1

NUTRISI ENTERAL
Oleh : Pramono,SST Gizi

Pendahuluan
Dukungan nutrisi bagi pasien yang sedang dirawat mutlak diperlukan . Dengan dukungan nutrisi yang cukup diharapkan penyembuhan berjalan lancar. Akan tetapi dari hasil berbagai penelitian ditemukan data-data yang cukup memprihatinkan pada pasien-pasien .1 yang sedang dirawat dirumah sakit Dari berbagai penelitian antropometri di Amerika Serikat Tahun 1996 40%-50% pasien beresiko malnutrisi atau sudah malnutrisi dan 12% diantaranya malnutrisi berat Hal tersebut dapat disebabkan karena : - pasien tidak mampu makan per oral, sulit mengunyah atau menelan makanan padat 2 - pasien tidak mampu menghabiskan seluruh makanan yang disajikan.

Sebagai salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan rendahnya intake makanan pada pasien tersebut salah satu jawabannya adalah pemberian Nutrisi Enteral .

Definisi
1. Semua Makanan yang lewat saluran cerna. 2. Yang dimaksud dengan nutrisi enteral yaitu semua makanan cair yang dimasukkan ke dalam tubuh lewat saluran cerna , baik melalui mulut (oral), selang nasogastrik, maupun selang melalui lubang stoma gaster (gastrotomi) atau lubang stoma jejenum (jejenunostomi) 3. Makanan Cair yang diberikan lewat Sonde (Tube Feeding)

Segi Praktis Terapi Nutrisi
Dasar: Tepat indikasi Tepat substrat (zat nutrisi) Tepat dosis Tepat Pasien Tepat cara pemberian

Bentuk Pemberian Makanan
1. Per oral adalah pemberian makanan paling ideal 2. Nutrisi Enteral ; masih lebih aman , murah dan praktis dari pada Nutrisi Par Enteral 3. Nutrisi Par Enteral adalah pilihan terakhir

. Digunakan pada pasien yang masih dapat makan/minum tetapi tidak dapat mencukupi kebutuhan energi dan protein. Motto “ Berikan Makanan pada tubuh tapi juga pada Usus” Tidak makan 3 kali 24 jam akan dapat mengakibatkan : . TIDAK DAPAT MENCERNA. 4. Pengobatan 4. Diare yang Profus & Enterokolitis Berat Pentingnya Pasien Tetap Makan Fungsi saluran cerna (Gastro intestinal tract) pada prinsipnya ada tiga yakni : . 6. 3.2 Tujuan Pemberian Nutrisi Enteral 1.TIDAK DAPAT MAKAN. 3.Imunologi terutama IgA yang erat hubungannya dengan Gastro Association Lympoid Tissue (GALT) jaringan tissue yang terkait dengan system pencernaan. Peritonitis Potensial mengalami pneumonia aspirasi Obstruksi saluran cerna Ileus Paralitik Perdarahan Gastrointestinal Muntah yang Berat.Terjadinya Sepsis yang dapat mengakibatkan atropi mukosa usus . Mengingat pentingnya saluran cerna sebagai bagian system imunologi jadi pemberian makan lewat usus menjadi sangat penting agar system imunologi tetap baik. Digunakan untuk mencukupi kebutuhan zat gizi bila pasien tidak dapat makan sama sekali. . (TIDAK MAU MAKAN.Digestion .Absorption dan . Tambahan (Suplementasi) 2.Atropi GALT Jadi hati-hati memuasakan pasien. 7.TIDAK DAPAT LEWAT) Kontra Indikasi Pemberian Nutrisi Enteral 1. 5.Atropi Enzim dan Hormon. 2.

