Anda di halaman 1dari 4

Etiologi Batu Saluran Kemih Terbentuknya batu saluran kemih diduga ada hubungannya dengan gangguan aliran urine,

gangguan metabolic, infeksi saluran kemih, dehidrasi, dan keadaankeadaan lain yang masih belum terungkap (idiopatik). (Purnomo, 2011) Secara epidemiologis terdapat beberapa faktor yang mempermudah terjadinya batu saluran kemih pada seseorang. Faktor-faktor itu adalah faktor intrinsik,yaitu keadaan yang berasal dari tubuh seseorang dan faktor ekstrinsik, yaitu pengaruh yang berasal dari lingkungan di sekitarnya. (Purnomo, 2011) Faktor instrinsik itu antara lain adalah: (Purnomo, 2011) 1. Hereditair (keturunan) : penyakit ini diduga ditutunkan dari orang tuanya. 2. Umur : penyakit ini paling sering didapatkan pada usia 30-50 tahun. 3. Jenis kelamin: jumlah pasien laki-laki lebih banyak disbandingkan dengan pasien perempuan.

Beberapa faktor ekstrinsik diantaranya adalah: (Purnomo, 2011) 1. Geografi: pada beberapa daerah menunjukkan angka kejadian batu saluran kemih yang lebih tinggi daripada daerah lain sehingga dikenal sebagai daerah stone belt (sabuk batu), sedangkan daerah Bantu di Afrika Selatan hamper tidak dijumpai penyakit batu saluran kemih. 2. Iklim dan temperature yang tinggi. 3. Asupan air: kurangnya asupan air dan tingginya kadar mineral kalsium pada air yang dikonsumsi, dapat meningkatkan insiden batu saluran kemih. 4. Diet: diet banyak purin, oksalat, dan kalsium mempermudah terjadinya penyakit batu saluran kemih.

5. Pekerjaan: penyakit ini sering dijumpai pada orang yang pekerjaannya banyak duduk atau kurang aktivitas atau sedentary life.

Patogensis ISK Sejauh ini, diketahui bahwa saluran kemih atau urine bebas dari

mikroorganisme atau steril. Infeksi saluran kemih terjadi pada saat mikroorganisme masuk ke dalam saluran kemih dan berbiak di dalam media urine. Mikroorganisme memasuki saluran kemih melalui cara: 1. Ascending 2. Hematogen, seperti pada penularan M. tuberculosis atau S. aureus. 3. Limfogen 4. Langsung dari organ sekitarnya yang sebelumnya telah terinfeksi. Sebagian besar mikroorganisme memasuki saluran kemih melalui cara ascending. Kuman penyebab ISK pada umumnya adalah kuman yang berasal dari flora normal usus dan hidup secara komensial di dalam introitus vagina, preputium penis, kulit perineum, dan di sekitar anus. Terjadinya infeksi saluran kemih karena adanya gangguan keseimbangan antara mikroorganisme penyebab infeksi (uropatogen) sebagai agent dan epitel saluran kemih sebagai host. Gangguan keseimbangan ini disebabkan oleh karena pertahanan tubuh dari host yang menurun atau karena virulensi agent meningkat. (Purnomo, 2011) Faktor dari host Kemampuan host untuk menahan mikroorganisme masuk ke dalam saluran kemih disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain adalah pertahanan local dari host dan

peranan dari system kekebalan tubuh yang terdiri atas imunitas humoral maupun imunitas seluler. Beberapa faktor pertahanan local dari tubuh terhadap suatu infeksi : Mekanisme pengosongan urine yang teratur dari buli-buli dan gerakan peistaltik ureter (wash out mechanism). Derajat keasaman (pH) urine yang rendah. Adanya ureum di dalam urine. Osmolalitas urine yang cukup tinggi. Estrogen pada wanita pada usia produktif. Panjang urethra pada pria. Adanya zat antibakteria pada kelenjar prostat atau PAF (postatic antibacterial factor) yang terdiri atas unsure Zn. Uromukoid (protein Tamm-Horsfall) yang menghambat penempelan bakteri pada urotelium. Faktor dari mikroorganisme Bakteri dilengkapi dengan pili atau fimbriae yang terdapat di permukaannya. Pili berfungsi untuk menempelnya bacteria pada urotelium melalui reseptor yang ada di permukaan urotelium. Ditinjau dari jenis pilinya, terdapat 2 jenis bakteri yang mempunyai virulensi berbeda, yaitu bakteri tipe pili 1 (yang menimbulkan infeksi pada sistitis) dan tipe pili P (yang sering banyak timbul pada infeksi berat seperti pada pielonefritis akut). Selain itu beberapa bakteri mempunyai sifat dapat membentuk antigen,menghasilkan toksin (hemolisin), dan menghasilkan enzim urease yang dapat merubah suasana urine menjadi basa. (Purnomo, 2011)

Pemeriksaan Fisik Batu Saluran Kemih Pada pemeriksaan fisis mungkin ditemukan nyeri ketok pada daerah kostovertebra, teraba ginjal pada sisi sakit akibat hidronefrosis, terlihat tandatanda gagal ginjal, retensi urine, dan jika disertai infeksi didapatkan demam/mengigil. (Purnomo, 2011)

sumber: Purnomo. B. 2011. Dasar-Dasar Urologi. Malang: Sagung Seto