Jurnal Natural Vol. 10, No.

2, 2010

THE EFFECT Of CIGARETTES SMOKE EXPOSURED CAUSES FERTILITY Of MALE MICE (Mus musculus)
Fitriani, Kartini Eriani, Widya Sari
Jurusan Biologi, FMIPA Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh Email: kartini24@yahoo.com
Abstract. This research aimed to know the effect of cigarettes smoke exposured on spermatozoa quality that causes infertility of mice (Mus musculus). It was carried out from July to December 2008 at Microtechnique Laboratory of FMIPA Unsyiah. The research used the experimental method with completely randomized design was applied of this research, consisted of four treatments and 5 repitition of each treatment. The treatments were cigarette smoke exposured 0 hour (control), 2 hours, s, 4 hours and 6 hours that was given for 18 days. The parameters were a count of live liv sperm, motility sperm, abnormality sperm and intact acrosomal cap The result showed the exposured of cigarette smoke had significant influence to quality of sperm. The exposured of cigarette smoke could decrease the percentages of motility of sperm, live sperm, and intact acrocomal cap, But increase the percentage of abnormality sperm. Key word : Cigarette smoke, infertility, spermatozoa.

I.

PENDAHULUAN

Asap rokok dapat menimbulkan gangguan hormonal, spermatogenesis, merusak viabilitas spermatozoa dan menyebabkan adanya bahan toksik pada spermatozoa. Gangguan terhadap sel spermatozoa menyebabkan penurunan kualitas semen dan terjadinya kemandulan. Kemampuan Kemampua spermatozoa membuahi sel telur dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas spermatozoa. Spermatozoa yang kualitasnya rendah tidak dapat membuahi sel telur. Kualitas spermatozoa akan kembali baik apabila perokok aktif menghentikan kebiasaan merokok dan mengubah ah pola hidup sehat [1]. Rokok mengandung banyak bahan kimia. Setiap satu batang rokok dibakar, mengeluarkan sekitar 4.000 bahan kimia diantaranya adalah nikotin, gas karbon monoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, ammonia, akrolein, benzene, dan etanol et [2]. Kandungan rokok sangat berbahaya bagi perokok maupun orang-orang orang di sekitarnya (perokok pasif). Asap rokok yang terhirup dapat menyebabkan penyakit berbahaya, yaitu kanker, penyakit jantung dan emfisema. Pada organ reproduksi akan menyebabkan gangguan gguan seperti kemandulan (pria dan wanita), impotensi, gangguan kehamilan dan perkembangan janin [2]. Merokok memberikan dampak negatif pada kesehatan reproduksi pria dan wanita. Campuran komponen toksik rokok mempengaruhi kualitas dan

kuantitas spermatozoa, zoa, pada pria meliputi disfungsi ereksi, libido, ejakulasi, dan gangguan orgasme [2]. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa asap rokok memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap spermatozoa meliputi mengubah bentuk spermatozoa menjadi tidak normal, merendahkan m jumlah bilangan spermatozoa, dan melambatkan spermatozoa menuju sel telur [2]. Pengaruh kandungan asap rokok berupa kadmium, nikotin, cotinin yang diberikan terhadap kultur in vitro oosit dan sel kumulus yang dikoleksi dari folikel babi menunjukkan kan ketiga senyawa tersebut mempunyai efek menghambat terjadinya ekspansi kumulus akibat penurunan sintesis progesteron oleh sel-sel sel kumulus perlakuan [3]. Paparan asap rokok pada mencit bunting 3 jam per hari selama 18 hari menyebabkan terjadinya gangguan perkembangan embrio mencit [4].

II. METODOLOGI
Bahan Bahan-bahan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 20 ekor mencit jantan (Mus musculus) berumur dua bulan an dengan berat badan 26 - 28 gram. Pelet jenis 789-S, S, rokok kretek dengan kadar nikotin 2.2 mg dan kandungan tar 38 mg per batang rokok, larutan Phosphat Buffer Saline (PBS), , formalin 1 %, alkohol 70 %, nigrosin, eosin B, dan akuades.

Widya Sari) _____________________________________________________________________________________________________________ _____________________________________________________________________________________________________________ Alat-alat yang digunakan adalah botol kaca. kaca objek. yaitu: yaitu Perlakuan kontrol (P0) : tidak diberi paparan asap rokok (kontrol). Data ata hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis varians dan dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan [5]. Pemberian asap rokok dilakukan setiap hari mulai pukul 09. Mencit perlakuan selanjutnya dimatikan dengan teknik dislocasio cervicalis dan dibedah dib bangkai untuk pengambilan duktus deferens. Pengamatan dilakukan dengan cara menghitung jumlah spermatozoa yang memiliki tudung akrosom utuh dari 100 spermatozoa yang diamati. . HASIL DAN PEMBAHASAN Pengamatan motilitas spermatozoa Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata rata motilitas spermatozoa perlakuan P1 (2 jam) tidak berbeda nyata dengan P0 (kontrol). sedangkan spermatozoa yang hidup akan terlihat berwarna putih pada bagian kepala. Tudung akrosom yang utuh ditandai dengan ujung kepala spermatozoa yang bewarna hitam tebal.00 WIB sampai selesai. Spermatozoa yang abnormal ditandai dengan kepala ganda. Spermatozoa mati berwarna merahmerah keunguan. II. pinset). alat bedah (pisau. Pemberian paparan asap rokok dilakukan selama 18 hari. pipet. Perlakuan terdiri atas paparan asap rokok selama 0 jam (kontrol). selang plastik. Pengamatan spermatozoa meliputi motilitas spermatozoa. Setiap selesai pemberian satu batang rokok okok diberikan jeda 10 menit sebelum dilanjutkan dengan pemberian asap rokok selanjutnya. Pemberian asap rokok dilakukan dengan menggunakan smoking pump modifikasi Laboratorium Mikroteknik Jurusan Biologi FMIPA Unsyiah. 2 jam. Pengamatan abnormalitas spermatozoa Pengamatan terhadap karakteristik abnormalitas spermatozoa yang telah diwarnai dengan eosin B dan nigrosin dilakukan dengan cara menghitung jumlah spermatozoa yang abnormal dari 100 spermatozoa yang diamati. Pengamatan hidup atau mati spermatozoa sperma Pengamatan karakteristik hidup/mati spermatozoa dilakukan dengan cara meneteskan pewarnaan eosin B dan nigrosin di atas kaca benda yang berisi spermatozoa. Kartini Eriani. kaca penutup. sedangkan perlakuan P2 (4 jam) dan P3 (6 jam) berbeda nyata dengan P0 dan P1 (P<0. spermatozoa yang hidup/mati. Perlakuan 6 jam (P3) : diberi paparan asap rokok kok dengan lama paparan 6 jam. bak bedah. spuid. Pengamatan hidup/mati spermatozoa dilakukan dengan cara menghitung jumlah spermatozoa hidup dari 100 spermatozoa yang diamati. ekor putus. kamera photo dan kandang perlakuan dengan smoking pump (Gambar 1). dan 6 jam setiap hari selama 18 hari. Spermatozoa yang diperoleh dari duktus deferen selanjutnya 13 Pengamatan tudung akrosom utuh dilakukan dengan memakai larutan NaCl fisiologis yang mengandung formalin 1%. 4 jam. Perlakuan 4 jam (P2) : diberi paparan asap rokok dengan lama paparan 4 jam.The effect of cigarettes smoke exposured causes fertility of male mice (mus musculus) ( Fitriani. mikroskop cahaya. cawan petri. Perlakuan 2 jam (P1) : diberi paparan asap rokok dengan lama paparan 2 jam.05) (Tabel 1) . Kandang perlakuan dan smoking Pump Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan dan masing-masing masing perlakuan diulang lima kali. gunting. Pengamatan spermatozoa keutuhan tudung akrosom Gambar 1. abnormalitas spermatozoa dan keutuhan tudung akrosom spermatozoa. diamati menggunakan mikroskop cahaya pada pembesaran 10 x 40. ekor hilang dan rusaknya membran me plasma. counter. Perlakuan hewan coba Hewan uji dibagi menjadi empat perlakuan dengan lima ulangan untuk masing-masing masing perlakuan. Pengamatan motilitas spermatozoa Pengamatan motilitas spermatozoa dilakukan dengan menghitung jumlah spermatozoa motil dari 100 spermatozoa yang diamati.

antioksidan sekunder dan antioksidan tersier.393 79. Hal ini menunjukkan bahwa lama pemaparan asap rokok dapat menyebabkan penurunan motilitas spermatozoa. Motilitas spermatozoa P1 dan P0 (kontrol) tidak menunjukkan perbedaan nyata.049 ± 7. Rata-rata jumlah spermatozoa motil setelah pemaparan asap rokok Perlakuan P0 (0 jam) P1 (2 jam) P2 (4 jam) P3 (6 jam) Ulangan 5 5 5 5 (X 93. Radikal bebas dari asap rokok berpotensi merusak protein yang dibuktikan dengan adanya penurunan drastis terhadap aktifitas enzim SOD eritrosit pada tikus yang hanya dipapar asap rokok [9]. vitamin E dan Vitamin C di dalam medium [10]. Radikal bebas yang terkandung pada asap rokok dapat menurunkan frekuensi gerakan ekor spermatozoa karena menyebabkan berkurangnya energi pergerakan ekor spermatozoa. dan albumin. Alat gerak spermatozoa terletak pada bagian ekor spermatozoa yang disusun oleh aksonema. Kartini Eriani. Spermatozoa dengan morfologi abnormal akan menghambat pergerakan spermatozoa. Mitokondria merupakan tempat proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan energi bagi pergerakan ekor spermatozoa [6]. Sedangkan pemaparan asap rokok selama 2 jam belum memberikan efek negatif terhadap mencit.874 ± 4. contohnya enzim yang memperbaiki DNA pada inti sel yaitu metionin sulfoksi dan reduktase [11].974 Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada taraf 5%.The effect of cigarettes smoke exposured causes fertility of male mice (mus musculus) ( Fitriani. Radikal bebas menyebabkan produksi ATP mitokondria rendah. P2 dan P3 (Tabel 2).8a ± 3. Antioksidan didalam tubuh dibagi menjadi 3 kelompok yaitu: antioksidan primer. vitamin C. Mikrotubulus luar terdiri atas subfibril A dan subfibril B yang disusun oleh protein dinein. sebelum radikal bebas ini sempat bereaksi. Antioksidan tersier bekerja memperbaiki kerusakan sel-sel dan jaringan yang disebabkan radikal bebas.2b Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada taraf 5%. namun tidak berbeda antar perlakuan P1. Penurunan motilitas spermatozoa akibat paparan asap rokok sejalan dengan peningkatan abnormalitas spermatozoa mencit perlakuan (Tabel. Abnormalitas spermatozoa dapat mempengaruhi motilitas spermatozoa. Reaksi rantai peroksida lipid dan senyawa radikal bebas dapat dicegah timbulnya atau diputus rantai reaksinya dengan cara menambahkan senyawa antioksidan seperti glutation. Tabel 2. Antioksidan sekunder berfungsi menangkap senyawa serta mencegah terjadinya reaksi berantai. Contoh antioksidan sekunder adalah vitamin E. Hasil pengamatan mikroskopis ditemukan spermatozoa mencit perlakuan yang hidup dan . Contoh jenis antioksidan primer adalah enzim SOD. Rata-rata jumlah spermatozoa hidup setelah pemaparan asap rokok Perlakuan Ulangan ( X ± SD) P0 (0 jam) P1 (2 jam) P2 (4 jam) P3 (6 jam) 5 5 5 5 85a 76 75 b b ± SD) ± 2. Widya Sari) _____________________________________________________________________________________________________________ Tabel 1.2a menembus saluran reproduksi secara normal serta tidak dapat menembus sel telur [8]. sistein. glutation.5637 83.05). Protein dinein sangat berguna dalam motilitas spermatozoa karena mempunyai aktifitas ATP-ase yang dapat menghidrolisis ATP yang dipergunakan sebagai energi motilitas spermatozoa [7]. Suplementasi vitamin E dan C pada tikus yang dipapar asap rokok selama 2 bulan dapat menghambat penurunan aktifitas SOD (Superoxide Dismutase) dan asap rokok memberikan efek yang merugikan terhadap eritrosit.585 68. katalase.183 ± 5. Sedangkan pada P2 dan P3 terhadap P0 menunjukkan penurunan nyata terhadap rata-rata jumlah motilitas spermatozoa (P<0. Rendahnya motilitas spermatozoa yang abnormal menyebabkan spermatozoa kurang mampu melakukan penetrasi ke dalam getah serviks dan 14 ± 5. Antioksidan primer bekerja mencegah pembentukan senyawa radikal bebas baru dengan mengubah radikal bebas yang ada menjadi molekul yang berkurang dampak negatifnya.4b ± 3. Aksonema terdiri dari sepasang mikrotubulus sentral dan dikelilingi 9 pasang mikrotubulus di sebelah luarnya.05). Penurunan motilitas spermatozoa diduga disebabkan oleh senyawa radikal bebas pada asap rokok yang dapat mengganggu motilitas spermatozoa. Pengamatan spermatozoa hidup atau mati Perlakuan pemaparan asap rokok berpengaruh terhadap rata-rata jumlah spermatozoa hidup dibandingkan dengan kontrol (P<0. beta karoten. Morfologi spermatozoa yang abnormal menyebabkan kelemahan pergerakan (motilitas) spermatozoa dan merupakan salah satu faktor infertilitas.6b ± 4. asam urat. bilirubin. peroksidase.588 88. 3).

Jika terjadi ketidakseimbangan antara pro-oksidan (toksin asap rokok) dengan anti-oksidan atau kegagalan sel untuk memperbaiki diri dari kerusakan akibat pro-oksidan. Hal ini yang menyebabkan banyak ditemukannya spermatozoa yang mati setelah dipaparkan asap rokok [12]. 15 .2b A B P3 (6 jam) ± 2. Hasil pengamatan mikroskopis ditemukan kelainan pada morfologi spermatozoa mencit perlakuan seperti kepala pecah. sedangkan spermatozoa mati ditandai oleh kepala yang berwarna merah setelah pewarnaan dengan eosin B (Gambar 2). Semakin lama waktu pemaparan asap rokok yang diberikan pada mencit jantan maka semakin menurunkan rata-rata jumlah spermatozoa hidup. kepala pecah. Abnormalitas spermatozoa yang dikoleksi dari duktus deferen. maka akan terjadi tekanan oksidatif [14]. Radikal bebas menyebabkan mutasi DNA dan sitotoksitas.P2 dan P3) (Tabel 3).4b ± 4. Tabel 3.6b 20. kepala pendek. kepala pipih.Rata-rata jumlah abnormalitas spermatozoa setelah pemaparan asap rokok Perlakuan P0 (0 jam) P1 (2 jam) P2 (4 jam) Ulangan 5 5 5 5 ( X ± SD) 7.The effect of cigarettes smoke exposured causes fertility of male mice (mus musculus) ( Fitriani. Kematian sel disebabkan oleh kerusakan DNA yang diakibatkan pengaruh dari radikal bebas atau reactive oxygent species (ROS). Kematian spermatozoa diduga disebabkan oleh senyawa radikal bebas yang dapat mengakibatkan kematian sel. ekor putus dan kepala kecil (Gambar 3).(A) spermatozoa normal (B) spermatozoa kepala pecah (C) spermatozoa kepala kecil (D) spermatozoa kepala pipih (E) spermatozoa yang masih memiliki droplet sitoplasma (F) spermatozoa dengan leher patah. kepala yang terlampau kecil. + + Pengamatan abnormalitas spermatozoa Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemaparan asap rokok berbeda nyata dengan kontrol (P<0. Spermatozoa yang hidup memiliki membran plasma yang masih utuh sehingga pompa sodium dapat berfungsi dengan baik. Tekanan oksidatif timbul akibat dari produksi ROS yang berlebihan dan rusaknya mekanisme pertahanan antioksidan. ditandai dengan ekor putus. Abnormalitas pada spermatozoa dibagi menjadi abnormalitas primer dan abnormalitas sekunder. Rusaknya membran plasma pada spermatozoa yang mati menyebabkan pompa sodium tidak lagi berfungsi dengan baik untuk mengatur sirkulasi zat-zat dari dan ke luar sel sehingga pewarna eosin masuk ke sel dan tetap tinggal di dalam dan mewarnai spermatozoa menjadi merah terutama pada bagian kepala. Spermatozoa yang hidup ditandai oleh kepala yang berwarna putih. Sitotoksitas dapat menyebabkan kematian dan penurunan jumlah sel dalam jaringan. kepala rangkap dan ekor ganda. meliputi kepala yang terlampau besar.05). Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan spermatozoa mati akibat paparan asap rokok.280 Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada taraf 5% Gambar 2.8a ± 1. Spermatozoa dengan pewarnaan eosin B.722 20. kepala pipih memanjang. Enzim Na K ATPase yang terdapat pada membran plasma akan memompa kembali ion Na yang berikatan dengan pewarna eosin ke luar dari sel.923 16. Abnormalitas sekunder yaitu spermatozoa yang mengalami kelainan setelah meninggalkan tubulus seminiferus. Abnormalitas primer yaitu spermatozoa yang mengalami kelainan pada saat spermatogenesis. (A) spermatozoa hidup (B) spermatozoa mati. namun saling tidak berbeda nyata antar perlakuan (P1. Kartini Eriani. Widya Sari) _____________________________________________________________________________________________________________ mati.408 ± 2. Kerusakan DNA terjadi akibat tekanan oksidatif yang meningkatkan pembentukan ROS sehingga merusak fragmentasi DNA sehingga mengakibatkan apoptosis. Peningkatan rata-rata jumlah spermatozoa yang abnormal menunjukkan adanya pengaruh pemaparan asap rokok yang mengakibatkan banyaknya spermatozoa yang abnormal. E D Gambar 3. Mekanisme sitotoksitas pada sel salah satunya dapat disebabkan oleh tekanan oksidatif [13]. dan kepala tanpa ekor [15].

Pemaparan asap rokok selama 2 jam selama 18 hari telah dapat menyebabkan penurunan nyata terhadap kualitas spermatozoa mencit. kualitas semen dan perubahan kadar hormon testosteron. ± SD) 63. Hasil penelitian menunjukkan bahan-bahan racun dan radikal bebas menimbulkan perubahan DNA pada spermatozoa yang menyebabkan mutasi secara permanen yang dapat diwariskan pada keturunan [16]. 16 . Hal inilah yang menurunkan jumlah spermatozoa yang memiliki tudung akrosom utuh setelah pemaparan asap rokok. (A) spermatozoa hidup dengan tudung akrosom utuh (B) spermatozoa dengan tudung akrosom tidak utuh.2a ± 7. Hasil pengamatan mikroskopis terhadap keutuhan tudung akrosom spermatozoa yang dikoleksi dari vas deferen mencit menunjukkan bahwa spermatozoa yang memiliki keutuhan tudung akrosom ditandai bintik hitam di bagian kepala spermatozoa setelah dipaparkan dengan larutan formalin 1% (Gambar 4). Hal ini mengakibatkan terjadinya perubahan berupa pembengkakan dan perusakan bagian kepala spermatozoa sehingga menyebabkan kerusakan membran akrosom yang terletak di bagian anterior kepala spermatozoa. KESIMPULAN Semakin lama paparan asap rokok maka semakin menurunkan kualitas spermatozoa (motilitas. Terjadinya kerusakan pada membran spermatozoa menyebabkan gangguan pada spermatozoa itu sendiri. Pengaruh asap rokok dapat mempengaruhi sintesis hormon testoteron melalui dua mekanisme. Morfologi spermatozoa dengan keutuhan tudung akrosom. Sedangkan pada perlakuan P1. Mekanisme pertama melibatkan komponen logam (kadmium dan nikel) dalam asap rokok yang dapat mengganggu aktifitas enzim adenil siklase pada membran sel leydig sehingga mengakibatkan terhambatnya sintesis hormon testosteron. Spermatozoa yang tidak memiliki tudung akrosom utuh yang ditandai dengan kepala berwarna putih. Kartini Eriani. hidup/mati.The effect of cigarettes smoke exposured causes fertility of male mice (mus musculus) ( Fitriani. Katekolamin dapat mempengaruhi sistem saraf pusat sehingga dapat mengganggu proses spermatogenesis dan sintesis hormon testosteron melalui mekanisme umpan balik antara hipotalamus-hipofisis anterior testis. keutuhan tudung akrosom dan abnormalitas). Spermatozoa hidup dengan akrosom utuh Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaparan asap rokok berpengaruh nyata terhadap keutuhan tudung akrososm dibandingkan dengan kontrol (P<0. P2 dan P3 tidak berbeda nyata (Tabel 4).2b ± 6. Membran akrosom yang telah hancur menyebabkan enzim-enzim hidrolitik yang terkandung di dalam akrosom keluar sehingga tudung akrosom yang dimiliki spermatozoa tersebut menjadi tidak utuh [18]. Membran plasma yang rusak menyebabkan meningkatnya permeabilitas membran sel pada kepala spermatozoa sehingga banyak senyawasenyawa yang tidak diinginkan dapat dengan mudah masuk ke dalam sel. Menurunnya rata-rata jumlah spermatozoa yang memiliki tudung akrosom utuh diduga disebabkan oleh produksi ROS yang berlebihan yang dihasilkan dari produk metabolisme yang terjadi secara alamiah dan berbahaya bagi kelangsungan sel. ROS dapat menyebabkan terjadinya peroksida lipid pada membran plasma spermatozoa yang dapat menimbulkan kegagalan fungsi spermatozoa yaitu hilangnya kemampuan untuk fertilisasi [17].630 keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada taraf 5%.693 43.412 47.8b ± 5.021 47.05). Widya Sari) _____________________________________________________________________________________________________________ Paparan asap rokok dapat mempengaruhi proses spermatogenesis. Tabel 4 Rata-rata jumlah spermatozoa dengan tudung akrosom utuh Perlakuan P0 (0 jam) P1 (2 jam) P2 (4 jam) P3 (6 jam) Ulangan 5 5 5 5 (X A B Gambar 4.8b ± 5. Mekanisme kedua melibatkan nikotin dalam asap rokok yang dapat menstimulasi medula adrenal untuk melepaskan katekolamin. Paparan asap rokok menyebabkan penurunan ratarata jumlah spermatozoa dengan tudung akrosom utuh.

http:www. 15 (4). 2005. Saleh and M. Apoptosis and DNA denaturation in spermatozoa from Patient examined for infertility. Fichova. Penurunan Jumlah Sel-sel Spermatogenik dan Kadar Hormon Testosteron Total Mencit (Mus musculus) Galur DDY yang Diberi Asap Rokok Kretek. Agarwal.A Gomez. Azhar. M. Gomez dan A. 8. Cikova. 6(1).html. 3. 15. Pengaruh Asap Rokok Terhadap Fetus Mencit (Mus musculus) DYJ Prenatal. wikipedia. 4. Anonimous. 5. Pengaruh Puasa Ramadhan terhadap Integritas Membran pada Semen Pria Fertil. Thomas. Diakses tanggal 5 Agustus 2008. A. Tobacco and Health. Oxidative stress. Jurnal Kedokteran YARSI. Kartini Eriani.com/ tobacco and health. Anonimous. C. Diakses tanggal 5 Agustus 2008. H. I. M. M. Development of Domestic Cat Embryo Produced by Preserved Sperms. A. 2008. Thorton. Nova.2c-667-rokok. E.gessang. 16. Sikka. 11. Eriani. E. R. 2003. 13. 2004.K. Sumarsono. A. Abdel-Hafez. Universitas Indonesia Press. 2004. Mascha. UI. 8 (1).go. A. 6. Anonimous. Jakarta. K.go.S. 7. A. Morfologi Spermatozoa: Adakah Kaitannya dengan Kehamilan.sigmldrich. Human Reproduction. K. Diakses tanggal 10 November 2008.id. Jakarta.Christiyaningsih. Boediono. Nagyova. 18. J. 1992. 10-13. 393404. Podda.. 2006. 1995. E. Sunarti dan K. Sari. 2003. Pengaruh Suplementasi Vitamin E dan C Terhadap Aktivitas Enzim Superoxide Dismutase (SOD) Dalam Eritrosit Tikus Yang Terpapar Asap Rokok Kretek. 15(6). D. 17 . 52.54-65. 1993. Angkasa Bandung.A. 1999. 14. 2699-2722. 7. 71-141. Prosedur Statistik Untuk Penelitian. M Moustafa. Relation between ROS Production. Bioscience. The Journal of Physiology Reproduction. Components of Cigarette Smoke Inhibit Expansion of Oocyte Cumulus Completes from Porcine Follicles. Fisiologi Reproduksi pada Ternak.R. M . Purwaningsih. Fertilitas Spermatozoa Ejakulat dan Epididimis Domba Garut Hasil kriopreservasi Menggunakan Modifikasi Pengencer Tris dengan Berbagai Krioprotektan Tris dengan Berbagai Krioprotektan dan Antioksidan. http://www.The effect of cigarettes smoke exposured causes fertility of male mice (mus musculus) ( Fitriani. Bogor. 8-7. Aditama. The Role of Reactive Oxygen Species in Male Fertility. K. 25 (1). Kolena.com/Area_ofinterest/Lif escient/Cell_Signaling?SiencientResourch/pat hwaySlideCharts/Oxidativestress. 17. 10. Sharma. Reproduction Medicine. Role of reactive oxygen species in the pathophysiology of human reproduction. E. Disertasi.Mod. S. Agarwal. Diakses tanggal 5 Februari 2008.id /article_detail. http://www. 2008. Perubahan Sebaran Stadia Epitel Seminiferus. J. Jurnal Natural. 129138. R. 383387. M. Rokok dan Kesehatan. 155-160.R. 2007. M. A. Rizal. J. F. http://www. Ochesendorf and M. H. Eriani. 3-5.Y.Jiptunair-gdl-2003. Widya Sari) _____________________________________________________________________________________________________________ REFERENSI 1. Purwaningsih. 9. Journal of Andrology. 1996. Toelihere. 829-843.php?id+j kpkbbppk-gdl-res-2004-PascaSarjana.id. 2003. A.php?aid=662. 2008. A. 4(1) . Djuwita. Virsanka. A. 2006. IPB. Diakses tanggal 2 Februari 2008. 1996.or. Role of Oxidative Stress and Antioxidant in Andrology./idex./go. Human Reproduction Infertility and Sexual Funtion. http://UnairThesis. Diakses tanggal 2 Maret 2009. Bedaiwy. T. 2. Jurnal Kedokteran YARSI. http://digilibLitbangdepkes. S. 12. Rokok dan Kesehatan Reproduksi Pria. 19 (1). Christyaningsih. and J.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful