Anda di halaman 1dari 11

SOLUTION (Larutan)

A. Definition of Solution Solution is a hamogeneous mixture which consist of two or more substances, dissolves each other and the component particles of the mixture cannot be differentiated anymore by physically. Larutan adalah campuran homogen dua zat atau lebih yang saling melarutkan dan masingmasing zat penyusunnya tidak dapat dibedakan lagi secara fisik.

Solution consist of two components, there are solute and solvent. Solute is the dissolved substance, meanwhile, solvent is the substance which dissolves other substances in a solution. Larutan terdiri dari 2 komponen yaitu solute dan solvent. Solute adalah zat terlarut, sedangkan solvent adalah zat yang melarutkan zat lain dalam larutan.

zat terlarut ( solute ) zat pelarut ( solvent )

: :

zat yang jumlah kuantitatifnya lebih sedikit dibanding zat pelarut zat yang melarutkan zat terlarut dan jumlah kuantitatifnya lebih banyak

B. Electrolityc Solution and Nonelectrolityc Solution Berdasarkan daya hantar listriknya (daya ionisasinya), larutan dibedakan dalam dua macam, yaitu larutan elektrolit dan larutan non elektrolit.

Electrolityc solution is a solution can conduct electricity. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Nonelectrolityc solution is a solution cannot conduct electricity. Larutan nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Elektrolityc solution can be distinguished into strong electrolyte and weak electrolyte. Larutan elektrolit dapat dibedakan ke dalam elektrolit kuat dan elektrolit lemah.
1. ELEKTROLIT KUAT ( strong electrolyte ) Electrolityc solution is a solution have electric conductivity strongly, because a strong electrolyte in water will be completely ionized, it means that the electrolyte will cpmpletely be dissociated into ions (ionization degree / = 1 Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang mempunyai daya hantar listrik yang kuat, karena elektrolit kuat di dalam air akan terionisasi secara sempurna, artinya zat elektrolit tersebut akan terurai seluruhnya menjadi ion - ion (derajat ionisasi / = 1). examples of strong electrolytes contoh - contoh elektrolit kuat adalah: a. Asam-asam kuat ( strong acid ) , seperti : HCl, HCl03, H2SO4, HNO3 dan lainlain. b. Basa-basa kuat ( strong base ), yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah, seperti: NaOH, KOH, Ca(OH)2, Ba(OH)2 dan lain-lain. c. Garam-garam yang mudah larut( soluble salt ), seperti: NaCl, KI, Al2(SO4)3 dan

48

lain-lain 2. ELEKTROLIT LEMAH ( weak electrolyte ) Noneletrolityc solution is a solution have electric conductivity weakly, because a weak electrolyte will partly be dissociated in water, so that the number of ions in the solution is not as much as in a strong electrolityc solution at the same concentration ( 0 < ionization degree / < 1 ) Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar listriknya lemah, karena elektrolit lemah akan terurai sebagian dalam air, sehingga jumlah ion ion dalam larutan tidak sebanyak larutan elektrolit kuat pada konsentrasi yang sama, derajat ionisasi sebesar: O < alpha < 1. examples of weak electrolyte contoh contoh elektrolit lemah: a. Asam-asam lemah ( weak acid ), seperti : CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S dan lainlain b. Basa-basa lemah ( weak base ) seperti : NH4OH, Ni(OH)2 dan lain-lain c. Garam-garam yang sukar larut, seperti : AgCl, CaCrO4, PbI2 dan lain-lain

Nonelectrolityc solution is a solution cannot conduct electricity. Because nonelectrolyte substances are dissolved in water, they will not be dissociated into ions, this causes the non electrolyte substances cannot conduct electricity. Examples of nonelectrolityc solution is sugar solution, glycerin, alcohol, etc.
Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Karena zat elektrolit yang dilarutkan dalam air tidak akan terurai menjadi ion ion, hal inilah yang menyebabkan zat elektrolit tidak dapat menghantarkan arus listrik. Contoh larutan non elektrolit adalah larutan gula, gliserin,alcohol, dll. Marilah kita lakukan percobaannya sesuai petunjuk percobaan berikut: a. Alat dan bahan yang harus disediakan Tabel 1. Alat dan bahan Alat dan Bahan Ukuran/satuan Gelas beker 100 ml Alat uji elektrolit Batere 9 volt Air suling Larutan HCl 1M Asam cuka 1M Larutan NaOH 1M Larutan ammonia 1M Larutan gula Larutan NaCl 1M Alkohol 70% Air ledeng Air Sumur

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

Jumlah 10 1 set 1 50 mL 50 mL 50 mL 50 mL 50 mL 50 mL 50 mL 50 mL 50 mL 50 mL

1.

Rangkaian alat penguji elektrolit seperti gambar 2 di bawah ini.

49

1. batu baterai 2. kabel penghubung 3. bola lampu 4. elektroda karbon 5. elektroda karbon 6. larutan yang diuji 7. gelas kimia Gambar 2. Pengisi elektrolit 2. Masukkan kira-kira 50 ml air kran ke dalam gelas kimia dan uji daya hantar listriknya. Catat apakah lampu menyala atau timbul gelembung gas pada elektroda. 3. Bersihkan elektroda dengan air dan keringkan, kemudian dengan cara yang sama uji daya hantar listrik larutan di bawah ini. Catatlah di tabel 2 pengamatan.
Tabel 2. Pengamatan

Bahan yang Diuji Air suling Air ledeng Air sumur Larutan HCl Asam cuka Larutan NaOH Larutan amonia Larutan gula Larutan NaCl Alkohol

Rumus zat Terlarut HCl CH3COOH NaOH NH3 C12H22O11 NaCl C2H5OH

Lampu Menyala/ Lampu Tidak Menyala ..... ..... ..... ..... ..... ..... ..... ..... ..... .....

Pengamatan Lain ..... ..... ..... ..... ..... ..... ..... ..... ..... .....

c. Setelah melakukan percobaan Cobalah Anda jawab pertanyaan-pertanyaan berikut dan jangan lupa berdiskusi dengan teman-temanmu ini. 1. Cobalah amati dengan seksama, apa yang terjadi pada lampu dan batang elektroda, adakah perubahan? 2. Diantara bahan yang diuji, zat manakah yang dapat menghantarkan arus listrik dan yang tidak dapat menghantarkan listrik. 3. Buatlah definisi tentang larutan elektrolit dan larutan non elektrolit. 4. Diantara larutan elektrolit di atas, manakah zat terlarutnya yang tergolong: (a) ikatan ion (b) ikatan kovalen Cobalah Anda bandingkan dengan jawaban di bawah ini. 1. Pada saat melakukan percobaan dapat diamati yang terjadi pada lampu dan elektroda (batang karbon). Pada lampu ada yang menyala terang, redup dan tidak menyala. Sedangkan pada batang karbon terdapat gelembung gas dan ada pula yang 2. tidak ada gelembungnya. Zat-zat yang dapat menghantarkan listrik adalah HCl, CH3COOH, NaOH, NH4OH 3. dan NaCl. Sedangkan yang tidak menghantarkan listrik : C12H22O11 dan C2H5OH. Dari hasil pengamatan, larutan-larutan yang dapat memberikan nyala pada lampu, baik terang, redup ataupun tidak menyala, tetapi ada gelembung gas disebut larutan elektrolit. Sedangkan sebaliknya disebut larutan non elektrolit jika tidak terdapat nyala lampu ataupun gelembung gas pada elektrodanya.

50

Pada saat Anda melakukan percobaan ternyata didapatkan larutan yang memberikan nyala terang, redup dan bahkan tidak menyala, ataupun pada elektrodanya, ada yang bergelembung gas ada pula yang tidak. Bagaimanakah hal ini dapat dijelaskan? Mengapa suatu larutan dapat menghantarkan listrik sementara yang lainnya tidak?

B. Perbedaan Larutan Berdasarkan Daya Hantar Listrik Berdasarkan daya hantar listriknya, larutan terbagi menjadi 2 golongan yaitu larutan elektrolit dan larutan non elektrolit. Untuk lebih mudah pemahaman Anda, cobalah perhatikan tabel 3 berikut. Tabel 3. Perbandingan sifat-sifat larutan elektrolit dan larutan non elektrolit Larutan Elektrolit 1. 2. 3. Dapat menghantarkan listrik Terjadi proses ionisasi (terurai menjadi ion-ion) Lampu dapat menyala terang atau redup dan ada gelembung gas Contoh: Garam dapur (NaCl) Cuka dapur (CH3COOH) Air accu (H2SO4) Garam magnesium (MgCl2) 1. 2. 3.

Larutan Non Elektrolit


Tidak dapat menghantarkan listrik Tidak terjadi proses ionisasi Lampu tidak menyala dan tidak ada gelembung gas Contoh: Larutan Larutan Larutan Larutan

gula (C12H22O11) urea (CO NH2)2 alkohol C2H5OH (etanol) glukosa (C6H12O6)

Adakah pengaruh daya hantar listrik dengan jenis zat tersebut? Seorang ahli kimia dari Swedia (1887), Svante August Arrhenius (1859 1927) menjelaskan bahwa larutan elektrolit mengandung atom-atom bermuatan listrik (ionion) yang bergerak bebas, hingga mampu untuk menghantarkan arus listrik melalui larutan. Contoh : larutan HCl. Larutan HCl di dalam air mengurai menjadi kation (H+) dan anion (Cl-). Terjadinya hantaran listrik pada larutan HCl disebabkan ion H+ menangkap elektron pada katoda dengan membebaskan gas Hidrogen. Sedangkan ion-ion Cl- melepaskan elektron pada anoda dengan menghasilkan gas klorin. Perhatikan gambar berikut. Gambar 3. Hantaran listrik melalui Larutan HCl TUGAS 1 1. Pernyataan yang benar tentang elektrolit .... a. zat-zat yang jika dilarutkan dengan air akan terurai menjadi ion negatif dan ion positif

51

b. zat-zat yang jika dilarutkan dalam air akan terurai menjadi molekulMolekul c. zat-zat yang jika dilarutkan dalam air tidak akan terurai menjadi atomatom d. zat-zat yang jika dilarutkan dalam air tidak akan terurai menjadi ion-ion e. zat-zat yang dilarutkan dalam air akan terurai menjadi gas-gas tertentu 2. Pasangan senyawa berikut yang termaksud elektrolit adalah .... a. asam sulfat dan etanol b. asam sulfat dan natrium nitrat c. asam cuka dan urea d. asam klorida dan urea e. glukosa dan urea 3. Diantara larutan berikut, manakah yang menimbulkan nyala lampu paling terang jika diperiksa dengan alat penguji hantaran listrik? a. CH3COOH b. NH3 c. CO(NH2)2 d. HCl e. C2H5OH 4. Suatu larutan dikatakan penghantar listrik yang baik bila larutan tersebut mengandung . a. molekul-molekul netral b. larutan yang bersifat kovalen c. electron yang bergerak bebas d. pelarut air e. ion-ion yang bergerak bebas 5. Yang dimaksud pelarut universal adalah a. alkohol b. eter c. air d. benzena e. kloroform MASALAH MASALAH LARUTAN Konsentrasi Larutan Konsentrasi merupakan cara untuk menyatakan hubungan kuantitatif antara zat terlarut dan pelarut. Menyatakan konsentrasi larutan ada beberapa macam, di antaranya: 1. FRAKSI MOL Fraksi mol adalah perbandingan antara jumiah mol suatu komponen dengan jumlah mol seluruh komponen yang terdapat dalam larutan. Fraksi mol dilambangkan dengan X. Contoh: Suatu larutan terdiri dari 3 mol zat A dan 7 mol zat B. maka fraksi molnya adalah: XA = nA / (nA + nB) = 3 / (3 + 7) = 0.3 XB = nB /(nA + nB) = 7 / (3 + 7) = 0.7 *) XA + XB = 1 2. PERSEN BERAT

52

Persen berat menyatakan gram berat zat terlarut dalam 100 gram larutan. Contoh: Larutan gula 5% dalam air, artinya: dalam 100 gram larutan terdapat : - gula = 5/100 x 100 = 5 gram - air = 100 - 5 = 95 gram 3. MOLALITAS (m) Molalitas menyatakan mol zat terlarut dalam 1000 gram pelarut. M = mol zat terlarut / 1000 gram pelarut m 1000 mol m= X = Mr P gram

Contoh: Hitunglah molalitas 4 gram NaOH (Mr = 40) dalam 500 gram air !
- molalitas NaOH = (4/40) / 500 gram air = (0,1 x 2 mol) / 1000 gram air = 0,2 m 4. MOLARITAS (Molar solution)( M ) A Molar solution (M) is a solution that contains 1 mole of solute in each litre of solution. A mole is the molecular weight (MW) expressed as grams . Molaritas menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam 1 liter larutan dimana mol disini adalah molar massa ( massa per Mr ).

M =

m 1000 mol X = Mr V liter

Contoh: Berapakah molaritas 9.8 gram H2SO4 (Mr= 98) dalam 250 ml larutan ?
- molaritas H2SO4 = (9.8/98) mol / 0.25 liter = (0.1 x 4) mol / liter = 0.4 M 5. NORMALITAS (N) A Normal solution (N) is a solution that contains 1 gram equivalent weight (gEW) of solute per litre of solution. The gram equivalent weight is equal to the molecular weight expressed as grams divided by the valency of the solute. Normalitas menyatakan jumlah massa ekivalen zat terlarut dalam 1 liter larutan. Massa ekuivalen sebanding dengan molar massa yang dinyatakan dengan gram dibagi valensi zat terlarut. Valensi adalah berapa banyak jumlah H+ atau OH- yang dipunyai oleh asam atau basa. Dengan kata lain : Untuk asam, 1 mol ekivalennya sebanding dengan 1 mol ion H+. Untuk basa, 1 mol ekivalennya sebanding dengan 1 mol ion OH-. Antara Normalitas dan Molaritas terdapat hubungan : N = M x valensi Contoh : H2SO4 sebanyak 0,3 mol dilarutkan sehingga volumenya menjadi 200 ml . tentukanlah molaritas dan normalitas larutan tersebut. Jawab: M= mol / liter = 0,3 mol / 0,2 liter = 1,5 M

53

N = M x valensi = 1,5 M x 2 = 3 N Valensi H2SO4 = 2 ( dilihat dari jumlah H = 2 ) 6. PENGENCERAN Rumus : Dimana : M1.V1 = M2.V2 M1 = molaritas mula mula M2 = molaritas setelah pengenceran V1 = volume mula mula V2 = volume setelah pengenceran.

Contoh : larutan gula 0,2 M sebanyak 100 ml diencerkan sehingga volumenya menjadi 500 ml. Tentukanlah berapa molaritasnya sekarang ? jawab : M1 = 0,2 M V1 = 100 ml V2 = 500 ml M2 = ........? M 1 . V1 = M 2 . V2 0,2 . 100 = M2 . 500 M2 = 0,04 M

7. PENCAMPURAN Rumus :

M total =

M 1.V1 xM 2 .V2 x... V1 +V2 +...

Tugas 2 : 1. NaOH 16 gram dilarutkan dalam 400 ml air. Tentukan molaritas larutan tersebut! (Ar Na = 23 O = 16 dan H = 1). 2. Diketahui suatu campuran terdiri dari senyawa A , B , dan C. A = 2 mol, B = 3 mol dan C = 5 mol. Tentukanlah fraksi mol dari A,B,C. 3. Batu kapur ( CaO ) sebanyak 56 g dilarutkan dalam 200 g air. Tentukan molalitas larutan tersebut . ( Ar Ca = 40, O = 16 ). 4. HCl 0,1 M sebanyak 200 ml diencerkan menjadi 1000ml. Tentukan molaritasnya setelah diencerkan! 5. Larutan H2SO4 0,1 M sebanyak 200 ml dicampur dengan larutan H2SO4 0,3 M sebanyak 300 ml. Tentukan molaritas setelah pencampuran. 6. How much sodium chloride is needed to make 1 litre of a 1 M solution? The atomic weight of sodium (Na) is 23.The atomic weight of chlorine (Cl) is 35.5 7. What mass of sodium hydroxide (NaOH) is needed to make up 500 cm 3 (0.5 dm3) of a 0.5M solution? [Ar's: Na = 23, O = 16, H = 1] 8. How many moles of H2SO4 are there in 250 cm3 of a 0.8M sulphuric acid solution? What mass of acid is in this solution? [Ar's: H = 1, S = 32, O = 16]

54

Teori Asam Basa


A. MENURUT ARRHENIUS Asam ialah senyawa yang dalam larutannya dapat menghasilkan ion H+. Basa ialah senyawa yang dalam larutannya dapat menghasilkan ion OH-. Contoh: 1) HCl(aq) H+(aq) + Cl-(aq) 2) NaOH(aq) Na+(aq) + OH-(aq) B. MENURUT BRONSTED-LOWRY Asam ialah proton donor, sedangkan basa adalah proton akseptor. Contoh: 1) HAc(aq) + H2O(l) H3O+(aq) + Ac-(aq) asam-1 basa-2 asam-2 basa-1 HAc dengan Ac merupakan pasangan asam-basa konjugasi. H3O+ dengan H2O merupakan pasangan asam-basa konjugasi. 2) H2O(l) + NH3(aq) NH4+(aq) + OH-(aq) asam-1 basa-2 asam-2 basa-1 H2O dengan OH merupakan pasangan asam-basa konjugasi. NH4+ dengan NH3 merupakan pasangan asam-basa konjugasi. Pada contoh di atas terlihat bahwa air dapat bersifat sebagai asam (proton donor) dan sebagai basa (proton akseptor). Zat atau ion atau spesi seperti ini bersifat ampiprotik (amfoter). C. Menurut Lewis, asam adalah zat yang dapat menerima pasangan elektron, sedangkan basa adalah zat yang dapat memberikan pasangan elektron. Sebagai contoh, dalam reaksi antara ion H+ dengan ion OH- membentuk H2O, maka menurut Lewis H+ merupakan asam dan OH- merupakan basa. Hal ini karena H+ menerima pasangan elektron yang diberikan oleh OH-.

Derajat Keasaman ( pH ) Untuk menentukan kekuatan asam basa digunakan istilah derajat keasaman ( pH ). Dirumuskan : pH = -log H+ pOH = -log OHpH + pOH = 14 dengan catatan : pH larutan < 7 : larutan bersifat asam pH larutan > 7 : larutan bersifat basa pH = 7 : larutan netral Indikator asam basa Indikator Lakmus merah Lakmus biru

Asam Merah Biru

Basa Merah Biru

garam merah Biru

55

Warna larutan dengan indicator univerasal ( The colours of solutions with universal indicator )

Tugas 3: 1.

Jelaskan teori asam basa menurut Arrhenius. 2. Jelaskan apa yang dimaksud asam kuat , asam lemah, basa kuat dan basa lemah. Beri masing masing 2 contoh senyawanya! 3. Tentukan sifata zat A, B, C, D bila diketahui tabel perubahan warna dengan indikator asam basa adalah sbb: Larutan Lakmus merah Lakmus biru A Merah Biru B Merah Biru C Merah Merah D biru biru 6. atau a. b. c. d. e. Tentukan jenis senyawa dibawah ini sebagai asam, basa garam dilihat dari pH nya ! A mempunyai pH = 1 CH3COOH mempunyai pH = 3 Ba(OH)2 mempunyai pH = 13 NH4OH pH = 10 H2O mempunyai pH = 7

Stokiometri Larutan Pada stoikiometri larutan, di antara zat-zat yang terlibat reaksi, sebagian atau seluruhnya berada dalam bentuk larutan. 1. Stoikiometri dengan Hitungan Kimia Sederhana Soal-soal yang menyangkut bagian ini dapat diselesaikan dengan cara hitungan kimia sederhana yang menyangkut hubungan kuantitas antara suatu komponen dengan komponen lain dalam suatu reaksi. Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah: a. menulis persamaan reaksi b. menyetarakan koefisien reaksi c. memahami bahwa perbandingan koefisien reaksi menyatakan perbandingan mol Karena zat yang terlibat dalam reaksi berada dalam bentuk larutan, maka mol larutan dapat dinyatakan sebagai: n=V.M dimana: n = jumlah mol V = volume (liter) M = molaritas larutan Contoh: Hitunglah volume larutan 0.05 M HCl yang diperlukan untuk melarutkan 2.4 gram logam magnesium (Ar = 24). Jawab:

56

Mg(s) + 2HCl(aq) MgCl2(aq) + H2(g) 24 gram Mg = 2.4/24 = 0.1 mol mol HCl = 2 x mol Mg = 0.2 mol volume HCl = n/M = 0.2/0.25 = 0.8 liter

Latihan ulangan formatif 1. Pada reaksi NaNH2 + NH4Cl --> NaCl + 2NH3, menurut teori Bronsted - Lowry, zat yang merupakan asam adalah: a. NH3 b. NH4+ c. Na+ d. Cle. NH22. Pada reaksi kesetimbangan amoniak dalam air, NH3 + H2O --> NH4+ + OH-, zat yang merupakan asam konjugat kuat adalah: a. NH3 b. H+ c. OHd. H2O e.NH4+ 3. Zat yang bersifat amfiprotik dari reaksi kesetimbangan (I) NH3 + H2O --> NH4+ + OH(II) HCl + H2O --> H3O+ + Cl-, adalah: a. NH3 b. HCl c. H2O d. H3O+ dan NH4+ e. OH- dan Cl4. Teori Arrhenius: H2O --> H+ + OHTeori Bronsted-Lowry: H2O + H2O --> H3O+ + OHBerdasarkan data tabel, baik dengan teori Arrhenius maupun teori Bronsted-Lowry, pernyataan berikut ini yang salah adalah: a. [H3O+]= [OH-] b. [H+] = [OH-] c. [H+] = [H3O+] d. Reaksi berlangsung endoterm e. Kenaikan suhu menyebabkan kesetimbangan bergeser ke kiri 8. Kelompok empat zat berikut ini yang merupakan basa lemah semuanya adalah: a. LiOH, NaOH, KOH, Be(OH)2 b. RbOH, CsOH, FrOH, Mg(OH)2 c. Be(OH)2, Mg(OH)2,Ca(OH)2, Sr(OH)2 d. Al(OH)3, Fe(OH)3,AgOH, Cu(OH)2 e. NH4OH, Be(OH)2,Mg(OH)2, Ba(OH)2 9. Asam berikut ini yang merupakan asam kuat adalah: a. H2C2O4 b. H3PO4 c. H2S

57

d. HClO3 e. H2CO3 11. Sebanyak 10 mL larutan asam sulfat 0,01 M dicampur dengan 40 mL larutan asam sulfat 0,06M, maka pH larutan yang terjadi adalah: a. 1,0 b. 1,1 c. 1,2 d. 1,3 e. 1,4 12. Senyawa ion yang bersifat elektrolit terdapat pada: a. PbCl2(s) b. AgNO3(aq) c. CaO(s) d. NaCl(l) e. HCl(aq)

58