Anda di halaman 1dari 7

Aini Fitriah Rachmawati 205.12.1.0007 DM FK UNISMA I. Cara memberikan ASI 1. Bayi tenang 2.

Mulut bayi terbuka lebar dan menutupi daerah gelap sekitar putting susu 3. Perut bayi menghadap perut ibu 4. Dagu bayi menempel ke payudara 5. Telinga dan lengan bayi berada dalam 1 garis lurus

# ASI ekslusif diberikan sampai usia 6 bulan # Neonatus harus diperbolehkan menyusu berdasarkan keinginannya, siang atau malam hari, tanpa adanya batasan mengenai frekuensi atau panjang waktu menyusui. ( Sumber : PONEK) II. Indikasi BBL diperbolehkan pulang 1. Bayi telah menunjukkan tanda vital stabil di boks terbuka 24 48 jam 2. Keberhasilan menyusui sudah mulai tercapai 3. Penambahan berat badan dengan pemberian asupan per oral telah terlihat 4. Berat badan minimal untuk pulang yaitu 1.800 gr telah dicapai

5. Semua obat yang diperlukan dapat diberikan peroral 6. Nilai laboratorium dalam batas normal 7. Tingkat aktifitas normal telah tercapai 8. Ibu dan ayah memperlihatkan kemampuan untuk mengasuh neonates 9. Pengaturan telah dilakukan dengan pelayanan di tingkat primer serta untuk asuhan selanjutnya 10. Rujukan kepada konselor ASI setempat (Sumber : PONEK) III. Perawatan tali pusat Tali pusat pada neonatus merupakan salah satu reservoir kuman yang dapat menimbulkan infeksi, bahkan menjadi sumber penularan. Untuk itu perlu pengetahuan tentang perawatan tali pusat yang benar. Perawatan tali pusat diganti sehari 2x dengan kasa kering steril. (Sumber : http://www.idai.or.id/saripediatri/isijurnal/pdfile/7-2-1.pdf)

IV.

KIE pada ibu setelah KRS 1. Dianjurkan untuk memberikan ASI ekslusif sampai usia 6 bulan dan memberikan informasi cara menyusui yang benar. 2. Dianjurkan untuk kontrol 4 7 hari setelah KRS, tetapi bisa kontrol sebelum waktunya apabila bayi demam, malas minum, kulit tubuhnya berwarna kuning. 3. Dianjurkan untuk menimbang BB bayi minimal seminggu sekali untuk mengetahui pertumbuhannya 4. Memberikan informasi tentang imunisasi 5. Ibu dianjurkan memakai KB supaya jarak kelahiran tidak terlalu dekat

V.

Jadwal imunisasi menurut IDAI

Ket : 1. Vaksin BCG Didapat dari Mycobacterium bovis hidup yang dilemahkan Diberikan 1x pada usia 0 2 bulan Setelah dilarutkan, dlm suhu 2 8C (bukan freezer), hanya boleh 3 jam Kering : simpan dlm suhu 2 8C, lebih baik dalam freezer, Jangan kena sinar matahari Dosis : 0.05 ml intrakutan, deltoid kanan 2. Vaksin Campak Diberikan saat usia 9 bln dan 6 th Didapat dari virus hidup yang dilemahkan, jangan kena sinar matahari Vaksin kering : simpan < 0 C atau < 8C, lebih baik minus 20 C Tiap 0,5 ml mengandung : 1000 u virus strain CAM 70 100 mcg kanamisin, 30 mg eritromisin

Dosis 0,5 ml, subkutan, di deltoid lengan atas 3. Vaksin Hepatitis B Diberikan saat usia 0 1 bln 6 bln Penyuntikan : intramuskular, jangan di gluteal

4. Vaksin DPT Pemberian 3 kali sejak umur 2 bulan (umur minimal 6 minggu), interval 4-6 mgg Ulangan : 18-24 bl 5-7 tahun (dianjurkan DPT, bukan DT) 12 tahun (program BIAS)

5. Vaksin polio Diberikan saat usia 0 2bln 4bln 6bln 18bln 5th . Diberikan peroral sebanyak 2 tetes Didapat dari virus hidup yang dilemahkan Virus poliomielitis tipe 1, 2, 3 strain Sabin 6. Vaksin MMR Diberikan saat usia 15 bulan dan 6th. Virus campak Schwarz hidup dilemahkan dlm embrio ayam, Virus gondong Urabe dibiak dlm telur ayam dan Virus rubela Wistar dibiak pada sel deploid manusia. Sediaan vial, simpan 2 - 8 C Diberikan melalui Subkutan atau intra muskular 7. Vaksin Tifoid Komposisi : a. b. Polisakarida kapsul Vi Salmonella typhi Fenol, NaCl, NaHPO3H

simpan 2 8C Intramuskular atau subkutan umur > 2 thn Imunitas 2 3 minggu pasca vaksinasi, Imunogenitas rendah pada umur < 2 thn Perlindungan 3 tahun Tidak melindungi thdp S.paratyphi A & B 8. Vaksin Hepatitis A Virus inaktif, dalam formaldehid Indikasi : anak umur > 2 thn a. b. endemis sering transfusi (hemofilia)

Indikasi kontra

c. d.

demam, infeksi akut hipersensitif thdp komponen vaksin

Intramuskular, jangan dipantat (gluteus) 9. Vaksin meningokokus Indikasi : a. bepergian ke daerah endemis b. umur > 2 tahun Antibodi terbentuk 10-14 hari kemudian Perlindungan 3 tahun Dosis 0,5 ml, sub-kutan dalam 10. Vaksin varisela Virus hidup dilemahkan, strain Oka Disuntikkan secara Subkutan Kesepakatan Satgas IDAI : a. Diberikan pada umur 10-12 tahun b. Atau atas permintaan orang tua Reaksi local Demam > 38.5 Dosis 1 Dosis 2 19% Dosis 1 3,7% 16% Dosis 2 4,4% Ruam Dosis 1 14 % Dosis 2 6.1 % Kontak jam Mengurangi kejadian penyakit 12.5-90% dl 72

Imunogenisitas Imunogenisitas (sero negatif) Dosis 1 Dosis 2 (sero positif) 37% 60 %

85% Dosis 1 100% Dosis 2

( Sumber : IDAI Jaya 2006)

VI.

Kriteria diagnose DHF

VII.

Penatalaksanaan DHF dengan syok

( Sumber : WHO 1997)