Anda di halaman 1dari 20

LANGKAH MENUJU KEBERHASILAN WIRAUSAHA

Untuk sukses wirausaha, pertama-tama harus memiliki ide, kemudian ada kemauan & keberanian untuk menghadapi baik waktu maupun uang

MOTIF BERPRESTASI KEWIRAUSAHAAN


Terletak pada kemauan dan kemampuan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih efisien Contoh umum Contoh dalam organisasi Self Actualization needs Esteem needs Social needs Security needs Physiological needs

Pemenuhan diri

Tantangan Kerja Jabatan Teman bekerja Jaminan Pensiun Gaji

Status Berteman Stabilitas perlindungan

FAKTOR PENYEBAB KEGAGALAN DAN KEBERHASILAN KWU


Faktor penentu Kegagalan & Keberhasilan Kwu 1. Kelemahan 2. Peluang 3. Kemampuan 4. Pengalaman
FAKTOR KEGAGALAN: 1. Tidak kompeten dalam manajerial 2. Kurang pengalaman (teknik, ketrampilan, visualisasi usaha, koordinasi, dll 3. Kurang dapat mengendalikan keuangan 4. Gagal dalam perencanaan 5. Lokasi kurang memadai 6. Kurangnya pengawasan peralatan 7. Kurang sungguh-sungguh dalam berusaha 8. Tidak mampu melakukan transisi wirausaha

BEBERAPA POTENSI PENYEBAB ORANG MUNDUR BERWIRAUSAHA:


1.Pendapatan tidak menentu 2.Kerugian akibat hilangnya modal investasi 3.Perlu kerja keras dan waktu yang lama 4.Kualitas kehidupan yang tetap rendah

meskipun usahanya mantap

Faktor Penentu Keberhasilan Kwu Kemampuan & kemauan Tekad yang kuat dan kerja keras Kesempatan dan peluang

KEUNTUNGAN & KERUGIAN BERWIRAUSAHA


KEUNTUNGAN BERWIRAUSAHA: OTONOMI, seperti BOS Tantangan awal dan motif prestasi yang tinggi Bebas mengontrol Finansial & merasa kaya KERUGIAN BERWIRAUSAHA: PENGORBANAN PERSONAL (sibuk, sedikit waktu untuk keluarga, rekreasi) BEBAN TANGGUNG JAWAB harus mengelola semua fungsi bisnis KECILNYA MARGIN KEUNTUNGAN & KEMUNGKINAN GAGAL

PENDAHULUAN
Masalah umum yg selalu dihadapi oleh para pelaku usaha kecil, menengah pada umumnya meliputi sbb :

PEMBUATAN PROFIL USAHA


1. NIAT MENJADI PELAKU USAHA
Tetapkan secara bulat niat dan komitmen untuk menjadi seorang pelaku usaha. Ajaran membenarkan bahwa segala sesuatu yg akan kita ajarkan harus dilandasi oleh niat yang baik.

2. MENGANALISIS KEMAMPUAN PRIBADI:


Dengan jujur lakukanlah analisis terhadap diri anda, meskipun anda telah memiliki niat dan tekad yg kuat. Niat dan tekad saja tidak cukup masih perlu didukung oleh pengetahuan dan ketrampilan.

3.MENETAPKAN PILIHAN PRODUK BARANG ATAU PRODUK JASA:


Tetapkanlah jenis produk yg akan anda jadikan komoditi untuk dibuat dan dipasarkan. Pilihlah produk barang atau produk jasa yg sangat menarik minat kita.

PEMBUATAN PROFIL USAHA


4. MEMPELAJARI PASAR
Pendekatan peluang pasar artinya kita membuka usaha untuk menjual barang atau jasa yang sedang laku dipasar. Pelajari kondisi pasar paling baik selama setahun terakhir ini. Barang atau Jasa apakah yg pada saat ini paling laku atau sedang dicar pembeli dan harganya relatif bagus.

5. MERENCANAKAN HASIL PENJUALAN:


Menghitung hasil penjualan yakni total penjualan biaya operasional. Hal yg sangat penting disini jangan sampai terjadi total penjualan setelah dikurangi biaya operasional hasilnya minus.

6. MENENTUKAN LOKASI
Untuk beberapa mata dagangan lokasi atau tempat usaha memiliki peran yg sangat strategis. Lokasi yg tidak memiliki akses jalan akan berdampak pada besarnya biaya angkut yg akan berpengaruh terhadap harga barang yg akan dijual. Seringkali pelaku usaha menghadapi masalah dilematis dalam menentukan lokasi, Lokasi yg strategis pada umumnya harga atau sewanya relatif mahal. Jalan kompromi : untuk lokasi yg strategis tetapi mahal disewa secukupnya untuk keperluan tempat penjualannya. Sedangkan untuk tempat penimbunan atau gudang ditempatkan dilokasi yg kurang strategis.

7. MENGEMBANGKAN PRODUK
Mengembangkan perencanaan produk tidak terbatas hanya kepada produk hasil olahan sendiri, akan tetapi termasuk juga pada jenis produk yg akan dipasarkan dimasa datang sejalan dengan kebutuhan dan keinginan pasar. Sebaiknya setiap pembeli menanyakan sesuatu produk, ia sapat memperolehnya dari toko kita. Dewasa ini kebijakan pelaku usaha berusaha membuat pelanggan berada dalam ONE-STOP SHOPING. Pelanggan didorong untuk datang kesuatu tempat dan membeli barang-barang yg dibutuhkan dan diinginkan sampai tuntas.

8. MENGEMBANGKAN PEMASARAN
Mengembangkan rencana pemasaran mempunyai beberapa alternatif ;
MEMBUKA MEMBUKA MEMBUKA MEMBUKA ADA PASAR PASAR PASAR PASAR YG BARU UNTUK PRODUK YG TELAH ADA YG BARU UNTUK PRODUK YG BARU YG SUDAH ADA UNTUK PRODUK YG BARU YANG SUDAH ADA UNTUK PRODUK YANG SUDAH

Untuk menyusun rencana diperlukan informasi yg cukup mendukung. Disinilah pentingnya informasi tentang pasar. Informasi pasar berkaitan dengan PRODUK SENDIRI, PRODUK MILIK PESAING, JUMLAH PELAKU USAHA, KELOMPOK PEMBELI, PENDATANG BARU, BARANG TIRUAN DSB. Informasi ini harus dihimpun secara sistematis dan berkelanjutan.

9. MENGEMBANGKAN ORGANISASI
Adanya peningkatan kegiatan dan tentunya memerlukan tambahan sumber daya (tenaga kerja, keuangan, peralatan fisik, dan data/informasi). Oleh karena itu perlu direncanakan pengembangan organisasi dan manajemen. Untuk perencanaan dan pengembangan organisasi dan manajemen ada baiknya kalau menimba pengalaman dari perusahaan lain yang telah berhasil mengembangkan diri. Beberapa perusahaan biasanya menyusun rencana dalam tahapan tahapannya. Proses Perencanaan memerlukan kejujuran (kekuatan & kelemahan internal) sangat berkaitan dg SWOT

10. MENGEMBANGKAN ASPEK YURIDIS


Apabila perusahaan belum mempunyai status hukum yg kuat kiranya perlu dibentuk usaha yg memiliki badan hukum. Tujuannya dengan memilki badan hukum tanggung jawab kepada masyarakat menjadi lebih luas. Bentuk bentuk badan hukum di Indonesia sangat beragam dari usaha perorangan sampai perseroan terbatas terbuka.

11. MENGEMBANGKAN ADMINISTRASI


Ketika usaha anda telah berjalan beberapa waktu, untuk menjalankan langkah selanjutnya anda perlu membuat rencana kedepan. Disamping itu anda juga perlu membuat rencana ke depan Sistem administrasi yg dibutuhkan dalam rangka dan menciptakan sistem informasi internal meliputi sistem akuntansi, sistem informasi keuangan, sistem informasi kepegawaian, dll

12. MENGEMBANGKAN PROTEKSI MELALUI ASURANSI


Resiko telah merupakan bagian dari bisnis yg dampaknya mungkin terjadi setiap saat, seperti risiko kebakaran, kecelakaan pegawai, persediaan bahan baku dll. Oleh karena itu pelaku usaha harus mengembangkan perencanaan proteksi terhadap aset dan kegiatan operasional usaha dengan membeli asuransi.
Untuk bangunan, inventaris, persediaan bahan baku, bahan pembantu dapat diproteksi dh asuransi utk resiko kebakaran, kebanjiran dan gempa bumi, Untuk pegawai diproteksi asuransi untuk resiko kecelakaan diri. Apabila perusahaan telah berkembang sebaiknya program proteksi asuransi juga disesuaikan dg kebutuhan misalnya dg membeli asuransi utk mengatasi gangguan usaha (business interruption), gangguan ketidaksetiaan pegawai (dishonesty the employees) dll

13. MERENCANAAN KOMPUTERISASI


Sejalan dengan perkembangan teknologi maka pelaku usaha tidak lagi bisa menutup mata tentang fakta ini. Penggunaan teknologi dan utamanya komputer dilingkungan dunia usaha sudah menjadi suatu kebutuhan. Pelaku usaha tidak mungkin tidak acuh dengan perkembangan teknologi, atau pesaing yg akan menggunakan lebih dahulu dan pelaku usaha kemungkinan ditinggalkan oleh para pelanggannya.

14. MENGEMBANGKAN MANAJEMEN MUTU


Perubahan perilaku konsumen pada umumnya diakibatkan oleh selalu berubahnya kebutuhan dan peningkatan kualitas barang dan jasa yg dibeli Guna mengantisipasi kondisi pasar yg demikian maka pelaku usaha sudah harus siap dengan pengembangan manajemen mutu. Pengembangan mutu tidak hanya untuk waktu sesaat, melainkan harus dijalankan secara konsisten & berkesinambungan.

15. MENGEMBANGKAN RENCANA KEUANGAN


Dikembangkannya perencanaan keuangan agar lalu lintas sumberdaya finansial dapat dikendalikan dengan baik. Kondisi yg baik antara lain ditandai oleh adanya atau terjadinya surplus dana. Surplus dana ini harus diperoleh dari hasil kegiatan operasional dan bukan berasal dari sumber lain.

16. MENYIAPKAN PRASARANA SURAT MENYURAT


Sebagai media kegiatan komunikasi kepada masyarakat umumnya relasi pada khususnya sebaiknya dipersiapkan sarana & prasarana pendukung (kop surat, amplop, map, kuitansi, faktur dll..yg dilengkapi dg logo & nama perusahaan serta alamat langkap.

Berbagai alat pendukung di atas dimaksudkan sbg sarana komunikasi perusahaan kpd masyarakat maupun sbg sarana informasi dari masyarakat ke perusahaan. Konsistensi dalam komunikasi mencerminkan adanya keterlibatan manajemen dalam setiap tindak & langkah yg telah, sedang dan akan dijalankan perusahaan.

HATUR NUHUN