Anda di halaman 1dari 63

KODE MODUL

OPKR 10-002B

Milik Negara Tidak Diperdagangkan

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

PEMASANGAN SISTEM HYDROLIK

KEAHLIAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF PEMASANGAN SISTEM HYDROLIK DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT
KEAHLIAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF PEMASANGAN SISTEM HYDROLIK DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

2005

KODE MODUL

OPKR 10-002B

Milik Negara Tidak Diperdagangkan

PEMASANGAN SISTEM HYDROLIK

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF Tim Fasilitator: Drs. Abdullah Drs. Tejo Marjuki, ST, MT

Tim Fasilitator:

Drs. Abdullah Drs. Tejo Marjuki, ST, MT Drs. H. Rindowi, ST

Tim Penulis:

Adhari, SPd.

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

2005

KATA PENGANTAR

Modul Pemasangan sistem hidrolik dengan hidrolik dengan kode OPKR-10- 002B berisi materi dan informasi tentang peralatan/ komponen sistem hidrolik dan tata cara pemeriksaan serta pemasangan dan pengujiannya. Selain itu diuraikan informasi tentang keselamatan kerja dan tindakan yang aman dan melaksanakan pemasangan dan pengujian sistem hidrolik. Materi diuraikan dengna pendekatan praktis disertai ilustrasi yang cukup agar siswa mudah memahami materi yang disampaikan. Untuk mengetahui sampai sejauh mana siswa dapat menyerap informasi yang dipelajari, setiap akhir kegiatan belajar diberikan test formatif; dan diakhir modul terdapat evaluasi sebagai uji teoritis siswa. Uji kompetensi dilakukan secara teoritis dan praktik. Uji teoritis dilaksanakan dengan cara siswa menjawab pertanyaan yang pada soal evaluasi, sedangkan uji praktik dengan meminta siswa mendemonstrasikan kompetensi yang harus dikuasai, dan peranan guru/instruktur menilai berdasarkan lembar observasi yang ada. Dengan adanya test dan evaluasi dimiliki sehingga yang bersangkutan dapat melanjutkan ke kegiatan belajar atau modul berikutnya bila memenuhi kriteria kelulusan. Penyusun menyadari banyak kekurangan dalam penyajian modul ini, sehingga saran dan masukan yang konstruktif sangat penyusun harapkan. Semoga modul ini banyak memberikan manfaat.

Cirebon, Agustus 2005

Penyusun,

DAFTAR ISI

 

Halaman

Halaman Sampul

 

i

Halaman Francis

ii

KATA PENGANTAR

iii

DAFTAR ISI

 

iv

PETA KEDUDUKAN MODUL

viii

MEKANISME PEMELAJARAN

ix

SENERAI

 

x

BAB

I

PENDAHULUAN

1

 

A. Deskripsi

1

B. Prasyarat

3

C. Petunjuk Penggunaan Modul

3

D. Tujuan Akhir

5

E. Kompetensi

6

F. Cek Kemampuan

11

BAB II

PEMELAJARAN

12

A.

Rencana Belajar Siswa

12

Kegiatan Belajar 1

13

Memilih dan Menangani Bahan Untuk Proses Produksi

13

a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran

13

b. Uraian Materi

13

 

1. Kriteria Fisik (Ekstrinsik) Bahan

14

2. Kriteria Kimia (Intrinsik) Bahan

16

3. Karakteristik Bahan Baku

17

4. Penanganan Bahan Baku

22

c.

Rangkuman

24

d.

Tugas

26

e.

Test Formatif

26

f.

Kunci Jawaban

27

Lembar Kerja I

29

Lembar Kerja II

33

Kegiatan Belajar 2

35

Memilih dan Menyiapkan Peralatan Produksi

35

a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran

35

b. Uraian Materi

35

 

1. Peralatan Pembangkit Tenaga dan Penghasil Panas

35

2. Peralatan Pendukung

36

3. Peralatan Pengolah/Proses

38

4. Peralatan Pengemas

41

c. Rangkuman

41

 

d. Tugas

42

e. Test Formatif

42

f. Kunci Jawaban

43

Lembar Kerja III

45

Kegiatan Belajar 3

55

Mengendalikan Proses dan Menilai Mutu Hasil Selai Buah

55

a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran

55

b. Uraian Materi

55

 

1. Teknik Proses

56

2. Pengendalian Mutu Selai Buah

60

3. Menangani Limbah

69

4. Sanitasi dan Higiene di Tempat Kerja

70

c.

Rangkuman

73

d. Tugas

75

e. Test Formatif

75

f. Kunci Jawaban

76

Lembar Kerja IV

79

Kegiatan Belajar 4

84

Mengemas Hasil Produksi Selai Buah

84

a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran

84

b. Uraian Materi

84

1. Penggunaan Kantung Plastik

85

2. Penggunaan Pengemasan Gelas

86

c. Rangkuman

95

d. Tugas

97

e. Test Formatif

97

f. Kunci Jawaban

98

Lembar Kerja V

100

Kegiatan Belajar 5

104

Menghitung Biaya

104

a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran

104

b. Uraian Materi

104

A. Komponen Biaya

104

B. Penentuan Harga Pokok

107

C. Titik Pulang Pokok

107

D. Waktu Balik Modal

108

c. Rangkuman

108

d. Tugas

109

e. Test Formatif

109

 

f.

Kunci Jawaban

110

Lembar Kerja VI

111

BAB III

EVALUASI

116

1. Konsulltasi Pra Ujian

116

2. Pelaksanaan Evaluasi

116

3. Umpan Balik

116

BAB IV

PENUTUP

146

DAFTAR PUSTAKA

 

152

MEKANISME PEMELAJARAN

Untuk mencapai peguasaan modul ini dilakukan melalui diagram alur mekanisme pemelajaran sebagai berikut:

START

diagram alur mekanisme pemelajaran sebagai berikut: START Lihat Kedudukan Modul Lihat Petunjuk Penggunaan Modul

Lihat Kedudukan Modul

pemelajaran sebagai berikut: START Lihat Kedudukan Modul Lihat Petunjuk Penggunaan Modul Kerjakan Cek Kemampuan Y

Lihat Petunjuk Penggunaan Modul

START Lihat Kedudukan Modul Lihat Petunjuk Penggunaan Modul Kerjakan Cek Kemampuan Y Nilai ≥ 7 T

Kerjakan Cek Kemampuan

Y
Y
Nilai ≥ 7 T
Nilai ≥ 7
T

Kegiatan Belajar 1

Kerjakan Cek Kemampuan Y Nilai ≥ 7 T Kegiatan Belajar 1 T Kegiatan Belajar n Kerjakan
T

T

Kegiatan Belajar n

Y Nilai ≥ 7 T Kegiatan Belajar 1 T Kegiatan Belajar n Kerjakan Evaluasi Y Nilai

Kerjakan

Evaluasi

Y Nilai ≥ 7
Y
Nilai ≥ 7

Modul

berikutnya/Uji

Kompetensi

SENARAI

Istilah

Keterangan

Actuator

Suatu alat yang mengubah tenaga hidrolik menjadi tenaga mekanik (gerakan). Sebagai contoh : Silinder hidrolik dan motor.

Baffle

Suatu alat yang biasanya terbuat dari pelat dipasang didalam sebuah reservoir untuk memisahkan saluran masuk pompa dengan saluran-saluran pengembali.

Bleed-Off

Untuk memindahkan atau mengubah suatu porsi hantaran pompa khusus yang dapat dikontrol secara langsung ke reservoir.

By-Pass

Suatu lintasan sekunder untuk aliran fluida.

Check Valve

Suatu katup yang memberikan aliran fluida hanya dalam satu arah (sering disebut katup balik).

Circuit

Pengaturan komponen-komponen yang saling berhubungan (rangkaian) untuk melaksanakan fungsi khusus dalam satu sistem.

Cylinder

Alat yang mengubah tenaga fluida ke dalam gaya dan gerakan mekanik lurus. Biasanya terdiri dari elemen yang dapat digerakkan. Seperti torak dan batang torak.

Delivery

Volume fluida yang dilepaskan oleh suatu pompa dalam satu satuan waktu. Istilah ini sering disebut dengan hantaran pompa dengan satuan liter permenit.

Directional Valve

Katup untuk memilih (selektif) mengarahkan atau mencegah aliran fluida ke saluran-saluran yang dikehendaki.

Displacement

Jumlah fluida yang dapat melewati suatu pompa, motor atau silinder dalam satu putaran atau langkah.

Double Acting Cylinder

Suatu silinder yang gaya fluidanya dapat untuk menggerakkan elemen dalam dua arah.

Fluida

Zat yang dapat mengalir atau gas

Hose

Saluran fluida hidrolik fleksibel

Istilah

Keterangan

Linear Actuator

Suatu alat untuk mengubah energi hidrolik kedalam gerak garis lurus. Misal seperti silinder atau ram

Meter-In

Untuk mengatur jumlah aliran fluida ke dalam suatu elemen penggerak atau sistem.

Meter-Out

Untuk mengatur aliran pembuangan fluida dari suatu elemen penggerak atau sistem.

BAB. I PENDAHULUAN

BAB. I PENDAHULUAN A. Deskripsi Modul Pemasangan sistem hidrolik dengan kode OPKR-10-002B berisi materi dan informasi
BAB. I PENDAHULUAN A. Deskripsi Modul Pemasangan sistem hidrolik dengan kode OPKR-10-002B berisi materi dan informasi

A. Deskripsi

Modul Pemasangan sistem hidrolik dengan kode OPKR-10-002B berisi materi dan informasi tentang peralatan utama, rangkaian dan pengujian serta keselamatan kerja dari sistem hidrolik. Materi diuraikan dengan pendekatan praktis disertai ilustrasi yang cukup agar siswa mudah memahami bahasan yang disampaikan. Modul ini disusun dalam 2 kegiatan belajar. Kegiatan belajar 1 membahas tentang pemasangan sistem hidrolik. Kegiatan belajar 2 membahas tentang pengujian sistem hidrolik. Setiap akhir materi disampaikan rangkuman yang memuat intisari materi, dilanjutkan test formatif. Setiap siswa harus mengerjakan test tersebut sebagai indikator penguasaan materi, jawaban test kemudian diklarifikasi dengan kunci jawaban. Diakhir modul terdapat evaluasi sebagai uji kompetensi siswa. Uji kompetensi dilakukan secara teroritis dan praktik. Uji teoritis dilakukan dengan cara siswa menjawab pertanyaan yang pada soal evaluasi, sedangkan uji praktik dengan meminta siswa mendemontrasikan kompetensi yang harus dimiliki dan guru/instruktur menilai berdasarkan lembar observasi yang ada. Melalui evaluasi tersebut dapat diketahui apakah siswa mempunyai kompetensi pemasangan sistem hidrolik.

