Anda di halaman 1dari 3

Filosofi Riset dalam Bidang Akuntansi Keperilakuan Filsafat ilmu merupakan cabang dari filsafat yang banyak digunakan

sebagai batu pijakan dalam mengembangkan ilmu. Jadi, filsafat ilmu adalah jaringan cabang ilmu sedemikian rupa sedingga ilmu pengetahuan dapat ditelusuri sampai ke induk filsafatnya. Filsafat ilmu dapat dikelompokkan menjadi Ontologi, mempertanyakan hakikat ilmu atau mempertanyakan hal yang akan dikaji oleh pengetahuan itu. Epistemologi , mempertanyakan cara pengetahuan diperoleh. Aksiologi, mempertanyakan tujuan penggunaan dari pengetahuan yang dimaksud.

1. Pergesaran arah riset Pendekatan klasikal yang lebih menitiberatkan pada pemikiran normatif yang mengalami masa kejayaan pada tahun 1960-an. Tahun 1970-an terjadi pergeseran pada pendekatan dalam riset akuntansi yang dikarenakan pendekatan normatif tidak dapat menghasilkan teori akuntansi yang siap digunakan dalam praktik sehari-hari. 2. Filosofi Paradigma Metodologi Riset Menurut Burrel dan Morgan (1971), suatu pengetahuan dibangun berdasarkan asumsi-asumsi filosofi yang teridir dari ontologi, epistemologi, hakikat manusia, dan metodologi. Metodologi dipahami sebagai suatu cara menentukan teknik yang tepat untuk memperoleh pengetahuan. 3. Paradigma Fungisionalis Sering disebut fungisionalis struktural atau kontijensi rasional yang merupakan paradigma umum, bahkan sangat dominan digunakan dalam riset akuntansi dibandingkan dengan paradigma lain sehingga disebut paradigma utama. Secara ontologi, paradigma utama ini dipengaruhi realitas fisik yang menganggap bahwa realitas objektif berada secara bebas dan terpisah di luar diri manusia. 4. Paradigma Interpretif

Bagi paradigma interpretif, ilmu pengetahuan tidak digunakan untuk menjelaskan atau memprediksi, tapi untuk memahami. Tujuan paradigma ini adalah menganalisis realitas sosial dan cara realitas sosial tersebut terbentuk. 5. Paradigma Strukturalis Radikal Paradigma ini mempunyai kesamaan dengan fungisionalis, yang mengasumsikan bahwa sistem sosial mempunyai keberadaan ontologis yang konkrit dan nyata. Riset-riset yang diklasifikasikan dalam paradigma ini adalah riset yang didasat=rkan pada teori Marxisme tradisional. 6. Paradigma Humanis Radikal Riset-riset akan diklasifikasikan dalam paradigma ini, jika didasarkan pada teori kritis dari Frankfurt Schools dan Habermas. 7. Paradigma Posmodernisme Posmodernisme menyajikan suatu wacana sosial yang sedang muncul dan meletakkan dirinya di luar paradigma modern. Paradigma ini merupakan oposisi dari paradigma modern. Contoh karya yang paling banyak digunakan sebagai dasar aliran posmodernisme yaitu karya Derrida dan Foucault. 8. Paradigma Akuntansi Kritis Paradigma ini dipandang melalui refleksi dan ilmu sosial kritis dan di kemukakan pertama kali oleh Mattessicj (1964) melalui sebuah derivatif filosofi fungisionalis dalam sistem ekonomi kapitalis. Teori ini tidak berkaitan dengan penyelesaian masalah keterasingan, melainkan dengan proses teknik peilaian yang didefinisikan sebagai nilai objektif yang didasarkan pada konsep ekonomi marginalis. 9. Peluang Riset Akuntansi Keperilakuan pada Lingkungan Akuntansi Banyaknya diversifikasi dalam riset akuntansi keperilakuan menyebabkan tidak mungkin suatu masalah dapat memberikan analisis yang menyeluruh terhadap peluang riset dalam seluruh bidang. Dengan menelaah riiset ini secara khusus, dapat diperoleh suatu kerangka analisis dan diskusi yang dibatasi pada peluang, terutama pada hasil potensi subbidang dan implikasinya untuk sub-bidang akuntansi lainnya.

Audit Akuntansi Keuangan Akuntansi Manajemen Sistem informasi Akuntansi Perpajakan

10. Pertumbuhan Riset Perilaku Wawasan dalam riset akuntansi keperilakuan saat ini bisa diperoleh dengan dua cara berikut, yaitu : a) Survei publikasi utama dari riset akuntansi keperilakuan b) Klasifikasi topik artikel yang dipublikasikan dan pemetaan publikasi terhadap model perilaku individu.