Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM PESTISIDA dan TEKNIK APLIKASI

REZA DWI GUMILAR VICTOR SUKARYA KRIS BENINO RADITIA RAMA GINANJAR GILANG

150510090071 150110080167 150110080206 150410070041

AGROTEK-A

UNIVERSITAS PADJADJARAN FAKULTAS PERTANIAN 2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT Tuhan Semesta Alam karena atas izin dan kehendakNya jualah laporan praktikum ini dapat kami rampungkan tepat pada waktunya. Penulisan dan pembuatan laporan praktikum ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pestisida dan Teknik Aplikasi. Adapun yang kami bahas dalam laporan praktikum ini mengenai berbagai macam contoh pestisida yang diamati di Lab. HPT, Fakultas Pertanian, UNPAD. Dalam penulisan laporan praktikum ini kami menemui berbagai hambatan yang dikarenakan terbatasnya Ilmu Pengetahuan kami mengenai hal yang berkenaan dengan penulisan laporan ini. Kami menyadari akan kemampuan kami yang masih amatir. Dalam laporan praktikum ini kami sudah berusaha menyusunnya semaksimal mungkin. Tapi kami yakin laporan praktikum ini masih banyak kekurangan disana-sini. Oleh karena itu kami mengharapkan saran dan juga kritik membangun agar lebih maju di masa yang akan datang. Harap kami, laporan praktikum ini dapat menjadi track record dan menjadi referensi bagi kami dalam mengarungi masa depan. Kami juga berharap agar laporan praktikum ini dapat berguna bagi orang lain yang membacanya.

Bandung, 28 Maret 2013

Penyusun

BAB I PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang Pestisida adalah substansi kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang digunakan untuk mengendalikan berbagai hama. Yang dimaksud hama di sini adalah sangat luas, yaitu serangga, tungau, tumbuhan pengganggu, penyakit tanaman yang disebabkan oleh fungi (jamur), bakteria dan virus, kemudian nematoda (bentuknya seperti cacing dengan ukuran mikroskopis), siput, tikus, burung dan hewan lain yang dianggap merugikan. Pestisida juga diartikan sebagai substansi kimia dan bahan lain yang mengatur dan atau menstimulir pertumbuhan tanaman atau bagian-bagian tanaman, (e-petani, 2010). Sesuai konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT), penggunaan pestisida ditujukan bukan untuk memberantas atau membunuh hama, namun lebih dititik beratkan untuk mengendalikan hama sedemikian rupa hingga berada dibawah batas ambang ekonomi atau ambang kendali. Selama ini, kita mengetahui bahwa pestisida sangat berguna dalam membantu petani merawat pertaniannya. Pestisida dapat mencegah lahan pertanian dari serangan hama. Hal ini berarti jika para petani menggunakan pestisida, hasil pertaniannya akan meningkat dan akan membuat hidup para petani menjadi semakin sejahtera. Dengan adanya pemahaman tersebut, pestisida sudah digunakan di hampir setiap lahan pertanian. Namun sekarang ini banyak pemahaman yang salah tentang penggunaan dosis dari pestisida ini. Para petani tidak mengindahkan anjuran pemakaian yang telah diterapkan oleh pemerintah. Jika melihat besarnya kehilangan hasil yang dapat diselamatkan berkat penggunaan pestisida, maka dapat dikatakan bahwa peranan pestisida sangat besar dan merupakan sarana penting yang sangat diperlukan dalam bidang pertanian. Usaha intensifikasi pertanian yang dilakukan dengan menerapkan berbagai teknologi maju seperti penggunaan pupuk, varietas unggul, perbaikan pengairan dan pola tanam akan menyebabkan perubahan ekosistem yang sering diikuti oleh meningkatnya problema serangan jasad pengganggu. Demikian pula usaha ekstensifikasi pertanian dengan membuka lahan pertanian baru, yang berarti melakukan perombakan ekosistem, sering kali diikuti dengan timbulnya masalah serangan jasad pengganggu. Dan tampaknya saat ini yang dapat diandalkan untuk melawan jasad pengganggu tersebut yang paling manjur hanya pestisida. Memang tersedia cara lainnya, namun tidak mudah untuk dilakukan, kadang-kadang memerlukan tenaga yang banyak, waktu dan biaya yang besar, hanya dapat dilakukan dalam kondisi tertentu yang tidak dapat diharapkan efektifitasnya. Pestisida saat ini masih berperan besar dalam menyelamatkan kehilangan hasil yang disebabkan oleh jasad pengganggu. 1.2.Tujuan Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk lebih mengetahui dan memahami tentang berbagai jenis pestisida yang sering digunakan oleh petani dalam hal pengendalian hama dan penyakit.

BAB II METODOLOGI PRAKTIKUM 2.1. Waktu dan Tempat Praktikum Pestisida dan Teknik Aplikasi dilaksanakan pada hari Kamis, 14 Maret 2013 dari pukul 12.50 WIB-selesai yang bertempat di Lab.HPT Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. 2.2. Metode Praktikum Metode yang digunakan saat praktikum adalah menulis dan menyusun kembali jenis-jenis merk/nama dagang pestisida untuk mendapat informasi yang sesuai dengan instruksi sehingga mahasiswa dapat menyusunnya dalam sebuah laporan praktikum. Selain itu untuk lebih menyempurnakan laporan praktikum ini kami juga menggunakan library research baik di internet maupun di perpustakaan. 2.3. Bahan dan Alat a. Bahan yang diperlukan dalam praktikum ini adalah berbagai macam contoh pestisida, SK Mentri Pertanian No. 434.1/Kpts/TP.270/7/2001. b. Alat yang diperlukan adalah sarung tangan karet, masker dan alat dokumentasi.

BAB III PEMBAHASAN


No. 1 Nama Dagang Buldok Bahan aktif (nama dan % kand.) Beta siflutrin 25 g/L Kimia Piretroid Golongan Sasaran Hama anggur, bawang merah, bawang putih, jagung, cabai, jeruk, kacang panjang, kapas, kakao, kedeleai, kentang, kubis, kelapa sawit, lada, tembakau, kubis, teh, dan tomat. Cara kerja Racun kontak dan lambung Cara masuk Oral & dermal

Metindo

Metomil 25 %

Karbamat

Bawang merah( Ulat grayak, Spodoptera exigua) Cabai (Spodoptera litura) Kakao ( Helopeltis antonii) Kapas ( Heliotis armigera) Kedelai ( Spodoptera litura) Kubis ( P.Xylostela & C.binotalis) Teh ( Helopeltis antoni) Tembakau dan tomat

SISTEMIK : Diserap daun dan bagian tanaman lalu diangkut ke seluruh bagian tanaman, sehingga serangga hama yang menyerang bagian manapun dari tanaman akan mati.

Oral & dermal

DAYA KERJA GANDA : Berdaya kerja sebagai insektisida yang dapat mematikan serangga dan tungau yang merupakan hama tanaman maupun sebagai ovisida yang dapat mematikan telur serangga dan tungau. CARA KERJA GANDA : Dapat memberantas hama tanaman secara tuntas karena memiliki cara kerja ganda sebagai racun kontak maupun racun lambung

yang efektif mematikan serangga hama.

Daconil

Klorotalonil 75 %

Kloronitile

Peronospora destructor, alternaria porii, cercospora sp, fusarium sp, gleosporium sp, helminthosporium sp, pestalotia sp, exobasidium vexans, colletotrichum gloeosporoides, Mycosphaerella musicola

kontak

permukaan

Sherpa

Sipermetrin 50 %

Piretroid

Hyposidra talaca, Thosea asigna, P.xylostela, C. binotalis, plusia sp, Helopeltis sp, Heliothis sp, Spodoptera litura.

Kontak dan lambung

Oral & dermal

Regent 50 SC

Fipronil 50 g/L

Fenil Pirazol

Tanaman kubis, cabai, kentang, padi, kedelai, semangka, jagung dan tebu.

Kontak dan lambung.