perawat dan Dietesien. Jenis Nutrisi Enteral .Selang Nasogastrik Resiko Aspirasi Selang Nasoduodenal Selang Nasojejunal Nasogastrik Nasoduodenum Perkutan enterogastrik Perkutan Jejenum NPT Perifer NPT Sentral Agar dapat mendeteksi adanya suatu keadaan yang membutuhkan dukungan nutrisi. yang diberikan bersama-sama dengan Nutrisi Enteral . karena tidak dapat mentoleransi Nutrisi Enteral dengan mencukupi. perlu sekali kerja sama dalam tim yang terdiri dari dokter.3 Rute Pemberian Dukungan Nutrisi DUKUNGAN NUTRISI Penilaian Nutrisi Fungsi Saluran Cerna Ya Tidak Nutrisi Enteral Nutrisi Par Enteral Jangka Pendek Jangka Panjang > 6 Minggu Jangka Pendek Jangka Panjang < 6 Mnggu Tidak Resiko Aspirasi . Dalam kenyataan banyak pasien memerlukan secara bersamaan Nutrisi Enteral dan Parenteral pada berbagai kondisi. Nutrisi Parenteral. dapat menghasilkan pemberian makanan yang mencukupi.

Polimerik Untuk pasien dengan fungsi gastrointestinal normal atau hampir normal. Makanan cair ini mudah dibuat. Diet Enteral Tinggi Serat (contoh : Indovita) Formula Komersial tidak mudah terkontaminasi konsistensi dan osmolaritas tetap tetapi rasa tidak enak dan mahal. . Makanan Cair Rumah Sakit Formula Blender Makanan Cair ini terbuat dari campuran berbagai makanan seperti Jus Buah. Modular Single/Multiple nutrient. asam amino 3. Oligomerik: Berisi Simple Karbohidrat. Osmolalitas adalah ukuran yang dipakai untuk mengukur kemampuan larutan dalam menahan air atau menarik air lewat membram semipermiable.vomitus dan diare./peptida dan lemak medium chain trygliserida (MCT) yang langsung diserap oleh usus (contoh : Pepti 2000 dll. mudah pemberiannya dan sedikit mengandung serat. Bisanya mempunyai kepekatan 1 Kkal/cc b. Diet mengandung asam amino. Makanan Cair Formula Rumah Sakit (Blenderized): Makanan buatan rumah sakit ini biasanya mempunyai osmolalitas 600 mOsm/Kg sedangkan Normalnya 300 mOsm/kg. Pradigesti Diet dibuat dengan formula khusus dalam bentuk Susu Elemental. Polymerik : Osmolalitasnya < 300 mOsm/L.4 I. a. Lauk pauk.Kombinasi Poli/Oligomerik II. Berdasarkan Pembuatnya 1. susu. Akibat jika makanan yang mempunyai osmolaritas tinggi diberikan cepat akan dapat menarik cairan kedalam usus menyebabkan kram.mengandung protein utuh untuk pasien dengan system GIT yang normal atau hampir normal 2. Diet Enteral Khusus Misalnya Formula untuk Sirosis (Contoh Aminoleban. Makanan Cair Formula Komersial (Buatan Pabrik) a. Contoh : Parenteral. kacang hijau dll yang kemudian diblender dapat diberikan melalui oral maupun sonde 2.Fresubin b. c. telur . Falkamin dll). Kelebihan Formula RS adalah murah dan enak tetapi osmolalitasnya berubah-ubah dan mudah terkontaminasi. Murah (formula diet biasa).Berat molekul besar. Makanan Cair Rumah Sakit Formula Standar Dibuat dari campuran tepung. Berdasarkan Kandungan Zat Gizinya 1. gula dan minyak (TSTG) Formula rumah sakit ini biasa dipergunakan untuk makanan per sonde. Trigleserida. nauses. Digunakan untuk pasien dengan gangguan fungsi saluran pencernaan. Diabetes (contoh Diabetasol) d.

Jejunal) 4. Pre Albumin . Selang Nasogastrik Biasa terbuat dari plastik. Ukuran bermaca-macam tahan 7 hari. Pemeriksaan Albumin. Waktu pemberian 3-4 kali/hari. Syndroma Dumping (Nyeri Abdomen. b. .5 Jenis Selang Untuk Pemberian Nutrisi Enteral 1. tahan dipakai sampai 6 bulan. Transferin darah. 3. INTERMITEN Pemberian Secara DRIP GRAVITASI (tetes) seperti Infus. Selang Nasodudenal/nasojejunal Ukuran selang bermacam-macam tapi lebih panjang dari Selang Nasogastrik. d. 250. 3. PemantauanStatus Gizi dengan IMT (Indeks Massa Tubuh) 2. Pemeriksaan Kesembangan Nitrogen 4. KONTINYU Secara DRIP 24 Jam Kontinyu . Anamnesis Gizi. Selang Nasogastrik yang terbuat dari Silikon. Cocok untuk per Gastrik. Cara terbaik untuk Jejunal. Penimbangan Berat Badan .2 jam . Teknik Pemberian Teknik pemberian yang dapat dilakukan dalam pemberian Nutrisi enteral adalah : 1. ukuran macam-macam tahan sampai 6 minggu. Tidak dianjurkan untuk Duodenal. Nause. Tidak boleh diberikan untuk Duodenal & Jejunal. Hipoglikemia. Biasa untuk NE Formula Rumah Sakit menggunakan ukuran yang besar. Pemeriksaan LLA. Kejang. tahan sampai 14 hari. Jejunal. Monitoring 1.500 ml selama ½ . Diare) 2. Teal Lemak Kulit Trisep. 5. 3. SIKLIK Diberikan selama 8 – 16 jam dengan pompa mekanis. Selang dan Set untuk Ggastrotomi atau Jejunostomi Biasanya terbuat dari silicon. 3 – 4 kali/hari. 2. Selang Nasogastrik a. BOLUS Diberikan melalui Tabung Suntik 250 – 500 ml dalam waktu 5-10 menit. Selang Nasogastrik teruat dari Polivinil selang ini berukuran 7 french. c. Serum Fe. Selang Nasogastrik Poliuretan Ukuran Selang 7 french .

osmolalitas terlalu tinggi . cepat aliran makanan.Pedoman Diet Diabetes Melitus . penambahan cairan. Bilas dengan air Reposisi pipa. 2002 . pengenceran formula. 1997 Soemarko. 4. mal absorbsi . Clinical Nutrition Volume I.In: Rombeau JL-Caldwell MD eds.Howard L. 2. Malang 2000 Waspaji S. Penghentian sementara. rendah laktosa Perlu pemantauan secara cermat dengan pemeriksaan darah sehingga dapat diketahui secara pasti penyebab komplikasinya. hiperglikemia. Hand Out mata Kuliah Gizi Klinik Program D-IV Gizi FK UNIBRAW. Balai Penerbit FK UI. atau ukurannya terlalu besar. 3. Jakarta. ditingkatkan. Fakultas Kedokteran UI. 2000 Susetyo O. Program D-IV Gizi FK UNIBRAW. Malang. Guidelines for the use of parenteral and enteral nutrition in adult and paediatricpatients.Sukarji K. Hand Out Mata Kuliah Food and Immunology. Sumbatan PULMONAL Aspirasi ZAT GIZI Mualdan Diare karena : terlalu Penurunan kecepatan pemberian. Enteral nutrition and gastrointestinal diseases. PhiladelphiaLondon-Toronto. WB Saunders. hiponatremia.6 MASALAH DAN PEMECAHANNYA PADA PEMBERIAN NUTRISI ENTERAL NO 1 MASALAH MEKANIS Dislokasi Pipa PEMECAHAN Reposisi atau ganti dengan pipa yang lebih panjang. Buku Pedoman Terapi diet dan Nutrisi: Hipokrates. 1984. Moore MC. Jakarta. JPEN 1993 .hipofosfatemia. Octarina M. Enteral and Tube Feeding. Daftar Pustaka Betzhold J. METABOLIK Hiperkalimia. bakteri Konstipasi Sanitasi Penambahan sari buah.

7 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful