Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan

I. A. Latar Belakang

PENDAHULUAN

Pasal 58 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara menyatakan: ayat (1) “Dalam rangka meningkatkan kinerja, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara, Presiden selaku Kepala Pemerintah mengatur dan menyelenggarakan sistem pengendalian intern di lingkungan pemerintahan secara menyeluruh”. Ayat (2) “Sistem pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan perturan pemerintah”. Kemudian diterbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) sebagai peraturan pelaksana dari UndangUndang Nomor 1 Tahun 2004. Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) adalah suatu proses yang integral pada tindakan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai, untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan instansi melalui kegiatan yang efektif, dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Dalam rangka pengendalian pelaksanaan program/kegiatan untuk mewujudkan penyelenggaraan pembangunan pertanian dan tata kepemerintahan yang baik (good governance) dan Hal 1

Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan

guna mendukung pelaksanaan sistem pengendalian intern, diperlukan kerjasama yang sinergis antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sebagaimana yang diamanatkan Pasal 47 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008, yang menyatakan bahwa “menteri/pimpinan lembaga, gubernur, dan bupati/walikota bertanggung jawab atas efektivitas penyelenggaraan sistem pengendalian intern di lingkungan masing-masing”. Untuk itu, diperlukan Petunjuk Teknis sebagai bahan acuan pemerintah pusat dan daerah dalam melaksanakan program/kegiatan berjalan dengan efektif dan efisien, sehingga mengurangi kesalahan/ penyimpangan. B. Dasar Hukum Dasar hukum yang terkait dengan penyusunan petunjuk teknis Sistem Pengendalian Intern (SPI) Badan Ketahanan Pangan antara lain: 1. Undang–Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme; 2. Undang–Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP);

Hal 2

Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan

5. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi Kementerian Negara Serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; 6. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 23/ Permentan/OT.140/ 5/2009 tentang Pedoman Umum Sistem Pengendalian Intern Departemen Peranian. 7. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 61/ Permentan/OT.140/10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian; 8. Keputusan Kepala Badan Ketahanan Pangan Nomor 03.1/KPTS/OT.140/K/01/2010 tentang Tim Satuan Pelaksana Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan C. Tujuan Tujuan disusunnya Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern adalah sebagai petunjuk pengendalian program/kegiatan dan pengelolaan Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara (APBN), Dana Dekonsentrasi, maupun Dana Tugas Pembantuan yang efektif, dan efisien serta taat asas guna terciptanya keandalan pelaporan keuangan dan pengamanan aset negara. Selain itu, juga untuk melengkapi hal-hal yang belum dijelaskan dalam Pedoman Umum Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan. Petunjuk Teknis ini juga dapat digunakan bagi propinsi dan kabupaten/kota dalam melakukan pengendalian intern pada unit kerjanya. Hal 3

II. III. Bendahara Keuangan. (b) Aparat Provinsi dan Kabupaten/Kota. Tim Satlak PI Provinsi. Sasaran Sasaran dari pengguna Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan adalah: (a) Pimpinan Eselon I. Kuasa Pengguna Anggaran. IV. Tim Satlak PI Kabupaten/Kota yang akan melaksanakan Sistem Pengendalian Intern pada unit kerjanya. Pejabat Pembuat Komitmen. Tim Satlak PI.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan D. Hal 4 .

Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan II. Tingkat Pusat a. Dalam pelaksanaannya dibantu oleh Tim Satuan Pelaksana (Satlak) Pengendalian Intern Badan/ Kantor/Dinas/Unit Kerja yang menangani Ketahanan Pangan di tingkat Kabupaten/Kota. perlu dibangun lingkungann pengendalian yang baik. Apabila dipandang perlu Provinsi dan Kabupaten/Kota dapat menguraikan lebih rinci kedalam Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) maupun Petunjuk Teknis (Juknis). salah satunya dengan membentuk organisasi pelaksana kegiatan SPI Badan Ketahanan Pangan yang mengacu pada Pedoman Umum (Pedum) Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan. ORGANISASI DAN TATA KERJA A. dan Pusat seperti dijelaskan berikut ini: 1. Provinsi dan Pusat. hingga Provinsi. Tata Kerja Pelaksanaan SPI dilakukan secara berjenjang mulai dari Tim Satlak Pengendalian Intern Kabupaten/Kota. Pengorganisasian Dalam rangka pelaksanaan sistem pengendalian intern. B. Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian selaku Pembina SPI Kementerian Pertanian. Hal 5 .

d. Tingkat Provinsi a. Badan Ketahanan Pangan – Kementerian Pertanian) yang menangani Monitoring dan Evaluasi (MONEV) selaku sekretariat pengendalian intern Badan Ketahanan Pangan. Kepala Badan Ketahanan Pangan selaku penanggung jawab SPI lingkup Badan Ketahanan Pangan – Kementerian Pertanian. c. guna mendukung pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan ketahanan pangan di wilayahnya. 2. Kepala Badan/Kantor/Dinas/Unit Kerja yang menangani Ketahanan Pangan selaku pelaksana harian SPI. Sekretaris Badan Ketahanan Pangan selaku Ketua Tim Satlak Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan. Hal 6 . Anggota Tim Satlak Pengendalian Intern selaku pelaksana harian SPI. atas keberhasilan penerapan dan pelaksanaan SPI. guna mendukung pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan ketahanan pangan di wilayahnya. Gubernur selaku penanggung jawab. b. e. Pejabat Eselon III (Kepala Bagian Evaluasi dan Pelaporan.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan b.

atas keberhasilan penerapan dan pelaksanaan SPI. Hal 7 . Menunjuk dan menetapkan organisasi satuan pelaksana Pengendalian Intern (Satlak PI) Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian. Menyusun Pedoman Umum dan Modul SPI Kementerian Pertanian. b.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan 3. Tingkat Kabupaten/Kota a. Kepala Badan/Kantor/Dinas/Unit Kerja yang menangani Ketahanan Pangan selaku pelaksana harian SPI. guna mendukung pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan ketahanan pangan di wilayahnya. Kementerian Pertanian sebagai Pembina Sistem Pengendalian Intern di lingkungan Kementerian Pertanian mempunyai tugas sebagai berikut: a. Melakukan sosialisasi dan penerapan SPI Kemeterian Pertanian. Kewenangan dan Uraian Tugas 1. C. guna mendukung pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan ketahanan pangan di wilayahnya. Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian Inspektorat Jenderal. c. b. Bupati/Walikota selaku penanggung jawab.

Standar Operating Prosedure Hal 8 . dan pelatihan. Program Kerja Tahunan dan c. dan evaluasi terhadap pelaksanaan program dan kegiatan Badan Ketahanan Pangan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali setahun. b. Pembinaan penerapan/pelaksanaan SPI Kementerian Pertanian.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan d. Menyusun Pedoman Umum SPI. 2. dalam bentuk: memberikan bimbingan. Menyusun (SOP). dalam hal ini Sekretaris Badan Ketahanan Pangan selaku Ketua Tim Satlak Pengendalian Intern. Menyusun triwulan. d. bersama anggota Tim Satlak untuk melakukan pengendalian secara berkala. Pelaksanaan pengendalian didelegasikan kepada pimpinan Eselon II. Menunjuk dan menetapkan Satuan Pelaksana Pengendalian Intern (Satlak PI) di unit kerja. Menyusun Petunjuk Teknis (Juknis) SPI e. Tugas dan tanggung jawabnya antara lain: a. supervisi. Badan Ketahanan Pertanian Pangan – Kementerian Kepala Badan Ketahanan Pangan – Kementerian Pertanian bertanggung jawab atas pelaksanaan SPI di lingkungan unit kerjanya.

Supervisi dapat dilakukan dengan cara pemantauan terhadap pelaksanaan SPI. Kerja Ketahanan 3. Review SPI. Pengendalian terhadap penerapan SPI. Menyusun Petunjuk Teknis (Juknis) SPI yang mengacu pada Pedoman Umum Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan sebagai acuan pelaksanaan SPI diunit kerjanya. melalui kunjungan dan sistem pelaporan. Badan/Kantor/Dinas/Unit Pangan Propinsi Gubernur menunjuk SKPD yang menangani Ketahanan Pangan sebagai pelaksana harian SPI untuk melakukan pengendalian terhadap pelaksanaan kegiatan yang bersumber dari dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan. membina. c. meliputi: a.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan f. Sosialisasi Penerapan Pedoman SPI. Supervisi tentang efektivitas penerapan pedoman. dan mendistribusikan ke Kabupaten/Kota. i. penyusunan dan b. g. dan pelatihan diberikan kepada pelaksana SPI di daerah. Hal 9 . Menunjuk dan menetapkan satuan pelaksana Pengendalian Intern (Satlak PI) unit kerjanya. h. mengarahkan. Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan SPI.

dengan tembusan kepada Menteri Pertanian c. Menyusun dan menyampaikan laporan hasil pelaksanaan SPI dilingkungan unit kerjanya kepada Gubernur selaku atasan langsungnya. Melakukan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan SPI secara berkala sekurangkurangnya 1 (satu) kali setahun pada masing-masing unit kerja yang menjadi tanggung jawabnya. Menunjuk dan menetapkan Satuan Pelaksana Pengendalian Intern (Satlak PI) di unit kerjanya. Hal 10 .Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan d. Pengendalian terhadap penyusunan dan penerapan Sistem Pengendalian Intern (SPI). 4. Kerja Ketahanan Bupati/walikota menunjuk SKPD yang menangani Badan Ketahanan Pangan sebagai pelaksana harian Sistem Pengendalian Intern untuk melakukan pengendalian terhadap pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern (SPI) untuk program/kegiatan atau dengan sumber pendanaan dari tugas pembantuan.q. Badan Ketahanan Pangan. dan kepada Inspektorat Jenderal selaku Pembina SPI Kementerian Pertanian. meliputi: a. b. Badan/Kantor/Dinas/Unit Pangan Kabupaten/Kota. e.

dan Menteri Pertanian c. Menyusun dan menyampaikan laporan hasil pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern (SPI) di lingkungan unit kerjanya kepada Bupati/Walikota selaku atasan langsungnya dengan tembusan kepada Gubernur. d. Menyusun Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Sistem Pengendalian Intern (SPI) yang mengacu pada Pedoman Umum Sistem Pengendalian Intern (SPI) yang dikeluarkan oleh Badan Ketahanan Pangan.q Badan Ketahanan Pangan dengan tembusan kepada Inspektorat Jenderal selaku Pembina Sistem Pengendalian Intern (SPI) Kementerian Pertanian.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan c. Melakukan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern (SPI) secara berkala sekurang-kurangnya 1 (satu) kali setahun pada masing-masing unit kerja yang menjadi tanggung jawabnya. Hal 11 . e.

8. 9. 7. Hal 12 . 10. Kegiatan Pusat Koordinasi dan Konsolidasi Menunjuk dan menetapkan satuan Pelaksana Pengendalian Intern (Satlak PI) Menyusun Program Kerja Tahunan dan Triwulan Menyusun Pedoman umum (Pedum) SPI Menyusun Petunjuk Teknis SPI Menyusun SOP SPI Workshop SPI Sosialisasi SPI Pengendalian. 2. 5 6. 4. Evaluasi dan Pengawasan kegiatan/program Menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan SPI Provinsi Kab/Kota 3.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan Matriks Pelaksanaan Kegiatan Sistem Pengendalian Intern (SPI) Badan Ketahanan Pangan Tahun 2010 Satlak PI No 1.

pimpinan Instansi Pemerintah wajib menerapkan unsur Sistem Pengendalian Intern. Hal 13 . bagian mana. pemborosan. pimpinan Instansi Pemerintah melakukan pemantauan antara lain melalui evaluasi terpisah atas Sistem Pengendalian Internnya masingmasing untuk mengetahui kinerja dan efektivitas Sistem Pengendalian Intern serta cara meningkatkannya. Untuk memastikan. dan salah kelola (mismanagement). Secara khusus. jika perlu. Pemantauan juga berguna untuk mengidentifikasi dan mengatasi risiko utama seperti penggelapan. dan bagaimana penyempurnaan dilakukan. DAFTAR UJI PEMERINTAH PENGENDALIAN INTERN Dalam rangka pencapaian visi. perlu diperbaharui keadaan yang terus berubah dengan melakukan pemantauan secara terus-menerus. penyalahgunaan. bahwa Sistem Pengendalian Intern sudah dirancang dan diimplementasikan dengan baik. sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 43 Peraturan Pemerintah ini.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan III. misi. untuk membantu menentukan apa. Daftar Uji Pengendalian Intern Pemerintah dimaksudkan untuk membantu pimpinan Instansi Pemerintah dan evaluator dalam menentukan sampai seberapa jauh pengendalian intern suatu Instansi Pemerintah dan kegiatan yang dirancang dan berfungsi serta. dan tujuan serta pertanggungjawaban kegiatan Instansi Pemerintah.

dan tujuannya. Masing-masing bagian berisi suatu daftar faktor utama yang harus dipertimbangkan saat mengevaluasi Sistem Pengendalian Intern terkait dengan masing-masing unsurnya. (2) kemampuan Instansi Pemerintah dalam menerapkan butir tersebut. (3) kegiatan pengendalian. Pengguna harus mempertimbangkan butir-butir tersebut untuk menentukan: (1) kesesuaian penerapan butir tersebut dalam situasi tertentu. (4) informasi dan komunikasi. Termasuk dalam masing-masing faktor tersebut adalah butirbutir yang harus dipertimbangkan oleh pengguna pada saat melakukan evaluasi. (2) penilaian risiko. (5) serta pemantauan. Hal 14 . Faktor-faktor ini menggambarkan isu atau hal penting dari setiap unsur Sistem Pengendalian Intern. dan (4) pengaruh butir tersebut terhadap kemampuan Instansi Pemerintah dalam mencapai visi. Butir-butir tersebut dimaksudkan untuk membantu pengguna mempertimbangkan hal-hal spesifik yang menunjukkan seberapa jauh Sistem Pengendalian Intern berfungsi. misi. (3) kelemahan pengendalian yang mungkin terjadi.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan Daftar Uji Pengendalian Intern Pemerintah terdiri dari lima bagian sesuai dengan unsur Sistem Pengendalian Intern: (1) lingkungan pengendalian.

Dalam menerapkan daftar uji ini perlu dipertimbangkan tujuan Instansi Pemerintah dan aspek biaya-manfaat. kondisi. Untuk itu. Daftar uji ini hanya merupakan referensi awal serta dapat disesuaikan dengan situasi. ruang kosong disediakan pada akhir setiap bagian untuk mencatat penilaian keseluruhan dan mengidentifikasi tindakan yang harus diambil atau dipertimbangkan. pengguna Hal 15 . dan risiko masing-masing Instansi Pemerintah.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan Pada setiap butir diberikan ruang kosong untuk mencatat komentar atau catatan mengenai situasi terkait butir tersebut. Daftar uji ini juga dimaksudkan untuk membantu pengguna mengambil kesimpulan mengenai implementasi unsur-unsur Sistem Pengendalian Intern Instansi Pemerintah. Komentar dan catatan tidak berupa ‘ya’ atau ‘tidak’. Pengguna juga boleh menggunakan ruang kosong ini untuk mengindikasikan masalah yang ditemukan sebagai kelemahan pengendalian. tetapi meliputi informasi mengenai bagaimana Instansi Pemerintah menangani masalah tersebut. Pengguna harus mempertimbangkan butir-butir yang relevan serta menghilangkan atau menambah butir lainnya jika perlu sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi Instansi Pemerintah. Selain itu. Ruang kosong tambahan juga disediakan untuk penilaian ringkas keseluruhan pada akhir daftar uji ini. Daftar Uji Pengendalian Intern Pemerintah dapat dijadikan panduan bagi pimpinan Instansi Pemerintah dan evaluator.

Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan dapat mengatur ulang atau menyusun kembali butir-butir tersebut untuk memenuhi kebutuhannya dengan tetap mengikuti format unsur-unsur Sistem Pengendalian Intern. e. A. hubungan kerja yang baik dengan Instansi Pemerintah terkait. Hal 16 . LINGKUNGAN PENGENDALIAN Unsur sistem pengendalian intern yang pertama adalah lingkungan pengendalian. pembentukan struktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan. d. c. b. f. kepemimpinan yang kondusif. Daftar uji berikut ini dimaksudkan untuk menilai tercapai tidaknya suatu lingkungan pengendalian yang menimbulkan perilaku positif dan kondusif untuk penerapan Sistem Pengendalian Intern dan manajemen yang sehat. perwujudan peran aparat pengawasan intern pemerintah yang efektif. dan h. pendelegasian wewenang dan tanggung jawab yang tepat. Lingkungan pengendalian diwujudkan melalui: a. penegakan integritas dan nilai etika. g. komitmen terhadap kompetensi. penyusunan dan penerapan kebijakan yang sehat tentang pembinaan sumber daya manusia.

dan melalui keteladanan dalam kegiatan sehari.hari. Pimpinan Instansi Pemerinta membina serta mendorong terciptanya budaya yang menekankan pentingnya nilai-nilai integritas dan etika. Pegawai memperlihatkan adanya dorongan sejawat untuk menerapkan sikap perilaku dan etika yang baik. Aturan perilaku tersebut sifatnya menyeluruh dan langsung berkenaan dengan hal-hal seperti pembayaran yang tidak wajar. dan penerapan kecermatan profesional. praktik yang dapat diterima. dan praktik yang tidak dapat diterima termasuk benturan kepentingan. hukuman yang akan dikenakan terhadap perilaku yang tidak dapat diterima dan tindakan yang harus dilakukan jika yang bersangkutan mengetahui adanya sikap perilaku yang tidak dapat diterima. c. Unsur dan Sub Unsur PENEGAKAN ETIKA INTEGRITAS DAN NILAI Komentar/ Catatan 2. b. b. 1.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No A. diskusi. Hal 17 . Pegawai memperlihatkan bahwa yang bersangkutan mengetahui perilaku yang dapat diterima dan tidak dapat diterima. gratifikasi. Hal ini bisa dicapai melalui komunikasi lisan dalam rapat. kelayakan penggunaan sumber daya. Secara berkala pegawai menandatangani pernyataan komitmen untuk menerapkan aturan perilaku tersebut. kegiatan politik pegawai. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. Instansi Pemerintah telah menyusun dan menerapkan aturan perilaku serta kebijakan lain yang berisi tentang standar perilaku etis. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. benturan kepentingan. Suasana etis dibangun pada setiap tingkat pimpinan Instansi Pemerintah dan dikomunikasikan di lingkungan Instansi Pemerintah yang bersangkutan.

4. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut: Komentar/ Catatan 3. b. b. Hal 18 . 1. Jenis sanksi dikomunikasikan kepada seluruh pegawai di lingkungan Instansi Pemerintah sehingga pegawai mengetahui konsekuensi dari penyimpangan dan pelanggaran yang dilakukan. Kompensasi dan kenaikan jabatan atau promosi didasarkan pada prestasi dan kinerja. c. Tindakan disiplin yang tepat dilakukan terhadap penyimpangan atas kebijakan dan prosedur atau atas pelanggaran aturan perilaku. Pimpinan Instansi Pemerintah menghapus kebijakan atau penugasan yang dapat mendorong perilaku tidak etis. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. atau aturan perilaku.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No Unsur dan Sub Unsur c. prosedur. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. B. KOMITMEN TERHADAP KOMPETENSI Pimpinan Instansi Pemerintah mengidentifikasi dan menetapkan kegiatan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas dan fungsi pada masing-masing posisi dalam Instansi Pemerintah. Pimpinan Instansi Pemerintah mengambil tindakan atas pelanggaran kebijakan. Pimpinan Instansi Pemerintah menetapkan tujuan yang realistis dan dapat dicapai dan tidak menekan pegawai untuk mencapai tujuan lain yang tidak realistis. Pimpinan Instansi Pemerintah sesuai dengan kewenangannya memberikan penghargaan untuk meningkatkan penegakan integritas dan kepatuhan terhadap nilai-nilai etika. Pimpinan Instansi Pemerintah melakukan tindakan yang cepat dan tepat segera setelah timbulnya gejala masalah.

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. Terdapat program pelatihan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pegawai. Instansi Pemerintah sudah menekankan perlunya pelatihan berkesinambungan dan memiliki mekanisme pengendalian untuk membantu memastikan bahwa seluruh pegawai sudah menerima pelatihan yang tepat. keahlian. 3. dan kemampuan yang diperlukan untuk setiap jabatan diidentifikasi dan diberitahukan kepada pegawai. dan kemampuan yang diperlukan.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No Unsur dan Sub Unsur a. Instansi Pemerintah menyelenggarakan pelatihan dan pembimbingan untuk membantu pegawai mempertahankan dan meningkatkan kompetensi pekerjaannya. Pimpinan Instansi Pemerintah memiliki keahlian manajemen yang diperlukan dan sudah dilatih untuk memberikan Komentar/ Catatan 2. Terdapat proses untuk memastikan bahwa pegawai yang terpilih untuk menduduki suatu jabatan telah memiliki pengetahuan. b. Instansi Pemerintah menyusun standar kompetensi untuk setiap tugas dan fungsi pada masing-masing posisi dalam Instansi Pemerintah. c. Pengetahuan. keahlian. Hal 19 . Pimpinan Instansi Pemerintah menetapkan dan memutakhirkan uraian jabatan atau perangkat lain untuk mengidentifikasi dan mendefinisikan tugas khusus.Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. b. b. Pimpinan Instansi Pemerintah menganalisis tugas yang perlu dilaksanakan atas suatu pekerjaan dan memberikan pertimbangan serta pengawasan yang diperlukan.

3. 2. b. Pimpinan Instansi Pemerintah menyelenggarakan akuntansi dan anggaran untuk pengendalian kegiatan dan evaluasi kinerja. Komentar/ Catatan 4. Pegawai mendapat pembimbingan yang obyektif dan konstruktif untuk peningkatan kinerja. Pimpinan Instansi Pemerintah memiliki kemampuan manajerial dan pengalaman teknis yang luas dalam pengelolaan Instansi Pemerintah. dan pengawasan baik intern maupun ekstern. e. penyelenggara akuntansi yang didesentralisasi memiliki tanggung jawab membuat laporan kepada pejabat keuangan pusat. C.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No Unsur dan Sub Unsur pembimbingan yang efektif bagi peningkatan kinerja. c. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut: a. Hal 20 . d. Penilaian kinerja didasarkan pada penilaian atas faktor penting pekerjaan dan dengan jelas mengidentifikasi pekerjaaan yang telah dilaksanakan dengan baik dan yang masih memerlukan peningkatan. Pimpinan Instansi Pemerintah mendukung fungsi tertentu dalam penerapan SPIP. 1. pengelolaan pegawai. antara lain pencatatan dan pelaporan keuangan. penyelenggaraan manajemen keuangan. akuntansi dan anggaran dikendalikan oleh pejabat pengelola keuangan sehingga terdapat sinkronisasi dengan barang milik negara. KEPEMIMPINAN YANG KONDUSIF Pimpinan Instansi Pemerintah memiliki sikap yang selalu mempertimbangkan risiko dalam pengambilan keputusan. Pimpinan Instansi Pemerintah menerapkan manajemen berbasis kinerja. sistem manajemen informasi.

5. Pimpinan Instansi Pemerintah memberi perhatian yang besar pada pegawai operasional dan menekankan pentingnya pembinaan sumber daya manusia yang baik. Pimpinan Instansi Pemerintah memandang penting dan merespon informasi hasil pengawasan. c. e. Pimpinan Instansi Pemerintah menggunakan fungsi manajemen informasi untuk mendapatkan data operasional yang penting dan mendukung upaya penyempurnaan sistem informasi sesuai perkembangan teknologi informasi. Pimpinan Instansi Pemerintah menghindari penekanan pada pencapaian hasil-hasil jangka pendek. program. b. Hal 21 . Pimpinan Instansi Pemerintah mengetahui dan ikut berperan dalam isu penting pada laporan keuangan serta mendukung penerapan prinsip-prinsip dan estimasi akuntansi yang konservatif. Komentar/ Catatan 4. 6. Pimpinan Instansi Pemerintah mengungkapkan semua informasi keuangan. penganggaran. Pimpinan Instansi Pemerintah memiliki sikap yang positif dan responsif terhadap pelaporan yang berkaitan dengan keuangan. f. Halhal yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut: a. Interaksi yang intensif dengan pimpinan pada tingkatan yang lebih rendah. dan kegiatan. Perlindungan atas aset dan informasi dari akses dan penggunaan yang tidak sah.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No Unsur dan Sub Unsur d. anggaran. dan program yang diperlukan agar kondisi kegiatan dan keuangan Instansi Pemerintah tersebut dapat dipahami sepenuhnya.

Struktur organisasi mampu memfasilitasi arus informasi di dalam Instansi Pemerintah yang bersangkutan secara menyeluruh. yang mungkin menunjukkan adanya masalah dengan perhatian Instansi Pemerintah terhadap pengendalian intern. Pimpinan Instansi Pemerintah memberikan kejelasan wewenang dan tanggung jawab. pegawai yang menduduki posisi penting tidak keluar (mengundurkan diri) dengan alasan yang tidak terduga. Hal 22 . b.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No 7. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. adanya tingkat perputaran (turnover) pegawai yang tinggi yang dapat melemahkan pengendalian intern. STRUKTUR ORGANISASI Struktur organisasi Instansi Pemerintah disesuaikan dengan ukuran dan sifat kegiatan. tidak adanya mutasi pimpinan Instansi Pemerintah yang berlebihan yang berkaitan dengan masalah-masalah pengendalian intern. seperti pengelolaan kegiatan operasional dan program. Unsur dan Sub Unsur Tidak ada mutasi pegawai yang berlebihan di fungsi-fungsi kunci. Pimpinan Instansi Pemerintah secara jelas menyatakan faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam menentukan tingkat sentralisasi atau desentralisasi organisasi. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. Pimpinan Instansi Pemerintah yang bertanggung jawab atas kegiatan atau fungsi utama sepenuhnya menyadari tugas dan tanggung jawabnya. akuntansi atau pemeriksaan intern. Komentar/ Catatan D. perputaran pegawai yang tidak berpola yang mengindikasikan kurangnya perhatian pimpinan Instansi Pemerintah terhadap pengendalian intern. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. d. b. 1. 2. c.

Wewenang diberikan kepada pegawai yang tepat sesuai dengan tingkat tanggung jawabnya dalam rangka pencapaian tujuan Instansi Pemerintah. wewenang dan tanggung jawab ditetapkan dengan jelas di dalam Instansi Pemerintah dan dikomunikasikan kepada semua pegawai. c. Instansi Pemerintah menetapkan jumlah pegawai yang sesuai. b. Pimpinan Instansi Pemerintah memiliki waktu yang cukup untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya. Pimpinan Instansi Pemerintah melaksanakan evaluasi dan penyesuaian secara periodik terhadap struktur organisasi sehubungan dengan perubahan lingkungan strategis. Pimpinan Instansi Pemerintah memiliki tanggung jawab sesuai kewenangannya dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya. PENDELEGASIAN WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB 1. Hal 23 . terutama untuk posisi pimpinan. 4. Komentar/ Catatan 3. Pimpinan Instansi Pemerintah tidak merangkap tugas dan tanggung jawab bawahannya lebih dari satu orang. Pimpinan Instansi Pemerintah memahami pengendalian intern yang menjadi tanggung jawabnya dan memastikan bahwa pegawainya juga memahami tanggung jawab masing-masing. b.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No Unsur dan Sub Unsur b. c. E. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. Pegawai tidak boleh bekerja lembur secara berlebihan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Bagan organisasi yang tepat dan terbaru yang menunjukkan bidang tanggung jawab utama disampaikan kepada semua pegawai.

3. Pegawai yang diberi wewenang memahami bahwa pelaksanaan wewenang dan tanggung jawab terkait dengan penerapan SPIP. tanggung jawab. Komentar/ Catatan 2. KEBIJAKAN DAN PRAKTIK PEMBINAAN SUMBER DAYA MANUSIA Penetapan kebijakan dan prosedur sejak rekrutmen sampai dengan pemberhentian pegawai. Pegawai. Untuk penyelesaian pekerjaan. F. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut: a. sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya. Hal 24 . dan akuntabilitas. Pegawai yang diberi wewenang memahami bahwa wewenang dan tanggung jawab yang diterimanya terkait dengan pihak lain dalam Instansi Pemerintah yang bersangkutan. b.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No Unsur dan Sub Unsur c. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. 1. diberdayakan untuk mengatasi masalah atau melakukan perbaikan. uraian tugas dan evaluasi kinerja merujuk pada pengendalian intern terkait tugas. b. terdapat keseimbangan antara pendelegasian kewenangan yang diterima dengan k keterlibatan pimpinan yang lebih tinggi. Halhal yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut: a. Pimpinan Instansi Pemerintah memiliki prosedur yang efektif untuk memantau hasil kewenangan dan tanggung jawab yang didelegasikan. Pimpinan Instansi Pemerintah mengkomunikasikan kepada pengelola pegawai mengenai kompetensi pegawai baru yang diperlukan atau berperan serta dalam proses penerimaan pegawai. uraian tugas secara jelas menunjukkan tingkat wewenang dan tanggung jawab yang didelegasikan pada jabatan yang bersangkutan.

3. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut: a. c. h. b. f. prestasi. uraian dan persyaratan jabatan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh instansi yang berwenang. promosi. c. pegawai diberikan umpan balik dan pembimbingan untuk meningkatkan kinerja serta diberikan saran perbaikan. dan pemindahan pegawai didasarkan pada penilaian kinerja. remunerasi. penilaian kinerja didasarkan pada tujuan dan sasaran dalam rencana strategis Instansi Pemerintah bersangkutan. Penelusuran latar belakang calon pegawai dalam proses rekrutmen. j. dan perilaku etika. Hal 25 . terdapat program orientasi bagi pegawai baru dan program pelatihan berkesinambungan untuk semua pegawai. i. e. pengalaman. ijazah pendidikan dan sertifikasi profesi harus dikonfirmasi. referensi dan atasan calon pegawai di tempat kerja sebelumnya harus dikonfirmasi. d. pemberhentian pegawai dilakukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No Unsur dan Sub Unsur b. Supervisi periodik yang memadai terhadap pegawai. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut: Komentar/ Catatan 2. sanksi disiplin atau tindakan pembimbingan diberikan atas pelanggaran kebijakan atau kode etik. Instansi Pemerintah sudah memiliki standar atau kriteria rekrutmen dengan penekanan pada endidikan. nilai integritas dan etika termasuk kriteria dalam penilaian kinerja. g. standar penerimaan pegawai harus mensyaratkan adanya investigasi atas catatan kriminal calon pegawai.

yang independen. 3. mengurangi kesalahpahaman. Terdapat upaya memelihara dan meningkatkan kualitas tata kelola penyelenggaraan (good governance) tugas dan fungsi Instansi Pemerintah. serta mendorong berkurangnya tindakan pelanggaran.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No Unsur dan Sub Unsur a. kehematan. Pimpinan Instansi Pemerintah memastikan bahwa pegawai memahami dengan baik tugas. untuk menjaga mutu hasil pemeriksaan aparat pengawasan intern pemerintah. Hal 26 . dan pelatihan di tempat kerja kepada pegawai untuk memastikan ketepatan pelaksanaan pekerjaan. b. secara berkala dilaksanakan telaahan sejawat. b. aparat pengawasan intern pemerintah. penilaian. dan harapan pimpinan Instansi Pemerintah. aparat pengawasan intern pemerintah membuat laporan hasil pengawasan setelah melaksanakan tugas pengawasan. Terdapat mekanisme untuk memberikan keyakinan yang memadai atas ketaatan. melakukan pengawasan atas kegiatan Instansi Pemerintah. Komentar/ Catatan 2. G. tanggung jawab. Pimpinan Instansi Pemerintah memberikan panduan. Hal-hal yang perludipertimbangkan sebagai berikut: a. dan efektivitas pencapaian tujuan penyelenggaraan tugas dan fungsi Instansi Pemerintah. PERWUJUDAN PERAN APARAT PENGAWASAN INTERN PEMERINTAH YANG EFEKTIF 1. c. Terdapat mekanisme peringatan dini dan peningkatan efektivitas manajemen risiko dalam menyelenggaraan tugas dan fungsi Instansi Pemerintah. efisiensi.

Unsur dan Sub Unsur Hubungan kerja yang baik dengan Instansi Pemerintah yang mengelola anggaran. Pimpinan Instansi Pemerintah memiliki hubungan kerja yang baik dengan Instansi Pemerintah yang melaksanakan tanggung jawab pengendalian yang bersifat lintas instansi.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No 4. serta melakukan pembahasan secara berkala tentang pelaporan keuangan dan anggaran. pengendalian intern serta kinerja. Penilaian risiko diawali dengan penetapan maksud dan tujuan Instansi Pemerintah yang jelas dan konsisten baik pada tingkat instansi maupun pada tingkat kegiatan. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. baik yang bersumber dari dalam maupun luar instansi. Komentar/ Catatan B. b. Selanjutnya Instansi Pemerintah mengidentifikasi secara efisien dan efektif risiko yang dapat menghambat pencapaian tujuan tersebut. akuntansi dan perbendaharaan. akuntansi dan perbendaharaan sehingga tercipta mekanisme saling uji. PENILAIAN RISIKO Unsur pengendalian intern yang kedua adalah penilaian risiko. Terhadap risiko yang telah diidentifikasi dianalisis untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pencapaian tujuan. Instansi Pemerintah memiliki hubungan kerja yang baik dengan Intansi Pemerintah yang pengelola anggaran. Hal 27 .

realistis. Tujuan Instansi Pemerintah secara keseluruhan harus cukup spesifik. pengidentifikasian dan analisis risiko serta pengelolaan risiko pada saat terjadi perubahan. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut: a. b. Daftar uji berikut ini dimaksudkan untuk menilai efektivitas penilaian risiko yang dilaksanakan oleh pimpinan Instansi Pemerintah dalam rangka penerapan Sistem Pengendalian Intern. Pimpinan Instansi Pemerintah menetapkan tujuan Instansi Pemerintah secara keseluruhan dalam bentuk misi.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan Pimpinan Instansi Pemerintah merumuskan pendekatan manajemen risiko dan kegiatan pengendalian risiko yang diperlukan untuk memperkecil risiko. tujuan dan sasaran. terukur. A. Tujuan Instansi Pemerintah secara keseluruhan disusun sesuai dengan persyaratan program yang ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan. 1. c. sebagaimana dituangkan dalam rencana strategis dan rencana kinerja tahunan. Unsur dan Sub Unsur PENETAPAN TUJUAN KESELURUHAN ETIKA INSTANSI SECARA Komentar Pimpinan Instansi Pemerintah menetapkan tujuan Instansi Pemerintah dengan berpedoman pada peraturan perundangundangan. Pimpinan Instansi Pemerintah atau evaluator harus berkonsentrasi pada penetapan tujuan instansi. dapat dicapai. dan terikat waktu. No. Hal 28 .

yang mempertimbangkan tujuan Instansi Pemerintah secara keseluruhan dan risiko yang berasal dari faktor intern dan ekstern. 4. 1. Rencana strategis dan anggaran dirancang secara rinci sesuai dengan tingkatan Instansi Pemerintah. B. 2. Hal 29 . Komentar 3. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut: a. konsisten dengan kondisi yang terjadi sebelumnya dan kondisi saat ini. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. d. Unsur dan Sub Unsur Seluruh tujuan Instansi Pemerintah secara jelas dikomunikasikan pada semua pegawai sehingga pimpinan Instansi Pemerintah mendapatkan umpan balik. yang menandakan bahwa komunikasi tersebut berjalan secara efektif. serta menetapkan suatu struktur pengendalian penanganan risiko. Tujuan pada tingkatan kegiatan dikaji ulang secara berkala untuk memastikan bahwa tujuan tersebut masih relevan dan berkesinambungan.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No. c. b. Pimpinan Instansi Pemerintah menetapkan strategi operasional yang konsisten dengan rencana strategis Instansi Pemerintah dan rencana penilaian risiko. b. Asumsi yang mendasari rencana strategis dan anggaran Instansi Pemerintah. Semua kegiatan didasarkan pada tujuan dan rencana strategis Instansi Pemerintah secara keseluruhan. Rencana strategis mencakup alokasi dan prioritas penggunaan sumber daya. Rencana strategis mendukung tujuan Instansi Pemerintah secara keseluruhan. PENETAPAN TUJUAN PADA TINGKATAN KEGIATAN Penetapan tujuan pada tingkatan kegiatan harus berdasarkan pada tujuan dan rencana strategis Instansi Pemerintah. Instansi Pemerintah memiliki rencana strategis yang terpadu dan penilaian risiko.

Sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan sudah diidentifikasi. 2. b. Tujuan pada tingkatan kegiatan ditetapkan untuk semua kegiatan operasional penting dan kegiatan pendukung.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No. 4. Tujuan pada tingkatan kegiatan mempunyai unsur kriteria pengukuran. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. Pimpinan Instansi Pemerintah mengidentifikasi tujuan pada tingkatan kegiatan yang penting terhadap keberhasilan tujuan Instansi Pemerintah secara keseluruhan. 5. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. Tujuan pada tingkatan kegiatan yang penting harus mendapat perhatian dan direviu secara khusus serta capaian kinerjanya dipantau secara teratur oleh pimpinan Instansi Pemerintah. b. saling menunjang. 6. Tujuan pada tingkatan kegiatan relevan dengan seluruh kegiatan utama Instansi Pemerintah. Hal 30 . Tujuan pada tingkatan kegiatan konsisten dengan praktik dan kinerja sebelumnya yang efektif serta kinerja industri/bisnis yang mungkin dapat diterapkan pada kegiatan Instansi Pemerintah. Tujuan pada tingkatan kegiatan didukung sumber daya Instansi Pemerintah yang cukup. dan tidak bertentangan satu dengan lainnya. Unsur dan Sub Unsur Tujuan pada tingkatan kegiatan saling melengkapi. Pimpinan Instansi Pemerintah mengidentifikasi hal yang harus ada atau dilakukan agar tujuan Instansi Pemerintah secara keseluruhan tercapai. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. Jika tidak tersedia sumber daya yang cukup. Komentar 3. b. pimpinan Instansi Pemerintah harus memiliki rencana untuk mendapatkannya.

Cara suatu risiko diidentifikasi. Pembahasan identifikasi risiko dilakukan pada rapat tingkat pimpinan Instansi Pemerintah. Unsur dan Sub Unsur Semua tingkatan pimpinan Instansi Pemerintah terlibat dalam proses penetapan tujuan pada tingkatan kegiatan dan berkomitmen untuk mencapainya. Identifikasi risiko merupakan bagian dari prakiraan rencana jangka pendek dan jangka panjang. b. dan diatasi telah dikomunikasikan kepada pegawai yang berkepentingan. c.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No. Risiko yang timbul dari perubahan kebutuhan atau harapan badan legislatif. Risiko dari faktor eksternal dan internal diidentifikasi dengan menggunakan mekanisme yang memadai. d. Komentar C. hasil evaluasi. IDENTIFIKASI RISIKO Pimpinan Instansi Pemerintah menggunakan metodologi identifikasi risiko yang sesuai untuk tujuan Instansi Pemerintah dan tujuan pada tingkatan kegiatan secara komprehensif. Identifikasi risiko merupakan hasil dari pertimbangan atas temuan audit. dianalisis. Instansi Pemerintah mempertimbangkan risiko dari perkembangan teknologi. pimpinan Instansi Pemerintah. dan masyarakat sudah dipertimbangkan. 2. b. Metode kualitatif dan kuantitatif digunakan untuk mengidentifikasi risiko dan menentukan peringkat risiko relatif secara terjadwal dan berkala. Halhal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. Hal 31 . f. serta rencana strategis. e. dan penilaian lainnya. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. Risiko yang diidentifikasi pada tingkat pegawai dan pimpinan tingkat menengah menjadi perhatian pimpinan Instansi Pemerintah yang lebih tinggi. diperingkat. 1. 7.

e. Risiko yang timbul dari bencana alam. Risiko yang timbul dari peraturan perundang-undangan baru sudah diidentifikasi. Risiko yang timbul dari perubahan besar dalam tanggung jawab pimpinan Instansi Pemerintah sudah diidentifikasi. Risiko yang timbul dari akses pegawai yang tidak berwenang terhadap aset yang rawan sudah dipertimbangkan. n. Risiko yang timbul dari interaksi dengan Instansi Pemerintah lainnya dan pihak di luar pemerintahan sudah dipertimbangkan. o. Risiko yang timbul dari rekayasa ulang proses bisnis (business process reengineering) atau perancangan ulang proses operasional sudah dipertimbangkan. Risiko yang timbul dari tidak terpenuhinya kualifikasi pegawai dan tidak adanya pelatihan pegawai sudah dipertimbangkan. h. i. l. j.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No. Risiko yang timbul dari ketergantungan terhadap rekanan atau pihak lain dalam pelaksanaan kegiatan penting Instansi Pemerintah sudah diidentifikasi. Unsur dan Sub Unsur c. politik. f. Risiko yang timbul dari pengurangan kegiatan dan pengurangan pegawai Instansi Pemerintah sudah dipertimbangkan. dan ekonomi sudah dipertimbangkan. Risiko yang timbul dari pelaksanaan program yang didesentralisasi sudah diidentifikasi. g. d. Identifikasi risiko yang timbul dari perubahan kondisi usaha. Risiko yang timbul dari rekanan utama sudah dipertimbangkan. Risiko yang timbul dari gangguan pemrosesan sistem informasi dan tidak tersedianya sistem cadangan sudah dipertimbangkan. tindakan kejahatan. k. Komentar Hal 32 . m. atau tindakan terorisme sudah dipertimbangkan.

Pimpinan Instansi Pemerintah menetapkan proses formal dan informal untuk menganalisis risiko berdasarkan kegiatan sehari-hari. serta kegiatan khusus lainnya sudah diidentifikasi. Halhal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. Penilaian atas faktor lain yang dapat meningkatkan risiko telah dilaksanakan. Pimpinan dan pegawai Instansi Pemerintah yang berkepentingan diikutsertakan dalam kegiatan analisis risiko. c. Risiko yang timbul dari ketidaktersediaan dana untuk pembiayaan program baru atau program lanjutan sudah dipertimbangkan. Risiko yang timbul dari kelemahan pengelolaan pegawai. atau ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan di masa lalu sudah dipertimbangkan. Risiko Instansi Pemerintah secara keseluruhan dan pada setiap tingkatan kegiatan penting sudah diidentifikasi. 1. program yang komplek dan penting.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No. D. pelanggaran penggunaan dana. c. Hal 33 . Unsur dan Sub Unsur p. Risiko yang timbul dari kegagalan pencapaian misi. tujuan. b. q. menengah atau tinggi sudah ditetapkan. ANALISIS RISIKO Analisis risiko dilaksanakan untuk menentukan dampak risiko terhadap pencapaian tujuan Instansi Pemerintah. dan sasaran masa lalu atau keterbatasan anggaran sudah dipertimbangkan. Risiko melekat pada misi Instansi Pemerintah. Halhal yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut: a. b. Komentar 3. 4. Kriteria klasifikasi risiko rendah. Risiko yang timbul dari pembiayaan yang tidak memadai.

Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No. Pendekatan yang diterapkan dirancang agar tingkat risiko yang dapat diterima tetap wajar dan pimpinan Instansi Pemerintah bertanggung jawab atas penetapannya. Pimpinan Instansi Pemerintah menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menentukan tingkat risiko yang dapat diterima. sudah ditetapkan dan penerapannya selalu dipantau. b. Kegiatan pengendalian intern adalah kebijakan dan prosedur yang dapat membantu memastikan dilaksanakannya arahan pimpinan Instansi Pemerintah untuk mengurangi risiko yang telah diidentifikasi selama proses penilaian risiko. C. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut: a. Cara terbaik mengelola atau mengurangi risiko dan tindakan khusus yang harus dilaksanakan sudah ditetapkan. Komentar 2. Analisis risiko mencakup perkiraan seberapa penting risiko bersangkutan. Kegiatan pengendalian khusus untuk mengelola serta mengurangi risiko secara keseluruhan dan di setiap tingkatan kegiatan. Risiko yang diidentifikasi dan dianalisis relevan dengan tujuan kegiatan. g. Analisis risiko mencakup perkiraan kemungkinan terjadinya setiap risiko dan menentukan tingkatannya. Hal 34 . Unsur dan Sub Unsur d. Pendekatan penentuan tingkat risiko yang dapat diterima bervariasi antar Instansi Pemerintah tergantung dari varian dan toleransi risiko. KEGIATAN PENGENDALIAN Unsur sistem pengendalian intern yang ketiga adalah kegiatan pengendalian. f. c. e.

reviu atas kinerja Instansi Pemerintah yang bersangkutan. tingkat kerumitan organisasi. g. sejarah atau latar belakang serta budaya.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan Daftar uji berikut ini dimaksudkan untuk menilai tercapai tidaknya suatu lingkungan pengendalian yang menimbulkan perilaku positif dan kondusif untuk penerapan Sistem Pengendalian Intern dan manajemen yang sehat. c. pengendalian fisik atas aset. Perbedaan penerapan disebabkan oleh perbedaan: (1) (2) (3) (4) (5) ini antara lain visi. pencatatan yang akurat dan tepat waktu atas transaksi dan kejadian. Kegiatan pengendalian terdiri atas: a. e. misi. d. h. Kegiatan pengendalian yang diterapkan dalam suatu Instansi Pemerintah dapat berbeda dengan yang diterapkan pada Instansi Pemerintah lain. Hal 35 . pengendalian atas pengelolaan sistem informasi. dan risiko yang dihadapi. f. dan tujuan. pembinaan sumber daya manusia. lingkungan dan cara beroperasi. penetapan dan reviu atas indikator dan ukuran kinerja. b. otorisasi atas transaksi dan kejadian yang penting. pemisahan fungsi.

b. A. akuntabilitas terhadap sumber daya dan pencatatannya. Unsur dan Sub Unsur PENERAPAN UMUM Kebijakan dan prosedur yang ada berkaitan dengan kegiatan Instansi Pemerintah. dokumentasi yang baik atas Sistem Pengendalian Intern serta transaksi dan kejadian penting. 1. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan pembatasan akses atas sumber daya dan pencatatannya. Pegawai dan atasannya memahami tujuan dari kegiatan pengendalian tersebut. Daftar uji berikut ini dimaksudkan untuk menilai apakah kegiatan pengendalian intern pada suatu Instansi Pemerintah sudah memadai. No. Komentar 2. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. Kegiatan pengendalian yang diidentifikasi sebagai hal yang diperlukan sudah diterapkan. dan k. b. Semua tujuan yang relevan dan risikonya untuk masing-masing kegiatan penting sudah diidentifikasi pada saat pelaksanaan penilaian risiko. Hal 36 . i. Kegiatan pengendalian yang diatur dalam pedoman pelaksanaan kebijakan dan prosedur sudah diterapkan dengan tepat dan memadai. j. Pimpinan Instansi Pemerintah telah mengidentifikasi tindakan dan kegiatan pengendalian yang diperlukan untuk menangani risiko tersebut dan memberikan arahan penerapannya.

c. d. Reviu Manajemen pada Tingkat Kegiatan – Pimpinan Instansi Pemerintah mereviu kinerja dibandingkan tolok ukur kinerja. Komentar 3. Inisiatif signifikan dari Instansi Pemerintah dipantau pencapaiantargetnya dan tindak lanjut yang telah diambil. telah diambil tindakan secara tepat waktu.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No. atau informasi yang membutuhkan tindak lanjut. dan kinerja periode yang lalu. prakiraan. Pimpinan Instansi Pemerintah pada setiap tingkatan kegiatan mereviu laporan kinerja. 2. masalah dalam penerapan. Hal 37 . Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. Pimpinan Instansi Pemerintah secara berkala mereviu kinerja dibandingkan rencana. dan mengukur hasil dibandingkan target. 1. Pimpinan Instansi Pemerintah terlibat dalam penyusunan rencana strategis dan rencana kerja tahunan. Terhadap penyimpangan. Kegiatan pengendalian secara berkala dievaluasi untuk memastikan bahwa kegiatankegiatan tersebut masih sesuai dan berfungsi sebagaimana diharapkan. Pimpinan Instansi Pemerintah terlibat dalam pengukuran dan pelaporan hasil yang dicapai. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. anggaran. REVIU ATAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH YANG BERSANGKUTAN Reviu pada Tingkat Puncak – Pimpinan Instansi Pemerintah memantau pencapaian kinerja Instansi Pemerintah tersebut dibandingkan rencana sebagai tolok ukur kinerja. c. Unsur dan Sub Unsur Petugas pengawas mereviu berfungsinya kegiatan pengendalian yang sudah ditetapkan dan selalu waspada terhadap adanya kegiatan pengendalian yang berlebihan. menganalisis kecenderungan. d. B. b.

Instansi Pemerintah memiliki strategi perencanaan sumber daya manusia yang spesifik dan eksplisit. dan praktek pengelolaan pegawai yang akan menjadi panduan bagi Instansi Pemerintah tersebut.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No. rencana kerja tahunan. anggaran. Pimpinan Instansi Pemerintah membangun kerja sama tim. 4. rencana kerja tahunan. antara lain seperti rekonsiliasi dan pengecekan ketepatan informasi. Sistem manajemen kinerja Instansi Pemerintah mendapat prioritas tertinggi dari pimpinan Instansi Pemerintah yang dirancang sebagai panduan bagi pegawai dalam mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan. yang dikaitkan dengan keseluruhan rencana strategis. Unsur dan Sub Unsur Pejabat pengelola keuangan dan pejabat pelaksana tugas operasional mereviu serta membandingkan kinerja keuangan. dan operasional dengan hasil yang direncanakan atau diharapkan. Hal 38 . Kegiatan pengendalian yang tepat telah dilaksanakan. b. mendorong penerapan visi Instansi Pemerintah. 6. program. Komentar c. PEMBINAAN SUMBER DAYA MANUSIA Pemahaman bersama atas visi. C. Instansi Pemerintah telah memiliki persyaratan jabatan dan menetapkan kinerja yang diharapkan untuk setiap posisi pimpinan. nilai. dan pedoman panduan kerja lainnya dan telah dikomunikasikan secara jelas dan konsisten kepada seluruh pegawai. dan mendorong adanya umpan balik dari pegawai. Instansi Pemerintah memiliki strategi pembinaan sumber daya manusia yang utuh dalam bentuk rencana strategis. 5. 2. dan yang memungkinkan dilakukannya identifikasi kebutuhan pegawai baik pada saat ini maupun di masa mendatang. tujuan. 3. 1. dan dokumen perencanaan sumber daya manusia lainnya yang meliputi kebijakan. misi. dan strategi Instansi Pemerintah telah tercermin dalam rencana strategis.

pelatihan dan kelengkapan kerja untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab. 1. memotivasi. Pegawai diberikan evaluasi kinerja dan umpan balik yang bermakna. Pengawasan atasan dilakukan secara berkesinambungan untuk memastikan bahwa tujuan pengendalian intern bisa dicapai. Hal 39 . meningkatkan kinerja. dan mempertahankan pegawai serta insentif dan penghargaan disediakan untuk mendorong pegawai melakukan tugas dengan kemampuan maksimal. 9. 10. a. Pimpinan Instansi Pemerintah melakukan kaderisasi untuk memastikan tersedianya pegawai dengan kompetensi yang diperlukan. 13. 11. Sistem kompensasi cukup memadai untuk mendapatkan.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No. Pegawai telah diberikan orientasi. Instansi Pemerintah memiliki program kesejahteraan dan fasilitas untuk meningkatkan kepuasan dan komitmen pegawai. serta memenuhi tuntutan kebutuhan organisasi yang berubahubah. 12. 7. meningkatkan kemampuan. dan konstruktif untuk membantu pegawai memahami hubungan antara kinerjanya dan pencapaian tujuan Instansi Pemerintah. Pengendalian Umum Komentar 8. PENGENDALIAN ATAS PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI Pengendalian atas pengelolaan sistem informasi dilakukan untuk memastikan akurasi dan kelengkapan informasi. D. Unsur dan Sub Unsur Instansi Pemerintah telah memiliki prosedur untuk memastikan bahwa pegawai dengan kompetensi yang tepat yang direkrut dan dipertahankan. Pengendalian dilakukan melalui pengendalian umum dan pengendalian aplikasi. jujur.

Halhal yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut: Komentar (2) (3) (4) (5) (6) Hal 40 .Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No. Pimpinan Instansi Pemerintah menetapkan organisasi untuk mengimplementasikan dan mengelola program pengamanan. fasilitas. Unsur dan Sub Unsur (1) Pengamanan Sistem Informasi Instansi Pemerintah secara berkal melaksanakan penilaian risiko secara periodik yang komprehensif. (ii) Penilaian risiko tersebut sudah mempertimbangkan sensitivitas dan keandalan data. Instansi Pemerintah mengimplementasikan kebijakan yang efektif atas pegawai yang terkait dengan program pengamanan. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut: (i) Penilaian risiko dilaksanakan dan didokumentasikan secara teratur dan pada saat sistem. (iii) Penetapan risiko akhir dan persetujuan pimpinan Instansi Pemerintah didokumentasikan. Pimpinan Instansi Pemerintah menetapkan uraian tanggung jawab pengamanan secara jelas. Pimpinan Instansi Pemerintah mengembangkan rencana yang secara jelas menggambarkan program pengamanan serta kebijakan dan prosedur yang mendukungnya. atau kondisi lainnya berubah. Instansi Pemerintah memantau efektivitas program pengamanan dan melakukan perubahan program pengamanan jika diperlukan.

Hal 41 . dan mengambil tindakan perbaikan dan penegakan disiplin. (4) Instansi Pemerintah memantau akses ke sistem informasi. (3) Instansi Pemerintah menetapkan pengendalian fisik dan pengendalian logik untuk mencegah dan mendeteksi akses yang tidak diotorisasi. b. Pengendalian atas Pengembangan dan Perubahan Perangkat Lunak Aplikasi (1) Fitur pemrosesan sistem informasi dan modifikasi program diotorisasi. Pengendalian atas Akses (1) Instansi Pemerintah mengklasifikasikan sumber daya sistem informasi berdasarkan kepentingan dan sensitivitasnya. Komentar c. Halhal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: (i) Klasifikasi sumber daya dan kriteria terkait sudah ditetapkan dan dikomunikasikan kepada pemilik sumber daya. melakukan investigasi atas pelanggaran. (2) Pemilik sumber daya mengidentifikasi pengguna yang berhak dan otorisasi akses ke informasi secara formal. (ii) Pemilik sumber daya memilahmilah sumber daya informasi berdasarkan klasifikasi dan kriteria yang sudah ditetapkan dengan memperhatikan penetapan dan penilaian risiko serta mendokumentasikannya.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No. Unsur dan Sub Unsur (i) Pimpinan Instansi Pemerintah secara berkala menilai kelayakan kebijakan pengamanan dan kepatuhan terhadap kebijakan tersebut. (ii) Tindakan korektif diterapkan dan diuji dengan segera dan efektif serta dipantau secara terusmenerus.

Komentar d. pemberian prioritas. Kontinuitas pelayanan (1) Hal 42 . e. Pengendalian atas Perangkat Lunak Sistem (1) Instansi Pemerintah membatasi akses ke perangkat lunak sistem berdasarkan tanggung jawab pekerjaan dan otorisasi akses tersebut didokumentasikan. (3) Instansi Pemerintah telah menetapkan prosedur untuk memastikan terselenggaranya pengendalian atas kepustakaan perangkat lunak (software libraries) termasuk pemberian label. dan reviu. Pemisahan Tugas (1) Tugas yang tidak dapat digabungkan sudah diidentifikasi dan kebijakan untuk memisahkan tugas tersebut sudah ditetapkan. Pengendalian atas akses sudah ditetapkan untuk pelaksanaan pemisahan tugas.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No. (3) Instansi Pemerintah mengendalikan perubahan yang dilakukan terhadap perangkat lunak sistem. pembatasan akses. supervisi. (2) Akses ke dan penggunaan perangkat lunak sistem dikendalikan dan dipantau. dan pengidentifikasian sumber daya pendukung atas kegiatan komputerisasi yang kritis dan sensitif. Instansi Pemerintah melakukan pengendalian atas kegiatan pegawai melalui penggunaan prosedur. (2) Unsur dan Sub Unsur Seluruh perangkat lunak yang baru dan yang dimutakhirkan sudah diuji dan disetujui. (2) (3) f. dan penggunaan kepustakaan perangkat lunak yang terpisah. Instansi Pemerintah melakukan penilaian.

(ii) Untuk sistem aplikasi batch. (2) Atas dokumen sumber dilakukan pengesahan. Pengendalian Aplikasi a. serta pengelolaan dan pemeliharaan perangkat keras. dan terorisme. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: (i) Akses ke dokumen sumber yang masih kosong dibatasi. sabotase. misalnya langkah pengamanan apabila terjadi bencana alam. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: (i) Dokumen sumber yang penting memerlukan tanda tangan otorisasi. pelatihan staf. dan jumlah Hal 43 . pengendalian atas lingkungan. Pimpinan Instansi Pemerintah sudah mengembangkan dan mendokumentasikan rencana komprehensif untuk mengatasi kejadian tidak terduga (contingency plan). nomor kendali. penyimpanan back-up data di tempat lain. (2) Unsur dan Sub Unsur Instansi Pemerintah sudah mengambil langkah-langkah pencegahan dan minimalisasi potensi kerusakan dan terhentinya operasi komputer antara lain melalui penggunaan prosedur backup data dan program. Komentar (3) (4) 2. jumlah dokumen.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No. (ii) Dokumen sumber diberikan nomor urut tercetak (prenumbered). Instansi Pemerintah secara berkala menguji rencana untuk mengatasi kejadian tidak terduga dan melakukan penyesuaian jika diperlukan. Pengendalian Otorisasi (1) Instansi Pemerintah mengendalikan dokumen sumber.harus digunakan lembar kendali batch yang menyediakan informasi seperti tanggal.

Pengendalian terhadap Keandalan Pemrosesan dan File Data (1) Terdapat prosedur untuk memastikan bahwa hanya program dan file data versi terkini yang digunakan selama pemrosesan. dilaporkan. Pengendalian Kelengkapan (1) Transaksi yang dientri dan diproses ke dalam komputer adalah seluruh transaksi yang telah diotorisasi.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No. Pengendalian Akurasi (1) Desain entri data digunakan untuk mendukung akurasi data. (iii) Reviu independen terhadap data dilakukan sebelum data dientri ke dalam sistem aplikasi. (2) Rekonsiliasi data dilaksanakan untuk memverifikasi kelengkapan data. (4) File induk dan laporan khusus digunakan untuk memastikan bahwa seluruh data yang diproses telah diotorisasi. (4) Laporan keluaran direviu untuk mempertahankan akurasi dan validitas data. (3) Terdapat program yang memiliki prosedur untuk mengecek internal file header labels sebelum pemrosesan. (4) Terdapat aplikasi yang mencegah perubahan file secara bersamaan Komentar e. (3) Akses ke terminal entri data dibatasi. b. diinvestigasi. Unsur dan Sub Unsur kendali (control totals) dari field kunci. c. (3) Data yang salah dengan segera dicatat. Hal 44 . (2) Validasi data dan editing dilaksanakan untuk mengidentifikasi data yang salah. (2) Terdapat program yang memiliki prosedur untuk memverifikasi bahwa versi file komputer yang sesuai yang digunakan selama pemrosesan. dan diperbaiki.

1. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. e. setiap perbedaan diperiksa secara teliti. Aset yang berisiko hilang. surat berharga. Formulir seperti blangko cek dan Surat Perintah Membayar. f. peralatan. digunakan tanpa hak seperti uang tunai. i. dan dikomunikasikan ke seluruh pegawai. h. Kebijakan dan prosedur pengamanan fisik telah ditetapkan. dan peralatan. Identitas aset dilekatkan pada meubelair. c. dan akses ke formulir tersebut dikendalikan. dan peralatan secara periodik dihitung dan dibandingkan dengan catatan pengendalian. d. kebijakan. b. Komentar Hal 45 . dicuri. dan mengkomunikasikan rencana identifikasi. mengimplementasikan. Unsur dan Sub Unsur PENGENDALIAN FISIK ATAS ASET Pimpinan Instansi Pemerintah menetapkan. perlengkapan. dan prosedur pengamanan fisik kepada seluruh pegawai. Aset seperti uang tunai. dan inventariskantor lainnya. surat berharga. diberi nomor urut tercetak (prenumbered).Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No. Instansi pemerintah telah mengembangkan rencana untuk identifikasi dan pengamanan aset infrastruktur. secara fisik diamankan. perlengkapan. g. Penanda tangan cek mekanik dan stempel tanda tangan secara fisik dilindungi dan aksesnya dikendalikan dengan ketat. persediaan. secara fisik diamankan dan akses ke aset tersebut dikendalikan. diimplementasikan. E. persediaan. Peralatan yang berisiko dicuri diamankan dengan dilekatkan atau dilindungi dengan cara lainnya. Uang tunai dan surat berharga yang dapat diuangkan dijaga dalam tempat terkunci dan akses ke aset tersebut secara ketat dikendalikan. rusak.

G. k. Data capaian kinerja dibandingkan secara terus-menerus dengan sasaran yang ditetapkan dan selisihnya dianalisis lebih lanjut. F. PEMISAHAN FUNGSI Pimpinan Instansi Pemerintah menjamin seluruh aspek utama transaksi atau kejadian tidak dikendalikan oleh 1 (satu) orang. Akses ke gedung dan fasilitas dikendalikan dengan pagar. 2. Akses ke fasilitas di luar jam kerja dibatasi dan dikendalikan. kegiatan. sasaran. Seluruh fasilitas dilindungi dari api dengan menggunakan alarm kebakaran dan sistem pemadaman kebakaran. atau pengendalian fisik lainnya. 1. l. 3. dan pegawai. Unsur dan Sub Unsur persediaan dan perlengkapan disimpan di tempat yang diamankan secara fisik dan dilindungi dari kerusakan. PENETAPAN DAN REVIU INDIKATOR DAN UKURAN KINERJA Ukuran dan indikator kinerja ditetapkan untuk tingkat Instansi Pemerintah. dan tujuan serta mengatur insentif yang pantas untuk mencapai tujuan dengan tetap memperhatikan peraturan perundang-undangan. penjaga.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No. j. dan mengkomunikasikan rencana pemulihan setelah bencana (disaster recovery plan) kepada seluruh pegawai. Hal 46 . Pimpinan Instansi Pemerintah menetapkan. m. mengimplementasikan. Faktor penilaian pengukuran kinerja dievaluasi untuk meyakinkan bahwa faktor tersebut seimbang dan terkait dengan misi. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: Komentar 2. Instansi Pemerintah mereviu dan melakukan validasi secara periodik atas ketetapan dan keandalan ukuran dan indikator kinerja. 4.

Tugas dilimpahkan secara sistematik ke sejumlah orang untuk memberikan keyakinan adanya checks and balances. pemrosesan dan pencatatan. Tanggung jawab dan tugas atas transaksi atau kejadian dipisahkan di antara pegawai berbeda yang terkait dengan otorisasi. e. dan aset berisiko tinggi lainnya. c. persetujuan. Hal 47 . d. serta fungsi-fungsi penyimpanan dan penanganan aset. b.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No. b. Terdapat pengendalian untuk memastikan bahwa hanya transaksi dan kejadian signifikan yang dientri adalah yang telah diotorisasi dan dilaksanakan hanya oleh pegawai sesuai lingkup otoritasnya. Terdapat pengendalian untuk memberikan keyakinan bahwa hanya transaksi dan kejadian yang valid diproses dan dientri. pembayaran atau pemerimaan dana. f. Komentar H. OTORISASI ATAS TRANSAKSI DAN KEJADIAN YANG PENTING Pimpinan Instansi Pemerintah menetapkan dan mengkomunikasikan syarat dan ketentuan otorisasi kepada pegawai. a. Saldo bank direkonsiliasi oleh pegawai yang tidak memiliki tanggung jawab atas penerimaan. reviu dan audit. Pimpinan Instansi Pemerintah mengurangi kesempatan terjadinya kolusi karena adanya kesadaran bahwa kolusi mengakibatkan ketidakefektifan pemisahan fungsi. Hal-hal dana yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. sesuai dengan keputusan dan arahan pimpinan Instansi Pemerintah. surat berharga. dan penyimpanan kas. pengeluaran. Unsur dan Sub Unsur Tidak seorangpun diperbolehkan mengendalikan seluruh aspek utama transaksi atau kejadian. Jika memungkinkan. tidak seorangpun diperbolehkan menangani sendiri uang tunai.

c. Terdapat persyaratan otorisasi yang sejalan dengan arahan dan dalam batasan yang ditetapkan oleh ketentuan peraturan perundang-undangan dan ketentuan pimpinan Instansi Pemerintah. Komentar I. 2. 1. PEMBATASAN AKSES ATAS SUMBER DAYA DAN PENCATATANNYA Pimpinan Instansi Pemerintah memberikan akses hanya kepada pegawai yang berwenang dan melakukan reviu atas pembatasan tersebut secara berkala. c. dan klasifikasi akhir dalam pencatatan ikhtisar. Risiko penggunaan secara tidak sah atau kehilangan dikendalikan dengan membatasi akses ke sumber daya dan pencatatannya hanya kepada pegawai yang berwenang. Hal 48 . bernilai. b. Unsur dan Sub Unsur Otorisasi yang secara spesifik memuat kondisi dan syarat otorisasi dikomunikasikan secara jelas kepada pimpinan dan pegawai Instansi Pemerintah. pelaksanaan. Klasifikasi dan pencatatan yang tepat dilaksanakan untuk seluruh siklus transaksi atau kejadian yang mencakup otorisasi. Halhal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. J. pemrosesan. kemudahan ditukarkan ketika menentukan tingkat pembatasan akses yang tepat.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No. dan berguna bagi pimpinan Instansi Pemerintah dalam mengendalikan kegiatan dan dalam pengambilan keputusan. kemudahan dipindahkan. Pimpinan Instansi Pemerintah mempertimbangkan faktor-faktor seperti nilai aset. d. PENCATATAN YANG AKURAT DAN TEPAT WAKTU ATAS TRANSAKSI DAN KEJADIAN Transaksi dan kejadian diklasifikasikan dengan tepat dan dicatat dengan segera sehingga tetap relevan. Penetapan pembatasan akses untuk penyimpanan secara periodik direviu dan dipelihara.

Terdapat dokumentasi tertulis yang mencakup Sistem Pengendalian Intern Instansi Pemerintah dan seluruh transaksi dan kejadian penting.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No. memelihara. jika tidak sesuai. K. Pembandingan berkala antara sumber daya dengan pencatatan akuntabilitas dilakukan untuk menentukan kesesuaiannya dan. Dokumentasi tersedia setiap saat untuk diperiksa. Komentar L. dilakukan audit. b. mengelola. penggunaan. dan pencatatan sumber daya ditugaskan pegawai khusus. Hal 49 . c. Pimpinan Instansi Pemerintah menginformasikan dan mengkomunikasikan tanggung jawab atas akuntabilitas sumber daya dan catatan kepada pegawai dalam organisasi dan meyakinkan bahwa petugas tersebut memahami tanggung jawabnya. dan secara berkala memutakhirkan dokumentasi yang mencakup seluruh Sistem Pengendalian Intern serta transaksi dan kejadian penting. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. DOKUMENTASI YANG BAIK ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN SERTA TRANSAKSI DAN KEJADIAN PENTING Pimpinan Instansi Pemerintah memiliki. d. Penetapan pertanggungjawaban akses untuk penyimpanan sumber daya secara periodik direviu dan dipelihara. b. Pertanggungjawaban atas penyimpanan. Unsur dan Sub Unsur AKUNTABILITAS TERHADAP SUMBER DAYA DAN PENCATATANNYA Pimpinan Instansi Pemerintah menugaskan pegawai yang bertanggung jawab terhadap penyimpanan sumber daya dan pencatatannya serta melakukan reviu atas penugasan tersebut secara berkala.

Dokumentasi atas Sistem Pengendalian Intern mencakup dokumentasi yang menggambarkan sistem informasi otomatis. serta pengendalian umum dan pengendalian aplikasi. Seluruh dokumentasi dan catatan dikelola dan dipelihara secara baik serta dimutakhirkan secara berkala. f. c. Hal 50 . g. Unsur dan Sub Unsur Dokumentasi atas Sistem Pengendalian Intern mencakup identifikasi. Terdapat dokumentasi atas transaksi dan kejadian penting yang lengkap dan akurat sehingga memudahkan penelusuran transaksi dan kejadian penting sejak otorisasi. dan evaluasi atas tujuan dan fungsi Instansi Pemerintah pada tingkatan kegiatan serta pengendaliannya yang tercermin dalam kebijakan administratif. yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa eksternal serta internal.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No. dan pedoman lainnya. pengumpulan dan penanganan data. yang berguna bagi pimpinan Instansi Pemerintah dalam mengendalikan kegiatannya dan bagi pihak lain yang terlibat dalam evaluasi dan analisis kegiatan. e. D. Komentar d. INFORMASI DAN KOMUNIKASI Unsur pengendalian intern keempat adalah informasi dan komunikasi. pedoman akuntansi. hingga penyelesaian. penerapan. pemrosesan. baik dalam bentuk cetakan maupun elektronis. Terdapat dokumentasi. Instansi Pemerintah harus memiliki informasi yang relevan dan dapat diandalkan baik informasi keuangan maupun nonkeuangan. inisiasi.

A. sudah diidentifikasi dan secara teratur dilaporkan kepada pimpinan Instansi Pemerintah. No. Komentar Hal 51 . Daftar uji berikut ini dimaksudkan untuk menilai apakah InstansiPemerintah telah menerapkan unsur informasi yang tepat dan komunikasi secara baik sehingga menunjang Sistem Pengendalian Intern dan manajemen yang sehat. yang memungkinkan yang bersangkutan melaksanakan pengendalian intern dan tanggung jawab operasional. termasuk informasi yang berkaitan dengan faktor-faktor keberhasilan yang kritis. Instansi Pemerintah sudah mendapatkan dan melaporkan kepada pimpinan semua informasi eksternal relevan. Halhal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. maksud. b. Informasi internal yang penting dalam mencapai tujuan Instansi Pemerintah.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan Informasi tersebut harus direkam dan dikomunikasikan kepada pimpinan Instansi Pemerintah dan lainnya di seluruh Instansi Pemerintah yang memerlukannya dalam bentuk serta dalam kerangka waktu. yang dapat mempengaruhi tercapainya misi. Unsur dan Sub Unsur INFORMASI Informasi dari sumber internal dan eksternal didapat dan disampaikan kepada pimpinan Instansi Pemerintah sebagai bagian dari pelaporan Instansi Pemerintah sehubungan dengan pencapaian kinerja operasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. dan tujuan Instansi Pemerintah. 1. terutama yang berkaitan dengan perkembangan peraturan perundang-undangan serta perubahan politik dan ekonomis.

diperoleh dan didistribusikan kepada pihak yang berhak dengan rincian yang memadai. Informasi operasional sudah disediakan bagi pimpinan Instansi Pemerintah sehingga mereka dapat menentukan apakah pelaksanaan program sudah sesuai dengan peraturan perundangundangan. f.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No. e. Pimpinan Instansi Pemerintah di semua tingkatan telah memperoleh informasi internal dan eksternal yang diperlukan. b. Informasi terkait sudah diidentifikasi. Informasi yang relevan diringkas dan disajikan secara memadai sehingga memungkinkan dilakukannya pengecekan secara rinci sesuai keperluan. Pimpinan Instansi Pemerintah sudah menerima informasi hasil analisis yang dapat membantu dalam mengidentifikasi tindakan khusus yang perlu dilaksanakan. d. dan waktu yang tepat. kegiatan. Informasi sudah disiapkan dalam bentuk rincian yang tepat sesuai dengan tingkatan pimpinan Instansi Pemerintah. sehingga memungkinkan mereka dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara efisien dan efektif. Komentar 2. Unsur dan Sub Unsur c. Pimpinan yang bertanggung jawab terhadap suatu program sudah menerima informasi operasional dan keuangan untuk membantu mengukur dan menentukan pencapaian rencana kinerja strategis. Hal 52 . dan transaksi sehingga memungkinkan dilakukannya tindakan korektif secara cepat. Informasi disediakan tepat waktu agar dapat dilaksanakannya pemantauan kejadian. c. tahunan dan target Instansi Pemerintah sehubungan dengan pertanggungjawaban penggunaan sumber daya. bentuk. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a.

Pegawai memiliki saluran komunikasi informasi ke atas selain melalui atasan langsungnya. Informasi keuangan dan anggaran yang memadai sudah disediakan guna mendukung penyusunan pelaporan keuangan internal dan eksternal. c.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No. sehingga kelemahan potensial pengendalian intern bisa diidentifikasi dan diperbaiki sebelum kelemahan tersebut menimbulkan kerugian lebih lanjut terhadap Instansi Pemerintah. Unsur dan Sub Unsur g. d. KOMUNIKASI Pimpinan Instansi Pemerintah harusmemastikan terjalinnya komunikasi internal yang efektif. B. Sikap perilaku yang bisa dan tidak bisa diterima serta konsekuensinya sudah dikomunikasikan secara jelas kepada pegawai. Tugas yang dibebankan kepada pegawai sudah dikomunikasikan dengan jelas dan sudah dimengerti aspek pengendalian internnya. perhatian harus diberikan bukan hanya kepada kejadian tersebut. dan hubungan pekerjaan antar pegawai. e. peranan masing-masing pegawai. b. jika ada hal yang tidak diharapkan terjadi dalam pelaksanaan tugas. tetapi juga pada penyebabnya. Pimpinan Instansi Pemerintah sudah memberikan arahan yang jelas kepada seluruh tingkatan organisasi bahwa tanggung jawab pengendalian intern adalah masalah penting dan harus diperhatikan secara serius. 1. dan ada keinginan yang tulus dari pimpinan Instansi Pemerintah untuk mendengar keluhan sebagai bagian dari proses manajemen. Komentar Hal 53 . Pegawai sudah diinformasikan bahwa. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a.

Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan
No. Unsur dan Sub Unsur
f. Adanya mekanisme yang memungkinkan informasi mengalir ke seluruh bagian dengan lancar dan menjamin adanya komunikasi yangnlancar antar kegiatan fungsional. g. Pegawai mengetahui adanya saluran komunikasi informal atau terpisah yang bisa berfungsi apabila jalur informasi normal gagal digunakan. h. Pegawai mengetahui adanya jaminan tidak akan ada tindakan ‘balas dendam’ (reprisal) jika melaporkan informasi yang negatif, perilaku yang tidak benar, atau penyimpangan. i. Adanya mekanisme yang memungkinkan pegawai menyampaikan rekomendasi penyempurnaan kegiatan, dan pimpinan Instansi Pemerintah memberikan penghargaan terhadap rekomendasi yang baik berupa hadiah langsung atau bentuk penghargaan lainnya. j. Pimpinan Instansi Pemerintah sering berkomunikasi dengan aparat pengawasan intern pemerintah, dan terus melaporkan kepada aparat pengawasan intern pemerintah mengenai kinerja, risiko, inisiatif penting, dan kejadian penting lainnya. Pimpinan Instansi Pemerintah harus memastikan bahwa sudah terjalin komunikasi eksternal yang efektif yang memiliki dampak signifikan terhadap program, proyek, operasi dan kegiatan lain termasuk penganggaran dan pendanaannya. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. Adanya saluran komunikasi yang terbuka dan efektif dengan masyarakat, rekanan, konsultan, dan aparat pengawasan intern pemerintah serta kelompok lainnya yang bisa memberikan masukan yang signifikan terhadap kualitas pelayanan Instansi Pemerintah.

Komentar

2.

Hal 54

Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan
No. Unsur dan Sub Unsur
b. Semua pihak eksternal yang berhubungan dengan Instansi Pemerintah sudah diinformasikan mengenai kode etik yang berlaku dan juga sudah mengerti bahwa tindakan yang tidak benar, seperti pemberian komisi, tidak diperkenankan. c. Komunikasi dengan eksternal sangat didorong untuk dapat mengetahui berfungsinya pengendalian intern. d. Pengaduan, keluhan, dan pertanyaan mengenai layanan instansi pemerintah, ditindaklanjuti dengan baik karena dapat menunjukkan adanya permasalahan dalam pengendalian. e. Pimpinan Instansi Pemerintah memastikan bahwa saran dan rekomendasi aparat pengawasan intern pemerintah, auditor, dan evaluator lainnya sudah dipertimbangkan sepenuhnya dan ditindaklanjuti dengan memperbaiki masalah atau kelemahan yang diidentifikasi. C. 1. BENTUK DAN SARANA KOMUNIKASI Pimpinan Instansi Pemerintah menggunakan berbagai bentuk dan sarana dalam mengkomunikasikan informasi penting kepada pegawai dan lainnya. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. Pimpinan Instansi Pemerintah sudah menggunakan bentuk dan sarana komunikasi efektif, berupa buku pedoman kebijakan dan prosedur, surat edaran, memorandum, papan pengumuman, situs internet dan intranet, rekaman video, email, dan arahan lisan. b. Pimpinan telah melakukan komunikasi dalam bentuk tindakan positif saat berhubungan dengan pegawai diseluruh organisasi dan memperlihatkan dukungan

Komentar

Hal 55

Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan
No.
2.

Unsur dan Sub Unsur
terhadap pengendalian intern. Instansi Pemerintah mengelola, mengembangkan, dan memperbarui sistem informasi untuk meningkatkan kegunaan dan keandalan komunikasi informasi secara terus menerus. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. Manajemen sistem informasi dilaksanakan berdasarkan suatu rencana strategis sistem informasi yang merupakan bagian dari rencana strategis Instansi Pemerintah secara keseluruhan. b. Adanya mekanisme untuk mengidentifikasi berkembangnya kebutuhan informasi. c. Sebagai bagian dari manajemen informasi, Instansi Pemerintah telah memantau, menganalisis, mengevaluasi, dan memanfaatkan perkembangan dan kemajuan teknologi untuk dapat memberikan pelayanan lebih cepat dan efisien. d. Pimpinan Instansi Pemerintah secara terus menerus memantau mutu informasi yang dikelola, diukur dari segi kelayakan isi, ketepatan waktu, keakuratan, dan kemudahan aksesnya. Dukungan pimpinan Instansi Pemerintah terhadap pengembangan teknologi informasi ditunjukkan dengan komitmennya dalam menyediakan pegawai dan pendanaan yang memadai terhadap upaya pengembangan tersebut.

Komentar

3.

Hal 56

dan tindakan lain yang terkait dalam pelaksanaan tugas. rekonsiliasi. Pemantauan berkelanjutan diselenggarakan melalui kegiatan pengelolaan rutin. PEMANTAUAN Pemantauan merupakan unsur pengendalian intern yang kelima atau terakhir. evaluasi terpisah. supervisi. Evaluasi terpisah diselenggarakan melalui penilaian sendiri. Hal 57 . reviu. Daftar uji berikut ini dimaksudkan untuk menilai apakah Instansi Pemerintah telah menerapkan unsur pemantauan secara baik sehingga dapat menunjang Sistem Pengendalian Intern dan manajemen yang sehat. dan tindak lanjut rekomendasi hasil audit dan reviu lainnya. Pemantauan Sistem Pengendalian Intern dilaksanakan melalui pemantauan berkelanjutan. pembandingan.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan E. dan pengujian efektivitas Sistem Pengendalian Intern yang dapat dilakukan oleh aparat pengawasan intern pemerintah atau pihak eksternal pemerintah dengan menggunakan daftar uji pengendalian intern. Tindak lanjut rekomendasi hasil audit dan reviu lainnya harus segera diselesaikan dan dilaksanakan sesuai dengan mekanisme penyelesaian rekomendasi hasil audit dan reviu lainnya yang ditetapkan.

b. Adanya strategi pemantauan yang meliputi metode untuk menekankan pimpinan program atau operasional bahwa mereka bertanggung jawab atas pengendalian intern dan pemantauan efektivitas kegiatan pengendalian sebagai bagian dari tugas mereka secara teratur dan setiap hari. A.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No. Adanya strategi yang meliputi rencana untuk mengevaluasi secara berkala kegiatan pengendalian atas kegiatan operasi penting dan sistem pendukung pencapaian misi. Strategi pimpinan Instansi Pemerintah menyediakan umpan balik rutin. Tanggapan Hal 58 . c. d. Unsur dan Sub Unsur PEMANTAUAN BERKELANJUTAN Pimpinan Instansi Pemerintah memiliki strategi untuk meyakinkan bahwa pemantauan berkelanjutan efektif dan dapat memicu evaluasi terpisah pada saat persoalan teridentifikasi atau pada saat sistem berada dalam keadaan kritis. pemantauan kinerja. serta pada saat pengujian secara berkala diperlukan. dan mengendalikan pencapaian tujuan. Adanya strategi pemantauan yang mencakup identifikasi kegiatan operasi penting dan sistem pendukung pencapaian misi yang memerlukan reviu dan evaluasi khusus. Adanya strategi pemantauan yang meliputi metode untuk menekankan pimpinan program bahwa mereka bertanggung jawab atas pengendalian intern dan bahwa tugas mereka adalah untuk memantau efektivitas kegiatan pengendalian secara teratur. e. 1. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut: a.

2. b. Unsur dan Sub Unsur Dalam proses melaksanakan kegiatan rutin. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. Hal 59 . c. Pegawai operasional harus menjamin keakuratan laporan keuangan unit dan bertanggung jawab jika ditemukan kesalahan. Struktur organisasi dan supervisi yang memadai dapat membantu mengawasi fungsi pengendalian intern. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: Tanggapan 3. Pengaduan rekanan mengenai praktik tidak adil oleh Instansi Pemerintah harus diselidiki. Pimpinan yang bertanggung jawab atas kegiatan operasional membandingkan informasi kegiatan atau informasi operasional lainnya yang didapat dari kegiatan sehari-hari dengan informasi yang didapat dari sistem informasi dan menindaklanjuti semua ketidakakuratan atau masalah lain yang ditemukan. 4.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No. pegawai Instansi Pemerintah mendapatkan informasi berfungsinya pengendalian intern secara efektif. Kegiatan pengendalian yang gagal mencegah atau mendeteksi adanya masalah yang timbul harus direviu. serta pimpinan Instansi Pemerintah memperhatikan adanya ketidakakuratan atau penyimpangan yang bisa mengindikasikan adanya masalah pengendalian intern. b. Laporan operasional sudah terintegrasi atau direkonsiliasi dengan data laporan keuangan dan anggaran dan digunakan untuk mengelola operasional berkelanjutan. Komunikasi dengan pihak eksternal harus dapat menguatkan data yang dihasilkan secara internal atau harus dapat mengindikasikan adanya masalah dalam pengendalian intern. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a.

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: Tanggapan 5. selisih antara jumlah yang tercatat dengan jumlah aktual harus dikoreksi dan penyebab selisih tersebut harus dijelaskan.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. harus telusuri. Pengeditan dan pengecekan otomatis serta kegiatan penatausahaan digunakan untuk membantu dalam mengontrol keakuratan dan kelengkapan pemrosesan transaksi. c. dan melindungi aset dan sumber daya lain dibebankan kepada orang yang ditugaskan. jika ada selisih. Unsur dan Sub Unsur a. Pimpinan Instansi Pemerintah mengambil langkah untuk menindaklanjuti rekomendasi penyempurnaan pengendalian internal yang secara teratur diberikan oleh aparat pengawasan intern pemerintah. dan aset lainnya sudah dicek secara berkala. Tingkat persediaan barang. c. Hal 60 . 7. b. Rapat dengan pegawai digunakan untuk meminta masukan tentang efektivitas pengendalian intern. dan evaluator lainnya. 6. perlengkapan. Frekuensi pembandingan antara pencatatan dan fisik aktual didasarkan atas tingkat kerawanan aset. Data yang tercatat dalam sistem informasi dan keuangan secara berkala dibandingkan dengan aset fisiknya dan. auditor. Aparat pengawasan intern pemerintah harus independen dan memiliki wewenang untuk melapor langsung ke pimpinan Instansi Pemerintah dan tidak melakukan tugas operasional apapun bagi kepentingan pimpinan Instansi Pemerintah. Pemisahan tugas dan tanggung jawab digunakan untuk membantu mencegah penyelewengan. menjaga. Tanggung jawab untuk menyimpan. b.

b. Pimpinan Instansi Pemerintah mendorong pegawai untuk mengidentifikasi kelemahan pengendalian intern dan melaporkannya ke atasan langsungnya. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. Unsur dan Sub Unsur a. Hasil penilaian risiko dan efektivitas pemantauan yang berkelanjutan dipertimbangkan saat menentukan lingkup dan frekuensi evaluasi terpisah. Masalah. 1. Pegawai secara berkala diminta untuk menyatakan secara tegas apakah mereka sudah mematuhi kode etik atau peraturan sejenis mengenai perilaku yang diharapkan. Hal 61 . atau perubahan operasional atau pemrosesan informasi keuangan dan anggaran.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No. EVALUASI TERPISAH Ruang lingkup dan frekuensi evaluasi pengendalian intern secara terpisah telah memadai bagi Instansi Pemerintah. B. c. seminar. dan masukan yang relevan berkaitan dengan pengendalian intern yang muncul pada saat pelatihan. Tanggapan 8. Pegawai secara berkala menyatakan kepatuhan mereka terhadap kode etik. misalnya rekonsiliasi. informasi. Kegiatan evaluasi terpisah seringkali diperlukan pada saat adanya kejadian misalnya perubahan besar dalam rencana atau strategi manajemen. b. pemekaran atau penciutan Instansi Pemerintah. Saran dari pegawai mengenai pengendalian intern harus dipertimbangkan dan ditindaklanjuti sebagaimana mestinya. Tanda tangan diperlukan untuk membuktikan dilaksanakannya fungsi pengendalian intern penting. b. rapat perencanaan. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. dan rapat lainnya diterima dan digunakan oleh pimpinan untuk mengatasi masalah atau untuk memperkuat sistem pengendalian intern.

Dalam Instansi Pemerintah yang menggunakan sistem informasi berbasis komputer. Tanggapan 2. atau penyalahgunaan. Metodologi evaluasi pengendalian intern Instansi Pemerintah haruslah logis dan memadai. Tim evaluasi terpisah menyusun suatu rencana evaluasi untuk meyakinkan terlaksananya kegiatan tersebut secara terkoordinasi. evaluasi terpisah dilakukan dengan menggunakan teknik audit berbantuan komputer untuk mengidentifikasi indikator inefisiensi. kemampuan. misi. f. dan pengalaman memadai. daftar kuesioner. Metodologi yang dipergunakan telah mencakup self assessment dengan menggunakan daftar periksa (check list). d. Tim evaluasi terpisah harus memahami secara memadai mengenai visi. b. Hal 62 . Evaluasi secara berkala dilakukan terhadap bagian dari pengendalian intern secara memadai. pemborosan. Evaluasi terpisah tersebut meliputi suatu reviu terhadap rancangan pengendalian intern dan pengujian langsung (direct testing) atas kegiatan pengendalian intern. dan tujuan Instansi Pemerintah serta kegiatannya. maka harus dipimpin oleh seorang pejabat dengan kewewenangan.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No. atau perangkat lainnya. d. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. c. Unsur dan Sub Unsur c. Jika proses evaluasi terpisah dilakukan oleh pegawai Instansi Pemerintah. e. Evaluasi terpisah dilakukan oleh pegawai yang mempunyai keahlian tertentu yang isyaratkan dan dapat melibatkan aparat pengawasan intern pemerintah atau auditor eksternal.

Kelemahan yang ditemukan segera dikomunikasikan kepada orang yang bertanggung jawab atas fungsi tersebut dan atasan langsungnya. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. h. Kelemahan dan masalah pengendalian intern yang serius segera dilaporkan ke pimpinan tertinggi Instansi Pemerintah. maka aparat pengawasan intern pemerintah tersebut harus memiliki sumber daya. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. b. Tim evaluasi terpisah menganalisis hasil evaluasi dibandingkan dengan kriteria yang sudah ditetapkan. Tim evaluasi terpisah sudah memahami bagaimana pengendalian intern Instansi Pemerintah seharusnya berkerja dan bagaimana implementasinya. dan independensi yang memadai. i. Aparat pengawasan intern pemerintah memiliki staf dengan tingkat kompetensi dan pengalaman yang cukup. Hal 63 . dan rencana pengawasan aparat pengawasan intern pemerintah harus sesuai dengan kebutuhan Instansi Pemerintah yang bersangkutan. Jika evaluasi terpisah dilaksanakan oleh aparat pengawasan intern pemerintah. Aparat pengawasan intern pemerintah secara organisasi independen dan melapor langsung ke pimpinan tertinggi di dalam Instansi Pemerintah. Unsur dan Sub Unsur g. kemampuan. Tanggung jawab. C. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: Tanggapan 3. PENYELESAIAN AUDIT Instansi Pemerintah sudah memiliki mekanisme untuk meyakinkan ditindaklanjutinya temuan audit atau reviu lainnya dengan segera. Proses evaluasi didokumentasikan sebagaimana mestinya. 1.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No. c. Kelemahan yang itemukan selama evaluasi terpisah segera diselesaikan. 4. lingkup kerja. b.

Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No. Pimpinan Instansi Pemerintah tanggap terhadap temuan dan rekomendasi audit dan reviu lainnya guna memperkuat pengendalian intern. dan auditor eksternal lainnya) dan pereviu jika diyakini akan membantu dalam proses penyelesaian audit. Tindakan pengendalian intern yang diperlukan. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. Dalam hal terdapat ketidaksepakatan dengan temuan atau rekomendasi. dan reviu lainnya yang menunjukkan adanya kelemahan dan yang mengidentifikasi perlunya perbaikan. Tanggapan 2. aparat pengawasan intern pemerintah. b. hasil penilaian. b. Pimpinan Instansi Pemerintah menetapkan tindakan yang memadai untuk menindaklanjuti temuan dan rekomendasi. c. Tindakan korektif untuk menyelesaikan masalah yang menarik perhatian pimpinan Instansi Pemerintah dilaksanakan dalam jangka waktu yang ditetapkan. Pimpinan Instansi Pemerintah segera mereviu dan mengevaluasi temuan audit. pimpinan Instansi Pemerintah menyatakan bahwa temuan atau rekomendasi tersebut tidak tepat atau tidak perlu ditindaklanjuti. Pimpinan Instansi Pemerintah yang berwenang mengevaluasi temuan dan rekomendasi dan memutuskan tindakan yang layak untuk memperbaiki atau meningkatkan pengendalian. d. Hal 64 . diikuti untuk memastikan penerapannya. Unsur dan Sub Unsur a. Pimpinan Instansi Pemerintah mempertimbangkan untuk melakukan konsultasi dengan auditor (seperti BPK. e.

e. c.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No. Tindakan diambil untuk memperbaiki kondisi atau mengatasi penyebab terjadinya temuan. Pimpinan Instansi Pemerintah secara berkala mendapat laporan status penyelesaian audit dan reviu sehingga pimpinan dapat meyakinkan kualitas dan ketepatan waktu penyelesaian setiap rekomendasi. Pimpinan Instansi Pemerintah dan auditor memantau temuan audit dan reviu serta rekomendasinya untuk meyakinkan bahwa tindakan yang diperlukan telah dilaksanakan. Penyebab yang diungkapkan dalam temuan atau rekomendasi diteliti oleh pimpinan Instansi Pemerintah. b. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: a. Masalah yang berkaitan dengan transaksi atau kejadian tertentu dikoreksi dengan segera. d. Tanggapan Hal 65 . Unsur dan Sub Unsur Instansi Pemerintah menindaklanjuti temuan dan rekomendasi audit dan reviu lainnya dengan tepat. 3.

Pimpinan Instansi Pemerintah memiliki kepemimpinan yang kondusif yang mendukung pengendalian intern yang efektif. yang dapat mempengaruhi kemampuan Instansi Pemerintah dalam mencapai tujuannya. Pimpinan Instansi Pemerintah menunjukkan suatu komitmen terhadap kompetensi /kemampuan pegawainya dan menggunakan kebijakan dan praktik pembinaan sumber daya manusia yang baik. Pimpinan Instansi Pemerintah sudah melakukan identifikasi risiko secara menyeluruh. PENILAIAN RISIKO Pimpinan Instansi Pemerintah sudah menetapkan tujuan keseluruhan Instansi Pemerintah yang jelas dan konsisten serta tujuan tingkatan kegiatan yang mendukungnya.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan IV. IKHTISAR UNSUR-UNSUR PENGENDALIAN INTERN KESELURUHAN No. A. Tanggapan B. Instansi Pemerintah memiliki hubungan kerja yang baik dengan badan legislatif serta auditor internal dan eksternal. Analisis risiko sudah dilaksanakan. Pimpinan Instansi Pemerintah harus menyampaikan pesan bahwa nilai-nilai integritas dan etis tidak boleh dikompromikan. dan Instansi Pemerintah sudah mengembangkan Hal 66 . Struktur organisasi Instansi Pemerintah dan metode pendelegasian wewenang dan tanggung jawab memberikan kontribusi terhadap efektivitas pengendalian intern. Unsur dan Sub Unsur LINGKUNGAN PENGENDALIAN Pimpinan dan pegawai Instansi Pemerintah memiliki sikap perilaku yang positif dan mendukung pengendalian intern dan manajemen bersih. mulai dari sumber internal maupun eksternal.

Selain itu. dan memperbaiki sistem informasinya dalam upaya meningkatkan komunikasi secara berkesinambungan. prosedur. Informasi tersebut dikomunikasikan kepada pimpinan dan pihak lain di lingkungan Instansi Pemerintah dalam bentuk yang memungkinkan pihak tersebut melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara efisien dan efektif. Unsur dan Sub Unsur pendekatan yang memadai untuk mengelola risiko.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No. mengembangkan. misi. Pimpinan Instansi Pemerintah juga harus memastikan bahwa komunikasi eksternal yang efektif juga terjalin dengan kelompok-kelompok yang dapat mempengaruhi pencapaian visi. C. sudah ada mekanisme untuk mengidentifikasi perubahan yang dapat mempengaruhi kemampuan Instansi Pemerintah tersebut dalam mencapai visi. Kegiatan pengendalian yang tepat sudah dikembangkan untuk setiap kegiatan Instansi Pemerintah dan diterapkan sebagaimana mestinya. Pimpinan Instansi Pemerintah menggunakan berbagai bentuk komunikasi yang sesuai dengan kebutuhannya serta mengelola. misi. dan tujuannya. dan tujuan Instansi Pemerintah. D. dan mekanisme pengendalian yang memadai sudah dikembangkan dan sudah diterapkan untuk memastikan adanya kepatuhan terhadap arahan yang sudah ditetapkan. Tanggapan Hal 67 . Pimpinan Instansi Pemerintah memastikan bahwa komunikasi internal telah terjalin dengan efektif. INFORMASI DAN KOMUNIKASI Sistem informasi untuk mengidentifikasi dan mencatat informasi operasional dan keuangan yang penting yang berhubungan dengan peristiwa internal dan eksternal telah ada dan diimplementasikan. KEGIATAN PENGENDALIAN Kebijakan. teknik.

Selain itu. Unsur dan Sub Unsur PEMANTAUAN Pemantauan pengendalian intern menilai kualitas kinerja pengendalian intern Instansi Pemerintah secara terus-menerus sebagai bagian dari proses pelaksanaan kegiatan sehari-hari. evaluasi terpisah terhadap pengendalian intern dilakukan secara berkala dan kelemahan yang ditemukan diteliti lebih lanjut. dan dilaksanakan tindakan perbaikannya. ditentukan tanggapan yang tepat.Petunjuk Teknis Sistem Pengendalian Intern Badan Ketahanan Pangan No. Tanggapan Hal 68 . E. Sudah ada prosedur untuk memastikan bahwa seluruh temuan audit dan reviu lainnya segera dievaluasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful