Anda di halaman 1dari 22

SINONIM

Gangguan mood - Gangguan afektif Definisi Suatu kelompok ggn jiwa dgn gambaran utama terdptnya gang mood yg disertai dgn sindroma manik atau depresif yg lengkap atau tidak lengkap yg tdk disebebkan oleh gang fisik/gang jiwa lainnya.
-

Mood adalah pengalaman emosional individual yang bersifat menyebar. Gangguan mood merupakan suatu tipe gangguan yang ditandai dengan

gangguan pada mood.

Tipe-tipe Gangguan Mood Gangguan Depresi (Gangguan Unipolar)


Gangguan Depresi Mayor Gangguan Distimik

Gangguan Perubahan Mood (Gangguan Bipolar) Gangguan Bipolar

Gangguan Siklotimik
08/04/2013

Terjadinya satu atau lebih periode atau episode depresi (disebut depresi mayor)

tanpa ada riwayat terjadinya episode manik atau hipomanik. (manik dan hipomanik dijelaskan tersendiri dalam gangguan bipolar). kembalinya mereka pada keadaan fungsional yang biasa.

Seseorang dapat mengalami satu episode depresi mayor, yang diikuti dengan Umumnya seseorang yang pernah mengalami episode depresi mayor dapat

kambuh lagi di antara periode normal atau kemungkinan mengalami hendaya pada fungsi-fungsi tertentu.
Merupakan tipe yang paling umum dari gangguan mood. Perkiraan prevalensi

semasa hidup berbeda pada laki-laki dan perempuan.


Perempuan = 10% - 25% Laki-laki = 5% - 12%

Pada episode depresi parah, dapat disertai ciri psikosis seperti delusi bahwa

tubuhnya digerogoti penyakit atau halusinasi seperti mendengar suara yang mengutuk mereka atas kesalahan yang dipersepsikan
08/04/2013

Episode

manik Gangguan afektif bipolar Episode depresif Gangguan depresi berulang Gang suasana perasaan menetap Gang suasana perasaan lainnya Gang suasana perasaan yg tidak tergolong

EPISODE MANIK
Episode manik yaitu merupakan suatu periode peningkatan euforia

yang tidak realistis, sangat gelisah dan aktivitas yang berlebihan, yang ditandai dengan perilaku yang tidak terorganisasi dan hendaya dalam penilaian.
Episode manik biasanya bertahan beberapa minggu hingga

beberapa bulan, umumnya lebih singkat durasinya dan berakhir secara lebih tiba-tiba daripada episode depresi mayor.
Selama episode manik, mereka mengalami elevasi atau ekspansi

mood yang tiba-tiba dan merasakan kegembiraan, euforia atau optimisme yang tidak biasa.
Mereka tampak memiliki energi yang tidak terbatas dan menjadi

sangat suka bergaul, dan bisa sampai pada tahap menuntut dan memaksa terhadap orang lain

Gangguan Bipolar I
Paling tidak mengalami satu episode manik secara penuh.

Di banyak kasus, individu mengalami perubahan mood antara rasa girang dan depresi diselingi dengan periode antara berupa mood normal. Gangguan Bipolar II
Diasosiasikan dengan bentuk maniak yang lebih ringan.

Seseorang mengalami satu atau lebih episode-episode depresi mayor dan paling tidak satu episode hipomanik (episode yang lebih ringan dari manik).
Tidak pernah mengalami satu episode manik penuh.

Aliran

psikoanalitik, misalnya - aggresion turn inward model - Aliran behavior, krn keengganan yg tidak bisa dikontrol yg berlangsung lama - Aliran sosiologik, karena hilangnya status individu - Aliran biologik
-

Biogenic amine model : karena adanya ggn pd neurotransmiter terutama serotonin dan catecolamin

Faktor

genetik Faktor konstitusi fisik Kepribadian promorbid

Gejala

klinik Berdasarkan keparahannya dibagi atas Hipomania Mania akut Mania deliria

Hipomania

: suka humor, bicara banyak dan sukar dihentikan, rapi, bekerja terus tp tingkah lakunya agak kacau, tidak sabar, impulsif, tujuan dr aktivitasnya tidk begitu penting, boros dalam keuangan, aktivitas seksual meningkat Mania akut: sopan santun (-), cepat marah dan bengis, aktivitasnya meningkat dan berubah-ubah, flight of ideas, inkoherensi, afek labil, waham (+)

Mania

deliria : kontak (-), inkoherensia, halusinasi, waham Gejala-gejala lain : berat badan menurun, konstipasi, insomnia, menstruasi tidak teratur

B.

Episode depresif berat : Afek : interest ; tdk sanggup utk merasa senang thdp sesuatu; selalu menangis; putus asa; tdk sanggup utk mengambil 10 keputusan; penampakannya lebih tua dari usianya Kognitif : merasa tdk berguna; merasa berdosa; pikiran suicide; hipokondriasis; merasa selalu gagal; waham nihilistik

Psikomotor

: aktivitas dan lambat; pembicaraan direduksi, monoton, dan pelan; kebersihan diri ; hub interpersonal ; fungsi marital ; kepuasan 11, personal kerja ; kdg2 agitasi; suicide (+) Gejala2 lain : insomnia; anoreksia; BB ; amenorrhea; libido

Diagnosis banding : a. Tipe manik : - sindroma afektif organik dengan mania - skizofrenia - ggn kepribadian siklotimik b. Episode depresif berat : - sindroma afektif organik dengan depresi - dementia - skizofrenia - ggn distimik - ggn kepribadian siklotimik - ggn mental kronik - ggn cemas perpisahan

Terapi

: - tujuan : 1. Utk menenangkan simtom penderitaannya 2. Mencegah simtom suicide/homicide 3. Memperpendek perjalanan penyakit 4. Mencegah episode berikutnya 5. Membantu pasien bagi suatu pengertian yg lebih baik thdp kepribadiannya

Caranya

1. Hospitalisasi 2. Terapi obat2an 3. ECT 4. Psikoterapi

Indikasi

ECT : 1. Pasien tdk responsif thdp obat 2. Pasien tdk mau makan obat Kondisi kliniknya sedemikian parah 3. dimana perbaikan yg cepat hanya dengan ECT

Obat2an : a. Utk episode depresif berat : - dapat diberikan obat antidepresan, mis : amitriptyline dengan dosis : 75-150 mg/hr (jgn diberikan pd usia lanjut krn efek jantung, efek sedasi cukup besar) - - flokcetin (pagi hari) 10mg-20mg (dosis minimal) - - anti psikotik dlm dosis kecil bisa untuk anti cemas - bila disertai dengan gejala agitasi, maka dpt diberikan obat antipsikotik, mis : chlorpromazine dengan dosis : 300-1500 mg/hr

b. Utk tipe manik : - diberikan obat antipsikotik, mis : haloperidol dengan dosis : 15-30 mg/hr atau chlorpromazine : 300-1500 mg/hr

Prognosis : - Secara umum : baik, namun ada kemungkinan utk recurrent - Serangan manik berakhir 3 bln - Serangan depresif berakhir 6 bln

Faktor2 yg mempengaruhi prognosis : 1. Kepribadian pramorbid 2. Gejala klinik, misalnya bila ada simtom hipokondriasis atau depersonalisasi serta kecenderungan utk paranoid, maka prognosisnya buruk 3. Jenis kelamin prognosisnya lebih buruk 4. Usia serangan. Makin dini onset usia serangan pertama, maka makin besar kemungkinan utk terjadi serangan berikutnya

. Frekuensi serangan. Makin sering serangan maka makin buruk prognosisnya 6. Jenis serangan. Serangan pertama prognosisnya lebih baik 7. Faktor konstitusi fisik. Bila kurang tanda2 atau faktor konstitusi fisik, maka prognosisnya lebih baik