Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN KERJA PRAKTEK

TELEKOMUNIKASI BERBASIS FIBER OPTIK


Pada

PT. INDONESIA COMNET PLUS ( ICON+ )

DISUSUN OLEH: [30108471] [ MUHAMAD REZA ADITYAWARMAN ]

PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA

POLITEKNIK TELKOM BANDUNG 2009

BA

NG A AN

Yang bertandatangan dibawah ini, Nama NIP Jabatan :___________________________ : ___________________________ : ___________________________

Menerangkan bahwa mahasiswa: Nama No. Induk Bidang :___________________________ : ___________________________ : ___________________________

Telah menyelesaikan Kerja Praktek di: Nama Perusahaan Alamat Bidang :___________________________ : ___________________________ : ___________________________

Waktu Pelaksanaan : ___________________________

[BANDUNG], [28, Agustus 2010]

MUHAMAD NAIM

BA PENGESA AN

Laporan Kerja Praktek dengan judul : METRONET, CLEAR CHEANEL , DAN IPVPN BERBASIS FIBER OPTIK telah disetujui dan disahkan pada sidang Laporan Akhir Politeknik Telkom bidang Jaringan Komputer pada tanggal

Pembimbing Akademik,

Abstrak
Di era globalisasi sekarang ini internet merupakan sebuah kebutuhan yang mutlak bagi perusahaan hingga perorangan untuk mendapatkan informasi yang di butuhkan dan menyokong kerja pada bidang masing-masing. Salah satu penyedia jasa internet adalah PT. ICON+, yang menyediakan keunggulan nya dengan fiber optic nya. Yakni media network yang memiliki kecepatan lebih cepat di bandingkan wireless, maupun internet berbasis kabel utp yang di sediakan oleh speedy. Tujuan dari Kerja Praktek ini adalah sebagai bahan pelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal dunia kerja, juga sebagai tolak ukur ataupun pengembangan pengetahuan bagi mahasiswa yang menjalankanKerja Praktek. Selain itu penulis mendapatkan pengalaman kerja, dan tentunya ingin memenuhi salah satu kewajiban yang di berikan oleh kampus Politeknik Telkom. Fiber optic memanglah salah satu peralatan yang sangat canggih untuk menyokong internet super cepat.

Kata Kunci : -

Fiber Optic Kerja Praktek Politeknik Telkom

KATA PENGANTAR
Puji Syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, sehingga pada akhirnya saya dapat menyusun dan menyelesaikan Laporan Kerja Praktek ini. Kerja praktek ini dilaksanakan untuk memenuhi mata kuliah yang telah ditentukan oleh Program Studi Manajemen Informatika, Politeknik Telkom. Kerja praktek ini juga sarana bagi mahasiswa untuk menyiapkan diri sebelum memasuki dunia kerja sesungguhnya. Pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan terimakasih kepada : 1. Tuhan Yang Maha Esa, yang berkat dan rahmat-Nya yang melimpah sehingga penulis mampu menyelesaikan laporan ini. 2. Orang tua dan keluarga yang memberi dukungan baik moril maupun materiil. 3. Bapak Paulus Mudjihartono, ST., MT, selaku Dekan Fakultas Teknologi Industri, Universitas Atma Jaya Yogyakarta. 4. Ibu Suryatiningsih selaku dosen pembimbing kerja praktek. 5. Bapak Arif selaku Manager yang telah memberikan kesempatan untuk melakukan kerja Praktek ini. 6. Bapak Muhamad Naim selaku DM maintenance yang telah memberikan kesempatan dan membimbing selama proses pelaksanaan KP. 7. Bapak wildayana, bambang hermanto , dini , dan segenap pegawai ICON+.

Saya menyadari bahwa penulisan laporan ini masuh jauh dari sempurna, oleh karena itu saya mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca guna menyempurnakan laporan di masa akan datang.

Bandung, 28 Agustus 2010

Penulis

Daftar Isi

LEMBAR PENGESAHAN ................................ ................................ ................................ ... ii LEMBAR PENGESAHAN ................................ ................................ ................................ .. iii Abstrak ................................ ................................ ................................ .......................... iv Daftar Isi ................................ ................................ ................................ ........................ iv BAB I ................................ ................................ ................................ ................. 1 1.1 ................................ ................................ ................................ ........................... Latar Belakang ................................ ................................ ................................ ................................ .......................... 1 1.2 ................................ ................................ ................................ ................................ ....... Tujuan ................................ ................................ ................................ ................................ .......................... 1 1.3Batasan Masalah................................ ................................ ................................ ...................... 1 1.4Metode Penelitian................................ ................................ ................................ .................... 2 BAB II PROFIL PERUSAHAAN ................................ ................................ ............. 3 2.1Sejarah Perusahaan ................................ ................................ ................................ ................. 3 2.2Struktur Organisasi................................ ................................ ................................ ................... 3 BAB III PEMBAHASAN ................................ ................................ ................................ ...... 3.1 FIBER OPTIK ................................ ................................ ................................ ........................ 4 3.2 PERANGKAT ................................ ................................ ................................ ....................... 5 3.3 Pemasangan Aktivasi Clear Chanel, Metronet, IPVPN 10 BAB IV PENUTUP 4.1 KESIMPULAN .16 4.2 SARAN 17 5 DAFTAR PUSTAKA 18

2 3 4

5 BAB I
PENDA

L AN

2.1

Latar Belakang
Alasan penulis mengambil judul inikarena penyusun lebih cenderung paham dan sebagai hasil

dari pembelajaran selama kerja praktek. Dalam isi laporan juga adalah dipilih sesuai dengan pembelajaran yang di berikan di tempat kerja praktek. Peralatan serta konfigurasi yang di bahas merupakan bagian dari pekerjaan di ICON+, baik dari perangkat, dan aktivasi layanan.

2.2

Tujuan
Tujuan dari Kerja Praktek ini adalah sebagai bahan pelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal

dunia kerja, juga sebagai tolak ukur pembelajaran yang telah di berikan oleh kampus ataupun pengembangan pengetahuan bagi mahasiswa yang menjalankan Kerja Praktek. Selain itu penulis mendapatkan pengalaman kerja selama melaksanakan kerja praktek di ICON+ mulai dari macam macam perangkat yang di gunakan , dan juga pemasangan perangkat . Dan tentunya ingin memenuhi salah satu kewajiban yang di berikan oleh kampus Politeknik Telkom untuk melaksanakaan kerja praktek ini.

2.3

Batasan Masalah
Dalam pembuatan laporan ini hanya berisi tentang macam -macam perangkat dan layanan

pada ICON+ yang antara lain IPVPN, Metro Net, dan Clear Chanel.

2.4

Metode Penelitian
Metode penelitian dilakukan dengan cara menganalisis data-data yang ada pada ICON+, serta

turun langsung ke lapangan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

21 BAB II PROFIL PERUSA AAN


2.1 Sejarah Perusahaan Didirikan pada tanggal 3 Oktober 2000, PT Indonesia Comnet Plus (ICON+ yang merupakan anak dari PT PLN ini berfokus pada penyediaan jaringan, jasa, dan content telekomunikasi, khusus untuk mendukung teknologi dan system informasi PT PLN dan publik. Layanan-nya unggulan seperti Clear Channel, Metronet, internet broadband, Voice over Internet Protocol (VoIP), dsb.

2.2

Struktur Organisasi

1 BAB III PEMBA ASAN

3.1

Fiber Optik

Kabel fiber optic merupakan kabel jaringanyang dapat mentransmisi cahaya. Dibandingkan dengan jenis kabel lainnya, kabel ini lebih mahal. Namun, fiber optic memiliki jangkauan yang lebih jauh dari 550 meter sampai ratusan kilometer, tahan terhadap interferensi elektromagnetik dan dapat mengirim data pada kecepatan yang lebih tinggi dari jenis kabel lainnya. Kabel fiber optic tidak membawa sinyal elektrik, seperti kabel lainnya yang menggunakan kabel tembaga. Sebagai gantinya, sinyal yang mewakili bit tersebut diubah ke bentuk cahaya. Kabel fiber optic terdiri dari dua jenis, yang dikenal sebagai single mode dan multi mode. Kabel single mode dapat menjangkau jarak yang lebih jauh dann hanya mengirim satu sinyal pada satu waktu. Kabel multimode mengirim sinyal yang berbeda pada saat yang bersamaan, mengirim data pada sudut refraksi yang berbeda pada saat yang bersamaan, mengirim data pada susut refraksi yang berbeda. Kabel single mode dapat menjangkau ratusan kilometer sedangkan kabel multimode biasanya hanya mencapai 550 meter atau kurang. Konektor kabel fiber optic terdiri dari dua jenis-konektor model ST yang berbentuk lingkaran dan konektor SC yang berbentuk persegi. Penggunaan kabel ini harus disesuaikan dengan jenis perangkat yang anda gunakan karena mereka mungkin berbeda.

3.2

Perangkat a. Plesiochronous Digital Hierarchy (PDH)


Plesiochronous Digital Hierarchy (PDH) adalah teknologi yang digunakan dalam jaringan telekomunikasi untuk mengangkut sejumlah besar data melalui alat transportasi digital seperti serat optik dan radio microwave. Plesiochronous berasal dari kata plesio (Yunani) yang berarti dekat, dan chronos, waktu, dan mengacu pada kenyataan bahwa jaringan PDH dijalankan dalam keadaan di mana berbagai bagian jaringan hampir, tapi tidak cukup sempurna, disinkronkan. PDH biasanya digantikan oleh Synchronous Digital Hierarchy (SDH) atau jaringan optik sinkronis (SONET) peralatan dalam jaringan telekomunikasi . PDH memungkinkan transmisi aliran data yang secara nominal berjalan pada tingkat yang sama, tetapi memungkinkan beberapa variasi pada kecepatan sekitar tingkat nominal. Dengan analogi, setiap dua jam tangan yang nominal berjalan pada kecepatan yang sama, clocking sampai 60 detik setiap menit. Namun, tidak ada hubungan antara jam untuk menjamin mereka berjalan pada kecepatan yang sama persis, dan sangat mungkin bahwa salah satunya berjalan sedikit lebih cepat dari yang lain.

Tingkat transfer data dasar adalah data stream 2048 kbit . Untuk transmisi suara, terdapat 32 Time slot dan 30 channel 64 kbit/s untuk kanal voice serta ditambah dua channel 64 kbit / s digunakan untuk signalling dan sinkronisasi. Atau, seluruh bandwidth dapat digunakan untuk tujuan non-speech, misalnya, transmisi data. Kecepatan data dikontrol oleh clock dalam perangkat pembangkit (generate) data. Kecepatan dibiarkan bervariasi oleh 50 ppm 2,048 Mbit / s. Ini berarti bahwa stream data yang berbeda dapat berjalan dengan kecepatan yang sedikit berbeda satu sama lain. Dalam aplikasinya(terutama komunikasi selular) PDH digunakan untuk menghubungkan dari BSC(2G) atau RNC(3G) menuju site-site yang beriduk kepadanya. Biasanya kapasitas dari PDH bervariasi dari 4 E1 sampai 32 E1 tergantung kebutuhan di lapangan. Jenis-jenis PDH : PDH Nokia

Gambar PDH Nokia 5

PDH WRI

Gambar PDH WRI PDH RAD

Gambar 2.4 PDH RAD

b. Synchronus Digital Hierarchy ( SDH ) SDH merupakan hirarki multiplexing yang berbasis pada transmisi sinkron yang telah ditetapkan oleh ITU-T. Dalam dunia telekomunikasi, sejumlah multiplexing sinyal-sinyal dalam transmisi menimbulkan masalah dalam hal pencabangan dan penyisipan (add/drop) yang tidak mudah serta keterbatasan untuk memonitor dan mengendalikan jaringan transmisinya. Hirarki multiplexing SDH dapat dilihat pada gambar 1.

Gambar 3.1.Multiplexing SDH


SDH memiliki dua keuntungan pokok yaitu fleksibilitas yang demikian tinggi dalam hal konfigurasi kanal pada simpul-simpul jaringan dan meningkatkan kemampuan manajemen jaringan baik untuk payload traffic-nya maupun elemenelemen jaringan[5]. Secara bersamasama, kondisi ini akan memungkinkan jaringannya untuk dikembangkan dari struktur transport yang bersifat pasif pada PDH ke dalam jaringan lain yang secara aktif mentransportasikan dan mengatur informasi. Selain dua keuntungan tersebut, SDH juga memiliki beberapa keuntungan lainnya , diantaranya adalah: a. Self-healing, yakni pengarahan ulang (rerouting) lalu lintas komunikasi secara otomatis tanpa interupsi layanan. b. Provisi yang cepat. c. Akses yang fleksibel, manajemen yang fleksibel dari berbagai lebarpita tetap ke tempattempat pelanggan. d. Kemampuan memberikan informasi (detail alarm) dalam menganalisis masalah yang terjadi pada sistem. e. Standar SDH juga membantu kreasi struktur jaringan yang terbuka, sangat dibutuhkan dalam lingkup yang kompetitif sekarang ini bagi perusahaanperusahaan penye dia layanan telekomunikasi. Struktur Frame SDH Struktur frame terendah yang didefinisikan dalam standar SDH adalah STM-1 (Synchronous Transport Module level 1) dengan laju bit 155,520 Mbit/s (155 Mbps). Ini berarti STM-1 terdiri dari 2430 byte dengan durasi frame 125 s. Bit rate atau kecepatan transmisi untuk level STMN yang lebih tinggi juga telah distandarisasi sebagai kelipatan bulat (1, 4, 16 dan 64) dari N x 155,520 Mbps, seperti yang terdapat pada Tabel 1.

c. ODF (Optical Distribution Frame) & OTB (Optical Terminal Box)

Gambar ODF & OTB


OTB/ODF , merupakan perangkat yang di fungsikan sebagai perangkat penjoinan FO (Fiber Optik). Perbedaan antara OTB dan ODF ini hanya pada penempatan untuk rangkaiannya saja, untuk OTB biasanya di letakkan terpisah dari perangkat lain, dengan kata lain. Namun keduanya tidak bias dipakai bersama karena fungsinya yang sama jadi penggunaanya pun hanya satu perangkat pada setiap rangkaian FOT (Fiber Optic Terminal).

d. Catalyst
Catalyst adalah perangkat yang hamper sama dengan switch, hanya saja catalyst mempunyai kecepatan 100 mbps sedangkan switch hanya 10 mbps. Disisi lain juga catalyst bisa di konfigurasikan sendiri sesuai keinginan kita. Sehingga di setiap pemasangan jaringan yang cukup besar biasanya selalu terdapat catalyst. 8

e. Ric E1
Ric E1 merupakan sebuah perangkat sebagai converter, yaitu converter dari E1 ke Ethernet. Sedangkan E1 itu sendiri merupakan cable & conector yang hanya digunakan pada perangkat PDH. Jadi sebelum masuk ke catalyst / switch, jalur data si rubah dari E1 ke Ethernet, karena basic yang digunakan pada catalyst dan computer merupakan Ethernet.

Gambar Ric E1 f. RICi E1


RICi E1 merupakan perangkat layaknya RICi E1 , hanya saja sebuah RICi E1 hanya mampu di manageable. Jadi untuk setingan bahkan pendeteksian jaringan pada sebuah RICi E1 dapat di lakukan. Pada perangkat ini media yang dipakai adalah dari E1 ke Ethernet, jadi sebuah RICi E1 dalam sebuah rangkaian telekomunikasi jaringan dapat diurutkan pada rangkaian akhir tergantung keadaan dan kebutuhan sebuah perangkat.

Gambar RICi E1

g. Telways
Perangkat yang di gunakan pada jaringan fiber optic. Telways sendiri di gunakan sebagai converter dari optic ke Ethernet ataupun sebaliknya, dan mempunyai dua seri single core dan dual core.

Gambar Telways Stand Alone & Chasis

3.3

Pemasangan Aktivasi Clear Chanel, Metronet, IPVPN - Metro Net


Metro Net merupakan solusi jaringan data ICON+ dengan mengkombinasikan teknologi optical transport, Giga Ethernet Switching, dan IP network menjadi suatu solusi layanan yang diperuntukan khusus untuk daerah metropolitan dan High Rise Building (HRB). ICON+ Metro Net mampu memberikan layanan berkapasitas Giga Ethernet (10, 100 , hingga 1000 Mbps) sampai kepada titik akses konsumen. Peruntukan : Aplikasi dengan trafik data yang tinggi Aplikasi berbasis client server File transfer Aplikasi transaksional dan interaktif E-trading On line banking Payment point Komunikasi intranet

y y y y y y y y

Fitur : Jaminan tingkat keamanan data karena dapat membentuk Virtual LAN (VLAN). High capacity bandwith (10, 100, hingga 1000 Mbps). Berbasis teknologi EFM (Ethernet in The First Mile), sehingga port interface sudah dalam bentuk Ethernet (RJ-45).
y y

y y y

Menggunakan media transmisi fiber optik hingga ke titik akses pelanggan. Layanan Customer Service dan Technical Support 7 X 24 jam.

10

Manfaat :
Flexibel dalam layanan teknologi, karena mudah dibundling dengan ICON+ lainnya sebagai suatu solusi terpadu.
y

Layanan internet berkapasitas tinggi sehingga mendukung layanan triple play (Voice, Data, dan Video).

Handal karena dukungan oleh tim operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu.

Persiapan yang di perlukan Dari pihak Pelanggan Persiapan perangkat yang di butuhkan

Dari pihak ICON+ Penarikan kabel dari node ICON+ hingga ke perangkat pelanggan Pengaktifan port switch

o o

Layout Hubungan pada Metro Net

11

Clear Channel
Clear Channel adalah layanan jaringan telekomunikasi non protocol (clear) dengan kapasitas besar menggunakan fiber optik yang dimiliki oleh ICON+ berbasis teknologi SDH ( Synchronous Digital Hierarchy). Clear Channel ini memberikan layanan komunikasi dedicated antar satu lokasi ke lokasi lainnya (point to point) dengan kapasitas bandwidth (n x 2 Mbps).
y

Detil Servis
Layanan ini bisa dimanfaatkan oleh kalangan Operator Telepon Seluler, Banking, Manufaktur, Operator,ISP, Media, dan berbagai macam segmen, dikarenakanjaringan ICON Clear Channel bersifat bit transparan. Beberapa aplikasi yang biasa menggunakan Clear Channel :
y y y y y y y y

Computer disaster recovery networks Digital PABX networks High Speed data networks connecting multiple hosts High speed remote printing of newspaper and magazines Remote access fod CAD/CAM applications LAN/WAN interconnection High Speed Internet Access Videoconferencing and video networking

Fitur ICON+ Clear Channel


y Availability Clear Channel

y y y y

Bebas pemakaian selama 24 jam dalam sehari, 365 hari dalam setahun, dengan jaminan availability 99,90%. Monitoring Jaringan Monitoring dan pemeliharaan jaringan selama 24 jam penuh. Jaminan Maintenance Tim support maintenance yang siap 7 x 24 jam penuh dan menjamin SLA ICON+ Fleksibel dalam pemilihan kapasitas layanan Dari mulai nxE1,DS3,STM-1 dengan berbagai pilihan interface Ethernet, V.35, G.703 Layanan leased line dengan kemampuan Broadband access ICON+ Clear Channel mendukung layanan broadband access. Broadband access ICON+ memiliki kemampuan menyediakan layanan berkapasitas tinggi dari 2 Mbps sampai n x 2 Mbps

Manfaat
y Memiliki security yang tinggi, karena bersifat point to point. y Memiliki keandalan yang tinggi, karena backbone bersifat ring. y Link bersifat transparent (clear channel), sehingga bisa dimanfaatkan untuk sembarang

protocol jaringan / aplikasi (misal IP based atau aplikasi chanelized n x 64 kbps). 12

y Bersifat dedicated line point to point (bukan share bandwidth), sehingga menawarkan

bandwidth pribadi yang dapat dipergunakan 24 jam terus menerus. kecepatan data dan kecepatan aksesnya sama besar. y Mudah diintegrasikan dan mudah diadaptasikan keberbagai tipe perangkat (apabila user memiliki perangkat dengan interface V35, atau ethernet). Spesifikasi Produk
y Kapasitas link symmetrical n x 2 Mbps (masing-masing arah). y Interface menggunakan standard G 703,V.35 dan Ethernet y Mampu dilalui protokol-protokol komunikasi seperti : X.25, SDLC,X28,SNA,IP

Perangkat yang disiapkan pelanggan


y Pelanggan hanya perlu menyiapkan space rak untuk penempatan perangka t fiber optic

multiplexer
y Perangkat CPE yang biasanya diperlukan adalah Router, switch dsb. y Catu daya dengan sistem Uniterruptible Power Supply ( UPS)

Layout hubungan pada Clear Channel

13

- IPVPN
Internet Protokol Virtual Private Network atau yang lebih dikenal dengan IP VPN, merupakan sebuah jaringan komunikasi private yang menggunakan jaringan publik untuk membentuk suatu jaringan WAN ( Wide Area Network). Fitur fitur dari IP VPN :
-Berbasis IP Jaringan berbasis IP, sehingga tidak memerlukan perangkat tambahan aktif pada sisi konsumen. -Fleksibelitas Bandwidth Alternatif solusi bandwith yang fleksibel, mulai dari 64 Kbps sampai dengan 2048 Kbps -QoS QoS dalam IP VPN mampu mengklasifikasikan paket berdasarkan delay sensitive application, time sensitive traffic dan delay tolerant traffic. -Network Security Security jaringan menerapkan address Space, Routing Separation dan Analisa pada Label Spoofing -Layanan seluruh Indonesia Cakupan yang luas, mencakup seluruh daerah di Indonesia -Mendukung Triple Play Jaringan ICON+ IP VPN siap mendukung layanan Triple Play -Flesibelitas Last Mile Pelanggan dapat menentukan sendiri jenis media akses (last mile) yang sesuai dengan kebutuhannya Teknologi terkini -IP VPN merupakan teknologi terdepan yang digunakan dalam jaringan IP dengan perbaikan dalam system keamanan dan QoA jaringan yang lebih baik

14

Layout hubungan IPVPN

Router

Router

Telways

Telways

15

BAB IV PENUTUP

4.1

Kesimpulan Fiber optik adalah sebuah kaca murni yang panjang dan tipis serta berdiameter sebesar
rambut manusia. Dan dalam pengunaannya beberapa fiber optik dijadikan satu dalam sebuah tempat yang dinamakan kabel optik dan digunakan untuk mengantarkan data digital yang berupa sinar dalam jarak yang sangat jauh dengan kecepatan yang sangat cepat. Kelebihan fiber optic dibandingkan dengan kabel lain atau pun wireless adalah kecepatan transfer data yang sangat cepat. Oleh karena itu produk-produk yang di tawarkan oleh ICON+ sudah bisa di pastikan memeiliki kinerja dan kapasitas yang besar pula.

4.2

Saran

y y

Diharapkan untuk para pegawa tidak segan untuk membimbing lebih jauh lagi kepada anak didik. Agar para pebimbing lebih memberikan tugas persentasi terhadap para anak d idik.

16

DAFTAR PUSTA A
1. http://www.iconpln.net.id 2. http://www.wikipedia.com 3. http://www.dedenthea.wordpress.com/2007/02/17/apa -itu-fiber-optik/

17