Anda di halaman 1dari 15

INFLUENZA

Definisi
Infeksi akut saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus infuenza Etiologi : Virus influenza, famili orthomyxoviridae Ada 3 virus influenza : Virus influenza A : menyebabkan pandemi gejala klinis dapat berat Dibagi menjadi subtipe berdasarkan :
Hemagglutinin ( H ) terdiri dari : H1 H 15 Neuraminidase ( N ) terdiri dari : N1 N9 Hanya subtipe H1,H2,H3,H5,N1,N2, berperan penting pada infeksi manusia dan menimbulkan pandemi Subtipe virus misal : H2N8, H1N1, H2N2,H3N2,H5N1

Virus influenza B : klinis lebih ringan dari influenza A Virus influenza C : sering asimptomatik, klinis sangat ringan Jarang dibahas

Pandemi
Kasus influenza terjadi setiap tahun Wabah lokal terjadi setiap 1 3 tahun sekali Pandemi ( epidemi global ) terjadi setiap 10 15 tahun Penyebab pandemi / epidemi : Antigenic shifts : variasi antigenik mayor melibatkan perubahan subtipe antigen H dan atau N, sehingga terbentuk subtipe baru misal dari H1N1 menjadi H2N2, atau H2N2 menjadi H3N2
Antigenic shifts terjadi karena reassortment antara genom virus influenza A manusia dengan binatang tersering unggas atau babi Dampaknya sering menimbulkan pandemi dengan mortalitas tinggi Misal : flu burung H5N1 atau flu H1N1 tipe baru ( flu meksiko )

Antigenic drifts : variasi antigenik minor, timbul karena point mutation pada gen hemmaglutinin, menimbulkan strain-strain virus baru, umumnya hanya menimbulkan pandemi ringan atau epidemi lokal

Pandemi
Tahun 1889 1990 : H2N8 : pandemi berat Tahun 1918 1920 : H1N1 : pandemi berat Tahun 1933 1935 : H1N1 : pandemi ringan Tahun 1957 1958 : H2N2 : pandemi berat Tahun 1968 1969 : H3N2 : pandemi moderat Tahun 1977 1978 : H1N1 : pandemi ringan Tahun 1997 sekarang : H5N1 : potensial pandemi Tahun 2009 - : H1N1 / flu babi : pandemi ?

Gejala Klinis
Cara Penularan : melalui aerosol dari batuk / bersin kontak personal dari tangan ke tangan droplet infection Masa inkubasi : 18 72 jam tergantung ukuran inokulum virus Virus menginfeksi epitel kolumnar bersilia, sel alveoli, sel kelenjar mukus, makrofag Gejala : Onset timbul mendadak Demam ( 38 41 oC ), Meriang,rasa dingin, malaise sakit kepala, mialgia, artralgia Batuk non-produktif, sakit menelan Nyeri bola mata bila digerakkan, rasa terbakar di mata, fotophobia

Pemeriksaan fisik
Wajah merah Konjunctiva merah Kulit panas dan kering, kadang lembab dan berkeringat Pharynx hanya hiperemis ringan Pemeriksaan fisik paru : umumnya normal Kadang ada wheezing, ronki Bila tanpa komplikasi, gejala mereda dalam 2 sampai 5 hari, dan sembuh dalam 1 minggu

Komplikasi
Pneumonia : komplikasi utama, tersering, terutama waktu wabah, atau pada pasien dengan faktor risiko ( manula, penderita penyakit kronis, bumil trimester 2 dan 3 ), terdiri dari : Pneumonia virus influenza primer Pneumonia infeksi sekuner bakteri Pneumonia campuran ( mix-infection ) bakteri dan virus Eksaserbasi akut COPD dan asma yang sudah diderita sebelumnya Croup ( laringotracheobronchitis ) : sering pada anak Sinusitis akut, otitis media Reye,s syndrome ( fatty liver , ensefalopati ) : sering pada anak, berkaitan dengan penggunaan aspirin Miokarditis, perikarditis ( jarang ) Miositis, rhabdomiolisis ( jarang ) Ensefalitis Mielitis transversa, Guillain-Barre syndrome

Laboratorium dan pemeriksaan penunjang dan diagnosis


leukopenia, tapi dapat normal . Bila leukositosis ( > 15.000/ul) curiga sekunder infeksi bakteri Diagnosis : Isolasi virus dengan kultur : bahan dari usapan hidung, tengorok, atau sputum. Pemeriksaan PCR untuk deteksi RNA-virus Pemeriksaan serologis mendeteksi antibodi influenza. Metode HI, ELISA. Rapid-tes : deteksi antigen virus Foto torak :indikasi bila pasien sesak, gambaran pneumonia (infiltrat difus bilateral yang berkembang cepat pada serial foto )

Terapi
Simptomatik : Parasetamol untuk menghilangkan mialgia, demam, sakit kepala Asan salisilat : jangan digunaka untuk anak < 18 th. Bila batuk berat dapat diberi kodein Dianjurkan istirahat, banyak minum

Terapi
Obat antivirus spesifik : hanya efektif bila diberikan dalam 48 jam setelah onset penyakit
Amantadine : hanya untuk influenza A Rimantadine : hanya untuk influenza A Banyak strain virus yang sekarang resisten terhadap kedua obat ini termasuk H5N1 ( flu burung ) Oseltamivir : efektif untuk influenza A dan B dosis : 2 x 75 mg selama 5 hari efek samping : mual, muntah, diberikan bersama makan Zanamivir inhalasi : untuk influenza A dan B

Pemberian antibiotik bila ada infeksi bakteri sekunder, sering oleh S. pneumoniae, S. aureus, H. influenzae

Pencegahan
Terdiri dari : Vaksinasi influenza Kemoprofilaksis Hiegiene sanitasi tangan Penggunaan masker Etika batuk Bila ada wabah : karantina, penutupan public area

Vaksinasi
Ada 2 jenis vaksin influenza : Inactivated influenza vaccines / killed virus vaccine - disuntikan intramuskuler di deltoid - diberikan sekali setahun sekitar bulan Oktober - efek samping : demam subfebris, mialgia - Kontraindikasi : alergi telur pasien Guillain Barre syndrome sedang demam akut bumil trimester I trombositopenia Live attenuated vaccine : virus hidup yang dilemahkan - diberikan secara intranasal spray - diberikan untuk pasien usia 5 49 tahun

Vaksinasi
Indikasi vaksinasi : Usia > 65 tahun Penderita penyakit kronik sistim respiratori dan kardiovaskuler termasuk asma, PPOK Penderita penyakit kronik seperti DM, gagal ginjal kronik, hemoglobinopati Pasien imunosupresi seperti HIV Ana-anak atau remaja ( usia 6 18 th.) yang mendapat terapi aspirin jangka panjang Wanita yang diperkirakan usia kehamilan akan memasuki trimester II atau II sewaktu musim infuenza Dokter, perawat, petugas medis lainnya Petugas panti wreda, dan panti-panti lainnya Orang yang merawat pasien kelompok risiko tinggi Anggota keluarga ( termasuk anak ) dari orang risiko tinggi

Kemoprofilaksis
Jenis obat :
Amantadine : 100 200 mg/hari Rimantadine Oseltamivir : 75 mg/hari peroral Diberikan usia > 13 tahun, tidak pada anak-anak Zanamivir : 10 mg/hari inhalasi

Lama pemberian : selama musim wabah ( 2-3 bln.) Indikasi :


Individu risiko tinggi yang belum divaksinasi sewaktu ada wabah Pasien sudah pernah divaksinasi, namun diperkirakan sudah tidak efektif terhadap jenis virus yang sedang beredar saat wabah

Kemoprofilaksis dapat diberikan bersamaan dengan inactivated Vaccine, namun jangan dengan vaksin hidup.

Terima kasih

Anda mungkin juga menyukai