Anda di halaman 1dari 17

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan pendahuluan dan Asuhan Kebidanan pada Ny. A Aksesptor KB Suntik Kombinasi ( Cyclofem ) di BPS Hj. Sri Haryati Amd, Keb. Mlirip Mojokerto. Telah diperiksa, diteliti dan disetujui pada : Hari Tanggal Oleh : : : Mahasiswa

WIJI SETYO RAHAYU 200512158

Pembimbing Akademik

RIZNA ZUBAIDAH, SST Pembimbing Ruangan

Hj. SRI HARYATI Amd, Keb

LAPORAN PENDAHULUAN
AKSEPTOR KB SUNTIK KOMBINASI ( CYCLOFEM )

I. DEFINISI Keluarga Berencana adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk mendapatkan obyektif tertentu, menghindari kelahiran yang tidak diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan, mengontrol, waktu saat kelahiran, dalam hubungan dengan umur suami istri, menentukan jumlah anak dalam keluarga.

Kontrasepsi adalah usaha atau upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan. II. KONTRASEPSI KB SUNTIKAN Metode KB telah menjadi bagian gerakan KB nasional, serta peminatnya makin bertambah tingginya minat pemakaian KB suntik, karena relatif aman dan praktis. III. JENIS KONTRASEPSI KB SUNTIKAN Tersedianya 3 jenis kontrasepsi suntikan yang digunakan ; 1. Norestiteron Enantat ( NETEN ) denngan nama dagang noristat 200 gram. 2. Depomedroksi Progesteron Acetat ( DMPA ) dengan nama dagang Depoprovera yang mengandung medroksi progesteron asetat 15 mg/ 3 bulan. 3. Cyklofem yang mengandung medroksi Progesteron Acetat 25 mg dan komponen esestrodiol sipionat 5 mg. IV. MEKANISME KERJA SUNTIKAN KB 1. Mengurangi terjadinya ovulasi. 2. Mengentalkan lendir serviks sehingga sulit ditembus oleh spematozoa. 3. Memperlambat peristaltik tuba folopi. 4. Mengubah suasana endometrium, sehingga tidak sempurna untuk implantasi hasil konsepsi. V. KEUNTUNGAN - Sangat efektif, praktis. - Pencegahan kehamilan jangka panjang. - Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri. - Efek samping minimal.

- Mengurangi jumlah pendarahan. - Mengurangi nyeri haid. - Mencegah anemia. - Mencegah kehamilan ektopik. - Mengurangi resiko radang panggul. - Dapat diberikan pada permpuan usia perimenopouse. - Pencegahan kanker ovari dan kanker endometrium. - Klien tidak perlu menyimpan obat suntik. VI. KERUGIAN - Perubahan pola haid menjadi tidak teratur, pendarahan bercak selama 10 hari. - Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan. - Ketergantungan pasien terhadap pelayanan kesehatan harus kembali tiap bulan untuk memperoleh suntikan. - Penambahan berat badan. - Efektifitas berkurang jika digunakan bersandar dengan obat epilepsi (ferobarbital, feniton) dan obat tuberkulosis ( rifampisin ). - Terlambatnya kembali kesuburan setelah pemakaian dihentikan. - Tidak menjamin perlindungan dari IMS, Hepatitis B virus , dan infeksi virus HIV / AIDS. - Dapat terjadi serangan jantung, stroke, pembekuan darah pada paruparu / otak dan kemungkinan tumor hati. VII. EFEKTIFITAS Sangat efektif ( 0,1 0,4 kehamilan / 100 perempuan ) selama tahun pertama penggunaan. VIII. YANG BOLEH MENGGUNAKAN KB SUNTIKAN - Usia reproduksi.

- Menyusui asi pasca persalinan > 6 bulan. - Anemia. - Haid teratur. - post partum dan tidak menyusui. - Riwayat kehamilan ektopik. - Nyeri haid hebat. - Sering lupa mnggunakan pil kontrasepsi. - Telah memiliki anak dan atau belum memiliki anak.

IX. YANG TIDAK BOLEH MENGGUNAKAN SUNTIKAN - Hamil atau diduga hamil. - Menyusui dibawah 6 minggu pasca persalinan. - Pendarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya. - Penyakit hati akut ( hepatitis virus ). - Usia > 35 tahun dan merokok. - Riwayat kelainan tromboemboli dengan drabetias militus > 20 tahun. - Keganasan payudara. - Hamil / dicurigai hamil. X. WAKTU MULAI MENGGUNAKAN SUNTIKAN KOMBINASI - Suntikan pertama diberikan dalam waktu 7hari siklus haid tanpa alat kontrasepsi tambahan. - Jika suntikan diberikan setelah hari ke-7 siklus haid harus menggunakan alat kontrasepsi tambahan. - Pasca persalinan > 6 bulan, menyusui serta mendapat haid maka diberikan pada siklus haid hari 1 dan 7. - Pasca persalinan > 6 bulan tidak boleh suntik kombinasi. - Pasca keguguran segera dapat diberikan dalam waktu 7 hari. XI. CARA PENGGUNAAN - Cara pemberian dengan suntikan IM. - Interval 4 minggu tiap pemberian. XII. TANDA BAHAYA YANG HARUS DIWASPADAI - Nyeri dada hebat ( serangan jantung, emboli paru ). - Sakit kepala hebat / gangguan penglihatan ( stroke, hipertensi, migrain ). - Nyeri tungkai hebat ( mungkin terjadi tromboflebitis ). - Amenore ( kehamilan ).

DAFTAR PUSTAKA

Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi 2003. Jakarta : YBP-SP. Manuaba, Ida Bagus Gde.1998. Ilmu Kebidanan Penyakit kandungan dan keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan, Jakarta :EGC. Sarwono, Prawiroharjo, 2003. Ilmu Kebidanan, jakarta: YBP-SP.

ASUHAN KEBIDANAN
Pada Ny. A dengan Aksebtor KB Suntik Kombinasi ( Cyclofem )

I. PERLENGKAPAN Tanggal : 07 juni 2007 A. Biodata Subyektif 1. Biodata Nama Suami Umur Agama Pendidikan Pekerjaan Suku / bangsa Alamat Nama Umur Agama Pendidikan Pekerjaan Suku / bangsa Alamat : 27 tahun : Islam : SMA : Swasta : Jawa / Indonesia : Jetis - Mjkt : Ny. A : 25 tahun : Islam : SMU : IRT : Jawa / Indonesia : Jetis - Mjkt : Tn. S Jam : 19.00 Wib

2. Status Perkawinan Perkawinan ke : 1

Umur kawin Lama kawin

: 3 tahun : 22 tahun

3. Keluhan Utama - Ibu mengatakan bahwa saat ini adalah Jadwal suntikan KB.

4. Riwayat Kebidanan - Haid Menache Siklus Lama Banyak Bau : 12 tahun : 28 hari : 2 - 4 hari : 1 - 2 hari, 2 softek / hari : Merah tua 2 - 4 hari, 2 softek / hari : Merah kecoklatan : Anyir ( khas darah ) Flour Albus : Kadang Dismenone : Tidak pernah 5. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang lalu
Per ka win an 1 1 38 Mgg Spon tan B Bi dan BPS Ke Umur Jenis Kehamilan Persalinan Peno long Peny t-u uluh an 3200 50 BB BB Anak H / M H Se x Lak i Nifas Asi 6 Bln KB Sun tik

6. Riwayat Kesehatan yang lalu Ibu mengatakan tidak pernah dirawat di Rumah Sakit ( RS ). Ibu mengatakan bahwa tidak pernah menderita penyakit demam, hati, jantung, asma.

7. Riwayat Kesehatan Keluarga Ibu mengatakan dalam keluarganya tidak ada yang menderita penyakit jantung, asma, diabetes militus, hipertensi. Ibu mengatakan tidak ada riwayat keturunan kembar.

8. Riwayat Kesehatan sekarang Ibu mengatakan keadaanya baik-baik saja dan tidak mempunyai keluhan apapun. 9. Riwayat Keluarga Berencana Ibu mengatakan dirinya baru mengikuti KB suntik setelah anaknya berusia 1 tahun. Ibu memilih suntik menggunakan KB suntik kombinasi (Cyclofem). 10. Pola Kebiasaan Sehari-hari a). Pola Nutrisi Sebelum KB : Makan 3 x/hr,porsi sedang,nasi,lauk,sayur. Minum + 8 gelas/hr, air putih. Selama KB : Makan 3x/hr,porsi sedang,nasi,lauk,sayur. Minum + 8 gelas/hr, air putih. b). Pola Eliminasi Sebelum KB : Bab 1 x/hr,porsi konsistensi lembek,kuning, tidak nyeri. Bab 3-4x/hr, kuning jernih. Selama KB : Bab 1 x/hr,porsi konsistensi lembek,kuning, tidak nyeri.

Bab 3-4x/hr, kuning jernih. c). Pola Aktifitas Sebelum KB : Ibu melakukan aktifitas RT seperti menyapu, memasak, mencuci, merawat anak dll. Selama KB : Ibu melakukan aktifitas RT seperti

menyapu, memasak, mencuci, merawat anak dll. d). Pola Istirahat Sebelum KB : Malam + 8 jam ( 21.00 05.00 Wib ) Siang + 1 jam ( 14.00 15.00 Wib ) Selama KB : Malam + 8 jam ( 21.00 05.00 Wib ) Siang + 1 jam ( 14.00 15.00 Wib ) e). Pola Higiene Sebelum KB : Mandi 3x/hr, gosok gigi 3x/hr, keramas 3x/mg, ganti baju 2x/hr. Selama KB : Mandi 2x/hr, gosok gigi 3x/hr, keramas 3x/mg, ganti baju 2x/hr. f). Pola Sexualitas Sebelum KB : Ibu mengatakan bersenggama 2-3 x/mgg. Selama KB : Ibu mengatakan bersenggama 2-3 x/mgg. B. DATA OBYEKTIF 1. Pemeriksaan Fisik Umum

Kesadaran Keadaan Umum Postur BB

: Composmentis : Baik : Tegak : 59 Kg

TTV TD N S RR Haid terakhir : 120/80 mmHg : 80 x/mnl : 37c : 16 x/mnt : 5 Juni 2007

2. Pemeriksaan Fisik Khusus Kepala Muka Mata Hidung Telinga Mulut Leher Dada : Kulit, Kepala bersih, tidak ketombe, tidak rontok, tidak uban, persebaran rambut merata. : Tidak pucat, tidak berjerawat, tidak ada flek hitam. : Konjungtiva palfebra merah muda, sklera putih porselen. : Tidak polip, tidak PCH, tidak Sekret. : Simetris, tidak ada serumen, tidak gangguan pendengaran. : Bibir lembab, warna merah muda, tidak stomatitis, gigi tidak kenes. : Tidak ada pembengkakan kelenjar limfe, tidak ada vena jugular, tidak ada pembengkakan kelenjar tiroid. : Simetris, tidak ada kontraksi otot intercostal berlebih. menonjol. Abdomen : Tidak ada bekas operasi SC. Payudara : Simetris, tidak ada berjalan abnormal, puting susu

Genetolia : Bersih, tidak ada candida, tidak ada abses kelenjar bertolini, tidak ada condiloma lata. Ekstremitas : Atas Jumlah jari lengkap, pergerakan sendi bebas, tidak ada odeme.

Ekstremitas : Bawah Jumlah jari lengkap, pergerakan sendi bebas, tidak ada odeme, tidak ada varices. b. Palpasi Leher : Tidak ada pembengkakan kelenjar tiroid, tidak ada pembengkakan kelenjar limfe, tidak ada pembengkakan vena jugular. Payudara : Tidak ada berjalan abnormal. c. Auskultasi Dada : Tidak ada ranchi, tidak ada wheezing. d. Perkusi Feplek patela +/+ 3. Pemeriksaan penunjang - Tidak dilakukan. Kesimpulan - Ny A dengan Akseplor KB suntik kombinasi ( Cyclofem ) II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA, MAKALAH DAN KEBUTUHAN Diagnosa : Ny. A dengan Akseptor KB suntik Cyclofem

D.S

: - Ibu mengatakan ingin mengatur jarak kehamilannya - Ibu mengatakan sudah menggunakan KB suntik sejak anaknya berusia 1 Tahun. - Ibu mengatakan selama menjalani KB suntik tidak pernah mengalami keluhan.

D.O

: - BB : 59 Kg TTV : TD N S RR : 120/80 mmHg : 80x/mnt : 37c : 16x/mnt

Haid Terakhir : 5 Juni 2007 III. ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL - Tidak ada. IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA - Tidak ada. V. INTERVENSI Tanggal Diagnosa : 07 Juni 2007 Jam : 19.00 Wib

: Ny. A dengan Akseptor KB suntik kombinasi ( Cyclofem ).

Tujuan

: Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 1x15 menit diharapkan pasien memahami tentang KB suntik kombinasi.

Kriteria Hasil

: - Ibu tidak mengalami efek samping suntikan KB kombinasi. - Keadaan umum Ibu tetap baik.

Rencana Asuhan 1. Lakukan pendekatan terapeutik pada pasien Riwayat untuk menjalin hubungan kerjasama dan saling percaya antara petugas kesehatan dan pasien. 2. Lakukan pemeriksaan fisik umum Riwayat untuk mengetahui kondisi ibu saat ini. 3. Tanyakan keluhan tiap kali ibu datang Riwayat untuk mendeteksi dini adanya efek samping KB suntik pada ibu dan mengatasinya. 4. Lakukan injeksi 1 ee Cyclofem pada bokong ibu Riwayat untuk memasukkan obat KB dalam tubuh ibu. 5. Beritahu ibu untuk kembali sesuai jadwal yang telah ditentukan Riwayat agar efektifitas KB lebih akurat. VI. IMPLEMENTASI Tanggal : 07 Juni 2007 Diagnosa Jam : 19.05 Wib

: Ny. A dengan Akseptor KB suntik kombinasi ( Cyclofem )

1. Melakukan pendekatan terapeutik pada pasien. 2. Melakukan Pemeriksaan fisik umum. - BB : 59 Kg - TTV TD N S RR : 120/80 mmHg : 80x/mnl : 37c : 16x/mnt

EVALUASI : 07 Juni 2007 Jam : 19.15 Wib

Tanggal Diagnosa

: Ny. A dengan Akseptor KB untuk kombinasi ( Cyclofem ).

S : - Ibu mengatakan tidak mempunyai keluhan apapun. - Ibu mengatakan ingin tetap menggunakan KB suntik kombinasi (Cyclofem). O : BB : 55 Kg TTV TD N S RR : 120/80 mmHg : 80x/mnt : 37c : 16x/mnt

A : Ny A dengan Akseptor KB suntik kombinasi ( Cyclofem ) telah mendapatkan pelayanan.

P : - Anjurkan Ibu untuk kembali sesuai jadwal yang ditentukan yaitu tanggal 2 Juli 2007. - Anjurkan Ibu untuk segera kembali sebelum jadwal yang ditentukan apabila ada keluhan.