Anda di halaman 1dari 78
EKOSISTEM PERAIRAN TAWAR DISUSUN OLEH: INDRA GUMAY YUDHA (indra_gumay@yahoo.com) JURUSAN BUDIDAYA PERAIRAN FAKULTAS
EKOSISTEM PERAIRAN TAWAR DISUSUN OLEH: INDRA GUMAY YUDHA (indra_gumay@yahoo.com) JURUSAN BUDIDAYA PERAIRAN FAKULTAS
EKOSISTEM PERAIRAN TAWAR DISUSUN OLEH: INDRA GUMAY YUDHA (indra_gumay@yahoo.com) JURUSAN BUDIDAYA PERAIRAN FAKULTAS
EKOSISTEM PERAIRAN TAWAR DISUSUN OLEH: INDRA GUMAY YUDHA (indra_gumay@yahoo.com) JURUSAN BUDIDAYA PERAIRAN FAKULTAS

EKOSISTEM PERAIRAN TAWAR

DISUSUN OLEH:

INDRA GUMAY YUDHA (indra_gumay@yahoo.com) JURUSAN BUDIDAYA PERAIRAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG, INDONESIA

HABITAT AIR TAWAR:

HABITAT AIR TAWAR: HABITAT LENTIK (TENANG): Danau Kolam Rawa Pasir Terapung HABITAT LOTIK (MENGALIR) Mata Air
HABITAT AIR TAWAR: HABITAT LENTIK (TENANG): Danau Kolam Rawa Pasir Terapung HABITAT LOTIK (MENGALIR) Mata Air

HABITAT LENTIK (TENANG):

Danau Kolam Rawa Pasir Terapung

HABITAT LOTIK (MENGALIR)

Mata Air Aliran Air (Brook Creek) Sungai

CONTOH LENTIK :

Rawa Bakung, Tulang Bawang
Rawa Bakung, Tulang Bawang
CONTOH LENTIK : Rawa Bakung, Tulang Bawang RawaRawa Pacing,Pacing, TulangTulang BawangBawang B e n d u

RawaRawa Pacing,Pacing, TulangTulang BawangBawang

Bendungan Batutegi,

CONTOH LOTIK :

Sungai Way Sekampung di sekitar Kec. Jabung, Lamtim CreekCreek 11
Sungai Way Sekampung di
sekitar Kec. Jabung,
Lamtim
CreekCreek 11
CreekCreek 22
CreekCreek 22
Creek 3
Creek 3
FAKTOR FAKTOR - - FAKTOR FAKTOR PEMBATAS PEMBATAS DI DI PERAIRAN PERAIRAN TAWAR: TAWAR:
FAKTOR FAKTOR - - FAKTOR FAKTOR PEMBATAS PEMBATAS DI DI PERAIRAN PERAIRAN TAWAR: TAWAR:

FAKTORFAKTOR--FAKTORFAKTOR PEMBATASPEMBATAS DIDI PERAIRANPERAIRAN TAWAR:TAWAR:

1. SUHU

1. SUHU Meskipun suhu air lebih stabil daripada suhu udara, tetapi suhu air tetap merupakan faktor

Meskipun suhu air lebih stabil daripada suhu udara, tetapi suhu air tetap merupakan faktor pembatas karena kebanyakan organisme perairan bersifat stenothermal

2. KECERAHAN/KEJERNIHAN

Kekeruhan dapat disebabkan oleh partikel liat dan lumpur yang merupakan faktor pembatas produktivitas. Kekeruhan juga dapat disebabkan plankton dan organisme lain dan hal ini merupakan indikator/ indeks kesuburan perairan.

3. ARUS/ALIRAN AIR Arah arus merupakan faktor pembatas Arus menentukan distribusi gas, garam, dan organisme
3. ARUS/ALIRAN AIR Arah arus merupakan faktor pembatas Arus menentukan distribusi gas, garam, dan organisme

3. ARUS/ALIRAN AIR

Arah arus merupakan faktor pembatas

Arus menentukan distribusi gas, garam, dan organisme kecil

4. KONSENTRASI GAS PERNAPASAN

Konsentrasi CO 2 dan O 2

5. KONSENTRASI GARAM BIOGENIK

Hubungannya dengan pengaturan tekanan osmoregulasi

A. Ikan air tawar: - Hipertonik - Tidak minum - Urin hipotonik berlebihan
A. Ikan air tawar:
- Hipertonik
- Tidak minum
- Urin hipotonik berlebihan
B. Ikan Laut: - Hipotonik
B. Ikan Laut:
- Hipotonik
- Urin hipotonik berlebihan B. Ikan Laut: - Hipotonik - Minum air laut - Urin kurang

- Minum air laut - Urin kurang & agak hipotonik

Organisme laut tdk pernah berhasil masuk ke lingk. air tawar

KLASIFIKASI EKOLOGIS ORGANISME AIR TAWAR
KLASIFIKASI EKOLOGIS ORGANISME AIR TAWAR

KLASIFIKASI EKOLOGIS ORGANISME AIR TAWAR

1.1. BerdasarkanBerdasarkan NICHENICHE dalamdalam rantairantai makananmakanan

NICHE NICHE dalam dalam rantai rantai makanan makanan A. Autotrof (Produsen) Tanaman Hijau Organisme
NICHE NICHE dalam dalam rantai rantai makanan makanan A. Autotrof (Produsen) Tanaman Hijau Organisme

A. Autotrof (Produsen)

Tanaman Hijau

Organisme Kemosintetik

B. Phagotroph (Konsumen Makro)

Herbivora

Predator

Parasit

C. Saprotroph (Konsumen Mikro/Pengurai)

RANTAI MAKANAN DI PERAIRAN TAWAR

RANTAI MAKANAN DI PERAIRAN TAWAR
RANTAI MAKANAN DI PERAIRAN TAWAR

2. Berdasarkan bentuk kehidupan/kebiasaan hidup

2. Berdasarkan bentuk kehidupan/kebiasaan hidup A. Bentos Organisme yg melekat atau beristirahat pada dasar atau
2. Berdasarkan bentuk kehidupan/kebiasaan hidup A. Bentos Organisme yg melekat atau beristirahat pada dasar atau

A. Bentos

Organisme yg melekat atau beristirahat pada dasar

atau hidup di dasar endapan Terdiri dari:

 

filter feeder (ex: kerang)

Deposit feeder (ex: siput)

B. Periphyton

Organisme (hewan dan tumbuhan) yg hidupnya menempel pada batang dan daun tumbuhan air, atau benda lainnya

C. Plankton

Organisme perairan yang hidupnya melayang dan pergerakannya bergantung pada arus air.

D. Nekton Organisme perairan yg memiliki kemampuan gerak secara aktif dan tidak bergantung pada arus.
D. Nekton Organisme perairan yg memiliki kemampuan gerak secara aktif dan tidak bergantung pada arus.

D. Nekton

Organisme perairan yg memiliki kemampuan gerak secara aktif dan tidak bergantung pada arus. Contoh: ikan, amfibi, serangga air yg besar

yg memiliki kemampuan gerak secara aktif dan tidak bergantung pada arus. Contoh: ikan, amfibi, serangga air
E. Neuston

E. Neuston

Organisme yg beristirahat atau berenang pada permukaan perairan

Pembagian Plankton

Pembagian Plankton 1. Per Biologis: Phytoplankton (tumbuhan) Zooplankton (hewan) 2. Per stadia hidup : Meroplankton :
Pembagian Plankton 1. Per Biologis: Phytoplankton (tumbuhan) Zooplankton (hewan) 2. Per stadia hidup : Meroplankton :

1. Per Biologis:

Phytoplankton (tumbuhan) Zooplankton (hewan)

Phytoplankton (tumbuhan) Zooplankton (hewan)

2. Per stadia hidup :

Meroplankton : Sebagian daur hidupnya berupa plankton. Ex. Larva ikan, larva kepiting, larva udang. Holoplankton: Seluruh daur hidupnya berupa plankton

berupa plankton. Ex. Larva ikan, larva kepiting, larva udang. Holoplankton: Seluruh daur hidupnya berupa plankton

Larva ikan merupakan meroplankton dan juga zooplankton

Larva ikan merupakan meroplankton dan juga zooplankton
Larva ikan merupakan meroplankton dan juga zooplankton
Larva ikan merupakan meroplankton dan juga zooplankton
3. Per Ukuran Megaplankton : > 2,0 mm Makroplankton: 0,2-2,0 mm Mikroplankton: 20 μ m
3. Per Ukuran Megaplankton : > 2,0 mm Makroplankton: 0,2-2,0 mm Mikroplankton: 20 μ m

3.

Per Ukuran

Megaplankton : > 2,0 mm

Makroplankton: 0,2-2,0 mm

Mikroplankton: 20 μm – 0,2 mm

Nanoplankton : 2 μm - 20 μm

Ultraplankton: < 2 μm

Right - Biologist using a vertical tow net to collect a plankton sample from Bighorn
Right - Biologist using a
vertical tow net to collect
a plankton sample from
Bighorn Lake, Montana,
to help assess lake
productivity.

3.

BERDASARKAN HABITAT HIDUPNYA

3. BERDASARKAN HABITAT HIDUPNYA PADA PADA HABITAT HABITAT LENTIK LENTIK 1. Zona Litoral Daerah perairan yg
3. BERDASARKAN HABITAT HIDUPNYA PADA PADA HABITAT HABITAT LENTIK LENTIK 1. Zona Litoral Daerah perairan yg

PADAPADA HABITATHABITAT LENTIKLENTIK

1. Zona Litoral

Daerah perairan yg dangkal di tepi danau, di mana penetrasi cahaya matahari biasanya sampai ke dasar perairan.

2. Zona Limnetik

Perairan tengah danau dari permukaan sampai dengan kedalaman penetrasi cahaya matahari efektif (pd tingkat kompensasi cahaya) di mana fotosintesis sama dengan respirasi.

3. Zona Profundal

Dasar perairan dan kolom perairan di atasnya yg tidak terkena cahaya matahari efektif.

LCL = Light compensation level = Intensitas cahaya matahari ± 1% dari intensitas cahaya penuh
LCL = Light compensation level = Intensitas cahaya matahari ± 1% dari intensitas cahaya penuh

LCL

= Light compensation level = Intensitas cahaya matahari ± 1% dari intensitas cahaya penuh

PadaPada HabitatHabitat LotikLotik::

1. Zona Arus Deras:

Pada Habitat Habitat Lotik Lotik : : 1. Zona Arus Deras: Daerah dangkal dan kecepatan arus

Daerah dangkal dan kecepatan arus cukup tinggi, shg dasar perairan padat & tdk ada endapan. Organisme yg hidup:

Bentos yg telah beradaptasi

Periphyton yg melekat kuat

Ikan yg dpt berenang kuat

2. Zona Arus Lambat:

Daerah perairan yg dalam & kecepatan arus sudah berkurang, shg terjadi proses pengendapan dan dasar perairan lunak. Organisme yg hidup:

Plankton

Nekton penggali

Bentos di dasar endapan

FLORA FLORA DAN DAN FAUNA FAUNA AIR AIR TAWAR TAWAR
FLORA FLORA DAN DAN FAUNA FAUNA AIR AIR TAWAR TAWAR

FLORAFLORA DANDAN FAUNAFAUNA AIRAIR TAWARTAWAR

1. TUMBUHAN / FLORA: Ganggang : Produsen I Spermatophyta Akuatik: Produsen II 2. FAUNA :
1.
TUMBUHAN / FLORA:
Ganggang : Produsen I
Spermatophyta Akuatik: Produsen II
2.
FAUNA :
Moluska
Serangga air
Udang-udangan
Ikan
Penyusun
Biomass
Terbesar
Annelida, Rotifera, Protozoa & cacing :
3.
SAPROTROF:
Bakteri air
Jamur air
I. I. KOMUNITAS KOMUNITAS LENTIK LENTIK
I. I. KOMUNITAS KOMUNITAS LENTIK LENTIK

I.I. KOMUNITASKOMUNITAS LENTIKLENTIK

A. Sifat Komunitas di Zona Litoral

A. Sifat Komunitas di Zona Litoral 1. PRODUSEN ada 2 tipe: A. Tumbuhan Berakar (Bentik) ;
A. Sifat Komunitas di Zona Litoral 1. PRODUSEN ada 2 tipe: A. Tumbuhan Berakar (Bentik) ;

1. PRODUSEN ada 2 tipe:

A. Tumbuhan Berakar (Bentik) ; Divisio Spermatophyta:

 

Typha

Scirpus

-

-

Pomatogeton diversifolia

Pomatogeton pectinalis

Sagittaria

- Chara

Nymphaea

B. Fitoplankton; jenis-jenis ganggang:

Spyrogyra

- Richteriella

Zygnema

- Closterium

Scenedesmus

- Navicula

Coelastrum

- dll

Typha Scirpus
Typha
Scirpus

Chara spp

Sagittaria latifolia

Nymphaea nauchali
Nymphaea nauchali

JENIS-JENIS PHYTOPLANKTON

JENIS-JENIS PHYTOPLANKTON Zygnema Spirogyra Coelastrum Scenedesmus Navicula
Zygnema
Zygnema
Spirogyra Coelastrum
Spirogyra
Coelastrum
Scenedesmus
Scenedesmus

Navicula

BilaBila danau/kolamdanau/kolam tercemartercemar dgndgn nutrisinutrisi berlebihanberlebihan ((eutrofikasieutrofikasi):):

berlebihanberlebihan (( eutrofikasieutrofikasi ):): Ganggang berbentuk benang (ex: Spyrogyra & Zygnema)
berlebihanberlebihan (( eutrofikasieutrofikasi ):): Ganggang berbentuk benang (ex: Spyrogyra & Zygnema)

Ganggang berbentuk benang (ex: Spyrogyra & Zygnema) melimpah pada permukaan air

(ex: Spyrogyra & Zygnema) melimpah pada permukaan air Berpengaruh thd ketersediaan O 2 di air: •

Berpengaruh thd ketersediaan O 2 di air:

O 2 hasil fotosintesis lepas ke udara

Ketika ganggang mati, dibutuhkan O 2 yg banyak utk menguraikannya

mati, dibutuhkan O 2 yg banyak utk menguraikannya Ketersediaan O menekan kehidupan di air dan membunuh

Ketersediaan O

menekan kehidupan di air dan membunuh ikan/biota air

di air akan menurun, shg dapat

2

ZonasiZonasi pdpd LitoralLitoral daridari pinggirpinggir (( dangkaldangkal )) keke tengahtengah (( dalamdalam ))
ZonasiZonasi pdpd LitoralLitoral daridari pinggirpinggir (( dangkaldangkal )) keke tengahtengah (( dalamdalam ))

ZonasiZonasi pdpd LitoralLitoral daridari pinggirpinggir ((dangkaldangkal)) keke tengahtengah ((dalamdalam)) berdasarkanberdasarkan padapada vegetasivegetasi berakarberakar ((SpermatophytaSpermatophyta):):

1. Zona vegetasi tersembul (emergent vegetation)

2. Zona vegetasi yg daunnya terapung

3. Zona dgn vegetasi yg tenggelam

1.1. ZonaZona vegetasivegetasi tersembultersembul (emergent(emergent vegetation)vegetation)

Kondisi ekologis:

   
 
 

CO2 diambil dari udara, nutrien diperoleh dari sedimen anaerob pada dasar perairan. Vegetasi berfungsi sebagai “pompa nutrien” bagi ekosistem perairan lentik. Contoh vegetasi:

Typha spp Scirpus spp Sagittaria spp

-

- Sparganium spp Eleocharis spp

- Pontederia spp

Vegetasi tsb bersama-sama dgn vegetasi pd zona pinggir perairan (yg lembab) merupakan mata rantai penghubung antara lingkungan perairan dan daratan. Bermanfaat bagi hewan amfibi dan serangga air sbg tempat perlindungan dan mencari makan.

Pontederia spp Sparganium spp Eleocharis palutris
Pontederia spp
Sparganium spp
Eleocharis palutris

2.2. ZonaZona vegetasivegetasi yangyang daunnyadaunnya terapungterapung

vegetasivegetasi yangyang daunnyadaunnya terapungterapung Kondisi Ekologis: Sama dgn zona 1, tetapi permukaan
vegetasivegetasi yangyang daunnyadaunnya terapungterapung Kondisi Ekologis: Sama dgn zona 1, tetapi permukaan

Kondisi Ekologis:

Sama dgn zona 1, tetapi permukaan perairan biasanya tertutup rapat oleh daun vegetasi, shg mengurangi laju fotosintesis Di bawah daun vegetasi tsb merupakan tempat istirahat dan meletakkan telur bagi beberapa biota air.

