P. 1
makalah sistematika tanaman.docx

makalah sistematika tanaman.docx

|Views: 701|Likes:
Dipublikasikan oleh monika meitasari

More info:

Published by: monika meitasari on Apr 08, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/14/2014

pdf

text

original

SISTEMATIKA TANAMAN Turi, Tembelekan,dan Lempuyang MAKALAH BOTANI FARMASI

Oleh : 1. Fransisca Melani 2. Sr. Serlina Patattan 3. Karla Violeta 4. Monika Meitasari Astuti 5. Maria Indah Rosari (128114002) (128114006) (128114011) (128114014) (128114037)

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2012

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang MahaEsa karena atas berkat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah Botani Farmasi ini yang berjudul “SISTEMATIKA TUMBUHAN” dengan baik. Makalah ini disusun berdasarkan hasil wawancara, pengamatan,serta informasi

melalui internet yang mengenai tumbuhan Turi, tumbuhan Tembelekan dan tumbuhan Lempuyang. Selama pelaksanaan dalam pembuatan makalah,penulis banyak mendapat dukungan dan bimbingan dari berbagai pihak.Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada: 1. Tuhan Yang Maha Esa,yang telah memberikan kesehatan jasmani dan rohani sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. 2. Romo Paulus Wiryono P.,SJ selaku dosen Botani Farmasi yang telah memberikan pengajaran tentang sistematika tumbuhan di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma selama semester ini. 3. Bapak Johanes Dwiatmaka selaku dosen Botani Farmasi yang telah memberikan pengajaran tentang Morfologi Tumbuhan di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma selama semester ini. 4. Rekan-rekan yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang telah membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini. Adapun dalam pembuatan makalah ini terdapat kesalahan,namun dengan segala kerendahan hati penulis menerima segala saran dan kritik yang sifatnya konstruktif dari semua pihak dengan satu harapan semoga makalah ini memenuhi harapan kita semua. Penulis mengucapkan banyak-banyk terima kasih atas perhatiannya. Yogyakarta,26 November 2012 Penyusun i

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR …………………………………………………………….. DAFTAR ISI……………………………………………………………………….. BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang ................................................................................. 1 B. Tujuan ............................................................................................ . 2 BAB II PEMBAHASAN 1. Lempuyang Wangi……………………………………………… 3-6 2. Tembelekan…………………………………………………….. 7-10 3. Turi………………………………………………………………..11-14 PENGURUTAN USIA TANAMAN ....................................................15 BAB III PENUTUP…………………………………………………………….16 i ii

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

ii

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Tumbuhan merupakan gudang obat yang memiliki manfaat untuk berbagai penyakit. Pemanfaatan tanaman yang digunakan sebagai tumbuhan obat menyebabkan masyarakat lebih mengkonsumsi tanaman dibandingkan jika membeli obat modern. Botani merupakan salah satu bidang kajian dalam biologi yang mengkhususkan diri dalam mempelajari seluruh aspek biologi tumbuh-tumbuhan. Dalam botani dipelajari semua disiplin ilmu biologi untuk mempelajari pertumbuhan, reproduksi, metabolisme, perkembangan, interaksi dengan komponen biotik dan komponen abiotik, serta evolusi tumbuhan. Botani mengkaji semua aspek dari tanaman, dari yang terkecil dan berbentuk paling sederhana sampai yang terbesar dan paling kompleks, dari kajian tentang segala aspek tentang tanaman individu sampai interaksi kompleks dari berbagai anggota komunitas tanaman yang kompleks dengan lingkungan dan hewan. Dan pada saat ini kami akan membuat sebuah makalah tentang sistematika pada tumbuhan. Sistematika itu sendiri adalah ilmu yang secara ilmiah mempelajari keanekaragaman makhluk hidup serta sejarah hubungan kekerabatan evolusi yang ada di antara mereka. Gabungan antara taksonomi dan filogenetika.Sedangkan Sistematika tumbuhan adalah ilmu yang berkaitan sangat erat dengan taksonomi tumbuhan. Namun demikian, sistematika tumbuhan lebih banyak mempelajari hubungan tumbuhan dengan proses evolusinya. Dalam sistematika bantuan ilmu seperti filogeni dan kladistika banyak berperan. Di sisi lain, taksonomi tumbuhan lebih banyak mempelajari aspek penanganan sampel-sampel (spesimen) tumbuhan dan pengelompokan (klasifikasi) berdasarkan contoh-contoh ini. Adapun sususan sistematika tumbuhan yaitu dari yang terbesar ke yang terkecil yaitu : 1. Kingdom 2. Divisio 3. Sub divisio 4. Class 1

5. Sub-class 6. Ordo 7. Sub-ordo 8. Family 9. Genus 10. Spesies Pada makalah ini kelompok kami akan membahas tentang sistematika tentang tumbuhan yaitu pada tumbuhan Lempuyang, turi, dan tembelekan. 2. Tujuan Adapun tujuan dari penelitian sistematika tumbuhan ini adalah agar mahasiswa dapat mengamati secara langsung morfologi soatu tumbuhan dan dapat menentukan usia tumbuhan dan mengurutkannya secara sistematis

2

BAB II PEMBAHASAN
1. LEMPUYANG WANGI Nama Latin : Zingiber aromaticum Val. Nama daerah : Lempuyang, Lampuyang, Rempuyang Klasifikasi : a) Kingdom b) Subkingdom c) Super Divisi d) Divisi e) Kelas f) Sub Kelas g) Ordo h) Famili i) Genus j) Spesies Morfologi Lempuyang : Herba rendah sampai tinggi, perennial, batang asli berupa rimpang di bawah tanah, tinggi lebih dari 1 m.
a. Batang Lempuyang

: Plantae : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) : Spermatophyta (Menghasilkan biji) : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) : Liliopsida (berkeping satu / monokotil) : Commelinidae : Zingiberales : Zingiberaceae (suku jahe-jahean) : Zingiber : Zingiber aromaticum Val.

Merupakan batang semu, terdiri dari helaian kelopak daun yang saling membungkus dan berseling, di atas tanah, beberapa batang berkoloni, hijau, rimpang; merayap, berdaging, gemuk, aromatik.

3

b. Rimpang Lempuyang Berukuran besar, daging berwarna kuning pucat, rasa lempuyang wangi tajam dan berbau harum, rasa lempuyang pahit tajam dan pahit dilidah dengan bau yang tidak kuat. c. Daun Lempuyang Berbentuk mata lembing atau bulat memanjang, ujung runcing dan pangkal mengecil, tunggal, berpelepah, duduk berseling, pelepah; membentuk batang semu, helaian; bentuk lanset sempit, telebar di tengah atau di atas tengah, panjang 3-7 kali lebar, pangkal runcing atau tumpul, ujung sangat runcing atau meruncing, berambut di permukaan atas, tulang daun atau di pangkal, 14-40 x 3-8,5 cm, tangkai berambut, 45 mm. Lidah daun tegak, tumpul, seperti membran, berambut 1,5-3 cm. d. Bunga Lempuyang Susunan majemuk bulir, bentuk bulat telur, muncul di atas tanah, tegak, berambut halus, ramping tebal, 9-31 cm, 2-2,5 kali lebar, ujung runcing agak lebar, daun pelindung dengan ujung datar, ukuran 1,54 x 1,54 cm., sisik tangkai bulir 4-6, lanset, tumpul, berambut, merah 3-6,5 cm. Daun pelindung sangat lebih besar dari kelopak, sama panjang dengan tabung mahkota. Ukuran bulir 3,5-10,5 x 1,75-5,5 cm. Kelopak: 13-17 mm. Mahkota: kuning terang, hijau gelap, atau. putih, tabung 2-3 cm, cuping bulat telur bulat memanjang, ujung meruncing atau runcing, daun mahkota posterior paling besar 1,5-2,5 x 1-2 cm, bibir bibiran bulat telur atau membulat, jingga .atau kuning lemon, 12 - 20 x 15 - 20 mm. Benang sari: kepala sari elip bulat memanjang, kuning terang, 8 - 10 mm, penghubung 7 mm. Putik: bakal buah 3 ruang, bakal biji banyak, posisi aksiler, tangkai putik bercabang dua bebas. Buah: bulat telur terbalik, merah, 12 x 8 mm. Biji: bulat memanjang bola, rata rata 4 mm. Rumus bunga : Ca 3,Co 3,A 2,G (3) Diagram bunga :

4

e. Habitat : Banyak tumbuh liar, tempat yang disukainya, dengan ketinggian 0-1200 m dpl. f. Pengembangbiakan : Lempuyang seperti kerabat tanaman berimpang lainnya dapat diperbanyak dengan rimpangnya. Rimpang yang cukup tua ditumbuhkan dahulu akar dan tunasnya, baru dipindah di kebun. Selain itu perbanyakan dapat dilakukan dengan pemisahan anakan. g. Kandungan : Rimpang: minyak atsiri yang tersusun dari a-kurkumen, bisabolen, zingiberen, kariofilen, seskuifelandren, zerumbon, limonen, kamfer; di samping itu zat pedas gingerol, sogaol, zingeron, paradol, heksahidrokurkumin, dihidrogingerol; informasi lain menyebutkan damar, tanin, resin, pati, gula. h. Khasiat : Rimpang: biasanya digunakan dalam bentuk seduhan rimpang untuk obat asma, merangsang nafsu makan, merangsang membran mukosa lambung, mengurangi rasa nyeri, pembersih darah, penambah nafsu makan, menurunkan kesuburan pada wanita, pencegah kehamilan, pereda kejang; di samping itu sering digunakan juga untuk mengobati penyakit empedu, penyakit kuning, radang sendi, batuk rejan, kolera, anemia, malaria, penyakit syaraf, nyeri perut, mengatasi kecacingan, masuk angin. Pada pemakaian luar digunakan untuk mengurangi rasa nyeri . Cara pemakaian : 1. Menambah nafsu makan Rimpang lempuyang pahit sebanyak 150 g dicuci hingga bersih, kemudian parut hingga halus, rebuslah parutan ini dengan 2500 cc air hingga airnya tinggal separuh. Untuk menghilangkan rasa pahit dapat ditambahkan gula merah 50 g, saring terlebih dahulu sebelum diminum, air ini diminum 3X sehari cukup 1 sendok makan. 5

2. Mengobati batuk rejan Rimpang lempuyang pahit dicampur kayu manis cina dan bawang merah yang sudah dipanggang. Campuran tersebut di tumbuk dan diperas, kemudian minum hasil perasannya. 3. Mengobati gatal akibat alergi udang dan ikan laut Iris tipis-tipis rimpang lempuyang, seduh seperti teh dan diminum setiap hari hingga gejala alergi hilang. 4. Mengobati masuk angin: Digunakan 10 gram rimpang segar lempuyang wangi; setelah dicuci, diparut, diperas dan disaring, kemudian hasil saringan ditambah 2 sendok makan madu dan 1/2 gelas air matang (panas), diaduk diminum dua kali sehari pagi dan sore sama banyak. 5. Mengobati rematik Rimpang lempuyang wangi dikupas, lalu dicampur cabe jawa, lumatkan, dan ditambah nasi kering, ramuan itu ditempelkan pada tubuh yang sakit. 6. Obat penambah darah Rimpang Lempuyang wangi diparut, lalu dicampur dengan gula jawa, rebus dengan air secukupnya. Airnya diminum sehari 3X sebanyak satu sendok makan. 7. Lempuyang wangi dapat untuk mengobati asma & obat pengurang rasa sakit. 8. Wanita yang terlalu subur dapat mengurangi kesuburannya dengan minum jamu lempuyang wangi.

6

2. TEMBELEKAN Nama Latin : Lantana camara Linn Nama daerah : Tahi ayam, Tembelekan, Telekan Klasifikasi : Kingdom Subkingdom Super Divisi Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies Ciri-ciri : Perawakan: Perdu, tegak atau agak memanjat, tinggi 0,5 - 4 m, berbau. Batang: Berkayu, bercabang banyak, ranting bentuk segi empat, berduri, berambut. : Plantae (Tumbuhan) : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) : Spermatophyta (Menghasilkan biji) : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) : Asteridae : Lamiales : Verbenaceae : Lantana : Lantana camara L.

7

Daun: Tunggal, berhadapan, bundar telur, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi bergerigi, pertulangan menyirip, kedua permukaan berambut, perabaan kasar, panjang 5 - 8 cm, lebar 3,5 - 5 cm, warnanya hijau tua. Bunga: Perbungaan majemuk bentuk bulir, mahkota bagian dalam berambut, warnanya putih, merah muda, jinga, kuning dan sebagainya. Buah: Buah buni, tangkai berambut, masih muda hijau, bila masak hitam mengkilap.

Habitat : Bisa ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian 1.700 m dpl., pada tempattempat terbuka yang terkena sinar matahari atau agak ternaung. Sampel tanaman dalam pembuatan sistematika ini diambil dari kebun obat Universitas sanata Dharma. Kandungan : Daun mengandung lantadene A, lantadene B, lantanolic acid, lantic acid, humule (mengandung minyak asiri), b - caryophyllene, g - terpidene, a -pinene dan r -cymene. Khasiat 1. Akar bersifat tawar dan sejuk. Berkhasiat sebagai pereda demam (antipiretik), penawar racun (antitoksik), penghilang nyeri (analgesik) dan penghenti perdarahan (hemostatis). Dapat juga untuk mengatasi influenza disertai demam tinggi, TBC kelenjar (skrofuloderma), rematik, bengkak terbentur (memar), keputihan (leukorea), kencing nanah (gonore), gondongan (parotitis, mumps), dan sakit kulit yang berkaitan dengan gangguan emosi (neuridermatitis).

8

2. Daun Bersifat pahit, sejuk, berbau da sedikit beracun (toksik) , yang berkhasiat menghilangkan gatal (anti-pruritus) , anti-toksik, menghilamngkan bengkak dan perangsang muntah. Dapat juga digunakan untuk mengobati sakit kulit, gatalgatal, bisul, luka, batuk, dan rematik, memar, bengkak. 3. Bunga Manis rasanya dan sejuk, berkhasiat sebagai penghenti perdarahan. Dapat juga untuk mengatasi TB paru dengan batuk berdarah dan sesak napas (asmatik). Cara pemakaian : 1. TB Paru dengan batuk berdarah Bunga tembelekan kering sebanyak 6 - 10 g direbus dalam 3 gelas air bersih sampai tersisa separo, setelah dingin disaring, dibagi untuk 3 kali minum. Minumlah pada pagi, siang dan sore, masing-masing 1/2 gelas. 2. Rematik Akar tembelekan kering sebanyak 1 genggam direbus dalam 5 liter air sampai mendidih selama 15 menit. Hangat-hangat dipakai untuk mandi. Daun tembelekan segar secukupnya direbus, airnya digunakan untuk mandi Daun tembelekan segar secukupnya dipipis. tambahkan air kapur sirih sambil diaduk sampai menjadi adonan seperti bubur kental. Borehkan pada bagian yang sakit. 3. Keputihan, Kencing nanah Akar tembelekan kering sebanyak 45 g dipotong tipis-tipis lalu direbus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu dibagi sama banyak untuk 2 kali minum. pagi dan sore 4. Dermatitis, Eksim, Jamur Kulit, Bisul Daun tembelekan segar sebanyak 1 genggam direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Hangat-hangat dipakai untuk mencuci kelainan kulit. 5. Bisul Daun tembelekan segar secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk sampai halus. Bubuhkan pada bisul, lalu dibalut. Ganti 2 - 3 kali seharri. 9

6. Memar, Luka berdarah Bunga dan daun tembelekan segar secukupnya dicuci lalu dibilas dengan air masak. Tumbuk kedua bahan tersebut sampai halus kemudian bubuhkan pada tempat yang sakit, lalu dibalut. Ganti 2 - 3 kali sehari. 7. Batuk Daun tembelekan kering sebanyak 5 g direbus dalam 3 gelas air sampai tersisa separonya. setelah dingin disaring, dibagi sama banyak untuk 3 kali minum, yaitu pagi, siang dan sore. 8. Perangsang Muntah pada Keracunan Makanan Daun tembelekan segar sebanyak 1 genggam dicuci bersih lalu diseduh dengan setengah gelas air. Biarkan selama 15 menit. Hangat-hangat diminum sekaligus. 9. Catatan: Kelebihan dosis menyebabkan pusing dan muntah. Perempuan hamil jangan minum rebusan tembelekan, karena dapat menyebabkan kematian janin.

10

3. TURI Turi (Sesbania grandiflora) merupakan pohon kecil (tinggi mencapai 10m). Asalnya dari Asia Selatan dan Asia Tenggara namun sekarang telah tersebar ke berbagai daerah tropis dunia.

Nama ilmiah : Sesbania grandiflora Pers Nama daerah : Turi Klasifikasi : a) Kingdom b) Subkingdom c) Super Divisi d) Divisi e) Kelas f) Sub Kelas g) Ordo h) Famili i) Genus j) Spesies Morfologi : Pohon 'kurus' berumur pendek, tinggi 5-12 m, ranting kerapkali menggantung. Kulit luar berwarna kelabu hingga kecoklatan, tidak rata, dengan alur membujur dan melintang tidak beraturan, lapisan gabus mudah terkelupas. Di bagian dalam berair dan sedikit berlendir. Percabangan baru keluar setelah tinggi tanaman sekitar 5 m. : Plantae (Tumbuhan) : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) : Spermatophyta (Menghasilkan biji) : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) : Rosidae : Fabales : Fabaceae (suku polong-polongan) : Sesbania : Sesbania grandiflora Pers

11

Daun Berdaun majemuk yang letaknya tersebar, dengan daun penumpu yang panjangnya 0,5-1 cm. Panjang daun 20-30 cm, menyirip genap, dengan 20-40 pasang anak daun yang bertangkai pendek. Helaian anak daun berbentuk jorong memanjang, tepi rata, panjang 3-4 cm, lebar 0,8-1,5 cm. Bunga Bunganya besar dalam tandan yang keluar dari ketiak daun, letaknya menggantung dengan 24 bunga yang bertangkai, kuncupnya berbentuk sabit, panjangnya 7-9 cm. Bila mekar, bunganya berbentuk kupu-kupu. Ada 2 varietas, yang berbunga putih dan berbunga merah. Buah Buah bentuk polong yang menggantung, berbentuk pita dengan sekat antara, panjang 20-55 cm, lebar 7-8 mm. Biji 15-50, letak melintang di dalam polong. Akar Akarnya berbintil-bintil, berisi bakteri yang dapat memanfaatkan nitrogen, sehingga bisa menyuburkan tanah. Rumus bunga : S  K (5) C 5. A 1 + (9). G 1 Diagram Bunga

Kandungan : Kulit batang: Tanin, egatin, zantoagetin, basorin, resin, calsium oksalat, sulfur, peroksidase, zat warna. Daun: Saponin, tanin, glikoside, peroksidase, vitamin A dan B. 12

Bunga: Kalsium, zat besi, zat gula, vitamin A dan B. Khasiat 1. Kulit batang Sariawan, disentri, diare, scabies, cacar air, demam dengan erupsi kulit 2. Daun Keseleo, memar akibat terpukul (hematoma), luka, keputihan (fluor albus), batuk, hidung berlendir, sakit kepala, memperbanyak produksi ASI, beri-beri, demam nifas, radang tenggorokan. 3. Bunga Memperbanyak dan memperlancar peneluaran ASI, hidung berlendir. 4. Akar Pegal linu (rheumatism), batuk berdahak.

Cara pemakaian 1. Sariawan a. Kulit batang segar secukupnya diremas-remas dalam air, untuk kumurkumur. Lakukan 3 kali sehari. b. Kulit batang sebesar ibu jari direbus, minum. Lakukan beberapa kali. 2. Sariawan, sakit tenggorokan : Daun secukupnya dicuci bersih lalu diremas-remas dalam air matang. Digunakan untuk kumur-kumur pada tenggorokan (gargle). 3. Radang tenggorokan : Segenggam daun turi merah direbus dengan air bersih secukupnya. Setelah dingin disaring, airnya dipakai untuk kumur-kumur. Lakukan kumur-kumur sebanyak 4 kali sehari. 4. Disentri berak darah: Kulit batang sebesar ibu jari dari pohon turi yang bunganya merah direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas, setelah dingin disaring, lalu diminum. Lakukan 2 kali sehari.

13

5. Kuku jari bengkak akibat tersandung atau terpukul: Daun secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Taruh diatas kuku yang sakit dan kulit sekitarnya, lalu dibalut. Ganti 2-3 kali sehari. Bekukan darah dibawah kuku akan hilang dan sakitnya akan berkurang. 6. Keputihan: Segenggam daun turi putih dan kunyit sebesar ibu jari dicuci bersih lalu digiling halus. Tambahkan 3/4 cangkir air minum, diaduk merata lalu diperas dan disaring, minum. Lakukan 2 kali sehari. 7. Batuk: Daun turi merah dan daun inggu masing-masing 1 genggam dicuci lalu ditumbuk halus, tambahkan air perasan sebuah jeruk pecel. Aduk merata, lalu diperas dan disaring, minum. 8. Batuk berdahak: Akar turi sebesar jari telunjuk dicuci bersih lalu digiling halus, tambahkan 1/2 cangkir air masak dan 1 sendok madu. Aduk sampai merata, lalu diperas dan disaring dengan sepotong kain. Minum. 9. Penambah ASI: a. Daun turi yang masih muda dikukus, dimakan sebagai lalab matang. b. Bunga dari turi putih dimasak, makan. 10. Pegal linu: Akar dari pohon turi berbunga merah secukupnya digiling halus, tambahkan sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur. Gosokkan kebagian badan yang sakit. 11. Cacar air, demam dengan erupsi kulit: Kulit batang sebesar ibu jari direbus dengan air secukupnya. Setelah dingin disaring, minum. 12. Hidung berlendir, sakit kepala: Segenggam daun dan bunga digiling halus, tambahkan 1/2 cangkir air masak. Aduk merata, lalu diperas dan disaring. Minum. 13. Demam nifas: Daun turi 1/3 genggam dicuci bersih lalu digiling sampai halus. Tambahkan 3/4 cangkir air minum dan sedikit garam. Diperas dan disaring, lalu diminum. 14

PENGURUTAN USIA TANAMAN
Tanaman Turi Tembelekan Lempuyang Class Sub-class Urutan Usia 1 2 3

Dikotil Dikotil Monokotil

Rosidae Asteridae Commelinidae

15

BAB III PENUTUP

Simpulan Berdasarkan penelitian sistematika yang telah dilakukan, dapat diperoleh simpulan bahwa urutan usia tanaman dari yang paling tua adalah sebagai berikut 1. Turi 2. Tembelekan 3. Lempuyang Wangi

16

Daftar Pustaka http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=65 http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=105 http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=236 Tjitrosoepomo, Gembong, 2005, Morfologi Tumbuhan, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta

LAMPIRAN 1. TEMBELEKAN

Ujung daun meruncing ( acuminatus )

Bangun daun bulat telur

Tulang daun menyirip

Tepi daun bergerigi ( serratus )

2. TURI

Ujung daun membulat ( rotundatus ) Bangun daun bulat memanjang ( oblongus ) Pangkal daun membulat ( rotundatus )

Daun majemuk genap

3. LEMPUYANG

Bentuk mata lembing atau bulat memanjang

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->