KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

KEBIJAKAN PENGANGGARAN TAHUN 2013

Jakarta,

Juli 2012

Pokok Bahasan
 Dasar Hukum - Pengelolaan Keuangan Negara - Penyusunan & Penetapan APBN - Penyusunan RKA-KL  Orientasi Kebijakan Fiskal Tahun 2013  Arah & Kebijakan Belanja Pemerintah Pusat Tahun 2013  Tindak Lanjut Arahan Presiden Dalam Rangka Penyusunan RKA-KL 2013  Penyusunan RKA-KL tahun 2013  Alokasi Pagu Indikatif Kementerian Agama Tahun 2013

2

DASAR HUKUM
 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara  Undang-Undang Repuplik Indonesia Nomor 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPR, dan DPRD  Peraturan Pemerintah Nomor 90 Tahun 2010 tentang Penyusunan RKAKL  Peraturan Menteri Keuangan Nomor 93/PMK.02/2011 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan RKA KL

3

PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA
 Pasal 6 (UU No.17/2003) 1. Presiden selaku Kepala Pemerintahan memegang kekuasaan pengelolaan keuangan negara sebagai bagian dari kekuasaan pemerintahan

2. Kekuasaan tersebut, dikuasakan kepada:  Menteri Keuangan selaku pengelola fiskal dan Wakil Pemerintah dalam kepemilikan kekayaan negara yang dipisahkan  Menteri/Pimpinan Lembaga selaku pengguna anggaran/pengguna barang kementerian negara/lembaga yang dipimpinnya  Pasal 9 (UU No.17/2003)
Menteri/Pimpinan Lembaga sebagai pengguna anggaran/pengguna barang kementerian negara/lembaga yang dipimpinnya mempunyai tugas, a.l 1. Menyusun rancangan anggaran kementerian negara/lembaga yang dipimpinnya 2. Menyusun dokumen pelaksanaan anggaran 3. Melaksanakan anggaran kementerian negara/lembaga yang dipimpinnya 4. Menyusun dan menyampaikan laporan keuangan kementerian negara/lembaga yang dipimpinnya

4

17/2003) 1.27/2009) 2. APBN disusun sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan negara dan kemampuan dalam menghimpun pendapatan negara.17/2003) APBN merupakan wujud pengelolaan keuangan negara yang ditetapkan tiap tahun dengan undang-undang  Pasal 12 (UU No.PENYUSUNAN DAN PENETAPAN APBN (1)  Pasal 11 (UU No. Penyusunan Rancangan APBN berpedoman kepada rencana kerja Pemerintah dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan bernegara  Pasal 155 (UU No. Rancangan rencana kerja Pemerintah disusun oleh Pemerintah untuk dibahas dan disepakati bersama dengan DPR 5 . 2.

PENYUSUNAN ... Menteri/Pimpinan Lembaga anggaran/pengguna barang menyusun RKA-KL tahun berikutnya selaku pengguna 4. Hasil pembahasan RKA-KL disampaikan kepada Menteri Keuangan sebagai bahan penyusunan RUU tentang APBN tahun berikutnya  Pasal 157 (UU No. Pemerintah Pusat dan DPR membahas kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal yang diajukan oleh Pemerintah Pusat dalam Pembicaraan Pendahuluan RAPBN tahun anggaran berikutnya 3..17/2003) 1. Berdasarkan KEM dan PPKF... Komisi dengan K/L melakukan rapat kerja dan/atau rapat dengar pendapat untuk membahas RKA-KL 6 ..27/2009) 3... (2)  Pasal 13 (UU No.27/2009) 2.. Pemerintah Pusat dan DPR membahas kebijakan umum dan prioritas anggaran untuk dijadikan acuan bagi setiap K/L dalam penyusunan usulan anggaran  Pasal 14 (UU No. Dalam rangka penyusunan RAPBN. RKA-KL disampaikan kepada DPR untuk dibahas dalam pembicaraan pendahuluan RAPBN 5.

Pengambilan keputusan oleh DPR mengenai RUU tentang APBN dilakukan selambat-lambatnya 2 (dua) bulan sebelum tahun anggaran yang bersangkutan dilaksanakan 5.. APBN yang disetujui oleh DPR terinci sampai dengan unit organisasi. fungsi.. Pemerintah Pusat mengajukan RUU tentang APBN.. (3)  Pasal 15 (UU No. program.. kegiatan.. disertai Nota Keuangan dan dokumen-dokumen pendukungnya kepada DPR pada bulan Agustus tahun sebelumnya 4..... dan jenis belanja 7 .PENYUSUNAN .27/2009) 1.

90/2010) Menteri/Pimpinan Lembaga selaku Pengguna Anggaran wajib menyusun RKA K/L atas Bagian Anggaran yang dikuasainya  Pasal 5 (PP No.  Penganggaran berbasis kinerja. RKA K/L disusun secara terstruktur dan dirinci menurut klasifikasi anggaran. Penyusunan RKA K/L harus menggunakan pendekatan:  Penganggaran terpadu. dan  Kerangka pengeluaran jangka menengah 2.PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA (1)  Pasal 4 (PP No. yang meliputi:  Klasifikasi organisasi  Klasifikasi fungsi  Klasifikasi jenis belanja 8 .90/2010) 1.

fungsi. (2) 3.  Standar biaya.. Penyusunan RKA K/L menggunakan instrumen:  Indikator kinerja... Rincian anggaran disusun menurut unit organisasi.. kelompok biaya. kegiatan dan sasaran kinerja 4.PENYUSUNAN RENCANA KERJA .... dan sumber pendanaan 9 . RKP. dan Pagu Anggaran K/L 2. Menteri/Pimpinan Lembaga menetapkan indikator kinerja setelah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Perencanaan  Pasal 6 (PP No.. RKA K/L memuat informasi kinerja dan rincian anggaran 3. kegiatan. program. Informasi kinerja memuat program. RKA K/L disusun berdasarkan Renja K/L.. dan  Evaluasi kinerja 4.90/2010) 1. jenis belanja.

Penciptaan dan Perluasan Kesempatan Kerja untuk mengurangi tingkat pengangguran (Pro-Job).ORIENTASI KEBIJAKAN FISKAL TAHUN 2013  RAPBN Tahun Anggaran 2013. Penurunan secara bertahap rasio utang terhadap PDB 10 . ii. Pengendalian dan/atau Penurunan Defisit Anggaran. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi yang berkualitas. dengan tetap: b. Mendukung upaya STIMULASI EKONOMI melalui pelaksanaan Empat Pilar Strategi Pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan: i. ii. diarahkan untuk: a. iii. Pengentasan Kemiskinan (Pro-Poor). Pembangunan yang Berwawasan Lingkungan (Pro. serta iv. sebagai instrumen utama kebijakan fiskal.Environment). inklusif dan berkeadilan (Pro-Growth). MENJAGA KESINAMBUNGAN FISKAL (Fiscal Sustainability) melalui langkahlangkah: i.

4. Menuntaskan program Reformasi Birokrasi pada Kementerian Negara/Lembaga. Menguatkan program perlindungan sosial dalam upaya menurunkan tingkat kemiskinan. 5. termasuk penguatan program pro rakyat (klaster 4) dan sinergi antar klaster dalam rangka mendukung Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan di Indonesia (MP3KI). a.Arah dan Kebijakan Belanja Pemerintah Pusat Tahun 2013 (1) Arah dan Kebijakan Umum Belanja Pemerintah Pusat Tahun 2013. 2.l: 1. Menjaga agar pelaksanaan operasional pemerintahan lebih efisien melalui flat policy pada belanja barang operasional perkantoran. 11 . Meneruskan pemberian gaji dan pensiun ke-13 serta penyesuaian gaji pokok dan pensiun pokok pegawai negeri sipil (PNS) dan anggota TNI/Polri sekitar 7 persen mengacu pada inflasi. serta penyesuaian gaji hakim. Mendukung anggaran untuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan peningkatan efisiensi pelaksanaan anggaran Bantuan Sosial. 3.

.. Menjaga kelancaran penyelenggaraan operasional pemerintahan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. 12 . 2.. Meneruskan pemberian gaji dan pensiun ke-13... Meningkatkan efisiensi dan efektivitas belanja barang K/L: a) Pelaksanaan kebijakan flat policy belanja barang operasional dengan memperhitungkan peningkatan harga barang dan jasa. Melakukan penyesuaian gaji pokok dan pensiun pokok pegawai negeri sipil (PNS) dan anggota TNI/Polri sekitar 7 persen.. dan 4.. 2. Melakukan penataan jumlah dan distribusi PNS mengacu pada prinsip zero growth dan berbasis kompetensi Belanja Barang 1. Menampung kebutuhan anggaran remunerasi K/L terkait reformasi birokrasi. seminar dan konsinyering. (2) Arah & Kebijakan Belanja Pemerintah Pusat Menurut Jenis Belanja Tahun 2013 Belanja Pegawai 1.. b) Efisiensi belanja perjalanan dinas. c) Menjaga besaran alokasi sesuai kebutuhan dengan mempertimbangkan output dan kemampuan penyerapan anggaran melalui implementasi reward dan punishment secara konsisten untuk meningkatkan penyerapan anggaran.. 3.Arah dan Kebijakan .

