Anda di halaman 1dari 4

PEMURNIAN GARAM

I. Tujuan Mahasiswa mampu memurnikan garam NaCl dari garam krosok menjadi garam meja dalam skala laboratorium.

II. Dasar Teori Garam merupakan bahan kimia yang penting dan murah. Garam yang dikenal dalam kehidupan sehari hari adalah garam dapur (NaCl). Garam yang dijumpai di pasaran biasanya dalam bentuk garam meja, dan garam krosok. Garam krosok merupakan garam yang masih kotor dan mempunyai kristal yang besar. Percobaan ini bertujuan untuk memurnika garam krosok menjadi garam meja yang mempunyai kristal lebih kecil Umumnya garam diperoleh dari air laut atau batuan garam. Garam yang kita kenal ada dua jenis yaitu garam dapur dan garam meja yang keduanya mempunyai karakteristik berbeda. Garam dapur masih mengandung iodium, magnesium sulfat, kalsium sulfat, kalium sulfat. Adanya senyawa tersebut pada batas tertentu bermanfaat bagi tubuh manusia. Garam meja merupakan garam NaCl 100% murni dan warnanya putih. Garam meja ini berwarna dan pemakaiannya dapat bertahan lama. Pembuatan garam meja merupakan proses lanjut dari garam dapur dengan cara pencucian dan kristalisasi secara bertingkat. III. Alat dan Bahan

Alat : Cawan penguapan ukuran sedang Cawan penguapan ukuran besar Gelas kimia 500 mL Gelas ukur 500 mL Kaca arloji Pemanas/hotplate Batang pengaduk Corong kaca Kertas saring

Bahan : Garam krosok NaCl murni Na Carbonat BaCl2 Aquades

IV. Langkah Kerja

Pembuatan larutan NaCl 1. Timbang 23 gram NaCl murni 2. Masukan dalam gelas kimia, lalu tambahkan 200 mL aquades 3. Aduk hingga larut

Cara 1 : Pencucian garan krosok dan Penyaringan 1. Timbang 2,5 gram gram krosok 2. Masukan garam tersebut pada gelas kimia yang sudah berisi larutan NaCl pada langkah pertama 3. Aduk sampai semua larut dan menjadi larutan jenuh 4. Amati apa yang terjadi 5. Setelah larutan menjadi jenuh, saring larutan tersebut dan tempatkan filtratnya pada cawan penguapan 6. Sebelum cawan penguapan dipakai, timbang gterlebih dahulu berat kosongnya 7. Setelah penyaringan selesai, panaskan cawan penguapan diatas hotplate hingga terbentuk kristal garam murni. Upayakan sampai kering dan tidak ada kandungan airnya 8. Lalu timbang berapa banyak garam yang terbentuk

Cara 2 : Pelarutan garam krosok 1. Timbang 2,5 gram garam krosok 2. Masukan pada gelas kimia, lalu tambahkan 50 mL aquades 3. Aduk hingga larut 4. Timbang Na Carbonat dan BaCl2 masing-masing 0,5 gram 5. Tambahkan Na Carbonat dan BaCl2 kedalam gelas kimia 6. Aduk kembali sampai larutan dalam keadaan jenuh 7. Saring larutan tersebut dan tempatkan filtratnya pada cawan penguapan 8. Sebelum cawan penguapan dipakai, timbang gterlebih dahulu berat kosongnya 9. Setelah penyaringan selesai, panaskan cawan penguapan diatas hotplate hingga terbentuk kristal garam murni. Upayakan sampai kering dan tidak ada kandungan airnya 10. Lalu timbang berapa banyak garam yang terbentuk

V. Data Pengamatan Data percobaan (Cara 1)

Berat NaCl Volum aquades Berat garam krosok Volum NaCl jenuh Berat Kristal garam

= 23,23 gram = 200 mL = 2,5 gram = 200 mL = 24,72 gram

Zat

Pengamatan Seluruh NaCl larut dalam aquades hingga

NaCl + aquades

mencapai keadaan jenuh. Larutan berwarna bening Dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk melarutkan garam krosok dalam larutan. Namun

garam krosok + lar. NaCl

tanpa pemanasan, akhirnya garam krosok larut seluruhnya dan larutan berwarna agak kusam (keruh).

Penyaringan

Kotoran kotoran tersaring pada kertas saring. Filtrat menjadi berwarna bening Air menguap seluruhnya dalam waktu yang

Proses penguapan kristal

cukup lama dan akhirnya menyisakan garam murni yang berwarna putih bersih

Data Percobaan (Cara 2) Berat garam krosok Volum aquades Berat Na Carbonat Berat BaCl2 Berat Kristal garam = 2,5 gram = 50 mL = 0,50 gram = 0,50 gram = 1,86 gram

Zat Garam krosok + aquades Larutan + Na Carbonat + BaCl2

Pengamatan Garam krosok larut semua dengan waktu yang cukup lama. Larutan berwarna kusam (keruh). Na Carbonat dan BaCl2 langsung larut dan warna larutan berubah menjadi putih susu agak kental, seperti larutan koloid

Penyaringan

Filtrat menjadi berwarna bening dan residunya tertahan pada kertas saring Air menguap seluruhnya dalam waktu yang

Proses penguapan kristal

cukup lama dan akhirnya menyisakan garam murni yang berwarna putih bersih