Anda di halaman 1dari 4

Nama : Ardiani Sari Jumarta Kelas : Kebidanan 4C Kel 1 NPM : 110410007 Tugas : Askeb Neo STIKES BANTEN Pemeriksaan

Fisik Pada Bayi Baru Lahir ( BBL) Pemeriksaan dilakukan segera setelah bayi baru lahir untuk mengetahui keadaan umum pada bayi secara menyeluruh, apakah normal atau terdapat kelainan kongenital/kecatatan, keabnormalan, cidera paska bersalin dan penularan peyakit menular seksual. asuhan ini diberikan pada bayi usia 0 28 hari dengan prinsip menjaga kehangatan, kenyamanan dan kebersihan pada bayi dengan tidak melakukan intervensi yang semestinya tidak diperlukan karena dapat menyakiti bayi. Persiapan alat dan bahan : 1. Phantoom bayi 2. Handscoon 3. Korentang 4. Lap tangan 5. Timbangan + alas 6. Handuk 7. Perlak + alas 8. Metlin 9. Pen light 10. Tongue spatel 11. Termometer digital 12. Arloji 13. Stetoscope 14. Kassa steril 15. Kapas sublimat 16. Air DTT 17. Bedong 18. Pakaian Bayi 19. Kapas alkohol 70% / kapas DTT 20. Syring 5 cc 21. Hypavick / plester 22. Gunting plester 23. Vit. K 10 mg/ Neo K 2 mg 24. Salep mata eritromicin 0,1 % 25. Nierbekken/kidney 26. Bak Instrumen 27. Tempat sampah medis dan non medis 28. Baskom larutan clorin 0,5 %

STEP BY STEP 1) Siapkan peralatan dan bahan disusun secara ergonomis. 2) Lakukan inform consent kepada oragn tua, memberikan penjelan untuk melakukan pemeriksaan fisik bayi secara menyeluruh. 3) Cuci tangan 7 langkah dengan menggunakan sabun di air mengalir dan lap dengan handuk dengan sisi yang berbeda. 4) Gunakan sarung tangan besrih dengan prinsip steril. 5) Bersihkan bayi dari sisa air ketuban dengan handuk dan berikan rangsang taktil (jaga kehangatan bayi). 6) Bentangkan perlak dan alas. 7) Timbang bayi dan nilai berat badannya. 8) Letakan bayi diatas alas yang telah dibentangkan (jaga kehangatan). 9) Lakukan pemeriksaan mulai dari kepala, lihat apakah terjadi caput sucsedenum, cephal hematoma, anencephal atau normal, ukur lingkar kepala dengan menggunakan metlin dan nilai untuk menentukan hyrocephalus, palapasi kepala sudah terjadi molase dan sutura menyatu atau tidak. 10) Lihat kesimetrisan pada mata, pengeluaran, strabismus, gloukoma, katarak, waran skelara putih bening atau kuning, gunakan pen light untuk melihat reflek pupil mengecil terhadap rangsang cahaya serta reflek eye blink yg harus diperhatikan, dan pada konjungtiva terjadi pucat, kemerahan atau perdarahan. 11) Lihat keseimetrisan antara garis mata telinga dan kepala, bentuk telinga, lubang telinga gunakan pen light untuk melihat adanya polip atau sekret. 12) Lihat pada hidung adakah pernafasan cuping hidung, kesimetrisan lubang hidung, septum dan filtrum sudah terbentuk sempurna atau tidak, gunakan pen light untuk melihat adanya polip atau sekret dan lihat reflek breathing. 13) Lihat pada bibir warnanya kebiruan atau kemerahan, apakah terjadi labioskiziz, gunakan tongue spatel lihat pada lidah tebal atau tidak, gunakan pen light untuk melihat terjadinya paloskiziz, labiopalatoskiziz atau tidak, lihat pada gusi apakah sudah ada gigi yang tumbuh dan pengeluaran saliva yang berlebih atau normal. Perhatikan reflek rooting dengan cara memberi sentuhan pada ujung bibir bayi dan menyentuh lidah bayi untuk menilai reflek sucking. Jika lidah bayi terjulur keluar kemungkinan ada cedera pada kepala.

14) Inspeksi keseluruhan pada wajah, apakah ada nampak mongoloid atau normal dan kesimetrisan wajah apakah fasial palsy atau tidak . 15) Inspeksi pada leher apakah terjadi penyumbatan vena jugularis atau tidak, raba pada kelenjar tyroid terjadi pembesaran atau tidak sekaligus menilai reflek swalowing pada bayi menyusu dan raba bagian belakang telinga apakah terjadi pembesaran kelenjar getah bening atau tidak. Perhatikan reflek tonick neck pada leher pada saat menarik lurus tangan bayi maka kepala akan mengikuti arah tangan atau gerekan leher yg menengadah. 16) Palpasi bagian klavikula dan humerus terjadi fraktur atau tidak pd saat proses persalinan. 17) Palpasi ke arah axila untuk menilai terjadi pembesaran kelenjar limfe atau tidak dan ukur suhu menggunakan termometer digital. 18) Inspeksi kesimetrisan pd dada, adakah retraksi dinding dada, lihat puting menonjol atau tidak, adakah pengeluaran colostrum atau tidak. Palpasi bagian flexus untuk menilai pernafasan dan auskultasi gunakan stetoscope untuk menilai DJB. Perhatikan reflek moro untuk menilai apakah terjadi brachial palsy atau tidak. 19) Inspeksi pada abdomen apakaha terjadi omfalokel, hisprung atau normal, adakah pengeluaran tali pusat, tali pusat menonjol atau tidak, di daerah sekitar tali pusat terjadi inflamasi atau tidak, hitung jumlah arteri dan vena normalnya arteri 2 vena 1 dan perkusi untuk menilai kembung atau tidak. 20) Inspeksi pada jari-jari tangan terjadi sindaktili, polidaktili atau normal. Perhatikan reflek palmar grafs dengan cara gunakan telunjuk sentuh telapak tangan bayi maka ia akan mencengkram telunjuk. 21) Inspeksi pada genitalia tentukan jenis kelamin, jika perempuan labia mayora sudah menutupi labia minora dan uretra dan vagina sudah terbentuk sempurna, jika laki-laki inspeksi sudahkah testis turun ke dalam scrotum dan uretra tepat berada di ujung penis atau tidak untuk menilai terjadinya hypospadia atau normal. 22) Telungkupkan bayi senggah dengan tangan. 23) Inspeksi pada punggung apakah terjadi meningokel atau normal yg berada tepat di punuk leher, pd abgian koksigeus apakah terjadi spina bifida, penumpukan lanugo atau normal,palpasi vsearah vetebra untuk menilai terjadinya kifosis, lordosis, skoliosis atau normal. Perhatikan reflek crawling dan reflek galant dengan menyentuh punggung bayi sebelah kanan dan sebaliknya.

24) Inspeksi pada anal bila terjadi pengeluaran bersihkan dengan kapas DTT, perhatikan pengeluran dalam 24 jam pasca persalinan. 25) Inspeksi pada ekstremitas bawah bentuk, jari-jari kaki sindaktili, polidaktili atau normal, palpasi bagian femur apakah terjadi frkatur pasca persalinan atau tidak. Perhatikan reflek plantar grafs dengan cara mengusap telapak kaki makan jari-jari kaki akan mencengkram, reflek babinski bentuk huruf S pd telapak kaki maka jarijari kaki akan mencengkram, angkat kedua kaki dan lepaskan makan kaki bayi akan turun dengan perlahan diawali adanya tahanan untuk menilai reflek tonick labirin. 26) Angkat bayi dengan kedua tangan pada tempat yang datar makan kaki bayi akan menunjukkan langkah-langkahnya untuk menilai reflek walking. 27) Bentangkan kain bedong dan tata pakaian yg akan dikenakan, bungkus tali pusat dengan kassa steril dengan prinsip kering dan bersih, kenakan popok ikat tali di bawah tali pusat agar ketika bayi mengompol tidak membasahi seluruh popok, kenakan pakaian. 28) Desinfeksi pada area yg akan disuntik dengan kapas alkohol 70% / kapas DTT 29) Suntikan vit k 0,1 cc / neo k o,5 cc pd bagian femur antero lateral secara IM 90 untuk mencegah perdarahan tali pusat atau tindakan yg dilakukan saat persalinan, fiksasi dengan kapas alkohol 70% / kapas DTT gunakan hypavick untuk merekatkan. 30) Bedong bayi untuk menjaga kehangatan dan kenyamanannya. 31) Berikan salep mata eritromicin 0,1 % pd konjungtiva untuk mencegah terjadinya infeksi PMS. 32) Rapikan alat. 33) Dekontaminasi alat di dalam larutan clorin 0,5% selama 10 menit. 34) Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dan keringkan. 35) Setelah pemeriksaan selesai dilakukan berikan bayi kepada ibunya untuk disusukan. 36) Jelaskan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan. 37) Lakukan pendokumentasian.