P. 1
12Endang_lidah Buaya Fix Jurnal

12Endang_lidah Buaya Fix Jurnal

|Views: 9|Likes:
Dipublikasikan oleh DIen ARch

More info:

Published by: DIen ARch on Apr 08, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/09/2014

pdf

text

original

Pengaruh Pemberian Juice Lidah Buaya (Aloe vera L.

) Terhadap Kadar Lipid Peroksida (MDA) Pada Tikus Putih Jantan Hiperlipidemia The Influence of Lidah Buaya (Aloe vera L.) Juice on the Lipid Peroxide (MDA) Level at the Hyperlipidemia White Male Rat
Endang Sri Sunarsih1 dan Prasetystuti2 1 Bagian Farmasi Kedokteran Fakultas Kedokteran UNDIP 2 Bagian Biokimia Fakultas Kedokteran UGM ABSTRAK Ketidak seimbangan antara oksidan dan antioksidan di dalam tubuh akan menyebabkan kerusakan oksidatif yang berdampak pada bermacam penyakit jantung, atherokhlerosis, diabetes mllitus, penyakit pernafasan sampai penyakit kanker. Akhir-akhir ini penyakit jantung koroner di Indonesia semakin meningkat, salah satu penyebabnya karena hiperlipidemia. Lidah buaya (Aloe vera. L) sebagai salah satu tanaman obat tradisional Indonesia, yang kaya akan anti oksidan alami, selain mempunyai manfaat sebagai penurun kadar kholesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan kadar peroksida lipid akibat pemberian jus A vera 20 ekor tikus putih jantan yang telah dibuat hiperlipidemia, dibagi secara acak menjadi 4 kelompok masing-masing 5 ekor. Kelompok I diberikan akuades sebagai kontrol negatif, kelompok II diberikan teh hijau sebagai kontrol positif, kelompok III diberi jus A vera. dosis 5 ml/ kg BB/hari, kelompok IV diberi jus A vera dosis 15 ml/kg BB/hari. Kadar peroksida lipid (MDA) dianalisa dengan statistik metode Anova, dengan taraf kepercayaan 95%.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jus A vera mampu menurunkan kadar peroksida lipid serum tikus hiperlipidemia, ada perbedaan yang bermakna antar kelompok (p<0,05) Kata kunci : Hiperlipidemia, Peroksida lipid (MDA), Jus, Aloe vera.L, Tikus putih jantan. ABSTRACT The unbalance of oxidant and anti-oxidant in the body will cause the damage of cell and various pathological process e.q. cardiovascular, atheroschlerosis, diabetes mellitus, respiratory desease, carsinogenesis, cell degenerative. Recently Cardiovascular deseases increased in Indonesia. Once be caused by hiperlipidemia. The tradisional medicine Aloe vera.L which as a natural antioxidant, and can decrease kholesterol level. This experiment intended to know the influence of Aloe vera.L juice to changed lipid peroxide level in white male rats hiperlipidemia, used 20 white male rats divided in 4 groups, each groups contain 5 rats. First group as negative control given by aquadestillata; Second group as positif control given by green tea infuse as the dose of 0,605 g/kg BW/day; Third group given by Aloe vera.L juice 5 ml/kg BW/day, Fourth group given by Aloe vera L juice dose 15 ml/kg BW/day. All groups gived for 14 day. This data was analyzed by Anova methode with degree of confidence set up at 95 % . The conclution showed that Aloe vera L juice decreased the lipide peroxide (MDA) level of the hiperlipidemia white rat on each group different significantly (p<0,05) Key words : Hiperlipidemic, Lipide peroxide (MDA), Juice, Aloe vera.L, Male white rats Alamat Korespondensi : Endang Sri Sunarsih Bagian Farmasi Kedokteran FK UNDIP Komplex Gunung Brintik Jl.Dr Sutomo 14-18 Semarang E-mail : endss2007@yahoo.co.id

3. gaya hidup dan diet. mineral : calsium. etan. mineral. seng. A. immunomodulator. A. rokok. berat 190-240 gram. vitamin. tembaga. enzim.2001). METODE PENELITIAN : Bahan Sebanyak 15 ekor tikus putih jantan. anti inflamasi.. Tingginya kadar MDA di dalam tubuh. vitamin A. 2004). Tumbuhan A. vera telah dikenal masyarakat mampu mengobati berbagai macam penyakit antara lain. 2002).3-tetraetoksipropan . radang tenggorokan. Secara alami tubuh telah membuat anti oksidan endogen untuk menangkal radikal bebas yang masuk dalam tubuh. kromium. sterol. trans-4-hidroksi-2heksenal (HHE). Oksigen reaktif (reactive oxygen species atau ROS) dapat terjadi baik secara endogen maupun eksogen. getah atau lendir yang disari dalam bentuk jus. penyakit-penyakit tersebut sampai saat ini menurut data statistik masih menunjukkan angka kematian yang semakin meningkat dalam setiap tahunnya. logam berat. vera sebagai bagian bahan alam yang mampu berperan sebagai obat antara lain mampu menurunkan kadar LDL dan meningkatkan kadar HDL tikus putih hiperlipidemia (Sunarsih & Istiadi. Oksidasi asam lemak tak jenuh ganda menghasilkan senyawa malondialdehide (MDA). isoproston.1. magnesium. kemungkinan akan mempersempit pembuluh darah. yang akan memicu menyebabkan penyakit jantung koroner (Braunwald. termasuk dalam familia liliaceae. potasium. 4-hidroksi noneal (HNE). asam salisilat. Asam lemak tak jenuh yang mengalami peroksidasi yang membentuk produk MDA (Malondialdehid) juga akan bereaksi dengan protein tubuh dan dan menyebabkan pembentukkan senyawa yang bersifat karsinogen (Halliwel dan Gutteridge. Teh hijau. kolin. anti bakteri. asam amino. mangan. anti kanker. aktivitas fisik. luka bakar. serta kebiasaan seseorang. antivirus (HIV). vera dapat tumbuh di Indonesia dengan subur. anti diabetes. dan mudah didapatkan. dan salah satu parameter untuk menunjukkan hiperlipidemia adalah nilai kholesterol. diabetes mellitus dan lain-lain (Asj´ari et al. hal ini merupakan faktor pemicu terbentuknya oksidan di dalam tubuh. Pada saat ini prevalensi paparan oksidan seperti radiasi.PENDAHULUAN Radikal bebas atau sering disebut oksidan merupakan hal yang normal dan berlangsung secara terus menerus (Tjay dan Rahardja. Bergesernya pola kehidupan di negara berkembang seperti Indonesia. vitamin C. vitamin B3. 2000). menurunkan kadar gula darah (Ken. 2005). asam folat (Anonim. vera yang kaya akan antioksidan. Salah satu tolok ukur yang menentukan seberapa banyak oksidan terbentuk didalam tubuh adalah dengan diketahuinya kadar MDA di dalam tubuh. 2005). juga mampu mengobati excem. besi. cacingan (Anonim. Reagent pengukur kadar peroksida lipid (MDA) meliputi 1. food adictive meningkat. vera atau lidah buaya. penyakit jantung koroner.. Diharapkan pemberian jus A. memperlancar buang air besar. 2007). 2001). gula monosaccharida. Reagent pengukur kadar Cholesterin FS* (Diasys). A vera sekarang banyak dikemas dalam makanan maupun minuman. . lignin. hal ini akan berdampak terhadap meningkatnya penyakit hiperlipidemia. mengandung 20 macam asam amino sebagai penyusun protein. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk memperkaya kemanfaatan tumbuhan A. batuk. lendir ini mengandung glukomanan merupakan serat larut air. penting untuk pertumbuhan dan perkembangan sel diharapkan dapat menurunkan stres oksidatif . 2000). hormon. mampu menurunkan kadar kholesterol tikus hiperkholesterol (Sunarsih & Pamuji. 2005). Namun ketidak seimbangan antara oksidan dan anti oksidan di dalam tubuh dapat menyebabkan kerusakan oksidatif yang mengakibatkan terjadinya berbagai macam penyakit (Bagiada. mudah dibudidayakan. sodium. saponin. vitamin B12. keturunan wistar. Lidah buaya (Aloe Vera L). menyebabkan timbulnya atheroskhlerosis.(Miharja. A vera dalam penelitian ini diambil dari bagian daun yang mengandung air. namun tumbuhan ini dapat pula tumbuh didaerah dingin. anthraquinone. et al. Tingginya penderita penyakit jantung koroner salah satu pemicunya karena hiperlipidemia. pentan dan lainlain. Tubuh manusia mengkonsumsi sekitar 250 gram oksigen setiap hari dari jumlah tersebut 3-5 % diubah menjadi oksigen reaktif. sehingga mampu menurunkan kadar peroksida lipid (MDA) terbentuk pada tikus putih jantan hiperlipidemia. vitamin E. hiper kholesterolemia. serta murah harganya. akan berdampak terhadap pergeseran pola makan. 2007). umur 2-3 bulan. pestisida. polusi udara. aterosklerosis. sebagai bagian dari aktivitas metabolik reguler. hepatoprotektor.

Mengkondisikan tikus hiperlipidemia : Tolok ukur untuk mengetahui telah terjadi kondisi hiperlipidemia atau belum dengan diukur kadar kholesterol awal dan kadar kholesterol. menjadi 4 kelompok. Hasil kholesterol awal dan kadar kholesterol pada kondisi hiperlipidemia dari masing-masing kelompok dapat dilihat dari tabel1. Alat asam Perlakuan dilakukan dibuat hiperlipidemia. tube dan micro pipet. Kelompok II sebagai kontrol positif diberi perlakuan dengan infus teh hijau. selain juga dipantau perubahan berat badan awal. Heracus Sepatech). hal ini dicapai umumnya pada hari ke 14. Setelah diperlakukan menjadi hiperlipidemia selama 14 hari. Semua tikus diukur kadar kholesterol awal dan kadar peroksida lipid awal dan dipantau berat badannya. Kelompok I sebagai kontrol negatif diberi perlakuan hanya dengan akua destillata. untuk 20 ekor tikus selama 14 hari (dari hari ke 14 sampai hari ke 28). Pada hari ke 14 diukur ulang kadar kholesterol dan peroksida lipidnya serta dipantau berat badannya. dengan metode TBARSC18 (Thiobarbituric Acid Reactive Substance C18).48 mg/dl kondisi ini dicapai pada hari . baik dari kelompok kontrol maupun kelompok perlakuan. dengan memberikan pakan tinggi lemak. HASIL DAN PEMBAHASAN : Pada penelitian ini pemberian diet sangat memberikan pengaruh terhadap hasil penelitian.605g/kg BB/hari. asam tiobarbiturat (Sigma). (2000). juicer philips. hal ini juga menunjukkan sebagai tolok ukur bahwa tikus yang digunakan masih bisa dikatakan cukup homogen.48 mg/dl. setelah Spektrofotometer UV-Vis HACH DR/2000. serta dipantau berat badannya. jus lidah buaya selalu dibuat baru ( resentur paratus) setiap hari. hal ini didukung penelitian Sarto. III dan IV pada awal pemeriksaan kadar kholesterol menunjukkan hasil yang hampir sama antara satu tikus dengan lainnya kadar rata-rata 140. Jalannya Penelitian Pembuatan jus lidah buaya : Lidah buaya ditimbang sebanding dengan dosis 5ml/kg BB/hari dan 15 ml/kg BB/hari. Tikus dibagi menjadi 4 kelompok secara random. Sebelum tikus diperlakukan perlu diadaptasi 1 minggu dan dipuasakan kurang lebih 8 jam sebelum diambil kadar kholesterol awal dan kadar MDA awal. dan pada hari ke 7 dan ke14 ditetapkan kadar kholesterolnya. II. sentrifuge (seri Biofuge 15. Dari hasil penelitian ini tikus-tikus yang telah mengalami penggemukan diperoleh kadar kholesterol rata-rata sebesar 261. Kelompok IV diberi perlakuan dengan jus A vera 15 ml/kgBB/hari. menunjukkan bahwa pada kelompok I. untuk mendapatkan tikus pada kondisi hiperlipidemia. seperangkat kandang tikus. selama 14 hari. phosphat (Sigma) dan metanol p. Tikus dikatakan hiperlipidemia hingga berat badan mencapai lebih dari 20% dari berat awal sebelum diperlakukan.a(Sigma).707 m mol/L. Semua tikus ditetapkan kadar peroksida lipidnya (MDA) . sampai berat hiperlipidemia. Kelompok III diberi perlakuan dengan jus A vera. et al.55 mg/dl. ditampung cairan yang keluar yang telah dipisahkan dari ampasnya. hal ini menunjukkan bahwa pemilihan tikus yang digunakan dalam penelitian menggambarkan homogen antara satu tikus dengan lainnya. Perlakuan pada hewan uji : Sebanyak 20 ekor tikus putih jantan dibagi secara acak. Pada tikustikus yang telah mengalami hiperlipidemia diperoleh hasil kadar kholesterol total yang hampir berimbang satu dengan lainnya. Alat sonde. penangas air. 5 ml/kgBB/hari. dengan menggunakan SPSS versi 15. oleh karena itu perlu dikendalikan dan dipantau pemberiannya. Selain diambil kadar kholesterol awal. Analisis data Data kadar MDA (mg/dl) dianalisa dengan Anova 1 jalan. ditentukan pula kadar peroksida lipid (MDA) awal pada semua probandus terlihat didalam tabel II kadar rata-rata sebesar 7.(Sigma). setelah diperlakukan hiperlipidemia(>240mg/dl). gelas ukur. kadar 0. Vortex (Genie 2). sebelum dan sesudah pelakuan. Hasil penelitian yang diperoleh. polipropolin tube (Colom 18). masing-masing 5 ekor. Langkah berikutnya dengan memantau berat badan dan memberi tikus dengan diet tinggi lemak untuk mencapai tikus dalam kondisi hiperlipidemia dengan pemberian pakan tinggi lemak 10% dan kondisi hiperlipidemia dicapai selama 14 hari hingga kadar kholesterol mencapai >240 mg/dl (setiap 2 hari sekali dipantau berat badan masing-masing tikus. Keadaan hiperlipidemia atau hiperkholesterol ini menciptakan kondisi stres oksidatif pada hewan coba dan diasumsikan akan berpengaruh terhadap kadar peroksida lipid (MDA) hewan coba. rata-rata sebesar 261. dibuat jus dengan alat juicer.

bila dibandingkan dengan keadaan sebelumnya/awal terjadi kenaikkan kadar kholesterol sebesar 120.72 261.ke 14.58 KADAR KOLESTEROL RATA-RATA HARI KE 0 DAN HARI KE 14 ( mg/dl ) 250 Kelompok I kontrol negatif Akua dest 5ml/kgBB/hari 200 Kelompok II kontrol positif Infus teh hijau 0.93 mg/dl Tabel 1. vera 5ml/kgBB/hari 139.63 262.605g/kg BB/hari Kelompok III perlakuan Aloe vera L 5ml/kgBB/hari 150 100 50 Kelompok IV perlakuan Aloevera L 15ml/kgBB/hari 0 KADAR KHOLESTEROL AWAL HARI KE 0 (mg/dl) KADAR KHOLESTEROLHARI KE 14 (mg/dl) Gambar 1.84 261.89 260.35 142.61 Kelompok II kontrol positif Infus teh hijau 0. Penggemukkan) (mg/dl) Kelompok I kontrol negatif Akuadest 5ml/kgBB/hari 138.Kadar kolesterol rata-rata hari ke 0 dan hari ke 14 (mg/dl) .ompok Penggemukan) (mg/dl) Kelompok Kadar kholesterol pada hari ke 0 (awal) (mg/dl) Kadar kholesterol pada hari ke 14 (Kel. vera 15ml/kgBB/hari 140.38 Kelompok IV perlakuan A.605g/kg BB/hari Kelompok III perlakuan A. Kadar kholesterol rata-rata pada hari ke 0 (Kelompok Awal) dan hari ke 14 (Kel.

