Contoh 1 Notulen Rapat Pemilihan Calon Pengurus OSIS SMA Negeri 2 Pasuruan Periode 2009/2010 I.

Hari : Sabtu Tanggal : 17 Oktober 2009 Pukul : 10.00 – 12.30 WIB Bertempat : Aula II. Pelindung : Kepala Sekolah Pembina : Drs. Budi Santoso Ketua Panitia : Suheri Madar (Ketua OSIS yang lama) Sekretaris : Ninuk Artareza (Sekretaris OSIS yang lama) Peserta : Lihat daftar hadir III. Acara : 1. Pembukaan 2. Penjelasan tentang tata cara pemilihan ketua OSIS 3. Tanya jawab dan lain-lain 4. Pemilihan pengurus OSIS 5. Penutup IV. Risalah Pembicaraan Acara ke-1 : Pukul 10.00 Kepala Sekolah memberikan sambutan sekaligus membuka Acara ke-2 : Ketua menjelaskan 1.Syarat-syarat calon pengurus OSIS 2.Prosedur pemilihan Acarake-3 : Tanya jawab dan lain-lain 1.Bayu Pamungkas menyarankan agar masing-masing calon ketua OSIS diberi kesempatan memaparkan programnya jika terpilih. 2.Dina Ayu Savitri menyarankan cara penggalian dana OSIS dan tranparansi penggunaannya oleh pengurus OSIS yang baru. Acara ke-4 : Pemilihan calon pengurus OSIS Berdasarkan pemilihan yang telah dilakukan, akhirnya terpilih pengurus sebagai berikut. Ketua : Khairi Budiman (kelas XI IA1) Sekretaris : Muhammad Alfarizy (kelas X) Bendahara : Rindi Puspitasari (kelas XI IS2) Acara ke-5 : Penutup 1.Tepat pukul 12.30 rapat ditutup oleh Pembina Osis dengan ucapan terima kasih. 2.Doa.

Mengetahui dan mengesahkan Bengkulu, 17 Oktober 2009 Pembina OSIS, Ketua Panitia,

Dra. Musdyana, M.Pd. Seheri Madar

jangan terbatas pada tiga perusahaan Bakrie. baik Gayus maupun kuasa hukumnya yang baru. Selasa (22/2/2011) . Gayus Tambunan. mengharapkan. tidak menarik kembali pengakuan Gayus di persidangan Andi Kosasih pada 28 September 2010 mengenai keterlibatan tiga perusahaan Grup Bakrie. janganlah dicabut balik karena itu akan memperkeruh masalah.Contoh Opini JAKARTA. mantan kuasa hukum terpidana mafia pajak. maka hal tersebut akan memperkeruh masalah yang sedang dihadapi Gayus. "Kalau saya boleh kasih nasihat Gayus atau Hotma. KOMPAS. Hotma Sitompul. Lebih baik membongkar lebih lanjut. Jika dilakukan.com — Adnan Buyung Nasution." ujar Buyung seusai menjadi pembicara yang diselenggarakan Universitas Indonesia.

Begitu RSBI dinyatakan SBI. pembangunan atau teladan. kemudahan mutasi guru antarprovinsi setidaknya merupakan terobosan. dan sekarang bertaraf internasional. tidak digolongkan ekses. tercipta kastanisasi sekolah seperti yang dikritik kolumnis Darmaningtyas. dana dihentikan. sudah pula ada yang didrop dari status RSBI ke status sekolah reguler. Kenyataan hampir 65 tahun merdeka. umum dan kejuruan. meskipun tidak mudah. Benar kritik RSBI menciptakan kastanisasi sekolah. Sekalian mencegah. Perlu droping dana khusus. tanpa disadari. seperti sekolah unggulan. tetapi masih jutaan anak bersekolah di bawah cibiran ”kandang ayam”. tentu lebih perlu prioritas daripada membangun sekolah unggulan bertaraf internasional. Tidak hanya menyangkut penarikan dana dan kriteria penilaian. tetapi juga maksud dasar kebijakan RSBI. termasuk faktor guru. Kritik dan harapan sebaiknya tidak dianggap sepi. Ujung-ujungnya duit. Sudah diperoleh sejumlah sekolah bertaraf internasional (SBI). Dengan standar itu. Sekolah dianggap sudah memenuhi empat kriteria: infrastruktur. Kita dukung kebijakan mengatasi masalah distribusi guru. Mencerdaskan bangsa bukan untuk segelintir warga— yang berkemampuan finansial—melainkan untuk sebanyak mungkin warga bangsa. Salah satu cirinya bahasa pengantar Bahasa Inggris. Sekolah ibarat barang dagangan seiring dengan pemberlakuan standar tunggal manajemen ISO. kurikulum. bukan juga ekses. Pembukaan UUD 45 mengamanatkan mencerdaskan bangsa. Membiarkan berarti menaruh pupuk berkembangnya benih kecurigaan. Benar harapan agar RSBI tidak dijadikan merek dagang menjual sekolah. Muaranya hasil lulusan dan praksis pendidikan setaraf internasional. mulai dari yang internasional hingga pinggiran—bersaing dengan swasta internasional yang makin bertebaran di kota besar atas nama usaha bisnis. Kita tidak ingin terjebak dalam pola eksperimen masa lalu.Sekolah Berlabel Internasional Lima tahun sudah diselenggarakan rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) jenjang dasar dan menengah. seperti tahun 2008-2010 setiap SMP berstatus RSBI Rp 300 juta per tahun dan setiap SMA RSBI Rp 300 juta-Rp 600 juta. di antaranya yang serba unggul dengan beragam nama. Rencana evaluasi RSBI hendaknya tidak selesai dengan membereskan ekses. Setiap era selalu ada eksperimen. dan manajemen. Syarat terpenting perbaikan prasarana dan sarana belajar. mengingat 68 persen sekolah di perkotaan kelebihan guru dan 66 persen sekolah di daerah terpencil kekurangan guru. Sekadar contoh. guru. Era globalisasi menjadi batu sendi dan pemicu kebijakan RSBI. jangan sampai ”bertaraf internasional” menjadi sekadar ”bertarif internasional”! *** .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful