Anda di halaman 1dari 114

PLAFON SANG LANGIT-LANGIT RUMAH MAKALAH

Untuk memenuhi tugas matakuliah Kimia Bahan yang dibina oleh Bapak Drs. Adjib Karjanto S. T., M. T.

Oleh Ach Jadidil Khoir 120523417714

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL Desamber 2012 KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa sehingga dengan rahmat serta hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Plafon Sang Langit-Langit Rumah yang merupakan tugas untuk matakuliah Kimia Bahan. Tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada Pak Drs. Adjib Karjanto, S. T., M. T., selaku dosen pembina matakuliah Kimia Bahan dimana telah memberikan bimbingan dan arahannya dalam pembuatan makalah ini dengan sabar. Teman-teman seperjuangan, yaitu teman-teman sekelas off D yang telah memberikan dukungan, motivasi dan bantuannya sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik. Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dalam penyempurnaan makalah ini sehingga dapat dijadikan referensi dalam pembuatan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya.

Malang, Desember 2012

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1 1.2 1.3 Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Penulisan BAB II PEMBAHASAN 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 2.6 2.7 2.8 2.9 2.10 2.11 Pengertian plafon Fungsi plafon Mengenal bagian-bagian plafon Aneka bahan plafon Konstruksi plafon Elemen utilitas plafon Ragam desain plafon Perawatan dan perbaikan plafon Rencana/pola plafon hanger Plafon minimalis Plafon tahan gempa

i ii

1 7 7

8 9 13 15 51 70 72 86 90 102 104

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan 3.2 Saran DAFTAR RUJUKAN 108 109 110

ii

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Agar ruangan menjadi lebih rapi, kehadiran plafon sebagai pembatas atap cukup berperan. Bahkan selain rapi, plafon mampu menahan paparan panas dari atap sehingga ruangan menjadi lebih "adem". Sebagai pembatas antara atap dan dinding, plafon memiliki fungsi menahan panas agar tak langsung menyengat sesisi rumah. Selain fungsi utamanya, plafon mampu hadir memberi kesan lapang dan lega pada ruangan. Kesan ini timbul lewat pilihan plafon bertipe atau berbentuk datar. Plafon ini juga berkesan modern, dan tampilannya "clean". Bentuk ini banyak Anda jumpai dalam hunian. Dulunya, desain ini terbentuk dari panel-panel multipleks atau asbes dengan dibatasi lis atau nat. Kemudian bergeser seturut dengan kebutuhan dan selera orang.

Sekarang, plafon datar lebih banyak muncul dengan permukaan rata tanpa lis ataupun nat. Jika memakai nat, diusahakan agar dimensinya setipis mungkin. Pemakaian panel dengan modul kecil semakin ditinggalkan, berganti dengan kecenderungan memakai modul lebih besar bahkan customized sehingga ukuran dan bentuk sesuai dengan bidang yang hendak ditutup.

Selain dipasang menempel pada rangka, plafon datar juga bisa dibuat menggantung. Ini disebut suspended ceiling, yang biasa dipakai pada ruang dengan langit-langit sangat tinggi namun dibuat lebih rendah. Untuk materialnya, selain asbes dan multipleks, kini bahan gipsum juga dipakai.
1

Keuntungan menerapkan plafon datar adalah ruang dibawahnya memiliki bantalan udara. Sehingga udara dibawah plafon menjadi dingin dan sejuk. Serta ruangan terlihat rapi karena rangka struktur disusun tersembunyi. Berkembangnya dunia arsitektur diikuti pemakaian material alternatif menjadikan pilihan plafon juga bervariasi. Kalau dulu plafon triplek sebagai plafon paling populer, kini pesaingnya semakin banyak. Salah satunya adalah plafon berbahan gipsum. Seperti dituturkan Teguh Prihanto dalam bukunya "Kreatif Menata Hunian Mungil", keuntungan memakai gipsum adalah hasilnya yang mulus, tanpa terlihat adanya sambungan apabila pengerjaannya rapi. Selain itu, gipsum sebagai plafon fleksibel dibentuk disesuaikan dengan aneka desain. Apalagi, saat ini di pasaran gipsum tersedia dalam variasi aksesori dan hiasan, mulai dari lis plang, hiasan tengah dan hiasan sudut. Banyaknya variasi gipsum juga ditunjang dengan mudahnya direnovasi. Sifatnya yang fleksibel ini menunjang kelengkapan interior ruangan. Namun, gipsum rentan terhadap air. Kebocoran pada atap rumah akan berbuntut pada noda-noda, seperti ompol pada permukaan plafon akibat jamur. Untuk menghindari hal ini terjadi, maka pada saat perencanaan pengaplikasian gipsum harus memperhatikan konstruksi atap rumah. Jangan lupa. tastikan konstruksinya benar-benar rapat serta aman dari kebocoran. Selama ini kita mengenal plafond dalam beberapa istilah yang berbeda, misalnya ada yang mengenal plafond dengan sebutan langit langit atau awing awing. Dalam sejarah, plafond berasal dari bahasa belanda yang merujuk pada makna garis batas biasanya horizontal antara lantai dengan atap.

Plafon rumah tinggal atau langit langit rumah merupakan penutup atas ruang yang berfungsi sebagai penahan panas serta sebagai peredam suara yang baik untuk material plafon tertentu.

Kualitas plafon rumah tinggal dipengaruhi oleh bahan material plafon yang dipakai, dimana setiap bahan material plafon tentunya mempunyai karakter yang berbeda. Plafon adalah bagian konstruksi merupakan lapis pembatas antara rangka bangunan dengan rangka atapnya, sehingga bisa sebagai atau dapat dikatakan tinggi bangunan dibawah rangka atapnya. Plafon adalah bagian dari konstruksi bangunan yang berfungsi sebagai langit-langit bangunan. Pada dasarnya plafon dibuat dengan maksud untuk mencegah cuaca panas atau dingin agar tidak langsung masuk ke dalam rumah setelah melewati atap. Namun demikian dewasa ini plafon tidak lagi hanya sekedar penghambat panas atau dingin, melainkan juga sebagai hiasan yang akan lebih mempercantik interior suatu bangunan. Plafon biasanya dibuat dengan ketinggian tertentu. Namun sebagai variasi ada juga yang dibuat tidak selalu rata. Variasi tersebut dikenal sebagai plafond drop ceiling. Plafon dibuat lebih tinggi dari yang lain. Manfaat / kegunaan plafon antara lain sebagai berikut : Bahan plafon sangat banyak ragamnya, dari kayu, multiplek,lembar semen asbes, hardbord, softboard, acoustic tile, particle board, aluminimum, sampai gipsum.Pilihan yang paling murah dan baik adalah papan gipsum, karena perawatannya mudah. Berikut merupakan beberapa keuntungan bila memilih papan gipsum : Harga jadi untuk 1 m2 terpasang lebih murah dibandingkan denganmemakai triplek.

Bahannya rata, pertemuan antar papan tidak terdapat celah. Bila terjadi kerusakan pada bagian tertentu, tidak diperlukan pembongkaran total, cukup bagian rusak saja yang dipotong. Lalu,potong papan gypsum yang baru, kemudian tempelkan pada potongan yang rusak tadi dengan menggunakan semen compound (semen pengikat bahan gipsum), pegang sebentar lalu dilepas.

Tahap selanjutnya adalah pemasangan list plafon. Bahan terbuat dari gipsum dengan panjang 2,5 meter. Cara pemasangannya pun menggunakan semen compound.

Untuk finishing plafon, cat yang dipakai adalah cat tembok. Fungsi plafon terutama untuk membatasi antara ruang atap

plafon ruang rumah kita gunakan sehari-hari dibawahnya. Plafon juga berfungsi menutupi berbagai "kekacauan" dibawah atap seperti simpang siurnya konstruksi plafon penutup atap, kabel-kabel, pipa mechanical plafon electrical, plafon sebagainya. Plafon juga berfungsi menjadi penahan panas dari atap agar tidak jatuh langsung di ruang bawahnya. Belakangan, plafon juga berfungsi menambah unsur keindahan dalam ruangan, karena bisa dibuat dengan berbagai model plafon. Ketentuan keselamatan utama pemasangan dimana plafon plafon, harus tentunya dibuat faktor dengan

penghuni,

mempertimbangkan unsur material plafon konstruksi rumah memadai, dalam arti kuat, tidak mudah roboh. Pada dasarnya plafon dengan material seperti gypsum bisa dibentuk dengan berbagai macam desain, rumah paling populer adalah drop ceiling, yaitu perbedaan ketinggian plafon, seperti bagian pinggir lebih rendah levelnya, model bertumpuk-tumpuk, plafon sebagainya. Material rumah bisa digunakan antara lain material asbes, tripleks, gymsum board, plafon cement board. Material asbes tidak disarankan lagi digunakan karena sifat bahan rumah karsinogenik (bisa

menimbulkan kangker). Tripleks mudah didapatkan, namun sifatnya rumah mudah terbakar juga harus menjadi pertimbangan. Material rumah aman digunakan adalah plafon gypsum plafon papan semen (GRC board). Orang-orang jaman dahulu juga sering menggunakan anyaman bambu untuk penutup plafon. Jaman sekarang, material rumah lebih bervariasi juga ada, seperti bahan fiber glass. Untuk rangka, bila memakai material asbes atau kayu sebagai penutup, kita bisa menggunakan rangka kayu. Bila menggunakan penutup gypsum atau cement board, kita bisa menggunakan rangka alumunium. Plafon rumah baik tentunya harus dibuat dengan desain rumah memadai plafon sesuai untuk sebuah ruangan, misalnya dibuat tidak dengan standar plafon rumah datar datar saja, kita juga bisa membuat plafon model drop ceiling, dengan bentuk desain rumah bermacam macam. Misalnya bagian pinggir plafon dibuat turun sedikit, dbahkan dibuat seperti relief, juga memungkinkan sehingga membentuk desain tertentu seperti kesan lingkaran melarumah, kotak melarumah, plafon sebagainya. Warna cat plafon juga bisa mempengaruhi kesan ruangan rumah dimaksud. Cat plafon bisa mempengaruhi kesan ruangan, menjadi terkesan makin pendek, atau makin tinggi. Plafon dengan warna gelap cenderung menjadikan ruangan terlihat makin pendek, seplafongkan plafon warna terang akan menjadikan ruangan terlihat makin tinggi. Warna rumah digunakan, sebaiknya disesuaikan dengan warna tembok plafon cat lainnya. Biasanya warna paling 'aman' untuk digunakan adalah warna-warna natural seperti krem plafon putih. Untuk suasana tertentu seperti suasana kafe rumah gelap plafon intim, kita bisa

menggunakan warna hitam atau warna gelap lainnya digabungkan dengan pencahayaan rumah menarik. Plafon bahan GRC board atau papan semen memang cukup baik kualitasnya, kuat karena berbahan dasar semen rumah kuat berdasarkan standar konstruksi seperti SNI. Namun bahan gypsum lebih populer untuk dibentuk dengan berbagai macam desain. Kayu/ tripleks juga bisa menimbulkan suasana rumah lebih alami. Pendeknya, masing2 bahan memiliki kelebihan plafon kekurangannya sendiri. Plafon tidak hanya berfungsi mempermanis ruangan. Kembali lagi pada fungsi plafon sebagai pembatas antara ruang atap plafon ruang kita hidup dibawahnya. Plafon biasanya dapat menutupi ruang dibawah atap, karena semrawut akibat terlihatnya rangka atap seperti rangka baja ringan. Namun bila ingin mengekspos konstruksi atap, misalnya, juga tidak masalah. Sekedar tips, gunakan jenis material rumah sesuai budget, plafon bila ada plafona lebih, bentuk plafon bisa dibuat sedemikian rupa sehingga menunjang desain interior. Sesuaikan bentuk plafon dengan tema ruangan Anda, misalnya bila menggunakan gaya klasik atau Mediterania, sangat sesuai menggunakan permainan lis plafon karena dapat memperindah ruangan. Bentuk bentuk geometris dalam desain plafon juga menambah estetika ruangan dengan tema gaya minimalis. Plafon dengan desain rumah bermacam-macam juga bisa digabungkan dengan unsur pencahayaan rumah menarik pula. Kita bisa menanamkan lampu didalam gypsum sehingga terkesan ada cahaya keluar dari plafon membentuk estetika desain interior rumah menarik plafon atraktif. Jenis pencahayaan rumah 'keluar' dari plafon juga bisa menggunakan lampu spotlight, lampu tersembunyi (hidden), atau general lighting.

1.2.

Rumusan Masalah

a. Apakah pengertian plafon itu? b. Apakah fungsi dari plafon? c. Apa sajakah bagian-bagian plafon itu? d. Apa saja bahan-bahan yang digunakan untuk plafon? e. Bagaimana konstruksi plafon yang baik? f. Bagaimana elemen utilitas plafon? g. Apa saja ragam desain plafon? h. Bagaimana cara perawatan dan perbaikan plafon? i. j. Bagaimana perencana/pola plafon hanger? Apakah plafon minimalis itu?

k. Bagaimana cara membuat plafon tahan gempa

1.3.

Tujuan Masalah a. Mengetahui pengertian plafon b. Mengetahui fungsi dari plafon c. Mengetahui bagian-bagian dari plafon d. Mengetahui bahan-bahan yang baik digunakan sebagai plafon e. Mengetahiu konstruksi plafon f. Mengetahui elemen utilitas plafon g. Mengetahui ragam desain plafon h. Mengetahui cara perawatan plafon yang baik i. j. Mengetahui perencana/pola plafon hanger Mengetahui definisi plafon minimalis

k. Mengetahui cara membuat plafon tahan gempa

BAB II PEMBAHASAN

2.1. PENGERTIAN PLAFON Plafon berasal dari bahasa belanda yang artinya langit-langit. Kata langit-langit mukin kurang pas dan terlalu panjang maka dari itu orang sekarang lebih mudah menyebutnya dengan plafon. Plafon adalah bagian konstruksi merupakan lapis pembatas antara rangka bangunan dengan rangka atapnya, sehingga bisa sebagai atau dapat dikatakan tinggi bangunan dibawah rangka atapnya. Plafon secara definisi merupakan daerah pembatas antara atap dan ruangan di bawahnya ketinggiannya berkisar antara 2,80 3,80 m. Plafon rumah memiliki banyak fungsi. Plafon atau sering disebut langit-langit merupakan salah satu elemen bangunan yang harus diperhatikan. Banyak pemilik rumah tidak menghiraukan penampilan plafon. Padahal plafon dapat membuat

penampilan ruangan menjadi lebih menawan. Plafon merupakan elemen bangunan yang mungkin lebih banyak diperhatikan ketika terjadi permasalahan, seperti noda dari atap, plafon yang jebol, ataupun yang lendut. Padahal ketika semua ruang dipenuhi banyak orang, plafon adalah salah satunya yang menjadi perhatian. Oleh karena itu, plafon pun harus didesain dengan cantik dan menarik. Selain itu, bidang horisontal diatas lantai plafon dapat mempengaruhi kesan ruang. Jika ruang terasa sangat megah, karena proporsi plafon yang tinggi maka ada permainan ketinggian plafon yang bisa membuat ruang terasa modern. Oleh karena itu, kami hadir untuk memandu Anda memilih ragam bahan penutup dan rangka plafon sesuai dengan fungsi dan selera Anda dalam menciptakan desain plafon yang menarik sesuai dengan fungsi ruang. Pada bangunan ruamh tradisional, plafon jarang digunakan. Dulu, Plafon hanya digunakan di
8

rumah orang kaya dan bangsawan yang terimbas budaya barat. Dari sisi kaidah struktur bangunan, rumah tradisional umumnya beratap sirap (plafon gypsum), genteng (plafon gypsum), atau serat-serat dari tanaman, berupa ijuk, jerami, daun nipah dan sebagainya. Selain itu, dinding pun dilapisi bahan alami, seperti papan, anyaman bambu, atau ranting. Rumah tradisonal sama sekali tidak memakai plafon. Mengapa demikian? Udara didalam rumah akan bersirkulasi dengan baik sepanjang musim. Untuk bangunan tradisional hubungan ventilasi eksterior dan interior menjadi penting, karena berperan menjaga kondisi suhu dan kelembaban ruang pada saat musim hujan dan kemarau. Namun, teknologi bangunan semakin berkembang menyajikan berbagai pilihan yang mempercantik

penampilan rumah dan membuat rumah semakin nyaman. Salah satunya adalah plafon yang saat ini menjadi komponen bangunan yang tidak bisa diabaikan. Ruang diantara plafon dengan lantai atasnya, atau antara plafon dengan atap, dapat menjadi tempat instalasi listrik, saluran air bersih, maupun air kotor. Dari sisi kaidah struktur bangunan, rumah tradisional umumnya beratap sirap,genteng, atau serat-serat dari tanaman. Berupa ijuk, jerami,daun nipah, dan sebagainya. Selain itu, dindingnya pun dilapisi dinding alami, seperti papan, anyaman bambu, atau ranting. Rumah tradisional sama sekali tidak mengggunakan plafon. Sebab, akan memperlancarkan sirkulasi udara dalam rumah dengan baik spanjang musim. 2.2. FUNGSI PLAFON Plafon difungsikan untuk menjadi tempat persembunyian jaringan kabel-kabel listrik, instalasi pipa-pipa air, dan ducting AC. Sisi luar plafon (bagian yang menghadap kebawak kearah ruangan) digunakan untu meletakkan atau menggantungkan titik-titik lampu, kipas angin, dan sebagainya. Dengan begitu, plafon juga berfungsi sebagai sarana penunjang pencahayaan dan penghawaan buatan, tetapi harus didesain dengan baik. Bahan pelapis plafon tertentu juga dapat sebagai pereddan

10

bunyi, misalnya jenis plafon akustik.

Untuk ruangan dengan tuntutan

akusti terrtentu, diperrlukan kecermatan perhitungan bentuk, bahan pelapis plafon, dan penataan sehingga tercapai fungsi ruangan yang akustik dan estetis. Fungsi utamanya adalah untuk menjaga kondisi suhu di dalam ruangan akibat sinar matahari yang menyinari atap rumah. Udara panas di ruang atap ditahan oleh plafon sehingga tidak langsung mengalir ke ruang di bawahnya sehingga suhu ruang tetap terjaga. Plafon juga berfungsi untuk melindungi ruangan rumah dari rembesan air yang masuk dari atas atap, menentralkan bunyi yang bising pada atap pada saat hujan. Selain itu juga plafon dapat membantu menyembunyikan instalasi listrik dan struktur atap sehingga ruang interior tampak lebih indah. Fungsi lebih rinci dari plafon: Plafon merupakan bagian dari interior yang harus didesain sehingga ruangan menjadi sejuk dan enak dipandang (artistik). Plafon sebagai batas tinggi suatu ruangan tentunya ketinggian dapat diatur sesuaikan dengan fungsinya ruangan yang ada. Umpamanya; untuk ruang tamu pada sebuah rumah tinggal cenderung tinggi plafon direndahkan, begitu juga ruang keluarga atau ruang makan, agar mempunyai kesan lebih familier dan bersahabat. Plafon berfungsi juga sebagai isolasi panas yang datang dari atap atau sebagai penahan perambatan panas dari atap (aluminium foil). Plafon dapat juga sebagai meredam suara air hujan yang jatuh diatas atap, terutama pada penutup atap dari bahan logam. Plafon sebagai finishing (elemen keindahan), mempunyai tempat untuk menggantungkan bola lampu, sedang bagian atasnya untuk meletakkan kabel kabel listriknya (sparing instalasi). Plafon merupakan bagian dari interior yang harus didesain sehingga ruangan menjadi sejuk dan enak dipandang (artistik).

11

Plafon sebagai batas tinggi suatu ruangan tentunya ketinggian dapat diatur sesuaikan dengan fungsinya ruangan yang ada. Umpamanya; untuk ruang tamu pada sebuah rumah tinggal cenderung tinggi plafon direndahkan, begitu juga ruang keluarga atau ruang makan, agar mempunyai kesan lebih familier dan bersahabat. Plafon berfungsi juga sebagai isolasi panas yang datang dari atap atau sebagai penahan perambatan panas dari atap (aluminium foil). Plafon dapat juga sebagai meredam suara air hujan yang jatuh diatas atap, terutama pada penutup atap dari bahan logam. Plafon sebagai finishing (elemen keindahan), mempunyai tempat untuk menggantungkan bola lampu, sedang bagian atasnya untuk meletakkan kabel - kabel listriknya (sparing instalasi). Sebagai penutup, instalasi listrik, instalasi plumbing, instalasi AC, dll merupaka contoh jaringan yang umum kita jumpai disetiap bangunan. Agar instalasi instalasi tersebut tidak tampak berantakan maka kita harus menutupnya. Disinilah salah satu peran plafond sebagai penutup. Sebagai pengikat udara, dalam dunia arsitektur kenyamanan adalah salah satu konsep yang harus dijaga agar penghuni rumah tersebut betah menempati bangunan tersebut. Salah satunya adalah baiknya sirkulasi udara dalam rumah itu sendiri. Kaidah dari ventilasi udara menerangkan bahwa ruangan akan memiliki hawa dan suhu yang sejuk jika posisi bukaannya searah dengan arah angin, mampu mengalirkan udara segar ke dalam bangunan dan mampu membuang udara jenuh ke luar bangunan. Jika pintu dan jendela berfungsi sebagai sirkulasi udara, fungsi plafond justru menahan dan mengikat udara tetap berada di dalam bangunan. Udara yang mengalir ke dalam bangunan akan dialirkan kea tap dan di ikat dalam plafond dengan tujuan udara dalam banguna tersebut akan tetap stabil. Salah satu kunci plafon dapat berfungsi sebagai pengikat udara adalah kita harus memperhatikan jarak.

12

Supaya ruangan di bawah atap selalu tampak bersih dan tidak tampak kayu dari rangka atapnya. Untuk menahan kotoran yang jauh dari bidang atap melalui celahcelah genteng Untuk menahan percikan air, agar seisi ruangan selalu terlindungi Untuk mengurangi panas dari sinar matahari melalui bidang atap. Plafon merupakan bagian dari interior yang harus didesain sehingga ruangan menjadi sejuk dan enak dipandang (artistik). Plafon sebagai batas tinggi suatu ruangan tentunya ketinggian dapat diatur sesuaikan dengan fungsinya ruangan yang ada. Umpamanya; untuk ruang tamu pada sebuah rumah tinggal cenderung tinggi plafon direndahkan, begitu juga ruang keluarga atau ruang makan, agar mempunyai kesan lebih familier dan bersahabat.

Plafon berfungsi juga sebagai isolasi panas yang datang dari atap atau sebagai penahan perambatan panas dari atap (aluminium foil). Plafon dapat juga sebagai meredam suara air hujan yang jatuh diatas atap, terutama pada penutup atap dari bahan logam. Plafon sebagai finishing (elemen keindahan), mempunyai tempat untuk menggantungkan bola lampu, sedang bagian atasnya untuk meletakkan kabel - kabel listriknya (sparing instalasi).

Untuk mengurangi panas dari sinar matahari yang melalui bidang atap. Untuk menahan kotoran yang jatuh dari bidang atap. Untuk menahan percikan air hujan, agar ruangan dan isinya selalu terlindung. Supaya ruangan di bawah atap selalu nampak bersih. Menambah estetika ruangan, karena konstruksi plafon bisa dibuat beraneka macam bentuk.

13

Itulah fungsi-fungsi utama yang mendorong munculnya bahan plafon sebagai jeda pembatas antara bagian atap dengan bangunan ruang di bawahnya. Namun saat ini, fungsi plafon juga telah mengalami perluasan presepsi, tak hanya mengakomodir fungsi-fungsi di atas, fungsi plafon sat ini juga dirancang sedemikian rupa sebagai pemberi kesan estetika pada ruangan. Model dan bentuk plafon akan sangat mempengaruhi keindahan ruangan di bawahnya. Oleh karena itu bermunculanlah beragam bahan dasar pembuat plafon yang ada di pasaran dengan harga yang beragam ula.

Gambar 2.2.1 Contoh Plafon 2.3 MENGENAL BAGIAN-BAGIAN PLAFON Pada umumnya yang disebut plafon adalah bentuk sebuah bidang yang ada di atas ruangan. Bentuk ada yang datar horisontal atau miring mengikuti bentuk atap. A. Rangka plafon Rangka plafon adalah batang-batang tempat bidang plafon digantungkan. Rangka plafon adalah terdiri dari beberapa bagian, yaitu balok induk dan balok anak. Balok induk berfungsi sebahai rangka utama. Bahannya terbuat dari kayu atau logam.

14

Ukuran balok induk dari kayu adalah 5/7 cm atau cm. Sementara balok induk yang terbuat dari logam atau aluminium berbentuk pipa persegi atau T (tee bean/tee channel) dan U. Rangka penggantung plafon disebut balok anak atau balok penggantung. Untuk menyesuaikan dengan bentuk plafon yang sesuai dengan ukuran standart atau disebut pola modular. B. Penutup plafon Bahan (penutup) plafon umumnya berupa bidang tipis yang memiliki modul (ukuran standar) tertentu, tergantung jenis bahannya. Plafon berbahan anyaman kulit bambu sangat

mengesankan dan eksotis, namun terbatas pengadaannya karena masih merupakan kerajinan tangan. Sementara produk industri tersedia dalam bermajam ukuran dan volume yang melimpah. Untuk tipe pnel atau lembar umumnya berukuran 100cm x100cm dan 120cm x240cm. Ada pula yang disebut tipe keping atau tile, berukuran 30cm x30cm dan 30cm x60cm. C. Aksesoris plafon Aksesoris plafon terdiri dari lis plafon dan ceiling ros. Lis plafon tidak berfungsi struktural, melaikan sebagai finishing atau bahan pelapis akhir yang sifatnya merapikan. Dengan adanya lis, batas antara dinding yang vertikal dengan plafon yang horisontal terasa lebih tegas. Ceiling rose pun hanya hadir sebagai penghias plafon dan tidak berfungsi secara struktural. Biasanya terletak di tengahtengah plafon dan ruang. Bagian aksesoris plafon ini memiliiki detail ornamen sehingga akan tampil semakin menawan jika dipasang lampu hias gantung.

15

2.4 ANEKA BAHAN PLAFONv

Gambar 2.4.1 Plafon Jenis-jenis bahan bangunan senantiasa berubah, mengikuti perkembangan situasi dan kondisi teknologi serta ketersediaan bahan pada zamannya. Semua bahan untuk jenis plafon rumah merupakan bahanbahan yang baik dan berkualitas. Tinggal anda saja yang menentukan bahan yang mana yang cocok sesuai dengan desain interior plafon diinginkan. Sebelum memilih model dan bahan dasar plafon rumah yang akan Anda pakai dalam desain nantinya, ada baiknya Anda mempelajari keunggulan dan kelemahan dari tiap jenis plafon tersebut. Bahan untuk pembuatan plafon dapat dibuat dari kepang (anyaman bambu atau bilik ), papan kayu, asbes semen, tripleks, hardboard, selotex, acustek tile, particle board, jabar wood dan pada saat ini banyak digunakan papan gipsum dan lain-lain. Karena bahan bahan tersebut meruapakan lembaranyang relatif tipis, maka pemasangannya memerlukan suatu konstruksi yang khusus dan dari bahan lain sebagai penggantung dimana bahan tadi ditempelkan. Bentuk pemasangan plafon dapat dibuat bermacam macam sesuai selera pemilik rumah seperti misalnya; langitlangit datar / rata, melengkung, kesan bertingkat dan langit-langt berventilasi. Bahan yang mudah didapat dan mudah dikerjakan yaitu dari balok balok kayu yang dipasang saling bersilangan sehingga membentuk petak-petak dengan ukuran tertentu sesuai dengan bahan plafon tersebut.

16

1. Bahan rangka plafon Ada dua bahan utama rangka plafon, yaitu kayu dan logam. Rangka penggantung harus mempunyai sifat batang memanjang, lurus, dan lentur. a. Kayu Kayu alam yang berserat sepanjang batang dan bersifat lentur dapat digunakan sebagai balok maupun papan. Sementara kayu olahan yang terbuat dari dasar sebuk kayu atau sisa-sisa potongan kyu yang dipres mesin tidak memiliki sifat utama tersebut. Karena itu, hindari batang yang bebahan olahan kayu lapis terutama yang terbuat dari sebuk kayu untuk digunakan sebagai batang rangka. Untuk menciptakan kesan yang unik pada plafon, ruang tidak harus menggunakan bahan yang mahal harganya. Limbah kayu yang berbentuk papan-papan kecil juga bisa dipakai untuk membuat plafon dengan tampilan yang tidak kalah menarik dibanding dengan bahan yang lain seperti gypsum atau kayu yang masih utuh. Apalagi plafon dari gypsum biasanya menggunakan cetakan yang merupakan produk buatan pabrik, sehingga punya tampilan yang seragam dan kurang variatif. Berbeda dengan plafon dari potongan kayu yang bisa dibuat sesuai dengan selera sendiri sehingga mampu memberi nuansa yang lebih dinamis dan tidak monoton atau membosankan.

17

Gambar 2.4.2 Plafon dari Bahan Kayu (Parket)

Selain itu dengan menggunakan potongan kayu untuk membuat plafon, ada bebeapa keuntungan lain yang bisa kita ambil. Bahan utama untuk membuat plafon ini bisa menggunakan sisa kayu atau potongan kecil yang tidak terpakai ketika membangun rumah sehingga kita tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal. Jika jumlahnya tidak cukup, kita bisa mendapatkannya deengan cara membeli. Harganya sangat murah karena hanya diitung perkilo atau perkarung. Dan yang lebih menarik, plafon dari potongan kayu ini akan menjadikan tampilan ruang terlihat berbeda. Hal ini akan membuat orang yang melihatnya akan merasa heran dan kagum. Kejadian ini tentu akan menimbulkan kebanggaan tersendiri bagi kita. Apalagi jika kita mampu menata dan menyusun potongan kayu tersebut dengan konsep yang lebih berani dalam hal

18

eksplorasi. Bisa dipastikan plafon tersebut mampu memunculkan nuansa seni yang tinggi. Cara membuat plafon dari potongan kayu ini juga tidak sesulit yang dibayangkan. Pertama kita siapkan dulu papan kayu yang sudah dipotong menjadi ukuran kecil-kecil atau berbentuk kotak maupun persegi panjang. Jumlahnya tentu disesuaikan dengan ukuran ketebalan plafon yang mau dibuat serta luas ruang atau plafon yang mau digunakan. Selain itu, pilihlah potongan kayu yang punya ukuran yang lebih tipis. Makin tipis potongan kayu tersebut akan lebih mudah disusun dan dibuat pola yang lebih bagus. Namun meski punya ukuran yang tipis, kayu tersebut tidak boleh mudah pecah atau retak. Jadi pilaihlah kayu yang kondisinya sudah kering dan tidak lembab. Selanjutnya kita membuat kerangka dari bahan kayu. Ukurannya tidak perlu yang besar, namun harus disusun agak rapat. Tujuannya adalah agar kita lebih mudah membuat susunan potongn kayu yang mau digunakan untuk menutup plafon.

Gambar 2.4.3 Plafon dari potongan kayu Jika ingin meniru contoh seperti yang ada pada gambar, selain plafon potongan kayu tersebut juga digunakan untuk menutup tiang penyangga. Yang harus diperhatikan dalam penutupan ini ada dua jenis tiang yang bisa digunakan, yaitu tiang

19

yang hanya bisa berfungsi sebagai hiasan saja dan tiang yang punya fungsi dalam arti yang sebenarnya yaitu untuk menyangga bangunan atau atap. Jika tiang tersebut merupakan tiang aksesori saja, kita bisa lebih bebas melakukan eksplorasi untuk menciptakan teknik penyusunan atau pembuatan tiang dengan desain yang lebih menarik. Namun jika tiang trersebut merupakan tiang penyangga, sususan kayu harus diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu fungsi utamanya. Adapun cara melakukan penyusunan atau penutupan plafon bisa menggunakan lem kayu yang dicampur dengan serbuk hasil penggergajian. Adonan lem ini akan membuat daya rekatnya menjadi lebih kuat sehingga kayu tidak mudah terlepas. Ketika melakukan penataan, sebaiknya dilakukan di bagian pinggir atau bawah lebih dulu dengan arah yang selalu sejajar. Tujuannya adalah agar susunan tersebut tetap punya pola yang baik dan tidak terlihat berantakan. Kemudian untuk menciptakan kesan yang lebih dramatis, buatlah sistem pencahayaan yang mampu menampilkan susunn kayu tersebut dengan jelas dan detail. Lambersering adalah kayu olahan yang dibuat bentuk menjadi lembaran-lembaran ( 1 x 9 cm ) dan kemudian dikeringkan dengan oven untuk mengurangi kadar airnya agar saat pemasangan nanti tidak ada penyusutan lagi. Finishing akhir plafon lambersering lazimnya dicat impra supaya kelihatan natural (warna kayu). Biasanya digunakan untuk plafon bagian luar bangunan. Kelebihan Plafon Lambersering. Lebih artistik dan cenderung menciptakan suasana ruangan menjadi klasik. Kelemahan Plafon Labersering. Pengerjaan lebih sulit dan lama. Harga lebih mahal dibanding dengan plafon gypsum.

20

b. Logam Umumnya bahan logam memiliki ikatan molekul lebih rapat sehingga bersifat kuat tetapi lentur. Oleh karena itu, logam dapat berfungsi sebagai balok atau sebagai batang yang dapat digantungi beban. 2. Bahan penutup plafon Plafon yang bersifat bidang mengharuskan berbahan rata, tipis, ringan, mudah dikerjakan dan tahan air, nilai tambahnya dapat dibuat bervariasi. Hal tersebut memancing munculnya ragam kreasi dan kombinasi a) kayu b) glass reinforced cement (GRC) (asbes semen) c) softboard (papan akustik) d) kaca (plexyglass) e) papan gipsum f) metal atau logam g) bahan tradisional (gedek dan rotan). 3. Bahan aksesoris pafon-plafon dapat tampil tanpa ornamen. Namun, ada kalanya ornamen hadir untuk lebih mempercantik dan menambah kekuatan plafon. Ornamen plafon terdiri dari lis dan ceiling rose. Plafon dibuat tidak menempel langsung di dinding dan rangka atap sehingga terbentuk celah disisi samping plafon. Celah ini digunakan untuk meletakkan lampu yang menerangi ruangan ini. Dengan pemasangan lampu seperti ini, cahaya lampu neon tidak langsung menyinari ruangan tetapi dipantulkan terlebih dahulu. a. Aksesoris plafon fiber dan lis profil untuk kombinasi lampu hias Dekorasi untuk lampu hias ini, terbuat dari fiber, tipis, ringan, berwarna dan berpenampilan mewah, cocok untuk ruangan dengan ketinggian lebih dari 2.65 m. Dibandingkan dengan aksesoris plafon bahan plafon.

21

gypsum, aksesoris plafon fiber ini 10 kali lebih ringan, 50 kali lebih kuat dan memiliki fungsi anti aging. Aksesoris plafon fiber ini menggabungkan gaya klasik eropa dengan teknologi modern sehingga sangat mudah disesuaikan untuk ruangan apapun. Pemasangannya pun sangat mudah, sehingga menghemat waktu dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Profil yang berbentuk mewah dan diperkaya dengan ornamen dapat memperindah plafon dan ruangan anda. Aksesoris plafon fiber ini sangat cocok digunakan di ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, ataupun kamar tidur rumah anda. Untuk tempat komersil aksesoris plafon fiber ini dapat digunakan untuk lobby hotel, ruang karoke, ruang pertemuan, kamar hotel, dll. Aksesoris plafon fiber ini juga memiliki detail ornamen sehingga akan tampil semakin menawan jika dipasangi lampu hias. Bermacammacam lampu hias dapat dikombinasikan dengan aksesoris plafon fiber. Jika anda memiliki desain plafon klasik dapat menggunakan lampu hias gantung. Namum jika memiliki desain plafon modern, lampu seprti hidden lamp, ceiling fan lamp atau downlight dapat juga dikombinasikan dengan aksesoris plafon fiber.

22

Gambar 2.4.4 Aksesoris Plafon

Gambar 2.4.5 Aksesoris Plafon Semua bahan untuk jenis plafon rumah merupakan bahanbahan yang baik dan berkualitas. Tinggal anda saja yang menentukan bahan yang mana yang cocok sesuai dengan desain interior plafon diinginkan.

23

Sebelum memilih model dan bahan dasar plafon rumah yang akan Anda pakai dalam desain nantinya, ada baiknya Anda mempelajari keunggulan dan kelemahan dari tiap jenis plafon tersebut. Plafon Tripleks Material plafon yang terbuat dari kayu lapis yang direkatkan. Bobotnya ringan, mudah dipotong sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan serta memiliki ketebalan bervariasi dari 3 mm sampai 12 mm. Plafon berbahan tripleks merupakan jenis penutup plafon yang sering dipakai. Ukuran tripleks dipasaran adalah 122 cm x 244 cm dengan ketebalan 3 mm, 4 mm dan 6 mm. Pemasangan plafon ini dapat dipasang lembaran tanpa dipotong-potong maupun dapat dibagi menjadi empat bagian supaya lebih mudah dalam penataan dan pemasangannya. Rangka plafon dapat menggunakan kasau 4/6 atau 5/7 dengan ukuran rangka kayu 60 cm x 60 cm. Plafon jenis ini merupakan pilihan plafon yang terfavorit digunakan sebelum orang mengenal gypsum. Bahan utama untuk membuat plafon ini adalah kayu digunakan sebagai rangka dan triplek 6 mm untuk plafonnya. Kenapa triplek 6 mm? Mempertimbangkan menurunnya kwalitas triplek yang beredar dipasaran sekarang ini (dulu 4 mm saja sudah cukup). Jika memakai triplek yang tipis, nanti akan terlihat bergelombang. Kelebihan Plafon Triplek. Karena rangkanya terbuat dari kayu maka tidak perlu dikhawatirkan jika saat pemasangan intalasi listrik akan dipijak oleh instalator. Kekurangan Plafon Triplek. Pada umumnya sambungan triplek akan kelihatan, jika anda menginginkan kesan datar tanpa sambungan akan sulit diwujudkan. Dalam beberapa waktu setelah pemasangan akan kelihatan warna kekuningan jika dicat dengan warna putih (biasanya akan cepat muncul apabila tripleknya kurang bagus)

24

Keunggulan jenis plafon tripleks proses pengerjaannya lebih mudah dan dapat dilakukan oleh tukang kayu sehingga Anda tidak kesulitan dalam pengerjaannya. Material tripleks mudah didapatkan di pasaran dengan harga yang relatif murah dan bahan yang ringan memudahkan pengguna dalam perbaikan apabila terjadi kerusakan untuk menggantinya. Kelemahan bahan tripleks tidak tahan terhadap api sehingga mudah terbakar dan apabila sering terkena air atau rembesan maka akan mudah rusak. Bahan Triplek, harga relatif murah dengan berbagai macam ketebalan. Ketebalan yang layak untuk plafon sebenarnya 4mm, kalau bisa 5mm, tetapi karena harga kayu sudah tidak rasional, konsumen dipaksa membeli ketebalan 3mm bahkan 2,5mm. Pemasangan juga lebih mudah tidak perlu ahli khusus. Pemasangan plafon ini dapat dipasang lembaran tanpa dipotong-potong maupun dapat dibagi menjadi empat bagian supaya lebih mudah dalam penataan dan pemasangannya. Karena bahannya yang ringan memudahkan pengguna dalam perbaikan apabila terjadi kerusakan untuk menggantinya. Kelemahan Plafon ini mudah hancur apabila terkena air atau dimakan rayap. Dan biasanya agar lebih indah perlu finishing dengan cat kayu atau wallpaper. Plafon triplek bila sudah terkena air akibat kebocoran, langsung ternoda dan sulit untuk di cat tembok (emulsi) agar kembali indah seperti semula. Bila sudah ternoda biasanya diakali dengan cat minyak, baru ditimpa cat tembok. Plafon Triplek (1,22,4m), merupakan material plafon paling populer untuk menengah bawah. Variasi ketebalannya membuatnya semakin menarik menjadi pilihan para pemborong/kontraktor. Karena semakin memudahkan kontraktor menipu pemilik bangunan. Era 80-an, triplek yang lazim digunakan sebagai plafon memiliki ketebalan 5mm. Saat ini sudah beredar triplek dengan ketebalan 2,5mm. Ketebalan 2,5mm tidak layak dijadikan material plafon, karena sangat rapuh dan tidak awet.

25

Kucing melompat diplafon dapat menjebol plafon triplek yang tipis tersebut. Plafon Triplek (1,22,4m), merupakan material plafon paling populer untuk menengah bawah. Variasi ketebalannya membuatnya semakin menarik menjadi pilihan para pemborong/kontraktor. Karena semakin memudahkan kontraktor menipu pemilik bangunan. Era 80-an, triplek yang lazim digunakan sebagai plafon memiliki ketebalan 5mm. Saat ini sudah beredar triplek dengan ketebalan 2,5mm. Ketebalan 2,5mm tidak layak dijadikan material plafon, karena sangat rapuh dan tidak awet. Kucing melompat diplafon dapat menjebol plafon triplek yang tipis tersebut. Plafon triplek bila sudah terkena kebocoran, langsung ternoda dan sulit untuk di cat tembok (emulsi) agar kembali indah seperti semula. Bila sudah ternoda biasanya diakali dengan cat minyak, baru ditimpa cat tembok. Ketebalan yang layak untuk plafon sebenarnya 4mm, kalau bisa 5mm, tetapi karena harga kayu sudah tidak rasional, konsumen dipaksa membeli ketebalan 3mm bahkan 2,5mm. Plafon triplek bila sudah terkena kebocoran, langsung ternoda dan sulit untuk di cat tembok (emulsi) agar kembali indah seperti semula. Bila sudah ternoda biasanya diakali dengan cat minyak, baru ditimpa cat tembok

26

Plafon Eternit atau Asbes

Gambar. 2.4.5 Asbes Asbes adalah istilah pasar untuk bermacam-macam mineral yang dapat dipisah-pisahkan hingga menjadi serabut yang fleksibel. Berdasarkan komposisi mineralnya, asbes dapat digolongkan menjadi dua bagian. Golongan serpentin; yaitu mineral krisotil yang merupakan hidroksida magnesium silikat dengan komposisi Mg6(OH)6(Si4O11) H2O, Golongan amfibol; yaitu mineral krosidolit, antofilit, amosit, aktinolit dan tremolit. Walaupun sudah jelas mineral asbes terdiri dari silikat-silikat kompleks, tetapi dalam menulis komposisi mineral asbes terdapat perbedaan. Semula dianggap bahwa silikatnya terdiri dari molekul Si11O12. Akan tetapi berdasarkan hasil penyelidikan sinar-X, sebenarnya silikat-silikat itu terdiri dari molekul-molekul Si4O11. Yang banyak digunakan dalam industri adalah asbes jenis krisotil. Perbedaan dalam serat asbes selain karena panjang seratnya berlainan, juga karena sifatnya yang berbeda. Satu jenis serat asbes pada umumnya dapat dimanfaatkan untuk beberapa penggunaan yaitu dari serat yang berukuran panjang hingga yang halus. Pembagian atas dasar dapat atau tidaknya serat asbes dipintal ialah : 1) Serat asbes yang dipintal, digunakan untuk : - Kopling, tirai dan layar, gasket, sarung tangan, kantong-kantong asbes, pelapis ketel uap, pelapis dinding, pakaian pemadam kebakaran, pelapis rem, ban mobil, bahan tekstil asbes, dan lain-lain.

27

- Alat pemadam api, benang asbes, pita, tali, alat penyam-bung pipa uap, alat listrik, alat kimia, gasket keperluan laboratorium, dan pelilit kawat listrik. 2) Serabut yang tidak dapat dipintal terdiri atas: - Semen asbes untuk pelapis tanur dan ketel serta pipanya, dinding, lantai, alat-alat kimia dan listrik - Asbes untuk atap; - Kertas asbes untuk lantai dan atap, penutup pipa isolator-isolator panas dan listrik; - Dinding-dinding asbes untuk rumah dan pabrik, macam-macam isolasi, gasket, ketel, dan tanur; - Macam-macam bahan campuran lain yang menggunakan asbes sangat halus dan kebanyakan asbes sebagai bubur.

Asbes amfibol yang biasa digunakan sebagai bahan serat tekstil adalah dari jenis varitas krosidolit. Hal ini berhubungan dengan daya pintalnya yang sesuai dengan kebutuhan industri tekstil. Krisotil dan antagonit termasuk ke dalam golongan asbes serpentin. Krisotil juga merupakan jenis asbes yang sangat penting dalam industri pertekstilan Kepala Badan Pengelolaan Lingkungn Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat, Setiawan Wangsa Atmaja, seusai menghadiri acara Workshop Diseminasi Pengelolaan Limbah Asbestos Provinsi Jawa Barat, di Bandung, Kamis (7/10) mengatakan, perkiraan ledakan asbestos di Indonesia tersebut didasarkan pada pengalaman penggunaan asbes oleh negara-negara maju seperti Inggris dan Belanda. Dari pengalaman negara Inggris dan Belanda, ledakan asbestosis di dua negara itu terjadi setelah 20 tahun mereka menggunakan asbes, kata Setiawan.

28

Dikatakannya, akibat ledakan asbestos tersebut maka masyarakat Indonesia akan terkena penyakit komplikasi asbestosis seperti rusaknya jaringan paru-paru yang berkomplikasi dengan penyakit TBC. Menurutnya, di Indonesia ada 28 industri yang dinyatakan sebagai pengguna asbes untuk dijadikan bahan baku utama proses produksinya. Untuk Provinsi Jawa Barat, kata Setiawan, kawasan Cibinong dan Bekasi menjadi kawasan industri di Jabar yang menggunakan asbes sebagai bahan baku utama untuk proses produksinya. Sementara itu, pakar kesehatan dari Teknik Lingkungan Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung, Juli Soemirat, menjelaskan, asbestos ialah bahan bangunan yang karena sifatnya yang tahan asam, panas, fleksibel, tidak menguap, tidak mudah dihancurkan di alam yang biasa digunakan untuk mobil, kompor, atap rumah, plafon, pelapis, dan kabel listrik. Juli mengatakan, asbestos jika masuk ke dalam paru-paru akan melekat atau menusuk sel paru-paru, tetap di sana karena tubuh tidak dapat menghancurkannya. Jika asbestos dalam paru-paru mengendap setelah dua sampai lima tahun kemudian, akan banyak sel mati dan mengakibatkan tidak dapat bernapas. Material plafon dengan bahan dasar Asbes, serta bobot agak berat. Apabila ingin menggunakan jenis material ini ada baiknya dilakukan pengecatan terlebih dahulu untuk menutupi pori serta menghindari timbulnya bubuk asbes. Dalam pasaran ukuran plafon eternit adalah 1.00 m x 1.00 m dan 0.50 m x 1.00 m. Cara pemasangan pun sama dengan plafon tripleks. Anda dapat menggunakan kasau 4/6 atau 5/7 dengan ukuran rangka kayu 60 cm x 60 cm untuk rangka plafon.

29

Keunggulannya selain mudah didapat dipasaran, proses pengerjaan pun mudah sehingga tidak menemui kendala. Bahannya yang ringan memudahkan pengguna untuk dapat mengganti apabila terjadi kerusakan. Kelemahan bahan dari eternit atau asbes tidak tahan terhadap goncangan dan benturan sehingga harus berhati-hati dalam proses pemasangan plafon supaya tidak patah atau retak. Asbestos atau panggilan akrabnya asbes, merupakan gabungan enam mineral silikat alam. Asbes biasa digunakan sebagai atap rumah karena memiliki beberapa keuntungan, diantaranya: harga yang murah, ringan, pengerjaan mudah, tahan terhadap panas, kedap suara,dan rumah beratap asbes pun akan terasa sejuk. Plafon asbes sedapat mungkin dihindarkan, karena berisiko tinggi terhadap penyakit paru-paru yang berbahaya. Partikel asbestos yang sangat halus bila terhirup akan mengendap di paru-paru dan memicu asbesklorosis. Sebenarnya plafon asbes tahan terhadap akibat kebocoran rumah. Sebenarnya, asbes membahayakan tubuh, bila ada bagian yang rusak. Bagian yang rusak ini akan menyebabkan serat yang menyusun asbes terlepas ke udara. Serat tipis yang beterbangan di udara dan terhirup manusia itulah yang membahayakan. Plafon asbes sedapat mungkin dihindarkan, karena berisiko tinggi terhadap penyakit paru-paru yang berbahaya. Partikel asbestos yang sangat halus bila terhirup akan mengendap di paru-paru dan memicu asbesklorosis, Mesothelioma, hingga Kanker. Karena bahayanya ini, beberapa negara mengatur regulasi khusus tentang penggunaan asbes sebagai bahan bangunan. Bahkan, The European Union melarang pemakaian semua jenis asbes, termasuk ekstraksi, pembuatan, hingga pengolahan produk asbes. Negara-negara

30

maju membuat undang-undang tentang penggunaan asbes, misalnya Australia, Brazil, Kanada dan banyak negara lainnya. Faktanya, kita tidak pernah peduli jika ada bagian asbes yang rusak. Pemotongan asbes saat pemasangan pun merusak asbes, artinya memotong asbes menyebabkan serat asbes terlepas. Dan membahayakan tukang serta siapa saja yang menghirupnya. Plafon asbes sedapat mungkin dihindarkan, karena berisiko tinggi terhadap penyakit paru-paru yang berbahaya. Partikel asbestos yang sangat halus bila terhirup akan mengendap di paru-paru dan memicu asbesklorosis. Plafon Fiber Saat ini plafon fiber sudah banyak digunakan. Dalam aplikasi untuk plafon rumah menggunakan papan GRC (Glassfiber Reinforced Cement Board). Harganya relatif murah dibandingkan dengan tripleks. GRC Board mempunyai ukuran 60 cm x 120 cm dengan ketebalan standar 4 mm. Rangka plafon dapat mengunakan kasau 4/6 atau 5/7 maupun besi hollow 40 mm x 40 mm. Keunggulan plafon GRC tahan terhadap api dan air, lebih kuat, ringan dan luwes. Proses pengerjaanya cukup mudah. Kelemahan sama dengan plafon eternit atau asbes tak tahan benturan. Material GRC di beberapa drah masih jarang di jumpai. Bahan Fiber Semen, yaitu perpaduan Gypsum dengan triplek dimana mempunyai kelebihan dan kelemahan yang sama. Dari segi harga Fiber Semen lebih murah dari Gypsum. Bahan ini cenderung lebih keras dan lebih berat sehingga harus hati-hati sewaktu memotong karena mudah retak. Sifatnya yang keras dan kuat sangat cocok untuk diaplikasikan sebagai plafon, apalagi tidak mudah ternoda oleh kebocoran. Keunggulan plafon GRC tahan terhadap air, lebih kuat, dan ringan. Proses

31

pengerjaanya cukup mudah. Namun Kelemahannya tak tahan benturan. Material GRC di beberapa daerah masih jarang di jumpai. Produsen fibersemen juga memproduksi fibersemen untuk plafon, dengan ukuran sama dengan triplek 1,2 x2,4m, tetapi memiliki ketebalan 4mm. Sifatnya yang keras dan kuat sangat cocok untuk diaplikasikan sebagai plafon, apalagi tidak mudah ternoda oleh kebocoran. Teknik pengerjaannya sama dengan plafon gypsum, yaitu menggunakan Cornice (dempul) dan plester kertas. Saat ini harga Gypsum 9mm dengan triplek 3mm dengan fibersemen 4mm adalah berimbang, sehingga memilih plafon fibersemen merupakan pilihan ekonomis. Plafon Gypsum

Gambar 2.4.5 gypsum Gipsum merupakan bahan dasar dalam pembuatan plafon, dimana gipsum ini dalam bentuk tepung dan air sebagai pelarut/pengencernya. Gypsum yang mempunyai rumus kimia CaSO4 2H2O mengandung Ca = 23,28 %,H = 2,34 %, S = 18,62 %, O = 55,76 %; Internet,http // digilib.petra.ac.id Gypsum mempunyai karakteristik sebagai berikut :

32

1. Lembab ; Internet, http:// Sylvia.student.fkip.ac.id /tag/ pengaruh kelembaban 2.Tahan terhadap api Oleh karena itu plafon yang menggunakan bahan dasar gypsum terasa dingin. Adapun komposisi kimia bahan gipsum adalah: 1. Calcium (Ca) : 23,28 % 2. Hidrogen (H) : 2,34 % 3. Calcium Oksida (CaO) : 32,57 % 4. Air (H2O) : 20,93 % 5. Sulfur (S) : 18,62 % Adapun sifat Fisis Gipsum adalah: 1. Warna : putih, kuning,abu-abu, merah jingga, hitam bila tak murni 2. Spesifik grafity : 2,31 - 2,35 3. Keras seperti mutiara terutama permukaan 4. Bentuk mineral : Kristalin, serabut dan masif 5. Kilap seperti sutera 6. Konduktivitasnya rendah 7. Sistem kristalin adalah monoklinik Sedangkan Sifat Kimia gipsum adalah: 1. Pada umumnya mengandung SO3 = 46,5 % ; CaO = 32,4 % ; H2O = 20,9 % 2. Kelarutan dalam air adalah 2,1 gram tiap liter pada suhu 400C; 1,8 gram tiap liter air pada 00C; 1,9 gram tiap liter pada suhu 70 - 900C 3. Kelarutan bertambah dengan penambahan HCl atau HNO3

Menurut Toton Sentano Kunrat (1992), di alam, gipsum merupakan mineral hidrous sulfat yang mengandung dua molekul air, atau dengan rumus kimia CaSO4-2H2O dengan berat molekul 172,17 gr. Jenis-jenis batuannya adalah sanitspar,alabaster,gypsite dan selenit. Warna gypsum mulai dari putih, kekuningkuningan sampai abu-abu.

33

Menurut asalnya gipsum terbagi 2 jenis yaitu gipsum alam dan gipsum sintetik. Gipsum alam adalah yang ditemukan di alam,sedangkan gipsum sintetik adalah yang dibuat manusia. Gipsum sintetik terdiri dari: gipsum sintetik dari air laut, gipsum sintetik dari air kawah dan gipsum sintetik hasil sampingan industri kimia. Gipsum adalah mineral yang bahan utamanya terdiri dari hidrated calcium Sulfate. Seperti pada mineral dan batu, gipsum akan menjadi lebih kuat apabila mengalami penekanan( Gipsum Association, 2007). Papan gipsum adalah nama generik untuk keluarga produk lembaran yang terdiri dari inti utama yang tidak terbakar dan dilapisi dengan kertas pada permukaannya. Ini adalah terminologi yang dipilih untuk produk lembaran gipsum yang didisain untuk digunakan sebagai dinding, langit-langit atau plafon dan memilki kemampuan untuk dihias. Kekuatan papan gipsum berbanding lurus dengan ketebalan. Gipsum (CaSO4.2H2O) mempunyai kelompok yang terdiri dari gypsum batuan, gipsit alabaster, satin spar, dan selenit. Gipsum umumnya berwarna putih, namun terdapat variasi warna lain, seperti warna kuning, abu-abu, merah jingga, dan hitam, hal ini tergantung mineral pengotor yang berasosiasi dengan gipsum. Gipsum umumnya mempunyai sifat lunak, pejal, kekerasan 1,5 2 (skala mohs), berat jenis 2,31 2,35, kelarutan dalam air 1,8 gr/l pada 0 0C yang meningkat menjadi 2,1 gr/l pada 40 0C. Gipsum terbentuk dalam kondisi berbagai kemurnian dan ketebalan yang bervariasi. Gipsum merupakan garam yang pertama kali mengendap akibat proses evaporasi air laut diikuti oleh anhidrit dan halit, ketika salinitas makin bertambah. Sebagai mineral evaporit, endapan gypsum berbentuk lapisan di antara batuan-batuan sedimen batugamping, serpih merah, batupasir, lempung, dan garam batu, serta sering pula berbentuk endapan lensa-lensa dalam satuan-satuan batuan sedimen Gipsum dapat diklasifikasikan berdasarkan tempat terjadinya (Berry, 1959), yaitu: endapan danau garam, berasosiasi dengan belerang, terbentuk sekitar fumarol volkanik, efflorescence pada tanah atau goa-goa

34

kapur, tudung kubah garam, penudung oksida besi (gossan) pada endapan pirit di daerah batugamping

A. Standar Papan Gipsum Standar merupakan sesuatu yang ditetapkan untuk digunakan sebagai dasar pembanding dalam pengukuran atau penilaian terhadap kapasitas, kuantitas, isi, luas, nilai dan kualitas (Guralnik, 1979). Sehubungan dengan hal tersebut, maka pada penelitian ini digunakan standar papan gipsum dari Bison (Hubner, 1985) sebagai pembanding terhadap mutu papan gipsum yang dihasilkan, selain itu digunakan juga standar ISO ( International Standard Organization) 8335 (cement bonded particleboards - boards of Portland or equivalent cement reinforced with fibrous wood particles) (ISO, 1987) dan SNI 03-2105 (papan partikel) (BSN, 1996). Dengan demikian standar tersebut dapat memberikan gambaran apakah papan gipsum yang dihasilkan telah memiliki mutu sesuai standar atau tidak. Tabel dibawah ini nilai spesifik karakteristik papan tiruan dari tiga buah standar. Gipsum yang diproduksi oleh Jayaboard tidak mengandung asbestos, atau senyawa kimia yang dapat menyebabkan kanker. Selain itu, kandungan volatile organic compound atau VOC-nya jauh di bawah ambang batas yang ditentukan. Tahan terhadap api Pemakaian gipsum untuk plafon atau penyekat aman dari bahaya kebakaran. Ini karena materialnya tidak mudah terbakar serta tidak menyebarkan panas. Jika terkena api, bahan material kertasnya saja yang terkena, namun tidak akan menyebarkan api. Bahkan, gipsum memiliki kemampuan untuk memblokir panas. Saat sumber api padam, api tidak akan menjalar pada gipsum serta menyebar ke material lainnya. 1) Ringan dan fleksibel Gipsum dipilih salah satunya karena material ini ringan dibandingkan material non-struktural lainnya. Gipsum produksi BORAL

35

Jayaboard, ini misalnya, mengembangkan riset dan quality control yang menjadikan produk gipsum memiliki bobot paling ringan, kelendutan minimal, namun tetap kuat. Inovasi ini terinpirasi dari struktur sarang lebah (honey comb) yang diterapkan pada inti papan gipsum. Teknologi honey comb structure ini merupakan satu-satunya di Indonesia dalam hal produksi papan gipsum. Kelendutan atau sagging adalah penurunan plafon papan gipsum dari level datarnya karena daya beban material terhadap ukuran bentangan. Saat ini, papan gipsum Jayaboard telah diakui pasar karena mempunyai kelendutan paling minimal. Selain ringan, gipsum Jayaboard juga fleksibel penggunaannya untuk kepentingan interior. Para arsitek dan desainer interior saat ini dapat mengolah papan gipsum untuk mempercantik plafon menjadi beragam bentuknya. 2) Finishing lebih rapi dan halus Selain ringan dan fleksibel, pada proses finishing pun gipsum lebih unggul sebab lebih rapi dan halus ketimbang material lain. Persambungannya begitu tipis dan tidak kentara. Untuk finishingnya, gipsum bisa dengan cat tembok atau langsung dicat setelah terpasang tanpa perlu diblok lagi dengan pelapis karena cat bisa langsung terserap. Mau memakai cat glossy atau minyak bisa dengan mudah diaplikasikan. Sementara untuk tembok perlu ditunggu sampai kering. Bahan gipsum mudah menyerap dan daya rekatnya sangat baik untuk cat. 3) Hemat energi Gipsum juga lebih hemat energi. Jika diaplikasikan dalam ruangan ber-AC, gipsum lebih cepat beraklimatisasi untuk membuat ruangan lebih cepat dingin apabila dibandingkan dengan pemakaian material konvensional lain. 4) Aman saat gempa Saat terjadi gempa, material non-struktural bisa menimpa penghuni rumah lebih dulu. Namun, kini ada produk gipsum yang bisa lebih

36

bertahan lama ketika guncangan gempa berlangsung. Sebagai produsen yang berkonsentrasi pada elemen interior ruangan, BORAL Jayaboard mencoba menawarkan solusi lewat produk Jayaboard Seismic Ceiling System. Dengan menggunakan pendekatan seismik, sistem ini akan meminimalkan risiko saat guncangan gempa terjadi, sehingga penghuni rumah memiliki waktu lebih lama untuk menyelamatkan diri, serta terhindar dari material bangunan yang terjatuh secara tiba-tiba. Gypsum merupakan mineral yang tidak larut dalam air dalam waktu yang lama, sehingga gipsum jarang ditemui dalam bentuk butiran Gypsum banyak ditemukan di berbagai daerah di dunia, yaitu Jamaika, Iran, Thailand, Spanyol (penghasil gypsum terbesar di Eropa), Jerman, Italia, Inggris, Irlandia, Manitoba, Ontario, Canada, New York, Michigan, Indiana, Texas, Iowa, Kansas, Oklahoma, Arizona, New Mexico, Colorado, Utah, Nevada, Paris, California, New South Wales, Kalimantan, dan Jawa Barat. Gypsum adalah salah satu contoh mineral dengan kadar kalsium yang mendominasi pada mineralnya. Gypsum yang paling umum ditemukan adalah jenis hidrat kalsium sulfat dengan rumus kimia CaSO<sub>4</sub>.2H<sub>2</sub>O. Gypsum adalah salah satu dari beberapa mineral yang teruapkan. Contoh lain dari mineral-mineral tersebut adalah karbonat, borat, nitrat, dan sulfat. Mineral-mineral ini diendapkan di laut, danau, gua dan di lapian garam karena konsentrasi ionion oleh penguapan. Ketika air panas atau air memiliki kadar garam yang tinggi, gypsum berubah menjadi basanit (CaSO<sub>4</sub>.H<sub>2</sub>O) atau juga menjadi anhidrit (CaSO<sub>4</sub>). Dalam keadaan seimbang, gypsum yang berada di atas suhu 108&nbsp;F atau 42&nbsp;C dalam air murni akan berubah menjadi anhidrit. B. Klasifikasi Gypsum secara umum mempunyai kelompok yang terdiri dari gypsum batuan, gipsit alabaster, satin spar, dan selenit. Gypsum juga dapat diklasifikasikan berdasarkan tempat terjadinya, yaitu endapan danau

37

garam, berasosiasi dengan belerang, terbentuk sekitar fumarol vulkanik, efflorescence pada tanah atau gua-gua kapur, tudung kubah garam, penudung gossan|oksida besi (gossan) pada endapan pirit di daerah batu gamping. C. Proses Gypsum terbentuk dalam kondisi berbagai kemurnian dan ketebalan yang bervariasi. Gypsum merupakan garam yang pertama kali mengendap akibat proses evaporasi air laut diikuti oleh anhidrit dan halit, ketika salinitas makin bertambah. Sebagai mineral evaporit, endapan gipsum berbentuk lapisan di antara batuan-batuan sedimen batu gamping, serpih merah, batu pasir, lempung, dan garam batu, serta sering pula berbentuk endapan lensa-lensa dalam satuan-satuan batuan sedimen. Menurut para ahli, endapan gipsum terjadi pada zaman Permian. Endapan gipsum biasanya terdapat di danau, laut,mata air panas, dan jalur endapan belerang yang berasal dari gunung api. D. Deskripsi Gypsum termasuk mineral dengan sistem kristal monoklin 2/m, namun kristal gypsnya masuk ke dalam sistem kristal orthorombik. Gypsum umumnya berwarna putih, kelabu, cokelat, kuning, dan transparan. Hal ini tergantung mineral pengotor yang berasosiasi dengan gypsum. Gypsum umumnya memiliki sifat lunak dan pejal dengan skala Mohs 1,5 2. Densitas|Berat jenis gypsum antara 2,31 2,35, kelarutan dalam air 1,8 gr/liter pada 0&nbsp;C yang meningkat menjadi 2,1 gr/liter pada 40&nbsp;C, tapi menurun lagi ketika suhu semakin tinggi. Gypsum memiliki pecahan yang baik, antara 66o sampai dengan 114o dan belahannya adalah jenis choncoidal. Gypsum memiliki kilap sutra hingga kilap lilin, tergantung dari jenisnya. Gores gypsum berwarna putih, memiliki derajat ketransparanan dari jenis transparan hingga translucent, serta memiliki sifat menolak magnet atau disebut diamagnetit.

38

E. Kegunaan Gypsum memiliki banyak kegunaan . Beberapa kegunaan gypsum yaitu: * Drywall * Bahan perekat. * Penyaring dan sebagai pupuk tanah. Di akhir abad 18 dan awal abad 19, gypsum Nova Scotia atau yang lebih dikenal dengan sebutan plaster, digunakan dalam jumlah yang besar sebagai pupuk di ladang-ladang gandum di Amerika Serikat. * Campuran bahan pembuatan lapangan tenis. * Sebagai pengganti kayu pada zaman kerajaan-kerajaan. Contohnya ketika kayu menjadi langka pada Zaman Perunggu, gypsum digunakan sebagai bahan bangunan. * Sebagai pengental tofu (tahu) karena memiliki kadar kalsium yang tinggi, khususnya di Benua Asia (beberapa negara Asia Timur) diproses dengan cara tradisonal. * Sebagai penambah kekerasan untuk bahan bangunan * Untuk bahan baku kapur tulis * Sebagai salah satu bahan pembuat portland semen * Sebagai indikator pada tanah dan air

Material plafon yang ringan, bisa diprofil, dan tidak tahan terhadap air apabila terjadi kebocoran atap. Diperlukan keahlian khusus dalam pemasangannya. Plafon gypsum salah satu jenis plafon yang sudah banyak digunakan pula untuk penutup plafon. Ukuran untuk plafon adalah 122 cm x 244 cm. Untuk rangka seperti GRC Board anda dapat menggunakan kasau maupun besi hollow. Keunggulan, pada saat terpasang plafon gypsum memiliki permukaan yang terlihat tanpa sambungan sehingga banyak diminati

39

masyarakat. Proses pengerjaanya pun lebih cepat. Mudah diperoleh, diperbaiki serta diganti. Kelemahan, tidak tahan terhadap air sehingga mudah rusak ketika terkena air atau rembesan air. Tidak semua tukang dapat mengerjakannya, perlu keahlian khusus. Saat ini, plafon jenis inilah yang paling banyak digunakan. Selain mudah dalam pengerjaan dan juga ketersediaan bahan dengan harga yang lebih bervariasi. Material yang digunakan sebagai rangka untuk plafon gypsum bisa bervariasi, biasanya menggunakan metal furing dan ada juga yang memakai kayu. Penggunaan material kayu sebagai rangkanya, akan bisa menjawab kekhawatiran terhadap saat pemasangan/perbaikan instalasi listrik akan sulit karena rangka plafon gypsum tidak bisa dipijak. Namun jika rumah anda bertingkat, sebaiknya pada lantai bawah dianjurkan menggunakan rangka metal furing saja. Toh.., apabila ada perbaikan instalasi listrik, instalatornya pun tidak akan masuk dan merayap di dalam plafon tersebut. Kelebihan Plafon Gypsum. Selain cepat dalam pengerjaan, hasilnyapun lebih rapi. Karena sambungan papan gypsum bisa dibuat tidak kelihatan sama sekali (pastikan menggunakan jasa tukang plafon yang ahli). Model atau bentuk plafonpun akan bisa diwujudkan sesuai dengan keinginan anda, karena sudah tersedia bermacam-macam les profil, motif panel papan tengah dan material pendukung lainnya. Bentuk plafon gypsum bisa dibuat berbagai bentuk, ada yang bertingkat (drop ceiling), kubah (dome) dan lain sebagainya. Kekurangan Plafon Gypsum. Plafon ini tidak tahan air, dalam artian jika terjadi kebocoran pada atap, sifat gypsum akan menyerap air sehingga bebannya akan bertambah berat yang bisa mengakibatkan ambruk. Namun anda bisa mengantisipasinya dengan melobangi gypsum pada bagian mana yang digenangi air dan kemudian perbaiki kebocoran atap anda. Plafon Gypsum mudah ditemukan dengan harga yang murah dan variatif tergantung dari ketebalan dan merek. Plafon Gypsum banyak

40

variasi aksesori dan hiasan, mulai dari lisplang, hiasan tengah, hiasan sudut dll. Dan bila pengerjaannya rapih bisa menghasilkan plafon yang licin mulus tanpa terlihat sambungan. Disamping itu, perbaikan plafon gypsum mudah dilakukan. Itulah alasan semakin populernya peggunaan plafon gypsum menggantikan plafon triplek. Namun Plafon Gypsum juga memiliki kelemahan, dimana tidak semua tukang bisa mengerjakannya, perlu keahlian khusus. Selain itu, sisi negatifnya tidak tahan terhadap air, mudah timbul noda hitam atau bahkan bisa hancur bila sering terkena air. Sehingga bila direncanakan mengaplikasikan gypsum, konstruksi atap rumah harus benar-benar tidak boleh bocor. Papan gypsum adalah salah satu produk jadi setelah raw material gypsum diolah melalui proses pabrik. Papan gypsum digunakan sebagai salah satu elemen dari dinding partisi dan plafon. Dulusebelum papan gypsum popular, masyarakat menggunakan triplek sebagai bahan penutup plafon.Saat ini triplek menjadi material yang cukup mahal dikarenakan bahan baku pembuat triplek tersebut sudah sangat sulit didapat. Gipsum merupakan alternative yang tepat untuk menggantikan triplek, sayangnya masih banyak masyarakat yang belum melihat manfaat dari papan gypsum. Plafon gypsum semakin populer menggantikan plafon triplek, karena bila pengerjaannya rapih bisa menghasilkan plafon yang licin mulus tanpa terlihat sambungan. Salah satu faktor utama yang mendongkrak kepopulerannya adalah sangat banyaknya variasi aksesori dan hiasan, mulai dari lisplang, hiasan tengah, hiasan sudut dll. Selain hasilnya mulus tanpa terlihat adanya sambungan jika pengerjaannya rapi, keuntungan memakai gipsum sebagai plafon adalah fleksibel dibentuk disesuaikan dengan aneka desain. Tetapi gypsum memiliki kelemahan tidak tahan terhadap air, sehingga bila direncanakan mengaplikasikan gypsum, konstruksi atap rumah harus benar-benar tidak boleh bocor. Kebocoran akan menghasilkan noda pada plafon gypsum yang licin mulus.

41

Sisi positif lain adalah perbaikan plafon gypsum mudah dilakukan. F. Perbandingan antara Papan Gipsum dan Triplek Papan Gipsum Triplek Tahan api Ya Tidak Tahan kelembaban Ya Tidak Tahan benturan Ya Tidak Mudah diperbaiki Ya Tidak Harga untuk ketebal 9mm Lebih Murah Lebih Mahal* Papan gypsum tahan terhadap api karena gypsum termasuk kategori material yang non combustible Papan gypsum diklasifikasikan dari jenis performa papan dan ketebalannya. Secara lebih detilkita bahas sebagai berikut : 1. Papan gipsum standard Papan gipsum ini merupakan varian umum dari Papan Gipsum. Tebal yang tersedia yaitu 9mm,12mm dan 15mm. 2. Papan gipsum tahan api Papan gipsum ini mempunyai performa ketahanan terhadap api, durasi ketahanan apinyatergantung dari sistem dinding partisi yang digunakan. Tebal yang tersedia yaitu 12mm dan15mm

Gambar 2.4.6 Plafon Gypsum

3. Papan gipsum tahan kelembaban Papan gipsum ini mempunyai performa ketahanan terhadap kelembaban, cocok digunakan untuk daerah daerah yang lembab dalam bangunan, seperti toilet, dapur dan gudang. Bila papangipsum ini digunakan sebagi dinding kamar mandi, maka disarankan untuk

42

melapisi permukaan papan gipsum tersebut dengan keramik dinding, tahan kelembaban bukan berarti tahan air. Tebalyang tersedia yaitu 9mm, 12mm dan 15mm. 4. Papan gipsum tahan benturan Papan gipsum ini mempunyai performa ketahanan terhadap benturan. Mungkin kita akan bertanya tanya, benturan apa yang sanggup ditahan oleh papan gipsum? Benturan yangdimaksud disini adalah benturan tubuh manusia, trolley, meja kursi dan sebagainya. Cocok dipergunakan di koridor, ruang fitness, dinding kamar rumah sakit dan sebagainya. Tebal yangtersedia yaitu 12mm dan

15mm.Selain itu ada pula produk papan gipsum yang difungsikan untuk memperbaiki kualitas akustik ruang. Papan gipsum ini biasanya dibuat berperforasi atau bolong bolong. Selain fungsiakustik, papan gipsum ini terlihat sangat indah penampilannya.Dengan semua variasi papan gipsum dengan kehebatan kehebatannya, sayang sekali bila kitamasih menggunakan triplek dalam bangunan kita. Papan gipsum tidak membatasi kreatifitasdesain seorang arsitek, bentuk datar dan lengkung dapat dengan mudah diaplikasikan. Dengantidak meggunakan triplek, kita sudah berpartisipasi dalam membantu konservasi alam, tidak menggunakan kayu berarti menjaga hutan kita.

43

Gambar 2.4.7 Plafon Gypsum G. Plafon Gypsum Dapat membuat Tampilan Ruangan Terlihat Elegan Plafon gypsum merupakan bagian atap rumah yang berfungsi untuk mengurangi dampak panas, selain itu berperan dalam menutupi bagian kasar dari atap rumah. Seiring dengan perkembangan jaman dan majunya dunia properti khususnya perkembangan arsitektur, desain plafon gypsum juga telah mengalami berbagai perubahan atau lebih tepatnya tidak hanya sebagai pelapis rangka atap rumah tetapi plafon gypsum telah menjadi bagian dari desain interior rumah. Untuk menselaraskan plafon dengan desain rumah para

desainer/arsitek tidak lagi terpaku dengan bahan-bahan seperti kayu atau triplex namun bisa bermacam-macam, salah satunya menggunakan gypsum. Penggunaan plafon gypsum telah menambah varian

44

bahan/struktur atap, tidak itu saja penggunaan plafon gypsum juga meiliki beberapa keuntungan antara lain, atap yang menggunakan plafond gypsum dapat meminimkan/menyerap suhu panas sehingga ruangan akan terasa lebih sejuk, plafon gypsum mudah di desain sesuai dengan interior set yang di harapkan dan untuk perawatan plafon gypsum cukup mudah. Dengan hadirnya plafon gypsum sebagai bagian dari atap rumah maka menambah alternatif pilihan dari interior dan untuk mempertegas tampilan plafond, pada pinggiran plafon gypsum di tambahkan dengan list gypsum sehingga membuat batas antara dinding/tembok dengan plafon menjadi rapat dan ini akan membuat tampilan plafon gypsum menjadi lebih elegan. Saat ini sudah sangat beragam desain dan model plafon gypsum dari model plafon yang klasik banyak di pakai di perumahan sampai model plafon gypsum yang minimalis seperti pada perkantoran. Penggunaan plafon gypsum juga dapat memberikan kesan pada rumah anda dan untuk memberikan kesan yang tepat /kesan yang mewah pada kepada tamu yang berkunjung ke rumah Anda maka hendaklah anda memilih/menggunakan tenga ahli pemasangan gypsum yang tepat. H. Teknik Pemasangan Rangka Gypsum Teknik pemasangan gypsum ada 2 cara, menggunakan rangka kayu diserut dan rangka besi hollow. Rangka kayu harus diserut, agar rata saat pemasangannya. Harganya hampir sama saja dengan rangka hollow. Kecuali jika rangka yang digunakan adalah kayu bekas. Maka akan terjadi penghematan luar biasa. Keuntungan rangka kayu adalah bisa diinjak diatasnya saat orang hendak membenarkan instalasi listrik. Sementara rangka hollow jauh lebih cepat pemasangannya. Lebih presisi. Dan tentu tahan rayap. Tidak seperti kayu yang rawan rayap.

Kelebihan Gypsum adalah hasilnya yang rata. Tanpa sambungan. Hal ini

45

akan sulit diperoleh jika menggunakan bahan plafond triplex atau GRC. Sambungannya akan terlihat saat sudah berumur kira-kira 6 bulan ke atas. Memang di awal nampak rata. Namun bahan triplex dan GRC sulit untuk disambung. Jika ada kerusakan cukup bagian tertentu saja yang diperbaiki. Tidak perlu keseluruhan. Karena ia menggunakan sistem dempul. Mirip body mobil. Jadi mudah jika menangani kerusakan.

Disisi lain ia rentan akan air dan lembab. Mudah bernoda dan hancur jika terkena air. Maka sebaiknya gypsum benar-benar dijauhkan dari pengaruh air yang dapat merusaknya. Harga Pemasangan plafon plus Material Gypsum dirumah atau bangunan anda dengan spek standart dengan pemakaian holo 0,275mm yakni; Type Gypsum Jaya Board Jaya Board Mini 8 Elephant Knauf A Plus Star Per Meter Persegi Flat (Terpasang) Rp. 80.000,Rp. 78.000,Rp. 76.000,Rp. 76.000,Rp. 68.000,Rp. 68.000,-

Plafon Akustik Plafon akustik solusi bagi Anda yang merencanakan sebuah

ruangan yang dapat meredam kebisingan. Karena plafon akustik merupakan plafon yang tahan terhadap batas ambang kebisingan tertentu. Ukuran yang tersedia adalah 60 cm x 60 cm dan 60 cm x 120 cm. Plafon akustik dapat dipasang dengan rangka kayu atau bahan metal pabrikan yang sudah jadi. Keunggulan, dapat meredam suara sehingga untuk kebutuhan ruangan tertentu banyak dipakai oleh masyarakat. Bobotnya relatif ringan

46

sehingga mudah untuk perbaikan atau diganti dan proses pengerjaannya cepat. Kelemahan, tidak tahan air dan di daerah tertentu masih jarang dijumpai serta harganya relatif lebih mahal.

Sumber:http://aryapersada.com/jenis-jenis-plafon-rumah-keunggulan-dankelemahannya.html

Gambar 2.4.8 rangka plafon Bahan PVC Terbuat dari Plastik Poly Vinyl Chloride, plafon PVC ini tahan terhadap air dan rayap, sehingga dapat di aplikasikan di area indoor ataupun outdoor. Teknik pemasangannya pun mudah yaitu dengan system knockdown. Plafon PVC pada umumnya sudah dengan finishing warna dan motif sehingga tidak perlu tambahan pekerjaan dan biaya cat. Namun harga memang lebih mahal dibandingkan dengan bahan Gypsum dan Triplek karena kualitasnya yang jauh lebih bagus. Sebagai sarana plafon rumah atau untuk sebuah property memang banyak sekali macam-macam bahannya. Banyak orang menggunakan triplek sebagai sarana plafonnya, lalu berganti dengan menggunakan gypsum, dan muncul material PVC sebagai bahan plafon, atau biasa di sebut plafon PVC. Bahan PVC atau Polivynil chloride merupakan bahan polimer yang biasa di gunakan sebagai pipa air. Bahan PVC ini merupakan sebuah bahan yang lentur dan ringan, selain itu juga bahan PVC ini bisa di gunakan dalam jangka lama. Karena sifat PVC yang demikian maka material ini akhirnya di gunakan sebagai bahan plafon yang di kenal

47

dengan plafon PVC. Tentu saja proses untuk pembuatan bahan ini sedikit berbeda di bandingkan dengan pembuatan pipa PVC. Lalu apa kaitannya dengan gypsum? Bahan plafon gypsum merupakan bahan plafon yang maka sering dipergunakan. gypsum Dengan telah

berkembangnya

teknologi

kemampuan

pun

ditingkatkan. Pada dasarnya plafon gypsum dan plafon PVC memiliki fungsi yang sama. Hanya dari segi kekuatan, sebuah gypsum mungkin bisa dikatakan sedikit lebih kuat di bandingkan dengan PVC. Tapi dalam penggunaan jangka panjang mungkin sebuah plafon PVC memiliki sedikit keunggulan. Yang terbaik dari sebuah gypsum ialah bahan ini mudah dibentuk, jadi dalam membuat bentuk variasi sebuah plafon akan menjadi lebih variatif. Tapi karena terbuat dari kalsium maka kecil kemungkinan jika bahan gypsum memiliki warna selain warna putih. Selain itu juga dengan pemasangan yang sedikit lebih rumit di bandingkan dengan plafon PVC. Lalu bagaimana dengan plafon PVC dan apa saja keunggulannya? Plafon PVC jika di lihat dari sudut manapun dari segi kekuatan mungkin kalah dibandingkan dengan plafon gypsum, tapi dibandingkan dengan plafon jenis lain plafon PVC ini sangat ringan sehingga akan mempermudah dalam hal pemasangan. Dengan teknologi saat ini maka sangatlah mudah untuk membuat sebuah plafon PVC memiliki lapisan anti api sehingga kecil kemungkinan untuk berfungsi sebagai sumber api. Selain itu sebuah plafon PVC tidak memerlukan pengecatan, cukup dibersihkan saja sehingga dapat menghemat dalam bidang tertentu untuk jangka panjang. Satu hal yang paling menguntungkan dari sebuah plafon PVC ialah plafon model seperti ini anti rayap sehingga dapat dikatakan tahan sangat lama. Mungkin sebuah plafon PVC tidak begitu flekisbel dari segi bentuk dibandingkan dengan plafon gypsum, akan tetapi dari segi pewarnaan plafon ini merupakan yang terbaik dari segalanya. Dengan memilih warna yang sesuai maka plafon ini tidak kalah bagusnya dengan plafon gypsum yang dibentuk. Kedua jenis plafon tersebut sama baiknya dalam hal fungsi sebagai atap kedua dalam sebuah property. Tapi untuk

48

membuat sebuah plafon yang bagus maka diperlukan bahan gypsum dan PVC yang memiliki kualitas yang baik. Plafon Metal (tin ceiling) Material dasar dari plafon ini adalah lempengan metal tipis yang di-embos sehingga tercetak berbagai macam motif ukiran dan kemudian difinish dengan cat minyak. Untuk saat ini motif atau corak ukir pada tin ceiling sanggat kental dengan unsur klasik. Kelebihan Plafon Metal. Anti air, anti rayap dan tahan lama. Kekurangan Plafon Metal. Harga sangat mahal. Plafond metal, Pilihan Cerdas untuk segala Bangunan Anda a. Memilih Plafond Metal untuk bangunan Plafond metal Plafond merupakan bagian konstruksi bangunan yang berfungsi sebagai lapis pembatas antara rangka bangunan dengan rangka atapnya. Dalam bahasa sehari-hari plafond kita kenal sebagai langit-langit. Plafond berfungsi sebagai peredam panas dan suara air hujan, sebagai tempat untuk menggantungkan bola lampu dan lain sebagainya. Ada berbagai macam-macam plafond, antara lain plafond kayu dan plafond metal. Plafond kayu adalah plafond yang menggunakan kayu sebagai rangkanya dan ternit sebagai penutupnya. Sedangkan plafond metal yaitu plafond yang bahan penyusunnya terbuat dari logam seperti baja ringan dan aluminium. Saat ini plafond metal banyak dipakai pada rumah-rumah mewah, apartemen, perkantoran dan bangunan-bangunan modern lainnya. Hal ini disebabkan karena plafond metal mempunyai beberapa keunggulan, diantaranya yaitu : 1. Plafond metal tahan terhadap api sehingga aman jika terjadi kebakaran. 2. Dibandingkan dengan jenis plafond lainnya, plafond metal sangat ringan namun kuat. 3. Karena terbuat dari logam, maka plafond metal anti lapuk dan anti rayap sehingga umur pakai plafond metal menjadi lebih lama. 4. Proses pemasangan plafond metal sangat cepat dan bergaransi.

49

Adapun komposisi bahan baku plafond metal terbuat dari bahan baku baja Hi-Ten G 550 dengan lapisan 55% aluminium, 43,5% Zinc dan 1,5% Silikon. Plafond metal mempunyai mutu tinggi dan mempunyai ketahanan yang cukup baik terhadap korosi. Proses produksi plafond metal menggunakan mesin khusus berperangkat komputer sehingga profil cetak selalu presisi sesuai dengan hasil desain pada komputer. Untuk masalah harga, plafond metal memiliki harga yang cukup kompetitif tergantung jenis plafond metal dan lebar ukuran yang Anda gunakan. Berikut ini beberapa contoh paket harga plafond metal berikut spesifikasinya. 1. Plafond metal dengan bahan metal furring (harga Rp 75.000) Plafond metal jenis ini menggunakan rangka berukuran 60 x 120 cm. Penggantung plafond menggunakan kawat BWG dan menggunakan papan gypsum setebal 9 mm. Harga sudah termasuk ongkos pemasangan dan pengecatan. 2. Plafond metal dengan bahan besi hollow (harga Rp 72.500) Plafond metal jenis ini menggunakan rangka berukuran 60 x 120 cm. Pengantung plafond menggunakan kawat BWG dan menggunakan papan gypsum setebal 9 mm. Harga sudah termasuk ongkos pemasangan dan pengecatan. 3. Plafond metal dengan bahan maintee crosstee (harga Rp 80.000). Plafond metal jenis ini menggunakan rangka berukuran 60 x 120 cm. Pengantung plafond menggunakan kawat BWG dan menggunakan papan gypsum setebal 9 mm. Harga sudah termasuk ongkos pemasangan, namun tidak termasuk pengecatan. Mengingat keunggulan-keunggulan yang ditawarkan plafond metal di atas, maka sudah saatnya kita beralih ke plafond metal.

50

Gmbar 2.4.9 Plafon Metal

Gambar 2.8.10 Aneka jenis plafon

51

2.5 KONSTRUKSI PLAFON Bahan plafon bersifat halus dan mudah terkelupas. Oleh karena itu, perlu perhatian kusus dan ekstra hati-hati ketika pelaksanaan konstruksi plafon dilakukan. Untuk itu, pengerjaan konstruksi plafon sebaiknya dilakukan setelah bidang atap secara definitif sudah tertutup. Demikian pelapis dinding di sisi ruangan yang akan dipasang plafon harus sudah pada tahap finishing. - Konstruksi plafon terdiri dari; a). Rangka plafon b). Penggantung rangka plafon dan stek c). Bahan penutup plafon - Rangka plafon dapat dipasang; a). Rangka kayu (galar 6/12; kaso 5/6; kaso 4/6) b). Rangka profil aluminium - Penggantung rangka plafon, jika rangka atap dengan kuda kuda kayu dapat menggunakan kaso 5/7. - Jika bahan profil aluminium cukup dengan kawat yang dibelitkan atau diskrup pada atap rangka baja. - Jika dak beton, dapat memakai stek untuk mengaitkan pada rangka plafonnya yaitu rangka kayu. - Bahan penutup plafon, berbagai macam bahan antara lain; a). Tripleks dengan tebal 4 mm. b). Asbes 3 mm. c). Akustic tile atau soft board 15 mm. d). Gypsum board. e). Aluminium. f). Papan / kayu. g). Hard board. h). Bahan g.r.c., dan lain lain.

52

1.

Tahap perencanaan. Konstruksi Plafon yang baik dan kuat memerlukan perencanaan

yang matang didasari pengenalan pengenalan karakter bahan, pengetahuan komponen plafon, dan syarat-syarat teknis konstruksi. Jika sedang mendesain sebuah ruangan tentunya sudah dapat membayangkan jenis bahan yang akan diterapkan diruangan tersebut, slah stunya adalah bahan untuk plafon, apa satu jenis bahan yang akan dipakai atau kombinasi. Berikut adalah hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan dan konstruksi plafon. Untuk pemasangan plafon diperlukan konstruksi khusus untuk menggantungkannya yang dikenal dengan nama rangka plafon. Bahan rangka plafon yang umum digunakan adalah kayu, meskipun dewasa ini dikenal juga rangka plafon dari bahan besi hollow (besi berbentuk kotak). Bahan ini tahan terhadap rayap dan api yang membuat plafon bertahan lama disbanding menggunakan kayu.

a. Memprogram bahan, peralatan, dan waktu kerja. Langkah cermat yang pertama kali dikerjakan ketika akan membangun plafon adalah menyiapkan bahan, peralatan, dan waktu kerja. Keiga syarat tersebut sangat berpengaruh terhadap biaya. Jika salah satu dari tiga unsur tersebut tidak cermat diperhitungkan maka dapat menghambat proses pekerjaan dan hasil pekerjaan merugikan.

53

1) Memprogram bahan rangka dan penutup plafon. Bahan plafon Rangka plafon Triplek/GRC/papan gipsum GRC/papam gipsum Kayu/tee bean Pelat logam Tee bean/ U Dipantek(riveted) channel Papan akustik Papan akustik 2) Memprogram alat kerja. Pekrjaan plafon cukup beresiko karena berkaitan dengan ketinggian . jika plafon mengikuti bentuk atap mak akan mengikuti ketinggian dari atap tersebut. Mak dari itu, perlu peralatan kerja yang dapat memudahkan pekerjaan tersebut. Seperti steker yang terbuat dari besi atau kayu(perlu waktu untuk merakitnya). 3) Memprogram waktu pelaksanaan. Waktu efisien pemasangan plafon adalah pada saat pekerjaan dinding sudah seesai di plester dan lantai belum dipasang keramik. b. Menghitung kebutahan bahan untuk plafon Untuk menghitung kebutuhan bahan plafon suatu bangunan rumah, terlebih dahulu harus ditetapkan jenis-jenis bahan plafon yang akan dipasang pada seluruh bangian rumah tersebut. Selanjutnya diproyeksikan rencana bahn lis plafon yang nantinya akan dipasang pada masing-masing bagian rumah sehingga menghasilkan data tipe profil, jenis bahan, dan volume lis-lis tersebut. c. Tips pemasangan plafon agar tidak boros Untuk meminimalisir sisa bahan terbuang diperlukan kecermatan menghitung perbandingan antara ukuran bersih ruangan dengan Tee bean Tee bean Dijepit(pinched) Diselipkan(conccealed) Disekrup(screwed) Kayu Dipaku(nailed) Cara pemasangan

54

ukuran keping plafonnya. Dengan diketahui perbandingan ukuran antara dua meteri tersebut, dapat diproyeksikan penghematan seoptimal mungkin. Untuk menghemat jumlah plafon, sebaiknya panjang plafon dipasang searah panjang ruangan. 2. Tahap pemasangan Lembar bahan plafon yang akan dipasang pada rangka kaso ->bahan plafon ditempatkan pada atas kaso ->pemasangan plafon dilakukan dengan cara dipaku. Bagian-bagian dari konstruksi plafon adalah: digantungkan

a. Balok induk yang dipasang / ditanam pada tembok atau dengan kuda-kuda.

b. Balok anak ukuran lebih kecil dari balok induk yang dipasangan bersilanngan dengan balok induk. c. Balok pembagi yang ukuran bisa sama dengan balok anak atau bisa lebih kecil sedikit dan dipasang bersilangan dengan balok anak. d. Langit-langit atau sering disebut pyan yang bahannya seperti tersebit di atas dan dipasang pada balok tadi. Ukuran yang biasa dipakai sebagai balok penggantung langit-langit seperti daftar di bawah ini :

Jarak perletakan ( cm ) 100-200 200-300 300-400 400-500

Lebar balok (cm)

Tinggi balok ( cm )

5 6 6 6

7 8 10 12

Jarak pemasangan maupun cara pemasangan pengantung plafon berbedabeda, tergantung dari jenis dan ukuran dari bahan langit-langit yang dipakai. Untuk dapat menetapkan pola dari langit-langit maka perlu memperhatikan:

55

- Bentuk dari ruangannya akan mempengaruhi pola yang digunakan - Bahan yang digunakan sebagai penutup dapat asbes, triplek ataupun jenis lainya - Tinggi rendahnya penutup - Menggunakan lis atau tidak - Pembagian jalur penutup langit-langit menggunakan modul 100 x 100 cm , 60 x 60 cm atau 60 x 80 cm Agar lebih mudah untuk mempelajari cara pemasangan plafon, di bawah ini diberikan contoh konsruksi plafon dengan bahan dari asben semen yang mempunyai ukuran 100 x 100 cm. Keterangan : Balok induk ukuran 6/12 cm Balok anak ukuran 5/7 cm Balok pembagi ukuran 5/7 atau 4/5 cm Cara pemasangan balok penggantung plafon

Hubungan antara balok induk dengan tembok a. Lubanglah tembok tembok pada ketinggian yang telah ditentukan sedalam kurng lebih 2/3 x tebal tembok. b. Masukkan ujung balok induk ke dalam tembok, agar balok tembok stabil pada celah celah dimasuki spesi. Hubungan antara balok induk dengan balok anak a. Pada balok induk terlebih dahulu dipasang klos dari reng kayu ukuran 2/3 cm, panjang 15 cm dipakukan pada balok induk b. Ujung balok anak dibuat cowakan sesuai dengan tebal dan lebar klos c. Ujung balok anak yang telah dicowak ditumpangkan menempel di atas klos dan dipaku. Hubungan balok anak dengan balok pembagi

a. Pada balok anak terlebih dahulu dipasang klos dari reng kayu ukuran 2/3 cm, panjang 15 cm dipakukan pada balok induk. b. Ujung balok pembagi dibuat cowakan sesuai dengan tebal dan lebar klos. c. Ujung balok pembagi yang telah dicowak ditumpangkan menempel di atas klos dan dipaku.

56

d. Proses Pemasangan Plafon

gambar 2.4.11 tahap-tahap konstruksi plafon

57

gambar 2.4.12 tahap-tahap konstruksi plafon

58

gambar 2.4.13 tahap-tahap konstrukssi plafon

59

gambar 2.4.14 tahap-yahap konstruksi plafon

60

gambar 2.4.15 tahap-tahap konstruksi plafon

Gambar 2.4.16 plafon sebelum finishing

61

Ketentuan Pemasangan

Batang-batang dipasang rata dengan bagian bawah balok-ikat kuda-kuda. Jika jarak antar dinding yang mendukung kuda-kuda dalam ruangan kurang dari jarak antara kuda-kuda, maka batang-batang gantung plafon induk dipasang tegak lurus arah dinding dan masuk dalam pasangan dinding. Namun, jika jarak antara kuda-kuda kurang dari jarak antar dinding yang mendukung kuda-kuda, maka batangbatang gantung plafon induk dipasang tegak lurus pada balok ikat dari kuda-kuda. Pada prinsipnya pemasangan batang penggantung plafon adalah sama, tetapi jaraknya tidak sama tergantung dari bahan plafon yang igunakan. Pada bangunan perumahan dalam pemasangan plafond, ketentuan untuk tinggi ruang/kamar minimal sekurang-kurangnya 2,40 m kecuali kalau kasau-kasaunya miring sekurang-kurangnya dari luas ruang mempunyai tinggi ruang 2,40 m dan tinggi ruang selebihnya pada titik terendah tidak kurang dari 1,75 m. Pada ruang cuci dan kamar mandi diperbolehkan sampai sekurang-kurangnya 2,10 m.

Gambar2.4.17 Pemasangan Rangka Plafon

62

Gambar 2.4.18 Detail Pemasangan Rangka Plafon

Penutup Plafon

Bahan plafon sangat banyak ragamnya, dari kayu, multiplek, lembar semen asbes, hardbord, softboard, acoustic tile, particle board, aluminimum, sampai gipsum. Pilihan yang paling murah dan baik adalah papan gipsum, karena perawatannya mudah. Berikut merupakan beberapa keuntungan bila memilih papan gipsum; a. Harga jadi untuk 1 m2 terpasang lebih murah dibandingkan dengan memakai triplek. b. Bahannya rata, pertemuan antar papan tidak terdapat celah. c. Bila terjadi kerusakan pada bagian tertentu, tidak diperlukan

pembongkaran total, cukup bagian rusak saja yang dipotong. Lalu, potong papan gypsum yang baru, kemudian tempelkan pada potongan yang rusak tadi dengan menggunakan semen compound (semen pengikat bahan gipsum), pegang sebentar lalu dilepas. d. Tahap selanjutnya adalah pemasangan lisplafon. Bahan terbuat dari gipsum dengan panjang 2,5 meter.

63

Cara pemasangannya pu menggunakan semen compound. e. Untuk finishing plafon, cat yang dipakai adalah cat tembok.

Gambar 2.4.19 Penutup Plafon dari Bahan Gypsum

Gambar 2.4.20 Sistem plafon dengan 1 lapis papan gipsum yang dipasang secara ndigantung (Suspended)

64

Plafon Dengan Isolasi

Tujuan utama dari plafon ini adalah untuk penyekat yang kedap suara dan tidak mudah menghantarkan panas. Sehingga ruangan dapat terlindungi dari pengaruh suhu udara dari luar dan suara yang mengganggu tidak dapat masuk secara langsung ke dalam ruangan. Pemasangan plafon dengan isolasi membutuhkan bahan yang lebih banyak dan ketelitian yang lebih baik. Untuk menambah isolasi suara, plat gips atau potongan kayu keras dapat dipasang pada papan batang yang besarnya tidak kurang dari 20x50 mm, papan batang ini digantungkan ke balok dengan memakai sengkang. Dengan suatu lapisan antara dari wol mineral, sengkang dipasang pada balok dan pemasangan lebih baik dilakukan pada setiap balok kedua Plat rangkap dari karton gips juga dapat dipasang dan suatu lapisan plat wol mineral dengan ketebalan 45 mm dan tak terbungkus, dapat diletakkan pada papan batang. Potongan kayu keras, seperti halnya plat tersebut, harus dipasang pada papan batang. Plat wol mineral dapat digunakan untuk tambahan isolasi. Plat gips yang dipasang terdiri dari suatu lapisan gips - adukan kapur, sedangkan plat papan dan potongan kayu keras dicat dua lapis.

65

Gambar.2.4.21 Penambahan elastis plafond pada balok

Selimut kaca dan selimut wol setebal 60 mm merupakan bahan yang cocok untuk isolasi suara, karena selimut ini mempertinggi nilai isolasi dengan 6 dbA. Apabila antara balok dipasang plat busa polistiren atau plat wol mineral, maka kedua bahan ini dapat menyebabkan peninggian nilai isolasi dengan 4 dbA. Sebagai suatu konstruksi penyekat, langit-langit yang tergantung lebih baik dalam menyekat suatu ruangan. Langit-langit yang tergantung bebas memiliki nilai isolasi yang lebih tinggi. Suatu kombinasi langit-langit yang dilengkapi dengan selimut wol mineral dapat menyebabkan nilai isolasi meningkat.

Gambar.2.4.22 Isolasi oleh lapisan tutup elastik dipasang pada bagian lantai

66

balok plat dapat diperoleh dengan menggunakan selimut wol mineral, untuk mencegah pembentukan kondensasi pada konstruksi lantai perlu adanya ventilasi dengan menggunakan pipa buatan pada tembok luar bangunan.

3.

Tahap finishing Unsur-unsur finishing pada pekerjaan plafon meliputi teknik

enyelesaian hubungan antar modul plafon, lis-lis plafon, instalasi (fixtures), dan pengecatan. Celah atau nat plafon gipsum yang telah dilapisi pasta terlihat rapi tanpa nat>>> pemberian kompon pada pertemuan papan gipsum>>> pemasangan lis plafon dilakukan pada tahap finishing. Untuk pemasang disudut dilakukan dengan hati-hati agar dihasilkan pertemuan yang presisi. Ukuran Batang Rangka Plafon

Ukuran batang rangka plafon ditentukan dari jarak bentang dari ruangan, jenis bahan yang digunakan, dan panjang-pendeknya batang gantung. Ukuran-ukuran batang yang biasa dipakai seperti tercantum pada daftar berikut:

Jarak (cm)

Perletakkan

Lebar (cm)

tinggi (cm)

100 - 200 200 - 300 300 - 400 400 - 500

5 6 6 6

7 8 10 12

Ukuran-ukuran batang kayu tersebut berdasarkan pengalaman empiris dan yang biasa digunakan. Ukuran tersebut dapat saja berubahsesuai dengan hasil hitungan berdasarkan kekuatan kayu. Rangka langit-Iangit untuk kuda-kuda biasa dibuat dari kayu

67

ukuran 4/6 atau 5/7, dilengkapi dengari klos dari reng 2/3 cm yang dipasang berselang-seling. Pada kuda-kuda papan untuk rangka langitIangit cukup dengan menggunakan kayu reng berukuran cm.

Gambar 2.4.23 Ukuran Rangka Plafon

Multipleks Sebagai Plafon Ruang Plafon multipleks masih banyak dijumpai di banyak rumah. Memiliki banyak keunggulan, wajar jika multipleks jadi pilihan. Multipleks dipakai sebagai material plafon ruangan. Pemasangannya tidak rumit, proses finishing-nya pun tidak memerlukan waktu lama. Selain itu daya tahannya juga patut diperhitungkan.Olehkarena permukaan multipleks sudah rata dan rapi, maka material ini tidak memerlukan pengolahan awal setelah pemasangan. Setelah dipasang pun, material ini dapat langsung di-finishing. Itu pun cukup menggunakan cat kayu. Multipleks yang diperuntukkan sebagai plafon rata-rata memiliki ketebalan 3-9mm. Rangka plafon yang cocok adalah kayu kaso. Bisa juga menggunakan besi hollow sebagai rangka. Secara umum, multipleks memililik tampilan dan karakter seperti papan kayu. Papan ini mudah diolah menjadi aneka ragam bentuk. Dibandingkan gipsum, multipleks lebih kuat, baik dari sisi kelenturan material maupun daya tahan terhadap air. Fungsi meredam panas-pun jadi salah satu alasan kenapa multipleks digunakan. Sifat dan karakternya yang relatif kuat dapat berfungsi sebagai peredam panas ruang di bawah atap. Alasan-alasan inilah yang menjadikan multipleks populer sebagai plafon ruangan.

68

Material Alternatif untuk Plafon Plafon unik dihasilkan dari material alternatif atau gabungan material khusus. Pemilihan material penting untuk menampilkan ciri khas pada ruangan. Hal yang patut diperhatikan dalam pemilihan, yaitu: Plafon berfungsi mencegah kotoran atau debu yang jatuh dari penutup atap. Maka dari itu, pilihlah material yang dapat mencegah debu atau kotoran jatuh langsung ke ruangan. Pun demikan untuk mencegah tetesan atau rembesan air yang jatuh dari atap, akibat kobocoran, menjadi fungsi plafon. Sebaiknya pilih material alternatif yang tahan air dan atau kelembapan. Unsur perawatan penting dalam menentukan pemilihan material atap. Pilih material yang mudah perawatannya.

Plafon Natural Memikat Hati Unsur kayu jadi aksen memikat pada plafon. Karenanya banyak hunian menggunakan kayu sebagai plafon. Kayu sangat mudah diolah dan dapat menampilkan aksen yang memikat. Aneka model plafon tercipta berbahan dasar kayu, namun dituntut pengerjaan yang rapi. Material kayu sejatinya merupakan dasar atap rumah. Kayu balok, kaso, dan reng adalah material yang banyak dipakai sebagai struktur utama atap. Mereka juga dapat diekspos sebagai aksen plafon. Model lain dengan menyusun papan kayu menjadi penutup plafon. Baik model ekspos maupun kayu bersusun, menuntut pengerjaan yang rapi.Pada tiap sambungan, khususnya, dipastikan hasil yang presisi. Jika pengerjaan yang rapi dan presisi akan memudahkan pengerjaan finishing. Rangka kuda-kuda sebagai ekspos, bisa saja diaplikasikan sebagai plafon.Namun perlu material lain sebagai penutup di bagian atasnya. Peletakkannya pada bagian antara plafon dan genteng. Material yang

69

cocok untuk penutup diantaranya; kayu, multipleks, atau lambersiring. Untuk menyatukan cukup menggunakan kayu. Pada bagian akhir tentu saja finishing. Dapat dipilih sesuai kebutuhan anda. umumnya tampilan warna kayu jadi andalan. Alasan utama adalah untuk memberi kesan natural. Pengecatan dengan warna lain sah saja. Toh disesuikan dengan desain dan tema ruang. Penggunakan finishing warna-warni pun menarik untuk tema kontemporer. Aplikasi besi hollow & gipsum Drop ceiling membuat plafon jadi dinamis. Lampu dapat

disembunyikan di dalamnya. Suasana pun jadi hangat, penampilan cantik. Tujuan membuat drop ceiling adalah membagi plafon yang luas dan menegaskan keberadaan sebuah ruang. Drop ceiling dengan elevasi yang lebih rendah dari plafon utama akan membuat ruangan menjadi lebih dinamis. Selain itu, desain ini juga digunakan untuk menutupi elemen bangunan yang terekspos lebih rendah dari plafon utama. Pada rumah-rumah yang berdesain minimalis, drop ceiling dibuat seolah-olah menjadi satu bagian dari struktur rumah. Fungsinya untuk "menyembunyikan" rel gorden dan vertical blind sehingga tampilan ruang menjadi lebih apik. Anda dapat membuat drop ceiling dengan panduan di bawah ini. * Bahan dan Alat: Besi hollow atau baja ringan kanal C, gipsum, kompon, sekrup, rod

atau kawat. Lampu TL, kain, gergaji, dan cat tembok.

Bila masih bingung dan belum paham mengenai bahan-bahan maupun bagaiman cara memilih plafon rumah yang baik, berikut ini beberapa tips yang bisa digunakan untuk mengetahui hal tersebut: 1. Ketahui bahan-bahan dasar pembuat plafon rumah Ada banyak bahan dasar pembuat plafon yang ada di pasaran saat ini dengan harga yang beragam.

70

2. Setelah menemukan bahan dasar plafon rumah terbaik yang sesuai untuk dipakai. Maka hal selanjutnya yang perlu dilakukan dalam desain plafon rumah adalah memadukan warna plafon dengan nuansa dinding dan isi ruangan yang telah dirancang. Padukan warna dan pastikan bahwa fungsi plafon benar-benar menambah kesan estetika pada ruangan rumah. 3. Selanjutnya adalah merawat dan menbersihkan plafon rumah secara berkala. Seindah apapun plafon yang dipilaih, tidak akan ada gunanya jika plafon tersebut terlihat kotor dan dihinggapi banyak laba-laba. Bersihkan kotoran-kotoran tersebut secara rutin agar tidak menumpuk yang pada akhirnya sulit untuk dibersihkan

Gambar 2.4 24 besi hollow 2.6 ELEMEN UTILITAS PLAFON Ruangan selalu menampung banyak oranga dengan berbagai kegiatan.saat kerumunan orang sangat padat, tata visual lantai pun tidak dapat dinikmati lagi. Akhirnya kita dihadapkan pada desain dinding, bentuk plafon, dan aksesoris yang dapat berperan secara visual dengan maksimal. Sebagi unsur interior, sering kali plafon justru berperan sebagi pembentuk suasana.letek plafon diatas dapat mempengaruhi kesan ruangan. Bagus tidaknya tidak didasrkan dengan desain, tetapi keserasian dengan elemen yang diletakkan di plafon, baik yang langsung terlihat atau yang dibaliknya. 1. Pencahayaan Pencahayaan dapat diperoleh secara alami atau buatan. Lampu sebagia pencahayaan buatan biasanya diletakan di atas plafon. Bahkan, bahkan kehadiran lampu dapat menambah hiasan pada plafon. Penempatan lampu harus terintegrasi dengan unsur plafon. Misalnya, ceiling rose.

71

Jika desain plafon clasik pilihlah lampu gantung. Namun, jika ingin desain plafon dan susunan ruangan moderen, jenis lampu yang dipilih adalah hidden lamp atau dipasang lampu jenis down light. 2. Penghawaan Hal lain yang terdapat diplafon adalah alat untuk menunjang penghawaan ruangan secara buatan, seperti AC, kipas angin, dan exhaust fan. Untuk kamar mandi dan dapur, sebaiknya plafonnya dipasangi dengan exhaust fan. Namun, jika tidak ingin dipasangi exhaust fan , bisa dibuat kisi-kisi pada sebagian plafon. Sementara alat yang lain berfungsi sebagai bagian dari sistem pencegah kebakaran gedung yang sering terdapat diplafon adalah smoke detector dan springkler. Sistem pemasangan AC pada plafon dengan sistem casete dilengkapi ducting (pipa penyalur). Jika ingin penghawan secara alami, plafon dibuat mengikuti pentuk atap yang memungkan volume udara didalam ruangan menjadi lebih besar, hingga memberi sirkulasi udara yang baik. 3. Plumbing Pipa-pipa instalasi bisa diembunyikan di atas plafon. Pipa tersebut berfungsi untuk menyalurkan air hujan, air bersih, atau air koto. Jika memiliki kamar mandi yang terletak dilantai dua tentunya

diperhitungkan kemiringan pipa dengan baik. Hal tersebut diperlukan karena berpengaruh terhadap peletakan plafon dan ketinggian ruang. Tips : Agar rusngsn terlihat rapi, ada baiknya ditempatkan jaringan instalasi pencahayaan dan penghawaan buatan secara terselubung atau dibalik plafo. Untuk itu, sediakan akses ke plafon agar memudahkan pengecekkan atau pemindahan instalsi. Pastikan pemasangan jaringan utilitas dan pipa horisontal air hujan sudah terpasang dengan baik sebelum pemasangan pelapis plafon.

72

2.7 RAGAM DESAIN PLAFON Plafon tidak hanya sebagia pelengkan dan aksesoris ruangan, tetapi menjadi bagian integrasi struktur bangunan secara keseluruhan. Tentunya penampilan plafon setiap bangunan akan berbeda karena ditentukan fungsi ruangan. Plafon diruang lembab seperti kamar mandi tentu berbeda dengan ruang yang digunakan untuk pertunjukan yang dituntut memiliki tingkat akustik tertentu. 1. Bentuk desain plafon Bentuk plafon sangat beragam sesuai dengan kesan yang ingin ditimbulkan oleh perancang atau pemilik rumah, di antaranya sebagai berikut: a. Plafon datar Plafon yang datar merupakan model paling sederhana, karena tidak ada penampilan bentuk dan fungsi yang lainnya. Plafon datar mengikuti bentuk permukaan lantai. Penurunan sebagian plafon tidak terdapat pada plafon datar. Untuk rumah mungil, plafon datar sangat tepat dgunakan, karena membuat ruangan berkesan luas. Konstruksi Plat Datar

Plat datar adalah sistem slab beton bertulang dua arah bertinggi konstan [lihat Gambar 7.6(d)]. Konstruksi ini cocok digunakan untuk beban atap dan lantai ringan dan bentang relatif pendek. Sistem demikian banyak digunakan pada konstruksi rumah. Meskipun sistem demikian lebih cocok digunakan dengan pola kolom teratur, kita dapat saja membuat pola kolom tidak teratur. Plat datar sering digunakan apabila ortogonalitas kaku yang disyaratkan pada banyak sistem lain terhadap pola tumpuan vertikal tidak dikehendaki atau tidak mungkin dilaksanakan. Tetapi, pada konstruksi ini bentangnya tidak dapat sebesar sistem yang menggunakan balok maupun yang menggunakan rusuk. Dengan konstruksi plat datar ini kita dapat memperoleh jarak plafon ke lantai yang lebih kecil daripada sistem-sistem lainnya. Pada sistem plat datar ini diperlukan tulangan baja lebih banyak sebagai akibat

73

tipisnya plat yang digunakan. Faktor desain yang menentukan pada plat datar umumnya geser pons pada plat di pertemuannya dengan kolom. Dengan demikian, untuk mengatasinya di daerah ini diperlukan tulangan khusus. Selain itu, kolom yang terletak di tepi plat biasanya diletakkan agak ke dalam untuk menjamin bahwa luas kritis pons tetap besar. Kestabilan lateral untuk keseluruhan susunan plat dan kolom juga perlu diperhatikan. Karena plat dan kolom dicor secara monolit, titik hubungnya relatif kaku sehingga memberi kontribusi pada tahanan lateral struktur, dan hal ini sudah cukup untuk gedung bertingkat rendah. Akan tetapi, karena tipisnya elemen plat, tahanan ini sangat terbatas. Untuk struktur bertingkat tinggi, kestabilan terhadap beban lateral baru terpenuhi dengan menggunakan dinding geser atau elemen inti yang dicor di tempat pada gedung, yang biasanya terdapat di sekitar elevator (lift) atau di sekitar tangga. Pada sistem ini, keuntungan lain yang dapat diperoleh adalah mudahnya membuat perancah. Perilaku planar pada permukaan bawah juga memudahkan desain dan penempatan komponen gedung lainnya. Sistem ini sering digunakan pada gedung apartemen dan asrama yang umumnya membutuhkan ruang fungsi yang tidak besar, tetapi banyak.

Gambar 2.4.25 Ragam desain plafon

74

b. Drop ceiling Drop ceiling atau plafon bertingkat dapat menjadi pilihan jika menginginkan ruangan yang berkesan simpel. Penerapan desain drop ceiling memiliki beberapa tujuan diantaranya : a) Sebagai akses ruangan sesuai dengan fungsinya. b) Sebagai solusi agar ruangan tidak berkesan luas atau homy. c) Sebagai penutup struktur dan utilitas bangunan. d) Sebagi curtain box yaitu box tempat menggantungkan tirai atau gorden. Plafon bertingkat (drop ceiling), bentuk ini mempunyai perbedaan elevasi plafon. Bentu ini ada dua jenis yaitu plafon bertingkat biasa dan plafon bertingkat celah. Bedanya plafon bertingkat celah mempunyai lubang di antara elevasi plafon atas dengan plavon bawah yang biasa digunakan untuk penempatan lampu. Keduanya cocok untuk menutupi elemen bangunan yang ketinggiannya lebih rendah seperti untuk menutupi balok struktur. Plafon gantung (drop ceilling) berfungsi untuk menegaskan keberadaan sebuah ruang. Bisa juga untuk menutupi elemen bangunan yang terekspos lebih rendah, dari plafon utama. Drop ceilling membuat tampilan plafon menjadi lebih manis dan dinamis. Pada rumah-rumah yang berdesain minimalis, drop ceilling dibuat seolah-olah menjadi satu bagian dengan struktur rumah. Hal ini dimaksudkan untuk "menyembunyikan" rel gorden dan vertikal blind, sehingga tampilan ruang menjadi lebih rapi dan apik, dan tentu saja cantik. Panduan berikut ini dapat membantu kita untuk membuat drop ceilling.

75

Bahan dan Alat

Besi Hollow atau baja ringan kanal C, gipsum, kompon, sekrup, rod atau kawat.

Lampu TL, kain, gergaji, dan cat tembok.

Langkah Pengerjaan 1. Tentukan letak drop ceilling dan level tinggi yang diinginkan. Perbedaan level ketinggian cukup 20cm, dengan perhitungan 10cm untuk tebal, dan 10cm lagi untuk lampu. 2. Buat rangka plafon utama, berupa rangka grid dengan besi hollow 2x4 cm. Tempelkan rangka grid menggunakan paku beton pada tembok, sehingga terbentuk rangka plafon utama. 3. Buat rangka drop ceilling berupa rangka grid, yang disambungkan ke bagian bawah rangka utama.

Penghubungnya berupa besi hollow 4x4 cm sepanjang 20cm. Ukuran rangka drop ceilling lebih kecil dari rangka utama. Pasang dengan sekrup, akan lebih mudah jika menggunakan bor untuk memasang sekrup tadi. 4. Pasangkan rod atau kawat penggantung, yang menghubungkan rangka grid plafon, dengan rangka atap. 5. Siapkan instalasi listrik di area plafon untuk lampu penerang. Kabel untuk lampu dibuat rapi dengan cara menempatkannya pada jalur yang tak mengganggu rangka. Lebih bagus menggunakan lampu TL (neon) atau model lampu selang untuk kemudahan pemasangan. 6. Potong gypsum dengan cutter besar, setelah itu pasang gypsum pada rangka plafon dengan menggunakan sekrup gypsum. Rapikan antar sambungan dengan kape dan kompon agar rata. Sisi sambungan yang kasar dapat diampelas halus. Setelah itu, sekeliling plafon dicat merata.

76

Untuk memudahkan pengerjaan, lebih baik anda menggunakan steger sebagai penopang diri anda saat memasang. Agar anda dapat berpindah dari satu titik ke titik yang lain dengan mudah. Lakukan pemasangan dengan 2 orang, untuk memudahkan pengerjaan. c. Plafon kubah (dome) Plafon berbentuk kubah atau dome memilki rangka plafon setengah lingkaran. Plafon bentuk ini dapat diterapkan di ruangan yang berfungsi sebagai ruang utama atau psat. Inti dome akan terlihat menawan apabila dipasangi lampu gantung. Jika merencanakan ruangan yang formal, klasik, anggun, dan monumental, plafon ini sangat scocok digunakan.

d. Plafon lengkung (curve ceiling) Plafon dengan bentuk lngkung memang jarang ditemukan. Namun, dengan tingkat flesibilitasnya bahan plafon dapat dibentuk lengkung. Bentuk plafon seperti ini dapat digunakan sebagai pengarah menuju ruangan. Misalnya pada koridor. Plafon lengkung (curve ceiling), bentuk inibisa berbentuk lengkung cembung maupun lengkung cekung. Kekuatan utama bentuk lengkung ini terletak pada struktur rangkanya. Ada dua rangka utama yaitu rangka balok utama dan rangka balok anak. Tidak semua rangka harus dilengkungkan, hanya salah satu saja yang dilengkungkan. Minimal ketebalan papan gipsum yang dapat dilengkungkan adalah 6,5 mm dengan radius kelengkungan antara 450-900 mm. Jarak antara stud yang dibutuhkan sekitar 150 mm.

77

Gambar 2.4.27 ragam desain plafon 2. Ragam desain plafon Setipa desain sangat mungkin menghasilkan beberapa alternatif atau ragam pilihan. Selain itu, meterial sebagai alat untuk mewujudkan desain tersebut sangat kaya dengan berbagai jenis dan motif bahan, serta pemasangan yang berbeda. a. Ragam desain plafon dibangunan publik 1) Plafon berlipat-lipat 2) Plafon sekaligus atap 3) Analogi tempurung untuk bentuk plafon 4) Kombinasi pola grid dan drop ceiling 5) performa untuk plafon airport 6) Plafon turun di dua sisi 7) Kreasi kaca patri di plafon 8) Keselarasan antara desain dan fungsi ruang 9) Plafon logam berkesan hi-tech 10) Node pada plafon 11) Bentuk plafon sebagia identitas ruangan b. Ragam plafon dirumah Bagi bangunan yang berskala rumah, plafon adalah langitnya rumah. Secara teknis, plafon berfungsi sebagai skat antara ruang

78

dalam dan ruang luar sehingga dapat menangkis cuaca seperti hujan, panas, dan dingin yang muncul dari atas atap. 1. Carport Carport adalah tempat berlabuh mobil sehingga perlu atap. Letaknya yang berada diluar bangunan menuntut pemilihan material bahan terutama untuk plafon agar tahan lama dan kendaraan pun bebas dari serangan kebocoran. a. Terang dan bersih untuk plafon b. Plafon yang megah untuk lambrisering c. Ekspresi dua bahan plafon d. Plafon mewah berbahan beton 2. Dapur konsep dapur saat ini adalah praktis, higinis, dan ekonomis. Dari letakny6a dapur pun tidak terpisah lagi dari rumah lainnya. Hal tersebut dikarenakan jumlah anggota rumah sedikit sehingga kebutuhan ruang untuk dapur semakin kecil. 3. Tangga Tangga adalah komponen bangunan yang berfungsi sebagai sarana lalu lintas vertikal. Oleh karena itu, tangga dituntut untuk kuat dan nyaman digunakan. Sebagai komponen bangunan yang dapat dilihat dari samping, bawah, dan dari atas sehingga dituntut untuk tampil estetis. 4. Kamar mandi/toilet Toilet tidak hanya menampung kebersihan penhuni rumah, tetapi dapat menjadi tempat mendapatkan inspirasi. Plafon termasuk bagian yang sering dipandang ketika berendam di kamar mandi. Untuk itu, plafon dikamar mandi pun perlu diolah menggunakan ketinggian atau tanpa menggunakan penutup plafon. 1) Solusi teknologi pada plafon 2) Kreasi kain pada plafon 3) Kayu alami pada plafon.

79

4) Plafon glassblock penghantar cahaya 5) Plafon berhiaskan tanaman gantung 5. Ruang makan Ruang makan adalah ruang yang berfungsi untuk pengisian kalori seluhur anggota keluarga. Dalam skala tradisional, ruang ini langsung menyatu dengan dapur atau diletakkan dengan dapur. 1) Drop ceiling untuk ruang berkesan homy 2) Plafon gaya country 3) Plafon etnik tradisional 6. Ruang tidur Dalam alam kehidupan modern, sulit dipertahankan yang memiliki fungsi tunggal masing-masing. Kamar tidur tidak hanya untuk tidur saja, tetapi juga untuk bersantai, terkadang untuk tempat mendengarkan musik atau bertelekomunikasi. Bahkan dalam waktu-waktu tertentu, ruangan ini terkadang dibuat untuk mengerjakan pekerjaan kantor yang perlu dikebut. Sesekali kamr tidur digunakan untukkumpul keluarga inti. Komsep itulah yang akan menentukan corak, volume, karakter dan kelengkapan pada desain, termasuk pada desain plafon. 1) Ceiling rose geometri islami 2) Cahaya minim diplafon minimalis 7. Teras Teras berfungsi sebagai ruangan transisi antara halaman dengan rumah. Letak dapat dimana saja, yaitu dihalaman depan, halaman samping, atau halaman belakang. Teras juga dapat berfungsi sebagai sarana sosial dan interaksi antar keluarga. Variasi bentuk teras dapat tampil dalam berbagai bentuk ekspresi, tergantung dari budaya, masa, dan sosial tertentu. 1) Keselarasan gaya rumah dan plafon 2) Plafon diagonal berkesan luas

80

3) Plafon kayu dirumah etnik 4) Plafon tampil tradisional dengan gedek 5) Kombinasi bahan alami dengan modern 6) Pola waffle pada aksesoris plafon 8. Garasi Lebih dari sekedar carport, garasi itu sbagai kandang mobil yang beralas lantai, beratap, berdinding, dan berpintu. Pada masa kini, cukup banyak garasi berfungsi sebagai kandang mobil. Namun, ada juga yang diakomodasi untuk digunakan sebagai perluasan ruangan tamu. Ini disebabkan orang

indonesia suka sekali berkumpul pada peristiwa tertentu. 9. Ruang keluarga Ruang keluarga sejatinya adalah inti demokreasi masyarakat kita. Di ruangan ini antar anggota keluarga dapat berinteraksi denagn bebas, informal. Diruangan keluarga ini tamu-tamu yang sangat akrap dapat mengaksesnya. Sudah tentu ruangan keluarga memiliki presentase luasan terbesar dinbandingkan dengan ruangan yang lain didalam rumah. Karena berskala besar, unsur-unsur runagn pun perlu dipertimbangkan,

misalnya dengan membuat plafon yang lebih tinggi. 1) Plafon segi empat bundar berkesan romantis 2) Plafon fantasi diruang keluarga 3) Fungsi ganda drop ceiling 10. Ruang tamu Ruang tamu adalah zona paling representatif dirumah. Wajah ruang dapat dipercaya sebagai ungakpan nonverbal diri pribadi penghuninya. Hal tersebut terekspresi dari penampilan unsur fisik dari bangunan, seperti dinding, lantai, plafon, pintu, dan jendela. Sementara untuk melengkapi penampilan fisik interior, ditambahkan tirai, hiasan dinding, aksesoris, dan pernak-pernik lainnya sehingga mempengaruhi suasana ruang dalam. 1) Aksenturasi bangkirai berkesan simpel

81

2) Ceiling rose oval di rumah mediterania 3) Aksi lighting dibalik plafon 4) Plafon kayu, aksen pemanis ruang 11. Skylight Dalam terminologi arsitektur, cahaya langit alami salah satu tujuan yang diinginkan dalam desain bangunan. Selain memasukkan unsur alam ke dalam interior bangunan, cara ini juga agar suangan tidak terasa gelap dan pengap. Tentu saja bukaan skylight pun harus proposioanal terhadap luas ruangan sehingga radiasi matahari tidak merusak lingkungan dan penghuni rumah. 12. Void Void dimaksudkan sebagai bukaan pada struktur lantai atas dengan luasan tertentu. Adanya void memungkinkan adanya komunikasi, baik secara visual maupun audio antar penghuni rumah. 1) Plafon bergaya mediterania 2) Ornamen geometri kaca plafon

Alternatif Lis Profil Plafon Rumah Anda

Gambar 2.4.28 Lis profil plafon Variasi lis profil untuk kelengkapan interior ruang rumah kita, terutama pada plafon sangat banyak sekali. Mulai dari bahan kayu sampai plywood dan asbes. Namun dari segi variasi bentuk, sangat minim sekali.

82

Apalagi setelah harga produk berbahan dasar kayu kian melejit, membuat kita harus melirik alternatif bahan lain yakni profil gypsum.

Lis profil bahan gypsum sangat fleksibel sekali, terutama pada sambungan yang biasanya susah dikerjakan dan tetap kelihatan setelah kering. Namun tidak bagi profil gypsum. Hal ini bisa diatasi dengan mudah karena serat gypsum sangat mudah dan lebih lentur saat pengerjaan berlangsung. Dengan bentuk ornament yang sangat banyak membuat dekoratif lis gypsum ini cocok untuk berbagai gaya rumah. Mulai minimalis hingga rumah bergaya modern. Dan ini tentunya juga lebih bisa disesuaikan dengan selera kita. Ragam Lif Profil Plafon

Gambar 2.4.29 lis plafon "Dengan kemajuan teknologi, kini dekorasi lis yang berbahan dasar gypsum ini dapat dibentuk sesuai selera", jelas Fransiska Halim, Direktur PT. Decornis Makro, Architectureal Gypsum Specialist. "Lis profil itu sangat variatif jika kita bisa mengolahnya. Apalagi dengan menggunakan bahan gypsum. Mulai dari bentuk profil yang rumit hingga yang sederhana bisa kami buat sesuai permintaan konsumen, jelasnya lagi.

Bentuk lis profil terbagi dua, yakni klasik dan minimalis. Kalau minimalis cenderung sederhana tanpa lekukan sama sekali. Sedangkan pada lis profil klasik banyak sekali profil atau lekukan-lekukannya, seperti motif kembang, corbel (kaki singa) ataupun angel. Agar tempilan lis profil pada plafon terlilhat lebih indah, Anda dapat menambahkan dome atau

83

drop ceiling (lekukan pada plafon) sehingga plafon terlihat lebih tinggi dan mewah. Kelebihan dan Perawatan. Kelebihan gypsum, selain fleksibel dibentuk sesuai keinginan perancang, juga memiliki daya tahan dan tingkat stabilitas tinggi serta tahan api. Selain itu, jika lis profil plafon yang memiliki aneka warna terkena bercak coklat karena rembesan air, maka cukup bagian yang terkena saja yang dipotong dan dapat ditambal kembali sebesar bagian yang rusak. lalu dikompon agar tidak terlihhat sambungannya.

Harganya pun relatif terjangkau. Karena terbuat dari tepung gypsum, roofing dan air yang dicampur dengan serat fiber, lis profil plafon tidak mudah pecah. Untuk perawatan, sepanjang tidak terkena air, Anda cukup membersihkannya dengan kemoceng atau lap kering. Telah diuraikan pada artikel sebelumnya, bahwa terdapat berbagai macam bahan untuk membuat plafon. Bila selama ini kita hanya memakai gipsum atau triplek sebagai bahan untuk membuat plafon, kini sudah saatnya Anda melirik ke bahan lainnya. Banyak material yang bisa dijadikan pilihan, baik yang dipakai hanya sebagai elemen dekoratif, atau sebagai bagian dari struktur plafon. Material-material untuk membuat plafon dapat Anda temukan di berbagai tempat, dan sudah banyak digunakan baik di rumah tinggal maupun bangunan publik. Kayu bahan yang satu ini sebenarnya merupakan metrial dasar untuk

rangka atap dan plafon biasanya disembunyikan di belakang penutup plafon. Namun sekarang, jika diolah

84

dengan baik, kayu bisa dijadikan aksen plafon yang cantik. Rangka kayu atap tetap ditutup, namun mengekspos kuda-kuda kayunya yang telah difinishing. Bila Anda memilih bentuk ini, Anda akan tetap membutuhkan penutup plafon yang sesuai dengan kayu yang diekspos tersebut. Penutup ini diletakkan di antara rangka yang diekspos dan genteng. Biasanya bahan yang digunakan adalah triplek atau lambrisering. Bahan penutup cukup dipaku ke rangka atap kemudian difinishing dengan rapi. Yang perlu diperhatikan dalam penggunaan plafon kayu, yaitu pilihlah kayu yang sudah bebas rayap agar tidak mudah keropos. Selain itu, karena material ini dapat mengembang dan menyusut jika terkena panas ataupun hujan, maka pilihlah kayu berkualitas bagus dan yang sudah dioven dengan baik, seperti jati, kamper, damar dan merbau. Kain Penggunaan kain sebagai plafon biasanya bertujuan untuk memperkuat suasana di salah satu ruangan di dalam rumah. Misalnya Anda ingin suasana hangat dan intim di ruang keluarga, maka Anda bisa menggunakan kain sebagai pilihan plafon. Atau jika Anda merasa ruangan di rumah Anda terlalu tinggi, maka anda dapat mempergunakan kain untuk membuat ruangan tersebut menjadi lebih nyaman. Hal ini disebut dengan penurunan plafon (down ceiling). Kaca Pemakaian kaca sebagai plafon masih jarang

ditemukan di Indonesia. Hal ini karena kaca bisa memasukkan cahaya dan panas dalam jumlah yang sangat kurang besar, cocok sehingga dengan

iklim di Indonesia. Jika menggunakan plafon kaca di Indonesia, suhu

85

ruangan akan menjadi tinggi dan rumah pun menjadi tidak nyaman lagi untuk ditinggali. Karena itu, plafon kaca biasanya digunakan hanya untuk aksen. Bahan yang kurang mendapat cahaya matahari secara langsung dapat memakai bahan kaca ini. Untuk menjaga keamanan, kaca yang digunakan sebaiknya adalah kaca tempered dengan ketebalan minimal 10 mm. Pemasangannya pun harus menggunakan rangka yang kuat pada semua sisi, sehingga kaca dapat terjepit kuat dan tidak mudah bergerak. Apabila luas plafon cukup besar, sebaiknya digunakan kisi-kisi yang jaraknya berdekatan satu sama lain, agar kaca tertopang dengan baik. Bambu Bambu yang digunakan untuk plafon biasanya sudah dipotong tipis-tipis dan kemudian dianyam menjadi sebuah lembaran besar atau yang disebut gedhek. Saat akan memasangnya, lembaran ini tinggal dipaku ke rangka kayu di atasnya. Namun rangka yang dipakai haruslah lebih rapat dari rangka kayu biasanya, hal ini bertujuan agar lembaran gedhek tidak melengkung nantinya. Karena gedhek terbuat dari anyaman bambu, terdapat celah-celah kecil yang dapat dimanfaatkan oleh serangga-serangga kecil dan debu bisa masuk ke dalam ruang. Untuk mencegahnya, sebaiknya beri lapisan dasar dahulu, misalnya triplek, baru kemudian gedhek dipasang diatas lapisan tersebut. Metal Metal bisa menjadi alternatif material untuk plafon. Bahan dasar material ini adalah baja ringan yang dilapis dengan Zincalume. Plafon metal terdiri dari beberapa modul-modul papan yang dipasang pada rangka. Ada beberapa macam macam modul dan ukuran lubang grid (ada jenis plafon metal yang berlubang, ada yang tidak). Jika Anda mempergunakan plafon metal berlubang-lubang maka gunakan kain hitam yang diletakkan di atas plafon untuk menahan debu dari atap. Lampit

86

Material ini merupakan material unik dan alternatif. Lampit merupakan kerajinan yang biasanya digunakan untuk alas lantai. Anda juga bisa memakainya untuk plafon yang berfungsi sebagai aksen. Kelemahannya, lampit mempunyai celah antar anyamannya sehingga debu dari ruang atas plafon bisa jatuh ke ruangan. Untuk mengatasinya, pasang terlebih dahulu rangka plafon dengan material penutup plafon seperti gipsum, GRC, atau multiplek. Setelah itu baru pasang lampit menumpang pada penutupnya. Gipsum Gipsum merupakan bahan yang paling umum dan banyak dipakai. Setidaknya ada dua bentuk plafon yang bisa diolah dari gipsum, yaitu bentuk plafon bertingkat dan bentuk plafon lengkung.

2.8 PERAWATAN DAN PERBAIKAN PLAFON Sebagai elemen bangunan, plafon memerlukan pemeriksaan secara berskala untuk menemukan bagian yang tidak berfungsi seperti seharusnya dan memerlukan perawatan. 1. Perawatan plafon Setiap rumah selalu memiliki langit-langit atau plafon, debu dan kotoran diplafon sangat mengganggu kesehatan dan kenyamanan penghuninya. Biasanya kotoran tersebut terdapat di sudut plafon yang sering di buat sarang laba-laba. Apalagi jika diplafonterdapat kipas angin, debu-debu di sekitarnya akan berterbangang. Selain mengusir debu dari plafon, jangan lupa pula mengelap debu pada aksesoris yang terdapat di plafon seperti lampu gantung, ceiling fan, dan exhaust fan.

2.

Perbaikan plafon Meskipun sudah dilakukan perawatan, terkadang pada plafon terjadi kerusakan. Banyak hal yang dapat menjadi penyebabnya, di antaranya, rayap, air hujan, atau instalasi di atas plafon bocor, dan plafon retak atau binatang jatuh dari atas.

87

a. Rangka kayu plafon keropos Rangka plafon dari kayu kerap diserang rayap. Jika dibiarkan terlalu lama, kayu yang dimakan rayap akan keropos dan mulai mengotori plafon, bahkan membuat kekuatanya diragukan. b. Plafon retak Tiap komponen plafon, seperti penggantung, rangka, penutup, dan lis, walaupun sudah di kerjakan dengan hati-hati, dapat mengalami kerusakan. Misalnya, lis yang patahperlu segera diganti atau di sambung. Kerusakan bahan berupa modul. c. Plafon bernoda Sepertinya plafon bernoda sering menjadi keluhan . penyebab pertamanya adalah genteng bocor. Kedua karena jaringan instalasi air yang membujur atau melintang di atas plafon terjadi kebocoran dan korosi pada batang pipa. d. Plafon melendut Plafon sering terlihat bergelombang atau melendut yang bidang dapat di ganti per

disebabkan oleh jarak antara rangka terlalu lebar. Untuk mengukur lendut atau tidaknya permukaan plafon cukup digunakan tali air. Sebagai solusi, sebaiknya gunakan penyangga di berbagai titik yang mengalami pelendutan sehingga permukaan plafon menjadi rata. e. Plafon berlubang Terkadang plafon bisa juga berlubang, terutama plafon dari bahan gipsum. Penyebabnya bisa jadi binatang yang jatuh dari atap. Lubang tersebut bisa dalm dua kategori. Yaitu, lubang kecil dan lubang besar.

f. Cat plafon mengelupas dan menggelembung Permasalahannya tejadi bukan karena pada bahan plafon, tetapi pada atap finishing plafon, yaitu tahap pengecatan. Tak jarang kondisi fisik plafon masih terlihat kuat, tetapi cat plafon sudah

88

mulai terkelupas. Hal tersebut sering terjadi terutama pada plafon yang berbahan triplek atau beton. Ada beberapa hal yyang menjadi penyebabnya, di antaranya yaitu : I. Permukaan plafon tidak dibersihkan dari minyak, kotoran, dan cat awal. II. Pengecatan dilakukan di atas permukaan plafon yang telah mengapur. III. Cat dan dempul yang digunakan berkualitas rendah.

Untuk mengatasinya dan cat dapat menempel dengan baik dan merata buang semua lapisan cat yang lama sampai bersih, kemudian beri lapisan cat dasar baru, lapisi dengan cat akhir. Sementara itu, cat plafon pun mengalami gelembung. Hal tersebut terjadi karena pengecatan dilakukan pada permukaan plafon yang lembab atau kondisi permukaan plafon yang kurang sempurna. Tripleks yang terkena air pada tahap awal akan timbul bercak noda. Kemudian setiap lapisan akan mengkerut dan akhirnya terlepas.

a. Solusi untuk noda bocor pada plafon: 1. 2. Perbaiki penyebab bocor Noda bocor dicat ulang dengan minyak putih.Lebih baik jika menggunakan warna doff. 3. Lakukan pengecatan ulang

b. Solusi untuk plafon yang sudah parah

1. Perbaiki penyebab bocor. 2. Ganti plafon tripleks yang rusak dan sesuaikan dengan ukuran rangka. 3. Plamur triplek baru tersebut. 4. Ampelas bagian yang kasar,kemudian cat ulang.

89

Triplek rusak karena bocor

Gypsum rusak karena bocor Pada tahap awal,plafon gypsum yang terkena air akan

meninggalkan bercak hitam tipis. Bila terus menerus terkena air menyebabkan warnanya akan bertambah hitam dan bila dibiarkan terus akan berlubang.

90

a.

Solusi noda bocor pada plafon gysoum: 1. Perbaiki penyebab bocor. 2. Noda bocor dicat ulang dengan minyak putih.lebih baik jika menggunakan warna doff. 3. Lakukan pengecatan ulang

b.

Solusi untuk plafon yang sudah berlubang : 1. 2. Potong gypsum pada bagian yang berlubang. Tambal potongan gypsum dengan yang baru dengan bantuan cornice. 3. 4. 5. 6. Lapisi dengan kompon Ampelas bagian yang kasar Cat ulang dengan warna yang sama dengan sebelumnya.

2.9 RENCANA/POLA PLAFON HANGER a. Rangka Plafon Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, gunakan rangka metal hollow square atau rangka kayu yang lurus dan diketam.

Gambar 2.9.1 rangka plafon

91

b. Pemakuan Plafon Untuk rangka kayu gunakanlah paku khusus Versaboard yaitu paku yang berdiameter 2mm dan panjang 25mm serta berkepala lebar dan digalvanis. Paku ini memang dirancang agar bisa menembus papan versaboard dengan mudah dan mengikatnya pada rangka kayu. Untuk rangka besi gunakanlah sekrup khusus Versaboard yaitu sekrup self taping dan self embedded head yang dianti karat. Ketentuan jarak paku/sekrup sebagai berikut:

Antar paku/sekrup tepi maksimum 100 mm Antar paku/sekrup tengah maksimum 300 mm Terhadap tepi lembaran minimum 12 mm Terhadap sudut lembaran minimum 50 mm

gambar memaku plafon

2.9.2

cara

92

Harap diperhatikan untuk tidak memaku atau menyekrup pada sudut lembaran karena akan berisiko pecahnya sudut lembaran Versaboard. c. Penutup Sambungan Untuk sistem sambungan SE (square edge), gunakan kompon Versaboard pada setiap nat atau pertemuan panel. Tidak seperti kompon GRC yang agak rumit karena memerlukan beberapa tahapan, kompon versaboard yang dijual sudah siap dipakai dan diaplikasikan langsung pada lembaran Versaboard. Untuk hasil yang lebih sempurna, gunakan lembaran RE (recessed edge). Tahapan penggunaan kompon Versaboard seperti pada gambar berikut: 1. Tempelkan self-adhesive joint tape. 2. Kompon pada tahap pertama, pastikan menutup seluruh sambungan, joint tape dan mengisi celah jika ada, lalu biarkan kering kurang lebih 1 jam. 3. Pengaplikasian kompon pada tahap kedua selebar kurang lebih 30 cm setipis mungkin. Kemudian setelah kering diamplas dengan metode amplas basah.

Gambar 2.9.3 cara memasang plafon - Penggambaran rencana (gambar kerja) plafon meliputi gambar rencana plafon dan detail plafon.

93

- Dalam pembuatan rencana plafon (terkadang disebut sebagai rencana rangka plafon atau denah plafon) hal hal yang perlu diperhatikan adalah; Ukuran bahan yang akan digunakan terhadap luasnya ruangan. - Untuk bahan penutup dengan tripleks 4 mm, sebaiknya menggunakan ukuran dengan kelipatan 30 cm agar dapat efisien dalam penggunaan bahan, misalnya; 1,20 x 1,20 atau 0,60 x 1,20. - Untuk bahan penutup dengan asbes, untuk efisiensi bahan menggunakan ukuran 1,00 x 1,00 atau 1,00 x 0,50. - Penggunaan jenis kabel untuk instalasi listrik sebaiknya menggunakan jenis kabel sebagai berikut; Tranca; Kabelindo; Supreme; Eterna atau kabel metal. Pemasangan instalasi listrik didalam rangka plafon disebut in bouw sedangkan jika pemasangan kabel diluar plafon disebut out bouw kesannya seperti perencanaan ME (Mekanikal dan Elektrikal) tidak matang, atau kemungkinan tahapan pekerjaan baru terpikirkan kemudian. - Hal lain yang perlu diperhatikan pemasangan penutup plafon dengan tripleks 4 mm, ada dua cara; a). Memberikan naad (jarak) antara dua lembar triplek yang akan dipaku pada rangka plafon dan list profil pada tepi dinding. b). Memakai list artinya pertemuan umpama pakai eternit asbes, ditutup dengan list untuk kekuatan pemasangan penutup plafon. - Ukuran kayu untuk rangka plafon; dapat digunakan beberapa ukuran kayu sebagai berikut: a). Balok induk 6/12 untuk bentangan 2 3 m1 Balok induk 8/14 untuk bentangan 3 5 m1 b). Balok pembagi pertama; Ukuran 6/8 untuk bentangan 2 2,5 m1 Ukuran 5/7 untuk bentangan 1 2 m1 c). Balok pembagi kedua; Ukuran 4/6 untuk bentangan 1 m1 atau 1 m1 Variant / Detail plafon

94

- Perhatian pada perencanaan plafon disamping keindahan untuk ruang dan interiornya, hal yang perlu diperhatikan kekuatan rangka plafon yang dihubungkan dengan penggantungnya.

Gambar 2.9.4 contoh plafon

Gambar 2.9.5 Plafon gypsum

95

Gambar 2.9.6 aksesoris palfon

96

Gambar 2.9.7 desain plafon

- Elevasi penutup plafon dan sistim penerangan perlu diperhatikan khususnya untuk ruang rapat atau ruang pertemuan termasuk ketinggian plafonnya. 3 Perencanaan dan detail plafond Penggambaran rencana (gambar kerja) plafond meliputi gambar rencana plafond dan detail plafond. a. Rencana plafond Dalam pembuatan rencana plafond (atau terkadang disebut sebagai rencana rangka plafond atau denah plafond) hal hal yang harus diperhatikan adalah: Ukuran bahan yang akan digunakan terhadap luasan ruangan. 1. Untuk bahan penutup dengan tripleks, sebaiknya menggunakan ukuran dengan

97

kelipatan 30 cm agar dapat efisien dalam penggunaan bahan. Misalnya; 1,20 x 1,20 2. Untuk bahan penutup dengan asbes, untuk efisiensi bahan menggunakan ukuran 1,00 x 1,00 atau 1,00 x 0,50.

98

Pada halaman berikut ditunjukkan contoh pembuatan gambar rencana plafond.

Gambar 2.9.8 Pada denah plafond & titik lampu Skala 1:50

99

Gambar 2.9.9 detail plafon

Detail plafond Gambar detail plafond meliputi pertemuan plafond dengan dinding dan plafond Dengan lis plafond, serta dengan rangka penggantungnya.

100

Gambar 2.9.10 detail plafon 1. Dengan lis plafon

Gambar 2.9.11 lis plafon

101

2. Dengan naad / celah

Gambar 2.9.12 plafon dengan naad

Gambar 2.9.13 plafon di dapur

102

2.10 PLAFON MINIMALIS Sejak beberapa waktu yang lalu hingga saat ini desain plafon minimalis menjadi sangat digemari. Selain desainnya yang simple, sisi pewarnaannya juga menarik jika ditata dengan rapi dan sesuai dengan pewarnaan ruangan serta lebar maupun tinggi suatu ruangan. Plafon minimalis dapat menarik perhatian orang yang masuk ke dalam ruangan tersebut, karena desainnya memang unik. Karena plafon minimalis juga dapat digunakan dari bahan pondasi yang berupa rangka rangka bangunan, atau dengan bahasa mudah nya, plafon minimalis adalah plafon yang juga merupakan bagian dari rangka bangunan dimana rangka bangunan dimanfaatkan untuk membuat sebuah plafon minimalis. Untuk bagian pewarnaan plafon minimalis, pemilihan warna dapat disesuaikan dengan keinginan anda, misalnya anda menginginkan warna plafon minimalis dengan warna ringan, anda dapat memilih warna warna muda, seperti hijau muda, atau merah muda, dan juga bidu muda. Atau dapat juga anda memilih warna plafon minimalis anda dengan warna warna yang sesuai dengan warna ruangan, dinding, atau warna lampu ruangan anda. Memilih warna plafon minimalis dapat dilakukan dengan pewarnaan plafon minimalis yang cerah misalnya, dan pewarnaan dinding yang anda gunakan adalah warna warna yang tidak terlalu terang, akan membuat tampilan ruangan anda menarik dan cahaya hanya terlihat dari atas, dan ini sangat menarik, apalagi untuk anda yangberjiwa romantis dan ruangan pun terlihat lebih tinggi. Selain itu, jika anda ingin memiliki ruangan yang terlihat lega dan luas, anda dapat mempergunakan pewarnaan plafon minimalis dengan warna yang cerah, tapi tidak terlalu cerah. Hal itu pun harus dikombinasikan dengan pewarnaan dinding dan lantai ruangan anda yang juga harus memiliki kombinasi warna cerah. Plafon partisi minimalis saat ini semakin disukai, apalagi pada rumah rumah modern yang bergaya minimalis. Memodifikasi ruangan

103

dengan menyatukan kombinasi pewarnaan dinding, lantai serta plafon minimalis merupakan sebuah seni yang dapat membuat tempat tinggal anda nyaman dan memiliki kepuasan tersendiri bagi anda jika memang penggunaan dan kombinasi warna nya sesuai dan serasi, Tentunya dengan menggunakan bahan plafon minimalis yang berkualitas dan sesuai dengan pewarnaan ruangan. Misalnya saja ketika anda memilih bahan bahan plafon minimalis untuk mendesain ruangan di rumah anda, anda dapat memilih bahan bahan yang terbuat dari bahan yang tidak mudah rapuh atau lapuk, misalnya dari bahan metal system yang tentunya juga harganya terjangkau. Untuk itu, sebelum membeli bahan plafon untuk plafon minimalis, sebaiknya anda bertanya kepada pihak penyedia atau pihak toko bahan bangunan mengenai pewarnaan yang sesuai dengan warna lantai dan dinding serta warna kegemaran anda. Ketinggian plafon, kurangi sekat pembatas ruang dan perbanyak akses udara dan cahaya. Ruang pun jadi terasa lega. Unsur garis rupanya menjadi perhatian Rivera Sampaga dan Imam Nugroho dari R/N Architect, yang berkolaborasi dalam mendesain rumah yang dibagun oleh kontraktor Endy Gunawan ini. Aksen garis tak hanya muncul di lantai, dinding dan plafon, tapi juga pada desain bukaan dan tata ruangnya. Berkas cahaya berupa garis menerpa bidang-bidang dinding. Kelihaian kedua arsitek ini dalam membuat bukaan di atap, tangga dan dinding, menjadikan aksen garis terintegrasi dengan berkas-berkas cahaya yang muncul. Sensasi cahaya dapat dirasakan maksimal pada tangga dan ruang-ruang di bawah kamar tidur anak. Ada permainan ornamen warna-warni, yang berkesan ceria. Olahan plafon bercahaya mendukung keceriaan itu sehingga asyik

dipandang.Betah rasanya berinteraksi dan beristirahat di rumah.

104

Gambar 2.10.1 contoh plafon minimalis 2.11 PLAFON TAHAN GEMPA Meskipun bangunan utama tidak runtuh karena didesain tahan gempa, plafon dan dinding sebuah bangunan sangat rentan runtuh. Peristiwa gempa di Padang, Sumatera Barat, adalah pelajaran berharga tentang betapa pentingnya plafon dan dinding tahan gempa. Semua gempa tersebut tercatat dengan skala PGA di bawah 1.0g, sementara sistem plafon yang sudah kami uji mencapai hingga 1,44g. Dengan kata lain, sistem plafon ini sangat cocok diaplikasikan di Indonesia. -- Indra Budi Wibowo Pembuatan bangunan tahan gempa memang tidak sembarangan. Di Indonesia, bangunan harus disesuaikan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 1726-2002 yang menetapkan standar tertentu untuk sebuah bangunan agar tahan gempa. Menurut Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), SNI 1726-2002 meliputi jenis bangunan, ukuran tinggi bangunan dan beban bangunan.

105

Namun, SNI 1726-2002 hanya berlaku untuk bangunan bertingkat, bukan bangunan sederhana seperti rumah tinggal. Sayangnya lagi, penerapan bangunan tahan gempa oleh SNI terkesan hanya fokus pada bangunan gedung secara struktural. Penerapannya hanya bertujuan mencegah bangunan tidak ambruk. "Kadang kita lupa, bahwa di dalam bangunan itu tentu saja ada manusia, ada penghuninya. Jadi, begitu terjadi gempa, biasanya orang akan melakukan evakuasi, di situlah kerap musibah terjadi. Fondasi utama memang kuat, tetapi bagaimana dengan dindingnya, bagaimana dengan plafonnya," ujar Technical Manager PT Petrojaya Boral Plasterboard, Indra Budi Wibowo, kepada Kompas.com, akhir pekan lalu. Indra menuturkan, saat evakuasi, meskipun bangunan utamanya tidak runtuh karena sudah didesain tahan gempa, plafon dan dindingnya sangat rentan runtuh. Ini seperti yang terjadi pada peristiwa gempa Padang, Sumatera Barat, pada 2009 lalu. "Banyak plafon jatuh dari jenis concealed grid maupun exposed grid. Selain plafon, dindingnya juga banyak yang roboh, seperti dinding bata yang menimpa penghuni," kata Indra. Jayaboard Seismic Ceiling System Sejauh ini, praktik pemasangan plafon di lapangan jarang sekali menyentuh elemen non-struktural dan lebih fokus pada fondasi bangunan. Padahal, telah terbukti, mengabaikan elemen tersebut ikut menambah korban jiwa sehingga plafon dan dinding penyekat mau tak mau harus juga dirancang tahan gempa. Berkaca pada peristiwa gempa Padang, lanjut Indra, Jayaboard melakukan riset untuk menghadirkan solusi plafon gipsum tahan gempa, dan saat ini telah tersedia dua sistem plafon, yaitu concealed grid dan exposed grid, dengan standar internasional. "Untuk memastikan performanya, kedua sistem plafon ini sudah kami lakukan uji ketahanan gempa di laboratorium Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan hasil sangat memuaskan, di mana mampu bertahan pada

106

skala gempa yang pernah tercatat di Indonesia, bahkan jauh lebih kuat," ujarnya. Indra menambahkan, mungkin orang bertanya-tanya tentang kekuatannya sampai berapa Skala Richter? Dia mengatakan, di sinilah perlu diketahui, bahwa proses pengujian di laboratorium menggunakan skala tersendiri, yaitu Peak Ground Acceleration (PGA). PGA

menunjukkan besarnya percepatan gempa bumi di atas tanah. Skala PGA tidak tergantung pada jarak ataupun besarnya kekuatan energi gempa bumi di episentrum seperti Skala Richter. "Dengan menggunakan skala PGA kita bisa mengetahui performa sistem plafon dalam menahan besarnya getaran yang terjadi ketika gempa datang. Hasil tes menunjukkan, kemampuan sistem plafon Jaya Seismik Concealed mencapai PGA 1.44g, sedangkan Jaya Seismik Exposed mencapai PGA 1.23g, dengan kondisi plafon yang masih utuh tanpa adanya kerusakan," papar Indra. Membuka kembali catatan sejarah gempa bumi di Indonesia, tentu, masih segar dalam ingatan dahsyatnya gempa di Aceh pada 2004 lalu. Dengan skala 8,9 skala Richter yang diikuti dengan tsunami, gempa Aceh tercatat dengan PGA hingga 0,89g. Atau, gempa di Padang tahun 2009 dengan 7,6 skala Ritchter dan PGA hingga 0,3g, atau peristiwa di Yogyakarta pada 2006 dengan skala 5.8 skala Ritchter dan PGA 0,07g. "Semua gempa tersebut tercatat dengan skala PGA di bawah 1.0g, sementara sistem plafon yang sudah kami uji mencapai hingga 1,44g. Dengan kata lain, sistem plafon ini sangat cocok untuk diaplikasikan di Indonesia," tambahnya. Untuk itulah, kata Indra, kehadiran Jayaboard Seismic diharapkan bisa sangat berkontribusi bagi bangunan tahan gempa. Apalagi, mengingat Indonesia masuk dalam peta dunia "ring of fire", penciptaan produk ini mengacu pada standar International Building Code (IBC) yang mengeluarkan peraturan kurang lebih menyerukan agar semua bangunan di kawasan "cincin api" harus didesain menggunakan pendekatan ketahanan gempa.

107

"Sasarannya lebih ke arsitek dan ke building owner sebenarnya, termasuk developer. Karena merekalah yang mempunyai andil besar dalam menyediakan bangunan dengan desain yang aman buat penghuninya," ujar Indra. Indra mengatakan, Jayaboard Seismic memang belum dipasarkan luas. Rencananya, produk khusus tahan gempa tersebut akan diluncurkan pada pekan kedua Oktober ini.

1.

2.

3. Gambar 2.11.1 drnamen-ornamen plafon

BAB III PENUTUP 3.1 KESIMPULAN a. Dilihat dari kegunaan atau fungsinya bahwa plafon meruapakan bagian dari penampakan interior dari suatu bangunan rumah, maka di dalam pembuatankonstruksi plafon perlu perencanaan yang cukup serius karena merupakan desain interior yang harus mengandung nilai seni terndiri sehingga ruangan atau kamar menjadi arstistik. b. Bahan plafon atau langit langit terdiri dari bermacammacam, untuk pemilihannya tergantung dari selera pemilik bangunan. c. Karena langit langit dari bahan yang relatif tipis, maka pemasangannya memerlukan bahan lain yang disebut penggantung ( hanger ) plafon. d. Untuk ruangan yang cukup luas penggantung plafon terbagi menjadi 3 bagian yaitu balok induk, balok anak dan balok pambagi. e. Agar plafon kuat dan tahan lama, dalam tahap pemasangan plafon harus memperhatikan berbagai macam aturan f. Banyak sekai macam-macam bahan plafon. Diantara bahanbahan tersebut, yang paling baik digunakan adalah gypsum g. Selain desain dan cara pemasangan, aksesoris pun perlu diperhatikan agar plafon tampil semakin cantik dan nyaman dilihat h. Di jaman sekarang biasanya orang cenderung pada sesuatu yang berbau minimalis. Selain rumamh, ternyata plafon pun bisa didesain secara minimalis. Yaitu dengan menggunakan unsur garis yang memanjang. Dengan begitu. Rumah akan terlihat lapang dan nyaman.
108

109

i. Untuk membuat plafon tahan gempa, sebaiknya tidak mengabaikan elemen non struktural 3.2 SARAN Jika anda ingin mendesain plafon rumah anda, sebaiknya anda memakai jasa desain plafon saja, agar hasilnya lebih baik dan memuaskan. Dan jikalau anda akan memilih bahan plafon, disarankan memakai gypsum saja. Karena selain awet dan tidak mudah rusak, gypsum juga dapat dibentuk sesuai dengan keinginan dan selera sang pembuat. Untuk memasang plafon, sebaiknya mengikuti cara dan petunjuk yang telah disebutkan di atas agar hasilnya memuaskan.

DAFTAR RUJUKAN

Ariestadi, D. 2008. Teknik struktur Banguanan Jilid 1. Jakarta. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasianal. Ariestadi, D. 2008. Teknik struktur Banguanan Jilid 2. Jakarta. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasianal. Ariestadi, D. 2008. Teknik struktur Banguanan Jilid 3. Jakarta. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasianal. Dunia Plafon. 2011. Pengertian Plafon, (http://duniaplafond.blogspot.com/), diakses pada 18 November 2012 Gypsum Jatim. Pengertian dan Fungsi Plafon, (http://gypsumjatim.blogspot.com/2012/01/pengertian-dan-fungsi-plafon.html), diakses pada 18 November 2012 Kompas. 2012. Plafon Tahan Gempa (http://properti.kompas.com/read/2012/10/05/10554311/Kenalkan.Plafon. Khusus.Tahan.Gempa), diakses pada 18 November 2012 Latief, M. 2012. Memilih Bahan Plafon Berkualitas, (http://www.alifah.com/memilih_bahan_plafon_berkualitas), diakses pada 18 November 2012 Medangypsum. 2011. Pengertian dan Manfaat Plafon, (http://medangypsum.blogspot.com/2011/09/pengertian-dan-manfaatplafon.html), diakses pada 18 November 2012 Persada, A. 2011. Jenis-Jenis Plafon Unggulan dan Kelemahannya, (http://aryapersada.com/jenis-jenis-plafon-rumah-keunggulan-dankelemahannya.html), diakses pada 18 November 2012 Plafonpartisi. 2011. Plafon Minimalis, (http://www.plafonpartisi.com/plafonminimalis/), diakses pada 18 November 2012
110

111

Plafonrumah. 2011. Aksesoris Plafon, (http://plafonrumah.net/index.php/component/content/article/31aksesories-plafon/33-plafon-16-x-16m), diakses pada 18 November 2012 Rencanarumah. 2011. Arti dan Fungsi Plafon, (http://rencanarumah.com/arti-danfungsi-plafond), diakses pada 18 November 2012 Salampessy, R. 2012. Plafon Minimalis, (http://www.tribunnews.com/2012/10/22/plafon-bergaris-membuat-rumahminimalis-terasa-lega), diakses pada 18 November 2012 Tamrin, A, G. 2008. Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Jilid 1. Jakarta. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasianal. Tamrin, A, G. 2008. Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Jilid 2. Jakarta. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasianal. Whery. 2010. Plafon Gypsum,(http://www.desaininterior.net/plafongypsum.html) diakses pada 18 November 2012