Anda di halaman 1dari 8

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penyusunan makalah ini dapat diselesaikan. Makalah ini kami susun sebagai tugas dari mata kuliah Kimia Oseanografi yang menjelaskan tentang Termoklin. Kami sadar bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.Oleh karena itu,kritik dan saran yang bersifat membangun sangat di butuhkan demi perbaikan makalah ini. Demikianlah makalah ini kami susun. Semoga bermanfaat, dan dapat memenuhi tugas mata kuliah Kimia Oseanografi.

Makassar, 19 Maret 2013

Penyusun

BAB I PENDAHULUAN

Oseanografi terdiri dari dua kata: oceanos yang berarti laut dan graphos yang berarti gambaran atau deskripsi (bahasa Yunani). Secara sederhana kita dapat mengartikan oseanografi sebagai gambaran atau deskripsi tentang laut. Dalam bahasa lain yang lebih lengkap, oseanografi dapat diartikan sebagai studi dan penjelajahan (eksplorasi) ilmiah mengenai laut dan segala fenomenanya. Laut sendiri adalah bagian dari hidrosfer. Seperti kita ketahui bahwa bumi terdiri dari bagian padat yang disebut litosfer, bagian cair yang disebut hidrosfer dan bagian gas yang disebut atmosfer. Sementara itu bagian yang berkaitan dengan sistem ekologi seluruh makhluk hidup penghuni planet bumi dikelompokkan ke dalam biosfer. Dalam oseanografi dikenal dua istilah untuk menentukan temperatur air laut yaitu temperatur insitu (selanjutnya disebut sebagai temperatur saja) dan temperatur potensial. Temperatur adalah sifat termodinamis cairan karena aktivitas molekul dan atom di dalam cairan tersebut. Semakin besar aktivitas (energi), semakin tinggi pula temperaturnya. Temperatur menunjukkan kandungan energi panas. Energi panas dan temperatur dihubungkan oleh energi panas spesifik. Energi panas spesifik sendiri secara sederhana dapat diartikan sebagai jumlah energi panas yang dibutuhkan untuk menaikkan temperatur dari satu satuan massa fluida sebesar 1o. Jika kandungan energi panas nol (tidak ada aktivitas atom dan molekul dalam fluida) maka temperaturnya secara absolut juga nol (dalam skala Kelvin). Jadi nol dalam skala Kelvin adalah suatu kondisi dimana sama sekali tidak ada aktivitas atom dan molekul dalam suatu fluida. Temperatur air laut di permukaan ditentukan oleh adanya pemanasan (heating) di daerah tropis dan pendinginan (cooling) di daerah lintang tinggi. Kisaran harga temperatur di laut adalah -2o s.d. 35oC.

BAB II ISI

A. Definisi Termoklin (Metalimnion) Termoklin secara umum adalah lapisan tipis yang berbeda dalam tubuh besa cairan (misalnya air laut dan danau), di mana perubahan suhu lebih cepat dengan kedalaman daripada yang dilakukannya di lapisan atas atau bawah. Di laut, termoklin dapat dianggap sebagi selimut tak terlihat yang memisahkan lapisan campuran atas dari air yang tenang. Diketahui bahwa lapisan termoklin berada di kedalaman 200 1000 meter dibawah permukaan laut dan semakin turun, suhu air menjadi turun secara drastis. Diatas lapisan termoklin terdapat zona epipelagis atau yang biasa disebut zona fotik. Varian menjelaskan bahwa Zona ini memiliki rentang sekitar 0 150 meter dari permukaan laut di mana cahaya masih memungkinkan untuk keberlangsungan proses fotosintesis .

Gambar 1. Lapisan Termoklin

B. Ciri ciri dari Lapisan Termoklin Dalam lapisan termoklin, gradien suhu turun secara drastis sesuai dengan

pertambahan kedalaman sebesar 0.1C untuk setiap pertambahan kedalaman satu meter . Akibatnya suhu menurun secara teratur sesuai dengan kedalaman. Semakin dalam suhu akan semakin rendah atau dingin. Hal ini diakibatkan karena

kurangnya intensitas matahari yang masuk ke dalam perairan. Di lapisan ini memiliki karakteristik dengan derajat suhu airnya sangat rendah, sedikit oksigen, dan sangat sedikit mendapatkan cahaya. dan secara umum terdapat sumber makanan yang di turunkan dari lapisan diatasnya sehinga banyak organisme yang tumbuh dan berkembang dengan subur di sini. beberapa contoh organisme yang tumbuh dan memanfaatkan lapisan ini diantaranya anglerfish, beberapa hiu yang memanfaatkan untuk migrasi, ubur-ubur, udang dan cumi-cumi. Untuk pH termoklin dilihat lokasi tempatnya karena pH termoklin kurang lebih samadengan tingkat keasaman perairan. C. Manfaat Termoklin Pada iklim yang lebih dingin, sifat dari menyebabkan fenomena yang disebut stratifikasi. Apabila pada musim panas itu, air yang lebih hangat memiliki kepadatan yang lebih rendah berada di atas air dingin dan padat yang tenggelam ke bawah. Air yang hangat dipanaskan oleh matahari, ini adalah sistem yang stabil, dan ada sedikit percampuran antara air panas dan air dingin. Hal ini menyebabkan pada musim panas sedikit oksigen dibawah termoklin, karena air ini tidak pernah muncul ke permukaan. Pada musim dingin, suhu secara bertahap jatuh di permukaan air sampai mendekati 40 0C, ini adalah temperatur ketika air lebih berat. Pada suhu ini air danau mengalami stratifikasi atau pembalikan, dimana termoklin menghilang. Semua air di danau kemudian bercampur dengan air pada lapisan permukaan. Bila suhu terus menurun, di tempat dimana hal ini terjadi, permukaan air cukup dingin untuk membekukan dan meletakan es di permukaan.Hal ini kemudian membentuk termoklin baru, dimana air terberat (40C) tenggelam ke bawah dan air yang ringan (dingin) naik keatas.

Archimedes yang mengatakan bahwa zat yang memiliki massa jenis lebih kecil dari air akan mengapung di air, zat yang memiliki massa jenis sama dengan massa jenis air akan melayang dan zat yang memiliki massa jenis lebih besar dari air akan tenggelam. Air dalam fase es lebih ringan dibandingkan fase cairnya, ini merupakan sifat anomali air. Akibat anomali air ini, lapisan es pasti berada dipermukaan air (karena lebih ringan dari yang suhunya dibawah 4 derajat celcius), ini sangat bermanfaat untuk mengisolasi air dari suhu udara diatasnya sehingga dibawah permukaan es masih terdapat air dalam keadaan cair. Air di bawah permukaan tidak dapat membeku karena adanya panas bumi sehingga suhu di dasar laut belum tentu lebih rendah dari permukaan air laut. Sehingga untuk daerah yang beku seperti kutub air yang ada di bawah es tidak membeku.

MAKALAH KIMIA OSEANOGRAFI

TERMOKLIN

Disusun oleh : Pranakasih Merry Paembonan Wa Ode Veby Verlina Ibthy Samatul Aminah (H31111001) (H31111023) (H31110282) (H31110901)

JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2013

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2013, Termoklin, (online) (http://connect2water.com/id/info/thermocline Diakses tanggal 18 Maret 2013 pukul 18.32 WITA). Hertanto, B., H., 2012, Sifat Fisik Air Laut, (online) (http://geoenviron.blogspot.com /2012/04/sifat-fisik-air-laut.html diakses tanggal tanggal 18 Maret 2013 pukul 15.08 WITA). Prasetio, H., 2011, Lapisan Termoklin di Perairan, (online) (http://hanggarprasetio. wordpress.com/2011/01/26/lapisan-termoklin-di-perairan/ diakses tanggal tanggal 18 Maret 2013 pukul 14.09 WITA). Queen, TNTI., 2011, Memahami Lapisan Termoklin, (online) (http://tntigeofizik.blogspot.com/2011/05/memahami-lapisan-termoklin.html diakses tanggal 18 Maret 2013 pukul 21.51 WITA). Susanti, V., 2012, Lapisan Perairan, (online) (http://blog.ub.ac.id/susaaan/2012/08/ 01/lapisan-perairan diakses tanggal 18 Maret 2013 pukul 13.34 WITA).

BAB III PENUTUP

Kesimpulan: 1. Termoklin mempunyai defenisi lapisan tipis yang berbeda dalam tubuh besa cairan (misalnya air laut dan danau), di mana perubahan suhu lebih cepat dengan kedalaman daripada yang dilakukannya di lapisan atas atau bawah.

2.

Ciri-ciri lapisan termoklin, adalah gradien suhu turun secara drastis sesuai dengan pertambahan kedalaman, memiliki karakteristik dengan derajat suhu airnya sangat rendah, sedikit oksigen, dan sangat sedikit mendapatkan cahaya.

3.

Manfaat termoklin, menyokong kehidupan dalam perairan, terutama di daerah yang mesuhu ekstrim (dingin).