Anda di halaman 1dari 10

THERMOCHEMISTRY

Thermochemistry
THERMOKIMIA
The branch of chemistry concerned with the energy changes that occur during chemical reactions and phase changes is called thermochemistry.
Cabang ilmu kimia yang mampelajari tentang perubahan energi dan perubahan fase yang menyertai berlangsungnya reaksi kimia disebut termokimia. 1. ASAS KEKEKALAN ENERGI Energy cannot be created or destroyed. Energy can only change form. Chemically, that usually means energy is converted to work, energy in the form of heat moves from one place to another, or energy is stored up in the constituent chemicals. Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan ,yang dapat hanya diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Secara kimia biasanya energi diubah jadi kerja, atau berpindah dari satu tempat ke tenpat lain, atau disimpan dalam senyawa kimia. 2. System and Environment A system is an assembly of substances which becomes the object of observation (research) limited by physical limitations or a certain mathematical copception, while an environment is everything outside the system. Sistem dan Lingkungan Sistem adalah zat zat yang menjadi objek pengamatan (penelitian) yang dibatasi oleh batas batas fisis atau konsepsi matematika tertentu, sedangkan lingkungan adalah segala sesuatu di luar sistem.

Based on the limitation between system and environment, systems are distinguished into isolated system, closed system, and opened system. 1. an isolated system is a system the heat exchange and the transfer of matter between system and environment which are not possible to occur. 2. a closed system is a system the heat exchange between system and environment in which is possible to occur, but in the system the transfer of matter does not occur. 3. an opened system is a system the heat exchange and the transfer of matter between system and environment which are possible to occur.
Berdasarkan batas antara system dengan lingkungan, maka system dibedakan menjadi system terisolasi, system tertutup, dan system terbuka. 1. sistem terisolasi adalah sistem yang tidak mungkin terjadi pertukaran kalor dan perpindahan materi antara system tersebut dengan lingkungan. 2. sistem tertutup adalah sistem yang mungkin terjadi pertukaran kalor dan perpindahan materi antara system tersebut dengan lingkungan, tetapi dalam system tersebut tidak terjadi perpindahan materi. 3. sistem terbuka adalah sistem yang mungkin terjadi pertukaran kalor dan perpindahan energy antara sistem tersebut dengan lingkungan. 3. ENTHALPY Basically, in a substance there found an amount of energy which can change in a chemical reaction. In 1847, a German scientist, Herman Ludwig Ferdinand von Helmholtz (1821 1894) proposed the term of enthalpy to represent the amount of energy containing in a substance at room temperature (25 C or 298 K). in this case, enthalpy is defined as a measure of thermodynamic property of a system which is equal to the sum of the internal energy of that and the product of its pressure and volume. Mathematically, enthalpy is represented by the following equation.

THERMOCHEMISTRY

Pada dasarnya, dalam suatu zat terkandung sejumlah energi yang dapat berubah dalam suatu reaksi kimia. Pada tahun 1847, seorang ilmuwan Jerman, Herman Ludwig Ferdinand von Helmholtz (1821 1894) mengusulkan istilah entalpi untuk menyatakan jumlah energi yang terkandung dalam suatu zat pada suhu kamar (25 C atau 298 K). dalam hal ini, entalpi didefinisikan sebagai ukuran sifat thermodinamik suatu sistem yang sama dengan jumlah energy dalam sistem tersebut dengan hasil kali tekanan dan volumnya. Secara matematis, entalpi dinyatakan dengan persamaan berikut. H = U + PV where : H = enthalpy (entalpi) U = internal energy of system (energi dalam sistem) P = pressure (tekanan) V = volume (volum) 4. PERUBAHAN ENTALPI Chemical reactions are accompanied by enthalpy (heat) changes. This means that the total energy of the products (H2) is different from the total energy of the reactants (H 1). The enthalpy change is given by sometimes called the heat of reaction Pada reaksi kimia kita selalu terjadi perubahan enthalpy. Besarnya perubahan entalpi ( H ) sama dengan selisih jumlah energi hasil reaksi ( H 2 ) dengan jumlah entalpi pereaksi ( H 1 ). Kadang disebut pula kalor reaksi. H = H2 H1

If a reaction is carried out at constant pressure (P),the change in enthalpy is equal to the heat absorbed or released by the system in that reaction. It can be mathematically represented as follows
Jika reaksi dilakukan pada tekanan tetap, maka perubahan entalpi reaksinya sama dengan kalor yang diserap atau dilepaskan oleh sistem pada reaksi tersebut. Hal ini secara matematis dapat dinyatakan sebagai berikut : H = Qp where : Qp = the heat of reaction at constant pressure Kalor reaksi pada tekanan tetap

5.

MACAM REAKSI A. Reaksi eksotermis Pada reaksi eksoterm terjadi perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan atau pada reaksi tersebut dikeluarkan panas ( melepaskan kalor ). Pada reaksi eksoterm harga H = ( - ). dengan ciri : H2 < H 1 H = - ( negative ) Suhu akhir ( T2 ) > suhu awal ( T1 ). Panas berpindah dari sistim ke lingkungan Contoh : pembakaran bensin, kapur gamping dilarutkan dalam air, Peragian kedelai menjadi tempe dll. Persamaan thermokimia 2H2 (g) + O2 (g) 2H2O (l) H(298K) = -571.6 kJ mol-1 B. Reaksi endotermis ( reaksi yang membutuhkan kalor ) dengan ciri : H2 > H 1 H = + ( positive ) Suhu akhir ( T2 ) < suhu awal ( T1 ). Panas berpindah dari lingkungan ke sistem.

THERMOCHEMISTRY

Contoh : ammonia dilarutkan dalam air Persamaan thermokimia C + H2 C2H2 H = +394 KJ

Exercise 1

Classify the following reactions as exothermic or endothermic Tentukan reaksi reaksi sebagai reaksi eksotermis atau endotermis. (i) Sodium hydroxide dissolves in water and the temperature of the solution rises. Natrium hidroksida dilarutkan dalam air dan suhu larutan naik. (ii) Ammonium chloride dissolves in water and the temperature of the surroundings drops. Amonium klorida dilarutkan dalam air dan suhu lingkungan turun. (iii) Hydrogen and oxygen combine explosively to form water. Hidogen dan oksigen bergabung disertai ledakan membentuk air. (iv) Liquid water condenses to ice at 0oC. Air dalam fase cair membeku menjadi es pada 00 C. (v) Liquid nitrogen (boiling point = 77 K) boils spontaneously at room temperature. Nitrogen cair ( titik didih = 77 K ) mendidih secara spontan pada suhu ruang.
6. JENIS JENIS PERUBAHAN ELTALPI

(a) The Change in Standard Enthalpy of Formation The change in standard enthalpy of formation is the change in enthalpy of formation reaction for one mole compound from its element measured at standard state (temperature of 250 C and pressure of 1 atm). It is symbolized by Hf0 (f is derived from formation) Perubahan entalpi pembentukan standar adalah perubahan entalpi reaksi pembentukan satu mol senyawa dari unsur unsurnya yang di ukur pada keadaan standar (suhu 25 C dan tekanan 1 atm). Perubahan entalpi pembentukan standar tersebut dilambangkan dengan Hf0 (f diambil dari kata formation). Contoh : Enthalpi pembentukan etanol melepas / menghasilkan kalor sebesar 277,7 KJ/mol diukur pada kondisi standar, etanol dibentuk dari unsur karbon ( C ) , gas hydrogen ( H 2 ) dan gas oksigen (O2 ). Dapat ditulis dalam persamaan termokimia : Koef reaksi = 1 bisa dianggap 1mol ( penting )

2C + 3H2 + O2

C2H5OH

Hf = -227,7 kJ

H = negative ( eksotermis = menghasilkan kalor ) koef = 2 diperoleh dari penyetaraan reaksi pembentukan 1 mol etanol.

THERMOCHEMISTRY

(b) The Change in Standard Enthalpy of Combustion . The change in standard enthalpy of combustion is the change in enthalpy in a complete combustion for a substance at temperature of 25 0 C and pressure of 1 atm. The amount of that is equal to the released by the substance when it is burned. The change in standard enthalpy of combustion is symbolized by Hc (c is derived from combustion). Perubahan entalpi pembakaran standar adalah perubahan entalpi dalam pembakaran sempurna suatu zat pada suhu 250 C dan tekanan 1 atm. Besarnya perubahan entalpi pembakaran standar tersebut sama dengan kalor yang dilepaskan oleh zat ketika dibakar. Perubahan entalpi pembakaran standar dilambangkan dengan Hc. (c diambil dari combustion). Example : in complete combustion for propene gas.

Beraksi dengan O2 = pembakaran

0 = kondisi standar

C3H6 (g) + 9/2 O2 (g) 3CO2 (g) + 3H2O (l) Hc = -2291.7 kJ mole-

KOEF = 1 dianggap 1 mol

H = negative = eksotermis pada kondisi standar

(c) The Change in Standard Enthalpy of Dissociation The change in standard enthalpy of dissociation is the change in enthalpy of dissociation reaction for one mole compound into its elements measured at standard state (temperature of 250 C and pressure of 1 atm). It is symbolized by Hd (d is derived from dissociation) Perubahan entalpi penguraian standar adalah perubahan entalpi reaksi penguraian satu mol senyawa menjadi unsur unsurnya yang diukur pada keadaan standar (suhu 25 C dan tekanan 1 atm). Perubahan entalpi penguraian standar tersebut dilambangkan dengan H d (d diambil dari kata dissociation).

The dissociation reaction is opposition of the formation. If the change standard enthalpy of formation is negative, that of dissociation for the same substance is positive and vice versa.
Reaksi penguraian merupakan kebalikan dari reaksi pembentukan. Jika perubahan entalpi pembentukan standar negatif, maka perubahan entalpi penguraian standar untuk zat yang sama adalah positif dan sebaliknya. Hf = - Hd 2C + 3H2 + O2 Maka : C2H5OH 2C + 3H2 + O2 Hd = 227,7 kJ ( sesuai dengan hukum Laplace ) C2H5OH Hf = -227,7 kJ

Examples : 1. Diketahui reaksi C + 2H2 CH4 Hf = -74,81 kJ/mol, tentukanlah : a. persamaan termokimia dari reaksi penguraian gas CH4 b. H = reaksi untuk membentuk 4 gram gas CH4, bila diketahui Ar C = 12 H = 1.

THERMOCHEMISTRY

c. H = reaksi untuk menghasilkan 1 gram gas H2 dari reaksi penguraian CH4. Jawab : a. Diketahui Hf CH4 = -74,81 kJ/mol , maka bila ditanyakan reaksi peruraiannya , reaksi tersebut tinggal dibalik saja. CH4 C + 2H2 Harga enthalpi penguraiannya = Hd CH4 = -Hf CH4 = - (-74,81 ) = 74,81 kJ/mol. b. Hf CH4 = -74,81 kJ/mol ,berarti diukur pada kondisi CH4 = 1 mol. 4 gr CH4 = ..mol ? Mol = gr / mr = 4/ ( 12 + 4 ( 1 )) = mol Bila 1 mol CH4 menghasilkan kalor sebanyak 74,81 kJ, maka jika mol akan menghasilkan kalor : H = mol x -74,81 kJ/mol = -18,725 kJ c. CH4 C + 2H 2 Hd = 74,81 kJ/mol koef 1 1 2 mol 1 mol 1 mol 2 mol artinya 1 mol CH4 menghasilkan 2 mol H2 dengan Hd = 74,81 kJ/mol 1 gr H2 = mol ? Mol H2 = 1 gr / 2(1) = 1/2 mol CH4 C + H2 Hd = 74,81 kJ/mol Maka H = mol x 74,81 kJ/mol = 18,725 kJ.

Exercise 2 : 1. Diketahui persamaan suatu reaksi adalah sebagai berikut : C + O2 CO2 H = -393,5 kJ/mol. Tentukanlah : a. tentukan enthalpy penguraian standart dari CO2 b. tentukan enthalpy pembakaran standar dari C ( karbon ) c. tentukan enthalpy reaksi pembentukan 2 mol CO2. 2. diketahui persamaan thermokimia N2 + 3H2 2NH3 H0 = -92,22kJ/mol . a. Tentukanlah berapa enthalpy reaksi dari pembentukan 3 mol amonia ( NH 3 ). b. Tentukan H penguraian 34 gram amoniak ( N = 14 dan H = 1 ) 3. Reaksi CH4 + 2O2 CO2 + 2H2O H = -802 kJ/mol a. tentukan Hc0 dari C3H4 b. tentukan berapa H reaksi dari pembakaran 3 mol CH4 c. tentukan berapa H reaksi dari pembakaran 8 gram CH4 ( Ar C = 12 dan H = 1 )

7. PENENTUAN ENTHALPI REAKSI a. Melalui Percobaan dengan Kalorimeter Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kalor yang dilepas atau diterima oleh suatu sistem.

THERMOCHEMISTRY

MACAM KALORIMETER Metode ini dapat digunakan untuk reaksi non pembakaran yang terjadi secara spontan di suhu ruang baik melibatkan zat pada fase cair atau padat yang bereaksi dengan cairan. Reaktan ditimbang dahulu atau diukur volumenya jika berwujud cair (biasanya air). Kalorimeter ini bisa digunakan untuk reaksi eksotermis maupun endotermis. See calculations below. Metode ini ini khusus untuk mengukur energi yang dilepaskan oleh bahan bakar yang terbakar. Bahan bakar diukur sebelum dan sesudah pembakaran untuk mendapat barapa banyak bahan bakar yang terbakar. Kenaikan suhu dapat dicatat dari kenaikan angka pada thermometer. (1g = 1cm3).

Contoh soal untuk calorimeter tipe I. 5 g ammonium nitrat (NH4NO3) dilarutkan dalam 50 cm3 air (50 g) dan suhu turun dari 22oC menjadi 14oC. Penyelesaian : Suhu berubah dari = 22 - 14 = 8oC (berarti reaksi endothermic karena suhu turun, energi diserap oleh system. ) Panas yang diserap oleh air = massa air x Cair x temperature = 50 x 4.2 x 8 = 1680 J (for 5 g) Panas yang diserap pada pelarutan adalah = 1680 / 5 = 336 J/g NH4NO3 Diketahui Ar: N = 14, H = 1, O = 16 Mr(NH4NO3) = 14 + (1 x 4) + 14 + (3 x 16) = 80, so 1 mole = 80g Panas yang diserap pada pelarutan 1 mol NH4NO3 = 80 x 336 = 26880 J/mol = Hsolution = +26,88 kJmol-1 Contoh untuk kalorimrter tipe 2 100 cm3 air (100g) diukur dengan kalorimeter. pemanas yang digunakan berisi alkohol C2H5OH dan beratnya adalah 18,62 g di awal. Setelah pemanasan beratnya adalah 17,14 g dan temperatur air naik dari 18 menjadi 89 oC. Temperatur naik = 89 - 18 = 71oC ( reaksi exothermic, heat energy given out). Massa bahan bakar yang terbakar = 18,62-17,14 = 1,48gr. Heat absorbed by the water = mass of water x SHCwater x temperature = 100 x 4.2 x 71 = 29820 J (for 1.48 g) Panas yang dilepas per gram nya = energi yang diberikan dalam J / massa bahan bakar yang dibakar. Panas yang dilepas pada pembakaran = 29820 / 1,48 = 20149 J/g dari C 2H5OH Perubahan energi ini dapat dibuat dalam basis mol . Ar: C = 12, H = 1, O = 16 Mr(C2H5OH) = (2 x 12) + (1 x 5) + 16 + 16 = 46, maka 1 mol = 46g Panas yang dilepas oleh 1 mol C2H5OH = 46 x 20149 = 926854 J/mol

THERMOCHEMISTRY

Enthalpy pembakaran ethanol = Hc (ethanol) = -926.9 kJmol-1 b. HUKUM HESS "Jumlah panas yang dibutuhkan atau dilepaskan pada suatu reaksi kimia tidak tergantung pada jalannya reaksi tetapi ditentukan oleh keadaan awal dan akhir."

Hess's law which states that the total enthalpy change accompanying a chemical change is independent of the route by which the chemical change takes place.
Contoh: C(s) + O2(g) CO2(g) ; H = x kJ 1 tahap

C(s) + 1/2 02(g) CO(g) ; H = y kJ CO(g) + 1/2 O2(g) CO2(g) ; H = z kJ ------------------------------------------------------------ + C(s) + O2(g) CO2(g) ; H = y + z kJ Menurut Hukum Hess : x = y + z

2 tahap

Menurut hukum Hess, karena entalpi adalah fungsi keadaan, perubahan entalpi dari suatu reaksi kimia adalah sama, walaupun langkah-langkah yang digunakan untuk memperoleh produk berbeda. Dengan kata lain, hanya keadaan awal dan akhir yang berpengaruh terhadap perubahan entalpi, bukan langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapainya. Hal ini menyebabkan perubahan entalpi suatu reaksi dapat dihitung sekalipun tidak dapat diukur secara langsung. Caranya adalah dengan melakukan operasi aritmatika pada beberapa persamaan reaksi yang perubahan entalpinya diketahui. Persamaan-persamaan reaksi tersebut diatur sedemikian rupa sehingga penjumlahan semua persamaan akan menghasilkan reaksi yang kita inginkan. Jika suatu persamaan reaksi dikalikan (atau dibagi) dengan suatu angka, perubahan entalpinya harus dikali (dibagi) pula. Jika persamaan itu dibalik, maka tanda perubahan entalpi harus dibalik pula (yaitu menjadi -H). Selain itu, dengan menggunakan hukum Hess, nilai H juga dapat diketahui dengan pengurangan entalpi pembentukan produk-produk dikurangi entalpi pembentukan reaktan. Secara matematis . Untuk reaksi-reaksi lainnya secara umum .

Kegunaan
Hukum Hess menyatakan bahwa perubahan entalpi keseluruhan dari suatu proses hanya tergantung pada keadaan awal dan akhir reaksi, dan tidak tergantung kepada rute atau langkahlangkah diantaranya. Dengan mengetahui Hf (perubahan entalpi pembentukan) dari reaktan dan produknya, dapat diramalkan perubahan entalpi reaksi apapun, dengan rumus H=HfP-H fR

THERMOCHEMISTRY

Contoh umum Contoh tabel yang digunakan untuk menerapkan hukum Hess Zat CH4 (g) O2 (g) CO2 (g) Hf /KJ.mol-1 -75 0 -394

H2O (l) -286 Dengan menggunakan data entalpi pembentukan diatas dapat diketahui perubahan entalpi untuk reaksi-reaksi dibawah ini: CH4(g) + 2O2(g) CO2(g) + 2H2O(l) Hc = {-394+(2x-286)} - { -75+0 } Hc = -966 (-75) Hc = -891 KJ.mol-1 Jika diketahui: B2O3(s) + 3H2O(g) 3O2(g) + B2H6(g) H = +2035 kJ H2O(l) H2O(g) H = +44 kJ H2(g) + (1/2)O2(g) H2O(l) H = -286 kJ 2B(s) + 3H*2B(s) + (3/2)O2(g) B2O3(s)

Persamaan-persamaan reaksi diatas (berikut perubahan entalpinya) dikalikan dan/atau dibalik sedemikian rupa: B2H6(g) + 3O2(g) B2O3(s) + 3H2O(g) H = -2035 kJ 3H2O(g) 3H2O(l) H = -132 kJ 3H2O(l) 3H2(g) + (3/2)O2(g) H = +858 kJ 2B(s) + 3H2(g) B2H6(g) H = +36 kJ

Sehingga penjumlahan persamaan-persamaan diatas akan menghasilkan 2B(s) + (3/2)O2(g) B2O3(s) H = -1273 kJ

c. Energi-Energi Dan Ikatan Kimia Reaksi kimia merupakan proses pemutusan dan pembentukan ikatan. Proses ini selalu disertai perubahan energi. Energi yang dibutuhkan untuk memutuskan ikatan kimia, sehingga membentuk radikal-radikal bebas disebut energi ikatan. Untuk molekul kompleks, energi yang dibutuhkan untuk memecah molekul itu sehingga membentuk atom-atom bebas disebut energi atomisasi. Harga energi atomisasi ini merupakan jumlah energi ikatan atom-atom dalam molekul tersebut. Untuk molekul kovalen yang terdiri dari dua atom seperti H2, 02, N2 atau HI yang mempunyai satu ikatan maka energi atomisasi sama dengan energi ikatan Energi atomisasi suatu senyawa dapat ditentukan dengan cara pertolongan entalpi pembentukan senyawa tersebut. Secara matematis hal tersebut dapat dijabarkan dengan persamaan : H reaksi = energi pemutusan ikatan - energi pembentukan ikatan = energi ikatan di kiri - energi ikatan di kanan Contoh: Diketahui : energi ikatan

THERMOCHEMISTRY

C - H = 414,5 kJ/Mol C = C = 612,4 kJ/mol C - C = 346,9 kJ/mol H - H = 436,8 kJ/mol Ditanya: H reaksi = C2H4(g) + H2(g)

C2H6(g)

H reaksi

= Jumlah energi pemutusan ikatan - Jumlah energi pembentukan ikatan = (4(C-H) + (C=C) + (H-H)) - (6(C-H) + (C-C)) = ((C=C) + (H-H)) - (2(C-H) + (C-C)) = (612.4 + 436.8) - (2 x 414.5 + 346.9) = - 126,7 kJ Ho , tentukanlah enthalpi reaksi pada 298 K C2H5OH(l) (kJ) = -1367 (kJ) = -1411

1.

Bila diketahui persamaan reaksi dan harga untuk reaksi : C2H4(g) + H2O(l) C2H5OH(l) + 3 O2(g) 3 H2O(l) + 2 CO2(g) C2H4(g) + 3 O2(g) 2 CO2(g) + 2 H2O(l) a) -44 b) +44 c) -2778 d) +2778

2.

Manakah dari persamaan reaksi berikut yang menunjukkan panas reaksi pembentukan Besi (III) oksida ( Fe3O4 )? a) 3 FeO(s) + H2O(g) Fe3O4(s) + H2(g) b) 3 Fe(s) + 4 O(g) Fe3O4(s) c) FeO(s) + Fe2O3(s) Fe3O4(s) d) 3/2 Fe2O3(s) Fe3O4(s) + 1/2 O2(g) e) 3 Fe(s) + 2 O2(g) Fe3O4(s)

3.

Bila Enthalpi pembentukan standart untuk benzene, C6H6, adalah +49,2 kJ/mole.Hitunglah enthalpi pembakaran standart untuk satu mol C6H6. Diketahui enthalpi pembentukan standar CO2(g) dan H2O(l) adalah -394 kJ/mole dan -285,8 kJ/mole . a) 3560 b) 2150 c) 2860 d) 3420 e) 3270 4. Dengan menggunakan informasi dibawah ini tentukanlah enthalpi pembentukan Li2CO3. 2 LiOH(s) + CO2(g) Li2CO3(s) + H2O(g) Ho = -133,.5 Hof LiOH(s) = -484,93 kJ/mole Hof H2O(g) = -285,85 kJ/mole Hof CO2(g) = -393,5 kJ/mole a) -765,5 b) -950,4 c) -1211

THERMOCHEMISTRY

d) -1010 e) -638,8 5. Hitunglah panas yang terjadi (kJ) untuk reaksi 14 g Mg dengan chlorin berlebih. (Ar Mg = 24,3). Mg(s) + Cl2(g) MgCl2(s) Ho = -641.8 kJ/mole a) 412 b) 588 c) 375 d) 524 e) 642 Dengan menggunakan data energi ikat dan enthalpi reaksi pada reaksi berikut, tentukanlah energi ikat rata rata Xe - F pada XeF2. (H - H = 435; H - F = 565). XeF2(g) + H2(g) 2 HF(g) + Xe(g) Ho = -430 kJ a) 264 b) 352 c) 172 d) 133 e) 298 Gunakanlah energi ikat berikut ini untuk menentukan enthalpi reaksi Ho untuk reaksi dibawah ini. (H - C = 414; H - O = 464; C = O = 730; H - H = 435,: C - O = 351). CH2 = O(g) + H2(g) CH - OH(g) a) -76 b) -44 c) -52 d) -64 e) -88 Se4banyak 25,0 gr batang tembaga pada 25,0oC diletakkkan pada tabung tertutup yang berisi 100 gr air pada 40oC. berapakah suhu akhir air bila panas jenis tembaga dan air adalah 0,385 J/goC and 4,18 J/goC respectively. a) 39,7 b) 39,3 c) 39,9 d) 39,0 e) 32,5 The heat of formation of CO2(g) is -394 kJ/mole and that of H2O(l) is -286 kJ/mole. The heat of combustion of C5H12 is -3534 kJ/mole. What is the heat of formation of C 5H12? C5H12(l) + 8 O2(g) 5 CO2(g) + 6 H2O(l) a) -108 b) +108 c) -152 d) +152 e) -7220 What amount of heat energy (kJ) is released in forming 15.0 g of HNO 3 by the following reaction? (Atomic weights: H = 1.008, N = 14.01, O = 16.00). 3 NO2(g) + H2O(l) 2 HNO3(aq) + NO(g) Ho = -308.1 kJ a) 59.4 b) 73.2 c) 36.7 d) 47.2 e) 18.3

6.

7.

8.

9.

10.

10