KONSTITUSI YANG PERNAH BERLAKU DI INDONESIA 1. Konstitusi memiliki arti Hukum Dasar.

Konstitusi terdiri atas dua bentuk : a. Konstitusi Tertulis yaitu UUD b. Konstitusi tidak tertulis yaitu aturan-aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara meskipun tidak tertulis, disebutkonvensi. 2. Sejarah UUD yang pernah berlaku di Indonesia a. UUD 1945, periode 18 Agustus 1945 – 27 Desember 1949 b. Konstitusi RIS, periode 27 Desember 1949 – 17 Agustus 1950 c. UUD Sementara 1950, periode 17 Agustus 1950 – 5 Juli 1959 d. UUD 1945, periode 5 Juli 1959 – sekarang  Periode 5 Juli 1959 – 1965 (orde lama)  Periode 1965 – 1999 (orde baru)  Periode 1999 – sekarang 3. a. b. a. b. c. c. a. b. d. e. f. g. a. b. h. a. b. c. d. e. f. g. UUD 1945 Ditetapkan oleh PPKI tanggal 18 Agustus 1945 Sistematika terdiri atas : Pembukaan, terdiri 4 alinea Batang Tubuh, terdiri atas 16 bab 37 pasal, 4 pasal aturan peralihan, dan 2 ayat aturan tambahan) Penjelasan UUD 1945, yang disusun oleh MR Soepomo. Sifat UUD 1945 , yaitu : Singkat, yaitu memuat atuarn-aturan pokok saja, sebagai unstruksi dalam penyelenggaraan negara. Supel, artinya aturan yang pokok saja sesuai dengan negara Indonesia yang berkembanga, terus dinamis dan mengalami perubahan, sehingga tidak ketinggalan zaman. UUD 1945 bersifat sementara, ditegaskan dalam pasal 3 dan ayat 2 aturan tambahan UUD 1945. Hubungan Proklamasi Kemerdekaan dengan Pembukaan UUD 1945 adalah pembukaan UUD 1945 merupakan uraian terperinci dari Proklamasi Kemerdekaan. Pembukaan UUD 1945 memuat pokok-pokok pikiran yang diwujudkan oleh UUD 1945 dalam pasal-pasalnya Batang tubuh (pasal-pasal) memuat tentang : Materi pengaturan sistem pemerintahan negara Materi hubungan negara dengan warga negara dan penduduk Sistem Pemerintahan Indonesia : Indonesia ialah negara yang berdasar atas hukum (Rechtsstaat) Sistem konstitusional Kekuasaan negara yang tertinggi ditangan MPR Presiden ialah penyelenggara pemerintah negara yang tertinggi di bawah majelis Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR Menteri negara ialah pembantu, menteri negara tidak bertanggung jawab kepada DPR Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas

3. 6A ayat 4. Periode 1945 – 1949 :  Berlaku demokrasi liberal  Maklumat Pemerintah tanggal 14 November 1945 merubah sistem Presidential menjadi Parlementer. 23B. DPR. terdiri atas 21 Bab. 27 ayat 3. 23D. Disusun berdasarkan hasil persetujuan KMB b. dan 21. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dikeluarkan dengan pertimbangan negara dalam keadaan darurat. artinya menambah pasal perubahan tanpa menghilangkan pasal sebelumnya. j. ditetapkan tanggal 18 Agustus 2000 . mencakup 4 bab dan 25 pasal yaitu pasal 18. 15. aturan tambahan pasal I. MA. Presiden. b. 25E. 23C. 23A. ditetapkan tanggal 9 November 2001. l. Penafsiran UUD 1945 sesuai kepentingan politik m. 14. 13. BAB VIIB. c. Lembaga negara menurut UUD 1945 adalah MPR. Konstitusi RIS bersifat sementara. 33 ayat 4 . 28E. Perubahan Keempat. 3 pasal aturan peralihan. dan 36C. 31 .24C. 20 ayat 5. Period 1965 – 1999 (orde baru)  Demokrasi yang bersifat semu  Terjadi KKN dalam pemerintahan k. 2 pasal aturan tambahan o. 11 ayat 1.II. b. 5. aturan peralihan pasal I.II. Pembukaan b. 28I. 11 ayat 2. 16. n. Perubahan UUD 1945 yaitu : a. dan 4. 17. 6A ayat 1. Perubahan Ketiga. 37 . Periode 5 Juli 1959 – 1965 (orde lama) :  Pengangkatan Presiden Soekarno sebagai presiden seumur hidup  Presiden membubarkan DPR hasil pemilu 1955 dan diganti dngan DPR Gotong Royong yang anggotanya diangkat oleh Presiden  Ketua MPR merangkat Menteri dibawah Presiden c. 9. 6 ayat 1 dan 2. mencakup 3 bab dan 22 pasal yaitu pasal 1 ayat 2 dan 3. d. 8 ayat 1. 26 ayat 2 dan 3. mencakup 9 pasal yaitu pasal 5. Perubahan Pertama.36B. ditetapkan tanggal 10 Agustus 2002. Konstitusi RIS a.Bab IX A. 22A. 32 . 23F. 28J. karena kegagalan konstituante menyusun UUD. Bab X. Alasan perubahan UUD 1945 a. 22C. 24 ayat 3. 20. 5.i. Perubahan Kedua. 2. Bab VIIA. 30. 24B. karena pasal 108 Konstitusi RIS menghendaki dibuatnya UUD oleh Konstituante c. Bentuk negara adalah serikat (federasi) dan bentuk pemerintahan republik . BPK. 23 ayat 1. UUD 1945 setelah perubahan terdiri atas : a. DPA. 4. 28D. Bab XA 28A. 24A. Perubahan secara adendum. 7A . 34. 18A 19. 28F. 73 pasal. 22D. ditetapkan tanggal 19 Oktober 1999.2. 7B. 28H. 23G.3. 20A. Tuntutan reformasi b. 28G.bab XV . 3 ayat1. 17 ayat 4. 7. Bab VIIIA. 3. Tujuan perubahan bersifat adendum agar untuk kepentingan bukti sejarah. 22E. Pasal-Pasal. 8 ayat 3. 28B. 3. Penyimpangan terhadap UUD 1945 a. mencakup 13 pasal yaitu pasal 2 ayat 1. 36A. 7C. 2. 22B.III. 23E.

MA. Senat. Pasundan. Riau. 5. Banjar. Akibat berlaku UUD Semnetara 1950 :  Sistem demikrasi liberal mengakibatkan kehidupan politik kurang stabil  Sistem kabinet parlementer mengakibatkan kabinet silih berganti dalam waktu cepat. Menganut kedaulatan rakyat dan demokrasi liberal e. pembangunan terhambat. . tanggal 15 Desember 1955 h. Wilayah terbagi atas :  negara bagian (RI. Madura. DPR. Menteri. dan Dewan Pengawas Keuangan. DPR. d. Kalbar. karena mnghendaki dibuat UUD oleh Konstituante Lembaga negara terdiri atas Presiden dan Wakil Presiden. UUD 1945 hanya berlaku di wilayah negara bagian Republik Indonesia g. Pemilu pertama dilaksanakan tahun 1955 :  Memilih anggota DPR. Kaltim. dan kehidupan politik kurang stabil. pembangunan terhambat. e. Jawa Timur. g. b. NIT.d. c. tanggal 29 September 1955  Memilih anggota Kontituante. a. Lembaga negara terdiri atas Presiden. UUD Sementara 1950 Termuat dalam UU No 7 Tahun 1950 Bentuk negara kesatuan dan bentuk pemerintahan republik Menganut kedaulatan rakyat dan demokrasi liberal Menganut sistem kabinet Parlementer UUD S 1950 bersifat sementara. dan kehidupan politik kurang stabil. Belitung. Akibat berlaku Konstitusi RIS :  Bentuk negara serikat tidak sesuai dengan keinginan bangsa Indonsia  Sistem demikrasi liberal mengakibatkan kehidupan politik kurang stabil  Sistem kabinet parlementer mengakibatkan kabinet silih berganti dalam waktu cepat. bangka. MA. Sumetra Selatan)  Satuan kenegaraan yang tegak sendiri (Jawa Tengah. Menteri (Kabinet). KalTeng) h. Sumetera Timur. dan Dewan Pengawas Keuangan. f. i. Menganut sistem kabinet Parlementer f.