Anda di halaman 1dari 15

HYDROCARBONS ( HIDROKARBON )

A. Hidrokarbon Termasuk Senyawa Karbon ( hidrocarbons are carbon compounds ) Senyawa hidrokarbon terdiri atas karbon dan hidrogen. Bagian dari ilmu kimia yang membahas senyawa hidrokarbon disebut kimia karbon. Dulu ilmu kimia karbon disebut kimia organik, karena senyawa-senyawanya dianggap hanya dapat diperoleh dari tubuh makhluk hidup dan tidak dapat disintesis dalam laboratorium. Akan tetapi sejak Friedrich Wohler pada tahun 1928 berhasil mensintesis urea (suatu senyawa yang terdapat dalam air seni) dari senyawa anorganik, amonium sianat dengan jalan memanaskan amonium sianat tersebut. Hydrocarbon compounds consist of carbon and hydrogen. The chemistry branch study about hydrocarbon compounds is called carbon chemistry. Early study of cabon chemistry is called organic chemistry, because carbon compounds found in the living things bodies and can not synthesize in laboratory. However, after Friedrich Wohler in 1928 succeeded in synthesizing an organic compound, that is urea, through heating ammonium cyanate. O || NH4+CNO- H2N - C - NH2 Begitu keberhasilan Wohler diketahui, banyaklah sarjana lain yang mencoba membuat senyawa karbon dari senyawa anorganik. Lambat laun teori tentang daya hidup hilang dan orang hanya menggunakan kimia organik sebagai nama saja tanpa disesuaikan dengan arti yang sesungguhnya. Sejak saat itu banyak senyawa karbon berhasil disintesis dan hingga sekarang lebih dari 2 juta senyawa karbon dikenal orang dan terus bertambah setiap harinya. Apa sebabnya jumlah senyawa karbon sedemikian banyak bila dibandingkan dengan jumlah senyawa anorganik yang hanya sekitar seratus ribuan ? Selain perbedaan jumlah yang sangat mencolok yang menyebabkan kimia karbon dibicarakan secara tersendiri , karena memang terdapat perbedaan yang sangat besar antara senyawa karbon dan senyawa anorganik seperti yang dituliskan berikut ini. Senyawa karbon membentuk ikatan kovalen dapat membentuk rantai karbon non elektrolit reaksi berlangsung lambat titik didih dan titik lebur rendah larut dalam pelarut organik Senyawa anorganik membentuk ikatan ion tidak dapat membentuk rantai karbon elektrolit reaksi berlangsung cepat titik didih dan titik lebur tinggi larut dalam pelarut pengion

Hidrokarbon merupakan segolongan senyawa yang banyak terdapat di alam sebagai minyak bumi. Indonesia banyak menghasilkan minyak bumi yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, diolah menjadi bahan bakar motor, minyak pelumas, dan aspal.

Special Properties of Carbon Atom Sifat sifat Istimewa Atom Carbon


Atom karbon dengan nomor atom 6 mempunyai susunan elektron K = 2, L = 4, jadi mempunyai 4 elektron valensi dan ukuran atom karbon yang relatif kecil memberilkan keunikan tersendiri bagi atom karbon yaitu ; Carbon atom has the atomic number 6 and has electron structure K = 2, L = 4. so, carbon atom has 4 valence electron and the size of carbon atom is relatively small that giving uniqe to carbon atom, namely :

1. Dapat membentuk empat ikatan kovalen dengan 3 variasi :

Carbon atom can form 4 covalent bond with 3 varians : a. 4 ikatan tunggal, umpamanya untuk CH4.

b. 1 ikatan rangkap 2 dan 2 ikatang tunggal, contoh etena ( C2H4)

c. 1 ikatan rangkap 3 dan 1 ikatan tunggal, contoh etuna atau asetilena

2. karena ukuran atom relatif kecil maka The Size of Carbon Atom Relatively Small atom karbon mempunyai kemampuan untuk membentuk ikatan dengan atom karbon lain membentuk rantai karbon yang terbuka atau tertutup/berlingkar. Contohcontoh rantai karbon dapat digambarkan dengan rumus struktur : Carbon atoms can bind one with another to form open or circular carbon chains. example carbon chains can describe with structural formula :

rantai terbuka rantai terbuka dan bercabang rantai tertutup Sekarang terjawablah mengapa jumlah senyawa karbon demikian banyaknya walaupun jumlah jenis unsur pembentuknya sedikit.

B. Classification of Hydrocarbons Klasifikasi Hidrokarbon


Kita mulai dengan klasifikasi hidrokarbon yang merupakan senyawa yang hanya tersusun oleh karbon dan hidrogen. Sedangkan senyawa karbon lainnya dapat dipandang sebagai turunan dari hidrokarbon. Hidrokarbon masih dapat dibagi menjadi dua kelompok utama: hidrokarbon alifatik, termasuk di dalamnya adalah yang berantai lurus, yang berantai cabang, dan rantai melingkar, dan kelompok kedua, hidrokarbon aromatik yang mengandung cincin atom karbon yang sangat stabil.

HIDROKARBON

ALIFATIK( aliphatic )

AROMATIK( aromatic )

Jenuh ( ALKANA)

Tidak jenuh ( ALKENA DAN ALKUNA )

alisiklik

aromatik

a. ALIFATIK ( ALIPHATIC ) - kadang disebut parafin

adalah rantai karbon yang mempunyai struktur lurus atau bercabang . is the carbon chain that have an open linear or branched structure. Examples : heptana, 2-methylbutana, atau atau

Hidrokarbon alifatik masih dapat dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan kelipatan ikatan karbon-karbon; Hidrokarbon jenuh yang mengandung ikatan tunggal karbon-karbon ( ALKANA ALKANE ) Hidrokarbon tak jenuh yang mengandung paling sedikit satu ikatan rangkap dua karbon-karbon atau ikatan rangkap tiga. Mengandung ikatan rangkap 2 disebut ALKENA ALKENE Mengandung ikatan rangkap 3 disebut ALKUNA ALKUNE b. ALISIKKLIK - ALICYCLIC molekul ini mempunyai sifat seperti alifatik tetapi berstruktur melingkar siklik yang mengandung minimal 3 atom karbon. these molecules have an aliphatic structure but contain a cyclic or ring structure of at least 3 carbon atoms (can't be less than 3!).e.g

Methylcyclohexana,

or

c. AROMATIK - AROMATIC Molekul ini mengandung cicncin benzena, yang berdasar pada cincin melingkar yang spesial terdiri dari 6 atom karbon . These molecules contain a benzene ring based a 'special' cyclic C6 system, which is an unsaturated ring (BUT not an alkene system) e.g.

benzena C6H6,

atau

methylbenzene C7H8, C6H5CH3 atau Lihatlah beberapa contoh dibawah ini :

atau

atau

aliphatic: 2-chloropropane,

or

alicyclic: fluorocyclopropane,

aromatic: 2,3-dichloromethylbenzene,

C. Alkana Alkane ( parafin ) 3

Adalah senyawa hidrokarbon lurus atau bercabang yang semua ikatannya merupakan ikatan tunggal ( hidrokarbon jenuh ). Is a single bond linear or branched hidrocarbon compounds .

Rumus umum Alkana : CnH2n+2


Homolog Suku pertama sampai dengan 10 senyawa alkana Suku ke n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 rumus molekul nama Metana metane Etana etane Propanapropane Butanabutane Pentanapentane Heksanahexane Heptanaheptane Oktanaoctane Nonananonane Dekanadecane titik didih (C/1 atm) -161 -89 -44 -0.5 36 68 98 125 151 174 massa 1 mol dalam g 16 30 44 58 72 86 100 114 128 142

