P. 1
Jumat.docx

Jumat.docx

|Views: 3|Likes:
Dipublikasikan oleh Ary Hans EkstraordinaryPeople

More info:

Published by: Ary Hans EkstraordinaryPeople on Apr 10, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/24/2014

pdf

text

original

Jumat, 21 Desember 2012

BUPATI JEMBER GALAU&KETAKUTAN DI AKHIR MASA JABATAN
Jember, GARUDATIMURNEWS Wacana pemekaran Provensi atau pembentukan Provensi baru di Jawa Timur yang di gulirkan dengan lantang oleh Bupati Jember MZA Djalal 'terkesan bahwa Bupati sedang Galau dan Ketakutan di akhir masa jabatannya,hal ini karenanya bisa di duga bakal gagal untuk menjadi Balon (Bakal calon)Wagub Jatim ,hal ini karena Gubenur Sukarwo yang di kenal dengan julukan pakde karwo akan tetap menggandeng Wagub Gos Ipul,untuk mencalonkan diri sebagei Cagub dan Cawagub Jatim dalam pemilu Gubenur . Bahwa menurut LSM GEMPAR (Gerakan Masyarakat Peduli Aspirasi Rakyat)Jember dari pada mewacanakan pembentukan Provensi baru di Jatim ,alangkah baiknya jika Bupati Jember MZA.Djalal berupaya semaksimal dalam membenahi Jember kedepan ,yakni merencanakan Jember di bentuk adanya Pemkot(Pemerintah Kota)dan jember menjadi dua kabupaten ,sebageimana yang di wacanakan Masyarakat kab.Jember pada tahun 2003 dan bahkan pernah di sidangkan di Internal DPRD 11, Jember namun gagal untuk di resialisasikan . Bahwa Kab.Jember yang terdiri dari 31 Kecamatan di prediksi terlalau gemuk jikaa di bandingkan dengan Kabupaten Pasuruan maupun Kabupaten Probolinggo yang sekarang sudah menjadi Kota Madya, bahwa kegalauan dan rasa ketakutan MZA,Djalal di akhir masa jabatannya di duga terkait kesandung kasus-kasus "KORUPSI" YAKNI ; (1)Penjualan Tanah Markas Brigif 9 Jember ,Rp 20 Milyar .yang di tangani Kejaksaan Tinggi Jatim, (2).Kasus Dugaan KORUPSI Dana Sewa Pesawat Lapter NOTO HADI NEGORO ,Rp 5 milyar di tangani Kejari Jember ,(3)Kasus Dugaan Korupsi Proyek PJU (Penerangan Jalan Umum )Rp.85 Milyar di tangani Kejaksaan Agung RI . (4)Kasus Dugaan Korupsi dana APBD yang mendahului PAK (Perubahan Anggaran Keuanggan )Rp.128 Milyar di tanggani Kejaksaan Tinggi JATIM, (5)Kasus Dugaan Korupsi dana BBJ (Bulan Berkunjung Jember )Rp.6,5 Milyar yang berasal dari pos Anggaran KONI (Komisi Olahraga Nasional Indonesia) Jember, di laporkan ke Kejaksaan Agung RI, Bahwa; untuk mencalonkan sebagei Cawagub Jatim MZA.Djalal di duga dari jauh -jauh hari sudah melakukan langkah-langkah Politik yakni; terdaftar sebagei Wakil Ketua PKNU Jember ,sehingga mantan Wakil Ketua PKNU Jember yakni, GOS Mamaq(Madini Farouq)hengkang dar Partei tersebut . Bahwa dengan dua kali menjabat sebagei Bupati Jember maka MZA.Djalal tidak ada peluang lagi untuk mencalonkan diri sebagei Bupati Jember yang ke tiga kalinya ,karnanya yang bisa di duga berusaha semaksiamal mungkin NY.Sri WAHYUNI(Istri MZA.Djalal )bisa di calonkan atau terpilih menjadi Bupati Jember dalam PILKADA . Bahwa diduga Bupati MZA.Djalal akan semakin galau jika nantinya Ny.Sri Wahyuni dilarang mencalonkan diri sebagei calon Bupati Jember ,karena terhalang oleh undang-undang yang mengatur "Bahwa keluarga Pejabat di larang mencalonkan diri sebagei Bupati "dan atau Partei PKNU tidak masuk sebagei peserta pemilu ,oleh karenanya maka pupuslah harapan dan bahkan MZA.Djalal akan merasa trauma terhadap pengalaman Mantan Bupati Jember Drs.Samsul Hadi Siswoyo (Abah Samsul )yang sempat mendekam dalam Penjara "setelah habis masa jabatanya "sebagei Bupati Jember . Bahwa untuk PILKADA Jember ,di duga selain mempersiapkan Ny.Sri Wahyuni sebagei CABUB,MZA.Djalal mempersiapkan "Putra Mahkota"sebagei Calon Bupati Jember ,dan hal ini MZA.Djalal terkesan "selalu dan selalu" ingin mempertahankan KEKUASAAN yang diharapkan nantinya "Bisa dijadikan BACK UP/Benteng Melindungi Dirinya dari Jeratan Hukum" (nang)

Jumat, 21 Desember 2012 LSM JEMBER DATANGI KEJATI JATIM KE 4 KALINYA DAN TANTANG AUDENSI TENTANG KASUS KORUPSI DI KAB. JEMBER YANG MASIH MACET./JALAN DI TEMPAT. Jember ,GARUDATIMUR NEWS Kejaksaan Tinggi Jawa Timur kembali di luruk Gabungan LSM dari Jember (LSM GEMPAR,GEBRAK,SAKERA,dan GEMA TIPIKOR NUSANTARA ) tangal (3/12)di karenakan sebelumnya sudah ada pemberitauhan resmi meminta agenda atau jadwal untuk bisa bertemu langsung dengan KAJATI JATIM dan pihak- pihak terkait untuk berdialog atau audensi,membahas perkara tentang kasus-kasus dugaan Korupsi di Kab.Jember yang sudah di laporkan namun masih macet atau memang tidak di tangani oleh Kejati Jatim . Gabungan LSM Jember di sambut langsung oleh,Kasi PENKUM dan AS INTEL walaupun sempat menunggu berjam-jam untuk bisa menyampeikan maksut dan tujuan yang sudah jelas sebelumnya pernah disampeikan lewat lisan atau dialog maupun lewar surat ,setelah di persilahkan untuk menyampeikan maksut dan tujuan ,secara bergiliran gabungan LSM Jember di awali Ketua GEMA TIPIKOR Nusantara(H.Baharudin nur ,SH) Mendesak Kejati Jatim agar segera mengusut tuntas keterlibatan BUPATI Jember terkait penjualan Tanah Markas Brigif 9 seharga Rp.20 Milyar dari pembeli Ghozi,Direktur PT Surya Melinea selaku pembeli tanah . Bahkan kasus-kasus dugaan Korupsi yang melibatkan Bupati Jember ,ini terkesan macet dan tidak jalan apa karena takut pada Bupati Jember.(MZA.Djalal)apa karena punya ilmu "SAKTI"kok terkesan ragu untuk melidik keterlibatan Bupati Jember .red........,Bageikan sampan bergayung Ketua LSM GEMPAR (Anshori)mengingatkan kembali bahwa penahanan yang di lakukan Kejati Jatim terhadap bawahan Bupati Jember dalam kasus yang sama ;Sdr Drs .Hasi madani (Mantan asisten satu),Drs.Djuwito(Mantan Sekkab)dan Sudiyanto (Manan Kabag Keuanggan)Kabupaten Jember yang kasusnya saat ini dalam tahap kasasi di Makamah Agung (MA),harusnya untuk menaikkan setatus MZA.Djalal dari saksi menjadi tersangka pihak Kejati Jatim tidak harus menunggu putusan KASASI tersebut . Kemudian sudah dua tahun macet penanganan kasus tersebut dikarenakan terganjal ijin Presidan ,padahal untuk sekarang ini sudah tidak di perlukan lagi ,sesuei aturan yang berlaku saat ini red......,Gabungan LSM Jember juga mendesak Kejati Jatim untuk menindak lanjuti proses penanganan kasus dugaan Korupsi dana APBD Jember Tahun 2006 yang mendahului PAK Rp.128 Milyard ,berdasar audit BPK ,di temukan kerugian Negara Rp.111 Milyar kasus ini di tangani Kejati Jatim sejak Tahun 2008 dan sudah di periksa beberapa orang saksi namun ini juga terkesan "macet" Jubir Gabungan LSM Jember Anshori juga mendesak Kejati Jatim untuk PRO-AKTIF menanyakan hasil Audit BPK atas kasus Korupsi Dana Sewa Pesawat Lapter ,NOTO HADI NEGORO Jember ,senilei 5 Milyar yang semula di tangani Kejati Jatim,dan sejak dua tahun yang lalu sudah di tetapkan 3 tersangka yakni; (1) Drs.Safril Jaya (Mantan Direktur PDP), (2) Sunarsono (Mantan Kadishub),(3) Raymon Malangkai(Dirut Aero Exspres )namun kasus tersebut oleh Kejati Jatim di serahkan ke Kejari Jember dan jalan di tempat ,sedangkan Bupti Jember MZA.Djalal selaku penanggung jawap tidak di proses . Kemudian proyek pembangunan Wisata kolam renang pancingan di Kecamatan Panti ,senilei Rp. 350 Juta yanh di duga menyimpang karena tidak di anggarkan dalam APBD.dan juga tidak di tenderkan sehingga melanggar Keppres no 80 Tahun 2003 ,Ketua LSM SAKERA(H.Maryatmo)dan LSM GEBRAK(Hadi Pitono)juga mendesak kasus dugaan korupsi proyek PJU (Penerangan Jalan Umum),sebesar Rp.85 Milyar di temukan audit BPK kerugian Negara Rp, 18 Milyar. juga belum tertangani . Sebelum berpamitan kembali Anshori Ketua LSM GEMPAR Mengingatkan dan Mendesak Kejati Jatim agar segera mengusut tuntas beberapa kasus Korupsi yang di tangani dan di duga melibatkan BUPATI JEMBER,jika "TIDAK" kami akan DEMO $MENGERAHKAN MASA YANG LEBIH BESAR , demi tegaknya DEMOKRASI dan pemberantasan KORUPSI .(nang)

Sabtu, 08 Desember 2012 LSM Galak; Dugaan Korupsi "PERSID" 1 Milyar Agar Diusut Tuntas Jember, GARUDATIMUR.News. JEMBER &-LSM Galak adalah gabungan LSM Anti Korupsi Jember, LSM Sakera (H. Faturrozi/Maryatmo) - LSM Gempar (Anshori) - LSM Gebrak (Hadi Pitono). Kami Gabungan LSM Anti Korupsi Kabupaten Jember yang Bernama Galak mengucapkan selamat bertugas dalam memberantas Tindak PidanaKorupsi, somoga, Allah SWT Selalu meridhoi dan Jember hidayah kepada kita, amin. Sehubungan dengan telah diperiksanya beberapa orang/oknum pejabat PDP (Perusahaan Daerah Perkebunan) berkaitan dengan adanya penggunaan anggaran sebesar RpI Miliar yang digunakan oleh Persid dan sampaidetik ini belum pernah ada laporan pertanggung jawabannya untuk mengembalikan ke kas PDP, maka kami (Galak) mengucapkan selamat dan mendukung atas langkah sigap dari jajaran polres Jember yang telah melakukan pemeriksaan atas perkara tersebut. Mengingat anggaran sebesar Rp I Milrar tersebut dipinjam dari kas PDP untuk kegiatan Persid menurut hemat kami telah menyalahi peraturan perundang undangan yang berlaku, dikarenakan proses peminjaman dana tersebut tanpa ada persetujuan dari DPRD Kabupaten Jember. Sebagai Referensi persoalan tersebut diatas, antara lain yaitu : Pada tahun 2010 Ketua Persid Jember yang bernama Sunardi merangkap jabatan sebagai Manager yang juga sebagai anggota DPRD Kabupaten Jember, dalam hal ini telah melanggar: 1) Peraturan Pemerintah RI Nomor 23 tahun 2003 tentang SUSDUK MPR RI, DPR RI, DPD dan DPRD. 2) Peraturan Pemerintah RI Nomor 25 tahun 2004 tentang Pedoman penyusun tata tertib DPRD, Bab XII Larangan dan Penyidikan terhadap anggota DPRD, Pasal 102 ayat I huruf c. 3) Peraturan DPRD Kabupaten Jember Nomor 4 Tahun 2010, Tentang Tata Tertib DPRD Kabupaten Jember BAB XII Larangan dan Sanksi, Pasal l ayat I huruf c. Dari ketiga peraturan yang dilanggar tersebut yaitu anggota DPRD tidak boleh merangkap jabatan sebagai: Pegawai Negeri sipil, Anggota TM, POLRI, Pegawai pada BUMD dan atau badan lain yang anggarannya bersumber dari APBN/APBD. Pada dasarnya angga MPRRI, DPRRI, DPD dan DPRD dilarang mengelola dana atau sebagai pengguna anggaran yang sumbernya berasal dari APBN atauAPBD. Disamping itu, pada tahun 2010 Penid telah diduga mendapatkan bantuan anggaran yang sumbernya dari APBD Pemerintah Kabupaten Jember sebesarRp 800juta. dalam hal ini jelas terjadi pelanggaran terhadap peraturan perundang undangan tersebut diatas, karena sdr Sunardi disamping sebagai Ketua Persid merangkap jabatan sebagai Manajer, juga sebagai anggora DPRD Kabupaten Jember, telah mengelola dan atau sebagai pengguna anggaran yang sumbemya dari APBD Kabupatan Jember. Disamping itu yang seharusnya Manager Persid dalam hal ini saudara Sunardi sebagai Ketua merangkap jabatan sebagai Manager, maka patut dicurigai bahwa LPJ penggunaan dana APBD tahun 2010 untuk Persid sebesar Rp 800 juta perlu dipertanyakan kebenarannya. Dengan Uraian tersebut diatas, kami (Galak) mohon dengan hormat lagi sangat untuk segera menetapkan sebagai tersangka bagi mereka baik iru oknum pejabat PDP maupun oknum ketua kasus PERSID yang diduga menyalahPolri gunakan wewenang sehingga tasi mengakibatkanterjadinyatindak Pernpidana Korupsi karena pengalihan dana anggaran pos PDP ke pos anggaran PERSID yang tanpa pe€rsetujuan DPRD Kabupaten Jember. Menurut hemat kami para pelaku dimaksud bisa dijerat dengan pasal 52junto 55 KUHP vide pasal 3 UU Nomor 31 th 1999 yang diubah dengan UU Nomor 20 th 2001 tentang tindak pidana korupsi masih komentar LSM Gempar (anshori) aparat penegak hukum khususnya Polres Jember tidak usah ragu-ragu dan bimbang untuk mengungkap kasus korupsi. LSM Gempar desak polres usut tuntas kasus tersebut dan tahan para tersangkanya sebagai implementasi Polres Jember. Komitmen terhadap pemberantasan Korupsi yang merupakan atensi

kapolri, himbau polda jatim proaktif memantau proses penyidikan kasus tersebut yang dilakukan oleh Polres Jember. Sebagai implementasi bahwa Polda Jatim sebagai pembina jajarannya telah melakukan waskat (Pengawasan Melekat), demi citra Porli Kedepan lebih baik. Saat dikonfirmasi pihak Polres membenarkan adanya laporan dari LSM Gempar dan koalisinya sudah kita panggil beberapa pengurus Persid diantaranya termasuk Sekretaris Persid juga kasus tersebut masih dalam proses. (nang)

Kamis, 01 November 2012 Kartono Kades Terpilih Desa Harjomulyo Silo & PR Pembangunan Jembatan Maju Mundur Yang Belum Sempurna Jember, GARUDATIMUR.News. Pesta demokrasi di desa Horjo Mulyo berjalan lancar. Walaupun sekitar 264 warga tidak bisa mengikuti coblosan langsung karena tidak terima undangan dari panitia PILKADES, Namun patut ditiru karena acara bisa kondusif dan berjalan lancar. Setelah penghitungan suara dalam Pilkades Harjomulyo yang dibacakan oleh ketua panitia Suharto, S.Pdi menyatakan bahwa Kepala Desa Harjomulyo terpilih adalah Kartono. Newsweek menemui Kartono di rumahnya dalam suasana kegembiraan yang tidak bisa diukur oleh gemerlapnya harta. Kartono masih belum bisa memberikan keterangan yang jelas, akan tetapi Kartono mempunyai program ke depan, meneruskan program Kepala Desa yang lama maupun PJ Desa Harjomulyo. saya tidak akan gegabah dalam hal ini sebab walaupun saya terpilih selaku Kepala desa masih belum dilantik. Lebih lanjut menyinggung tentang bukan pendukung atau yang tidak memilih dirinya dalam pencalonan Kepala Desa, Kartono akan berlaku adil kepada semua pihak terutama kepada masyarakat Harjomulyo saya tidak akan mengkotak-kotakkan di empat Dusun. Semua itu adalah rakyat saya, rakyat Harjomulyo. Masyarakat mempunyai Hak memilih siapa saja termasuk saya, dan ini tidak ada suatu paksaan kepada masyarakat, ini pesta demokrasi rakyat desa, dan saya merasa bersyukur kepada Allah hari ini tanggal 12 Nopember 2012, saya terpilih sebagai Kepala Desa. Disinggung tentang perangkat desa apakah ada Russafle di tubuh pemerintahan Desa Harjomulyo, biarlah berjalan apa adanya, sebagai perangkat bekerja dengan baik dan ikut serta memajukan Desa Harjomulyo. Saya tidak ada niatan untuk membongkar perangkat Desa walaupun secara Perda dan Perdes Kepala desa mempunyai Hak untuk merombak perangkat Desa. Disinggung tentang program ke depan seklumit Kartono menjawab pertanyaaan wartawan bahwa yang akan diprioritaskan adalah tentang air bersih, sebab air bersih itu sendiri merupakan kebutuhan pokok masayarakat Harjomulyo yang sampai saat ini air bersih belum bisa dinikmati masyarakat Harjomulyo secara menyeluruh, pendidikan harus lebih baik paling tidak bisa menyamai dengan desa- desa lain, kesehatan merupakan target bagi Kartono bahwa masyarakat Harjomulyo bisa menikmati layanan dan fasilitas secara gratis, infrastruktur merupakan target utama Kartono dengan akses jalan yang baik akan mempermudah jalannya perekonomian masyarakat Harjomulyo dan pada umumnya bagi pengguna jalan yang melintas di desa Harjomulyo. yang lebih tidak kalah pentingnya kita lanjutkan program bapak kepala Desa sebelumnya untuk menyempurnakan bangunan jembatan” MAJU MUNDUR “karena hanya ada di desa kami mungkin istilah nama dan kegunaanya kenapa bangunan jembatan itu dinamakan jembatan MAJU MUNDUR ,karena selama ini saya di jember mungkin se Indonesia ya baru di desa kami yang ada „”JEMBATAN MAJU MUNDUR” Sambil tersenyum dan harapan agar desa harjomulyo bisa sejajar dengan desa lainya mungkin bisa juga menjadi desa percontohan positif. Kartono tidak mau berlama- lama ditemui wartawan sebab kondisinya masih belum fit lantaran duduk di kursi panas pada saat Pilkades ?(+) 7 jam. Kartono meminta maaf kepada masyarakat luas, pihak Muspika, segenap panitia pelaksana Pilkades dan rekan-rekan pers. Saya tidak bisa berlama-lama menjamu kawan-kawan tentunya teman-teman pers paham akan kondisi saya saat ini. Dan sebelumnya saya juga ucapakan terimakasih kepada semua pihak dan mohon kerjasamanya Mengakhiri wawancara dengan. (nang)

Kamis, 01 November 2012 PT. MITRA UTAMA GLOBAL “Di peringatkan berkali kali tak digubris”
Jember, GARUDATIMUR.News. PT. MITRA UTAMA GLOBAL General trading, pelatihan kerja, yang beralamat di jl. Slamet Riyadi No.119 Baratan Patrang, diduga merekrut anggota yang kemudian diberi motivasi, dan pengarahan agar mudah mendapatkan pekerjaan, setelah peserta mendapatkan sertifikat yang dijanjikan setelah lulus dari pelatihan yang diprogramkan. untuk menjadi anggota/peserta General trading diwajibkan membayar uang sebesar Rp. 550.000 yang menurut salah satu mantan peserta untuk biaya selama masa kepelatihan, yang jadi pertanyaan kemudian setelah para peserta General trading tersebut memperoleh sertifikat yang dijanjikan apakah benar benar akan mendapatkan pekerjaan semudah yang dijanjikan?

