Anda di halaman 1dari 8

PEMERIKSAAN ABDOMEN Pada bayi dan anak kecil pemerisaan abdomen seringkali lebih didahulukan daripada hapan , yaitu

Inspeksi , palpasi , perkusi , auskultasi . Hanya saja urtannya berbeda yaitu auskultasi dilakukan setelah inspeksi , sebelum perkusi , agar interpretasi hasil auskultasi tidak salah. INSPEKSI Yang dinilai pada inspeksi , antara lain : 1.Ukuran dan bentuk perut Otot perut anak biasanya lebih tipis dari pada dewasa . Jika anak tidur terlentang , perut menjadi datar. Jika anak berdiri terjadi lordosis sehingga perut kelihatan menonjol / buncit. Perut buncit dapat simetris dan asimetris . Buncit simetris misalnya terjadi pada kasus hipokalemi , hipotiroidea , rakitis , penimbunan lemak dinding perut , udara bebas di dalam rongga peritoneum . Buncit asimetris terjadi pada poliomelitis , pembesaran organ intra abdominal , airofagia , akibat menangis atau kesalahan pembnerian minum . Bentuk perut yang cekung 9 skafoid ) pada posisi terlentang tampak pada bayi baru lahir dengan di hernia diafragmatika yang besar . sehingga sebagian besar isi rongga perutnya berada dala rongga dada . Misal pada pasien malnutrisi , dehidrasi berat , ileus obstruksi tinggi , pneumothorax.

2.Dinding perut Kulit keriput terlihat pada bekas asites yang sangat besar , malnutrisi , serta penurunan tekanan intraabdominal secara mendadak. Pada bayi dan anak normal umbilicus tampak tertutup dan berkerut . Hernia umbilicalis dapat ditemukan sampai umur 2tahun .mungkin dapat ditemukan pada hipotiroidea , sindrom down . Gambaran vena dinding abdomen terdapat pada anak dengan gizi kurang atau buruk. Diastasis rekti 9 penonjolan 1-5cm pada garis tengah , biasanya diantara umbilicus dan pprocesus xifoideus atau amtara umbilicus dan simfisis ) Omfalokel ( kantong peritoneum dan selaput a,niom yang berisikan organ intraabdominal ) Terjadi karen terdapat defek pada cincin umbilikus . Gastroskisis ( Eviserasi usus melalui defek pada otot rektus abdomnalis disebelah lateral umbilicus ) Uracus yang paten , menyebabkan urin kelur dari umbilicus terutama bila kandung kemih ditekan . sisa urakus mungkin dapat diraba berupa suatu bentuk seperti tali pusat yang menghubungkan umbilicus dengan kandung kemih . Abses dan neoplasma , misalnya hemangioma , lipoma , teratoma . Sindroma prune belly ( tidak terbentuknya seluruh atau sebagian dinding perut )

3. Gerakan dinding perut Pada pernafasan bayi dan anak sampai umur 6-7 tahub dinding abdomen lebih banyak bergerak dibanding dada. Pergerakannya akan berkurang ppada appendicitis , peritonitis , ilius paraliticus , paralisis diafragma . Dan bertambah pada kelainan paru . Peristaltik usus dilihat dengan mengarahkan lampu pada dinding perut , dan pemeriksa mengamati dengan posisis mata setinggi perut pasien . Biasanya dapat dilihat pada bayi prematur atau anak yang sangat kurus .

AUSKULTASI 1.Suara peristaltik Intensitas rendah , terdengar tiap 10-30 detik . Menjadi tinggi pada obstruktif traktus gastrointestinalis . Bertambahpada gastroenteritis , dan berkurang pada peritonitis / ileus paralitikus. 2.Bising ( bruit ) Terdengar pada seluruh permukaan perut pada koarktasio aorta abdominalis. 3.Dengung vena Pada obstruksi vena porta namun jarang terjadi 4.Suara booming atau pistol shot serta bising konntinu di a . femoralis 9 tanda Durosiez ) merupakan petunjuk terdapatnya insufisiensi aorta , duktus arteriosus persisten , atau keadaan lain yang menyebabkan tekanan nadi besar .

PERKUSI Tujuannya untuk menentukan adanya cairan bebas atau udara di dalam rongga abdomen dan juga untukmenentukan batas hati serta batas massa intraabdomen Cara perkusi sama dengan perkusi dada , hanya penekanan jari lebih ringan dan ketukan juga lebih perlahan . Dilakukan di daerah epigastrium secara sitematis menuju bagian bawah abdomen. Suara perkusi normal abdomen adalah timpani kecuali hati dan limpa. Perkusi ini juga ditujukan untuk menentukan adanya cairan bebas atau udara didalam rongga abdomen dengan menggunakan 4 cara , yaitu : 1. Pada posisi anak terlentang , lakukan perkusi sitematik dari umbilicus kearah lateral dan bawah , untuk mencari batas berupa garis konkaf antara daerah yang timpani dengan daerah pekak yang terdapat bila terjadi asites 2. Menentukan adanya daerah redup yang berpindah ( shifting dullnes ) , lakukan perkusi di umbilicus ke sisi perut , untuk mencari daerah redup atau pekak . Daerah redup akan menjadi timpani bila anak berubah posisi dengan cara memiringkan pasien 3. Menentukan adanya gelombang cairan ( undulasi ) . Dilakukan pada asites yang snagat banyak dan dinding abdomen yang tegang . Paien posisi terlentang , satu sisi tangan

pemeriksa diletakkan pada satu sisi perut pasien , jari tangan satunya mengetuk dinding perut sisi lainnya . Minta pertolongan orang lain untuk meletakkan satu tangan ditengah abdomen pasien dengan sedikit menekan . Pada asites dapat dirasakan gelombang cairan pada tangan pertama . 4. Menentukan daerah yang redup pada bagian terendah perut pada posisi anak tengkurap dan nungging 9 knee chest potition 0, dilakukan pada anak besar dengan asites sedikit ( puddle sign )

PALPASI Merupakan bagian terpenting dari pemeriksaan abdomen . dapat dilakukan secara monomamnual dan bimanual Alihkan perhatian anak dari abdomen selama pemeriksaan . atau lakukan pembicaraan topik yang ia sukai pada anak yang sudah mengerti . Palpasi dilakukan pada daerah yang tidak sakit terlebih dahulu. Yang dinilai pada saat melakukan palpasi adalah : 1.Ketegangan dinding perut dan nyeri tekan HEPAR o o Dilakukan secara bimanual dan monomanual , dengan menilai ukuran , konsistensi , tepi , permukssn , nyeri tekan . Untuk melakukan pengukuran besarnya hati dilakukan 2 garis , yaitu ; -Garis yang menghubungkan pusat dengan titik potong middklavikularis kanan dengan arkus aorta . -Garis yang menghubungkan pusat dengan prosesus xifoideus Pembesaran hati diproyeksikan dengan berapa bagian dari garis tersebut ( misalnya 1/3-1/2) atau dinyatakan dalam cm. Dalam keadaan normal umur 5-6 tahun hati masih dapat teraba sampai 1/3-1/3 tepi tajam konsistensi kenyal ,permukaan rata , dan tidak ada nyeri tekan. Jangan tanyakan dimana lokasi nyeri pada anak , karena ia hampir selalu menunjuk ke arah pusat . Adanya tempat yang nyeri dilihat dari perubahan mimik atau perubahan nada tangisan , dan terdapat nyeri lepas. Lokasi nyeri tidak selalu berhubungan dengan kelainan organ di daerah tersebut . Nyeri kuadran kanan atas : Hepatomegali , hepatitis , invaginasi Nyeri kuadran kiri atas : splenomegali , rupture limpa , invaginasi Nyeri diatas umbilikus : Gastroenteritis , batuk keras , ulkus peptikum Nyeri dibawah umbilikus : sistitis Nyeri yang tidak menentu tempatnya : ISPA , limfadenitis mesenterika , 2.Palpasi organ intraabdominal

o o

Heepatomegali terdapat dalam berbagai keadaan , misalnya hepatitis , sepsis , anemia , keganasan , malnutrisi , dll .

LIMPA o o o Dilakukan secara mono / bimanual . Teraba seperti ujung lidah yang tergantung dikiri atas , sehingga splenomegali dapat dibedakan dengan pembesaran lobus kiri hati . Pada keadaan normal dapat diraba 1-2cm dibawah arkus kosta . Besarnya limpa diukurk menurut cara Schuffner . Jarak dari pusat ke garis singgung pada arkus aorta kiri dibagi menjadi 4 bagian yang sama . garis ini diteruskan ke bawah sehingga memotong lipat paha , garis dari pusat ke lipat paha ini juga dibagi menjadi 4 bagian yang sama . Pembesaran limpa dinyatakan dengan memproyeksikannya ke dalam bagian tersebut. Splenomegali bisa terjadi pada penyakitn infeksi ( sepsis, demam tiroid , malaria ) , penyakit darah ( thalasemia , anemia sel sabit , leukimia ) , dll

o o

GINJAL o o Normalnya tidak terba akecuali pada neonatus. Ginjal yang membesar dapat diraba dengan cara ballotement yang juga dipergunakan untuk meraba organ atau massa lain yang terletak retroperitoneal. Caranya adalah dengan meletakkan tangan kiri pemeriksa dibagian posterior tubuh pasien sedemikian sehingga jari telunjuk berada di angulus kostovertebralis . Kemudian jari telunjuk ini menekan organ atau massa keatas , sementara itu tangan kanan melakukan palpasi secara dalam dari anterior dan akan merasakan organ atau massa tersebut menyentuh , kemudian jatuh kembali

KANDUNG KEMIH Pada bayi dan anak kecil , kandung kencing yang penuh mungkin dapat diketahui dari inspeksi , palpasi atau perkusi . Kadang kandung kencing terisi penuh samapi ke pusat . Keadaan ini dapat ditemukan pada meningitis , pasien koma , dan kasus pascabedah . Disfungsi neurogen kandung kencing mungkin dapat ditemukan pada miodisplasia atau pada sindrom regresi kaudal. MASSA INTRAABDOMINAL o Yang perlu diperhatikan selain ukuran serta letak massa tersebut adalah , konsistensi , tepi atau konfigurasi , permukaan , pulsasi , myerti tekan , fluktuasi ,mobilitas , serta hubungannya dengan alat sekitar . Contoh massa intraabdominal : Tumor Wilms : konsistensi keras , unilateral , permukaan rata , dan tidak dapat melewati garis tengah. Neuroblastoma : konsistensi keras ( < tumor wilms ) , permukaan nodular dan tidak teratur , meewati garis tengah Rhabdomyosarkoma ambrional : tumor ganas dengan massa yang tidak bisa digerakkan , terletak retroperitoneal dari pelvis , VU , vagina

Kista duktus koledokus : massa dengan nyeri tekan yang terletak dibawah hati sehingga sukar dibedakan dari hati yang membesar sebagian Intususepsi : massa berbentuk seperti sosis dan nyeri tekan dapat diraba pada kuadran kanan bawah. Henia Inguinalis : adanya massa di daerah inguinal. Feses yang mengeras (skibala) teraba sebagai massa yang berbenjol-benjol dan tidak nyeri tekan . ANUS dan REKTUM 1.Daerah perianal , dapat di temukan : o Kelainan kongenital : tumor sakrokoksigeus o Abses perianal , biasanya berhubungan dengan fistula rektum 2.daerah anus , dapat ditemukan : o Kelainan kongenital : anus imperforata dan atresia ani yaitu tidak terbentuknya anus o Fisura ani : lesi berupa sayatan pada mukosa anus dan paling sering menyebabkan konstipasi pada anak sampai umur 2 tahun o Polip rektum : benjolan warna merah seperti buah cherry yang dapat menyebabkan perdarahan per anum o Hemorroid : oleh karena hiupertensi portal , jarang pada anak o Investasi cacing kremi : dapat terjadi di lipatan daerah perianal danmukosa rektum serta daerah perianal yang dapat menyebabkan rasa gatal o Diaper rash : erupsi berwarna kemerahan yang dapat disertai vesikula serta papula di sekitar rektum,lipat paha dan genitalia eksterna 3.pemeriksaan colok dubur anak dalam posisi tengkurap dan fleksi pada kedua sendi lutut , tangan pemeriksa memakai sarung tangan . dilakukan bila terdapat indikasi yang mengarah ke gawat perut (abdomen akut) dan kelainan yang di te,mukan di daerah dubur . lokasio kelainan di nyatakan dengan merujuk angka-angka pada jam . titik yang paling ventral dari pasien adalah angka 12, paling dorsal angka 6, sisi kiri pasien angka 3dan sisi kanan angka 9 . berikut hal-hal yang harus di perhatikan dalam pemeriksaan colok dubur : 1) ada tidaknya anus 2) tonus sfingter : normal, bertambah atau berkurang. Bertambah pada stenosis ani ygang akan menyebabkan rasa sakit saat defekasi dan konstipasi Berkurang pada pasca operasi anus imperforata yang menyebabkan sfingter ani eksterna tidak berfungsi baik. 3) Ada tidaknya bagian yang menyempit atau melebar 4) Ada tidaknya fistula Fistula rektovaginal : jari pemeriksa dapat masuk dari rektum ke vagina Fistula rektouretral : jari pemeriksa dapat masuk ke uretra 5) Ada tidaknya nyeri , misal pada fisura ani atau lesi peradangan sekitar anus dan rektum. Rasa dapat di lihat dari ekspresi wajah pasien

6) 7) 8) 9)

Ada tidaknya fese di dalam rektum Massa tumor Prostat , normal tidak teraba pada bayi dan anak kecil Uterus dan ovarium , dapat diraba pada usia pubertas , uterus teraba sebagai massa yang berbentuk oval dengan ukuran 1-2 cm di sebelah anterior rektum serta 3-4cm di atas simfisis . Ovarium berukuran 0,5 -1 cm , kira-kira 2-3 cm di lateral kanan dan kiri atas uterus.

GENITALIA Pemeriksaan genitalia pada anak dilakukan dengaan cara inspeksi dan palpasi . pada neonatus sangat penting untuk deteksi dini beberapa kelainan bawaan seperti pseudohermafroditisme,hiperplasia korteks kongenital atau defek perkembangan lainnya . 1.Genitalia wanita , perhatikan : 1.1 Genitalia eksterna : normal genitalia eksterna bayi prematur dan sebagian bayi cukup bulan belum tampak berkembang dengan sempurna . labia minor relatif menonjol terutama pada bayi premature serta berwarna kemerahan klitoris normal < 5mm , pada bayi prematur tampak lebih menonjol . klitoris yang sangat besar curiga kemungkinan virilisasi pada hiperplasia korteks adrenal sebaliknya klitoris mengecil dengan hipoplasia labia couriga sindrom Prader-Will . sindroma feminisasi testis yaitu massa di inguinal pada anak yang fenotipnya wanita 1.2 Tanda seks sekunder : rambut pub ik normal timbul umur 12tahun , bila terdapat rambut pubik sebelum umur 8tahun harus dicurigai terdapatnya pubertas prekoks 1.3 Sekret yang keluar dari lubang genital : sekret jernih,mukoid atau berdarah mungkin ditemukan pada bayi cukup bulan terutama pada hari ke-2 dan ke-3 . sekret yang berasal dari uretra pada anak selalu berarti patologis dan perlu dicurigai adanya infeksi traktus urinarius 2.Genetalia lelaki Perhatikan ukuran , betuk penis dan testis serta kelainan perkembangan misal hipospadia,epispadia serta kelainan seperti infeksi ,ulserasi dan lain-lain. Pertumbuhan dan perkembangan penis,testis,prostat sejalan dengan umur dan merupakan refleksi aktivitas hormon androgen . Berikut Maturasi Genitalia meurut Tanner : Stadium 1 : massa pra-pubertas Stadium 2 : skrotum dan testis membesar ,kulit skrotum kemerahan dan teksturnya berubah Stadium 3 : penis membesar dan memanjang disertai pertumbuhan testis dan skrotum lebih lanjut Stadium 4 : lebar penis terus bertambah , demikian juga skrotum dan testis terus berkembang ; kulit skrotum menjadi lebih gelap . Stadium 5 : bentuk dan ukuran genitalia eksterna sama dengan dewasa

2.1 Penis : panjang penis bayi cukup bulan ialah 3,9 0,8 cm . Perhatikan ; Mikropenis : penis sangat kecil dapat ditemukan pada hipogonadisme hipogonadotrofik , hipogonadisme primer ( sindrom klinefelter atau degenerasi testis pada masa janin. Hiperplasia korteks adrenal : pembesaran oenis,skrotum dan prostat . Pada bayi normal sewaktu-waktu dapat terjadi ereksi.ereksi yang menetap mungkin berhubungan dengan iritasisetempat,uretritis,batu uretra atau kandung kencing . Epispadia : muara uretra yang terdapat di bagian dorsal penis Hipospadia : orifisium uretra berada dipermukaan ventral penis Apakah ada ulserasi pada meatus uretra yang terjadi pada bayi laki-laki terutama yang sudah sirkumsisi Fimosis : pembukaan prepusium yang kecil sehingga prepusium tidak dapat ditarik ke belakang gland penis . normal sampai umur 4tahun prepusium masih melekat pada gland penis Parafimosis : kulit luar penis mengalami retraksi sehingga tidak dapat ditarik kebawah 2.2 Skrotum dan Testis Testis o Normal pada bayi cukup bulan testis sudah berada dalam skrotum,sedangkan pada bayi kurang bulan testis seringkali berada dalam kanalis inguinalis . oleh karena itu , evaluasi keadaan tidak turunnya testis kedalam skrotum (kriptokismus) harus dilakukan dengan pemeriksaan berulang kali . o Bila testis tidak terdapat di kanalis inguinalis , mungkin berada di dalam rongga abdomen atau tidak ada sama sekali . Meskipun sangat jarang,testis dapat ditemukan ektopik yaitu di femoral , pangkal penis atau perineum . o Normal testis kiri lebih rendah daripada kanan. Bila sebaliknya mungkin terdapat situs inversus totalis . Pertumbuhan testis yang cepat terjadi antara umur 9-14 tahun yang disertai penipisan skrotum dan perubahan warna menjadi kemerahan . o Perhatikan tanda seks sekunder : rambut pubik laki-laki timbul pada umur 13,5 + 1,2 tahun . bila sudah ada sebelum umur 9 tahun curiga pubertas prekoks . o Peradangan testis (orkitis) ditandai dengan pembengkakan skrotum ,nyeri dan berwarna kemerahan , biasanya oleh karena virus Coxackie,parotitis,Echo atau Rubella . Skrotum o Perhatikan penyebab pembesaran skrotum , oleh cairan,gas atau massa padat. Bila isi skrotum membesar dan tidak dapat didorong ke arah kanalis inguinalis curiga hernia inkarserata atau hidrokel . cara menbedakannya ialah dengan palpasi , pada hernia akan akan teraba krepitasi dan timbul rasa sakit apabila di dorong ke arah kanalis inguinalis . o Pembengkakan skrotum dapat disebabkan oleh epididimitis atau torsi epididimis atau torsi testis yang di tandai warna kemerahan di sertai rasa sakit .penyebab lain edema skrotum akut adalah peritonitis serta purpura Henoch-Schonlein . o Varikokel tampak atau teraba sebagai suatu massa di atas testis kiri yang akan bertambah besar bila anak berdiri dan mengecil bila berbaring . o Terakhir perhatikan kelenjar limfe inguinal dan di rinci karakteriktisnya mulai dari ukuran,nyeri tekan,mudah di gerakkan atau tidak . Normal ukuran KGB di daerah inguinal kurang dari 1 cm .