Anda di halaman 1dari 24

PRAKTIKUM SISTEM KOMUNIKASI DIGITAL

PRAKTIKUM SISTEM KOMUNIKASI DIGITAL LABORATORIUM SISTEM TELEKOMUNIKASI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS UDAYANA

LABORATORIUM SISTEM TELEKOMUNIKASI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS UDAYANA

PERCOBAAN I SAMPLING DAN REKONSTRUKSI SINYAL

1.1 Tujuan

1. S/H (Sample and Hold) sebagai metode sampling.

2. PAM (Pulse Amplitude Modulation) sebagai metode sampling.

3. PCM (Pulse Code Modulation).

4. Pengaruh dari frekuensi sampling pada kualitas rekonstruksi.

1.2 Peralatan

1. TPS-3491.

2. Power Supply.

3. Banana wires.

4. Flat Cables.

1.3 Dasar Teori

Pada percobaan ini, kita akan menghubungkan sebuah sinyal ke input ADC,mengubahnya ke bentuk biner dan kemudian menyusunnya kembali dengan DAC.

Sinyal masuk

ADC
ADC

DAC

menyusunnya kembali dengan DAC. Sinyal masuk ADC DAC sinyal keluar Blok diagram konverter ADC dan DAC

sinyal keluar

Blok diagram konverter ADC dan DAC

Percobaan ini akan melakukan konversi dengan beberapa metode sampling. TPS-3491trainer terdiri dari 3 switch yang menentukan metode sampling dan metode rekonstruksi,sesuai dengan angka biner yang ditunjukkan. ADC pada alat diatas mengoperasikan konversi sesuai dengan clock pada sistem.Clock rate dapat dirubah secara diskrit dan tidak dalam bentuk yang kontinyu. Clock mempunyai 4 rate yang berbeda. Biasanya, sebuah sistem khusus dibangun untuk setiap metode sampling dan modulasi. TPS-3491 trainer dimaksudkan untuk mendemonstrasikan berbagai macam metode dan itulah sebabnya TPS-3491 dibuat dalam sebuah cara yang khusus. ADC dikontrol oleh mikrokontrolernya sendiri dan DAC dikontrol oleh mikrokontrolernya sendiri. Dalam hal ini,beberapa metode sampling dan konversi dapat diperlihatkan didalam sistem dan metode yang diinginkan dapat dipilih dengan switch.

2

1.3.1 Sample dan Hold (S/H) Pada metode ini, dalam setiap sampling, sinyal input pada ADC ditahan dalam nilai akhir sampai sampling berikutnya. Sampling dan holding sinyal biasanya dilakukan pada input ADC seperti gambar berikut :

Sinyal Masuk

Clock
Clock

Sinyal Keluar

Proses Sample and Hold pada input ADC

Jika sinyal input adalah sebuah sinyal sinus, sinyal outputnya akan seperti berikut:

sebuah sinyal sinus, sinyal outputnya akan seperti berikut: Sinyal digital hasil proses Sample and Hold pada

Sinyal digital hasil proses Sample and Hold pada ADC

Switch yang dimaksud adalah sebuah switch elektronik (switch analog). Pada setiappulsa clock, switch tertutup, dan kapasitor diisi dengan tegangan sinyal input.

Setelah itu, switch terbuka dan tegangan disimpan dalam kapasitor sampai pulsa clock berikutnya. S/H banyak digunakan pada input ADC untuk menjaga tegangan konstan selama proses konversi. Bila tegangan pada input ADC akan diubah selama proses konversi, ini dapat menyebabkan kesalahan yang fatal walaupun perubahannya kecil. Ini tergantung dari metode konversi dan tegangan input. Sebagai contoh, jika hasil konversi yang seharusnya 10000000 dan tegangannya akan berubah sedikit dan mengakibatkan data menjadi 01111111 selama proses konversi, kemudian kita dapat menerima basil yaitu 11111111 sebagai pengganti dari

10000000.

3

Sistem penerima memisahkan sample dan merekonstruksi sinyal sample. Untuk menunjukkan metode PAM, kita juga menghubungkan output ADC ke input DAC. Pada switch yang dipilih, kita mengatur kombinasi 001. Output sistem (output DAC) akan berjalan sesuai dengan otuput sistem PAM.

1.3.3 Pulse Code Modulation (PCM)

Operasi pengkodean adalah sebuah sinyal sampling analog dengan sebuah ADC dan kumpulan angka biner. Kumpulan angka itu akan dapat ditransmisikan secara digital (paralel atau seri), pada rate sampling yang sama atau pada rate yang lain, untuk disimpan didalam memori, dan lain-lain. Jumlah bit pulsa adalah sebuah fungsi dari resolusi konversi. Untuk sinyal suara pada papan switch, ini biasanya menggunakan resolusi konversi 8 bit. Untuk penyimpanan musik(contohnya pada CD), digunakan resolusi konversi yang lebih besar.

Merekonstruksi sebuah sinyal dari codenya dilakukan dengan DAC. Biasanya kita menerima sebuah sinyal berbentuk tangga sesuai dengan resolusi konversinya. Untukmelembutkan sinyal pada output DAC, sinyal melewati filter dimana filter dengan harmonisasi tinggi dan mengirimkan sinyal diskrit untuk sebuah sinyal analog. Modulasi PCM adalah sebuah metode konversi yang tidak ekonomis dalam bit data.Sebagai contoh, perkirakan bahwa sinyal disample pada rate 8000 (8K) sample per detik. Ini berarti bahwa, setiap saat dari pembicaraan atau musik, ditunjukkan oleh 8x 8K bit (64K bit).lni juga membutuhkan perluasan rate transmisi. Sebuah standar transmisi digital langsung adalah 64K bit per detik.

1.3.4 Delta Modulation (AM)

Modulasi delta menyimpan sejumlah bit yang dibutuhkan untuk pengkodean sinyal.Pada metode ini setiap sample ditunjukkan oleh sebuah bit tunggal. ( 0' dan '1')

pada setiap sample sistem membangun sebuah sinyal analog dengan menaikkan atau menurunkan nilai sebelumnya dalam sebuah langkah konstan. Sistem membandingkan sinyal ini dengan sample sinyal analog dan membuat keputusan tentang langkah selanjutnya. Setiap keputusan membuat bit '0' atau '1' yang sesuai.

5

Sebagai contoh, sebuah sinyal sinus akan diterjemahkan ke sinyal digital dalam modulasi delta sebagai berikut :

ke sinyal digital dalam modulasi delta sebagai berikut : Proses ADC dengan Modulasi Delta Sistem sampling

Proses ADC dengan Modulasi Delta

Sistem sampling membangun tingkatan sinyal dan membandingkannya dengan sinyal sample menuruti formasi binernya.Mengetahui bahwa dalam sinyal dengan perubahan yang cepat, point exist dimana tingkatan sinyal tidak dapat mengikuti perubahan sinyal sampling yang cepat secara akurat. Contohnya:

sinyal sampling yang cepat secara akurat. Contohnya: Proses ADC dengan Modulasi Delta Semakin tinggi frekuensi

Proses ADC dengan Modulasi Delta

Semakin tinggi frekuensi sampling, langkah yang dibutuhkan semakin kecil dan pendekatan sinyal yang direkonstruksi terhadap sinyal awal lebih besar. Sebuah garis lurusakan dijelaskan oleh 01010101. Modulasi delta lebih ekonomis dibandingkan dengan metode PCM. 1.3.5 Pengaruh Frekuensi Sampling terhadap Kualitas Rekonstruksi Semakin tinggi frekuensi sampling, langkah rekonstruksi sinyal di penerima semakin kecil dan pendekatan pada sinyal awal lebih besar. Dalam proses matematika sebagai proses pengoperasian filter (dimana menunjukkan proses matematika) kita juga dapat merekonstruksi sinyal analog dalam frekuensi sampling yang kecil. Ada aturan dalam proses sampling, yang menentukan bahwa sebuah sinyal dapat direkonstruksi jika frekuensi sampling paling tidak dua kali lebih besar dari

6

frekuensinya. Ini akan terlihat aneh, karena jika kita mengambil sinyal sinus sebagai contoh dan mengambil samplenya dua kali dalam satu siklus, kita dapat gelombang rektangular tidak sarna semuanya dengan sinyal sinus. Tetapi bila kita mengaktifkan filternya, dimana filter dalam harmonisasi tinggi, kita dapat gelombang sinus dalam bentuk yang baru dari gelombang persegi. 1.4 Langkah Percobaan

1. Hubungkan TPS-3491 dengan power supply.

2. Hubungkan power supply dengan main.

3. Atur panel switch seperti berikut :

SI 1CH S2 - LNR (Linear) S3 - AMR (Tidak Penting) S4 - 0

S5 - 0 ADC- DAC

S6 - 0 S 12 - Clock S15 - High S16 - F2

4 Hubungkan input ADC dengan output DAC.

5 Hubungkan output ADC dengan LED disebelahnya.

6 Hubungkan output switch dengan input DAC.

7 Hubungkan multitester dengan output DAC.

8 Ubah switch DAC dan periksa perubahan pada LED di ADC.

9 Ukur tegangan output DAC dan tulis pada tabel dibawah :

Tabel 1.1. Pengukuran tegangan keluaran DAC

StatusSwitch

NO. Hexa

NilaiDesimal

TeganganKeluaran ( V )

Status LED

00000000

OOH

     

00000001

01H

     

00000010

02H

     

00000100

04H

     

00001000

08H

     

00010000

IOH

     

00100000

20H

     

01000000

40H

     

7

10000000

80H

11111111

FFH

10 Buat kesimpulan tentang akurasi perubahan yang terjadi.

11 Putuskan hubungan input DAC dengan switch.

12 Putuskan hubungan input ADC dengan output DAC.

13 Hubungkan output ADC dengan LED disebelahnya.

14 Hubungkan output LED dengan input DAC.

15 Hubungkan input ADC dengan output Vvar.

16 Ubah Vvar dan tulis nilainya dalam tabel.

Tabel 1.2. Pengukuran tegangan keluaran ADC

Input Analog

No. LED Biner

No Hexadesimal

Output Analog

OV

     

0.5

V

     

1 V

     

1.5

V

     

2V

     

2.5

V

     

3V

     

3.5V

     

4V

     

4.5

V

     

Sample And Hold ( S/H )

17 Putuskan hubungan input ADC dari output Vvar.

18 Hubungkan input ADC dengan output sistern generator sinyal.

19 Hubungkan input CHI dengan output sinyal generator.

20 Set sinyal sinus pada amplitude 2V (4 Vp-p) dan frekuensi 500 Hz.

21 Hubungkan input CH2 dengan output DAC.

22 Gambarkan sinyal yang diterirna.

23 Ubah frekuensi sampling rnenjadi Fl.

24 Garnbarkan sinyal yang diterirna.

8

25

Set frekuensi sampling kernbali ke F2.

26

Naikkan frekuensi generator perlahan-Iahan dan amati sinyal outputnya.

27

Gambarkan sinyal yang diterima pada frekuensi 1000 Hz dan 1500 Hz.

Catatan: Lewatkan sinyal melalui filter band-pass atau filter low-pass, filter akan menyelipkannya dan kita akan mendapat sinyal yang sarna dengan sinyal input.

28

Atur sinyal segitiga pada amplitudo 2 volt (4 Vp-p) dan frekuensi 500 Hz.

29

Hubungkan input CH2 ke output DAC.

30

Gambarkan sinyal yang diterima.

31

Ubah frekuensi sampling ke Fl.

32

Gambarkan sinyal yang diterima.

33

Set frekuensi sampling kembali ke F2.

34

Naikkan frekuensi generator perlahan-lahan dan amati sinyal outputnya.

35

Gambarkan sinyal yang diterima pada 1000 Hz dan 1500 Hz.

PAM

36

Atur kombinasi 001 pada switch S4 sampai S6. Kombinasi ini mengatur sistem ke mode PAM.

37

Atur sinyal generator ke frekuensi 500 Hz (4 Vp-p).

38

Gambarkan sinyal output DAC untuk gelombang segitiga dan gelombang sinus.

Voice Sampling and Its Reconstruction

39 Putuskan hubungan input ADC dari generator.

40 Hubungkan input ADC ke output preamplifier.

41 Masukkan mikrofon kedalam preamplifier.

42 Hubungkan output DAC ke input audio amplifier.

43 Atur frekuensi clock ke F2 pada range tinggi.

44 Bicaralah lewat mikrofon dan dengarkan suara anda pada speaker.

45 Ubah gain audio amplifier sampai anda mendapatkan suara yang bagus.

46 Ubahlah frekuensi clock ke Fl.

Laporan percobaan:

1. Kumpulkan seluruh hasil percobaan dan pengukuran. Dalam tiap hasil di dalam tabel, tulis nama eksperiment dan gambar circuit experiment.

2. Bandingkan nilai pengukuran dengan nilai yang tertulis.

9

PERCOBAAN II QPSK TRANSMITTING & RECEIVING

2.1 Tujuan

1. Membuat gelombang QPSKyang termodulasi

2. Demodulasi sinyal menggunakan modulator QPSK.

2.2 Peralatan yang diperlukan

1. TPS-3431

2. Power Supply

3. Oscilloscope dua channel

4. Banana wires

2.3 Dasar Teori

Pada metode ini, rangkaian modulasi memodulasi dua bit data setiap waktu dan mengirimkannya pada phase yang berbeda. Dua bit biner mempunyai empat kemungkinan model yaitu: 00, 01, 10 dan 11. Modulator mengirim gelombang pada phase yang bermacam-macam secara berurut. Terdapat dua metode untuk pergeseran phase. Satu pergeseran phase sepanjang lingkaran (0°,90°, 180°,270°) dan yang lainnya terjadi sepanjang setengah darilingkaran (0°,60°, 120°, 180°). Metode dari. pergeseran phase selama memenuhi lingkaran lebih sulit untuk pendeteksian. Detektor harus mengidentifikasi pergeseran fasa (nilai absolut) dan arah pergeseran. Sudut 90° dan 270° (-90°) mempunyai pergeseran phase yang sama tapi salah satunya positif sedangkan yang lainnya negative. Detektor XOR mendapatkan nilai absolut dari pergeseran phase. Mari kita mendemonstraikannya.

Detektor XOR mendapatkan nilai absolut dari pergeseran phase. Mari kita mendemonstraikannya. Ekstraksi nilai absolut 10

Ekstraksi nilai absolut

10

Gelombang FI (FI + °) sama dengan gelombang FI ED(FI - °). DetektorXOR sangat sederhana dan mengijinkan kita untuk menggunakan pergeseran phase seperti berikut ini: 0°, -60°, 120°, 180°. Karakteristik dari pergeseran phase ini sarna dengan pergeseran phase 0°, 60°, 120°,180°. Tapi pada sisi lain yaitu lebih sederhan untuk diterapkan. Pada desain sistem,karakteristik ini lebih mengacu untuk mengurangi kebutuhan pengukuran sebanyak mungkin. Kebalikan phase dari 180° adalah sangat sederhana (menggunakan amplifier pembalik). Pada 0°,60°, 120°, 180°, kita memerlukan dua pergeseran phase amplifier dan satu amplifier pembalik. Pada 0°, -60°, 120°, 180°, hanya satu pergeseran phase amplifier dan dua amplifier pembalik yang dibutuhkan. Pergeseran phase 120°, diterima dengan membalikkan output dari pergeseran phase -60°. Rangkaian penerima membuat dua bit yang sesuai dengan phase dari gelombang yang diterima. Pada cara ini, masing-masing pengiriman bit terdiri dari 2 bit data. Menggunakan metode ini, memungkinkan untuk mengirim pada tingkat pengiriman yang dua kali sama cepatnya dengan metode modulasi sebelumnya. Sinyal yang termodulasi dapat dibuat menggunakan switch analog, seperti dibawah ini:

dapat dibuat menggunakan switch analog, seperti dibawah ini: Switch Analog Bit-bit "00", "01",

Switch Analog

Bit-bit "00", "01", "10" dan "11" pada kanal data menyebabkan pengiriman dari gelombang dengan phase 0°, -60°, 120°, 180° secara berurutan. Menggunakan rangkaian pergeseran phase 60°, dan dua amplifier pembalik memungkinkan untuk mendapatkan empat gelombang yang dibutuhkan.

11

Jika pengiriman dari gelombang kotak tidak mengganggu kita (karena bagaimanapun juga, harmonic yang tinggi disaring oleh suatu filter pada input dan tidak terdapat penerima pada daerah yang akan diganggu oleh harmonic ini), hal ini mungkin untuk menggunakan multiplexer digital untuk membuat gelombang yang termodulasi, seperti yang ditunjukkan berikut ini:

yang termodulasi, seperti yang ditunjukkan berikut ini: Multiplexer digital Rangkaian demodulasi yang terdiri dari

Multiplexer digital

Rangkaian demodulasi yang terdiri dari gerbang XOR yang membandingkan gelombang Fl dengan gelombang yang diterima. Suatu resistor kapasitor menyaring tegangan output seperti berikut:

kapasitor menyaring tegangan output seperti berikut: Resistor Kapasitor Jika tidak terdapat pertentangan diantara

Resistor Kapasitor

Jika tidak terdapat pertentangan diantara Sin dan Fl, maka tegangan pada output adalah 0V. Semakin besar perbedaan phase, maka semakin panjang gelombang kotak yang didapatkan. Filter RC mengubah tegangan ini ke tegangan DC, intensitas nya adalah fungsi dari ton. Output filter dihubungkan dengan 3 amplifier pembanding. Masing-masing membandingkan sinyal filter dengan perbedaan tegangan acuan. Output dari pengoperasian amplifier yang dihubungkan dengan rangkaian logic, dimana mengubah modenya ke dua digit biner secara berurutan.

12

Amplifier Yang Dihubungkan Dengan Rangkaian Logic Fl dengan sudut 0° adalah sudut -60° digeser menggunakan

Amplifier Yang Dihubungkan Dengan Rangkaian Logic

Fl dengan sudut 0° adalah sudut -60° digeser menggunakan RC pergeseran phase amplifier dan dibalik agar membuat Fl dengan sudut 120°, seperti gambar dibawah ini:

membuat Fl dengan sudut 120°, seperti gambar dibawah ini: Rangkaian amplifier penggeser phase RC Modulator QPSK

Rangkaian amplifier penggeser phase RC

Modulator QPSK adalah switch analog dengan 4 kanal.

dibawah ini: Rangkaian amplifier penggeser phase RC Modulator QPSK adalah switch analog dengan 4 kanal. Modulator

Modulator QPSK

13

Detektor QPSK adalah seperti berikut:

Detektor QPSK adalah seperti berikut: Detektor QPSK Gerbang NAND menerapkan gerbang XOR 2.4. Langkah Percobaan 1

Detektor QPSK

Gerbang NAND menerapkan gerbang XOR 2.4. Langkah Percobaan

1 Hubungkan trainer ke power supply.

2 Hubungkan power supply ke Mains dan ubah trainer ke posisi ON.

3 Hubungkan data transmitter Dout0 dan Dout1 output ke Din0 dan Din1 input modulator, berturut-turut.

Dout0 dan Dout1 output ke Din0 dan Din1 input modulator, berturut-turut. Set switch BIN/QUAD ke posisi

Set switch BIN/QUAD ke posisi QUAD.

14

4

Hubungkan scope probe CHI ke test point TPI. Anda akan melihat gelombang carrier Fl.

5 Hubungkan scope probe CH2 ke test point TP4. Anda akan melihat gelombang carrier FI dengan pergeseran phase 180°. Gambarkan sinyalnya, yang nampak pada layar scope's.

6 Hubungkan scope probe CH2 ke test point TP5. Anda akan melihat gelombang carrier Fl dengan pergeseran phase 120°. Gambarkan sinyalnya, yang nampak pada layar scope's.

7 Hubungkan scope probe CH2 ke test point TP6. Anda akan melihat gelombang carrier Fl dengan pergeseran phase 60° (300°). Gambarkan sinyalnya, yang nampak pada layar scope's.

8 Gambarkan bentuk sinyal Fl 0°, Fl 60°, Fl 120° dan Fl 180°

bentuk sinyal Fl 0°, Fl 60°, Fl 120° dan Fl 180° 9 Set switch ke binary

9 Set switch ke binary number 00011011.

10 Hubungkan scope probe CHI ke TP3 (transmitter clock).

11 Hubungkan scope probe CH2 keDin0 modulator input. Anda akan melihat transmitted data didalam channel CH2 menurut clock pulses. Anda perlu merubah time base untuk satu penurunan.

12 Hubungkan scope probe CH2 ke Dinl modulator input. Anda akan melihat transmitted data didalam channel CH2 menurut clock pulses. Gambarkan grafik clock pulses, channel signals Dout0 dan Doutl

15

13 Pindahkan probe CH2 output ke modulator output. Sangat sukar melihat perubahan phasenya karena data ratenya lebih rendah dari signal frekwensinya. Signal outputnya sangat tidak stabil. Satu cycle mode dapat membantu anda untuk melihat itu. Gambarnyaadalah statik. Jalankan fungsi ini beberapa kali untuk melihat pergeseranfasenya.

14 Hubungkan QPSK modulator output ke QPSK demodulator input.

15 Hubungkan demodulator output ke penerima data corresponding input. Periksa bahwa binary number yang ditandai oleh switch pada data transmitter yang nampak didalam cahaya pada data receiver.

transmitter yang nampak didalam cahaya pada data receiver. 16 Hubungkan scope probe CHI ke TP9 (

16 Hubungkan scope probe CHI ke TP9 ( the receiver clock ).

17 Hubungkan scope probe CH2 ke Din0 receiver input. Anda akan melihat received data didalam channel CH2 menurut clock pulses.

18 Hubungkan scope probe CH2 ke Dinl receiver input. Anda akan melihat received data didalam channel CH2 menurut clock pulses. Gambarkan grafik clock pulses,channel signals Dout0 danDout1.

19 Ulangi langkah10-18untukbinarynumbers:00110011dan 11100100.

16

PERCOBAAN III PREAMPLIFIER AND MICROPHONE

3.1 Tujuan

1. Mengukur penguatan tegangan dari preamplifier.

2. Mengukur respon frekuensi.

3. Kapasitas mikrofon.

3.2 Peralatan

1. TPS-3481

2. Power supply

3. Generator sinyal (opsional)

4. Oscilloscope (opsional)

5. Banana wires

3.3 DasarTeori

Amplifier memegang peranan penting pada sistem audio video. Beraneka ragam jenis amplifier telah beredar di pasaran saat ini dimana masing-masing produsen amplifier mengklaim bahwa produknyalah yang paling baik. Baik buruknya kualitas dari sebuah amplifier ditentukan oleh parameter-parametemya, biasanya para produsen amplifier sudah mencantumkan nilai dari beberapa parameter yang didapatkan dari hasil pengujian produk tersebut di laboratorium mereka. Pada rangkaian berikut, kita gunakan monolithic amplifier LM386 (dari

eksperimen1.2). Rangkaian amplifier terdiri dari rangkaian:

berikut, kita gunakan monolithic amplifier LM386 (dari eksperimen1.2). Rangkaian amplifier terdiri dari rangkaian: 17

17

Pada gambar diatas terdapat dua perbedaan utama diantara amplifier dan audi oamplifier dari eksperimen diatas. Salah satunya adalah kapasitor kopling pada output. Karena power yang ditransmisikan pada output rendah, sehingga kapasitor kopling kecil.Perbedaan kedua adalah pull up resistor, dimana dihubungkan diantara input dan +V.Resistor diperbolehkan beroperasi pada kapasitansi rnikrofon. Kapasitansi mikrofon seperti sebuah kapasitor kecil dan kapasitasnya berubah sesuai dengan tekanannya. Gelombang suara menggerakkan pelatnya, dimana disesuaikan dengan tertutup dan terbukanya. Resistor R33 memberi muatan kapasitor mikrofon. Ketika kapasitas berubah karena getaran suara, pelat pengisian muatan tidak berubah (proses pengisian muatan dan proses pengosongan memerlukan waktu) dan hal tersebut menyebabkan tegangan diantara pelatnya berubah.

V=

tersebut menyebabkan tegangan diantara pelatnya berubah. V= Tegangannya diperkuat dengan menggunakan amplifier. 3.4

Tegangannya diperkuat dengan menggunakan amplifier.

3.4 LangkahPercobaan

1. Hubungkan TPS-3481 dengan power supply.

2. Hubungkan power supply dengan Mains.

3. Hidupkan trainer.

4. Putar generator sinyal sehingga mendapatkan sinyal sinus dengan frekuensi

1KHz.

5. Hubungkan kabel dari generator output dengan preamplifier input.

6. Hubungkan scope probe CHI dengan preamplifier input.

7. Hubungkan scope probe CH2 dengan preamplifier output.

8. Ubah amplitudo generator hingga didapatkan dua buah sinyal sinus tanpa distorsi pada bagian input dan output.

9. Ukur dan hitung penguatan tegangan amplifier.

10. Ulangi untuk pengukuran dengan frekuensi 2 KHz.

11. Ubah frekuensi generator sehingga memenuhi tabel berikut dengan menjaga teganganVp-p sebesar 1 V pada generator output.

18

f

1K

2K

3K

4K

5K

6K

7K

8K

V0

               

12. Gambar grafik dari tegangan V0 dengan mempertahankan frekuensinya.

13. Putuskan hubungan generator dari input preamplifier.

14. Hubungkan mikrofon (yang datang dengan trainer) pada soket yang terletak dekat dengan amplifier.

15. Bersuaralah di depan mikrofon dan amati sinyal input dan output yang ditunjukkan pada layar.

16. Hubungkan output preamplifier pada input power amplifier (audio amplifier).

17. Bersuaralah di depan mikrofon dan dengarkanlah.

18. Ubah volume dan perhatikan efeknya.

19

PERCOBAAN IV OPTICAL DIGITAL COMMUNICATION

4.1 Tujuan

1. Komunikasi Optik Digital

2. Tegangan ambang pada komponen digital

3. Metode Trigger Schmitt

4.2 Peralatan

1. TPS-3481

2. Power supply

3. Banana wire

4.3 DasarTeori

Transmisi sinyal digital adalah perambatan gelombang persegi (kotak). Gelombang persegi dikarakteristikan dengan peningkatan dan penurunan tajam dari sinyal tersebut.

dengan peningkatan dan penurunan tajam dari sinyal tersebut. Dalam tiap sistem elektronik, terdapat element daya

Dalam tiap sistem elektronik, terdapat element daya (kapasitas). Elemen ini menyebabkan sinyal terlihat seperti :

Elemen ini menyebabkan sinyal terlihat seperti : persegi dimasuk kan ke dalam banyak harmoni (kesetimbangan).

persegi

dimasuk kan ke dalam banyak harmoni (kesetimbangan). Harmoni merupakan gelombang dalam frekuensi ganda dibandingkan dengan frekuensi dasar dari gelombang. Harmoni gelombang dapat diselesaikan dengan transfomasi Fourier.

Tiap

sistem

elektronik

memiliki

bandwidth

tertentu.

Gelombang

20

Dalam sistem digital, kita mengukur atau mendefinisikan laju komunikasi dalam satuan bit per detik. Laju ini dinamakan baud. Trainer meliputi sebuah penghitung dengan tampilan digital, yang mana memungkinkan untuk menghitung dan merealisasikan sinyal digital dalam laju yang rendah.

dan merealisasikan sinyal digital dalam laju yang rendah. Counter dandisplay Dalam komunikasi antar komputer atau

Counter dandisplay

Dalam komunikasi antar komputer atau diantara sistem komputerisasi, yang ditransmisikan adalah kode biner. Tiap kode biner terdiri dari 8-bit yang disebut byte. Penerimaan harus mengenal bit dari data tersebut. Dalam sekali transmisi ingin dikirimkan sebuah kode biner, hal tersebut menempatkannya pada shift register, dan ditransmisikan bit demi bit. Penerimaan tidak mengetahui kapan transmisi dimulai, sehingga penerima tidak mengetahui kapan melakukan sampling terhadap kanal komunikasi dan mengidentifikasi status kanal ('0' atau '1 '). Metode komunikasi yang berbeda dibangun untuk memungkinkan penerimaan mendapatkan sebuah identifikasi dari data yang ditransmisikan. Non Return to Zero (NRZ) Non return to zero adalah sebuah kode yang mana bit "1" direpresentasikan dengan sebuah kondisi yang signifikan sedangkan bit "0" direpresentasikan dengan kondisi lainnya, tanpa neutal atau rest condition, seperti suatu amplitudo nol pada amplitude modulation(AM), pergeseran fase nol pada Phase Shift Keying (PSK) atau mid-frekuensi pada FrequencyShift Keying (FSK).

21

Pada metode ini penerima mengetahui laju transfer dari transmitter ( kapan waktu dialokasikan pada tiap bit data).'1' didefinisikan untuk status "no transmitting" dan '0' didefinisikan sebagai status untuk "transmitting". Status normal pada kanal komunikasi adalah '1' (no transmitting). Penerima mencontoh kanal terus menerus dan selama tidak mengidentifikasi transmisinya, receiver mengetahui bahwa tidak ada data yang datang (dan bukan sinyal '0' yang datang). Jika transmitter ingin mengirimkan sebuah byte, pertama-tama transmitter akan

mengirimkan satu bit '0'. Bit ini dinamakan start bit. Pada akhir dari bit data, transmitter menambahkan satu lagi bit '1' (kadang-kadang bahkan dua). Bit ini dinamakan Stop bit. Terdapat dua alasan untuk hal ini.

1. Alasan pertama adalah mengizinkan penerima (receiver) membuat sebuah proses persiapan pada data yang diterima.

2. Alasan kedua adalah mengizinkan penerima mengidentifikasi start bit (bit awal)

dari data berikutnya jika ditransmisikan dengan benar setelah data pertama. Jika bit terakhir adalah'0' dan tak ada stop bit yang ditransmisikan, receiver tidak dapat mengidentifikasi start bit. Identifikasi yang akurat dinyatakan selesai saat start bit adalah bit '0'. Bentuk dari komunikasi ini dinamakan komunikasi asinkronis. Sinkronisasi antara transceiver dan receiver dinyatakan selesai saat start bit adalah bit '0'. Kemudian, receiver mencontoh kanal berdasarkan urutan, dan mengartikan bahwa contoh kanal tersebut telah sesuai dengan urutan transmitter. Bentuk dari komunikasi ini dapat memiliki masalah yang sinkron dalam level bit. Terkadang laju transmisi komunikasi sangat berbeda dari laju sample receiver. Ketidaksesuaian yang melebihi 10% akan menyebabkan error. Masalah yang lain timbul dari komunikasi dalam lingkungan memiliki banyak noise. Dalam lingkungan jenis ini, noise dihasilkan dan menyebabkan sinyal bergetar. Bit akan melebar dan menyusut dan menyebabkan frekuensi menjadi tidak stabil. Metode RZ mengatasi masalah ini.

Return to Zero (RZ) Dalam metode ini, receiver tersinkron kembali pada setiap bit yang ditransmisikan.Semua bit yang ditransmisikan memulai dengan naik ke '1' untuk durasi 1/3 dari bit danberakhir dengan menurunkan ke '0' untuk akhir 1/3 dari bit tersebut.

22

Pertengahan dari 1/3 bittesebut mengandung data '0' atau '1'.Dengan cara ini, bila 2/3 dari waktu bit adalah '0', maka data adalah '0'. Bial 2/3 daribit adalah '1', maka data tersebut adalah '1'.Receiver menunggu separuh dari waktu bit untuk naik ke '1' dan mencontoh kanal. Bila temyata adalah '0', maka data tersebut adalah '0'. Bila ternyata adalah '1', maka data tersebut adalah '1'. Kemudian receiver akan menunggu kanal untuk turun ke '0'. Disini, '1' merupakan kedudukan transmisi dan '0' merupakan kedudukan tanpa transmisi. 4.4 LangkabPercobaan Langkah-langkah yang dilakukan dalam percobaan ini antara lain:

1 Hubungkan TPS-3481 denganPower Supply.

2 Hubungkan power supply dengan induk.

3 Nyalakan trainer.

4 Hubungkan RC Oscillator output dengan optic transmitter input.

5 Set switch CL/CH ke posisi CL dan putar potensiometer sampai mendapatkan hasil lampu led dengan kedip yang lambat.

6 Masukkan satu akhiran dari fiber optik ke socket LED 1 yang sesuai.

7 Perhatikan akhiran lain dari fiber. Akan terlihat lampu berkedip.

8 Lengkungkan sedikit fiber optik. Hati-hati jangan sampai merusaknya. Akan terlihat berkedip. Cahaya akan bergerak melewati fiber dengan tetap jika fiber dilengkungkan berbentuk lingkaran.

9 Hubungkan akhiran lain dari fiber optik ke socket phototransistor dari optic receiver.

10 Menghubungkan scope ke optic receiver output. Akan terlihat perubahan sinyal yang sampai pada receiver.

11 Identifikasi Data Out dan Data In. Hubungkan kabel antara Data Out output denganData In input.

12 Hubungkan CHI ke Data Out output.

13 Pindahkan switch RZ/NRZ dari Data Out dan Data In ke posisi NRZ.

14 Tekan tombol Send untuk mengirim data dari Data Out ke Data in.Set certain state pada switch lalu tekan tombol Send. Led Data In mengindikasikan data yang dikirim.

23

15 Tekan tombol send agak lama akan menyebabkan pengiriman data secara kontinyu. Tekan dan perhatikan sinyal yang terjadi seperti terlihat pada scope screen.

16 Ganti state pada switch dan perhatikan sinyal yang terjadi pada scope screen.

17 Identifikasi start bit, data bit dan stop bit.

18 Gambar sinyal seperti yang terlihat pada screen.

19 Jika switch Data Out dan data In berbeda state dan tombol send ditekan, tidak terja ditransmisi dan LED dari Data In akan mati beberapa waktu.

20 Pindahkan kedua switch ke posisi RZ.

21 Kirimkan data dengan menekan tombol send.

22 Perhatikan sinyal pada scope screen. Identifikasi data yang mana terlihat pada bit yang berbeda.

23 Gambar sinyal yang terlihat pada screen.

24 Hubungkan Data Out output dengan optic transmitter input.

25 Hubungkan Data In input dengan optic transmitter output.

26 Hubungkan scope dengan transmitter output dan Data In input.

27 Kirim data dengan dua metode komunikasi dan cek data yang diterima oleh Data In.

28 Gambar transmisi sinyal data 01010101 dalam dua metode.

29 Hubungkan Data Out output dengan IR transmitter input.

30 Hubungkan Data In input dengan IR transmitter output.

31 Hubungkan scope dengan transmitter output dan Data In input.

32 Kirim data dengan dua metode komunikasi dan cek data yang diterima oleh Data In.

33 Gambar transmisi sinyal data 01010101 dalam dua metode

24