Saat kejadian tersebut dikonfirmasi kepada pihak Kelurahan Baratan sebagai Instansi pemerintah yang bertanggung jawab di lingkungannya ternyata bagai gayung bersambut,informasi yang awalnya berasal dari RT setempat yang mengadu kepada pihak Kelurahan karena PT. MITRA UTAMA GLOBAL tidak “kulo nuwun” langsung ditindak lanjuti,setelah pihak Kelurahan menemui pimpinan PT. MITRA UTAMA GLOBAL (sugeng,red.) ternyata didapatkan informasi bahwa PT tersebut belum ada ijin dari DEPNAKER. Seperti yang di ungkapkan oleh Aruji (pegawai Kelurahan Baratan)“benar itu mas, pihak PT. MITRA UTAMA GLOBAL bahkan sudah kami tegur sebanyak tiga kali untuk menghentikan/menutup kantornya, tapi tidak di gubris, Cuma sempat nutup dua hari kemudian buka lagi,usaha mereka belum ada ijin /pemberitahuan kepada kelurahan,ataupun RT,RW setempat, bahkan tidak ada ijin DEPNAKER, padahal perekrutan anggotanya sangat banyak, masyarakat banyak yang resah, Kami memang menunggu adanya laporan dari masyarakat yang menjadi korban, dan kami dari pihak Kelurahan siap menjadi saksi di kepolisian”.nara sumber juga menambahkan “ pernah PT. MITRA UTAMA GLOBAL didatangi oleh LSM, masuk kenceng keluar lemes..diduga sudah mendapat pengkondisian mas..damai ditempat, alasan PT masalah perijinan masih dalam proses..bahkan saya sendiri sempat dijanjikan uang sebesar lima juta (Rp. 5.000.000,00 ) agar tutup mulut”. Usaha yang menurut Aruji sudah maksimal tersebut selalu mental ditengah jalan,termasuk laporan ke pihak Polsek Patrang, bahkan pernah Kepala PT. MITRA UTAMA GLOBAL bersama beberapa staffnya didampingi beberapa LSM termasuk dari pihak Kelurahan Baratan bersama sama menghadap ke kantor DEPNAKER , hasilnya WARNING bahwa kantor tersebut harus tutup hingga mendapatkan ijin dari DEPNAKER, tetapi menurut sumber yang sama menjelaskan tutupnya hanya dua hari, kemudian buka lagi dan tidak ada lagi tindak lanjut dari Depnaker atas WARNING tersebut. Kejadian yang baru tercium media ini sebenarnya sudah lama berlangsung, tetapi karena pihak Kelurahan hanya diberi janji janji dan tidak ada kepastian proses hukum yang bisa diharapkan akhirnya bercerita kepada awak media, “ kami merasa dipermainkan mas…, termasuk terakhir kali mengatakan akan pindah, hanya menghabiskan masa kontrak…tapi mana? Hingga saat ini PT tersebut masih aktif, apa nunggu Jatuh korban lebih banyak lagi? Kasihan para korban, sudah keluar biaya, gak jelas lagi, trus mau dikemanakan mereka? “ jelas Aruji dengan nada kesal. Saat GARUDATIMUR.News. mendatangi kantor PT. MITRA UTAMA GLOBAL Kamis (1/11) untuk menkonfirmasi masalah tersebut, beliau (Sugeng) selaku pimpinan memberikan alasan bahwa selama ini pihaknya merasa dipermainkan oleh oknum yang mengaku dari LSM SARBUMUSI, yang berjanji akan mengu rusi semua perijinan tetapi oknum tersebut “ mental” saat dimintai pernyataan kesanggupan menyelesaikan perijinan tersebut dengan menggunakan pernyataan bermaterai, termasuk untuk perijinan dari DEPNAKER selalu “di oper oper” oleh pegawai DEPNAKER itu sendiri, “ seandainya ada yang benar benar ada yang mau mengurusi perijinan PT kami maka kami mau mengurusnya dengan syarat ada pernyataan bermaterai “ tegas Sugeng beralasan. Tetapi setelah ada pihak yang benar benar mau mengurus semua perijinan tersebut dengan serius didapati kenyataan bahwa memang tidak ada itikad dari pihak PT MITRA UTAMA GLOBAL untuk benar benar serius dalam pengurusan masalah perijinan tersebut, terbukti dengan selalu di ulur ulurnya waktu dengan alasan masih menunggu dana dari pusat, setelah itu berubah lagi dengan alasan bahwa semua masalah perijinan tersebut telah di urus oleh manager yang lama (Andi). Menanggapi semua alasan yang berbelit belit tersebut pernah awak media langsung menanyakan masalah tersebut kepada Haris selaku pihak dari DKLH yang menangani masalah perijinan HO (Hinder Ordonte) dan didapatkan jawaban bahwa “PT tersebut memang ruwet, sudah lama mas…tetapi hingga saat ini tidak pernah ada tindak lanjut“. Dapat ditarik garis besar bahwa semua permasalahan perijinan tersebut memang dari pihak PT MITRA UTAMA GLOBAL yang memang tidak ada itikad untuk benar benar serius menyelesaikannya.(sueb/nang).

Kamis, 09 Agustus 2012 Orang tua Pilar, Adukan Sekolah Pelita Hati Ke Presiden Jember, GARUDATIMUR.News. PILAR MENARA FALAH (9,5 tahun) siswa kelas 3 SD Pelita Hati National Plus School (PHNPS) Jember mengalami shock, gegar otak, hematom sebesar bola tenis, epistaxis, dan luka parah (luka kotor oleh tanah, pasir, dan serpihan kecil gelas mika kacamata, luka cuil menganga, serta skin loss) di wajah, mata, hidung, dan kepalanya serta mengalami sindrom. Namun pihak sekolah sampai saat ini tidak memberikan santunan serupiahpun, meskipun kecelakaan yang terjadi pada siswannya teranggal 31 Mei 2012 di halaman sekolah itu pada saat dalam kegiatan belajar-mengajar pada waktu jam sekolah. Mediasi yang dilakukan dengan manajer sekolah PHNPS Jember Restu Prayogi melalui kuasa hukum K.R.A.T Suthedjo Adinagoro, S.H.,M.H.,M.l.Med pun tidak menemukan jalan keluar. Padahal orang tuanya sudah mengeluarkan biaya lebih dari 70 juta rupiah selama dua putri saya bersekolah di PHNPS Jember. Dengan biaya yang sangat mahal mereka berharap sekolah akan memberikan kenyamanan dan keamanan yang terbaik buat putri-putrinya sesuai janji-janji sekolah di websitenya www.pelitahati.sch.id (sekarang tidak aktif) bahwa PHNPS Jember adalah sekolah yang menerapkan standar pendidikan yang paling tinggi dan hanya memberikan yang terbaik bagi para peserta didiknya serta berafiliasi Cambridge University. “untuk itu saya memercayakan dan memasrahkan dua putri saya (Pilar Menara Falah, 9,5 tahun dan Pilar Zhafirah Sabilarrasyad, 5 tahun) bersekolah di PHNPS Jember. Namun faktanya bertolak belakang, ternyata tidak linier antara biaya yang mahal, kualitas yang dijanjikan dengan fakta di lapangan sebagaimana yang saya alami”. Demikian keluh orang tua murid Pilar Menara Falah dr. Yudha Nurdian, M.Kes kepada media ini. Untuk melampiaskan kekesalannya, disamping mengajukan gugatan di Pengadilan Negeri Jember dengan Perkara No. Reg. 63lPdt.GlPn.Jr. melalui kuasa hukumnya, dr. YUDHA NURDIAN, M.Kes tertanggal 2 Juli 2012 sebesar 1 milyar, dr. Yudha Nurdian, M.Kes juga mengadukan nasib putrinya ke Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Dengan harapan agar keberadaan sekolah yang melabelkan sekolah national plus dan bahkan menggembar-gemborkan berafiliasi dengan lembaga internasional ditinjau ulang dan mendapatkan sangsi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Surat Curahan Hati orang tua Murid TK-SD Pelita Hati National Plus School Jember dr. YUDHA NURDIAN, M.Kes dilayangkan kepada Presiden Republik Indonesia DR H Susilo Bambang Yudhoyono tertanggal 15 Juli 2012. Bulan 9 Agustus 2012,wartawan GLOBAL NEWS saat konfermasi di Sekolahan sang menejer RESTU PRAYOGI ,bahwa sebenarnya kita pihak Sekolah sudah berusaha melakuklan upaya solidaritas ,mengunjungi korban ke rumanya bahkan 2 kali, bahkan kita tidak keberatan memberikan bantuan biaya untuk pengobatan PILAR MENARA FALAH , akan tetapi kita juga minta bukti ,misal kuitansi bukti pembiayaan pengobatan atao lainya ,guna pertanggung jawapan kita ,karena kita kan juga lembaga yang segala sesuatunya harus ada pertanggung jawapan {bukan milik saya pribadi} bahkan ada di beberapa media seakan kurang berimbang dalam pemberitaan,misalnya ada foto korban sebelum dan saat terjadinya kecelakaan ,tetapi foto yang sekarang /sesudah kecelakaan kok tidak di tampilkan ? ujar menejer PELITA HATI NATIONAL PLUS SCHOOL. {NANG}

Sabtu, 05 Mei 2012 LSM Gempar Jember Peringatkan Bupati Jember (Ir. MZA. Djalal), Untuk Mencabut (SK) Dana Koni, Untuk (BBJ) Jember, GARUDATIMUR News. Pada tahun 2007 Bupati MZA Djalal mengumpulkan beberapa SKPD untuk diajak mencari momen/event yang sekiranya bisa mengangkat seluruh potensi yang ada di kabupaten Jember. Artinya potensi yang ada saat ini bisa lebih dikenal baik secara regional, nasional maupun internasional. Akhirnya Bupati MZA Djalal mempunyai gagasan, digelarnya sebuah event yang dikemas dalam Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) dan didukung seluruh SKPD di jajaran Pemkab Jember. Akhirnya BBJ untuk pertama kalinya digelar tahun 2007, awalnya mendompleng adanya event Jember Fashion Carnafal (JFC) yang lebih dulu tampil di Jember, sehingga dari tahun ke tahun ke dua event tersebut di kenal oleh masyarakat luas hingga manca Negara, event BBJ tidak harus diartikan secara “LETTERLOCK” artinya: berkunjung ke Jember hanya satu bulan/dalam bulan tertentu saja berkunjung ke Jember. Pemerintah Kabupaten Jember, berharap momen tersebut dapat mempromosikan kota Jember sebagai “TUJUAN WISATA” yang patut diperhitungkan baik bagi Turris/Tourist, domestic maupun turis asing. Bupati MZA Djalal juga berharap kedua event tersebut selain sebagai daya tarik kunjungan wisatawan juga berharap Investornya datang ke Jember. Bupati MZA Djalal juga menuturkan, bahwa BBJ yang akan digelar sekarang (tahun 2012) tidak lagi menjadi “milik pemerintah” tetapi akan menjadi milik semua warga Jember, termasuk yang ada di luar kabupaten Jember. Sekarang banyak sekali warga Jember yang telah berkiprah ditingkat Nasional baik dibidang Politik, seni budaya, olah raga, bisnis atau lainnya yang telah berhasil didunianya masingmasing. Contoh dibidang seni, berderetan nama artis ada DPR – RI dari Jember seperti DR. SUBAGIO, S, Ir. H. NURYASIN, ARIF WIBOWO yang semuanya menjadi wakil rakyat, di ibu kota sebagai DPR-RI, bahkan Jendral yang berasal dari Jember juga banyak. Sehingga MZA Djalal berharap di momen BBJ 2012 kali ini bisa datang ke Jember dan membawa teman Investor. Namun sayang tujuan BBJ yang briliyan dari Bupati MZA Djalal ini yang juga sempat fakum 2 tahun lalu. Kegiatan tahunan ini yang sekarang mengambil tema (Naturally Jember Lovely Destination) mendapat kritikan keras dari Ketua LSM GEMPAR (Gerakan Masyarakat Peduli Aspirasi Rakyat) Jember (ANSHORI) yang bermarkas pusat di timur Pasar Tanjung Jember. Bahwa kegiatan BBJ tahun ini diduga ada indikasi korupsi yang dilakukan oleh Bupati Jember MZA Djalal. Untuk itu LSM GEMPAR Jember menghimbau KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) agar melakukan lidik, periksa dan tahan Bupati Jember Ir. MZA Djalal yang diduga melakukan tindak pidana korupsi penyalahgunaan wewenang yakni melakukan penyimpangan dana KONI yang yang berasal dari dana APBD Jember tahun 2012 senilai Rp.6,5Milyard. Berdasarkan surat keputusan (SK) Bupati, dana KONI dimaksud diperuntukkan biaya kegiatan (BBJ) Bulan Berkunjung ke Jember. Tahun 2012, yakni dalam kegiatan Jember Fashion Carnaval (JFC), Jember City Carnival (JCC) Night Race, artis dan tokoh pulang kampung, manakib Kubro (Dzikir bersama) dan lain-lain, yang diduga tidak sesuci dengan peruntukkannya. Penyalahgunaan dana KONI tersebut bisa dijerat dengan pasal 52 KUHP Vide pasal 3 UU Tipikor No. 31 tahun 1999 yang diubah dengan UU No. 20 tahun 2001. Pernyataan sikap Anshori ketua LSM GEMPAR ini di amini oleh Koalisi LSM Anti Korupsi Hadi Pitono (LSM GEBRAK) H. Maryatmo (LSM SAKERA) dan (LSM MEDIA CENTER). (Nang)(sumber medialintasindonesia)

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->