Contoh vegetasi:

Nymphaea (teratai) Brasenia

tempat istirahat dan meletakkan telur bagi beberapa biota air. Contoh vegetasi: Nymphaea (teratai) Brasenia

3.3. ZonaZona dgndgn vegetasivegetasi tenggelamtenggelam ((submergentsubmergent vegetation)vegetation)

(( submergentsubmergent vegetation)vegetation) Daun cenderung tipis dan terbelah-belah halus sbg adaptasi
(( submergentsubmergent vegetation)vegetation) Daun cenderung tipis dan terbelah-belah halus sbg adaptasi

Daun cenderung tipis dan terbelah-belah halus sbg adaptasi utk pertukaran nutrisi dan air. Contoh vegetasi:

Pomatogeton spp Chara Ceratophyllum Myriophyllum

- Elode - Anacharis - Najas - Vallisneria

Ceratophillum Ceratophillum spp spp Myriophyllum Myriophyllum aquaticum aquaticum
Ceratophillum Ceratophillum spp spp Myriophyllum Myriophyllum aquaticum aquaticum

CeratophillumCeratophillum sppspp

MyriophyllumMyriophyllum aquaticumaquaticum

Elode
Elode
Anacharis
Anacharis
Vallisneria
Vallisneria

PERMASALAHANPERMASALAHAN LINGKUNGANLINGKUNGAN

PERMASALAHANPERMASALAHAN LINGKUNGANLINGKUNGAN Produktivitas Primer pd vegetasi tersembul (zona 1) cukup tinggi dan dapat
PERMASALAHANPERMASALAHAN LINGKUNGANLINGKUNGAN Produktivitas Primer pd vegetasi tersembul (zona 1) cukup tinggi dan dapat

Produktivitas Primer pd vegetasi tersembul (zona 1) cukup tinggi dan dapat menjadi hama/gulma air, shg mengganggu dalam hal:

Menyumbat saluran air Pendangkalan Ketersediaan O2 perairan Mengganggu transportasi air (perahu) Mengganggu areal pemancingan Dll.

PRODUSENPRODUSEN YGYG BERUPABERUPA VEGETASIVEGETASI TDKTDK BERAKARBERAKAR

YGYG BERUPABERUPA VEGETASIVEGETASI TDKTDK BERAKARBERAKAR TERAPUNG Berupa plankton pada zona litoral dan limnetik
YGYG BERUPABERUPA VEGETASIVEGETASI TDKTDK BERAKARBERAKAR TERAPUNG Berupa plankton pada zona litoral dan limnetik

TERAPUNG

Berupa plankton pada zona litoral dan limnetik

TERIKAT/BERASOSIASI pd tanaman berakar

Ciri pada zona litoral

BERADAPTASI utk MENGAPUNG

Ciri pada zona Limnetik

JENISJENIS -- JENISJENIS ALGAEALGAE UTAMAUTAMA 1. DIATOMAE (Bacillariaceae) 2. ALGA HIJAU (Chlorophyta) 3. ALGA HIJAU
JENISJENIS -- JENISJENIS ALGAEALGAE UTAMAUTAMA 1. DIATOMAE (Bacillariaceae) 2. ALGA HIJAU (Chlorophyta) 3. ALGA HIJAU

JENISJENIS--JENISJENIS ALGAEALGAE UTAMAUTAMA

1. DIATOMAE (Bacillariaceae)

2. ALGA HIJAU (Chlorophyta)

3. ALGA HIJAU – BIRU (Cyanophyta)

1. DIATOMAE (Bacillariaceae)

1. DIATOMAE (Bacillariaceae) Bentuk spt kotak dgn cangkang silika. Berpigmen kuning atau coklat dalam kromatofora yg
1. DIATOMAE (Bacillariaceae) Bentuk spt kotak dgn cangkang silika. Berpigmen kuning atau coklat dalam kromatofora yg

Bentuk spt kotak dgn cangkang silika. Berpigmen kuning atau coklat dalam kromatofora yg menutupi klorofil Merupakan indikator yg baik utk kualitas air/ pencemaran:

Jika Diatom melimpah: kualitas air baik Jika Diatom menurun: air tercemar

baik utk kualitas air/ pencemaran: Jika Diatom melimpah: kualitas air baik Jika Diatom menurun: air tercemar

Diatomae

2.2. ALGAALGA HIJAUHIJAU ((ChlorophytaChlorophyta))

2.2. ALGAALGA HIJAUHIJAU (( ChlorophytaChlorophyta )) Bentuk sel tunggal (ex: Desmid) Bentuk filamen terapung/terikat
2.2. ALGAALGA HIJAUHIJAU (( ChlorophytaChlorophyta )) Bentuk sel tunggal (ex: Desmid) Bentuk filamen terapung/terikat

Bentuk sel tunggal (ex: Desmid) Bentuk filamen terapung/terikat Bentuk koloni terapung Berwarna hijau (klorofil tdk tertutup pigmen lain) Contoh: Spirogyra, Zygnema, Oedogonium

Spirogyra
Spirogyra
Zygnema
Zygnema

Oedogonium

3. ALGA HIJAU-BIRU (Cyanophyta)

3. ALGA HIJAU-BIRU (Cyanophyta) Sel tunggal sederhana ataupun koloni Klorofil tersebar dan tertutup oleh pigmen
3. ALGA HIJAU-BIRU (Cyanophyta) Sel tunggal sederhana ataupun koloni Klorofil tersebar dan tertutup oleh pigmen

Sel tunggal sederhana ataupun koloni Klorofil tersebar dan tertutup oleh pigmen hijau-biru Secara ekologis penting; krn merupakan indikator pencemaran:

Biomass yg besar dapat berkembang pd perairan yg tercemar

Dapat memfiksasi gas N 2 menjadi NO 3

(ex: Anabaena dan Nostoc)

Nostoc

Anabaena

Banyak spesies yg tahan terhadap ‘grazing’ Sisa metabolisme yg dikeluarkan oleh sel dan hasil penguraian
Banyak spesies yg tahan terhadap
‘grazing’
Sisa metabolisme yg dikeluarkan oleh
sel dan hasil penguraian selama
proses pembusukan menimbulkan
racun, berbau busuk dan rasa tidak
Oscillatoria
enak pada air minum
Contoh:
Anabaena
Oscillatoria
Nostoc
Rivularia

2. Konsumen di zona Litoral

2. Konsumen di zona Litoral Zona litoral merupakan daerah yg lebih banyak dihuni oleh berbagai jenis
2. Konsumen di zona Litoral Zona litoral merupakan daerah yg lebih banyak dihuni oleh berbagai jenis

Zona litoral merupakan daerah yg lebih banyak dihuni oleh berbagai jenis fauna dibandingkan dgn zona lainnya (limnetik dan profundal) Kelima kebiasaan hidup (bentos, perifiton, plankton, nekton, & neuston) terdapat pada zona litoral

1. Contoh Periphyton: Siput kolam Nimfa damsel Nimfa capung pemanjat Rotifera Cacing pipih Bryozoa
1. Contoh Periphyton: Siput kolam Nimfa damsel Nimfa capung pemanjat Rotifera Cacing pipih Bryozoa

1. Contoh Periphyton:

Siput kolam Nimfa damsel Nimfa capung pemanjat Rotifera Cacing pipih Bryozoa Hydra Larva Kutu

Campeloma_decisum Physa_gyrina
Campeloma_decisum
Physa_gyrina
Campeloma_decisum Physa_gyrina Nimfa Odonata
Campeloma_decisum Physa_gyrina Nimfa Odonata
Nimfa Odonata
Nimfa Odonata
Campeloma_decisum Physa_gyrina Nimfa Odonata
2. Contoh Bentos: Nimfa odonata yg merangkak Isopoda Nimfa mayfly Kerang, cacing (Annelida), siput, Chironomid
2. Contoh Bentos: Nimfa odonata yg merangkak Isopoda Nimfa mayfly Kerang, cacing (Annelida), siput, Chironomid

2. Contoh Bentos:

Nimfa odonata yg merangkak Isopoda Nimfa mayfly Kerang, cacing (Annelida), siput, Chironomid dan larva diptera

Nimfa odonata yg merangkak Isopoda Nimfa mayfly Kerang, cacing (Annelida), siput, Chironomid dan larva diptera
Nimfa odonata yg merangkak Isopoda Nimfa mayfly Kerang, cacing (Annelida), siput, Chironomid dan larva diptera
Nimfa odonata yg merangkak Isopoda Nimfa mayfly Kerang, cacing (Annelida), siput, Chironomid dan larva diptera
N i m f a m a y f l y Isopoda Asellus sp Mayfly
N i m f a m a y f l y Isopoda Asellus sp Mayfly
N i m f a m a y f l y Isopoda Asellus sp Mayfly

Nimfa mayfly

Isopoda Asellus sp
Isopoda Asellus sp
N i m f a m a y f l y Isopoda Asellus sp Mayfly dewasa

Mayfly dewasa

Chironomus
Chironomus

Nimfa Odonata

3. Contoh Nekton: Ikan, amfibi (katak, kura-kura, ular air, dll) Larva dan kumbang penyelam (Coleoptera)
3. Contoh Nekton: Ikan, amfibi (katak, kura-kura, ular air, dll) Larva dan kumbang penyelam (Coleoptera)

3. Contoh Nekton:

Ikan, amfibi (katak, kura-kura, ular air, dll) Larva dan kumbang penyelam (Coleoptera) Hemiptera: dytiscid, notonectid Larva dan pupa diptera

ular air, dll) Larva dan kumbang penyelam (Coleoptera) Hemiptera: dytiscid, notonectid Larva dan pupa diptera
ular air, dll) Larva dan kumbang penyelam (Coleoptera) Hemiptera: dytiscid, notonectid Larva dan pupa diptera
ular air, dll) Larva dan kumbang penyelam (Coleoptera) Hemiptera: dytiscid, notonectid Larva dan pupa diptera

4. Contoh Zooplankton:

4. Contoh Zooplankton: Cladocera Daphnia Simocephalus Copepoda Ostracoda Rotifera, dll
4. Contoh Zooplankton: Cladocera Daphnia Simocephalus Copepoda Ostracoda Rotifera, dll

Cladocera Daphnia Simocephalus Copepoda Ostracoda Rotifera, dll

Cladocera Daphnia Simocephalus Copepoda Ostracoda Rotifera, dll
Cladocera Daphnia Simocephalus Copepoda Ostracoda Rotifera, dll
Cladocera Daphnia Simocephalus Copepoda Ostracoda Rotifera, dll
Cladocera Daphnia Simocephalus Copepoda Ostracoda Rotifera, dll
Cladocera Daphnia Simocephalus Copepoda Ostracoda Rotifera, dll
4. Contoh Zooplankton: Cladocera Daphnia Simocephalus Copepoda Ostracoda Rotifera, dll
4. Contoh Zooplankton: Cladocera Daphnia Simocephalus Copepoda Ostracoda Rotifera, dll
4. Contoh Zooplankton: Cladocera Daphnia Simocephalus Copepoda Ostracoda Rotifera, dll
4. Contoh Zooplankton: Cladocera Daphnia Simocephalus Copepoda Ostracoda Rotifera, dll
4. Contoh Zooplankton: Cladocera Daphnia Simocephalus Copepoda Ostracoda Rotifera, dll
5. Contoh Neuston: Kumbang Whirligig (famili Gyrinidae) Strider air (famili Gerridae) Strider air berbahu lebar
5. Contoh Neuston: Kumbang Whirligig (famili Gyrinidae) Strider air (famili Gerridae) Strider air berbahu lebar

5. Contoh Neuston:

Kumbang Whirligig (famili Gyrinidae)

Strider air (famili Gerridae)

Strider air berbahu lebar (famili Veliidae)

B. Sifat Komunitas di Zona Limnetik

B. Sifat Komunitas di Zona Limnetik PRODUSEN (fitoplankton): • Diatomae • Ganggang Hijau • Ganggang Hijau
B. Sifat Komunitas di Zona Limnetik PRODUSEN (fitoplankton): • Diatomae • Ganggang Hijau • Ganggang Hijau

PRODUSEN (fitoplankton):

• Diatomae

• Ganggang Hijau

• Ganggang Hijau Biru

• Flagellata Hijau serupa ganggang:

• Dinoflagellata

• Euglenidae

• Volvocidae

Bentuk-bentuk fitoplankton merupakan adaptasi untuk dapat terapung.

DiDi daerahdaerah temperatetemperate ((beriklimberiklim sedangsedang// 44 musimmusim)) populasipopulasi fitoplanktonfitoplankton didi danaudanau dandan kolamkolam seringkaliseringkali naiknaik turunturun tergantungtergantung padapada musimmusim saatsaat ituitu

tergantungtergantung padapada musimmusim saatsaat ituitu 1. Musim Dingin: • Suhu rendah • Intensitas chy matahari

1. Musim Dingin:

• Suhu rendah

• Intensitas chy matahari rendah

• Nutrien tertimbun tdk terpakai

• Populasi fitoplankton rendah

2. Musim Semi:

• Suhu & Intensitas chy matahari membaik

• Nutrien melimpah & dpt dimanfaatkan

• Populasi fitoplankton meningkat (bloom)

3. Musim Panas:

• Suhu & Intensitas chy matahari meningkat

• Terbentuk stratifikasi massa air akibat perbedaan suhu air

• Nutrien menurun krn sdh habis terpakai dan ada stratifikasi

• Populasi fitoplankton rendah

4. Musim Gugur:

• Suhu mulai menurun, stratifikasi air tdk ada

• Intensitas chy matahari menurun

• Nutrien dpt dimanfaatkan

• Populasi fitoplankton meningkat (bloom)

KONSUMEN di Zona Limnetik: Zooplankton: Copepoda: Diatomus, Cyclop Cladocera: Diaphanosoma, Sida, Bosmina Nekton:
KONSUMEN di Zona Limnetik: Zooplankton: Copepoda: Diatomus, Cyclop Cladocera: Diaphanosoma, Sida, Bosmina Nekton:

KONSUMEN di Zona Limnetik:

Zooplankton:

Copepoda: Diatomus, Cyclop Cladocera: Diaphanosoma, Sida, Bosmina

Nekton: didominasi oleh ikan

C. SIFAT KOMUNITAS di ZONA PROFUNDAL

C. SIFAT KOMUNITAS di ZONA PROFUNDAL 1. CAHAYA MERUPAKAN FAKTOR PEMBATAS: Organisme zona Profundal tergantung pada
C. SIFAT KOMUNITAS di ZONA PROFUNDAL 1. CAHAYA MERUPAKAN FAKTOR PEMBATAS: Organisme zona Profundal tergantung pada

1. CAHAYA MERUPAKAN FAKTOR PEMBATAS:

Organisme zona Profundal tergantung pada zona Limnetik dan Litoral utk bahan makanan. Zona Profundal memberikan nutrisi yg telah di “daur ulang” ke zona lainnya oleh arus maupun organisme yg pindah.

Zona Profundal memberikan nutrisi yg telah di “daur ulang” ke zona lainnya oleh arus maupun organisme

2. KEANEKARAGAMAN KEHIDUPAN RENDAH

3. KOMUNITAS UTAMA:

Bakteri dan Jamur 3 kelompok konsumen:

 

a. Cacing darah/larva Chironomid & Annelida

b. Kerang kecil (Fam: Sphaeridae)

c. Larva phantom/ Chaoborus

Annelida merah melimpah di air yang tercemar limbah domestik Larva Chaobarus (dewasa adl nyamuk diptera):

Mempunyai 4 kantung udara, 2 pada masing- masing ujung badan : merupakan bentuk adaptasi untuk mengapung dan cadangan O 2 .

4. ORGANISME KEBANYAKAN MERUPAKAN HOLOPLANKTON 5. ADAPTASI ORGANISME: Untuk dapat bertahan terhadap kondisi O 2
4. ORGANISME KEBANYAKAN MERUPAKAN HOLOPLANKTON 5. ADAPTASI ORGANISME: Untuk dapat bertahan terhadap kondisi O 2

4. ORGANISME KEBANYAKAN MERUPAKAN HOLOPLANKTON

5. ADAPTASI ORGANISME:

Untuk dapat bertahan terhadap kondisi O 2 rendah. Terdiri dari bakteri jenis anaerobik

Untuk dapat bertahan terhadap kondisi O 2 rendah. Terdiri dari bakteri jenis anaerobik

D A N A U

D A N A U 1. Asal Mula Terbentuknya Danau: Karena patahan di permukaan bumi dan
D A N A U 1. Asal Mula Terbentuknya Danau: Karena patahan di permukaan bumi dan

1. Asal Mula Terbentuknya Danau:

Karena patahan di permukaan bumi dan diikuti oleh peristiwa klimat.

Contoh: Danau Toba

Aktivitas Vulkanik

Contoh: Danau Lamongan

Belokan sungai yang terlalu dalam Depresi tanah kapur Buatan (contoh: Jatiluhur)

2. PROSES SUKSESI DANAU

2. PROSES SUKSESI DANAU OLIGOTROFIK MESOTROFIK EUTROFIK DISTROFIK
2. PROSES SUKSESI DANAU OLIGOTROFIK MESOTROFIK EUTROFIK DISTROFIK

OLIGOTROFIK

2. PROSES SUKSESI DANAU OLIGOTROFIK MESOTROFIK EUTROFIK DISTROFIK

MESOTROFIK

2. PROSES SUKSESI DANAU OLIGOTROFIK MESOTROFIK EUTROFIK DISTROFIK

EUTROFIK

2. PROSES SUKSESI DANAU OLIGOTROFIK MESOTROFIK EUTROFIK DISTROFIK

DISTROFIK

OLIGOTROFIK

MESOTROFIK

EUTROFIK

 

DISTROFIK

Makanan sedikit

Fotosintesis terbatas pada permukaan air

Makanan meningkat

Bahan organik tinggi

Suhu air rendah

Sinar matahari terbatas

Air menjadi hangat

 

Resirkulasi makanan rendah

Daya pengendapan meningkat

Produksi bahan organik tinggi

 

Air jernih

Air mulai keruh

Air keruh, penetrasi cahaya matahari 1-3 m

Danau menjadi dangkal

Oksigen perairan tinggi

   

Oksigen perairan terbatas utk proses pembusukan

Kerapatan biota rendah

 

Keanekaragaman biologi tinggi

Terbentuk komunitas daratan.

Aktivitas biologi rendah

Kegiatan biologi mulai meningkat

Aktivitas biologi meningkat

Aktivitas biologi menurun

Oligotrophic Refers to a class of lakes that exhibit low productivity, low levels of phosphorus and chlorophyll, few rooted aquatic plants and algae, deep transparency readings [ 8.0 m (26.5 ft) or

deep transp aren cy rea ding s [ 8.0 m (26.5 ft) or greater] and usually
deep transp aren cy rea ding s [ 8.0 m (26.5 ft) or greater] and usually

greater] and usually high dissolved oxygen levels throughout the water column. These lakes are considered to have excellent water quality.

lakes are considered to have ex cellent water quality. Mesotrophic The term mesotrophic descr ibes a
lakes are considered to have ex cellent water quality. Mesotrophic The term mesotrophic descr ibes a

Mesotrophic The term mesotrophic describes a middle stage between oligotrophic (low productivity) and eutrophic (very productive). This type of lake has intermediate levels of phosphorus and chlorophyll, and Secchi disk transparencies of 4m to 8m (13.3 to 26.5 ft.).

Eutrophic Refers to lakes with high productivity, high levels of phosphorus and chlorophyll, low Secchi disk readings, and abundant biomass with a lot of accumulated organic matter on the bottom. Eutrophic lakes are susceptible to algal blooms and oxygen depletion in the hypolimnion.

3. STRATIFIKASI DI DANAU

3. STRATIFIKASI DI DANAU Perbedaan kepadatan (berat jenis) air yang disebabkan perbedaan suhu dapat menghasilkan
3. STRATIFIKASI DI DANAU Perbedaan kepadatan (berat jenis) air yang disebabkan perbedaan suhu dapat menghasilkan

Perbedaan kepadatan (berat jenis) air yang disebabkan perbedaan suhu dapat menghasilkan STRATIFIKASI (lapisan massa air) yang akan mempengaruhi POLA SIRKULASI AIR

Kategori Pola Sirkulasi Air

Kategori Pola Sirkulasi Air 1. DIMICTIC:   Dua musim periode sirkulasi bebas atau teraduk 2. MONOMICTIC
Kategori Pola Sirkulasi Air 1. DIMICTIC:   Dua musim periode sirkulasi bebas atau teraduk 2. MONOMICTIC

1.

DIMICTIC:

 

Dua musim periode sirkulasi bebas atau teraduk

2.

MONOMICTIC DINGIN:

 

Suhu air tidak pernah lebih tinggi dari 4°C (daerah kutub) dan teraduk pada musim panas

3.

MONOMICTIC HANGAT:

 

Suhu air tidak pernah lebih rendah dari 4°C (daerah sedang/ temperate yang hangat atau subtropika); satu periode sirkulasi di musim dingin

4.

 

POLYMICTIC:

 
 
 

Terus menerus tersirkulasi dengan periode stagnasi yang singkat. Contoh: Danau di daerah pegunungan di ekuator.

5.

OLIGOMICTIC :

 

Jarang tercampur karena suhunya stabil. Contoh: Danau di daerah tropika

 

6.

MEROMICTIC :

 

Terjadi stratifikasi secara permanen; kebanyakan sebagai hasil dari perbedaan kimiawi air pada hipolimnion dan epilimnion.

Three Water Layers

With stratification in place in a "deep" lake, we can define three major layers within
With stratification in place in a "deep"
lake, we can define three major layers
within the lake.
• Epilimnion, an upper layer of
circulating warm water, usually no
more than 6 m (20 ft) deep, where
dissolved oxygen concentrations are
moderate to high.

Thermocline, a layer of rapid temperature and oxygen decrease with depth, often quite thin, separating the upper and lower layers.

Hypolimnion, a cold, deep-water, non-circulating layer in which oxygen is low or absent.

Winds blowing over the lake generally keep the epilimnion stirred by pushing a quantity of
Winds blowing over the lake generally
keep the epilimnion stirred by pushing
a quantity of surface water downwind.
This draws a flow of deeper water
upward (upwelling) along the upwind
(windward) shore to replace the pushed
waters. As a result, epilimnion waters
mix, producing generally warm
temperatures and high oxygen content
(important to fish and other creatures)
throughout the layer.

Atmospheric oxygen is added by the air-water interaction to the oxygen produced within the water by aquatic plants.

The thermocline layer has minimal mixing, and what does occur is slow, thus isolating the
The thermocline layer has minimal
mixing, and what does occur is slow, thus
isolating the bottom waters from the
surface zone. Because this region lies
between the epilimnion and hypolimnion,
it is also called the mesolimnion (meso-
meaning "middle").

The hypolimnion is a deep-water stagnant layer where plants alone cannot produce enough oxygen for the layer's demands. As a result, the hypolimnion is not only depleted or devoid of oxygen, it often contains high concentrations of dissolved hydrogen sulphide and other sulphurous gases, forcing many creatures to move to shallower waters.

I. STRATIFIKASI TERMAL DI DAERAH SEDANG/TEMPERATE
I. STRATIFIKASI TERMAL DI DAERAH SEDANG/TEMPERATE

I. STRATIFIKASI TERMAL DI DAERAH SEDANG/TEMPERATE

1.

MUSIM PANAS: Periode stagnasi musim panas.

