Anda di halaman 1dari 8

Tugas Kelompok GEOGRAFI TEKTONISME

Anggota Kelompok : Endang Dwilestari K. ( 12 ) Clarasita Juwita Surya (04 ) Natasya Afditami ( 34 ) Nike Dwi Wahyuningsih ( 36 ) Dhevia Dharma Tesya (10) Feni Ismiati (18)

SMA Negeri 49 Jakarta Jl. Pepaya Raya No. 9 Jagakarsa Jakarta Selatan No. (021) 7270167

Pendahuluan
Puji serta syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat, hidayah, dan karunianya kami dapat menyelesaikan tugas kelompok dalam bentuk makalah dan power point tentang Tektonisme. Tugas ini kami buat dengan tujuan yang pertama memenuhi tugas yang diberikan oleh guru pembimbing serta untuk menambah wawasan, bahan bacaan, dan pengetahuan kami. Kami mengucapkan terimakasih kepada pihak yang telah membantu kami dalam menyusun makalah serta power point sampai dengan tugas ini selesai. Akhir kalimat, apabila ada kesalahan atau kekeliruan dalam pembuatan makalah ini kami meminta kritik dan saran dari para pembaca dalam pembuatan makalah ini, sehingga kedepan nanti kami dapat membuat makalah yang lainnya. Wassalamualaikum Wr. Wb.

Penyusun

Kelompok 1

TEKTONISME Tektonisme menurut kecepatan geraknya dibagi menjadi dua yaitu: 1. Gerak Epirogenesa 2. Gerak Orogenesa

GERAK EPIROGENESA
Epirogenesa adalah gerakan yang dapat menyebabkan permukaan bumi bergerak secara vertikal,baik naik maupun turun. Tektonik epirogenesa bergerak lambat dan meliputi wilayah yang luas. Epirogenesa terdiri dari 2 macam yaitu :
1. Epirogenesa positif

Epirogenesa positif adalah gerakan turunnya permukaan bumi sehingga seolah-olahpermukaan laut naik. Gerakan ini disebabkan karena tambahan beban. Misalnya : Pengendapan yang terjadi dimuara sungai Mississippi yang sangat cepat mengakibatkan daerah geosin klinal tertutupi endapan.
2. Epirogenesa negatif

Epirogenesa Negatif adalah gerakan ke atas yang menyebabkan naiknya permukaan daratan sehingga seolah-olah permukaan laut menjadi turun. Gerakan ini biasanya disebabkan karena berkurangnya beban lapisan kerak bumi. Misalnya : Pantai Stockholm yang naik 1m setiap 100 tahun

GERAK OROGENESA

Gerak orogenesa adalah pergerakan lempeng tektonik yang sangat cepat pada wilayah yang sempit. Sehingga mengakibatkan terjadinya: 1. Pelengkungan (warping) terjadi gerak vertikal yang tidak merata pada suatu daerah yang jenis batuannya sedimen. Jika struktur batuan melengkung ke atas membentuk kubah (Dome) jika melengkung ke bawah membentuk cekungan (Basin)

2. Retakan (Jointing) terjadi karena adanya kontraksi saat berlangsungnya pendinginan atau bisa juga disebabkan karena pergerakan dari dalam bumi. Biasanya terjadi pada puncak antiklinal

3. Lipatan (Folding) yaitu terjadinya lipatan yang disebabkan oleh gerakan dari dalam Bumi akibat tekanan yang besar dan temperatur yang tinggi, sehingga menjadikan sifat batuan menjadi cair liat atau plastis. Keplastisannya ini membuat batuan tersebut akan terlipat apabila ada dorongan tenaga tektonik. Lipatan lapisan Bumi ini akan membentuk pegunungan, yang punggungnya disebut antiklinal dan wilayah lembahnya disebut sinklinal. Perbedaan tingkat keplastisan dan kekuatan tenaga tektonik menjadikan batuan terlipat dengan berbagai bentuk. Lipatan dapat dibagi menjadi dua berdasarkan bentuk lengkungan, yaitu a. Antiklin merupakan punggung lipatan yang kemiringan kedua sayapnya ke arah saling berlawanan dan saling menjauh (bentuk concav dengan cembung ke atas). Bagian tengah dari b. Sinklin merupakan lembah lipatan yang kemiringan kedua sayapnya menuju ke suatu arah dan saling mendekat (bentuk concav dengan cekungnya mengarah ke atas. Bagian tengah dari sinklin disebut inti sinklin.

Bagian bagian lipatan Salah satu bagian dari lipatan adalah axial plane atau axial surface. Axial plane merupakan bidang yang memotong puncak sehingga bagian samping dari lipatan menjadi kurang simetris. Bagian dari lipatan yang lain adalah limbs atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai sayap lipatan. Limbs adalah bidang miring yang membangun struktur sinklin atau antiklin. Limbs memanjang dari axial plane pada lipatan satu ke axial plane pada lipatan lainnya. Inflection point adalah titik dimana terdapat perubahan pada lengkungan yang mana lengkungan ini masih termasuk bagian dari limbs itu sendiri.

Selain itu masih ada lagi bagian-bagian lipatan lainnya. Diantaranya adalah crest dan through. Crest adalah garis sepanjang bagian atau daerah tertinggi dari suatu lipatan. Atau lebih tepatnya garis yang menghubungkan titik-titik tertinggi dari suatu lipatan pada bidang yang sama. Crest dapat pula disebut sebagai hinge line. Adapun bidang pada lipatan tempat terbentuknya crest disebut sebagai crestal plane. Sedangkan through sendiri adalah kebalikan dari crest. Through merupakan garis yang menempati bagian paling rendah dari suatu lipatan. Dengan kata lain, garis ini menghubungkan titik-titik paling rendah dari bidang yang sama. Dan bidang tempat terbentuknya through dinamakan dengan trough line. Lipatan dapat dibagi lagi berdasarkan porosan lipatan atau garis sumbu dan bentuknya, sebagai berikut: Lipatan Paralel adalah lipatan dengan ketebalan lapisan yang tetap. Lipatan Similar adalah lipatan dengan jarak lapisan sejajar dengan sumbu utama. Lipatan disharmonik adalah lipatan yang tidak teratur karena lapisannya tersusun dari bahan-bahan yang berlainan; Lipatan Ptigmatik adalah lipatan terbalik terhadap sumbunya. Lipatan chevron adalah lipatan bersudut dengan bidang planar. Lipatan isoklin adalah lipatan dengan sayap sejajar yang disebabkan oleh tekanan yang terus menerus. Lipatan klin bands adalah lipatan bersudut tajam yang dibatasi oleh permukaan planar. Lipatan tegak adalah lipatan yang garis sumbunya membagi secara simetris atau sma besar antara antiklin dan sinklin. Lipatan miring adalah lipatan yang garis sumbunya tidak simetris, membentuk sudut. Lipatan menggantung adalah lipatan mirip lipatan miring tetapi bagian puncaknya terdorong sangat tinggi sehingga bentuknya seperti menggantung. Lipatan rebah adalah lipatan yang tertekan terus menerus menyebabkan puncaknya melandai seperti rebahan.

Lipatan kelopak adalah lipatan yang bagian dalamnya bekerja daya tekanan dan sayap tengah tidak menjadi tipis. Lipatan Seretan (Drag folds) adalah lipatan yang terbentuk sebagai akibat seretan suatu sesar

4. Patahan (Faulting)
Struktur batuan mengalami patahan jika mendapat tekanan yang sangat kuat dan cepat hingga melampaui titik patah batuan. Patahan ada beberapa jenis yaitu: Normal fault (sesar normal) patahan yang gerak lempengnya ke bawah menurut bidang miring patahan Reserve fault (sesar balik) patahan yang gerak lempeng batuannya ke atas bidang patahan dan berlawanan dengan arah gaya berat Strike slip fault (sesar mendatar) patahan yang lempengbatuannya bergerak horizontal dalam arah yang berlawanan

BENTUK HASIL PATAHAN Graben / Slenk adalah adalah tanah turun yang terjadi karena suatu depresi yang terletakdi antara dua bagian yang naik Horst adalah tanah naik di antara dua patahan sehingga posisinya lebih tinggi dibandingsekitarnya Fault scrap adalah dinding terjal (cliff) yang dihasilkan patahan yang salah satu sisinya bergeser ke atas sehingga posisinya lebih tinggi.