Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN TUTORIAL

MODUL IMUNOLOGI DAN INFEKSI

OLEH: KELOMPOK TUTORIAL XIII Fasilitator Ketua Sektretaris : dr. Sherri lestari : Rhiko hakiki :Mutiara deanairi Rhiko edrians Anggota:
M. Adel

Putri Mega Ali Ardani Rini Karlina Bianda Indah Fadilah Sari Shelvi M Eka Marlis Surya Ningsih

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BAITURRAHMAH

Daftar isi

Kata pengantar Daftar isi BAB I pendahuluan Step 1 Step 2 Step 3 Step 4 Step 5 Step 6 BAB II pembahasan Step 7 BAB III Kesimpulan Daftar pustaka

i ii 1

1 1 2 2 3 4

16 16

BAB I Pendahuluan
Dengue Haemoragic Fever (DHF) adalah penyakit demam akut yangdisertai dengan adanya manifestasi perdarahan, yang bertendensi mengakibatkanrenjatan yang dapat menyebabkan kematian (Arief Mansjoer &Suprohaita; 2000;419). Dengue Haemoragic Fever (DHF) adalah infeksi akut yang disebabkanoleh Arbovirus (arthropodborn virus) dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. (Ngastiyah, 1995 ; 341). Virus dengue serotipe 1, 2, 3, dan 4 yang ditularkan melalui vektor yaitu nyamuk aedes aegypti, nyamuk aedes albopictus, aedes polynesiensis dan beberapa spesies lain merupakan vektor yang kurang berperan berperan.

Dedi yang lemas! Dedi murid SD usia 7tahun sudah beberapa hari tidak masuk sekolah, karena mengalami demam sejak 5 hari yang lalu. Ia sudah diberi obat demam namun panasnya tetap tingi. Kemudia Dedi dibawa ibunya ke UGD RS Siti Rahamah. Dari pemeriksaan Dedi didapatkan hiperpireksia, ptekie hamper diseluruh tubuh, Dokter menganjurkan Dedi dirawat karena infeksi virus, diduga kena DHF selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium. Di kota padang saat itu diberitakan dibeberapa desa terjadi wabah penyakit DHF. Bagaimana saudara menjelaskan penyakit yang diderita Dedi, system imunitas apa yang terutama terkena dan bagaimana pengobatan, pencegahan dan perawatannya.

Step 1

1. DHF (Dengue Hemoragic Fever) : Adalah penyakit yang disebabkan oleh virus

2. Hiperpireksia : Adalah Suhu badan diatas normal (41,1 oC)

3. Ptekie : Adalah Bintik merah kecil pada kulit yang disebabkan oleh keluarnya sejumlah kecil darah

4. Virus : Adalah Parasit intraseluler, mikroorganisme yang materi genetiknya terdiri dari DNA saja atau RNA saja

5. Demam : Adalah Suhu badan di atas 37oC

Step 2
1. Apa hubungan antara hiperpireksia, ptikie dengan DHF? 2. Apa penyebab DHF? 3. Kenapa panas badan Dedi tetap panas setelah dikasih obat? 4. Gejala klinis DHF? 5. Kenapa perlu diperiksa di laboratorium?

Step 3

1. Hiperpireksia dan ptikie merupakan gejala klinis dari DHF 2. Penyebab dari DHF adalah infeksi virus dengue yang disebabkan oleh vector aedes agypetei 3. Karena infeksi virus kurang respon terhadap obat anti peuretik 4. Gejala klinis : a. Hiperpireksia b. Demam c. Lemas d. Ptikie e. Menggigil f. Sakit kepala g. Nyeri sendi h. Mual i. Muntah

5. Untuk menegakkan diagnose dan untuk memeriksa trombosit

Step 4

Infeksi Virus

Dengue

Gejala klinis: - Hiperpireksia - ptikie

Uji lab

DHF

Respon imun

Penatalaksanaan

Step 5

1. Karakteristik virus secara umum 2. Virus dengue a. Morfologi b. Penyebaran c. Habitat, hospes d. Vector e. Cara infeksi 3. DHF a. Penyebab b. Patogenesa c. Diagnose

BABII Pembahasan STEP 7


1. 2. kharakteristik virus Ukuran kecil dari 10-300 nm Genom dna dan rna Metabolism tidak terrjadi diluar sel Tidak tumbuh pada media Tidak berinti sel dan organel organel lainnya Tdk mampu reproduksi sendiri membutuh sel inang virus dengue

Morfologi Termasuk genus flavivirusdengan diameter 30 nm terdiri dari rna rantai tunggaldengan berat molekul 4 kali 106 Habitat dan hospes

Hewan mamalia seperti tikus kelinci anjing kelelawar dan piramate Vector Nyamuk genus aedes terutama aedes agypetei Penyebaran Tersedia di asia tenggara pasifik barat dan karabia Indonesia merupakan daerah endemis Cara infeksi Penularan infeksi bvirus dengue terjadi melalui vector nyamuk genus aedes 4. dhf a) Penyebab Virus dengue terdiri dari 4 1. den 1 2. den 2 3. den 3 4. den 4 b) Patogenesa Respon imun yang diketahuai berperan dalam patogenesa DHF adalah a. respon imun humoral berupa pembentukan antibody yang berrperan dalam proses netralisasi virus sitolisis yang dimediasi komplemen dan sitotoksisitas yang dimediasi antibody.antibody terhadap virus dengue berperan dalam mempercepat replikasi virus pada monosit atau makrofag.hipotesis ini disebut anti body dependent enhacement (ADE) b.limfosit t baik t-hepar(CD4)dan t sitotoksik (CD8) berperan dalam respon imun seluler terhadap virus dengue diferensiasi t herpar yaitu th1 akan memproduksi interferon gamma IL-2 dan limfokin sedangkan th2 memproduksi IL-4,IL-5,IL-6 dan IL-10 c.monosit dan makrofag berperan dalam fagositosis virus dengan opsonisasai antibody,namun proses fagoisitosis ini menyebabkan peningkatan replikasi virus dan sekresi sitokin oleh makrofag d.selain itu aktivitas komplemen oleh kompleks imun menyebabkan terbentuknya c3a dan c5a, Aktifitas virus dengue meyebabkan aktifitas makrofag yang memfagositosi kompleks virus antibody non netralisasi sehingga virus bereplikasi di makrofag. Interferon gamma akan mengaktifasi monosit sehingga disekresikan berbagai mediator inflamasi seperti THf-gamma,IL-1 PAF 9plaket zetiviting factor) IL-6 dan histamine yang mengakibatkan terjadinya difungsi sel endotel dan terjadfi kebocoran plasma c) Diagnosa 1 demam tinggi dengan waktu singkat antara 2-7 hari dapat mencapai 40 derajat demam disertai dengan anoreksia lemah badan nyeri oto nyeri sendi sakit punggung wajah kemerahan

2 tanda mimisan pendarahan gusi 3 pembesaran hati Bintik merah timbul karena pembuluh darah pecah 4 pemeriksaan uji tourniquet d) Uji lab Terjadi peningkatan Leukosit Trombosit <100.000 hematokrit meningkat sampai 20% Penatalaksanaan Pemiliharaan volume cairan sirkulasi dan infuse serta intra vena Pengobatan paracetamol

5. Respon imun Respon imun yang efektif adalah : Eusinofil dan makrofag Sel T (th1 dan th 2)

BAB III A. Kesimpulan DHF adalah penyakit yang terjadi karna infeksi virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Virus ini terdiri dari 4 tipe, dan apa bila terserang virus yang pertamana masih ada kemungkinan terkena virus yang tipe lainya. B. Daftar pustaka Gandahusada, Herry D. Ilahude, dan Wita pribadi. Parasitologi Kedokteran edisi ke-3. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.35-44. Pohan, Herdiman T. 2007. Dengue. Aru W. Sudoyo, Bambang Setiyohadi, Idrus Alwi,dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid III edisi IV. . Jakarta: Balai Penerbit FKUI.1767-1770Buku ilmu penyakit dalam edisi dua