Anda di halaman 1dari 2

Proses produksi NaCl [001]Penemuan terbaru berkaitan tentang proses produksi NaCl [002]Secara skala industry, NaCl dibuat

at dari larutan yang diproduksi denga n car mencampurkan seumber alami NaCl ke dalam air. NaCl biasanya didapat dengan mengkristalkan NaCl dari larutannya dari penguapan air dimana biasanya dilakukan menggunakan VRE. System efek ganda berdasarkan tipe mempunyai tiga atau lebih tangki penguapan yang bersikulasi tekanan yang dihubungkan secara seri. Uap yang dihasilkan di tiap evaporator kemudian diumpankan ke system efek ganda uang selanjutnya untuk meningkatkan efesiensi energi. Uap mekanis VRE bersikulasi tekan terdiri dari kristalizer, kompresor, vapour scrubber. Brine masuk ke tangki kristalisasi dimana garam dikristalisasi, uap di buang, scrubbed dan di tekan untuk digunakan kembali di dalam heater. [003]Baik recompression evaporator dan evaporator efek ganda adalah energy intensive, karena penguapan air termasuk dalam salah satu langkahnya. Selanjutnya, normalnya brine yang diprosuksi dengan pencampuran sumber alami NaCl ke dalam air mengandung sejumlah besar kontaminasi/pengotor. Zat-zat pengotornya terdiri dari, potassium, brom, magnesium, kalsium, stronsium, dan ion sulfat. Untuk banyak aplikasi seperti dalam industry perubahan kimia (contoh industry klorin dan klorat), dimana alat yang digunakan sangatlah sensitive, maka dari itu zat pengotor harus dihilangkan. [004]Prosedur umum yang biasa dilakukan untuk mengatasi masalah diatas ialah dengan memurnikan brine mentah atau bahan baku atau brine sebelum diproses ke alat penguapan. Tapi, pemurnian brine tidak dapat menghilangkan atau meminimalisir zat pengotor K dan Br. [005]Selanjutnya, sebagai hasil dari pemurnian brine masih akan terdapat karbon dioksida, bikarbonat, dan karbonat. Selama proses kristalisasi uap dalam alat konvensional (SEG dan VRE biasanya dijalankan pada temperature tinggi) CaSO4xH2O, SrCO3, dan CaCO3, dapat terbentuk scaling, terutama pada permukaan HE. Sebagai hasil dari scaling ini, kapasitas produksi dari pabrik garam berkurang seiring waktu. Begitu juga pada proses efesiensi energi. Setelah masa proses produksi dimana terdapat perhitungan zat pengotor dalam larutan dan persiapan untuk proses selanjutnya, alat penguapan atau evaporation harus dibersihkan agar penggunaan dari pabrik garam juga berkurang. [006]Dengan teknologi sekarang yang membutuhkan sejumlah energi dan harga energi telah meningkat secara signifikan seiring waktu, maka diperlukan proses produksi NaCl dimana diperlukan lebih sedikit energi. [007]Menurut sumber, memperlihatkan kristalisasi beku pada suhu eutectic sebagai salah satu teknik pemisahan larutan menjadi es dan larutan yang dipadatkan telah disebutkan bahwa eutectic freeze crystallization adalah prosedur yang bisa digunakan dalam treatment limbah air yang mengandung garam anorganik.

[008]Menurut sumber, memperlihatkan proses konsentrasi beku dimana larutan/liquid terkonsentrasi dengan cara membekukan air. Secara detail, sumber menjelaskan suatu larutan yang terdiri dari 8 % masa dari NaCl atau kurang dari itu, dimasukkan ke langkah pendinginan di dalam suatu HE- single tube fluidized untuk membentuk es. Dengan langkah ini, konsentrasi NaCl akan kaya di dalam larutan telah siap. [009]Menurut sumber berkaitan dengan metode pembuatan NaCl yang terkonsentrasi di laut. Di kolom satu baris 59-67, prinsip pembekuan eutectic dijelaskan. Bagaimanapun, Kristal es diproduksi untuk menyediakan suplai air segar dan sir laut hanya dikonsentrasi dengan metode ini. [010]Laurutan garam yang dijelaskan tadi sesuai untuk pembentukan es, dimana sangat berharga di area dengan keterbatasan area air. Bgaimanapun larutan initidak sesuai untuk produksi skala besar NaCl. Es bervolume besar akan terbentuk dan konsentrasi dai larutan garam ini dari proses penguapan sangatlah mahal.