Oral dan dermal

Matador 25 EC

Lambda sihalotrin 25 g/L

Piretroid

Bawang merah, bawang putih, cabai, jagung, jeruk, kacang panjang, kakao, kapas, kedelai, kelapa sawit, kubis, selada, lamtoro, teh, tembakau dan tomat.

Kontak dan lambung.

Oral dan dermal

Curzate 8/64 WP

Simoksanil 8.63 % Mankozeb 64.64%

Simoksanil : 1-(2-cyano-2methoxyiminoace tyl)-3-ethyl urea. Mankozeb: Manganese ethylenebis (dithiocarbamate ) (polymeric) complex with zinc salt

Kentang, tomat, semangka, melon, dan anggur.

Kontak dan lambung.

Oral dan dermal

Indar 240 F

Fenbukonazol 246.68 g/L

Triazol

Apel, cabai, kedelai, dan pisang.

sistemik

Permukaan

Curacron 500 EC

Profenofos 500gr

Technical (T) Profenofos dan C uracron 8E InsecticideMiticide

Untuk mengendalikan hama serangga ulat grayak, lalat buah, kutu daun, dan hama trhips.

Insektisida racun kontak dan lambung, berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan dalam air, berwarna kuning kecoklatan

Oral & dermal

10

Furadan 3GR

Karbofuran 3 %

Membunuh serangga dalam bentuk larva ,nematoda bintil akar, perusak daun, ulat grayak, dan penggerek pucuk dll, seperti : Cengkeh : Penggerek batang Nothopheus sp Jeruk : Nematoda Tyienchulus semipenetrans Kapas : Hama lundi Kentang dan lada : Nematoda bintil akar Meloidogyne sp Padi : Ganjur Orseolia oryzae, penggerek batang Tryporyza innotata, T.incertulas, Chilo suppressalis dan Sesamia inferens, wereng hijau Nephotettix virescens, lalat daun Hydrellia sp

sistemik Ditranslokasik an melalui jaringan tanaman atau diserap oleh tanaman setelah terlarut dalam air tanpa membunuh tanaman itu sendiri. Ketika hama memakan jaringan atau bagian tanaman

Padi : Lundi Holotrichia helleri Tebu : Penggerek batang Phragmatocia castaneae, Chilo sacchariphagus, Diatraea saccharalis dan penggerek pucuk Scir-pophaga nivelia, lundi Stibarophus molginus Teh : Nematoda Helicotylenchus sp, Meloidogyne sp, Paratylenchus sp, dan nematoda saprozoik di persemaian Tembakau : Penggerek pucuk Heliothis sp, dan ulat grayak Spodoptera litura, nematoda bintil akar Meloidogyne sp Tomat : Nematoda bintil akar Meloidogyne sp

tersebut, racun bahan aktif yang masuk ke dalam sistem pencernaan akan membunuh hama yang dapat berupa serangga(khus usnya dalam bentuk larva) maupun nematode.

11

BACTOCYN 150 AL

Oksitetrasiklin 150 g/l

- Cabai = layu bakteri [Ralstonia solanacearum] - Tembakau = layu bakteri [Pseudomonas sp.] dan batang berlubang [Erwinia carotovora] - Padi = bakteri daun bergaris [Xanthomonas sp.], bercak daun [Cerospora sp.], busuk batang [ Helminthosporium sp.], hawar pelepah [ Rhizoctonia solani] dan blas [Pyricularia sp.] permukaan daun, gulma dan tubuh hama [meningkatkan daya rekat pestisida] Keamanan Dilarang makan dan minum selama pengaplikasian, Gunakanlah pelindung tangan, masker, dan pelindung kaki, cucilah semua alat dan pelindung setelah penggunaan dengan banyak air. Jangan mengotori kolam, perairan dan saluran air dengan insektisida ini atau wadah bekasnya. Jangan menggunakan insektisida ini dalam jangka waktu 15 hari sebelum hasil tanaman dipanen. Jangan membawa ternak masuk ke daerah yang diperlakukan dengan insektisida ini. Simpanlah tertutup rapat di tempat sejuk, terkunci, serta di luar jangkauan anak-anak, jauh dari dari bahan makanan dan api. Rusakkanlah wadah bekas dan kemudian tanamlah sekurang-kurangnya 0,5 m dalam tanah di tempat
Kompat

Sistemik

Permukaan

12

INDOSTICK 100/20 AS

kondensat nonifenol = Etilenoksida 95 g/l dan Polivinil alcohol 19 g/l Toksisitas

Kontak dan sistemik

Permukaan

Formulasi EC

Spektrum

Broad spectrum

Selektivitas Non-selektif

WP

yang jauh dari sumber air. Simpanlah insektisida ini dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat khusus yang sejuk, tidak bercampur dengan bahan makanan dan barang lain, tidak terjangkau oleh anak anak dan orang lain yang tidak mengerti maupun hewan. Selama bekerja menyiapkan larutan semprot dan selama menyemprot, pakailah pakaian pelindung berlengan dan berkaki panjang, sarung tangan, sepatu, masker atau penutup hidung dan mulut, dan penutup kepala. Jangan bekerja sambil makan, minum atau merokok dan jangan menyemprot dengan berlawanan dengan arah angin. Jangan makan, minum atau merokok pada saat penggunaan. Gunakan pengaman. Jangan mencemari lingkungan. Jangan menggunakan fungisida ini dalam jangka waktu 15 hari sebelum hasil tanaman di panen. Dilarang makan dan minum selama pengaplikasian, Gunakanlah pelindung tangan, masker, dan pelindung kaki, cucilah semua alat dan pelindung setelah penggunaan dengan banyak air. Jangan menggunakan insektisida ini dalam jangka waktu 20 hari sebelum hasil tanaman di panen. Toksisitas Keamanan Pada waktu Dapat menggunakan pestisida menyebabkan ini, jangan makan, keracunan minum atau merokok. melalui mulut, Pada waktu membuka kulit dan wadah, memindahkan pernafasan dan menggunakan, Bahaya pakailah sarung tangan, terhadap topeng muka dan hewan pakainan berlengan peliharaan, panjang. ternak Sebelum makan, minum binatang liar atau merokok dan setelah bekerja cucilah dengan air dan sabun, tangan dan kulit yang terkena insektisida. Jangan mengotori kola, perairan dan saluran air dengan insektisida

SPEKTRUM LUAS : Efektif mengandalikan berbagai jenis hama yang berupa ulat, belatung, kutu, kepik, wereng dan sebagainya, terutama dari ordo Lepidoptera, Homoptera, Diptera dan Coleoptera.

Non selektif

WP

Broad spectrum

Non selektif

EC

Broad spectrum

Non selektif

Formulasi SC

Kompat

Spektrum Broad spectrum

Selektivitas Non Selektif

ini atau wadah bekasnya. Jangan membawa hewan ternak masuk ke daerah yang diperlakukan dengan insektisida ini. Jangan mengunakan pestisida ini 14 hari sebelum panen. Simpanlah tertutup rapat di tempat yang sejuk, terkunci, diluar jangkauan anak-anak, jauh dari bahan makanan dan jauh dari api. Kemasan kosong bekas ini di jancurkan dengan cara dibakar. Hindarilah terhisapnya asap dari proses pembakaran ini. EC Waktu menggunakan pestisida ini, jangan makan, minum atau merokok. Pada waktu membuka wadah, memindahkan dan menggunakan, pakailah sarung tangan, topeng muka dan pakainan berlengan panjang. Sebelum makan, minum atau merokok dan setelah bekerja cucilah dengan air dan sabun, tangan dan kulit yang terkena insektisida. Jangan mengotori kolam, perairan dan saluran air dengan insektisida ini atau wadah bekasnya. Jangan membawa hewan ternak masuk ke daerah yang diperlakukan dengan insektisida ini. Jangan mengunakan pestisida ini 14 hari sebelum panen. Simpanlah tertutup rapat di tempat yang sejuk, terkunci, diluar jangkauan anak-anak, jauh dari bahan makanan dan jauh dari api. Pada waktu menggunakan pestisida ini, jangan makan, minum atau merokok. Pada waktu membuka wadah, memindahkan dan menggunakan, pakailah sarung tangan, Broad spectrum Non Selektif

WP

Broad spectrum

Non Selektif

topeng muka dan pakainan berlengan panjang. Sebelum makan, minum atau merokok dan setelah bekerja cucilah dengan air dan sabun, tangan dan kulit yang terkena insektisida. Jangan mengotori kola, perairan dan saluran air dengan insektisida ini atau wadah bekasnya. Jangan membawa hewan ternak masuk ke daerah yang diperlakukan dengan insektisida ini. Jangan mengunakan pestisida ini 14 hari sebelum panen. Simpanlah tertutup rapat di tempat yang sejuk, terkunci, diluar jangkauan anak-anak, jauh dari bahan makanan dan jauh dari api. F Dilarang makan dan minum selama pengaplikasian, Gunakanlah pelindung tangan, masker, dan pelindung kaki, cucilah semua alat dan pelindung setelah penggunaan dengan banyak air. Jangan mengotori kolam, perairan dan saluran air dengan insektisida ini atau wadah bekasnya. Jangan menggunakan insektisida ini dalam jangka waktu 15 hari sebelum hasil tanaman dipanen. Jangan membawa ternak masuk ke daerah yang diperlakukan dengan insektisida ini. Simpanlah tertutup rapat di tempat sejuk, terkunci, serta di luar jangkauan anak-anak, jauh dari dari bahan makanan dan api. Rusakkanlah wadah bekas dan kemudian tanamlah sekurangkurangnya 0,5 m dalam tanah di tempat yang jauh dari sumber air. Setelah digunakan, bersihkanlah dengan banyak air semua alat Broad spectrum Non Selektif

GR

Broad spectrum

Non selektif

untuk menakar dan menaburkan serta cucilah pakaian dengan sabun. Jangan mencemari kolam, perairan dan saluran air dengan insektisida ini atau wadah bekasnya. Simpanlah tertutup rapat di tempat sejuk, terkunci serta jauh dari jangkauan anak-anak, jauh dari bahan makanan, minuman, serta jauh dari api. Rusakkanlah wadah bekas dan tanamlah di dalam tanah sekurangkurangnya 0,5 m dari permukaan tanah serta jauh dari sumber air dan pemukiman. AL Dilarang makan dan minum selama pengaplikasian, Gunakanlah pelindung tangan, masker, dan pelindung kaki, cucilah semua alat dan pelindung setelah penggunaan dengan banyak air. Simpanlah tertutup rapat di tempat sejuk, terkunci serta jauh dari jangkauan anak-anak, jauh dari bahan makanan, minuman, serta jauh dari api. Rusakkanlah wadah bekas dan tanamlah di dalam tanah sekurangkurangnya 0,5 m dari permukaan tanah serta jauh dari sumber air dan pemukiman. Jangan mencemari sungai, kolam, saluran air, dan perairan lainnya dengan bahan ini atau wadah bekasnya Broad spectrum Non selektif

AS

Simpan dalam wadah asli berlabel jelas dan tertutup rapat di tempat sejuk Tidak bersama bahan makanan, minuman, dan barang lainnya Tidak terjangkau oleh anak-anak, orang yang tidak mengerti maupun hewan

Jangan mencemari sungai, kolam, saluran air, dan perairan lainnya dengan bahan ini atau wadah bekasnya

No. 1

Gejala Dini Keracunan Kejang kejang, hilang kesadaran, sesak nafas, apatis, perasaan terbakar pada kulit dan sangat peka terhadap sentuhan. Otot tertentu bergerak gerak dan perut kejang kejang, pupil atau celah iris mata menyempit sehingga penglihatan kabur, mata berair, berkeringat banyak, air liur berlebihan, sakit kepala, dan pusing, detak jantung cepat, mual, muntah muntah, diare, sukar bernafas dan pingsan. Bila satu atau lebih gejala timbul segera berhenti bekerja, lakukan tindakan pertolongan pertama dan segera hubungi dokter terdekat.

Peringatan Keamanan Dapat menyebabkan keracunan melalui mulut, kulit, dan pernafasan. Berbahaya terhadap hewan piaraan, ternak, hewan buruan, burung liar, ikan, dan lebah Insektisida Metindo 25 WP dapat menyebabkan keracunan apabila tertelan, mengenai kulit atau terhirup. Hindarkan insektisida dari kulit, mata dan terhirup melalui pernafasan. Metindo 25 WP juga berbahaya bagi hewan piaraan, ternak, ikan, dan binatang liar lainnya. Usahakan insektisida ini tidak mengenai atau tidak termakan oleh hewan dan binatang tersebut.

P3K -

Menyebabkan efek alergis yang bersifat sementara, ditandai dengan mata merah, peradangan ringan pada saluran pernafasan dan bercak merah pada kulit. Apabila satu atau lebih gejala tersebut timbul segera berhenti bekerja, lakukan tindakan pertolongan pertama dan segera pergi ke dokter. Pusing, sakit kepala, lesu, mual, anoreksia dan muntah, sakit perut, tenggorokan mengeluarkan lender berlebihan, kejang dan koma jika terpapar dalam dosis tinggi

Dapat menimbulkan peradangan dan iritasi kulit dan mata. Dapat menyebabkan alergi. Beracun terhadap ikan.

Dapat menyebabkan keracunan melalui mulut, kulit dan pernafasan. Berbahaya terhadap hewan piaraan, ternak, binatang buruan, burung liar, lebah dan ikan.

Gejala umum yang timbul antara lain sesak nafas, lemas, tremor dan kejang-kejang. Apabila satu atau lebih gejala tersebut timbul, segeralah berhenti bekerja, lakukanlah tindakan pertolongan pertama dan pergilah ke dokter

Dapat menyebabkan keracunan melalui mulut, kulit, dan pernafasan. Berbahaya terhadap hewan peliharaan, ternak, binatang liar.

Istirahatkan penderita di tempat teduh berudara segar dan segera tanggalkan pakaian yang terkena insektisida. Cucilah dengan air dan sabun bagian yang terkena insektisida. Jika mata terkena, cucilah dengan air bersih yang sebaiknya mengalir selama kurang lebih 15 menit. Jika penderita masih sadar dan tidak mengalami kejang usahakan pemuntahan. Jaga agar muntahan tidak menghalangi pernafasan. Berikan nafas buatan bila diperlukan. Suntikkan antidote Atropin Sulfat secara intravena atau intramuscular dengan dosis 0,4 2 mg untuk orang dewasa atau 0,05 mg / kg berat badan untuk anak anak dibawah umur 12 tahun. Ulangi penyuntikan tiap 15 30 menit sampai gejala atropinisasi ringan (mukamerah, pupil melebar, tachycardia meningkat 140/menit.) Tanggalkan pakaian dan cucilah kulit yang terkena fungisida dengan air dan sabun. Bila timbul iritasi berikan krim antihistamin atau steroid. Apabila fungisida ini mengenai mata cucilah segera mata yang terkena dengan air bersih yang mengalir selama 15 menit. Usahakan mata tetap terbuka dan segera dapatkan pertolongan dokter jika terjadi iritasi. Bila timbul reaksi alergi, bawalah segera penderita ke dokter. Tanggalkan pakaian dan cucilah kulit yang terkena insektisida dengan air dan sabun. Apabila insektisida ini mengenai mata cucilah segera mata yang terkena dengan air bersih yang mengalir selama 15 menit. Apabila tertelan usahakan pemuntahan hingga cairan muntah menjadi jernih, kemudian beri norit. Bawalah penderita ke ruangan yang berudara segar, dan berikan pernafasan buatan melalui mulut atau dengan pemberian oksigen Tanggalkan pakaian yang terkena insektisida dan cucilah kulit yang terkena dengan air dan sabun. Apabila insektisida mengenai mata, cucilah segera mata yang terkena dengan air bersih selama 20 menit. Apabila insektisida tertelan dan penderita masih sadar, segera berikan 2-3 gelas air minum dan usahakan pemuntahan dengan cara menggelitik bagian belakang

Kulit yang terkena tampak merah dan terbakar. Timbul gelembung kecil yang berair pada kulit, gejala ini akan hilang dalam 24 jam. Bila tertelan akan menimbulkan gejala khusus seperti nausea, muntah muntah, sakit pada tulang belakang. Badan lemah, pusing, kulit teriritasi, mata pedih, dan perut mual

Dapat menyebabkan keracunan melalui mulut, kulit, dan pernafasan. Berbahaya terhadap hewan peliharaan, ternak, binatang liar.

tenggorokan dengan jari tanga yang bersih. Usahakan terus pemuntahan sampai air pemuntahan menjadi jernih. Jagan berikan sesuatu pada penderita yang tidak sadar/pingsan. Apabila insektisida terhisap bawalah penderita keruangan udara yang segar dan bila perlu berikan nafas buatan melalui mulut atau dengan memberikan oksigen Tanggalkan pakaian yang terkena dan cucilah kulit yang terkena dengan air dan sabun. Apabila insektisida mengenai mata, cucilah segera mata yang terkena dengan air bersih selama 15 menit.

Dapat menimbulkan keracunan melalui mulut, kulit dan tenggorokan.

Pusing pusing, mual, serta rasa terbakar pada tenggorokan

Dapat menimbulkan keracunan melalui mulut, kulit dan pernafasan.

Tanggalkan pakaian yang terkena fungisida dan cucilah kulit yang terkena dengan air dan sabun. Apabila insektisida mengenai mata, cucilah segera mata yang terkena dengan air bersih selama 15 menit. Apabila fungisida tertelan dan penderita masih sadar, segera berikan 2 gelas air minum dan usahakan pemuntahan dengan cara menggelitik bagian belakang tenggorokan dengan jari tanga yang bersih. Usahakan terus pemuntahan sampai air pemuntahan menjadi jernih. Jangan berikan sesuatu pada penderita yang tidak sadar/pingsan. Apabila fungisida terhisap bawalah penderita keruangan udara yang segar dan bila perlu berikan nafas buatan melalui mulut atau dengan memberikan oksigen Tanggalkan pakaian yang terkena fungisida dan cucilah kulit yang terkena dengan air dan sabun. Apabila insektisida mengenai mata, cucilah segera mata yang terkena dengan air bersih selama 15 menit. Apabila fungisida tertelan dan penderita masih sadar, segera berikan 2 gelas air minum dan usahakan pemuntahan dengan cara menggelitik bagian belakang tenggorokan dengan jari tanga yang bersih. Usahakan terus pemuntahan sampai air pemuntahan menjadi jernih. Jangan berikan sesuatu pada penderita yang tidak sadar/pingsan. Apabila fungisida terhisap bawalah penderita keruangan udara yang segar dan bila perlu berikan nafas buatan melalui mulut atau dengan memberikan oksigen Tinggalkan pakaian yang terkena pestisida Cucilah segera mata yang terkena pestisida dengan air bersih selama 15 menit Apabila tertelan dan penderita masih sadar, segera usahakan pemuntahan dengan memberikan minum segelas air hangat yang diberi satu sendok garam dapur atau dengan cara menggelitik

9 10

Pusing, mata berkunang, lemah, penglihatan, kabur, kejang perut, banyak mengeluarkan ludah, mencret dan muntah-muntah.

Setelah digunakan, bersihkanlah dengan banyak air semua alat untuk menakar dan menaburkan serta cucilah pakaian dengan sabun. Jangan mencemari kolam, perairan dan saluran air dengan insektisida ini atau wadah bekasnya. Simpanlah tertutup rapat di tempat sejuk, terkunci serta jauh dari jangkauan anak-anak, jauh dari bahan makanan, minuman, serta jauh dari api. Rusakkanlah wadah bekas dan tanamlah di dalam tanah sekurang-kurangnya 0,5 m dari

permukaan tanah serta jauh dari sumber air dan pemukiman.

tenggorokan dengan jari tangan yang bersih. Usahakan terus pemuntahan sampai cairan muntahan menjadi jernih. Jangan diberi sesuatu melalui mulut pada penderita yang tidak sadar atau pingsan. Apabila pestisida terhisap bawalah penderita ke tempat yang berudara segar

11 12

Apabila terminum dalam jumlah banyak dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Apabila mengenai lingkungan perairan dalam jumlah banyak dapat menyebabkan terganggunya kehidupan ikan dan satwa air lainnya. Serta dapat merusak mutu air untuk tujuan tertentu.

Simpan dalam wadah asli berlabel jelas dan tertutup rapat di tempat sejuk Tidak bersama bahan makanan, minuman, dan barang lainnya Tidak terjangkau oleh anak-anak, orang yang tidak mengerti maupun hewan Jangan mencemari sungai, kolam, saluran air, dan perairan lainnya dengan bahan ini atau wadah bekasnya

PEMERIKSAAN KESESUAIAN LABEL No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Nama Dagang Kesesuaian label dengan SK Mentri Pertanian No. 429Kpts/Um/6/1973 a b . .. u v Lagelitas Legal

ilegal

1. Mengapa satu nama bahan aktif (b.a) dapat diedarkan dalam beberapa nama dagang (n.d) ? Berikan contohnya masing-masing minimal 2 b.a dan 2 n.d! Karena satu bahan aktif yang didaftarkan dapat diberikan penamaan tersendiri, yang merupakan identitas dari setiap formulasi pestisida yang akan diedarkan Contoh: Metomil : Metindo 25 WP , 40 SP, 80 SL Dangke 40 WP Streptomisin sulfat : Agrept 20 WP, Plantomycin 7 SP 2. Mengapa satu nama b.a dapat dibuat dan diedarkan dalam beberapa bentuk formulasi. Berikan contohnya! Karena bahan aktif yang dibuat dan diedarkan tersebut diproduksi sendiri oleh pemilik formulasi dengan memiliki izin rekomendasi dari lembaga yang terkait.

3. Mengapa satu b.a dengan n.d yang berbeda seringkali tidak diperuntukkan bagi jenis sasaran yang sama? Berikan contohnya! Karena setiap formulasi berbahan aktif sama, hanya dapat didaftarkan dengan satu nama diri yang sama untuk satu bidang penggunaan 4. Mengapa tidak semua bahan aktif pestisida diedarkan dalam beberapa nama dagang yang berbeda? Karena setiap bahan aktif pestisida hanya diberi satu nama dagang yang terdiri dari 3 unsur, yaitu nama diri yang tidak berkaitan dengan nama umum dan atau nama bahan aktif, angka yang menunjukan kadar bahan aktif dan kode huruf yang menunjukan bentuk formulasi.

BAB IV PENUTUP Kesimpulan Penggunaan pestisida ditujukan bukan untuk memberantas atau membunuh hama, namun lebih dititik beratkan untuk mengendalikan hama sedemikian rupa hingga berada dibawah batas ambang ekonomi atau ambang kendali. Adapun contoh berbagai jenis pestisida yang sudah digunakan di hampir setiap lahan pertanian, seperti : Decis 25 EC, Curacron 500 EC, Furadan 3GR, Antracol 70 WP, Daconil 75 WP, Ridomil Gold MZ 4/64 WG, Petrogenol 800 L, Bubur California, Benlate 50 WP, dan lain sebagainya. Dalam praktikum ini mahasiswa dapat mempelajari dan mengetahui jenis-jenis pestisida yang digunakan oleh petani dalam hal pengendalian hama dan penyakit.

DAFTAR PUSTAKA Tim Dosen HPT (UNPAD). 2013. Modul Praktikum Pestisida dan Teknik Aplikasi. Universitas Padjadjaran Jatinangor Link terkait: Anonim. Petrogenol-800-l. (ONLINE). (http://www.bersamakitaserasi.com/content/ petrogenol800-l. Anonim. Furadan-3-gr. (ONLINE).http://www.bersamakitaserasi.com/content/furadan-3-gr. Anonim. Curacron 500 EC. (ONLINE).http://www.bersamakitaserasi.com/content/curacron-500ec. http://www.google.co.id/ http://www.deptan.go.id/ http://www.litbang.deptan.go.id/