.812 502 149 17 4 306.427 5.8% 25.749 4. Mutasi kredit yang direstrukturisasi selama tahun 2006 Saldo Awal Tambahan restrukturisasi Pembayaran Penghapusbukuan Lain-lain* Saldo akhir Rp miliar 19.9% 24.484 39.000 >= 1.071 24.557 1.8% 24.476 (3.064 4. Saldo kredit yang dihapusbukukan per 31 Desember 2006 sebesar Rp 24.5% 17.859 5.000 TOTAL 305.435 123 26 2 1 39.5 57.701) (721) 7.370 5.411 miliar (termasuk pencatatan kembali kredit yang telah dihapusbuku sebesar Rp 2.255 18.0% 12. Bank Mandiri menghapusbukukan kredit yang diberikan sebesar Rp 4.754 5.1 100 Catatan: 1 Skema restrukturisasi lain-lain terutama terdiri dari penurunan tingkat suku bunga. Kredit yang dihapusbukukan Pada tahun 2006.527 1. MUTASI KREDIT YANG TELAH DIHAPUSBUKU TAHUN 2005 & 2006 (BANK SAJA) (Rp miliar) 2005 2006 Saldo awal tahun Penghapusbukuan Penerimaan kembali (1) Lain-Lain (2) Saldo akhir tahun 21.tabel komposisi kredit (berdasarkan angka bank) per 31 Desember 2006 Jumlah Rekening NPL Ukuran Kredit (Rp miliar) Total Rekening % Total Jumlah Saldo (Rp miliar) NPL % < 25 >= 25 s.738 2.d < 500 >= 500 s.568 511 9.914 miliar merupakan kredit yang direstrukturisasi.991 24.3 1.4 12.240 19.5% 11.484 2.004 28. sebesar 17.5% 22.1% Kredit yang direstrukturisasi Dari total kredit yang diberikan per 31 Desember 2006.362 1.411) 1.758 pembahasan umum & analisis manajemen 45 .380 5.7% dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2005 yaitu Rp 19.587 12.0% 15.518 319 12. penjadualan kembali bunga yang tertunggak dan perpanjangan jangka waktu pembayaran bunga tertunggak.336 20.

2% dan 6.378 8.142 52.890 8.614 57.6% 471 2.Kredit yang dibeli dari BPPN Termasuk dalam saldo kredit yang diberikan per 31 Desember 2006 adalah kredit yang dibeli dari BPPN sebesar Rp 3.249 24. Bank mencatat selisih antara nilai pokok kredit dengan harga pembelian sebagai penyisihan penghapusan aktiva produktif.726 miliar menjadi Rp 96.304 miliar.893 27.6% Simpanan Pada 31 Desember 2006 jumlah simpanan sedikit mengalami penurunan dari sebesar Rp 206.068 6.496 3.024 12.5% Giro 22.525 6.567 111.412 57.3% Tabungan 47% Deposito berjangka & Sertifikat Deposito Komposisi simpanan ( bank saja) berdasarkan segmentasi per 31 Desember 2006 Simpanan Valuta Giro Deposito Tabungan Rp miliar Total Corporate Jumlah Commercial Jumlah Consumer Jumlah Rp Valuta Asing Rp Valuta Asing Rp Valuta Asing 18.4%.2% dari Rp 46.050 16. yang diimbangi dengan meningkatnya Tabungan sebesar 27. Rasio dana murah terhadap total simpanan meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang semula 45.410 miliar menjadi Rp 48.121 4. berdasarkan komposisi simpanan per 31 Desember 2006. Sepanjang telah dilakukan pengikatan kredit baru atas kredit tersebut.9% dari Rp 47.0%.771 77.415 15.955 5.050 86 379 139 11 Kolektibilitas kredit yang dibeli dari BPPN per 31 Desember 2005 dan 2006 Kolektibilitas 2005 Rp miliar 2006 Lancar Dalam Perhatian Khusus Kurang Lancar Diragukan Macet Total NPL 631 436 571 156 2.6% dibandingkan dengan periode sebelumnya.3% dari Rp 112.204 12.816 120.341 miliar pada tanggal 31 Desember 2006.7% Giro 29.706 46 pembahasan umum & analisis manajemen . Penurunan tersebut terutama disebabkan menurunnya deposito berjangka yang cukup signifikan sebesar 14.5% menjadi 53.771 160 807 209 12 3.962 7.977 4. Giro mengalami peningkatan sebesar 5.073 6 500 3.113 miliar pada tanggal 31 Desember 2006.9% Tabungan 54.153 miliar menjadi Rp 60.291 56. Sehingga.708 miliar.680 21.5% dari Rp 23.591 miliar. Kredit yang dibeli dari BPPN pada 31 Desember 2005 & 2006 (Rp miliar) No Keterangan 2005 2006 1 2 3 4 5 Baki Debet Pendapatan yang ditangguhkan PPAP Pendapatan bunga & pendapatan lain yang terkait dengan kredit yang dibeli dari BPPN Tambahan penyediaan dana 4.774 4.289 miliar menjadi Rp 205.278 1.793 24.215 miliar pada tanggal 31 Desember 2005 menjadi Rp 26.656 52.911 2.614 40. giro dan tabungan mengalami kenaikan masing-masing sebesar 1.813 miliar.6% Deposito berjangka & Sertifikat Deposito 23. komposisi simpanan per 31 Desember 2005 dan 2006 Jenis Simpanan 2005 Jenis Simpanan 2006 22.165 19. Kenaikan ini terutama disebabkan meningkatnya saldo laba dari Rp 4.005 miliar pada tanggal 31 Desember 2005 menjadi Rp 6.050 miliar. Ekuitas Total ekuitas mengalami peningkatan sebesar 13. sedangkan deposito berjangka mengalami penurunan sebesar 7.155 4.

pembayaran dividen. tambahan pemberian kredit sebesar Rp 15.891 miliar terutama berkaitan dengan penurunan surat-surat berharga yang dikategorikan sebagai dimiliki hingga jatuh tempo dan tersedia untuk dijual sebesar Rp 1.240 miliar terutama berasal dari pendapatan bunga sebesar Rp 25.553 57. Arus kas masuk bersih juga dipengaruhi oleh penerimaan provisi dan komisi sebesar Rp 2.359 miliar dan peningkatan giro dan tabungan sebesar Rp 17. Bank Mandiri juga menggunakan portfolio Obligasi Pemerintah untuk mendukung likuiditas dan meningkatkan aktiva produktif melalui collateral fund borrowing.497 miliar. untuk mengantisipasi penarikan simpanan dalam jumlah besar oleh nasabah.3% 27.210 miliar dan peningkatan giro dan deposito berjangka sebesar Rp 31.644 miliar.122 30. Pada tahun 2006.853 dan Rp 130.678 miliar serta pembelian aktiva tetap sebesar Rp 264 miliar yang diimbangi dengan penerimaan dari penjualan aktiva tetap sebesar Rp 65 miliar. pembelian surat berharga dengan janji dijual kembali sebesar Rp 187 miliar.783 miliar.860 miliar dengan janji untuk dibeli kembali pada bulan Januari 2007. serta surat-surat berharga (tidak termasuk Obligasi Pemerintah) dalam portfolio diperdagangkan dan tersedia untuk dijual) (2) Simpanan tidak termasuk simpanan dari bank lain. cadangan umum serta Dana Program Bina Lingkungan.589 29. Pada tahun 2005. bank dan lembaga keuangan lain.880 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi pada tahun 2005 adalah sebesar Rp 3. arus kas keluar bersih dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 8. Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan serta tantiem sebesar Rp 2.190 miliar.535 miliar. Arus Kas dari Aktivitas Operasi Pada tahun 2006. pembayaran pinjaman subordinasi sebesar Rp 245 miliar.042 miliar yang antara lain digunakan untuk membayar pinjaman yang diterima sebesar Rp 1. Bank Mandiri telah menjual Obligasi Pemerintah sebesar Rp 1. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Pada tahun 2006 arus kas keluar bersih dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 2. pembayaran pinjaman subordinasi sebesar Rp 2. Pada tahun 2005. meskipun mengalami arus kas keluar dari deposito berjangka. giro pada Bank Indonesia. di mana kredit yang diberikan memberikan pendapatan sebesar Rp 10. Arus Kas dari Aktivitas Investasi Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi pada tahun 2006 adalah sebesar Rp 7. Bank Mandiri telah memanfaatkan pasar uang antar bank.554 miliar terutama berasal dari pendapatan bunga sebesar Rp 19.POSISI LIKUIDITAS BANK MANDIRI per 31 DESEMBER 2005 & 2006 2005 Rp miliar 2006 Aktiva Lancar (1) Obligasi Pemerintah yang dimiliki untuk diperdagangkan dan tersedia untuk dijual Rasio kredit terhadap simpanan (2) Aktiva lancar terhadap jumlah aktiva Aktiva lancar terhadap simpanan (2) 56. di mana kredit yang diberikan memberikan pendapatan sebesar Rp 11.760 miliar.638 miliar terutama berkaitan dengan kenaikan surat-surat berharga yang dikategorikan sebagai tersedia untuk dijual dan dimiliki hingga jatuh tempo sebesar Rp 6. Sumber Modal dan Likuiditas Kegiatan usaha Bank Mandiri selama tahun 2006 sebagian besar didanai oleh kombinasi penerimaan dari pendapatan bunga atas kredit yang diberikan. pembelian kembali surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali sebesar Rp 867 miliar. dan pembayaran biaya operasional (termasuk biaya gaji dan tunjangan.2% 19. Juni 2007. dan peningkatan jumlah simpanan terutama giro dan tabungan. Bank Mandiri menggunakan sebagian besar dananya untuk pembayaran beban bunga atas dana pihak ketiga dan pinjaman yang diterima. Arus kas dari dana pihak ketiga juga secara signifikan mempengaruhi posisi likuiditas bank.414 miliar. Bank Mandiri juga mempertahankan cadangan likuiditas. Januari 2008. Pendistribusian laba bersih tahun 2005 yang dilaksanakan pada tahun 2006 adalah pembayaran dividen. Selain itu. transaksi penjualan dengan janji dibeli kembali serta outright sales. arus kas masuk bersih dari aktivitas operasi adalah sebesar Rp 9.628 miliar. Bank Mandiri telah melaksanakan pembayaran dividen tahun buku 2005 dan 2004 masing-masing sebesar Rp 14. penempatan pada pasar uang antar bank. penerimaan dari eksekusi hak opsi saham sebesar Rp 415 miliar serta pembayaran dividen dan Dana Program Bina Lingkungan sebesar Rp 314 miliar. tambahan pemberian kredit sebesar Rp 12. penempatan pada Bank Indonesia.7% 21. arus kas masuk bersih dari aktivitas operasi adalah sebesar Rp 12.7% 25.496 per lembar saham atau secara total masing-masing sebesar Rp 302 miliar dan Rp 2.928 miliar serta penurunan Obligasi Pemerintah yang dikategorikan sebagai tersedia untuk dijual dan dimiliki hingga jatuh tempo sebesar Rp 1.995 miliar yang di antaranya digunakan untuk membayar pinjaman yang diterima sebesar Rp 3.6% Catatan: (1) Aktiva lancar terdiri dari: kas. pemberian kredit dan pembayaran kembali pinjaman yang diterima.759 miliar.522 miliar. serta biaya umum dan administrasi).319 miliar. giro pada bank-bank lain. penjualan Obligasi Pemerintah.2% 52. Nopember 2009 dan Mei 2010.380 miliar.121 miliar serta penurunan tabungan sebesar Rp 6. Bank Mandiri memiliki arus kas masuk dari peningkatan jumlah tabungan dan giro. komisi dan provisi.935 miliar. yang diimbangi dengan arus kas keluar dari beban bunga sebesar Rp 15. yang diimbangi dengan arus kas keluar dari beban bunga sebesar Rp 11.961 51.874 miliar serta penurunan deposito berjangka sebesar Rp 15.035 miliar.419 miliar. Arus kas masuk bersih juga dipengaruhi oleh penerimaan provisi dan komisi sebesar Rp 2. pembahasan umum & analisis manajemen 47 . yang biasanya berjumlah lebih besar daripada Giro Wajib Minimum Bank Indonesia.

696 3.426 15.0% 0. RASIO KEUANGAN LAINNYA (BANK SAJA) Tabel berikut menyajikan rasio keuangan lainnya. sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia.251 639 14.7% 107.0% 0. komputer & perangkat lunak Kendaraan Jumlah 05 06 05 06 05 06 05 06 Komitmen & Kontinjensi Jumlah Komitmen & Kontinjensi yang mempunyai risiko kredit per 31 Desember 2006 mengalami penurunan sebesar 5.867 10.024 4.797 892 3.747 KOLEKTIBILITAS KOMITMEN & KONTINJENSI PER 31 DESEMBER 2005 & 2006 2005 Rp miliar 2006 RASIO KEUANGAN LAINNYA (BANK SAJA) Rasio 2005 2006 Performing Non Performing 15.3% 6.7% 4.236 4.0% 11.6% 8. Komitmen dan Kontinjensi yang mempunyai risiko kredit per 31 desember 2005 & 2006 2005 Rp miliar 2006 Rupiah: Letters of Credit yang tidak dapat dibatalkan Bank Garansi yang diterbitkan Standby Letters of Credit 4. BELANJA MODAL KONSOLIDASI TAHUN 2005 & 2006 (Rp miliar) 264 412 192 337 64 68 11 4 Tanah & bangunan Peralatan kantor.890 3.3% 2.1% 103.0% 0.0% 95.2% dibandingkan dengan tahun 2005.0% 0. yang terdiri dari: Rp 17 miliar untuk perluasan jaringan cabang dan renovasi.3% 6.5% Catatan: (1)  B  eban operasional termasuk beban bunga & beban PPAP serta beban penyisihan lainnya dibagi pendapatan operasional termasuk pendapatan bunga (2) Perhitungan devisa netto termasuk akun neraca dan rekening administratif 48 pembahasan umum & analisis manajemen .0% 0. Penyisihan penghapusan komitmen dan kontinjensi yang telah dibentuk pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005 masing-masing sebesar Rp 514 miliar dan Rp 594 miliar.489 15.Belanja Modal Bank Mandiri menganggarkan belanja modal sekitar Rp 500 miliar pada tahun 2007.639 604 3.8% 90.0% 0.557 11.065 4.0% 0.0% 11. Penurunan tersebut terutama disebabkan menurunnya komitmen & kontinjensi dalam valuta asing. Rp 438 miliar untuk peralatan kantor.926 139 Aktiva Produktif Bermasalah Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif terhadap Aktiva Produktif Pemenuhan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (1) Persentase Pelanggaran BMPK - Pihak Terkait - Pihak Tidak Terkait Persentase Pelampauan BMPK - Pihak Terkait - Pihak Tidak Terkait Giro Wajib Minimum Rupiah Posisi Devisa Netto (2) 12.535 2.401 Mata uang asing: Letters of Credit yang tidak dapat dibatalkan Bank Garansi yang diterbitkan Standby Letters of Credit 3. komputer dan perangkat lunak dan Rp 45 miliar untuk lain-lain.1% 0.

antara lain adalah masalah keterbukaan dan transparansi. 8/14/PBI/2006 tentang Perubahan atas PBI No. 3. antara lain melalui forum-forum Corporate Governance seperti Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG). Bank Mandiri mendapat peringkat runner-up untuk kategori sektor keuangan dengan predikat ‘terpercaya. kunjungan ke wilayah-wilayah. tetapi juga pada Undang-undang Perseroan Terbatas. Agar hasil survei dapat mewakili seluruh jajaran di Bank Mandiri. sejak tahun 2003 Bank Mandiri setiap tahun menugasi lembaga independen untuk melakukan penilaian terhadap impementasi GCG. Keputusan Menteri BUMN No. Department Head. Sebelum dikeluarkannya PBI No. Terlindunginya Bank dari intervensi eksternal dan tuntutan hukum. pertanggungjawaban manajemen dan direksi. 8/4/PBI/2006 yang mengharuskan Bank untuk melakukan penilaian sendiri secara internal (internal self assessment) terhadap pelaksanaan GCG.  Meningkatnya minat dan kepercayaan investor. 4. efisiensi dan pelayanan kepada stakeholders. yaitu Standard and Poor’s.8/4/PBI/2006.GOOD CORPORATE GOVERNANCE Komisaris dan Direksi Bank Mandiri berkomitmen untuk menegakkan sistem perbankan yang sehat dan kuat di Indonesia dan mentransformasi Bank Mandiri menjadi bank publik terkemuka (Blue Chip Company) di kawasan Asia Tenggara (Regional Champion Bank). intranet Bank Mandiri yang dapat diakses oleh seluruh pegawai Bank Mandiri. Hasil penilaian yang dilakukan oleh IICG sejak Maret 2006 telah diumumkan pada bulan Desember 2006. Penerapan prinsip secara baik akan meningkatkan kepercayaan investor dan merupakan nilai tambah bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. Direksi. akuntabilitas. diskusi rutin yang diselenggarakan oleh perusahaan-perusahaan BUMN dan seminar GCG berskala nasional maupun internasional. Sosialisasi Good Corporate Governance Sosialisasi prinsip-prinsip dan praktek-praktek terbaik GCG serta kebijakan terkait lainnya. 6. Komite GCG telah melakukan survei dengan menggunakan metode tersebut. sosialisasi dilakukan juga melalui pemuatan materi GCG dalam Laporan Tahunan Bank Mandiri. Selain sosialisasi kepada pihak internal. dan media komunikasi lainnya sehingga diharapkan pelaksanaan GCG di Bank Mandiri dapat mudah diketahui oleh seluruh pemangku kepentingan. untuk good corporate governance 49 . Bank Mandiri percaya bahwa penerapan prinsipprinsip dan praktek-praktek terbaik GCG yang konsisten akan memberikan manfaat baik bagi Bank maupun para pemangku kepentingan lainnya dengan: 1. Kepada para responden. Survei Dengan Metode Self AssesSment Sebelum dikeluarkannya PBI No. seperti corporate values dan corporate behaviours dilaksanakan kepada seluruh jajaran Bank Mandiri melalui berbagai cara. PricewaterhouseCoopers dan The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG).  Mengembalikan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. sosialisasi dilakukan pula kepada pemangku kepentingan lainnya. Audit Internal. tanggung jawab. maka responden internal Bank Mandiri yang dilibatkan dalam survei adalah Komisaris. Peraturan BAPEPAM. 2. 8/4/PBI/2006 tersebut. serta para Manager di Wilayah dan Cabang. Selain itu. Disamping itu. 5. Tujuan sosialisasi adalah agar seluruh jajaran Bank dapat memahami dan melaksanakan prinsipprinsip dan praktek-praktek terbaik GCG dalam menjalankan tugas. Dalam sosialisasi kepada Unit Kerja Kantor Pusat dan Wilayah. kewajaran dan kehati-hatian dalam pengelolaan Bank. Pembentukan Komite Good Corporate Governance Bank Mandiri telah menyadari pentingnya penerapan GCG sebelum dikeluarkannya PBI No. dan melalui Knowledge-Based Management System (KMS). focus group. perlakuan terhadap pemegang saham serta hubungan dengan investor. merupakan Badan hukum yang highly regulated sehingga implementasi GCG beserta praktek-praktek terbaiknya di Bank Mandiri mengacu tidak hanya pada aturan Bank Indonesia.  Meningkatnya kinerja Bank. maupun sosialisasi melalui media.  Meningkatnya kesungguhan manajemen dalam menerapkan prinsip-prinsip keterbukaan. Komite Audit. Secara keseluruhan Bank Mandiri menempati posisi ketiga dalam 10 Good Corporate Governance Perception Index 2006. dengan status perusahaan publik dan perusahaan terbuka. Bank Mandiri berhasil meraih dua penghargaan dari Asiamoney yaitu The Best Corporate Governance Award dan The Best Disclosure & Transparency yang penghargaannya diserahkan pada tanggal 24 Januari 2007. Penilaian Penerapan Good Corporate Governance Untuk memastikan adanya peningkatan kualitas penerapan GCG secara berkesinambungan ke dalam proses bisnis. 8/4/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum beserta PBI No. seluruh anggota Komite GCG terlibat secara langsung dalam menyiapkan dan menyampaikan materi sosialisasi. forum investor. Group Head. Asiamoney menanyakan beberapa hal. dan Pedoman Good Corporate Governance yang dikeluarkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG). independensi. seperti buletin internal Bank Mandiri. Pembentukan Komite GCG di level Komisaris sejalan dengan tugas Komisaris dalam melakukan pengawasan atas jalannya pengurusan perseroan oleh Direksi termasuk memantau efektivitas implementasi GCG beserta praktekpraktek terbaik. Survei tersebut dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana prinsip-prinsip dan praktek-praktek terbaik GCG telah diterapkan oleh Bank Mandiri. Bank Mandiri sebagai Bank Umum yang merupakan BUMN. 117/M-MBU/2002 tentang Penerapan Praktek Good Corporate Governance Pada BUMN serta peraturan BUMN terkait. Manajemen berkeyakinan bahwa penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) merupakan salah satu prasyarat mutlak dalam proses transformasi ini.  Mempermudah perolehan dana pembiayaan yang lebih murah yang pada akhirnya akan meningkatkan shareholder’s values. Disamping itu. Hal ini terbukti dengan telah dibentuknya Komite Good Corporate Governance di level Komisaris pada tanggal 18 Juli 2005. Dalam penilaian yang diikuti beberapa bank dan perusahaan non-keuangan. antara lain sosialisasi secara langsung melalui Forum Sosialisasi di Kantor Pusat.’ Peringkat ini telah mengalami peningkatan yang signifikan dari CGPI 2004 yaitu peringkat keenam. dalam training/workshop. situs Bank Mandiri.

memperoleh pandangan yang lebih objektif, maka selain responden internal ditetapkan pula responden dari pihak eksternal Bank Mandiri, yang terdiri dari para pejabat di Bapepam, BEJ dan BES, investor, rekanan, vendor dan pihak lain yang dianggap kompeten untuk memberikan penilaian terhadap implementasi GCG di Bank Mandiri. Penghargaan lainnya yang Diperoleh Di samping prestasi dan penghargaan yang telah disebutkan di atas Bank Mandiri juga memperoleh penghargaan dari Badan Sertifikasi Lloyd’s Register Indonesia berupa sertifikat ISO 9001: 2000 untuk Bidang Compliance dan Treasury Operation Department-Central Operations Group. Prinsip-prinsip Good Corporate Governance di Bank Mandiri: a. Keterbukaan (Transparency) •  Bank mengungkapkan informasi secara tepat waktu, memadai, jelas, akurat dan dapat diperbandingkan serta dapat diakses oleh stakeholders sesuai dengan haknya. • Informasi tersebut meliputi visi, misi, sasaran usaha, strategi Bank, kondisi keuangan, susunan dan kompensasi pengurus, pemegang saham pengendali, cross shareholding, pejabat eksekutif, pengelolaan risiko, sistem pengawasan dan pengendalian intern, status kepatuhan, sistem dan implementasi GCG serta informasi dan fakta material yang dapat mempengaruhi keputusan pemodal. •  Prinsip keterbukaan itu tetap memperhatikan ketentuan rahasia bank, rahasia jabatan dan hak-hak pribadi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. • Kebijakan bank harus tertulis dan dikomunikasikan kepada stakeholders yang berhak memperoleh informasi tentang kebijakan tersebut. Bank Mandiri menyampaikan laporan kepada Bank Indonesia, Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK), Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya, serta mengumumkan kepada publik mengenai

terjadinya suatu peristiwa, informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga atau nilai efek atau keputusan investasi pemodal secara tepat waktu dan obyektif berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. PBI No.8/4/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum beserta perubahannya PBI No.8/14/PBI/2006 tentang Perubahan atas PBI No.8/4/PBI/2006 mewajibkan Bank Mandiri untuk melaporkan pelaksanaan GCG pada setiap akhir tahun buku dimulai pertama kali untuk posisi laporan akhir Desember 2007. b. Akuntabilitas (Accountability) •  Bank menetapkan tanggung jawab yang jelas dari masing-masing organ Bank yang selaras dengan visi, misi, sasaran usaha dan strategi Bank dan menetapkan kompetensi kepada organ tersebut sesuai tanggung jawab masing-masing. •  Dalam pengelolaannya, Bank menetapkan check and balance system. •  Bank juga memiliki ukuran kinerja dari semua jajaran berdasarkan ukuran yang disepakati konsisten dengan nilai perusahaan (corporate values), sasaran usaha dan strategi bank serta memiliki reward and punishment system. •  Bank meyakini bahwa semua organ organisasi Bank mempunyai kompetensi sesuai dengan tanggung jawabnya dan memahami perannya dalam implementasi GGC. c. Tanggung Jawab (Responsibility) •  Bank berpegang pada prinsip kehatihatian (prudential banking practices) dan menjamin kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. •  Bank sebagai good corporate citizen peduli terhadap lingkungan dan melaksanakan tanggung jawab sosial secara wajar. d. Independensi (Independency) •  Bank menghindari terjadinya dominasi yang tidak wajar oleh stakeholders manapun dan tidak terpengaruh oleh kepentingan sepihak serta terbebas dari benturan kepentingan (conflict of interest). •  Bank mengambil keputusan secara obyektif dan bebas dari segala tekanan dari pihak manapun.

e. Kewajaran (Fairness) •  Bank memperhatikan kepentingan seluruh stakeholders berdasarkan asas kesetaraan dan kewajaran (equal treatment). •  Bank memberikan kesempatan kepada seluruh stakeholders untuk memberikan masukan dan menyampaikan pendapat bagi kepentingan Bank serta mempunyai akses terhadap informasi sesuai dengan prinsip keterbukaan. Dalam rangka menerapkan prinsip kewajaran (Fairness) Bank Mandiri memperhatikan hak-hak dan perlakuan yang sama terhadap semua pemegang saham sesuai dengan klasifikasi. Sebagai perusahaan publik, Bank memperhatikan kepentingan pemegang saham minoritas, yang antara lain diwujudkan dalam: a.  Memberikan hak kepada pemegang saham yang mewakili sekurang-kurangnya 1/10 bagian dari jumlah saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan untuk mengajukan usulan. b.  Jika terdapat transaksi benturan kepentingan sesuai dengan Peraturan Bapepam No. KEP-32/PM/2000 tentang Perubahan Peraturan No. IX.E.1 Tentang Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu, maka harus disetujui oleh para Pemegang Saham Independen atau wakil mereka yang diberi wewenang untuk itu dalam RUPS. c. Apabila terdapat transaksi material sesuai dengan Peraturan Bapepam No. KEP-02/ PM/2001 tentang Perubahan Peraturan No. IX.E.2 Tentang Transaksi Material, maka harus disetujui terlebih dahulu oleh RUPS. Struktur Corporate Governance Struktur Corporate Governance di Bank Mandiri adalah sebagai berikut: a. Komisaris Berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh pemegang saham, Komite Nominasi dan Remunerasi merekomendasikan calon Komisaris. Dari rekomendasi tersebut pemegang saham memilih Komisaris dalam RUPS melalui proses yang transparan. Demikian pula pemberhentian Komisaris hanya bisa dilakukan oleh pemegang saham dalam RUPS.

50

good corporate governance

Karena Bank Mandiri adalah suatu Badan Usaha Milik Negara yang juga merupakan perusahaan publik, Anggaran Dasar Bank menetapkan bahwa pengangkatan Komisaris oleh RUPS harus disetujui oleh pemegang saham Dwiwarna Seri A (Negara Republik Indonesia). Lebih lanjut Anggaran Dasar menegaskan bahwa hanya pemegang saham Dwiwarna Seri A yang berhak mengajukan pencalonan Komisaris dan Direktur kepada RUPS. Calon-calon tersebut efektif setelah mereka lulus fit and proper test Bank Indonesia. PBI nomor 8/4/PBI/2006 mengatur bahwa anggota Komisaris suatu bank minimal 3 orang dan paling banyak sama dengan jumlah anggota Dewan Direksi. Sejak RUPS bulan Mei 2005, jumlah anggota Komisaris Bank Mandiri sebanyak tujuh orang. Tanggung jawab dan kewajiban Komisaris: a. Komisaris bertanggung jawab terhadap terlaksananya tugas Komisaris yang diatur dalam Anggaran Dasar Bank secara efektif dan efisien serta terpeliharanya efektivitas komunikasi antara Komisaris dengan Direksi, auditor eksternal dan otoritas pengawas bank dan pasar modal. b. Komisaris bertanggung jawab dalam mematuhi ketentuan perundang-undangan dan memantau efektivitas praktek GCG. c. Komisaris wajib melakukan tindak lanjut hasil pengawasan dan rekomendasi yang diberikan dalam hal terjadi penyimpangan terhadap perundang-undangan, anggaran dasar dan prudential banking practices. d. Komisaris memiliki Tata Tertib Komisaris yang mengikat dan ditaati oleh semua komisaris. Tata tertib tersebut antara lain mengatur mengenai Rapat Komisaris. e. Komisaris wajib mengungkapkan kepemilikan saham Bank maupun perusahaan lainnya sesuai peraturan pasar modal. f. Komisaris dilarang memanfaatkan Bank untuk kepentingan pribadi, keluarga, perusahaan atau kelompok usahanya dengan cara yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan kewajaran di bidang perbankan.

b. Komisaris Independen Keberadaan Komisaris Independen dimaksudkan untuk dapat mendorong terciptanya iklim dan lingkungan kerja yang lebih obyektif dan menempatkan kewajaran (fairness) dan kesetaraan di antara berbagai kepentingan termasuk kepentingan pemegang saham minoritas dan Stakeholders lainnya. Selaku Komisaris Independen dan Pihak Independen harus dapat terlepas dari benturan kepentingan (conflict of interest). Dalam rangka mendukung pelaksanaan GCG Bank, pemegang saham dalam RUPS menetapkan Komisaris Independen dengan jumlah dan persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan guna menjalankan tugas pengawasan terhadap Bank dan kelompok usaha Bank yang tidak melakukan kegiatan usaha Bank. Selain itu, dalam PBI No.8/14/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum disebutkan bahwa Komisaris Independen adalah anggota Komisaris yang tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Komisaris lainnya, Direksi dan/atau pemegang saham pengendali atau hubungan lain yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen. PBI tersebut juga mengatur bahwa paling kurang 50% dari jumlah anggota Komisaris adalah komisaris independen. Salah satu komisaris independen ditetapkan sebagai Ketua Komite Audit. Saat ini 4 (empat) dari 7 (tujuh) anggota Komisaris Bank Mandiri merupakan Komisaris Independen, salah satunya yaitu Ibu Gunarni Soeworo adalah Ketua Komite Audit. c. Komite-komite Di Bawah Komisaris Dalam menjalankan tugasnya, Komisaris membentuk komite-komite: 1. Komite Audit, membantu Komisaris dalam pengawasan atas hal-hal yang terkait dengan informasi keuangan, sistem pengendalian internal dan efektivitas pemeriksaan oleh auditor eksternal dan internal. 2. Komite Nominasi dan Remunerasi, membantu Komisaris dalam menjalankan

fungsi pengawasan atas hal-hal yang terkait dengan penetapan kualifikasi dan proses nominasi serta remunerasi Komisaris, Direksi dan para pejabat eksekutif. 3. Komite Kebijakan Risiko membantu Komisaris dalam menjalankan fungsi pengawasan kebijakan risiko usaha. 4. Komite GCG, membantu Komisaris dalam memberikan rekomendasi arah kebijakan implementasi prinsip-prinsip GCG. d. Direksi PBI No. 8/4/PBI/2006 menetapkan bahwa usulan penggantian dan/atau pengangkatan anggota Direksi oleh Komisaris kepada RUPS harus memperhatikan rekomendasi Komite Remunerasi dan Nominasi. Kemudian para pemegang saham berdasarkan rekomendasi tersebut memilih Direksi dalam RUPS yang terbuka dan transparan. Seperti halnya pemberhentian Komisaris, pemberhentian Direksi hanya bisa dilakukan oleh pemegang saham dalam RUPS. Karena Bank Mandiri adalah suatu Badan Usaha Milik Negara yang telah Terbuka, Anggaran Dasar Bank mengatur bahwa pengangkatan Direksi oleh RUPS harus disetujui oleh pemegang saham Dwiwarna Seri A (Negara Republik Indonesia). Lebih lanjut Anggaran Dasar mengatakan bahwa hanya pemegang saham Dwiwarna Seri A yang berhak mengajukan pencalonan kepada RUPS. Penunjukan tersebut efektif setelah Direksi terpilih lulus fit and proper test Bank Indonesia. Sesuai dengan PBI 8/4/PBI/2006 disebutkan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi: a.  Bertanggungjawab penuh atas pelaksanaan kepengurusan Bank. b.  Mengelola Bank sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Peraturan perundang-undangan yang berlaku. c.  Melaksanakan prinsip-prinsip Good Corporate Governance dalam setiap kegiatan usaha Bank pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi. d.  Menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari satuan kerja audit intern Bank, auditor eksternal, hasil pengawasan Bank Indonesia dan/atau hasil pengawasan otoritas lainnya.

good corporate governance

51

e. Membentuk satuan kerja: - Satuan Kerja Audit Intern - Satuan Kerja Manajemen Risiko dan Komite Manajemen Risiko - Satuan Kerja Kepatuhan f.  Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham. g.  Mengungkapkan kepada pegawai kebijakan Bank yang bersifat strategis di bidang kepegawaian. h.  Menyediakan informasi yang akurat, relevan dan tepat waktu kepada Komisaris. i.  Memiliki pedoman dan tata tertib kerja yang bersifat mengikat bagi setiap anggota Direksi. e. Hubungan Komisaris dan Direksi Hubungan kerja antara Komisaris dan Direksi adalah check and balances serta konsultatif. Komisaris dan Direksi sesuai dengan fungsinya masing-masing bertanggung jawab atas kelangsungan usaha Bank dalam jangka panjang. Hal ini tercermin pada: a. Terpeliharanya kesehatan Bank sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan kriteria yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. b. Terlaksananya dengan baik manajemen risiko maupun sistim pengendalian internal. c. Tercapainya imbal hasil yang wajar bagi pemegang saham. d. Terlindunginya kepentingan stakeholders secara wajar. e. Terpenuhinya implementasi GCG. f. Terlaksananya suksesi kepemimpinan dan kontinuitas manajemen di semua lini organisasi. Untuk dapat memenuhi tanggung jawab dan melaksanakan pola hubungan check and balances tersebut, Komisaris dan Direksi telah menyepakati hal-hal sebagai berikut: a.  Visi, misi dan nilai-nilai perusahaan b. Rencana jangka panjang, Strategi, Sasaran usaha, maupun rencana kerja dan anggaran tahunan. c. Kebijakan dalam memenuhi ketentuan perundang-undangan, anggaran dasar dan prudential banking practices termasuk komitmen untuk menghindari segala bentuk benturan kepentingan. d. Kebijakan dan metode penilaian kinerja Bank, unit-unit kerja dalam Bank dan personalianya.

Rapat Komisaris periode 1 Januari–31 Desember 2006
No Nama Jabatan Jumlah Rapat Tidak Hadir % hadir

1 2 3 4 5 6 7

Edwin Gerungan* Muchayat Soedarjono Richard Claproth Gunarni Soeworo* Pradjoto* Yap Tjay Soen*

Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris

27 27 27 27 27 27 27

1 2 2 6 5 17 2

96% 93% 93% 78% 81% 37% 93%

* Merupakan Komisaris Independen

Rapat Komite Audit Periode 1 Januari–31 Desember 2006
No Nama Jabatan Jumlah Rapat Tidak Hadir % hadir

1 2 3 4 5

Gunarni Soeworo Soedarjono Yap Tjay Soen Zulkifli Djaelani Imam Sukarno

Ketua Anggota Anggota Anggota Anggota

26 26 26 26 26

3 2 9 -

88% 92% 65% 100% 100%

Rapat Komite Kebijakan Risiko Periode 1 Januari–31 Desember 2006
No Nama Jabatan Jumlah Rapat Tidak Hadir % hadir

1 2 3 4 5

Soedarjono Gunarni Soeworo Edwin Gerungan Tama Widjaja Pardi Soedrajat

Ketua Anggota Anggota Anggota Sekretaris

9 9 9 6 9

2 1 -

100% 78% 89% 100% 100%

Rapat Komite GCG Periode 1 Januari–31 Desember 2006
No Nama Jabatan Jumlah Rapat Tidak Hadir % hadir

1 2 3 4 5

Muchayat Richard Claproth Yap Tjay Soen Anwar Isham Mustaslimah

Ketua Anggota Anggota Anggota Sekretaris

16 16 16 16 16

2 5 6 1 -

88% 69% 63% 94% 100%

Rapat Komite Nominasi dan Remunerasi Periode 1 Januari–31 Desember 2006
No Nama Jabatan Jumlah Rapat Tidak Hadir % hadir

1 2 3 4

Edwin Gerungan Muchayat Yap Tjay Soen Kustiawan

Ketua Anggota Anggota Sekretaris

7 7 7 7

-

100% 100% 100% 100%

Catatan: Ketidakhadiran dalam rapat terutama karena dinas.

52

good corporate governance

Sadikin* 84 84 84 84 84 84 51 51 51 51 51 14 10 18 5 7 9 5 8 4 15 5 83% 88% 79% 94% 92% 89% 90% 84% 92% 71% 90% e. Bank Mandiri telah mengajukan permohonan persetujuan Direktur Kepatuhan kepada Dewan Gubernur Bank Indonesia melalui surat No. Struktur organisasi ditingkat eksekutif yang mampu mendukung tercapainya sasaran usaha Bank. Komite Nominasi & Remunerasi.670 19. Direksi dan anggota komite audit selain komisaris selama 2006 (dalam jutaan rupiah) Jumlah Anggota Gaji Tunjangan Bonus Jumlah Komisaris Direksi Komite Audit Executive Vice President. DIRUT/107/2006 tanggal 9 Juni 2006 perihal Laporan Perubahan Susunan Pengurus dan Permohonan Persetujuan Penunjukkan Direktur Kepatuhan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.719 3. Mengacu pada PBI No.751 812 24.273 61.199 177 4. Sentausa* Bambang Setiawan* Riswinandi* Thomas Arifin* Budi G. Komisaris dibantu oleh komite-komite yaitu Komite Audit.935 7. Group Head Portfolio & Operational Risk Group sebagai Sekretaris Komite Kebijakan Risiko dan Group Head Compliance sebagai Sekretaris Komite Good Corporate Governance. 1/6/PBI/1999 tanggal 20 September 1999 tentang Penugasan Direktur Kepatuhan (Compliance Director) dan Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum yang mengatur tata cara penugasan anggota Direksi sebagai Direktur Kepatuhan.935 3.242 good corporate governance 53 .588 2. Group Head Human Capital sebagai Sekretaris Komite Nominasi dan Remunerasi. *M  enjabat sejak 22 Mei 2006 Catatan: Ketidakhadiran dalam rapat terutama karena dinas.733 16. Remunerasi Komisaris. Komite Kebijakan Risiko dan Komite Good Corporate Governance.Rapat Direksi periode 1 Januari–31 Desember 2006 No Nama Jumlah Rapat Tidak Hadir % hadir 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Agus Martowardojo Wayan Agus Mertayasa Omar S. SVP dan Advisor Jumlah 7 11 2 45 65 4. yaitu Group Head Internal Audit sebagai sekretaris Komite Audit.552 635 15. Dalam melaksanakan tugasnya. komite dibantu oleh Sekretaris Komite yang diangkat dari Group Head yang terkait. Direktur Kepatuhan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Perseroan yang diselenggarakan pada tanggal 22 Mei 2006.  Melaksanakan rapat gabungan Komisaris dan Direksi sekurang-kurangnya tiga bulan sekali.673 12. telah menetapkan perubahan susunan pengurus Perseroan dan memberikan kewenangan kepada Komisaris untuk menetapkan pembagian tugas dan wewenang di antara para anggota Direksi dengan merujuk pada anggaran dasar perseroan.406 28. f. Anwar Zulkifli Zaini Abdul Rachman Sasmita Sentot A. f. Dalam struktur keanggotaannya.668 37.

148.507 2. Sentausa Sasmita Zulkifli Zaini Riswinandi Budi G. Akuntan Publik yang diusulkan adalah yang telah memperoleh lisensi dari Departemen Keuangan RI dan terdaftar di BAPEPAM-LK. hubungan pelaporan Direktur Kepatuhan adalah langsung kepada Bank Indonesia selain juga kepada Direktur Utama dan Komisaris.399 8 2.422.179. Kepemilikan saham dan opsi saham Bank Mandiri oleh Komisaris.148. 8/79/GBI/DPIP/ Rahasia tanggal 30 Juni 2006 telah memberikan persetujuan atas penunjukkan Sdr. tidak membawahi kegiatan operasional.515 2. Laporan Keuangan Konsolidasi Bank disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.115 2.785. Dalam kapasitasnya tersebut.115 2.707.000 225.692 2. Selain itu.853 2.348 2. Sesuai ketentuan Bank Indonesia yang berlaku. akuntansi dan/atau Satuan Kerja Audit Intern (SKAI).422.853 2.482.836.399 3. Akuntan Publik tersebut akan melakukan audit umum untuk memberikan pernyataan pendapat mengenai kewajaran Laporan Keuangan bank.985 49.115 2.038 259 - 176 105.677 2.153 10 Thomas Arifin Anggota Komite Selain Komisaris 54 good corporate governance .115 - 415. Sadikin Zulkifli Djaelani + Imam Sukarno + Tama Widjaja * Anwar Isham # - Komite Nominasi & Remunerasi # Komite GCG * Komite Kebijakan Risiko + Komite Audit 57 49.038 60.562 - . Bambang Setiawan sebagai Direktur Kepatuhan Bank Mandiri (Persero) Tbk. Bank Mandiri minimal sekali dalam satu tahun mengikuti pemeringkatan atas pelaksanaan GCG.422. Auditor Eksternal dan Independent Reviewer Anggaran Dasar Bank menegaskan bahwa Komisaris wajib mengusulkan kepada RUPS Akuntan Publik yang akan memeriksa pembukuan Bank. memahami peraturan perundang-undangan serta mampu bekerja secara independen.115 2. untuk menjaga independensi Direktur Kepatuhan tidak boleh merangkap sebagai Direktur Utama. Anwar Bambang Setiawan Sentot A.562 499.Menindaklanjuti permohonan tersebut. Pemeringkatan tersebut dilakukan oleh independent external reviewers.345.677 998.000 185 - - - - 8 415.422.985 60. g.422.422. Bank Indonesia melalui surat No.785.153 444 - 2. Direksi & anggota komite selain komisaris per 31 Desember 2006 No Nama Saham Bonus Diskon MSOP01 MSOP02 Total Saham Opsi Komisaris 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 8 9 11 1 2 3 4 Edwin Gerungan * Muchayat # Soedarjono * + Richard Claproth # Goenarni Soeworo * + Pradjoto Yap Tjay Soen # + Direktur Agus Martowardojo Wayan Agus Mertayasa Abdul Rachman Omar S.179.750.3.854 2.515 2.436 115.

Bank telah menerapkan suatu Sistem Pengendalian Intern (SPI). Agar penerapannya dapat dilakukan secara efektif.DIR. maka SPI tersebut telah dituangkan dalam suatu ‘Pedoman. regulator dan juga para pengamat. BAPEPAM-LK dan publik. 31 Desember 2006  No Nama Jumlah Rapat Tidak Hadir % hadir Komisaris 1 2 3 4 5 6 7 Edwin Gerungan*) Muchayat Soedarjono Richard Claproth Gunarni Soeworo*) Pradjoto*) Yap Tjay Soen*) *) Komisaris Independen 9 9 9 9 9 9 9 3 2 2 4 1 100% 67% 100% 78% 78% 56% 89% Direksi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Agus Martowardojo Wayan Agus Mertayasa Omar S. Sistim Pengendalian Intern Dalam rangka mengelola Bank secara efektif dan efisien serta sebagai dasar kegiatan operasional yang sehat dan aman. pelaku pasar modal. good corporate governance 55 .d.’ yang ditetapkan oleh Komisaris dan Direksi dalam Surat Keputusan Bersama No. Anwar Zulkifli Zaini Abdul Rachman Sasmita Sentot A. Bank Mandiri telah melaporkan penunjukan Corporate Secretary kepada BAPEPAM-LK dan Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya serta mengumumkannya di salah satu harian nasional. Pedoman tersebut menjadi acuan bagi seluruh jajaran Bank dalam melakukan aktivitas operasional sehari-hari. Sadikin * 9 9 9 9 9 9 3 3 3 3 3 2 1 2 100% 78% 100% 100% 89% 100% 100% 100% 100% 33% 100% h. I. Sentausa * Bambang Setiawan * Riswinandi * Thomas Arifin * Budi G.Rapat Gabungan periode 1 Januari s. KEP. *) M  enjabat sejak 22 Mei 2006 Catatan: Ketidakhadiran dalam rapat terutama karena dinas. Bank Mandiri sebagai perusahaan publik membentuk Corporate Secretary yang berperan sebagai penghubung Bank dengan para investor. Corporate Secretary memfasilitasi komunikasi yang efektif dan memastikan tersedianya informasi untuk berbagai pihak serta berperan sebagai penghubung utama antara Bank./003/2004 tanggal 28 Desember 2004 tentang Pedoman Penerapan Sistem Pengendalian Intern PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. corporate secretary Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pemodal.KOM.

 Berkomitmen untuk bekerja tuntas dan akurat atas dasar kompetensi terbaik dengan penuh tanggung jawab.  Mengutamakan pelayanan dan kepuasan pelanggan 9. Peduli lingkungan Know Your Customer (KYC)/ Anti Money Laundering (AML) Dalam menjalankan kegiatan usaha. proaktif dan cepat tanggap 8. Inovatif. Saling menghargai dan bekerja sama 2. sistem pengawasan intern dan pelatihan karyawan. menganalisis. maka selain diadakan on-site review. Kompeten dan bertanggung jawab 6.  Orientasi pada nilai tambah dan perbaikan terus menerus 10. Professionalism/Profesionalisme: 3. berkata dan bertindak terpuji 5. Bank Mandiri menghadapi berbagai risiko usaha dan untuk mengurangi risiko usaha tersebut Bank Mandiri menerapkan prinsip kehati-hatian. Pemantauan yang dilakukan terhadap penerapan prinsip KYC/AML di lapangan dilakukan secara on-desk review dan on-site review. penerapan prinsip KYC/AML di Bank Mandiri saat ini mendapat penilaian dari pihak otoritas dengan peringkat cukup baik dan sistem informasi manajemen dikategorikan baik. pendelegasian wewenang. On-desk review dilakukan berdasarkan laporan yang diterima dari seluruh unit kerja yang kemudian ditindaklanjuti dan dilaporkan kepada pihak otoritas. Unit kerja ini bertanggung jawab kepada Compliance Group Head–selaku Pejabat Khusus yang ditunjuk oleh Direksi dan sesuai dengan peraturan Bank Indonesia. Kebijakan dan prosedur manajemen risiko yang berkaitan dengan prinsip KYC/AML merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kebijakan dan prosedur Bank secara keseluruhan dengan memasukkan unsur-unsur yang meliputi pengawasan oleh pengurus Bank. Jujur. Selain itu manajemen juga telah merumuskan Pedoman Sepuluh Perilaku Utama bagi insan Mandiri sebagai berikut: 1. memantau dan menyediakan laporan mengenai transaksi pencucian uang yang dilakukan oleh nasabah kepada pihak otoritas.’ Faktor risiko unit kerja pada umumnya didasarkan kepada volume transaksi suatu unit kerja yang sangat tinggi sehingga pengawasan melekat pada front liners berkurang yang pada akhirnya berpotensi untuk menyebabkan kurang sempurnanya penerapan prinsip KYC/AML. 56 good corporate governance . salah satunya melalui penerapan prinsip Know Your Customer/Anti Money Laundering (KYC/AML). juga diberikan kembali training/ pelatihan kepada front liners.  Senantiasa menjadikan pelanggan sebagai mitra utama yang saling menguntungkan untuk tumbuh secara berkesinambungan. Secara berkesinambungan Bank Mandiri terus melakukan penyempurnaan terhadap Customer Information Files (CIF) untuk meningkatkan keakurasian dan kelengkapan data nasabah agar sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia dan standar internasional. menjaga martabat serta menjunjung tinggi kode etik profesi. Berpikir. Penerapan prinsip KYC/AML ini juga senantiasa merupakan obyek pemeriksaan Internal Audit. pemisahan tugas dan tanggung jawab. Excellence/Kesempurnaaan: 5.  berkata dan berperilaku terpuji. Customer focus/Fokus pada pelanggan: 4. Secara umum.  keyakinan dan sangka baik di antara stakeholders dalam hubungan yang tulus dan terbuka berdasarkan kehandalan. Sedangkan on-site review dilaksanakan dengan memperhatikan ‘faktor risiko unit kerja’ dan atau ‘pemahaman personil unit kerja. Integrity/Integritas: Setiap saat berpikir. mekanisme tanggung jawab pejabat khusus ini berada langsung di bawah Direktur Kepatuhan. 2. Memberikan solusi dan hasil terbaik 7. Apabila di dalam on-desk review diketahui adanya pemahaman personil unit kerja yang belum memadai terhadap penerapan prinsip KYC/AML. Bank Indonesia dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).Nilai-Nilai dan Perilaku Bank Mandiri Manajemen Bank Mandiri bertekad untuk menerapkan nilai-nilai kebersamaan sebagai berikut: Trust/Kepercayaan: Membangun 1. Unit ini disebut sebagai Departemen Know Your Customer/Anti Money Laundering (KYC/AML).  Mengembangkan dan melakukan perbaikan di segala bidang untuk mendapatkan nilai tambah optimal dan hasil terbaik secara terus menerus. Efektivitas penerapan prinsip KYC/AML di Bank Mandiri dipantau oleh unit kerja khusus setingkat Departemen di dalam unit kerja Compliance Group. Disiplin dan konsisten 4. tulus dan terbuka 3. Selain itu juga Bank Mandiri saat ini telah mengembangkan dan memiliki sistem informasi yang memadai untuk dapat mengidentifikasi.

•  Melakukan review atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. 4. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit Komite Audit bertugas dan bertanggung jawab untuk memberikan pendapat kepada Komisaris mengenai laporan dan atau hal-hal lain yang disampaikan Direksi. •  Central Operations Group dan Procurement & Fixed Assets Group. efektivitas pelaksanaan manajemen risiko serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. • Laporan Keuangan Publikasi triwulanan. • Temuan-temuan signifikan hasil pemeriksaan SKAI dan Kantor Akuntan Publik (KAP) yang terkait dengan implementasi kebijakan. Consumer Cards Group dan Consumer Loans •  Group mengenai perkembangan bisnis kartu kredit dan kredit konsumer. Accounting Group mengenai •  perkembangan penyelesaian pos-pos terbuka (open items) dan suspense accounts. •  Melakukan review atas efektivitas pelaksanaan dan hasil pemeriksaan oleh Satuan Kerja Audit Intern/Internal Audit Group.  Melakukan penelaahan atas Laporan Hasil Audit Rutin tahun 2006 berdasarkan hasil pemeriksaan Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) terhadap unit-unit kerja berikut: Market Risk Group. • Kantor Hub (39 unit) yang membawahi 300 Kantor Spoke. • DirektoratTechnology   & Operations mengenai hal-hal yang terkait dengan masalah-masalah Teknologi Informasi dan Operasional. serta mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Komisaris dengan cara: •  Melakukan review atas semua informasi keuangan yang disajikan manajemen. sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku serta tindak lanjut auditee. No. Tujuan Pembentukan Komite Audit Komite Audit Bank Mandiri dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara dan Keputusan Ketua Badan Pengawasan Pasar Modal dengan tujuan untuk membantu dan memfasilitasi Komisaris dalam menjalankan tugas dan fungsi pengawasan atas hal-hal yang terkait dengan informasi keuangan. 6. • Kantor Cabang Hong Kong dan Singapore. 5. • Laporan Pelaksanaan Pernyataan Standar Auditing (PSA) No. •  Melakukan review dan melaporkan berbagai risiko yang potensial akan terjadi.  Melakukan tugas dan kegiatan lain yang diberikan Komisaris. Corporate Banking Group dan Commercial •  Banking Group mengenai perkembangan kredit dan 25 debitur terbesar. Commercial Banking Center (12 unit). • Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan–Republik Indonesia. •  Perkembangan pelaksanaan audit (audit progress) Bank Mandiri tahun buku 2006. sistem pengendalian intern. good corporate governance 57 . Komite Audit PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Consumer Cards Group.  Melakukan 6 (enam) kali pertemuan dengan Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) untuk membahas antara lain mengenai: • Rencana Kerja tahun 2006 dan Realisasi Rencana Kerja tahun 2005. 2. •  ‘Time Table & Scope of Work’ untuk audit Laporan Keuangan Bank Mandiri Tahun Buku 2006.  Melakukan 18 (delapan belas) kali pertemuan dengan unit-unit kerja. • Laporan Keuangan Konsolidasian triwulanan.  Melakukan 5 (lima) kali pertemuan dengan KAP yang ditetapkan memeriksa Bank Mandiri untuk membicarakan: •  Perkembangan pelaksanaan audit (audit progress) Bank Mandiri tahun buku 2005. 3. Consumer Collection Group mengenai •  perkembangan penagihan Kredit Konsumer dan Kartu Kredit bermasalah. sistem & prosedur. antara lain sebagai berikut: Credit Recovery Group mengenai •  pengelolaan/penyelesaian kredit bermasalah. 62 yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005. •  Melakukan review atas efektivitas pelaksanaan pengendalian intern (internal control). • Melakukan review atas: − Independensi dan objektivitas Kantor Akuntan Publik (KAP) yang akan mengikuti tender. • Laporan Realisasi Rencana Bisnis/RKAP bulanan dan triwulanan. No. −  Biaya jasa audit dan cakupan audit yang diajukan KAP terpilih − Laporan hasil audit KAP terpilih. • Revisi Internal Audit Charter. Sesuai dengan laporan triwulanan yang disampaikan kepada Komisaris. dalam tahun 2006 Komite Audit telah melakukan kegiatankegiatan sebagai berikut: 1.laporan komite audit Pemegang Saham yang terhormat. Small •  Business District Center (7 unit) dan Micro Business District Center (13 unit). sudah dibentuk sejak tanggal 19 Agustus 1999 berdasarkan Keputusan Komisaris PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 001/KEP/KOM/2005 tanggal 1 Juli 2005. •  Biaya audit Laporan Keuangan Bank Mandiri Tahun Buku 2006. antara lain penelaahan atas Laporan Pelaksanaan dan Pokok-Pokok Hasil Audit Intern dan Laporan Pengawasan Rencana Bisnis Bank Semester I/2006 yang harus disampaikan Komisaris kepada Bank Indonesia. • Implementasi Risk Based Audit. efektivitas pemeriksaan auditor eksternal dan internal. 013/KEP/KOM/1999 dan diperbaharui berdasarkan Keputusan Komisaris PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.  Melakukan penelaahan atas data dan informasi keuangan yang terdiri dari: • Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2006. • Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Bank Indonesia tahun 2005.

•  Bank telah memiliki sistem pengendalian intern yang memadai. •  Bank telah memiliki kebijakan dan sistem yang memadai dalam melakukan pemantauan atas kepatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Komite Audit berpendapat bahwa: •  Penyajian laporan keuangan yang dipublikasikan telah memenuhi azas keterbukaan. Sehubungan dengan itu maka tidak ada masalah-masalah signifikan yang perlu ditambahkan dalam laporan. Komite Audit Gunarni Soeworo Ketua Soedarjono Anggota Yap Tjay Soen Anggota Zulkifli Djaelani Anggota Imam Sukarno Anggota 58 good corporate governance .Berdasarkan penelaahan dan pembahasan dalam pertemuan-pertemuan yang telah dilakukan seperti tersebut di atas.

selama tahun 2006 Komite juga telah melakukan pembahasan beberapa hal antara lain. obyektif dan handal. (4) talent pool program. Komite Nominasi dan Remunerasi Edwin Gerungan Ketua good corporate governance 59 . Walaupun begitu. Selain itu. Di bulan April 2006 juga. (5) serta program kerja komisaris. Komite di tahun 2007 akan tetap melaksanakan program kerjanya untuk memastikan berjalannya fungsi pengawasan Dewan Komisaris. maka akan mempengaruhi akuntabilitas secara positip. di bulan April 2006 Komite membahas pelaksanaan Program Management Stock Option Plan Tahap 2. Komite menyadari bahwa Bank Mandiri selaku bank milik negara yang telah terbuka. Komite telah membahas dan mengevaluasi analisa Ruang Lingkup dan Tanggung Jawab Direksi beserta struktur remunerasinya. Komite harus memastikan bahwa kepentingan manajemen tersebut sejalan dengan kepentingan pemegang saham serta prioritas strategis Bank Mandiri. Berdasarkan evaluasi ini Komite mengajukan usulan kenaikan gaji/honorarium bagi Direksi/ Komisaris kepada Dewan Komisaris. Sesuai amanat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tanggal 16 Mei 2005. Komite Nominasi dan Remunerasi (Komite) diamanatkan untuk menelaah dan mengidentifikasi individu-individu unggul dan berkualitas untuk dicalonkan sebagai anggota Direksi sesuai dengan kriteria dan persyaratan yang tercantum dalam Piagam Komite. Pada bulan Januari 2006. Komite percaya bahwa bila pengangkatan tersebut berdasarkan proses pencalonan yang sistematis dan obyektif. Komite juga harus menelaah perumusan Ruang Lingkup dan Tanggung Jawab Direksi. keputusan pengangkatan dan pemberhentian Direksi dan Komisaris adalah wewenang penuh pemegang saham Seri A Dwiwarna. Pada bulan September 2006 Komite telah membahas usulan penyempurnaan organisasi dari Dewan Direksi. Dalam pengusulan tersebut.laporan komite nominasi dan remunerasi Para Pemegang Saham yang terhormat. berdasarkan proses nominasi yang sistematis. Komite menominasikan calon-calon direksi kepada Dewan Komisaris untuk mengemban tanggung jawab mengikuti perubahan struktur organisasi perusahaan. Ini berarti Komite bertanggung jawab untuk melakukan evaluasi kinerja direksi secara periodik serta mengusulkan paket remunerasi bagi direksi dan komisaris yang sepadan dengan kinerjanya. (1) Pasal 11 ayat 6 Anggaran Dasar Perseroan perihal Tantiem kepada Pengurus. (2) kriteria komisaris independen. Selain itu Komite diberi mandat untuk menyusun pedoman untuk mengevaluasi kinerja direksi dan juga pedoman untuk mengevaluasi secara self-assessment kinerja komisaris. berdasarkan rangkuman hasil survei imbalan bagi Direksi tahun 2005. Di tahun 2006. (3) tata tertib Komite. Komite telah menyampaikan pendapat atas usulan tersebut kepada Dewan Komisaris. Komite sudah melakukan seleksi dan proses fit and proper test terhadap calon direksi sesuai rencana kerja. Terakhir.

laporan komite kebijakan risiko Para Pemegang Saham yang terhormat.  Mempertimbangkan aspek risiko produk dan perubahan keadaaan atau kejadian yang berasal dari internal maupun eksternal Bank. wewenang. 5. Selama 2006 Komite dengan intensif telah membahas dengan pihak-pihak terkait mengenai risiko dan manajemennya.  Memberikan masukan kepada komisaris dalam penyusunan dan perbaikan kebijakan manajemen risiko. Komite Kebijakan Risiko di tahun 2006 telah memformalkan aturan keanggotaan. Komite telah sepakat untuk bertemu sekurangkurangnya satu kali dalam sebulan. tanggung jawab dan imbal jasa bagi Komite. menguji pelaksanaan kebijakan manajemen risiko dan membahasnya dalam rapat komisaris atau rapat gabungan komisaris dan direksi. 6. 4. Berdasarkan rekomendasi tersebut Dewan Komisaris mengambil keputusan berupa pendapat atas suatu masalah yang menyangkut risiko.  Mengkaji konsep laporan triwulanan profil risiko Bank secara individual dan konsolidasi serta menyampaikan masukan kepada komisaris atas hal-hal yang perlu didiskusikan lebih lanjut dengan direksi.  Mendiskusikan dengan direksi atau unit kerja terkait dengan manajemen risiko. Komite Kebijakan Risiko Soedarjono Ketua 60 good corporate governance . Pertemuan tersebut merupakan rapat yang sah dan dapat mengambil keputusan yang berupa rekomendasi kepada Dewan Komisaris. Dalam rapat tersebut Komite dapat mengundang pihak-pihak yang dianggap relevan dan terkait dengan masalah risiko yang akan dibahas. 3.  Mengevaluasi akurasi model dan validitas data pengukuran risiko.  Mempelajari dan mengkaji ulang kebijakan dan peraturan-peraturan internal tentang kebijakan manajemen risiko. tugas. 8. Secara periodik mengkaji manajemen risiko dan pedoman pelaksanaannya dan penyesuaiannya. 2. 7.  Mengikuti dan mempelajari keputusan Risk and Capital Committee. Aturan tersebut mengatur bahwa tugas dan tanggung jawab Komite adalah: 1.

manajemen risiko dan human capital. Komite memandang penting dan sangat relevan untuk memberikan pemahaman GCG secara dini kepada mereka. Jakarta Commercial Sales. Komite GCG telah secara aktif memberikan masukan-masukan kepada Bank Indonesia. sementara tahun 2006 merupakan periode yang lebih fokus pada pengawasan efektivitas implementasi GCG serta terciptanya mekanisme check & balance pada aktivitas Perseroan. Sosialisasi terhadap focus group yang telah terlaksana antara lain di unit Procurement. Secara berurutan responden yang memiliki tingkat pemahaman dan persepsi tertinggi sampai terendah diinternal Bank Mandiri adalah Komisaris. Komite juga secara aktif memberikan pemahaman tentang materi GCG kepada para peserta program pelatihan calon pegawai pimpinan yaitu program Staff Development Program (SDP). Himbara. atas perhatian dan dukungan semua pihak terhadap pelaksanaan tugas-tugas Komite GCG selama ini. mengenai : • Kebijakan & penyelenggaraan RUPS • Tata tertib komisaris •  Penyempurnaan struktur organisasi Bank Mandiri •  Penyempurnaan beberapa kebijakan dan prosedur Bank Mandiri lainnya Untuk mengetahui penilaian pihak independen terhadap implementasi GCG di Bank Mandiri. antara lain: perkreditan. kami ucapkan terima kasih. Bank Mandiri telah mengikuti Corporate Governance Perception Index pada tahun 2005 (CGPI 2005) yang diselenggarakan oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) dan menempati posisi Runner Up untuk sektor keuangan dengan predikat ‘Terpercaya’ dan menjadi salah satu The Best of Top GCG Perception Index 2006 pada peringkat ketiga. Corporate Banking. Komitmen dan upaya Bank Mandiri dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip GCG dinilai sangat positif dan mendapat apresiasi dari dunia internasional. Internal Audit. Kantor Wilayah dan Group Kantor Pusat. Product Management dan Small & Micro Banking. Komite GCG telah menyusun Program Kerja yang lebih fokus pada implementasi prinsip-prinsip & praktek-praktek terbaik Corporate Governance dalam aktivitasaktivitas utama bank. Direksi. Komite Good Corporate Governance Muchayat Ketua good corporate governance 61 . Selanjutnya. Di samping itu. antara lain. Untuk tahun 2007. Forum Komunikasi Direktur Kepatuhan Perbankan (FKDKP) dan Forum Komisaris bank-bank Umum mengenai praktek-praktek terbaik Corporate Governance. Komite GCG telah melakukan tinjau ulang dan memberikan masukan. serta memberikan masukan dalam rangka perbaikan secara terus menerus. Kemudian. Demikianlah penyampaian kami. Tahun 2006 merupakan tahun yang kedua sejak terbentuknya Komite Good Corporate Governance (GCG) oleh Komisaris pada tanggal 18 Juli 2005. Perbanas. Peserta SDP dan ODP tersebut merupakan pegawai-pegawai baru sebagai calon pimpinan bank di masa yang mendatang. untuk membangun budaya patuh (sense of compliance) terhadap regulasi. Oleh karena itu.laporan komite good corporate governance Pemegang Saham yang terhormat. Asset Management. program Officer Development Program (ODP) dalam forum Sharing Experience. program self assessment GCG yang telah diselesaikan dan dilaporkan pada awal tahun 2006 bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman para responden terhadap implementasi GCG di Bank Mandiri. Hal ini dibuktikan melalui dua penghargaan yang diraih oleh Bank Mandiri pada awal tahun 2007 yaitu Overall Best Company in Indonesia for Corporate Governance 2006 dan The Best Company in Indonesia for Disclosure & Transparency 2006 dari Asiamoney. Selain sosialisasi di wilayah dan focus group tersebut. manajemen memperoleh banyak umpan balik guna perbaikan dan penyempurnaan sistem dan prosedur untuk mencerminkan prinsip-prinsip GCG. Regional Commercial Sales. Sosialisasi GCG di wilayah dan focus group di kantor Pusat dilakukan untuk memberikan pemahaman atas prinsip-prinsip GCG yang harus diimplementasikan oleh seluruh lini di Bank Mandiri. Dengan sosialisasi tersebut. Tahun 2005 merupakan periode penetapan kerangka dasar kebijakan GCG sebagaimana dituangkan dalam Charter GCG.

Sejak tahun 1999 beliau menjabat sebagai anggota Komite Audit PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 62 good corporate governance . Dalam perjalanan karirnya beliau sempat menjabat sebagai Regional Manager kemudian menjadi Group Head Commercial Risk dan saat ini sebagai Corporate Secretary. Memulai karir sebagai Assistant Accountant PT Rohm & Haas Indonesia pada tahun 1975. sebelum diangkat sebagai anggota Komite Kebijakan Risiko PT Bank Mandiri (Persero). Bank Niaga pada tahun 1994. Zulkifli Djaelani Anggota Komite Audit Menyelesaikan pendidikan S1 dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia–Jakarta tahun 1975. beliau pernah menjabat sebagai pimpinan cabang dan pemimpin wilayah di Bank Niaga antara tahun 1986–1994 sebelum akhirnya menjabat sebagai Direktur Operasi & Sumber Daya Manusia. pada tahun 2005. Tahun 2003 beliau ditunjuk sebagai anggota Komite Audit AJB Bumiputera 1912 dan menjadi wakil ketua Tim Penerapan GCG AJB Bumiputera 1912. Mengawali karirnya di perbankan pada tahun 1987 sebagai Treasury Manager di PT Bank Niaga. Mulai memasuki dunia perbankan pada tahun 1983 di Bank of America sebagai Financial Controller dan tahun 1989 beliau ditunjuk sebagai Finance & Planning Manager. Nasution Corporate Secretary Menyelesaikan pendidikan S1 dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 1981 dan S2 dari University of Colorado pada tahun 1991. Utomo. Mulia & Co. Tama WiDjaJa Anggota Komite Kebijakan Risiko Menyelesaikan pendidikannya di Fort Hays State University. Kansas. Direktur Direktorat Perizinan & Informasi Perbankan pada tahun 2000–2002 serta Team Pengawas Bank Universal pada tahun 2002. Pada tahun 1993 beliau menjadi General Manager. pada tahun 2006. beliau pernah menjabat sebagai Direktur Pengawasan Bank Perkreditan Rakyat pada tahun 1998–2000. PT Bank Bumi Putera Indonesia Tbk. Memulai karir di Bank Bumi Daya pada tahun 1983.anggota komite non komisaris & corporate secretary Imam Sukarno Anggota Komite Audit Menyelesaikan pendidikan S1 dari Universitas 17 Agustus 1945 pada tahun 1973 dan Master Management dari Asian Institute of Management–Manila tahun 1985. Group Treasury. Beliau memulai karir sebagai Junior Auditor di Drs. Memulai karir di Bagian Neraca Pembayaran & Moneter–Urusan Ekonomi & Statistik tahun 1975. Dalam perjalanan karirnya. Sejak tahun 2003 sampai dengan sekarang beliau menjabat sebagai anggota Komite Audit PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Beliau diangkat sebagai anggota Komite GCG PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Pada tahun 1993 beliau ditunjuk sebagai Presiden Direktur PT Mega Search. Tbk. Anwar Isham Anggota Komite GCG Menyelesaikan pendidikan di Universitas Negeri Jakarta dan meraih gelar Doktor pada bulan Maret 2004. Mansyur S.. PT Raja Garuda Mas dan pada tahun 2001 beliau sempat menjabat sebagai Senior Vice President Treasury & International Banking Group Head. Dalam perjalanan karirnya.

3% special asset management 82% dari outstanding debitur yang direstrukturisasi telah berhasil diupgrade menjadi performing loan treasury & international banking Sebagai bank pembayaran utama.3% dari seluruh settlement pembayaran transaksi saham di BEJ 82 % 63 strategic business unit .000 50. terbesar di bandingkan bank pesaing lainnya 90detik micro & retail banking 312 juta transaksi dilayani oleh e-channel (ATM.000. Layanan ini tersedia di 10 kota melalui Call Center 14000 dengan menggunakan Consumer Scoring System commercial banking 29% dari seluruh ekspor non-migas Indonesia menggunakan L/C di proses oleh Bank Mandiri. Jumlah ini jauh melampaui transaksi konvensional di cabang-cabang Bank Mandiri di seluruh Indonesia 312. SMS dan internet) tahun 2006. hanya 90 detik waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan ‘in principal approval’ kredit perorangan. kami menangani 50. telepon.Rp 555triliun corporate banking Rp 555 triliun adalah nilai kapitalisasi pasar nasabah korporasi Bank Mandiri yang merupakan 20 Perusahaan Publik terbesar di Bursa Efek Jakarta 29% consumer finance Jika Anda menelepon dari Balikpapan.

Corporate Banking. menunjukkan pentingnya penawaran cross-selling kepada nasabah kami dalam peningkatan pendapatan. Treasury & International dan Consumer Finance seluruhnya menghasilkan kontribusi laba sebelum pajak (umumnya disebut contribution margin) yang positif. Transisi ini merupakan tahap pertama dalam pengembangan value center dengan akuntabilitas pada imbal hasil berbasis risiko. 11. sehingga tidak berfokus pada pengembangan usaha. Implikasi dari penerapan organisasi berbasis SBU adalah: •  Desentralisasi penentuan strategi. •  Dengan perbaikan-perbaikan yang akan dilaksanakan lebih jauh di tahun 2007. •  Penyempurnaan Performance Management System sehingga dapat mengukur profitabilitas dengan lebih baik. Berdasarkan kontribusi laba dari masingmasing SBU. emerging business dan future growth engine business. Kinerja Business Unit dan Corporate Strategy Meskipun tahun 2006 merupakan tahun pertama di mana kami mulai menerapkan pelaporan kontribusi laba yang dihasilkan setiap SBU.finance & strategy Keenam Strategic Business Unit akan berperan sebagai pendorong utama untuk mewujudkan budaya kerja berbasis kinerja dengan meningkatkan akuntabilitas setiap bisnis unit atas profitabilitas dan pertumbuhan. Pendapatan Corporate Banking 59. yang memang dibentuk secara khusus untuk menangani penyelesaian kredit bermasalah serta asset recoveries. direktorat corporate center dan shared services akan fokus pada peningkatan efisiensi biaya serta menyediakan kebijakan dan proses bisnis yang kritikal serta dukungan sistem bagi SBU. merupakan cash generator business kami yang diharapkan dapat menghasilkan laba yang diperlukan untuk memperkuat emerging business yang sudah ada maupun bagi investasi pengembangan future growth engine business. kami akan melanjutkan penggunaan pendekatan balanced scorecard. khususnya profitabilitas. Selain untuk meningkatkan fee based income di masa yang akan datang. kami bergembira untuk melaporkan bahwa ke 5 SBU kami yang berfokus pada pengembangan usaha–yaitu Corporate.6% berasal dari aktivitas pinjaman. kolaborasi antara Treasury dan Corporate Banking bukan hanya akan memperkuat hubungan bisnis dengan corporate client kami namun juga untuk meningkatkan profitabilitas nasabah corporate. Treasury & International Banking.8% berasal dari produk simpanan. Peranan corporate center dalam pembentukan strategi dan perencanaan adalah memastikan setiap SBU membuat perencanaan yang kredibel dalam peningkatan profitabilitas dan pertumbuhan secara bank-wide. dengan laba sebelum pajak tahun 2006 kurang lebih Rp 2.6% merupakan fee based income dan 28. Micro & Retail. Pada saat bersamaan. Keenam SBU tersebut akan berperan sebagai pendorong utama untuk mewujudkan budaya kerja berbasis kinerja dengan meningkatkan akuntabilitas setiap bisnis unit untuk menghasilkan profitabilitas dan pertumbuhan yang nyata.1 triliun. Satusatunya SBU yang menghasilkan kontribusi negatif adalah Special Asset Management. namun Key Performance Indicator (KPI atau Indikator Kinerja Utama) setiap SBU akan lebih ditekankan pada ukuranukuran kinerja finansial. 3 Direktorat Corporate Center dan satu Direktorat Shared Services. kami mengklasifikasi kelima SBU tersebut dalam 3 tahap pengembangan yaitu unit yang diklasifikasikan sebagai cash generator. Hal ini menunjukkan FINANCE & STRATEGY strategic business unit 64 70 . sementara ukuran kinerja corporate center dan shared services bertumpu pada efisiensi dan level of services untuk memberi dukungan pada SBU. Ini merupakan perubahan yang signifikan bagi para SBU tersebut yang sebelumnya lebih memiliki fokus pada pencapaian target volume. Bank Mandiri mereorganisasi struktur direktoratnya menjadi 6 Direktorat Strategic Business Units (SBU). perencanaan dan budget ke masingmasing SBU. Commercial. lebih adil serta transparan dalam mengalokasikan biaya serta mengakomodasi perubahan di dalam organisasi. pahala Nugraha mansury EVP Koordinator dan Chief Financial Officer Tahun 2006 merupakan tahun penting bagi Bank Mandiri dengan dimulainya tonggak organisasi berbasis Strategic Business Unit (SBU) pada bulan Juni 2006 sebagai upaya transformasi organisasi yang memiliki budaya berbasis kinerja. dengan laba sebelum pajak tahun 2006 sebesar Rp 948 miliar. merupakan elemen penting dalam corporate strategy kami.

Micro & Retail memberi contribution margin sebesar Rp 1. sebagai tindak lanjut dari organisasi berbasis SBU. atau merupakan 26. Di masa datang Commercial Banking diharapkan dapat meningkatkan keuntungan melalui cross-selling kepada supplier dan pelanggan dari nasabah corporate kami. sebagai salah satu corporate center.51 triliun. yaitu bisnis dimana kami telah mulai menunjukkan adanya pangsa yang signifikan dibanding pesaing. Menggali bisnis tambahan lainnya dari nasabah corporate dan retail yang sudah ada akan menjadi faktor keberhasilan yang penting dalam pertumbuhan simpanan ritel. revenue-sharing dan pembentukan struktur yang mendukung koordinasi dan kolaborasi antar SBU seperti Client Service Teams (CSTs). pangsa pasar dalam setiap segmen Berapa keuntungan yang dihasilkan? Kemampuan bisnis dalam menghasilkan cash flow dan keuntungan Berapa imbal hasil atas modal? Perubahan nilai bisnis ditambah dividen dibandingkan modal yang digunakan pentingnya kolaborasi di antara SBU sebagai bagian dari strategi Bank Mandiri. e& Mi il eta /R cro Banking C po or e& rat Consumer Fivvanc Treasury Building Future Growth Engine Optimizing Synergies Across Business Unit Leveraging on Our Cash Generator Strengthen Emerging Business 67 69 strategic FINANCE & business STRATEGY unit Commercial Bankin g . Selain itu. sebagian besar berasal dari kredit konsumer dan kartu kredit.17 triliun. Fee yang dihasilkan dari bisnis Micro & Retail pada tahun 2006 adalah sebesar Rp 1. metodologi dan perangkat sehingga central planning dan performance management group dapat merencanakan dan memantau profitabilitas dan target pertumbuhan yang dicapai oleh unit bisnis.Mandiri SEBELUMNYA Ukuran Volume Net Interest Income Fee Income Loan and deposit volume Marketshare Mandiri JANGKA PENDEK Ukuran Profitabilitas Bank-wide operating profit Bank-wide net income Business unit operating profit Business unit net income MANDIRI JANGKA MENENGAH Ukuran Value Creation Total shareholder return (TSR) Total Business Return (TBR) Return on Capital (ROC) Economic Profit Berapa besar volume bisnis? Ukuran. •  Menyiapkan proses. yang didorong melalui pengukuran-pengukuran yang selaras dengan strategi tersebut seperti crossreferrals. Commercial Banking yang di tahun 2006 menghasilkan contribution margin sebesar Rp 1. Consumer Finance menghasilkan contribution margin sebesar Rp 412 miliar.6% (angka bank saja).9 triliun merupakan emerging business. •  Meningkatkan dukungan informasi serta fungsi research untuk memberikan dukungan dalam pengambilan keputusan manajemen terutama oleh setiap business unit. termasuk: •  Penyempurnaan sistem akuntansi dan sistem pelaporan untuk memberikan laporan yang lebih akurat dan berkualitas • Berupaya untuk menurunkan biaya overhead dengan meningkatkan efisiensi fungsi central procurement serta koordinasi dalam implementasi inisiatif pengendalian biaya. fee dan bisnis consumer finance dimasa mendatang. •  Otomasi pelaporan kinerja untuk meningkatkan aksesibilitas dan informasi kinerja yang relevan bagi manajemen secara tepat waktu untuk memonitor dan mengelola bisnis dengan lebih baik. mempertajam pengukuran unit bisnis dari profitabilitas menjadi risk adjusted return on capital. volume. Direktorat Finance & Strategy berupaya untuk menjalankan beberapa inisiatif untuk dapat membantu Bank Mandiri dalam meningkatkan kinerja keuangannya serta memberikan pelayanan pada unit kerja lainnya. dimana hampir 74% berasal dari produk simpanan yang disebabkan pertumbuhan tabungan sebesar 27. •  Meningkatkan peran central planning group untuk secara aktif mengelola neraca dan permodalan bank dan anak perusahaannya. Inisiatif Tahun 2007 Di tahun 2007. kami merencanakan untuk mengimplementasikan beberapa inisiatif sebagai berikut: •  Penyempurnaan Performance Management System untuk mengembangkan kerangka manajemen ber-basis nilai (value based management). Sementara itu Consumer Finance dan Micro & Retail diharapkan mampu menjadi mesin penggerak pertumbuhan di masa depan.8% dari total pendapatan SBU.

435 CONSUMER FINANCE Kredit kepada perorangan.212 11. untuk keperluan konsumtif 0.599 Retail & Micro BANKING •  Kredit untuk usaha produktif yang memiliki gross annual sales sampai dengan Rp 5 miliar atau total pinjaman dibawah Rp 2 miliar • Melayani nasabah dana perorangan 0.035 9.Description Total Loans/Recap bonds (Rp triliun) 120 90 60 30 0 CORPORATE BANKING •  Perusahaan dengan gross annual sales di atas Rp 300 miliar. posisi devisa netto. posisi perdagangan (trading book) •  Memberi layanan di bidang correspondent banking dan capital market 90.022 12.920 4.4 dan 5 (debitur NPL). • Institusi pemerintah pusat termasuk dana pensiun milik perusahaan dan BUMN 14.223 Treasury & INTERNATIONAL BANKING •  Mengelola likuiditas bank.913 SPECIAL ASSET MANAGEMENT Mengelola debitur kol 3.289 21.900 Valas Loans Rupiah Loans Recap Bonds 63 65 strategic business unit . debitur macet ekstrakomptable serta aktiva tetap bank 14.831 COMMERCIAL BANKING •  Perusahaan dengan gross annual sales Rp 5–300 miliar • Dana debitur.636 0. pemerintah daerah 19.

4%) 12.279 8.5% 2.973 3.4% 14.0% (1.367 8.1%) 4.6% 8.33% 73.863 1.34% 16.547 15.2% 1.14% 111.69% - 21.74% 5.Total Deposits (Rp triliun) 30 60 90 120 NPLs (%) Loan/Recap Bond full-year yield (%) 0 10 20 30 1-Year Loan/Recap Bond Growth (%) 10.4% 10.764 (1.3% 17.19% 4.3%) 1.5% 0 4.7% 8.636 7.012 1.9% 19.62% 39.7% (0.0% 0 Valas Deposits Rupiah Deposits 4.0% 12.0% 1.3% 0 9.7% 137.26% 58.0% 19.0% Valas full-year loan yield Rupiah full-year loan yield Recap Bonds full-year yield .8%) 37.5% (23.0% 0 2.

7%) 127 71.8% (17.4% 1.2% 65.9% 65 7.3% 762 137.7% 81 6.315 2.0% (32.9%) 2.6% 7.8% Rupiah miliar 1-Year Change 37 139 2.7% 99 16.0% 1.4% 8.3% 138 11.6%) 1.8%) (9.534 7.6% 3.7% 8.2% 268 (10.Deposit Rates (%) 0 5 10 1-Year Deposit Growth (%) Fee Income Overhead Expenses 0 100 250 500 1000 1500 3.8% - 90 64 26 Personnel General & Administrative Valas full-year deposit cost Rupiah full-year deposit cost .0% 43 45 238 3.176 9.

6%) 8.0%) (10. 17.1-Year Overhead Expenses Growth (%) Contribution 0 1000 2000 1-Year Contribution Growth (%) Distribution (8.0%) Kantor pusat.091 (24.0% 17 Commercial Banking Center (CBC). 27 Outlet Mandiri Prioritas. 924 cabang. 2. strategic strategicbusiness businessunitS unit 68 66 . 200 Micro Business Unit.1%) 15.6% (18.1% 3. 3 Trade Service Center (TSC) di Jakarta. 13 Micro Business Distric Center (MBDC). 916 Consumer Loan Point of Sales (Scoring Branch).2% 12 SBDC (Small Business Distric Center). 1.3% 8.9%) 54 Consumer Loan Processing Center. Corporate Floor di Medan dan Surabaya.4%) (4. 1. Surabaya dan Makasar.957 34.509 20. n/a 10 Regional Credit Recovery (RCR).2% 3 Regional Treasury Marketing (RTM) di Surabaya.7% (4. 2 Commercial Floor.8%) (3. Medan Bandung 6 Kantor Luar Negeri. 412 (1. 948 41.800 ATM.362 merchant EDC.1%) 1.4% 41.6% Personnel 1-Year Change G & A 1-Year Change 2.

telah dilakukan proses sosialisasi yang dipimpin langsung oleh Direktorat CMO ke unit-unit kerja terkait. 2. Seluruh tim implementasi di koordinasikan langsung oleh Direktorat CMO di mana telah disusun sistem dan proses pemantauan yang baku guna memonitor perkembangan serta meng-identifikasi segala permasalahan yang timbul. Di dalam struktur yang baru. baik di Kantor Pusat. serta penempatan orang-orang yang tepat di posisi-posisi kunci. di mana langkah-langkah mitigasi risiko yang dijalankan disampaikan secara berkala ke Komite Audit di Dewan Komisaris. maupun di wilayah. serta membantu manajemen dalam pelaksanaan serta dalam proses sosialisasi di unit kerja masing-masing. Performance Management System. Micro & Retail Banking. sampai ke level yang di bawahnya. terjadi perubahan pada struktur organisasi. dibentuklah Direktorat khusus di Bank Mandiri yang dinamakan Direktorat Change Management Office (CMO) yang berada langsung dibawah Presiden Direktur dan dipimpin oleh seorang EVP Koordinator. Haryanto tiara budiman EVP Koordinator Untuk mendukung proses transformasi Bank Mandiri menjadi Dominant Multi-Specialist Bank. Commercial Banking. telah pula dibentuk tim implementasi di masing-masing unit kerja yang dipimpin langsung oleh seorang Group Head dari masing-masing direktorat yang bertindak sebagai liaison officer untuk implementasi program dimaksud. Tim implementasi bertugas untuk menjabarkan secara lebih rinci struktur organisasi yang disusun oleh konsultan (termasuk job description. Compliance & Human Capital. akuisisi. Consumer Finance. KPI). atau yang sering disebut perubahan DNA dari sebuah organisasi. diperlukan perubahan yang sangat fundamental. telah disusun program mitigasi risiko implementasi. Risk Management sebagai bagian dari Business Enabler. Tugas dari Direktorat CMO adalah memantau bahkan menjalankan. struktur organisasi yang baru telah disetujui oleh Direksi dan kemudian oleh Dewan Komisaris pada tanggal 22 Desember 2006 untuk di-implementasikan mulai awal January 2007.Change Management Office Kami menyempurnakan strategi bisnis untuk mendapatkan porsi pendapatan yang dominan di setiap segmen nasabah. risiko-risiko implementasi perlu juga untuk di-identifikasi dan kemudian disusun cara penanganannya (mitigasi risiko) agar supaya dampak negatifnya dapat diminimalisir.  Dalam perubahan yang besar seperti ini. Dengan adanya proses sosialiasi yang juga didukung oleh publikasi di majalah internal Bank Mandiri. Dalam hal tersebut. yang pada akhirnya menjadi Regional Champion Bank. dan Finance & Strategy. Treasury & International Banking. akan dijabarkan tiga inisiatif yang dipimpin langsung oleh Direktorat CMO. Akuisisi.  Mengingat banyaknya perubahan yang perlu dilakukan. Dalam uraian ini. tata-kelola dan pengambilan keputusan. optimalisasi jaringan distribusi ritel.  Perubahan Organisasi Berbasis Strategic Business Units (SBUs) Organisasi yang berbasis pada SBU adalah organisasi yang berbasis pada kinerja dari masing-masing unit kerja. dan aliansi. Bank Mandiri juga perlu menjajaki peluang untuk tumbuh secara non-organik melalui 68 70 CHANGE MANAGEMENT OFFICE . mencakup penerapan model bisnis baru untuk segmen corporate. beserta sistem dan proses pemantauannya. (2) Penjajakan pertumbuhan non-organik melalui merger. termasuk di dalamnya Business Units dan juga Support/ Shared Services Units. inisiatif-inisiatif strategis untuk mendukung proses transformasi Bank Mandiri. serta (3) Program Penyelesaian Kredit Macet (PPKM) Bank Mandiri sebagai tindak lanjut dari PP33/2006 dan PMK87/2006. baik yang berada di Kantor Pusat maupun di Wilayah. sistem kompensasi sehingga berbasis pada kinerja. Berdasarkan kajian dan rekomendasi dari konsultan. untuk menyusun blueprint dan detil dari organisasi yang baru tersebut Bank Mandiri dibantu oleh konsultan independen. Bank Mandiri memiliki 5 Business Units. serta Change Management Office sebagai bagian dari Corporate Center/ Shared-Services Units. diharapkan adanya kesamaan pandang dari seluruh karyawan Bank Mandiri.  Penjajakan Pertumbuhan Non-Organik melalui Merger. Untuk menunjang pelaksanaannya. termasuk penyelarasan berbagai kebijakan personalia. yaitu: Corporate Banking. 1. dan pembentukan dan penerapan targeted sales and services. kewenangan. tugas dan tanggung jawab dari masingmasing unit kerja. Technology & Operations. Disamping itu. Sebagai persiapan dari implementasi. atas perlunya melakukan proses perubahan tersebut. Untuk itu. dan Aliansi Selain upaya-upaya untuk meningkatkan value dari perusahaan melalui inisiatif-inisiatif lintas direktorat yang dinamakan aliansi strategis. yaitu: (1) Perubahan organisasi berbasis Strategic Business Units (SBUs). Melalui kerja sama dengan Direktorat Risk Management. serta Special Asset Management.

3. menyatakan bahwa akan dibentuk suatu Oversight Committee yang salah-satu tugasnya adalah memimpin proses sosialisasi dengan seluruh pemangkukepentingan. Untuk meng-implementasikan PP33/2006 dan PMK87/2006. Bank Mandiri sudah melakukan kajian-kajian tentang rencana pertumbuhan non-organik tersebut. tidak dapat terlaksana. dan (2) memberikan kewenangan kepada BUMN untuk melakukan penyelesaian piutang sesuai dengan koridor hukum korporasi. seperti plafond hapus tagih yang diperbolehkan beserta modifikasi dari beberapa pasal di Anggaran Dasar Bank Mandiri. Pemerintah mengeluarkan PP33/2006 dan PMK87/2006. serta perubahan atas beberapa pasal di Anggaran Dasar Bank Mandiri untuk memungkinkan pelaksanaan program tersebut. Kejaksaan Agung. CHANGE MANAGEMENT OFFICE 71 . serta pihak pemeriksa (BPK. Dapat kami sampaikan bahwa. tingkat kredit bermasalah di Bank Mandiri masih berada di atas 5% (secara netto). Sebagai bagian dari langkah-langkah persiapan. termasuk pihak legislatif (DPR). Bank Mandiri siap membantu Oversight Committee dalam melaksanakan program sosialisasi dimaksud. dan karena itu belum diperkenankan untuk meng-implementasikan rencana pertumbuhan non-organik dimaksud. plafond hapus tagih yang bisa digunakan. Bank-Bank BUMN diperkenankan untuk melakukan opsi-opsi non-konvesional (termasuk dengan memberikan pengurangan pokok) dalam menyelesaikan kredit bermasalahnya. apabila penyelesaian langsung oleh debitur. Kajian-kajian atas peluang untuk tumbuh secara non-organik akan terus dilanjutkan dan dipertajam di tahun 2007. Pemerintah. perusahaan-perusahaan pembiayaan (multi finance) baik untuk pembiayaan kendaraan bermotor. Bank Mandiri sudah menunjuk Financial Advisor yang akan menyusun strategi pelaksanaannya serta melakukan analisa untuk menyaring serta meng-identifikasi account-account yang bisa diselesaikan melalui program tersebut. Bank Mandiri juga sudah menunjuk legal advisor dan perusahaanperusahaan penilai (independent appraisal) untuk menilai ulang jaminan-jaminan yang sudah diserahkan oleh debitur kepada Bank Mandiri. Tim Pengentasan Tindak Pidana Korupsi). yang isinya antara lain: (1) menegaskan bahwa piutang BUMN tidak termasuk ke dalam piutang negara. termasuk persetujuan atas infrastruktur pendukungnya. Pada tanggal 22 Desember 2006. P  rogram Penyelesaian Kredit Macet (PPKM) Bank Mandiri sebagai tindak lanjut dari PP33/2006 dan PMK87/2006. Selain Financial Advisor. Bank Mandiri melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di mana Bank Mandiri memaparkan kepada pemegang saham tentang rencana kerja PPKM Mandiri. Apabila kredit bermasalah di Bank Mandiri sudah berada di bawah 5% (secara netto) dan Bank Indonesia sudah secara formal menyatakan bahwa Bank Mandiri sudah memiliki status sebagai bank yang berkinerja baik. Bank Indonesia). di dalam RUPSLB pada tanggal 22 Desember 2006 tersebut. pihak penegak hukum (Kepolisian. karena satu atau lain hal. Meskipun langkah-langkah persiapan telah mulai dilaksanakan oleh Bank Mandiri sejak dikeluarkannya PP33/2006 dan PMK 87/2006. yang akan dilaksanakan melalui penyelesaian langsung oleh debitur yang beritikad baik (dengan atau tanpa pengurangan pokok) dan proses pengalihan ke pihak ketiga (investor). termasuk meng-identifikasi potensi dari sinergi serta nilai tambah yang bisa diperoleh dari rencana tersebut. Bank Mandiri siap untuk melaksanakan pertumbuhan non-organik untuk mencapai aspirasinya sebagai bank yang disegani di kawasan Asia Tenggara atau yang dinamakan Regional Champion Bank. mengingat pada tahun 2006. maupun barang-barang kebutuhan rumah tangga. serta meminta persetujuan dari pemegang saham atas rencana kerja tersebut. Bank Mandiri di tahun 2006 sudah menyusun program yang dinamakan Program Penyelesaian Kredit Macet (PPKM) Mandiri. Dengan dikeluarkannya peraturan-peraturan tersebut.akusisi atas bank yang memiliki keunggulan khusus di segmen atau etnis tertentu. secara theory. serta aliansi dengan partner-partner institusi keuangan lainnya baik di dalam maupun di luar negeri. Namun demikian. melalui Surat Keputusan Bersama dengan Bank Indonesia di bulan Juli 2006. pemegang saham sudah memberikan persetujuan atas pelaksanaan PPKM Mandiri. Di awal Oktober 2006. Di tahun 2006. Bank Mandiri masih berada dalam Pengawasan Intensif oleh Bank Indonesia. untuk masuk ke tahap implementasi masih diperlukannya kesamaan pandang dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).

strategic business unit corporate banking 72 strategic business unit • corporate banking .

’ abdul rachman • Direktur .Melalui program-program yang strategis. mewujudkan visi Corporate Banking ‘to be the dominant wholesale bank. Corporate Banking akan mampu menyediakan pelayanan transaksi yang komprehensif dan produk kredit serta capital market yang lengkap untuk perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Indonesia.

3 triliun pada 31 Desember 2006.0% 2.3% 2. Pada tahun 2006 ekspansi kredit disalurkan terutama untuk sektor-sektor yang termasuk kriteria sangat menarik dan menarik seperti: Oil & Gas (25.5%).299.228.97% Rp 2. sementara volume simpanan (terutama deposito mahal) menurun 16%. Pencapaian Selama tahun 2006 dengan program kerja customer retention yang dilaksanakan.66 miliar Rp 2.121. Corporate Banking berhasil mempertahankan nasabah corporate yang memiliki rating B hingga AAA mencapai 100%.299 miliar. Volume kredit meningkat 21%.4 miliar 14.091 miliar Rp 268.4% 11.4 triliun diantara ekspansi kredit gross (dengan total Rp 14.6 miliar. yang meningkat dari 41.strategic business unit corporate banking akhir tahun 2006 Volume Pinjaman Volume Simpanan Volume Bisnis Jumlah Debitur CL Jumlah Debitur NCL Jumlah Nasabah Dana Jumlah Pegawai Ratio NPL Gross Profitability Rp 36. dimana sebagian besar diperoleh dari transaksi impor senilai Rp 123. sedangkan pendapatan fee base sebesar Rp 268 miliar.7% Pendapatan Bunga Bersih Kontribusi Laba (sebelum PPAP) Kontribusi Laba (setelah PPAP) Pendapatan Fee Yield & Spread Kinerja Volume bisnis Corporate Banking (dana pihak ketiga serta pinjaman) mencapai Rp 86.392 miliar Rp 2. Sementara itu hasil survey pengukuran tingkat kepuasan nasabah terhadap pelayanan Corporate Banking yang dilakukan oleh MarkPlus Research memperoleh skor 4.6%) dan telekomunikasi (8.8% 0.839 214 5.0% 3.3% 0. Penurunan volume simpanan tersebut sejalan dengan strategi peningkatan proporsi dana murah.4% 4.9 triliun) masih berstatus Performing Loan.74 miliar Rp 50.6% di tahun 2005 menjadi 48% di tahun 2006.6%). Yield of Loan–Rp Yield of Loan–Fx CoF–Rp Giro Deposito Berjangka CoF–Fx Giro Deposito Berjangka Spread Pinjaman Rp Pinjaman Fx Giro Rp Giro Fx Deposito Berjangka Rp Deposito Berjangka Fx 74 strategic business unit • corporate banking .1% 2.64 miliar 216 83 1. Sampai dengan akhir 2006 seluruh kredit baru senilai Rp 4.6% 3.38 untuk deposito berjangka. Perkebunan (20.90 miliar Rp 86.1% 8.350. Selama tahun 2006 pendapatan bunga bersih yang diperoleh adalah sebesar Rp 2.4%).3% 8. Asuransi (11.

maka Corporate Banking juga telah menjual produk short term loan (kredit jangka pendek) yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. pertambangan. Peningkatan kepuasan nasabah juga tercermin dengan adanya peningkatan rasio product holdings per nasabah dari 3. Corporate Collection System dan Sales Tools (Macstools) Implementasi Syndication & Structured Finance Desk.20 untuk kredit non tunai (dengan kisaran 1–6). Kami juga terus berupaya memperbaiki organisasi Corporate Banking dengan melakukan reorganisasi Corporate Banking untuk menjadi “an organization of specialist” dengan mengembangkan model bisnis yang berbasis Client Service Team (CST) dan Funding Team serta mengembangkan organisasi Syndication and Structured Finance Desk. Melalui langkah-langkah tersebut. kami akan meningkatkan serta mengoptimalkan dukungan teknologi informasi melalui implementasi Loan Origination System. diharapkan kami dapat mewujudkan visi Corporate Banking “to be the dominant wholesale bank” yaitu Corporate Banking yang mampu menyediakan pelayanan transaksi yang terintegrasi dan menyediakan produk kredit serta capital market yang lengkap untuk perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Indonesia. Basuki Rachmat No.19 di tahun 2005 menjadi 4. Penggunaan product cash management system juga telah meningkat hampir empat kali lipat dari 107 pengguna selama tahun 2005 menjadi 399 pengguna cash management system.26 di tahun 2006.26 di tahun 2006.Peningkatan kepuasan nasabah juga tercermin dengan adanya peningkatan rasio product holdings per nasabah dari 3.19 di tahun 2005 menjadi 4. Selama tahun 2006 juga telah dilaksanakan berbagai kerjasama dan pengembangan bisnis dengan beberapa nasabah seperti pembuatan Gaz Card untuk Pertamina. sasaran Untuk mempertahankan posisi kami sebagai maket leader di segmen Corporate kami akan terus melaksanakan ekspansi kredit pada sektor-sektor yang prospektif. kerjasama sistem pembayaran Host to Host dengan Pertamina. seperti: oil & gas . Sementara untuk menjangkau nasabah-nasabah yang memiliki jaringan di luar area Jakarta telah dibentuk Corporate Banking floor. 14 Client Service Team (CST) serta penambahan beberapa Corporate Floor pada sentra-sentra nasabah Corporate Banking diharapkan mampu memperbesar share of wallet Bank Mandiri pada nasabah existing maupun meraih nasabah-nasabah baru. perkebunan & industri turunannya. Imam Bonjol No 7 Medan 20112 strategic business unit • corporate banking 75 . Corporate Banking Floor 1. kerjasama jasa collection service melalui eBiz card dengan PT Ultrajaya. Untuk dapat mempercepat proses bisnis dan mengefektifkan pengawasannya. Di sisi lain untuk memenuhi kebutuhan banyak nasabah. 4. Kami bekerja sama dengan Mandiri Sekuritas untuk memberikan solusi kepada nasabah yang akan memasuki pasar modal sehingga dapat diperoleh struktur pendanaan yang paling optimal. telekomunikasi. Bank Mandiri juga memiliki komitmen untuk berpartisipasi aktif dalam pembiayaan insfrastuktur. Selain itu juga dengan model CST yang ada akan dilakukan aliansi strategis dengan unit bisnis lainnya sehingga bank dapat melayani seluruh kebutuhan finansial nasabah dan memberikan solusi yang tepat melalui kerjasama secara aktif. namun dengan tetap mempertahankan prinsip kehati-hatian. Corporate Banking Floor Surabaya Kanwil VIII Jl. infrastruktur.16 untuk kredit tunai serta 4. kerjasama Cobranding ATM dengan KTA IPHI dan kerjasama sistem pembayaran BHP Frekuensi Radio. PGN dan BPUI. Selama tahun 2006 telah dibuka dua Corporate Banking Floor yakni di Medan dan Surabaya. Corporate Banking Floor Medan Kanwil I Lt. food & beverages. 3 Jl. 127–129 Surabaya 60271 2. pengembangan modul penerimaan negara melalui e-Channel untuk kepentingan Depkeu.

76 strategic business unit • corporate banking .Kami terus berupaya memperbaiki organisasi Corporate Banking dengan melakukan reorganisasi Corporate Banking untuk menjadi ‘an organization of specialist ’ dengan mengembangkan model bisnis yang berbasis Client Service Team (CST).

Mandiri Sekuritas terjun langsung dalam kancah persaingan bisnis di tiga lini usaha yaitu Investment Banking.489 6.mandiri sekuritas Sebagai anak perusahaan Bank Mandiri yang bergerak di industri pasar modal.6% 2.6% 3. Broker* Nilai (miliar Rp) Pangsa Pasar 1 Danareksa Sekuritas 2 Bahana Securities 3 Trimegah Securities Tbk 4 Mandiri Sekuritas 5 Danatama Makmur 6 Lautandhana Securindo 7 Sarijaya Permana Sekuritas 8 Sinarmas Sekuritas 9 Nusadana 10 Indo Premier Lainnya Total * Broker lokal Sumber: Bursa Efek Jakarta.345 13.029 9. 31. Capital Markets dan Manajemen Investasi.124 19.915 3.347 10. Investment Banking Merupakan unit usaha penyedia jasa yang berhubungan dengan penjaminan emisi efek.0% strategic business unit • corporate banking 77 .0% 3. Transaksi penting lainnya yang tercatat selama 2006 yaitu divestasi kepemilikan saham PT Jasa Marga (Persero) di PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. data diolah.0% 2.3% 2.926 10. Mandiri Sekuritas juga terus memantapkan posisinya sebagai salah satu pemain utama di industrinya dengan peningkatan kinerja yang mengesankan dari tahun ke tahun.897 28.377 95.549 33% 14% 8% 7% 6% 6% 5% 4% 3% 2% 12% 100% transaksi Saham broker lokal di bursa efek Jakarta 2006 No. Capital Markets Unit usaha yang menyediakan jasa.3% 100.667 11. Berbagai jenis transaksi yang ditangani ini.6% 2.307 1.018 5.2% 6. baik sebagai penjual dalam emisi efek hutang dan ekuitas maupun sebagai pedagang perantara transaksi obligasi di bursa efek surabaya 2006 No.284 7.029 12. Berbagai jenis transaksi penting telah diselesaikan Mandiri Sekuritas selama tahun 2006 dengan hasil memuaskan antara lain: penjaminan emisi obligasi PT Bank BTN (Persero) dan PT Astra Sedaya Finance dengan nilai emisi masing-masing sebesar Rp 1 triliun dan Rp 575 miliar.420 10.973 11.7% 6. corporate finance dan penasehat keuangan.562 6. data diolah. Disamping itu.875 4.043 428.930 241. Perusahaan Efek Volume (miliar Rp) Pangsa Pasar 1 Mandiri Sekuritas 2 CIMB-GK Securities Indonesia 3 Bahana Securities 4 Arab-Malaysian Capital 5 Trimegah Securities Tbk 6 KIM ENG Securities 7 Andalan Artha Advisindo 8 Danpac Sekuritas 9 Binaartha Parama 10 NISP Sekuritas Lainnya Total Sumber: Bursa Efek Surabaya.403 3. 43.855 27.576 13.3% 56. senilai Rp 480 miliar dimana Mandiri Sekuritas bertindak sebagai sole bookrunner dan placement agent. semakin membuktikan kemampuan Mandiri Sekuritas dalam menangani beragam jenis transaksi pasar modal.3% 4. Mandiri Sekuritas juga bertindak sebagai sole arranger & placement agent pada penerbitan MTN PT Pembangunan Perumahan (Persero) sebesar Rp 100 miliar.

Mandiri Sekuritas juga telah membuka beberapa kantor cabang yang biasa disebut dengan “Mandiri Investment Gallery. Mandiri Sekuritas berada pada posisi ke 4 diantara broker lokal anggota Bursa Efek Jakarta dengan pangsa pasar sebesar 4.186 2.92 triliun atau naik sebesar 822% dibandingkan posisi Januari yang sebesar Rp 317 miliar. diantaranya sebagai Best Investment Bank dari Global Finance.717 559 295 316 317 (miliar Rp) nilai aum mandiri manajemen investasi 2006 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sept Okt Nov Mulai pulihnya kepercayaan masyarakat terhadap produk reksa dana seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi secara umum. Sebagai anggota Bursa Efek Jakarta.57 triliun selama tahun 2006. serta guna lebih mendekatkan diri dan meningkatkan pelayanan kepada para investor. Investment Management Unit usaha Investment Management yang saat ini telah menjadi perusahaan yang berdiri sendiri dengan nama PT Mandiri Manajemen Investasi aktif melakukan kegiatan pengelolaan investasi baik dalam bentuk reksa dana maupun pengelolaan investasi yang bersifat discretionary serta jasa investment advisory.(broker) dalam transaksi di pasar sekunder. Selama tahun 2006.252 1. Mandiri Sekuritas berhasil membukukan volume perdagangan obligasi sebesar Rp 31. Sampai akhir Desember nilai AUM tercatat sebesar Rp 2.769 3. Mandiri Manajemen Investasi akan terus mengembangkan variasi produk yang ditawarkan serta meningkatkan kerja sama yang telah dibina selama ini baik dengan jaringan cabang Bank Mandiri maupun dengan pihak lain dalam hal pendistribusian produk. 2. Best Domestic Bond House dan #3 Best Local Broker dari Asiamoney serta Anggota Bursa Teraktif untuk perdagangan SUN selama tahun 2006 dari Bursa Efek Surabaya Sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha untuk menjadi penyedia jasa keuangan terkemuka.923 Des 2. Di tahun mendatang.” Saat ini. Mandiri Sekuritas tercatat sebagai salah satu anggota Bursa Efek Surabaya teraktif dalam perdagangan obligasi baik obligasi pemerintah maupun obligasi korporasi. membuat nilai Asset Under Management (AUM) Mandiri Manajemen Investasi meningkat cukup signifikan selama tahun 2006. Atas berbagai aktifitas dan pencapaian tersebut. Dengan total nilai transaksi sebesar Rp 19. Hal tersebut dapat terwujud tidak hanya berkat basis klien yang luas yang mencakup baik investor institusi maupun ritel. Surabaya dan Medan.221 1.308 3. Mandiri Sekuritas juga merupakan salah satu perusahaan efek yang memelopori era perdagangan jarak jauh (remote trading) yang telah dimulai sejak tahun 2003.215 2. Mandiri Sekuritas juga tercatat sebagai salah satu broker teraktif yang bertransaksi seiring dengan kondisi bullish yang terjadi di pasar saham.34 triliun dengan pangsa pasar 33%. namun juga dengan dukungan para profesional berpengalaman serta berbagai fasilitas pendukung seperti perdagangan jarak jauh dan informasi pasar secara real-time.6%. Mandiri Sekuritas berhasil memperoleh pengakuan secara luas atas prestasinya yang ditandai dengan keberhasilannya memperoleh sejumlah penghargaan baik dari dalam maupun luar negeri. Mandiri Investment Gallery telah hadir di tiga kota yaitu Jakarta. Nilai tersebut menempatkan Mandiri Sekuritas pada posisi pertama diantara perusahan efek anggota Bursa Efek Surabaya lainnya dalam hal perdagangan obligasi. Nilai tersebut menempatkan Mandiri Manajemen Investasi pada posisi ke 7 dari 94 manajer investasi yang terdaftar di Bapepam-LK. 78 strategic business unit • corporate banking .

Penghargaan yang diperoleh dalam 2006 majalah/institusi penghargaan beberapa transaksi yang diselesaikan selama 2006 Best Investment Bank in Indonesia PT PP (Persero) PT astra sedaya finance Best Domestic Bond House in Indonesia MTN Bonds IDR 100. Mandiri Sekuritas juga berencana untuk membuka beberapa kantor cabang baru di berbagai lokasi serta melanjutkan kerjasama dengan Wealth Management Group. Sole Bookrunner & Placement Agent December 2006 strategic business unit • corporate banking 79 . obligasi dan reksa dana.00 billion Joint Lead Underwriter June 2006 Most Active SSX member for Government Bond Trading Sole Arranger & Placement Agent December 2006 #3 best Local Broker PT jasa marga (Persero) PT Bank tabungan negara (persero) Placement of Jasa Marga Shares in Citra Marga Nusaphala Persada Bonds IDR 480. seperti saham. silahkan menghubungi Corporate Secretary Mandiri Sekuritas pada alamat e-mail: corsec@ mandirisek.co.00 billion IDR 575.id.00 trillion Joint Lead Underwriter September 2006 Kedepannya.00 billion IDR 1. Untuk informasi lebih jauh. Bank Mandiri khususnya dalam layanan priority banking di seluruh Indonesia guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk investasi pasar modal.

strategic business unit commercial banking 80 strategic business unit • commercial banking .

marketing & monitoring kredit menjadi pendekatan ‘targeted customer. zulkifli zaini • Direktur .’ serta penerapan proses keputusan kredit melalui sistem Komite Kredit.Kami menyempurnakan proses sales.’ ‘loan monitoring system.’ memperkuat ‘trade checking.

111 miliar Rp 2. konstruksi dan telekomunikasi melalui pengembangan strategi aliansi (value chain financing).048 miliar Rp 1.259 miliar Rp 12.355 miliar Rp 28.840 miliar Rp 24.957 triliun 850 16% 8% 3% 11% 2% 4% Kontribusi Laba # Nasabah CMS Spread YoL–Rp YoL–Valas CoF–Rp Giro Deposito CoF–Fx Giro Deposit0 82 strategic business unit • commercial banking .strategic business unit commercial banking Kami juga telah mengembangkan beberapa skema pembiayaan yang terutama kami fokuskan pada pemanfaatan bisnis di sektor agrobisnis.484 miliar Rp 16. akhir tahun 2006 Volume Bisnis Volume Pinjaman Volume Simpanan • Giro • Deposito Pendapatan Fee Pendapatan Bunga bersih Pendapatan Operasional Profitability Rp 52.225 miliar Rp 128 miliar Rp 2.

strategic business unit • commercial banking 83 .048.1% menjadi Rp 28.225 miliar. Pada periode yang sama juga terdapat pelunasan kredit sebesar Rp 2.9% menjadi Rp 16. Dengan demikian kami berharap dapat memenangkan persaingan bisnis serta mengembangkan bisnis secara sehat dan berkesinambungan. Excellence) secara konsisten.3 miliar atau tumbuh 4. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap portfolio kami pada akhir tahun. sejalan dengan kondisi sektor riil yang belum sepenuhnya membaik menyebabkan penurunan kolektibilitas kredit (non-performing loan) mencapai Rp 4. kami juga telah mengembangkan beberapa skema pembiayaan yang terutama kami fokuskan pada pemanfaatan bisnis di sektor agrobisnis. Customer Focus. Kinerja Di tahun 2006.9% menjadi Rp 12.  Penyempurnaan organisasi dan peningkatkan kualitas SDM melalui pelaksanaan competency assessment. Selain itu.0 miliar.0 miliar atau 33. Disisi lain. Dana giro meningkat sebesar 30. Tentu hal ini juga harus diikuti dengan penerapan nilai-nilai budaya Bank Mandiri (Trust. beberapa inisiatif yang telah kami lakukan diantaranya melaksanakan pengembangan Cash Management System (CMS) Mandiri dan Customer Access untuk pelayanan trade services. dan evaluasi terhadap manning pegawai dengan penempatan pegawai sesuai bidang keahliannya. Pencapaian Saat ini kami memiliki 17 Commercial Banking Center (CBC) yang tersebar di Jakarta dan sembilan kota besar lainnya. Selain itu. Pelaksanaan inisiatif strategis tersebut tentunya akan meningkatakan standar layanan kami dan produktifitas sumber daya manusia. Ditahun 2006.9% dibanding tahun sebelumnya. dan dengan demikian meningkatkan portfolio kredit secara keseluruhan.688.957 triliun atau naik 56. Surabaya.3% dari total pendapatan operasional Bank Mandiri (diluar biaya PPAP). dalam rangka mendukung pengembangan bisnis. 2. Inisiatif ini telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pendapatan fee-based dan jumlah nasabah. Sejalan dengan meningkatnya volume bisnis di tahun 2006.7 miliar dengan total kontribusi laba operasional (diluar biaya PPAP) sebesar Rp 2. segmen komersial mampu membukukan pendapatan bunga bersih sebesar Rp 2. Dari sisi pengelolaan portfolio kredit agar tetap memberikan hasil yang optimal dengan risiko yang dapat diminimalisir (risk acceptable) berbagai upaya telah kami lakukan. konstruksi dan telekomunikasi melalui pengembangan strategi aliansi (value chain financing).1 miliar dan nasabah existing sebesar Rp 4.0 miliar. marketing & monitoring kredit melalui pendekatan targeted customer. Tahun 2006. pelaksanaan workshop perkreditan. serta menetapkan fungsi pengelolaan nasabah secara tersendiri. meningkatkan pengetahuan dan kemampuan sales force kami.504. Adapun kontribusi laba yang dapat dibukukan segmen komersial mencapai Rp 1. Dari perspektif organisasi.9 miliar.9% dibanding tahun sebelumnya.1 miliar terdiri dari nasabah baru sebesar Rp 1. memperkuat trade checking. kami akan menata kembali sumber daya sesuai dengan tujuan strategis kami yang baru. Watch List.Pertumbuhan tersebut didukung oleh ekspansi kredit gross sebesar Rp 6.977. pengetatan proses disbursment dan administrasi kredit serta penerapan proses keputusan kredit melalui sistem Komite Kredit. volume bisnis segmen Commercial mencapai Rp 52.753.776. pendapatan fee-based juga meningkat signifikan yaitu mencapai Rp 128 miliar atau mengalami kenaikan 72.8%. terdapat 323 nasabah baru CMS sehingga pada akhir tahun 2006 nasabah yang telah menggunakan CMS Mandiri sebanyak 850 nasabah. Integrity. Professionalism. Disamping itu kami juga berupaya untuk mencapai pertumbuhan bisnis yang sehat melalui program aliansi secara aktif. yaitu: 1.484. Pertumbuhan dana yang cukup baik selama tahun ini juga diikuti dengan perbaikan struktur dana (funding mix) secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa Bank Mandiri semakin berperan didalam pelayanan transaksi bisnis pada segmen ini.259 miliar dan dana deposito juga meningkat sebesar 0.840. Sementara dana tumbuh sebesar 16.Tahun 2006. dan Makasar. Loan Monitoring System. sasaran Kami telah menetapkan serangkaian inisiatif strategis sebagai pedoman bagi pengembangan Direktorat Commercial Banking untuk mencapai tujuan organisasi berbasis SBU yang baru.111.  Kami menyempurnakan proses sales. terdapat 323 nasabah CMS baru sehingga pada akhir tahun 2006 ada sebanyak 850 nasabah yang telah menggunakan CMS Mandiri.9 miliar. kami memperluas jaringan distribusi Commercial Banking dengan menambah 2 (dua) Commercial Floor di Batam dan Balikpapan serta membentuk 3 (tiga) Trade Servicing Center (TSC) di Jakarta. Kami akan senantiasa meningkatkan kapabilitas dan volume transaksi bisnis serta mengoptimalkan operasional end-to-end. Dari sisi layanan. dimana enam diantaranya berada di luar pulau Jawa.

strategic business unit consumer finance 84 strategic business unit • consumer banking .

serta dukungan komitmen dari jaringan cabang yang luas.Perhatian utama kami adalah pada pemilihan target market yang cermat. omar sjawaldy anwar • Direktur . strategi suku bunga yang tepat dengan fokus pada produk yang menguntungkan dan mempertahankan posisi Brand yang kuat.

Dengan peningkatan ini Bank Mandiri menduduki peringkat ke-1 sebagai penerbit kartu kredit Visa dan peringkat ke-3 untuk volume penjualan (Member Ranking Report-Quarter December 2006. tersedianya tenaga Kontribusi Laba Spread YoL–Rp YoL–Valas 86 strategic business unit • consumer banking .strategic business unit consumer finance akhir tahun 2006 Volume Pinjaman • KPR Mandiri • Multiguna Mandiri # debitur # profesional sales Volume kartu kredit # kartu kredit Profitability Rp 11.67 triliun 169 ribu 1.180 Rp 1. •  Mengembangkan produk kredit perorangan melalui peluncuran produk dan fitur baru KPR Flexible.33 Triliun dengan jumlah debitur sebanyak 169. Direktorat Consumer Finance membukukan pendapatan bunga bersih sebesar Rp 771 miliar dan memberikan kontribusi sebesar Rp 412 miliar. Baki debet tersebut meningkat sebesar 11.209 rekening sampai dengan 31 Desember 2006. Pangsa pasar Mandiri Visa meningkat menjadi 19%. Visa International). pencapaian Pada tahun 2006 terjadi perubahan struktur organisasi Bank Mandiri. kartu kredit dan Bank Syariah Mandiri yang merupakan salah satu anak perusahaan Bank Mandiri. •  Mengembangkan fitur kartu kredit melalui peluncuran Power Buy di jaringan EDC.61 triliun Rp 3.293 miliar 872 ribu Rp 412 miliar 16% 4% KINERJA Sampai dengan 31 Desember 2006. KPR Top Up dan KPR Duo. •  Meningkatkan penetrasi produk kredit perorangan melalui implementasi program pemasaran yang agresif.3% dari posisi 31 Desember 2005. Beberapa inisiatif strategis yang telah dilaksanakan pada tahun 2006 untuk mendukung fokus baru tersebut adalah sebagai berikut: •  Mengembangkan produk kartu kredit berdasarkan segmen young adult dengan meluncurkan kartu kredit Everyday Card.33 triliun Rp 3. Bank Mandiri telah menyalurkan kredit dengan baki debet sebesar Rp 11. baik untuk jumlah pemegang kartu maupun outstanding balance. Untuk menangkap potensi yang ada telah dibentuk Direktorat Consumer Finance dengan fokus pada pengelolaan kredit perorangan.

KREDIT PERORANGAN Besarnya kredit perorangan masih didominasi oleh produk KPR Mandiri dengan baki debet Rp 3. Faktor makro ekonomi serta peningkatan pembayaran karena adanya peraturan baru mengenai kewajiban minimal pembayaran menjadi 10%.Kami bekerjasama dengan lebih dari 245 proyek perumahan dari pengembang-pengembang di seluruh Indonesia. Program Top Up.96%. Selain itu. Pemasaran kartu kredit dilakukan melalui saluran pemasaran utama yaitu Direct Sales.480 kartu atau meningkat sebesar 15. Telemarketing. KPR Duo. Program Discount 50% untuk pemegang kartu Everyday dan Titanium Card.5%. Pengembangan fitur-fitur baru. Dalam tahun 2006. Untuk mempercepat pertumbuhan jumlah kartu kredit. program dana tunai dengan bunga 1. Program Mandiri Siswa Sejahtera bekerjasama dengan AXA Mandiri menawarkan program EduPlan kombinasi dengan Unit Links. dan PT Pertamina. Branch Sales Contest dan penjualan silang kepada nasabah dana dan pinjaman Bank Mandiri dengan pembebasan iuran tahunan. Dengan adanya pengembangan dalam proses pelayanan.61 Triliun dan Multiguna Mandiri sebesar Rp 3. Sepanjang tahun 2006 telah dilakukan kerjasama program penggunaan kartu dengan lebih dari 1. •  Meningkatkan penyaluran kredit perorangan.6%. Proses penjualan produk ini difokuskan kepada perusahaan yang telah menjadi nasabah Bank Mandiri. program belanja cicilan dengan bunga 0%. seperti PT Samudra Indonesia. maka sesuai hasil survei CSI (Customer Satisfaction Index) yang dilaksanakan oleh sebuah lembaga survei independen. dimana baki debet penggunaan kartu kredit pada tahun 2006 tercatat sebesar Rp 1.67 Triliun per 31 Desember 2006. peluncuran produk baru yang inovatif dan percepatan proses persetujuan kredit merupakan faktor-faktor yang mendukung peningkatan kinerja unit kerja di bawah kelolaan Direktorat Consumer Finance. seperti Power Buy. serta penerbitan affinity card dengan institusi pendidikan dan secondline embossing card dengan beberapa perusahaan. telah dilakukan pengembangan produk kartu kredit dengan merk yang baru. PT Indo Pasific. melalui penyederhanaan dokumen dan proses persetujuan kredit.9% dari posisi 31 Desember 2005. Kami juga bekerjasama dengan lebih dari 245 proyek perumahan dari pengembang-pengembang di seluruh Indonesia.46% dibandingkan dengan tahun 2005. Produk ini adalah produk kredit perorangan yang diberikan kepada karyawan perusahaan yang telah menyalurkan pembayaran gaji melalui jasa payroll Bank Mandiri.293 triliun menurun sebesar 5. tingkat kepuasan pelanggan pada tahun 2006 meningkat dibandingkan tahun 2005 yaitu dari 85% menjadi 88. KARTU KREDIT Jumlah kartu kredit yang telah diterbitkan berdasarkan posisi per akhir Desember 2006 adalah sebesar 872. Power Cash.180 tenaga penjualan yang membantu memasarkan produkproduk kredit konsumtif. telah dilakukan pula program Member Get Member dan Add On untuk para pemegang kartu Mandiri Visa. cara mudah isi pulsa/prepaid telco melalui SMS. Bank Mandiri bekerjasama dengan MasterCard World Wide meluncurkan Everyday Card dan Titanium Card untuk memperluas pasar di young adult dan upper segment. Seluruh manfaat dari kombinasi yang diberikan tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan penjualan dan frekuensi penggunaan kartu yang pada akhirnya memberikan kontribusi pada portofolio Kartu Kredit Bank Mandiri. Consumer Loan didukung lebih dari 1. Kantor Cabang Bank Mandiri dan Aliansi Strategis dengan nasabah potensial Bank Mandiri. Berbagai penghargaan telah diperoleh Bank Mandiri atas program-program pemasaran dan loyalitas yang dilakukan selama tahun 2006 antara lain: Outstanding Achiever-Large Issuer dari strategic business unit • consumer banking 87 . Selama tahun 2006 telah diluncurkan beberapa produk dan fitur baru antara lain KPR Flexible. PT Inco.200 merchant partner dan kerjasama transaksi dengan lebih dari 11 bill payment partner secara reguler serta melaksanakan lebih dari 800 kegiatan program promosi yang bertujuan untuk meningkatkan transaksi penggunaan kartu dan loyalitas pemegang kartu. Bank Mandiri menawarkan manfaat terbaik untuk nasabah kartu kredit dengan mengembangkan berbagai kombinasi fitur dan program yang inovatif sesuai dengan kebutuhan segmen pasar yang dituju. Namun demikian kartu kredit tetap mampu menghasilkan laba bersih yang positif bagi Bank Mandiri. penjualan yang handal di setiap titik penjualan dan penjualan silang yang agresif terhadap nasabah potensial Bank Mandiri. berdampak pada usaha pertumbuhan kredit. pada tahun 2006 Bank Mandiri memperoleh penghargaan sebagai Bank BUMN dengan Strategi Suku Bunga yang Inovatif dari Majalah Property & Bank. Guna memproses aplikasi dari nasabah. Selain itu produk Mitrakarya Mandiri mengalami pertumbuhan baki debet yang sangat pesat sebesar 81. KPR Top Up dan programprogram pemasaran yang bekerjasama dengan pengembang mitra Bank Mandiri. Selanjutnya baki debet KPR Mandiri juga tumbuh cukup baik sebesar 18. Bank Mandiri telah bekerjasama dengan lebih dari 630 perusahaan dalam menyalurkan produk ini. Consumer Loan didukung oleh 13 Consumer Loan Processing Center dan 41 Consumer Loan Processing Outlet yang tersebar di seluruh Indonesia dengan menggunakan sistem komputerisasi yang on-line.4% dari 31 Desember 2005.

serta didukung komitmen cabang. Direktorat Consumer Finance akan melanjutkan penajaman dalam penawaran dan pemasaran produk pada segmen yang menguntungkan. penjualan silang produk-produk kepada nasabah Bank Mandiri. menerbitkan produk kartu kredit baru untuk segmen-segmen yang belum digarap secara optimal seperti corporate card. The Best Credit Card in Pricing dan the Third Winner of the Best Credit Card in Marketing Communication dari Swasembada dan Synovate serta Indonesian Bank Loyalty Champion dari MarkPlus Insight dan Info Bank. namun dengan pemilihan target market yang cermat. strategi suku bunga yang tepat dan fokus pada produk yang menguntungkan.Kami meningkatkan penetrasi produk melalui implementasi tele sales yang agresif dan tersedianya tenaga penjual yang handal di setiap titik penjualan guna meningkatkan pangsa pasar. SASARAN Di tahun mendatang. kapabilitas sumber daya manusia dan kapasitas infrastruktur pendukung akan mampu meningkatkan pertumbuhan kredit konsumtif dan memberi kontribusi positif terhadap kinerja bank secara keseluruhan. memperkuat keberadaan pelayanan Bank Mandiri di setiap titik penjualan. termasuk di dalamnya mengembangkan travel & entertainment reporting dan co-branding dengan institusi yang memiliki akses terhadap segmen yang dituju. 88 strategic business unit • consumer banking . mengimplementasikan Euro Mastercard Visa (EMV) dan teknologi contactless. Masuknya institusi keuangan asing ke dalam segmen kredit konsumtif mengakibatkan persaingan meningkat secara signifikan. memperkuat efektifitas dan produktifitas dari jaringan sales dan pemasaran sehingga lebih efisien. Selain mengembangkan program loyalitas melalui penambahan fitur Power Mileage. Visa International.

Jaringan pelayanan dilakukan melalui 212 outlet kantor Bank Syariah Mandiri di 24 propinsi di Indonesia. BSM merupakan bank syariah dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia. deposito. trade service and financing. lebih dari 32. Dana pihak ketiga berjumlah sebesar Rp 8. serta tabungan pendidikan dan tabungan haji. Nasabah dapat memanfaatkan jaringan ATM milik Bank Syariah Mandiri yang terdiri dari 53 ATM serta dapat mengakses ke 2. Per 31 Desember 2006. BSM mulai beroperasi sejak 1 November 1999. • Indonesian Bank Loyalty Award (IBLA). sedangkan atas dasar pendanaan mencapai 39.20% dari segi pembiayaan. Sepanjang tahun 2006. Produk pembiayaan ini meliputi pembiayaan investasi. perdagangan retail dan perumahan. pertanian. intercity clearing.388 ATM dalam jaringan ATM Bersama. transfer valas.3% dari jumlah portofolio kredit konsolidasi Bank Mandiri. modal kerja dan pembiayaan perorangan serta pembiayaan UMKM (usaha mikro. BSM juga menawarkan produk-produk jasa yang lengkap. Pangsa pasar BSM di industri perbankan syariah Indonesia mencapai 35. Produk pembiayaan mencakup beberapa sektor termasuk sektor perdagangan grosir. antara lain: sentra bayar (payment point).903 ATM MEPS (Malaysian Electronic Payment System). kami memiliki lebih dari 728. dan jasa-jasa. Dengan demikian di tahun 2006. sarana dan prasarana umum termasuk telekomunikasi. May 2006: The Best of Indonesian Bank Loyalty Champion: Category Sharia Banking.76%. •  Selama lima tahun berturut-turut berhasil mempertahankan predikat Sangat Bagus. Juli 2006. Produk pendanaan Bank Syariah Mandiri antara lain berupa tabungan. BSM memiliki beragam produk pendanaan. kecil dan menengah).000 nasabah perorangan dan perusahaan yang mempunyai rekening pendanaan. antara lain: Golden Award dari Majalah Infobank.661 ATM dalam jaringan ATM milik Bank Mandiri dan 10. strategic business unit • consumer banking 89 . dan RTGS. produk pembiayaan.22 triliun atau merupakan 4% dari jumlah dana pihak ketiga Bank Mandiri. disamping 2.40 triliun yang merupakan 6. dan giro.97% dari segi aset. BSM menghasilkan pendapatan operasional Rp 1.bank syariah mandiri PT Bank Syariah Mandiri (BSM) adalah salah satu dari tiga bank umum syariah dan 20 Unit Usaha Syariah di Indonesia yang menawarkan produk pembiayaan dan simpanan berdasarkan prinsip syariah.000 nasabah perorangan dan perusahaan telah memanfaatkan fasilitas pembiayaan dari BSM. Pada akhir tahun 2006. penghargaan dan pengakuan pun telah diraih Bank Syariah Mandiri. total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp 7. Pada akhir tahun 2006. pembayaran pajak on-line. industri.08 triliun pada tahun 2006. 36.

strategic business unit micro & retail banking 90 strategic business unit • micro & retail banking .

murah. sadikin • Direktur .Fokus utama kami ialah menciptakan struktur pendanaan yang kokoh (besar. budi g. dan stabil) dan menyalurkan pinjaman produktif bagi wirausahawan Mikro & Kecil melalui 924 cabang dan 200 unit Mikro di seluruh Indonesia.

3% dan 28.02 triliun Rp 55.75 juta Kinerja Pada akhir tahun 2006 Direktorat Micro & Retail Banking telah membiayai 126.541 wirausahawan kecil dan mikro dengan Volume Usaha Kecil mencapai Rp 8. Pengembangan jaringan cabang diikuti pula dengan penambahan jumlah ATM menjadi 2.51 triliun 126 ribu 5. Sementara itu. 17.02 triliun Rp 1.8% dibandingkan dengan tahun 2005 menjadi 5. dimana dana Giro dan Tabungan tumbuh sebesar 9.32 triliun dan simpanan sebesar 1. Volume Usaha Mikro mencapai 1. Dari jumlah tersebut 69% portofolio kredit disalurkan ke sektor perdagangan dan selebihnya disalurkan ke sektor perkebunan.96 triliun Rp 8. melampaui transaksi cabang yang sebesar 8 juta transaksi per bulan.60 triliun atau tumbuh 9.94 triliun Rp 120. 92 strategic business unit • micro & retail banking .32 triliun Rp 1.800 unit.714 ATM. ekspansi jaringan cabang senantiasa dilakukan dengan penambahan 17 kantor baru di tahun 2006 sehingga jumlah cabang mencapai 924 outlet untuk melayani nasabah reguler.28 triliun. Seiring dengan perkembangan bisnis.7% dibanding posisi tahun lalu yang terdiri dari pinjaman sebesar Rp 7.94 triliun tumbuh sebesar 12% dibandingkan tahun lalu. sedangkan untuk nasabah segmen mass affluent dan affluent dilayani melalui 25 outlet prioritas dan 17 priority lounge yang tersebar di 17 kota besar di Indonesia.7% sehingga memperbaiki rasio dana murah menjadi 53% terhadap total dana masyarakat diikuti dengan peningkatan jumlah kartu ATM mandiri yang beredar sebesar 29. jasa dan industri rumah tangga. Dibidang bisnis ritel. Bank Mandiri fokus pada pertumbuhan dana murah.26 triliun Rp 7.92 triliun Rp 57. Seiring dengan peningkatan jumlah kartu diikuti pula dengan peningkatan jumlah transaksi e-channel menjadi 26 juta transaksi per bulan atau meningkat 33% dari tahun lalu. 2 Cash Deposit Machine (CDM).strategic business unit micro & retail banking akhir tahun 2006 Volume Pinjaman • Pinjaman Usaha Kecil • Pinjaman Mikro Volume Simpanan • Giro • Tabungan • Deposito Kontribusi Laba Jumlah Nasabah pinjaman Kecil & Mikro Jumlah pemegang ATM Rp 9.75 juta kartu.362 merchant EDC dan kerjasama dengan ATM Bersama dan ATM Link untuk memperluas jangkauan pelayanan menjadi 13.

268 hektar dengan alokasi kredit sebesar Rp 11 triliun yang akan disalurkan kepada 160. Kredit Ketahanan Pangan (KKP). Dengan keberhasilan ini maka Bank Indonesia memberikan 4 (empat) penghargaan “Kriya Pranala Award“ yang mencakup kategori: (1) Jumlah BPR Linkage Terbanyak. Perbaikan kualitas pelayanan yang secara konsisten terus dilakukan. Strategi hybrid ini diharapkan mampu menggerakkan bisnis mikro sehingga portofolio kredit yang disalurkan melalui BPR maupun unit mikro meningkat.001 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) atau lebih dari 30% dari total BPR di Indonesia telah bekerjasama melalui linkage program dengan Bank Mandiri melalui pola executing dan chanelling.200 SPBU merupakan wujud realisasi komitmen Bank Mandiri kepada usaha kecil yang bergerak disektor ini. Peningkatan produktivitas dilakukan melalui pengalihan transaksi ke channel yang lebih murah. KUMK-Surat Utang Pemerintah (SUP-005). Peningkatan produktivitas didukung pula dengan penambahan dan relokasi jaringan ATM dari area yang kurang menguntungkan ke area-area yang memiliki potensi transaksi tinggi. strategic business unit • micro & retail banking 93 . Maksimal pembiayaan yang diberikan sebesar Rp 2 miliar yang ditujukan untuk investasi pembangunan maupun peremajaan SPBU. Perusahaan Gas Negara dan Universitas Gajah Mada. Call Center Award 2006 oleh Center for Customer Satisfaction and Loyalty (CCSL). Telkom. Upaya perbaikan kualitas layanan secara berkesinambungan terus dilakukan dan hal ini ditunjukkan dengan diraihnya sertifikasi ISO 9001: 2000 untuk Call Center. antara lain melalui pengembangan layanan secara end-to-end nasabah korporat dan BUMN yang memiliki perputaran dana dan jumlah pelanggan besar seperti Indosat. Retail banking Pertumbuhan dana tabungan didorong melalui program-program terintegrasi. dimana Bank Mandiri dinobatkan sebagai “Top 3 in Banking Service Excellence” oleh majalah Infobank bersama dengan lembaga riset independen MRI. (3) Total Baki Debet Linkage Terbesar dan (4) Cakupan Wilayah BPR Linkage Terluas yang tersebar di 24 Propinsi dan menjangkau wilayah terjauh seperti Aceh. Top 3 Indonesian Bank Loyalty Index untuk tabungan oleh Mark Plus Insight.000 petani. Program Mandiri Fiesta merupakan wujud penghargaan terhadap nasabah yang menyimpan dananya di Bank Mandiri yang dilaksanakan secara nasional. merupakan Bank BUMN yang memiliki kualitas layanan terbaik ditahun 2005. Bank Mandiri menerapkan strategi hybrid melalui BPR Linkage Program dan pengembangan jaringan Micro Business Unit (MBU) yang saat ini berjumlah 200 MBU. Beberapa award lain yang telah dicapai antara lain The Best Online Banking di Indonesia versi majalah PC Magazine. Internet Banking. Pencapaian Mikro & Small Business Total kredit perkebunan Bank Mandiri pada tahun 2006 telah mencapai 36% dari total kredit perkebunan nasional. kredit investasi. Rantai bisnis dalam distribusi bahan bakar minyak Pertamina mempunyai volume bisnis yang besar dan akan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya.Guna mendukung program tersebut saat ini telah diluncurkan tabungan bisnis yang fiturnya disesuaikan dengan kebutuhan nasabah wirasusahawan dan pedagang serta dilakukan penambahan 10 fitur e-channel yang memberikan kemudahan pembayaran. Pertumbuhan tabungan didukung pula melalui program penetrasi di area bisnis utama di Jakarta seperti Pasar Tanah Abang dan Mangga Dua dan akan dikembangkan di 7 kota besar lainnya di Indonesia. Bank Mandiri telah berhasil mengalihkan sebagian besar transaksi di cabang yang berbiaya transaksi tinggi ke e-channel yang memiliki biaya transaksi lebih murah seperti melalui ATM. Pembiayaan kepada 393 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Utama (SPBU) dari total 3. kemudahan pelayanan rekening dan kemudahan akses produk-produk perbankan. Pertamina. Bank Mandiri telah menjalin kerjasama dengan Pertamina yang mencakup pembiayaan dan penyediaan layanan perbankan yang umum maupun spesifik antara lain Host to Host untuk pembayaran Pertamina dan Cash Management System. (2) Nilai Plafond Awal Linkage Program Terbesar. Dalam melakukan ekspansi di segmen mikro. Layanan payroll untuk nasabah korporat dan commercial juga dikembangkan sebagai salah satu solusi layanan kepada nasabah perusahaan. Sektor migas juga menjadi salah satu fokus dalam pengembangan kredit usaha kecil. menempatkan Bank Mandiri sebagai peringkat ke-2 dalam service excellence periode tahun 2006 berdasarkan hasil survey MRI dan majalah Infobank yang dipublikasikan pada awal bulan April 2007. kredit dengan pola inti plasma dan kredit program antara lain Kredit kepada Koperasi Primer untuk Anggotanya (KKPA). Skim Pelayanan Pembiayaan Pertanian (SP3). NTT. Modul Penerimaan Negara Departemen Keuangan dan beberapa kerjasama pembayaran tagihan dengan PT Kereta Api Indonesia. sementara itu untuk menyesuaikan dengan karakter dan kultur berbagai daerah di Indonesia dilaksanakan pula program promosi yang spesifik di setiap daerah.Bank Mandiri siap membiayai perkebunan kelapa sawit rakyat seluas 321. Sulawesi Utara. modal kerja usaha dan talangan pembayaran delivery order kepada Pertamina. Penyaluran kredit usaha kecil yang terkait dengan perkebunan diberikan dalam bentuk kredit modal kerja. Sebagai contoh. Sebanyak 1. PLN. Pertumbuhan volume bisnis diiringi pula dengan perbaikan kualitas layanan nasabah. Program promosi dilakukan secara berkesinambungan untuk menjaga awareness nasabah dan masyarakat untuk tetap mempercayakan dananya kepada Bank Mandiri. Khusus kredit dengan Pola Inti Plasma telah dilakukan penandatanganan dengan Menteri Keuangan di Bulan Desember 2006 dimana Bank Mandiri ditunjuk sebagai Bank pelaksana penyaluran Kredit Pengembangan Energi Nabati-Revitalisasi Perkebunan (KPEN-RP). SMS Banking dan Call Center.

000 orang TKI per tahun yang membutuhkan pembiayaan lebih dari Rp 3. pembiayaan koperasi. Untuk mendekatkan diri kepada nasabah.75 triliun per tahunnya. kredit investasi. Penajaman segmentasi nasabah dilakukan melalui program mitra binaan. Sebagai contoh saat ini terdapat lebih dari 17. renovasi layout. Bank mandiri akan mengalokasikan pembiayaan kepada para TKI yang disalurkan melalui perusahaan Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS). 94 strategic business unit • micro & retail banking .Jumlah transaksi e-channel. maupun pengembangan paket kredit untuk segmen spesifik. program take over.000 pangkalan dan 80. agen elpiji. Bank Mandiri siap membiayai perkebunan kelapa sawit rakyat seluas 321. pembiayaan peremajaan dispenser. agen minyak tanah. gas card.000 pengecer di seluruh Indonesia yang membutuhkan bantuan permodalan.000 petani secara bertahap sesuai kebutuhan penanaman dan pemeliharaan tanaman melalui program KPEN-RP (Kredit Pengembangan Energi Nabati dan Revitalisasi Perkebunan). Pembiayaan kredit kepada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) merupakan salah satu fokus utama pembiayaan di tahun mendatang khususnya di 5 negara tujuan utama. melampaui transaksi cabang yang sebesar 8 juta transaksi per bulan. pemanfaatan areal SPBU dan kredit untuk dealer/distributor dispenser SPBU. Untuk selanjutnya kerjasama dengan perusahaan yang bergerak di sektor migas akan terus ditingkatkan dalam bentuk kredit modal kerja.268 hektar dengan alokasi kredit sebesar Rp 11 triliun yang akan disalurkan kepada 160. Bank Mandiri terus menambah jaringan Micro Business Unit (MBU) di sentra-sentra yang memiliki potensi bisnis mikro. Diperkirakan jumlah pemberangkatan TKI akan mencapai 750. Internet Banking. Pembukaan unit mikro dilakukan secara agresif dengan memanfaatkan infrastruktur kantor cabang Bank Mandiri yang sudah ada maupun outlet tersendiri dengan rencana penambahan 100 Micro Business Unit (MBU). SMS Banking dan Call Center mencapai 26 juta transaksi per bulan. meliputi transaksi ATM. Sasaran Untuk melanjutkan apa yang telah kami lakukan pada tahun 2006.

Selama tahun 2006. dana pendidikan ataupun dana multi-guna. Sementara untuk bisnis grup. AXA Mandiri telah meluncurkan satu lagi yang disebut sebagai Mobile Financial Advisor. Di masa mendatang. AXA Mandiri juga berencana mengembangkan produkproduk sesuai dengan kebutuhan nasabah dengan meluncurkan produk Mandiri Rencana Sejahtera. Selain itu. Mandiri Siswa Sejahtera menyediakan kemudahan menabung dalam mempersiapkan dana pendidikan anak. AXA Mandiri memiliki peluang untuk melayani 70% calon nasabah yang sudah jarang bertransaksi langsung di Bank karena kemajuan ebanking (ATM. AXA Mandiri juga memiliki produk asuransi tradisional Mandiri Jiwa Sejahtera yang memberikan proteksi tinggi dan variasi dalam memilih periode asuransi.PT AXA Mandiri Financial Services PT AXA Mandiri Financial Services (AMFS) merupakan perusahaan patungan milik PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (49%) dan AXA (51%) yang beroperasi sejak Desember 2003. lima atau sepuluh tahun. seperti tabungan hari tua. AXA Mandiri juga menawarkan pilihan perlindungan tambahan yang dapat memperluas manfaat produk dasar tersebut.000 selama tahun 2006. RBC merupakan salah satu parameter yang menunjukkan apakah suatu perusahaan asuransi jiwa dalam kondisi yang sehat atau tidak. Melalui layanan ini. AXA Mandiri menawarkan kombinasi investasi dan asuransi (unit-linked). Sementara itu. SMS Banking) yang dikembangkan oleh Bank Mandiri. Untuk bisnis individu (ritel). yaitu perlindungan kesehatan. perlindungan pembayaran premi dan perlindungan terhadap penyakit kritis (Prima Sejahtera). dengan rasio kecukupan modal (RBC/risk based capital) sebesar 1293%. AXA Mandiri telah berhasil memperoleh pendapatan premi sebesar Rp 827 miliar. Berdasarkan data pendapatan premi baru individu dari produk unit-linked (unit-linked new business premium) kuartal III 2006 dari Dewan Asuransi Indonesia (DAI). Saat ini. dan hingga akhir 2006 telah ada di lebih dari 650 cabang Bank Mandiri yang tersebar di sepuluh wilayah. Financial Advisor AXA Mandiri merupakan sales force yang paling produktif di Indonesia. strategic business unit • micro & retail banking 95 . Produk unit-linked tersebut memiliki beragam pilihan yang fleksibel dengan tingkat keuntungan yang relatif tinggi untuk memenuhi beragam kebutuhan. dengan jumlah total case lebih dari 67. Selain Financial Advisor yang bertugas di cabang-cabang Bank Mandiri dan layanan Worksite Marketing yang melayani karyawan perusahaan-perusahaan yang merupakan nasabah dari Bank Mandiri. RBC yang dimiliki AXA Mandiri ini jauh melebihi ketentuan minimum dari Departemen Keuangan.88% dari seluruh perusahaan asuransi jiwa di Indonesia yang memiliki produk unit-linked. AXA Mandiri menawarkan layanan perencanaan keuangan dan manajemen kekayaan melalui produk-produk asuransi dan investasi yang memberikan nilai tambah kepada nasabah Bank Mandiri. dengan pendapatan bersih Rp 66 miliar. AXA Mandiri terus berupaya mengembangkan aktivitas usahanya dengan memanfaatkan sumber-sumber daya yang ada di Bank Mandiri. Internet Banking. AXA Mandiri juga menyediakan perlindungan asuransi bagi nasabah pemegang kartu kredit Mandiri Visa (Mandiri Protection) dan nasabah consumer loan Bank Mandiri. Disamping produk-produk unit-linked tersebut. seperti satu. kami menawarkan tiga jenis produk unit-linked. karena tidak banyak perusahaan yang dapat melakukan hal ini. Mandiri Investasi Sejahtera yang menyediakan kemudahan dalam melakukan kesempatan berinvestasi serta menambah atau menarik dana kapan saja yang ditambah dengan perlindungan asuransi jiwa.7 triliun. AXA Mandiri menduduki posisi ke-2 dengan pangsa pasar sebesar 20. Ini merupakan suatu prestasi yang membanggakan. Mandiri Dana Sejahtera yang menyediakan kemudahan untuk menabung secara berkala serta menambah atau menarik dana kapan saja yang ditambah dengan perlindungan asuransi jiwa. asset AXA Mandiri per 31 Desember 2006 tercatat senilai Rp 1. yaitu 120%. perlindungan kecelakaan. Dengan menempatkan lebih dari 800 Financial Advisor.

strategic business unit treasury & international banking 96 strategic business unit • treasury & international BANKING .

trade finance dan funding sources terus dikembangkan agar Bank Mandiri dapat menyediakan solusi bagi semua kebutuhan nasabah dimana kami berusaha untuk menjadi pemain utama dalam jaringan transaksi internasional di Indonesia. remittance. Thomas arifin • Direktur . trade service.Layanan terpadu treasury.

Realisasi Giro Wajib Minimum Rupiah rata-rata adalah 11.117 bank koresponden di 102 negara dan mengelola rekening nostro sebanyak 35 account sehingga menghasilkan peningkatan kerjasama bisnis sebesar 28. Kami juga berhasil mempertahankan prinsipprinsip kepatuhan terhadap peraturan Bank Indonesia mengenai Giro Wajib Minimum dan Posisi Devisa Netto sepanjang tahun 2006. Laba yang diperoleh dari transaksi foreign exchange ini mencapai Rp 337 miliar. Sementara itu.strategic business unit treasury & international banking kinerja keuangan international banking & capital market services group untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2006 Jumlah Aktiva Produktif (saldo rata-rata) Dana Pihak Ketiga & Pinjaman yang Diterima (saldo rata-rata) Pendapatan Bunga Fee Based Income Kontribusi Laba Rp 913 miliar Rp 3.007 miliar Rp 402 miliar Rp 194 miliar Rp 454 miliar Kinerja Treasury: Volume transaksi foreign exchange dengan nasabah perusahaan dan individu di tahun 2006 mencapai USD 23. Perbankan Internasional: Pada tahun 2006.6% namun dalam penyaluran transaksi impor kepada bank- 98 strategic business unit • treasury & international BANKING .2% meliputi kerjasama trade finance. Bank Mandiri memaksimumkan jaringan kerjasama berbasis resiprokal dengan 1.98% untuk Posisi Devisa Netto Keseluruhan. Angka tersebut cukup rendah dibandingkan dengan ketentuan Bank Indonesia yaitu sebesar 20% dari modal bank. kerjasama remittansi.13% dari ketentuan Bank Indonesia sebesar 11%. risk sharing dan pembiayaan bilateral. pangsa pasar penyaluran transaksi ekspor bank-bank koresponden meningkat sebesar 5.83% dan 3.73 miliar. sementara itu volume transaksi foreign exchange dengan nasabah interbank mencapai USD 42. Dalam kegiatan trade services. realisasi Posisi Devisa Netto Neraca rata-rata tahunan sebesar 14. Total fee based income mencapai Rp 572 miliar yang melampaui pencapaian target tahun 2006.75 miliar.

1 miliar di tahun 2005 menjadi Rp 2. Disamping itu Bank Mandiri juga telah mengembangkan sistem pelayanan terintegrasi berupa remittance dan tabungan oleh Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Kami juga melanjutkan proses rekrutmen dealer yang sangat selektif.117 bank koresponden di 102 negara dan mengelola rekening nostro sebanyak 35 account sehingga menghasilkan peningkatan kerjasama bisnis sebesar 28. Selain itu berfungsi sebagai bank pembayar pada Bursa Efek Jakarta dan memberikan pembiayaan transaksi surat berharga.9% dari Rp 63.0% dibandingkan tahun 2005.6% dari tahun 2005. Ini adalah anugerah kedua setelah pada tahun 2005 kami mendapat penghargaan serupa yaitu The Best FX Provider for Interbank Customers. Kunci keberhasilan kami adalah pelayanan prima melalui kecepatan.d 4.869. dengan memastikan calon yang terbaik yang dipilih. kami telah memperkokoh peran dan kapabilitas jasa kustodian melalui penambahan produk securities lending & borrowing. prioritas kerjasama Bank Mandiri diarahkan pada peningkatan volume dan penghimpunan fee based income baik yang berasal dari TKI maupun Non-TKI. Selanjutnya.596. sub registry. Dalam kegiatan jasa remitansi. Euroclear. Dalam rangka meningkatkan transaksi remitansi internasional. Penyediaan pembiayaan dan fasilitas payment bank meningkat dari 74 customer di tahun 2005 menjadi 78 customer di tahun 2006. harga kompetitif dan network yang sangat mendukung. Surat Utang Negara (SUN) dan OTC dalam menunjang fungsi Bank Mandiri sebagai Bank Pembayaran (Payment Bank) di Bursa Efek Jakarta. kami telah memiliki sebuah dealing room Treasury terbaik di Jakarta. Realisasi fee based income jasa kustodian dan wali amanat meningkat sebesar Rp 7. dengan mengirimkan mereka ke lembaga treasury perbankan terbaik manca negara.4% sehingga fee based income remitansi TKI meningkat sebesar 25.3%.7% dari tahun 2005. bank koresponden mengalami penurunan sebesar 38. forex line. Rata-rata harian pemberian fasilitas intraday melonjak sebesar 88. Perbankan Internasional: Bank Mandiri telah merintis kerjasama pembiayaan jangka panjang dengan bank koresponden dalam mengantisipasi kebutuhan pendanaan untuk mendukung proyek nasabah korporasi antara lain melalui pemanfaatan Export Credit Agency (ECA) Guaranteed Supplier’s Credit maupun sumber pembiayaan pinjaman bilateral. Pada bulan November 2006.5 % per Desember 2006. Keberhasilan ini merupakan hasil dari peningkatan kepuasan pelanggan yang tercermin dari hasil survei kepuasan pelanggan layanan jasa kustodian dan wali amanat menunjukan hasil rata-rata ‘Baik’ (skala 3 dari 4 skala yang ditetapkan).8 triliun dan USD 100 juta. reksadana).12 miliar pada tahun 2006. escrow agent. Hasil survey kepada anggota bursa menyimpulkan layanan jasa payment Bank Mandiri memuaskan dengan score 3. Pendapatan dari bisnis jasa pasar modal sebagai payment bank meningkat 130. Total volume remitansi internasional tahun 2006 meningkat 20. Fee based income yang diperoleh dari pelaksanaan transaksi dari jasa trade services termasuk penerbitan bank garansi atas dasar counter garansi dan remittansi meningkat sebesar 12.383. dan pengetahuan yang diperlukan untuk dapat menjadi dealer yang terbaik dan kompeten. Volume remitansi internasional yang berasal dari TKI di tahun 2006 meningkat sebesar 56. dimana kustodian berperan sebagai intermediator bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dalam meningkatkan nilai tambah surat berharga yang disimpan di kustodian Bank Mandiri.3 miliar atau 22.08 atau meningkat sebesar 18. Jasa Pasar Modal: Dengan komitmen peningkatan layanan dan produk. agen pembayaran dan security agent. sedangkan portfolio jasa wali amanat sebesar Rp 9.3 % dibanding tahun sebelumnya.5%.5 miliar di tahun 2006.884 juta dan USD 395.4 pada tahun 2006 dari skala 1 s. strategic business unit • treasury & international BANKING 99 . Bank Mandiri Cabang Hong Kong telah menambah 1 (satu) kantor remittance baru untuk melayani rnasabah TKI di Hong Kong. Pencapaian Treasury: Usaha keras kami sepanjang tahun akhirnya berbuah manis. jasa wali amanat.Bank Mandiri memaksimumkan jaringan kerjasama berbasis resiprokal dengan 1. kemampuan.2%. dan menyediakan fasilitas intraday transaksi saham reguler. Total portofolio surat berharga yang disimpan kustodian menjadi sebesar Rp 73. Asiamoney memberikan penghargaan sebagai The Best Domestic FX Provider for Corporate Customers di tahun 2006. konversi ADR/GDR. Kegiatan jasa Export Bills Collection melalui KLN Cayman Islands mengalami peningkatan sebesar 43.05 miliar di tahun 2005 menjadi Rp 119. calon dealer tersebut kami latih dengan etika. Jasa Pasar Modal: Bank Mandiri menyediakan beragam jasa pasar modal yang meliputi jasa kustodian (umum.9% dari Rp 1.

Layanan terpadu treasury. Dengan otonomi yang lebih luas dan organisasi yang lebih sederhana. Perbankan Internasional: Sasaran Bank Mandiri di tahun 2007 dan tahun berikutnya adalah meningkatkan customer focus sebagai upaya untuk menjadi main correspondent bagi bank koresponden dalam negeri. melakukan ekspansi Regional Treasury Marketing (RTM) ke beberapa kota besar di Indonesia dan mengembangkan pangsa pasar konsumen. trade finance. Dari sisi pengembangan produk. tahun 2007 Bank Mandiri sedang meluncurkan produk Mandiri Direct Settlement (MDS) yang diharapkan meningkatkan layanan remitansi USD antar Bank domestik disamping meningkatkan fee based income dari transaksi remitansi. Penerapan model Strategic Business Unit (SBU) dalam Direktorat Treasury & International Banking meningkatkan keyakinan kami untuk dapat bergerak leluasa dalam mencapat target. sasaran Treasury: Kami akan mempertahankan bahkan meningkatkan kinerja di tahun 2007 dengan menekankan pada kepuasan nasabah. melakukan ekspansi Regional Treasury Marketing (RTM) ke beberapa kota besar di Indonesia.Kami mengambil inisiatif memasuki pasar produk derivatif. kerjasama training terus dikembangkan agar Bank Mandiri dapat menyediakan solusi bagi semua kebutuhan bank koresponden domestik. funding sources. 100 strategic business unit • treasury & international BANKING . kami mengambil inisiatif memasuki pasar produk derivatif. Selain itu penekanan pada product control dan manajemen risiko akan ditingkatkan guna menjaga akuntabilitas. trade services. remitansi. merekrut dan mengembangkan lebih banyak sumber daya yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja.

Vietnam dan Malaysia disamping pengembangan Remittance Office/Kiosk di Hong Kong untuk pelayanan TKI diluar negeri merupakan bagian dari strategi pengembangan jaringan layanan luar negeri. monitoring utilisasi limit maupun analisa bisnis resiprokal. Penyediaan jasa pembiayaan dan pengembangan fasilitas pasar modal difokuskan pada pembiayaan jangka pendek (money market line dan kredit jangka pendek). Jasa Pasar Modal: Dalam rangka peningkatan pelayanan kepada nasabah dan efesiensi proses. serta pendirian Settlement Company untuk meningkatkan fee based income atas jasa internasional remittansi. kebutuhan transaksi dan kompleksitas operasionalnya. Tujuan sistem baru tersebut adalah meningkatkan integrasi. Proses implementasi tersebut sudah dimulai dari Cabang Singapore dan secara bertahap akan diterapkan pada Kantor Luar Negeri lainnya dengan memperhatikan urgensi.Kami akan menyelesaikan implementasi Central Liabilities System (CLS) guna meningkatkan kapabilitas monitoring exposure dengan bank koresponden. kami sedang meningkatkan kapabilitas system kustodian melalui layanan on line custody kepada nasabah yang memungkinkan nasabah untuk mengakses rekening surat berharganya secara online. Bank Mandiri akan meningkatkan status Representative Office Shanghai menjadi Kantor Operasional. Melalui CLS diharapkan akan diperoleh data yang lebih akurat secara real time dari seluruh unit bisnis pengguna limit serta memaksimalkan kapasitas monitoring utilitisasi limit untuk nasabah dan bank koresponden. Sedangkan fasilitas intraday diperluas penggunaannya untuk pasar negosiasi (OTC) saham dan corporate bond sehingga meningkatkan cross selling dengan jasa kustodi Bank Mandiri. standarisasi dan keamanan layanan Kantor Luar Negeri menjadi sejajar dengan sistem operasi pelayanan perbankan internasional. Penjajakan untuk membuka Representative Office di Timur Tengah. strategic business unit • treasury & international BANKING 101 . Kami juga melanjutkan proses roll out program standarisasi sistem operasional untuk meningkatkan integrasi transaksi antar Kantor Luar Negeri (KLN) maupun dengan jaringan kantor dalam negeri yang telah dimulai pada tahun 2004. Proses mengintegrasikan system-system yang dipergunakan oleh kustodian juga sedang dilakukan sehingga akan meningkatkan proses straight through dalam layanan operasional jasa kustodian.

strategic business unit special asset management 102 strategic business unit • special asset management .

agar Bank Mandiri dapat berperan sebagai Anchor Bank. Kami melakukan pelatihan intensif terhadap sumber daya untuk menangani kredit bermasalah secara efektif dan efisien demi mendukung posisi Bank menjadi Dominant Multi-Specialist Bank riswinandi • Direktur strategic business unit • special asset management 103 . restrukturisasi dan penyelesaian kredit bermasalah berhasil diakselerasi sehingga mampu mencapai target penurunan Non Performing Loan (NPL) dan mengoptimalkan tingkat recovery.Selama 2006.

16% debitur Consumer 11.75) 18.98% debitur Commercial dan 7.336.22 342. Rp 1.336. sehingga pada akhir tahun 2006 portofolio NPL dapat ditekan dari sebesar Rp 26. credit recovery bank only Total Corporate Commercial *) (RP Miliar) Consumer Gross NPL Saldo 31 Desember 2005 Tambahan selama periode 2006 Upgrade & pelunasan Write-back Gross NPL sebelum hapus buku Hapus buku Saldo 31 Desember 2006 PPAP Saldo 31 Desember 2005 Hapus Buku PPAP selama periode 2006 Penagihan **) Lain-lain ***) Saldo 31 Desember 2006 Net NPL Saldo 31 Desember 2005 Pengurangan gross NPL Tambahan Provisi NPL Saldo 31 Desember 2006 Persentase Nett NPL Catatan: *) Commercial termasuk Small dan Micro **) Termasuk Write-back ***) Termasuk dampak dari perubahan nilai kurs 26.16 (4.43) 7.492.475. dan khusus menangani Non Performing Loan (NPL) segmen Corporate dan Commercial.843.79 9.677 miliar.85) 2.751 miliar pada tahun 2005 menjadi sebesar Rp 18. Dalam menangani kredit bermasalah.084.56) 521.10) (1. yaitu sebesar 25.192.55 (933.59 2.96 (320.65 (3. Perbaikan NPL selama tahun 2006 merupakan hasil restrukturisasi dan collection sehingga terjadi perbaikan kolektibilitas dan pelunasan sebesar Rp 11.35) 6.76) 10.475.064.3% (gross) atau 15.75) 4.379.40 11.21 (9.06% 104 strategic business unit • special asset management . Bank Mandiri telah melakukan hapusbuku terhadap debitur sebesar Rp 4. Selama tahun 2006. merupakan unit kerja yang terpisah dari unit kerja pemberi kredit. 71.51 5.41 16.751.677.41 3.853.92) 11.366.40 Kinerja Tahun 2006 dimulai dengan tingginya kredit bermasalah yang dikelola Bank.51 miliar pada tahun 2005 menjadi sebesar Rp 18.46) 14.023.703.625.313.88 (93.92 miliar dan Rp 93.313.98 (1.221. yang terdiri dari 20.153. Untuk menghadapi permasalahan tersebut. Manajemen membentuk Direktorat Special Asset Management yang mulai efektif sejak bulan Mei 2006 dengan tujuan agar pelaksanaan restrukturisasi dan penyelesaian kredit bermasalah dapat dilaksanakan dengan lebih efisien dan terfokus. masing-masing sebesar Rp 9.408.649. Bank Mandiri secara intensif melakukan restrukturisasi dan penyelesaian NPL. Commercial dan Consumer. sehingga pada akhir tahun 2006 portofolio NPL dapat ditekan dari sebesar Rp 26.751.05 miliar.85 miliar.060. Sedangkan untuk NPL segmen Consumer dikelola oleh Consumer Collection Group yang berada dibawah Direktorat Risk Management.07 (11.366.475.853.13 592.81 (4.246.312.strategic business unit special asset management Kami secara intensif melakukan restrukturisasi dan penyelesaian NPL.68 (521.69 16.705.725.67 6.79 2.074.41 miliar.86% debitur Corporate.82 miliar.40 23. dimana Direktorat Special Asset Management mengelola lebih dari 80% portofolio NPL Bank Mandiri.82) 2. Direktorat Special Asset Management yang membawahi Credit Recovery I Group dan Credit Recovery II Group (setelah sebelumnya tergabung dalam Direktorat Treasury and International).75 miliar.3% (nett) dari total portfolio kredit.05) 841. yang terdiri dari debitur Corporate.677.12 (8.

87/2006 yang mengatur tentang Tata Cara Pengurusan dan Penghapusan Piutang Perusahaan Negara/Daerah yang merupakan revisi atas PP 14/2005 dan PMK 31/2005. sehingga diharapkan dapat dicapai “level playing field” yang sama dengan bank swasta atau asing lainnya. antara lain didorong oleh progress penanganan Top 30 NPL Obligor Terbesar. Rp 548. PERKEMBANGAN TOP 30 NPL OBLIGOR TERBESAR DESEMBER 2005– DESEMBER 2006 1. dan Anggaran Dasar Bank Mandiri. 33/2006 dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. restrukturisasi atas 3 (tiga) perusahaan yang tergabung dalam Group “Riau Complex” telah ditandatangani dan efektif pada tanggal 19 Oktober 2006 dengan total fasilitas per 30 September 2006 sebesar USD 1.69%). Selama tahun 2006 penanganan terhadap Top 30 NPL Obligor Terbesar telah menunjukkan kemajuan yang signifikan seperti dijabarkan dalam diagram. namun mengalami kesulitan dalam pemenuhan kewajibannya. penyelesaian NPL di Bank BUMN dapat dilakukan dengan menggunakan koridor hukum korporasi yang diatur dalam Undang-Undang Perseroan Perbatas (PT). refinancing atau mencari investor strategis. namun mengalami kesulitan dalam pemenuhan kewajibannya.29 miliar (atau mencapai 107.15%) dan Consumer Rp 28. Penurunan NPL yang signifikan terutama terjadi setelah dicapai dan dilaksanakannya kesepakatan restrukturisasi kredit atas 2 obligor terbesar. Anugerah Inti Gema Nusa. Dengan demikian.51 miliar (51. November dan Desember 2006 sesuai perjanjian di atas telah dipenuhi dengan baik dan tepat waktu. • Sedangkan Raja Garuda Mas. akan menjadi prioritas Bank Mandiri dengan penanganan difokuskan pada sisa Top 30 NPL Obligor Terbesar dan Debitur lain dengan kontribusi terbesar terhadap NPL yang masih dalam tahap restrukturisasi maupun penyelesaian.00 triliun. Sedangkan collection dari debitur hapus buku sebesar Rp 1. Sedangkan strategi utama penanganan debitur NPL difokuskan melalui tiga hal yaitu loan restructuring.330. Sesuai perjanjian tersebut sebagian kreditnya akan diselesaikan dari hasil penjualan property asset & non-core asset. dimana ditegaskan bahwa piutang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak termasuk dalam piutang negara dan penyelesaian piutang perusahaan negara tidak lagi melalui Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN). Penurunan NPL pada tahun 2006. dimana penyelesaiannya bersumber dari penjualan aktiva tetap/agunan kredit.28 triliun dimana perjanjian restrukturisasi dan penyelesaian kreditnya telah ditandatangani pada tanggal 18 Oktober 2006. Undang-Undang Badan Usaha Milik Negara (BUMN).93 juta). Kewajiban untuk bulan Oktober.16%).81 miliar (2.43 miliar (dimana porsi Bank Mandiri sebesar USD589.1% (Bank saja) dan collection kredit hapusbuku sebesar Rp 1.072. Exit policy (penghapusbukuan) diterapkan bagi debitur yang sudah tidak memiliki prospek atau tidak mempunyai kemampuan pembayaran serta telah dilakukan berbagai upaya penyelamatan dan penagihan namun tidak berhasil.Pencapaian Keberhasilan pencapaian rasio nett NPL Bank Mandiri diakhir 2006 menjadi 6.29 miliar. dan sejak itu debitur selalu memenuhi komitmennya dengan baik. Pembayaran dan pelunasan dari beberapa obligor lainnya juga memberikan kontribusi dalam penurunan NPL disamping perbaikan kolektibilitas dari hasil restrukturisasi atas beberapa Obligor Top 30 lainnya. misalnya Pupuk Iskandar Muda. mengalami penurunan signifikan bila dibandingkan dengan posisi Desember 2005 yang sebesar Rp 16. Loan restructuring diterapkan bagi debitur yang masih memiliki prospek usaha yang baik. Restrukturisasi kredit diterapkan bagi debitur yang masih memiliki prospek usaha yang baik. strategic business unit • special asset management 105 .032 Disamping itu. diperoleh dari penagihan dan pelaksanaan lelang atas debitur segmen Corporate dan Commercial masingmasing sebesar Rp 494. Sedangkan loan maintenance diterapkan bagi debitur pasca restrukturisasi yang masih memerlukan pengawasan dalam pemenuhan syarat restrukturisasi.072. Eterindo Group dan Apac Inti Corpora. namun kolektibilitasnya belum bisa ditingkatkan mengingat adanya faktor regulasi. dimana baki debet per 31 Desember 2006 adalah sebesar Rp 7. dan loan maintenance. yaitu Argo Pantes dan Raja Garuda Mas dengan ringkasan sebagai berikut: • Argo Pantes memiliki eksposur sebesar Rp 2.22% dari target) tidak terlepas dari kontribusi dan keberhasilan Direktorat Special Asset Management dalam menerapkan strateginya. exit policy. telah terbit Peraturan Pemerintah (PP) No. Sasaran Target penurunan gross NPL menjadi dibawah 10 % atau nett dibawah 5% pada tahun 2007.46 triliun.97 miliar (46.112.

produk & jasa Corporate Kredit Sindikasi Treasury Kredit Modal Kerja Kredit Investasi Jaminan Tunai Arranger Facility Agent Security Agent Escrow Agent Revolving Underwriting Facility Cash Transaction/Foreign Currency Trading Derivative transactions -  Foreign Exchange Transaction Service (Forward. Interest Rate Cap) Forex Line commercial Kredit Cash Management Services Trade Services Kredit Modal Kerja Kredit Investasi Jaminan Tunai Immediate Cash Mass Transaction System Cash Management System Cash Management Bank Services Cash Pooling Notional Pooling Ekspor Advising Pre-export Financing Forfaiting Bill Purchasing Bill Collection Impor LC/SKBDN (Issuance/UPAS) Trust Receipt Shipping Guarantee Customized Loan Bid Bond Advance Payment Bond Performance Bond Maintenance Bond Custom Bond Payment Bond Standby L/C Pembiayaan Kontraktor Pertambangan - KMK–Kontraktor Pertambangan - Kredit Investasi–Kontraktor Pertambangan - Fasilitas Impor–Kontraktor Pertambangan - Garansi Bank–Kontraktor Pertambangan Telekomunikasi - KMK–Telekomunikasi - Kredit Investasi–Telekomunikasi - Fasilitas Impor–Telekomunikasi - Garansi Bank–Telekomunikasi Kredit Modal Kerja Komoditas Kredit melalui/kepada perusahaan Multi Finance KMK dengan fasilitas e-Biz Card Mandiri Kredit Multi Guna Usaha Fasilitas Kredit kepada Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus Kredit Serbaguna Mikro (KSM) Pinjaman kepada BPR: - BPR Mitra Mandiri - BPR Proyek Kredit Mikro Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Kredit Usaha Mikro–Layak Tanpa Agunan Kredit Mikro Kredit Usaha Mikro (KUM): - KUM–Mandiri - KUM–Mapan - KUM–Prima 106 produk & jasa . Swap. Option) - Interest RateTransaction (Interest Rate Swap. Interest Rate Floor.

Tomorrow for IDR/USD and major currencies Dual Currency Deposits Deposito Swap Forward Yen Jasa Lainnya Dedicated Personal bankers Upscale Premises Airport Executive Lounge Exclusive Loyalty Programs Airport Handling Services Flexible ATM limit Safe Deposit Box Travel Related Services Reksa Dana Reksa Dana Pasar Uang Reksa Dana Pendapatan Tetap Reksa Dana Campuran Reksa Dana Saham Reksa Dana Terproteksi Mandiri Transfer valas Mandiri Transfer Rp Real Time Gross Settlement Kliring Mandiri Bank Draft Mandiri Western Union Mandiri Collection Rp Mandiri Collection Fx Mandiri Bill Payment Mandiri Payroll Package Safe Deposit Box mandiri Mandiri Travellers Cheque Traveller Cheque Valas Bank Reference Penerimaan Setoran Pajak Authorized Money Changer Standing Instruction Kredit Consumer KPR Graha Mandiri Kredit Multiguna Mandiri Kredit Agunan Deposito Mandiri Kredit Mitrakarya Mandiri Kredit Bebas Agunan Mandiri KPM Kendara Mandiri produk & jasa 107 . Today.Retail Simpanan Electronic Banking Merchant Acquiring Business Tabungan Giro Rupiah Giro Valas Mandiri Dolar Deposito Rupiah Deposito Valas Deposit on Call Tabungan Haji Tabungan Rencana Mandiri Tabungan Bisnis Tabungan TKI Tabungan Micro Tabungan Kapel Bancassurance Kartu Mandiri ATM Mandiri Call Mandiri SMS Banking Mandiri Internet Banking Mandiri mATM Electronic Data Capture (EDC) Transaksi Valuta Asing Mandiri Prioritas Mandiri Dana Sejahtera Mandiri Siswa Sejahtera Mandiri Investasi Sejahtera Mandiri Jiwa Sejahtera Perlindungan Tambahan (riders) Banknotes Sale/Purchase Currency Options Spot.

Bonds & SBI Local Custody for ADR/GDR Mutual Funds Administration Sub Custody Euroclear Securities Lending & Borrowing Payment Agent Security Agent Escrow Agent Receiving Bank Counter Guarantee Stand by L/C International Remittance International Cheque Collection Mandiri Transfer Indonesia Vostro Account Interbank Risk Participation Financial Advisory Bank Reference Intra-day Facility Payment Bank for Indonesian Central.Securities Depository (KSEI) KMK Cash Collateral for Securities Company. Option & Swap Interest Rate Forward & Swap Foreign Exchange Linked Deposit: - Deposito Dinamis Mandiri Single Range - Dual Currency Deposit Mandiri Interest Rate Linked Deposit Bonds: - Governement Bond - Corporate Bond - Bond Repo and Reverse Repo - Retail Bond International Trade Finance Trade Services Assets Products Export Usance Bills Discounting Export L/C Renegotiation Forfaiting Trust Receipt Usance Payable at Sight (UPAS) L/C Refinancing GSM 102 Program ECA Covered Buyer’s Credit Islamic Trade Finance Custody Service L/C Issuance & Amendment L/C Advising L/C Negotiation L/C Confirmation Inter Mandiri Transaction Export Bills Collection Documentary Collection Trustee Call Loan Syndicated Loan Investment Loan Working Capital Loan Two-Step Loans Ship Scrapping Business Banker’s Acceptance Financing Other services General Custody Sub Registry Govt.Treasury Foreign Exchange & Money Market Hedging Products Investment Products Placement & Borrowing SBI Auction & Repo Currency Spot Currency Forwaed. 108 produk & jasa .

Small Business Kredit Kredit Program Trade Service Kredit Modal Kerja Kredit Investasi Kredit Usaha Kecil Mandiri Kredit Koperasi Mandiri KMK dgn fasilitas eBiz Card Mandiri Kredit Tempat Usaha Mandiri Jaminan Tunai Kredit Ketahanan Pangan KKPA KIK Pasca Konversi PIR Trans Kredit SUP005 Skim Pelayanan Pembiyaan Pertanian Ekspor Pre-export Financing Forfeiting Bill Purchasing/Discounting Bill Collection Impor L/C Issuance (sight/ Usance/ UPAS) SKBDN Trust Receipt Shipping Guarantee Bank Guarantee - Bid Bond - Advance Payment Bond - Performance Bond - Maintenance Bond - BG for Tobacco Duty - BG for trade BG for Deferral of Duty Standby L/C produk & jasa 109 .

halaman ini sengaja dikosongkan 110 .

corporate center dan shared services 111 .

corporate center

manajemen risiko

112

corporate center • manajemen risiko

Enterprise Risk Management (ERM) merupakan inisiatif strategis yang dikembangkan pada tahun 2006 dimaksudkan agar pengelolaan manajemen risiko di Bank dapat terintegrasi dan menjadi proses yang embedded dalam proses bisnis Bank.
sentot a. sentausa • Direktur

corporate center

manajemen risiko

Bank menerapkan perhitungan tingkat suku bunga berdasarkan risiko (risk based pricing). Struktur penetapan suku bunga terdiri dari Cost of Funds, Overhead Costs, Cost of Allocated Capital dan Risk Premium. Risk Premium tergantung dari penggolongan debitur atau segmen kredit berdasarkan tingkat risiko masing-masing.

Enterprise Risk Management dan Risk Based Performance Enterprise Risk Management (ERM) merupakan inisiatif strategis yang dikembangkan pada tahun 2006 dimaksudkan agar pengelolaan manajemen risiko di Bank dapat terintegrasi dan menjadi proses yang ‘embedded’ dalam proses bisnis Bank, khususnya untuk menunjang rencana organisasi berbentuk Strategic Business Unit (SBU) yang dimulai pada tahun 2007, sehingga dapat memberikan nilai tambah (value added) bagi Bank dan stakeholders Bank. Dengan Basel II sebagai katalis, implementasi ERM ditujukan untuk melihat hasil akhir dari kinerja bank berbasis risiko (Risk Based Performance). Risk Based Performance adalah perhitungan kinerja berdasarkan risiko yang diambil oleh masing-masing segmen bisnis, sehingga tolok ukur keberhasilan sebuah SBU akan disesuaikan dengan risiko yang diambil oleh SBU tersebut.

Dengan sistem ini pemegang saham dapat melihat apakah manajemen dalam periode kerja tertentu berhasil memberikan nilai tambah yang memadai bagi Bank. Parameter yang dipakai antara lain EVA (Economic Value Added) atau RAROC (Risk Adjusted Return on Capital). Karena rumusan EVA dan RAROC mengandung unsur modal, dan modal diperlukan untuk meng-cover risiko pasar, risiko kredit dan risiko operasional, maka sistim ERM harus mempunyai kemampuan untuk menghitung modal untuk meng-cover risiko-risiko tersebut. EVA atau RAROC bank-wide selanjutnya diuraikan dalam masing-masing SBU, sehingga pada akhirnya Bank akan dapat menilai dengan tepat SBU yang memberikan nilai tambah paling tinggi bagi Bank, dan SBU yang mengurangi nilai perusahaan. Aspirasi Bank untuk dapat memberikan nilai tambah yang optimal membutuhkan best practice capital management bagi para shareholders.

PERHITUNGAN INCOME BERDASARKAN RISIKO
fund transfer pricing (ftp) Gross Income Capital Benefit

Produces NII after transfer of A/L mismatch risk to Group ALM taking into account: -  Yield curve and maturity, and - Optionally and indeterminate maturities Activity-justified transfer pricing (AJTP) Allocate expenses based on true usage resources

Net Interest Income Capital Benefit Other (NIR) - Expected Loss - Expenses = Risk–adjusted profit : Economic Capital (ECap) = RAROC (%) X ECap-(cost of capital x ECap = Economic Profit (Rm)

Notional return on economic capital allocated Expected Loss (EL) Substitutes for volatile accounting impairements Economic Capital (ECap) Bottom up internal measurements of risk consumed by businesses Capital Asset pricing Model (CAPM) primarily used for determining the cost of capital

114

corporate center • manajemen risiko

bank menggunakan Duration Gap. yaitu risiko pasar. Dengan mengukur besarnya risiko tersebut. baik yang terdapat pada portfolio perdagangan (trading book) maupun banking book. terlihat bahwa model VAR yang digunakan masih dinilai baik. Sesuai dengan rencana bank untuk mengembangkan aktivitas perdagangan derivatif. Risiko Suku Bunga (Banking Book) Risiko suku bunga timbul karena adanya gap pada posisi portfolio pada banking book yang sensitif terhadap perubahan suku bunga. Agar validasi model terjaga Bank telah melakukan proses back-testing dan untuk dapat memperhitungkan kondisi stres. Earning at Risk (EaR) dan Capital at Risk (CaR). sebagai dasar bagi Bank untuk mengukur kinerja berbasis risiko yang akan diimplementasikan sejalan dengan penerapan sistim SBU. monitoring risiko dan mitigasi risiko pasar. Untuk mengukur sensitivitas NII terhadap perubahan suku bunga. yang memberikan nilai EaR (Earning at Risk). bank juga melakukan prosedur stress-testing secara reguler sesuai ketentuan Basel. dana pihak ketiga (tabungan. Per Desember 2006 earning at risk untuk periode 3 bulan sebesar 0. deposito dan giro) dan dana pinjaman. yang memberikan nilai CaR (Capital at Risk). seperti pada gambar dibawah. Untuk menentukan sensitivitas perubahan nilai ekuitas terhadap perubahan bunga. Untuk model internal. yaitu Value at Risk (VAR) untuk kepentingan pengelolaan internal Bank. terlebih dahulu perlu dihitung kebutuhan modal untuk mengcover risiko. sejak tahun 2004 Bank telah memulai pembentukan Enterprise Risk Management (ERM) melalui pembentukan Basel II Compliance Committee dengan berbagai inisiatif yang dicanangkan sampai dengan tahun 2010. Bank telah menetapkan VAR Limit berdasarkan toleransi risiko dan target laba bisnis Treasury. Pengukuran risiko pada trading book dilakukan dengan menggunakan standard model sesuai ketentuan regulator (Bank Indonesia). Perhitungan Modal Untuk Mengcover Risiko Untuk dapat mengukur nilai tambah Bank. Trading Book Pengelolaan risiko pasar dilakukan melalui penetapan kebijakan. sedangkan capital at risk untuk periode satu tahun sebesar 1.Sejalan dengan tujuan ini dan dalam rangka memenuhi ketentuan Basel II. Model simulasi dan teknik estimasi digunakan untuk menilai sensitivitas pendapatan bunga bersih dan modal terhadap perubahan yield curve. Dengan demikian perlu dihitung berapa modal yang dibutuhkan untuk mengcover risiko yang timbul dari aktivitas bisnis yang dijalankan. Dengan demikian.80% dari target NII valas serta EVE sebesar 2. Pengukuran sensitivitas dari pendapatan bunga bersih dan ekuitas terhadap perubahan suku bunga dilakukan dengan melakukan rate shocks sebesar 100 bps selama periode 12 bulan. dan mengoptimalkan penggunaan modal yang dialokasikan untuk risiko pasar residual. identifikasi risiko. yaitu dampak perubahan nilai ekonomis ekuitas akibat perubahan bunga Risiko suku bunga dikelola dan dimitigasi dengan menggunakan limit internal yang ditetapkan oleh ALCO.81% dari ekuitas. seperti maximum open position dan loss limit yang bertujuan untuk meminimalisir terjadinya eksposure yang berlebihan terhadap risiko pasar. Posisi Banking book terdiri dari antara lain posisi kredit. yaitu dampak perubahan NII terhadap perubahan bunga. sensitivitas Economic Value of Equity (EVE). pengukuran risiko. surat utang negara (SUN). adalah sebagai berikut: Risiko Pasar Pengelolaan risiko pasar Bank difokuskan pada risiko yang timbul karena pergerakan nilai tukar dan suku bunga yang dapat merugikan Bank. risiko kredit dan risiko operasional. Bank juga melakukan simulasi untuk menghitung sensitivitas pendapatan dan nilai ekuitas Bank terhadap perubahan suku bunga dalam corporate center • manajemen risiko 115 . pengendalian biaya dan biaya modal. Bank menggunakan metode variance-covariance dengan holding period 1 (satu) hari dan tingkat keyakinan 99%. Adapun proses pengukuran risiko serta alokasi modal untuk masing-masing jenis risiko. pengukuran berbasis risiko perlu masukan berupa besar pendapatan. saat ini untuk produk plain vanilla. sejak tahun 2006 Bank juga menerapkan metode Historical Simulation pada instrument derivatif dan structured product yang risikonya bersifat tidak linier.03% dari equity. Limit yang digunakan pada banking book meliputi limit repricing gap. paralel dengan perhitungan internal model. Dari nilai VAR dapat ditentukan modal yang diperlukan untuk mengcover risiko pasar. Besarnya modal tersebut selanjutnya dialokasikan kepada masing-masing unit bisnis yang menciptakan risiko tersebut. Bank dapat menghitung besarnya modal yang dibutuhkan untuk mengcover risiko pasar (capital charge) terutama atas seluruh aktivitas trading Bank. limit trading. Tujuan dari pengelolaan risiko pasar adalah meminimalkan kerugian dengan melakukan hedge untuk risiko yang tidak dikehendaki. Bank menggunakan pendekatan statistik untuk menentukan earning at risk dan capital at risk berdasarkan data historis volatilitas suku bunga.75% dari ekuitas. Berdasarkan back testing yang dilakukan per Desember 2006. Hasil analisa sensitivitas menunjukkan bahwa perubahan suku bunga Rupiah dan valas akan berdampak terhadap NII 12 bulan sebesar 1. Limit VAR menjadi dasar bagi penetapan limit nominal trading (dealer limit). Sebagai upaya pengendalian risiko. Bank menggunakan metodologi Repricing Gap.32% dari target NII Rupiah dan 0.

00 40. merancang analisa skenario (scenario analysis) dan contingency plan.Value at Risk per 31 Desember 2006 (dalam Rp miliar) Value at Risk Year End Maximum Minimum Average FX VAR Interest Rate VAR Correlation Effect Comprehensive VAR Credit Spread VAR Total VAR 9. sehingga dapat dilakukan langkah mitigasi secara proaktif.000.00 20. Likuiditas Bank saat ini diukur melalui posisi primary reserve dan secondary reserve.000.00) (80. penempatan 80.97 57.28) 20.11 28.57) 70.13 (7.96 30. Untuk menhindarkan dari risiko yang tidak dikehendaki.39 82. dan agar senantiasa dapat memelihara tingkat likuiditas yang memadai dan optimal. Bank memelihara primary reserve dan secondary reserve untuk memenuhi kebutuhan operasional harian serta sebagai cadangan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas baik penarikan dana tidak terduga maupun ekspansi aktiva.08 1.000.85 21. Per 31 Desember 2006 Bank memelihara GWM sebesar 11. Secondary reserve Bank ditempatkan dalam Sertifikat Bank Indonesia (SBI).000.59 15.60 (15.00) (40.00) 12 26 9 23 6 20 6 20 3 17 1 15 29 12 26 des des jan jan feb feb mar mar apr apr may may may jun jun 05 05 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 10 jul 06 24 7 21 4 18 2 16 30 13 27 11 25 jul aug aug sep sep oct oct oct nov nov des des 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 06 back testing per 31 desember 2006 Net Revenue Value at Risk Periode 116 corporate center • manajemen risiko . Bank menggunakan instrumen derivatif.14 14.51 9. 60%) dan minimum 3% dari dana pihak ketiga valuta asing.01% untuk valuta asing. Bank mengelola risiko likuiditas agar dapat memenuhi setiap kewajiban finansial yang sudah diperjanjikan secara tepat waktu. pengukuran dan penetapan limit risiko likuiditas.000.00 60. Sesuai ketentuan Bank Indonesia.000.25 (4.27 18. Risiko Likuiditas Posisi dana pihak ketiga.73% untuk Rupiah dan 3.77 kondisi ekstrim (stress test). Ketidakmampuan untuk menghimpun dana dengan biaya wajar akan berdampak kepada profitabilitas Bank.000. likuiditas asset.96 1.82 8.53 0.14 12. Kebijakan pengelolaan risiko likuiditas disusun sesuai dengan aktivitas bisnis yang dilaksanakan unit bisnis.58) 24.30 5. kewajiban kepada counter-parties dan komitmen kredit kepada nasabah debitur merupakan potensi risiko likuiditas bagi Bank. penetapan strategi pendanaan serta memelihara akses pasar yang mencukupi. Kebijakan pengelolaan risiko likuiditas mencakup antara lain pemeliharaan cadangan likuiditas yang optimal.d.81 5.00) (60. Bank wajib memelihara GWM secara harian minimum sebesar 11% dari dana pihak ketiga Rupiah (untuk Bank dengan total dana masyarakat di atas Rp 50 triliun dan Loan to Deposit Ratio antara 50% s. Bank memelihara primary reserves dalam bentuk Giro Wajib Minimum (GWM) di Bank Indonesia dan kas di cabang-cabang. seperti transaksi forward.12 1. swaps dan options dengan tujuan untuk melindungi exposure Bank terhadap perubahan suku bunga.00 PL (20.000.

Posisi valuta asing Bank didominasi valuta US Dollar yang sebagian besar terdiri dari dana pihak ketiga (giro dan deposito) dan dana pinjaman di sisi pasiva dan penempatan inter bank. Pemberian kredit dan penempatan dalam valuta asing diutamakan dibiayai oleh sumber dana dalam valuta yang sama. Penerapan scoring dan rating tools yang lebih obyektif dapat membedakan nasabahnasabah yang berisiko rendah untuk mendapatkan perlakuan (treatment) yang berbeda dibandingkan dengan nasabah yang berisiko tinggi. proyeksi likuiditas Bank berada dalam kondisi surplus untuk periode 12 bulan ke depan. pendanaan bilateral.20 triliun atau 11. Cost of Allocated Capital dan Risk Premium. secara internal Bank juga menetapkan PDN intern sebesar 10% dari modal. Risiko Nilai Tukar Bank mengelola risiko nilai tukar struktural untuk menilai pengaruh perubahan nilai tukar terhadap pendapatan dan modal Bank. Per 31 Desember 2006 Bank memelihara secondary reserve sebesar Rp 23. Posisi Devisa Neto (PDN) Bank dipelihara untuk selalu memenuhi ketentuan Bank Indonesia yang mensyaratkan bahwa PDN (absolut) secara konsolidasi untuk semua mata uang asing tidak melebihi 20% modal (modal inti dan modal pelengkap). Perbedaan perlakuan tersebut bisa berupa antara lain: - Jumlah fasilitas kredit - Tingkat suku bunga (risk based pricing) - Tarif - Persyaratan kredit (covenant) - Proses pemutusan Perbedaan perlakuan tersebut akan dapat meningkatkan hubungan bisnis yang saling menguntungkan bagi nasabah dan Bank. pengembangan scoring system untuk bisnis mikro lainnya akan terus dilakukan. Selain berpedoman pada ketentuan BI.00% dari modal. Sistem scoring digunakan untuk debitur segmen UKM (Small Medium Enterprise) dan micro melalui sistem SME Scoring System (SMESS) dan Sistem Rating digunakan untuk debitur korporasi dan komersial besar (large commercial). foreign exchange swaps. ataupun melalui penjualan surat berharga seperti Surat Utang Negara (government bonds). Proyeksi defisit likuiditas dibatasi limit maximum cumulative outflow (MCO) berdasarkan proyeksi liquidity gap. collateralized facility agreements. Bank menetapkan limit internal untuk secondary reserve minimal 5% dari dana masyarakat. sedangkan untuk melindungi posisi terbuka nilai tukar dalam jumlah signifikan dilakukan lindung nilai (hedging) dengan menggunakan instrumen derivatif. Melalui scoring. dan menghitung kebutuhan modal untuk mengcover risiko kredit residual.03 triliun. Untuk upaya meningkatkan kontrol terhadap risiko kredit. Overhead Costs. Per 31 Desember 2006 PDN absolut Bank adalah sebesar 5. Selain pengembangan sistem scoring untuk nasabah TKI. Sistem rating yang digunakan untuk debitur korporasi dan large commercial secara periodik dilakukan kalibrasi terhadap model ratingnya dan terus disempurnakan agar faktor-faktor kualitatif dalam penilaian kredit lebih obyektif. Proses manajemen risiko kredit dimulai dari identifikasi risiko kredit. Sistem scoring dan rating terus disempurnakan agar terjaga kemampuan model dengan membandingkan realitas default yang terjadi. Nilai NPL yang terkendali pada akhirnya dapat meminimalkan kerugian dan mengoptimalkan penggunaan modal yang dialokasikan untuk risiko kredit. Bank melakukan serangkaian skenario likuiditas yang mencakup kondisi normal dan tidak normal termasuk kondisi ekstrim/krisis dan selanjutnya menyusun contingency plan. Hal ini diharapkan akan memperlancar proses keberangkatannya. Kebijakan limit PDN internal ditetapkan oleh ALCO dengan berpedoman pada prediksi Bank mengenai arah pergerakan nilai tukar. fasilitas kredit dapat diberikan sesuai kebutuhan dengan hanya menyampaikan data/informasi yang relatif sederhana dan mudah untuk dipenuhi calon pemohon dibandingkan dengan scoring untuk UKM maupun middle commercial. Penerapan scoring khusus untuk Kredit Usaha Mikro sangat membantu pengusaha kecil yang umumnya tidak memiliki data/ informasi usaha yang memadai sehingga harus diupayakan agar proses kredit tidak berbelit-belit. corporate center • manajemen risiko 117 . sehingga diharapkan memberikan tambahan keuntungan dalam bentuk pendapatan bunga dan fee. Potensi risiko likuiditas yang akan dihadapi Bank di masa mendatang diukur melalui analisa liquidity gap. Disamping itu bagi Bank dengan pengembangan scoring khusus untuk pengusaha kecil akan membuka kemungkinan pertumbuhan pangsa pasar kredit baru (new targeted customer) yang lebih sehat. Struktur penetapan suku bunga terdiri dari Cost of Funds. Bank melaksanakan inisiatif antara lain: Proses pemberian kredit baru atau perpanjangan • Sistem Scoring dan Rating. meningkatkan kontrol untuk memperkecil risiko kredit.43% dari total dana masyarakat sebesar Rp 203. Demikian pula pengembangan scoring khusus untuk segmen tertentu seperti kepada nasabah TKI diharapkan dapat membantu tenaga kerja indonesia yang akan berangkat ke luar negeri untuk diberikan kemudahan dalam rangka membantu mereka memenuhi persyaratan finansialnya. misalnya scoring system dalam pemberian fasilitas kredit kepada pengecer/ depo minyak tanah dimana konsumen utamanya adalah pengguna akhir minyak tanah tersebut. seperti transaksi forward. • Risk Based Pricing  Bank menerapkan perhitungan tingkat suku bunga berdasarkan risiko (risk based pricing). Untuk mengetahui kemampuan Bank dalam menghadapi situasi likuiditas yang berbeda. setelah memperhitungkan kebutuhan untuk ekspansi bisnis. swaps dan options. Risiko Kredit Pengelolaan risiko kredit Bank terutama diarahkan untuk meningkatkan ekspansi kredit yang sehat dan mengelola kredit yang telah diberikan agar terhindar dari penurunan kualitas atau menjadi Non Performing Loan (NPL). yang merupakan proyeksi kelebihan/kekurangan likuiditas atas dasar jatuh tempo asset/liability. Selain melalui dana pihak ketiga. Berdasarkan rencana bisnis Bank dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan 2007. surat berharga dan kredit di sisi aktiva.antar bank dan surat berharga yang mudah diperjualbelikan (portofolio yang diperdagangkan dan yang tersedia untuk dijual). Bank dapat memenuhi kebutuhan likuiditas melalui sumbersumber dana alternatif seperti repurchase agreements.

Pemeliharaan kredit dalam portfolio Bank Untuk memelihara kualitas portfolio. Risk Premium tergantung dari penggolongan debitur atau segmen kredit berdasarkan tingkat risiko masing-masing. •  Bank menetapkan Required Yield sebagai tingkat imbal hasil minimum dalam menetapkan suku bunga kredit. data yang detail dan kontinyu mutlak dibutuhkan untuk pengelolaan risiko dan pembuatan model sesuai Basel II. kajian dan penyempurnaan PPK dan juga Kebijakan Perkreditan Bank Mandiri (KPBM) selalu mengacu kepada ketentuan dan kebutuhan bisnis Bank yang tentunya juga harus selalu sejalan dengan prinsip kehati-hatian. • Penerapan Loan Origination System (LOS) terus dikembangkan untuk segmen SME/Micro. • Revisi Pedoman Pelaksanaan Kredit (PPK) dan Kebijakan Perkreditan Bank Mandiri (KPBM). Commercial dan Corporate. Dalam hal ini.Pengelolaan risiko yang terpadu merupakan dasar penetapan alokasi kebutuhan modal sesuai risikonya sehingga unit bisnis diukur kinerjanya atas dasar tingkat risiko yang diambil/dipilih. Consumer. Sistem ini dimaksudkan untuk memonitor secara intensif debitur-debitur 118 corporate center • manajemen risiko . Pedoman Pelaksanaan Kredit (PPK) Bank bukan merupakan pedoman yang statis. melainkan merupakan bagian yang dinamis dari aktivitas perkreditan Bank. juga lebih menjamin proses data capture yang detail dan berkesinambungan. Bank melakukan insiatif sebagai berikut: • Sistem Watch List Debitur yang intensif. Seperti diketahui. Penggunaan LOS ini selain menjamin proses pemutusan kredit menjadi lebih tertib dan terukur waktu penyelesaiannya. Pricing strategy bertujuan menjaga tingkat profitabilitas bank dan menetapkan suku bunga yang kompetitif dalam rangka mendukung unit bisnis untuk melakukan ekspansi kredit.

Melalui deteksi awal ini dapat segera dilakukan tindakan pencegahan. Melalui back test yang dilakukan. Samarinda. sejak tahun 2004 Bank telah mengembangkan proses Risk & Control Self Assessment (RCSA). Terhadap situasi yang demikian. proses. MLED direncanakan terimplementasi diseluruh unit kerja di Bank Mandiri pada akhir tahun 2008. Sistem telah berjalan efektif dengan sosialisasi yang intensif ke seluruh unit perkreditan. dimana bank mengumpulkan data kerugian historis. secara periodik dikaji mengenai rencana aksi dengan tujuan menurunkan tingkat risiko operasional. Loan Portfolio Management dilengkapi dengan •  Analisa Portfolio yang dilakukan secara periodik (bulanan. yaitu faktor manusia. sehingga Bank melakukan upaya yang sungguh-sungguh dan terus menerus agar data perkreditan menjadi lebih lengkap (comprehensive). sehingga diperoleh level risiko operasional berdasarkan hasil penilaian unit kerja. sehingga penurunan kualitas kredit dapat dihindari. dikategorikan menurut penyebabnya. dan dalam proses persiapan penerapan pengelolaan risiko operasional dengan pendekatan Advanced Measurement Approach (AMA). •  Untuk risiko operasional yang sudah terjadi. Proses ini antara lain sudah dilakukan di Kantor cabang dan Bill Processing Center (BPC) di Bandung. Risiko Operasional Selain risiko pasar dan risiko kredit. kemudian dikonsolidasikan per unit kerja. Bank telah memiliki rencana komprehensif yang berisi langkah-langkah yang harus diambil sebelum. Penerapan Portfolio Guideline diharapkan dapat mengendalikan alokasi pada sektor yang kurang prospektif dan meningkatkan alokasi pada sektor yang prospektif. segmen atau sektor ekonomi tertentu. Bank melaksanakan inisiatif antara lain: Identifikasi dan pengukuran risiko •  Untuk risiko operasional yang ‘forward looking. Business Continuity Planning (BCP) dan Disaster Recovery Center (DRC) Dalam operasionalnya Bank senantiasa berpotensi berhadapan dengan situasi/keadaan yang dapat mengganggu jalannya operasional bank secara normal. per group dan bank wide untuk memperoleh Bank wide credit risk capital charge.’ dan untuk meningkatkan risk awareness pada unit kerja dan mengetahui level risiko operasional yang dihadapi. bank sedang dalam proses membangun metode standar. sesuai dengan International Best Practice. selama dan setelah terjadinya suatu corporate center • manajemen risiko 119 . sistem dan faktor eksternal yang kemudian dikonsolidasikan pada level group. sehingga unit kerja dapat melakukan assessment terhadap risiko-risiko yang ada di unit kerja dengan bantuan fasilitator dan dilakukan voting terhadap hasil assesment. Manajemen risiko operasional dimulai dengan proses identifikasi dan pengukuran risiko operasional disetiap unit kerja. kebutuhan modal akan dapat ditentukan sampai tingkat akun debitur. model menjadi lebih akurat untuk digunakan sebagai acuan dalam ekspansi kredit ke sektor-sektor yang prospektif. Palembang dan Surabaya. bank harus memiliki pedoman dan prosedur tertulis yang berisikan langkah-langkah yang harus diambil oleh suatu Unit Kerja untuk tetap dapat menjalankan operasionalnya dalam situasi/keadaan disaster. • Sistem collection kredit untuk segmen consumer termasuk kartu kredit dan segmen micro terus dikembangkan sejalan dengan ekspansi kredit yang akan terus tumbuh dan berkembang • Penyempurnaan Credit Risk Datamart. Untuk meminimalkan risiko. Dalam proyek ERM yang saat ini sedang dalam proses pembangunan. Perhitungan kebutuhan modal dan capital charge Penghitungan credit capital charge untuk masingmasing segmen yang dilakukan secara stand alone system. Perhitungan modal risiko operasional Selain metode basic indicator. •  Untuk mitigasi risiko akibat produk baru atau penggantian proses dan sistim kerja yang signifikan.yang masih berada di kolektibilitas 1 dan 2 agar dapat dideteksi sejak awal kemungkinan penurunan kolektibilitas. disediakan modal untuk mengcover risiko tersebut. Medan. Kesempurnaan data sangat diperlukan sebagai input kepada sistem ERM Bank yang pada gilirannya diharapkan menjadi ‘embedded’ ke dalam proses bisnis Bank dan memenuhi ketentuan Basel II. Untuk maksud tersebut. wilayah. semesteran dan tahunan) dan laporan credit risk profile secara periodik pula.  Di tingkat portofolio. Makasar.  Disadari bahwa data sangat berperan sebagai dasar pengambilan keputusan. Kedua alat ini juga berfungsi sebagai alat early warning tools atas ekspansi dan posisi perkreditan Bank. akurat (accurate) dan dapat dipercaya (reliable). Bank menetapkan kebijakan prosedur yang disebut dengan Kebijakan Produk dan Aktivitas Baru (PAB) yang diterbitkan tahun 2005. direktorat dan bank wide. Inisiatif ini dapat menghindari konsentrasi risiko yang terlalu tinggi pada suatu industri. Loan Portfolio Management dan •  penyempurnaan Portfolio Guideline. Bank menerapkan Mandiri Loss Event Database (MLED). Untuk risiko residual. Bank juga terus menerus melakukan back test terhadap model Portfolio Guideline yang telah diterapkan sejak tahun 2005. Bank juga berupaya mengendalikan kerugian akibat risiko operasional.

19% Credit 6. Bank mengalokasikan modal untuk mengcover risiko utama yang melekat pada kegiatan perbankan (yaitu risiko kredit. scenario analysis dan stress testing.87% 20.91% Operational 40.89% 5. Hal ini menjadi dasar dari proses alokasi modal pada unit kerja.71% Market 6. maka Bank dalam waktu singkat akan dapat beroperasi kembali melayani nasabah. dan pengukuran kinerja berbasis risiko.03% 17.05% 20. Hal ini untuk memastikan bahwa risiko dan tingkat imbal hasil bagi pemegang saham terkendali dan konsisten pada tingkat risiko yang diinginkan (risk appetite). apabila terjadi hal ekstrim seperti gempa. Penggunaan modal akan menimbulkan biaya modal (cost of capital) yang akan dibebankan kepada tiap unit bisnis.04% 100% 120 corporate center • manajemen risiko .42% 2.90% 100% 28.keadaan darurat secara terdokumentasi.37% 21.67% 18. teruji untuk menjamin kelangsungan operasional Bank dalam bentuk Kebijakan Business Continuity Planning (BCP). Dengan adanya DRP. risiko pasar dan risiko operasional).01% 12. Risk Capital digunakan sebagai ukuran risiko sehingga dapat dilakukan komparasi antara aktivitas bisnis dan risiko yang berbeda.77% 2. modal juga diperlukan untuk maksud sebagai penyangga modal dalam rencana ekspansi bisnis dan pertumbuhan non organik.59% 6.02% Operational 33. total capital at risk by risk type 31 Dec 2005 & 31 dec 2006 Capital Allocation 2005 Capital Allocation 2006 50.36% 9. Pengelolaan risiko terintegrasi didukung oleh tingkat Risk Capital.30% Business total capital at risk by operating group 31 Dec 2005 & 31 dec 2006 Capital at Risk by Operating Group 31 Dec 2005 31 Dec 2006 Corporate Banking Commercial Banking Consumer Banking Micro Banking Treasury & International Banking Small Business CR Recovery Total 24.6% Market 3. Bank sudah membentuk Disaster Recovery Plan (DRP) dan pembentukan Disaster Recovery Center (DRC) sejak tahun 2003.10% Credit 10. Risk Capital Pengelolaan risiko terintegrasi dengan pengelolaan modal dan strategi bank. Tingkat risk capital mengindikasikan kecenderungan peningkatan risiko dan tingkat imbal hasil perlu disesuaikan dengan besar risiko dan modal. Selain risk capital.17% Business 49.02% 10.

87 2.20 116.98 3.12 4.19 14.73 221. Di tingkat Komisaris.91 340. Risk Total Corporate Banking Commercial Banking Consumer Banking Micro Banking Treasury & International Banking Small Business Credit Recovery 3. mengukur.66 4. Direksi menetapkan risk appetite dan kebijakan Risiko bank.31 1.09 141.73 91. unit risk management dan dan juga unit bisnis. Group 2006 24% Corporate Banking 21% Commercial Banking 10% Consumer Banking 2% Micro Banking 18% Treasury & International Banking 6% Small Business 19% Credit Recovery 29% Corporate Banking 20% Commercial Banking 10% Consumer Banking 2% Micro Banking 13% Treasury & International Banking 6% Small Business 20% Credit Recovery total capital at risk by operating group as at 31 Dec 2006 & 31 dec 2005 2005 Segmentation Market Risk Credit Risk Op.01 4. Risk Total Corporate Banking Commercial Banking Consumer Banking Micro Banking Treasury & International Banking Small Business Credit Recovery 1.06 3.67 144. Tatakelola risiko Bank Mandiri secara terpadu merupakan tanggung jawab bersama dari Dewan Komisaris. Komite Manajemen Risiko (Risk Management Committee).870.37 corporate center • manajemen risiko 121 .26 1.20 3.089.71 3.330.47 3.57 92.42 1. Cap.41 240.10 923.47 1.82 3.44 3.07 280.43 248.07 429.609.014.06 432.99 3.150.05 16.86 1.71 1.48 92. Di tingkat pelaksanaan pengelolaan risiko.885. Group 2005 Cap.107.065.60 Credit Risk Op.88 236. memonitor dan mengontrol risiko yang timbul dari aktivitas bisnis bank.47 4. Direksi.15 3.45 18.52 2006 Segmentation Market Risk 4. yang merupakan sub-komite dari Risk & Capital Committee.38 932.010.552.55 283.38 14.579.67 1.67 59.925.581. dengan memperhatikan arahan dari Dewan Komisaris. at Risk by Op.388.26 1.131.010.024.763.105. beranggotakan para manajemen senior dan mempunyai tanggung jawab membantu Direktur Utama dalam hal mengidentifikasi.870.05 154.390. Risk & Capital Committee (RCC). pelaksanaan pengawasan atas praktik pengelolaan risiko oleh Manajemen dilakukan melalui Risk & Policy Committee.74 1.600.836.total capital at risk by risk type 31 Dec 2005 & 31 dec 2006 Organisasi Tatakelola Risiko Perhitungan dan pengelolaan risiko sebagaimana diuraikan di atas dilaksanakan oleh Organisasi Tatakelola Risiko (risk governance).461.362.694.67 382.52 131.793.089. at Risk by Op.605.26 141.

risiko likuiditas. Dalam pengelolaan system limit. risiko strategik. risiko nilai tukar dan risiko trading. RCC telah menetapkan limit yang digunakan untuk memitigasi risiko likuiditas. RCC dipimpin oleh Direktur Utama dan beranggotakan Direksi dan Manajemen Senior dari unit bisnis dan unit risk management. Asset & Liability Committee [ALCO] dan Investment & Capital Committee [CIC]. semua manajer risiko dan manajer-manajer unit lainnya yang terkait dengan risiko diharuskan memenuhi sertifikasi manajemen risiko yang dikeluarkan oleh Badan Sertifikasi Manajemen Risiko dan GARP. Struktur organisasi RCC terdiri dari beberapa sub-komite yaitu Risk Management Committee [RMC]. risiko kredit. seperti misalnya kebijakan ALMA dan Kebijakan Trading Book. • Menerapkan pengambilan keputusan bisnis yang sehat. penyempurnaan penerapan majemen risiko dan rekomendasi kepada Direktur Utama pabila diperlukan adanya suatu justifikasi bisnis berdasarkan pertimbangan bisnis dan hasil analisis terkait. prosedur dan limit dalam rangka untuk memitigasi risiko. Kebijakan & Limit RCC menetapkan kebijakan. risiko reputasi dan risiko kepatuhan. Penilaian Profil Risiko dilengkapi dengan action plan yang akan dilaksanakan oleh SBU dan Unit Risiko terkait dengan masing-masing jenis risiko. LPR menilai 8 (delapan) jenis risiko didalam tiap unit bisnis. Untuk meningkatkan kemampuan manajemen risiko. Risk & Capital Committee melakukan pertemuan sekurang-kurangnya sekali sebulan dan melapor langsung ke Dewan Direksi dan Dewan Komisaris. Action plan tersebut dimaksudkan untuk dapat menekan inherent risk sehingga diharapkan pada periode berikutnya penilaian risiko menjadi lebih baik. Bank mengandalkan kompetensi dan pengalaman dari tenaga-tenaga profesional Bank untuk: • Mempromosikan budaya risiko yang kuat yang sangat menghargai kedisiplinan dan efektifitas dari proses dan kontrol manajemen risiko. Tabel Risk Governance Organizational menunjukkan beberapa limit yang ditetapkan oleh RCC. 122 corporate center • manajemen risiko . risiko suku bunga.RISK GOVERNANCE ORGANIZATIONAL Board of Commissioners Board of DIRECTORS RISK & CAPITAL COMMITTEE RISK MANAGEMENT COMMITTEE • MARKET RISK • CREDIT RISK • OPERATIONAL RISK • LEGAL RISK • REPUTATION RISK • STRATEGIC RISK • COMPLIANCE RISK • NEW PRODUCT ACTIVITIES ASSET & LIABILITY COMMITTEE • INTEREST RATE RISK • LIQUIDITY RISK • FOREX RISK CAPITAL & INVESTMENT COMMITTEE STRATEGY AND POLICY ON CAPITAL & INVESMENT ALLOCATION SBU’s Risk & Capital Committee (RCC) merupakan komite yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab memberikan rekomendasi kepada Direktur Utama yang sekurang-kurangnya meliputi penyusunan kebijakan manajemen risiko termasuk strategi dan contingency plan. yaitu risiko pasar. risiko operasional. PBI 5/8/PBI/2003. Profil Risiko Bank telah menyusun Laporan Profil Risiko (LPR) untuk melihat risiko yang melekat pada aktivitas bisnis (inherent risk) dibandingkan dengan kontrol yang melekat pada aktivitas tersebut (risk control). Kebijakan Manajemen Risiko Bank merupakan payung bagi penyusunan kebijakan-kebijakan lainnya yang lebih spesifik bagi unit bisnis dan unit risiko. Tenaga Profesional dibidang Risiko Dalam rangka membangun dan memelihara sistem manajemen risiko bank. • Memenuhi standard manajemen risiko yang telah ditetapkan dalam rangka penilaian dan pengambilan risiko. risiko hukum. selambatlambatnya pada tahun 2010. mengacu pada ketentuan BI.

AXA Mandiri (Des 2006) OpsRisk (Q3 2006) Credit Risk PD Enhancement: Corporate. Rating Risk Datamart: Subsidiary & Overseas Branches Consolidation operational Risk Operational Risk Policy Bab VII KMRBM BCP & DRC Policy. Risk: Basic Indicator corporate center • manajemen risiko 123 . Derivatif. Secondary Reserves to 3rd Party Fund 3. Capital at Risk C. Capital at Risk manajemen risiko nilai tukar Net Open Position risiko perdagangan Net Open Position D. Aug 2006 2008 Portfolio Guideline (Juni 2005) Scoring for Consumer Loan  (April-2002) Credit Risk Management – Standardized & IRB (in progress) April-2005 market Risk Internal Model – OPICS Risk (Jul 2004) Scenario Analysis. 2005 EXTRA WORKS BY BANK MANDIRI CLS (Q3 2006) Credit Risk Definition: Default. Consumer Segments (Juni 2004) 2005 Credit Risk Management Policy Des-2005 AML Solutions. Commercial. Consumer (Q3 2006) CLD Pilot Jan 2005 LED Data Coll. Earning at Risk 4. Segmentasi. Feb 2006 2006 Scoring for Consumer & Card. Dec 2007 ERM Next phase Op Risk Standardized Capital Calculation (LED. trading risk VAR Total VAR Total Treasury Group - Unit Trading FX & MM - Unit Sales - Unit Securities - Unit Liquidity - Consumer Banking Treasury (CBT) 2007 • Market & Credit Risk Datamart • Credit Risk Capital Charge (Stdz App) • RCSA. Economic Value of Equity Sensitivity a. Secondary Reserves to 3rd Party Fund 3. Commercial. Des. Net Interest Income Sensitivity 2.Market Risk Standard Model Jan 2005 BI Risk Profile Report. RCSA. Limit  (Des 2004) Market Risk Management – Standard & Internal Model Approach (Jan 2005) ERM Kick Off Standard Model (KPMM) Volatility & Correlation (Market Factor) Des 2005 Board Approval Data Preparation Data Migration OP Risk AMA Capital Calculation (2009) Operational Risk Datamart Development QIS QIS QIS Risk Datamart. BSM. 2004 OPRisk Profile . KRI. foreign exchange risk management < 10% of Total Earning Assets < 5% of Total Equity < 15% of Total Equity < 10% of Total Equity 10% of Total Capital Rp 80 billion 1. 8/6/ PBI/2006 BI-Credit Risk: Standardized BI-Ops. KRI (select units) • Active Portfolio Management • Limit Monitoring • Risk Profile 2002–2004 Credit Risk Mapping segment Basel Rating for Corporate & Commercial (Jan-2003) LOS – Corporate. Account Strategy (Q1 2006) OpsRisk Working Group Formation: Set-up 8 busness line. Mapping Gross Income. 2003 Proses & Sistem Risk Self Assessment Juli 2004 Opr. interest rate risk management 12. Loan to Deposit Ratio (LDR) 4. Cummulative Dynamic Repricing Gap for IDR+Foreign CCY < 12 Months bucket b.01% of 3rd party Fund 12% of 3rd party Fund < 75% < 10% of 3rd party Fund 1. 2005 ORM Information System (2007) Include System Application Live BI . liquidity risk management approved limit limit risiko manajemen risiko likuiditas 1. Single Largest Customer Fund to Total Deposit B. Attached to ERM System (2007) Subsidiary Consolidation: Mandiri Sekuritas. Cash Loan. KORC. Duration Gap Limit (Maximum EVE Changes) b.RCSA Mar. Mei 2008 Policies ALM. Loan to Deposit Ratio (LDR) 4. Net Interest Income Sensitivity a. Statutory Reserves - Rupiah - Foreign Currency 2. 7 working days PBI No. MLED. Maximum Cumulative Outflow (MCO) 6. Single Largest Customer Fund to Total Deposit 5.50% of 3rd party Fund 3. Overnight Borrowing manajemen risiko suku bunga 1. Trading book. NPA) Credit Risk-IRB. Repricing & Duration Gap (Sendero) Okt 2005 Procurement Process – ERM Pre-requisite ERM ERM Phase I. Non Cash Loan. Des. Statutory Reserves 2. Risk Basic Indicator Approach BIA. New COA. 2005 New Product & Activities Policy. 3 Months Earning at Risk 2. Apr. Collateral Management.Risk limit A. Economic Value pf Equity Sensitivity 3.

corporate center compliance & human capital 124 corporate center • COMPLIANCE & HUman capital .

bambang setiawan • Direktur .Implementasi organisasi berbasis SBU ini akan berdasarkan Performance Management System (PMS) dengan Key Performance Indicator (KPI) yang lebih tajam dan terkait langsung dengan Value Based Management.

Untuk mencapai aspirasi strategis tersebut. terutama sumber daya manusianya. Compliance & Human Capital. Corporate Center yang berfungsi untuk menangani kebijakan dan strategi level korporasi yang terdiri dari 3 direktorat. Commercial Banking. Consumer Finance. yaitu: a.corporate center Compliance & human capital Talent Management dilakukan dengan program pengembangan khusus kepada para talent berupa penempatan pada posisi menantang. b. 126 corporate center • COMPLIANCE & HUman capital . program sertifikasi serta special training & development program. Ini berarti Bank Mandiri harus memiliki sumber daya manusia dengan produktifitas dan kapabilitas terbaik di bidangnya. yaitu Risk Management. yaitu Corporate Banking. pada Juni 2006 Bank Mandiri telah melakukan reorganisasi unit kerjanya yang secara garis besar dibagi menjadi tiga kelompok. dan Finance & Strategy. • Menginternalisasikan budaya perusahaan yang baru dan mendorong penerapan standar etika yang tinggi. Untuk mencapai hal tersebut. special project assignment. Micro & Retail Banking. Untuk mencapai tujuan tersebut di tahun 2006 Bank Mandiri telah menempuh beberapa langkah antara lain: • Penataan organisasi dalam rangka transformasi menuju organisasi yang berbasis SBU. Oleh karena itu fungsi dan peran manajemen sumber daya manusia telah bergeser ke arah yang lebih strategis yaitu membangun competitive advantage bagi Bank. Penataan organisasi dalam rangka transformasi Sebagai langkah awal proses menuju organisasi berbasis SBU. Bank Mandiri saat ini sedang mentransformasi dirinya untuk menjadi organisasi dengan budaya kerja yang berbasis kinerja dengan menggunakan model bisnis Strategic Business Unit (SBU). • Mendorong kinerja optimal melalui Talent Management.’ Bank Mandiri harus mengembangkan bisnisnya yang secara signifikan melebihi tingkat pertumbuhan pasar maupun pesaing. • Menata ulang Performance Management System (PMS).  Business Unit yang berfungsi sebagai motor utama pengembangan bisnis bank yang terdiri dari 6 direktorat. • Pengembangan kemampuan sumber daya manusia. Bank Mandiri harus memenuhi prasyarat utama berupa kemampuan menggerakkan dan memberdayakan seluruh perangkat organisasi secara optimal. Untuk menjadi ‘Dominant Multi-specialist Bank’ untuk kemudian menjadi ‘Regional Champion Bank. Treasury & International Banking dan Special Asset Management.

Trust. evaluasi dan pemberian feedback pelaksanaan Individual KPI melalui kepala unit kerja secara periodik. Hal ini merupakan upaya Bank untuk menjaga dan mengembangkan para top talent untuk berkontribusi lebih maksimal dan tidak pindah ke organisasi lain. Melakukan proses penjejakan. special project assignment. Talent Management Bank Mandiri sebagai organisasi berbasis kinerja harus mampu mengidentifikasi. Professionalism. Melakukan penyelarasan sumber daya.c. Change Agent sebagai motor perubahan budaya Melalui para change agent yang telah dibekali pengetahuan tentang budaya dan corporate center • COMPLIANCE & HUman capital 127 . b. Pengkaitan KPI dengan value creation tersebut diupayakan melalui: a. Optimalisasi dari platform operasi serta infrastruktur teknologi yang dapat digunakan oleh semua segmen/business unit dan Corporate Center. maka dilakukan talent management melalui upaya-upaya sebagai berikut: a. Meningkatkan transparansi. b. program sertifikasi serta special training & development program. Sistem penilaian kinerja ini akan dikaitkan secara erat dengan sistem insentif yang nantinya didasarkan pada value yang dikontribusikan oleh masing-masing SBU. infrastruktur serta kebijakan unit bisnis dengan strategi serta tantangan persaingan yang dihadapi oleh masing-masing unit bisnis c. Penyelarasan kebijakan dan strategi Corporate Center yang akan memberikan dukungan landasan bagi pengembangan bisnis. Integrity. Customer Focus dan Excellence sebagai budaya perusahaan terus diinternalisasikan kepada seluruh insan Bank Mandiri melalui program-program: a. maka budaya kerja harus lebih dipertajam sehingga lebih selaras dan mendukung upaya pencapaian cita-cita tersebut. Implementasi awal organisasi berbasis SBU tersebut bertujuan untuk: a. yang dijalankan oleh Direktorat Technology & Operations. mengelola dan menghargai lebih pegawai yang memiliki kinerja dan kompetensi di atas rata-rata secara khusus. b. Shared Services sebagai unit yang berfungsi mendukung operasional bank secara keseluruhan. Sejalan dengan hal tersebut. akuntabilitas dan kinerja unit bisnis yang akan menciptakan dan mendorong performance driven culture di masing-masing unit bisnis. Menata ulang Performance Management System (PMS) Implementasi organisasi berbasis SBU ini akan diiringi dengan Performance Management System (PMS) yang berdasarkan Key Performance Indicator (KPI) yang lebih tajam dan berorientasi pada Value Based Management. Penajaman Individual KPI setiap pegawai pada level officer yang mendukung dan sejalan dengan KPI unit kerjanya berdasarkan Balanced Scorecard. Mengidentifikasi dan menyelenggarakan program akselerasi kepada pegawai dengan kinerja baik dan potensial dari level Officer hingga Group Head. Internalisasi budaya perusahaan dan penerapan standar etika Sejalan dengan keinginan menjadi Dominant Multispecialist Bank. d. Memberikan program pengembangan khusus kepada para talent berupa penempatan pada posisi menantang. c. Mengharuskan seluruh kepala unit kerja menyusun perencanaan pengembangan kompetensi dan kinerja setiap pegawai melalui Individual Development Plan (IDP).

Consumer/ Retail dan Micro Banking. • Melaksanakan program training khusus bagi Frontliners dalam upaya meningkatkan service dan layanan cabang. Culture Workshop: pelaksanaan workshop •  dan seminar budaya kerja baik secara internal dan eksternal. diharapkan dapat terjadi proses cascading nilai-nilai dan perilaku budaya kepada rekan-rekan kerja di unit kerjanya. Jumlah ini mengalami penurunan sebanyak 130 orang dibandingkan dengan tahun 2005 yang berjumlah 21.062 orang pegawai. • Employee Promotion Media: mengkomunikasikan nilai budaya TIPCE melalui media advertisement. gathering dan perlombaan culture innovation antar unit kerja. Kemampuan sumber daya manusia Sebagai organisasi berbasis SBU. selama 2006 Bank Mandiri juga telah melaksanakan pelatihan yang mendukung peningkatan kemampuan dan keunggulan kompetitif sumber daya manusianya. Dengan komposisi sumber daya yang ada.192  orang. Adapun komposisi jumlah pegawai tahun 2006 adalah sbb: 128 corporate center • COMPLIANCE & HUman capital . Bank Mandiri terus berupaya untuk meningkatkan tingkat pelayanan. Corporate Magazine: penerbitan artikel •  artikel terkait budaya perusahaan melalui Buletin Mandiri secara berkala. • Meningkatkan kompetensi perkreditan bagi seluruh pegawai yang terkait langsung dengan permasalahan kredit.teknik-teknik change management melalui pelatihan change agent oleh Learning Center. e-Learning. forum-forum perbankan dan programprogram lain yang terkait dengan bank. masing-masing Direksi banyak mengikuti/berpartisipasi dalam seminar nasional dan internasional. • Meningkatkan Leadership Skill bagi para pimpinan unit kerja. email dan lain-lain. • Melaksanakan program khusus untuk mendukung efisiensi dan produktifitas serta Learning Organization. baik untuk segmen Corporate. Karenanya. Komposisi Sumber Daya Manusia Bank Mandiri per 31 Desember 2006 memiliki 21. Program Values Recognition Program ini merupakan bentuk penghargaan bagi pegawai ataupun unit kerja yang dianggap telah berhasil mengeksternalisasikan nilai-nilai budaya TIPCE di lingkungan Bank. antara lain: •  Dalam rangka menambah wawasan dan meningkatkan kompetensi. Commercial. program •  sosialisasi dan komunikasi budaya melalui acara eksibisi. Sampai akhir 2006 Bank Mandiri telah memiliki 1560 orang change agent. Tujuannya adalah menstimulasi dan mendorong agar setiap insan Bank Mandiri berlomba-lomba menerapkan nilai budaya TIPCE secara berkesinambungan. sehingga budaya perusahaan dapat terimplementasi dengan baik. dari level Section Head hingga Group Head. kampanye. pertunjukan. Sosialisasi dan komunikasi budaya perusahaan Pelaksanaan sosialisasi dan komunikasi budaya perusahaan dilakukan melalui eventevent dan media: Culture Fair & Championship. PC desktop. spanduk. Bank Mandiri menyadari pentingnya pengembangan kemampuan sumber daya manusia yang dimiliki. poster. mengembangkan jaringan bisnis dan distribusi sesuai kebutuhan organisasi dengan tetap meningkatkan efektifitas organisasi. b. c.

S2. S2.6% SMP/SD corporate center • COMPLIANCE & HUman capital 129 . S2.0% Sarjana Muda/Diploma 25. S3) 15% Sarjana Muda/Diploma 35% SMU 2% SMP/SD 50% Sarjana (S1.Komposisi pegawai menurut level jabatan per direktorat (31 Desember 2006)   Level Jabatan Corporate Commercial Consumer Finance Micro & Treasury & Retail Int’l SAM Risk Mgt Compliance & HC Finance & Strategy Tech & Ops CMO Audit & Others 1 2 3 4 5 6 7   Direksi/EVP/ Coordinator Group Head Department Head Pimpinan Senior Pimpinan Pelaksana Non Pelaksana   1 3 13 29 99 48 6 199 1 4 5 51 447 157 2 667 1 2 12 147 50 130 2 334 1 17 64 202 4. S2. S3) 14% Sarjana Muda/Diploma 30% SMU 2% SMP/SD 58% Sarjana (S1. S2. S3) 13. S3) 13% Sarjana Muda/Diploma 27% SMU 2% SMP/SD 60.345 572 16.866 1 2 10 24 119 63 8 227 1 2 8 11 235 118 9 384 1 4 27 35 216 68 5 356 1 4 22 29 313 86 16 471 1 5 17 3 144 379 25 574 1 7 22 21 266 305 24 646 1 2 3 18 6 30 2 2 13 48 149 57 27 298 Komposisi Perkembangan Pegawai Menurut Jenjang Pendidikan Per 31 Desember 2001 2002 2003 43% Sarjana (S1.2% Sarjana (S1. S3) 15% Sarjana Muda/Diploma 32% SMU 2% SMP/SD 2004 2005 2006 54% Sarjana (S1. S3) 15% Sarjana Muda/Diploma 39% SMU 3% SMP/SD 48% Sarjana (S1.2% SMU 1. S2.665 11.

60 0.00   37.720 3.91 25.01 14.803 0.00   110.58% Non Pelaksana 43.684 919 27.00   119.60 100.01 1.00   13.202 0 1.215 98.24 7.31 4.92 9.69% Pimpinan 3.87 30.566 0.00   4.518 99.24 19.978   37.38 22.89% Pimpinan 12.00   E-Learning ODP S2 S3 SDP Sub Total Jumlah 43 43 14.51 100.507 2.00   4.11 0.82% Manager 2.00   Komposisi pegawai yang pernah mengikuti training berdasarkan level jabatan 2002 2003 7.408 17.00 8.00   206 22 1 192 421 30.74 0.00 0.00 48.99 56.103 3.264 5.19 1.37 0.84% Manager 1.83% Non Pelaksana 48.02% Pelaksana 34.26% Pelaksana 16.00 0.Program Pelatihan dan Pengembangan Pegawai 2001 Program Jumlah % 2002 Jumlah % 2003 Jumlah % 2004 Jumlah % 2005 Jumlah % (Satuan Peserta) 2006 Jumlah % Inhouse–Intern Inhouse–Extern Sosialisasi Public Class E-mas Training Special Project Sub Total Lainnya 4.72% Manager 130 corporate center • COMPLIANCE & HUman capital .19 20.651 613 18.88 100.78 11.00 0.02 0.69 15.51 3.93 5.61 100.00   1.04 3.00 100.589 5.29 0.00 0.540 133.36% Non Pelaksana 66.00 100.77 0.949 0.955 22.968 1.22% Pelaksana 28.00 0.88 6.185 240 23 2 90 110.22 0.00 100.01 20.76 34.28% Manager 1.94% Pimpinan 16.881 2.24 45.59 21.717   25.00   48 -LK 48 27.09 0.062 30.19% Non Pelaksana 57.889 2.139   39.076 132.08 100.00 0.779 3.927 2.901   49.49 17.68 0.23 0.01% Non Pelaksana 63.74% Manager 2004 2005 2006 0.44 32.23 0.179 5.421 1.127 417 41 2 613 38.872 2.28 100.760   33.20% Pelaksana 37.52% Pimpinan 8.065 121.00 100.00 100.00 0.682 3.619 14.33 100.97 5.917 97.00 100.00 0.00 100.755 8.616 866 34 482 11.43% Pimpinan 15.59 7.553 450 6 2 1.46 7.090 2.47% Pelaksana 33.74 0.287 6.00   8.00 0.145   6.616 1.00 0.200 56.

41% >=20 hari 65.53% 10–14 hari 0.70% 10–14 hari 0.24% >=20 hari corporate center • COMPLIANCE & HUman capital 131 .71% Kurang dari 1 hari 21.66% 5–9 hari 4.39% Kurang dari 1 hari 32.50% 1–4 hari 17.97% >=20 hari 2004 2005 2006 45.75% 10–14 hari 0.29% 5–9 hari 4.50% 5–9 hari 1.29% 1–4 hari 20.76% Kurang dari 1 hari 52.43% 15–19 hari 0.33% 5–9 hari 10.33% 15–19 hari 0.71% 15–19 hari 0.24% Kurang dari 1 hari 31.00% 5–9 hari 2.95% 15–19 hari 1.62% 1–4 hari 30.88% 15–19 hari 0.35% >=20 hari 42.57% 1–4 hari 10.82% Kurang dari 1 hari 34.99% >=20 hari 18.Komposisi pegawai atas dasar lamanya training 2002 2003 20.75% 10–14 hari 0.82% 10–14 hari 2.51% 1–4 hari 22.

shared service technology & operations 132 shared services • TECHNOLOGY & OPERATIONS .

melalui pengelolaan platform teknologi dan operasional yang terpadu. tersentralisasi.Kami memiliki komitmen untuk memastikan nasabah memiliki akses atas seluruh produk dan layanan 24 x 7. sasmita • Direktur shared services • TECHNOLOGY & OPERATIONS 133 . efektif dan efisien.

serta meningkatkan efektifitas operasional agar memperoleh ‘Strategic Value of Shared Services. kartu kredit. tiket. transaksi yang di proses mencapai 1. dibentuk Direktorat Technology & Operations bersama seluruh potensi yang dimiliki. tabungan. Peningkatan layanan transaksi telah kami wujudkan antara lain dengan penambahan jam layanan kliring diseluruh Indonesia melalui otomasi Sistem Kliring Nasional (SKN) yang terpadu. kami menyediakan layanan same day services pada transaksi Trades Services dan Real Time On Line pada transaksi payment dengan konsep Straight Through Processing (STP). sentralisasi operasional serta perluasan jaringan distribusi domestik dan internasional mulai mencapai ‘economies of scale. telepon. Untuk pelayanan perdagangan nasional dan internasional. akurat dan efisien. Visi tersebut bertujuan menyediakan layanan operasional berbiaya rendah yang kompetitif. Peningkatan Kapabilitas di Tahun 2006 Untuk Melayani Nasabah Untuk kenyamanan nasabah consumer.shared services technology & operations Selama tahun 2006.’ Keduanya merupakan landasan kuat untuk melakukan sinergi antara teknologi dan operasional. Untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada debitur. yang dilengkapi berbagai fitur dan transaksi pembayaran/pembelian dengan pihak ketiga seperti listrik. biaya pendidikan dan lain-lain yang didukung dengan pengamanan berjenjang.633 triliun. Evolusi dalam Pengembangan Technology & Operations Platform teknologi kami telah memiliki kemampuan untuk memproses volume transaksi dalam jumlah besar dengan akurasi tinggi. meningkatkan kualitas service excellence.122 miliar termasuk 476 juta transaksi finansial senilai Rp 14. bisnis dan nasabah secara cepat. Sedangkan untuk peningkatan pengelolaan exposure debitur secara terpadu. kami lakukan monitoring melalui Central Liability System (CLS).’ Tahapan evolusi selanjutnya. dengan visi menyediakan layanan bersifat ‘utility based processing’ yang agile dan efisien. kami penuhi kebutuhannya dengan beragam produk seperti deposito. kami juga menyediakan dukungan teknologi dengan Scoring System dan aplikasi Loan Origination System (LOS). kemudian mempercepat ‘time to change’ untuk strategic growth dan value creation bagi bank. Kami juga berkomitmen menyediakan produk dan layanan secara end to end kepada nasabah corporate dan commercial seperti produk Cash Management. Upaya tersebut mendukung tujuan korporasi sebagai ‘Dominant Multispecialist Bank’ menuju Regional Champion Bank. 134 shared services • TECHNOLOGY & OPERATIONS . pinjaman. transaksi melalui Host to Host menggunakan Service Oriented Architecture (SOA) sehingga proses lebih cepat. kartu kredit serta investasi. Di tahun 2006. memenuhi perubahan kebutuhan pasar. mempersingkat ‘time to market’ produk dan layanan bank. Sementara itu.

sehingga makin memudahkan nasabah bertransaksi. Clearing Processing Center.7% dari rata-rata 30. Penurunan biaya transaksi terus diupayakan melalui pelaksanaan program efisiensi dan pengeluaran biaya yang ketat. harga yang bersaing. Efisiensi dilaksanakan melalui peluang penggunaan teknologi baru yang berbiaya rendah. Volume transaksi finansial nasabah di e-channel dibanding dengan transaksi finansial cabang berada di rasio 73:27 pada tahun 2006 meningkat dari tahun sebelumnya 67:33. selain mendukung penambahan dan peremajaan infrastruktur customer points of contacts (Outlet. ATM. kami tetap melanjutkan sentralisasi operations secara optimal. Sehingga kami dapat melayani nasabah di kantor luar negeri untuk bertransaksi secara Real Time On Line dengan nasabah di Indonesia dan sebaliknya. Euro Master Visa (EMV). Keberhasilan Bank Mandiri memperoleh penghargaan dari Infobank dan MRI dalam Banking Service Excellence Monitor Awards 2005 sebagai peringkat 3 Best Overall Performance yang meningkat tajam dari peringkat 11 di tahun 2004. menjadi katalisator dalam peningkatan sinergi bisnis dengan memperkaya fungsi dan fitur. CDM. Triple Data Encryption Standard (3DES) serta Basel II. Pada tahun 2006 ini. dan akan dilanjutkan dengan kantor luar negeri lainnya. kami juga meningkatkan pelaksanaan good corporate governance untuk proses e-bidding dan budget monitoring melalui aplikasi Enterprise Resource Planning.7 juta transaksi finansial per bulan di tahun 2006 meningkat 29. Untuk mempercepat pencapaian ‘time to market’ dan ‘time to change. serta memberikan nilai tambah kepada stakeholder. Untuk menambah jumlah dan memelihara loyalitas nasabah. Kami juga bertekad menjadi service leader di industri perbankan dengan menciptakan dan menerapkan standar layanan prima secara konsisten. Domestic & International Payment. Bank Mandiri berhasil melaksanakan perubahan sistem stand alone di Cabang Singapore menjadi Real Time On Line dengan core banking system di Indonesia menggunakan konsep hubbing. PSAK31. kami telah melakukan sertifikasi ISO 9001:2000 untuk Data Center Operations. Self Service Passbook Printer) serta transaksi pembayaran/ pembelian dengan pihak ketiga. business process re-engineering (BPR) untuk proses internal dan hubbing kantor luar negeri. dengan fokus pada biaya komunikasi dan investasi serta mengelola biaya pemeliharaan secara lebih optimal.Kami secara berkesinambungan meningkatkan coverage area layanan melalui penambahan Cabang dan ATM sebagai customer points of contacts serta penambahan delivery channel baru seperti Cash Deposit Machine (CDM) dan Self Service Passbook Printer disamping e-channel yang sudah tersedia. menunjukkan komitmen kami dalam memberikan layanan prima kepada nasabah. Total transaksi finansial yang diproses sistem mencapai rata-rata 39.6 juta transaksi per bulan di tahun 2005. kami membentuk unit khusus customer care yang fokus pada peningkatan standar kualitas layanan dan single contact center agar penyelesaian pengaduan nasabah menjadi lebih baik. serta Treasury Operations. Di tahun 2006.’ Direktorat Technology & Operation akan terus melakukan penyempurnaan dan pengembangan aplikasi dengan mengacu pada International Best Practice. Upaya untuk memindahkan transaksi ke e-channel yang berbiaya lebih murah telah menunjukkan hasil positif. maka manfaatnya akan kami kembalikan kepada nasabah berupa. menunjukan komitmen kami dalam kualitas pelayanan. meningkatkan kapabilitas ‘tailormade’ dan memperluas back office support antara lain untuk Cash Management dan Host to Host serta terus mengoptimalkan penggunaan SOA. shared services • TECHNOLOGY & OPERATIONS 135 . Sasaran Tahun 2007 Pada tahun mendatang Direktorat Technology & Operations. Disamping itu untuk pengelolaan teknologi dan operasional yang memiliki standar mutu internasional. Secara konsisten kami terus menjaga pemenuhan compliance dan regulatory domestik maupun internasional dengan menerapkan aturan PBI. proses yang lebih cepat dan waktu layanan yang lebih panjang. Seiring dengan terus tumbuhnya volume bisnis dan peningkatan efisiensi. Pada tahun 2006 kami berhasil terus meningkatkan peringkat kualitas pelayanan kami untuk menjadi kedua terbaik.

Bank Mandiri ikut serta mensponsori kegiatan Lomba Lari Tugu Monas 10 K. penyelenggaraan workshop audio visual seni budaya. Sejalan dengan program PBB untuk menurunkan angka kematian anak. dengan menerima kunjungan mahasiswa tersebut di Bank Mandiri. 1600 paket perlengkapan sekolah juga telah disalurkan. Selama tahun 2006 realisasi kegiatan Mandiri Peduli lebih dari Rp 15 Miliar yang mencakup kegiatan Mandiri Peduli Pendidikan. pembelian drinking machine. dan sekolah lainnya senilai Rp 132 Juta. khususnya di sekitar lingkungan kantor Bank Mandiri. Untuk alasan ini Bank Mandiri memilih pendidikan sebagai dasar utama untuk memajukan bangsa. Mandiri Peduli Olah Raga. Bank Mandiri antara lain memberikan beasiswa kepada 31 pemenang Lomba Karya Ilmiah dan penghargaan kepada 231 guru teladan bekerjasama dengan DIKNAS dengan total dana Rp 1. memberikan inspirasi kepada stakeholders untuk melakukan kegiatan dalam kepedulian masyarakat serta menggalang kesatuan diantara insan Bank Mandiri. yaitu peduli pada kepentingan masyarakat dan lingkungan. Bank Mandiri ikut memperbaiki prasarana dan sarana beberapa balai pengobatan di kota Malang. Bank Mandiri juga aktif dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pelatihan seni kertas daur ulang Yayasan Sekar. Tujuan utama kegiatan CSR Bank Mandiri antara lain adalah meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat Indonesia umumnya dilihat dari aspek sosial.3 Miliar. pelatihan petani rumput laut. Melalui kegiatan ini diharapkan Bank Mandiri dapat memperkuat reputasinya sebagai perusahaan yang secara konsisten menunjukkan kepedulian pada masyarakat. bahkan ada yang roboh sehingga tidak dapat digunakan secara maksimal. Bank Mandiri telah memberikan hibah 3 truk sampah masing-masing untuk kota Jambi dan Bandarlampung serta Jakarta senilai Rp 293. Untuk tahun 2006.000 anak di seluruh Indonesia. Mandiri Peduli Olah Raga Dunia olahraga merupakan salah satu kegiatan yang dipilih Bank Mandiri dalam upaya melakukan kepedulian terhadap masyarakat. Mandiri Peduli Pendidikan Tingginya tingkat kemiskinan di Indonesia mengakibatkan rendahnya kemampuan masyarakat dalam mengecap dunia pendidikan. Program CSR merupakan salah satu perwujudan misi Bank Mandiri. Selama tahun 2006. Mandiri Peduli Kesehatan. Mandiri Peduli Usaha Kecil. Mandiri Peduli Kesehatan Bank Mandiri mendukung Pemerintah dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat. Selain itu untuk mengembangkan sarana dan prasaranan sekolah. Selain itu Bank Mandiri juga membantu pembangunan fasilitas gedung sekolah yang tidak memenuhi syarat.000 buku tulis bagi 3000 anak di Banten. Bantuan lainnya berupa penyediaan 36. Langkah ini bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan prestasi di bidang olah raga. serta memberikan pengajaran tentang perbankan pada mahasiswa. Mandiri Peduli Lingkungan dan Mandiri Peduli Budaya. turnamen Sepak Bola 4 Besar LIGINA 136 corporate social responsibility .5 Juta. Bahkan. Bank Mandiri memberikan bantuan 40 komputer dan printer untuk mendukung Program OSOL (One School One Computer Laboratory) melalui Menko Kesra dan Menkominfo senilai lebih dari Rp 500 Juta. serta melakukan khitanan massal terhadap 16.corporate social responsibility Corporate Social Responsibility (CSR) telah menjadi fenomena dunia dan merupakan bagian penting dari kegiatan perusahaan. Untuk membantu penanggulangan sampah. Program Mandiri Peduli Pendidikan merupakan bentuk tanggung jawab sosial Bank Mandiri terhadap pendidikan kepada masyarakat tidak mampu yang putra putrinya memiliki prestasi di sekolah namun tidak dapat bersekolah karena ketiadaan biaya serta mahasiswa yang berprestasi. pendidikan dan kesehatan. Selain itu diberikan juga laptop dan desktop untuk beberapa fakultas pada universitas negeri pilihan senilai total Rp 1 Miliar.

Sementara untuk sarana & prasarana ibadah. pengadaan pompa air. Mandiri Peduli Usaha Kecil Bank Mandiri secara sendiri atau bekerjasama dengan lembaga atau instansi lain. rehabilitasi jembatan.4 miliar dan pinjaman sebesar lebih dari Rp 56 miliar.2006. Kegiatan lain yang dilakukan adalah Pagelaran Busana Batik Jawa Barat di Sunaryo Art Bandung. Bukit Tinggi. Pembinaan yang dilakukan ditujukan untuk meningkatkan ketrampilan produksi. kejuaraan Bola Basket “Indonesia Muda Bola Basket”. seni musik dan tari. Baik untuk pengembangan seni budaya Indonesia. manajemen. pakaian adat. Untuk pembangunan fasilitas umum yang diwujudkan melalui pembuatan MCK. dan fasilitas sosial dan umum lainnya senilai lebih dari Rp 1. melakukan pembinaan kepada kelompok Usaha Mikro dan Kecil (termasuk Koperasi). rumah adat. Tahun 2006 ini Bank Mandiri sudah menyalurkan dana Program Kemitraan dalam bentuk hibah sebesar Rp 5. beserta peralatan adatnya sebesar Rp 89 Juta. Bantuan kepada usaha mikro dan usaha kecil diberikan dalam bentuk bantuan modal maupun hibah. sarana dan prasarana seni budaya. dan lain-lain. tanggul penahan banjir. dan pemasaran. Bank Mandiri telah menyalurkan dana sebesar Rp 708 Juta. Mandiri Peduli Lingkungan Program Mandiri Peduli Lingkungan merupakan wujud perhatian terhadap lingkungan serta upaya mendukung program Pemerintah dalam melestarikan lingkungan. corporate social responsibility 137 . Bank Mandiri juga ikut dalam 19th Asian Tenpi Bowling Championship di Jakarta.2 Miliar.8 Miliar. Bank Mandiri ikut memberikan dukungan bagi upaya pelestarian budaya Indonesia. pesantren. pembangunan instalasi air bersih. Melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Bank Mandiri mengharapkan agar kelompok Usaha Mikro dan Kecil (termasuk Koperasi) dapat berkembang lebih baik lagi dan mampu bersaing menghadapi kondisi pasar yang berkembang pesat. Mandiri Peduli Budaya Pada program ini. Perwujudan kegiatan ini di tahun 2006 antara lain penyaluran bantuan bagi korban bencana alam senilai total Rp 1. rumah adat. Kegiatan yang telah dilaksanakan selama tahun 2006 ini antara lain renovasi Istana Silinduang Bulan di Tanah Datar.

Penggunaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) tersebut selanjutnya harus dilaporkan kepada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan mendatang untuk mendapat persetujuan dan pengesahan. Keputusan Agenda Ke 4 Menetapkan gaji. Penunjukan Kantor Akuntan Publik Purwantono. Tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Keuangan Tahunan Konsolidasi Perseroan serta Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005.000.575. sejauh: a.369.084. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi untuk mengatur tata cara pembayaran dividen tunai tersebut serta mengumumkannya sesuai ketentuan yang berlaku. RPC-5087.502.5% dari laba bersih Perseroan tahun buku 2005 atau sebesar Rp 274. Sedangkan untuk pelaksanaan Program Kemitraan akan menggunakan sisa anggaran tahun sebelumnya sebesar Rp 115. 138 informasi pemegang saham .151.533. Menyetujui Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005 yang telah diaudit oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi DKI Jakarta II.00. 2. fasilitas dan santunan purna jabatan Direksi dan Komisaris adalah sebagai berikut: 1.informasi pemegang saham Aksi Korporasi Tahun 2006 Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan tanggal 22 Mei 2006 memutuskan sebagai berikut: 1. 3. Keputusan Agenda ke 1 1.80 per saham yang akan dibayarkan kemudian dengan ketentuan sebagai berikut: a. Tindakan tersebut bukan merupakan tindak pidana.39 sebagai berikut: 1. b. 3. Memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada segenap anggota Direksi dan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah mereka jalankan selama tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005.036.684. 4.573. 2. b.70 dibagikan sebagai dividen tunai kepada para pemegang saham atau minimal sebesar Rp 14. 4. 2. S-412/MBU/2004 tanggal 10 Agustus 2004.5% dari laba bersih Perseroan tahun buku 2005 atau sebesar Rp 15. Menyetujui Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005 dan mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2005 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Prasetio.000 000 di Bank Indonesia.  Besarnya gaji anggota Direksi dan honorarium anggota Komisaris Perseroan tidak mengalami kenaikan dan oleh karenanya besarnya gaji dan honorarium tersebut tetap sama sesuai dengan besarnya gaji dan honorarium yang telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang diadakan pada tanggal 16 Mei 2005.88 ditetapkan sebagai Laba Ditahan/Retained Earnings.778. Penunjukan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Propinsi DKI Jakarta II untuk mengaudit Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006.03 dialokasikan untuk Program Bina Lingkungan. 3. Sarwoko & Sandjaja (afiliasi dari Ernst & Young) sebagaimana ternyata dari laporannya tanggal 9 Maret 2006 No.800.  Fasilitas dan tunjangan bagi anggota Direksi dan Komisaris ditetapkan sesuai dengan dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang diadakan pada tanggal 14 Juni 2002 dan Surat Menteri Badan Usaha Milik Negara No.386.78 digunakan sebagai Cadangan Umum. 2.  50% dari laba bersih Perseroan tahun buku 2005 atau sebesar Rp 301.  2% dari laba bersih Perseroan tahun buku 2005 atau sebesar Rp 12. Sisanya sebesar 45.067.  Keputusan Agenda ke 2 Menyetujui dan menetapkan penggunaan Laba Bersih Perseroan tahun buku 2005 sebesar Rp 603. Khusus dividen bagian Pemerintah yang berasal dari 14 miliar saham akan disetorkan ke rekening Bendahara Umum Negara (BUN) No.223.232. 2.311.655. Keputusan Agenda Ke 3 1. Sarwoko & Sandjaja (afiliasi dari Ernst & Young) sebagai Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006.000.  2.

Keputusan Agenda ke 6 1. Sentausa. Menetapkan kebijakan pelaksanaan dan pengawasan program MSOP tahap-III termasuk penetapan penerima opsi dan melaporkannya pada Rapat Umum Pemegang Saham yang akan datang. Sentot A. I Wayan Agus Mertayasa • Direktur: Sdr. Omar Sjawaldy Anwar • Direktur: Sdr. Riswinandi.416. Soedarjono • Komisaris: Sdr. dengan ketentuan setiap 1 (satu) opsi memberi hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) saham Seri B baru Perseroan. Menetapkan harga dan tata cara pelaksanaan MSOP tahap-III tunduk pada Keputusan Direksi Bursa Efek Jakarta No. Sehingga susunan selengkapnya anggota Komisaris Perseroan adalah sebagai berikut: • Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Sdr. Kep-305/BEJ/07/2004 tanggal 19 Juli 2004. Zulkifli Zaini • Direktur: Sdr. Santunan purna jabatan bagi anggota Direksi dan Komisaris ditetapkan sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan yang diadakan pada tanggal 22 Januari 2003. yaitu dengan ketentuan masa jabatan dari para anggota Direksi yang baru tersebut baru berlaku efektif sejak diperolehnya persetujuan Bank Indonesia (tentang Uji Kelayakan dan Kepatuhan) atas pengangkatan tersebut dan berlaku sampai dengan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang akan diadakan dalam tahun 2011. Sdr. Abdul Rachman • Direktur: Sdr. Keputusan Agenda Ke 5 1. Sdr. Sentot A. masing-masing selaku Direktur Perseroan yang baru. Sentausa. Agus Martowardojo • Wakil Direktur Utama: Sdr. 2. Thomas Arifin. Budi Gunadi Sadikin 3. 1-A. Menyetujui pemberian opsi tahap-III sebanyak 309. Pengangkatan Sdr. Bambang Setiawan • Direktur: Sdr. Menyetujui pemberian wewenang kepada Komisaris untuk: a. khususnya peraturan No. Sehingga susunan anggota Direksi Perseroan setelah ditutupnya Rapat adalah sebagai berikut: • Direktur Utama: Sdr. Bambang Setiawan dan Sdr. Melakukan peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor Perseroan yang diikuti dengan perubahan pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 Anggaran Dasar Perseroan dalam hal terdapat pelaksanaan opsi dengan membeli saham Seri B baru Perseroan. Riswinandi • Direktur: Sdr. Richard Claproth informasi pemegang saham 139 . b. Thomas Arifin. Sasmita • Direktur: Sdr. Sdr. Agus Martowardojo • Wakil Direktur Utama: Sdr. Sdr. masingmasing selaku Direktur Perseroan yang baru telah memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia. Abdul Rachman • Direktur: Sdr. Sadikin. Thomas Arifin • Direktur: Sdr. Budi G. Sdr.55% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada saat IPO. Menetapkan Sdr. Riswinandi. 3. Omar Sjawaldy Anwar • Direktur: Sdr. maka susunan selengkapnya anggota Direksi Perseroan adalah sebagai berikut: • Direktur Utama: Sdr. Zulkifli Zaini • Direktur: Sdr. I Wayan Agus Mertayasa • Direktur: Sdr. Sentausa • Direktur: Sdr. Sentot A. Pemberhentian dengan hormat Sdr. Edwin Gerungan • Wakil Komisaris Utama: Sdr. 3. Sasmita Selanjutnya setelah pengangkatan Sdr. Bambang Setiawan dan Sdr. 5. 2. Johanes Bambang Kendarto dari jabatannya selaku Direktur Perseroan terhitung sejak ditutupnya Rapat ini dan mengucapkan terima kasih atas jasa yang telah diberikan selama menjabat dalam Perseroan. Muchayat • Komisaris: Sdr. Edwin Gerungan yang menjabat sebagai Komisaris Utama Perseroan juga menjabat sebagai Komisaris Independen. 6.215 opsi atau 1. Budi Gunadi Sadikin. Sdr.

dengan memberikan kewenangan kepada Direksi untuk: i. dan/atau ongkos-ongkos dalam rangka restrukturisasi dan/atau penyelesaian kredit yang selanjutnya dilaporkan kepada Komisaris. 5. Melimpahkan wewenang kepada Komisaris Perseroan untuk menetapkan pembagian tugas dan wewenang diantara para anggota Direksi Perseroan dengan memperhatikan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan. • Komisaris Independen: Sdr. RUPS Luar Biasa tanggal 22 Desember 2006 memutuskan sebagai berikut: 1. sehubungan dengan optimalisasi aset termasuk piutang Perseroan. dengan melakukan hapus tagih atas piutang pokok macet dan atau hapus tagih atas selisih antara nilai pokok dan harga pengalihan. Menambahkan satu ketentuan baru pada Pasal 15 yaitu ayat 9 Anggaran Dasar Perseroan yang berbunyi: ”Komisaris berhak dan berwenang untuk menyetujui kebijakan Direksi mengenai penetapan mekanisme. ”Perbuatan untuk tidak menagih lagi. mengalihkan atau melepaskan hak untuk menagih atas piutang pokok macet yang telah dihapusbukukan. Mengubah Pasal 12 ayat 6 Anggaran Dasar Perseroan yang semula berbunyi: ”Perbuatan-perbuatan Direksi dibawah ini harus mendapat persetujuan tertulis dari Komisaris dengan mengindahkan peraturan yang berlaku” menjadi: ”Perbuatan-perbuatan Direksi dibawah ini harus mendapat persertujuan tertulis dari Komisaris” 2. yang jumlahnya dari waktu ke waktu ditetapkan oleh RUPS. Menteri Negara BUMN. dalam rangka optimalisasi aset termasuk kredit Perseroan. Keputusan Agenda ke 2 1. 4. baik untuk hapus tagih piutang pokok macet yang telah dihapus buku maupun hapus tagih atas selisih antara nilai pokok dengan nilai pengalihan atau pelepasan hak atas piutang pokok macet yang telah dihapus buku. ii. Menteri Keuangan. Melakukan pengalihan termasuk pelepasan atau penjualan kredit bermasalah di bawah nilai pokok kepada investor. dengan ketentuan dari waktu ke waktu Rapat Umum Pemegang Saham menetapkan jumlah hapus tagih yang dapat dipergunakan. Mengubah Pasal 12 ayat 6 huruf f Anggaran Dasar Perseroan yang semula berbunyi: ”Perbuatan untuk tidak menagih lagi piutang pokok macet yang telah dihapusbukukan.” 3. Gunarni Soeworo • Komisaris Independen: Sdr. termasuk PPKM Mandiri. kriteria. Menggunakan jumlah (limit) hapus tagih atas piutang pokok macet yang telah dihapus buku sebagaimana telah ditetapkan dalam RUPS-LB Perseroan tanggal 29 September 2003 dan RUPS-LB Perseroan. tanggal 21 Desember 2005 dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp 5 triliun. Menandatangani Performance Management Contract dengan Pemerintah sebagai pelaksanaan Surat Keputusan Bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Menambahkan satu ketentuan baru pada Pasal 12 ayat 6 yaitu huruf g Anggaran Dasar Perseroan yang berbunyi: g.” 2. Memindahkan ketentuan Pasal 12 ayat 6 huruf g Anggaran Dasar Perseroan ke Pasal 12 ayat 14 huruf b menjadi butir vii (baru) Anggaran Dasar Perseroan yang berbunyi: ”tidak menagih lagi piutang berupa bunga.” menjadi: 140 informasi pemegang saham .” 4. Perbuatan-perbuatan lain dalam rangka optimalisasi aset termasuk piutang Perseroan dengan mengindahkan ketentuan Pasal 15 ayat 9. sebagaimana ditetapkan RUPS dari waktu ke waktu. Pradjoto • Komisaris Independen: Sdr. iii. Yap Tjay Soen Masa jabatan seluruh anggota Komisaris Perseroan tersebut di atas adalah sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang akan diadakan dalam tahun 2010. dalam upaya menjadi bank berkinerja baik sebagaimana disyaratkan Bank Indonesia. Keputusan Agenda ke 1 Menyetujui tindakan Direksi untuk melakukan akselerasi penyelesaian kredit bermasalah antara lain melalui Program Penyelesaian Kredit Macet Bank Mandiri (”PPKM Mandiri”) yang pokok-pokoknya telah diuraikan dalam RUPS-LB ini. dengan jumlah (limit) yang akan dihapus tagih yaitu sebesar selisih antara nilai pokok dan harga pengalihan. dan pendelegasian wewenang. Gubernur Bank Indonesia tentang Paket Kebijakan Sektor Keuangan tanggal 5 Juli 2006. denda.

730 grafik harga saham juta 500 450 400 350 300 250 200 150 100 50 0 Jan 06 Rp 500 Rp 0 Feb 06 Mar 06 Apr 06 Jun 06 Jul 06 Agt 06 Sep 06 Okt 06 Des 06 Rp 1.495.800.375 1.050 1.690 1.225 2.5 1.500 2.000.500 1.416.Management Stock Option Plan MSOP Harga (Rp/Saham) Jumlah opsi/Saham yang diterbitkan Jumlah opsi yang belum dilaksanakan per 31 Desember 2006 Tahap I Tahap II Tahap III 742.215 ikhtisar saham bank mandiri 2005 Harga Penutupan Saham Bank Mandiri (Rp) Setahun Penuh Setahun Penuh Triwulan I 2006 Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Tertinggi Terendah Akhir Periode Rata-rata 2.600 2.583.810 2.5 1.056 1.000 Rp 2.640 1.08 378.500 Rp 1.190.520 1.977 2.500 Volume Perdagangan Harga Penutupan informasi pemegang saham 141 .325 1.000 309.100 1.900 2.566.416.236 309.586 2.000 Rp 3.325 1.925 1.720 1.925 2.785 312.000 Rp 3.980 1.741 2.500 Rp 2.900 2.082 7.215 51.

000. pemegang saham telah menyetujui pemberian MSOP—Tahap 2 sebanyak 312.70.764 lembar opsi telah dikonversi menjadi saham. ESA terdiri dari (i) Pemberian Bonus Saham (Bonus Share Plan) dan (ii) Penjatahan Saham Dengan Diskon (Share Purchase at Discount) sebesar 80% dari harga penawaran perdana. • RUPS sehubungan dengan pembubaran dan likuidasi harus dihadiri dan disetujui oleh pemegang saham Seri A Dwiwarna.999 lembar Saham Biasa Atas Nama Seri B dan dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta & Bursa Efek Surabaya sebanyak 19. sampai dengan 31 Desember 2006 sejumlah 304.PSJ/P/07-2004 tanggal 13 Juli 2004 dan oleh Bursa Efek Surabaya melalui surat No.000.450 per lembar saham.017.583. Direksi menjadi pengelola dan pelaksana program ESA dan MSOP dibawah pengawasan Komisaris. pemegang saham Bank Mandiri menyetujui pembagian dividen tunai 50% dari laba bersih tahun 2005 atau sebesar Rp 301.000. Selain keputusan untuk melaksanakan divestasi melalui penawaran perdana. Pada RUPS Tahunan tanggal 16 Mei 2005.339 lembar opsi diantaranya dieksekusi selama 2006. Bank Mandiri telah melakukan pencatatan pre-list sebanyak 1.600 pemegang saham.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp 500 per lembar saham. Pelaksanaan MSOP dilakukan melalui penerbitan saham baru.416. Pada saat divestasi melalui penawaran perdana tanggal 14 Juli 2003. Seluruh opsi tersebut terbagi menjadi tiga tahap dimana MSOP—Tahap 1 terdiri dari 378.999.800.000 lembar saham biasa Seri B atau 10% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran sebesar Rp 1.655. Konversi ini mengakibatkan peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 152.000. Pemerintah melakukan program divestasi lanjutan atas saham Bank Mandiri melalui penawaran sekunder sejumlah 2.000.Pelaksanaan Pembagian Dividen Dalam RUPS Tahunan tanggal 22 Mei 2006.000. • RUPS untuk mengangkat dan memberhentikan anggota Direksi dan Komisaris harus dihadiri dan disetujui oleh pemegang saham Seri A Dwiwarna. Saham Seri A Dwiwarna dimiliki oleh Negara Republik Indonesia dan tidak dapat dipindahtangankan. Pemerintah menawarkan saham biasa Seri B sejumlah 4.575. Kronologis Penambahan dan Pencatatan Saham Saham yang dikeluarkan Bank Mandiri terdiri dari satu Saham Seri A Dwiwarna dan Saham Biasa Atas Nama Seri B. Konversi ini mengakibatkan peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp163. Pemegang Saham Bank Mandiri Pada akhir 2006 Bank Mandiri dimiliki lebih dari 22. Jumlah saham Bank Mandiri yang Ditempatkan dan Disetor Penuh terdiri dari 1 (satu) lembar saham Seri A Dwiwarna dan 19.7% dari seluruh pemegang saham tercatat yang merupakan pegawai Bank Mandiri.000. Sampai dengan 31 Desember 2006 sejumlah 327.S-1065/ BEJ.JKT-023/ LIST-EMITEN/BES/VII/2004 tanggal 13 Juli 2004. peleburan dan pengambilalihan harus dihadiri dan disetujui oleh pemegang saham Seri A Dwiwarna.785 lembar saham dengan nilai nominal Rp 500 per lembar saham.099.999.853 per saham dan telah dibayarkan pada 30 Juni 2006.000 lembar saham.851.882.000 lembar opsi saham yang telah disetujui oleh Bursa Efek Jakarta melalui suratnya No.120 pemegang saham lokal dan 492 pemegang saham asing.300. 142 informasi pemegang saham .684.703 lembar opsi telah dikonversi menjadi saham dimana 71. Jumlah ini setara dengan Rp 14.000. Ada 41. Sedangkan MSOP diberikan kepada Direksi dan manajemen senior pada tingkatan tertentu sebagai insentif bagi kinerja yang berkelanjutan. Sampai dengan 31 Desember 2006 MSOP—Tahap 3 ini belum ada yang dikonversi menjadi saham. Saham Seri A Dwiwarna adalah saham yang memberikan hak istimewa kepada pemegangnya dalam hal sebagai berikut: • RUPS sehubungan dengan peningkatan modal harus dihadiri dan disetujui oleh pemegang saham Seri A Dwiwarna. • RUPS sehubungan dengan penggabungan.500.199. Jumlah tersebut terdiri dari 22. pemegang saham Bank Mandiri dalam RUPS-LB tanggal 29 Mei 2003 juga menyetujui rencana kepemilikan saham oleh pegawai dan manajemen melalui Program Penjatahan Saham (Employee Stock Allocation (ESA) dan Pemberian Opsi Pembelian Saham kepada Manajemen (Management Stock Option Plan (MSOP). • RUPS sehubungan dengan perubahan Anggaran Dasar harus dihadiri dan disetujui oleh pemegang saham Seri A Dwiwarna.215 lembar saham dengan nilai nominal Rp 500 per lembar saham.508.000 lembar saham atau 20% dari jumlah saham Bank Mandiri yang Ditempatkan dan Disetor Penuh dengan nominal Rp 500 dan harga penawaran perdana Rp 675 per lembar saham. Kemudian pada tanggal 11 Maret 2004. Pada RUPS Tahunan tanggal 22 Mei 2006 pemegang saham telah menyetujui pemberian MSOP—Tahap 3 sebanyak 309.

000. Lt.id Head of Investor Relations Jonathan Zax Tel: 62-21-3002-3172 Fax: 62-21-5290-4249 ir@bankmandiri.05% Ritel 25. 62-21-526-6219 www.co.Dalam administrasinya. Lt. Jakarta 12190.com Akuntan Publik Purwantono. 5 Jl. anggota Ernst & Young Global Gedung Bursa Efek Jakarta Menara 2 Lt. Jend.000 67.id Biro Administrasi Efek Datindo Entrycom Wisma Diners Club Annex Jl.000. Sudirman Kav 52 –53.02% Yayasan 0.75% Karyawan 0. Indonesia Tel: 61-21-570-9009 Fax: 62-21-526-6702 www.ey. 4 Jl.id Kepemilikan Saham per 31 Desember 2006 Kepemilikan Saham: Jumlah Saham Domestik 67. Pemuda 27 –31.co. Sarwoko & Sandjaja. Indonesia Tel: 62-21-5289-5000 Fax: 62-21-5289-4100 www.datindo. Jakarta 12190. Indonesia Tel: 62-31-531-0646 Fax: 62-31-531-9490 Kantor Operasional Menara II Plaza Bapindo.Sudirman Kav 54 –55.id Bursa Efek Surabaya Kantor Pusat Gedung Medan Pemuda. per 31 Desember 2006: No Nama Jumlah saham % 1 Pemerintah Republik Indonesia 14. biro administrasi efek mencatat Setiap rekening nominee sebagai satu pemegang saham. 24 Jl. Informasi Perdagangan dan Pencatatan Saham Bursa Efek Jakarta Gedung Bursa Efek Jakarta. Jakarta 12930. Jend.35% Institusional Pemegang Saham Tercatat yang Memiliki lebih dari 5%.44% Reksadana Internasional 0.bes. 7 Jl.88% Perorangan Indonesia 0. Indonesia Tel: 62-21-526-6210 Fax: 62-21-526-6702. Surabaya 60271.nasution@bankmandiri.jsx.co. Sudirman Kav 52 –53.49% Perseroan Terbatas 1. Indonesia Tel: 62-21-515-0515 Fax: 62-21-515-0550 www.51% Asuransi 1. Lt.86% 143 . Jend.65% Dana Pensiun 0.com Informasi bagi Investor Corporate Secretary Mansyur Nasution Tel: 62-21-526-5045 Fax: 62-21-5296-4024 mansyur. Jakarta 12190. Sudirman Kav 34 –35. Jend.86% Pemerintah RI 1.co.

Sadikin Pahala Nugraha Mansury Haryanto Tiara Budiman Direktur Utama Wakil Direktur Utama Direktur Consumer Finance Direktur Commercial Banking Direktur Technology & Operations Direktur Corporate Banking Direktur Risk Management Direktur Compliance & Human Capital Direktur Special Asset Management Direktur Treasury & International Banking Direktur Micro & Retail Banking EVP Koordinator Finance & Strategy EVP Koordinator Change Management Office Soedarjono Gunarni Soeworo Edwin Gerungan Tama Widjaja Komite Good Corporate Governance Muchayat Richard Claproth Yap Tjay Soen Anwar Isham Komite Nominasi dan Remunerasi Edwin Gerungan Muchayat Yap Tjay Soen Komite Di Bawah Direksi Risk and Capital Committee Information Technology Committee Personnel Policy Committee 144 manajemen . Sentausa Bambang Setiawan Riswinandi Thomas Arifin Budi G.manajemen dewan komisaris Edwin Gerungan Muchayat Soedarjono Richard Claproth Gunarni Soeworo Pradjoto Yap Tjay Soen Komisaris Utama & Komisaris Independen Wakil Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen komite dibawah komisaris Komite Audit Gunarni Soeworo Soedarjono Yap Tjay Soen Zulkifli Djaelani Imam Sukarno Komite Kebijakan Risiko direksi Agus Martowardojo Wayan Agus Mertayasa Omar Sjawaldy Anwar Zulkifli Zaini Sasmita Abdul Rachman Sentot A.

Nasution Martin Panggabean Credit Recovery I Group Credit Recovery II Group Corporate Banking I Group Corporate Banking II Group Corporate Banking III Group Jakarta Commercial Sales Group Regional Commercial Sales Group Product Management Group Jakarta Network Group Regional Network Group Micro Business Group Small Business Group Electronic Banking Group Mass Banking Group Wealth Management Group Consumer Card Group Consumer Loan Group Financial Institution & Overseas Network Group Treasury Group Human Capital Group Learning Center Group Compliance Group Legal Group Market Risk Group Portfolio & Operational Risk Group Corporate Risk Group Commercial Risk I Group Commercial Risk II Group Consumer Risk Group Consumer Collection Group Investor Relations Group Strategy & Performance Group Accounting Group Procurement & Fixed Assets Group IT Planning & Security Group IT Business Solutions & Application Services Group IT Infrastructure Operations Group IT Information & Knowledge Management Group Central Operations Group Customer Care Group Credit Operations Group Asset Management Group Internal Audit Group Corporate Secretary Group Chief of Economist Catatan: * perangkapan jabatan manajemen 145 . Harry Pudjiatmoko Mohammad Guntur Basuvitri Manugrahani* Chrisna Pranoto Buntoro Ogi Prastomiyono Mansyur S.C. Paul Tehusijarana Maryono Marwan Budiarsyah Sukoriyanto Saputro Kresno Sediarsi Inkawan D. Kaduhu Sasrayudha C. Jusi Widhayati Dharmawan Heri Gunardi Handayani Sarastri Baskoro Gatut Subadio Sugiharto I Nengah Rentaya Bambang Ari Prasodjo Mustaslimah Ridzki Juniadi Pardi Sudradjat* Riyani T. Bondan Kartini Sally* Santaputra Pita* Jonathan Zax Kartika Wirjoatmodjo Budi Sulistio Raizal Munir Denny Aritonang Suresh Gummalam O.Group Head E. Wiseto Baroto Tardi Suwhono Rustam Sirait Dasa Sutantio Fransisca Nelwan Mok A.

Kompleks Mobil Oil Inc. Stabat Gedung AAC Prof. Tanjung Morawa Jl. Sudirman No. Pulau Batam No. Brigjend. 21591 (0624) 21434 (0623) 41855. DR. Jend. 7 Komplek Pertamina Sumbagut Jl.M. 32881. Sudirman No. 94-95 Jl. Teuku Umar No. Adam Malik No. Jend. Universitas Syah Kuala. 16 Jl. Panyabungan Jl. 32. H.24 A-B Jl. Jl. Letkol. 21211 (0624) 21712 (0623) 93137 (0632) 322431 (0636) 20925 (0624) 496351 (0761) 31786. Kabanjahe Jl. 33500. Iskandar Muda No. Cut Nyak Dhien No. 28-30 Jl. Willem Iskandar No. 4150600.128 Jl. Ahmad Yani No. H. 15 H Jl. 21 A.. Teuku H. Imam Bonjol No. Jl. 4532262 (061) 8445229. SH No. Ahmad Yani No. Jend. 97-99 Jl. 8445232 (061) 7333981. 2 Jl. 1 Jl. Point A Landing Jl. 28 Kompleks Perkebunan PTP Nusantara II (Persero). 284 Jl. Imam Bonjol No.T. Kuala Simpang Jl. 109 Jl. Dayan Dawood. Jend. 1 Jl. Batam No. 32223 (0765) 31088 (0765) 91170 (0769) 22070. Cut Meutia No. 7333984 (0622) 22035 (0634) 21032 (0631) 21376. Jend. 2 Main Office Bld. (061) 4551162 (061) 4519666. 32403. 41375 (0622) 21540. 40-42 Jl. 4518477 (061) 4538555 (061) 4157555 (0628) 323977 (0645) 43702 (0641) 31000. 21490 (0651) 23981 (0645)40082 (0641) 21023 (061) 8200636. Hangtuah No.55 A-B Jl. 323357 FAKSIMILI 4153273 4527365. Lubis Tanjung Balai Balige Panyabungan Kota Pinang Pekanbaru Sudirman Bawah Dumai Sudirman Duri Rengat WILAYAH HUB HUB PEMATANGSIANTAR SUDIRMAN HUB PEKANBARU SUDIRMAN BAWAH 146 daftar cabang bank mandiri . PT Arun Ngl Co Komplek PT Arun NGL Co. Kirana Raya No. 397 Jl. Gelanggang Mahasiswa USU. 6871030 (061) 8826000 (061) 4567162. Martinus Lubis 11 Jl. Letda Sujono No. 46920 31097 91137 21382/ 21383 HUB MEDAN BALAIKOTA Medan Balaikota Tebing Tinggi Medan Gunung Krakatau Medan Asia Medan Letda Sujono Medan Lapangan Merdeka Medan Pusat Pasar Medan Ahmad Yani Medan Belawan Medan Pulo Brayan Medan KIM Binjai Medan Jalan Cirebon Medan Iskandar Muda Medan Universitas Medan M. Prof.17 G. 7864298. Jend. 6629000 (061) 7368798 (061) 7353907. 48-54 Jl. I Jl. Yamin Medan Kapten Muslim Medan Sisingamangaraja Pematangsiantar Sudirman Padang Sidempuan Sibolga Rantau Prapat Ahmad Yani Kisaran Pematangsiantar Sutomo Rantau Prapat M. Universitas. Sudirman No. 333155 (061) 4529059 (061) 6617848 (061) 4552406 (061) 7863298. 7333982. Yos Sudarso No. 7352629 45385666 4517644 4512459 6941733 611100 6871049 8828064 4157246 4515065 8210548 4537282 8445230 7333983 23211 21238 22313 21091 41857 23446 21713 597142 322432 20926 496431 28683. Gunung Krakatau No. 6643508 (061) 8910691. Cirebon No. KH Zainul Arifin No. 735433 (061) 4538122 (061) 4531164 (061) 4536800 (061) 6941152 (061) 6610033 (061) 6871050. 4532111. Cactus Raya Blok K No. Patuan Nagari No. Yos Sudarso Blok A No.daftar cabang bank mandiri KOTAMADYA/ KABUPATEN Medan Medan Pangkalan Brandan Banda Aceh Lhokseumawe Langsa Medan Medan Medan Medan Medan Tanah Karo Lhokseumawe Aceh Tamiang Medan Medan Medan Medan Deli Serdang Medan Langkat Banda Aceh Banda Aceh Blang Lancang Batuphat Lhoksukon Medan Tebing Tinggi Medan Medan Medan Medan Medan Medan Belawan Medan Medan Binjai Medan Medan Medan Medan Medan Medan Pematangsiantar Padang Sidempuan Sibolga Rantau Prapat Kisaran Pematangsiantar Rantau Prapat Tanjung Balai Balige Mandailing Natal Rantau Prapat Pekanbaru Dumai Duri Rengat KK PEMBUKAAN CABANG BARU JARINGAN KANTOR WILAYAH I/ MEDAN HUB MEDAN IMAM BONJOL Medan Imam Bonjol Pangkalan Brandan Banda Aceh Lhokseumawe Merdeka Langsa Medan Taman Setiabudi Medan Gatot Subroto Medan Tiara Medan Zainul Arifin Medan Kirana Kabanjahe Lhokseumawe Pendopo Kuala Simpang Medan Dharma Agung Medan PLN Wilayah II Medan Pertamina Medan Katamso Medan Tanjung Morawa Medan Adam Malik Stabat Banda Aceh Unsyiah Darussalam Banda Aceh Cut Meutia Blang Lancang Batuphat Lhoksukon ALAMAT KANTOR Jl. 16 D Jl. Veteran No. 12-14 Jl. 97 C-D Jl. 7 G-H Jl. 21 Jl. 23381. 393120 (061) 4524900 (0621) 21723 (061) 6619000. 567985 (061) 4150600 (0620) 21000. Yamin. Balaikota No. 65 Jl. Katamso No. 4155385 20190 636154 42922 21212 800121. 14 Jl.6. 11 KC KCP KODE POS 20112 20112 20857 23123 24301 24416 20132 20112 20152 20112 20112 20303 24315 24475 20153 20112 20112 20158 20362 20114 20811 23111 23242 24352 24352 24381 20111 20633 20239 20214 20371 20111 20212 20111 20411 20116 20242 20711 20212 20153 20155 20234 20124 20217 21117 22718 22522 21415 21215 21115 21412 21312 22313 22913 21464 28113 28812 28884 29319 TELEPON (061) 4153396. Imam Bonjol No. Jend. Pulo Brayan Wisma Kawasan Industri Medan. 8-10 Jl. 36 G Jl. Bukit No. Imam Bonjol No. Sutomo No. 7944944 (061) 6643507. M. Jend. 8219445 4566626 4538471 45338383 4155269 20087 43062 333499 4526613 6613930 4552406 7864598 7944977 6643505 8912240 51809 23575 652711 653971 393177 41552209. 8218183. 8445231. Gatot Subroto No. Haryono No. 4515068. 43 Jl. 17 Jl. 653158 (0645) 393119. Sutomo No. Sudirman No. 8210548 (061) 4532609. 135 C Jl. Sisingamangaraja No. Jend. Daud Beureuh No. Dr. Yos Sudarso No. 139 Jl. 8221189. 4157547 (061) 4515064. Balaikota No. Kapten Muslim No. Brigjen Zain Hamid No.23. 7875729 (061) 7944866. 133 A Jl.1A. Pelabuhan II Kotak Pos 15 Jl. Merdeka No. Cokroaminoto No.289-292 Jl. Kota Pinang Jl. 8912239 (0651) 51809 (0651) 23370. 30-32 Jl. 20 Perumahan Taman Setiabudi Indah. 4515070 (061) 8200361. 8-10 Jl. Sudirman No. Jl.10 A Jl. H. 7 Jl. Teuku Nyak Arief Kampus Unsyiah Darussalam Jl. Pusat Pasar No. 105.220 Jl. Merdeka No. 140 Jl. 4577691 21093 6619540 7361897 7356219. Kampus USU Sumatera Utara Jl. KL. Ahmad Yani No.10 Jl. Asia No. 23686 (0645) 654252 (0645) 653157.

Muaro Jambi Jl. 7 Jl.8 Jl. Pematang Kandis Jl. Cendana. 22202 (0741) 34374. 462264 (0778) 392040. 21 Jl. 322047 (0778) 310059. Sudirman No. 21012 HUB PADANG LAPANGAN IMAM BONJOL HUB PALEMBANG SUDIRMAN daftar cabang bank mandiri 147 . Pekanbaru Main Office PT Caltex Pasific Indonesia. Jenderal Sudirman No. 21464 (0761) 693426 (0761) 493696. Yani No. 6 Jambi Muara Bungo Jambi Jambi Jambi Sarolangon Bangko Bajubang Jambi Jambi Padang Bukittinggi Solok Padang Padang Padang Padang Payakumbuh Sawahlunto Padang Bukittinggi Sawahlunto Palembang Tanjungenim Baturaja Pangkalpinang Tanjungpandan 36138 37212 36122 36113 36113 37381 37314 21366 36381 36129 31505 26111 27322 25237 25001 25211 25215 26211 27421 22115 26131 27584 30134 31711 32116 33128 33411 (0741) 31581-2. Pasar Jl. 35-37 Jl. 61620 (0761) 31021-5. 21412 .JARINGAN KANTOR Pekanbaru Nangka Pekanbaru Ahmad Yani Ujungbatu Pekanbaru Sudirman Atas Siak Perawang Pangkalan Kerinci Pekanbaru Jalan Riau Dumai Syarif Kasim Baganbatu Bengkalis Air Molek Pekanbaru Rumbai Pekanbaru Minas Pekanbaru Tuanku Tambusai Pertamina Sungai Pakning Duri Caltex Duri Sudirman ALAMAT KANTOR Jl. Dr. 23644 21137 62292 22202. 22864 (0745) 91318. 327078 (0771) 81007. 1.39 Batam Industrial Park. Jend. Rivai No.20 KOTAMADYA/ KABUPATEN Pekanbaru Pekanbaru Ujungbatu Pekanbaru Siak Pangkalan Kerinci Pekanbaru Dumai Bengkalis Bengkalis Air Molek Pekanbaru Pekanbaru Pekanbaru Dumai Duri Duri Batam Tanjungpinang Batam Batam Batam Batam Batam Tanjung Balai Karimun Tanjung Uban Batam Batam Batam Pukau Sambu Batam KODE POS 28282 28115 28454 28115 28772 28381 28292 28812 28992 28712 29352 28271 28885 28283 28700 28884 28884 29432 29111 29432 29422 29432 29434 29433 29161 29152 29431 29432 29422 29411 29421 TELEPON (0761) 571610 (0761) 24888 (0762) 61147. 21138 (0741) 62184. Jl. Rumbai. W 27. 61146. Ahmad Yani Jl. Sudirman No.13 310992. Sudirman No. 219. 777619. Raya Lintas Timur Jl. 18 E-F Jl. 859581 (0765) 32203-4 (0765) 51093. 859580. 12 Jl. Sudirman Kav.9 Jl. 3. Akhmad Dahlan Social Center PT Semen Padang Jl. Jend. Sudirman No. Aur Kuning Jl. 20 Jl.54 Jl. 452 Jl. Merdeka No. Lintas Sumatera KM 1 Jl. 371284 (0777) 327668. Jl. 456824.418 (0747) 21188.Box 14 Jl. Batuaji Jl. A. Permaisuri No. 62 J Jl. Jend. 21805 (0778) 458159 (0778) 322126 (0778) 456717. 1 Kawasan Industri Panbil. 90 Jl. 583394 (0711) 311177. 99 Jl. 27. 493906 (0761) 859381. 1 Jl. 51091 (0766) 22771-2 (0769) 41075 (0761) 592190 (0761) 993894. Sutomo. Jl. Imam Bonjol No.O.E. Batam Center Komplek Saguling Mas Indah Blok A No. 109 Jl. 452607. Sudirman. Bagan Sinembah Jl. 4269 (0765) 996156 (0765) 598795. Sungai Pakning. 28940. Teuku Umar No. Jend. 993895 (0761) 859848.H. Riau No. 23 Jl. Soekarno Hatta Jl. 327389. Sultan Syarif Kasim No. 61477 (0751) 32726. 456842 (0778) 611666. 430295 611333 371281 327669 81008 761317 462216 322765 310053 323264 HUB BATAM IMAM BONJOL Batam Imam Bonjol Tanjungpinang Batam Lubuk Baja Batam Sekupang Martadinata Batam Raja Ali Haji Batam Industrial Park Batam Panbil Tanjung Balai Karimun Tanjung Uban Batam Bandara Hang Nadim Batam Center Batam Batuaji Batam Pulau Sambu Batam Tiban WILAYAH II/ PALEMBANG HUB JAMBI GATOT SUBROTO Jambi Gatot Subroto Muara Bungo Jambi Telanaipura Jambi Sam Ratulangi Jambi Dr. Jend. Lintas Sumatra Km. Sudirman No. Jend. Minas.M. 33840 (0751) 33331 (0751) 34872 (0752) 796783 s. 2A Jl. Raya Perawang Kilometer 5 Jl. 458137. Sungai Rumbai Jl. Serma Zakaria No. Dr. Lintas Sumatera No. 20687 (0717) 432385 (0719) 21011. Bagindo Aziz Chan No. 374279 20066. 190-192 Kompleks PT Caltex Pasific Indonesia. 81006 (0778) 761318 (0778) 462048. 2. 458280 (0771) 22437. Desa Sengeti. P. Bagindo Aziz Chan No. Jend. Pekanbaru Komplek Lancang Kuning SquareJl. SH No. Lubuk Baja Jl. Abunjani No. Sudirman No. Pramuka No. Martadinata. Kol. 611444 (0778) 371283. Ahmad Yani Jl. Gatot Soebroto No. Sungai Pakning Kompleks PT Caltex Pasific Indonesia. Sam Ratulangi No. Bajubang Jalan Lintas Timur Km. 598791 (0778) 454444. 358325 (0734) 451033-35 (0735) 20688. Telanaipura Jl. Jend.42.15 Jl. 326877 FAKSIMILI 572623 38003 61148 36383 693468 493719 47764 32302 51092 22773 41074 594398 43177 859868 391777 995500 598796 452606.22 Ext. R. Raya By Pass No. 431740 28047 457830 322474 457988. Raja Ali Haji No. 42 Jl. Teuku Umar No. Jend. Tuanku Tambusai No. 14 Kompleks Saringan No. Batang Arau No. 859858 (0766) 91220 . Sofwan. 310053 (0778) 327177.1 Jl. 3120417. 60 A Jl. 32748 (0752) 627880. 3 Bandara Hang Nadim Gedung Otorita Batam. Sri S. Tiban Raya. 72333 (0751) 26940. Perintis Kemerdekaan No. 419 Jl. 1008 Palembang 30135 (0711) 364008 . Harapan Business Center Blok I No.35.3 Jl. Sudirman No.d. Ahmad Yani No. 91546 (0746) 323224 (0743) 21366 (0741) 51900 (0741) 61042 (0751) 31501-2 (0752) 626401 (0755) 21123 (0751) 777618. Tuanku Tambusai No. 627881 (0754) 583393. Jend.144 Kompleks Pertamina. 12 D-E Jl. 796786 (0754) 61144. Duri Jl. Komplek Tiban Garden Blok C No. 61636. 85 Jl. 36726 626406 20169 777620 31571 28332 34036 796789 61422 32749 627879 583395 310393 451036 23576 432623 21600 Jl. Sutomo Sarolangon Bangko Bajubang Sengeti Jambi Sipin Padang Lapangan Imam Bonjol Bukittinggi Solok Padang Indarung Padang Sudirman Padang Bagindo Aziz Chan Padang Muara Payakumbuh Sawahlunto Padang Veteran Bukittinggi Aur Kuning Sungai Rumbai Palembang Sudirman Tanjungenim Baturaja Pangkalpinang Tanjungpandan Jl. Imam Bonjol. Prof. Dr. Komp. Jend. Kapten A. Rasamala No. K. 63267 (0741) 31089. Veteran No. Jl. 26915 34185 91443 323225 20066 51900 668691 31505.

39 Jl. 357496 (0711) 90204 (0713) 20868 (0736) 346890 (0721) 481222. Rustam Effendi No. Parman No. Jalan Pinangsia II No. Raden Intan No. MG 46 .7-8. 364020 (O731) 323700. 321012. Rivai No. Jl. 354245 (0711) 711023. A-8 Komplek Pertamina II. 3. Jl. Slipi Bandara Soekarno-Hatta. 24453 (0721) 774653 (0721) 782555. Proklamator No. 69-70 Jl. 92416 (0717) 21194. 18 Jl.9. 60 Petro Muba Building Jl. 46 Jl. Parman Jakarta Bandara Soekarno-HattaTerminal D Jakarta R. 93-95 Jl. Jend. 33 A. 70 Jl. 550 Jl. 770163 (0725) 529999 (0721) 251312. Bandar Jaya Jl. 5. Raya Pluit Selatan No. 54. Parman Palembang Plaju Palembang A. Mangga ITC Mangga Dua Lt. Salak Raya No. Pintu Kecil III No. Mangga Dua Raya No. 321925 (0711) 354144.Badaruddin II Jl. 73 Ruko Mega Mal Pluit No.R. 6603884 (021) 6601602/5. 21244 (0711) 352432 (0711) 313455. 6690602 6697201 6399070 6683565 6678048 6630936 6601608 6336440 62371073 66992630 6019257 62300267 6123134 30012227 62312971 6909647 6930105 5347012 5501383 5480027 5482003 HUB JAKARTA S. Sako Kenten Jl. Jl. Mangga Dua Raya WTC Mangga Dua Lantai 5 Blok D No. 373271 (0736) 20016. 183 Pertamina UEP III. 21489 483849 268602 486847 485684 252796 41860 21472 771692 782333 529127 51510 HUB PALEMBANG ARIEF Palembang Arief Bengkulu S. 356436 (0733) 325350. Kolonel Atmo No. Parman Kav. 51-53 Pasar Glodok Lt. 6127049. Sukamto Palembang Veteran Pendopo Prabumulih Bengkulu Panorama Bandarlampung Malahayati Kotabumi Bandarlampung Cut Meutia Tanjungkarang Bambu Kuning Bandarlampung Telukbetung Bandarlampung Supratman Tanjungkarang Kartini Metro Pringsewu Bandarlampung Teuku Umar Bandarlampung Antasari Bandar Jaya Bandarlampung Raden Intan HUB BANDARLAMPUNG MALAHAYATI WILAYAH III/ JAKARTA KOTA HUB JAKARTA KOTA Jakarta Kota Jakarta Mitra Bahari Jakarta Glodok Plaza Jakarta Mangga Dua Jakarta Bandengan Jakarta Pluit Selatan Jakarta Pangeran Jayakarta Jakarta Mega Mal Pluit Jakarta Muara Karang Dalam Jakarta Muara Karang Raya Jakarta Pluit Kencana Jakarta Glodok Sky Jakarta Pinangsia Jakarta Pluit Karang Baru Jakarta Pasar Pagi Mangga Dua Jakarta ITC Mangga Dua Jakarta Harco Mangga Dua Jakarta WTC Mangga Dua Jakarta Mangga Dua Square Jakarta Pasar Pagi Lama Jakarta Pejagalan Jl. 6264215 (021) 6670926. 322383 (0717) 92233. 6627901 (021) 6291486. 297 B. Jend. Cemara 18 Pertamina UEP II.S. Rivai No. Jend. 9. Ahmad Yani No. 22916 (0714) 322900-2 (0711) 410150 (0711) 364025 (0711) 364013. S. 6336320 (021) 6011029. Supratman No. Sudirman No. Sudirman No. Pangeran Antasari No. 711023 (0711) 313498. Lapangan Stasiun No. 21611 (0721) 486087 (0721) 255167 (0721) 481945 (0721) 486942-3 (0721) 251414 (0725) 41363 (0729) 24452. 1008 Jl. 311556 (O711) 318511. 53672801 2600505. W. Jl. 27. Pinangsia Raya Arkade Dusit Mangga Dua No. 357472. 2600508 6625327 6281937 6127624 66603981. T. 6603087 (021) 6670909. Pasar Pagi Jl. 149 B-C Jl. 2 Komplek Pertokoan Mitra Bahari Blok E No. Aipda KS Tubun 92-94. 31942 (0711) 810771 (0734) 424148. Arteri Mangga Dua Raya Komplek Puri Deltamas Blok J 1-2 Jl. Pasar Ikan Ruko Glodok Plaza Blok H No. 2 A. 251510 FAKSIMILI 310873 325680 313655 710994 313977 323600 92233 21194 810772 423338 313379. 21 D Jl. 66694402.79. Veteran No. 6012024. Mayor Ruslan Jl.1. Kapten A. 6683566 (021) 6685553. 3 Jl. Garuda No. 62300269 (021) 6123135. Pelni Jakarta Gedung Pusri WILAYAH HUB PEMBUKAAN CABANG BARU 148 daftar cabang bank mandiri . 6670101 (021) 6299030. 6127048 (021) 30012229. Bandengan Selatan No. Kav. 36.S. Kapten A. 44 Jl. 326093. 481431 (0724) 21392. 66 A. Rivai No.5 Jl.47 Jl.45-46. Tambora Wisma Barito Pacific. Pangeran Jayakarta No. Ruko K3 No. Jl. Gedung YDPK Jl. Pasar 16 Ilir No. Raya Pluit Kencana No. 2600506 (021) 6625325-8. Lapangan Stasiun No. Yos Sudarso No.85 F/C.118 Jl. 66694407 (021) 6019948 (021) 62300268.Jl. Muara Karang Raya No. Mangga Dua Raya Ruko Agung Sedayu Blok N No. 79 Jl. 3 D. 5507283 (021) 5306783-4 (021) 53672756. Gunung Sahari Raya 1 Jl. PARMAN Jakarta S. 20464 352432 312016 311481 326095 22882 322904 420183 372233 312477 357670 350013 90808 21515 346891 489064. 352346. Jl. Ahmad Yani No.P. Jl. 62-63. 7 Jl. 43 Jl. Jl. 30012234. Mayor Ruslan Blok A No. Pringsewu Jl. Sudirman No. Pramuka Jl. Letjend. 322381. Penjaringan Gedung Pusat Perdagangan Grosir Mangga Dua Blok KA No. Pejagalan Raya No. 2 Jakarta Barat 11110 (021) 6922004. Kurnia Jl. Simpang Patal Jl. 486146. Kartini No. 30 Jl. Muara Karang Blok O / VIII Timur No. Bukit Tinggi No. Soekamto No. Rivai Palembang Pasar 16 Ilir Prabumulih Sudirman Bengkulu Ahmad Yani Sekayu Palembang Bandara Sultan Badaruddin Palembang Uniba Palembang Gedung Kanwil Palembang R. 132 KOTAMADYA/ KABUPATEN Palembang Lubuk Linggau Palembang Palembang Palembang Lahat Sungailiat Mentok Palembang Muara Enim Palembang Bengkulu Plaju Palembang Palembang Prabumulih Bengkulu Musi Banyuasin Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Pendopo Prabumulih Bengkulu Bandarlampung Kotabumi Bandarlampung Tanjungkarang Bandarlampung Bandarlampung Tanjungkarang Metro Tanggamus Bandarlampung Bandarlampung Lampung Tengah Bandarlampung KODE POS 30125 31616 30125 30118 30126 31411 32111 33311 30762 31315 30129 38223 20368 30135 30122 31121 38115 30711 30152 30113 30137 30114 30113 31211 31122 38226 35221 34516 35214 35114 34223 35111 35111 34111 35373 35141 35133 34163 35118 TELEPON (0711) 313767. 6601609 (021) 6336120. 2600500 6922006 Jl. Teuku Umar No.12A-14. 322226 (O713) 326000. 6628061 (021) 6603482. 22138. Jl. 326094 (0736) 22881. 321013. 8 Mangga Dua Square Blok B No. 117 Jl. Jl. Sekayu Bandara Sultan Mahmud. 165-167 Jl. Jenderal Sudirman No. Kapten A. 39 A Jl. 27 Jl. 6903715 (021) 66694401. 21539. 6926655 (021) 6930104 (021) 5346627. 30012235 (021) 62312970 (021) 6916434. Sudirman No. Taman Anggrek-Kemanggisan Jaya KC KCP KK Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Pusat Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Pusat Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat 11110 14440 11180 10730 14450 14450 10730 14450 14440 14450 14450 11120 11110 14450 14430 14430 10730 14430 14430 11230 11110 11410 19100 11410 11480 (021) 2600500. I Blok B/13-14. Bengkulu Jl. 473752 21975.43 Jl. 31-35 Jl. 421363 (0711) 310952. Cut Meutiah No. 313627 21361. 8-9 Jl. Mayor Zen No. Sudirman Km. 7-8 Jl. 1 / 78 Terminal Sako Kenten.U Lahat Sungailiat Mentok Palembang Sako Kenten Muara Enim ALAMAT KANTOR Jl. Terminal D & E Departures Jl. Petamburan Jl. 9. S. 38-SEB. Jl. Jend. Laksamana Malahayati No. Laksamana Malahayati No. Taman Sari Jalan Pluit Karang Utara No. 5483595 (021) 5506744. Merdeka Lk I.LO2 BKS039. R.JARINGAN KANTOR Palembang Pusat Dagang Lubuk Linggau Palembang Atmo Palembang Pusri Palembang R. 322131 (0711) 360808 (0711) 374004. 6281936 (021) 6127623-4 (021) 6603086.

S. 54353584 5606252 5450257 5689048 5824410 5824806 5656645 5666552 55955410 5445098 5459827 5822302 5808383 5823111 55964739 56998574 54353122 HUB JAKARTA GAMBIR Jakarta Gambir Jakarta Gunung Sahari Jakarta Krekot Jakarta Juanda Jakarta Angkasa Jakarta KP Pertamina Jakarta Pasar Baru Jakarta Mangga Besar Jakarta Ketapang Indah Jakarta KPKN II Jakarta Karang Anyar Jakarta Departemen Keuangan Jakarta Krekot Bunder Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat 10120 10720 10710 10110 10720 10110 10710 11170 11140 10710 10740 10710 10710 (021) 3808367-9. Juanda No. 2310277 (021) 2600044 (021) 6336461. Grogol Jl. Moch. 1 Jl.15 A. 5590370 (021) 5356830. Latumetten No. 5669125 (021) 55955409 (021) 5407035-6 (021) 54381659. Gedung 601 KOTAMADYA/ KABUPATEN Jakarta Barat Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat KODE POS 19101 10260 11420 19110 11480 19120 TELEPON (021) 5501260. 6340164 3850159 6249405 3522072 3809826 daftar cabang bank mandiri 149 . K. Meruya Ilir Blok A No. Perjuangan No. Pangeran Tubagus Angke No. Angkasa Blok B-15 Kav. Grogol . Kyai Tapa No. 5674669 (021) 54391549.H. 6A-6B. 2-4 Ruko Krekot BunderJl. Kebon Jeruk Kompleks Intercon Megah Blok W. Grogol . Jl. 5327393 (021) 5864931.3 No. Jelambar Baru Raya No. Parman Kav. Jl. 21.Petamburan Ruko Jembatan DuaJl. Samanhudi No. Kapuk Muara Mal Taman Anggrek Ground Level C 13A&C 13Z Jl. 2-3 Jl. Samanhudi No. 1. Perwira No. Kampung Gusti Blok M No. Letjend. Parman Kav.62. Industri No. 53-54 Jl. Parman Kav.47.H. Kyai Tapa No. 2 AB Jl. 46 Jl. K. Cengkareng Jl. Ir.6B. 56 A-B Jl. Pejagalan Ruko Kapuk RayaJl. 55911242 (021) 5327262. Ir. Jl. Letjend.17 E Jl. S. 5507172 (021) 5495136-8. Cengkareng Jl.18. Jl. Agave Kedoya Ruko Galeri Niaga Mediterania Blok X-3 Kav No. 5450258-9 (021) 5689044/47 (021) 5824408-9 (021) 5824804 (021) 5656646-7 (021) 5666503.Lapangan Banteng Timur No. 2 Jl. Dharma Kencana Blok H No. H.A-8F. 19 Jl.11 Blok A-3 Jl. Kebon Jeruk Jl. 222 Jl. Mansyur No. 6336601 (021) 3850160 (021) 6247384 (021) 3522074 (021) 3841665 3808357 2600236 2310314 2310311 6540705 2310509 2310318 6391113 6349340. Jimbaran Blok 7 B No. H. 32 Kampus A Universitas Trisakti. Penjaringan Ruko Duta Harapan Indah Blok I No. Tanjungduren Raya No. S.21 Ruko Mutiara Taman Palem Blok A2 No.7 A-B. 5865075 (021) 55964740 (021) 66605630 (021) 66698324 (021) 70708601 (021) 53666265 (021) 5634614 (021) 5360735-7 (021) 5647439. Boulevar Taman Palem Lestari Blok D1 No.18 E. Lantai Lower Ground Blok C3 No. Prof. 5356802 (021) 5501240/1378/2426 FAKSIMILI 5501289 5495139 56963325 5590369 5356917 5502427 Jl. Slipi Taman Niaga Soewarna Lantai Dasar Blok B Lot 1-5. 5459397 (021) 5822723. Sawah Besar Jakarta Barat Tangerang Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Barat 11420 11109 11530 11640 14460 14460 14450 14460 11480 11440 11520 11460 10150 11650 11210 11430 11440 11330 14440 11460 14450 11460 11610 10140 11460 11440 (021) 5681573 (021) 55911440. Grogol Petamburan Gedung Roxy Square. Gedung Slipi Jaya Bandara Soekarno-Hatta. H. 2310593 (021) 2310203. 10 Jl. Hasyim Ashari No. 6603040 (021) 5643966 (021) 6619596 (021) 56942316 (021) 58355045 (021) 63857527 (021) 58355045 (021) 56954494 56943406 55911441 5322397 5864448 55964739 66605631 66698325 5562102 53666264 5634613 5348757 5675890 6329487 5304127 6306112 56968284 5636527 63851739 6602987 56963916 6620392 56942339 58304247 63857509 58304247 56954514 HUB JAKARTA KYAI TAPA Jakarta Kyai Tapa Jakarta Kebon Jeruk Perjuangan Jakarta Jelambar Jakarta Roxy Mas Jakarta Taman Kebon Jeruk Jakarta Jembatan Lima Jakarta Tomang Jakarta Universitas Trisakti Jakarta Latumetten Jakarta Taman Permata Indah Jakarta Jelambar Baru Jakarta Jembatan Dua Jakarta Taman Duta Mas Jakarta Taman Permata Buana Jakarta Mohammad Mansyur Jakarta Grogol Muwardi Jakarta Roxy Square HUB JAKARTA DAAN MOGOT Jakarta Daan Mogot Jakarta Kalideres Jakarta Grenvil Jakarta Puri Indah Jakarta Kedoya Jakarta Kepa Duri Jakarta Tanjungduren Jakarta Taman Palem Lestari Jakarta Taman Semanan Indah Jakarta Daan Mogot Baru Jakarta Mal Puri Indah Jakarta Puri Kencana Jakarta Taman Kedoya Baru Jakarta Galeria Niaga Mediterania Jakarta Mal Taman Anggrek Jakarta Mutiara Taman Palem Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Barat 11460 11840 11510 11610 11520 11510 11470 11730 11750 11840 11610 11610 11520 14460 11470 11730 (021) 56961890. Krekot Bunder Raya No. Daan Mogot Jl. Kemanggisan Jl.JARINGAN KANTOR Jakarta Bandara Soekarno-Hatta Cargo Jakarta Design Center Jakarta R. 5495144 (021) 5681153 (021) 5590369. Gatot Subroto Kav. Dr Muwardi II No. 3815339 (021) 2311443. 20 Jl. DR. Pulau Bira III Blok D1 Kav. K. 25 Kantor Pusat PT MNA. Juanda No.1. Puri Agung. 5864951. Jl. 5327472. Arteri Kedoya Jl. Pantai Indah Selatan I Blok D-A Kav. 56968281 (021) 5636771 (021) 6343303 (021) 6606262. Jembatan Dua No. 5822778 (021) 5819878 (021) 5822882 (021) 55964740 (021) 56998570-8572 (021) 54353574. Cargo Area Gedung 501 Jl. Jl. 84-88. KH. Kyai Tapa No. Parman Kav. Bandara International Soekarno Hatta Jl. Budi Raya No. Outer Ring Road Kamal. Kamal Muara Jl. 99 Jl. Tomang Raya No. 17-18.Petamburan Ruko Taman Permata Buana Jl. Penjaringan Ruko Jelambar BaruJl.H. Zainal Arifin Blok A1 Jl. S. Kapuk Raya No. 6310068 (021) 56968006.S. Puri Indah Komplek Puri BugarJl. Kencana Utama Raya Blok L6/G Ruko Agave Blok B1/12A.62 B. Dr. Jl. Jl. No. 14 Komplek Mal Puri Indah. Mohammad Mansyur No. 5868489 (021) 6306118. Peta Selatan No. Kanker Dharmais Tangerang Taman Niaga Soewarna Jakarta Jalan Panjang Jakarta Pos Pengumben Jakarta Pantai Indah Selatan Jakarta Duta Harapan Indah Jakarta Teluk Mas Jakarta Kapuk Raya Jakarta Kemanggisan ALAMAT KANTOR Bandara Soekarno-Hatta. 7-8 Jl. Wahidin II No. Kapuk Muara Ruko Teluk Mas Jl. Harapan Kita Jakarta Garuda Sentra Operasi Jakarta Slipi Jaya Jakarta Bandara Soekarno-Hatta Gedung Angkasa Pura Jakarta R. 3842654 (021) 2600025. Penjaringan Ruko Taman Duta Mas Blok A3/46. 22 Jl. Teluk Gong No. 6544906 (021) 2310380. 9 B. 73-75 Komplek Ketapang Indah. Mangga Besar Raya No. Kalideres Grenvil Real Estate Blok BG 31-36 Jl. Puri Indah Raya Ruko Blok I / 1 Rukan Golden Green No. 3 Ruko Karang Anyar Blok C / 26 Gedung 16 Lantai Departemen Keuangan Jl. 21 Pertokoan Daan Mogot Baru.25. 1 Jl. 125 Jl. Jend. H. 2600170 (021) 2311508. 2310455 (021) 6540703.5 A. 18 Jl. Kembangan Jl. S. Panjang No. Letjend. Mangga Raya Blok Y No. Lantai Dasar Unit 70 C.5C. 20 Jl. 5665804 (021) 6329512 (021) 5304300. 19 Komplek Perumahan Taman Semanan Indah. 87 Bandara Soekarno-Hatta.

8 Jl. Kebon Sirih No. 5510 (021) 23571745. M. 6503701 (021) 4300138.H. Kav. 53124349 (0254) 603515 (0254) 372124 (0254) 404102-4 (0254-220404-6 FAKSIMILI 6411910 3866724 6543016 6546550 6009375 3512435 493637 44820937 6408763 490980 686453 4300182 4249658 4304952 6927821 43903237 497827 4300733 6516285 6500719 64715602 65831994 43906860 682210 65830953 5525344 391396 217723 5525004 5523718 5543048 5847827 5521047 391606 5961708 5588869 55749149 5462220 5398754 603516 400439 201224 HUB JAKARTA TANJUNGPRIOK ENGGANO HUB TANGERANG KI SAMAUN WILAYAH IV/ JAKARTA Jl. Jl. 30035458 (021) 3828403/05. 13-14 Jakarta Gedung Indosat Jl. Tanjungpriok Jl. Maulana Hasanuddin No. 4304572. Raya Serang Km 14. Enggano No. Medan Merdeka Barat No. 391133 (021) 5960561. Jl. K.8 Jl.15. Jl. 5462330 (021) 53124348. 65835014. Merdeka Barat No. Yos Sudarso No. Hayam Wuruk No. 17 Jakarta Caltex Pacific Indonesia Gedung Sarana Jaya. Sunda No. Jl. 1-2. 6514681. Blok A/26-28. Komplek Ruko Modern Cikande Blok B No. 5 THAMRIN HUB JAKARTA KEBON SIRIH Jakarta Kebon Sirih Jakarta Wisma Bisnis Indonesia Jakarta Cideng Jakarta Duta Merlin Jl.H. Yos Sudarso. 5524965 (021) 5517019. 42 Komplek PT KBN. Diponogero No.Jl. Gajah Mada No. Cikokol Jl. Ciledug Raya No. Banda No. 2300718. 629 HUB JAKARTA THAMRIN Jakarta Thamrin Jakarta Jalan Sunda Jakarta Menara Thamrin Jakarta Gedung Jaya WILAYAH HUB Jl. 32-34 Kantor Departemen Agama Kota Jakarta Utara. 5900646 (021) 3850658. Ahmad Yani No.108. 4304944. Merdeka Barat No. K. Raya Merak No. 6307747 (021) 2311079. 2310216 5900647 3857935 6342220 2303146 6307748 2301338 63857742 23571746 3456373 30035469 3840918 2310141 3520678 3512122 2303744. Gajah Mada No. Kemayoran Jl. Jl.116-117 Jakarta Suryopranoto Jl. 65835035 (021) 6514680.. 1. 2 Jl. 2300412 39832917-8.H. 5521818 (0254) 391515. Ruko Gading Serpong Blok AA4 No 38.19 DEF Jl. 6409588 (021) 3866724 (021) 6540806 (021) 6546550 (021) 6009371 (021) 3500229. 3512474 (021) 4351168-9. 12 KC KCP KK PEMBUKAAN CABANG BARU 150 daftar cabang bank mandiri . Daan Mogot No. Pasoso No. Thamrin Kav.H. Suryopranoto No. 31930396 (021) 2303860 (021) 2300272. Gedung ADB Krakatau Steel Kawasan Industri Modern Cikande. Ki Samaun No. 87 Komplek Pertokoan Duta Merlin. 2301488 (021) 6335770. 32 Jl. Jl. Anyer Kawasan Industri Berat Cilegon. Cideng Barat No. 21 Jakarta Gedung Depparpostel Jl. 34830689 (021) 3802614 (021) 3867496 (021) 3512124 (021) 2302411 (021) 2300473.8BJl. Lodan Timur. Sunter Agung Utara Blok A 36D No. Danau Sunter Utara Jl.52 Ruko Griya Inti SentosaJl. Jl.85-86. 31908817 (021) 30035457. KH. 6500587 (021) 65835132. 1 Jl. 3 Pertokoan Cikupa Blok B No. Jakarta Jl. Mas Mansyur No. 57 B KOTAMADYA/ KABUPATEN Jakarta Utara Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Utara Jakarta Pusat Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Pusat Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Tangerang Cilegon Serang Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Cilegon Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Serang Cilegon Serang Serang KODE POS 14410 10120 10260 10610 11160 10120 14310 14410 14350 14210 14350 14310 10510 14310 14430 14310 14320 14210 14350 14350 14350 14350 14230 14420 14350 15118 42431 42111 15111 15113 15117 15154 15111 42431 15710 15139 15117 15333 15325 42166 42431 42186 42112 TELEPON (021) 6409587. 490617 (021) 6459934. 931234 (0254) 201260 (021) 5522206. Jendral Sudirman. Griya Utama Blok A No. Depot Pertamina UPPDN III Plumpang Jl.96A. 3914860 (021) 6304431-2. Budi Kemuliaan Jakarta Pusat 10340 (021) 39832922. Ciledug Jl.8 Ruko Pinangsia Blok A-39. 4300821 (021) 65835033. 3446955 (021) 2311525 (021) 3914859. 3442873. Tanah Abang Jakarta Gedung Pelni Jl. 5847825 (021) 5521050/58. Jend. Tanah Abang Timur No. Kebon Jati No. 83 Jl. 45-A/B. Blok F Ruko Prima Sunter Jl. 48 C-D Jakarta Fakhrudin Jl. 1. 628 (021) 5900645. 821.3. 77. Komplek Ruko No. Lippo Karawaci Perumahan Modernland Blok BR No. 5510120 (0254) 391577. 4416566 (021) 6408751. Parang Tritis No. Fakrudin No. 65835229 (021) 65832298. Wahid Hasyim No. 750 Jl. Fachrudin No. Jl.1 Jl. 44820942 (021) 4304953. Taman Sunter Indah Blok KI-1 No.3 Jl. 5515745 (021) 55749147-8 (021) 5462297. 65832395 (021) 43906859/61 (021) 6413614. Raya Cikande. 3 Jl. M. 103. Boulevard Ruko Sutera Niaga I No. 43903236 (021) 43904578 (021) 4300489. 65830952 (021) 5523618.22 Ruko Taman Sunter Indah Jl. Sunter Jl. 498274 (021) 44820957. Angkasa Blok B-9 Kav. Jl.18. 3-5 Jakarta Kebon Jati Jl. 6408862 (021) 65836180. 6408766 (021) 4371946. TamansariJakarta 11160 Wisma Tigris Jl.25 Mal Sunter Lantai Dasar No. Plumpang Raya Semper No.15 Jl. 214 Jl. 5963003 (021) 5516058. Danau Sunter Utara Blok A Kav No. 5516959 (021) 5543218 (021) 7325200. Jalan Merdeka 53 Mahkota Mas Blok C / 14-15. Cabang Pelabuhan Tanjungpriok. 1-4 Jl. Jakarta Tanah Abang Bukit Pasar Tanah Abang Bukit Blok B No. 36 Jakarta Metro Tanah Abang Gedung Pusat Grosir Metro Tanah Abang Lantai 6 No. Raya Anyer No. 39832923 2310604. Yos Sudarso No. 6-7 Jl. Hayam Wuruk Pasar Mobil Kemayoran Blok C No. Jl. Jl. 4. Pademangan IV Gang 6 No.187-189 Jakarta Departemen Hankam Jl.JARINGAN KANTOR Jakarta Pademangan Jakarta KP BPKP Jakarta Pasar Mobil Kemayoran Jakarta Gedung Askrindo Jakarta Hayam Wuruk Jakarta Batu Ceper Jakarta Tanjungpriok Enggano Jakarta Cakung Jakarta Sunter Permai Jakarta Tanjungpriok Yos Sudarso Jakarta Sunter Paradise Jakarta Tanjungpriok Tawes Jakarta Ahmad Yani Jakarta Perumpel Tanjungpriok Jakarta Ancol Jakarta Tanjungpriok Bea & Cukai Jakarta Pertamina DPKK Jakarta Tanjungpriok Departemen Agama Jakarta Griya Inti Sentosa Jakarta Taman Sunter Indah Jakarta Sunter Agung Utara Jakarta Mal Sunter Jakarta Plumpang Jakarta Pasar Seni Ancol Jakarta Prima Sunter Tangerang Ki Samaun Cilegon Anyer Serang Tangerang Ahmad Yani Tangerang Merdeka Tangerang Cikokol Tangerang Ciledug Tangerang Daan Mogot Cilegon Merak Tangerang Cikupa Tangerang Pinangsia Karawaci Tangerang Kota Modern Tangerang Gading Serpong Tangerang Alam Sutera Cilegon Pasar Anyar Cilegon Krakatau Steel Serang Cikande Serang Pasar Lama ALAMAT KANTOR Jl. Tawes No. Ahmad Yani No. 23571748 (021) 3456372. Raya Anyer No. 65835034.S-044A. 4308769. Tanjungpriok Jl. 65836181.H. 71. 9 Plaza Sinar Merdeka Mas Blok A2 No. Raya Cakung. 65832299. Jl. Sunter Paradise Blok F20 No. 14 Jakarta Pasar Tanah Abang Pasar Regional Tanah Abang Blok ALantai Basement 2 Blok A Blok F No. Sunter Permai Raya No. 43930230. 7-8. Thamrin No. 2302567 39899056 2302841 2300316 Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat 10110 10220 10150 10130 10250 10130 10250 10130 10250 10250 10230 10110 10110 10110 10110 10340 10350 10340 10250 (021) 2311800. Batu Ceper No. Raya Serpong Jl.39 KP BPKP. 1-2 Wisma Bisnis Indonesia. 4 Kantor Gudang Persediaan. 43904547 (021) 6909447-9 (021) 43903235.19. Jend. 492500 (021) 4211167. M. Thamrin No. Jl. 12 A Jl. 2 Gedung Pulau Laut. 65835133. Cilincing Jl. 23.

H. Sudirman Kav. Rawasari Selatan No. 49 Jl. Prof. Jend. Dr. Suprapto. Rasuna Said Kav. 5705386 (021) 2300766 (021) 3928625 (021) 5208915/7 (021) 31931732 (021) 3907605 (021) 2300361 (021) 3161941. 2. Sudirman Kav. H. Rasuna Said Kav. 5720710 (021) 3907390 (021) 5253208. Tebet Jl. 24 Gedung Bimantara. 42889321.R. 31 Jl. Suprapto. 4263947 (021) 4262540. Tebet Timur Dalam Raya No. Prof. Percetakan Negara No. Rasuna Said Kav.I. Kramat Raya No.H. 42802853. Ki S. 8503183 (021) 8199747. Saharjo No. Bendungan Hilir Raya No. Abdullah Syafie No. 956 (021) 2510381 (021) 5701916 (021) 5704560. 56 Jl.45E. Jl. M. 20-21. 125 F/G.H. 1 Jl. Rasuna Said Kav. Matraman Raya No. Sudirman Kav. Kav. Jend. Gedung Menara Duta Jl. 9. B-3 Jl. No. Pondok Bambu Jl. Kemayoran Gedung Kenari Mas Lantai 2 Blok G-5. 82 Jl. 4259277/85 (021) 4203363-4 (021) 42802567 (021) 3100242 . 3161938 (021) 3927781-3 (021) 42800153-4. Imam Bonjol No. 101 Jl. 42802854 (021) 42874324. 25 Jl. 83792659 (021) 8301180-81 (021) 5207075. SH No. Thamrin Kav. Kalimalang Jl. Satrio Jl. 3505966 (021) 3920105 (021) 3504143-153-156 (021) 42887720 (021) 2300300. Letjend. 2501250 52964179 8318593 2522853 8282349. 29 Jl. Graha Irama Lantai Dasar Jl. Prapatan No. 2312029 (021) 3454001. Denpasar Kav. Pondok Bambu Jl. 4. Cempaka Putih Jl. 29 ITC Cempaka Mas Mega Grosir LG No. Sultan Agung No. Pahlawan Revolusi No. Jl. 94-96 Jl. 61 Jl. 59 Jl. 28-30 Jl. Billy Moon. Jend. 73 Jl. Letjend. Cempaka Putih Cempaka Putih Permai Blok A No. H. Ikhwan Ridwan Rais No. Cempaka Putih Tengah 1 Jl. Cikini Raya No. Thamrin No. Cut Meutiah No. Islam Jakarta Jakarta Taspen Jakarta Rawasari Jakarta ITC Cempaka Mas Jakarta Mega Grosir Cempaka Mas Jakarta Kenari Mas HUB JAKARTA CASABLANCA Jakarta Casablanca Jakarta Gedung Tira Jakarta Tebet Barat Jakarta Tebet Supomo Jakarta Kuningan Jakarta Rasuna Said Jakarta Graha Irama Jakarta Asem Baris Jakarta Mega Kuningan Jakarta Saharjo Jakarta Pasar Rumput Jakarta Ambassador Jakarta Wisma Tugu Jakarta Tebet Timur Jakarta Tebet Raya Jakarta Jatinegara Timur Jakarta Kalimalang Jakarta Pahlawan Revolusi Jakarta Puri Sentra Niaga Jakarta Pondok Bambu Jakarta Rawamangun Pegambiran Jakarta D. Letjend. 42874774 (021) 42889320. Senen Raya No. Jakarta Jakarta Bendungan Hilir Jakarta Cik Ditiro Jakarta Wisma Indosemen Jakarta Berdharma Jakarta Mid Plaza Jakarta Kebun Melati Jakarta Wisma Metropolitan Jakarta Plaza Indonesia Jakarta Menteng Jakarta Plaza Dua Mutiara ALAMAT KANTOR Jl. 30 Ruko Segitiga Senen Blok E-21/22. Kebon Sirih No. Jatiwaringin Jl. X-1. Tarum Barat Km. Kramat Raya No. 83791681 8315687 57930973 8298464 8291788 8310208 2800056-57 8656511 8625120 8604829 8612422 4750071 8195074 8502389 8508807 8655418 86611127 HUB JAKARTA IMAM BONJOL HUB JAKARTA CIKINI Jakarta Cikini Jakarta Salemba Raya Jakarta Taman Ismail Marzuki Jakarta Kramat Raya Jakarta Cut Meutia Jakarta Cempaka Mas Jakarta Universitas Yarsi Jakarta Cempaka Putih Permai Jakarta Percetakan Negara Jakarta Pertamina UPMS III Jakarta R. Raya Tarum Barat Blok M I No.R.S. Puri Sentra Niaga Blok C-50.I. Seulawah Raya. Supomo. M. M. 2301555 (021) 3908574. 59 Jl. 142 AB Jl. Jatinegara Barat No. 11 Jl. KH. Jl. 155-156. H. 8508805 (021) 8645173 (021) 8608169. 3510691 (021) 34831074. D. 45 Plaza Mutiara Jl. C 8/9 Jl. 42876943.3925876-77 (021) 4250451 Ext. Lapangan Banteng No. 8290721 (021) 8310117 (021) 2800033 (021) 8645943-4 (021) 8623403 (021) 86600854-5 (021) 8610456-67 (021) 4702841 (021) 2800088 (021) 8503181. 3909217 (021) 5732241-43 (021) 5711658. 16 Kompleks Pertokoan Graha Cempaka Mas Blok A 24-25. 3907278 5701647. Jl. 2300927 3100145 5710329 5711671 2300837.S. Jend. 115 Jl. Letjend. 8308065 (021) 2522852/55 (021) 8293567-8 (021) 8294959 (021) 57930970. Sudirman Kav. 70-71 Jl. Thamrin No. 71 Jl. C-5. Gedung Enterprise Jl. 49 Jl.JARINGAN KANTOR Jakarta Wisma Nusantara Jakarta Sabang Jakarta Sarinah Jakarta Wisma Alia Jakarta PLN Gambir Jakarta Prapatan Jakarta Atrium Senen Jakarta RSPAD Gatot Subroto Jakarta Gedung Bimantara Jakarta Departemen Agama Jakarta Stasiun Senen Jakarta Imam Bonjol Jakarta RSCM R. 32-33 Jl. 3505964. 59 D Mall Ambassador. 10-18 Jl. 5721672 (021) 2300955. 3-4 Jl. 135 RSPAD Gatot Subroto. 4. 3919736 (021) 2300644 (021) 2311533. Suprapto Jl. Suprapto Departemen Kesehatan Direktorat Jenderal PPM & PL Jl. Rasuna Said Kav. Tebet Raya No. 83795438. 10-11 Jl. 58 Jl. 1-2. 34-36 Jl. Sudirman Kav. Jl. Stasiun Senen No. Dr. Jl. 8 A-B Jl.26. M. Mangunsarkoro No. Gedung RNI Kompleks Gajah Unit F & G. Letjend. 2300291 2510380 5706563 5746474 3907384. 52964282 (021) 8308035. 57930971-72 (021) 5208814 (021) 8290675. Soeprapto. Salemba Tengah No. 111 Jl. Buaran Raya Blok A KOTAMADYA/ KABUPATEN Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusaat Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur KODE POS 10310 10340 10340 10110 10110 10410 10410 10410 10340 10710 10410 10310 10430 12930 10210 10310 12910 10220 10220 10230 12920 10350 10350 12920 10330 10440 10330 10450 10340 10640 10510 10510 10560 10450 10510 10510 10570 10640 10640 10440 12870 12920 12810 12180 12920 12920 12950 12840 12950 12810 12970 12940 12940 12820 12810 13310 13450 13470 13620 13430 13220 13340 13150 13320 13450 13470 TELEPON (021) 39000909 (021) 3919931. Panjaitan Kav. D III. Gedung Wika Jl. Suprapto Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok E1/1 Jl. 1240 (021) 52964180. Cikini Raya No. 16 Jl. Casablanca Kav. Tebet Jl. Kramat Raya No. 57 .9A Jl. 3847101 (021) 3852370 (021) 3505963. Kalimalang Ruko Taman Buaran IndahJl. 5712288 2300320 3143413 5208913 327002 3913331 2301511 3161946 2301586 4263946 4259339 4205880 42802567 3925876 4206683 4256537 42802852 42873090 42906759 39840413 8317011 5209325 83700178 8291001 5200301 2501249. 8608232 FAKSIMILI 334947 325285 2300720 2310175 3453880 3847110 3852369 3505967 3920017 3504132 42887731 2300433. 18 Jl. Pahlawan Revolusi No. Jatinegara Timur No. Diponegoro No. Thamrin No. Letjend. Gereja Theresia No.R. 42802851. Panjaitan Jakarta Matraman Jakarta Jatinegara Barat Jakarta Pondok Kelapa Jakarta Buaran HUB JAKARTA JATINEGARA TIMUR daftar cabang bank mandiri 151 . Jend. M. B-9. Pegambiran No. Jend. Jl.R. M. 8290521. 43. H. 368 (021) 4256546 42801640. Jl.H. Tebet Barat IX No. Rawamangun Jl. 42889322 (021) 39842765 (021) 8317028-29-32 (021) 5209343-5 (021) 83700179. Sudirman Kav. Ikhwan Ridwan Rais No. 5207887 (021) 2501256. Tebet Jl.29 Jl. Jalan Abdul Rachman Saleh No. Dr.5.R. H. 4 B Jl. Kebun Sirih 17-19 Jl.

86902268 (021) 2800064 (021) 8564421 (021) 86612125-7 (021) 8199377. Unit LG 47. 4600081 (021) 4520245. M. Kelapa Gading Jl. Boulevard Hijau. 45856823. Kelapa Gading Jl. Gatot Subroto Kav. Pulo Ribung Raya Blok AR No. Jend. Jend. Bulevar Raya Blok PD9 No. 2 Jl. 45856824 4602875.Juanda Bekasi Grand Mal Komplek Ruko Grand Mal Bekasi Kaveling B No. Jl. 88872266 (021) 45859414. Cawang Kompleks Ruko Blok B1 No.17. Raya Cikarang . 45866154 (021) 4535909. Jatibening. Raya Teratai Putih Blok 19 No. Balai Pustaka Timur No.84 (021) 88956375. 88355577 (021) 84978016 (021) 8461731. 52 KC KCP KK Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan 12190 12790 12930 12870 12170 12780 12710 12930 12810 12950 12710 (021) 5263553 (021) 7995559. Jl. Ahmad Yani. H. 46833482 (021) 88852531-32 (021) 45853740-2 (021) 45847771-2 (021) 88872211. Kemang Pratama Raya Blok MM-02 Bekasi Plaza Pondok Gede Jl. Pulogadung Jl. Jl. 3 A Bekasi Jatibening Rukan Villa Jatibening Toll Kaveling No. 79 Jl. 7980695 (021) 2520051-3 (021) 83793115-9 (021) 5200683. Gatot Subroto No. Ruko Commercial Blok A. 61 Jl. Kelapa Gading Permai Jakarta Artha Gading Rukan Artha Gading Niaga Blok A. Raya Jatiwaringin No. 71-73 Jl.17 A Ged. Rawamangun Jl. Gede Bekasi Jati Asih Jl. Menara Jamsostek Jl.JARINGAN KANTOR Jakarta Pondok Kelapa Kavling DKI Jakarta Pasar Jatinegara Jakarta Waskita Karya Jakarta Klender Jakarta Pramuka Jakarta Halim Perdanakusuma Jakarta Otto Iskandardinata Jakarta Rawamangun Balai Pustaka ALAMAT KANTOR Jl. 45856866. 52962256-7 (021) 5201885. Raya Jati Makmur No. Raya Bekasi Km 25. 7. Cikarang Utara Bekasi Mega Hypermall Bekasi Mega Hypermall Lantai 1 No. Bekasi Fajar Cikarang Ruko Sentra Ruko Sentra Cikarang Blok C No.A1 Jakarta Rawamangun Pemuda Jl. Galaxi Raya Blok G No. Jl. 22-23. Pondok Gede Jakarta Jatiwaringin Jl. Bolevar Barat Raya Blok LC-7 No.17-18 Bekasi Kemang Pratama Ruko Kemang Pratama. 8485645 (021) 84972840.53 B. Kelapa Gading Bolevar Blok TB2 No.25 Villa Nusa Indah Komplek Perumahan Villa Nusa Indah IBlok U3 No.39. Jl. I Gusti Ngurah Rai Gedung IS Plaza. 4602879 46825364 4520203 86601828 4504788 4520566 45856266. 45856315. P. Jl. Jl.10. Raya Pasar Minggu No. Jend. Kasuari Raya. Bolevar Raya Blok LA 6 No. Letjend. 88956575. Sultan Agung Jakarta Mal Kelapa Gading Mal Kelapa Gading 3. Cibitung. Ahmad Yani No. No. 10.1 Bekasi Bulak Kapal Ruko Juanda Elok No.T. 54-55 SUDIRMAN HUB JAKARTA PLAZA MANDIRI Jakarta Plaza Mandiri Jakarta Mampang Jakarta Wisma Argo Manunggal Jakarta Gedung Bidakara Jakarta Wisma Baja Jakarta Pancoran Jakarta Gatot Subroto Jakarta Gedung Jamsostek Jakarta M. 2. 8215078. Gatot Subroto Kav. 88958059 (021) 8814241. 21/HT Gedung Graha Marba. Klender Jl. 45856317. Chairil Anwar Blok C No. 8465362 (021) 89909420-1 (021) 89840781 . Jl. 50 B. Matraman Raya No.II No. 242 Jl. 8462059 (021) 8981217 (021) 89902333. Gatot Subroto Kav. 25-26 Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bogor Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Cikarang 17112 17141 17141 17114 17414 17411 17550 17550 17144 17112 17135 17147 17148 16969 17113 17412 17421 17520 17550 17550 (021) 8803023 (021) 8853507 (021) 8848683 (021) 8271328 (021) 8485643. Jl. Gatot Subroto Kav. Raya Sudirman Bekasi Taman Galaxi Komplek Pertokoan Taman Galaxi. Raya Pondok Gede No. 4535910. 8. 17 Gedung Patrajasa. Kav. Pondok Gede Bekasi Cibitung Kawasan Industri MM 2100. Pulogadung KOTAMADYA/ KABUPATEN Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur KODE POS 13450 13310 13340 13470 13120 13610 13450 13220 TELEPON (021) 86900803.4 Bekasi Kalimas Ruko Kalimas. Mampang Prapatan No. 5207277 7983422 52961513 5221632 8297223 5227993. Raya Boulevard Artha Gading Bekasi Harapan Indah Ruko Sentra Niaga Blok SN 07. 45856867 (021) 4757450 (021) 4714814-5. Haryono Jakarta Gedung Patrajasa Jakarta Grha Citra Caraka WILAYAH HUB Jakarta Selatan 12190 (021) 5266566 ext. Jend. 38 Jl. Jl. Jl. Kelapa Gading Graha Rekso Building Ground & 3rd Floor Jl.6. 45856277 4757451. 5255155 (021) 83792003. Haryono Kav. Ahmad Yani. Bulevar Artha Gading Kav. Bolevar Raya Blok L No. Jend. 6-7 Bekasi Ahmad Yani Jl. Lantai 1. Jl.Cibarusah Cikarang Jababeka Kawasan Industri Cikarang. 86902849. 1 Bekasi Villa Galaxi Jl.1. Ir. 6-8. 4535911 (021) 45856822. Raya Pondok Kelapa. Jl. Pemuda No. H. 8215488 (021) 88353563.3AJl. 45856279. 45859416 (021) 45866152. Pramuka Raya Kav. 89903742 (021) 89832280-81 8800881 8862613 8846716 8271326 8482936 8473566 89909422 89840780 88957674 8814002 88854987 8205212 82426013 8213763 8810036 84993901 8461819 8980344 89901502 89832282 WILAYAH V/JAKARTA Jl. Gatot Subroto No. 2 Jakarta Permata Ujung Menteng Ruko Permata Ujung Menteng Blok B1 Jl. 5267365 5263656. Jend. 3 Jl. Kelapa Gading Barat Jakarta Kelapa Gading Hibrida Jl. 21. 263.10-11 Raya HUB BEKASI JUANDA Bekasi Juanda Jl.A-05. Ahmad Yani No. 36-38 Jl. Bulevar Raya Blok M.151 Bandara Halim Perdanakusuma No. 82425850 (021) 8214349.5 C-D. Pulobuaran No. Cakung Bekasi Pondok Ungu Pertokoan Naga Swalayan Blok A 17.79 Blok A Jakarta Pulomas Komplek Artamas. Biru Laut X Kav. Jl. 64 Komplek Ruko Mega Indah Blok A3 Jl. 85903837 (021) 47861964 FAKSIMILI 86902294 2800072 8564422 86612129 8199341 80889950 85903966 47861964 HUB JAKARTA PULOGADUNG Jakarta Pulogadung Jakarta Kawasan Industri Pulogadung Jakarta Kelapa Gading Bolevar Jakarta Perumnas Klender Jakarta Kelapa Gading Barat Jakarta Kelapa Gading Jakarta Graha Rekso Jakarta Utara Jakarta Timur Jakarta Utara Jakarta Timur Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Bekasi Jakarta Utara Jakarta Utara Bekasi Jakarta Utara Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur 14250 13930 14240 13460 14240 14240 14240 13220 13210 13910 17132 14240 14240 17131 14240 14250 14250 14240 (021) 4602877 (021) 46826936. 8564666 (021) 80889951 (021) 85904114.55 Timur Jakarta Kelapa Gading Bolevar Jl. Gatot Subroto Kav.3 . Blok D. Jl. Pusat Perdagangan Kalimalang Blok A VIII No. Jl. 8291043-4 (021) 5227994 (021) 5222185-6 PEMBUKAAN CABANG BARU 152 daftar cabang bank mandiri . 155 Bekasi Sentra Niaga Kalimalang Jl. 4520474 (021) 86601823-4 (021) 45841815-6 (021) 4509076-7 (021 ) 45856278. 45859415.T. M. 5252265 5203868 Jl. Raya Bolevar Timur Blok NB I No. 5263756 7989909 2520054 83793120 5204338. Pondok Gede Bekasi Cikarang Ruko Union Blok E No. 54 Jl.23Jl. 4705267 47868923 46820527 88852533 45853745 45847773 88875533 45851022 4525827 45865866 4530510 Jl. Jend. Caman Raya.12A Jakarta Kelapa Gading Bolevar Jl. Raya Bekasi Km. 82424919 (021) 82425777. 2. Jl. Ir. 5221261-2 (021) 7983377 (021) 52961514. 32-34 Grha Citra Caraka/Witel IV. 8814593 (021) 88854988-9 (021) 82424918. Kompleks Perumahan Harapan Indah Jakarta Kelapa Gading Inkopal Pertokoan dan Kantor Inkopal Jl. 47865223 (021) 46833623. 45866153. Thamrin. Jend. Otto Iskandardinata No. Lippo Cikarang Cikarang Jababeka Ruko Roxy Ruko Roxy Blok B No. 22 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 8814844.H. Jend. 82425306. Juanda No.8710-15 5267371. Bulevar Barat Raya Blok A No. Sentra Niaga Kalimalang Blok A3 No.12A. Jend. Jend. 46833624. Sudirman Kav. 88872244. 8461991. Jend.

Pondok Indah Mal Blok B/2 Gedung Aminta Plaza. Raya Pasar Minggu Km. 2700324 2700300 2700347 71790789 7987152 7814737 7694850. 53663950. Patimura No. Jl.A. Fatmawati No. 21. Jl. 7505045 (021) 2702865-7 (021) 7444809-810 (021) 2700439-626-440 (021) 7506717-9. Gedung D. H. 7692063 (021) 7507366-7 (021) 7541916. Letjend. Cendrawasih I No. Juanda No. Kebayoran Baru Jl. 7698778 2702867 7444812 2700627 7506721 7512061. Ciputat Pertokoan Ciputat Center. Jend. Palmerah Barat No. R. 12-14. 20. 15 A. Cilandak Gedung Chase Worth. 25 Jl.S.44 Jl. Ciputat Raya Jl. Letjend. 7231358 5732972. 5 A-C.B. Trunojoyo M 1 No. 57. Simatupang Kav. 8. Lebak Bulus Pertokoan Pondok Pinang Center Blok A 36/38/40. Jl. Sudirman Kav. 6 A1-2. Falatehan I No. Panglima Polim Raya No. Komp. 89 J. Manggala Wanabakti Jl. 7980666 (021) 7890989 (021) 78831183-4 (021) 7248700. 66 Jl. X Jl. Iskandarsyah Raya No. Raya Pasar Minggu No. 2700119 (021) 7945427-8 (021) 79190338-9 (021) 2702861-3 (021) 2700017 (021) 72794359. 15C Ruko Kalibata Indah Blok K No. 78835622 7504326. Sudirman No. II UA 36-37. R. 74701727 (021) 7493125 (021) 7503057 (021) 2701173-5 (021) 7542646 (021) 75920455 (021) 75921384. Kyai Maja No.302 H Jl. Warung Buncit Raya No. Letjend. 78831086 (021) 75816903.184 A. Kartini KOTAMADYA/ KABUPATEN Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Tangerang Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Depok Jakarta Selatan Tangerang Tangerang Jakarta Selatan Jakarta Selatan Depok Jakarta Selatan Jakarta Selatan KODE POS 13630 13630 12190 12820 12190 12120 10270 10270 12190 12240 10270 12190 12210 10270 12730 12120 12210 12190 12160 12000 12740 12510 12180 12110 12160 12160 12370 12160 12160 12110 12120 12790 12750 12560 12310 12130 15419 12140 12310 12310 12310 12440 12310 16514 12220 15412 15412 12310 12240 16514 12310 12440 TELEPON (021) 8094755 (021) 8096961 (021) 5225828-9 (021) 8294717 (021) 5266527 (021) 7233486. Rawajati Timur. T. 7802464 (021) 7970906. Arteri Permata Hijau Plaza ABDAJl. 7233487 (021) 2700851. Sudirman Kav. 2 Jl. 7812372. Jl. M. 7980932 (021) 7812371. 6. Jend. 7543844 (021) 2700602-5 (021) 74701725. 5200234 (021) 5346918.JARINGAN KANTOR Jakarta Dewi Sartika Jakarta Nindya Karya Jakarta BKPM Jakarta Wisma IKPT ALAMAT KANTOR Jl. Jl. Metro Pondok Indah.G 33 CJl. Kyai Maja No. 15 Mal Pondok Indah 2 No. 10 Jl. Jl. Jl. Kemang Selatan Raya No.20Jl. Jl. 7692324 (021) 75816558-9 (021) 7805441. T. 5711204 5202462. 53663951 (021) 51401090 (021) 2700501-3 (021) 2700106. RS. Cilandak Jl. 74701726. Taman Duta Kav. Haryono Kav. Raya Kebayoran Lama No. 7219288 (021) 71794582. Kebayoran Lama Jl. Bona Indah Blok A2/B7. Pusat Pertamina Jakarta Kemang Plaza Jakarta Kalibata Rawajati Jakarta Kemang Selatan Jakarta Pondok Indah Jakarta Gandaria Jakarta Cirendeu Jakarta Radio Dalam Jakarta Mal Pondok Indah Jakarta Aminta Plaza Jakarta Plaza Pondok Indah Jakarta Lebak Bulus Jakarta Pondok Pinang Center Cinere Jakarta Kebayoran Lama Tangerang Graha Karnos Jakarta Ciputat Center Jakarta Pondok Indah Metro Jakarta Arteri Pondok Indah Cinere PLN Gandul Jakarta Mal Pondok Indah 2 Jakarta Lebak Bulus Poins Square HUB JAKARTA PONDOK INDAH HUB JAKARTA FATMAWATI Jakarta Fatmawati Jakarta Cipete Jakarta Pejaten Jakarta Pondok Labu Jakarta Simatupang Jakarta Ragunan Jakarta Kawasan Komersial Cilandak Jakarta Warung Buncit Raya Jakarta Jatipadang Jakarta Gedung Elnusa Jakarta ITC Fatmawati Jakarta Mampang Imigrasi Jakarta Fatmawati Cenderawasih Jakarta Cilandak KKO Jl. Sultan Iskandar Muda No. 7509191 (021) 7236142-5 (021) 78831247. Wijaya Grand Center Blok B 1-3 Jl. Arteri Simprug. 222 Jl.32 Jl. 7805184 (021) 7801478. KP Departemen Pertanian Jl. Warung Jati Barat No. Metro Pondok Indah Kav. 18 A Graha Iskandarsyah. Jl. 75.B. Kebayoran Baru Ruko Grand ITC Permata Hijau Blok Emerald G 28 Jl. 5154165 7253787. 2700202 2700122 7945429 79190337 2702864 2700018. 18 Jl.39 Gedung AKA Lantai Dasar. 2700299 (021) 2700347. 8A. 43. 2700853 (021) 5701274. 7253780 (021) 5703265. Jl. Ir.S. 39. 8 D Graha Elnusa. Pondok Indah Jl. Harsono RM No. Kantor PLN (Persero) UBS P3B. 8 . Pejaten Jl. Cawang Jl. 7547565 2700606. 54-55 Jl. Pejaten Jl. Pakubuwono VI No. Raya Cilandak KKO No.17 Jl.11-11A Jl. Jend. Ciputat Raya No. Kebayoran Baru Jl. Kebayoran Baru Jl.T. T. Jl. 3. 2702690 74705316 7491621 7653061 7396772 7533209 75920452 75921218 HUB JAKARTA SUDIRMAN Jakarta Sudirman Jakarta Mayestik Jakarta Ratu Plaza Jakarta DPR RI Jakarta Bursa Efek Jakarta Simprug Jakarta Gedung Pusat Kehutanan Jakarta Puncak Emas Jakarta Permata Hijau Jakarta Palmerah Jakarta Gedung AKA Jakarta Pakubuwono Jakarta ITC Permata Hijau Jakarta Plaza ABDA HUB JAKARTA FALATEHAN Jakarta Falatehan Jakarta Panglima Polim Jakarta Kalibata Jakarta Pasar Minggu Jakarta Wolter Monginsidi Jakarta Departemen PU Jakarta PLN Pusat Jakarta Grand Wijaya Jakarta Kemang Raya Jakarta Iskandarsyah Jakarta Melawai Jakarta Mabes Polri Jakarta R. Gatot Subroto. Melawai Raya No. Trunojoyo No. Fatmawati No. Jl. 7506793 (021) 7512062-67 (021) 7507213-4 (021) 7692733-34. Jl. 7397730 2700019 2700938 7190448 2702716. Fatmawati No. 3-7 Gedung BKPM. 75921402 FAKSIMILI 8094754 8096961 5225828 8353987 5266528-29 7233715 2700854 5701275 5153012. 39A. Simatupang Kav.71794583. 2700016 2700352. 1 B Ruko ITC Fatmawati No. M. Gatot Subroto Kav. Wolter Monginsidi No. Pertokoan Prima Indah No. Metro Pondok Indah Kav. 75921401. Raya Ragunan No. Fatmawati Jl. Jend. Kebayoran Baru Jl. 5 Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan 12430 12410 12550 12430 12430 12550 12560 12740 12520 12560 12150 12760 12420 12560 (021) 7504791. Jl. 7692309 7236141 78831127 7699803 75816560 7805116 7801479 7980644 78845753 78831184 7392522 7972146 75912911 7811409 daftar cabang bank mandiri 153 . Jend. Cirendeu Raya. 61-62 Pertokoan Permata Hijau Blok DC No. 7812373 (021) 7507208-9. 7987186. 75 Jl. 32-33 Jl. Warung Buncit Raya No. 727988815 (021) 7940450 (021) 75905080 (021) 7811469.II UA No. 48-50 Jl. 5346981 (021) 5308376 (021) 71790829 (021) 7223462-63 (021) 53663322. Wisma Ritra Jl. Sudirman Kav. Kebayoran Lama Selatan Kompk. Jend. 5715400 (021) 5153003-4 (021) 7231355.151 Jl. Kawasan Komersial Cilandak Gedung III Jl. 71794585 (021) 7987185. Simatupang Kav. Gandaria Tengah III No. Kebayoran Baru Jl. 9 Gedung MPR/DPR RI Senayan. R.B. Kebayoran Baru Kemang Plaza. Cinere Raya Kav. 7512071 7507213 7691845 7507365 7533985. 17 No. Bangka Raya No.15 A. Jend. Radio Dalam Raya No. 192 Blok A. Metro Pondok Indah Lebak Bulus Poins Square Blok A 55. Karang Tengah. Kemang Raya No. Kebayoran Baru Jl. . Kemang Raya No.3.S. 5703246 (021) 5200208.4-5 Plaza Bapindo.S. Kalibata Gedung Haery Jl. Jend. Letjend.8 Jl. Kebayoran Baru Perkantoran Ratu Plaza Unit GB 2A & 2B. 7818880. 52-53 Jl. Jl. Pondok Labu Gedung PT AAF. Dewi Sartika No. 135. Haryono No. Wijaya II. Sudirman Kav. 44 Wisma IKPT Jl. 24-27. Raya Cilandak KKO. Gatot Subroto Gedung Bursa Efek Jakarta. Jl. Pondok Indah Jl. Kramat No.II UA No. 7251091 (021) 2700107 (021) 7199123-7 (021) 2702711-3 (021) 2700346 (021) 7255467. Kebayoran Baru Jl.T. Cipete Jl. Garuda No. R. 5202464 5485627 5308376 7198430 72790837 53663622 51401091 2700516.

B 3. 604905 (021) 87942420. 80878730. 7506632 4206998. A-22-23 Ruko Bukit Sawangan Indah Blok F 2 No. 84303649. Pertokoan Cibubur Indah Blok. 7362404 (021) 7357272. Sektor II. Jl. Raya Hankam No. Raya Condet No. Ciputat Kanpus. Gunung Rinjani No. 87794874. Raya Ciledug No. 77829381. 80882150 (021) 8090364 (021) 84592909.11-12 Komplek Cibubur Point Automotive Center Blok A 12 Jl. 4203461.18 B. T. 4262346. 638 Jl. 4233546 7205633 7300369 5411336.6. Margonda Raya Jl. Bintaro Jaya Jl.18 Jl. 2502549. Simatupang. 15. Gedung Sasana Kriya No. Pahlawan Seribu Ruko ITC BSD No. 486 Bandung 40266 (022) 7506242.JARINGAN KANTOR HUB JAKARTA BINTARO JAYA Jakarta Bintaro Jaya Jakarta Pamulang Tangerang Bintaro Jakarta Bintaro Burung Gereja Tangerang Bumi Serpong Damai Tangerang Pasar Ciputat Jakarta Gedung Lemigas Tangerang Pondok Cabe Mutiara Tangerang Bintaro Sentra Menteng Jakarta Bintaro Veteran Jakarta Petukangan Tangerang BSD Modern Tangerang ITC BSD Tangerang Serpong Tangerang Jurangmangu ALAMAT KANTOR Jl. 78849076 7762684 8710776 8703106 604908 87942683 7715441 87712226 8734220 77205361 77202356 77830194 78880410 7536368 78849074 WILAYAH VI/ BANDUNG Jl. 25 AB Pertokoan ITC Depok No. 8734117 (021) 77205078. Raya Bogor Km. Raya Pondok Gede No. 5406674. Simatupang No. 87794902 (021) 8403190 (021) 8096791 (021) 8400248. Srenseng Sawah Jl.4 Jl. 5406693 (022) 4240282 (022) 7508202 (022) 7562950 (022) 2506858. 7425635 (021) 2700298. Sawangan Jl.18 B-C. Jl. Jl. Transyogi Km. Soekarno Hatta No. 8408283 (021) 7892955-7.6. 17 Jakarta Condet Bekasi Ujung Aspal Cibubur Kota Wisata Cibubur Time Square Jl. Depok II Timur Jl.6. Pondok Gede Ruko Sentra Eropa Blok A No.H. Letjend.35.10-11.AKS/001. 2 Jl. 8414446 7892953 8711447 8000378. Letjend. 87100775 (021) 87704204-6 (0251) 604904. T.17Jl. 73887702 (021) 53158541.49 (021) 7560948-9 (021) 73887963. 118-120 Jl. 268 Jl.PP8-A1 dan PP9-A1. 4262347 PEMBUKAAN CABANG BARU 154 daftar cabang bank mandiri . Petukangan Ruko Pasar Modern BSDSektor Commercial I Blok R No. Tole Iskandar. Asia Afrika No. 84597382 (021) 84935699. 2531942 5410568 4205312 6403199 6046261 7333995 4262348 HUB BANDUNG ASIA-AFRIKA UTARA Bandung Asia Afrika Utara Bandung Kiaracondong Bandung Buah Batu Bandung Binacitra Bandung Asia Afrika Selatan Bandung Metro Bandung Soekarno-Hatta Bandung Siliwangi Bandung Kopo Bandung Alun-alun Bandung Jamika Bandung Sumbersari Bandung Burangrang Bandung Pungkur WILAYAH HUB Jl. Kiara Condong No. 7891226 (021) 8441076. 77205270 (021) 77202319. 80876863 8090324 84592910 84300086 87794915 8714954 8008963 8400879 HUB JAKARTA PASAR REBO Jakarta Pasar Rebo Jakarta Gedung Aneka Tambang Jakarta Cilangkap Jakarta Kramatjati Jakarta Plaza Kramatjati Indah Cibubur Automotive Center Cibubur Citra Grand Jakarta Cijantung Jakarta Taman Mini Indonesia Indah Jakarta R. 23 Bintaro Jl. Siliwangi No. Sektor IV Bumi Serpong Damai Ruko Mutiara Center CiputatJl. Pahlawan Seribu. 8446542 (021) 84596942. 4336693 (022) 7273046 (022) 7320854-5 (022) 5422366. B 16 KOTAMADYA/ KABUPATEN Jakarta Selatan Tangerang Tangerang Jakarta Selatan Tangerang Tangerang Jakarta Selatan Tangerang Tangerang Jakarta Selatan Jakarta Selatan Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Jakarta Timur Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Depok Bekasi Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur KODE POS 12330 15417 15225 12330 15311 15411 12230 15418 15225 12330 12270 15318 15322 15310 15222 13760 12530 13870 13510 13510 16954 17435 13750 13560 13550 13540 TELEPON (021) 7340924-8 (021) 7421007-8 (021) 7362419. Cinere Raya No. Lapangan Tembak. 5409846 4240281 7562091 7562944 2531940. Jl. 53158542 (021) 53161747 . M. Asia Afrika No. Soekarno Hatta No. PPPTMGB Lemigas. 7536360 (021) 78849075. Raya Bogor Km.S. Raya Alternatif Cibubur – Cileungsi Km. Serpong. 28 Jl.1. Jl. Tanjung Barat Komplek Mabes ABRI Cilangkap Kokan Anggatra PUSDIKKES No. Raya Parung Ruko Sentra Menteng. 84930634. Proklamasi Raya Blok A No. Cimanggis Jl. Raya Lenteng Agung. 73887620. 7425932. 162 Jl. 84596941 87794824. 8711748 (021) 8000455.15 Jl. Serpong Simpang Tiga Puspitek Serpong Ruko Pondok Aren. Raya Ceger No.120 (021) 7536364. 7374758 (021) 73887739.13 Blok R-G. Soekarno Hatta No. Thamrin Jl. Bintaro Utama 3 A Blok D No. Cisalak Jl.49Jl. 84930635 (021) 84302577. 87942283. Cibubur Time Square Cibubur. 8. Jl. Jl. (022) 5425541-3 (022) 4205555 (022) 6403199 (022) 6046262 (022) 7333999 (022) 4262345. Ciledug Raya Komplek Pertokoan Pondok Cabe Mutiara Blok B-3A. Soekarno Hatta No. 35-D Jl. Ruko Madison Square B3-3A. 15. Burangrang No.B.59. 73887964. Burung Gereja Blok B2 HS 2 No. Jamika No. 73886679 (021) 8403957. Raya Bogor Km. 87909462 (021) 7715427. Raya BogorKm 31 No. Mayor Oking No.5 C. 7351265. Raya Jakarta Bogor Km. 2531941. Pondok Gede Gedung BP2TKI Lantai 1. 486 Jl. Raya Bogor. 23.5 Komplek TMII. Kramatjati Jakarta Pasar Induk Kramatjati Pasar Induk Kramatjati Blok B. Pertokoan Ramayana Blok A No. Buah Batu No. Jl. Margonda Raya No. Pungkur No. 88 C. Bintaro Jaya Jl. 42-43 Sektor III. Jl. 51 Jl. Jl. Bintaro Jaya Sektor I Komplek Pertokoan Pamulang Permai Jl. Veteran No. 95 Jl. Citeureup Komplek Ruko Sukmajaya No.7-8. Jati Murni.4. Fakultas Ekonomi Jakarta Timur Bekasi Bogor Bekasi 13520 17431 16968 17435 (021) 80878729. 107 Jl. 7357277 (021) 5376767/68 (021) 7426545. Kelapa Dua. Nusantara Raya No. 23 . Jl. Raya Parung KM. 3 Jl. 77827453 (021) 7270086 ext. Alternatif Km. Cinere Kampus Universitas Indonesia. 7715432 (021) 87712226 (021) 8734224. 57 Jl. 87781739 FAKSIMILI 7364068-9 7421009 7375884 7357318 5376769 7426021 2700298 7424976 74863971 7351303 7372450 53158543 53161781 7560950 73886485 8403961. 80878731 (021) 84592090. Bintaro Utama. Dewi Sartika No. 72795635 (021) 7490389 (021) 74864018-9 (021) 73889818. Jl. Perumahan Kota Wisata. Raya Akses UI No. Jl. 132-B Jl. Raya Terusan Kopo 228 A Jl. Depok II Tengah Jl. Bintaro Jaya Sektor VII Blok MN 29 Jl. Raya Alternatif Cibubur-Cileungsi Komplek Citra Grand Ruko 2 No. Asia Afrika No.B. 59 Plaza PP. Soekarno Hatta No. RS C. 77202325 (021) 77831443. 7511478 7505810. 84303650 80878727 84592091 84935675 84302578 HUB DEPOK Depok Jakarta Cimanggis Jakarta Cibubur Depok Bukit Sawangan Citeureup Depok Tengah Depok Kelapa Dua Depok Cisalak Depok I Depok ITC Depok Timur Jakarta Universitas Pancasila Depok Cinere Limo Depok Universitas Indonesia Depok Jakarta Timur Jakarta Timur Depok Bogor Depok Depok Depok Depok Depok Depok Jakarta Selatan Depok Depok 16432 13710 13720 16518 16810 16411 16951 16416 16432 16431 16417 12640 16514 16424 (021) 7520569 (021) 8710013.97 B KC KCP KK Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung 40112 40281 40264 40235 40261 40286 40266 40132 40226 40001 40231 40222 40262 40251 (022) 4207026. 33 C Jl.

43.465 A Kawasan PT Pupuk Kujang Jl. Jend. Ahmad Yani No. Raya Balongan (Depo Pertamina) Jl. Siliwangi Jl. 6032301 (022) 2041933 (0260) 554555 (0260) 417773. Surapati No. 20 Q. 204 A Jl. Raya Pajajaran No. Juanda No.92 Jl. 133 Jl. Jend. Junjunan No. 8 Pertokoan Siliwangi No. 8414263 3520485 3545365 438769. 414944 316385 203184. 2031762.51. Yos Sudarso No. Jend. 4238129 402853. A. 325439 FAKSIMILI 5226925 5896133 5421505 4207552. Raya Timur No. 6808206 (0264) 316386 (0251) 313644. 4 Jl. Baros Setrasari Plaza Blok A No. Raya Soreang No. Suryakencana No. 1 Jl. 317 Jalan Cihampelas No. 125 Jl. 12 Jl. 730. Japati No.270 Jl. Ahmad Yani No. 51 Jl.152 D Jl. Nasution No. Jalan Raya Pajajaran Jl. 4224730 (022) 6631642. 8310259.39-40 Jl. Ahmad Yani No. 3517349 (024) 3514321. Panjaitan No. 67 Gedung Kantor Pusat PT Telkom. 44 Jl. 329611 (0251) 311129 (021) 87916724 (0266) 222801 (0263) 268383 (0263) 511037 (0266) 732512 (0266) 434651. By Pass Jl.E. Pamanukan Jl. H. 321513 (0234) 22001 (0232) 876457. 47 Cibinong Jl. 351440 (0234) 28475 (0234) 325438. 182 Jl. Rancaekek Jl. Pelabuhan Ratu Jl. Kepodang No.172 Jl. Pasteur No. 8310719 (024) 8312736. 130 Ruko Bantar Kemang No. 864-866. 2 Jl. Kadipaten Jl.5 Jl. 612 Jl. Suroso No. Mustofa No. 382401 221236 381134. Martadinata No. HOS Cokroaminoto No. 4. Raya Tajur No. Sukajadi No. 438768 (024) 3544181 (024) 8310325.99 Jl.103 Jl. Jend. Gerbang Puri Tirta Kencana Jl. Dr. 32-34 Jl. 294 Jl. Ir. 402679. 24 Jl. Setiabudi No. 139 Jl. 403127 (0264) 316140 (022) 2042575 (022) 6644628 (022) 6020295-6 (0264) 201505 (022) 6018862. 21 Komplek STT Telkom. Haryono No.35. 6002019 2034958 551357 416665 6634659 2007496 4237271 6631643 2041073 6808213 611623 323967. Raya Cimindi No. Jl. Hasan Sadikin Cimahi Bandung Pasteur Purwakarta Bandung Pajajaran Bandung Setiabudi Pamanukan Subang Baros Lewigajah Bandung Setrasari Plaza Bandung Otista Bandung Cimindi Bandung Sukajadi Padalarang Cikampek GKB PT Pupuk Kujang HUB BOGOR JUANDA Bogor Juanda Sukabumi Sudirman Bogor Suryakencana Bogor Kapten Muslihat Cibinong Sukabumi Ahmad Yani Cianjur Cipanas Cicurug Pelabuhan Ratu Bogor Warung Jambu Bogor Tajur Bogor Pajajaran Cianjur Cokroaminoto Cirebon Yos Sudarso Cirebon Jalan Kantor Cirebon Siliwangi Cirebon Tegalwangi Indramayu Panjaitan Kuningan Majalengka Kadipaten Jatibarang Indramayu Balongan Cirebon Plered HUB CIREBON YOS SUDARSO WILAYAH VII/ SEMARANG HUB SEMARANG PEMUDA Semarang Pemuda Kudus Semarang Kepodang Semarang Pandanaran Semarang Bangkong Plaza Jl. 293 Jl. 62. Sudirman No. Raya Dangdeur No. Pajajaran No. 663008. Kantor No. 7210866 (022) 2043996 (0265) 742466 (022) 4236030 (0267) 402353.I. Cikutra No.H. 380763 (0251) 387356 (0251) 329512 (0263) 261730 (0231) 205506-7. Raya Tegalwangi Km. 210 Jl. Ion Martasasmita No. Sudirman No. 73 Jl. 26 Jl. 19 Jl. Pandanaran No. Jend. 6631663 (022) 2037944. 206204 (0231) 203025 (0231) 202125 (0231) 321260. 137.T. Braga No. Suwarto No. 324836 (0266) 221319 (0251) 381136. BKR No. Ahmad Yani No. H. 124. Otto Iskandardinata No. 434654 (0251) 380733.104 Jl. Letjend. 155 A Jl. 1 Jl. 416445. 4.S. Raya Cimahi No. Pemuda No. 876557 (0233) 663007. Komp. 2042734 (022) 6808214. Ahmad Yani (Pupuk Kujang) Jl.JARINGAN KANTOR Bandung BKR Bandung Soreang Bandung Taman Kopo Indah ALAMAT KANTOR Jl. Raya Bogor Km. Raya Cipanas No.S. 3520487. R. Otto Iskandardinata No. 58 Jl. Siliwangi No. 8312807. Ahmad Yani No. Raya Padalarang No. 295 A Jalan Jend.5 Ruko Taman Pondok Mas Indah No. 48 Jl. 164 Jl. Jl. 23450-1. 2043311 6644628 6020360 201507 6032296. 176 Jl. Jl. Japati No. 1-B Jl. 9 No. Cicurug Jalan Siliwangi No.457 Komplek Taman Kopo Indah II Ruko IB No. 353104 326852 87916724 221116 266078 511039 736364 434652 390287 319825 350085 261749 203084 201596 207021 321026 22901 871742 662004 353569 28722 321345 HUB BANDUNG SURAPATI Bandung Surapati Tasikmalaya Otto Iskandardinata Bandung Ahmad Yani Bandung Martadinata Bandung Ujungberung Bandung Kanpus Telkom Garut Sumedang Tasikmalaya Mustofa Tasikmalaya Sutisna Ciamis Bandung STT Telkom Bandung Rancaekek Bandung Jamsostek Bandung Gatot Subroto Bandung Cibeunying Bandung Cihampelas Ciamis Banjar HUB BANDUNG BRAGA Bandung Braga Karawang Dawuan Cikampek Bandung R. 310 Jl. Jend Gatot Subroto No. 3514327 (0291) 432974. Mayor Abdurachman No. 7791001 (022) 7207437 (022) 7320412 (022) 7218551. Siliwangi No. 287 B. 73 Jl. Kapten Muslihat No. Jend. Sudirman No.124 A Jl. D. 210276. Pemuda No. 38 Jl. Suria Sumantri Jl. M. 210277 (0265) 333328 (0265) 323261 (0265) 771538 (022) 7512480 (022) 7791010. Bangkong Plaza B 4-6 Semarang Semarang Kudus Semarang Semarang Semarang 50139 50139 59301 50137 50134 50242 (024) 3520486. Sutisna Senjaya No. 11 Jl. Mayor Dasuki No. Raya Panembahan No. 663010 (0234) 351450. 17 Jl. Plered KOTAMADYA/ KABUPATEN Bandung Bandung Bandung Bandung Tasikmalaya Bandung Bandung Bandung Bandung Garut Sumedang Tasikmalaya Tasikmalaya Ciamis Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Ciamis Bandung Karawang Cikampek Bandung Bandung Bandung Purwakarta Bandung Bandung Subang Subang Cimahi Bandung Bandung Bandung Bandung Padalarang Cikampek Bogor Sukabumi Bogor Bogor Bogor Sukabumi Cianjur Cianjur Sukabumi Sukabumi Bogor Bogor Bogor Cianjur Cirebon Cirebon Cirebon Cirebon Indramayu Kuningan Majalengka Jatibarang Indramayu Cirebon KODE POS 40254 40377 40226 40115 46113 40282 40115 40611 40133 44115 45323 46125 46114 46211 40133 40394 40125 40274 40121 40131 43622 40111 41314 41373 40161 40525 40173 41115 40174 40141 41254 41211 40532 40146 40251 40175 40161 40553 41373 16121 43132 16123 16121 16916 43131 43211 43553 43159 43363 16153 16720 16143 43214 45111 45112 45124 45154 45212 45511 45453 45273 45217 45154 TELEPON (022) 5222752 (022) 5892828 (022) 5421777 (022) 4241411 (0265) 331821 (022) 7213707 (022) 4209093 (022) 7800135 (022) 706661 (0262) 231698 (0261) 210275. Ahmad Yani No. 320008. 124 Jl. Ahmad Yani No. 88 Jl. 416550 (022) 6634666 (022) 2002465 (022) 4224728. 4241436 331824 7213708 4204991 7815020 706562 232675 210565 333336 335059 771384 7207501 7791001 7207437 7313469 7210764 2043997 744719 4204444. 439278 3544184 8414125 8414346 daftar cabang bank mandiri 155 . Pacet Jl.

Pulisan Jl. 3542041-2 (024) 8312141. Gang Pinggir No. Bulak Sumur Jl. Suprapto No. Sisingamangaraja Jl. Raya Banjaran No. 7606342. Haryono No. 586432 560920. 673536. 324880 (0283) 351391. Mpu Tantular No. M. Raya Magelang Km.3 C Jl. Sudirman No. Diponegoro No. Jend. Jl. 3512929. 60 Pertokoan Plaza Puri Blok A No.10. 424670 (0281) 642555. Sardjito Yogyakarta Kaliurang HUB YOGYAKARTA SUDIRMAN HUB SOLO SRIWEWDARI Solo Sriwedari Solo Purwotomo Solo Slamet Riyadi Solo Pasar Klewer Klaten Sragen Boyolali Solo Baru Wonogiri Palur Kartosuro Tegal Arif Rahman Hakim Purwokerto Cilacap Pekalongan Imam Bonjol Pemalang Tegal Sudirman Gombong Brebes Tegal Banjaran Adiwerna Banjarnegara Purbalingga Kroya Pekalongan Hayam Wuruk Purwokerto Unsoed Cilacap Maos WILAYAH HUB HUB TEGAL ARIF RAHMAN HAKIM PEMBUKAAN CABANG BARU 156 daftar cabang bank mandiri . Brigjen. 323657 (0271) 827029 (0271) 780822 (0283) 351181. 54 Plaza Atrium Blokc C-D. 6644096 (0273) 323656. 562415 (0274) 543032 (0274) 415392. Brigjend. 31 Jl. Jl. Kesehatan Sekip. 109 Jl. Sutomo No. 10 Kompleks Ruko Majapahit. Jl. 14. Parman No. Utama Tengah No. Condongcatur. Jl. 6-7 Kompleks Pelabuhan Tanjung Emas. Bantul Lobby Gedung Magister UGM. Kates. Alun-alun Selatan No. 591999 (0281) 895555 (0282) 492086. Candi Raya Blok F1E No. Kariadi Salatiga Semarang Gedung Telkom Semarang Majapahit Jepara Blora Cepu Pati Semarang Pelindo Semarang Patrajasa Semarang Srondol Kudus Alun-alun ALAMAT KANTOR Jl. Katamso No.285 (0274) 376428 (0274) 486163 (0274) 515621 (0274) 518671 (0274) 889645. Ruko Sultan Agung Jl. 4 Jl. 868405 Ex.7612381 (024) 3586267. 442377 (0286) 591333. 8442550 (024) 6924296. 642556 (0282) 695026 FAKSIMILI 8317546 321331 8445710 6725703 591666 531547 424625 385065 3563450 8505672 7461191 439901 8311366 64282 3585084 3517337 8505501 6924295 596239 643460 425062 586065 322460 642652 491012 7604357 3586939 3551918 314546 561893. Ahmad Yani No. 642010. 8445672 (024) 6725702. 339 Jl. 10 A Jl. 356211. 8453529 (0298) 321002. 386067 (024) 3585382 (024) 8505673. Jend. Jl. Parman No. Brigjend. Mgr.A5 C.5 (0282) 533193. 11 Jl Yos Sudarso No.T. 560921 543029 562878 543031. 3586268 (024) 3510537. Sudirman No. Gejayan No. 329 Jl. 534826 (0285) 425131-33 (0284) 321647.165 Jl. 324030. Komplek Pertokoan Rejotumoto Jl. Pangeran Diponegoro No. 36 A-B Jl. 15 Komplek Pertamina Depot Maos.1 Kawasan Industri CandiJl. Jl. 664407. S. Jend. 597227 (0294) 644009. Sudirman No. 69 B Hotel Garuda. 492105 (0285) 424671. Malioboro No. Pemuda Tengah No. Ahmad Yani No. 415670. Pertamina. 60 Jl. 3304210 (0283) 442255. 323917 (024) 8442595. 671 E-F Jl. Pahlawan No.97 A-B Kompleks Ruko Muntilan Plaza. Dr. 8413191.13A Jl. 3551921 (0293) 314503 (0274) 586425 (0274) 560915 s/d 560919 (0274) 584041. 31 Jl.419 Jl. 642148 (0292) 425061 (0293) 586066 (0286) 322474 (0275) 642000 (0293) 493862. Nusantara. 424632.H. Pemuda No. 342156 (0287) 473620. Raya Sukowati No. 322194 472695 3308880 445545 591839 891977 492087 421501 642557 695009 HUB SEMARANG PAHLAWAN Semarang Pahlawan Magelang Semarang Sugiyopranoto Semarang Mpu Tantular Semarang Candi Baru Ungaran Parakan Weleri Purwodadi Muntilan Wonosobo Kutoarjo Temanggung Semarang Kawasan Industri Candi Semarang MT Haryono Semarang Gang Pinggir Magelang A Yani Yogyakarta Sudirman Yogyakarta Wisma PU Yogyakarta Gejayan Yogyakarta Diponegoro Yogyakarta UGM Yogyakarta Katamso Yogyakarta Malioboro Bantul Yogyakarta Gedung Magister UGM Sleman Yogyakarta Ahmad Dahlan Yogyakarta STIE YKPN Yogyakarta Suryotomo Yogyakarta R. 566353 ext. 473115 (0283) 673535. 10 Jl. 34 Jl.5 Jl. 351310. Rajiman Jl. 55 K. Sekip Blok L-6 Jl. Adisucipto No. Gajah Mada No. Sudirman No. Jl. Maos Kidul KC KCP KK KOTAMADYA/ KABUPATEN Semarang Salatiga Semarang Semarang Jepara Blora Cepu Pati Semarang Semarang Semarang Kudus Semarang Magelang Semarang Semarang Semarang Semarang Temanggung Weleri Purwodadi Muntilan Wonosobo Kutoarjo Temanggung Semarang Semarang Semarang Magelang Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyajarta Yogyakarta Bantul Yogyakarta Sleman Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Solo Solo Solo Solo Klaten Sragen Boyolali Solo Wonogiri Karanganyar Kartosuro Tegal Purwokerto Cilacap Pekalongan Pemalang Tegal Gombong Brebes Tegal Banjarnegara Purbalingga Kroya Pekalongan Purwokerto Cilacap KODE POS 50231 50711 50241 50191 59417 58215 58312 59112 50174 50232 50263 59312 50241 56126 50246 50010 50232 50511 56254 51355 58111 56414 56311 54212 56213 50184 50136 50137 56115 55232 55281 55283 55231 55281 55121 55213 55711 55281 55511 55121 55281 55121 55284 55281 57141 57142 57111 57115 57413 57211 57316 57157 57611 57771 57162 52123 53114 53212 51111 52313 52131 54411 52212 52194 53411 53312 53282 51119 53124 57232 TELEPON (024) 8412503.32. 6725704 (0291) 591555 (0296) 5100091. Slamet Riyadi No. Pahlawan No. 327841 (0271) 890585 (0276) 322702 (0271) 663542. 16 Komplek Pasar Klewer Los E 27-29. Pemuda Jl.JARINGAN KANTOR Semarang R. 5100092 (296) 424627.5 No. Laksda. Prof. 100 Jl. Ahmad Dahlan No. 357411 (0281) 632222 . 358151. Jenderal Sudirman No. 198 Jl.S. S. Sudirman No. 18 Jl. 463 Jl. 342155. Kaliurang. Jl. Jendral Sudirman No. Majapahit No. 19 Jl.1-2 Jl. Coaster No. 26. 415389 565475 368470 548956 865566 376428 487657 515621 518671 889657 711888 713896 645500 635018 321277 894611 325029 645586 323658 827589 784240 353628 636687 535408 425134 321433 351309. Raya Palur No. Sumbing No. Gatot Subroto No. 132 Jl. 327840. 203 Jl. 439904 (024) 8415362 (0293) 364012. Sleman Jl. Seturan Hotel Limaran. DR. 25 Kampus STIE YKPN. 551654 415388. Depok. Boenyamin No.6. 148 (0274) 368469. 424631. 387 Jl. 368470 (0274) 521412 (0274) 865123. 28. 533806. 41 Gedung PT Telkom (Persero). Jenderal Sudirman No. Condong Catur Jl. 8303005. Sugiyopranoto No. 16 Jl. 596598. 9 Jl. Jl. 19 Jl. 26 Jl. Dr. Kotak Pos 21 Jl.S. 5 Jl. 415616. Jl. Hayam Wuruk No. Arief Rahman Hakim No. G 62 E & F Jl. 415672 (0274) 561556. 889646 (0271) 715455 (0271) 711161 (0271) 644911 (0271) 642925 (0272) 327844. 1 Jl. Pahlawan No. 28. 366763 (024) 3522790 (024) 3544031-3. Jend. 7461216 (0291) 439902. 8314441 psw 8826 (024) 7461192. R. 114 Jl. Tentara Pelajar No. 424737 (0295) 385909. 422550. Jaten Jl. 294 Jl. Setiabudi No. 241 Jl. Pangeran Diponegoro No. Ahmad Yani No. Jend. Yos Sudarso No. 584140 (0274) 584758. 921989 (0293) 596471-73. 8314450. Parakan Jl. 364989. HOS Cokroaminoto No. 53 Jl. 493863 (024) 7606303. Adiwerna Jl. 107 Jl. Imam Bonjol No. Kaliurang Km. HR. Jend Sudirman No. 321980. 302-304 Jl. 7461215. Ahmad Yani No. Brigjend. Slamet Riyadi No. K. Slamet Riyadi No. Jend. Jl. 10 Jl. 473621. 439903. 3 Jl. 422085. Suryotomo No.

Pahlawan No. Wonokromo Jl. Raya Bukit Darmo Boulevard No.43 Jl. 8 Jl. Perak Barat No. Darmo Indah Timur Blok SS No. Muhammad 36. Dharmahusada Indah No. Jagir. No. 5981670 (031) 5685574. 107-109 Jl. 7344693 (031) 5316760-66 (031) 8663363 (031) 5046745.67 Kav. Raya Krian No. 121 F Jl. Undaan Kulon No. 5617389 7344472 8410435 8941577 324302 8922283 5026330 3531796 8971304 8671661 7328525 7344071 7860004 842323 8554113 3823297 7344679 5316778. 3 Jl. 41 Menara BBD. 331436. 398 Jl. Alun-alun No. Raya Rungkut. 5320631. Rungkut Industri Raya No. 93-95 Jl. 207. Raya Menganti No. 3 KOTAMADYA/ KABUPATEN Pekalongan KODE POS 51101 TELEPON (0285) 421758. 8667596. Moestopo No. Krian Bandara Juanda Kompleks Ruko Darmo Indah Timur. 318774 (031) 8499502. Prof. Kembang Jepun No. 8287728 (031) 5990060 5990061 (031) 8484490. 422212. Babatan Pantai No. Ahmad Yani No. Pertokoan Sutorejo Prima I Blok PC-21 Jl. Pahlawan Jl.105 A Jl. Bebekan No.A.50 Darmo Trade Center Lt. Komp. Ketintang No. 5686756. 2-4 Jl. 5669893 (031) 5624701 (031) 5030765 (031) 5999869. 3737471 (031) 5484379.1 Stand No. 47. Bunguran No. Raya Margorejo Indah Kav. Gedung Panti Tjahaya Armada Basis TNI AL Ujung Jl. Lt. Veteran Markas Komando TNI AL. 3-9 Kantor Pusat PT.06 Jl. Ngagek Jaya Selatan. Raya Diponegoro No.60 C-D Kav. Perak Timur No.2077 (031) 3281075 (031) 5624344 (031) 5462851. Darmo Raya No. Sungkono Jl. 27-31 Ruko Cempaka Mas Blok A 1-2.1 Kios A1-2 Jl. 8499773 (031) 5345620 (031) 3298482 (031) 8420753-54 (031) 319944.JARINGAN KANTOR Pekalongan Alun-alun ALAMAT KANTOR Jl.131-132 Kompleks Pertokoan Dupak Megah Blok B-6. 7 Jl.151 Ruko Pondok Mutiara Indah Blok N-01 Jl. 210 Jl. Dr. 5020701 (031) 3531820. Jl. 375 A-B Jl. 8557402 (031) 3823303. Basuki Rahmat No. Kapas Krampung No. Dupak No. Kusuma Bangsa No. 5687458 (031) 5311303-4 (0321) 323086 (031) 5340756 (0321) 875141. 875541 (031) 7660056. Basuki Rahmat No. 10 Jl. 8673866 5034988 5662839. Kapasan No. A No. 130 Jl. 5320641. Pemuda No. Indrapura No.2 AB Jl. 5685891. Sepanjang Jl. Ahmad Yani No. Mayjend. 5484384 (031) 5319511-15 (031) 5663045 (031) 5927468 (031) 8720705-6 (031) 5661745.160 Ruko Gateway Blok C-7.156 Jl. 106 Jl. Kupang Jaya A I No. 217 A Jl. 842325 (031) 8557335. PAL Jl. Wonokromo Raya Jl. 120 Jl. 3717529 (031) 3978504. 155 Jl. 2 Jl. 5-6. 330806 (031) 8922634 (031) 5020126. Basuki Rachmat No. 5462853 (031) 3737469. Kalimantan No. 7344708 (031) 7860003. Pangeran Diponegoro No. Plaza Manyar Megah Indah Blok J 5-6 Jl. PAL Surabaya Pertamina Jagir Surabaya Kapasan Gedung Utama Semen Gresik Surabaya Armada Timur Surabaya Unika Widya Mandala Surabaya Kedungdoro Surabaya Kapas Krampung Surabaya Undaan Surabaya Gentengkali Surabaya Sungkono Surabaya Mulyosari Surabaya Rungkut Megah Raya Surabaya Darmo Park Surabaya Darmo Permai Surabaya Rungkut Sidoarjo Pamekasan Sidoarjo Pahlawan Surabaya Pucang Anom Surabaya Pasar Atom Sidoarjo Krian Surabaya Bandara Juanda Surabaya Darmo Indah Surabaya Pakuwon Sidoarjo Sepanjang Sidoarjo Porong Sidoarjo Gateway Surabaya Kenjeran Surabaya Kupang Jaya Surabaya Basuki Rahmat Surabaya Pondok Chandra Surabaya PDAM Surabaya Diponegoro Surabaya Bratang Binangun Surabaya Gubeng Surabaya Kertajaya Surabaya Darmo Raya Surabaya Swandayani Mojokerto Surabaya Pemuda Jombang Surabaya Wiyung Surabaya Telkom Ketintang Surabaya Jemursari Surabaya Menanggal Surabaya Klampis Surabaya Darmo Trade Center Jl. H. 7317618 (031) 7344049. Palem TC 1 / 12. 487704 422303 Jl. Jl. Raya Porong No. 3981745 ext. Ruko Permata Blok B-1 Jl. 129-137 Jl. 331437 (0353) 892110. 3 Jl. 8982376.28 Pusat Perbelanjaan Pasar Atom.81 Jl. Jl. Waru Ruko Kenjeran IndahJl. 5478401 5678075 5926432 8707941 5672987. Ruko Rungkut Megah Raya Blok E-5-6 Kompleks Pertokoan Darmo Park I Blok V No.8-G Jl. 5662853. Dinoyo No. Pucang Anom Timur No.R. 7664559 (031) 8292659.84 Jl. 42 . 318300. A. 512 Blok H3-H4 Jl. Jembatan Merah No. Stasiun Kota No. Basuki Rahmat No. Lamongrejo No.168-170 Jl. Jl. Wiyung Jl. 3737467. Perak Timur No. 5316597 3547571. 8982377 (031) 2986422. 5669892.1001T-1002T. Klampis Jaya No. Kedungdoro No. 423990 FAKSIMILI 421780 WILAYAH VIII/ SURABAYA HUB SURABAYA NIAGA Surabaya Niaga Surabaya Stasiun Kota Surabaya Pelabuhan Tanjungperak Surabaya Tanjungperak Surabaya Jembatan Merah Surabaya Kusuma Bangsa Surabaya Baruna Surabaya Kembang Jepun Surabaya Indrapura Surabaya Pahlawan Gresik Tuban Bojonegoro Lamongan Surabaya Margorejo Surabaya Pasar Turi Surabaya PT.44 Jl. 23 Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Gresik Tuban Bojonegoro Lamongan Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Gresik Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Sidoarjo Pamekasan Sidoarjo Surabaya Surabaya Sidoarjo Surabaya Surabaya Surabaya Sidoarjo Sidoarjo Sidoarjo Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Mojokerto Surabaya Jombang Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Jember Probolinggo 60175 60160 60165 60164 60175 60136 60177 60162 60176 60174 61122 62317 62113 62213 60238 60174 60155 60243 60141 61121 60155 60265 60251 60133 60274 60275 60225 60113 60293 60256 60226 60293 61219 69315 61213 60282 60161 61262 61253 60187 60226 61257 61274 61256 60113 60189 60271 61256 60131 60241 60284 60281 32190 60625 60261 61321 60271 61481 60222 60245 60231 60243 60117 60241 68118 67211 (031) 3524223-6 (031) 3530293 (031) 3295924 (031) 3293568. Jl. 25-27 Jl. Gentengkali No. 3294481 (031) 3550091 (031) 3535715 (031) 3534072-74 (031) 3981300 (0356) 320786. 8474458 (031) 8287568. Sungkono No. 55 Jl. 892113 (0322) 318200. Pondok Chandra Indah Jl. 8688419 (031) 7328524. 8292314. 5661816 (031) 7344473-4 (031) 8439581 (031) 8921327 (0324) 331000. 159 Jl. 120 Jl. 7860005 (0343) 842324. Mojopahit No. 330803. 45 Jl. Jl. R. 3292354 3550576 3522653 3530561 3981442 320787 892114 318773 8499031 5345603 329848 840754 3719944 3984608 3292354 5623963 5462852 3737468 5484393 5316716. Kartini No. 129-137 Surabaya 60271 (031) 5316760-66 5316776. Raya Mulyosari.23. 3823273 (031) 7344674. Veteran No. 3533029 3530951 3294234 3293579 3525779 5313298 3294675. 3531825 (031) 8982375. 8484491 (0331) 486671 (0335) 421205 HUB SURABAYA GENTENGKALI HUB SURABAYA BASUKI RAHMAT HUB JEMBER ALUN-ALUN Jember Alun-alun Probolinggo daftar cabang bank mandiri 157 . Jend. 425240. Soekarno Hatta No. Mayjend. Yani Komplek Mandiri Menanggal C1-C2 Jl. 42-44 Jl.1 dan 2 Jl. 3293578 (031) 3520091-99 (031) 5323642.45 Jl. Panglima Sudirman No. 8285823 (031) 8474247. 5046746 (031) 5674347. 5484383. Suroyo No.10 Jl. 5323880 (031) 3298333. Jemursari No. 5674348 5043702 5035346 5981622 5677843 5311305 323093 5311432 875542 7668423 8285713 8474376 8288144 5995025 8484493 485461.

MT Haryono No. Sidas No. 512334 (0341) 404300 (0341) 898461 . 20 Jl. Merdeka Jl. 3352510. Ubud Jl. 3 Pertokoan Niaga Nusa Dua No. 5-7 Jl. 2 Jl. 17 Jl. Jend. Legian . Ahmad Yani No. Udayana No.42. 6-8 Jl. Raya Rogojampi No. Gajah Mada No. By Pass I Gusti Ngurah Rai. 51403. Wahid Hasyim No. 636071 (0380) 833216 (0361) 752060. 253. Panglima Sudirman No. I Gusti Ngurah Rai Jl. Jend.H. Soekarno -Hatta Jl. 33 Jl. 14. Jl. Dampit Jl.1 Jl. Merdeka Barat No. AA Gde Ngurah No. No.50 C-D Jl. Kepanjen Ruko Istana Lawang Blok A5. 15 Wisti Sabha Building Lantai 1 / 6 KOTAMADYA/ KABUPATEN Situbondo Banyuwangi Jember Jember Lumajang Banyuwangi Bondowoso Jember Kraksaan Banyuwangi Malang Kediri Madiun Tulungagung Pasuruan Malang Malang Malang Malang Malang Ponorogo Blitar Pandaan Malang Lawang Malang Malang Malang Kediri Denpasar Mataram Kupang Kuta Denpasar Denpasar Badung Denpasar Denpasar Singaraja Tabanan Badung Singaraja Gianyar Mataram Kupang Atambua Kuta Gianyar Denpasar Denpasar Gianyar Denpasar Denpasar Denpasar KODE POS 68311 68411 68137 68118 67311 68465 68211 68172 67282 68462 65119 64123 63116 66219 67115 65119 65112 65315 65142 65181 63411 66112 67156 65163 65213 65125 65127 65141 64212 80111 83231 85229 80361 80114 80112 80362 80112 80222 81116 82171 80361 81153 80511 83231 85112 85700 80361 80561 80228 80116 80582 80226 80118 80031 TELEPON (0338) 671853 (0333) 424674. Sudirman No. K. Pejanggik No. 94795 (0361) 948976. 2021898. Kediri Jl. 62 A. 66719 Pontianak Sambas Singkawang Pontianak Pontianak Pontianak Pontianak Sintang Pontianak Pontianak Banjarmasin Tanjung Palangkaraya 78123 79162 79122 78117 78117 78111 78812 78614 78115 78391 70111 71513 73111 733767. Ahmad Yani No. Pare Jl. Sudirman No. 342102 681629 463482 322571 426875 366959 364665 512335 404301 898444 484207 813548 639493 399855 422998 480460 334890 558143 395489 224077 631810 833818 752221 257567 234646 772097 231277 723552 24543 815364 751894 94792 948567 37118 832460 21535 753416 975889 281240 418133 294729 255715 427599 756497 HUB MALANG WAHID HAKIM HUB DENPASAR VETERAN Denpasar Veteran Mataram Cakranegara Kupang Urip Sumoharjo Kuta Raya Denpasar Teuku Umar Denpasar Gajah Mada Nusa Dua Denpasar Udayana Pelabuhan Benoa Singaraja Tabanan Legian Singaraja Seririt Gianyar Ngurah Rai Mataram AA Gde Ngurah Kupang M. 2023473 (0536) 21378. 1 Jl.E. Jend. 102 Jl. Genteng Jl. R. Jend. 11 Jl. 60 Jl. 812654. 631389. 1-2 Jl. Lambung Mangkurat No. Humaera B Jl. 78-79 Jl. 426876. Dewi Sartika No. Raya Sukawati Komplek Graha Merdeka No. Mas Tirto Haryono Jl.3 & 5. Tanjungpura No. K. 734153 (0561) 734464. 17 Jl. 283885 (0361) 418807. Martadinata No. Diponegoro No. Jl. Jl. Ahmad Yani No. 480462. Dr.Badung Jl. Jend. Wahid Hasyim Komp. 27 Jl. 23. Gatot Subroto No. Gajah Mada No. Wahidin Sudiro Husodo No. 398401 (0361) 226761-3 (0370) 631813. Jend. 881118 (0335) 844399 (0333) 636419. Kramat No. 451598 (0355) 326543-44 (0343) 420221. Jl. 813547 (0343) 638444. 131 Jl. 763412 (0362) 94790. 1 Jl. 99 X. 2 Jl. 45. 631735 (0561) 734247. Teuku Umar No. Ahmad Yani No. 94793. 428666. Hatta Atambua Kuta Discovery Mall Ubud Denpasar Sanur Denpasar Gatot Subroto Gianyar Sukowati Denpasar Merdeka Denpasar Pasar Kumbasari Denpasar Bandara Ngurah Rai WILAYAH IX/ Jl. 948945 (0370) 21481 (0380) 832459 (0389) 21688 (0361) 755522. Semeru Selatan No. 577252 (0354) 398400. 35833.7 Discovery Shopping Mall A-3A Jl. Ahmad Yani No. 636422 (0341) 364961-2 (0354) 681396. 22961. 422687 (0334) 886866 (0333) 845375 (0332) 420800. 4366759 (0526) 2021575. 456 Rukan Denpasar Business Center Blok C. Batu Ruko Griya Shanta Blok MP-53. 480463 (0341) 364441. Wijaya Kusuma No. Urip Sumoharjo No. 24968. Seririt Komplek Pertokoan Pasar Gianyar Blok I No. Pahlawan No. Raya Kuta No. 43 Jl. Merdeka No. 102 Jl. Suprapto No. 753390 (0361) 977022. 391138.64 (0352) 488909. 9. 747495 (0534) 35822. 55 Jl. Diponegoro No. 772096. 43. Muhammad Hatta No. 12-12A. Jl. 638585 (0341) 399858 (0341) 422999. 64-66. 21969. Urip Sumoharjo No. 420844 (0336) 88117. Danau Tamblingan No. Manggar No. Raya Ubud No. 596534. 815363 (0361) 762589. 420555 (0341) 480461. 392567 (0561) 631335. 754241 (0361) 257566 (0361) 224705 (0361) 772095. Pramuka No. 7762586.JARINGAN KANTOR Situbondo Banyuwangi Jember Ahmad Yani Jember Wijaya Kusuma Lumajang Genteng Bondowoso Jember Ambulu Probolinggo Kraksaan Banyuwangi Rogojampi Malang Wahid Hasyim Kediri Madiun Tulungagung Pasuruan Malang Merdeka Malang Suprapto Batu Malang Griya Shanta Malang Dampit Ponorogo Blitar Pandaan Kepanjen Lawang Malang Ahmad Yani Malang Gatot Subroto Malang MT Haryono Pare ALAMAT KANTOR Jl. Dr. 736390 (0562) 391208. 110 Jl. 778052 (0361) 223511 (0361) 723551 (0362) 25222 (0361) 812217. 180 X Jl. 16 Jl. Ambulu Jl. 54 A Jl. 488910 (0342) 813546. 70 KC KCP KK PEMBUKAAN CABANG BARU 158 daftar cabang bank mandiri . 22702 52249. 637546. Raya Pelabuhan Benoa Jl.2-3. 768330 391294 631151. Letjen. 30 Kompleks Pandaan Delta Permai A 18-19 Jl. 3 Tanjung Palangkaraya WILAYAH HUB Jl. 631190 734147 734752. 737053. Jend. 2-4. 3 BANJARMASIN HUB PONTIANAK DIPONEGORO Pontianak Diponegoro Sambas Singkawang Pontianak Ngurah Rai Pontianak Tanjungpura Pontianak Sidas Ketapang Sintang Pontianak RS Santo Antonius Pontianak Bandara Supadio Jl. Desa Arang Lingung Banjarmasin 70111 (0511) 51405. Jend. Raya Legian No. Panglima Besar Sudirman No. R. 681480 (0351) 462557. 418133 (0361) 294810. Kartika Plaza Jl.9 A Jl. 248827. 294991 (0361) 246647. Cakranegara Jl. I Gusti Ngurah Rai No. Jaksa Agung Suprapto 65 Jl. Lambung Mangkurat No. 35844 (0565) 24967. Gatot Subroto No. 328391 (0341) 558140 . Nusa Dua Jl. 365767/69/70/71 (0561) 769769. Veteran No. 326477.H. 39. 11 Jl. Jl. Bandara Supadio/Term.119 Jl. Soetomo Jl. 2 . 494 E. 3366051 2021079 21781 HUB BANJARMASIN LAMBUNG MANGKURAT Banjarmasin Lambung Mangkurat Jl. 736522 733672 35755 24973 737454 722859 4367856. 94794. 416833 (0341) 325658 (0341) 368691 (0341) 592998. Panglima Sudirman No. Ahmad Yani No. Panglima Sudirman No. 263451 (0361) 434812 (0361) 756497 FAKSIMILI 671854 423257 486094 484370 882151 845827 428888 882549 844895 636421 364977. 975946 (0361) 283485. 24969 (0561) 737454 (0561) 743883 (0511) 3357140. 1 Jl.Penumpang. 20-22. 732886 (0561) 734670. 424815 (0331) 484691 (0331) 486096-8. 29 Jl. Pangeran Antasari No. Rogojampi Jl. Merdeka No. 48 A-B Jl. Bondowoso Jl. 636420. 736943. Gajah Mada No. 121-14. Ahmad Yani No.

JARINGAN KANTOR
Sampit Kuala Kapuas Banjarmasin A. Yani Banjarmasin Pangeran Samudera Banjarmasin Mitra Plaza Banjarbaru Batulicin Barabai

ALAMAT KANTOR
Jl. M.T. Haryono No. 81 A Jl. Jend. Sudirman No. 32 Jl. Achmad Yani No. 13 - 17 Jl. Lambung Mangkurat No. 4

KOTAMADYA/ KABUPATEN
Sampit Kuala Kapuas Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarbaru Kota Baru Barabai Pangkalan Bun Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin

KODE POS
74322 73513 70233 70111 70234 70713 72171 71311 74113 70724 70119 70234

TELEPON
(0531) 21035, 21322, 30850, 21098 (0513) 21132, 21695, 22727 (0511) 264261, 263333, 262690-92 (0511) 54339, 66303, 66636, 66316, 54298 (0511) 267748, 267749 (0511) 4777058, 4780926, 4773002 (0518) 71480 - 83 (0517) 43702, 44240, 44250 (0532) 24255, 22779 (0511) 705277 ext.296, 705203 (0511) 364965, 366354 (0511) 360900, 361948

FAKSIMILI
21632, 22622 21028 257278, 257281 50928 267751 4780777 71484 43701 22710 705203 366345 361949

Jl. Pangeran Antasari, Mitra Plaza Blok B-I No.37-38 Jl. A. Yani Km.34 No.31D RT.04/01 Loktabat Jl. Raya Btulicin, Kabupaten Kota Baru Pusat Perbelanjaan Murakata Blok D1, Site 1 Lantai 2, Jl. P.H.M. Noor Pangkalan Bun Jl. Pangeran Antasari No. 41 Banjarmasin Bandara Syamsuddin Bandara Syamsuddin Noor, Jl. Landasan Ulin Noor Banjarmasin Pelindo III/ Trisakti Pelabuhan Trisakti, Jl. Barito Hilir No. 6 Banjarmasin Sentra Antasari Pusat Perbelanjaan Sentra Antasari Blok DT.001 Ltantai 2, Jl. Pangeran Antasari

HUB SAMARINDA MULAWARMAN
Samarinda Mulawarman Tarakan Yos Sudarso Bontang Samarinda Sudirman Samarinda Kesuma Bangsa Tanjungredeb Tenggarong Samarinda Irian Samarinda A Yani Sangatta Lhoktuan Bontang Ahmad Yani Tarakan Simpang Tiga Pulau Bunyu Balikpapan Ahmad Yani Balikpapan Sudirman Balikpapan Klandasan Balikpapan Suprapto Balikpapan Muara Rapak Balikpapan Batakan Balikpapan Telkom Divre VI Balikpapan Baru Jl. Mulawarman No. 23 Jl. Yos Sudarso No. 80 Jl. Angkasa No. 1, Airport Road, Komp. PT Badak Jl. Jend. Sudirman No. 9 Jl. Kesuma Bangsa No. 76 Jl. Jend. Sudirman No. 747 Jl. K.H. Akhmad Muksin No. 36 Jl. Irian No. 16 C Jl. Hasan Basri Blok A No.1 Jl. Yos Sudarso II No. 2, Sangatta Wisma KIE PT Pupuk Kaltim, Lhoktuan, Jl. Pakuaji Kav. 79 Jl. Ahmad Yani No. 37 Jl. Yos Sudarso No. 25 Jl. Pangkalan, RT 01, Pulau Bunyu Jl. Jend. Ahmad Yani No. 15 Kompleks Ruko Balikpapan Permai, Jl. Jend. Sudirman No. 62 Jl. Jend. Sudirman No. 71 Jl. Letjend. Suprapto No. 1 Jl. Jend. Ahmad Yani, Komp. Pertokoan Muara Rapak D-04 Jl. Mulawarman No. 122 Gedung Telkom, Jl. MT. Haryono No. 169 - Ring Road Kompleks Ruko Balikpapan Baru Blok D.6 No. 2 Samarinda Tarakan Bontang Samarinda Samarinda Tanjungredeb Tenggarong Samarinda Samarinda Kutai Timur Bontang Utara Bontang Tarakan Tarakan Balikpapan Balikpapan Balikpapan Balikpapan Balikpapan Balikpapan Balikpapan Balikpapan 75112 77113 75324 75111 75121 77312 75512 75111 75117 75611 75313 75311 71112 77181 76113 76114 76112 76131 76125 76115 76114 76114 (0541) 742097, 741464, 741462 (0551) 25960-63, 51141, 51444 (0548) 21490, 21492, 26309 (0541) 200836-7, 731531, 731529, 743402 (0541) 742549, 743915, 743049, 745095-96 (0554) 26031, 26032, 26033 (0541) 662150, 661945 (0541) 742066, 67731696, 742102, 743455 (0541) 736514, 736587 (0549) 25084, 25085 (0548) 41558, 41559, 41410, 41217 (0548) 20332, 21913 (0551) 21933, 21700, 21358, 25936 (0551) 24318, 25001 EXT. 2544, 2343 (0542) 422882, 424994 (0542) 731257, 733860 (0542) 422821, 422900, 422822 (0542) 427000, 422840, 422842, 424511 (0542) 421559 (0541) 771191 (0542) 872588 (0542) 871584, 876614 742855, 205720 21340 21489 731530 743777, 749075 26030 664103 731718 736291 25086 41219, 41535 27453 21359 24318 422109, 424933 732249, 410555 422902 424523 421559 771447 872588 877976

HUB BALIKPAPAN AHMAD YANI

WILAYAH X/ MAKASSAR
Manado Datu Lolong Lasut Kotamobagu Bitung Gorontalo Tahuna Ternate Manado Sam Ratulangi Manado Toar Manado Sudirman Tomohon Marisa Limboto Manado Boulevard Ternate Mononutu

Jl. R.A. Kartini No. 12-14
Jl. Dotulolong Lasut No. 15 Jl. Ahmad Yani No. 51 Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 51 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 28 Jl. Dr. Sutomo No. 1 Jl. Nukila No. 51 Komp. Wanea Plaza Blok I No. 8, Jl. Sam Ratulangi Jl. Toar No. 4-6 Jl. Jend. Sudirman No. 47 Kompleks RS Bethesda, Jl. Raya Tomohon Jl. Trans Sulawesi No.29, Marisa Jl. Jend. Sudirman No. 35, Limboto Komplek Megamas, Blom 1 A No.23 Jl. Piere Tendean, Boulevard Jl. A. Mononutu No. 91 Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 60 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 132 Jl. W.R. Supratman No. 1 Jl. Hasanuddin No. 13, Poso Jl. Imam Bonjol No. 88 Jl. Sultan Hasanuddin No. 35 Jl. Moro No. 78 Jl. Trans Sulawesi No. 117 Jl. R.A. Kartini No. 12-14 Jl. M.H. Thamrin No. 10 Jl. Andi Isa No. 5 Jl. Jend. Sudirman No. 123 Jl. Gamalama Kav. 2 Jl. H. Abdullah Silondae 45, Mondonga Komplek Aneka Tambang, Jl. Ahmad Yani Jl. Pantai Mardika

Makassar
Manado Kotamobagu Bitung Gorontalo Tahuna Ternate Manado Manado Manado Tomohon Pohuwato Gorontalo Manado Ternate Palu Luwuk Toli Toli Poso Palu Palu Donggala Parigi Makassar Watampone Pare Pare Palopo Soroako Kendari Pomalaa Ambon

90111
95122 95711 95521 96112 95813 97721 95117 95112 95122 95362 96266 96211 95111 97712 94111 94711 94514 94616 94223 94112 94351 94371 90111 92713 91114 91921 91984 93111 93562 97123

(0411) 329097, 323547
(0431) 866228, 863477 (0434) 22820, 21580, 24250 (0438) 21022 (0435) 823551, 824131 (0432) 21051 (0921) 22778 (0431) 876195, 876196, 876312, 876400 (0431) 863079, 866950 (0431) 824312, 860570 (0431) 354951 (0443) 210071, 210371 (0435) 880512, 880653 (0431) 858407 (0921) 327304, 327358, 24604 (0451) 424971, 423975, 423942 (0461) 21143 (0453) 21360 (0452) 21367, 21467, 21567, 21704 (0451) 421480-2 (0451) 4215880 (0457) 71175 (0450) 22244 - 47 (0411) 319443, 324095 (0481) 21330, 21227 (0421) 21046, 24339, 25339, 25439, 21339 (0471) 22123, 23672 (0475) 321042, 321043, (021) 5249860-2 (0401) 327708 (0405) 310572, 310317 (0911) 354572-5

329095
857579, 863577 21696 21763 824305 21457 21040 876500 863677 851877 353844 210522 882363 858652 327072 424766 22038 21760 21767 421483 424975 71161 22248 310778, 335741, 21938 21416 23674 321044, (021) 5249584 322386 310562 354578

HUB MANADO DATU LOLONG LASUT

HUB PALU SAM RATULANGI
Palu Sam Ratulangi Luwuk Toli Toli Poso Palu Imam Bonjol Palu Hasanudin Donggala Parigi

HUB MAKASSAR KARTINI
Makassar Kartini Watampone Pare Pare Palopo Soroako Kendari Mesjid Agung Pomalaa Ambon Pantai Mardika

daftar cabang bank mandiri

159

JARINGAN KANTOR
Ambon Pattimura Makassar Slamet Riyadi Makassar Sulawesi Makassar Cokroaminoto Sungguminasa Makassar Cenderawasih Makassar Tanjung Bunga Makassar Panakkukang Bulukumba Makassar Daya Sengkang Pinrang Polewali Mandar Makassar Kampus IKIP Makassar Andalas Makassar Veteran Semen Tonasa Makassar RS Stella Maris Kendari Soekarno Kolaka Jayapura Ahmad Yani Manokwari Merauke Nabire Serui Fak Fak Biak Sorong Ahmad Yani Timika Wamena Jayapura Abepura Tembagapura Kuala Kencana Jayapura Sentani Jayapura Waena Jayapura Sentra Bisnis Pasifik Sorong Basuki Rahmat Tembagapura Shopping Centre

ALAMAT KANTOR
Jl. Raya Pattimura No. SK.2 / 1 Jl. Brigjend. Slamet Riyadi No. 8 Jl. Sulawesi No. 81 Jl. HOS Cokroaminoto No. 3 Kompleks Graha Satelit Blok 12 A, Jl. Sultan Hasanuddin Jl. Cenderawasih No. 185 Mall GTC Tanjung Bunga No. 22 Jl. Bolevar 89 F Jl. Sam Ratulangi No.90 Kompleks Bukit Khatulistiwa Blok B/9, Jl. Bau Mahmud No. 1 Jl. Durian No.24-26 Jl. Jend. Sudirman No. 132, Wonomulyo Kampus IKIP Gedung 4C, Jl. Bontolangkasa, Gunungsari Baru Jl. Andalas No. 116 F Jl. Veteran Utara No. 220 Komplek PT Semen Tonasa I, Kotak pos 114 Komplek RS. Stella Maris Jl. Somba Opu No.273 Jl. Soekarno No. 37 Jl. Repelita No. 1 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 35 Jl. Yos Sudarso No. 61 Jl. Raya Mandala No. 1 Jl. Pepera No. 19 Jl. Diponegoro Jl. Izak Telussa No. 26 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 99 Jl. Yos Sudarso No. 30 Jl. Trikora No. 92 Jl. Raya Abepura, Abepura Jl. Numfor Jl. Mandala Raya Selatan Jl. Raya Kemiri, Sentani Pertokoan Topaz ,Jl. Raya Waena Sentani No. 231 Kompleks Ruko Pasifik Permai Blok D No.5 Jl. Reklamasi Pantai Apo Jl. Basuki Rahmat No. 22 Family Shopping Center Tembagapura

KOTAMADYA/ KABUPATEN
Ambon Makassar Makassar Makassar Gowa Makassar Makassar Makassar Bulukumba Makassar Sengkang Pinrang Polewali Mandar Makassar Makassar Makassar Tonasa Makassar Kendari Kolaka Jayapura Manokwari Merauke Nabire Serui Fak-fak Biak Sorong Timika Wamena Jayapura Tembagapura Kuala Kencana Jayapura Jayapura Jayapura Sorong Tembagapura

KODE POS
90172 90111 90174 90174 92111 90133 90134 90231 92512 90241 90913 91211 91352 90221 90155 90145 90662 90001 93127 93560 99111 98311 99613 98801 98212 98601 98112 98414 98663 99511 99351 98100 99920 99352 99351 99112 98401 98100

TELEPON
(0911) 345587, 353122 (0411) 319963-4 (0411) 317378, 317388 (0411) 323809, 317545 (0411) 840133 (0411) 837609 (0411) 838841 (0411) 425290, 441605 (0413) 2587965, 2587966, 2587967 (0411) 591255, 591256 (0485) 324333, 324222 (0421) 921367, 922145 (0428) 51985, 51987, 51988 (0411) 874744 (0411) 334023, 310164 (0411) 319981. 332354 (0411) 320672 (0411) 854289 (0401) 331211, 321477 (0405) 22225 (0967) 531028, 534186/9, 533919 (0986) 213567, 211102 (0971) 321333, 321128 (0984) 21135, 21045 (0963) 31535-7 (0956) 22119, 22124, 22480, 22120 (0981) 22000, 21527, 22528 (0951) 323200, 323111, 323222 (0901) 321727, 321145, 321045 (0969) 31033, 31010 (0967) 581397, 587183 (0901) 351125, 351027, 404225 (0901) 302265, 302266 (0967) 591668 (0967) 572813, 572816 (0967) 535166, 535177 (0951) 323845, 323844, 321440 (0901) 352707, 403122

FAKSIMILI
352208 317854 320629, 320473 316488 840134 837609 838842 443777 2587968 591257 324111 921878 51986 874747 310372 332354 311973 854289 331210 22226 534494, 531836 211222 322094 21683, 23170 31636, 31179 22636 21557 323400, 323981 321515 32520, 33646 587182 351155 302264 593624 572817 535178 321113 407625

HUB JAYAPURA AHMAD YANI

WILAYAH HUB

KC KCP

KK PEMBUKAAN CABANG BARU

160

daftar cabang bank mandiri

kantor luar negeri/perwakilan Jaringan Kantor
Bank Mandiri Cayman Island

Alamat Kantor
Cardinal Plaza 3rd Floor #30 Cardinal Avenue, George Town Grand Cayman, Cayman Island PO BOX 10198 APO

Telepon
1-345-945-8891 (3 lines)

Faksimili
1-345-945-8892

SWIFT
BEIIKYKY

Telex
4206 EXIMCAY

website
-

Bank Mandiri Dili - Timor Leste

Jl. Ave Presidente Nicolau Lobato No. 12 Colmera, Dili, Timor Leste

670-390-317-555 or 777 Lokal: 5263769 Satelit: +086815000123

670-3317-444 /190/192

-

-

-

Bank Mandiri Hong Kong Branch

7th Floor, Far East Finance Centre 16 Harcourt Road, HongKong

852-2527-6611, 852-2877-3632

852-2529-8131, 852-2877-0735

BBUDHKHH

70663 / 71360 MDRIHX www.bankmandirihk.com

Bank Mandiri Singapore Branch

9 Raffles Place #35 - 01 / 02 Republic Plaza, Singapore 048619

65-6213-5588 (General) 65-6213-5880 (Dealer) 65-6532-6086 (Dealer Board)

65-6438-3363 (General) 65-6536-3008 (Dealers)

BEIISGSG

RS23697 MDRISQ (General) RS23699 MDRIFX (Dealers)

www.ptbankmandiri.com.sg

Bank Mandiri Europe Limited

Cardinal Court (2nd Floor) 23 Thomas More Street London EIW IYY, United Kingdom

44-207-553-8688

44-207-553-8699

BEIIGB2LA

8813270

www.bkmandiri.co.uk

Bank Mandiri 3401, Bank of China Tower Shanghai 200 Yin Cheng (M) Road, (Representative Office) Pudong New Area, Shanghai 200120, People’s Republic of China

86-21-5037-2509

86-21-5037-2507

-

-

-

161

daftar MBU. Palembang 30125 Jl.1. Kebon Jati No. Jend. Sultan Agung No. Jend. Pematang Siantar 21117 Jl. Dr. Bandarlampung 34223 Jl. Komp. Jakarta Barat 11470 Jl. Lubuk Baja. Jakarta Pusat 10250 Jl. 135. Puri Indah Raya Ruko Blok I/1.03 Lt. Tangerang 15111 Jl. Ahmad Yani. Bekasi 17550 Jl. Brigjen Zain Hamid No. Pangeran Jayakarta No. Jakarta Utara 14410 Jl. Tanjungduren Raya No. Harapan Business Center Blok I No. Pusat Perdagangan Kalimalang Blok A VIII No. K. Jakarta Utara 14240 Ruko Roxy Blok E No. Pasar Ikan. 73. Jakarta Barat 11140 Jl. Jend. Tanah Abang. Prabumulih. Tangerang 42431 Grenvil Real Estate Blok BG 31–36 Jl.8. Medan 20112 Jl. Bagindo Aziz Chan No. MBDC. Pusat Perdagangan Kalimalang Blok A 3 No. H.1A Pulo Brayan. Raya MH Thamrin Ruko Mahkota Mas Diamond(The BEST) Blok J No. Samanhudi No. Laksamana Malahayati No. 1–2. Pangkal Pinang 33128 Jl.116–117 Jakarta Pusat 10250 Jl. Jatinegara Barat No. Sudirman No. Arteri Mangga Dua Raya. 117. Raya Bekasi Km. Padang 25211 Jl Perintis Kemerdekaan No. Raya Cakung. Parman No. Medan 20212 Jl. Fakrudin No. Belawan 20411 Jl. Komplek Ruko No. Cilincing. 118. Gunung Krakatau No. Sutomo Kotak Pos 14.17–18. Tangerang 15133 Jl. Gunung Rinjani No.13 Blok R-G Sektor IV Bumi Serpong Damai. Petamburan.292. Diponegoro No. Bendungan Hilir No. Jl. M. Sutomo No. Binjai 20711 Jl. Thamrin. Ahmad Yani. Bengkulu 38223 Jl. Jakarta Pusat 10710 Arkade Dusit Mangga Dua No. Pelabuhan II Kotak Pos 15. K. Merdeka No. Metro 34111 Jl. Jakarta Pusat 10730 Komplek Pertokoan Mitra Bahari Blok E No. Pekanbaru 28115 Jl. Bekasi 17141 Jl.H. Jend. Lippo Cikarang. Parman Prabumulih Sudirman Jakarta Tanjuk Priok Yos Sudarso Jakarta Kota Jakarta Pasar Baru Jakarta Mangga Dua Jakarta Mitra Bahari Jakarta Jelambar Jakarta Gambir Jakarta PuloMas Jakarta Ketapang Indah Jakarta Jembatan Lima Jakarta Cakung Jakarta Pangeran Jayakarta Tangerang Bumi Serpong Damai Tangerang Ahmad Yani Jakarta Puri Indah Tangerang Ciledug Jakarta Grenvil Serang Jakarta Kali Deres Jakarta Tanjungduren Tangerang Cikokol Cilegon Merak Tangerang Merdeka Jakarta RS.No. Jend. Moch. Kolonel Atmo No. 94 A. Bekasi 17550 Jl. K.4-5 Tangerang Cikokol 15117 Jl. Jakarta Barat Jl. Jakarta Pusat 10210 Jl. 46. CBC & SDBC . mbdc.Sutomo Palembang Atmo Palembang PUSRI Palembang Pusat Dagang Bengkulu S. Kebon Sirih No.H. Jl. Pusat Pasar No. 21. Sudirman No. Jakarta Barat 11210 Komplek PT KBN. Jakarta Pusat 10340 Jl. Pangeran Tubagus Angke No. 142 AB. Sudirman No. Batam 29422 Jl. 8868401 (021) 2303146 (021) 8508807 (021) 3868114 (021) 8315687 162 daftar alamat mbu. Ir. H. 22–23.7. S. 21. 56 A–B.167 D. M. 4602879 (021) 8846716. Jakarta Utara 14440 Jl. Zainal Arifin Blok A1.P. 28. Ciledug. 452. Batam 29432 Jl. Yos Sudarso Blok A No. 9. 79. LetJend. Palembang 30118 Jl. CBC & SBDC LOKASI Daftar MBU Batam Lubuk Baja Batam Sekupang Martadinata Medan Pusat Pasar Medan Pulo Brayan Medan Kirana Medan Belawan Binjai Medan Gunung Krakatau Medan Katamso Pekanbaru Sudirman Atas Pematang Siantar Pangkal Pinang Bandar Lampung Teluk Betung Metro Tanjung Karang Kartini Padang Bagindo Aziz Chan Bukit Tinggi Jambi Dr.E. Tanjungkarang 35111 Jl. 40–42. 7. Jakarta Selatan 12970 phone (0778) 432315 (0778) 327842 (061) 4143990 (061) 6643696 (061) 4523509 (061) 6940246 (061) 6642658 (061) 7864298 faX (0778) 457830 (0778) 322474 (061) 4517644 (061) 6611100 (061) 4155269 (061) 6941768 (061) 8828064 (061) 6619540 (061) 7864598 (0721) 483212 (0725) 48269 (0721) 241998 (0751) 33124 (0752) 625035 (0741) 7551066 (0711) 7063376 (0711) 7063378 (0711) 7068155 (0713) 7000031 (021) 4371948 (021) 69833165 (021) 92694422 (021) 926 94425 (021) 92694421 (021) 70974118 (021) 3864028 (021) 40706202 (021) 70972293 (021) 70972292 (021) 4405213 (021) 70770600 (021) 70970235 (021) 92694419 (021) 92694420 (021) 5866499 (021) 5689044-6 (0254) 201260 (021) 70637223 (021) 70759125 (021) 55755791 (0254) 437194815 (021) 5516142 (021) 70917154 (021) 7020066 (021) 92694223 (021) 92694427 (021) 70950705 (021) 70995199 (021) 70950768 (021) 70988472 (021) 70992877 (021) 70920521 (021) 70986304 (021) 70985974 (021) 3868112 - (0721) 485082 (0725) 41860 (0721) 241998 (0751) 33124 (0752) 625035 (0741) 7550082 (0711) 313655 (0711) 719882 (0711) 310873 (0713) 326005 (021) 43930980 (021) 69833167 (021) 2310318 (021) 6592683 (021) 6625327 (021) 5647439 (021) 3864031 (021) 4898109 (021) 6349340 (021) 6306112 (021) 44820937 (021) 6399070 (021) 5376769 (021) 5525004 (021) 92752304 (021) 5866499 (021) 5689048 (0254) 217723 (021) 5450257 (021) 5666552 (021) 5543048 (0254) 4392616 (021) 5523718 (021) 5480027 (021) 89902878 (021) 2301338 (021) 8862613 (021) 325285 (021) 4504788 (021) 89902878 (021) 5711671 (021) 4602875. Rustam Effendi No. 183. Jakarta Barat 11110 Jl. R. Kelapa Gading. Jakarta 10120 Komplek Artamas. Jl. Medan 20158 Alamat Booking Kredit: KC Imam Bonjol Jl. 30. Jakarta Timur 13320 Ruko Segitiga Senen Blok E-21/22 Jl. Jend.H. Jend. Medan 20239 Jl. Jakarta Barat 11460 Jl. 5 Jl. Imam Bonjol No.H. Martadinata. Raya Merak No. Lippo Cikarang. 2. 39 A. Ahmad Yani No. Jakarta Barat 11610 Jl. Bukit Tinggi 26111 Jl. Mansyur No. 73. Lapangan Stasiun No. Jakarta Timur 13210 Komplek Ketapang Indah. Tangerang 15311 Jl. 94–95. 16. 1. Jend. Pulogadung. Yos Sudarso No. Jakarta Barat 11410 Ruko Roxy Blok E . 6 7. Jakarta Utara 14210 Jl. Palembang 30125 Jl. Medan 20116 Jl. 77 Kav. Jakarta Pusat 10410 Jl. T. 3. Cilegon 42431 Jl.II. Jl. Imam Bonjol. Sumatera Selatan 31121 Jl. Sudirman No. 550. 10. Medan Jl.18. Bolevar Barat Raya Blok LC-7 No. 2. Bekasi 17141 Jl. Kirana Raya No. Thamrin. 18. Sudirman No.H. 59 D. 7 G–H. Ciledug Raya No.7–8. 18. Jl. Pelni Bekasi Cikarang 1 Jakarta Fakhrudin Bekasi Sentra Niaga Kalimalang Jakarta Sabang Jakarta Kelapa Gading Barat Bekasi Cikarang II Jakarta Bendungan Hilir Pulogadung Bekasi Ahmad Yani Kebon Jati Jakarta Jatinegara Barat Jakarta Atrium Senen Jakarta Pasar Rumput MBDC Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin ALAMAT Jl. Ahmad Yani No. Kartini No. Aipda KS Tubun 92–94. Jakarta Pusat 10730 Jl. Serang 42112 Jl Utama Raya Blok A/B No 57 B Cengkareng.9 Gedung YDPK. Juanda No. 750. Senen Raya No. Jambi 36113 Jl.15. Mayor Zein No. 1 Jl. Jakarta Utara 14250 Jl.

Pejaten. 12. 176. 11–14. Sukabumi 43131 Jl. Yos Sudarso No. Asia Afrika No. Cianjur 43553 Jl. 39. 73. Lapangan Tembak.S. Nusantara Raya No. Ahmad Yani No. 50 B. 133. Simatupang No. Jakarta Pusat 10450 Jl. 11.22–23. Jl. Bandung 40235 Alamat Booking Kredit: Hub Bandung Asia Afrika Utara Jl. 24. Ahmad Yani No. Jakarta Timur 13220 Jl. Pertokoan Cibubur Indah Blok A. 222. Raya Pasar Minggu No. Kyai Maja No.134. Bandung 40132 Jl. Ir. 88. Jakarta Selatan 12510 Jl. 133. Bandung 40612 Jl. Jakarta Selatan 12330 Jl. Raya Tegalwangi Km. 8. Kalimalang Jl. Jl. Kapten Muslihat No. 99. Bekasi 17414 Jl. Ahmad Yani No. Kiara Condong No. Raya Ujungberung No. Pemuda No. Raya Bogor. Raya Cipanas No. Raya Pondok Gede No. Siliwangi No. Jakarta Timur 13760 Komplek Ruko Sukmajaya No. Jakarta Timur 13450 Jl. 51. Sumedang Jl. 57. Jl. Dr. 25 AB. Abdul Rahman No. Braga No. Jakarta Selatan 12430 Jl. Ciamis 46211 Jl. Kadipaten. Siliwangi No. Suroso No. Tole Iskandar. Pacet. Purwakarta 41115 Jl. Jakarta Timur 13470 Jl. Bandung 40226 Jl. Bandung 40282 Jl. Saharjo No. Kebayoran Baru. Pondok Gede. 21. Fatmawati No. 95. Bogor 10123 Jl. Juanda No. Junjunan No. Pahlawan Revolusi No. Bintaro Jaya Sektor I. Tangerang 15417 Jl. Depok 16432 Jl. Pondok Bambu. 132 B. T. Raya Jakarta Bogor Km. R. Majalengka 45453 phone (021) 70980933/12 (021) 92694424 (021) 92694411 (021) 92694426 (021) 70975943 (021) 70268090 (021) 3161938 (021) 70973988 (021) 84977412. Tangerang 15419 Jl. Cianjur 43211 Jl. 57.LOKASI Jakarta Pahlawan Revolusi Jakarta Pasar Jatinegara Jakarta Saharjo Jakarta Rawamangun Pemuda Jakarta Kalimalang Pondok Kelapa Jakarta Kramat Raya Jakarta Cimanggis Jakarta Plaza Kramat Jati Indah Jakarta Cirendeu Jakarta Cibubur Bekasi Plaza Pondok Gede Depok Cinere Depok I MBDC Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman ALAMAT Jl. Kav.12–14. 139. Pajajaran No. Jl. Bogor 16121 Jl. Kebayoran Lama. 92694412 (021) 92694415 (021) 92694414 (021) 84977412. Billy Moon. 32–33. Bandung 40112 Jl. Bogor 16121 Jl. 44. Sutisna Senjaya No. Tarum Barat Km. Soekarno Hatta No. Pertokoan Prima Indah No. 736406869 (021) 5308376 Jakarta Kebayoran Lama Tangerang Ciputat Center Jakarta Simprug Purwakarta Bandung Alun-alun Bandung Siliwangi (Lapangan Raya) Bandung Braga Bandung Padjajaran Bandung Pasteur Bandung Otista Bandung Kiara Condong Cimahi Bandung Sukarno Hatta Bandung Buah Batu Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung (021) 725 6917 (021) 7400352 (021) 7397958 (0264) 207185 (022) 4205555 (022) 2506858 (022) 70831973 (022) 91142244 (022) 70840361 (022) 70838293 (022) 7213891 (022) 6645209 (022) 70284145 (022) 70725682 (021) 72791036 (021) 7426021 (021) 7231358 (0264) 201507 (022) 4205312 (022) 2531940 (022) 4204444 (022) 6002019 (022) 6020361 (022) 4237271 (022) 7205633 (022) 6645209 (022) 7562944 (022) 6046261 Bandung Bina Citra Sumedang Bandung Ujung Berung Bandung Ahmad Yani Bandung Martadinata Garut Bandung Kopo Bogor Kapten Muslihat Bogor Suryakencana(Siliwangi) Cianjur Cipanas Bogor Juanda Sukabumi Ahmad Yani Tasikmalaya Otto Iskandardinata Tasikmalaya Sutisna Ciamis Cirebon Yos Sudarso Cirebon Tegal Wangi Cirebon Siliwangi Majalengka Kadipaten Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung (022) 70687389 (0261) 201523 (022) 7834976 (022) 7278151 (022) 4267694 (0262) 243971 (022) 5425541 (0251) 352529 (0251) 7165499 (0263) 270891 (0263) 524467 (0251) 357018 (0266) 237393 (0265) 313582 (0265) 332422 (0265) 771383 (0231) 246655 (0231) 325480 (0231) 3387057 (0233) 664511 (022) 5409846 (0261) 201523 (022) 7834977 (022) 7213708 (022) 4204991 (0262) 232675 (022)4204991 (0251) 356037 (022) 381134 (0263) 270891 (0263) 511039 (0251) 356037 (0266) 2211160 (0265) 331824 (0265) 332422 (0265) 771384 (0231) 223421 (0231) 321026 (0231) 206343 (0233) 662004 daftar alamat mbu. 111. Soekarno Hatta No. LetJend. 612.5.B. Pertokoan Ramayana Blok A No. 17. Jakarta Selatan 12220 Ruko Mutiara Center B/3 Jl. Bandung 40235 Jl. Dr. Tasikmalaya 46113 Jl. Arteri Simprug. 162. 51. 486. Jakarta 12810 Jl. 9 No. Jl. Cirebon 45111 Jl. Jakarta Timur 13310 Komplek Gajah Unit F & G. Jakarta Selatan 12120 Jl. Tasikmalaya 46114 Jl.11–12. Margonda Raya No. Ahmad Yani No. CBC & SDBC 163 . Raya Kebayoran Lama No. Raya Tarum Barat Blok M I No. Surya Kencana No. Martadinata No. 293. 2. Cilandak. 3. Cirebon 45124 Jl. Bandung 40266 Jl Soekarno Hatta No. 57. Jl. 43. Gerbang Puri Tirta Kencana. 107. Braga No. 155 A. Depok 16432 Alamat Booking Kredit: Hub Pasar Rebo Plaza PP. Depok II Tengah.B.103 . 10. Melawai Raya No. Cirendeu Raya. 4. 28. Jakarta Pusat 10270 Alamat Booking Kredit: Plaza Bapindo. 242. 310. Depok 16411 Alamat Booking Kredit: Hub Pasar Rebo Plaza PP. 124. Asia Afrika No. Bandung 40261 Jl. Kramat No. Bandung 40173 Jl. 5 A–C. Jend. Otto Iskandardinata No. Jakarta Timur 13720 Jl. Sudirman Kav.E. 6 A1–2. Raya Timur No. Kramat Raya No. LetJend. 2. 92694412 (021) 92694413 (021) 92694416 (021) 7764715 faX (021) 8632073 (021) 2800072 (021) 8282349 (021) 47882420 (021) 8656511 (021) 8652418 (021) 3161946 (021) 87713945. H. T. Depok 16514 Jl. Jakarta Timur 13760 Jl. Bintaro Utama. Bandung 40111 Jl. Bandung 40251 Alamat Booking Kredit: Hub Bandung Braga. Cinere Raya Kav. Bandung 40281 Jl. Garut 44115 Jl. mbdc. Jakarta Timur 13710 Jl. Raya Terusan Kopo 228 A. 54–55 Jakarta Selatan 12190 Jl. Otto Iskandardinata No. Matraman Raya No. 15. Dewi Sartika Ciputat Tangerang Jl. Simatupang No. Jakarta Selatan 12240 Jl. 26. 125. 89 J. Cirebon 45154 Jl. Sudirman No. Bandung 40174 Jl. Palmerah Barat No. Kalimalang. Bandung 40111 Jl. Jend. 94–96. 58. 87711803 (021) 8482936 (021) 7444812 (021) 87704206 (021) 8482936 (021) 7762684 (021) 7547565 (021) 7764715 Depok Tengah Jakarta Sudirman (021) 77823438 (021) 7715441 Jakarta Mayestik Jakarta Pasar Minggu Jakarta Melawai Jakarta Pamulang Jakarta Fatmawati Jakarta Bintaro Jaya Jakarta Palmerah Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman (021) 70978006 (021) 70625334 (021) 92694417 (021) 92718230 (021) 92715040 (021) 7375187 (021) 5307758 (021) 7233715 (021) 79192536 (021) 2700352 (021) 74713028 (021) 7692309 (021) 7374537. Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12160 Komplek Pertokoan Pamulang Permai Blok SH IX Kav. Bandung 40525 Jl. R. 730. Bandung 40115 Jl. Jakarta Timur 13510 Jl. Raya Cimahi No.

Sudirman No. Banjarnegara 53411 Jl. 671 E–F. Arief Rahman Hakim No. Hayam Wuruk No. Pamekasan 69315 Jl. Jl. Klaten 57414 Jl. Merdeka Barat No. D. Soekarno Hatta Kotak Pos 27. Surabaya 60225 Komplek Pertokoan Rungkut Megah Raya Blok E/5-6. Batu Jl. Jatibarang Alamat Booking Kredit: Spoke Indramayu Panjaitan Jl. Tuban 62317 Jl. Sudirman No. Basuki Rahmat No. Salatiga 50711 Kompleks Ruko Majapahit. 165 Yogyakarta 55281 Jl. 7. Ahmad Yani No. Gajah Mada No. Sudirman No. Majapahit No. Surabaya 60162 Jl. Semarang 50137 Jl. 45. Laksda Adisucipto No. Mojopahit No. Kalimantan No. 23. 1. Parman No. 107 Yogyakarta 55231 Jl. Muntilan 56414 Jl. Sudirman No. Solo 57111 Jl. Gombong 54411 Jl. 245.329. Yogyakarta 55121 Jl. 5. Stasiun Kota No. Panglima Sudirman No. 41. Yogyakarta 55232 Kampus STIE YKPN. Jaksa Agung Suprapto 65. 29. Sidoarjo 61262 Alamat Booking Kredit: Spoke Sidoarjo Jl. R. Suroyo No.151. Jl. Rungkut Industri Raya No. No. Denpasar 80361 Jl. Pasuruan 67112 Jl. Malang 65119 Jl. 164. Wahidin Sudiro Husodo No. 107. Jend. Pangeran Diponegoro No. Sudirman No. Pekalongan 51119 Jl. 19. Jl. 472695 (0282) 535408 (0275) 641306 (0286) 592375 (024) 9311366 (024) 3585084 (024) 8505501 (024) 3585084 (024) 355184 (024) 6924295 (0291) 438769 (0298) 316011 (024) 8505501 (0283) 353628 (0283) 322194 (0283) 673535 (0285) 435087 (0285) 435087 (031) 5678075 (031) 8704910 (031) 8472974 (031) 8941577 (0343) 842323 (031) 8971304 (031) 5054765 (031) 5311429 (031) 5035346 (0321) 323093 (0321) 875542 (031) 3530951 (0353) 892114 (031) 3550576 (031) 3544319 (031) 3293579 (0356) 892114 (031) 3981442 (0322) 318773 (0324) 324302 (031) 5926432 (031) 5311305 (0341) 335291 (0351) 463482 (0331) 485461 (0335) 422303 (0338) 671854 (0333) 423257 (0343) 432305 (0354) 681629 (0341) 364665 (0341) 512335 (0355) 329834 (0361) 234646 (0361) 752221 (0361) 231277 164 daftar alamat mbu. Solo 57142 Jl. 92. 8. H. 16. Pemuda. Parman No. Krian. Dr. 102. 115. 645500 (0272) 321277 (0281) 642934 (0287) 474020. 398. 94. 3. Komplek Pertokoan Rejotumoto. Jend. 114. Jl. Indramayu 54212 Jl. Semarang 50191 Jl. Kartini No. Pangeran Diponegoro No. 7. Indrapura No. 48 A–B. Parakan. Jl. Basuki Rachmat No. Jombang 61481 Jl. Panjaitan No. Sungkono No. Sidoarjo 61274 Alamat Booking Kredit: Spoke Sidoarjo Jl. 713896 (0271) 661638. Jend. CBC & SDBC . Ngagel Jaya Selatan. Tegal 52123 Jl. Pahlawan No. 100. Surabaya 60164 Jl. 45.5 Surabaya 60293 Jl. Pangeran Diponegoro No. Perak Timur No. Semarang 50246 Jl. Pemuda No. Probolinggo 67211 Jl. Jember 68118 Jl. Soekarno-Hatta No. Kaliurang. Dewi Sartika No. Yos Sudarso No. Slamet Riyadi No. 55 K. Kutoarjo 54212 Jl. Surabaya 60160 Jl. Brigjend. Jl. 107–109. Slamet Riyadi No. Bojonegoro 62113 Jl. Cilacap 53212 Jl. Semarang 50241 Jl. 32–34. Udayana No. Yogyakarta 55281 Jl.10. 55. S. 121 F. Katamso No. 120. Sidoarjo 61219 Jl.60 C-D Kav. 339. Jend. Seturan. Banyuwangi 68411 Jl.10. Mayjend. 16. Ahmad Yani No. Yogyakarta 55213 Alamat Booking Kredit: KC Wisma PU. Ahmad Yani No. Ahmad Yani No. Pekalongan 51119 Jl. 11. 2.1 dan 2. Kudus 59301 Jl. S. Brigjend. Jend. Slamet Riyadi No. Surabaya 60284 Jl.A. 36 A–B. 3. Sekip Blok L 6. Mayor Dasuki No. Jend. Mojokerto 61321 Ruko Cempaka Mas Blok A 1–2. Pemuda Utara No. Denpasar 80112 Jl. Jl. 69 B. Diponegoro No.eral Sudirman No. Surabaya 60281 Jl. Jl. BrigJend. Semarang 50511 Jl. 3. Raya Mulyosari No. 26. AA Gde Ngurah No. Kembang Jepun No. Sugiyopranoto No. Gresik 61122 Jl. Surabaya 60113 Menara BBD. mbdc. Purwokerto 53114 Jl. 645500 (0271) 661638. Hayam Wuruk No. Diponegoro No. 17. 375 A–B. Saubari No. 210. 463. 7. Kediri 64123 Jl. 47. Malang 65112 Jl. Sudirman No. 10. Yogyakarta 55231 Kompleks Ruko Muntilan Plaza. Ahmad Yani No. Plaza Manyar Megah Indah Blok J 5–6. Kepodang No. Pertokoan Sutorejo Prima Blok PC 21.456. 36 A–B.I. Sidoarjo 61219 Jl. Semarang 50246 Jl. Lamongrejo No. Ruko Sultan Agung. 109. 31. Sugiyopranoto No.LOKASI Jatibarang MBDC Bandung ALAMAT Jl. Surabaya 60293 Jl. Lamongan 62213 Jl. Mataram 83235 phone (0234)-356535 faX (0234) 353569 Magelang Yogyakarta Sudirman Yogyakarta STIE YKPN Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta (0293) 312480 (0274) 586425 (0274) 486164 (0293) 364282 (0274) 561893 (0274) 486164 Yogyakarta Diponegoro 1 Yogyakarta Katamso Yogyakarta UGM Parakan Yogyakarta Diponegoro 2 Muntilan Solo Purwotomo Solo Slamet Riyadi 1 Solo Slamet Riyadi 2 Klaten Purwokerto Gombong Cilacap Kutoarjo Banjarnegara Semarang Pahlawan Semarang Sugiyopranoto 1 Semarang Candi Baru Semarang Sugiyopranoto 2 Semarang Kepodang Ungaran Kudus Salatiga Semarang Majapahit Tegal Arif Rahman Hakim Tegal Sudirman Brebes Pekalongan Hayam Wuruk 1 Pekalongan Hayam Wuruk 2 Surabaya Sungkono Surabaya Rungkut Megah Raya Surabaya Rungkut SIER Sidoarjo Sidoarjo Porong Sidoarjo Krian Surabaya Bratang Binangun Surabaya Pemuda Surabaya Gubeng Mojokerto Jombang Surabaya Stasiun Kota Bojonegoro Surabaya Kembang Jepun Surabaya Indrapura Surabaya Tanjungperak Tuban Gresik Lamongan Pamekasan Surabaya Mulyosari Surabaya Swandayani Malang Merdeka Madiun Jember Alun alun Probolinggo Situbondo Banyuwangi Pasuruan Kediri Malang Suprapto Batu Tulungagung Denpasar Gajah Mada Kuta Raya Denpasar Udayana Mataram AA Gde Ngurah Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Denpasar Denpasar Denpasar Denpasar (0274) 586731 (0274) 415681 (0274) 541909 (0293) 596598 (0274) 368275 (0293) 585985 (0271) 717786 (0271) 661638 (0271) 669817 (0272) 325743 (0281) 642624 (0287) 5500111 (0282) 534898 (0275) 641306 (0286) 592375 (024) 8450527 (024) 70702520 (024) 70709465 (024) 70702540 (024) 3544401 (024) 70784004 (0283) 342155 (0298) 313464 (024) 70780650 (0283) 3319277 (0283) 342155 (0283) 3319266 (0285) 422550 (0285) 422550 (031) 5632909 (031) 8704910 (031) 8472974 (031) 8959290 (0343) 842808 (031) 8982377 (031) 5054765 (031) 5312253 (031) 5025345 (0321) 330725 (0321) 875142 (031) 3525307 (0353) 892110 (031) 3557150 (031) 3293553 (0356) 333204 (031) 3972835 (0322) 316581 (0324) 330803 (031) 5962282 (031) 5460855 (0341) 335292 (0351) 472472 (0331) 427884 (0335) 423822 (0338) 676543 (0333) 421577 (0343) 432303 (0354) 699328 (0341) 331212 (0341) 512577 (0355) 328155 (0361) 262983 (0361) 7464685 (0361) 233971 (0274) 562878 (0274) 415388 (0274) 541908 (0293) 596598 (0274) 562878 (0293) 585985 (0271) 712864. Jend. 26. 27–31. Surabaya 60271 Jl. Temanggung 56254 Spoke Yogyakarta Diponegoro Jl. Tulungangung 66219 Jl. Tegal 52131 Plaza Dedy Jaya. Situbondo 68311 Jl. Raya Porong No. 11. Jend. 3. Brebes 52212 Jl. Gatot Subroto No. BrigJend. Magelang 56126 Jl. Raya Krian No. Solo 57111 Jl. 5. Madiun 63116 Jl. 160. Denpasar 80112 Jl. 55. 2–4 Surabaya 60261 Jl. Kuta Raya No. Ahmad Yani No. Pahlawan No.168–170. Semarang 50232 Jl. Raya Kali Rungkut No. Jend. Surabaya 60176 Jl. Sidoarjo 61219 Jl. Pangeran Diponegoro No.

Cenderawasih No. Cokroaminoto No. 83. 356 436. 841 9758. 319467 (0274) 561 923 (0341) 335 291 daftar alamat mbu. CBC & SDBC 165 . Dotu Lolong Lasut No. Sulawesi No. Sultan Hasanuddin. Jakarta Pusat 10340 Jl. 335 292 (061) 451 6837 (0711) 368 510 (021) 691 0681. Yani No. 81. Imam Bonjol No. Asia Afrika No. Palembang/Pusat Dagang Jl. Surapati No. Sudirman No. 15.(223 296) (0511) 3269626. 3(Lt. 16 D. Lambung Mangkurat No. Semarang 50243 Gedung Bumi Mandiri Lt 11. Malang 65119 (021) 230 2926. (024) 841 9756(DM) (031) 534 8808 ext. Sudirman Kav. Lapangan Stasiun No. Makassar 90174 Jl. A. Diponegoro No.1. 3350928 (0511) 3257278 (0511) 4780777 (0411) 3650401 (0411) 864226 (0411) 8112628 (0411) 320473 (0411) 333455 (0411) 864226 (0411) 8112628 (0411) 320473 (0411) 4772368 (0411) 4772368 Daftar MBDC (Micro Banking District Center) Medan Palembang Jakarta Kota Jakarta Sudirman Bank Mandiri Cab.2). Jend. 421 8765 (024) 841 9757. Jl. Makassar 90174 Jl. 51 Bandung 40001 Jl. 262690. 319 442 (0274) 586731 (0341) 335 290. mbdc. DM(021) 5266 936 (021) 3983 3059 (022) 421 8911. 698 33167 / 64 (021) 5266 940 Jakarta Thamrin Bandung Semarang Surabaya Denpasar Banjarmasin Makassar Yogyakarta Malang Menara BDN Lt. Jend. 698 33162 / 63 / 66 (021) 5266 566 ext 1112-1114. 257281 (0411) 316488. 60 Singaraja 81116 Jl. Jakarta Barat 11110 Gedung Plaza Bapindo Lt. 45. RA Kartini No. 12–14. 421 8722. 4. Jakarta Selatan 12190 (061) 453 6661 (0711) 313 767.54-55. HOS. 12-14. Banjarmasin 70233 Jl. Jl. 107. Basuki Rachmat No. Kebon Sirih No. Bitung 95521 Komplek Bukit Khatulistiwa Blok B/9. Jl. Yogyakarta 55231 Jl. 257278.13. Perintis Kemerdekaan Km. Achmad Yani No.eral Ahmad Yani Km. 2. 7. Dr. Surabaya 60271 Jl. 317345. Gowa 92111 Jl. 326 2540 (0411) 323809. Rustam Effendi No 550. Denpasar 80232 Jl. Samarinda 75111 Jl. 1. 355 190. Zainul Arifin. Jend. Suprapto No. Medan Jl. Merdeka Barat No. 185. 15. Jl.LOKASI Singaraja Banjarmasin Pangeran Samudra Banjarmasin A. 421 8733. 129 137. Banjarmasin 70233 Jl. 4. TP. Achmad Yani KM 2 No. flexi 706 3877 (021) 691 6533. RA Kartini No. Sam Ratulangi No. Banjarmasin 70111 Jl. Makassar 90111 phone (0511)3361154 (0511)3269626 (0511)7473729 faX (0511) 3361154. 263333.34 No. Banjarbaru. Jend. Yani Banjar Baru Samarinda Sudirman Balikpapan Suprapto Makassar Kartini Sungguminasa Makassar Cendrawasih Makassar Sulawesi Manado Datu Lolong Lasut Bitung Makassar Daya MBDC Denpasar Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar ALAMAT Jl. Jl. Jl. Jend. Makassar 90133 Jl. 390 8322 (022) 421 8797 (024) 841 9759 (031) 535 6372 (0361) 238082. Balikpapan 76131 Jl. 226 / 5321819 (0361) 238083 ext 216 (0511) 326 2540. Makassar 90111 Kompleks Graha Satelit Blok 12 A. Jl. 31 D. Kalimantan Selatan 70713 Jl. 3. 51. Pahlawan No. Makassar 90241 Alamat Booking Kredit: Hub Makassar Kartini. 4. Manado 95122 Jl. 4 5.

12 Kelapa Gading Jakarta 14240 Gedung Spoke Bekasi Juanda.A. Kebon Sirih No. Jend. Lapangan Stasiun No. Makassar 90111 Jl. 19 Makassar 90111 Jl. Jakarta Selatan 12190 Jl.129-137 Surabaya 60271 Jl. Jl.Jend. Imam Bonjol No 7 Medan 20112 Jl. Basuki Rachmat No. Jl.83 Jakarta Pusat 10340 Gedung Menara BDN Lantai 3. Jl.54-55 Jakarta 12190 Plaza Mandiri Lantai 19. Pemuda No 73 Semarang 50139 Jl.DAFTAR CBC Jakarta Commercial Sales Group Commercial Banking Center Jakarta Kota Commercial Banking Center Jakarta Thamrin I Commercial Banking Center Jakarta Thamrin II Commercial Banking Center Jkt Sudirman Commercial Banking Center Jkt Plaza Mandiri Commercial Banking Center Jkt Kelapa Gading Commercial Banking Center Bekasi Commercial Banking Center Plaza Mandiri ALAMAT Jl. Jl.85. Banjarmasin 70111 061 4153393 0761 856743 0711 355399 022 4220595 024 3520053 031 5320642 0361 244336 0411 311752 0511 4366792 061 4155385 0761 856732 0711 360361 022 4209328 024 3580579 031 5480731 0361 238082 0411 312595 0511 4366793 DAFTAR SDBC SDBC SBDC Bandung SBDC Surabaya SBDC Makassar SBDC Palembang SBDC Medan SBDC Denpasar SBDC Banjarmasin SBDC Jkt Sudirman SBDC Semarang SBDC Jkt Thamrin SBDC Jkt Kota SBDC Pekanbaru Alamat Jl. Ir.2. Basuki Rahmat No. MH Thamrin No 5 Jakarta Pusat 10340 Jl. Jl. Boulevard Artha Gading Kav. Lambung Mangkurat No.155 Bekasi 17112 Plaza Mandiri Lantai 29.Gatot Subroto Kav. Kapt. Kartini No. A Rivai No 39 Palembang 30135 Jln. Jend.A1 Blok CN. mbdc.39. Jl.36-38. CBC & SDBC . 54-55. Asia Afrika no. R. Kartini No. A Yani No 85 Pekanbaru 28115 Telepon 022 4240286 031 5348880 0411 312984 0711 312500 061 4154600 0361 238083 0511 9965484 021 5268115 024 3514321 021 39832879 021 6915478 0761 839267 Faksimili 022. Asia Afrika No. Jl.73 Semarang 50139 Gedung Bumi Mandiri Lantai 11. Kebon Sirih No. A. Jl. Sudirman Kav.Suropati no.19.39 Spoke Palembang A.Gatot Subroto Kav.Rivai No. Denpasar 80232 Bali Jl.4209328 031 5480731 0411 312595 0711 360361 061 4155385 0361 244342 0511 3363082 021 5267549 024 3580579 021 39832891 021 2600508 0761 856732 166 daftar alamat mbu. 7.118-120 Bandung 40261 Gedung Kanwil VII/ Lantai 3. Yani No.36-38 Jakarta 12190 Gedung Graha Rekso Lantai 3.Lambung Mangkurat No.83 Jakarta Pusat 10340 Bank Mandiri Tower Lantai 5. Imam Bonjol No. Kapten Rivai No.Jend.Sudirman Kav. Surapati No 15 Denpasar 80232 Jl. 129 137 Surabaya 60271 Jln. Lapangan Stasiun No 2 Jakarta Barat 11110 Jl.15. Jl. Jakarta Barat 11110 Gedung Menara BDN Lantai 3. 8 Banjarmasin Jl. Jl.Pemuda No.39 Palembang 30135 Gedung Dana Pensiun Satu(Lantai 3). Jl. H Juanda No. 118 120 Bandung 40261 Jl. Kapten Rivai No.2 No. Jl. Medan 20112 Jl.8. Jakarta 12190 TELEPON 021 6910705 021 39832879 021 39832817 021 5268118 021 5245029 021 45856250 021 8813200 021 5245026 FAKSIMILI 021 6917029 021 39832832 021 39832891 021 5268119 021 5274343 (021) 45856230 021 8821100 021 52963012 REGIONAL COMMERCIAL SALES GROUP Commercial Banking Center Medan Commercial Banking Center Pekanbaru Commercial Banking Center Palembang Commercial Banking Center Bandung Commercial Banking Center Semarang Commercial Banking Center Surabaya Commercial Banking Center Denpasar Commercial Banking Center Makassar Commercial Banking Center Banjarmasin Jl.

pernyataan komisaris Menyatakan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dewan komisaris Edwin Gerungan Komisaris Utama Muchayat Wakil Komisaris Utama Soedarjono Komisaris Richard Claproth Komisaris Gunarni Soewarno Komisaris Independen Pradjoto Komisaris Independen Yap Tjay Soen Komisaris Independen 167 .

Sentausa Direktur Risk Management Bambang Setiawan Direktur Compliance & Human Capital Riswinandi Direktur Special Asset Management Thomas Arifin Direktur Treasury & International Banking Budi G. dewan direksi Agus Martowardojo Direktur Utama Wayan Agus Mertayasa Wakil Direktur Utama Omar Sjawaldy Anwar Direktur Consumer Finance Zulkifli Zaini Direktur Commercial Banking Sasmita Direktur Technology & Operations Abdul Rachman Direktur Corporate Banking Sentot A. Sadikin Direktur Micro & Retail Banking Pahala Nugraha Mansury EVP Coordinator Finance & Strategy Haryanto Tiara Budiman EVP Coordinator Change Management Office 168 .pernyataan direksi Menyatakan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Jl. 5299 7777 Fax.21) 526 5045. 36–38 Jakarta 12190.bankmandiri.www. Indonesia Tel.21) 5296 4024 . (+62. Jend.id PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Plaza Mandiri. Gatot Subroto Kav.co. (+62.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful