Anda di halaman 1dari 4

Achmad Munif 210 110 110 128 Humas B/ Teori Komunikasi

TEORI KESEIMBANGAN
Sejarah dan Pendekatan Teori
Teori ini dikemukakan oleh Fritz Heider psikolog Austria yang mengajar dan berkarir di Universitas Gestalt. Pada tahun 1958, Fritz Heider sebuah buku yang berjudul The Psychology of Interpesonal Relations. Buku inilah yang membahas tentang teori keseimbangannya dan kemudian mengembangkannya kembali kepada teori atribusi. Teori keseimbangan adalah teori dari aliran humanistik. Epistemologi aliran ini menganggap bahwa tidak ada teori yang memiliki kebenaran yang mutlak dalam memprediksi manusia (multiple truths). Ontologi aliran ini mengambarkan bahwa manusia bersikap aktif dan memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan sesuai dengan apa yang disukai maupun yang tidak disukainya. Aksiologi aliran ini menganggap bahwa nilai-nilai yang tertanam pada seseorang turut mempengaruhi sikapnya dalam berperilaku.

Pembahasan Teori
Ruang lingkup teori keseimbangan (balance theory) dari Heider ialah mengenai hubungan hubungan antar pribadi. Teori ini berusaha menerangkan bagaimana individu individu sebagai bagian dari struktur sosial, (misalnya sebagai suatu kelompok) cenderung untuk menjalin hubungan satu sama lain. Tentunya salah satu cara bagaimana suatu kelompok dapat berhubungan, ialah dengan menjalin komunikasi secara terbuka. Anggota kelompok dapat

merumuskan dan menyampaikan pesan pesan verbal yang akan dijawab oleh orang lain dan mereka dapat menafsirkan arti pesan pesan yang dirumuskan oleh anggota kelompok yang lain. Akan tetapi, teori Heider tidak mencakup komunikasi terbuka semacam ini. Teori Heider memusatkan perhatiannya pada hubungan intrapribadi yang berfungsi sebaga daya tarik. Dalam hal ini, daya tarik menurut Heider adalah semua keadaan kognitif yang berhubungan dengan perasaan suka dan tidak suka terhadap individu individu dan objek objek lain. Dengan demikian, teori Heider berkepentingan secara khusus dengan apa yang diartikan sebagai komunikasi intrapribadi yaitu sangat menaruh perhatian pada keadaan keadaan intrapribadi tertentu yang mungkin mempengaruhi pola pola hubungan dalam suatu kelompok. Di luar dari itu relevansi teori keseimbangan dari Heider tidak begitu dirasakan secara langsung. Meskipun demikian, Heider memberikan penjelasannya tentang kesimbangan dalam suatu kelompok, dan sudah dapat diduga bahwa ahli ahli komunikasi kelompok ini akan dapat menemukan adanya kaitan erat antara kesimbangan dengan tingkah laku komunikasi terbuka dari anggota kelompok. Teori keseimbangan dari Heider menggunakan symbol L untuk menandakan hubungan skala. L (like) dapat berarti bermacam perasaan positif yang dimiliki seorang anggota terhadap orang lain atau terhadap suatu objek tertentu, seperti misalnya perasaan suka kepada anggota yang lain, sependapat dengan anggota lain, menyetujui suatu tindakan dan lain sebagainya. Sedangkan symbol L- (lawan dari symbol L) menyatakan perasaan perasaan negative seperti rasa benci, tidak suka atau tidak setuju. Simbol U berarti hubungan pembentukan unit (unit-forming relationship) dan merupakan persamaan arti dari berkaitan dengan, kepunyaan, memiliki, serta ungkapan m ungkapan lain yang hampir serupa. Kebalikan dari symbol U adalah U-. Tiga symbol lain yang sangat penting dalam system Heider. p yang menunjukan orang (person), o yang berarti orang lain atau kelompok lain dan x yang berarti objek (benda). Di bawah ini disajikan beberapa keadaan yang seimbang dan yang tidak seimbang. Keadaan Seimbang Simbol Simbol pLo, oLp Arti P suka o, o suka p

pL-o, PU-o

P tidak suka o, dan p bukan anggota kelompok

Tidak seimbang

pLo, oL-p pLo, oLx, pL-x

P suka o, tapi o tidak suka p P suka o, o suka x, tapi p tidak suka x

Sistem Heider merupakan penjelasan yang sangat menarik tentang gejala gejala kelompok dan menyediakan bagi para sarjana komunikasi beberapa cara yang bermanfaat untuk melihat kelompok yang mempunyai hubngan dengan kejadian kejadian intrapribadi yang berkaitan dengan dimensi dimensi struktrual dari perasaan suka. Teori ini mungkin juga bermanfaat untuk menerangkan beberapa kejadian komunikasi terbuka di dalam kelompok, walau tidak secara langsung berhubungan dengan tingkah laku pesan. Model Teori

Misal : P menyukai X P tidak menyukai O Tapi, O menyukai X Peristiwa tersebut merupakan wujud ketidakseimbangan yang terjadi di dalam kelompok P,X, dan O. Maka, dari peristiwa ketidakseimbangan tersebut antara pihak pihak yang saling berkaitan mungkin saja akan sama sama mengurangi ketidakseimbangan tersebut, misal : P akan mengatakan bahwa O selama ini tidak begitu jahat

P akan menyatakan bahwa X selama ini tidak sebaik yang ia pikirkan (wujud dari O yang menyukai X)

P akan menyatakan bahwa O tidak benar benar menyukai X

Contoh Penelitian
TINGKAT KESEIMBANGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA-ANAK PADA ANAK DENGAN MINAT BACA TINGGI

KERANGKA PEMIKIRAN
Tingkat Keseimbangan Komunikasi

4 Faktor Tingkat Kesimbangan Komunikasi : 1. Faktor Keakraban 2. Faktor Kontrol 3. Faktor Respons - Konfirmasi - Diskonfirmasi 4. Faktor Nada Emosional

Hubungan Interpersonal Orang Tua-Anak

Sumber :
Goldberg,A. Larson Carl E. Komunikasi Kelompok: proses proses diskusi dan penerapannya. Jakarta : UI-Press(Universitas Indonesia).1985 Balance Theory. http://en.wikipedia.org/wiki/Balance_theory.Diakses 20 Maret 2013 Pukul 15.21