Anda di halaman 1dari 21

LUKA

NAMA KELOMPOK

Ni Made Desi Suzika Dewi Ni Luh Putu Paramitha Italiawati Putu Eka Surya Mahendra Luh Dina Rossita Ida Ayu Agung Wijayanti Maria Christina Widjaja I Nyoman Yudiartono Yessica Elsiyana Winarto

(08700005) (08700045) (08700049) (08700051) (08700061) (08700101) (08700113) (08700207)

DEFINISI

Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh.

ETIOLOGI
Trauma benda tajam atau tumpul Perubahan suhu Zat kimia Ledakan Sengatan listrik Gigitan hewan

JENIS LUKA
Berdasarkan Tingkat Kontaminasi Clean Wounds (Luka bersih) luka bedah tak terinfeksi yang mana tidak terjadi proses peradangan (inflamasi) dan infeksi pada sistem pernafasan, pencernaan, genital dan urinari tidak terjadi

JENIS LUKA
Berdasarkan Tingkat Kontaminasi Clean-contamined Wounds (Luka bersih terkontaminasi) luka pembedahan dimana saluran respirasi, pencernaan, genital atau perkemihan dalam kondisi terkontrol, kontaminasi tidak selalu terjadi, kemungkinan timbulnya infeksi luka adalah 3% 11%.

JENIS LUKA
Berdasarkan Tingkat Kontaminasi Contamined Wounds (Luka terkontaminasi) luka terbuka, fresh, luka akibat kecelakaan dan operasi dengan kerusakan besar dengan teknik aseptik atau kontaminasi dari saluran cerna

Dirty or Infected Wounds (Luka kotor atau infeksi) terdapatnya mikroorganisme pada luka.

JENIS LUKA
Berdasarkan Kedalaman Dan Luasnya Luka Stadium I : Luka Superfisial (Non-Blanching Erithema) luka yang terjadi pada lapisan epidermis kulit

Stadium II : Luka Partial Thickness hilangnya lapisan kulit pada lapisan epidermis dan bagian atas dari dermis

JENIS LUKA
Berdasarkan Kedalaman Dan Luasnya Luka Stadium III : Luka Full Thickness hilangnya kulit keseluruhan meliputi kerusakan atau nekrosis jaringan subkutan yang dapat meluas sampai bawah tetapi tidak melewati jaringan yang mendasarinya

Stadium IV : Luka Full Thickness yang telah mencapai lapisan otot, tendon dan tulang dengan adanya destruksi/kerusakan yang luas

JENIS LUKA
Berdasarkan Cara Penyembuhannya Luka Akut Luka Kronis

JENIS LUKA
Berdasarkan mekanisme terjadinya luka Luka insisi (Incised Wound) Luka memar (Contusion Wound) Luka lecet (Abraded Wound) Luka tusuk (Punctured Wound) Luka gores (Lacerated Wound) Luka tembus (Penetrating Wound) Luka bakar (Combustio)

FASE PENYEMBUHAN LUKA


Fase Inflamasi Berlangsung sejak terjadinya luka sampai kira-kira hari kelima Terjadinya perdarahan sehingga tubuh berusaha menghentikannya dengan vasokonstriksi,retraksi dan hemostasis. Setelah hemostasis, proses koagulasi akan mengaktifkan kaskade komponen. terjadi eksudasi,penyebukan sel radang, disertai vasodilatasi setempat yang menyebabkan oedema atau pembengkakan (rubor, kalor dolor, tumor, fungsiolaesa). Aktivitas seluler yang terjadi yaitu pergerakan leukosit menembus dinding pembuluh darah (diapedesis) menuju luka karena kemotaksis.

FASE PENYEMBUHAN LUKA


Fase Proliferasi Fase ini berlangsung dari akhir fase inflamasi sampai kira-kira akhir minggu ketiga. Pada fase ini, serat kolagen dibentuk dan dihancurkan kembali untuk menyesuaikan dengan tekanan pada luka yang cenderung mengkerut. Pada fase fibroplasias ini, luka dipenuhi oleh sel radang, fibroblast, dan kolagen, serta pembentukan pembuluh darah baru (angiogenesis), membentuk jaringan kemerahan dengan permukaan berbenjol halus yang disebut jaringan granulasi. Proses ini baru berhenti setelah epitel saling menyentuh dan menutup seluruh permukaan luka.

FASE PENYEMBUHAN LUKA


Fase Penyudahan atau Remodelling Terjadi proses pematangan yang terdiri atas penyerapan kembali jaringan yang berlebih, pengerutan yang sesuai dengan gaya gravitasi dan akhirnya perupaan ulang jaringan baru. Fase ini berlangsung berbulan-bulan dan dinyatakan berakhir kalau semua tanda radang sudah lenyap. Selama proses berlangsung, dihasilkan jaringan parut yang pucat, tipis dan lentur, serta mudah digerakkan dari dasar.terlihat pengerutan maksimal pada luka. Pada akhir fase ini, perupaan luka kulit mampu menahan regangan kira-kira 80% kemampuan normal.Hal ini tecapai kira-kira 3-6 bulan setelah penyembuhan.

CARA PENYEMBUHAN LUKA


Penyembuhan Primer (sanatio per primum intentionem) Luka2 yang sembuh cara ini, misalnya luka operasi, luka kecil yang bersih Penyembuhan tanpa komplikasi Penyembuhan dengan cara ini berjalan cepat dan hasilnya baik.

CARA PENYEMBUHAN LUKA


Penyembuhan Sekunder (sanatio per sekundum intentionem) Penyembuhan pada luka terbuka adalah melalui jaringan granulasi dan epitel yang bermigrasi. Luka2 yang lebar dan terinfeksi, luka tak dijahit, luka baker sembuh dengan cara ini. Setelah luka sembuh akan timbul jaringan parut.

CARA PENYEMBUHAN LUKA

Penyembuhan Tertier (sanatio per tertium intentionem)

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYEMBUHAN LUKA

Usia Nutrisi Infeksi Sirkulasi dan Oksigenasi Hematoma Benda Asing Iskemia Diabetes Keadaan Luka Obat

KOMPLIKASI LUKA
Komplikasi Dini : Infeksi Perdarahan Dehiscence dan Eviscerasi

KOMPLIKASI LUKA
Komplikasi Lanjut : Keloid Jaringan parut hipertrofik

TERIMA KASIH