1 CH4 2 C2H6 3 C3H8 4 C4H10 5 C5H12 6 C6H14 7 C7H16 8 C8H18 9 C9H20 10 C10H22

Alkana-alkana penting sebagai bahan bakar dan sebagai bahan mentah untuk mensintesis senyawa-senyawa karbon lainnya. Alkana banyak terdapat dalam minyak bumi, dan dapat dipisahkan menjadi bagian-bagiannya dengan distilasi bertingkat. Suku pertama sampai dengan keempat senyawa alkana berwujud gas pada temperatur kamar. Metana biasa disebut juga gas alam yang banyak digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga/industri. Gas propana, dapat dicairkan pada tekanan tinggi dan digunakan pula sebagai bahan bakar yang disebut LPG (liquified petroleum gas). LPG dijual dalam tangkitangki baja dan diedarkan ke rumah-rumah. Gas butana lebih mudah mencair daripada propana dan digunakan sebagai "geretan" rokok. Oktana mempunyai titik didih yang tempatnya berada dalam lingkungan bahan bakar motor. Alkana-alkana yang bersuhu tinggi terdapat dalam kerosin (minyak tanah), bahan bakar diesel, bahan pelumas, dan parafin yang banyak digunakan untuk membuat lilin. Bagaimana sifat-sifat senyawa karbon yang termasuk dalam satu deret homolog? Perhatikan tabel di atas di mana terdapat salah satu sifat, yaitu titik didih. Titik didih semakin tinggi jika massa molekul relatifnya makin besar. Hal ini berarti wujudnya akan berubah pada suhu kamar dari gas ke cair kemudian padat. Kecenderungan sifat apa lagi yang dapat anda ramalkan? Dalam kimia karbon adalah panting bagi kita untuk dapat menuliskan rumus molekul dan rumus struktur. Rumus molekul menyatakan banyaknya atom setiap unsur yang ada dalam suatu molekul. Sedangkan rumus struktur menggambarkan bagaimana atom-atom itu terikat satu sama lain. Karena atom karbon merupakan tulang punggung dari semua senyawa karbon, maka kita harus mampu menggambarkan rangka karbon dalam suatu molekul senyawa karbon. Setiap atom karbon dikelilingi secara tetrahedral oleh atomatom terikat dalam gambaran tiga dimensi, tetapi biasanya molekul-molekul senyawa karbon cukup digambarkan dengan gambaran dua dimensi saja. H | H-C-H

| H rumus struktur metana (gambar 2 dimensi) Nama Formula (rumus) Formula struktural H | H-C-H | H H | H-C| H H | C-H | H H H | | C-C-H | | H H H H | | C-C-H | | H H

metana

CH4

etana

C2H6

propana

C3H8

H | H-C| H

butana

C4H10

H H | | H-C-C| | H H

Sifat alkana sebenarnya berhubungan dengan rantai struktural molekulnya. Bila rantai karbon panjang atau bercabang, maka setelah anda buat rangka atom karbonnya tinggal membubuhkan atom-atom hidrogen pada ikatan atom karbon yang masih kosong. contoh : molekul butana | | | | -C-C-C-C| | | | sekarang anda tinggal membubuhkan atom-atom hidrogennya H H | | H-C-C| | H H H H | | C-C-H | | H H

Kalau anda membuat molekul butana dengan molymod, terlihat bahwa rantai karbonnya tidak benar-benar lurus seperti rumus strukturnya, karena atom karbon tetrahedral mencegah gambaran rantai karbon lurus. Kebanyakan yang kita tuliskan adalah rumus struktur yang lebih sederhana lagi yaitu: CH3 - CH2 - CH2 - CH3 atau CH3CH2CH2CH3 Jadi asal terbaca rantai karbonnya, itulah yang akan kita gunakan selanjutnya asal selalu ingat bahwa sesungguhnya adalah gambaran ruang.

Isomer Alkana
5

Bagaimana kita dapat memperoleh molekul alkana yang lebih panjang dari molekul yang lebih pendek ? Gantilah salah satu atom H dari metana dengan gugus -CH3 maka akan kita peroleh molekul etana. Demikian juga jika kita mengganti salah satu atom H dari etana dengan gugus -CH3 akan kita peroleh propana yang rantai karbonnya lebih panjang satu lagi. CH3-H diganti dengan -CH3 diperoleh CH3-CH3
CH3-CH2-H diganti dengan -CH3 diperoleh CH3-CH2-CH3

Anda boleh memilih salah satu atom H yang mana saja untuk diganti dengan gugus -CH3 dan anda akan memperoleh hasil penggantian yang sama. Kita mengatakan bahwa setiap atom H terikat secara ekuivalen dengan atom karbon. Tetapi bila sekarang anda akan mengganti salah satu atom H dari propana dengan gugus -CH3 anda akan memperoleh lebih dari satu macam hasil, perhatikanlah:

CH3-CH2-CH2-H diganti dengan -CH3 diperoleh CH3-CH2-CH2-CH3 n-butana H CH3 | | CH3-CH-CH3 diganti dengan -CH3 diperoleh CH3-CH-CH3 isobutana atau 2 metil propana Jelas terlihat bahwa kedua hasil penggantian di atas berbeda, kita mengatakan atom H tidak lagi terikat secara ekuivalen. Atom C yang terikat dengan satu atom C dan 3 atom H disebut atom C primer, sedang atom C yang terikat dengan dua atom C dengan dua atom H disebut atom C sekunder. Kedua hasil penggantian itu mempunyai rumus struktur yang berbeda tetapi rumus molekulnya sama, peristiwa ini disebut isomer. Jadi dapatkah Anda mendefinisikan apa itu isomeri ? Kedua hasil penggantian itu adalah senyawa yang berbeda terbukti mempunyai sifat-sifat berbeda, titik beku dan titik didih dari yang berantai lurus adalah -138,3C dan -0,5C sedang yang rantainya bercabang adalah -159C dan -12C. Sekarang semakin jelas tentunya mengapa jumlah senyawa karbon itu demikian banyaknya.

Tata Nama Alkana


Sekarang bagaimana memberi nama isomer butana itu ? Untuk itu marilah kita gunakan aturan tata nama yang diterbitkan IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry). 1. Determine the longest continuous chain of carbons that have the functional group attached to one of the carbons. Find the the chain name from the table,The chain does not necessarily have to be straight. Tentukan Rantai karbon berurutan yang terpanjang yang memiliki gugus fungsional yang mengikat satu karbon . ( kita menyebutnya rantai utama ).Carilah namanya pada tabel suku pertama sampai dengan 10 senyawa alkana dan letakkan di bagian belakang Kadang-kadang rumus struktur itu tidak digambarkan dengan rantai karbon terpanjang dalam garis lurus. 2. Isomer bercabang diberi nama sebagai turunan rantai lurus di mana satu atau beberapa atom hidrogen diganti dengan pecahan alkana. Pecahan alkana ini disebut gugus alkil, biasa diberi tanda -R (dari kata radikal), dan mempunyai rumus umum -CnH2n+1 Dengan mengganti n dengan angka-angka diperoleh suku-sukunya seperti terlihat pada tabel berikut

Beberapa gugus alkil

-CnH2n+1

Rumus struktur terinci H | -C-H | H H H | | -C-C-H | | H H H H H | | | - C - C - C- H | | | H H H H H H | | | -C-C-C| | | H H H H | C-H H

Rumus struktur sederhana

Nama

-CH3

-CH3

metil

-C2H5

-CH2-CH3

etil

-C3H7

-CH2-CH2-CH3

propil

-C4H9

-CH2-CH2-CH2-CH3

butil

Tentunya anda dapat meneruskan untuk alkil-alkil lain, tetapi sebagai gugus cabang tentunya jarang yang berantai panjang. Letakkan nama gugus cabang ini di depan nama rantai induk 3. Untuk menentukan cabang pada rantai induk, rantai induk itu diberi diberi nomor dari kiri atau dari kanan sehingga cabang pertama mempunyai nomor terkecil. contoh : H | H - C5 | H H H H H | | | | C4 - C3 - C2 - C1 - H | | | | H H H-C-H H | H tabel ini

a. Menurut aturan nomor satu, rantai C terpanjang 5, jadi menurut , namanya pentana dan kita letakkan di bagian belakang. b. cabangnya adalah metil c. Letakkan cabang itu pada atom C nomor dua dari kanan (karena kiri menjadi nomor 4).

kalau dari

4. Kadang-kadang terdapat lebih dari satu cabang. Jika cabang-cabang itu sama,

namanya tidak perlu disebut dua kali. Cukup diberi awalan di- , kalau 3 cabang sama awalannya tri- , tetra untuk 4 cabang yang sama dan seterusnya. Ingat setiap cabang diberi satu nomor, tidak peduli cabangnya sama atau beda. contoh : H H H H | | | | H- 1C - 2C - 3C - 4C - H | | | | H H-C-H H-C-H H | | H H

2,3-dimetilbutana

a. Rantai terpanjangnya 4, jadi dinamakan butana b. Cabangnya adalah metil dan ada dua

c. Letak cabangnya pada atom C nomor 2 dan nomor 3. Jika cabang-cabang itu berbeda, maka urutan menyebutnya adalah menurut urutan abjad huruf pertamanya, cabang etil disebut dulu dari cabang metil.

D. Alkena alkene
Alkena tergolong hidrokarbon tidak jenuh yang mengandung satu ikatan rangkap dua antara dua atom C yang berurutan. Alkenes can be classified into the unsaturated-hydrocarbon having one the double bond and its bond between two carbon atom in structure.

Rumus umum Alkena: CnH2n The General Formula of Alkene


Kekurangan jumlah atom H pada alkena dibandingkan dengan jumlah atom H pada alkana dapat dijelaskan sebagai berikut. Perhatikan untuk n = 2, pada alkana adalah C2H6 sedang pada alkena adalah C2H4, bagaimana dapat digambarkan rumus strukturnya? Perhatikan contoh berikut! H H H H | | | | H - C - C - H berubah menjadi H - C = C - H | | H H

Lima suku pertama alkena Suku ke 1 2 3 4 5 n 2 3 4 5 6 CH2 CH2 CH2 CH2 CH2 = = = = = CH2 CH CH CH CH rumus struktur CH3 CH2 - CH3 CH2 - CH2 - CH3 CH2 - CH2 -CH2 - CH3 nama etena propena 1-butena 1-pentena 1-heksena

Nama alkena berbeda dengan alkana hanya pada bagian belakang, jadi bagian yang menunjuk pada jumlah tidak berubah. Bagaimana memberi nama alkena yang bercabang? Secara garis, besar tidak berbeda dengan cara memberi nama alkana yang bercabang, tetapi pada penentuan rantai induk yang terpanjang harus rantai yang mengandung ikatan rangkap. Jadi ikatan rangkapnya diutamakan dengan nomor terkecil. Sebagai contoh lihatlah rumus struktur berikut ini. H H H H | | | | 1 C = C2 - C3 - C4 - H | | | H CH3 H

3-metil-1-butena (bukan 2-metil-3-butena)

Pada alkana tidak ada bagian dari rumus strukturnya yang mempunyai ciri khas, sebaliknya pada alkena ada bagian dari rumus strukturnya yang mengandung satu ikatan rangkap dua. Bagian ini (-C=C-) disebut gugus fungsional. Suku alkena yang banya dikenal adalah etena (etilena) dan propena (propilena) yang merupakan bahan dasar untuk membuat plastik polietena (politena) dan polipropilen.

E. Alkuna alkune 8

Alkuna merupakan deret senyawa hidrokarbon tidak jenuh yang dalam tiap molekulnya mengandung satu ikatan rangkap 3 diantara dua atom C yang berurutan. Alkunes is a group of unsaturated-hydrocarbon compounds which every molekul have one the triple bond and its bonds between the carbon atom in structure.

Rumus umum Alkuna = CnH2n-2 General Formula of Alkune


Seperti halnya alkena, alkuna juga mempunyai suku pertama dengan harga n = 2, sehingga rumus molekulnya C2H2, sedang rumus strukturnya H - C = C - H. Senyawa alkuna tersebut mempunyai nama etuna atau dengan nama lazim asetilena. Asetilena merupakan suatu gas yang dihasilkan dari reaksi karbon dengan air dan banyak digunakan oleh tukang las untuk menyambung besi. CaC2 (s) + 2 H20 (l) C2H2 (g) + Ca(OH)2 (aq) karbida asetilena Tata nama alkuna sama dengan alkana atau alkena, bagian pertama menunjuk pada jumlah sedang bagian kedua adalah akhiran -una, tetapi suku pertamanya juga mempunyai n = 2 seperti alkena. Etuna merupakan suku alkuna satu-satunya yang dapat dibuat. Suku-suku alkuna lain sering diberi nama atau dianggap sebagai turunan etuna. Jadi propuna disebut metil asetilena. Seperti pada alkana, suku-suku rendah pada alkena dan alkuna pun hanya mempunyai satu rumus struktur, tetapi pada suku ketiga (jangan lupa harga n-nya 4) dapat kita tuliskan lebih dari satu rumus struktur yaitu , pada alkena 1-butena 2-butena

CH2=CH-CH2-CH3

CH3-CH=CH-CH3 CH2=C-CH3 2-metil-1-propena | CH3 pada alkuna CH3C-CH2-CH3 CH3-CC-CH3

1-butuna 2-butuna

Jadi peristiwa isomeri terjadi pula pada alkena dan alkuna, bahkan penyebabnya dua. Kalau pada alkana hanya pada rantainya berbeda (disebut isomeri rantai), pada alkena dan alkuna dapat pula disebabkan ikatan rangkapnya berpindah tempat (disebut isomeri posisi) karena itu letak ikatan rangkap pada suku-suku alkena dan alkuna yang lebih tinggi selalu diberi nomor seperti terlihat di atas.

Beberapa Hidrokarbon Lain


Seperti dikatakan dalam klasifikasi hidrokarbon, masih banyak hidrokarbon lainnya, tetapi rumus umumnya kadang-kadang sama dengan rumus umum yang ada antara lain rumus umum alkena. Rumus umum alkena juga menunjukkan hidrokarbon siklis yang jenuh yang dikenal sebagai siklana (siklo-alkana) dan siklo-propana sebagai suku pertamanya mempunyai harga n = 3. Alkandiena dan siklo-alkena mempunyai rumus umum yang sama dengan alkuna. Rumus molekul C5H8 dapat merupakan pentuna, isoprena (monomer dari karet alam atau siklopentana). H3C - CH2 - CH2 - C CH pentuna

H2C = C - CH = CH2 | CH3

isoprena

Adalagi hidrokarbon berlingkar yang mengandung cincin segi enam, dikenal sebagai hidrokarbon aromatik karena umumnya hidrokarbon ini harum baunya walaupun banyak juga yang beracun. Struktur utama senyawa aromatik yang menjadi dasar sifat-sifat kimianya adalah cincin benzena. Cincin benzena biasa digambarkan sebagai segi-enam beraturan dengan tiap sudut ditempati oleh atom C yang mengikat satu atom H dan ikatan rangkap yang berselang-seling antara dua atom C yang berurutan (lihat gambar di bawah ini). Gambaran ini sempat menguasai senyawa aromatik untuk beberapa puluh tahun sebelum akhirnya diubah karena sifat-sifat utama ikatan rangkap tidak tampak pada gambaran struktur benzena sebelumnya. Hidrokarbon aromatik banyak pula terdapat dalam minyak bumi.

F. MINYAK BUMI Petroleum

Minyak bumi (bahasa Inggris : petroleum, dari bahasa Latin petrus karang dan oleum minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak Bumi. Minyak bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana, tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya.

1. KOMPONEN MINYAK BUMI Petroleum Composition


1. Senyawa Hidrokarbon Alifatik Rantai Lurus Disebut juga alkana atau normal parafin. Senyawa ini banyak terdapat dalam gas alam dan minyak bumi yang memiliki rantai karbon pendek 2. Senyawa Hidrokarbon Bentuk Siklik Senyawa hidrokarbon siklik adalah senyawa hidrokarbon golongan sikloalkana atau sikloparafin. Senyawa hidrokarbon ini memiliki rumus molekul sama dengan alkena, tetapi tidak memiliki ikatan rangkap dua dan membentuk struktur cincin. Pada umumnya, senyawa hidrokarbon siklik dalam minyak bumi berupa campuran siklopentana dan sikloheksana yang disebut naften. Dalam minyak bumi, antarmolekul siklik tersebut kadang kadang bergabung membentuk suatu molekul yang terdiri atas beberapa senyawa siklik. 3. Senyawa Hidrokarbon Alifatik Rantai Bercabang Contoh : isoalkana atau isoparafin Jumlah senyawa hidrokarbon ini tidak sebanyak senyawa hidrokarbon alifatik rantai lurus dan senyawa hidrokarbon bentuk siklik. 4. Senyawa Hidrokarbon Aromatik Merupakan senyawa hidrokarbon yang berbentuk siklik segienam, berikatan rangkap dua selang seling, dan senyawa hidrokarbon tak jenuh. Jumlah senyawa hidrokarbon ini paling

10

sedikit di antara jenis lainnya. Pada umumnya, senyawa hidrokarbon aromatik ini terdapat dalam minyak bumi yang memiliki jumlah atom C besar Tabel ini menyatakan komposisi senyawa hidrokarbon dalam beberapa komponen minyak bumi Komponen Minyak Bumi Gas Bensin Kerosin Solar Minyak Pelumas Residu % Volume n-Alkana 100 38 23 22 16 13 Sikloalkana 43 43 48 52 51 Isoalkana 20 15 9 6 1 Aromatik 9 19 21 24 27 Residu 8

2. PENGOLAHAN MINYAK BUMI ( Petroleum Manufacture )


Proses pengolahan minyak bumi terdiri dari dua jenis proses utama, yaitu Proses Primer dan Proses Sekunder. Sebagian orang mendefinisikan Proses Primer sebagai proses fisika, sedangkan Proses Sekunder adalah proses kimia. proses primer komponen atau fraksi minyak bumi dipisahkan berdasarkan salah satu sifat fisikanya, yaitu titik didih melalui proses destilasi bertingkat menggunakan kolom fraksinasi. Sementara pemisahan dengan cara Proses Sekunder bekerja berdasarkan sifat kimia kimia, seperti perengkahan atau pemecahan maupun konversi, dimana didalamnya terjadi proses perubahan struktur kimia minyak bumi tersebut sehingga bahan bakar yang dihasilkan mengalami peningkatan kualitas. Gambar destilasi minyak bumi :

11

Titik pendidihan dalam tekanan atmosfer fraksi distilasi dalam derajat Celcius: 1. minyak eter: 40 - 70 C (digunakan sebagai pelarut) 2. minyak ringan: 60 - 100 C (bahan bakar mobil) 3. minyak berat: 100 - 150 C (bahan bakar mobil) 4. minyak tanah ringan: 120 - 150 C (pelarut dan bahan bakar untuk rumah tangga) 5. kerosene: 150 - 300 C (bahan bakar mesin jet) 6. minyak gas: 250 - 350 C (minyak diesel/pemanas) 7. minyak pelumas: > 300 C (minyak mesin) 8. sisanya: tar, aspal, bahan bakar residu Jumlah atom karbon dalam rantai hidrokarbon bervariasi. Untuk dapat dipergunakan sebagai bahan bakar maka dikelompokkan menjadi beberapa fraksi atau tingkatan dengan urutan sederhana sebagai berikut :

1. Gas
Rentang rantai karbon : C1 sampai C5 Trayek didih : 0 sampai 50C Peruntukan : Gas tabung, BBG, umpan proses petrokomia. Gasolin (Bensin) Rentang rantai karbon : C6 sampai C11 Trayek didih : 50 sampai 85C Peruntukan : Bahan bakar motor, bahan bakar penerbangan bermesin piston, umpan proses petrokomia

2.

3. Kerosin (Minyak Tanah)


Rentang rantai karbon : C12 sampai C20 Trayek didih : 85 sampai 105C Peruntukan : Bahan bakar motor, bahan bakar penerbangan bermesin jet, bahan bakar rumah tangga, bahan bakar industri, umpan proses petrokimia

4. Solar
Rentang rantai karbon : C21 sampai C30 Trayek didih : 105 sampai 135C Peruntukan : Bahan bakar motor, bahan bakar industri

5. Minyak Berat
Rentang rantai karbon dari C31 sampai C40 Trayek didih dari 130 sampai 300C Peruntukan : Minyak pelumas, lilin, umpan proses petrokimia

6. Residu
Rentang rantai karbon diatas C40 Trayek didih diatas 300C Peruntukan : Bahan bakar boiler (mesin pembangkit uap panas), aspal, bahan pelapis anti bocor.

BENSIN SEBAGAI BAHAN BAKAR


Bensin digolongkan berdasarkan bilangan oktan yang dimilikinya .Bilangan oktan adalah angka yang menunjukkan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin terbakar secara spontan. Di dalam mesin, campuran udara dan bensin (dalam bentuk gas) ditekan oleh piston sampai dengan volume yang sangat kecil dan kemudian dibakar oleh percikan api yang dihasilkan busi. Karena besarnya tekanan ini, campuran udara dan bensin juga bisa terbakar secara spontan sebelum percikan api dari busi keluar. Jika campuran gas ini terbakar karena tekanan yang tinggi (dan bukan karena percikan api dari busi), maka akan terjadi knocking atau ketukan di dalam mesin. Knocking ini akan menyebabkan mesin cepat rusak, sehingga sebisa mungkin harus kita hindari. Nama oktan berasal dari oktana (C8), karena dari seluruh molekul penyusun bensin, oktana yang memiliki sifat kompresi paling bagus. Oktana dapat dikompres sampai volume kecil tanpa mengalami pembakaran spontan, tidak seperti yang terjadi pada heptana, misalnya, yang dapat terbakar spontan meskipun baru ditekan sedikit. Bensin dengan bilangan oktan 87, berarti bensin tersebut terdiri dari 87% oktana dan 13% heptana (atau campuran molekul lainnya). Bensin ini akan terbakar secara spontan

12

pada angka tingkat kompresi tertentu yang diberikan, sehingga hanya diperuntukkan untuk mesin kendaraan yang memiliki ratio kompresi yang tidak melebihi angka tersebut. Umumnya skala oktan di dunia adalah Research Octane Number (RON). RON ditentukan dengan mengisi bahan bakar ke dalam mesin uji dengan rasio kompresi variabel dengan kondisi yang teratur. Beberapa angka oktan untuk bahan bakar: 87 88 91 94 95 Bensin standar di Amerika Serikat Bensin tanpa timbal Premium-TT Bensin standar di Eropa Premix-TT Super-TT / pertamax

Angka oktan bisa ditingkatkan dengan menambahkan zat aditif bensin. Menambahkan tetraethyl lead (TEL, Pb(C2H5)4) pada bensin akan meningkatkan bilangan oktan bensin tersebut, sehingga bensin "murah" dapat digunakan dan aman untuk mesin dengan menambahkan timbal ini. Untuk mengubah Pb dari bentuk padat menjadi gas pada bensin yang mengandung TEL dibutuhkan etilen bromida (C2H5Br). Tetapi lapisan tipis timbal terbentuk pada atmosfer dan membahayakan makhluk hidup, termasuk manusia. Di negara-negara maju, timbal sudah dilarang untuk dipakai sebagai bahan campuran bensin. Zat tambahan lainnya yang sering dicampurkan ke dalam bensin adalah MTBE (methyl tertiary butyl ether, C5H11O), yang berasal dan dibuat dari etanol. MTBE murni berbilangan setara oktan 118. Selain dapat meningkatkan bilangan oktan, MTBE juga dapat menambahkan oksigen pada campuran gas di dalam mesin, sehingga akan mengurangi pembakaran tidak sempurna bensin yang menghasilkan gas CO. Belakangan diketahui bahwa MTBE ini juga berbahaya bagi lingkungan karena mempunyai sifat karsinogenik dan mudah bercampur dengan air, sehingga jika terjadi kebocoran pada tempat-tempat penampungan bensin (misalnya di pompa bensin) MTBE masuk ke air tanah bisa mencemari sumur dan sumber-sumber air minum lainnya. Etanol yang berbilangan oktan 123 juga digunakan sebagai campuran. Etanol lebih unggul dari TEL dan MTBE karena tidak mencemari udara dengan timbal. Selain itu, etanol mudah diperoleh dari fermentasi tumbuh-tumbuhan sehingga bahan baku untuk pembuatannya cukup melimpah. Etanol semakin sering dipergunakan sebagai komponen bahan bakar setelah harga minyak bumi semakin meningkat.

13

SOAL

14

15