Anda di halaman 1dari 2

TEORI FISIKA KLASIK DAN MODERN

Pada fisika klasik pendekatan terhadap pemecahan persoalan pada umumnya lebih didasarkan pada dalil-dalil mekanika gerak (hukum Newton). Disamping itu dalam penanganan solusi secara tegas dilakukan perbedaan antara benda partikel dan fenomena gelombang dan begitu juga mengenai tanggapan: tidak ada pembatasan-pembatasan dalam besarnya energi (energi dapat bertambah atau berkurang dengan besaran nilai yang tidak dibatasi dengan satuan tertentu). Energi sendiri dianggap dapat disimpan dalam berbagai bentuk. Pada tahun-tahun sebelum abad 19 itu penelitian diarahkan disamping ke ilmu fisika mekanika juga ke beberapa bidang gelombang dan itu pun diutamakan pada gejala medan elektro-magnet dan cahaya sebagai gelombang. Meski pada zaman itu hubungan atom-molekul dan sinar radiasi mulai dikenal dan dianggap misterius, namun ketika itu masih dikategorikan sebagai masalah kecil dan belum dianggap perlu diadakan perombakan teori secara radikal. Masalah kecil tersebut sekarang ini malahan menjadi pusat perhatian utama bagi ilmu pengetahuan material khususnya dalam fisika modern. Namun meskipun demikian hingga sekarang ini teori klasik itu masih tetap cukup beguna terutama bagi bidang-bidang yang menyangkut fisika makro. Di bawah ini akan dipelajari secara singkat sejarah perkembangan teori atom yang dimulai dengan teori Rutherfold sampai Bohr-Sommerfeld dan penyempurnaan-penyempurnaannya sampai batas-batas kesanggupannya dimana selanjutnya diteruskan oleh teori fisika modern. Teori ini dimulai dengan teori yang mempelajari teori gelombang mekanika dari atom H, dimana diprkarsai oleh 2 prinsip fisika yang sangat penting yakni: prinsip uncertainty atau ketidakpastian dari Heisenberg dan prinsip dualisme material-gelombang. Masalah material yang dapat berupa atom, molekul dan begitu juga masalah radiasi dari atom, yang semula dianggap masalah sepele sekarang ini mendadak menjadi sangat penting. Begitu juga pada perubahan system pada eksperimen fisika yang dulunya dianggap jelas dan distinquished:, sekarang menjadi tidak jelas sehingga harus ditentukan dengan teori kemungkinan (probability). Sma halnya dengan gagasan Heisenberg mengenai teori ketidakpastian.

Ilmu Fisika didasarkan pada pengamatan eksperimental dan pengukuran kuantitatif. Tujuan utama fisika adalah untuk menemukan seperangkat hukum dasar yang mengatur fenomena alam dan menggunakannya untuk mengembangkan teori yang dapat memprediksi hasil percobaan di masa depan. Hukum dasar yang digunakan dalam teori sering dinyatakan dalam bahasa matematika, alat yang menyediakan jembatan antara teori dan eksperimen. Ketika perbedaan antara teori dan eksperimen muncul, teori-teori baru harus diformulasikan untuk menghilangkan perbedaan tersebut. Sering kali suatu teori cukup memuaskan hanya dalam kondisi yang terbatas, sebuah teori yang lebih umum mungkin memuaskan tanpa pembatasan-pembatasan. Sebagai contoh, hukum yang ditemukan oleh Isaac Newton (1642-1727) pada abad ke-17 yang secara akurat dapat memberikan gambaran tentang gerak benda-benda yang ada disekitar kita. Fisika klasik, adalah semua teori fisika yang telah berkembang sebelum tahun 1900, yang

meliputi teori, konsep, hukum, serta eksperimen dalam mekanika klasik, termodinamika, dan elektromagnetisme. Kontribusi penting untuk fisika klasik diberikan oleh Newton, yang mengembangkan mekanika klasik sebagai sebuah teori yang sistematis dan merupakan salah satu pencetus kalkulus sebagai alat matematika. Perkembangan utama dalam mekanika dilanjutkan dalam abad ke-18, tetapi bidang termodinamika, listrik dan magnetisme belum dikembangkan sampai bagian akhir abad ke-19, terutama karena sebelum waktu itu alat untuk percobaan masih terlalu kasar atau belum tersedia. Sebuah era baru dalam fisika, biasanya disebut sebagai era fisika modern, yang dimulai sekitar akhir abad ke-19. Fisika modern berkembang terutama karena penemuan fenomena fisika yang tidak dapat dijelaskan oleh fisika klasik. Dua perkembangan yang paling penting dalam fisika modern adalah teori relativitas dan mekanika kuantum. Teori relativitas Einstein merevolusi konsep tradisional ruang, waktu energi, dan; mekanika kuantum, yang berlaku untuk dua dunia yakni mikroskopis dan makroskopis. Para ilmuwan terus bekerja untuk meningkatkan pemahaman kita tentang fenomena dan hukum dasar, dan penemuan baru yang dibuat setiap hari. Dalam berbagai disiplin ilmu, banyak ditemukan terjadinya penggabungan antara ilmu fisika, kimia, geologi, dan biologi, serta teknik. Beberapa perkembangan yang paling menonjol dalam bidang eksplorasi ilmu yang menyebabkan hal terebut adalah (1) banyaknya misi luar angkasa dan pendaratan astronot di Bulan, (2) microcircuitry dan komputer berkecepatan tinggi, dan (3) teknik pencitraan yang canggih yang digunakan dalam penelitian ilmiah dan kedokteran. Dampak dari perkembangan dan penemuan tersebut pada masyarakat kita telah sangat besar, dan sangat mungkin bahwa penemuan masa depan serta perkembangannya akan sama menarik sekaligus menantang untuk dikaji lebih lanjut, tentunya diharapkan semakin bermanfaat bagi kemanusiaan.