Anda di halaman 1dari 14

Obat Suntik

Injeksi : FI ed II , adalah Sediaan berupa larutan, emulsi atau suspensi dalam air atau pembawa lain yang cocok, steril dan digunakan secara parentral , yaitu dengan merobek lapisan kulit atau lapisan mukosa. Sediaan Parentral adalah pemberian obat untuk tujuan mendapat efek sistemik, diluar dari pemberian secara oral

Keuntungan keuntungan pemberian obat dengan cara penyuntikan:

Memberikan efek yang cepat Dapat diberikan terhadap pasien yang tidak dapat memakan obat mis: pingsan tak bisa menelan Untuk obat-obat yang dapat dirusak oleh enzim pencernaan Dapat dipakai untuk tujuan depot terapi

Kerugian pemberian obat dengan cara penyuntikan

Mahal Pemberiannya lebih banyak resiko Dapat menimbulkan infeksi yang berasal obat atau waktu penyuntikan Obat hanya diberikan oleh tenaga ahli tertentu. Kekeliruan obat atau dosis tidak dapat diperbaiki. Efek psikologis bagi yang takut disuntik.

Syarat-syarat yang penting harus dipenuhi sediaan Injeksi: Steril Bebas pyrogen yang hasil metabolisme dari mikroorganisme Isotonis Tekanan osmosa larutan sama dengan tekanan osmosa cairan Isohidris pH larutan injeksi sama dengan pH darah dan cairan tubuh lain yaitu pH 7.4

Tujuan pemberian obat Suntik:

a. Pengobatan b. Diagnosa c. Menambah Kalori, Mempertahankan elektrolit, mempertahankan keseimbangan air dalam tubuh

Pembagian Obat Suntik:


I. a. b. c. Berdasarkan bentuknya Larutan Obat untuk disuntikkan Zat padat kering, untuk disuntikkan Suspensi steril, tidak boleh disuntikkan kedalam pembuluh darah atau sumsum tulang belakang d. Emulsi atau cairan dalam lingkungan cairan untuk disuntikkan

II. Berdasarkan Cara Penyuntikan: a. Obat suntik yang disuntikkan intra kutan (i.k) yaitu kedalam kulit. Biasanya dgan volume 0,1 0,2 ml untun diagnostik. Absorsi obat sangat sedikit terjadi b. Obat suntik yang disuntikkan secara subkutan (s.k) yaitu ke dalam jaringan dibawah kulit. Volume < 2ml sedapat mungkin larutan harus isotonis c. Obat suntik yang disuntikkan secara intra muskuler (i.m) yaitu kedalam atau diantara lapisan-lapisan jaringan Dimana

Dalam bentuk larutan cepat diserap Dalam bentuk suspensi atau larutan obat dalam minyak penyerapannya lambat Latutan sampai dengan 20ml dapat disuntikkan kedalam otot dada. Sedang ke otot lain < 20ml d. Obat suntik yang disuntikkan intra venus (i.v) yaitu langsung kedalam pembuluh darah, harus isotonis atau hipertonis disuntikan secara lambat, sehingga sel-sel darah tidak banyak di pengaruhi. Pemberian larutan obat dalam jumlah besar secara intravenus

e. Obat suntik yang disuntikkan intratekal (i.t) yaitu disuntikkan kedalam sumsum tulang belakang, harus isotonis, nama lain intra spinal dan intra dural. f. Obat suntik yang disuntikkan intraperitonial (i.p) yaitu langsung kedalam rongga perut g. Obat suntik yang disuntikkan peridural (p.d) yaitu kedalam ruangan epidura yang terletak diatas durameter h. Obat suntik yang disuntikkan intra sisternal (i.s) yaitu kedalam sumsum tulang belakang pada dasar otak

Penggolongan berdasarkan wadahnya: A. Dosis Tunggal Volume kecil volume obat dalam wadah 0,5 10 ml B. Dosis Tunggal Volume besar disebut infus , volume besar lebih dari 10 ml harus bebas pirogen. *dimana pirogen adalah hasil metabolisme dari m.organisme yang merupakan kompleks dari polisakarida dengan radikal yang mengandung Nitrogen dan Fosfor

Sifat- sifat pirogen Termostabil Larut dalam air maka tidak bisa dipisahkan dengan penyarik bakteri biasa Non volatil Pirogen dapat menyebabkan: Demam Rasa sakit sekujur tubuh Penyempitan pembuluh perifer Kenaikan tekanan darah arterial sesudah satu jam penyuntikan

Sumber-sumber pirogen Pelarut, alat-alat yang digunakan, bahan obat, dan udara yang mengandung bakteri selama pembuatan sediaan
Pembuatan larutan bebas pirogen 1. Larutan obat suntik disaring dengan penyaring asbesdari tipe Seitz serum No.3. pirogen teradsorbsi pada permukaan asbes 2. Metode karbon aktif, larutan dikocok dengan 0,1 % karbon aktif yang halus selama 5 10 menit

C . Dosis berganda. Apabila sediaan obat suntik yang pemakaiannya lebih dari satu kali . Setiap kali pemakaian harus masih dapat mempertahankan syarat-syarat suatu obat suntik. Untuk itu harus dalam suatu wadah yang cocok dan ditutup dengan karet yang memenuhi syarat Wadah: 1. Vial 5-10 ml 2. Clinbritik botol 10, 25, 50, dan 100 ml

Kebaikan dosis berganda: Dosis yang diambil bervariasi sesuai dengan yang dibutuhkan secara tepat. Lebih mudah pembuatannya Keburukan dosis berganda: Isi dari wadah dapat terkontaminasi setelah setiap kali pemakaian Masih mempunyai permiabilitas terhadap gasgas tertentu Mempunyai sifat absorbsi terhadap zat berkhasiat yang terdapat dalam wadah