Anda di halaman 1dari 2

Aripiprazole (Abilify) Mekanisme kerja aripiprazole berbeda dengan antipsikotik atipikal lain (clozapine, olanzapine, quetiapine, ziprasidone, risperidone).

Bukan sebagai antagonis reseptor D2, aripiprazole berlaku sebagai agonis parsial D2. Aripiprazole juga merupakan agonis parsial reseptor 5-HT1A, dan seperti antipsikotik lain menunjukkan profil antagonis reseptor 5HT2A. Aripiprazole juga merupakan antagonis reseptor 5-HT7 dan agonis parsial reseptor 5HT2C, keduanya dengan afinitas tinggi. Mekanisme terakhir juga mendasari kenaikan berat badan yang lebih minimal daripada antipsikotik lain. Aripiprazole memiliki afinitas sedang untuk histamin, alfa adrenergik, dan reseptor D4 dan juga transporter serotonin, namun tidak memiliki afinitas yang berharga untuk reseptor muskarinik kolinergik. Efek samping Pada dewasa Mual Muntah Konstipasi Sakit kepala Pusing Akatisia Anxietas Insomnia Gelisah

Pada anak-anak Jarang Twitching, tremor, kejang, kenaikan berat badan. Beberapa orang mungkin merasa pusing, terutama saat bangun dari posisi berbaring atau duduk, atau mungkin mengalami denyut jantung yang meningkat. Sindrom neuroleptik malignan (demam, kaku otot, nafas cepat, berkeringat, kesadaran menurun, dan perubahan tiba-tiba terhadap tekanan darah dan denyut jantung). Perasaan mengantuk Sakit kepala Muntah Fatig Peningkatan nafsu makan Insomnia Mual Hidung tersumbat Berat badan bertambah Gelisah, tremor, kaku otot

Pikiran dan percobaan bunuh diri Ereksi yang menyakit dan/atau dipertahankan Tardive dyskinesia (sama seperti pengobatan antipsikotik lain) Stroke (pasien lanjut usia dengan demensia mungkin dapat mengalami stroke) Reaksi alergi (mulut atau tenggorok bengkak, gatal, ruam), gangguan berbicara, gugup, agitasi, pingsan, kadar fungsi hati abnormal, inflamasi pankreas, nyeri, kelemahan, kekakuan, atau kram otot

Interaksi obat Aripiprazole adalah substrat CYP2D6 dan CYP3A4. Koadministrasi dengan obat yang menginhibisi (misalnya paroxetine, fluoxetine) atau menginduksi (misalnya carbamazepine) enzim-enzim metabolik ini dapat meningkatkan dan mengurangi kadar aripiprazole di plasma. Oleh karena itu orang yang menggunakan aripiprazole harus waspada terhadap dosis aripiprazole harus dinaikkan atau diturunkan. Aripiprazole dapat mengubah efek subyektif alkohol. Satu studi menemukan bahwa aripiprazole meningkatkan efek sedasi dan mengurangi perasaan euforia yang biasanya berhubungan dengan konsumsi alkohol. Akan tetapi studi lain menunjukkan tidak ada perbedaan efek subyektif alkohol antara kelompok plasebo dan kelompok yang menggunakan aripiprazole. Farmakokinetik Aripiprazole menujukkan kinetik linear dan waktu paruh eliminasi sekitar 75 jam. Konsentrasi plasma stabil dicapai dalam 14 hari. Konsentrasi plasma maksimum dicapai 3-5 jam setelah dosis oral. Bioavailabilitas tablet oral sekitar 90% dan obat ini mengalami metabolisme hepatik ekstensif (dehidrogenasi, hidroksilasi, dan N-dealkilasi), terutama oleh enzim CYP2D6 dan CYP3A4. Metabolit aktif satu-satunya yang diketahui adalah dehidroaripiprazole, yang biasanya berakumulasi sampai sekitar 40% konsentrasi aripiprazole. Obat parenteralnya diekskresi hanya secara samar, dan metabolitnya yang aktif maupun tidak diekskresi melewati fese dan urin. Bila diberikan setiap hari, konsentrasi aripiprazole di otak akan meningkat untuk periode 10-14 hari sebelum mencapai kadar stabil dan konstan. Sediaan Injeksi intramuskular, solusio: 9,75 mg/mL (1,3mL) Solusio oral: 1mg/mL (150mL)(mengandung glicol propilena, sukrosa 400mg/mL, dan fruktosa 200mg/mL; rasa krim jeruk) Tablet: 2mg, 5mg, 10mg, 15mg, 20mg, 30mg Tablet oral meluruh: 10 mg (mengandung fenilalanin 1,12mg; rasa krim vanila), 15 mg (mengandung fenilalanin 1,68mg; rasa krim vanila)

Dosis awal anjuran 10-15 mg / hari (skizofrenia), 15 mg (bipolar), 2-5 mg (depresi mayor)