Anda di halaman 1dari 6

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. B DENGAN HIPOSPADIA 1. Kasus Seorang an.

B berusia 2 tahun datang ke RS Mintohardjo dengan keluhan utama saat buang air kencing tidak keluar dari ujung glanspenis melainkan keluar dari bawah permukaan penis. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Ns.Widia didapatkan data : BB 12kg. S 370C, N: 112x/menit, meatusnya uretra eksternus, berada di pangkal penis/ abnormalitas lebih ke proximal dari tempat yang normal pada ujung glans penis, terdapat chordeae dari meatus yang letaknya abnormal ke glanspenis. Chordeae dari meatus yang letaknya abnormal ke glanspenis. Rencana 2 hari lagi akan dilakukan operasi oleh ahli bedah urologi. Mendengar harus dioprasi orang tua an.B cemas dan takut, serta tidak mengerti selanjutnya bagaimana terkait perawatan di rumah.

2. Data Fokus DS 1. Keluarga klien mengatakan DO : 1. Ibu Klien tampak cemas

anaknya saat buang air kencing 2. Ibu Klien tampak bingung dengan tidak keluar dari ujung glanspenis melainkan keluar dari kondisi anaknya.

bawah 3. Dari pemeriksaan fisik didapatkan meatus uretra eksternus, berada di pangkal penis/ abnormalitas lebih ke proximal dari tempat yang normal : pada ujung glans penis, terdapat chordeae dari meatus yang letaknya abnormal ke glanspenis. Chordeae dari meatus yang letaknya abnormal ke glanspenis.

permukaan penis. 2. Keluarga klien mengatakan : takut jika anaknya dioprasi. 3. Keluarga klien mengatakan

cemas tentang kondisi anaknya 4. Keluarga klien mengatakan : tidak mengerti bagaimana perawatan di rumah.

5. Keluarga klien mengatakan : tidak 4. TTV ( TD 90/60 mmHg, S; 37 C, N: tahu mengapa anaknya bisa seperti ini. 6. Keluarga anaknya klien selalu mengatakan 112x/mnt ) 5. BB : 12kg : 6. Terdapat lesi dan kemerahan

menggunakan

disekitar selangkangan, skrotum, dan pinggul

pampers sejak berusia 3 bulan 7. Keluarga klien mengatakan

: 7. Operasi 2 hari lagi

karena pampers

sering kulit

menggunakan anaknya jadi

kemerahan. 8. Keluarga klien mengatakan :

anaknya sering menggaruk garuk kulit yang kemerahan

3. Analisa Data No 1 DS 1. Keluarga klien DATA MASALAH Kecemasan mengatakan (ansietas) ETIOLOGI Prosedur Orang pembedahan

anaknya saat buang air kencing Tua Klien tidak keluar dari ujung

glanspenis melainkan keluar dari bawah permukaan penis. 2. Keluarga klien mengatakan

takut jika anaknya dioprasi. 3. Keluarga cemas anaknya. DO 1. Klien tampak cemas 2. Klien tampak bingung dengan kondisi anaknya. 3. Dari pemeriksaan meatus fisik uretra klien tentang mengatakan kondisi

didapatkan

eksternus, berada di pangkal penis/ abnormalitas lebih ke proximal dari tempat yang normal pada ujung glans penis, terdapat chordeae dari meatus

yang letaknya abnormal ke glanspenis. meatus Chordeae yang dari

letaknya

abnormal ke glanspenis.

DS 1. Keluarga klien mengatakan anaknya selalu

Kerusakan integritas kulit

Kelembaban, iritasi oleh bahan popok dan urine.

menggunakan pampers sejak berusia 3 bulan 2. Keluarga klien mengatakan karena sering menggunakan pampers kulit anaknya jadi kemerahan. 3. Keluarga klien mengatakan anaknya sering menggaruk garuk kulit yang kemerahan 4. Keluarga klien mengatakan pampers diganti harinya DO 1. Terdapat lesi dan kemerahan disekitar selangkangan, anaknya 2-3kali hanya setiap

skrotum, dan pinggul

DS

Kurangnya

Diagnosa, penyakit, dan

1. Keluarga klien mengatakan pengetahuan orang penyebab tidak mengerti bagaimana tua perawatan di rumah. 2. Klien mengatakan tidak tahu mengapa anaknya bisa pengobatan anaknya

seperti ini. 3. Klien mengatakan anaknya selalu pampers menggunakan

4. Diagnosa Keperawatan a. Kecemasan (ansietas) Orang Tua Klien berhubungan dengan prosedur persiapanpembedahan b. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan Kelembaban, iritasi oleh bahan popok dan urine. c. Kurangnya pengetahuan orang tua berhubungan dengan diagnosa, prosedur pembedahan dan perawatan setelah operasi. 5. Intervensi a. Kecemasan (ansietas) Orang Tua Klien berhubungan dengan prosedur pembedahan. Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam diharapkan kecemasan ( ansietas ) orang tua klien berkurang sampai dengan hilang dengan kriteria hasil : 1) Mampu mengidentifikasi dan mengungkapkan gejala cemas 2) Mampu mengidentifikasi,mengungkapkan dan menunjukkan teknik untuk mengontrol cemas 3) Postur tubuh, ekspresi wajah, bahasa tubuh dan tingkat aktivitas menunjukkan berkurangnya kecemasan INTERVENSI 1) Kaji tingkat ansietas keluarga klien 2) Kaji faktor yang menjadi faktor ansietas 3) Minimalkan kekhawatiran, ketakutan prasangka, dan perasaan yang membuat tidak tenang yang berhubungan dengan sumber bahaya yang diantisipasi dan tidak jelas. 4) Ajarkan teknik relaksasi untuk meredakan ansietas 5) Jelaskan prosedur / asuhan yang diberikan. Ulangi penjelasan dengan sering/ sesuai kebutuhan. 6) Dorong dan berikan kesempatan untuk pasien/orang terdekat mengajukan pertanyaan dan menyatakan masalah.

KOLABORASI 7) Rujuk dengan sistem penyokong sesuai dengan kebutuhan seperti konseling, ahli agama dan pelayanan sosial.

b. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan Kelembaban, iritasi oleh bahan popok dan urine. Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x 24jam diharapka kerusakan integritas kulit kembali baik dengan kriteria hasil : 1) Tidak adanya kemerahan di daerah selangkangan dan sekitar testis 2) Tidak adanya lesi di daerah selangkangan dan sekitar testis 3) Klien mampu menggunakan pampers dengan benar baik itu dari pemilihan bahan dan jadwal penggantian. INTERVENSI 1) Kaji area pampers terhadap adanya ruam yang dapat terkikis, nyeri tekan, indurasi atau pembentukan krusta. 2) Anjurkan penggantian pampers, pembersihan dan pengeringan menyeluruh terhadap area setelah setiap kali berkebih dan defekasi. 3) Anjurkan orang tua untuk mengganti detergen dan pelunak kain atau pampers. 4) Pastikan kuku klien selalu pendek. 5) Anjurkan keluarga klien untuk memandikan klien dengan menggunakan air hangat demgan menggunakan sabut khusus untuk balita. 6) Berikan perawatan kulit dengan memberikan baby oil atau bedak KOLABORASI 7) Kolaborasi penggunaan obat topikal

c. Kurangnya pengetahuan orang tua berhubungan dengan diagnosa, prosedur pembedahan dan perawatan setelah operasi. Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam diharapkan pengetahuan mengenai diagnosa, prosedur pembedahan dan perawatan setelah operasi cukup dengan kriteria hasil ; 1) Orang Tua klien tahu mengenai hipospadia 2) Orang Tua Klien tahu prosedur pembedahan 3) Orang tua klien tahu mengenai perawatan post op

INTERVENSI 1) Kaji tingkat pemahaman orang tua. 2) Berikan Pendidikan Kesehatan mengenai Hipospadia 3) Gunakan gambar-gambar atau boneka untuk menjelaskan prosedur, pemasangan kateter menetap, mempertahankan kateter, dan perawatan kateter, pengosongan kantong urin, keamanan kateter, monitor urine, warna dan kejernihan, dan perdarahan. 4) Jelaskan tentang pengobatan yang diberikan, efek samping dan dosis serta waktu pemberian. 5) Ajarkan orang tua untuk berpartisipasi dalam perawatan sebelum dan sesudah operasi (pre dan post) 6) Dorong dan berikan kesempatan untuk pasien/orang terdekat mengajukan pertanyaan dan menyatakan masalah.