(3) 3. Meningkatkan anggaran infrastruktur untuk mendukung ketahanan energi. Menjaga terpeliharanya aset negara melalui dukungan pemeliharaan rutin jalan/jembatan/aset infrastruktur lainnya.. dan pelabuhan. a. Mengarahkan pengembangan infrastruktur pada 6 (enam) koridor ekonomi. Mendukung pendanaan kegiatan multiyears dalam rangka menjaga kesinambungan program dan pendanaan pembangunan Bantuan Sosial....Arah dan Kebijakan .l 1. a. ketahanan pangan. dan domestic connectivity .l Meningkatkan dan memperluas cakupan program-program perlindungan sosial melalui a. Peningkatan capacity building dalam rangka mendukung program-program pembangunan nasional Belanja Modal. b) Beasiswa untuk Siswa & Mahasiswa Miskin 13 . dan 4. 4. Mengarahkan pemanfaatan anggaran infrastruktur untuk pembangunan infrastruktur yang mempunyai daya dorong kuat terhadap pertumbuhan ekonomi antara lain listrik. 3. 2.. jalan...l: a) BOS Kementerian Agama yang berkeadilan dan merata untuk semua agama...

.l: 1. a. termasuk DAK..l: a) Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)... (4) Arah dan Kebijakan Belanja K/L Tahun 2013. dana dekonsentrasi. 5. Peningkatan efisiensi belanja K/L melalui penerapan flat policy untuk belanja operasional dan penajaman komposisi belanja prioritas.Arah dan Kebijakan . serta pengembangan industri kecil dan industri kreatif. Mendukung pelaksanaan. 14 . dan tugas pembantuan.. 4. 2. Mengarahkan pemanfaatan anggaran pendidikan untuk peningkatan sarana dan prasarana serta infrastruktur pendidikan serta memperluas akses masyarakat terhadap dunia pendidikan. Peningkatan sinergi pusat-daerah terkait dengan kerangka pendanaan dan kerangka regulasi.. terutama terkait dengan pembangunan daerah tertinggal/terluar. c) Penguatan 4 Klaster pembangunan.. a... 6. Pelaksanaan keberpihakan (affirmative action). b) Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI).

Belanja Pegawai ditetapkan berdasarkan realisasi tahun 2011 . yaitu: . Kebutuhan baseline belanja barang non-operasional ditetapkan berdasarkan KPJM yang tercantum dalam RABPP 2012. 5. Mengkaji ulang pembangunan gedung kantor baru dan menundanya apabila tidak sangat mendesak 15 . 4. 2. Mengkaji kembali kinerja program (outcome) dan kegiatan (output) untuk lebih difokuskan (refocusing) pada kinerja utama Kementerian/Lembaga. Keberpihakan (affirmative actions) untuk daerah tertinggal/terluar. yang mencakup lintas K/L dengan rencana pengembangan masa depan.Tindak Lanjut Arahan Presiden Dalam Rangka Penyusunan RKA-KL 2013 1. 6. Keberpihakan pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat sebagaimana diamanatkan dalam Perpres Nomor 65 Tahun 2011 tentang Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat. Menetapkan baseline belanja pegawai dan barang operasional/pemeliharaan perkantoran dengan prinsip flat policy.Belanja Barang Operasional/pemeliharaan perkantoran ditetapkan turun alokasinya setelah memperhitungkan perkiraan kinerja daya serap anggaran di tahun 2012 3.

seluruh komponen input yang digunakan ditetapkan oleh penanggung jawab kegiatan dan kebutuhan anggarannya dihitung secara tepat. 16 . Besaran alokasi yang ditetapkan meliputi kebutuhan untuk : (i) gaji dan tunjangan. Struktur pengalokasian anggaran dibagi ke dalam 3 (tiga) level dan dirinci menurut Program. dan (iii) kegiatan yang bersifat penugasan (prioritas nasional).Penyusunan RKA KL Tahun 2013 (1) Alokasi anggaran K/L ditetapkan berdasarkan Program sesuai hasil restrukturisasi. Setiap Output harus dapat diidentifikasi jenis dan satuannya dengan jelas. Kegiatan dan Output. mulai TA 2011 statusnya berubah menjadi Komponen Input dari sebuah Kegiatan. operasional perkantoran dan pemeliharaan. (ii) pelayanan dasar satker sesuai tugas dan fungsi. Penempatan Komponen Input (ex 0001 dan 0002) tidak hanya pada satu Kegiatan secara khusus tetapi dapat dialokasikan pada setiap kegiatan. Kegiatan 0001 (Gaji dan Tunjangan) dan Kegiatan 0002 (Operasional Perkantoran) yang selama ini berdiri sebagai sebuah Kegiatan.

17 . Penghitungan Prakiraan Maju dilakukan dengan mengevaluasi : (i) apakah Output yang dihasilkan masih terus dilanjutkan (on-going). (iii) Hasil penghitungan tersebut selanjutnya diakumulasikan dalam level Kegiatan dan Program. Seluruh Output yang dihasilkan dari pelaksanaan Kegiatan yang merupakan tugas dan fungsi setiap unit dan bersifat on-going. penghitungan Prakiraan Maju untuk sebuah Kegiatan dilakukan pada level Output. Hasil perhitungan anggaran yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah Output akan ditetapkan menjadi Standar Biaya Keluaran (SBK) pada tahun berikutnya.Penyusunan RKA KL Tahun 2013 (2) Dalam rangka penerapan KPJM. (ii) apakah setiap Komponen Input yang digunakan untuk menghasilkan Output tersebut masih dibutuhkan. Penyesuaian terhadap besaran SBK dilakukan berdasarkan hasil evaluasi terhadap Komponen Input dan adanya perubahan parameter. dapat ditetapkan sebagai SBK pada tahun berikutnya.

Penyelenggaraan rapat. Prioritas Pembangunan Bidang dan/atau Prioritas Pembangunan Daerah (dimensi kewilayahan) yang tercantum dalam RKP Tahun 2013. seminar. 4. pertemuan. Pemasangan telepon baru. lokakarya. peresmian kantor/proyek dan sejenisnya. rumah dinas/rumah jabatan. 18 . Kebutuhan Dana Pendamping untuk kegiatan-kegiatan yang dibiayai dengan PHLN. kecuali untuk gedung yang bersifat pelayanan umum (seperti : rumah sakit. Rincian biaya yang dibatasi: 1. Kebutuhan Anggaran untuk kegiatan lanjutan yang bersifat tahun jamak (multi-years). 3. 3. wisma. 2. gudang).Penyusunan RKA KL Tahun 2013 (3) Hal-hal yang perlu mendapat perhatian pada saat penyusunan RKA KL 2013: 1. pos penjagaan) dan gedung/bangunan khusus (antara lain : laboratorium. rapat dinas. 2. Memprioritaskan Program dan Kegiatan Prioritas yang mendukung pencapaian Prioritas Pembangunan Nasional. Pembangunan gedung baru yang sifatnya tidak langsung menunjang untuk pelaksanaan tupoksi (antara lain : mess. rumah tahanan. kecuali untuk satker yang belum ada sama sekali. gedung pertemuan). dibatasi pada hal-hal yang sangat penting dan dilakukan sesederhana mungkin. Kebutuhan Anggaran Belanja Pegawai dan Operasional.

. Penggantian kendaraan yang rusak berat secara ekonomis memerlukan biaya pemeliaharaan yang besar untuk selanjutnya harus dihapuskan dari daftar inventaris dan tidak diperbolehkan dialokasikan biaya pemeliharaannya (didukung oleh berita acara penghapusan/pelelangan). b) c) d) Pengadaan kendaraan bermotor untuk satker baru yang sudah ada ketetapan dari Men-PAN RB dan dilakukan secara bertahap sesuai dana yang tersedia.. dan  Kendaraan roda dua untuk petugas lapangan..  Cell wagon untuk rumah tahanan. kecuali : a) Kendaraan fungsional seperti :  Ambulan untuk rumah sakit. e) Kendaraan roda 4 dan atau roda 6 untuk keperluan antar jemput pegawai dapat dialokasikan secara sangat selektif (dengan memperhatikan azas efisiensi dan kepatutan.. 19 .Penyusunan .. Penggantian kendaraan operasional yang benar-benar rusak berat sehingga secara teknis tidak dapat dimantaatkan lagi. (4) 4) Pengadaan kendaraan bermotor.....

2. 4. 6. kecuali K/L yang mengemban tugas fungsi tersebut. Pesta untuk berbagai peristiwa dan POR (Pekan Olah Raga) pada K/L. Peningkatan tarif atas tunjangan-2 yang sifatnya menambah penghasilan ... dan sebagainya untuk berbagai peristiwa.. 3... hari raya dan hari ulang tahun Kementerian Negara/Lembaga. Perayaan atau peringatan hari besar. 5.. kecuali kegiatan tersebut sebelumnya sudah dilaksanakan berdasarkan penetapan Peraturan/Keputusan Menteri/Pimpinan Lembaga. Pemberian ucapan selamat. dan Kegiatan yang memerlukan PP/Perpres/KMK/PMK tidak dapat dilakukan sebelum penetapan dimaksud ditetapkan. karangan bunga. (5) Biaya yang tidak dapat ditampung (dilarang) : 1. 20 . namun pada saat penelaahan RKA-K/L belum ditetapkan dengan PP/Perpres.Penyusunan .. tidak dapat dialokasikan sebelum ditetapkan dengan Peraturan/Keputusan Menteri Keuangan. Kegiatan yang memerlukan dasar hukum berupa PP/Perpres. hadiah/tanda mata. Pengeluaran lain-lain untuk kegiatan/keperluan sejenis/serupa dengan yang tersebut diatas...

Penyusunan rencana inisiatif baru dan indikasi kebutuhan anggaran 4.Juni: 6. Penyusunan Pagu Indikatif 8. Mengkaji usulan inisiatif baru Presiden Kemenkeu Bappenas K/L DPR Februari . Penyempurnaan rancangan awal RKP dan penyusunan rincian pagu menurut klasifikasi anggaran 21 . Penetapan arah kebijakan dan prioritas pembangunan nasional 2. Evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan berjalan 3. Evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan dari program yang sedang berjalan 5.Proses Penyusunan RKA-K/L (PP No. Penyusunan Renja-K/L 9. Penyusunan perkiraan kapasitas fiskal 7. 90/2010) Agenda Januari: 1.

Pembahasan RKA-K/L dalam rangka pembicaraan pendahuluan RAPBN 13. Penetapan Pagu Anggaran K/L 11. Pembahasan Nota Keuangan. Penyusunan RKA-K/L 12.Proses Penyusunan RKA-K/L … (2) Agenda Juli: 10. Penyampaian berita acara hasil kesepakatan pembahasan RAPBN kepada K/L 18. RAPBN. Pembahasan RAPBN dan RUU tentang APBN 17. Penyesuaian RKA-K/L dengan acara hasil kesepakatan pembahasan RAPBN 22 .Oktober: 15. Penelaahan RKA-K/L 14. dan RUU tentang APBN dalam Sidang Kabinet 16. Penghimpunan RKA-K/L hasil penelaahan Presiden Kemenkeu Bappenas K/L DPR Agustus .

Proses Penyusunan RKA-K/L … (2) Agenda November . Pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran Presiden Kemenkeu Bappenas K/L DPR 23 . Penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran 21.Desember: 19. Penetapan Alokasi Anggaran K/L 20.

RKP dan Renja K/L. Standar Biaya dan BAS. dan b) Dokumen RPJMN. c) Dokumen RPJMN. 24 . 2. RKP dan Renja K/L.Persiapan Penyusunan RKA-KL 1. Renstra K/L. d) Juknis penyusunan RKA-KL. Tingkat Satker : Satker mempersiapkan dokumen yang menjadi dasar pencantuman target kinerja kegiatan dan alokasi anggarannya pada Kertas Kerja RKA-KL meliputi : a) Daftar alokasi anggaran masing-masing unit eselon I yang dirinci per Satker dan sumber dananya berdasarkan Pagu Anggaran yang ditandatangani oleh pejabat eselon I. b) Peraturan perundangan mengenai struktur organisasi dan tugas fungsinya. Renstra K/L. Tingkat K/L : K/L mempersiapkan dokumen yang menjadi dasar pencantuman target kinerja program dan alokasi anggarannya pada RKAKL meliputi : a) Surat Edaran Menteri Keuangan tentang Pagu Anggaran dan Alokasi Anggaran.

Persiapan Penyusunan RKA-KL …(2) Dalam menyusun RKA-KL. Mencantumkan perhitungan Prakiraan Maju. Melampirkan dokumen pendukung terkait. Mencantumkan target kinerja. 6) Melampirkan Rencana Bisnis Anggaran (RBA) untuk satker Badan Layanan Umum (BLU). 2) 3) 4) 5) Mengacu pada Standar Biaya. 25 . Menteri/Pimpinan Lembaga wajib : 1) Mengacu pada Surat Edaran Menteri Keuangan tentang Pagu Anggaran K/L.

2) 3) 26 .Persiapan Penyusunan RKA-KL …(3) K/L wajib menuangkan informasi berkaitan dengan : 1) Strategi Pencapaian Sasaran Strategis adalah informasi yang terdapat pada Formulir 1 RKA-KL. sesuai dengan Renstra K/L. termasuk di dalamnya berupa jumlah satker dan pegawai yang melaksanakan program/kegiatan. sesuai dengan Renstra unit Eselon I. Isinya menguraikan mengenai langkah-langkah yang ditempuh untuk mencapai Sasaran Strategis. Strategi Pencapaian Hasil (Outcome) adalah informasi yang terdapat pada Formulir 2 RKA-KL. Isinya menguraikan mengenai langkah-langkah yang ditempuh untuk mencapai Sasaran Hasil (outcome) pada tingkat Program. dan Operasionalisasi Kegiatan adalah informasi yang terdapat pada Formulir 3 RKA-KL. Isinya menguraikan mengenai mengenai langkah-langkah yang ditempuh untuk mengimplementasikan Program melalui operasionalisasi kegiatan-kegiatan.

557 2009 Tahun 2009 2010 2011 2012 Jan 487.465.037 666.327.549 3.838 Nov 3.842 2.810 2.582.539 Mar 1.000.000 10.650.553.260.415.838 1.282 2.000.947.824 3.760.553.134 1.748.000 0 Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec dalam juta rupiah Oct 2.Trend Penyerapan Anggaran Kementerian Agama Tahun 2009 – Juni 2012 12.305 May 1.674 2.529 Jun 2010 Jul 2.789.739 Total 24.472 *) Realisasi sampai dengan 30 Juni 2012 sumber data : DSP DJA .697 2.829.464 12.000 4.734.012.203.494.717 27.163.348.249 2.333 Apr 1.000.015 2.196.709.134 1.790.074 1.716.734.000 2.000.052.605 2.987.155 795.684 2.834 6.318 3.367 911.000.266.200.478 1.915 1.359.713 1.093.615 - 2.856 33.258 630.400.367 Feb 936.469.032.000 6.377 2.905 - 2011 Aug 1.026.412 Dec 4.243 3.108 9.802 - 2012 Sep 2.246.000.837.128.557 976.342 2.075.322.601 3.000 8.

468.557 32.000 35.000.000.0% Realisasi *) Realisasi sampai dengan 30 Juni 2012 sumber data : DSP DJA .000 25.000.000 15.464 93.239 24.000.913 33.000.246.000 20.856 91.717 92.987.000 30.4% 2011 35.266.000.494 12.000 5.000 0 2009 2010 2011 2012 Pagu Realisasi Pagu 2009 27.000 10.000.104.Perbandingan Pagu dan Realisasi Anggaran Kementerian Agama Tahun 2009 – Juni 2012 40.7% 2012 38.347.593.630 27.000.2% 2010 30.947.

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TERIMA KASIH .

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN .

669.050.427.175.7 37.5 823.4 558.290.1 36.0 2.0 30.662.669.243.8 558.0 45.6 783.7 80. Murni b.6 876. Murni b.9 776.847.4 29.750.002.0 197.957. PNBP/BLU c. PHLN/PDN TOTAL a.447.442.7 43.8 712. PHLN/PDN TOTAL a.960.860.770.867.0 122.516. PHLN/PDN TOTAL a. PNBP/BLU c.702. Rp.267.0 122.9 326.0 2.1 39.0 455.7 692. PHLN/PDN TOTAL a.646.8 475.902.985.960.0 2.0 1.8 797.2 2.427.500.9 487.247.672.120. Rp.702.860.832.7 475.796.0 376.0 216.745.020. Rp.847. Rp.133.470.9 872. Rp.8 647.750.133. Rp. Murni b.4 359.972.887.Alokasi Pagu Indikatif Tahun 2013 (Juta Rupiah) BAGIAN ANGGARAN KEMENTERIAN / LEMBAGA : 025 : KEMENTERIAN AGAMA SUMBER PENDANAAN a.861. Murni b. Murni b.243.867.0 179.046.7 783.1 712.254.0 413.3 197.046.770.3 KODE PROGRAM DEP PROG 025 01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Agama 025 02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Agama 025 03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Agama 04 Program Penelitian Pengembangan dan Pendidikan Pelatihan Kementerian Agama 06 Program Penyelenggaraan Haji Dan Umrah 025 025 025 07 Program Pendidikan Islam 31 .910.1 647.0 413.767.2 2016 2.3 797. PNBP/BLU c.254. PHLN/PDN TOTAL RENCANA 2013 1. PHLN/PDN TOTAL a.0 455. PNBP/BLU c.972.0 376.9 216.0 179.662.8 724.500.672.910.808. PNBP/BLU c.745.058.9 876.936.0 724.646.8 40.0 80. PNBP/BLU c.6 PRAKIRAAN MAIU 2015 2014 2.247.6 297.050.189.262.093. Murni b.800.002.936.788.

104.8 666.785.406.6 229.911.516.3 62.7 806.987.521.2 210.875.0 025 09 Program Bimbingan Masyarakat Kristen 025 10 Program Bimbingan Masyarakat Katolik 025 11 Program Bimbingan Masyarakat Hindu 025 12 Program Bimbingan Masyarakat Buddha *) ALOKASI TAHUN 2013 SUDAH TERMASUK : TOTAL 1.194.4 TOTAL a Rp.436.536.524.063.490.1 12..148.354.551.6 569.9 Juta 1. 2.231.629.201.3 18.515.0 Juta 38..239.456.9 948.2 3.937.066.1 411.9 251.493.6 Juta 773.. b(KPS) PNBP/BLU 4.7 388.6 277.5 733.056.5 733. a Rp Murni 3.073.694.391.481.379.411..7 366.4 666.955.4 866.1 552.9 14.2 1.529.8 52. c PHLN/PDN 5.363.1 30.447.875.367.973.3 1.246.674.162.3 955.0 1.620.4 1.0 626.0 7.794.6 13.0 0.5 518.7 612.120.963.1 428.5 297.4 436.9 806.034.4 0.0 439.875.3 6.879.0 51.086.976.250.878.9 276.7 4.954.3 Juta 37.6 2016 4.3 46. (2) KODE DEP PROG PROGRAM SUMBER PENDANAAN a Rp.1 1..751.6 552.102. Belanja Pegawai Operasional Rp.813.724.108.318.4 359.0 83.6 210.9 979.807.119.800.5 556.261..4 1. Belanja Anggaran Pendidikan Rp.6 57.0 920.3 32 .746.195. Murni b PNBP/BLU c PHLN/PDN TOTAL a Rp Murni b PNBP/BLU c PHLN/PDN TOTAL a Rp Murni b PNBP/BLU c PHLN/PDN TOTAL a Rp Murni b PNBP/BLU c PHLN/PDN 3.2 251.3 3.546.832. Belanja Barang Operasional Rp... Alokasi untuk mendukung Kerjasama Pemerintah-Swasta Rp.766.003.696.887.8 8.212.Alokasi Pagu .521.461.288.0 69.489. Murni 025 08 Program Bimbingan Masyarakat Islam b PNBP/BLU c PHLN/PDN RENCANA 2013 2.187.126.6 2.746.738.930.8 76.3 7.8 505.6 2014 PRAKIRAAN MAIU 2015 3.832.6 228.542.810.8 326..939.0 56.201.546.287.0Juta 487.294.462.133. Inisiatif Baru (Bagian C) Rp.350.1 11.127.730. TOTAL 47.

4 15.2% 1.0 122.489.8 558.963.937.175.955.0 39.8% 1.0 122.493.2 458.6 60.815.6 100.4 30.960.520.955.202.257.0% Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Agama Program Penelitian Pengembangan dan Pendidikan Pelatihan Kementerian Agama Program Penyelenggaraan Haji Dan Umrah Program Pendidikan Islam Program Bimbingan Masyarakat Islam Program Bimbingan Masyarakat Kristen Program Bimbingan Masyarakat Katolik Program Bimbingan Masyarakat Hindu Program Bimbingan Masyarakat Buddha JUMLAH PERSENTASE 33 .745.506.317.662.0 215.629.744.8 439.100.0 80.0 304.375.1 439.9 23.9 955.8 343.3 78.2 132.500.Kegiatan Prioritas Nasional.9 14.800.001.662.2 210.500.7 475.632.457.524.3 38.5 15.960.0 80.389.746.675.685.372.050.847. Pagu Indikatif 2013 Juta Rupiah KODE DEP PROG PROGRAM JENIS KEGIATAN Prioritas Nasional Non Prioritas Nasional Pagu Indikatif 2013 025 025 025 025 025 025 025 025 025 025 025 01 02 03 04 06 07 08 09 10 11 12 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Agama Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Agama 46.937.447.524.224.6 2.887.6 552.7 475.6 2.4 94.9 651.

serta adanya akun untuk satu transaksi 34 . baik yang bersifat investasi maupun untuk biaya operasional  Penerapan penganggaran terpadu diharapkan dapat mewujudkan Satuan Kerja sebagai satu-satunya entitas akuntansi yang bertanggung jawab terhadap aset dan kewajiban yang dimiliki.PENGANGGARAN TERPADU  Penganggaran terpadu merupakan unsur yang paling mendasar bagi penerapan pendekatan penyusunan anggaran lainnya (PBK & KPJM)  pendekatan anggaran terpadu merupakan kondisi yang harus terwujud lebih dahulu  Penganggaran terpadu dilakukan dengan mengintegrasikan seluruh proses perencanaan dan penganggaran di lingkungan K/L untuk menghasilkan dokumen RKA KL. dengan klasifikasi anggaran menurut organisasi. fungsi dan jenis belanja  agar tidak terjadi duplikasi dalam penyediaan dana untuk K/L.

PENGANGGARAN BERBASIS KINERJA (1)  Kerangka PBK menunjukkan hubungan antara struktur organisasi dengan kinerja yang akan dicapai  memperhatikan keterkaitan antara pendanaan dan kinerja yang diharapkan serta efisiensi dalam pencapaian kinerja  Kinerja adalah prestasi kerja yang berupa keluaran dari suatu kegiatan atau hasil dari suatu program yang terukur kuantitas dan kualitasnya  Landasan konseptual dalam penerapan PBK:  Pengalokasian anggaran berorientasi pada kinerja (output dan outcome oriented)  Pengalokasian anggaran program/kegiatan didasarkan pada tugas-fungsi unit kerja. sesuai struktur organisasi (money follows function)  Terdapat fleksibilitas pengelolaan anggaran dengan tetap menjaga prinsip akuntabilitas (let the manager manage)  Instrumen penerapan PBK:  Indikator kinerja  Standar biaya  Evaluasi kinerja 35 .

dan output pada unit pengeluaran pada tingkat satker 36 ..PENGANGGARAN BERBASIS . (2)  Struktur anggaran dalam penerapan PBK lebih memperhatikan keterkaitan secara jelas hubungan antara perencanaan dan penganggaran yang merefleksikan keselarasan antara kebijakan (top down) dan pelaksanaan kebijakan (bottom up)  Penerapan PBK pada tingkat nasional:  Pemerintah menentukan tujuan (prioritas dan fokus prioritas pembangunan nasional beserta target kinerjanya) untuk jangka waktu 1 tahun yang akan datang  Merumuskan kegiatan prioritas dan/atau kerangka tugas-fungsi yang diemban oleh K/L  Penerapan PBK pada tingkat K/L:  Unit eselon I merumuskan program...... IKK. IKU program dan hasil  Program dijabarkan dalam kegiatan....

suboutput. dan satuan ukur dari barang/jasa  Struktur anggaran meliputi program. mengingat bahwa tidak semua kebijakan prioritas akan berlanjut pada tahun berikutnya  Reviu KPJM dilakukan dengan memperbaiki angka dasar (baseline). akun belanja.KERANGKA PENGELUARAN JANGKA MENENGAH  KPJM merupakan pendekatan penganggaran berdasarkan kebijakan jangka menengah  KPJM yang disusun oleh K/L harus memperhatikan dokumen perencanaan. subkomponen. komponen. volume dari barang/jasa yang dihasilkan. dan rincian/detail belanja 37 . kegiatan. seperti RKP dan RPJMN  KPJM harus dilakukan reviu setiap tahun. dengan memahami rumusan output kegiatan dan penetapan struktur anggaran di bawah output  Output merupakan barang/jasa yang dihasilkan oleh suatu kegiatan yang mengacu pada tugas-fungsi unit satker atau penugasan tertentu  Informasi yang terkandung dalam output meliputi jenis barang/jasa. output.

SIKLUS PENYUSUNAN DAN PENETAPAN APBN Bulan Januari Kegiatan Presiden menetapkan arah kebijakan dan prioritas pembangunan nasional Keterangan – K/L melakukan evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan tahun berjalan – K/L menyusun rencana inisiatif baru dan indikasi kebutuhan anggaran tahun berikutnya Februari Kementerian Keuangan menyusun perkiraan kapasitas fiskal dalam rangka penyusunan Pagu Indikatif Kementerian PPN & Kementerian Keuangan menyampaikan surat bersama tentang Pagu Indikatif Kementerian PPN menyelenggarakan Musrenbang penyusunan RKP – K/L menyusun Renja K/L tahun berikutnya – K/L. Kementerian PPN & Kementerian Keuangan melakukan Trilateral Meeting Maret April 38 .

serta dokumen pendukung pembahasan RAPBN – K/L & Kementerian Keuangan melakukan penelaahan RKA K/L – NK..... RAPBN.. dan RUU tentang APBN. disertai prakiraan maju dan disampaikan kepada Komisi DPR mitra kerja terkait untuk dibahas dalam raker dan/atau RDP – Hasil pembahasan disampaikan ke Kementerian Keuangan sebagai bahan penyusunan RUU APBN K/L melakukan penyesuaian RKA K/L tahun berikutnya berdasarkan hasil pembahasan dengan Komisi DPR mitra kerja terkait dan Pagu Anggaran Juni Kementerian Keuangan menyampaikan Pagu Anggaran Juli Kementerian Keuangan menyusun NK.. dan RUU tentang APBN dibahas dalam Sidang Kabinet 39 ...SIKLUS PENYUSUNAN . (2) Bulan Mei Kegiatan Pemerintah Pusat menyampaikan pokokpokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro kepada DPR Keterangan – K/L menyusun RKA K/L tahun berikutnya berdasarkan prestasi kerja yang akan dicapai.. RAPBN.

...SIKLUS PENYUSUNAN ....... (4) Bulan Agustus Kegiatan Pemerintah Pusat mengajukan RUU tentang APBN (hasil Sidang Kabinet) disertai Nota Keuangan dan dokumen-dokumen pendukungnya kepada DPR K/L melakukan pembahasan RKA KL dengan Komisi DPR mitra kerja terkait Hasil penetapan RKA K/L yang telah disetujui & ditandatangani oleh Pimpinan Komisi DPR terkait disampaikan ke Menteri Keuangan Keterangan September Oktober DPR melakukan pengambilan keputusan mengenai RUU APBN 40 .

Desember Menteri Keuangan mengesahkan dokumen pelaksanaan anggaran 41 ...... diantaranya: penunjukan PPK.. (4) Bulan Nopember Kegiatan Presiden menetapkan Alokasi Anggaran K/L dalam Keputusan Presiden Keterangan – K/L menyusun DIPA dengan menggunakan RKA K/L yang telah disesuaikan berdasarkan hasil pembahasan dan berpedoman pada Alokasi Anggaran – K/L dapat melakukan persiapan pelaksanaan anggaran. melakukan proses pengadaan barang/jasa dll....SIKLUS PENYUSUNAN .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful