Anda di halaman 1dari 5

Penawaran Studi :

PELUANG KINERJA INDUSTRI ALAT BERAT DI INDONESIA, 2012


(Untuk Menghadapi Mega Proyek MP3EI) Desember 2012
Dalam tiga tahun terakhir ini, industri alat berat di dalam negeri tumbuh cukup mengesankan. Hal ini tercermin dari pesatnya pertumbuhan sektor industri yang menggunakan alat berat seperti industri pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan konstruksi. Belakangan, Pemerintah melalui MP3EI mulai gencar membangun proyek-proyek infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia. Pertumbuhan keempat sektor itu ikut mendorong tingginya permintaan akan alat berat. Dengan demikian produsen utama alat berat di dalam negeri PT Komatsu, PT Caterpilar, PT Hitachi Constrution Machinery Indonesia, dan PT Sumitomo Construction Machinery Indonesia menggenjot terus produksinya. Bahkan sejak 2010, hampir semua agen tunggal dan distributor alat berat di Indonesia berhasil meningkatkan penjualannya. Yang paling spektakuler adalah PT United Tractors, anak usaha Astra Group ini pada 2011 berhasil menjual 8.467 unit atau menguasai pangsa pasar 42,4% dibanding 2009 yang hanya 3.111 unit. Sementara itu, PT Hexindo Adiperkasa meraih kontrak penjualan alat berat senilai US$200 juta dari beberapa perusahaan tambang dan perkebunan, sedangkan PT Intraco Penta telah menggandeng perusahaan terkemuka China yaitu Shinotruck. Langkah ini menjadikan INTA sebagai total provider solution dalam bisnis alat berat. Bahkan Caterpilar Inc, produsen alat berat Amerika Serikat akan melipatgandakan kapasitasnya menjadi 2400 unit per tahun. Tingginya permintaan alat berat di dalam negeri, ternyata menarik minat investor asal China dan Korea Selatan. Sany Group melalui Sany Heavy industri Co, Ltd. (China) menggandeng PT Jimac Perkasa akan mendirikan pabrik alat berat senilai Rp1,72 triliun. Sany Group akan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi alat berat untuk memenuhi pasar Asean, Jepang dan Austrlia. Sebelumnya, Sumitomo Construction Machinery, pabrik perakitan excavator sudah beroperasi sejak September 2011. Bahkan, pada 2013 produsen alat berat merek Sumitomo ini akan menambah kapasitasnya dari 1.000 menjadi 2.000 unit per tahun. Belakangan, naiknya permintaan alat berat dipicu oleh berkembangnya tambang kecil, sehingga pasar alat berat mulai bergeser. Sebelumnya pemakai korporat menguasai pasar lebih dari 80%, kini perannya mulai turun menjadi sekitar 60-70%. Sementara perusahaan rental juga mulai berkembang dari rental skala besar sampai skala kecil dan menengah. Sektor pertambangan masih merupakan pemakai terbesar. Pada 2011, segmen ini menyerap sekitar 61% atau sebanyak 12.186 unit. Diikuti sektor perkebunan 3.796 unit (19,0%), konstruksi 2.197 unit (11,0%), dan kehutanan 1.798 unit (9,0%) Kondisi ini mendorong tingginya permintaan alat berat. Diperkirakan, permintaan alat berat dalam periode lima tahun ini (2012-2016) akan terus meningkat dari 19.596 unit menjadi 27.435 unit. Permintaan didominasi terutama oleh jenis excavator. Pada 2012, permintaan excavator diproyeksikan mencapai 11.424 unit, bulldozer (3.880 unit), dan dumptruck (2.333 unit). Kemudian meningkat menjadi masing-masing 15.995 unit, 5.432 unit, dan 3.264 unit pada 2016. Pembahasan dalam buku studi ini meliputi aspek bahan baku dan komponen, produksi, penjualan dan potensi pasar. Laporan juga dilengkapi dengan permasalahan yang dihadapi, distribusi & pemasaran, ekspor-impor, permintaan dari masing-masing segmen industri serta proyeksinya lima tahun ke depan. Buku studi ini dilengkapi Kebijakan Pemerintah yang terkait dengan bisnis alat berat, profil perusahaan, dan diakhiri prospek & kesimpulan. Buku studi ini akan bermanfaat bagi kalangan bisnis terutama para pengambil keputusan di sektor alat berat, serta bagi pelaku bisnis yang terkait secara langsung maupun tidak langsung seperti sektor pembiayaan alat berat, perbankan, pertambangan, perkebunan, kehutanan, kontruksi. Dapat juga sebagai referensi bagi investor ataupun calon investor. Buku studi setebal 400 halaman ini, kami tawarkan dengan harga Rp 6.500.000 (Enam Juta lima ratus ribu Rupiah) per buku. Untuk pemesanan dan informasi dapat menghubungi PT Media Data Riset melalui telepon nomor (021) 809 6071, 809 3041 dan faximile (021) 809 6071 dengan mengisi formulir terlampir. Pemesanan untuk luar negeri atau luar Jakarta ditambah ongkos kirim. Demikian penawaran ini, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih. Jakarta, Desember 2012 PT Media Data Riset

Drs. Dudi Kusdian Direktur

DAFTAR ISI

PELUANG KINERJA INDUSTRI ALAT BERAT DI INDONESIA, 2012


(Untuk Menghadapi Mega Proyek MP3EI) Desember 2012
1. PENDAHULUAN 2. PENDUDUK DAN GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN DI INDONESIA 2.1. Populasi Penduduk Indonesia 2.1.1. Laju pertumbuhan penduduk Indonesia 2.1.2. Proyeksi Penduduk Per Provinsi 2.1.3. Proyeksi penduduk per kelompok umur 2.2. Indikator Ekonomi Indonesia 2.3. Produk Domestik Bruto (PDB) Menurut Sektor Usaha 2.3.1. Perkembangan PDB Indonesia 2.3.2. Kontribusi PDB per Sektor Terhadap Perekonomian Indonesia 2.4. Penanaman Modal 2.4.1. Perkembangan Investasi 2.4.2. Penanaman Modal Dalam Negeri dan Asing 2.5. Gambaran Umum Ekonomi Indonesia 2.5.1. Ekonomi 2012 ditargetkan tumbuh 7% 2.5.2. Penerimaan Negara Lampai Target 2.5.3. APBN Pro Birokrat 2.6. Defisit APBN Rp190 Triliun 2.7. Perbesar Rasio Belanja Infrastruktur 2.8. BBM Pengaruhi Inflasi 3. INDUSTRI KOMPONEN DAN SUKU CADANG ALAT BERAT 3.1. Industri Spare-Part 3.2. Perubahan Karakteristik Pasar Alat Berat dan Suku Cadangnya 3.3. Pengadaan Suku Cadang dan Pelayanan yang Dibutuhkan 3.4. Sistem Saluran dan Distribusi Suku Cadang 3.4.1. Independent Stockist/Importir 3.4.2. Stockist sekaligus jaringan toko 3.4.3. Agen Tunggal Alat Berat 3.4.4. Agent Tunggal Part dari Lokal Manufacturer 3.5. Sistem Distribusi Melalui Independent Stockist 3.6. Alur Distribusi Pengadaan dan Penyaluran Part Alat Berat 3.7. Pola Hubungan 3.7.1. Stockist dalam negeri dengan pemasoknya 3.8. Keunggulan Sistem Distribusi Independent Stockist 3.9. Produsen Spare-part 3.9.1. PT Blessindo Prima Sarana (BPS) 3.9.2. PT Alpindo Mitra Baja 3.9.3. CV Anugerah Hidup Abadi 3.10. Kandungan Lokal 3.11. Masih Sulit Menambah TKDN 4. KONDISI DAN KINERJA INDUSTRI ALAT BERAT DI INDONESIA 4.1. Pengertian Alat Berat 4.1.1. Jenis Alat Berat 4.1.2. Fungsi Alat Berat 4.1.3. Pengoperasian Alat Berat 4.1.4. Alat Berat Yang Sudah Diproduksi 4.2. Kapasitas Produksi 4.3. Perkembangan Industri Alat Berat di Indonesia 4.4. Produsen Alat Berat 4.4.1. PT Komatsu Indonesia, Tbk 4.4.2. PT Caterpillar Indonesia 4.4.3. PT Hitachi Construction Machinery Indonesia 4.4.4. PT Sumitomo SHI Construction Machinery Indonesia 4.5. Produksi Naik 33,8% per Tahun 4.5.1. Produksi 2012 hanya 5.793 Unit 4.5.2. Utilisasi Capai 77,4% 4.5.3. Target Produksi 2012 Turun 4.6. Nilai Produksi Mencapai US$1,3 Miliar 4.7. Produksi Menurut Jenis 4.7.1. Peranan Excavator Dominan 4.7.2. Excavator Komatsu Terbesar 4.7.3. Diproyeksi Naik 15% 4.8. Market Size 4.9. Kebutuhan Alat Berat Menurut Sektor 4.9.1. Sany Incar Pasar Konstruksi 4.10. Karakteristik Pemakai Alat Berat 4.10.1 Pertambangan Batu Bara 4.10.2. Kehutanan 4.10.3. Perkebunan 4.10.4. Konstruksi 4.11. Karakteristik pemakai alat berat berdasarkan skala usaha 4.11.1. Pemakai Besar 4.11.2. Penyewaan (rental alat berat) 4.11.3 Pemakai Kecil-Menengah 4.12. Perubahan dalam karakteristik Pemakai alat berat 4.12.1. Berdasarkan fungsinya 4.13. Proyeksi Permintaan 5. PERANAN AGEN TUNGGAL DAN SISTEM DISTRIBUSI 5.1. Peranan Agen Tunggal 5.2. Agen Tunggal Merek Asing 5.2.1. PT United Tractors (UT), Tbk 5.2.2. PT Trakindo Utama 5.2.3. PT Hexindo Adiperkasa, Tbk 5.2.4. PT Intraco Penta, Tbk 5.2.5. PT Jimac Perkasa 5.2.6. PT Kobexindo Tractors Tbk

5.3. Sistim Distribusi 5.3.1. PT Jimac Perkasa 5.3.2. PT Gaya Makmur Tractors 5.3.3. PT Hino Motors Sales Indonesia 5.3.4. PT Kobexindo Tracktors 5.4. After sales service 5.4.1. United Tractors 5.4.2. PT Trakindo Utama 5.4.3. PT Hexindo Adiperkasa 5.4.4. PT Daya Kobelco 5.4.5. PT Swadaya Traktor Adiperkasa 5.4.6. INTA Group Gelar Gathering 2012 6. PENJUALAN ALAT BERAT DOMESTIK 6.1. Penjualan Tumbuh 30,1% per Tahun 6.2. Penjualan Menurut Distributor 6.2.1. United Tractors Terbesar 6.2.2. PT Hexindo Adiperkasa 6.2.3. PT Intraco Penta 6.3. Penjualan Menurut Sektor Pemakai 6.3.1. Komatsu VS Hitachi 6.3.2. Pangsa Pasar Excavator 74,7% 6.4. Target Penjualan 2012 direvisi 6.4.1. United Tractors Revisi Target Penjualan 6.4.2. Hexindo Targetkan Naik 10,3% 6.4.3. PT Intraco Penta Targetkan 20% 6.4.4. Caterpillar Naik 122% 6.4.5. PT Kobexindo Targetkan Rp1,5 Triliun 6.4.6. Kobelco Incar Market Leader di KTI 6.4.7. PT Jimac Perkasa Andalkan Sany 6.4.8. PT Gaya Makmur Tractors 6.5. Mulai Lesu 6.5.1. Penjualan UT Turun 14,7% 6.5.2. PT Intraco Penta Tbk 6.5.3. PT Kobexindo Tractors Tbk 6.6. Omzet Ditaksir US$2 Miliar 6.7. Pangsa Pasar Menurut Distributor 6.8. Persaingan 6.9. Perilaku konsumen 6.10. Harga 7. EKSPOR-IMPOR ALAT BERAT 7.1. BMDTP Agar Dikaji Ulang 7.2. Impor Naik 40,5% per Tahun 7.2.1. Impor Menurut Jenis 7.2.2. Jepang Pemasok Terbesar 7.3. Ekspor Semester I/2012 Raih US$127,7 Juta 7.3.1. Terbesar Excavator 7.3.2. Tiga Negara Pasar Terbesar 8. INVESTASI BARU DAN PERLUASAN 8.1. Mulai Gairah 8.2. Investasi Baru 8.2.1. Hinabi Bangun Pabrik Baru 8.2.2. Sany Group Gandeng Jimac 8.2.3. Korea Selatan jajaki investasi alat berat 8.2.4. Intraco Penta Gandeng Sinotruk

8.2.5. Pabrik Caterpillar di Batam selesai akhir 2012 8.2.6. Hino Siapkan US$125 juta 9. INDUSTRI MULTIFINANCE/PEMBIAYAAN 9.1. Latar belakang 9.2. Bentuk Pembiayaan Alat Berat 9.3. Jumlah Perusahaan Pembiayaan Alat Berat 9.4. Nilai Bisnis Pembiayaan Alat Berat Rp 107,5 triliun 9.5. Alat Berat Topang Kinerja Multifinance 9.6. Target Pembiayaan di Atas Rp 1 triliun 9.7. Tren Leasing Tumbuh Agresif 9.8. Raih pangsa pasar 36,2% 9.9. Mulai Melambat 9.10. Alihkan pembiayaan 9.11. Pemain Papan Atas 9.11.1. PT Buana Finance 9.11.2. PT Surya Artha Nusantara Finance (SAN Finance) 9.11.3. PT Clipan Finance Indonesia 9.11.4. PT Trust Finance Indonesia (TFI) 9.11.5. PT Orix Indonesia Finance 9.11.6. PT Intan Baruprana Finance (IBF) 9.11.7. PT BFI Finance 9.11.8. PT MNC Finance 9.11.9. PT Al Ijarah Indonesia Finance (ALIF) 9.11.10. PT Verena Multifinance 9.12. Hambatan Leasing 9.13. Karakteristik pembiayaan alat berat 9.14. Persyaratan pembiayaaan 9.14.1. Persyaratan umum 9.14.2. Tingkat bunga dan jangka waktu 9.15. Sumber pendanaan Multifinance 9.15.1. Sumber dari perbankan 9.15.2. Joint financing 9.16. Persaingan 9.17. Strategi pemasaran 9.17.1. Meningkatkan pelayanan kepada konsumen 9.17.2. Memperluas distribusi 9.17.3. Customer relationship 9.17.4. Kerjasama dengan dealer 9.17.5. Membangun jaringan dengan perbankan 9.18. Kesimpulan 10. SEKTOR INDUSTRI PEMAKAI ALAT BERAT 10.1. Pertambangan Batu Bara 10.1.1. Perusahaan Tambang Batu Bara 10.1.2. Wilayah penambangan batubara 10.1.3. Produksi Meningkat 10.1.4. Batu Sandungan Batubara 10.1.5. Kebijakan Pembatasan Ekspor Tidak Tepat 10.1.6. Akan Peroleh Keringanan 10.1.7. DMO Dipangkas

10.2.

10.3.

10.4.

10.5.

10.1.8. Empat Produsen Pangkas Produksi 10.1.9. Permintaan Pulih Tahun Depan 10.1.10. Empat Emiten Pangkas Produksi 10.1.11. Harga Masih Rendah 10.1.12. Prospek Masih Cerah 10.1.13. Menakar Pasar Global Kontraktor Pertambang Batu Bara 10.2.1. Pengguna Alat Berat 10.2.2. Pemain Utama 10.2.3. Peralatan yang Digunakan Infrastruktur 10.3.1. Kemitraan Pemerintah dan Swasta 10.3.2. Pembiayaan Melalui Pemerintahan & Swasta 10.3.3. Infrastruktur Daerah Fondasi Infrastruktur Nasional 10.3.4. Infrastruktur Indonesia di Tengah Ekonomi Global 10.3.5. Peran Sektor Konstruksi 10.3.6. Konstruksi Dukung Proyek Infrastruktur 10.3.7. Kebutuhan Material Naik 32% 10.3.8. Skema Leasing 10.3.9. Proyek Kerjasama Pemerintah dan Swasta 10.3.10. Proyek Infrastruktur Fokus Pada MP3EI dan MPA 10.3.11. Indonesia kekurangan alat berat 10.3.12. Dua KEK Segera Ditetapkan 10.3.13. Koridor Ekonomi (KE) pada MP3EI 10.3.14. Strategi pertama 10.3.15. Strategi kedua 10.3.16. Strategi ketiga 10.3.17. 91 Proyek MP3EI Sudah Ground breaking 10.3.18. Realisasi Proyek MP3EI Tak Optimal Infrastruktur Jalan Tol 10.4.1. Perjanjian Kontrak akan Dikaji 10.4.2. Pakai Aturan Lama 10.4.3. 22 Ruas Tol Dapat BLU Rp2,4 Triliun Perkebunan dan Kehutanan

11.2. PT Hexindo Adiperkasa, Tbk 11.2.1. Bidang usaha 11.2.2. Produk dan merk yang diageni 11.2.3. Perkembangan Usaha 11.2.4. Kejar Peluang Ala Hexindo 11.3. PT Trakindo Utama 11.3.1. Targetkan Penjualan Naik 122% 11.3.2. Pabrik Caterpillar di Batam selesai akhir 2012 11.3.3. Caterpillar Tunda Rencana Ekspansi Pabrik 11.4. PT Sumitomo SHI Construction Machinery Indonesia 11.5. PT Intraco Penta,Tbk 11.5.1. Gandeng Produsen Alat Berat Asal Cina 11.5.2. Fokus Bisnis Alat Berat 11.5.3. Kinerja Tertekan 11.6. PT Kobexindo 11.6.1. Resmi Catat Saham Di BEI 11.6.2. Asing Jajaki Provate Placement Kobexindo 11.6.3. Penjualan Tumbuh 43,8% 11.6.4. Kinerja Keuangan 12. TANTANGAN, PROSPEK, DAN KESIMPULAN 12.1. Tantangan 12.2. Prospek 12.3. Kesimpulan LAMPIRAN 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2009 Tentang Lembaga Pembiayaan 2. Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor : 58/M-DAG/PER/12/2010 Tentang Ketentuan Impor Barang Modal Bukan Baru DIREKTORI 1. Produsen Alat Berat 2. Distributor Alat Berat 3. Perusahaan Pembiayaan Alat Berat

11. PROFIL PERUSAHAAN 11.1. PT United Tractor 11.1.1. Sejarah UT 11.1.2. Usaha mesin konstruksi 11.1.3. Rekayasa Fabrikasi 11.1.4. Remanufaktur dan rekondisi 11.1.5. Penyewaan dan penjualan alat berat bekas 11.1.6. Pertambangan batubara 11.1.7. Pengangkutan batubara 11.1.8. Kontraktor penambangan 11.1.9. Kinerja keuangan

FORMULIR PESANAN
PT MEDIA DATA RISET Jl. SMA XIV, No. 12 A CawangUKI, Jakarta 13630 Phone : (021) 809 6071 Fax : (021) 809 6071 Email : sales@mediadata.co.id / info@mediadata.co.id

WS

PELUANG KINERJA INDUSTRI ALAT BERAT DI INDONESIA, 2012


(Untuk Menghadapi Mega Proyek MP3EI)

Penawaran studi :

Desember, 2012
Silahkan pilih ( ) untuk pesanan : Edisi Bahasa Indonesia Bahasa Inggris

Nama (Mr/Mrs/Ms)
Position Nama Perusahaan Alamat

Telepon

Fax :

Tanda Tangan Tanggal


Harga : Edisi Bhs. Indonesia - Rp 6.500.000 (Enam juta lima ratus ribu rupiah) Edisi Bhs.Inggris - US$ 900 (Sembilan ratus US Dollar) Catatan: Di luar Jakarta dan luar negeri, ditambah biaya pengiriman (Jasa Kurir)
Pembayaran, Silahkan beri tanda ( ) Cash Cheque Transfer to - PT MEDIA DATA RISET AC NO. 070 000 534 0497 BANK MANDIRI CAB. DEWI SARTIKA JAKARTA

Anda mungkin juga menyukai