Pemberian jus A. apabila ditampilkan dalam bentuk grafik 1 akan terlihat. sebagai salah satu upaya untuk meminimalkan variabel yang terjadi. vera dapat dilihat pada tabel 2. sodium dan seng dan juga mengandung senyawa golongan flavanoida antrakhinon yang berperan sebagai antioksidan yang poten (Anonim. dapat diartikan bahwa semakin besar dosis A. anti mutagenik. diharapkan akan menurunkan kadar peroksida lipid (MDA). masih terlihat sebanding dan homogen antara tikus kontrol dan perlakuan pada perolehan kadar kholesterol masing-masing kondisi. Keadaan ini akan mempercepat terjadinya atheroklerosis. Dalam tabel I. setelah perlakuan dengan jus A. dan meningkatan perbaikan membran sel ini lewat jalur non enzimatik. Mineral Selenium mencegah kerusakan sel dari pembentukan radikal bebas dan dapat . namun dengan pemberian dosis jus A. niasin. hal ini dapat menggambarkan bahwa kandungan senyawa yang bersifat anti oksidan di dalam A. 2001). 2004). vitamin A. (Hardjasasmita. terlihat bahwa kadar peroksida lipid (MDA) pada pemberian jus Aloe vera L dosis 5ml/kg BB memberikan hasil kadar peroksida lipid (MDA) yang lebih rendah 3. Vitamin E. 2000).Peningkatan produksi radikal bebas mengakibatkan terjadinya stres oksidatif. vitamin E. mineral selenium. vera mengandung zat yang bersifat protektif seperti asam amino. Vitamin A terutama berperan dalam memperbaiki integritas sel dan permiabilitas membran (Hardjasasmita. penurunan yang dihasilkan belum memberikan hasil yang diharapkan karena dosis yang diberikan belum cukup memadai. Vitamin E mempertahankan terhadap proses peroksidasi asam lemak tak jenuh ganda yang terdapat dalam membran selluler maupun subselluler. misalnya menghambat enzim ksantin oksidase dan flavanoid juga diketahui mampu mengendalikan aktivitas superoksida (Burkitt and Duncan. Senyawa flavanoid telah diakui sangat berperan dalam kesehatan. yang dapat mengakibatkan bermacam lipoprotein bersifat destruktif terhadap jantung dan menimbulkan disfungsi endotel serta menyebabkan proliferasi sel otot polos pembuluh darah.. demikian pula setelah 14 hari pemberian pakan tinggi lemak yang digunakan lemak babi 10%. sebagai scavenger radikal bebas. tembaga. Dari tabel II dapat dilihat bahwa pemberian diet lemak tinggi akan meningkatkan kadar peroksida lipid (MDA) dari semua tikus diperoleh hasil yang sebanding satu dengan lainnya. demikian juga dengan kadar peroksida lipid (MDA) awal. vera 15 ml/kg BB dihasilkan kadar peroksida lipid (MDA) hampir 50% dari kadar peroksida lipid (MDA) pada kondisi hiperlipidemi. vitamin ini dapat secara langsung bereaksi dengan superoksida maupun anion hidroksil. data dalam tabel 2 dapat pula dilsajikan sebagai grafik 2 Dari grafik 2. vera. memiliki kemampuan menekan radikal bebas yang akan menyerang lipid. Vitamin C. Ini sebanding dengan peningkatan dosis pemberian jus A. juga dapat menghambat beberapa enzim. (Vincent et al. 2004). secara bermakna. Hasil penelitian kadar peroksida lipid (MDA) awal. sebagai anti oksidan pada penelitian ini ditujukan untuk membantu mengatasi stres oksidatif yang terjadi akibat kondisi hiperlipidemia. vitaminB. dan masih merupakan penyakit dengan tingkat kematian yang tinggi. merupakan salah satu vitamin yang berperan sebagai anti oksidan bagi tubuh. pada dosis yang tertera. juga berbagai hidroperoksida lipid. Stres oksidatif dianggap merupakan dasar utama disfungsi endotel.59 m mol/L. terlihat adanya kondisi tikus awal dan tikus hiperlipidemia. 1999). vera yang diberikan semakin kecil kadar peroksida lipid (MDA) yang terbentuk didalam tubuh. dan semakin rendah nilai peroksida lipid (MDA) maka aktivitas anti oksidan semakin tinggi. Terjadi penurunan kadar peroksida lipid (MDA) sebesar 6. Dari data yang diperoleh disebabkan oleh peran A. asam folat. vera mengandung beberapa vitamin dan mineral yang mempunyai sifat protektif bagi tubuh untuk mencegah terbentuknya kerusakan membran sel. besi. bahwa kadar kholesterol awal tikus dalam keadaan yang sebanding dan homogen. dalam berbagai aktivitas biologi dan farmakologinya misalnya sebagai anti virus. pada kondisi hiperlipidemia. Niasin merupakan co-enzim yang berperan pada integritas jaringan. mencegah terjadinya kerusakan. mangan. magnesium. vera . anti bakteri. vera hampir sebanding dengan kadar anti oksidan yang terkandung didalam senyawa kontrol positif (teh hijau). 2000). sebagai salah satu dampak akibat kondisi hiperlipidemia. Vitamin C juga dapat berperan sebagai anti oksidan sekunder dengan mempertahankan gluthation terreduksi sebagai glutahtion endogen yang sangat penting bagi tubuh untuk menangkal radikal bebas (Chow. Hal ini menunjukkan bahwa antara kadar peroksida lipid (MDA) dan kadar kholesterol antar masing-masing tikus adalah berimbang (homogen).38 m mol/L dibandingkan dengan kadar peroksida lipid (MDA) pada kondisi hiperlipidemia. kromium. A. vitamin C.

htlm. sehingga mampu mempercepat regenerasi sel-sel yang rusak akibat kondisi hiperlipidemia. 584-595. Bagiana. bersama vitamin C akan mengkatalisis penghancuran peroksida lipid sehingga dapat menghambat pembentukan malondialdehid /MDA yang bersifat toksik. L. vera yang diberikan. pada dosis 5 ml/kg BB/hari memberikan hasil Kadar peroksida lipid (MDA) tertinggi 11. A. Packer L.C. juga kepada sejawat P.M.95 m mol/L pada tikus hiperlipidemia. New York. Hardjasasmita. Halliwell. Prasetyastuti. pemberian jus A. Mahasucipta.co m/links. L) Hipelipidemia. dan setelah pemberian jus A..K. M. B. 108. Volume 55. Harrison's Principles Internal Medicine. Braunwald. 2003.605 g/kg BB/hari. sebagai salah satu tolok ukur perbaikan sel-sel abnormal dengan menurunnya kadar peroksida lipid (MDA). maka semakin menurun kadar peroksida lipid (MDA) yang dihasilkan. Plant remidies aloe vera research.2004 Miharja. B and Gutteridge. The antioxidant miracle : your complete plan for total health and healing. 2001. 1999.L. Third Ed.naturalproductinsider. yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan sel. Hauser (editors). Available from URL :http://www. Jadi semakin tinggi kadar jus A. J. (2) .Usman Haryono. dan kadar peroksida lipid (MDA) berbeda secara bermakna antar kelompok kecuali pada pemberian jus A. hal ini sesuai seperti hasil penelitian ini aktivitas anti oksidan ekstrak A. C. Laporan Penelitian Yogyakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. 2000.merangsang pembentukkan gluthation peroksidase. dan Packer et al. Arcana. sehingga kadar peroksida lipid (MDA) meningkat pada kondisi hiperlipidemia. Inc. In : Kasper D. Ketidakseimbangan Oksidasi Antioksidan Pada Preeklamasi Persalinan Preterm dan Berat Badan Lahir Rendah. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Devision of Science Cornell University Ithaca. Peran Glutation Sebagai Antioksidan Dalam Tubuh. retnoaji.H. New York Sarto. menyatakan bahwa sistem anti oksidan dalam pertahanan terhadap radikal bebas saling berkaitan satu dengan lainnya dalam upaya mempertahankan keseimbangan reaksi oksidasi-reduksi di dalam tubuh. 2000. 281. sangat berperan dalam mencegah terjadinya kerukan sel. Sunarti.28 m mol/L dan dosis 15 ml/kg BB/hari dihasilkan kadar peroksida lipid (MDA) 7. 208. Laporan Penelitian Gama Sains.1999. Jakarta. editor. vera 15 ml/kg BB/hari tidak memberikan perbedaan bermakna terhadap kontrol positif infus teh hijau dosis 0. 2005. 136. 16 th Ed. Approach to the Patient With Cardiovascular Disease. vera yang mengandung senyawa antioksidan alami yang bersifat protektif bagi tubuh. (1). Volume 2. 1999. Volume V.. Ken J. A. Available from URL : http://www. 412. dengan memperbaiki sel-sel abnormal di dalam tubuh. 2004. E. 295303. John Wiley & Sons. Tingginya asam amino yang terkandung kurang lebih 20 asam amino. Peran Antioksidan Untuk Mencegah Beberapa Kelainan Jaringan Tubuh. 2004. McGrawHill Medical Publishing Division. 3. 456. The antidiabetic activity of Aloe vera. 42-43. P. vera . Free Radicals In Biology and Medicine. In : Stipanuk M. 2005. Pengaruh Melantonin terhadap profil Lipoprotein Tikus putih (Ratus norveginus. 1301-4 Chow. Biochemical and Physiological Aspect of Human Nutrition.26-85.. vera kadar peroksida lipid (MDA) menurun karena adanya peningkatan anti oksidan endogen yang dapat menghambat terjadinya oksidasi asam lemak tak jenuh ganda oleh radikal bebas.. Colman C. 2005. New York.. Vitamin E. terima kasih masukkannya. Hal. Iktisar Biokimia Dasar. New York : Oxford University Press.internethealthlibrary. 7 diantaranya merupakan asam amino essensiel akan membantu meningkatkan kualitas protein yang terbentuk.L. kami haturkan terima kasih. Volume 55 (6). Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.com /2001 Asj´ari. S. Majalah Kedokteran Indonesia. Longo. vera . UCAPAN TERIMA KASIH : Kepada semua pihak yang telah berkenan memberikan bantuan dan masukan dalam menyelesaikan penelitian hingga selesainya artikel ini. vera mempunyai efektivitas yang sebanding dengan infus teh hijau dalam meningkatkan anti oksidan endogen. Majalah Kedokteran Indonesia. SIMPULAN : Pemberian Jus A.

67-74. Obesity is assosieted with increased myocardial oxidatif stres Internasional.1..S dan Istiadi. H. Jakarta : Gramedia. T. 2004. Hubungan antara Dislipidemia Dengan Penyakit Jantung Koroner Pada Pasien Penyakit Jantung Periode oktober 2000-2004. 835. Obat-obat Penting Khasiat Kegunaan dan Efek Sampingnya. Int. W and Sies. 1999. III. 796. 2002. 353-362. Pengaruh Pemberian Jus Lidah Buaya (Aloe vera L) terhadap Kadar HDL dan LDL Kholesterol Serum Tikus Hiperlipidemia. 534. H. Antioksidant defense : vitamin C. Obes 23 . Shanely DJ. 536. Edisi IV. 543. J. Sunarsih. Diabetes. Stewart DJ. Tjay. 1997.Stahl. 46 (suppl.S dan Pamuji. K. Jurnal Farmasi Sains & Komunitas. 2007. Pengaruh Pemberian Vitamin C Terhadap Kadar Kolesterol Total Serum Tikus Jantan Hiperlipidemia Setelah Perlakuan Jus Lidah Buaya (Aloe Vera L). 2007. Volume 12 (31). S. vol 05 No 02 Agustus 2007. no. Susanto. E. Vincent HK. E and Carotenoid. 808. E. Pharmacy. Demirel H. Jovita. Susan. vol.2) : S14-8 Sunarsih. M. Meditek. .H dan Rahardja.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->