Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH TENTANG ZAKAT.

KELOMPOK 2 RIDWANTO. IZAAZ D.R.

YUDI HARIYANTO.

NUR IMANAH. ADI P. A. DWI RIZAL. YENI .F.

BAB 1 : PENDAHULUAN.
A. Latar belakang.

Ketahuilah sesungguhnya zsakat itu merupakan bagian dari rukun Islam. Zakat merupakan suatu nama yang diterapakan kepada sesuatu benda yang dikeluarkan oeh manusia dari hak Allah kepada fakir-miskin. Dinamakan zakat, karena keberadaannya mengandung harapan barkah, kebersihan jiwa dan pertmbuhan. Kita sebagaiseorang musim, wajib mengeluarkan zakat apabila kita memiliki kekayaan yang cukup seNishab.

B. Tujuan zakat.

Tujuan zakat yang asasi adalah membersihkan hati yang sombong, membersihkan sikap individualisme dan jahat, di samping memungknkan para penganutnya mendapatkan kekayaan mealui perasaan simpati kepada kalangan miskin. Tujuan lain adalah kaitan dengan kehidupan kota, karena kaum lemah dan miskn juga hidup disana. Dan jika kehidupan mereka ini tidak di perhatikan, maka mereka akan mati kelaparan.
C. Permasalahan.

1. Pengertian. Secara etimolgis (lughat) zakat adalah suci,bersih,tumbuh,dan barokah. Secara terminilogi (istiah) zakat adalah pemberian sebagian harta yang sudah mencapai nishab kepada ashnaf (golongan) tertentu dengan syarat-syarat yang tertentu pula. Dinamakan zakat, karena harta benda itu tumbuh dan mengandung barokah ketika di keularkannya zakat dan ketika didoakan oleh orang-orang yang menerimanya. Dalam hal zakat, alasan yang dikenal hanyalah karena Allah. Zakat telah berkali-kali disebutkan di dalam Al-Quran dan Assunnah dengan segala nilai kebajikannya dan keuntungannya bak di dunia maupn di akhirat.

2. Macam macam zakat.

Zakat Fitri.
Yaitu zakat yang dikeluarkan pada saat menjelang hari raya, paling lambat sebelum shalat Idul Fitri, untuk mengenyangkan kaum fakir miskin saat hari raya, dan hukumnya wajib. Harta yang dikeluarkan adalah makanan pokok di negeri masing-masing, kalau di negeri kita sebanyak (+/-) 2,5 Kg beras. Ini pandangan jumhur (mayoritas) imam madzhab seperti Imam Malik, Imam Syafii, dan Imam Ahmad bin Hambal. Mereka menolak pembayaran zakat fitri dengan nilai harganya (uang), karena hal itu dianggap bertentangan dengan sunah nabi.

Zakat Mal ( Harta ).

Menurut bahasa (lughat), harta adalah segala sesuatu yang diinginkan sekali sekali oleh manusia untuk memiliki, memanfaatkan dan menyimpannya Menurut syar'a, harta adalah segala sesuatu yang dapat dimiliki (dikuasai) dan dapat digunakan (dimanfaatkan) menurut ghalibnya (lazim). sesuatu dapat disebut dengan maal (harta) apabila memenuhi 2 (dua) syarat, yaitu: a. Dapat dimiliki, disimpan, dihimpun, dikuasai b. Dapat diambil manfaatnya sesuai dengan ghalibnya. Misalnya rumah, mobil, ternak, hasil pertanian, uang, emas, perak, dll. ZAKAT UANG SIMPANAN

Banyak urusan bisnis yang menggunakan mata uang sebagai alat pertukarannya, Setiap negara mempunyai nilai mata uangnya sendiri yang disandarkan kepada nilai tukar emas. DALIL WAJIB ZAKAT UANG SIMPANAN "Saiidina Ali telah meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda: Apabila kamu mempunyai (uang simpanan) 200 dirham dan telah cukup haul (genap setahun) diwajbkan zakatnya 5 dirham, dan tidak diwajibkan mengeluarkan zakat (emas) kecuali kamu mempunyai 20 dinar dan telah cukup haulnya diwajibkan zakatnya setengah dinar. Demikian juga kadarnya jika nilainya bertambah dan tidak diwajibkan zakat dalam sesuatu harta kecuali genap setahun". (HR Abu Daud)

Penerapan dalam kehidupan.

1. Menolong, membantu, membina dan membangun kaum dhuafa yang lemah papa dengan materi sekedar untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya. Dengan kondisi tersebut mereka akan mampu melaksanakan kewajibannya terhadap Allah subhanahu wata`ala. 2. memberantas penyakit iri hati, rasa benci dan dengki dari diri orang orang disekitarnya berkehidupan cukup, apalagi mewah, Sedang ia sendiri tak memiliki apa-apa dan tidak ada uluran tangan dari mereka ( orang kaya ) kepadanya. 3. Dapat mensucikan diri ( pribadi ) dari kotoran dosa, memurnikan jiwa ( menumbuhkan akhlaq mulia, menjadi murah hati dan peka terhadap rasa kemanusiaan ) dan mengikis sifat bakhil ( kikir ) serta serakah. Dengan begitu akhirnya suasana ketenangan batin karena terbebas dari tuntutan Allah subhanahu wata`ala dan kewajiban kemasyarakatan akan selalu melingkupi hati. 4. Dapat menunjang terwujudnya sistem kemasyarakatan Islam yang berdiri atas prinsip-prinsip : ummatan wahidatan (umat yang satu), musawah (persamaan derajat dan kewajiban), Ukhuwah Islamiyah (Persaudaraan Islam) dan Takaful Ijtima` (tanggung jawab bersama). 5. Menjadi unsur pentig dalam mewujudkan keseimbangan dalam distribusi harta (social distribution), dan keseimbangan tanggung jawab individu dalam masyarakat. 6. Zakat adalah ibadah Maaliyah yang mempunyai dimensi dan fungsi sosial ekonomi atau pemerataan karunia Allah subhanahu wata`ala dan juga merupakan perwujudan solidaritas sosial, pernyataan rasa kemanusiaan dan keadilan, pembuktian persaudaraan Islam, Pengikat persaudaraan ummat dan bangsa, sebagai pengikat bathin antara golongan kaya dengan yang miskin dan sebagai penimbun jurang yang menjadi pemisah antara golongan yang kuat dengan yang lemah. 7. Mewujudkan tatanan masyarakat yang sejahtera dimana hubungan sesseorang dengan yang lainnya menjadi rukun, damai dan harmonis yang akhirnya dapat mencipatakan situasi yang tentram, aman lahir dan bathin. Dalam masyarakat seperti itu takkan ada lagi kekhawatiran akan hidupnya kembali bahaya komunis, atheis dan paham atau ajaran yang sesat dan menyesatkan. sebab dengan dimensi dan fungsi ganda zakat persoalan yang dihadapi kapitalisme dan sosialime dengan sendirinya sudah terjawab. akhirnya sesuai dengan janji Allah subhanahu wata`ala, akan terciptalah sebuah masyarakat yang baldatun toyyibatun warabbun ghafur.

Hukum Menunaikan Zakat Zakat merupakan salah satu dari rukun Islam yang lima dan termasuk dari pondasi Islam yang agung. Maka hukumnya adalah wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi persyaratan. Dasarnya adalah dari Al Qur'an, As Sunnah dan Ijma'. Firman Allah Ta'ala: "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus." (QS. Al-Bayyinah :5) Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Islam dibangun di atas lima dasar, bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah hamba dan utusanNya, menegakkan sholat, menunaikan zakat, menunaikan haji ke Baitullah dan berpuasa di bulan Ramadhan." (lihat Bukhari Kitabul Iman 1:49 no. 8 dari hadits Ibnu Umar, Muslim, Kitabul Iman 2:130 no. 113). Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika mengutus Muadz bin Jabbal radhiyallahu 'anhu ke negeri Yaman: "Terangkanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka untuk mengeluarkan zakat yang dipungut dari orang-orang kaya diantara mereka untuk diberikan kepada orang-orang fakir dari mereka" (HR. Muslim Kitabul Iman 1:147 no. 121). BAB II PEMBAHASAN

Pengertian Zakat
Secara etimolgis (lughat) zakat adalah suci,bersih,tumbuh,dan barokah. Secara terminilogi (istiah) zakat adalah pemberian sebagian harta yang sudah mencapai nishab kepada ashnaf (golongan) tertentu dengan syarat-syarat yang tertentu pula. Dinamakan zakat, karena harta benda itu tumbuh dan mengandung barokah ketika di keularkannya zakat dan ketika didoakan oleh orang-orang yang menerimanya. Dalam hal zakat, alasan yang dikenal hanyalah karena Allah. Zakat telah berkali-kali disebutkan di dalam Al-Quran dan Assunnah dengan segala nilai kebajikannya dan keuntungannya bak di dunia maupn di akhirat.

Ketentuan Tentang Zakat Sebelum kita melaksanakn zakat, maka kita harus tau ketentuan-ketentuan tentag zakat yaitu: Rukun Zakat adalah unsur-unsur yang harus ada dalam pelaksanaan zakat yaitu: 1. Orang yang berzakat 2. Harta yang di kenakan zakat 3. Orang-orang yang menerima zakat Syarat Zakat adalah segala ketentuan yang harus dipenuhi dalam unsur-unsur tsb :
1. Syarat orang yang berzakat (muzakki) adalah: Islam Berakal Memiliki harta yang telah memenuhi syarat 2. Syarat harta yang di zakatkan adalah: Harta yang halal Harta tsb dimiliki sepenuhnya oleh orang yang berzakat Telah mencapai nishab (jumlah tertentu) Telah tersimpan selama 1tahun

Syarat orang yang berhak menerima zakat (mustahik) adalah :


Orang fakir yaitu orang yang tidak memimiliki harta untuk memenuhi kebutuhan pokok karena ketidak mampunya mencari nafkah baik karena cacat dan lansia Orang miskin yaitu orang yang tidak memiliki harta untuk memenuhi kebutuh pokok tapi ia masih mampu berusaha mencari nafkah Amil yaitu orng yang mendapat tgas dan dipercaya mengurus zat Mualaf yaitu orang yang baru masuk islam Gharim yaitu orang yang terlilit utang Sabilillah yaitu orang yang melaksanakan perjlanan untuk kepentingan menegakkan agama Ibnusabil/anak jalanan.

Barang (harta) yang dikenakan zakat Rosulullah telah menetapkan nilai zakat dan waktu pembayarannya, termasuk harta yang harus dikeluarkan zakatnya. Nabi mengklafikasikan termasuk harta kekayaan yang dikenakan zakat menjadi 4 katagori: 1. Hasi pertanian termasuk buah-buahan, yaitu gandum, jawawut, kuma, anggur kering. 2. Binatang ternak, yaitu unta, kerbau, embu, kambnh, dan doba.

3. Tabungan, emas, dan perak. 4. Harta perniagaan (perdagangan) Zakat di bayarkan setelah masa satu tahun, sedangkan untuk hasil pertanian, saat panen merupakan akhir dari tahunit. Dalam hal ini, tidak ada aturan zakat yang lebih tepat dibandingkan aturan ini. Sebab jika zakat harus dibayar secara mingguan/buanan, maka aturan ini memeberatkan bagi sikaya. Dan jika hars di bayarkan sekali selama seumur hidup, tentunya juga tidak adil bagi orang yang memerlukannya. Jadi, pembayaran zakat setahun sekali adalah suatu atuan yang palnig sesuai.

Landasan zakat Zakat merupakan saah satu kewajiban yang harus di tunaikan oeh umat islam. Kewajiban zakat ini di dasarkan kepada beberapa sumber ajaran Islam, yaitu: 1. Dalil Al-Quran Dalam Al-Quran terdapat 32 kata zakat, dan 82 kali diulang dengan menggunakan istilah yang merupakan sinonim dari kata zakat, yaitu kata shadaqah / Infaq. Pengulangan tersebut mengandung maksud bahwa zakat mempunyai kedudukan, fungsi, dan peranan yang sangat penting dalam Islam. Dari 32 ayat dalam Al-Quran yang memuat ketentuan zakat tersebut, 29 ayat diantaranya menghubungkan ketentuan zakat dengan sholat. Hanya dalam 3 ayat ketentuan zakat tidak dirangkaikan dengan shalat, yaitu Al-Kahfi 18, Maryam 19, Al-Muminun 23. Hal ini menunjukkan bahwa eratnya kaitan antara shalat dengan zakat sekaligus menunjukkan bahwa Islam sangat memerhatikan hubungan manusia dan hubungan antar manusia (Hablun minal nas).

2. Dalil Sunnah Imam Bukhari dan Muslim telah menghimpun sekitar 800 hadis yang berkaitan dengan zakat, hadis-hadis itu ada yang memberikan perintah umum tentang zakat, dan apa pula hadits yang berupa rincian dari pelaksanaan zakat tersebut, seperti jenis harta yang wajib dizakati, nishab, haul dan sasana zakat. 3. Dalil ijma

Abu Bakar shiddiq adalah khalifah kedua setelah Nabi Muhammad Saw. Beliau menetapkan pelaksanaan dan penetapan zakat serta mengambil tindakan tegas untuk menumpas orang-orang yang menolak bayar zakat dengan mengkategorikan mereka sebagai orang murtad. Seharusnya pada masa tabiin dan Imam Mujtahid serta murid-murid mereka dilakukan ijtihad untuk merumuskan pola operasional zakat dengan situasi dan kondisi.

4. Landasan Historis Dari segi sejarah, kewajiban zakat telah disyariatkan kepada para Nabi dan Rasul (Ibrahim AS. Dan Ismail A.S) bahkan terhadap Bani Isroil, umat Nabi Musa A.S syariat zakat yang telah diterapkan. Ahli kitab juga diperintahkan untuk menunaikan zakat sebagai salah satu instrumen agama yang hanif (lurus). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa zakat merupakan ajaran yang Universal karena diperintahkan kepada setiap umat pada setiap zaman dan merupakan salah satu risalah yang dibawa oleh para Nabi dan Rasul.

Antara zakat dan pajak 1) Zakat adalah kewajiban agama yang ditetapkan Allah, pajak adalah kewajiban warga yang ditentukan oleh pemerintah 2) Orang yang wajib membayar zakat hanyalah orang-orang Islam, sedangkan orang

yang wajib membayar pajak semua warga negara dan orang asing tanpa membedakan agama yang dipeluknya 3) Orang yang berhak menerima zakat sudah ditentukan syarat-syaratnya, sedangkan adalah semua penduduk yang ada dalam suatu Negara

yang berhak menikmati pajak

4) Sanksi tidak membayar zakat adalah azab allah, sanksi tidak membayar zakat hanya denda/hukum 5) Zakat tidak bisa di ganti/di hapus karena merupakan rukun islam, pajak mungkin bisa saja diganti/di hapuskan tergantung pada oertimbangan pemerintah atau kondisi keuangan negara.

BAB III KESIMPULAN A. Zakat adalah pemberian sebagian harta yang sudah mencapai nishab kepada golongan tertentu, dengan syarat-syarat tertentu pula. B. Ketentuan tentang zakat adalah ketentuan yang harus kita ketahui sebelum kita laksanakan, yaitu tentang: a. Rukun zakat

b. Syarat zakat C. Tujuan kita zakat adalah membersihkan hati yang sombong, membersihkan sikap

individualisme dan jahat, disamping memungkinkan para penganutnya mendapatkan pahala dari Allah di dalam mendapatkan kekayaan melalui perasaan simpati kepada kalangan miskin.

SARAN Penyusun makalah ini manusia biasa banyak kelemahan dan kekhilafan. Maka dari itu penyusun menyarankan pada pembaca yang ingin mendalami masalah zakat, setelah membaca makalah ini membaca sumber lain yang lebih lengkap. Dan marilah kita realisasikan zakat dalam kehidupan seharihari yang merupakan kewajiban umat muslim dengan penuh rasa ikhlas.