 SISTEM PENDENGARAN  SISTEM PENGLIHATAN  SISTEM KEMORESEPTOR

 BY GROUP 8  NUNGKI VIRAWATI  ZULAEHA APRIANI  MUH.ABDILLATULKHAER  DIAN ANGGRIANI  SITI MUFLIHA DACHLAN

PENDENGARAN

 SISTEM

Telinga berfungsi sebagai sistem pendengaran yang memungkinkan kontak antara individu dan sekitarnya.  . Walaupun telinga yang mendeteksi suara.Telinga merupakan sebuah organ yang mampu mendeteksi suara dan juga banyak berperan dalam keseimbangan dan posisi tubuh. fungsi pengenalan dan interpretasi dilakukan di OTAK dan CNS (CENTRE NERVE SYSTEM).

 .

terdiri atas pinna.Bagian Telinga Manusia  Telinga manusia terdiri atas 3 bagian. . meatus auditorius eksternus. dan membran tympani  Telinga bagian tengah. dan di dalam labirin ini terdapat rumah siput atau koklea. terdiri atas 3 tulang pendengaran(Osikulus auditorious) dan muara tuba eustachius  Telinga bagian dalam. yaitu:  Telinga bagian luar. terdiri atas labirin osea.

Telinga Luar • Pinna berfungsi untuk mengarahkan suara ke  dalam liang telinga. • Meatus auditorius eksternus berfungsi sebagai saluran atau jalan suara menuju membran tynpami. • Membran tympani akan bergetar jika gelombang suara telah tersentuh olehnya. .

ketiga tulang tersebut berfungsi meneruskan vibrasi ke jendela oval. • Saluran eustachius. sanggurdi atau ossa stapes. berfungsi menyeimbangkan tekanan udara antara telinga tengah dan lingkungan. landasan atau ossa incus. yaitu:  martir atau ossa maleus.Telinga Tengah • 3 tulang pendengaran. .

sebagai reseptor suara • Koklea. sebagai reseptor gravitasi .Telinga Dalam • Jendela oval. sebagai reseptor untuk gerakan kepala • Saluran semisirkuler dan utrikulus. penghubung telinga tengah dan telinga dalam • Jendela Bundar.

Skala Timpani 2. •Skala Media Dipisahkan dengan skala Vestibuli oleh Membran Reissener •Skala Media dipisahkan dengan skala Timpani oleh membran Basalis . Skala Vestibuli •Ujung Skala Vestibuli Dan Ujung skala timpani dihubungkan dengan Helikotrema.Koklea  Terdapat 3 Bagian : 1. Skala Media 3.

meneruskan vibrasi ke organ kortil . Sel Rambut dalam Dan Juga Terdapat : • Membran basiler. tempat terdapatnya sel reseptor suara berbentuk rambut • Membran tektorial. Sel Rambut Luar 2.Organ Corti  Mengandung 2 Reseptor Pendengaran : 1. meneruskan vibrasi • Organ kortil.

Mekanisme pendengaran Getaran Benda Padat  GETARAN (Sumber) Gelombang Suara (Medium) (Tulang Telinga) Pulsa Listrik (Syaraf Telinga) Getaran Fluida (Cairan Cochlea) Getaran Membran (Genderang Telinga) .

.

PENGHIDU  . PENGINDERAAN ADALAH ORGAN-ORGAN AKHIR YANG DIKHUSUSKAN UNTUK MENERIMA JENIS RANGSANGAN TERTENTU ↓  BEBERAPA KESAN TIMBUL DARI LUAR YANG MENCAKUP PENGLIHATAN. PENDENGARAN. PENGECAPAN.

FUNGSI MATA   MENERIMA RANGSANGAN BERKAS CAHAYA PADA RETINA DENGAN PERANTARAAN SERABUT NERVUS OPTIKUS. MENGHANTARKAN RANGSANGAN INI KEPUSAT PENGLIHATAN PADA OTAK UNTUK DITAFSIRKAN .

 .

. iris mata adalah lingkaran berwarna yang terletak di sekeliling biji mata. Iris mata BUKAN Retina. Retina adalah garis mata bagian belakang di mana penglihatan diproses. Posisi iris mata terlindung di belakang kornea dan di depan lensa.

 .

DUA POTONG KULIT TEBAL YANG MELENGKUNG DITUMBUHI OLEH BULU .KELOPAK MATA ATAS TERDIRI DARI MUSKULUS LEVATOR PALPEBRA SUPERIOR .BAGIAN KELOPAK YANG BERLIPAT (TARSUS) →PADA KEDUA TARSUS TERDAPAT KELENJAR TARSALIA.TERDIRI DARI KELOPAK MATA ATAS & BAWAH . SEBASEA & KERINGAT . OS PALATUM.ORGAN OKULI ASSESORIA  KAVUM ORBITA MERUPAKAN RONGGA MATA YANG BENTUKNYA SEPERTI KERUCUT TERDIRI : OS FRONTALIS.BERFUNGSI PELINDUNG MATA APABILA ADA GANGGUAN PADA MATA (MENUTUP & MEMBUKA MATA) . OS SLENOIDAL.(PROSES) MELALUI DUKTUS EKSKRETORIUS LAKRIMARIS → SAKUS KONJUNGTIVA → MELALUI BAGIAN DEPAN BOLA MATA → SUDUT TENGAH BOLA MATA → KANALIS LAKRIMALIS → DUKTUS NASOLAKRIMARIS → MEATUS NASALIS INFERIOR   PALPEBRA (KELOPAK MATA)  APARATUS LAKRIMARIS (AIR MATA) .DIHASILKAN OLEH KELENJAR LAKRIMALIS SUPERIOR & INFERIOR . OS LAKRIMAL  SUPERSILIUM (ALIS MATA) . OS ZIGOMATIKUM. OS ETMOIDALIS.BERFUNGSI SEBAGAI PELINDUNG MATA & KECANTIKAN .

 .

ORBIKULARIS OKULI * LINGKAR MATA (MENUTUP MATA)  M. KE BAWAH DAN KELUAR)   KONJUNGTIVA SELAPUT BENING HALUS YANG MELAPISI PERMUKAAN DALAM KELOPAK MATA (KONJUNGTIVA PALPEBRA) DAN KEMUDIAN MEMBALIK KELUAR PADA BAGIAN DEPAN BOLA MATA (KONJUNGIVA BULBI /OKULER) . OBLIQUES OKULI SUPERIOR (MEMUTAR MATA KE ATAS. LEVATOR PALPEBRALIS SUPERIOR INFERIOR (MENGANGKAT KELOPAK MATA)  M. MUSKULUS OKULI (OTOT MATA) → PADA STRABISMUS (JULING) DISEBABKAN TIDAK SEIMBANGNYA / PARALISE KELUMPUHAN FUNGSI DARI SALAH SATU OTOT MATA  M. REKTUS OKULI INFERIOR * DISEKITAR MATA (MENUTUP MATA)  M. OBLIQUES OKULI INFERIOR (MENGGERAKAN BOLA MATA KE BAWAH KE DALAM)  M. REKTUS OKULI MEDIAL * DISEKITAR MATA (MENGGERAKAN MATA DALAM /BOLA MATA)  M.

SKLERA (MEMBENTUK BAGIAN PUTIH MATA)/ KORNEA (TEMPAT LEWATNYA BERKAS CAHAYA KE INTERIOR MATA) .BAGIAN DALAM TERDIRI 2 RONGGA BERISI CAIRAN →DIPISAHKAN SEBUAH LENSA (MEMUNGKINKAN CAHAYA LEWAT MENEMBUS MATA DARI KORNEA KE RETINA RONGGA ANTERIOR ANTARA KORNEA & LENSA (AQUEOUS HUMOR) → MENGANDUNG ZAT GIZI UNTUK KORNEA & LENSA RONGGA POSTERIOR ANTARA LENSA & RETINA (VITREOUS HUMOR) → MEMBENTUK BOLA MATA YANG SFERIS OKULUS (MATA)  .MATA ADALAH STRUKTUR SFERIS BERISI CAIRAN YANG DIBUNGKUS OLEH LAPISAN .RETINA (TERDIRI LAPISAN BERPIGMEN DISEBELAH LUAR & LAPISAN SEBELAH DALAM TERDIRI LAPISAN JARINGAN SARAF) MENGANDUNG SEL BATANG & SEL KERUCUT (FOTORESEPTOR YANG MENGUBAH ENERGI CAHAYA MENJADI IMPULS SARAF) PIGMEN DI KOROID DAN RETINA MENYERAP CAHAYA UNTUK MENCEGH PEMANTULAN CAHAYA DI DALAM MATA .KOROID (MENGANDUNG PEMBULUH DARAH UNTUK MEMBERI MAKAN RETINA)/ BADAN SILIARIS / IRIS . .

 SUMBATAN DRAINASE HUMOR AQUEOUS → GLAUKOMA (MENINGKATNYA TEKANAN INTRAOKULER)  .

PENGATURAN CAHAYA   PUPIL (TEMPAT MASUKNYA CAHAYA KE BAGIAN MATA) YANG DIKONTROL SARAF OTONOM * CAHAYA TERANG (PUPIL MENGECIL APABILA OTOT SIRKULER /KONSTRIKTOR BERKONTRAKSI & MEMBENTUK CINCIN YANG LEBIH KECIL) → SIMPATIS * CAHAYA GELAP (OTOT RADIALIS MEMENDEK MENYEBABKAN UKURAN PUPIL MENINGKAT) → PARASIMPATIS .

PEMFOKUSAN BERKAS CAHAYA  PEMBELOKAN SUATU BERKAS CAHAYA (REFRAKSI) KETIKA SUATU BERKAS CAHAYA MENGENAI PERMUKAAN LENGKUNG DENGAN DENSITAS LEBIH BESAR. ARAH REFRAKSI TERGANTUNG PADA SUDUT KELENGKUNGAN * LENSA KONVEKS (CEMBUNG) MENYEBABKAN KONVERGENSI / PENYATUAN BERKAS CAHAYA * LENSA KONKAF (CEKUNG) MENYEBABKAN DIVERGENSI (PENYEBARAN) BERKAS CAHAYA  .

FUNGSI REFRAKSI MATA  CAHAYA JATUH DI ATAS MATA → BAYANGAN LETAKNYA DIFOKUSKAN PADA RETINA → MENEMBUS & DIUBAH KORNE ALENSA BADAN AQUES & VITROUS → MEMBIASKAN & MEMFOKUSKAN BAYANGAN PADA RETINA BERSATU MENANGKAP SEBUAH TITIK BAYANGAN YANG DIFOKUSKAN  .

LIGAMENTUM SUSPENSORIUM MELEMAS & TEGANGAN PADA LENSA BERKURANG (LENSA MEMBULAT & MENGUAT)  .AKOMODASI  AKOMODASI ADALAH KEMAMPUAN MENYESUAIKAN KEKUATAN LENSA SEHINGGA BAIK SUMBER CAHAYA DEKAT MAUPUN JAUH DAPAT DIFOKUSKAN DI RETINA * KONTRAKSI OTOT SILIARIS.

 .

 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful