Anda di halaman 1dari 11

Mata Kuliah : Perencanaan Sistem Digital Dosen Buku teks : Trie Maya Kadarina ST,MT. : 1.

Digital Design, Moris Mano, PHI 2. Digital Design Principles and Practices, John F.Wakerly, PHI 3. Buku digital lainnya 1. Tujuan Mata Kuliah Tujuan Umum : Mampu memahami konsep dasar perancangan sistem digital, mampu melakukan sintesa dan analisa dari sistem rangkaian digital dengan permodelan EWB. Tujuan Khusus : Mampu memberikan gambaran dan penjelasan mengenai: dasar dan terminology sistem digital, rangkaian kombinasiaonal dan sekuensial serta penerapan/aplikasi dari rangkaian tersebut, prinsip ALU, MSI dan LSI, serta programmable hardware. 2. Pokok Bahasan Materi perkuliahan yang akan dibahas diantaranya: 1. Pendahuluan, Pengantar Perancangan Sistem Digital 2. Dasar dan Terminologi Sistem Digital 3. Gerbang Logika Dasar dan Implementasi Gerbang 4. Desain Rangkaian Kombinasional 5. Desain Rangkaian Sequensial 6. Rangkaian Pewaktu 7. Register 8. Counter 9. Analisa dan Sintesa Rangkaian Synchronous Sequensial 3. Aturan Penilaian Nilai Akhir : 10% Kehadiran 20% Rata-rata nilai tugas + kuis 30% UTS 40% UAS

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

Trie Maya Kadarina ST,MT

PERENCANAAN SISTEM DIGITAL

MODUL I PENGANTAR PERENCANAAN SISTEM DIGITAL 1. Definisi Sistem Digital Sistem merupakan sekumpulan komponen/elemen yang saling terkait satu sama lain sedemikian sehingga saling bekerja sama untuk satu tujuan tertentu seperti maksud dari si-perancang sistem tersebut. Sistem Digital: Sistem yang input dan outputnya merupakan himpunan-himpunan berhingga yang anggotanya berupa besaran diskret. isyarat. Sistem digital merupakan dasar bagi sistem komputer digital dan beberapa sistem kontrol automatisasi. Sistem digital ini telah diterapkan diberbagai bidang yang sangat luas. Sistem digital berbeda dengan teknik analog, pada sistem digital hanya dikenal dua keadaan yang berbeda yaitu HIGH dan LOW (biasanya +5 volts (V) dan 0 volts (V)), yang direpresentasikan dengan 1 dan 0, aktif dan non-aktif, dan sebagainya. Sebagai contoh perbedaan sistem digital dengan sistem analog dapat dilihat pada Gambar 1. Dalam implementasinya besaran-besaran tersebut disandikan menggunakan variabel-variabel biner. Sistem melakukan transformasi data dan

(a)

(b)

(c)
Digital; (c) Jam Analog; (d) Jam Digital

(d)

Gambar 1 AnalogDigital : (a) Bentuk Gelombang Analog; (b) Bentuk Gelombang

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

Trie Maya Kadarina ST,MT

PERENCANAAN SISTEM DIGITAL

Pada gambar 2 ditunjukkan diagram blok sistem digital. Keluaran sistem digital akan menghasilkan nilai (0) atau (1).

Masukan {a,b,c,d} Penyandian: Masukan: a = 00 b = 01 c = 10 d = 11

SISTEM DIGITAL

Keluaran {p,q}

Keluaran: p=0 q=1

Gambar 2 Diagram blok sistem digital Untuk dapat mewujudkan pengolahan data dengan sistem digital pada dasarnya kita harus mengenal rangkaian inti pada sistem digital yaitu : 1. Rangkaian kombinasional ; adalah rangkaian yang outputnya hanya tergantung pada input pada saat itu. Pada prinsipnya, rangkaian kombinasional merupakan penerapan dan penerjemah langsung dari aljabar boole, yang biasanya dinyatakan sebagai fungsi logika. Operator logika yang digunakan dalam aljabar boole adalah inversi/negasi (NOT), perkalian logika (AND), penambahan logika (OR). Aturan dalam aljabar klasik juga berlaku pada Aljabar Boole, yaitu : a. Commutative law of addition : A + B = B + A, dan multiplication : AB=BA b. Associative law of addition: A + (B + C) = (A + B) + C, dan multiplication: A(BC) = (AB)C. c. Distributive law: A(B + C) = AB + AC, dan (A + B)(C + D) = AC + AD + BC + BD. 2. Rangkaian sekuensial ; adalah rangkaian yang outputnya tidak saja bergantung pada input pada saat itu saja tetapi juga bergantung pada keadaan output sebelumnya.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

Trie Maya Kadarina ST,MT

PERENCANAAN SISTEM DIGITAL

Komponen Sistem Digital Komponen Kombinasional: Multiplexer (MUX) Tri-state buffer Decoder Encoder Arithmetic units Komponen Sekuensial: Latch: S-R latch, Gated D latch FF: D FF, S-R FF, J-K FF, T FF Register Counter 2. Ragam Perancangan Sistem Digital Programmable Logic ROM + FF PLA (Programmable Logic Array), PAL (Programmable Array Logig) + FF CPLD (Complex Programable Logic Device) FPGA (Field Programmable Gate Array) Semi-Custom Design Full Custom Design Cell-based design

3. Level Perancangan Sistem Digital Level Arsitektural : Sistem dianggap melakukan komputasi data. Pada level ini dispesifikasikan satu set operasi yang harus dimiliki sistem, spesifikasi input/outputnya, kecepatan operasi dsb. Level Logika : Sistem dianggap melakukan satu set fungsi logika untuk mengimplementasikan spesifikasi level Arsitektural. Contoh :

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

Trie Maya Kadarina ST,MT

PERENCANAAN SISTEM DIGITAL

State B State A State C


d
clock
Level Elektronis : Pada level ini,

c
D Ck Q Q

fungsi-fungsi

logika

yang

diimplementasikan pada level logika akan diimplementasikan ke dalam untaiuntai elektronis.

4. Spesifikasi dan Implementasi Sistem Digital

Spesifikasi

Proses Sintesis

Implementasi

Proses Analisis
Spesifikasi : mengacu pada diskripsi fungsional sistem apa yang dapat dilakukan oleh sistem dan karakteristik pemakaiannya (kecepatan, teknologi, konsumsi dayanya dsb).

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

Trie Maya Kadarina ST,MT

PERENCANAAN SISTEM DIGITAL

Implementasi : Implementasi (hasil rancangan) mendiskripsikan bagaimana sistem dikonstruksikan, dengan saling menghubungkan komponen-komponen dasar pada level tertentu.

Perancangan : adalah proses merancang implementasi yang dapat memenuhi spesifikasi sistem.

Analisis : adalah proses mencari spesifikasi sistem, analisis dilakukan terhadap sebuah hasil rancangan (Implementasi). Hasil analisis ini dibandingkan untuk menentukan apakah suatu hasil rancangan memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan diawal perancangan

5. Sistem Bilangan Manakah yang benar?

374 658 + 1032

10

374 816 + 1301

521 655 + 1376

324 123 + 1002

110 101 + 1011

11001 01010 + 100011

Contoh : 1945 = seribu sembilan ratus empat puluh lima = 1 ribuan + 9 ratusan + 4 puluhan + 5 satuan = 1 x 103 + 9 x 102 + 4 x 101 + 5 x 100

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

Trie Maya Kadarina ST,MT

PERENCANAAN SISTEM DIGITAL

Secara umum, nilai suatu sistem bilangan dalam desimal adalah: -

N= d ri i=+ i
r : radix

_ _

di: digit dari sistem dengan radix r Contoh: untuk r=8 di: 0,1,2,3,4,5,6 & 7 5.1 Konversi dari Suatu Sistem Bilangan ke Desimal ( 235,46)7 = ( )10

N = 2x72 + 3x71 + 5x70 + 4x7-1 + 6x7-2 = 2x49 + 3x7 + 5x1 + 4/7 + 6/49 = (100110,11)2 = ( 32+0+0+4+2+0+0,5+0,25)10 = (38,75)10 5.2 Konversi dari Desimal ke Sistem Bilangan Lain ( 123,45)10 = ( 173,3463.. .. )8 ( 123)10 = ( 173 )8 123 15 1 0 ( 0,45)10 = ( 0,3463.. )8

: 8 sisa :8 sisa :8 sisa

3 0,45 7 1 3,60 4,80 6,40 3,20 x 8 x 8 x 8 x8

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

Trie Maya Kadarina ST,MT

PERENCANAAN SISTEM DIGITAL

5.3 Sistem Bilangan Yang Sering Dipakai - BINER (basis 2) - OKTAL (basis 8) - DESIMAL (basis 10) - HEKSADESIMAL (basis 16) Contoh: ( 10100111101)2 = ( 1341)10 ( 10100111101)2 = ( 2475)8 ( 10100111101)2 = ( 53D)16 = ( 53D)H 5.4 Pengkodean Lainnya - Binary Coded Decimal (BCD): 010100111001= ( 539)10 - American Standard Code for Information Interchange (ASCII): I = ( 49)16 - Kode Gray Desimal 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Biner 0000 0001 0010 0011 0100 0101 0110 0111 1000 1001 Kode Gray 0000 0001 0011 0010 0110 0111 0101 0100 1100 1101 T = (55)16 S = (54)16

Biner : 1 0 0 1 1 0 1

Gray : 1 1 0 1 0 1 1

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

Trie Maya Kadarina ST,MT

PERENCANAAN SISTEM DIGITAL

5.5 Pengurangan 8234 1682 6552 9s complement 8234 8317 16551 1 6552 8234 8318 X 16552 Dihapus

+ +

+
10s complement

110010 100101

110010 011010 1001100 1 001101

+ +

110010 011011 001101

1s complement

2s complement

5.6 Complement Desimal 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 complement 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0

Biner 0 1

complement 1 0

r-1s complement adalah komplemen masing-masing digit rs complement = r-1s complement +1

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

Trie Maya Kadarina ST,MT

PERENCANAAN SISTEM DIGITAL

CONTOH LAIN 205,76 99,85 105,91 205,76 900,14 1105,90 1 1105,91 1234 4321 - 3087
- Komplemen 9

205,76 900,15 1105,91

1234 5678 06912 - 3087

1234 5679 06913


- Komplemen 10

- 3087

110,110 101,101

110,110 010,010 1001,000 1 001,001

110,110 010,011 1001,001

010111 101101

010111 010010 0101001

010111 010011 0101010


- Komplemen 2

- Komplemen 1

- 010110

- 010110

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

Trie Maya Kadarina ST,MT

PERENCANAAN SISTEM DIGITAL

10

PEKERJAAN RUMAH 1. Selesaikan: a. (1234,5)8 = ( b. (805,125)10 = ( c. (101010,110)2 = ( )10 = ( )8 = ( )8 = ( )2 )2 = ( )16 )10 )16 = (

2. Tuliskan nama dan alamat anda dalam kode ASCII 3. Tuliskan kode Gray dari kode biner berikut: a. 0001110101 b. 1010101010 c. 1111111111 4. Selesaikan penambahan berikut: a. (557 + 263)8 b. (1036 + 984)10 c. (1D29 + ABC)16 d. (11010 + 01010 + 11000 + 10001 + 00111) 5. Selesaikan pengurangan berikut dengan menggunakan komplemen r-1 dan komplemen r: a. (557 263)8 f. (1011 0011) b. (1089 916)10 c. (83A D10)16 d. (759,28 395.04)10 h. (01010 10101) e. (264,4 175,6)8 g. (110,110 010,01) i. (0101,010 1010,001)

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

Trie Maya Kadarina ST,MT

PERENCANAAN SISTEM DIGITAL

11