P. 1
Glass Ionomer Cement

Glass Ionomer Cement

|Views: 406|Likes:
Dipublikasikan oleh NoFriadi ID

More info:

Published by: NoFriadi ID on Apr 08, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/22/2015

pdf

text

original

GLASS IONOMER CEMENT (GIC) ATAU

SEMEN IONOMER KACA (SIK)
Darmawangsa,drg,M.Kes.

Koefisien termal yang tiggi Mudah digunakan Ekonomis Compressive strength sangat tinggi Mampu untuk berikatan dengan dentin dan email secara kimia. Tahan terhadap larutan dalam suasana asam Tidak mengiritasi pulpa.barium .lanthanum .bersifat radiopacity bila ditambah : .fusing metal ( alloy ag.• GIC di perkenalkan oleh Wilson (1976).strontium . • Komposisi : GIC terdiri dari powder dan liquid powder : . seng oksida ) . Melepaskan flour sehingga bahan anti karies. Efek biologis yang baik terhadap struktur jaringan gigi dan pulpa. • Sifat – sifat GIC : Tingkat kekenyalan bahan tinggi.calciumflouro aluminosilicate glass .

Bersifat poreus sehingga agak sulit di poles. Melepaskan ion flour sehingga bersifat kariostatik Melekat pada struktur jaringan keras gigi (adhesi fisikokimiawi) Mempunyai toleransi terhadap pulpa ( sejauh GIC tidak berkontak dengan pulpa ) Penggunaan sederhana Koefisien muai panas hampir sama dengan gigi sehingga mencegah kebocoran. 3.5 – 15 % asam tartarat akan meningkatkan ekstraksi ion serbuk kaca (pengerasan awal) dan memperlama setting time Keuntungan GIC : 1. Acrylic acid-itaconic acid kopolimer : air 2. Estetik kurang baik dibanding resin komposit . . 3.Cairan : . 5. Pencampuran bahan ini akan memperlama waktu penyimpanan.Poly ( alkenoid acid ) 40 – 55 % dengan perbandingan 2 : 1 . Maleic acid-acrylic acid kopolimer : air. Tidak tahan terhadap abrasi pada daerah kontak oklusal yang luas. 4. 2. 2. Kekurangan GIC 1. yaitu : 1.

3.2 : reinforced Cement. Tipe I : luthing cement 2. Pengerasan GIC 1. Lean (1988) : 1.1 : restorative aestheti cement II. Tipe II : bahan resrtorasi 3. Tipe III : base and liners . Autocure : pengerasan oleh karena reaksi kimia 2. Tipe II. Tipe III : lining cement  Menurut Hunt (1993) : 1. Tipe I : luting cement 2.  Klasifikasi GIC  Menurut Wilson dan Mc. Dual cure : pengerasan dengan bantuan sinar / visible light cure (VLC).

inlay.GIC TIPE I : LUTHING CEMENT        Fungsi : menyemen mahkota.5 : 1 Cepat mengeras. jembatan. Ketebalan ideal < 25 ų m Radiopak Kompatibilitas dengan jaringan pulpa baik Tidak memerlukan conditioner sebelum sementasi GIC TIPE II : BAHAN RESTORASI      Indikasi : untuk semua klass karies kecuali yang menerima daya kunyah yang besar P : L = 1 : 1 Pilihan warna banyak Autoccure : pengerasan lambat Dual cure : kedap air. radiopakperlu pelapis jika dipoles . alat ortho P : L = 1. pada awalnya kedap air.

.TEKNIK RESTORASI GIC TIPE II  Oleskan dentin conditioner (20 detik ) pada permukaan kavitas menggunakan spons atau cotton pellet  Bilas dengan air  Aduk GIC.makin tinggi suhu makin pendek working time  Letakan GIC ke dalam kavitas menggunakan instrumen  Carving  Oleskan varnish GIC TIPE III : PELAPIS / BASE  Pengerasan autocure / dual ccure  Radiopak  Untuk kavitas yang dalam.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->