1. MUSIM PANAS: Periode stagnasi musim panas. Air di bagian atas menjadi lebih panas daripada air
1. MUSIM PANAS: Periode stagnasi musim panas. Air di bagian atas menjadi lebih panas daripada air
1. MUSIM PANAS: Periode stagnasi musim panas. Air di bagian atas menjadi lebih panas daripada air

Air di bagian atas menjadi lebih panas daripada air bagian bawah, sehingga air tidak bercampur. Terdapat 3 lapisan massa air, yaitu:

Epilimnion (danau bag. atas; suhu hangat) Thermoklin (lapisan air dimana suhu menurun drastis dengan bertambahnya kedalaman) Hipolimnion (danau bag. bawah; suhu dingin)

Lapisan thermoklin berada di bawah jangkauan penetrasi cahaya matahari efektif (tingkat kompensasi), sehingga pasokan O 2 ke hipolimnion terputus karena terhalang oleh STRATIFIKASI

2. MUSIM GUGUR: Pengembalian (turn over) musim gugur

2. MUSIM GUGUR: Pengembalian ( turn over ) musim gugur Suhu epilimnion turun sehingga sama dengan
2. MUSIM GUGUR: Pengembalian ( turn over ) musim gugur Suhu epilimnion turun sehingga sama dengan

Suhu epilimnion turun sehingga

sama dengan suhu hipolimnion. Terjadi sirkulasi massa air dan O 2 dapat mencapai kedalaman hipolimnion.

sama dengan suhu hipolimnion. Terjadi sirkulasi massa air dan O 2 dapat mencapai kedalaman hipolimnion.

3. MUSIM DINGIN:

3. MUSIM DINGIN: Suhu permukaan kurang dari 4°C, air mengembang dan menjadi lebih dingin sehingga tetap
3. MUSIM DINGIN: Suhu permukaan kurang dari 4°C, air mengembang dan menjadi lebih dingin sehingga tetap

Suhu permukaan kurang dari 4°C, air mengembang dan menjadi lebih dingin sehingga tetap berada di permukaan dan membeku. Terjadi stratifikasi musim dingin. O 2 tidak berkurang karena kegiatan bakteri dan respirasi rendah. Selain itu O 2 lebih banyak larut dalam air pada suhu rendah. Bila salju menutupi es maka akan menghalangi fotosintesis yg dpt menyebabkan kekurangan O 2 di seluruh danau dan mengakibatkan kematian ikan di musim dingin.

fotosintesis yg dpt menyebabkan kekurangan O 2 di seluruh danau dan mengakibatkan kematian ikan di musim
fotosintesis yg dpt menyebabkan kekurangan O 2 di seluruh danau dan mengakibatkan kematian ikan di musim
fotosintesis yg dpt menyebabkan kekurangan O 2 di seluruh danau dan mengakibatkan kematian ikan di musim
fotosintesis yg dpt menyebabkan kekurangan O 2 di seluruh danau dan mengakibatkan kematian ikan di musim

4. MUSIM SEMI: Pengembalian (turn over) musim semi.

4. MUSIM SEMI: Pengembalian ( turn over ) musim semi. Suhu mulai hangat dan es mencair
4. MUSIM SEMI: Pengembalian ( turn over ) musim semi. Suhu mulai hangat dan es mencair

Suhu mulai hangat dan es mencair sehingga air permukaan menjadi lebih berat dan tenggelam. Bila suhu permukaan naik sampai 4°C, danau tersirkulasi dan O 2 dapat tercampur.

lebih berat dan tenggelam. Bila suhu permukaan naik sampai 4°C, danau tersirkulasi dan O 2 dapat
lebih berat dan tenggelam. Bila suhu permukaan naik sampai 4°C, danau tersirkulasi dan O 2 dapat

II. STRATIFIKASI THERMAL DI TROPIKA

II. STRATIFIKASI THERMAL DI TROPIKA Danau di tropika mempunyai suhu permukaan yang hangat (20-30 °C). Terjadi
II. STRATIFIKASI THERMAL DI TROPIKA Danau di tropika mempunyai suhu permukaan yang hangat (20-30 °C). Terjadi

Danau di tropika mempunyai suhu permukaan yang hangat (20-30 °C). Terjadi penurunan suhu dengan bertambahnya kedalaman, sehingga terdapat perbedaan kerapatan massa air yang menyebabkan stratifikasi yg mantap sepanjang tahun Sirkulasi umumnya tidak teratur dan biasanya terjadi pada musim yang lebih sejuk (musim hujan)

KLASIFIKASI DANAU

KLASIFIKASI DANAU 1. SERI OLIGOTROFIK-EUTROFIK (Diklasifikasikan berdasarkan produktivitas) OLIGOTROFIK: Sedikit makanan
KLASIFIKASI DANAU 1. SERI OLIGOTROFIK-EUTROFIK (Diklasifikasikan berdasarkan produktivitas) OLIGOTROFIK: Sedikit makanan

1. SERI OLIGOTROFIK-EUTROFIK

(Diklasifikasikan berdasarkan produktivitas) OLIGOTROFIK:

Sedikit makanan Biasanya dalam Hipolimnion > epilimnion Produktivitas primer rendah Tanaman di litoral jarang Kerapatan plankton rendah Hipolimnion tidak kekurangan oksigen Secara geologi “masih muda”

di litoral jarang Kerapatan plankton rendah Hipolimnion tidak kekurangan oksigen Secara geologi “masih muda”
di litoral jarang Kerapatan plankton rendah Hipolimnion tidak kekurangan oksigen Secara geologi “masih muda”
di litoral jarang Kerapatan plankton rendah Hipolimnion tidak kekurangan oksigen Secara geologi “masih muda”
di litoral jarang Kerapatan plankton rendah Hipolimnion tidak kekurangan oksigen Secara geologi “masih muda”
di litoral jarang Kerapatan plankton rendah Hipolimnion tidak kekurangan oksigen Secara geologi “masih muda”
di litoral jarang Kerapatan plankton rendah Hipolimnion tidak kekurangan oksigen Secara geologi “masih muda”
di litoral jarang Kerapatan plankton rendah Hipolimnion tidak kekurangan oksigen Secara geologi “masih muda”
2. EUTROFIK: Banyak makanan Dangkal Produktivitas primer tinggi Vegetasi litoral dan kerapatan plankton tinggi
2. EUTROFIK: Banyak makanan Dangkal Produktivitas primer tinggi Vegetasi litoral dan kerapatan plankton tinggi

2.

EUTROFIK:

Banyak makanan

Dangkal

Produktivitas primer tinggi

Vegetasi litoral dan kerapatan plankton tinggi

“Blooming” merupakan ciri utama