Anda di halaman 1dari 7

Pertemuan 2 - Peran dan Fungsi OI

27 Februari 2013 8:20 Peran biasanya isinya --> profil, program kerja Fungsi--> efek dari peran Peran Organisasi Internasional (Clive Archer) o Arena--> mendapatkan 1 identitas baru, identitas bersama, karena dapat 1 tempat untuk

menyamoaikan pendapatnya, arena pencapaian kepentingan Instrumen--> untuk mencapai kepentingan Penggunaan UNESCO oleh indonesia sebagai alat untuk melindungi budaya (angklung, batik, dll) o Aktor--> organisasi internasional bergerak sebagai sutu kesatuan yang berperan dalam sistem internasional, OI dilihat sebagi satu aktor, anggotanya sudah tidak dianggap. Ketika ASEAN Melakukan CoC laut cina selatan dengan cina--> fungsi OI sebagai aktor. Contoh --> IMF membantu dana mengatasi krisis di suatu negara, bergeraknya bukan Amerika Serikat atau Inggris saja, melainkan sebagai satu kesatuan. IGO--> mengejar kepentingan nasional o Ketika NATO intervensi ke Libya atas nama PBB, siapa member PBB yang diuntungkan INGO --> mengejar kepentingan pribadi Artikulasi --> menyuarakan, menyamoaikan Agregasi --> mencari dukungan, mengumpulkan dukungan, karena kalau Cuma 1 kepentingan g bisa berpengaruh, Pembuatan norma-norma-->uni eropa membuat norma untuk penyatuan mata uang Perkembangan norma menghasilkan rezim --> mengandung konsekuensi, kemudian berkembang lagi jadi hukum --> disinkronisasikan dengan hukum nasional OI Perlu rekruitmen --> untuk mendapat dukungan yang menunjang eksistensi OI tersebut. Values -->mempertahankan anggota untuk tetap berada di dalam OI tersebut.
o

Pertemuan 3 - Integrasi
06 Maret 2013 8:26 Integrasi

Loyalitas Kepentingan bersama Institusi supranasional Ujung dari integrasi Kedaulatan yang lebih tinggi

Teori: Fungsionalis Integrasi adalah suatu proses yang diadakan uji coba terus menerus Fungsionalismenolak konsolidasi konstitusional secara cepat, mengutamakan integrasi sektor per sektor --> menekankan pada fungsi contoh uni eropa Mendesak pembentukan organisasi kerjasama yang mencakup non-politis(sosial, ekonomi, budaya) atau DOKTRINE OF REMIFICATIONS Federalis Integrasi yang efektif dapat dicapai melalui cara-cara konstitusional, yaitumenyatukan negara-negara yang mulanya terpisah menjadi kesatuan yangsupranasional melalui konstitusi formal yang dijalankan dengan dukungan komitmen politik bersama antara pihak-pihak yang terlibat Komunikasi: Intensitas komunikasi antar anggota --> contoh: ASEAN

Neo fungsionalisme Gabungan dari model federalis dengan model fungsional Integerasi merupakan proses dimana aktor-aktor politik nasional dari berbagai negara diminta mengarahkanloyalitas, harapan, dan kegiatan politik mereka ke institusi pusat baru yang lebih besar Fungsi paling penting, tapi fungsi tsb tak akan dapat diwujudkan tanpa ada aspek high politics, harus ada agreement. Harus ada rkyat dan pemerintahnya Pendekatan ini memandang integrasi regional sebagai hasil suatu proses bertahap, instrumental, dan inkremental Pluralisme --> sumber lain dari internet Terciptanya komunitas negara-negara melalui proses yang berlangsung secara terusmenerus Tindakan-tindakan integratif terhadap bidang-bidang dapat terjadi melalui penyesuaianpenyesuaian perilaku sosial dan penyesuaian sikap-sikap masyarakatnya Variabel penting yang membentuk komunitas negara tersebut adalah sejarah, sosial, budaya, ekonomi, politik, interaksi diplomatik antar negara

Pergerakan integrasi--> integrasi tak selalu berjalan mulus Spill Over Awal mula dari spill over--> uni eropa Awalnya Cuma integrasi ekonomi, lalu negara2 melihat keuntungan di bidang lain Semakin banyak faktor yang diselaraskan PBB bisa masuk--> secara legalitas--> karena terjadi perkembangan dan reformasi sehingga kekuasaan PBB menjadi lebih tinggi, misal pasca perang dingin Spill around Integrasi yang otoritasnya standar atau konstan, tapi cakupan isunya selalu bertambah Contoh PBB--> otoritasnya tak pernah bertambah tapi isu2 nya selalu bertambah, seperti lingkungan dan lain-lain Muddling about Euro zone pada saat krisis yunani PBB saat 55-63, perang dingin, karen hegemon di PBB bertentangan, sehingga otoritasnya terkesan hilang Rentrenchment Penyempitan--> semakin dipercaya tapi semakin menyempit Benelux Spill back Kepercayaan negara berkurang terhadap institusi supranasional Lama-lama bisa bubar, karena ketidakpercayaan negara-negara anggota LBB

Griffits: Pergerakan yang mengarah ke kerjasama--> untuk mencapai kepentingan bersama Apa yang menyebabkan drajat otoritas OI naik atau turun Kepercayaan negara anggotanya Kepercayaan didapat karena: OI didukung suatu negara berpower Satu visi dan 1 misi, tujuan --> values Dorongan ekonomi dan politik --> keuntungan yang didapat--> kalkulasi rasionalis

Indonesia mengeluarkan dana besar tiap tahunnya untuk OI, apa keuntungannya buat Indonesia? Eksistensi Kepentingan Mengapa OI isunya berkembang atau berkurang? Terkait dengan kebutuhan anggota Misal ITO --> duli gagal --> karena daya ikatnya tidak fleksibel, terlalu fokus pada bentuk OI Kemudian berubah jadi WTO yang lebih mementingkan nilai2 WTO menyediakan badan penyelesaian sengketa--> kalau ada neg anggota yang menyalahi peraturan bisa dihukum--> sehingga fungsi dari organisasi itu terus bertambah Kepentingan, kebutuhan, kepastian hukum

Pertemuan 5 - Kedaulatan
20 Maret 2013 8:12 Apa yang dimaksud kedaulatan negara? Bagaimana memperolehnya? Apa yg dimaksud kedaulatan OI? Bagaimana memperolehnya?

Harus ada persyaratan yang menjadikan OI aktor internasional Kedaulatan--> 2 pandangan Tradisional Muncul saat ada konsep negara bangsa -->kekuasaan tertinggi negara baik internal maupun eksternal Baru Hak menentukan nasib sendiri Cara negara mendapatkan kedaulatan Kedaulatan negara muncul setelah dilakukan kontrak sosial antara pemimpin dan masyarakatnya Wujud social contract --> undang2 Sistem internasional: kedaulatan negara menjadi sumber masalah-->adanya ekspansi dan penjajahan karena sovereignty memberikan hak pada negara untuk melakukan apapun untuk kepentingan sendiri. Menurut realis--> sisem internasional bersifat anarki -->anarki muncul karena adanya sovereignty cara mengatasinya --> balance of power, harus ada pengimbangan kekuasaan Model--> billiard ball Contoh balance of power --> perang dingin Lib eralis Menurut cobweb --> kompleks interdependence --> saling tergantung satu sama lain Solusinya --> international cooperation Contoh --> majelis umum PBB Persamaan realis dan liberals --> mengakui adanya OI Bagaimana negara menyerahkan kedaulaannya pada OI Bentuk kedaulatan negara: De jure --> misal kemerdekaan indonesia itu didapatkan menurut jepang dan belanda adalah hadiah dari mereka De facto Penyerahan kedaulatan terjadi secara de fato dan de jure, dimana dilakukan kontrak sosial Legal personalitas--> pengakuan secara hukum dan secara de factonya juga memiliki kapasitas, cara hukum bagi OI untuk melakukan perjanjian dll.

Kaum realis--> OI adalah aktor manunggal -- meskipun tak akan pernah mengaukui OI, tapi dianggap setaraf negara Proses Kontraksosial Kontrak sosial tersebut harus melalui sign dan ratifikasi Penyerahan kedaulatan pada OI berarti memperbolehkan OI turut campur dalam urusan domestiknya Keputusan ratifikasi harus melibatkan seluruh elemen negara, eksekutif, legistatif, yudikatif Inisiator kebijakan perjanjian biasanya LSM tapi LSM tak bisa menggalakan negara Kedaulatan negara--> kekuasaan negara tertinggi internal maupun eksternal yang memampukan negara bertindak seenaknya memperolehnya dari rakyat melalui social contract Kalau negara berinteraksi di sistem internasional mau tak mau ia harus menyerahkan kedaulatannya dengan OI OI menerimanya dengan cara registern process, Hubunga di antara kedaulatan OI dengan kedaulatan negara--> siapa menguasai siapa? Keputusan hukum itu hitam putih Keputusan politik tak apa2 g fair juga Misal pembatalan perjanjian menurut hukum tak sah, tapi gpp kalo politik Kedaulatan negara lebih besar dari OI --> inggris mau keluar uni eropa, indonesia keluar PBB Kedaulatan OI--> diperoleh kalau ada pengakuan dari negara-negara anggotanya Kedaulatan --> kekuasaan tertinggi Ada internal dan eksternal Konsep kedaulatan, tradisional, new, new--> saat negara mau merdeka, tradisional--> negara bangsa Registern process --> proses OI mendapatkan kedaulatan Palestina PBB, Uni Eropa

Pertemuan 6 - Cara-cara Penyelesaian Konflik Secara Damai


27 Maret 2013 8:22 A Leroy Bannet

Negotiation Pemecahan langsug yang ditangani oleh pihak-pihak yang bertikai tanpa ada pihak lain Esen si dari praktek diplomasi. Sharing--> masing-masing pihak memberikan lembaran2 dokumen yang memuat blueprint apa keinginan2 pihak2 tersebut. Good offices Metode tradisional yang tak muncul dalam pasal 33 piagam PBB --> sering digunakan organ2 PBB Melibatkan Pihak 3 yang bertugas Hanya menawarkan saluran komunikasi/fasilitas yang dapat digunakan--> pembawa pesan pihak-pihak yang bertikai Tidak diperkenankan menawarkan alternatid penyelesaian konflik --> netralitas Inquiry --> pembentukan tim khusus temporal untuk melakukan penyelidikan Dibutuhkan adanya institusi, wadah kerjasama, orang, hukum --> aturannya bisa hukin, rezim, atau aturan organisasi itu sendiri

Misal di ASEAN tak ada mahkamah asean tapi ada mekanisme penyelesaian konflik yang sifatnya ASEAN Ekonomi, Politik dan militer tidak ada di ASEAN--> karena sifat ASEAN yang non intervensi Tim pencari fakta --> tim investigasi yang netral Hasil temuannya berupa fakta2 --> bukan alternatif penyelesaian masalah Membantu menciptakan situasi yang kondusif bagi terciptanya penyelesaian Setelah kasusnya dianggap beres, diserahkan pada organ yang membentuk tim itu -> yang diserahkan fakta-fakta yang ditemukan --> lalu tim dibubarkan o Meditation Prosedur yang meliputi penawaran bentu penyelesaian oleh pihak ke 3 Mediator terlibat dalam negosiasi antar pihak yang bertikai --> mencari kesepakatan penyelesaian Mediator harus dapat menawarkan solusi tanpa kehilangan kepercayaan dari pihak yang bertikai --> tetap netral Misal : Kasus GAM dan Indonesia dengan pihak mediator Organisasi Internasional Helsinki Mediator belum tentu Cuma 1 o Conciliation Mirip dengan mediasi kecuali Pihak ketiga adalah komisi atau badan internasional yang telah ada secara legal --> diharapkan memberi solusi yang memuaskan pihak yang sedang bertikai Bedanya: o Arbitration Masalah diserahkan oleh sekelompok Hakim --> sekelompok orang yang ditunjuk pihak bersengketa --> bukan mahkamah internasional Aplikasi prinsip juridis/legal dalam menangani pertikaian Biasanya dipakai dalam sengketa bisnis--> karena kalau sengketa bisnis masuk pengadilan terlalu lama prosesnya Copromis --> menentukan tata cara dan dengan prosedur bagaimana arbitrase akan bekerja sampai dengan hukum apa dan bagaimana keputusan yang dibuat Keputusannya tetap bersifat hukum yang bersifat hitam putih o Ajudication/Judicial Settlement Menyerahkan penyelesaian masalah pada badan khusus yang bergerak dalam masalah hukum--> misal mahkamah internasional Tak ada batasan-batasan tertentu pada Mahkamah internasional seperti pada Arbitrase. Sengketa: o Penyelesaian damai --> peace building, peace making, foreign act o Dengan kekerasan -->perang, Humanitarian intervention Penyelesaian: o Secara hukum --> Sipadan dan Ligitan o Politik --> sering dilakukan di ASEAN o Organisasi --> mekanisme penyelesaian secara damai masuk pada kategori organisasi Penyelesaian oleh DK PBB: o Langkah pertama: Agenda Item --> sekjen PBB membuat a list of matters of hich the Sec Counc is seized --> jika masalaha baru maka akan terjadi perdebatan --> biasanya panjang --> dapat mengundang perhatian umum Sifatnya hanya di dalam negara-negara dk

Tahap 3 --> pengusulan resolusi --> voting --> amandemen resolusi dapat diberlakukan o Setelah masalah dipecahkan DK bertugas Menindaklanjuti rekomendasi Holsti --> 3 prosedur o Negosiasi --> bilateral/multi yang berkonflik o Mediasi-- Pihak ke 3 o Ajudikasi --> melibatkan hukum yang bersifat independen

Pertemuan 7 - Intervention of International Organization


03 April 2013 8:42

Ketika negara dianggap gagal --> boleh diintervensi oleh OI Tapi apa kriteria negara gagal?? Tidak ada kriterianya makannya intervensi OI tetap bersifat relatif. Konsep dasar intervensi: Collective security --> PBB Aware oleh ancaman dari dalam Kalau ada negara anggota yang diserang, anggota lain menyerang si agressor Muncul sebelum LBB --> saat kerajaan2 --> tujuannya untuk perdamaian Metode mengawasi perang yang dilakukan negara-negara--> kekecewaan terhadap balance of power +negara-negara membentuk world government --> Collective security Tujuan perdamaian -> membentuk aliansi besar--> jadi kalau ada agressor dari luar atau dalam akan pikir2 Syarat berjalannya Collective Security: Perdamaian dipandang sebagai suatu kesatuan, tidak terbagi-bagi Ancaman perdamaian dimanapun harus mendapat perhatian utama dari semua anggota Semua anggota harus setuju untuk menindak pada sebuah ancaman walaupun ia datang dari pihak yang menguntungkan --> kesetujuan teknik untuk menindak agressor Kondisi dasar penentu keefektifan CS: Komitmen semua anggota Kemampuan anggota tak hanya mencapai konsensus awal menciptakan sistem tetapi konsensus terhadap situasi yang mengancam perdamaian Identifikasi agreor: Cepat diberi sanksi Mendistribusikan Power --> anggota akan merasa nyaman kalau powernya disamakan semua --> jika ada yang lebih akan menimbulkan kecemburuan collective defense --> NATO Offensive Aware oleh ancaman dari luar aliansi Jadi kalau salah satu negara aliansi diserang semua anggota merasa diserang dan harus membantu negara yang diserang Metodenya: Peacemaking: Memecah konflik dengan cara damai--> belum boleh ada militer Peacekeeping

Dilakukan dalam keadaan perang atau konflik kekerasan terjadi Blue Helmet: PBB menunjuk jenderal untuk mengatasi masalah --> jenderal ini akan bekerjasama dengan DPKO DPKO (DK+Peacekeeping Organization): Pasukan siapa aja Dari negara mana Gaji lapangan beraoa Logistik Peace building: Menjaga kondisi damai sebuah negara ke arah stabil

Cara2nya: Peacekeeping Peacebuilding Peacemaking Prakteknya seperti apa? International intervention --> NATO mengintervensi Libya misalnya humanitarian intervention --> Tujuan Nato dalam mengintervensi Intinya sih sama aja R2P -> dokumennya, prakteknya --> humanitarian Intervention Indonesia dan Amerika tidak menyetujui R2P Karena kalau disetujui dikhawatirkan kalau ada konflik internal nanti dunia internasional ikut campur Beda World government dan Global Governance Government--> butuh adanya struktur yang legit --> ada presiden, parlemen, struktur jelas, legal Governance --> sifatnya tata kelola saja --> tidak apa2 tak ada struktur yang legit, yang penting teratur. Intervensi internasional --> tipe diundang oleh negara-negara yang berkonflik Paksaan Resiko: Dapat mengantar pada resiko widening Yang menentukan kesuksesan: Internal Liat sumbernya Kemampuan pihak yang bertikai untuk menyelesaikan konflik Eksternal --> dilihat Oinya Kemampuan OI itu Penerimaan dan legitimasinya Kesempatan --> Misal nato dikasi kesempatan sama PBB Kisi2: Apa yang dimaksud Intervensi Internasional? Mengapa terjadi? Berikan contohnya!