B. Prasarat

Sebelum memulai modul ini, peserta diklat pada Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif harus sudah menyelesaikan modul-modul prasyarat seperti terlihat dalam diagram pencapaian kompetensi maupun peta kedudukan modul. Prasyarat mempelajari modul OPKR-10-002B antara lain adalah sudah memiliki kompetensi yang terdapat pada OPKR-10-001B.

C. Petunjuk Penggunaan

1. Petunjuk Bagi Siswa

a. Lakukan cek kemampuan untuk mengetahui kemampuan awal yang anda kuasai, sebelum membaca modul lebih lengkap.

b. Bacalah modul secara seksama pada setiap kegiatan belajar, bila ada uraian yang kurang jelas silakan bertanya pada guru.

c. Kerjakan setiap test formatif pada setiap kegiatan belajar, untuk mengetahui seberapa besar pemahaman saudara terhadap materi yang disampaikan, klarifikasi hasil jawaban saudara pada kumpulan lembar jawaban yang ada.

d. Lakukan latihan setiap sub kompetensi sesuai dengan lembar kerja yang ada.

e. Perhatikan petujuk keselamatan kerja dan tindakan aman saat bekerja yang termuat pada lembar kerja.

f. Lakukan latihan dengan cermat, teliti dan hati-hati. Jangan melakukan pekerjaan yang belum anda pahami dengan benar.

g. Bila saudara merasa siap mintalah guru untuk menguji kompetensi saudara.

2. Petunjuk Bagi Guru/Instruktur

Pada setiap kegiatan belajar siswa, guru/instruktur berperan sebagai:

a. Fasilitator yaitu menyediakan fasilitas berupa informasi, bahan, alat,

training obyek dan media yang cukup bagi siswa sehingga kompetensi siswa cepat tercapai.

b. Motivator yaitu memotivasi siswa untuk belajar dengan giat, dan mencapai kompetensi dengan sempurna

c. Organisator yaitu bersama siswa menyusun kegiatan belajar dalam mempelajari modul, berlatih keterampilan, memanfaatkan fasilitas dan sumber lain untuk mendukung terpenuhinya kompetensi siswa.

d. Evaluator yaitu mengevaluasi kegiatan dan perkembangan kompetensi yang dicapai siswa, sehingga dapat menentukan kegiatan selanjutnya.

D.Tujuan Akhir

Tujuan akhir dari modul ini adalah siswa mempunyai kompetensi:

1. Mampu memasang sistem hidrolik dengan tanpa merusak komponen lain.

2. Mampu melaksanakan pengujian sistem hidrolik sesuai dengan standar operasional prosedur.

E. Kompetensi

Kompetensi Memasang sistem hidrolik mempunyai kode OPKR 10-002B dengan durasi pembelajaran 30 jam @ 45 menit. Kompetensi ini terdiri dari 2 sub kompetensi, yaitu:

1. Pemasangan sistem hidrolik

2. Pengujian sistem hidrolik

Kriteria kinerja, lingkup belajar, materi pokok dalam pemelajaran dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1

KOMPETENSI

:

Pemasangan sistem hidrolik

KODE

:

OPKR-10-002B

DURASI PEMELAJARAN

:

30 Jam @ 45 menit

 

A

B C

 

D

E F

 

G

LEVEL KOMPETENSI KUNCI

1

 

1 2

1

1 1

 

2

 

1. Batasan konteks

 

Standar kompetensi ini digunakan untuk kendaraan ringan

 

2. Sumber informasi/dokumen dapat termasuk :

 

Spesifikasi pabrik kendaraan

 

SOP (Standard Operation Procedures) perusahaan

 

Spesifikasi pabrik produk/komponen

 

Kebutuhan pelanggan

 

Kode area tempat kerja

Perundang-undangan pemerintah

 

Lembaran data keamanan bahan

3. Pelaksanaan K3 harus memenuhi :

KONDISI KINERJA

Undang-unadang tentang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)

 

Penghargaan di bidang industri

 

4. Sumber-sumber dapat termasuk: peralatan tangan/hand tools, peralatan bertenaga angin/air tools, peralatan bertenaga/power tools, peralatan khusus/special tools untuk pemasangan, peralatan uji meliputi:pengukur aliran hidraulis, alat pengukur tekanan hidraulis.

5. Kegiatan

Kegiatan harus dilaksanakan di bawah kondisi kerja normal dan harus meliputi : penilaian pendengaran, visual dan fungsi (meliputi : kerusakan, korosi, ketinggian permukaan cairan, kebocoran, pengujian, keausan dan aspek keamanan)

Prosedur pemasangan

 

Prosedur pengujian Variabel terapan lainnya meliputi : katrol, dongkrak, peralatan press, sistem kemudi, power lift (tenaga pengungkit)

SUB KOMPETENSI

KRITERIA KINERJA

LINGKUP BELAJAR

 

MATERI POKOK PEMELAJARAN

SIKAP

PENGETAHUAN

KETERAMPILAN

1. Pemasangan sistem hidrolik

Pemasangan dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusak-an terhadap komponen atau sistem lainnya

Prosedur pengukuran dan pengujian

Ketelitian dalam

Prosedur pengukuran dan pengujian

Melaksanakan prosedur pemasangan sistem

pemasangan

 

Desain dan sketsa diagram sirkulasi sistem hidrolik

Keamanan dengan

Informasi teknik yang sesuai termasuk simbol

hidrolik dan komponenya

cairan hidrolik

Jenis cairan hidrolik dan

Keamanan dalam

grafik

Melaksanakan prosedur

Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami.

penggunaannya

Prinsip-prinsip operasi sistem hidrolik

operasional hidrolik

Jenis cairan hidrolik dan penggunaannya

pengukuran dan pengujian

Melaksanakan prosedur operasional sistem hidrolik

Tata letak sistem hidraulik dirancang dan disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan

Prinsip kerja sistem/ komponen hidrolik

Prinsip kerja sistem/ komponen hidrolik

Semua prosedur pemasangan dilaksanakan berdasarkan spesifikasi dan toleransi pabrik

 

Seluruh kegiatan pemasangan dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard

Operation Procedures),

undang-undang K 3 (Keselamatan dan Kese- hatan Kerja), peraturan perundang-undangan dan prosedur/ kebijakan perusa- haan.

2. Pengujian sistem

Pengujian dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan ter-hadap

Prosedur pengukuran dan pengujian

Ketelitian dalam

Prosedur pengukuran dan pengujian

Melaksanakan prosedur pengukuran

hidrolik

pengu-kuran

Desain dan sketsa

Keamanan dengan

Informasi teknik yang

dan pengujian

SUB KOMPETENSI

KRITERIA KINERJA

LINGKUP BELAJAR

 

MATERI POKOK PEMELAJARAN

 

SIKAP

PENGETAHUAN

KETERAMPILAN

 

komponen atau sistem lainnya

diagram sirkulasi sistem hidrolik

 

cairan hidrolik

sesuai termasuk

Melaksanakan prosedur operasional

Keamanan dalam

simbol grafik

Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami.

Jenis cairan hidrolik dan penggunaannya

operasional hidrolik

Jenis cairan hidrolik dan penggunaannya

sistem hidrolik

Prinsip-prinsip operasi

 

Prinsip kerja sistem/ komponen hidrolik

Seluruh pengujian dilaksana-kan berdasarkan spesifikasi dan toleransi pabrik

Seluruh kegiatan pemasangan dilaksanakan berdasarkan SOP

sistem hidrolik

Prinsip kerja sistem/ komponen hidrolik

 

(Standard Operation Procedures), undang-

undang K 3 (Keselamatan dan Kese-hatan Kerja), peraturan perundang- undangan dan prosedur/ kebijakan perusahaan.

F. Cek Kemampuan

Sebelum mempelajari modul ini silakan mengisi cek list dan berikan tanda √ pada pernyataan atau pertanyaan pada table berikut ini:

Sub

Pernyataan

Jawaban

Bila jawaban “Ya” Kerjakan

Kompetensi

Ya

Tidak

 

Saya mampu menjelaskan pengertian pesawat hidrolik

     

Pemasangan

Saya dapat menyebutkan komponen sistem hidrolik

   

sistem hidrolik

Saya dapat menjelaskan fungsi masing-masing komponen sistem hidrolik

   

Test Formatif 1

Saya dapat merangkaikan sistem hidrolik dengan benar

   

Saya mengetahui minimum tiga macam jenis sistem hidrolik yang

   

digunakan di bengkel otomotif

Pengujian

Saya mampu melaksanakan pengujian komponen sistem hidrolik

     
     

Test Formatif 2

sistem hidrolik

Saya mampu melaksananakan pengujian sistem hidrolik

   

Saya mampu mengoperasika sistem hidrolik yang saya pasang

     

BAB. II PEMELAJARAN

BAB. II PEMELAJARAN A. Rencana Belajar Peserta Diklat Rencanakan setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi table
BAB. II PEMELAJARAN A. Rencana Belajar Peserta Diklat Rencanakan setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi table

A. Rencana Belajar Peserta Diklat

Rencanakan setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi table di bawah ini; kemudian

jika anda selesai mempelajarinya dan mencapai kompetensi tertentu mintalah bukti

belajar dari setiap kegiatan belajar yang anda lakukan.

Jenis Kegiatan

Tanggal

Waktu

Tempat

Alasan

Paraf

Belajar

Perubahan

Guru

1. Pemasangan sistem hidrolik

         

2. Pengujian sistem hidrolik

         

B. Kegiatan Belajar

Kegiatan Belajar 1 Pemasangan sistem hidrolik

a. Tujuan Kegiatan Belajar 1

Setelah siswa selesai memelajari kegiatan belajar 1 akan dapat:

1. Menyebutkan pengertian hidrolik

2. Menjelaskan komponen pesawat hidrolik

3. Mejelaskan prinsip kerja sistem hidrolik

4. Memasang komponen pesawat hidrolik sesuai standard operasional prosedur

5. Menyebutkan minimun tiga jenis pesawat system hidrolik yang digunakan di

bengkel otomotif

b. Uraian Materi

1. Pengertian hidrolik.

Sebelum kita melaksanakan pemasangan sistem hidrolik, sebaiknya kita mengetahui

terlebih dahulu pengertian hidrolik. Hidrolik menurut “bahasa greek” berasal dari kata

hydro” = air dan “aulos” = pipa. Jadi hidrolik bisa diartikan suatu alat yang

bekerjanya berdasarkan air dalam pipa.

Prinsip yang digunakan adalah Hukum Pascal, yaitu : benda cair yang ada di ruang

tertutup apabila diberi tekanan, maka tekanan tersebut akan dilanjutnya ke segala arah

dengan sama besar.

Perhatikan gambar sebelah !

Jika A1 = 1 Cm 2 . A2 = 20 Cm 2 jika F1

= 5 Kg maka karena tekanan pada

kedua permukaan bejana adalah sama

maka F2 = F1/A1 x A2 = 5/1 x 20 =

F1 F2 A1 A2
F1
F2
A1
A2

100 Kg.

Gambar 1 Hukum Paskal

2. Komponen sistem hidrolik

Komponen sistem hidrolik secara umum terdiri dari :

o

Unit tenaga (Power Pack), yang meliputi: Penggerak mula, Pompa hidrolik,

tangki hidrolik dan katup pengaman.

o

Unit penggarak (Actuator), yang banyak dipergunakan adalah silinder hidrolik.

o

Unit pengatur (Direction Control Valve)

o

Cairan Hidrolik

o

Pipa Saluran

Secara sederhana menurut diagram rangkaian sistem hidrolik adalah seperti gambar

berikut, yang terdiri dari:

M = Motor

1 = Pompa hidrolik

2 = Tangki

3 = katup pengaman

4 = katup pengarah

5 = silinder penggerak

6 = manometer

1)

Gambar 2 Rangkaian sistem hidrolik

= pipa penghubung/selang

Penggerak mula

Yang dimaksud dengan penggerak mula pada sistem hidrolik yaitu jenis

penggerak sebagai tenaga awal untuk menggerakkan pompa hidrolik.

Jenis penggerak mula yang digunakan untuk menggerakan pompa hidrolik pada

sistem hidrolik dapat berupa pengungkit yang digerakan secara mekanik

(contohnya pada dongkrak, pedal rem) atau motor listrik (contohnya pada pada

mesin pres, car lift).

motor listrik (contohnya pada pada mesin pres, car lift ). 2) Pompa Hidrolik Fungsi pompa hidrolik

2)

Pompa Hidrolik

Fungsi pompa hidrolik yaitu untuk mengalirkan cairan hidrolik ke seluruh rangkaian hidrolik sehingga unit penggerak dapat bekerja. Tenaga cairan yang ditimbulkan oleh pompa dan peralatan lain yang mengaturnya sebanding dengan tenaga mekanik yang menggerakkan pompa. Dengan kata lain tenaga mekanik dari penggerak mula diubah menjadi tenaga fluida.

Gambar 3 Jenis penggerak mula pada sistem hidrolik

a) Jenis Pompa Hidrolik

Pompa yang digunakan adalah jenis pompa pemindah (positive displacement pump). Perhatikan konstruksi macam macam pompa di bawah ini !

(1)

Pompa Roda Gigi Dalam

(2)

Pompa tipe Gerotor

(3)

Pompa Roda Gigi Luar

(4)

Pompa Baling-baling (sudu-sudu)

(5)

Pompa Torak

1) Pompa Roda Gigi Dalam Gambar 4. Pompa Roda Gigi Dalam Keterangan gambar Pompa Roda
1)
Pompa Roda Gigi Dalam
Gambar 4. Pompa Roda Gigi Dalam
Keterangan gambar Pompa Roda gigi dalam
1. Rumah
2. Roda gigi penggerak
3. Pasangan roda gigi
4. Ruang pengisapan
2)
Pompa tipe Gerotor

Pompa ini terdiri atas rotor yang bergelombang sebagai penggerak (inner

rotor)

pemompaan terjadi antara gigi-gigi atau gelombang rotor

rotor) yang digerakkan. Ruang

dan

rotor

bagian

luar

(outer

rotor ) yang digerakkan. Ruang dan rotor bagian luar ( outer Gambar 4. Pompa Tipe Gerotor

Gambar 4. Pompa Tipe Gerotor

3)

Pompa Roda Gigi Luar Pompa ini terdiri dari sepasang roda gigi Yang ada di dalam suatu ruang

vacum, dimana slah satu roda gigi dipasang sebagai penggerak sedang roda gigi lainnya yang digerakkan. Keterangan gambar senagai berikut:

1. Rumah Roda gigi

2. Roda gigi pemutar

3. Roda gigi pasangan

4. Ruang vacum

5. Daerah ini oli tertekan

6. Daerah pengisapan

7. Penekanan oli keluar oleh gigi-gigi

6. Daerah pengisapan 7. Penekanan oli keluar oleh gigi-gigi Gambar 6. Pompa Roda Gigi Luar 4)

Gambar 6. Pompa Roda Gigi Luar

4)

Pompa Baling – baling Pompa ini terdiri dari baling-baling (sudu) yang dipasang pada rotor, rumah bubungan. Rotor sebagai dudukan baling-baling (sudu) dibuat beralur.

Posisi Rotor terhadap rumah pompa (ring) ada yang sepusat (disebut Pompa

sudu seimbang) dan tidak sepusat (pompa sudu tidak seimbang).

Pemompaan diperoleh karena adanya gaya sentrifugal dan kevakuman

antara baling-baling dan ring (rumah pompa).

Perhatikan gambar pompa baling-baling (sudu) seimbang di bawah ini!

1. Rumah bubungan

2. Rotor

3. Baling baling (sudu)

4. Penyempitan di sluran masuk

5. Penyempitan di saluran buang

6. Sisi gerak bebas sudut

5. Penyempitan di saluran buang 6. Sisi gerak bebas sudut Gambar 7. Pompa Baling-baling (sudu) Seimbang

Gambar 7. Pompa Baling-baling (sudu) Seimbang

5)

Pompa Torak

Pada umumnya pompa torak mempunyai kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pompa yang lain. Pompa torak terdiri dari pompa torak aksial dan pompa torak radial.

Pompa torak aksial yaitu apabila torak terpasang pada garis parallel dengan sumbu poros pompa, sehingga torak melakukan kerja sejajar dengan sumbu poros pompa. Sedangkan pompa torak radial apabila torak dipasang dan melakukan gerak radial atau tegak lurus terhadap sumbu pompa. Berikut adalah pompa torak radial dengan:

Gambar 8. Pompa Torak Radial
Gambar 8. Pompa Torak Radial

1. Rumah pompa

2. Poros eksentrik

3. elemen pompa

4. torak

5. katup isap

6. katup pengontrol tekanan

Pompa yang berkaitan dengan dongkrak adalah jenis pompa torak seperti

pada gambar berikut: a c b d e f
pada gambar berikut:
a
c
b
d
e
f

Gambar 9. Pompa pada dongkrak

b) Efisiensi Pompa

a. Plunyer

b. Plunyer

c. Perapat (Seal)

d. Katup Pengarah

e. Ke Silinder (Aktuator)

f. Dari Seservoir

Efesiensi pompa merupakan salah faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan pemilihan pompa. Dengan memperhatikan efesiensi akan diketahui berapa volume dan tenaga yang dihasilkan dari suatu pompa. Angka efesiensi pompa ditentukan oleh tiga faktor yang meliputi:

Efesiensi volumetrik dan efisiensi tenaga. Efesiensi Volumetrik adalah perbandingan antara volume aliran yang dihasilkan (Perpindahan sebenarnya) dengan volume aliran teoritis (Perpindahan teoritis) suatu pompa.

Efisiensi volumetrik (ױ v )

=

Pemindahan sebenarnya

X

100%

Pemindahan teoritis

Efesiensi tenaga adalah perbandingan tenaga yang dihasilkan terhadap tenaga yang dipakai (masuk)

Efisiensi tenaga (ױ p )

=

Tenaga yang dihasilkan

X

100%

Tenaga yang dipakai

c) Karakteristik Pompa. Dari bernacam pompa yang paling banyak di gunakan pada industri-industri besar adalah Pompa Roda gigi, pompa sudu-sudu (baling-baling) dan pompa torak. Karakteristik pompa dapat dilihat pada table berikut:

Prinsip kerja Pompa

Tekanan Maks

Kecepa

Q maks

Efesiensi

Filtrasi

Tingkat

(bar)

tan (n)

(l/mnt)

total (%)

min

kebersihan

Dari

Sampai

Mi

Maks

       

n

Roda gigi

 

40

180

500

3000

300

50-80

100

 

Roda

gigi

dalam

50

70

500

2000

100

60-80

100

 

(gerotor)

Rod

agigi

dalam

150

300

500

2000

50

70-90

50

 

(crescent)

Sudu-sudu

 

50

100

500

3000

100

65-80

50

 

Sudu-sudu tetap

 

100

140

500

2000

100

70-85

50

 

Sudu-sudu tak tetap

40

100

1000

2000

200

70-80

50

 

Torak aksial gandar

200

250

200

2000

300

80-90

25

 

Torak

aksial

tak

250

350

200

2000

500

80-90

25

 

sejajar

Torak radial

 

350

650

200

2000

100

80-90

50

 

3)

d) Simbol Pompa Hidrolik

Gambar 10 Simbol Pompa Hidrolik

3) d) Simbol Pompa Hidrolik Gambar 10 Simbol Pompa Hidrolik Tangki Hidrolik Tangki hidrolik ( reservoir

Tangki Hidrolik Tangki hidrolik (reservoir) adalah bagian dari unit tenaga, ada yang berbentuk segi empat ada pula yang berbentuk silinder.

a) Fungsi tangki hidrolik adalah:

- Penampung cairan hidrolik sebelum dan setelah beredar

- Pendinginan cairan hidrolik. Didalam tangki cairan yang hidrolik panas (setelah mamasuki rangkaian) bercampur dengan cairan dingin (yang ada didalam tangki) sehingga mengalami pen-dinginan.

- Menghilangkan gelembung udara. Gelembung yang masuk dalam rangkaian sangat tidak menguntungkan dan hanya dapat hilang setelah masuk tangki. Untuk itu maka ruang udara di dalam tangki harus ada dan cukup untuk menghilangkan jika terjadi gelembung

- Mengendapkan kotoran/pencemaran. Agar kotoran yang dibawa dari rangkain dan tidak masuk lagi maka pemasangan saluran isap dan saluran balik dipasang sejauh mungkin, dan dipasang separator/penyekat.

- Tempat pemasangan motor. Pompa dan perlengkapan lain.

b) Gambar tangki hidrolik (reservoir) dan simbolnya.

lain. b) Gambar tangki hidrolik ( reservoir ) dan simbolnya. Gambar 11. Tangki Hidrolik (Reservoir) dan
lain. b) Gambar tangki hidrolik ( reservoir ) dan simbolnya. Gambar 11. Tangki Hidrolik (Reservoir) dan

Gambar 11. Tangki Hidrolik (Reservoir) dan Simbol

4)

Katup Pengaman (Reliev Valve) Katup ini adalah katup dua lubang dan dua posisi dengan pilot pressure (bola katup) yang dilengkapi dengan pegas tekan yang dapat disetel.

a) Fungsi katup pengaman. Fungsi katup ini adalah untuk mencegah terjadinya beban lebih atau tekanan yang melebihi kemampuan rangkaian hidrolik. Tekanan lebih akan mengakibatkan kerusakan dan kerugian diseluruh bagian sistem.

b) Konstruksi dan simbol Ada beberapa macam konstruksi releiev valve. Konstruksi yang paling sederhana terdiri atas sebuah bola yang duduk pada bodi dan ditekan oleh pegas tekan. Besarnya tekanan oli pada sistem diatur oleh baut pengatur yang menekan pegas. ( Lihat gambar 12)

 

Keterangan:

 
  Keterangan:   T

T

P= Dari Pompa

 

T

= Ke Tangki (Reservoir)

B

= Bola Baja (Peluru)

S

M

= Pegas (Spring)

= Baut Pengatur

P

= Pegas ( Spring ) = Baut Pengatur P P B S M T
= Pegas ( Spring ) = Baut Pengatur P P B S M T
= Pegas ( Spring ) = Baut Pengatur P P B S M T
P
P

B

S

M

T

 

Gambar 12.

Katup Pengaman dan Simbol

 

5)

Unit Penggerak (Actuator)

 

a) Fungsi Unit Penggerak Fungsi actuator yaitu untuk mengubah tenaga fluida menjadi tenaga mekanik (gerak).

b) Macam Unit Penggerak Berdasarkan jenis dari perubahan tenaga yang dihasilkan, unit penggerak ini dibedakan atas:

(1) Silinder hidrolik (Linear Actuator), dan

(2) Motor Hidrolik (Rotary Actuatir) (3) Silinder Hidrolik

(1) Silinder Hidrolik

Berdasarkan sistem kerjanya silinder hidrolik terdiri atas:

(a)

Single acting Cylinder (silinder kerja tunggal)

(b)

Double acting Cylinder (silinder kerja ganda).

(a)

Silinder Kerja Tunggal. Silinder ini dikatakan kerja tunggal (Ram) karena pada penggunaan cairan hidrolik hanya pada satu sisi torak saja. (1)). Konstruksi Konstruksi Silider kerja tunggal seperti terlihat pada gambar

13.

Silider kerja tunggal seperti terlihat pada gambar 13. Gambar 13. Silinder Kerja Tunggal (2)). Prinsip kerja.

Gambar 13. Silinder Kerja Tunggal

(2)). Prinsip kerja. Jika rangkaian mulai bekerja maka cairan hidrolik masuk dan menekan dari sisi kiri sehingga torak bergerak ke kanan. Selanjutnya pergeseran (langkah torak) mencukupi atau mencapai yang dikehendaki dan cairan hidrolik tidak ada tekanan lagi. Maka plunyer kembali oleh adanya bobot dari benda yang di angkat ( digeser ). Pemakaian silinder kerja tunggal ini digunakan pada dongkrak atau alat pembengkok pipa. Untuk pengembalian torak ke posisi semula ada juga yang dilengkapi dengan pegas pembalik.

(3)). Simbol silinder kerja tunggal tampak pada gambar 14

Gambar 14. Simbol Silinder Kerja Tunggal (b) Silinder Kerja Ganda (1)). Konstruksi Konstruksi Silider kerja
Gambar 14. Simbol Silinder Kerja Tunggal (b) Silinder Kerja Ganda (1)). Konstruksi Konstruksi Silider kerja

Gambar 14. Simbol Silinder Kerja Tunggal

(b) Silinder Kerja Ganda (1)). Konstruksi

Konstruksi Silider kerja ganda seperti terlihat pada gambar terdiri terdiri dari:

a. Rumah dengan penutup

b. Batang torak

c. Torak

d. Seal

a. Rumah dengan penutup b. Batang torak c. Torak d. Seal Gambar 15. Silinder Kerja Ganda

Gambar 15. Silinder Kerja Ganda

(2)). Prinsip kerja. Jika rangkaian mulai bekerja maka suatu waktu cairan hidrolik masuk dan menekan dari sisi kiri sehingga torak bergerak ke kanan, bersamaan dengan itu pada sisi kanan torak cairan hidrolik tertekan dan keluar dari dalam silider selanjutnya masuk ke reservoir (Langkah 1). Sebaliknya jika menghendaki torak bergerak ke posisi semula (kiri) maka cairan hidrolik harus masuk dari sisi kanan torak,

maka cairan hidrolik yang ada di sisi kiri torak akan bergerak

keluar dari torak (Langkah 2)

Silinder kerja ganda dapat digunakan jika menghendaki

gerakan bolak-balik seperti pada mesin perkakas.

(3)). Simbol silinder kerja ganda.

pada mesin perkakas. (3)). Simbol silinder kerja ganda. Gambar 16. Simbol Silinder Kerja Ganda (2) Motor
pada mesin perkakas. (3)). Simbol silinder kerja ganda. Gambar 16. Simbol Silinder Kerja Ganda (2) Motor

Gambar 16. Simbol Silinder Kerja Ganda

(2) Motor Hidrolik (Rotary Actuator)

Motor hidrolik berfungsi untuk menimbulkan tenaga putar.

Motor ini hampir mirip pompa hydrolik menurut kontruksinya. Pada

kenyataannya pompa hidrolik pun dapat juga digunakan sebagai motor,

hanya cara kerjanya berbeda. Pompa hidrolik mendorong oli dari sistem

yang menghasilkan gaya putar dan meneruskannya menjadi gerakan

putar.

Motor hidrolik diklasifikasikan menurut displacement, kapasitas gaya

putar dan pembatasan tekanan maksimum.

Displacement adalah jumlah oli yang diperlukan motor untuk berputar

satu putaran, atau dengan kata lain, kapasitas satu ruangan oli dalam

motor dikalikan dengan jumlah ruangan-ruangan yang ada didalamnya.

Tekanan yang dibutuhkan dalam sebuah motor hidrolik adalah

tergantung pada beban, gaya putar dari displacemennya.

Disesuaikan menurut arah putaran, motor hidrolik dapat

dibedakan:

1. Uni directional motor (motor satu arah)

2. Bi directional motor (motor dua arah)

Uni directional motor (motor satu arah), motor hidrolik ini bekerja hanya pada satu arah putaran saja. Jadi bila kita menghendaki gerakan dari suatu alat yang memerlukan hanya satu arah putaran, kita dapat memilih motor uni directional sebagai pengeraknya. Bi directional motor (motor dua arah), motor ini dapat bergerak tidak hanya satu arah putaran melainkan dua arah putaran sesuai dengan nama

yang diberikan padanya (bi = dua). Motor Ini dipakai untuk jenis keperluan alat yang memerlukan 2 arah gerakan.

6)

Unit Pengatur

a) Katup Pengarah (Directional Control Valve = DCV)

Katup (valve) ialah suatu alat yang menerima perintah dari luar untuk melepas, menghentikan atau mengarahkan cairan hidrolik yang melalui katup tersebut. Bentuk perintah terhadap perintah ini ada beberapa cara antara lain:

- Cara mekanik

- Cara aliran pemandu (fluid pilot signal)

- Cara elektrik

Sesuai dengan namanya, katup ini berfungsi untuk mengontrol arah aliran dalam rangkaian dan melangsungkan fungsi-fungsi logic control.

Katup pengarah digolongkan menurut sifat-sifat perencanaanya. (1) Mekanisme dalam bagian katup, yang langsung mengatur arah aliran

fluida. Mekanik pengatur dibagian dalam katup itu dapat berbentuk

bola, poppet sliding spool, piring putar atau plug putar.

(2) Jumlah switch kedudukan misalnya dua posisi atau lebih, tiga posisi

atau lebih.

(3) Jumlah lubang-lubang penghubung atau saluran kerja.

(4) Cara menggerakkan katup yang mengubah kedudukan mekanik bagian

dalam katup berubah posisinya, untuk mengatur aliran.

Di bawah ini diperlihatkan beberapa jenis katup pengarah, simbol- simbol dan macam cara penggerak katup.

Gambar17 Jenis Katup Pengarah
Gambar17
Jenis Katup Pengarah

Adapun jenis mekanisme penggerak katup seperti terlihat pada gambar berikut:

b) Simbol-simbol Katup Pengarah Simbol-simbol adalah suatu cara untuk menggambarkan dan menjelaskan komponen pesawat

b) Simbol-simbol Katup Pengarah

Simbol-simbol adalah suatu cara untuk menggambarkan dan menjelaskan komponen pesawat hidrolik. Dengan simbol-simbol ini hidrolik circuit dapat dengan mudah digambarkan dan dibaca. Simbol-simbol telah distandarkan menurut standar ISO (International Standarts Organization) atau EFPSC (Europacan Fluida Power Standards Committee).

atau EFPSC (Europacan Fluida Power Standards Committee). Gambar 18 Cara Penggerak Katup. c) Jenis-jenis Katup

Gambar 18 Cara Penggerak Katup.

c) Jenis-jenis Katup Pengarah Khusus

(1) Check valve

Check valve adalah katup satu arah, artinya ia hanya dapat digunakan untuk satu arah aliran saja. Check valve dapat berfungsi sebagai pengarah aliran dan juga sebagai pressure control (pengontrol tekanan). Kebanyakan tipe check valve ini menggunakan mekanik, atau poppet bola.

Menurut pemasangannya, check valve dapat berupa linier check valve, bila dipasang pada aliran yang lurus dan dapat berupa right angle check valve, bila dipasang pada sudut yang menyiku (90). Simbol check valve adalah sebagai berikut: Simbol check valve adalah sebagai berikut:

berikut: Simbol check valve adalah sebagai berikut: Gambar 20. Check Valve (2) Pilot operated Check valve

Gambar 20. Check Valve

(2) Pilot operated Check valve

Katup ini dirancang untuk aliran cairan hidrolik yang dapat mengalir bebas pada satu arah dan menuju pada arah lawannya. Kecuali ada tekanan cairan yang dapat membukanya. Pilot operated check valve ini digunakan pada rangkaian hidrolik yang memasang silinder penggeraknya atau actuator pada posisi tegak. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari tujuannya piston (turun dengan cepat) akibat kebocoran katup, beban dan gaya berat piston itu sendiri. Simbol dari pilot operated check valve adalah sebagai berikut :

dari pilot operated check valve adalah sebagai berikut : (3) Flow Control Valve Gambar 21. Pilot

(3) Flow Control Valve

Gambar 21. Pilot Opereted

Katup ini digunakan untuk mengatur kecepatan aliran yang berarti mengatur kecepatan gerak actuator (piston). Biasanya flow kontrol ini digunakan pada rangkaian hidrolik dengan fix dispcement pump (jumlah alirannya tetap). Ada tiga cara dasar dari pemasngan flow kontrol sebagai pengontrol kecepatan alat penggerak yakni:

- Meter in

- Meter out

- Blead off

a. Rangkaian meter in

Dalam rangkaian ini flow kontrol dipasang diantara pompa dan katup pengarah. Tapi juga dapat dipasang antara silinder dan katup pengarah agar dapat diatur individually. Rangkaian ini untuk mengontrol kecepatan gerak piston/beban dimana beban itu terus menerus menahan gerak actuator, seperti

pada pemasangan silinder dengan beban di bawah atau mendorong beban pada kecepatan yang dikontrol.

b. Rangkaian meter out

Pemasangan flow control valve biasanya diantara actuator dan katup pengarah. Rangkaian ini digunakan pada waktu gerak kembali tidak perlu dikontrol.

c. Rangkaian blead off

Rangkaian ini dapat membatasi pompa untuk menghasilkan tekanan yang sesuai dengan kebutuhan beban saja, demikian juga kelebihan aliran/tekanan, langsung dapat kembali melalui katup ini tanpa melalui katup pengaman. Jadi hal ini telah menghemat tenaga. Di halaman berikut ini dapat dilihat rangkaian-rangkaian tersebut di atas.

7)

Gambar 22. Flow Control Valve Gambar 23. Rangkaian Flow Control
Gambar 22. Flow Control Valve
Gambar 23. Rangkaian Flow Control

Cairan hidrolik.

Dalam istilah umum cairan hidrolik berbentuk minyak atau oli dan digunakan

sebagai media mempunyai fungsi sebagai Penerus daya (Power Transmisi),

Pelumasan (Lubrication), Perapat (Sealing) dan Pendingin (Cooling).

(a) Fungsi cairan hidrolik

1. Cairan hidrolik sebagai media penerus daya harus mudah mengalir

melalui komponen salurannya sehingga tidak akan mudah daya yang

hilang. Demikian juga cairan hidrolik harus incompressible atau tidak

mudah dimampatkan agar dapat seketika meneruskan daya bila

sumber daya memberikan tenaganya.

2. Cairan hidrolik sebagai pelumas harus mampu melumasi semua bagian dalam dari komponen sistem hidrolik yang bergesekan dan dilalui cairan hidrolik.

3. Cairan hidrolik sebagai perapat akan menjadi oil film antara bagian pesawat yang tidak ada ring perapat yang menerima daya/tekanan.

4. Cairan hidrolik sebagai pendingin akan menyerap panas yang timbul dalam sistem hidrolik. Penyerapan panas terjadi di bak penampung (reservor) dengan adanya sirkulasi cairan hidrolik.

(b)

Syarat – syarat Cairan hidrolik. Untuk memenuhi fungi seperti tersebut diatas, cairan hidrolik harus memenuhi syarat tertentu, diantaranya adalah :

Mampu mencegah terjadinya karat (korosi)

Tidak membentuk buih

Mampu mencegah terbentuknya lumpur endapan

Tidak mudah bersenyawa dengan air

Tidak mudah bocor, (mudah diperpak)

Tahan panas

Stabil dan tahan lama

(c)

Sifat – sifat cairan hidrolik Untuk memenuhi persyaratan seperti tersebut diatas, cairan hidrolik harus memiliki sifat sebagai berikut :

(1)

Viscositas yang stabil Viscositas atau nilai kekentalan ialah besarnya tekanan (hambatan) cairan untuk mengalir. Apabila cairan mengalir dengan mudah berarti viscositasnya rendah

dan biasanya cairan tersebut encer. Viscositas secara garis besar terbagi dua yaitu Viscositas unit dan Viscositas Index. Yang termasuk kedalam kelompok Viscositas Unit atau satuan nilai kekentalan yaitu:

(1))

Viscositas mutlak (Nilai kekentalan mutlak)

(2))

Viskositas kinetik

(3))

Saybolt Universal Seconds (SUS) Viscositas, dan

(4))

SAE

(1)) Nilai kekentalam mutlak atau absolut viscosiy ialah besarnya gaya yang diperlukan untuk memindahkan bidang 1 Cm2, yang terletak diatas film oli setebal 1 Cm, sejauh 1 Cm dalam waktu 1 detik. Satuan viscositas ini adalah poise, sedangkan gaya untuk memindahkan dalam satuan dyne, sehingga:

1

Poise

=

1

Dyne detik

Cm2

(2)) Viscositas kinetik didapat dengan cara membagi viscositas absolut dengan density (berat jenis) minyak. Satuan viscositas ini adalah stroke jadi:

1

Stoke

=

1

1 Poise = 100 centipoise

1 Stoke = 100 centistoke

1

Centistoke

1 Poise

=

Berat jenis

1

1 centi Poise

Berat jenis

(3)) SUS Viscositas, satuan ini didapat dengan menggunakan alat pengetes dari Saybolt sehingga satuannya disebut SUS. Pengetesan dilakukan pada suhu 100 0 C atau 240 0 F, waktu yang diperlukan untuk mengalirkan oli dalam Saybolt Viscometer.

Nomor SAE Angka-angka SAE ditetapkan oleh Society of Automotive Engineers untuk mengkhususkan kelas-kelas viscositas SUS pada suhu tes SAE. Angka-angka yang tepat Ditentukan dengan membandingkan waktu yang diperlukan oli untuk melewati alat tes dengan sebuah grafik oleh Society of Automotive Engineers. Hasil pengetesan oli musim dingin (Winter) pada suhu 0 0 F (5W,

(4))

10 W, 20 W). Dan oli untuk musim panas dilakukan pada suhu

210 0 F dengan nomor tanpa kode W misal 20.30, 40, 50 dan

setrusnya. Viskositas Indeks adalah kemampuan oli untuk mempertahankan viskositasnya dalam perubahan temperatur. Oli dikatakan memiliki viskositas indeks tinggi apabila ia tetap stabil (kekentalannya relatif tidak berubah) dalam perubahan- perubahan suhu. Viskositas indeks di skala antara 0 – 100. bila pesawat hidrolik bekerja pada perubahan suhu yang tinggi diperlukan viskositas indeks yang tinggi pula.

(2)

Mampu melumasi dengan baik. Cairan hidrolik harus mampu melumasi bagian-bagian pesawat hidrolik yang saling bergesekan yang dilalui oleh cairan hidrolik itu sendiri. Untuk itu cairan hidrolik harus mampu menjadi oli film pada bagian yang bergesekan tersebut

(3)

Tahan oksidasi. Oksidasi adalah senyawa kimia suatu zat dengan oksigen (O2). Bila senyawa itu terjadi pada ciran hidrolik (oli) maka senyawa hasil oksidasi akan larut dalam cairan hidrolik (oli), dan membentuk semacam perekat atau Lumpur. Hal itu akan mengakibatkan tersumbatnya saluran–saluran yang halus pada rangkaian hidrolik. Oleh sebab itu cairan hidrolik harus tahan oksidasi. Hal yang harus ihindari agar tidak teroksidasi adalah: suhu tinggi, tekanan tinggi, pencemaran, air pada bidang permukaan logam.

(4)

Mampu mencegah karat. Karat adalah hasil reaksi kimia antara logam dengan oksigen. Apabila cairan hidrolik membawa oksigen, misalnya air yang tercampur dalam oli maka pada bagain rangkain sistem hidrolik dari logam akan mengakibatkan perkaratan. Karat ini akan lepas dari permukaan logan dan bercampur kedalam oli bahkan dapat mengakibatkan tersumbatnya lubang-lubang halus pada rangkaian hidrolik . Untuk itu

cairan hidrolik harus bersifat anti karat. Selain dari itu maka pada bagian pesawat hidrolik dari logam perlu dilapisi dengan khrom.

(d) Macam-macam cairan hidrolik

(1)

Oli Cairan hidrolik yang umumnya dipakai adalah oli, karena mempunyai sift-sifat yang telah diuraikan. Keburukan oli adalah sebagai cairan hidrolik adalah mudah terbakar, sehingga sebagai cairan hidrolik tidak cocok bekerja pada tempat- tempat yang kemungkinan terjadinya kebakaran sangat tinggi.

(2)

Cairan hidrolik tahan api

a. Air glysol Cairan ini terdiri atas : 35 % - 40 % Air, glysol dan larutan oli.

untuk mencegah

Juga

ditambahkan

bahan-bahan

tambahan

pembentukan busa, karat dan peningkatan pelumasan

Sifat-sifat:

- Harus diperiksan senantiasa kandungan airnya

- Umur cairan akan menurun dengan adanya penguapan

- Suhu kerja rendah

- Harga lebih mahal daripada oli

b. Emulsi Oli-Air Cairan ini ada yang oli dicampur kedalam air, berarti sifatnya

mendekati

air

dan

ada

yang air dicampurkan kedealam oli

sehingga

sehingga sifatnya mendekati oli. Cairan ini disamping

sifat utama tahan api juga memiliki sifat-siafat yang memenuhi persyaratan.

c. Cairan Synthetis. Cairan ini dibuat dari bahan-bahan yang dapat diproses secara kimia. Jenisnya antara lain phosphate ester, chlomiated, dll. Sifat-sifatnya:

- Dapat bekerja baik pada suhu tinggi

- Cocok untuk tekanan tinggi

- Berat jenis cairan cukup tinggi

- Viscositas index berkisar 80 – 400

- Tidak mudah menyesuaikan dengan seal yang umum

Catatan:

Apabila cairan hidrolik pada suatu pesawat hidrolik akan diganti dengan jenis yang lain, maka cairan semula perlu dikeluarkan semua dan dibilas, demikian pula seal-seal perlu diganti.

(e)

Jenis cairan hidrolik yang digunakan Jenis cairan hidrolik yang digunakan di otomotif diataranya:

a. Untuk Pesawat angkat (dongkrak, car lift dan sejenisnya) biasanya menggunakan oli dengan SAE 10 – SAE 20

b. Untuk Rem Hidrolik menggunakan Cairan Minyak Rem (Break Fluid) dengan beberapa merk.

(f)

Pemeliharaan Cairan Hidrolik Cairan hidrolik bukanlah barang yang murah, oleh sebab itu perlu

dipelihara walaupun untuk menggati dan membilas. Memelihara bagian- bagian pesawat perlu waktu dan keahlian.

(1)

Cara menyimpan dan memindahkan.

- Simpanlah drum cairan hidrolik di bawah atap

- Sebelum membuka drum bersihkan bagian atas agar kotoran tidak masuk

- Guanakan girigen (wadah) dan slang yang bersih. Serta menyaring oli terlebih dahulu sebelum memasukkan ke dalam reservoir.

- Pelihara dari kelembaman dan pencemaran oleh pengembunan

(2)

Cara memelihara oli waktu bekerja

- Cegah pencemaran oli dengan menjaga dari gaian-bagian rangkaian tetap terpasang kuat dan sistem saringan yang baik

- Jadwalkan penggantian oli agar oli diganti sebelum rusak total

- Reservoir harus tetap berisi oli secukupnya.

- Cegah terjadinya pengembunan di dalam reservoir

- Perbaikilah dengan segera bila ada kebocoran

8)

Pipa Saluran

Pipa saluran berfungsi untuk menyalurkan cairan hidrolik di dalam sistem agar sistem dapat berkerja. Selain pipa saluran digunakan juga penghubung atau penyambung (fitting) untuk melengkapi pipa saluran agar dapat memenuhi sesuai kebutuhan. Faktor pemilihan pipa saluran dan fitting tergantung kepada:

- tekanan statis dan dinamis

-

vibrasi

- aliran rata-rata

-

kekuatan kebocoran

- kesesuaian terhadap fluida

-

kondisi lingkungan

- pemeliharaan

-

pemakaian harga

Jenis pipa saluran terdiri dari : pipa kaku dan pipa fleksibel. Dengan jenis penyambung seperti di bawah ini:

3.

fleksibel. Dengan jenis penyambung seperti di bawah ini: 3. Pemasangan sistem hidrolik Untuk memasang komponen sistem

Pemasangan sistem hidrolik

Untuk memasang komponen sistem hidrolik diperlukan peralatan antara lain:

- Kunci Pas

-

- Kunci sok

-

- Obeng + / -

Gambar 24 Penyambung pipa saluran

- Tang Kombinasi

-

Seal Tip

Kunci Ring

Kunci Pipa

- Air Gun + Kompressor

-

Kain Lap

Sebelum memasang atau merangkai komponen sistem hidrolik sebaiknya

komponen di periksa kondisinya. Untuk komponen yang masih baru sebaiknya

lubang laluan dibersihkan terlebih dahulu dengan menyemprotkan udara bertekanan

untuk mengeluarkan kotoran yang terdapat didalamnya sehingga tidak akan

menyumbat pada saat digunakan.

Pemasangan sebaiknya disesuaikan dengan konstruksi sistem hidrolik tersebut. Tidak semua system hidrolik membutuhkan komponen keseluruhan.

Secara umum pemasangan akan meliputi sesuai dengan diagram berikut:

a. Pada kenyataannya pemasangan antara tangki, motor, pompa hiodrolik, saluran pengembali dari silinder penggerak dan dari katup pengaman adalah ke satu tangki (reservoir). Perhatikan gambar berikut!

Gambar 25. Pemasangan Power Pack Keterangan: 1. Motor Penggerak 10. Lubang Pembuang 5. Pompa Hidrolik

Gambar 25. Pemasangan Power Pack

Keterangan:

1.

Motor Penggerak

10. Lubang Pembuang

5.

Pompa Hidrolik

11. Pelat Pemisah (Buffer)

6.

Saluran Tekan (ke sistem)

12. Saluran Isap

7.

Pernapasan (Lubang Udara)

13. Gelas Penduga

8.

Saluran Pengembali

14. Reservoir

9.

Tutup Pembersih

b. Pemasangan pipa penghubung sebaiknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

- Apabila mungkin menghindari sambungan pada pipa lurus, khususnya pada belokan yang tajam

- Pada pemasangan pipa panjang sebaiknya menggunakan siku-siku dan klem untuk mengurangi tegangan dan perubahan bentuk

dan klem untuk mengurangi tegangan dan perubahan bentuk Pemasangan Sistem Hidrolik OPKR Gambar 10-002B 26 Pipa

c.

Pemasangan

memperhatikan sebagai berkut:

selang

yang

digunakan

sebagai

penghubung

sebaiknya

- Tegangan selang harus dihindarkan - Pemasangan memutar juga harus dihindarkan - Pemasangan memuntir juga
-
Tegangan selang harus dihindarkan
-
Pemasangan memutar juga harus dihindarkan
-
Pemasangan memuntir juga harus dihindarkan
-
Hindarkan selang dari gesekan
-
Bila kemungkinan dekat dengan bagian yang panas maka selang diberi
pelapis
-
Hindarkan selang dari bengkokan tajam
Gambar 27. Pemasangan Selang 4. Aplikasi Pesawat hidrolik di Otomotif Beberapa jenis aplikasi sistem hidrolik

Gambar 27. Pemasangan Selang

4. Aplikasi Pesawat hidrolik di Otomotif Beberapa jenis aplikasi sistem hidrolik di otomotif diantaranya adalah :

Dongkrak Hidrolik (Hydraulic Jack) Dongkrak hidrolik adalah salah satu jenis dongkrak yang digunakan untuk mengangkat kendaraan (mobil), sehingga bagian bawahnya tidak berhubungan dengan lantai (jalan). Bagian dan pemasangannya dapat dilihat pada gambar berikut:

Bagian dan pemasangannya dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 28. Dongkrak Hidrolik Pemasangan Sistem Hidrolik OPKR

Gambar 28. Dongkrak Hidrolik

Keterangan gambar:

1. Casing

14.

Stell Ball Ø 8 mm

2. Ext Screw & Nut Assy

15.

Commpression Spring

3. Spring Clip Top

16.

Handle

4. Ram Guide Top

17.

Ling & Fulcrum Assy

5. “O” Ring

18.

Retainer Washer

6. Ram

19.

Rnd Hd Rivet

7. Paper Paking

20.

Wiper Ring

8. Ram Guide

21.

Pump Plunger

9. Ram Cup & Ext. Ring

22.

Pump Cup

10. Valve Ball Cover

23.

Perforated Washer

11. Stell Ball Ø 5 mm

24.

Fillerhole Plug

12. Realise Valve *

25.

M 8 Flat Washer

13. “O” Ring 2-116

26.

Rd Hd Rivet Ø 8 mm x 1,25 mm

c. Rangkuman

1. Sistem hidrolik adalah suatu rangkaian dengan menggunakan media liquid

untuk mengangkat atau menekan dengan tenaga minimal sehingga

menghasilkan tenaga optimal

2. Komponen sistem hidrolik terdiri dari: tangki, motor penggerak, pompa,

katup pengaman, unit penggerak, katup pengatur dan pengukur tekanan

serta pipa saluran.

3. Media sistem hidrolik yang digunakan secara umum adalah oli yang

memenuhi syarat dengan sifat: viscositas (kekentalan) stabil, mampu

melumas dengan baik, tahan oksidasi, mampu menahan karat

4. Pada saat pemasangan pipa atau selang menghubung sebaiknya

memperhatikan hal yang dapat mengganggu jalannya sistem akibat

pemasangan yang salah.

d. Tugas

1. Jelaskan minimal 4 jenis sistem hidrolik yang ada di sekitar kita!

e. Test Formatif

1.

Jelaskan apakah yang dimaksud dengan hidrolik?

2. Jika pada tuas penggerak dengan penampang 5 mm diberi tekanan sebesar 25 Kg dengan tinggi tekan 75 mm. Sedang pada silinder penggerak berpenampang 25 mm. Berapa tinggi dan beban yang dapat diangkat?

3. Apakah yang termasuk ke dalam komponen power pack sistem hidrolik?

4. Jelaskan perbedaan antara silinder kerja tunggal dan silinder kerja ganda

5. Apakah perbedaan katup pengaman dan katup pengarah?

f. Kunci Jawaban Test Formatif

1. Hidrolik yaitu suatu alat yang sistem kerjanya berdasarkan air (cairan) di dalam pipa

2. Luas Penampang 1 = 0,785 x 5 2

-

= 19.625 mm 2

-

Luas Penampang 2 = 0,785 x 25 2 = 490.325 mm 2

-

Besarnya tinggi angkat S2 = A1/A2 x S1 = 3 mm

-

Besarnya beban yang dapat diangkat = A1/A1 x K1 = 625 Kg

3. Yang termasuk kedalam power pack adalah: Penggerak mula, Pompa hidrolik, tangki hidrolik (reservoir) dan katup pengaman.

4. Pada silinder kerja tunggal cairan hidrolik yang bekerja (masuk dan keluar) hanya pada satu sisi torak saja, sedang pada silinder kerja ganda cairan hidrolik yang bekerja (masuk dan keluar) pada kedua sisi torak yang berbeda.

5. Katup pengaman digunakan untuk pengamankan sistem jika terjadi beban lebih atau tekanan yang berlebihan dari kapasitas sistem. Sedangkan katup pengarah berfungsi untuk melepas, menghentikan atau mengarahkan cairan hidrolik yang melalui katup tersebut sesuai dengan perintah dari luar.

g. Lembar Kerja

1)

Peralatan dan Bahan

a) Komponen sistem hidrolik

b) Kunci Ring Pas (Kombinasi)

c) Cairan hidrolik

d) Kain Majun

2)

Keselamatan Kerja

a) Pergunakan kunci yang sesaui dengan ukuran baut atau mur

b) Ikutilah petunjuk instructor pada saat anda bekerja

c) Bekerjalah dengan teliti dan penuh tanggung jawab

d) Hati hati jangan sampai Oli hidrolik tumpah atau kena mata

3)

Langkah Kerja

a) Persiapkan peralatan praktek dan bahan secara cermat dan efesien

b) Periksalah terlebih dahulu komponen yang akan dipasang dari kerusakan dan kotoran

c) Pasanglah bagian yang ada dudukannya terlebih dahulu

d) Pasanglah pipa penghubung atau selang dengan benar seseaui dengan aliran oli

e) Buatlah catatan penting pada saat anda melakukan praktek

f) Setelah selesai bereskan dan simpan kembali peralatan yang digunakan pada tempatnya dan dalam keadaan bersih

4)

Tugas

a) Buatlah laporan hasil praktek anda secara ringkas dan jelas

b) Buatlah rangkuman menurut anda sendiri dari hasil anda mempelajari kegiatan belajar 1 dan melakukan praltek serta observasi.

h. Kriteria melanjutkan pemelajaran.

No. Soal

Aspek Level Kunci

Skor

Bobot

Nilai

 

Keterangan

1

A

1

 

1

 

Syarat melanjut-

2

E

1

 

5

 

lanjutkan belajar,

3

B

1

 

2

 

Nilai minimal 7,0

4

A

1

 

1

 

Dengan skor tiap

5

F

1

 

3

 

Soal minimal 7

 

Nilai Akhir

=

∑ Nilai

 
 

∑ Skor

Keterangan melajutkan :

N

A = 7,0 s.d. 7,9 : memenuhi kriteria minimal dengan banyak bimbingan

N

A = 8,0 s.d. 8,9 : memenuhi kriteria dengan sedikit bimbingan

N

A = 9,0 s.d. 10

: memenuhi kriteria maksimal dengan tanpa bimbingan

Kegiatan Belajar 2

Pengujian sistem hidrolik.

a. Tujuan Kegiatan Belajar

Setelah siswa selesai mempelajari kegiatan belajar 2 akan dapat:

1)

Menjelaskan Cara menguji masing – masing komponen

2)

Melaksanakan pengujian sistem hidrolik

b. Uraian Materi

1) Pengujian komponen sistem hidrolik

a) Pengujian cairan hidrolik

Apabila kita menggunakan cairan hidrolik (oli) yang masih baru tentu kita tidak perlu menguji kembali karena dalam kemasan sudah tertulis kekentalan (viscositasnya). Tetapi jika kita menggunakan oli yang sudah pernah digunakan tentu perlu kita mengujinya kembali apakah oli tersebut masih sesuai kekentalannya, bersih dari kotoran atau tercampur bahan lain.

b) Pengujian Tangki (Reservoir)

Perhatikan tangki cairan hidrolik yang digunakan apakah tidak bocor, memiliki ruang udara, memiliki saringan/ruang penyekat dan bersih dari kotoran. Jika salah satu pernyataan tadi tidak terpenuhi maka sebaiknya perbaiki dulu sehingga baik kondisinya. Hal itu diperlukan karena tangki adalah tempat awal dan akhir dari aliran pada sistem yang dapat membersihkan dan mendinginkan oli.

c) Pengujian Penggerak mula dan Pompa Hidrolik

Perhatikan jenis dan kapasitas penggerak mula yang digunakan apakah sesuai dengan kapasitas dan jenisnya. Demikian juga dengan pompa yang akan digunakan, apakah sesuai dengan label atau data yang ada atau tidak. Untuk melaksanakan Pengujian Pompa Hidrolik diperlukan peralatan:

a. Cairan hidrolik

b. Stop Watch

c. Gelas Ukur

d. Pipa saluran

e. Penghubung

f.

Kunci-kunci

g.

Obeng

h.

Kain Lap

i.

Pompa

j.

Reservoir

Langkah Pengujian sebagai berikut: (1) Pasanglah rangkaian antara reservoir, pompa dan gelas ukur sedemikian rupa

Langkah Pengujian sebagai berikut:

(1) Pasanglah rangkaian antara reservoir, pompa dan gelas ukur sedemikian rupa sehingga seolah-olah akan memompakan cairan hidrolik dari reservoir ke gelas ukur

(2) Lakukan pengujian dengan menghidupkan pompa dengan waktu selama (misal) 2 menit, 3 menit dan 4 menit, kemudian ukur berapa liter masing- masing cairan hidrolik yang ada di gelas ukur.

(3) Hitung masing-masing pengujian dengan membagi jumlah cairan hidrolik dengan waktu tersebut. Kemudian bandingkan dengan spesifikasi pompa tersebut apakah lebih rendah, ada diantaranya atau lebih tinggi,

(4) Jika hasil pengujian lebih kecil berarti pompa pompa harus diganti.

d) Katup Pengaman dan katup katup pengatur (Pengarah)

Pengujian katup pengaman dilakukan dengan membuat rangkaian dari reservoir, pompa,

dan katup pengaman. Diantara pompa dan katup pengaman dipasang hidrometer, untuk

mengetahui tekanan yang bekerja ke katup.

Peralatan yang dipergunakan adalah:

a. Cairan hidrolik

g.

Katup Pengaman

b. Reservoir

h.

Kran Penutup

c. Pompa hidrolik

i.

Kunci-kunci

d. Pipa saluran

j.

Obeng

e. Manometer

k.

Kain Lap

f. Penghubung

g h f e Saluran pengembali d c Gambar 30. Pengujian Katup b
g
h
f
e
Saluran pengembali
d
c
Gambar 30. Pengujian Katup
b

Langkahnya sebagai berikut:

(1) Hidupkan pompa hidrolik sampai cairan keluar dari saluran ke actuator

(2) Kemudian tutup kran penutup ke saluran by-pass (ke actuator). Kemudian

lihatlah berapa tekanannya sampai cairan hidrolik bisa keluar dari katup

pengaman ke saluran pengembali.

(3) Kemudian

coba

dikehendaki.

atur

mur

pengatur

sampai

tekanan

pengaman

yang

Sedangkan untuk pemeriksaan katup pengarah dari rangkaian tadi kran penutup diganti dengan katup pengarah, kemudian kita tes arah aliran cairan hidrolik yang keluar apakah sesuai dengan jenisnya. Hal ini perlu agar pada saat digunakan dan dioperasikan dalam sistem tidak mengalami hambatan yang verarti.

e) Penggerak (Aktuator)

Periksalah bagian penggerak linear yang akan digunakan apakah sesuai dengan jenis dan langkah (stroke) yang dikehendaki atau tidak. Sebelum memeriksa secara keseleruhan sebaiknya periksa terlebih dahulu komponen dari silinder terutama seal jangan sampai rusak. Hal ini diperlukan agar pada saat kita menggunakan tidak mengalami kesulitan dalam penerapan sistem secara keseluruhan. Peralatan yang dipergunakan yaitu:

a. Reservoir

b. Pompa hidrolik

c. Pipa saluran

d. Manometer

e. Penghubung

f. Katup pengaman

g.Katup pengarah

h.Silinder kerja tunggal atau

ganda

i. Cairan hidrolik

j. Kain Lap

f g e h
f
g
e
h
d c b
d
c
b

Saluran pengembali

a
a

Gambar 31. Pengujian

Langkah pengujian sebagai berikut:

(1) Buat rangkaian seperti rangkaian pemeriksaan katup pengarah, kemudian

tambahkan dengan saluran ke actuator dan ke reservoir dari katup pengarah

sesuai dengan lubang laluannya.

(2) Hidupkan motor hidrolik, kemudian atur katup pengarah sehingga actuator

bergerak maju, periksa berapa tekanannya pada hidrometr.

(3) Kemudian rubah posisi katup pengarah sehingga actuator bergerak mundur,

periksa pula tekanannya.

(4) Jika katup pengarah tiga posisi atur pada posisi closed, maka actuator tidak

bergerak periksa tekanannya.

2) Pengujian sistem hidrolik.

Apabila masing-masing komponen dari sistem hidrolik ini sudah diuji secara keseluruhan maka sistem hidrolik ini sudah bisa dipergunakan, tergantung kepada untuk apa sistem hidrolik ini digunakan. Tidak semua komponen sistem hidrolik ini mesti ada dalam satu rangkaian. Pengujian sistem hidrolik dilakuksn dengan memberikan mengoperasikan sistem tersebut sehingga bekerja sesuai dengan fungsi dan kapasitasnya. Berikut ini disediakan beberapa konstruksi rangkaian hidrolik. Namun bagi pembaca yang tidak memiliki hidrolik training unit tidak akan dapat melaksanakan latihan pengujian ini. Untuk itu sebaiknya dipelajari saja cara kerja rangkaian tersebut.

a) Pengujian Single Acting Cylinder

Siapkanlah komponen-komponen sebagai berikut:

- Power pack

- Single acting cylinder

- 3/2 way D.C.V (normally closed)

- Safety valve (relief valve)

- 2 pressure gauge

- Shut off valve

- Bandul (pemberat)

- Pipa-pipa flixible (pipa penghubung)

Rangkaikanlah komponen-komponen tersebut di atas seperti pada gambar rangkaian di bawah ini:

Gambar 32 Pengujian Silinder Kerja Tungggal
Gambar 32 Pengujian Silinder Kerja Tungggal

b) Double Acting Cylinder

Siapkanlah komponen-komponen sebagai berikut:

- Power pack

- Double acting cylinder

- 4/2 way D.C.V

- Pressure gauge

- Shut off valve

- Pipa-pipa flixible (pipa penghubung)

Rangkaikanlah komponen-komponen tersebut di atas menurut rangkaian berikut ini.

tersebut di atas menurut rangkaian berikut ini. Gambar 33. Pengujian Silinder c) Double Acting Cylinder

Gambar 33. Pengujian Silinder

c) Double Acting Cylinder dengan Menggunakan 4/3 Way D.C.V

Siapkanlah komponen-komponen sebagai berikut :

- Power pack

- 4/3 way D.C.V

- Double acting cylinder

- Pipa-pipa flixible

Rangkailah komponen-komponen tersebut di atas menurut rangkaian di bawah ini.

Rangkailah komponen-komponen tersebut di atas menurut rangkaian di bawah ini. Gambar 34 . Pengujian Silider Kerja

Gambar 34 . Pengujian Silider Kerja Ganda

c.

Rangkuman

1. Pengujian komponen hidrolik diperlukan agar pada saat penggunaan tidak terjadi kendala akibat terdapat komponen yang rusak

2. Reservoir diuji terhadap kebocoran dan dan sistem penyaringan terhadap kotoran

3. Cairan hidrolik diuji dari kekentalan dan kadar kemurnian cairan tersebut

4. Pompa hidrolik diuji berdasarkan kapasitas (kemampuan mengalirkan cairan hidrolik) tiap waktu dalam satuan liter/menit. Sedang Motor penggerak listrik diuiji jumlah putaran tiap menitnya.

5. Katup Pengaman diuji nilai batas katup mulai bekerja dalam satuan Mpa atau Kg/Cm 2 .

6. Katup Pengarah diuji dengan memperhatikan aliran cairan hidrolik yang mengalir sesuai dengan arahan katupnya.

7. Aktuator diuji dengan gerak dan tekanan yang dapat menggerakkan nya.

8. Sistem hidrolik diuji dengan memperhatikan batas kemampuan mengangkat atau menekan dengan membandingkannya terhadap kapasitas teoris (dalam brosur yang ada).

d. Tugas

1. Lakukan pengjuian pada peralatan hidrolik yang ada di bengkelmu!

e. Test Formatif

1. Bagaimanakah cara untuk mengetahui kekentalan oli (cairan hidrolik) jika ada dalam dua jenis wadah yang berbeda?

2. Bagaimanakah cara mengetes kapasitas pompa hidrolik?

3. Jika katup pengaman yang dapat diatur pegasnya, kemudian kita putar ke kanan sehingga terasa berat, apakah tekanannya tambah kecil atau tambah besar, jelaskan!

f. Kunci Jawaban Test Formatif

1. Secara sederhana kita bias menempatkan pada ketinggian yang sama, kemudian oli kita alirkan dengan selang yang sama besar. Tunggu berapa waktu. Kemudian kita lihat mana yang terlebih dulu banyak berpindah berati itu yang lebih kental.

2. Gunakan pompa untuk mengalirkan atau memompakan cairan. Kemudian tentukan waktunya, tunggu sampai waktu yang ditentukan kemudian hitung berapa liter cairan bisa dipindahkan dibagi waktu tersebut.

3. Jika katup pengaman diputar ke kanan ternyata baut pengatur tambah berat, berarti pegas dibagian dalam tambah kuat mendorong bola baja, sehingga cairan yang dapat mendorong bola baja tersebut harus dapat melawan pegas lebih kuat lagi. Berarti tekanan di yang ditimbulkan haakan lebih besar dari semula.

g. Lembar Kerja

1. Peralatan dan Bahan

a) Komponen sistem hidrolik

b) Kunci Ring Pas (Kombinasi)

c) Cairan hidrolik

d) Kain Majun

2. Keselamatan Kerja

a) Pergunakan kunci yang sesaui dengan ukuran baut atau mur

b) Ikutilah petunjuk instructor pada saat anda bekerja

c) Bekerjalah dengan teliti dan penuh tanggung jawab

d) Hati hati jangan sampai Oli hidrolik tumpah atau kena mata

3. Langkah Kerja

a) Persiapkan peralatan praktek dan bahan secara cermat dan efesien

b) Periksalah terlebih dahulu komponen yang akan dipasang dari kerusakan dan kotoran

c) Pasanglah bagian yang ada dudukannya terlebih dahulu

d) Pasanglah pipa penghubung atau selang dengan benar sesuai dengan aliran oli

e) Buatlah catatan penting pada saat anda melakukan praktek

4.

f) Setelah selesai bereskan dan simpan kembali peralatan yang digunakan pada tempatnya dan dalam keadaan bersih

Tugas

a) Buatlah laporan hasil praktek anda secara ringkas dan jelas

b) Buatlah rangkuman menurut anda sendiri dari hasil anda mempelajari kegiatan belajar 1 dan melakukan praltek serta observasi.

BAB. III EVALUASI

BAB. III EVALUASI A. Soal Teori 1. Prinsip dasar hukum apakah yang mendasari prinsip kerja hidrolik
BAB. III EVALUASI A. Soal Teori 1. Prinsip dasar hukum apakah yang mendasari prinsip kerja hidrolik

A. Soal Teori

1.

Prinsip dasar hukum apakah yang mendasari prinsip kerja hidrolik ? Jelaskan bagaimana bunyi hukum tersebut!

2.

Berikan contoh komponen sistem hidrolik yang dipergunakan pada rem hidrolik minimum 3 buah!

3.

Apakah fungsi katup pengarah, apa arti katup pengarah 4/3?

4.

Apa arti simbol katup pengarah berikut:

 

a.

a. b.  

b.

a. b.  
 
 

c.

  c.  
 

5.

Apa arti simbol penggerak katup berikut :

a.

a.   b.    
 

b.

a.   b.    
   

6.

Jenis katup apakah yang digunakan pada dongkrak hidrolik?

7.

Penggerak mula apakah yang digunakan pada dongkrak hidrolik?

8.

Bagaimanakah cara menguji kebocoran yang terjadi antara pompa dengan

katup pengarah (Direction Control Valve)?

B. Soal Praktek

Ajaklah temanmu maksimal dua orang untuk melakukan pembongkaran dongkrak hidrolik, kemudian telitilah komponen-komponennya. Setelah itu pasang kembali sehingga dongkrak tersebut bisa berfungsi dengan baik.

1.

Hukum Pascal, Benda cair yang ada pada suatu ruang jika diberi tekanan maka tekanan tersebut akan diteruskan ke segala arah sama besar

2. Contoh komponen sistem hidrolik pada rem adalah : Silinder master, silinder

roda, saluran

3. Fungsi katup pengarah adalah untuk melepas, mengehentikan atau

mengarahkan cairan hidrolik yang melalui katup tersebut sesuai dengan

perintah dari luar.

4. Katup pengarah dengan 2 lubang , 2 posisi ( normal menutup)

a.

b.

Katup pengarah dengan 4 lubang , 2 posisi

c. Katup pengarah dengan 4 lubang , 3 posisi (posisi tengan penutup penuh)

5. a. Penggerak katup dioperasikan dengan tuas

b. Penggerak katup dioperasikan dengan pedal

6. Katup yang digunakan pada dongkrak hidrolik yaitu katup pengarah check valve.

7. Penggerak mula yang digunakan pada hidrolik untuk menggerakkan pompa adalah penggerak manual menggunakan tuas.

8. Pasang rangkaian komponen sistem hidrolik, kemudian arahkan katup pada posisi close (menutup), perhatikan apakah ada tetesan cairan diantara pompa dan katup pengarah atau tidak. Hal ini tidak perlu lama cukup sampai cairan hidrolik keluar dari katup pengaman kembali ke reservoir.

D. Kriteria Kelulusan

No. Soal

Aspek Level Kunci

Skor

Bobot

Nilai

Keterangan

1

B

1

 

2

 

Syarat melanjut-

2

F

1

 

3

 

lanjutkan belajar,

3

G 2

 

6

 

Nilai minimal 7,0

4

A 1

 

1

 

Dengan skor tiap

5

F

1

 

3

 

Soal minimal 7

6

F1

 

2

 

7

A

1

 

1

 

8

F 1 / 2

 

7

   

9

D1 / G 2

 

10

 
 

Jumlah

35

 
 

Nilai Akhir

=

∑ Nilai

 

∑ Bobot

Keterangan melajutkan :

N

A = 7,0 s.d. 7,9 : memenuhi kriteria minimal dengan banyak bimbingan

N

A = 8,0 s.d. 8,9 : memenuhi kriteria dengan sedikit bimbingan

N

A = 9,0 s.d. 10

: memenuhi kriteria maksimal dengan tanpa bimbingan

E. Lembar Penilaian Praktek .

Nama Peserta No. Induk Program Keahlian Nama Jenis Pekerjaan

:

:

:

:

PEDOMAN PENILAIAN

   

Skor

Skor

 

No.

Aspek Penilaian

Maks.

Perolehan

Keterangan

1

2

3

4

5

I

Persiapan

     

1.1. Persiapan alat dan bahan

4

1.2. Membuat diagram rangkaian

3

1.3. Menganalisa jenis Komponen

4

1.4. Menguji koponen

4

Sub total

15

   

II

Proses (Sistematika & Cara Kerja)

 

3.1.

Cara menggunakan alat

10

3.2.

Cara memeriksa komponen

10

3.3.

Cara memasang komponen

10

 

Sub total

30

III

 

Kualitas Produk Kerja

 

4.1.

Hasil pemasangan sesuai standard

15

4.2.

Hasil pemasangan dilakukan pengujian

15

 

Sub total

30

IV

Sikap/Etos Kerja

 

5.1.

Tanggung jawab

2

5.2.

Ketelitian

3

5.3.

Inisiatif

2

5.4.

Kemandirian

2

5.5

Kerjasama

3

5.6

Kejujuran

3

5.7

Ketekunan

3

5.8

Pemecahan masalah

2

Sub total

15

V

Laporan

 

6.1. Sistimatika penyusunan laporan

4

6.2. Kelengkapan bukti fisik

6

 

Sub total

10

 

Total

100

KRITERIA PENILAIAN

Nilai Akhir

=

∑ Skor Perolehan

10

No.

Aspek Penilaian

Kriteria Penilaian

Skor

I

Persiapkan 1.1. Persiapan alat dan bahan

Alat dan bahan disiapkan sesuai

4

   

kebutuhan

0

Alat dan bahan tidak disiapkan

1.2.

Membuat diagram rangkaian

Diagram dibuat sesuai dengan standard

3

 

dibuat

Diagram