Anda di halaman 1dari 20

PENGEMBANGAN BUDIDAYA TANAMAN SEMUSIM (TEBU) DAN ANALISA USAHA

Disusun Oleh : AGUS MISBAH GUNAWAN

Sumber Informasi dan Analisa : Pengelolaan Kebun Tebu di Desa Cimanis Kecamatan sobang Kab. Pandeglang Banten. 2012.
Untuk kalangan sendiri, tidak di perjual belikan, materi isi sudah direvisi februari 2013.

Penutup
Pengantar

Ketika kita sampai pada penghujung hanya kata Puji Syukur yang bisa kami panjatkan kepada yang maha kuasa. Hingga kami bisa menyelesaikan buku saku / diktat ini. Seperti pepatah tak ada gading yang tak retak Begitupun apa yang ingin disampaikan oleh kami melalui buku ini terbatas dari hanya kelebihan dan kekurangan, tiada maksud hati untuk menggurui atau lebih tahu, hanyalah Inti semua ini kami ingin berbagi pengalaman dan mendorong motifasi yang kuat untuk kita supaya lebih giat membangun sebuah karya yang terbaik untuk kita atau orang lain. Dan mudah mudahan ini semua bisa bermanfaat bagi kami dan para pembaca yang berniat untuj ikut membudidayakan tanaman tebu khususnya di daerah sekitar kami. Penulis sangatlah berharap kritik dan saran dari pembaca atau berbagi pengalaman yang sekiranya dapat dikembangkan lebih maju dalam hal budidaya tanaman tebu. Apabila ada kritik dan saran dari pembaca atau hendak berbagi pengalaman dalam budidaya tanaman tebu pembaca bisa menghubungi penulis yang sampai saat ini masih aktif di kepengurusan Gapoktan Desa Cimanis Kecamatan sobang Kab.pandeglang.dengan Alamat Kp. Banjarsari Barat Rt.03 Rw.09 Desa Cimanis Kecamatan sobang.atau bisa menghubungi di No tlp. 087772650933. Atau lewat EMail Agus misbah gunawan @ymail.com Semoga sukses, sekian dan terima kasih

Penulisan Diktat/buku saku tentang Budidaya Tanaman Semusim (Tebu )ini berdasarkan pengamatan dan uji coba secara langsung di kebun percobaan Sobang Kabupaten Pandeglang Prov.Banten. Juga ditambah dari beberapa sumber buku buku panduan yang ada. Dalam catatan Diktat ini kami telah berusaha mengungkapkan secara rill dan nyata berdasarkan pengalaman yang kami dapat pelajari langsung selama tiga tahun ikut bekerja dikebun percontohan Tanaman Tebu sobang. mulai dari cara membuat menanam dan merawatnya juga tak ketinggalan mengenai cara mengolahan hasilnya. Dengan demikian kami sangat berharap semoga buku ini bisa menjadikan bahan bacaan ilmiah dan merupakan sebuah referensi dalam bidang perkebunan bagi para pemulia dan masyarakat yang nantinya akan bisa diambil manfaatnya secara luas. Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada : - Bapak Y.Purwantoro Pemilik kebun Tebu dan Rekan rekan pekerja di kebun percobaan sobang.yang telah memperbolehkan kami dalam menyerap ilmu dan belajar secara langsung. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan ( Distanbun.) Kab. Pandeglang. Kepala BP4K. dan BP3K. serta Para PPL.Kecamatan Sobang. juga Rekan rekan Penyuluh Swadaya yang tergabung dalam FKpps. Jawa Barat Banten. Yang telah memberikan motifasi dan dorongan hingga terselesaikannya buku saku atau Diktat ini

Penulis

Hal.21

Va.

DAFTAR ISI
Halaman Daftar isi. V Kata Pengantar Va BAB l PENDAHULUAN . 1 BAB II MENGENAL TANAMAN TEBU 2 BAB III EMPAT PAKET TEKNOLOGI.... 4 BAB IV SYARAT PERTUMBUHAN TANAMAN 5 A. Keadaan Iklim B. Keadaan Tanah BAB V PERSIAPAN LAHAN 6 A Olah Tanah di Bajak / Pacul Tanpa Olah Tanah ( TOT.) B. Pembuatan Lubang tanam C. Pemberian Pupuk Kandang dan Kapur Dolomit BAB VI PENANAMAN BIBIT.7 A. Penyiapan /Kebutuhan Bibit B. Sistem Single Raw. C. Sistem Doble Raw. D. Sistem Patok Rumpun / Polybag.

Analisa Usaha Harga Kacang tanah ( Brangkasan)perkilo Rp.5000,Rata rata hasil perhektar 800 Kg./Ha. Penjualan Hasil panen Rp. 5000 x 800 Kg. = Rp. 4.000.000,Biaya Sarana Rp.1.206.000 + Biaya HOK Rp.3.830.000= Rp.5.036.000 Biaya Produksi Rp. 5.036.000,Hasil Panen Rp. 4.000.000,Rugi Rp. 1.036.000,Hitungan Perbandingan Hasil Penjualan Panen Padi Gogo dan Kacang tanah untuk 2 Musim tanam Dalam 8bulan Pendapatan ( A+B ) Rp.7.095.000 + Rp.4.000.000 = Rp.11.095.000,Biaya Produksi ( A + B ) Rp. 6.021.000 + Rp.5.036.000 = Rp.11.057.000,-Laba Rp. 38.000,ANALISA PERBANDINGAN USAHA DALAM KURUN WAKTU EMPAT TAHUN Hitungan Laba Tanam Padi Gogo dan Palawija kacang Tanah Rp.38.000 x 4 tahun = Rp.152.000,-/4tahun dalam 8 Musim tanam Hitungan Laba Tanaman Tebu Rp.4.672.250 x 4 Tahun = Rp.18.689.000,-/4 tahun dalam 4musim tanam. Keterangan : Pada umumnya didaerah lahan darat tadah hujan pengolahan lahan hanya dilakukan dua kali masa penanaman dalam kurun waktu satu tahun ( Reneng dan Cadon.) untuk tanaman pangan dan palawija..

Hal.20

BIAYA PRODUKSI / HOK. ( Budi Daya Padi Gogo ) Musim Pertama 1. Penyacaran 12 HOK 40.000,480.000,2. Penyemprotan (2 Kali ) 10 HOK 40.000,400.000,3. Penanaman 10 HOK 40.000,400.000,4. Pemupukan (2 Kali ) 10 HOK 40.000,400.000,5. Penyiangan (2 Kali ) 50 HOK 30.000,- 1500.000,7. Pemanenan 7 HOK 40.000,280.000,8. Pengangkutan Gabah 5 HOK 40.000,200.000,JUMLAH Rp. 3.660.000,A. Kacang Tanah per satu Hektar Biaya Pembelian Benih Rp.10.000, Biaya sarana dan prasarana Rp.1.126.000, Biaya upah total tenaga kerja pengolahan tanah sampai dengan panen Rp.3.830.000, Harga jua ketika panen raya Rp.5000 /Kg. (harga fluktuasi diambil medium. Hasil Rendemen panen per 1Ha. Untuk kacang tanah 65% BIAYA SARANA (Budi Daya Kacang tanah ) SATUAN HARGA JUMLAH NO URAIAN FISIK SATUAN (Rp.) 1. Roundup 5 Liter 62.000,310.000,2. Pupuk Kandang 3000 Kg 150,450.000,3. Furadan 3G. 2Kg. 23.000,46.000,4. Bibit Lokal/Turunan 40 Kg 10.000,400.000,6. Kapur Dolomit JUMLAH Rp.1.206.000,BIAYA HOK. ( BUDIDAYA KACANG TANAH ) MUSIM KEDUA 1. Penyacaran 12 HOK. 40.000,480.000,2. Pemaculan ( bajak) 50HOK. 40.000,- 2.000.000,3. Penanaman 10HOK. 40.000,400.000,4. Penyiangan (2 x ) 50 HOK. 15.000,750.000,5. Pemanenan 5HOK. 40.000,200.000,JUMLAH Rp.3.830.000,-

BAB VII PEMELIHARAAN TANAMAN.. 8 A. Penyulaman. B. Pemupukan. C. Penyiraman D. Pembunbunan. E. Pengeletekan daun. BAB X HAMA DAN PENYAKIT.. 10 A. Hama Tanaman Tebu B. Penyakit Tanaman Tebu. BAB XI PENGATURAN WAKTU TANAM UNTUK PANEN RUTIN. 11 BAB XII PENGOLAHAN GULA MERAH PADAT DAN CAIR. BAB XIII ANALISA BIAYA DAN PENDAPATAN.. 12 A. Perincian Biaya Produksi B. Analisa untung rugi C. Perbandingan Analisa kelayakan usaha D. Analisa Pengembalian Modal Penutup /Biografi Penulis.. 21

BAB I PENDAHULUAN Tanaman Tebu merupakan bahan Baku untuk pembuatan Gula, Pasir dan gula Merah, Vetsin, Alkohol, Molases dan sebagai stimulant pakan ternak. Dari banyaknya hasil olahan yang bisa diserap dari tanaman tebu tersebut tentu dibutuhkan bahan baku yang tidak sedikit jumlahnya. Tercatat sebelum tahun 2010 Negara kita masih mengimpor Gula pasir dari Negara luar penghasil gula. Sehingga ini membuka peluang besar bagi masyarakat untuk bisa mengembangkan dan membudidayakan tanaman Tebu tersebut. Serta didorong pula dengan pangsa pasar yang masih terbuka lebar dengan penstabilan harga yang masih terkontrol. Serta banyaknya permintaan akan konsumen baik ditingkat Industri olahan setengah jadi, maupun Konsumsi langsung Masyarakat (gula putih dan gula merah padat ) membuat Komoditas tanaman Tebu tersebut menjadi Primadona untuk jenis tanaman semusim. Seperti didaerah daerah sentra Produksi untuk sebagian daerah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Lampung. Seiring dengan tujuan dari pemerintah untuk mewujudkan Swasembada gula dan daging pada tahun 2012. Haruslah disertai dengan perwujudan nyata, dalam pengembangan budidaya tanaman tebu kedepan mendapat tenggapan lebih responsif dari pemerintah. Dengan cara mendorong dan memberikan motifasi kepada masyarakat terutama didaerah daerah yang belun mengenal akan budidaya tanaman tebu tersebut.

Biaya upah total tenaga kerja pengolahan tanah sampai dengan panen Rp.3.660.000, Harga jual Gabah kering ketika panen raya Rp.3300 /Kg. (harga fluktuasi diambil medium.) Hasil Panen Padi Gogo 2000 Kg 2300 Kg.(Medium 2150Kg./Hektar ) Hasil Rendemen panen per 1 Ha. Lahan darat 65% Perhitungan Analisa Usaha Hasil Panen 2150 Kg. x Rp.3300,- = Rp.7.095.000,(Biaya Sarana dan Prasarana + Biaya Produksi / HOK.) Rp.625.000 + Rp.1.736.000 + Rp.3.660.000 = Rp. 6.021.000,Hasil Panen Rp. 7.095.000,Biaya Produksi Rp. 6.021.000,- ( - ) Laba Rp. 1.074.000,-/Permusim (3.5 Bulan ) Analisa lebih lengkap bisa dilihat dalam Data Tabel berikut : BIAYA PRASARANA (Budi Daya Padi Gogo ) Musim Pertama SATUAN HARGA JUMLAH NO URAIAN FISIK SATUAN (Rp.) 1. Cangkul 2 pcs 60.000,120.000,2. Tangki Sprayer 1 Unit 350.000,350.000,4. Parang 2 pcs. 40.000,80.000,5. Pembelian Karung 30 pcs. 2500,75.000,JUMLAH Rp. 625.000,Biaya Sarana ( Budi Daya Padi Gogo ) Musim Pertama 1 Bibit 35 Kg 8000 280.000,2. Pupuk Tsp. 200 Kg 2000 400.000,3. Pupuk Urea 200 Kg 2200 440.000,4. Furadan 3G 2 Kg 23.000 46.000,5. Insektisida 1 Ltr 160.000 160.000,6. Roundup 5 Ltr 62.000 310.000,7. ZPT. 1 Ltr. 100.000,100.000,JUMLAH Rp.1.736.000,Hal.18

Hal.1

Hasil panen tebu musim pertama Rp.67.500 Kg. dengan Rendemen 7.1 % x 67500Kg. = 4792.5 Kg.( 4792Kg. Gula Merah Padat) dibulatkan 4792. x Rp.8500 / Kg. = Rp.40.732.000,A. Biaya Angkut ke penggilingan Rp. 70,- / Kg. ( Rata rata jarak angkut antara 40 KM s.d 60 KM.) 67500Kg. x Rp.70,- = Rp.4.725.000 B. Biaya jasa Giling 35% dari jumlah total Harga gula yang dihasilkan. 35% x Rp.40.732.000,- = Rp.14.256.250 C. Biaya jasa kemas 70.000 / ton ( Rp.330.750,-) Jumlah. ( A + B + C ) Rp.4.725.000 + Rp.14.256.250 + Rp.330.750 = Rp. 19.311.950,Jumlah total Hasil Olahan gula pada Pemanenan Musim Pertama Rp.40.732.000 Rp.19.311.950 = Rp.21.420.050. Hasil olahan Gula padat Musim pertama Rp.21.420.050,Biaya Produksi Tanam musim pertama Rp.20.803.000,Hasil usaha di tahun pertama (untung) Rp. 617.000,Jumlah total Hasil Olahan gula pada Pemanenan Musim Kedua Rp.30.653.000 Rp.12.388.250 = Rp.18.264.750. Hasil olahan Gula padat Musim kedua Rp.21.420.050,Biaya Produksi Tanam /perawatan musim Kedua Rp. 9.336.000,- ( - ) Hasil usaha di tahun kedua (untung ) Rp.12.084.050.Rp.12.084.050 Ditambah hasil gula musim panen ke tiga dan empat Rp.12.084.050 x 3 Musim tanam = Rp.36.252.150 (Ditambah laba usaha ditahun pertama Rp.617.000,-) Total Jumlah Rp.36.869.150,Dibagi empat Musim Tanam Total Rata rata Laba bersih Rp.9.217.287,( Dibulatkan 9.200.000,-/ Permusim / 1 tahun ) ANALISA PERBANDINGAN BIAYA DAN PENDAPATAN DENGAN BUDIDAYA PADI GOGO DAN PALAWIJA KACANG TANAH Analisa usaha Budidaya ( Padi gogo dan Kacang Tanah dalam dua musim (Lahan tadah hujan) di Desa Cimanis Kec. Sobang-Pandeglang) B. Padi Gogo per satu Hektar Biaya sarana dan prasarana Rp.625.000 + 1.736.000 = Rp.2.361.000,Hal.17

BAB II MENGENAL TANAMAN TEBU Bagai pepatah Tak kenal maka tak sayang begitupun dalam hal Budidaya tanaman Tebu. Ada baiknya kita mengenal dulu dan memberi pemahaman ilmu yang cukup sebelum kita memutuskan untuk menjadi petani Tebu. Tebu atau dalam bahasa latin disebut Saccharum Officinarum. merupakan jenis tanaman semusim berusia produktif panen antara usia 9 bulan sampai dengan 14 bulan. (Tergantung Varietas yang dibudidayakan) ada banyak Varietas tanaman tebu yang sudah dimuliakan oleh penangkar pembibitan atau masyarakat penanam tebu diantaranya,( BZ 132.48.) (PS.57.59.58.56.41.) (POJ.3016.2878 )(PS 86-10029, PS 88-19432, PS 86-1) Untuk Varietas yang diunggulkan saat ini adalah Varietas BL. Yang mirip dengan Varietas POJ.2878. Keunggulan dari varietas ini tahan terhadap penyakit mosaic dan Blendok, tetapi agak peka terhadap pohkabung dan Hama Penggerek. juga Varietas BL. mudah limbung untuk pertumbuhan didaerah-daerah tertentu dengan ektensitas kecepatan angin yang tinggi terutama didaerah pesisir pantai. Produktifitas tebu Varietas ( BL.)menurut catatan perkembangan pada lahan sawah. bisa mencapai Rata Rata 121.4 / Kwintal gula / Ha.dengan Rendemen 7,58%-8.25%. Ini bisa dibuktikan dalam percontohan kebun tebu disobang. Untuk Varietas BL yang dikembangkan disana dalam lahan tegalan /Tadah hujan.untuk penanaman awal rata-rata menghasilkan 5560ton/ha.(dengan standar Demplot TOT.)dan rata rata 80ton85ton/ha.(dengan standar Demplot referensi PG.subang) walaupun belum bisa mencapai tinggi hasil yang maksimum tapi ini sudah bisa membuktikan Bahwa lahan tegalan atau tadah hujan didaerah Sobang dan sekitarnya Tanaman tebu bisa tumbuh dengan baik. Ada beberapa Fase dalam perkembangan pertumbuhan tanaman tebu sejak penanaman hingga Kematian/Mungkur Antara lain : - Fase pertama : Fase pertumbuhan akar Stek pada umur 1 minggu dan diakhiri pada Fase kecambah pada umur 5 minggu Hal.2

Fase Kedua : Fase pertunasan dimulai dari umur 5minggu sampai umur 3.5 bulan - Fase ketiga : Fase pemanjangan Batang dimulai dari umur 3.5 bulan sampai umur 9 bulan. - Fase Keempat : Fase Kemasakan merupakan fase yang terjadi setelah pertumbuhan vegetatif menurun,dan sebelum batang tebu mati. Pada fase ini Gula didalam batang tebu mulai terbentuk hingga titik optimal, terjadi pada bulan Agustus dan setelah itu rendemennya berangsur-angsur menuru, tahap pemasakan inilah yang disebut dengan tahap penimbunan Rendemen Gula - Fase kelima : Fase kematian / Mungkur.merupakan fase batas akhir batang tebu dalam pertumbuhan dan penimbunan Rendemen Gula. BAB III EMPAT PAKET TEKNOLOGI Tujuan utama dari Budidaya tanaman Tebu tentunya adalah untuk mendapatkan hasil yang maksimal jadi jangan memutuskan untuk melakukan Budidaya apapun termasuk tebu. Jika pengetahuan kita masih minim. Perlu pengetahuan yang cukup agar kita bisa mendapatkan hasil yang maksimal sesuai dengan harapan, bukan malah sebaliknya.disini kami akan berbagi pengalaman dalam hal budidaya tanaman tebu dilahan tegalan / darat sebagaimana telah kami coba di kebun percoban sobang-pandeglang. Ada beberapa hal yang sangat perlu diperhatikan antara lain : 1. Kenali sipat tanah, dan pelajari iklim sekitar karna ada beberapa jenis tanah yang walaupun tumbuh tanaman tebu tersebut tapi tidak bisa menghasilkan rendemen gula yang tinggi.Contoh tanah Regosol dengan keasaman pH tinggi (4-4.5)begitu juga dengan kondisi iklim. berdasarkan pengalaman ketepatan waktu dalam menanam dan memanen hasil merupakan kunci dari keberhasilan dalam budidaya tanaman Tebu. Disamping itu disebagian pesisir pantai dengan ketinggian antara 100-200Mtr. Diatas laut seringnya terjadi angin barat Hal.3

Hasil panen tebu musim pertama Rp.67.500 Kg. dengan Rendemen 7.83 % x 67500Kg. = 5.285.25Kg, ( 5285Kg. Gula cair) dibulatkan 5285Kg. x Rp.5800 / Kg. = Rp.30.653.000,A. Biaya Angkut tebu ke penggilingan Rp. 70,- / Kg. ( Rata rata jarak angkut antara 40 KM s.d 60 KM.) 67500Kg. x Rp.70,- = Rp.4.725.000 B. Biaya jasa Giling 25% dari jumlah total Harga gula yang dihasilkan. 25% x Rp.30.653.000,- = Rp.7.663.250 Jumlah. ( A + B ) Rp.4.725.000 + 7.663.250 = Rp. 12.388.250,Jumlah total Hasil Olahan gula pada Pemanenan Musim Pertama Rp.30.653.000 Rp.12.388.250 = Rp.18.264.750. Biaya Produksi Tanam musim pertama Rp.20.803.000,Hasil olahan Gula cair Musim pertama Rp.18.264.750,- ( - ) Hasil usaha di tahun pertama (Rugi) Rp. 2.538.250,Jumlah total Hasil Olahan gula pada Pemanenan Musim Kedua Rp.30.653.000 Rp.12.388.250 = Rp.18.264.750. Hasil olahan Gula cair Musim kedua Rp.18.264.750,Biaya Produksi Tanam/perawatan musim Kedua Rp. 9.336.000,- ( - ) Hasil usaha di tahun kedua (untung ) Rp. 8.928.750,Rp.8.928.750 Ditambah hasil gula musim panen ke tiga dan empat Rp.8.928.750 x 3 Musim tanam = Rp.26.786.250 (Dikurangi Rugi usaha ditahun pertama Rp.2.538.250,- Total Jumlah Rp.24.248.000,- Dibagi empat Musim Tanam Total Rata rata Laba bersih Rp.6.062.000,-/ Permusim / 1 tahun Gula Merah Padat Harga Jual olahan Gula padat ditingkat Grosir Rp.8500/Kg.dikurangi Biaya jasa pengolahan 35%/Kg.(Rp.8500/Kg.-Rp.2975/Kg. =Rp.5525/Kg.) Penghitungan Populasi tanaman (medium) ketika panen 55ton sd.85ton/Ha = 55 + 80 : 2 = 67.5 ton /Ha. Penghitungan sementara rendemen tebu terhadap Gula Cair 7.1% untuk Varietas ( BL.) Hal.16

BIAYA PRODUKSI ( BUDIDAYA TEBU ) MUSIM KEDUA


NO 2. 3 4. 5. 6. 8. 9. 10. 11. SATUAN HARGA FISIK SATUAN BIAYA SARANA PRODUKSI Roundup 5 Liter 62.000,Pupuk Urea 250 Kg. 2000,Pupuk Tsp. 225 Kg 2200,Pupuk Kcl. 75 Kg. 5000,Pupuk ZA. 50 Kg. 1700,Kapur Dolomit 700 Kg. 700,Furadan 3G 2 Kg. 23.000,Cruiser 350 FS. 1.5 liter 120.000,Graineer / Fitomic 2 Liter 80.000,URAIAN JUMLAH (Rp.) 310.000,500.000,440.000,375.000,85.000,490.000,46.000,180.000,160.000,-

daya yang besar sehingga tanaman tebu sering roboh dan ini sangat berpengaruh terhadap terjadinya penurunan Rendemen gula. 2. Pemakaian pola pengolahan tanah yang sederhana Contoh pola Reynoso atau penanaman sistim patok rumpun (semi TOT. tanpa olah tanah ) pola ini berguna untuk memudahkan dalam pengolahan tanah sehingga bisa menekan biaya Produksi. 3. Pilih Bibit tanaman unggul dan yang sudah biasa beradaptasi dengan lingkungan 4. Lakukan perawatan yang intensif, serta pakai penggunaan Pupuk yang berimbang sesuai Rekomendasi yang ditentukan. Ini berguna dalam fase pertumbuhan selanjutnya (satu kali tanam untuk 3sd.4 kali panen) Untuk lebih jelas dan rinci mengenai empat penerapan paket Teknologi tersebut akan kami uraikan dalam Bab selanjutnya. BAB IV. SYARAT PERTUMBUHAN TANAMAN Sebagaimana dalam uraian Bab diatas Pertumbuhan dan produksi tebu yang baik salah satunya sangat dipengaruhi oleh keadaan iklim lingkungan dan keadaan tanah.Bagaimana adanya keterkaitan yang erat antara pertumbuhan tanaman tebu dengan keadaan tanah dan iklim sekitar inilah gambarannya. A. Keadan iklim Daya adaptasi tanaman tebu terhadap iklim cukup luas. Tanaman tebu dapat tumbuh dengan baik didaerah yang beriklim panas (tropis) dan iklim sedang (subtropis) tapi pada umumnya pertumbuhan dan produksi tanaman tebu yang tinggi dapat dicapai di daerah yang beriklim tropis B. Keadaan Tanah Hampir semua jenis tanah pertanian cocok untuk tanaman tebu. Namun dibeberapa daerah tempat pembudidayaan tanaman tebu, untuk jenis tanah yang paling baik adalah :

JUMLAH

Rp. 2.586.000,-

BIAYA PRODUKSI / HOK. ( BUDIDAYA TEBU ) MUSIM KEDUA 4. Pembunbunan 30 HOK 40.000,- 1.200.000,5. Pemupukan (2 Kali ) 10 HOK 40.000,400.000,6. Kletek 3 X ( Borong.) - 300.000 900.000,7. Pemanenan (Borong ) 70 Ton 55000 3.850.000,8. Penyemprotan ( 2 Kali ) 10 HOK 40.000 400.000,-

JUMLAH

Rp. 6.750.000,-

Catatan untuk hasil pemanenan musim ketiga dan keempat perhitungan biaya tanam dan hasil hampir sama dengan pemanenan ke dua

ANALISA BIAYA USAHA TANAM TEBU UNTUK OLAHAN PRODUKSI GULA CAIR DAN PADAT. DALAM EMPAT MUSIM Gula Merah Cair Harga jual olahan gula Cair saat panen Rp.5800,-(Medium)dikurangi biaya jasa pengolahan 25%./Kg.( Rp.1450/Kg.) = Rp.4350/Kg. Penghitungan Populasi tanaman (medium) ketika panen 55ton sd.85ton/Ha = 55 + 80 : 2 = 67.5 ton /Ha. Penghitungan sementara rendemen tebu terhadap Gula Cair 7.83% untuk Varietas ( BL.) Hal.15

Hal.4

Tanah Aluvial ciriciri sipat tanah Aluvial. Warna tanah kelabu sampai kecoklatan, Teksturnya Liat atau liat berpasir.stukturnya pejal, Produktifitas tanah rendah sampai tinggi. Tanah Mediteran. Ciri-ciri sipat tanah mempunyai solum agak tebal. Warna tanah coklat sampai merah, teksturnya lempung sampai liat,strukturnya gumpal hingga gumpal bersudut, reaksi tanah agak asam sampai netral (pH.6-7.7) dan Produktifitasnya sedang hingga tinggi. Tanah Pedsolik ciri-ciri sipat tanah Pedsolik, mempunyai solum agak tebal, warnanya merah hingga kuning, teksturnya lempung berpasir, strukturnya gumpal, reaksi tanah masam (pH.3.5-5) dan produktifitasnya rendah sampai tinggi. Tanah Regosol ciri-ciri tanah mempunyai karakteristik berwarna kelabu atau coklat kekuningan sampai putih.teksturnya pasir sampai lempung berdebu,strukturnya lepas reaksi kimia agak masam, mudah merembeskan air dan produktifitasnya rendah. Berdasarkan kriteria jenis tanah diatas, jelaslah untuk budidaya tanaman tebu diperlukan tanah yang tidak terlalu kering. Juga tidak terlalu basah, sehingga diperlukan drainase dan pengairan. Jenis tanah yang paling baik untuk tebu adalah tanah lempung kapur yang dalam, lempung berpasir dan pasir berlempung, hal penting lainnya adalah tanahnya subur, banyak mengandung senyawa organic,pH.nya netral serta aerasi dan drainasenya baik. BAB V PERSIAPAN LAHAN Penyiapan lahan ( Pengolahan tanah ) Penyiapan lahan untuk tanaman tebu dibedakan kedalam dua pola yaitu : Pengolahan tanah secara keseluruhan dengan cara dibajak (dipacul) dan pengolahan lahan dengan cara Renoyoso. Disini kami coba memberikan ulasan pola sederhana dalam hal pengolahan tanah untuk tanaman tebu pada lahan tegalan / darat.guna menekan biaya Produksi dengan hasil yang tidak jauh berbeda dengan pengolahan tanah secara keseluruhan / dibajak (dipacul) yang telah kami kombinasikan dan praktekkan di kebun percontohan Sobang Hal.5

Analisa lebih lengkap bisa dilihat dalam Data Tabel berikut : BIAYA PRASARANA PRODUKSI (BUDIDAYA TEBU) MUSIM KE 1 SATUAN HARGA JUMLAH NO URAIAN FISIK SATUAN (Rp.) 1. Cangkul 2 pcs 60.000,120.000,2. Tangki Sprayer 1 Unit 350.000,350.000,3. Tali Rafia 1 rol 12.000,12.000,4. Parang 2 pcs. 40.000,80.000,BIAYA SARANA PRODUKSI ( BUDIDAYA TEBU) MUSIM KE 1 1. Bibit 8500 Kg. 800,- 6.800.000,2. Roundup 5 Liter 62.000,310.000,3 Pupuk Urea 200 Kg. 2000,400.000,4. Pupuk Tsp. 200 Kg 2200,440.000,5. Pupuk Kcl. 50 Kg. 5000,250.000,6. Pupuk ZA. 50 Kg. 1700,85.000,7. Pupuk Kandang 3000 Kg. 150,450.000,8. Kapur Dolomit 700 Kg. 700,490.000,9. Furadan 3G 2 Kg. 23.000,46.000,10. Cruiser 350 FS. 1.5 liter 120.000,180.000,11. Graineer / Fitomic 2 Liter 80.000,160.000,-

JUMLAH

Rp. 10.173.000,-

BIAYA PRODUKSI / HOK. ( BUDIDAYA TEBU ) MUSIM PERTAMA 1. Penyacaran 12 HOK. 40.000,480.000,2. Pembuataan Parit tanam 75 HOK 40.000,3.000.000,3. Penanaman 10 HOK 40.000,400.000,4. Pembunbunan 30 HOK 40.000,1.200.000,5. Pemupukan (2 Kali ) 10 HOK 40.000,400.000,6. Kletek 3 X ( Borong.) - 300.000 900.000,7. Pemanenan (Borong ) 70 Ton 55000 3.850.000,8. Penyemprotan ( 2 Kali ) 10 HOK 40.000 400.000,-

JUMLAH

Rp. 10.630.000,- Hal.14

Analisa biaya Tanam Tebu tahun Pertama per satu Hektar : Biaya pembelian Kebutuhan Bibit. 8500 Kg./Ha. X Rp.800/Kg. Rp.6.800.000 : 4 kali Musim Rp.1.700.000,-/ Musim Biaya sarana Prasarana Rp. 10.173.000 , Biaya Upah Total tenaga kerja pengolahan tanah sampai dengan Panen. Rp.10.630.000, Harga Jual tebu hasil tebangan dijalan / kebun. Rp.250 /Kg. harga ketika panen raya ( Harga fluktuasi Diambil Medium.) 67500 Kg. x Rp.250,-/Kg. = Rp.16.875.000,PENGHITUNGAN JUMLAH TOTAL.PRODUKSI TEBU MUSIM KE 1 Biaya Sarana Prasarana + Tenaga kerja dalam tahun pertama Rp.10.173.000,- + Rp.10.630.000,- = Rp.20.803.000,Hasil panen tahun pertama Rp.16.875.000,- (-) Hasil usaha ditahun pertama (Rugi ) Rp. 3.928.000,Analisa biaya tanam Tebu tahun Kedua per satu Hektar : Biaya Sarana Rp. 2.586.000 , Biaya Upah Total tenaga kerja perawatan sampai dengan Panen. Rp. 6.750.000, Harga Jual tebu hasil tebangan dijalan / kebun. Rp.250 /Kg. harga ketika panen raya ( Harga fluktuasi Diambil Medium.) 67.500 Kg. x Rp.250,-/Kg. = Rp.16.875.000,PENGHITUNGAN JUMLAH TOTAL.PRODUKSI TEBU MUSIM KE 2. Biaya Sarana + Tenaga kerja (perawatan) dalam tahun Kedua Rp. 2.586.000,- + Rp 6.750.000,= Rp. 9.336.000,Hasil panen tahun Kedua Rp.16.875.000,- (-) Hasil usaha ditahun kedua (untung) Rp. 7.539.000,Ditambah 2Musim Panen ( Musim ke 3 dan ke4.) Jumlah Total Rp.22.617.000 Dikurangi Kerugian usaha panen Pertama Rp. 3.928.000,- Sisa Rp.18.689.000,- Dibagi dalam 4Musim Rata rata permusim Laba bersih Rp. 4.672.250,-

Yang kami namai Pola olah lahan Reynoso semi TOT.(tanpa olah tanah.) untuk cara tanam single Raw atau Double Raw dan Patok Rumpun. Pertama-tama lahan dibersihkan dari gulma dengan cara dibabad, setelah gulma tumbuh pada fase purna tumbuh (+-30cm.) lakukan penyemprotan dengan memakai obat Herbisida sistemik untuk daun lebar atau daun sempit tergantung gulma yang tumbuh, tujuannya guna menahan sementara pertumbuhan gulma dalam jangka waktu yang agak panjang.(3 Bulan) setelah lahan bersih buatlah parit / cemplongan.dengan cara disingkal memakai bajak atau dipacul, dengan kedalaman 15-20cm.dan lebar 40cm.serta panjang disesuaikan dengan ukuran lahan ( biasa panjang parit untuk ukuran lahan yang luas, Panjang parit 50 meter. serta mengikuti kemiringan kontur tanah sedangkan Jarak antar parit / cemplongan dibuat jarak 1meter gunanya memudahkan nanti dalam hal perawatan. Pemberian Pupuk Kandang dan Kapur Dolomit Setelah Larikan parit terbentuk taburkan pupuk kandang yang telah dicampur dengan Kapur Dolomit ( dengan Perbandingan 15 : 1 ) sebanyak 17Kg.untuk satu larikan dengan panjang 50meter atau diperlukan 3000 Kg pupuk kandang untuk 1Ha. Luas lahan. Secara merata, Ini gunanya untuk mengoptimalkan pertumbuhan akar dan penyedian unsur Hara yang cukup. BAB VI. PENANAMAN BIBIT A. Penyiapan Bibit Sebelum dilakukan penanaman ada baiknya dilakukan penyiapan bahan tanaman (Bibit) pada dasarnya tanaman tebu dapat diperbanyak secara vegetative (stek pucuk atau mengambil tanaman ketika usia 4 bulan) Pola pertama adalah penyiapan bibit untuk cara tanam single Raw.atau Double Raw.Pilih bibit tanaman dari KBD.(Kebun bibit dataran ) yang merupakan keturunan dari Kebun Bibit induk (KBI)biasanya tersedia di Penangkarpenangkar bibit.ada untungnya bila diwilayah areal lahan tanam sudah terdapat kebun/perkebunan tebu.sehingga bisa memudahkan dalam hal pengangkutan bibit. Biasanya panjang batang untuk bibit dari stek pucuk + 25-50cm.dan bila diambil dari bibit usia tanam 4 bulan + 1-1.2mtr. Hal.6

Hal.13.

.Kebutuhan untuk Bibit dengan sisitem tanam Double Raw.+ 8.5 ton / Ha. Dengan rata-rata panjang batang Bibit 1 sd.1.5 meter. setelah bibit tersedia sebelum ditanam simpan dulu bibit ditempat yang agak lembab + 1-2 minggu (ditutup dengan jerami/terpal( jangan sampai terkena matahari langsung ini gunanya untuk mengoptimalkan akar stek dan tunas, serta memudahkan dalam hal penyortiran bibit yang akan tumbuh dengan baik. Sedangkan kebutuhan untuk Bibit penanaman dengan pola Single Raw.setengahnya dari kebutuhan Bibit untuk Pola penanaman Doble Raw. Ditambah 20% cadangan sulaman 4250 Kg.+ 900 Kg. = 5150 Kg. perlakuan selanjutnya terhadap bibit sama seperti diatas. Sistem penanaman Double dan Single Raw serta Patok Rumpun A. Pola tanam Double Raw. Caranya Taruh dua batang bibit dalam parit yang telah disediakan dengan posisi herisontal/tidur berhadapan dan posisi mata tunas menghadap keatas,sambung terus tiap batang sampai panjang parit yang telah dibuat.tutup dengan tanah gembur B. Begitupun dengan system Single Raw.hanya bedanya kalau dalam Single Raw bibit yang ditaruh hanya satu batang.lalu tutup dengan tanah gembur. C. Sedangkan untuk Pola tanam Patok rumpun. Caranya taruh /tancapkan 3batang bibit yang sudah di potong-potong dengan ukuran 25cm.(23mata tunas)kedalam parit dengan posisi tegak agak miring (+ 30 derajat) tutup dengan pupuk kandang atau tanah gembur setinggi 75% dari panjang batang bibit (20cm.)dengan agak ditekan agar bibit tidak berrubah posisi.tanam bibit dengan jarak 50cm. dan seterusnya sampai panjang parit terpenuhi. Ingat hal terpenting dalam penanaman dilahan tegalan/darat yang harus diperhatikan adalah waktu mulaii tanam hendaknya dilakukan ketika awal akan musim hujan.karena dalam masa itulah fase pertumbuhan mulai berkembang.dan sangat membutuhkan ketersediaan air yang cukup.tapi tidak terlalu basah (sekitar bulan Oktober November )

Hal ini disebabkan karna proses pembuatannya yang relatif mudah, dengan penggunaan alat-alat produksi yang dibutuhkan sederhana serta biaya infestasinya relatif kecil dan dapat menjadi alternatif pengolahan tebu selain diolah menjadu gula Kristal industri pabrikan. Dalam pembuatan gula merah meliputii Delapan tahapan Tahapan pertama. Persiapan bahan baku. Tahapan Kedua Penggilingan / pemerasan batang tebu Tahapan Ketiga filtrasi/Penyaringan Tahapan keempat. Analisa nira tahap satu Tahapan kelima Pemasakan. Tahapan keenam. Penyaringan kedua. Tahapan ketujuh Pencetakan, Tahapan kedelapan Analisa rendemen. Semua tahapan pembuataan gula merah untuk satu unit alat ukuran sedang mampu menghasilkan gula merah padat atau cair sebanyak 4 5 kwintal perhari atau setara dengan Tebu 5 6 ton perhari BAB XIII. ANALISA BIAYA DAN PENDAPATAN Analisa Biaya Tanaman tebu merupakan tanaman semusim. Untuk satu kali tanam bisa memanen sampai empat kali pemanenan dalam empat musim selama kurun waktu empat tahun. Tapi disini kami hanya akan menganalisa dalam dua kurun waktu ( 2 tahun ). Untuk musim tanam pertama dan musim tanam kedua (keprasan) berdasarkan pengalaman kami dikebun percobaan Sobang. Dengan system tanam Reynoso semi TOT ( Tanpa olah tanah total) Dalam melakukan suatu usaha, analisa biaya dan pendapatan merupakan pertimbangan awal dalam menentukan sikap, Biaya untuk Budidaya tanaman tebu tergolong agak tinggi diawal tanam. (Tahun pertama) disinipun kami menyertakan hitungan analisa hasil usaha tanaman yang biasa dibudidayakan dilingkungan masyarakat kami.( Padi Gogo dan palawija kacang tanah) secara nyata, Mudah-mudahan ini jadi bahan perbandingan nanti bagi masyarakat/petani yang berminat dalam budidaya tanaman Tebu. Khususnya dilingkungan desa sekitar kami. Hal.12

Hal.7

Sistem penanaman Double dan Single Raw serta Patok Rumpun D. Pola tanam Double Raw. Caranya Taruh dua batang bibit dalam parit yang telah disediakan dengan posisi herisontal/tidur berhadapan dan posisi mata tunas menghadap keatas,sambung terus tiap batang sampai panjang parit yang telah dibuat.tutup dengan tanah gembur E. Begitupun dengan system Single Raw.hanya bedanya kalau dalam Single Raw bibit yang ditaruh hanya satu batang.lalu tutup dengan tanah gembur. F. Sedangkan untuk Pola tanam Patok rumpun. Caranya taruh /tancapkan 3batang bibit yang sudah di potong-potong dengan ukuran 25cm.(23mata tunas)kedalam parit dengan posisi tegak agak miring (+ 30 derajat) tutup dengan pupuk kandang atau tanah gembur setinggi 75% dari panjang batang bibit (20cm.)dengan agak ditekan agar bibit tidak berrubah posisi.tanam bibit dengan jarak 50cm. dan seterusnya sampai panjang parit terpenuhi. Ingat hal terpenting dalam penanaman dilahan tegalan/darat yang harus diperhatikan adalah waktu mulaii tanam hendaknya dilakukan ketika awal akan musim hujan.karena dalam masa itulah fase pertumbuhan mulai berkembang.dan sangat membutuhkan ketersediaan air yang cukup.tapi tidak terlalu basah (sekitar bulan Oktober November )

BAB VII PEMELIHARAAN TANAMAN Pemeliharaan tanaman dalam budidaya tanaman tebu pada prinsipnya adalah untuk mengusahakan agar tanaman dapat tumbuh dengan subur, banyak anakan, dan mendapat rendemen gula yang tinggi. Kegiataan pokok memelihara tanaman meliputi : A. Penyulaman Penyulaman bertujuan untuk mengganti tanaman yang rusak atau mati dan menjaga agar lahan tidak terlalu banyak yang kosong. Penyulaman sebaiknya disesuaikan dengan umur tanaman yang sama.untuk penyulaman dalam system tanam Double Raw. Atau system Patok rumpun tidaklah akan sebanyak sisitem Single Raw. Teknik penyulaman yaitu dengan cara menanam/menancapkan batang bibit cadangan yang telah disimpan (20%)dengan posisi miring sedalam 20cm.diatas permukan lahan yang kosong. Jaga jangan sampai tunas patah. B. Pemupukan Pemupukan bertujuan untuk supaya tanaman bisa tumbuh subur dan menghasilkan secara Optimal. Tetapi haruslah dijaga dan diperhatikan pemakaian obat Anorganik yang berlebihan dapat merusak keseimbangan Alam dan tanaman itu sendiri. Pemupukan dilakukan dalam 2-3 tahap Aplikasi. Dengan cara ditaburkan diantara baris tanam dan ditimbun dengan tanah agar supaya menjaga penguapan/pupuk terbawa air.(sebaiknya pemupukan dilakukan bersamaan dengan pembunbunan Tahap pertama dan kedua. untuk tahap pertama ketika tanaman tebu berusia antara (1.2 - 2.5bulan ) dengan memakai pupuk Anorganik Urea 50Kg. TSP.100 kg. dan Kcl.50Kg. Tahap Kedua ketika usia tanaman tebu sudah mencapai 5 Bulan setelah tanam dengan komposisi pupuk Anorganik Urea.150Kg. Tsp.50Kg. Kcl.50Kg.sementara untuk Pemupukan Tahap ketiga 50Kg.Urea diaplikasikan ketika usia tanam mencapai 7 Bulan. Dilihat dari perkenbangan pertumbuhan tanaman ada baiknya untuk Aplikasi terakhir Pupuk Anorganik Tanaman tebu yang banyak mengandung bahan aktif Sulfur seperti pupuk (ZA.)

C. Penyiraman Penyiraman biasanya dilakukan menurut kebutuhan tanaman dan bergantung pada keadaan air tanah. Prinsipnya pengairan sangat diperlukan ketika tanaman dalam masa fase pertumbuhan. Dan ketika 3 hari setelah pemupukan. D. Pembunbunan Membunbun bertujuan untuk membuat tanah menjadi gembur dan sirkulasi udara dalam tanah. Menjadi lancar sehingga pertumbuhan akar dalam menyerap unsur hara lebih optimal. Selain daripada hal tersebut diatas tujuan dari pembunbunan adalah menjaga supaya tanaman tidak roboh. E. Kletek Daun Keletek adalah pekerjaan membuang daundaun yang kering dan kuning serta sobek-sobek, tujuannya agar batang tebu yang sudah dewasa dapat terjemur matahari sehingga bisa meningkatkan rendemen kadar gula dalam tebu. HAMA DAN PENYAKIT A. HAMA PADA TANAMAN TEBU. Hama pada tanaman Tebu, Penggerek batang garis (Proceras caccahariphagus)Penggerek batang Kilat (Chilitrae auricilia) penggerek batang Kuning(chilotraea) Gejala dan akibat. Daun terbuka dan mengalami Khlorosis pada bagian pangkalnya. Terdapat titik-titik atau garis berwarna merah dipangkal daun. sebagian daun tidak dapat tumbuh lagi, kadang-kadang batang menjadi busuk dan berbau tidak enak.( seperti kena Penyakit ganjur ) pengendalianya dengan cara menyuntikan obat Furadan 3G (0.5Kg./Ha.) pada waktu tanaman berumur3-5 Bulan.dilakukan jika tanaman yang terserang lebih dari 400 batang dalam 1 Hektar. Hama Tikus Pengendalian bisa dilakukan dengan cara Pengasapan atau Festisida Reagent.serta membiarkan tidak membunuh Predator alami seperti Ular dan burung elang. Babi hutan penanggulangannya dengan cara diburu,dibunuh atau dengan meracun Racun dibuat dari Fosfor/fosfid yang dimasukan kedalam telur. Atau dengan singkong yang telah direbus dengan air kelapa. Hal.9

Hal.8

A. Penyakit pada Tanaman tebu. Penyakit tanaman tebu Pokkahbung penyebabnya Virus Gibbrela moniliformis sasaran dari virus ini adalah daun, pada stadium lanjut dapat menyerang batang. Gejala bisa terlihat dari adanya noda merah pada bintik khlorosis pada helai daun, banyaknya lubang-lubang pada daun sehingga daun dapat robek serta tidak membuka( cacat daun) garis-garis merah dibatang,dan ruas membengkak.pengendalian dengan cara memakai bibit resisten, insektisida Bulur Bordeoux 1% dan pengembusan kapur tembaga. BAB XI PENGATURAN WAKTU TANAM UNTUK PANEN RUTIN Seperti ulasan diatas bahwa jadwal waktu tanam memegang peranan penting dalam hal budidaya tanaman tebu terutama pada lahan tegalan/Darat. (tadah Hujan) ketersedian air yang terbatas ini akan sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman apabila dalam fase pertumbuhan tanaman tebu kekurangan air.diluar daripada itu lahan tadah hujan umumnya memiliki kontur tanah yang tidak datar. Akan terjadi kesulitan dalam hal penggangkutan Bibit atau hasil panen apabila sarana jalan produksi lintasan angkut tidak tersedia sehingga ini akan memakan waktu yang lama. Dalam hal penanaman atau pemanenan nanti.hal tersebut akan bias ditanggulang dengan mengatur ketepatan waktu tanam sangatlah kita bisa mempelajari situasi alam suatu daerah apabila kita akan membudidayakan tanaman tebu.karna suatu daerah memiliki kesamaan dan tidak jarang ada perbedaan tentang kondisi iklim. Yang harus disesuaikan dengan sipat tanah.Umumnya untuk areal tanam pada lahan tegalan tadah hujan penanaman dilakukan sebelum musim hujan tiba ( sekitar bulan September- pertengahan Oktober.) dan untuk pemanenan jatuh pada ( Bulan Agustus Oktober.)

BAB XII PENGOLAHAN GULA MERAH PADAT DAN CAIR Tanaman tebu merupakan bahan baku untuk pembuatan gula baik diolah secara industri besar (menghasilkan Gula putih kristal) ataupun Rumahan/Home Industri (menghasilkan Gula merah Padat dan cair.) disini kami akan coba menerangkan cara pengolahan tanaman Tebu menjadi Gula merah padat dan Cair. Pengolahan Gula merah dewasa ini banyak dilirik oleh para pengusaha kelas menengah. Terbukanya pasar konsumsi masyarakat akan kebutuhan gula yang tiap tahun meningkat. Menjadikan Industri gula merah merupakan salah satu industri yang berpotensi besar meraup keuntungan, BAB X. HAMA DAN PENYAKIT B. HAMA PADA TANAMAN TEBU. Hama pada tanaman Tebu, Penggerek batang garis (Proceras caccahariphagus)Penggerek batang Kilat (Chilitrae auricilia) penggerek batang Kuning(chilotraea) Gejala dan akibat. Daun terbuka dan mengalami Khlorosis pada bagian pangkalnya. Terdapat titik-titik atau garis berwarna merah dipangkal daun.sebagian daun tidak dapat tumbuh lagi, kadang-kadang batang menjadi busuk dan berbau tidak enak.( seperti kena Penyakit ganjur ) pengendalianya dengan cara menyuntikan obat Furadan 3G (0.5Kg./Ha.) pada waktu tanaman berumur3-5 Bulan.dilakukan jika tanaman yang terserang lebih dari 400 batang dalam 1 Hektar. Hama Tikus Pengendalian bisa dilakukan dengan cara Pengasapan atau Festisida Reagent.serta membiarkan tidak membunuh Predator alami seperti Ular dan burung elang. Babi hutan penanggulangannya dengan cara diburu,dibunuh atau dengan meracun Racun dibuat dari Fosfor/fosfid yang dimasukan kedalam telur. Atau dengan singkong yang telah direbus dengan air kelapa. C. Penyakit pada Tanaman tebu. Penyakit tanaman tebu Pokkahbung penyebabnya Virus Gibbrela moniliformis sasaran dari virus ini adalah daun, pada stadium lanjut dapat menyerang batang. Gejala bisa terlihat dari adanya noda merah pada bintik khlorosis pada helai daun, banyaknya lubang-lubang pada daun sehingga daun dapat robek

serta tidak membuka( cacat daun) garis-garis merah dibatang,dan ruas membengkak.pengendalian dengan cara memakai bibit resisten, insektisida Bulur Bordeoux 1% dan pengembusan kapur tembaga.

Hal.10

GABUNGAN KELOMPOK TANI (GAPOKTAN )

JAKA TARI SAKTI


DESA CIMANIS KECAMATAN SOBANG KAB. PANDEGLANG
Jln.Raya sobang cigeulis KM.183 Desa Cimanis Kec. Sobang Kode Pos 42281

Nomor Lampiran Perihal

: 056 / -Gapoktan/2/2013. :: Pengajuaan Proposal Demplot / SL.

Kepada Yth. Kapala Distanbun. Kab.Pandeglang Melalui Kepala bidang. Perkebunan Di tempat

Salam sejahtera Teriring Do`a semoga Bapak selalu dalam keadaan sehat, dan mendapat Rahmat serta Hidayah dari Alloh swt. Amiiin Perlu bapak ketahui bahwa di Desa kami telah ada pengembangan usaha Budi daya tanaman semusim ( Tebu ) sejak tahun 2009 sampai Sekarang, serta didukung dengan Industri kecil pengolahan hasil tanaman tebu berupa gula Merah Padat dan Cair. ( Home Industri ) semua usaha tani tersebut masih dikembangkan secara perorangan dan masih dalam skala kecil dengan sistem Bapak angkat. Maka atas dasar tersebut, kami Pengurus Gapoktan JAKA TARI SAKTI Desa Cimanis mengajukan untuk diadakan Analisa pembudidayaan tanaman semusim( Tebu ) sebagai media pengenalan kepada masyarakat secara luas khususnya dilingkungan desa Cimanis. dengan mengadakan Demplot percontohan kebun dilahan milik BPP. Kecamatan Sobang. Seluas 5 Ha. Beserta 1 unit industry pengolahan hasil, skala Mikro. ( Home Industri ) Tujuan daripada diajukannya Demplot kebun, yaitu untuk melihat lebih nyata, sebagai Referensi uji materi kelayakan usaha produktif perkebunan tersebut kepada Masyarakat. Melalui pengenalan tanaman semusim untuk pemanfaatan lahan darat tadah hujan, hasil ini kedepan diharapkan dapat memberi pencerahan dan pengetahuan tentang usaha tani dari hulu sampai hilir, atau memberi pengenalan lebih jauh kepada petani untuk merubah sebuah pola pertanian yang lebih bisa meningkatkan produk dan produktifitas pertanian. Yang pada tujuan akhirnya ini dapat meningkatkan tarap hidup para petani.( Merevitalisasi budaya tanam masyarakat yang kurang Produktif kearah yang lebih Produktif ) Sebagai bahan kajian bapak, selain Rencana Kegiatan usaha dan RAB. kami lampirkan juga buku yang telah kami susun berdasarkan pengalaman dilapangan mengenai perkembangan budidaya dan analisis kelayakan usaha kebun tebu di desa kami, Demikian proposal ini kami buat, sangatlah berharap ajuan proposal ini mendapat tanggapan dan tindakan lanjut berupa realisasi bantuan yang nantinya akan sangat dapat membantu kami para petani tebu di desa Cimanis. Kecamatan sobang. Terima kasih. Cimanis, 25 Februari 2013. Hormat kami Gapoktan JAKA TARI SAKTI Ketua

AGUS MISBAH GUNAWAN

PROPOSAL
DEMPLOT SEKOLAH LAPANG (SL.) DAN PENGOLAHAN HASIL.

TANAMAN SEMUSIM (TEBU.)


SUMBER DANA ALOKASI KHUSUS APBD.KABUPATEN TH.2013.(DAK.2013.)

GABUNGAN KELOMPOK TANI JAKA TARI SAKTI DESA CIMANIS KECAMATAN SOBANG PANDEGLANG

GABUNGAN KELOMPOK TANI (GAPOKTAN )

JAKA TARI SAKTI


DESA CIMANIS KECAMATAN SOBANG KAB. PANDEGLANG
Jln.Raya sobang cigeulis KM.183 Desa Cimanis Kec. Sobang Kode Pos 42281

Nomor Lampiran Perihal

: 057 /-Gapoktan/2/2013. :: Pengajuan Proposal Demplot/SL.

Kepada Yth. Kepala Distanbun Kab. Pandeglang Melalui Kabid. Ketahanan Pangan Di tempat

Dengan Hormat

Anda mungkin juga menyukai