Anda di halaman 1dari 23

Definisi Sehat WHO Kesehatan mencakup fisik, mental (penghargaan dan martabat) dan sosial (jaminan hukum, adat

t istiadat dsb) secara lengkap, tidak hanya berarti tidak adanya penyakit atau tubuh yang lemah. Deklarasi Universal HAM (1948) -Dalam Piagam HAM Internasional. -Merupakan standar umum yg harus dicapai oleh setiap orang dan negara, sumber inspirasi PBB. BAB 22 Pasal 22, Hak Atas Jaminan Sosial: Setiap orang, sebagai anggota masyarakat,berhak atas jaminan sosial dan berhak terlaksananya hak-hak ekonomi, sosial dan budaya yang sangat diperlukan untuk martabat dan pertumbuhan bebas pribadinya, memalui usaha-usaha nasional maupun kerjasama internasional, dan sesuai dengan pengaturan serta sumber daya Deklarasi Universal HAM BAB 25, Pasal 25 (1), Standar Hidup yang Layak dan Jaminan Perlindungan Kesehatan: - Setiap orang berhak atas hidup yang memadai untuk kesehatan, kesejahteraan diri dan keluarganya, termasuk atas pangan, pakaian, perumahan dan perawatan kesehatan, serta pelayanan sosial yang diperlukan, dan berhak atas jaminan pada saat pengangguran, menderita sakit, cacat, menjadi janda/duda, mencapai usia lanjut atau keadaan lainnya yang mengakibatkannya kekurangan nafkah, yang berada diluar kekuasaannnya. Kovenan Internasional (PBB, 1965) tentang Penghapusan Semua Bentuk Diskriminasi Rasial - Semua manusia sederajat dalam martabat dan hak: perlindungan hukum dan diskriminasi apapun. Pasal 1: Diskriminasi Rasial: Semua bentuk pembedaan, pengecualian, pembatasan, atau pengutamaan berdasarkan ras, warna kulit, keturunan atau kebangsaan atau suku bangsa, yang mempunyai maksud meniadakan atau merusak pengakuan, pencapaian atau pelaksanaan, atas dasar persamaan, hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya atau bidang kehidupan masyarakat yang lain. Pasal 5: Negara-negara Pihak, melarang dan menghapuskan semua bentuk diskrimnasi rasial serta menjamin hak setiap orang.. Terutama menikmati hak dibawah ini: (a) Hak diperlakukan dengan sama di depan pengadilan dan badan-badan peradilan lain. (b) Hak untuk aman. (c) Hak politik (d) Hak sipil (e) Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya, khususnya: (iv) hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, perawatan medis, jaminan sosial dan pelayananpelayanan sosial,

(v) hak atas pendidikan dan pelatihan, Kovenan Ekosob pasal 12: ....mengakui hak setiap orang untuk menikmati standar pelayanan kesehatan fisik dan mental tertinggi... ...langkah-langkah yg diperlukan untuk: -menanggulangi dan memperkecil kematian bayi dan anak balita agar tumbuh sehat -memperbaiki semua segi kesehatan lingkungan dan industri -mencegah,mengobati dan menanggulangi epidemi,endemi penyakit yg berhub dgn pekerjaan n penyakit lain -menciptakan kondisi yg menjamin kualitas pelayanan medis dan perawatan dokterDeklarasi Alma-Ata th 1978: ttg peran negara untuk memenuhi hak atas kesehatan WN : Penyediaan pelayanan kesehatan dasar Promosi penyediaan makanan dan gizi yg baik Penyediaan air bersih yg cukup dan sanitasi Pearwatan ibu dan anak termasuk KB Imunisasi untuk penyakit menular berbahaya Pencegahan dan kontrol thp penyakit2 endemik lokal Pengobatan yg baik dan penyakit umum dan luka-luka Penyediaan obat-obat esensial Menyiapkan program pendidikan kesehatan Istilah pertama Health for all Piagam Majelis Kesehatan Rakyat th 2000 (di Bangladesh) Kesehatan sbg HAM: Kesehatan mencerminkan komitmen masyarakat thp kesetaraan dan keadilan. Kesehatan dan HAM seharusnya diprioritaskan diatas kepentingan ekonomi dan politik (mis perang-perang di Timteng) Mengajak: -mendukung penerapan hak untuk sehat -menuntut pemerintah dan org internasional---dipastikan pelaksanaan kebijakan dan menghormati hak untuk sehat -membangun gerakan masyarakat agar kesehatan dan Ham masuk dalam undangundang -melawan eksploitasi kebutuhan kesehatan rakyat untuk mengambil keuntungan (misal kasus strain virus flu burung, baca buku Menkes Saatnya Dunia Berubah) Konseptualisasi Hak Asasi Manusia Hak yang bersifat mendasar---ada setelah manusia ada dimuka bumi. Hak yang bersifat mendasar dan inheren dengan jati diri manusia secara universal. Hak-hak dasar yang dimiliki manusia bukan karena diberikannya oleh masyarakat atau negara, melainkan berdasarkan martabat sebagai manusia. Prinsip-prinsip HAM yg melekat: Hak adalah universal--dimanapun

Hak bersifat melekattak bias ambil/diberikan Hak selalu diikuti kewajiban (menghargai, melindungi dan memenuhi) Partisipasi adalah hak yg paling dasar Hak tak bisa berdiri sendiri dan saling Terkait Jaminan Atas HAM Jaminan konstitusi atas HAM penting bagi arah pelaksanaan ketatanegaraan sebuah negara. Jaminan terhadap hak-hak dasar setiap WN mengandung arti bahwa penguasa dalam negara tidak boleh sewenang-wenang bahkan berarti keseimbangan dalam Negara adalah keseimbangan antarakekuasaan dalam negara dengan hak-hak dasar WN (Sri Sumantri). Salah satu syarat negara hukum adalah ada jaminan atas HAM. Muatan HAM Bidang Kesehatan dalam Perubahan Kedua UUD 1945 BAB XA/ Pasal 28 H: (1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. (2) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakukan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan. (3) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. Ketetapan MPR No XVII / MPR / 1998 tentang HAM Penegasan bahwa penegakan HAM dilakukan secara: a. struktural (lembaga-lembaga negara) b. kultural (kesadaran dan tanggungjawab masyarakat) c. institusional (KOMNAS HAM---Kepres 129 th 1998). UU No 39 Tahun 1999 tentang HAM HAM: seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai mahluk Tuhan YME dan merupakan anugerahNYa yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum dan Pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Kewajiban Dasar Manusia adalah seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan, tidak meungkinkan terlaksananta dan tegaknya hak asasi manusia.(Bab I Pasal 1) UU No 39 Tahun 1999 tentang HAM Bab III Bagian Pertama, pasal 9 Hak untuk Hidup. Bab III Bagian Kelima, pasal 21-->keluhanpribadi..tidak boleh jadi obyek penelitian tanpa persetujuan.

Penjelasan Pasal 41 ayat 1: Kemudahan dan perlakuan khusus adalah pemberian pelayanan, jasa, atau penyediaan fasilitas dan sarana kelancaran, keamanan, kesehatan dan keselamatan. Dua asas yang melandasi hukum kesehatan The right to health care (hak atas pelayanan kesehatan) - merupakan hak dasar sosial The right of self determination(hak untuk menentukan nasib sendiri) - merupakan hak dasar individual (Wiradharma, D,1996) Faktor yang mempengaruhi citra pelayanan kesehatan Sarana: RS, Puskesmas, Posyandu dsb Geografis: Apa sarana dicapai dengan mudah? Keuangan: Biaya atas pelayanan kesehatan, tinggi atau rendah? Kualitas: Kualitas sarana maupun tenaga medisnya. Apakah semua mendukung pelaksanaan HAM The right of self determination : Sebagai hak dasar atau hak primer individual, merupakan sumber dari hak-hak individual sbb: - Hak atas Privacy--->hak atas rahasia kedokteran. -Hak atas tubuhnya sendiri:--->hak atas informed consent, hak memilih dokter RS, hak menolak pengobatan/ perawatan/tindakan medis tertentu, hak menghentikan pengobatan/perawatan, hak atas second opinion dan hak memeriksa rekam medis. Skema Hak Dasar Kesehatan Hak Dasar Kesehatan Sosial Individual Sunarto, dr, M Kes, fakultas kedokteran universitas islam indonesia The right to health care The right of self determination Hak atas privacy Hak atas rahasia kedokteran Hak atas badan sendiri Hak atas informed consent Hak memilih dokter Hakmenolak:pengobatan/perawat an/tindakan medis Hak menghentikan Skema diambil dari

Wiradharma,D, FK Usakti Hak atas pelayanan kesehatan Hak Asasi Manusia bidang Kesehatan 1.The right to health care (hak atas pelayanan kesehatan)---Konvensi Hak Sipil dan Politik 1966 2. The right of self determination (hak untuk menentukan nasib sendiri)--Deklarasi PBB 1948. 3.The right to information---Helsinki 1964. Maka: harus ada keseimbangan hubungan antara PENERIMA dan PEMBERI jasa layanan kesehatan. Kedua pihak terlindungi secara hukum. (Purnomo, B, 2000) Muatan UU Kesehatan No 23 tahun 1992: -Salah satu upaya pembangunan kesehatan: 1.Kurasi---Penyembuhan 2.Promotif---peningkatan derajat kesehatan 3.Prevensi---Pencegahan 4. Rehabilitasi---Pemulihan Untuk mencapai keadaan sejahtera badan, jiwa, sosial---agar hidup produktif secara sosial dan ekonomis Beberapa hal: Hubungan HAM dan Kesehatan Pelanggaran thd HAm dapat memunculkan masalah kesehatan yg serius: (Misal: kasus KDRT, penganiayaan thd istri/anak, belum ada perlindungan hukum yg baik, tata cata tradisional yg digolongkan sbg pelanggaran HAM:perbudakan/pengucilan dsb) Kebijakan dan program kesehatan bias memunculkan pelanggaran Ham: Misal: Program Askeskin yg kurang monitor scr baik shg akses maskin thd kesehatan sulit dan terdiskriminasi. Kesehatan dgn Pendekatan berbasis HAK Memperlihatkan kesehatan dgn Ham Akuntabilitas Pemberdayaan Partisipasi Tidak diskriminasi, terutama tdh kelompok rentan (miskin/terlantar, perempuan, anak, kel kemapuan berbeda) Indikator-indikator KeberhasilanProgram kesehatan (dalam pemenuhan Hak atas Kesehatan) Ketersediaan (fasilitas perawatan maupun peralatan,rancangan program yg baik dsb) Keterjangkauan (Pelayanan kesehatan dapat terjangkau semua orang, tak diskriminasi, informasi yg akurat) Penerimaan (Menghargai etika medis, perbedaan social budaya, kerahasiaan, meningkatkan status kesehatan dsb) Kualitas (kualitas sesuai perkembangan dunia kedokteran terkini)

Problem Kesehatan (Pendekatan Hak): Kematian Ibu yg masih tinggi, KB yg belm merata (Program kesehatan reproduksi) Gizi buruk, kematian bayi dan balita yg masih tinggi (Program Kesehatan Anak) Diare, ISPA, DBD, Malaria (Program Kesling) Pencemaran dan kelangkaan air (Program air Bersih) Problem2 Program Hiv/ AIDs Problem2 Khusus program TBC ovenan Ekosob: Hak dasar setiap orang bebas kelaparan dan kehausan....negara akan memperbaiki cara-cara produksi dan tekonologi,...penggunaan sumber-sumber alam, jaminan distribusi yg adil Hak atas pangan: memberikan ruang yg besar cara-cara pengamanan pangan, perlindungan tanaman dan harga Cacatan lain Kesehatan Pendekatan Hak: UU Perlindungan Anak: Negara bertanggungjawab atas kesehatan anak. ......menyediakan fasilitas kes yg komprehensif...dan menyediakan pengobatan cumacuma kpd keluarga miskin...... WHO, Komite Ekosob: Hak atas Air: jernih, mudah didapat, bisa dijangkau. Maskin rawan karena kemampuan membayar rendah. DEMOKRASI (DI INDONESIA) Asal Kata: demosyang berarti rakyat, dan kratos/crateinyang berarti kekuasaan/berkuasa (dalam hal ini adalah pemerintahan) Pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat Setidaknya Indonesia Melalui 4 Masa Demokrasi: 1.Demokrasi liberal (dimasa kemerdekaan) 2.Demokrasi terpimpin (ketika Presiden Soekarno membubarkan konstituante dan mendeklarasikan demokrasi terpimpin) 3.Demokrasi Pancasila (yang dimulai sejak pemerintahan Presiden Soeharto) 4.Demokrasi yang saat ini masih dalam masa transisi DEMOKRASI (DI INDONESIA)

Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif, yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yg sejajar satu sama lain. Kesejajaran dan independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances Disarikan dari: http://www.republika.co.id/, http://www.detiknews.com/dan http://id.wikipedia.org/wiki/DemokrasiDEMOKRASI (DI INDONESIA)

Demokrasi Kedaulatan Rakyat!

Demokrasi dalam arti sebenarnya terkait dengan pemenuhan hak asasi manusia

Kesehatan sejatinya merupakan hak asasi manusia!

Ratifikasi Kovenan Internasional Hak Ekonomi Sosial Budaya melalui UU No. 11 Tahun 2005 & Kovenan Internasional Hak Sipil Politik melalui UU No. 12 Tahun 2005. Artinya dalam pandangan ini maka negara (pemerintah) berkewajiban menghormati, melindungi dan memenyuhi hak kesehatan warga negaranya. DEMOKRASI (DI INDONESIA)

Pengakuan tersebut termaktub dalam UUD 1945: Pasal 28H ayat (1): Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. pasal 28H ayat (3):Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. Pasal 34ayat (2) Negara mengembangkan sistim jaminan sosial bagi seluruah rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan dan ayat (3) Negara bertanggungjawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.

DEMOKRASI (DI INDONESIA) Kemudian dalam regulasi yang mengatur implementasi amanat konstitusi tersebut, salah satunya yakniUU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, yang menegaskan bahwa: Pasal 4: Setiap orang berhak atas kesehatan. Pasal 5: (1) Setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan, (2) Setiap orang mempunyai hak dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau, (3) Setiap orang berhak secara mandiri dan bertanggung jawab menentukan sendiri pelayanan kesehatan yang diperlukan bagi dirinya.

DEMOKRASI (DI INDONESIA) Pasal 6: Setiap orang berhak mendapatkan lingkungan yang sehat bagi pencapaian derajat kesehatan. Pasal 14: (1) Pemerintah bertanggung jawab merencanakan, mengatur, menyelenggarakan, membina, dan mengawasi penyelenggaraan upaya kesehatan yang merata dan terjangkau oleh masyarakat. (2) Tanggung jawab Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikhususkan pada pelayanan publik. Pasal 15: Pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan lingkungan, tatanan, fasilitas kesehatan baik fisik maupun sosial bagi masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggitingginya. Pasal 16: Pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan sumber daya di bidang kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat untuk memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

DEMOKRASI (DI INDONESIA) Pasal17: Pemerintahbertanggungjawabatasketersediaanaksesterhadapinformasi, edukasi, dan fasilitaspelayanankesehatanuntuk meningkatkandan memeliharaderajatkesehatanyang setinggi-tingginya. Pasal18: Pemerintahbertanggungjawabmemberdayakandan mendorongperanaktifmasyarakatdalamsegalabentukupayakesehatan. Pasal19: Pemerintahbertanggungjawabatasketersediaansegalabentukupayakesehatanyang bermutu, aman, efisien, dan terjangkau. Pasal20: (1) Pemerintahbertanggungjawabataspelaksanaanjaminankesehatanmasyarakatmelaluisiste mjaminansosialnasionalbagiupayakesehatanperorang. (2) Pelaksanaansistemjaminansosialsebagaimanadimaksudpadaayat(1) dilaksanakansesuaiketentuanperaturanperundang-undangan. USAHA PEMERINTAH DALAM MENJALANKAN AMANAH KONSTITUSIPemerintah dalam usahanya menjalankan konstitusi tersebut maka membuat serangkaian rencana dan sasaran pembangunan bidang kesehatan. Sejauh ini upaya tersebut menunjukkan hasil sebagai berikut:

Sumber: RDP Kemenkes RI dengan Komisi IX DPR RI 13 Januari 2010 USAHA PEMERINTAH DALAM MENJALANKAN AMANAH KONSTITUSIDalam RPJMN 2010-2014 dan renstra 2010-2014. Maka dapat dilihat rencana pembangunan pemerintah selama beberapa tahun ke depanUSAHA PEMERINTAH DALAM MENJALANKAN AMANAH KONSTITUSIUSAHA PEMERINTAH DALAM MENJALANKAN AMANAH KONSTITUSIUSAHA PEMERINTAH DALAM MENJALANKAN AMANAH KONSTITUSISumber:KEBIJAKAN DAN STRATEGI PELAYANAN KESEHATAN SERTA UPAYAPENCAPAIAN INDIKATOR MDGs 4, 5 dan 6. Dr.Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR.PH, Menteri Kesehatan R I. Disampaikan dalam acara : Rakernas Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Jakarta, 18Februari 2010USAHA PEMERINTAH DALAM MENJALANKAN AMANAH KONSTITUSI

Sumber: RDP Kemenkes RI dengan Komisi IX DPR RI 13 Januari 2010TANTANGAN BAGI PEMBANGUNAN KESEHATAN DI INDONESIA

Tetapi terlepas dari serangkaian Konstitusi dan serangkaian usaha pemerintah dalam menjalankannya, tampak bahwa ada beberapa hal yang masih menjadi tantangan bagi pembangunan kesehatan, diantaranya adalah: 1.Terbatasnya akses terhadap pelayanan kesehatan bagi mereka yang kurang mampu yang disebabkan belum terdapat cakupan menyeluruh Jaminan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu guna meningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan TANTANGAN BAGI PEMBANGUNAN KESEHATAN DI INDONESIA

2. Upaya menghadapi beban ganda penyakit (penyakit menular dan tidak menular) di Indonesia. 3.Tantangan pemerataan kuantitas dan peningkatan kualitas tenaga kesehatan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia 4.Status kesehatan dan Gizi masyarakat 5.Ketersediaan, keterjangkauan obat esensial dan obat generik TANTANGAN BAGI PEMBANGUNAN KESEHATAN DI INDONESIA

6.Tantangan terkait Koordinasi dengan Daerah dan Pembiayaan Kesehatan: (Besaran anggaran kesehatan di pusat dan daerah berdasarkan amanah UU No.36/2009 tentang Kesehatan dan Alokasi anggaran untuk upaya preventif dan kuratif): Sumber Pembiayaan: Pemerintah: min. 5% APBN di luar gaji, Pemerintah Daerah (Provinsi & Kab./Kota): min. 10% APBD di luar gaji. Sumber pembiayaan dari Pemerintah & Pemerintah Daerah diprioritaskan untuk kepentingan pelayanan publik min. 2/3 (dua pertiga) dari anggaran kesehatan dalam APBN dan APBD, terutama bagi penduduk miskin, kelompok lanjut usia, dan anak terlantar. Tetapi yang terjadi kemudian tampak bahwa anggaran kesehatan kita hanya seputar 2% dari APBN dan bahkan tidak semua daerah mengalokasikan 10% APBD nya untuk kesehatan. (anggaran Kemenkes RI 2010: 21, 39 Triliun) PERAN DPR RI DALAM MEWEUJUDKAN KESEHATAN & DEMOKRASI; KESEHATAN UTK SEMUA (LEGISLASI, PENGAWASAN & PENGANGGARAN)

Kembali kepada pembagian kekuasaan (trias Politica) di dalam sistem demokrasi, maka DPR RI memegang peranan sebagai legislator yang memiliki kedudukan setara dengan lembaga negara lainnya (yudikatif dan eksekutif) dimana merupakan perwakilan dari rakyat. Ada beberapa peran yang dapat diambil oleh DPR RI: Memastikan pelaksanaan amanah UU Kesehatan yang terkait dengan alokasi anggaran kesehatan sebesar 5 % dari APBN dan 10 % dari APBD dan berbagai regulasi yang mendukung pembangunan kesehatan termasuk untuk penguatan upaya promotif & preventif & Mengawasi tingkat penyerapannya. PERAN DPR RI DALAM MEWEUJUDKAN KESEHATAN & DEMOKRASI; KESEHATAN UTK SEMUA (LEGISLASI, PENGAWASAN & PENGANGGARAN)

Membina kemitraan dan membangun koordinasi dengan para stakeholder sehingga bisa memaksimalisasi pelaksanaan fungsi pengawasan atas kinerja eksekutif. Memberikan masukan dan melakukan pengawasan dalam penyusunan Peraturan Perundang-undangan yang disusun Kementrian Kesehatan yang merupakan amanah dari terlaksananya UU Kesehatan (Hingga saat ini sesuai dengan amanah UU No. 36 2009 ttg kesehatan, telah terdapat beberapa Peraturan perundang-undangan yang sedang dalam tahap persiapan atau bahkan telah selesai disusun dan telah diterbitkan) jika pengawasan dan pemberian masukan dilakukan secara intensif dan cermat oleh DPR RI kepada Kemenkes RI maka dengan sendirinya berbagai pertanyaan berusaha dijawab dalam diskusi ini, yang terkait dengan peran tenaga kesehatan dalam penentuan tarif, fasilitas pelayanan kesehatan, pekerjaan kefarmasian, kesehatan lingkungan, pembiayaan kesehatan dan perbekalan kesehatan dapat terjawab. PERAN DPR RI DALAM MEWEUJUDKAN KESEHATAN & DEMOKRASI; KESEHATAN UTK SEMUA (LEGISLASI, PENGAWASAN & PENGANGGARAN)

DPR RI berInisiatif untuk menyampaikan RUU BPJS dan membahasnya bersama pemerintah demi segera terlaksananya UU SJSN Universal Coverage (untuk semua warga) dan Total Coverage (untuk semua penyakit) Dimana ketika UU SJSN terlaksana maka dapat mengatur pola tarif, harga obat, kualitas Pelayanan kesehatan.PERAN DPR RI DALAM MEWEUJUDKAN KESEHATAN & DEMOKRASI; KESEHATAN UTK SEMUA (LEGISLASI, PENGAWASAN & PENGANGGARAN)

Artinya secara umum Rencana Tindak Lanjut yang perlu dilakukan oleh anggota DPR RI untuk memastikan demokratisasi dalam kesehatan di Indonesia dapat diuraikan melalui maksimalisasi fungsi pengawasan, penganggaran dan legislasi yang akan diterapkan pada tahun 2010, dan harus meliputi/memperhatikan beberapa hal: 1.peningkatan jumlah, jaringan dan kualitas sarana dan prasarana pelayanan kesehatan dasar dan rujukan, terutama pada daerah dengan aksesibiltas yang relatif rendah; PERAN DPR RI DALAM MEWEUJUDKAN KESEHATAN & DEMOKRASI; KESEHATAN UTK SEMUA (LEGISLASI, PENGAWASAN & PENGANGGARAN)

2.perbaikan gizi masyarakat, dengan fokus utama pada ibu hamil dan anak hingga usia 2 tahun, dan penanggulangan gizi lebih, antara lain, melalui kerjasama lintas sektor, pemilihan intervensi yang efektif dengan didukung oleh data yang kuat; 3.pengendalian penyakit menular & tidak menular 4.pengendalian faktor risiko lingkungan (fisik, kimia, biologis, psychosocial termasuk perubahan iklim) yang dapat membawa efek bola salju di dalam status kesehatan masyarakat, seperti misalnya penyakit menular hingga menyumbang pada kenaikan AKI dan AKB. PERAN DPR RI DALAM MEWEUJUDKAN KESEHATAN & DEMOKRASI; KESEHATAN UTK SEMUA (LEGISLASI, PENGAWASAN & PENGANGGARAN)

5.peningkatan pembiayaan di sektor kesehatan sehingga sesuai dengan amanah UU no. 36/2009 tentang Kesehatan yang diikuti oleh efisiensi penggunaan anggaran; 6.pengembangan jaminan pelayanan kesehatan, antara lain dengan pengembangan jaminan sosial nasional. 7.peningkatan kualitas, kuantitas dan pemerataan jumlah tenaga kesehatan guna memenuhi kebutuhan nasional. 8.peningkatan ketersediaan, keterjangkauan, mutu, dan penggunaan obat, terutama obat esensial termasuk penggunaan obat yang rasional, yang didukung oleh pengembangan peraturan perundangan dan peningkatan pemanfaatan bahan obat asli Indonesia;