Anda di halaman 1dari 37

SINUS PARANASAL

1. S. MAKSILA 2. S. ETMOID 3. S. SFENOID 4. S. FRONTAL

FUNGSI S. PARANASAL
AIR CONDITIONING RESONANSI SUARA PELINDUNG ORGAN PENTING MEMBANTU KESEIMBANGAN KEPALA PELINDUNG PERUBAHAN TEKANAN UDARA MENDADAK

SINUS MAKSILA
ANTRUM HIGHMORE
: IRRUGULAR PYRAMID : PROC. ZYGOMATICUS : DD . LAT. CAV. NASI BENTUK A PEX BASIS

BATAS CRANIAL CAUDAL ANTERIOR

: PERMUKAAN ORBITAL OSS. MAKSILARIS : PROC. ALVEOLARIS OSS. MAKSILARIS : PERMUKAAN INFRA TEMPORALIS OSS. MAKSILARIS

MEDIAL PARS. DESC. OSS. LACRIMALIS PROCS. MAKSILA CONCHA INFERIOR PROCS. UNCINATUS OSS.ETMOIDALIS LAMINA PERPENDICULARIS OS.PALATUM

SINUS ETMOID
CELLULAE ETMOID ANTERIOR : 3 - 4 CELLULAE RECESSUS FRONTALIS 1 - 7 CELLULAE INFUNDIBULLER 1 - 6 CELLULAE BULAR CELLULAE ETMOID POSTERIOR (0-6) MEATUS NASI SUPERIOR RECESSUS ETHMOIDALIS

BATAS-BATAS :
LATERAL - LAMINA PAPYRACEA - OS. LACRINALIS MEDIAL - CONCHA SUPERIOR - CONCHA MEDIA SUPERIOR - PROCESUS FRONTALIS MAKSILA - OS. FRONTALIS ANTERIOR - OS NASALE & PROC.FRONTALIS MAKSILA POSTERIOR - SINUS SFENOID

SINUS FRONTALIS BATAS-BATAS (TULANG TIPIS) ATAP ORBITA FOSSA CRANII ANTERIOR MUARA

MELALUI DUCTUS NASO FRONTALIS LANGSUNG KE CAVUM NASI - RECESSUS FRONTALIS - INFUNDIBULUM ETHMOIDALIS

SINUS SFENOID
BATAS CRANIAL LATERAL

: FOSSA CRANII MEDIA : SINUS CAVERNOSUS A.CAROTIS INTERNA POSTERIOR : FOSSA CRANII POSTERIOR INFERIOR : ATAP NASOFARING
MUARA BAGIAN ATAS DINDING POSTERIOR RESESUS SFENOIDALIS

PEMERIKSAAN
SISTEMATIKA PEM. SUDAH BAKU
ANAMNESA PEMERIKSAAN FISIK PEMERIKSAAN KHUSUS DIAGNOSA BANDING DIAGNOSA TERAPI

ANAMNESA IDENTITAS PEND. UMUR KELAMIN PEKERJAAN TEMPAT TINGGAL KELUHAN UTAMA TANDA = BENGKAK = PESEK = BENGKOK GEJALA (GANGGUAN FUNGSI) = OBSTRUKSI = HIPOSMIA ANOSMIA = CACOSMIA = RHINOLALIA C LAUSA APERTA = BERSIN-BERSIN = EPISTAKSIS

KELOMPOK PENYAKIT HIDUNG RADANG TUMOR TRAUMA CORPUS ALIENUM KELAINAN BENTUK (ANATOMIS)

PEMERIKSAAN FISIK PEM.DARI LUAR - INSPEKSI - PALPASI PEM.DARI DALAM - RHINOSKOPI ANTERIOR - TANPA ALAT - DENGAN ALAT - RHINOSKOPI POSTERIOR PEMERIKSAAN MEDIS - DIAFANOSKOPIS - TRANSILUMINASI - RONGENT FOTO - CT. SCANNING

SINUS FRONTAL
INTERVENSI & VASC. MASUK MELALUI SATU ATAU LEBIH LUBANG-LUBANG KECIL PADA ATAP INCISURA SUPRA ORBITALIS YANG MERUPAKAN CABANG DARI : A. SUPRA ORBITALIS ANASTOMOSE V. SUPRA ORBITALIS dan V. OPTHAMICA N. SUPRA ORBITALIS

SINUS SFENOID
INERVASI DAN VASC. BERASAL DARI CABANG-CABANG : GANGLION SPHENOPALATINA N. ETHMOIDALIS POSTERIOR A. SPHENOPALATINA A. ETHMOIDALIS POSTERIOR

SINUS ETMOID
INERVASI DAN VASC. DILAKUKAN OLEH CABANG-CABANG :

o R. NASALIS LATERALIS POSTERIOR. A.SPHENOPALATINA o CABANG-CABANG A.ETHIMOIDALIS ANTERIOR dan POSTERIOR o DARAH VENA KE VENAE CAV. NASI TERUS KE V..OPTHALMICA o N.OPHTHALMICUS (R.ETHMOIDALIS ANTERIOR N.NASOCILLIARIS) o N.MAXILLARIS (R.NASALIS POSTERIOR LATERALIS GANGLION SPHENOPALATINA & R.ASSCENDENS GANGLIONS SPHENOPALATINA) o KADANG-KADANG JUGA OLEH R.ETHMOIDALIS POSTERIOR N.NASOCILLIARIS

SINUS MAKSILA
VASKULARISASI A. LABIALIS SUPERIOR A. INFRA ORBITALIS A. AVEOLARIS
INERVASI CAB. N. PETR. SUP. M N. MAKSILARIS

MEMBR. MUKOSA S. MAKSILA KELANJUTAN CAV. NASI EPITH COLUMNER PSEUD COM. BERSILIA PEMBULUH DARAH SEDIKIT ASPEK KLINIS YANG PERLU DIPERHATIKAN TERHADAP ANATOMI S.MAKSILA DASAR S. MAXILL YANG SANGAT BERDEKATAN DENGAN AKAR GIGI RAHANG ATAS BATAS CRANIAL S. MAXILL DENGAN ORBITA POSISI OSTIUM S. MAXILL

SINUSITIS MAKSILARIS
RHINOGEN : = KOMPL. RHINITIS = FAKTOR PREDISPOSISI PENYEBAB : 1. VIRUS * FILTRABLE VIRUS 2. BAKTERI * PHEUMOCOCCUS * STREPTOCOCCUS * STAPHYLOCOCCUS * HAEMOPHYLUS INFLUENZAE 3. FUNGAL * ASPERGILLOSIS

PREDEPOSISI BENDA ASING CAV. NASI DEVIASI SEPTUM NASI FACIAL FRACTUR BAROTRAUMA AKUMULASI SEKRESI SINUS RHINITIS ALLERGICA POLIEP NASI, INVERTED PAPILLOMA CARCINOMA NASI ONDOGEN/PENTOGEN (10%) APICAL ABSES,PERIODONTITIS,CARIES KOML. EKSTR. GIGI MOLAR ATAS KISTA PADA RAHANG ATAS

KLASIFIKASI SINUSITAS MAKSILARIS (BERDASARKAN PERUBAHAN PROSES PATOLOGI)


S. MAKSILARIS AKUT : - IN FILTRASI P M N, VASCULER CONGESTIVE DESKUAMASI PERMUKAAN EPITH - PERUBAHAN BERSIFAT REVERIBEL

S. MAKSILARIS KRONIK
- DESKUAMASI, REGENARASI, METAPLASI

- PADA LAPISAN SUBMUKOSA MIKROABSES JARINGAN GRANULASI, SIKATRIK DIKELILINGI INFILTRASI P M N - PERUBAHAN GAMBARAN PATOLOGIS, LEBIH KOMPLEKS DAN IRRIVERSIBEL

GEJALA KLINIK S. MAKSIL AKUT

SUBYEKTIF DEMAM, MALAISE, SAKIT KEPALA PERASAAN PENUH PADA MUKA SAKIT PADA GIGI OBSTRUKSI HIDUNG OBYEKTIF SEKRET MUCOPURULEN PIPI BENGKAK PD ONDOTAGEN

S. MAKSILARIS KRONIS
SUBYEKTIF - GEJALA DIATAS SAMAR-SAMAR - CACOSMIA OBYEKTIF - DISCH. MUKOPUR PUR - MUCOSA NASI CONGESTIVE - OROANTHRAL FISTULA - POLIP NASI, INVERTED PAPILLOMA NASI - ANTHROCOANAL POLIEP DIAGNOSA - ANAMNESA - RHINOSKOPI - TRANSILUMINASI - RADIOLOGIS - IRRIGASI TERAPI - KONSERVATIF - IRRIGASI - OPERATIF - CWL - FESS

SINUS ETMOID MERUPAKAN SEL-SEL MENYERUPAI SARANG TAWON (CELLULAE ETMOIDALIS) TERLETAK DALAM MASA BAG. LATERAL TL. ETH. DIANTARA CONCHA MEDIA DAN DINDING MEDIA MATA BATAS-BATAS LATERAL LAMINA PAPYRACEA DAN OS. LACRIMALIS MEDIAL CONCHA SUPERIOR DAN MEDIA SUPERIOR PROC. FRONTALIS MAKSILA OS. FRONTALIS ANTERIOR OS. NASALE PROC. FRONTAL MAKSILA POSTERIOR SINUS SFENOID

CELLULAE ETHMOIDALIS ANTERIOR FRONTAL RECESS ETHMOIDAL CELLS (CELLULAE ETHMOIDALIS RECESSUS FRONTALIS) GENETIK BERHUBUNGAN ERAT DENGAN SINUS FRONTALIS JUMLAH 3 4 LUBANG MASUK KE RECESSUS FRONTALIS DARI MEATUS MEDIA INFUNDIBULLAR ETHMOID CELLS (CELLULAE ETHMOIDALIS INFUNDIBULARIS) JUMLAH MASUK KE INFUNDIBULUM ETHMOIDALIS JUMLAH 6 7 3.BULLAR ETHMOID CELLS (CELLULAE ETHMOIDALIS BULLARIS) LUBANG MASUK KE MEATUS MEDIA PADA ATAU DIATAS BULLA ETHMOIDALIS JUMLAH 1 6 CELLULAE ETHMOIDALIS POSTERIOR JUMLAH 1 7 LUBANG MASUK KE MEATUS SUPERIOR

MANIFESTASI KLINIS GEJALA-GEJALA PADA SINUS ETMOID : - BERHUBUNGAN DENGAN CORYZA - BERSIN-BERSIN, OBSTR. NASI NYERI KEPALA DI GLABELLA VETEX REGIO PARIETAL - NYERI PANGKAL HIDUNG - GERAKAN BOLA MATA TERBATAS CANTUS MEDIAL dan HIDUNG BENGKAK

PADA RHINOSKOPI ANTERIOR SEKRET MUKO PURULEN KONGESTI & ODEM DI RONGGA HIDUNG TENGAH POLIPOSIS NASI DIAGNOSA INSPEKSI PALPALASI & PERKUSI RHINOSKOPI ANTERIOR & POSTERIOR RADIOLOGIS : - UPRIGHI WATERS VIEW - LATERAL VIEW - SUB MENTAL VIEW - PROVOKASI TEST

SINUSITIS ETMOIDALIS
ETIOLOGI INFEKSI BAKTERI, VIRUS, JAMUR ALERGI SEKUNDER INFEKSI RINITIS TRAUMA
PREDEPOSISI PENY. SISTEMIK KURANG VITAMIN KESEHATAN BURUK KELAINAN ANATOMIS / FISIOLOGIS GANGGUAN DRAINAGE TUMOR

DD : NEOPLASMA SINUS SAKIT MUKA ATIPIK TEMPORAL ATERITIS TRIGEMINAL NEURALGIA SINUSITIS PARANASAL LAIN PENGOBATAN : CONSERVATIF : ISTIRAHAT GISI BAIK ANTIBIOTIKA DECONGESTAN OPERATIF : ETMOIDEKTOMI

SINUSITIS SFENOIDALIS
DUA TIPE : - ACUTE CONGESTIVE SPHENOIDITIS (CATARRHAL) - ACUTE SUPURATIVE SPHENOIDIS ETIOLOGI : - KOMPLIKASI COMMON COLD - INFEKSI BAKTERI, VIRUS - ALERGI PREDISPOSISI : - KELAINAN ANATOMIS / FISOLOGIS GANGGUAN DRAINAGE - TUMOR - RUSAKNYA AKTIVITAS CILIA - DEVIASI SEPTUM - TRAUMA

MANIFESTASI KLINIK : SAKIT KEPALA : DALAM KEPALA OCCIPUT SAKIT DALAM PADA MATA POST NASAL DRIP
PADA ACUTE CONGESTIVE SFENOIDITIS

SAKIT KEPALA TUMPUL DI. OCCIPUT MENYEBAR PADA PUNCAK KEPALA MENJALAR PADA DAERAH RETRO ORBITAL ATAU PERI ORBITAL, TURUN KE LEHER

PADA ACUTE SUPURATIVE SFENOIDITIS SAKIT KEPALA NEURALGIC PAIN VERTIGO/TINNITUS POST NASAL DRIP SUARA SERAK AN OSMIA BATUK KERING PRODUKTIF DIAGNOSA : RADIOLOGIS : POSISI GRANGER GARIS G. KABUR SUDUT 107 POSISI ANTERO POSTERIOR IRIGASI

SINUSITIS FRONTALIS ETIOLOGI : IDEM PREDISPOSISI : IDEM GEJALA KLINIK - DEMAM, MALAISE - HIDUNG TERSUMBAT - SEKRET KENTAL - RASA NYERI FRONTAL - PEMBENGKAKAN SUPRA ORBITAL DIAGNOSA - ANAMNESA - GEJALA KLINIK - PEM. FISIK - TRANSILUMINASI : - DASAR SINUS - KANTUS MEDIAL RADIOLOGIK - AP - LATERAL - WATERS

NYERI ANTRHUM DARI CANTUS MEDIALIS MATA PIPI BAWAH MATA SEPANJANG ALVEOLUS BAG. ATAS DIPROYEKSIKAN PADA GIGI ATAU GUSI SISI YANG TERKENA

NYERI ETMOID : DIPANGKAL HIDUNG & CANTHUS MEDIALIS BELAKANG MATA DIPROYEKSIKAN KE EMINENSIA OSSIS PARENTALIS
NYERI FRONTAL : TERLOKALISIR PADA DAHI

NYERI SFENOID : PADA REGIO OCCIPITAL ATAU TEMPORAL KADANG-KADANG DIPROYEKSIKAN KE PROCESSUS MASTOIDEUS

KOMPLIKASI SINUSITIS
PERLUASAN KEJARINGAN LUNAK EKSTERNAL ORBITAL ORBITAL EDEMA ORBITAL PERIOSTITIS SUB. PERIOSTEAL ABSES & PERIORBITAL EDEMA ORBITAL PHLEGMON INTRA KRANIAL ABSES EPIDURAL ABSES SUBDURAL RHINOGENIC BRAIN ABSCES THROMBOSISI SINUS CAVERNOSUS RHINOGENIC MENINGITIS TULANG OSTEOMYELITIS

SIKLUS PERISTIWA BERULANG SINUSITIS KRONIK


POLUSI ZAT KIMIA

HILANGNYA SILIA

SUMBATAN MEKANIS
DRAINASE YG.TDK. MEMADAI INFEKSI SEPSIS RESIDUAL

ALERGI DEFISIENSI IMUN


PERUBAHAN MUKOSA

PENGOBATAN YANG TIDAK MEMADAI

DAFTAR KEPUSTAKAAN
SCOTT BROWSS Diseases of the Ear, Nose and Throat PAPARELLA AND SHUMRICK Otolaryngology JJ. BALLINGER MSMD Diseases of the Nose, Throat, Ear, Head and Neck BOEIS Fundamentals of Otolaryngology